Xaviera Putri: "Ngapain Pintar-Pintar Kalau Ujungnya Nikah?!" — Transcript
Full transcript
- 0:00kamu ngapain sih belajar capek-capek
- 0:01bukannya nanti nikah juga digituin terus
- 0:03aku kayak mereka bilang ee nanti kita
- 0:06enggak bisa ngewarisin kalian harta tapi
- 0:08yang kita bisa [musik] warisin ya
- 0:09pendidikan. Aku tuh lebih takut sama
- 0:11orang yang kerja keras sama disiplin
- 0:13dibanding sama orang yang pintar.
- 0:15Oke.
- 0:15Karena
- 0:16ngajarin ikhtiar tawakal ke orang Korea
- 0:19yang sudah login berapa?
- 0:40Kalian lagi di Habib The Beauty dan kali
- 0:43ini gua akan ngobrol-ngobrol bareng
- 0:45Safiera.
- 0:47Safiera, apa kabar?
- 0:48Baik-baik. Apa kabar?
- 0:50Baik sudah diundang ke sini.
- 0:52Baik. Terima kasih sudah mau
- 0:54ngobrol-ngobrol.
- 0:55Berarti ini ee masih pulang pergi Korea
- 0:59Indonesia?
- 0:59Iya, cuma belakangan ini banyak di
- 1:01Indonesia sih. Udah.
- 1:03Oke. Karena kuliah sudah selesai.
- 1:04Kuliahnya sudah selesai.
- 1:05Berarti sekarang S2
- 1:07belum. Tapi pengin sih insyaallah
- 1:10pengin. Oh, sekarang tapi udah S1
- 1:12selesai.
- 1:12Udah, udah selesai S1 di Korea.
- 1:15Di Korea. Iya.
- 1:16Di Korea itu ada skripsi enggak sih?
- 1:18Emm, kalau kita mungkin karena aku
- 1:20sekolahnya di teknik kan ya, Bib. Kita
- 1:22tuh adanya undergraduate research. Jadi
- 1:24kayak riset sacientific gitu, tapi
- 1:26mirip-mirip skripsi tapi agak beda.
- 1:28Oke. Eh, risetnya kuantitatif tuh.
- 1:32Iya. Eksperimen ada, ada yang basah, ada
- 1:34yang kering, macam-macam. Cuma karena
- 1:36aku double major, aku enggak wajib
- 1:39oke
- 1:39riset. Jadi bisa langsung lulus kalau
- 1:41Oh, tanpa riset itu
- 1:42asalkan SKS-nya cukup gitu.
- 1:44Oh, berarti yang harus dipenuhi ee SKS
- 1:47saja ya?
- 1:48SKS terus volunteer terus kayak harus
- 1:51pernah magang. Oke.
- 1:53Dan perintilan-perintilan lainnya. Tapi
- 1:55enggak ada skripsi yang kayak di
- 1:56Indonesia harus skripsi gitu waktu aku
- 1:58enggak ada.
- 1:59Oke.
- 1:59Iya.
- 2:00Sebenarnya sih udah memenuhi kalau di
- 2:02Indonesia itu kan ada triarma ya
- 2:04ee pengabdian itu ada tadi ya ada apa ee
- 2:09volunteer. Kemudian kalau dosen kan
- 2:11mengajar ini berarti belajar ada SKS
- 2:14sama meneliti ya ada riset ya.
- 2:16Iya wajib riset.
- 2:17Cuman itu enggak dituangkan dalam bentuk
- 2:18tulisan akhirnya ee hasil risetnya. Oh,
- 2:21jadi tuh kalau untuk riset sebenarnya
- 2:24karena kampus aku itu kayak institute
- 2:26riset juga. Jadi sebenarnya dari
- 2:28semester dari tahun pertama tuh kita
- 2:30sudah bisa riset gitu.
- 2:31Iya. Jadi udah didorong untuk bahkan
- 2:34kalau misalnya nanya anak-anak magang di
- 2:36mana tuh pasti mereka magangnya di lab
- 2:38dan mereka tuh udah ngpublikasi sendiri
- 2:41dan aku juga tahun ketiga di dii
- 2:43kesempatan juga pernah publikasi jurnal
- 2:45waktu itu nasional di Korea.
- 2:46Tapi itu inisiatif ya bukan?
- 2:48Tapi itu inisiatif iya enggak wajib.
- 2:50Tapi beberapa tuh bisa di jadiin SKS
- 2:53gitu loh, Bib. Biar bisa menuhin
- 2:54lulusnya.
- 2:54Iya. Iya. Bisa nambahin SKS ya.
- 2:56He.
- 2:57Kalau aku dulu tuh kayak nulis di
- 2:59majalah atau di koran itu kemudian
- 3:02enggak nambahin SKS sih, tapi ee mungkin
- 3:05akan bikin dosen lebih oke sama kita
- 3:07sehingga secara performa dianggap lebih
- 3:09oke, nilainya lebih oke, bahkan ada apa
- 3:13ee insentif khusus. Oh,
- 3:14buat yang berkarya di luar asalkan
- 3:17membawa nama kampus artinya di
- 3:19ee predikatnya itu mahasiswa atau
- 3:23peneliti di kampus ini itu biasanya
- 3:25diapresiasinya dengan dikasih insentif
- 3:28selain ee nilai gitu.
- 3:30Iya, sama sih, Bib. Sama kalau misalnya
- 3:32mau S2 atau mau PhD itu kalau udah
- 3:35pernah ngerilis atau publikasi itu
- 3:37biasanya lebih bisa masuk gitu kayak
- 3:40lebih dianggap lebih naik gitu meritnya
- 3:42biasanya.
- 3:43Heeh. Berarti dulu kalau ke S1 itu based
- 3:47on nilai
- 3:48waktu itu tes juga B. E kebetulan aku
- 3:51SMnya kan juga di Korea.
- 3:53Iya.
- 3:53Jadi kalau sistem sekolah aku waktu itu
- 3:55SMA aku juga unik. Dia bukan kayak SMA
- 3:59yang dilihat drama-drama Korea, tapi
- 4:00kayak
- 4:01sains juga. Jadi kita juga bahkan ah
- 4:03riset pos SMA dan segala macam. Terus
- 4:06untuk bisa masuk kuliah waktu itu selain
- 4:09nilai itu juga misalnya ditanyain sat
- 4:12kayak nilai ujian base Amerika atau
- 4:14misalnya AP kayak tambahannya terus
- 4:17kayak bahasa Inggris dan segala macam.
- 4:19Tapi di samping itu ada ee ujian mandiri
- 4:22dari kampus itu
- 4:23dari kampusnya enggak ada.
- 4:24Oh enggak ada.
- 4:25Ada ee stage 2 itu interview tapi
- 4:28interview-nya itu ee enggak semua orang
- 4:30dapat. Oke.
- 4:32Terus lucunya tuh kalau misalnya enggak
- 4:34dapat itu artinya ada dua. Either kamu
- 4:37sudah ditolak atau kamu sudah diterima.
- 4:39Oke. Karena kadang ee interview itu
- 4:42untuk meyakinkan si kampus ini atau
- 4:44untuk mengkonfirmasi
- 4:46ee benar enggak ee apa yang dia ee
- 4:49suguhkan ke kita ya.
- 4:50Iya. Soalnya kayak dites juga gitu loh.
- 4:52Bilangnya interview tapi pas datang aku
- 4:54enggak interview sih. Aku enggak dapat
- 4:55interview waktu itu. Jadi deg-degan juga
- 4:57sih aku diterima apa ditolak gitu kan.
- 4:59Waktu itu teman aku ada yang interview
- 5:01katanya memang bahkan tuh kayak tes gitu
- 5:03sih. Ujian lagi, verbal lagi gitu. I
- 5:06Oh, jadi ujian tulis lagi tuh di
- 5:08interview.
- 5:09Kayak tulis terus interviewnya tuh harus
- 5:11ngejelasin jawabannya.
- 5:12Iya. Jadi lebih deg-degan katanya.
- 5:14Oke. Berarti kayak SPMB di Indonesia itu
- 5:16enggak ada di sana.
- 5:18Ee oke.
- 5:18Kalau di Indonesia itu kan diuji secara
- 5:20nasional.
- 5:21He
- 5:21gitu. Serentak. Kemudian setiap kampus
- 5:23tinggal ngasih. Gua punya kursi sekian,
- 5:25gua butuh ee nilai ee standarnya sekian.
- 5:28Oh, sebenarnya ada, Bib. Kalau di Korea
- 5:30itu kita sebutnya suneng.
- 5:32Suneng.
- 5:33Heeh. Jadi, e ibarat kalau di Cina itu
- 5:35gaukau,
- 5:36kalau di Korea kita sebutnya suneng.
- 5:38Tapi em karena SMA aku agak unik, kita
- 5:41enggak diwajibkan untuk ambil Suneng.
- 5:43Jadi, purely dari nilai-nilai kita sama
- 5:46ujian tambahan.
- 5:47Oke.
- 5:47Iya. Karena ee masuk ke SMA itu
- 5:50dengar-dengar dari teman Koreaku tuh
- 5:52udah susah banget persentasenya. Jadi,
- 5:55untuk dapat nilai bagus juga harus susah
- 5:56banget. Jadi mati-matian duluanlah
- 5:58kesannya pas SMA gitu.
- 5:59I kalau di Indonesia kan ada jalur SPMB
- 6:02tadi yang nasional, kemudian ada jalur
- 6:03mandiri setiap kampus bikin, kemudian
- 6:06ada yang jalur tadi jalur nilai di kelas
- 6:09ketika SMangan
- 6:11biasanya memang ke SMA-SA tertentu yang
- 6:13memang ee kampus melihat ee gua butuh
- 6:16nih ee siswa-siswa ee dari SMA ini untuk
- 6:19ee ke kampus gua gitu. Berarti kalau apa
- 6:23ee podcast kayaknya jarang ya?
- 6:26Podcast enggak banyak banget tapi
- 6:27kadang-kadang tapi enggak banyak enggak
- 6:30banyak.
- 6:30Tapi ee sekarang lebih banyak karena di
- 6:33Indonesia ya udah.
- 6:33Iya. I
- 6:35apa berarti selama di Indonesia
- 6:36kegiatannya?
- 6:37Ee banyak banget sih. Sekarang juga lagi
- 6:39fokus ngeperluas juga ini platformnya
- 6:42ngelakuin berbagai macam. Terus aku juga
- 6:44anaknya kan suka yang hands on. Jadi
- 6:46misalnya kalau ada campaign atau kerja
- 6:48sama itu biasanya aku yang ng-elead
- 6:51semua dari creative direction-nya. Terus
- 6:54juga
- 6:55aku suka film dan segala macam. Jadi aku
- 6:57juga belajar cara nge-direct yang baru
- 6:59dan segala macam.
- 7:01Itu karena ingin belajar atau juga
- 7:04karena perfeksionis?
- 7:06Agak dua-duanya. Heeh. Karena
- 7:09gimana ya? Aku dari dulu bahkan dari
- 7:11awal aku mulai ngonten pas kuliah tuh
- 7:13aku tuh enggak ada editorip kayak
- 7:15beneran Heeh. beneran aku tuh semuanya
- 7:16hands on banget karena tuh aku pengin
- 7:19benar-benar aku banget
- 7:21gitu. Jadi sekarang pun setelah aku juga
- 7:24bisa delegasi karena udah kerja lama
- 7:26sama tim aku, udah kenal mereka, udah
- 7:28paham cara aku gimana. Jadi sekarang
- 7:30juga lebih enak gitu kalau mau delegasi
- 7:32atau mau bagaimana. Tapi dulu kayaknya
- 7:34memang kebawa akademik penginnya
- 7:36perfeksionis gitu. Penginnya kayak ini
- 7:38gini gini gini.
- 7:39Iya.
- 7:39Iya.
- 7:39Dan biasanya kalau jadi leader tuh ee
- 7:42agak susah tuh orang perfeksionis.
- 7:44Betul. karena memang ekspektasinya
- 7:46tinggi, kemudian subjektivitasnya juga
- 7:49tinggi.
- 7:49Sehingga biasanya
- 7:51ee kalau yang sudah lama kerja sama
- 7:53dengan satu orang dia bisa tuh.
- 7:54Heeh.
- 7:55Tapi kalau di awal-awal pasti
- 7:56adaptasinya
- 7:57Heeh.
- 7:58susah tuh, panjang.
- 7:59Heeh. Maka itu setelah kayaknya pas
- 8:01kuliah sih kayak, "Beb, aku tuh pengin
- 8:02melepas perfeksionis itu pas SMA tuh
- 8:05kayaknya aku masih perfeksionis banget.
- 8:07Apalagi kan kayak aduh harus masuk
- 8:09kuliah ini atau ini. Tapi pas sudah
- 8:11kuliah aku merasa kalau aku terlalu
- 8:13perfeksionis aku akan sulit untuk mulai
- 8:15hal yang baru.
- 8:17Karena biasanya kan kalau mulai hal baru
- 8:18pasti trial error kan.
- 8:20Terus pas mula-mula kayak ngeraba-raba
- 8:22dulu ee nanya-nanya dulu bahkan bisa
- 8:25salah dulu. Jadi ya begitu.
- 8:27Iya. Karena secara istilah sih memang
- 8:30perfect ya. Tapi kan enggak ada manusia
- 8:31yang perfect. Jadinya itu akan sangat
- 8:33menyulitkan bagi kita. Sangat sulit
- 8:36beradaptasi. Kemudian sangat sulit untuk
- 8:39mencoba menerima orang ee dengan segala
- 8:42kekurangannya ya. Karena standarnya di
- 8:44kita yang sebenarnya ya kita juga enggak
- 8:46sempurna gitu ee di mata orang lain ya.
- 8:48Nah, Kak ee
- 8:50kuliah dulu S1 di jurusan
- 8:52ee aku jurusan ilmu komputer sama bisnis
- 8:55teknologi. Ada dua
- 8:57dua jurusan double degree berarti.
- 8:59Iya. Iya. Jadi langsung double major.
- 9:00Oh, double major. Di kampus yang sama.
- 9:02Di kampus yang sama. Oke. Dan itu
- 9:04betul-betul beda. SKS kelas, dosen,
- 9:07semuanya beda ya?
- 9:07Beda. Iya. Beda semua. Jadi
- 9:08departemennya juga beda.
- 9:10Oh,
- 9:10jadi pasti aku lompat-lompat ke satu
- 9:12departemen yang lain. Fakultasnya juga
- 9:14beda.
- 9:15W itu pasti PR sih. Karena
- 9:19aku S1 enggak berani melakukan itu.
- 9:21Hm. He.
- 9:21Karena kalau S1 apalagi di Indonesia itu
- 9:24kan padat sekali ya
- 9:26dari pagi sampai sore kemudian dari
- 9:28Senin
- 9:29sampai Jumat bahkan Sabtu Minggu atau
- 9:32malam juga dihabiskan buat ee nugas.
- 9:34Iya betul sama.
- 9:36Betul kan?
- 9:36Sama. Iya.
- 9:37S2 aku berani.
- 9:38Oh.
- 9:39Karena S2 ee seminggu cuman dua atau 3
- 9:42hari.
- 9:43Hmm. Iya. Kalau S2 biasanya jadwalnya
- 9:45lebih memungkan.
- 9:46Iya. Jadi aku baru S2 tuh double degree
- 9:48tuh
- 9:48filsafat sama tafsir Quran. Oh,
- 9:51karena emang udah ee relatif senggang
- 9:54secara waktu. Tapi kalau S1 pasti susah
- 9:56banget ya.
- 9:56Iya. Itu S1
- 9:57degree. S1 tuh
- 9:58hidup aku ya bolak-balik belajar. Cuma
- 10:02tuh dulu soalnya pas S1 tuh aku
- 10:04kepikirannya ini kan pas SMA tuh aku
- 10:06boarding school benar-benar kayak
- 10:09hidupku belajar doang gitu. Jadi, pas
- 10:10aku udah S1 aku mikir, wah kapan lagi
- 10:12ini dikasih kesempatan bisa double
- 10:14major? Karena waktu itu diover juga sama
- 10:16kampusnya, terus beasiswa juga jadi aku
- 10:19ngambil double minor apapun dibayarin
- 10:21juga kan. Jadi aku pikir kapan lagi
- 10:23terus
- 10:24ya udah jadi aku jalanin aja aku lihat
- 10:26dan ternyata malah jadi balance sih B
- 10:28kalau untuk aku karena
- 10:29em kalau ilmu komputer kan
- 10:32rentan mereka tuh nature-nya banyak
- 10:33coding, banyak sendirian dan banyak
- 10:37penat-penat yang logik-logika. Tapi
- 10:39kalau aku ambil kelas di bisnis
- 10:41teknologi kan banyak presentasi, ketemu
- 10:42orang. Jadi secara enggak langsung skill
- 10:45aku tuh yang kebentuk juga agak beda.
- 10:47Jadi kadang refreshing aja gitu satu
- 10:49sama lain. Iya.
- 10:50Iya. Karena kalau ilmu komputer ya tentu
- 10:52lebih ee banyak waktu sendiri ya.
- 10:54Iya. Heeh.
- 10:55Dan ini sih lebih ke logis kan karena
- 10:58coding itu kan
- 10:59ee struktur logika yang basic-nya di
- 11:01matematika kan.
- 11:03Iya. Dan harus sabar banget karena kalau
- 11:05coding kalau salah salah sampai ketemu
- 11:08itu salah. di mana tuh harus sabar fail
- 11:11karena kalau bisnis itu lebih ke
- 11:13diplomatis.
- 11:14Iya betul.
- 11:14Bagaimana bisa lebih memahami orang
- 11:17Heeh. Ke lapangan gimana nanti gitu ya.
- 11:19Iya. Betul-betul itu kayak emang ee
- 11:21nyatuin dua sisi dan dua tantangan hidup
- 11:24ya
- 11:25antara introvert ekstrovert antara
- 11:28ee bersosialisasi dan ee individualis
- 11:32antara dengan mesin sama dengan manusia.
- 11:35Iya betul. Karena waktu itu kayaknya
- 11:37sebenarnya tuh aku sempat galau apa aku
- 11:39ambil waktu itu apa ya kalau enggak
- 11:41salah teknik elektro ada yang nawarin
- 11:42juga katanya kalau kamu ambil ilmu
- 11:44komputer sama teknik elektro kamu tuh
- 11:47bakal bisa banyak banget kerja di
- 11:48berbagai bidang akhirnya aku coba tuh
- 11:50ngambil sebentar satu course terus kok
- 11:52rasanya enggak cocok rasanya kayak berat
- 11:54banget gitu kan dan dua-duanya itu kan
- 11:57banyak sendirinya juga banyak teori
- 11:59berat logiknya juga terus pas aku pikir
- 12:02lagi kayaknya aku tuh suka kerja sama
- 12:03orang jadi kayak Oh, kayaknya bisnis
- 12:06teknologi itu cocok deh karena belajar
- 12:08teknologi juga, belajar sama orang juga.
- 12:12Jadi, ya udah daerah banting setir ke
- 12:14bisnising. Nah, ini sebenarnya jadi tips
- 12:17sih ee ee short course dulu.
- 12:20Heeh.
- 12:20Tentang jurusan yang kita inginkan ya.
- 12:22Heeh.
- 12:23Karena kan kalau sudah milih itu untuk
- 12:26keluar kan tidak mudah ya. kalau sudah
- 12:27milih satu jurusan kemudian kita ngasa
- 12:29agak tepat di jurusan itu untuk keluar
- 12:31tu e tradisinya di Indonesia apalagi
- 12:34masih
- 12:35berat sekali sebenarnya bisa disiasati
- 12:36dengan short course ya
- 12:38itu sebenarnya emang aku juga kaget sih
- 12:41itu lumayan unik karena kampusku tuh di
- 12:42tahun pertama kayaknya tuh agak mirip
- 12:45sama ITB kalau enggak salah ya kalau
- 12:47tahun pertama tuh kita dibilangnya tuh
- 12:49undecided jadi kita enggak punya major.
- 12:51Oke. Jadi pas daftar ke kuliahnya kita
- 12:53milih tuh waktu itu aku milih ilmu
- 12:54komputer untuk daftar tapi pas sudah
- 12:57masuk di tahun pertama kita tuh enggak
- 12:58punya major
- 12:59undid. Jadi kita ngambil semua mata
- 13:02kuliah wajib dari biologi, kimia,
- 13:05fisika, semua orang ambil yang sama.
- 13:07Terus kita dibolehin ambil
- 13:08ee kelas-kelas dari jurusan yang kita
- 13:10pengin kira-kiranya mau ambil gitu baru
- 13:13nanti tahun kedua bisa declare, bisa
- 13:15ambil jurusannya. Jadi ada waktu buat
- 13:18mikir dan coba gitu loh,
- 13:20untuk adaptasi juga ya. He
- 13:22sebenarnya ee iya sih karena kan kalau
- 13:25di SMA rata-rata di Indonesia itu kan
- 13:28kalau zaman aku dari kelas 2 SMA udah ee
- 13:31pemisahan tuh antara ilmu alam dan ilmu
- 13:34sosial dan IPA IPS.
- 13:35Nah, tapi setelah kuliah itu kan kita
- 13:38enggak tahu masih apakah kita IPS-nya
- 13:42itu jurusan apa, apakah antropologi,
- 13:44apakah filsafat, apakah sosiologi,
- 13:46begitu juga ilmu alamnya kan. Apakah
- 13:48teknik, fisika, kimia dan lain
- 13:50sebagainya. Sebenarnya sih seharusnya
- 13:52ada fase itu lagi ya, 1 tahun untuk
- 13:55menjajaki sebenarnya bisa disiasati
- 13:58karena biasanya di semester 1 dan 2
- 14:01event itu di Indonesia itu kuliah-kuliah
- 14:03dasar dan wajib.
- 14:04Heeh.
- 14:05Jadi kalau emang enggak cocok ee
- 14:06semester selanjutnya bisa pindah ke
- 14:08jurusan lain dengan transfer nilai.
- 14:11Cuma secara administratif biasanya kita
- 14:13sudah ah
- 14:13iya sih. Iya betul. Jadi udahlah
- 14:17lanjutin aja lah. Itu yang bikin
- 14:18akhirnya
- 14:19ee berantakan tuh karena kita penginnya
- 14:22apa
- 14:23betul
- 14:23atau mampunya apa tapi dapatnya di mana
- 14:26gitu.
- 14:27Yang menurut aku itu juga agak ee sayang
- 14:30gara-gara
- 14:31mungkin kesannya pendek ya kayak 4 tahun
- 14:34di hidup kita gitu kan untuk kuliah. Oh
- 14:36mending langsung selesaiin aja. Cuma pas
- 14:37aku pikir kembali
- 14:39sebenarnya 4 tahun itu walaupun pendek
- 14:40beneran menentukan masa depan kita
- 14:43enggak sih secara agak langsung kayak
- 14:44mungkin
- 14:45ee insyaallah gitu kalau kita diberi
- 14:46umur panjang kan umur kita let's say 80
- 14:48tahun hanya dengan 4 tahun itu kalau
- 14:50kamu benar-benar lakukan yang kamu suka
- 14:53itu kalau bisa juga ya kan pasti kan ada
- 14:54banyak faktor ya yang bisa mempengaruhi
- 14:56pilihan kita itu.
- 14:59Kalau kita benar-benar bisa mikir dan
- 15:01milih jurusan yang kita cocok itu kan
- 15:02bisa ngerubah berapa puluh tahun kita ke
- 15:04depan kan. Dan itu aku baru sadar juga
- 15:07pas aku kuliah di Korea, Bib. Karena di
- 15:10Korea itu kalau di sini aku dengar ya
- 15:12dari teman aku kan misalnya kalau
- 15:13misalnya lulusnya lebih dari 4 tahun itu
- 15:16kayak udah orang-orang udah kayak oh dia
- 15:17kuliahnya lama banget atau misalnya
- 15:19tiba-tiba dia gapir itu dipandangnya
- 15:22lumayan agak negatif. Padahal kalau
- 15:24misalnya aku lihat dari perspektif waktu
- 15:26aku di Korea, temanku tuh banyak
- 15:28misalnya setahun dia gapure dulu dia
- 15:30ngambil banyak kelas, ngambil specialty
- 15:32buat dia sendiri atau misalnya teman aku
- 15:35banyak yang wamil dulu selama wamil dia
- 15:37jadi mikir mau apa, mau ngapain.
- 15:39Terus temanku juga bahkan yang double
- 15:41major extend gitu jadi 5 tahun kuliahnya
- 15:45tapi benar-benar dapat
- 15:46bisa siap gitu loh untuk nanti pas sudah
- 15:48ke dunia kerja apa yang dia pengin, apa
- 15:50yang sudah dia siapin. Jadi pas lulus
- 15:52tuh enggak gimana ya, enggak bingung mau
- 15:55ngapain gitu.
- 15:56Gitu. Dan mungkin hal lain yang ee bisa
- 15:59aku tambahkan adalah 4 tahun itu adalah
- 16:034 tahun terindah bagi kita untuk
- 16:06belajar.
- 16:07Betul. Betul. Betul.
- 16:08Karena betul-betul kita ee didukung oleh
- 16:12keluarga, didukung oleh ee semesta. Iya.
- 16:15Kemudian kita emang justru kalau kita
- 16:17ngerjain hal lain justru ee dianggap
- 16:21ah jangan begitu fokus aja kuliahnya.
- 16:23Kalaupun harus kerja tetap ee
- 16:26kita akan menghabiskan banyak waktu di
- 16:27kampus. sehingga itu waktu termaksimal
- 16:30kita untuk belajar secara formal
- 16:33sebenarnya menurut aku.
- 16:34Kecuali kalau aku ya, kalau aku
- 16:35backgroundnya kan pesantren. Nah,
- 16:37pesantren itu tidak kalah fokus juga
- 16:39dengan kuliah. Tapi kalau orang yang SMA
- 16:41mungkin saat-saat terfokus bagi dia
- 16:44untuk belajar. Karena kalau di SMA kan
- 16:46lebih ke
- 16:47ee guru membagikan ilmunya kepada kita.
- 16:50Tapi kalau ee kuliah kan betul-betul
- 16:52eksplorasi kita kan. Heeh.
- 16:54Jadi 4 tahun itu memang waktu terindah.
- 16:58Betul.
- 16:59Terkeren gitu untuk kita belajar sih.
- 17:01Sayang kalau di jurusan yang salah gitu.
- 17:04Iya. Dan menurut aku juga kalau kuliah
- 17:06tuh mindset aku pas masuk kuliah tuh
- 17:08kadang kalau kita ngomongin belajar kan
- 17:09kepikirannya pendidikan formal aja kan.
- 17:11Tapi menurut aku tuh kayak banyak banget
- 17:14pelajaran dalam bentuk misalnya
- 17:16emosional atau yang soft skill itu cuma
- 17:19bisa kita dapetin bukan cuma sih tapi
- 17:22bisa kita dapetin secara maksimal tuh
- 17:24pas kuliah juga ketemu baik orang karena
- 17:26kalau udah lulus aku juga kerasa banget
- 17:28nih kayak oh ya udah kerja
- 17:30enggak ada tuh tiba-tiba mau nongkrong
- 17:33langsung ketemu gitu
- 17:34betul lagi. Kalau di Indonesia kan ada
- 17:36tuntutan menikah,
- 17:38ada tuntutan kerja, kemudian
- 17:42ada tuntutan untuk tidak lagi dimaklumi
- 17:45buat salah.
- 17:46Iya, karena sudah dianggap sangat
- 17:48dewasa.
- 17:49Lu kuliah kok masih begini
- 17:51keputusan-keputusannya gitu.
- 17:53Nah, tapi kan ee tadi di di Korea itu
- 17:56itu kan Korea, Jepang, kemudian Asia
- 17:58Timur lah ya. Itu kan budaya
- 18:02disiplin terkhususnya belajarnya itu kan
- 18:05tinggi sekali ya.
- 18:06Iya, tinggi
- 18:07itu suatu yang melelahkan atau ee kamu
- 18:11syukuri karena ya akhirnya gua bisa ee
- 18:14upgrade ee tradisi gua dalam belajar.
- 18:17Kayaknya dua-duanya in a sense tuh kayak
- 18:20kalau misalnya aku enggak ditaruh di
- 18:22pressure seperti itu, aku enggak bakal
- 18:25tahu ternyata aku bisa sejauh itu
- 18:27potensinya. Jadi waktu karena tuh aku
- 18:29sebenarnya pas di Indonesia tuh belajar
- 18:32belajar gitu tapi bukan yang belajar
- 18:34terus aku tuh kalau pulang sekolah ya
- 18:36main udah paling kalau misalnya sama
- 18:38orang tua ditaruh les matematik aku les
- 18:40kerjain cuma bukan yang harus belajar
- 18:43pressure gitu ya udah aja habis itu ke
- 18:45Korea ini semua anak-anak udah
- 18:47anak-anaknya jenius banget
- 18:49kerja kerasnya tuh enggak main bahkan
- 18:51sampai liburan tuh kalau aku pulang ke
- 18:52Indonesia mereka tuh bimbel les lag
- 18:55jadi kayak
- 18:56aku udah kayak waduh Aduh, jadi nyampai
- 18:58sana kayak aku merasa udah belajar 2
- 19:00minggu pun jauh hari atau sebulan
- 19:02sebelumnya aku belajar pun masih bisa
- 19:04kalah sama temanku yang mungkin
- 19:06belajarnya cuma 2 hari sebelumnya karena
- 19:08mereka a lot of them itu naturally
- 19:10gifted.
- 19:11Cuma awalnya tuh aku ke pressure banget
- 19:13apalagi tahun pertama kali ya karena kan
- 19:14adaptasi
- 19:16itu aku sering ee gimana ya merasa aku
- 19:18tuh enggak cukup gitu, enggak pernah
- 19:20akan cukup. Tapi aku karena
- 19:23aku pengin survive, kayaknya tuh beneran
- 19:25daya juang pengin survive-nya aja deh.
- 19:27Aku tuh enggak aku tuh enggak nyangka
- 19:29bisa melakukan hal-hal yang oh ternyata
- 19:30aku bisa juga ya yang awalnya aku pikir,
- 19:32oh ini kayaknya enggak bisa deh, tapi
- 19:34aku kerjain aja gitu. Oh ternyata bisa.
- 19:36Jadi menurut aku itu needed. Apalagi pas
- 19:39masih muda kita tuh potensinya masih
- 19:41bisa dikembangin. Kita tuh masih apa ya
- 19:43otaknya tuh masih bisa dip
- 19:46dimaksimalkan kan ya dan masih muda,
- 19:48masih membara semangatnya. Jadi aku
- 19:51merasa kalau aku enggak ngelewatin itu
- 19:53mungkin aku enggak setermotivasi
- 19:54sekarang, aku enggak se enggak punya
- 19:56visi sebanyak sekarang gitu.
- 19:58Berarti itu saat kuliah udah agak
- 20:00mending karena SMA ya
- 20:03itu mending. Iya. Pas karena pas SMA aku
- 20:05sudah adaptasi duluan, udah kena mental
- 20:07duluan, pas aku kuliah tuh aku udah
- 20:10benar-benar pengin selain akademik aku
- 20:11tuh pengin cari di hidup aku tuh di luar
- 20:13belajar tuh apa sih.
- 20:14Oke.
- 20:15Karena aku merasa masa diri aku ini
- 20:17hanya didefinisikan dengan akademik.
- 20:19Iya,
- 20:20aku aja kan harusnya enggak kan. Makanya
- 20:22aku jadi ikut banyak organisasi, buat
- 20:24banyak teman, ikut banyak program karena
- 20:26aku pengin
- 20:27cari tahu lagi gitu potensi aku di luar
- 20:29belajar yang dulu itu hidup aku pas SMA
- 20:32itu apaagi
- 20:33dan itu kan ee berbarengan juga dengan
- 20:37ee budaya Korea yang mendunia ya.
- 20:39Iya. Heeh. Tapi kamu enggak punya
- 20:42kesempatan untuk menikmati budaya-budaya
- 20:44kayak Kpop gitu,
- 20:46kayak film Korea.
- 20:48Masih kok ee karena ee pas aku menjalani
- 20:52kehidupan aku sehari-hari itu secara
- 20:54langsung aku ngelewati budaya-budaya
- 20:56Korea itu. Misalnya aku dulu juga asrama
- 20:58kan pas SMA terus alarm pagi itu pasti
- 21:01lagu-lagu K-pop biar kita bangun. Jadi
- 21:03aku selalu tahu trennya. Terus kita juga
- 21:05ada festival sekolah.
- 21:06Oh alarm pagi itu dari asramanya itu.
- 21:08Iya. Jadi kita tuh bisa request. Heeh.
- 21:11Ud kita murid-murid bisa ngquest
- 21:13misalnya waktu itu lagi ngit atau apa
- 21:15gitu. Jadi lagunya lagu Twice sampai
- 21:17seminggu aku dengerin lagu Twice buat
- 21:19bangun pagi sampai agak trauma kalau
- 21:21dengar lagu Twice kadang. Terus habis
- 21:23itu festival pasti kalau aku dulu
- 21:25nge-band. Jadi kadang aku jadi belajar
- 21:27lagu Korea aku tampil terus
- 21:29teman-temanku ada yang jadi dance lagu
- 21:31Korea. Jadi
- 21:32pas pas masa-masa itu aku beneran feel
- 21:34the moment aja gitu. Jadi enggak
- 21:36walaupun agak setengah-setengah pusing
- 21:38belajar juga sih.
- 21:39Iya. Tapi kan kayak eh waktu itu kan
- 21:43kamu punya akses yang sangat mudah dan
- 21:45dekat ke artis-artis Korea yang di
- 21:47Indonesia wow banget gitu. Ada enggak
- 21:50ini enggak melakukan upaya, ah gua
- 21:51pengin nih ee beli ininya sesuatu yang
- 21:54enggak mungkin dilakukan oleh orang
- 21:56Indonesia atau bahkan hadir konsernya
- 21:58atau ketemu dan foto gitu.
- 22:00Aduh. Nah, itu pas
- 22:02kan itu mungkin sekali kan untuk ee
- 22:04mahasiswa yang ada di Korea ya.
- 22:06Iya. Iya. Jadi tuh pas pas SMA aku tuh
- 22:09kebetulan SMA-nya tuh di Busan.
- 22:11Oke.
- 22:12Jadi tuh which is kayak di ujung dan ibu
- 22:14kotanya tuh tempat di mana semua konser
- 22:17terjadi itu jauh. Dan aku kan masih SMA
- 22:19masih e merintis nih. Jadi kayak mau
- 22:23mikirin keretanya aja jauh, mau dapat
- 22:25tiketing konsernya udah kayak perang. Ah
- 22:28tiketnya parah banget. Walaupun di Korea
- 22:30walaupun di Korea bahkan palore lebih
- 22:32susah lagi dapatnya karena fansnya tuh
- 22:33beneran dedicated
- 22:35terus kayak ya terus lebih ke waktunya
- 22:38juga enggak ada karena kan sekolah mulu
- 22:40akhirnya pas kuliah pengin tuh udah kan
- 22:42mikir lebih fleksibel
- 22:44COVID BB 2 tahun pertama [tertawa]
- 22:46jadi betul kesan semua iya baru pas
- 22:49tahun ketiga itu aku cobalah
- 22:51sekali-sekali nonton konser sekali dua
- 22:53kali tapi kan itu lagi sibuk banget kan
- 22:55udah zaman-zaman magang tahun-tahun
- 22:57terakhir gitu He
- 22:59iya.
- 22:59Nah, kalau ininya sekali apa tadi kan ee
- 23:02ketika SMA harus adaptasi banget ya?
- 23:04Heeh.
- 23:05Itu ee kenapa bisa akhirnya kuliah apa
- 23:07SMA di sana ya? Itu ceritanya random dan
- 23:10lucu juga sih. Jadi kayak
- 23:12long story short ee sebenarnya memang
- 23:15dari kecil aku sama kaku tuh ee mimpi
- 23:17pengin sekolah di luar negeri, kuliahlah
- 23:19minimal. Cuma kita tahu dengan situasi
- 23:22saat itu pasti harus beasiswa. He.
- 23:24Jadi dari kecil di atas orang tuaku itu
- 23:26ngusahain banget kita dimasukin apa-apa
- 23:29misalnya kalau ada naf ada e ada rezeki
- 23:33pasti dikasihnya ke kita buat kita
- 23:34belajar atau kita les. Dan di atas kita
- 23:37ngebangun portofolio seperti itu kita
- 23:38sudah nyari-nyari beasiswa oportunity
- 23:40kayak apa.
- 23:41Em waktu itu sih nyarinya untuk kuliah.
- 23:43Jadi kayak misalnya kayak di Jerman kan
- 23:45kuliahnya gratis. Jadi lebih ke gimana
- 23:47kita bisa
- 23:48berangkat ke sana, bisa persiapkan ke
- 23:50sana dan segala macam. Dan seiring lagi
- 23:52build portofolio juga aku tuh kan suka
- 23:54banget matematik. Jadi sama orang tuaku
- 23:56tuh aku sering banget ikut lomba
- 23:58matematik.
- 23:59Dan sambil pas aku ikut lomba matematik
- 24:02pas banget aku ketemu juga sama kakakku
- 24:04beasiswa ini yang SMA ke Korea dan
- 24:08ternyata ada ee kenalan yang dulu satu
- 24:11kelompok matematik yang udah SMA di
- 24:14sana.
- 24:15Jadi, dan ternyata guru aku pas SMP saat
- 24:18itu tuh e kenal sama dia karena ternyata
- 24:21kita sama mater terus dia juga
- 24:23rekomendasi aku kayak F kayaknya kamu
- 24:24sama kakak aku gitu. Kak, aku juga SMA
- 24:26ke sana kan,
- 24:27kalian kayaknya daftar deh karena
- 24:29statusnya udah cocok nih matematik gini
- 24:31gini gini gini. Jadi emang kayak dunia
- 24:33tuh kayak udah
- 24:35semesta mendukung.
- 24:36Semesta kayak mendukung gitu. Pertama ee
- 24:38dari lama aku udah lomba matematik.
- 24:40Kedua tiba-tiba aku juga ketemu duluan
- 24:42sebenarnya di internet tapi enggak yakin
- 24:44kan ini legit apa enggak nih. Eh
- 24:46tiba-tiba aku tanya ke guru aku, dia
- 24:47tahu. Terus ternyata ada orang yang juga
- 24:49udah pernah sekolah ke sana. Jadi dari
- 24:51situ ya udah kita persiapkan segala
- 24:53macam. Waktu itu juga kayaknya
- 24:55nyari-nyari SMA di Singapura dan segala
- 24:57macam dan akhirnya rezekinya di Korea.
- 24:59Korea itu. Kakak udah duluan di sana.
- 25:01Kakak udah duluan di sana.
- 25:02Oke. Mirip mirip aku. Aku ketika di
- 25:06kampus itu sebelumnya kakak sudah di
- 25:08kampus itu.
- 25:08Oh iya. Nah, jadi ee
- 25:12ketika SMA itu kakakku di luar kota
- 25:17yang jaraknya hanya 30 km dari kampung
- 25:20aku.
- 25:21Oh, I
- 25:22itu aja ee ngeyakinin orang tua enggak
- 25:25mudah.
- 25:26Oh, iya.
- 25:26Padahal dia cowok loh.
- 25:28Oh, terus gimana, Bibera? Ya, makanya ee
- 25:31sudah pasti tidak mudah hanya untuk
- 25:33keluar kota yang itu tetangga kota 30 km
- 25:37saat SMA. Heeh.
- 25:38Nah, tiba-tiba kamu ke Korea.
- 25:40Oh, iya.
- 25:41Cewek lagi kan pasti ee lebih harus ee
- 25:45persiapan
- 25:47itu gimana ininya apa prosesnya hingga
- 25:51orang tua oke kamu ke Korea
- 25:53itu
- 25:55atau itu emang maunya orang tua?
- 25:56Oh, enggak. Itu maunya kita sebenarnya.
- 25:58Oke.
- 25:58Karena
- 25:59ini sebenarnya hal yang kadang tuh aku
- 26:02juga masih amaze sih sampai sekarang, B.
- 26:04Karena aku baru sadar betapa sulitnya
- 26:06mereka melepas kita pas aku udah lumayan
- 26:08dewasa sekarang. Karena kan pas aku
- 26:10masih sumur itu aku mikir, eh masa
- 26:12enggak dilepas sih? Kan susah dapat
- 26:13beasiswanya pasti dilepas. Aku mikirnya
- 26:15kan masih
- 26:16kekanak-kanakan kan masih simpel. Cuma
- 26:18pas aku pikir ulang
- 26:19sebenarnya tuh orang tuaku udah bilang
- 26:20ke aku pas sama kakak aku pas lagi
- 26:23persiapan kayak ini beneran enggak kamu
- 26:25mau? Kalau kamu mau beneran kita dukun,
- 26:27kita bantuin, kita
- 26:29em bantu cari-cari persiapan segala
- 26:32macam. Tapi kamu harus tanggung jawab
- 26:34sama pilihan kamu karena nanti yang
- 26:36sekolah tuh bukan kita, kamu digituin
- 26:38waktu itu. Terus pas aku pikir lagi
- 26:41kayaknya keyakinannya itu bukan di satu
- 26:43momennya itu aja sih, Bib. Karena kalau
- 26:45aku lihat dari kita kecil pun orang
- 26:47tuaku tuh udah ngasih beberapa instansi
- 26:49atau kesempatan untuk kita nunjukin
- 26:51kalau kita itu bisa bertanggung jawab.
- 26:53Kayak sesimpel kalau misalnya dari kecil
- 26:56ikut-ikut lomba dibiarin sendiri. Ee
- 26:59ditanya kamu mau ikut enggak nih
- 27:00lombanya? Walaupun kalau masih ke kan
- 27:02kadang didorong orang tua juga kan, tapi
- 27:04dilihat dulu nih performanya dia beneran
- 27:05tanggung jawab enggak, beneran ngerjain
- 27:07enggak. Terus misalnya dari SMP aku juga
- 27:10apa-apa berangkat SMP commute sendiri
- 27:12jadi apa-apa sendiri enggak apa-apa dan
- 27:14dilihat dari cara aku komunikasi, aku
- 27:17ngabarin, terus aku juga mungkin bisa
- 27:20menjaga trust itu. Kayaknya dari
- 27:22akumulasi semua itu orang tuaku jadi
- 27:23kayak oh kayaknya dia aman deh ke Korea
- 27:27gitu. Walaupun dan menurut aku mereka
- 27:29juga enggak langsung lepas gitu aja.
- 27:32Heeh. Karena aku ingin e waktu ngantter
- 27:34pertama kali tuh mereka usahain banget
- 27:36buat bisa berangkat juga karena kan agak
- 27:39murah kan, Bib. Jadi mereka tuh beneran
- 27:41ngusahain mereka harus berangkat
- 27:42pokoknya minimal pas pertama kali
- 27:44ngantar. Jadi mereka bisa ketemu
- 27:45guru-guru di sana.
- 27:47Dan karena
- 27:48udah ada kenalan sebelumnya yang satu
- 27:50sekolah sama aku, mereka sudah
- 27:51nanya-nanya kayak apa kan jadi lebih
- 27:53percaya juga kan. nanya guru, ketemu
- 27:55guru, terus ngelihat lingkungannya kayak
- 27:57apa, belajarnya gimana, dan akhirnya
- 27:59mereka kayak, "Oh, ya udah ya kita lepas
- 28:01ya. Jadi di tahun pertama masih
- 28:02kontak-kontakan terus, tapi ya udah kita
- 28:05lihat nih performanya gimana." Iya. Tapi
- 28:07emang ee aku dua kali tuh dakwah di
- 28:10Korea.
- 28:11Heeh.
- 28:11Itu emang
- 28:13tempatnya bukan hanya nyaman sih, tapi
- 28:16emang aman banget bagi siapa saja.
- 28:19Karena aku tengah malam tuh jam .
- 28:21Mungkin iya jam . jam . keluar ke jalan
- 28:24masih aman banget. Bahkan banyak
- 28:26perempuan ee jalan ke sana kemari
- 28:29aktivitasnya tetap jalan dan itu aman
- 28:31banget gitu
- 28:32dan ee aman dalam segala hal ya sampai
- 28:36ee untuk nyebrang aja walaupun sepi
- 28:38lampu merahnya mobil tengah malam masih
- 28:40berhenti.
- 28:42Orang masih enggak nyebrang walaupun
- 28:44kosong gitu tengah malam gitu. Jadi
- 28:47betul-betul ee aman ya
- 28:49dan apa walaupun hidupnya individualis
- 28:52tapi
- 28:53kalau ada orang yang kenapa-kenapa di
- 28:54jalan misalnya karena mabuk itu dijagain
- 28:57juga ya
- 28:58entah oleh polisinya ataupun
- 29:00orang-orangnya. Dan kayaknya aku ingat
- 29:02dulu mama aku tuh dulu tuh kita enggak
- 29:04tahu banyak tentang Korea sebenarnya
- 29:06sebelum ke sana dulu soalnya kayaknya
- 29:07tuh
- 29:08how you wave kayak K-pop drama tuh
- 29:10enggak sebesar sekarang sekarang kan pas
- 29:12aku sampai sana tuh tiba-tiba meledak
- 29:14kan kayak
- 29:16hits banget gitu tapi pas kita ke sana
- 29:17orang tuaku paling tahunya Jepang Jerman
- 29:19yang lagi populer buat anak pelajar
- 29:22Indonesia kan jadi aku ingat banget
- 29:23kayaknya mamaku tuh sampai baca buku
- 29:26guide tentang Korea ada kayak apa sih
- 29:28cultur-nya terus kayak
- 29:30Kalau misal orang-orang sana sekolahnya
- 29:32gimana? Terus mamaku juga sempat agak
- 29:34worit, aduh katanya sekolah di sana
- 29:35keras, kamu bisa enggak? Gitu gitu.
- 29:37Terus aku bilang, "Bisalah, Mah. Coba
- 29:39dulu daripada nyesal gitu." Iya.
- 29:41Tapi emang ee menurut aku investasi
- 29:44utama itu ya pendidikan sih, baik untuk
- 29:47diri kita sendiri misalnya ketika kita
- 29:48sudah punya duit gitu khususnya nih
- 29:50anak-anak muda yang
- 29:51influencer-influencer kan sudah banyak
- 29:53duitnya. Menurut aku investasi
- 29:55terbesar itu salah satunya pendidikan.
- 29:57Karena kalau kata Say Abi Thalib,
- 29:59sesimpel ini ilmu itu akan menjaga lu,
- 30:03sedangkan duit lu yang harus menjaga
- 30:04dia, gitu. Sesimpel itu aja sih
- 30:06sebenarnya bikin lu terhormat kalau ilmu
- 30:09dan selamanya akan ada di lu. Enggak
- 30:11mungkin lu tiba-tiba ilmunya hilang
- 30:13gitu.
- 30:13Iya. Akan di kita terus gitu. Iya.
- 30:15Iya. Nah, ee tapi kan ee orang tua
- 30:18support banget tuh
- 30:19karena memang background orang tua juga
- 30:21gitu. Kalau orang tua tuh emang sangat
- 30:23menjunjung tinggi pendidikan sih dan
- 30:25dan mereka juga berpendidikan tinggi.
- 30:27Oke. Di luar negeri juga?
- 30:29Iya, waktu itu alhamdulillah di luar
- 30:30negeri juga.
- 30:31Oke. Jadi emang melanjutkan tradisi aja
- 30:33ya.
- 30:33Heeh. Walaupun kayak misalnya
- 30:37waktu kita aku besar itu kan ekonomi
- 30:39keluarga tuh kayak naik turun juga kan.
- 30:41Kayak sebenarnya enggak mungkin enggak
- 30:43secantik yang dilihat di sosm gitu. Tapi
- 30:45aku ingat banget pas kita lagi
- 30:48terpuruk-puruknya gitu, pas benar lagi
- 30:49di bawah-bawah banget tetap gitu kalau
- 30:51misalnya ada nafkah atau rezeki itu
- 30:53pasti untuk sekolah kita.
- 30:55Iya. Jadi ee ya udah kita mungkin ee
- 30:58tinggalnya di rumah yang tidak yang
- 30:59kecil gitu atau gimana. Tapi yang
- 31:01penting aku tuh kita sekolah yang benar
- 31:03karena orang tuaku tuh juga udah bilang
- 31:05kayak mereka harus strahi atau gimanapun
- 31:07yang penting kita sekolah dan kita les
- 31:09yang kita perlukan gitu dan ikut lomba
- 31:11ikut segala macam. Karena yang seperti
- 31:13yang tadi AF bilang memang mereka bilang
- 31:15ee nanti kita enggak bisa ngewarisin
- 31:17kalian harta tapi yang kita bisa warisin
- 31:19ya pendidikan. Karena dan pendidikan
- 31:21itulah yang kalian bisa gunakan, yang
- 31:23kalian bisa manfaatkan untuk ngebangun
- 31:25masa depan kalian sendiri. Tugas kita di
- 31:27dunia ya
- 31:28untuk memberi kalian pendidikan ini ya
- 31:31mungkin bukan kayak orang-orang tua lain
- 31:32bisa ngasih banyak harta lah gitu, tapi
- 31:34justru menurut mereka itu harta yang
- 31:36paling sulit untuk didapatkan gitu.
- 31:38Dan warisan harta pun kalau yang
- 31:40diwarisi secara pendidikan tidak ya dia
- 31:43hanya akan menghabiskan harta itu kan.
- 31:46Heeh. Iya. Dan ee di sana tuh kan
- 31:49tradisi belajarnya tadi kamu cerita
- 31:51tinggi sekali.
- 31:52Iya.
- 31:52Berarti tips kamu untuk bisa
- 31:55akhirnya mengejar semua itu? Kan mungkin
- 31:58banyak orang yang pengin tahu juga
- 32:00gimana sih bisa jadi pintar kayak lu
- 32:03gitu.
- 32:03Amin. Amin. Menurut aku, menurut aku tuh
- 32:06aku masih banyak yang dipelajarin sih,
- 32:08Bib. Kayak kalau misalnya ngomong ini
- 32:09pintar, menurut aku di luar sana masih
- 32:11banyak banget orang yang ja lebih pintar
- 32:12dari aku. Cuma kalau aku bisa sharing
- 32:14beberapa yang aku pelajarin
- 32:16mungkin karena Cu juga ya, kamu tuh
- 32:18kayak jadi salah satu apa ee simbol
- 32:22perempuan muda pintar ya. Terima kasih.
- 32:25Di samping teman-teman geng Ciuci kamu
- 32:27itu.
- 32:28Aduh mereka pintar-pintar banget.
- 32:30Iya. Paling kalau bisa sharing sebelum
- 32:31yang technical banget kayaknya satu hal
- 32:33tuh yang orang jarang bahas kali ya
- 32:35menurut aku tuh kalau udah belajar itu
- 32:37mental baja sih.
- 32:39Oke.
- 32:39Yang pertama tuh beneran mental kamu tuh
- 32:41sepenting itu sebelum kamu mencoba
- 32:43berbagai macam time management skill,
- 32:46berbagai macam teknik efisien yang
- 32:48mungkin aku juga suka sharing. Menurut
- 32:50aku yang pertama yang harus dikuatkan
- 32:51itu mental. Baik. Jadi mentalnya gimana?
- 32:54Maksudnya yang pertama daya juang. kita
- 32:55enggak bisa gampang putus asa. Misalnya
- 32:58kamu nilainya jelek tiba-tiba atau
- 33:00misalnya gagal atau kamu belajar banyak,
- 33:02teman kamu tetap lebih bagus, ya udah
- 33:04enggak apa-apa. Nami juga hidup tetap
- 33:05yang penting kamunya enggak jangan putus
- 33:07asa aja sedikit-sedikit aja gitu kamu
- 33:09yang penting mau nge-improve kamu tapi
- 33:10harus bertahan. Itu yang menurut aku
- 33:13ng bisa ngebawa aku luluslah saat itu
- 33:16waktu itu pas SMA. Yang kedua itu em
- 33:19disiplin. Oke.
- 33:20Menurut aku, menurut aku, aku tuh lebih
- 33:23takut sama orang yang kerja keras sama
- 33:25disiplin dibanding sama orang yang
- 33:26pintar.
- 33:27Oke.
- 33:27Karena orang yang pintar itu kan secara
- 33:30langsung kita ada ekspektasi kan, oh ini
- 33:32orang tuh akan gini gini gini. Tapi
- 33:33orang yang biasanya disiplin lebih
- 33:35banyak dari sedikit dari mereka itu
- 33:37tiba-tiba unexpectedly wow bisa begini
- 33:40bisa ngalahin orang yang mungkin dikenal
- 33:42sebagai jenius karena mereka itu put the
- 33:45effort and they are trying to be better.
- 33:48Terus
- 33:49yang kalau udah bisa disiplin dari juang
- 33:51dari situ nanti itu akan lebih mudah
- 33:53buat kita ngikutin segala macam teknik
- 33:55atau tips yang aku pernah jalanin.
- 33:57Contohnya misalnya menurut aku yang
- 33:59paling penting itu waktu time
- 34:00management. Oke.
- 34:01Kayak semua orang tuh diberi sama Tuhan
- 34:03tuh sama sehari 24 jam.
- 34:05Enggak ada yang lebih, enggak ada yang
- 34:06kurang. Nah, yang ngebedain satu sama
- 34:08lain ya gimana kita ngemanfaatin waktu
- 34:10tersebut. Jadi, waktu SMA, waktu kuliah
- 34:14itu aku udah ngebelajarin teknik skill
- 34:17management yang pertama itu prioritas
- 34:18misalnya. Jadi,
- 34:20karena banyak banget yang harus
- 34:21dilakuin, aku jadi harus belajar gitu.
- 34:24mana pelajaran yang butuh 20% effort
- 34:27tapi bisa ngasih hasil yang 80% mana
- 34:30yang effortnya harus lebih besar, mana
- 34:32yang makan lebih banyak waktu kita tuh
- 34:33harus nge-balance gitu baru nanti kita
- 34:35bagi waktunya. Jadi enggak bisa semua
- 34:37pelajaran tuh misal sama semua gitu
- 34:39efeknya ternyata.
- 34:40Jadi
- 34:41dan yang terakhir tuh menurut aku itu
- 34:45sih masuk ke mental juga sih yaitu
- 34:47mental jangan pernah puas dan dan merasa
- 34:51kalau kamu tuh sudah tahu semuanya. He.
- 34:53Karena dunia di luar sana itu luas
- 34:56banget. Jadi misalnya karena aku
- 34:58ngerasain sendiri misalnya waktu aku
- 35:00selama di Indonesia aku selalu ranking
- 35:02satu gitu. Let's say oke. Dan aku merasa
- 35:04kayak oh ini aku bisa, ini aku gini.
- 35:06Tapi pas aku udah di Korea susah banget
- 35:09gitu untuk bisa mempertahankan posisi
- 35:11aku. Waktu itu top three tuh aku udah
- 35:12mati-matian gitu untuk bisa bertahan di
- 35:15situ. Terus aku merasa udah jago di A,
- 35:18tiba-tiba pas aku ke B aku enggak tahu
- 35:20apa-apa lagi. Atau temanku yang mungkin
- 35:22jagonya di B tapi pas ke A ternyata dia
- 35:25oh beneran masih beginner juga gitu.
- 35:27Jadi menurut aku always stay hungry
- 35:30for knowledge karena itu yang akan
- 35:32ngebuat kita itu enggak bosan juga sama
- 35:35hidup gitu yang enggak buat yangas yang
- 35:36ngebuat kita tu selalu bersyukur karena
- 35:38ada banyak banget di luar sana bukan
- 35:40akademik formal education aja yang bisa
- 35:42kita pelajarin. Jadi kayak sekarang pun
- 35:45kalau aku sudah lulus mindsetnya aku
- 35:46jaga gitu. Oke aku sempat hampan nih
- 35:49udah lulus kuliah kayak aduh aku belajar
- 35:51apa lagi ya? Aku jadi nyoba belajar
- 35:53bahasa baru, aku nyoba belajar musik
- 35:56lagi yang sudah lama aku tinggalin gitu.
- 35:59Dan mungkin bagi sebagian orang ee
- 36:02omongannya Safiera itu kayak kelise ya.
- 36:04Tapi emang begitulah ada orang yang
- 36:07memang di buat atau membuat dirinya
- 36:11cinta kepada ilmu gitu.
- 36:12Iya
- 36:13emang emang sebegitunya gitu. ee hal
- 36:16yang sederhana aja ee Tan Malaka tuh
- 36:19pernah bilang begini ee kalau bisa
- 36:21perbanyak toko buku, h
- 36:23toko makanan dan toko pakaian itu
- 36:25dibikin lebih sedikit.
- 36:27Hm.
- 36:28Dan emang ee kayak aku pribadi ngerasa
- 36:31iya aku itu masih perhitungan untuk beli
- 36:34pakaian, untuk beli makanan sama
- 36:36ee untuk beli ee bahkan mobil lah
- 36:39misalnya ketika kita sudah punya duit,
- 36:41even rumah sekalipun kita perhitungan
- 36:43banget. Tapi untuk buku
- 36:46itu lebih Iya sama sih. Enggak. Bahkan
- 36:49aku ee ngoleksi buku-buku langka yang
- 36:51harganya wow ee sangat mahal gitu.
- 36:54Buku kayak apa biasa
- 36:56ya buku-buku yang ee terbitan cetakan
- 36:58pertama.
- 36:58Oh.
- 36:59Yang ee ada tanda tangan penulisnya dan
- 37:01itu Funding Fathers Bangsa.
- 37:03Seru enggak sih punya buku gitu?
- 37:04Betul.
- 37:04Kayak
- 37:05seru banget. Dan ee sampai sekarang aku
- 37:07sudah ada sekitar 17.000 buku.
- 37:11Oh.
- 37:11Yang itu harganya udah sangat mahal.
- 37:13sekali dibandingkan semua barang-barang
- 37:15mewah ee yang ada gitu. Jadi memang
- 37:18kalau lu menempa diri lu dalam ilmu,
- 37:21suatu hari lu akan cinta kepada ilmu
- 37:24sebegitunya gitu. Sehingga ngelihat
- 37:26orang pintar kita respect, kita hormat.
- 37:28Heeh.
- 37:29Ee ngelihat buku kita suka gitu. Even di
- 37:32bandara aja ee aku tuh paling sering ee
- 37:35ng-videoin toko buku di bandara.
- 37:37Oh iya
- 37:37iya. Karena menurut aku keren ya bandara
- 37:39tuh masih ada toko buku.
- 37:40Iya sekarang masih aku juga banyak kayak
- 37:42kayak Iya. suka aja gitu, keren aja
- 37:45gitu. Makanya e even saat umrah pun
- 37:48Heeh.
- 37:48aku itu wah toko parfum di sana sini,
- 37:51toko ini dan itu, aku enggak berhenti
- 37:53tuh.
- 37:54Tapi begitu ada toko buku di Madinah
- 37:57itu, di pelataran Madinah ada toko buku.
- 37:59Wow. Aku sampai foto share waktu itu
- 38:01karena senang aja gitu. Ada orang yang
- 38:03memang akhirnya senang pada ilmu dan
- 38:06menurut gua
- 38:07hobi kesenangan terbesar, terindah,
- 38:09termulia itu ya pada ilmu itu sendiri
- 38:12ya.
- 38:12Iya. Karena mencari ilmu juga pahala,
- 38:13enggak sih?
- 38:14Betul. Dan ee pahalanya juga seringki ee
- 38:19dianggap oh itu cowok gitu pahalanya.
- 38:21Padahal enggak. E kata Nabi Muhammad
- 38:23ee thabul ilm faridatun ala kulli
- 38:26muslimin.
- 38:27Ee menuntut ilmu itu bukan hanya pahala,
- 38:29tapi kewajiban.
- 38:30He.
- 38:30Faridatun. Wajib bagi seorang ee muslim
- 38:34baik itu cowok maupun cewek. Karena di
- 38:36hadisnya dikatakan semua muslim
- 38:38cowok ataupun cewek. He.
- 38:40Bahkan menurut aku mungkin ya aku
- 38:43ngerasa keren ketika diri aku itu nempel
- 38:46pada ilmu.
- 38:47Hm.
- 38:48Misalnya kalau aku foto pegang buku
- 38:50ngerasa keren. Itu kelihatan bangetlah
- 38:52di sini juga ada buku, di ee belakang
- 38:55ada buku. Bahkan background-nya juga ada
- 38:57catur olahraga yang identik dengan ee
- 39:00berpikir gitu. Kayak kita ngerasa keren
- 39:03juga kalau ee berdekatan dengan ilmu
- 39:06gitu. Nah, kalau kamu ngerasa cantiknya
- 39:09dengan ilmu atau
- 39:12Oh h
- 39:14kamu ngerasa ah gua ngerasa cantik nih
- 39:16kalau gua bisa berbicara dengan
- 39:18ee keilmuan ketika gua dekat dengan ilmu
- 39:22gitu.
- 39:22Hmm.
- 39:24Em dari dulu sih kalau misalnya kalau
- 39:27cantik itu kan sangat subjektif kan ya
- 39:29dan banyak orang tuh ngeasosiasiin
- 39:31cantik tuh dengan ya appearance dengan
- 39:34muka aja penampilan luar. Tapi menurut
- 39:36aku kalau aku merasa orang itu mau baik
- 39:39perempuan atau laki-laki ya kayak oh nih
- 39:40orang nih cakep banget atau enggak keren
- 39:42banget, cantik, ganteng banget tuh kalau
- 39:44misalnya emang aura innernya itu keluar
- 39:47dia tuh emm gimana ya sense of
- 39:50curiosity-nya itu kelihatan. Jadi
- 39:53misalnya ee beberapa temanku bisa
- 39:55dilihat dari beberapa temanku yang
- 39:57mungkin dari standar-standar orang
- 39:59menurut aku mereka cantik sih. Coba
- 40:00mungkin dari standar orang enggak kayak
- 40:02idle lah, spek idle atau bagaimana.
- 40:03Menurut aku tuh mereka cantik banget
- 40:05gara-gara mereka itu
- 40:07selalu mau tahu dan belajar dan selalu
- 40:10humble. Jadi misalnya ee kita kan pasti
- 40:13jurusannya juga beda-beda dan kalau
- 40:15misalnya mereka ngomong tentang apa yang
- 40:16mereka sedang lakuin tuh mereka kayak
- 40:18bersinar.
- 40:24mendengar
- 40:26yang enak diajak belajar bareng menurut
- 40:29aku itu aura inner beautynya tuh keluar
- 40:31sih dan dari situ juga aku jadi belajar
- 40:34bahwa dengan ini juga pengin
- 40:36ng-highlight yang tadi habib bilang
- 40:38kadang tuh stigma orang kalau misal suka
- 40:40belajar kan kayak ikut tubuhku gitu-gitu
- 40:42kan padahal kalau misalnya waktu aku di
- 40:44kampus aku teman aku ketemu banyak
- 40:47banget orang yang keren-keren yang juga
- 40:50yang apa yang mungkin secara sosialnya e
- 40:54keren dan segala macam mereka tuh suka
- 40:56belajar, suka baca buku. Jadi menurut
- 40:58aku tuh kalau ngomongin suka belajar tuh
- 41:01bukan berarti cuma nulis, cuma baca buku
- 41:04doang, tapi tuh emang suka learning gitu
- 41:07kayak ke mana-mana,
- 41:09suka nyari tahu. Dan menurut aku itu
- 41:11juga
- 41:12bisa jadi sebuah pelajaran buat kita dan
- 41:14juga buat kita jadi lebih bisa ng-respek
- 41:16orang lain. Jadi misalnya kalau sekarang
- 41:19karena aku dimasukkan ke dunia yang
- 41:21banyak entertainment, aku ketemu
- 41:24orang-orang yang
- 41:25udah bertahun-tahun berkecimpung di
- 41:27dunia ee videografi atau gimana gitu.
- 41:30Itu kan aku sesuatu yang aku enggak
- 41:31pernah tahu gitu. aku tuh punya respek
- 41:33juga ke dia dan sebaliknya juga sama
- 41:35karena aku respect ilmu danis yang dia
- 41:39punya gitu dan aku jadi pengin tahu
- 41:40seperti apa. Jadi
- 41:43menurut aku kalau kita stay curious itu
- 41:45juga jadi bisa ngenan bukan hanya respek
- 41:48orang lain tapi juga kecerdasan
- 41:50emosional kita. Oke.
- 41:52Karena menurut aku kecerdasan tuh jangan
- 41:53hanya kognitif, jangan hanya akademik
- 41:56sih, tapi gimana juga kita ngtreat orang
- 41:58lain, gimana kita ngadapin masalah,
- 42:00nge-handle emosi diri sendiri. Dan itu
- 42:02menurut aku jauh lebih sulit untuk di
- 42:06asah atau diatur dibanding kita belajar
- 42:09akademik gitu. Karena kan kalau akademik
- 42:10kan bisa ke sekolah, bisa baca kan. Iya,
- 42:12betul. Sebenarnya akhirnya kita harus
- 42:14meng ee kolaborasikan ee kecantikan dan
- 42:18ketampanan luar dan dalam ya. mungkin
- 42:20penampilan itu menjadi juga penting ee
- 42:23di awal-awal pertemuan kita dengan orang
- 42:25lain. Mungkin untuk ee membuat orang
- 42:28betul
- 42:28ee melihat kita, fokus kepada kita itu
- 42:31mungkin kita harus menunjang penampilan
- 42:33kita. Bukan berarti harus begini dan
- 42:36begitu, tapi paling tidak
- 42:38rapi, wangi, iya,
- 42:40kemudian bersih dan lain sebagainya.
- 42:43Karena ee kesan pertama itu yang
- 42:45manusiawi akan membuat orang melihat
- 42:47kepada kita
- 42:48dan ee sebaiknya tapi itu dijadikan
- 42:50jembatan agar orang suka kepada kita,
- 42:54tertarik kepada kita. Ya,
- 42:55tidak hanya di penampilan-penampilan
- 42:57awalnya, penampilan luarnya, tapi
- 42:59setelah itu ketika ngobrol, wow,
- 43:01ternyata dia juga cantik, dalamnya juga
- 43:04ee tampan, dalamnya juga keren dalamnya.
- 43:07Jadi, penampilan luar itu sebagai
- 43:08jembatan yang penting untuk orang
- 43:11memperhatikan kita. Dan setelah
- 43:13memperhatikan kita, kita harus memiliki
- 43:14kecantikan atau ketampanan dari dalam
- 43:17ya, berupa ilmu, pengelolaan emosional
- 43:19dan lain sebagainya.
- 43:21Dan kayaknya mungkin POV yang aku dapat
- 43:23yang bagus juga tentang penampilan itu
- 43:25menurut aku tuh
- 43:26penampilan itu menjadi indikator kalau
- 43:30orang tersebut tuh menjaga diri sendiri.
- 43:32Betul.
- 43:32Jadi bukan berarti orang yang selalu
- 43:35rapi atau misalnya well put together itu
- 43:37enggak berarti yang mereka hanya kayak
- 43:40focused on their appearance. Enggak.
- 43:41Tapi menurut aku itu juga indikator
- 43:42mereka tuh sayang sama diri sendiri,
- 43:44ngejaga diri sendiri dan mau enggak mau
- 43:47secara realita kalau kita pertama kali
- 43:49ketemu orang kan yang kita bisa pakai
- 43:51sebagai judgement karakter kan baru
- 43:53penampilan dulu kan karena belum ngobrol
- 43:55belum apa. Jadi memang itu udah
- 43:57sewajarnya aja menurut aku menjaga diri
- 43:59juga
- 44:00itu bagian dari inilah selfc kita lah
- 44:02ya. Dan self care itu ee enggak harus
- 44:04ribet kadang cukup dari hal-hal kecil
- 44:07seperti ngerawat diri kemudian jaga
- 44:10badan tetap sehat. ee dengan olahraga
- 44:12dan lain sebagainya, pola makan, pola
- 44:14tidur atau melakukan sesuatu yang bikin
- 44:17kita nyaman dan percaya diri aja. Nah,
- 44:19di tengah banyaknya standar buat jadi
- 44:22sempurna, entah di medsore ataupun di
- 44:24kehidupan sekitar kita, berani jadi diri
- 44:27sendiri itu juga bagian dari selfc,
- 44:29termasuk cara kita merawat dan
- 44:30menghargai diri kita apa adanya. Nah,
- 44:33gue sendiri sesekali treatmen di
- 44:35Menology by Zep. Apalagi sekarang ada
- 44:38paket cantik saat lebaran yang tahun ini
- 44:41sudah memasuki edisi ke-10 satu dekade
- 44:44dengan harga terjangkau. Bahkan ada
- 44:46harga spesial buat remaja selama Ramadan
- 44:49sampai lebaran. Soal wangi juga penting
- 44:52buat gua karena pakai parfum itu
- 44:54kelihatannya mungkin sederhana tapi
- 44:57efeknya ke mood kita sendiri aja dulu
- 45:00itu besar sekali dan tentu juga ke orang
- 45:02lain. Nah, sekarang gue itu pakainya
- 45:05Humans Extrete Series rilis-nya terbaru
- 45:09yang dievelop bareng ITB dan bisa dicek
- 45:11di online maupun offline store humans.
- 45:14Dan spesialnya Humans dan Zap juga punya
- 45:17Changi alias cantik dan wangi saat
- 45:20lebaran, bundling treatment dan Xray
- 45:23series eksklusif selama bulan Ramadan.
- 45:26Tapi masih ada
- 45:30pola pandang, pola pikir
- 45:32di cowok-cowok Indonesia
- 45:35itu menjauhi cewek-cewek yang cantik dan
- 45:39ee bukan yang cantik, yang pintar.
- 45:42Jadi masih ada mindset di cowok-cowok
- 45:45Indonesia bahwa wah cewek pintar itu
- 45:48bikin minder. H
- 45:49sehingga mereka cenderung menjauhi
- 45:52cewek-cewek yang pintar.
- 45:54Heeh. kamu merasa itu problem bagi kamu
- 45:59atau ya udah emang gue enggak mau sama
- 46:02cowok yang seperti itu, baik dalam
- 46:04konteks untuk pertemanan maupun konteks
- 46:07untuk ee hubungan yang lebih dari
- 46:09sekedar pertemanan. Karena ya gua maunya
- 46:11cowok yang
- 46:13secara emosional sehat sehingga tidak
- 46:15minder kepada cewek pintar. Justru
- 46:17menganggap itu ee potensi dan peluang.
- 46:20Ee atau cowok yang ee juga ee menganggap
- 46:26kepintaran itu sebagai sesuatu yang
- 46:29buruk. Artinya ya dia bukan cowok yang
- 46:31pintar. Gua mau cari cowok yang pintar
- 46:33yang melihat orang pintar itu sebagai
- 46:35sesuatu yang positif.
- 46:36Aku enggak keganggu sama sekali sih,
- 46:38Bib. Sebnya aku simple women aja. Kalau
- 46:41misalnya menurut aku jodoh itu kan juga
- 46:44cocok-cocokan kan dan harus bisa
- 46:46ngedukung visi dan misi satu sama lain.
- 46:49Jadi mungkin dengan
- 46:52pola pikir tidak cocok dengan cewek yang
- 46:55ingin mengejar pendidikan lebih tinggi
- 46:56aja itu secara visi dan misi tuh udah
- 47:00beda. Jadi udah pasti enggak cocok. Jadi
- 47:02karena kan orang-orang juga prioritasnya
- 47:04mungkin beda-beda ya. Tapi kalau aku
- 47:05personally, menurut aku pendidikan itu
- 47:06sangat penting dan
- 47:08menurut aku kita enggak perlu melihat
- 47:11faktor luar dan ngegunakan itu untuk
- 47:15ng-estop diri kita untuk melangkah lebih
- 47:17jauh.
- 47:17Jadi misalnya mau baik misal mau baik
- 47:20laki-laki atau perempuan ya kita
- 47:22dua-duanya punya choice, punya pilihan
- 47:24untuk ya bisa terus upgrade diri aja.
- 47:26Mau ngejar pendidikan yang tinggi juga
- 47:28boleh, mau bagaimana juga boleh. Karena
- 47:30itu yang orang tuaku juga udah tanamkan
- 47:32ke kita. Aku kakak adik cewek semua nih.
- 47:34Aku paling kecil. Oke.
- 47:36Dan kita semua
- 47:36kamu sekeluarga cewek semua.
- 47:37Cewek semua. Dan kita semua beasiswa ke
- 47:39luar negeri dan kita semua itu
- 47:41jurusannya STEM teknik sains. Dan
- 47:45kita tuh enggak pernah merasa kita
- 47:46terlalu dominan atau bagaimana. Karena
- 47:48orang tuaku tuh dari kecil sudah bilang,
- 47:50"Ya, enggak ngaruh kamu mau perempuan,
- 47:53mau kalian laki-laki ya. Kalau kalian
- 47:54pengin ngejar pendidikan tinggi, ya
- 47:56kalian kejarlah pendidikan tinggi gitu.
- 47:58Semua orang tuh berhak." Jadi menurut
- 48:00aku,
- 48:01I'll just do. Aku juga enggak khawatir
- 48:03sama sekali tentang jodoh kalau gitu
- 48:04karena ya I'll just do what I do. Aku
- 48:07kejar aja pendidikan yang aku inginkan.
- 48:09Nanti insyaallah memang kalau udah
- 48:10waktunya pasti bisa dipertemukan dengan
- 48:12orang yang aku harap malah jauh lebih
- 48:15dari aku gitu. Bisa lebih tinggi. Karena
- 48:17aku tipe yang memang suka saling belajar
- 48:19satu sama lain dan bisa saling
- 48:21mendukung. Karena kalau dari awal mereka
- 48:23memang enggak begitu giat di pendidikan,
- 48:26ya berarti dari kehidupan in general aja
- 48:29mungkin enggak akan sulit gitu untuk
- 48:31berkompromi.
- 48:33Menurut aku ada tiga hal sih. Pertama,
- 48:36perempuan itu ee mendidik dirinya dengan
- 48:39pendidikan yang oke itu justru
- 48:42mempersiapkan dirinya agar bisa bertemu
- 48:46dengan cowok yang juga berpendidikan.
- 48:48itu cara kita menyeleksi jodoh kita agar
- 48:51juga berpendidikan. Karena kalau orang
- 48:53enggak berpendidikan mungkin nganggap
- 48:55cewek pintar itu sebagai sesuatu yang
- 48:57harus dijauhi.
- 48:58Heeh.
- 48:58Terlebih juga itu persiapan diri untuk
- 49:01mendidik anak-anak kita
- 49:02seminimal-minimalnya. Perempuan terdidik
- 49:05itu utamanya karena perempuan akan
- 49:07menjadi sekolah pertama bagi
- 49:08anak-anaknya. Ya,
- 49:09itu betul. Yang menurut aku tuh orang
- 49:11suka lupa kayak misalnya mungkin kalau
- 49:14orang bilang, "Oh, ngapain sekolah?" Aku
- 49:16sering banget di waktu aku SMA keluar
- 49:19itu bahkan dari teman satu sekolahku
- 49:21dulu pernah bilang, "Kamu ngapain sih
- 49:22belajar capek-capek bukannya nanti nikah
- 49:24juga digituin?" Terus aku kayak
- 49:26bingung gitu. Aku udah bingung jawabnya
- 49:28gimana gitu kan. Terus pas aku semakin
- 49:30dewasa, kakakku juga aku juga udah punya
- 49:32keponakan sekarang. Kakakku kan
- 49:33sekolahnya juga tinggi banget. Aku tuh
- 49:35jadi sadar orang tuh bilang ke kita
- 49:38ngapain sekolah-sekolah tinggi bakal
- 49:39jadi ibu juga. Tapi tuh mereka lupa
- 49:42kalau untuk menjadi ibu rumah tangga,
- 49:43untuk menjadi seorang mam, seorang ibu
- 49:46itu tuh harus bekalnya tuh harus gede
- 49:50banget. Karena kita madrasah pertama
- 49:52buat anak-anak kita yang kita akan asuh
- 49:55yang akan jadi generasi masa depan dan
- 49:57bukan hanya dalam pendidikan formal ya,
- 49:59tapi juga dalam emosional cara mereka
- 50:03ketemu orang lain. Dan kadang tuh mereka
- 50:05pikir kalau kita ngejar pendidikan
- 50:07tinggi kayak sekolah itu kan yang aku
- 50:09sering dapat ya itu mereka mikirnya cuma
- 50:12degree kan, cuma dapat sarjana,
- 50:15cuma dapat belajar matematik, pintar bla
- 50:17bla bla. Tapi mereka lupa kalau
- 50:19kuliah atau berpindikan itu builds
- 50:21character.
- 50:22Betul.
- 50:22Selama kamu belajar, kamu tuh ditantang
- 50:24buat disiplin, kamu ditantang buat
- 50:26ngasih tugas tepat waktu dan tanpa kamu
- 50:29sadari. Jadi menurut aku sekolah itu
- 50:32penting dan pendidikan itu penting
- 50:34karena kamu akan menjadi individu kamu
- 50:37sekarang itu karena bukan hanya karena
- 50:40kertas sarjana kamu aja, tapi karena
- 50:42semua pengalaman hidup yang kamu jalanin
- 50:43gitu pas kamu pendidikan dan dikasih ke
- 50:45anak-anak kita juga.
- 50:47Iya,
- 50:47insyaallah.
- 50:48Dan bahkan orang berpikir ilmu komputer,
- 50:50coding, matematika, sains itu
- 50:53kan enggak mungkin kita ajarkan ke
- 50:55anak-anak kita, kecuali anak-anak kita
- 50:56punya minat itu.
- 50:58Tidak. Ee karena gini, banyak orang yang
- 51:00berpikir
- 51:02ee kalau matematika itu tentang berapa?
- 51:05Padahal pertanyaan yang lebih banyak
- 51:07ketika lu di matematika itu bukan
- 51:09berapa, tapi bagaimana.
- 51:10Iya, benar. Bagaimana? Kenapa?
- 51:11Karena itu ngatur cara berpikir kita
- 51:15apalagi coding itu ngatur struktur
- 51:17berpikir agar semua keputusan-keputusan
- 51:20dalam hidup kita itu menjadi sangat
- 51:22terukur, rasional, sistematis, dan lain
- 51:25sebagainya. Nah, yang kedua menurut gua
- 51:27ee perempuan pintar itu adalah untuk
- 51:30juga menyeleksi, memastikan agar jodoh
- 51:33dan teman-teman yang datang kepada dia
- 51:35adalah orang-orang yang secara mental
- 51:39itu oke.
- 51:40Iya.
- 51:41Tidak minder ngelihat orang
- 51:42Heeh.
- 51:43pintar gitu
- 51:44dan justru ngedukung buat makin upgrade
- 51:46lagi gitu satu sama lain.
- 51:48Betul. Jadi, jadi paling enggak ee dan
- 51:51yang ketiga ya dengan kita pintar ya
- 51:56kita melakukan kewajiban utama kita
- 51:57sebagai seorang muslim
- 51:59yaitu menuntut ilmu.
- 52:01Betul.
- 52:01Terlebih perempuan bukan berarti tapi
- 52:03kan perempuan enggak. Ada beberapa hal
- 52:06terkait pendidikan yang dalam Islam itu
- 52:08memang perempuan harus mengisinya.
- 52:10Heeh.
- 52:11Karena misalnya kedokteran
- 52:13Heeh.
- 52:13khususnya kebidanan.
- 52:14Heeh. itu kalau dalam Islam kan
- 52:17ee harus ada dokter dan bidan perempuan.
- 52:19Karena bidan itu wajib perempuan. Karena
- 52:22pasien perempuan harus ditangani oleh
- 52:24ee dokter dan khususnya bidan perempuan
- 52:27sehingga berarti ini harus ada
- 52:29perempuan atau misalnya guru di
- 52:31pesantren atau di sekolah perempuan ya
- 52:33seharusnya utamanya adalah perempuan.
- 52:35Jadi ada beberapa bidang ilmu yang
- 52:38memang harus perempuan itu teredukasi di
- 52:40sana. Tapi secara umum perempuan itu
- 52:42adalah sekolah pertama bagi
- 52:44anak-anaknya ya. Sehingga ee dia harus
- 52:46yang terdepan lah.
- 52:48Heeh.
- 52:49Dalam ee pendidikan.
- 52:51Heeh.
- 52:51Nah, kalau soal nanti cari jodoh.
- 52:55Heeh.
- 52:55Ini kan seumur hidup ngitung nih.
- 52:57SMA stem semua kan. SMA ee ngitung,
- 53:01kuliah ngitung, double degree juga
- 53:03dua-duanya ngitung. Heeh.
- 53:05Ee di CC ngitung, di mana-mana ngitung.
- 53:08Iya.
- 53:09Ketika nyari jodoh lebih ke ngitung atau
- 53:13perasaan? Perhitungan atau perasaan?
- 53:16Emm, kayaknya kalau udah ngomongin jodoh
- 53:19tuh
- 53:21udah enggak bisa dimasukkan ke kotak ini
- 53:23apa ini deh.
- 53:24E aku kayak misalnya kalau ditanya, "Oh,
- 53:25akan lebih perhitungan akan apa akan
- 53:27lebih perasaan kayaknya tuh akan ya
- 53:30everything all at once." Karena kan
- 53:32ngelihat juga yang pasti yang pertama
- 53:34kalau misalnya sama jodoh insyaallah
- 53:36amin itu ya komunikasi gitu ekspektasi
- 53:39kita yang banyak apa yang ngebuat banyak
- 53:42om pertengkaran itu kan ekspektasi yang
- 53:44tidak terpenuhi atau misalnya
- 53:47ee cekcokan atau komunikasi yang enggak
- 53:49dikasih tahu dari awal. Jadi menurut aku
- 53:52ya
- 53:53kita ee bisa terhitung tapi bukan
- 53:55berarti kamu harus gini, kamu harus
- 53:57gini, enggak. Tapi menurut aku ya sesuai
- 53:59kemampuan masing-masing dan kita juga
- 54:01sharing gitu ekspektasi dari awal
- 54:03bagaimana. Misalnya mungkin kalau
- 54:05misalnya ke depannya let's say aku mau
- 54:08sekolah lagi atau misalnya suami aku mau
- 54:10sekolah lagi gitu kan. Nanti juga kalau
- 54:12mikirin anak kalau mau kita sekolahin ke
- 54:15mana atau misalnya antara dari kita ada
- 54:17yang harus enggak bisa kerja dulu, mau
- 54:18sekolah dulu itu kan anak-anaknya juga
- 54:20terpengaruh itu komunikasiin semua tapi
- 54:23enggak bisa gitu. Menurut aku kalau udah
- 54:25interpersonal relationship sama orang
- 54:26kita harus saklek. ini ini karena
- 54:28situasi pasti enggak akan seperti itu
- 54:30kan inter jadi
- 54:31lah perasaan
- 54:32heeh dari situlah perasaan masuk gitu
- 54:34kayak oh jadi lebih
- 54:37ee soft lah oh ya udah ngalah deh
- 54:39sekali-sekali menurut aku mau enggak mau
- 54:41kalau udah sama individu yang berbeda,
- 54:44kita harus bisa menurunkan ego kita
- 54:46dalam hal-hal tertentu baik dari aku
- 54:49maupun dari suami aku. Kadang-kadang ya
- 54:50kita harus tahu mana yang oke di sini
- 54:52kita jangan too much deh, jangan gimana
- 54:55ya sesuaiin aja biar dapat yang terbaik.
- 54:57Namanya kan juga manusia dan itu
- 54:59tereflek juga gitu. Misalnya secara
- 55:01kecil pas aku lagi berteman sama
- 55:03teman-teman kan ini kan kayak apalagi
- 55:05kayak misalnya COC pas lagi kompetisi
- 55:07ini kan anak-anak pintar-pintar banget
- 55:09misalnya kita lagi lomba setim kita kan
- 55:12walaupun misalnya bisa mereka lagi
- 55:14ngerjain kita enggak bisa dong kayak
- 55:16egonya tinggi dan bilang enggak kamu
- 55:17harus gini gini gini kalau enggak itu
- 55:19komunikasi tuh buyar yang ada malah
- 55:21gagal ya sama kayak yang ngebangun rumah
- 55:22tangga
- 55:23tapi itu lebih advance level
- 55:26dan itu karena ee makanya ee kalau dalam
- 55:29Islam tuh Nabi Nabi Muhammad bilang kan
- 55:31bahwa ee ketika kamu menentukan jodohmu
- 55:34itu yang utama satu dan tapi jangan
- 55:36lupakan yang tiga. Yang tiga ini
- 55:38perhitungan, yang satu ini perasaan.
- 55:41Perhitungan itu adalah ee jamaluha
- 55:43kecantikan dan ketampanannya.
- 55:45Kalau memang kamu punya standar malah
- 55:48maka carilah agar kamu enjoy secara ee
- 55:52hari-hari ketika ketemu dia.
- 55:54Oh.
- 55:54Kemudian
- 55:55jadi belajar.
- 55:56Iya. Yang kedua
- 55:58yang kedua adalah nasabuha. Nasabuha itu
- 56:00artinya secara genetik.
- 56:02Hm.
- 56:03Secara genetik. Kalau misalnya ya yang
- 56:05simpel aja, kalau dia punya riwayat
- 56:08sakit ini, jangan sampai kamu juga punya
- 56:09riwayat sakit itu karena itu akan
- 56:11menyusahkan.
- 56:13Atau mungkin secara budaya, oh kalau dia
- 56:15orang sini dan kamu orang situ yang
- 56:17secara budaya enggak bisa ketemu nih
- 56:19komunikasinya akan repot nih.
- 56:21Ya, itu juga harus jadi pertimbangan.
- 56:23Kemudian yang ketiga adalah maluha.
- 56:26secara ekonomi
- 56:27kita juga harus hitung lah karena ee
- 56:29hidup ini kan juga ee salah satu
- 56:31dasarnya adalah e ekonomi gitu. Itu
- 56:33harus dihitung juga ee gaya hidup kamu
- 56:38seperti apa sehingga harus bertemu
- 56:39secara ekonomi orang yang di level mana.
- 56:42Itu semua perhitungan. Nah, setelah
- 56:43perhitungan ini
- 56:45ee selesai, oh gua udah cocok nih sama
- 56:48look-nya, sama kemampuan ekonominya,
- 56:50sama nasabnya. Nah, yang paling mendasar
- 56:53itu adalah di Nuha.
- 56:55Hm. aklaknya, agamanya, dan semuanya.
- 56:58Nah, akhirnya memilihnya itu perasaan.
- 57:01Nah, lu
- 57:02cinta enggak tapi sama dia? Oh, secara
- 57:04perhitungan oke nih. Tapi nyaman enggak
- 57:06lu perasaan lu dengan dia? Karena itu
- 57:08pada akhirnya Nabi Muhammad itu ketika
- 57:10putri tercintanya Sayidah Fatimah
- 57:12diminta oleh laki-laki di luar sana dari
- 57:14kalangan sahabat Nabi, semuanya baik
- 57:16secara perhitungan semuanya oke. Tapi
- 57:18akhirnya tetap nanya ke Sayidah Fatimah,
- 57:20"Kamu suka enggak sama dia?" Iya.
- 57:21Dan sebagian ditolak pada akhirnya yang
- 57:23diterima Sayidina Ali bin Abi Thalib.
- 57:25Artinya
- 57:26perhitungan dan perasaan itu benar kata
- 57:28kamu tadi
- 57:29ee mix lah.
- 57:30Iya. Mix bersama.
- 57:31Nah ee Safira tuh kan kalau orang
- 57:35kenalnya ya sebagai orang dari kompetisi
- 57:38COC yang gemar belajar.
- 57:41Tapi ada sisi lain itu ee juga suka
- 57:46nulis.
- 57:46Iya.
- 57:47Bahkan nulis buku. Udah.
- 57:48Iya. Sudah. Alhamdulillah. Judulnya
- 57:50Kimchi Confessions.
- 57:52Saya sudah tahu tapi menyebutnya agak
- 57:54khawatir ya [tertawa]
- 57:56karena itu bahasa Korea ya.
- 57:57Itu bahasa Inggris. Kimch bahasa Korea
- 57:59sih. Iya.
- 58:00Kimch apa artinya?
- 58:02Kimchi itu ee makanan asinan acar khas
- 58:05dari Korea. Jadi kalau makan apapun itu
- 58:08pasti ada acar kimci di sampingnya.
- 58:10Oke. Itu fiksi atau nonfiksi?
- 58:12Itu nonfiki. Itu based on hidup aku
- 58:15selama SMA. Jadi, kenapa judulnya Kimch
- 58:17Conions itu emm pertama hubungan aku
- 58:20sama kimch. Jadi, pertama kali aku
- 58:22datang ke sana, aku tuh enggak suka
- 58:24banget sama kimci. Dan aku tuh
- 58:25saya sih ngebayangin enggak suka sih si
- 58:27acara-acaraan gitu.
- 58:28Karena Iya, karena kimchi itu asem
- 58:30difermentasi, agak pedas, makannya agak
- 58:33sulit tapi sebenarnya sehat banget.
- 58:35Makannya agak sulit. Kenapa ya?
- 58:36Karena dia tuh kayak asem-asem gitu loh.
- 58:38Kayak mungkin enggak enggak langsung
- 58:40klop gitulah sama lidah.
- 58:42Orang mah pasti enggak bisa sih kayaknya
- 58:43ya.
- 58:44Orang ge tuh ah. Iya, kayaknya asalamu
- 58:47ya gitu. Jadi kayak aku kayak hazit tapi
- 58:50orang bilang itu sehat. Jadi tapi
- 58:52lama-kelamaan karena setiap hari aku
- 58:55kalau makan di kantin itu ada kimci aku
- 58:58makan dan sehat juga. Sayur juga enggak
- 59:00banyak opsi. Jadi aku makan kimci
- 59:01lama-kelamaan aku jadi suka sama kimch.
- 59:04Nah kimchi ini itu ibarat hubungan aku
- 59:06sama kehidupan aku merantau. Pada
- 59:09awalnya tuh aku takut. Aku tuh enggak
- 59:11suka asem enggak familiar tapi orang
- 59:14bilang itu sehat bagus. Tapi karena
- 59:17setiap hari aku harus ngelawan, aku
- 59:18makan juga akhirnya aku jadi suka dan
- 59:20akhirnya menemukan titik temu sama si
- 59:22Kim Cch ini gitu. si confession
- 59:25gara-gara aku itu sebenarnya lebih
- 59:27kepengin ng meecah stigma orang-orang
- 59:31tentang kehidupan
- 59:33emm apa ya pancak-pancak kita sebutnya
- 59:36di Korea atau kelap-kelip dan sparkling
- 59:38wonderful tentang Korea dengan yang
- 59:40aslinya.
- 59:41Jadi aku pengin orang kalau misalnya
- 59:43dalam perihal
- 59:44menuntut ilmu itu mereka harus mental
- 59:47baja dan harus tahu reality-nya kayak
- 59:48apa. Jangan karena kamu suka nonton
- 59:50drama kamu ke sana. Bisa sih, tapi itu
- 59:52enggak akan les long. Jadi itu beberapa
- 59:55convion-convion atau em yang aku pengin
- 59:58keluarkan, yang aku pengin yang aku
- 1:00:00enggak pernah bilang ke siapapun ke buku
- 1:00:02itu. Reality begini loh yang mungkin
- 1:00:04enggak enggak disebutin di drama-drama
- 1:00:06walaupun sekarang drama makin realistis
- 1:00:08sih kayak drama.
- 1:00:09Karena ee kita seringkiali melihat orang
- 1:00:11lain apalagi Korea itu di front end aja
- 1:00:14ya.
- 1:00:14Iya.
- 1:00:16Lihatnya cuma cantik-cantik
- 1:00:18dan mungkin ee kalau kata Imam Syafi'i,
- 1:00:21siapa yang tidak siap dengan beratnya
- 1:00:24belajar, maka bersiap-siaplah dengan
- 1:00:26pahitnya kebodohan.
- 1:00:27Oh,
- 1:00:28aku pernah dengar deh kayaknya.
- 1:00:30Iya, kan? Jadi kayak gitu ya. Mungkin di
- 1:00:32awal kita berat tuh menikah, berat di
- 1:00:34awal, belajar berat di awal,
- 1:00:37semua hal pasti di awal berat. He.
- 1:00:39Tapi ee bagaimana kita bisa bertahan dan
- 1:00:42beradaptasi sehingga akhirnya bisa
- 1:00:44menikmati prosesnya
- 1:00:46dan akhirnya mengambil progresnya kan.
- 1:00:48Dan
- 1:00:49ee akhirnya ya semua itu soal tadi aku
- 1:00:52setuju juga utamanya mental ya.
- 1:00:55Betul.
- 1:00:55Kadang kemampuan kita oke, tapi karena
- 1:00:57mental kita enggak oke,
- 1:00:59kita berhenti saat belum finish
- 1:01:01kemampuan kita diujian. Makanya
- 1:01:03dan itu kunci tawakal sih kalau dalam
- 1:01:05Iya. Itu yang selalu Heeh. Nah, itu aku
- 1:01:06sering
- 1:01:07karena kalau kalau lu belum finish
- 1:01:09menguji kemampuan lu, lu enggak akan
- 1:01:11pernah bisa benar-benar tawakal karena
- 1:01:13lu pasti akan berpikir, "Eh, andai
- 1:01:15kemarin begini, andai kemarin gua lebih
- 1:01:18inikan." Sehingga itu mengganggu
- 1:01:19ketawakalan, kan?
- 1:01:20Iya. Itu aku sering sharing loh, Bib, ke
- 1:01:22teman-teman Korea aku. Karena kan mereka
- 1:01:25bilang, "Oh, Fir, mereka bilang aku,
- 1:01:26"Vir, kamu orangnya positif banget gitu.
- 1:01:28Kok kamu bisa sih ke Korea gini-gini dan
- 1:01:30segala macam." Yang pertama aku bilang
- 1:01:32karena aku enggak mau nyesal. Yang kedua
- 1:01:34adalah karena aku dari dulu hidupnya itu
- 1:01:37ngikuti e filosofi ikhtiar terus
- 1:01:40tawakal. Terus aku ceritain ke mereka
- 1:01:42ikhtiar apa, tawakal apa. Terus mereka
- 1:01:44jadi kayak nge-searching, "Oh, yang ini
- 1:01:45ya? Iya, itu agama aku." gitu. Kalau
- 1:01:47kalian mau lihat aku biasanya begitu
- 1:01:49kayak soalnya kan banyak yang misalnya
- 1:01:51habis ujian tuh langsung stres kan.
- 1:01:52Aduh, nilainya gimana? Lagi gini. Kalau
- 1:01:54aku tuh adem ayam aja loh. Bisa aku udah
- 1:01:55ujian,
- 1:01:56udah disubmit. Oh, ya udah deh. Mau
- 1:01:58gimana? Kan enggak mungkin aku masuk
- 1:02:00ganti kan. Ya udah mungkin agak
- 1:02:01mikir-mikirin sebentar, habis itu aku
- 1:02:03legowo gitu. Ya udah. Terus mereka
- 1:02:04nanya, "Kok kamu enggak panikan?" Karena
- 1:02:06ya mau gimana lagi tawakal gitu loh.
- 1:02:08Hah. Gitu kan. Jadi dan pas mention
- 1:02:11kayak kalau misalnya proses itu penting
- 1:02:14banget. Nah, iya makanya di buku aku
- 1:02:16yang Ken Fashion itu aku cerita tentang
- 1:02:18proses aku gitu. Jadi bukan gimana aku
- 1:02:20tiba-tiba langsung gini, langsung menang
- 1:02:23gini, enggak gitu. Aku cerita dari awal
- 1:02:24aku takut dari awal tiba-tiba
- 1:02:27ternyata pandangan aku ke pendidikan
- 1:02:30berubah atau misalnya pandangan aku ke
- 1:02:31identitas aku itu jadi beda karena ini
- 1:02:34karena ini. Tapi aku
- 1:02:35bungkus dengan cerita yang menarik juga
- 1:02:39yang pengalaman aku juga yang enggak
- 1:02:41terlalu intens banget juga gitu dari
- 1:02:43buku
- 1:02:43itu yang Ronaldo bilang banyak orang
- 1:02:45yang pengin jadi ee bintang seperti
- 1:02:50Cristiano Ronaldo.
- 1:02:51Heeh.
- 1:02:52Tapi tidak pengin jadi Cristiano Ronaldo
- 1:02:55sebagai manusia.
- 1:02:57Artinya yang setiap hari latihannya
- 1:02:59begitu berat. Lu tahunya pengin jadi
- 1:03:02seperti gua dengan segala gemerlap
- 1:03:04kebintangannya, tapi lu enggak tahu
- 1:03:06backend gua tuh
- 1:03:07iya
- 1:03:07berat banget loh. Karena itu aku tuh
- 1:03:09selalu ingin ngasih tahu ee ke orang
- 1:03:13bahwa kalau lu ngelihat orang sukses,
- 1:03:15yang perlu lu pelajari itu adalah
- 1:03:18bagaimana proses dia menjadi sukses.
- 1:03:19Iya, betul.
- 1:03:21Sama di agama kan orang melihat
- 1:03:22karamah-karamah, kehebatan-kehebatan
- 1:03:24ulama yang dekat dengan Tuhan
- 1:03:27yang diceritakan bukan hanya
- 1:03:29kekeramatannya atau kesuksesannya, tapi
- 1:03:32yang utama adalah prosesnya. Karena yang
- 1:03:35bisa kita ikuti itu prosesnya, bukan
- 1:03:37kebintangannya.
- 1:03:39Iya. bintangnya mungkin kita enggak bisa
- 1:03:40ikuti.
- 1:03:41Oh, jadi seperti Ronaldo enggak bisa
- 1:03:42kita ikuti. Yang bisa kita ikuti adalah
- 1:03:45bagaimana menjadi
- 1:03:46ee bintang seperti Cristiano Ronaldo
- 1:03:49bahkan mungkin lebih ya.
- 1:03:51Nah, akhirnya setelah
- 1:03:53ngajarin ikhtiar tawakal ke orang Korea
- 1:03:56yang sudah login berapa? Nah,
- 1:03:59nah itu [tertawa]
- 1:04:01kalau login saya kurang tahu. Oh, tapi
- 1:04:03ada beberapa pengalaman bit eh teman aku
- 1:04:07yang sebelum mereka itu muslim tapi
- 1:04:09mungkin enggak terlalu banyak enggak
- 1:04:11terlalu taat bangetlah gitu kayak enggak
- 1:04:12terlalu banyak ibadah itu ngelihat aku
- 1:04:14jadi pakai hijab itu dua orang.
- 1:04:16Oke. Dari enggak pakai jadi pakai
- 1:04:18dari enggak pakai jadi pakai. Karena ee
- 1:04:20di negara mereka itu mereka enggak
- 1:04:22diwajibkan banget kayak maksudnya
- 1:04:24sosialnya tuh enggak terlalu ngenekanin
- 1:04:26hijab. Malah lebih
- 1:04:26bukan orang Indonesia berarti
- 1:04:27bukan orang luar. Malah lebih dianjurkan
- 1:04:30jangan pakai hijab karena susah kerja
- 1:04:31katanya di negara mereka gitu. Tapi dan
- 1:04:33mereka merasa kalau pakai hijab tuh
- 1:04:35takutnya ngesristrik mereka kan. Terus
- 1:04:37akhirnya mereka tiba-tiba mereka ketemu
- 1:04:39aku, ketemu kakak aku juga. Mereka
- 1:04:41bilang, "Fir, mau dong aku. Kamu ada
- 1:04:44enggak ya rekomendasi hijab bagus?"
- 1:04:46Terus aku bawain waktu itu dari
- 1:04:48Indonesia.
- 1:04:49Terus aku ajarin cara pakai gaya aku
- 1:04:52atau gimana. Terus sampai sekarang
- 1:04:53mereka
- 1:04:54tetap kekeh pakai hijab. Itu udah dua
- 1:04:56orang. Terus kayaknya kalau temanku yang
- 1:04:58kalau login aku kurang tahu ya. Kayaknya
- 1:05:00ada satu yang login temanku. [tertawa]
- 1:05:03Tapi kalau yang interested sama Islam
- 1:05:05waktu itu aku very karena aku kan kalau
- 1:05:07Islam kan enggak boleh memaksakan kan.
- 1:05:09Jadi tu aku beneran santai aja kayak oh
- 1:05:11kalau kalian mau tahu mau tanya boleh
- 1:05:13itu banyak beberapa yang tiba-tiba jadi
- 1:05:16interest pengin tahu aja karena mungkin
- 1:05:18juga
- 1:05:19di Korea itu kan mereka banyakan itu
- 1:05:21enggak beragama kan jadi mereka mau find
- 1:05:24fulfillment tuh juga bingung sedangkan
- 1:05:27kok kayaknya ini anak-anak inter yang
- 1:05:28beragama kayak adem ayam aja anak-anak
- 1:05:30Indo kayaknya legowo banget gitu kan
- 1:05:32gitu iya
- 1:05:33mungkin juga kerudung itu ee kalau di
- 1:05:35luar negeri ee sebagai identitas salah
- 1:05:38satunya bagi
- 1:05:41kita sesuitas agama kita. Ketika mau
- 1:05:44makan,
- 1:05:45dikasih yang halal,
- 1:05:47kemudian sesuatu yang dilarang di agama
- 1:05:49kita enggak dia lakukan ke kita misalnya
- 1:05:51bersentuhan dan lain sebagainya ya. Jadi
- 1:05:54akhirnya jadi
- 1:05:55ya memperutuh
- 1:05:57identitas kita
- 1:05:59sebagai manusia. Salah satunya dalam hal
- 1:06:01ini soal agama selain sebagai orang
- 1:06:04Indonesia ya.
- 1:06:05Dan keeps me grounded juga sih pas aku
- 1:06:07di sana. Jadi aku enggak lupa aku tuh
- 1:06:10muslim
- 1:06:10dari mana. Iya aku muslim. Aku tuh
- 1:06:12mulainya dari mana. Walaupun aku sudah
- 1:06:13dimasukin ke dunia yang berbeda gitu
- 1:06:16yang berbeda jauh dari kita.
- 1:06:18Terima kasih Safira ya.
- 1:06:19Terima kasih banyak.
- 1:06:20Sukses selalu dengan semua cita-citanya.
- 1:06:23Amin. Amin ya rabbal alamin.
- 1:06:26Amin.
About this transcript
This page contains the full transcript of Xaviera Putri: "Ngapain Pintar-Pintar Kalau Ujungnya Nikah?!" by Jeda Nulis, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 10,206 words across 1,914 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.