Video E-Learning: Advanced Prompting — Transcript
Full transcript
- 0:01[musik]
- 0:07Halo greeners, selamat datang kembali di
- 0:10training advance prompting. Di episode
- 0:14sebelumnya kita sudah membahas mengenai
- 0:16basic prompting. Kita sudah belajar
- 0:19bagaimana cara membuat prom yang jelas,
- 0:22lebih spesifik, relevan, dan juga lebih
- 0:25terarah.
- 0:27Tapi sekarang coba kita bayangkan
- 0:29situasi yang sedikit lebih kompleks.
- 0:33Kita tidak hanya membuat AI itu untuk
- 0:35meringkas, merangkum atau sekedar
- 0:38membuat caption, tapi kita memberikan
- 0:41data kemudian membuat kita membutuhkan E
- 0:44itu untuk bisa menganalisis data [musik]
- 0:46itu, mencari pola, menentukan prioritas,
- 0:50menentukan clustering kelompok dan lain
- 0:53sebagainya. Nah, kalau tasnya sudah
- 0:57bersifat seperti itu,
- 1:00apakah cukup dengan satu prom?
- 1:03Jawabannya tidak. Karena semakin
- 1:06kompleks pekerjaan kita, semakin banyak
- 1:09pula arahan yang harus kita berikan
- 1:11kepada AI tersebut. Dan inilah yang akan
- 1:14kita bahas secara spesifik di episode
- 1:17kali ini. Advance prompting.
- 1:22[musik]
- 1:31Cara kita menggunakan prompting untuk
- 1:33menghasilkan output AI yang lebih
- 1:36terstruktur, akurat, kompleks, dan
- 1:40sesuai dengan kebutuhan.
- 1:42Oke, jadi sebelum membahas tekniknya,
- 1:46kita harus tahu dulu ya kapan sebenarnya
- 1:49kita membutuhkannya advance-advance ini.
- 1:52Jadi, kita membutuhkan itu kalau tas
- 1:55kita sudah tidak [musik]
- 1:58relatif sederhana. Yang sederhana contoh
- 2:02ringkas jadi 5 poin. Nah, kalau ini
- 2:05basic promonting aja sudah cukup.
- 2:07Sederhana, output cuma satu langkah,
- 2:10enggak terlalu banyak.
- 2:12dan tidak membutuhkan workflow yang
- 2:15panjang.
- 2:16Dan
- 2:18contoh ya, contoh ini ringkas dokumen
- 2:21ini menjadi 5 poin. Nah, itu kan simpel
- 2:24basic prompting seperti lesson
- 2:26sebelumnya itu sudah bisa menyelesaikan
- 2:29tugas itu. Nah, sekarang bayangkan kita
- 2:32punya satu data setet tabel nih. Kita
- 2:35minta AI mengambil insight,
- 2:38mengelompokkan feedback, mencari pola,
- 2:40menganalisa masalah. sudah EA itu kamu
- 2:42jadikan sebagai data analis itu sudah
- 2:46berbeda. Tasnya itu memiliki banyak
- 2:48tahapan dan ada data yang perlu
- 2:52diekstrak,
- 2:53dikelompokkan,
- 2:55ada analisis yang perlu dilakukan dan
- 2:58output akhirnya pun akan digunakan untuk
- 3:03proses membuat membuat sebuah keputusan.
- 3:07Nah, dalam kebutuhan ini baru kita
- 3:10menggunakan advance prompting. Jadi,
- 3:13semakin kompleks tasnya, semakin terus
- 3:16struktur pula prom yang harus
- 3:17dibutuhkan.
- 3:20Sekarang kita masuk ke bagian yang
- 3:21penting yaitu struktur dari advance
- 3:25prompting.
- 3:30[musik]
- 3:36Ini terdiri dari beberapa komponen ya.
- 3:38Yang pertama ada role, objektif,
- 3:42konteks atau input, task, examples,
- 3:47output dan quality kriteria.
- 3:52Mari kita bahas satu persatu dulu.
- 3:54Pertama,
- 3:56[musik] role. Role menentukan perspektif
- 4:00atau keahlian yang digunakan AI ketika
- 4:03mengerjakan task. [musik]
- 4:05Misal kita kasih AI roles bisnis analis
- 4:10yang berpengalaman dalam menganalisis
- 4:12data, memberikan rekomendasi berbasis
- 4:15evidence. Dengan rule tersebut kita tuh
- 4:18memposisikan AI nyoh jadian bisnis
- 4:21analis dan mengharapkan agar AI
- 4:24bertindak sebagai bisnis analis. Kedua
- 4:28adalah objektif.
- 4:30Tujuannya itu apa? Jadi contoh
- 4:33identifikasi masalah utama dan prioritas
- 4:37improvement berdasarkan data yang
- 4:39tersedia untuk mendukung pengambilan
- 4:42keputusan bisnis. Jadi AI tidak hanya
- 4:46tahu apa yang harus dikerjakan, tapi
- 4:48juga tahu untuk apa pekerjaan ini
- 4:50dilakukan.
- 4:52Dan yang ketiga
- 4:54adalah konteks atau input. Ini
- 4:57menjelaskan latar belakang informasi
- 4:59relevan. Misal
- 5:02data berasal dari feedback customer
- 5:06atau data data ini data operasional
- 5:09dan hasil evaluasi proses. Kita juga
- 5:12bisa memberikan batasan. Misal gunakan
- 5:16hanya informasi yang saya berikan
- 5:17sebagai dasar analisis. kolom ini, kolom
- 5:20ini. Nah, ini penting karena kita ingin
- 5:23AI memahami sumber informasi yang boleh
- 5:26disentuh dan mengabaikan yang lain.
- 5:29Selanjutnya adalah task. Ini menjelaskan
- 5:32pekerjaan apa yang harus dilakukan AI.
- 5:34Misalnya, kelompokkan data berdasarkan
- 5:38tema, identifikasi pola atau masalah,
- 5:42analisis kemungkinan penyebab masalah
- 5:45itu terjadi, lalu apa sih prioritas
- 5:48perbaikannya? Nah, tas ini itu sudah
- 5:51terdiri dari beberapa aktivitas. Ada
- 5:54pengelompokan, ada identifikasi, ada
- 5:57analisis, kemudian priority [musik]
- 5:59checking. Nah, ini yang membuat advance
- 6:02prompting ini berbeda dari basic [musik]
- 6:04prompting.
- 6:06Kemudian ada examples
- 6:09digunakan untuk memberikan referensi
- 6:12pola mengenai hasil yang ingin kita
- 6:15dapatkan. Contoh, jika banyak feedback
- 6:19menunjukkan proses pelayanan terlalu
- 6:21lama, kelompokkan sebagai isu proses
- 6:26efisiensi. Kemudian tampilkan evidence
- 6:29yang mendukung dan merekomendasikan area
- 6:32proses yang perlu dievaluasi. Dengan
- 6:35memberikan contoh itu, kita membantu AI
- 6:40memahami pola, cara kita berpikir, dan
- 6:43yang kita harapkan. Selanjutnya adalah
- 6:46output. Kita menentukan bagaimana sih
- 6:49hasil akhirnya harus disajikan. Misal
- 6:52buatkan dalam bentuk tabel dengan format
- 6:56isue, kolom, bisnis impact, priority,
- 6:59dan recommendation.
- 7:01Jadi outputnya itu bukan sekedar buatkan
- 7:04analisis, banyak hal. Kita sudah
- 7:07menentukan struktur hasilnya tadi.
- 7:09[musik]
- 7:10Dan lanjut adalah quality kriteria.
- 7:15ini tuh bagaimana cara kita menyajikan
- 7:19sesuatu yang berkualitas. Misal
- 7:21berdasarkan
- 7:23fakta analisis dan namsi jangan membuat
- 7:26kesimpulan tanpa evidence.
- 7:29Intinya jangan sampai EAI itu halu
- 7:32karena
- 7:34kita sudah memberikan AI ke AI ini apa
- 7:38yang harus dibuat dan juga kita sudah
- 7:41memberitahu ke AI apa yang benar dan apa
- 7:43yang salah.
- 7:45Lalu kita akan masuk ke teknik
- 7:46selanjutnya yaitu tas decomposition.
- 8:01Tas decomposition sendiri itu adalah
- 8:03memecah pekerjaan kompleks menjadi
- 8:06beberapa subtas yang lebih sederhana dan
- 8:09terkontrol.
- 8:11Bayangkan kita ngasih tas ke AI. Buatkan
- 8:14rekomendasi program training berdasarkan
- 8:17feedback peserta.
- 8:19Kelihatannya kelihatannya sederhana tapi
- 8:23sebenarnya tas itu banyak. [musik] Harus
- 8:25baca feedback, mencari insight,
- 8:28mengelompokkan feedback, mencari pola,
- 8:31menentukan masalah, prioritas, kemudian
- 8:34membuat rekomendasi. [musik]
- 8:37daripada kita meminta EA itu dalam satu
- 8:40kalimat, buatkan semuanya sekaligus.
- 8:42Nah, kita bisa memecahnya menjadi enam
- 8:44tahap. Satu, ekstrak. Ambil inset utama
- 8:49dari data ini. Kedua, kluster.
- 8:52Kelompokkan. [musik] Ketiga, analyze.
- 8:55Identifikasikan pola dan cap. Keempat,
- 8:59prioritize. Tentukan isu yang prioritas.
- 9:02Kelima, recommend. susun berdasarkan
- 9:05rekomendasi program dan terakhir
- 9:08validasi, cek evidence dan asumsi. Jadi
- 9:11ada cluster, analyze, prioritize,
- 9:16recommend dan juga validate. Dengan cara
- 9:19ini, tas yang awalnya terlihat sangat
- 9:22kompleks
- 9:23menjadi beberapa langkah yang mudah
- 9:25dikontrol. Dan yang tidak kalah penting,
- 9:28setiap tahap bisa memiliki tujuan dan
- 9:31kriteria kualitasnya sendiri.
- 9:34Nah, kalau tas itu sudah kita pecah,
- 9:38bagaimana cara kita menjalankannya?
- 9:41Salah satu teknik yang bisa digunakan
- 9:43adalah prom chaining. Berarti kita
- 9:46menggunakan beberapa prom ya yang saling
- 9:50terhubung dan output dari satu tahap
- 9:54menjadi input ke tahap berikutnya.
- 9:56Contoh prom 1 chat 1 ekstrak data.
- 10:01Kemudian hasilnya mereka ekstrak itu
- 10:04jadikan chat kedua. Dari hasil chat 1
- 10:08buatkan seperti ini. Lalu masuk ke chat
- 10:11ketiga. Dari hasil dua analisis datanya.
- 10:16Lanjut ke chat 4. Dari hasil analisis
- 10:20buatkan rekomendasinya. Jadi bertahap
- 10:24kita membagi pekerjaan menjadi berbagai
- 10:28step. Dan keuntungannya setiap tahapan
- 10:31memiliki tujuan yang jelas dan kita bisa
- 10:33melakukan pengecekan. Jangan sampai
- 10:36input [musik] dari sebelumnya itu eh
- 10:38output dari sebelumnya belum benar. Kita
- 10:41sudah lanjut ke step selanjutnya.
- 10:42[musik]
- 10:43Kita harus pastikan itu sudah benar
- 10:45belum. Dan kalau misal belum ya kita
- 10:48perbaiki.
- 10:50Nah, jadi prom chaining itu membantu
- 10:53kita menjaga proses tetap terkontrol.
- 10:57Nah, teking berikutnya adalah iterative
- 11:00prompting.
- 11:02Sebenarnya ini sudah saya jelaskan ya
- 11:05terkait iterasi di basic prompting. Tapi
- 11:07kalau dalam advance prompting prosesnya
- 11:10itu menjadi lebih terarah. Jadi
- 11:13iterative prompting adalah proses
- 11:16review, feedback, refinement, rerun.
- 11:21Jadi ketika hasil EA itu kurang baik,
- 11:25jangan hanya mengulang prompting yang
- 11:27sama, tapi cari tahu dulu bagaimana sih
- 11:31yang gagal, apa penyebabnya, apa yang
- 11:34perlu diperbaiki.
- 11:36Misal outputnya sudah relevan tapi
- 11:38analisisnya masih terlalu umum. Jangan
- 11:42hanya mengatakan coba lebih detail gitu,
- 11:44tapi berikan feedback yang spesifik.
- 11:47Step ini tuh masih kurang, tapi step ini
- 11:49sudah benar. kamu perbaiki step yang
- 11:51ini. Nah,
- 11:54untuk setiap inside,
- 11:57jadi kita harus bedakan ya, pisahkan
- 11:59beberapa chaining itu menjadi sebuah
- 12:01step yang relevan dan
- 12:05berfungsi untuk iterasi selanjutnya dan
- 12:08jangan sekedar mengulang prom ya,
- 12:11identifikasi masalahnya dan ubah
- 12:14strukturnya. Kalau cuman ngulang E-nya
- 12:16akan semakin halu.
- 12:22[musik]
- 12:27dan eh AI ya untuk problem solving dan
- 12:32improvement itu bisa digunakan untuk
- 12:34membantu mengubah data atau masalah
- 12:37operasional menjadi rekomendasi
- 12:40improvement. Misal kita memiliki
- 12:44berbagai feedback dari customer.
- 12:47Daripada hanya meminta nyoh ke feedback
- 12:50analysiser.
- 12:51Kita bisa memberikan workflow. Pertama
- 12:55kumpulkan insight. Kedua, kelompokkan
- 12:58berdasarkan tema.
- 13:00Nah, setelah itu analisisan polanya.
- 13:04Kemudian identifikasi kemungkinan
- 13:07penyebab. Lalu tentukan prioritasnya dan
- 13:10yang terakhir susun rekomendasi. Nah,
- 13:14dengan workflow ini AI tidak hanya
- 13:17digunakan untuk menghasilkan teks, tapi
- 13:20digunakan sebagai alat bantu dalam
- 13:22proses sebelum problem solving itu
- 13:25terjadi.
- 13:26Namun, ada satu hal, rekomendasi EAI ini
- 13:30harus berdasarkan evidence ya. Jangan
- 13:32sampai EA itu berasumsi mengambil
- 13:35keputusan tapi enggak ada dasar data
- 13:39yang cukup. Nah, bagaimana cara kita
- 13:42tahu bahwa output EA itu sudah baik?
- 13:45Kita membutuhkan quality kriteria.
- 13:48[musik]
- 13:57Ada beberapa kriteria nih. Yang pertama
- 14:00adalah relevans. Apakah output fokus
- 14:04pada kebutuhan yang diminta?
- 14:06Kedua, akurasi. Apakah sudah fakta atau
- 14:11itu cuman asumsi?
- 14:13Dan harus diverifikasi tentunya. Ketiga,
- 14:17completeness. [musik]
- 14:18Apakah poin penting sudah tercakup?
- 14:23Apakah ada informasi kritis yang
- 14:25terlewat? Lalu keempat, konsistensi.
- 14:29Apakah format, istilah, gaya, dan aturan
- 14:33output sudah konsisten di setiap chat.
- 14:36Yang kelima adalah action ability. Jadi,
- 14:40apakah output sudah cukup jelas dan
- 14:42praktis untuk digunakan sebagai dasar
- 14:45tindakan?
- 14:46Dan berikutnya adalah reliability.
- 14:49Apakah asumsi, uncertainity,
- 14:52keterbatasan, dan potensi error dapat
- 14:54diidentifikasi? [musik]
- 14:56Jadi, output yang bagus bukan hanya
- 14:59output yang terlihat pintar. Output yang
- 15:02bagus adalah output yang relevan,
- 15:06akurat, lengkap, konsisten, [musik]
- 15:10actionable,
- 15:12dan reliable.
- 15:17[musik]
- 15:26Oke, sekarang setelah output itu
- 15:30melewati quality kriteria, kita masih
- 15:33perlu melakukan evaluasi.
- 15:37Tujuannya adalah menentukan apakah
- 15:40output ini sudah baik untuk digunakan
- 15:44atau masih perlu diperbaiki.
- 15:48Inilah yang disebut decision gate.
- 15:53Secara sederhana kita bisa membayangkan
- 15:56dua kemungkinan.
- 15:58Jika memenuhi kriteria kita dapat
- 16:01melanjutkan ke proses berikutnya. Tetapi
- 16:04jika belum memenuhi, kita kembali ke
- 16:07proses refinement.
- 16:10Nah, jadi jangan melihat output AI
- 16:13sebagai hasil akhir yang otomatis siap
- 16:16digunakan.
- 16:17Anggap output tersebut sebagai hasil
- 16:21yang perlu melalui quality check.
- 16:25[musik]
- 16:31[musik]
- 16:32Sebelum kita tutup, kita kembalikan ke
- 16:35satu prinsip yang tidak boleh dilupakan.
- 16:38Responsible use of AI. Semakin kompleks,
- 16:42semakin penting juga kita memperhatikan
- 16:45bagaimana AI digunakan.
- 16:48Gunakan sebagai alat bantu. Tetap
- 16:51periksa evidence,
- 16:53asumsi, keterbatasan itu harus dideteksi
- 16:57dan tetap gunakan human judgement.
- 17:00Karena edendi itu dapat membantu kita
- 17:03melakukan analisis, tapi keputusannya
- 17:06tetap berada di tangan manusia.
- 17:09Oke, jadi kita sudah sampai di akhir di
- 17:12penghujung acara di penghujung podcast
- 17:14terkait advance prompting. [musik]
- 17:17Hari ini kita sudah belajar bahwa tidak
- 17:19semua pekerjaan cukup diselesaikan
- 17:21dengan satu prom saja. Dan untuk tas
- 17:24yang kompleks, kita dapat menggunakan
- 17:26struktur dari advance prompting ini yang
- 17:29terdiri dari role, objektif, contex atau
- 17:33input, task, examples,
- 17:37output dan quality kriteria. Lalu kita
- 17:40juga belajar terkait task decomposition
- 17:43untuk memecah pekerjaan kompleks menjadi
- 17:46beberapa subtas yang menjadi beberapa
- 17:48chat. Kemudian prom chaining untuk
- 17:51menghubungkan beberapa tahap pekerjaan
- 17:55dan iterative prompting untuk melakukan
- 18:00review, feedback,
- 18:02refinement, dan juga rerun. Dan yang
- 18:06paling penting jangan hanya bertanya apa
- 18:09yang bisa kerjakan sih, tapi mulai
- 18:12berpikir bagaimana saya bisa merancang
- 18:14proses agar AI bisa membantu saya dalam
- 18:18menyelesaikan masalah dengan lebih
- 18:20terstruktur. Karena advance prompting
- 18:23bukan hanya tentang membuat prompting
- 18:25yang panjang, tapi lebih ke memberikan
- 18:29struktur, memecah masalah, mengontrol
- 18:32kualitas, dan menghasilkan output yang
- 18:35dapat digunakan.
- 18:38Dan ingat ya, EAI ini memberikan bantuan
- 18:41kita yang tetap memberikan keputusan.
- 18:45Oke, terima kasih sudah mengikuti
- 18:48podcast training Advance Proming ini.
- 18:51Semoga setelah training ini kita tidak
- 18:54hanya menjadi pengguna yang lebih baik,
- 18:56tapi kita mampu menggunakan AI sebagai
- 19:00partner kita dalam problem solving,
- 19:03improvement dan lain sebagainya. Sampai
- 19:06jumpa di training berikutnya. Thank you.
- 19:12[musik]
About this transcript
This page contains the full transcript of Video E-Learning: Advanced Prompting by timlnd spil, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 1,756 words across 373 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.