YouTube2Text

Stop Mengeluh! Yang Kamu Benci Hari Ini, Akan Kamu SYUKURI Di Masa Depan! | SUARA BERKELAS #188 — Transcript

by SUARA BERKELAS · 10,558 words · 2,210 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:00Pengalaman bukan guru terbaik. Guru
  2. 0:02terbaik itu adalah keterampilan membaca
  3. 0:04pengalaman.
  4. 0:05Wah,
  5. 0:06keterampilan mengambil pelajaran dari
  6. 0:08pengalaman. Sebab ada dua orang
  7. 0:10mengalami pengalaman yang sama, tapi
  8. 0:12satunya jadi sangat bijak, satunya tetap
  9. 0:14berjalan di tempat.
  10. 0:15He.
  11. 0:16Karena apa? Karena cara dia mengelola
  12. 0:18pengalaman tidak benar. Kita tuh enggak
  13. 0:20harus selalu paham dengan takdir yang
  14. 0:22menimpa kita pada hari ini. Itu penting
  15. 0:25banget. Sekarang Bang Bilal ingat aja
  16. 0:27tiga capaian paling Bang Bilal syukuri
  17. 0:30dalam hidup itu apa? Coba bayangkan tuh
  18. 0:33saya bisa begini, [musik] saya
  19. 0:35memperoleh ini, saya ini. Tiga aja.
  20. 0:37Insyaallah salah satunya ada latar
  21. 0:40belakangnya adalah takdir yang kita
  22. 0:41tidak sukai di masa lalu.
  23. 0:43Wah,
  24. 0:44cara memandang [musik]
  25. 0:46Islam seperti orang luar yang baru
  26. 0:48pertama kali melihat Islam saja itu akan
  27. 0:50mengubah perspektif kita, akan mengubah
  28. 0:53semangat kita dalam beragama. Ah, belum
  29. 0:55lagi beberapa hal yang keliru tentang
  30. 0:57agama. Bagaimana kita menyerap agama itu
  31. 1:01hanya sebatas informasi. Jadi kalau kita
  32. 1:04ditanya, "Siapa Tuhan kamu?"
  33. 1:07Kita bisa jawab, "Tuhanku Allah gitu."
  34. 1:10Tapi seberapa pengetahuan itu memberi
  35. 1:13perubahan bagi kita?
  36. 1:16Halo semuanya, kembali lagi di podcast
  37. 1:18Suara Berkelas. Hari ini aku happy
  38. 1:20sekali karena kita kedatangan tamu
  39. 1:22berkelas, orang yang bakal bantu
  40. 1:24teman-teman di sini untuk lebih mindful
  41. 1:26menghadapi hari-ha hari kalian. Ada
  42. 1:29Ustaz Fariz Beki. Asalamualaikum, Ustaz.
  43. 1:31Waalaikumsalam warahmatullah wabakatuh.
  44. 1:32Masyaallah,
  45. 1:34Bang Bilal, terima kasih.
  46. 1:35Terima kasih, Ustaz
  47. 1:36sudah undang kita di suara berkelas.
  48. 1:38Masyaallah.
  49. 1:39Banyak anak-anak muda di zaman sekarang,
  50. 1:42terutama di daerah perkotaan, Ustaz.
  51. 1:44Iya.
  52. 1:45Itu cemas sekali setiap harinya.
  53. 1:48Padahal karena ada akses internet, kita
  54. 1:51harusnya tahu dong solusi kecemasan ini
  55. 1:52harusnya solusinya seperti apa gitu.
  56. 1:54H
  57. 1:55tapi kita malah semakin buntu.
  58. 1:57Iya.
  59. 1:58Bagaimana Ustaz Faris sendiri melihat
  60. 2:00fenomena tentang anak muda urban ini
  61. 2:04dengan kecemasan?
  62. 2:06Baik. Masyaallah.
  63. 2:09Kita itu memang enggak didesain untuk
  64. 2:12menyerap banyak informasi.
  65. 2:14Justru semakin banyak informasi kita
  66. 2:16semakin cemas.
  67. 2:18Makanya kita harus menyaring informasi.
  68. 2:22Quran enggak bilang kita supaya banyak
  69. 2:25mendengar, bukan. Tapi bagaimana kita
  70. 2:28menyaring apa yang kita dengar,
  71. 2:30memfilter apa yang kita dengar. Jadi
  72. 2:33konsep bahwa pendengaranmu diminta
  73. 2:36pertanggungjawaban,
  74. 2:37lisanmu diminta pertanggungjawaban,
  75. 2:39penglihatanmu diminta
  76. 2:40pertanggungjawaban, berarti Allah pengin
  77. 2:43kamu harus punya penglihatan yang
  78. 2:44berkelas.
  79. 2:45Hm.
  80. 2:46Punya pendengaran yang berkelas.
  81. 2:48punya lisan yang berkelas. Jadi kita
  82. 2:50memfilter itu. Bahkan menuntut ilmu pun
  83. 2:54kita tidak harus menyerap segala
  84. 2:56sesuatunya. Tidak. Saya belajar dari
  85. 3:00kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir. Jadi
  86. 3:03Nabi Musa waktu mau ikut Nabi Khidir,
  87. 3:05Nabi Musa itu bilang, "Boleh enggak aku
  88. 3:08belajar sebagian?"
  89. 3:10Qala lahu Musa hal attabiuka.
  90. 3:13Ya, Musa berkata kepada Khidir, "Boleh
  91. 3:15enggak aku mengikuti kamu?" Ya, supaya
  92. 3:20aku bisa belajar, supaya engkau bisa
  93. 3:22mengajarkan kepada lituallimani
  94. 3:24mimmaimta rusyda. Mimma itu ada kata min
  95. 3:28itu dalam kaidah bahasa Arab menunjukkan
  96. 3:30sebagian. Kita enggak harus menyerap
  97. 3:31semua. Nah, makanya dikunci di Quran itu
  98. 3:34disebut kata rusyah. Sesuatu yang
  99. 3:36bermanfaat untuk jadi petunjuk bagi
  100. 3:37kita. Sebab banyak informasi itu sampah
  101. 3:40gitu loh.
  102. 3:41Hm.
  103. 3:43Jadi, Mas Bilal kita cerita sedikit Bang
  104. 3:45Bilal.
  105. 3:45Oke.
  106. 3:47Kita punya ekosistem belajar namanya
  107. 3:49Iman Path
  108. 3:50Urban Muslim Life itu
  109. 3:52itu by riset. Kita meriset perilaku
  110. 3:54orang-orang urban.
  111. 3:56apa yang mereka dengar, apa yang mereka
  112. 3:58tonton, apa yang mereka supaya nanti
  113. 4:01dakwah kita kepada mereka, bagaimana
  114. 4:03mereka memandang agama, bagaimana mereka
  115. 4:05beragama itu benar-benar relevan
  116. 4:07dengan teks-teks agama tadi.
  117. 4:10Maka kita lihat misalnya pada saat kita
  118. 4:12melakukan riset ini, ini tahun 2012.
  119. 4:14Oke,
  120. 4:15kita melakukan itu misalnya tayangan
  121. 4:17infotainment di Jakarta waktu itu sehari
  122. 4:21semalam itu 52 jam
  123. 4:23dari semua stasiun TV
  124. 4:26sehari semalam itu ada 52 jam tayangan
  125. 4:28infotainment.
  126. 4:30kebayang ya bagaimana kita mau
  127. 4:32menciptakan generasi yang ee
  128. 4:36baik kalau yang mereka dengar mereka
  129. 4:39serap berita tentang perselingkuhan,
  130. 4:42perceraian, konflik
  131. 4:44gitu-gitu. Nah, itu yang didengarkan.
  132. 4:47Orang tua yang sibuk, ayah mereka kerja,
  133. 4:50ibu mereka kerja, mereka sama asisten
  134. 4:52rumah tangga di rumah nontonnya itu.
  135. 4:54Anak-anak terpapar itu. Nah, mendengar
  136. 4:57tidak selektif ini menjadi musibah awal
  137. 4:59bagi kita semua.
  138. 5:00Sebenarnya begitu.
  139. 5:03Mengkonsumsi sesuatu tanpa seleksi dulu
  140. 5:05itu justru menjadi musibah awal. Kalau
  141. 5:07kata anak sekarang itu information
  142. 5:09overload ya.
  143. 5:10Kita justru kebanyakan informasi
  144. 5:12sehingga kita enggak bisa memilah lagi
  145. 5:14gitu. atau sesimpel ketika Bilal buka
  146. 5:17TikTok atau Instagram misalnya
  147. 5:19itu kan ada konten-konten yang tujuannya
  148. 5:20bukan Bilal ingin konsumsi tapi emang
  149. 5:23disajikan oleh mereka tapi kita enggak
  150. 5:24bisa mengelak
  151. 5:25kita terus terus
  152. 5:27konsumsi karena kita enggak bisa
  153. 5:29berdamai dengan kebosanan ketika kita
  154. 5:30sendiri
  155. 5:31i
  156. 5:31makanya kita jatuh ke lubang yang sama
  157. 5:34terus gitu ya tapi gimana cara bisa
  158. 5:37lebih berkelas untuk selektif memilih
  159. 5:39mana yang baik untuk kita, Ustaz karena
  160. 5:42sekarang kan banyak sekali informasinya
  161. 5:43gitu. Ya. Iya. Ya. Tentu saja pertama
  162. 5:47kita kalau kita melihat ya bagaimana
  163. 5:52konsep Islam tentang memilih pergaulan
  164. 5:55gitu kemudian menyerap informasi itu kan
  165. 5:58berarti kita memang harus ada proses
  166. 6:01memfilter itu. Itu yang pertama. Yang
  167. 6:04kedua, dari dalam diri kita juga harus
  168. 6:05punya imun. Bagaimana ketika
  169. 6:08konten-konten negatif itu datang, itu
  170. 6:10tidak mempengaruhi kita.
  171. 6:12Jadi ee makanya ketika seseorang di
  172. 6:15masyarakat urban itu ada orang tua yang
  173. 6:19mendidik anaknya itu dengan sistem
  174. 6:23gimana sterilisasi anaknya itu dijaga
  175. 6:26betul jangan bergaul dengan ini, jangan
  176. 6:27mendengar ini, itu sejauh mana bisa
  177. 6:30efektif. Tapi ada orang tua yang konsep
  178. 6:35parentingnya itu imunisasi.
  179. 6:38kita tinggal milih aja nih mau
  180. 6:39sterilisasi atau imunisasi dalam
  181. 6:42pergaulan begitu. Ketika kita dapat
  182. 6:45memilih itu, misalnya anak-anak
  183. 6:47pesantren deh ketika di pesantren,
  184. 6:49bagaimana perilaku mereka ketika
  185. 6:51liburan, jangankan ketika mereka sudah
  186. 6:53tamat, ketika liburan saja mereka sudah
  187. 6:56gimana ketika bertemu dengan itu karena
  188. 6:58tidak siap.
  189. 6:59Hmm. Kalau Nabi bilang begini, seorang
  190. 7:02mukmin yang bergaul dengan manusia
  191. 7:06lalu dia bersabar dengan perilaku
  192. 7:07mereka, itu lebih baik daripada seorang
  193. 7:10muslim yang tidak bergaul karena tidak
  194. 7:12sabar dengan perilaku mereka.
  195. 7:14Hm.
  196. 7:14Dari hadis ini saya belajar bahwa pola
  197. 7:17pendidikan yang imunisasi itu lebih
  198. 7:21efektif daripada sterilisasi.
  199. 7:24Di era begini itu harus begitu. Jadi,
  200. 7:26bagaimana kita membuat diri kita itu
  201. 7:28punya imun ketika terpapar hal-hal yang
  202. 7:31begitu.
  203. 7:32I
  204. 7:32hal-hal yang negatif itu bukan cuma
  205. 7:35secara kasat mata langsung kita lihat,
  206. 7:36oh ini tidak baik.
  207. 7:37He.
  208. 7:38Tapi ada yang dikemas mem-mem yang
  209. 7:40kelihatan bagus tapi bertentangan dengan
  210. 7:42akidah.
  211. 7:43Hmm. Ya,
  212. 7:44itu ternyata jadi racun bagi kita. H
  213. 7:46dan itu racun banget gitu. Misal, misal
  214. 7:50satu contoh kita kasih.
  215. 7:53Selama ini orang-orang banyak yang
  216. 7:55menyebutkan bahwa ee
  217. 7:59usaha tidak mengkhianati hasil.
  218. 8:00Iya,
  219. 8:02itu hoax ya. Karena sering banget kita
  220. 8:05nih dikhianati oleh usaha
  221. 8:09gitu.
  222. 8:10Konsep dalam Islam benar enggak seperti
  223. 8:12itu? Nah, kalau terpapar terus-menerus
  224. 8:14seperti itu, itu kan membuat seseorang
  225. 8:17ketika dia merasa dia sudah berusaha
  226. 8:18maksimal lalu dia sukses, dia pasti
  227. 8:22terjebak pada kesombongan.
  228. 8:23Hm.
  229. 8:24Karena ini hasil usaha gue gitu loh.
  230. 8:26Iya.
  231. 8:26Tapi kalau dia
  232. 8:29gagal, dia akan bilang, "Dunia enggak
  233. 8:30adil."
  234. 8:31Hm.
  235. 8:31Karena dia sudah serius, dia sudah
  236. 8:34menyiapkan segalanya dengan baik. Tapi
  237. 8:36kok hasilnya seperti ini? Kita sering
  238. 8:39dengar, aku sudah jadi orang baik di
  239. 8:41kantor, tapi kok difitnah.
  240. 8:43Emang siapa yang menjamin kalau kamu
  241. 8:45jadi orang baik, kamu tidak akan kamu
  242. 8:48akan bebas dari fitnah?
  243. 8:49Ya,
  244. 8:50aku sudah sungguh-sungguh, kenapa aku
  245. 8:52bisa gagal? Siapa yang menjamin bahwa
  246. 8:54sungguh-sungguh itu pasti pasti gagal?
  247. 8:57Ah, hal-hal seperti itu filter paling
  248. 9:00kuat dalam diri kita itu keimanan.
  249. 9:04Hm.
  250. 9:04Tauhid, konsep wahyu. Karena itu enggak
  251. 9:07mungkin salah.
  252. 9:09kita kalau menjadikan ukuran sesuatu
  253. 9:10yang berubah-ubah itu kita enggak bakal
  254. 9:13bisa ee bisa konsisten.
  255. 9:16He.
  256. 9:17Kalau Bang Bilal parkir mobil di
  257. 9:21tanjakan misalnya ya,
  258. 9:23terus habis itu mau lihat mobilnya
  259. 9:25mundur apa enggak.
  260. 9:26Itu kan kita jadi patokannya adalah
  261. 9:28pohon atau pagar rumah. Sesuatu yang
  262. 9:30diam.
  263. 9:31Jadi kita mau melihat satatu itu sesuatu
  264. 9:32yang diam. Nah, yang diam yang tidak
  265. 9:34berubah itu Allah.
  266. 9:35Hm.
  267. 9:35Yang tidak berubah itu aturan agama.
  268. 9:38Kalau ukuran kebaikan manusia, ukuran
  269. 9:40kesuksesan manusia, kita akan formo,
  270. 9:44kita akan anxiety, kita akan
  271. 9:45overthinking. Tapi kalau kita menjadikan
  272. 9:48sesuatu yang tepat tadi, oh itu imun.
  273. 9:50Hm.
  274. 9:51Jadi menjadikan ini sebagai ee apa ya?
  275. 9:53Tonggak.
  276. 9:55Iya.
  277. 9:55Ukuran segala sesuatu itu.
  278. 9:57Iya. [tertawa] Iya. Dalam tanda kutip
  279. 9:59imunisasi ini atau punya keimanan yang
  280. 10:02kuat itu bikin kita even ketemu dengan
  281. 10:05sesuatu yang buruk, even ketemu di
  282. 10:06lingkungan yang toksik, kita siap gitu.
  283. 10:09Kita punya ketahanan mental yang beneran
  284. 10:11kuat sekali
  285. 10:12daripada dari awal langsung memutuskan,
  286. 10:14"Wah, dia jahat, ini yang buruk sekali."
  287. 10:17Tapi hal-hal yang terjadi di zaman
  288. 10:19sekarang justru kadang orang memolesnya
  289. 10:21itu dengan kacamata positif,
  290. 10:24konten-konten yang sangat-sangat baik
  291. 10:25gitu. Padahal pelan-pelan itu
  292. 10:27menggorogoti hati dan jiwa kita ya.
  293. 10:29Iya.
  294. 10:29Dan di situlah butuh imunisasi kita.
  295. 10:31Oh iya. Iya. Itulah gunanya bagaimana
  296. 10:34keimanan itu berdaya.
  297. 10:36Hm.
  298. 10:37Di mana dia berenergi menghadapi hal-hal
  299. 10:39yang kita lihat dikemas dengan baik.
  300. 10:41Ternyata itu racun.
  301. 10:43H.
  302. 10:43Itu yang paling penting.
  303. 10:45Tadi Bilal menarik karena tadi Ustaz
  304. 10:49menggali tentang relevansi ya dan beliau
  305. 10:51penasaran untuk membahas itu tentang
  306. 10:54pendekatan dakwah mungkin. He he.
  307. 10:56Tadi ada urban research juga ya.
  308. 10:58Iya. Iya.
  309. 10:59Yang dari 2012 mencari tahu tentang oh
  310. 11:02ternyata infotainment itu gampang sekali
  311. 11:04dikonsumsi dalam jangka waktu yang
  312. 11:06sangat lama. Even dalam sehari bisa
  313. 11:07ditotali 52 jam gitu ya. I.
  314. 11:10Nah, berjalan waktu sejak riset itu
  315. 11:13sampai di jam di era sekarang, bagaimana
  316. 11:15pendekatan relevannya ustaz berdakwah
  317. 11:17dengan teman-teman Ustaz sendiri yang di
  318. 11:19mana bisa lebih mudah dipahami oleh
  319. 11:21teman-teman yang menonton ini gitu.
  320. 11:22Iya. Jadi kita tuh bikin ada tiga poros
  321. 11:26riset. Poros yang pertama itu bagaimana
  322. 11:30kita melihat kehidupan orang urban itu
  323. 11:32seperti apa. Dan itu unik-unik banget.
  324. 11:35Termasuk temuan tentang 52 jam tayangan
  325. 11:37infotainment.
  326. 11:38Hm.
  327. 11:39Temuan lain misalnya
  328. 11:42berapa lama sih anak-anak di Jakarta itu
  329. 11:45ketemu sama ayahnya?
  330. 11:47Wah menarik tuh.
  331. 11:48Kan kita kalau lihat daerah-daerah
  332. 11:51penyangga seperti Depok.
  333. 11:53Bogor, Tangerang, Bekasi. Itu
  334. 11:55orang-orang tua mereka itu sudah pergi
  335. 11:58itu pagi banget. Kadang anaknya belum
  336. 12:00bangun. Pulang nyampai ke rumah juga
  337. 12:02sudah malam. Jadi ketemu itu cuma kurang
  338. 12:05dari 2 jam waktu itu.
  339. 12:08Itu pun ketika pulang masih buka laptop,
  340. 12:10masih cek email, masih urusan pekerjaan.
  341. 12:13Jadi ada jutaan anak yatim secara the
  342. 12:16jur ya.
  343. 12:17Iya.
  344. 12:17Walaupun secara de facto ayah mereka
  345. 12:19ada.
  346. 12:19Iya. [tertawa] Iya. Dan ini ternyata
  347. 12:21musibah besar lagi gitu. H
  348. 12:23ketidakhadiran sosok ayah dalam
  349. 12:25pendidikan itu kan musibah lagi.
  350. 12:29Jadi ini problem-problem apa yang mereka
  351. 12:31baca, gimana mereka di jalan, gimana
  352. 12:34mereka di kantor itu kita baca. Jadi by
  353. 12:37riset.
  354. 12:38Hasil riset dari poros pertama ini kita
  355. 12:40bawa ke teman-teman sarjana agama. Kalau
  356. 12:44yang tadi kita melibatkan sarjana
  357. 12:45sosiologi, psikologi gitu ya.
  358. 12:49lalu dibawa ke poros riset yang kedua.
  359. 12:52Kita bilang ke teman-teman ya,
  360. 12:53teman-teman tamatan dari Alazhar, dari
  361. 12:55Libia, dari Madinah waktu itu. Ini
  362. 12:58problem orang kota-kota besar.
  363. 13:01Hm.
  364. 13:02Kalau kamu bilang Islam itu sebagai
  365. 13:04solusi, mana solusinya dari Islam, dari
  366. 13:07problem-problem ini?
  367. 13:09Lalu ketika dikumpulin hadisnya,
  368. 13:11ayatnya, loh ini mereka sudah akrab.
  369. 13:15mereka tuh sudah dengar gitu loh. Misal
  370. 13:17di Jakarta itu sangat kompetitif di
  371. 13:20kantor bagaimana urusan ee pekerjaan dan
  372. 13:23seterusnya. Terus ayatnya bagaimana kita
  373. 13:26bersikap kooperatif. Watawanu alal birri
  374. 13:29wat taqwa. Saling tolong-menolonglah
  375. 13:31dalam kebaikan, dalam ketakwaan. Ayat
  376. 13:34ini mereka sudah dengar.
  377. 13:35H
  378. 13:36atau sulit sekali nyari orang tulus.
  379. 13:39Segala sesuatu itu pasti ada maunya. Oh
  380. 13:41hadisnya innamal amalu bin niat. Hm.
  381. 13:44Amal itu tergantung dengan niatnya.
  382. 13:46Gimana kita melakukan karena Allah
  383. 13:47Subhanahu wa taala. Hadis-hadis,
  384. 13:50ayat-ayat yang mereka dapat, yang mereka
  385. 13:52sampaikan ini, kumpulkan ini, ternyata
  386. 13:55ayat-ayat dan hadis-hadis yang sudah
  387. 13:56biasa mereka dengar. Berarti ada gap
  388. 13:59dong antara kehidupan mereka dengan teks
  389. 14:02agama.
  390. 14:02I
  391. 14:03gap inilah kita bangun path. Makanya
  392. 14:05iman path kita sebut.
  393. 14:07Oh, oke.
  394. 14:08Nah, gimana membangun path itu?
  395. 14:12dengan cara mengemas ulang. Gimana kita
  396. 14:15mengemas ulang hadis innamal a'mal
  397. 14:18binniat ini biar nyampai ke mereka.
  398. 14:21H
  399. 14:22urusan repackaging. Nah, ini kita bawa
  400. 14:24ke poros ketiga itu sampai kita
  401. 14:26melibatkan orang advertising.
  402. 14:28Hm.
  403. 14:28Gitu ya. Sampai orang-orang media gitu.
  404. 14:31Gimana kita mengemas itu? Kemasan ini
  405. 14:33penting Mas Bilal. Tapi banyak orang
  406. 14:34yang tidak memperhatikan ini secara
  407. 14:37baik.
  408. 14:39Coklat itu paling terkenal dari mana?
  409. 14:41dari Swiss.
  410. 14:42Swiss.
  411. 14:43Di Swiss itu enggak ada sebatang pohon
  412. 14:45coklat pun. Iya.
  413. 14:47Jadi mereka ambil murah dari Brazil,
  414. 14:49dari Ethiopia, dari kita juga.
  415. 14:52Lalu kemudian direpackaging sama mereka.
  416. 14:55Dibuat bentuk hati, dibuat ini, dibuat
  417. 14:58kemasan buat Valentine, dibuat begitu
  418. 15:01sama mereka. Lalu dijual kan gitu.
  419. 15:03atau ikan di wartek dengan ikan di Hotel
  420. 15:06Bintang sama gedenya, nama ikannya sama
  421. 15:09gitu ya, hidup di laut yang sama. Tapi
  422. 15:12harga begitu.
  423. 15:14Lebih lebih gampangnya begini
  424. 15:17kita dulu ya, saya enggak tahu nih era
  425. 15:19Bang Bilal nih, kalau kami dulu sakit
  426. 15:21masih kecil, orang tua itu akan membelah
  427. 15:24parasetamol itu.
  428. 15:26He.
  429. 15:26Lalu dihancurin ke sendok gitu ya. Kita
  430. 15:28disuruh minum obat gitu ya. Kita enggak
  431. 15:31mau karena kita tahu itu pahit.
  432. 15:32Iya. Walaupun orang tua kasih tahu
  433. 15:35manfaatnya, H
  434. 15:36tapi kita enggak mau. Nah, produsen obat
  435. 15:39sekarang dengan sangat kreatif membuat
  436. 15:41kontennya sama, isinya sama, tetap
  437. 15:43parestamol, tapi dibuat rasa jeruk, rasa
  438. 15:46stroberi, rasa
  439. 15:47anak saya satu sakit, yang satunya mau
  440. 15:49juga kan gitu tuh.
  441. 15:52Nah, banyak orang yang melihat agama itu
  442. 15:54seperti saya dulu melihat parasetamol
  443. 15:57hmm
  444. 15:58pahit gitu loh. Agama itu beban
  445. 16:00membebani mereka. Enggak enak bagi
  446. 16:03mereka. Gimana sih kita mengemas hadis
  447. 16:06tolongmenolonglah kamu? Ee ayat wat
  448. 16:09taawanu al bir wat taqwa ini rasa jeruk.
  449. 16:12Gimana kita menggemas ee apa ya berbuat
  450. 16:17tulus itu rasa stroberi.
  451. 16:20Bersabarlah kamu. Minta pertolonganlah
  452. 16:22kepada Allah melalui salat dan sabar
  453. 16:25sehingga ini nyampai kepada mereka. Ini
  454. 16:27pentingnya pengemasan. Ini yang kita
  455. 16:28lakukan. Jadi sebenarnya dakwah yang
  456. 16:30kita kemas itu kekuatannya pada
  457. 16:32repackaging itu.
  458. 16:34Hmm. Dari perjalanan keilmuan Ustaz
  459. 16:36sendiri ya,
  460. 16:38ada enggak momen di mana banyak anak
  461. 16:40muda sekarang tuh keliru terhadap Islam
  462. 16:43tuh
  463. 16:44sehingga Ustaz ng package itu agar mudah
  464. 16:47diterima?
  465. 16:48Kalau ada mungkin ada satu studi kasus
  466. 16:50yang menarik yang aku kepo banget,
  467. 16:52Ustaz.
  468. 16:54Ya, pertama melihat cara mereka melihat
  469. 16:57Islam aja itu harus benar dulu. Saya
  470. 16:59berikan ee dua analogilah.
  471. 17:02Ada seorang anak dari kampung karena
  472. 17:05pintar gitu ya, tamat dari pesantren,
  473. 17:08nilainya bagus, dapat beasiswa kuliah di
  474. 17:11luar. Saya kuliah di Kairo gitu ya.
  475. 17:13I
  476. 17:14terus dia pertama kali nih ke luar
  477. 17:15negeri bahkan pertama kali ke kota
  478. 17:17besar.
  479. 17:19Perjalanannya transit di kota Dubai.
  480. 17:22Pertama kali dia lihat Dubai, dia wih
  481. 17:24kok ada dunia seperti ini
  482. 17:26kok megah banget kok gedung-gedung bagus
  483. 17:28begini. Bisa orang bikin begitu. Satu
  484. 17:31lagi adalah anak orang Dubai sendiri
  485. 17:35yang sudah lahir di situ, besar di situ.
  486. 17:37Setiap hari dia ngelihat itu yang mereka
  487. 17:39lihat objeknya sama.
  488. 17:41Hm.
  489. 17:42Tapi bagi orang Dubai tadi ini biasa aja
  490. 17:45memang begini kehidupan. Tapi bagi orang
  491. 17:47yang pertama kali melihat karena ada di
  492. 17:48kampung tadi dia ngelihat segitu gitu.
  493. 17:50Nah, gimana kita jadi orang kampung dulu
  494. 17:52untuk melihat kemegahan Islam?
  495. 17:54Hm.
  496. 17:55Kita dari kecil karena melihat Islam
  497. 17:58tentang konsep kebersihannya,
  498. 18:00anggota-anggota wudu yang
  499. 18:01dibersihkannya,
  500. 18:03bangun tidur waktunya bagaimana di
  501. 18:05diatur, itu sebenarnya megah banget.
  502. 18:08Tapi karena dari kecil kita ngelihat
  503. 18:10itu, kita enggak merasa ini suatu yang
  504. 18:13luar biasa. Nah, kita tuh pengin orang
  505. 18:15ngaji itu lihat, "Wah, ternyata Islam
  506. 18:17tuh Dubai banget ya." Kira-kira gitu. I.
  507. 18:19Nah, kita melihat kemegahan itu. Cara
  508. 18:23memandang Islam dengan ee seperti orang
  509. 18:27luar yang baru pertama kali melihat
  510. 18:29Islam saja itu akan mengubah perspektif
  511. 18:31kita, akan mengubah semangat kita dalam
  512. 18:33beragama. H
  513. 18:35ah.
  514. 18:35Belum lagi beberapa hal yang keliru
  515. 18:37tentang agama.
  516. 18:39Kelirunya mungkin begini. Bagaimana kita
  517. 18:43menyerap agama itu hanya sebatas
  518. 18:45informasi.
  519. 18:47Jadi kalau kita ditanya siapa Tuhan
  520. 18:49kamu?
  521. 18:50H
  522. 18:51kita bisa jawab Tuhanku Allah gitu. Tapi
  523. 18:54seberapa pengetahuan itu memberi
  524. 18:57perubahan bagi kita?
  525. 19:00Mar rbuka. Siapa Tuhanmu? Rabb itu kan
  526. 19:02Tuhan yang mengatur segala sesuatu. Tapi
  527. 19:05dalam kehidupan kita ingin mengatur,
  528. 19:07kita ingin mengontrol segala sesuatu.
  529. 19:09Itu membuat kita lupa siapa kita. Dan
  530. 19:12itu sumber segala kecemasan dalam hidup.
  531. 19:16kita tuh enggak bisa ngatur apa-apa,
  532. 19:17Mas. Saya bilang
  533. 19:18ya.
  534. 19:19Kita bisa ee mengatur dalam diri kita
  535. 19:22saja itu sudah keren banget.
  536. 19:23H
  537. 19:24anggota-anggota tubuh di dalam diri kita
  538. 19:26itu bekerja secara autopilot. Orang
  539. 19:29bilang jantung kita memompa, ginjal kita
  540. 19:33menyaring, lambung kita menggiling.
  541. 19:36Itu siapa yang ngatur? Bukan di bawah
  542. 19:39kendali kita. 87% organ di dalam ini
  543. 19:42bekerja secara autopilot.
  544. 19:44Hm. kata orang sekarang, tapi enggak
  545. 19:47mungkin dia bekerja sendiri kan ada yang
  546. 19:49mengatur itu. Tapi kenapa kita mau
  547. 19:51mengatur yang lebih besar? Kenapa kita
  548. 19:53ingin mengendalikan segala sesuatu?
  549. 19:55Orang tua menjadi cemas bahwa anakku
  550. 19:57nanti 3 tahun lagi biar bisa diterima di
  551. 19:59sini, dia harus sekolah di sini. Oh, dia
  552. 20:02punya tabungan segini dia kan begitu.
  553. 20:04Itu cara kita menempatkan diri kita
  554. 20:07siapa?
  555. 20:09Itu adalah cara kita memandang agama
  556. 20:13secara keliru. Agama itu kan intinya
  557. 20:16adalah
  558. 20:17membuat kita merasa paling hamba,
  559. 20:21membuat kita berada pada posisi yang
  560. 20:23benar. Sebenarnya kita ini siapa? Biar
  561. 20:26kita tahu kelemahan kita apa, wilayah
  562. 20:28kita di mana, wilayah Allah di mana.
  563. 20:32Kita kalau mau campur tangan urusan
  564. 20:34Allah, kita bakal pusing.
  565. 20:36Hmm.
  566. 20:37Misalnya begini, ibu-ibu
  567. 20:41habis jemur pakaian, pakaiannya itu ya
  568. 20:45baru mau kering, tiba-tiba hujan. Mereka
  569. 20:47lagi asik ngobrol, mereka tuh pada
  570. 20:50susah bilang, "Aduh, hujan lagi, jemuran
  571. 20:53mau kering lagi." Itu kenapa mereka
  572. 20:55susah? Mereka mengatur urusan Allah.
  573. 20:57Nurunin hujan itu urusan Allah, bukan
  574. 20:59urusan kalian.
  575. 21:00Hm.
  576. 21:01Urusan mereka ringan banget ngangkat
  577. 21:04jemuran.
  578. 21:04Iya. Cuma itu loh. Nah, kita tuh sering
  579. 21:07enggak tahu mana wilayah kita, mana
  580. 21:08wilayah Allah.
  581. 21:09Iya.
  582. 21:10Nah, tauhid itu mengatur itu. Maka
  583. 21:13ketika Bani Israil dikejar oleh Firaun,
  584. 21:16di depan mereka ada laut, mereka bilang,
  585. 21:18"Eh, kita tamat ini. Innal mudrakun.
  586. 21:21Kita tamat. Sudah selesai Firaun di
  587. 21:22belakang." Kata Nabi Musa, "Enggak, aku
  588. 21:24punya Tuhan."
  589. 21:26Innabi sayahdin. Tuhanku pasti akan
  590. 21:28kasih aku jalan keluar di situ. Jadi
  591. 21:32tahu bahwa posisi kita sebagai hamba,
  592. 21:34Tuhan nyuruh kamu lari. Tuhan nyuruh
  593. 21:36kamu menyelamatkan diri. Kalau nanti ada
  594. 21:39sesuatu di luar kendalimu, biar urusan
  595. 21:41Tuhan yang bekerja, gitu. Jadi melihat
  596. 21:44segala sesuatu dari kacamata tauhid itu
  597. 21:46mewah.
  598. 21:48Hm.
  599. 21:48Jadi saya ngelihat Ka'bah dengan melihat
  600. 21:51COVID-19
  601. 21:53dari kacamata tauhid. Itu yang saya
  602. 21:54ajak, Teman-teman. Karena ada pesan
  603. 21:56tauhid di segala sesuatu.
  604. 21:58Hmm.
  605. 21:59Kita lihat Ka'bah, rumah Allah. Kebayang
  606. 22:03enggak, Bang Bilal,
  607. 22:05kenapa sih Allah buat rumahnya di bumi?
  608. 22:08Allah kan enggak butuh rumah di bumi.
  609. 22:10Iya.
  610. 22:11Nah, tapi Allah buat itu untuk manusia.
  611. 22:13Di Quran Allah sebutkan, "Kami buat awal
  612. 22:17bangunan di bumi ini adalah Ka'bah. Itu
  613. 22:20untuk manusia, bukan untuk Allah.
  614. 22:23Kenapa? Bukankah Allah dekat? Kita bisa
  615. 22:27minta kepada Allah di mana saja. Tapi
  616. 22:29kenapa harus melakukan perjalanan jauh
  617. 22:31ke Makkah? Kenapa?
  618. 22:32H
  619. 22:33karena kita adalah makhluk yang juga
  620. 22:35terdiri dari entitas fisik. Kita bukan
  621. 22:37cuma jiwa, kita bukan cuma akal.
  622. 22:40Kita adalah makhluk yang terdiri dari
  623. 22:41tulang, dari daging, dari otot. Maka
  624. 22:44kita butuh merasakan pengalaman fisik
  625. 22:47menuju Allah.
  626. 22:48Hmm. H
  627. 22:49ah Allah buat itu supaya hidupmu
  628. 22:51berpusat semuanya kepada Allah Subhanahu
  629. 22:53wa taala. Bahkan Allah menempatkannya di
  630. 22:55Makkah. Emangnya Allah enggak mampu
  631. 22:58membuat Ka'bah ini di Swiss?
  632. 23:00Hm.
  633. 23:02Tempat yang hijau, dingin, kan? Kenapa
  634. 23:05dibuat di Makkah? Enggak ada estetika
  635. 23:07fisiknya sama sekali.
  636. 23:08Hm.
  637. 23:09Supaya enggak tercampur antara orang
  638. 23:11yang pengin wisata dengan orang yang
  639. 23:12pengin Allah Subhanahu wa taala.
  640. 23:14Hm.
  641. 23:15Itu pesan tauhidnya. Jadi kita bukan
  642. 23:17cuma melakukan perjalanan umrah,
  643. 23:19perjalanan haji, tidak. Apa pesan tauhid
  644. 23:21di balik itu?
  645. 23:21Hm.
  646. 23:22Covid-19 juga begitu. Dari mana pesan
  647. 23:25tauhid Covid-19?
  648. 23:28Misal kita tahu belajar, menurut saya
  649. 23:30pelajaran tauhid sangat besar dari COVID
  650. 23:33itu adalah pelindung sejati kita itu
  651. 23:35adalah Allah Subhanahu wa taala. Pada
  652. 23:38saat pandemi kemarin, ada orang-orang
  653. 23:41sangat disiplin pakai masker, menjaga
  654. 23:44protokol kesehatan gitu. Tapi kena
  655. 23:46COVID. Tapi Bang Bilal lihat orang. Saya
  656. 23:50ke Aceh ketika pandemi itu tiga kali.
  657. 23:52Oh iya.
  658. 23:53Itu di Aceh seperti enggak pandemi.
  659. 23:55Iya. Lagi
  660. 23:56malam malam lama gitu enggak kena mereka
  661. 23:58aman gitu loh. I.
  662. 24:00Nah itu bahwa
  663. 24:01pelindung sejati itu adalah Allah.
  664. 24:03H
  665. 24:04gitu. Tapi nanti kita akan kena nanti.
  666. 24:06Oh kalau gitu kita enggak usah berusaha.
  667. 24:07Itu bab lain ya.
  668. 24:08Kita akan lihat bahwa kamu sudah
  669. 24:10berhati-hati pun kalau Allah bilang
  670. 24:11kena, kena.
  671. 24:12Tapi urusan pakai masker itu kewajiban.
  672. 24:14Kalau enggak pakai kita berdosa.
  673. 24:16H
  674. 24:16itu urusan lain. Tapi ini urusan
  675. 24:19bagaimana kita memilah mana wilayah
  676. 24:20kita, mana wilayah Allah.
  677. 24:23Satu lagi pelajaran COVID adalah
  678. 24:25penyembuh sejati adalah Allah.
  679. 24:29Puluhan juta, ratusan juta orang terkena
  680. 24:31COVID dan sampai hari ini obat COVID itu
  681. 24:33enggak ditemukan.
  682. 24:35H
  683. 24:35tapi 91% sembuh. Allah ingin kasih tahu
  684. 24:38yang ngasih sembuh itu aku, bukan obat.
  685. 24:41Kamu kalau sakit wajib berobat. itu
  686. 24:43syariat, itu bentuk ketaatan. Tapi yang
  687. 24:46menyembuhkan adalah Allah. Ini banyak
  688. 24:49banget bukti dalam kehidupan dan ini
  689. 24:50juga membantah usaha tidak mengkhianati
  690. 24:52hasil.
  691. 24:53Hmm.
  692. 24:54Ya, contoh dua orang, satu dari keluarga
  693. 24:58mampu, satu dari keluarga biasa. Ketika
  694. 25:01dia sakit, yang satu bisa pergi ke rumah
  695. 25:04sakit yang paling bagus, ke dokter yang
  696. 25:06paling terkenal, ya dengan penanganan
  697. 25:08medik yang paling mutakhir, tapi
  698. 25:10meninggal dunia.
  699. 25:12Hm. Satu lagi karena enggak mampu dia
  700. 25:14cuma bisa beli obat-obat herbal. Dia
  701. 25:16beli minum rebusan daun apa gitu terus
  702. 25:19sembuh. Lalu orang bilang, "Oh, kalau
  703. 25:21sakit A enggak usah ke rumah sakit minum
  704. 25:25ini aja." Oh, enggak.
  705. 25:27Iya.
  706. 25:27Berobat itu wilayahmu, tapi menyembuhkan
  707. 25:30itu wilayah Allah.
  708. 25:31Hm. H
  709. 25:32menurut saya kalau kita dapat
  710. 25:34memilah-milah mana wilayah kita dan mana
  711. 25:36wilayah Allah itu sudah selesai
  712. 25:40urusan-urusan
  713. 25:41ee isu-isu kesehatan mental itu bekerja
  714. 25:44dalam diri kita. Makanya kita sampai
  715. 25:47nanti kalau kita benar tauhidnya kita
  716. 25:50sampai kepada kesimpulan yang menarik
  717. 25:52bahwa
  718. 25:54ada masalah dalam keimananmu sampai kamu
  719. 25:58merasa bahwa kamu adalah orang yang
  720. 26:00paling bahagia di dunia. Enggak ada
  721. 26:02orang yang lebih bahagia dari kamu,
  722. 26:03kecuali dia lebih kenal Allah dibanding
  723. 26:05kamu.
  724. 26:06Hm.
  725. 26:06Dia lebih bagus tauhidnya dibanding
  726. 26:08kamu. Enggak ada itu. Enggak mungkin
  727. 26:10ada. Jadi saya yakin bahwa saya adalah
  728. 26:13orang yang paling bahagia. Yang bisa
  729. 26:14ngalahin saya adalah orang yang lebih
  730. 26:16kenal Allah dibanding saya. [tertawa]
  731. 26:19Wah. Saya catat poin-poin penting,
  732. 26:22Ustaz. Yang pertama, saya penasaran
  733. 26:24sekali konsep bahwa agama itu membuat
  734. 26:27kita merasa paling hamba. Kan?
  735. 26:29Iya.
  736. 26:30Apakah dalam konteks Islam sendiri
  737. 26:32ketika kita salat, kita ada sujudnya
  738. 26:35Heeh. Heeh.
  739. 26:35Itu membuat siapapun mau jabatan kamu
  740. 26:37yang paling hebat, mau siapapun kamu,
  741. 26:39kamu tetap bersujud karena kamu adalah
  742. 26:41hamba.
  743. 26:42Apakah itu relevan sekali untuk
  744. 26:44teman-teman memahami ini?
  745. 26:45Iya. Ya, itu dalam konteks bagaimana
  746. 26:48ibadah ritual
  747. 26:50ee menguatkan pesan-pesan itu.
  748. 26:52Hm. Tapi dalam kehidupan sehari-hari
  749. 26:55kita tuh banyak sekali dikuatkan oleh
  750. 26:58hal-hal seperti itu. Misalnya bagaimana
  751. 27:02Allah merusak hukum sebab akibat dalam
  752. 27:05kehidupan merusak dalam terdapat. Ini
  753. 27:07buku lagi saya tulis
  754. 27:0910 hukum sebab akibat
  755. 27:11beyond mindfulness
  756. 27:12gitu ya.
  757. 27:14Allah
  758. 27:15membuat hukum sebab akibat itu cuma
  759. 27:19untuk menjadi aturan bagi kalian hamba,
  760. 27:21bukan untuk membatasi kuasaku. Kira-kira
  761. 27:24pesan Allah itu begitu. Aku ciptakan
  762. 27:26hukum sebab akibat itu cuma jadi pedoman
  763. 27:28untuk kalian. Kalau enggak ada hukum
  764. 27:30sebab akibat, kita hidupnya enggak waras
  765. 27:32karena enggak ada pedoman. H
  766. 27:33misalnya gini, hari ini api dibuat
  767. 27:35panas, besok sama Allah dibuat dingin,
  768. 27:38besoknya hangat gitu ya. Bang Bilal
  769. 27:40tanya ke mamanya, "Mama, hari ini masak
  770. 27:43apa? Besok masak apa, Mah?" Ya,
  771. 27:44tergantung api. Panas apa enggak?
  772. 27:47Tapi kita tahu kalau mau bakar sate, mau
  773. 27:50masak soto, pakai api. Kenapa? Karena
  774. 27:52ada hukum sebab akibat. Tapi Allah
  775. 27:55sering ngingatin kita, hukum ini buat
  776. 27:57kalian ya, bukan buat gua. Allah tuh
  777. 27:59bilang, "Bukan buat aku tuh." Maka Allah
  778. 28:02sering merusak hukum sebab akibat.
  779. 28:04Hmm.
  780. 28:06Misal kadang ada sebab tapi tidak ada
  781. 28:09akibat.
  782. 28:11Misalnya Nabi Ibrahim dibakar ke api
  783. 28:13sebab
  784. 28:14ya
  785. 28:15tapi enggak terbakar. Allah mau kasih
  786. 28:17tahu yang punya hukum sebab akibat kan
  787. 28:19aku.
  788. 28:19I
  789. 28:20jadi walaupun ada sebab kalau aku bilang
  790. 28:22enggak jadi akibat enggak jadi. Kadang
  791. 28:25tanpa sebab terjadi akibat.
  792. 28:28Misal hukum sebab akibat bilang untuk
  793. 28:30jadi seorang anak manusia harus terjadi
  794. 28:32pertemuan antara sel sperma dan ovum di
  795. 28:34masa subur.
  796. 28:35H
  797. 28:35Nabi Isa diciptakan Allah tanpa itu.
  798. 28:37Hm.
  799. 28:38Aku bisa ciptakan akibat tanpa sebab.
  800. 28:41Karena aku pemilik segala sesuatu.
  801. 28:44Dalam hidup kita juga begitu. Ada banyak
  802. 28:46orang yang menikah laki-lakinya sehat,
  803. 28:49perempuannya sehat, bertahun-tahun
  804. 28:51enggak punya anak. H
  805. 28:52Allah mau kasih tahu anak itu urusan
  806. 28:54aku.
  807. 28:56Hm.
  808. 28:57kita kuliah di bidang apa, dapat
  809. 28:59rezekinya di mana?
  810. 29:01Ya,
  811. 29:02itu enggak selalu sebab akibat tadi
  812. 29:04bekerja secara paralel dalam hidup kita
  813. 29:08supaya mengembalikan kita. Kamu harus
  814. 29:11menjalankan sebab-sebab ikhtiar,
  815. 29:14tapi kamu enggak boleh menuhankan sebab.
  816. 29:16Dan itu wilayah kita untuk mengupayakan
  817. 29:18itu ya.
  818. 29:18Iya. Bekerja dalam
  819. 29:21hukum sebab akibat itu wilayah manusia
  820. 29:23wajib. Nabi bilang, "Ikat untamu lalu
  821. 29:27tawakal sama Allah."
  822. 29:29Wilayah ikhtiar tuh.
  823. 29:31Hm.
  824. 29:32Berkata katalah, "Dakwahlah kepada
  825. 29:34Firaun dengan bahasa yang lembut. Itu
  826. 29:37wilayah kita. Manusia lebih mudah
  827. 29:40tersentuh dengan bahasa yang lembut."
  828. 29:41Ya,
  829. 29:42tapi Allah sejak awal sudah tahu Firaun
  830. 29:44ni enggak bakal beriman.
  831. 29:47Tapi kan Musa enggak peduli dengan
  832. 29:48wilayah Allah. Yang penting Allah
  833. 29:50perintahkan aku, aku menjalankan
  834. 29:51perintah. Jadi,
  835. 29:54anak sakit kita bawa ke dokter itu
  836. 29:58karena kita menjalankan sebab,
  837. 30:01tapi kita jangan menuhankan itu.
  838. 30:04H
  839. 30:04yang menyembuhkan Allah. Makanya kalau
  840. 30:06nyuruh anak minum obat, jangan bilang,
  841. 30:08"Minum obat, Nak, biar sehat." Jangan
  842. 30:11minum obat, Nak. Karena ini perintah
  843. 30:12Nabi.
  844. 30:14Begitu anak sehat, syukur sama Allah,
  845. 30:15Nak. Allah yang kasih kesehatan biar
  846. 30:17anak enggak menuhankan obat.
  847. 30:19Hmm.
  848. 30:20Ibu-ibu enggak bisa ngomong ke anaknya,
  849. 30:22"Papa kerja ya cari duit." Jangan. Papa
  850. 30:25kerja karena ini perintah agama. Papa
  851. 30:28cari rezeki yang halal karena ini
  852. 30:30perintah Allah. Ketika ayah pulang bawa
  853. 30:32uang enggak boleh bilang ini hasil ayah
  854. 30:34kerja. Enggak. Ini rezeki dari Allah
  855. 30:36Subhanahu wa taala. Jadi anak enggak
  856. 30:38bakal flexing,
  857. 30:39enggak bakal sombong karena rezeki itu
  858. 30:41dari Allah. Dan dia punya keteladanan
  859. 30:43bahwa ayahnya adalah seorang pejuang.
  860. 30:45nafkah sanggup pergi pagi letih, capek
  861. 30:50tapi apa? Tapi untuk anak-anaknya dia
  862. 30:52bekerja untuk anak-anaknya tapi rezeki
  863. 30:54dari Allah Subhanahu wa taala. Ini harus
  864. 30:55kita bedain tuh.
  865. 30:59Udah
  866. 31:00oke.
  867. 31:02Aku lagi sibuk nulis. So, bagi
  868. 31:04teman-teman yang juga lagi aktif nulis
  869. 31:07dan mau hasilin du sampai 3 digit
  870. 31:09sebulan dari nulis dan kalian enggak
  871. 31:10tahu caranya, tenang. Aku ada satu
  872. 31:13website simpel yang bisa bantu kamu
  873. 31:14monetisasi hasil tulisanmu. Karena aku
  874. 31:17udah ngerasain dari nol sampai di fase
  875. 31:19sekarang tulisanku diuntungi oleh banyak
  876. 31:21orang. Fitur blog di link bisa jadi
  877. 31:23solusinya. Kamu bisa tulis artikelmu
  878. 31:26insight, cerita, atau edukasi panjang
  879. 31:28langsung di satu halaman yang rapi.
  880. 31:31Jadi, ketika ada audiens yang mau
  881. 31:32belajar lebih dalam tentang isi kepalamu
  882. 31:34atau tentang cerita-cerita kamu, kamu
  883. 31:36tinggal arahin mereka ke blog yang kamu
  884. 31:38tulis di Linkin. Daripada kamu harus
  885. 31:40balasin DM satu persatu, WA satu
  886. 31:42persatu, kamu tinggal balas aja. Aku
  887. 31:44udah nulis kok di Linkit. Lebih praktis,
  888. 31:47lebih profesional, dan konten kamu atau
  889. 31:49tulisan kamu tuh jadi punya rumahnya
  890. 31:51sendiri. Karena kadang ya yang kamu
  891. 31:53butuhkan itu bukan cuma kontenmu atau
  892. 31:55tulisanmu yang viral dan rameai, tapi
  893. 31:57konten atau tulisan yang bisa terus
  894. 32:00ditemukan oleh audiensmu. So, langsung
  895. 32:02aja cobain fitur blog di Linkit.
  896. 32:05Tadi Ustaz menyinggung tentang pesan
  897. 32:08tauhid itu sebenarnya bisa kita lihat di
  898. 32:10segala sesuatu ya.
  899. 32:11Iya. Kalau saya hubungkan pesan tauhid
  900. 32:13itu atau kacamata tauhid melihat situasi
  901. 32:15anak-anak Buddha sekarang yang terus
  902. 32:18mengejar validasi,
  903. 32:19ingin diakui oleh keluarganya dan
  904. 32:21teman-temannya,
  905. 32:22kerja keras terus sebagai kuda sehingga
  906. 32:25enggak ada waktu untuk dirinya sendiri
  907. 32:27sehingga kemari lagi ke looping burn out
  908. 32:30stress overthinking. Ya, bagaimana
  909. 32:33kacamata tauhid bisa melihat fenomena
  910. 32:35ini, Ustaz?
  911. 32:36Iya.
  912. 32:39Allah punya standar, manusia punya
  913. 32:41standar.
  914. 32:43Kita kalau mengikuti standar manusia itu
  915. 32:45akan berubah-ubah terus.
  916. 32:46He.
  917. 32:47Tapi kalau kita mengikuti standar Allah
  918. 32:50itu akan damai kita. Jadi melihat segala
  919. 32:54sesuatu dengan kacamata tauhid itu akan
  920. 32:57menggeser kita dari pola kehidupan yang
  921. 33:00egosentrik kepada kehidupan yang Allah
  922. 33:03sentrik.
  923. 33:06Gampangnya begini, egosentrik itu
  924. 33:09menjadikan diri sebagai pusat segala
  925. 33:11sesuatu. Poros kehidupan itu adalah
  926. 33:13diri. Jadi ketika Bang Bilal ditawarkan
  927. 33:16satu project atau satu jabatan, Bang
  928. 33:19Bilal kalau masih nanya saya dapat
  929. 33:22berapa?
  930. 33:24Untungnya bagi saya apa?
  931. 33:26Berapa lama BEP ini bisnis gitu ya,
  932. 33:29selalu menjadikan diri kita sebagai
  933. 33:31sentral tuh ukuran standar.
  934. 33:35itu pasti kita akan khawatir.
  935. 33:37Hmm.
  936. 33:38Kalau tiba-tiba enggak dapat, kalau
  937. 33:40tiba-tiba dikhianati, kalau tiba-tiba
  938. 33:42kan begitu. Tapi kalau kita sudah
  939. 33:44bergeser kepada Allah sentrik ketika
  940. 33:46datang tawaran seperti tadi, Bang Bilal
  941. 33:48nanyanya, "Allah rida enggak dengan
  942. 33:51model bisnis begini ke Allah dulu?
  943. 33:55Ada enggak hak manusia yang aku zalimi
  944. 33:58kalau aku terima jabatan ini?"
  945. 34:00Wow.
  946. 34:02Ada enggak batas-batas syariah yang kita
  947. 34:04langgar kalau kita tetap jalan?
  948. 34:07Jadi ketika keuntungannya di depan mata
  949. 34:10itu dalam kalkulasi manusia sangat
  950. 34:12besar,
  951. 34:13tapi itu tidak diridai sama Allah, kita
  952. 34:15nolak
  953. 34:17gitu. Dalam hukum sebab akibat tadi ya,
  954. 34:21ada hukum yang saya tulis tuh hukum ke
  955. 34:22berapa tuh? Tentang ee hukum moral.
  956. 34:26Hukum moral itu bagaimana kita
  957. 34:28mendahulukan
  958. 34:30sebab akibat yang dibuat oleh Allah,
  959. 34:34sebab akibat dari informasi wahyu
  960. 34:36dibanding sebab akibat yang sudah
  961. 34:37berjalan berdasarkan kultur. Misalnya
  962. 34:40begini,
  963. 34:41kalau di negara kita katakan misal
  964. 34:45untuk lancarnya satu project dengan
  965. 34:47pemerintah misalnya,
  966. 34:48he
  967. 34:49itu harus nyuap, harus nyogo.
  968. 34:54Sementara kita tahu itu secara moral
  969. 34:55agama haram.
  970. 34:58Orang bilang begini, "Kalau enggak
  971. 35:00nyogok enggak bakal dapat projek ini."
  972. 35:03Oke, enggak apa-apa. Kita memang enggak
  973. 35:05dapat projek itu. Hukum sebab akibat
  974. 35:07secara kultural, ya, kita enggak bisa
  975. 35:10dapat kecuali dengan nyogok. Tapi ada
  976. 35:13hukum sebab akibat yang dikasih tahu
  977. 35:14sama Nabi, siapa yang meninggalkan
  978. 35:16sesuatu yang haram karena Allah, maka
  979. 35:19Allah akan ganti yang lebih besar lagi.
  980. 35:21H.
  981. 35:22Jadi, kita maju aja.
  982. 35:24dengan ee standar-standar kehalalan yang
  983. 35:27sudah jelas tadi. Kita enggak melakukan
  984. 35:29pelanggaran-pelanggaran agama. Tidak.
  985. 35:32Sekiranya kita tidak dapatkan itu karena
  986. 35:34kita meninggalkan hal yang haram, Nabi
  987. 35:37sudah janji deh sama kita
  988. 35:39bahwa ada sesuatu lagi. Itu membuat kita
  989. 35:42insyaallah enggak burn out ya.
  990. 35:44H
  991. 35:45karena kita tahu bahwa segala sesuatu
  992. 35:46sudah dicatat oleh Allah Subhanahu wa
  993. 35:48taala. Ya, kita cuma menjalankan
  994. 35:50perintah-perintah. Nah, perintahnya ini
  995. 35:52harus tidak kelar dari jalur-jalur itu.
  996. 35:56Jadi, menjadikan Allah sebagai sentrik
  997. 35:57ini kita buat semacam ada garis imaginer
  998. 36:00dalam kehidupan. Garis imaginer itu
  999. 36:04startnya adalah Allah, finish-nya adalah
  1000. 36:06Allah, ya. Jalannya, garisnya juga
  1001. 36:09sesuai dengan ee syariat-syariat Allah,
  1002. 36:12batasan-batasan Allah. Jadi sebelum kita
  1003. 36:14jalan itu kita tanya dulu diri kita ini
  1004. 36:17kita lakukan karena Allah apa tidak?
  1005. 36:20Lalu ketika kita jalan sesuai enggak
  1006. 36:21dengan aturan-aturan Allah?
  1007. 36:23Hm.
  1008. 36:23Apakah kita melakukan karena Allah atau
  1009. 36:26tidak? Finishnya Allah apa tidak?
  1010. 36:29Karena yang melelahkan dalam hidup itu
  1011. 36:31karena kita harus mengikuti ekspektasi
  1012. 36:34banyak pihak.
  1013. 36:35I
  1014. 36:36tapi kalau kita cuma mengikuti
  1015. 36:38ekspektasi Allah itu kita menjadi jauh
  1016. 36:41lebih tenang.
  1017. 36:43H
  1018. 36:44misal tujuan kalau tujuannya banyak kita
  1019. 36:46pasti capek.
  1020. 36:48Tujuan kita itu cukup satu yaitu Allah
  1021. 36:49Subhanahu wa taala.
  1022. 36:51Ustaz kalau kita kerja gitu wawancara
  1023. 36:54sama ee HRD, kamu kerja di sini untuk
  1024. 36:57apa? Lillahi taala diketawain.
  1025. 36:59He. Ya.
  1026. 37:00Kita kerja untuk apa? Enggak apa-apa.
  1027. 37:02Punya tujuan lain dalam hidup enggak
  1028. 37:03apa-apa.
  1029. 37:04Selagi itu mengantarkan kita kepada
  1030. 37:07tujuan yang sesungguhnya. Kamu kerja
  1031. 37:10untuk apa? Untuk dapat duit. Kita
  1032. 37:12kerjanya untuk dapat duit, tapi enggak
  1033. 37:15boleh duit ini menjadi final
  1034. 37:16destination. He.
  1035. 37:18Harus terus. Duitnya untuk apa? Duit ni
  1036. 37:21biar aku bisa terkenal. Oke, enggak
  1037. 37:23apa-apa. Tapi terkenalnya untuk apa?
  1038. 37:26Supaya bisa mempengaruhi orang lain
  1039. 37:28melakukan kebaikan.
  1040. 37:29Hm.
  1041. 37:29Sebab kalau orang lain dapat pahala
  1042. 37:31karena aku, aku juga dapat pahala. Ah,
  1043. 37:33itu karena Allah.
  1044. 37:34Iya. I
  1045. 37:35kamu kerja untuk apa? Untuk dapat uang.
  1046. 37:38Uangnya untuk apa? untuk menyelamatkan
  1047. 37:41keluargaku dari rezeki yang tidak halal.
  1048. 37:43Hm.
  1049. 37:43Untuk berbakti kepada kedua orang tua
  1050. 37:46karena rida Allah ada pada rida orang
  1051. 37:48tua itu ke Allah.
  1052. 37:49I.
  1053. 37:49Jadi kita harus mengubah idol-idol dalam
  1054. 37:53hidup itu berubah menjadi tools.
  1055. 37:55Hm.
  1056. 37:55Kalau selain Allah jadi tools, kita
  1057. 37:57capek.
  1058. 37:59Hm.
  1059. 38:00Kamu kuliah untuk apa? Biar dapat
  1060. 38:02ijazah. Oke. Kalau ijazahnya jadi idol,
  1061. 38:04kita capek.
  1062. 38:05I. Tapi kalau ijazah itu kita ubah jadi
  1063. 38:08tools
  1064. 38:09dengan ijazah ini, aku bisa dapat
  1065. 38:11kepercayaan lebih besar dari orang.
  1066. 38:13Ketika aku dapat kepercayaan, aku
  1067. 38:14gunakan ini untuk begitu terus.
  1068. 38:16Kenapa kamu mengejar jabatan ini? Oh,
  1069. 38:19supaya aku lebih berpengaruh. Tanda
  1070. 38:20tanganku bisa kubuat untuk bermanfaat
  1071. 38:22bagi orang. Karena menurut Nabi yang
  1072. 38:24paling bermanfaat, yang paling baik di
  1073. 38:25sisi Allah, Allah lagi tuh.
  1074. 38:27Hmm.
  1075. 38:28Jadi kita melangkah itu terus ke Allah
  1076. 38:30terus.
  1077. 38:31Hmm.
  1078. 38:32Itu
  1079. 38:32wah wah bagus banget, Ustaz.
  1080. 38:35Kalau ditanya Bilal, kenapa bikin
  1081. 38:36podcast gitu untuk ngobrol dengan orang
  1082. 38:38berkelas?
  1083. 38:38Oh iya.
  1084. 38:39Tapi idealnya bukan itu, yaitu
  1085. 38:41menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada
  1086. 38:43orang-orang yang menontonnya secara
  1087. 38:44gratis. G
  1088. 38:44jadi pertemuan ini adalah tools,
  1089. 38:47studio ini adalah tools, kamera adalah
  1090. 38:49tools, team kita adalah tools. Itu yang
  1091. 38:52harus kita lakukan.
  1092. 38:53H.
  1093. 38:53Jadi kita harus ubah segala sesuatu di
  1094. 38:56luar Allah, enggak boleh jadi idols.
  1095. 38:58Wah. He
  1096. 38:59jujur menarik sekali ketika membahas
  1097. 39:00tentang tadi ego sentrik harusnya ke
  1098. 39:02Allah sentrics. Karena
  1099. 39:03i
  1100. 39:04ada momen di tahun lalu ustaz bulan
  1101. 39:07Oktober saya berangkat umrah.
  1102. 39:08Oke.
  1103. 39:092 hari sebelum berangkat umrah
  1104. 39:11ada tawaran pekerjaan yang besar sekali
  1105. 39:14dan selama ini saya impikan dari saya SM
  1106. 39:16saya impikan pekerjaan itu gitu.
  1107. 39:17Oke.
  1108. 39:18Projek besar.
  1109. 39:19Iya. Iya.
  1110. 39:20Terus saya mikir
  1111. 39:22enggak mungkin saya cancel umroh kali
  1112. 39:23ini. Gitu karena besar kali projjectnya.
  1113. 39:26Oke.
  1114. 39:26Saya diskusi dengan teman saya.
  1115. 39:27Heeh.
  1116. 39:28Dia ngaji juga dan dia bilang, "Umrah
  1117. 39:31aja setelah ini ya lebih besar akan
  1118. 39:33datang." Saya penuh kecemasan memikirkan
  1119. 39:36hal itu. Saya selalu istikarah dan
  1120. 39:37Iya
  1121. 39:38benar
  1122. 39:38karena menjadikan pekerjaan idols.
  1123. 39:40Iya. 6 bulan kemudian benar datang lu
  1124. 39:42projek lebih besar dar. Wow. Itu rileks
  1125. 39:45sekali Ustaz.
  1126. 39:46Iya. Iya.
  1127. 39:48Makanya kita jangan tergesa-gesa paham
  1128. 39:50dengan semua kerja Allah.
  1129. 39:52Hm.
  1130. 39:52Jangan.
  1131. 39:53Kita tuh enggak harus selalu paham
  1132. 39:55dengan takdir yang menimpa kita pada
  1133. 39:57hari ini.
  1134. 39:59Itu penting banget. Sekarang Bang Bilal
  1135. 40:01ingat aja tiga capaian paling Bang Bilal
  1136. 40:05syukuri dalam hidup itu apa? Coba
  1137. 40:08bayangkan tuh saya bisa begini, saya
  1138. 40:10memperoleh ini, saya ini. Tiga aja.
  1139. 40:13Insyaallah salah satunya ada latar
  1140. 40:16belakangnya adalah takdir yang kita
  1141. 40:18tidak sukai di masa lalu.
  1142. 40:20Wah,
  1143. 40:22[tertawa]
  1144. 40:22makanya kita jangan tergesa-gesa untuk
  1145. 40:24paham.
  1146. 40:25Saya tanya ada orang, "Bapak, apa yang
  1147. 40:27capaian paling Bapak syukuri?" "Saya
  1148. 40:29punya istri, Ustaz." Masyaallah,
  1149. 40:33patuh, salehah, jaga anak-anak bagus,
  1150. 40:36pendidikan, wah, rumah jadi sangat surga
  1151. 40:38bagi saya. Bapak kenal di mana nih sama
  1152. 40:41istri? Ah, kawan kuliah ustaz. Dia
  1153. 40:43bilang, "Kuliah di mana, Pak?" "Kampus
  1154. 40:46swasta, Ustaz. Kampusnya juga sudah
  1155. 40:47tutup." Kok bisa? Saya bilang, "Saya
  1156. 40:50tuh, Ustaz, ranking satu terus di SMA.
  1157. 40:52Tapi waktu ujian masuk perguruan tinggi,
  1158. 40:55teman-teman di bawah saya banyak yang
  1159. 40:56keterima di perguruan tinggi. Saya
  1160. 40:58enggak keterima.
  1161. 41:00Waktu keterima itu, Bapak senang apa
  1162. 41:02enggak?" "Enggak. Saya sampai nganggur
  1163. 41:04dulu, tahun depan saya ikut lagi."
  1164. 41:07Enggak lulus lagi. Akhirnya saya masuk
  1165. 41:09kampus swasta ini. Di situ saya ketemu
  1166. 41:11istri saya.
  1167. 41:13Kalau waktu bisa dimundurin, Bapak mau
  1168. 41:15enggak keterima di PTN tapi enggak
  1169. 41:16ketemu sama istri? Oh, enggak. Enggak
  1170. 41:17mau, Ustaz.
  1171. 41:19Dia menikmati itu sekarang karena takdir
  1172. 41:22buruk yang dulu dia enggak suka.
  1173. 41:27Saya terharu, Ustaz. Karena the moment
  1174. 41:29saya kuliah itu, saya enggak bersyukur
  1175. 41:32kuliah di situ gitu pada waktu itu ya.
  1176. 41:34Kayak ini bukan target saya kuliah di
  1177. 41:36sini gitu.
  1178. 41:36He.
  1179. 41:37Tapi karena saya kuliah di situ saya
  1180. 41:38bisa dapat program beasiswa ke Jepang.
  1181. 41:40di Jepang saya ketemu dengan orang yang
  1182. 41:42bikin event-event yang kemudian sampai
  1183. 41:44sekarang masih connecting dosnya. Oh,
  1184. 41:45ternyata rencana Allah lebih indah.
  1185. 41:47I
  1186. 41:48pada waktu itu saya enggak senang gitu.
  1187. 41:49Pada waktu itu saya bisa aja memikirkan
  1188. 41:51bahwa
  1189. 41:51kenapa harus ini ya? Kenapa ya Allah
  1190. 41:53gitu?
  1191. 41:54Pengalaman itu ngajarin saya ketika ada
  1192. 41:56suatu yang pahit dalam hidup saya.
  1193. 41:58Nanti 10 tahun lagi Allah ungkapin kok
  1194. 41:59kenapa begini.
  1195. 42:00Wow.
  1196. 42:012 minggu lagi Allah kasih tahu kok
  1197. 42:02kenapa begini.
  1198. 42:03Wah [tertawa]
  1199. 42:04itu bagus banget. Mungkin ini yang
  1200. 42:06teman-teman butuhkan untuk menyerap
  1201. 42:09informasi ini. Karena mungkin mereka
  1202. 42:11lagi di fase seperti kita tadi gitu.
  1203. 42:12Mungkin hari-hari kamu hari ini mungkin
  1204. 42:15tidak sesuai dengan plan kamu. Kamu bisa
  1205. 42:17aja membenci hari-harimu. Kamu bisa aja
  1206. 42:19mempertanyakan kenapa seperti ini ya
  1207. 42:21Allah. Tapi sabar
  1208. 42:23ya
  1209. 42:23mungkin jawabannya belum sekarang. Nah,
  1210. 42:25by the way itu yang kita lakukan di
  1211. 42:27kelas-kelas di ekosistem belajar iman
  1212. 42:29pas ini.
  1213. 42:30Jadi, bagaimana mereka belajar tentang
  1214. 42:32takdir, bahasan ini kita bahas tentang
  1215. 42:34takdir. H.
  1216. 42:35Karena kalau belajar secara teoritik
  1217. 42:37takdir itu membingungkan sekali. Tapi
  1218. 42:40ketika melihat ini relate banget dengan
  1219. 42:42kehidupan mereka, mereka baru merasa
  1220. 42:43bahwa eh gua enggak ada ruang untuk
  1221. 42:45bersangka buruk kepada Tuhan kalau gua
  1222. 42:48paham konsep iman kepada takdir dengan
  1223. 42:51baik.
  1224. 42:52Hmm.
  1225. 42:53Gitu. termasuk tentang jodoh, termasuk
  1226. 42:56tentang rezeki, termasuk tentang umur.
  1227. 42:59Itu semua di mana kita menempatkan
  1228. 43:01wilayah kita sama wilayah Allah aja deh.
  1229. 43:03Banyak teman-teman yang sering curhat di
  1230. 43:05suara berkelas, Ustaz,
  1231. 43:07tentang
  1232. 43:07kalau entar undang Ustaz Faris tuh
  1233. 43:10ngomongin tentang pernikahan kan ya.
  1234. 43:12Dan ada data yang saya kaitkan bahwa
  1235. 43:15data BPS menunjukkan angka pernikahan di
  1236. 43:17Indonesia itu katanya menurun setiap
  1237. 43:19tahun, Ustaz.
  1238. 43:21H
  1239. 43:21karena anak muda sekarang itu kan
  1240. 43:23terlalu cemas memikirkan tentang wah
  1241. 43:25risiko finansialnya sehingga pernikahan
  1242. 43:28itu ditunda. Ya.
  1243. 43:29Oke.
  1244. 43:30Kalau dikaitkan dengan keilmuan ustaz
  1245. 43:31dan apa yang kita bahas sejak menit awal
  1246. 43:33tadi sampai di menit sekarang.
  1247. 43:35He.
  1248. 43:36Bagaimana harusnya teman-teman memahami
  1249. 43:39pemahaman tentang pernikahan itu sendiri
  1250. 43:41bagi teman-teman yang belum menikah
  1251. 43:43bahkan.
  1252. 43:44Iya. Iya. Saya ngelihat justru generasi
  1253. 43:47sekarang itu sebenarnya lebih realistis.
  1254. 43:50Jadi ketakutan mereka itu juga real gitu
  1255. 43:53loh. Wajar mereka punya ketakutan itu.
  1256. 43:56Tapi kalau kemudian ketakutan itu
  1257. 43:59membuat dia tidak membuat satu keputusan
  1258. 44:02tanpa batas waktu, itu jadi masalah.
  1259. 44:06Hm.
  1260. 44:06Kalau ketakutan itu membuat dia harus
  1261. 44:08merasa sempurna dulu di berbagai bidang,
  1262. 44:10itu bermasalah.
  1263. 44:11Hm.
  1264. 44:12Rasa takut itu nikmat dari Allah loh.
  1265. 44:16Ya, yang menyelamatkan kita itu rasa
  1266. 44:18takut. Kalau enggak ada rasa takut
  1267. 44:20penting nikah aja nanti pokoknya. Oh,
  1268. 44:21enggak bisa begitu.
  1269. 44:24Kita kalau anak masih kecil ajak ke
  1270. 44:25taman safari misalnya ketika sampai di
  1271. 44:29tempat hewan buas dia lihat harimau
  1272. 44:30bagus sekali warnanya atau apa, kita
  1273. 44:33buka pintu mobil dia enggak takut. Dia
  1274. 44:34pergi ke situ kan enggak selamat.
  1275. 44:36H
  1276. 44:36kalau kita takut kenapa? Karena kita
  1277. 44:38tahu gitu. Itu kan ketakutan yang
  1278. 44:41menyelamatkan kita
  1279. 44:42ya.
  1280. 44:43Jadi dalam pernikahan itu memang ada
  1281. 44:44batas-batas ketakutan yang memang harus
  1282. 44:46kita jaga.
  1283. 44:48Gimana kita menjalankan hukum sebab
  1284. 44:49akibat tadi? Gimana kita berpikir
  1285. 44:52rezeki, gimana kita berpikir gitu. Tapi
  1286. 44:54itu enggak enggak berarti kita harus
  1287. 44:57menyempurnakan segala sesuatu.
  1288. 44:59Hm.
  1289. 45:00Karena ketika kita paham tentang wilayah
  1290. 45:02kita dan wilayah Allah tadi, kita tahu
  1291. 45:05kita itu cuma diwajibkan untuk berusaha
  1292. 45:09semaksimal yang kita bisa aja
  1293. 45:12karena enggak bakal sempurna. Nah,
  1294. 45:14menyempurnakannya itu adalah wilayah
  1295. 45:15kita berserah ke Allah.
  1296. 45:18Ada hal yang menarik nih, Bang. Ini
  1297. 45:20termasuk tentang pernikahan, tapi ini
  1298. 45:22bicara tentang peperangan.
  1299. 45:24Oke.
  1300. 45:24Di Quran tuh ada persamaan ketika Allah
  1301. 45:27membahas tentang pasangan, ketika Allah
  1302. 45:29bahas tentang peperangan. Bisa jadi kamu
  1303. 45:32benci sesuatu tapi itu baik bagi kamu.
  1304. 45:35Bisa jadi kamu benci sesuatu tapi Allah
  1305. 45:37simpan kebaikan di situ. Itu bicara
  1306. 45:39tentang perempuan, pasangan, bicara
  1307. 45:42tentang peperangan.
  1308. 45:43Gimana kita menyiasati hal-hal yang
  1309. 45:45enggak mungkin kita bisa menyiapkan
  1310. 45:48secara sempurna. Emangnya ada peperangan
  1311. 45:51yang sesuai dengan rencana dari sejak
  1312. 45:52awal. Amerika nyerang Iran enggak
  1313. 45:54nyangka bahwa bakal banyak kejutan.
  1314. 45:56Ya.
  1315. 45:57Israel ketika menyerang Gaza enggak
  1316. 45:59menyangka bahwa begitu gitu loh. He.
  1317. 46:01Nah, umat Islam juga begitu dalam urusan
  1318. 46:04pernikahan juga begitu. Jadi kamu cukup
  1319. 46:07siapkan saja semampu kamu. Nanti Allah
  1320. 46:10yang menyempurnakan. Tentang perang itu.
  1321. 46:13Allah bahas begini.
  1322. 46:16Di surah Al-Anfal Allah bicara tentang
  1323. 46:18perang Badar. Perang Badar ini perang
  1324. 46:20luar biasa. Salah satu dari 10 perang
  1325. 46:22yang mengubah wajah dunia.
  1326. 46:24He.
  1327. 46:25Di ayat ke-60 Allah bilang, "Siapkan
  1328. 46:28semampu kamu kekuatan. Waidu lahum
  1329. 46:32minah." Kamu siapkan kekuatan semampu
  1330. 46:34semaksimal mungkin yang kamu bisa
  1331. 46:35lakukan. Tapi di ayat ke-17 Allah
  1332. 46:38berkata sejak awal, "Falam taqtuluhum
  1333. 46:41wakinallaha qatalahum w ramaita id
  1334. 46:44ramaita wakinallaha rama." Bukan kamu
  1335. 46:46yang bunuh, Allah yang bunuh. Bukan kamu
  1336. 46:48yang melepaskan anak panah, tapi Allah
  1337. 46:50yang melepaskan anak panah. Jadi di satu
  1338. 46:52ayat Allah bilang, "Siapkan semampu kamu
  1339. 46:55semaksimal mungkin, seolah-olah
  1340. 46:57kemenangan dari usaha." Tapi di ayat
  1341. 46:59yang satu Allah bantah enggak? Semua itu
  1342. 47:02adalah kerja Allah.
  1343. 47:05Nah, makanya menarik ketika Allah
  1344. 47:07memerintahkan kita siapkan kekuatan,
  1345. 47:09Allah bilangum
  1346. 47:11minah sesuai dengan kemampuan kamu saja.
  1347. 47:14Allah enggak bilang begini. Waidu lahum
  1348. 47:17quatihim quah. Siapkan kekuatan selevel
  1349. 47:21dengan kekuatan musuh atau fauq quatih
  1350. 47:24kuah. Siapkan kekuatan di atas kekuatan
  1351. 47:27musuh. Enggak.
  1352. 47:28Jadi kalau musuh punya kekuatan A, B, C
  1353. 47:30sampai Z, kamu cuma bisa menyiapkan
  1354. 47:34sampai E sampai F. Cukup kamu sampai F.
  1355. 47:37Allah nanti yang menyempurnakan G H I JK
  1356. 47:40sampai Z-nya itu.
  1357. 47:41Ya.
  1358. 47:41Nah, kita kalau memaksa diri melakukan
  1359. 47:45persiapan-persiapan di luar kemampuan
  1360. 47:47kita, kita enggak nikah-nikah dong kalau
  1361. 47:49begitu.
  1362. 47:50Hm. Saya tuh ada satu nasihat ya waktu
  1363. 47:52sebelum nikah dulu dia bilang ee adalah
  1364. 47:56senior bilang gini Mas Faris dia bilang
  1365. 48:00kalau saya bilang walaupun Mas Faris
  1366. 48:02bisa punya uang sebelum nikah untuk beli
  1367. 48:04rumah jangan beli rumah dulu beli rumah
  1368. 48:07itu setelah menikah supaya istri itu
  1369. 48:10enggak merasa menumpang seumur hidup.
  1370. 48:12Kalau segalanya sudah sempurna lalu kita
  1371. 48:14menikah istri masuk ke rumah kita, itu
  1372. 48:16dia akan merasa dia menumpang di rumah
  1373. 48:18kita sepanjang hidup. Tapi dengan rumah
  1374. 48:20yang mulai dibangun dari awal, dipilih
  1375. 48:22secara bersama-sama,
  1376. 48:24di renovasi, dibentuk, itu beda banget.
  1377. 48:29Jadi ada wilayah-wilayah yang memang
  1378. 48:31harus kita siapkan, harus ada ketakutan
  1379. 48:33yang realistis juga, tapi enggak boleh.
  1380. 48:36Kita harus sempurna dulu segala sesuatu
  1381. 48:38baru menikah.
  1382. 48:39Hmm. Itu sempa jadi pertanyaan saya sih,
  1383. 48:42Ustaz. kayak kalau segala hal sesuatu
  1384. 48:45itu sempurna dan tiba-tiba kita menikah,
  1385. 48:47maka apa yang harus diupayakan bersama?
  1386. 48:50Bagaimana menikmati proses bersama
  1387. 48:52pasangan tadi? Ya, kayak kita hilang
  1388. 48:53momen di prosesnya itu ya. Karena di
  1389. 48:55sini sudah siap gitu, sudah siap
  1390. 48:56segalanya
  1391. 48:57dan kalau ada hal-hal yang bersinggungan
  1392. 48:59kayak kita tuh bisa aja punya ego yang
  1393. 49:01besar untuk bilang, "Ah, kamu kan
  1394. 49:02numpang, kamu tiba-tiba orang baru yang
  1395. 49:04hadir di hidupku yang sempurna ini,"
  1396. 49:06gitu ya. Oh, itu paling menarik ya.
  1397. 49:08Tapi bukan berarti teman-teman tidak
  1398. 49:09harus berupaya, jadi kalian harus
  1399. 49:11berupaya. Iya.
  1400. 49:12Atau kalian harus mempersiapkan gitu di
  1401. 49:14level A sampai
  1402. 49:15se semaksimal apapun kita menyiapkan itu
  1403. 49:17enggak bakal sempurna.
  1404. 49:18Hmm.
  1405. 49:19Karena nanti kesulitan-kesulitan yang
  1406. 49:21kita temukan di jalan rumah tangga itu
  1407. 49:22justru sydunya di situ. Sama seperti
  1408. 49:25perjalanan ya perjalanan umrah kemarin
  1409. 49:28Bang Bilal. Yang paling ingat yang mana?
  1410. 49:29Pasti yang paling susahnya, yang paling
  1411. 49:31capeknya.
  1412. 49:32Iya. [tertawa]
  1413. 49:32Iya. Kuliah di Jepang dulu mana yang
  1414. 49:34paling diingat? pasti part-part yang
  1415. 49:36tidak enaknya itu.
  1416. 49:37Tapi itu akan berubah jadi kenangan,
  1417. 49:39berubah jadi cerita, berubah jadi itu
  1418. 49:41yang kita nikmatin.
  1419. 49:43Hmm. Setuju sekali. Saya masih ingat
  1420. 49:45mom-momen di mana pahitnya menikmati
  1421. 49:47hidup, pahitnya berjuang dan itulah yang
  1422. 49:50bikin hidup ini indah, Ustaz. Untuk
  1423. 49:51dikenang gitu ya.
  1424. 49:52Iya dong.
  1425. 49:53Iya. Apa
  1426. 49:56insight baru ke teman-teman di sini yang
  1427. 49:59belum menikah atau yang sudah menikah
  1428. 50:00juga tapi ingin tahu dari kacamata ustaz
  1429. 50:04sendiri tentang bagaimana harusnya
  1430. 50:07menjalani hidup setelah menikah,
  1431. 50:08bagaimana konsep pembagian
  1432. 50:12suami dan istri gitu ya. Mungkin
  1433. 50:14wilayah-wilayah apa yang harus kita tahu
  1434. 50:15juga, Ustaz.
  1435. 50:16Oke. Oke. Oke. [tertawa]
  1436. 50:18Jadi ketika kita menjalankan peran-peran
  1437. 50:20dalam hidup nih, kita nih dalam hidup
  1438. 50:22nih punya banyak peran. H
  1439. 50:23punya banyak identitas. Begitu kita
  1440. 50:26lahir, kita menjalankan peran sebagai
  1441. 50:27anak, sebagai warga negara Indonesia.
  1442. 50:30Lalu kita sekolah sebagai siswa. Lalu
  1443. 50:32kita mengajar sebagai guru. Lalu kita
  1444. 50:35berdagang sebagai pedagang. Lalu kita
  1445. 50:36beli sebagai pembeli. Kan gitu. Ketika
  1446. 50:38menikah kita menjalankan peran sebagai
  1447. 50:40suami, sebagai istri gitu. Kita mesti
  1448. 50:43tahu peran inti dalam kehidupan itu apa.
  1449. 50:48Sehingga peran-peran yang kecil itu
  1450. 50:50harus menguatkan peran inti. Misalnya
  1451. 50:52gini, peran inti kita ini adalah hamba
  1452. 50:54Allah. Itu peran utama kita. Maka peran
  1453. 50:58apapun yang kita jalani harus menguatkan
  1454. 51:00peran itu. Peran sebagai hamba Allah.
  1455. 51:03Jadi saya bilang ke istri saya, "Aku
  1456. 51:05akan menjalankan peranku dengan baik
  1457. 51:07sebagai suami, tapi di atas itu aku
  1458. 51:10menjalankan peranku sebagai hamba. Kalau
  1459. 51:13dia minta sesuatu yang bertentangan
  1460. 51:15dengan perintah Allah, mohon maaf aku
  1461. 51:18enggak mau merusak peran yang lebih
  1462. 51:19tinggi tadi."
  1463. 51:20Hm.
  1464. 51:21Orang tua minta kita melakukan sesuatu
  1465. 51:24yang dilarang oleh Allah. Kita walaupun
  1466. 51:26menjalankan peran anak, tapi sebelum aku
  1467. 51:28menjadi anakmu, aku adalah hamba Allah.
  1468. 51:31I
  1469. 51:31jadi kita baik kepada pasangan itu bukan
  1470. 51:34karena takut sama istri, tapi karena
  1471. 51:36takut sama Allah. Kita menjaga peran
  1472. 51:38kita sebagai hamba Allah.
  1473. 51:40Hm.
  1474. 51:40Istri taat kepada suami nanti jangan
  1475. 51:43karena dia menafkahi kamu, tapi kamu
  1476. 51:46menjalankan perintah Allah karena kamu
  1477. 51:48hamba Allah. kita berbakti kepada kedua
  1478. 51:51orang tua bukan karena orang tua baik,
  1479. 51:53tapi karena itu adalah perintah Allah.
  1480. 51:57Jadi kalau kita melakukan ee hormat
  1481. 52:00kepada suami, taat kepada suami
  1482. 52:01berdasarkan uang belanjanya, ketika
  1483. 52:03diuji urusan ekonomi, kita enggak taat
  1484. 52:05dong. Begitu juga seorang suami kepada
  1485. 52:09istri ketika istrinya melakukan
  1486. 52:11kesalahan atau ketika ya ada satu kasus
  1487. 52:14dalam kehidupan, dia kemudian jadi jahat
  1488. 52:17kepada pasangannya. Padahal Allah
  1489. 52:19perintahkan kamu harus baik kepada
  1490. 52:21pasangan, kamu harus baik kepada anak,
  1491. 52:24kamu harus baik kepada orang tua. Jadi
  1492. 52:26apapun yang kita lakukan menjalani
  1493. 52:28peran-peran sosial pun itu hakikatnya
  1494. 52:30untuk menguatkan peran kita sebagai
  1495. 52:32hamba Allah Subhanahu wa taala.
  1496. 52:34Sehingga stabil kita
  1497. 52:36ya
  1498. 52:37ketika suami uang belanjanya lebih atau
  1499. 52:39kurang tetap taat. Karena kita
  1500. 52:42menjalankan peran kita sebagai hamba
  1501. 52:43Allah yang memerintahkan kita untuk taat
  1502. 52:46sama suami.
  1503. 52:47Hmm.
  1504. 52:48simpelnya seperti peran Nabi Ibrahim
  1505. 52:51sebagai hamba Allah, tapi pada hari itu
  1506. 52:54dia mendengar perintah Allah itu
  1507. 52:57menyembelih anaknya sendiri gitu.
  1508. 52:59Padahal itu anaknya, anak kandungnya
  1509. 53:00sendiri. Tapi Allah punya rencana lain
  1510. 53:02gitu ya.
  1511. 53:02I betul.
  1512. 53:04Iya. Betul. Betul. Jadi di atas peran
  1513. 53:06ayah dia adalah hamba Allah.
  1514. 53:09Kalau kita lebih dalam lagi masuk ke
  1515. 53:12peran seorang laki-laki, Ustaz, karena
  1516. 53:14banyak sekali mental head problem di
  1517. 53:16zaman sekarang itu laki-laki yang enggak
  1518. 53:19tahu cerita ke siapa gitu. Laki-laki
  1519. 53:22yang punya banyak trauma
  1520. 53:23sehingga jatuhnya ke fenomena suicide
  1521. 53:27gitu. Banyak sekali orang-orang yang
  1522. 53:28mengakhiri hidupnya
  1523. 53:30karena enggak tahu cerita ke siapa.
  1524. 53:32Karena ini ngerasa bahwa kayaknya enggak
  1525. 53:35ada yang support aku gitu. H
  1526. 53:37karena aku punya banyak trauma. Jadi
  1527. 53:38segala macam di pikirannya terus
  1528. 53:41berkotat sehingga pakai victim
  1529. 53:43mentality, membenci hari-harinya, enggak
  1530. 53:45percaya lagi ke Tuhannya. Itu harusnya
  1531. 53:47peningkatan strategis atau tadi kalau
  1532. 53:50bahasanya Iman Pet tadi ada relevansi
  1533. 53:52atau dakwah yang relevan ke anak-anak
  1534. 53:53yang mendengar ini, laki-laki mendengar
  1535. 53:55ini seperti apa, Ustaz? Iya.
  1536. 53:59Kadang begini ya, saya teringat
  1537. 54:02kita itu kadang sebenarnya yang membuat
  1538. 54:06tidak stabil itu karena perkataan
  1539. 54:07manusia sebenarnya.
  1540. 54:09H
  1541. 54:09karena kita tidak pengin mengkhianati
  1542. 54:12ekspektasi banyak orang sebenarnya.
  1543. 54:15Misalnya begini, kita sudah keluar rumah
  1544. 54:19semangat, vibe-nya positif, pengin kerja
  1545. 54:22dengan penuh spirit pada hari itu gitu.
  1546. 54:25sampai di kantor ketemu sama satu orang,
  1547. 54:29nasib kita tidak ditentukan oleh orang
  1548. 54:30itu. Hanya dengan satu ucapan dari dia
  1549. 54:33itu mengubah mood kita sehari.
  1550. 54:35Dia bilang, "Kita enggak mau lagi ah
  1551. 54:38main sama El langsung berubah itu." Itu
  1552. 54:41kata-kata manusia.
  1553. 54:44Begitu kuatnya mengubah mood yang
  1554. 54:45sebelumnya positif jadi negatif.
  1555. 54:49Tapi kenapa kata-kata Allah yang bilang
  1556. 54:52ke kita, "Kalau hambaku bertanya tentang
  1557. 54:55aku, aku dekat ya." Kenapa enggak
  1558. 54:57mengubah kita?
  1559. 54:59Saat kita sedang terpuruk, saat kita
  1560. 55:01merasa bahwa tidak ada teman untuk
  1561. 55:03bercerita, kenapa kata-kata Allah yang
  1562. 55:06terbukti, tidak bisa diubah, terbukti
  1563. 55:09kebenarannya sudah belasan abad sampai
  1564. 55:12sekarang itu? Itu enggak ngaruh ke dalam
  1565. 55:14diri kita.
  1566. 55:16Di mana kedudukan Allah di dalam diri
  1567. 55:18kita tuh?
  1568. 55:20Itu cara kita tadi memandang segala
  1569. 55:23sesuatu tadi. Allah enggak mungkin salah
  1570. 55:25dong. Allah enggak mungkin ngingkarin
  1571. 55:27janji. Enggak mungkin gitu.
  1572. 55:31Tapi kan orang tidak kenal Allah
  1573. 55:33sehingga merasa bahwa dia ditinggalkan
  1574. 55:35oleh Allah. Gitu. Kalau manusia memang
  1575. 55:38bisa ninggalin kita kok.
  1576. 55:40Hm.
  1577. 55:41Kamu bisa mencintai siapapun dalam
  1578. 55:42hidup, tapi pada saatnya dia bakal
  1579. 55:45pergi.
  1580. 55:47Tapi kalau sama Allah, dia enggak pernah
  1581. 55:48pergi.
  1582. 55:50Allah ngingatin Nabi itu indah sekali.
  1583. 55:52Ma waddaak rbuka w qalaq. Allah enggak
  1584. 55:55mungkin pamit sebentar aja. Wadda itu
  1585. 55:57artinya pamit sebentar loh.
  1586. 55:59He.
  1587. 55:59Bukan Allah bilang Allah enggak mungkin
  1588. 56:01ninggalin kamu. Enggak. Allah pamit
  1589. 56:03sebentar aja dalam hidupmu itu enggak
  1590. 56:04pernah.
  1591. 56:05Hmm.
  1592. 56:06Apalagi Allah membenci kamu. Jadi cara
  1593. 56:10kita membaca
  1594. 56:12Allah Subhanahu wa taala, cara kerjanya,
  1595. 56:16sifat-sifatnya,
  1596. 56:17pengalaman kita selama ini dengan Allah
  1597. 56:19Subhanahu wa taala itu menentukan
  1598. 56:22kita akan bercerita kepada siapa, akan
  1599. 56:26mengadu kepada siapa.
  1600. 56:27H
  1601. 56:28gitu. Kalau kita kehilangan itu, kita
  1602. 56:30kehilangan kebahagiaan di masa depan.
  1603. 56:34Hm.
  1604. 56:35Oke. Oke. Gitu.
  1605. 56:37Ustaz Faris sudah menulis del buku dan
  1606. 56:40menjebahkan lebih dari 20 buku. Tapi
  1607. 56:43kalau boleh B tahu apa benang merahnya
  1608. 56:47Ustaz dari keilmuan Ustaz ini? Apa
  1609. 56:49benang merahnya yang bisa Ustaz share
  1610. 56:51kepada kita terhadap pemahaman Islam
  1611. 56:54yang lebih baik tentang definisi kita
  1612. 56:56sebagai hamba? Apa benda merahnya,
  1613. 56:58Ustaz? Yang kita butuh tahu sebelum kita
  1614. 56:59masuk ke kna
  1615. 57:02apa? Ya, saya itu suka nulis apa saja
  1616. 57:05yang saya lihat, apa saja yang saya
  1617. 57:06rasakan. Terus saya ngambil pelajaran
  1618. 57:08dari situ. Karena saya percaya ya ee
  1619. 57:11Bang Bilal,
  1620. 57:14pengalaman bukan guru terbaik.
  1621. 57:16Guru terbaik itu adalah keterampilan
  1622. 57:18membaca pengalaman.
  1623. 57:20Wah,
  1624. 57:21keterampilan mengambil pelajaran dari
  1625. 57:22pengalaman. Sebab ada dua orang
  1626. 57:25mengalami pengalaman yang sama, tapi
  1627. 57:27satunya jadi sangat bijak, satunya tetap
  1628. 57:29berjalan di tempat.
  1629. 57:30He.
  1630. 57:31Karena apa? karena cara dia mengelola
  1631. 57:32pengalaman tidak benar.
  1632. 57:34Hm.
  1633. 57:34Jadi, ada satu buku receh banget saya
  1634. 57:36nulis ketika saya kuliah di Turki,
  1635. 57:38Letters from Turkey.
  1636. 57:42Surat-surat dari Turki itu tentang apa
  1637. 57:44yang saya lihat keseharian. Terus apa
  1638. 57:46pelajaran yang dapat saya ambil?
  1639. 57:48Misalnya saya ngelihat orang Turki, cara
  1640. 57:49mereka minum teh. Turki itu unik sekali.
  1641. 57:52Jadi teknya itu ada dua tingkat. Air
  1642. 57:55panas biasa dan induk atau biang teh
  1643. 57:58yang kental banget. Nah, ketika dia
  1644. 58:00menyajikan ke orang-orang itu dia akan
  1645. 58:03sesuaikan dengan selera. Ada yang suka
  1646. 58:05tehnya muda, maka dikit aja biangnya,
  1647. 58:08air panasnya yang banyak. Ada yang suka
  1648. 58:10tehnya tua, maka biangnya lebih banyak
  1649. 58:13tapi air panasnya yang sedikit.
  1650. 58:14Hm.
  1651. 58:15Itu kan tentang klasifikasi sikap yang
  1652. 58:18kita berikan tetap teh, tapi semua orang
  1653. 58:21senang. Jadi ketika kita bergaul dengan
  1654. 58:23setiap orang yang berbeda dengan cara
  1655. 58:25yang berbeda itu bukan munafik.
  1656. 58:29Tapi klasifikasi sikap
  1657. 58:32Nabi bergaul kepada Utsman beda dengan
  1658. 58:35kepada Abu Bakar kepada Umar. Nabi
  1659. 58:37pernah duduk di rumah tersingkap
  1660. 58:39sebagian pahalanya. Waktu Abu Bakar
  1661. 58:41masuk, Umar masuk, Nabi biarin begitu.
  1662. 58:44Tapi begitu tahu yang minta izin masuk
  1663. 58:46Utsman bin Affan, Nabi tutupin dulu baru
  1664. 58:48Nabi silakan masuk.
  1665. 58:50Waktu pulang Aisyah tanya, "Ya
  1666. 58:51Rasulullah, kenapa kamu memperlakukan
  1667. 58:53itu ke Utsman?" Enggak ke Abu Bakar, ke
  1668. 58:54Umar. Kata Nabi, "Gimana aku enggak malu
  1669. 58:57pada orang yang Allah pun malu
  1670. 58:58kepadanya?"
  1671. 59:00Itu kan klasifikasi sikap. Nabi takut
  1672. 59:02karena Utsman punya itu. Dunia ini
  1673. 59:04tenang banget kalau kita enggak minta
  1674. 59:05kepada orang pelit. Orang itu kan pelit
  1675. 59:07kalau diminta.
  1676. 59:08Iya.
  1677. 59:09Kalau kita enggak nakut-nakutin orang
  1678. 59:10penakut.
  1679. 59:11Iya.
  1680. 59:11Kalau kita enggak ngelitikin orang yang
  1681. 59:13gelian gitu kan. Itu itu aman dunia.
  1682. 59:16E hal-hal yang seperti itu sih yang rece
  1683. 59:18itu saya tulis juga dalam kehidupan
  1684. 59:21sampai masalah-masalah tauhid tentu saja
  1685. 59:23ya ada beberapa. He.
  1686. 59:28Gimana obrolan kami tadi? Seru banget
  1687. 59:30kan? Tenang, tenang, jangan skip dulu
  1688. 59:32ya. Ini bukan iklan. Aku butuh ketemu
  1689. 59:35dengan orang-orang yang serius mau
  1690. 59:36belajar proses kreatif suara berkelas
  1691. 59:38dari 0 sampai punya 1 juta subscribers.
  1692. 59:42Mulai dari gimana aku menemukan ide,
  1693. 59:44gimana scriptingnya, gimana eksekusi
  1694. 59:47long form podcast-nya, long form
  1695. 59:49contentnya, gimana kemudian eksekusi di
  1696. 59:51short form-nya sampai ke kita belajar
  1697. 59:53detail tentang content waterfall dan
  1698. 59:55yang paling penting gimana caranya kita
  1699. 59:58bisa monetisasi semua hal tentang proses
  1700. 1:00:02kreatif dari nol kita akan kita bedah
  1701. 1:00:04detail di So, tunggu apaagi? Langsung
  1702. 1:00:07aja klik link di deskripsi.
  1703. 1:00:11Tiga pertanyaan Ustaz dari teman-teman
  1704. 1:00:12suara berkelas. Pertanyaan pertama dari
  1705. 1:00:15FZFTri.
  1706. 1:00:18Saya melihat teman-teman saya yang
  1707. 1:00:19mualaf itu lebih rajin belajar tentang
  1708. 1:00:22Islam dibandingkan saya. Tapi bagaimana
  1709. 1:00:24pendekatan kita yang terlahir sejak Tapi
  1710. 1:00:27bagaimana pendekatan kita yang terlahir
  1711. 1:00:28muslim malas belajar tentang dasar-dasar
  1712. 1:00:31Islam.
  1713. 1:00:34Saya itu sebenarnya lagi bimbing juga
  1714. 1:00:36beberapa orang
  1715. 1:00:39ya,
  1716. 1:00:41kalangan terkenal lah di Indonesia.
  1717. 1:00:43Cuma harus dirahasiakan
  1718. 1:00:44ya.
  1719. 1:00:45Ada yang mualaf, ada yang dalam proses
  1720. 1:00:48menuju itu gitu ya. Menarik. Ada yang
  1721. 1:00:51bilang begini ke saya tuh, itu Bang
  1722. 1:00:54Bilal kenal semua kenal ini orang. dia
  1723. 1:00:56masih rahasiakan itu.
  1724. 1:00:57I
  1725. 1:00:59dia bilang, "Saya tuh menemukan
  1726. 1:01:01jawaban-jawaban dalam kehidupan saya itu
  1727. 1:01:03dalam Islam.
  1728. 1:01:06Dia menemukan banyak jawaban dari
  1729. 1:01:08persoalan-persoalan hidupnya itu dari
  1730. 1:01:10Islam. Makanya dia tertarik untuk
  1731. 1:01:12belajar Islam.
  1732. 1:01:14Tapi membuat saya ragu untuk syahadat
  1733. 1:01:17adalah banyak banget kewajiban di dalam
  1734. 1:01:20Islam."
  1735. 1:01:20Oke.
  1736. 1:01:21Apakah nanti saya begitu masuk saya
  1737. 1:01:23harus menjalankan semua kewajiban itu?
  1738. 1:01:26Nah,
  1739. 1:01:27ini hal yang paling mendasar. Gimana
  1740. 1:01:30kita melihat perintah Allah itu bukan
  1741. 1:01:32beban,
  1742. 1:01:35Bang Bilal,
  1743. 1:01:36kita di iman pet itu
  1744. 1:01:40mengemas belajar Islam itu harus dari
  1745. 1:01:42dasar. Segala sesuatu itu harus
  1746. 1:01:44dipelajari dari mulai hal-hal yang
  1747. 1:01:46fundamental. Kita tuh enggak pengin
  1748. 1:01:48orang belajar Islam itu seperti nonton
  1749. 1:01:50bioskop,
  1750. 1:01:51hanya menjadi wisata spiritual. Dia cari
  1751. 1:01:53tuh mana judul yang paling menarik. Hm.
  1752. 1:01:57Aktor yang paling terkenal gitu ya,
  1753. 1:01:58ustaz yang paling viral gitu. Enggak.
  1754. 1:02:01Kita pengin you harus ngambil Islam nih
  1755. 1:02:02semua. Tapi kita bertanggung jawab untuk
  1756. 1:02:06melihat sisi mana sebenarnya yang
  1757. 1:02:09menarik dari setiap
  1758. 1:02:11pembahasan-pembahasan pada dasar-dasar
  1759. 1:02:13Islam.
  1760. 1:02:14Kita ketika bicara keimanan kepada
  1761. 1:02:16Allah, kita bicara bagaimana tentramnya
  1762. 1:02:20ketika kita merasa bahwa hidup kita ini
  1763. 1:02:22diatur oleh Allah. Ketika kita bicara
  1764. 1:02:24keimanan kepada malaikat,
  1765. 1:02:27hari ini, Bang Bilal itu ngerasain
  1766. 1:02:28enggak kehadiran malaikat dalam
  1767. 1:02:30aktivitasnya?
  1768. 1:02:33Allah buat apa sih cerita Jibril datang
  1769. 1:02:35ke Maryam? Kemudian Maryam merasa takut.
  1770. 1:02:38Jibril bilang, "Itu Allah ingin kita
  1771. 1:02:40juga merasakan pengalaman yang sama.
  1772. 1:02:43Bagaimana malaikat hadir dalam hidup
  1773. 1:02:44kita. Hadis-hadis Nabi tentang misalnya
  1774. 1:02:47tentang di majelis ilmu malaikat datang
  1775. 1:02:51mendoakan itu biar kita merasakan
  1776. 1:02:52kehadiran malaikat.
  1777. 1:02:54Hm.
  1778. 1:02:55Ketika kita keluar rumah mengucapkan
  1779. 1:02:57bismillahi tawakaltu alallah la haula
  1780. 1:02:58wala quata illa billah itu ada malaikat
  1781. 1:03:00loh yang membisikkan kita. Laqad hudita
  1782. 1:03:03wa kufita wauqita. Kamu sudah dapat
  1783. 1:03:05petunjuk, kamu sudah dicukupkan, kamu
  1784. 1:03:08sudah dijaga sama Allah. Lalu setan
  1785. 1:03:10ngajak temannya pergi. Pergi kita buat
  1786. 1:03:12apa kita mengikuti orang yang sudah
  1787. 1:03:15dijamin, digaransi oleh Allah? Enggak
  1788. 1:03:17bakal bingung, enggak bakal kekurangan,
  1789. 1:03:20enggak bakal celaka.
  1790. 1:03:23Kita ngerasain itu
  1791. 1:03:25ya. Bagaimana kita dalam setiap
  1792. 1:03:27aktivitas kita itu disertai oleh
  1793. 1:03:29malaikat. Begitu juga ketika bicara
  1794. 1:03:32tentang iman kepada Nabi, gimana sih
  1795. 1:03:34kita membangun jembatan nabi yang hidup
  1796. 1:03:361500 tahun yang lalu dengan kita pada
  1797. 1:03:38hari ini? Apa
  1798. 1:03:41yang menghubungkan kita dengan Nabi?
  1799. 1:03:43Hal-hal yang seperti itu
  1800. 1:03:45supaya kita paham bahwa betapa sayangnya
  1801. 1:03:48Allah ketika Allah memberikan syariat,
  1802. 1:03:51Allah menurunkan Al-Qur'an, Allah
  1803. 1:03:53mengutus para nabi dan rasul.
  1804. 1:03:56Kita mulai dari logika paling dasar nih,
  1805. 1:03:58Bang Bilal. Apa tujuan kita ada di dunia
  1806. 1:04:02itu? Benar enggak kita bisa menjawab?
  1807. 1:04:06Karena penting
  1808. 1:04:08kita seberapa sih sering bertanya kepada
  1809. 1:04:09diri kita. Tujuan kita ada di dunia ini
  1810. 1:04:11apa? Saya contohkan. Ada orang pertama
  1811. 1:04:15kali datang ke Aceh.
  1812. 1:04:16He.
  1813. 1:04:17Lalu tanya ke Bang Bilal,
  1814. 1:04:19"Rekomendasi dong tempat-tempat ke Aceh
  1815. 1:04:22ke mana saya harus pergi?" Bang Bilal
  1816. 1:04:24jawab apa coba?
  1817. 1:04:25Pantai Lampuk.
  1818. 1:04:26Pantai Lampuk. Terus
  1819. 1:04:29musim tsunami.
  1820. 1:04:30Musim tsunami. Ya, itu menarik. Bagus.
  1821. 1:04:32I
  1822. 1:04:32Masjid Ray Baiturrahman.
  1823. 1:04:33Masjid Rayabiturrahman. Oke.
  1824. 1:04:36Padahal jawaban yang paling tepat adalah
  1825. 1:04:38tanya dulu dia ke Aceh itu untuk apa?
  1826. 1:04:42Oh,
  1827. 1:04:43kalau dia datang untuk melanjutkan
  1828. 1:04:45pendidikan,
  1829. 1:04:47Bang Bilal kasih tahunya kampus-kampus
  1830. 1:04:49rekomendasi di Aceh.
  1831. 1:04:50Hm.
  1832. 1:04:51Kalau dia datang untuk bisnis, Bang
  1833. 1:04:53Bilal kasih tahu tempat-tempat
  1834. 1:04:55sentral-sentral bisnis yang bisa dia
  1835. 1:04:56lakukan. Kecuali dia datang sebagai
  1836. 1:04:59turis. Oke, kita kasih tahu
  1837. 1:05:00tempat-tempat wisata tadi.
  1838. 1:05:02Kalau sekiranya dia datang sebagai
  1839. 1:05:04pelajar, lalu Bang Bilidal ajak ke
  1840. 1:05:05tempat-tempat yang tadi memang dia puas,
  1841. 1:05:07memang dia merasakan keindahan, tapi
  1842. 1:05:09pulang papanya nanya, "Sudah ketemu
  1843. 1:05:11belum kampus?"
  1844. 1:05:12Hm.
  1845. 1:05:12"Berhasil enggak?" Kan enggak. Jadi,
  1846. 1:05:14kita harus pertanyaan yang paling
  1847. 1:05:16mendasar nih tentang agama.
  1848. 1:05:17Hm.
  1849. 1:05:18Untuk apa kita ada di bumi? Untuk apa
  1850. 1:05:20kita diciptakan? Ini karena enggak
  1851. 1:05:22menjawab. Sehingga orang melihat agama
  1852. 1:05:24itu beban. Ya.
  1853. 1:05:26Nah, kita diciptakan, kita semua tahu
  1854. 1:05:29kita diciptakan untuk menghamba sama
  1855. 1:05:31Allah. Oke, itu udah clear. Wama
  1856. 1:05:35khalaqtul jinna wal insa illa lya'budun.
  1857. 1:05:38Tidak diciptakan jin. Aku tidak ciptakan
  1858. 1:05:40jin dan manusia kecuali untuk mengabdi,
  1859. 1:05:42menghamba kepadaku. Berarti apapun
  1860. 1:05:45aktivitas kita harus bentuk penghambaan
  1861. 1:05:48kepada Allah.
  1862. 1:05:49H. kita bekerja, kita liburan, kita
  1863. 1:05:53ngopi.
  1864. 1:05:55Gimana? Itu bentuk ibadah. Kita bisa
  1865. 1:05:57konversi itu. Karena kalau ibadah
  1866. 1:05:59dipahami yang sempit, cuma salat, cuma
  1867. 1:06:01puasa. Loh, berarti 23 jamnya,
  1868. 1:06:0522 jamnya enggak ibadah dong. Padahal
  1869. 1:06:08kita nih enggak diciptakan kecuali untuk
  1870. 1:06:09itu. Artinya tidurmu harus dikonversi
  1871. 1:06:12punya nilai ibadah,
  1872. 1:06:13ya.
  1873. 1:06:13Liburanmu harus dikonversi jadi nilai
  1874. 1:06:15ibadah. Nah, tapi Bang Bilal ini baru
  1875. 1:06:18separuh dari kehidupan
  1876. 1:06:21Allah menciptakan kita supaya kita
  1877. 1:06:23menghamba ke Allah.
  1878. 1:06:25He.
  1879. 1:06:26Bang Bilal pernah enggak kepikiran dari
  1880. 1:06:28sisi Allahnya? Allah tuh ciptain kita
  1881. 1:06:30mau ngapain kita sih? Kalau menghambakan
  1882. 1:06:34diri beribadah itu dari kita ke Allah.
  1883. 1:06:37Tapi dari Allah ke kita, Allah tuh
  1884. 1:06:39nyiptain kita, dia mau ngapain kita?
  1885. 1:06:43Jawabannya ada dalam surat Hud ayat 119.
  1886. 1:06:47Allah menciptakan kita untuk menyayangi
  1887. 1:06:50kita, untuk mencintai kita. Illa man
  1888. 1:06:54rahimbuk walidzalika khalaqahum. Kecuali
  1889. 1:06:57yang dicintai oleh Tuhanmu, disayang
  1890. 1:06:59oleh Tuhanmu. Karena untuk itulah Allah
  1891. 1:07:01menciptakan kamu. Kalau tadi dari sisi
  1892. 1:07:05kita ke Allah menghamba, berarti apapun
  1893. 1:07:07aktivitas kita harus bentuk penghambaan
  1894. 1:07:09kepada Allah.
  1895. 1:07:11Nah, sekarang kita balik. Karena Allah
  1896. 1:07:14menciptakan kita untuk menyayangi kita,
  1897. 1:07:17maka apapun dari Allah itu pasti bentuk
  1898. 1:07:20sayang Allah ke kita.
  1899. 1:07:22Apa sih dari Allah ke kita itu? Ada
  1900. 1:07:24tiga. Pertama adalah ciptaan-ciptaannya.
  1901. 1:07:29Yang kedua adalah
  1902. 1:07:32ketetapan takdirnya. Yang ketiga adalah
  1903. 1:07:34syariatnya.
  1904. 1:07:37Langit, bumi, air, ya kan? Semua orang
  1905. 1:07:40tua kita, anak-anak itu dari siapa? Dari
  1906. 1:07:43Allah. Allah berikan itu bentuk sayang
  1907. 1:07:45Allah kepada kita. Oke. Kita punya otak,
  1908. 1:07:49kita punya pernafasan yang baik, kita
  1909. 1:07:51punya tangan yang bekerja sempurna. Itu
  1910. 1:07:54kan ciptaan Allah, bentuk Allah sayang
  1911. 1:07:55ke kita. Nah, takdir dari siapa? Juga
  1912. 1:08:00dari Allah. Karena Allah sudah state.
  1913. 1:08:03Allah menciptakan untuk menyayangi,
  1914. 1:08:05untuk mencintai. Maka takdir pun bentuk
  1915. 1:08:08sayang Allah ke kita.
  1916. 1:08:09baik yang kita suka ataupun yang enggak
  1917. 1:08:11kita suka.
  1918. 1:08:12He.
  1919. 1:08:13Jadi, segala sesuatu yang ditetapkan
  1920. 1:08:15dalam hidup kita pasti itu bentuk sayang
  1921. 1:08:17Allah sama kita.
  1922. 1:08:18Hmm.
  1923. 1:08:20Kita kecelakaan kecil bentuk sayang
  1924. 1:08:21Allah menyelamatkan kita dari kecelakaan
  1925. 1:08:23yang lebih besar. Kita ditahan. Jadi
  1926. 1:08:27Allah ketika memberi bentuk sayang,
  1927. 1:08:30ketika menahan juga bentuk sayang.
  1928. 1:08:33Ketika melebihkan bentuk sayang, ketika
  1929. 1:08:35mengurangi juga bentuk sayang. Ketika
  1930. 1:08:37mempercepat bentuk sayang, ketika
  1931. 1:08:39menunda juga bentuk sayang. Karena Allah
  1932. 1:08:41menciptakan ketetapan takdir itu untuk
  1933. 1:08:44sayang sama kita.
  1934. 1:08:45Hmm.
  1935. 1:08:46Yang ketiga, syariat.
  1936. 1:08:49Allah menciptakan syariat ini juga
  1937. 1:08:51bentuk sayang Allah ke kita. Kita tuh
  1938. 1:08:54enggak boleh nuduh Allah, mengambil
  1939. 1:08:56kepentingan dari apa yang kita lakukan
  1940. 1:08:58ke Allah.
  1941. 1:08:59H.
  1942. 1:09:00Kita kan sering begitu. Buktinya bilang
  1943. 1:09:02begini, "Ya Allah, aku sudah puasa
  1944. 1:09:03sunah, aku sudah rajin sedekah. Aku
  1945. 1:09:06sudah rutin salat duha, tapi kenapa
  1946. 1:09:08rezekiku masih pas-pasan?
  1947. 1:09:11Padahal salat sunah itu sendiri adalah
  1948. 1:09:15bentuk sayang Allah. Nikmat Allah kepada
  1949. 1:09:18kita yang menggerakkan hati kita untuk
  1950. 1:09:20ibadah itu juga nikmat dari Allah
  1951. 1:09:21Subhanahu wa taala.
  1952. 1:09:23Jadi syariat Allah itu Allah enggak
  1953. 1:09:25ngambil kepentingan apa-apa. Allah tuh
  1954. 1:09:27enggak enggak menguntungkan bagi Allah
  1955. 1:09:29sedikit pun sujud kita.
  1956. 1:09:30He
  1957. 1:09:31sedekah kita itu enggak menguntungkan
  1958. 1:09:33Allah. Semuanya untuk kita semua.
  1959. 1:09:36kita sujud, kita berhaji, kita sedekah,
  1960. 1:09:39itu untuk kita semua. Oh, itu banyak
  1961. 1:09:42sekali. Bisa dilihat dari berbagai halah
  1962. 1:09:44kita belajar di master kelas Iman Pet
  1963. 1:09:46itu kita belajar salat itu apa saja
  1964. 1:09:50kebaikan-kebaikan Allah dalam perintah
  1965. 1:09:52salat.
  1966. 1:09:53Hm.
  1967. 1:09:54Apa saja kebaikan Allah dalam perintah
  1968. 1:09:56puasa, kan gitu. Jadi, puasa itu bukan
  1969. 1:09:59hanya menyehatkan fisik,
  1970. 1:10:01tapi kemampuan mengendalikan diri itu
  1971. 1:10:03bagaimana menyelamatkan manusia.
  1972. 1:10:06Kemampuan mengendalikan diri itu
  1973. 1:10:07menyelamat relasi sosial.
  1974. 1:10:09I
  1975. 1:10:10kemampuan menahan diri itu membuat anak
  1976. 1:10:12tidak punya luka pengasuhan. Kemampuan
  1977. 1:10:15itu dari puasa dididik. Begitu juga kita
  1978. 1:10:17melihat yang lain.
  1979. 1:10:19Jadi kita pengin
  1980. 1:10:21setiap muslim melihat
  1981. 1:10:22kewajiban-kewajiban dari Allah itu
  1982. 1:10:23adalah gift.
  1983. 1:10:25Y
  1984. 1:10:26adalah kado dari Allah Subhanahu wa
  1985. 1:10:27taala. Itu
  1986. 1:10:29bagus enggak, Ustaz? Bagus. Satu
  1987. 1:10:30pertanyaan yang merangkum segalanya
  1988. 1:10:31sebenarnya.
  1989. 1:10:33Kita ke pertanyaan kedua ya dari
  1990. 1:10:37C I Fah.
  1991. 1:10:40Ustaz, saya mau nanya. Menurut Ustaz
  1992. 1:10:42sendiri pernikahan yang dihasilkan dari
  1993. 1:10:45pacaran itu bagaimana ya, Ustaz?
  1994. 1:10:49Iya.
  1995. 1:10:53Setiap orang itu punya ruang kelam masa
  1996. 1:10:56lalunya masing-masing.
  1997. 1:10:57He.
  1998. 1:10:59Allah Subhanahu wa taala tidak melihat
  1999. 1:11:01masa lalu. Ya, kita memang paham bahwa
  2000. 1:11:06banyak sekali perkara-perkara negatif
  2001. 1:11:09yang dihasilkan dari pacaran termasuk
  2002. 1:11:12bagaimana hubungan setelah mereka sudah
  2003. 1:11:15menikah.
  2004. 1:11:17itu kalau pola pacaran yang bebas itu
  2005. 1:11:19membuat rasa percaya kepada pasangan
  2006. 1:11:21setelah menikah itu berkurang.
  2007. 1:11:24Hm.
  2008. 1:11:25Cara kita ee
  2009. 1:11:29menyikapi pasangan, ekspektasi ketika
  2010. 1:11:32pacaran karena yang ditampilkan adalah
  2011. 1:11:34hal-hal yang baik. Lalu kemudian setelah
  2012. 1:11:37menikah tahu aslinya seperti apa,
  2013. 1:11:39kekecewaan itu juga membuat pernikahan
  2014. 1:11:41rapuh. itu harusnya menjadi pelajaran
  2015. 1:11:44bahwa kita jangan mengulangi
  2016. 1:11:47hal yang sama dalam kehidupan kita.
  2017. 1:11:50Umur kita kan terlalu pendek untuk trial
  2018. 1:11:53and error. Jadi kalau kita sudah dapat
  2019. 1:11:55kasusnya dari orang lain, udah lu enggak
  2020. 1:11:56usah
  2021. 1:11:57enggak usah nyoba udah udah terbukti
  2022. 1:12:00begini gitu loh. Tapi bagi orang yang
  2023. 1:12:02sudah terlanjur enggak ada kata
  2024. 1:12:04terlambat sebelum kita menghembuskan
  2025. 1:12:07nafas terakhir.
  2026. 1:12:09Maka apa yang di perintahkan oleh agama?
  2027. 1:12:12Pertama kita bertaubat. Menyesali bahwa
  2028. 1:12:15kita paham hal-hal buruk banyak sekali
  2029. 1:12:17terjadi ketika pacaran.
  2030. 1:12:19Yang kedua, bagaimana kita mengikuti
  2031. 1:12:21keburukan-keburukan itu dengan
  2032. 1:12:23kebaikan-kebaikan.
  2033. 1:12:25Jadi, kalau dulu dosa dilakukan oleh
  2034. 1:12:28tangan, maka sekarang perbanyak tangan
  2035. 1:12:30kita melakukan kebaikan. Tangan yang
  2036. 1:12:32sama melakukan kebaikan. Dulu dosa
  2037. 1:12:35dilakukan oleh mata, maka sekarang kita
  2038. 1:12:37gunakan mata untuk hal-hal yang sifatnya
  2039. 1:12:39kebaikan. ya. Begitu juga dilakukan oleh
  2040. 1:12:43ee anggota-anggota tubuh yang lain itu
  2041. 1:12:45harus kita
  2042. 1:12:47ee gunakan untuk hal-hal yang positif
  2043. 1:12:50supaya menghapus hal-hal yang negatif
  2044. 1:12:52tadi, gitu. Jadi, kita enggak boleh juga
  2045. 1:12:55terlalu ee dibebankan oleh
  2046. 1:12:59sejarah masa lalu yang kelam itu. Karena
  2047. 1:13:02bagi Allah yang penting adalah bagaimana
  2048. 1:13:04sisa hidup ke depan yang akan kita
  2049. 1:13:06jalani itu, gitu loh.
  2050. 1:13:08Hmm.
  2051. 1:13:10Kita ke pertanyaan ketiga. Pertanyaan
  2052. 1:13:13ketiga dari Anggia Sarasfati.
  2053. 1:13:17Dia nanya, "Ustaz, saya cuma mau curhat.
  2054. 1:13:20Saya sedang berada di lingkungan kerja
  2055. 1:13:22yang tidak supportif. Bagaimana strategi
  2056. 1:13:25simpel untuk menjaga benteng iman saya
  2057. 1:13:28agar tidak ikut ternadai?" Ya, tanpa
  2058. 1:13:31saya harus mengisolasi diri saya dan
  2059. 1:13:33unsos.
  2060. 1:13:37Iya. Iya.
  2061. 1:13:40Komunitas itu kan bukan dibentuk oleh
  2062. 1:13:43satu keadaan saja. Jadi kalau kamu punya
  2063. 1:13:46komunitas di kantor yang toksik, kamu
  2064. 1:13:49kan masih juga punya circle-circle lain
  2065. 1:13:51yang positif. Itu yang dikuatkan.
  2066. 1:13:54Jadi semakin seseorang memiliki banyak
  2067. 1:13:57komunitas dalam hidupnya, dia menjadi
  2068. 1:14:00lebih bijaksana.
  2069. 1:14:01H
  2070. 1:14:02kalau kita merasa dunia kita
  2071. 1:14:03satu-satunya adalah pertemanan di
  2072. 1:14:05kantor, begitu ini selesai kiamat
  2073. 1:14:07kehidupan kita. Ya
  2074. 1:14:09Allah mendidik Rasulullah ini keren
  2075. 1:14:11banget ya. Dalam usia kurang dari 10
  2076. 1:14:14tahun Nabi punya sampai enam komunitas
  2077. 1:14:16yang berbeda.
  2078. 1:14:18Hmm.
  2079. 1:14:18Di rumah ibunya, di rumah Suwaibah, di
  2080. 1:14:22rumah Halimatus S'diyah, di rumah Abdul
  2081. 1:14:25Muthalib, di rumah Abu Thalib. Lima. Dan
  2082. 1:14:28itu punya ee apa pola yang berbeda-beda
  2083. 1:14:32semua. sehingga Nabi ngambil pelajaran
  2084. 1:14:34apa saja di situ. Itu yang membuat
  2085. 1:14:37seorang cerdas emosi. Jadi karena kita
  2086. 1:14:39tidak bisa mengontrol lingkungan seperti
  2087. 1:14:41apa, maka yang kita kontrol adalah diri
  2088. 1:14:43kita dong. Kecerdasan emosi ketika kita
  2089. 1:14:46berhadapan dengan hal-hal yang tidak
  2090. 1:14:48ideal dalam hidup. Nah, kecerdasan emosi
  2091. 1:14:51itu kemampuan mengendalikan diri,
  2092. 1:14:54kemampuan berempati,
  2093. 1:14:56kemampuan untuk mendengar suara hati.
  2094. 1:14:59Itu jangan sampai mati dalam diri kita.
  2095. 1:15:01Hidup ini kan aktivitas saling mewarnai.
  2096. 1:15:04Yang penting warna kita lebih tua
  2097. 1:15:06daripada warna lingkungan. Itu yang saya
  2098. 1:15:07sebut imun tadi.
  2099. 1:15:09Oh.
  2100. 1:15:09Kalau warna kita lebih tua, maka apapun
  2101. 1:15:11yang masuk ikut kita dong.
  2102. 1:15:13I
  2103. 1:15:13warna hitam itu masuk warna kuning ya
  2104. 1:15:15dia jadi hitam. Masuk warna merah jadi
  2105. 1:15:17hitam gitu.
  2106. 1:15:18Nah, jadi aktivitas saling mewarnai itu
  2107. 1:15:21kita warnai, kita kuatkan diri kita
  2108. 1:15:23supaya kita yang mewarnai lingkungan
  2109. 1:15:25bukan lingkungan yang mewarnai kita. Ya.
  2110. 1:15:28Dan balik lagi ke level keimanan kita
  2111. 1:15:30juga punya state atau pola kemampuan
  2112. 1:15:35diri di mana banyak orang yang mungkin
  2113. 1:15:37toxic tapi kita tetap kuat dengan mental
  2114. 1:15:38kita sendiri bahwa ya saya seperti ini
  2115. 1:15:40gitu. Saya seperti ini.
  2116. 1:15:41I iya iya iya.
  2117. 1:15:43Kita sudah menyelesaikan tiga pertanyaan
  2118. 1:15:48terakhir dari saya Ustaz. Iya, kayak
  2119. 1:15:51berat ini.
  2120. 1:15:51Berat biasanya. [tertawa]
  2121. 1:15:53Dan tiba-tiba the worst advice yang
  2122. 1:15:55pernah Ustaz Faris terima.
  2123. 1:15:58Hmm.
  2124. 1:16:01Kita adalah apa yang kita pikirkan.
  2125. 1:16:03Wah, kenapa tuh? [tertawa]
  2126. 1:16:06Jadi kalau kamu berpikir bisa, pasti
  2127. 1:16:08kamu bisa.
  2128. 1:16:10Kalau kamu berpikir positif, alam akan
  2129. 1:16:12positif kepadamu. Itu sampah tuh menurut
  2130. 1:16:14saya. [tertawa]
  2131. 1:16:15Kenapa, Ustaz?
  2132. 1:16:16Karena saya sering berpikir bahwa saya
  2133. 1:16:18bisa, ternyata enggak bisa.
  2134. 1:16:19Hm.
  2135. 1:16:21Ini kata-kata seolah-olah motivasi yang
  2136. 1:16:23sangat indah ya. Bagaimana kita menjaga
  2137. 1:16:26mindset positif dalam diri kita. Jadi
  2138. 1:16:29alam semesta itu akan bersekutu sesuai
  2139. 1:16:31dengan kemampuan kita. Tapi ini
  2140. 1:16:33bermasalah dari agama, bermasalah dari
  2141. 1:16:37realita, dan bermasalah untuk ketahanan
  2142. 1:16:39mental kita.
  2143. 1:16:42Ini perkataan seolah-olah sakti sekali,
  2144. 1:16:44tapi dia bertentangan dengan konsep
  2145. 1:16:46takdir di dalam Islam.
  2146. 1:16:49Kalau kita percaya bahwa apapun yang
  2147. 1:16:51kamu pikirkan itu pasti bisa kamu
  2148. 1:16:53lakukan, itu kita seperti aliran
  2149. 1:16:56qadariah. Kita yang mengcate takdir.
  2150. 1:16:59Hm.
  2151. 1:17:00Asal kita berpikir begini pasti kita
  2152. 1:17:02bakal bisa lakukan itu. Dalam Islam
  2153. 1:17:05enggak begitu. Karena kehendak kita
  2154. 1:17:08tetap di bawah kehendak Allah.
  2155. 1:17:09He.
  2156. 1:17:10Kita mesti berpikir positif, tapi ketika
  2157. 1:17:13gagal pun kita harus positif,
  2158. 1:17:16gitu.
  2159. 1:17:17Jadi yang paling penting kita lihat
  2160. 1:17:20dalam agama itu bersama kesulitan ada
  2161. 1:17:23kemudahan, bersama kesulitan ada
  2162. 1:17:25kemudahan sampai diulang sama Allah dua
  2163. 1:17:26kali. Artinya bersama satu kesulitan itu
  2164. 1:17:29setidak-tidaknya ada kemudahan. Itulah
  2165. 1:17:32optimisme seorang mukmin.
  2166. 1:17:34Hm.
  2167. 1:17:35Optimisme di Barat itu bilang begini,
  2168. 1:17:37"Seburuk apapun hari ini ada besok yang
  2169. 1:17:41cerah.
  2170. 1:17:43Segelap apapun malam ini bakal terbit
  2171. 1:17:45fajar yang terang.
  2172. 1:17:47Iya. Kalau bagi orang yang melewati
  2173. 1:17:49malamnya dengan tenang, semalam itu
  2174. 1:17:52pendek.
  2175. 1:17:53Tapi bagi orang yang cemas, semalam itu
  2176. 1:17:55bisa keputusan bunuh diri.
  2177. 1:17:57Iya.
  2178. 1:17:58Dalam Islam optimisme itu enggak
  2179. 1:17:59mengenal delay. Seburuk apapun hari ini,
  2180. 1:18:02besok. Oh, baru besok. Kalau dalam Islam
  2181. 1:18:04enggak. Seburuk apapun kamu melihat hari
  2182. 1:18:08ini pasti ada kebaikan di dalamnya.
  2183. 1:18:10Di hari itu juga ya.
  2184. 1:18:11Di hari itu juga. Jadi kita belajar
  2185. 1:18:14menerima gitu bahwa keputusan Allah itu
  2186. 1:18:17yang terbaik, ketetapan Allah itu yang
  2187. 1:18:20terbaik. Saya berusaha
  2188. 1:18:23untuk positif dalam berpikir, dalam
  2189. 1:18:27berusaha, berstrategi. Karena itu
  2190. 1:18:29kewajiban kita sebagai hamba.
  2191. 1:18:31Kita diamanahi akal, kita diamanahi bisa
  2192. 1:18:34membaca pola-pola, kita diamanahi
  2193. 1:18:37kemampuan skill-skill dalam kehidupan
  2194. 1:18:39itu kita gunakan sebagai bentuk amanah
  2195. 1:18:41kita. H.
  2196. 1:18:43Tapi kalau urusan hasil, udah itu
  2197. 1:18:45serahin sama Allah. Enggak usah kamu
  2198. 1:18:47campuri urusan Allah. Pusing kamu gitu.
  2199. 1:18:51Hmm.
  2200. 1:18:53[tertawa]
  2201. 1:18:54Terima kasih banyak, Ustaz Faris sudah
  2202. 1:18:55berkelas.
  2203. 1:18:56Alhamdulillah.
  2204. 1:18:56Jujur ini daging sekali.
  2205. 1:18:58Semoga teman-teman juga bisa mencatat
  2206. 1:19:00poin-poin hari ini dan semoga kalian
  2207. 1:19:02bisa menerapkan juga di hidup kalian.
  2208. 1:19:04Terima kasih banyak. Terima kasih
  2209. 1:19:05semuanya. Asalamualaikum.
  2210. 1:19:06Waalaikumsalam. Yeah.

About this transcript

This page contains the full transcript of Stop Mengeluh! Yang Kamu Benci Hari Ini, Akan Kamu SYUKURI Di Masa Depan! | SUARA BERKELAS #188 by SUARA BERKELAS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 10,558 words across 2,210 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.