YouTube2Text

Spiritualitas dan Kesehatan Mental Sesi 2 — Transcript

by Centre for Interfaith and Multicultural Studies · 11,112 words · 2,129 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:18sudah bisa Pak kita mulai.
  2. 0:20Silakan, Bu.
  3. 0:26Ee selamat pagi. Asalamualaikum
  4. 0:28warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om
  5. 0:31swastiastu. Namo buddhaya. Salam
  6. 0:34kebajikan untuk kita semuanya.
  7. 0:38Puji syukur kepada Tuhan yang maha esa
  8. 0:40karena pada hari ini kita masih dalam
  9. 0:42keadaan sehat dan diberi kelapangan
  10. 0:45waktu sehingga kita dapat melakukan
  11. 0:48kegiatan kita rutin di Universitas ST
  12. 0:52Terabineka
  13. 0:53yaitu pada mata kuliah keberagamaan
  14. 0:56kuliah umum dengan tema spiritualitas
  15. 1:00dan kesehatan mental perspektif agama di
  16. 1:03Indonesia.
  17. 1:05Yang kami hormati para narasumber yang
  18. 1:07sudah hadir bersama kita semuanya. Ada
  19. 1:10Bapak Rudianto. Terima kasih, Pak, untuk
  20. 1:13kehadirannya.
  21. 1:15Kemudian kepada Bapak Andre Genta
  22. 1:18Sanjaya yang sudah berkenan meluangkan
  23. 1:20waktunya sebagai narasumber kami pada
  24. 1:22hari ini.
  25. 1:24Untuk memulai kegiatan kita pada hari
  26. 1:26ini
  27. 1:28ee saya akan memperkenalkan diri saya
  28. 1:31adalah Astuti Purwasari sebagai dosen
  29. 1:33keberagamaan beserta tim teaching yang
  30. 1:35lain dengan Pak Josua, Pak Muhammad
  31. 1:39Irfan dan Pakin. Kemudian ada Bu Ernida
  32. 1:42sebagai dosen pengampu mata kuliah
  33. 1:44keberagamaan.
  34. 1:46Sebelum kuliah umum kita mulai, mari
  35. 1:49kita awali dengan doa lintas agama
  36. 1:52terlebih dahulu.
  37. 1:54Doa akan dibawakan oleh mahasiswa lintas
  38. 1:57agama dari agama Islam, agama Kristen
  39. 2:01Protestan, agama Katolik, agama Buddha,
  40. 2:06dan agama Hindu. Kita mulai dulu sesuai
  41. 2:10dengan urutan yang saya sebutkan. Kepada
  42. 2:12pembaca doa
  43. 2:14kami persilakan untuk mengambil tempat.
  44. 2:22Doa dalam agama Islam.
  45. 2:25Bismillahirrahmanirrahim.
  46. 2:28Alhamdulillahirabbil
  47. 2:31alamin. Wasalatu wasalamu ala asrofili
  48. 2:34wal mursalin waa alihi wasbihi ajmain.
  49. 2:39Billahib w islami wuhammadi abhabilah.
  50. 2:56Amdulillahil alamin.
  51. 3:02Doa agama
  52. 3:08doa agama Kristen.
  53. 3:11Aduh
  54. 3:15doa agama.
  55. 3:18Budam saran gacami
  56. 3:22dam saran gacami
  57. 3:26sanggam saran gacami
  58. 3:30dutiampi budang saran gacang
  59. 3:36dutiampi dama saran gacang
  60. 3:41dutiampi sanggam saran gacang
  61. 3:46hati tiampi budam saran gacami
  62. 3:51tatiampi dam saran
  63. 3:57tatiampi
  64. 3:58saran gacami
  65. 4:02sabe sat bautus kitata semoga semoga
  66. 4:05hidup bagi sadu sadu sadu
  67. 4:16doa dalam agama Hindu.
  68. 4:19Om
  69. 4:22om
  70. 4:27buruaswa
  71. 4:29tatsabituramgasimahi
  72. 4:34yoyona prodayat
  73. 4:37omurwatamahi
  74. 4:44dio yona prodayat
  75. 4:47omur
  76. 4:56Prodanti
  77. 5:03do agama Kristen Protestan. Dalam mari
  78. 5:06kita bers dalam doa. Terima kasih Bapa.
  79. 5:08Terima kasih Yesus karena berkat dan
  80. 5:09rahmat-Mu kami berhasil melaksanakan
  81. 5:12kegiatan kuliah tamu kami ini ya Bapa.
  82. 5:14Ya Bapa, Engkau hadirlah di
  83. 5:15tengah-tengah kuliah tamu kami ini dari
  84. 5:17awal pertanggah hingga akhir ya Bapa. Ya
  85. 5:19Bapa, kami berdoa kepada pemateri dan
  86. 5:21kepada teman-teman kami supaya materi
  87. 5:23bisa kami laksanakan di kehidupan kami
  88. 5:25masing-masing ya Bapa. Dalam nama
  89. 5:27anak-Mu dan syukur amin.
  90. 5:32Saya akan membawakan doa dalam agama
  91. 5:34Katolik. Dalam nama Bapa dan Putra dan
  92. 5:35Roh Kudus. Amin.
  93. 5:36Ya Tuhan puji dan syukur kami haturkan
  94. 5:38kepada-Mu atas berkat dan rahmat yang
  95. 5:40telah Engkau berikan kepada kami. Terima
  96. 5:42kasih ya Tuhan. Engkau telah memberikan
  97. 5:43nafas kehidupan buat kami sehingga kami
  98. 5:45dapat mengikuti kegiatan kuliah tamu
  99. 5:46pada hari ini. Ya Tuhan, berkatilah
  100. 5:48narasumber kami pada hari ini. Semoga
  101. 5:50apa yang disampaikan, ilmu yang
  102. 5:51diberikan kepada kami, pengalaman dan
  103. 5:53juga wawasan mereka dapat menjadi
  104. 5:55bermanfaat untuk
  105. 5:57dan juga berkati kedua orang tua kami
  106. 5:59agar selalu diberikan kesehatan dan juga
  107. 6:01rezeki yang banyak juga dosen-dosen
  108. 6:02pembimbing kami selalu ya Tuhan. Inilah
  109. 6:05doa yang kurang sempurna hendaklah Kau
  110. 6:06sempurnakan. Amin. Dan Bapa dan Putra
  111. 6:08dan Roh Kudus. Amin.
  112. 6:12Terima kasih kepada para pembaca doa.
  113. 6:15Oke. Baik. Selanjutnya kita akan
  114. 6:17mendengarkan
  115. 6:19eh kata sambutan dari Direktor
  116. 6:22Center for Inter and Mulm
  117. 6:26Studies University Satraineka dalam hal
  118. 6:29ini akan diwakili
  119. 6:31oleh Bapak
  120. 6:34Zainudin Abu Hamid. Kepada Bapak kami
  121. 6:36persilakan.
  122. 6:42Baik, terima kasih kesempatannya Bu
  123. 6:44Astuti.
  124. 6:45Selamat pagi. Asalamualaikum
  125. 6:47warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om
  126. 6:49swastiastu. Namo buddhaya. Salam
  127. 6:51kebajikan.
  128. 6:54Eh, kepada
  129. 6:56Bapak Rudi, kemudian Pak Andre.
  130. 6:58Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
  131. 7:01telah berkenan menghadiri kuliah umum
  132. 7:03pada pagi ini. Ee saya mewakili Pak
  133. 7:07Irfan Sarhindi selaku Direktur Center
  134. 7:09for Inclusivity Interface and Multiporal
  135. 7:11Studies menghaturkan terima kasih
  136. 7:14banyak-banyaknya karena eh ya sudah
  137. 7:16berkenan menghadiri kuliah umum kali
  138. 7:18ini. Mohon maaf dari direktur kami
  139. 7:21sendiri Pak Irfan Sarhindi belum bisa
  140. 7:23hadir dalam kuliah umum kali ini karena
  141. 7:26beliau sedang berlokasi di UK dan saat
  142. 7:30ini mungkin jamnya masih terlalu pagi
  143. 7:32jadi belum bisa bergabung
  144. 7:36ya. ee sebagai konteks ee Bapak-bapak
  145. 7:40serta mahasiswa sekalian ee untuk di
  146. 7:43Universitas Sateraneka sendiri mengenai
  147. 7:47pendidikan keagamaan itu kami ee
  148. 7:54men-deliver atau menyelenggarakannya itu
  149. 7:57tidak secara terpisah Bapak-bapak
  150. 7:58sekalian. Tapi ee kami ee
  151. 8:02menyelenggarakannya dalam satu mata
  152. 8:03kuliah yang sama yaitu keberagamaan. di
  153. 8:06mana mata kuliah ini diikuti oleh
  154. 8:09seluruh mahasiswa terlepas dari ee
  155. 8:11background agama. Nah, ini bukan
  156. 8:13bermaksud untuk mencampuradukan agama.
  157. 8:15Tentunya ee kami juga memiliki
  158. 8:17batasan-batasan mengenai teologi dan
  159. 8:19sebagainya. Hanya saja di mata kuliah
  160. 8:22ini kami lebih melihat ee
  161. 8:26shared values atau kesamaan nilai dari
  162. 8:30berbagai eh agama-agama yang ada di
  163. 8:32Indonesia seperti itu. Khususnya
  164. 8:34mengenai ee aspek-aspek sosial. Nah,
  165. 8:37oleh sebab itu dalam mata kuliah ini
  166. 8:39kami membahas banyak hal ee dimulai dari
  167. 8:44isu toleransi, kemudian mengenai isu
  168. 8:49ee budaya popatan mental. Nah, ee
  169. 8:54kebetulan untuk pada kuliah umum kali
  170. 8:56ini kita mengangkat tema spiritualitas
  171. 8:59dan kesehatan mental. di mana ini
  172. 9:01merupakan topik yang sangat menarik. Di
  173. 9:03mana di Indonesia ini sendiri biasanya
  174. 9:07agama itu seringki ee dipertentangkan
  175. 9:10dengan isu spiritual spiritualitas atau
  176. 9:13kesehatan mental seperti itu. Nah, oleh
  177. 9:15sebab itu kami ingin mendengar dari
  178. 9:17perspektif Bapak-bapak sekalian dari
  179. 9:19berbagai agama yang berbeda mengenai isu
  180. 9:22ini gitu. Apakah memang benar kesehatan
  181. 9:25mental itu merupakan sesuatu yang
  182. 9:26bertentangan dengan agama atau
  183. 9:27bagaimana? Lalu apa sih ee tantangan
  184. 9:30yang dihadapi oleh umat beragama
  185. 9:33mengenai isu kesehatan mental ini? Jadi
  186. 9:36sekali lagi saya ucapkan selamat datang
  187. 9:38Bapak Rudi dan juga ee Pak Andre. Ee
  188. 9:41kami ee sangat senang dan kami tidak
  189. 9:44sabar menantikan insight-insight yang ee
  190. 9:48menarik dari Bapak-bapak sekalian. Baik,
  191. 9:50mungkin itu saja pembukaan dari saya.
  192. 9:52Terima kasih. Saya kembalikan kepada Bu.
  193. 9:55Baik, terima kasih Pak Zen untuk
  194. 9:57sambutannya.
  195. 9:59Nah, adik-adik mahasiswa sekarang saya
  196. 10:02akan memperkenalkan narasumber kita yang
  197. 10:05sudah berkenan hadir pada hari ini. Hari
  198. 10:08ini narasumber kita ada dari agama
  199. 10:10Buddha dan ada dari agamacul
  200. 10:14ya. Untuk agama Buddha, kita akan
  201. 10:17mendengarkan nanti
  202. 10:20eh sharing session dari Bapak Rudianto
  203. 10:24Tanwijaya.
  204. 10:26Selamat pagi, Pak. Salam ketemu kembali
  205. 10:29nih di Universitas Satera Bhineka.
  206. 10:33Senang sekali rasanya hari ini bisa
  207. 10:35mendengarkan tema yang baru ya, Pak,
  208. 10:38spiritualitas dan kesehatan mental.
  209. 10:41Nah, beliau adalah ya terima kasih, Pak.
  210. 10:45Ee beliau merupakan kepala SMA swasta
  211. 10:49Buddhis di Budiita Medan tahun 2008
  212. 10:52sampai sekarang dan juga merupakan dosen
  213. 10:55di sejumlah perguruan tinggi swasta di
  214. 10:57Kota Medan. Kemudian beliau saat ini
  215. 11:01merupakan sekretaris dari pengurus
  216. 11:03Daerah Majelis Budayana Indonesia
  217. 11:06Provinsi Sumatera Utara dan Pandita
  218. 11:08Agama Buddha Budayana yang aktif
  219. 11:11memberikan pelayanan ceramah di berbagai
  220. 11:13daerah di Sumatera Utara maupun di luar
  221. 11:16negeri. Nah, jadi hari ini adik-adik
  222. 11:19bisa berkesempatan untuk sharing kepada
  223. 11:22Pak Rudianto terkait masalah
  224. 11:24spiritualitas dan kesehatan mental. Oke,
  225. 11:27kemudian selanjutnya ada narasumber kita
  226. 11:29yang kedua
  227. 11:31eh Bapak Andre Genta Sanjaya. E Bapak
  228. 11:36Andre Genta Sanjaya ini adalah ee coach
  229. 11:41ee dari
  230. 11:44ee ataupun peserta trainer juga,
  231. 11:46research juga speaker juga. Wah, luar
  232. 11:49biasa nih hari ini. Pokoknya jangan
  233. 11:51disia-siakan narasumber yang luar biasa
  234. 11:53hebatnya.
  235. 11:54Beliau ini ee sudah lama menjadi
  236. 12:00ee coach ya, Pak Andre ya. Kami
  237. 12:02manggilnya coach atau Andre nih biar
  238. 12:05lebih akrab nih.
  239. 12:06Manggilnya Kok Andre juga boleh kok.
  240. 12:10Baik. Bebas Kak Andre. Andre bebas biar
  241. 12:14lebih mudah.
  242. 12:16Oke, boleh disesuaikan nanti ya, Ko atau
  243. 12:20Coach juga boleh. Baik, nanti kita akan
  244. 12:22mendengarkan nih sharing session dari
  245. 12:24kedua narasumber kita pada hari ini.
  246. 12:26Oke, baik. Ee tanpa memperpanjang kalam,
  247. 12:30kita akan mulai kegiatan kita pada hari
  248. 12:33ini. Mohon para adik-adik mahasiswa
  249. 12:35mendengarkan narasumber dan ada yang hal
  250. 12:39yang penting boleh dicatat sebagai bahan
  251. 12:41untuk diskusi kita pertemuan
  252. 12:43selanjutnya. Nah,
  253. 12:46baik Bapakbapak narasumber, materi kita
  254. 12:50hari ini adalah spiritualitas dan
  255. 12:52kesehatan mental. Nah, kita ketahui
  256. 12:54bahwa spiritualitas di dan agama di
  257. 12:57Indonesia itu berperan sebagai pilar
  258. 12:59pilar utama justru dalam membangun
  259. 13:02kesehatan mental. Nah, generasi Z yang
  260. 13:06kita kenal pada saat ini ee cukup
  261. 13:09berbeda nih ke dalam hal eh mental
  262. 13:13health-nya. untuk generasi-generasi
  263. 13:15sebelumnya. Nah, jadi ee banyak hal yang
  264. 13:18mempengaruhi nih kira-kira ee apa sih
  265. 13:21yang mempengaruhi kesehatan mental pada
  266. 13:24generasi Z saat ini? Apakah agama juga
  267. 13:26menjadi salah satu halnya? Kira-kira
  268. 13:29nanti kita akan ee mengkaji ini. Nah,
  269. 13:33jadi saya ada beberapa hal yang menjadi
  270. 13:35pertanyaan nih, Pak. Kira-kira ini ee
  271. 13:38bagaimana Bapak melihat spiritualitas
  272. 13:40dan kesehatan mental secara umum? Saya
  273. 13:43mau ke Pak Rudi dulu. Boleh, Pak.
  274. 13:47Iya.
  275. 13:48Bagaimana pandangan Bapak?
  276. 13:50Selamat pagi, Buuti dan
  277. 13:52rekan-rekan sekalian. Namo Buddhaya.
  278. 13:55Ya, salam sejahtera bagi kita semua.
  279. 13:57Jadi, dalam
  280. 13:59pandemia yang saya ketahui bahwa ee
  281. 14:04semua saling ketergantungan ya.
  282. 14:07Kehidupan kita ini tidak ada satu sebab
  283. 14:08yang tunggal. Artinya ee kesehatan
  284. 14:11mental ini juga saling berhubungan
  285. 14:14dengan spiritual spiritualitas ya. Jadi
  286. 14:18dengan adanya spiritualitas itu
  287. 14:19sebetulnya juga dapat mendukung ke arah
  288. 14:21kesehatan mental itu sendiri. Apalagi
  289. 14:23sekarang kita melihat ya bahwa kondisi
  290. 14:25ee kehidupan kita itu penuh dengan
  291. 14:28kerawanan ya. banyak sekali
  292. 14:30faktor-faktor yang potensial sekali
  293. 14:32untuk mengganggu kestal kita seperti
  294. 14:34stres ya, kecemasan, depresi ini juga
  295. 14:37karena berakar daripada faktor internal
  296. 14:40dan eksternal kita yang sering sekali
  297. 14:42tidak begitu ee stabil sehingga
  298. 14:45menimbulkan banyak sekali permasalahan
  299. 14:46kehidupan kita. Nah, dalam ajaran Buddha
  300. 14:49tantangan-tantangan ini perlu diakomodir
  301. 14:52ataupun diminimalisir dengan kemampuan
  302. 14:55spiritual kita. Jadi dengan kata lain
  303. 14:57bahwa dengan adanya spiritual tersebut
  304. 15:00kita bisa menopang kehidupan kita
  305. 15:02sehingga menjadi pelindung terhadap
  306. 15:04serangan-serangan ataupun
  307. 15:06kondisi-kondisi baik internal maupun
  308. 15:07eksternal yang terjadi dalam kehidupan
  309. 15:09ini sehingga kita dengan spiritual itu
  310. 15:12bisa lebih memahami makna hidup, bisa
  311. 15:14lebih membangkitkan ee ee nilai-nilai
  312. 15:19positif dalam diri kita seperti welas
  313. 15:21asasi asasi, kasih sayang, pengampunan,
  314. 15:23dan juga bagaimana kita hidup
  315. 15:25bersosialisasi. Karena dalam agama
  316. 15:27Buddha ee cinta kasih universal, belas
  317. 15:30kasih, dan keseimbangan batin itu
  318. 15:32merupakan salah satu pondasi yang kuat
  319. 15:34untuk bisa kita menjalani kehidupan ini.
  320. 15:37Demikian, Bu.
  321. 15:41Baik, terima kasih, Pak. Nah, bagaimana
  322. 15:43nih menurut Coach?
  323. 15:47Siap. Ee sebelumnya terima kasih atas
  324. 15:51kesempatannya
  325. 15:53sudah mengundang
  326. 15:55saya. Saya buka dengan salam ya biar
  327. 15:58lebih ee seru gitu ya. Asalamualaikum
  328. 16:02warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om
  329. 16:04swastiastu. Namo buddhaya. Salam
  330. 16:05kebajikan. Salam olahraga. Wah saya
  331. 16:08tambahin satu ya. Jaya. Jadi ee kenapa
  332. 16:12saya buka dengan salam olahraga? Terus
  333. 16:13apa hubungannya dengan topik kita hari
  334. 16:16ini? Karena sebenarnya
  335. 16:19ketika bicara tentang spiritualitas dan
  336. 16:23ee ee kesehatan mental itu saya setuju
  337. 16:27sekali tadi yang disampaikan sama Bapak
  338. 16:30Rudi bahwa itu saling berkaitan, tidak
  339. 16:33bisa dipisahkan satu sama lain, ibarat
  340. 16:35poin gitu ya. sehingga sebenarnya ee
  341. 16:40ee idealnya bahwa ee ilmu kesehatan
  342. 16:45mental dan ilmu spiritualitas ini harus
  343. 16:50saling mengisi sebenarnya. Ibarat ibarat
  344. 16:54kita berpikir tanpa ilmu berbahaya,
  345. 16:58berilmu tanpa berpikir sia-sia. Jadi ee
  346. 17:03itu harus saling terikat satu sama lain.
  347. 17:08Nah, kalau ditanya dalam perspektif ee
  348. 17:12Kongucu yang mana
  349. 17:15pentingnya ketika kita bicara tentang
  350. 17:17kesehatan mental, Kongucus selalu bicara
  351. 17:21tentang bagaimana kita bisa terus
  352. 17:26atau membindah diri menjadi pribadi yang
  353. 17:29terus lebih baik. Dan lebih baik lagi di
  354. 17:32kemudian hari. Apapun yang terjadi,
  355. 17:35apapun kondisi saat ini tidak
  356. 17:37menyalahkan lingkungan, tapi fokus ke
  357. 17:40dalam diri untuk terus belajar sepanjang
  358. 17:43hayat sampai mampus alias mampu sukses
  359. 17:48versi kita masing-masing. Karena
  360. 17:51definisi sukses tiap orang itu
  361. 17:54beda-beda. Kebetulan saya ee
  362. 17:58per hari ini itu diundang emm
  363. 18:03sebagai pembicara praktisi konklusif
  364. 18:07yang sebenarnya saya juga seorang
  365. 18:08pelatih mental olahraga yang hidup
  366. 18:11dengan serebal palsi tapi mampu
  367. 18:14mengendampingi
  368. 18:17atlet atau pelajar atlet yang e badi
  369. 18:20sehingga
  370. 18:21ini ee ketika dikaitkan dengan
  371. 18:24spiritualitas
  372. 18:27berbagai ilmu baik ilmu agama, ilmu
  373. 18:31psikologi, maupun olahraga itu sendiri
  374. 18:34itu saling berkaitan satu sama lain
  375. 18:36untuk bisa menciptakan kita hidup yang
  376. 18:39namanya hidup bahagia atau hidup.
  377. 18:44Sekian.
  378. 18:49Berarti kalau kita mau sehat mental,
  379. 18:51fisiknya juga harus sehat ya, Coach ya?
  380. 18:53Betul. Heeh.
  381. 18:54Satu kesatuan antara mental dan fisik
  382. 18:57itu jadi satu.
  383. 18:58Oke. Baik, terima kasih, Coach. Oke,
  384. 19:01pertanyaan kedua. Menurut pengalaman
  385. 19:05Bapak, agama mengajarkan tentang
  386. 19:08ketenangan dalam diri dan jiwa. Namun,
  387. 19:11mengapa ada individu yang tekun
  388. 19:14beribadah tapi hatinya masih gelisah?
  389. 19:18Kira-kira apa faktor penyebabnya? Boleh
  390. 19:20dengar dari coach dulu nih.
  391. 19:25Oke. Ee
  392. 19:28kadang-kadang memang ee
  393. 19:32kita tidak bisa men-judge bahwa orang
  394. 19:34yang taat beragama itu sudah pasti eh
  395. 19:38like zen gitu ya. lebih mudah klek
  396. 19:43jadi kayak karena memang itu
  397. 19:46kadang-kadang ee
  398. 19:49dua hal yang berbeda juga. Jadi
  399. 19:53saya melihat bahwa ketika kita bicara
  400. 19:57tentang
  401. 19:58agama
  402. 20:01itu seringki kita berfokus pada
  403. 20:04ritualnya,
  404. 20:06rutinitas.
  405. 20:11dengan pas tanpa makna itu bisa dirinya
  406. 20:16belum tentu juga bisa mendapatkan pis.
  407. 20:19Maka yang bisa membuat kita jadi tenang
  408. 20:22itu adalah kebermaknaan kita terhadap
  409. 20:25rutinitas kita beragama.
  410. 20:28Dan teman-teman juga sadari bahwa yang
  411. 20:31namanya agama sama spiritualitas itu
  412. 20:35juga dua hal yang berbeda. Yang mana
  413. 20:37spiritualitas itu jauh lebih besar
  414. 20:40daripada agama itu sendiri. Maka ketika
  415. 20:42kita temanya adalah mental dan
  416. 20:44spiritualitas maka kita melepaskan sekat
  417. 20:48bahwa kita tentang bicara tentang memang
  418. 20:51ya ini diundang-undang semua gitu ya
  419. 20:53berbagai agama. Tapi ketika bicara
  420. 20:55tentang spiritualitas
  421. 20:57bahwa kita percaya
  422. 20:59dengan adanya kekuatan yang lebih besar
  423. 21:03dari manusia itu sendiri sehingga kita
  424. 21:06dilatih terus untuk bisa punya harapan
  425. 21:09atau asa sehingga pada akhirnya itu yang
  426. 21:12bisa mengurangi kegilas kegelisahan tadi
  427. 21:16gitu. Dan orang yang sering beribadah
  428. 21:19belum tentu punya asal tadi gitu.
  429. 21:23Mungkin itu yang bisa menjawab kenapa
  430. 21:25kadang-kadang orang yang sering
  431. 21:26beribadah belum tentu bisa ee tenang
  432. 21:30gitu.
  433. 21:35Terima kasih, Kus.
  434. 21:37Ini jadi serius banget ya, tegang banget
  435. 21:39kayaknya ini.
  436. 21:41Oke. Kalau menurut Pak Rudi gimana itu,
  437. 21:43Pak?
  438. 21:44Iya. M menarik sekali ini ya, bahwa ada
  439. 21:47orang yang tekun beribadah tapi masih
  440. 21:49gelisah. Memang ee saya melihat bahwa
  441. 21:53beribadah itu tidak selalu sejalan
  442. 21:54dengan namanya
  443. 21:57ee keimanan itu langsung meningkat ya,
  444. 22:00belum tentu. Jadi dia rajin beribadah
  445. 22:02tidak harus ee linier dengan ee tingkat
  446. 22:06keimanan dia. Belum tentu. Kalau dalam
  447. 22:09agama Buddha itu dikatakan bahwa
  448. 22:12aktivitas keagamaan dan pembebasan batin
  449. 22:14itu beda, Bu. Jadi kalau kita beribadah
  450. 22:17itu lebih kepada aktivitas keagamaan.
  451. 22:19Tapi pada dasarnya agama Buddha itu
  452. 22:21bertujuan untuk bagaimana batin kita
  453. 22:24terbebaskan dari apa? Dari yang namanya
  454. 22:27keserakahan, kebencian, dan kebodohan.
  455. 22:30Itu paling penting. Makanya dalam agama
  456. 22:32Buddha itu ada tiga hal. dikatakan bahwa
  457. 22:34mempelajari agama Buddha itu atau
  458. 22:35memahami ajaran Buddha dari segi teori,
  459. 22:39yang kedua dari segi praktik,
  460. 22:42yang ketiga setelah kedua ini
  461. 22:44terkombinasi maka akan terjadilah
  462. 22:46namanya pembebasan batin ataupun namanya
  463. 22:49kita ee bebas dari segala hal-hal yang
  464. 22:51tidak baik. Jadi teori dan praktik itu
  465. 22:54tidak bisa digabung.
  466. 22:56Dua-dua adalah dimensi pembelajaran bagi
  467. 22:58kita di mana teori penting sebagai dasar
  468. 23:01dan praktik penting untuk mendapatkan
  469. 23:03pengalaman-pengalaman nyata. Nah,
  470. 23:05beribadah kadang-kadang kita melihat
  471. 23:08bukan semata-mata karena untuk
  472. 23:09pembebasan. Banyak sekali orang
  473. 23:11beribadah itu untuk
  474. 23:12keuntungan-keuntungan sepihak. misalnya
  475. 23:14dipuji ya, pengakuan dari orang lain,
  476. 23:18menghindari nasib yang buruk, takut ya
  477. 23:20dengan resiko-resiko, mungkin dicela
  478. 23:23akan atau takut kepada hukuman daripada
  479. 23:26karma yang tidak baik dan sebagainya
  480. 23:28sehingga akhirnya ada harapan dalam
  481. 23:30ibadah. Tapi ketika harapan tersebut
  482. 23:32tidak terpenuhi, nah timbullah namanya
  483. 23:35kekecewaan ataupun keresahan sehingga
  484. 23:38itulah membuat hati tetap gelisah. Tapi
  485. 23:40coba kita lihat kalau kita beribadah
  486. 23:43sambil melakukan aktivitas untuk
  487. 23:46membebaskan batin kita, misalnya kita
  488. 23:48sambil beribadah itu berdana ya. Kalau
  489. 23:50kita di Islam mungkin infak namanya ya.
  490. 23:53Nah, kita juga berarti itu melatih kita
  491. 23:55membebaskan diri dari keselakaan kita
  492. 23:57berlatih memberi. Itu termasuk ibadah
  493. 23:59yang lebih sempurna sambil beribadah.
  494. 24:02Setelah beribadah kita mempraktikkannya.
  495. 24:05Nah, itu juga bagus. Jadi beribadah itu
  496. 24:08bisa membuat gelisah. jelas karena dua
  497. 24:11hal ini satu yang ber berbeda ya. Dua
  498. 24:13hal ini berbeda dengan e tujuan utama
  499. 24:16daripada ajaran Buddha. Jadi aktivitas
  500. 24:19ee keagamaan itu ibadah. Tetapi
  501. 24:21pembebasan batin itu adalah tanggung
  502. 24:23jawab personal
  503. 24:25ketika diri dan mempraktikkannya
  504. 24:29untuk mendapatkan lebih baik. Jadi ee
  505. 24:34adalah tapi bukan berarti saya
  506. 24:35mengatakan ibadah tidak penting ya Bu
  507. 24:36ya. Ibadah tetap penting karena itu
  508. 24:38adalah jalan untuk masuk praktik. Nah,
  509. 24:41kalau tidak ada ibadah kita enggak
  510. 24:42mengerti praktik. Tetapi kalau cuma
  511. 24:44sampai di tataran ritual saja tidak ada
  512. 24:47praktik maka tidak sempurna. Maka ketika
  513. 24:50dia gelisah kita dapat jawabannya dia
  514. 24:52lebih kepada konsen kepada aktas bukan
  515. 24:55kepada latih diri ataupun
  516. 24:57praktik-praktik.
  517. 25:00Baik, terima kasih ya, Pak. Jadi memang
  518. 25:02ee ada sedikit kedimaan ya, Pak seperti
  519. 25:06itu ya. antara
  520. 25:08ya
  521. 25:08e beribadah.
  522. 25:11Baik. Ee pertanyaan ketiga nih, Pak.
  523. 25:14Selanjutnya ee menurut pengalaman Bapak
  524. 25:16juga nih, apakah ketika kita ditimpa
  525. 25:18sebuah masalah kesehatan mental artinya
  526. 25:21kita itu kurang iman, Pak?
  527. 25:27Kira-kira gimana itu? Ee ke coach dulu
  528. 25:30boleh.
  529. 25:33Kira-kira apakah kalau kita ditimpa
  530. 25:35masalah kesehatan mental itu artinya
  531. 25:36kita kurang iman?
  532. 25:39Baik. Tentu jawabannya pasti tidak
  533. 25:42dan itu pertanyaan yang kelis sih
  534. 25:44sebenarnya. Singkatnya tidak. Jawaban
  535. 25:46panjangnya adalah mau panjang apa pendek
  536. 25:49nih Bu Suti kayaknya panjang pendek ya.
  537. 25:53Jadi izin teman-teman
  538. 25:55ee bicara tentang ee ee apa tekanan
  539. 25:59mental itu sangat kompleks. Ketika kita
  540. 26:02pakai perspektif psikologi aja berarti
  541. 26:05ada faktor biologis di situ, ada faktor
  542. 26:08psikologis di situ, dan ada faktor
  543. 26:10sosial di situ. Maka ketika bicara
  544. 26:13tentang ee bahwa oh berarti kalau punya
  545. 26:16gangguan tertentu apa sakit mental dan
  546. 26:19sebagainya itu kurang iman. Berarti
  547. 26:22teman-teman sudah menampilikan tiga
  548. 26:24aspek yang tadi saya sebutkan. Yang mana
  549. 26:28ketika bicara tentang ee kesehatan
  550. 26:32mental itu artinya adalah bagaimana
  551. 26:34manusia itu bisa berfungsi sedemikian
  552. 26:38rupa apapun kondisinya bisa berfungsi
  553. 26:42dan berkontribusi pada masyarakat.
  554. 26:45Sehingga ketika dikatakan ee apa sedang
  555. 26:50sakit mentalnya berarti sedang turun
  556. 26:53keburung fungungsiannya. Kalau dikatakan
  557. 26:56kurang iman berarti itu sekali lagi
  558. 27:00hanya mengecilkan bahwa manusia
  559. 27:03kalau lagi kenapa-napah berarti wah
  560. 27:06kurang iman. Padahal manusia jauh lebih
  561. 27:09kompleks daripada itu.
  562. 27:12Sehingga dalam perspektif Kunghuchu
  563. 27:16ee
  564. 27:18ee Kungkuchu bilang,
  565. 27:21"Apapun yang terjadi di hidup Anda, maka
  566. 27:27teruslah berusaha,
  567. 27:30terus
  568. 27:32belajar. Kalau salah jangan takut untuk
  569. 27:35memperbaiki. Kalau jatuh,
  570. 27:38kalau capek istirahat.
  571. 27:41Bukannya kabur, istirahat sebentar jalan
  572. 27:44lagi. Bahkan kalau salah itu tidak akan
  573. 27:48benar-benar jadi kesalahan kalau kamu
  574. 27:50mau memperbaiki
  575. 27:52dengan siusen tadi, pembinaan diri
  576. 27:55seumur hidup
  577. 27:57gitu.
  578. 27:58Iya. Berarti intinya banyak faktor yang
  579. 28:01menjadi pengaruh ya, Pak ya.
  580. 28:04Betul.
  581. 28:05Oke. Baik, terima kasih, Pak. Nah, kalau
  582. 28:07dari agama Buddha bagaimana itu ya, Pak?
  583. 28:10Oke, Bu Astuti. Mm perlu kita sadari
  584. 28:13bahwa dalam ajaran Buddha, begitu orang
  585. 28:16lahir ke manusia dalam kehidupan manusia
  586. 28:18itu adalah salah satu kondisi mutlak
  587. 28:20adalah penderitaan.
  588. 28:22Jadi, penderitaan itu usia tua, sakit,
  589. 28:26bertemu dengan yang tidak mengenakkan.
  590. 28:30termasuk menggembirakan juga itu
  591. 28:32penderitaan. Karena penderitaan itu pada
  592. 28:34hakikatnya tidak permanen. Dia selalu
  593. 28:36datang pergi, datang pergi puas tidak
  594. 28:38puas. Itulah salah satu kondisi ee
  595. 28:41mutlak yang harus kita hadapi terlahir
  596. 28:43di alam manusia ini. Jadi ketika kita
  597. 28:45ditimpa masalah itu bukan sesuatu hal
  598. 28:48yang mengagetkan. Karena dalam agama
  599. 28:50Buddha juga kita tahu bahwa ee semua itu
  600. 28:54adalah saling ada sebab dan kondisi
  601. 28:58dengan istilah patica samopada. Jadi
  602. 29:00ketika kita mempunyai masalah pasti ada
  603. 29:03sebabnya. Ketika kita selesai masalah
  604. 29:05juga pasti ada sebabnya. Termasuk juga
  605. 29:07ketika kita ada masalah itu tidak ada
  606. 29:09hubungan dengan iman. itu adalah kondisi
  607. 29:11real yang harus dihadapi. Nah, hanya
  608. 29:13saja setelah kita menjadi siswa Buddha
  609. 29:15ataupun umat Buddha, kita mempunyai cara
  610. 29:17pandang yang berbeda terhadap masalah
  611. 29:19itu sendiri. Nah, kita dilatih untuk
  612. 29:22bagaimana melihat masalah itu dengan
  613. 29:25perspektif yang berbeda. Itu saja. Jadi
  614. 29:28ketika kita melihat ee ada
  615. 29:30masalah-masalah kesehatan mental dan
  616. 29:32sebagainya itu, itu lebih kita lihat
  617. 29:34akar masalahnya di mana. Kita digiring
  618. 29:37kepada bagaimana kita melihat sumber
  619. 29:40masalah itu dimulai dari mana. Nah, kita
  620. 29:43fokus untuk menyelesaikannya. Jadi,
  621. 29:45masalah itu justru dalam agama Buddha
  622. 29:47adalah adalah metode untuk kita lebih
  623. 29:49menyempurnakan diri. Karena kenapa?
  624. 29:52Karena banyak faktor terjadi masalah
  625. 29:54tersebut. bisa pengalaman hidup
  626. 29:56traumatik, bisa juga tentang kondisi
  627. 29:58fisik, kesehatan, lingkungan sosial,
  628. 30:01ekonomi seperti sekarang ini dolar terus
  629. 30:03terjun bebas ya kan. Itu juga salah satu
  630. 30:06kalau dijadikan masalah jadi masalah
  631. 30:07tetapi itu bisa juga kita jadikan
  632. 30:09sebagai pembelajaran dari mana ini
  633. 30:10muncul sehingga artinya masalah dalam
  634. 30:13agama itu relatif sekali.
  635. 30:16Relatif dari mana? Dari perspektif kita.
  636. 30:18Sehingga ketika kita bisa melihat akar
  637. 30:21masalah itu, justru kita menambah
  638. 30:23keyakinan kita bahwa kita ini dilatih
  639. 30:26untuk sebagai problem solver,
  640. 30:29bebas dari masalah. Jadi bukan berarti
  641. 30:32kita takut dengan masalah, bukan berarti
  642. 30:34kita juga menghubungkan antara masalah
  643. 30:36itu dengan kurangnya iman kita. Betul.
  644. 30:38Apabila orang itu tidak kuat
  645. 30:39keyakinannya, mungkin dia anggap masalah
  646. 30:41yang satu 1 gram bisa menjadi satu. itu
  647. 30:44bisa terjadi. Maka oleh sebab itu inilah
  648. 30:47yang harus kita teruskan kepada umat
  649. 30:50Buddha bagaimana perspektif pemikiran
  650. 30:52dia. Jadi agama Buddha itu paling
  651. 30:54penting di pikiran. Pikiran itu adalah
  652. 30:56penentu atau pelopor utama sehingga kita
  653. 30:58itu betul-betul bisa melihat segala
  654. 31:00sesuatu itu dengan positif. Dan kalaupun
  655. 31:02negatif kita bisa mentransformasinya
  656. 31:05pelan-pelan untuk bisa menjadi positif.
  657. 31:07Contoh saat ini dolar naik. Ini ini
  658. 31:11salah satu masalah bagi kita secara
  659. 31:13umum. Tetapi kalau kita merenung ini
  660. 31:15bisa menjadikan alarm bagi kita untuk
  661. 31:17bisa lebih hidup sederhana sehingga
  662. 31:19dalam membuat pilihan-pilihan untuk
  663. 31:21menentukan kebutuhan dan keinginan itu
  664. 31:22kita bisa lebih selektif. Kita dengar
  665. 31:25misalnya harga bahan pokok naik ini juga
  666. 31:27masalah kalau kita pakai kacamata
  667. 31:28masalah. Tetapi bisa kita jadikan
  668. 31:30sebagai kita menjadi lebih ee
  669. 31:34apa namanya? Hidup lebih sehatlah kita,
  670. 31:36bagaimana membeli yang sangat penting
  671. 31:38bagi kita dan mengurangi apa yang tidak
  672. 31:39penting bagi kita. Nah, sekali lagi
  673. 31:41artinya masalah tidak ada hubungan
  674. 31:43dengan iman, tetapi iman akan membuat
  675. 31:45kita lebih tajam dalam memperspektif
  676. 31:50pandangan kita terhadap masalah
  677. 31:51tersebut. Demikian, Bu.
  678. 31:54Baik, Pak. Terima kasih. Intinya
  679. 31:56ditekankan bahwa hukum sebab sebab
  680. 31:58akibat itu juga ada ya, Pak. Ya. Jadi,
  681. 32:01betul sangat sangat. Sebab akibat itu
  682. 32:03akar daripada pandangan kita.
  683. 32:06Iya. Baik, Pak. Terima kasih, Pak.
  684. 32:09Ee selanjutnya nih, Pak ee kira-kira ada
  685. 32:13enggak contoh praktik spiritualitas
  686. 32:15dalam komunitas keagamaan yang Bapak ee
  687. 32:20lakukan yang dapat menjadi inspirasi
  688. 32:24bertujuan untuk melaraskan kesehatan
  689. 32:26mental.
  690. 32:28Ada enggak praktik spiritualitasnya,
  691. 32:30Pak, dalam komunitas?
  692. 32:32Pak Oh, kalau di budis banyak. Salah
  693. 32:35satunya yang rutin yang selalu ada
  694. 32:37adalah praktik. pelatihan meditasi ya.
  695. 32:40Nah, kami dalam seminggu sekali selalu
  696. 32:43ada di wihara-Wihara atau Cetia. Silakan
  697. 32:46bergabung bagi kita umat Buddha untuk
  698. 32:49meditasi dan meditasi ini sifatnya
  699. 32:50universal sebetulnya bukan hanya ee
  700. 32:53otoritas umat Buddha saja. Saya pikir di
  701. 32:55Muslim juga ada model yang seperti itu.
  702. 32:57Di Hindu juga dan di Kongu juga. Jadi
  703. 33:00biasanya kita meditasi itu untuk lebih
  704. 33:02melihat ee pikiran kita tu lebih tenang.
  705. 33:05Ya, ibarat kita sedang mencuci pikiran
  706. 33:07kita sehingga dengan demikian kita bisa
  707. 33:09menilai sesuatu itu dengan lebih jernih
  708. 33:11dan bisa lebih tenang sehingga akhirnya
  709. 33:14ee masalah itu bisa kita lihat ke
  710. 33:16akarnya bukan lagi kepada bunga-bunga
  711. 33:18masalah. Banyak orang terjebak karena
  712. 33:20bunga-bunga masalah itu. Kedua, kita
  713. 33:23juga ada pelatihan namanya mindfulness,
  714. 33:25hidup berkesadaran. Jadi, kita
  715. 33:27betul-betul menyadari apa yang kita
  716. 33:30alami timbul tenggelam. Ya, itu ada juga
  717. 33:33di wihara. Salah satu contohnya mungkin
  718. 33:35di Wihara Borobodur Jalan Imam Bonjol
  719. 33:37juga kita ada juga praktik-praktik
  720. 33:40action ya misalnya ee berbagi, berdana
  721. 33:44ya salah satunya misalnya perdana
  722. 33:46kehidupan function kalau kita sebut
  723. 33:48function. Jadi ada tiap minggu itu
  724. 33:50melepas binatang atau satwa ke alam
  725. 33:52terbuka itu juga melatih kemurahan kita
  726. 33:55untuk menghargai kehidupan. Jadi hal-hal
  727. 33:57seperti ini sebetulnya kita lakukan
  728. 33:59bagus untuk apa? menurunkan tensi
  729. 34:02daripada ke apa namanya? Keruetan
  730. 34:05pikiran kita ya. Jadi pikiran kita ini
  731. 34:07kan ruet sekali dihantui oleh begitu
  732. 34:09banyaknya persoalan-persoalan. Nah,
  733. 34:11dengan adanya meditasi mindfulness atau
  734. 34:13hidup berkesadaran, lalu kemudian
  735. 34:15praktik berbagi. Kita itu melihat bahwa
  736. 34:18sentral masalah itu bukan hanya kepada
  737. 34:20kita loh, tetapi masalah ini ada dalam
  738. 34:22setiap makhluk. Kadang-kadang manusia
  739. 34:25itu selalu merasa dirinya paling penting
  740. 34:26keakuannya. Kenapa? Keakuan itu adalah
  741. 34:28ketika dia melihat dirinya paling
  742. 34:30penting di dunia ini. Ketika dolar
  743. 34:32turun, dia merasa paling menderita.
  744. 34:34Ketika gaji enggak naik, dia merasa dia
  745. 34:36paling menderita. Ketika cinta dia
  746. 34:37ditolak, dia merasa paling menderita.
  747. 34:39Nah, dengan adanya praktik ini, dia akan
  748. 34:41melihat sebetulnya dia tidak terlalu
  749. 34:43menderita. Yang menderita itu adalah
  750. 34:45egonya. Dia merasa dia disakitin. Nah,
  751. 34:49dengan ikutnya komunitas seperti ini,
  752. 34:51rajin berlatih, maka kita menurunkan
  753. 34:54tensi dalam diri kita. sehingga akhirnya
  754. 34:56kita betul-betul terbebas. Yang tadi
  755. 34:58saya katakan tujuan agama Buddha bukan
  756. 35:00hanya aktivitas keagamaan, tapi
  757. 35:02pembebasan batin. Demikian, Bu.
  758. 35:06Oke, Pak. Izin kalau boleh saya tanya,
  759. 35:08Pak. Untuk meditasi kira-kira durasinya
  760. 35:10berapa lama, ya, Pak?
  761. 35:11Oh, meditasi ini sama seperti kita
  762. 35:14belajar di sekolah, ada yang senior, ada
  763. 35:16junior, ada pemula. Kalau yang bagi
  764. 35:18pemula mungkin cukup 5 menit tiap hari,
  765. 35:21tapi rutin. Jadi, dosisnya ditingkatkan.
  766. 35:23Mungkin awal-awal 5 menit, nanti sekitar
  767. 35:25sudah lama sudah mantap bisa 10 menit,
  768. 35:2715 menit. Jangan langsung membabi uta
  769. 35:30sampai 20 menit atau setengah jam. Nanti
  770. 35:32akhirnya apa? Ibarat kita itu berlari
  771. 35:34tanpa ada pemanasan, tanpa ada dasar
  772. 35:37yang kuat, maka kita lelah sendiri.
  773. 35:38Akhirnya menyalahkan lari itu salah.
  774. 35:41Padahal bukan lari itu yang salah, tapi
  775. 35:42metode kita yang kurang tepat. Kedua,
  776. 35:44meditasi itu harus ada guru. Kenapa saya
  777. 35:47bilang harus ada guru pembimbing, Bu?
  778. 35:49Namanya kita gym aja pun perlu ada PT
  779. 35:51ya, personal trainer ya. Kedua, meditasi
  780. 35:54itu menggunakan pikiran. Jadi, kita
  781. 35:56melatih pikiran kita. Perlu ada yang
  782. 35:57tahu bagaimana gerak pikiran itu. Kalau
  783. 36:00kita bermain-main dengan pikiran ada
  784. 36:01melatih, takutnya pikiran ini bisa
  785. 36:03mengarah ke mana-mana. Jadi penting
  786. 36:05sekali ada guru pembimbing. Kalau di
  787. 36:07agama Buddha kita berlindung atau kepada
  788. 36:09sangga kita bisa berlatih kepada para
  789. 36:11bhante, para suhu atau pandita yang
  790. 36:13sudah mahir. Kalau untuk pemula boleh 5
  791. 36:17menit saja tidak perlu pelatih. Tapi
  792. 36:18kita paling sadari napas kita masuk,
  793. 36:20napas keluar, napas masuk, napas keluar.
  794. 36:23Kenapa? Dengan menyadari ada pernapasan
  795. 36:25kita menyadari kita hidup. Kalau kita
  796. 36:27tahu kita hidup, kita tahu berpikir
  797. 36:29untuk apa hidup ini. Itu demikian, Bu.
  798. 36:36Ya, baik, terima kasih, Pak. Perlu
  799. 36:38dicoba juga itu, Pak. Karena kan salah
  800. 36:40satu ee cara juga nih dalam dunia
  801. 36:42olahraga ya kan, Coach?
  802. 36:44Iya.
  803. 36:44Supaya emosionalnya terkontrol.
  804. 36:48Nah, kalau menurut Coach nih gimana? Ada
  805. 36:50enggak kira-kira
  806. 36:55praktik spiritualitas nih dalam
  807. 36:57komunitas? Heeh. Ya, sebelum saya ke
  808. 36:59situ, saya mau konfirmasi dulu bahwa
  809. 37:01saya setuju banget kalau di psikologi
  810. 37:03itu namanya mindfulness yang
  811. 37:06dipopulerkan sama dr. Kabatza itu yang
  812. 37:08sebenarnya itu ee berangkat dari ajaran
  813. 37:12ee Buddha dan itu bisa digunakan ee
  814. 37:19terlepas dari agama apapun itu bisa
  815. 37:23digunakan untuk ee apa ya ketenangan
  816. 37:26pikiran, fokus. Bahkan ada konsep yang
  817. 37:28namanya meditasi tidak hanya diam, tapi
  818. 37:30meditasi bergerak gitu ya. benar-benar
  819. 37:32merasakan apa yang gerakan kita, kulit
  820. 37:36kita, udara yang kita masuk dan
  821. 37:38sebagainya. Sehingga ketika ditanya ee
  822. 37:42dari perspektif kongku seperti apa, yang
  823. 37:45teman-teman perlu ketahui ee
  824. 37:48ada ee yang namanya suatu ajaran itu
  825. 37:53saling beririsan, Teman-teman. tidak
  826. 37:55tidak ee apa ya benar-benar terpisah
  827. 37:58atau berbeda. Karena
  828. 38:01kalau ditanya dalam konteks ee ajaran
  829. 38:05neconfusionism itu ada namanya kan
  830. 38:07Cingcuo juga tuh. Cingcuo tuh duduk diam
  831. 38:10itu dekat sekali sama eh meditasi
  832. 38:14sebenarnya. Bahkan correct di
  833. 38:19e di Islam juga ada konsep berzikir
  834. 38:22misalnya itu juga bisa menenangkan
  835. 38:25pikiran.
  836. 38:27Eh, lalu selain itu apalagi saya ingin
  837. 38:30tekankan bahwa
  838. 38:33itu sangat menekankan belajar sepanjang
  839. 38:37hayatibur
  840. 38:40dan
  841. 38:43istilahnya
  842. 38:44eh
  843. 38:46su
  844. 38:48eh setia sama Tuhan tepasra pada sesama.
  845. 38:52Bahkan kalau di muslim mungkin ab
  846. 38:53minallah ab minanas gitu ya. Ee jadi
  847. 38:58saya ingin mengkonfirmasi bahwa hari ini
  848. 39:10izin Coach.
  849. 39:16Halo, Coach.
  850. 39:21Apakah masih ada di Zoom, Bu atau
  851. 39:23terlempar?
  852. 39:26Entar saya cek ya, Pak. Soalnya
  853. 39:28coach-nya sedang
  854. 39:32bicara tapi
  855. 39:35Iya. Terputus ya.
  856. 39:39Terputus, Pak. Tapi masih stay di Zoom.
  857. 39:43Stay di Zoom. Oke.
  858. 39:49Sudah out, Pak.
  859. 40:00Oke. Baik. Ee saya ke Pak ee Rudi dulu
  860. 40:04nih.
  861. 40:04I siap.
  862. 40:04Ee saya dulu, Pak kuliah saya sering
  863. 40:08main-main ke Cemara Asri, Pak.
  864. 40:10Iya.
  865. 40:11Heeh. Cemara Asri.
  866. 40:12IBC ya. ITVC ya. Indonesia.
  867. 40:15Iya. Saya lihat di ada danaunya itu,
  868. 40:19Pak. Itu isinya ikan semua. Nah,
  869. 40:21Danau ya. sampai besar-besar semua.
  870. 40:24Heeh. Apakah ikan itu memang tidak
  871. 40:27dipanen gitu, Pak? Atau itu memang sudah
  872. 40:29tradisi di sering dimasukkan ke dalam
  873. 40:32seperti itu?
  874. 40:34Ee ya ini memang saya kurang tahu juga
  875. 40:37jawabannya. Cuma saya pikir ikan itu
  876. 40:39kebetulan saya dulu peliharanya di sana.
  877. 40:42Saya melihat ee ikan itu sejak dari awal
  878. 40:44kompleks itu dibangun. Saya pikir ikan
  879. 40:47itu memang ada ee kolam itu memang sudah
  880. 40:49ada ya ee dalam bentuk rawa-rawa. Lalu
  881. 40:52kemudian ada umat ataupun ada masyarakat
  882. 40:54yang meletakkan ikan itu di sana
  883. 40:56sehingga akhirnya terjadilah ekosistem
  884. 40:59habits daripada binatang-binatang
  885. 41:00tersebut. Dan ada juga beberapa teman
  886. 41:02yang kadang-kadang ee terbetik hatinya
  887. 41:05untuk ee melepaskan sakwa di sana. Jadi
  888. 41:08akhirnya berkembang biaklah ikan-ikan
  889. 41:09tersebut di sana.
  890. 41:11Jadi selain untuk ee tempat hidupnya
  891. 41:13makhluk hidup juga untuk keindahan gitu.
  892. 41:19Oke. Baik, Pak. Terima kasih. Oke. Baik.
  893. 41:21Kita sambil menunggu Coach Andre, kita
  894. 41:24mau buka Q&A dulu ya, Pak. Untuk
  895. 41:26adik-adik mahasiswa mungkin
  896. 41:30nanti untuk Coach Andre-nya kita bisa
  897. 41:35atur kembali. Nah, kepada adik-adik
  898. 41:37mahasiswa yang ingin bertanya kepada Pak
  899. 41:39Rudi
  900. 41:41dari perspektif agama Buddha terkait
  901. 41:44spiritualitas dan kesehatan mental boleh
  902. 41:46raise hand
  903. 41:57ada yang ingin bertanya langsung?
  904. 42:06Pertanyaan di kolom chat nih, Pak, dari
  905. 42:08Samuel.
  906. 42:10I
  907. 42:10Oh, tunggu sebentar, Pak. Mohon maaf.
  908. 42:12Ini Sonia. E
  909. 42:14boleh silakan.
  910. 42:17Ee izin, Bu. Terima kasih, Pak, untuk
  911. 42:19materinya. Di sini saya mau bertanya ee
  912. 42:23bagaimana sih bentuk spiritualitas itu
  913. 42:25membentuk kesehatan mental bisa lebih
  914. 42:27baik ataupun lebih buruk dari perspektif
  915. 42:29Bapak sebagai pemuka agama Buddha?
  916. 42:31Terima kasih.
  917. 42:32Ya,
  918. 42:34langsung jawab ya, Bu ya. Sonia ya.
  919. 42:36Spiritual itu seperti olahraga juga
  920. 42:38harus dilatih ya.
  921. 42:40Nah, jadi kalau semakin dilatih ya
  922. 42:42semakin kuat. Jadi kalau dia tidak
  923. 42:44dilatih ya dia tidak akan peka. Dengan
  924. 42:46demikian ya ketika dia tidak peka,
  925. 42:48ketika ada masalah dari faktor eksternal
  926. 42:50maupun internal dia akan sangat reaktif
  927. 42:52untuk menanggapinya. Nah, ketika
  928. 42:53spiritualitas dilatih, kita punya dasar
  929. 42:55loh. Sama seperti kamu olahraga tadi
  930. 42:57saya katakan, kalau kamu sering latihan,
  931. 43:00daya tahan atau imun kamu kuat. Sehingga
  932. 43:02ketika ada perubahan cuaca atau apa,
  933. 43:05kamu bisa lebih survive dibandingkan
  934. 43:07orang lain. Jadi spiritual itu
  935. 43:09sebetulnya tidak begitu saja. Salah ya,
  936. 43:12banyak orang mengatakan spiritual. Jadi
  937. 43:13spiritual itu dinamis. Dia seiring waktu
  938. 43:16kamu harus melatihnya. Baik kamu
  939. 43:18beragama Kristen, beragama Islam,
  940. 43:19ataupun Buddhis. dilatih terus sesuai
  941. 43:22dengan metode-metode yang diajarkan oleh
  942. 43:23agama masing-masing. Kenapa sesuai
  943. 43:26dengan agama masing-masing? Karena
  944. 43:27ketika kita melatih spiritual itu paling
  945. 43:29penting adalah faktor keyakinan atau
  946. 43:31kita sebut iman. Ya, kalau kita enggak
  947. 43:33sesuai dengan iman, kamu latih pun kamu
  948. 43:36enggak punya apa namanya tidak punya
  949. 43:38benang merah di sana, tidak punya touch
  950. 43:40sentuhannya di sana. sehingga akhirnya
  951. 43:42kamu seperti latihan biasa aja, latihan
  952. 43:44bola, latihan kelereng, tidak ada ee
  953. 43:47perasuk ke dalam jiwa kamu. Tetapi
  954. 43:49karena adanya faktor iman ataupun
  955. 43:51keyakinan, dia beda sehingga nanti itu
  956. 43:53bisa mengembangkan diri kamu,
  957. 43:55menyempurnakan diri kamu. Kalau dalam
  958. 43:57agama Nasrani mungkin mulai muncul
  959. 43:59perasaan takut akan Tuhan. Kalau dalam
  960. 44:02agama Buddha juga ada perasaan itu. Kiri
  961. 44:04dan otpa namanya. Malu dan takut berbuat
  962. 44:06jahat. Ini kan kekuatan ini sebetulnya
  963. 44:09orang yang punya kekuatan seperti ini,
  964. 44:10dia akan ee terlindungi dengan
  965. 44:12sendirinya. Contohnya kita ditawarkan
  966. 44:15narkoba, kita punya rasa takut dan malu.
  967. 44:17Kita kan tidak mau menyentuh itu. Itu
  968. 44:19kan suatu power. Jadi spiritual itu
  969. 44:21jangan diartikan seperti magic-mic ya eh
  970. 44:25kekuatan gaib. Tidak. Tapi kekuatan itu
  971. 44:27lebih kepada kita lihat dari dalam diri
  972. 44:30kita, dari internal kita. sehingga itu
  973. 44:31betul-betul menjadi proteksi bagi kita
  974. 44:33untuk menjalani kehidupan yang serba
  975. 44:36kompleks dan penuh dengan perubahan itu.
  976. 44:38Demikian
  977. 44:40dan Sonia.
  978. 44:41Baik, terima kasih Pak. Bagaimana adik
  979. 44:44mahasiswa? Bisa diterima jawabannya?
  980. 44:47Jadi perlu dilatih jadi tidak spontan.
  981. 44:49Heeh.
  982. 44:50Baik. Terima kasih. Nah, sekarang ini
  983. 44:52ada pertanyaan dari Mahisya. Mahisika.
  984. 44:56Iya.
  985. 44:57Boleh ditanyakan kepada Pak Rudi.
  986. 44:59Silakan.
  987. 45:01I. Baik, terima kasih atas
  988. 45:02kesempatannya. Izin e izin Bu, nama saya
  989. 45:05Mayika. Nah, saya ingin bertanya kepada
  990. 45:07Pak Rudi, Pak. Eh, saya juga agama
  991. 45:09Buddha kan. Jadi, saya ingin bertanya
  992. 45:10gini. Tadi kan Bapak bilang kan kalau
  993. 45:12misalnya sebenarnya ee semua itu akarnya
  994. 45:15tuh dari diri kita sendiri. Jadi, kita
  995. 45:16enggak bisa kaitkan itu sama iman aja.
  996. 45:18Jadi, misalnya bagaimana kalau misalnya
  997. 45:20orang ini sudah punya penyakit mental
  998. 45:22tuh dari keturunan genetik gitu.
  999. 45:23Misalnya dari ee dari orang tuanya itu
  1000. 45:26juga sudah ada penyakit mental dan itu
  1001. 45:28diturunkan ke anaknya juga. Jadi itu kan
  1002. 45:30sebenarnya enggak enggak sebatas dari
  1003. 45:32duka dan tanha yang dialami gitu, tapi
  1004. 45:34ada dari kelainan genetik. Kira-kira itu
  1005. 45:37menurut Bapak gimana? Apakah itu hanya
  1006. 45:39berfokus dari dukanya aja atau memang
  1007. 45:42ada solusi lain gitu dari pandangan
  1008. 45:45agama Buddha?
  1009. 45:46Ya, terima kasih Malaysia. Namo Buddha.
  1010. 45:49Iya, betul. Kadang-kadang ada faktor
  1011. 45:51genetik ya. Tapi Buddha ingat kalau kamu
  1012. 45:53belajar agama Buddha itu ada namanya
  1013. 45:55kaliana mitra sahabat baik. Jadi
  1014. 45:59walaupun pendorong utama itu dari diri
  1015. 46:01sendiri, tetapi kita juga perlu orang
  1016. 46:03lain. Jadi orang lain ini kadang-kadang
  1017. 46:06bisa dominan ketika kondisi kita sangat
  1018. 46:08ee tidak memungkinkan ya. Tapi orang
  1019. 46:11lainnya bagaimana? Dalam agama Buddha
  1020. 46:12tadi saya sebut ada kaliana mitra
  1021. 46:14namanya sahabat yang baik, teman yang
  1022. 46:16baik, teman pendukung kita untuk
  1023. 46:18berkembang yang baik. Inilah yang harus
  1024. 46:19dibentuk. Jadi ketika kita ee punya
  1025. 46:22keterbelakangan ee hal sesuatu mental
  1026. 46:25atau apa, kita juga perlu punya
  1027. 46:28komunitas yang bisa peduli kepada kita.
  1028. 46:31Makanya kenapa Sang Buddha selalu
  1029. 46:33mengajurkan, "Berkumpullah dengan
  1030. 46:35orang-orang yang baik." Nah, mungkin dia
  1031. 46:37punya faktor ee gangguan mental, tetapi
  1032. 46:40ada teman dia tetangga dia yang bisa
  1033. 46:42membawa dia ke wihara sehingga di wihara
  1034. 46:43dia terlindungi
  1035. 46:45dibandingkan kalau dia dibiarkan
  1036. 46:46sendiri. Nah, makanya saya bilang ini
  1037. 46:49perlu karma yang baik. Nah, untuk karma
  1038. 46:53yang baik ini perlu teman-teman yang
  1039. 46:54baik. Jadi, ketika maha tahu seperti
  1040. 46:57ini, kita mungkin dari umat Buddha coba
  1041. 47:00tergerak hatinya untuk lebih peka
  1042. 47:03terhadap orang-orang seperti ini.
  1043. 47:05Setidaknya kamu sudah memunculkan satu
  1044. 47:07kondisi di mana orang-orang yang tidak
  1045. 47:09mendapat perhatian ini kita pedulikan.
  1046. 47:12Contoh ya, seci ya. Seci itu fokus
  1047. 47:14kepada orang-orang yang terkena bencana.
  1048. 47:16Dulu orang enggak pedulikan mereka dan
  1049. 47:18orang merasa bahwa orang kena bencana
  1050. 47:20itu tidak akan mungkin bisa tolong.
  1051. 47:21Kenapa? Satu kampung kena bencana kok.
  1052. 47:23Siapa mau menolong satu kampung ini?
  1053. 47:26Semua kena bencana. Jangankan menolong
  1054. 47:29diri sendiri eh menolong orang lain,
  1055. 47:30diri sendiri juga terkena bencana juga.
  1056. 47:33Tapi t melalui masa cengen terpikir
  1057. 47:36orang seperti ini siapa yang tolong ya.
  1058. 47:38Maka dia buatlah gerakan suci untuk
  1059. 47:40menolong orang yang tidak punya kekuatan
  1060. 47:42untuk menolong lagi. Nah, kita juga tahu
  1061. 47:43ada kondisi seperti mahasisia mungkin
  1062. 47:45punya tekad, aku akan menolong
  1063. 47:47orang-orang seperti ini yang lahir tidak
  1064. 47:50beruntung, orang tuanya susah, punya
  1065. 47:53masalah mental, dan anaknya juga punya
  1066. 47:55masalah mental. Maka aku terpanggil
  1067. 47:57untuk membuat komunitas khusus untuk
  1068. 47:59seperti ini. Begitu loh. Jadi kalau kita
  1069. 48:01sudah punya kesadaran tersebut, kita
  1070. 48:04fokus ke sana. Jangan malah kita
  1071. 48:05biarkan. Atau kita lihat ya, ada juga
  1072. 48:09dulu zaman ee tahun 20-an banyak sekali
  1073. 48:13enggak tahu kitab suci agama Buddha
  1074. 48:15sehingga belajar dharma pun susah. Maka
  1075. 48:17Mas Cink sengaja membuat lembaga
  1076. 48:19penerbitan kitab suci untuk dibagi-bagi
  1077. 48:22ke orang lain. Karena dia kalau tidak
  1078. 48:24membuat itu tidak ada yang tahu ini
  1079. 48:26agama Buddha seperti apa dalam kitab
  1080. 48:27suci. Maka dia cetaklah sendiri, pakai
  1081. 48:29uang sendiri, kumpulkan umat. Akhirnya
  1082. 48:31lembaga penerbitan kitab suci. Akhirnya
  1083. 48:33yang tadinya tidak terpenuhi
  1084. 48:36pemahaman tentang kitab suci sudah ada
  1085. 48:37orang membantu. Itulah gunanya kaliana
  1086. 48:39mitra Mahisia. Demikian.
  1087. 48:45Baik. Terima kasih Pak. Terima kasih.
  1088. 48:47Namo budhaya. Terima kasih.
  1089. 48:47Gimana Dik?
  1090. 48:50Iya. Oh, baik. Hai Coach. Bagaimana
  1091. 48:53Coach?
  1092. 48:54Tadi terkendara ya, Coach ya?
  1093. 48:57Iya. Maaf ya di-prank ya. Kayaknya
  1094. 48:58enggak setuju tuh. Makanya dimatiin
  1095. 49:00lampunya ya.
  1096. 49:02Astaga,
  1097. 49:03mati listrik ya, Gus.
  1098. 49:05Iya, izin. Terima kasih ingin
  1099. 49:08menyampaikan bahwa apapun yang kita
  1100. 49:11diskusikan hari ini semua ada benang
  1101. 49:12merahnya gitu ya. Jadi ee supaya bisa
  1102. 49:17lengkap POV-nya kita ee apa ya
  1103. 49:20melepaskan semua atribut-atribut
  1104. 49:24terlepas siapapun yang ngomong gitu
  1105. 49:26agamanya tapi lebih kepada nilai apa
  1106. 49:29yang kita bisa pelajari hari ini gitu
  1107. 49:31ya. Nah, terkait D tadi pertanyaannya
  1108. 49:34ee
  1109. 49:36yang ditanyakan sama dua
  1110. 49:39penanya itu diajukan ke saya juga kah
  1111. 49:43atau
  1112. 49:45enggak?
  1113. 49:46Nanti kita cari yang
  1114. 49:48e harusnya iya Sonyya juga ya mau lihat
  1115. 49:52perspektif agama kungucu.
  1116. 49:55Oh oke.
  1117. 49:56Boleh K ditanggapin.
  1118. 49:58Baik. Yang pertama itu ada kaitannya
  1119. 50:00bagaimana sih eh apa
  1120. 50:04ee kesehatan mental ini bisa bisa
  1121. 50:06mempengaruhi spiritualitas ya juara bisa
  1122. 50:11ee apa memperbaiki atau bahkan
  1123. 50:15memperburuk. Pertama-tama ee teman-teman
  1124. 50:18perlu sadari betul bahwa sebenarnya apa
  1125. 50:21sih definisi spiritualitas? Yaah ini
  1126. 50:24mulai keluar nih gaya dosennya ya. Izin
  1127. 50:26teman-teman sambil sambil teman-teman
  1128. 50:28bisa cek di internet ee spiritualitas
  1129. 50:31itu apa sih gitu ya. Ee jadi ketika kita
  1130. 50:36bicara spiritualitas itu ada kaitannya
  1131. 50:38bahwa kita setiap orang, setiap manusia
  1132. 50:42percaya bahwa ada kekuatan yang lebih
  1133. 50:45besar daripada kita. Karena makhluk kita
  1134. 50:48nih sangat terbatas. Sehingga ada
  1135. 50:50kaitannya orang yang spiritualitasnya
  1136. 50:53tinggi, dia akan syarat makna akan
  1137. 50:57mencari makna hidup gitu ya. Jadi
  1138. 50:59teman-teman kalau yang masih bingung,
  1139. 51:01aduh ee Koko Andre, Kakak Andre atau
  1140. 51:04Coach Andre, aku juga masih bingung
  1141. 51:06hidup aku mau di ke manain. Nah, Anda
  1142. 51:10sedang memainkan peran sebagai makhluk
  1143. 51:13yang berspiritualitas.
  1144. 51:15Oke. Lalu kaitannya apa sama ee
  1145. 51:19kesehatan mental? Orang yang punya
  1146. 51:21spiritualitas yang tinggi, maka dia
  1147. 51:24punya harapan,
  1148. 51:26maka dia terus mencari makna hidupnya.
  1149. 51:32Intinya tujuan hidupmu apa. Nah, ketika
  1150. 51:35itu jadi pertanyaan dalam hidupmu,
  1151. 51:37berarti Anda e welcome to the club.
  1152. 51:40Sudah mulai berontak nih pengin mencari
  1153. 51:43arah hidup. And it's ok. Kalau
  1154. 51:45teman-teman masih belum ketemu arah
  1155. 51:48hidupnya ya enggak apa-apa. Terus
  1156. 51:51belajar bahkan bukan dicari tapi
  1157. 51:53dicreate ditemukan. Saya ambil contoh
  1158. 51:56ya. Saya penyandang serebel palsi dari
  1159. 51:58lahir teman-teman. Kondisi otak dan
  1160. 52:00tubuh saya enggak nyambung. Saya
  1161. 52:02semuanya kaku. Jalannya pakai walker,
  1162. 52:04pakai kursi roda. Tapi saya juga seorang
  1163. 52:06pelatih mentaal olahraga pertama di
  1164. 52:08Indonesia yang penyedang seribi. Dan
  1165. 52:10saya adaptif atletx. Ngapain? Udah
  1166. 52:14cacat. Mohon maaf nih. Susah-susah kerja
  1167. 52:18jadi atlet pula. Dia olahraga udah
  1168. 52:21disabilitas fisik tapi malah kerjaannya
  1169. 52:24dikaitannya sama fisik. Ngapain? Karena
  1170. 52:28saya bisa jawab karena saya mencari
  1171. 52:30makna hidup.
  1172. 52:34Sori bukan mencari. Saya mencari tidak
  1173. 52:37menemukan, teman-teman. Tapi saya
  1174. 52:39memaksa untuk membuat itu. Seakan-akan
  1175. 52:43saya tahu padahal saya tidak tahu gitu.
  1176. 52:45Jadi awalnya saya pura-pura tahu
  1177. 52:47lama-lama saya mengjiwai itu apa yang
  1178. 52:51saya buat bukan saya temukan ya itu
  1179. 52:54dengan satu kalimat life is about
  1180. 52:56learning and giving. Jadi itu jadi tema
  1181. 52:59hidup saya belajar dan berbagi. Nah,
  1182. 53:04jadi apapun yang saya lakukan itu
  1183. 53:06semuanya terkait sama tema hidup itu
  1184. 53:09belajar dan berbagi.
  1185. 53:12Pertanyaan ya, kalau teman-teman apa ya?
  1186. 53:14Teman-teman temukan versi teman-teman,
  1187. 53:17versi Kakak Andre, versi Koko Andre,
  1188. 53:21versi kot Andre kayak gitu tuh. Ya
  1189. 53:23terserah loh teman-teman mau panggil
  1190. 53:24saya apa gitu ya. Mau panggil saya mutan
  1191. 53:26juga boleh alias manusia tangguh gitu
  1192. 53:29ya. Mungkin itu yang ee pertanyaan yang
  1193. 53:31pertama. Yang kedua itu pertanyaan yang
  1194. 53:34kedua apa ya?
  1195. 53:36Eh,
  1196. 53:38pertanya
  1197. 53:42terkait ee Coach, apakah kalau misalnya
  1198. 53:45dia sudah keturunan nih penyakit
  1199. 53:46mentalnya?
  1200. 53:48Heeh.
  1201. 53:50Ada potensi diturunkan enggak, Bu,
  1202. 53:52Coach, untuk penyakit mental?
  1203. 53:54Baik, izin. Ini saya jawab dari
  1204. 53:57perspektif psikolog.
  1205. 53:59Em ee izin Bu gini ee seperti ini Pak ee
  1206. 54:02pertanyaannya dari tadi kalau misalnya
  1207. 54:05orang ini tuh sebenarnya udah ada
  1208. 54:06penyakit mental tuh diturunkan dari
  1209. 54:07keluarganya. Jadi bukan karena
  1210. 54:09permasalahan yang dialami saat ini. Itu
  1211. 54:11gimana solusinya dari pandangan agama
  1212. 54:14Konghucu?
  1213. 54:17Oke. Ee
  1214. 54:20izin saya jawab dulu dari em perspektif
  1215. 54:24ee ilmu psikologi ya. Eee, kakak. Jadi
  1216. 54:26gini, ee
  1217. 54:31apakah
  1218. 54:33bisa diturunkan?
  1219. 54:35Tentu bisa
  1220. 54:38gitu ya. Terus jadi ya udah korban dong,
  1221. 54:42kita tidak bisa ngapa-ngapain dong. Ya
  1222. 54:43udah terima nasib aja. Tentu tidak gitu
  1223. 54:47ya. Karena dalam perspektif ilmu
  1224. 54:50psikologi dan juga ilmu ee spiritualitas
  1225. 54:54apapun, agama apapun itu kita selalu
  1226. 54:57diajarkan bahwa apapun yang terjadi kita
  1227. 55:00punya kesempatan kok untuk bangkit,
  1228. 55:03Teman-teman.
  1229. 55:05Ee kalau kita fokus pada genetik kita
  1230. 55:09nih semuanya ada genetik yang rusak,
  1231. 55:11kagak ada yang sempurna. Sehingga ketika
  1232. 55:14kita fokus pada genetiknya dan misalnya
  1233. 55:16mohon maaf nih genetik kita jelek jadi
  1234. 55:19kita fisiknya jelek terus kita udah
  1235. 55:21nyerah aja ya udah selesai
  1236. 55:26selesai tuh tapi kan enggak gitu life is
  1237. 55:30still go on right jadi yang perlu kita
  1238. 55:32lakukan adalah fokus apa yang bisa kita
  1239. 55:35ubah bukan genetiknya tapi lingkungannya
  1240. 55:38gimana caranya ketika kita sudah punya
  1241. 55:40genetik yang kurang baik
  1242. 55:42Maka tadi Pak Rudi bilang, "Dekatkan
  1243. 55:45Anda pada komunitas yang baik, support
  1244. 55:48sistem itu jadi penting karena Anda bisa
  1245. 55:51belajar dari situ, belajar sama
  1246. 55:54manusia-manusia tangguh yang lain." Maka
  1247. 55:57krisenya kalau saya melihat Anda di masa
  1248. 56:01depan, saya cuma lihat lima teman
  1249. 56:02terdekat Anda supaya saya bisa tahu masa
  1250. 56:05depan Anda apa. Nah, masuknya ke situ
  1251. 56:07tuh. So, hati-hati memilih circle,
  1252. 56:10Teman-teman.
  1253. 56:12gitu ya. Pertanyaannya lagi, kalau kita
  1254. 56:14enggak punya ccle yang baik gimana? Ya,
  1255. 56:17Teman-teman bikin sendiri. Bahkan saya
  1256. 56:20bikin nama komunitas namanya Sob Chiho.
  1257. 56:22Soba Chiho adalah komunitas satu-satunya
  1258. 56:24saat ini di Indonesia yang berfokus pada
  1259. 56:26psikologi olahraga. Adaptif. Maksudnya
  1260. 56:29adaptif apa? Saya menggabungkan bahwa
  1261. 56:32ilmu psikologi olahraga ini bukan hanya
  1262. 56:34untuk atlet yang body, yang normal
  1263. 56:37katanya, tapi juga untuk teman-teman
  1264. 56:39yang disabilitas. Jadi satu kesatuan
  1265. 56:42inklusif untuk mencapai Indonesia yang
  1266. 56:46ramah disabilitas.
  1267. 56:49Indonesia yang lebih tangguh di masa
  1268. 56:51depan. Apakah saya mengeluh? Awalnya
  1269. 56:54iya, tapi mengeluh terus saya berontak.
  1270. 56:57Saya bikin komunitas sendiri terus saya
  1271. 56:59jalan bareng. Yang punya visi sama sama
  1272. 57:02saya. Ibarat kalau One Piece tuh saya
  1273. 57:05saya cari gerbong, saya cari kru, terus
  1274. 57:08saya ayo kita cari One Piece sama-sama.
  1275. 57:11Nah, Teman-teman, jadi kalau Teman-teman
  1276. 57:14ngerasa
  1277. 57:16e lagi enggak baik-baik saja, lagi capek
  1278. 57:19dan sebagainya dan enggak ngerasa enggak
  1279. 57:21punya ada yang support, pada titik
  1280. 57:23tertentu teman-teman boleh kok bikin
  1281. 57:26komunitasnya sendiri untuk berjuang
  1282. 57:29bersama teman-teman. Yang penting
  1283. 57:30teman-teman punya visi yang jelas.
  1284. 57:32gitu. Balik lagi teman-teman harus
  1285. 57:35menentukan tujuan hidup teman-teman tuh
  1286. 57:37apa. Itu adalah salah satu aspek
  1287. 57:39tertinggi dari spiritualitas manusia.
  1288. 57:42Menemukan
  1289. 57:45makna hidup se.
  1290. 57:51Baik, terima kasih. Aku
  1291. 57:54sedikit ee apa ya? menggugah semangat
  1292. 57:57saya sepertinya.
  1293. 58:00Oke. Nah, ee kali ini kita mau baca
  1294. 58:03pertanyaan dari kolom chat dulu ya. Ee
  1295. 58:06para narasumber saya ingin membacakan
  1296. 58:08pertanyaan dari adik Samuel Leonard
  1297. 58:11Saragi. Eh, izin bertanya, Pak.
  1298. 58:14Bagaimana jika seseorang sudah kena
  1299. 58:16gangguan mental dan sudah dibawa ke
  1300. 58:18bagian psikolog ee tetapi dia dibawa ee
  1301. 58:23dan tetapi dia dibawa juga rajin ke
  1302. 58:25tempat ibadah, terus dia juga dibawa ke
  1303. 58:28tempat orang pintar atau dukun. Nah,
  1304. 58:31apakah akan jadi bertentangan dengan
  1305. 58:34seseorang yang kena gangguan mental?
  1306. 58:37Jadi ini semua sudah di
  1307. 58:40dicoba ini PDA kemudian dibawa juga ke
  1308. 58:42rumah ibadah kemudian dibawa juga ke
  1309. 58:44orang pintar dalam kata kutip dukun.
  1310. 58:47Nah, kira-kira bagaimana itu Pak? Boleh
  1311. 58:50Pak Rudi menanggapi.
  1312. 58:52Ya,
  1313. 58:54kalau kita sakit mental berarti harus
  1314. 58:56disembuhkan oleh orang yang punya
  1315. 58:58kemampuan di bidang mental dong ya. Jadi
  1316. 59:00jangan sampai kita motor kita rusak
  1317. 59:03dibawa ke tempat bengkel yang lain ya.
  1318. 59:05Ini kan kurang cocok. Mungkin bisa saja,
  1319. 59:08tapi nanti hasil tidak maksimal. Memang
  1320. 59:10dalam kehidupan kita nyata tidak seperti
  1321. 59:12kita mudah teori ya. Kadang ada juga
  1322. 59:14orang percaya kepada hal-hal gaib ya
  1323. 59:16seperti dukun. Saya pikir pengertian
  1324. 59:19dukun juga harus kita telusuri lagi. Ada
  1325. 59:22juga memang spesialis di sana ya. Tetapi
  1326. 59:24kalau kita konteksnya beragama maka
  1327. 59:27tentu kita harus berpikir dengan akal
  1328. 59:29budi, dan spiritual kita. Nah, jadi
  1329. 59:32orang yang sakit mental kalau dibawa ke
  1330. 59:33campur-campur itu takutnya nanti punya
  1331. 59:35opini yang berbeda-beda karena
  1332. 59:37masing-masing punya sudut pandang yang
  1333. 59:39beda. Kalau dari segi dokter punya
  1334. 59:41pandangan tentang medis. Kalau kita bawa
  1335. 59:43ketui ibadah ya ada proses ya. Jadi
  1336. 59:46rumah ibadah juga bukan berarti bisa
  1337. 59:48menyembuhkan orang mental ya. Tolong
  1338. 59:49kita sepakati dulu nih. Jadi kalau saya
  1339. 59:51sakit demam tidak bisa bawa ke wihara
  1340. 59:54tetap harus ke dokter karena
  1341. 59:55persoalannya ini medis. Nah dibawa ke
  1342. 59:57dukun dia pasti punya perspektif ala
  1343. 59:59dukun. Nah, jadi kalau begitu yang
  1344. 1:00:01bingung nanti siapa yang menderita ini
  1345. 1:00:03dan keluarganya. Jadi, oleh sebab itu
  1346. 1:00:06kita harus dengan jernih melihat ini
  1347. 1:00:08sebutnya persoalan apa dulu nih. Kalau
  1348. 1:00:10mental ya memang harus ke psikiater dan
  1349. 1:00:12sebagainya. Jika tidak nanti maka timbul
  1350. 1:00:15masalah baru yang akhirnya kita makin
  1351. 1:00:18runyam dan tidak bisa menyelesaikannya.
  1352. 1:00:20Jadi kembali lagi kepada Saudara Samuel,
  1353. 1:00:23adinda kami
  1354. 1:00:25ya. Kita sebagai umat beragama tentu
  1355. 1:00:28kita harus meletakkan pada porsi yang
  1356. 1:00:31sepantasnya gitu ya. Jadi kalau sakit ya
  1357. 1:00:34dokter, sakit medis ya dokter. Kalau
  1358. 1:00:36memang sakit ee dukun ya dukun. Dukun
  1359. 1:00:39itu enggak selalu jelek kok. Ada dukun
  1360. 1:00:40patah kan. Dan banyak juga orang sembuh
  1361. 1:00:42kan di dukun patah kan. Karena dia punya
  1362. 1:00:44perspektif atau metode yang cukup manjur
  1363. 1:00:46untuk menyelesaikan itu. Hanya saja
  1364. 1:00:47jangan dicampur ya sebentar ke ini,
  1365. 1:00:50sebentar ke itu. Nanti kamu bingung
  1366. 1:00:51sendiri. Demikian Bu.
  1367. 1:00:54Baik. Terima kasih, Pak. Karena mungkin
  1368. 1:00:57ada sebagian orang yang berpendapat
  1369. 1:00:59bahwa ke psikolog itu pasti sudah
  1370. 1:01:01gangguan jiwa. Nah, itu mungkin menjadi
  1371. 1:01:03momok tersendiri mungkin. Nah, kira-kira
  1372. 1:01:06Coach gimana nih coach menanggapinya?
  1373. 1:01:09Baik, izin jawaban singkatnya. Saya
  1374. 1:01:11setuju sama Pak Rudi gitu ya. Sudah
  1375. 1:01:12selesai kita habis ini kuliahnya ya.
  1376. 1:01:15Tapi izin saya menambahkan bahwa
  1377. 1:01:18sebenarnya teman-teman emap
  1378. 1:01:22ahli itu punya perspektifnya
  1379. 1:01:24masing-masing. Tapi kata ahli itu juga
  1380. 1:01:27perlu hati-hati. Bahkan sekarang orang
  1381. 1:01:31yang baru baca kulitnya aja sudah merasa
  1382. 1:01:33dirinya ahli. So be careful with that
  1383. 1:01:36gitu ya.
  1384. 1:01:38Sehingga bicara tentang kesehatan mental
  1385. 1:01:42itu ada tenaga profesional yang namanya
  1386. 1:01:44psikolog psikiater. Nah, psikolog dan
  1387. 1:01:47psikiater itu juga punya latar belakang
  1388. 1:01:50pendidikan yang berbeda ya. Kalau
  1389. 1:01:52psikiater itu dari dokter umum ngambil
  1390. 1:01:56ee spesialis kedokteran jiwa SPKJ. Lalu
  1391. 1:02:00kalau psikolog itu ngambil S1 psikologi,
  1392. 1:02:03terus bisa ngambil ee program profesi
  1393. 1:02:06psikologi untuk jadi psikolog umum
  1394. 1:02:09ataupun ee ambil spesialis di ee
  1395. 1:02:12psikologi klinis yang dekat dengan
  1396. 1:02:15kesehatan mental. Nah, keduanya saling
  1397. 1:02:18kerja sama. Kalau Teman-teman bingung
  1398. 1:02:20mau ke mana duluan, ee enggak usah
  1399. 1:02:24khawatir ya, Teman-teman. Cobain aja.
  1400. 1:02:26Biasanya gini, kalau teman-teman ee
  1401. 1:02:30ke psikolog dulu terus ee takut salah
  1402. 1:02:33harusnya ke psikiater enggak apa-apa.
  1403. 1:02:35Nanti dari dari psikolog biasanya
  1404. 1:02:38diasesmen dulu kan terus nanti di apa?
  1405. 1:02:42Di diver kalau dirasa perlu obat karena
  1406. 1:02:46yang bisa ngasih obat itu psikiater
  1407. 1:02:49biasanya. Dan kalau psikologi hanya
  1408. 1:02:52menggunakan e pendekatan ee bukan hanya
  1409. 1:02:55ya menggunakan pendekatan yang berbeda.
  1410. 1:02:58Salah satunya misalnya dengan ee
  1411. 1:02:59psikoterapi dan psikoterapi itu banyak
  1412. 1:03:01banget. Ada CBT, ada hipnoterapi, ada
  1413. 1:03:05DBT, ada RBT banyak.
  1414. 1:03:09Oke. Nah, ee apa dari ee
  1415. 1:03:16perspektif KongCucu gimana? Ee ee gini,
  1416. 1:03:21Kongkucu selalu bilang bahwa
  1417. 1:03:22tempatkanlah dirimu sesuai dengan
  1418. 1:03:24kemampuanmu, gitu ya. Jadi, Anda ya
  1419. 1:03:29kalau
  1420. 1:03:31punya ilmunya apa ya udah stay di situ
  1421. 1:03:33gitu ya.
  1422. 1:03:34Ee mungkin Anda bisa belajar yang lain
  1423. 1:03:37juga, tapi kalau hanya kulitnya saja
  1424. 1:03:40Anda hati-hati untuk membicarakan Anda
  1425. 1:03:42tuh ahli. Karena sekarang kita ee sulit
  1426. 1:03:46banget menemukan yang mana nih yang
  1427. 1:03:48valid gitu ya karena akses informasi
  1428. 1:03:50yang begitu luas. So teman-teman saya
  1429. 1:03:53sarankan tetap ke tenaga profesional,
  1430. 1:03:56psikolog atau psikiater dan kalau perlu
  1431. 1:03:58cek SIPP-nya ya surat izin praktiknya.
  1432. 1:04:02Kalau enggak ada jangan bahaya itu nanti
  1433. 1:04:05jadi maha praktik. Oke semangat
  1434. 1:04:07teman-teman.
  1435. 1:04:09Iya,
  1436. 1:04:12ini teman-teman santai aja ya, jangan
  1437. 1:04:14tegang-tegang. Kalau tegang-tegang
  1438. 1:04:15kuliah ini gagal. Harusnya bikin
  1439. 1:04:17teman-teman happy nih.
  1440. 1:04:20Ya, ini kesempatan yang luar biasa nih.
  1441. 1:04:22Kita mendapatkan coach nih
  1442. 1:04:26yang luar biasa
  1443. 1:04:29di bidangnya ahli. Jadi, adik-adik
  1444. 1:04:30mahasiswa rugi nih kalau enggak tanya.
  1445. 1:04:32Jadi, jangan ditahan-tahan. Apalagi
  1446. 1:04:34generasi Z ini sudah pasti beban ee
  1447. 1:04:37hidupnya walaupun belum sampai dunia
  1448. 1:04:38kerja ini ya kan ee Pak pasti sudah apa
  1449. 1:04:42memikul beban yang cukup berat. Coba.
  1450. 1:04:45Oke, satu lagi nih Pak. Ada pertanyaan
  1451. 1:04:47di kolom chat dari
  1452. 1:04:50Anastasia Nabila
  1453. 1:04:53eh izin bertanya terkait bagaimana
  1454. 1:04:56praktik mindfulness.
  1455. 1:04:58Nah, dalam praktik mindfulness ini kita
  1456. 1:05:00diajak untuk hadir bersama rasa sakit.
  1457. 1:05:03Bagaimana cara seseorang yang berduka
  1458. 1:05:06mempraktikkan ini tanpa tenggelam dalam
  1459. 1:05:09kesedihan yang berlarut-larut?
  1460. 1:05:11Kan mindfulness ini adalah teori
  1461. 1:05:13penerimaan, tetapi untuk dalam proses
  1462. 1:05:15berduka agak sulit. Jadi, bagaimana
  1463. 1:05:18tanggapan untuk kedua agama? Terima
  1464. 1:05:21kasih, Pak.
  1465. 1:05:24Boleh ke Pak Rudi terlebih dahulu, Pak.
  1466. 1:05:27Iya. Jadi
  1467. 1:05:29untuk menjawab ini kita perlu melihat
  1468. 1:05:32secara historis ya. Ketika pangidarta
  1469. 1:05:35itu menjadi Buddha, dia melihat empat
  1470. 1:05:38peristiwa penting. Salah satunya adalah
  1471. 1:05:40orang meninggal. Ya, jadi dia melihat
  1472. 1:05:42meninggal ini adalah persoalan
  1473. 1:05:44universal, bukan persoalan agama Buddha
  1474. 1:05:47saja. Jadi semua makhluk, semua orang
  1475. 1:05:50yang terlahir di dunia ini pasti akan
  1476. 1:05:52mengalami proses meninggal. Yang lahir
  1477. 1:05:56pasti meninggal. Jadi artinya ketika
  1478. 1:05:58kita menghadapi meninggal itu memang
  1479. 1:06:00berat, tidak semudah dengan apa yang
  1480. 1:06:01saya sampaikan. Saya mungkin juga ketika
  1481. 1:06:04menghadapi ini tidak seperti segampang
  1482. 1:06:06saya ngomong ini ya. Tapi yang jelas
  1483. 1:06:08dengan mindfulness itu kita bukan
  1484. 1:06:10berarti menghilangkan kesedihan. Bukan.
  1485. 1:06:13Kita bukan menghilangkan kehilangan kita
  1486. 1:06:16kepada orang yang kita cintai itu.
  1487. 1:06:18Bukan. Tapi kita lebih menyadari bahwa
  1488. 1:06:22proses ini adalah proses alami. Jadi
  1489. 1:06:24jangan sampai salah ya. Dulu ada teman
  1490. 1:06:26saya yang e mempelajari tentang Anica.
  1491. 1:06:29Anica itu adalah ketidakekalan dalam
  1492. 1:06:31agama Buddha. Artinya semua makhluk
  1493. 1:06:34tidak kekal. Lalu dia mengatakan kepada
  1494. 1:06:35ibunya, "Bu, nanti kalau kamu meninggal
  1495. 1:06:38saya berusaha tidak sedih." Ini
  1496. 1:06:40menyakitkan loh bagi
  1497. 1:06:43seorang ibu ketika anaknya mengatakan
  1498. 1:06:45demikian. Ya kan? Jadi Sang Buddha bukan
  1499. 1:06:46itu sebetulnya, tapi Sang Buddha memberi
  1500. 1:06:49kita semacam pedoman ketika kita
  1501. 1:06:52kehilangan kehilangannya tidak panjang.
  1502. 1:06:55Ketika kita sedih, sedihnya tidak
  1503. 1:06:56panjang. Itu kalau dalam agama Islam
  1504. 1:06:58mungkin ikhlas kita menerimanya. Ya,
  1505. 1:07:01seperti itu. Jadi sebetulnya ketika kita
  1506. 1:07:04main full, ada kehilangan kita dilatih
  1507. 1:07:07untuk menerima itu dengan cara bahwa ini
  1508. 1:07:10juga tidak akan berlangsung lama rasa
  1509. 1:07:12sedih itu. Karena kita juga akan
  1510. 1:07:14dihadapkan kepada persoalan-persoalan
  1511. 1:07:16baru pasca kehilangan itu. Dan kita juga
  1512. 1:07:19harus siap untuk memulai kehidupan baru
  1513. 1:07:22pasca kehilangan itu. Jadi bukan berarti
  1514. 1:07:25kalau kita mindfulness ketika ada orang
  1515. 1:07:27meninggal atau keluarga kita meninggal,
  1516. 1:07:30kita enggak sedih lagi, kita enggak
  1517. 1:07:32kehilangan air mata lagi. Air mata tetap
  1518. 1:07:34ada. Tetapi air mata itu lebih bukan
  1519. 1:07:36kepada kesedihan berkepanjangan, tetapi
  1520. 1:07:38kesedihan kehilangan yang wajar gitu.
  1521. 1:07:42Dan kita berlatih bagaimana bisa
  1522. 1:07:46menjadikan kehilangan itu menjadi suatu
  1523. 1:07:48proses pemahaman terhadap kehidupan yang
  1524. 1:07:51sewajarnya gitu. Jadi mohon ini
  1525. 1:07:54hati-hati dicerna karena banyak sekali
  1526. 1:07:57umat Buddha yang salah mengartikan
  1527. 1:07:59dengan mindfulness ini. Seolah-olah kita
  1528. 1:08:01bebas dari rasa sedih, bebas dari rasa
  1529. 1:08:04duka, bebas dari rasa kehilangan. Bukan.
  1530. 1:08:07Kalau itu bahaya, malah kita kehilangan
  1531. 1:08:09hati nurani jadinya. Tapi kita melihat
  1532. 1:08:12kehilangan itu sebagai sebuah proses
  1533. 1:08:14untuk kita alami cepat atau lambat dan
  1534. 1:08:18itu adalah proses untuk bertumbuh
  1535. 1:08:20kembali di masa yang akan datang. Jadi
  1536. 1:08:22artinya kita dalam agama Buddha itu
  1537. 1:08:24mengartikan meninggal misalnya contoh
  1538. 1:08:26ya, itu pulang supaya makna kesedihannya
  1539. 1:08:28tidak terlalu besar. Jadi kita pulang ke
  1540. 1:08:31kesejatian kita kepada ee alam di mana
  1541. 1:08:35kita itu tumbuh sejati sempurna adanya.
  1542. 1:08:38Jadi tidak kehilangan seperti ya secara
  1543. 1:08:41duniawi begitu Bu. Terima kasih.
  1544. 1:08:47Baik terima kasih Pak Rudi. Nah, kalau
  1545. 1:08:50gimana nih? mindfulness nih. Nah, itu
  1546. 1:08:52agak deep sekali ya sepertinya.
  1547. 1:08:55Iya, terima kasih eh Pak Rudi. Saya
  1548. 1:08:58setuju banget itu bahwa ee kita tuh
  1549. 1:09:02enggak bisa lepas dari ee apa ya? Enggak
  1550. 1:09:05bisa lepas dari ketika mindfulness ya,
  1551. 1:09:08kita udah happy terus gitu ya. Enggak
  1552. 1:09:11lah. Teman-teman perlu ketahui bahwa
  1553. 1:09:13yang namanya manusia itu emosinya
  1554. 1:09:16ada banyak teman-teman. Nonton Inside
  1555. 1:09:19Out enggak sih? Nontonlah pasti kan.
  1556. 1:09:21Ayo, ada berapa macam emosi? Ada Nak,
  1557. 1:09:25ayo Nak, ada enam ya emosi dasar. Jadi
  1558. 1:09:29ketika bicara tentang emosi itu bukan
  1559. 1:09:30marah-marah doang gitu ya, tapi ada
  1560. 1:09:33sedih, ada senang dan sebagainya, ada
  1561. 1:09:35surprise, jijik dan sebagainya dan itu
  1562. 1:09:39adalah bagian yang membuat kita jadi
  1563. 1:09:41manusia. yang tadi kata Pak Rudi bilang
  1564. 1:09:42kalau kita hilangkan itu kita kehilangan
  1565. 1:09:45hati nurani. Sehingga ee teman-teman ee
  1566. 1:09:49nyambung sama pertanyaan yang tadi
  1567. 1:09:52ditanyakan sama penanya bagaimana kita
  1568. 1:09:55bisa melakukan mindfulness dalam konteks
  1569. 1:09:58kita sedang berduka. Yang perlu
  1570. 1:10:00teman-teman ketahui ketika bicara
  1571. 1:10:02mindfulness menurut eh Dr. Kabat Zain
  1572. 1:10:05itu ada banyak tipe yang mana sebenarnya
  1573. 1:10:09mindfulness itu tidak hanya cerita
  1574. 1:10:11tentang acceptance tapi cerita bagaimana
  1575. 1:10:15Anda itu bisa menikmati kehidupan di
  1576. 1:10:19masa kini. yang mana di otak kita
  1577. 1:10:22kadang-kadang kita suka liar lagi duduk
  1578. 1:10:24gini aja mikirin oh nanti habis ngobrol
  1579. 1:10:27sama Pak Andre ngobrol sama Pak Rudi,
  1580. 1:10:29makan apa ya nanti ya aku lapar nih Pak
  1581. 1:10:31Andre banyak bawel nih kayaknya nih ya.
  1582. 1:10:34Nah itu Anda sudah tidak main fullness
  1583. 1:10:36atau Anda kepikiran, eh si mantan aku
  1584. 1:10:40kalau lagi ngapain ya gitu. Nah, tidak
  1585. 1:10:43mindfulness. Sehingga mindfulness
  1586. 1:10:46membantu Anda untuk tetap fokus, stay di
  1587. 1:10:48masa kini. Karena yang paling real
  1588. 1:10:51adalah masa kini. Masa depan adalah
  1589. 1:10:53misteri. Eh, masa lalu adalah
  1590. 1:10:56pengalaman, sejarah. Maka kata kura-kura
  1591. 1:11:00di di kungfu panda bahwa presence apa?
  1592. 1:11:04Eh, today is a presence gitu ya. Eh,
  1593. 1:11:08jadi gimana caranya mindfulness dalam
  1594. 1:11:11konteks kedukaan? Sebenarnya mindfulness
  1595. 1:11:14selain mengajarkan right here, right now
  1596. 1:11:16di masa kini, teman-teman akan diajak
  1597. 1:11:19untuk jadi penonton.
  1598. 1:11:22Kenapa sih kita sedih? Karena kita
  1599. 1:11:24terlalu lekat sama emosinya. Maka
  1600. 1:11:29dengan mindfulness, kita diajak untuk
  1601. 1:11:31ngambil jarak antara emosi kita lagi
  1602. 1:11:35sedih nih sama diri kita juga. Jadi kita
  1603. 1:11:37jadi penonton dari rasa duka itu gitu.
  1604. 1:11:42Ibarat tubuh kita nih jadi satu nih sama
  1605. 1:11:45jiwa kita nih. Tiba-tiba dek mundur
  1606. 1:11:47sedikit ke belakang. Saya lagi lihatin
  1607. 1:11:50diri saya lagi ngobrol
  1608. 1:11:52sama teman-teman di Zoom. Jadi ee
  1609. 1:11:55teman-teman bisa nonton, "Oh, berarti
  1610. 1:11:57aku lagi sedih, ya. It's ok." gitu. Jadi
  1611. 1:12:01diambil jarak
  1612. 1:12:03supaya teman-teman bisa lebih memproses
  1613. 1:12:06lebih cepat penerimaan diri tadi.
  1614. 1:12:10Yang kalau dalam konteks psikologi itu
  1615. 1:12:11namanya eh
  1616. 1:12:14commitment acceptance
  1617. 1:12:17terapi. Kebalik acceptance commitment
  1618. 1:12:20terapi act.
  1619. 1:12:22Teman-teman bisa cek di internet gitu
  1620. 1:12:25ya. Terima kasih. Semoga menjawab.
  1621. 1:12:29Baik. Terima kasih, Coach.
  1622. 1:12:33Nah, ee untuk adik-adik mahasiswa,
  1623. 1:12:35apakah ada yang ingin bertanya kembali?
  1624. 1:12:42Apakah ingin bertanya? Satu penanya lagi
  1625. 1:12:45bisa masih dibuka.
  1626. 1:12:50Kalau enggak ada yang nanya, saya yang
  1627. 1:12:51nanya. Ah,
  1628. 1:12:53teman-teman ee boleh enggak izin ya, Bu?
  1629. 1:12:55Ini sambil di disambung, ya. Kalau
  1630. 1:12:58sambil ada yang nanya.
  1631. 1:12:59Pakilakan
  1632. 1:13:03siapa ini?
  1633. 1:13:05Gilang, Bu. Dari KW
  1634. 1:13:07Gilang. Oke, silakan Gilang.
  1635. 1:13:11Bu, di ajaran
  1636. 1:13:15bahwasanya Tuhan itu mengasih cobaan
  1637. 1:13:17kepada umatnya yang sanggup
  1638. 1:13:19melewatinya, kan. Namun di saat kita
  1639. 1:13:24keluar dari masalah itu dan mencari
  1640. 1:13:27solusi biar masalah itu selesai, kita
  1641. 1:13:29kayak ee ee enggak sanggup, enggak kuat,
  1642. 1:13:33pengin nyerah aja rasa, Bu. Padahal tahu
  1643. 1:13:35yang balik dari awalnya Tuhan itu ngasih
  1644. 1:13:38cobaan bagi umat yang sanggup
  1645. 1:13:40melewatinya. Jadi menurut apa? Saya
  1646. 1:13:43ingin bertanya, gimana sih pandangan
  1647. 1:13:46dari Bapak-bapak yang pemaparan materi
  1648. 1:13:48ini ee menyelesaikan masalah yang
  1649. 1:13:50diberikan Tuhan? Di mana kita sebagai
  1650. 1:13:54umatnya merasa di titik kayak ee enggak
  1651. 1:13:57sanggup aku kayak udahlah sudah nyerah
  1652. 1:14:00aja enggak enggak bisa apa enggak bisa
  1653. 1:14:02ngelakukan apa-apa lagi Bu.
  1654. 1:14:08Baik boleh direspon Pak.
  1655. 1:14:11katanya Tuhan kasih cobaan itu di apa
  1656. 1:14:15sesuai dengan batas kemampuan manusianya
  1657. 1:14:17gitu. Tapi kok S1 belum selesai ini
  1658. 1:14:19sudah dapat cobaan lagi.
  1659. 1:14:21Silakan Pak Rudi. Saya nanti
  1660. 1:14:23menambahkan.
  1661. 1:14:26Iya sekali lagi bahwa dalam kehidupan
  1662. 1:14:29ini adalah kita belajar ya bagaimana
  1663. 1:14:33belajar menyempurnakan. Memang masalah
  1664. 1:14:35itu sangat relatif ya. Ada yang kecil
  1665. 1:14:39tapi ketika orang itu enggak siap
  1666. 1:14:40dianggap itu besar. Kan begitu ya.
  1667. 1:14:43Kadang-kadang kita dengar itu, "Saya
  1668. 1:14:45punya hutang nih berapa?" Rp100.000.
  1669. 1:14:48Waduh, berat sekali. Padahal kita
  1670. 1:14:50kebetulan karena kita punya pendapatan
  1671. 1:14:52lebih, kita melihat R.000 itu kecil aja.
  1672. 1:14:54Jadi sangat tergantung, sangat
  1673. 1:14:56kondisional tuh masalah. Jadi kalau kata
  1674. 1:14:59tadi Gilang ya sampai pada titik
  1675. 1:15:02tertentu kita enggak sanggup
  1676. 1:15:02menyelesaikan masalah itu sebetulnya kan
  1677. 1:15:04kita dapat ee
  1678. 1:15:08dapat kita
  1679. 1:15:11terlatih ee bahasa
  1680. 1:15:16ya dihidupan ini selama itu masalah itu
  1681. 1:15:20ada di dunia pasti ada solusinya gitu
  1682. 1:15:22loh.
  1683. 1:15:24kecuali masalah itu ada dari surga gitu.
  1684. 1:15:27Semua masalah di dunia ini sebetulnya
  1685. 1:15:29maka solusinya adalah solusi manusia.
  1686. 1:15:32Paham ya? Jadi setiap masalah yang
  1687. 1:15:33muncul di dunia ini pasti memang untuk
  1688. 1:15:35manusia dan saya yakin manusia punya
  1689. 1:15:38cara menyelesaikannya. Cuma kan masalah
  1690. 1:15:40ini diselesaikan pertama bisa secara
  1691. 1:15:43personal pribadi ya. Kalau pribadi berat
  1692. 1:15:46kita mungkin bisa dengan cara
  1693. 1:15:48teman-teman.
  1694. 1:15:52Nah, banyak orang memaksakan diri untuk
  1695. 1:15:54menyelesaikan masalah itu pada saat itu
  1696. 1:15:56juga. Itu masalahnya. Sehingga akhirnya
  1697. 1:16:00ketika masalah itu harus dipaksakan
  1698. 1:16:01selesai, dia enggak bisa. Maka kita
  1699. 1:16:03dalam beragama butuh waktu sebetulnya
  1700. 1:16:06untuk melihat masalah itu seperti apa.
  1701. 1:16:08Kita butuh ketenangan batin untuk
  1702. 1:16:10melihat masalah itu seperti apa. Dan
  1703. 1:16:11dalam agama itu kita diajarkan untuk
  1704. 1:16:13menyelesaikan masalah itu dengan tenang.
  1705. 1:16:15Kenapa tenang? Karena kita baru tahu
  1706. 1:16:17ternyata masalah itu sebetulnya bobotnya
  1707. 1:16:19seperti apa dulu.
  1708. 1:16:20Masalah terasa berat bukan karena kita
  1709. 1:16:22tidak bisa menyelesaikannya, tetapi kita
  1710. 1:16:24sangat reaktif menanggapinya.
  1711. 1:16:27Padahal sebetulnya kalau kita tenang dan
  1712. 1:16:30kita melibatkan teman-teman untuk
  1713. 1:16:31melihat masalah tersebut, bukan untuk
  1714. 1:16:33memecahkan ya, bukan untuk
  1715. 1:16:35menyelesaikan. Mungkin masalah itu
  1716. 1:16:36terasa lebih ringan. Contoh saya kalau
  1717. 1:16:39ada masalah ketika saya tidak sanggup
  1718. 1:16:42menyelesaikannya, saya tidak buru-buru
  1719. 1:16:43menyelesaikannya dulu. Saya ambil waktu,
  1720. 1:16:46saya merenungkan dulu dalam meditasi.
  1721. 1:16:48Lalu saya jumpa mungkin para Bhante,
  1722. 1:16:51saya jumpa teman-teman saya di agama.
  1723. 1:16:53Bagaimana pandangan kalian seperti ini?
  1724. 1:16:55Ini kan termasuk upaya untuk
  1725. 1:16:56menyelesaikan masalah, bukan memaksakan
  1726. 1:16:59diri untuk menyelesaikan masalah
  1727. 1:17:00sendiri. Nah, mereka berikan masukan,
  1728. 1:17:02berikan jalan, maka kita baru tahu
  1729. 1:17:04ternyata masalah itu tidak seberat yang
  1730. 1:17:06kita bayangkan.
  1731. 1:17:09Jadi, jangan pernah masalah itu
  1732. 1:17:10dipaksakan selesaikan sendiri. Gilang.
  1733. 1:17:13Nah, makanya Tuhan mengatakan tidak ada
  1734. 1:17:16yang tidak bisa diselesaikan sesuai
  1735. 1:17:17kemampuan. Nah, kemampuan gila bagaimana
  1736. 1:17:19misalnya? Apakah teman enggak boleh
  1737. 1:17:21berbagi kepada teman? Nah, teman tidak
  1738. 1:17:24harus menyelesaikan masalah itu, tapi
  1739. 1:17:25dia bisa memberikan advice kepada kita
  1740. 1:17:28bagaimana masalah itu bisa dilihat lebih
  1741. 1:17:31kecil daripada yang kita lihat
  1742. 1:17:33sebenarnya. Pernah punya masalah
  1743. 1:17:36misalnya begini,
  1744. 1:17:37ketika saya urus sesuatu tidak beres,
  1745. 1:17:40saya tidak langsung mengklaim itu
  1746. 1:17:41masalah besar. Tidak. Saya diam dulu,
  1747. 1:17:44saya biarkan dulu. Lalu saya jumpa teman
  1748. 1:17:47saya yang ahli untuk itu minta beri
  1749. 1:17:49pendapat. Ternyata dia ada solusi, dia
  1750. 1:17:52punya teman lagi untuk membantu bisa
  1751. 1:17:53lebih cepat sehingga masalah itu
  1752. 1:17:54akhirnya selesai dengan baik. Nah,
  1753. 1:17:57begitu pendapat saya. Jadi, jangan kita
  1754. 1:17:59mengatakan itu masalah enggak selesai.
  1755. 1:18:01Lalu, iya kalau kita memang reaktif mau
  1756. 1:18:04menyelesaikan saat itu juga, ingat tidak
  1757. 1:18:06ada kewajiban masalah itu harus selesai
  1758. 1:18:09pada saat itu juga.
  1759. 1:18:11Jadi masalah bisa diselesaikan
  1760. 1:18:14dengan waktu yang sesuai yang kita
  1761. 1:18:17sanggup. Terima kasih, Bu.
  1762. 1:18:19Oke. Baik, Pak. Terima kasih, Pak. Nah,
  1763. 1:18:22kalau Coach gimana nih, Coach?
  1764. 1:18:23Iya, terima kasih ee Bro Gilang Maulana.
  1765. 1:18:27Senang ya, Bro. Santai-santai. Ee saya
  1766. 1:18:30paham betul bahwa kita semua punya
  1767. 1:18:32masalah dan kadang-kadang masalah yang
  1768. 1:18:35sama pun direspon sama orang beda-beda
  1769. 1:18:39tuh.
  1770. 1:18:40Tapi eh saya mau bilang gini, apapun
  1771. 1:18:43yang terjadi di hidup Anda, I know it's
  1772. 1:18:46not easy for you.
  1773. 1:18:49Lalu apa yang bisa kita lakukan? Yang
  1774. 1:18:51pertama adalah ubah POV. Saya langsung
  1775. 1:18:54kasih jurusnya aja ya, Teman-teman. Saya
  1776. 1:18:57sering sekali dibully karena saya
  1777. 1:18:59disabilitas. Ini saya kasih konteksnya
  1778. 1:19:01aja. Ini contoh aja ya. Saya sering
  1779. 1:19:03sekali dikatain cacat. Saya capek karena
  1780. 1:19:06saya enggak bisa kontrol tuh mulutnya
  1781. 1:19:07tuh. Kalau perlu saya jahit. saya masuk
  1782. 1:19:10penjara, tapi udah udah disabilitas
  1783. 1:19:11masuk penjara. Aduh, kasihan kan.
  1784. 1:19:14Sehingga apa yang bisa saya lakukan?
  1785. 1:19:16Saya berusaha untuk mengubah kata
  1786. 1:19:19negatif yang disampaikan kepada saya
  1787. 1:19:21dengan kata positif. Maka saya suka
  1788. 1:19:23bercanda. Mohon izin bercandanya agak
  1789. 1:19:26gelap karena habis gelap terlebihlah
  1790. 1:19:28terang gitu ya. Bukan RA Andre per hari
  1791. 1:19:30ini jadi RA Andre bukan RA Kartini gitu
  1792. 1:19:33ya. Bercanda ya teman-teman. Gini
  1793. 1:19:36contohnya, saya selalu memperkenalkan
  1794. 1:19:38diri saya cacat alias cakep-cakap
  1795. 1:19:41tampan. Buat cowok, buah cewek cacat
  1796. 1:19:46juga alias cantik-cantik tangguh sih.
  1797. 1:19:50Cacat juga tuh singkatannya.
  1798. 1:19:52Bahkan dalam narasi seperti ini, setiap
  1799. 1:19:55kata negatif itu kita bisa ubah jadi
  1800. 1:19:58positif tergantung poov kita gitu.
  1801. 1:20:04Semua tergantung bagaimana kita memaknai
  1802. 1:20:07kejadian atau pengalaman di hidup kita,
  1803. 1:20:09Bro. Karena jujur ya, aku sebagai
  1804. 1:20:11disabilitas dari lahir ee
  1805. 1:20:15aku sering sekali ingin bunuh diri.
  1806. 1:20:19Sering sekali setiap
  1807. 1:20:24detik sehingga aku capek mau bunuh diri
  1808. 1:20:27kayaknya susah nih. Karena disabilitas
  1809. 1:20:28juga kan. Ah, gimana ya? Eh, ya udah deh
  1810. 1:20:32terusin gitu ya. Tapi gimana nerusin
  1811. 1:20:34hidup ini dengan bisa menikmatinya?
  1812. 1:20:37Aku enggak mau hidup ini aku terusin,
  1813. 1:20:39tapi aku terus menderita gitu. Maka yang
  1814. 1:20:42bisa aku lakukan aku tidak bisa ngubah
  1815. 1:20:43tubuhku, Bro. Tapi yang bisa aku ubah
  1816. 1:20:46adalah pikiranku. Ya udah dengan cara
  1817. 1:20:49setiap kata negatif, setiap pembulian
  1818. 1:20:51itu aku ubah secara positif, gitu.
  1819. 1:20:54Bahkan sor ya kata goblok sekalipun itu
  1820. 1:20:57kita bisa ubah secara positif loh. Ada
  1821. 1:20:59tuh di konten saya di Instagram
  1822. 1:21:01teman-teman bisa cek apa coba kata posif
  1823. 1:21:06dari goblok aja. Misalnya G apa? Gigih.
  1824. 1:21:11Eh Optimis B berani. L lugas. O lagi
  1825. 1:21:16open mindset. T apa? Eh, Kak keren sih.
  1826. 1:21:20Bahkan setiap kata negatif itu bisa kita
  1827. 1:21:22narasikan secara positif tergantung
  1828. 1:21:24sekali lagi POV kita. Maka kalau
  1829. 1:21:26teman-teman mau pakai ilmu ini, tidak
  1830. 1:21:28ada seorang pun yang bisa nyakitin diri
  1831. 1:21:30teman-teman kecuali diri teman-teman
  1832. 1:21:32sendiri. Oke,
  1833. 1:21:35semoga bisa jadi jurus baru buat
  1834. 1:21:38teman-teman menghadapi kehidupan ini
  1835. 1:21:40yang luar biasa.
  1836. 1:21:43Semangat teman-teman
  1837. 1:21:45ya. Baik Coach. Berarti benar ya, Coach,
  1838. 1:21:48istilah berdamai dengan diri sendiri itu
  1839. 1:21:50menjadi jalan ninja ya, Coach ya,
  1840. 1:21:54yang paling efektif.
  1841. 1:21:56Oke, satu lagi nih, sepertinya Yulia
  1842. 1:21:58cukup menarik.
  1843. 1:22:01Iya,
  1844. 1:22:02karena tadi ada kumpuanda kan, Coach?
  1845. 1:22:05Oh, iya.
  1846. 1:22:06Eh, adik kita Yulia ini sebagai penanya
  1847. 1:22:09terakhir ya untuk kuliah umum kita pada
  1848. 1:22:11hari ini. Boleh Yulia silakan bertanya.
  1849. 1:22:15Oke, izin. Terima kasih e untuk Ibu.
  1850. 1:22:17Saya Yulia Angreni Berpandia dari kelas
  1851. 1:22:19IC Sore ingin menanyakan ee ini dari
  1852. 1:22:24sesi sebelumnya sebetulnya tapi mungkin
  1853. 1:22:26baru dikasih kesempatan pada saat ini.
  1854. 1:22:29Ee di era kami nih Pak Bu di era Genzi
  1855. 1:22:33itu banyak yang sering ee mengalami
  1856. 1:22:35masalah tapi untuk menyelesaikan masalah
  1857. 1:22:38itu dari untuk mencari solusi. Tetapi
  1858. 1:22:41dia menanamkan mindset ee untuk berserah
  1859. 1:22:44diri atau tawakal gitu Bu. Bagaimana
  1860. 1:22:47pandangan Bapak Ibu terhadap hal
  1861. 1:22:48tersebut? Apakah itu dapat mengurangi
  1862. 1:22:51stres atau ee kerusakan mental atau
  1863. 1:22:54bahkan itu membuat ee mentalnya itu
  1864. 1:22:57semakin rusak dari dalam karena itu
  1865. 1:22:59suatu saat bisa meluap gitu, Bu. Karena
  1866. 1:23:02hanya dipendam gitu. dan bagaimana cara
  1867. 1:23:05kami agar bisa ee lebih lebih bisa
  1868. 1:23:08menangani masalah-masalah yang mungkin
  1869. 1:23:11bagi orang itu sepele yang di mana ee
  1870. 1:23:14sering disebut Gen itu adalah generasi
  1871. 1:23:16stroberi gitu, Bu. Terima kasih.
  1872. 1:23:20Baik, terima kasih. Yuk, Bapak Rudi
  1873. 1:23:24boleh menanggapi, Pak?
  1874. 1:23:26Iya, berserah diri itu bagus ya
  1875. 1:23:28sebetulnya. Karena berserah diri itu
  1876. 1:23:30sebetul kita masuk kepada fase
  1877. 1:23:32ketenangan. Tapi bukan berserah diri
  1878. 1:23:34pasrah ya Yulia ya. Jangan diartikan
  1879. 1:23:37seperti itu. Dalam beapa agama, dalam
  1880. 1:23:39masing-masing agama ada berserah diri.
  1881. 1:23:41Artinya ikhlas juga termasuk berserah
  1882. 1:23:42diri. Jadi memang anak Genjet bisa salah
  1883. 1:23:45tanggap nih dengan pengertian berserah
  1884. 1:23:47diri. Jadi berserah diri yang tidak
  1885. 1:23:49produktif ada. Artinya dia tidak ada
  1886. 1:23:51upaya tidak
  1887. 1:23:53tidak ada upaya untuk keluar daripada
  1888. 1:23:55masalah tersebut atau mencari solusi.
  1889. 1:23:57Jadi sebetulnya kalau saya melihat
  1890. 1:23:58berserah diri itu adalah kita masuk ke
  1891. 1:24:01dalam kekenian. Kita melihat masalah itu
  1892. 1:24:03dengan jernih lalu kita pelan-pelan akan
  1893. 1:24:06mengupas satu persatu di mana akan
  1894. 1:24:08masalahnya. Dari situ akan muncul ilham,
  1895. 1:24:10akan muncul daya juang untuk
  1896. 1:24:12memperbaikinya. Tapi bukan berserah diri
  1897. 1:24:14itu tidur, berserah diri itu pasrah,
  1898. 1:24:18bukan. Ya, jadi hati-hati dengan kata
  1899. 1:24:20berserah diri. Saya juga kalau ada
  1900. 1:24:22masalah berserah diri dulu kepada ee ee
  1901. 1:24:25Buddha ya, kepada para Budhisatwa. Untuk
  1902. 1:24:28apa? Kita memohon, kita harus sadar diri
  1903. 1:24:30juga nih sebagai manusia bahwa dengan
  1904. 1:24:32keterbatasan kita, kita perlu
  1905. 1:24:35perlindungan, perlu arahan daripada
  1906. 1:24:37kalau kalian mungkin di Islam ya,
  1907. 1:24:39nabi-nabi ya, guru besar kita, guru suci
  1908. 1:24:42untuk memberikan satu kekuatan kepada
  1909. 1:24:44kita ee dari Tuhan ya. sehingga kita itu
  1910. 1:24:46bisa punya cara pandang yang berbeda.
  1911. 1:24:49Tadi saya sudah mengatakan agama Buddha
  1912. 1:24:50itu paling penting adalah pikiran. Jadi
  1913. 1:24:52kita berserah diri itu adalah untuk
  1914. 1:24:54mundur sejenak daripada masalah tapi
  1915. 1:24:58bukan mundur dan hilang. Mundur untuk
  1916. 1:25:00melihat masalah itu dengan perspektif
  1917. 1:25:02yang berbeda.
  1918. 1:25:03Dengan dari itu, kita bisa tahu ternyata
  1919. 1:25:05masalah itu tidak seberat atau tidak
  1920. 1:25:07seperti yang kita bayangkan sebelumnya.
  1921. 1:25:09Sehingga dengan ketenangan itu kita bisa
  1922. 1:25:11mendapatkan ilham, mendapatkan satu
  1923. 1:25:14proses untuk mengetahui cara
  1924. 1:25:17menyelesaikannya dengan baik. Itu
  1925. 1:25:19pengertian saya, Yulia. Terima kasih.
  1926. 1:25:25Makasih, Pak Rudi. Bagaimana, Kost?
  1927. 1:25:28Baik, izin saya nambahkan.
  1928. 1:25:32Tapi sebelum saya kasih jurus lagi,
  1929. 1:25:34jurusnya mahal nih, Teman-teman. Ini ada
  1930. 1:25:36500 juta di sini yang hadir. Tolong
  1931. 1:25:38follow. IG saya ya, sama IG Sobat Cho
  1932. 1:25:42ya. Kalau ikhlas. Kalau enggak ikhlas
  1933. 1:25:44enggak apa-apa nanti saya blok juga ya,
  1934. 1:25:46Teman-teman. Oke. Eh, gini bicara
  1935. 1:25:49tentang ee berserah saya setuju sekali
  1936. 1:25:52bahwa itu bukan ya ya udah ada masalah
  1937. 1:25:56ya santai aja cuy, tidur aja, makan BO,
  1938. 1:26:00makan BO mati. It's ok kalau Anda enggak
  1939. 1:26:02nyesal. Oke.
  1940. 1:26:05Tapi saya mau bilang gini, kalau Anda
  1941. 1:26:07menyesal maka berusahalah.
  1942. 1:26:11Karena idealnya
  1943. 1:26:14agama mengajarkan apapun itu kita usaha
  1944. 1:26:17dulu baru tawakal, baru berserah
  1945. 1:26:22gitu. Jadi jangan dibalik.
  1946. 1:26:25Ya udah cing lah
  1947. 1:26:29ma ujian. Wah udah santai enggak usah
  1948. 1:26:31belajar. Ngapain nanti juga bisa pakai
  1949. 1:26:34chat GPT kan? Wuh, mudahlah, mudah. Iya,
  1950. 1:26:39nilai Anda bagus tapi Anda nyesal enggak
  1951. 1:26:41otak Anda enggak ada tuh kosong. Eh, ada
  1952. 1:26:44sih pakai otak cat GPT gitu. Eh, sor
  1953. 1:26:47enggak boleh nyebut merek. Pakai otak AI
  1954. 1:26:50gitu. Come on. Kalau Anda enggak nyesal,
  1955. 1:26:53sekali lagi it's ok. Tapi kalau Anda
  1956. 1:26:56nyesal, don't do it. Karena hidup itu
  1957. 1:26:59cuman sekali. Yolo, kan?
  1958. 1:27:01Iya. Yolo tuh bukan berarti enak-enak
  1959. 1:27:03aja Anda maunya. Yolo artinya Anda
  1960. 1:27:07berusaha sekuat mungkin menciptakan
  1961. 1:27:10hidup yang Anda inginkan. Yang Anda
  1962. 1:27:12tidak menyesal. Tuh,
  1963. 1:27:15Anda happy-happy. Boleh enggak? Boleh.
  1964. 1:27:18Nyesal enggak? Kalau enggak nyesal
  1965. 1:27:19silakan.
  1966. 1:27:21Tapi kalau nyesal ya Anda berjuang
  1967. 1:27:24untuk hidup apa yang Anda mau. Terlepas
  1968. 1:27:27apapun background Anda, no excuse
  1969. 1:27:30teman-teman. Aku nih bisa punya banyak
  1970. 1:27:32alasan untuk cuman tidur doang di rumah
  1971. 1:27:36karena aku disabilitas. Bilang aja aku
  1972. 1:27:38malas. Ah, badan aku kaku nih, enggak
  1973. 1:27:40bisa ngapa-ngapain. Tapi tahukah
  1974. 1:27:42teman-teman per hari ini aku bisa ketemu
  1975. 1:27:43teman-teman sekalian itu karena aku
  1976. 1:27:46memilih untuk tidak tiduran di kasur.
  1977. 1:27:49Tapi aku berjuang, aku kerja jadi
  1978. 1:27:52pelatih mental olahraga. Apakah jadi
  1979. 1:27:55pelatih mental doang? Enggak. Aku juga
  1980. 1:27:57dosen psikologi.
  1981. 1:28:00Aku juga pelatih mental,
  1982. 1:28:03konsultan psikologi.
  1983. 1:28:07Aku terus berjuang untuk apa? Bukan
  1984. 1:28:10untuk diriku, tapi untuk bisa kita
  1985. 1:28:13sama-sama membantu orang lain. Karena
  1986. 1:28:15dengan membantu orang lain dalam
  1987. 1:28:17perspektif psikologi juga itu namanya
  1988. 1:28:19prososial. Ketika kita punya keinginan
  1989. 1:28:21untuk bantu orang lain, maka asar kita
  1990. 1:28:23tumbuh, maka spiritualitas kita naik
  1991. 1:28:25sehingga bisa menciptakan hidup yang
  1992. 1:28:27lebih bahagia,
  1993. 1:28:30gitu. Tapi sebelum bantu orang, bantulah
  1994. 1:28:32diri Anda. Nah, kalau Anda-Anda masih
  1995. 1:28:35bingung, masih galau, teman-teman bisa
  1996. 1:28:38ee follow IG saya atau IG Sobat CIho
  1997. 1:28:41karena kita sama-sama berjuang dalam
  1998. 1:28:43live krisis. Promosi sedikit ya, karena
  1999. 1:28:45ini kampus luar biasa sekali ini. Ada
  2000. 1:28:47500 juta ada di sini ya. Dan saya ee
  2001. 1:28:50sangat missar-benar
  2002. 1:28:54kampus yang sangat inklusif difounderi
  2003. 1:28:57sama Dr. eh Sofyan ya. Luar biasa.
  2004. 1:29:02Terima kasih. Eh thank you for having
  2005. 1:29:04me. Thank you for having us. Eh
  2006. 1:29:07tetap cintai Indonesia apapun yang
  2007. 1:29:10terjadi karena Indonesia itu keren
  2008. 1:29:12banget teman-teman. Come on. Anda adalah
  2009. 1:29:15agen perubahan. Ada 500 otak di sini.
  2010. 1:29:17500 juta otak. dan Anda bisa punya ikut
  2011. 1:29:20andil untuk bisa bikin Indonesia jadi
  2012. 1:29:22lebih baik gitu. Oke, semangat
  2013. 1:29:25teman-teman. Amin.
  2014. 1:29:26Terima kasih, Coach. Agent of change ya,
  2015. 1:29:29Coach ya.
  2016. 1:29:32Baik, terima kasih.
  2017. 1:29:35Iya. Baik. Nah, karena waktu jugalah
  2018. 1:29:38yang akan menghentikan percakapan yang
  2019. 1:29:40seru pada hari ini, karena waktu sudah
  2020. 1:29:42menunjukkan ee akhir yang tidak kita
  2021. 1:29:47inginkan, namun kami mengucapkan terima
  2022. 1:29:49kasih yang sebesar-besarnya kepada
  2023. 1:29:51narasumber yang hari ini sudah berbagi
  2024. 1:29:54banyak ilmu, banyak solusi, banyak saran
  2025. 1:29:57yang bisa kami pergunakan menjalani
  2026. 1:30:00kehidupan khususnya dalam konteks
  2027. 1:30:02spiritualitas dan kesehatan mental. Nah,
  2028. 1:30:06ee baik. Jadi, kesimpulan kita pada hari
  2029. 1:30:09ini adik-adik semuanya, jadi
  2030. 1:30:11spiritualitas mental, spiritualitas dan
  2031. 1:30:13kesehatan mental itu dapat terwujud ee
  2032. 1:30:16apabila kita yang pertama itu
  2033. 1:30:20penerimaan, kemudian penyerahan diri,
  2034. 1:30:23makna dan tujuan hidup kita tahu,
  2035. 1:30:25kemudian dukungan sosial juga kita
  2036. 1:30:26perlukan dalam kehidupan kita. Nah,
  2037. 1:30:28benar kata coach tadi juga ditutup ya.
  2038. 1:30:31ee hidup cuma sekali, ciptakan hidup
  2039. 1:30:34yang Anda inginkan. Nah, itu mungkin
  2040. 1:30:36bisa menjadi salah satu motivasi kita
  2041. 1:30:38untuk menjalankan kehidupan kita. Nah,
  2042. 1:30:41baik untuk sebelum kita tutup ee
  2043. 1:30:43kegiatan kita pada hari ini, kita akan
  2044. 1:30:46berfoto bersama dan para narasumber akan
  2045. 1:30:48diberikan sertifikat daripada
  2046. 1:30:52Universitas
  2047. 1:30:54dalam hal ini akan saya serahkan kepada
  2048. 1:30:56Pak Josua. Silakan Pak Josua boleh
  2049. 1:30:59di-handle. Kapan.
  2050. 1:31:01Baik, terima kasih Bu Astuti. Kepada
  2051. 1:31:04narasumber kami akan memberikan
  2052. 1:31:07sertifikat. Silakan kepada Pak Jin
  2053. 1:31:10sebagai sekretaris
  2054. 1:31:13Center for Interpret and Multicultural
  2055. 1:31:15Studies.
  2056. 1:31:19Baik, ee sebelum saya serahkan
  2057. 1:31:20sertifikat, saya ingin mengucapkan
  2058. 1:31:22terima kasih sekali lagi
  2059. 1:31:23sebanyak-banyaknya kepada Bapak Rudi dan
  2060. 1:31:25juga Pak Andre telah berkenan menghadiri
  2061. 1:31:28sesi keberagaman ini. Mudah-mudahan ini
  2062. 1:31:31bukan kali terakhir kita berkolaborasi.
  2063. 1:31:34ee ke depannya kita bisa menjalankan
  2064. 1:31:36kolaborasi lebih ee lanjut lagi. Ee Pak
  2065. 1:31:40Andre, Pak Rudi silakan welcome baik itu
  2066. 1:31:43di mata kuliah keberagamaan ataupun mata
  2067. 1:31:46kuliah inklusivitas seperti yang sudah
  2068. 1:31:47saya mention sebelumnya seperti itu.
  2069. 1:31:50Baik, mungkin untuk yang pertama kepada
  2070. 1:31:53Pak Andre, Pak Josua boleh bantu
  2071. 1:31:57screenshot.
  2072. 1:31:59Baik, Pak.
  2073. 1:32:02Oke,
  2074. 1:32:06sudah, Pak.
  2075. 1:32:07Silakan. Sudah.
  2076. 1:32:09Oke,
  2077. 1:32:09sudah.
  2078. 1:32:11Silakan yang kedua, Pak.
  2079. 1:32:16Oke,
  2080. 1:32:18Pak Rudi.
  2081. 1:32:22Boleh dihitung, Pak?
  2082. 1:32:24Iya. 1 2 3. Oke.
  2083. 1:32:27Oke. Baik, saya serahkan kembali kepada
  2084. 1:32:29Bu Asut.
  2085. 1:32:37siswanya, Pak. Sudah difoto Pak Juswa?
  2086. 1:32:42Oke, sudah Bu. Silakan Bu Astuti,
  2087. 1:32:47ya. Terima kasih.
  2088. 1:32:50Baik, sekali lagi kami ucapkan terima
  2089. 1:32:51kasih kepada narasumber kita yang sudah
  2090. 1:32:53hadir pada hari ini. Saya sebagai
  2091. 1:32:55moderator menyampaikan terima kasih dan
  2092. 1:32:58mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila
  2093. 1:33:00dalam ucapan saya tindakan ada hal-hal
  2094. 1:33:03yang kurang berkenan kepada para
  2095. 1:33:06narasumber kita. Nah, baik. Nah, ini
  2096. 1:33:09untuk adik-adik mahasiswa sudah dikek
  2097. 1:33:11kolom chat kita ada
  2098. 1:33:16Instagram dari Coach Andre nih. Jadi,
  2099. 1:33:18adik-adik mahasiswa boleh tolong follow
  2100. 1:33:20akun Instagram beliau dan bisa nanti
  2101. 1:33:22sharing apabila adik-adik mahasiswa
  2102. 1:33:24punya pertanyaan.
  2103. 1:33:26Baik, ee burung Irian burung cendrawasi
  2104. 1:33:30cukup sekian dan terima kasih. Kami dari
  2105. 1:33:33civitas akademika Universitas Terra
  2106. 1:33:35Bineka pamit undur diri kepada adik-adik
  2107. 1:33:38mahasiswa dan terima kasih yang sudah
  2108. 1:33:40bergabung pada hari ini. Mohon
  2109. 1:33:42diselesaikan tugas kelompok dan tugas
  2110. 1:33:44individunya kepada adik-adik mahasiswa
  2111. 1:33:46karena kita akan presentase pada
  2112. 1:33:48pertemuan 14 dan 15. Baik, Pak Zain,
  2113. 1:33:52apakah sudah bisa kita tutup kegiatan
  2114. 1:33:54pada hari ini?
  2115. 1:33:55Bisa, Ibu. Silakan.
  2116. 1:33:58Baik, terima kasih Bapak kepada
  2117. 1:34:00narasumber.
  2118. 1:34:01Silakan yang ingin melanjutkan
  2119. 1:34:03aktivitasnya kami ucapkan sekali lagi
  2120. 1:34:05terima kasih Pak. Selamat siang
  2121. 1:34:07semuanya.
  2122. 1:34:09Selamat siang.
  2123. 1:34:10Selamat siang Bapak Ibu.
  2124. 1:34:14Bu
  2125. 1:34:15terima kasih Bu.
  2126. 1:34:17Selamat siang Bapak Ibu. Makasih, Bu.
  2127. 1:34:20Terima kasih adik-adik.
  2128. 1:34:23Absen jangan lupa diisi, ya.
  2129. 1:34:29ya

About this transcript

This page contains the full transcript of Spiritualitas dan Kesehatan Mental Sesi 2 by Centre for Interfaith and Multicultural Studies, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 11,112 words across 2,129 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.