Spiritualitas dan Kesehatan Mental - Sesi 1 — Transcript
Full transcript
- 0:00Pertama-tama perkenalkan Bapak Ibu
- 0:02narasumber kita yang terhormat pada hari
- 0:04ini. Saya Astuti Purwasari.
- 0:07Saya dan teman-teman saya dengan Pak
- 0:11Zin, kemudian Pak Josua, kemudian ada Bu
- 0:15Ernida dan satu lagi ada Pak Irfan.
- 0:19Ee Pak Muhammad Irfan dan Pak Irfan
- 0:20Sarhindi ya Pak. Selamat bergabung
- 0:23kembali dan para narasumber yang kami
- 0:26hormati, selamat datang pada kuliah umum
- 0:29keberagamaan
- 0:31pada semester ini dengan tema
- 0:33spiritualitas dan kesehatan mental
- 0:36perspektif agama di Indonesia.
- 0:39Puji dan syukur kepada Tuhan yang maha
- 0:41esa karena kegiatan kita pada hari ini
- 0:44dapat terlaksana tanpa adanya kendala
- 0:47satu apapun. Dan semoga kegiatan kita
- 0:50akan berjalan lancar sampai akhirnya
- 0:52nanti.
- 0:54Untuk ee memulai kegiatan kita pada hari
- 0:57ini, kita awali dengan kegiatan doa
- 1:01lintas agama terlebih dahulu. Nah,
- 1:04biasanya ini adalah ee kegiatan rutin
- 1:07kami Bapak, Ibu narasumber yang kami
- 1:10laksanakan setiap perkuliahan di awal
- 1:13dan di akhir. Untuk di awal pembukanya
- 1:16itu doa lintas agama dan di akhir
- 1:18setelah pembelajaran juga ada doa lintas
- 1:20agama. Oke, kepada para pembawa doa
- 1:23lintas agama saya persilakan untuk
- 1:25memimpin doa. Boleh dimulai dari doa
- 1:29agama Islam, kemudian dimulai disusul
- 1:34oleh doa agama Kristen Protestan,
- 1:36kemudian agama Katolik, kemudian agama
- 1:40Buddha, dan kemudian agama Hindu. Kepada
- 1:43para pembawa doa kami persilakan.
- 1:50Baik, saya akan membawakan agama dalam
- 1:53agama Islam.
- 1:54Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- 1:56Bismillahirrahmanirrahim.
- 1:58Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- 2:00wasalamu ala asrofil iya wal mursalin.
- 2:03Waa alihi wasbihi ajmain. Allahumma inni
- 2:06nasaluka ilman nafian warizkan wasian
- 2:09waalan muttaqabalan. Allahum yirana
- 2:12umarana
- 2:15wabana
- 2:19wail akabanahamdulillahiabbil
- 2:27alamin.
- 2:41Baik, doa agama Kristen Protestan.
- 2:45Saya akan membawakan doa dalam agama
- 2:47Kristen Protestan. Mari kita bersatu di
- 2:50dalam doa. Puji dan syukur kami ucapkan
- 2:52Bapa karena pada siang hari ini masih
- 2:54memberikan berkat-Mu kepada kami
- 2:56sehingga kami dapat melakukan kegiatan
- 2:59Zoom kami untuk kuliah tamu ya Bapa.
- 3:02Bapa, berkatilah kegiatan kami hari ini
- 3:06agar menjadi manfaat bagi kami mahasiswa
- 3:09ya Bapa dan juga kepada para narasumber.
- 3:12Kau berikanlah hikmat kebijaksanaan-Mu
- 3:14agar dapat memberikan
- 3:17materi dengan sebaik-baiknya ya Bapa.
- 3:20Bapa, kami manusia yang berdosa. Kiranya
- 3:22Engkau hapuskan dosa yang kami perbuat
- 3:23agar kami dapat berkenan di hadapan-Mu.
- 3:26Hanya doa yang kami sampaikan pada-Mu
- 3:28melalui anak-Mu Yesus Kristus Tuhan
- 3:29pengantara kami yang hidup. Amin.
- 3:34Bagi Katolik. Dalam nama Bapa dan Putra
- 3:37dan Roh Kudus. Amin. Bapa, puji dan
- 3:39syukur kami ucapkan kepada-Mu atas
- 3:41kasih, berkat, dan rahmat yang Engkau
- 3:43telah berikan kepada kami Bapa. Kiranya
- 3:45Bapa memberkati kegiatan Zoom kami agar
- 3:49jaringan lancar dengan sampai
- 3:51selesainya. Bapa. Bapa, berkatilah
- 3:53narasumber kami yang akan memberikan
- 3:55pembelajaran untuk bekal kami supaya
- 3:58kami dapat menjadi menjadikan itu
- 4:00pembelajaran untuk kami ke depannya.
- 4:02Hanya inilah doa anak-Mu ya Bapa. Salam
- 4:04Maria, penuh rahmat, Tuhan serta-Mu.
- 4:06Terpujilah Engkau di antara wanita dan
- 4:07terpujilah buah tubuh-Mu Yesus. Santa
- 4:10Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang
- 4:11berdosa ini. Kemuliaan kepada Bapa dan
- 4:14Putra dan Roh Kudus seperti pada
- 4:16permulaan sekarang selalu sepanjang
- 4:17segala abad. Terpujilah nama Yesus,
- 4:20Maria, dan Yosef sekarang dan
- 4:21selama-lamanya. Bapa dan Putra dan Roh
- 4:23Kudus. Amin.
- 4:26Baik, doa agama Buddha.
- 4:30Doa damagama Buddha.
- 4:32Udam saranam gacami
- 4:37dam saranam gacami
- 4:41sanggam saranam gacami
- 4:45dutiampi bedam saramcami
- 4:50dutiampi damam saram gacami
- 4:56duti pisanggam saranamcami
- 5:03saran
- 5:07tatiampi damam saranamcami
- 5:12tatiampianggam
- 5:14saram
- 5:18sabe satusit
- 5:20semoga hidup bagia sadu sadu sadu
- 5:30Doa dalam agama Hindu.
- 5:31Doa dalam agama Hindu.
- 6:00Om
- 6:14Baik, terima kasih kepada para pembaca
- 6:17doa lintas agama pada hari ini. Baik,
- 6:20kita akan berkenalan dengan narasumber
- 6:22kita yang akan memberikan kuliah umum
- 6:25pada hari ini. Hari ini kita akan
- 6:27mendengarkan narasumber dari agama
- 6:31Islam, kemudian Kristen Protestan, dan
- 6:35Kristen Katolik. Nah, saya akan sedikit
- 6:39memperkenalkan kepada adik-adik
- 6:40mahasiswa. Narasumber yang pertama dari
- 6:43agama Islam itu ada Ibu Estrina Maya
- 6:46Laili, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Selamat
- 6:51datang, Ibu pada kuliah umum
- 6:53keberagamaan pada hari ini. Terima kasih
- 6:56atas waktunya yang diberikan.
- 6:59Baik, Mas ee Bu Astuti. Terima kasih.
- 7:03Salam kenal, teman-teman.
- 7:05Sedikit saya akan membacakan biografi
- 7:08beliau.
- 7:09Ibu Estrina adalah alumnus perguruan
- 7:12tinggi Matil
- 7:15Matoliul Falah Pati Jawa Tengah.
- 7:19Kemudian sarjana psikologi di
- 7:21Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
- 7:24Kemudian Magister Psikolog Profesi
- 7:27Bidang Klinis Universitas Gadjah Mada
- 7:30Yogyakarta.
- 7:32Nah, pengalaman kerja beliau cukup
- 7:35banyak. Nah, jadi ini adalah salah satu
- 7:38kesempatan yang terbaik bagi kita
- 7:39adik-adik mahasiswa bisa sharing session
- 7:43kepada Ibu Estrina. Jadi, jangan
- 7:45disia-siakan kesempatan pada hari ini
- 7:48untuk ee
- 7:50meminta pengalaman dari Ibu Estrina.
- 7:53Terima kasih, Bu. Kemudian narasumber
- 7:56kita yang kedua
- 7:58itu ada Ibu Maria
- 8:02ya. Ibu Maria selamat siang Ibu. Terima
- 8:05kasih sudah berkenan hadir.
- 8:07Selamat siang, Bu. pada hari ini untuk
- 8:11memberikan sedikit
- 8:13eh sharing session-nya terhadap mata
- 8:16kuliah kita pada hari ini. Nah, untuk
- 8:19Ibu Maria sendiri, Bu Maria ini alumni
- 8:23dari SMA swasta HKBP Tarutung ya, Bu ya,
- 8:26HKBP 2 Tarutung. Kemudian ee pendidikan
- 8:31diakones HKBP, kemudian Sekolah Tinggi
- 8:34Diakones HKBP, Sarjana Agama Prodi
- 8:37Pastoral Konseling, kemudian Institut
- 8:40Agama Kristen Tarutung, Magister
- 8:42Pendidikan Prodi Manajemen Pendidikan
- 8:44Kristen. Pengalaman kerjanya cukup luar
- 8:47biasa, adik-adik mahasiswa. Jadi jangan
- 8:49disia-siakan nih kesempatannya hari ini
- 8:52untuk yang agama Islam kemudian agama
- 8:54Kristen boleh nanti tanya-tanya kepada
- 8:57Ibu Maria dan Ibu Estrina terkait
- 9:01hal-hal yang menjadi e ganjalan nih
- 9:04untuk generasi Z. Kemudian kita ada satu
- 9:09lagi nih narasumber dari Kristen Katolik
- 9:12yaitu Romo Ncolasanjaya Sijabat SS. Nah,
- 9:18ee beliau ini sudah berpengalaman ee
- 9:22dalam pelayanan gereja. Kemudian ee
- 9:25beliau juga sebagai riwayat pendidikan
- 9:28teologia. Nah, sudah mengisi beberapa ee
- 9:33banyak seminar seminaris di Moskow
- 9:37Teknologi Akademi. Kemudian sudah
- 9:40menerima banyak sekali ee mandat yang
- 9:44diberikan kepada Bapak Romo. Selamat
- 9:46siang. Romo, terima kasih sudah hadir
- 9:48pada hari ini.
- 9:51Kasih
- 9:52terima kasih Romo. Baik, tanpa menunggu
- 9:56lama-lama lagi kita akan mulia kuliah
- 9:58umum kita dengan tema spiritualitas dan
- 10:01kesehatan mental perspektif agama di
- 10:03Indonesia. Jadi, ada beberapa hal yang
- 10:06akan kita bahas di sini ee di mana kita
- 10:09akan mengetahui nih keterkaitan antara
- 10:11spiritualitas dan kesehatan mental dari
- 10:14sudut pandang agama-agama di Indonesia.
- 10:16Kemudian kita juga bisa mengetahui nih
- 10:20mahasiswa mampu enggak mereka itu untuk
- 10:23melakukan penilaian spiritual yang
- 10:25sederhana kemudian merespon kesehatan
- 10:27masalah kesehatan mental yang
- 10:29berlandaskan nilai-nilai agama. Oke.
- 10:31Baik. Saya rasa pembukaan saya cukup
- 10:33sampai di sini.
- 10:34Kita akan mulai nih sharing session-nya.
- 10:37Diskusi kita pada hari ini kita akan
- 10:38mulai dari Bu Estrina, kemudian
- 10:40dilanjutkan oleh Bu Maria, dan
- 10:42dilanjutkan oleh Romo Nikolas. Kepada
- 10:45Bapak Ibu narasumber kami persilakan.
- 10:47[berdehem]
- 10:53Boleh Bu Esina terlebih dahulu.
- 10:57Mohon izin Mbak Saya tadi terlempar.
- 11:00Saya izin penyesuaian background dan
- 11:02sebagainya. Sebentar.
- 11:04Oh, boleh. Kalau saya ke Bu Maria, izin
- 11:06boleh Bu D.
- 11:07Iya, boleh. Silakan, silakan. Terima
- 11:09kasih, Bu Rina. Silakan Ibu Maria.
- 11:14Ya, selamat siang Ibu Astuti dan Bapak
- 11:18Ibu yang menjadi rekan saya dalam ee
- 11:20naras sebagai narasumber dalam ee kuliah
- 11:24umum hari ini dan juga ee adik-adik
- 11:26mahasiswa yang dan Bapak Ibu sekalian
- 11:29dari Universitas ee Satya Bhineka
- 11:33di Medan. Oke, izinkanlah saya untuk
- 11:35membagikan pengalaman saya terkait
- 11:38spiritualitas dan kesehatan mental
- 11:41secara umum.
- 11:42Em dari saya secara pribadi saya melihat
- 11:46bahwa memang ee kesehatan mental dan
- 11:50spiritual ini adalah dua aspek yang
- 11:54tidak terpisahkan dari seorang individu.
- 11:57Ya, saling berkaitan bukan hanya saling
- 12:00berkaitan tetapi saling melengkapi.
- 12:03tadi satu dia saling berkaitan dan
- 12:05saling melengkapi untuk ee menolong
- 12:08kita, membantu kita sebagai individu
- 12:11mencapai yang namanya ee kesejahteraan
- 12:14yang utuh dan menyeluruh atau kalau kami
- 12:18di pastoral konseling sering menyebutnya
- 12:20sebagai kesejahteraan yang holistik.
- 12:24Itu dia. Jadi ee dari penjelasan ee
- 12:27pengantar tadi saya melihat bahwa memang
- 12:30spiritualitas itu memiliki makna dan
- 12:34lahir dari perjalanan iman dan
- 12:37pengalaman kehidupan kita. Bagi kami
- 12:40orang Kristen itu adalah perjalanan iman
- 12:42kami
- 12:44dalam menemukan makna dan kekuatan dan
- 12:47harapan hidup bersama dengan yang kami
- 12:49imani yaitu Yesus Kristus.
- 12:52Jadi ee saya memahami bahwa memang
- 12:56spiritualitas bukan hanya soal ee ritual
- 12:59agama saja atau hanya dibahas sebatas
- 13:02agama saja, tetapi ee spiritualitas itu
- 13:07lebih ke arah bagaimana kita memahami
- 13:10dan menemukan pertumbuhan iman dan batin
- 13:13kita melalui hubungan kita, perjumpaan
- 13:15kita dengan Tuhan.
- 13:18Jadi ee spiritualitas Kristen yang saya
- 13:20imani itu harus ee berakar dan dibangun
- 13:24pada Yesus Kristus yang kami imani.
- 13:28Karena memang ee
- 13:30Bapak ee
- 13:32tokoh reformator kami sendiri, Martin
- 13:35Luther menyebutkan bahwa dalam setiap
- 13:37sisi kehidupan ini mulai dari kita
- 13:40bangun sampai kita tidur, kita selalu
- 13:42akan menemukan dan ada berada pada
- 13:46perjumpaan dengan Tuhan. sehingga memang
- 13:49dalam setiap kehidupan kita, kita akan
- 13:52selalu bertemu dengan Tuhan dan di sana
- 13:54kita akan ee menemukan memaknai
- 13:58spiritualitas hidup kita. Sementara bagi
- 14:00saya secara pribadi kalau dikatakan ee
- 14:04kesehatan mental namanya juga sudah
- 14:06mental berarti itu berkaitan dengan
- 14:09aspek psikologis kita. Tapi bukan hanya
- 14:12itu, psikologis itu psikologis yang
- 14:15memungkinkan kita untuk bisa berfungsi
- 14:18secara optimal.
- 14:21Jadi kalau dikatakan psikologis berarti
- 14:23itu berkaitan dengan emosi, perasaan,
- 14:26kemudian perilaku sehingga kita memang
- 14:28bisa ee bertindak berperilaku dengan
- 14:32sehat. Itu dari saya, Ibu. Jadi memang
- 14:36harus saling mendukung dan saling
- 14:38melengkapi. Karena kita adalah ee
- 14:42makhluk holistik yang di dalamnya ada
- 14:45empat aspek, fisik, spiritual, sosial,
- 14:48dan emosional. Jika salah satunya itu
- 14:51timpang ataupun tidak terpenuhi, maka
- 14:54akan terjadi satu reaksi dalam tubuh
- 14:56kita. Itu yang saya pahami. Terima
- 14:58kasih, Ibu.
- 15:01Baik, terima kasih, ya, Bu. berarti
- 15:03saling berkaitan ya, Bu antara
- 15:05spiritualitas dan kesehatan mental ya.
- 15:08Baik, ee cukup menarik ya Bu. Terima
- 15:11kasih. Nanti kita akan ee sambung
- 15:14kembali. Oke, selanjutnya saya berikan
- 15:17waktu kepada Romo Ncolas untuk
- 15:21pendapatnya nih. Kira-kira ee menurut
- 15:24pengalaman Romo
- 15:27ee agama itu mengajarkan tentang
- 15:29ketenangan dalam diri dan jiwa. Namun
- 15:32mengapa ada individu yang tekun
- 15:34beribadah tapi hatinya masih gelisah
- 15:36gitu? Kira-kira Romo punya enggak
- 15:39jawaban atas pertanyaan ini gitu. Baik,
- 15:42terima kasih.
- 15:44Terima kasih atas kesempatannya Mbak
- 15:46Astuti. Ee mungkin di dalam ajaran
- 15:48gereja Ortodoks, ibadah lahir itu belum
- 15:51tentu berarti hati seseorang itu
- 15:54sungguh-sungguh mengalami kedamaian
- 15:56dengan Allah.
- 15:57seperti itu. Seseorang mungkin bisa
- 15:59rajin datang untuk berdoa, hadir di
- 16:02rumah ibadah, tetapi masih menyimpan
- 16:04luka batin di dalam diri mereka seperti
- 16:07itu. Seperti dendam, ketakutan, masalah
- 16:10di dalam kehidupan anak-anak muda atau
- 16:13kaula muda seperti itu. Jadi ee
- 16:16terkadang itu juga bukan berarti
- 16:18bahwasanya seseorang itu dia datang
- 16:21dalam hal ketekunan dia untuk datang
- 16:24kepada Tuhan seperti itu. Ee dalam hal
- 16:27berarti bahwasanya seseorang itu
- 16:30menjalankan kehidupan agamanya itu
- 16:32karena itu adalah kewajiban seperti itu.
- 16:35Tetapi meskipun kewajiban terkadang
- 16:37kewajiban tertentu pun itu tidak
- 16:39mendatangkan damai bagi seseorang itu
- 16:41seperti itu. Dia masih memiliki benci
- 16:44terhadap sesamail
- 16:46seperti itu. Dia masih tidak suka
- 16:48terhadap orang lain seperti itu. Bapak
- 16:50Gereja kita seperti Santo Isak dari
- 16:52Syria pernah berkata bahwasanya damai
- 16:55sejahtera lahir ketika hati menjadi
- 16:57rendah hati dan ngobelas kasih. seperti
- 17:00itu. Jadi kadang-kadang manusia
- 17:02menjalankan agama hanya sebagai
- 17:04kewajiban seperti itu
- 17:06dan bukan sebagai relasi kasih dengan
- 17:09Tuhan itu sendiri seperti itu. Akibatnya
- 17:11ya ibadah itu dilakukan secara rutin
- 17:14tetapi tidak tetapi hati itu tetap
- 17:16kosong seperti itu ya. Selain itu juga
- 17:19Ortodoks juga mengakui bahwa keberan
- 17:22bisa muncul karena faktor psikologis
- 17:24juga seperti trauma, tekanan hidup,
- 17:27kelelahan atau gangguan mental tertentu.
- 17:30Jadi tidak semua kegelisahan berarti
- 17:33kurang doa seperti itu. Karena itu
- 17:35gereja mengajak umat bukan hanya untuk
- 17:37beribadah secara lahiriah, tetapi juga
- 17:40mengalami pertobatan hati, kecujuran
- 17:42batin, dan hidup dalam kasih seperti ya.
- 17:46kita bisa melihat bahwasanya kaula muda
- 17:48sekarang ini banyak sekali kekhawatiran
- 17:50di dalam hidupnya seperti itu. Ee jadi
- 17:53ya terkadang kita itu selalu mengalami
- 17:58yang namanya kayak permasalahan di dalam
- 18:01diri kita sendiri seperti ya. Seperti
- 18:04yang saya katakan tadi bahwasanya ee
- 18:06cinta kasih dari Allah itu yang kita
- 18:08butuhkan di dalam kehidupan sehari-hari
- 18:10seperti itu. Saling mengasihi orang lain
- 18:12seperti itu. Dan di dalam gereja
- 18:14Ortodoks itu kita diajarkan untuk
- 18:16hesikism. Itu diajarkan oleh Santo
- 18:19Gregorius Palomas di mana kita itu harus
- 18:22bertindak menghindar terlebih dahulu
- 18:24untuk mencari relasi kita dengan batin
- 18:26kita sendiri seperti itu kayak gitu ya.
- 18:30Jadi seperti itu, Pak.
- 18:33Oke. Baik, Pak. Terima kasih, Romo untuk
- 18:36penjelasannya. Nah, juga ini menjadi
- 18:39perhatian ya, Romo untuk generasi Z nih
- 18:41kesehatan mental itu menjadi sorotan nih
- 18:44akhir-akhir ini. Karena kalau kita
- 18:46bandingkan dengan generasi-generasi
- 18:47sebelumnya memang cukup menjadi
- 18:50perhatian ya, Romo ya.
- 18:53Benar. Oke, terima kasih Romo. Nanti
- 18:55kita bincang-bincang lagi Romo. Sekarang
- 18:57kita mau ke Bu Rina nih terlebih dahulu
- 18:59nih. Nah, Bu Rina kalau menurut Bu Rina
- 19:03nih ya kan menurut pengalaman Ibu ee
- 19:07apakah ketika kita ditimpa masalah git
- 19:10masalah kesehatan mental gitu artinya
- 19:12kita itu kurang beriman atau bagaimana
- 19:14Bu kira-kira? Atau ada ada [tertawa]
- 19:17hal yang salah di dalam diri kita nih?
- 19:20Baikbaik. Terima kasih buat Suti. Saya
- 19:23mohon maaf sebelumnya tadi pas ngasih
- 19:26prolog tiba-tiba saya terlempar
- 19:27nge-freeze gitu ya. Jadi saya setting
- 19:29device line dulu.
- 19:32Ee saya sebenarnya mau ini apresiasi
- 19:34buat teman-teman di Center for Interface
- 19:37and Multicultural Study telah
- 19:38menyelenggarakan kegiatan ini. Senang
- 19:41banget bisa ketemu apa namanya
- 19:43teman-teman dari beragam ee keyakinan
- 19:46gitu ya. Kita membahas satu hal yang
- 19:49cukup penting dan serius. Saya kira ini
- 19:51sudah bukan jadi isu personal tapi juga
- 19:53isu bersama karena memang kesehatan
- 19:54mental ini luar biasa sekali ya ee Bu
- 19:57Astuti ya. Saya ini ya refleksi sebentar
- 20:01ya. Ke kemarin 2023 itu Kemenkes itu
- 20:06rilis eh satu berita bahwa ternyata
- 20:09gangguan jiwa itu penyebab nomor dua eh
- 20:12years life with disease. Jadi
- 20:13tahun-tahun produktif yang hilang karena
- 20:15individu itu terkena sakit dan sakitnya
- 20:19adalah sakit gangguan mental begitu. ini
- 20:21mengalahkan penyakit kardiovaskular dan
- 20:23juga DM yang itu penyakit kronis yang
- 20:26sudah banyak ya dihadapi oleh
- 20:27orang-orang. Ternyata gangguan mental
- 20:29ini jadi nomor dua. Ini kan betapa
- 20:31memang luar biasa begitu ya. itu
- 20:34meliputi yang tiga teratas itu meliputi
- 20:36depresi, kecemasan, dan juga skizofren.
- 20:39Kalau tadi Bu Asuti membahas tentang
- 20:41generasi masa kini yang dirasa cukup
- 20:44rentan begitu, ini sesuai lagi. Tahun
- 20:472026 barusan ini Mei itu Kemenkes juga
- 20:50merilis satu hasil cek kesehatan gratis
- 20:54yang ternyata menyatakan bahwa Indonesia
- 20:56darurat kesehatan mental pada anak.
- 20:59Setelah sebelumnya saat COVID ini pas
- 21:01pada remaja daruratnya sekarang saat
- 21:032026 pada anak karena ditemukan sekitar
- 21:0510% dari anak Indonesia yang mengikuti
- 21:08survei itu sebanyak 10an rib itu 3.000
- 21:11sekian mengalami depresi, 3.800 sekian
- 21:14mengalami kecemasan. Ini kan angka yang
- 21:17besar. Kemudian ketika dikaitkan dengan
- 21:19pertanyaannya Bu Astuti ee kira-kira
- 21:23ketika orang mengalami gangguan mental
- 21:24ini apakah lantas dia menjadi orang yang
- 21:27kurang beriman begitu ya?
- 21:31Penjelasan dari dua narasumber
- 21:33sebelumnya ee saya senang banget tadi Bu
- 21:35Maria sudah apa namanya dan juga Romo
- 21:39Nikolas telah membahas bahwa memang
- 21:41faktor yang ee apa namanya pengaruhi
- 21:43individu
- 21:45dalam mempertahankan kesehatan mental
- 21:46itu banyak sekali. Jadi ada faktor
- 21:50personal begitu ya, faktor fisik juga
- 21:53faktor personal yaitu individu. Kemudian
- 21:55faktor sosial bisa jadi pengasuhannya
- 21:58dari lingkungan pertemanannya kemudian
- 22:00relasi dia dengan ee orang terdekatnya.
- 22:04Faktor personal saya tambah lagi ada
- 22:06memang kepribadian bawaannya, kemudian
- 22:08pengalaman-pengalaman masa lalu yang
- 22:10dideritanya dan ditambah lagi ada faktor
- 22:14biologis. jangan lupa ya, faktor
- 22:16biologis ini juga berperan karena
- 22:18ternyata ada beberapa gangguan mental
- 22:20itu sifatnya genetik diturunkan. Jadi
- 22:24bukan satu-satunya seperti teman-teman
- 22:26yang ee punya riwayat keluarga yang
- 22:29mengalami skizofren itu menyumbang
- 22:31berapa persen ee untuk diri kita itu
- 22:34bisa rentan gitu ya. Ee rentan mengalami
- 22:38gangguan yang serupa. Tapi ini kan bukan
- 22:41penyebab tunggal. Sekali lagi saya
- 22:42bilang apa? Karena tidak ada penyebab
- 22:44tunggal dalam gangguan mental. Ini pasti
- 22:46ada relasi, ada satu
- 22:51apa ya integrasiah ya gabungan gitu
- 22:53antar masing-masing faktor. Sehingga
- 22:55ketika dibilang kurang iman rasanya
- 22:57berarti cuma satu faktor aja yang kurang
- 23:00ya. Ibaratnya kursi ada empat kaki
- 23:02[berdehem] begitu semua kakinya utuh
- 23:05nih. Semua kakinya empat terpenuhi
- 23:07semua. Tapi ternyata ada satu ya enggak.
- 23:10Lantas dirasa itu pasti itu akan oleng
- 23:12ya. Mbastuti ya. Nah, ee ini seperti
- 23:15itu. Jadi tidak merupakan faktor utama.
- 23:19Namun
- 23:21iman yang kita miliki, keyakinan yang
- 23:23kita miliki, ee spiritualitas atau
- 23:25penghayatan ibadah yang kita miliki ini
- 23:28jadi faktor protektif yang luar biasa
- 23:30untuk ketangguhan mental kita. Berbicara
- 23:32masalah kesehatan mental ini tidak bisa
- 23:35lepas dari dua hal, yaitu adanya faktor
- 23:36protektif dan faktor risiko. Faktor
- 23:39risiko adalah faktor faktor yang ee
- 23:42berisiko gitu ya, memperlemah atau
- 23:44membuat individu itu rentan mengalami
- 23:47gangguan mental. Seperti tadi ada faktor
- 23:49biologis mungkin ee ada proses otak kita
- 23:52yang hormon di otak kita yang sudah ee
- 23:55berubah begitu ya. Kemudian ada cidera
- 23:57otak, ada tadi genetika ee gangguan
- 24:01mental yang sudah dialami atau riwayat
- 24:03gangguan oleh saudara kita atau ee apa
- 24:06namanya
- 24:09orang tua ataupun nenek kita begitu ya.
- 24:12Kemudian ada juga faktor resikonya apa.
- 24:16Misalkan lingkungannya tidak supportif,
- 24:19misalkan dia pernah mengalami
- 24:20perundungan atau mengalami kekerasan
- 24:23seksual atau kehilangan. ini kan berat
- 24:26sekali ya. Nah, sementara faktor
- 24:30protektif ini apa gitu? Faktor protektif
- 24:32adalah faktor-faktor yang membuat
- 24:34individu itu menjadi lebih kebal dan
- 24:36melindungi individu agar lebih bisa
- 24:38tough dan sehat secara mental gitu. Dan
- 24:42keyakinan kita, spiritualitas kita itu
- 24:45menjadi faktor protektif yang bisa
- 24:47menguatkan kesehatan mental kita.
- 24:50Begitu. Jadi memang tidak menafikan
- 24:54berbagai macam faktor,
- 24:57tapi juga tidak menyebut bahwa memang
- 25:00cuman penyebabnya satu faktor aja gitu,
- 25:02Mbak. Bu Astuti.
- 25:06Saling terkoneksi.
- 25:13Baik, terima kasih Ibu atas
- 25:14penjelasannya. Nah, ini salah satu momen
- 25:17yang berharga ya, karena kita langsung
- 25:19diberikan ee sumber dari psikolog
- 25:22langsung nih oleh Bu Rina. Nah, saya
- 25:25juga sebenarnya punya apa ya, Bu? Mm ee
- 25:29psikologi ini sebenarnya menarik
- 25:31perhatian saya gitu karena ee apa ya
- 25:35mempengaruhi secara mental kemudian
- 25:38fisik juga. Nah, jadi saya pernah ee
- 25:42baca juga kan bahwa orang yang memiliki
- 25:45ee mental yang baik justru dia akan
- 25:48lancar dalam kehidupannya, egonya bisa
- 25:50terkontrol dengan baik, kemudian juga
- 25:52ikutlah spiritualitasnya akan terlaksana
- 25:54dengan baik. Oke, saya punya pertanyaan
- 25:57lagi nih. Boleh ya ke Bu Maria lagi ya,
- 25:59Bu.
- 26:01Nah, kalau ee Bu Maria nih kira-kira ada
- 26:05enggak contoh praktik spiritualitas
- 26:08dalam komunitas keagamaan Ibu yang dapat
- 26:12menjadi inspirasi melaraskan kesehatan
- 26:14mental?
- 26:16Iya. Ee terima kasih Bu untuk
- 26:18pertanyaannya.
- 26:20Ee tentu memang ee setiap agama itu
- 26:23punya model pelayanan, model ee
- 26:27kegiatan-kegiatan religius yang
- 26:31menjadi ee ciri daripada setiap gereja
- 26:35ataupun lembaga yang lain, keagamaan
- 26:38yang lain. ee di gereja saya sendiri
- 26:41contoh praktik spiritualitas yang bisa
- 26:45menjadi ee upaya yang boleh kita lakukan
- 26:48ya itu upaya yang boleh dilakukan oleh
- 26:50gereja dan juga kita secara pribadi
- 26:53untuk ee merawat ya bukan untuk
- 26:56menyembuhkan tapi awalnya itu untuk
- 26:58merawat kesehatan mental kita.
- 27:01Ee yang pertama mungkin doa karena
- 27:05memang ya semua agama di dunia ini pasti
- 27:11berdoa. Tidak ada agama yang tidak
- 27:13berdoa. Bagaimanapun ceritanya doa yang
- 27:16pertama. Jadi bagi kami orang Kristen,
- 27:19kami mengimani bahwa memang doa adalah
- 27:23ee nafas kehidupan. Jadi ketika setiap
- 27:26kami berdoa, setiap kami bernapas, kami
- 27:28berdoa.
- 27:30Jadi ee doa yang saya imani bukan hanya
- 27:34saya menyampaikan permohonan kepada
- 27:36Tuhan, bukan. Tetapi di dalam doa saya
- 27:40juga
- 27:42berupaya untuk mendengarkan suara Tuhan.
- 27:46Jadi saya tidak hanya menyampaikan
- 27:47permohonan saya, tetapi saya juga
- 27:50berupaya untuk mendengarkan suara Tuhan.
- 27:53apa yang saya minta apakah itu memang
- 27:55seturut dengan kehendak Tuhan. Jadi
- 27:58lewat doa kita boleh menyampaikan dan
- 28:01juga mendengarkan suara Tuhan. Jadi di
- 28:04dalam doa
- 28:06doa pribadi misalnya kalau di kami itu
- 28:09ada saat teduh. Ketika kami di
- 28:10persamaian di seminari kami selalu
- 28:13bersaat teduh. Kami mengambil sedikit
- 28:16ruang menjaga jarak dari orang lain
- 28:19untuk kening. Kemudian kita berefleksi,
- 28:22bercerita kepada Tuhan tentang apa yang
- 28:25kita alami.
- 28:27Seolah-olah kita sedang berbicara kepada
- 28:29sahabat kita.
- 28:32Jadi Tuhan itu memang bukan hanya yang
- 28:34mendengar, tapi kita berbicara kepada
- 28:36Tuhan. Dan itu saya rasa cukup membantu
- 28:39dan ee saya rasa ini praktik yang paling
- 28:42banyak dilakukan oleh banyak orang
- 28:44ketika dia mengalami ee sesuatu hal yang
- 28:48dirasanya itu mengancam atau membuatnya
- 28:50khawatir, dia langsung itu berdoa.
- 28:53Mungkin itu yang pertama. Kemudian yang
- 28:55kedua ee kita boleh dari kami di Kristen
- 29:00Kristen Protestan kami ee selalu
- 29:02misalnya mengingat atau membaca Alkitab.
- 29:06Jadi pada saat-saat masa krisis dalam
- 29:09praktik kehidupan yang saya lakukan dan
- 29:11yang saya
- 29:13pengalaman pelayanan yang saya lakukan
- 29:15di gereja maupun di lembaga maupun
- 29:17mendampingi ee mahasiswa saya pernah
- 29:20melayan di sekolah di sekolah tinggi
- 29:22diakon HKBP selama 9 tahun.
- 29:25ee kami mengenal atau mengimani bahwa
- 29:27memang Alkitab menjadi sumber pengenalan
- 29:29akan Tuhan. Jadi ketika saya ada masalah
- 29:33ini, saya kadang-kadang contohnya saja
- 29:35ya, Ibu ya. Saya langsung mengingat ayat
- 29:37Alkitab. Oh, marilah kepadaku semua yang
- 29:40letih lesu dan berbeban berat. Aku akan
- 29:43memberikan kelegaan padamu. Hanya
- 29:46mengingat itu saja, itu mengucapkannya
- 29:48itu justru akan memberikan ruang bagi
- 29:51kita untuk ee merilis stres kita. Oh,
- 29:55Tuhan akan Tuhan tidak akan pernah
- 29:56memberikan cobaan yang lebih besar
- 29:58daripada kekuatanku. Ah, kita diajak
- 30:01untuk berefleksi. Kemudian yang ketiga
- 30:05ini yang sedang banyak sekali digemari
- 30:08dan saya kira ini orang sudah mulai
- 30:10sadar bahwa hal ini penting. Retreat dan
- 30:14meditasi. Di mana-mana sekarang ada
- 30:16banyak hal yang melakukan retreat.
- 30:18Retreat itu bagi saya secara pribadi
- 30:21bukan hanya jalan-jalan saja, pergi
- 30:24mengunjungi sesuatu tempat, tetapi
- 30:27retreat ee itu kita mengambil jarak
- 30:30sedikit dari rutinitas kita, dari
- 30:33pekerjaan, dari segala sesuatu yang kita
- 30:36lakukan setiap hari kita pergi menepi
- 30:39bukan karena jauhnya, tetapi mungkin
- 30:41bisa hanya pergi ke sawah mungkin
- 30:44misalnya kita sudah tergantung kepada
- 30:46apa yang mau kita lakukan. Kemudian kita
- 30:48bisa di sana bermeditasi bukan harus
- 30:51bertapam bukan. Tetapi bagaimana kita
- 30:54berupaya untuk merefleksikan berbicara
- 30:57dengan Tuhan dan juga berbicara dengan
- 31:00sekitar kita. Dengan alam juga kita bisa
- 31:02berbicara untuk merilis stres kita.
- 31:05Kemudian yang yang ketig yang terakhir
- 31:09yang mungkin yang saya yang sering kami
- 31:11lakukan itu ee kita di gereja itu ada
- 31:15banyak ee persekutuan ataupun
- 31:18perkumpulan-perkumpulan
- 31:20gereja. Gereja saya ee secara pribadi
- 31:23HKBP itu mulai dari anak-anak itu punya
- 31:26komunitas. Mulai dari anak-anak, remaja,
- 31:30pemuda, kemudian ada kaum Bapak, kaum
- 31:33ibu sampai lansia itu punya komunitas.
- 31:35Jadi komunitas ini menjadi komunitas
- 31:39yang membangun, sarana untuk membangun.
- 31:41Di dalamnya ada ee spiritualitasnya, ada
- 31:45pendalaman Alkitab, kemudian ada
- 31:48menyanyi. Menyanyi itu salah satu terapi
- 31:50yang paling baik untuk ya ee mengurangi
- 31:53kecemasan. Ketika menyanyi, orang Batak
- 31:56suka menyanyi. Ketika dia marah, dia
- 31:58menyanyi. Ketika dia menangis, sedih,
- 32:01dia juga menyanyi. Kemudian ketika dia
- 32:03bergembira, dia juga menyanyi. Ya. Jadi
- 32:07di dalam di dalam persekutuan itu ada
- 32:09menyanyi, kemudian ada juga doa, dan
- 32:12pada saat yang bersamaan kita boleh
- 32:14membangun, merawat relasi kita dengan
- 32:17orang-orang yang ada di sekitar kita.
- 32:19Tapi pada intinya adalah gereja sudah
- 32:23menawarkan itu, kita sudah mengetahui
- 32:25itu. Hal yang penting adalah bagaimana
- 32:27kita melakukan praktik spiritualitas itu
- 32:29secara teratur dan rutin. Bukan hanya
- 32:33semacam rutinitas, tetapi itu menjadi
- 32:35bagian dari kehidupan kita. Sehingga
- 32:38memang ee itu menjadi kebutuhan bukan
- 32:43lagi sebagai rutinitas, tapi itu menjadi
- 32:45kebutuhan bagi kita sendiri. Terima
- 32:47kasih, Bu.
- 32:51Baik, terima kasih Bu Mari atas
- 32:52pengalamannya. Oke. Baik. Pertanyaan
- 32:55yang sama nih saya sampaikan kepada Romo
- 32:57Nikolas. Kira-kira ada enggak praktik
- 32:59spiritualitas dalam komunitas keagamaan
- 33:02Kristen Ortodoks yang Bapak yakini untuk
- 33:07dapat ee menginspirasi nih atau
- 33:10menyeleraskan kesehatan mental.
- 33:13Oh, terima kasih Bu. Ee jadi di dalam
- 33:16gerejaos itu kita itu ada yang namanya
- 33:19doa puja Yesus. Seperti itu seperti yang
- 33:22apa yang dikatakan Ibu Maria tadi
- 33:24bahwasanya tidak ada satupun agama yang
- 33:26tidak berdoa seperti itu. Semua agama
- 33:29selalu mengajarkan doa seperti itu. Di
- 33:31dalam gereja ortotoks kita diajarkan
- 33:33penutup dinamai doa Yesus atau doa puja
- 33:37Yesus. Seperti
- 33:40kita Gereja Ortodoks, Gereja Katolik
- 33:41juga memiliki hal yang sama seperti itu.
- 33:44Seperti dua Rosario seperti itu. Dua
- 33:46puja Yesus yang kita akui di dalam
- 33:48gereja wakoros adalah seperti ya Tuhan
- 33:51Yesus Kristus anak Allah kasihanilah aku
- 33:53orang yang berdosa ini. Seperti itu. Dan
- 33:56doa ini sebenarnya itu adalah doa yang
- 33:59sejak zaman dulu sudah dibicarakan oleh
- 34:02gereja-gereja
- 34:03terutama abad pertama. Bahkan ketika
- 34:07Yesus Kristus ada di dunia ini, doa itu
- 34:09sudah ada seperti itu. Jadi doa Yudis
- 34:11ditawarkan oleh imat Kristen Ortodos
- 34:14untuk didoakan seperti itu. Doa ini
- 34:16diulang perlahan-lahan dengan penuh
- 34:18kesadaran dan kekingan. Dalam tradisi
- 34:21Ortodoks, doa ini membantu menenangkan
- 34:23pikiran dan mengusatkan hati kepada
- 34:25Tuhan. Terus yang seperti yang saya
- 34:27katakan tadi, yang diperlukan adalah
- 34:29hezikism. seperti itu. Hezikizam itu
- 34:31adalah menarik sebentar saja dari
- 34:33kesibukan kita. Seperti itu. Tradisi ini
- 34:36mengajarkan pentingnya diam atau tenang
- 34:39dan menjaga hati dari pikiran yang kacau
- 34:42seperti itu. Bapak Gereja kita seperti
- 34:44Santo Gregorius dari Palama seperti yang
- 34:46saya katakan tadi menjelaskan bahwa
- 34:49keheningan membantu manusia mengalami
- 34:51damai dengan Allah itu sendiri.
- 34:55Yang ketiga juga kita ada di dalam
- 34:56gereja Ortodoks itu pengakuan dosa dan
- 34:59pendampingan rohani seperti itu. Di
- 35:01dalam gereja Ortodos itu seperti saya
- 35:03adalah seorang Romo. Ketika ada jemaat
- 35:06saya yang memiliki masalah seperti itu,
- 35:08mereka itu selalu mengadu kepada saya
- 35:11seperti itu sehingga saya seperti adalah
- 35:13seorang bapak bagi mereka. Saya
- 35:15mendoakan mereka seperti BP. Dan
- 35:20ini di dalam gereja Ortodoks itu sangat
- 35:22penting seperti itu. Umat tidak memikul
- 35:24beban hidup sendirian seperti itu. Ada
- 35:26relasi dengan Bapak rohani untuk
- 35:28membimbing dan mendengarkan pergumulan
- 35:30batin mereka seperti itu. Dan di dalam
- 35:33gereja Ortodes kita itu ada yang namanya
- 35:35ekaristi atau ini kehidupan komunitas
- 35:38seperti itu. Doa bersama nyanyian di
- 35:41dalam liturgi, kuasa kehidupan saling
- 35:44mendukung di dalam gereja, membantu
- 35:46manusia merasa tak sendirian dalam
- 35:48penderitaan seperti itu. Jadi korelasi
- 35:51hubungan kita dengan sesama itu ada.
- 35:53Ketika kita punya masalah, kita bisa
- 35:55menceritakan kepada Bapak Rohani kita.
- 35:58Ketika kaula muda itu punya masalah, dia
- 36:00bisa menceritakan juga kepada sahabat
- 36:02dia yang mungkin lebih dekat dengan dia
- 36:04itu. Jadi, ya relasi atau korelasi
- 36:07antara kita dengan sahabat-sahabat kita
- 36:09juga penting seperti itu. Jadi itu yang
- 36:12gereja tawarkan di dalam kehidupan
- 36:14spiritualitas,
- 36:16di dalam kehidupan yang berkomunitas
- 36:19tadi. Seperti itu. Demikian Bu Studi.
- 36:24Baik, Romo. Terima kasih. Nah, sekarang
- 36:26ke Bu Rina nih, kira-kira ada enggak
- 36:29praktik spiritualitas dalam komunitas
- 36:32keagamaan Bu yang bisa menginspirasi nih
- 36:36untuk ee kesehatan mental?
- 36:40H baik. Ini harus komunitas keagamaan
- 36:44atau boleh yang bersifat individual
- 36:46juga, Bu? Ast
- 36:47boleh. Oke.
- 36:48Baik. Iya. Kes ya. Terima kasih. ee apa
- 36:53namanya?
- 36:55Yang paling sederhana. Tapi sebenarnya
- 36:59kalau dilakukan itu juga
- 37:01butuh apa ya? Butuh effort gitu ya dan
- 37:06butuh kesadaran lebih untuk terhubung
- 37:08yaitu salat. Salat ini hal mendasar yang
- 37:14wajib dilakukan oleh umat muslim. Salat
- 37:17wajib sendiri itu ada satu hari lima
- 37:20kali pelaksanaannya dari subuh, kemudian
- 37:23zuhur, kemudian asar ee kemudian magrib
- 37:26dan juga isya di waktu-waktu yang telah
- 37:28ditentukan. Salat ini sebenarnya sebagai
- 37:30penanda ya, bahwa di sela-sela rutinitas
- 37:33kita, sela-sela kesibukan kita,
- 37:35sela-sela peperangan pikiran kita,
- 37:38begitu ya, sela-sela kita melihat berita
- 37:40yang sangat bermacam-macam di sosial
- 37:42media saat ini gitu, kita butuh ruang
- 37:44jeda. Kita butuh ruang jeda berhenti
- 37:47sejenak kemudian kita mendekatkan diri
- 37:49ke Allah. Kita mengakui bahwa memang
- 37:52inatius
- 37:55mati bahwa salat kita, hidup kita, mati
- 37:57kita itu memang benar-benar milik Allah.
- 38:00Menyadari kita sebagai seorang hamba dan
- 38:03itu ketika kita hayati benar ini luar
- 38:05biasa.
- 38:07Tuan-an adalah karena salat ini
- 38:10cenderung rutin maka kadang
- 38:13pelaksanaannya pun sebatas rutinitas dan
- 38:15ini PR kita bersama gitu sebenarnya ya.
- 38:18Kemudian selanjutnya ada zikir dan juga
- 38:20doa.
- 38:22Zikir dan juga doa ini sebenarnya di
- 38:25prinsip psikologi modern sama dengan
- 38:27kita mindfulness ya. Jadi kita menarik
- 38:29kesadaran kita,
- 38:32menarik pikiran kita untuk present. Jadi
- 38:35hadir di sini dan juga saat ini kita
- 38:38melafazkan kalimat-kalimat thayyibah,
- 38:40kalimat-kalimat baik. Kita bisa memohon
- 38:42ampun dan membaca istigfar. Kita bisa
- 38:45melafazkan syukur dengan ee zikir
- 38:48alhamdulillah. Kita bisa mengesakan
- 38:52Allah dengan lailahaillallah dan
- 38:53lain-lain. Zikir-zikir kalimat-kalimat
- 38:56thayyibah lain yang itu ketika
- 38:59dinikmati, ketika diresapi itu luar
- 39:01biasa. Dan zikir ini sudah banyak
- 39:03diteliti juga. ternyata penerapannya itu
- 39:07bisa berkorelasi positif dengan
- 39:10menurunnya simptom depresi yang dialami
- 39:13gitu ya, meningkatkan ketenangan. Jadi,
- 39:15sudah banyak sekali riset-riset yang
- 39:17mengukur tentang hal ini. Kemudian doa
- 39:20seperti tadi teman-teman ee Bu Maria dan
- 39:24juga ee Romo Nikolas memang doa ini
- 39:27adalah satu-satunya bukan satu-satunya
- 39:29ya salah satu cara kita terhubung ya
- 39:31dengan sesuatu yang lebih besar dari
- 39:34kita.
- 39:35terhubung dan ini juga bagian dari stres
- 39:37liris, stres rilis. Karena di doa ini
- 39:39kita bisa untuk menceritakan apapun
- 39:43kegelisahan kita. kita bisa memohon
- 39:46ampun, kita bisa
- 39:48menyampaikan harapan-harapan kita dan
- 39:51harapan-harapan ini ketika teruskan jadi
- 39:53afirmasi positif gitu ya, masuk di sel
- 39:55tubuh kita dan itu bisa membangun
- 39:57optimisme dan juga ee apa namanya
- 40:01membangun harapan-harapan
- 40:04yang akhirnya bisa menenangkan.
- 40:07Selanjutnya ada puasa. Nah, ini juga
- 40:10salah satu ritual yang sering kami
- 40:12lakukan. Puasa ini macam-macam. Ada
- 40:14puasa wajib yang kita lakukan di bulan
- 40:16Ramadan itu hampir 30 hari kita lakukan
- 40:20puasa wajib untuk seluruh umat muslim
- 40:23sudah balig dari habis sub sebelum subuh
- 40:26ya sampai magrib gitu. Puasa ini kita
- 40:29berlatih untuk mengendalikan diri kita,
- 40:33mengendalikan keinginan kita,
- 40:35mengendalikan ee nafsu makan kita,
- 40:39mengendalikan ke
- 40:43gosiping ya. J jiwa-jiwa jiwa-jiwa kita
- 40:46untuk bergosip dan sebagainya. Karena
- 40:48memang di puasa ini ada satu anjuran
- 40:50untuk kita menjaga diri. tidak hanya
- 40:52menahan haus dan lapar, tapi juga
- 40:54menahan amarah, menahan hawa nafsu,
- 40:57menahan hal-hal yang dilarang oleh
- 40:59agama.
- 41:01Ini juga bentuk dari delay
- 41:02gratification. Delay gratification ini
- 41:05membuat
- 41:06apa namanya? Menunda kepuasan. Jadi,
- 41:08kita menunda macam-macam hal untuk nanti
- 41:10mendapatkan hal yang lebih besar. Ini
- 41:12melatih kesabaran dan juga regulasi
- 41:14emosi kita. Kemudian ada juga praktik
- 41:17ibadah silaturahim. ada anjuan untuk
- 41:20kita berkunjung ya bersilaturahim ini ee
- 41:24apa namanya menjalin satu relasi ke
- 41:27teman atau saudara dan ini juga sebagian
- 41:32dari kita mencari dukungan sosial dan
- 41:35bagian dari kita juga untuk namanya
- 41:38menepis yang namanya rasa loneliness.
- 41:40Karena dengan kita silaturahim ini kita
- 41:44bisa bertukar pikiran, kita bisa
- 41:46bertukar keceriaan, kita juga bisa
- 41:49bertukar apa namanya saling mendukung
- 41:51saat kita sedang dalam kondisi yang
- 41:54tidak aman atau tidak nyaman. Ada lagi
- 41:57yaitu tradisi, bukan tradisi ya, yaitu
- 42:01ajakan untuk
- 42:04bersedekah gitu ya, kemudian berkurban
- 42:08dan juga berzakat. ini bagian dari
- 42:10kepedulian kita sebagai umat muslim ke
- 42:13sumber kita yang lain dan juga upaya
- 42:14untuk menanam kebaikan.
- 42:17Kemudian ada lagi satu ini masuk di
- 42:20ranah sosial juga ada praktik takziah.
- 42:23Takziah ini adalah mengunjungi
- 42:25ee saudara kita atau teman kita yang
- 42:27sedang dilanda musibah yaitu kedukaan.
- 42:31Dan di sini harapannya jadi support
- 42:32sosial, menjadi penghiburan, dan juga
- 42:35menjadi pengingat atas adanya kematian
- 42:38gitu. bahwa kita akan berakhir di sana
- 42:42gitu ya. Jadi apakah kita sudah cukup
- 42:45bekalnya untuk mencapai ke fase itu
- 42:49gitu. Kemudian ee agar kita kembali
- 42:52berefleksi bagaimana kita menjalani
- 42:54hidup selama ini. Bahwa nanti kita semua
- 42:57akan tidak memiliki apa-apa, tidak
- 43:00memiliki apa-apa, tidak membawa apa-apa,
- 43:02tidak bertan berteman dengan siapapun.
- 43:04kita akan dimintai pertanggungjawaban
- 43:07di hari itu nanti gitu ya, saat hari
- 43:09hisab nanti pasca kematian. Ee itu juga
- 43:12menjadi salah satu ee praktik ibadah
- 43:15yang ada di
- 43:17agama Islam. Sebenarnya masih banyak
- 43:20lagi, mungkin nanti bisa kita lanjut di
- 43:21sesi diskusi selanjutnya. Begitu ya, Ibu
- 43:23Astuti ya.
- 43:24Baik, Ibu terima kasih. Cukup menarik
- 43:27ini semua diskusinya nih. Satu lagi saya
- 43:30masih punya pertanyaan nih. Boleh ya,
- 43:32Bu? [mendengus] Oke, ee saya ke Bu Maria
- 43:37lagi nih. Nah, kira-kira Bu Maria nih ee
- 43:39apa tantangan yang dihadapi oleh umat
- 43:42beragama mengenai kesehatan mental,
- 43:44kemudian bagaimana nih agama
- 43:47meresponnya?
- 43:49Begitu Bu Maria.
- 43:50Ee ya ee terima kasih Bu.
- 43:54Ee untuk pertanyaan itu tantangan yang
- 43:58dihadapi umat beragama mengenai
- 43:59kesehatan mental. Sebenarnya tadi dari
- 44:02percakapan ini sudah muncul sebenarnya.
- 44:05Yang pertama itu saya lihat itu masih
- 44:08ada ini pemahaman yang keliru mengenai
- 44:11ee kesehatan mental itu sendiri. Seperti
- 44:14tadi apakah kalau ada gangguan mental
- 44:17itu karena kurang imannya. itu kan
- 44:20pemahaman yang kurang tepat dan keliru.
- 44:23Jadi salah satu tantangannya ada masih
- 44:26itu pandangan atau pemahaman yang
- 44:29keliru. Akibatnya memang kalau kita
- 44:31mengatakan bahwa orang yang mengalami
- 44:33gangguan mental atau masalah mental
- 44:35orang yang kurang beriman, akhirnya
- 44:37orang yang mengalami itu mengalami ee
- 44:40yang namanya beban ganda sebenarnya.
- 44:43Jadi dia mengalami
- 44:45dia harus memikul penderitaannya,
- 44:48masalahnya sendiri. Di samping itu, dia
- 44:50harus ee mencoba untuk menerima stigma
- 44:54atau pemahaman orang lain yang dianggap
- 44:56sudah kebenaran itu menerimanya dan
- 44:59merasa, "Oh, iya ya, apakah aku memang
- 45:01kurang beriman?" Jadi, dia memiliki
- 45:03beban ganda.
- 45:06Kemudian yang kedua yang dan ini saya
- 45:08rasa yang paling mendasar eh masih
- 45:11kurang self awareness-nya, kesadaran
- 45:14bahwa seseorang itu individu itu bisa
- 45:17kapan saja dan di mana saja terkena ee
- 45:21gangguan mental atau masalah kesehatan
- 45:23mental. Bahkan ee saya pribadi saja yang
- 45:27ee katanya tadi yang apa kurang yang
- 45:32beriman yang sudah pelayan gereja.
- 45:34Kadang-kadang kita burn out dengan
- 45:36berbagai pelayanan dan pekerjaan yang
- 45:38kita hadapi
- 45:40ya. Karena memang ee pelayanan di gereja
- 45:43itu ada banyak dan seorang pelayan itu
- 45:46di dituntut dengan berbagai multitalent,
- 45:49pelayanan yang tidak habis-habisnya.
- 45:52Harus siap untuk mendengarkan berbagai
- 45:55keluh kesah jemaat. Jadi siapa yang mau
- 45:57mendengar kami? Kan misalnya seperti
- 45:59itu. Itu sebenarnya salah satu
- 46:01tantangannya. Jadi memang self
- 46:02awareness. Jadi kesadaran kalau
- 46:06kesadaran itu kadang-kadang masih perlu
- 46:08dibangun untuk kita. Kadang-kadang
- 46:11memang ee karena kita adalah orang yang
- 46:14berbudaya juga, jadi budaya malu itu
- 46:17ada. Kita masih kadang-kadang malu kalau
- 46:20kita disebut, "Oh, pergilah ke psikiater
- 46:23atau psikolog itu malu." Dia langsung,
- 46:25"Yah, malu aku nanti ditahu orang." Kan
- 46:28begitu. Jadi memang ee budaya malu itu
- 46:32juga salah satu tantangan karena ee
- 46:35tidak semua dari kita yang masih bisa
- 46:38menerima dan memahami ee pemikiran yang
- 46:41sudah ee maju. Ada ada faktor-faktor
- 46:45lain yang mempengaruhi ee kehidupan
- 46:48kita. Kemudian ee
- 46:52saya melihat bahwa memang di sini gereja
- 46:55perlu untuk ee memberikan ee edukasi,
- 47:01pemahaman, kesadaran, bahkan
- 47:02pendampingan bagi jemaat. Bukan hanya
- 47:05bagi jemaat tetapi juga bagi pelayannya
- 47:08sendiri.
- 47:09Jadi sebenarnya sudah harus ada ee
- 47:13ee biro atau semacam lembaga untuk
- 47:16kesehatan mental yang harus dibuat oleh
- 47:18gereja untuk ee bukan hanya ee lembaga
- 47:23ee umum saja, tetapi yang mungkin
- 47:24berbasis Kristen yang bisa menampung ee
- 47:28aspirasi ataupun keluhan daripada
- 47:31jemaat. Karena memang saat ini saya ee
- 47:36bisa bilang atau bisa mengatakan bahwa
- 47:38saat ini sudah kita sudah sangat
- 47:41membutuhkan orang yang bisa mendengar
- 47:43kita. Padahal kita kemampuan kita untuk
- 47:47mendengar itu cukup terbatas.
- 47:49Jadi memang kita gereja harus
- 47:51menciptakan ruang-ruang yang boleh
- 47:54menampung atau yang bisa menampung ee
- 47:59masalah-masalah atau krisis-krisis
- 48:01jemaat. Itu yang pertama. Kemudian
- 48:04seperti yang dikatakan Ibu Estrina tadi
- 48:07ee sekarang banyak orang yang di ee
- 48:11berada pada tahap kesepian, lonely in
- 48:15crowded ya. dia sebenarnya di sebenarnya
- 48:19dia di keramaian tapi dia merasa
- 48:21kesepian atau jangan-jangan
- 48:24ee seseorang itu individu itu bisa
- 48:27memiliki keluarga yang baik kemudian ee
- 48:30karir yang baik tetapi dia kosong secara
- 48:33batin. Dia hanya ya mengalami
- 48:36kehidupannya ya begitu-begitu saja. Jadi
- 48:39gereja harus membangun memang komunitas
- 48:42yang bisa kuat untuk ee
- 48:47berbagai aksi yang bisa menguatkan satu
- 48:49sama dengan yang lain. Kemudian ee
- 48:53gereja jangan terlalu menutup diri.
- 48:56Semuanya bisa dikerjakan gereja jangan.
- 48:59Tetapi gereja juga harus sudah semakin
- 49:03membuka peluang untuk berelasi dengan ee
- 49:07pihak profesional. tenaga profesional
- 49:09yang lain. Jadi ee gereja bukan
- 49:12serta-merta hanya berbasis agama, tetapi
- 49:14bagaimana bisa beriringan dengan
- 49:16misalnya kalau karena sudah semakin
- 49:19banyak orang yang mengalami ee gangguan
- 49:21kesehatan mental, bagaimana ee
- 49:24bergandeng tangan dengan dokter, dengan
- 49:26psikolog, dengan psikiater atau tenaga
- 49:29ahli yang lain sehingga memang ee
- 49:33masalah kesehatan mental ini bisa ee
- 49:37kita tangani bersama. bukan hanya
- 49:39gereja, tetapi semua lembaga, semua
- 49:42keahlian itu harus sama-sama bergandeng
- 49:45tangan termasuk dengan konselor. Itu
- 49:48dari saya, Bu. Terima kasih.
- 49:50Baik, terima kasih Bu Maria. Benar tadi
- 49:53ya, sekarang kita nih semua pekerjaan
- 49:55pasti ada bernut-nya ya, Bu.
- 49:58Oke. Baik. Begitu juga pertanyaan yang
- 50:00sama kepada Romo nih. Kira-kira apa
- 50:03tantangan yang dihadapi oleh umat
- 50:04beragama mengenai kesehatan mental?
- 50:07Kemudian solusinya bagaimana Romo? Boleh
- 50:09diberikan Romo?
- 50:12Ee terkadang banyak
- 50:19selalu mencatapkan ilmu stigma dari
- 50:21masyarakat Islam.
- 50:23Mungkin seperti yang dikatakan Ibu Maria
- 50:25tadi, maka kurang berdoa, kurang beriman
- 50:29seperti itu sehingga banyak orang yang
- 50:33atau
- 50:35mencari pertolongan.
- 50:38Tantangan lainnya adalah yang
- 50:41terkesepian
- 50:43media sosial yang selalu kita lihat
- 50:45mungkin ada berita yang lain yang kita
- 50:47tidak ingin dengarkan.
- 50:49Karena kesehatan mental itu tidak
- 50:51terlepas dari yang namanya masalah.
- 50:53Seperti selama mata masih bisa melihat
- 50:56dan selama telinga masih bisa mendengar,
- 50:58masalah selalu ada.
- 51:01Jadi masalah itu enggak bisa terhindar
- 51:03dari mata dan masalah itu bisa terhindar
- 51:06dari telinga seperti itu. Karena semua
- 51:08informasi yang kita dapatkan itu bisa
- 51:11menjadi stigma atau permasalahan di
- 51:13dalam mentalitas kita seper.
- 51:16Terus yang kemudian ada juga dalam
- 51:18pandangan gereja Ortodos, gereja
- 51:20dipanggil untuk menjadi tempat
- 51:22penyembuhan bukan tempat penghakiman.
- 51:24seperti gereja itu adalah rumah sakit
- 51:28seperti perkataan Santo Yohanes Kristos
- 51:31Thomas, gereja itu ber menghakimi
- 51:33dosa-dosa orang melainkan gereja adalah
- 51:35rumah sakit bagi mereka yang sakit
- 51:38seperti jadi kita harus bisa mendengar
- 51:41orang-orang yang mungkin membawa
- 51:42permasalahan mereka gereja sehingga saya
- 51:45sebagai seorang bapak bisa menyelesaikan
- 51:47atau membantu mereka. Seperti yang
- 51:49dikatakan Ibu Maria tadi bahwasanya kita
- 51:52harus mendengar atau lebih rutin untuk
- 51:55mendengar apa yang menjadi permasalahan
- 51:57mereka seperti itu. Ya, terkadang
- 51:59orang-orang yang datang kepada kita itu
- 52:01adalah orang-orang yang lebih muda
- 52:02daripada kita. Seperti orang-orang tua
- 52:04kita zaman dulu selalu mengatakan
- 52:06bahwasanya kami lebih dulu memakan garam
- 52:10daripada kalian seperti itu. Jadi ya
- 52:13terkadang hal yang paling penting adalah
- 52:15pengalaman diri kita sendiri terlebih
- 52:17dahulu seperti itu. Apakah kita datang
- 52:21untuk membantu mereka seperti itu tidak
- 52:24memarahi mereka ketika mereka punya
- 52:26masalah? tidak menjadi acuan bagi mereka
- 52:29ketika mereka mungkin memiliki
- 52:31permasalahan pribadi seperti itu. Oleh
- 52:34sebab itu, gereja sebenarnya itu harus
- 52:36membuka ruang dialog antara masyarakat
- 52:40atau antara umat dengan promo seperti
- 52:43itu dan mendampingi umat dengan kasih
- 52:45seperti itu. Jangan memarahi umat
- 52:47seperti itu. Ketika umat itu punya
- 52:49masalah seperti itu, jangan dimarahi.
- 52:51Kita harus diajarkan mereka bagaimana
- 52:53cara melakukannya yang benar. cinta
- 52:56kasih seperti itu. Terkadang kemarahan
- 52:59itu
- 53:00membuat kita itu marah seperti itu. Dan
- 53:03terkadang kita itu bisa merespon seperti
- 53:05itu. Jadi tergantung dari cara kita
- 53:08untuk menanggapinya. Apakah kita
- 53:10menanggapinya dengan positif atau
- 53:12negatif seperti itu. Ee tapi ya kalau
- 53:15contohnya di dalam bergereja terutama
- 53:18gereja saya, gereja Ortodoks ee banyak
- 53:21orang-orang yang mungkin itu datang
- 53:23dengan permasalahan mereka. Mereka
- 53:24selalu menangis di dalam gereja. Mereka
- 53:27selalu datang kepada saya bahwasanya
- 53:29mereka ada kesulitan mungkin ekonomi
- 53:31atau masalah pendidikan seperti itu.
- 53:34Saya menjadi bagian dari mereka ketika
- 53:37saya ketika mereka mengatakan itu kepada
- 53:40saya, saya merasakan apa yang mereka
- 53:42rasakan seperti itu. Jadi ketika mungkin
- 53:45ada teman saya enggak punya uang atau
- 53:47jemaat saya enggak punya uang, saya
- 53:49menjadi jawaban mungkin saya bisa bantu
- 53:52seperti itu. Saya bisa membayar uang
- 53:54kuliah seperti itu. sanggupnya saya
- 53:56seperti itu. Dan yang ketiga sebenarnya
- 53:59itu adalah seperti bekerja sama dengan
- 54:01teradok profesional seperti Mbak Estrina
- 54:03ini seperti itu. Jadi ya sama seperti
- 54:06dikatakan Ibu Maria banyak seperti kaula
- 54:08muda itu atau orang-orang kita yang di
- 54:10zaman sekarang itu takut untuk datang ke
- 54:12psikiatter. Ketika kita membicarakan
- 54:15kepada teman kita untuk perkipter,
- 54:18teman kita itu selalu mengatakan
- 54:20bahwasanya ini gila ini ada aneh-anehnya
- 54:22seperti itu. Jadi kita belum pergi dan
- 54:25itu hanya planning seperti itu. Tetapi
- 54:28orang bisa menjusti seperti itu. Jadi ya
- 54:31kita sebenarnya itu kalau contohnya
- 54:33mencurhatkan permasalahan kita,
- 54:35curhatlah kepada orang yang benar
- 54:36seperti itu ya. kepada Ibu Estrina
- 54:39mungkin seperti itu atau kepada Ibu
- 54:41Maria juga atau kepada Ibu Astufi juga
- 54:44seperti itu yang sudah melewati memakan
- 54:47garam terlebih dahulu seperti itu. Saya
- 54:49juga ya seperti itulah kita orang
- 54:52seperti itu. Jadi serta mengajarkan
- 54:54bahwa setiap manusia berharga di hadapan
- 54:56Tuhan seperti itu. Terkadang
- 54:58permasalahan atau kesehatan mental itu
- 55:00terjadi dengan tidak harap tidak ada
- 55:03harapan ya bunuh diri seperti at bundir
- 55:05seperti itu. Jadi ya gereja harus bisa
- 55:08mengajarkan bahwasanya kamu itu dikasihi
- 55:10Tuhan seperti itu. Apapun permasalahan
- 55:13kamu, apapun yang kamu hadapi Tuhan itu
- 55:15tetap mengasihi dirimu seperti itu.
- 55:18Langkah yang baik itu adalah dengan
- 55:19memberikan kata-kata positif kepada
- 55:22mereka. Tidak menghakimi, tidak menjadi
- 55:25acuan atau menjadi bensin bagi masalah
- 55:28mereka. Ya, setidaknya kita bisa
- 55:30memperbaiki masalah mereka. Sekian.
- 55:33gitu.
- 55:35Baik, Romo. Terima kasih, Romo. Tapi
- 55:37tadi kayaknya garam yang saya makan
- 55:40belum terlalu banyak Romo. [tertawa]
- 55:44Baik. Ee terakhir nih kepada Bu Rina nih
- 55:47mungkin ee masternya di bidang ini ya,
- 55:51Bu. Jadi boleh dikasih nih kira-kira ee
- 55:54apa saja tantangan yang dihadapi oleh
- 55:57umat kebanyakan atau ada orang-orang
- 55:59yang datang konsultasi nih Bu terkait
- 56:02dengan ee kesehatan mental gitu. Apakah
- 56:05mereka juga membuka diri untuk bisa
- 56:08sharing terkait tentang agamanya nih
- 56:09gitu yang menjadikan mereka bisa kembali
- 56:13nih dari hal-hal yang ee ruwet dalam
- 56:15kehidupannya gitu. Silakan, Bu.
- 56:21Iya, terima kasih. Ee apa namanya, Bu
- 56:24Hasti?
- 56:26Saya tadi mendengarkan Bu Maria sama Pak
- 56:29sama Romo Nicholas itu. Oh, iya,
- 56:31ternyata stigma terhadap kesehatan
- 56:33mental ini jadi masalah bersama begitu
- 56:37ya di berbagai macam keyakinan dan juga
- 56:40agama. Memang masalah kesehatan mental
- 56:43ini kalau dikaitin sama agama rasanya
- 56:45kayak mudah banget gitu. Mudahnya tuh
- 56:47menyalahkan orang just eh menyalahkan
- 56:51orang atau mengkerdilkan permasalahan
- 56:53orang menggunakan seolah-olah kacamata
- 56:57agama yang kurang
- 57:05imannya kok turun terus sih gitu.
- 57:07Padahal yang namanya iman itu kan naik
- 57:09turun ya memang ya iman itu naik turun.
- 57:12Makanya ada doa, "Ya Allah apa namanya?
- 57:14Tetapkanlah hatiku dan sebagainya."
- 57:17Bahkan ee di Al-Qur'an juga banyak
- 57:19disampaikan
- 57:21apa namanya Nabi pun orang pilihan itu
- 57:24juga mengalami sifat-sifat kemanusiaan
- 57:27seperti takut, cemas, ee apa namanya?
- 57:31Rasa sedih yang luar biasa itu ada.
- 57:35sehingga ini bagian dari kemanusiaan
- 57:38yang seharusnya gitu ya kita yang
- 57:41beragama ini masuknya juga melalui pintu
- 57:44manusia gitu. Artinya kita menyadari
- 57:47bahwa mungkin kesalahan yang dilakukan
- 57:49itu bagian dari common humanity. Jadi
- 57:53sifat-sifat kemanusiaan yang mungkin
- 57:54salah. Eh al insan itu makhluk khisan
- 57:58tempatnya salah dan lupa. Itu bagian
- 57:59dari diri kita. Tapi tidak langsung kita
- 58:02mendewakan. Wah, aku salah, aku boleh
- 58:04salah, enggak. Tapi dari situ kita tahu
- 58:06bahwa salah tuh harus apa. Nah, itu
- 58:08masuknya lewat pintu-pintu humanisme
- 58:09seperti itu.
- 58:12Ee saya masih satu kasus kemarin saya
- 58:14mendampingi teman itu yang mengalami
- 58:17depresi karena satu dia satu dia teman
- 58:21yang sangat taat. Ini kebetulan saya
- 58:22menemani nonmuslim begitu ya. Teman yang
- 58:24sangat taat. Dia mengalami kehilangan.
- 58:27Jadi dia kehilangan suaminya di saat
- 58:29COVID. Dan menyedihkannya adalah yang
- 58:31sedih adalah karena dia tidak bisa
- 58:33berjemput dengan bertemu dengan
- 58:34suaminya. Suaminya sedang diisolasi cuma
- 58:38cuma tahu dari layar. Bahkan saat
- 58:40meninggal pun tidak bisa me
- 58:43memakamkannya begitu ya. Dan yang bikin
- 58:46lebih ee rentan adalah beliau ini juga
- 58:50jauh dari saudara karena dari Lampung.
- 58:54Mutasi kerja ke Jogja dua-duanya.
- 58:57sehingga support sosialnya sangat
- 58:59kurang. Tapi ternyata ee jadi gini,
- 59:05orang itu selalu punya waktu untuk
- 59:06merasakan kesedihan gitu ya. Merasakan
- 59:08berbagai perasaan yang dialami entah itu
- 59:11sedih atau marah atau kecewa itu selalu
- 59:14butuh waktu dan itu kita enggak apa-apa
- 59:17gitu merasakan itu gitu. Bahkan ya tadi
- 59:19manusia-manusia terpilih tentu punya
- 59:21punya rasa sakit, punya sedih itu boleh.
- 59:24Tapi setelah itu kita bisa nih buffer
- 59:27gitu ya. Pas lagi mood-nya lagi enak
- 59:29dikit, kita boleh melakukan hal-hal yang
- 59:32ee meningkatkan
- 59:34rasa iman kita, meningkatkan
- 59:37spiritualitas kita. Di sahabat cerita
- 59:39saya tadi itu beliau mendekatkan diri di
- 59:42komunitas gerejanya gitu ya, teman-teman
- 59:45gereja yang di Jogja itu mendatanginya
- 59:48karena dia benar-benar sendirian di
- 59:50Jogja itu jadi penguat yang luar biasa
- 59:51sekali. saat dia tidak bisa bekerja,
- 59:54saat dia hanya bisa menangis saja, saat
- 59:56dia bahkan tidak bisa masuk rumah gitu,
- 59:59masuk, maaf, tidak bisa masuk kamar.
- 1:00:00tidak bisa masuk kamar yang ada yang
- 1:00:03ditempati dengan suaminya itu
- 1:00:05teman-teman gerejanya yang support untuk
- 1:00:08ee memasakkan
- 1:00:11anak-anaknya dan juga membersih membantu
- 1:00:13membersihkan kamarnya sehingga
- 1:00:15perlahan-lahan beliau mulai survive dan
- 1:00:18ya alhamdulillah sekarang sudah bisa
- 1:00:20berfungsi dengan cukup optimal. Itu satu
- 1:00:23kasus. Kemudian satu kasus lagi saya
- 1:00:26kemarin mendampingi satu teman yang
- 1:00:29korban
- 1:00:31ee bukan korban ya,
- 1:00:33punya masalah relasi dengan pasangannya.
- 1:00:35Jadi pasangannya ini tidak bisa
- 1:00:37memberikan dia nafkah, terjerat pinjol,
- 1:00:41terjerat judul sehingga dia jadi tulang
- 1:00:44punggung keluarga dengan satu anak yang
- 1:00:47juga kebetulan itu berkebutuhan khusus.
- 1:00:50Ini luar biasa sekali gitu ya. Dan
- 1:00:52beliau bilang, "Saya kalau enggak punya
- 1:00:55Allah aja, saya sudah pengin mengakhiri
- 1:00:57hidup saya, Mbak Maya." gitu.
- 1:01:00Kebayang gitu ya. Saya saya sendirian,
- 1:01:03perempuan. Saya enggak bisa tempat
- 1:01:04bersandar. Anak saya butuh support saya,
- 1:01:06saya butuh menghidupi keluarga saya
- 1:01:08gitu. Saya hanya enggak tahu. Saya
- 1:01:10merinding ceritanya gitu ya. Karena di
- 1:01:12samping ee apa namanya? Keteguhan
- 1:01:15beliau, alhamdulillahnya juga beliau
- 1:01:18dapat support dari sekolah. Beliau
- 1:01:19seorang guru. Jadi, teman-teman
- 1:01:21sekolahnya sangat apa namanya? Suportif,
- 1:01:25tidak men berikan stigma negatif
- 1:01:28terhadap calon status beliau ya. Jadi
- 1:01:31beliau kebetulan mengajukan gugatan
- 1:01:33cerai
- 1:01:35karena kondisi beliau yang sudah tadi
- 1:01:37ada KDRT-nya juga kebetulan. Jadi memang
- 1:01:39sudah sangat tidak sehat hubungannya dan
- 1:01:41tidak kan kebanyakan sekarang orang
- 1:01:43ketika akan statusnya berbeda itu maka
- 1:01:47akan banyak stigma negatif juga ya.
- 1:01:49terhadap perempuan yang single seperti
- 1:01:51itu. Itu dan tadi beliau berzikir,
- 1:01:55beliau rutin untuk salat tahajud, beliau
- 1:01:59lebih meresati lagi kira-kira hikmahnya
- 1:02:02apa ya gitu. Ternyata beliau menemukan
- 1:02:05tiga-tiganya ini kebetulan anaknya
- 1:02:07laki-laki semua. Yang satu berkebutuhan
- 1:02:10khusus. Beliau langsung semacam
- 1:02:11mendapatkan insight, ternyata ini ya
- 1:02:13maksud Allah aku diberikan anak
- 1:02:15laki-laki biar bisa jadi penjagaku
- 1:02:17nanti. Gitu. biar aku tidak sendirian.
- 1:02:20Jadi itu upaya-upaya
- 1:02:22ee beliau dalam mendekatkan diri itu
- 1:02:24sampai di menemukan hikmah juga pada
- 1:02:28peristiwa tidak menyenangkan yang beliau
- 1:02:30alami.
- 1:02:32Seperti itu, Bu Astuti. Mungkin kalau
- 1:02:34boleh saya menemukan satu lagi ini
- 1:02:36tantangan kita adalah ini ya kalau di
- 1:02:38agama Islam itu ada penghayatan agama
- 1:02:40yang cukup kaku itu juga dapat membuat
- 1:02:42tekanan psikologis tersendiri dan
- 1:02:44membuat ee individu itu rentan mengalami
- 1:02:46gangguan mental. Jadi misal aku harus
- 1:02:49sempurna setiap saat, enggak boleh
- 1:02:51melakukan kesalahan.
- 1:02:53Ee aduh kok aku cuman bisa gini aja sih?
- 1:02:56Harusnya tuh aku bisa kayak gitu. Ini
- 1:02:57lagi-lagi nyambung tadi sama Romo ya.
- 1:02:59Media sosial ini menjadi salah satu
- 1:03:04kompornya ya, salah satu pemicunya untuk
- 1:03:06membuat kita menjadi lebih mudah untuk
- 1:03:09menyalahkan diri membanding-bandingkan
- 1:03:11yang kadang itu enggak apple to Apple
- 1:03:12perbandingannya.
- 1:03:14seperti itu, Ibu Astuti.
- 1:03:17Baik, terima kasih Bu Rina. Nah, mungkin
- 1:03:20ee bagi saya dan adik-adik mahasiswa ya,
- 1:03:22jadi datang ke psikolog itu bukan
- 1:03:24menjadi momok bagi kita ya. Saya rasa
- 1:03:26itu juga kita perlukan ya, Bu
- 1:03:31ya, mewaraskan diri kita di kehidupan
- 1:03:33yang semakin carut-marut ini.
- 1:03:35Iya. Iya, betul. Jadi ini ya apa
- 1:03:37namanya? kita bergandengan ya maksudnya
- 1:03:40ikhtiar ikhtiar spiritual kita lakukan
- 1:03:43gitu ya ikhtiar lahir dengan mencari
- 1:03:46pertolongan pada profesional kita
- 1:03:47butuhkan sama halnya kayak kita sakit
- 1:03:49fisik kita ke dokter gitu ya sakit
- 1:03:51mental juga kita ke psikiater juga ke
- 1:03:53atau ke psikolog seperti itu.
- 1:03:55Baik terima kasih Bu Rina cukup menarik
- 1:03:58semua paparan dari narasumber kita pada
- 1:04:00hari ini. Nah, sekarang saya mau buka
- 1:04:03sesi tanya jawab nih, Q&A pada adik-adik
- 1:04:05mahasiswa yang mungkin dari tadi sudah
- 1:04:07enggak sabar ingin bertanya. Mungkin
- 1:04:10mereka juga memiliki beban dalam dirinya
- 1:04:13yang ingin disampaikan hari ini. Ya,
- 1:04:16enggak apa-apa ya, kita terbuka saja
- 1:04:17karena ini sharing session. Mungkin yang
- 1:04:19kamu alami juga dialami oleh teman-teman
- 1:04:21kamu di kelas-kelas yang lain. Jadi,
- 1:04:24untuk adik-adik mahasiswa yang punya
- 1:04:27pertanyaan boleh raise hand atau boleh
- 1:04:29di catat di kolom chat untuk nanti saya
- 1:04:33bacakan. Oke, saya akan buka tiga
- 1:04:35penanya terlebih dahulu ke masing-masing
- 1:04:38narasumber kita. Kepada Romo 1, Bu Rina
- 1:04:411, dan kepada Ibu Maria 1. Jika nanti
- 1:04:44waktu memungkinkan, kita akan buka sesi
- 1:04:46tanya jawab selanjutnya.
- 1:04:48Oke, ini ada pertanyaan dari Rotua. Oke,
- 1:04:52baik Rotua ingin bertanya kepada siapa
- 1:04:56dulu? Silakan.
- 1:04:58Ee saya ingin bertanya sama
- 1:05:02ee yang beragama Islam dan Kristen, Bu.
- 1:05:05Oke.
- 1:05:06Iya. Baik.
- 1:05:08Ee pertanyaan saya ee seb kenapa Bu
- 1:05:13sebagian
- 1:05:15orang yang beragama itu kan Bu dia Bu
- 1:05:17punya kesadaran diri yang tinggi ee
- 1:05:20tentang masa lalunya gitu Bu sehingga
- 1:05:23dia Bu ee dia sudah nyerah gitu dia, Bu.
- 1:05:27Terus itu ee jadilah dia itu pindahlah
- 1:05:31ke ke ateis Bu. Itu kira-kira Bu gimana
- 1:05:34ya Bu?
- 1:05:36Oke.
- 1:05:39Baik.
- 1:05:41Nah, ee bisa dicerna, Bu pertanyaannya
- 1:05:47untuk rotua ini terkait masa lalu ya,
- 1:05:50Rotua ya?
- 1:05:52Iya, Bu.
- 1:05:54Kenapa? Ada ada trauma masa lalu atau
- 1:05:56bagaimana ini?
- 1:05:58Ada loh, Bu. [tertawa]
- 1:06:01Kan Bu enggak mau jujur kan, Bu? Nah,
- 1:06:04oke. Baik, Rua. Terima kasih. Kemudian
- 1:06:07ini ada Bella. Bella mau bertanya kepada
- 1:06:10siapa?
- 1:06:13Kepada agam
- 1:06:16kepada agama Kristen Protestan, Bu.
- 1:06:20Oke, silakan.
- 1:06:25Izin ya, Bu. Pertanyaannya begini, Bu.
- 1:06:27Apakah gangguan kesehatan mental dapat
- 1:06:30dianggap sebagai ujian spiritual atau
- 1:06:33justru kondisi medis yang memerlukan
- 1:06:37penanganan yang profesional, Bu?
- 1:06:40Oke,
- 1:06:44terima kasih Bella.
- 1:06:47Oke, pertanyaan terakhir nih. Saya mau
- 1:06:49yang ke Romo ya kalau bisa. Oke. Eh,
- 1:06:53sebentar.
- 1:06:55Gilang boleh?
- 1:06:57Pertanya ke siapa? Gilang.
- 1:06:59Izin, Bu. Saya mau bertanya kepada Bu
- 1:07:01Esprina.
- 1:07:03Boleh.
- 1:07:04Eh, boleh, boleh. Enggak apa-apa. Nanti
- 1:07:07kita cari yang ke romu, ya.
- 1:07:10Eh, jadi gini, Bu. Saya sering tememuin
- 1:07:13orang-orang yang tidak ingat Tuhan,
- 1:07:15tidak ingat salat, dan sering melakukan
- 1:07:17hal-hal buruk di kehidupannya. Mereka
- 1:07:19baik-baik saja, rezekinya lancar dan
- 1:07:21segala keinginannya mungkin terwujud.
- 1:07:23Sedangkan ee di sisi lain saya melihat
- 1:07:25orang yang taat ibadah, taat agama,
- 1:07:28berpuasa, tahajud, dan melakukan
- 1:07:31kegiatan positif lainnya berbal mereka
- 1:07:33sering menghadapi ee cobaan, rezekinya
- 1:07:37kurang lancar dan banyak hambatannya.
- 1:07:39Sedangkan kita ketahui bahwasanya di
- 1:07:41surah Alsirah menjelaskan di apa
- 1:07:44bunyinya dua kali yaitu kayak inama
- 1:07:46usrius eh Pak inama usrius inama usrius
- 1:07:50yang di mana ee setiap kesulitan pasti
- 1:07:52ada kemudahan Bu. Kira-kira pandangan
- 1:07:55Ibu gimana?
- 1:07:58Oke baik terima kasih Gilang. Oke kita
- 1:08:00cukupkan dulu pertanyaannya ya nanti
- 1:08:02kita ee cek waktu kembali. Nah, untuk
- 1:08:05pertanyaan pertama boleh dari Rotua
- 1:08:08kepada Ibu Esrina dan Bu Maria boleh
- 1:08:12direspon Bu terkait pertanyaannya. Ini
- 1:08:14terkait dengan ee masa lalu nih Bu.
- 1:08:18Bagaimana solusinya narotuanya tanya?
- 1:08:21Boleh Bu Rina dulu yang jawab.
- 1:08:23Terima kasih, Bu.
- 1:08:32Izin mic-nya, Bu.
- 1:08:42Masih mati, Bu, mik-nya.
- 1:08:45I terima kasih. I tadi yang pertanyaan
- 1:08:51pertama ini maksudnya adalah orang yang
- 1:08:53selalu teringat masa lalu begitu ya.
- 1:08:55Berarti mungkin mengalami pengalaman
- 1:08:58yang sangat menyakitkan, tidak
- 1:09:00menyenangkan, bisa jadi sangat
- 1:09:02traumatik. sehingga mengalami PTSD post
- 1:09:06traumatic
- 1:09:08post traumatic syndrome begitu ya dan
- 1:09:11akhirnya memilih untuk ateis. Begitu Bu
- 1:09:14Asutti kurang lebih pertanyaannya.
- 1:09:16Iya benar Bu.
- 1:09:17Begitu.
- 1:09:23Terima kasih.
- 1:09:25Iya sama-sama.
- 1:09:28Iya. Apa namanya begini?
- 1:09:32Apakah ini atais betulan atau ini bentuk
- 1:09:35kemarahan kepada Tuhan itu kita yang
- 1:09:38belum tahu ya. Tapi bisa jadi
- 1:09:41orang-orang dengan rasa trauma yang
- 1:09:43tinggi, orang-orang dengan pengalaman
- 1:09:45masa lalu yang sangat menyakitkan itu
- 1:09:47akan berusaha melakukan sesuatu untuk
- 1:09:51melindungi dirinya, untuk melindungi
- 1:09:55egonya seperti itu dengan cara ada sih
- 1:09:58menyalahkan orang lain begitu ya atau
- 1:10:00menyalahkan keadaan dia.
- 1:10:03kayaknya tuh enggak mungkin ini bukan
- 1:10:04karena kesalahan aku sendiri, ini pasti
- 1:10:07karena A B C dan biasanya
- 1:10:10perasaan-perasaan yang menyertai itu
- 1:10:12adalah ada fase-fase di mana dia
- 1:10:15menyalahkan
- 1:10:17Tuhan, merasa tidak adil seperti itu.
- 1:10:21Nah, barangkali yang dimaksudkan Mbak
- 1:10:24Penanya tadi, Mbak Maworu ya kalau tidak
- 1:10:27salah ya, itu perasaan yang seperti itu.
- 1:10:30Jadi memang ada fase di mana saat orang
- 1:10:32sedang tidak nyaman, dia akan
- 1:10:35melimpahkan ketidaknyamanannya terhadap
- 1:10:37orang lain yang atau ter sesuatu yang
- 1:10:40itu bukan dirinya. Jadi tadi
- 1:10:44dia menyalahkan Tuhan dan merasa tidak
- 1:10:46adil. Tapi biasanya teman-teman ini itu
- 1:10:49fase-fase yang ee ada waktunya begitu
- 1:10:53ya. Jadi misalnya memang saat itu
- 1:10:56teman-teman sedang merasa sangat tidak
- 1:10:58nyaman, yuk cari bantuan.
- 1:11:01Ayo kita ngobrol dengan teman gitu ya.
- 1:11:03Ayo kita hadiri kegiatan apapun yang itu
- 1:11:05membuat kita merasa lebih didengarkan,
- 1:11:08merasa kita tidak sakit sendiri.
- 1:11:12Sehingga harapannya ketika teman-teman
- 1:11:13sudah naik satu tahap lagi dari fase
- 1:11:16yang tadi ee menyalahkan diri, keadaan
- 1:11:20atau bahkan menyalahkan Tuhan
- 1:11:27dibandingkan yang sebelumnya. Maksudnya
- 1:11:29lebih stabil dibandingkan saat merasa
- 1:11:32yang sakitnya luar biasa tadi. Begitu
- 1:11:34barangkali ya. Jadi saya tidak bisa
- 1:11:38menyampaikan secara ini apakah apa
- 1:11:41namanya ee dia tidak mempercayai Tuhan
- 1:11:44begitu ya. Tapi kalau lagi kalau saya
- 1:11:45mau bahas dari sudut agama Islam kalau
- 1:11:48memang misalnya akhirnya dia sampai ee
- 1:11:51mengingkari ketiadaan Tuhan dan memilih
- 1:11:54untuk tidak meyakini apapun berarti saat
- 1:11:56itu hidayah Allah sedang dicabut dari
- 1:12:00yang bersangkutan. Itu dari sudut
- 1:12:01pandang Islam. Kemudian kita lanjut ke
- 1:12:04pertanyaan selanjutnya dari Mas Gilang
- 1:12:06ya. Mas Gilang tadi Mas Gilang
- 1:12:07menyampaikan bahwa eh menanyakan yang
- 1:12:10sangat ya challenging banget ini
- 1:12:13sebenarnya pertanyaannya. Kenapa sih
- 1:12:14Mbak kok ada hal kayak gitu gitu ya? Ada
- 1:12:15orang yang enggak taat, suka seenaknya
- 1:12:18sendiri, mungkin suka korupsi gitu ya,
- 1:12:20atau suka menyakiti orang tapi dia
- 1:12:22kayaknya fine-fine aja hidupnya,
- 1:12:23rezekinya lancar ee dan sebagainya. Dan
- 1:12:26sebaliknya orang yang taat banget kenapa
- 1:12:29ditimpa kemalangan yang bertubi-tubi?
- 1:12:31minta rezekinya enggak baik atau mungkin
- 1:12:32pekerjaannya buruk atau mungkin dia
- 1:12:34disakiti orang lain.
- 1:12:37Ee ini kita bisa melihat dari sudut
- 1:12:40pandang yang seperti ini.
- 1:12:46Orang yang kita lihat sebagai orang yang
- 1:12:49rasanya sangat nyaman sekali hidupnya
- 1:12:52itu apakah [tertawa] benar-benar nyaman
- 1:12:54ya atau jangan-jangan itu sawang
- 1:12:58sinawangan kita aja itu pandangan kita
- 1:13:01aja terkait kenyamanan yang dimiliki
- 1:13:03orang itu. Karena sebenarnya hati kita
- 1:13:06itu kadang tahu mana kita berbuat salah
- 1:13:09atau enggak, manakalanya kita melakukan
- 1:13:12hal yang baik atau enggak. Jadi, hati
- 1:13:14itu sebenarnya jadi penghukum utama atas
- 1:13:15kesalahan yang kita lakukan. Dan kita
- 1:13:17enggak ngerti nih sebenarnya ketentraman
- 1:13:19orang yang kaya raya tapi melakukan
- 1:13:20banyak hal yang tidak menyenangkan tu
- 1:13:22seperti apa. Itu satu. Nah, daripada
- 1:13:25sudut dari sudut pandang Islam
- 1:13:27sebenarnya mungkin ini bisa menjelaskan
- 1:13:29adanya ee hal yang dinamakan istidraj
- 1:13:32ya. Jadi kelebihan yang diberikan Allah
- 1:13:35kepada orang-orang yang me emang
- 1:13:38orang-orang yang tidak berbuat baik gitu
- 1:13:41ya. Orang-orang yang tidak mau
- 1:13:43mengimani, tidak mau bertakwa. Bertakwa
- 1:13:45adalah tidak mau melakukan perintah
- 1:13:47Allah dan malah banyak melakukan
- 1:13:49larangan Allah. Jadi memang sengaja
- 1:13:50diberikan kemudahan dan akses yang luar
- 1:13:52biasa untuk ada sih istilah kalau di
- 1:13:55Indonesia ya, kalau di Jawa itu
- 1:13:57disegurah nyohnyoh tak wi. Ini loh aku
- 1:13:59kasih kamu sebanyak-banyaknya gitu.
- 1:14:02Tapi ternyata itu sebagai bahan untuk ya
- 1:14:04dikasih tapi bukan dalam rasa sayang,
- 1:14:07tapi dikasih untuk dalam ee menguji yang
- 1:14:12dia tidak tahu kalau bahwa dia sedang
- 1:14:13diuji dengan segala hal yang teman-teman
- 1:14:14yang dia miliki. Kemudian untuk orang
- 1:14:17yang taat tadi kenapa diuji dengan
- 1:14:19banyak hal? Ya, kalau dari sudut Islam
- 1:14:21berarti mungkin jadi orang sangat
- 1:14:23disayang Allah ya. diberikan ujian yang
- 1:14:26luar biasa gitu karena dirasa mampu.
- 1:14:29Karena Allah sendiri menyampaikan di
- 1:14:32Al-Qur'an bahwa ee aku tidak memberikan
- 1:14:35ujian di luar kemampuan hambaku.
- 1:14:37Barangkali orang tersebut dianggap mampu
- 1:14:41untuk menyelesaikan
- 1:14:43pengalaman-pengalaman hidup yang tidak
- 1:14:45menyenangkan yang dialaminya gitu. Atau
- 1:14:48barangkali Allah ingin lebih dia
- 1:14:51mendekat dengan Allah dengan cara
- 1:14:53dihadirkanlah
- 1:14:55cobaan cobaan yang sedang dialami.
- 1:14:58Begitu Bu Astuti.
- 1:15:01Baik Bu Rina terima kasih untuk
- 1:15:03pemaparannya.
- 1:15:05Oke. Baik. Sekarang untuk pertanyaan
- 1:15:07yang kedua tadi pertanyaan dari Bella
- 1:15:10kepada Ibu Maria. Boleh direspon Bu
- 1:15:13pertanyaannya
- 1:15:15ya. Ee terima kasih. Pertama saya mau
- 1:15:19mengkonfirmasi pertanyaannya dulu ya
- 1:15:21kepada Bella. Tadi pertanyaannya apakah
- 1:15:24memang ee gangguan mental yang dialami
- 1:15:28seseorang itu disebut sebagai ujian
- 1:15:31spiritual bukan begitu, Dik?
- 1:15:36Iya, Bu.
- 1:15:38Iya. Oke. Em,
- 1:15:41terima kasih untuk pertanyaanmu, ya. ee
- 1:15:43saya cukup berhati-hati
- 1:15:45untuk menyebutkan bahwa memang apakah
- 1:15:48gangguan mental yang kita alami itu
- 1:15:51apakah itu ujian spiritual atau ujian
- 1:15:54spiritualitas bagi kita. Karena ee
- 1:15:59kadang memang dalam kehidupan ini ee
- 1:16:03gangguan mental yang kita alami itu
- 1:16:04akibat dari apa yang kita kerjakan, apa
- 1:16:07yang kita lakukan.
- 1:16:10Jadi ee ada banyak hal yang cukup
- 1:16:13mempengaruhi ee kehidupan kita. Jadi
- 1:16:17saya ee berhati-hati menyebutkan bahwa
- 1:16:20memang gangguan mental itu ujian
- 1:16:22spiritualitas. Misalnya
- 1:16:24saya nih sudah tahu saya kolesterol saya
- 1:16:27tinggi.
- 1:16:29Nah, terus saya banyak makan ee
- 1:16:31daging-dagingan,
- 1:16:33kemudian saya minum alkohol. Apakah itu
- 1:16:36ujian spiritualitas bagi saya? Akhirnya
- 1:16:39saya jadi oh saya jadi penyakitan.
- 1:16:43Saya tidak bisa tidur, emosi saya tidak
- 1:16:45stabil,
- 1:16:47emosi saya jadi ee saya mengalami darah
- 1:16:49tinggi. Jadi setiap orang yang berbicara
- 1:16:51kepada saya akan saya senggak. Ah
- 1:16:54kadang-kadang memang ada banyak hal yang
- 1:16:56kita lakukan itu karena memang kita yang
- 1:17:00kurang ee
- 1:17:03memproteksi diri kita sendiri. Jadi saya
- 1:17:05kurang setuju bahwa memang ee gangguan
- 1:17:07mental itu sebagai ujian spiritualitas.
- 1:17:11Itu dari saya. Terima kasih.
- 1:17:15Baik, terima kasih Bu Maria. Ee saya
- 1:17:18punya pertanyaan nih satu untuk Romo ya.
- 1:17:20Romo ada di kolom chat dari Iren
- 1:17:23pertanyaannya itu apa hubungan antara
- 1:17:27persekutuan dengan Allah? doa dan
- 1:17:30sakramen dengan ketenangan hati serta
- 1:17:34kekuatan batin seseorang.
- 1:17:37Begitu Romo. Pertanyaannya ada di kolom
- 1:17:38chat Romo kalau untuk lebih jelas.
- 1:17:40Terima kasih.
- 1:17:42ee kita mengalami yang yang intinya itu
- 1:17:47melalui
- 1:17:50jadi ketika kamu mengalami income dengan
- 1:17:53halus
- 1:17:55komunikasi
- 1:17:57dan komunikasi dengan itu juga bisa
- 1:18:00dialami dengan keadaan spiritual kita
- 1:18:07seperti itu karena natur
- 1:18:11gereja
- 1:18:12Ee ingat di dalam kehidupan kita
- 1:18:15terutama Gereja Ortodoksina dengan
- 1:18:17Gereja Katolik Roma, kita itu memiliki
- 1:18:21satu tujuan yaitu berteosis dengan Allah
- 1:18:24seperti itu. bersatu dengan kehidupan
- 1:18:27Allah dan kita itu bersatu dalam
- 1:18:30persekutuan dengan Allah itu sendiri
- 1:18:33seperti itu bersama dengan orang-orang
- 1:18:34kudusnya bersama dengan para malaikat di
- 1:18:36surga kita itu satu dengan Allah seperti
- 1:18:39itu yang disebut sebagai teosis seperti
- 1:18:42jadi kita itu bersakai
- 1:18:45jangan menganggap bahwa seanya ketika
- 1:18:46kamu mengalami sesuatu seperti tulus
- 1:18:50yang seperti kamu tanyakan apa
- 1:18:51perhubungan antara persekutuan dengan
- 1:18:53Allah kuasa kami dengan batu Kor
- 1:18:57itu hal yang perlu di
- 1:19:00ee meditasi seperti dalam kitor meditasi
- 1:19:03yang kita lakukan itu adalah dengan cara
- 1:19:06ee pucati seperti atau di dalam Gereja
- 1:19:09Katolik Roma itu ada yang namanya devosi
- 1:19:11kepada eh Bunda Maria seperti itu para
- 1:19:14malaikat seperti itu atau kepada hati
- 1:19:17kudus Yesus kepada hati kudus Maria
- 1:19:19seperti itu cikat oleh Gereja Katolik
- 1:19:21Roma se jadi itu adalah gunungan intim
- 1:19:25dengan Allah itu sendiri. Kalau
- 1:19:26contohnya kamu ingin lebih intim lagi,
- 1:19:30kamu bisa lari ke kamar kamu. Seperti
- 1:19:32yang dikatakan Yesus seperti itu.
- 1:19:34Apabila engkau berdoa, tutup jendelamu,
- 1:19:37tutup pintumu. Doalah bersama dengan
- 1:19:39Bapak-Mu di tempat yang tersembunyi
- 1:19:40seperti ee terkadang seperti apa yang
- 1:19:43Romo lakukan seperti Romo terkadang
- 1:19:46lebih khusyuk ketika keperluan sendiri
- 1:19:50seperti dalam gereja atau ketika R di
- 1:19:52kamar se eh berdoa sendiri-sendiri itu
- 1:19:56adalah sesuatu yang misalnya spiritual
- 1:19:58yang lebih tinggi seperti itu. ee memang
- 1:20:01di dalam kebersamaan itu memang seper
- 1:20:04tapi intim yang dekat dengan cipta
- 1:20:07bersama dengan Allah itu sendiri adalah
- 1:20:09dengan cara komunikasi dengan Allah
- 1:20:11melalui doa dan ekaristi dan menerima
- 1:20:14tubuh dan darah Kristus di dalam
- 1:20:16ekaristi seperti itu. Jadi ya jangan
- 1:20:19takut seperti itu.
- 1:20:22Terima kasih
- 1:20:24ya. Baik ee Pak, saya menemukan
- 1:20:26pertanyaan ini untuk para narasumber
- 1:20:28yang cukup menarik. Eh, saya rasa ini
- 1:20:31bisa untuk semua narasumber ya, Bapak,
- 1:20:33Ibu. Pertanyaannya dari Yasmin Zahra.
- 1:20:37Saya ingin bertanya, ketika seseorang
- 1:20:39mengalami trauma masa kecil yang hebat
- 1:20:42hingga jiwanya pecah, apakah itu bentuk
- 1:20:46pertahanan mekanis otak atau bentuk
- 1:20:48perlindungan spiritual spiritual agar
- 1:20:52inti jiwa terdalamnya tidak ikut hancur
- 1:20:54oleh kejamnya dunia? Agak dalam ini
- 1:20:57Bapak, Ibu, pertanyaannya. Nah, jadi dia
- 1:20:59ini punya ee trauma masa kecil mungkin
- 1:21:02pertanyaannya. Kemudian hingga jiwanya
- 1:21:04pecah, apakah itu bentuk pertahanan
- 1:21:07mekanis otak atau bentuk perlindungan
- 1:21:09spiritual agar inti jiwa terdalamnya
- 1:21:12tidak ikut hancur oleh kejamnya dunia?
- 1:21:16Boleh ee yang ingin merespon terlebih
- 1:21:19dahulu
- 1:21:22kepada narasumber kita
- 1:21:26Bu boleh merespon.
- 1:21:39Mohon maaf ini tiba-tiba tidak bisa
- 1:21:41unmute. Terima kasih pertanyaannya.
- 1:21:44Iya.
- 1:21:45Ee apakah trauma masa kecil yang begitu
- 1:21:49hebatnya
- 1:21:50ee sehingga membuat jiwanya
- 1:21:53pecah katanya Bu?
- 1:21:55Kalau saya boleh
- 1:21:58tanya lebih lanjut ke penanya maksud
- 1:22:01terpecah ini seperti apa? Maksudnya
- 1:22:03apakah saking sakitnya atau memang ee
- 1:22:06dia pernah didiagnosa, maaf ya ini
- 1:22:09langsung bertanya didiagnosa mengalami
- 1:22:13semacam disasosiasi atau spit
- 1:22:15personality seperti itu. Ini lebih ke
- 1:22:17arah mana kira-kira pertanyaannya?
- 1:22:19Misalnya saya nanti akan merespon
- 1:22:20menyesuaikan dengan pertanyaannya. Iya.
- 1:22:22Kepada Yasmin nih. Yasmin Zahra. Ada
- 1:22:24orangnya?
- 1:22:28Ada, Bu.
- 1:22:29Heeh. Gimana maksud pertanyaannya
- 1:22:30Yasmin? Karena cukup dalam nih kalau Ibu
- 1:22:33baca ee lebih ke trauma berat gitu, Bu.
- 1:22:42Trauma. Trauma berat, Bu, katanya.
- 1:22:45Oke.
- 1:22:47Lebih ke trauma berat. Apakah ini bagian
- 1:22:50dari hidup yang harus dijalani atau ini
- 1:22:52bagian dari semacam Tuhan melindungi
- 1:22:54begitu ya? Kurang lebih seperti itu ya,
- 1:22:56Mbak Yasmin ya. Kak Yasmin ya.
- 1:23:00Iya, Bu.
- 1:23:01Iya. Oh, self mechanis defense
- 1:23:04mechanism. Iya.
- 1:23:07Eh, membahas tentang pengalaman masa
- 1:23:11lalu ini.
- 1:23:11Izin, Bu. Suaranya tidak terdengar.
- 1:23:15Oh, suaranya sudah terdengar.
- 1:23:16Sudah sudah, Bu. Sudah,
- 1:23:18sudah. Ya. Iya. Membahas tentang trauma
- 1:23:20masa lalu memang
- 1:23:23apa ya memang banyak dari kita mungkin
- 1:23:26yang pernah mengalami pengalaman tidak
- 1:23:28menyenangkan begitu ya. Tapi kita kalau
- 1:23:32dari kacamata psikologis kita perlu
- 1:23:34asses dulu seperti apa nih begitu.
- 1:23:38Kemudian hal-hal apa ee kapan aja
- 1:23:40dirasakan, kemudian intensitas
- 1:23:44ketidaknyamanan munculnya ini seperti
- 1:23:46apa, itu perlu kita ketahui terlebih
- 1:23:48dahulu. Dan satu yang penting ee Kak
- 1:23:51Yasmin terkait trauma ini apakah kita
- 1:23:55cek gitu ya, apakah trauma ini
- 1:23:58mempengaruhi
- 1:23:59perilaku kita sehari-hari?
- 1:24:02Apalagi? Apakah trauma ini membuat kita
- 1:24:06sempat kehilangan fungsi kita sebagai
- 1:24:11individu? Jadi ada yang berkurang misal
- 1:24:14ee dulu traumanya pas Kas umur 4 tahun
- 1:24:18gitu ya. Setelah itu enggak apa-apa.
- 1:24:20Tapi ternyata saat Kak Yasmin umur 16
- 1:24:22tahun, ada satu peristiwa yang itu memic
- 1:24:26memicu munculnya ingatan akan kondisi
- 1:24:29lalu yang dialami seperti itu. Nah, ini
- 1:24:32kita perlu cek, kita perlu refleksi
- 1:24:34sebenarnya yang terjadi apa gitu. Ini
- 1:24:38bagian mana dari diri Kak Yasmin yang
- 1:24:40merespon. Apakah memang benar Kak Raska
- 1:24:43Yasmin merespon keadaan saat itu atau
- 1:24:46yang merespon keadaan saat umur 16 tahun
- 1:24:48ini si Yasmin kecil yang traumatik akan
- 1:24:51peristiwa yang serupa dengan kejadian
- 1:24:54umur 16 tahun ini.
- 1:24:58Kalau sekiranya
- 1:25:00hal ini sudah tidak dirasa menenangkan,
- 1:25:04sudah mengganggu aktivitas gitu ya,
- 1:25:06sudah membut kurang berfungsi, ada
- 1:25:08baiknya kita mencari pertolongan.
- 1:25:10terkait defense mechanism ini
- 1:25:13macam-macam sekali. Bisa jadi memang
- 1:25:15karena traumanya misalnya masa kecilnya
- 1:25:18dia suka disalahkan begitu ya, suka
- 1:25:21disalahkan atau suka tidak didengarkan,
- 1:25:24maka saat ini dia sebagai perlindungan
- 1:25:27dirinya dia mengambil cara untuk menjauh
- 1:25:30dari semua orang. Aku lebih baik
- 1:25:33menyendiri biar apa? biar enggak ada
- 1:25:34celah untuk aku disakiti.
- 1:25:37Nah, berarti responnya saat ini itu
- 1:25:39bentuk dari pertahanan diri ee yang
- 1:25:42bersangkutan karena
- 1:25:45peristiwa yang saat itu terjadi,
- 1:25:46peristiwa masa lalu yang terjadi. Atau
- 1:25:48satu lagi misalnya
- 1:25:51ee karena aku pernah disakiti, pernah
- 1:25:55ditinggalkan orang yang aku sayang gitu.
- 1:25:58Maka setelah ini aku akan jadi
- 1:26:01kebaliknya sekebalikannya gitu ya. Aku
- 1:26:04akan berubah untuk menyakiti para lelaki
- 1:26:08biar biar mereka tahu betapa sakitnya
- 1:26:11disakiti. Nah, ini ini bisa jadi adalah
- 1:26:14defense mechanism. Oleh itu, oleh karena
- 1:26:16itu penting sekali untuk kita aware,
- 1:26:18kita sadar sebenarnya kita ini kenapa,
- 1:26:20luka apa saja yang kita miliki, kita
- 1:26:23sudah pernah memproses apa sehingga
- 1:26:25nanti ke depannya kita bisa bertumbuh
- 1:26:28secara lebih nyaman gitu ya. Kita tahu
- 1:26:31bahwa oh ternyata ini aku yang terluka
- 1:26:33yang merespon bukan aku yang sebenarnya.
- 1:26:35Yasmin yang sebenarnya bisa ketika
- 1:26:37misalnya diajak temannya ee apa namanya
- 1:26:41untuk makan dia akan mengiyakan atau
- 1:26:44misalnya dicela saat ih kamu kok
- 1:26:46dandananya kayak gitu. Mungkin Yasmin
- 1:26:49tidak akan langsung seketika
- 1:26:52ee baper gitu ya. Tapi oh mungkin dia
- 1:26:55emang orangnya asal ceplos-ceplos aja.
- 1:26:57Tapi karena dari kecil dia merasa yasin
- 1:26:59merasa mudah disalahkan, jadi respon
- 1:27:02dari orang itu kita anggap sebagai
- 1:27:03kritik yang menyerang kita gitu. Kalau
- 1:27:05kita aware bahwa ternyata teman itu cuma
- 1:27:08bukan cuma maaf ya, cara teman itu
- 1:27:10mengingat mengingatkannya tidak pas,
- 1:27:12maka Yasmin bisa membuat reaksi yang
- 1:27:15lebih netral. Oh, emang iya ya aneh ya.
- 1:27:19itu lebih netral kan ya dibandingkan
- 1:27:21yang langsung merasa kayak kita
- 1:27:22dijahati, kita dikatakan dan tadi
- 1:27:24disalahkan seperti itu mungkin ya. Kalau
- 1:27:27untuk bentuk mm
- 1:27:30penyelamatan
- 1:27:33Tuhan,
- 1:27:35mm
- 1:27:37mungkin saya butuh waktu untuk menjawab
- 1:27:39ini gitu. Tapi saya menjawab dari sisi
- 1:27:41psikologis terlebih dahulu. Boleh, Bu
- 1:27:42Astuti?
- 1:27:45Iya, Bu. Baik, terima kasih banyak Bu.
- 1:27:49Eh, untuk Romo dan Bu Maria ada yang mau
- 1:27:52ditambahin
- 1:27:54atau saya ini sedang melihat ada
- 1:27:57mahasiswa yang raise hand ini. Bapak,
- 1:27:59Ibu boleh saya tanya dulu Bapak Ibu
- 1:28:02karena ee beliau bilang mau bertanya
- 1:28:04kepada tiga narasumber.
- 1:28:07Oke, ada Fuji Ayu nih. Iya, Fuji Ayu
- 1:28:11silakan.
- 1:28:14Setelah ini saya rasa sudah dicukupkan
- 1:28:16ya. Pertanyaan dari Fuji ini adalah
- 1:28:17pertanyaan terakhir karena teringat
- 1:28:20waktu, mengingat waktu. Oke, silakan
- 1:28:22Puji.
- 1:28:23Baik, Ibu. Apakah suara saya sudah
- 1:28:25terdengar?
- 1:28:27Sudah jelas, Bu Ji.
- 1:28:29Baik, izin. Perkenalkan nama saya Fuji
- 1:28:31Ayuasmana. Saya berasal dari kelas KWB
- 1:28:34siang. Ee di sini ee saya ingin
- 1:28:37bertanya, Ibu. kan saya memiliki ee
- 1:28:40kepada tiga narasumber ee saya kan
- 1:28:43memiliki teman yang memiliki gangguan
- 1:28:46mental Ibu itu karena awal mulanya
- 1:28:48karena dia ee kan sebagai wanita ini ada
- 1:28:52namanya fase ee menstruasi gitu kan Bu.
- 1:28:55Nah, kan kita ada breakout wajah gitu
- 1:28:58Bu. Karena sampai sekarang dia itu
- 1:29:00trauma karena waktu SD karena ada
- 1:29:03menstruasi itu jadi wajahnya breakout
- 1:29:07terus ee dia itu jadi diejek sama
- 1:29:10teman-temannya Ibu dari SD hingga sampai
- 1:29:14SMA Bu. Jadi dia memiliki trauma ee jika
- 1:29:20kayak
- 1:29:22mm takut gitu Bu, kayak takut bertemu
- 1:29:25sama teman. Lalu jika ada seseorang yang
- 1:29:28melihat dia, dia jadi kayak ee
- 1:29:33mengata-ngatai orang tersebut, Ibu.
- 1:29:34Karena adanya trauma dari SD hingga SMA
- 1:29:38itu memiliki trauma yang dibully
- 1:29:42tentang fisiknya, Ibu. Jadi, dia jadi
- 1:29:44kayak insecure lalu takut bertindak
- 1:29:48gitu, Ibu. Jadi kita sebagai teman atau
- 1:29:52sebagai ee umat yang beragama mau dari
- 1:29:56Islam, dari Kristen, Protestan, lalu
- 1:29:59Katolik ee itu gimana Ibu cara
- 1:30:01menanggapinya Bu atau karena kan kita
- 1:30:04kalau misalnya salah ngucap pasti dia
- 1:30:05akan memiliki namanya rasa sakit hati
- 1:30:07gitu, Ibu. Terima kasih, Ibu.
- 1:30:10Oke, terima kasih, Puji. Boleh ee Romo
- 1:30:13yang menjawab terlebih dahulu untuk
- 1:30:15kasus tersebut? promo
- 1:30:18ee sebenarnya usus tersebut itu karena
- 1:30:20mungkin dia punya trauma yang sangat
- 1:30:22mendalam gitu apalagi seperti yang
- 1:30:25katakan bahwasanya dia sudah terumah dan
- 1:30:27sudah dapat penggunaan hal tersebut itu
- 1:30:30dari istri se
- 1:30:34yang perlu diperhatikan adalah ee
- 1:30:37dirinya itu harus datang ke psikiatan
- 1:30:39terlebih dahulu itu ee dia itu harus
- 1:30:43berdialog dengan seat apa yang terbaik
- 1:30:46baik dengan dia seperti itu. Karena
- 1:30:48contohnya kalau contohnya kita kepada
- 1:30:50dia mungkin dia akan bercolok seperti
- 1:30:52itu. Jadi alangkah lebih baiknya jika
- 1:30:55orang tersebut itu didat psikiater.
- 1:30:58Ingat seperti yang Romo katakan tadi
- 1:31:00bahwasanya ee agama atau kegiatan
- 1:31:05spiritual dengan yang namanya dunia
- 1:31:09psikolog itu sangat berkaitan seperti
- 1:31:11itu. Jadi alangkah lebih baiknya jika
- 1:31:13orang tersebut itu didatangkan terlebih
- 1:31:15dahulu atau pembuka agama datang
- 1:31:18terlebih dahulu berkomunikasi jika tidak
- 1:31:20memungkinkan untuk ada komunikasi dengan
- 1:31:23pemuka agama didatangkanlah
- 1:31:27untuk dikomunikasi dengan orang seperti
- 1:31:29itu.
- 1:31:32Baik terima kasih Romo atas responnya.
- 1:31:34Sekarang kita ke Bu Maria nih. Bagaimana
- 1:31:36tanggapan terhadap kasus temannya Fuji
- 1:31:39tadi Bu
- 1:31:41ya? Ee terima kasih untuk ee pertanyaan
- 1:31:44ee untuk berbagi pengalaman dari Puji
- 1:31:46mendampingi temannya.
- 1:31:48Ee dari saya secara pribadi, saya belum
- 1:31:51tahu detail persoalannya di mana. Itu
- 1:31:54yang pertama. Yang kedua yang bisa saya
- 1:31:58katakan memang ee bullying ini salah
- 1:32:01satu em peristiwa ataupun ya kita
- 1:32:05katakanlah kejadian yang cukup
- 1:32:07meresahkan di di kalangan anak-anak. dan
- 1:32:11juga orang-orang muda seperti kita saat
- 1:32:14ini. Tapi memang yang boleh saya katakan
- 1:32:18dari pengalaman Puji mungkin sebelum ke
- 1:32:21psikiater yang bisa Puji lakukan saya
- 1:32:24dari pendekatan pastoral konseling ya,
- 1:32:27konseling ya, Ibu-ibu ya. Karena saya ee
- 1:32:30pernah juga ee mengalami pendidikan yang
- 1:32:33demikian. Mungkin Puji bisa hadir duduk
- 1:32:36menemani dia pertama sekali mendengarkan
- 1:32:40secara utuh empati bukan hanya sekilas
- 1:32:44tetapi mungkin Puji bisa menawarkan
- 1:32:46kira-kira apa yang bisa kau apa rupanya
- 1:32:49yang kau alami.
- 1:32:51Jadi pertama sekali pendekat pendekatan
- 1:32:54menanyakan apa kegelisahan tadi yang dia
- 1:32:57alami.
- 1:32:58Nah ajaklah dia berbicara.
- 1:33:01Nah, jika memang itu sudah
- 1:33:05kamu tidak sanggup lagi untuk ee
- 1:33:08mendengarkan atau untuk menolong dia,
- 1:33:10mungkin bisa pergi ke ee bisa berbicara
- 1:33:14dengan orang tuanya.
- 1:33:16Ee ini kawan-kawan ini seperti ini loh
- 1:33:19ee Bapak Ibu ee apakah orang tuanya
- 1:33:24mengetahui hal yang demikian?
- 1:33:27Jadi beban itu jangan tinggal dipuji
- 1:33:29saja, tetapi kan temannya masih punya
- 1:33:32orang tua, orang tuanya mungkin akan
- 1:33:34bisa mendampingi
- 1:33:36kemudian menentukan langkah-langkah ke
- 1:33:38mana dia akan pergi. Apakah jika orang
- 1:33:41tuanya bisa menangani, oke, baik.
- 1:33:45Kemudian kalau tidak bisa ajaklah
- 1:33:47tenaga. mungkin ee seperti Bu Esterina
- 1:33:51ataupun ee pelayan
- 1:33:55ee di masjid bisa seperti itu, pelayan
- 1:33:58kerohanian.
- 1:33:59Kemudian kalau sudah tidak bisa lagi
- 1:34:01ditangani mungkin ke tenaga yang lebih
- 1:34:04profesional. Karena kadang tadi kita
- 1:34:08orang yang berbudaya dan takut distigma
- 1:34:10itu budaya ketimuran itu masih kuat di
- 1:34:12kita. kita bukan budaya Barat, tapi itu
- 1:34:15bisa yang kita lakukan karena kita
- 1:34:17terbatas. Puji terbatas dan tidak ada ee
- 1:34:21pengetahuan untuk pendampingan kepada
- 1:34:24mereka yang mengalami trauma. Dan trauma
- 1:34:26memang pertanyaan yang tadi yang ber
- 1:34:28sebelumnya juga trauma itu kita kita
- 1:34:32punya ingatan ini yang bisa
- 1:34:33berulang-ulang apalagi kalau yang tidak
- 1:34:35diselesaikan.
- 1:34:37Jadi kalau tidak diselesaikan akan ada
- 1:34:40pada masa-masa tertentu ingatan itu akan
- 1:34:42kembali. Kalau tidak kita selesaikan itu
- 1:34:46akan menjadi akar pahit bagi kita yang
- 1:34:49terus membayangi
- 1:34:51kehidupan kita. Dan itu yang membuat
- 1:34:52kita menjadi misalnya terkena gangguan
- 1:34:55mental yang lebih ee besar kalau tidak
- 1:34:58kita segera selesaikan segera tidak kita
- 1:35:02kontrol.
- 1:35:03Ee kemudian memang em
- 1:35:07karena dia mungkin bisa menjadi ee
- 1:35:11body shaming ya, body shaming karena
- 1:35:13dengan breakout yang ada di wajahnya
- 1:35:16mungkin
- 1:35:18ee bisa dikasih masukan bahwa kita ini
- 1:35:22adalah makhluk Tuhan yang sama
- 1:35:24sebenarnya. Hanya tidak ada perbedaan
- 1:35:27mau yang kudisan, mau yang apa, itu
- 1:35:30sama-sama adalah makhluk ciptaan Tuhan.
- 1:35:32Tapi memang jika memang puji tidak bisa
- 1:35:35mendampingi, sebatas teman mendengarkan.
- 1:35:37Tapi kalau tidak bisa lagi kau
- 1:35:39dengarkan, berbicara kepada orang-orang
- 1:35:41terdekatnya. Bisa guru, bisa orang tua
- 1:35:45sebelum ke Ibu Esterina sebagai
- 1:35:47psikolog. Terima kasih.
- 1:35:51Baik, terima kasih Bu Maria masukannya.
- 1:35:53Nih dari Bu Estrina ini terakhir nih.
- 1:35:57Gimana Bu menanggapi kasus yang dialami
- 1:35:59oleh temannya Fuji? Kira-kira apa saran
- 1:36:02terbaik yang bisa dilakukan Fuji nih
- 1:36:04sebagai temannya?
- 1:36:06Iya, terima kasih Mbak Fuji nih nampak
- 1:36:10sangat care banget ya empatiknya tinggi
- 1:36:12ke teman gitu ya. Bahkan sampai membawa
- 1:36:15kasus temannya ke sini artinya kan
- 1:36:16memang tidak sebatas ee apa ya pedulinya
- 1:36:20tidak hanya di lisan tapi memang ingin
- 1:36:23tahu nih gimana caranya untuk bisa
- 1:36:25mendampingi temannya. Saya sepakat
- 1:36:27dengan yang disampaikan Bu Maria tadi.
- 1:36:31Memang
- 1:36:33ee ada hal-hal yang bisa Mbak Fuji
- 1:36:35lakukan, tapi juga ada batasan yang
- 1:36:37mungkin harus mulai Mbak Fuji kenali
- 1:36:40ketika memang Mbak Fuji sudah tidak
- 1:36:42sanggup mendampingi. Berbicara tentang
- 1:36:45perundungan ini memang
- 1:36:47ee ini ya luar biasa ya. Perundungan itu
- 1:36:52efeknya sampai nanti begitu efeknya itu
- 1:36:55panjang. perundungannya umur berapa,
- 1:36:57kenanya umur berapa, dan itu dalam
- 1:36:59rentan waktu itu tuh perasaan tuh masih
- 1:37:01dibawa terus mulai ngerasa tidak
- 1:37:03berharga, terus perasaan enggak PD gitu
- 1:37:06ya, merasa
- 1:37:08ee tidak berdaya dan sebagainya sampai
- 1:37:12yang lebih parah itu dari kasus
- 1:37:13perundungan bisa sampai berjung
- 1:37:15mengakhiri hidup. banyak ya
- 1:37:17berita-berita kita lihat di ee apa
- 1:37:20namanya sosial media terkait ee
- 1:37:23pengakhir hidup yang disebabkan karena
- 1:37:25perundungan karena memang
- 1:37:28lidah kita itu
- 1:37:30dan juga perilaku kita bisa menyakiti
- 1:37:32sebegitu.
- 1:37:34Nah, Mbak, Mbak Fuji bisa apa nih? Satu,
- 1:37:39kita semua kita itu punya potensi untuk
- 1:37:41bisa memberikan pertolongan pertama pada
- 1:37:43luka psikologis. Saya bilang yang
- 1:37:45dialami teman Mbak Fuji ini luka
- 1:37:47psikologis karena belum diasses nih
- 1:37:49jenis gangguannya jenis jenisnya apa.
- 1:37:52Apakah dia benar-benar traumatik sekali
- 1:37:55atau dia kecemasan yang levelnya sudah
- 1:37:58tinggi ataukah sudah ke fasa depresi?
- 1:38:00Kita bilang itu luka psikologis begitu
- 1:38:02ya. Kita punya kita punya potensi untuk
- 1:38:05melakukan yang namanya pertolongan
- 1:38:07pertama pada luka psikologis. Sama
- 1:38:09halnya kalau kita kena pisau kita punya
- 1:38:12handsap gitu ya di P3K. Nah, perangkat
- 1:38:15yang kita miliki diri kita ini bisa
- 1:38:17melakukan pertolongan pertama seperti
- 1:38:19itu juga, tapi pada orang yang terkenal
- 1:38:21luka psikologis. Dengan cara apa? Satu,
- 1:38:24kita bisa hadir. Kita bisa hadir. Kita
- 1:38:28bisa hadir sepenuhnya untuk
- 1:38:31mendengarkan. Jadi mendengarkannya hadir
- 1:38:34tidak menghakimi begitu ya. Tidak lantas
- 1:38:37adu nasib, tidak juga menyalahkan. Jadi
- 1:38:40kita hadir, kita cek kira-kira kebutuhan
- 1:38:43dia apa sih? Itu kebutuhan yang paling
- 1:38:45dasar. Misalkan saat itu dia sedang
- 1:38:47nangis, kita bisa ngasih tisu seperti
- 1:38:49itu. Kita bisa menyediakan air putih.
- 1:38:52Jadi kita cek kebutuhan dasarnya dia.
- 1:38:55Ketika misal dia berpotensi melakukan
- 1:38:57hal-hal yang kiranya melukai diri dia
- 1:38:59sendiri, kita usahakan bahwa kita
- 1:39:01menjauhkan dia dari barang-barang yang
- 1:39:05berpotensi melukai benda-benda tajam
- 1:39:07gitu. pisau kita jauhin, cutter, siletun
- 1:39:10kita jauhkan. Kalau bisa kita temani
- 1:39:13dulu kalau kita punya sumber daya itu
- 1:39:15gitu ya. Kalau emang kondisinya sedang
- 1:39:16tidak baik, kemudian kita minta dia
- 1:39:19bercerita saat dia siap dan kita tidak
- 1:39:21memaksa nih, kamu harus cerita. Kamu tuh
- 1:39:23kayak butuh dibantu lah. Kalau dia
- 1:39:24enggak mau, kita enggak bisa maksa. Nah,
- 1:39:26itu juga bentuk bantuan. Bentuk bantuan
- 1:39:29adalah dengan tidak memaksakan kehendak
- 1:39:31kita untuk memberikan pertolongan. Itu
- 1:39:35juga bentuk bantuan. Kemudian kita bisa
- 1:39:38menghubungkan ya ini prinsip P3K. Jadi
- 1:39:42hadir memberikan
- 1:39:44memberikan kebutuhan dasar kemudian kita
- 1:39:47mendengarkan dan juga kita
- 1:39:49menghubungkan. Menghubungkan ke siapa?
- 1:39:51Menghubungkan ke sosial support terdekat
- 1:39:53dia. Jadi kata Bu Maria, kita bisa
- 1:39:55ngubungi mungkin kalau dia punya kakak
- 1:39:59yang cukup baik hubungannya dengan dia,
- 1:40:01kita bisa ke kakaknya gitu ya. atau bisa
- 1:40:04kita hubungkan juga ke orang tuanya.
- 1:40:06Kamu mungkin enggak sih ngomong sama
- 1:40:07orang tuamu gitu? Atau kamu mau aku
- 1:40:09bantu nih untuk ngomong sama orang tuamu
- 1:40:11kalau kamu kayaknya ee lagi butuh
- 1:40:13didengerin? Eh enggak enggak enggak aku
- 1:40:15hubunganku enggak baik nih. Aku sama aku
- 1:40:17sering dimarahin misalnya. Berarti kan
- 1:40:18kita enggak bisa ya. Nah, kalau sudah
- 1:40:20seperti itu boleh kita tawarkan ke dia
- 1:40:23untuk mendapatkan akses profesional
- 1:40:25kalau memang sekiranya dia sudah sangat
- 1:40:28ee mengganggu kalau memang lukanya itu
- 1:40:30sudah sangat mengganggu fungsi
- 1:40:31keseharengan dia. Kayaknya kamu udah
- 1:40:34butuh deh ke profesional. Ini nih aku
- 1:40:36punya list A B C D kamu bisa menghubungi
- 1:40:39salah satu di antara ini mau yang mana.
- 1:40:41Jadi kita kasih alternatif kita tawarkan
- 1:40:43dia mau mililih yang mana. Kalau mau
- 1:40:44konseling online mau langsung gitu. Kaum
- 1:40:47di rumah sakit A atau B itu boleh kita
- 1:40:49tawarkan. Dan alternatif-alternatif
- 1:40:51seperti ini tuh kadang membuka apa ya
- 1:40:54pemikiran orang yang sedang ee merasakan
- 1:40:57ketidaknyaman itu jadi kayak terbuka.
- 1:40:59Karena kadang mereka tuh ngerasanya
- 1:41:00kayak stuck gitu ya. Stu kayak kayak
- 1:41:03kayak apa ya? Kayak enggak bisa ngelihat
- 1:41:06banyak sudut. Dan kehadiran kita
- 1:41:08menawarkan alternatif bantuan itu selain
- 1:41:13memang hal yang dibutuhkan itu semacam
- 1:41:15membuka pemikiran baru dan juga oh iya
- 1:41:19ya dan juga membuka insight baru untuk
- 1:41:21dia. Nanti dia aku browsing-browsing
- 1:41:23juga aku mau milih yang mana. Harapannya
- 1:41:25begitu ya. Harapannya teman Mbak Mbak
- 1:41:27Fuji bisa sampai di tahap ketika emang
- 1:41:29dia tidak mampu dia mau mengakses
- 1:41:33bantuan profesional karena sudah dirasa
- 1:41:35tidak nyaman dan mengganggu
- 1:41:38produktivitasnya sebagai mahasiswi,
- 1:41:41sebagai anak, sebagai teman seperti itu.
- 1:41:44Gitu Bu Astuti.
- 1:41:48Baik, Bu. Terima kasih untuk seluruh
- 1:41:52pemaparan dari narasumber kita yang
- 1:41:55hebat-hebat luar biasa. satu
- 1:41:57penghormatan bagi kami bisa mendengarkan
- 1:41:59dan sharing session kepada Bapak Ibu
- 1:42:01narasumber pada hari ini. Nah, karena
- 1:42:04waktu jugalah yang memisahkan kita,
- 1:42:05Bapak Ibu terima kasih untuk ee
- 1:42:09keluangan waktunya pada hari ini. Nah,
- 1:42:11pada akhirnya kita ketahui bahwa
- 1:42:13integrasi antara nilai-nilai spiritual
- 1:42:16dan upaya kesehatan mental itu dapat
- 1:42:18membantu mewujudkan individu yang lebih
- 1:42:21tangguh, kemudian sehat secara
- 1:42:24psikologis, serta mampu menjalani
- 1:42:25kehidupan yang bermakna sesuai dengan
- 1:42:27ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan
- 1:42:29di Indonesia. Baik, sebelum kita tutup
- 1:42:32eh saya akan memberikan kesempatan
- 1:42:35kepada Bapak Irfan Sarhindi pada hal ini
- 1:42:39selaku
- 1:42:41eh founder Center for Interfaultural
- 1:42:44Studies Universitas Satya Bineka untuk
- 1:42:47memberikan sedikit arahannya. Mohon maaf
- 1:42:50ya, Pak di awal tadi saya terlewat.
- 1:42:53Terima kasih. Baik, Pak. Dipersilakan
- 1:42:55kepada Pak Irfan
- 1:42:57ya. Tidak apa-apa Bu Asti. Terima kasih
- 1:42:59banyak. Tadi saya ee senang sekali
- 1:43:01belajar ee banyak hal hari ini mendengar
- 1:43:04dari ee Bu Estrina, Bu Maria, Romo
- 1:43:08Nicholas gitu ya mengenai bagaimana
- 1:43:10hubungan antara agama
- 1:43:13sebagai sebuah set of values gitu dengan
- 1:43:17struggle manusia dalam melaksanakan
- 1:43:19agamanya yang tidak selalu bisa sempurna
- 1:43:21gitu. Kemudian bagaimana eh situasi dan
- 1:43:24gap antara of values dengan
- 1:43:26ketidaksempurnaan kita dalam mengagamai
- 1:43:28agama kita itu berhubungan dengan
- 1:43:30struggle kita yang berhubungan dengan ee
- 1:43:33kesehatan mental. Dan ini ee bagi saya
- 1:43:36mengingatkan saya juga bahwa dalam
- 1:43:38bahkan tidak hanya di Indonesia dalam
- 1:43:39konteks global ternyata pemuka agama itu
- 1:43:43memang sekarang dituntut juga untuk bisa
- 1:43:45aware soal kesehatan mental umatnya
- 1:43:47gitu. eh sehingga ee roles-nya itu ee
- 1:43:51lumayan meluas gitu. Kalau dulu mungkin
- 1:43:53ee jadi pemuka agama cukup ee
- 1:43:55mendampingi, memandu peribadatan saja.
- 1:43:58Kalau sekarang ee jemaat itu sudah
- 1:44:01bertanya juga mengenai ee struggle ee
- 1:44:04keimanan dan struggle kesehatan mental
- 1:44:06mereka dan berharap ee agama bisa
- 1:44:08memberikan ee jawaban gitu ya atau
- 1:44:11memberikan ee dorongan terapi yang ee
- 1:44:14berbasis spiritualitas. Walaupun tentu
- 1:44:16saja ini tidak menafikan juga ee
- 1:44:19kebutuhan untuk ee menghubungi ee
- 1:44:22psikolog atau psikiater gitu ya sehingga
- 1:44:24bantuannya bisa lebih optimal. Terima
- 1:44:27kasih banyak Bu Esrina eh Romo, Bu Maria
- 1:44:30yang sudah meluangkan waktu berbagi
- 1:44:32kepada mahasiswa-mahasiswa kami. Ee
- 1:44:34tentu saja banyak kekurangan dalam
- 1:44:35pelaksanaan kegiatannya. mohon maaf
- 1:44:37sekali dari ee kami selaku ee Center for
- 1:44:40Interate eh Inclusivity and
- 1:44:42Multicultural Studies juga dari Bapak
- 1:44:44Ibu dosen yang ee mengampu ee mata
- 1:44:46kuliah ini. Ee jadi kebetulan sebagai
- 1:44:49konteks ee kami mata kuliah agamanya itu
- 1:44:52bukan mata kuliah agama yang
- 1:44:53masing-masing mahasiswa belajar agamanya
- 1:44:56masing-masing, tapi mahasiswa ee mata
- 1:44:59kuliahnya kami sebut keberagamaan. ee di
- 1:45:01mana mahasiswa belajar soal aspek
- 1:45:03sosiologis, aspek antropologis, ee aspek
- 1:45:06kultur dari agama sehingga ee titik temu
- 1:45:10yang sifatnya sosial, kultural itu coba
- 1:45:12kami perkuat, kami rajut sehingga
- 1:45:14mahasiswa juga bisa lebih inklusiflah
- 1:45:17dalam beragama. mereka beriman dengan
- 1:45:19agamanya secara kuat, melaksanakan
- 1:45:21ibadah agamanya secara baik, tapi juga
- 1:45:23bisa toleran, bisa melihat bagaimana ee
- 1:45:27bahwa agama itu punya punya kesamaan
- 1:45:30dalam konteks ajaran yang sifatnya
- 1:45:32sosial gitu. Mudah-mudahan ini bukan
- 1:45:34kali terakhir kita berkolaborasi ya ee
- 1:45:36Romo, Bu Maria, Bu Estrina gitu. kami di
- 1:45:40ee CIM sangat ee terbuka, tertarik
- 1:45:42sekali kalau misalkan ada potensi kerja
- 1:45:45sama ee lebih lanjut, kolaborasi lebih
- 1:45:48lanjut gitu ya. kami juga punya program
- 1:45:50misalkan chimk yang kami nanya rapid
- 1:45:53question gitu ya ke narasumber kemudian
- 1:45:54mereka bisa share mengenai area yang
- 1:45:57mereka lakukan dan nantinya harapannya
- 1:45:58itu bisa jadi bahan pembelajaran juga
- 1:46:01bagi mahasiswa-mahasiswa kami.
- 1:46:03Mudah-mudahan lain kali juga kita bisa
- 1:46:05ketemu secara fisik. Mungkin kalau Bapak
- 1:46:06Ibu ee ke Medan jangan ragu untuk
- 1:46:09menghubungi eh kami itu eh ada Pak
- 1:46:12Josua, Bu Asutti, Bu Ernida, Pak
- 1:46:14Muhammad Irpan juga Pak Zin juga nanti
- 1:46:15akan ada di Medan juga dengan saya. Itu
- 1:46:18saja mungkin ee dari saya. Terima kasih
- 1:46:20banyak sekali lagi eh Romo, Bu Maria,
- 1:46:23Buina untuk waktunya dan untuk e
- 1:46:25pengetahuan, pengalamannya, berbaginya.
- 1:46:27Mudah-mudahan nanti mahasiswa ee belajar
- 1:46:29ee banyak ya dan ee bisa menjadi
- 1:46:32pemantik untuk mereka bisa mencari tahu
- 1:46:33lebih banyak lagi. Terima kasih banyak.
- 1:46:36Saya kembalikan ke Bu Asuti.
- 1:46:37Baik, terima kasih Pak Irfan. Baik, kita
- 1:46:40akan menutup sesi ee perkuliah tamu ini
- 1:46:43dengan foto dan narasumber akan
- 1:46:45diberikan sertifikat. Sertifikatnya akan
- 1:46:48kita foto dan akan dipotlight oleh Pak
- 1:46:50Josua. Saya kembalikan kepada Pak Josua.
- 1:46:56Baik Bapak Ibu
- 1:46:59silakan kepada Pak Irfan boleh
- 1:47:04ee sebagai ketua
- 1:47:07ya. Baik Pak Josua. Eh ini sertifikat
- 1:47:11virtual ya Ibu Bapak ini eh dari kami
- 1:47:14sebagai token of appreciation atas
- 1:47:16kesediaan Bapak Ibu. Ini untuk Ibu Maria
- 1:47:19Manal SA, MPd. Terima kasih Bu.
- 1:47:23Berikutnya untuk e Romo Nikolas.
- 1:47:28Berikutnya untuk Romo Nikolas Sanjaya.
- 1:47:29Terima kasih Romo untuk ee waktunya. Ee
- 1:47:32mudah-mudahan nanti kita bisa bertemu
- 1:47:34dan berdiskusi langsung ya Romo ya ee eh
- 1:47:38lebih lanjut.
- 1:47:41Kemudian ada untuk yang Bu Estrina Maya,
- 1:47:44S. MPsi. Terima kasih e Ibu. senang ee
- 1:47:47juga bisa terkoneksi ya dengan Ibu
- 1:47:49melalui ee Pak Azen dan Gus Hamid
- 1:47:51kemarin juga yang sudah berbagi di kami.
- 1:47:54Makasih banyak.
- 1:47:57Demikian Bu Astuti. Terima kasih,
- 1:48:00Pak. Kita dokumentasi untuk seluruh
- 1:48:02peserta hari ini ya, Pak. Boleh mohon
- 1:48:03bantuannya untuk adik-adik mahasiswa
- 1:48:06boleh diaktifkan kameranya. kita akan
- 1:48:07ambil momen untuk kegiatan kita pada
- 1:48:09hari ini. Silakan, Pak Jo.
- 1:48:14Baik, Bapak, Ibu, dan mahasiswa kami
- 1:48:16silakan dibuka kameranya. Boleh juga
- 1:48:19dibantu dengan tim keberagaman yang lain
- 1:48:22kalau kurang apanya ini ya untuk ee
- 1:48:26karena mahasiswa kita ada sekitar 500
- 1:48:29mahasiswa, jadi dibantu juga untuk e
- 1:48:32screenshot-nya Bapak Ibu. 1 2
- 1:48:34Baik, Pak
- 1:48:353.
- 1:48:39Oke, slide selanjutnya ada 18 slide.
- 1:48:42Saya
- 1:48:43ee tiga aja, Pak. Mungkin, Pak.
- 1:48:44Tiga, ya.
- 1:48:45Ambil tiga aja, Pak. Oke, slide
- 1:48:47selanjutnya tolong dibuka kameranya
- 1:48:49mahasiswa kami.
- 1:48:52Satu, dua, tig
- 1:48:56satu lagi, satu
- 1:48:59dua,
- 1:49:01tig.
- 1:49:03Oke, terima kasih Bapak Ibu kembali.
- 1:49:07Baik, terima kasih Pak Josua. Ee sekali
- 1:49:09lagi terima kasih kepada Bapak, Ibu
- 1:49:10narasumber yang sudah berkenan pada hari
- 1:49:13ini. Mudah-mudahan ini bukan awal dan
- 1:49:15akhir kita bertemu, tapi ini menjadi ee
- 1:49:19apa ya, satu awal silaturahmi kita.
- 1:49:23Mudah-mudahan terjalin sampai nanti ada
- 1:49:26lain kesempatan. Terima kasih kepada
- 1:49:27adik-adik mahasiswa yang sudah mengikuti
- 1:49:30sampai akhir. Ee kami ingatkan kembali
- 1:49:32untuk tugas yang akan diberikan sudah
- 1:49:35disampaikan kepada masing-masing dosen
- 1:49:37pengampu. Terima kasih. Waktu jugalah
- 1:49:39yang memisahkan kita karena tadi di awal
- 1:49:41tidak ada pantun. Saya tutup dengan
- 1:49:43pantun di akhir Bapak Ibu. Pantun yang
- 1:49:46legendaris ya kan Bapak Ibu. Burung
- 1:49:48irian burung cendrawasi. Cukup sekian
- 1:49:51dan terima kasih. Terima kasih Bapak,
- 1:49:53Ibu semuanya, adik- mahasiswa. Saya
- 1:49:55tutup kegiatan pada hari ini.
- 1:49:57Asalamualaikum warahmatullahi
- 1:49:58wabarakatuh. Shalom. Hom swastiastu.
- 1:50:01Namo buddhaya. Salam kebajikan. Sampai
- 1:50:03ketemu pada kuliah umum minggu depan.
- 1:50:07Terima kasih semuanya.
- 1:50:09Terima kasih Bapak Ibu.
- 1:50:11Terima kasih Bapak Ibu. Kasih Bu
- 1:50:14Mariahu.
- 1:50:18Iya terima kasih kolaborasinya. Semoga
- 1:50:20bermanfaat.
- 1:50:21Bu.
- 1:50:22Amin. Amin. Amin.
- 1:50:23Iya. Asalamualaikum.
- 1:50:25Waalaikumsalam.
- 1:50:26Terima kasih, Bu. Makasih.
- 1:50:28Asalamualaikum warahmatullahi
- 1:50:29wabarakatuh.
- 1:50:46Silakan
About this transcript
This page contains the full transcript of Spiritualitas dan Kesehatan Mental - Sesi 1 by Centre for Interfaith and Multicultural Studies, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 13,008 words across 2,454 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.