Singapura Ancam Putus Internet Indonesia?! — Transcript
Full transcript
- 0:00Kenapa Singapura sama Indonesia
- 0:01berantem? Oktober 2022 kemarin, jujur
- 0:04nih, panggung [musik] politik Asia
- 0:06Tenggara itu sudah di titik panas. Dan
- 0:08ini tuh bukan kayak diplomasi santun
- 0:09khasnya ASEAN. Ini kalau bahasa gua ya,
- 0:12sudah masuk ke ranah gertak preman
- 0:14geopolitik.
- 0:15Keputusan Indonesia memangkas pasokan
- 0:17ekspor gas ke Singapura memunculkan
- 0:18perhatian terhadap hubungan kedua
- 0:19negara.
- 0:20Politikus Singapura Kelvin Cheng Er Li
- 0:21mengisyaratkan kemungkinan pemutusan
- 0:23kabel internet yang menghubungkan
- 0:24Indonesia dengan jaringan internasional
- 0:25melalui wilayah Singapura.
- 0:26Kalau kita mau kirim barang ke China, ya
- 0:28dari Jakarta langsung China. Tidak boleh
- 0:29dari Jakarta kirim ke negara
- 0:31yang itu.
- 0:32Ya.
- 0:37Bahlil, Menteri ESDM, lempar ancaman.
- 0:40Negara yang enggak menghargai Indonesia,
- 0:42kontrak energinya bakal dievaluasi.
- 0:44Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak
- 0:46segan-segan untuk mempertimbangkan untuk
- 0:48tidak melakukan ekspor kepada negara
- 0:51mereka yang tidak menghargai Indonesia.
- 0:52Enggak lama kemudian, pipa gas Natuna ke
- 0:54Singapura beneran dipotong 8%. PM-nya
- 0:56Singapura, Lawrence Wong, langsung kasih
- 0:58reaksi dingin. Eh, komitmen kontrak
- 1:01harus dihormati.
- 1:02Now, the gas supplies are covered by
- 1:04commercial contract. We expect all
- 1:07parties to honor their commitment.
- 1:09Tapi, Bahlil bin Bahlil ngomong seakan
- 1:12kayak nantang. Indonesia enggak perlu
- 1:13diajari soal komitmen kontrak.
- 1:15Negara kita adalah negara yang
- 1:17menghargai kontrak, aturan. Jadi, jangan
- 1:20ajari Indonesia terhadap komitmen untuk
- 1:23menjaga, menghargai kontrak.
- 1:25Dan drama paling meledaknya itu pas eks
- 1:27anggota parlemenlah, Kelvin Cheng,
- 1:29[musik] bukan Chin ya. Cheng, lempar
- 1:30statement brutal yang menurut gua
- 1:32provokasi. Eh, 90% internet
- 1:34internasional Indonesia lewat Singapura.
- 1:36Dengan satu tulisan, cut. Nah, gitulah
- 1:39panasnya kita. Anyway, netizen kita juga
- 1:41ngamuk. Kominfo
- 1:42[musik]
- 1:42ikut pasang badan sama ngebalas. Kalau
- 1:44kabel itu kalian putus, 80% Singapura
- 1:46juga ikut lumpuh. Jadi, ini unik ya, ini
- 1:48jangan tiba-tiba langsung panas ya.
- 1:49Karena kita tahu awalnya ini itu
- 1:51kebakaran hutan. Karhutla, polusi di
- 1:53Singapura, merembet ke pemangkasan gas
- 1:55bumi, saling ancam putus kabel internet,
- 1:58sampai wacana pembangunan pembangkit
- 2:00nuklir di Batam, persis di depan mata
- 2:02Singapura. [musik]
- 2:03Pertanyaannya gini ya, ini dua negara
- 2:04yang ibaratnya satu ranjang sebenarnya.
- 2:06Dari mulai paling basic deh, kenapa kita
- 2:07berantem, sepenting apa perseteruan ini,
- 2:09siapa yang sebenarnya cuma bluffing
- 2:11kasih peluru hampa, siapa yang diam-diam
- 2:13tuh lagi cekek leher lawan dia. Gua
- 2:15banyak banget kritik pemerintah, tapi as
- 2:17you guys know stance gua adalah [musik]
- 2:18Indonesia. Gua pengen Indonesia maju,
- 2:20tapi kalau ada yang salah kita akan
- 2:22kulitin. Jadi, coba kita bongkar
- 2:23satu-satu tanpa sensor nasionalisme.
- 2:25[musik]
- 2:31Jadi, ini cuma back story yang pendek
- 2:32ya. Kalimantan kebakaran, asapnya sampai
- 2:34ke Singapura, Singapura kesel, warganya
- 2:36kesel, perusahaan Indonesia berusaha
- 2:38diusut. Nah, panasnya mulai dari sana
- 2:40intinya. Karena merembet ke mana-mana,
- 2:41sebenarnya langkah pertama yang memantik
- 2:43[musik] dan in a way bikin Singapura
- 2:44tersentak, itu pemotongan gas Natuna
- 2:46sekitar 8% dan let's be honest, di media
- 2:49lokal [musik] dan adalah beberapa narasi
- 2:51yang kayak wah Indonesia gagah nih,
- 2:52berani ngasih pelajaran ke Singapura.
- 2:54Apalagi ada bumbu-bumbu alasan moral,
- 2:56gasnya dialihin buat nyelamatin rakyat
- 2:58Batam yang [musik] sempat mati lampu
- 2:59belasan jam. Anyway, secara stance ya
- 3:01panggung politik dalam negeri make sense
- 3:03[musik] dong Bahlil, eh sorry Pak
- 3:05Bahlil. Tapi kita harus objektif melihat
- 3:07apa yang terjadi sama [musik] pemerintah
- 3:08Singapura pas pengumuman itu keluar. Apa
- 3:10pejabat Singapura panik? Apa mereka
- 3:11langsung matiin AC di Changi Airport?
- 3:13Jawabannya enggak. Anyway, [musik]
- 3:15mungkin kalau gua prediksi mereka senyum
- 3:17tapi sinis. Kenapa? Jadi, datanya gini,
- 3:20Singapura memang ngandelin gas alam
- 3:22untuk 95% [musik]
- 3:24dari listriknya dan memang sepertiganya
- 3:27itu lewat pipa dari Indonesia. Tapi,
- 3:29pemangkasan 8% dari jatah pipa itu kalau
- 3:31dihitung ke total kebutuhan energi dari
- 3:33Singapura, angkanya kurang dari 2%.
- 3:35Kenapa? Sorry, Singapura itu negara
- 3:37dengan cadangan devisa ratusan miliar
- 3:39dolar. Bahasa kerennya, terminal
- 3:40regasifikasi [musik] LNG mereka di Pulau
- 3:43Jurong itu salah satu yang paling
- 3:44canggih di planet ini. Kalau kurang 2%
- 3:47gas pipa, mereka tinggal angkat telepon,
- 3:49beli satu atau dua kargo dari LNG di
- 3:51Australia, Qatar, atau Amerika Serikat
- 3:53dalam hitungan hari anyway.
- 3:54[musik]
- 3:54Uang mereka enggak berseri, ya mereka
- 3:56enggak ada masalah. Terus kenapa PM
- 3:58Lawrence Wong sampai ngerasa perlu
- 4:00ngerespon terbuka? Sebenarnya mereka
- 4:01bukan takut kehabisan listrik [musik]
- 4:03lah, tapi buat Singapura kepastian
- 4:05kontrak adalah harga mati. Kita tahu
- 4:06Singapura itu keras banget soal
- 4:08kepastian hukum. Anyway, Singapura itu
- 4:10negara yang enggak punya tambang, enggak
- 4:11punya tentara jutaan orang. Satu-satunya
- 4:13alasan konglomerat global taruh
- 4:15triliunan [musik] dolar di pulau mungil
- 4:17itu, basically satu, hukum di sana
- 4:19enggak bisa diotak-atik sama emosi
- 4:21[musik]
- 4:21politik. Jadi pas Indonesia potong kuota
- 4:23kontrak komersil dengan alasan sentimen
- 4:26diplomatik, ini opini gua, Singapura
- 4:28membaca ini sebagai alarm yang lumayan
- 4:29bahaya karena Indonesia mulai berani
- 4:31melanggar kesakralan kontrak demi
- 4:33kepentingan politik jangka pendek. Jadi
- 4:35kalau kasus ini, Indonesia anyway menang
- 4:37sentimen, ego panggung, tapi Singapura
- 4:39sama [musik] sekali enggak terluka. Nah,
- 4:40terus kita langsung yang paling gong
- 4:42deh, 90% internet itu
- 4:48kalian harus paham lagi ya, ini semua
- 4:50yang menurut gua, menurut opini pribadi
- 4:52gua, gertakan-gertakan yang terjadi
- 4:54secara [musik] geopolitik yang dilempar
- 4:56sama Pak Bahlil dibalas sama kartu yang
- 4:58sebenarnya jauh lebih menakutkan, sama
- 5:00Calvin Cheng, internet. Apa [musik]
- 5:01isinya? C U T, cut. Itu sebenarnya bukan
- 5:03sekedar sindiran, itu pengingat seberapa
- 5:06rentannya leher digital bangsa kita.
- 5:08Memang ini fakta pahitnya ya, 90%
- 5:10gateway traffic [musik] internet
- 5:11internasional Indonesia harus mampir
- 5:14dulu ke Singapura. Karena kabel fiber
- 5:15optik yang gede banget yang bikin kalian
- 5:18bisa nonton YouTube, cloud AWS,
- 5:19transaksi kripto, trading, sampai scroll
- 5:22TikTok mayoritas itu di Pantai Tuas,
- 5:24Singapura. Kalau sampai skenario gila
- 5:27itu terjadi, mereka pencet button cut,
- 5:29apa yang bakal terjadi di Indonesia?
- 5:30Bukan cuma enggak bisa streaming,
- 5:31[musik]
- 5:31semua sistem perbankan terganggu, server
- 5:34fintech macet, komunikasi ekspor-impor
- 5:36mandek, ekonomi digital kita yang
- 5:37nilainya ratusan triliun tiba-tiba koma.
- 5:40Pertanyaannya, kenapa Menkom Digie
- 5:41berani ngebalas kabel itu putus? 80%
- 5:44Singapura juga lumpuh. Nah, ini yang
- 5:45orang harus paham ya, karena banyak
- 5:47lemparan gertakan ini, menurut gua emang
- 5:49agak baseless.
- 5:50[musik]
- 5:50Karena di dunia infrastruktur data ada
- 5:52hukum yang namanya mutually assured
- 5:53destruction, kehancuran bersama. Memang
- 5:55Singapura pegang gelar jadi digital and
- 5:57financial capital of Southeast Asia. Dan
- 6:00kalau pemerintah Singapura sampai
- 6:01terbukti mensabotase atau memutus kabel
- 6:04data,
- 6:04[musik]
- 6:04detik itu juga riwayat Singapura sebagai
- 6:07hub global end. Langsung dead, mati.
- 6:10Google, Microsoft, Meta, Amazon, ribuan
- 6:13institusi keuangan Wall Street enggak
- 6:14bakal pernah lagi mau naruh data center
- 6:16mereka di Singapura. Rute kabel dunia
- 6:18bakal langsung dialihin ke Malaysia,
- 6:19Filipina, atau bypass langsung ke Guam.
- 6:21Jadi, ancaman potong kabel internet ini
- 6:23[musik] ibarat dua orang yang saling
- 6:24nendang pelontar granat dalam ruangan
- 6:26sempit berukuran 2 * 2 m. Mau apapun
- 6:29situasinya, dua-duanya mati barengan.
- 6:31Jadi, lemparan gas sudah tahu faktanya
- 6:33begitu. Lemparan gertakan internet
- 6:35faktanya begitu.
- 6:36[musik]
- 6:36Nah, ujung-ujungnya apa? Ujung-ujungnya
- 6:38uang. Tapi, kok Singapura kan investor
- 6:40terbesar Indonesia? Kalau kita bikin
- 6:41mereka kesal, kita makin enggak punya
- 6:42duit. Gini, dengar ya, langsung kita
- 6:44bahas.
- 6:50Kita tahu ngebahas uang itu tabu, karena
- 6:51bakal nyambung ke emangnya harga diri
- 6:53Indonesia bisa dibeli sama uang. Tapi,
- 6:54di satu sisi memang Indonesia butuh
- 6:56uang. Memang data resmi BKPM sampai
- 6:59kuartal ketiga 2026 mencatat Singapura
- 7:01adalah investor nomor satu terbesar di
- 7:03Indonesia. Tahun ini saja mereka
- 7:05gelontorin 14 miliar USD atau [musik]
- 7:07sekitar 254 triliun. Itu hampir
- 7:10sepertiga dari semua modal asing yang
- 7:12masuk ke negara kita. Mau lebih gila
- 7:14lagi? Dalam 5 tahun terakhir angkanya
- 7:16tembus 1,3 kuadriliun, [musik] 1.300
- 7:19triliun. Jadi, gua ngerti kalau banyak
- 7:21pengamat langsung teriak, "Jangan
- 7:22macam-macam sama Singapura. Kalau mereka
- 7:24tarik modalnya, ekonomi Indonesia bisa
- 7:25ambruk." Pertanyaannya, emang iya? Jadi,
- 7:28sebenarnya ada [musik] rahasia umum lah
- 7:29di industri finansial. Namanya The Round
- 7:31Tripping Scandal. Karena kita harus tahu
- 7:33juga 254 triliun ini itu emangnya murni
- 7:36uang punya Lawrence Wong, Temasek, atau
- 7:39warga Singapura, atau pemerintah
- 7:40Singapura? Sebenarnya banyak analis sama
- 7:41orang market tuh sudah tahu jawabannya.
- 7:43Sebagian besar uang yang masuk itu
- 7:44sebenarnya uang Indonesia sendiri. Loh,
- 7:46kok [musik] bisa? Karena puluhan tahun
- 7:48konglomerat tambang, bos sawit, crazy
- 7:50rich dari Jakarta, PIK, Surabaya, mereka
- 7:52parkir triliunan rupiah uang mereka ke
- 7:55yang namanya [musik] private banking di
- 7:56Singapura. Buat apa? Buat keamanan aset,
- 7:59perlindungan hukum, sama efisiensi
- 8:00pajak. Jujur-jujuran saja. Banyak banget
- 8:03uang dari crazy rich kita ada ada
- 8:05Jadi, waktu Indonesia buka proyek
- 8:07hilirisasi nikel, properti smelter,
- 8:10uang-uang ini enggak ditransfer langsung
- 8:11dari rekening lokal. Mereka pakai yang
- 8:13namanya SPV atau special purpose vehicle
- 8:16atau perusahaan yang dibangun [musik] di
- 8:17Singapura yang tujuan utamanya ya taruh
- 8:20duit di Indonesia dengan stempel yang
- 8:22namanya penanaman modal asing, PMA dari
- 8:24Singapura. Kenapa repot-repot kayak
- 8:26gitu? Karena status investor asing itu
- 8:28dapat karpet merah. Apa aja tuh? Tax
- 8:30holiday, perlindungan hukum
- 8:31internasional, dan prestige bisnis.
- 8:33Jadi, waktu ada narasi Singapura bisa
- 8:35narik uang investasinya buat ngehukum
- 8:37Indonesia, pertanyaannya [musik] uang
- 8:38siapa dulu yang mau ditarik? Banyak dari
- 8:40uang itu uang konglomerat Indonesia
- 8:42sendiri. Dan otoritas Singapura itu
- 8:43enggak punya hak legal buat nyita atau
- 8:45ngelarang dana swasta itu muter, kecuali
- 8:47tiba-tiba negara yang punya branding
- 8:49serapi itu, sebagus itu mau dicap
- 8:51sebagai negara perampok modal asing.
- 8:53Jadi, in a way Singapura itu sebenarnya
- 8:55bukan pemilik uangnya. Mereka tempat
- 8:57tukang parkir paling mewah dan paling
- 8:59terpercaya di Asia Tenggara. Gua yakin
- 9:01kalau kalian nonton sampai video ini,
- 9:02kalian baru paham apa yang gua maksud
- 9:04dari awal video. Kenapa gua bilangnya
- 9:05ini gertakan preman geopolitik? Sebelum
- 9:08gua kasih analisa gua siapa yang bakal
- 9:10menang nih, Indonesia atau Singapura,
- 9:12masih ada satu lagi yang kita harus
- 9:13bahas.
- 9:19Nah, sebenarnya dibanding semua topik
- 9:21yang ada, Bahlil [musik] maybe on a very
- 9:23good point. Karena ujung-ujungnya semua
- 9:26relationship sama jangka panjang kita
- 9:27sama Singapura itu ada hubungannya sama
- 9:29satu, energi. [musik]
- 9:31Karena kita enggak boleh dong orang
- 9:32punya duit, punya infrastruktur terus
- 9:34kita jadi diatur-atur semau mereka. Dan
- 9:36bagian ini itu tamparan paling keras
- 9:38untuk ego bangsa kita sebenarnya. Ada
- 9:40satu ketergantungan yang bikin para
- 9:42jenderal dan ekonom kita di Jakarta itu
- 9:44enggak berani macam-macam sama
- 9:46Singapura, [musik]
- 9:46enggak berani secara ekstrem lah. Yang
- 9:48namanya BBM, bahan bakar minyak. Coba
- 9:50kalian pahamin secara baik-baik [musik]
- 9:52ironi tragis ini. Indonesia bangga
- 9:54kenapa? Dia masuk hampir 30% kebutuhan
- 9:57gas pipa Singapura dari perut bumi kita.
- 10:00Tapi di saat yang sama lebih dari 26%
- 10:03impor produk migas Indonesia, [musik]
- 10:05apalagi BBM olahan ya kayak bensin,
- 10:06solar, aftur pesawat, itu kita beli dari
- 10:09kilang-kilang di Singapura. Bahasa
- 10:10singkatnya Indonesia punya minyak
- 10:11mentah, tapi puluhan tahun kita gagal
- 10:13membangun kapasitas kilang domestik yang
- 10:15cukup untuk kasih kebutuhan 280 juta
- 10:18penduduk kita. Nah, tapi
- 10:20[musik]
- 10:20sebaliknya nih untuk Singapura, pulau
- 10:21yang super-super mungil yang enggak
- 10:23punya setetes pun sumur minyak bumi itu
- 10:26salah satu raksasa penyulingan sama
- 10:28perdagangan minyak terbesar di dunia
- 10:30atau bahasa kerennya oil refining hub.
- 10:32Minyak mentah dari Timur Tengah disuling
- 10:34di Pulau Jurong jadi bensin matang tuh,
- 10:36terus dikapalin balik
- 10:38buat ngisi [musik] tangki motor bebek,
- 10:40mobil, log truk logistik sampai
- 10:42pesawat-pesawat di bandara kita. Nah,
- 10:43bayangin kalau eskalasi ini sampai ke
- 10:46titik embargo [musik] dagang. Buat yang
- 10:47enggak ngerti embargo dagang, udahlah
- 10:49kita ngambek terus enggak ada transaksi
- 10:51lagi soal BBM ini. Kalau Indonesia nahan
- 10:53gas, kita [musik] bahas Singapura
- 10:55tinggal beli LNG dari pasar global.
- 10:58Dampaknya apa? Mereka cuma bayar lebih
- 11:00mahal. Tapi kalau Singapura nahan atau
- 11:02memperlambat pasokan BBM olahan ke
- 11:05Indonesia dalam hitungan minggu stok BBM
- 11:07nasional kita bisa kritis, logistik
- 11:09pangan bisa berhenti, ekonomi Indonesia
- 11:11bisa lumpuh. Jadi ngerti enggak
- 11:12sebenarnya relationship kita tuh
- 11:14asimetri, [musik] enggak-enggak balance.
- 11:15Kebutuhan Singapura sama gas kita itu
- 11:17substitutif, bisa digampang diganti.
- 11:19Tapi kebutuhan Indonesia terhadap kilang
- 11:21minyak Singapura itu ketergantungan
- 11:23struktural at least for now. Jadi kita
- 11:26sudah ketemu konklusinya, tolonglah kita
- 11:28jangan berantem-berantem gini.
- 11:29Lempar-lemparan ego, lempar-lemparan
- 11:31gertakan sebenarnya perlu enggak sih?
- 11:32Jawabannya sebenarnya perlu. Bingung
- 11:34kan? Karena satu hal yang kalian sudah
- 11:35pahamin harusnya kalau nonton banyak
- 11:36dari video gua. Geopolitik, politik
- 11:39ujung-ujungnya adalah adu power. Sorry
- 11:41ya gua ralat, bukan sekedar power tapi
- 11:43perceived power.
- 11:49Dan inilah bukti paling nyata kalau
- 11:52drama di media massa cuma pertunjukan
- 11:54panggung. Jadi tanggal 28 Oktober
- 11:56kemarin pas publik masih panas ngomongin
- 11:58pemotongan gas, mahasiswa demo nuntut
- 12:01soal tanggung jawab karhutla di Jakarta,
- 12:03apa yang terjadi di balik layar? Bapak
- 12:04Presiden Prabowo ketemu lah kunjungan
- 12:06khusus sama Menteri Luar Negeri
- 12:08Singapura Vivian Balakrishnan di mana di
- 12:10tempat pribadinya di Hambalang.
- 12:12Pertemuan ini sebenarnya nunjukin satu
- 12:13hal, [musik] enggak ada yang mau tensi
- 12:14ini tuh naik. Enggak ada yang mau kita
- 12:16berantem terus, karena ada satu agenda
- 12:17yang lebih penting lagi yang kalian
- 12:19harus paham dan kenapa semua ini
- 12:21nyambung cuma bermuara ke satu hal di
- 12:23masa depan yaitu krisis energi data
- 12:25center AI. Kita harus paham dulu ya,
- 12:26Singapura itu punya ambisi yang [musik]
- 12:28gede banget. Dia pengen jadi pusat AI,
- 12:29artificial intelligence di dunia. Tapi
- 12:31yang kalian harus paham, server AI itu
- 12:33butuh listrik ribuan megawatt sama air
- 12:35pendingin yang gila-gila. [musik] Jadi
- 12:37akhirnya Singapura dan ambisinya itu
- 12:39mentok, pulau mereka kecil. Enggak ada
- 12:41tempat fisik, it's impossible untuk grow
- 12:43lagi, untuk expand lagi. Bukan cuma
- 12:45kehabisan tanah loh, mereka itu enggak
- 12:46bisa loh bikin PLTU batu bara [musik]
- 12:48karena komitmen emisi karbon global.
- 12:50Jadi satu-satunya cara Singapura bisa
- 12:52bertahan itu dengan mengimpor 3,4
- 12:54gigawatt green energy dari panel [musik]
- 12:56surya, solar panel di kepulauan Riau,
- 12:58Indonesia. Waktu Bahlil nahan proyek
- 13:00ekspor listrik hijau ini dengan alasan
- 13:02harga belum cocok, sebenarnya Singapura
- 13:04itu sadar masa depan teknologi mereka
- 13:06itu disandera sama letak geografis
- 13:08Indonesia. Singapura butuh tanah, butuh
- 13:10matahari kita, Indonesia [musik] butuh
- 13:11modal, teknologi sama konektivitas
- 13:13kilang mereka. Harusnya sampai sini gua
- 13:16tetap objektif, gua tetap lihat apa
- 13:18adanya. Walaupun gua orang Indonesia dan
- 13:20gua pengen dukung Indonesia, tapi di
- 13:21satu sisi gua ngerti Singapura itu kayak
- 13:23gimana dan patut jadi role model di
- 13:26South East Asia. Mari kita konklusikan
- 13:28satu hal, setoxic-toxicnya hubungan kita
- 13:31sama Singapura mustahil untuk terjadinya
- 13:33perceraian. Kita masuk ke konklusi.
- 13:40Sekarang jawaban paling simpelnya, kalau
- 13:42kita berantem siapa yang paling rugi?
- 13:43Jawabannya kalau jangka pendek Indonesia
- 13:45bakal babak belur dulu. Kalau perang
- 13:47ekonomi beneran terjadi, ya kita masih
- 13:48bergantung sama kilang minyak mereka,
- 13:50pasar modal mereka dan kita butuh
- 13:51reputasi kepastian hukum untuk ngejar
- 13:53target 8% kita,
- 13:55[musik]
- 13:55ya jelas jangka pendek kalau perang ini
- 13:57terjadi kita we dead dulu lah. Tapi di
- 14:00jangka panjang Singapura itu ngalamin
- 14:02ancaman yang eksistensial [musik] karena
- 14:04enggak mungkin dong pulau-pulau di
- 14:05Singapura dipindahin nih ke Samudra
- 14:08Pasifik. Karena tanpa stabilitas kawasan
- 14:10sama pasokan energi hijau dari
- 14:11Indonesia, [musik]
- 14:12tanpa lahan matahari dan semua yang kita
- 14:14punya, Singapura itu sudah sampai batas
- 14:17pertumbuhan fisiknya. Ambisi mereka
- 14:18enggak bakal tercapai. Jadi Indonesia
- 14:20sama Singapura ini ibarat kayak pasangan
- 14:22suami istri yang hubungannya toksik.
- 14:23Kita sebenarnya [musik] bisa saling
- 14:24menguntungkan. Kita sering berantem,
- 14:26gengsinya setinggi langit, suka saling
- 14:27ancam putus, tapi sebenarnya agak
- 14:29impossible sih kita cerai. Dan menurut
- 14:31gua impossible kita eskalasi ini ke
- 14:33peperangan yang sebenarnya. Jadi [musik]
- 14:35soal sindir-sindiran, gas internet, itu
- 14:37bukan permulaan dari perang dunia
- 14:39regional, bukan. Tapi kalau kalian paham
- 14:41geopolitik, itu cara dua negara
- 14:43bertetangga gimana cara punya bargaining
- 14:45power, [musik] naikin daya tawar mereka
- 14:46di meja perundingan sebelum akhirnya
- 14:49salaman lagi di pintu tertutup. Sekarang
- 14:51coba giliran kalian yang nilai lah.
- 14:53Karena kan gua pengin video-video ini
- 14:54bukan untuk "Oh, Remon punya opini
- 14:56semuanya harus ikutin." No, kalian boleh
- 14:58enggak setuju sama gua. Gua bisa saja
- 14:59salah, tapi menurut kalian benar enggak
- 15:01sih langkah Indonesia kemarin nahan gas,
- 15:03[musik] listrik kemarin, strategi yang
- 15:05pintar enggak sih buat unjuk gigi? Atau
- 15:06justru clumsy, ceroboh [musik] yang
- 15:08bikin calon investor global mikir dua
- 15:09kali. Tapi satu hal yang pasti, eskalasi
- 15:11ini tuh berangkat dari pemantik [musik]
- 15:13yang valid, Karhutla. Tolonglah, ini
- 15:16juga agak enggak make sense [musik]
- 15:18berkelanjutan. Memang harusnya kita
- 15:20bertanggung jawab, tapi gua juga enggak
- 15:21setuju nih kalau dari satu masalah jadi
- 15:24strong arm atau alat sandera untuk
- 15:25mereka cuma di tempat lain, gua juga
- 15:26[musik] enggak setuju. Jadi beginilah
- 15:28perseteruan suami istri yang impossible
- 15:30cerai tapi masih sama-sama unjuk gigi.
- 15:32Sudahlah, pikir damai sama semuanya.
- 15:34Tapi menurut [musik] kalian gimana? See
- 15:35you guys next video. Bye bye.
About this transcript
This page contains the full transcript of Singapura Ancam Putus Internet Indonesia?! by Raymond Chin, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 2,598 words across 490 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.