SEMINAR TEMA NGAJI 5.0 MENGINTEGRASIKAN AI, KITAB KUNING, DAN TRADISI PESANTREN || CHANNEL NURIS — Transcript
Full transcript
- 0:08Mohon perhatian. Dengan ini kami
- 0:11mengundang seluruh peserta dan tamu
- 0:13undangan untuk segera memasuki ruangan
- 0:16dan menempati tempat duduk yang telah
- 0:18dipersiapkan karena acara akan segera
- 0:22dimulai.
- 0:24Asalamualaikum warahmatullahi
- 0:27wabarakatuh.
- 0:29Waalaikumsalam.
- 0:32Selamat pagi dan salam
- 0:35Selamat pagi dan salam sejahtera bagi
- 0:38kita semua. Alhamdulillahi rabbil
- 0:40alamin. Asalatu wasalamu ala asrofili
- 0:43iya wal mursalin sayidina Muhammadin waa
- 0:47alihi wasohbihi ajmain. Amma ba.
- 0:51Puji dan syukur atas kehadirat Allah
- 0:53Subhanahu wa taala yang telah memberikan
- 0:55kita kesehatan sehingga kita dapat
- 0:57berkumpul pada pagi hari ini dalam
- 0:59keadaan sehat walafiat.
- 1:02Selawat beserta salam semoga selalu
- 1:04tercurahkan kepada sang pembawa kabar
- 1:06gembira, sosok cahaya penerang bagi
- 1:08umat, yakni nabi akhir zaman, Nabi
- 1:12Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- 1:14beserta keluarga dan para sahabatnya.
- 1:17Mudah-mudahan kita semua mendapat
- 1:18syafaatnya di yaumul akhir nanti. Amin.
- 1:21Amin ya rabbal alamin.
- 1:24Pada hari ini bertempat di Pondok
- 1:26Pesantren Nurul Islam Jember, kita semua
- 1:28dapat hadir dalam acara seminar Majalah
- 1:33Nuris edisi 29
- 1:36dengan tema Ngaji 5.0 mengintegrasikan
- 1:39EAI kitab kuning dan tradisi pesantren.
- 1:42Saya Safira Alil Afkarina dan saya Wilda
- 1:46Nurdiana selaku pembawa acara yang akan
- 1:49memandu jalannya rangkaian acara pada
- 1:51hari ini. Sebelum kita memasuki acara
- 1:54inti, izinkan kami memaparkan susunan
- 1:57agenda yang akan kita lalui bersama.
- 2:00Acara yang pertama yakni pembukaan
- 2:03merupakan tangga acara kami yang kedua
- 2:05yakni penyampaian CV moderator. Acara
- 2:08yang selanjutnya yakni
- 2:09sambutan-sambutan. Pemaparan materi sesi
- 2:121 dan sesi du merupakan tenggak acara
- 2:15kami yang keempat. Acara yang
- 2:17selanjutnya yakni talk show, diskusi
- 2:19interaktif, dan tanya jawab. Acara yang
- 2:22selanjutnya yakni penyerahan sertifikat
- 2:25dan foto bersama acara yang terakhir
- 2:27yakni penutup doa. Memasuki acara yang
- 2:31pertama yakni pembukaan. Marilah kita
- 2:33buka acara pada pagi hari ini dengan
- 2:35membaca basmalah bersama.
- 2:38Bismillahirrahmanirrahim.
- 2:40Semoga acara pada hari ini dapat
- 2:42berjalan dengan lancar hingga akhir
- 2:44nanti. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- 2:49Memasuki agenda yang kedua yakni
- 2:52penyampaian CV moderator. Moderator kita
- 2:55hari ini adalah Elnika Banu Rama,
- 3:00mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra
- 3:03Indonesia Universitas Jember.
- 3:16Acara selanjutnya yakni sambutan.
- 3:19Sambutan pertama akan disampaikan oleh
- 3:22pemimpin redaksi majalah Nuris.
- 3:25Kepada Ustazah Ifadatul Amaliah, Sagr.
- 3:29Kami persilakan.
- 3:32[tepuk tangan]
- 4:03Asalamualaikum warahmatullahi
- 4:04wabarakatuh.
- 4:06Waalaikumsalam warahmatullahi
- 4:08wabarakatuh.
- 4:09Yang saya takzimi Syaikhul Maahad Pondok
- 4:12Pesantren Nurul Islam Jember, K. H.
- 4:15Muhyiddin Abdus Somad dan Dr. Nyai Hajah
- 4:18Hudaifah.
- 4:20Yang saya takzimi Gus Robit Kosidi, Lc.
- 4:23beserta jajaran pengasuh lainnya.
- 4:26Yang saya hormati pemateri pada seminar
- 4:31tema pada pagi hari ini, Bapak Ahmad
- 4:34Faisal
- 4:36dan K. H. Muhammad Syukri.
- 4:40Dan yang saya banggakan
- 4:43teman-teman
- 4:45panitia dari tim redaksi mahasiswa
- 4:49Majalah Nuris.
- 4:52Dan yang saya dan tak lupa pula yang
- 4:54saya sayangi adik-adik yang telah
- 4:57berkenan hadir dari anggota majalah
- 5:00Nuris yang siswa NAC, jurnalistik
- 5:06KIR dan Sastra
- 5:10apa?
- 5:14Alhamdulillahiabbil alamin. Puji syukur
- 5:17kehadirat Allah Subhanahu wa taala atas
- 5:19segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
- 5:22kita dapat berkumpul dalam acara seminar
- 5:26pada pagi hari ini dengan tema
- 5:30ngaji
- 5:315.0 O mengintegrasikan AI, kitab kuning,
- 5:36dan tradisi pesantren.
- 5:42Di era perkembangan teknologi yang
- 5:44begitu pesat, khususnya hadirnya
- 5:47kecerdasan buatan atau yang biasa
- 5:50disebut AI, kita dituntut untuk mampu
- 5:53memanfaatkan secara bijak tanpa
- 5:56meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan
- 5:59tradisi pesantren.
- 6:03Kitab kuning sebagai warisan intelektual
- 6:06ulama. Serta tradisi ngaji yang syarat
- 6:10dengan adab dan sanad keilmuan harus
- 6:13tetap menjadi sebuah fondasi dalam
- 6:17menghadapi sebuah perkembangan zaman di
- 6:19era digital saat ini.
- 6:25Jadi saya berharap untuk adik-adik ee
- 6:31benar-benar dapat mendapat bisa
- 6:33mendapatkan ilmu yang nantinya akan
- 6:35disampaikan oleh pemateri yang luar
- 6:38biasa yang telah meluangkan waktunya
- 6:40pada pagi hari ini untuk menghadiri
- 6:42acara seminar tema
- 6:46majalah Nuris edisi 29.
- 6:51Masih semangat apa ada yang ngantuk?
- 6:54ada. Oke, masih semangat ya, masih pagi
- 6:56ya.
- 6:57Oke. Ee dan tak lupa pula di sini saya
- 7:02ingin ee saya mewakili
- 7:06redaksi Majalah Nuris ingin menyampaikan
- 7:10banyak terima kasih kepada pemateri yang
- 7:13telah berkenan hadir dan kepada tim
- 7:16panitia yang sudah berusaha keras
- 7:20untuk mensukseskan acara pada pagi hari
- 7:23ini. Dan saya ingin mengucapkan juga
- 7:26banyak terima kasih kepada adik-adik
- 7:29yang sudah meluangkan waktunya, yang ada
- 7:33kesibukan lainnya
- 7:36dan juga terima kasih kepada anggota NCC
- 7:40yang telah membantu menjadi tim
- 7:42dokumentasi pada acara pada pagi hari
- 7:45ini.
- 7:47Semoga seminar pada pagi hari ini dapat
- 7:50membuka wawasan kita tentang bagaimana
- 7:54teknologi dapat menjadi suatu sarana
- 7:57untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam.
- 8:03Mudah-mudahan kegiatan pagi hari ini
- 8:08dapat memberikan
- 8:10manfaat dan barokah
- 8:13dan melahirkan generasi yang mampu
- 8:15menguasai teknologi sekaligus tetap
- 8:18teguh memegang nilai-nilai pesantren.
- 8:22Mungkin itu saja yang dapat saya
- 8:24sampaikan pada pagi hari ini. Kurang
- 8:26lebihnya saya mohon maaf. Saya akhiri
- 8:28wasalamualaikum warahmatullahi
- 8:29wabarakatuh.
- 8:40disampaikan. Terima kasih. Sambutan
- 8:43kedua akan disampaikan oleh ketua
- 8:45panitia seminar kepada Ustaz Faidur
- 8:48Rabani, SAG. KepadaNya kami persilakan.
- 9:05Cik. Bismillah.
- 9:07Asalamualaikum warahmatullahi taala
- 9:10wabarakatuh.
- 9:11Waalaikumsalam warahmatullahi
- 9:13wabarakatuh.
- 9:15Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- 9:17nastainu ala umurid dunya watin wasalatu
- 9:20wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin
- 9:23sayyidina muhammadin wa ala alihi
- 9:25wasbihi ajmain amma ba'du yang kita
- 9:28semua takdimi sikhul maahad nurul Islam
- 9:32kia Muhyiddin Abdul Somad dan Dr. Nyai
- 9:35Hajah Hudzaifah. Dan yang kita takdimi
- 9:38pula pengasuh Pondok Pesantren Nurul
- 9:41Islam Gus Rabit Qosidi, Lc. Kemudian
- 9:46yang terhormat para pemateri seminar
- 9:50tema majalah Nuris edisi 29 kita pada
- 9:54pagi hari ini yakni Bapak Ahmad Faisal,
- 9:57M.PdI. selaku dosen UIJ.
- 10:02Kemudian pemateri selanjutnya ialah K.
- 10:05H. Muhammad Sukri Rifai serta moderator
- 10:08talk show kita pada hari ini Mbak Elnik
- 10:11Banu serta seluruh rekan-rekan majalah
- 10:14Nuris
- 10:16dan para peserta seminar yang
- 10:18berbahagia.
- 10:20Pertama-tama marilah kita panjatkan puja
- 10:22dan puji syukur atas kehadirat Allah
- 10:24Subhanahu wa taala yang mana atas
- 10:26rahmat-Nya dan karunianya kita semua
- 10:29bisa berkumpul di tempat aula MI yang
- 10:34insyaallah penuh barokah ini dengan
- 10:36sehat walafiat. Selawat serta salam
- 10:38semoga senantiasa tercurah limpahkan
- 10:41kepada Nabi Besar Nabi Muhammad
- 10:43sallallahu alaihi wasallam.
- 10:46Kami selaku panitia mengucapkan selamat
- 10:49datang untuk seluruh peserta peserta dan
- 10:52seluruh ee seluruh
- 10:56pihak yang sudah membantu pada kegiatan
- 10:59pada hari ini dalam acara seminar tema
- 11:02Ngaji PO Ngaji 5.0 mengintegrasikan AI
- 11:07kitab kuning dan tradisi pesantren yang
- 11:10mana ini adalah seminar tema pada
- 11:13majalah Nuris edisi yang ke-29.
- 11:18Kami mengucapkan terima kasih
- 11:19sebanyak-banyaknya kepada para pemateri
- 11:22yang telah berkenan hadir, yang
- 11:26telah rela membagikan ilmunya, serta
- 11:28kepada seluruh panitia yang telah
- 11:30mensukseskan acara pada pagi hari ini.
- 11:33Semoga diskusi dan ilmu yang kita
- 11:36dapatkan pada pagi hari ini bermanfaat
- 11:39dan mendapat berkah serta mendapat
- 11:41wawasan baru bagi kita semua. Selamat
- 11:45mengikuti rangkaian acara seminar.
- 11:47Wabillahi taufik wal hidayah.
- 11:48Wasalamualaikum warahmatullahi
- 11:50wabarakatuh.
- 11:59Disampaikan terima kasih rekan-rekan
- 12:01santi dan peserta seminar yang luar
- 12:04biasa. Kini kita memasuki acara inti
- 12:06yang sudah kita tunggu bersama yaitu
- 12:09pemaparan materi dari kedua narasumber
- 12:11hebat kita, Bapak Ahmad Faisal, M.PdI.
- 12:14Dan K. H. Muhammad Sukri Rifai yang akan
- 12:17lanjut yang akan langsung dilanjutkan
- 12:20dengan sesi talk show, diskusi
- 12:22interaktif, serta tanya jawab. Untuk itu
- 12:24panggung dan jalannya diskusi sepenuhnya
- 12:27kami serahkan kepada moderator. Selamat
- 12:30belajar dan menyerap ilmu.
- 13:09Cek cek. Terima kasih kepada MC atas
- 13:13kesempatan yang diberikan.
- 13:14Asalamualaikum warahmatullahi
- 13:16wabarakatuh.
- 13:18Waalaikumsalam warahmatullahi
- 13:20wabarakatuh.
- 13:21Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
- 13:24semua. Nah, baik teman-teman kita mulai
- 13:27memasuki nih dengan acara materi pada
- 13:29pagi hari ini. Sebelumnya bolehkah saya
- 13:32atur tempat duduknya terlebih dahulu?
- 13:35Nah, saya mohon untuk yang belakang bisa
- 13:37maju ke depan karena agar bisa terlihat
- 13:40penuh begitu tempatnya.
- 13:45Ya, teman-teman yang ada di belakang
- 13:46bisa maju ke depan.
- 13:58Bagaimana nih, Teman-teman? Apakah masih
- 14:00semangat? Masih.
- 14:02Coba saya tes dulu cewek-ceweknya dulu.
- 14:05Apa masih semangat?
- 14:06Semangat.
- 14:08Semangat. Kemudian cowok-cowoknya apa?
- 14:10Masih semangat nih cowok-cowoknya
- 14:12semangat.
- 14:13Semangat. Alhamdulillah. Nah, untuk ee
- 14:17menambah semangat kalian sih ada sebuah
- 14:19pantun nih. Nanti jangan lupa
- 14:21teman-teman bilang
- 14:24bilang apa?
- 14:26Baik. Siap.
- 14:29Makan gado-gado jangan lupa pakai
- 14:31kerupuknya.
- 14:34Teman-teman dan rekan-rekan semua,
- 14:35bagaimana kabarnya?
- 14:38Alhamdulillah.
- 14:40Alhamdulillah. Baik-baik saja.
- 14:43Baik, kami ucapkan selamat datang dalam
- 14:46acara seminar persiapan penerbitan
- 14:48majalah Nuris edisi yang ke-29 dengan
- 14:52tema Ngaji 5.0 mengintegrasikan AI kitab
- 14:57kuning dan tradisi pesantren. Pada hari
- 15:00ini 4 Oktober 2026 bersama saya
- 15:04Elnikaban Utama yang akan memandu
- 15:07jalannya diskusi dari awal hingga akhir.
- 15:12Hadirin, rekan-rekan yang berbahagia.
- 15:14Hari ini tuh kita akan ngomongin tentang
- 15:18hal yang tidak asing lagi nih di
- 15:19kehidupan sehari-hari, yaitu tentang AI.
- 15:22Teman-teman tahu enggak tentang AI?
- 15:26Enggak tahu.
- 15:28Coba yang tahu saya tanya apa itu AI?
- 15:33Artificial intelligent atau nama lainnya
- 15:36kecerdasan.
- 15:37Eh, benar kok pintar ceweknya nih
- 15:39kayaknya ya daripada ceweknya.
- 15:41[berdehem]
- 15:42Baik. Memang teman-teman pada sekarang
- 15:45ini tuh hampir nih ee kita setiap hari
- 15:48tuh bersinggungan dengan yang namanya
- 15:50AI. Manusia nih pada saat ini tuh ee
- 15:54dekat sekali atau akrab sekali dengan
- 15:56AI. Kalian biasanya menggunakan AI itu
- 16:00pada waktu apa?
- 16:03Belajar. Searching.
- 16:05Iya. Searching jawaban tugas sekolah
- 16:08gitu.
- 16:09Iya.
- 16:10Oh iya.
- 16:12Baik, memang tidak bisa dipukiri nih,
- 16:14Teman-teman. Kehadiran EAI ini memang
- 16:17memberikan banyak kemudahan, apalagi
- 16:20pada era saat ini. Begitu. Nah, bahkan
- 16:23nih teman-teman ee AI sekarang ini tidak
- 16:27lagi digunakan manusia untuk memberikan
- 16:31kemudahan saja, melainkan sudah mulai
- 16:33masuk nih dalam berbagai aspek kehidupan
- 16:36atau aspek keilmuan yang ada pada saat
- 16:38ini. Nah, salah satunya nih,
- 16:40Teman-teman, aspek agama atau keilmuan
- 16:43agama. Nah, dari sini itu muncul
- 16:46pertanyaan yang menarik yang akan kita
- 16:48pelajari pada hari ini, yaitu apakah AI
- 16:52ini nantinya bisa menggantikan posisi
- 16:54kitab kuning untuk ee memahami ajaran
- 16:58agama atau justru nih, Teman-teman, AI
- 17:00dan kitab kuning ini akan saling
- 17:02berkolaborasi
- 17:04untuk memahami ajaran agama yang lebih
- 17:07baik. Begitu. Nah, itulah nanti yang
- 17:09akan kita bahas bareng-bareng pada hari
- 17:11ini untuk narasumber kita dan langsung
- 17:14saja kita sapa narasumber kita pada pagi
- 17:16hari ini.
- 17:22[tepuk tangan]
- 17:25Asalamualaikum, Bapak. Waalaikumsalam
- 17:28warahmatullahi wabarakatuh.
- 17:38Permisi ini ya. Dihidupin bisa.
- 17:41Waalaikumsalam warahmatullahi
- 17:43wabarakatuh. Siap, Mbak.
- 17:44Bagaimana nih kabar Bapak pada pagi hari
- 17:46ini?
- 17:47Alhamdulillah baik. Dalam kondisi sehat
- 17:51ngih. Baik, Bapak. Ee baik teman-teman
- 17:54sebelum kita memasuki materi yang akan
- 17:57disampaikan oleh pemateri kita pada pagi
- 17:59hari ini, alangkah kita ee alangkah
- 18:02baiknya kita untuk mengenal terlebih
- 18:04dahulu secara mendalam nih pemateri kita
- 18:06pada pagi hari ini. Pada pagi hari ini
- 18:09sebenarnya akan ada dua pemateri,
- 18:11Teman-teman. Tapi ee sepertinya pemateri
- 18:15yang pertama ada
- 18:17Oh, begitu.
- 18:21Oh, iya.
- 18:24mau. Oke. Baik.
- 18:27Em
- 18:29akan langsung saja untuk menunggu
- 18:32pemateri yang kedua akan langsung saja
- 18:34saya bacakan CV dari pemateri yang
- 18:37pertama dulu ini teman-teman.
- 18:39Baik untuk pemateri yang pertama ini ee
- 18:44ada Bapak Dr. Ahmad Faisal, MPDI.
- 18:51bisa dipanggil Bapak Faisol. Oh, nggih.
- 18:55Bapak Bapak Faisal apa Bapak Ahmad?
- 18:58Bapak Faisol. Nggih.
- 18:59Faisal. Faisal.
- 19:00Oh, Bapak. Baik, Teman-teman. Di sini
- 19:03ada Bapak Faisol. Nah, Bapak Faisol ini
- 19:07menyelesaikan pendidikannya
- 19:10di tingkat menengah itu di Mandua
- 19:13Jember.
- 19:16Di Manjua, Jember. Kemudian dilanjutkan
- 19:19ke jenjang strata 1 atau S1 dan ee
- 19:23S2-nya di ee S SIN Jember begitu Bapak.
- 19:30Benar. STIN Jember dengan jurusannya
- 19:34Pendidikan Agama Islam.
- 19:37Hingga saat ini nih, Teman-teman, beliau
- 19:39Bapak Faisol ini menempuh pendidikan S3
- 19:43yaitu dengan jurusan yang sama
- 19:45pendidikan agama Islam di UIN KHAS
- 19:48Jember atau Universitas Islam K. H.
- 19:52Ahmad Siddiq Jember. Begitu. Beri tepuk
- 19:54tangan terlebih dahulu kepada Bapak
- 19:55Faisor. [tepuk tangan]
- 19:59Baik. Ada juga pengalaman atau karir
- 20:02dari Bapak Faisol ini yaitu pada saat
- 20:05ini nih Bapak Faisal aktif sebagai dosen
- 20:09di Universitas Islam Jember dengan
- 20:13jabatan fungsional yaitu lektor. Nah,
- 20:16sebelumnya ini juga pernah memiliki
- 20:20pengalaman kepemimpinan sebagai kepala
- 20:22sekolah pada periode 2010 hingga 2015.
- 20:28Nah, selain pengalaman profesionalnya,
- 20:31ada juga pengalaman organisasi nih,
- 20:33Teman-teman. Yaitu Bapak Faisol aktif
- 20:38mengabdi di berbagai organisasi
- 20:41keagamaan dan kemasyarakatan. Antara
- 20:44lain sebagai wakil sekretaris PCGP Ansor
- 20:49Jember sejak 2020. Kemudian pernah juga
- 20:55menjadi wakil ketua MWCNU
- 20:58Ajung sejak tahun 2021. Serta pernah
- 21:03juga nih teman-teman menjadi anggota KBP
- 21:07PCNU Jember sejak 2019.
- 21:11Kemudian setelah organisasi beliau juga
- 21:13menciptakan sebuah karya nih
- 21:15teman-teman. Pastinya juga tidak asing
- 21:17dengan kalian. sebuah karya menciptakan
- 21:19sebuah karya yaitu
- 21:26monggo Bapak bisa duduk.
- 21:41Baik, inilah teman-teman pemateri kita
- 21:43yang kedua. Nah, saya lanjutkan untuk
- 21:46membacakan CV dari pemateri kita yang
- 21:49pertama yaitu beliau pernah menciptakan
- 21:52sebuah karya ilmiah yaitu produktif
- 21:55melahirkan berbagai artikel penelitian
- 21:58ilmiah di bidang pendidikan Islam,
- 22:01pembelajaran, pendidikan karakter hingga
- 22:04kajian sosial kemasyarakan
- 22:06kemasyarakatan yang terbit di berbagai
- 22:09jurnal. Wah, sangat-sangat banyak ya
- 22:12pengalaman beliau ini, Teman-teman.
- 22:20Baik, untuk selanjutnya saya akan
- 22:22menyapa terlebih dahulu nih pemateri
- 22:24kita yang kedua.
- 22:26Mohon maaf, Bapak. Nggih.
- 22:28Asalamualaikum, Bapak.
- 22:31Bagaimana nih, Bapak perjalanannya tadi?
- 22:35Nggih. Alhamdulillah lancar. Nah, selain
- 22:38pemateri yang pertama tadi ada Bapak
- 22:40Faisal, kemudian kita juga ada pemateri
- 22:44yang kedua yaitu bernama K. H. Muhammad
- 22:48Syukri Rifai. Nah, beliau ini
- 22:51teman-teman pernah menempuh pendidikan
- 22:53dasar di Surabaya. Kemudian dilanjutkan
- 22:57pendidikan pesantren di Pondok Pesantren
- 23:00Darul Haq Surabaya. Kemudian pernah juga
- 23:04di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
- 23:08serta pernah menyelesaikan pendidikan
- 23:10strata 1 di IAIN Jambar.
- 23:15Kemudian beliau ee merupakan pada saat
- 23:19ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren
- 23:22Iryadus Sari yang berada di Tugusari
- 23:25Rambi Puji. Beliau ini juga aktif
- 23:28mengabdi di LBM NU Jember sejak 2013 dan
- 23:33sekarang dipercaya menjabat sebagai
- 23:36ketua LBM NU Jember selama dua periode
- 23:40berturut-turut pada tahun 2024 sampai
- 23:432026.
- 23:45Kemudian ada ee jejak organisasi juga
- 23:49yang pernah ditempuh oleh beliau yaitu
- 23:53menjabat
- 23:54sebagai wakil Rais Syriah MWC NU
- 23:58Rambipuji sejak 2025.
- 24:02Kemudian pernah juga mengetuai MUI
- 24:06Kecamatan Rambipuji serta anggota Komisi
- 24:09Fatwa MUI Kabupaten Jember. Nah, beliau
- 24:12ini juga pernah terlibat dalam
- 24:15penyusunan buku Menjawab Problematika
- 24:18umat. Aktif juga memberikan pelatihan
- 24:22fasikhah dan pemulasaraan jenazah
- 24:26menjadi narasumber kajian zakat Laziznu
- 24:29di Jember serta rutin menulis artikel
- 24:31keislaman di NU online. Nah,
- 24:34Teman-teman, setelah saya tadi
- 24:36membacakan dua CV pemateri kita pada ee
- 24:40pagi hari ini
- 24:42tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa
- 24:44memang materi kita pada pagi hari ini
- 24:46itu tidak apa ya, Teman, tidak
- 24:48kaleng-kaleng gitu ya. banyak sekali ee
- 24:51ee organisasi atau pengalaman pengalaman
- 24:54yang ditempuh oleh beliau-beliau ini dan
- 24:58nantinya tentu saja ilmu atau materi
- 25:01yang akan disampaikan kepada kalian itu
- 25:03pasti nanti akan sangat bermanfaat.
- 25:05Begitu.
- 25:09Nah, Teman-teman, setelah tadi kita
- 25:12mengenal lebih lanjut kepada dua
- 25:14pemateri kita, mungkin kita akan
- 25:17langsung saja ya untuk ee mendengarkan
- 25:21pemateri yang pertama karena saya
- 25:23setelah melihat wajah-wajahnya kali ini
- 25:25seperti apa ya tidak sabar begitu untuk
- 25:28mendengarkan materi yang disampaikan
- 25:30oleh pemateri kita pada pagi hari ini.
- 25:34Baik, Teman-teman ee pemateri kita yang
- 25:38pertama yaitu nanti akan disampaikan
- 25:40oleh Bapak Faisol Bapak nanti akan ada
- 25:43waktu sekitar 40 menit untuk Bapak
- 25:46menyampaikan materi tanpa adanya
- 25:48interupsi dari saya maupun dari audiens.
- 25:50Begitu Bapak dan saya himbau kepada
- 25:52teman-teman untuk menyimak dan juga
- 25:56mencatat poin-poin penting nih untuk
- 25:58nantinya ketika ada sesi tanya jawab
- 26:01kalian bisa bertanya begitu.
- 26:04Langsung saja saya persilakan kepada
- 26:06Bapak Faisal untuk menyampaikan materi.
- 26:08Monggo Bapak.
- 26:12Oh, nggih. Mari kita beri tepuk tangan
- 26:14yang meriah.
- 26:21Asalamualaikum
- 26:23warahmatullahi
- 26:25wabarakatuh.
- 26:26Waalaikumsalam warahmatullahi
- 26:29wabarakatuh.
- 26:30Bismillah hamdanuk laka ya.
- 26:34wasam habibika amma ba
- 26:38hadratal muhtaromin
- 26:41para alim ulama para masyaikh, para kiai
- 26:44wabil khusus
- 26:46Syaikhul Ma'ahad
- 26:48K. Haj Muhyiddin Abdul Somad beserta Ibu
- 26:52Nyai Dr. Nyai Hajah Khalifah
- 26:56dan juga yang sangat kami takzimi K. H.
- 27:00Robit Kosid LC beserta keluarga
- 27:04dan juga kepada seluruh jajaran pengasuh
- 27:09Neng Balqis, Neng Lidya beserta keluarga
- 27:13yang selalu kami cintai, kami takzimi,
- 27:16dan kami hormati.
- 27:18Wabil khusus juga di samping kanan saya.
- 27:22Beliau adalah orang tua saya, guru saya.
- 27:26Saya lama sekali menimba ilmu kepada
- 27:28beliau.
- 27:30Beliau selalu memberikan insight,
- 27:32memberikan pencerahan keliling ke sana
- 27:35kemari di tengah-tengah masyarakat. Dan
- 27:38saya alhamdulillah selalu hadir waktu
- 27:41beliau ngisi pengajian.
- 27:45Beliau adalah K. Ha. Muhammad Sukri
- 27:49Rifa'i. Salam takzim Kiai dari Abdinah.
- 27:53Dan juga yang saya banggakan kepada
- 27:55adik-adik mahasiswa
- 27:57baik putra maupun putri dan wabil khusus
- 28:01juga kepada panitia penyelenggara baik
- 28:05pimret maupun seluruh jajaran yang sudah
- 28:08mensukseskan acara pada siang hari ini.
- 28:12Ee langsung saja
- 28:16bayangan saya, mohon maaf saya biasa
- 28:20ngisi acara pelatihan itu biasanya dosen
- 28:22gitu ya. Jadi bayangan saya ketika
- 28:24ngobrol dengan beliau, Gus Robit itu
- 28:26adalah bimtek tentang dosen atau
- 28:29mahasiswa itu ternyata saya baru dapat
- 28:32kabar tadi malam itu pesertanya adalah
- 28:36masih sangat unyu-unyu ya, mohon maaf
- 28:38ya, masih sangat muda sekali. Jadi saya
- 28:41agak mereformasi
- 28:43materi saya ini yang ingin saya
- 28:44sampaikan mau mulai dari mana gitu ya.
- 28:47Tapi enggak apa-apa ini tahap pertemuan
- 28:49awal mudah-mudahan nanti ada manfaatnya
- 28:51ya.
- 28:52Amin.
- 28:53Ee karena saya tidak pantas sebenarnya
- 28:56berada di samping guru saya ini ee jadi
- 28:59saya tidak banyak
- 29:02apa namanya intervensi nantinya. Mungkin
- 29:05lebih banyak waktu akan saya persilakan
- 29:08kepada beliau nantinya ya. Karena saya
- 29:11juga sangat butuh sekali siraman-siraman
- 29:14pencerahan dari beliau. Saya lama sekali
- 29:17ke beliau ngaji itu ya. Nah, adik-adik
- 29:21santri sekalian,
- 29:23ada hal yang ingin saya tekankan di sini
- 29:25bahwa materinya sudah bisa ditayangkan
- 29:28ya, yang materi dasar dulu ya karena
- 29:33agak miskomunikasi ini ya.
- 29:36Ee
- 29:37ada hal yang ingin saya sampaikan bahwa
- 29:39yang sangat saya tekankan sebetulnya AI
- 29:43itu sudah banyak saya tulis di tahun
- 29:462016 awal.
- 29:482016, 17, 18. Saya sering ngisi seminar
- 29:51itu di awal-awal itu yang lagi marak
- 29:55tentang AI. Apa itu AI? Klasifikasinya
- 29:58apa saja itu ya. Tapi mungkin dikenal AI
- 30:02bagi kalangan guru dan siswa.
- 30:05mungkin 3 4 tahun terakhir ini kan. Nah,
- 30:09itu nanti bisa dibrowsing di akun ID
- 30:12Scholer saya dan juga ID Scopus, ID
- 30:14Sinta itu banyak sekali tulisan saya
- 30:17tentang AI yang juga ada beberapa
- 30:20tulisan yang mengintegrasikan tentang
- 30:22tradisi pesantren dan juga
- 30:25ee apa kajian kitab kuning berbasis AI.
- 30:29Nah, saya di sini jobd-nya adalah fokus
- 30:32kepada teknologi AI-nya.
- 30:35Nah, untuk yang tradisi pesantren dan
- 30:37hal yang lebih detail tentang pengajian
- 30:39kitab kuning, ada guru saya, beliau ini
- 30:42yang nanti akan membahas secara lengkap
- 30:45bagaimana tips dan trik ee menguasai
- 30:48kitab kuning itu nanti kepada beliau ya,
- 30:52karena beliau memang ahli di sana dan
- 30:55juga ini beliau ini kelasnya harusnya
- 30:59seminar nasional atau seminar
- 31:00internasional gitu ya, karena sudah
- 31:03banyak sekali pengalaman dan TRK record
- 31:05beliau ngisi pengajian dan juga memimpin
- 31:09diskusi forum Batsul Masail dan
- 31:12acara-acara yang sangat besar. Jadi
- 31:15beruntung sekali panjenengan semua itu
- 31:18beliau bisa hadir di tengah-tengah kita.
- 31:20Saya harap kalian nanti betul-betul
- 31:22konsentrasi, fokus kalau perlu dicatat
- 31:25jangan sampai tidak bawa buku catatan
- 31:27ya.
- 31:28Nah, oke. Jadi, AI itu sebetulnya sudah
- 31:3310 tahun terakhir itu sekarang ini
- 31:35sebenarnya sudah bukan barang baru lagi
- 31:37gitu ya. Bukan barang baru lagi. Karena
- 31:40semuanya hampir di seluruh sendi
- 31:42kehidupan dari kalangan SD kelas 4, nah,
- 31:46sampai mahasiswa doktor itu semuanya
- 31:48pasti menggunakan AI dalam kehidupan
- 31:51sehari-harinya.
- 31:53Nah, kalian yang di medsos menggunakan
- 31:57Instagram, Facebook itu semuanya sudah
- 31:59berbasis AI. Beda dengan Facebook di
- 32:02zaman saya belum ada AI-nya. Makanya
- 32:04sebetulnya kalian mau tidak mau pasti
- 32:07akan bersinggungan dengan AI. Nah, oleh
- 32:11karena itu diajari atau tidak kalian
- 32:14pasti bisa itu AI. Nah, yang ingin saya
- 32:17tekankan adalah sekarang bagaimana
- 32:19kemudian AI itu tidak menggandingkan
- 32:23peran kita sebagai thalib, sebagai
- 32:26pembelajar, sebagai santri supaya tidak
- 32:29tergantikan. Lebih-lebih kita sebagai
- 32:31pengajar, dosen, maupun guru di sekolah.
- 32:34Jadi jangan sampai tergantikan oleh AI.
- 32:37Supaya tidak terjadi kesalahpahaman maka
- 32:40harus ada batasan namanya apa? Akhlak AI
- 32:44gitu ya. Jadi jangan sembarangan
- 32:48menggunakan AI. Kalau kalian
- 32:51apa kecenderungan pakai AI tidak ada
- 32:55batasannya. Lama-lama yang dianggap guru
- 32:57oleh kalian adalah AI. Ini sangat bahaya
- 33:00sekali.
- 33:01Saya pernah di semester tahun 2023
- 33:04kemarin mengadakan eksperimen. Ada enam
- 33:07mahasiswa saya yang saya ajari dalam
- 33:10menyelesaikan persoalannya itu full AI.
- 33:13Ada yang satunya itu full manual, yang
- 33:16satunya lagi enam orang lainnya itu
- 33:18adalah integrasi 50% AI, 50%
- 33:22mengkonstruk keilmuannya secara manual.
- 33:25Ketika uji petik
- 33:27mana yang menang? Di luar dugaan
- 33:30ternyata yang menang uji petik dalam
- 33:33menolak ukur kecerdasannya secara
- 33:36manual, secara uji petik itu yang menang
- 33:39yang di tengah-tengah. Jadi yang separuh
- 33:41pakai AI, separuh menggunakan
- 33:44pembelajaran manual.
- 33:47Jadi yang full pakai AI
- 33:51ee ini disclaimer dulu yang full pakai
- 33:53AI dia tidak terbiasa akalnya, tidak
- 33:57terbiasa
- 33:58apa responnya itu tidak terbiasa
- 34:01mengkonstruk sendiri karena dia
- 34:03kebergantungan dengan AI. Sebetulnya ini
- 34:06yang mau saya sampaikan dan ini saya
- 34:07kampanyekan ketika ngisi pelatihan
- 34:10meskipun ujung-ujungnya saya ngajari
- 34:11teknis penggunaan AI itu ya itu dulu.
- 34:15Jadi jangan anggap AI itu adalah
- 34:19pengganti kita, lebih-lebih itu adalah
- 34:21guru kita ya. Karena AI itu hanya
- 34:25memiliki basic data, database, memiliki
- 34:29interkoneksi, tapi dia tidak memiliki
- 34:31adab ya, dia tidak memiliki akhlak.
- 34:35Padahal ujung-ujungnya ilmu itu harus
- 34:37bermuara kepada kepada akhlak lah. Itu
- 34:41kemudian
- 34:43kalian harus tahu batasan-batasan dalam
- 34:46menggunakan
- 34:47PI itu ya sudah tampil ya. Nah, ini coba
- 34:51ee saya sedikit me-refresh dulu karena
- 34:54ini masih baru ya, kalian masih SMA
- 34:57kelas 1 atau kelas 2, kelas 3 yang yang
- 35:00sebenarnya secara praktis belum pernah
- 35:02menggunakan AI.
- 35:05secara optimal gitu ya. Jadi AI itu
- 35:09adalah apa? Panduan sederhana dan
- 35:12mendalam untuk santri tingkat SMA. Untuk
- 35:15AI itu ini AI data manusia. Jadi AI itu
- 35:21bukan guru, AI itu bukan sumber belajar.
- 35:25Tetap yang memiliki konstruk keilmuan
- 35:27dasar itu harus kita manusia ya. AI itu
- 35:32jadikan copilot kita, jadikan partner
- 35:35kita dalam apa? Dalam
- 35:37mengaktualisasikan,
- 35:39dalam mengeksplorasi semua keinginan
- 35:41kita.
- 35:44Semuanya bisa menggunakan AI. Contoh
- 35:47misalkan sampean ingin sarung yang model
- 35:51terkini tapi ada agak-agak
- 35:54mengandung ciri khas lokal daerah
- 35:56kalian. Apa yang tersimpan dalam benak
- 35:58kalian itu bisa sangat adaptif, sangat
- 36:02responsif. Ketika kalian pegang HP,
- 36:05algoritma AI itu akan mencarikan apa
- 36:08yang dibawa oleh pesan-pesan otak kalian
- 36:11itu. Nah, coba nanti kalian kalau sudah
- 36:14mendalami AI, terbiasa melatih
- 36:18menggunakan AI, kalian mau cari artikel
- 36:22atau ilmu tentang nahu misalkan di dalam
- 36:26EAI itu, maka yang disajikan di dalam
- 36:28dashpot utama itu adalah segala
- 36:30literatur yang berkaitan dengan dunia
- 36:33nahu. Paham ya? Jadi dia itu sangat
- 36:36dekat sekali.
- 36:38Sensor otak kita itu sangat dekat
- 36:40sekali. mudah ditangkap oleh algoritma
- 36:43AI lah. Itu makanya kalian hati-hati
- 36:47menggunakan AI sudah tahu segala fitur
- 36:49kelebihannya kemudian pikiran kalian
- 36:52agak jelek aneh-aneh itu bahaya. Nanti
- 36:55yang akan muncul di dashboard pertama
- 36:57itu adalah hal-hal yang kalian cari.
- 37:00Nah, nanti kalau kalian sudah terbiasa
- 37:02akan merasakan hal itu. Pak, tidak
- 37:04mungkin masa saya AI bisa secanggih itu.
- 37:08Sangat bisa ya. Apalagi cuma kalian ada
- 37:12foto lama mau diterangkan kemudian mau
- 37:14dijadikan video. Itu sangat mudah sekali
- 37:17sekarang itu AI. Makanya hati-hati
- 37:19dengan AI itu.
- 37:21Nah, kemudian oke next.
- 37:25Nah, AI adalah teknologi yang membuat
- 37:28komputer mampu melakukan tugas yang
- 37:30biasanya membutuhkan kecerdasan manusia,
- 37:33mengenali pola, memahami bahasa, membuat
- 37:35prediksi, dan menghasilkan konten.
- 37:38Bahkan sekarang para contonten kreator,
- 37:40YouTuber, tiktoker,
- 37:43Instagram, semuanya itu banyak sekali
- 37:46konten yang berbasis full AI ya. Bahkan
- 37:50beberapa konten saya dalam deep learning
- 37:53itu saya menggunakan AI. Jadi saya
- 37:56ng-prom kurang lebih 1 jam 15 menit
- 37:59setiap harinya. Itu sudah saya bisa
- 38:02pakai konten saya itu selama 7 hari.
- 38:05Jadi saya meskipun ada di sini secara
- 38:08berkala konten saya itu akan ada sendiri
- 38:11nanti kontennya.
- 38:13Dan banyak sekali
- 38:14kecanggihan-kecanggihan AI. Tapi saya
- 38:16yang ingin saya tekankan supaya kalian
- 38:18tidak ketergantungan dengan kenapa?
- 38:21Kalau ketergantungan
- 38:23bisa jadi kalian sebenarnya nanti tidak
- 38:25punya konstruk keilmuan
- 38:28ya. Nah, hasil eksperimen yang saya
- 38:30jelaskan tadi bisa dilihat di profil
- 38:33schooler saya itu. Saya sudah
- 38:34memp-publish artikel tentang hasil
- 38:36riset, hasil penelitian tentang itu.
- 38:38Jadi, hati-hati saya ajarkan yang
- 38:41ringan-ringan saja. penggunaan AI yang
- 38:43berbau positif ya. Nah, ini manusia itu
- 38:48memiliki pengalaman
- 38:50akal dan nilai, data, algoritma,
- 38:53prediksi, dan kemudian output atau
- 38:55hasil. Nah, di form kedua itu akal dan
- 39:00nilai
- 39:02AI itu tidak bisa mengkonstruk.
- 39:05Paham, ya? Jadi untuk akal dan nilai EI
- 39:08itu tidak bisa mengkonstruk, menumbuhkan
- 39:10sendiri itu tidak bisa.
- 39:13Ia ada. Kalau dia itu dikasih prompting,
- 39:17berarti pengalaman awal atau dasar awal
- 39:20pengetahuan prompting itu dari mana?
- 39:22Dari kita tetap
- 39:24gitu ya. Contoh menggunakan AI nanti
- 39:28saya contohkan, saya demokan.
- 39:30Ee kalau bimtek itu sebetulnya lebih
- 39:32enak. Saya demokan misalkan kalian saat
- 39:34ini kelasnya Aliah kelas 2 ya. Kemudian
- 39:37pembelajaran nahunya masih di tingkat
- 39:39apa? Misalkan, misalkan kalian mau
- 39:41belajar gitu ya. Nah, wawasan tentang
- 39:46kamu bisa belajar ke AI asalkan kalian
- 39:49tahu outline-nya. Jadi macam-macam rab
- 39:52itu apa saja, tanda-tandanya rab rafa
- 39:55itu apa saja. Nah, itu kalau sudah ada
- 39:57semuanya dalam konstruk pemahaman kita
- 39:59bisa kamu prompting ke AI, maka AI akan
- 40:02mencarikan basis data yang lebih besar
- 40:05yang berkaitan dengan dunia tadi.
- 40:09Paham ya?
- 40:10itu begitu cara algoritma bekerja di AI
- 40:14itu. Makanya tetap kalau kalian langsung
- 40:17ajari saya tentang rab rafa gitu ya
- 40:20dijawab oleh AI apa misalkan kalian chat
- 40:23GPT ya dijawab tapi itu hasilnya ngawur
- 40:26referensinya itu ngawur.
- 40:28Nah, nanti juga akan saya demokan
- 40:30bagaimana mencari literatur ee
- 40:33kitab-kitab yang bagus berbasis AI
- 40:36tentunya yang sudah berstandar Sinta,
- 40:39lebih-lebih berstandar Scopus dan Web of
- 40:42Science itu banyak sekali sudah. Nah,
- 40:45kalau kalian terbiasa membaca
- 40:47kitab-kitab atau referensi yang gizinya
- 40:49tinggi, maka pemikiran kalian juga akan
- 40:52bergizi. Kemudian output-nya, artikel,
- 40:55makalah yang kalian hasilkan juga
- 40:56bergizi tinggi. Jangan langsung kepada
- 41:00Google, carikan saya tentang ini. Itu
- 41:02tidak bisa dipertanggungjawabkan.
- 41:06Itu ya bisa dipahami ya. Oke, lanjut.
- 41:12Nah, ini coba perhatikan di sini.
- 41:17Data ini lebih banyak tersimpan di dalam
- 41:23apa? Memori AI daripada memori kita.
- 41:28Kenapa? Karena segala hal yang kita
- 41:31ketahui itu namanya pengetahuan. Tapi
- 41:34tidak semua pengetahuan kita itu terdata
- 41:37tervisualisasi dengan baik. maka datanya
- 41:40itu lebih banyak tersimpan di dalam AI.
- 41:43Nah, data itu kemudian kita latih. Nah,
- 41:47yang melatih itu harus kita. Kamu mau
- 41:50expert di bidang apa? Misalkan kamu
- 41:52misalkan mau ekspert di bidang tahfid
- 41:54atau di bidang bahasa Arab, maka wawasan
- 41:57tentang dunia hirup piku bahasa Arab
- 42:00harus kamu prompting masukkan ke sini.
- 42:03Jadi, EA itu harus kita latih.
- 42:05Jadi, EA itu jangan jadikan guru, kita
- 42:07jadikan dia itu asisten kita.
- 42:10Maka saya ada beberapa fitur AI yang
- 42:13saya buat sendiri yang menjadi asisten
- 42:15saya dalam menulis, gitu. Kenapa saya
- 42:18cukup produktif? Misalkan di bidang deep
- 42:21learning, di bidang kurikulum gitu ya,
- 42:23di bidang filsafat itu saya ada sendiri
- 42:25toolnya, alatnya. Karena EA itu saya
- 42:28latih supaya dia memiliki pola pikir
- 42:30yang filosofis. Kalau berkaitan dengan
- 42:32hukum supaya dia berkaitan dengan dunia
- 42:35hukum. Jadi tetap kita yang menjadi
- 42:40lakon utamanya, aktor utamanya. Kemudian
- 42:43nanti lebih spesifik dia akan
- 42:46memiliki rule atau model sendiri. Kalau
- 42:49sudah kita custom AI-nya nanti kalian
- 42:52mungkin pengalamannya chat GPT pernah
- 42:54pakai ya. Apa AI yang pernah kalian
- 42:56pakai?
- 42:58Chat GPT, Gemini, apalagi?
- 43:01Meta
- 43:02meta apagi
- 43:03dol
- 43:05dolar ya.
- 43:06Nah, boleh itu AI dasar LM namanya. Yang
- 43:12paling tinggi itu nanti ada AI agen yang
- 43:14bisa kita custom kita itu ibaratkan
- 43:17begini eh AI itu ibaratkan kita adalah
- 43:21seorang human, pengguna yang memiliki
- 43:23banyak asisten. Misalkan saya pengin
- 43:26punya asisten yang ahli di bidang hukum.
- 43:29Saya ingin punya asisten yang ahli di
- 43:30bidang teknis misalkan saya punya pengin
- 43:34punya asisten yang ahli di bidang irab
- 43:36misalkan lah. Itu kita custom semuanya.
- 43:40Nah misalkan sampean contoh yang yang
- 43:42berbasis pesantren
- 43:44itu nanti bisa cek di Google Scholar
- 43:47saya ya. Jadi
- 43:49kalian misalkan mencari kitab-kitab yang
- 43:53grand teorinya itu agak sulit,
- 43:55kitab-kitab induk merasa kesulitan, kamu
- 43:57masukkan ke fitur AI itu, maka dia akan
- 44:01mengumpulkan
- 44:02basis dataalis sumber kitab yang kalian
- 44:05cari. Atau ingin mengetahui karena tidak
- 44:09sempat mendengarkan penjelasan lebih
- 44:11detail ee dari ustaz kita tadi pelajaran
- 44:14tentang rab ini ya. Kamu masukkan saja
- 44:17teks bahasa Arab misalkan Al-Qur'an ya
- 44:19potongan Al-Fatihah ayat 1 sampai 6
- 44:21misalkan ayat 1 sampai 3 kamu masukkan,
- 44:24kamu input di situ kamu sedikit
- 44:26prompting maka dia akan menjelaskan
- 44:29kedudukannya
- 44:31tentang lafaz Arab itu apa
- 44:36itu ya. Jadi karena dia itu bisa kita
- 44:39latih. Tapi kalau
- 44:42kalau model uswatun hasanah ee
- 44:45model-model akhlak adab EA itu tidak
- 44:48bisa mencontohkan tapi dia bisa
- 44:49memberikan
- 44:52bisa memberikan teo teori. Makanya kalau
- 44:55kalau tanya AI punya nilai, punya adab
- 44:58tidak? Ya tidak ada. Karena dia itu
- 45:00algoritma mesin bukan bukan manusia yang
- 45:04hidup. Nah, sekarang saya melihat
- 45:07mahasiswa dan juga masyarakat itu
- 45:08kecenderungan menggunakan AI.
- 45:11Menggunakan AI itu supaya lebih efisien,
- 45:13supaya lebih efektif, kemudian bergeser.
- 45:17Dia kemudian tidak bisa memiliki
- 45:18konstruk keilmuan sendiri. Oke, next,
- 45:21Mbak.
- 45:23Nah, ini ya macam-macam AI yang sering
- 45:27kita temui. Ada AI generatif, ada
- 45:30computer vision, ada speech and audio AI
- 45:32yang saya jelaskan tadi, ada
- 45:34recommendation AI, predictive AI,
- 45:36robotik dan agent. Nah, yang paling
- 45:39canggih itu sekarang masih agen AI.
- 45:41Jadi, kamu tidak perlu memprompting,
- 45:43cukup memberikan satu clue kalimat, AI
- 45:46itu akan bekerja sendiri nanti. Itu
- 45:48biasanya dipakai di dunia-dunia dosen.
- 45:51Nah, oke. Next.
- 45:53Lanjut. Lanjut, Mbak. Lanjut. Ini sudah
- 45:56biasa kita pakai.
- 45:58Nah,
- 45:59ini dalam kehidupan sehari-hari
- 46:03santri atau siswa ya. Kalian kan pernah
- 46:06menggunakan YouTube atau TikTok ya, apa
- 46:09Google Map, kamera HP, chatboot,
- 46:12marketplace, keyboard.
- 46:14Semua ini adalah dunia kita sehari-hari.
- 46:19Mereka ini sudah memiliki AI sendiri.
- 46:22Jadi sudah sangat cerdas. Misalkan
- 46:25marketplace ya, kalian misalkan ingin
- 46:27mencari hijab yang paling trending
- 46:29sekarang yang paling terkini ya. Dia itu
- 46:33apa yang kamu prompting, apa yang ingin
- 46:37kamu cari satu kalimat saja maka akan
- 46:40dia memberikan banyak sekali ribuan list
- 46:43tentang macam-macam jilbab yang
- 46:46trending.
- 46:48Ya, itu canggihnya AI. Kalau zaman saya
- 46:50dulu pencarian itu tidak secanggih itu.
- 46:53Karena belum ada AI-nya, maka ini pasti
- 46:58akan kalian kuasai. Diajarkan atau
- 47:01tidak, kalian akan terbiasa nanti. Iya.
- 47:05Tapi kalau
- 47:06ulumul Qur'an, ulumul hadis, nahwu,
- 47:09sarof itu tidak otomatis.
- 47:12Kalau tidak benar-benar kalian memiliki
- 47:14ifad yang tinggi, tidak bisa. Makanya
- 47:17tetap EA itu jangan sampai menggantikan
- 47:21menggantikan kita sebagai manusia. Oke,
- 47:24next.
- 47:26Nah, ini yang mau saya tekankan
- 47:28sebetulnya ada AI,
- 47:32ada I, ada si. Apa itu IA? Itu apa IA?
- 47:38itu kalau I sudah tadi kalian sudah
- 47:41paham apa IA itu
- 47:45integritas akademik artinya apa yang
- 47:49kalian cari di AI itu harus terpercaya
- 47:52sumbernya valid
- 47:56kemudian si apa itu spiritual
- 48:00inteligence jadi kalau kalian tidak
- 48:02diimbangi si yang saya contohkan tadi
- 48:05itu, maka banyak sekali dia itu bisa
- 48:07menjawab pertanyaan guru maupun dosen,
- 48:09tapi semuanya full AI, dirinya sendiri
- 48:12kosong, maka harus dibekali juga,
- 48:15dilatih kita, dilatih juga akal kita
- 48:18supaya kita memiliki kecerdasan yang
- 48:21bersifat si ini. Oke, next, Mbak.
- 48:23Lanjut,
- 48:25lanjut.
- 48:27Nah, ini coba salah satu fungsi AI kalau
- 48:31kita bisa mengoptimalkan AI. Jadi ada
- 48:33pembelajaran mulai dari rangkuman, kuis,
- 48:37tutor, parafrase,
- 48:40dan lain sebagainya. tahfid dan
- 48:42Al-Qur'an, latihan, transkrip, evaluasi,
- 48:46apa drill ya, murajaah misalkan semuanya
- 48:49ada administrasi di pihak manajemen, ada
- 48:51juga dakwah kreatif misalkan misalkan
- 48:54kalian ingin membuat poster, ingin
- 48:56membuat artikel, ingin membuat paper,
- 48:58makalah, apapun itu. Nah, itu nanti
- 49:01diintegrasikan dengan manajemen yang ada
- 49:04di pesantren berbasis AI.
- 49:08Nah, saya misalkan ingin buat AI tentang
- 49:12pesantren bahasa Arab misalkan judul
- 49:14AI-nya, maka klasifikasi fitur-fitur
- 49:17fitur-fitur yang ada di pesantren bahasa
- 49:20Arab itu saya masukkan semuanya. Fitur
- 49:22apa saja?
- 49:24Basis datanya kita masukkan. Nanti suatu
- 49:27saat kalau kita lupa kita tinggal klik
- 49:30fitur yang mau kita cari, yang mau kita
- 49:33dalami lebih dalam. Jadi jangan antipati
- 49:36terhadap AI, tapi jangan sampai
- 49:39ketergantungan kepada AI. Jadi kita
- 49:42pakai yang di tengah-tengah saja gitu
- 49:44loh. Tapi kalau kita sebagai kader
- 49:46muslim santri kemudian gaptek tidak tahu
- 49:49AI itu juga akan dikalahkan oleh
- 49:52orang-orang orientalis nanti. Maka kita
- 49:56harus juga peka dan juga harus belajar
- 49:59tentang AI. Oke, next. Lanjut, Mbak.
- 50:04Ini dampak positifnya belajar lebih
- 50:06private ya. Kalian kreativitasnya lebih
- 50:09tinggi, aksesibilitasnya itu lebih lebih
- 50:12produktif, akses pengetahuan,
- 50:13eksperimen. Saya dulu
- 50:16dosen itu mulai tahun 2017. Biasanya
- 50:19saya membuat buku itu hanya 3 tahun
- 50:21sekali.
- 50:23Tapi semenjak saya kenal AI, dalam
- 50:26hitungan jam saya bisa memproduksi buku
- 50:29dari kitab-kitab atau sumber-sumber
- 50:31referensi yang kredibel. Nah, itu
- 50:34biasanya saya sampaikan ketika
- 50:35pelatihan. Nanti saya ajarkan bagaimana
- 50:38untuk level siswa itu bisa menghasilkan
- 50:41paper, karya ilmiah, makalah, dan lain
- 50:43sebagainya hanya dalam hitungan jam
- 50:45bahkan menit. Tapi tentunya sumber
- 50:48referensinya juga tidak kalah menarik
- 50:51gitu loh. Tidak tidak asal-asalan gitu.
- 50:53Nah, kalau kalian hanya pakai chat GPT
- 50:55aja itu halusinasi itu ya. Apalagi Chat
- 50:58GPT-nya itu yang yang tidak berbayar.
- 51:01Iya. Apa enggak?
- 51:02Iya. Pakai Jemini juga gemininya yang
- 51:04gratisan itu yang ngawur pasti
- 51:06referensinya itu pasti ngawur itu ya.
- 51:09Oke, lanjut.
- 51:11Risiko negatif. Nah, ini ini halusinasi
- 51:15AI. AI dapat menghasilkan jawaban yang
- 51:17terdengar meyakinkan tetapi keliru.
- 51:19Makanya wajib hukumnya kalian kalau
- 51:22menggunakan AI apalagi berkaitan dengan
- 51:24dunia fikih ya wajib hukumnya kamu harus
- 51:28validasi,
- 51:29harus kamu cek kebenarannya.
- 51:32Saya sering mengetahui presentasinya
- 51:34mahasiswa mengatakan ini sudah
- 51:36disampaikan sekian abad yang lalu oleh
- 51:39Al-Ghazali. Padahal ketika dicek di
- 51:41kitabnya Al-Ghazali tidak pernah ada
- 51:43pernyataan semacam itu. Al-Ghazali yang
- 51:46mana yang dimaksud oleh AI itu? Itu ya
- 51:49Alghazali kan banyak ya.
- 51:52Itu ya maksud saya itu. Jadi jangan
- 51:53sampai halusinasi bahwa jawaban AI
- 51:57apalagi yang free tadi dengan prompting
- 52:00yang tidak jelas dengan custom yang
- 52:01tidak jelas itu pasti jawabannya adalah
- 52:04halusinainasi.
- 52:06Kemudian yang kedua, bahaya juga kalian
- 52:08akan ketergantungan. Dikit-dikit AI,
- 52:11dikit-dikit AI. Kemudian plagiarisme.
- 52:16Kenapa kok plagiarisme? AI itu
- 52:19mengumpulkan hasil pemikiran dari ribuan
- 52:22bahkan miliaran orang. Ketika kamu
- 52:24tanya, dia akan memberikan jawaban yang
- 52:26sudah terkoneksi dengan algoritma dia.
- 52:30Maka pasti tulisan yang dari AI itu akan
- 52:34kena dicek turnurnitin nanti pasti akan
- 52:36berdampak ke plagiat nanti. Bukan
- 52:40original, bukan asli pemikiran atau
- 52:44temuan kita nanti. Privasi bias deep
- 52:47fake dan hoa. Oh, banyak sekali ini.
- 52:49Terutama yang deep fake ini ya. Kalian
- 52:52punya wajah idola siapa, mau dibuat
- 52:56seperti apa. Video itu sangat sangat
- 52:57mudah sekali sekarang ya. Oke, lanjut.
- 53:0210 AI bisa salah kenali halusinasi.
- 53:05Pertanyaan
- 53:07pertanyaan ya
- 53:09AI menjawab terdengar yakin.
- 53:13Terdengar yakin kayaknya yakin bagus
- 53:15gitu loh. Tapi wajib kamu cek. Kalau
- 53:18tidak kamu cek
- 53:20itu kemungkinan besar itu pasti sudah
- 53:24nga ngawur. Jadi A itu hanya membantu
- 53:27kita dalam mengembangkan kreativitas.
- 53:30Kebenarnya nanti kita cek. Tapi ada
- 53:32kalau kalian mendalami AI nanti akan
- 53:34saya tunjukkan ada kita menggunakan AI
- 53:37itu dia tidak fake hasilnya tapi perlu
- 53:40latihan, perlu drill, perlu custom
- 53:44khusus supaya EA itu nyambung dengan
- 53:46algoritma pemikiran kita gitu ya.
- 53:50Makanya cek sumber, cek silang, cek
- 53:53konteks
- 53:54itu wajib. Nanti kalau kalian di dunia
- 53:57jurnalistik itu mungkin ada pelatihan
- 53:59khusus bagaimana cara memproduksi ee
- 54:02jurnal-jurnal yang bermutu dan bergizi
- 54:04tinggi nanti. Oke, lanjut lanjut Mbak.
- 54:08Nah, ini etika menggunakan AI sebagai
- 54:12santri. Nah, tidak lepas dari niat kita
- 54:14dalam menggunakan AI bukan untuk menipu,
- 54:17tapi untuk meningkatkan produktivi
- 54:20produktivitas. Apa yang mau kita
- 54:22produksi di dalam akal kita kalau kita
- 54:25tidak banyak memba membaca? Makanya
- 54:28wajib santri yang jurnalistik itu banyak
- 54:31perbanyak dulu membaca. Perbanyak
- 54:34perbanyak dulu ee literasinya sebelum
- 54:36kalian membuat tulisan. Amanah, tabayun,
- 54:40adab digital, tanggung jawab, menjaga
- 54:42privasi itu wajib. Oke, terus lanjut.
- 54:46Cara membuat prom yang baik. Nah, ini
- 54:48biasanya dalam membuat prom guru dan
- 54:52dosen saja kadang asal-asalan. Kenapa
- 54:55kemudian artikelnya itu selalu
- 54:56di-reject, selalu ditolak oleh
- 54:58jurnal-jurnal yang bagus? Karena membuat
- 55:02prom yang baik itu harus konteksnya
- 55:06dulu. Konteks itu apa? Ya,
- 55:09kamu sampaikan kepada AI, jangan
- 55:12langsung buatkan saya makalah tentang
- 55:17apa? cara hidup bahagia misalkan, maka
- 55:20ngawur dia. Kamu perjelas dulu saya
- 55:22santri kelas 1 MA Nuris. Saat ini saya
- 55:26sedang menyusun makalah. Misalkan Anda
- 55:30berperan. Nah, Anda berperan sebagai
- 55:33orang yang eksert di bidang apa gitu ya.
- 55:37Kemudian jelaskan tugasnya.
- 55:41Saya bantu untuk menjelaskan definisi,
- 55:44macam-macam dan lain sebagainya. semakin
- 55:48rigid, semakin kompleks tugasnya, maka
- 55:50jawabannya akan semakin baik nanti.
- 55:53Kemudian format, formatnya itu mau
- 55:56seperti apa. Dan yang terakhir itu
- 55:58batasi. Batasi dia itu kepada
- 56:02sumber-sumber yang kredibel saja dan
- 56:05lain sebagainya. Ini perlu contoh ini
- 56:06sebenarnya contoh from saya santri kelas
- 56:10berapa ini? 11 apa 10 ini?
- 56:13Oh, masih kelihatan ya. Jelaskan
- 56:15pekertian AI generatif dengan bahasa
- 56:18sederhana. Bahkan berikan tiga contoh di
- 56:21pesantren. Lalu buat lima pertanyaan
- 56:24kuis untuk menguji pemahaman saya lah.
- 56:26Ini spesifik. Senang dia. AI-nya itu
- 56:29senang kalau perintahnya jelas seperti
- 56:31ini. Nyusun makalah. Misalkan saya siswa
- 56:36kelas 11 di MA Nuris. Saat ini saya
- 56:39sedang ingin menyusun makalah. buatkan
- 56:41saya introduction atau pendahuluan yang
- 56:44memuat bla bla bla bla bla, maka dia
- 56:47tidak akan keluar dari kon dari konteks.
- 56:50Jangan langsung buatkan saya paper atau
- 56:52tulisan tentang kebahagiaan menurut
- 56:55perspektif Al-Ghazali misalkan. Ya
- 56:57ngawur dia pasti itu ya. Oke. Nah,
- 57:02lanjut.
- 57:04AI untuk belajar boleh tetapi jangan
- 57:06titip otak. Nah, ini cara yang sehat.
- 57:10Minta AI menjelaskan konsep, minta
- 57:12contoh dan lebih. Minta kritik terhadap
- 57:15jawaban kita. Bandingkan dengan sumber
- 57:17terpercaya. Tulis kembali dengan
- 57:18pemahaman sendiri. Simpan jejak sumber
- 57:20yang digunakan.
- 57:22Yang berisiko menyalin jawaban mentah.
- 57:25Biasanya kan kalian kalau buat tugas apa
- 57:29langsung di-copy paste dari AI-nya. Ya,
- 57:31bagi guru yang sudah familiar dengan AI
- 57:33itu kelihatan. Jadi AI itu jawaban dari
- 57:37I sebetulnya ada watermark-nya.
- 57:39ada watermark yang tersembunyi. Kita
- 57:41kalau sudah pengguna EA itu pasti paham
- 57:44karya itu asli atau tidak. Terus
- 57:46langsung Mbak next.
- 57:49Penutup santri cerdas di era AI memiliki
- 57:52literasi AI memiliki adab tadi itu
- 57:56memiliki ilmu. Pahami, periksa, dan
- 57:59beradab. Jadi gunakan EAI itu secara
- 58:01bertanggung jawab. Jangan sampai kita
- 58:03tidak memiliki adab dalam menggunakan
- 58:06AI. Lanjut.
- 58:09Lanjut.
- 58:12Nah, ini ee tambahan dari saya. Apa itu
- 58:14spiritual intelligence? Next.
- 58:18Adalah kemampuan untuk memecahkan
- 58:20masalah. Sekali lagi adalah kemampuan
- 58:22untuk memecahkan masalah yang berkaitan
- 58:24dengan makna dan nilai hidup dan menjadi
- 58:27fondasi dari kecerdasan emosional dan
- 58:29intelektual. Jadi kecerdasan itu kan
- 58:32banyak ya, tidak hanya intelektual,
- 58:35multiple intelligences itu banyak. Ada
- 58:37kecerdasan emosional, ada kecerdasan
- 58:39intelektual, ada kecerdasan spiritual,
- 58:42ada kecerdasan sosial, ada kecerdasan
- 58:45yang sangat teknik dan lain dan lain
- 58:47sebagainya. Itu itu si ini menjadi
- 58:51fondasinya.
- 58:52Apa fondasi itu? Dasarnya gitu loh. Maka
- 58:55kalau kalian tidak menggunakan ini akan
- 58:58disesatkan nantinya. Terus next,
- 59:03lanjut kecerdasan spiritual. Lanjut.
- 59:08merupakan kompas moral dalam pemanfaatan
- 59:10AI. AI membantu berpikir secara cepat,
- 59:13tapi spiritual inteligence membantu
- 59:15berpikir secara benar.
- 59:19Karya bermutu itu kan ya harus tepat
- 59:22tapi juga harus benar. Jangan fake ya.
- 59:25Terus lanjut.
- 59:28Nah, mengapa guru butuh spiritual
- 59:29inteligence? Guru berperan bukan hanya
- 59:31sebagai pengajar, tapi juga penuntun
- 59:34moral di era digital. Nah, nilai
- 59:37moralitas ini yang tidak ada di dalam
- 59:39AI. AI itu tidak punya nilai moral. Maka
- 59:42yang harus mengkontrol, men-filter harus
- 59:46kita sendiri.
- 59:49EAI itu bisa diajak debat, bisa diajak
- 59:52diskusi. Saya sering, saya tidak pernah
- 59:54sepenuhnya percaya kepada AI. Kalau cuma
- 59:56mengembangkan kreativitas boleh. Saya
- 59:58sering tukaran dengan AI itu. Misalkan
- 1:00:02saya pernah membuat paper itu
- 1:00:04menggunakan AI tentang apa? Moderasi
- 1:00:07beragama gitu loh. Suruh sebutkan
- 1:00:09dalil-dalilnya itu ngawur itu AI itu
- 1:00:12loh. Misalkan menurut Ibnu Arabi tidak
- 1:00:14demikian misalkan. Jadi jangan percaya
- 1:00:18sepenuhnya kepada AI. Makanya wajib
- 1:00:20terakhir itu harus cek validasi.
- 1:00:23Nah untuk ngecek validasi kamu harus
- 1:00:25punya bekal dulu, punya konstruk
- 1:00:27keilmuan. punya tabungan teori di dalam
- 1:00:29otak otak kita. Makanya kamu itu enggak
- 1:00:32akan sia-sia. Hafalan apa? Hafalan
- 1:00:34Alfiah, hafalan Imriti. Ya, itu tidak
- 1:00:37akan pernah sia
- 1:00:40gitu ya. Lanjut.
- 1:00:45AI tanpa nilai risikonya tinggi. Terus
- 1:00:50tanpa nilai AI bisa salah arah. Salah
- 1:00:53arahnya tadi akan terjebak kepada
- 1:00:56plagiarism, manipulasi, disinformasi.
- 1:00:59Terus kemudian tugas guru menanamkan
- 1:01:01akhlak digital sangatlah penting.
- 1:01:05Jadi bukan hanya berlalu lintas
- 1:01:10bercakap-cakap
- 1:01:13yang ada
- 1:01:15akhlaknya dalam penggunaan dalam
- 1:01:17mengoperasionalkan digital juga harus
- 1:01:19ada etikanya. Nah, terus kemudian
- 1:01:25EAI itu harus fair, transparan, aman,
- 1:01:27dan membawa manfaat bagi sesama. Nah,
- 1:01:30kalau kalian punya skill lebih tentang
- 1:01:32AI, jangan sampai gunakan kemampuan kamu
- 1:01:35kemampuan kalian itu untuk menghina,
- 1:01:37menghujat, apalagi menipu gitu ya. Jadi
- 1:01:40tetap tujuan kita itu adalah khairunas
- 1:01:42anfahum linnas. Jadi apa? Kamu asah dulu
- 1:01:47skillmu, setelah kamu matang baru kamu
- 1:01:50bantu yang membutuhkan. Jangan, jangan
- 1:01:53masih coba-coba lalu kamu mendakwahkan.
- 1:01:55Woh, e itu begini, ea. Itu begini.
- 1:01:58Padahal masih belum belum ahli. Kuasai
- 1:02:01dulu benar-benar apapun itu. Baru
- 1:02:04setelah kamu itu penuh, kamu eksert di
- 1:02:06bidang itu, ajari teman-temanmu itu yang
- 1:02:09membutuhkan. Tapi kalau dia tidak butuh,
- 1:02:12tidak usah. G ya. Tujuannya adalah untuk
- 1:02:15menebar kebermanfaatan buat sesama. Oke,
- 1:02:17next. Nah, ini ada studi kasus. Lanjut,
- 1:02:20lanjut semuanya. Kurang berapa menit,
- 1:02:23Mbak? Saya, Mbak,
- 1:02:27masih panjang. Ini ada studi kasus.
- 1:02:30Ketika ujian dilaksanakan secara online,
- 1:02:32banyak siswa memilih menggunakan AI
- 1:02:34seperti cilot atau Chat GPT tadi ya, ada
- 1:02:37Gemini, ada Dipsik, Grock dan lain-lain.
- 1:02:40Kalian tidak pernah tahu AI itu ada yang
- 1:02:43namanya apa? Scopus AI, ada yang namanya
- 1:02:48deep LL, ada yang namanya Skypase, ada
- 1:02:51yang namanya Typees EO, ada Jenny. itu
- 1:02:55adalah AI-AI yang bagus yang kalau
- 1:02:57kalian mencari referensi kitab itu bisa
- 1:03:00kredibel. Kenapa? Karena dia mengindeks
- 1:03:03semua literatur yang ada di dalam
- 1:03:05database-nya Elsifier, Wiiley,
- 1:03:07Copernicus dan lain sebagainya. Itu yang
- 1:03:09sudah kelasnya internasional. Tapi kalau
- 1:03:11yang dipakai hanya CCPT apa tadi Meta AI
- 1:03:15apalagi itu yang banyak berseliweran itu
- 1:03:18apalagi yang gratisan ya tidak akan
- 1:03:20menjangkau ke sumber itu ya. Nah, ketika
- 1:03:25ujian dilaksanakan, mereka menggunakan
- 1:03:28copilot Jemini untuk menjawab soal tanpa
- 1:03:31belajar terlebih dahulu. Coba sudah
- 1:03:34bahkan yang eksak saja matematika 2.226
- 1:03:39akarnya berapa? Kamu tanya kepada A
- 1:03:42langsung bisa dijawab. Iya. Padahal ilmu
- 1:03:46itu bukan output-nya, tapi prosesnya.
- 1:03:49Cara-cara menghitung itu kamu tidak
- 1:03:51tahu. Itu yang eksak saja bisa
- 1:03:53diselesaikan oleh AI. Kemudian wajar
- 1:03:56kader-kader kita itu kemudian
- 1:03:59dia itu apa? Kurang kompeten gitu loh.
- 1:04:03Karena apa? Semuanya sudah tergantung
- 1:04:05kepada AI. Nah, makanya setiap saya
- 1:04:08ngasih penugasan itu bukan output-nya
- 1:04:13yang saya nilai, tapi prosesnya
- 1:04:16supaya apa? mereka itu benar-benar
- 1:04:18belajar, benar-benar berlatih gitu loh.
- 1:04:21AI memang membantu mereka menjawab
- 1:04:23dengan cepat. Namun hal ini membuat
- 1:04:25siswa menjadi bergantung pada teknologi
- 1:04:28dan mengabaikan proses belajar yang
- 1:04:29seharusnya membentuk pemahaman,
- 1:04:31disiplin, dan kejujuran itu ya. Oke,
- 1:04:34lanjut. Tidak ada. Sudah ya. Nah, sekali
- 1:04:37lagi saya tekankan. Jadi, apa?
- 1:04:40Mauludin yuladu alal fitroh. Itu kalau
- 1:04:43bagi generasi AI fitrah di situ itu
- 1:04:46tidak diartikan hanya fitrah suci saja,
- 1:04:48tapi dia itu berpotensi. Apa? Ber
- 1:04:51berpotensi. Fitrah itu diartikan
- 1:04:53berpotensi.
- 1:04:56Apa itu berpotensi? Potensi. Potensi itu
- 1:04:59posisinya imkan di tengah-tengah. Dia
- 1:05:02akan eksis atau wujud kalau dia itu
- 1:05:05diasah. Tapi kalau dibiarkan maka dia
- 1:05:09akan adam gitu, akan tidak ada.
- 1:05:12Jadi dia posisinya imkan. Makanya apa?
- 1:05:16Secara istikamah, secara kontinuitas
- 1:05:18kalian tuh harus selalu mengasah
- 1:05:21konstruk keilmuan kita. Jangan ya untung
- 1:05:26kalian enggak pegang HP ya. Bagus itu.
- 1:05:28Kalau kalian pegang HP scroll terus.
- 1:05:30scroll di HP, di TikTok, di di Shopee
- 1:05:33atau di Instagram, Facebook jam itu
- 1:05:37kalian enggak kerasa. Coba kalau disuruh
- 1:05:39mautalaah gitu misalkan suruh belajar
- 1:05:43atau mengulang pelajaran yang dijelaskan
- 1:05:44oleh ustaznya tadi paling 10 menit, 15
- 1:05:47menit kepalanya pusing. Ya,
- 1:05:50itu bahayanya.
- 1:05:53Jadi jangan jangan bergantung kepada
- 1:05:56kepada AI dan itu sudah saya kampanyekan
- 1:05:59banyak sekali tulisan saya tentang ya
- 1:06:02saya ngajari AI ke mahasiswa tapi juga
- 1:06:04lebih banyak tulisan saya
- 1:06:06mengkampanyekan bahayanya E AI karena
- 1:06:09itu sudah hasil research hasil
- 1:06:11eksperimen bahwa AI itu bukan malah
- 1:06:14mempercerdas tapi membuat
- 1:06:17malas membuat lemah
- 1:06:21itu. Tapi kalau kalian kombinasikan
- 1:06:23tidak antipati terhadap AI, tapi tetap
- 1:06:26tradisi yang selama ini itu ada di
- 1:06:28pesantren tetap harus kita kita rawat
- 1:06:31gitu loh.
- 1:06:33Jadi harus benar-benar bertanggung jawab
- 1:06:36kepada AI. Nah, nanti mungkin di lain
- 1:06:40waktu akan saya demokan bagaimana
- 1:06:42menyusun makalah kalian yang aktif di
- 1:06:44jurnalistik ini semuanya bagaimana
- 1:06:47bagaimana membuat tulisan yang ada dalil
- 1:06:50naqlinya juga dalil aqlinya aktual
- 1:06:53berbasis AI tapi tidak boleh lepas
- 1:06:56konteksnya dari pemahaman kita sendi
- 1:06:58sendiri 1 jam selesai. Saya kalau
- 1:07:01memberikan pelatihan kepada dosen-dosen
- 1:07:02itu 3 jam dari awalnya tidak punya ide
- 1:07:06mau nulis judul apa bukunya sampai jadi
- 1:07:093 jam itu bisa. Asalkan sudah koneksi
- 1:07:13internetnya bagus, dia agak terampil
- 1:07:17menggunakan Microsoft gitu ya. Itu aja
- 1:07:20modalnya ya. Kemudian jangan diganggu
- 1:07:23selama 3 jam. itu sudah bisa terbit
- 1:07:25beris BN apalagi hanya tulisan-tulisan
- 1:07:29yang yang makalah paper, tulisan-tulisan
- 1:07:32pendek itu sangat sangat bisa sekali.
- 1:07:35Jadi gunakan EAI itu untuk menyusun,
- 1:07:39mengklasifikasi,
- 1:07:40menambah kreativitas tapi bukan
- 1:07:42sepenuhnya kepada AI itu ya. Ee itu saja
- 1:07:47mungkin yang bisa saya sampaikan. itu
- 1:07:50banyak kan ada empat PowerPoint juga ada
- 1:07:52buku yang saya kirim ke panitia itu
- 1:07:55mungkin bisa kalian baca sendiri. Ee
- 1:07:58demikian dari saya kurang lebihnya mohon
- 1:08:00maaf Cangolang Kiai dari saya akhiri
- 1:08:05wasalamualaikum warahmatullahi
- 1:08:07wabarakatuh.
- 1:08:12Beri tepuk tangan kepada pemateri
- 1:08:14pertama kita.
- 1:08:18[tepuk tangan]
- 1:08:19Baik, terima kasih Bapak Faisal atas
- 1:08:22materi yang telah disampaikan. Tadi
- 1:08:24teman-teman banyak sekali ilmu nih ya
- 1:08:26yang kita dapat tentang AI atau
- 1:08:29artificial intelligence. Tadi banyak
- 1:08:32sekali juga yang saya tangkap ternyata
- 1:08:35bahwa AI ini pada sekarang ini bukan apa
- 1:08:39ya, bukan barang baru lagi yang ee asing
- 1:08:42di kepala kita juga. ee kita itu tidak
- 1:08:46boleh bergantung kepada AI agar AI ini
- 1:08:50tidak menjadi guru kita atau yang
- 1:08:52memandu kita begitu, Teman-teman. Tetap
- 1:08:54harus ee bergantung kepada otak kita
- 1:08:58begitu.
- 1:08:59Nah, ee sepertinya nih saya lihat kalian
- 1:09:03ini seperti ngantuk gitu ya. Iya. Apa
- 1:09:06enggak?
- 1:09:07Enggak.
- 1:09:08Enggak. Enggak apa? Iya.
- 1:09:12Coba nih ya. Ada mau hadiah apa enggak?
- 1:09:16Mau.
- 1:09:18Jadi, saya akan kasih satu pertanyaan
- 1:09:21nih ya buat teman-teman. Nanti
- 1:09:23teman-teman yang bisa mengancungkan
- 1:09:26tangan,
- 1:09:28habis itu bisa maju ke depan untuk
- 1:09:29menjawab pertanyaannya. Siap.
- 1:09:33Oke, setelah apa yang sudah disampaikan
- 1:09:36oleh Bapak Faisul tadi, tentunya saya
- 1:09:38yakin nih teman-teman sudah banyak
- 1:09:40mencatat
- 1:09:42mencatat hal-hal penting atau ee ilmu
- 1:09:45baru yang mungkin kalian dapat. Nih,
- 1:09:48saya mau ee mungkin berapa? Satu orang
- 1:09:52anaklah menyampaikan apa yang sudah
- 1:09:55didapatkan dari Bapak Faisal tadi.
- 1:09:58Coba mungkin ada yang mau menyampaikan
- 1:10:01bisa angkat tangannya membawa bukunya
- 1:10:04enggak apa-apa
- 1:10:06nanti dapat hadiah kok.
- 1:10:10Apa mau saya tunjuk aja ini
- 1:10:15gimana
- 1:10:17menyampaikannya? Enggak usah
- 1:10:18banyak-banyak enggak apa-apa. Satu dua
- 1:10:20kalimat aja enggak apa-apa.
- 1:10:24Coba ada apa enggak nih dari
- 1:10:26teman-teman?
- 1:10:28Kayaknya kalau enggak ada yang angkat
- 1:10:30tangan saya tunjuk aja ya.
- 1:10:35Siapa dari cowok-cowoknya kayaknya ada
- 1:10:37yang bersuara tadi
- 1:10:41dari Oh iya boleh. Ayo silakan ke depan.
- 1:10:50Ayo beri tepuk tangan buat temannya.
- 1:10:55[tepuk tangan]
- 1:10:57Coba sampaikan apa yang sudah didapat
- 1:10:59tadi dari pemateri yang pertama.
- 1:11:05Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- 1:11:08warahmatullahi wabarakatuh.
- 1:11:09Waalaikumsalam warahmatullahi
- 1:11:11wabarakatuh.
- 1:11:14Jadi di sini saya akan menyampaikan
- 1:11:16sedikit ringkasan materi dari Bapak
- 1:11:19Ahmad Faisal.
- 1:11:21Mungkin sedikit saja ngih. Jadi yang
- 1:11:25banyak saya tangkap di sini adalah
- 1:11:27mengenai AI itu untuk sebagai
- 1:11:32pelayan kita untuk menghadapi dunia
- 1:11:35digital.
- 1:11:37Jadi di dalam AI ini banyak sekali
- 1:11:40hal-hal positifnya seperti melatih
- 1:11:43kreativitas,
- 1:11:45mencari sumber yang aktual, mungkin juga
- 1:11:48mengurangi beban
- 1:11:51beban ee berpikir kita gitu ya.
- 1:11:55di di samping itu juga banyak
- 1:11:58minusnya EA ya bisa membuat kita
- 1:12:03lebih malas, bisa membuat kita mungkin
- 1:12:06bergantung kepada AI dan lain
- 1:12:08sebagainya.
- 1:12:10Mungkin juga kesimpulannya dari Bapak
- 1:12:12tadi itu dari segala paparan beliau,
- 1:12:17kita itu tetap harus tawasud di dalam
- 1:12:22menggunakan AI juga. di dalam ilmu kitab
- 1:12:26kuning. Jadi tidak hanya sekedar
- 1:12:31mem memproses AI juga kita harus
- 1:12:35mengecek sumber aktualnya dari AI itu
- 1:12:38sendiri. Mungkin cukup itu saja dari
- 1:12:41saya kurang lebihnya mohon maaf. T
- 1:12:43asalamualaikum warahmatullahi
- 1:12:44wabarakatuh.
- 1:12:46[tepuk tangan]
- 1:12:51Baik, bisa diterima. Baik. Baik.
- 1:12:56Baik, Teman-teman. Setelah tadi kalian
- 1:12:59mendengarkan pemaparan materi dari Bapak
- 1:13:02Faisal, kita akan melanjutkan materi
- 1:13:05kita yang kedua yang akan disampaikan
- 1:13:09oleh Kiai Sukri. begitu yang nantinya
- 1:13:13Kiai Sukri ini akan ee menyampaikan
- 1:13:16lebih lanjut tentang tradisi pesantren
- 1:13:19yang tentunya berkaitan pula dengan
- 1:13:21kitab kuning.
- 1:13:25Nggih, Kiai. Nanti akan ada sekitar 40
- 1:13:28menit juga untuk menyampaikan materinya.
- 1:13:31Begitu tanpa adanya interupsi dari saya
- 1:13:33maupun dari audiens dan saya mohon lagi
- 1:13:36kepada teman-teman semua untuk mencatat
- 1:13:39poin-poin penting yang disampaikan oleh
- 1:13:42Kiai Sukri. Begitu kepada waktu dan
- 1:13:44tempat saya persilakan.
- 1:14:05Asalamualaikum warahmatullahi
- 1:14:07wabarakatuh.
- 1:14:09Waalaikumsalam.
- 1:14:09Bismillahirrahmanirrahim.
- 1:14:11Alhamdulillahiabbil alamin wabi nastain
- 1:14:14waddin
- 1:14:16wasalatu wasalamu ala asrofil mursalin
- 1:14:18sayyidina Muhammadin
- 1:14:21wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma
- 1:14:24ba'du.
- 1:14:27Para hadirin dan hadirat peserta
- 1:14:32muktamar.
- 1:14:36Berarti gak ada yang nyambung. Ini saya
- 1:14:39bilang muktamar. Bahkannya kalau saya
- 1:14:41katakan peserta
- 1:14:44apa itu peserta kiamat mungkin gak
- 1:14:46nyambung mungkin
- 1:14:49masih perlu recovery ya.
- 1:14:56Ee yang kami hormati pengasuh Pondok
- 1:14:59Pesantren Nurul Islam Jember yaitu yang
- 1:15:03mulia almukarram K. H. Muhyiddin Abdul
- 1:15:06Somad
- 1:15:08beserta keluarga yang kami hormati Gus
- 1:15:11Rabit Qosodi
- 1:15:14sebagai apa itu
- 1:15:16sebagai apa
- 1:15:19pengasuh juga
- 1:15:20Kiaid
- 1:15:22Kiai Ibu Robet Robit Kid
- 1:15:25Iya
- 1:15:26ee beserta keluarga mudah-mudahan
- 1:15:28semuanya diberikan kesehatan oleh Allah
- 1:15:31Subhanahu wa taala
- 1:15:34tak lupa P
- 1:15:37rekan saya yaitu Dr. Dr.
- 1:15:41ya Muhammad Faisal, MPDI.
- 1:15:45Nah ee
- 1:15:49pembicara pertama.
- 1:15:52Mudah-mudahan beliau diberikan kesehatan
- 1:15:55dan terus meningkatkan
- 1:15:58ee pengetahuan beliau di bidang
- 1:16:00teknologi untuk kemudian bisa
- 1:16:02memberikannya kepada kita. Para
- 1:16:06adik-adikku yang saya hormati,
- 1:16:10peserta
- 1:16:13ee
- 1:16:17seminar mengintegrasikan IAI kitab
- 1:16:19kuning dan pesantren.
- 1:16:22Alhamdulillah kita bermuwajahah di
- 1:16:25tempat ini untuk menimba ilmu
- 1:16:29ee
- 1:16:32baik ilmu sebagai sarana kita untuk
- 1:16:35meningkatkan etos belajar kita dan juga
- 1:16:39ketika kita
- 1:16:41harus mengintegrasikan
- 1:16:43pengetahuan kita menyambungkan dengan
- 1:16:46teknologi masa kini agar ilmu kita
- 1:16:50betul-betul betul
- 1:16:53ee
- 1:16:55memungkinkan untuk diterapkan di
- 1:16:57tengah-tengah masyarakat dan minim
- 1:17:00resiko untuk menerapkannya.
- 1:17:05Yang pertama langsung saja ini agak
- 1:17:08ngantuk ini karena saya dalam pengaruh
- 1:17:10obat.
- 1:17:12Minum obat sejak 2 hari tidur terus tadi
- 1:17:16sempat tertidur itu. Ejah aja terak
- 1:17:18tidur.
- 1:17:20Ini kenapa gak bisa ini? tuh.
- 1:17:23Oh, ini bisa bisa berdiri aja karena
- 1:17:26kalau
- 1:17:28duduk
- 1:17:35ah
- 1:17:38ya
- 1:17:39Rasulullah sebagai syari
- 1:17:43itu memberikan ilmunya, menceritakan
- 1:17:45kepada para sahabat baik Al-Qur'an atau
- 1:17:49hadis.
- 1:17:51statement beliau tentang hal-hal yang
- 1:17:54beliau lewati yang kemudian nantinya
- 1:17:57akan menjadi
- 1:17:59ee syariat Islam.
- 1:18:02Setidaknya ada tiga tiga hal dan tiga
- 1:18:06metode yang diberikan kepada Rasulullah
- 1:18:08dan diwakili oleh beberapa para sahabat.
- 1:18:11Yang pertama adalah metode hafalan. Abu
- 1:18:14Hurairah itu banyak menghafal dan sempat
- 1:18:17didoakan oleh Nabi banyak menghafalkan
- 1:18:19hadis. Bahkan ee orang-orang
- 1:18:23banyak dihasut untuk membenci Abu
- 1:18:25Hurairah dikarenakan
- 1:18:28hadisnya itu lebih banyak daripada
- 1:18:30Sayidah Aisyah.
- 1:18:32Kemudian Abdullah bin Amr eh ee
- 1:18:38menulis cara menulis menghafal dari
- 1:18:40Rasulullah dengan cara menulis yaitu
- 1:18:42Abdullah bin Amr. Yang ketiga adalah ee
- 1:18:45murid tabarruk Rasulullah Abdullah bin
- 1:18:48Abbas Anas bin Malik. Jadi hafalan
- 1:18:51menulis tabarruk. Jadi sampean tinggal
- 1:18:55menjatuhkan pilihannya apakah memilih
- 1:18:58menulis atau menghafal atau Pak tabaruk
- 1:19:01saja gak ngaji gak sekolah seperti itu.
- 1:19:04Atau kedua-duanya dilakukan hafalan dan
- 1:19:06menulis sekaligus tabarruk seperti itu
- 1:19:09ya atau menulis sama tabarruk bagi yang
- 1:19:12hafalannya sulit. Jadi kalau gak bisa
- 1:19:14menghafal tulis. Kalau gak bisa menulis
- 1:19:19ya kalau malas nulis biasanya orangnya
- 1:19:21hafalan. La nulisa wala hafalan. Waduh
- 1:19:26fala umana kakuman
- 1:19:30ya.
- 1:19:36Ah perkembangan mazhab dari beberapa
- 1:19:38mazhab itu ada banyak mazhab yang
- 1:19:41tereliminasi
- 1:19:42oleh perkembangan zaman.
- 1:19:47Tinggal empat mazhab ini. Imam Hanafi,
- 1:19:51Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hambali.
- 1:19:54Eksisnya empat mazhab ini tidak terlepas
- 1:19:56dari
- 1:19:59para pengikut beliau yang memiliki girah
- 1:20:03atau memiliki
- 1:20:06apa rasa
- 1:20:08apa itu fanatik terhadap mazhab-mazhab
- 1:20:11beliau ini. Meskipun sebetulnya masih
- 1:20:14banyak mazhab-mazhab yang lain itu yang
- 1:20:17canggih-canggih, yang hebat. Dijelaskan
- 1:20:20oleh Imam Syafi'i pernah mengatakan
- 1:20:22bahwa Imam Lais itu lebih fikih, lebih
- 1:20:27fakih daripada Imam Malik
- 1:20:30seperti itu. Dan orangnya kaya.
- 1:20:33Imam Lif itu selain fakih
- 1:20:36l ee ilmu fikihnya melampaui Imam Malik,
- 1:20:40tapi orangnya kaya. Penghasilannya kalau
- 1:20:42sekarang kira-kira berapa ya? Berapa M
- 1:20:45ya? itu
- 1:20:48itu tapi setiap bulan uangnya itu
- 1:20:52dikasihkan
- 1:20:53di antaranya dikirimkan ke Imam Malik,
- 1:20:55dikirimkan ke ulama seperti itu.
- 1:20:59Jadi kalau sampean sudah punya
- 1:21:04apa itu cita-cita untuk menjadi orang
- 1:21:06alim, jangan takut melaratlah. Gak ada
- 1:21:08ceritanya orang alim itu melarat ya
- 1:21:11enggak ada. Paling king memelaratkan
- 1:21:13diri.
- 1:21:16Iya. Melarkan diri itu. Jadi kalau orang
- 1:21:20alim, orang punya ilmu itu melarat,
- 1:21:22masyaallah keliru. Yarfaillahulladzina
- 1:21:25amanu minkum walladzina utul ilma
- 1:21:29darajat.
- 1:21:31Orang yang mencari ilmu, yang memiliki
- 1:21:33ilmu akan ditinggikan oleh Allah apa
- 1:21:37derajatnya.
- 1:21:40Itu
- 1:21:41saya sampai sekarang, Ustaz apa ustaz
- 1:21:44pernah nemu dokter jadi tukang rosokan
- 1:21:47ustaz? Dari rosokan tukang dalpu ada?
- 1:21:52Gak ada ya? Doktor jadi tukang tembel
- 1:21:55ada enggak?
- 1:21:57Gak ada
- 1:21:59itu jadi ilmu ya.
- 1:22:03Imam Hanafi
- 1:22:06ee Nu'man bin Tsabit muridnya tua-tua.
- 1:22:10Abu Yusuf dan Muhammad bin Al-Han itu
- 1:22:13sampai tua sampai menjelang maut masih
- 1:22:16mendiskusikan tentang ilmu. Sudah
- 1:22:19nafasnya sudah satu dua itu masih
- 1:22:21bertanya. Iya. Sudah Senin Kamis kan
- 1:22:24Madura itu masih bertanya kepada
- 1:22:26temannya itu ketika
- 1:22:29ee nyambangi beliau masih bertanya itu
- 1:22:32kalau ee balang jumrah itu lebih utama
- 1:22:38jal anu jalan kaki apa pakai kendaraan
- 1:22:43atau di apa di atas kendaraan?
- 1:22:47Masih tanya beliau begitu beliau karena
- 1:22:49gak dijawab kemudian dijawab sendiri
- 1:22:51oleh beliau.
- 1:22:53Imam Malik itu guru langsung daripada
- 1:22:56Imam Syafi'i.
- 1:22:58Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik.
- 1:23:00Ditanya sama Imam Malik suruh hafalkan
- 1:23:02kitab dulu. Jadi sebelum ngaji suruh
- 1:23:05ngfalkan kitab. Bayangkan kalau sampean
- 1:23:08sebelum mondok suruh hafalkan kitab
- 1:23:09dulu, kira-kira gimana?
- 1:23:12Hah? Wong sudah mondok aja malas
- 1:23:15nghafalkan kitab ya.
- 1:23:18Jangankan ngfalkan kitab, ngfalkan
- 1:23:20matan.
- 1:23:22Ada enggak yang hafal alfiah di sini?
- 1:23:24Hah? Harus ada. Tapi jangan sampai nanti
- 1:23:27ditanyakan kalau hafal Alfiah itu nanti
- 1:23:30saya bisa kerja apa. Jangan sampai
- 1:23:32begitu
- 1:23:34ya. Saya ini masih mending lulusan
- 1:23:37pesantren masih sempat kuliah di IAIN.
- 1:23:42Padahal saya gak pernah sekolah TK, SD,
- 1:23:45SMP, SMA.
- 1:23:47Nasibnya baik.
- 1:23:49nasibnya baik datang ke pondok kok.
- 1:23:52Kemudian pada waktu itu ada
- 1:23:56program ee apa itu namanya akulturasi
- 1:23:59itu apa itu
- 1:24:01diakui itu loh. Kemudian saya urus
- 1:24:05ijazah saya fotokopi. Kemudian ada
- 1:24:08keterangan dari Departemen Agama bahwa
- 1:24:10ini setara dengan SMA seperti itu.
- 1:24:15Ya, lumayanlah gak usah sekolah, gak
- 1:24:18usah ee datang ke sekolah tiap hari, gak
- 1:24:21usah pakai katok seir segini. Karena
- 1:24:24kalau dulu itu anak SD itu pakai seleber
- 1:24:27berlebaran itu anak SD itu. Dan setiap
- 1:24:31berangkat itu setiap berangkat sekolah
- 1:24:33karena saya itu memang daerah saya itu
- 1:24:36memang orang yang ee rata-rata memang
- 1:24:40sekolah SD
- 1:24:42karena SD madrasah pagi semua.
- 1:24:46Saya sampai sama adik saya aja yang
- 1:24:49berangkat pakai saru. Kadang dicegat
- 1:24:52sama tetangga itu. Mau apa kamu itu
- 1:24:56ngaji itu malam kok sekarang masih
- 1:24:58sarungan lagi seperti itu. Besok kamu
- 1:25:01mau kerja apa? Wong saya masih kecil
- 1:25:02ditanyakan kerja apa itu loh. Jadi dia
- 1:25:06gak puas melihat orang apa namanya
- 1:25:08secara zahir menderita. Masih dibuat
- 1:25:11menderita lagi dengan dihina dibully
- 1:25:14begitu. Tapi alhamdulillah di lingkungan
- 1:25:17saya itu sekarang yang S1 cuma saya.
- 1:25:21Jadi yang lulus SMP, SMA itu kerjanya
- 1:25:23cleaning service bukan tukang servis.
- 1:25:26Iya cleaning service. Terus apa itu
- 1:25:29tembel leban itu macam-macamlah.
- 1:25:33Tapi gak ada yang keren kayak saya ngisi
- 1:25:35seminar begini.
- 1:25:37Iya.
- 1:25:39Dari mana seperti itu?
- 1:25:44Kira-kira apa?
- 1:25:46Barokah guru, barokah orang tua. Makanya
- 1:25:51begini, kalau sampean mondok
- 1:25:53setengah-setengah dalam mencari ilmu,
- 1:25:55terus kemudian sampean ee meragukan
- 1:25:58barokah guru, meragukan barokah
- 1:26:00pesantren, pulang saja.
- 1:26:04Paham ya? Jadi kalau ada di pesantren
- 1:26:06jangan sampai kalian meragukan barokah
- 1:26:10guru. Itu yang paling penting.
- 1:26:13Dan banyak teman-teman saya yang gak
- 1:26:15punya gelar itu justru jadi pejabat ya.
- 1:26:19Iya. Itu jadi gak mesti meskipun punya
- 1:26:23ijazah ya banyak yang gak nak apa
- 1:26:25namanya gak jadi pejabat, gak jadi
- 1:26:27apa-apa kalau di apa dihitung dari segi
- 1:26:31urusan duniawi. Kalau urusan ilmu ya
- 1:26:33beda lagi yaitu
- 1:26:36ini tinggal empat mazhab ya. Ee Imam
- 1:26:38Syafi'i dikasih pesan sama Imam Malik,
- 1:26:40"Kamu bakat jadi orang alim, bakat jadi
- 1:26:43orang hebat
- 1:26:47dengan satu syarat, jauhi maksiat."
- 1:26:51Loh, kok langsung jerit?
- 1:26:54Berarti cita-citanya ingin maksiat
- 1:26:57begitu ya. Maksiat apa? HP itu sudah
- 1:27:00maksiat kalau apa namanya? Facebook
- 1:27:02orang joget-joget gitu ya,
- 1:27:05salon horek gitu juga begitu.
- 1:27:08WA, pacaran begitu. Mulai sekarang
- 1:27:12buang itu semua dulu ya.
- 1:27:15Jatuhkan cinta pertama kalian terhadap
- 1:27:18nahwu.
- 1:27:21Kok kok langsung senyum begitu?
- 1:27:25Mengapa kitab kuning penting? Karena
- 1:27:27sanad keilmuan. Ilmunya agar ada
- 1:27:31sambungan terhadap Rasulullah.
- 1:27:34Kitab kuning itu pen penting.
- 1:27:37Jadi kalau ada orang yang meragukan
- 1:27:39kitab kuning ini kalau pakai kitab
- 1:27:42kuning terus santri itu yang bikin gak
- 1:27:43maju. Oh yang nyampai ke Andalusia itu
- 1:27:47pakai apa itu kitab kuning ya. ke Turki,
- 1:27:51Otoman kitab kuning, Al-Qurtubi semua
- 1:27:55sampai ke Eropa itu yang banyak kitab
- 1:27:57kuning. Dan ada kitab ushul fikih yang
- 1:28:00yang sampai sekarang dicaji dan
- 1:28:02dijadikan pelajaran di universitas di
- 1:28:04apa di Inggris atau di Amerika. Itu
- 1:28:07kitab ushul fikih dan itu gak dipakai di
- 1:28:10di pesantren.
- 1:28:12Yang dipakai adalah filsafatnya.
- 1:28:15Jadi kitab kuning itu kalau dikaji hebat
- 1:28:18juga. Dan alhamdulillah ee saya mengampu
- 1:28:22pengajian Fathul Wahab sama Hikam di
- 1:28:25rumah. Setiap malam Kamis pesertanya itu
- 1:28:29orang-orang Tambeng,
- 1:28:31anak ee lulusan pesantren yang
- 1:28:34kehilangan arah
- 1:28:37dan pengangguran.
- 1:28:39Dan pengangguran. Alhamdulillah ee
- 1:28:42rata-rata sukses semua. Karena yang saya
- 1:28:45baca itu Fathul Wahab, bab Muamalah. Bab
- 1:28:48jual beli saya jelaskan secara detail,
- 1:28:52saya aktualisasikan. Ternyata kayaknya
- 1:28:54seperti itu menjadi apa itu menjadi
- 1:29:00ilham, menjadi inspirasi bagi mereka
- 1:29:03untuk
- 1:29:05memajukan bisnis mereka. Ada yang bikin
- 1:29:08apa? Cuma bikin
- 1:29:10anu nerakora. Itu
- 1:29:13kan ada jala itu buat anunya cuci piring
- 1:29:16itu kulitnya sampai 15 sampai 10 itu.
- 1:29:20Iya dan gak jadi kuli alhamdulillah
- 1:29:23karena apa? Sudah tu jadi kuli dulu di
- 1:29:25pondok qola qoli mol katuk begitu ya kan
- 1:29:29wis tah bu
- 1:29:31ya. Yang satu bisnis apa itu?
- 1:29:35Ee bisnis pecah belah. Yang satu bisnis
- 1:29:38online juga.
- 1:29:40Kok berani bisnis online? Kan ini
- 1:29:42mepet-mepet sama neraka. Ya, saya kan
- 1:29:44sering tanya ke Ustaz dulu gimana
- 1:29:46caranya bisnis online ini gak ee membuat
- 1:29:49saya jauh dari neraka juga gitu. Gak
- 1:29:52dekat sama neraka. Unsur yang diharamkan
- 1:29:55di bisnis online itu seperti apa. Itu
- 1:29:57saya ikuti dan itu alhamdulillah jadi
- 1:30:00inspirasi untuk ee strategi bisnis saya
- 1:30:05ya. Saya itu tidak ada yang sekolah SMP
- 1:30:09ya. Kalau SD masih ada adik saya yang
- 1:30:11nomor 3. Tapi
- 1:30:14empat orang anak itu saudara saya itu
- 1:30:16saya paling tua. Paling tua. Yang kedua,
- 1:30:20yang ketiga itu pedagang. Yang ketiga
- 1:30:22itu sukses. Yang kedua itu juga sukses
- 1:30:26juga.
- 1:30:27Ee punya truk lema,
- 1:30:30punya pickup juga. berapa apa tiga itu
- 1:30:33mobilnya bagus istrinya gak gak tahu
- 1:30:35berapa itu gak tahuak gak ngerti saya
- 1:30:37ini sukses bukan dari apa bukan dari
- 1:30:40ijazah tetapi dari ilmu etos kerja jadi
- 1:30:46ilmu pes pesantren itu kalau dinador
- 1:30:48kalau dianalisa juga bisa jadi strategi
- 1:30:51di dalam berbisnis terutama masalah
- 1:30:54zakat bab zakat itu juga begitu bab
- 1:30:57zakat kemudian bab buyuk bab salam
- 1:31:02sanad. Terus kemudian rujukan utama
- 1:31:06sumber pemahaman fikih, akidah, tafsir,
- 1:31:08dan hadis terstruktur.
- 1:31:11Rujukan utama kalau sampean cari di apa
- 1:31:14namanya di I biasanya yang muncul
- 1:31:16pertama kali Islam web ya miliknya
- 1:31:19Wahabi itu. Iya. itu tanya bagaimana
- 1:31:23hukumnya anu langsung sret
- 1:31:26tolong ee ibaratnya ya referensinya
- 1:31:29langsung Islam we punyanya Marhabi itu
- 1:31:34datang semua sret pokok punya Marhabi
- 1:31:36yang paling atas itu
- 1:31:39ya makanya kemudian itu harus difilter
- 1:31:42dengan kitab aslinya itu mazhab apa
- 1:31:45hambali cari di mazhab Hambali pemahaman
- 1:31:49mendalam ya tidak usah dibahas. Kalau
- 1:31:52belajar langsung dari teks asli, bukan
- 1:31:54hanya terjemahan atau ringkasan. Karena
- 1:31:57bahasa Arab itu dengan bahasa Indonesia
- 1:31:59itu beda.
- 1:32:01Paham ya? Kalau contoh kalau bahasa
- 1:32:03Indonesia, kamu kalau ke rumah ke rumah
- 1:32:07temannya kamu saya cerai. Kan cuma itu
- 1:32:10aja
- 1:32:13ya kan? Misalnya dalam bab talak. Tapi
- 1:32:15kalau bahasa Arab beda.
- 1:32:19Indolidar thatuki.
- 1:32:23Ada bahasa yang kedua indakti darah
- 1:32:26faant thun. Konsekuensinya berbeda.
- 1:32:30Kalau kamu masuk ke rumahku,
- 1:32:33ke rumah atau ke rumah sahabatmu itu,
- 1:32:37maka kamu otomatis tertelak. Kalau
- 1:32:40faanti anti tholiquun.
- 1:32:44Kalau indakti darahi
- 1:32:48kalau kamu ke rumah eh masuk ke ruangan
- 1:32:51itu maka saya akan mencerai kamu. Masih
- 1:32:55janji untuk menjatuh kan telak. Kalau
- 1:32:59tidak dijatuhkan telak setelah kamu
- 1:33:01masuk ruangan, maka tidak terjadi talak.
- 1:33:04Itu salah satu contoh hebatnya bahasa
- 1:33:08Arab. Makanya baca Al-Qur'an itu gak
- 1:33:10bisa diwakili dengan bahasa Indonesia.
- 1:33:14Iya. Wal Quranil Hakim dan Al-Qur'an
- 1:33:17yang bijaksana. Sesungguhnya engkau
- 1:33:19adalah begitu.
- 1:33:23Jadi ikjaznya itu unsur ikjaznya
- 1:33:25melemahkan lawan itu membuat lawan
- 1:33:29kelepek-keleplek itu gak gak ada unsur
- 1:33:32ijaznya. Sudah gak ada kalau pakai
- 1:33:33bahasa Indonesia. menjaga tradisi.
- 1:33:37Menjaga tradisi itu penting ya.
- 1:33:40Melestarikan khazanah dan metode belajar
- 1:33:42pesantren secara turun tememurun. Mondok
- 1:33:45itu keren seperti itu.
- 1:33:49Iya kan?
- 1:33:53Mana
- 1:33:56manfaat bagi santri? Memiliki kemampuan
- 1:33:58bahasa Arab
- 1:34:00berpikir tapi bahasa Arabnya ya
- 1:34:02disesuaikan. Kalau bahasa kitab itu
- 1:34:06bahasa kitab ya jangan jangan dipakai
- 1:34:08bahasa bahasa muhadatah ya itu.
- 1:34:17Terus
- 1:34:21berpikir kritis dan sistematis.
- 1:34:26Akhlak dan adab.
- 1:34:29Kemudian santri itu di mana pun siap
- 1:34:32berkhidmah.
- 1:34:34Setelah di pondok siap sudah khidmah.
- 1:34:37Setelah pulang itu juga dia siap
- 1:34:39berhidmah kepada apa? Kepada Islam,
- 1:34:42kepada NU ya, kepada agama,
- 1:34:46kepada almamater.
- 1:34:48Siap berhidmah. Karena apa? Di pondok
- 1:34:51dia sudah terbiasa dengan sesuatu yang
- 1:34:53tidak ada unsaiunnya.
- 1:34:57Ngerti ya? Gak ada bayarannya. Biasa
- 1:35:02saat nyapu-nyapu ada bayarannya enggak?
- 1:35:05Ada.
- 1:35:05Gak ada. Disuruh ngumpulkan sampah ada
- 1:35:10bayarannya enggak? Ada.
- 1:35:12Kadang suruh kora-kora ada bayarannya
- 1:35:14enggak?
- 1:35:16Kalau sampean sih mending,
- 1:35:18tapi saya woh
- 1:35:21saya itu termasuk orang yang sangat
- 1:35:22beruntung bisa berkhidmat kepada kiai.
- 1:35:26Mondok mulai dapat setengah tahun sampai
- 1:35:28boyong saya di dalamnya kiai. Semuanya
- 1:35:32saya lakukan kora-kora semuanya
- 1:35:38ya itu. Jadi jalur saya itu jalurnya
- 1:35:40tadi tuh jalurnya Ibnu Abbas.
- 1:35:43Jalurnya siapa itu? Jalur tabaruk tadi
- 1:35:46itu.
- 1:35:48Iya.
- 1:35:50Dan Anas bin Malik jalurnya tabaruk.
- 1:35:53Sekolah jarang
- 1:35:56ya. Untung saya itu ee sebelum mondok
- 1:36:01memang sekolah saya itu ngoyoh
- 1:36:05sekolah ngajinya madrasah itu loh
- 1:36:07mondoknya. Itu setelah di Sidogiri
- 1:36:09tinggal santai. Karena apa? semua
- 1:36:11pelajaran itu hampir hampir semua
- 1:36:13pelajaran itu sudah saya alami tinggal
- 1:36:16pengembangannya saja.
- 1:36:18Jadi Sidogiri itu saya tenang gitu
- 1:36:22kerja untuk kiai. Setelah pulang ya
- 1:36:25kerja untuk siapa itu? Untuk orang tua
- 1:36:29dan sampai sekarang gitu
- 1:36:32gak pernah ada
- 1:36:35angan-angan dan keinginan saya ingin
- 1:36:37bangun pondok. Gak pernah.
- 1:36:40Bahkan ya mohon maaf bahkan gak pernah
- 1:36:42ada angan-angan saya itu laku nikah
- 1:36:49B sendok K lah mbok begitu
- 1:36:52opo ono sing gelem nang aku begitu
- 1:36:56alhamdulillah istri saya itu cantik
- 1:36:58sekarang
- 1:37:01iya itu mertua itu bak benda mongkot
- 1:37:06lakor
- 1:37:08dan Saya orang mertua saya itu ngambil
- 1:37:11mantu saya itu dalam keadaan saya belum
- 1:37:13punya kerja.
- 1:37:17Tapi di situ barokahnya
- 1:37:19mertua situ sabar. Jadi kalau cari
- 1:37:22mertua cari yang sabar
- 1:37:25ya. Iya. Jangan cari yang orang planet.
- 1:37:33Kitab kuning
- 1:37:35yaitu kitab-kitab klasik karya ulama
- 1:37:38terdahulu berbahasa Arab yang menjadi
- 1:37:41bahan ajar utama pesantren. Ada enggak
- 1:37:43kitab kuning itu bukan ee bahasa Arab?
- 1:37:46Ada
- 1:37:47gak ada ya? Wong kitab kuning sekarang
- 1:37:49itu sudah hampir gak ada. Yang ada kitab
- 1:37:52putih,
- 1:37:53kitab LED
- 1:37:56ya laptop.
- 1:37:59Umumnya ditulis tanpa harakat. Gak ada
- 1:38:02harakatnya. Tapi kalau titiknya ada ya
- 1:38:06titiknya ada sehingga menuntut
- 1:38:08penguasaan nahwu dan sarf. Jadi kalau
- 1:38:10gak punya nak menguasai nahwu dan sarf
- 1:38:13ya pasti akepek gitu gak bisa. Itu
- 1:38:17disebut kuning karena secara tradisional
- 1:38:19dicetak pada kertas berwarna kuning.
- 1:38:22Disebut juga kitab turat atau kitab
- 1:38:25klasik.
- 1:38:28Ada yang gak ingin tahu kitab kuning?
- 1:38:32Hah?
- 1:38:34Ada enggak yang ingin yang tidak ingin
- 1:38:36bisa baca kitab kuning?
- 1:38:40Ingin semua ya?
- 1:38:41Iya.
- 1:38:43Alim
- 1:38:45kelop kubungan
- 1:38:48ilmu dan mondok. Kenapa sih cari ilmu
- 1:38:52ilmu cari ilmu tentang kitab kuning
- 1:38:54tentang ilmu syariat itu mesti mondok?
- 1:38:56Kenapa gak enak dari rumah? Enak tidur
- 1:38:59bangun jam 0.00 baru berangkat
- 1:39:02ya bisa pegang HP. Kenapa kok harus
- 1:39:05mondok begitu?
- 1:39:07Itu kan pertanyaannya ya.
- 1:39:10Yang pertama adalah ilmu butuh
- 1:39:11kesabaran, ketekunan,
- 1:39:14dipolisi dengan tawadu.
- 1:39:19Ilmu butuh kesabaran. Mencari ilmu itu
- 1:39:21harus sabar, harus tekun.
- 1:39:24Dataun.
- 1:39:28Apaarun
- 1:39:32harus sabar
- 1:39:35belajar menghormati guru. Berbeda dengan
- 1:39:39sekolah-sekolah di luar gurunya sampai
- 1:39:41ada yang ditorkop itu ya sampai ada yang
- 1:39:44dihukum sampai ada yang dipatahkan
- 1:39:46tangannya itu. Itu ana ada ya.
- 1:39:51Yang ketiga, ilmu butuh tirakat menjauhi
- 1:39:54hal yang menjadi kesenangan nafsu.
- 1:39:57Kesenangan nafsu itu termasuk makan
- 1:39:59enak.
- 1:40:02Itu harus ditekan ketika ada di pondok.
- 1:40:06Paham ya?
- 1:40:08Tirakat, puasa, salat tahajud,
- 1:40:13puasa gak kuat, Ustaz. Saya sakit punya
- 1:40:16emah.
- 1:40:18Punya mah ya gak usah puasa. Yang
- 1:40:20penting apa namanya? Jangan terlalu
- 1:40:22enaklah makan.
- 1:40:24Masa sehari habis Rp50.000
- 1:40:27ben mentuk ya.
- 1:40:30Iya. Sehari habis berapa?
- 1:40:34Berapa?
- 1:40:37Masak sampai R.000.
- 1:40:40Iya.
- 1:40:42Masa 1 hari sampai habis R.000.
- 1:40:45Woh
- 1:40:47juga makalah bungko.
- 1:40:52Umumnya orang yang sukses ketika sudah
- 1:40:55menjadi alumni itu jadi kiai, jadi orang
- 1:40:58kaya, jadi orang hebat itu umumnya itu
- 1:41:01orang yang tidak mengubar kesenangan
- 1:41:02ketika di pondok. Gak nuruti nafsu.
- 1:41:06Kepengin ini gak dituruti. Apalagi orang
- 1:41:08tuanya pas-pasan.
- 1:41:11Meskipun kaya itu ya
- 1:41:15gak diumbar kesenangannya.
- 1:41:19Pembiasaan akhlak. Mau ke jeding pakai
- 1:41:21songkok, mau ke dalamnya kiai pakai
- 1:41:24songkok. Kan begitu ada tamu nggih
- 1:41:28wonten nopo kan begitu ya. Kelihatannya
- 1:41:31memang katrok, tapi memang seperti itu
- 1:41:34adat istiadat kita. Masa ada tamu kalau
- 1:41:38di sekolah itu apa ada yang nyapa nggih
- 1:41:41wonten nopo nggih? Apa ada yang gitu?
- 1:41:44Maaf lu
- 1:41:46ngapain ke sini? Orang tua digitukan
- 1:41:49itu kalau bukan santri.
- 1:41:53Salat berjamaah.
- 1:41:55Salat berjamaah.
- 1:41:57Pencari ilmu tapi malas salat jemaah.
- 1:42:00Berarti thalabnya palsu. Motivasi
- 1:42:03ngajinya itu palsu.
- 1:42:06Ada unsur nafsunya. Kalau orang mutalaah
- 1:42:10kencang, berjemaahnya juga istikamah,
- 1:42:14hebat itu top. Jalannya benar. Kalau
- 1:42:18malah berjamaah berarti giriru shodqin
- 1:42:21fi tholabihi
- 1:42:22gitu ya.
- 1:42:25Ah, metode ngaji kitab kuning banyak.
- 1:42:28Ada yang talaqi membaca teks secara
- 1:42:30runtut di bawah pinggiran bimbingan guru
- 1:42:32yang bersanad talaqi itu kayak kayak ee
- 1:42:37kayak Imam Syafi'i kepada Imam Malik.
- 1:42:40Bandongan. Kiai membacakan dan
- 1:42:43menjelaskan, santri menyimak dan
- 1:42:45mencatat dan memaknai.
- 1:42:47Kiai baca kitab tafsir sampean maknai.
- 1:42:51Iya. Ya, begitu. Tapi maknanya betul
- 1:42:55meskipun
- 1:42:57mantuk-mantuk itu bukan karena ngantuk
- 1:43:00ya.
- 1:43:02Kalau kalau santri nakal dulu kan beda
- 1:43:05itu enggak tahu kalau santri nakal
- 1:43:07sekarang. Kalau santri nakal dulu kitab
- 1:43:09dibuka kitabnya ada
- 1:43:13capnya anu apa? Iklan semir ada
- 1:43:17perempuan rambutnya bagus iklan semir
- 1:43:21gunteng sabok n k apa sambil lihat
- 1:43:24begitu sambil mengkhayal saya bisa
- 1:43:27enggak punya istri kayak itu ya begitu
- 1:43:31kalau kayak sekarang kalau ada yang
- 1:43:32seperti itu ya neser
- 1:43:35ngenes
- 1:43:36paling HP kalau sekarang
- 1:43:39bandongan sorogan santri baca baca kitab
- 1:43:42langsung di hadapan kiai atau ustaz
- 1:43:44untuk dikoreksi
- 1:43:45Kalau di rumah itu semua santri itu
- 1:43:48wajib sorongan, wajib sorogan. Baik yang
- 1:43:51punya kemampuan atau tidak.
- 1:43:55Begitu yang lambat ya tak sabari.
- 1:44:00Wajib sorogan itu minimal khatam
- 1:44:03safinah.
- 1:44:05Kalau belum khatam safinah mau berhenti
- 1:44:07saya gak ngasih izin. Berarti kalau
- 1:44:10keluar itu bukan karena dapat izin itu
- 1:44:15atau bahkan apa sudah hafal takrib atau
- 1:44:18fathul qorib secara
- 1:44:21sorogan setoran. Yang keempat adalah
- 1:44:24istiqamah menguatkan dasar serab nahwu
- 1:44:28mengulang murajaah dan belajar bertahap.
- 1:44:33Cara belajar bagi pemula ini sudah harus
- 1:44:37mulai serius. Kalau tadi itu cuma
- 1:44:39sponsor ya. Sekarang ini hafalkan
- 1:44:43jurmiah dan tasrif gempang. Jurmiah loh
- 1:44:46ya gak usah Alvia gak usah ya Imriti gak
- 1:44:51usah Jurmiah cukup kalau hanya untuk
- 1:44:54bisa baca kitab nanti pengembangannya
- 1:44:58itu sampean akan berangkat sendiri
- 1:45:00nanti. Kalau dari awal langsung harus
- 1:45:03alfiah sulit sampean
- 1:45:06alfiahnya sudah khatam nanti yang depan
- 1:45:08lupa pengertiannya lupa penerapannya
- 1:45:11lupa seperti itu. Jadi yang penting
- 1:45:14zurmiah sama tasrib sudah hafal. Kalau
- 1:45:18tasrib kan kaidah-kaidahnya saja. Yang
- 1:45:21paling sulit gak ada kaidahnya itu apa?
- 1:45:23Cuma sulasi majorat itu masdarnya itu
- 1:45:25banyak yang gak sama. Qa yaakumu
- 1:45:29ah kiaman harusnya.
- 1:45:31Iya kan? Faala yaf'ulu
- 1:45:34fa'lan qoma yaakumu
- 1:45:37qiaman.
- 1:45:39ada yaquudu
- 1:45:40quudan bukan qadan itu beda ya sarab itu
- 1:45:45jadi sarab itu termasuk yang paling
- 1:45:49dominan
- 1:45:51untuk bisa membaca kitab kuning kalau
- 1:45:54nahwu itu
- 1:45:56gak seberapa paham ya yang penting serap
- 1:46:00dan ee
- 1:46:02apa itu mufradat kosakata
- 1:46:05kemudian ini yang bagi pem Mula ya
- 1:46:09pahami dan analisa
- 1:46:11filsafat atau sistem keduanya ya fa'alah
- 1:46:15yaf'ulu fa'lan. Sekarang khoro yakuruju
- 1:46:18khurujan cuma khurujan saja wakhrojan
- 1:46:21sama ke belakang fahu khorijun w makhjun
- 1:46:24seperti itu sistemnya seperti dihafalkan
- 1:46:27diangan-angan
- 1:46:29eh roaitul muslimati seperti itu ya ee
- 1:46:36jaatil hindu.
- 1:46:39Jadi kalau ee kalau
- 1:46:42apa muannas salim ada tambahan alif dan
- 1:46:45ta nah itu diangan.
- 1:46:49Kemudian setelah duanya sudah di apa
- 1:46:53namanya ini minimal sudah dilakukan,
- 1:46:56maka deteksi kecenderungan bakat fan
- 1:46:58tertentu. Sampean senang tafsir apa
- 1:47:01senang fikih? Sampean senang balagah apa
- 1:47:04senang mantik? Sampean senang tarikh
- 1:47:07apa? Apa
- 1:47:09komik bahasa Indonesia
- 1:47:12itu dideteksi. Kemudian berusaha
- 1:47:16melabuhkan cinta pertama terhadap fan
- 1:47:19tersebut.
- 1:47:21Inilah tafsir senang. Saya senang
- 1:47:23tafsir. Oh, saya senang sejarah tarikh.
- 1:47:26Pakai nahwu sama tasrif langsung
- 1:47:28labuhkan. Engkaulah cinta pertamaku.
- 1:47:31Begitu santri itu.
- 1:47:34Ojok kirim surat.
- 1:47:36Iya.
- 1:47:37Jangan kirim surat nih. Labuhkan cinta
- 1:47:40pertama terhadap fan yang kamu
- 1:47:43cenderungi.
- 1:47:46Biasanya fikih, biasanya tafsir,
- 1:47:48biasanya ilmu hadis. Itu
- 1:47:52kemudian
- 1:47:54dari fan yang sudah kita nyatakan, yang
- 1:47:57sudah kita tembak. Oh, tembak bahasa
- 1:47:59orang sekarang kan nembak ya.
- 1:48:02Nimak
- 1:48:04mim hafalkan matan sebanyak-banyaknya.
- 1:48:17Loh, hafalkan matan sebanyak-banyaknya.
- 1:48:22Apa salat? Salat itu adalah asalatu apa?
- 1:48:26asatu aqwalun waalun
- 1:48:30muftatahatun bitbir waatamatun bitaslim
- 1:48:33itu dihafalkan banyak menghafalkan yang
- 1:48:35kuat hafalannya yang gak kuat tadi itu
- 1:48:38ditulis ditulis dibaca diulang-ulang
- 1:48:43dimoroti cara membacanya dikeraskan agar
- 1:48:46kalau ada kekeliruan itu, "Eh, kok
- 1:48:48dimaknai begitu?" Itu keliru itu gitu.
- 1:48:51Tapi di samping santri yang sudah lebih
- 1:48:54senior, yang lebih paham, kalau dibaca
- 1:48:57di samping santri yang lebih parah,
- 1:48:59waduh yang benar malah disalahkan
- 1:49:02begitu ya.
- 1:49:07Ah, ini baca dengan keras dan muroti
- 1:49:09dengan keras agar ketika salah ada yang
- 1:49:12menegurnya. Yang seperti yang saya
- 1:49:14ceritakan tadi itu. Saya itu di di
- 1:49:17pondok itu dulu itu jarang ngaji, jarang
- 1:49:19ikut musyawarah.
- 1:49:21sekolah sekadeng
- 1:49:24kemudian apa namanya? Tapi kalau belajar
- 1:49:27itu saya keraskan
- 1:49:29sehingga ada fan yang memang saya gak
- 1:49:32nututi
- 1:49:34makna dari ustaz itu.
- 1:49:36Akhirnya saya nyontoh milik teman saya
- 1:49:40ya itu milik milik teman saya. Kemudian
- 1:49:43saya baca misalnya bab mausul
- 1:49:47setelah ee apa mausul itu harus ada
- 1:49:51silah kan begitu ya. Silah. Kalau
- 1:49:54jumlahnya itu adalah jumlah ismiah ya
- 1:49:57ada mubtada khabarnya
- 1:49:59ya. Ada fi'il fa'ilnya yang pertama itu
- 1:50:02shad kedua adalah ajuz. Saya baca.
- 1:50:07Oh, maka sadar sidarnya adalah dimarahi
- 1:50:10sama teman saya itu di B saudar sidar
- 1:50:13kan cokotaki gak ada saudara sidar yang
- 1:50:16ada apa yang ada saudar silah paling ya.
- 1:50:19Oh dapat ilmu kan begitu walaupun korban
- 1:50:22ngocong kotan begitu ya.
- 1:50:26Kemudian konfrontir matam yang kamu
- 1:50:30hafal dengan muqabilnya dengan lawan
- 1:50:33katanya dengan lawan katanya.
- 1:50:37Ya, dikonfor misalnya salat itu apa?
- 1:50:40Aqwalun
- 1:50:42wa af'alun
- 1:50:44muftatahatun bbir
- 1:50:46w mukhtamatun bitaslim. Salat itu adalah
- 1:50:53ucapan dan lafaz. Kalau diam gimana
- 1:50:56kira-kira? Kan begitu. itu
- 1:51:00muftatahatun bit takbir. Kalau umpama
- 1:51:03umpama dibuka bukan dengan takbir
- 1:51:05langsung subhana rabbiyal a'la
- 1:51:07wabihamdih. Sah apa gak?
- 1:51:10Paham ya? Ee ada di di kitab itu ibarat
- 1:51:16apa namanya? Wayahrumu nadrul marati
- 1:51:20misalnya syahwatinabah
- 1:51:24menimbulkan fitnah haram kan seperti
- 1:51:26itu. Kalau tidak nadru bagaimana kalau
- 1:51:29cuma mendengar suaranya?
- 1:51:31Ada di kitab itu misalnya ee melihat
- 1:51:34perempuan dari air ya. Dari air. Dari
- 1:51:38air. Kalau misalnya dengan kaca
- 1:51:41bagaimana? Lewat kaca itu kalau misalnya
- 1:51:43lewat HP itu bagaimana? Kan seperti itu
- 1:51:46dikonfrontir
- 1:51:48gitu. Kalau bisa dibaca dibaca
- 1:51:51sekeras-kerasnya tapi jangan di depan
- 1:51:53dalam kiai tak nyetung kiai nanti.
- 1:51:57Iya gitu ya. Ini adalah metode dasar
- 1:52:02cepat ini cepat bagi pemula kayak
- 1:52:05sampean ini terutama kuncinya di sini
- 1:52:08sama ini.
- 1:52:10Paham ya? bagi ee pemula
- 1:52:14otaknya yang masih fresh kayak sampean
- 1:52:17itu.
- 1:52:19Nah, cara khusus bisa baca baca kitab
- 1:52:22kuning. Ada cara khusus
- 1:52:25ikutilah pengajian kitab kecil-kecilan
- 1:52:27misalnya sama ustaz atau sama ketua
- 1:52:30kamar atau sama ketua blok itu. Kemudian
- 1:52:36maknai sendiri sebelum ngaji dengan
- 1:52:39bekal tasrif dan jurmiah dan kamus.
- 1:52:43Jadi ikut pengajian apa mutasar jiddan
- 1:52:46atau safinah atau
- 1:52:49minh husaniyah yang kecil itu atau
- 1:52:52usfuriyah atau arbain ya maknanya
- 1:52:56sendiri. Ini kira-kira jadi mubtada, ini
- 1:52:59kira-kira menjadi khabar ini maf'ulnya
- 1:53:02ini. Nah, seperti itu. Ini jadi hal
- 1:53:04kira-kira tulis. Nanti ketika ustaznya
- 1:53:08baca, sampean jangan maknai. Sudah
- 1:53:12jangan makna maknai. Diteliti, "Oh, ini
- 1:53:15kok beda? Berarti punya saya salah.
- 1:53:18Tandai ini salah ya. Tandai ini salah.
- 1:53:22Harusnya jadi khabar. Wah, ini tandai
- 1:53:24jadi salah. ini salah. Ini harusnya jadi
- 1:53:27maf'ul mutlak, bukan jadi hal seperti
- 1:53:30itu. Ah, nanti
- 1:53:33saat ngaji tidak usah maknai, cocokan
- 1:53:35dengan maknanya sendiri, maknanya
- 1:53:37ustaznya itu. Kemudian setelah pulang,
- 1:53:40koreksi dan deteksi penyebab kesalahan
- 1:53:42makna ketika di kamar. Oh, iki opo kok
- 1:53:45salah? Oh, iya. saya ini menjadikan ini
- 1:53:49jumlah ee jumlah ismiah
- 1:53:53ee mubtada khabar harusnya ini adalah
- 1:53:56fi'il fa'il ini seperti itu.
- 1:53:59Oh, ini salahnya saya menjadikan ini
- 1:54:02sebagai adat istisna ada itu harusnya
- 1:54:05ini jadi huruf jar saja begitu maadal
- 1:54:09faraoidi misalnya.
- 1:54:13Paham ya?
- 1:54:15Lalu kemudian biasakan membaca kitab
- 1:54:18kosongan tanpa ditasih. Kalau sudah
- 1:54:20hafal, hafal itu khatam satu kitab itu
- 1:54:23beli kitab kosongan yang sama dengan
- 1:54:27yang tadi. Baca tanpa tasyikh kemudian
- 1:54:29beli kitab lain fan yang sama. Fikih
- 1:54:33juga sama-sama fikih. Kemudian ke fan
- 1:54:36yang lain yang bukan kesukaan sampean
- 1:54:38seperti apa? tarikh ya, sejarah atau ee
- 1:54:43apa namanya nahwu atau tafsir atau ilmu
- 1:54:47hadis.
- 1:54:51Kalau kemudian ada lafaz yang gak ketemu
- 1:54:54maknanya,
- 1:54:56sulit misalnya
- 1:54:59kadang itu
- 1:55:01nadom ya syiir
- 1:55:04syiir mayyah di dicari di kamus itu
- 1:55:07mayyah gak ada. Ternyata itu suku maya
- 1:55:12itu maksudnya itu maksudnya adalah suku
- 1:55:14maya tu. Oh, ternyata ini adalah
- 1:55:18maksudnya ini ee nama misalnya kayak itu
- 1:55:24kayak contohnya misalnya
- 1:55:28amin tadakuri
- 1:55:30bid salami. itu kalau dicari pakai I
- 1:55:34sampean pakai I sampean ya pakai I kalau
- 1:55:38Iya-ya belum nyerap terjemahnya burdah
- 1:55:42itu di salam itu orang yang memiliki
- 1:55:44salam maknanya padahal di salam itu
- 1:55:47adalah nama sebuah de desa
- 1:55:51paham ya ma adam anjarqimatin
- 1:55:59terus Terus
- 1:56:02wau
- 1:56:03mini terus
- 1:56:08ada Albania yang ada Albani begitu itu
- 1:56:13wik
- 1:56:15nah waifa
- 1:56:18baahidat bukan bukan yang ada ya yang
- 1:56:21ada wikril bani dicari di kamus itu gak
- 1:56:26ada albani apa ban dalam apa ban luar
- 1:56:29itu.
- 1:56:30apa Albani begitu ternyata pohon ban
- 1:56:34gitu di dikurung dulu begitu paham ya
- 1:56:38berarti sabar dan tandai untuk lafaz
- 1:56:41yang sulit tarkib maknanya mungkin masuk
- 1:56:44lafaz yang jarang dipakai atau istilah
- 1:56:46tertentu nama sebuah tempat nama orang
- 1:56:51atau nama ee agama-agama lain atau nama
- 1:56:56pasturnya begitu atau nama tempatnya
- 1:56:59atau nama seseorang.
- 1:57:02Kemudian setorkan bacaan kepada senior
- 1:57:05atau ee apa namanya itu
- 1:57:09mitra sama ya.
- 1:57:14Yang terakhir ikut musyawarah dan
- 1:57:16praktikkan nilai kitab dalam perilaku.
- 1:57:22Nah, ini itu kalau cuma untuk bisa baca
- 1:57:26kitab. Paham? Kalau ini cara khusus
- 1:57:29memperdalam kitab kuning. Cara khusus
- 1:57:33memperdalam kitab kuning. Kalau cara
- 1:57:35baca yang kedua tadi itu cepat. Itu
- 1:57:39cepat. Kalau ini cara khusus
- 1:57:40memperdalam.
- 1:57:44Tentukan kitab dan target belajar yang
- 1:57:46realistis.
- 1:57:50Bangun kebiasaan membaca teks Arab
- 1:57:53sedikit demi sedikit tiap hari.
- 1:57:56Hafalkan takrif definisi dihafalkan
- 1:57:58kayak tadi. Asalat itu apa, alwudu itu
- 1:58:01apa, albaiu itu apa. Paham ya?
- 1:58:06Ujilah atau kritiklah takrif itu dengan
- 1:58:08beberapa contoh furuk di bab tersebut.
- 1:58:13Takrif itu takrif sret. Kemudian
- 1:58:16contohnya seperti apa? Loh, ini kok sah
- 1:58:19seperti apa? Misalnya ee salat itu
- 1:58:21adalah aqwalun wa af'alun omongan.
- 1:58:25ya dan bacaan dan pekerjaan. Ada orang
- 1:58:30stroke
- 1:58:32salat, salatnya diam,
- 1:58:35ibu itu apakah bisa dikategorikan salat
- 1:58:38apa dak?
- 1:58:40Kan seperti itu. Ah, seperti itu
- 1:58:43contohnya. Contohnya itu di apa?
- 1:58:47Ujilah atau kritiklah takrif itu dengan
- 1:58:50beberapa contoh furuk di bab tersebut.
- 1:58:54Oh, ternyata ini tidak tercover di dalam
- 1:58:57apa? Di dalam takrif. Karena dalam
- 1:59:00takrif itu aqwalun wa aflun.
- 1:59:03Orang kan itu gak ada akwal sama sekali.
- 1:59:05Af'alun ya diam itu ya fi'ilnya berarti
- 1:59:08berarti diamnya itu termasuk fi'il.
- 1:59:11Fi'ilnya di mana? Iktibari di dalam di
- 1:59:13dalam otak atau pakai mata seperti itu
- 1:59:18lah. Cara seperti ini sampean wis lah
- 1:59:21setengah tahun pintar sudah.
- 1:59:23Yang penting temannya tidak menyesatkan.
- 1:59:27Paham ya?
- 1:59:30Cocokan entar ke Gus Robert tah entar ke
- 1:59:33Bung Kota minta izin begitu ya.
- 1:59:37Gak usah bawa apa-apa penting bawa perut
- 1:59:40ya. Bajan lapar beri nasib pundi saya
- 1:59:43itu. Iya. Itu hafalkan kaidah fikhiah
- 1:59:48dan cermati penerapannya.
- 1:59:52Innamal a'malu bin niyat. Begitu
- 1:59:55pertanyaannya begini.
- 1:59:58Ee di kitab Fathul Muin itu termasuk
- 2:00:01fardu kifayah adalah
- 2:00:05ee menghidupkan Ka'bah ya. Menghidupkan
- 2:00:10Ka'bah dengan haji atau umrah. Paham ya?
- 2:00:14Menghidupkan Ka'bah dengan haji atau
- 2:00:16umrah itu fardu kifayah. Kalau gak ada
- 2:00:19yang haji sama sekali berdosa semua.
- 2:00:23Terus kemudian ada orang dia pernah haji
- 2:00:27ya pernah melaksanakan haji. Kemudian
- 2:00:30sekarang haji untuk menghidupkan
- 2:00:35Ka'bah.
- 2:00:37Di sini ada dua sisi pandang. Yang
- 2:00:39pertama dia haji untuk menghidupkan
- 2:00:41Ka'bah itu hukumnya fardu kifayah.
- 2:00:45Karena dia haji kedua itu adalah
- 2:00:47sama-sama sun.
- 2:00:49Ah, itu adalah hukumnya sunah haji sun
- 2:00:52sunah. Maka yang mana yang dapat? Nah,
- 2:00:55itu kan apakah kedua-duanya atau ikut
- 2:00:58fardu kifayahnya karena itu yang
- 2:01:00menonjol menyelamatkan orang lain atau
- 2:01:02ikut kewajiban pribadinya. Maka kemudian
- 2:01:06oh ini innamal a'malu bin niyat wa
- 2:01:09innama likulliriin mawa. Itu hadisnya.
- 2:01:13Dari hadis itu ee timbul kaidah al umuru
- 2:01:17bil maqasid.
- 2:01:20Cocokan seperti itu. Biasanya kalau
- 2:01:22sampean bawa kitab Alfaraidul Bahiyah
- 2:01:25atau Asbah w Nadhair itu praktiknya
- 2:01:28sampean baca apa itu kitab Fathul Muin.
- 2:01:32Baca kitab Fathul Muin. Ini hukumnya kok
- 2:01:34seperti ini, Ustaz? Ini gimana ini nalar
- 2:01:36berpikirnya bagaimana secara kaidah
- 2:01:38fikih bagaimana? Cari di itu paham ya?
- 2:01:42di asbah w nadadhair itu
- 2:01:46hafalkan, pahami ushul fikih dan cermati
- 2:01:49penerapannya.
- 2:01:51Jadi kalau hafalkan agak sulit, pahami,
- 2:01:53baca, pahami, baca, pahami.
- 2:01:56Kalau sulit cari cari contoh di bab
- 2:01:58lain, cari contoh di bab ushul fikih
- 2:02:00itu. Kitab ushul fikih yang ada babnya
- 2:02:02itu. Oh, ini termasuk operasionalnya
- 2:02:05seperti ini. Tapi tidak begitu penting.
- 2:02:08Kalau sudah dewa di tingkat ini sampean,
- 2:02:11baru ke yang ini sampean
- 2:02:15sambil mengikuti ikut musyawarah dan
- 2:02:17praktikkan nilai kitab dalam perilaku
- 2:02:21usah ini praktikkan. Ikuti musyawarah
- 2:02:23dan praktikkan ee ushul fikih dan kaidah
- 2:02:26fikiyah tersebut. Ini salah, ini belum
- 2:02:28saya perbaiki.
- 2:02:32Ah, itu saja mungkin sementara ya.
- 2:02:35Ee selanjutnya musyawarah dan bahsul
- 2:02:38masail nanti nanti aja bisa dimasukkan
- 2:02:41dalam pertanyaan saja
- 2:02:44karena ini berkaitan dengan praktik ya.
- 2:02:52itu saja mungkin ee mungkin bisa
- 2:02:55dikembalikan ke MC atau moderator.
- 2:02:59Baik, terima kasih atas penyampaian
- 2:03:02materi dari Kiai Sukri Rifai. Beri tepuk
- 2:03:05tangan yang meriah.
- 2:03:10Baik, Teman-teman. Ternyata sangat apa
- 2:03:12ya? Sangat berbobot sekali materi yang
- 2:03:14disampaikan oleh Kiai Sukri Rifai ini.
- 2:03:18Jadi, saya juga tadi mencatat ee halhal
- 2:03:21atau poin-poin penting dalam apa yang
- 2:03:23disampaikan oleh Kiai Syukri ini, yaitu
- 2:03:26bahwa kitab kuning ini memiliki posisi
- 2:03:29yang sangat penting dalam kehidupan
- 2:03:31pesantren kita. Tentunya kitab kuning
- 2:03:34ini menjadi ee apa ya? sanad keilmuan
- 2:03:37yang menghubungkan antara santri dengan
- 2:03:40guru kemudian para ulama sampai ke
- 2:03:44Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- 2:03:46Selain itu juga kitab kuning ini menjadi
- 2:03:49rujukan utama untuk memandu kita dalam
- 2:03:52memahami ajaran keislaman yang ada pada
- 2:03:55lingkungan pesantren. Mulai dari ajaran
- 2:03:58fikih, kemudian ajaran akidah sampai
- 2:04:01ajaran tafsir yang ada pada lingkungan
- 2:04:04pesantren. Begitu.
- 2:04:06Nah, seperti yang sudah saya katakan
- 2:04:09tadi bahwa setelah pemaparan materi,
- 2:04:12saya mau tanya nih ke teman-teman, apa
- 2:04:15yang sudah didapat dari Kiai Sukri Rifai
- 2:04:18ini? Ee materi apa atau pengetahuan baru
- 2:04:23apa yang sudah didapat dari Kiai Sukri
- 2:04:25Rifai ini? Mungkin dari teman-teman ada
- 2:04:27yang mau mengacungkan tangan lagi bisa
- 2:04:30mengacungkan tangannya. Mungkin tadi
- 2:04:32dari cok-coknya sudah, sekarang dari
- 2:04:34cewek-ceweknya nih. Ayo, mungkin ada
- 2:04:37yang mau menyampaikan
- 2:04:40apa yang sudah didapat dari Kiai Sukri
- 2:04:42Rifai tadi. Ayo para cewek-ceweknya
- 2:04:47atau saya mau tunjuk aja nih.
- 2:04:52Kalau enggak ada mungkin dari cowoknya
- 2:04:53lagi deh. Boleh. Oh iya, silakan Mas.
- 2:04:58Beri tepuk tangan untuk temannya.
- 2:05:05Asalamualaikum warahmatullahi
- 2:05:06wabarakatuh. Di sini saya ingin
- 2:05:11ingin memaparkan kembali tentang apa
- 2:05:14yang disampaikan oleh K. H. Muhammad
- 2:05:16Syukri Lifai'i.
- 2:05:19Jadi yang saya tangkap tadi adalah K. H.
- 2:05:23itu menjelaskan kaifiyatul taklim atau
- 2:05:25tutorial atau step by step dalam
- 2:05:28menuntut ilmu.
- 2:05:30Yang pertama dalam menuntut ilmu itu
- 2:05:32harus dimulai dari pondasi niat ya.
- 2:05:36Kemudian ketika niatnya sudah betul,
- 2:05:38sudah baik, lalu dilanjutkan pada proses
- 2:05:42belajar dan mutalaah dengan guru. Baik
- 2:05:45dengan cara-cara baik dengan cara
- 2:05:48sorogan
- 2:05:50ataupun bandongan ya, Ustaz.
- 2:05:53seperti itu.
- 2:05:56Sampun nih.
- 2:06:00Oke. Baik, bisa diterima hadiahnya.
- 2:06:07Alhamdulillah usai sudah teman-teman
- 2:06:10sesi pemaparan materi dari dua
- 2:06:12narasumber yang keren dan hebat kita
- 2:06:14pada pagi hari ini. Beri tepuk tangan
- 2:06:16lagi. [tepuk tangan]
- 2:06:20Baik, untuk acara yang berikutnya nih
- 2:06:22teman-teman kita beralih kepada sesi
- 2:06:25talk show atau ee tanya jawab dari para
- 2:06:29narasumber.
- 2:06:31Nanti Bapak dan juga Kiai akan
- 2:06:33bergantian menjawab pertanyaan dari
- 2:06:35saya. Begitu.
- 2:06:37Dan langsung saja kita mulai kepada
- 2:06:40pertanyaan yang pertama yang akan saya
- 2:06:41tujukan terlebih dahulu kepada Bapak
- 2:06:43Faisal.
- 2:06:46Jadi gini Bapak niki saya mulai dari
- 2:06:49kehidupan ee persoalan yang saat ini tuh
- 2:06:51sangat dekat dengan kehidupan santri
- 2:06:54begitu. Nah kita tahu nih Bapak bahwa AI
- 2:06:57ini kan memudahkan kita dalam berbagai
- 2:07:00hal.
- 2:07:01ee dalam mencari informasi dan juga
- 2:07:03belajar. Nah, menurut Bapak sendiri
- 2:07:06sebenarnya bagaimana posisi EAI ini
- 2:07:08dalam tradisi belajar santri pada saat
- 2:07:11ini, Bapak? Apakah AI ini bisa membantu
- 2:07:15santri dalam mempelajari kitab tanpa
- 2:07:18menggantikan peran guru dalam sanad
- 2:07:19keilmuan yang sudah ada? Begitu, Bapak.
- 2:07:22Monggo langsung bisa dijawab.
- 2:07:27Terima kasih. Pertanyaan yang sangat
- 2:07:29bagus ya. Mbak moderator.
- 2:07:32Jadi sampai kapanp itu tidak bisa
- 2:07:37menggantikan
- 2:07:39manusia apalagi sampai menggantikan
- 2:07:42ustaz-ustaz kita ya.
- 2:07:44Nah, bagaimana cara memposisikan AI
- 2:07:48sekalipun itu dalam pembelajaran kitab
- 2:07:50kuning. AI itu hanya alat bantu dalam
- 2:07:54menginterkoneksikan,
- 2:07:56mencari referensi
- 2:07:58untuk pembelajaran kita. Jadi nanti saya
- 2:08:03contohkan bagaimana cara mencari
- 2:08:05kitab-kitab turas itu, kitab-kitab
- 2:08:07klasik itu di AI ya. Kalau kalian cari
- 2:08:11penerbit di Indonesia mungkin kesulitan.
- 2:08:14Tapi kalau penerbit Maroko iya mana itu
- 2:08:19Rusia itu banyak. Nah, bukan dari CGBT
- 2:08:23bukan. Fungsikan saja sebagai
- 2:08:26menginterkoneksi seperti itu. Tapi kalau
- 2:08:28untuk latihan drill ya murajaah terus
- 2:08:31latihan memaknai murad. Kalau kalian
- 2:08:34mengandalkan muradnya pakai AI, bisa
- 2:08:36saja AI itu jadi asisten. Tapi murad
- 2:08:39marit nanti muradnya nanti ya. Jadi
- 2:08:42tetap tidak bisa tidak bisa menggantikan
- 2:08:47ustaz, tidak bisa menggantikan manusia.
- 2:08:51Jadi jadikan EAI itu sebagai partner,
- 2:08:55sebagai asisten kita yang bijaklah.
- 2:08:57Makanya saya tekankan kemarin ee tadi
- 2:08:59itu yang bijak dalam menggunakan AI itu
- 2:09:03pun saja perlu kalian validasi, perlu
- 2:09:06kalian cek nanti. Tapi kalau cuma
- 2:09:09langkah-langkah, tips dan trik supaya
- 2:09:13hafalan alfiah cepat gitu, itu bisa
- 2:09:16menjawab AI, tapi menerapkannya kalian
- 2:09:19ya butuh kalian sendiri. Tidak, tidak
- 2:09:22tidak bisa mengandalkan
- 2:09:24AI. Nah, yang terpenting nanti dalam
- 2:09:27penggunaan AI itu jangan percaya
- 2:09:31sepenuhnya apapun yang dihasilkan oleh
- 2:09:33AI karena itu rentan sekali, rawan
- 2:09:36sekali, berpotensi untuk halusina
- 2:09:38halusinasi. Itu pokok perlu divalidasi,
- 2:09:42perlu dicek ulang.
- 2:09:44Baik itu referensi, baik itu arahan,
- 2:09:47apalagi klaim-klaim hasil temuan
- 2:09:50penelitian perlu dicek, dicek kembali.
- 2:09:54Jadi jangan sampai menghilangkan tradisi
- 2:09:56pesantren yang sudah kita rawat selama
- 2:09:59berabad-abad ini ya. Jadi wajib kalian
- 2:10:02itu jangan hanya belajar kepada AI. Jadi
- 2:10:07wajib ketemu ustaznya, wajib
- 2:10:10bermutalaah, wajib bermurajaah. Jadi
- 2:10:12jangan sampai tradisi-tradisi semacam
- 2:10:15itu, sorogan, bandongan, dan lain
- 2:10:17sebagainya itu jangan sampai jangan
- 2:10:19sampai di dihilangkan itu ya. Jadi tidak
- 2:10:22bisa menggantikan manusia itu. Posisikan
- 2:10:25AI sebagai asisten. Terima kasih.
- 2:10:28Baik, Bapak. Terima kasih atas
- 2:10:29jawabannya. Jadi memang AI itu tidak
- 2:10:33bisa menggantikan nggih posisi ee apa ya
- 2:10:37manusia sebagai pemikir utama atau
- 2:10:39menjadi otak utamanya begitu. Dan juga
- 2:10:42jadikan AI itu sebagai partner
- 2:10:44teman-teman atau asisten kita untuk
- 2:10:46mencari informasi yang kita butuhkan.
- 2:10:49Kemudian saya lanjut nih kepada
- 2:10:52pertanyaan kedua yang akan saya
- 2:10:53tunjukkan kepada Kiai Sukri.
- 2:10:56Nggih, Kiai. Kalau misal kita melihat
- 2:10:59dari sisi pesantren nggih, tentu di
- 2:11:02sebuah pesantren kan terdapat
- 2:11:04nilai-nilai yang sudah lama menjadi
- 2:11:06bagian dari ee proses mengaji itu
- 2:11:09sendiri. Nah, menurut Kiai, bagaimana
- 2:11:12tradisi tersebut itu tetap bisa
- 2:11:14dipertahankan di tengah maraknya ee AI
- 2:11:18yang saat ini sudah sering digunakan
- 2:11:20oleh manusia begitu.
- 2:11:30Tentu di sebuah pesantren kan memiliki
- 2:11:33nilai-nilai yang sudah ada pada zaman
- 2:11:36dulu nggih, Ustaz. Sudah diterapkan pada
- 2:11:38zaman dulu. Nah, bagaimana tradisi
- 2:11:41tersebut itu tetap bisa dipertahankan di
- 2:11:44tengah maraknya AI ini mulai masuk ke
- 2:11:47ruang belajar para santri begitu.
- 2:11:51Iya. Kalau yang dimaksud pertanyaan itu
- 2:11:54adalah
- 2:11:56ee mempertahankan khas kitab kuningnya,
- 2:11:59ya tentu
- 2:12:02[mendengus] harus banyak santri yang
- 2:12:05punya minat terhadap kitab kuning.
- 2:12:10Cuma hal itu tidak mudah. tidak semua
- 2:12:12pondok bisa
- 2:12:15ee mengarahkan ke
- 2:12:18seperti itu.
- 2:12:24Kalau memang itu dirasa sulit, maka
- 2:12:27harus dicoba satu atau dua atau tiga
- 2:12:31yang kemudian mengarahkan
- 2:12:34peserta didik itu untuk mencintai salah
- 2:12:38satu fan.
- 2:12:41Satu satu contoh misalnya perbandingan
- 2:12:43sebagai perbandingan kenapa kita itu
- 2:12:47tidak pernah lupa terhadap makan.
- 2:12:52Karena kita paham bahwa kita butuh
- 2:12:54makan.
- 2:12:55Makan
- 2:12:57dan karena kita harus makan. Yang kedua,
- 2:13:03kenapa kita tidak bisa lupa dengan uang?
- 2:13:09Karena kita sadar manfaatnya uang kan
- 2:13:12seperti itu.
- 2:13:14Kenapa kita gelisah ketika HP tidak ada
- 2:13:18di samping kita?
- 2:13:21Kenapa? Karena kita sadar bahwa HP
- 2:13:24itulah penghubung antara saya dengan
- 2:13:27saudara saya atau dengan sanak famili
- 2:13:30atau rekan bisnis. Maka ketika seorang
- 2:13:34santri itu sadar bahwa dia itu nanti
- 2:13:37kehidupannya tidak bisa lepas dari dari
- 2:13:40ilmu, maka dia akan mencintai ilmu
- 2:13:42tersebut.
- 2:13:44ketika dia misalnya di masyarakatnya, di
- 2:13:49daerahnya membutuhkan ilmu tafsir karena
- 2:13:52di sana itu
- 2:13:54apa namanya itu ee
- 2:13:59lingkungannya lingkungannya itu
- 2:14:02tafsirnya maju maka kita akan
- 2:14:07senang sama itu ilmu tafsir tersebut
- 2:14:12Atau biasanya seperti itu tantangannya.
- 2:14:17Ada salah seorang teman, teman saya
- 2:14:21itu dulu ketika mendo awal-awalnya itu
- 2:14:24ndak gak semangat.
- 2:14:27Tapi ketika pulang dia itu sama liknya
- 2:14:30itu selalu didebat tentang akidah.
- 2:14:34Liknya itu bukan orang NU didebat terus.
- 2:14:38Akhirnya kaget tersentak saya padahal di
- 2:14:41kelas di pondok sudah pintar sama le
- 2:14:44saya kok kalah terus. Akhirnya setelah
- 2:14:45pulang 1 tahun itu belajar itu terus
- 2:14:49tahun kedua ketemu lagi. Liknya kaget
- 2:14:52ini kemajuannya kok luar biasa ini.
- 2:14:55Akhirnya liknya belajar dua atau 3 hari
- 2:14:58ya dua atau 3 hari kemudian memukul
- 2:15:01balik ponakannya yang baru pulang dari
- 2:15:05pondok. Gak bisa lagi habis. pelurunya
- 2:15:08itu. Akhirnya setelah di pondok ngoyo
- 2:15:12tentang cari banyak referensi itu.
- 2:15:15Akhirnya dia kemudian ya sudah gak mampu
- 2:15:18sudah leknya. Ah, kemudian setelah itu
- 2:15:20dia mulai mengembangkan jangan sampai
- 2:15:23ada orang seperti leknya atau orang yang
- 2:15:28sama seperti dia itu membuat dia mati
- 2:15:31kutu seperti itu. Ah, itu di antaranya
- 2:15:36apa itu ya kalau istilahnya itu
- 2:15:40bikin iklim ketertekanan.
- 2:15:44Jadi orang itu bisa kalau tertekan
- 2:15:48Indonesia
- 2:15:50timnas itu andaikan tidak harus menang
- 2:15:55selisih ya selisihnya
- 2:15:59ee minimal dua gol daripada Malaysia gak
- 2:16:02akan mungkin bisa menang 92 itu gak
- 2:16:04mungkin
- 2:16:06gak mungkin ya kan bisa seperti itu
- 2:16:09motivasi itu ketika betul-betul tertekan
- 2:16:13seperti itu.
- 2:16:14itu kalau dari segi keilmuan,
- 2:16:17kalau [mendengus] dari segi apa itu ya
- 2:16:21ee adab,
- 2:16:23adab itu
- 2:16:25adab itu ya ee itu ya harus ditegakkan
- 2:16:29disiplinnya
- 2:16:31di pondok itu. Dan kemudian minimal ada
- 2:16:34anjuran. Memang pondok itu beda-beda.
- 2:16:38Ada yang pondok itu aturannya ketat
- 2:16:40kayak di Sidogiri itu ketatnya itu
- 2:16:44masyaallah ini
- 2:16:47ada pondok itu gak begitu ketat. Baik,
- 2:16:51tidak semua hal dilarang. Hanya sedikit
- 2:16:53saja yang dilarang seperti itu. Ah dan
- 2:16:56itu
- 2:16:57ee berkaitan dengan ee keadaan pondoknya
- 2:17:01biasanya ya. Kalau santrinya sedikit kok
- 2:17:04kemudian diketati
- 2:17:06wong sering tak ikati lebak saya tak
- 2:17:08gelem ngaji tambah diketati kan jan tak
- 2:17:11ada ngaji kan seperti itu.
- 2:17:15Itu mungkin jawaban saya.
- 2:17:18Baik terima kasih Kiai atas jawabannya.
- 2:17:20dari jadi jawaban dari pertanyaan yang
- 2:17:23kedua itu bisa saya simpulkan bahwa ee
- 2:17:27cara me apa ya cara untuk menjaga
- 2:17:32nilai-nilai yang ada di pesantren itu
- 2:17:34bisa dengan beberapa hal. Yaitu tadi
- 2:17:36dijelaskan oleh Kiai ada dari segi
- 2:17:39keilmuan nih, Teman-teman. Ada bahwa
- 2:17:43jadikan nilai-nilai yang ada di
- 2:17:45pesantren itu sebagai kebutuhan. Jadi
- 2:17:48sebagai seorang santri kita harus apa ya
- 2:17:51wajib menjadikan ee nilai-nilai atau
- 2:17:54menjadikan ilmu yang ada di pesantren
- 2:17:56itu sebagai kebutuhan kehidupan kita.
- 2:17:59Begitu. Terus juga dijelaskan tadi ada
- 2:18:02dalam segi adab ini para santri harus
- 2:18:06menerapkan prinsip dan juga kedisip
- 2:18:09kedisiplinan pada saat berada di
- 2:18:10pesantren. Begitu.
- 2:18:13Nah, kita akan melanjutkan ke pertanyaan
- 2:18:16berikutnya yaitu akan saya tunjukkan
- 2:18:18lagi kepada Bapak Faisol. Begitu Bapak.
- 2:18:23Ee jika kita melihat dari perspektif
- 2:18:26teknologi Bapak, apakah penggunaan AI
- 2:18:30dalam mempelajari kitab kuning ini bisa
- 2:18:32menjadi sarana untuk memperkuat tradisi
- 2:18:36mengaji itu sendiri atau justru EAI ini
- 2:18:39dapat menggantikan posisi tradisi yang
- 2:18:43sudah ada dalam lingkungan pesantren
- 2:18:45begitu, Bapak. Monggo bisa langsung
- 2:18:47dijawab.
- 2:18:50Ee
- 2:18:53pertanyaan ini secara substansi tidak
- 2:18:56jauh beda dengan pertanyaan pertama.
- 2:18:58Jadi saya sekali lagi saya jawab
- 2:19:02dampak EAI secara positif itu bisa
- 2:19:07membantu murid atau siswa untuk lebih
- 2:19:11kreatif.
- 2:19:13Jadi misalkan AI pada praktiknya tadi
- 2:19:17mencari referensi
- 2:19:19lalu misalkan
- 2:19:21bertanya susunan rabnya, bertanya
- 2:19:25maknanya, statusnya sebagai apa. Kalau
- 2:19:28dalam bidang apa namanya tarikh misalkan
- 2:19:33ketepatan sumber akurasinya itu bisa di
- 2:19:37manfaatkan AI. Tapi kalau skill kalian
- 2:19:41menghafal, skill kalian dalam membangun
- 2:19:44keilmuan itu tidak bisa AI itu. Jadi
- 2:19:47kalian harus melatih sendiri. Nah, dari
- 2:19:51hal ini artinya AI
- 2:19:54mempermudah iya, tapi tetap tidak bisa
- 2:19:56menggantikan peran peran yang sangat
- 2:19:59sentral, peran yang sangat penting dalam
- 2:20:01hal ini adalah kehadiran guru dan juga
- 2:20:04apa kesungguh-sungguhan seorang murid
- 2:20:07dalam belajar itu ya. Jadi, gunakan AI
- 2:20:11itu ee secara bijak. Di slide saya tadi
- 2:20:16juga saya katakan EA itu bisa membantu
- 2:20:20merawat tradisi yang ada di pesantren
- 2:20:22dengan apa? Mendigitalisasi
- 2:20:25semua manajemen, semua peraturan,
- 2:20:27hal-hal yang boleh dan yang tak yang
- 2:20:30tidak boleh di-manage demikian rupa
- 2:20:32untuk lebih praktis dan efektif itu bisa
- 2:20:35menggunakan e AI itu ya. Tapi dalam
- 2:20:39rangka memotivasi
- 2:20:42untuk taat pada peraturan ya kemudian
- 2:20:46memberikan inspirasi, membangun
- 2:20:48kesadaran akan pentingnya sebuah ilmu,
- 2:20:52akan pentingnya takzim kepada ustaz, itu
- 2:20:54tidak bisa dengan AI. Iya. Jadi harus
- 2:20:57dengan bertatapan langsung, harus
- 2:21:00sering-sering
- 2:21:02apa namanya ee berinteraksi dengan
- 2:21:06dengan ustaz, dengan para gurunya. Tapi
- 2:21:10kalau hanya
- 2:21:13ngetes hafalan ya, ngetes kelancaran
- 2:21:16baca kitab itu kamu boleh bisa
- 2:21:19menggunakan AI. Asalkan tadi e-nya kita
- 2:21:22prompting, kita masuki dia referensi
- 2:21:26yang jelas tadi.
- 2:21:28Jangan dari kitab yang asal-asalan. Cari
- 2:21:32kitab yang asli lalu masukkan seluruh
- 2:21:35tentang hal-hal yang berkaitan dengan
- 2:21:39bab yang mau dibahas itu. Itu bisa.
- 2:21:42Jadi, EA itu bisa kita prompting, kita
- 2:21:45ajukan pertanyaan, jawabannya jangan
- 2:21:47pernah melenceng dari kitab ini. Nah,
- 2:21:49itu kamu kamu custom, kamu atur itu bisa
- 2:21:53itu ya seperti itu. Itu ya, Mbak
- 2:21:55jawabannya. Terima kasih.
- 2:21:56Baik, Bapak, terima kasih atas
- 2:21:58jawabannya. Jadi, Teman-teman setelah
- 2:22:01mendengarkan dari jawaban dari Bapak
- 2:22:03Faisal tadi dapat ditarik kesimpulan
- 2:22:06bahwa EA ini bisa membantu ee para
- 2:22:09santri atau para murid-murid ini untuk
- 2:22:12lebih kreatif dalam menggunakan
- 2:22:14teknologi. Tetapi jika berkaitan dengan
- 2:22:17proses menghafal, proses mempelajari apa
- 2:22:21kitab itu tetap harus dari kita sendiri.
- 2:22:24Begitu.
- 2:22:25Nah, lanjut kita ke pertanyaan
- 2:22:28berikutnya yang akan saya tunjukkan
- 2:22:30kepada Kiai Sukri yaitu bahwa apakah
- 2:22:36pemanfaatkan pemanfaatan AI ini bisa
- 2:22:39berjalan beriringan begitu Kiai dengan
- 2:22:42konsep sanad guru dan juga adab dalam
- 2:22:46tradisi lingkungan pesantren. Begitu
- 2:22:49bisa langsung dijawab Kiai
- 2:22:53soalnya ngantuk. Oke.
- 2:22:56Apakah pemanfaatan AI ini bisa berjalan
- 2:22:59beriringan dengan konsep sanad guru, dan
- 2:23:03juga adab yang sudah ada pada lingkungan
- 2:23:05pesantren?
- 2:23:08Iya.
- 2:23:09Kalau I bisa berjalan
- 2:23:13secara seiringan beriringan dengan sanad
- 2:23:16pesantren, pas gak ada orang yang ngaji
- 2:23:18nanti.
- 2:23:20Jadi I itu
- 2:23:23misalnya begini,
- 2:23:26saya pernah hafal tentang salah satu
- 2:23:31ibarat atau nadam. Kemudian saya lupa
- 2:23:34itu yang kedua itu apa ya? baru setelah
- 2:23:38saya masukkan baru I itu bisa.
- 2:23:42Tapi kalau kalau nadam yang jahiliah
- 2:23:44banget itu biasanya itu yang sebelum
- 2:23:48kenabian itu biasanya banyak yang belum
- 2:23:50tercover itu biasanya itu.
- 2:23:54Jadi kalau cuma sebagai pengingat saja
- 2:23:58itu gak apa-apa. Artinya begini,
- 2:24:02orang pakai Ia itu kahati bilain.
- 2:24:07Seperti orang yang mencari kayu bakar di
- 2:24:10malam hari.
- 2:24:13Kalau siang hari ini kayu bakar atau nak
- 2:24:16gak usah dirasakan, gak usah dipegang.
- 2:24:19Ini kayu. Oh, ini bukan ini da guring
- 2:24:23kan begitu ya. Ee ini batu kan begitu.
- 2:24:27Kalau malam, kalau malam gelap itu mesti
- 2:24:30di dirasa dulu. Oh, ini bukan ini
- 2:24:34dompet, ini bukan kayu, bukan kayu. Oh,
- 2:24:37ini kotoran manusia ini bukan kayu. Kan
- 2:24:39begitu. Ah, kalau orang yang gak gak
- 2:24:42hafal seperti apa kayu bakar itu
- 2:24:45sebetulnya, maka dia akan keliru. Atau
- 2:24:48sama-sama kayu. Kemudian ternyata itu
- 2:24:51kayunya orang yang masih kepakai.
- 2:24:54kan bahaya itu. Ah, jadi harus kenal
- 2:24:57terhadap ee apa namanya? Terhadap bukan
- 2:25:01artinya orang yang pakai IAI itu bukan
- 2:25:03pemula.
- 2:25:05Kalau dalam masalah kitab kuning,
- 2:25:07pastikan bahwa kita itu bukan pemula.
- 2:25:10Kalau kita pemula maka bisa dipastikan
- 2:25:13kita itu juga bingung ini benar apa gak.
- 2:25:17Jangan-jangan memang keliru kayak tadi
- 2:25:20itu. Terkadang ee referensinya itu
- 2:25:22ngawur
- 2:25:24atau nama kitabnya juga ngawur. Sama
- 2:25:27seperti itu. Entah apa karena itu
- 2:25:30gratisan atau yang mahal. Saya kira sama
- 2:25:34ya, banyak yang begitu juga tapi kita
- 2:25:37harus ya itu yang kita cari kita harus
- 2:25:40kenal betul cuma lupa apa pakai an apa
- 2:25:43pakai fi begitu loh. Paham ya? Pakai an
- 2:25:47apa pakai fi?
- 2:25:49Pakai ala apa pakai ila seperti itu.
- 2:25:52Cuma lupa begitunya atau terusannya
- 2:25:54lupa. Tapi ketika ada tulisan dia ingat
- 2:25:57oh ya ingat betul. Tapi kalau belum
- 2:26:00pernah hafal itu kok kemudian cari, ya
- 2:26:03sudah sampean
- 2:26:05didikte sama itu.
- 2:26:08Ah dan sampean harus cek betul itu nanti
- 2:26:11di kitab aslinya seperti apa. Cari di II
- 2:26:15halaman berapa, juz berapa, atau minimal
- 2:26:18bab berapa, bab apa. Nanti baru sampean
- 2:26:22ee cek di kitab aslinya. Kalau belum
- 2:26:26tahu sama sekali seperti itu. Nggih.
- 2:26:30Nggih. Baik, Ustaz. Baik, Kiai atas
- 2:26:33jawaban yang diberikan.
- 2:26:35Jadi, ternyata nih, Teman-teman, AI dan
- 2:26:38juga ee tradisi pesantren ini itu
- 2:26:41ternyata di tidak bisa berjalan
- 2:26:43beriringan begitu.
- 2:26:46Jadi em
- 2:26:48santri ketika eh ketika AI dan juga ee
- 2:26:53tradisi pesantren itu bisa berjalan
- 2:26:55beriringan, nanti ee para santri itu
- 2:26:58tidak membutuhkan seorang guru lagi.
- 2:27:00Jadi santri itu harus bisa menempatkan
- 2:27:03kapan waktunya bisa menggunakan AI dan
- 2:27:05juga kapan waktunya membutuhkan seorang
- 2:27:08guru. Begitu.
- 2:27:10Melanjutkan pertanyaan yang terakhir nih
- 2:27:13niki Ustaz sama Bapak.
- 2:27:16Ee
- 2:27:17saya akan ajukan satu pertanyaan untuk
- 2:27:19dijawab kepada panjenengan.
- 2:27:23Niki kan harus ada dua hal yang harus
- 2:27:26berjalan beriringan nggih antara
- 2:27:28kemajuan teknologi yaitu AI dengan
- 2:27:31tradisi pesantren itu sendiri. Nah,
- 2:27:33kalau harus diterapkan secara nyata niki
- 2:27:36nggih seperti apa konsep ngaji 5.0 yang
- 2:27:43ee mengusung antara teknologi dan juga
- 2:27:47ngaji secara konvensional ini tetap
- 2:27:50tidak kehilangan adab, sanad, dan juga
- 2:27:52karakter pesantren. Begitu. Mungkin bisa
- 2:27:56dijawab terlebih dahulu kepada Bapak
- 2:27:57Faisol.
- 2:28:00Ee terima kasih. Jadi menurut saya
- 2:28:05ee tradisi pesantren atau hal-hal yang
- 2:28:09sangat penting di pesantren
- 2:28:12supaya tidak hilang tapi juga supaya
- 2:28:15tidak ketinggalan zaman dengan majunya
- 2:28:18era teknologi yang sangat pesat sekali
- 2:28:21saat ini itu bagaimana. Jadi
- 2:28:26tradisi pesantren tetap harus kita
- 2:28:28laksanakan, harus kita rawat, harus kita
- 2:28:31pelihara. Model-model yang konvensional
- 2:28:34itu tadi tetap harus kita rawat, kita
- 2:28:38lestarikan, kita pupuk sesubur mungkin.
- 2:28:42Setelah kita dapat bolehlah menggunakan
- 2:28:45AI. Nah, setelah itu terbentuk,
- 2:28:47terkonstruk dengan baik,
- 2:28:50baru kita menggunakan AI untuk membantu
- 2:28:53merapikan, mengklasifikasi, dan
- 2:28:56memunculkan secara cepat tapi tepat.
- 2:28:58Nah, jadi AI itu apa? Fungsi utama dari
- 2:29:03sekian banyak fungsinya AI itu lebih
- 2:29:06menghemat efektivitas atau kecepatan
- 2:29:09gitu ya. Jadi misalnya begini, misalkan
- 2:29:13kamu,
- 2:29:15misalkan ada di sini ada yang paham
- 2:29:17betul kitab Muwat misalkan ya lah itu
- 2:29:20kan sangat banyak sekali.
- 2:29:22Misalkan kamu paham tentang apa namanya
- 2:29:25tafsir Jalalain, tafsir Al-Qurtubi ada
- 2:29:29misalkan ada tafsir Almanar itu misalkan
- 2:29:33tiga kitab tafsir induk ini kemudian
- 2:29:37kamu hafalkan, kamu paham dengan isi
- 2:29:40detailnya, kandungan ayatnya satu orang,
- 2:29:44tapi ketika ditanya secara random,
- 2:29:47secara acak
- 2:29:49itu masih butuh waktu. Iya. Tapi kalau
- 2:29:52kamu tanya kepada AI yang sudah
- 2:29:55dicustom, AI itu sudah diberi wawasan
- 2:29:58tentang ketiga kitab besar itu, dia akan
- 2:30:00lebih cepat, lebih efektif. Paham ya?
- 2:30:03Jadi itu saja. Nah, tapi AI itu ingat
- 2:30:07dia itu hanya rangkuman database atau
- 2:30:10kumpulan dari database yang
- 2:30:12menginterkoneksikan
- 2:30:13literatur 1, 2 dengan seterusnya itu ya.
- 2:30:18AI itu bisa cerdas. Kalau yang
- 2:30:21mempromptim itu cerdas.
- 2:30:25AI itu bisa ngawur kalau pelakunya itu
- 2:30:28memberikan prom yang ngawur.
- 2:30:31Itu lah. Dari mana kita tahu kevalidan
- 2:30:34informasi yang kita peroleh kalau dari
- 2:30:36awal kita tidak tahu tentang ilmu
- 2:30:39tersebut. Jadi wajib pertama itu kamu
- 2:30:41harus secara konvensional dulu, jangan
- 2:30:43sampai dihilangkan.
- 2:30:45Ya, enggak ada yang instan itu. Jadi,
- 2:30:49berpayah-payah dululah. Enggak apa-apa
- 2:30:51kamu hafalan ke sana kemari bawa catatan
- 2:30:54kecil untuk dihafal, untuk dipahami.
- 2:30:57Lebih-lebih dulu kalau zaman saya mondok
- 2:30:59dulu enggak enak sekarang. Saya itu dulu
- 2:31:02waktu mondok tahun 2002 sampai 2011 saya
- 2:31:05di pondok itu kalau mau makan itu enggak
- 2:31:08ada yang kos-kosan kayak zaman sekarang.
- 2:31:11Masih harus cari kayu bakar. Carinya
- 2:31:13kayu bakar pun tidak boleh di luar area
- 2:31:17sawah miliknya kiai.
- 2:31:19Jadi harus cari di sana. Terus kita
- 2:31:22gendok istilahnya dulu. Gendok itu kita
- 2:31:24makan pakai pakai minak itu loh. Satu
- 2:31:28Mina itu enam orang dulu. Jadi kalau
- 2:31:31makan saya kalah cepat ya dapatnya
- 2:31:34sedikit. Itu zaman saya dulu. Kalau
- 2:31:36sekarang kan kalian apa dengan era AI
- 2:31:40mempermudah saya nunggu kiriman itu
- 2:31:42setiap Jumat manis berarti 36 hari.
- 2:31:45Kalau tidak ada 36 hari halaman tidak
- 2:31:47dikirim maka akhirnya apa? Yo biasanya
- 2:31:51puasanya 1 hari nambahlah bisa 4 hari.
- 2:31:54Kemudian kalau zaman saya dulu, kalau
- 2:31:55sekarang mie TF, B TF gitu kan ya.
- 2:32:00langsung aja makan apa segala macam itu
- 2:32:03sudah terbagi di situ.
- 2:32:06Jadi artinya kalian tidak dipersulitkan
- 2:32:09dengan dan urusan-urusan seperti itu.
- 2:32:11Harusnya
- 2:32:12belajarnya, membacanya, mutalaahnya itu
- 2:32:15lebih banyak lagi secara kuantitas
- 2:32:18dibandingkan santri zaman zaman dulu.
- 2:32:20Jadi jangan sampai dihilangkan
- 2:32:23itu ya.
- 2:32:24Saya rasa itu ya mungkin bisa di
- 2:32:28Baik Bapak terima kasih atas jawabannya.
- 2:32:30Jadi menurut Bapak Faisal ini tadi bahwa
- 2:32:33tradisi pesantren yang konvensional ini
- 2:32:36harus tetap dirawat. Nah, setelah itu
- 2:32:39baru setelah itu terstruktur dengan baik
- 2:32:42baru kita menggunakan AI untuk
- 2:32:44memudahkan memahami ee pelajaran yang
- 2:32:48ada di pesantren. Begitu. Nah, sekarang
- 2:32:50menurut Kiai niku pripun pendapatnya,
- 2:32:53Kiai? Monggo.
- 2:33:00Ibarat
- 2:33:01perang itu
- 2:33:04meskipun senjatanya canggih.
- 2:33:07Kalau orangnya gak canggih gak bisa.
- 2:33:11Ada senjata brand tembak yang itu, tapi
- 2:33:17orangnya gak pernah pakai itu. Bisa
- 2:33:19kebalik
- 2:33:21atau bisa ke mana-mana karena apa? yang
- 2:33:24harus dipersiapkan urat seperti apa,
- 2:33:26kuda-kudanya seperti apa, seperti itu.
- 2:33:29Jadi, EI itu
- 2:33:31efektif untuk percepatan tetapi kita
- 2:33:34harus tahu kata kata kuncinya dan data
- 2:33:38aslinya seperti apa.
- 2:33:41Belum lagi untuk jagain
- 2:33:44khawatir misalnya kita cari data
- 2:33:47tertentu
- 2:33:49ya data tertentu yang sulit ditemukan
- 2:33:52kok ternyata ada data. Ah itu juga kalau
- 2:33:57kita tidak paham kaidahnya.
- 2:34:00Kaidahnya gak paham kaidahnya
- 2:34:03ee ilmu alatnya maka kita bisa ketipu
- 2:34:07sama I.
- 2:34:09Apalagi memang banyak kitab-kitab yang
- 2:34:11memang tidak bukan hanya salah ketik
- 2:34:16terkadang memang sengaja
- 2:34:19dirubah,
- 2:34:21memang sengaja ditahrif, dirubah untuk
- 2:34:25kepentingan tertentu.
- 2:34:27Misalnya untuk membenarkan akidahnya,
- 2:34:29untuk membenarkan kepentingannya.
- 2:34:32Kemudian yang naruh di itu atau yang
- 2:34:34naruh di komputer itu orang yang punya
- 2:34:38kepentingan
- 2:34:39seperti itu. Itu juga makanya harus kita
- 2:34:43paham kaidahnya. Kita harus punya
- 2:34:44keahlian. Kalau untuk kecepatan ya sudah
- 2:34:48pakai I gak apa-apa.
- 2:34:50Tapi saya sering ee [mendengus] apa
- 2:34:52namanya
- 2:34:54ketika persiapan musyawarah di rumah.
- 2:34:58Terus [mendengus] ada salah satu asatid
- 2:35:01itu pakai II ketemu
- 2:35:03mak nyar ngelanyar t gak ada data
- 2:35:06seperti itu. Gak ada gak ada. Ternyata
- 2:35:09benar ternyata memang tidak ada tetapi
- 2:35:12kadang
- 2:35:14memang ada
- 2:35:16menurut mazhab Hanafi kayak apa menurut
- 2:35:18mazhab Hanafi seperti itu ya. Akhirnya
- 2:35:20ternyata ada teman itu ini saya pakai I
- 2:35:23ini ternyata ada data seperti ini di
- 2:35:25Hanafi. Saya cari di kitab aslinya
- 2:35:27ternyata memang betul seperti itu. Ah
- 2:35:31yang tidak saya ketahui tapi
- 2:35:34kita harus memastikan bahwa ini memang
- 2:35:38kaidahnya di mazhab tersebut memang
- 2:35:40seperti itu kaidahnya. Cuma kita butuh
- 2:35:42kepastian teks aslinya seperti apa.
- 2:35:47Maka yang seperti itu memang bisa
- 2:35:49dimanfaatkan.
- 2:35:51Jadi intinya harus bisa membedakan mana
- 2:35:55yang benar, mana yang tidak. Minimal
- 2:35:58minimal dengan kaidah atau bahkan minim
- 2:36:03minimal dengan kita pernah hafal
- 2:36:07seperti itu. Terima kasih.
- 2:36:10Nggih, terima kasih Kiai atas
- 2:36:11jawabannya.
- 2:36:13Jadi, dari apa yang sudah dijawab Kiai
- 2:36:17Sukriifai ini bahwa memakai AI untuk
- 2:36:21kecepatan mencari informasi itu tidak
- 2:36:23apa-apa, Teman-teman. Tetapi kita harus
- 2:36:26memastikan kaidah ee yang digunakan
- 2:36:30untuk panduan ilmu yang kita cari.
- 2:36:34Begitu juga kita harus bisa membedakan
- 2:36:36mana yang benar dan juga yang tidak
- 2:36:38sesuai dengan apa kaidah yang kita
- 2:36:41pahami. Begitu. Nah, baik teman-teman,
- 2:36:45usai sudah sesi talk show kita pada pagi
- 2:36:48hari ini. Sesuai dengan apa yang sudah
- 2:36:51saya sampaikan di awal tadi bahwa
- 2:36:53selanjutnya ini ada sesi tanya jawab
- 2:36:56atau sesi diskusi dari teman-teman semua
- 2:36:59kepada dua pemateri kita. Nah,
- 2:37:02Teman-teman, saya membuka dua pertanyaan
- 2:37:05dari Teman-teman semua. Dan ketika ingin
- 2:37:09menyampaikan pertanyaan, saya memohon
- 2:37:11untuk mengangkat tangannya kemudian bisa
- 2:37:14menyampaikan nama serta pertanyaannya
- 2:37:16ditujukan kepada siapa. Begitu. Saya
- 2:37:18persilakan kepada teman-teman yang ingin
- 2:37:20bertanya bisa mengangkat tangannya
- 2:37:22terlebih dahulu.
- 2:37:25Baik,
- 2:37:27dari ceweknya mungkin. Ayo
- 2:37:29cewek-ceweknya ini
- 2:37:32biar enggak ngantuk
- 2:37:34mungkin ada yang mau ditanyakan.
- 2:37:46Ayo, ada yang mau ditanyakan
- 2:37:47cewek-ceweknya? Oh, enggak ada
- 2:37:49sepertinya ya. Ya, saya serahkan
- 2:37:52untuk pertanyaan pertama kepada Masnya
- 2:37:55yang berada di depan begitu. Saya
- 2:37:56persilakan.
- 2:38:11bisa menyampaikan nama serta ditujukan
- 2:38:13kepada pemateri yang mana.
- 2:38:15Asalamualaikum warahmatullahi
- 2:38:16wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Izula
- 2:38:19Kababihi.
- 2:38:21Ya, pertanyaan ini saya tujukan kepada
- 2:38:25Bapak Ahmad Faisal.
- 2:38:28Sebelumnya terima kasih atas materinya
- 2:38:31yang semula saya tidak tahu tentang AI
- 2:38:33sekarang menjadi sangat tahu.
- 2:38:37Dalam dunia kita
- 2:38:40banyak pengguna AI dan juga banyak
- 2:38:43manfaatnya
- 2:38:45tapi kita harus mengguna harus
- 2:38:47tengah-tengah dalam menggunakan AI.
- 2:38:49Bapak Faisol mencontohkan membuat
- 2:38:51makalah menggunakan AI dengan
- 2:38:53batasan-batasan tertentu dan refresi
- 2:38:57refresi tertentu biar jelas Ustaz.
- 2:39:01Tapi sebelumnya mohon maaf kalau saya
- 2:39:04itu anti AI anti. Pertanyaannya adalah
- 2:39:07tidak bisa dimungkiri bahwasanya alal
- 2:39:10aqili ayyakuna basiran faman. Santri itu
- 2:39:13harus enggak kudet. Kemudian yang kedua
- 2:39:17adalah iqra. referensi atau literatur
- 2:39:20kita dalam bacaan EAI telah menyediakan
- 2:39:24banyak literatur bacaan.
- 2:39:27Akan tetapi tidak bisa dimungkiri pula
- 2:39:29bahwasanya di ayat itu inna fialikailmi
- 2:39:34yatadakarun
- 2:39:36innarwabi
- 2:39:38ala inarabiallahi
- 2:39:41asumulmadzi laqalun laqilun.
- 2:39:46Kemudian bahwasanya pernyataannya
- 2:39:48nonmuslim
- 2:39:51di surat almulk itu gimana? Waqu la
- 2:39:54kunna nasil
- 2:39:57asabiir. Seandainya kami bisa berpikir
- 2:40:01merenung sejenak dalam
- 2:40:04peringatan itu, maka tidaklah kami
- 2:40:06berada di neraka syair.
- 2:40:11Maksud yang ingin saya tunjukkan adalah
- 2:40:13AI itu
- 2:40:16memudahkan kita dalam literatur, tapi
- 2:40:19tidak memudahkan kita dalam
- 2:40:22tidak memudahkan kita untuk berpikir
- 2:40:24secara jernih, tidak bisa menggunakan
- 2:40:28akal sehingga santri itu
- 2:40:32apa itu ya?
- 2:40:33anu dungu.
- 2:40:38Jadi contohnya yang tadi sampaikan
- 2:40:43membuat makalah menggunakan
- 2:40:45batasan-batasan tertentu, reversi
- 2:40:47tertentu itu menafikan tentang semisal
- 2:40:49penggunaan huruf kapital ee kapan huruf
- 2:40:53kapital itu ada, kapan tidak ada.
- 2:40:55Kemudian imbu-imbuhan seperti tanggung
- 2:40:58jawab itu disambung atau dipisah itu
- 2:41:00santri enggak akan tahu kalau
- 2:41:01menggunakan AI.
- 2:41:03Nah, kesimpulan yang ingin saya
- 2:41:07anu pertanyaan saya dah pertanyaan saya
- 2:41:10gimana pendapat Bapak Ahmad Faisal
- 2:41:12terhadap saya dan kawan-kawan yang tidak
- 2:41:17yang anti AI dikarenakan
- 2:41:21nanti mangal mikir
- 2:41:24begitu ditujukan kepada
- 2:41:27Bapak Ahmad Faisol ya monggo Bapak bisa
- 2:41:30langsung dijawab pertanyaannya.
- 2:41:33Bagus, bagus, Mas, pertanyaannya, ya.
- 2:41:36Nah,
- 2:41:37sekali lagi saya katakan
- 2:41:41AI itu tidak bisa menggantikan. Tapi
- 2:41:44dengan AI kamu bisa mempercepat asalkan
- 2:41:47kamu sudah tahu ilmunya.
- 2:41:49Ilmu yang saya maksud adalah ilmu
- 2:41:52mengolah data.
- 2:41:54tadi kalau misalkan dicontohkan membuat
- 2:41:56makalah dengan menggunakan AI mungkin
- 2:41:59bisa lebih cepat berkali-kali lipat
- 2:42:01dengan menggunakan apa manual tapi nanti
- 2:42:06mendorong kalau kita ketergantungan
- 2:42:08kepada AI. Jadi nanti
- 2:42:11apa
- 2:42:13manusianya tadi itu cenderung malas dan
- 2:42:16dungu tadi. Itu betul kalau kalian
- 2:42:18kecenderungan kepada AI. Makanya saya
- 2:42:20sarankan tadi saya beri batasan.
- 2:42:24Kalau contohnya itu menggunakan AI,
- 2:42:26imbuhan harusnya menggunakan awalan ini
- 2:42:29kemudian tidak. Itu masih bisa AI.
- 2:42:31Contoh begini,
- 2:42:34kalau pengalamanmu menggunakan AI hanya
- 2:42:36menggunakan CGBT, tolong buatkan makalah
- 2:42:39sesuai dengan pedoman karya tulis ilmiah
- 2:42:41Nuris misalkan. dia akan spesifik
- 2:42:44membuatkan batasan-batasan
- 2:42:47sesuai dengan pedoman yang ada di Nuris.
- 2:42:51Imbuhan apa yang boleh dengan yang tidak
- 2:42:53itu masih bisa.
- 2:42:56Bahasa Arab juga demikian. Buatkan
- 2:42:59makalah saya menurut makalah bahasa Arab
- 2:43:02menurut perspektifnya batasan ilmiah
- 2:43:05Maroko misalkan kan ada gaya ya IE itu
- 2:43:10kan dan lain sebagainya itu itu bisa
- 2:43:12masih AI. Jadi kalau hal-hal teknis
- 2:43:15imbuhan apa macam-macam itu bisa AI.
- 2:43:18Yang tidak bisa itu karena belum jauh
- 2:43:19saja pengalamannya menggunakan AI.
- 2:43:23Makanya prompting itu harus rigid,
- 2:43:25detail, spesifik.
- 2:43:27itu akan bisa AI. Yang tidak bisa
- 2:43:29digantikan oleh AI itu tadi. Kalau kamu
- 2:43:34contoh contoh ya banyak kita itu
- 2:43:36misalkan mau tanya tentang bab taharah
- 2:43:41itu misalkan yang muncul
- 2:43:44di dashboard-nya Google itu pasti
- 2:43:47tulisan-tulisan
- 2:43:49mereka bukan dari galangan galangan
- 2:43:52kita. Nanti kalau ditelusuri lebih
- 2:43:54lanjut lagi, siapa sih yang membuat
- 2:43:55tulisan itu?
- 2:43:58Siapa itu
- 2:44:00ee
- 2:44:02yang sering berseliweran, yang agak
- 2:44:04gemuk itu?
- 2:44:06Pasti tulisan-tulisan mereka. Padahal
- 2:44:08sampai saya ada di tulisan saya itu
- 2:44:10menelusuri biografi tokoh
- 2:44:13siapa? Fajrun Nada sama siapa lagi?
- 2:44:15Bahasa lama dan lain sebagainya itu ya.
- 2:44:17Mohon maaf, jangan disalah artikan nanti
- 2:44:21nanti ketika kajian kajian tokoh banyak
- 2:44:24sekarang itu artis sekalipun berdakwah
- 2:44:27tentang hukum-hukum Islam tapi dia itu
- 2:44:29tidak tahu nahwu sharf. Jadi tahunya itu
- 2:44:32hanya terjemahan dari kitab apa dari
- 2:44:34laptop lah. Ini yang sangat sangat
- 2:44:37bahaya sekali gitu loh. Makanya tetap
- 2:44:39harus dirawat kamu itu ngaji ngaji
- 2:44:41nahwu, ngaji ngaji sarf, hafalan
- 2:44:44mufrodat semuanya itu harus kamu
- 2:44:46laksanakan itu. Iya. Kalau cuma imbuhan
- 2:44:49seperti tadi itu sangat bisa AI. Iya.
- 2:44:53Jadi kayak kamus itu loh, EAI itu bisa
- 2:44:56mengklasifikasi, bisa memunculkan yang
- 2:44:59tepat, yang cepat itu bisa. Tapi
- 2:45:01konstruk keilmuan itu tidak bisa.
- 2:45:04Ee jadi jangan jangan gini di satu sisi
- 2:45:08kamu tidak boleh antipati terhadap
- 2:45:09kemajuan teknologi, tapi di dari di sisi
- 2:45:12lain tidak boleh menanggalkan apa yang
- 2:45:15sudah menjadi tradisi yang ada di pesan
- 2:45:18pesantren.
- 2:45:20Kalau saya AI itu boleh dikenalkan
- 2:45:23kepada anak SMP, SMA
- 2:45:26sebatas pengenalan saja yang
- 2:45:29ringan-ringan saja. yang kalau sudah
- 2:45:32mahasiswa S1, S2 bolehlah Deep AI itu
- 2:45:35pembelajaran yang mendalam tentang AI.
- 2:45:38Tapi kalau yang ke anak SMA, SMP itu ya
- 2:45:42pengenalan kayak tadi itu saja. Artinya
- 2:45:44apa? Kalau saya boleh mempresentase 85%
- 2:45:48kamu harus pakai konvensional dulu.
- 2:45:51Setelah terisi baru kamu untuk
- 2:45:53mengklasifikasi,
- 2:45:54untuk memetakan, membuat definisi
- 2:45:56bolehlah
- 2:45:58mengkombinasikan dengan AI. Itu pun
- 2:46:01harus dengan promptim prompting yang
- 2:46:04jelas. Jangan asal-asalan. Nah, jadi
- 2:46:06kalau hanya imbuhan tadi itu bisa AI ya.
- 2:46:10Itu tidak me menurunkan
- 2:46:14apa namanya kalau hanya imbuhan itu
- 2:46:15masih bisa di digantikan.
- 2:46:18Interpretasi juga bisa. Jadi misalkan
- 2:46:20pendapatnya, misalkan kaulnya ulama
- 2:46:23Sunni, ulama Syiah, ulama Muktazilah,
- 2:46:26kamu gabungkan menjadi satu frame itu
- 2:46:29masih bisa asalkan kamu masuki apa input
- 2:46:34data yang benar itu menginterpretasi itu
- 2:46:38bisa.
- 2:46:40Ee jadi sampai sedalam itu itu loh.
- 2:46:42Makanya harus hati-hati betul.
- 2:46:44Kalau kamu tidak tahu teks aslinya,
- 2:46:47naskah aslinya, kitab aslinya, bahaya
- 2:46:50nanti bisa
- 2:46:52apa namanya tergantikan. Banyak sekarang
- 2:46:55ulama-ulama bermunculan itu yang sama
- 2:46:57sekali tidak nyantri di pesantren
- 2:46:59kemudian mengeluarkan hadis tidak tahu
- 2:47:02status hadis itu sahih, hasan,
- 2:47:05sanadnya tidak jelas, apakah itu masuk
- 2:47:07kategori hadis yang diif atau bagaimana,
- 2:47:10itu tidak tahu. Pokok dikeluarkan aja
- 2:47:12untuk melegitimasi.
- 2:47:14kepentingan kelompoknya dan itu harus
- 2:47:16hati-hati. Makanya tidak salah kalau
- 2:47:18kalian itu belajar agama itu kepada
- 2:47:21ulama-ulama yang ahlusunah wal jamaah.
- 2:47:24Salah satunya beliau ini yang memang
- 2:47:26dari akar. Tadi tidak pernah sekolah
- 2:47:30formal tapi
- 2:47:32apa di Sidogiri itu sudah melebihi yang
- 2:47:35doktor ini kalau urusan fikih, urusan
- 2:47:38agama itu ya. Jadi belajar itu ke
- 2:47:41ahlinya.
- 2:47:42Jangan, jangan belajar mengandalkan guru
- 2:47:45melalui informasi AI saja. Saya tidak
- 2:47:49antipati terhadap AI, tapi saya juga
- 2:47:51selektif dalam
- 2:47:53menggunakan AI. AI itu banyak, tidak
- 2:47:56hanya CGPT. Chat GPT itu yang paling
- 2:47:58rendah. Nanti banyak kalau sudah deep
- 2:48:01learning tentang AI itu banyak. Kalau
- 2:48:04hanya untuk mengakurasi kata imbuhan
- 2:48:06tadi itu ya. Jadi jangan antipati tapi
- 2:48:09jangan sampai menanggalkan karakter asli
- 2:48:11yang ada di pesantren. Itu itu ya.
- 2:48:15Terima kasih.
- 2:48:17Baik, terima kasih Bapak atas
- 2:48:18jawabannya. Bagaimana menurut Masnya?
- 2:48:20Apakah sudah cukup atau mungkin ada tak
- 2:48:24sanggahan begitu?
- 2:48:26Cukup cukup.
- 2:48:26Cukup. Baik, terima kasih atas
- 2:48:29pertanyaannya. Untuk pertanyaan kedua
- 2:48:31tadi mau disampaikan oleh Mas yang
- 2:48:33berada di belakang tadi siapa? Oh, baik.
- 2:48:37Mik-nya bisa digeser ke belakang
- 2:48:39mungkin.
- 2:48:44I
- 2:48:47bisa menyampaikan nama serta
- 2:48:49pertanyaannya ditujukan kepada siapa,
- 2:48:51Mas?
- 2:48:53Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- 2:48:55wabarakatuh.
- 2:48:56Waalaikumsalam warahmatullahi
- 2:48:58wabarakatuh.
- 2:48:59Ee saya Ikrar Bakdinusa
- 2:49:02dari lembaga SMA. Saya ingin bertanya.
- 2:49:05Sebenarnya ada dua pertanyaan,
- 2:49:08tapi satu pertanyaan kepada
- 2:49:11ee Pak Ahmad Faisal, yang satu kepada
- 2:49:14Kiai Sukri.
- 2:49:15Iya. Baik.
- 2:49:16Untuk pertanyaan pertama mengenai AI.
- 2:49:20Jadi kan untuk di era sekarang ini
- 2:49:23ee anak-anak atau siswa-siswa itu
- 2:49:26memiliki emosian ee emosional
- 2:49:28masing-masing atau bisa dikatakan stin.
- 2:49:33Nah, dalam emosional masing-masing itu
- 2:49:38ee kita itu pasti mereaksikan ee AI itu
- 2:49:43dengan berbeda-beda
- 2:49:45sehingga ee
- 2:49:48AI itu bisa menurunkan nilai dalam hidup
- 2:49:51kita. Jadi, pertanyaan saya, bagaimana
- 2:49:55cara menanggulangi agar AI itu tidak
- 2:49:58bisa menghasut atau menurunkan nilai
- 2:50:01dalam hidup kita? Untuk pertanyaan
- 2:50:03pertama seperti itu. Lalu untuk
- 2:50:05pertanyaan kedua kepada Kiai Sukri
- 2:50:07mengenai ee
- 2:50:10tradisi di pondok pesantren.
- 2:50:14Jadi
- 2:50:16bagaimana sih caranya agar kita itu
- 2:50:19ketika di pesantren
- 2:50:22ee memiliki suatu program atau kegiatan
- 2:50:25yang buruk. Bagaimana cara menghilangkan
- 2:50:28kegiatan tersebut dan menggantikan ke
- 2:50:30kegiatan yang lebih positif?
- 2:50:33Baik.
- 2:50:34Baik. Sudah bisa langsung dijawab nih
- 2:50:37untuk pertanyaan pertama dulu kepada
- 2:50:39Bapak Faisol saya persilakan.
- 2:50:42Ee terima kasih penanya juga bagus ya
- 2:50:45pertanyaannya.
- 2:50:47Jadi di dalam dunia akademik itu banyak
- 2:50:50sekali intelijensi atau kecerdasan. Jadi
- 2:50:53ada yang namanya lebih dikenal dengan
- 2:50:55multiple intelligencies, kecerdasan
- 2:50:57majmuk. Ada intelektual, ada emosional,
- 2:51:00ada spiritual ya. Ada intelektual
- 2:51:03question, ada spiritual question, ada
- 2:51:05social question dan lain sebagainya.
- 2:51:07Tadi sudah saya kenalkan apa itu AI
- 2:51:09intelektual dan juga apa itu spiritual
- 2:51:14inteligence termasuk kecerdasan
- 2:51:16emosional. Nah, kalau mau latihan kita
- 2:51:20supaya cerdas secara emosional,
- 2:51:23teorinya boleh dari AI. Tapi kalau kamu
- 2:51:26benar-benar ingin berada di makam bahwa
- 2:51:28kamu cerdas emosionalnya, kamu harus
- 2:51:30latihan.
- 2:51:32Paham ya? Tidak bisa latihan dengan AI.
- 2:51:35AI itu hak apa? panduan gitu loh,
- 2:51:38panduan teori.
- 2:51:41Tapi kalau kamu mau latihan supaya kita
- 2:51:43tidak emosian, supaya kita itu menjadi
- 2:51:45seorang yang pemaaf misalkan, ya harus
- 2:51:47latihan sendiri. Kita itu yang harus
- 2:51:50latihan.
- 2:51:52Bukan kalau trik-triknya boleh tanya
- 2:51:54kepada AI. Seperti itu harus praktik.
- 2:51:58kamu di misalkan dibully sama temanmu,
- 2:52:02perasaannya gimana, marahnya di mana
- 2:52:04gitu loh. Marah apa dak gitu loh, emosi
- 2:52:08apa dak? Ya harus kamu kamu latihan itu.
- 2:52:13Bu jadi itu apa? Pelatihan yang sangat
- 2:52:15berat kalau bisa menahan amarah itu.
- 2:52:17Kalau tidak apa emosian gitu menahan
- 2:52:20emosi itu qadimul ghaid ya. Jadi tidak
- 2:52:24bisa menggunakan ea ya harus latihan
- 2:52:26gitu ya. harus latihan. Makanya di
- 2:52:28pesantren itu tidak di tidak hanya
- 2:52:31diajari
- 2:52:33menghafal, tapi kamu kan juga sambil
- 2:52:37diajari tirakat, diajari puasa, ya
- 2:52:40diajari mungkin disiplin salat jemah
- 2:52:43tadi itu. Kalau saya di pesantren dulu
- 2:52:46misalkan melakukan satu pelanggaran atau
- 2:52:48dua pelanggaran,
- 2:52:49hukumannya, punishmenya itu yang
- 2:52:51bersifat edukatif. Misalkan
- 2:52:54saya melakukan pelanggaran dilaporkan
- 2:52:55oleh pengurus ke kiai. Jadi kiai itu
- 2:52:58langsung kamu selama 7 hari harus jemah
- 2:53:01maktubah 5 waktu itu di belakang saya.
- 2:53:04Di absen itu hari kedua misalkan tidak
- 2:53:06ada ngulang lagi dari hari pertama itu
- 2:53:10bersifat edukatif
- 2:53:12gitu loh. Pasti ada korelasinya, ada
- 2:53:14hubungannya nanti itu ya. Jadi harus
- 2:53:17latihan memang kalau mau menekan emosi
- 2:53:20kita jangan tanya. Kalau tanya kepada
- 2:53:22iya hanya sekedar wawasan gitu ya. Hanya
- 2:53:26sekedar wawasan tapi kalau mau
- 2:53:30praktiknya ya harus latihan latihan
- 2:53:34sendiri. Ingat AI itu jangan jadikan
- 2:53:37guru. Jadikan dia coilot kita. Jadikan
- 2:53:39dia partner kita. Jadikan asisten kita.
- 2:53:43Kita dong yang harus lebih tinggi
- 2:53:45daripada AI. AI itu bekerja kalau dia
- 2:53:49itu ada prompting, ada input data,
- 2:53:51algoritma bekerja itu seperti itu. Nah,
- 2:53:54baru nanti kalau AI agen sekali
- 2:53:56prompting yang pendek dia ngerti
- 2:53:57maksudnya. Tapi untuk level-level ee
- 2:54:02S1 ke bawah itu AiaI yang LM tadi itu
- 2:54:06bekerja meng bekerja itu sesuai dengan
- 2:54:09input data yang kita masukkan itu ya.
- 2:54:14Sekali lagi, jangan jadikan guru,
- 2:54:16jadikan AI itu sebagai partner.
- 2:54:19Berulang-ulang saya katakan itu. Terima
- 2:54:21kasih. Bagaimana, Masnya? Apakah jawaban
- 2:54:24dari Bapak Faisal sudah bisa dipahami?
- 2:54:27Bisa.
- 2:54:28Baik, untuk selanjutnya tadi Masnya
- 2:54:30bertanya kepada Kiai Sukri juga bahwa
- 2:54:34bagaimana nih, Kiai ee caranya agar kita
- 2:54:38saat berada di pesantren itu
- 2:54:41menghilangkan perilaku buruk begitu dan
- 2:54:43menggantinya dengan perilaku yang baik.
- 2:54:47[mendengus]
- 2:54:48Yang pertama itu
- 2:54:51kita harus ingat terhadap orang tua.
- 2:54:56Dan perlu kita angan-angan kira-kira
- 2:55:00orang tua itu
- 2:55:03mengirim kita ke pesantren apakah karena
- 2:55:06ingin menghancurkan kita, membuat kita
- 2:55:09menderita atau ingin membuat sebuah ee
- 2:55:13bangunan yang kokoh agar kita menjadi
- 2:55:15orang yang
- 2:55:17bahagia kelak.
- 2:55:21Kalau kita paham bahwa keinginan orang
- 2:55:24orang tua mengirim kita ke pondok itu
- 2:55:26untuk masa depan kita, maka kita kita
- 2:55:29tidak akan main-main.
- 2:55:31[mendengus]
- 2:55:32Tetapi seringki
- 2:55:35itu
- 2:55:37kita paham terhadap
- 2:55:40hal itu, tetapi gak bisa sama teman.
- 2:55:45Iya kan? Gak bisa sama teman.
- 2:55:49Maka kemudian
- 2:55:51kita cari teman yang baik.
- 2:55:55Kita cari teman yang baik.
- 2:55:59Kok kalau kemudian temannya itu tidak
- 2:56:01begitu kuat, dua atau tiga dan sampean
- 2:56:04yang dominan, maka sampean harus bisa
- 2:56:07merubah temannya. Tapi kalau temannya
- 2:56:10terlalu banyak, maka sampean harus cari
- 2:56:12cara agar bisa
- 2:56:15ee mengucilkan diri dari temannya
- 2:56:17tersebut.
- 2:56:18Kalau bisa ya tambah tanpa ada ee tanpa
- 2:56:23ada perasaan dihijrahi oleh teman kalau
- 2:56:26bisa. Kalau tidak maka ya harus kita
- 2:56:29katakan bahwa [mendengus] saya
- 2:56:32sering diingatkan oleh orang tua tentang
- 2:56:36keinginan beliau mengirim saya ke sini
- 2:56:38dan seterusnya.
- 2:56:42Itu yang kedua ya. Yang ketiga, yang
- 2:56:44ketiga adalah selalu membayangkan
- 2:56:47akibatnya kalau kita itu nakal di
- 2:56:50pondok.
- 2:56:52Konsekuensinya
- 2:56:54diusir yang paling ekstrem ya
- 2:56:58misalnya bertengkar atau keroyokan itu
- 2:57:01ya. Ah, diusir
- 2:57:03ditindak
- 2:57:05kemudian kita mendapatkan bala besok
- 2:57:09kalau sudah pulang. Karena apa? Ee di
- 2:57:12pesantren itu kan sudah masyhur.
- 2:57:14Hati-hati [mendengus] di pesantren.
- 2:57:17Ngecok jarum neng ponduk molin ngecok
- 2:57:20jaren. Paham ya?
- 2:57:22Mencuri jarum di pondok pulannya mencuri
- 2:57:26jaran.
- 2:57:28Jadi kalau kita paham terhadap
- 2:57:31akibatnya,
- 2:57:33maka ya mudah-mudahanlah
- 2:57:36kalau dak ma apa man man nadaral
- 2:57:41awaqibah
- 2:57:43man nadaral masoibah
- 2:57:46salimal awaqibah.
- 2:57:48Orang yang selalu ber mengangan-angan
- 2:57:50memikirkan resiko, maka dia akan selamat
- 2:57:54dari akibat atau selamat akhirnya. Tuh.
- 2:58:00Yang ketiga,
- 2:58:03sering
- 2:58:06mengambil tauladan
- 2:58:08dari anak yang nakal di pondok.
- 2:58:11Pulangnya itu jadinya apa? Sering bolos
- 2:58:14misalnya. Bukan karena anu, bukan karena
- 2:58:16mengabdi kan kadang ada anak di pondok
- 2:58:19sampai sekolah itu gak sempat. Karena
- 2:58:22apa? Memang tujuan utamanya itu
- 2:58:24mengabdi. Sekolah itu adalah hanya untuk
- 2:58:28tambahan seperti itu. Kalau di
- 2:58:29pondok-pondok salaf seperti itu. Nah,
- 2:58:32kita lihat anak yang sering melanggar di
- 2:58:34pondok, sering bertengkar, sering
- 2:58:36membully teman misalnya, sering nyolong
- 2:58:40misalnya sering wah pokok perilakunya
- 2:58:43gak baik. Pulangnya seperti apa? Baik
- 2:58:45dia itu adalah ee putra tokoh masyarakat
- 2:58:50atau orang biasa.
- 2:58:52yang kita lihat, yang saya tahu itu ya
- 2:58:55yang saya tahu [mendengus]
- 2:58:57misalnya ada putra tokohlah, kiai agak
- 2:59:01besarlah ya, kiai agak jumbo misalnya
- 2:59:04punya nama, orang tuanya punya nama.
- 2:59:07Minimal minimal minimal
- 2:59:11minimal dia itu kalau kumpul sesama
- 2:59:14putranya kiai itu dia gak PD malu.
- 2:59:17Karena apa?
- 2:59:19ee pengetahuannya terlalu rendah untuk
- 2:59:22kumpul sama kiai-kiai putra kiai yang
- 2:59:25cerdas cerdas
- 2:59:28itu minimal seperti itu. Atau kita kita
- 2:59:31lihat putranya kiai besar di pondok
- 2:59:34nakal. Akhirnya pulangnya gimana? Gak
- 2:59:36ada cara lain. Apa lapai
- 2:59:41mano rambut pelancong pasilo disuruh
- 2:59:45ngajar gak bisa.
- 2:59:48Caranya bagaimana? Agar tidak dicemo
- 2:59:50masyarakat dipas lap.
- 2:59:53Kalau kita paham beberapa akibat
- 2:59:55tersebut setelah kita pulang, apalagi
- 2:59:58yang memang ee orang tuanya bukan kiai
- 3:00:01atau bukan tokoh
- 3:00:03atau menduk k je kaj mendukmenduk anan
- 3:00:08karena oleh olena memaksakan diri.
- 3:00:13Tujuannya apa? Agar anaknya gak sama
- 3:00:16seperti orang tuanya. Maka kalau kita
- 3:00:20paham itu ya selalu ingat orang tua,
- 3:00:24selalu ingat kesusahan orang tua,
- 3:00:26perjuangan orang tua, mudah-mudahan kita
- 3:00:29itu tidak akan menyia-nyiakan ee
- 3:00:32kepercayaan orang tua dan tidak mudah
- 3:00:35memutupkan harapan orang tua untuk kita.
- 3:00:38Itu mungkin ya.
- 3:00:41Baik, terima kasih Kiai atas jawabannya.
- 3:00:43Bagaimana dari Masnya? Apakah sudah
- 3:00:45dapat dipahami?
- 3:00:48Iya. Baik. Nah, Teman-teman saya
- 3:00:52berusaha untuk menyimpulkan nih dari
- 3:00:54diskusi yang awal kita sampai saat ini,
- 3:00:57saya berusaha untuk menyimpulkan bahwa
- 3:01:00ee telah disampaikan oleh Bapak Faisal
- 3:01:03tadi bahwa ee AI ini saat ini bukan lagi
- 3:01:07sesuatu yang baru. Begitu. kehadirannya
- 3:01:10ini sudah menjadi bagian dari
- 3:01:12perkembangan zaman dan dapat
- 3:01:14dimanfaatkan dalam ee kehidupan kita
- 3:01:17saat ini termasuk dalam proses belajar.
- 3:01:20Nah, namun kita tidak boleh sampai
- 3:01:23bergantung juga sepenuhnya kepada AI.
- 3:01:26Karena AI pada saat ini itu menjadi alat
- 3:01:29bantu saja, bukan menjadi pengganti
- 3:01:32seorang guru atau pengganti sumber
- 3:01:35keilmuan kita.
- 3:01:37Yang paling penting, pemanfaatan EA ini
- 3:01:39tetap harus bermuara pada adab. Dalam
- 3:01:42tradisi pesantren, ilmu itu tidak hanya
- 3:01:45tentang seberapa banyak pengetahuan yang
- 3:01:47kita miliki, tetapi juga bagaimana ilmu
- 3:01:52tersebut itu diperoleh, kepada siapa
- 3:01:54kita belajar dan bagaimana kita
- 3:01:57mengamalkannya.
- 3:01:58Kemudian untuk materi yang disampaikan
- 3:02:01oleh Kiai Sukri tadi, kita juga bisa
- 3:02:04menyimpulkan bahwa ee kitab kuning pada
- 3:02:08saat ini tuh memiliki peran yang sangat
- 3:02:10penting dalam kehidupan di pesantren.
- 3:02:13Kitab kuning bukan hanya sekedar bahan
- 3:02:15pembelajaran saja, melainkan menjadi ee
- 3:02:19perjalan keilmuan bagi seorang santri.
- 3:02:23Melalui kitab kuning itu santri dapat
- 3:02:25terhubung dengan sanad keilmuan
- 3:02:29para ulama. kemudian bisa memperoleh
- 3:02:31pemahaman yang lebih mendalam tentang
- 3:02:34berbagai ilmu agama serta mempelajari
- 3:02:37agama Islam secara terstruktur melalui
- 3:02:40bimbingan seorang guru. Mungkin itulah
- 3:02:42kesimpulan dari diskusi kita pada pagi
- 3:02:46hingga siang kali ini yang menandakan
- 3:02:48juga berakhirnya sesi seminar kita pada
- 3:02:52siang hari ini. Saya ucapkan terima
- 3:02:54kasih kepada Bapak Faisal dan Kiai Sukri
- 3:02:57atas kesempatan dan waktunya yang telah
- 3:03:00diberikan. Dan juga saya berterima kasih
- 3:03:02kepada audiens dan teman-teman semua
- 3:03:05yang sudah berpartisipasi aktif hingga
- 3:03:08mendengarkan materi kita dari awal
- 3:03:11hingga akhir.
- 3:03:13Saya sebagai moderator mohon maaf jika
- 3:03:16ada salah kata dari awal hingga akhir
- 3:03:19yang disengaja maupun tidak disengaja.
- 3:03:21Saya akhiri seminar kali ini.
- 3:03:24Wasalamualaikum warahmatullahi
- 3:03:26wabarakatuh.
- 3:03:29Untuk selanjutnya saya kembalikan kepada
- 3:03:32MC.
- 3:03:41Wah, luar biasa sekali diskusi dan
- 3:03:43pemaparan ilmu daging dari para pemateri
- 3:03:46kita siang hari ini. Tepuk tangan dulu
- 3:03:49dong buat kita semua.
- 3:03:51[tepuk tangan]
- 3:03:53Sebelum kita mengakhiri keseruan hari
- 3:03:55ini, acara selanjutnya adalah penyerahan
- 3:03:57sertifikat secara simbolis. Kepada
- 3:04:00perwakilan panitia dipersilakan
- 3:04:02menyerahkan sertifikat kepada para
- 3:04:04narasumber dan moderator.
- 3:05:23[tepuk tangan]
- 3:05:24Baik, kami sampaikan terima kasih. Tidak
- 3:05:28afdal rasanya kalau momen keren ini
- 3:05:30tidak diabadikan untuk media kita.
- 3:05:32dipersilakan kepada seluruh peserta,
- 3:05:34pemateri, dan panitia yuk merapat ke
- 3:05:37depan karena kita akan melakukan sesi
- 3:05:39foto bersama. Kepada tim dokumentasi
- 3:05:42dipersilakan untuk mengambil alih
- 3:05:43jalannya sesi foto.
- 3:05:53Cek cek. Ayo. Bisa jadi coknya dulu bisa
- 3:05:56maju ke depan untuk sesi foto
- 3:05:57bareng-bareng.
- 3:06:05bisa menghadap ke sana ya, bisa
- 3:06:08menghadap ke sana. Bapak Faisal dan Kiai
- 3:06:11Sukri bisa ada di tengah-tengah
- 3:06:15di samping kanan dan kirinya
- 3:06:22bisa di sebelah sana juga, Mas.
- 3:06:40Mungkin yang di belakang bisa ke sebelah
- 3:06:42kirinya Bapak Faisol begitu.
- 3:06:49Oh, yang paling belakang bisa beralih ke
- 3:06:52depan, Mas. Bisa duduk foto duduk di
- 3:06:56depan.
- 3:06:58Ayo yang
- 3:07:05yang di belakang yang di belakang bisa
- 3:07:07di depan
About this transcript
This page contains the full transcript of SEMINAR TEMA NGAJI 5.0 MENGINTEGRASIKAN AI, KITAB KUNING, DAN TRADISI PESANTREN || CHANNEL NURIS by CHANNEL NURIS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 18,718 words across 3,740 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.