PWK - GOFAR DAPET KELAS KHUSUS DARI TOP GLOBAL NGOLAH — Transcript
Full transcript
- 0:00Ada pejabat bintang tig bintang dua yang
- 0:02saya kenal. Saya samperin dulu orang itu
- 0:04seperti
- 0:04kayak di konten-konten lu.
- 0:06Iya.
- 0:07Hal Bapak I
- 0:11Bapak
- 0:13kok kalau dia yang berani enggak cocok
- 0:14ya?
- 0:15Tiap minggu ada loh pasti ngemik
- 0:18hampir tiap minggu.
- 0:19Puji Tuhan. Puji Tuhan. God.
- 0:21Cepek lebih ada cepek lebih.
- 0:23Iya. dibongkar sama dia, diolah sama dia
- 0:29itu benar enggak sih yang diomongin Ari
- 0:30Kirana lu? Ada satu
- 0:32informan yang Om Coki ini ee orang ini
- 0:36ya datang namanya ini itu benar enggak
- 0:38sih?
- 0:38Pertama dia enggak ngomong om Choki.
- 0:42Kasih tips biar enggak derendahin sama
- 0:43orang berpangkat dong, Bang. Wah
- 0:45wah ini ini
- 0:47gila gila gila. Gua makan gorengan
- 0:50ini gua banget lagi baru-baru ini.
- 0:53Oh gitu. Awal tahun.
- 0:54Serius loh,
- 0:55lu enggak monitor.
- 0:57Hah? Kenapa?
- 1:14bunga
- 1:17diladangi
- 1:19songo
- 1:24semuanya
- 1:38mari suang
- 1:41hari menantialani
- 1:46cinta pumi sekali lagi
- 1:53cinta palsu
- 1:58Hilman
- 2:00horas
- 2:01horas
- 2:02horas
- 2:03horas anj
- 2:07biasa gitu kalau di adat Batak
- 2:09iyaung
- 2:11ada banyak ada banyak
- 2:12perkusinyaungung
- 2:16uh langsung siapapun yang tertimbun di
- 2:18tanah bangkit
- 2:22bangkit atau kopi bareng sama kita
- 2:24kopinya udah Tersedia nih. Mantap kali.
- 2:26Jangan gini. Anjay.
- 2:28Uh. Ya.
- 2:29Silakanih.
- 2:31Iya. Ibu yang di belakang mau saya
- 2:33olahnya.
- 2:38Mau diolah. Diolah. Tapi gila nih orang
- 2:40nih.
- 2:41Apa bro?
- 2:42Gokil. Gua tuh ngelihat ngelihat
- 2:44ngelihat konten-konten lu kan.
- 2:45Heh.
- 2:45Akhirnya gua fant siaran gua dong Ari
- 2:47Kirana.
- 2:48Wih, Kakak Ari. Ari itu takut banget
- 2:52ngemcu. Takut disuruh push up.
- 2:56Choki si toang menurut lu gimana?
- 2:57Choki
- 2:58heh.
- 2:59Beh
- 3:00gua kalau salah takut disuruh push apa
- 3:01sama dia?
- 3:04Misalnya salah ngomong gua takut bo
- 3:06kalau sama Choki. K
- 3:08dia tuh orang perfeksionis banget. Gua
- 3:09takut disuruh push up.
- 3:11Emang lu semenyeramkan itu kalau
- 3:14ee ngemc bareng gitu?
- 3:16Opsinya cuma dua kok. Kalau enggak push
- 3:18up ya burpace
- 3:20lebih capek lebih capek lebih capek.
- 3:25Menurut gua itu kesan ya.
- 3:27Iya
- 3:28goofar menurut gua itu kesan kesan orang
- 3:30yang kerja sama gua.
- 3:32Tapi gua enggak pernah bermaksud untuk
- 3:33nakut-nakutin orang.
- 3:35Oke.
- 3:36Bikin orang segen,
- 3:37sungkan, apalagi berjarak sama gua.
- 3:40Dan kita di profesi ini
- 3:42he
- 3:43ngemc bareng itu kekuatannya harus
- 3:45setara.
- 3:46Betul. Jadi siapa yang dominan ketika
- 3:48dia digabungkan? Dia harus
- 3:50pakai ilmu equalizer namanya.
- 3:52Penyeimbang. Dia turunin ego dia.
- 3:55Yang kurang harus dinaikin.
- 3:57Oke.
- 3:57Supaya klien kita enggak bentrok.
- 3:59Klien kita bisa menikmati acara tanpa
- 4:01dominasi seseorang di atas panggung.
- 4:04Oke. Berarti kalau misalnya pattern ngc
- 4:06bukan harus ada ngelit? Enggak juga.
- 4:08Iya harus. Harus
- 4:09harus ngelit satu orang dong.
- 4:10Satu orang yang memimpin jadi kiblat.
- 4:12Jadi modelnya jadi pengemudi.
- 4:14Iya. Heeh. Tapi navigator
- 4:16harus bisa
- 4:17dia melihat dari sisi yang enggak
- 4:18dilihat sama pengemudi kan.
- 4:20Hm.
- 4:21Nah, ada pengemudi yang ngeyel.
- 4:24Iya.
- 4:24Dia pikir gini bisa gua sendiri udah
- 4:26enggak ada lu juga bisa gitu.
- 4:28Tapi nyasar entar kalau enggak ada
- 4:29nyasar. Satu. Yang kedua, klien lu beli
- 4:32paketnya lu sama dia kan.
- 4:33Iya. Ngapain lu anggurin itu lagi?
- 4:36Etikanya juga lu labrak.
- 4:37Iya.
- 4:38Kemudian lu jadi dominan sendiri. Lu
- 4:39pikir ini pertunjukan el. Padahal lu
- 4:42secara profesional dihargai lewat
- 4:44materi. Ya, lu hargai teman kerja lu
- 4:45dong.
- 4:46Is, itu bener
- 4:49gila itu kayak gua ngelihat
- 4:52konten-konten lu. Wah, ini kita harus
- 4:54bahas nih. Gua bilang gua harus sama
- 4:55Choki nih. Berkali-kali akhirnya ketemu
- 4:58jadwal. Heh.
- 4:59Sampai ketemu sama lu Sheril.
- 5:01Iya.
- 5:02Gua li karaoke
- 5:03di Shamrok e Sarjo.
- 5:05Uh,
- 5:06panggar.
- 5:07Iya. Aku dari choki
- 5:09par dede
- 5:11sit. Oke sini sini sama par ded gua
- 5:14enggak gua temuin kalau cok. Ayo ayo ayo
- 5:16ayo.
- 5:17Sor ya cok le sabar le ya ada cover di
- 5:21sini L
- 5:22datang katanya pembahasannya seru.
- 5:25Heh he
- 5:26terima kasih ee berkat konten Bang Govar
- 5:29jadi berkat buat keluarga kami kata dia
- 5:30gitu. Hah
- 5:31yang sama Ari. Iya itu viral. Iya gua
- 5:34tahu viral.
- 5:34Iya iya
- 5:35tapi masalah enggak sih? Enggak, enggak.
- 5:37Justru positif katanya. Wah,
- 5:39alhamdulillah.
- 5:40Tapi lu enggak nerima surat somasi atau
- 5:42apapun?
- 5:42Eh, nerima surat
- 5:43dari kantor hukum gua.
- 5:44Dari ee pengacaranya Choki Pardid.
- 5:48Eh, gua pernah diundang dia loh.
- 5:49Sama Cuki
- 5:502 tahun yang lalu
- 5:51di konten apa?
- 5:53Dia kan punya kanal YouTube
- 5:55nama? Nama YouTube apa? Choki-Choki
- 5:57bukan
- 5:58gua sama dia gitu ya. Pardit toang.
- 6:01Enggak loh. Dia yang sama tiga
- 6:04anak muda perempuan yang cantik-cantik.
- 6:06Tapi dikesankan enggak tahu apa-apa.
- 6:08Oh, BBK. BBK.
- 6:11Iya kan? Ada kan?
- 6:12Iya. Nah,
- 6:13nah itu uang transportnya belum tuh.
- 6:16We Joki, ayo wkwk project nih.
- 6:20Enggak, udah, udah. Makasih berkatnya
- 6:22buat keluarga kami.
- 6:24Tapi itu, itu jadi kontras ya antara
- 6:26satu orang yang menguasai public
- 6:28speaking sama tiga cewek yang nanyanya
- 6:31seruntulan.
- 6:32Oh, seruntulan.
- 6:32Seruntulan sekali. Gimana ngadapin? Kan
- 6:36jadi host nih, lu cerita
- 6:37gimana ee ngadapin mereka yang misalnya
- 6:40enggak tahu tentang lu. He.
- 6:42Lu ngadapinnya gimana?
- 6:43Tenang,
- 6:44tenang aja.
- 6:45Yang kedua, gua biarin aja mereka cerita
- 6:47dulu.
- 6:47Oke.
- 6:48Enggak mau cerita juga bahasa tubuhnya
- 6:51pasti menceritakan sesuatu.
- 6:52Kayak gimana contohnya?
- 6:54Gelisah misalnya dia kayak dia melihat
- 6:57satu keunggulan gua misalnya entah
- 6:58pakaian, entah penampilan apapun lah.
- 7:00Kelihatan mereka ada sisi mengaguminya
- 7:02kan. Gua biarin aja.
- 7:04E
- 7:04karena diksi lu, verbal lu bisa bohong.
- 7:07Misalnya, "Gua enggak kenal lu,
- 7:08enggak gua enggak suka lu." Tapi
- 7:10ngomongnya gini, "Enggak, gua gua enggak
- 7:12suka." Nah, misalnya ini contoh kan
- 7:14artinya bahasa tubuh kita enggak
- 7:16berbohong,
- 7:17susah untuk dibohongin, untuk disetel
- 7:19sama pikiran.
- 7:21Ee bilang sebaliknya, bilang sebaliknya.
- 7:22Bahasa tubuh itu lu susah. Kamu grogi
- 7:24enggak? Enggak, saya enggak grogi. Kamu
- 7:26jangan marah dong. Siapa yang marah?
- 7:28Enggak bisa bohong tuh.
- 7:29Siapa yang marah? gitu kan bahasa
- 7:31tubuhnya, bola matanya gitu. Nah, waktu
- 7:34gua datang ke podcast itu,
- 7:36gua berpikir gua harus banyak kenal
- 7:38mereka juga.
- 7:38Iya.
- 7:39Karena gue juga bukan pengikut
- 7:41mereka
- 7:41nonton acara mereka kan.
- 7:43Lu riset dulu berarti soal mereka
- 7:44ada riset ada riset seperti yang
- 7:46teman-teman juga bahas di PWK.
- 7:47Iya
- 7:48gua riset
- 7:49pakai ini enggak monitornya?
- 7:51Enggak enggak enggak
- 7:52yang itu namanya ini ya cok ya gitu.
- 7:57Itu khusus ngemc.
- 7:58Khusus ngemc ya.
- 8:00Tapi waktu diundang di kanal itu ya gua
- 8:04harus tahulah siapa Choki Pard, siapa
- 8:07tiga orang ini. Sedikit aja, sedikit
- 8:09aja. selebihnya biar mereka bercerita
- 8:11dan ternyata mereka cerita cerita
- 8:13mengenai kepolosannya, keluguannya.
- 8:16Saya lahir di zaman dulu manggilnya
- 8:18bapak lagi.
- 8:19Iya.
- 8:20Panggil Bapak.
- 8:21Iya. Jadi, Pak Aduh manggil apa? Papa
- 8:23atau Koko? Katanya udah panggil Koko
- 8:25aja. Waktu Koko dikenal itu lewat acara
- 8:28saya belum lahir. Paham,
- 8:31paham, paham banget. Nah, karena gua
- 8:33tenang, gua enggak panik, gua enggak
- 8:34perlu nunjukin sisi, kenapa lu enggak
- 8:37kenal gue?
- 8:37Eh,
- 8:38jangan gue yang menonjolkan diri, biar
- 8:40aja mereka yang nonjolkan diri. Gua
- 8:42menari di atas ombak itu.
- 8:43Iya.
- 8:44Gua ngolah.
- 8:45Eh,
- 8:46malah jadi bisa tanya jawab nyambung.
- 8:47I
- 8:48tanpa gua mendominasi mereka.
- 8:50Oke. Dan sebagai tamu kan kadang-kadang
- 8:52nih ya kita sebagai host kayak
- 8:54duh pengin diambil alih gitu kan. Ada
- 8:56yang kayak gitu ya
- 8:57mengisi kekosongan-kekosongan DTT
- 8:59kadang-kadang tuh ada ada jiwa
- 9:01MC dan host yang pengin tapi kita kan
- 9:03mesti tahan kan.
- 9:04Benar benar
- 9:05ini acara mereka ya udah kita ikutin
- 9:07alur aja. Maksud lu kayak gitu.
- 9:09Iya.
- 9:09Ee
- 9:10rahasia hati kita tetap di dalam hati.
- 9:12Iya.
- 9:12Jangan lu keluarin.
- 9:14Hm.
- 9:14Kalau lu keluarin berarti lu ngelabrak
- 9:16aturan kan.
- 9:17Tontonan jadi enggak menarik.
- 9:18He.
- 9:19Meskipun lu jago retorika, silat lidah
- 9:21pengin ngapain gitu ya,
- 9:22pengin salto gitu
- 9:24tiba-tibaus gitu. Janganjangan ribet itu
- 9:27ribet.
- 9:28It's all about timing, man.
- 9:30Hmm.
- 9:31You know what is right. You know how to
- 9:32do it right. But when the time is right,
- 9:34then you will have a perfection, kan?
- 9:36Kalau waktunya tepat, momentumnya lu
- 9:38kejar dep
- 9:39baru deh.
- 9:40Kita orang radio kenal punch line.
- 9:43Betul.
- 9:44Pukulan di ujung itu kan.
- 9:45Iya.
- 9:46Pukulannya enggak terlalu keras tapi
- 9:47kena di ulu hati. Seorang kayak, "Wah,
- 9:49gila nih pas banget nih ngomongnya
- 9:51gitu."
- 9:53Nah, kalau enggak pas waktunya lu masuk
- 9:55karena jiwa lu berontak, enggak puas
- 9:58dan lu enggak menikmati siarannya,
- 9:59jadinya enggak menyenangkan show-nya,
- 10:01lu enggak akan diundang lagi.
- 10:02Iya, betul, betul, betul.
- 10:03Ngapain lu rebut acara orang?
- 10:05Jadi lu aman, Gu, Far,
- 10:10sama sebagai host. Tapi kalau soalnya MC
- 10:11sih dia juaranya udah. Itu benar enggak
- 10:14sih yang diomongin Ari Kirana lu? Ada
- 10:15satu informan yang Om Coki ini ee orang
- 10:20ini ya datang namanya ini itu benar
- 10:22enggak sih? Pertama dia enggak ngomong
- 10:24Om Choki.
- 10:28Itu rekayasa lu aja.
- 10:30Lu terlalu liar imajinasi lu.
- 10:36Iya kan?
- 10:37Jadi gua dan tim itu bermain sandi.
- 10:40Sandi itu
- 10:41covered
- 10:42atau penyamaran. Kami enggak pernah
- 10:44ngomong Bang Coki, Om Choki, Cok.
- 10:46Enggakak. Saya juga enggak nyebut
- 10:48asisten-asisten saya Yosia
- 10:50Cheril. Enggak.
- 10:51I
- 10:51enggak kami punya sandi. Kenapa? Sebab
- 10:55pada alat yang kami pakai, alat
- 10:57komunikasi itu point to point frequen eh
- 11:00frequency. Point to point frequency itu
- 11:03orang lain yang punya HT yang sama itu
- 11:05bisa intersepsi. Bisa kalau dia
- 11:08masukinnya di pasek
- 11:10yang sama. I
- 11:11gua enggak mau omongan kami
- 11:13bukan hanya kedengaran tetapi ketahuan
- 11:16yang ngomong siapa. Jadi kami pakai nama
- 11:18Sandi.
- 11:18Eh
- 11:19lu mau tahu sandinya apa?
- 11:20Sandi apa?
- 11:21Gua buka aja nih.
- 11:22Iya.
- 11:24CS Choki Sit enggak? Teralu.
- 11:26Ketawa ketawa.
- 11:27Sandinya CH
- 11:30itu di dieja itu dija itu dija
- 11:33itu dija
- 11:35sandi gua rajawali. Rajawali.
- 11:38Nah, asisten-asisten tuh menggunakan
- 11:40nama burung yang lain. Ada Kutilang, ada
- 11:42Cendrawasi, ada Kasuari. Tergantung
- 11:45siapa yang lagi bertugas saat itu.
- 11:46Oke,
- 11:48oke. Mantap. Ya, untuk itulah gua
- 11:50diundang
- 11:52dan akan diundang lagi. Enggak tahu
- 11:54kapasitasnya apa.
- 11:55Oke. Misal Rajawali, Nah, dia ngomong
- 11:57kan, Rajawali kan dia pakai alkomnya
- 12:00Rajawali monitor. Saya biasanya dapat
- 12:02informasi langsung masuk
- 12:05menteri A
- 12:07Hm.
- 12:08Hadir atau tamu VVP nomor 4 hadir. Nah,
- 12:11saya kan punya catatan
- 12:13H
- 12:13Q Card kan.
- 12:15Selain daripada Qard itu yang sudah di
- 12:18coret-coret, sudah direvisi, sudah
- 12:20dipelajari,
- 12:21saya juga hafal nama-nama pejabat.
- 12:24Hm.
- 12:24Karena lingkungan pelayanan, pekerjaan,
- 12:28dan pergaulan lah.
- 12:28Betul. Itu bergeser dengan mereka.
- 12:30Iya, betul. Beririsan dengan mereka.
- 12:33Jadi familiarlah saya dengan menteri A,
- 12:35menteri B, bahkan secara pribadi kenal.
- 12:38Enggak terlalu sulit untuk gua masuk ke
- 12:40nama mereka
- 12:40dan kenali wajah-wajahnya.
- 12:43Kenali wajah dulu. Oke.
- 12:43Kenali wajah dulu. Kenali dengan siapa
- 12:45dia datang, perangkatnya berapa orang.
- 12:47H
- 12:48kita akan tahu bobot dia siapa.
- 12:50Oke.
- 12:51Nah, ketika lu enggak tahu siapa dia,
- 12:54tapi ini tamu penting banget buat
- 12:56keluarga ini nih. Misalnya MC WD ya.
- 12:57Iya. Iya.
- 12:59Kan lu enggak tahu mukanya nih di awal.
- 13:00Gimana cara ngakalin ataukah tim lu
- 13:02kayak ngasih ciri-ciri dia yang pakai
- 13:04batik warna ini atau gimana?
- 13:09Kalau tamu itu penting banget, masuk
- 13:11kategori penting banget. dan pejabat
- 13:12negara
- 13:13kayaknya lu tahu deh.
- 13:14Lu pasti tahu
- 13:15is
- 13:16karena gua baca berita, Bro, tiap hari
- 13:19dan gua kan mantan wartawan ya.
- 13:20Betul. Jurnalis politik,
- 13:22jurnalis politik, hukum dan keamanan.
- 13:26Memang orang-orang di zaman gua nulis
- 13:27berita banyak juga yang sudah wafat
- 13:29h
- 13:30dan enggak mungkin hadir di situ kan ya.
- 13:32Tapi maksud gua kebiasaan gua untuk
- 13:35menelisi, cari tahu latar belakang itu
- 13:37sampai hari ini gua lakuin.
- 13:39Hm. Jadi disiplin yang lama itu yang
- 13:41penting.
- 13:41Oke.
- 13:42Latihan-latihan kita dulu di radio
- 13:44Iya. Iya.
- 13:45Theater of Mind itu yang membuat kita
- 13:47jadi dikelilingi paling sedikit tiga
- 13:49kamera ini. Empat.
- 13:49Iya. Iya. Empat. Sama kamera lu satu.
- 13:52Iya.
- 13:53Jadi lima.
- 13:53Belum lagi kamera gua yang di sini.
- 13:57Ancaman. Ancaman.
- 13:59Oh. Jadi knowledge itu penting ya buat
- 14:01buat kayak oke misalnya gua adalah MC.
- 14:04untuk menunjang ke MC gua i
- 14:06gua harus punya knowledge yang sangat
- 14:07luas nih. Berarti gua belajar tiap
- 14:09harinya untuk biar ee ngemc gue tuh pol
- 14:13gitu.
- 14:14Gua lebih suka pakai kata-kata
- 14:17pengetahuan itu harus lu dapetin.
- 14:20Lu tahu kulitnya bagus, tahu dalamannya
- 14:22sedikit lebih baik, tapi tahu cara
- 14:25menggunakannya itu elok.
- 14:26Hmm.
- 14:27Kan enggak semua info itu lu bakal
- 14:28pakai.
- 14:29Betul. Tapi sekali lagi, hasil latihan
- 14:31lu, olah pikir lu membuat lu lebih
- 14:33tenang. Kan lu tahu kan.
- 14:35Iya.
- 14:35Gua pertama kali nih dapat undangan PWK
- 14:37nih.
- 14:38Iya.
- 14:38Dikasih tahu di Mataman.
- 14:41Gua tadi berangkat dari titik di jalan
- 14:44kok tiba-tiba hilang ingatan saya Thomas
- 14:46yang hafal.
- 14:47Oh, Jatgara
- 14:48Sudirman. Dari Sudirman nih. Sudirman
- 14:50awalnya gua ada rasa grogi. Duh,
- 14:52Kematraman 37 menit atau 45 menit.
- 14:55Iya.
- 14:56Ternyata dari titik Sudirman tadi itu
- 14:58gua perlu naik jalan layang kemudian
- 15:01turun di Tebet
- 15:02naik sekali lagi. Totalnya hanya 17
- 15:04menit. He.
- 15:05Sebelum gua tahu tuh 17 menit gua agak
- 15:08gerogi nih nyiapin waktu
- 15:09karena gua enggak tahu lewat mana
- 15:11baiknya.
- 15:12Apakah gua mesti ke Jakarta Pusat dulu
- 15:14lewat Suropati kemudian ambil di
- 15:16Ponegoro Menteng kan gitu ya.
- 15:17Menteng
- 15:18ternyata enggak. Nah, ketika lu punya
- 15:21pengetahuan,
- 15:22lu ngerti situasinya, lu tahu rencana
- 15:25permainannya seperti ini.
- 15:27Membuat rasa grogi lu semakin turun,
- 15:29rasa takut lu semakin turun. Karena apa?
- 15:31Karena lu tahu.
- 15:32H
- 15:33orang takut karena mereka enggak tahu. I
- 15:35kalau lu sudah tahu, lu akan melakukan
- 15:37penyesuaian emosional di situ.
- 15:38Penting untuk tahu pengetahuan itu.
- 15:40Betul. Itulah salah satunya tuh yang lu
- 15:41pernah bilang bahwa ketika lu ngemc itu
- 15:44datangnya lebih awal untuk lihat
- 15:46situasi.
- 15:47Benar.
- 15:47Iya. Untuk lihat medan.
- 15:48Iya. Iya.
- 15:49Kayak gimana, siapa penontonnya, gimana
- 15:52cara kita bawainnya, komunikasinya?
- 15:54Berarti itu penting banget tuh.
- 15:56Krusial.
- 15:56Oke.
- 15:57Krusial. Orang yang selalu terburu-buru,
- 16:02if someone gets to hurry, they will
- 16:05worry.
- 16:05Iya. I
- 16:06lu datang terburu-buru, lu akan khawatir
- 16:08karena kurang waktu,
- 16:10kurang melihat orientasinya.
- 16:13Enggak semua orang bisa melihat dengan
- 16:14cepat, "Oh, di situ operator. Dua orang
- 16:16pegang laptop, empat kamera. Iya.
- 16:18Ini orang yang minum kopi. Enggak semua
- 16:20punya pelatihan itu toh.
- 16:22Iya. Apalagi orangnya panikan.
- 16:24Udah kelar tuh.
- 16:25Orang yang tipenya panikan, belum bisa
- 16:27menguasai situasi.
- 16:29Kalau panitia suruh datang 2 jam
- 16:30sebelumnya, lu datang 3 jam.
- 16:32Hmm.
- 16:32Sejamnya lagi lu pakai buat bahasa gua
- 16:35ngasah kampak. Kampak biar tajam kan.
- 16:37Apa aja yang ngasah kampak nih? He.
- 16:40Pertama bagi gua yang krusial adalah
- 16:42sebelum gua datang itu yang krusial. He.
- 16:45Lu harus sudah punya pengetahuan tentang
- 16:47klien lu.
- 16:48Oke.
- 16:49Tentang susunan acara,
- 16:50tentang mau dibawa ke mana acara ini
- 16:52biar sukses. Itu ada bacaan namanya.
- 16:55Makanya kalau dikirimin data dibaca.
- 16:58Iya.
- 16:58Dikirim Q card dibaca,
- 17:00dikasih randon dibaca
- 17:03baca.
- 17:04Apaan nih? K.
- 17:06Yang mengherankan kita duduk bareng sama
- 17:08panitia itu sama kayak pimpinan saya
- 17:11adakan rapat ya nanti tanggal 9 Juni
- 17:14begitu duduk pimpinannya apa yang kamu
- 17:16tahu? Sebentar Pak saya buka dulu
- 17:17materinya.
- 17:18Hm.
- 17:19Loh kok baru sekarang?
- 17:20Hm.
- 17:21Nah makanya sebelum gua berangkat
- 17:22penting gue untuk membekali dulu itu
- 17:24paling
- 17:24soal Card itu
- 17:25Q Card isi nama
- 17:28tamu VVP siapa level apa. Kalau
- 17:30presiden,
- 17:31wakil presiden, lu akan gampang
- 17:33ngeceknya di lapangan.
- 17:34Betul. Ada pas pampres enggak datang
- 17:36lebih dulu? Ada orang sekretariat
- 17:38militer enggak? H
- 17:39ada metal detector enggak?
- 17:41Yang double bukan hanya standar yang
- 17:43dipasang di hotel tapi ada tambahan
- 17:45perangkat. Lu akan lebih mudah untuk
- 17:46menganalisa
- 17:48deretan rangkaian mobil militer
- 17:50pengamanan
- 17:51ring 1 presiden, ring 2, dan ring 3.
- 17:54Hal-hal seperti itu.
- 17:55Yang kedua, ini yang penting di lapangan
- 17:58begitu gua nyampai gua mesti kenal
- 18:00dengan siapa gua akan bekerja kan. Oke,
- 18:02nih yang ngundang gua dulu nih. Nanti
- 18:04dulu panitia dulu.
- 18:05Oh, panitia dulu. IO-nya. IO-nya.
- 18:07IO Wo.
- 18:08Iya. I
- 18:09itu lu harus ketemu sama Shela, sama
- 18:11Angga.
- 18:12Benar ya Angga tadi yang nyambut saya.
- 18:14Hm.
- 18:15Saya harus tahu nama beliau dulu.
- 18:17Iya. Angga
- 18:18ketemu sama Kak Shella dulu. Salam dari
- 18:20ibu saya orang Purwakarta. He.
- 18:22Tiasa nyari Sunda, tiasa orang Sunda.
- 18:24Heeh.
- 18:24Saya langsung ngomong sama BR
- 18:26ngariung yuk. Anjay.
- 18:29Ke mana? Ke mana?
- 18:29Ngaliwet.
- 18:32Tapi secara psikologis kan itu membuat
- 18:34gua lebih tenang.
- 18:35H
- 18:36karena gua dapat dua pendukung di awal
- 18:38pertemuan.
- 18:39Satu Shela, satu Angga.
- 18:41Hm.
- 18:42Kalau lu dapat dua pendukung aja lu
- 18:44tenang. Lu punya perangkat namanya
- 18:47sistem pendukung.
- 18:48Kalau kenapa-napa, oh gue ada dua orang
- 18:49ini.
- 18:50Gua tanya ini siapa sih?
- 18:52Kamu tahu? Oh maaf Bang. Saya baru 3 jam
- 18:54yang lalu nyampai sini. Sia kepret ku
- 18:56aing. Kalau kata orang Sunda gitu kan.
- 18:58Eh tak pukul kau gitu kan.
- 19:01Kita butuh kenal dengan siapa kita akan
- 19:04bekerja sama, eksekutornya, perannya dia
- 19:07apa.
- 19:08Nah, itu dulu kan.
- 19:09Oke.
- 19:10Terus begitu nyampai bagi gua yang
- 19:12penting adalah melihat situasi
- 19:15siapa orang yang kira-kira menonjol yang
- 19:17gua kenal familiar.
- 19:19Hmm.
- 19:20Ada pejabat bintang tiga, bintang dua
- 19:22yang saya kenal. Saya samperin dulu
- 19:23orang itu seperti
- 19:25kayak di konten-konten lu.
- 19:26Iya.
- 19:27Oh, Bapak. Iya. Iya. Bapak,
- 19:31Bapak
- 19:33kok kalau dia merani enggak cocok ya?
- 19:36Kok ada sedikit prahara di hati saya.
- 19:38Jatnya kayak psikopat ya. Terima kasih
- 19:39Bapak. Terima kasih datang Pak. Makasih
- 19:41ya.
- 19:45Psikopat bapaknya jangan dekat-dekat.
- 19:47Jangan dekat-dekat.
- 19:48Lu samperin dulu tuh.
- 19:49Samperin. Dan karena mereka kenal
- 19:52jadi maaf maaf harus diluruskan ini.
- 19:54Bukan
- 19:55SKSD.
- 19:56Iya.
- 19:58Tapi karena memang kami sudah pernah
- 19:59kenal sebelumnya
- 20:01atau kalau misal enggak kenal juga
- 20:03menurut gua bukan SKSD loh. Itu kan
- 20:04kayak
- 20:05tidak ada salahnya menurut gua ya. Tidak
- 20:07ada dosanya untuk menambah koneksi gitu.
- 20:09Iya. Menambah teman enggak ada dosanya
- 20:11si menurut gua.
- 20:11Setuju. Akhirnya yang menjadi batas
- 20:13tipis adalah cara pendekatan kamu ke
- 20:15orang yang baru kenal.
- 20:17SKSD itu kan belum apa-apa udah pengin
- 20:19nempel kalau bisa tuh congor sama congor
- 20:22gitu.
- 20:22Iya.
- 20:23Atau ngomong ke hal yang privasi atau
- 20:25mangal gua gini. Pie mana? Pay siapa?
- 20:27Pay P
- 20:29manggil nama kecil gua gitu. Iya itu
- 20:31SKSD. Tapi
- 20:33selama kita santun perkenalkan diri
- 20:35secara formal.
- 20:37Saya Coki Sitohang Pak misalnya nama
- 20:39kami memang sudah familiar tapi nama
- 20:40orang biasa ketika dia menjelaskan
- 20:43tuturnya jelas artikulasi
- 20:45saya Randi.
- 20:47Hm.
- 20:47Nama Randi itu dengan penekanan suara
- 20:50yang pas di telinga orang nyaman
- 20:52karena bukan Pak saya Randi gitu.
- 20:54Oh iya. Kenapa lu ngajak ribut gitu
- 20:57kan nadanya harus Pak
- 21:00psikologis itu mempengaruhi alam bawa
- 21:02sadar orang
- 21:03h
- 21:03atau kita bawa nama yang lebih besar
- 21:05dari kita
- 21:06misalnya Randi adalah asisten Gofar
- 21:08Hilman
- 21:09nama Gofar sudah keburu berbunga udah
- 21:11wangi duluan
- 21:13waktu Randi mau kenalan sama pejabat dia
- 21:15tahu sadar betul belum tentu Bapak ini
- 21:18tahu gua asistennya Gofar kan
- 21:20oke
- 21:20kalau gua sebut Randi entar bapaknya
- 21:21Randi yang mana lu gitu
- 21:23tapi
- 21:23selamat siang Pak Saya asistennya Goofar
- 21:25Hilman yang
- 21:26Gofar tuh siapa kat
- 21:28itu masalah lu.
- 21:30Kenapa lu enggak jaga nama baik
- 21:34itu? Jual jual nama namanya atau jual
- 21:36perusahaan.
- 21:37Ada nama perusahaan tertentu yang begitu
- 21:38dipercaya publik kan
- 21:40kementerian deh misalnya sebelum dia
- 21:42sebutin nama dia, saya Randi. Sebelum
- 21:44kata nama Randi muncul dia katakan,
- 21:46"Pak, saya dari Kementerian Pertahanan."
- 21:48Eh ya Kemhan ya. Kemhan ya. Misalnya
- 21:49gitu ya. Iya. tertarik ke kemhannya kan
- 21:51orang itu
- 21:53baru nama masuk itu triknya
- 21:55untuk nyoleknya lah ya nyoleknya pertama
- 21:58kali
- 21:58clickbait
- 21:59yui
- 22:00headline news
- 22:02tapi lu sepakat kalau misalnya Bapak itu
- 22:04lagi makan kita jangan ganggu dulu
- 22:07untuk berkenalan misalnya jangan
- 22:08nyamperin dulu atau gimana
- 22:09gua akan mengambil sudut yang dia bisa
- 22:12lihat gua kemudian gua kasih gestur
- 22:14bahwa gua akan memberi hormat kepada
- 22:16beliau
- 22:17ya dan gua menghindari posisi
- 22:19posisi-posisi dia lagi ngobrol asik
- 22:21misalnya. He.
- 22:22Kemudian dan itu lekat apalagi yang
- 22:25teman ngobrolnya juga orang penting.
- 22:27Jangan sampai kita intersep atau curi
- 22:29momentum salah patah banget.
- 22:32Kemudian lagi nyuap misalnya
- 22:35terus kita kayak
- 22:37it's me.
- 22:40Jangan tuh.
- 22:40Enggak enggak kita diam dulu dari jarak
- 22:42aman sambil perhatikan dia. Karena
- 22:45umumnya orang kalau di pesta pasti
- 22:47matanya terbuka. He.
- 22:48Jarang orang di pesta introvert kan.
- 22:50He. Pasti ke mana-mana gitu.
- 22:51Dia kan mencari peluang.
- 22:52He.
- 22:53Psikologis inilah makanya psikologi
- 22:55manusia perlu kita pelajari namanya
- 22:57visual, auditory, kinesthetic, Vak,
- 23:02human sensory.
- 23:03Manusia menonjolkan sensor-sensornya
- 23:05dalam hidup dia. Kenapa dia diam, posisi
- 23:07duduknya begitu? Ini pasti ada sakit.
- 23:10Kelihatan misalnya enggak nyaman,
- 23:12gelisah gitu. Maaf ya, Pak ya.
- 23:14MBang dia diaang sudah 3 hari MB jadi
- 23:18enggak apa-apa
- 23:19cepat sembuh ya Bang.
- 23:20Iya iya makasih ya. Papa lagi.
- 23:23Ketika orang itu munculin sinyal kita
- 23:25baca dulu sinyalnya
- 23:26dari sudut pandang yang dia bisa lihat.
- 23:28Kalau sudah dia lihat kita mata ketemu
- 23:30mata cepat baru entah itu mau senyum
- 23:32entah itu mau ngangguk entah itu mau
- 23:34hormat. Kalau gua gesturnya memang orang
- 23:36kasih hormat
- 23:38al prajurit
- 23:39yo. Karena kan emang cita-cita lu pengin
- 23:41jadi TNI dulu ya cok. Cita-cita gua
- 23:43banget dari kecil.
- 23:44Iya. Makanya lu ketertarikan lu terhadap
- 23:46dunia militer tuh besar banget.
- 23:47Setuju. Setuju. Itu pondasi dan
- 23:50banyak belajar hal-hal yang strategis
- 23:53dari komunikasi militer,
- 23:55cara berlatih, mendisiplinkan otak,
- 23:58kemudian mendisiplinkan pola hidup, pola
- 24:01makan.
- 24:02I
- 24:02gua pola makan ke sini perut gua.
- 24:03Gua enggak enak sama lu soalnya dari
- 24:04tadi. Jujur aja gua tersinggung lihat
- 24:08kok. Jadi gu
- 24:08pola makan ke perut gua.
- 24:12Satu case nih. Misalnya ada orang
- 24:14penting H
- 24:16lu enggak kenal siapa dia.
- 24:17Dia negor lu pernah ketemu di zaman
- 24:20kapan tahu.
- 24:21Iya. Iya.
- 24:22Cuk, kita pernah gini-gini lu enggak
- 24:24kenal siapa anjing nih, siapa nih
- 24:26orangnya nih? Ya, apa yang lu lakuin?
- 24:27Gua akan menyambut dia tetap dengan
- 24:29standar yang sama. Seperti kayak gua
- 24:30kenal orang sudah 14 tahun.
- 24:32Oke.
- 24:34Tapi gua akan jujur sama dia
- 24:35dengan bahasa yang halus. Misalnya
- 24:37pertama gestur dulu kan, cok. Apa kabar
- 24:40itu? Cepat otak saya nih berpikir nih.
- 24:43Ini orang siapa? Ketemu di mana ya?
- 24:45Nah, biasanya kata-kata gua adalah kalau
- 24:47dia lebih tua Pak atau Abang.
- 24:49Hm.
- 24:50Bang, waduh lama ya kita enggak ketemu
- 24:52lerik gua.
- 24:53Karena memang benar lama.
- 24:55Kalau enggak lama gua ngomong diksi itu,
- 24:57pilih verbal itu, enggak mungkin kan
- 24:58dia. Gila kita ya ampun terakhir ketemu
- 25:01berarti sudah lama enggak ketemu.
- 25:02Iya.
- 25:02Ya udah main lokis aja, Bang. Lama
- 25:04banget enggak ketemu. Terus pasti
- 25:06salaman, kan? Nah, di salaman ini gua
- 25:07lamain.
- 25:08Hm. sebagai sebuah namanya reenactment
- 25:11atau kekuatan
- 25:13mengafirmasi bahwa i ya gua gua senang
- 25:15nih ketemu lu, gua bahagia dan
- 25:17bersyukur. Jadi gua sapa-sapa nanti gua
- 25:19pilih topik lain misalnya gini, tolong
- 25:21ingatin saya, Bang, di mana kita
- 25:23terakhir ketemu.
- 25:24Oke.
- 25:25Nah, gua ingat peristiwa, gua ingat
- 25:27momentum ketimbang nama
- 25:29pada pada kasus ini ya. Pada kasus ini
- 25:32gua teringat dengan peristiwa misalnya
- 25:34dia bilang, "Oh, dulu ada peluncuran
- 25:36produk saya. saya di bidang kosmetik itu
- 25:39gua langsung cepat nyambung kosmetik kli
- 25:40gua siapa aja
- 25:42tanpa gua menunggu kode misalnya dari
- 25:44earpis di mana asisten gua karena dia
- 25:46asisten juga terbatas
- 25:47apalagi di masa lalu kan dia enggak
- 25:49dampingin gua, enggak tahu cerita gua
- 25:50gitu.
- 25:51Betul. Iya.
- 25:51Jadi kita normalkan saja antusiasme
- 25:54orang disambut dengan antusiasme. Jangan
- 25:57dipatahin
- 25:59supaya dia tetap pengin cerita sama
- 26:01kita. pasti ada informasi yang bocor
- 26:04dan akan banyak kegunaan lain untuk
- 26:06ya
- 26:06membutuhkan dia suatu saat kita enggak
- 26:08tahu entah di acara itu atau di acara
- 26:09lain kita
- 26:10nah nanya namanya gimana takut takut ee
- 26:13kan takut enggak sopan ya
- 26:14kita nanya namanya dia itu gimana
- 26:16satu keunggulan kita di level figur
- 26:19publik adalah kita bebas nanya kapan aja
- 26:21oke
- 26:22apalagi dia duluan
- 26:24tapi orang umum nih yang nonton e seni
- 26:26hari ini boleh enggak sih nanya-nanya
- 26:28ulang nama boleh
- 26:30caranya itu yang elok, yang elegan.
- 26:32Jadi tadi contoh tadi saya bilang k,
- 26:35"Bang,
- 26:36lama enggak ketemu ya kita nih ya. Ini
- 26:38udah ngirung begini berarti emang gua
- 26:39mikir kan."
- 26:40"Iya,
- 26:41Bang. Ee terakhir ketemu kapan kita ya?"
- 26:43"Wih 2014."
- 26:45Asung
- 26:47tapi kan banyak 2014 dikecilin lagi
- 26:49matriksnya, algoritmanya gua kecilin
- 26:50lagi.
- 26:52Di mana nih?
- 26:52Ketemu siapa, Bang? waktu itu. Tunggu
- 26:54dulu, Abang di gua lihat profil kan
- 26:56kalau profil dia potongannya
- 26:57cepak-cepak, badannya masih bagus,
- 26:59ada kemungkinan dia di militer
- 27:01atau di kepolisian gitu kan?
- 27:04Maaf, Abang sipil atau bukan? Sipil atau
- 27:08bukan? Enggak, enggak. Saya sipil, saya
- 27:09sipil. Oke.
- 27:10Oh, dikerucukan jadi dua. Sipil atau
- 27:11bukan? Terus aja dikercutin. Nah,
- 27:13terakhir
- 27:15saya enggak sungkan ngomong gini, "Bang,
- 27:16maaf tolong ingatkan lagi nama Abang."
- 27:19Saya ngomong begitu,
- 27:20"Wah, keren. Tolong ingatkan lagi nama
- 27:22Abang. Itu keren tuh.
- 27:25Tolong ingatkan lagi.
- 27:26Iya.
- 27:27Kalau lu ngelihat di
- 27:28kalau dibilang saya juga lupa nama saya
- 27:30gimana.
- 27:33Tapi Bapak enggak lupa kan hari ini
- 27:35dolar 18p.000
- 27:41lu
- 27:43loh. Gua kan ngingetin aja.
- 27:45Iya kan ngingetin doang.
- 27:46Siapa tahu ada yang belum buka kan IHSG
- 27:49di berapa hari ini lagi begini. Ini kan
- 27:51kita kan sumber informasi ada di sini
- 27:53hari ini.
- 27:54Betul.
- 27:55Tapi pernah enggak ada yang SKSD kayak
- 27:57gitu? He.
- 27:57Cuma memang dia sengaja kayak emang baru
- 27:59pertama ketemu, tapi seolah-olah kayak
- 28:01akarapnya sudah lama banget.
- 28:02Ada
- 28:03ada,
- 28:03ada dan gua baru ketemu dia kemungkinan
- 28:05sekali di acara yang enggak terlalu
- 28:07berkesan juga gitu.
- 28:09Tapi karena semangat dia itu
- 28:10hmm hargai. Hargai itu
- 28:12gua harga itulah. Gua harga itulah.
- 28:14Far gua tuh
- 28:15hm dalam pengalaman hidup gua, gua
- 28:18pernah ditolak orang ya.
- 28:19Hm. sering di tidak dianggap dulu ya
- 28:23dulu waktu saya masih memulai semua dari
- 28:26titik nadir lah.
- 28:27Nah, lu anak siapa? Lalu kuliah lu
- 28:30enggak berhasil kemudian lu lompat ke
- 28:33Jakarta, ngapain lu di Jakarta? Jadi
- 28:36saya cukup sering menerima perlakuan
- 28:39verbal orang atau kata-kata yang
- 28:40mendiskreditkan gue.
- 28:42Oke.
- 28:42Tapi natur gua adalah
- 28:45keputusan gua akhirnya adalah mengampuni
- 28:48mereka. Karena gua berasa bahwa mereka
- 28:51juga enggak perlu tahu tentang gua
- 28:52sedetail itu.
- 28:53Nah, karena gua berdamai dengan
- 28:54peristiwa-peristiwa itu,
- 28:57bagi gua, gua enggak boleh melakukan tu
- 28:59ke orang lain.
- 29:00Ee tidak mau melakukan hal yang sama.
- 29:03Apa yang pernah lu rasain?
- 29:06Iya. Karena gini, Go, Govar. Menurut gua
- 29:09kalau lu marah-marah, lu
- 29:11ngumpat-ngumpat,
- 29:13lu gampang memaki orang,
- 29:16ya berarti lu dulu sering dimarahin,
- 29:18sering diumpat, sering dimaki,
- 29:20dan lu enggak berdamai dengan situasi
- 29:22itu.
- 29:22Hm.
- 29:25Hurt people. Hurt people. H
- 29:28orang yang terluka ya melukai orang
- 29:29lain.
- 29:30Oke.
- 29:31Selama lu tidak menyelesaikannya di masa
- 29:34ini atau masa lalu lu,
- 29:35ya.
- 29:36Hari ini lu keluar dengan kualitas
- 29:37kemarahan itu.
- 29:38I.
- 29:39Nah, gua enggak mau itu.
- 29:40Oke.
- 29:40Meskipun itu paling sulit ya berdamai
- 29:42dengan masa lalu tuh itu paling sulit
- 29:44loh. Yang pertama mungkin banyak orang
- 29:46yang denayal ya. Ah, gua enggak apa-apa.
- 29:48Betul.
- 29:49Iya. Padahal dia lagi apa-apa gitu.
- 29:51Betul. Ya, karena tipe manusia untuk
- 29:54menanggapi, meresponi setiap peristiwa
- 29:57hidupnya berbeda-beda. Ada yang
- 29:59meledak-ledak, ekspresif, ada yang super
- 30:02introvert,
- 30:03ada yang sengaja memendam,
- 30:04tapi sebenarnya mereka marah.
- 30:06Memendam itu bukan berarti enggak marah
- 30:08lagi,
- 30:09tapi dia lebih memilih untuk enggak
- 30:10ngomong-ngomong orang di belakang gua
- 30:11tusuk.
- 30:12Iya, iya, iya. Itu itu paling paling
- 30:14ngehe tu. Ciri-ciri psikopat ada di
- 30:16sebagian kategori ini.
- 30:18Tapi ada juga psikopat yang nyentrik
- 30:19yang yang ekstrovert banget gitu. Dia
- 30:22langsung ngomong langsung marah. Apa lu?
- 30:23Kenapa? Wah, lu engak enggak beres lu.
- 30:25Gitu.
- 30:26I itu langsung ekspresif tuh kita tahu
- 30:27dia marah. Ada yang diam aja tapi di
- 30:30belakang ngapa-ngapain gitu kan.
- 30:31Ngomongin nulis.
- 30:33Iya
- 30:33anonim.
- 30:34Iya
- 30:36bisa
- 30:36di X tiba-tiba cokotong nih gila gitu
- 30:40kan banyak yang gitu ya. Ya, ada yang
- 30:42enggak nyebut nama kan bisa aja inisial.
- 30:44Iya. Coki si Toha enggak pakai eng
- 30:48sama aja dong.
- 30:49Ternyata gua orang Vietnam
- 30:51karena ada engnya orang Vietnam
- 30:53karena ada.
- 30:54Tapi cok pen emang lu ada satu penolakan
- 30:57yang aduh gua ingat banget nih ini karir
- 30:59gua penolakan terbesar nih
- 31:01dalam karir gua. Ada enggak penolakan
- 31:03yang lu ingat sampai sekarang?
- 31:04Meskipun lu sudah dimaafin ya.
- 31:05Heeh. Heeh.
- 31:07Iya. Ada. Ada beberapa peristiwa yang
- 31:08masih gua ingat. Nah, tapi seingat gua
- 31:11di peristiwa itu, gua sudah memaafkan
- 31:13dia.
- 31:13Hmm.
- 31:14Dibilang bahwa memaafkan itu harus
- 31:16melupakan. Enggak benar menurut gua ya.
- 31:19Memaafkan tuh ya mengampuni. Mengampuni
- 31:22itu penuh. Tapi lu tidak melupakan
- 31:23peristiwa itu sebagai sebuah
- 31:24pembelajaran. He.
- 31:26Hari ini lu mau pakai peristiwa itu
- 31:27sebagai kekuatan
- 31:29bagi diri lu dan orang lain yang
- 31:30mendengar cerita lu
- 31:32atau lu masih akan terus mengumpat
- 31:34tentang orang itu? Gua pernah dimaki
- 31:37sama keluarga sendiri meskipun bukan
- 31:39keluarga inti
- 31:41tapi keluarga dari pihak om gua
- 31:43yang gua saat itu kedapatan sepertinya
- 31:46oleh dia
- 31:47kelihatan seperti sedang malas
- 31:50padahal gue lagi istirahat
- 31:52dan situasinya saat itu enggak kondusif
- 31:55di rumah itu ada orang yang lagi sakit,
- 31:58lagi berjuang ekonomi, lain sebagainya.
- 32:00Intinya keluarga ini salah paham tentang
- 32:02gua. Iya.
- 32:04Dia menganggap gua tidak berguna dan
- 32:05nebeng di rumah keluarga dia.
- 32:07He.
- 32:08Gua diusir, dimaki, dikatain sumpah
- 32:11serapah. Mulai dari binatang sampai
- 32:13postur semua dikatain.
- 32:15Ya, sakit
- 32:17sakit. Ketika gua cerita itu ke orang
- 32:18tua gua juga mereka
- 32:20juga ada bahkan mau hampir ribut
- 32:24keluarga gitu. Kok kamu perlakukan anak
- 32:25saya begitu?
- 32:27Tapi e Tuhan izinkan itu kok. Kalau
- 32:30bahasa saya Tuhan diizinkan terjadi bagi
- 32:33kita supaya kita dibentuk, ditempa.
- 32:36Untung seari itu respon gua benar.
- 32:38Pertama gua diam, yang kedua gua
- 32:41introspeksi langsung gua mundur enggak
- 32:44mau konfrontasi karena bisa yang terjadi
- 32:46adalah laki-laki lawan laki-laki kan.
- 32:47He.
- 32:48Ee dan sambil berjalan waktu gua
- 32:50berpikir tentang
- 32:53itu yang diomongin enggak benar kok
- 32:55tentang gue.
- 32:56Nah, masa depan gue tidak ditentukan
- 32:58dari kesalahan gua hari ini. Gua masih
- 33:00punya kesempatan untuk mengubah jalan
- 33:02hidup gua
- 33:03dan itu sudah 20
- 33:05tahun 26 22 tahun yang lalu kejadian itu
- 33:09berarti kelar SMA.
- 33:11Oh, sudah kerja. Gua kerja gua sudah
- 33:13kerja gua sudah jadi wartawan di stasiun
- 33:16televisi sebagai wartawan. Oh, dulu TV
- 33:19mana, Cok?
- 33:19Dulu di Lati TV.
- 33:21Abdul Latif.
- 33:22Pak Abdul Latif pemilik stasiun itu.
- 33:25Kemudian di alih e kepemilikan ke grup
- 33:29yang lain. Sekarang namanya TV One. Nah,
- 33:31dulu cikal bakalnya L TV dan gua kerja
- 33:33di situ.
- 33:34TV. Oh, di apa? Di acara apa? Komedi
- 33:36nakal. Bukan.
- 33:38Bukan. Bukan jurnalis.
- 33:41Politik itu politikal.
- 33:43Politik. Dora and the Explorer Division.
- 33:46Divisi kartun.
- 33:47Kart. Oh, di berita ya, J.
- 33:49Di pemberitaan, divisi pemberitaan. Bu,
- 33:51jadi lu nyari-nyari soal apapun yang
- 33:53berita politik lah ya.
- 33:55Diarahkan oleh koordinator liputan, oleh
- 33:57produser,
- 33:58diplot.
- 33:59Iya.
- 34:00Ya, tempat plotan tugas gua cukup
- 34:02bergengsi, Bro. Dan itu juga yang
- 34:04membuka jaringan gua sampai hari ini.
- 34:06Heh.
- 34:07Baik dari cara berpikir sampai cara
- 34:09bergaul, berinteraksi. Karena dulu gua
- 34:11diplot di Istana Negara,
- 34:12wis
- 34:13era Presiden Megawati.
- 34:15Kemudian peralihan ke Pak SBY, Presiden
- 34:19SBY. Kemudian plot gua yang lain adalah
- 34:21Mabes TNI, Mabes Pori.
- 34:23Oh, makanya lu sesuai dengan passion lu
- 34:26juga ya.
- 34:27Makanya
- 34:28itu pas banget.
- 34:29Enggak ada yang kebetulan pokoknya.
- 34:30Iya, benar.
- 34:30Enggak ada yang kebetulan Gofar. Enggak.
- 34:33Kalau lu menyadari apa yang terjadi
- 34:34dalam hidup lu hari ini secara sengaja
- 34:37enggak ada yang kebetulan.
- 34:37Setuju. Setuju. Gua ada alasan kenapa
- 34:40semua ini terjadi.
- 34:41Ada.
- 34:41Dan lu masih punya pilihan untuk
- 34:43meneruskannya. atau menyetopnya. Iya.
- 34:46Ya,
- 34:48tapi sempat punya cita-cita TNI, kenapa
- 34:51enggak pengin gitu akhirnya kejadian
- 34:54jadi TNI?
- 34:57Kan gua dari kecil didesain untuk jadi
- 35:00tentara.
- 35:00Hm.
- 35:01Karena kakek gua adalah seorang tentara.
- 35:02Betul.
- 35:03Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
- 35:05Cikutra Bandung.
- 35:06US.
- 35:07Tahun 1990
- 35:093. Beliau berpulang. Umur gua 13 waktu
- 35:12itu. Jadi gua punya usia emas dari usia
- 35:166 sampai 13 kena doktrinnya beliau.
- 35:19Kakek.
- 35:20Iya. Dijemput hari Jumat ke sekolah,
- 35:22dibawa ke rumahnya, tidur di rumah
- 35:25beliau. Terus panjang kalau ngobrol,
- 35:27interaksi itu selalu opung ngingetin
- 35:29manggilnya opung.
- 35:30He
- 35:30opung Dolly.
- 35:32Coki, enggak ada cara lain untuk
- 35:35melayani negeri ini kalau bukan lewat
- 35:38jalur militer.
- 35:39Gokil.
- 35:40itu di sini masuk Pancasila, Sapta
- 35:44Marga, wajib TNI.
- 35:45Iya.
- 35:46Karena dia berharap
- 35:47e
- 35:48cucunya suatu saat meneruskan dia kan.
- 35:50Oke.
- 35:50Wajar, wajar. Nah,
- 35:52itu membentuk pola pikir gua.
- 35:53Jadi, gua pengin jadi tentara dari
- 35:55kecil. He.
- 35:56Tetapi cita-cita itu berubah ketika gua
- 35:59SMP.
- 36:00E,
- 36:00waktu gua SMP gua mulai nonton film,
- 36:03nonton acara-acara televisi.
- 36:05Wah, seru nih. Entertainment nih.
- 36:06Dibawain sama senior-senior kita.
- 36:08Almarhum Om Krisbiantoro.
- 36:10Krisbiantoro.
- 36:11Om Bob Tutupoli.
- 36:13Bob Tutupoli.
- 36:14Om Kusendratmu.
- 36:15Kusundratmu. Yoi.
- 36:16Begitu beliau-beliau tampil kan senyum,
- 36:19rekah.
- 36:20Iya.
- 36:21Mikrofon. Cara pegangnya sudutnya 45.
- 36:23Iya. Iya.
- 36:24Sambil nyanyi kan apalagi intonasinya.
- 36:27Jangan ke mana-mana. kami segera kembali
- 36:28setelah yang satu ini.
- 36:30Aja
- 36:33langsung lu kayak keren nih. Itu cair
- 36:36hati gua tuh langsung kayak
- 36:38Nah, ada suatu bisikan di hati gua
- 36:42seolah ngomong begini, "Kamu harusnya ke
- 36:44situ gitu. He
- 36:45kamu jadi itu
- 36:47saya percaya itu suara murni yang halus
- 36:49yang suci yang lembut yang mengingatkan
- 36:51tentang bakat dan talenta. Nah, sejak
- 36:54SMP itu gua mulai goyang entar
- 36:57gini-gini
- 37:00entar enggak goyangcanda
- 37:04aja nih serius nih parah
- 37:06ini dahsyat bukan
- 37:08ketawa mulu bukan
- 37:11beralih nih cita-cita nih kayak
- 37:13menemukan
- 37:14sebuah passion barus
- 37:16benar
- 37:16entertainment industri seru banget nih
- 37:19persis itu yang gua rasain jadi gua
- 37:21berpikir gimana caranya gua Gua nyalurin
- 37:23ini
- 37:24i
- 37:24keberanian gua tampil
- 37:26karena keberanian gua tampil udah
- 37:28dilatih secara enggak sengaja sejak gua
- 37:30umur 5 tahun. Hah? Pas pas ngapain orang
- 37:33Batak ini punya momentum
- 37:36minimal kalau gua ya
- 37:37minimal tuh tiga kali setahun untuk
- 37:39ngomong di depan publik.
- 37:41Oh iya ya i ya. Kulturnya udah kayak
- 37:42gitu.
- 37:42Kulturnya namanya Mandok Hatta.
- 37:44Hm.
- 37:45Berkata-kata.
- 37:47Kami orang Kristen, kami natalan
- 37:50tahun baru.
- 37:51Natalan tahun baru lu udah harus pasti
- 37:53ngomong di depan semua orang.
- 37:55Biasanya apa yang diomongin?
- 37:56Eh, hanya selamat Natal, Opung, selamat
- 37:58tahun baru, Tuhan memberkati. Udah,
- 38:00tapi harus ngomong.
- 38:01Iya.
- 38:02Nah, gua tuh dulu didorong sama bokap
- 38:04gua, nyokap gua untuk ayo kamu tampil
- 38:06ya. Elah, Far.
- 38:07Heh,
- 38:08anak umur 5, umur 6. Tahu apa sih lu
- 38:10ngomong?
- 38:11Ngomong apa nih ya? Kita
- 38:11I tahu sampai kayak gua gua apa sih?
- 38:13Ayo, ayo. Kamu ke depan ngambek depan
- 38:16tahu
- 38:18ngambek
- 38:19nti gua ke depan terus gua kayak
- 38:21cemburut
- 38:21ngereng anjing. Ngerunyeng
- 38:23opung
- 38:26selamat tahun baru Tuhan berkati gitu.
- 38:30Tapi setiap tahun tiga kali
- 38:32Natal tahun baru ulang ulang tahun si
- 38:34Opung ulang tahun bokap-enyokap gua gitu
- 38:36terus bergulir sampai umur 13 14 itu kan
- 38:40tabungan.
- 38:40Iya. Hm. H.
- 38:41Makanya ada kebiasaan yang membuat kita
- 38:44hari ini enggak takut lagi disuruh
- 38:46melakukan sesuatu.
- 38:47Betul. Karena latih.
- 38:49Oke. Sudah punya tabungan dari kecil
- 38:51nih.
- 38:52Ada tabungan
- 38:52SMP ngelihat
- 38:53bet
- 38:55kelar
- 38:58langsung jadi penya radio.
- 39:02Iya. Iya. Sambil kuliah. Jadi habis
- 39:04kuliah di mana si
- 39:05kuliah? Sempat kuliah di Unpar.
- 39:08Parahyangan.
- 39:08Unpar. Oh. Parahyangan. Sekol. Gue di
- 39:11sekolah swasta di Bandung namanya
- 39:13Advent. Sekolah Advent.
- 39:14Oh, sekolah Advent?
- 39:15Iya.
- 39:16Sekolah Advent Swasta lah. Kemudian
- 39:18selesai kelas 3 SMA di tahun 1999 itu
- 39:22setelah gua enggak lagi mengejar
- 39:24cita-cita jadi tentara.
- 39:26He.
- 39:27Akhirnya gua kuliah. Nah, sambil kuliah
- 39:28itulah gua siaran di radio
- 39:30di OS.
- 39:30Radio OS
- 39:31OS Radio Bandung.
- 39:32OS Radio Bandung 1999.
- 39:34Yi. Head to headnya sama Ardan tuh.
- 39:37Sekarang sampai sekarang.
- 39:38Iya. Gua udah enggak ngikutin lagi
- 39:40perkembangan dunia radio sekarang di
- 39:41Jakarta ataupun Bandung. Tapi dulu zaman
- 39:44kami
- 39:44I
- 39:45Ardan OS gontok-gontokan di udara.
- 39:48Termasuk di darat dia suka ada mobil
- 39:50yang taruh di Dago bikin acara
- 39:52event-event
- 39:54sound-soundnya tuh.
- 39:55Ben lu di mana waktu itu?
- 39:56Ya gua sering ke Bandung
- 39:57nongkrong di situ.
- 39:58Nongkrong di situ. Ngelihat dengerin
- 39:59cita-cita misteri.
- 40:01Terus ke rumah gurita,
- 40:03mobil-mobil ambulans Bandung. Iya iya
- 40:05iya. nyari misterinya. Gua dulu
- 40:08pendengar Arden juga tuh.
- 40:10Namanya Nightmare Side.
- 40:12Iya. I
- 40:13terus mobil-mobil itu kami di OS nama
- 40:15mobilnya
- 40:17Oan.
- 40:18Oby Fan.
- 40:19Obyan atau OS Cruiser ya? Waduh gawat
- 40:21nih lupa gua. Nah pokoknya yang Ardan
- 40:23juga mirip-mirip. Doni itu benar-benar
- 40:24depan-depanan.
- 40:25Iya iya benar.
- 40:26Dago tuh Dago.
- 40:27Dago. Dago. Betul betul.
- 40:30Berarti tahun berapa tuh pas siaran tuh?
- 40:311999 sampai 2002. Nah, 2002 baru gua ke
- 40:35Jakarta jadi wartawan itu. Jadi, gua 3
- 40:37tahun siaran di sana.
- 40:40Tapi dunia radio saat itu tuh masih
- 40:42menurut gue ya, masih rockstar. Penyiar
- 40:44radio tuh dirockstarkan sama
- 40:47sama pendengarnya.
- 40:49Gila di
- 40:49setengah dewa.
- 40:50Iya. Asli
- 40:52orang tua lu belum tentu didengerin.
- 40:53Tapi kalau penyiar lu ngomong jadi
- 40:56kiblat.
- 40:56Jadi kiblat.
- 40:58Wah, lancar rezeki itu, Bro. Setiap hari
- 41:01ada acara di Bandung.
- 41:03setiap hari ada acara. Nah, ini gua
- 41:05enggak ngomongin gua ya. Gua tuh
- 41:06bercita-cita banget untuk mencapai level
- 41:09itu. Tapi gua lihat senior-senior gua
- 41:12ada kali empat kali ngemc seminggu.
- 41:14Buset,
- 41:14ada yang sponsor, ada yang radio. Kalau
- 41:16radio sudah pasti uangnya enggak terlalu
- 41:17besar, tapi dedikasi kan. Iya.
- 41:19Begitu ada sponsor double triple.
- 41:22Iya. Berarti karir MC dimulai dari
- 41:24radio?
- 41:25Radio pertama kali ngemc itu kapan?
- 41:28Waktu itu ada tawaran untuk ngemc di
- 41:31acara perayaan hari kasih sayang
- 41:34Valentine's Day
- 41:35di New Art Cafe di Bandung.
- 41:38Anjing
- 41:38punyanya Nyoman New Arte.
- 41:40Gua ngemc berdua sama
- 41:42salah satu penyiar radio juga. Dan gua
- 41:44mendapat kehormatan itu enggak ngerti
- 41:46kenapa gue yang dipilih.
- 41:48Tapi gua langsung belajar jadi dari
- 41:49senior gua yang gua tahu dia ngemc-nya
- 41:52setiap hari gitu. He
- 41:53gua langsung ambil ilmunya lebih cepat
- 41:56gua ambil secara instan dan gua minta
- 41:58pendapat dia langsung.
- 41:59I
- 42:00saya bilang, "Kang, tolong bantu saya.
- 42:02Saya mau ngemc." Dan dia orangnya mau
- 42:04dengerin, mau ngarahin.
- 42:05Siapa? Siapa namanya?
- 42:06Saya sebut.
- 42:06Iya.
- 42:07Namanya
- 42:09Sogi Indra Duaja.
- 42:11Anjing. Kang Sogi.
- 42:13Hormat Kang Sogi.
- 42:14Kang Sogi.
- 42:16Kang Sogi.
- 42:17Abang-abangan radio tuh emang tuh.
- 42:18Waduh. Beliau itu
- 42:19abang-abang radio
- 42:20beliau sudah jadi figur duluan. Suaranya
- 42:22sudah renyah duluan di udara di siaran
- 42:25sore mereka.
- 42:27Dan banyak orang yang kaget ya dengan
- 42:30profil Sogi yang sesungguhnya.
- 42:31Iya.
- 42:33Pribadinya akhlaknya mulia, orangnya
- 42:36menyenangkan. Tapi orang berpikir sogi
- 42:38yang dia dengar serenyah itu suaranya
- 42:40secara fisik enggak seperti sogi yang
- 42:42mereka lihat. Itulah hebatnya dunia
- 42:44radio.
- 42:44Iya. Iya. Banyak yang ketipu.
- 42:46Murni auditori kan. Nah.
- 42:49Tapi Kang Sogi
- 42:51membimbing saya secara singkat. Sabar
- 42:53beliau. Enggak usah takut, Cok. Tenang
- 42:55aja. Kamu gini aja. Eh, openingnya gini
- 42:57aja. Ini tengahnya nanti tinggal
- 42:59penutup. Ya, pasti bisa.
- 43:01Orangnya positif gitu.
- 43:02Eh, Kang Sogi tuh
- 43:05Sogi Indra Jaj sekarang beliau masih dia
- 43:08masih aktif. Dia masih aktif di podcast
- 43:10juga masih aktif. Dan bukan bermaksud
- 43:13melebar ya, tetapi
- 43:15teman-teman bisa ngelihat deh, siapa
- 43:17yang hari ini masih bertahan di dunia
- 43:19hiburan.
- 43:19Iya.
- 43:20Kita enggak bicara panggungnya semega
- 43:22apa,
- 43:22tapi frekuensinya, rutinitasnya, rohnya
- 43:26masuk ke dalam setiap acara dan berhasil
- 43:28acaranya.
- 43:29Itu adalah orang-orang yang dari awal
- 43:31tidak pernah menolak keberadaan orang
- 43:33lain.
- 43:33He.
- 43:34Waktu juniornya datang, dia enggak
- 43:35pernah nolak. He.
- 43:37Waktu persaingan mulai makin hangat,
- 43:39makin memuncak, dia tetap tenang.
- 43:42Orang-orang yang asertif gitu, yang yang
- 43:44nyerang, enggak pelit ilmu,
- 43:45enggak pelit ilmu,
- 43:47rendah hati.
- 43:49Mengayomi,
- 43:50mengayomi, melayani, melindungi
- 43:53kepolisian negara Republik Indonesia
- 43:55itu.
- 43:55Iya. Itu kita ngomongin polisi kan?
- 43:56Iya dong.
- 44:01Kar MC dimulai dari radio emang semua
- 44:03tuh dibuka di radio sih. Emang gue juga
- 44:04merasakan sih, Cok. He
- 44:06dari radio itu kayak terbuka semuanya
- 44:08klien-klien
- 44:09pertemanan, koneksi gitu kan.
- 44:12Benar.
- 44:12Lu sempat lulus kuliah
- 44:14enggak? Gua waktu kuliah di Unpar enggak
- 44:17selesai.
- 44:18Hm.
- 44:18Jadi 2 tahun gua kuliah.
- 44:20Iya. Dengan bangga gua mengatakan
- 44:22serius lu?
- 44:22Iyalah. Apalagi orang lain belajar hukum
- 44:244 tahun, gua 2 tahun.
- 44:27Ada kelar.
- 44:27Apalagi namanya kalau bukan drop out
- 44:30iya kan lu lu belajar kuliah berapa
- 44:32tahun? Gua 4 tahun bro. W heb gua cuma
- 44:34dua. Lu lebih hebat.
- 44:35Do
- 44:37do-nya kenapa?
- 44:38Karena nyokap gua udah enggak bisa biaya
- 44:39gua.
- 44:40Oke.
- 44:40Karena waktu itu kita kena, kami kena
- 44:43Krism waktu kuliah itu
- 44:46targetnya 159 SKS.
- 44:49Gua ingat waktu itu gua lulus 72 sudah
- 44:51setengah jalan.
- 44:52H.
- 44:52Tapi nyokap gua panggil terus dia bilang
- 44:54gini, "Bang, kamu udah harus mulai kerja
- 44:57beneran." Dia ngomongnya gitu.
- 44:59Hm. kerja beneran itu gua maknai sebagai
- 45:03sinyal bahwa ini gua udah enggak bisa
- 45:05biayain lu kuliah lagi gitu.
- 45:06Karena ngandelin gaji radio kan enggak
- 45:08mungkin.
- 45:08Betul. Saat itu ya lu dibayarnya berapa?
- 45:11Rp2.000 per jam. Iya.
- 45:13Per jam
- 45:14gua mulai dari 2.000 sampai top
- 45:16notch-nya gua 4.000 per jam. Jadi
- 45:19sebulan tuh gua bisa ngantongin uang
- 45:22gaji gua itu dari siaran pertama
- 45:24Rp60.000
- 45:25per bulan.
- 45:26Per bulan. Nah, makanya kan kita cari
- 45:28ngemc sama ngisi suara kan sambilan at
- 45:31least voiceover kan lumayan tuh dibayar
- 45:34Rp70.000 jadi langsung dapat gaji gitu.
- 45:37Nah, uang ini kan gua pakai hanya untuk
- 45:39ongkos ke kampus.
- 45:41Kalau nyokap gua ya dia harus bayar uang
- 45:45kuliah gua.
- 45:46Bokap gua enggak kerja gofar. Masalahnya
- 45:48dia berjuang untuk hidupnya.
- 45:50Sulit sekali bokap nyokap guaah yang
- 45:52jadi dapurnya.
- 45:54Ya itulah keadaannya. Saya enggak bisa
- 45:56mengeluh. Bisa sih, tapi gua enggak mau.
- 45:58Ngapain?
- 45:59Semua juga berjuang bagi hidup
- 46:00keluarganya masing-masing. Akhirnya
- 46:02nyokap minta gua untuk kerja beneran.
- 46:04Itulah awal gua memberanikan diri ke
- 46:06Jakarta dan diterima kerja di L TV itu.
- 46:08Wis, di situlah peluang lebih terbuka.
- 46:11Kelihatannya awalnya begitu tantangannya
- 46:13juga. Tapi gua perlu keberanian
- 46:16dan langkah iman. He.
- 46:18Kan gua enggak tahu gua bakal berhasil
- 46:20atau enggak.
- 46:20Iya.
- 46:21Ajariga saya gitu. Ya sudah ada
- 46:23pertimbangan enggak gegabah didukung
- 46:25oleh mama, papa juga dukung saat itu
- 46:27adik-adik. Ya, Bang, berangkatlah, Bang.
- 46:29Berangkat gua dari Bandung ke Jakarta.
- 46:31Kan enggak gegabah itu namanya sudah ada
- 46:34perhitungan restu, doanya ada
- 46:37pun perlu gua langkah iman.
- 46:39Iya.
- 46:40Karena gua enggak tahu akan berhasil apa
- 46:41enggak di Jakarta.
- 46:42Tapi yang gua tahu kalau gue di Bandung
- 46:44saat itu juga gua enggak akan bisa buat
- 46:46lebih banyak.
- 46:46Hm.
- 46:47So, I moved. I moved to Jakarta.
- 46:49Baru cari peruntungan di Jakarta.
- 46:51Iya. dengan semua modal nekad gua
- 46:54ya. Modal nekah talenta kan Tuhan kasih
- 46:57tuh.
- 46:57Betul.
- 46:58Kita sebenarnya jangan berharap pada
- 47:00materi
- 47:01atau koneksi karena itu akan ditambahkan
- 47:03nanti.
- 47:04Tapi lu mesti percaya pada potensi lu
- 47:06dulu kalau lu tahu.
- 47:07Kalau lu enggak tahu ya cari tahu dulu
- 47:08potensi apa.
- 47:09Iya. Iya. Itu itu paling paling susah
- 47:11tuh. Orang-orang enggak tahu gua gua tuh
- 47:13sebenarnya kelebihannya itu apa.
- 47:15He
- 47:15bisanya itu apa. Penginnya tapi banyak
- 47:17gitu kan.
- 47:19itu sering kerap terjadilah apalagi yang
- 47:22sekarang-sekarang ini kan.
- 47:23Nah, gua tadi baru ngingetin di sebuah
- 47:24acara bahwa kehormatan laki-laki itu ada
- 47:27pada pekerjaannya.
- 47:29Sepakat sekali.
- 47:30Jadi dia harus bekerja
- 47:33apapun
- 47:33h
- 47:34apapun
- 47:35berapapun penghasilannya.
- 47:36Berapun dengan catatan dengan catatan
- 47:39kejarlah rezeki yang berkah,
- 47:42yang halal.
- 47:43Sesuatu yang dihasilkan bukan dari
- 47:45merugikan orang.
- 47:45Betul. sesuatu materi yang didapat bukan
- 47:48karena mencuri, merampok,
- 47:50karena
- 47:52dunia ini penuh dengan hukum. H
- 47:54tapi hukum yang paling ngeri namanya
- 47:55tabur tuai.
- 47:56Betul.
- 47:57The law of harvest. Kamu nanam biji
- 47:59apel, tumbuhnya pasti apel. Tidak
- 48:01mungkin
- 48:02jagung dan lain sebagainya.
- 48:04Lu ngasih kejahatan ya yang kebalik ke
- 48:06lu adalah kejahatan juga.
- 48:07Iya. Lu, lu belum lihat sekarang. Karena
- 48:08banyak orang yang bergembira di atas
- 48:10akar kejahatan dia. Tetapi
- 48:13suatu saat pada musimnya namanya orang
- 48:15nanam benih itu dia kan enggak langsung
- 48:17sorenya nucul nungguin dulu. Ada namanya
- 48:21the moment of delay.
- 48:23Ada saat penundaan. Hati-hati.
- 48:25Kalau itu saat penundaan kita akan menua
- 48:27yang hebat gara-gara kita nabur yang
- 48:29baik, bagus. Kesabaran membuahkan hasil.
- 48:32Ya, tapi kalau lu akan menuai suatu saat
- 48:35akibat dari angin kecil,
- 48:37berarti puting beliau nunggu di depan.
- 48:38Hm. Belum lagi pas numbuh busuk gitu
- 48:41kan. Iya. Kering gitu. Enggak
- 48:43numbuh-numbuh.
- 48:43Enggak numbuh-numbuh.
- 48:44Menghasilkan banyak tapi keluarnya
- 48:46banyak juga.
- 48:47Dan lu sangat percaya soal tabur tua
- 48:48ini.
- 48:49Gua sangat percaya karena itu yang
- 48:50diajarkan Tuhan kepada kita semua.
- 48:52Gua harus punya prinsip dalam hidup.
- 48:53Mempercayai apa yang diajarkan sebagai
- 48:55kebenaran. Jangan lu lawan kebenaran.
- 48:58Tuh, buat domba-domba yang hilang.
- 49:00Dengar dengarkan. Joki banyak yang
- 49:03hilang di sini.
- 49:04Duma-duma hilang semua.
- 49:05Pantes gua kemarin nyariin enggak nemu.
- 49:08Ternyata hilang.
- 49:12Tapi ada satu momen enggak? Lu inget
- 49:14banget inilah titik balik karir gua
- 49:16untuk jadi omisi profesional.
- 49:19Apakah pas take me out atau sebelumnya
- 49:21ada momen kayak ini baru gue nih. Ini
- 49:25gue di sini nih.
- 49:26H h.
- 49:28Gua pernah kena false alarm.
- 49:30Hm. alarm palsu. He.
- 49:32Tapi gua enggak bisa bilang bahwa itu
- 49:35kesalahan.
- 49:35Hm.
- 49:36Itu adalah bagian dari cerita hidup gue.
- 49:39Jadi gini, Goar. Tahun 2005
- 49:42bulan Agustus akhirnya gua memberanikan
- 49:45nih ini langkah iman yang kedua.
- 49:47Langkah iman yang pertama tadi 2002 gua
- 49:49pindah dari Bandung ke Jakarta.
- 49:51Jakarta.
- 49:51Oke. Kerja 3 tahun sebagai jurnalis
- 49:55tanpa gelar akademik. H
- 49:56karena kan gua sebenarnya saat itu cuti
- 49:58kuliah
- 49:59meskipun gua sudah niat nih enggak
- 50:00mungkin lagi
- 50:01gua lanjutin nih enggak ada biaya
- 50:03berarti gua bukan sarjana saat itu.
- 50:05He.
- 50:05Gua bersyukur diterima kerja di kantor
- 50:08karena ada kemampuan lain yang dilihat
- 50:09oleh pimpinan perusahaan lah. Katakan
- 50:11demikian.
- 50:11Oke.
- 50:12Gua bisa melakukan report menulis itu
- 50:15ada pelatihannya.
- 50:16Nah
- 50:19yang berikutnya ini 2005. Karena gua
- 50:21ngerasa jadi jurnalis itu meskipun
- 50:25membentuk pikiran gua
- 50:26tapi dia duitnya dikit
- 50:29bukan amplopnya tipis.
- 50:31Sama aja.
- 50:31Sama aja.
- 50:34Gua berpikir eh gua enggak pernah
- 50:36bercita-cita jadi seorang jurnalis.
- 50:38Eh
- 50:39jadi gua mengevaluasi diri gua.
- 50:41Setiap kali gua nonton TV gua selalu
- 50:44merasa tertantang. Gua mesti ini nih
- 50:46harusnya gua kayak gini nih. Harusnya
- 50:47gua bawain ini nih.
- 50:47Oh depan kamera.
- 50:49Iya dong. Oke,
- 50:50itu kan gua penginnya begitu seperti
- 50:52sekarang inilah gua.
- 50:52Iya. Iya. Iya.
- 50:53Ini kan anugerah ini
- 50:56bisa jalani. Nah, tapi dulu kan gua
- 50:57enggak tahu bisa enggak nih berhasil
- 50:59enggak? Enggak tahu. Enggak ada yang
- 51:00tahu masa depan.
- 51:01Eh,
- 51:02akhirnya bulan Agustus 2005 setelah gua
- 51:04tanya nyokap pas bokap gua udah pulang
- 51:08ke rumah yang baru,
- 51:11maksudnya sudah meninggal,
- 51:12Theas.
- 51:14Tahun 2003 papa meninggal. 2005 saya
- 51:16minta kekuatan hanya kepada Mama. He.
- 51:18Eh, selain doa kepada Tuhan, saya
- 51:20bilang, "Mam, aku mau kembali jadi
- 51:22presenter deh.
- 51:23Gimana menurut Mami?" "Ah, kamu mah
- 51:26enggak usah khawatir."
- 51:27E, Tuhan beserta kamu. Rasanya kata-kata
- 51:30itu gua dengar setiap minggu di gereja
- 51:32gitu ya, saat gua lagi beribadah
- 51:33sendiri. Tapi
- 51:34sehebat apapun pendeta yang ngomong,
- 51:36sejago apapun dia beretorika, ilmu
- 51:38homelolitik namanya, ilmu berkhotbah,
- 51:41kalah sama kalau nyokap yang ngomong.
- 51:43Kalau belum waktunya menyentuh hati gua.
- 51:44Oh, oke oke
- 51:45ya, biasa aja. Tapi saat itu gua butuh
- 51:47banget kekuatan dari nyokap. Nyokap gua
- 51:49bilang gini,
- 51:51"Maju aja,
- 51:52kan Tuhan beserta kamu." Waduh, ini
- 51:54konfirmasi nih. Akhirnya gua resign,
- 51:57Bro.
- 51:58Ee gua resign dari kantor itu
- 52:00untuk mengejar mimpi kan jadi presenter
- 52:02kan.
- 52:03Iya. Depan kamera.
- 52:04Depan kamera. Karena gua pada saat jadi
- 52:06wartawan sudah mengikuti casting di
- 52:08sebuah rumah produksi
- 52:10dan gua dikabarkan akan dapat nih
- 52:12kontrak ini nih.
- 52:13Ya, gua enggak asal lompat belum ada
- 52:15gelantungannya kan. Udah karena gua
- 52:17harus jadi pembawa acara nanti lewat
- 52:19rumah produksi ini ya. Gua enggak bisa
- 52:21dong jadi karyawan di stasiun TV ini.
- 52:23Betul.
- 52:24Ini gua resign ini rencananya udah dapat
- 52:26nih.
- 52:26Iya. Masih mau dapat atau sudah dapat?
- 52:29Sunter infonya gua yang dapat
- 52:30tapi akhirnya benar nih gua dapat nih.
- 52:32Oh berarti masih ada gambling di situ.
- 52:34Masih ada gambling. Itulah hidup penuh
- 52:36dengan pertaruhan. Penuh pertaruhan
- 52:38risiko.
- 52:38Gua lepas dari sini. HP
- 52:39pilihan
- 52:41ya. He gue gua pegang Rp2 juta nih di
- 52:45tabungan gua nih. Hasil gua kerja 3
- 52:46tahun nih.
- 52:47Enggak bisa gua nabung banyak, Bro.
- 52:50Ya, gua lepas status gua, gua enggak
- 52:52punya jamsek. Dulu namanya jamsek,
- 52:54jaminan sosial tenaga kerja gua lepas
- 52:56demi ini.
- 52:57Betul di
- 52:58kontrak 12 episode.
- 52:59Iya.
- 53:01Episode keenam tumbang gua kena sakit
- 53:05hepatitis.
- 53:06Oh, iya. Hepat A ya. Lu pernah?
- 53:07Gua pernah kena hepatitis A yang akut
- 53:09waktu itu. Kronis.
- 53:10Iya. Karena ternyata gua udah dapat
- 53:13penyakit ini selama gua kerja sebagai
- 53:14wartawan. Karena gua enggak
- 53:16memperhatikan gaya hidup gua lah.
- 53:17Oke.
- 53:18Ya, sembaranganlah makannya,
- 53:19istirahatnya kacauah. Kita enggak ngerti
- 53:21ilmu kesehatan.
- 53:22Itu en episode 12 episode acara apa,
- 53:24Cok?
- 53:24Judul acaranya Cepetan dong.
- 53:27Cepetan dong.
- 53:28Itu mirip dengan acara dunia yang
- 53:31populer namanya Amazing Race.
- 53:32Oh, Amazing Race. I
- 53:34itu di L TV juga
- 53:35enggak? Tayangnya di RCTI.
- 53:38Hm.
- 53:39Tayangnya di RCTI.
- 53:40H. Dan rumah produksinya sekarang masih
- 53:42eksis namanya Indigo Production.
- 53:44Oh, Indigo. Oke.
- 53:45Inilah program pertama gua.
- 53:47Oh,
- 53:48ya. 12 episode gua pikir gua akan
- 53:51tenang. Inilah awal karir gua sebagai
- 53:54presenter. Tahun 2005 menuju 2006.
- 53:58Tumbang gua di episode ke-enam. Colaps.
- 54:01Colaps.
- 54:02Rumah sakit.
- 54:03Rumah sakit. Kondisi fisik menurun
- 54:05drastis. Nyawa gua di ujung tanduk.
- 54:07Betul-betul di ujung tanduk. Karena
- 54:10fisik gua udah parah, Bro. Udah parah.
- 54:12Oh, berarti udah tahap kronis, ya?
- 54:14Udah kronis gua waktu itu. Jadi, berat
- 54:16badan gua dari 70 itu sudah turun ke 64.
- 54:20Oh,
- 54:20badan gua kurus tapi perut gua nonjol.
- 54:23Iya. Iya, iya. Karena ciri-ciri
- 54:24hepatitis
- 54:24karena ada cairan yang lepas kan di sini
- 54:27sudah tersebar gitu.
- 54:29Akhirnya gua di opnam, di opn6 10 hari.
- 54:33Setelah 10 hari opnam keluar rumah sakit
- 54:35wajib istirahat 3 bulan. Enggak, enggak
- 54:38boleh ngapa-ngapain.
- 54:39Hilang
- 54:39namanya B. Hilang semua. Nah, itulah
- 54:42itulah kehancuran gue di langkah iman
- 54:43yang kedua.
- 54:44Iya.
- 54:45Baru dapat ya depan kamera nih,
- 54:49presenter.
- 54:50Cita-cita yang selama ini gue mau.
- 54:52H
- 54:53harus istirahat.
- 54:54Harus istirahat. Gua pikir udahlah
- 54:56kehilangan semua kan.
- 54:57Iya.
- 54:57Program itu udah pasti one prestasi gua.
- 54:59Tapi karena gua sakit lah e enggak akan
- 55:01dituntut lah. Force major
- 55:02akhir dilanjutin atau pakai?
- 55:04Selesai. dia pakai line.
- 55:05Oh,
- 55:06enggak. Gua enggak akan dapat itu lagi.
- 55:08Gua harus nunggu 3 bulan sabar pemulihan
- 55:11tubuh gua sendiri. Barulah 2006 gua
- 55:14mulai masuk lagi ke dunia entertainment
- 55:17ke stasiun TV lokal di Jakarta juga. H
- 55:20mulai bawa CV lagi. CV-nya dibungkus
- 55:23apa? Jak TV?
- 55:24Jak TV?
- 55:24Oh, di SCBD.
- 55:26Di SCBD?
- 55:27Iya. I
- 55:27My World nama programnya. Program
- 55:29pertama gua.
- 55:30Oh, iya.
- 55:31Bawa CV nih ke sana nih.
- 55:32Bawa CV. Casting
- 55:33CV casting lagi. CV satu lembar ditutup
- 55:36pakai amplop warna kuning merek diamond.
- 55:39Anjay.
- 55:40Gua masih apa lagi
- 55:42yang ada gini-gini. Iya
- 55:44terang seperti berlian.
- 55:46Dia adalah
- 55:47bicara adalah berlian.
- 55:49Udah gua bawa bro. Eh ada orang-orang
- 55:52yang saya kenal di dunia televisi dulu.
- 55:54Jadi saya mulai dengan mereka.
- 55:55He
- 55:56Bang masih ingat saya enggak?
- 55:57Saya dulu mantan penya radio. Bang saya
- 55:59pernah jadi jurnalis. Saya ngemc juga.
- 56:02Kalau ada program tolong hubungi saya.
- 56:04Oke, nanti ada casting kita hubungin ya.
- 56:06Dari kalimat-kalimat gitulah.
- 56:07Akhirnya gua ikut casting enggak semua
- 56:10dapat juga. Iklan juga sama.
- 56:12Agensi-agensi itu gua punya nomor gua
- 56:14tuh ada di mereka semua. Sampai hari ini
- 56:15nomor gua kan enggak pernah ganti.
- 56:17Jadi mereka kadang-kadang masih ada yang
- 56:18suka ngubungin, "Mas, masih diterima
- 56:20casting enggak?" Saya bilang, "Boleh."
- 56:21Tapi saya ada manajemen sekarang.
- 56:23Jadi mereka juga tahu cara kita
- 56:25berkomunikasi.
- 56:27Enggak mesti harus kemudian menonjolkan
- 56:28diri. Enggak usah.
- 56:29Iya. Iya. Ada orang-orang masih ingat
- 56:31saya loh 22 tahun yang lalu. Nomu enggak
- 56:33ganti cuy?
- 56:34Enggak ganti.
- 56:34Wah, ketahuan ni enggak pernah pinjol.
- 56:35Berarti
- 56:38nomornya engak ganti-ganti soalnya.
- 56:41Enggak, enggak ganti. Enggak ganti.
- 56:43Dapat lagi nih Jack TV.
- 56:45Dapat Jack TV akhirnya. Iya.
- 56:46Oh, itu sebelum Take Me? Jauh ya
- 56:48cerita-cerita ini ya?
- 56:48Jauh ini 2006.
- 56:49Oh,
- 56:50Take Me tuh 2009.
- 56:52Oh, dari Jak TV ke mana lagi? Jak TV
- 56:57TPI dulu
- 56:59televisi pendidikan Indonesia.
- 57:00Televisi pendidikan Indonesia sebelum
- 57:02diambil alih oleh MNC TV.
- 57:04Betul. Dulu masih punya ee
- 57:06masih punya Ibu Siti Hardianti Rukmana
- 57:08Batutut.
- 57:09Batut. He.
- 57:10Jadi e gua ambil program itu dapat terus
- 57:14berubah nama jadi stasiun TV yang lain.
- 57:17He.
- 57:17Kemudian gua ke nyantol di Oh dulu ada
- 57:20stasiun TV lain juga yang lokal.
- 57:22Sekarang enggak tahu masih ada apa
- 57:23enggak. O Channel. Gua ada program
- 57:25channel. Iya ya. Paranoya dulu namanya.
- 57:28Gua pernah bawain acara namanya Solusi
- 57:30Life di situ. Itu
- 57:32berbalut dengan nilai spiritual itu
- 57:36baru gua ke Global TV dulu atau GTV ya
- 57:40sekarang GTV Global TV acara basket. Nah
- 57:42ini udah mulai nih gua mulai
- 57:45pelan-pelan Crushbone. Crushbone.
- 57:47Crushb man gua.
- 57:48Iya dulu MC Panji tuh awal-awal tuh
- 57:50Crashb. Iya
- 57:51iya benarbenar. Bang Panji sempat jadi
- 57:54MC-nya, gua juga host-nya.
- 57:56Iya iya.
- 57:57Terus ada program lagi di GTV namanya
- 58:00Made in Indonesia.
- 58:01E
- 58:02acara anak-anak band harusnya lu tahu
- 58:03tuh anak-anak band Indie tampil jurinya
- 58:06itu
- 58:07ada Kang Sule.
- 58:08He.
- 58:09Ada Pak Jelly Tobing.
- 58:11Lalu
- 58:11ya ada comedian almarhum
- 58:15Baron. Bang Baron.
- 58:16Oh iya ya. Gigi dulu ya.
- 58:18Gigi. Nah. Eh, dari situ gua ke
- 58:21Indosiar. Nah, ini mulai Tuhan buka
- 58:23jalan yang lebih besar. Ee meskipun saat
- 58:26itu kondisi stasiun televisinya juga
- 58:28enggak begitu
- 58:30juara secara online.
- 58:32Secara rating ya.
- 58:33Iya. Tapi mereka kasih kesempatan ke
- 58:35kami untuk eksplorasi lah.
- 58:37Mulai di situ tuh. Oh, Transgrup juga
- 58:39sama gua. Trans TV.
- 58:40Hm.
- 58:41Ee TV 7 dulu.
- 58:43Iya, memang
- 58:43gua ngerti. Gua ngerti. Iya, gua paham.
- 58:45E ketika gua menyebut merah gitu, lu
- 58:47kemudian mulai lu turun dan mulai enggak
- 58:49percaya diri. Gua ngerti. Tapi gua akan
- 58:50terus gua akan terus ngomongin ini biar
- 58:52lu semakin enggak percaya diri.
- 58:56Maksud gua ini kan semua dari perjalanan
- 58:58kita, Bro.
- 59:00Ada el, ada gue dengan latar belakang
- 59:02yang berbeda.
- 59:02Benar
- 59:03gua lewatin bagian itu.
- 59:04Iya enggak apa-apa kok kalau di maongin
- 59:05juga.
- 59:07Eh teknanya itu di mana sih? Dul
- 59:08Indosiar.
- 59:08Indosar kan?
- 59:09Ah untungnya kita berhenti ngomongin
- 59:10Trans TV. Jadi kita ke Indosiar
- 59:12sekarang. Take me out aja biar lu lebih
- 59:14tenang wawancara gua. Aku
- 59:17buat yang enggak ngerti tolong dicek aja
- 59:18di laman berita C. Iya.
- 59:21Tekno tuh settingan enggak sih
- 59:23pertanyaan lu?
- 59:26Lu lu enggak malu nanya gitu sama gua
- 59:28kayak orang pada umumnya itu diatur
- 59:30enggak sih, Bang?
- 59:32Enggak kan kita kita netizen yang
- 59:33umumnya nih ya kayak beneran enggak sih
- 59:35gitu.
- 59:36Entar dulu gua berminyak nih. I
- 59:38senjata gua nih kan orang pada
- 59:41kayak ada cewek-cewek. Eh, tunggu deh.
- 59:43Yang diperebutkan tuh cewek apa cowok
- 59:44dulu? Loh,
- 59:45yang pertama itu adalah
- 59:46Oh, Take Me out mah cewek-cowok ya.
- 59:48Take Me out itu yang di belakang podium
- 59:50perempuan.
- 59:50Eh,
- 59:51cowoknya yang jadi pemilihnya nanti.
- 59:54Oke.
- 59:56Nah, what was your question again?
- 59:58Itu itu
- 59:59Oh, settingan apa bukan?
- 1:00:01Ini gua jawabnya harus hati-hati
- 1:00:04karena bukan karena soal sumpah atau
- 1:00:05kontrak kan. Ah, selesai.
- 1:00:07Definisikan settingan.
- 1:00:10Pemenang sudah tahu siapa? H. Oke,
- 1:00:12langsung kita jawab ya.
- 1:00:13Iya.
- 1:00:13Definisikan settingan
- 1:00:15pemenangan sudah tahu siapa?
- 1:00:16Enggak. Enggak diketahui.
- 1:00:18Oh,
- 1:00:19beneran ngedate apa enggak?
- 1:00:22Relatif.
- 1:00:24Nah,
- 1:00:24ada yang iya, ada yang enggak.
- 1:00:26Oke.
- 1:00:26Apalagi nanti baru gua rangkum nih.
- 1:00:28Oke.
- 1:00:29Kalau masih ada waktu gua
- 1:00:30ee
- 1:00:32per
- 1:00:34ee apa namanya? Semua pertanyaan sudah
- 1:00:37di-setting dari si masing-masing ee
- 1:00:40pemilih.
- 1:00:41Jadi, kata setting-nya ini yang menarik
- 1:00:43sebenarnya diatur enggak sih gitu?
- 1:00:45Bukankah itu kategorinya reality show?
- 1:00:47Iya,
- 1:00:48gua selalu percaya terminologi dunia
- 1:00:50siaran ketika disebut reality show
- 1:00:53sebenarnya di balik itu ada unre show.
- 1:00:56Betul. Ada script di situ.
- 1:00:57Harus ada kan?
- 1:00:57Ada.
- 1:00:58Jadi bukan polosan,
- 1:01:00bukan soal gimana nanti. Enggak. Enggak.
- 1:01:03Begitu cara kerja kami di televisi.
- 1:01:06Goofar tahu itu.
- 1:01:07Cara kerja kami di dunia hiburan, di
- 1:01:09televisi nasional, dunia penyiaran
- 1:01:11adalah segala sesuatu mesti
- 1:01:12dipersiapkan.
- 1:01:13Betul.
- 1:01:14Jadi bukan serta-merta diatur, tapi
- 1:01:17dipersiapkan. Contoh,
- 1:01:18H
- 1:01:20peserta laki-laki ini ketika dia akan
- 1:01:22ditampilkan di episode tertentu,
- 1:01:24tentu dia sudah punya harapan. He.
- 1:01:26Karena dia sudah pernah ngelihat di
- 1:01:27episode sebelumnya ada 30 perempuan
- 1:01:30cantik di balik podium kan. Iya,
- 1:01:32dia bisa aja ngincer salah satunya yang
- 1:01:34masih bertahan.
- 1:01:35Iya kan?
- 1:01:36Ada yang pernah ngomong gini sama gua,
- 1:01:37"Bang, kalau boleh sih, aduh saya
- 1:01:38berharap banget sama si itu."
- 1:01:40Mudah-mudahan dia bisa bertahan, Bang
- 1:01:41ya. Enggak mati lagi.
- 1:01:42Ada ada kayak gini enggak?
- 1:01:43Yang mana aja dah saya jadi dah gitu.
- 1:01:45Ada ada
- 1:01:47yang penting ada gitu. Ada ada.
- 1:01:49Wah, ada, ada, ada. itu kiamat sudah
- 1:01:51dekat
- 1:01:53kayak sudah putus asa
- 1:01:54deadline itu. Nah, tapi Govar menariknya
- 1:01:58ini zaman saya ya, zaman saya jadi host
- 1:02:00karena saya dilibatkan semua prosesnya
- 1:02:02dari hilir sampai ke hulu.
- 1:02:04Eh,
- 1:02:05kebalik ya. Hulu ke hilir ke naik.
- 1:02:07Hulu ke hilir naik berarti out streaming
- 1:02:10instream
- 1:02:12gua tuh bahkan menemukan kata-kata
- 1:02:14jargon gua sendiri
- 1:02:15apa?
- 1:02:15Tunjukkan pesonamu itu gua itu dari lu
- 1:02:18gua
- 1:02:19wanita single. Tunjukkan pesonamu nyala.
- 1:02:21Itu saatnya gua menyalakan lampu.
- 1:02:23Iya. Tentu itu semua adalah seleksi kan
- 1:02:26kata-kata ini produser lihat cocok. Oke
- 1:02:28y jalankan. Berarti tanpa persetujuan
- 1:02:30mereka enggak mungkin muncul sebagai
- 1:02:31jargon. Nah
- 1:02:33menariknya adalah laki-laki tahu siapa
- 1:02:35ceweknya kan. H
- 1:02:36perempuannya enggak dikasih tahu.
- 1:02:37Betul.
- 1:02:38Karena bagi perempuan tuh suasana
- 1:02:40psikologisnya ini pesertanya kayak
- 1:02:42gimana nih.
- 1:02:42Iya. Itu yang seru
- 1:02:43kan? Aneh-aneh kadang-kadang.
- 1:02:44He
- 1:02:45unik-unik. Kalau lu enggak suka kata
- 1:02:47aneh ya unik.
- 1:02:48Benar. Benar. Enggak semua juga pakai
- 1:02:51jazding
- 1:02:53gitu kan.
- 1:02:54Ada juga yang tomingse satu kan
- 1:02:57tobat minggu Senin kambuh toming
- 1:03:02watchle gitu. Nah enggak semua kayak
- 1:03:03gitu. Jadi buat perempuan waktu melihat
- 1:03:06hah kayak gini modelannya gitu. Ekspresi
- 1:03:08itu yang diambil kan.
- 1:03:09Itu yang diharapkan juga.
- 1:03:11Itu yang diharapkan juga. gua mengolah
- 1:03:13berdasarkan narasi yang sudah ditentukan
- 1:03:17tapi selalu ada ruang untuk
- 1:03:19pengembangan.
- 1:03:20E
- 1:03:20kan gua juga mesti lihat psikologis
- 1:03:22orang.
- 1:03:23H
- 1:03:23ada pertanyaan yang enggak cocok
- 1:03:24ditanyakan sama orang.
- 1:03:25Betul
- 1:03:26ya kita harus improvisasi.
- 1:03:28Untung rekaman kan
- 1:03:30enggak ada yang siaran langsung. Jadi
- 1:03:31kalau taping itu nanti akan ada proses
- 1:03:33penyuntingan ya. He.
- 1:03:35Jadi bukan diatur lu nanti ketemu sama
- 1:03:37lu pilih ini ya
- 1:03:38yang lu matiin lampu yang ini. Jangan
- 1:03:40ya. Enggak ada yang seperti itu. Zaman
- 1:03:41gua sih,
- 1:03:42kalau yang lain gua enggak tahu. H.
- 1:03:44Jadi emang settingan tuh emang ya
- 1:03:46namanya juga reality show kan.
- 1:03:47I
- 1:03:48karena kalau misalnya enggak pakai
- 1:03:49script pertama syutingnya lama.
- 1:03:52Go
- 1:03:53show secara visual tidak terselamatkan
- 1:03:55ya. Harus ada script lah
- 1:03:57ya. Harus ada bagan-bagan rangka-rangkai
- 1:03:59memang harus dipatuhi.
- 1:04:00Iyalah
- 1:04:00ya. Soal improve baru kita mainin di
- 1:04:02situ.
- 1:04:03Benar.
- 1:04:04Iya
- 1:04:04benar. Dan itu yang membuat orang
- 1:04:06bertanya-tanya
- 1:04:08seesungguh apa? Sesungguh-sungguh apa
- 1:04:11sih acara ini? Ada enggak yang nikah?
- 1:04:12Ada. Ada.
- 1:04:14Ada.
- 1:04:15Wah mantap. Dua dari 10.
- 1:04:19Kok gila? Serius loh.
- 1:04:20Dua dari 10 karena gua dapat undangan
- 1:04:21sebagai host. Mereka bersyukur
- 1:04:24Bang Coki saya nikah nih gara-gara acara
- 1:04:26lu gitu.
- 1:04:27Iya ada. Nah, lebih menarik lagi kan
- 1:04:29tadi dua dari 10 kan
- 1:04:30hitungan gua nih yang delan ini lucu.
- 1:04:33Jadi di acaranya dia memilih si A
- 1:04:36perempuan ini milih A.
- 1:04:38Jadilah mereka pasangan.
- 1:04:39He.
- 1:04:40Tapi kan percobaan itu kan
- 1:04:42wajarlah kayak kita dikenalin belum
- 1:04:43tentu juga besok cocok
- 1:04:44PDKT.
- 1:04:45Nah, mereka kan punya komunitas
- 1:04:47dengan peserta yang lain yang 29 tadi.
- 1:04:49Gaulah mereka di sana.
- 1:04:51Yang awalnya perempuan ini milih A
- 1:04:54jadinya tuh sama yang Z tuh
- 1:04:56nikahnya sama yang Z. Oh. Oh, ada yang
- 1:04:59nikah.
- 1:05:00Ada. Jadi, program ini sebenarnya
- 1:05:01menariknya kesempatan memberi kesempatan
- 1:05:04pada orang untuk sosialisasi.
- 1:05:05Iya. Iya.
- 1:05:06Perkenalan bagi orang lain yang mereka
- 1:05:09belum pernah kenal
- 1:05:10di dalam studio maupun di luar studio.
- 1:05:13Bedanya Take Me Out Indonesia saat itu
- 1:05:15didesain untuk mencari pasangan menuju
- 1:05:17pernikahan.
- 1:05:18Hm.
- 1:05:18Kalau Take Me out yang lain di Denmark,
- 1:05:21di Tiongkok, di Philippin,
- 1:05:23di Inggris itu enggak sampai jadian.
- 1:05:25Pokoknya mereka cari teman hangout aja.
- 1:05:28Kalau Indonesia targetnya adalah menikah
- 1:05:30karena ada hadiah R juta
- 1:05:33itu biaya pernikahan. Jadi dibantu Rp100
- 1:05:35juta bagi mereka yang komitmen
- 1:05:37berminggu-minggu dipantau kan.
- 1:05:38Iya.
- 1:05:39Kalau masih ingat program itu
- 1:05:41minggu depan dipantau
- 1:05:42sampai pasangan ini jadi selep lokal
- 1:05:44dalam tanda petik.
- 1:05:46Terus setiap minggu wajahnya diangkat
- 1:05:48masukin pemberitaan. Itu fenomena yang
- 1:05:50sama kayak Avi.
- 1:05:51Iya.
- 1:05:51Iya. Akademi fantasi Indosiar jagonya
- 1:05:54tumbuh selep-selep baru.
- 1:05:56Itulah jagonya televisi nasional kita
- 1:05:57semua.
- 1:05:58Itu free mental bukan sih? Bukan ya?
- 1:05:59Free mental free mental juga ya.
- 1:06:01Take me out itu lisensinya free mental.
- 1:06:03Oh gokil. Berapa tahun take me out?
- 1:06:05Total 4 tahun.
- 1:06:07Gua sempat ada jeda soalnya. Jadi 2009
- 1:06:10gua memulai
- 1:06:11langsung booming.
- 1:06:12Iya.
- 1:06:13Nah saat itu lahirlah program-program
- 1:06:16serupa dengan nama beda
- 1:06:18perspektifnya berbeda. Contoh Take Him
- 1:06:20Out.
- 1:06:21Iya ada. Take him out.
- 1:06:21Tak him out itu gantian. Cowok yang di
- 1:06:23belakang podium, ceweknya yang muncul di
- 1:06:26akan memilih.
- 1:06:27Iya. Iya.
- 1:06:28Take me out. Jalan. Take him out.
- 1:06:30Muncul.
- 1:06:30Muncul lagi dua.
- 1:06:32Take celebrity out.
- 1:06:34Oh,
- 1:06:34ini yang isinya artis-artis nih,
- 1:06:36figur-figur publik.
- 1:06:37Baik dari sisi yang perempuan maupun
- 1:06:39laki-laki di belakang podium.
- 1:06:40Itu lu lagi
- 1:06:41gua juga.
- 1:06:42Oh, itu lebih settingan lagi tuh ya.
- 1:06:43Kalau selebrity out ya.
- 1:06:45Eh, sakit gua. Enggak ada libur gua. Oh,
- 1:06:48serius l seteng tahun.
- 1:06:511 seteng tahun.
- 1:06:52Oh, tiap hari ya syuting kali ya.
- 1:06:53Setiap hari syuting. Udah gitu gua ada
- 1:06:55satu program lagi di Indosiar. Gua
- 1:06:57bersyukur banget dipercayakan namanya
- 1:07:00Happy Song.
- 1:07:01Oh, tahu gua
- 1:07:02nyanyi-nyanyi tebak lagu.
- 1:07:04Jadi gua live siang. Habis siang live 2
- 1:07:07jam ke Ancol syuting Take Me out.
- 1:07:10Syutingnya dari sore sampai tengah malam
- 1:07:12jelang subuh.
- 1:07:14Tidur cuma berapa jam?
- 1:07:15Tidur 3 jam.
- 1:07:16Anjay.
- 1:07:174 jam tidur. 3 jam. 4 jam kadang tidur
- 1:07:19di mobil.
- 1:07:21Ee gua selesai syuting di Ancol keluar
- 1:07:23dari Dom. Ancol itu dulu studionya
- 1:07:25namanya Dom. Keluar dari Dom gua
- 1:07:27ngelihat bapak-bapak, Ibu-ibu lari pagi.
- 1:07:29Dari pagi
- 1:07:30eh gua baru mau pulang kayak gini-gini
- 1:07:32bro 1 seteng tahun
- 1:07:34kayak gitu
- 1:07:35kayak gitu. Sabtu Minggu gua ngemc.
- 1:07:37Iya
- 1:07:38pernikahan.
- 1:07:38Iya
- 1:07:39gua nikah tanggal 18 Juni 2010.
- 1:07:43Oh.
- 1:07:44Apa artinya tanggal 18 Juni menurut?
- 1:07:4618 Juni 2010. Gua memilih tanggal itu
- 1:07:48sama istri gua
- 1:07:4918 Juni. Juni tuh
- 1:07:5018 Juni. Bulan 6
- 1:07:51Juni Mei. Mei 6 186 2010.
- 1:07:54Kenapa kami memilih tanggal 18 ini?
- 1:07:56Mumpung otak lu infotainment.
- 1:07:57Karena
- 1:07:5918 itu adalah sehari setelah
- 1:08:01kemerdekaan. Bagus banget. Bagus banget.
- 1:08:03Strategis pikiran. Iya. Gua bersyukur
- 1:08:06banget nih diwawancara sama goofilman
- 1:08:10itu generasi tua dan generasi muda lagi
- 1:08:11berseteru.
- 1:08:12Orang berpikir tuh gua bermain angka 16
- 1:08:15tuh 1 + 6 7 angka sempurna kan gitu ya.
- 1:08:18Enggak
- 1:08:19karena
- 1:08:21ulangi
- 1:08:2118
- 1:08:23gitu 8 kurangi 1 kan
- 1:08:258 - 1 7 gitu dipikirnya kan gua nikah 18
- 1:08:27Juni 2010
- 1:08:29orang berpikir angka enggak. 18 Juni
- 1:08:322010 itu hari Jumat.
- 1:08:34Hm. Dan hanya itu hari libur gua
- 1:08:37saat itu. Jumat doang. Jumat. Jadi gua
- 1:08:40memilih hari itu, libur ditentukanlah
- 1:08:42jadi tanggal pernikahan. Calon istri gue
- 1:08:44yang sekarang tentu saja pendamping gue,
- 1:08:47dia bilang, "Udah enggak apa-apa kita di
- 1:08:48tanggal ini bagus."
- 1:08:49Enggak ada alasan filosofi di B.
- 1:08:50Enggak ada filosofi, Pak.
- 1:08:52Gua udah ngarap-ngarap buat jawaban
- 1:08:54filosofi sekali ni. Di
- 1:08:55gua juga berharap bisa lebih indah dari
- 1:08:56ini ngomongnya.
- 1:08:58Tak diberkati, malamnya resepsi, besok
- 1:09:01paginya ke Bali hari Sabtu pagi bulan
- 1:09:03madu. Karena kami percaya kami harus
- 1:09:05langsung ketemu hanya berdua tidak boleh
- 1:09:07ada orang lain.
- 1:09:08Iya.
- 1:09:09Bulan M di Bali. Hari Minggu pagi
- 1:09:11terbang lagi ke Jakarta untuk ngemc
- 1:09:12wedding.
- 1:09:13Gokil. Bidin lu nguk ngamuk enggak?
- 1:09:15Oh enggak lah. Kan dia udah menderita
- 1:09:17lama.
- 1:09:19Udah tahu ya. Udah tahu ya soal jadwal
- 1:09:23lu ya. Berarti pacar sudah lamaat J. 4
- 1:09:25seteng tahun
- 1:09:26koki
- 1:09:264 seteng tahun akhirnya nikah. Total
- 1:09:29perkenalan kami hari ini berarti 20
- 1:09:31tahun.
- 1:09:3220 tahun.
- 1:09:32Karena tahun ini kami merayikan 16 tahun
- 1:09:34pernikahan.
- 1:09:35Gilap
- 1:09:40ini cuki dan ya iyalah maksudnya kalau
- 1:09:45bidinya ngelarang dia ngc ya enggak
- 1:09:47mungkin orang dia adalah MC termahal di
- 1:09:49Indonesia gila. Amin. Amin. Amin. Amin.
- 1:09:52Benar enggak gosip itu? Lu adalah MC
- 1:09:53termahal
- 1:09:55gosipnya sih benar
- 1:09:57gosipnya gua dengar. Iya, tapi kan gua
- 1:09:59enggak pernah ngelihat kontrak orang,
- 1:10:01Bro. Ya,
- 1:10:02mana tahu kontrak orang.
- 1:10:03Kan gosip itu kan pasti ada karena
- 1:10:06gosip.
- 1:10:06Karena ada dasar dong. Dasar itu mungkin
- 1:10:09orang-orang IO yang sudah
- 1:10:10ngebanding-bandingin harga Choki sih
- 1:10:12paling mahal gitu. Mungkin gitu kali ya.
- 1:10:14Mungkin bisa aja, bisa aja dari
- 1:10:15perspektif mereka. Tapi menurut gua
- 1:10:18mahal itu relatif
- 1:10:20ya.
- 1:10:21Yang mutlak tuh murah.
- 1:10:23Kalau bisa bayar berarti enggak mahal
- 1:10:25dong.
- 1:10:25Iya.
- 1:10:25Iya
- 1:10:26lah. Kalau lu masih bisa
- 1:10:27bayar dan mau bayar
- 1:10:28pakai jasa kami berarti terjangkau kan.
- 1:10:31Iya.
- 1:10:31Tiap minggu ada lu pasti ngeb
- 1:10:34hampir tiap minggu.
- 1:10:35Puji Tuhan. Puji Tuhan. God.
- 1:10:37Cepek lebih ada. Cepek lebih.
- 1:10:39Iya. dibongkar sama dia. Diolah sama
- 1:10:42dia. Diolah
- 1:10:45diolah sama dia.
- 1:10:50Pokoknya terjangkau, Bro.
- 1:10:51Terjangkau. Terjangkau.
- 1:10:52Tapi benar enggak kata Ari Kirana
- 1:10:55yang paling sulit sebenarnya adalah MC
- 1:10:57wedding karena kita harus akrab dulu
- 1:10:58sama keluarganya. Benar kan?
- 1:11:01Hm.
- 1:11:03Pribadi ya, opini pribadi gua.
- 1:11:07Gua hampir
- 1:11:09enggak menemui kesulitan banyak
- 1:11:11kalau MC pernikahan.
- 1:11:13Iya.
- 1:11:13Mulai dari membangun hubungannya sampai
- 1:11:16eksekusi lapangannya. Eksekusi itu dalam
- 1:11:18konteks seribet
- 1:11:21isi acara pernikahan itu isinya dari
- 1:11:23kepala negara sampai camat gitu.
- 1:11:26Sudah mengalami tuh.
- 1:11:27Sudah mengalami
- 1:11:28yang keluarga-keluarga Cindo tuh yang
- 1:11:29ada sinia-sincia. Oh, karena gini, kalau
- 1:11:31biasanya keluarga yang keturunan
- 1:11:33Tionghoa itu mereka akan percayakan kami
- 1:11:35di acara resepsi yang sifatnya
- 1:11:37universal.
- 1:11:38Oke.
- 1:11:38Urusan adat itu pasti mereka sudah pilih
- 1:11:41orang lain kan.
- 1:11:42Bahkan orang sering salah pikir.
- 1:11:44Dipikirnya gua karena orang Batak
- 1:11:45otomatis gua ngemc juga pernikahan
- 1:11:47Batak.
- 1:11:48Oh, banyak ketahu orang itu dong.
- 1:11:49Pesta Batak.
- 1:11:50Pesta adat gitu.
- 1:11:51Pesta adat. Enggak. Itu pertarungan yang
- 1:11:54berbeda, Bro, daripada bisnis kita pada
- 1:11:56umumnya gitu.
- 1:11:57Jadi, gua enggak diadat. Gua tuh
- 1:11:59diresepsi di acara yang sifatnya
- 1:12:01universal, pesta umum ya.
- 1:12:04Pesta umum. Pesta umum.
- 1:12:05Oke.
- 1:12:06Eh, tantangannya berbeda bahasanya itu.
- 1:12:08Gua enggak bilang bahwa MC wedding
- 1:12:10paling enteng. Enggak juga. Tetapi
- 1:12:13lebih terkondisikan, lebih pasti 3 jam,
- 1:12:173 jam
- 1:12:18gitu. Dan isinya kalau dibongkar pasang,
- 1:12:20diisi kembali
- 1:12:22ya mirip-mirip.
- 1:12:24Hm. puzzle-nya
- 1:12:25cuma treatmentnya doang bedre
- 1:12:26perlakuannya berbeda, gimiknya bisa
- 1:12:28berbeda,
- 1:12:29dan kreativitas WO-nya juga menentukan
- 1:12:32pola pikir kita.
- 1:12:33Iya. Dan berarti Robin, lu nih yang suka
- 1:12:37jok jok jok jok jok jok gitu,
- 1:12:39itu mesti
- 1:12:40google-googlingin dulu ini siapa atau
- 1:12:42foto AI gitu. Maksudnya ini siapa nih
- 1:12:44nih atau gimana?
- 1:12:45Sekarang sekarang zaman yang canggih ini
- 1:12:47WOWo bahkan yang kerjanya udah e dua
- 1:12:49langkah di depan gitu mereka siapin
- 1:12:51daftar tamu VVP. nama, pangkat, jabatan
- 1:12:55foto.
- 1:12:56Uh, udah enak banget itu.
- 1:12:57Udah dicetak kan, tak? Tapi tim gua
- 1:13:00selalu gua ingatin bahwa
- 1:13:02kita bukan tipe orang pekerja yang hanya
- 1:13:06terima hasil.
- 1:13:07Kita harus terima, lihat, analisa,
- 1:13:09pelajari.
- 1:13:10Bener enggak nih?
- 1:13:11Silang. Cek cek silang. Benar. Heeh.
- 1:13:14Karena masih banyak yang salah,
- 1:13:16terutama nama dan pangkat.
- 1:13:18Wah, penyebutan
- 1:13:19jabatan.
- 1:13:20Penyebutan nama dan pangkat tuh sensitif
- 1:13:22ya, Cuk.
- 1:13:22banget.
- 1:13:23Gua tuh pernah ya gue ceritain nih ke
- 1:13:25sama Ari nih. Eh, sama siapa lu gua
- 1:13:27cerita? Hah?
- 1:13:28Dua balul.
- 1:13:29Iya, sama dua balul. Gua ngem
- 1:13:31pergantian direksi BUMN.
- 1:13:33H.
- 1:13:34Gua bilang, "Kok kalau yang
- 1:13:36formal-formal agak-agak susah." Gue
- 1:13:37bilang gitu kan, "Jangan gua dah gitu
- 1:13:39kan." "Enggak kliennya sama mau el."
- 1:13:40"Oh, ya udah
- 1:13:42terima dong." Maksudnya kan ya masa
- 1:13:44rezeki udah gitu kita pengin koneksi
- 1:13:46dengan orang-orang ini gitu kan. Gua
- 1:13:48terima nih.
- 1:13:49Ada tamu penting
- 1:13:51yang ada di dalam daftar.
- 1:13:52Oh,
- 1:13:53dicolek dari belakang lagi ngc tek tek
- 1:13:55tek set. H
- 1:13:58namanya doang Ida.
- 1:14:00H
- 1:14:01Ini Ida Bapak atau Ibu? Waduh, gua
- 1:14:05tahu lagi arahnya ke mana.
- 1:14:08Selamat malam, Ibu Ida
- 1:14:11datang ambil mik. Saya Bapak. Wah. Wah,
- 1:14:15itu biji gua langsung bawa tahu
- 1:14:18langsung ketukar biji guauk
- 1:14:21reposisi.
- 1:14:21Ngilu-ngilu banget. Iya, bayarlah.
- 1:14:23Wah, itu enggak enak kan kita harus
- 1:14:25nyebutin karena urgensiya tinggi.
- 1:14:27Iya.
- 1:14:29Gimana kalau kondisi itu di lu, lu harus
- 1:14:32gimana tuh?
- 1:14:33Heeh. Heeh.
- 1:14:35Gua pernah melakukan kesalahan mirip
- 1:14:37seperti itu, gua langsung revisi
- 1:14:38dengan permintaan maaf di depan. He.
- 1:14:41Mohon maaf maksud kami
- 1:14:42Hm.
- 1:14:44kami ulangi selalu ada kata-kata itu.
- 1:14:46Tapi begitu dikonfrontasi sama orangnya
- 1:14:48ya kita terima h
- 1:14:50kita responi dengan bijak saja.
- 1:14:51Iya. Iya.
- 1:14:52Kalau bisa langsung lakukan koreksi di
- 1:14:55situ. Minta maaf. Minta maaf Pak. Maaf
- 1:14:57Pak karena tidak ada informasi sedetail
- 1:14:59itu. Sekali lagi saya mohon maaf Pak.
- 1:15:01Selamat menikmati pesta, Pak.
- 1:15:02Ya. Samperin dia lah. Ya.
- 1:15:03Samperin atau dia nyamperin kita, kita
- 1:15:05bicara.
- 1:15:05Kalau kita samperin dia enggak mau,
- 1:15:07kita kejar terus sampai keluar. Bapak
- 1:15:09sebentar acaranya sudah selesai.
- 1:15:10Jatuh psikopat ke rumah. Rumah. Rumahnya
- 1:15:13di
- 1:15:16Bapak ngomong-ngomong sama saya pas pas
- 1:15:18buka pagar cuki ngapain?
- 1:15:20Masih ingat aja yang dulu 5 tahun lalu.
- 1:15:23Iya.
- 1:15:23Ternyata lama ngikutin udah lama.
- 1:15:26Sakit jiwa.
- 1:15:28Oh kalau gitu koreksi di di di
- 1:15:31langsung nih.
- 1:15:32Pada saat lu sebagai MC keliru
- 1:15:34menyebutkan secara publik
- 1:15:36in public appearance ya lu langsung
- 1:15:39revisi dong di depan publik.
- 1:15:40Betul.
- 1:15:41Nanti itu belum selesai. Itu satu hal,
- 1:15:43pertanggungjawaban lu di depan publik
- 1:15:45namanya.
- 1:15:45Yang kedua, pertanggung jawab lu kepada
- 1:15:48perorangan, personal individu tadi. Ya,
- 1:15:50hadapi, hadapi. Semua orang juga bisa
- 1:15:52melakukan kesalahan itu.
- 1:15:54Makanya kemarin gua gua bersuara tentang
- 1:15:57rekan kita yang dirundung habis-habisan
- 1:16:00di
- 1:16:01media sosial gara-gara
- 1:16:03soal LCC, lomba cerdas cermat itu.
- 1:16:06Oh, iya. yang MC-nya dibully
- 1:16:07habis-abisan
- 1:16:08karena komentarnya dari MC dirasa kurang
- 1:16:10pas. Memang ada banyak kekurangan
- 1:16:13pada saat dia ngemcan
- 1:16:15keputusan-keputusannya memilih diksi dan
- 1:16:18lain sebagainya. Oke. Oke. Kita analisa
- 1:16:20itu ya. Ini pelajaran buat kita.
- 1:16:22Tapi MC salah menurut lu
- 1:16:24dalam posisi
- 1:16:26ketika kejadiannya secepat itu dia
- 1:16:30terlalu terburu-buru mengambil
- 1:16:31keputusan. Hm.
- 1:16:32Keputusan dalam arti dia kesimpulannya
- 1:16:34adalah bahwa ini juri yang sudah sangat
- 1:16:36kompeten itu cara yang tidak elegan
- 1:16:39atau elok untuk melindungi kepentingan
- 1:16:41anak-anak.
- 1:16:43Orang tu punya
- 1:16:44terburu-buru kan harusnya sebelum
- 1:16:48biasanya nih ya kalau gue nih apalagi
- 1:16:49acara sebesar itu kan ada rules of the
- 1:16:52game.
- 1:16:53Kalau terjadi yang namanya dispute atau
- 1:16:56pertentangan,
- 1:16:58apakah kita boleh menyetop
- 1:17:00sejenak? Apakah kita bisa melakukan
- 1:17:01penilaian ulang, review, ulasan pakai
- 1:17:05far misalnya kalau sepak bola kan?
- 1:17:06Iya, sepak bola.
- 1:17:07Apakah kita bisa rehat sejenak, time
- 1:17:10out?
- 1:17:10Hm.
- 1:17:12Yang kita hindari adalah kesimpulan yang
- 1:17:14salah, kan?
- 1:17:15Hm.
- 1:17:15Ternyata benar salah kesimpulannya.
- 1:17:18Ternyata entah masalah teknisnya betul
- 1:17:20terjadi sehingga orang tidak mendengar
- 1:17:22di lapangan.
- 1:17:24MC-nya tidak menilai situasi itu. Dia
- 1:17:26hanya menganggap jurinya sudah pasti
- 1:17:28benar. I
- 1:17:29menurut gua tidak objektif kan gitu ya.
- 1:17:31Okelah
- 1:17:32okelah ada kesalahan kekeliruan tetapi
- 1:17:35siapa sih Gofar yang enggak bisa
- 1:17:36melakukan kesalahan sama
- 1:17:37itu itu
- 1:17:38saya aja pernah kok salah nyebut nama
- 1:17:40putri Indonesia.
- 1:17:41Serius loh
- 1:17:42I 2017 viral lah.
- 1:17:44Dari siapa ke siapa?
- 1:17:45Nah sebentar saya ee tidak ingat nama
- 1:17:49putrinya tetapi gini.
- 1:17:50Linda ke Zulpikar gitu. Iya bisa
- 1:17:53bisa jauh loh Bro. Tetapi kesalahan saya
- 1:17:56itu adalah tanggung renteng. Itu bukan
- 1:17:58kesalahan murni sebagai kesalahan MC.
- 1:18:00Karena yang nulis adalah juri. Jurinya
- 1:18:03keliru menulis nama pada kolom. Tinggal
- 1:18:06baca kayak MC yang botak di luar. Her
- 1:18:07Harvey. Eh,
- 1:18:08nah itu beda, Bro. Steve Harvey
- 1:18:10melakukan kesalahan di Miss Universe itu
- 1:18:13dia salah nyebut nama memang.
- 1:18:14Oke.
- 1:18:15Makanya dia bilang, "Saya minta maaf
- 1:18:16saya salah baca."
- 1:18:17Iya.
- 1:18:18Kalau gua enggak.
- 1:18:19Gua membacakan apa yang tertulis di
- 1:18:21kartu itu.
- 1:18:22Oh, udah ada namanya. Iya, tinggal baca
- 1:18:25dan akhirnya juri merevisi. Nah, itulah
- 1:18:27situasi yang waktu itu Genting live
- 1:18:30gua sama partner gua Zivana Letia Zizi.
- 1:18:34Zizi hanya diam. Dia ingin ikut masuk ke
- 1:18:37dalam pembicaraan tapi terbatas. Saya
- 1:18:39bilang, "Zi, biar saya tangani ini.
- 1:18:42Saya mesti ngomong di depan kamera
- 1:18:43kepada jutaan penonton."
- 1:18:45He.
- 1:18:46Masalahnya ini Pagent Lovers, Bro.
- 1:18:47H. Oh, tuh militannya gila tuh.
- 1:18:49Page Lovers itu ya bobotoh ya. Benar
- 1:18:52ultrasnya ultrasan
- 1:18:55huligannya ini
- 1:18:57lu enggak akan ada dalam doa gua lagi
- 1:18:59kan gitu.
- 1:18:59Iya benar benar ini sama aja lu kayak
- 1:19:01ngomong sama masa K-pop.
- 1:19:03Nah.
- 1:19:03Ih bener banget
- 1:19:04militannya tuh gila.
- 1:19:05Ah lu bayangin gua ngomong apa.
- 1:19:07Gua dapat hikmat saat itu karena gua
- 1:19:09tenang. Gua doa cepat dalam hati Tuhan
- 1:19:11bantu saya. Ya, saya bilang ini bukan
- 1:19:12kesalahan saya dan saya tidak akan
- 1:19:14membiarkan kesalahan ini saya resonansi
- 1:19:18sebagai kesalahan saya.
- 1:19:19Hm.
- 1:19:20Dan kesalahan Zizi enggak mau. Ini
- 1:19:21profesi kita, Bos.
- 1:19:22Betul. Dipertaruhkan nih kredibilitas
- 1:19:25nih.
- 1:19:25I. Iya. Iya. Dan waktu saya lihat ke
- 1:19:27arah juri yang hanya berjarak sekitar 7
- 1:19:29m dari saya, saya lihat juri-juri ini
- 1:19:31ngomong-ngomong mereka pada bingung dan
- 1:19:34saya sudah bisa nebak. Itulah tadi
- 1:19:36visual auditory kinesthetic. Kita
- 1:19:38belajar sensor-sensorik
- 1:19:40manusia. Saya bilang, "Ini ada yang
- 1:19:41salah nih sama Judi nih." Oh, mereka
- 1:19:44salah naruh nama. Yakin gua?
- 1:19:46Hm.
- 1:19:47Maka saya bilang ke penonton, saya
- 1:19:49bilang, "Pemirsa, kami mohon untuk sabar
- 1:19:51sejenak. Ada dinamika yang terjadi di
- 1:19:54meja juri. Saya suruh tunggu orang-orang
- 1:19:57itu di telinga gua produser gua cok, lu
- 1:19:58enggak mau ngomong apa-apa." Tapi dia
- 1:20:00ngerti. Gua enggak akan ngejawab itu
- 1:20:02karena gua enggak punya alat komunikasi
- 1:20:03seperti gua ngemc untuk kasih tahu ke
- 1:20:05atas. Enggak, gua diam aja. Akhirnya
- 1:20:07gambar ngambil ke arah juri. Begitu
- 1:20:09lihat gambar mukanya juri panik, switch
- 1:20:11gambarnya ke penonton.
- 1:20:12He
- 1:20:13itu udah urusan mereka lah. Ini kan
- 1:20:14kerja sama semua kan.
- 1:20:16Singkat cerita, jurunya lari ke gua bawa
- 1:20:18amplop baru dan dia bilang, "Ini yang
- 1:20:20benar, ini yang benar. Saya kecewa
- 1:20:23sebenarnya." Saya bilang, "Aduh, kalian
- 1:20:24kok kerja enggak sungguh-sungguh menaruh
- 1:20:27nama ini?"
- 1:20:28Itu manusiawi kan buat saya kan. Tapi
- 1:20:30ini tugas saya. Saya sebagai juru bicara
- 1:20:31ini.
- 1:20:31Betul. Harus beresin dong.
- 1:20:33Beresin. Akhirnya saya bilang, "Kami
- 1:20:35mohon maaf atas kesalahan
- 1:20:38penyebutan nama ini disebabkan oleh
- 1:20:41penulisan nama pada kolom yang keliru."
- 1:20:43Saya ngomong
- 1:20:45harus ngomong gitu loh.
- 1:20:46Oh, harus ngomong gitu. Saya atas nama
- 1:20:48dewan juri kami mohon maaf atas
- 1:20:49kekeliruan ini. Kami membacakan apa yang
- 1:20:52tertulis pada kolom. Ingat, kalimat yang
- 1:20:54gua pilih akan menentukan kualitas gua.
- 1:20:56Kalau gua bilang saya minta maaf
- 1:20:58atas kesalahan saya. Wah, itu udah kelar
- 1:21:00L.
- 1:21:01Semua semua di gue gitu.
- 1:21:01Iya, kelar lu. Heeh.
- 1:21:03Gua enggak akan biarkan itu terjadi, G
- 1:21:05karena itu bukan kesalahan gue.
- 1:21:06Betul.
- 1:21:07Nah, maksud gua gitu. Kembali kepada MC
- 1:21:09cerdas cerma tadi. Siapa yang enggak
- 1:21:11bisa melakukan kesalahan?
- 1:21:13Apa hikmahnya? Bagaimana kita harus
- 1:21:16menangani dinamika serupa kalau itu
- 1:21:18terjadi?
- 1:21:19Oleh sebab itu, persiapan udah persiapan
- 1:21:22aja masih ada dinamika kan.
- 1:21:23Iya.
- 1:21:24Apalagi lu enggak ada persiapan.
- 1:21:25Iya.
- 1:21:27Wah, berarti emang harus tenang dulu ya?
- 1:21:29Tenang dulu, Bro.
- 1:21:30Tenang dulu. Cari akar masalahnya di
- 1:21:33mana.
- 1:21:34Kadang-kadang lu enggak nemu.
- 1:21:35Itu dia. Bahkan mereka enggak nemu nih.
- 1:21:37Enggak, enggak nemu. Cari objektifnya
- 1:21:39dulu. Oh,
- 1:21:40oke.
- 1:21:41Jadi, lu tenang tuh untuk menemukan
- 1:21:42objektifnya.
- 1:21:43Nah, kenapa ini?
- 1:21:45Iya.
- 1:21:45I
- 1:21:45seandainya gua jadi MC
- 1:21:47lomba cerdas cermat itu,
- 1:21:49lu akan ngomong gimana?
- 1:21:50Gua akan ngomong begini.
- 1:21:51Gua udah lihat ini situasinya.
- 1:21:53Diam semua. Diam. Udah
- 1:21:55tambahan. Tambah dong
- 1:21:58kan bawa palu gitu kan saya MC-nya
- 1:22:03sebagai hakim. Tenang dulu, tenang dulu.
- 1:22:05Gua gua akan tenang. Gua akan lihat
- 1:22:06ketika juri akan bicara gua akan tetap
- 1:22:08jadi moderator.
- 1:22:10Hm.
- 1:22:10Karena di situ dia bukan hanya MC loh.
- 1:22:12Kalau gua lihat peran itu moderator juga
- 1:22:14berarti memoderasi kan.
- 1:22:16Iya. Betul.
- 1:22:16Antara juri yang ditugaskan menilai
- 1:22:19dengan peserta yang berkompetisi.
- 1:22:22Berarti gua itu pemegang dua tali
- 1:22:24kekang. He
- 1:22:25gua bisa tarik si ini berarti ini. Ini
- 1:22:27gua tarik ini gua ulurkan. Silakan
- 1:22:28ngomong Bu, Pak.
- 1:22:29Iya.
- 1:22:30I giliran adik-adik gitu.
- 1:22:31Kendali ada di lu nih.
- 1:22:32Kendali ada di gua nih. Jadi gua punya
- 1:22:34hak kan rules of the game.
- 1:22:36I
- 1:22:37gua akan lakukan begini gitu. Dewan juri
- 1:22:40boleh
- 1:22:41berdiskusi sejenak untuk mendengar
- 1:22:43ulang. Apakah perlu saya putarkan ulang
- 1:22:46misalnya kalau boleh kalau boleh kan
- 1:22:48saya enggak tahu nih fasilitas mereka.
- 1:22:49Apakah boleh kita dengarkan
- 1:22:51bersama-sama? Adik-adik tenang dulu.
- 1:22:53Hm. kita akan sama-sama menilai kembali
- 1:22:56begitu dewan juri ngomong misalnya dewan
- 1:22:58jurinya defensif ya seperti yang terjadi
- 1:23:01kan dia defensif kan
- 1:23:02enggak saya udah ini keputusan yang
- 1:23:03absur iya
- 1:23:04ee dan makanya perlu artikulasi katanya
- 1:23:07kan kejelasan ya betul soal artikulasi
- 1:23:09itu kalau tidak jelas mereka juga enggak
- 1:23:10bisa dengar belum lagi masalah teknis
- 1:23:13tapi saya tidak akan menyepelekan
- 1:23:15adik-adik ini juga
- 1:23:16dengan mengatakan bahwa
- 1:23:18ah mungkin itu perasaan adik-adik saja
- 1:23:20enggak
- 1:23:20saya akan bilang sama adik-adik itu,
- 1:23:22"Terima kasih, adik-adik
- 1:23:24sudah berani mengemukakan pendapat.
- 1:23:26Sekarang
- 1:23:28juri sudah menyampaikan keputusannya.
- 1:23:30Bisakah kita lanjutkan
- 1:23:32h
- 1:23:32permainan ini? Saya bersama rekan saya
- 1:23:35sebagai moderator.
- 1:23:36He.
- 1:23:37Kami bertanggung jawab untuk mengawal
- 1:23:38acara. Bagaimana, adik-adik?
- 1:23:41Oke.
- 1:23:41Jadi, gua tenangin dulu. Gua enggak
- 1:23:42perlu i
- 1:23:45menghakimi adik-adik bahwa mereka salah.
- 1:23:47Kalaupun mereka salah, kita tutupin
- 1:23:49dulu. Karena salah benar itu
- 1:23:52esensinya itu adalah pada pertanyaan dan
- 1:23:53jawaban
- 1:23:54bukan pada debat.
- 1:23:55Betul. Betul
- 1:23:56kan? Banyak orang berusaha membetulkan
- 1:24:00opini pengkritik.
- 1:24:02Belakangan ini yang terjadi. Ada yang
- 1:24:03mengkritik,
- 1:24:04dia sibuk menyerang balik pengkritik.
- 1:24:06He.
- 1:24:07Yang harusnya dia menangkan kan opini
- 1:24:08publik.
- 1:24:09Iya.
- 1:24:10Seandainya sikap MC-nya tidak
- 1:24:13hanya pro dan kontra.
- 1:24:15Oh, ribet tuh.
- 1:24:15Publik. Publiklah yang akan menilai. I
- 1:24:17bijaksana nih dia nih.
- 1:24:19Ah, makanya ada satu orang partner
- 1:24:21MC-nya itu yang laki-laki
- 1:24:22yang diam aja.
- 1:24:23Yang diam aja.
- 1:24:23Iya. Itu selamat tuh.
- 1:24:25Kenapa dia dibilang selamat?
- 1:24:27Karena diam.
- 1:24:28Karena dia tidak ikut-ikutan kan ya.
- 1:24:29Diam tadi
- 1:24:30bagi opini publik lu enggak ada
- 1:24:32ikut-ikutannya gitu.
- 1:24:33Tapi dia juga enggak dikenal.
- 1:24:34Iya.
- 1:24:35Karena pasif misalnya.
- 1:24:36Iya. Iya.
- 1:24:37Oke. Berarti gimana cara Iya ngelarin
- 1:24:41masalah ya? Gua ngeluarin lah gimana C
- 1:24:43kita ngelanjutin acara nih yang benar
- 1:24:44kayak gimana
- 1:24:45tapi semuanya tetap tetap tetap ee
- 1:24:48sesuai aturan yang ada gitu kan.
- 1:24:49Iya. Iya. Dan lu punya makanya perlu
- 1:24:52pengetahuan tadi kita kembali ke
- 1:24:54pembicaraan kita sejam yang lalu nih.
- 1:24:55Iya.
- 1:24:56Lu bilang cok penting enggak sih
- 1:24:58pengetahuan? Penting. Krusial. Iya. Tapi
- 1:25:00lu enggak perlu tahu banyak hal.
- 1:25:02Tahu permukaan bagus.
- 1:25:04Masuk lagi lebih dalam lebih baik lagi.
- 1:25:06Tapi lebih keren lagi. Tahu cara
- 1:25:08menggunakan informasi kan. Iya.
- 1:25:09Nah, pentingnya lu punya pengetahuan, lu
- 1:25:12bisa bermain diksi.
- 1:25:14Lu tahu si anak-anak ini lagi terpojok.
- 1:25:17H
- 1:25:18MC moderator punya kewajiban mengangkat
- 1:25:20moril mereka kembali.
- 1:25:21Iya.
- 1:25:22Kita bisa pakai pihak ketiga. Misalnya
- 1:25:24audiens di sini. Audiens kita berikan
- 1:25:26apresiasi kepada adik-adik kita daripada
- 1:25:29ah itu kan perasaan adik-adik saja. Juri
- 1:25:31sudah sangat kompeten. Iya. Jangan
- 1:25:34diganggu gugat gitu. Enggak perlu
- 1:25:35dilegalitas seperti itu. Kita bisa pakai
- 1:25:38penonton sebagai pemain ke-12 dalam
- 1:25:40olahraga atau pemain keenam dalam bola
- 1:25:42basket. Pemain ke-12 dalam sepak bola.
- 1:25:45Intinya adik-adik ini harus diangkat
- 1:25:46Morilnya.
- 1:25:47Hm.
- 1:25:48Karena lagi jatuh nih, lagi kecewa.
- 1:25:49Lagi jatuh kecewa karena mereka yakin
- 1:25:51mereka benar.
- 1:25:52Iya.
- 1:25:52Yang sini enggak yakin kalau mereka
- 1:25:55salah.
- 1:25:56Urusan perdebatan belakangan deh. Yang
- 1:25:58penting acara terselamatkan dulu.
- 1:26:00Terselamatkan dulu dengan cara yang
- 1:26:02elegan. Ya.
- 1:26:02Iya.
- 1:26:03Ya. Iya.
- 1:26:04Ingat acara itu bukan hanya berhenti di
- 1:26:07situ. Ada media sosial. Wuh acaranya
- 1:26:11sudah selesai. Isunya sampai hari ini
- 1:26:13enggak kelar-kelar.
- 1:26:14Beh, sampai akunnya dig gembuk itu
- 1:26:15juri-jurinya
- 1:26:17sampai bisa terjadi nyangkut ke
- 1:26:19pemeriksaan kekayaan.
- 1:26:20Iya. Wah, tuh melaru aparatur
- 1:26:23melebar udah
- 1:26:24pengawas negara yang lain,
- 1:26:26Bro.
- 1:26:26Udah ribet. Gua tadi teringat ini karena
- 1:26:28lu sempat cerita soal
- 1:26:31lu tadi salah ngomong bapak ibu Ida kan.
- 1:26:33Iya iya.
- 1:26:34Gua dulu punya satu masalah serupa
- 1:26:37menyangkut pangkat pangkat orang.
- 1:26:39Aduh sensitif
- 1:26:41ini bintang tiga, Bro.
- 1:26:42Eh
- 1:26:42ini bintang tiga.
- 1:26:45Dia di
- 1:26:47instansi gua enggak usah sebut.
- 1:26:48Iya
- 1:26:49ya. Dia bintang tiga yang saat itu dia
- 1:26:52kontroversial.
- 1:26:54Seluruh republik ini tahu bahwa Bapak
- 1:26:56ini bermasalah dengan lembaga
- 1:26:59antirasuah. H.
- 1:27:01Jadi, dua institusi lagi diadu nih
- 1:27:02ceritanya.
- 1:27:04Oke. Bapak ini lagi viral banget. Hari
- 1:27:06ini beliau masih ada nih.
- 1:27:09Dan dia dicopot dari jabatannya, jabatan
- 1:27:11elit di institusi itu dicopot. Dia
- 1:27:13jadilah dia bintang tiga
- 1:27:15istilahnya non job.
- 1:27:17Hm.
- 1:27:17Enggak ada jabatan
- 1:27:19kosong. Hadirlah dia di pernikahan ini.
- 1:27:21Gua MC-nya ya. Gua dapat daftar nama
- 1:27:26disebut tulisannya gini.
- 1:27:30Ketahuan dong.
- 1:27:31Iya. Makanya gua mau nyebut gimana gua
- 1:27:33mikirnya tuh. Makanya gua tenang dulu.
- 1:27:36Nah, pangkat. Pangkat. Oke.
- 1:27:38Pangkatnya itu kan dia bintang tiga kan.
- 1:27:40Berarti belakangnya kan jenderal kan.
- 1:27:41Iya kan? Jenderal. Anggaplah titik-titik
- 1:27:44jenderal.
- 1:27:45Iya.
- 1:27:45Baru nama kan.
- 1:27:46Nah. Tetapi di antara pangkat dan nama
- 1:27:50dia itu ada dalam kurung purnawirawan.
- 1:27:54Oh, harusnya ya enggak. Nah, ini dia
- 1:27:58karena isu dia begitu heboh viral saat
- 1:28:00itu. Orang nganggap dia tuh sudah
- 1:28:03pensiun
- 1:28:04atau dipensiunkan.
- 1:28:05Heh.
- 1:28:06Ternyata belum.
- 1:28:07Belum jadi purawirawan.
- 1:28:08Belum. Belum. Masih aktif tapi enggak
- 1:28:10ada job. Oke.
- 1:28:11E lu nyebut.
- 1:28:12Nah, gua kan mengikuti tulisan
- 1:28:14dan gua ragu. Gua tahu ini gua ragu.
- 1:28:16Aduh, kayaknya Bapak ini belum
- 1:28:17purnawirawan deh. Masih sisa setahun apa
- 1:28:19berapa bulan gitu.
- 1:28:21Tapi gua enggak tahu kebenarannya.
- 1:28:23Kurang sumber. Gua tanya W ini purawiran
- 1:28:26bukan? Udah, Bang. Ah, sesuai aja.
- 1:28:28Sesuai benar ya gua ambil. Nah, ini gua
- 1:28:30ambil asisten lu saksikan ini, ya
- 1:28:32saksinya. Oke, kamu aman. Oke, aman. Ada
- 1:28:34gua bacakan kan Bapak titik-titik
- 1:28:36Jenderal Purnawirawan
- 1:28:39titik titik titik gitu kan. Terus dia
- 1:28:40senyum aja dari bawah kan. Disilakan
- 1:28:42Bapak untuk naik. Dia naik naik begitu
- 1:28:45dia dekatin gua. Saya jangan
- 1:28:47dipensiunkan duluan, Mas. Katanya. Jaluh
- 1:28:51saya jangan dipensiunkan duluan, Jen.
- 1:28:52Eh, Mas jangan dipensiunkan dulu, Mas.
- 1:28:54Siap, Bapak.
- 1:28:55Aduh, belum perawirawan. Bapak kami
- 1:28:56keliru, Bapak. Mohon maaf. I ya, saya
- 1:28:58belum bensin, ya. Tolong, ya. Akhirnya
- 1:29:00dia salam. Saya begitu lihat dia jalan
- 1:29:03menyalam, saya juga lihat ekspresi klien
- 1:29:05saya yang juga tidak senang dengan
- 1:29:07penyebutan itu. Jadi seolah-olah kayak
- 1:29:09ini bapaknya datangin dia, dia mau terus
- 1:29:11dia ngelihatin gua kliennya kayak kayak
- 1:29:13c dongah aktif dong lu bayangin gua
- 1:29:17gua udah dikenal bro.
- 1:29:18Iya iya
- 1:29:19akhirnya lewat ya lewat nih lewat salam
- 1:29:23salam salam saya sudah revisi.
- 1:29:26Sudah revisi. Langsung kami mohon maaf
- 1:29:27untuk kekeliruan penyebutan kami tadi.
- 1:29:29Kami saya sebut bukan saya. I
- 1:29:32kami kami itu ramai-ramai kan jamak.
- 1:29:34Iya.
- 1:29:35Kami mohon maaf sekali lagi Bapak
- 1:29:37titik-titik jenderal titik titik titik
- 1:29:40suatu kehormatan Bapak. Jadi saya
- 1:29:42bungakan lagi kalimatnya
- 1:29:44berharap bisa menjadi penebusan dosa
- 1:29:45kan. Ya udah sayangnya waktu itu gua
- 1:29:47enggak punya kesempatan untuk ngomong
- 1:29:48lagi sama dia
- 1:29:49karena udah cabut duluan kali ya. Lu
- 1:29:51masih ngemc?
- 1:29:51Masih ngemc.
- 1:29:52Iya.
- 1:29:52Ya udah bro
- 1:29:54lu ikutin rumahnya lagi. Enggak
- 1:29:55hampir tadi. Akhirnya gua kirim orang
- 1:29:58pakai alkom juga. Gimana bilang aman?
- 1:30:01Lebih aneh. Lebih lebih aneh.
- 1:30:05Oh, bahkan lu juga masih ada sempat
- 1:30:08ngelakuin kesalahan gitu ya, C ya.
- 1:30:09Iya dong.
- 1:30:10Aduh. Iya dong.
- 1:30:11Iya. Lagi
- 1:30:12sekali lagi gua tebalin deh. El
- 1:30:15persiapan aja, persiapan matang aja.
- 1:30:18Hm.
- 1:30:20Sangat mungkin terjadinya sebuah
- 1:30:21perubahan tiba-tiba atau namanya
- 1:30:24dinamika.
- 1:30:24I. Tapi mengatasi dinamika itu dengan
- 1:30:27persiapan yang matang akan jauh lebih
- 1:30:30objektif, lebih tenang, lebih elegan
- 1:30:32daripada lu datang buru-buru ke tempat
- 1:30:34acara.
- 1:30:35Tidak punya data,
- 1:30:36enggak punya bahan, enggak mengisi,
- 1:30:39enggak ya
- 1:30:40panik yang ada.
- 1:30:42Akhirnya lu hanya bisa menebalkan suatu
- 1:30:45pesan yang belum tentu benar. Contoh ya
- 1:30:47mungkin itu hanya perasaan adik-adik
- 1:30:49saja. Itu kan tidak sama sekali tidak
- 1:30:51objektif gitu. Nah, gua ngomong sama
- 1:30:54saudari kita itu, Bro. Gua katakan
- 1:30:56secara lembut dan tulisan gua tegas, gua
- 1:30:59tidak mendiskreditkan dia sama sekali.
- 1:31:01H.
- 1:31:01Bahkan gua bisa bilang bahwa terima
- 1:31:03kasih kesalahan kamu menjadi
- 1:31:05pembelajaran bagi kita
- 1:31:07ya.
- 1:31:07Tetapi kamu harus tetap tegak kepala
- 1:31:09hadapi masa depan kamu yang masih ada
- 1:31:11dan tidak akan hilang harapanmu. Saya
- 1:31:13kuatin dia. Saya kuhain dia. Ada ada
- 1:31:15viral.
- 1:31:15Oke. Oh, keren.
- 1:31:17Harus, Bro. Harus.
- 1:31:17Ini yang diajarin ini. Ini semua lu
- 1:31:19ajarin ke sekolah public speaking loh.
- 1:31:21Benar. Benar. Nama Chi Choki Sitohang
- 1:31:24Speaking Incorporation.
- 1:31:26Is mantap
- 1:31:27betul kami ngajarin pondasi, kami
- 1:31:30ngajarin sudut berpikir, sudut
- 1:31:32bertindak,
- 1:31:33iya
- 1:31:34naluri intelligen, insting dalam
- 1:31:36menghadapi publik,
- 1:31:38tekanan publik, psikologi massa,
- 1:31:40psikologi audiens,
- 1:31:42artikulasi nada, tone, volume,
- 1:31:45diol
- 1:31:46diajarin semua. Semua diajarin.
- 1:31:47Gimana lu ngajarin orang yang dia buta
- 1:31:50sama sekali
- 1:31:51sama public speaking, enggak punya
- 1:31:53keberanian sama sekali, belum pernah
- 1:31:54ngobrol sama sekali.
- 1:31:56Pernah enggak ada pemur kayak gitu?
- 1:31:57Pernah
- 1:31:57pernah. Pernah.
- 1:31:58Nah, lu ngajarinnya gimana?
- 1:32:00Di setiap angkatan kami buka hari ini
- 1:32:03sudah angkatan 22.
- 1:32:0522 angkatan.
- 1:32:07Orang berpikir 22 jadi angka besar dan
- 1:32:09setiap tahun gitu. Enggak. Enggak. Ini
- 1:32:11kan kursus. Jadi kursus singkat ini 10
- 1:32:13kali pertemuan.
- 1:32:14He.
- 1:32:14Berarti satu angkatan selesai. dalam
- 1:32:16waktu
- 1:32:1710 kali
- 1:32:1810 kali pertemuan alias 1 seteng bulan.
- 1:32:20Oke.
- 1:32:21Nah, okelah 22 angkatan cukup baik
- 1:32:25menurut kami.
- 1:32:26Di setiap angkatan antara 7 sampai 12
- 1:32:29murid yang kami terima ada aja si super
- 1:32:33introvert,
- 1:32:35ada aja orang yang mendaftar pun dia tuh
- 1:32:38getar-getar gitu. Ini benar enggak sih
- 1:32:40gua daftar ke sini
- 1:32:41ini?
- 1:32:43Terus gimana tuh C yang ngadapin gitu
- 1:32:45gimana? Untungnya kan mereka
- 1:32:47berkelompok.
- 1:32:47He.
- 1:32:48Jadi datang ini berkelompok dan kami
- 1:32:50sebagai para mentor sudah bisa menilai
- 1:32:52dari wawancara pertama.
- 1:32:53Iya.
- 1:32:54Kami gunakan metode namanya TNA,
- 1:32:56Training needs analysis,
- 1:32:58menganalisa kebutuhan latihan.
- 1:33:01Jadi kami sudah dapat latar belakang
- 1:33:02psikologinya.
- 1:33:03Super introvert, sangat pendiam, enggak
- 1:33:06ditanya, enggak ngomong, makan rebusan.
- 1:33:09Itu sudah ada
- 1:33:10makan rebusan.
- 1:33:10Makanya
- 1:33:12iya habis direbus digoreng. Klepto teman
- 1:33:16sebku lebih bahaya
- 1:33:18jalannya mundur.
- 1:33:20Lebih bahaya
- 1:33:20bab sembarangan lebih bahaya.
- 1:33:23Jadi nah ketika kami melihat ada murid
- 1:33:25seperti itu, e kami sudah memperlakukan
- 1:33:27dia
- 1:33:29pertama penerimaan kami tinggi sama dia.
- 1:33:32Ee dia yang paling butuh untuk diangkat,
- 1:33:36dia yang paling butuh untuk merasa
- 1:33:38diterima ketimbang orang-orang modelnya
- 1:33:41goofar.
- 1:33:42Iya, betul. yang datang sana sudah
- 1:33:43tinggal nyantai lipat kaki.
- 1:33:45Bang, saya sudah lihatin Abang. Dia juga
- 1:33:47kayaknya pengin ngomong sih introvert
- 1:33:49itu bahwa Bang saya sudah lihat Abang
- 1:33:50dios selama ini. Tapi dia tidak mampu
- 1:33:52untuk mengungkapkan itu.
- 1:33:54Nah,
- 1:33:54penerimaan namanya acceptance itu
- 1:33:56kekuatan terbesar.
- 1:33:58Lu enggak perlu membedakan orang hanya
- 1:34:00karena latar belakang dia yang kurang.
- 1:34:01H
- 1:34:02pertama acceptance. Yang kedua,
- 1:34:05gua kenalin dia sama teman-temannya
- 1:34:07secara formal.
- 1:34:09Hmm.
- 1:34:09Bukan hanya dibiarin berenang bareng.
- 1:34:11Hm.
- 1:34:13Gini, Goof, bisnis gua ini orang pernah
- 1:34:16kritik ya, terutama orang-orang yang e
- 1:34:21naluri intelijennya tinggi, akademiknya
- 1:34:24bagus, ya, kecerdasannya di atas
- 1:34:26rata-rata. Kritis kritiknya gini, lu
- 1:34:28ngapain ngajarin orang ngomong? Eh,
- 1:34:32orang tuh lahir aja udah bisa ngomong
- 1:34:33katanya. Ibaratnya gitu,
- 1:34:35lu ngajarin orang ngomong
- 1:34:36kayak ngajarin ikan berenang.
- 1:34:38Iya.
- 1:34:39Jawaban gua gini. Oh, iya, Pak. Betul.
- 1:34:42Kami seperti ngajarin ikan berenang,
- 1:34:44tapi bahkan ikan pun harus diajarin
- 1:34:46dengan siapa dia berenang.
- 1:34:47Hm.
- 1:34:49Dengan siapa dia berenang.
- 1:34:50Betul.
- 1:34:51Dengan siapa dia bergaul, dengan siapa
- 1:34:53dia lekat, dia akan menjadi seperti itu.
- 1:34:55H
- 1:34:56murid-murid peserta didik yang memang
- 1:34:58introvert, yang butuh dukungan, butuh
- 1:35:00diangkat hidupnya, gua kenalin secara
- 1:35:02formil di depan yang lain.
- 1:35:03He.
- 1:35:04Kenalin ini
- 1:35:06socio entrepreneur. Yang ini lawyer ya,
- 1:35:10pengacara. Saya kenalin nih teman kamu,
- 1:35:11latar belakangnya ini.
- 1:35:13Saya minta mereka bersalaman
- 1:35:16dan berinteraksi, tukar nomor, dan aktif
- 1:35:19di grup WA.
- 1:35:20Hmm.
- 1:35:21Itu dulu. Itu dulu. Cerita masih panjang
- 1:35:24sampai pada titik bahwa
- 1:35:26ketika dia ditanya, "Kamu
- 1:35:29mau menyampaikan apa? Apa perasaan kamu
- 1:35:31hari ini?"
- 1:35:32H
- 1:35:32ee dari mulai ee
- 1:35:35yang lain aja dulu, Bang. gitu. Sampai
- 1:35:37akhirnya dia mulai berdiri mulai,
- 1:35:40"Ah,
- 1:35:41saya senang ada di sini."
- 1:35:43Terima kasih Mas Coki. Duduk lagi.
- 1:35:45Iya.
- 1:35:46Itu sudah kemajuan buat dia.
- 1:35:47He.
- 1:35:48Karena setiap orang datang ke kelas itu
- 1:35:50dengan membawa
- 1:35:52trauma yang berbeda.
- 1:35:53Iya.
- 1:35:54Oh, benar sih. Acceptance tuh paling
- 1:35:56utama ya untuk orang kayak merasa eh iya
- 1:36:00lagi ini tempat gua lagi gitu. Itu dulu
- 1:36:03ya. Kalaus lu
- 1:36:05sampai yang advance lagi apa?
- 1:36:07yang lebih paling advance lagi apa
- 1:36:08yang lebih tinggi adalah dan ini cukup
- 1:36:12menjadi idola primadona lah. Salah satu
- 1:36:14menu pelatihan kami adalah disebut
- 1:36:16private coaching.
- 1:36:18Oh, jadi langsung satu orang gitu.
- 1:36:20Mano Imano ya? Mano Imano artinya man to
- 1:36:23man, orang dengan orang. Dia berhadapan
- 1:36:26dengan tiga mentor saya dan dua
- 1:36:28co-founder kami. Kami memang mengerjakan
- 1:36:30ini bertiga secara eksklusif.
- 1:36:33Klien-klien seperti ini khusus biasanya
- 1:36:36pejabat publik,
- 1:36:38perwira-perwira tinggi, pengusaha
- 1:36:40tertentu
- 1:36:41atau orang-orang yang memang lagi
- 1:36:43mempersiapkan untuk sebuah gol goal
- 1:36:45tertentu dalam hidup
- 1:36:46ya. I politik misalnya kampanye
- 1:36:47kampanye
- 1:36:49keterpilihan
- 1:36:51proyek
- 1:36:52he
- 1:36:52presentasi di depan
- 1:36:54ee calon investor itu mereka ngambil
- 1:36:56private coaching
- 1:36:58empat kali lima kali pertemuan
- 1:37:00betul-betul di dibor sama kami drill kan
- 1:37:03dibor digali diarahkan cara bicaranya
- 1:37:08oh gitu sampai sampai servis lu sampai
- 1:37:10situ ya
- 1:37:11iya
- 1:37:11gokil
- 1:37:12iya
- 1:37:13g lu lu kan kalau jadi pejabat Tuh kan
- 1:37:16bagus omongannya ya, cok.
- 1:37:19Kan bisa menyihir lagi kambanyanya. Tapi
- 1:37:22pernah masuk politik kan? L
- 1:37:23pernah pernah pernah ikut terlibat dalam
- 1:37:25kontestasi pemilihan legislatif DPR RI.
- 1:37:30DPR RI.
- 1:37:32Oh, lu pernah masuk partai apa
- 1:37:35tahun 2000 yang pertama ya? Yang pertama
- 1:37:38tahun 2019. He
- 1:37:40dulu gua bergabung dengan Perindo.
- 1:37:42Oke.
- 1:37:43Untuk daerah pemilihan di Jawa Barat 1.
- 1:37:46Hm.
- 1:37:47Mencakup kota Bandung, kota kelahiran
- 1:37:49gua
- 1:37:50dan kota Cimahi. He.
- 1:37:52Itu 2019 belum terpilih. H.
- 1:37:55Puji Tuhan.
- 1:37:56Puji Tuhan.
- 1:37:57Puji Tuhan. Tak bersyukur kita karena
- 1:37:59pembelajarannya mahal.
- 1:38:012024 kemarin gua masuk lagi untuk ikut
- 1:38:03kontestasi itu dengan kendaraan Partai
- 1:38:05Nasdem. He.
- 1:38:07Untuk Jabar En. Jabar 6 itu wilayahnya
- 1:38:10kota Bekasi dan Kota Depok.
- 1:38:12Oke.
- 1:38:13Dan puji Tuhan belum terpilih juga.
- 1:38:15Nah, akan nyoba lagi enggak?
- 1:38:17Belum tahu gua Far. Gua mesti doa khusus
- 1:38:20soal ini dan gua akan lihat situasi
- 1:38:22nanti ke depan karena gua sekarang
- 1:38:24nonpartisan. Gua adalah seorang
- 1:38:27enggak ada partai
- 1:38:27agen lepas non partai. Non partisan.
- 1:38:30Kami bekerja kembali kepada koridor
- 1:38:32melayani negara.
- 1:38:33He.
- 1:38:34Dan negara membutuhkan yang tidak
- 1:38:36berwarna.
- 1:38:37Iya. supaya kami bisa berbagi ilmu
- 1:38:39public speaking terutama untuk mereka
- 1:38:41juga.
- 1:38:42Ke depan gua belum tahu Gar gua minta
- 1:38:43petunjuk lu deh.
- 1:38:45Tanya sama gua.
- 1:38:46Gua nyari donatur
- 1:38:49buat buat maju ke depannya ya.
- 1:38:52Oke kita mantap.
- 1:38:54Sekarang kita masuk ke segmen STMJ
- 1:38:56subscriber bertanya. Mari jawab
- 1:38:59Imam Muajis. Bang acara paling kocak apa
- 1:39:02yang pernah diMCin dan acara apa yang
- 1:39:03paling dikenang sampai sekarang?
- 1:39:06Ih. Acara paling kocak apa yang pernah
- 1:39:08di MCIN? Waduh,
- 1:39:09TM out banyak kocak-kocak pasu. H gua
- 1:39:12ada satu acara tapi konteks di MCIN
- 1:39:15sebenarnya kurang pas ya.
- 1:39:16Host.
- 1:39:17Kalau saya sih host ya TV
- 1:39:19dulu gua pernah bawain acara sama Ivan
- 1:39:20Gunawan.
- 1:39:21Acara apaan
- 1:39:22itu? Acara isinya dari awal sampai akhir
- 1:39:25ketawa terus.
- 1:39:26Acara apa?
- 1:39:27Aduh namanya jadi ini kompetisi orang di
- 1:39:30dalam satu tempat ruangan gelap
- 1:39:33terus mereka entar dipegangin sesuatu.
- 1:39:36kepiting ini apa gitu kan tebakan kayak
- 1:39:39gitu ya.
- 1:39:39Iya iya semacam itu. Tapi gelap gelap.
- 1:39:41Jadi kita kami berdua dari studio
- 1:39:43pakai monitor ketawa-ketawa aja gitu
- 1:39:45ngelihatin ekspresi orang yang
- 1:39:46ketakutan.
- 1:39:47Fear factor ya gitulah.
- 1:39:49Lembek-lembek gitu dia kan orang bisa
- 1:39:52banyak berasumsi kan ini kotoran atau
- 1:39:54bukan ini kue atau g. Nah, itu yang
- 1:39:56paling kocak menurut gua karena gua
- 1:39:57enggak berhenti ketawa ya sama Ivan ya
- 1:40:01saat itu. Dia ketawa terus ya gua dan
- 1:40:03ketawa kan menular kan
- 1:40:05enggak perlu ada alasan kan lu ketawanya
- 1:40:07terus gua kayak
- 1:40:07apalagi kalau apalagi kalau ketawanya
- 1:40:09kocak
- 1:40:09ketawa kocak betul jadi itu cukup
- 1:40:11dikenang tapi gua lupa lagi nama
- 1:40:13acaranya apa
- 1:40:15eh Total Blackout Indonesia thank you
- 1:40:17Mas Thomas makasih sudah ngingetin
- 1:40:19namanya Total Blackout Indonesia
- 1:40:21tahta mulu tuh
- 1:40:22Total Blackout
- 1:40:22ya berasa enggak kerja ya kalau
- 1:40:24ketawa mulu tapi gue juga mikir keras
- 1:40:28gimana caranya ya bisa kasih
- 1:40:29komentar-komentar yang nyegerin
- 1:40:32membangun. Sebentar gua tuh kan
- 1:40:33senangnya nyegerin orang, membangun
- 1:40:35orang. Ini gua malah ngetahuin orang
- 1:40:36gitu. Jadi agak bertentangan sama batin
- 1:40:38gua.
- 1:40:40Gua mendingan bawain acara Mario Teguh
- 1:40:41tapi digelapin
- 1:40:43itu. Udah lama cuy blackout
- 1:40:45apa?
- 1:40:45Udah lama.
- 1:40:45Udah lama. 2000
- 1:40:49kali 2012.
- 1:40:50Oh tuh Imam Udah
- 1:40:54total blackout pokoknya pokok ketawa itu
- 1:40:56mah. Berikutnya
- 1:40:58freean kasih tips biar enggak direndahin
- 1:41:01sama orang berpangkat dong, Bang. Wah,
- 1:41:03wah ini
- 1:41:04gila gila gila. Gua makan gorengan
- 1:41:08ini gua banget lagi ya baru-baru ini.
- 1:41:10Oh, gitu.
- 1:41:11Awal tahun.
- 1:41:12Serius loh
- 1:41:13lu enggak monitor?
- 1:41:14Hah? Kenapa?
- 1:41:16Wah, ini lagi viral sebenarnya gua
- 1:41:18sampai diundang di Bang Helmi Yahya.
- 1:41:20Heeh.
- 1:41:20Helmi Yahya bicara khusus tuh ngomongin
- 1:41:23ini.
- 1:41:23Entar gua taruh lagi.
- 1:41:24Terus, Bro. Gue ya benar ini dia pasti
- 1:41:28nanya nih si Fripan ini gara-gara dia
- 1:41:30baca tulisan gua di IG kemudian diangkat
- 1:41:34ke
- 1:41:35sini
- 1:41:36dan sampai hari ini masih viral karena
- 1:41:38ada orang berpangkat
- 1:41:40bintang tiga di sebuah
- 1:41:42lembaga negara terhormat
- 1:41:45Heeh.
- 1:41:46Yang merendahkan profesi gua.
- 1:41:48Oh tahu. Iya ya I
- 1:41:51marah-marah enggak jelas, Bro. Ia gua
- 1:41:53ngemc di sana diundang secara
- 1:41:55profesional ada kontrak
- 1:41:58harganya juga spesial kita bantu negara.
- 1:42:02Eh, tiba-tiba dia masuk ruangan main
- 1:42:04dobrak aja. Dia teriak-teriak suruh gua
- 1:42:07tinggalin acara gitu. Udah tinggalin
- 1:42:08tinggalin gitu.
- 1:42:09He.
- 1:42:09Tapi dia bisa jadi datang ruangan gua
- 1:42:12saat itu juga dengan luka ya.
- 1:42:14Orangnya memang terluka sepertinya
- 1:42:16dan miskomunikasi terima informasi yang
- 1:42:19salah tentang gue. Jadi marahnya ke gue
- 1:42:20gitu. He.
- 1:42:21Nah, karena pertanyaan dia, kasih tips
- 1:42:23dong biar enggak direndahin.
- 1:42:26Ya, fripan atau flipan
- 1:42:30lu enggak bisa ngendaliin situasi. He.
- 1:42:32Enggak ada yang bisa. Situasi bisa
- 1:42:34berkembang kapan saja. Terjadi apapun
- 1:42:36yang kamu enggak harapkan. Tetapi respon
- 1:42:38kamu jauh lebih penting daripada
- 1:42:41orang itu ke kamu.
- 1:42:42Nah, respon lu saat itu apa?
- 1:42:43Saat itu respon gua adalah
- 1:42:46tenang.
- 1:42:47Hm.
- 1:42:47Gue jadi mengulang kata ini kan. Hm.
- 1:42:49Tapi gua rasa gua orang yang cukup
- 1:42:52tenang sih.
- 1:42:52Hm.
- 1:42:54Gua percaya dalam ketenangan ada
- 1:42:55kekuatan. Jadi waktu dia teriak-teriak
- 1:42:58dan gua lihat dari jarak kira-kira 3 ya
- 1:43:02bisa 3 m bisa 2 m. Gua lihat seperti ini
- 1:43:06dia marah mukanya melotot matanya sinis.
- 1:43:09Dia teriak gua enggak teriak.
- 1:43:11He.
- 1:43:11Gua sebut jabatan dia misalnya jabatan
- 1:43:14dia sekretaris ya. He.
- 1:43:15Saya sebut
- 1:43:16Pak Sekretaris.
- 1:43:17Pak sekretaris ada masalah apa Pak? He.
- 1:43:19Saya bilang gitu dan dia enggak jawab,
- 1:43:20dia teriak lagi, "Udah tinggalin aja,
- 1:43:23udah tinggalin aja, tinggalin." gitu.
- 1:43:24Terus dia balik kanan dengan seluruh
- 1:43:27ajudan protokolernya gua samperin. Gua
- 1:43:30kejar dari belakang ngikutin sebenarnya
- 1:43:31gua jaraknya kira-kira 2 m dari belakang
- 1:43:33dia.
- 1:43:34Memang waktu itu gua hati gua tuh
- 1:43:37gejolak dan pikiran gua berkecamuk.
- 1:43:40Pilihan gua nih apakah gua tarik nih bau
- 1:43:42nih orang
- 1:43:43apa gua tanya atau gua panggil, "Pak,
- 1:43:44Pak,
- 1:43:45iya."
- 1:43:46Apa masalah Bapak? Gitu. Ee atau
- 1:43:48atau gua belum tahu nih karena gua masih
- 1:43:49jalan ngikutin dia.
- 1:43:51Tiba-tiba dia belok ke kiri, dia masuk
- 1:43:53ruang VIP.
- 1:43:55Ruang di mana ada pimpinannya di situ.
- 1:43:57I
- 1:43:58ini orang nomor dua.
- 1:43:59I
- 1:43:59ada nomor satunya di situ. Dan orang
- 1:44:02nomor satunya gua kenal.
- 1:44:03Hmm.
- 1:44:04Tadinya gua mau ikutin dia belok gua
- 1:44:06masuk juga mau gua konfrontasi lah.
- 1:44:08Iya.
- 1:44:08Itu sudah rencana kan
- 1:44:10namanya ada ploting ya dalam pikiran
- 1:44:12kita. cepat sekali berpikir. Tapi saat
- 1:44:15itu juga di hati gua tuh
- 1:44:18gua percaya itu suara Tuhan.
- 1:44:19He.
- 1:44:20Tuhan tuh ngomong lembut sekali sama
- 1:44:21saya. Dia bilang gini, "Cok, lihat tuh
- 1:44:23jiwa-jiwa yang nunggu kamu di ruangan."
- 1:44:25Hm.
- 1:44:26Cepat banget, lembut. Pikirin
- 1:44:28orang-orang yang nungguin kamu tampil.
- 1:44:30Hm.
- 1:44:31Akhirnya orang itu belok ke kiri. Gua
- 1:44:33lurus, gua masuk ke Balaiung ke ruang
- 1:44:36acara utama. Masuk, gua lupakan yang di
- 1:44:39belakang. Gua fokus pada acara. Gue H
- 1:44:41tetap lanjutin
- 1:44:42lanjutin, Bro. Karena gua ngelihat
- 1:44:44banyak orang jemaat.
- 1:44:46Iya.
- 1:44:46Karena itu perayaan Natal.
- 1:44:47Iya. Padahal udah disuruh stop nih ngc
- 1:44:50nih.
- 1:44:51Dia enggak suruh stop. Dia bilang, "Udah
- 1:44:52tinggalin aja." Itu bahasanya bisa
- 1:44:54dimaknai banyak bersayap. Iya.
- 1:44:57Dan belum mulai kan acaranya saat dia
- 1:44:58teriak itu kan. Heeh.
- 1:45:00Gua lanjut, gua buka acaranya dan gua
- 1:45:02menyambut orang itu masuk ke dalam
- 1:45:03ruangan yang terhormat. Yang terhormat
- 1:45:05kan biasa kan
- 1:45:06dia juga datang.
- 1:45:08Tapi gua selesaikan apa yang gua mulai.
- 1:45:10Hm.
- 1:45:11Gua tidak one prestasi.
- 1:45:12Hm.
- 1:45:13Gua tidak menurunkan standar pelayanan
- 1:45:14gua di atas panggung, di depan audiens.
- 1:45:18Itu respon gua, Bro. Respon gua adalah
- 1:45:21azas profesionalitas.
- 1:45:22Ya,
- 1:45:23banyak orang yang mendengar cerita ini,
- 1:45:25dia bilang, "Cok, kalau gua jadi el, gua
- 1:45:26mundur,
- 1:45:27gua tinggalin tempat." Ya,
- 1:45:29bisa aja sih, Bang. Kalau ngikutin
- 1:45:31nafsu, emosi bisa. Tapi konsekuensi yang
- 1:45:34akan saya hadapi jauh lebih besar. Nah,
- 1:45:36lu tulis itu di story. Bisa
- 1:45:37gua tulis itu di feeds Instagram ya dan
- 1:45:40di TikTok gua. Enggak juga. Gua tulis
- 1:45:42dalam
- 1:45:42tulisan yang gua pikirkan bisa setengah
- 1:45:45hari. He.
- 1:45:46Dan baru gua tulis beberapa hari setelah
- 1:45:47kejadian. Setelah gua merenungkan bahwa
- 1:45:50kejadian ini harus jadi pembelajaran
- 1:45:52buat rekan-rekan MC. I
- 1:45:55kita semua yang ada di dunia panggung.
- 1:45:57Karena bisa jadi kita pernah disepelekan
- 1:46:00oleh orang yang punya pangkat dan
- 1:46:01jabatan.
- 1:46:02Betul. Betul. Frepand. Jadi tenang.
- 1:46:05Intinya
- 1:46:06tenang dulu
- 1:46:06dan harus profesional.
- 1:46:07Profesional.
- 1:46:08Apa yang sudah dimulai dikontrak ya
- 1:46:10kelarin kontrak. Udah
- 1:46:12apa yang kau mulai kau selesaikan itu
- 1:46:14dalam kehormatan, dalam wibawa.
- 1:46:17Ketika kamu punya sikap berdoa,
- 1:46:18berdoalah sepanjang kamu ngemc.
- 1:46:20Enggak usah kedengaran doamu karena itu
- 1:46:22batin kamu sama Tuhan dan Dialah yang
- 1:46:24memberi kekuatan.
- 1:46:25Wis mantap
- 1:46:28Joki Situang.
- 1:46:31Mantap. Dan buat teman-teman yang pengin
- 1:46:34belajar public speaking tuh ada
- 1:46:36sekolahnya. Jangan sekolah dulu deh.
- 1:46:38Kalau misalnya emang kayak jauh gitu kan
- 1:46:40bisa lihat Instagramnya.
- 1:46:42Terima kasih, Bro.
- 1:46:43Nih gua yakin banget nih ya di bawah
- 1:46:45komennya 2 SKS belajar ngemc with dosen
- 1:46:48jokian. Gua yakin banget kayak gitu-gitu
- 1:46:51komen.
- 1:46:51Ada lagi yang lain
- 1:46:52apa?
- 1:46:52Daging semua.
- 1:46:53Daging semua nih.
- 1:46:54Amin. Amin. Amin.
- 1:46:55Ada parodi lu ngelihatnya gimana sih?
- 1:46:57Lucu. Iya lucu. Gua kaget F. Jadi, gua
- 1:47:00tuh baru ngeh semingguan ini.
- 1:47:01Iya.
- 1:47:02Gua pikir cuman matriks di handphone
- 1:47:04gua. Begitu gua buka loh kok gua lagi
- 1:47:06gitu maksudnya tentang gue gitu. I
- 1:47:08terus gua bandingin ke orang lain. Gua
- 1:47:10cek ke istri gua, "Mam ini kenapa begini
- 1:47:12ya? Itu lagi FYP katanya."
- 1:47:14Gua soalnya dulunya bukan orang medsos
- 1:47:15banget.
- 1:47:16Sekarang harus adaptasi.
- 1:47:18Ah, terus orang banyak komentar, banyak
- 1:47:20DM, "Bang, enggak apa-apa ya gua
- 1:47:22parodiin." Terus gua lihat pengikutnya
- 1:47:23banyak banget lagi.
- 1:47:24Bang, saya enggak ada masalah ya. Saya
- 1:47:27ngelihatnya ini kreativitas manusia.
- 1:47:30Terus kebaikannya adalah bahwa orang
- 1:47:32belajar dari cara gua memperlakukan
- 1:47:34orang lain.
- 1:47:35He.
- 1:47:36Karena apa yang kelihatan di kamera
- 1:47:38sebenarnya gua udah latih di balik
- 1:47:40kamera
- 1:47:41itu kebiasaan gua hanya bedanya sekarang
- 1:47:43ada yang ngunggah aja
- 1:47:45ya silakan yang penting orang belajar
- 1:47:47ambil hikmah gitu.
- 1:47:48Iya. Iya. Dan kocak loh si
- 1:47:49itu kocak banget itu kocak banget sih
- 1:47:51gitu ya bro.
- 1:47:52Orang par itu kocak kayak ayo gitu dan
- 1:47:56kayak enggak penting-penting kalau kan
- 1:47:57orang-orang ini ini ke kameramen.
- 1:48:02Tapi ser inspirasi lah cok.
- 1:48:04Iya iya amin.
- 1:48:04Iya buat C
- 1:48:07selalu buat apapun yang lu kerjain C
- 1:48:10selalu humble selalu ngasih ilmu yang
- 1:48:12positif ke orang-orang ya enggak selalu
- 1:48:14menjadi choki sitok yang kita kenal.
- 1:48:16Laksanakan perintah lu dan laksanakan
- 1:48:18arahan lu. Gua bersyukur banget diundang
- 1:48:20ke sini. Terima kasih sudah bisa
- 1:48:21ngobrol.
- 1:48:21Salam buat adik lu ya.
- 1:48:23Oh gua sampaikan
- 1:48:24thank you banget sudah jadi penyambung
- 1:48:25kita.
- 1:48:25I lagi sakit hari ini. Minta doa
- 1:48:28semoga sembuh ya.
- 1:48:29Amin.
- 1:48:29Iya. Thank you coki.
- 1:48:30Siap. By
- 1:48:31by brother
- 1:48:32dan terima kasih buat semua yang sudah
- 1:48:33nonton PWK. Sampai jumpa di episode
- 1:48:34berikutnya. Bye semua. Thank you.
About this transcript
This page contains the full transcript of PWK - GOFAR DAPET KELAS KHUSUS DARI TOP GLOBAL NGOLAH by HAS Creative, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 15,550 words across 3,574 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.