YouTube2Text

PULANG - KHW PART 400 — Transcript

by Nadia Omara · 24,820 words · 4,563 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:01Di tengah ujian yang sedang melanda
  2. 0:03negeri ini, semoga Allah segera
  3. 0:05menghadirkan lagi pertolongannya.
  4. 0:08Meredakan segala kesulitan dan
  5. 0:10menggantikan rasa takut serta kesedihan
  6. 0:13dengan keselamatan dan ketenangan.
  7. 0:16Semoga Allah senantiasa melindungi
  8. 0:18saudara-saudara kita yang sedang
  9. 0:19menghadapi musibah. Memberikan kekuatan
  10. 0:22dan keselamatan bagi para petugas yang
  11. 0:23berjuang di lapangan.
  12. 0:25Serta menurunkan hujan sebagai rahmat
  13. 0:28dan pertolongan untuk memadamkan
  14. 0:30kebakaran.
  15. 0:31Semoga segala bencana yang melanda
  16. 0:33segera berakhir. Alam yang terluka
  17. 0:35kembali pulih dan negeri ini senantiasa
  18. 0:38berada dalam lindungan serta
  19. 0:40keberkahannya.
  20. 0:42Amin.
  21. 0:44Pray for Indonesiaku.
  22. 2:57Hai Wa, assalamualaikum warahmatullahi
  23. 2:58wabarakatuh. Terima kasih sudah klik
  24. 2:59video ini. Wa, alhamdulillah akhirnya
  25. 3:02malam ini kita sampai juga di KHW yang
  26. 3:04paling ditunggu-tunggu, yaitu KHW part
  27. 3:07400. Masya Allah, jujur aku enggak
  28. 3:11nyangka Wa, aku terharu KHW bisa nemenin
  29. 3:13kalian sampai di episode 400. 400
  30. 3:17pastinya aku ngucapin terima kasih
  31. 3:19banyak karena kalian sudah setia mungkin
  32. 3:21nonton KHW dari part 1 sampai part
  33. 3:23sekarang ya kan. 400 part ini bisa
  34. 3:26terwujud berkat kalian semua Wa Wa Wa Wa
  35. 3:29ku se-Nusantara yang terus setia ngasih
  36. 3:30dukungan. Berkat Wa Wa Wa Wa narasumber
  37. 3:33yang sudah bersedia berbagi ceritanya ke
  38. 3:35kami dan tentunya berkat seluruh tim
  39. 3:37yang selama ini sudah bekerja keras di
  40. 3:39balik layar. Semoga ke depannya KHW bisa
  41. 3:41terus berkembang, bisa menghadirkan
  42. 3:43cerita-cerita yang berkesan,
  43. 3:45menghadirkan cerita-cerita yang bisa
  44. 3:47diambil pelajarannya dan
  45. 3:49tetap menjadi bagian dari malam-malam
  46. 3:51kalian ya, Wak, ya. Ya Allah. Oke.
  47. 3:55Sesuai request kalian, bisa kalian lihat
  48. 3:58durasi video malam ini ya, kan. Aku
  49. 4:00waktu syuting ini enggak tahu berapa
  50. 4:01tepatnya ya.
  51. 4:03Tapi aku yakin ini pasti panjang kali.
  52. 4:04Alhamdulillah kami dapat kiriman kisah
  53. 4:06yang bisa memenuhi durasi permintaan
  54. 4:08kalian.
  55. 4:09Dan
  56. 4:10selain itu aku tahu seperti yang sudah
  57. 4:12kalian lihat dari awal ya, set tempat
  58. 4:14syutingnya juga berbeda. Kok pindah
  59. 4:16studio lagi, Nadia? Enggak, aku baru
  60. 4:17pindah studio yang baru nih, spesial KHW
  61. 4:19400 ini aku enggak syuting di studio,
  62. 4:21Wak. Tapi aku syuting di sebuah bangunan
  63. 4:24tua yang kosongnya juga sudah puluhan
  64. 4:26tahun. He eh, lokasi ini kami pilih
  65. 4:28karena kami memang mau atau di KHW
  66. 4:30spesial 400 ini kami mau menghadirkan
  67. 4:33suasana yang berbeda dari
  68. 4:34episode-episode sebelumnya. Jadi, selain
  69. 4:37durasi cerita yang lebih panjang, kami
  70. 4:39juga mau menjadikan KHW 400 ini sebagai
  71. 4:41pengalaman menonton yang berbeda. Bisa
  72. 4:44juga sekaligus jadi kenangan spesial
  73. 4:46buat kalian yang sudah setia menemani
  74. 4:47perjalanan KHW sampai sejauh ini.
  75. 4:50[terkesiap]
  76. 4:51Dan yang terpenting, selain durasi yang
  77. 4:53panjang, set studio yang berbeda, yang
  78. 4:56tidak biasanya ya, kan,
  79. 4:58bisa ku pastikan kisah dari KHW 400 yang
  80. 5:02akan aku bawakan malam ini
  81. 5:05epik dan kompleks sekali, Wak. Kisah
  82. 5:08horornya ada, sedihnya ada,
  83. 5:11bahkan kriminalnya juga ada.
  84. 5:14Ya, ini sebelum memulai memang tidak
  85. 5:15seperti biasanya Wak, aku akan
  86. 5:17membacakan langsung email pembuka dari
  87. 5:20wawak narasumber KHW 400 kali ini, yaitu
  88. 5:24Mas Rizki. Dengerin ya.
  89. 5:28Mas Rizki ngasih judulnya "Penyesalan
  90. 5:30Selalu Datang Terakhir". Halo, Nad.
  91. 5:32Kenalin, nama aku Rizki.
  92. 5:35Izin berbagi sebuah cerita ya, Nad.
  93. 5:36Cerita ini aku tulis bersama dua teman
  94. 5:39baikku, Fajar dan Dimas. Kisah yang kami
  95. 5:42tuliskan ini bukan cerita fiksi,
  96. 5:44melainkan pengalaman nyata yang
  97. 5:46benar-benar dialami oleh keluarga kami
  98. 5:49sekitar belasan tahun yang lalu. Seluruh
  99. 5:52cerita, kejadian, dan tokoh di dalamnya
  100. 5:54kami tuliskan berdasarkan apa yang kami
  101. 5:56alami dan ketahui saat itu. Untuk
  102. 5:58menjaga privasi, beberapa nama dalam
  103. 6:01cerita sengaja kami samarkan. Para tokoh
  104. 6:04yang kisahnya kami ceritakan juga sudah
  105. 6:06memberikan izin kepada kami untuk
  106. 6:09membagikan kisah ini dan
  107. 6:11mempublikasikannya ke YouTube Nadia
  108. 6:13Omara. Kami menulis cerita ini bukan
  109. 6:15semata-mata untuk menceritakan kembali
  110. 6:17masa lalu. Lebih dari itu, cerita ini
  111. 6:20menjadi pengingat bagi kami bahwa
  112. 6:23belasan tahun yang lalu kami pernah
  113. 6:26melewati sebuah pengalaman yang begitu
  114. 6:29berat. Sebuah pengalaman yang sampai
  115. 6:31hari ini masih melekat dalam ingatan
  116. 6:33kami. Mungkin bagi orang lain cerita ini
  117. 6:35hanya akan menjadi sebuah kisah, tetapi
  118. 6:37bagi kami setiap bagian di dalamnya
  119. 6:40menyimpan kenangan,
  120. 6:41rasa kehilangan, ketakutan, dan
  121. 6:44perjuangan yang benar-benar
  122. 6:46pernah kami lalui. Semoga cerita ini
  123. 6:48bisa menjadi pengingat bahwa seberat
  124. 6:50apapun sebuah ujian yang pernah kita
  125. 6:51lewati,
  126. 6:53pada akhirnya kita tetap bisa bertahan
  127. 6:55dan melanjutkan kehidupan. Izin kami
  128. 6:58berbagi kisah ini, Nat. Semoga berkenan
  129. 7:00untuk dibaca dan apabila dianggap sesuai
  130. 7:03dapat menjadi bagian dari cerita di
  131. 7:06kanal Nadia Omara. Itu pembuka email
  132. 7:09dari Wawa KHW 400. Terima kasih banyak
  133. 7:12Mas Rizki, Mas Fajar, dan Mas Dimas
  134. 7:15sudah mempercayakan kisah ini untuk aku
  135. 7:16ceritakan. Jadi spesial juga di KHW ini,
  136. 7:18Wak. Tiga Wawa yang ngalamin ini, Rizki,
  137. 7:21Dimas, Fajar, ya kan? Dan bercerita
  138. 7:24untuk satu kisah. Dan untuk menghormati
  139. 7:26privasi serta kenyamanan semua pihak
  140. 7:28yang terlibat, kami memutuskan untuk
  141. 7:29tidak menyebutkan nama asli pengirim
  142. 7:32cerita. Memang makanya tadi di-blur, ya.
  143. 7:33Nama asli orang-orang yang terlibat
  144. 7:35dalam cerita juga tidak karena itu
  145. 7:36permintaan dari Wawa. Tahun kejadian
  146. 7:39pada saat peristiwa terjadi juga tidak
  147. 7:40kami sebutkan dan lokasi kejadian juga
  148. 7:43tidak kami sebutkan. Semoga keputusan
  149. 7:45ini bisa kalian pahami, karena pada
  150. 7:47akhirnya yang ingin Rizki, Fajar, dan
  151. 7:50Dimas bagikan kepada kita semua adalah
  152. 7:52kisahnya, Wak, tanpa harus mengungkap
  153. 7:54identitas dan juga kehidupan pribadi
  154. 7:55orang-orang yang ada di dalamnya.
  155. 7:57Semakin nantinya aku yakin, semakin
  156. 7:59kalian menyimak kisah ini dari awal
  157. 8:00sampai akhir, aku yakin kalian sendiri
  158. 8:02bisa paham kenapa kami merasa sangat
  159. 8:06perlu menjaga privasi dan juga menjaga
  160. 8:08identitas semua pihak yang terlibat di
  161. 8:10dalamnya, Wak. Aku yakin kalian akan
  162. 8:12mengerti.
  163. 8:13Oke.
  164. 8:14Bismillah, [menghela napas]
  165. 8:15tanpa berlama-lama, kita langsung masuk
  166. 8:17aja ke ceritanya.
  167. 8:19Check it out.
  168. 8:31Oke, Wak, jadi kisah kali ini diawali
  169. 8:32dengan Rizki, wawak si pengirim cerita.
  170. 8:35Waktu itu Rizki tinggal di sebuah
  171. 8:37kampung yang kita sebut aja namanya
  172. 8:38Kampung A, bersama bapak, ibu, dan
  173. 8:41kakaknya. Rizki ini punya kawan dekat,
  174. 8:44namanya Fajar, itulah Fajar tadi. Rumah
  175. 8:46mereka tuh enggak jauhan, Wak, tapi
  176. 8:48masih satu RT. Mereka ini udah temenan
  177. 8:49dari kecil dan hubungan mereka juga udah
  178. 8:51kayak keluarga sendiri. Setelah lulus
  179. 8:53SMA, mereka jadi jarang ketemu karena
  180. 8:56Rizki, wawak, memutuskan kuliah di
  181. 8:58Kabupaten B, sedangkan Fajar, wawak kita
  182. 9:00yang kedua, kerja di sebuah tempat yang
  183. 9:03ada di dekat rumahnya, masih di Kampung
  184. 9:05A gitu loh, masih satu kota sama Kampung
  185. 9:07A. Tapi meskipun mereka ini tinggal
  186. 9:08berjauhan, mereka tetap saling
  187. 9:10kontakkan, Wak. Mereka tetap menjaga
  188. 9:12silaturahmi lah gitu, orang bestie dari
  189. 9:14kecil mereka berkawan. Nah, balik ke
  190. 9:16Fajar. Fajar ini adalah
  191. 9:18anak kedua dari dua bersaudara. Bapaknya
  192. 9:21namanya Pak Sabar, ibunya namanya Bu
  193. 9:23Nur. Dan Fajar punya satu kakak
  194. 9:26perempuan namanya Mbak Santi. Nah, Mbak
  195. 9:29Santi sendiri, Wak, udah menikah, dia
  196. 9:31punya suami namanya Mas Edo, terus
  197. 9:33mereka punya satu anak perempuan namanya
  198. 9:35Tata yang saat itu masih berusia 4
  199. 9:37tahun. Dan keluarga kecil yang Mbak
  200. 9:39Santi ini tinggalnya di Kabupaten B, Wa.
  201. 9:42Which is satu daerah, satu tempat, nah
  202. 9:44dia satu kota sama kampusnya si Rizki.
  203. 9:46Rizki kan kuliah tuh di Kabupaten B,
  204. 9:48tinggal satu daerah. Nah, keluarganya
  205. 9:50Mbak Santi inilah, Wa, yang akan menjadi
  206. 9:52pusat cerita kita malam ini.
  207. 10:01Kita masuk ke Mbak Santi. Jadi, [musik]
  208. 10:02keluarga kecil yang Mbak Santi ini
  209. 10:04dikenal adem ayem, Nadia. Mas Edo,
  210. 10:06suaminya, punya usaha jualan buah-buahan
  211. 10:09di pasar induk dekat rumah. Usahanya
  212. 10:11lancar, pelanggannya ada di mana-mana,
  213. 10:13kehidupan mereka berkecukupan juga.
  214. 10:15Sementara Mbak Santi, dia fokus mengurus
  215. 10:17rumah dan juga merawat Tata. Nah,
  216. 10:19keluarga Mbak Santi ini juga dikenal
  217. 10:21baik kali, Wa. Rizki yang tinggal di
  218. 10:22kabupaten yang sama sama Mbak Santi itu
  219. 10:24juga sering tuh mampir ke rumahnya Mbak
  220. 10:25Santi tiap kali dia mau pulang kampung
  221. 10:27ke kampung A atau waktu dia baru balik
  222. 10:29dari kampung A mau ke kosan, selalu.
  223. 10:31Karena memang rumahnya itu masih satu
  224. 10:32jalan rute balik kampungnya si Rizki,
  225. 10:35Wa. Apalagi Pak Sabar sama Bu Nur tuh,
  226. 10:36orang tuanya Mbak Santi sama Fajar, juga
  227. 10:39sering nitip barang lewat si Rizki.
  228. 10:41Mulai dari sayur-mayurlah, baju-bajunya
  229. 10:43buat Tatalah, sampai keperluan lainnya.
  230. 10:44Nitip sama [musik] si Rizki, nanti
  231. 10:46dimampirin ke rumahnya Mbak Santi. Nah,
  232. 10:48setiap kali nganterin barang-barang itu
  233. 10:49juga Rizki enggak langsung pulang, Wa,
  234. 10:50ya. Biasanya dia masuk dulu, minum dulu,
  235. 10:53ngobrol-ngobrol dulu, main dulu sama
  236. 10:55Tata, bahkan juga sampai makan bareng
  237. 10:57orang itu. Mas Edo, suaminya Mbak Santi
  238. 10:58itu juga sering tuh, Wa, ngebekelin si
  239. 11:00Rizki buah-buahan atau juga jajanan
  240. 11:02pasar gitulah. Nah, untuk aku bawa ke
  241. 11:03kosan atau untuk aku bawa balik kampung.
  242. 11:06Nah, dari situ aja, Wa, Rizki jadi cukup
  243. 11:08dekat dengan keluarganya Mbak Santi,
  244. 11:10kakak sahabatnya. Dan selama bolak-balik
  245. 11:12ke rumah mereka itu, Rizki itu enggak
  246. 11:14pernah sekalipun melihat ada masalah
  247. 11:16antara Mbak Santi sama Mas Edo. Di
  248. 11:18matanya Rizki, di mata kami semua
  249. 11:20bahkan, Nadia, mereka adalah keluarga
  250. 11:21yang dermawan, hidupnya rukun,
  251. 11:25dan juga saling menyayangi. Kelihatan.
  252. 11:27Tapi, ternyata ada banyak hal yang tidak
  253. 11:30Rizki ketahui tentang keluarga ini, Wak.
  254. 11:33Dan semuanya baru mulai terungkap
  255. 11:36setelah sebuah kejadian yang sama sekali
  256. 11:38tidak pernah mereka bayangkan
  257. 11:40sebelumnya.
  258. 11:43Suatu hari, Wak.
  259. 11:44Waktu lagi libur kuliah, Rizki balik
  260. 11:47kampunglah kan ke rumahnya ke kampung A
  261. 11:48itu. Nah, seperti biasa sebelum
  262. 11:50berangkat Rizki menyempatkan diri dulu
  263. 11:52mampir ke rumahnya Mbak Santi. Nah, di
  264. 11:54sana dia ngambil beberapa barang titipan
  265. 11:55yang Mbak Santi, Wak, untuk memang
  266. 11:57dibawa balik ke kampung, ya kan.
  267. 11:59Diambilnya barang itu, baliklah dia ke
  268. 12:01kampung. Nyampai di kampung A, Rizki
  269. 12:03menjalani aktivitasnya seperti biasa.
  270. 12:05Dan kebetulan besok harinya atau tepat
  271. 12:08di hari kedua Rizki berada di kampung
  272. 12:10ini, ada pertandingan final sepak bola,
  273. 12:12nah dia. Udah lama juga aku sama si
  274. 12:14Fajar nunggu-nungguin itu. Akhirnya
  275. 12:16Rizki sama Fajar sepakat buat nobar
  276. 12:18sekaligus nginap di rumahnya Rizki.
  277. 12:21Fajar nginap di rumah Rizki nih. Nah,
  278. 12:22malam harinya Fajar datanglah ke rumah
  279. 12:24Rizki. Mereka habiskanlah malam itu
  280. 12:26dengan nonton bola, ya kan. Dan setelah
  281. 12:27pertandingan selesai, baru mereka tidur
  282. 12:29tuh istilahnya. Besok paginya, 3 hari
  283. 12:32setelah si Rizki balik kampung,
  284. 12:34waktu mereka baru aja bangun, tiba-tiba
  285. 12:37HP-nya Fajar bunyi. Waktu dicek ternyata
  286. 12:39yang nelpon Evan. Evan ini siapa?
  287. 12:42Sepupunya Fajar, Wak, dan rumahnya ada
  288. 12:45di sebelah rumahnya si Fajar. Waktu
  289. 12:46diangkat, Evan udah ngegas, "Jar, kau di
  290. 12:48mana? Cepat kau balik sekarang!" katanya
  291. 12:50gitu. "Hah, ngapa kau? Aku lagi di rumah
  292. 12:52Rizki nih. Baru bangun aku. Ngapa
  293. 12:53emang?" gitu kan.
  294. 12:54"Udah kau cepat pulang! Sekarang pulang
  295. 12:55kau!" kata si Evan. Dengar itu,
  296. 12:58firasat Fajar enggak enak, ya kan. Fajar
  297. 12:59langsung ngajak Rizki, Wak, Wak, ke
  298. 13:00rumah, Wak. Enggak tahu nih ngapa Evan
  299. 13:02ngegas. "Suruh aku balik cepat!"
  300. 13:03katanya. "Ikutlah aku, Nat!" kata si
  301. 13:05Rizki. Pas nyampai di rumahnya Fajar,
  302. 13:07Wak, rupanya udah banyak orang. Banyak
  303. 13:10orang berkerumun di terasnya si Fajar.
  304. 13:11Dan di antara kerumunan itu, Rizki lihat
  305. 13:14Bu Nur, ibunya, itu lagi
  306. 13:18lagi histeris, Wak. Lagi diterangin sama
  307. 13:20warga. Sementara bapaknya, Pak Sabar,
  308. 13:22itu cuma lagi terduduk bengong,
  309. 13:24tatapannya kosong kayak
  310. 13:27Wah, gitu. Langsunglah disamperin sama
  311. 13:29Fajar kan, "Pak, ngapa, Pak? Ibu kenapa,
  312. 13:31Pak?" Dengan mata berkaca-kaca, Pak
  313. 13:33Sabar bilang,
  314. 13:34"Mbak Santi, Nak.
  315. 13:36Santi udah enggak ada, Nak."
  316. 13:38Santi udah enggak ada, katanya, Wak.
  317. 13:40"Hah?"
  318. 13:41"Enggak ada gimana, Pak?"
  319. 13:42"Santi meninggal, Dek." Katanya.
  320. 13:44"Eh, enggak mungkin, Pak. Orang Mbak
  321. 13:46Santi sehat-sehat aja kok. Kenapa dia
  322. 13:48meninggal?"
  323. 13:48Di situ Pak Sabar enggak jawab, Wak.
  324. 13:49Malah yang ada langsung pecah nangisnya
  325. 13:52Pak Sabar gitu, Wak.
  326. 13:54Langsung pecah.
  327. 13:55Di situ, sementara Rizki ini yang dari
  328. 13:57tadi nempel sama si Fajar juga ikut
  329. 13:59kaget lah kan, "Ih,
  330. 14:01hah, Mbak Santi meninggal? Baru beberapa
  331. 14:03hari yang lalu aku ketemu dia kan, baru
  332. 14:05ngambil barang juga aku di sana kan. Dan
  333. 14:06waktu ketemu pun Mbak Santi masih sehat
  334. 14:08walafiat nah dia masih bugar. Kayak
  335. 14:10enggak mungkin rasanya Mbak Santi
  336. 14:11tiba-tiba kok ya meninggal." Ditanya
  337. 14:13lagi sama Fajar, "Pak, jawab, Pak,
  338. 14:14jawab. Mbak Santi kenapa? Ngapa? Dia
  339. 14:16kecelakaan atau kenapa? Jawablah, Pak."
  340. 14:18Katanya. Di situ dengan bibir gemetar,
  341. 14:21Pak Sabar akhirnya bersuara.
  342. 14:24"Tadi Masmu, Mas Edo, nelpon.
  343. 14:28Santi gantung diri, Dek. Dia gantung
  344. 14:31diri di kusen pintu dapur.
  345. 14:33Dia gantung diri, Dek.
  346. 14:35Sekarang jenazahnya lagi dibawa ke rumah
  347. 14:37sakit."
  348. 14:37Gitu katanya.
  349. 14:38"Mbak Santi gantung
  350. 14:40Waktu dengar itu, Wak, enggak cuman si
  351. 14:42Fajar sama si Rizki, Wak. Itu
  352. 14:44warga-warga yang dari tadi ada di situ
  353. 14:46juga ikutan shock karena mereka baru
  354. 14:47dengar Pak Sabar buka suara tuh ya baru
  355. 14:49itu.
  356. 14:49"Hah, Santi? Hah? Gitu semua."
  357. 14:51Dengar itu, Fajar langsung nangis
  358. 14:54sejadi-jadinya.
  359. 14:55"Enggak mungkin, enggak mungkin, enggak
  360. 14:57mungkin, Pak. Enggak mungkin Mbak Santi
  361. 14:58kayak gitu. Mbak Santi, Mbak Santi,
  362. 15:01enggak mungkin, Mbak. Jangan tinggalin
  363. 15:03aku, Mbak."
  364. 15:04Kata si Fajar Fajar dalam
  365. 15:05menangis-nangis kan. Sementara Rizki
  366. 15:07juga nge-freeze, Nak. Nge-freeze aku
  367. 15:09enggak percaya aku. Soalnya juga selama
  368. 15:10ini Rizki selalu ngelihat Mbak Santi
  369. 15:12selalu happy, Wak. Sama sekali enggak
  370. 15:15kelihatan kalau dia ini lagi punya
  371. 15:16masalah. Hubungan dia sama Mas Edo juga
  372. 15:18kelihatannya baik-baik aja. Terus Terus
  373. 15:20nih? Apa yang bikin Mbak Santi sampai
  374. 15:21nekat ngelakuin itu ya kan? Cuma waktu
  375. 15:23itu Rizki juga enggak sampai hati mau
  376. 15:24nanya lebih lanjut ya kan? Lagi kayak
  377. 15:26gitu situasinya. Dia pun langsung
  378. 15:27nenangin Fajar, nenangin keluarga yang
  379. 15:29lain. Dan setelah kondisinya sudah agak
  380. 15:31tenang ya kan dibantu sama warga juga
  381. 15:32waktu itu.
  382. 15:34Fajar, bapaknya Fajar sama ibu pun
  383. 15:37langsung dibantu bersiap menjemput
  384. 15:39jenazahnya Mbak Santi yang ada di rumah
  385. 15:42sakit Kabupaten [musik] B.
  386. 15:44Pergilah ke sana dia orang.
  387. 15:46Nah, selama keluarganya Fajar jemput
  388. 15:47jenazahnya Mbak Santi Wa, Rizki tetap
  389. 15:50stay tuh di rumahnya Fajar dan juga sama
  390. 15:51beberapa keluarga yang lain dan juga
  391. 15:53sama beberapa warga. Mereka duduklah di
  392. 15:55ruang tamu. Nah, pas Rizki lagi duduk di
  393. 15:57sana
  394. 15:58matanya Rizki
  395. 16:00langsung tertuju ke sebuah kantong
  396. 16:02kresek besar di sudut rumah. Nah,
  397. 16:05kantong itu adalah kantong pakaiannya
  398. 16:07Mbak Santi Wa yang kemarin dititipin
  399. 16:09sama Rizki 2 hari yang lalu. Yang Rizki
  400. 16:11bawa barang, itulah barangnya. Waktu
  401. 16:13nengok kantong tuh, berdetak jantung aku
  402. 16:15langsung.
  403. 16:16Kenapa? Bukan lagi karena itu hal
  404. 16:18terakhir yang dikasih sama almarhumah
  405. 16:19ya. Tapi karena kantong itu mengingatkan
  406. 16:22Rizki sama kondisi Mbak Santi sebelum
  407. 16:26akhirnya dia dapat info Mbak Santi
  408. 16:27meninggal. Ada sesuatu yang Rizki lihat.
  409. 16:30Apa itu? Mbak Santi kenapa? Dan ada apa
  410. 16:33dengan kantong itu?
  411. 16:35Jadi gini.
  412. 16:412 hari yang lalu itu Wa
  413. 16:43sebelum dia datang ke rumahnya Mbak
  414. 16:45Santi, Rizki ditelepon sama Mbak Santi.
  415. 16:48"Ki kamu mau pulang kampung kan? Mbak
  416. 16:50titip bawain barang Mbak ke kampung ya
  417. 16:52Dek." Kata gitu. "Oh iya Mbak, siap."
  418. 16:54Kataku kan. Pergilah Nan aku sampai
  419. 16:55rumah Mbak Santi. Ku parkir motor tok
  420. 16:58pintu.
  421. 17:00Enggak lama pas pintu itu terbuka
  422. 17:02terkejut aku Nan.
  423. 17:04Aku tengok Mbak Santi yang bukain pintu
  424. 17:07tapi kedua matanya lebam.
  425. 17:10Lebam? Ih
  426. 17:12Mbak "Kenapa matanya?" Mbak Santi cuma
  427. 17:14senyum aja Nan. Dia bilang "Enggak
  428. 17:15apa-apa Ki, aku habis nangis nonton
  429. 17:16drakor. Masuk-masuk kata gitu kan. Tapi
  430. 17:19aku enggak percaya Nak, itu lebamnya itu
  431. 17:20bukan lebam sembab ya Nak, itu lebam
  432. 17:22bekas dipukul. Cuma di situ aku enggak
  433. 17:24berani nanya lebih jauh. Enggak enak
  434. 17:26juga aku kan.
  435. 17:27Nah, enggak lama Mbak Santi datang tuh.
  436. 17:29Langsung ngasih kantong berisi pakaian
  437. 17:31itu yang tadi ditengok sama si Rizki
  438. 17:32itu. Itu dikasih. "Nih Dek, tolong
  439. 17:34bawain bajuku sama bajunya Tata ke rumah
  440. 17:37ya Dek." kata gitu kan. "Oh iya Mbak,
  441. 17:38banyak kali bajunya. Kenapa bajunya
  442. 17:40dibawa pulang Mbak? Mbak mau nginap lama
  443. 17:42di kampung?" kata gitu. "Oh enggak, ini
  444. 17:43baju bekas aku Ki, aku mau bagiin ke
  445. 17:45tetangga-tetangga." kata si Mbak Santi
  446. 17:47gitu. "Oh gitu, ya lah." tadi apa yang
  447. 17:49sama si Rizki kan. "Mas Edo mana Mbak?"
  448. 17:52tuh ditanya sama Rizki. "Ah, di sini
  449. 17:54Wak."
  450. 17:55Mbak Santi malah
  451. 17:57ketawa kecil sambil bilang
  452. 18:00"Di neraka."
  453. 18:03"Di neraka."
  454. 18:04Terdiamlah aku di situ. Eh, ngapa nih?
  455. 18:07Enggak pernah-pernahnya Mbak Santi itu
  456. 18:08ngomong sekasar itu Wak. Dan dari nada
  457. 18:10bicaranya pun aku tahu itu bukan
  458. 18:11bercanda ya. Kenapa tiba-tiba bilang Mas
  459. 18:13Edo di neraka ya kan? Tapi lagi-lagi
  460. 18:14diri sih enggak enak hati Wak, kalau mau
  461. 18:16nanya lebih lanjut. Akhirnya ya udah aku
  462. 18:18diam aja kan Nak, aku siap-siap.
  463. 18:19Kuangkutlah ku keluar. Pamit balik dia.
  464. 18:22"Balik aku Mbak." "Iya hati-hati ya Ki."
  465. 18:23katanya. Nah, pas sampai di teras Mbak
  466. 18:26Mbak siapa? Mbak Santi udah agak masuk
  467. 18:27tuh, enggak nganterin dia sampai
  468. 18:29depanlah gitu. Kantong pakaian tadi aku
  469. 18:31ikat Nak di motor. Enggak lama si Tata
  470. 18:33datang, anaknya ini, anaknya Mbak Santi
  471. 18:35yang masih 4 tahun waktu itu kan, baru
  472. 18:36pulang main. Terus "Eh Tata." gitu
  473. 18:39kataku kan Nak. "Om." gitu. "Eh, Om."
  474. 18:41"Itu baju Mama sama bajunya Tata ya?"
  475. 18:43kata gitu kan. "Oh iya Tata, mau Om bawa
  476. 18:46balik ke rumahnya Kakekmu." gitu kan.
  477. 18:48Terus Wak,
  478. 18:49dengan polosnya si Tata bilang apa?
  479. 18:52"Oh." "Ini Om, kata Mama itu tuh baju
  480. 18:55udah enggak dipakai lagi. Makanya
  481. 18:57kemarin Papa lempar-lempar bajunya.
  482. 18:59Terus kemarin juga pipinya Mama tuh
  483. 19:01habis dipukul Om sama Papa. Katanya ada
  484. 19:03nyamuk." itu katanya Wak. Waktu udah
  485. 19:05dengar itu Nak, udah enggak bisa lagi
  486. 19:06aku positive thinking. Tata mungkin
  487. 19:08memang belum paham apa yang sebenarnya
  488. 19:09terjadi ya, tapi aku jelas langsung
  489. 19:12ngerti ini kayaknya rumah tangganya Mbak
  490. 19:14Santi sama Mas Edo memang lagi enggak
  491. 19:16baik-baik saja. Jangan-jangan
  492. 19:18Mas Edo sudah KDRT ke Mbak Santi. Itulah
  493. 19:22yang ada dalam pikirannya si Rizki ya
  494. 19:24kan. Waktu aku sudah sampai di kampung
  495. 19:26ah aku ketemu sama Fajar juga nah sudah
  496. 19:27aku ceritain ke si Fajar, tapi Fajar
  497. 19:29enggak percaya. Dia enggak ada nganggap
  498. 19:31gini ah enggak mungkin Wak, enggak
  499. 19:32mungkin Mas Edo tuh KDRT aku kenal baik
  500. 19:34sama Mas Edo tuh. Enggak mungkin Mas Edo
  501. 19:36main tangan sama Mbak aku. Bisa jadi
  502. 19:37juga Mbak aku kepentok sesuatu makanya
  503. 19:39lebam tanya atau mungkin betulan ada
  504. 19:41nyamuk. Itu kata si Fajar Wak, enggak
  505. 19:42percaya dia. Enggak mungkin enggak
  506. 19:43mungkin Mas Edo kayak gitu. Rizki sempat
  507. 19:45mau percaya ucapannya si Fajar Wak,
  508. 19:47secara adiknya dia lebih kenal Mas Edo,
  509. 19:48dia lebih kenal kakaknya ya kan. Tapi
  510. 19:50waktu Rizki lihat kantong pakaian di
  511. 19:52rumahnya Fajar tadi sama ucapan Tatang
  512. 19:54ah kemarin itu entah kenapa Rizki
  513. 19:56langsung curiga jangan-jangan
  514. 19:59masalah itulah yang sudah bikin Mbak
  515. 20:01Santi
  516. 20:03jadi nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
  517. 20:05Suaminya KDRT enggak tahan dia sama
  518. 20:06lakinya menghilangkan nyawa sendiri dia.
  519. 20:09Gitu.
  520. 20:11Ya, balik lagi Wak kita ke cerita eh
  521. 20:13waktu Rizki ngamatin kantong pakaian di
  522. 20:15rumahnya Fajar itu ya.
  523. 20:17Sudah kayak gitu sudah kepikir kayak
  524. 20:18gitu tadi kan.
  525. 20:19Enggak lama HP-nya Rizki dering, nelpon
  526. 20:21si Fajar Wak. Diangkatlah. "Napa Jar?"
  527. 20:23gitu kan dengan suara yang lemas masih
  528. 20:25terisak si Fajar di situ. "Ki" katanya.
  529. 20:28"Iya napa Jar?" gitu gimana? "Ki"
  530. 20:30kata apa kata Mas Edo dari hasil
  531. 20:33pemeriksaan dokter sama polisi
  532. 20:36Mbak Santi memang meninggal karena
  533. 20:38keputusan dia sendiri Wak. Sekarang
  534. 20:40jenazahnya sudah dimandiin, sudah
  535. 20:41dikafanin juga di sini. Kau tolong bantu
  536. 20:43siapin pemakaman sama warga di sana ya
  537. 20:45Ki ya gitu Wak. Waktu aku dengar itu
  538. 20:47enggak langsung ku iyain kata dia tuh
  539. 20:49waktu minta urus pemakaman. Ku tanya
  540. 20:51dulu. "Eh
  541. 20:52emang rumah sakit enggak nawarin visum
  542. 20:54atau otopsi Jar? Kok cepat kali langsung
  543. 20:56nyimpulin Mbak Santi ngilangin nyawanya
  544. 20:57sendiri?" "Enggak ada Ki. Tadi dokter
  545. 20:59sama polisi juga sudah meriksa dari
  546. 21:01bekas luka. Katanya memang karena itu
  547. 21:05menggantung dirinya itu. Kami dilihatin
  548. 21:06bentar tadi lukanya. Terus ini Mas Edo
  549. 21:09minta "Mbak Santi langsung dimakamkan,
  550. 21:11Wak." katanya. Bapak Bapak aku juga
  551. 21:13setuju gitu. Nah, di tahun itu, Wak,
  552. 21:15kata Wawak bertiga ini, masyarakat di
  553. 21:17kampung A memang belum banyak yang bisa
  554. 21:19mengakses internet atau sosial media
  555. 21:20kayak sekarang. Jadi, pengetahuan mereka
  556. 21:22soal hak keluarga untuk minta otopsi
  557. 21:24pada kasus kepergian yang tidak wajar
  558. 21:26itu masih terbatas sekali. Mereka
  559. 21:28cenderung percaya aja sama apa yang
  560. 21:30dibilang sama dokter sama apa yang
  561. 21:31dibilang sama polisi.
  562. 21:33Pun keluarga Fajar kan juga percaya
  563. 21:35penuh kan sama Mas Edo. Jadi, di
  564. 21:37kasusnya Mbak Santi ini, pihak keluarga
  565. 21:39percaya Mbak Santi memang mengakhiri
  566. 21:42hidupnya sendiri. Dibuktikan dengan apa?
  567. 21:44Itulah tadi luka jeratan di lehernya
  568. 21:46Mbak Santi. Dah.
  569. 21:48Gitu ya. Setelah seluruh proses
  570. 21:49administrasi selesai, jenazahnya Mbak
  571. 21:52Santi pun akhirnya dibawalah Wak pulang
  572. 21:54ke kampung A.
  573. 21:55Nyampe di rumah duka, di rumahnya Fajar
  574. 21:57tadi kan, keluarga pun langsung
  575. 21:59mempersiapkan segala keperluan
  576. 22:00pemakaman. Jenazahnya Mbak Santi juga
  577. 22:02kemudian diurus sesuai syariat Islam,
  578. 22:04lalu disholatkan di masjid sebelum
  579. 22:06akhirnya diantarkan ke tempat
  580. 22:08peristirahatan terakhir di TPU kampung.
  581. 22:11Semua proses pemakaman berjalan lancar
  582. 22:12diiringi juga dengan suasana duka dari
  583. 22:14keluarga Fajar dan juga warga yang ada
  584. 22:16di sana. Di tengah suasana itu, Rizky
  585. 22:18sempat nengok Mas Edo yang terlihat
  586. 22:21lebih banyak diam sambil dia gendong
  587. 22:23Tata. Nah, selama proses pemakaman
  588. 22:25berlangsung juga Mas Edo ini enggak
  589. 22:27banyak bicara, enggak banyak bicara sama
  590. 22:28orang-orang di sekitar dia. Dia diam aja
  591. 22:30gitu. Tapi Rizky masih positive
  592. 22:31thinking, dia pikir ya memang itulah
  593. 22:33cara Mas Edo mengekspresikan rasa
  594. 22:34sedihnya kan. Mungkin juga Mas Edo ini
  595. 22:36tipikal orang yang kalau lagi sedih
  596. 22:38enggak mau ditunjukin ke orang lain, ya
  597. 22:39kan? Dahlah tuh, akhirnya setelah
  598. 22:42pemakaman selesai keluarga Fajar pun
  599. 22:44mengadakan acara tujuh harian atau
  600. 22:47pengajian dan tahlilan di rumah duka
  601. 22:49setiap habis Isya selama tujuh hari
  602. 22:52penuh. Dari hari pertama sampai hari
  603. 22:53keenam semua masih berjalan normal, Wak.
  604. 22:55Banyak warga ikut datang tuh mendoakan
  605. 22:57almarhumah Mbak Santi. Tapi memasuki
  606. 23:00malam ketujuh
  607. 23:02di
  608. 23:03warga kampung mulai digegerkan sama
  609. 23:05kemunculan berbagai kejadian janggal.
  610. 23:13Setelah acara tahlilan di malam ke 7 itu
  611. 23:15selesai Wak, Mas Edo sama Tata langsung
  612. 23:18pamit pulang ke Kabupaten B tempat
  613. 23:21tinggalnya mereka Wak. Karena Mas Edo
  614. 23:23kan harus kembali kerja tuh dan Tata
  615. 23:24juga katanya sudah mulai masuk TK.
  616. 23:27Keluarga Mbak Santi juga memahami
  617. 23:28keadaan mereka. Sebelum berpisah mereka
  618. 23:30sempat saling berpelukan tuh Nak,
  619. 23:31nangis-nangisan lagi kami. Baru lah
  620. 23:33habis itu mereka pamitan dan pulang.
  621. 23:35Tapi setelah Mas Edo pulang, masih di
  622. 23:37hari yang sama nih Wak ya, tapi sekitar
  623. 23:39jam 10 malam
  624. 23:41beberapa kerabat sama tetangga masih ada
  625. 23:43tuh yang duduk-duduk di ruang tamu
  626. 23:44sambil ngobrol gitu kan, termasuk Rizki.
  627. 23:47Nah, nah area ruang tamu sama ruang
  628. 23:50keluarga rumah ini Wak, itu disekat sama
  629. 23:52dinding, kepisah lah gitu. Mereka duduk
  630. 23:54aja di ruang tamu. Nah, pas lagi
  631. 23:56ngobrol-ngobrol
  632. 23:57semua orang yang ada di ruang tamu
  633. 23:59tiba-tiba dengar
  634. 24:01Prang gitu. Ada barang pecah dari ruang
  635. 24:04keluarga. Disamperin lah kan sama Rizki
  636. 24:06sama bapak-bapak ini, pergi ke ruang
  637. 24:07keluarga.
  638. 24:08[musik]
  639. 24:08Ditengok rupanya
  640. 24:11barang yang jatuh itu adalah
  641. 24:14bingkai foto pernikahannya Mbak Santi
  642. 24:17dan Mas Edo yang sebelumnya tergantung
  643. 24:19di dinding. Itu kaca figuranya tuh Wak,
  644. 24:21pecah semua tuh, berserakan di lantai.
  645. 24:23Ih.
  646. 24:24Jatuh kata orang ini kan. Itu soalnya
  647. 24:26bingkai foto itu besar Nak dia, enggak
  648. 24:27ada juga orang yang nyenggol fotonya tuh
  649. 24:29dan ruang keluarga ini juga ketutup ya,
  650. 24:31jadi enggak mungkin kalau ketipu angin.
  651. 24:33Jatuh. Nah, disitu ada bapak-bapak
  652. 24:34nyeletuk, "Ih
  653. 24:36jangan-jangan Mbak Santi pulang ini
  654. 24:38katanya. Eh, Pak jangan sembarangan
  655. 24:39Bapak, kasihan loh keluarga masih
  656. 24:41berduka." Ada lagi yang nyaut, "Eh, tapi
  657. 24:43bisa aja loh Pak, ini kan masih malam ke
  658. 24:457 Pak, wajar kalau arwahnya Mbak Santi
  659. 24:47masih sering pulang Pak." "Udah jangan
  660. 24:49ah, jangan ngomong kayak gitu, paling
  661. 24:51itu memang pakunya aja sudah berkarat,
  662. 24:52makanya jatuh." Debat lah bapak-bapak
  663. 24:54ini. Nah, waktu si bapak-bapak ini debat
  664. 24:56aku diam ya Nak aku tengok eh, kenapa
  665. 24:57bisa pecah? kata si Rizki. Enggak lama
  666. 24:59tiba-tiba ada yang teriak dari ruang
  667. 25:01tamu. "Wih, tolong, tolong, [berteriak]
  668. 25:03kotak, kotak, kotak." kata gitu kan.
  669. 25:05Balik lagi kami ke ruang tamu,
  670. 25:06berhamburan semua masuk ke sana. Waktu
  671. 25:08sampai di perbatasan ruang tamu itu,
  672. 25:10nah, belum lagi kami sempat nanya kenapa
  673. 25:12dan apa ke orang yang berteriak nih. Di
  674. 25:14situ semua orang yang di sana langsung
  675. 25:16nge-freeze waktu mereka lihat kotak amal
  676. 25:19yang tadinya ada di sudut depan ruang
  677. 25:21uang tamu itu, tiba-tiba tuh mereka
  678. 25:23datang, tuh,
  679. 25:25kepental, kepental ke tengah ruang tamu.
  680. 25:28Jleb. Dan pas sudah jatuh tuh enggak
  681. 25:30langsung diam dia, Wa.
  682. 25:31Dia bergoyang pelan tapi pasti goyang.
  683. 25:40Lama-lama goyangnya kencang. Kayak
  684. 25:42memang ada yang ngegoyangin. Enggak ada
  685. 25:44satu pun dari kami yang ada di situ
  686. 25:46berani ngedekat kotak amal. Kami itu
  687. 25:47masih
  688. 25:49Mereka semua masih berdiri di tempat
  689. 25:51terakhir mereka. Astaghfirullah,
  690. 25:54astaghfirullah.
  691. 25:55Astaghfirullah. Astaghfirullah.
  692. 25:58Bergoyang, habis itu baru tuh, tek, tek,
  693. 26:00tek, berhenti. "Wih, ada apa ini?" kata
  694. 26:02aku waktu itu kan, "Ada apa?" Kejadian
  695. 26:03malam itu bikin semua orang yang ada di
  696. 26:05sana kepikiran. Tapi mereka enggak bisa
  697. 26:07berasumsi juga, itu masih di rumah duka
  698. 26:09tuh soalnya kan. Fajar enggak ada waktu
  699. 26:10itu. Rizki yang lagi ada di situ. Sejak
  700. 26:12kejadian itu,
  701. 26:14kejadian-kejadian serupa juga sering
  702. 26:17dialami sama warga kampung A. [musik]
  703. 26:19Ada yang pintu rumahnya diketok-ketok,
  704. 26:21waktu dicek enggak ada orang. Ada yang
  705. 26:24barang-barang di rumah tiba-tiba
  706. 26:25bergeser sendiri, Wa. Ada juga yang
  707. 26:27dengar suara barang jatuh, tapi waktu
  708. 26:29dicek enggak ada wujudnya. Dan kejadian
  709. 26:31ini terjadi hampir setiap hari. Hampir
  710. 26:32setiap hari warga A ada laporan
  711. 26:34diganggu, diganggu, ada ini, ada itu di
  712. 26:36rumahnya. Sebelum-sebelumnya enggak
  713. 26:37pernah, Nadia. Adem ayem kampung A ini.
  714. 26:40Sampailah pada suatu sore, Rizki dapat
  715. 26:41telepon dari Fajar. Fajar nelpon panik,
  716. 26:44Nadia. "Kiki, Ki, tolong temenin aku
  717. 26:45jemput Ustaz Salim, Ki." "Eh, kenapa,
  718. 26:47Jar?" "Dewi, Dewi kesurupan. Dia harus
  719. 26:49diruqyah ini katanya." Dewi ini siapa?
  720. 26:51Dewi adiknya Evan yang kemarin nelpon
  721. 26:53Fajar suruh balik ke rumah tuh Wa,
  722. 26:54sepupunya dia. Pergilah berangkat
  723. 26:56langsung si Rizki kan. Betul memang Wa
  724. 26:57waktu Rizki sama Fajar sama si Ustaz
  725. 26:59Salim tuh nyampe di rumah, suasana di
  726. 27:01rumahnya si Dewi itu sudah kacau. Dewi
  727. 27:03nangis sejadi-jadinya. Dia dikelilingi
  728. 27:05sama keluarga-keluarga sama lagi
  729. 27:06baca-baca Alquran. Masuk Ustaz eh Salim,
  730. 27:09dia langsung ngambil alih. Didoa-doain
  731. 27:11ya, proses ruqyah pun berjalan.
  732. 27:12Dibaca-bacain doalah ini siapa, si Dewi
  733. 27:15ya kan. Ah di situ waktu sudah datang
  734. 27:16Ustaz Salim Wa, ngelungkung dia. Wah!
  735. 27:20Ah, tolong!
  736. 27:22Tolong!
  737. 27:23Kata waktu teriak itu Wa, orang tuh
  738. 27:25enggak fokus dengan apa yang diucapkan
  739. 27:26Dewi. Orang fokus sama suaranya Dewi.
  740. 27:29Suara Dewi itu suaranya Mbak Santi Wa.
  741. 27:33Suaranya Mbak Santi, semua orang di situ
  742. 27:35dengar nah dia.
  743. 27:38Suara
  744. 27:39Suara Santi itu. Tolong!
  745. 27:41Tolong!
  746. 27:43Teriak kan.
  747. 27:44Terus tiba-tiba sudah dia kayak gitu Wa,
  748. 27:46dia diam Dewinya. Dia diam.
  749. 27:48Dia diam, terus dengan suara yang agak
  750. 27:50serak tapi pelan
  751. 27:52Dewi ngomong.
  752. 27:55Jangan mau dibohongin Edo.
  753. 27:59Jangan mau dibohongin Edo.
  754. 28:02Gitu katanya. Waktu dengar itu ada yang
  755. 28:03ngeh, ada yang belum ngeh ya kan. Rizki
  756. 28:05ngeh, hah?
  757. 28:06Hah?
  758. 28:07Jangan mau dibohongin Edo.
  759. 28:10Jangan mau dibohongin Edo.
  760. 28:13Jangan mau dibohongin
  761. 28:15Edo. Kata Dewinya. Terakhir dia teriak
  762. 28:17bilang itu ah, jangan kalian mau
  763. 28:18dibohongin Edo katanya. Ya Allah Ustaz
  764. 28:20Rohali, lompat dia. Semua orang yang di
  765. 28:22sana makin takut lah Wa. Tapi mereka
  766. 28:24juga penasaran ngapa kok tiba-tiba nama
  767. 28:26si Edo disebutkan? Rizki jadi balik
  768. 28:28kepikiran lagi aku nah dia, eh
  769. 28:30eh ngapa nih? Ini jangan-jangan betullah
  770. 28:32Mas Edo lah yang sudah bikin Mbak Santi
  771. 28:34ini nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
  772. 28:36Tapi mereka bertengkar karena apa ya?
  773. 28:38Selama ini mereka kelihatan akur-akur
  774. 28:40saja. Apa Mbak Santi itu enggak tahan
  775. 28:42ya, makanya dia mengakhiri hidupnya?
  776. 28:44Atau juga Mbak Santi minta, kenapa tadi
  777. 28:47dia ngomong itu kalau memang betul itu
  778. 28:48Mbak Santi ya.
  779. 28:49Apa mungkin Mbak Santi itu lagi minta
  780. 28:52semua orang jangan mau dibohongin sama
  781. 28:54sikap baiknya Mas Edo selama ini. Itu ke
  782. 28:57situ lagi pikiran aku Nak. Di titik itu
  783. 28:59semua warga juga menduga mungkin
  784. 29:02yang merasuki Dewi itu memang arwahnya
  785. 29:04Mbak Santi yang mau menyampaikan sesuatu
  786. 29:06soal suaminya, Mas Edo. Tapi mereka juga
  787. 29:09enggak paham Wa, pesan apa yang mau
  788. 29:11disampaikan.
  789. 29:12Pun Ustaz Salim yang ada di situ enggak
  790. 29:13komentar apa-apa. Ustaz cuman fokus
  791. 29:16baca-baca doa, rukiah lagi sampai kurang
  792. 29:19lebih 1 jam kemudian Dewi akhirnya sadar
  793. 29:21dan dibawa ke kamar untuk beristirahat.
  794. 29:23Sementara Evan tuh abangnya ceritainlah
  795. 29:25semua dari awal sampai akhir Wa, kenapa
  796. 29:27si Dewi bisa kesurupan ya kan.
  797. 29:28Ceritainlah sama si Evan. Jadi kata Evan
  798. 29:31sebelum kesurupan
  799. 29:32Dewi itu sempat nyeletuk sama aku, "Bang
  800. 29:35aku enggak percayalah Mbak Santi itu
  801. 29:37ngilangin nyawanya sendiri. Dia orangnya
  802. 29:39taat agama loh Bang, tahu kan kau. Kalau
  803. 29:41ada masalah pasti dia nyari jalan keluar
  804. 29:42yang lain, bukan malah ngakhiri hidup
  805. 29:44enggak mungkin bikin Mbak Santi kayak
  806. 29:45gitu."
  807. 29:46Enggak lama setelah dia ngomong itu
  808. 29:47tiba-tiba Dewi
  809. 29:51bergetar badannya, matanya langsung ha,
  810. 29:53matanya langsung memutih dan enggak lama
  811. 29:55baru dia kesurupan. Ah terus selanjutnya
  812. 29:57itulah yang tadi terjadi itu.
  813. 29:59Dia ngeluarin suara kayak Mbak Santi
  814. 30:00terus ngomong itu. Nah setelah kejadian
  815. 30:02Dewi kesurupan itu warga kampung semakin
  816. 30:05heboh lagi.
  817. 30:06Banyak yang menduga kemungkinan besar
  818. 30:09semua gangguan yang terjadi sejak malam
  819. 30:117 harian yang Mbak Santi ya yang pertama
  820. 30:13yang waktu kantong eh kantong pula kotak
  821. 30:15amal tuh campak sampai ke
  822. 30:17kejadian-kejadian aneh yang dialami
  823. 30:18warga kampung ini ada hubungannya sama
  824. 30:20Mbak Santi yang diduga jadi gentayangan.
  825. 30:23Warga bilang ini mungkin dia enggak
  826. 30:24tenang nih soalnya kan meninggalnya juga
  827. 30:26pakai cara yang enggak kayak gitu ya kan
  828. 30:27pikir mereka. Setelah kejadian itu ada
  829. 30:29lagi tuh beberapa warga yang diganggu.
  830. 30:31Jadi makin hari suasana kampung A tuh
  831. 30:33makin enggak enak Wa. Nah dari sekian
  832. 30:35banyaknya kejadian yang dialami sama
  833. 30:37warga ada satu kejadian yang paling
  834. 30:40membekas di ingatan mereka semua yaitu
  835. 30:44kejadian yang dialami sama bapaknya
  836. 30:47Rizky sendiri, Bapak Wawa.
  837. 30:50Masuk.
  838. 30:56Jadi Wa, suatu sore pas masuk waktu
  839. 30:58ashar, kampung Ane lagi diguyur hujan
  840. 31:01lebat. Hujan lebat, langit gelap, angin
  841. 31:03juga begitu kencangnya dia. Jadi banyak
  842. 31:05warga tuh yang memilih berdiam diri di
  843. 31:07dalam rumah. Tapi Bapak tetap berangkat
  844. 31:09ke masjid Wa, mau salat ashar karena
  845. 31:11kebetulan Bapak ini muazin nah.
  846. 31:13Jadi waktu sampai di masjid, Bapak pun
  847. 31:15langsung azan ya kan. Nah setelah azan,
  848. 31:17Bapak salat sunah dulu dua rakaat.
  849. 31:20Terus nunggulah jemaah lain biar bisa
  850. 31:22memulai salat ashar berjemaah. Nah Bapak
  851. 31:24nunggulah, ditunggu 10 menit, masuk 15
  852. 31:26menit enggak ada juga warga yang datang.
  853. 31:28Hujan di luar pun juga makin deras Wa.
  854. 31:29Nah di situ Bapak mikir, ini kayaknya
  855. 31:31enggak ada yang bisa berangkat ke masjid
  856. 31:32nih. Ya sudahlah kata si Bapak kan,
  857. 31:34Bapak tutuplah pintu masjid terus Bapak
  858. 31:37salat. Salat sendirian tuh di saf paling
  859. 31:39depan. Nah persis di depannya Bapak ini
  860. 31:41Wa, ada etalase kaca. Etalase kaca
  861. 31:44dipakai untuk nyimpan Alquran-Alquran
  862. 31:46gitu kan.
  863. 31:47Sudah tuh Bapak salatlah Bapak berusaha
  864. 31:49tetap khusyuk walaupun di luar bising
  865. 31:52suara hujan tuh Wa. Baca Allahu Akbar.
  866. 31:54Dari rakaat awal sampai rakaat ketiga
  867. 31:56aman, semua berlangsung khidmatlah gitu.
  868. 31:59Tapi masuk rakaat keempat, Allahu Akbar
  869. 32:02rakaat keempat tepat setelah Bapak ee
  870. 32:04membacakan surat Al-Fatihah
  871. 32:07Bapak dengar suara pintu masjid yang
  872. 32:09tadi Bapak tutup kebuka pelan.
  873. 32:15Terus enggak lama
  874. 32:16ada suara langkah masuk ke dalam masjid.
  875. 32:20Nah dalam hati Bapak mikir, eh ada
  876. 32:22jemaah yang datang nih ya kan. Betul,
  877. 32:25enggak lama suara langkah tadi berhenti
  878. 32:27tepat di belakangnya Bapak. Nah ini
  879. 32:28sedikit informasi Wa untuk Wawa yang non
  880. 32:30muslim ya. Dalam salat berjemaah, orang
  881. 32:33yang mimpin salat itu disebut imam.
  882. 32:35Sementara orang yang ngikutin di
  883. 32:36belakang ini disebut makmum. Dan kalau
  884. 32:38ada orang yang datang terlambat pada
  885. 32:40saat salat sudah dimulai, tapi dia mau
  886. 32:42ikut salat berjamaah, itu disebut makmum
  887. 32:44masbuk. Nah, biasanya ketika datang dan
  888. 32:46mau memulai salat, mau gabung salatlah
  889. 32:48gitu eh ya sederhananya, makmum masbuk
  890. 32:50ini bisa nepuk bahu orang yang lagi
  891. 32:52salat sendirian itu sebagai isyarat
  892. 32:54kalau aku mau ikut salat berjamaah ya,
  893. 32:57gitu. Makanya pas Bapak yang lagi salat
  894. 32:58sendirian ngedengar ada orang yang masuk
  895. 33:00untuk salat juga dan berdiri juga tepat
  896. 33:03di belakang Bapak, Bapak nunggulah ini
  897. 33:05bahunya ditepuk ya kan.
  898. 33:07Ditepuk sampai Bapak rukuk pun enggak
  899. 33:09ada yang nepuk bahunya Bapak. Bapak
  900. 33:12masih positif, oh mungkin dia mau salat
  901. 33:14sendiri kali ya, gitu kan. Ya udah,
  902. 33:16Bapak lanjutlah lagi salat. Nih, salat
  903. 33:18rukuk, bangun, sujud, tahiyat awal,
  904. 33:21sujud, tahiyat akhir.
  905. 33:23Belum selesai salat nih, masih tahiyat
  906. 33:24akhir. Nah, waktu tahiyat akhir ini Wak,
  907. 33:26di situlah fokus Bapak mulai terpecah
  908. 33:29waktu Bapak ngelihat
  909. 33:31etalase kaca di depan Bapak tadi. Dari
  910. 33:33pantulan kaca itu Wak,
  911. 33:35samar-samar
  912. 33:37Bapak lihat ada orang pakai mukena putih
  913. 33:42di belakang sampingnya Bapak dikit
  914. 33:45lagi duduk tahiyat akhir juga. Batinlah
  915. 33:48Bapak, loh
  916. 33:50kok perempuan salat di saf laki-laki ya
  917. 33:52kan. Saf laki-laki perempuan kan
  918. 33:54terpisah Wak, kenapa di sini? Tapi
  919. 33:55karena waktu itu Bapak tuh masih salat,
  920. 33:57jadi ya enggak terlalu gimana-gimana
  921. 33:59mikirnya Wak. Bapak selesaikanlah itu
  922. 34:00bacaan tahiyat akhir terus lanjut salam
  923. 34:03kanan kiri. Bapak salamlah ke kanan
  924. 34:05dulu. Assalamualaikum warahmatullahi
  925. 34:07wabarakatuh. Dari sudut mata, Bapak
  926. 34:09lihat memang ada Wak mukena duduk di
  927. 34:12belakang kan.
  928. 34:13Nah, selesai Bapak toleh ke kiri.
  929. 34:16Assalamualaikum warahmatullahi
  930. 34:18wabarakatuh. Enggak ada.
  931. 34:21Enggak ada bayangan belakang tadi yang
  932. 34:23Bapak tengok dari ekor mata waktu salam
  933. 34:24kanan, enggak ada. Hilang.
  934. 34:26Assalamualaikum warahmatullahi
  935. 34:26wabarakatuh, enggak ada. Bapak langsung
  936. 34:27noleh ke belakang. Langsung dan betulan
  937. 34:29enggak ada orang Wak.
  938. 34:31Bapak
  939. 34:32Astagfirullahalazim.
  940. 34:34Apa tuh tadi? Bapak saking penasaran
  941. 34:36yang langsung beranjak, Wak, bangun dia
  942. 34:37ngecek ke arah saf perempuan dulu. Yang
  943. 34:39ada di belakang kan ada gorden tuh.
  944. 34:41Mungkin saja waktu assalamualaikum
  945. 34:42pertama ada, assalamualaikum ke kiri,
  946. 34:44dia cabut. Walaupun bisa secepat itu,
  947. 34:46tapi kan kemungkinan bisa kan, Wak.
  948. 34:48Bisa jadi dia pindah ke belakang.
  949. 34:49Pergilah Bapak ke belakang.
  950. 34:51Waktu nyampe di saf perempuan ini baru
  951. 34:52dekat perbatasan, Wak.
  952. 34:55Ada rupanya.
  953. 34:58Tapi dia enggak di saf perempuan. Tepat
  954. 35:00di dekat pintu masjid, Bapak ngelihat
  955. 35:03ada perempuan pakai mukena putih lagi
  956. 35:07berdiri menghadap ke luar masjid.
  957. 35:09Berarti ngebelakangin Bapak kan. Oh,
  958. 35:11perempuan ini yang tadi salat di
  959. 35:12belakang aku nih.
  960. 35:13Siapa ya? Kata Bapak kan. Ah, belum
  961. 35:15sempat Bapak samperin, Bapak masih dekat
  962. 35:17perbatasan saf cewek saf cowok.
  963. 35:19Perempuan itu tiba-tiba mutar badan
  964. 35:22dia noleh ke Bapak.
  965. 35:28Di situ Bapak nge-freeze, Wak.
  966. 35:30Karena yang dia lihat itu
  967. 35:33muka perempuan itu
  968. 35:36mirip kali Mbak Santi.
  969. 35:39Mirip kali.
  970. 35:40[menghela napas]
  971. 35:41Santi. Bapak ya.
  972. 35:43Hah, hah, dia gini masih tetap.
  973. 35:49Digini-giniin sama Bapak enggak berubah
  974. 35:51muka tuh. Sosok itu masih di sana, diam.
  975. 35:54Tapi mukanya pucat, Wak.
  976. 35:56Walaupun dia senyum. Dan itu Bapak yakin
  977. 35:58mukanya Mbak Santi.
  978. 36:00Waktu nengok itu Bapak bukannya takut,
  979. 36:02yang ada sedih Bapak.
  980. 36:04Berkaca-kaca langsung mata Bapak. Bapak
  981. 36:06refleks manggil kan, Santi.
  982. 36:09Kau tuh, Nak. Ini jaraknya memang masih
  983. 36:11lumayan jauh. Bapak terpaku di situ
  984. 36:12enggak bisa langsung nyamperin. Sekitar
  985. 36:137 meteran lah, Nak, kata Rizki. Digitu
  986. 36:15kan. Kau kah, Nak? Gitu. Terus cewek itu
  987. 36:22makin lebar senyum tuh. Bapak tuh, Nak,
  988. 36:24kata dia, sempat terlena sesaat loh.
  989. 36:26Bapak pikir, memang betulan Tumbak
  990. 36:28Santi.
  991. 36:30Santi, katanya. Tapi enggak lama baru,
  992. 36:31astagfirullahalazim.
  993. 36:33Santi kan sudah meninggal, kata Bapak
  994. 36:34kan. Masih dengan posisi yang sama itu,
  995. 36:37masih tegak di situ, Bapak ngomonglah ke
  996. 36:39sosok-sosok kan masih.
  997. 36:43Bapak bilang,
  998. 36:45"Saya yakin kamu bukan Santi.
  999. 36:47Santi sudah tenang di alam sana. Kalau
  1000. 36:49kamu jin yang menyerupain Santi, jangan
  1001. 36:52pakai wajah Santi untuk menyesatkan
  1002. 36:53orang. Kalau memang ada pesan baik,
  1003. 36:56sampaikanlah.
  1004. 36:58Tapi kalau kau cuman mau ganggu saja,
  1005. 37:00pergi kau dari sini." Habis Bapak bilang
  1006. 37:01kayak gitu, senyum si sosok tadi
  1007. 37:04langsung pudar.
  1008. 37:13Terus, dengan suara yang parau,
  1009. 37:16sosok itu bilang apa?
  1010. 37:21"Edo, Pak."
  1011. 37:23Dua kata itu dia bilang. Dia ulang
  1012. 37:24sekali lagi.
  1013. 37:27"Edo, Pak."
  1014. 37:28Habis ngomong itu, dia enggak ngomong
  1015. 37:30apa-apa lagi. Dia langsung balik badan,
  1016. 37:33dia jalan keluar. Di sini aku mau
  1017. 37:34jelasin denahnya dulu, Wak, biar kalian
  1018. 37:35kebayang ya. Nah, posisinya tuh, Wak,
  1019. 37:37kalau misalnya dari pintu utama masjid
  1020. 37:40mau arah jalan keluar itu, itu harus
  1021. 37:42belok kiri. Jadi, kalau misalnya kita
  1022. 37:43berdiri di tempat sosok yang Mbak Santi
  1023. 37:45itu, kalau mau keluar ya memang harus
  1024. 37:46belok kiri. Belok kiri langsung ketemu
  1025. 37:48jalan utama kampung. Kebayang ya? Di
  1026. 37:50depannya apa nih? Depan tuh ada rumah
  1027. 37:51warga. Jadi, memang dempet-dempet, Wak.
  1028. 37:53Jadi, kalau mau keluar harus belok kiri
  1029. 37:54dulu. Waktu sosok itu bilang "Mas Edo"
  1030. 37:55yang kedua kali, sosok itu kan pergi,
  1031. 37:57kan. Waktu dia pergi, baru Bapak
  1032. 37:59susulin. Sepersekian detik, Wak, Bapak
  1033. 38:01nyusulin sosok itu, nengok ke kiri sudah
  1034. 38:03enggak ada sosok tuh. Hilang. Secepat
  1035. 38:04itu padahal di luar masih hujan deras
  1036. 38:06loh. Nah, di waktu bersamaan waktu Bapak
  1037. 38:07ngelihat si sosok itu hilang, tiba-tiba
  1038. 38:09nih, "Eh, mana dia?" Hah! [berteriak]
  1039. 38:11Astagfirullah! Astagfirullah! Ada
  1040. 38:13ibu-ibu teriak dari jalan utama kampung.
  1041. 38:15Disamperin lagi sama Bapak kan. "Ya apa
  1042. 38:17tuh?" Rupanya di situ ada Bu Darmi
  1043. 38:18namanya. Warga kampung juga. Waktu Bapak
  1044. 38:20nengok itu, posisinya dia lagi berdiri
  1045. 38:22dekat jalan tuh
  1046. 38:23pegang payung berbalik
  1047. 38:26kayak gitu, syok dia. Disamperin sama
  1048. 38:28Bapak, "Eh, Bu, Bu, Bu, sini, Bu, sini."
  1049. 38:30Bapak ajaklah Bu Darmi itu ke serambi
  1050. 38:32masjid diterangin, "Tenang, Bu, tenang."
  1051. 38:34Pas sudah agak tenang, Bu Darmi
  1052. 38:36"Pak
  1053. 38:37[tertawa]
  1054. 38:37Pak
  1055. 38:38tadi saya lihat ada perempuan pakai
  1056. 38:41mukena putih, Pak, keluar dari masjid
  1057. 38:44ini.
  1058. 38:45Dia senyum ke saya, Pak.
  1059. 38:47Waktu saya tengok
  1060. 38:48itu mukanya Santi
  1061. 38:50ya, Pak. Kayak Santi Eh, terus enggak
  1062. 38:52lama dia hilang.
  1063. 38:54Dia enggak lari, dia enggak apa, dia
  1064. 38:56hilang, Pak, makanya saya teriak." Itu
  1065. 38:58yang dibilang sama Bu Darmi itu. Jadi,
  1066. 38:59waktu sosok Santi itu keluar, Bapak
  1067. 39:01Rizki nyusulin, hilang sosok itu, tapi
  1068. 39:04ditangkap sama Bu Darmi. Nah, dia
  1069. 39:06hilangnya depan Bu Darmi. Waktu dengar
  1070. 39:08itu Bapak enggak kagetlah karena memang
  1071. 39:09deskripsi sosok yang dilihat sama Bu
  1072. 39:11Darmi itu kan sama persis kayak cewek
  1073. 39:13yang baru saja
  1074. 39:14Bapak lihat kan. Tapi, Bapak di situ
  1075. 39:15milih untuk menenangkan Bu Darmi.
  1076. 39:17"Sudah, Bu, sudah, itu bukan Santi,
  1077. 39:19Santi sudah enggak ada. Sudah, Bu, kita
  1078. 39:21doain saja sama-sama biar Santi tenang
  1079. 39:23ya, Bu, ya."
  1080. 39:24"Tadi saya betulan, Pak, saya lihat
  1081. 39:25Santi, Pak." "Sudah, Bu.
  1082. 39:27Bu, banyakin doa." Meski sudah
  1083. 39:29ditenangin sama Bapak, yang namanya
  1084. 39:31ibu-ibu kampunglah pula ya, kan.
  1085. 39:33Waktu nengok hantu, hantunya dia kenali
  1086. 39:35pula. Hantunya langsung diceritain ke
  1087. 39:36mana-mana. Dalam waktu singkat, nah, dia
  1088. 39:38itu sosok Mbak Santi pakai mukena yang
  1089. 39:40muncul di masjid itu. Itu langsung jadi
  1090. 39:42hot topic di kampung aku. Sebagian warga
  1091. 39:44percaya itu memang arwahnya Mbak Santi
  1092. 39:45yang gentayangan, tapi ada juga warga
  1093. 39:46yang meyakini kalau itu cuma jin yang
  1094. 39:48menyerupai Mbak Santi saja. Maaf, jatuh.
  1095. 39:50Terlepas dari apapun itu, yang jelas
  1096. 39:52warga makin yakin kalau kemunculan
  1097. 39:54sosoknya Mbak Santi kemungkinan memang
  1098. 39:56mau menyampaikan sesuatu
  1099. 39:58soal Mas Edo. Soalnya sudah dua kali
  1100. 40:00ini, Pak, ada kejadian berkaitan sama
  1101. 40:01Mbak Santi kan, yang juga sama-sama
  1102. 40:03nyebutin nama Mas Edo. Pertama
  1103. 40:05waktu Dewi kesurupan, kedua waktu
  1104. 40:07kejadian Bapak di masjid. Ngapa Mas Edo
  1105. 40:09disebutkan di dua kejadian ini? Di saat
  1106. 40:11warga masih menebak-nebak apa sebenarnya
  1107. 40:12pesan yang mau disampaikan sama Mbak
  1108. 40:13Santi
  1109. 40:14Bapak justru malah keingat kalau sebelum
  1110. 40:17kejadian dia lihat sosok perempuan yang
  1111. 40:19mirip sama Mbak Santi di masjid, wah.
  1112. 40:22Bapak tuh pernah beberapa kali mimpi
  1113. 40:23didatangi sama Mbak Santi. Bapak
  1114. 40:25ceritalah ke Rizki soal itu kan.
  1115. 40:28Bapak cerita, "Ki, yang Bapak tengok di
  1116. 40:29mimpi itu Mbak Santi pakai mukena putih,
  1117. 40:32Nak. Mukanya bersih, tenang, bercahaya.
  1118. 40:36Persis kayak sosok yang Bapak lihat di
  1119. 40:37masjid tuh. Bedanya kalau yang di mimpi
  1120. 40:40dia enggak ngomong apa-apa, Ki. Tapi di
  1121. 40:41situ dia ngomong. Edo yang disebut."
  1122. 40:44Nah, sampai sini mungkin kalian juga
  1123. 40:45heran. Ngapa dari sekian banyaknya orang
  1124. 40:47nah dia justru Bapak yang didatangi sama
  1125. 40:49sosok yang menyerupai Mbak Santi di
  1126. 40:50mimpi dan juga secara langsung pula ya
  1127. 40:52kan. Kalau memang sosok itu mau
  1128. 40:53nyampaiin pesan, ngapa dia enggak
  1129. 40:54datangi orang tuanya Pak Sabar, Bu Nur,
  1130. 40:57Fajar lah adiknya yang notabenenya
  1131. 40:59memang keluarga kandungnya Mbak Santi.
  1132. 41:00Kenapa bapaknya Rizki? Ah, di situ lah.
  1133. 41:04Bapak yang buka suara sendiri. Bapak
  1134. 41:05yang punya keyakinan
  1135. 41:07mungkin itu ada kaitannya sama kisah
  1136. 41:10masa lalunya Bapak dan Mbak Santi. Kita
  1137. 41:13flashback tentang masa kecilnya Mbak
  1138. 41:15Santi bersama Bapak ya.
  1139. 41:19Menurut cerita Bapak, wah. Waktu Mbak
  1140. 41:21Santi ini masih berusia sekitar 2 tahun
  1141. 41:23jauh sebelum Rizki sama kakaknya itu
  1142. 41:25lahir,
  1143. 41:26Mbak Santi ini sering dititipin ke Bapak
  1144. 41:29sama ibunya Rizki, wah. Karena Pak Sabar
  1145. 41:31sama Bu Nur waktu itu sama-sama bekerja
  1146. 41:33di pasar. Nah, waktu itu Bapak sendiri
  1147. 41:34sudah menetap di kampung. Ah, ini sejak
  1148. 41:36menikah gitu loh. Mereka pasangan baru
  1149. 41:38lah gitu. Nah, selama dijagain Mbak
  1150. 41:40Santi sering minta digendong sama Bapak,
  1151. 41:42ikut jalan-jalan sama Bapak, bahkan
  1152. 41:44sering juga tidur di pelukan Bapak waktu
  1153. 41:46kecil. Seiring berjalannya waktu Bapak
  1154. 41:48sama Ibu sudah menganggap Mbak Santi itu
  1155. 41:50kayak anak mereka sendiri, wah.
  1156. 41:52Mereka sayang kali sama Mbak Santi. Dan
  1157. 41:54ikatan itu juga selalu terjaga sampai
  1158. 41:56Mbak Santi dewasa. Bahkan nih Hana dia,
  1159. 41:58tiap kali hari eh hari raya Idul Fitri
  1160. 42:01rumah Rizki itu selalu jadi tujuan
  1161. 42:02pertamanya Mbak Santi sebelum dia
  1162. 42:04mengunjungi rumah kerabat yang lain.
  1163. 42:05Itulah kenapa bukan hanya adiknya Mbak
  1164. 42:07Santi, Fajar, yang bisa jadi sedekat itu
  1165. 42:10sama si Rizki dari kecil. Mbak Santi
  1166. 42:12juga bisa jadi seramah sebaik itu tiap
  1167. 42:14kali Rizky datang ke rumahnya karena
  1168. 42:15memang sudah menganggap Rizky juga kayak
  1169. 42:16adiknya sendiri. Terus yang paling sedih
  1170. 42:18Nadia, waktu Mbak Santi itu meninggal
  1171. 42:20Rizky ngelihat sendiri.
  1172. 42:21Bapak tuh berdiri lama kali Nadia di
  1173. 42:24tepi liang lahat. Bapak diam saja. Bapak
  1174. 42:26tengok saja ke liang lahat tuh. Enggak
  1175. 42:28ada air mata yang jatuh tapi dari sorot
  1176. 42:30matanya kelihatan kali Bapak merasa
  1177. 42:32kehilangan. Rizky pikir
  1178. 42:34dan Bapak juga berpikir hal yang sama.
  1179. 42:35Mungkin karena ikatan itulah Bapak jadi
  1180. 42:37sering dimimpiin bahkan juga didatangin
  1181. 42:40sama sosok yang mirip sama Mbak Santi
  1182. 42:42secara langsung. Dah tuh.
  1183. 42:45Di sisi lain
  1184. 42:46setelah mendengar cerita Bapak tentang
  1185. 42:48mimpi dan juga kejadian di masjid Rizky
  1186. 42:51juga makin kepikiran sama ucapan sosok
  1187. 42:53itu. Sosok itu berkali-kali nyebut nama
  1188. 42:55Mas Edo. Ucapan itu terus mengusik
  1189. 42:58pikiran aku Nadia.
  1190. 42:59Jadi aku pun mulailah mengaitkan antara
  1191. 43:02ucapan si sosok itu dengan kondisi Mbak
  1192. 43:05Santi sebelum dia meninggal. Soal mata
  1193. 43:07Mbak Santi yang lebam tuh loh. Dan
  1194. 43:09cerita dari Tata soal baju-baju yang
  1195. 43:11dilempar sama Mas Edo tuh. Mungkin nah
  1196. 43:14di titik itu ya
  1197. 43:16Rizky merasa memang ada rahasia besar
  1198. 43:19antara Mbak Santi sama Mas Edo yang
  1199. 43:20sampai saat itu masih belum diketahui
  1200. 43:23sama siapapun. Dan kecurigaan Rizky pun
  1201. 43:25makin diperkuat lagi pada saat
  1202. 43:28sahabatnya Mbak Santi yang bernama Mbak
  1203. 43:32Maya
  1204. 43:33menceritakan
  1205. 43:34[musik]
  1206. 43:35kejadian lain.
  1207. 43:37Masuk ke Mbak Maya.
  1208. 43:44Nah jadi Wa, Mbak Maya ini adalah
  1209. 43:46sahabat SMA-nya Mbak Santi. Waktu sudah
  1210. 43:48lulus sekolah Mbak Maya menikah dan
  1211. 43:50pindah ke kota lain. Nah pada saat itu
  1212. 43:53hubungan mereka tetap dekat Wa. Mbak
  1213. 43:54Maya sering curhat ke Mbak Santi lewat
  1214. 43:56chat atau juga lewat telepon pun
  1215. 43:57sebaliknya. Mbak Santi juga sering
  1216. 43:59curhat ke Mbak Maya. Tapi meskipun
  1217. 44:01hubungan mereka sedekat itu pihak
  1218. 44:03keluarganya Mbak Santi Fajar, Pak Sabar
  1219. 44:06sama Bu Nur itu enggak ada yang tahu
  1220. 44:08kalau mereka ini sahabatan. Kan juga
  1221. 44:09lumrah ya, keluarga inti kita tuh enggak
  1222. 44:11tahu siapa-siapa aja yang lagi dekat
  1223. 44:12sama kita gitu kan. Makanya waktu Mbak
  1224. 44:14Santi meninggal, Mbak Maya enggak
  1225. 44:16dikabarin. Nah, [musik]
  1226. 44:17tapi 2 bulan setelah kepergiannya Mbak
  1227. 44:20Santi, Wak, Mbak Maya ini tiba-tiba
  1228. 44:22nelpon Fajar.
  1229. 44:24"Halo, ini benar nomornya Fajar adiknya
  1230. 44:27Santi bukan ya?" Kata Mbak Maya. "Oh,
  1231. 44:29iya benar, Mbak. Ini siapa?" "Aku Maya,
  1232. 44:32teman SMA-nya Santi. Santi ganti nomor
  1233. 44:34ya, Dek? Kok aku hubungin beberapa kali
  1234. 44:36enggak bisa." Dengar nama kakaknya
  1235. 44:37disebut, Fajar cuman
  1236. 44:41"Mbak,
  1237. 44:42Mbak belum dapat kabar ya?" "Kabar apa?"
  1238. 44:44"Mbak, maaf.
  1239. 44:46Mbak Santi udah enggak ada." Kata Fajar
  1240. 44:48gitu. "Hah?
  1241. 44:50Enggak ada gimana?" "Mbak Santi udah
  1242. 44:51meninggal, Mbak." Katanya. Kaget sih
  1243. 44:53Mbak Maya. "Eh,
  1244. 44:54enggak mungkin! Orang Santi baru aja
  1245. 44:56datang ke rumah aku sebulan kemarin,
  1246. 44:58baru habis itu dia enggak bisa
  1247. 44:59dihubungi. Makanya aku coba cari kontak
  1248. 45:01kamu, Jar. Kamu jangan bercanda ya."
  1249. 45:02Katanya. Gantian Fajar yang kaget.
  1250. 45:04"Enggak mungkin, Mbak. Santi ke sana,
  1251. 45:05Mbak. Mbak Santi aja udah meninggal 2
  1252. 45:07bulan yang lalu kok." "Jar, sumpah, Jar.
  1253. 45:10Mbakmu datang ke rumah aku." "Aku juga
  1254. 45:12enggak mungkin bohong lah, Mbak. Mbak
  1255. 45:14Santi udah enggak ada. Mbak, kalau
  1256. 45:15enggak percaya aku fotoin ya, bentar
  1257. 45:16lagi aku kirim ya foto makamnya Mbak
  1258. 45:18aku." Katanya. Betul, Wak, ditunggu sama
  1259. 45:19Mbak Maya tuh. Itu saking dia enggak
  1260. 45:21percayanya kan.
  1261. 45:22Difoto, dikirim sama si Fajar. Kan di
  1262. 45:24situ kan tulis tuh nama sama wafatnya
  1263. 45:26tanggal berapa kan. Memang betul 2 bulan
  1264. 45:28yang lalu.
  1265. 45:30Cuma, Wak, Mbak Maya masih enggak
  1266. 45:32percaya. Akhirnya beberapa hari
  1267. 45:34setelahnya Mbak Maya datang langsung ke
  1268. 45:36rumahnya Fajar untuk mastiin [musik]
  1269. 45:38soal kabar itu. "Waktu dia nyampe ke
  1270. 45:40rumah aku nah dia." Kata Fajar.
  1271. 45:42Fajar, Pak Sabar, yang memang udah
  1272. 45:44diceritain sebelumnya
  1273. 45:46dari Fajar sama Bu Nur, akhirnya
  1274. 45:48ketemulah sama Mbak Maya. Mbak Maya
  1275. 45:50datang. Bapak aku yang buka omongan.
  1276. 45:52"Maya,
  1277. 45:53kami minta maaf enggak ngehubungin kamu.
  1278. 45:55Kami enggak punya nomor kamu. Tapi apa
  1279. 45:57yang disampaikan Fajar benar, Nak. Santi
  1280. 46:00udah enggak ada. Doain yang baik ya, Nak
  1281. 46:02ya, begitu." Barulah pecah nangisnya
  1282. 46:04Maya di situ, Nadia, katanya.
  1283. 46:06[menghela napas]
  1284. 46:07"Enggak mungkin, Pak, enggak mungkin,
  1285. 46:08Pak.
  1286. 46:09Santi masih datang ke rumah saya sebulan
  1287. 46:12kemarin, Pak. Saya yakin 100% itu
  1288. 46:15Santi." Pak Sabar, Bu Nur, sama Fajar
  1289. 46:18langsunglah nenangin Maya. "Tenang, Nak,
  1290. 46:20tenang, sudah." "Enggak, Pak, dia
  1291. 46:22datang, Pak, betulan." Sudah agak tenang
  1292. 46:23tuh, Mbak Maya diajak lawak ziarah ke
  1293. 46:26makamnya Mbak [musik] Santi.
  1294. 46:28Waktu nyampe di sana itu tuh betul-betul
  1295. 46:29ditengok sama mata kepalanya Mbak Maya
  1296. 46:31sendiri kan, ada nama lengkapnya Mbak
  1297. 46:33Santi, tanggal wafatnya di batu nisan.
  1298. 46:36Baru di situ Mbak Maya percaya kalau
  1299. 46:37Mbak Santi memang sudah meninggal.
  1300. 46:38"Waktu aku ngirim foto itu mungkin
  1301. 46:40enggak percaya dia, Nak, dia pikir aku
  1302. 46:41ngedit mungkin," kata si Fajar.
  1303. 46:42"Sudahlah, selang beberapa lama mereka
  1304. 46:45baliklah tuh ke rumah Pak Sabar lagi
  1305. 46:47kan."
  1306. 46:48Di situ Pak Sabar ceritain lawak
  1307. 46:49semuanya, termasuk soal kepergiannya
  1308. 46:51Mbak Santi dengan cara yang seperti itu.
  1309. 46:53Nah, habis Pak Sabar cerita, gantian
  1310. 46:55Mbak Maya yang cerita. "Pak, Bu, Fajar,
  1311. 46:59saya betulan enggak bohong.
  1312. 47:02Satu bulan kemarin Santi datang ke rumah
  1313. 47:05saya. Mukanya, posturnya, rambutnya,
  1314. 47:08semua Santi. Dan itu memang Santi,
  1315. 47:11enggak cuman mirip, itu Santi, Pak. Tapi
  1316. 47:13kalau ternyata sekarang saya tahu Santi
  1317. 47:15memang sudah meninggal, pasti yang
  1318. 47:16datang ke rumah saya itu bukan orang,
  1319. 47:18tapi sosok yang sudah menyerupai Santi.
  1320. 47:20Dan kalaupun iya,
  1321. 47:22sosok itu datang enggak cuman datang,
  1322. 47:24Pak,
  1323. 47:25tapi dia nyuruh saya untuk menunjukin
  1324. 47:27sesuatu ke kalian." Nah, Mbak Maya pun
  1325. 47:30mulai duluan nyeritain kejadian waktu
  1326. 47:32sosok Mbak Santi itu datang ke rumahnya
  1327. 47:33ya.
  1328. 47:35Jadi, satu bulan setelah Mbak Santi itu
  1329. 47:37meninggal lawak, sekitar jam 08.30
  1330. 47:39malam, Mbak Maya yang belum tahu apa-apa
  1331. 47:41nih ya, lagi mau siap-siap tidur di
  1332. 47:43kamar. Tapi enggak lama setelah dia
  1333. 47:45pejamin mata, terdengar suara pintu
  1334. 47:47rumahnya diketok.
  1335. 47:51Mbak Maya pikir itu suaminya, Mas Akbar,
  1336. 47:54baru balik dari shift malam. Kan Mbak
  1337. 47:55Maya sendirian waktu itu. Mbak Maya
  1338. 47:56pergilah buka pintu. Waktu dibuka
  1339. 48:00rupanya yang datang
  1340. 48:02Mbak Santi. Dia pakai baju sederhana dan
  1341. 48:05dia langsung
  1342. 48:07senyum ke Mbak Maya Wa. Kagetlah Mbak
  1343. 48:09Maya di situ kan, "Eh, Santi
  1344. 48:11kok ke sini enggak bilang-bilang? Kamu
  1345. 48:13sama siapa?" kata gitu. Nah, waktu
  1346. 48:14ditanya kayak gitu, dari yang pertama
  1347. 48:15yang masih senyum
  1348. 48:17"Kamu sama siapa?"
  1349. 48:20"Sama Edo."
  1350. 48:22Gitu langsung ekspresi wajahnya langsung
  1351. 48:24berubah dan Mbak Maya juga baru notice
  1352. 48:26kalau mukanya Mbak Santi tuh pucat kali.
  1353. 48:28Kan salaman mereka kan. Waktu dipegang
  1354. 48:30tangannya dingin kali Wa. "Eh, San kok
  1355. 48:33lagi sakit San? Ayo masuk dulu mana Mas
  1356. 48:35Edo suruhlah dia masuk juga." Mbak Santi
  1357. 48:37cuma bilang, "Edo nunggu di dekat gang.
  1358. 48:38Aku cuman mau ketemu kamu bentar aja
  1359. 48:40kok. Aku pengen bilang sesuatu."
  1360. 48:41katanya. Mbak Maya ngajaklah masuk Mbak
  1361. 48:43Santi kan ke ruang tamu. Terus Mbak Maya
  1362. 48:46bikinin teh hangat Wa. Udah bikin, balik
  1363. 48:49lagi ke sofa tempat Mbak Santi nunggu
  1364. 48:51sambil bawa teh yang dia buat [musik]
  1365. 48:53tadi. Taruhlah tehnya. Nah, pas lagi
  1366. 48:55duduk ini waktu lagi
  1367. 48:56bawa taruh teh
  1368. 48:58Mbak Santi enggak bilang makasih, enggak
  1369. 49:00ada nanya kabar kayak normalnya orang
  1370. 49:02bertamu ya kan.
  1371. 49:04Tapi Mbak Santi kayak waktu angkatnya
  1372. 49:05begini
  1373. 49:10dia nengok mukanya Mbak Maya terus. "Nih
  1374. 49:13Santi minum." Dia masih kayak
  1375. 49:20Enggak ada ditengoknya teh yang dibawa
  1376. 49:21Mbak Maya tuh, enggak ada juga bilang
  1377. 49:22makasih apa enggak ada. Ditengok aja.
  1378. 49:23Mbak Santi kayak
  1379. 49:25"Ngapain anak nih?" Mungkin dalam
  1380. 49:27hatinya kayak gitu kan. Ditanya
  1381. 49:28langsung, "Ngapain San?" Mbak Santi
  1382. 49:29enggak langsung jawab Wa. Dia langsung
  1383. 49:30ambil teh itu, dia minum teh hangat tuh.
  1384. 49:34Dia minum lumayan banyak tuh hampir
  1385. 49:36setengahnya lah.
  1386. 49:38Ditaruhnya. Terus enggak lama
  1387. 49:40Mbak Santi nanya
  1388. 49:41"Maya, kamu masih nyimpen semua chat
  1389. 49:44curhatanku tentang Edo kan?" Waktu
  1390. 49:46denger itu
  1391. 49:48"Iya, masih. Chatmu juga enggak pernah
  1392. 49:49ku hapus. Mengapa?" "Tolong simpan
  1393. 49:51baik-baik ya May. Mungkin suatu saat
  1394. 49:53nanti orang tuaku butuh baca chat itu.
  1395. 49:56Hah?
  1396. 49:56Maksudnya apa, San? Klen kenapa?
  1397. 49:58Ceritalah, enggak apa-apa, May.
  1398. 50:00Pokoknya makasih ya.
  1399. 50:02Kamu udah jadi sahabat terbaik aku. Aku
  1400. 50:04titip Tata.
  1401. 50:06Kalau kamu ada waktu, sempetin juga
  1402. 50:08nanti nengok orang tuaku ya. Tolong
  1403. 50:10sampaikan semua yang pernah kuceritakan
  1404. 50:13ke kau, katanya.
  1405. 50:14Itu katanya. Semakin enggak enaklah
  1406. 50:16perasaan Mbak Maya waktu dengar itu,
  1407. 50:17Wak. Kok ni kenapa sih, San? Hah?
  1408. 50:19Udahlah, enggak usah ngomong terlalu
  1409. 50:20kayak gitu, ah. Ceritalah, San, kau
  1410. 50:21kenapa? Enggak dijawab sama Mbak Santi.
  1411. 50:23Mbak Santi lanjut ngomong. Maafin aku
  1412. 50:25ya, May, kalau selama ini banyak salah
  1413. 50:26ke kau. Doain [musik] aku ya, katanya.
  1414. 50:28Habis ngomong kayak gitu, Santi langsung
  1415. 50:30tegak, Wak. Mbak Santi langsung berdiri.
  1416. 50:32Dia kasih gestur kayak gini.
  1417. 50:36Minta [musik] dipeluk. Dipeluklah,
  1418. 50:38disambutlah pelukan sama Mbak Maya kan.
  1419. 50:40Peluk.
  1420. 50:41Dan pelukan itu lama kali katanya
  1421. 50:43dipeluk.
  1422. 50:44Dia diam dipeluk.
  1423. 50:47Disambut peluk.
  1424. 50:48Udah habis itu, dia senyum sama Mbak
  1425. 50:50Maya.
  1426. 50:52Aku pamit ya, May.
  1427. 50:53Nah, di situ perasaan Mbak Maya tuh
  1428. 50:55makin enggak enak, Wak. Entah ngapa
  1429. 50:56ucapan tuh kok terdengar kayak orang
  1430. 50:58yang mau
  1431. 50:59pergi jauh ya, terus enggak balik-balik
  1432. 51:00lagi gitu loh. Udah. Udah habis ngomong
  1433. 51:03gitu, Santi langsung jalan keluar rumah.
  1434. 51:06Mbak Maya juga perhatiin masih sambil
  1435. 51:08kayak
  1436. 51:09Ah, udah.
  1437. 51:10Tuh aja.
  1438. 51:12Diikutin kan. Dan dalam sepersekian
  1439. 51:13detik waktu si Mbak Santi keluar
  1440. 51:16diikutin sama Mbak Maya dari belakang,
  1441. 51:19hilang itu Mbak Santi, Wak. Dan pada
  1442. 51:22saat Mbak Santi itu hilang, badannya
  1443. 51:24Mbak Maya duk, langsung kepental. Terus
  1444. 51:26waktu buka mata, klen tahu Mbak Maya di
  1445. 51:29mana, Wak?
  1446. 51:30Dia lagi tiduran di sofa ruang tamu.
  1447. 51:32Tiduran. Lagi tidur di sofa.
  1448. 51:35Santi hilang, Maya kepental, dia kayak
  1449. 51:38hah,
  1450. 51:40di atas ah, kan terjatuh kan. Di atas
  1451. 51:42ini, di atas sofa ruang tamu. Apa enggak
  1452. 51:44terkejut? Eh.
  1453. 51:46Kok aku di sini?
  1454. 51:47Padahal baru sepersekian detik
  1455. 51:49sebelumnya dia lagi berdiri ngelihat
  1456. 51:51kawannya tiba-tiba hilang. Kok tiba-tiba
  1457. 51:53dia ada di di atas sofa.
  1458. 51:54Aku mimpi Santi datang nih berarti, iya
  1459. 51:57kan?
  1460. 51:57Masih bisa kita pikir kayak gitu kan.
  1461. 51:59Langsunglah si Maya nengok ke sekeliling
  1462. 52:01ruang tamu. Pintu rumahnya terbuka.
  1463. 52:04Jendela rumahnya enggak terkunci.
  1464. 52:07Terus di atas meja ruang tamu ada
  1465. 52:10segelas teh yang tinggal separuh. Teh
  1466. 52:13yang disajikan ke Mbak Santi itu.
  1467. 52:14Diminum sama Mbak Santi kan. Tinggal
  1468. 52:16setengah. Yang kalau memang dalam mimpi.
  1469. 52:18Di satu sisi Mbak Maya pikir yang
  1470. 52:19terjadi barusan itu mimpi. Soalnya kan
  1471. 52:22enggak mungkin nih. Mbak Santi tiba-tiba
  1472. 52:23datang hilang gitu aja ya kan. Tapi di
  1473. 52:25sisi lain
  1474. 52:26kalau memang cuman mimpi terus siapa
  1475. 52:28yang ngapain aku buka pintu? Terus siapa
  1476. 52:30yang minum teh di atas meja tamu nih?
  1477. 52:32masuk akal kan Wak.
  1478. 52:33Badan Mbak Maya langsung merinding. Maya
  1479. 52:35cepat-cepat langsung kunci pintu, kunci
  1480. 52:37jendela, masuk ke dalam kamar. Maya
  1481. 52:39betul-betul enggak bisa tidur. Sampailah
  1482. 52:40itu lakinya balik, Mas Akbar pulang.
  1483. 52:42Maya ceritain lah Mas tadi
  1484. 52:43gini-gini-gini. Suami si Maya bilang itu
  1485. 52:45cuman mimpi aja tuh Dek, enggak usah lah
  1486. 52:47terlalu dipikirkan katanya. Maya masih
  1487. 52:49enggak percaya Wak. Dia ngerasa ini
  1488. 52:50enggak nih. Enggak itu yang tadi kurasa
  1489. 52:52aku nyata kali. Kurasa pelukan dia,
  1490. 52:54kurasa tangan dia dingin, kura kutengok
  1491. 52:56dia hilang. Nah, untuk memastikan hal
  1492. 52:58itu barulah Mbak Maya coba hubungin
  1493. 53:01Santi.
  1494. 53:03Nah, dari situ Wak sampai sebulan ke
  1495. 53:05depan Mbak Santi enggak pernah balas
  1496. 53:07chat. Ditelepon enggak pernah nyambung.
  1497. 53:09Sampai akhirnya Mbak Maya nyarilah
  1498. 53:10kontak Fajar. Dan baru di situlah Mbak
  1499. 53:12Maya dapat kabar kalau Mbak Santi sudah
  1500. 53:14meninggal.
  1501. 53:15[musik]
  1502. 53:15Itu yang diceritain sama Mbak Maya. Itu
  1503. 53:17yang dialami makanya dia syok kali.
  1504. 53:19Santi meninggal.
  1505. 53:20Entah mimpi atau bukan, tapi Maya
  1506. 53:22percaya kedatangannya Mbak Santi pasti
  1507. 53:24ada maksudnya. Dan kemungkinan juga
  1508. 53:26meninggalnya Mbak Santi ada kaitannya
  1509. 53:28sama apa yang dia minta.
  1510. 53:30Curhatan-curhatannya
  1511. 53:31Mbak Santi soal Mas Edo semasa masih
  1512. 53:34hidup. Makanya sosok itu nitipin pesan
  1513. 53:36buat nyampein apa tadi pesannya?
  1514. 53:38Sampaikan isi chat-nya ke keluarga. Itu
  1515. 53:41kan pesannya. Dan sesuai pesan itu, Wak,
  1516. 53:44Mbak Maya pun nunjukinlah dia bawa
  1517. 53:45HP-nya kan. Dia tunjukkanlah
  1518. 53:47chat-chatnya Mbak Santi ke keluarganya
  1519. 53:49Fajar. Di chat-chat itu kelihatan, Wak,
  1520. 53:51di tanggal-tanggal sebelum
  1521. 53:54Mbak Santi eh meninggal atau sebelum dia
  1522. 53:56lost contact sama Mbak Maya, kelihatan
  1523. 53:58curhatan dia tentang dia sering berantem
  1524. 54:01sama Mas Edo. Nah, cuma di chat itu Mbak
  1525. 54:03Santi enggak jelasin detail masalahnya
  1526. 54:05apa, Wak.
  1527. 54:06Tapi katanya
  1528. 54:07dari kesimpulan chat itu, Mas Edo main
  1529. 54:10tangan. Nah, cerita ini juga match kan,
  1530. 54:13Wak, sama apa yang dibilang Wak Rizki
  1531. 54:15pertama itu soal matanya Mbak Santi yang
  1532. 54:17lebam-lebam. Rizki kan juga sempat duga
  1533. 54:19Mbak Santi ini mungkin KDRT kan, ya kan
  1534. 54:21disampein Pak mungkin
  1535. 54:23Mas Edo udah KDRT, Pak. Santi yang
  1536. 54:26ngomong langsung di chat tuh. Nah, waktu
  1537. 54:27dengar itu, waktu udah dilihatin chat
  1538. 54:29itu, entah ngapa
  1539. 54:32baik Fajar, Pak Sabar, Bu Nur, orang
  1540. 54:35tuanya Mbak Santi nih, tetap enggak
  1541. 54:37percaya, Wak.
  1542. 54:38Kalau Mas Edo udah KDRT ke almarhumah
  1543. 54:41anaknya. Mereka tetap denial, Wak,
  1544. 54:43mereka bertiga. Enggak mungkin Edo kayak
  1545. 54:44gitu. Dia selalu baik sama kami. Dia
  1546. 54:47juga selalu sayang sama Santi.
  1547. 54:49Gitu. Mbak Maya kira bilang, saya
  1548. 54:50sebenarnya juga enggak mau suuzon ya,
  1549. 54:52Pak, Bu, ujar. Tapi itu Santi sendiri
  1550. 54:54yang bilang, udahlah, Nak, semua udah
  1551. 54:55berlalu. Menantu kami itu orang baik.
  1552. 54:58Kami percaya dia enggak mungkin kayak
  1553. 54:59gitu ke
  1554. 55:01Santi. Toh enggak ada juga bukti apapun
  1555. 55:02soal KDRT itu kan. Kita doain aja
  1556. 55:04sama-sama semoga dia tenang di dalam
  1557. 55:06sana. Jadi Mbak Maya udah enggak berani
  1558. 55:07komentar lebih jauh lagi, Wak, takutnya
  1559. 55:08dikira fitnah orang pula. Nah, akhirnya
  1560. 55:10setelah ngobrol-ngobrol cukup lama Mbak
  1561. 55:13Maya pun pamit pulang. Sampai di sini
  1562. 55:15meskipun teka-teki soal Mas Edo masih
  1563. 55:17belum terjawab tadi KDRT atau enggak
  1564. 55:19nih,
  1565. 55:20[mendengus]
  1566. 55:20tapi seenggaknya Mbak Maya udah jauh
  1567. 55:22lebih plong karena Mbak Maya sudah
  1568. 55:24menyampaikan pesan sosok itu ke
  1569. 55:26keluarganya Mbak Santi.
  1570. 55:30Nah, seiring berjalannya waktu, hubungan
  1571. 55:32keluarganya Mas Edo sama keluarga Fajar,
  1572. 55:34Wak, itu juga masih baik-baik aja. Mas
  1573. 55:36Edo pernah sekali berkunjung ke rumah
  1574. 55:38mertuanya sambil bawa Tata, ya kan? Dan
  1575. 55:40beberapa kali juga Mas Edo sering
  1576. 55:41menelepon kalau ada waktu atau ada
  1577. 55:43keperluan. Pun Rizky, Wawa, juga
  1578. 55:45kadang-kadang masih suka tuh, Wak,
  1579. 55:46dimintain tolong mampir nanti ya ke
  1580. 55:48rumahnya Edo, rumah Mbak Santi dulu itu,
  1581. 55:51bawa sayur, bawa kebutuhan untuk Edo,
  1582. 55:53buat Tata. Cuman setelah tadi itu loh,
  1583. 55:55kabar-kabar tentang Mbak Santi menyeruak
  1584. 55:58di kampung, sebelum pergi ke sana, aku
  1585. 55:59tuh selalu dititipin pesan sama orang
  1586. 56:01tuanya Mbak Santi, "Jaga rahasia, ya.
  1587. 56:04Jangan sampai Edo tahu soal gangguan
  1588. 56:06yang berkaitan sama
  1589. 56:08almarhumah istrinya yang terjadi di
  1590. 56:09kampung A itu ataupun yang terjadi di
  1591. 56:11rumahnya Mbak Maya. Jangan buka suara,
  1592. 56:12ya, karena mereka tuh enggak mau bikin
  1593. 56:14Mas Edo tambah kepikiran, Wak. Ditambah
  1594. 56:15lagi juga beberapa bulan setelah Mbak
  1595. 56:18Santi itu berpulang, Tata, anak mereka
  1596. 56:20satu-satunya, juga minta pindah ke
  1597. 56:22rumahnya Fajar, ke rumah Omnya, karena
  1598. 56:25katanya dia enggak betah tinggal berdua
  1599. 56:26sama Bapak, sepi gitu loh, karena
  1600. 56:27Bapaknya juga sering kerja, kan? Nah,
  1601. 56:29dari situ Tata pun pindahlah ke kampung
  1602. 56:32A sekaligus juga pindah sekolah di dekat
  1603. 56:34sana. Sementara Mas Edo tetap tinggal di
  1604. 56:36rumahnya, Wak, sendirian. Karena dia
  1605. 56:38harus kerja, tapi hubungan mereka,
  1606. 56:40hubungannya Mas Edo sama keluarga
  1607. 56:41almarhumah, masih sangat baik. Nah,
  1608. 56:43awalnya keluarganya Fajar ini mikir Mas
  1609. 56:45Edo pasti baik-baik saja tinggal
  1610. 56:46sendirian dan kemungkinan dia juga pasti
  1611. 56:48enggak pernah didatangin sama arwahnya
  1612. 56:49Mbak Santi karena dia enggak tinggal di
  1613. 56:51kampung A. Pun juga Mas Edo enggak
  1614. 56:53pernah cerita apa-apa, Wak. Ditambah
  1615. 56:54lagi gangguan yang ada di kampung A pun
  1616. 56:56berangsur-angsur mulai berhenti. Tapi
  1617. 56:58rupanya belakangan baru diketahui kalau
  1618. 57:01Mas Edo
  1619. 57:03justru yang ngalamin gangguan paling
  1620. 57:05parah di rumahnya, Wak. Semua itu
  1621. 57:08diceritakan sama Wawa ketiga kita.
  1622. 57:11Sepupunya Fajar sekaligus juga kawannya
  1623. 57:14Rizky yang lain
  1624. 57:15yang bernama Dimas.
  1625. 57:18Nah, nah Dimas ini, Wak, dulunya kerja
  1626. 57:20di lapak buahnya Mas Edo. Dimaslah yang
  1627. 57:22menjadi saksi betapa ekstremnya gangguan
  1628. 57:25yang terjadi di rumah Mas Edo.
  1629. 57:28Masuk ke cerita Dimas.
  1630. 57:36Jadi Wa, selama kerja di lapak buahnya
  1631. 57:38Mas Edo ini Dimas mengontrak rumah yang
  1632. 57:41letaknya enggak begitu jauh dari pasar
  1633. 57:42tempat lapak buah Mas Edo berada. Nah,
  1634. 57:44setelah Mbak Santi meninggal selama
  1635. 57:45beberapa hari lapak buah itu dipasrahkan
  1636. 57:47ke Dimas. Soalnya kan Mas Edo masih ikut
  1637. 57:49acara 7 harian di kampung A kan. Terus
  1638. 57:51Mas Edo ini juga sempat istirahat di
  1639. 57:52rumah Wa karena kurang enak badan.
  1640. 57:54Setelah beberapa hari berlalu, Mas Edo
  1641. 57:56pun mulai jualan lagi di pasar. Dimas
  1642. 57:59udah stand by di lapak ya kan. Nah, pas
  1643. 58:01Mas Edo datang ke pasar
  1644. 58:04kaget aku Nat
  1645. 58:05waktu ngelihat perubahan yang mencolok
  1646. 58:08dari fisiknya Mas Edo. Muka Mas Edo
  1647. 58:10pucat, matanya cekung, badannya kurus
  1648. 58:13sekali Nat. Dan selama jaga lapak itu
  1649. 58:16dia juga
  1650. 58:20melamun. Awalnya Dimas masih nganggap
  1651. 58:22masih wajar ini. Gimana pun namanya
  1652. 58:23kehilangan pasangan hidup pasti sedihnya
  1653. 58:25bukan main ya kan. Mungkin karena itulah
  1654. 58:27Mas Edo jadi kelihatan lesu kali kayak
  1655. 58:29gini. Nah, sekitar 20 hari setelah
  1656. 58:31kepergiannya Mbak Santi, setelah dia
  1657. 58:33pulang dari kampung A
  1658. 58:34kondisi Mas Edo bukannya membaik tapi
  1659. 58:37malah sebaliknya. Badannya tambah kurus
  1660. 58:39Nat, dia kurus kering bahkan kayak orang
  1661. 58:41enggak makan berhari-hari. Dan selain
  1662. 58:42itu
  1663. 58:44sikap Mas Edo juga udah mulai aneh Wa.
  1664. 58:46Entah kenapa suatu hari tiba-tiba Mas
  1665. 58:47Edo ngomong kayak gini sama Dimas, "Dim
  1666. 58:50kau mau enggak tinggal di rumah aku?
  1667. 58:52Sepi di rumah." Katanya gitu. Dengar itu
  1668. 58:54aku kaget Nat. Kenapa kok ya bos aku
  1669. 58:56tiba-tiba nawarin tinggal bareng ya kan.
  1670. 58:57Soalnya setahu Dimas Wa, Mas Edo ini
  1671. 59:00kurang suka tinggal sama orang lain
  1672. 59:01kecuali sama anak sama istrinya.
  1673. 59:03Jatuhnya Mas Edo ini kan masih sepupunya
  1674. 59:05sepupu iparnya Dimas kan Wa. Dimas sama
  1675. 59:07Mbak Santi sepupuan. Jadi wajar si Dimas
  1676. 59:09ini tahu sisi lain bosnya. Mas Edo
  1677. 59:11nambahin lagi daripada uang kau habis
  1678. 59:13buat bayar kontrakan, mending kau
  1679. 59:14tinggal di rumah aku aja ya katanya.
  1680. 59:16Sebenarnya ucapannya Mas Edo tuh ada
  1681. 59:17betulnya juga Nat. Kalau misalnya nerima
  1682. 59:19tawaran itu aku udah enggak perlu lagi
  1683. 59:20ngeluarin biaya buat bayar kontrakan
  1684. 59:22kan. Tapi aku juga mikir kalau tinggal
  1685. 59:24serumah sama atasan pasti enggak sebebas
  1686. 59:27kau tinggal sendirian. Jadi aku tuh eh
  1687. 59:28enggak usah lah Mas. Aku biar ngontrak
  1688. 59:30aja kata gitu. Di luar dugaan, Mas Edo
  1689. 59:32malah masih terus-terusan ngedesak aku
  1690. 59:34nah. San sudahlah San, ayolah San.
  1691. 59:36Tinggal sama aku ya San. Sudah enggak
  1692. 59:37usah bayar apa-apa, nanti kau makan juga
  1693. 59:39di rumahku gratis ku kasih. Uang bayar
  1694. 59:40kontrakan kan bisa kau kirim buat orang
  1695. 59:41rumah, lumayan Dim. Ya. Sudahlah ya,
  1696. 59:44pokoknya mulai besok kau tinggal di
  1697. 59:45rumah aku ya. Maksa nah. Nah karena
  1698. 59:47didesak-desak terus lama-lama aku juga
  1699. 59:49jadi enggak enak, aku juga kerja sama
  1700. 59:50dia kan. Jadi ya sudah.
  1701. 59:52Beberapa hari kemudian, Dimas
  1702. 59:54langsunglah pindah Wak ke rumahnya Mas
  1703. 59:56Edo.
  1704. 59:56Pas pertama kali aku masuk ke rumah itu
  1705. 59:59Nadia, hal pertama yang langsung aku
  1706. 1:00:01notice adalah hawa di rumah itu dingin
  1707. 1:00:05kali.
  1708. 1:00:06Dingin.
  1709. 1:00:07Terutama bagian dapur. Ini tuh yang
  1710. 1:00:09bikin dingin tuh bukan karena AC Wak ya,
  1711. 1:00:11bukan juga karena hujan, tapi memang
  1712. 1:00:13dingin yang nusuk tulang tuh Wak. Nah,
  1713. 1:00:15suasana rumah itu juga sunyi kali.
  1714. 1:00:16Apalagi sejak Tata sudah pindah ke rumah
  1715. 1:00:18Fajar. Waktu Dimas datang pertama Tata
  1716. 1:00:19masih di situ. Cuma waktu Tata sudah
  1717. 1:00:21pindah Nadia, uh makin sepi rumah tuh,
  1718. 1:00:23apalagi kalau malam. Waktu itu Dimas
  1719. 1:00:25belum pikiran yang gimana-gimana Wak,
  1720. 1:00:26dia juga orangnya pemberani. Jadi hawa
  1721. 1:00:29dingin dan suasana rumah yang sepi tadi
  1722. 1:00:31tidak terlalu diambil pusing sama Dimas.
  1723. 1:00:32Yang penting aku bisa nghemat
  1724. 1:00:34pengeluaran ya kan, dah.
  1725. 1:00:36Dimas dikasihlah tidur di kamar tengah,
  1726. 1:00:38kamar depan tuh kamar pas sampingnya
  1727. 1:00:40kamar si Dimas tuh kamarnya Mas Edo. Dan
  1728. 1:00:42kamarnya Dimas ini, kalau kalian buka
  1729. 1:00:44pintu itu langsung menghadap ke dapur,
  1730. 1:00:46tempat almarhumah mengakhiri hidupnya.
  1731. 1:00:50Tinggallah di situ. Nah selama beberapa
  1732. 1:00:51hari tinggal di sana, Dimas enggak
  1733. 1:00:53ngalamin apa-apa Wak.
  1734. 1:00:55Tapi
  1735. 1:00:56ada beberapa tetangga-tetangga sekitar
  1736. 1:00:58yang malah kepo nanya ke aku nah.
  1737. 1:01:00Tahu-tahu ketemu kan, Mas Dimas
  1738. 1:01:03kamu pernah ngalamin yang aneh-aneh
  1739. 1:01:04enggak di rumahnya Edo? Hah? Aneh gimana
  1740. 1:01:06Bu? Ya apa pun. Enggak. Aman-aman aja
  1741. 1:01:08saya tinggal di sana. Dan itu yang nanya
  1742. 1:01:09enggak cuma satu dua orang ya Nadia.
  1743. 1:01:11Banyak. Dimas juga sempat heran, ngapa
  1744. 1:01:12orang banyak nanyain kayak gitu? Emang
  1745. 1:01:14kenapa rumahnya Mas Edo? Ya aku tahu nih
  1746. 1:01:15tempat almarhumah mengakhiri hidupnya.
  1747. 1:01:18Tapi kenapa kok malah dikait-kaitkan ke
  1748. 1:01:20ke gitu loh. Dimas kan pemberani
  1749. 1:01:21orangnya. Toh juga enggak ada apa-apa.
  1750. 1:01:23Kan, selama berhari-hari Dimas yang
  1751. 1:01:25awalnya bisa cuek lama-lama juga jadi
  1752. 1:01:27kepikiran Wa sama ucapan
  1753. 1:01:28tetangga-tetangga tuh karena ditanyain
  1754. 1:01:30terus. Sampailah di malam ke-7 Dimas
  1755. 1:01:33nginap di sana
  1756. 1:01:35barulah Dimas paham kenapa
  1757. 1:01:37tetangga-tetangga [musik] aku nanyain
  1758. 1:01:38soal rumahnya ini. Jadi
  1759. 1:01:42waktu itu sekitar tengah malam di malam
  1760. 1:01:44ke-7 ya nginap di sana
  1761. 1:01:46eh tinggal di sana
  1762. 1:01:47sekitar tengah malam Dimas nih sudah
  1763. 1:01:49tidur di kamarnya.
  1764. 1:01:51Tapi enggak lama Dimas kebangun gegara
  1765. 1:01:53dengar pintu kamarnya dibuka. Krek,
  1766. 1:01:56waktu dia tengok rupanya Mas Edo Wa
  1767. 1:01:58masuk ke dalam kamarnya enggak pakai
  1768. 1:02:00permisi. Masuk dia enggak ngomong
  1769. 1:02:02apa-apa juga. Dia langsung jalan ke atas
  1770. 1:02:04kasur tiduran di sampingnya Dimas.
  1771. 1:02:07Ditanyalah nah loh "Kenapa Mas?" "Aku
  1772. 1:02:09numpang tidur di sini ya Dim
  1773. 1:02:12AC kamarku mati panas" katanya. "Oh iya
  1774. 1:02:14Mas tidurlah". Sudah tuh aku tidur lagi
  1775. 1:02:16kubelakanginlah Mas Edo kan ngadep
  1776. 1:02:18belakangan. Ah belum sampai 30 menit dia
  1777. 1:02:20tidur kebangun lagi Dimas tapi matanya
  1778. 1:02:23masih terpejam
  1779. 1:02:24karena
  1780. 1:02:26dia dengar kayak ada suara orang
  1781. 1:02:28dicekik. Tidur enggak dia?
  1782. 1:02:31Ah
  1783. 1:02:32ah
  1784. 1:02:33ah
  1785. 1:02:35ah duh suaranya makin lama makin kencang
  1786. 1:02:37Wa dan arah suaranya dari belakang dia
  1787. 1:02:39dari belakang punggungnya which is dari
  1788. 1:02:41tempat Mas Edo tidur. Dimas pikir
  1789. 1:02:44ketindihan ini Mas Edo kan.
  1790. 1:02:46Dia buka mata lah buka dengan niat mau
  1791. 1:02:48ngebangunin Mas Edo.
  1792. 1:02:50Dia buka dia balikin badannya di situlah
  1793. 1:02:53Dimas sang pemberani syok [mendengus]
  1794. 1:02:55sejadi-jadinya karena dia lihat di atas
  1795. 1:02:57badannya Mas Edo Wa. Mas Edo tidur
  1796. 1:02:59telentang dia ngadep belakang.
  1797. 1:03:02Dia lihat ada sosok makhluk rambutnya
  1798. 1:03:05panjang bajunya putih tapi lusuh
  1799. 1:03:09mukanya harus kalian ingat ya mukanya
  1800. 1:03:11merah
  1801. 1:03:12bola matanya melotot sampai keluar Wa
  1802. 1:03:15lidahnya nah
  1803. 1:03:17ngejulur panjang sambil netesin
  1804. 1:03:19cairan-cairan hitam.
  1805. 1:03:20Kuku-kukunya hitam panjang, melengkung
  1806. 1:03:23sampai dia lihat nancap ke bantalnya Mas
  1807. 1:03:26Edo.
  1808. 1:03:27Karena sosok itu lagi apa?
  1809. 1:03:29Selain dia lagi nindihin Mas Edo, dia
  1810. 1:03:31nyengkram lehernya Mas Edo, Tok Lek.
  1811. 1:03:33Sampai Tok
  1812. 1:03:36Itu yang ku tengok, Nak. Sambil dia
  1813. 1:03:38nyekek, sambil dia Tok
  1814. 1:03:41Gitu. Waktu nengok itu badan aku panas
  1815. 1:03:42dingin aja. Itu badanku enggak bisa
  1816. 1:03:44digerakin. Dan sosok itu enggak noleh ke
  1817. 1:03:46aku. Dia fokus ke si Mas Edo aja. Baru
  1818. 1:03:48kali itu aku tengok sosok semengerikan
  1819. 1:03:51itu. Dari jarak dekat pula. Dimas yang
  1820. 1:03:53ngeblank enggak tahu harus ngapain. Ya
  1821. 1:03:54kan dia cuma bisa istigfar aja.
  1822. 1:03:55Astigfarullah, astigfarullah.
  1823. 1:03:58Astigfarullah, astigfarullah.
  1824. 1:03:59Tapi bukannya pergi, Wak.
  1825. 1:04:01Sosok itu malah makin kelihatan wujudnya
  1826. 1:04:03kayak
  1827. 1:04:06Gitu mau sudah.
  1828. 1:04:07[tertawa]
  1829. 1:04:09Ah, sudah. Ya sudah, meninggal lah itu
  1830. 1:04:10Mas Edo. Di tengah panik itu, entah dia
  1831. 1:04:12dapat kekuatan dari mana.
  1832. 1:04:13Dimas bisa langsung ngegerakin
  1833. 1:04:15tangannya, Wak. Terus dia kayak
  1834. 1:04:19Ditampaknya pipinya Mas Edo. Maksudnya
  1835. 1:04:21biar bangun Mas Edo. Bangun, Mas. Habis
  1836. 1:04:23nampar Edo itu, kalian tahu apa yang
  1837. 1:04:24terjadi sama si Dimas? Dia tampar, dia
  1838. 1:04:26langsung terbalik badannya kayak gini.
  1839. 1:04:29Berguling jatuh bawah kasur, Tok Lek.
  1840. 1:04:31Jatuh terguling lantai.
  1841. 1:04:34Ah, paham kalian kan? Bisa terbayang ya?
  1842. 1:04:35Waktu badanku jatuh brak, hilang suara
  1843. 1:04:38ketawa. Aku langsung
  1844. 1:04:40Ku toleh lah ke kasur lagi. Sosok itu
  1845. 1:04:42sudah enggak ada, Wak.
  1846. 1:04:44Mas Edo juga sudah bangun. Mas Edo sudah
  1847. 1:04:46[terengah-engah]
  1848. 1:04:49Mukanya pucat, itu dahinya basah tuh
  1849. 1:04:51keringat. Waktu kayak gitu entah aku
  1850. 1:04:52pikir apa? Mimpi kah aku ini? Iya kan?
  1851. 1:04:56Aku jatuh, badanku masih gemetaran tapi
  1852. 1:04:58di situ, Nak. Tapi dia tetap berusaha
  1853. 1:04:59tenang. Dia naik ke atas kasur. Dia
  1854. 1:05:01harus fokus ke Mas Edo dulu nih kan.
  1855. 1:05:03Mas, enggak apa-apa, Mas?
  1856. 1:05:05[terengah-engah]
  1857. 1:05:07Enggak apa-apa. Enggak enggak apa-apa.
  1858. 1:05:09Ketindihan aja aku. Aku enggak tahu
  1859. 1:05:10harus bereaksi kayak gimana, Nak, dia.
  1860. 1:05:12Soalnya aku ngelihat sendiri Mas Edo ini
  1861. 1:05:13bukan ketindihan. Dia betul-betul
  1862. 1:05:16ditindih dan dicekek sama sosok muka
  1863. 1:05:18merah, ya kan. Tapi karena Dimas dengar
  1864. 1:05:21Mas Edo bilang enggak apa-apa, ya Dimas
  1865. 1:05:22mikir Mas Edo enggak tahulah apa yang
  1866. 1:05:24sebenarnya tadi dia lihat. Sebenarnya
  1867. 1:05:25aku bukan ketindihan tuh, Mas, aku
  1868. 1:05:26dicekek. Enggak mungkin aku ngomong
  1869. 1:05:27kayak gitu. Jadi, titik itu Dimas simpan
  1870. 1:05:30rapat-rapat cerita soal makhluk muka
  1871. 1:05:32merah tadi. Dan kalau kalian ngeh,
  1872. 1:05:33kejadian yang dialami sama Dimas hampir
  1873. 1:05:35sama seperti Maya. Sama-sama ngerasa ini
  1874. 1:05:38mimpi, tapi kok kayak nyata
  1875. 1:05:41Dah, habis mengalami kejadian itu, Dimas
  1876. 1:05:43masih tetap tinggal di rumahnya Mas Edo,
  1877. 1:05:45Wak. Dia kan memang pemberani, ya kan.
  1878. 1:05:47Aku pemberani dan orangnya. Dan ini juga
  1879. 1:05:48bukan pertama kalinya aku ngelihat
  1880. 1:05:49makhluk-makhluk kayak gitu. Cuman yang
  1881. 1:05:51ini memang seram kali bentuknya karena
  1882. 1:05:54lebih dekat juga. Jadi, masih kubiarin
  1883. 1:05:55aja, Nat, kata Dimas. Selagi dia enggak
  1884. 1:05:57nyelakain aku, ya kan. Aku pikir sosok
  1885. 1:05:59malam itu muncul sekali aja dan pasti
  1886. 1:06:01enggak akan datang lagi, gitu. Tapi
  1887. 1:06:03rupanya enggak.
  1888. 1:06:06Beberapa hari setelahnya, Dimas pulang
  1889. 1:06:08dari pasar, pulang ke rumah lebih malam
  1890. 1:06:10karena dia harus nyortir buah-buahan
  1891. 1:06:12yang mau dijual besok. Dimas baru nyampe
  1892. 1:06:13rumahnya Mas Edo sekitar jam 11.30
  1893. 1:06:15malam. Dah. Waktu nyampe di rumah, Mas
  1894. 1:06:18Edo udah tidur rupanya.
  1895. 1:06:20Dimas kuncilah pintu depan, dia mandi.
  1896. 1:06:23Dah mandi, masuk kamar, ganti pakaian,
  1897. 1:06:25siap-siap mau tidur aku, Dinan.
  1898. 1:06:27Belum sempat aku pejamin mata tuh, baru
  1899. 1:06:30mau susun posisi tidur,
  1900. 1:06:32Dimas dengar
  1901. 1:06:37kayak ada suara kayu patah dari arah
  1902. 1:06:41dapur di depan kamar aku, Nat. Awalnya
  1903. 1:06:43aku pikir itu memang suara kusen atau
  1904. 1:06:45suara bangunan rumah yang retak, ya kan,
  1905. 1:06:47dari arah luar pintu kamar aku memang.
  1906. 1:06:49Bangunlah aku, kucek, buka pintu.
  1907. 1:06:53Waktu terbuka, Wak,
  1908. 1:06:55Dimas langsung dikagetkan sama
  1909. 1:06:58sosok
  1910. 1:06:59yang lagi bergelantungan
  1911. 1:07:03di kusen [musik]
  1912. 1:07:04pintu dapur itu. Dan yang bergelantungan
  1913. 1:07:06siapa?
  1914. 1:07:07Sosok muka merah.
  1915. 1:07:11Matanya keluar, Wa. Lidahnya menjulur
  1916. 1:07:13keluar. Dia ketawa. Dan ini, Wa,
  1917. 1:07:15sebagian rambutnya, sebagian rambut
  1918. 1:07:18panjangnya itu memang menjuntai sampai
  1919. 1:07:20lantai.
  1920. 1:07:21Dan sebagian lagi
  1921. 1:07:25melilit lehernya
  1922. 1:07:27di kusen pintu dapur. Jadi dia bilang,
  1923. 1:07:32kayak gitu.
  1924. 1:07:33Allahu Akbar. Dan waktu dia
  1925. 1:07:34bergerak-gerak tuh, kretak kretak kretak
  1926. 1:07:37kretak. Ah, itu suara yang didengar tuh
  1927. 1:07:38suara dari gerakan dia. Dia merasa
  1928. 1:07:40Astagfirullah.
  1929. 1:07:42Astagfirullahaladzim.
  1930. 1:07:44Astagfirullah. Keberanian seorang Dimas
  1931. 1:07:46runtuh seketika. Dimas langsung masuk,
  1932. 1:07:48dia kunci pintu kamar, loncat ke atas
  1933. 1:07:50kasur. Astagfirullah. Astagfirullah.
  1934. 1:07:51Astagfirullah. Astagfirullah.
  1935. 1:07:52Astagfirullah. Dia kebayang, aku
  1936. 1:07:53kebayang betul ada muka sosok tuh. Itu
  1937. 1:07:55suaranya juga masih kedengaran.
  1938. 1:07:56Perpaduan suara kretak kretak kretak
  1939. 1:07:57sama suara ketawa sosok itu masih aku
  1940. 1:07:59baca-baca doa. Astagfirullahaladzim.
  1941. 1:08:00Astagfirullahaladzim. Lailahaillallah
  1942. 1:08:02Muhammadar Rasulullah.
  1943. 1:08:03Audzubillahiminasyaitanirrajim. Semua
  1944. 1:08:04kubaca-baca, Nak. Dimas sama sekali
  1945. 1:08:06belum bisa mencerna semuanya. Kepalaku
  1946. 1:08:08pusing, dadaku sesak, badanku gemetaran,
  1947. 1:08:10keringatan langsung bercucuran di
  1948. 1:08:11mukaku, Nak. Dia itu baru kali pertama
  1949. 1:08:13aku kayak gitu. Dan biasanya, Nak, ya,
  1950. 1:08:14biasanya kalau orang lagi ketakutan kan
  1951. 1:08:16susah tidur kan. Tapi anehnya, tidak
  1952. 1:08:19lama setelah Dimas ngalamin kejadian
  1953. 1:08:20tadi, Wa, aku, Nak, ngerasa ngantuk
  1954. 1:08:25kali.
  1955. 1:08:26Ngantuk. Dimas ngerasa kelopak matanya
  1956. 1:08:28tuh tiba-tiba berat
  1957. 1:08:29kali. Seolah-olah kayak ada sesuatu yang
  1958. 1:08:31maksa mata
  1959. 1:08:32Ehm ehm, kayak ada yang ngeberatin
  1960. 1:08:33mataku untuk terpejam dalam hitungan
  1961. 1:08:35menit Dimas langsung tidur nyenyak, Wa.
  1962. 1:08:37Dan Dimas mengaku,
  1963. 1:08:39itu adalah tidur ternyenyak yang Dimas
  1964. 1:08:41rasakan selama dia hidup.
  1965. 1:08:44Senyenyak itu, Nak.
  1966. 1:08:48Bangun-bangun hari sudah pagi, sudah jam
  1967. 1:08:5007.00 pagi kan. Suara cekikikan si sosok
  1968. 1:08:52itu sudah enggak ada. Tapi yang pasti
  1969. 1:08:54aku masih ingat dengan jelas sama
  1970. 1:08:55kejadian mengerikan tadi malam. Pun juga
  1971. 1:08:56aku kaget kok bisa ketiduran ya.
  1972. 1:08:58Senyenyak itu aku tidurnya, Nak.
  1973. 1:08:59Terbangun-bangun aku, Nak. Enggak ada
  1974. 1:09:00mimpi apa-apa. Enak kali tidurku. Tapi
  1975. 1:09:02ya sudah karena dia sudah bangun dia
  1976. 1:09:03tetap harus berangkat kerja. Jadi
  1977. 1:09:04setelah beberapa saat menenangkan diri,
  1978. 1:09:06Dimas keluar kamarlah mau mandi, mau
  1979. 1:09:08siap-siap berangkat ke lapak kan. Buka
  1980. 1:09:10pintu, waktu pintu dibuka dia enggak ada
  1981. 1:09:13ngelihat yang di dapur lagi tapi matanya
  1982. 1:09:16tertuju ke ruang tengah Mas Edo lagi
  1983. 1:09:19duduk sendirian di situ.
  1984. 1:09:21Tatapan dia kayak
  1985. 1:09:27kosong, pucat kayak mayat hidup [musik]
  1986. 1:09:29Nadia mohon maaf. Itu yang kupikir ini
  1987. 1:09:31Mas Edo jangan-jangan ditongoin juga nih
  1988. 1:09:33cuman bedanya aku bisa tidur dia enggak
  1989. 1:09:34bisa tidur ya kan. Tapi enggak langsung
  1990. 1:09:36kutodong sama pertanyaan itu Nadia.
  1991. 1:09:37Kutanya dulu, "Mas
  1992. 1:09:39belum siap-siap ke lapak Mas? Mas
  1993. 1:09:40sakitkah?" Enggak dijawab pertanyaannya
  1994. 1:09:42si Dimas, Mas Edo malah nanya balik,
  1995. 1:09:44"Kok semalam ke mana Sat? Aku kekunci di
  1996. 1:09:46luar kamar, aku gedok-gedok pintu kau
  1997. 1:09:48enggak kubuka-buka.
  1998. 1:09:50Ke mana kau?" Begituin. "Eh
  1999. 1:09:52aku tidur di kamar kok Mas aku enggak ke
  2000. 1:09:54mana-mana. Aku juga enggak dengar ada
  2001. 1:09:55suara orang gedok-gedok pintu. Emang
  2002. 1:09:57semalam Mas Edo kenapa?" Nah Wak
  2003. 1:10:00pertanyaannya Dimas ini akhirnya membuat
  2004. 1:10:02Mas Edo
  2005. 1:10:03buka suara karena rupanya di malam yang
  2006. 1:10:06sama Wak ketika Dimas sedang melihat
  2007. 1:10:08sosok muka merah bergelantungan di dapur
  2008. 1:10:10kusen itu
  2009. 1:10:11Mas Edo juga ngalamin sesuatu di rumah
  2010. 1:10:14itu. Nah sekarang kita akan kembali ke
  2011. 1:10:17malam tadi dan kali ini kita akan
  2012. 1:10:19melihat apa yang sebenarnya terjadi dari
  2013. 1:10:21sudut pandang seseorang yang namanya
  2014. 1:10:23berkali-kali sudah mulai muncul sejak
  2015. 1:10:25awal cerita tapi kita belum dengar kan
  2016. 1:10:27ngalaminnya secara langsung. Nah
  2017. 1:10:29ini kisah Mas Edo yang didengar sama
  2018. 1:10:32Dimas ya.
  2019. 1:10:34Jadi tadi malam itu waktu Dimas sudah
  2020. 1:10:37balik tidur ke kamar setelah dia lihat
  2021. 1:10:39sosok itu yang dia dibuat nyenyak kali
  2022. 1:10:41tidurnya itu
  2023. 1:10:42Mas Edo kan sudah tidur duluan tuh Wak.
  2024. 1:10:45Nah Mas Edo ngerasa ketindihan lagi. Mas
  2025. 1:10:47Edo coba lawan ketindihan itu, dia paksa
  2026. 1:10:50lah badan sama matanya bangun berhasil
  2027. 1:10:53rupanya Wak. Tapi begitu mata itu
  2028. 1:10:54terbuka dihadapannya Mas Edo enggak di
  2029. 1:10:57tindihan dia ya di hadapannya Mas Edo.
  2030. 1:11:00Mas Edo ngelihat ada
  2031. 1:11:02sosok cewek rambut panjang menjuntai,
  2032. 1:11:04[musik]
  2033. 1:11:04mukanya merah, matanya keluar melotot,
  2034. 1:11:08lidahnya menjulur panjang nyamping, dan
  2035. 1:11:11sosok itu senyum.
  2036. 1:11:14Katanya gitu. Persis kayak apa yang
  2037. 1:11:16ditengok sama Dimas di malam sebelumnya,
  2038. 1:11:17kan? Dengan sisa-sisa tenaga yang ada,
  2039. 1:11:19kaburlah Mas Edo. "Huh,
  2040. 1:11:21hah, tolong, tolong ada hantu, tolong."
  2041. 1:11:23Dia keluar kamar. Waktu nyampe di luar
  2042. 1:11:25kamar, si sosok cewek tadi udah pindah
  2043. 1:11:27keluar, Wak, dan bergelantungan di kusen
  2044. 1:11:30pintu dapur juga.
  2045. 1:11:33[tertawa]
  2046. 1:11:36Makin panik lagi Mas Edo, kan? Baru dia
  2047. 1:11:38lari ke kamarnya Dimas. "Dimas, Dimas,
  2048. 1:11:40Dimas, bukain pintu, Dimas." Dimas
  2049. 1:11:42digedor beberapa menit enggak
  2050. 1:11:43keluar-keluar, padahal sosok itu masih
  2051. 1:11:45terlihat "Hahaha."
  2052. 1:11:46[tertawa]
  2053. 1:11:47Masih kayak gitu. Makin lama makin
  2054. 1:11:49melengking. Dimas enggak buka pintu,
  2055. 1:11:50lari dia ke ruang tamu, kan, Wak. Baru
  2056. 1:11:52nyampe di sana, udah ada lagi sosok tuh
  2057. 1:11:54di
  2058. 1:11:56Langsung gitu lagi. Di ruang tamu, dia
  2059. 1:11:57berlari lagi masuk ke kamar mandi. Masuk
  2060. 1:12:00kamar mandi, baru kunci, nengok ke
  2061. 1:12:02belakang, "Hahaha."
  2062. 1:12:03Ada lagi dia di situ. Keluar lagi Mas
  2063. 1:12:05Edo dari kamar mandi, Wak. Dia balik ke
  2064. 1:12:07ruang tengah. Belum sempat dia berhenti
  2065. 1:12:09ke ruang tengah tuh, udah ada lagi sosok
  2066. 1:12:11tuh di ruang tengah, Wak. Eh, jadi mau
  2067. 1:12:13ke mana pun Mas Edo lari, sosok tuh udah
  2068. 1:12:15ada duluan di depan mata dia. Dikejar
  2069. 1:12:18Mas Edo, Wak. Akhirnya,
  2070. 1:12:20karena Mas Edo udah enggak punya tenaga
  2071. 1:12:22lagi,
  2072. 1:12:23pasrah dia. Duduk aja dia di ruang tamu
  2073. 1:12:26tuh. Enggak ditengok ke situ memang dia
  2074. 1:12:27kayak itu, kayak apa yang Dimas tengok
  2075. 1:12:29waktu dia buka pintu, ah, kayak gitulah
  2076. 1:12:31posisi yang
  2077. 1:12:32Mas Edo waktu pertama kali duduk, ah,
  2078. 1:12:34kayak gitu. Dia
  2079. 1:12:38diatur napas aja, Wak. Dan sosok itu
  2080. 1:12:40masih ada di dekat situ, masih ada di
  2081. 1:12:42ruang tamu, tepat di tempat dia berdiri
  2082. 1:12:43pertama kali, masih di situ. Cuman dia
  2083. 1:12:45enggak ngapa-ngapain Mas Edo, tapi
  2084. 1:12:46suaranya terus keluar. Bayangin, Wak,
  2085. 1:12:49dari tengah malam tuh, aku digituin di
  2086. 1:12:51kata Mas Edo habis dengar cerita itu
  2087. 1:12:53baru
  2088. 1:12:54merinding badan aku Nadia, karena
  2089. 1:12:56ternyata Mas Edo juga ngelihatin sosok
  2090. 1:12:58seram yang sama kayak Dimas tengok ya
  2091. 1:13:00kan. Dimas mikir ini jangan-jangan
  2092. 1:13:03kenapa aku jadi ngantuk dan nyenyak kali
  2093. 1:13:06tidurnya malam itu? Bisa jadi mungkin
  2094. 1:13:08itu ulah si muka merah ini. Dia sengaja
  2095. 1:13:11bikin Dimas terlelap enggak sadar ya
  2096. 1:13:13kan? Biar apa?
  2097. 1:13:15Biar Dimas enggak nolongin Mas Edo.
  2098. 1:13:17Nah, di sini
  2099. 1:13:20Dimas baru ingat. Sebelumnya dia belum
  2100. 1:13:21ngeh Wa. Sosok itu gelantungan di mana?
  2101. 1:13:24Di kusen pintu dapur. Mbak Santi
  2102. 1:13:28mengakhiri hidupnya di situ. Baru si
  2103. 1:13:31Dimas tuh baru ngeh di situ. Apa mungkin
  2104. 1:13:32sosok Mbak Santi ini gentayangan ya?
  2105. 1:13:36Apa mungkin itu sosoknya Mbak Santi ya?
  2106. 1:13:39Tapi kenapa dia gangguin aku sama Mas
  2107. 1:13:41Edo? Dan kenapa juga wujudnya bisa
  2108. 1:13:44semenyeramkan itu? Di titik itu Dimas
  2109. 1:13:46nganggap semua gangguan yang terjadi
  2110. 1:13:48bukan lagi cuman gangguan penunggu rumah
  2111. 1:13:50random biasa Wa. Tapi mungkin ada
  2112. 1:13:52sesuatu di rumah ini yang bikin sosok
  2113. 1:13:55yang diduga adalah arwahnya Mbak Santi
  2114. 1:13:57itu gentayangan. Tapi itu baru dugaan
  2115. 1:14:00aku Nadia. Aku juga enggak enak kalau
  2116. 1:14:02ngomong Mbak Santi gentayangan ke Mas
  2117. 1:14:04Edo ya kan? Takutnya Mas Edo kesinggung.
  2118. 1:14:06Makin kepikiran lagi. Aku juga ada
  2119. 1:14:08dengar tuh kisah si Fajar, kisah Rizki,
  2120. 1:14:11kisah Bapak Rizki yang ada di sana kan
  2121. 1:14:12aku yang ada di Kabupaten B orang tuh di
  2122. 1:14:14Kampung A. Waktu itu kami belum tahu
  2123. 1:14:15apa-apa. Kami belum sama-sama
  2124. 1:14:17bercerita. Jadi yang bisa Dimas lakukan
  2125. 1:14:19saat itu cuman menenangkan Mas Edo aja
  2126. 1:14:21Mas. Udah Mas, udah enggak usah terlalu
  2127. 1:14:23dipikirin. Mungkin Mas Edo lagi
  2128. 1:14:24kecapekan. Makanya sampai digangguin
  2129. 1:14:26kayak gitu. Ya sekarang Mas Edo banyakin
  2130. 1:14:27doa aja. Semoga sosok itu udah enggak
  2131. 1:14:29pernah muncul lagi ya. Udah Mas mandilah
  2132. 1:14:30Mas biar segar. Terus habis itu makan.
  2133. 1:14:32Aku beliin sarapan. Mas Edo
  2134. 1:14:33ngangguk-ngangguk aja Nak. Jadi cerita
  2135. 1:14:34soal
  2136. 1:14:36sosok yang bergelantungan di dapur itu
  2137. 1:14:38pun berhenti sampai di situ.
  2138. 1:14:41Hari-hari pun berlalu. Pelan-pelan
  2139. 1:14:43gangguan yang menimpa Dimas pun mulai
  2140. 1:14:45hilang.
  2141. 1:14:46Dia udah enggak pernah lagi tuh, Wa,
  2142. 1:14:47ditampakin sama sosok cewek muka merah
  2143. 1:14:49itu, kan. Tapi, berbanding terbalik sama
  2144. 1:14:52Dimas, gangguan yang menimpa Mas Edo
  2145. 1:14:54justru makin ekstrem.
  2146. 1:14:57Sejak kejadian lihat sosok itu,
  2147. 1:14:59Dimas melihat perilaku Mas Edo jadi
  2148. 1:15:01makin aneh. Entah apa yang dia alami,
  2149. 1:15:04yang jelas Mas Edo jadi sering ngelamun
  2150. 1:15:06berjam-jam di ruang tamu, ngelamun
  2151. 1:15:09berjam-jam di ruang tengah. Dia kayak
  2152. 1:15:11lagi memperhatikan sesuatu yang tidak
  2153. 1:15:13kasat mata. Kadang dia ketawa sendiri,
  2154. 1:15:15Nadia. Kadang dia juga menjerit-jerit
  2155. 1:15:18histeris ketakutan. Dan juga tiap malam,
  2156. 1:15:21Dimas sering kebangun gegara dia
  2157. 1:15:22mendengar suara berisik dari kamarnya
  2158. 1:15:25Mas Edo. Bukan suara orang ngigau atau
  2159. 1:15:27ketindihan, Wa.
  2160. 1:15:28Tapi kayak suara Mas Edo yang nangis.
  2161. 1:15:31Sambil dia teriak,
  2162. 1:15:33"Ampun, ampuni saya, ampun. Jangan
  2163. 1:15:36sakiti saya." Suara itu pilu kali,
  2164. 1:15:39Nadia. "Tapi aku enggak bisa masuk buat
  2165. 1:15:40nolongin, pintunya selalu dikunci." Dan
  2166. 1:15:42keanehan itu juga berlanjut di mana
  2167. 1:15:44Dimas melihat kondisi fisik Mas Edo
  2168. 1:15:46makin hari makin memprihatinkan. Matanya
  2169. 1:15:48udah yang pertama kali ku tengok waktu
  2170. 1:15:49balik itu cekung, karena dia ini makin
  2171. 1:15:51cekung lagi. Mukanya pucat pasi,
  2172. 1:15:53badannya kurus kering.
  2173. 1:15:55Dan dia juga lebih banyak rebahan di
  2174. 1:15:57kamar. Orang tuanya Mas Edo yang namanya
  2175. 1:15:58Pak Ali sama Bu Ika, Wa, juga udah
  2176. 1:16:01ngebawa Mas Edo ini berobat. Tapi
  2177. 1:16:03anehnya tidak ada satupun dokter yang
  2178. 1:16:05bisa mendiagnosa penyakitnya Mas Edo.
  2179. 1:16:07Semua [musik] fisik, semua organ dalam
  2180. 1:16:08Mas Edo itu normal. Mas Edo juga sempat
  2181. 1:16:10dirawat di rumah orang tuanya selama
  2182. 1:16:12beberapa minggu. Dan selama itu pula Mas
  2183. 1:16:14Edo udah enggak pernah lagi jualan buah
  2184. 1:16:16di pasar, Wa. Semuanya udah dipasrahkan,
  2185. 1:16:18diserahkan ke Dimas yang mengelola. Pun
  2186. 1:16:20Dimas juga harus tinggal di rumah Mas
  2187. 1:16:22Edo sendirian. Tapi anehnya, Nan,
  2188. 1:16:24pas Mas Edo enggak ada di rumah itu,
  2189. 1:16:26suasana rumahnya berubah drastis. Hawa
  2190. 1:16:29rumahnya yang tadinya dingin, tadinya
  2191. 1:16:31pengap kali, kan, kalau enggak dingin
  2192. 1:16:33pengap, itu berubah jadi tenang, jadi
  2193. 1:16:35sejuk dan enggak pernah ada gangguan
  2194. 1:16:36apa-apa. Tapi begitu Mas Edo balik ke
  2195. 1:16:39rumah itu,
  2196. 1:16:40udara di dalam rumah berubah lagi tuh,
  2197. 1:16:42jadi panas, jadi pengap, jadi dingin,
  2198. 1:16:43kalau dingin-dingin kali. Seolah-olah
  2199. 1:16:45dia menghuni rumah itu. Dan lagi-lagi
  2200. 1:16:46setiap malam Dimas sering juga dengar
  2201. 1:16:48suara-suara tangisan dari kamar Mas Edo.
  2202. 1:16:49Sering. Dan kondisi ini langsung bikin
  2203. 1:16:51aku sudah enggak bisa positive thinking
  2204. 1:16:52lagi, Wak. Ini kayaknya bukan rumah
  2205. 1:16:54inilah yang bermasalah. Tapi mungkin
  2206. 1:16:55memang ada sesuatu yang sudah dilakukan
  2207. 1:16:56sama Mas Edo sampai akhirnya berubah
  2208. 1:16:58jadi rumah ini berubah jadi sarang itu,
  2209. 1:17:01begitu. Dimas langsung mengaitkan
  2210. 1:17:02lagilah sama kepergian Mbak Santi.
  2211. 1:17:04Dicocokin, kenapa setelah kepergian Mbak
  2212. 1:17:06Santi kayak gini, ya kan. Habis itu
  2213. 1:17:08kenapa malam-malam pernah dengar dia
  2214. 1:17:10minta tolong si Mas Edo-nya. Ini pasti
  2215. 1:17:12ada kaitannya lah. Dan Dimas akhirnya
  2216. 1:17:15menceritakanlah semua yang dia tahu
  2217. 1:17:18ke Wawa. Pertama ke Rizki.
  2218. 1:17:21Semua diceritakan dari awal sampai akhir
  2219. 1:17:23kok diceritakan Nadia. Dengar itu, Rizki
  2220. 1:17:25juga otomatis langsung mengaitkan semua
  2221. 1:17:26kejadian ini, kejadian yang terjadi di
  2222. 1:17:28kampung A. Hah? Kan dia yang ada di
  2223. 1:17:30kampung A tuh. Sama kejadian yang
  2224. 1:17:31menimpa Edo di Kabupaten B. Hah, tuh
  2225. 1:17:34kan.
  2226. 1:17:35Aku juga merasa kepergian Mbak Santi ini
  2227. 1:17:36ada hubungannya sama Mas Edo lah, San.
  2228. 1:17:38Dan dugaan Dimas sama Rizki ini pun
  2229. 1:17:40menemukan titik terang.
  2230. 1:17:42Karena beberapa bulan setelah
  2231. 1:17:44kepergiannya Mbak Santi,
  2232. 1:17:45ada satu rahasia besar Mas Edo yang
  2233. 1:17:47pelan-pelan mulai terungkap.
  2234. 1:17:49Dan semua itu berawal dari kedatangan
  2235. 1:17:52Rizki bersama temannya yang lain yang
  2236. 1:17:56bernama Ahmad ke rumahnya Mas Edo.
  2237. 1:18:04Nah, jadi Wak, 5 bulan pasca
  2238. 1:18:06kepergiannya Mbak Santi, Rizki yang lagi
  2239. 1:18:08ada di Kabupaten B itu, dimintain tolong
  2240. 1:18:10lagi sama Pak Sabar, bapaknya Mbak
  2241. 1:18:12Santi. "Ki, besok waktu pulang kampung,
  2242. 1:18:15Bapak nitip tolong ambilin boneka sama
  2243. 1:18:16baju-bajunya Tata yang masih ada di
  2244. 1:18:18rumah Mas Edo lah." Kata dia kayak gitu.
  2245. 1:18:19Nah, permintaan ini sebenarnya sudah
  2246. 1:18:21diminta sama Pak Sabar dari lama Nadia.
  2247. 1:18:23Tapi aku memang belum sempat lagi mampir
  2248. 1:18:25ke rumahnya Mas Edo. Ditambah lagi
  2249. 1:18:26setelah dengar cerita dari Dimas soal
  2250. 1:18:28yang tadi itu kan, perasaan Rizki jadi
  2251. 1:18:29mulai enggak enak Wak tentang rumah itu.
  2252. 1:18:31Jadi dia makin nundalah pergi ke
  2253. 1:18:34rumahnya Mas Edo. Tapi suatu sore
  2254. 1:18:35gantian Fajar, sahabatnya yang mendesak
  2255. 1:18:38si Rizki. Ki, hari ini kan jadwal kau
  2256. 1:18:40balik ke rumah kan? Mampirlah bentar ke
  2257. 1:18:42rumah Mas Edo Ki, kasihan Tata. Dia mau
  2258. 1:18:44main sama boneka kesayangannya.
  2259. 1:18:46Baju-baju Tata juga masih banyak ada di
  2260. 1:18:48sana. Singgahlah ya Ki, kata si Fajar.
  2261. 1:18:50Kan enggak enak aku jadinya Nat.
  2262. 1:18:52Akhirnya aku bilanglah oh iya Jar, nanti
  2263. 1:18:54aku mampir. Ngalahlah si Rizki kan.
  2264. 1:18:56Rizki packinglah barang-barang dari
  2265. 1:18:57kosannya, terus keluar kosan mau
  2266. 1:18:59berangkat. Tapi sebelum ke rumahnya Mas
  2267. 1:19:01Edo, Rizki ini sebenarnya di hari itu
  2268. 1:19:04sudah janjian sama kawan SMA-nya yang
  2269. 1:19:05lain namanya Ahmad. Mereka mau pulang
  2270. 1:19:08kampung bareng. Ahmad ini orang kampung
  2271. 1:19:10A juga. Nah, Ahmad ini dia ngajar di
  2272. 1:19:13pondok pesantren di luar kotanya
  2273. 1:19:15Kabupaten B. Dan di hari itu jadwalnya
  2274. 1:19:17pulang kampung. Nah, rumah Ahmad ini
  2275. 1:19:19searah Wak sama rumahnya Rizki cuman
  2276. 1:19:20beda kecamatan aja kami Nat ya. Jadi
  2277. 1:19:22mereka janjian mau pulang sama-sama tuh
  2278. 1:19:24kan. Nah, jadi urutannya dari kosan ke
  2279. 1:19:26stasiun dulu jemput si Ahmad. Terus dari
  2280. 1:19:29sana baru mampir ke Mas Edo. Nah, di
  2281. 1:19:32situ Rizki juga bilang Mat nanti mampir
  2282. 1:19:34bentar ke rumah Mas Edo ya. Kau mau
  2283. 1:19:35ngapain? Ya aku mau ngambil barangnya
  2284. 1:19:37Tata keponakannya si ini, keponakannya
  2285. 1:19:39si Fajar. Tahu kau Fajar kan? Nah, ini
  2286. 1:19:41mau ngambil barang-barangnya Tata. Mas
  2287. 1:19:42Edo itu bapaknya gitu. Dah. Oh iya
  2288. 1:19:44enggak apa-apa. Jalanlah mereka mampir
  2289. 1:19:46dulu rumahnya Mas Edo kan. Waktu nyampe
  2290. 1:19:48di rumah Mas Edo Nat itu sudah sekitar
  2291. 1:19:49jam 05.30 sore.
  2292. 1:19:51Masuk dipersilakanlah masuk sama ibunya
  2293. 1:19:53Mas Edo. Bu Ika lagi ada di rumah. Nah,
  2294. 1:19:56di Mas waktu itu lagi ada di lapak. Jadi
  2295. 1:19:57yang nungguin Mas Edo di rumah cuman Bu
  2296. 1:19:59Ika aja. Dah, masuklah kami kan ke ruang
  2297. 1:20:01tamu. Berdua nih sama Ahmad. Dari awal
  2298. 1:20:03masuk ke rumah itu Nat ya aku sudah
  2299. 1:20:06kalau pandangan matanya Ahmad itu malah
  2300. 1:20:09ngelihatin ke
  2301. 1:20:10arah dapur terus, dapur rumahnya Mas
  2302. 1:20:13Edo. Enggak lama dia masih natap ke
  2303. 1:20:15dapur
  2304. 1:20:21senyum si siapa ini? Si Ahmad.
  2305. 1:20:24Senyum dia kan Nat. Terus enggak lama
  2306. 1:20:26matanya kan ke kanan nih. Terus waktu
  2307. 1:20:27matanya agak ke kiri
  2308. 1:20:32berubah serius. itu tatapannya langsung
  2309. 1:20:34tajam gitu. Seolah-olah kayak ada
  2310. 1:20:36sesuatu yang mengganggu pandangannya di
  2311. 1:20:38pintu dapur. Pertama dia senyum,
  2312. 1:20:40bergeser dikit
  2313. 1:20:42berubah serius. Merinding aku di situ
  2314. 1:20:44Nat, kata si Rizki kan.
  2315. 1:20:46Soalnya aku tahu betul Ahmad tuh dari
  2316. 1:20:48kecil memang orangnya peka. Bahkan Ahmad
  2317. 1:20:51ini juga bisa merukiah, bisa melakukan
  2318. 1:20:52pembersihan ilmu-ilmu gaib. Karena
  2319. 1:20:54itulah waktu aku melihat gelagat Ahmad
  2320. 1:20:55sudah aneh waktu masuk ke suatu tempat,
  2321. 1:20:57ini bisa jadi karena Ahmad melihat
  2322. 1:20:59sesuatu tidak kasat mata yang energinya
  2323. 1:21:01pasti negatif. Karena kalau positif dia
  2324. 1:21:03slow-slow saja Nat ya. Cuma di situ aku
  2325. 1:21:04belum mau nanya apa-apa kan. Perhatian
  2326. 1:21:06kami pun teralihkan waktu Bu Ika
  2327. 1:21:08duduklah di dekat Rizki sambil bawain
  2328. 1:21:10minum. Nina minum dulu gitu. Terus aku
  2329. 1:21:13langsung buka omongan, Bu saya mau
  2330. 1:21:15ngambil barang-barangnya Tata, kata
  2331. 1:21:16kita. Oh iya, Ibu mau siapin dikit lagi
  2332. 1:21:19mau selesai. Dah Ibu Ika pergilah ini ke
  2333. 1:21:21kamar buat nyiapin barang-barangnya Tata
  2334. 1:21:23yang masih ketinggal di situ kan.
  2335. 1:21:24Sementara Ahmad sama Rizki izin, Bu kami
  2336. 1:21:26mau salat magrib dulu ya di masjid gitu.
  2337. 1:21:28Pergi mereka, sudah masuk salat magrib.
  2338. 1:21:30Sudah salatlah kami Nat.
  2339. 1:21:32Setelah salat magrib, di perjalanan pas
  2340. 1:21:34mau balik ke rumahnya Mas Edo itu, Ahmad
  2341. 1:21:37tiba-tiba nanya
  2342. 1:21:39Ki
  2343. 1:21:40hah
  2344. 1:21:42ibunya Tata tuh sudah enggak ada ya?
  2345. 1:21:44Katanya gitu. Apa enggak terkejut aku
  2346. 1:21:47Nadia, soalnya aku tuh enggak pernah
  2347. 1:21:48nyeritain apapun soal keluarganya Mas
  2348. 1:21:50Edo ke Ahmad. Orang Ahmad juga baru
  2349. 1:21:52pertama kali datang ke rumah Mas Edo
  2350. 1:21:53kan. Kok dia bisa tahu ibunya Tata,
  2351. 1:21:55which is siapa Mbak Santi sudah
  2352. 1:21:57meninggal. Kujawablah iya Wak, namanya
  2353. 1:21:59Mbak Santi. Dia meninggal sekitar 5
  2354. 1:22:02bulan yang lalu lah. Kenapa emangnya?
  2355. 1:22:04Tadi aku lihat ada sosok perempuan di
  2356. 1:22:07dapur Wak.
  2357. 1:22:08Mungkin itu Mbak Santi kali ya, kata
  2358. 1:22:10dia. Oh iya
  2359. 1:22:12gimana ceritanya? Jadi tadi tuh pas aku
  2360. 1:22:15masuk dalam rumah kan bisa langsung
  2361. 1:22:16lihat dapur kita kan.
  2362. 1:22:18Aku lihat ada
  2363. 1:22:20sosok perempuan muda, mukanya cantik Ki.
  2364. 1:22:23Kulitnya putih, rambutnya panjang lurus
  2365. 1:22:27senyum dia sama aku, sampai kelihatan
  2366. 1:22:29giginya. Gingsul giginya pun aku bisa
  2367. 1:22:31lihat. Dia tegak aja gitu di dapur. Dia
  2368. 1:22:33ngelihat ke arah aku. Tapi raut mukanya
  2369. 1:22:35[musik]
  2370. 1:22:36pertamanya tuh senyum, cuman kayak
  2371. 1:22:41kayak mau nyampein sesuatu gitu. Nah,
  2372. 1:22:43terus belum lagi si Ahmad ini bercerita,
  2373. 1:22:45Wak. Kupotong lah dia.
  2374. 1:22:47Fix, Mat. Itu yang kau tengok Mbak
  2375. 1:22:49Santi.
  2376. 1:22:51Mbak Santi memang punya gigi gingsul,
  2377. 1:22:53Wak, katanya.
  2378. 1:22:54Hmm, kata Ahmad bilang lagi,
  2379. 1:22:56aku pribadi sih enggak percaya itu
  2380. 1:22:57arwahnya Mbak Santi ya, Wak. Mungkin dia
  2381. 1:23:00jin yang nyerupain Mbak Santi.
  2382. 1:23:02Tapi jinnya baik sih. Dia enggak mau
  2383. 1:23:04gangguin siapapun. Tapi, tapi apa, Wak?
  2384. 1:23:07Kata si Rizki.
  2385. 1:23:09Ada satu sosok lagi
  2386. 1:23:12di dekatnya Mbak Santi.
  2387. 1:23:15Sosoknya perempuan juga, Wak.
  2388. 1:23:17Tapi mukanya merah, matanya keluar,
  2389. 1:23:20lidahnya menjulur panjang, kukunya kayak
  2390. 1:23:22cakar gitu.
  2391. 1:23:23Dan sosok itu aku tengok, dia kayak mau
  2392. 1:23:25nerkan Mbak Santi. Dengar itu aku
  2393. 1:23:27langsung merinding aku lah dia. Ih.
  2394. 1:23:29Sosok yang sosok kedua ini, sosok yang
  2395. 1:23:31dia tengok sama si Ahmad ini persis
  2396. 1:23:33kayak apa yang diceritain sama Dimas
  2397. 1:23:34kemarin ya kan. Aku pun enggak pernah
  2398. 1:23:36sama sekali cerita soal hantu-hantu
  2399. 1:23:37dekat rumahnya Mas Edo tuh. Ngapain aku
  2400. 1:23:38cerita sama Ahmad. Kok bisa sama persis.
  2401. 1:23:41Terus juga pertanyaannya sekarang,
  2402. 1:23:42kenapa sih sosok itu mau nerkan Mbak
  2403. 1:23:45Santi. Dia memang ngincar Mbak Santi
  2404. 1:23:48kah? Apa gimana? Belum sempat aku nanya
  2405. 1:23:51itu, Ahmad tiba-tiba nanya balik ke aku.
  2406. 1:23:55Kalau kau lihat sosok perempuan yang
  2407. 1:23:57mirip sama Mbak Santi tadi, kau berani
  2408. 1:24:00enggak? Katanya. Digituin aku lah. Ih,
  2409. 1:24:02aku tuh enggak tahu dapat keberanian
  2410. 1:24:03dari mana ya. Langsung kujawab.
  2411. 1:24:07Ya, berani lah aku. Kan ada kau di sini.
  2412. 1:24:09Bilang gitu. Masih dalam perjalanan tuh
  2413. 1:24:10kami. Kan masih jalan kaki. Ahmad pun
  2414. 1:24:12dah diam dulu.
  2415. 1:24:14Dia pelan-pelan
  2416. 1:24:17Tarik napas, Ki.
  2417. 1:24:19Istigfar. Astagfirullahalazim.
  2418. 1:24:22Dah.
  2419. 1:24:23Tuh.
  2420. 1:24:24Dia tunjuklah ke arah pohon pisang. Ada
  2421. 1:24:27di samping rumahnya Mas Edo tuh Nat ada
  2422. 1:24:29aku tengok kan.
  2423. 1:24:30Ih di situ Nat ada sosok cewek,
  2424. 1:24:33perempuan. Dia lagi duduk di atas batu.
  2425. 1:24:36Ada batu di situ.
  2426. 1:24:38Pucat muka perempuan tuh Nat rambutnya
  2427. 1:24:40terurai.
  2428. 1:24:41Dari senyumnya [musik]
  2429. 1:24:43itu aku udah kenal. Mbak Santi itu.
  2430. 1:24:48Mbak Santi.
  2431. 1:24:52Gitu kan. Dia natap ke aku. Aku nengok
  2432. 1:24:53Nat. Waktu aku tengok tuh dia gini.
  2433. 1:24:58Bibirnya bergerak. Sosok itu kayak lagi
  2434. 1:25:00ngomong. Tapi aku enggak bisa dengar
  2435. 1:25:01karena memang jaraknya adalah 10 meteran
  2436. 1:25:03gitu. Tapi aku tahu itu Santi. Mulutnya
  2437. 1:25:05bergerak aku enggak bisa dengar
  2438. 1:25:06suaranya. Tapi tiba-tiba terdengar bisik
  2439. 1:25:09di telingaku Nat.
  2440. 1:25:10Ki
  2441. 1:25:11temanmu bisa nolong aku.
  2442. 1:25:16Mat. Ahmad tepuk lagi.
  2443. 1:25:18Istigfar Wa.
  2444. 1:25:20Astagfirullahalazim.
  2445. 1:25:22Hilang habis tuh sosok tuh. Enggak ada
  2446. 1:25:23lagi di dekat sana kan. Mat
  2447. 1:25:25udah berkaca-kaca mataku di situ Nat.
  2448. 1:25:27Itu memang aku tengok. Ahmad diam juga.
  2449. 1:25:29Di situ Rizki makin percaya kalau apa
  2450. 1:25:31yang dilihat sama Ahmad di rumahnya atau
  2451. 1:25:33di dapurnya Mas Edo tadi itu memang
  2452. 1:25:34sosok mirip sama Mbak Santi. Tapi Rizki
  2453. 1:25:36masih enggak ngerti nih kenapa sosok itu
  2454. 1:25:38minta tolong kawanmu yang bisa nolong
  2455. 1:25:40aku kan itu katanya. Dia minta tolong
  2456. 1:25:41karena dikejar-kejar sama sosok kedua
  2457. 1:25:44itu atau dia mau minta tolong hal lain
  2458. 1:25:46nih. Dia minta tolong apa Mat? Aku tanya
  2459. 1:25:48sama si Ahmad. Jawaban si Ahmad pun
  2460. 1:25:49sama. Aku juga enggak tahu Ki.
  2461. 1:25:52Mungkin dia mau minta tolong karena ada
  2462. 1:25:54urusan yang belum selesai selama dia
  2463. 1:25:55masih hidup. Wallahualam aku belum tahu.
  2464. 1:25:58Di sini Rizki makin ingat lagi lah sama
  2465. 1:26:01kejanggalan-kejanggalan yang terjadi
  2466. 1:26:02beberapa bulan terakhir. Semua
  2467. 1:26:04kejanggalan yang dia tahu. Akhirnya aku
  2468. 1:26:06ceritakan semua sama Ahmad. Nah karena
  2469. 1:26:07merasa Ahmad sudah menjadi bagian dari
  2470. 1:26:09rangkaian kejanggalan yang aku tahu ya
  2471. 1:26:11kan. Aku ceritain semua. Semuanya ini
  2472. 1:26:13sekalian aku nge-recall ke kalian ya.
  2473. 1:26:14Mbak Santi menghilangkan nyawanya
  2474. 1:26:16sendiri ya kan. Teror di kampung Ahmad
  2475. 1:26:19setelah Mbak Santi meninggal, Dewi
  2476. 1:26:21yang dirasuki sama Mbak Santi, bapaknya
  2477. 1:26:23Rizki yang dilihatin sama sosok mirip
  2478. 1:26:25Mbak Santi pakai mukena, kejadian yang
  2479. 1:26:27menimpa Mbak Maya sahabatnya, sosok
  2480. 1:26:29menyeramkan yang ditengok sama si Dimas
  2481. 1:26:30sampai kejadian yang menimpa Mas Edo
  2482. 1:26:33yang bikin dia sakit-sakitan.
  2483. 1:26:35Diceritakan semua, aku ceritain Ahmad.
  2484. 1:26:36Dan dari semua cerita itu
  2485. 1:26:39Rizki nge-highlight pesan dari sosok
  2486. 1:26:42Mbak Santi yang berkali-kali nyebut nama
  2487. 1:26:45Mas Edo. Di akhir aku bilang kayak gini,
  2488. 1:26:47ini kayaknya semuanya ada kaitannya sama
  2489. 1:26:49Mas Edo. Mat, apalagi kata Dimas, sosok
  2490. 1:26:53itu gangguin Mas Edo terus. Dari awal
  2491. 1:26:55aku pun sebenarnya sudah curiga sama Mas
  2492. 1:26:57Edo ini. Kayaknya yang bikin Mbak Santi
  2493. 1:26:59menghilangkan nyawanya sendiri, nekat
  2494. 1:27:01menghilangkan nyawa sendiri, ya itu
  2495. 1:27:03gara-gara itu mungkin emang dia di KDRT
  2496. 1:27:05atau mungkin ada masalah lain yang lebih
  2497. 1:27:06serius. Makanya Mbak Santi enggak tahan
  2498. 1:27:08menghilangkan nyawanya. Cuma keluarga
  2499. 1:27:10Mbak Santi enggak ada yang percaya, Mat.
  2500. 1:27:15Aku juga punya feeling gitu, tadi kau
  2501. 1:27:17bilang apa? Mas Edo sakit misterius kan?
  2502. 1:27:20Cobalah aku lihat dulu kondisinya.
  2503. 1:27:23Balik lah orang itu. Pertama kan enggak
  2504. 1:27:25tahu Mas Edo memang ada dalam rumah itu.
  2505. 1:27:26Tapi kan Ahmad enggak tahu Mas Edo
  2506. 1:27:27kenapa apa segala macam. Tapi setelah si
  2507. 1:27:29Rizki bilang Mas Edo sakit, ya sudah aku
  2508. 1:27:31tengok dulu dia. Sampai di rumah Mas Edo
  2509. 1:27:33enggak langsung balik kami, Nat.
  2510. 1:27:34Kami izin lah ke Bu Ika, Bu kami boleh
  2511. 1:27:37jenguk Mas Edo enggak, Bu? Mas Edo ada
  2512. 1:27:38di kamar kan, Bu gitu. Oh iya boleh,
  2513. 1:27:40Nak, masuklah. Begitu masuk ke kamar,
  2514. 1:27:42itu Nat yang kurasain kata Rizki, "Aura
  2515. 1:27:45nya gelap kali. Itu bukan karena
  2516. 1:27:47lampunya yang redup, Bu ya, tapi energi
  2517. 1:27:49di dalam kamar itu
  2518. 1:27:50kayak negatif gitu, enggak enak, pengap,
  2519. 1:27:52ngawang gitu loh." Nah, Ahmad sama Rizki
  2520. 1:27:54ngelihat Mas Edo enggak lagi
  2521. 1:27:56ngapa-ngapain, Wa. Dia duduk di atas
  2522. 1:27:58kasur, tatapan matanya
  2523. 1:28:00kosong dan dia kelihatan kayak orang
  2524. 1:28:02linglung gitu. Tanpa ditanya Bu Ika,
  2525. 1:28:05ibunya Edo, langsung bilang,
  2526. 1:28:07"Sudah berhari-hari, Nak, dia kayak
  2527. 1:28:08gini.
  2528. 1:28:09Sudah kami periksain dia ke mana-mana,
  2529. 1:28:11enggak sembuh-sembuh katanya. Akhirnya
  2530. 1:28:13Ahmad, Ahmad nyamperinlah Mas Edo.
  2531. 1:28:16Dia keluarin botol minyak sama madu dari
  2532. 1:28:18tasnya, terus Ahmad olesinlah minyak itu
  2533. 1:28:20ke tengkuknya Mas Edo.
  2534. 1:28:23Terus Ahmad juga minta tolong sama Bu
  2535. 1:28:24Ika, Bu tolong siapin air hangat
  2536. 1:28:25dicampur madu dikit Bu gitu kan. Dah
  2537. 1:28:27disiapin sama Bu Ika, dibaca-bacainlah
  2538. 1:28:30doa, Mas minum kata si Ahmad. Diminum
  2539. 1:28:32sama Mas Edo, nurut aja dia. Setelah
  2540. 1:28:34selesai, Ahmad letakkan telapak
  2541. 1:28:37tangannya di atas kepalanya Mas Edo.
  2542. 1:28:40Ahmad lantunkanlah ayat-ayat suci
  2543. 1:28:42Alquran kan, terus enggak lama Ahmad
  2544. 1:28:44tepuk tuh badannya Mas Edo.
  2545. 1:28:47[mendengus]
  2546. 1:28:50Pergi.
  2547. 1:28:51Pergi.
  2548. 1:28:53Keluar kau.
  2549. 1:28:54Keluar, entah dapat energi dari mana
  2550. 1:28:56nanti tuh Mas Edo yang kayak tadi enggak
  2551. 1:28:57ada tenaga sama sekali.
  2552. 1:28:59[berteriak]
  2553. 1:28:59Lepas
  2554. 1:29:00kata dia kayak gitu. Itu badan Mas Edo
  2555. 1:29:02gemetar, gemet sampai aku sama Bu Ika
  2556. 1:29:04harus pegangin. Nah habis itu Mas Edo
  2557. 1:29:05ini ngomong pakai bahasa yang tidak aku
  2558. 1:29:07sama Bu Ika pahami Nak, cuma Ahmad yang
  2559. 1:29:09pahami mungkin. Terus Ahmad makin
  2560. 1:29:10dikencangin lagi bacaan kursinya kan.
  2561. 1:29:12Audzubillahiminasyaitonirojim
  2562. 1:29:13digitu-gitui terus, Mas Edo juga ah
  2563. 1:29:15panas
  2564. 1:29:16[berteriak]
  2565. 1:29:16panas panas. Sampailah beberapa saat
  2566. 1:29:18kemudian badan Mas Edo yang tadinya
  2567. 1:29:21badannya kaku tadi tuh Wak,
  2568. 1:29:22pelan-pelanlah.
  2569. 1:29:25Nah gitu, baliklah normal lah. Mas Edo
  2570. 1:29:27Wak baringkan Wak, dibaringkanlah ke
  2571. 1:29:29tempat tidur sementara Ahmad
  2572. 1:29:32dia [mendengus] enggak ngomong apa-apa
  2573. 1:29:33ke Bu Ika soal apa yang sebenarnya
  2574. 1:29:35terjadi
  2575. 1:29:36tapi pas mau pamit pulang dan keluar
  2576. 1:29:39dari kamar itu
  2577. 1:29:41sambil tatap-tatapan sama Mas Edo, Mas
  2578. 1:29:43Edo kan juga ngelihatin kan
  2579. 1:29:46ngelihat Ahmad, Ahmad ngomong kayak
  2580. 1:29:48gini, Mas
  2581. 1:29:50jangan pernah menyekutukan Allah Mas.
  2582. 1:29:53Itu.
  2583. 1:29:55Jangan pernah menyekutukan Allah, dengar
  2584. 1:29:58itu. Bu Ika sama Rizki langsung bingung
  2585. 1:30:00tuh kami pandang-pandangan, apa
  2586. 1:30:02maksudnya menyekutukan Allah Nak dia?
  2587. 1:30:04Emang Mas Edo sudah ngelakuin apa? Nah
  2588. 1:30:06ini nih menyekutukan Allah ini sama
  2589. 1:30:08sekali tidak terlintas di pikiran aku
  2590. 1:30:10Nat, karena aku mikirnya Mas Edo cuman
  2591. 1:30:13KDRT ke Mbak Santi, terus makanya Mbak
  2592. 1:30:15Santi menghilangkan nyawanya enggak
  2593. 1:30:16tahan sama Mas Edo. Ini kok tiba-tiba
  2594. 1:30:18menyekutukan ya kan? Nah, di tengah
  2595. 1:30:20kebingungan itu Ahmad yang masih
  2596. 1:30:22tatap-tatapan sama Mas Edo lanjut
  2597. 1:30:24ngomong lagi.
  2598. 1:30:26Mas,
  2599. 1:30:27kalau ada dosa yang masih disembunyikan,
  2600. 1:30:30kalau pernah menyakiti seseorang atau
  2601. 1:30:33masih punya janji sama makhluk yang
  2602. 1:30:35dilaknat sama Allah,
  2603. 1:30:38cepat-cepat tobat
  2604. 1:30:40dan selesaikan semuanya ya Mas. Itu lagi
  2605. 1:30:42kata si Ahmad Nadia. Bu Ika entah kayak
  2606. 1:30:44gimana dia mungkin lagi mencerna
  2607. 1:30:45semuanya kan jadi dia tidak berkomentar
  2608. 1:30:47apa-apa dia
  2609. 1:30:48pang bukan pangling ling bukan linglung
  2610. 1:30:50dia bingung. Nah, di sini pun Ahmad
  2611. 1:30:52masih enggak ngejelasin maksudnya apa
  2612. 1:30:53gitu loh dia cuman mau kontak dan cuman
  2613. 1:30:55mau ngomong itu ke Mas Edo aja
  2614. 1:30:57seakan-akannya tapi seolah tahu
  2615. 1:30:59maksudnya setelah digitukan sama Ahmad.
  2616. 1:31:01Mas Edo langsung
  2617. 1:31:08nunduk dia Wak.
  2618. 1:31:09Nunduk. Dia enggak ngomong apa-apa lagi,
  2619. 1:31:12tapi dari sorot matanya Rizki bisa lihat
  2620. 1:31:15kayak ada penyesalan besar dalam diri
  2621. 1:31:18Mas Edo tuh Nat. Kalau memang enggak
  2622. 1:31:19pasti kan dia bantah omongannya Ahmad
  2623. 1:31:21tadi tuh kan. Enggak, Ahmad juga enggak
  2624. 1:31:23nyeritain apa maksud semua ucapannya ke
  2625. 1:31:24Rizki tapi setelah itu Ahmad langsung
  2626. 1:31:27Wak balik kita pamitlah sama si Bu Ika.
  2627. 1:31:30Nah, balik Bu Ika baru kami balik
  2628. 1:31:31kampung tuh ke kampung nah selama
  2629. 1:31:33perjalanan aku pastinya juga penasaran
  2630. 1:31:35kan Nat.
  2631. 1:31:36Aku langsunglah desak Ahmad. Kenapa Man
  2632. 1:31:38tadi kenapa Man?
  2633. 1:31:40Tapi dengan suara yang serius Ahmad
  2634. 1:31:41bilang,
  2635. 1:31:42besok aja aku ceritanya.
  2636. 1:31:44Wak, besok anterin aku ke rumah Bapak
  2637. 1:31:48Ibunya Mbak Santi ya. [musik]
  2638. 1:31:50Itu tiba-tiba. Kalau Ahmad udah seserius
  2639. 1:31:52itu Nadia aku tahu betul ini pasti ada
  2640. 1:31:54masalah besar nih.
  2641. 1:31:55Aku enggak nanya lagi lebih jauh oke
  2642. 1:31:56besok pasti akan dijelaskan sama dia
  2643. 1:31:58semua kan.
  2644. 1:31:59Langsunglah balik anterin Ahmad pulang
  2645. 1:32:00terus waktu dia udah nyampe di rumahnya
  2646. 1:32:03si siapa Rizki langsung ngabarin Fajar
  2647. 1:32:06kan soal si Ahmad soal apa yang terjadi
  2648. 1:32:09di Mas Edo itu kan diceritain "Wa besok
  2649. 1:32:11dia mau datang ke rumahmu, enggak cuman
  2650. 1:32:13sama ke wajah dia mau ketemu sama Ibu
  2651. 1:32:15Bapakmu Pak Sabar sama Bu Nur"
  2652. 1:32:18"Ya bolehlah" kata si Fajar. Nah di situ
  2653. 1:32:20aku jelasin dikitlah latar belakangnya
  2654. 1:32:21si Ahmad ini kan, "Kami satu sekolah nak
  2655. 1:32:23cuman enggak begitu dekat gitu loh waktu
  2656. 1:32:26di sekolahnya tapi waktu udah keluar ini
  2657. 1:32:28aku lebih sering ketokannya sama Ahmad
  2658. 1:32:31Fajar enggak begitu tahu" nah dia bilang
  2659. 1:32:32sekarang dia udah jadi pengajar
  2660. 1:32:34pesantren Wa gitu udah aku kasih tahu
  2661. 1:32:36"Nanti aku kasih tahu duluan ya ke Mamak
  2662. 1:32:38Bapakmu biar nanti waktu Ahmad datang
  2663. 1:32:40Mamak Bapakmu enggak langsung kaget" ya
  2664. 1:32:41lah bolehlah permintaan itu diterimalah
  2665. 1:32:43sama Fajar
  2666. 1:32:45besoknya Rizki nemenin Ahmad ke rumahnya
  2667. 1:32:50Fajar
  2668. 1:32:55pas nyampe di rumah Fajar belum apa-apa
  2669. 1:32:57baru parkir motor aku udah nengok muka
  2670. 1:32:59Ahmad langsung
  2671. 1:33:02itu langsung serius aku paham betul ini
  2672. 1:33:05pasti ada yang enggak beres nih di
  2673. 1:33:07rumahnya Fajar
  2674. 1:33:09rumah Fajar ya bukan rumah Mas Edo rumah
  2675. 1:33:12Fajar udah kayak gitu ekspresi awalnya
  2676. 1:33:13si Ahmad aku belum tanya apa-apa nah dia
  2677. 1:33:15langsung ku ajaklah ku arahkan Ahmad
  2678. 1:33:18masuk ke dalam ketemulah Fajar Pak Subur
  2679. 1:33:20Bu Nur udah standby
  2680. 1:33:22eh udah udah menyambutlah kan
  2681. 1:33:23disuguhkanlah teh dikasihlah cemilan
  2682. 1:33:26udah ngobrollah itu ngobrol Pak
  2683. 1:33:27gini-gini kenalan setelah ngobrolin yang
  2684. 1:33:29ringan-ringan
  2685. 1:33:30Ahmad membuka maksud kedatangannya
  2686. 1:33:34"Jar Pak Bu mohon maaf sebelumnya ya
  2687. 1:33:38saya harus menyampaikan sesuatu soal Mas
  2688. 1:33:40Edo
  2689. 1:33:41menantunya Bapak Ibu dan ini mungkin
  2690. 1:33:44akan membuka luka lama soal kepergiannya
  2691. 1:33:46Mbak Santi
  2692. 1:33:48tapi saya harus ceritakan semuanya"
  2693. 1:33:50ditanyalah sama Pak Sabar "Emang cerita
  2694. 1:33:51apa nak?" "Bapak Ibu mungkin udah tahu
  2695. 1:33:53ya gimana kondisinya Mas Edo belakangan
  2696. 1:33:55Mas Edo tuh bukan sakit medis, Pak.
  2697. 1:33:58Ada yang sedang mengganggu Mas Edo.
  2698. 1:34:00Semalam saya datang, saya merukiah Mas
  2699. 1:34:03Edo, Pak. Saya sempat berinteraksi sama
  2700. 1:34:05makhluk yang selama ini ada di
  2701. 1:34:08sekitarannya Mas Edo. Saya enggak bisa
  2702. 1:34:10ya memastikan semuanya itu fakta, tapi
  2703. 1:34:14dari apa yang saya dengar,
  2704. 1:34:18saya berpikir
  2705. 1:34:19Mas Edo kemungkinan sudah bikin
  2706. 1:34:22perjanjian hitam dengan makhluk halus.
  2707. 1:34:25Saya enggak tahu perjanjian apa yang dia
  2708. 1:34:26buat, tapi setiap perjanjian sama
  2709. 1:34:29makhluk halus itu pasti ada harga yang
  2710. 1:34:32harus dibayar, Pak. Kalau kita nyebutnya
  2711. 1:34:35itu tumbal.
  2712. 1:34:36[musik]
  2713. 1:34:37Kata sosok yang bikin perjanjian sama
  2714. 1:34:39Mas Edo, Mas Edo
  2715. 1:34:41sudah numbalin
  2716. 1:34:43Mbak Santi.
  2717. 1:34:46Anak Bapak Ibu.
  2718. 1:34:48Bagai kesambar petir di siang bolong nah
  2719. 1:34:51dia. Syok langsung semua keluarganya
  2720. 1:34:53Fajar. Pak Sabar langsung tunggu,
  2721. 1:34:55tunggu, tunggu.
  2722. 1:34:56Maksud kamu Edo sengaja jadiin Santi
  2723. 1:35:00tumbal?
  2724. 1:35:01Kok yakin sama apa yang kau bilang ini?
  2725. 1:35:03Udah enggak ngegas dia Nak. Pak Sabar
  2726. 1:35:04kan. Makanya Pak, maaf tadi saya bilang
  2727. 1:35:06apa? Saya sendiri juga belum bisa
  2728. 1:35:08memastikan ini fakta.
  2729. 1:35:09Saya cuman menyampaikan apa yang saya
  2730. 1:35:12dengar waktu proses rukiah semalam. Bu
  2731. 1:35:14Nur langsung nyelip juga. Enggak mungkin
  2732. 1:35:16Nak, enggak mungkin.
  2733. 1:35:17Edo itu suaminya Santi. Mereka punya
  2734. 1:35:20anak. Selama ini
  2735. 1:35:22dia juga baik sama keluarga kami kok.
  2736. 1:35:24Masa iya sih dia tega ngelakuin ini ke
  2737. 1:35:25istrinya sendiri? Aku nyaut Nak, kata si
  2738. 1:35:27Fajar. Iya Man.
  2739. 1:35:28Aku kenal Mas Edo tuh udah lama. Kalau
  2740. 1:35:30cuman dari omongan makhluk yang kau
  2741. 1:35:31dengar waktu rukiah, enggak bisa
  2742. 1:35:33langsung disimpulkan itu betulan lah.
  2743. 1:35:34Meskipun mereka syok bukan main,
  2744. 1:35:36keluarganya Fajar di sini tetap enggak
  2745. 1:35:38serta-merta percaya sama ceritanya Ahmad
  2746. 1:35:40Nak dia. Berpikir ke sana pun enggak ada
  2747. 1:35:42sama sekali. Sementara aku, Rizki,
  2748. 1:35:45aku yang dari awal emang udah curiga
  2749. 1:35:47mungkin Mbak Santi ini menghilangkan
  2750. 1:35:48nyawanya karena lagi ada masalah besar
  2751. 1:35:50sama Mas Edo. Bisa jadi itu karena KDRT
  2752. 1:35:52ya kan? Soalnya aku pernah lihat
  2753. 1:35:53langsung matanya Mbak Santi itu lebam.
  2754. 1:35:55Tapi kalau soal hei
  2755. 1:35:57kenapa kok tiba-tiba Mbak Santi
  2756. 1:35:59dijadikan tumbal nih? Itu aku sama
  2757. 1:36:00sekali tidak pernah berpikir ke arah
  2758. 1:36:02sana. Enggak amat. Lanjut cerita lagi
  2759. 1:36:04sebentar biar saya lanjutkan dulu.
  2760. 1:36:07Dari yang saya lihat
  2761. 1:36:09ini kalian harus dengar ya. Dari yang
  2762. 1:36:11saya lihat Mbak Santi dipilih menjadi
  2763. 1:36:14tumbal.
  2764. 1:36:16Namun
  2765. 1:36:18Mbak Santi meninggal sebelum
  2766. 1:36:22dia sempat dijadikan tumbal. Entah Mbak
  2767. 1:36:26Santi betulan menghilangkan nyawanya
  2768. 1:36:28sendiri atau ada penyebab lain. Itu
  2769. 1:36:31masih belum diketahui. Cuman yang jelas
  2770. 1:36:33karena Mbak Santi meninggal sebelum
  2771. 1:36:37dia dijadikan tumbal, tumbalnya gagal.
  2772. 1:36:40Gagal. Karena gagal, sosok yang sudah
  2773. 1:36:43membuat perjanjian sama Mas Edo balik
  2774. 1:36:45nyerang Mas Edo.
  2775. 1:36:47Itulah kenapa Wak E, Mas Edo jadi
  2776. 1:36:50disakit-sakitan, enggak bisa diobatin.
  2777. 1:36:53Itu yang dapat info itu Ahmad. Dengar
  2778. 1:36:55itu bukan tercerahkan nah dia. Fajar
  2779. 1:36:58malah jadi emosi. Kok kok janganlah
  2780. 1:37:00selalu nuduh Abang berbuat yang
  2781. 1:37:01enggak-enggak ya. Apa buktinya kalau Mas
  2782. 1:37:03Edo itu sudah main ilmu hitam, hah? Dia
  2783. 1:37:04tuh orang baik, Mat. Tapi
  2784. 1:37:07Pak Sabar yang langsung nenangin. Dek,
  2785. 1:37:09entar Dek, jangan emosi dulu. Tahan
  2786. 1:37:11dulu, tahan. Ahmad nimpali lagi.
  2787. 1:37:14Jar, kau dengar dulu. Di luar kejadian
  2788. 1:37:16yang menimpa Mas Edo, sekali lagi aku
  2789. 1:37:19enggak bilang penyebab Mbak Santi itu
  2790. 1:37:20meninggal sudah pasti bukan karena
  2791. 1:37:23menghilangkan nyawanya sendiri ya. Jar,
  2792. 1:37:25Pak, saya cuman menduga kepergiannya
  2793. 1:37:27Mbak Santi itu mungkin ada penyebab lain
  2794. 1:37:30yang belum kita ketahui. Apalagi saya
  2795. 1:37:32juga dengar nih cerita dari Rizki, dulu
  2796. 1:37:35habis apa habis Mbak Santi meninggal kan
  2797. 1:37:37pihak keluarga enggak minta otopsi kan,
  2798. 1:37:39Pak. Iya kan, Bu? Kalian langsung
  2799. 1:37:40percaya ya kan sama omongannya Mas Edo.
  2800. 1:37:42Padahal kalau betul Mbak Santi
  2801. 1:37:44menghilangkan nyawa sendiri harusnya ada
  2802. 1:37:45laporan resminya, Pak. Makanya saya
  2803. 1:37:47sarankan kalau masih ada yang mengganjal
  2804. 1:37:50soal kepergiannya anak Bapak,
  2805. 1:37:51kepergiannya Mbak Santi, lebih baik
  2806. 1:37:53laporkan saja ke polisi biar ada
  2807. 1:37:55penyelidikan lebih lanjut. Itu kata
  2808. 1:37:57Ahmad. Habis Ahmad bilang kayak gitu,
  2809. 1:37:59ini Nak, ditepuknya halus ininya Pak
  2810. 1:38:02Sabar sama
  2811. 1:38:08ditepuk kayak gitu. Aku bisa nengok Nak
  2812. 1:38:09dari mukanya si Fajar tadi kan muka
  2813. 1:38:11emosi kan waktu diginiin.
  2814. 1:38:16Kayak merenung gitu loh. Terus kayak
  2815. 1:38:18seolah-olah
  2816. 1:38:20baru menyadari sesuatu. Pak Sabar yang
  2817. 1:38:22buka omongan duluan.
  2818. 1:38:26Iya juga ya, Dek.
  2819. 1:38:28Kok dulu kita langsung percaya gitu saja
  2820. 1:38:30sama si Edo.
  2821. 1:38:32Kita kan keluarga Santi, Dek. Kita semua
  2822. 1:38:34harusnya tahu.
  2823. 1:38:35Santi itu enggak dangkal pikirannya.
  2824. 1:38:38Dia tahu agama.
  2825. 1:38:40Dia tahu menghilangkan nyawa itu itu
  2826. 1:38:43adalah dosa besar.
  2827. 1:38:47Kenapa kita langsung percaya saja ya
  2828. 1:38:48omongan Edo?
  2829. 1:38:50Langsung kayak gitu ah. Nah, di situ
  2830. 1:38:51Ahmad langsung bilang, "Karena ada
  2831. 1:38:52sesuatu yang Mas Edo kirim di rumah ini.
  2832. 1:38:55Makanya kalian jadi gampang dipengaruhi
  2833. 1:38:57sama Mas Edo. Saya sudah merasakan waktu
  2834. 1:38:59pertama kali saya injak rumah Bapak."
  2835. 1:39:02Ada kiriman ke rumahnya Fajar rupanya,
  2836. 1:39:04Wa. Ada kiriman. Hah? Kiriman apa?
  2837. 1:39:07Nih, biar Bapak Ibu percaya
  2838. 1:39:10saya izin bersihkan rumah ini dulu.
  2839. 1:39:12Silakan ikut. Itu kata Ahmad. Ah, sampai
  2840. 1:39:14di situ, [berdehem] Wa. Mereka masih
  2841. 1:39:15enggak paham nih apa nih maksud
  2842. 1:39:16ucapannya si Ahmad kan.
  2843. 1:39:18Tapi Pak Sabar mengizinkan. Silakan Nak,
  2844. 1:39:20bersihkanlah.
  2845. 1:39:22Ahmad ambil sebotol air dicampur lagi
  2846. 1:39:24minyak, dicampur madu. Sudah.
  2847. 1:39:27Terus dia keliling tiap sudut rumah eh
  2848. 1:39:30Fajar itu sambil melantunkan doa-doa.
  2849. 1:39:32Itu diikuti ya sama Fajar, sama Rizki,
  2850. 1:39:34sama Pak Sabar gitu kan.
  2851. 1:39:36Diiringi, dipercikkanlah ke titik-titik
  2852. 1:39:38tertentu. Enggak lama eh dia bilang,
  2853. 1:39:41"Jar,
  2854. 1:39:42azan."
  2855. 1:39:44Allahu Akbar, Allahu
  2856. 1:39:50Dikumanangkan azan ke beberapa titik
  2857. 1:39:51waktu itu. Nah, setelah semua [musik]
  2858. 1:39:52proses itu selesai,
  2859. 1:39:54Ahmad langsung datang. "Ayo, Pak, ikut
  2860. 1:39:55lagi." Ahmad datanglah ke tiap sudut
  2861. 1:39:58rumahnya Fajar lagi sama Bapak, kan.
  2862. 1:40:01Set, set, set. "Bapak lihat, Pak. Di
  2863. 1:40:03sanalah
  2864. 1:40:04Fajar sendiri yang menemukan ada banyak
  2865. 1:40:07kali, Nadia,
  2866. 1:40:09benda aneh. Gulungan rambut ada.
  2867. 1:40:12Gulungan rambut diikat pakai, eh, diikat
  2868. 1:40:14pakai daun perindu. Ada keris kecil yang
  2869. 1:40:17dibungkus pakai kain putih dan ada
  2870. 1:40:19gulungan kertas yang enggak tahulah itu
  2871. 1:40:20berisi mantra-mantra. Itu sebelumnya
  2872. 1:40:22enggak pernah ada kami tengok
  2873. 1:40:23benda-benda di sekitar rumah." Nah, kata
  2874. 1:40:25si Fajar. "Menurut Ahmad, em,
  2875. 1:40:27benda-benda itulah yang diyakini sebagai
  2876. 1:40:30bentuk kiriman
  2877. 1:40:32dari Mas Edo
  2878. 1:40:34yang bikin keluarganya [musik]
  2879. 1:40:35Fajar ini gampang dipengaruhi sama Mas
  2880. 1:40:39Edo. Itulah kenapa
  2881. 1:40:41mereka ngebela Mas Edo tuh sedemikian
  2882. 1:40:43rupa, kan. Mereka sama sekali enggak ada
  2883. 1:40:45curiga apapun sama Mas Edo. Mas,
  2884. 1:40:47astagfirullahalazim, Pak.
  2885. 1:40:49Astagfirullahalazim, Mas. Sudah ada
  2886. 1:40:50banyak-banyak istigfar, kata si Ahmad.
  2887. 1:40:52Nah, akhirnya dikumpulkanlah benda-benda
  2888. 1:40:54itu dibakar sama Ahmad. Habis itu, Ahmad
  2889. 1:40:56langsung ngasih air, airnya sudah
  2890. 1:40:58dibaca-bacain doa, minum. Dikasih ke
  2891. 1:41:00Fajar, kasih Pak Sabar, dikasih sama Bu
  2892. 1:41:03Nur. Habis minum air itu, Nak, kata
  2893. 1:41:05Fajar,
  2894. 1:41:07langsung mual-mual kami semua. Mama aku
  2895. 1:41:09juga ikut mual. Dua-dua keluar tapi
  2896. 1:41:11enggak ada yang keluar. Buek. Pucat
  2897. 1:41:12langsung muka kami, lemas kami langsung.
  2898. 1:41:15Ahmad langsung datang, dibacainlah
  2899. 1:41:16doa-doa. Sampai perlahan-lahan mual kami
  2900. 1:41:19itu hilang mualnya. "Saya yakin kiriman
  2901. 1:41:21itu sudah ada
  2902. 1:41:23jauh sebelum Mbak Santi meninggal.
  2903. 1:41:26Makanya kalian enggak pernah nentang
  2904. 1:41:27omongannya Mas Edo, kan, dari dulu, kan.
  2905. 1:41:29Tapi ya sudah, insyaallah sekarang
  2906. 1:41:30pengaruh kirimannya sudah enggak ada
  2907. 1:41:31lagi." Dan benar saja, setelah rumahnya
  2908. 1:41:34Fajar itu dibersihkan, sikap dan pikiran
  2909. 1:41:37keluargaku, Nadia kata Fajar. Keluarga
  2910. 1:41:39si Fajar ini perlahan tapi pasti mulai
  2911. 1:41:41berubah.
  2912. 1:41:42[terkesiap]
  2913. 1:41:43Mereka jadi lebih terbuka untuk
  2914. 1:41:45mempertimbangkan ucapan Ahmad, enggak
  2915. 1:41:47seberat sebelum-sebelumnya Wa, termasuk
  2916. 1:41:50sarannya Ahmad untuk menyelidiki lagi
  2917. 1:41:52penyebab pasti dibalik kepergiannya Mbak
  2918. 1:41:55Santi.
  2919. 1:41:58Saat memulai proses penyelidikan Wa, Pak
  2920. 1:42:00Sabar memutuskan untuk belum mau
  2921. 1:42:02melibatkan polisi dulu. "Bapak aku mau
  2922. 1:42:05menyelidiki semuanya diam-diam Na, dan
  2923. 1:42:07keputusan ini kami lakukan setelah kami
  2924. 1:42:09berdiskusi bertiga sama mamaku" kata
  2925. 1:42:11Fajar. Karena ibaratnya gini Wa, di
  2926. 1:42:13titik itu Na, kami sekeluarga baru kayak
  2927. 1:42:16disadarkan.
  2928. 1:42:18Iya kan?
  2929. 1:42:19Kami terpuruk setelah tahu kemungkinan
  2930. 1:42:22dan kejanggalan yang harusnya kami tahu
  2931. 1:42:25dari awal. Kami pikir selama ini Mbak
  2932. 1:42:26Santi benar-benar menghilangkan nyawanya
  2933. 1:42:29sendiri karena keinginannya sendiri,
  2934. 1:42:31tapi setelah tercerahkan itu ibaratnya
  2935. 1:42:34kalian paham kan yang dirasakan Fajar
  2936. 1:42:36kan ibaratnya mereka tuh kayak telat ini
  2937. 1:42:38juga bisa jadi
  2938. 1:42:41luka terbesar juga bagi keluarga mereka
  2939. 1:42:43kan. Kalian ingat ajalah waktu Mbak Maya
  2940. 1:42:45udah jelas-jelas tuh ngasih petunjuk
  2941. 1:42:46soal chat anaknya ngomong kayak gitu,
  2942. 1:42:48enggak percaya kami, enggak ada kami
  2943. 1:42:50periksa lebih lanjut. Kalaupun memang
  2944. 1:42:51berantem, ah berantem biasa tuh, ah
  2945. 1:42:53kayak gitu. Makanya itulah Wa, kami
  2946. 1:42:55memutuskan untuk menyelidiki ini
  2947. 1:42:56diam-diam. Pak Sabar enggak mau kalau
  2948. 1:42:58sampai ini diselidiki secara resmi
  2949. 1:43:01pastinya kan beritanya heboh kemana-mana
  2950. 1:43:03ya kan.
  2951. 1:43:04Dan itu
  2952. 1:43:06bisa berpengaruh juga sama pertumbuhan
  2953. 1:43:08nyata [musik]
  2954. 1:43:09cucunya. Kalian harus ingat Wa, masih
  2955. 1:43:11ada Tata. Jadi Pak Sabar dan keluarganya
  2956. 1:43:13pun mintalah bantuan [musik] ke orang
  2957. 1:43:16suruhan untuk menyelidiki semuanya.
  2958. 1:43:25Nah, yang pertama kali mereka selidiki
  2959. 1:43:26adalah orang-orang yang dulu ada di
  2960. 1:43:28rumah sakit tempat jenazahnya Mbak Santi
  2961. 1:43:31diperiksa. Mereka duluan diperiksa.
  2962. 1:43:33Kenapa? Kalau kalian ingat waktu Fajar
  2963. 1:43:35nelpon Rizky waktu hari kejadian, yang
  2964. 1:43:37Rizky nunggu di rumah tuh ah, kan Fajar
  2965. 1:43:39bilang apa? "Wa, Mas Edo bilang dari
  2966. 1:43:42hasil pemeriksaan dokter sama polisi,
  2967. 1:43:44Mbak Santi memang meninggal karena
  2968. 1:43:47menghilangkan nyawa sendiri." Itu kan
  2969. 1:43:48kata si Fajar waktu nelpon Rizky kan.
  2970. 1:43:50Tapi setelah mendengar cerita Ahmad, Wa,
  2971. 1:43:52mereka mulai mempertanyakan lagi
  2972. 1:43:54soal kesimpulan itu, soal omongannya Mas
  2973. 1:43:56Edo. Jadi ibaratnya kemarin itu cuman
  2974. 1:43:58gara-gara Mas Edo bilang "Polisi sama
  2975. 1:43:59dokter udah bilang ini memang karena
  2976. 1:44:02menghilangkan nyawa, Bu." Nah, kayak
  2977. 1:44:03gitu aja. Mereka enggak selidiki lebih
  2978. 1:44:04lanjut. Nah, gara-gara sudah
  2979. 1:44:06tercerahkan, mereka mempertanyakan
  2980. 1:44:07kesimpulan itu lagi. Selama ini mereka
  2981. 1:44:08cuman tahu hasil akhirnya saja.
  2982. 1:44:10Sementara bagaimana proses
  2983. 1:44:12pemeriksaannya, apa saja yang ditemukan
  2984. 1:44:13pada tubuhnya Mbak Santi, gimana
  2985. 1:44:15kejadiannya, apa segala macam itu sampai
  2986. 1:44:17apa yang mendasari kesimpulan
  2987. 1:44:18menghilangkan nyawa itu, mereka
  2988. 1:44:20"Kami enggak tahu secara jelas, Nat.
  2989. 1:44:22Makanya itu dululah yang ingin kami cari
  2990. 1:44:24tahu dulu, langsung ke pihak-pihak yang
  2991. 1:44:26dulu menangani pemeriksaan jenazahnya
  2992. 1:44:28Mbak Santi." Dan
  2993. 1:44:30betul saja,
  2994. 1:44:32setelah ditelusuri dan mengingat-ngingat
  2995. 1:44:34kejadian itu lebih lanjut secara
  2996. 1:44:36diam-diam,
  2997. 1:44:38ada banyak fakta mencengangkan yang
  2998. 1:44:41mulai terungkap, Wa, dari penyelidikan
  2999. 1:44:43diam-diam mereka. Pertama,
  3000. 1:44:46polisi yang ada di rumah sakit saat
  3001. 1:44:49kejadian [musik] itu ternyata bukan
  3002. 1:44:52polisi sungguhan. Mereka cuman orang
  3003. 1:44:55biasa yang dibayar Edo untuk jadi polisi
  3004. 1:44:59gadungan.
  3005. 1:45:00Dah, jangan kaget dulu. Masih ada nih
  3006. 1:45:02yang kedua.
  3007. 1:45:03Dokter, dokter yang ngasih penjelasan
  3008. 1:45:06soal kepergian yang Mbak Santi
  3009. 1:45:09ternyata tidak terdaftar resmi sebagai
  3010. 1:45:12dokter rumah sakit yang ada, dia malah
  3011. 1:45:16baru ketangkap polisi karena melakukan
  3012. 1:45:18praktik aborsi ilegal.
  3013. 1:45:20Oke, ini yang ketiga nih yang paling
  3014. 1:45:23gongnya nih. Kenapa dari tadi tanganku
  3015. 1:45:24heh heh heh waktu nyebutin rumah sakit?
  3016. 1:45:27Rumah sakit tempat Mbak Santi diperiksa
  3017. 1:45:31waktu mereka datang ngejemput jenazah
  3018. 1:45:33itu, itu bukan rumah sakit Wak, itu
  3019. 1:45:36klinik yang dipakai sama dokter gadungan
  3020. 1:45:38tadi untuk praktek aborsi ilegalnya dia.
  3021. 1:45:40Jadi pada saat kejadian waktu dijemput
  3022. 1:45:43sama Fajar sama bapaknya, itu mereka
  3023. 1:45:45enggak lagi di rumah sakit Wak, mereka
  3024. 1:45:46lagi ada di klinik
  3025. 1:45:49itu. Fajar sama bapak enggak curiga sama
  3026. 1:45:52sekali waktu itu. Ya karena sudah
  3027. 1:45:53digituin gitu
  3028. 1:45:56Fakta ini semakin meyakinkan pihak
  3029. 1:45:57keluarga kalau Mbak Santi kemungkinan
  3030. 1:45:59meninggal dunia bukan karena dia
  3031. 1:46:00menghilangkan nyawanya sendiri Wak, tapi
  3032. 1:46:02ada penyebab lain yang ditutup-tutupi
  3033. 1:46:04sama Mas Edo. Kalau memang enggak ada
  3034. 1:46:05apa-apa ngapa kok harus bayar orang
  3035. 1:46:07untuk nyamar, ya kan? Entah apapun
  3036. 1:46:09penyebabnya, tapi yang jelas Mas Edo
  3037. 1:46:12sudah terbukti bersalah karena sudah
  3038. 1:46:14bikin cerita palsu dan dia bisa langsung
  3039. 1:46:16saja dilaporkan ke polisi. Tapi
  3040. 1:46:18lagi-lagi Pak Sabar enggak mau gegabah
  3041. 1:46:19di sini. Bapak panggil dulu istri sama
  3042. 1:46:21anaknya, aku sama mamaku kan, terus
  3043. 1:46:23minta [musik] saran apa yang harus kita
  3044. 1:46:25lakukan selanjutnya. Ini Edo mau
  3045. 1:46:26langsung kita laporin ke polisi apa
  3046. 1:46:27gimana katanya. Akhirnya diskusilah kami
  3047. 1:46:29nak kata Fajar. Tapi waktu itu aku sama
  3048. 1:46:32ibuku
  3049. 1:46:33berpikir kayaknya proses hukum ini kita
  3050. 1:46:36tunda Kenapa? Karena waktu itu kondisi
  3051. 1:46:38Mas Edo
  3052. 1:46:42lagi sakit parah kan Wak. Terus
  3053. 1:46:43lagi-lagi mereka juga mempertimbangkan
  3054. 1:46:45keadaan Tata. Tata masih kecil, masih 4
  3055. 1:46:48tahunan. Pak Sabar enggak tega kalau
  3056. 1:46:51Tata harus kehilangan orang tuanya lagi,
  3057. 1:46:53apalagi kalau sampai Mas Edo dipenjara
  3058. 1:46:56Wak, itu seumur hidup Tata akan dicap
  3059. 1:46:58sebagai seorang anak narapidana. Itu kan
  3060. 1:47:01nangis-nangis nak waktu kami ngobrol tuh
  3061. 1:47:02kayak mana Pak, tapi Pak kasihan Tata
  3062. 1:47:05Pak.
  3063. 1:47:06Gimana Pak kayak gitu. Maka dari dasar
  3064. 1:47:07itulah Mas Edo enggak dilaporin dulu ke
  3065. 1:47:10kantor polisi. Ya.
  3066. 1:47:12Di saat yang sama
  3067. 1:47:14kondisinya Mas Edo makin memprihatinkan
  3068. 1:47:16Wak.
  3069. 1:47:17Dia betul-betul sudah enggak bisa gerak
  3070. 1:47:19dari tempat tidurnya.
  3071. 1:47:21Sudah enggak bisa. Sampailah suatu hari
  3072. 1:47:23Rizky ditelepon sama Dimas. Dimas
  3073. 1:47:25yang tinggal di rumahnya Mas Edo,
  3074. 1:47:27ditelepon. "Ki, Ki,
  3075. 1:47:29tolonglah kau ajak kawan kau Ahmad ke
  3076. 1:47:31sini lagi, Ki. Aku enggak tega lihat
  3077. 1:47:32kondisinya Mas Edo. Dia sudah enggak
  3078. 1:47:33bisa ngapa-ngapain, Ki." Kenapa sih
  3079. 1:47:36Dimas ngomong gitu? Dimas tahu soal
  3080. 1:47:37Ahmad dari
  3081. 1:47:38ibunya Mas Edo, Bu Ika. Waktu dengar
  3082. 1:47:41omongan Dimas barusan, aku langsung
  3083. 1:47:42percaya Nadia enggak bisa bangun dari
  3084. 1:47:44sudah enggak bisa ngapa-ngapain. Percaya
  3085. 1:47:46aku, soalnya terakhir kali dia ke rumah
  3086. 1:47:47Mas Edo, Mas Edo sudah kayak gitu kan.
  3087. 1:47:49Sudah langsung aku bilang sama Ahmad,
  3088. 1:47:50"Mat, gini gini gini." "Oh, ya sudah
  3089. 1:47:51enggak apa-apa." Mau sih Ahmad bantu.
  3090. 1:47:53Tapi karena Ahmad sudah tahu dari awal
  3091. 1:47:56aku enggak bisa ngatasin ini sendirian,
  3092. 1:47:58Ahmad mintalah bantuan ke sesama ustaz
  3093. 1:48:01juga, namanya Ustaz Fikri,
  3094. 1:48:03kenalannya. Cuman waktu mau pergi ke
  3095. 1:48:05sana, dia enggak pergi bertiga sama
  3096. 1:48:07Rizky saja, Wa. Setelah berembuk,
  3097. 1:48:09keluarganya Fajar juga minta
  3098. 1:48:10diikutsertakan.
  3099. 1:48:11"Keluarga Fajar mau ikut. Kami juga mau
  3100. 1:48:13lihat kondisinya Mas Edo dulu, Pak."
  3101. 1:48:15Katanya ini kan masih dalam proses
  3102. 1:48:16penyelidikannya mereka yang diam-diam
  3103. 1:48:18itu kan. "Kami mau tengok dulu." kata
  3104. 1:48:19Pak Fajar. Diizinkan sama Ustaz Fikri,
  3105. 1:48:21memang itu kerabatnya mereka kan. "Oh,
  3106. 1:48:22ya sudah, Pak, enggak apa-apa." Dengar
  3107. 1:48:23itu, Ahmad sama Ustaz Fikri pun setuju.
  3108. 1:48:26Nah,
  3109. 1:48:27dari sinilah kita hampir masuk ke bagian
  3110. 1:48:30terakhir kisah ini, Wa. Kali ini kita
  3111. 1:48:32akan melihat lebih jauh bagaimana
  3112. 1:48:35kondisinya Mas Edo,
  3113. 1:48:37sekaligus juga mencari tahu apa
  3114. 1:48:39sebenarnya yang terjadi pada laki-laki
  3115. 1:48:41yang namanya terus dikait-kaitkan, terus
  3116. 1:48:44disebut dengan berbagai kejadian janggal
  3117. 1:48:47sejak awal cerita tadi ya kan. Karena
  3118. 1:48:49sampai di titik ini
  3119. 1:48:51masih ada banyak pertanyaan yang belum
  3120. 1:48:52terjawab. Kenapa begitu banyak orang
  3121. 1:48:55yang mengalami gangguan setelah Mbak
  3122. 1:48:56Santi berpulang?
  3123. 1:48:58Apa semua kejadian ini memang saling
  3124. 1:48:59berkaitan?
  3125. 1:49:01Dan yang paling penting, apa sebenarnya
  3126. 1:49:04yang sudah Mas Edo lakukan
  3127. 1:49:06sampai semua ini bisa terjadi? Kalian
  3128. 1:49:09sudah siap?
  3129. 1:49:11Kita masuk ke bagian
  3130. 1:49:13Mas Edo.
  3131. 1:49:21Jadi Wa, di hari yang sudah ditentukan
  3132. 1:49:23Rizki, bapaknya Rizki ini ikut juga ya,
  3133. 1:49:26Ahmad, Ustad Fikri dan juga keluarganya
  3134. 1:49:28Fajar, Pak Sabar, Bu Nur sama termasuk
  3135. 1:49:31Tata, berangkatlah itu semuanya ke
  3136. 1:49:33rumahnya Mas Edo. Sebelum berangkat
  3137. 1:49:36Fajar berkali-kali mengingatkan ke bapak
  3138. 1:49:38ibunya, "Pak, Bu, sesuai kesepakatan ya.
  3139. 1:49:42Waktu sudah sampai di sana jangan pernah
  3140. 1:49:44membahas soal Mbak Santi dulu.
  3141. 1:49:47Di sana lagi ada Pak Ali, ada Bu Ika, Bu
  3142. 1:49:49orang tuanya Mas Edo. Bagaimanapun
  3143. 1:49:51mereka sudah baik sama kita. Jadi tolong
  3144. 1:49:53jangan bikin suasana jadi enggak enak.
  3145. 1:49:55Ditahan ya, Pak, ditahan ya, Bu, gitu.
  3146. 1:49:58Iya, Nak, kami paham. Dah, mereka
  3147. 1:50:00serombongan tuh ada delapan kan
  3148. 1:50:01berangkat ke rumahnya Mas Edo. Mereka
  3149. 1:50:03naik mobil disopirin sama bapaknya
  3150. 1:50:05Rizki, Tata dipangku di depan sama
  3151. 1:50:07kakeknya sama Pak Sabar. Selama
  3152. 1:50:08perjalanan masih lancar-lancar aja tuh,
  3153. 1:50:10tapi waktu itu sudah menjelang magrib ya
  3154. 1:50:12jadi sudah agak mau gelaplah gitu.
  3155. 1:50:14Pas sudah dekat rumahnya Mas Edo paling
  3156. 1:50:16sekitar 15 meter nah dia jaraknya.
  3157. 1:50:19Tata yang di depan tiba-tiba teriak,
  3158. 1:50:21"Kek,
  3159. 1:50:22itu itu di rumahnya bapak kok banyak
  3160. 1:50:25monyetnya. Enggak Tata takut Tata Tata
  3161. 1:50:28enggak mau ayo pulang aja kita." Banyak
  3162. 1:50:29monyet katanya. Pas mereka tengok ke
  3163. 1:50:31sana enggak ada Wa. Ahmad di belakang
  3164. 1:50:33sigap ditepuk ya pundak Tata. "Heh,
  3165. 1:50:35sayang, coba kamu lihat lagi Tata, coba
  3166. 1:50:37sekarang tuh lihat ke sana tuh tuh sudah
  3167. 1:50:38enggak ada kan? Sudah enggak ada
  3168. 1:50:39monyetnya." Tata tengoklah.
  3169. 1:50:42"Tuh enggak ada kan?" katanya. "Iya
  3170. 1:50:43enggak ada lagi." Tapi dari belakang
  3171. 1:50:45Ustad Fikri ngebisik ke Ahmad dia.
  3172. 1:50:49"Mat, siap-siap ya, Mat. Buruk ini,
  3173. 1:50:51Mat." katanya. Sambil
  3174. 1:50:52menggeleng-gelengkan kepalanya Nadia.
  3175. 1:50:53Nah, kata Ahmad kalau Ustad Fikri sudah
  3176. 1:50:55bilang kayak gitu siap-siap ya bahaya
  3177. 1:50:58ini. Ahmad tahu pasti situasi di
  3178. 1:51:00rumahnya Mas Edo sudah gawat kali Wa.
  3179. 1:51:01Jadi begitu sampai di rumahnya Mas Edo
  3180. 1:51:03sebelum disambut oleh orang rumahnya Mas
  3181. 1:51:05Edo, Ustad Fikri langsung minta Pak
  3182. 1:51:07Sabar sama Bu Nur,
  3183. 1:51:09"Pak, Bu, ajak Tata main-main ke luar
  3184. 1:51:11dulu jangan langsung masuk." katanya.
  3185. 1:51:13Nurutlah Pak Sabar, enggak banyak tanya.
  3186. 1:51:15Pergilah. Sementara yang lain, Rizki,
  3187. 1:51:17bapaknya Rizki, Ahmad, Ustaz Fikri,
  3188. 1:51:19Fajar, tetap berjalan masuk ke dalam
  3189. 1:51:22rumahnya Mas Edo. Kedatangan mereka pun
  3190. 1:51:23langsung disambut sama Bu Ika, sama Pak
  3191. 1:51:26Ali seadanya, Wak. Ya, memang sudah
  3192. 1:51:29diduga, kelihatan dari wajahnya mereka
  3193. 1:51:30tuh sudah kayak orang putus asa gitu
  3194. 1:51:32sama keadaannya anaknya gitu kan. Dimas
  3195. 1:51:35juga waktu itu sudah ada di sana. Nah,
  3196. 1:51:36setelah bertanya kabar sebentar, Ustaz
  3197. 1:51:38Fikri dan Ahmad pun izinlah ke Pak Ali
  3198. 1:51:41dan Bu Ika untuk masuk ke kamarnya Mas
  3199. 1:51:42Edo. Memang [musik] itu tujuan pertama
  3200. 1:51:44mereka kan. Sama seperti yang dibilang
  3201. 1:51:45sama Dimas di telepon kemarin, "Waktu
  3202. 1:51:48kami masuk, Nak,
  3203. 1:51:50itu kondisi Mas Edo sudah kurus
  3204. 1:51:53sekali. Dia terbaring
  3205. 1:51:55di kasurnya, matanya ketutup, Nak.
  3206. 1:51:58Bahkan kulit mukanya juga berubah jadi
  3207. 1:52:00lebih gelap gitu, kayak sulit dikenali.
  3208. 1:52:02Tanpa membuka obrolan apapun, Ustaz
  3209. 1:52:04Fikri langsung berucap,
  3210. 1:52:06"Permisi ya, Mas." Dia langsung pegang
  3211. 1:52:08kepalanya Mas Edo kan. Dibacainlah
  3212. 1:52:10doa-doa.
  3213. 1:52:12Masuk aja tuh.
  3214. 1:52:13Enggak lama, Mas Edo tiba-tiba yang
  3215. 1:52:15tidur kan tadi toh.
  3216. 1:52:17Hah!
  3217. 1:52:18Bola matanya melotot menatap tajam ke
  3218. 1:52:21Ustaz Fikri, terus enggak lama badannya
  3219. 1:52:23yang tadi kelihatan enggak bisa
  3220. 1:52:24ngapa-ngapain tuh, Wak.
  3221. 1:52:25Bangkit berdiri di atas kasur, dia kayak
  3222. 1:52:27mau ngambil ancang-ancang lompat nyerang
  3223. 1:52:29Ustaz Fikri tuh.
  3224. 1:52:31Dia mau loncat. Sebelum dia nyentuh
  3225. 1:52:32Ustaz Fikri, untungnya Ahmad sudah lebih
  3226. 1:52:34dulu dipukulnya pakai daun bidara ke
  3227. 1:52:36tubuhnya si Mas Edo di situ. Ah, panas,
  3228. 1:52:39panas. Gitu kan. Ahmad dan beberapa
  3229. 1:52:41orang juga langsung megangin badannya
  3230. 1:52:42Mas Edo waktu itu. Sementara Ustaz Fikri
  3231. 1:52:45tetap dipegangnya kepala Mas Edo,
  3232. 1:52:46baca-bacanya lagi ayat-ayat suci
  3233. 1:52:48Alquran. Makin kencang bacaan doanya
  3234. 1:52:50Ustaz, makin berontak lagi Mas Edo kan.
  3235. 1:52:52Ustaz Fikri langsung,
  3236. 1:52:53"Bal, Bal, air madu, Bal, air madu."
  3237. 1:52:55Ahmad datanglah bawain segelas air madu,
  3238. 1:52:57terus air itu langsung dibacain doa lagi
  3239. 1:52:58sama Ustaz Fikri.
  3240. 1:53:00Terus diminumin ke Mas Edo.
  3241. 1:53:03Perlahan tapi pasti itu kondisinya Mas
  3242. 1:53:05Edo sudah mulai agak tenang, Nak.
  3243. 1:53:06Walaupun harus berakhir dengan Mas Edo
  3244. 1:53:08yang pingsan. Sudah.
  3245. 1:53:10Mas Edo dibaringkan lagi, baringkan lagi
  3246. 1:53:11di kasur. Nah, dijagainlah sama Pak Ali,
  3247. 1:53:14Bu Ika, sama yang lain. Nah, waktu itu
  3248. 1:53:16Pak Sabar sudah bergabung, Wak. Tata
  3249. 1:53:18masih di luar sama eh ditemanin sama Bu
  3250. 1:53:20Nur. Sementara di saat nungguin si Mas
  3251. 1:53:22Edo di dalam, Ustaz Fikri, Fajar, Dimas,
  3252. 1:53:26sama Ahmad keliling rumah untuk mencari
  3253. 1:53:29sesuatu. Jadi terpisah dua, ya. Enggak
  3254. 1:53:31lama,
  3255. 1:53:33mereka balik lagi ke ruang tamu
  3256. 1:53:35sambil sudah membawa
  3257. 1:53:38benda-benda aneh. Itulah ada kain kafan
  3258. 1:53:41yang di dalamnya ada uang koin kuno, ada
  3259. 1:53:44kertas bertulis Arab gundul, Nadia.
  3260. 1:53:46Terus ada kayak batang bambu. Kata
  3261. 1:53:47Dimas, mereka nemuin barang-barang itu
  3262. 1:53:49terkubur di beberapa sudut halaman
  3263. 1:53:52rumahnya Mas Edo. Dan ada juga yang
  3264. 1:53:53ditemukan dalam rumah, Wak. Nah,
  3265. 1:53:55barang-barang yang ditemukan ini diduga
  3266. 1:53:57kuat berkaitan sama praktik ilmu hitam.
  3267. 1:53:59Sampai di sini, pihak keluarganya Mas
  3268. 1:54:01Edo, Bu Ika sama Pak Ali masih belum
  3269. 1:54:03tahu tuh apa yang terjadi karena mereka
  3270. 1:54:05masih di kamar, ya kan. Sementara Rizki
  3271. 1:54:07sama keluarganya Fajar yang ada di dalam
  3272. 1:54:08diajak gabung, ayo gabung. Ngumpullah di
  3273. 1:54:10ruang tamu tuh. Itu dilihatin, eh Pak,
  3274. 1:54:13benar nih, Pak. Berarti, Pak,
  3275. 1:54:15Edo sudah bersekutu sama setan, kata
  3276. 1:54:17gitu kan. Enggak lama, benda-benda itu
  3277. 1:54:19dikumpulkan, dibakarlah sama Ahmad.
  3278. 1:54:23Tapi anehnya tepat waktu benda itu
  3279. 1:54:25terbakar, Wak, semua orang di rumah itu
  3280. 1:54:28dengar
  3281. 1:54:31dari arah plafon. Suaranya kencang kali,
  3282. 1:54:34Nadia. Itu kayak ada orang yang lagi
  3283. 1:54:35lari-larian di atas plafon.
  3284. 1:54:39Dan plafon itu sampai getar, Nak. Pak
  3285. 1:54:41Ali yang ada di dalam kamar langsung
  3286. 1:54:42keluar juga, apa tuh? Apa tuh? Diceklah
  3287. 1:54:44sama Ahmad kan. Dicek-cek-cek, rupanya
  3288. 1:54:46dia tengok
  3289. 1:54:48ada lubang di salah satu langit-langit
  3290. 1:54:50atap dapur, Wak. Ada lubang. Lubang itu
  3291. 1:54:53kayak pintu masuk ke loteng rumah, ke
  3292. 1:54:55atas. Di situ Ustaz Fikri bilang kan ada
  3293. 1:54:57Ustaz,
  3294. 1:54:58kita cek ke atas, Mat, gitu.
  3295. 1:55:00Nurutlah Ahmad. Dibawa tangga, naiklah
  3296. 1:55:02ke atas. Pas nyampe di atas loteng, dua
  3297. 1:55:05aja yang naik, Ustaz sama Ahmad.
  3298. 1:55:07Ternyata nyampe atas loteng,
  3299. 1:55:10mereka cari-cari sesuatu, itu masih
  3300. 1:55:12bunyi Wak.
  3301. 1:55:14[tertawa]
  3302. 1:55:15Mereka menemukan ada kotak kayu.
  3303. 1:55:18[musik]
  3304. 1:55:20Lagi bergetar kencang Wak. Ternyata
  3305. 1:55:21suara gluduk-gluduk itu, nah dari situ.
  3306. 1:55:23Dideketinlah sama mereka berdua, rupanya
  3307. 1:55:25kotak itu enggak ketutup. Mereka bisa
  3308. 1:55:26ngelihat langsung tuh apa isinya.
  3309. 1:55:28Dan isinya adalah lima buah keris yang
  3310. 1:55:31dibungkus pakai kain putih. Nah,
  3311. 1:55:34keris-keris itu yang goyang Wak.
  3312. 1:55:37Jadi kayak wuh gitulah. Nah, di situlah
  3313. 1:55:39Ustaz sama Ahmad makin yakin, iya betul
  3314. 1:55:41nih.
  3315. 1:55:42Edo udah mendalami ilmu hitam bukan main
  3316. 1:55:44ilmu hitam lagi, sudah mendalami sampai
  3317. 1:55:46ini pegangannya dia. Ustaz Fikri sama
  3318. 1:55:47Ahmad pun langsunglah baca-baca ayat
  3319. 1:55:49kursi, baca doa-doa lainnya juga. Terus
  3320. 1:55:51enggak lama getaran kotak-kotak itu pun
  3321. 1:55:53berhenti Wak. Kerisnya juga berhenti
  3322. 1:55:55bergoyang. Ya, keris-keris tadi itu pun
  3323. 1:55:57disiapin sama eh Ustaz mau dibawa turun
  3324. 1:55:59ini.
  3325. 1:56:00Udah disiapin, waktu mau balik badan
  3326. 1:56:02Wak, tiba-tiba ada yang teriak dari arah
  3327. 1:56:04tangga loteng. Astagfirullah,
  3328. 1:56:06apa itu? Sambil mereka nengok sumber
  3329. 1:56:08suara, rupanya yang teriak Pak Ali,
  3330. 1:56:10bapaknya Edo. Pak Ali nyusul naik ke
  3331. 1:56:12atas Wak gegara penasaran suara
  3332. 1:56:14gledak-gleduk, itu kan rumah anaknya.
  3333. 1:56:15Tapi baru aja dia ngelongok kepala masuk
  3334. 1:56:17kayak gitu Wak ke atas loteng dan
  3335. 1:56:19senternya nyorot ke sudut loteng,
  3336. 1:56:23di situlah bukan Pak Ali aja, Ustaz sama
  3337. 1:56:26Ahmad melihat ada sosok muka merah,
  3338. 1:56:31rambut panjang, lidah menjulur keluar,
  3339. 1:56:33kukunya panjang dan sosok itu lagi
  3340. 1:56:37jongkok, di depannya ada keranjang buah
  3341. 1:56:41ukuran besar
  3342. 1:56:43dan di dalam keranjang itu kelihatan
  3343. 1:56:46uang.
  3344. 1:56:49Uang itu yang diteriakin sama Pak Ali.
  3345. 1:56:51Ahmad langsung sigap dia, ayo Pak Pak
  3346. 1:56:53Pak turun dulu Pak.
  3347. 1:56:54Ahmad amanin Pak Ali ya kan, sementara
  3348. 1:56:56Ustaz Fikri masih di loteng. Enggak lama
  3349. 1:56:58habis Ahmad sama Pak Ali di bawah, semua
  3350. 1:57:00orang yang ada di bawah, Ustaz Fikri kan
  3351. 1:57:01di atas, semua orang yang ada di bawah
  3352. 1:57:03itu dengar suara teriakan aneh, Wak.
  3353. 1:57:06Tapi bukan lagi dari loteng, Nak.
  3354. 1:57:08Dari arah yang kami sendiri enggak tahu
  3355. 1:57:11asalnya dari mana. Yang teriak apa?
  3356. 1:57:12Aku enggak akan pergi, aku enggak akan
  3357. 1:57:15pergi.
  3358. 1:57:16Aku akan datang ke sini. Kami enggak
  3359. 1:57:18tahu dari mana. Itu menggema di rumah
  3360. 1:57:19tuh. Sudah habis itu suara itu lenyap
  3361. 1:57:21dan suasana rumah balik sunyi lagi. Di
  3362. 1:57:23situ Ustaz Fikri kan sudah men- dekat ke
  3363. 1:57:25lorong.
  3364. 1:57:26Dia minta tolong-tolong nih, tolong.
  3365. 1:57:27Tolong buat turunin keranjang buah isi
  3366. 1:57:29uang itu, Wak. Sampai leset.
  3367. 1:57:31Nih, tolong-tolong. Disambut kan dari
  3368. 1:57:32bawah.
  3369. 1:57:34Tapi anehnya waktu melewati batas
  3370. 1:57:37plafon,
  3371. 1:57:38hah, isi keranjang tuh bukan lagi uang,
  3372. 1:57:40Wak.
  3373. 1:57:41Daun-daun kering.
  3374. 1:57:44Jumlahnya banyak kali Nak sampai
  3375. 1:57:46terjatuh-jatuh dari keranjang buah tuh.
  3376. 1:57:47Itu bertiga nengok ya, Dimas ada di
  3377. 1:57:49situ, Fajar ada di situ, Rizki ada di
  3378. 1:57:51situ. Hah, waktu nengok itu yang pertama
  3379. 1:57:53kali tahu ada apa-apa ya Pak Ali.
  3380. 1:57:55Ali,
  3381. 1:57:55Pak,
  3382. 1:57:56kok
  3383. 1:57:57tadi
  3384. 1:57:58kok bisa jadi daun kayak gini? Tadi uang
  3385. 1:58:00kan, Pak. Apa ini, Pak? Ini ada apa ini,
  3386. 1:58:02Pak? Apa yang sebenarnya terjadi di
  3387. 1:58:03rumah anak saya ini, Pak?
  3388. 1:58:05Bu Ika sudah ada di sana. Nangis-nangis
  3389. 1:58:06juga dia nengok itu kan. Dia dicecer
  3390. 1:58:08sama suaminya tadi waktu turun. Pak,
  3391. 1:58:09kenapa dia, Pak Ustaz? Kenapa, Pak?
  3392. 1:58:11Anak kami sebenarnya sudah ngelakuin
  3393. 1:58:13apa, Pak? Sampai banyak kali hal-hal
  3394. 1:58:15aneh kayak gini di rumah, Pak. Pak, ada
  3395. 1:58:16apa, Pak? Apa benar yang kamu bilang
  3396. 1:58:18dulu itu, Mat? Hah? Jangan menyekutukan
  3397. 1:58:21Allah ke anak saya. Anak saya
  3398. 1:58:22menyekutukan Allah, Mat? Hah? Iya, Mat.
  3399. 1:58:24Makanya dia jadi sakit-sakit kayak gini,
  3400. 1:58:25kata Bu Ika. Ustaz Fikri bilang, "Pak,
  3401. 1:58:28Bu, tenang.
  3402. 1:58:30Saya belum tahu
  3403. 1:58:32pasti apa yang terjadi, tapi kemungkinan
  3404. 1:58:34besar
  3405. 1:58:36Mas Edo sudah melakukan praktik
  3406. 1:58:39pesugihan."
  3407. 1:58:41Makin histeris mamanya di situ.
  3408. 1:58:43"Astaghfirullahaladzim,
  3409. 1:58:45astaghfirullahaladzim, Nak.
  3410. 1:58:48Aku enggak nyangka, Pak. Aku enggak
  3411. 1:58:50nyangka. Pak, gimana ini, Pak? Kami
  3412. 1:58:52harus ngapain, Pak? Tolong, Pak,
  3413. 1:58:55bantu anak kami sembuh, Pak. Kami
  3414. 1:58:58tolonglah, Pak, kami mau dia tobat, gitu
  3415. 1:59:01kan. Bu, tenang dulu, Bu Ika.
  3416. 1:59:03Saya akan berusaha semaksimal mungkin
  3417. 1:59:05untuk bantu
  3418. 1:59:07Edo bertobat, kata Ustaz Fikri, dah.
  3419. 1:59:11Ustaz Fikri pun mintalah Ahmad dan juga
  3420. 1:59:13beberapa orang untuk bakar
  3421. 1:59:15keranjang-keranjangnya juga sama
  3422. 1:59:17daun-daunnya bakar. Terus kuburin
  3423. 1:59:19keris-kerisan yang ditemuin tadi juga
  3424. 1:59:20dikuburinlah entah di mana yang penting
  3425. 1:59:22jangan ada di rumah ini lagi. Habis itu
  3426. 1:59:23sudah selesai, mereka baliklah ke kamar
  3427. 1:59:25yang Mas Edo untuk melanjutkan proses
  3428. 1:59:28rukiah.
  3429. 1:59:30Nah, proses rukiah kedua ini, Wak,
  3430. 1:59:32berlangsung lebih lama dari yang
  3431. 1:59:34pertama. Ini lebih dari 1 jam lah kami
  3432. 1:59:35ngerukiah Mas Edo. Selama itu juga Mas
  3433. 1:59:38Edo berontak, nangis, teriak-teriak
  3434. 1:59:41minta tolong, kayak gitu kan.
  3435. 1:59:42Orang-orang di sana berusaha juga lah
  3436. 1:59:43megangin Mas Edo sambil juga ikut
  3437. 1:59:45baca-baca doa. Sampai akhirnya Mas Edo
  3438. 1:59:47pun mulai sadar lagi, tapi kali ini
  3439. 1:59:50kondisi badannya lebih lemas daripada
  3440. 1:59:52rukiah pertama. Nah, Mas Edo dibaringkan
  3441. 1:59:54lagi lah di kasur. Nah, di situ
  3442. 1:59:57Mas Edo, kan ada beberapa orang di situ
  3443. 1:59:59kan, Wak.
  3444. 2:00:00Waktu sudah ditidurin itu dia
  3445. 2:00:02sambil kayak lemas badannya, dia kayak
  3446. 2:00:07Dia nengok muka kami satu persatu, Nak.
  3447. 2:00:09Tes, tes, tes.
  3448. 2:00:12Dan tepat saat pandangan matanya ngarah
  3449. 2:00:14ke Pak Sabar dan juga Fajar, mertua dan
  3450. 2:00:18adik iparnya,
  3451. 2:00:19di situ
  3452. 2:00:24langsung netes air matanya Mas Edo, Wak.
  3453. 2:00:26Mas Edo enggak ngomong apa-apa, tapi
  3454. 2:00:28dari tatapan matanya itu seolah-olah
  3455. 2:00:29menunjukkan kalau
  3456. 2:00:31ada yang dia sesali. Dia mau ngucapin
  3457. 2:00:34sesuatu, tapi sesuatu itu enggak sanggup
  3458. 2:00:36keluar dari mulutnya. Nangis di situ.
  3459. 2:00:38Ustaz Fikri di situ langsung
  3460. 2:00:42Dah, sekarang ambil wudu ya.
  3461. 2:00:44Salat tobat kamu, kata si Ustaz. Enggak
  3462. 2:00:47nolak Wa Mas Edo.
  3463. 2:00:49Dia
  3464. 2:00:50dia cuman ngangguk. Dipapahlah sama
  3465. 2:00:51Ustaz buat wudu, ya. Dia wudu. Kami
  3466. 2:00:54biarin nanti.
  3467. 2:00:55Wudu, diantarkanlah balik lagi ke
  3468. 2:00:57kamarnya. Ustaz Fikri pun membimbing
  3469. 2:00:58[musik]
  3470. 2:00:59Mas Edo.
  3471. 2:01:00"Niatkan dalam hati untuk salat tobat
  3472. 2:01:03dua rakaat karena Allah, ya Do. Tata
  3473. 2:01:05caranya sama kayak salat biasa. Setelah
  3474. 2:01:07Al Fatihah, kau baca surat pendek yang
  3475. 2:01:10kau hafal. Nanti setelah salam,
  3476. 2:01:12banyak-banyak istigfar. Minta ampun sama
  3477. 2:01:15Allah. Sesali semua kesalahanmu.
  3478. 2:01:19Berjanjilah kau enggak ngulangin lagi."
  3479. 2:01:21Kata Ustaz. [musik] Nurut Edo di situ.
  3480. 2:01:24Kami dengar semua perkataan Ustaz tuh.
  3481. 2:01:26"Iya, Ustaz." Katanya. Dan setelah itu,
  3482. 2:01:27Ustaz mengisyaratkan semua orang yang
  3483. 2:01:29ada di kamar keluar. Biarkan Mas Edo di
  3484. 2:01:31dalam kamar sendirian. Sambil nunggu Mas
  3485. 2:01:33Edo salat, Ustaz Fikri kumpulin semua
  3486. 2:01:36orang di ruang tengah. Sudah ada Pak
  3487. 2:01:38Ali, Bu Ika, orang tua Edo, orang tuanya
  3488. 2:01:40Mbak Santi, Yakan, Fajar, semua ada di
  3489. 2:01:41situ.
  3490. 2:01:43Ustaz Fikri bilang, "Pak Ali, Bu Ika dan
  3491. 2:01:45semuanya,
  3492. 2:01:46saya mau nyampaiin sesuatu. Sebagian
  3493. 2:01:48mungkin sudah disampaikan sama Ahmad ke
  3494. 2:01:50keluarganya Pak Sabar beberapa hari yang
  3495. 2:01:51lalu, ya. Tapi mungkin di sini hanya Pak
  3496. 2:01:53Ali sama Bu Ika yang belum tahu." "Ada
  3497. 2:01:55apa, Ustaz?" Kata Pak Ali. "Jadi, Pak,
  3498. 2:01:57Bu,
  3499. 2:01:58dari hasil rukiah tadi,
  3500. 2:02:01saya lihat kalau Mas Edo ini sudah
  3501. 2:02:04mempraktekkan
  3502. 2:02:05ilmu pesugihan
  3503. 2:02:08sejak lama.
  3504. 2:02:10Dia bersekutu sama iblis untuk
  3505. 2:02:13mendapatkan kekayaan
  3506. 2:02:15sejak lama. Benda-benda kayak keris,
  3507. 2:02:19buhul-buhul lainnya yang ditemukan di
  3508. 2:02:20sekitar rumah,
  3509. 2:02:22itulah media dari ilmu hitam ini, Pak.
  3510. 2:02:24Terus keranjang yang tadi kita lihat,
  3511. 2:02:25keranjang yang Pak Ali lihat itu uang
  3512. 2:02:26turun ke bawah jadi daun-daun kering
  3513. 2:02:28tadi,
  3514. 2:02:29itu adalah kekayaan semu yang dijanjikan
  3515. 2:02:32sama iblis. Dan untuk bisa mempraktekkan
  3516. 2:02:34pesugihan ini,
  3517. 2:02:36Mas Edo diharuskan bikin ritual dengan
  3518. 2:02:40memberikan tumbal. Selama ini mungkin
  3519. 2:02:42ritual-ritual yang pernah dilakukan itu
  3520. 2:02:45berhasil. Selama ini tumbal-tumbal juga
  3521. 2:02:48mungkin sudah pernah diserahkan. Makanya
  3522. 2:02:50bisa kalian lihat dari hasil keranjang
  3523. 2:02:52tadi ya.
  3524. 2:02:54Tapi
  3525. 2:02:57saat tumbal berikutnya
  3526. 2:03:00ingin diserahkan
  3527. 2:03:02belum sempat ritual itu dilakukan
  3528. 2:03:06tumbal selanjutnya yang diincar Mas Edo
  3529. 2:03:11sudah meninggal duluan. Makanya
  3530. 2:03:14si sosok yang bersekutu sama Mas Edo ini
  3531. 2:03:17akhirnya balik ngincar Mas [musik] Edo
  3532. 2:03:20untuk minta
  3533. 2:03:21tumbal gantinya.
  3534. 2:03:24Ustaz yang ngomong kayak gitu. Dengar
  3535. 2:03:26itu syok semuanya terutama Pak Ali sama
  3536. 2:03:29Bu Ika. Bahkan Bu Ika langsung
  3537. 2:03:32terduduk lemas di lantai Nak. Mereka
  3538. 2:03:34sama sekali enggak nyangka kalau ya
  3539. 2:03:36Allah anaknya selama ini kebanggaan
  3540. 2:03:38mereka kelihatan baik, pekerja keras,
  3541. 2:03:40usahanya lancar, uangnya banyak rupanya
  3542. 2:03:42memilih jalan pintas untuk dapatin
  3543. 2:03:43kekayaan itu. Pak Ali yang langsung ngeh
  3544. 2:03:45dengan ucapannya Ustaz.
  3545. 2:03:48[terengah-engah][menghela napas]
  3546. 2:03:49Tumbal selanjutnya yang meninggal ini
  3547. 2:03:54maksud
  3548. 2:03:55maksudnya Santi Ustaz? Di situ Ustaz
  3549. 2:03:57Fikri
  3550. 2:04:02Iya Pak.
  3551. 2:04:06Mbak Santi yang mau dijadikan tumbal
  3552. 2:04:08selanjutnya oleh anak Bapak
  3553. 2:04:10Pak, tapi dia sudah meninggal duluan
  3554. 2:04:12sebelum ritual itu terjadi. Mohon maaf
  3555. 2:04:14saya sendiri juga tidak bisa memastikan
  3556. 2:04:16apa penyebab pasti soal meninggalnya
  3557. 2:04:19Mbak Santi ya. Apakah dia betulan
  3558. 2:04:21menghilangkan nyawanya sendiri atau apa,
  3559. 2:04:23tapi yang jelas habis Mbak Santi
  3560. 2:04:25meninggal sosok itu jadi enggak dapat
  3561. 2:04:26tumbal yang memang sudah dijanjikan.
  3562. 2:04:28Makanya dia minta ganti. Gantinya siapa
  3563. 2:04:31Pak?
  3564. 2:04:33Cucu Bapak.
  3565. 2:04:34Tata
  3566. 2:04:35[musik]
  3567. 2:04:35anak mereka. Tapi Mas Edo enggak mau.
  3568. 2:04:39Dia bersikeras nolak anaknya dijadikan
  3569. 2:04:42pengganti atau dijadikan persembahan.
  3570. 2:04:44Itulah kenapa sosoknya ini makin marah
  3571. 2:04:49dan akhirnya nyerang balik Mas Edo
  3572. 2:04:51sampai segitunya. Dan sosok itulah yang
  3573. 2:04:54tadi Pak Ali lihat di loteng.
  3574. 2:04:57Sosok muka merah. Langsung nangis semua
  3575. 2:04:59orang di situ, Nat. Semua mereka bertiga
  3576. 2:05:02ini, Nat, tiga wawa ini nangis juga.
  3577. 2:05:04Betulan mereka tuh enggak nyangka kalau
  3578. 2:05:05efek dari kelakuannya Mas Edo bisa
  3579. 2:05:07separah itu.
  3580. 2:05:12Kami semua pasti marah besar sama Mas
  3581. 2:05:14Edo, Nat. Tapi entahlah ya, di sisi lain
  3582. 2:05:15kami juga kasihan nengok kondisinya Mas
  3583. 2:05:17Edo yang diincar terus sama
  3584. 2:05:19sosok itu. Apalagi sih Dimas. Dimas yang
  3585. 2:05:21nangis di situ. Dia yang jadi saksi mata
  3586. 2:05:24gimana Mas Edo diganggu segitunya sama
  3587. 2:05:25sosok itu. Nangis Dimas. Dimas juga
  3588. 2:05:27enggak nyangka kalau sosok cewek muka
  3589. 2:05:29merah yang dia lihat beberapa kali itu,
  3590. 2:05:31itu ternyata adalah sosok yang bikin
  3591. 2:05:33yang udah bikin perjanjian sama Mas Edo.
  3592. 2:05:35Padahal selama ini kan dia mikirnya tuh
  3593. 2:05:37apa? Itu penunggu rumah aja ya kan.
  3594. 2:05:38Walaupun belakangan baru dia mulai
  3595. 2:05:40curiga nih sosok ini kayaknya ada
  3596. 2:05:41kaitannya sesuatu gitu. Ustaz Fikri
  3597. 2:05:43nambahin lagi. Saya bukan mau
  3598. 2:05:45nakut-nakutin ya semuanya. [musik]
  3599. 2:05:47Tapi kalau sekalinya tidak bisa ngasih
  3600. 2:05:50tumbal,
  3601. 2:05:51Mas Edo pasti akan didatangin terus sama
  3602. 2:05:54sosok itu seumur hidup. Itu cuman yang
  3603. 2:05:56mungkin bisa sedikit melegakan keluarga
  3604. 2:05:58yang ada di sini, kita sudah tahu
  3605. 2:05:59penyebabnya apa.
  3606. 2:06:00Jadi Mas Edo masih [musik] ada
  3607. 2:06:02kesempatan untuk kita bantu bertobat.
  3608. 2:06:06Sakit yang dia derita juga insyaallah
  3609. 2:06:08masih bisa disembuhkan. Tapi itu tadi,
  3610. 2:06:10gangguan yang datang, gangguan yang
  3611. 2:06:12menimpa Mas Edo enggak bisa akan
  3612. 2:06:14sepenuhnya dihilangkan. Karena kan
  3613. 2:06:16tumbal ganti enggak mau dikasih sama Mas
  3614. 2:06:18Edo. Inilah, Pak.
  3615. 2:06:20Inilah akibat dari perjanjian setan itu.
  3616. 2:06:23Enggak mudah lepas. Saya harap pihak
  3617. 2:06:25keluarga bisa ikut bantu Mas Edo ya,
  3618. 2:06:27biar bisa kembali ke jalan yang benar.
  3619. 2:06:29Setelah Ustaz Fikri cerita kayak gitu,
  3620. 2:06:31Nat,
  3621. 2:06:32Ustaz Fikri masuk lagi ke dalam kamarnya
  3622. 2:06:34Mas Edo. Mas Edo sudah selesai sholat,
  3623. 2:06:36tapi waktu itu dia masih duduk di atas
  3624. 2:06:37sajadahnya. Ustadz Fikri datang, dia
  3625. 2:06:40duduk di sebelahnya, dielusnya badannya
  3626. 2:06:42itu. "Nak, kamu sudah tahu penyebab
  3627. 2:06:44sakitmu selama ini apa kan? Bertobat ya,
  3628. 2:06:46Do. Tidak hanya dengan sholat yang sudah
  3629. 2:06:48kamu lakukan ini,
  3630. 2:06:50tapi kamu juga gunakan waktu yang ada
  3631. 2:06:52untuk istighfar.
  3632. 2:06:54Perbanyak lagi sholat taubatmu.
  3633. 2:06:56Perbanyak lagi sholat malammu.
  3634. 2:06:59Perbanyak lagi membaca Alquran. Sosok
  3635. 2:07:01itu mungkin enggak akan betul-betul
  3636. 2:07:03hilang, Do.
  3637. 2:07:04Tapi kamu masih punya kesempatan untuk
  3638. 2:07:08perbaiki semuanya." Lagi-lagi di sini
  3639. 2:07:10Mas Edo enggak ngomong apa-apa, Wa. Dia
  3640. 2:07:12cuman
  3641. 2:07:14"Iya, Ustadz."
  3642. 2:07:15Dia seolah-olah sudah tahu gitu loh
  3643. 2:07:17kalau mereka semua sudah pada tahu. Pun
  3644. 2:07:19setelah kejadian malam itu, Wa, Mas Edo
  3645. 2:07:21juga jadi lebih pendiam lagi. Dia enggak
  3646. 2:07:24ngakuin perbuatannya ya. Dia juga enggak
  3647. 2:07:26ada minta maaf secara langsung ke
  3648. 2:07:27keluarga Pak Sabar atau siapapun yang
  3649. 2:07:29sudah dia sakiti. Apalagi nyeritain apa
  3650. 2:07:31yang sebenarnya terjadi sama Mbak Santi,
  3651. 2:07:33enggak ada. Dia langsung action aja. Dia
  3652. 2:07:34ngikutin kata Ustadz Fikri aja. Sudah.
  3653. 2:07:37Akhirnya setelah diruqyah sama Mas Edo,
  3654. 2:07:39eh Mas Edo pula yang ngeruqyah,
  3655. 2:07:41terbalik. Nah, setelah diruqyah sama
  3656. 2:07:42Ustadz Fikri, kondisi Mas Edo
  3657. 2:07:45tidak sepenuhnya membaik. Dimas bilang,
  3658. 2:07:47Dimas yang masih setia tinggal di situ
  3659. 2:07:49bilang, "Mas Edo masih terus dihantui
  3660. 2:07:51sama sosok itu, Nat. Dia masih
  3661. 2:07:52sakit-sakitan
  3662. 2:07:54dan lebih banyak menghabiskan waktunya
  3663. 2:07:56mengurung diri di dalam kamar."
  3664. 2:07:58Kata Dimas. Sampailah
  3665. 2:08:0040 hari kemudian.
  3666. 2:08:03Tidak ada angin, tidak ada hujan,
  3667. 2:08:06Dimas ngabarin semua orang,
  3668. 2:08:09Mas Edo meninggal dunia.
  3669. 2:08:15Meninggal. Kepergiannya Mas Edo ini
  3670. 2:08:17pastinya bikin semua orang kaget,
  3671. 2:08:19termasuk keluarga Fajar yang ada di
  3672. 2:08:20Kampung A. Meskipun mereka masih
  3673. 2:08:22menyimpan rasa
  3674. 2:08:24yang tidak bisa dijelaskan kesalnya itu
  3675. 2:08:26kayak gimana, Wa. Tapi bagaimanapun juga
  3676. 2:08:28orang tuanya Mas Edo itu sudah
  3677. 2:08:31dari dulu sudah baik sama mereka. Mereka
  3678. 2:08:32juga memikirkan kondisinya Tata yang
  3679. 2:08:34pastinya lebih sedih lagi pada saat tahu
  3680. 2:08:36bapaknya meninggal. Jadi mereka
  3681. 2:08:37memutuskan untuk
  3682. 2:08:39"Pak datang kita, Pak." Kata Fajar.
  3683. 2:08:41Datang.
  3684. 2:08:42Mereka tetap datang ke pemakamannya Mas
  3685. 2:08:45Edo dan mereka juga stay 7 hari ikut
  3686. 2:08:48acara 7 hariannya Mas Edo. Sampai di
  3687. 2:08:50titik itu
  3688. 2:08:51keluarganya Fajar terpaksa harus
  3689. 2:08:53mengubur rapat-rapat rasa penasaran
  3690. 2:08:55mereka soal apa sebenarnya penyebab
  3691. 2:08:57pasti kepergiannya anak mereka,
  3692. 2:09:00kepergiannya [musik] Mbak Santi.
  3693. 2:09:01Satu-satunya orang yang tahu pasti apa
  3694. 2:09:04yang sebenarnya terjadi kan sudah enggak
  3695. 2:09:06ada, Mas Edo sudah meninggal kan, Wa, ya
  3696. 2:09:07kan? "Ya mau gimana lagi, Nat, kami di
  3697. 2:09:09situ." Kata Fajar. Ikhlas enggak ikhlas,
  3698. 2:09:11mau laporin juga orang sudah enggak ada.
  3699. 2:09:13Tapi tanpa diduga justru setelah
  3700. 2:09:15kepergiannya Mas Edo inilah, Wa
  3701. 2:09:18satu rahasia besar yang selama ini
  3702. 2:09:20disembunyikan Mas Edo pun
  3703. 2:09:23terungkap.
  3704. 2:09:33Nah jadi, Wa, menurut kesaksian Dimas
  3705. 2:09:36yang masih tinggal sama Mas Edo, setelah
  3706. 2:09:38diruqyah sama Ustaz Fikri kemarin itu
  3707. 2:09:40perilakunya Mas Edo berubah 180 derajat.
  3708. 2:09:44Dia jadi rajin salat, dia rutin baca
  3709. 2:09:47Quran, dia selalu bangun salat malam dan
  3710. 2:09:49dia lebih banyak menghabiskan waktu
  3711. 2:09:51dengan zikir di dalam kamarnya. Melihat
  3712. 2:09:53perubahan itu Dimas tentunya berharap
  3713. 2:09:55kondisinya Mas Edo ini pelan-pelan mulai
  3714. 2:09:57membaik ya, kan.
  3715. 2:09:59Tapi ternyata betul yang dibilang sama
  3716. 2:10:00Ustaz Fikri, gangguan yang dialami sama
  3717. 2:10:03Mas Edo belum sepenuhnya berhenti, Wa.
  3718. 2:10:05Karena apa? Karena setiap kali Mas Edo
  3719. 2:10:08itu salat malam, Dimas yang persis ada
  3720. 2:10:10di sebelah kamarnya
  3721. 2:10:12selalu melihat kejadian, mendengar
  3722. 2:10:14kejadian aneh yang masih terjadi. "Jadi
  3723. 2:10:17tiap sepertiga malam itu, Nat, aku tuh
  3724. 2:10:19selalu kebangun gara-gara aku dengar ada
  3725. 2:10:21suara gemuruh dari arahnya arah kamarnya
  3726. 2:10:24Mas Edo. Waktu ku dekatin suaranya
  3727. 2:10:26kedengaran makin jelas lagi Nak. Dari
  3728. 2:10:28arah plafon kamarnya Mas Edo.
  3729. 2:10:33Gitu-gitu Wak. Terus setiap kali aku
  3730. 2:10:34dengar itu enggak lama pasti aku dengar
  3731. 2:10:36Mas Edo kayak lagi dicekik.
  3732. 2:10:41[berdehem]
  3733. 2:10:43Aku yang tuh yang mau masuk kan mau
  3734. 2:10:45nolongin kan tapi enggak bisa Nak karena
  3735. 2:10:46pintu kamarnya Mas Edo tuh selalu
  3736. 2:10:48dikunci. Sudah ku ketok-ketok Mas Mas
  3737. 2:10:50Mas Mas enggak pernah dibukain sama Mas
  3738. 2:10:53Edo. Jadinya selama hal itu terjadi tuh
  3739. 2:10:55aku cuman bisa nunggu di luar kamar.
  3740. 2:10:57Standby di luar kamar diam baca doa dan
  3741. 2:10:59kejadian ini terjadi hampir setiap malam
  3742. 2:11:02Nak. Pun besoknya waktu aku ketemu sama
  3743. 2:11:04Mas Edo aku tanya langsung Mas kamu
  3744. 2:11:05kenapa tadi malam? Enggak apa-apa Dimas
  3745. 2:11:07doain aja cepat hilang ya katanya.
  3746. 2:11:09Sampailah
  3747. 2:11:10pada di hari sebelum Mas Edo meninggal
  3748. 2:11:13ada satu kejadian yang beda dari
  3749. 2:11:15sebelum-sebelumnya Wak malam itu Nak.
  3750. 2:11:18Hawa udara di kamar aku bahkan itu
  3751. 2:11:21pengap kali. Aku sampai keluar tuh
  3752. 2:11:24enggak bisa tidur aku kan di kamar.
  3753. 2:11:25Pindahlah aku ke ruang tengah. Baru aja
  3754. 2:11:27aku tiduran di sofa nih lagi posisi
  3755. 2:11:29tidur.
  3756. 2:11:30Tiba-tiba Dimas dengar ada
  3757. 2:11:35ada suara langkah kaki jalan ke arahnya
  3758. 2:11:38Mas Edo kamarnya Mas Edo. Tapi enggak
  3759. 2:11:40saya buat yang kemarin-kemarin Wak
  3760. 2:11:41enggak yang kayak berkerumun
  3761. 2:11:43enggak.
  3762. 2:11:46Suaranya jelas kali kayak sengaja
  3763. 2:11:48dihentak-hentak sama dia. Bangun aku
  3764. 2:11:50kan.
  3765. 2:11:51Waktu ku bangun ku toleh ke kamarnya Mas
  3766. 2:11:53Edo di situ untuk ketiga kalinya aku
  3767. 2:11:56lihat sosok muka merah tuh Nak dia lagi
  3768. 2:11:58berdiri
  3769. 2:12:00di depan kamarnya Mas Edo.
  3770. 2:12:02Di situ nyali aku ciut lagi walaupun aku
  3771. 2:12:04dasarnya pemberani tapi setelah tahu
  3772. 2:12:06betapa jahatnya sosok ini
  3773. 2:12:08ketakutan aku langsung ref
  3774. 2:12:09astagfirullahalazim astagfirullahalazim
  3775. 2:12:11ku tutup mataku kan Nak terus enggak
  3776. 2:12:12lama suara tuh hilang.
  3777. 2:12:14Suara tuh hilang diganti sama suara
  3778. 2:12:17napasnya Mas Edo di dalam,
  3779. 2:12:19terengah-engah.
  3780. 2:12:24Dan kali ini lebih keras Nak, kayak
  3781. 2:12:26orang mau
  3782. 2:12:27sakaratul maut. Ku beraniin buka mata
  3783. 2:12:28langsung, sosok merah itu rupanya enggak
  3784. 2:12:30ada. Berlarilah aku masuk ke kamarnya
  3785. 2:12:32Mas Edo kan. Dan untungnya malam itu
  3786. 2:12:34kamarnya Mas Edo enggak dikunci kayak
  3787. 2:12:36malam-malam sebelumnya.
  3788. 2:12:37Enggak dikunci sama Mas Edo. Masuklah
  3789. 2:12:39aku. Di situ aku tengok, Mas Edo tuh
  3790. 2:12:42lagi terpejam di atas kasur. Langsunglah
  3791. 2:12:44aku bangunin kan, "Mas, Mas, Mas bangun
  3792. 2:12:46tuh."
  3793. 2:12:48[terengah-engah]
  3794. 2:12:54Waktu Mas Edo bangun tuh enggak kaget
  3795. 2:12:55dia. Udah kayak pasrah gitu Nak, kayak
  3796. 2:12:57lemas sekali.
  3797. 2:13:01Ku ambilin minum kan.
  3798. 2:13:02"Minum Mas." Kasih dia minum.
  3799. 2:13:04Dikurbahin lagi. "Mas sudah Mas,
  3800. 2:13:06istirahat lagi ya, biar aku temenin Mas
  3801. 2:13:08di sini. Pintunya enggak usah ditutup."
  3802. 2:13:10Ngangguk Mas Edo.
  3803. 2:13:12Ya, tidur lagilah Mas Edo. Di situ aku
  3804. 2:13:14berjaga Nak, sampai pagi. Mungkin Mas
  3805. 2:13:15Edo enggak tidur aku sama sekali. Itu
  3806. 2:13:17tuh malam hari sebelum meninggal. Nah,
  3807. 2:13:19ternyata Wak, kejadian malam itu enggak
  3808. 2:13:21cuman Dimas saja yang ngelihat, enggak
  3809. 2:13:22cuman Dimas saja yang ngalamin. Karena
  3810. 2:13:24besok paginya salah satu tetangga
  3811. 2:13:26dekatnya Mas Edo, namanya Pak Jamal,
  3812. 2:13:28tiba-tiba nyamperin Dimas. Aku lagi di
  3813. 2:13:30luar Nak, luar halaman. "Dim, iya Pak,
  3814. 2:13:32tadi malam sekitar jam 01.00 aku dengar
  3815. 2:13:34ada suara berisik kali dari rumahmu."
  3816. 2:13:37Rumahnya Mas Edo.
  3817. 2:13:38"Kayak ada orang lari-lari Dim, suaranya
  3818. 2:13:40kencang kali."
  3819. 2:13:41"Keluarlah aku ngecek, kau tahu Dim."
  3820. 2:13:43"Waktu ku cek tuh ya ada banyak monyet
  3821. 2:13:46di sekitar rumahku tuh, banyak nih.
  3822. 2:13:47Sebanyak itu ada lari-larian di atap,
  3823. 2:13:49ada yang ngelilingin rumah. Dan yang
  3824. 2:13:51paling banyak tuh numpuk dia di depan
  3825. 2:13:54pintu rumah Dimas. Ku pikir aku salah
  3826. 2:13:55tengok kan. Eh, rupanya anak sama
  3827. 2:13:57istriku dengar juga, nyusul juga. Dan
  3828. 2:13:59mereka ngelihat juga. Kami samperin kan,
  3829. 2:14:01"Ngapo kok tiba-tiba monyet ramai di
  3830. 2:14:02situ?" Waktu kami samperin tiba-tiba
  3831. 2:14:05hilang monyet. Takutlah kami nyamperin,
  3832. 2:14:07"Udah Dim, udah masuk, masuk, masuk."
  3833. 2:14:08Ini makanya aku tanya sama mu, "Aman?"
  3834. 2:14:10Dimas cuman bilang, "Oh, aman kok Pak,
  3835. 2:14:11udah biasa. Pak, tapi tolong ya, Pak,
  3836. 2:14:13jangan ceritain ke siapa-siapa. Cukup
  3837. 2:14:15sampai keluarga Bapak aja. Saya enggak
  3838. 2:14:17mau warga heboh. Kasihan keluarga Mas
  3839. 2:14:19Edo." Gitu. Sudahlah, waktu digituin Pak
  3840. 2:14:22Jamal juga enggak banyak tanya, Pak. Pak
  3841. 2:14:23Jamal bilang, "Oh, iyalah, syukurlah
  3842. 2:14:25kalau enggak kenapa-napa. Iya, Dim,
  3843. 2:14:26Bapak paham. Kalau butuh bantuan,
  3844. 2:14:28kabarin Bapak ya, Dim, ya." Kata gitu.
  3845. 2:14:30"Iya, Pak, makasih." Sudah, enggak lama
  3846. 2:14:32habis ngobrol sama Pak Jamal di depan,
  3847. 2:14:34Dimas masuklah ke rumah. Nah, waktu
  3848. 2:14:36Dimas masuk ini, Mas Edo keluar dari
  3849. 2:14:38kamarnya. Waktu dia keluar, nah, itu
  3850. 2:14:40badannya segar. Segar kayak dia enggak
  3851. 2:14:42baru ngalamin hal tadi malam itu.
  3852. 2:14:44Padahal tadi malam itu lebih ekstrem
  3853. 2:14:45menurutku daripada malam-malam
  3854. 2:14:47sebelumnya. Dia keluar segar, kan. Dia
  3855. 2:14:49senyum ke aku. Aku tahu di jam-jam
  3856. 2:14:50segini Mas Edo pasti mau bersiap salat
  3857. 2:14:52Duha. Tapi sebelum dia wudu, kan, dia
  3858. 2:14:54sudah nengok Dimas tuh di situ. Mas Edo
  3859. 2:14:56tiba-tiba nyamperin aku, nah, dia
  3860. 2:14:58bilang,
  3861. 2:14:59"Mas,
  3862. 2:15:01titip lapak ya, Dek.
  3863. 2:15:03Itu kan juga lapak kamu. Kamu yang
  3864. 2:15:04semangat. Jaga baik-baik lapaknya.
  3865. 2:15:07Jangan lupa juga nanti kirim jatah untuk
  3866. 2:15:10Tata, ya.
  3867. 2:15:11Kau transfer nanti lewat Fajar."
  3868. 2:15:13Katanya.
  3869. 2:15:13Dia ngomong kayak gitu, dengar gitu
  3870. 2:15:15heran aku, kan. Eh, kenapa pula Mas Edo
  3871. 2:15:17tiba-tiba ngomong kayak gini, ya, kan.
  3872. 2:15:19Aku bilang, "Oh, iya, siap, Mas, aman."
  3873. 2:15:21Habis itu Dimas pergi tuh ke kamar,
  3874. 2:15:23siap-siap mau ke lapak, kan. Sementara
  3875. 2:15:24Mas Edo ke kamar mandi ambil air wudu,
  3876. 2:15:27gitu. Nah, pas Dimas mau berangkat ke
  3877. 2:15:29lapak, Dimas dengar suara keran di kamar
  3878. 2:15:31mandi itu masih nyala. Dimas teriaklah,
  3879. 2:15:33"Berangkat dulu ya, Mas." Katanya.
  3880. 2:15:35Enggak dibalas sama Mas Edo. Dimas pikir
  3881. 2:15:36dia memang lagi wudu ini. Disamperinlah,
  3882. 2:15:39mau nyamperin langsung. Waktu aku ke
  3883. 2:15:41kamar mandi,
  3884. 2:15:43tepat di situ kutengok Mas Edo sudah
  3885. 2:15:46tergeletak di lantai, lantai kamar
  3886. 2:15:48mandi. Enggak sadar, kan, Dimas itu
  3887. 2:15:50sudah terpejam. "Eh, Mas." Dimas
  3888. 2:15:51langsung nyamperin, dibangun. "Mas, Mas,
  3889. 2:15:53Mas bangun, Mas. Mas."
  3890. 2:15:55Itu sudah enggak sadar, nah. Badannya
  3891. 2:15:57kugoyang-goyangin enggak juga merespon
  3892. 2:15:58Mas Edo ini. Dimas dibantu sama warga
  3893. 2:16:00yang lain langsung buru-buru bawa Mas
  3894. 2:16:02Edo ke rumah sakit. Tapi sayangnya
  3895. 2:16:04setelah sampai di rumah sakit, nyawa Mas
  3896. 2:16:06Edo sudah tidak tertolong. Dimas yang
  3897. 2:16:08ngelihat, Dimas syok bukan main Wa. Yang
  3898. 2:16:10pertama kali ku ingat adalah tadi malam
  3899. 2:16:12Mas Edo baru aja ngalamin gangguan yang
  3900. 2:16:14lebih dari sebelumnya dari si sosok muka
  3901. 2:16:17merah itu kan. Belum lagi ceritanya Pak
  3902. 2:16:18Jamal soal puluhan monyet yang tiba-tiba
  3903. 2:16:20muncul ngelilingin rumahnya Mas Edo di
  3904. 2:16:22malam yang sama juga. Terus paginya Mas
  3905. 2:16:25Edo kelihatan baik-baik aja, sehat-sehat
  3906. 2:16:26aja. Malah sempet juga tadi kan nitipin
  3907. 2:16:29lapak buahnya ke Dimas. Bahkan sempet
  3908. 2:16:30ngingetin soal jatah buat Tata. Padahal
  3909. 2:16:32sebelum-sebelumnya mau sakit apapun
  3910. 2:16:33kayak gitu enggak pernah Mas Edo ngomong
  3911. 2:16:35kayak gitu Nak. Nah setelah Mas Edo
  3912. 2:16:36meninggal barulah semua kejadian itu
  3913. 2:16:39terasa
  3914. 2:16:40janggal buat Dimas. Apa jangan-jangan
  3915. 2:16:43Mas Edo sebenarnya [musik]
  3916. 2:16:44udah punya firasat
  3917. 2:16:46kalau sebentar lagi ada sesuatu yang
  3918. 2:16:48terjadi sama aku. Dan mungkin sosok muka
  3919. 2:16:51merah sama monyet-monyet yang muncul
  3920. 2:16:53[musik] di malam sebelumnya itu
  3921. 2:16:56memang ada kaitannya sama kepergiannya
  3922. 2:16:57Mas Edo. Wallahualam Nadia. Aku [musik]
  3923. 2:17:00enggak tahu kata si Dimas. Semua itu
  3924. 2:17:02cuma dugaan aku. Tapi kok ya pas sekali
  3925. 2:17:04ya kan setelah malam itu kejadian kayak
  3926. 2:17:06gitu besoknya
  3927. 2:17:07Mas Edo berpulang.
  3928. 2:17:10Beberapa hari setelah Mas Edo
  3929. 2:17:11dimakamkan, tepatnya waktu selesai acara
  3930. 2:17:14tahlilan Wa, tiba-tiba
  3931. 2:17:17Dimas
  3932. 2:17:18minta atau ngumpulin semua keluarganya
  3933. 2:17:20Mas Edo dan keluarganya Fajar di ruang
  3934. 2:17:24tengah.
  3935. 2:17:25Ada Rizki di situ juga. Kenapa tiba-tiba
  3936. 2:17:27Dimas ngumpulin semuanya? Di situlah
  3937. 2:17:29Dimas menyerahkan
  3938. 2:17:31dua buah surat dari Mas Edo. Surat ini
  3939. 2:17:36ditemukan Dimas di atas meja kamarnya
  3940. 2:17:38Mas Edo Wa. Satu surat untuk Pak Sabar,
  3941. 2:17:41mertuanya
  3942. 2:17:42bapaknya Mbak Santi.
  3943. 2:17:44Satu surat untuk Pak Ali, untuk
  3944. 2:17:47bapaknya. Isi kedua surat itu hampir
  3945. 2:17:49sama Wa.
  3946. 2:17:51Isinya kurang lebih
  3947. 2:17:53Mas Edo mengaku kalau dia sudah
  3948. 2:17:56menjalankan praktek pesugihan. Dia juga
  3949. 2:17:59mengakui dosa-dosanya soal ritual dan
  3950. 2:18:03tumbal-tumbal sebelumnya. Dan dia juga
  3951. 2:18:05minta [musik] maaf ke semua orang yang
  3952. 2:18:07terdampak sama perbuatannya. Dia ngaku
  3953. 2:18:09Wa, dia memang sudah melakukan praktik
  3954. 2:18:12pesugihan. Dan di surat itu, Mas Edo
  3955. 2:18:14juga minta
  3956. 2:18:16tanah di sebelah rumahnya persis dan
  3957. 2:18:19juga kebun-kebun yang dia punya
  3958. 2:18:22dijual
  3959. 2:18:23jangan ambil uang itu, hasil
  3960. 2:18:25penjualannya sumbangkan ke masjid.
  3961. 2:18:28"Kenapa? Karena lahan-lahan, aset-aset
  3962. 2:18:30itu aku dapat dari uang [musik]
  3963. 2:18:33pesugihan-pesugihan sebelumnya.
  3964. 2:18:36Aku enggak mau kalian menikmati uang
  3965. 2:18:38itu. Itulah uang-uang yang yang itulah
  3966. 2:18:40kan."
  3967. 2:18:41Itu Wa dia bilang jual.
  3968. 2:18:43Tapi rumah yang ini, rumah yang dia
  3969. 2:18:45tempati dulu sama Mbak Santi sama Tata,
  3970. 2:18:48yang ditempati sama eh Dimas juga
  3971. 2:18:50"Tolong serahkan ke Tata."
  3972. 2:18:53Ke anaknya. Mas Edo bilang, "Rumah itu
  3973. 2:18:55saya bangun dari hasil jualan [musik]
  3974. 2:18:58buah saya bersama Mbak Santi." Jadi ini
  3975. 2:19:00memang hasil murni kerja keras, bukan
  3976. 2:19:01dari hasil pesugihan. [musik] Mas Edo
  3977. 2:19:03juga pesan supaya Tata biarkan memilih
  3978. 2:19:07sendiri mau tinggal sama siapa.
  3979. 2:19:09Mau tinggal sama Pak Ali atau mau
  3980. 2:19:11tinggal sama Pak Sabar. Dah.
  3981. 2:19:15Soal pesugihan sudah, praktik ilmu hitam
  3982. 2:19:18sudah diakui, bersekutu sama iblis. Mas
  3983. 2:19:20Edo sudah mengakuinya.
  3984. 2:19:23[mendengus]
  3985. 2:19:23Terus bagaimana dengan Mbak Santi? Di
  3986. 2:19:26sinilah [musik] Wa.
  3987. 2:19:27Di bagian akhir surat terakhir itu,
  3988. 2:19:29rahasia besar soal kepergiannya Mbak
  3989. 2:19:31Santi pun turut Mas Edo ungkapkan.
  3990. 2:19:37Jadi Wa berdasarkan pengakuan Mas Edo
  3991. 2:19:39yang dia tulis di surat tersebut,
  3992. 2:19:41sebenarnya istrinya Mbak Santi ini sudah
  3993. 2:19:44lama curiga kalau suaminya melakukan
  3994. 2:19:46praktik pesugihan. Mbak Santi sering tuh
  3995. 2:19:48nemuin ada benda-benda aneh, kayak ada
  3996. 2:19:49dupa atau barang-barang sejenisnyalah di
  3997. 2:19:52kamar, disembunyi-sembunyiin atau di
  3998. 2:19:54sudut-sudut rumah. Mbak Santi sudah
  3999. 2:19:55nengok itu. Nah karena Mbak Santi ini
  4000. 2:19:57orangnya taat kali sama agama, dia
  4001. 2:19:58tanyalah ke suaminya kan, "Mas, ini ada
  4002. 2:20:00apa, Mas? Kok ada temuan-temuan barang
  4003. 2:20:02kayak gini? Mbak Santi pengin tahu ini
  4004. 2:20:03barangnya mau dipakai buat apa gitu kan?
  4005. 2:20:05Ini apa nih, Mas? Hah? Jangan bilang Mas
  4006. 2:20:07praktekin ilmu hitam ya?" Digituin. Kan
  4007. 2:20:09Mbak Santi juga enggak bodoh loh waktu
  4008. 2:20:10ngelihat barang-barang itu kan. Nah,
  4009. 2:20:11setiap kali ditanya bukannya ngasih
  4010. 2:20:14penjelasan, Mas Edo marah. Bertengkar
  4011. 2:20:17hebatlah mereka. Nah, lama-kelamaan
  4012. 2:20:19pertengkaran mereka berujunglah sama
  4013. 2:20:21kekerasan fisik yang dilakukan sama Mas
  4014. 2:20:23Edo ke Mbak Santi. Nah, dari situ sudah
  4015. 2:20:25mulai main tangan. Itulah mungkin kenapa
  4016. 2:20:27Mbak Santi suka curhat sama Mbak Maya.
  4017. 2:20:29Laki sudah mulai main tangan. Cuman kan
  4018. 2:20:31di chat-nya Mbak Maya dia enggak bisa
  4019. 2:20:32ngejelasin secara detail kan karena dia
  4020. 2:20:34juga malu. "Nih kayak suami aku
  4021. 2:20:35pesugihan." Enggak bisa dia ngomong
  4022. 2:20:36kayak gitu. "Suami aku main tangan."
  4023. 2:20:37Kata dia kayak gitu. Dan lebam yang
  4024. 2:20:38ditengok sama Rizky terakhir itu juga
  4025. 2:20:40lebam bekas pertengkaran mereka yang
  4026. 2:20:41berdebat ketika soal kelakuannya Mas Edo
  4027. 2:20:43nih, Wak. Dah, sampailah di suatu waktu
  4028. 2:20:45Mbak Santi lihat ada tamu yang
  4029. 2:20:48penampilannya mirip kayak dukun gitu
  4030. 2:20:50datang ke rumahnya dia. Tanpa
  4031. 2:20:51sepengetahuannya Mas Edo, Mbak Santi
  4032. 2:20:53nguping pembicaraan mereka berdua.
  4033. 2:20:55Rupanya di situ Mas Edo sama si tamu ini
  4034. 2:20:58nih lagi ngebahas soal
  4035. 2:21:01tumbal selanjutnya.
  4036. 2:21:03Dah, habis itu pergilah dukun ini.
  4037. 2:21:06Santi yang dengar jelas ucapan mereka
  4038. 2:21:08keluar marah-marahlah dia langsung. Dia
  4039. 2:21:10langsung kemasin barang-barang dia, Wak.
  4040. 2:21:12Terus ngajak Tata balik kampung ke
  4041. 2:21:14kampung A. Nengok itu Mas Edo, "Mau ke
  4042. 2:21:15mana kamu? Hah? Tata mau kamu bawa ke
  4043. 2:21:17mana?" "Enggak, aku mau pulang aku. Aku
  4044. 2:21:19enggak mau lagi tinggal sama kamu yang
  4045. 2:21:20masih ah sudah kelewatan kamu, Mas. Aku
  4046. 2:21:22sudah dengar semuanya. Aku dengar
  4047. 2:21:24percakapan kalian tadi. Benar kan dugaan
  4048. 2:21:25aku selama ini kamu pakai pesugihan.
  4049. 2:21:27Kamu pakai tumbal, Mas. Bisa-bisanya
  4050. 2:21:29kamu nyari kekayaan dengan cara kayak
  4051. 2:21:30gitu, Mas. Ya Allah, ya Allah. Aku
  4052. 2:21:33laporin ya semua ini sama Bapak Ibu kamu
  4053. 2:21:35ya." Kata kayak gitu. Marah juga Mas
  4054. 2:21:37Edo. "Eh, kamu jangan asal ngomong ya.
  4055. 2:21:38Mana buktinya, hah?" "Sudahlah, Mas.
  4056. 2:21:40Enggak usah kamu ngeles lagi. Buktinya
  4057. 2:21:41sudah banyak. Kamu juga lagi nyari
  4058. 2:21:43tumbal lagi kan, Mas? Kan selama ini
  4059. 2:21:46kamu sudah ngapain saja, Mas? Ya Allah,
  4060. 2:21:48Mas." Gitu. Dengar itu makin emosi, Wak,
  4061. 2:21:50Mas Edo. Ditampare Mbak Santi kan "Gak!"
  4062. 2:21:53gitu. Ditampat.
  4063. 2:21:55[terkesiap]
  4064. 2:21:56Dan
  4065. 2:21:57karena Mas Edo sudah kehilangan kendali,
  4066. 2:22:01dia tahu ini istri sama anak yang mau
  4067. 2:22:02ninggalin dia,
  4068. 2:22:05bisikan setan, dicek lah lehernya Mbak
  4069. 2:22:08Santi.
  4070. 2:22:10Sampai Mbak Santi meninggal. Mbak Santi
  4071. 2:22:13sudah dihilangkan nyawanya sama suaminya
  4072. 2:22:17sendiri.
  4073. 2:22:18Tertulis semua di surat. Dan menurut
  4074. 2:22:20pengakuannya Mas Edo,
  4075. 2:22:22sebenarnya waktu itu tuh dia sama sekali
  4076. 2:22:23enggak berniat untuk menghilangkan nyawa
  4077. 2:22:25istrinya, Wak. Dia cuman kalap karena
  4078. 2:22:27enggak terima Tata, anak yang paling dia
  4079. 2:22:29sayang, mau dibawa pergi. Begitu sadar
  4080. 2:22:31istrinya ini sudah tidak bernyawa akibat
  4081. 2:22:33tangannya sendiri, panik juga Mas Edo.
  4082. 2:22:37Dia enggak nyangka pertengkaran mereka
  4083. 2:22:38akan berakhir sampai kayak gitu. Apalagi
  4084. 2:22:40sekarang dia harus menghadapi kenyataan
  4085. 2:22:42kalau istrinya meninggal di tangan dia
  4086. 2:22:44sendiri. Karena takut perbuatannya
  4087. 2:22:45ketahuan, Mas Edo akhirnya merekayasa
  4088. 2:22:51kepergian yang Mbak Santi seolah-olah
  4089. 2:22:53Mbak Santi apa?
  4090. 2:22:56Menggantungkan dirinya. Dia sewa lah
  4091. 2:22:58dokter, dia sewa lah polisi gadungan
  4092. 2:23:00untuk membantu menutupi kejadian yang
  4093. 2:23:02sebenarnya terjadi. Memang terbukti yang
  4094. 2:23:04kemarin kan yang penyelidikan diam-diam
  4095. 2:23:06itu kan. Dia banyak uang, dia banyak
  4096. 2:23:07lagi kenalan-kenalan kayak gitu kan di
  4097. 2:23:09lingkungan ilmu hitam, soal bursi,
  4098. 2:23:11legal, apa segala macam tuh kan pasti
  4099. 2:23:12ada link-link-nya ke sana tuh. Nah, dari
  4100. 2:23:14situ. Jadi, di sini Mbak Santi
  4101. 2:23:16enggak menghilangkan nyawa-nyawa, tapi
  4102. 2:23:18dia dihilangkan nyawanya. Dan
  4103. 2:23:21kejadian barusan yang Mbak Santi di
  4104. 2:23:23serang sama suaminya itu
  4105. 2:23:25terjadi satu hari setelah Rizki ngambil
  4106. 2:23:28pakaian-pakaiannya Mbak Santi yang sudah
  4107. 2:23:30dikemas dalam kantong itu. Jadi,
  4108. 2:23:31kayaknya waktu Rizki ngambil terus kan
  4109. 2:23:33Mbak Santi juga sempat ke neraka. Dia
  4110. 2:23:35sempat nyeletuk kayak gitu kan. Nah, di
  4111. 2:23:36situ kami menduga kayaknya, Nat,
  4112. 2:23:40waktu itu Mbak Santi itu sebenarnya
  4113. 2:23:41sudah punya rencana mau ninggalin
  4114. 2:23:43suaminya. Makanya sebagian pakaiannya
  4115. 2:23:45dititipkan dulu ke Rizki. Tapi, pas Mbak
  4116. 2:23:47Santi enggak sengaja dengar langsung di
  4117. 2:23:49hari itu setelah siapa ini pulang, dia
  4118. 2:23:50dengarlah di besoknya Mas Edo ngomong
  4119. 2:23:53soal tumbal-tumbal itu, makin takutlah,
  4120. 2:23:55makin marahlah Mbak Santi di situ.
  4121. 2:23:57Keselamatan dia sama Tata bisa ikut
  4122. 2:23:59terancam nih. Makanya Mbak Santi mutusin
  4123. 2:24:01mau langsung pergi hari itu juga. Tapi
  4124. 2:24:03sayangnya sebelum rencana itu sempat
  4125. 2:24:05terlaksana, Mbak Santi sudah lebih dulu
  4126. 2:24:07dihabis nyawanya sama suaminya sendiri.
  4127. 2:24:10Berarti sudah kejawab ya, Wak, di sini
  4128. 2:24:12kalau Mbak Santi [musik] meninggal bukan
  4129. 2:24:14menghilangkan nyawanya.
  4130. 2:24:16Dia dihilangkan. Pertanyaan selanjutnya
  4131. 2:24:19soal tumbal itu. Benar enggak kalau Mbak
  4132. 2:24:23Santilah yang memang mau dijadikan
  4133. 2:24:25tumbal selanjutnya? Iya apa enggak, Wak?
  4134. 2:24:30Betul.
  4135. 2:24:33Mas Edo memang sudah memilih istrinya,
  4136. 2:24:36Mbak Santi, [musik]
  4137. 2:24:37untuk dijadikan tumbal pesugihan
  4138. 2:24:40selanjutnya.
  4139. 2:24:41Dia bilang ke makhluk itu, "Siapa
  4140. 2:24:43selanjutnya?" "Istriku."
  4141. 2:24:47Tapi karena Mbak Santi keburu meninggal
  4142. 2:24:50akibat pertengkaran yang dia bikin
  4143. 2:24:51sendiri, proses penumbalan yang
  4144. 2:24:53direncanakan itu belum sempat dilakukan.
  4145. 2:24:56Jadi kayak enggak dihitung, Wak. Nah,
  4146. 2:24:58awalnya Mas Edo sendiri enggak tahu,
  4147. 2:24:59Wak, apakah kematian Mbak Santi ini
  4148. 2:25:01tetap bisa dianggap sebagai tumbal atau
  4149. 2:25:03enggak.
  4150. 2:25:04Sampai akhirnya setelah Mbak Santi
  4151. 2:25:06berpulang, Mas Edo mengaku mendapat
  4152. 2:25:09permintaan lain dari sosok iblis yang
  4153. 2:25:13selama ini berhubungan sama dia. Rupanya
  4154. 2:25:15kepergian Mbak Santi itu tidak dianggap
  4155. 2:25:18sebagai tumbal yang sah. Karena tumbal
  4156. 2:25:20yang sudah dia pilih meninggal dunia
  4157. 2:25:23atau terlanjur meninggal sebelum ritual
  4158. 2:25:26persembahan dilakukan. Karena itulah,
  4159. 2:25:28Wak, Mas Edo diminta apa? Menyerahkan
  4160. 2:25:31tumbal baru sebagai penggantinya. Dan
  4161. 2:25:33kali ini bukan Mas Edo yang menentukan,
  4162. 2:25:35tapi iblis itu. Iblis itu yang
  4163. 2:25:37menentukan tumbal baru sebagai
  4164. 2:25:39penggantinya. Dan yang dia minta adalah
  4165. 2:25:43Tata.
  4166. 2:25:45Anak kandungnya sendiri, anak kandungnya
  4167. 2:25:47Mas Edo. Di sini Mas Edo enggak mau, dia
  4168. 2:25:50nolak. Dia nolak menyerahkan Tata karena
  4169. 2:25:52dia sayang kali sama Tata, ini anaknya
  4170. 2:25:54ya kan. Sementara si sosok ini terus
  4171. 2:25:56menagih tumbal pengganti itu karena
  4172. 2:25:58perjanjian pesugihan mereka itu belum
  4173. 2:26:00terpenuhi. Makanya sejak saat itu Mas
  4174. 2:26:03Edo terus-terusan diteror, terus-terusan
  4175. 2:26:06disiksa. Supaya apa? Supaya dia mau
  4176. 2:26:08menyerahkan Tata. Tapi Mas Edo tetap
  4177. 2:26:10bertahan.
  4178. 2:26:12Dia lebih memilih menanggung semua
  4179. 2:26:14siksaan itu daripada harus mengorbankan
  4180. 2:26:17anaknya sendiri. Lama-kelamaan Mas Edo
  4181. 2:26:19juga mulai menganggap penderitaan yang
  4182. 2:26:21dialaminya itu Wa setelah kejadian ini,
  4183. 2:26:24setelah dia tahu kalau itu tidak tidak
  4184. 2:26:26dihitung ya
  4185. 2:26:27sebagai bentuk penebusan atas
  4186. 2:26:29dosa-dosanya. Terutama karena dia sudah
  4187. 2:26:32menghilangkan nyawanya Mbak Santi. Dia
  4188. 2:26:34menyesali semua perbuatannya dan baru
  4189. 2:26:36sadar betapa jahatnya tipu daya iblis
  4190. 2:26:40yang selama ini dia ikuti. Dulu dia
  4191. 2:26:41berharap dia bisa makin kaya lagi lewat
  4192. 2:26:44pesugihan yang sudah lama dia jalani.
  4193. 2:26:46Tapi ujung-ujungnya dia malah kehilangan
  4194. 2:26:48istri, hidupnya diteror, hidupnya enggak
  4195. 2:26:50tenang, bahkan anaknya sendiri juga ikut
  4196. 2:26:53terancam. Dan karena Mas Edo ini sadar
  4197. 2:26:55betapa besarnya bahaya yang sedang
  4198. 2:26:56mengancam Tata
  4199. 2:26:58sebelum dia meninggal dunia, di situlah
  4200. 2:26:59dia menuliskan semua pengakuannya dalam
  4201. 2:27:01surat terakhir. Surat itu terkonfirmasi
  4202. 2:27:04tulisan yang memang tulisannya Mas Edo
  4203. 2:27:05Wa. Dia terlalu malu untuk mengakui ini
  4204. 2:27:09semua di hadapan keluarga besarnya. Dia
  4205. 2:27:11berharap keluarganya jadi tahu apa yang
  4206. 2:27:13sebenarnya terjadi, sekaligus juga dia
  4207. 2:27:16berharap keluarganya bisa menjaga Tata
  4208. 2:27:18dari sosok yang selama ini meneror dia.
  4209. 2:27:22Selesai isi surat tuh. Habis baca surat
  4210. 2:27:25itu Nan, itu semua yang ada di sana
  4211. 2:27:28histeris jadi-jadinya.
  4212. 2:27:31Ya Allah, mereka akhirnya tahu kenapa
  4213. 2:27:33sosok Mbak Santi itu lha neror warga
  4214. 2:27:35kampung, datang nyamperin Bapak di
  4215. 2:27:37masjid, bahkan juga minta tolong ke
  4216. 2:27:38Rizki ya kan yang ada di pohon pisang
  4217. 2:27:41ternyata ya karena ini alasannya Mbak
  4218. 2:27:42Santi mau nyampein pesan soal
  4219. 2:27:45kepergiannya yang disebabkan Mas Edo
  4220. 2:27:47semua orang kesal nah semua orang marah
  4221. 2:27:50semua orang tersayat hatinya Pak Sabar
  4222. 2:27:52itu langsung
  4223. 2:27:57lemas badannya Pak Sabar bapaknya Mbak
  4224. 2:27:59Santi ternyata selama ini anak perempuan
  4225. 2:28:01satu-satunya
  4226. 2:28:02tidak bunuh diri tapi dihabisin nyawanya
  4227. 2:28:05sama menantunya sendiri bahkan di titik
  4228. 2:28:08waktu Pak Sabar tuh sudah tersadarkan
  4229. 2:28:10berkat Ustaz Fikri kemarin-kemarin itu
  4230. 2:28:12ya setelah dia tahu kalau dia
  4231. 2:28:14diguna-guna supaya dia nurut terus sama
  4232. 2:28:16Mas Edo itu Bapak tuh masih positif
  4233. 2:28:17thinking loh nah dia kata Fajar dia
  4234. 2:28:19mikir anaknya berpulang karena memang
  4235. 2:28:20itu keputusannya sendiri mungkin karena
  4236. 2:28:22Mbak Santi sudah enggak tahan suaminya
  4237. 2:28:23KDRT atau praktik ilmu hitam ini kan
  4238. 2:28:25makanya dia menghilangkan nyawa dia sama
  4239. 2:28:27sekali enggak nyangka waktu itu dia
  4240. 2:28:28masih positif thinking Bapak tuh menantu
  4241. 2:28:30yang selama ini dianggap baik dan
  4242. 2:28:31dipercaya kali kok ya bisa malah tega
  4243. 2:28:33ngebohongin mereka dan melakukan semua
  4244. 2:28:36perbuatan keji itu kan itu yang ada
  4245. 2:28:38dalam pikiran Bapak waktu itu di sisi
  4246. 2:28:39lain Bu Ika mamanya Mas Edo pingsan
  4247. 2:28:42langsung nah aku dengar tuh sementara
  4248. 2:28:44bagian yang paling pilu adalah Pak Ali
  4249. 2:28:47bapaknya Edo waktu dengar itu langsung
  4250. 2:28:49sujud di kaki Bapakku nah di kakinya Pak
  4251. 2:28:51Sabar Pak Pak maafin kami Pak
  4252. 2:28:54maafin kami maafin anak [mendengus] kami
  4253. 2:28:57Pak
  4254. 2:28:57maafin kami Pak maafin kami enggak bisa
  4255. 2:29:00jagain anak Bapak maafin kayak gitu Pak
  4256. 2:29:03sujud di kaki Bapak aku nah kata si
  4257. 2:29:05Fajar pecahlah tangis Pak Ali juga di
  4258. 2:29:07situ kan ikut nangis juga Bapak loh
  4259. 2:29:09Ya Allah Pak Ya Allah Pak
  4260. 2:29:11Pak udah Pak udah
  4261. 2:29:13udah Pak bangun Pak bangun
  4262. 2:29:15Bapak enggak perlu minta maaf Bapak
  4263. 2:29:17enggak salah kata Pak Sabar memang sakit
  4264. 2:29:20hati kami Pak marah kami kecewa kami
  4265. 2:29:24bahkan ada hal di surat terakhirnya Edo
  4266. 2:29:26ini Pak yang sudah kami tahu duluan
  4267. 2:29:28itulah soal polisi sama dokter gadungan
  4268. 2:29:30tadi kan dan kami sempat berniat loh Pak
  4269. 2:29:32ngelaporin Edo ke polisi. Orang yang
  4270. 2:29:34paling kami pikirkan sekarang cuman Tata
  4271. 2:29:37Pak, cuman cucu kita. Kami kasihan nih
  4272. 2:29:39Pak Tata kalau Edo sampai betul-betul
  4273. 2:29:41dipenjara. Itu aja yang saya pikirkan
  4274. 2:29:43Pak. Udah-udah Pak Ali.
  4275. 2:29:44Semuanya sudah [musik] terjadi. Kita
  4276. 2:29:46semua tahu Edo sempat tobat dan saya
  4277. 2:29:51pribadi, ayahnya Santi,
  4278. 2:29:53[musik]
  4279. 2:29:54bisa merasakan kalau dia sudah menyesali
  4280. 2:29:57perbuatannya sebelum meninggal. Yang
  4281. 2:29:59terpenting sekarang
  4282. 2:30:01Kami lega Pak.
  4283. 2:30:03Santi memang tidak mengakhiri hidupnya
  4284. 2:30:06sendiri. Di manapun Santi sekarang
  4285. 2:30:08berada, saya yakin dia ikutan tenang
  4286. 2:30:11setelah tahu semua ini terungkap. Kita
  4287. 2:30:13sama-sama doain Santi sama [musik] Edo
  4288. 2:30:15ya Pak.
  4289. 2:30:16Semoga mereka tenang di alam sana.
  4290. 2:30:19Dipeluk langsung sama Pak Ali.
  4291. 2:30:20Berpelukanlah bapak-bapak ini Edo aku
  4292. 2:30:23terharu ya astagfirullahalazim.
  4293. 2:30:25Loh Pak Ali maaf aku peluk Pak Ali kami
  4294. 2:30:28udah lah bertiga menangis-nangis [musik]
  4295. 2:30:30di situ. Mau marah juga macam mana lagi
  4296. 2:30:31Nan, ya kan.
  4297. 2:30:32Itu yang terjadi Wa.
  4298. 2:30:36Setelah momen penuh haru biru itu,
  4299. 2:30:38keluarganya Pak Sabar dan Pak Ali pun
  4300. 2:30:40sama-sama saling menguatkan dan berusaha
  4301. 2:30:42untuk memulai hidup baru Wa. Mereka
  4302. 2:30:44tetap menjaga hubungan baik satu sama
  4303. 2:30:45lain. Mereka juga sepakat untuk
  4304. 2:30:47menyimpan cerita kelam itu rapat-rapat.
  4305. 2:30:49Sampai di beberapa tahun kemudian
  4306. 2:30:53Pak Ali
  4307. 2:30:54bapaknya Mas Edo meninggal dunia. Bu Ika
  4308. 2:30:57pun
  4309. 2:30:58[musik]
  4310. 2:30:58pindah dari kampung A tinggal bersama
  4311. 2:31:00dengan anaknya yang lain. Terus tidak
  4312. 2:31:02berselang lama, beberapa tahun kemudian
  4313. 2:31:04lagi
  4314. 2:31:05Pak Sabar dan Bu Nur sekarang juga sudah
  4315. 2:31:09berpulang. Sejak saat itu [musik]
  4316. 2:31:11tersisalah di keluarga itu Tata dan
  4317. 2:31:13Fajar. Tata tinggal bersama Fajar dan
  4318. 2:31:16keluarganya. Fajar sudah berumah tangga
  4319. 2:31:19di
  4320. 2:31:20rumahnya Mas Edo.
  4321. 2:31:23Di rumah kakaknya dulu. Tinggal di situ.
  4322. 2:31:25Luka dalam hati mereka
  4323. 2:31:27tidak akan pernah sembuh, Wak. Tapi
  4324. 2:31:29mereka tetap berusaha menjalani hidup
  4325. 2:31:31sebaik-baiknya demi membesarkan adik
  4326. 2:31:35Tata. Begitu ceritanya.
  4327. 2:31:38Selesai.
  4328. 2:31:42Oke, Wak. Jadi itu tadi kisah horor
  4329. 2:31:44sekaligus pilu yang dialami tiga wawak
  4330. 2:31:46kita, Rizki, Dimas, terutama keluarganya
  4331. 2:31:50Fajar dan juga orang-orang terdekat
  4332. 2:31:52mereka. Kisah yang awalnya cuma
  4333. 2:31:53menyisakan pertanyaan kenapa Mbak Santi
  4334. 2:31:55sampai mengakhiri hidupnya sendiri,
  4335. 2:31:57ternyata menyimpan rahasia yang jauh
  4336. 2:31:59lebih kelam. Mbak Santi justru sudah
  4337. 2:32:02dihilangkan nyawanya di tangan suaminya
  4338. 2:32:05sendiri. Di saat dia sedang berusaha
  4339. 2:32:06menyelamatkan diri dan juga anaknya dari
  4340. 2:32:09rumah tangga yang sudah tidak aman ini.
  4341. 2:32:11Kita semua tentu prihatin dan sedih ya
  4342. 2:32:14sama apa yang dialami sama Mbak Santi.
  4343. 2:32:16Aku sama sekali enggak pernah
  4344. 2:32:17membenarkan perbuatannya Mas Edo ya.
  4345. 2:32:19Penyesalan dan pertobatannya tidak akan
  4346. 2:32:22bisa mengembalikan nyawa istrinya. Tapi
  4347. 2:32:24setidaknya, Wak, kita semua harus tahu
  4348. 2:32:26di akhir hidupnya Mas Edo berani
  4349. 2:32:29mengakui kesalahannya dan berusaha
  4350. 2:32:31melindungi Tata dari akibat perjanjian
  4351. 2:32:34yang sudah dia buat sendiri. Dan di sini
  4352. 2:32:35juga alasan kenapa kami memilih judul
  4353. 2:32:37pulang untuk kisah KH W 400 ini karena
  4354. 2:32:41ada dua makna yang kami ambil dari
  4355. 2:32:42perjalanan seorang Mbak Santi dengan Mas
  4356. 2:32:45Edo, Wak. Yang pertama tentang sosok
  4357. 2:32:47yang menyerupai Mbak Santi yang seolah
  4358. 2:32:50pulang kembali karena masih ada pesan
  4359. 2:32:53yang ingin disampaikan dan juga rahasia
  4360. 2:32:55tentang suaminya Mas Edo yang belum
  4361. 2:32:57terungkap. Sementara yang kedua tentang
  4362. 2:32:59Mas Edo sendiri. Setelah segala
  4363. 2:33:00kesalahan yang dia perbuat dan
  4364. 2:33:02konsekuensi yang harus dia tanggung pada
  4365. 2:33:04akhirnya Mas Edo juga memilih untuk
  4366. 2:33:08pulang.
  4367. 2:33:09Pulang kembali kepada Allah dengan
  4368. 2:33:11penyesalan dan pertobatannya.
  4369. 2:33:14Semoga Allah mengampuni segala
  4370. 2:33:16kesalahannya Mas Edo. Amin. Dan juga
  4371. 2:33:18jangan lupa, Wak, mari kita doakan
  4372. 2:33:19semoga
  4373. 2:33:21semuanya, Mbak Santi, Pak Sabar, Bu Nur,
  4374. 2:33:23dan Pak Ali yang sudah berpulang
  4375. 2:33:25mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah
  4376. 2:33:27Subhanahu wa taala dan juga untuk
  4377. 2:33:28keluarga yang ditinggalkan semoga
  4378. 2:33:30senantiasa diberikan ketabahan dan
  4379. 2:33:32ketenangan. Alhamdulillah untuk kabar
  4380. 2:33:34terbarunya semua yang tersisa dari
  4381. 2:33:36keluarga mereka, dari kisah ini sekarang
  4382. 2:33:38sudah melanjutkan kehidupannya
  4383. 2:33:39masing-masing, Wak.
  4384. 2:33:40Tata sudah tumbuh besar dan sudah
  4385. 2:33:42melanjutkan pendidikannya di salah satu
  4386. 2:33:44tempat favorit dan Fajar, dialah yang
  4387. 2:33:47sekarang meneruskan lapak buah
  4388. 2:33:50peninggalan Mas Edo, abang [musik]
  4389. 2:33:52iparnya. Fajar.
  4390. 2:33:56Keren kan? Aku tahu banyak Wawak yang
  4391. 2:33:58request supaya KHW 400 ini selain
  4392. 2:34:00durasinya panjang, ada dokumentasi
  4393. 2:34:02aslinya ya, Wak, gitu kan? Nah, untuk
  4394. 2:34:05durasi alhamdulillah sudah kami penuhi,
  4395. 2:34:07Wak. Tapi soal dokumentasi asli, he eh,
  4396. 2:34:09iya. Setelah kalian dengar sendiri
  4397. 2:34:11kisahnya dari awal sampai sekarang ini
  4398. 2:34:13aku mau tanya sama kalian, apakah elok,
  4399. 2:34:15apakah etis kalau kami menampilkan
  4400. 2:34:18dokumentasi pribadi dari kisah se-pilu
  4401. 2:34:20ini, Wak, kepada jutaan mata?
  4402. 2:34:22Apakah etis?
  4403. 2:34:24Tentu tidak, ya.
  4404. 2:34:26Rizki, Wawak sudah mengirimkan
  4405. 2:34:28dokumentasi aslinya setelah kami minta.
  4406. 2:34:30Rumahnya Mas Edo sama Mbak Santi, tempat
  4407. 2:34:33kejadian [musik] itu, lapak buahnya Mas
  4408. 2:34:35Edo, foto Rizki Fajar di masa waktu SMA
  4409. 2:34:37sudah kutengok, makamnya Mbak Santi,
  4410. 2:34:40rumahnya Pak Sabar, serambi masjid
  4411. 2:34:42sampai etalase kaca tempat yang Bapak
  4412. 2:34:44Rizki salat tuh ada. Sudah, sudah ada,
  4413. 2:34:46ada fotonya. Wawak kirim ke kami.
  4414. 2:34:48Dokumentasinya ada, Wak. Aku bersama tim
  4415. 2:34:50sudah melihatnya secara langsung, tapi
  4416. 2:34:53dokumentasi ini bukan untuk
  4417. 2:34:54disebarluaskan. Jadi, tolong,
  4418. 2:34:57tolong jangan komplain kalau kami tidak
  4419. 2:35:00nampilin di sini ya, Wak, ya. Aduh, baik
  4420. 2:35:02semua Wawak ini. Di awal video tadi kita
  4421. 2:35:04sudah sepakat sama-sama tuh, ya kan?
  4422. 2:35:05Menghargai privasi orang-orang yang
  4423. 2:35:07terlibat dalam kisah ini. Dan menurutku
  4424. 2:35:09juga kita enggak perlu melihat seluruh
  4425. 2:35:10dokumentasi pribadi seseorang untuk bisa
  4426. 2:35:13menghargai dan ngambil pelajaran dari
  4427. 2:35:15kisah hidup ini ya, kan, Wak? Jangan
  4428. 2:35:16bete Bete enggak apa-apa, tapi jangan
  4429. 2:35:18lama-lama. Yang jelas, sekali lagi
  4430. 2:35:20terima kasih banyak kepada tiga Wawak KW
  4431. 2:35:23400, Mas Rizki, Mas Fajar, Mas Dimas.
  4432. 2:35:26[musik] Terima kasih sudah mempercayakan
  4433. 2:35:28kisah ini kepada kami. Dan khususnya
  4434. 2:35:31untuk kesayangan kita semua,
  4435. 2:35:33Tata. Kalau suatu hari nanti Tata nonton
  4436. 2:35:36video ini,
  4437. 2:35:37aku, timku, kami [musik] semua, Wawak
  4438. 2:35:40se-Nusantara ini
  4439. 2:35:42mau menyampaikan salam sayang yang
  4440. 2:35:44sebesar-besarnya untuk kamu, Tata.
  4441. 2:35:46Semoga
  4442. 2:35:48Tata selalu sehat, Tata tumbuh jadi
  4443. 2:35:50perempuan yang kuat, jadi perempuan yang
  4444. 2:35:52bahagia, dikelilingi orang-orang yang
  4445. 2:35:54tulus menyayangi Tata, dan dimudahkan
  4446. 2:35:56dalam meraih semua cita-cita kamu. Mas
  4447. 2:35:59Rizki, Mas Fajar sudah banyak sedikit
  4448. 2:36:00[musik] bercerita tentang bagaimana kamu
  4449. 2:36:02sekarang sama aku.
  4450. 2:36:04Eh, pokoknya semoga semua dimudahkan
  4451. 2:36:06untuk kamu bisa meraih cita-citanya, ya.
  4452. 2:36:08Walaupun memang ada banyak hal berat
  4453. 2:36:10yang terjadi ketika kamu masih kecil,
  4454. 2:36:13tapi semoga perjalanan hidup Tata ke
  4455. 2:36:15depan dipenuhi jauh lebih [musik] banyak
  4456. 2:36:18kebahagiaan.
  4457. 2:36:20Amin ya rabbal alamin. We love you,
  4458. 2:36:21Tata.
  4459. 2:36:23Itu tadi kisahnya, Wak. Gimana menurut
  4460. 2:36:25kalian? Pelajaran apa yang bisa kalian
  4461. 2:36:27ambil dari kisah ini? Tulis di kolom
  4462. 2:36:29komentar di bawah.
  4463. 2:36:31Dan tambahan informasi, Wak, aku mau
  4464. 2:36:33juga mau menyampaikan kabar gembira buat
  4465. 2:36:35kalian semua karena
  4466. 2:36:37mulai minggu depan, ya,
  4467. 2:36:39KW Nusantara vol 2 akan hadir kembali.
  4468. 2:36:45Eh, eh,
  4469. 2:36:45buat Wawak yang belum tahu mungkin yang
  4470. 2:36:46baru datang enggak tahu apa itu Nadi KW
  4471. 2:36:48Nusantara. Jadi, Wak, KW Nusantara itu
  4472. 2:36:50adalah edisi khusus yang mengangkat
  4473. 2:36:52kisah-kisah horor dari berbagai provinsi
  4474. 2:36:54di Indonesia. Kebayang enggak sih, Wak,
  4475. 2:36:56ini dari Sabang sampai Merauke kita
  4476. 2:36:58punya 38 provinsi sekarang, kan, yang
  4477. 2:36:59masing-masing punya cerita, punya
  4478. 2:37:01budaya, dan juga punya kisah mistisnya
  4479. 2:37:03sendiri. Sebelumnya kurang lebih satu
  4480. 2:37:04atau dua tahun yang lalu kami sudah
  4481. 2:37:06selesaikan KW Nusantara vol 1. Ah, ini
  4482. 2:37:08nanti di vol 2 kita akan kembali lagi
  4483. 2:37:10menjelajahi kisah-kisah dari berbagai
  4484. 2:37:11penjuru Nusantara. Jadi, siap-siap buat
  4485. 2:37:13mendengarkan cerita-cerita yang pastinya
  4486. 2:37:15tidak kalah bikin merinding Wak ya. KHW
  4487. 2:37:17Spesial Nusantara Vol 2 ini akan tayang
  4488. 2:37:20mengikuti jadwal reguler kita dan akan
  4489. 2:37:22mulai di KHW 401
  4490. 2:37:25yang tayang insya Allah minggu depan.
  4491. 2:37:27Jadi, jangan sampai kelewatan Wak ya.
  4492. 2:37:29Terima kasih yang sudah request juga
  4493. 2:37:30banyak dari Wawak yang request, "Ayo
  4494. 2:37:31Wak, KHW Nusantara Vol Tuna gitu."
  4495. 2:37:34Alhamdulillah kami cek-cek ombak sudah
  4496. 2:37:36dapat dikit memang ya masih agak
  4497. 2:37:38agak belum banyak Papua. Atau Wawak
  4498. 2:37:40Papua yang mau mengisi silakan ya. Oke,
  4499. 2:37:42sebagai penutup sekali lagi aku juga mau
  4500. 2:37:44mengucapkan terima kasih banyak sekali
  4501. 2:37:46lagi. Terima kasih sebanyak-banyaknya
  4502. 2:37:48buat Wawak yang sudah setia menemani
  4503. 2:37:50perjalanan KHW dari awal sampai
  4504. 2:37:52sekarang. Enggak kerasa dari satu cerita
  4505. 2:37:54berlanjut ke cerita berikutnya, cerita
  4506. 2:37:56berikutnya, cerita berikutnya sampai
  4507. 2:37:57malam ini Wak kita sudah sampai di
  4508. 2:37:59episode 400.
  4509. 2:38:01Terima kasih, masya Allah. Terima kasih
  4510. 2:38:03karena sudah menjadikan KHW bagian dari
  4511. 2:38:06malam-malam kalian selama ini. Terima
  4512. 2:38:08kasih juga sekali lagi untuk seluruh
  4513. 2:38:09Wawak narasumber yang sudah
  4514. 2:38:11mempercayakan kisah dan juga pengalaman
  4515. 2:38:12kalian kepada kami karena berkat kalian
  4516. 2:38:15KHW bisa terus hadir dengan ratusan
  4517. 2:38:17cerita yang luar biasa sampai hari ini.
  4518. 2:38:20Semoga kita masih bisa terus bersama
  4519. 2:38:22sampai ratusan KHW, bahkan mungkin
  4520. 2:38:24sampai ribuan cerita berikutnya.
  4521. 2:38:26Wallahualam kita enggak tahu. Dan juga
  4522. 2:38:28tentunya aku
  4523. 2:38:30pribadi mewakili seluruh tim yang pernah
  4524. 2:38:34terlibat dalam pengerjaan KHW dari part
  4525. 2:38:361 sampai part sekarang juga mau memohon
  4526. 2:38:39maaf yang sebesar-besarnya apabila
  4527. 2:38:41selama perjalanan KHW yang dari yang
  4528. 2:38:43pertama
  4529. 2:38:45dan bahkan yang sekarang ini yang
  4530. 2:38:46terutama dengan segala yang baru ini
  4531. 2:38:48masih ada kesalahan maupun kekurangan
  4532. 2:38:50dari kami dalam bentuk apapun itu.
  4533. 2:38:53Sampai di titik ini kami selalu berusaha
  4534. 2:38:55untuk mengerjakan setiap episode dengan
  4535. 2:38:57penuh kehati-hatian dan tanggung jawab
  4536. 2:38:59Wak. Tapi tentu sebagai manusia kami
  4537. 2:39:02juga tidak luput dari kekurangan. Kami
  4538. 2:39:04sadar masih jauh dari kata sempurna,
  4539. 2:39:06tapi kami selalu berusaha belajar dan
  4540. 2:39:08juga memberikan yang terbaik di setiap
  4541. 2:39:10episode-nya. Terima kasih karena selama
  4542. 2:39:12ini kalian tetap mendukung, tetap
  4543. 2:39:14mengapresiasi dan juga memberikan
  4544. 2:39:16kepercayaan yang begitu besar kepada
  4545. 2:39:17kami. Semoga ke depannya kami bisa terus
  4546. 2:39:20berkembang, menjaga kepercayaan kalian
  4547. 2:39:23dan juga menghadirkan KHW yang semakin
  4548. 2:39:25baik lagi. Amin ya rabbal alamin.
  4549. 2:39:28Jadi malam ini, ini bukan hanya tentang
  4550. 2:39:30episode spesial di KHW 400 dengan durasi
  4551. 2:39:33dan juga set yang tidak seperti
  4552. 2:39:35biasanya.
  4553. 2:39:36Ini adalah tentang KHW yang bertahan dan
  4554. 2:39:40sudah sampai ke part 400 berkat kalian
  4555. 2:39:44semua. Sampai jumpa di perjalanan
  4556. 2:39:46berikutnya, KHW Nusantara vol 2.
  4557. 2:39:49Assalamualaikum.
  4558. 2:39:57[musik]
  4559. 2:40:03[musik]
  4560. 2:40:10[musik]
  4561. 2:40:25[musik]
  4562. 2:40:30[musik]
  4563. 2:41:02Hah.

About this transcript

This page contains the full transcript of PULANG - KHW PART 400 by Nadia Omara, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 24,820 words across 4,563 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.