PILIH - KHW JADUL TERAKHIR PART 331 — Transcript
Full transcript
- 0:00Nah, ngelihat ekspresi itu pilih mikir,
- 0:01"Eh, ini jan-jangan Romo Johan marah nih
- 0:03sama aku. Kan enggak biasanya dia diam
- 0:05kayak gini aja." Nah, habis bilang kayak
- 0:06gitu, Romo Johan tiba-tiba ngomong pakai
- 0:08bahasa daerah setempat. Dia bilang gini,
- 0:12"Gue?"
- 0:17"Hai, wasalamualaikum warahmatullahi
- 0:18wabarakatuh. Terima kasih sudah klik
- 0:19video ini. Tidak terasa kita sudah masuk
- 0:22di penghujung Oktober ya, Wak." Ya, itu
- 0:24artinya malam ini aku akan membawakan
- 0:28satu kisah horor jadul penutup dari
- 0:30rangkaian KHW jadul edisi spesial
- 0:33Halloween. Itu berarti juga di minggu
- 0:35depan sudah kembali lagi ke jadwal
- 0:37seperti semula ya kan di hari Minggu
- 0:39akan selang-seling kadang sejarah,
- 0:41histori kriminal KHW juga ah kayak gitu.
- 0:44Oke dua kali seminggu lah Nadia
- 0:46insyaallah nanti kalau ada momen-momen
- 0:47yang pas lagi kita akan dua kali
- 0:49seminggukan lagi itu KHW-nya. Oke, jadi
- 0:51waak ee kisah malam ini itu terjadi di
- 0:53daerah Nusa Tenggara Timur pada tahun
- 0:551982 di mana pada masa itu teman dari
- 0:58pamannya Wawa mengalami berbagai
- 1:00kejadian mistis waktu dia tinggal di
- 1:02sebuah asrama pastoran waak. Jadi
- 1:05semacam asrama yang dikelola oleh para
- 1:07pastor. Awalnya waak, para siswa yang
- 1:09tinggal di asrama itu tidak merasakan
- 1:11kejanggalan apapun. Sampailah pada suatu
- 1:14hari salah satu teman pamannya Wawa ini
- 1:16diincar oleh makhluk penunggu di sekitar
- 1:19asrama. Nah, sejak saat itu dia mulai
- 1:21ngerasa macam lagi diawasin sama
- 1:23sesuatu. Dia ketemu sama sosok
- 1:26jadi-jadian. Dia diteror dengan suara
- 1:28suara aneh. Sampailah puncaknya dia
- 1:31mengalami kejadian tragis yang
- 1:33disebabkan oleh si sosok itu. Penasaran
- 1:35gimana kisah selengkapnya? Jadi tanpa
- 1:37berlama-lama kita langsung masuk aja ke
- 1:39ceritanya ya. Check it out.
- 1:53Oke, Wak. Jadi, kisah malam ini dikirim
- 1:54sama WA kita yang bernama Marcelina dari
- 1:57Nusa Tenggara Timur. Halo, Marcelina.
- 1:59Nah, kisah ini tuh terjadi di tahun
- 2:001980-an dan dialami oleh teman pamannya
- 2:03Marcelina yang bernama Tante Pilih.
- 2:06Omnya Marcelena ini namanya Om Nik. Dan
- 2:09tanpa mengurangi rasa hormat di
- 2:10sepanjang cerita ini, aku akan langsung
- 2:12menyebut namanya aja nih, Wak. Ya, jadi
- 2:14Niko dan Pilih ini Om Wawa dan teman
- 2:17omnya ini adalah teman 1 SMP waak yang
- 2:20sama-sama tinggal di sebuah asrama
- 2:21pastoran di daerah NTT. Evo wa. Asrama
- 2:25pastoran ini biasanya ada yang
- 2:27dikhususkan untuk calon imam Katolik aja
- 2:30dan ada juga yang memang dibuka untuk
- 2:31pelajaran umum yang ingin mendalami ilmu
- 2:33agama. Nah, asramanya Niko dan Pilih ini
- 2:36yang untuk pelajar umum wa di mana
- 2:38lingkungan asramanya terdiri atas
- 2:40sekolah Katolik, ada gereja utama, ada
- 2:42ruang doa, dan juga ada gedung asrama.
- 2:45Gedung asrama di sana, Wak, terdiri atas
- 2:47asrama putri dan juga asrama putra yang
- 2:49letaknya berdampingan. Asrama putri itu
- 2:51dijaga oleh suster Corlin namanya.
- 2:53Sedangkan asrama putra dijaga oleh Romo
- 2:56Johan. Pilih tinggal di ee asrama putri
- 2:59tentunya tepatnya di salah satu kamar di
- 3:01lantai du bersama dengan Maria, Sinta,
- 3:04Rina, Elis, dan juga Yohanna. Jadi, satu
- 3:06kamar itu ada enam orang. Karena di
- 3:08tahun itu fasilitas asrama belum
- 3:09secanggih sekarang, Wak, ya. Jadi setiap
- 3:11kamar itu cuma disediakan ranjang besar
- 3:14yang dipakai untuk tidur berenam. Dan
- 3:16biasanya pilih ini akan tidurnya di
- 3:18tengah. Di kamar itu juga enggak ada
- 3:20meja kursi untuk belajar dan juga
- 3:22penerangannya juga masih pakai lampu
- 3:24minyak lah kayak gitu. Nah, selain
- 3:25fasilitas kamarnya yang minim, wa,
- 3:27bangunan asrama dari asrama ini juga
- 3:29masih dari kayu. Jadi, suara-suara dari
- 3:32luar itu gampang kali tembus ke dalam.
- 3:34Dan kebetulan juga kamarnya Pilih ini
- 3:35dekat dengan tangga. Jadi kalau misalnya
- 3:37lagi ada yang jalan lewat tangga itu,
- 3:39suara langkah kaki yang injak tangga itu
- 3:42pasti kedengaran jelas dari kamarnya
- 3:44Pilih. Tapi karena sudah terbiasa Pilih
- 3:46sama lima kawan yang lain juga ya udah
- 3:47enggak ngerasa terganggu. Wa. Bahkan
- 3:49Pilih udah ngerasa nyaman kali tinggal
- 3:50di rumah itu atau di kamar itu gitu.
- 3:52Nah, selama tinggal di asrama, Wakilih
- 3:54ini selalu mengikuti setiap kegiatan
- 3:56dengan baik. Setiap pagi dia akan ikut
- 3:58doa bersama dan langsung ee pergi
- 4:01sekolah. Nah, nanti siangnya mereka
- 4:02belajar kelompok dan malamnya pun ikut
- 4:04doa bersama dulu sebelum akhirnya tidur
- 4:07gitu. Teruslah pokoknya setiap hari. Dan
- 4:09di sana ada satu kebiasaan wa yang
- 4:11dilakukan sama anak-anak asrama yaitu
- 4:14mandi bersama di sungai setiap pagi dan
- 4:17juga sore hari. Tapi antara cowok sama
- 4:19cewek ini beda jamnya, waak. Ya, mereka
- 4:21mandi di sungai karena memang di asrama
- 4:22tuh enggak ada sumber air yang memadai,
- 4:24waak. Di sana susah kali ngebor atau
- 4:25ngegali sumur karena tanahnya masih
- 4:27berbatu dan keras, N. Dan tentunya di
- 4:29tahun itu PDAM belum merata sampai ke
- 4:31pelosok desa. Jadi kalau mau mandi atau
- 4:33cuci-cuci harus nimba dari sungai dulu.
- 4:35Nah, jarak antara asrama dengan sungai
- 4:37ini wa juga sekitar 500-an meter. Untuk
- 4:40sampai di sana anak-anak asrama ini
- 4:42harus ngelewatin hutan dulu. Lewat
- 4:44hutan, lewat pinggir jurang kecil dan
- 4:47satu jalan setapak yang kanan kirinya
- 4:49sudah ditumbuhi sama pohon bambu. Nah,
- 4:52jalan yang dilewati ini cukup sepi dan
- 4:54juga cukup gelap. Waak. Jadi, suster
- 4:56Corlin dan juga Romo Johan atau pengurus
- 4:58asrama ini selalu ngelarang anak-anak
- 5:00itu mandi di sungai menjelang malam atau
- 5:02terlalu sore itu ah enggak boleh karena
- 5:04jalan menana kan memang gelap dan sepi
- 5:05gitu ya kan. Selain karena penerangannya
- 5:07terbatas, waak, suster Corlin sama Romo
- 5:09Johan ini juga enggak mau sampai terjadi
- 5:11hal-hal yang tidak diinginkan sama si
- 5:13anak-anak ini. Maka memang harus ditaati
- 5:15kaliah peraturan itu. Nah, awalnya
- 5:17selama mandi di sungai itu pilih sama
- 5:19kawan-kawan yang ngerasa aman-aman saja.
- 5:21meskipun area sekitar sungai itu bisa
- 5:23dibilang sepi dan juga bisa dibilang
- 5:25agak seram ya wa ya. Pilih itu enggak
- 5:26pernah ngalamin hal-hal yang aneh. Tapi
- 5:28seiring berjalannya waktu wa entah
- 5:30kenapa pilih itu tiba-tiba ngerasa kok
- 5:32macam ada yang enggak beres ya sama
- 5:33tempat yang biasanya dia lewati tiap
- 5:35kali mau ke sungai. Dan bermula dari
- 5:37firasat buruk itulah wak pilih ini mulai
- 5:39mendapatkan gangguan dari sosok penunggu
- 5:42yang ternyata udah ngincer dia dari
- 5:44lama. Gangguan apa? Kita masuk.
- 5:49Nah, jadi wa pada suatu sore waktu
- 5:51pulang mandi, pulang mandi dari sungai
- 5:53tepatnya waktu ngelewatin jalan setapak
- 5:54di area pohon-pohon bambu itu, pilih ini
- 5:57tiba-tiba ngerasa kok macam ada yang
- 5:59lagi ngelihatin aku dari jauh ya. Tapi
- 6:01waktu noleh tuh ke arah yang dia rasa
- 6:03ada orang yang lihat itu atau ke arah
- 6:05kanan kiri atau ketengok ke belakang itu
- 6:08dia enggak ngelihat ada orang lain.
- 6:09Waak, selainnya rombongannya. Pilih
- 6:10nanyalah ke kawan-kawannya, "Eh, kalian
- 6:12ngerasa ada yang ngikutin kita enggak
- 6:14sih?" gitu. Si Maria kawannya jawab,
- 6:16"Enggak, katanya kok ngerasa kayak ada
- 6:18yang ngamatin kita ya?" "Enggak, pilih,
- 6:20itu cuman pikiran kamu aja." Ingat kata
- 6:22Romo, "Kalau lagi lewat jalan sepi lebih
- 6:25baik berdoa aja, enggak usah mikirin
- 6:26macam-macam. Tuhan pasti selalu lindungi
- 6:28kita," katanya kan. Nah, dengar itu
- 6:30Pilih malah makin was-was yang ada.
- 6:32Karena di saat yang sama, Waak Pilih ini
- 6:33ngerasa sesuatu yang ngamatin tadi tuh
- 6:36kok kayaknya makin lama makin dekat
- 6:37gitu. Tapi di situ Pilih enggak cerita
- 6:38wak ke e kawan-kawannya. Dia cuman
- 6:40bilang, "Agak cepat yuk jalannya. Udah
- 6:42mau gelap ini. Nanti kita dimarahin
- 6:44kalau misalnya kita telat pulang."
- 6:45Katanya teman-temannya pun setuju ya
- 6:47kan? Akhirnya mereka pun langsung
- 6:48mempercepat langkahnya dan akhirnya
- 6:50sampailah itu di asrama sebelum magrib.
- 6:52Adalah kan akhirnya setelah sampai di
- 6:54asrama pilih jauh lebih tenang tua. Dia
- 6:56udah enggak ngerasa diawasin lagi. Pilih
- 6:58pun beraktivitas kayak biasanya. Tapi
- 7:01besoknya waktu mau mandi ke sungai,
- 7:04pilih ngerasa ada yang ngamatin dia lagi
- 7:06di sekitar pohon bambu. Itulah enggak
- 7:07cuman di hari itu aja, Wak. Hari-hari
- 7:09berikutnya juga sama. Pilih ini ngerasa
- 7:11dia itu macam lagi diintai itu loh sama
- 7:14orang setiap kali dia lewat pohon bambu
- 7:15tu area pohon bambu itu. Dan hal ini
- 7:18terjadi selama berbulan-bulan. N cuman
- 7:20di sini tuh pilih ni memilih untuk diam
- 7:22aja. Dia enggak mau cerita sama
- 7:23kawan-kawannya. Dia juga enggak cerita
- 7:24sama suster Corlin Waak. Soalnya dia
- 7:26enggak yakin mereka semua bakal percaya
- 7:27gitu loh. Hingga sampai di suatu hari P
- 7:30ngalamin satu kejadian yang jauh lebih
- 7:32aneh lagi, Waa. Dan tanpa disangka,
- 7:35bermula dari kejadian itulah gangguan
- 7:36yang dialami sama pilih ini makin parah
- 7:39sampai bikin satu asrama tuh geger.
- 7:46Nah, jadi pada suatu sore nih, Wak ya,
- 7:48lima kawannya, lima kawan sekamarnya si
- 7:50Pili ini, Maria, Sinta, Rina, Eli, sama
- 7:52Yohanna berangkat mandi duluan ke sungai
- 7:54waak bersama dengan kawan-kawan yang
- 7:56lain juga. Nah, waktu itu Pilih enggak
- 7:57berangkat karena si Pilih ini lagi ada
- 7:59urusan di asrama. Pilih bilang, "Udah
- 8:01kalian duluan aja enggak apa-apa nanti
- 8:02aku nyusul. Paling jam .00 udah selesai
- 8:04kok gitu." "Ya udah kami duluan ya.
- 8:05Nanti nyusul loh, Le. Jangan sampai ke
- 8:07sorean gitu." "Oh, siap kata si Pilih
- 8:09dah." Urusan Pilih waktu itu selesai
- 8:11sekitar jam .00 waak. Dan dia pun
- 8:13langsunglah itu kan nyusul e jalan
- 8:14sendirian ke sungai. Dan seperti biasa
- 8:17pilih ngerasa was-was lagi, waak, waktu
- 8:19mau lewat area pohon bambu. Karena kan
- 8:21dia selalu ngerasa diawasi waktu lewat
- 8:22situ, ya kan? Makin lagi dia sendirian.
- 8:25Nah, enggak lama pas dia mau masuk ke
- 8:26jalan setapak dekat pohon bambu itu,
- 8:29dari jauh pilih ni udah ngelihat ada
- 8:31laki-laki tua lagi berdiri di ujung
- 8:34jalan, Pak. Si laki-laki itu pakai jubah
- 8:37warna putih dan posisinya lagi berdiri
- 8:40membelakangi si Pilih. Di situ Pilih ini
- 8:43ngerasa macam familiar sama si orang
- 8:46ini. Waktu dia amati lebih detail, jubah
- 8:49putih itu mirip kali sama jubah putih
- 8:51yang biasanya dipakai sama Romo Johan.
- 8:54Dan kalau dilihat-lihat dari posturnya
- 8:56juga, waak, posturnya atau tubuhnya ini
- 8:57juga mirip kali sama Romo Johan. Situ
- 9:00akhirnya pilih mikir, "Eh, Romo Johan
- 9:01ini pasti ya kan." Jadi tanpa curiga
- 9:03sedikit pun, Pilih pun langsung
- 9:05menyapalah si laki-laki nih waktu sudah
- 9:06mulai agak dekat. Sore Romo katanya.
- 9:09Nah, pas disapa laki-laki itu noleh
- 9:11memang waak dan betulan memang itu Romo
- 9:13Johan pilih nanya lagi. Oh, Romo udah
- 9:15lama di sini gitu kan. Tapi bukan yang
- 9:17dijawab waak. Romo Johan ini malah diam
- 9:21aja sambil dia ngamatin si pilih dari
- 9:24atas sampai bawah waak. Dan tatapannya
- 9:26tuh tajam dan dia tuh enggak senyum sama
- 9:28sekali. Itu loh berbeda dari Romo Johan
- 9:30yang biasanya selalu memang ramah, murah
- 9:32senyum. Nah, ngelihat ekspresi itu,
- 9:33Pilih mikir, "Eh, ini jan-jangan Romo
- 9:35Johan marah nih sama aku." Kan enggak
- 9:36biasanya dia diam kayak gini aja.
- 9:38Akhirnya Pilih bilang, "Maaf ya, Romo,
- 9:40saya kesorean ke sungainya soalnya tadi
- 9:42ada urusan di asrama. Jangan marah ya,
- 9:44Romo ya gitu." Pilih pikir Romo ini
- 9:46marah karena dia terlalu sore pergi ke
- 9:48ee itu ke sungai. Nah, habis bilang
- 9:50kayak gitu, Romo Johan tiba-tiba ngomong
- 9:52pakai bahasa daerah setempat. Dia bilang
- 9:54gini,
- 9:56"Gerentong, katanya gitu, Pak. Tunggu
- 9:58nanti malam." Dan suara Romo itu
- 10:00kedengarannya lebih berat lagi daripada
- 10:02biasanya. Dan waktu ngomong itu melotot
- 10:04matanya si Romo tuh. Di situ Billy mulai
- 10:05takut lah kan. Eh, apa nih? Sebenarnya
- 10:08Billy enggak paham waak maksud omongan
- 10:09Romo Johan ini apa. Tunggu nanti malam
- 10:12apa ini? Kayaknya si Romo ini betulan
- 10:13marah nih sama aku. Apa nanti malam aku
- 10:15ini mau dihukum gara-gara telat mandi
- 10:16apa ya? Tapi Pili enggak berani nanya
- 10:18lagi wak. Selain karena gelagat Romo
- 10:20Johannya juga udah aneh perasaan Pili
- 10:22juga udah mulai enggak enak di situ. Ya
- 10:24udah Romo duluan ya. Gitu. pamit dia ke
- 10:25Romo Joan dan dia langsung pergi
- 10:26nyamperin kawan-kawannya yang ada di
- 10:27sungai. Begitu dia cepat cepat dia ber
- 10:29eh berjalan. Nah, begitu sampai di
- 10:30sungai, Pilih langsung cerita wak ke
- 10:32kawan-kawannya. Dia bilang, "Eh, tadi di
- 10:34jalan aku papasan loh sama Romo Johan.
- 10:36Kalian ketemu juga enggak sama beliau
- 10:37sintaun." Romo Johan enggak? Kami enggak
- 10:41papasan sama Romo Johan. "Kamu ketemu
- 10:42Romo memang?" "Iya tadi di jalan dekat
- 10:44bambu." "Oh, mungkin Romo datang ke sana
- 10:45waktu kita udah nyampai sungai duluan
- 10:47makanya kita enggak ketemu." Tapi yang
- 10:48aneh tuh, A, suara Romo tuh beda loh.
- 10:51Kayak lebih berat gitu daripada
- 10:53biasanya. Maria nyeletuk.
- 10:55Jangan-jangan itu bukan Romo Johan lah,
- 10:57Li. Soalnya setahuku hari ini di sore
- 10:59ini Romo Johan tuh lagi ada acara.
- 11:01Enggak mungkin dia nungguin kita dekat
- 11:02sungai. Dengar itu merinding si pilih.
- 11:05Kalau bet Romo Johanni lagi ada acara
- 11:07terus yang ada di area pohon bambu tadi
- 11:09tuh siapa? Apa jangan-jangan dia tuh
- 11:12sosok penunggu yang selama ini ngawasin
- 11:14aku kali ya. Satu gelagatnya aneh. Terus
- 11:16dibilang Romo Johan juga waktu sore itu
- 11:17lagi enggak ada di sana, lagi di acara
- 11:19ya kan. Tapi bisa jadi juga Romo Johan
- 11:21udah balik dari acaranya makanya dia
- 11:23bisa datang ke sana buat nungguin
- 11:24anak-anak yang balik dari sungai nih. By
- 11:26the way, dari area bambu mau ke sungai
- 11:28itu masih jauh nih, Wak ya. Bukan habis
- 11:29pohon bambu langsung sungai gitu. Bisa
- 11:31jadi Romo Johan udah balik terus dia
- 11:32nunggu anak-anak di situ. Bisa jadi nih,
- 11:34bisa jadi udah pikir positif aja mungkin
- 11:35Romo Johan habis balik acara dia ke sana
- 11:37gitu kan. Dah pilih enggak bahas itu
- 11:39lagi, lanjutlah mandi itu sama
- 11:40kawan-kawannya.
- 11:43Nah, selesai mandi Pilih dan yang lain
- 11:44pun bergegas pulang. Wa pas lewat area
- 11:47pohon bambu itu, Romo Johan udah enggak
- 11:50ada di situ. Di situ perasaan pilih
- 11:52makin enggak enak. Ditambah waktu waktu
- 11:54lewat jalan itu pilih lagi-lagi ngerasa
- 11:56tetap masih ada orang yang ngawasin dia.
- 11:58Bahkan kali ini enggak cuma di sepanjang
- 12:00area pohon bambu aja, waak, di sepanjang
- 12:03jalan menuju asrama, pilih nih masih
- 12:05ngerasa macam diikutin tuh loh. Masih.
- 12:08Jadi, udah sejak pulang dari sungai itu,
- 12:10Pilih lebih banyak diam di kamar raut.
- 12:12Wajahnya kelihatan udah gelisah kali,
- 12:13Wa. Dia juga sering bolak-balik tuh
- 12:15ngelihat ke luar jendela untuk mastiin
- 12:17ini ada orang di luar apa enggak. Gegar
- 12:18gara itu tadi, waak, dia tuh ngerasa
- 12:20macam ada orang ngelihatin dia, macam
- 12:21ada orang ngikutin dia. Nah, ngelihat
- 12:23gelagat pilih yang aneh ini, Maria,
- 12:24kawan sekamarnya notis. Maria nanya,
- 12:26"Kamu nih kenapa? Hah? Kok dari tadi
- 12:28kamu mundar-mandir aja? Aku juga
- 12:30ngelihat kamu kayak gelisah gitu, enggak
- 12:31tenang. Kenapa? Ada masalah kah?
- 12:33Ceritalah gitu kata Maria." Akhirnya di
- 12:35situ pilih e bilang, "Mar, kayak rumah
- 12:38Johan yang aku lihat di pohon bambu tuh
- 12:40hantu lah, Mar. Bukan Romo Johan. Karena
- 12:42kalau diingat-ingat lagi, Romo Johan tuh
- 12:44gak pernah loh marah-marah sampai
- 12:45melotot loh matanya ngomong kayak gitu
- 12:47sama aku. Nah, laki-laki yang aku tengok
- 12:48tadi ekspresinya kayak orang mau ngamuk
- 12:50marah sama aku. Matanya juga merah loh.
- 12:52Terus dia bilang, "Jereng tong wei,
- 12:53tunggu nanti malam." Aku takut, Mar,
- 12:56kalau dia beneran datang ke asrama kita
- 12:57malam ini macam mana? Hah? Dia ngomong
- 12:59kayak gitu. Kok enggak cerita bagian ini
- 13:00tadi sama kita? Orang tadi kita lagi di
- 13:02sungai. Takutlah aku makin panik semua
- 13:04orang di sana nanti. Ialah kau bilang
- 13:06aja, "Ya udah aku laporin ke suster Clin
- 13:08ya." Kata si Maria, "Mari ikutan panik
- 13:10waak." Setelah dengar yang gereng apa
- 13:12itu gereng tongwe tadi itu loh. Iya
- 13:13Marya Mar tolong bilangin ke suster
- 13:15Corlin ya Maria aku enggak berani gitu.
- 13:17Nah pada saat itu juga awak betul Maria
- 13:18lah itu yang datang ke kamarnya suster
- 13:20Clin Maria cerita eh suster tadi pas mau
- 13:22ke sungai pilih papasan e suster sama
- 13:25sosok yang mirip sama Romo Johan. Setahu
- 13:28aku Romo Johan itu kan lagi ada acara
- 13:30sore ini kan tapi pilih lihat orang yang
- 13:32sama orang mirip e Romo Johan tuh di
- 13:34jam-jam .00 itu. Terus si orang ini
- 13:36bilang tunggu nanti malam. Gelagatnya
- 13:39udah enggak betul, suaranya berat,
- 13:40matanya melotot sampai merah. Mana
- 13:42pernah jangan kayak gitu. Kami takut
- 13:44suster nanti dia bakal datang ke asrama
- 13:46malam ini, kata si Maria. Dengar itu,
- 13:48suster Corlin juga kaget. Wajah berubah
- 13:50tegang juga. Sama kayak Maria, waak.
- 13:52Suster Corlin juga tahu kalau sore tadi
- 13:54tuh Romo Johan ini lagi ada acara di
- 13:56luar. Pun waktu itu Rojan Johan belum
- 13:57balik. Jadi kemungkinan besar yang
- 13:59papasan sama pilih itu sosok yang
- 14:01nyerupai Romo Johan. Kan suster koren
- 14:04laki bilang, "Udah kamu sekarang tenang
- 14:06aja nanti suster coba bantu sampaikan ke
- 14:09Romo Johan ya biar beliau yang bisa
- 14:11ngusir ini gitu." Dan Eva Ewa Romo Johan
- 14:13ini memang sering juga bantuin nanganin
- 14:15e kalau ada hal-hal mistis di sekitar
- 14:17asrama gitu. Nanti suster bilang, "Tapi
- 14:20sayangnya sampai malam tiba waktu Romo
- 14:23Johan udah balik juga ke asrama, waak,
- 14:25suster Corlin yang lagi nge-handle
- 14:26banyak pekerjaan lupa nyampein kabar ini
- 14:29ke Romo Johan." Dan tanpa disadari
- 14:32kelalaian kecil itu justru mengawali
- 14:33kejadian besar yang terjadi di asrama
- 14:36pilih nih. Wak Gegara lupa ngasih tahu
- 14:37Romo Johan lebih awal.
- 14:40Jadi nih malamnya ni masih di area yang
- 14:42sama ya. Di malam harinya setelah Maria
- 14:43ini lapor ke suster Corlin pilih susah
- 14:46tidur wa. Tiap kali dia mau merem
- 14:47tiba-tiba dia nih kayak macam kepikiran
- 14:49lagi sama sosok yang mirip kali sama
- 14:51Romo Juan. Selalu kepikiran itu terus.
- 14:53Meski udah maksa tidur berkali-kali wa
- 14:54pil ini tetap aja enggak bisa menjamin
- 14:56mata. Ditambah lagi makin malam katanya
- 14:59hawa udara di kamar itu juga terasa
- 15:00lebih pengap gitu loh dari biasanya.
- 15:02Jadinya sampai tengah malam pilih ni
- 15:04masih bangun, masih terjaga. Sementara
- 15:05kawan-kawan yang lain yang udah pada
- 15:07tidur, udah pada tidur pula semuanya
- 15:08kan. Terus sekitar e jam 12.00 malam
- 15:11nih, sayup-sayup pilih dengar ada suara
- 15:14langkah kaki bersepatu dari lantai bawah
- 15:18waak dan suara itu makin lama makin
- 15:21dekat. macam lagi naik tangga di dekat
- 15:23ke samping kamarnya pilih itu loh. Nah,
- 15:24awalnya Pilih pikir itu Romo Johan
- 15:26karena suara sepatunya juga mirip macam
- 15:29yang dipakai sama Romo Johan. Tapi kalau
- 15:31dipikir-pikir lagi enggak mungkin Romo
- 15:33Johan datang ke asrama perempuan, asrama
- 15:35putri tengah malam pula ya kan enggak
- 15:37mungkin. Nah, di situ Pilih mulai takut
- 15:39tuh kan waak dia udah mikir yang
- 15:39enggak-enggak nih. Itu jangan-jangan
- 15:41sosok tadi sore itu dia datang ke sini
- 15:43udah malam nih. Dia bilang apa tadi?
- 15:44Gereng tong udah malam ini. Uh makin
- 15:47enggak karu-karuan lagi pikiran si Pilih
- 15:48nih kan. Dia enggak berani tuh ngecek
- 15:50keluar kamar, tapi dia juga enggak enak
- 15:51hati bangunin kawan-kawannya. Jadi pilih
- 15:53di situ cuma bisa ngeringkuk ketakutan
- 15:54aja di atas tempat tidur sambil
- 15:56baca-baca doa waak biar suara langkah
- 15:58sepatu itu cepat hilang ya kan. Tapi
- 16:00makin keras berdoa, suara itu malah
- 16:03makin dekat lagi. Makin dekat, makin
- 16:06suara derit sepatu. Itulah sampai di
- 16:08satu titik, suara langkahnya berhenti
- 16:11tepat di depan pintu kamarnya si pilih.
- 16:15Dan enggak lama kemudian pintu kamar
- 16:17pilih ini diketok berkali-kali
- 16:20gitu. Suaranya kencang kali sampai bikin
- 16:22teman-temannya sipilih pun bangun. Sama
- 16:23kayak pilih mereka semua juga takut nih.
- 16:25W eh apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Karena
- 16:26enggak biasanya ada orang ngetok pintu
- 16:28tengah malam kayak gitu. Sekalipun itu
- 16:30susterlin atau Romo Johan, enggak
- 16:31mungkin mereka kayak gitu. Mereka semua
- 16:33rangkulan, baca-baca doa sama-sama di
- 16:35atas kasur itu kan. Nah, pas mereka
- 16:36semua udah lagi berdoa ini, wa, suara
- 16:38ketukan itu tiba-tiba berhenti berhenti.
- 16:41Tapi enggak lama kemudian, suara itu
- 16:44muncul lagi dengan tempo yang lebih
- 16:46lambat dan jumlah ketukannya cuma empat
- 16:49kali
- 16:53begitu. Dan begitu ketukan terakhir itu
- 16:57berhenti, waak pilih tiba-tiba aja
- 17:00menjerit kencang. Panas, panas tolong
- 17:03badanku panas katanya. Panas tiba-tiba
- 17:05diketokan terakhir dia mang berontak
- 17:07gitu macam orang kesurupan waak. Nah,
- 17:08Maria sama yang lain pun langsung
- 17:09ngurumin nih. Pilih kamu kenapa pilih?
- 17:11Kenapa? Dipegang badannya enggak panas.
- 17:13Panas mar panas mar panas badan aku.
- 17:15Badanku macam kebakar katanya. Pilih
- 17:16ngomong kayak gitu sambil nangis. Wa.
- 17:18Sementara konk juga kenapa nih bingung
- 17:21ya kan? Kenapa nih kesurupan enggak?
- 17:22Jangan-jangan. Dan badannya si Pil itu
- 17:24sampai ngegigil gitu loh. Kegigil keluar
- 17:27keringatnya keluar. Maria dan yang lain
- 17:28pun berusaha nenangin si Pili kan. Tapi
- 17:30P masih berontak di situ. Di situ Maria
- 17:32langsung keingat sama ceritanya Pili
- 17:33soal sosok yang mirip sama rumah Johan
- 17:35itu yang katanya mau datang malam ini
- 17:37akan tunggu nanti malam. Maria langsung
- 17:39pikir ini jangan-jangan ulah sosok ini
- 17:40nih betulan datang dia. Jadi Maria pun
- 17:42minta tolong ke kawan-kawannya tolong
- 17:43panggil suster Clin panggil suster
- 17:45Colin. Tapi enggak ada kawan-kawan yang
- 17:46berani keluar kamar. Wa. Mereka takut
- 17:47kalau ada orang jat atau ada hantu lah
- 17:49itu di depan pintu mereka kalau pintunya
- 17:51dibuka ya kan. Orang suaranya toknya
- 17:52dari pintu. Nah, karena enggak ada yang
- 17:53mau, Maria lah ini yang memberanikan
- 17:55diri untuk keluar kamar. Kalau enggak
- 17:56kan kasihan kawan ya kan. Pelan-pelan
- 17:58dia bukalah pintu kamarnya sambil
- 18:00baca-baca doa. Dia buka pelan waktu
- 18:03dibuka enggak ada kosong wak. Enggak ada
- 18:04siapa-siapa di luar itu. Maria tengok ke
- 18:06kanan kiri kat lorong itu juga enggak
- 18:07ada siapa-siapa di situ. Maria juga
- 18:09sebenarnya udah deg-degan setengah mati
- 18:11waak. Tapi karena dengar pilih ini
- 18:12teriak-teriak kepanasan, Maria pun
- 18:14langsung larilah ke kamarnya suster
- 18:15Corlin yang ada di lantai satu. Di sana
- 18:18Wak Maria cerita apa yang terjadi.
- 18:20Suster, suster tolong. Suster pilih
- 18:21kayak orang kesurupan badannya ngerasa
- 18:23panas semua. Tapi kami pegang pokok
- 18:24diceritain semua. Dengar itu, suser kor
- 18:26langsung panik dan di situ dia baru
- 18:27ingat. Astaga Maria suster lupa ngabarin
- 18:32ke Romo Johan soal apa yang kamu
- 18:33ceritakan tadi. Ini semua pasti ulah
- 18:35sosok itu tuh. Aduh terus gimana nih
- 18:36suster? Saya takut milih kenapa-napa.
- 18:38Udah sekarang kita ke Romo Johan ya
- 18:40sekarang. Akhirnya Suster Corin sama
- 18:41Maria pergi waak itu ke asrama cowok.
- 18:43Mereka datang ke salah satu kamar anak
- 18:44laki-laki dan kebetulan ada masih
- 18:46bangun. Siapa? Niko, Niko ini omnya Wawa
- 18:49tu lah. Suster Korin sendiri salah ke
- 18:50Niko kalau e pilih tuh dapat gangguan di
- 18:52kamarnya apa segala macam. Tolong Niko,
- 18:54panggil Romo Johan karena aturannya
- 18:55kayak gitu waak. Yang boleh datang ke
- 18:57kamarnya Romo Johan itu cuman anak
- 18:58laki-laki aja enggak boleh. Suster Colin
- 19:00pun enggak boleh masuk sana. Nah,
- 19:01akhirnya jadi malam itu e setelah
- 19:03dipanggil Niko, Romo Johan, Niko, Suster
- 19:05Corlin sama Maria pun datanglah ini
- 19:07sama-sama ke kamarnya Pilih ya kan.
- 19:09Waktu nyampai di sana, Romo Johan sempat
- 19:11memeriksa kondisi Pilih waak. Dia juga
- 19:13sempat bacain doa-doa sampai akhirnya
- 19:16Pilih mulai agak tenang ya kan. Habis
- 19:19itu Romo Johan bilang ke Niko, "Niko,
- 19:21tolong kamu jaga kamar ini sampai pagi
- 19:24ya. Kamu jangan tidur. Kalau nanti ada
- 19:27apa-apa lagi langsung panggil saya sama
- 19:29suster Corlin gitu." Jadi malam itu wak
- 19:32ni berjaga di dalam kamarnya sepilih
- 19:33nih. Kawan-kawan yang lain juga ikutan
- 19:35berjaga waak. Enggak ada yang tidur
- 19:36malam itu. Sementara Romo Johan sama
- 19:38suster Clin balik lagi ke kamar mereka
- 19:40masing-masing. Nah, waktu balik belum
- 19:42ada 30 menit Romo Johan itu pergi, wa
- 19:45semua orang di kamarnya pilih [musik]
- 19:47termasuk si Niko ini dengar ada suara
- 19:50langkah sepatu datang [musik] lagi
- 19:52derit. Itu kan yang pertama cuma si
- 19:54Maria aja yang dengar. Eh, Maria pula
- 19:55pilih aja. Nah, di saat lagi berjaga itu
- 19:57mereka dengar semua suara krek krek naik
- 20:00gitu krek. Makin lama suaranya makin
- 20:03dekat. Dan di situ pilih Pak dia datang
- 20:06lagi, dia datang lagi, dia datang lagi.
- 20:09Enggak lama, wak, pintu kamar itu
- 20:11diketok berkali-kali dor dari luar kan.
- 20:14Dan sama seperti sebelumnya enggak ada
- 20:15satu pun yang berani bukain itu pintu
- 20:18gitu kan. Tapi makin lama didiamin suara
- 20:20ketokannya makin keras. Akhirnya
- 20:22terpaksalah Niko yang berani. Niko
- 20:24bangun dibukalah pintu itu kan. Dan pada
- 20:27saat pintu itu terbuka, Wak,
- 20:30semua orang yang ada di sana bertujuh
- 20:32berarti sama si Niko. Ya, kaget bukan
- 20:34main. Ketika mereka ngelihat ada Romo
- 20:37Johan. Romo Johan berdiri di depan pintu
- 20:41pakai jubah warna putih itu. Tapi dia
- 20:44diam aja, Wak. Dia enggak ngomong
- 20:45apa-apa. Romo Johan tegak di situ.
- 20:47Awalnya Niko pikir Romo Johan balik lagi
- 20:50gegara dengar suara toktok tokokan tadi
- 20:51itu kan atau mungkin juga pengin ngecek
- 20:53kondisi pilih lagi. Tapi setelah diamati
- 20:56lebih detail, Romo Johan datang sendiri
- 20:58enggak sama suster Corlin. Harusnya dia
- 21:00harus datang sama suster Corlin. Terus
- 21:02yang kedua, wajah Romo Johan ini pucat
- 21:05kali. Sepat itu pucat kali. Dan enggak
- 21:09lama kemudian mata Romo Johan ini
- 21:12berubah merah. Merah menyala macam api
- 21:15itu loh kata omaku. Di situ Niko, Maria
- 21:18dan yang lain langsung bukan Romo Johan
- 21:20semuanya lihat. Wah, ini sosok yang
- 21:22nyerupain Romo Johan nih. Sosok itu
- 21:24natap lurus ke arahnya si Pilih yang
- 21:26lagi terbaring di atas kasur itu. Dan
- 21:28waktu ditatap sama sosok Romo Johan ini,
- 21:30Wak, Pilih tiba-tiba ngejerit kepanasan.
- 21:33Panas panas kejang-kejang lagi dia, Wak.
- 21:35Hebohlah satu kamar pilih tuh lagi kan
- 21:37ada yang berusaha nenangin pilih, ada
- 21:39juga yang pengin keluar tuh manggil Romo
- 21:40Johan juga sama suster Corlin tapi
- 21:42mereka takut. Sosok tuh masih tegak di
- 21:44situ, waak. Masih tegak di situ.
- 21:45Akhirnya mereka baca doa sama-sama.
- 21:47Mereka gedein lagi suara doanya. Dan
- 21:49salah satu dari mereka langsung ngarahin
- 21:51kalung salib itu loh, ke arah si sosok
- 21:53itu. Dan enggak lama hilang sosok tuh
- 21:55hilang. Astagfirullahalazim. Waktu sosok
- 21:57itu hilang, pilih pingsan. Nah, karena
- 21:59takut pilih kenapa-kenapa, Nik langsung
- 22:01berlari keluar manggil Romo Johan dan
- 22:03juga suster Corlin. Romo, suster, sosok
- 22:05yang mirip Romo datang, kami semua
- 22:08lihat. Sekarang pilih pingsan Romo.
- 22:10Dengar itu Romo Johan langsung ambil air
- 22:12suci. ambil Alkitab dan juga tali
- 22:14Rosario waak. Mereka langsung bergegas
- 22:16larilah lagi balik ke kamarnya Pilih.
- 22:18Begitu sampai di sana Romo Johan ngerasa
- 22:21hawa yang tidak biasa di kamar itu. Wa
- 22:23dia sempat juga berkeliling sebentar di
- 22:25dalam kamar sebelum akhirnya mendekati
- 22:28Pilih. Tapi pas Romo Johan ini mendekat
- 22:30ke kasur, Pilih tiba-tiba kebangun.
- 22:33Matanya melotot merah waak. Tubuhnya
- 22:36juga kejang-kejang lagi. Dan enggak lama
- 22:39setelahnya Piling menjerit histeris.
- 22:42Tapi suaranya suara cowok. Suara cowok.
- 22:45Aduh merinding. Suara cowok. Romo udah
- 22:47tahu kalau ini kerasukan dia nih kan.
- 22:49Dia pun ngebentaklah si sosok itu. Siapa
- 22:51kamu? Hah? Kenapa kamu ngerasukin anak
- 22:53ini? Sosok di dalam tubuh pilih itu
- 22:55ngejawab,
- 22:55"Aku penunggu pohon bambu di dekat
- 22:57sungai. Rumahku [musik] dilewati setiap
- 23:00hari. Tapi tidak ada satu pun dari
- 23:03kalian yang mengucap termusi
- 23:07dia harus mati."
- 23:09Cuma gara-gara itu ya. Romo Johan
- 23:12bilang, "Kenapa harus pilih?" Hah?
- 23:13Kenapa harus pilih? Yang lewat di sana
- 23:15kan bukan cuman pilih aja, ada anak-anak
- 23:17asrama lain kan, ada saya kan. Kenapa
- 23:19harus pilih?
- 23:20Karena di antara kalian dia yang paling
- 23:22lemah imannya. Jadi aku datang untuk
- 23:25menjemputnya.
- 23:27Itu dengar itu orang-orang di dalam
- 23:29kamarnya panik semua lah. Terutama Maria
- 23:30sama kawan-kawan kamarnya si Pilih ya
- 23:32kan. Ngejemput katanya. Tapi Romo Johan
- 23:33meminta mereka supaya tenang sambil
- 23:35terus megangin si pilih ini. Nah, enggak
- 23:36lama Romo Johan mulai baca-baca doa
- 23:39sambil memercikkan air suci ke tubuhnya
- 23:41Pilih Waa. Selama beberapa menit Romo
- 23:44Johan ini khusyuk bacain doa tapi sosok
- 23:47itu malah ketawa-ketawa. Suaranya berat
- 23:49suara cowok juga wa dia bilang enggak
- 23:51mumpan. Anak ini akan tetap mati
- 23:53katanya. Romo Johan enggak nyerah. Dia
- 23:55masih terus bacain doa. Sampai di satu
- 23:58titik, Romo Johan pun ngelemparin
- 24:00Rosario dan juga salib ke wajahnya
- 24:02Pilih. Begitu kena lemparan itu, sosok
- 24:05di dalam tubuh Pilih ini teriak dia
- 24:07sekencang-kencangan. Panas panas.
- 24:10Sampai semua orang di sana tuh nutupin
- 24:12telinga saking nyaringnya suara itu,
- 24:14saking kerasnya suara itu. Enggak cuman
- 24:15teriak aja, sosok ini juga bikin
- 24:17tubuhnya pilih ini kejang-kejang lagi.
- 24:19Di situ Rojo Johan masih terus bacain
- 24:21doa pengusir roh jahat ya kan. Terus,
- 24:23terus dibacain, dibacain masih
- 24:24dipegangin juga si Pilih. Sampai
- 24:26akhirnya sosok itu pun berhasil
- 24:28dikeluarkan dari tubuh Pil. waktu udah
- 24:32keluar di saat sosok itu sudah hilang,
- 24:35pilih pingsan lagi. Dan kali ini waktu
- 24:38diperiksa sama suster Corlin,
- 24:42denyutnya dipilih lemah, wajahnya pucat,
- 24:46tubuhnya dingin, dan hanya selang
- 24:49beberapa lama pilih menghembuskan nafas
- 24:52terakhirnya.
- 24:58Meninggal pilih wa meninggal setelah
- 25:01itu.
- 25:03Aduh
- 25:05astagfirullah meninggal. Maria sama
- 25:07kawan-kawannya udah langsung nangis
- 25:09kejar histeris mereka di sana kan.
- 25:10Mereka enggak nyangka teman sekamarnya
- 25:13pergi begitu cepat dengan cara yang
- 25:14kayak gini pula ya kan. Padahal tadi
- 25:15sore Pilih masih mandi sama mereka
- 25:18sebelum tidur masih makan, masih ikut
- 25:19baca doa sama-sama tapi ternyata takdir
- 25:21berkata lain meninggal pilih mereka
- 25:23semua merasa terpukul kali wa karena
- 25:25kehilangan satu teman terbaik di asrama
- 25:27mereka ya kan. Setelah kejadian malam
- 25:29itu, jenazah pilih pun dijemput sama
- 25:33keluarganya. Pihak keluarga juga sempat
- 25:34nanya-nanya soal kronologi kejadiannya
- 25:36ke suster Corlin pastikan ke Romo Johan
- 25:39juga ditanya. Dan begitu dengar
- 25:41ceritanya, mereka kan juga sampaikan apa
- 25:43adanya kan. Wa waktu udah diceritain
- 25:45semuanya, ibu pilih langsung menghela
- 25:48nafas sambil bilang apa?
- 25:57Ternyata
- 25:58kejadian yang menimpa kakaknya pilih
- 26:02harus merenggut nyawanya pilih juga.
- 26:05Itu katanya.
- 26:07Tapi di situ, di situ ibunya pilih
- 26:11enggak ngejelasin detail maksud
- 26:12perkataannya itu. Wah, pilih juga
- 26:14ngalamin hal yang sama kayak kakaknya.
- 26:18Apa itu? Enggak dijelasin sama mamnya di
- 26:20situ. Enggak etis juga suster Corlin
- 26:21nanya, ya kan? Emang kenapa, Bu? Ini
- 26:23anak baru meninggal. Cuman yang jelas di
- 26:25situ ibunya sempat mengatakan hal itu
- 26:27saja. Tapi yang lebih banyak disampaikan
- 26:29ibunya adalah rasa kecewa sama pihak
- 26:31asrama yang enggak bisa ngelindungin
- 26:33anak-anaknya tadi tuh selama tinggal di
- 26:35asrama. Saking kecewanya orang tua pilih
- 26:38dan juga beberapa orang tua lainnya
- 26:40menuntut asrama untuk dibubarkan karena
- 26:42takut terjadi hal-hal serupa lagi.
- 26:44Akhirnya betul Waan
- 26:47itu asrama pastoran ini benar-benar
- 26:49dirobohkan dan dibangun ulang menjadi
- 26:52gedung adorasi katanya atau gedung
- 26:54khusus untuk tempat berdoa dan juga
- 26:56beribadah. Dan katanya sampai sekarang
- 26:58gedung adorasi itu masih ada, Wak, di
- 27:00NTT daerah tertentu gitu. Nah, dari sini
- 27:03juga ada simpang siur yang bilang
- 27:05kayaknya pilih ini dihukum tanda kutip
- 27:07itu bukan karena dia enggak cuman
- 27:08ngomong permisi itu lah, tapi ada
- 27:11sesuatu yang terjadi entah mungkin
- 27:13turunmenurun apa kayak gimana yang
- 27:15akhirnya berimbas pilih ini harus
- 27:16dipilih menjadi korban berikutnya karena
- 27:19kan mama ngomong kayak gitu hal ini sama
- 27:21kayak yang terjadi sama kakaknya tapi
- 27:23itu spekulasi [musik] wallahualam
- 27:27oke wa jadi itu tadi pengalaman horor
- 27:28sekaligus kisah tragis yang menimpa
- 27:31tante pilih dan juga kawan-kawannya nya
- 27:32di asrama ini kisah yang tidak hanya
- 27:34membuat kita merinding semua ya kan aku
- 27:36juga merinding sampai sekarang ya tapi
- 27:37juga menyisakan duka yang sangat
- 27:39mendalam bagi keluarga dan juga
- 27:41teman-teman tante pilih kisah ini sangat
- 27:43membekas sekali di ingatannya Om Nik
- 27:45pamannya Wawa W karena juga e dia ada di
- 27:47situ waktu itu kan sampai tiap kali
- 27:49ibadah ke gereja atau ngelihat lagi
- 27:51bekas bangunan asrama pastoran itu wa Om
- 27:53Niko ini pasti selalu keingat lagi sama
- 27:55kejadian kelam di tahun itu. Di saat
- 27:57itu, di saat dia ada di situ. Memang wak
- 27:59ya kita tuh enggak pernah tahu kapan
- 28:01atau dari mana gangguan itu bisa datang.
- 28:04Tapi ingat kata Romo Johan, iman dan doa
- 28:06bisa menjadi tameng paling kuat untuk
- 28:08menghadapi gangguan dari makhluk-makhluk
- 28:11tidak kasat mata. Semoga kita semua
- 28:13selalu dihindarkan dari segala gangguan
- 28:16dan juga musibah wak ya. Dan pastikan
- 28:18juga kita selalu doakan bersama-sama
- 28:20semoga arwah tante pilih diterima di
- 28:23sisi terbaik Tuhan. Amin ya rabbal
- 28:25alamin. Oke wak. Jadi sekian dulu nih
- 28:28selesai sudah segmen KHW jadul kita.
- 28:31Semoga nanti kita bisa sambung di
- 28:33bulan-bulan berikutnya. Jadi ada KHW
- 28:36jadul part 2 kek apa kek kayak gitu apa
- 28:38mungkin kita ulang lagi tuh KHW
- 28:40Nusantara. Hah kan KW Nusantara udah
- 28:41agak setahun apa 2 tahun yang lalu kali
- 28:43ya. Mau ke HW Nusantara part 2 atau
- 28:45mungkin mau kita lanjutin ke HW ee
- 28:48gunung atau yang lainnya boleh kalian
- 28:50tambahin aja di kolom komentar di bawah
- 28:51kira-kira segmen terbaru untuk HW ini
- 28:53apa lagi yang bagus untuk e aku naikkan
- 28:55bersama tim. Oke. Oke wa. Jadi sekian
- 28:57dulu videonya. Terima kasih banyak yang
- 28:59sudah menonton. Kalau kalian suka video
- 29:00ini, klik like-nya. Jangan lupa komen di
- 29:02bawah geda dan saran-saran un
- 29:03selanjutnya. Dan jangan lupa nyalain
- 29:04notifikasinya supaya kalian tahu kalau
- 29:06gua upload video baru. And as jangan
- 29:07lupa untuk klik tombol subscribe supaya
- 29:09kalian sama-sama tahu informasi menarik
- 29:10dan menegangkan lainnya dari channel
- 29:12aku. See you next video. Bye.
- 29:20[musik]
- 29:26[musik]
- 29:46yang
- 29:50[musik]
- 29:57[musik]
- 29:59Indonesia
- 30:03[musik]
About this transcript
This page contains the full transcript of PILIH - KHW JADUL TERAKHIR PART 331 by Nadia Omara, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 5,158 words across 845 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.