YouTube2Text

PILIH - KHW JADUL TERAKHIR PART 331 — Transcript

by Nadia Omara · 5,158 words · 845 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:00Nah, ngelihat ekspresi itu pilih mikir,
  2. 0:01"Eh, ini jan-jangan Romo Johan marah nih
  3. 0:03sama aku. Kan enggak biasanya dia diam
  4. 0:05kayak gini aja." Nah, habis bilang kayak
  5. 0:06gitu, Romo Johan tiba-tiba ngomong pakai
  6. 0:08bahasa daerah setempat. Dia bilang gini,
  7. 0:12"Gue?"
  8. 0:17"Hai, wasalamualaikum warahmatullahi
  9. 0:18wabarakatuh. Terima kasih sudah klik
  10. 0:19video ini. Tidak terasa kita sudah masuk
  11. 0:22di penghujung Oktober ya, Wak." Ya, itu
  12. 0:24artinya malam ini aku akan membawakan
  13. 0:28satu kisah horor jadul penutup dari
  14. 0:30rangkaian KHW jadul edisi spesial
  15. 0:33Halloween. Itu berarti juga di minggu
  16. 0:35depan sudah kembali lagi ke jadwal
  17. 0:37seperti semula ya kan di hari Minggu
  18. 0:39akan selang-seling kadang sejarah,
  19. 0:41histori kriminal KHW juga ah kayak gitu.
  20. 0:44Oke dua kali seminggu lah Nadia
  21. 0:46insyaallah nanti kalau ada momen-momen
  22. 0:47yang pas lagi kita akan dua kali
  23. 0:49seminggukan lagi itu KHW-nya. Oke, jadi
  24. 0:51waak ee kisah malam ini itu terjadi di
  25. 0:53daerah Nusa Tenggara Timur pada tahun
  26. 0:551982 di mana pada masa itu teman dari
  27. 0:58pamannya Wawa mengalami berbagai
  28. 1:00kejadian mistis waktu dia tinggal di
  29. 1:02sebuah asrama pastoran waak. Jadi
  30. 1:05semacam asrama yang dikelola oleh para
  31. 1:07pastor. Awalnya waak, para siswa yang
  32. 1:09tinggal di asrama itu tidak merasakan
  33. 1:11kejanggalan apapun. Sampailah pada suatu
  34. 1:14hari salah satu teman pamannya Wawa ini
  35. 1:16diincar oleh makhluk penunggu di sekitar
  36. 1:19asrama. Nah, sejak saat itu dia mulai
  37. 1:21ngerasa macam lagi diawasin sama
  38. 1:23sesuatu. Dia ketemu sama sosok
  39. 1:26jadi-jadian. Dia diteror dengan suara
  40. 1:28suara aneh. Sampailah puncaknya dia
  41. 1:31mengalami kejadian tragis yang
  42. 1:33disebabkan oleh si sosok itu. Penasaran
  43. 1:35gimana kisah selengkapnya? Jadi tanpa
  44. 1:37berlama-lama kita langsung masuk aja ke
  45. 1:39ceritanya ya. Check it out.
  46. 1:53Oke, Wak. Jadi, kisah malam ini dikirim
  47. 1:54sama WA kita yang bernama Marcelina dari
  48. 1:57Nusa Tenggara Timur. Halo, Marcelina.
  49. 1:59Nah, kisah ini tuh terjadi di tahun
  50. 2:001980-an dan dialami oleh teman pamannya
  51. 2:03Marcelina yang bernama Tante Pilih.
  52. 2:06Omnya Marcelena ini namanya Om Nik. Dan
  53. 2:09tanpa mengurangi rasa hormat di
  54. 2:10sepanjang cerita ini, aku akan langsung
  55. 2:12menyebut namanya aja nih, Wak. Ya, jadi
  56. 2:14Niko dan Pilih ini Om Wawa dan teman
  57. 2:17omnya ini adalah teman 1 SMP waak yang
  58. 2:20sama-sama tinggal di sebuah asrama
  59. 2:21pastoran di daerah NTT. Evo wa. Asrama
  60. 2:25pastoran ini biasanya ada yang
  61. 2:27dikhususkan untuk calon imam Katolik aja
  62. 2:30dan ada juga yang memang dibuka untuk
  63. 2:31pelajaran umum yang ingin mendalami ilmu
  64. 2:33agama. Nah, asramanya Niko dan Pilih ini
  65. 2:36yang untuk pelajar umum wa di mana
  66. 2:38lingkungan asramanya terdiri atas
  67. 2:40sekolah Katolik, ada gereja utama, ada
  68. 2:42ruang doa, dan juga ada gedung asrama.
  69. 2:45Gedung asrama di sana, Wak, terdiri atas
  70. 2:47asrama putri dan juga asrama putra yang
  71. 2:49letaknya berdampingan. Asrama putri itu
  72. 2:51dijaga oleh suster Corlin namanya.
  73. 2:53Sedangkan asrama putra dijaga oleh Romo
  74. 2:56Johan. Pilih tinggal di ee asrama putri
  75. 2:59tentunya tepatnya di salah satu kamar di
  76. 3:01lantai du bersama dengan Maria, Sinta,
  77. 3:04Rina, Elis, dan juga Yohanna. Jadi, satu
  78. 3:06kamar itu ada enam orang. Karena di
  79. 3:08tahun itu fasilitas asrama belum
  80. 3:09secanggih sekarang, Wak, ya. Jadi setiap
  81. 3:11kamar itu cuma disediakan ranjang besar
  82. 3:14yang dipakai untuk tidur berenam. Dan
  83. 3:16biasanya pilih ini akan tidurnya di
  84. 3:18tengah. Di kamar itu juga enggak ada
  85. 3:20meja kursi untuk belajar dan juga
  86. 3:22penerangannya juga masih pakai lampu
  87. 3:24minyak lah kayak gitu. Nah, selain
  88. 3:25fasilitas kamarnya yang minim, wa,
  89. 3:27bangunan asrama dari asrama ini juga
  90. 3:29masih dari kayu. Jadi, suara-suara dari
  91. 3:32luar itu gampang kali tembus ke dalam.
  92. 3:34Dan kebetulan juga kamarnya Pilih ini
  93. 3:35dekat dengan tangga. Jadi kalau misalnya
  94. 3:37lagi ada yang jalan lewat tangga itu,
  95. 3:39suara langkah kaki yang injak tangga itu
  96. 3:42pasti kedengaran jelas dari kamarnya
  97. 3:44Pilih. Tapi karena sudah terbiasa Pilih
  98. 3:46sama lima kawan yang lain juga ya udah
  99. 3:47enggak ngerasa terganggu. Wa. Bahkan
  100. 3:49Pilih udah ngerasa nyaman kali tinggal
  101. 3:50di rumah itu atau di kamar itu gitu.
  102. 3:52Nah, selama tinggal di asrama, Wakilih
  103. 3:54ini selalu mengikuti setiap kegiatan
  104. 3:56dengan baik. Setiap pagi dia akan ikut
  105. 3:58doa bersama dan langsung ee pergi
  106. 4:01sekolah. Nah, nanti siangnya mereka
  107. 4:02belajar kelompok dan malamnya pun ikut
  108. 4:04doa bersama dulu sebelum akhirnya tidur
  109. 4:07gitu. Teruslah pokoknya setiap hari. Dan
  110. 4:09di sana ada satu kebiasaan wa yang
  111. 4:11dilakukan sama anak-anak asrama yaitu
  112. 4:14mandi bersama di sungai setiap pagi dan
  113. 4:17juga sore hari. Tapi antara cowok sama
  114. 4:19cewek ini beda jamnya, waak. Ya, mereka
  115. 4:21mandi di sungai karena memang di asrama
  116. 4:22tuh enggak ada sumber air yang memadai,
  117. 4:24waak. Di sana susah kali ngebor atau
  118. 4:25ngegali sumur karena tanahnya masih
  119. 4:27berbatu dan keras, N. Dan tentunya di
  120. 4:29tahun itu PDAM belum merata sampai ke
  121. 4:31pelosok desa. Jadi kalau mau mandi atau
  122. 4:33cuci-cuci harus nimba dari sungai dulu.
  123. 4:35Nah, jarak antara asrama dengan sungai
  124. 4:37ini wa juga sekitar 500-an meter. Untuk
  125. 4:40sampai di sana anak-anak asrama ini
  126. 4:42harus ngelewatin hutan dulu. Lewat
  127. 4:44hutan, lewat pinggir jurang kecil dan
  128. 4:47satu jalan setapak yang kanan kirinya
  129. 4:49sudah ditumbuhi sama pohon bambu. Nah,
  130. 4:52jalan yang dilewati ini cukup sepi dan
  131. 4:54juga cukup gelap. Waak. Jadi, suster
  132. 4:56Corlin dan juga Romo Johan atau pengurus
  133. 4:58asrama ini selalu ngelarang anak-anak
  134. 5:00itu mandi di sungai menjelang malam atau
  135. 5:02terlalu sore itu ah enggak boleh karena
  136. 5:04jalan menana kan memang gelap dan sepi
  137. 5:05gitu ya kan. Selain karena penerangannya
  138. 5:07terbatas, waak, suster Corlin sama Romo
  139. 5:09Johan ini juga enggak mau sampai terjadi
  140. 5:11hal-hal yang tidak diinginkan sama si
  141. 5:13anak-anak ini. Maka memang harus ditaati
  142. 5:15kaliah peraturan itu. Nah, awalnya
  143. 5:17selama mandi di sungai itu pilih sama
  144. 5:19kawan-kawan yang ngerasa aman-aman saja.
  145. 5:21meskipun area sekitar sungai itu bisa
  146. 5:23dibilang sepi dan juga bisa dibilang
  147. 5:25agak seram ya wa ya. Pilih itu enggak
  148. 5:26pernah ngalamin hal-hal yang aneh. Tapi
  149. 5:28seiring berjalannya waktu wa entah
  150. 5:30kenapa pilih itu tiba-tiba ngerasa kok
  151. 5:32macam ada yang enggak beres ya sama
  152. 5:33tempat yang biasanya dia lewati tiap
  153. 5:35kali mau ke sungai. Dan bermula dari
  154. 5:37firasat buruk itulah wak pilih ini mulai
  155. 5:39mendapatkan gangguan dari sosok penunggu
  156. 5:42yang ternyata udah ngincer dia dari
  157. 5:44lama. Gangguan apa? Kita masuk.
  158. 5:49Nah, jadi wa pada suatu sore waktu
  159. 5:51pulang mandi, pulang mandi dari sungai
  160. 5:53tepatnya waktu ngelewatin jalan setapak
  161. 5:54di area pohon-pohon bambu itu, pilih ini
  162. 5:57tiba-tiba ngerasa kok macam ada yang
  163. 5:59lagi ngelihatin aku dari jauh ya. Tapi
  164. 6:01waktu noleh tuh ke arah yang dia rasa
  165. 6:03ada orang yang lihat itu atau ke arah
  166. 6:05kanan kiri atau ketengok ke belakang itu
  167. 6:08dia enggak ngelihat ada orang lain.
  168. 6:09Waak, selainnya rombongannya. Pilih
  169. 6:10nanyalah ke kawan-kawannya, "Eh, kalian
  170. 6:12ngerasa ada yang ngikutin kita enggak
  171. 6:14sih?" gitu. Si Maria kawannya jawab,
  172. 6:16"Enggak, katanya kok ngerasa kayak ada
  173. 6:18yang ngamatin kita ya?" "Enggak, pilih,
  174. 6:20itu cuman pikiran kamu aja." Ingat kata
  175. 6:22Romo, "Kalau lagi lewat jalan sepi lebih
  176. 6:25baik berdoa aja, enggak usah mikirin
  177. 6:26macam-macam. Tuhan pasti selalu lindungi
  178. 6:28kita," katanya kan. Nah, dengar itu
  179. 6:30Pilih malah makin was-was yang ada.
  180. 6:32Karena di saat yang sama, Waak Pilih ini
  181. 6:33ngerasa sesuatu yang ngamatin tadi tuh
  182. 6:36kok kayaknya makin lama makin dekat
  183. 6:37gitu. Tapi di situ Pilih enggak cerita
  184. 6:38wak ke e kawan-kawannya. Dia cuman
  185. 6:40bilang, "Agak cepat yuk jalannya. Udah
  186. 6:42mau gelap ini. Nanti kita dimarahin
  187. 6:44kalau misalnya kita telat pulang."
  188. 6:45Katanya teman-temannya pun setuju ya
  189. 6:47kan? Akhirnya mereka pun langsung
  190. 6:48mempercepat langkahnya dan akhirnya
  191. 6:50sampailah itu di asrama sebelum magrib.
  192. 6:52Adalah kan akhirnya setelah sampai di
  193. 6:54asrama pilih jauh lebih tenang tua. Dia
  194. 6:56udah enggak ngerasa diawasin lagi. Pilih
  195. 6:58pun beraktivitas kayak biasanya. Tapi
  196. 7:01besoknya waktu mau mandi ke sungai,
  197. 7:04pilih ngerasa ada yang ngamatin dia lagi
  198. 7:06di sekitar pohon bambu. Itulah enggak
  199. 7:07cuman di hari itu aja, Wak. Hari-hari
  200. 7:09berikutnya juga sama. Pilih ini ngerasa
  201. 7:11dia itu macam lagi diintai itu loh sama
  202. 7:14orang setiap kali dia lewat pohon bambu
  203. 7:15tu area pohon bambu itu. Dan hal ini
  204. 7:18terjadi selama berbulan-bulan. N cuman
  205. 7:20di sini tuh pilih ni memilih untuk diam
  206. 7:22aja. Dia enggak mau cerita sama
  207. 7:23kawan-kawannya. Dia juga enggak cerita
  208. 7:24sama suster Corlin Waak. Soalnya dia
  209. 7:26enggak yakin mereka semua bakal percaya
  210. 7:27gitu loh. Hingga sampai di suatu hari P
  211. 7:30ngalamin satu kejadian yang jauh lebih
  212. 7:32aneh lagi, Waa. Dan tanpa disangka,
  213. 7:35bermula dari kejadian itulah gangguan
  214. 7:36yang dialami sama pilih ini makin parah
  215. 7:39sampai bikin satu asrama tuh geger.
  216. 7:46Nah, jadi pada suatu sore nih, Wak ya,
  217. 7:48lima kawannya, lima kawan sekamarnya si
  218. 7:50Pili ini, Maria, Sinta, Rina, Eli, sama
  219. 7:52Yohanna berangkat mandi duluan ke sungai
  220. 7:54waak bersama dengan kawan-kawan yang
  221. 7:56lain juga. Nah, waktu itu Pilih enggak
  222. 7:57berangkat karena si Pilih ini lagi ada
  223. 7:59urusan di asrama. Pilih bilang, "Udah
  224. 8:01kalian duluan aja enggak apa-apa nanti
  225. 8:02aku nyusul. Paling jam .00 udah selesai
  226. 8:04kok gitu." "Ya udah kami duluan ya.
  227. 8:05Nanti nyusul loh, Le. Jangan sampai ke
  228. 8:07sorean gitu." "Oh, siap kata si Pilih
  229. 8:09dah." Urusan Pilih waktu itu selesai
  230. 8:11sekitar jam .00 waak. Dan dia pun
  231. 8:13langsunglah itu kan nyusul e jalan
  232. 8:14sendirian ke sungai. Dan seperti biasa
  233. 8:17pilih ngerasa was-was lagi, waak, waktu
  234. 8:19mau lewat area pohon bambu. Karena kan
  235. 8:21dia selalu ngerasa diawasi waktu lewat
  236. 8:22situ, ya kan? Makin lagi dia sendirian.
  237. 8:25Nah, enggak lama pas dia mau masuk ke
  238. 8:26jalan setapak dekat pohon bambu itu,
  239. 8:29dari jauh pilih ni udah ngelihat ada
  240. 8:31laki-laki tua lagi berdiri di ujung
  241. 8:34jalan, Pak. Si laki-laki itu pakai jubah
  242. 8:37warna putih dan posisinya lagi berdiri
  243. 8:40membelakangi si Pilih. Di situ Pilih ini
  244. 8:43ngerasa macam familiar sama si orang
  245. 8:46ini. Waktu dia amati lebih detail, jubah
  246. 8:49putih itu mirip kali sama jubah putih
  247. 8:51yang biasanya dipakai sama Romo Johan.
  248. 8:54Dan kalau dilihat-lihat dari posturnya
  249. 8:56juga, waak, posturnya atau tubuhnya ini
  250. 8:57juga mirip kali sama Romo Johan. Situ
  251. 9:00akhirnya pilih mikir, "Eh, Romo Johan
  252. 9:01ini pasti ya kan." Jadi tanpa curiga
  253. 9:03sedikit pun, Pilih pun langsung
  254. 9:05menyapalah si laki-laki nih waktu sudah
  255. 9:06mulai agak dekat. Sore Romo katanya.
  256. 9:09Nah, pas disapa laki-laki itu noleh
  257. 9:11memang waak dan betulan memang itu Romo
  258. 9:13Johan pilih nanya lagi. Oh, Romo udah
  259. 9:15lama di sini gitu kan. Tapi bukan yang
  260. 9:17dijawab waak. Romo Johan ini malah diam
  261. 9:21aja sambil dia ngamatin si pilih dari
  262. 9:24atas sampai bawah waak. Dan tatapannya
  263. 9:26tuh tajam dan dia tuh enggak senyum sama
  264. 9:28sekali. Itu loh berbeda dari Romo Johan
  265. 9:30yang biasanya selalu memang ramah, murah
  266. 9:32senyum. Nah, ngelihat ekspresi itu,
  267. 9:33Pilih mikir, "Eh, ini jan-jangan Romo
  268. 9:35Johan marah nih sama aku." Kan enggak
  269. 9:36biasanya dia diam kayak gini aja.
  270. 9:38Akhirnya Pilih bilang, "Maaf ya, Romo,
  271. 9:40saya kesorean ke sungainya soalnya tadi
  272. 9:42ada urusan di asrama. Jangan marah ya,
  273. 9:44Romo ya gitu." Pilih pikir Romo ini
  274. 9:46marah karena dia terlalu sore pergi ke
  275. 9:48ee itu ke sungai. Nah, habis bilang
  276. 9:50kayak gitu, Romo Johan tiba-tiba ngomong
  277. 9:52pakai bahasa daerah setempat. Dia bilang
  278. 9:54gini,
  279. 9:56"Gerentong, katanya gitu, Pak. Tunggu
  280. 9:58nanti malam." Dan suara Romo itu
  281. 10:00kedengarannya lebih berat lagi daripada
  282. 10:02biasanya. Dan waktu ngomong itu melotot
  283. 10:04matanya si Romo tuh. Di situ Billy mulai
  284. 10:05takut lah kan. Eh, apa nih? Sebenarnya
  285. 10:08Billy enggak paham waak maksud omongan
  286. 10:09Romo Johan ini apa. Tunggu nanti malam
  287. 10:12apa ini? Kayaknya si Romo ini betulan
  288. 10:13marah nih sama aku. Apa nanti malam aku
  289. 10:15ini mau dihukum gara-gara telat mandi
  290. 10:16apa ya? Tapi Pili enggak berani nanya
  291. 10:18lagi wak. Selain karena gelagat Romo
  292. 10:20Johannya juga udah aneh perasaan Pili
  293. 10:22juga udah mulai enggak enak di situ. Ya
  294. 10:24udah Romo duluan ya. Gitu. pamit dia ke
  295. 10:25Romo Joan dan dia langsung pergi
  296. 10:26nyamperin kawan-kawannya yang ada di
  297. 10:27sungai. Begitu dia cepat cepat dia ber
  298. 10:29eh berjalan. Nah, begitu sampai di
  299. 10:30sungai, Pilih langsung cerita wak ke
  300. 10:32kawan-kawannya. Dia bilang, "Eh, tadi di
  301. 10:34jalan aku papasan loh sama Romo Johan.
  302. 10:36Kalian ketemu juga enggak sama beliau
  303. 10:37sintaun." Romo Johan enggak? Kami enggak
  304. 10:41papasan sama Romo Johan. "Kamu ketemu
  305. 10:42Romo memang?" "Iya tadi di jalan dekat
  306. 10:44bambu." "Oh, mungkin Romo datang ke sana
  307. 10:45waktu kita udah nyampai sungai duluan
  308. 10:47makanya kita enggak ketemu." Tapi yang
  309. 10:48aneh tuh, A, suara Romo tuh beda loh.
  310. 10:51Kayak lebih berat gitu daripada
  311. 10:53biasanya. Maria nyeletuk.
  312. 10:55Jangan-jangan itu bukan Romo Johan lah,
  313. 10:57Li. Soalnya setahuku hari ini di sore
  314. 10:59ini Romo Johan tuh lagi ada acara.
  315. 11:01Enggak mungkin dia nungguin kita dekat
  316. 11:02sungai. Dengar itu merinding si pilih.
  317. 11:05Kalau bet Romo Johanni lagi ada acara
  318. 11:07terus yang ada di area pohon bambu tadi
  319. 11:09tuh siapa? Apa jangan-jangan dia tuh
  320. 11:12sosok penunggu yang selama ini ngawasin
  321. 11:14aku kali ya. Satu gelagatnya aneh. Terus
  322. 11:16dibilang Romo Johan juga waktu sore itu
  323. 11:17lagi enggak ada di sana, lagi di acara
  324. 11:19ya kan. Tapi bisa jadi juga Romo Johan
  325. 11:21udah balik dari acaranya makanya dia
  326. 11:23bisa datang ke sana buat nungguin
  327. 11:24anak-anak yang balik dari sungai nih. By
  328. 11:26the way, dari area bambu mau ke sungai
  329. 11:28itu masih jauh nih, Wak ya. Bukan habis
  330. 11:29pohon bambu langsung sungai gitu. Bisa
  331. 11:31jadi Romo Johan udah balik terus dia
  332. 11:32nunggu anak-anak di situ. Bisa jadi nih,
  333. 11:34bisa jadi udah pikir positif aja mungkin
  334. 11:35Romo Johan habis balik acara dia ke sana
  335. 11:37gitu kan. Dah pilih enggak bahas itu
  336. 11:39lagi, lanjutlah mandi itu sama
  337. 11:40kawan-kawannya.
  338. 11:43Nah, selesai mandi Pilih dan yang lain
  339. 11:44pun bergegas pulang. Wa pas lewat area
  340. 11:47pohon bambu itu, Romo Johan udah enggak
  341. 11:50ada di situ. Di situ perasaan pilih
  342. 11:52makin enggak enak. Ditambah waktu waktu
  343. 11:54lewat jalan itu pilih lagi-lagi ngerasa
  344. 11:56tetap masih ada orang yang ngawasin dia.
  345. 11:58Bahkan kali ini enggak cuma di sepanjang
  346. 12:00area pohon bambu aja, waak, di sepanjang
  347. 12:03jalan menuju asrama, pilih nih masih
  348. 12:05ngerasa macam diikutin tuh loh. Masih.
  349. 12:08Jadi, udah sejak pulang dari sungai itu,
  350. 12:10Pilih lebih banyak diam di kamar raut.
  351. 12:12Wajahnya kelihatan udah gelisah kali,
  352. 12:13Wa. Dia juga sering bolak-balik tuh
  353. 12:15ngelihat ke luar jendela untuk mastiin
  354. 12:17ini ada orang di luar apa enggak. Gegar
  355. 12:18gara itu tadi, waak, dia tuh ngerasa
  356. 12:20macam ada orang ngelihatin dia, macam
  357. 12:21ada orang ngikutin dia. Nah, ngelihat
  358. 12:23gelagat pilih yang aneh ini, Maria,
  359. 12:24kawan sekamarnya notis. Maria nanya,
  360. 12:26"Kamu nih kenapa? Hah? Kok dari tadi
  361. 12:28kamu mundar-mandir aja? Aku juga
  362. 12:30ngelihat kamu kayak gelisah gitu, enggak
  363. 12:31tenang. Kenapa? Ada masalah kah?
  364. 12:33Ceritalah gitu kata Maria." Akhirnya di
  365. 12:35situ pilih e bilang, "Mar, kayak rumah
  366. 12:38Johan yang aku lihat di pohon bambu tuh
  367. 12:40hantu lah, Mar. Bukan Romo Johan. Karena
  368. 12:42kalau diingat-ingat lagi, Romo Johan tuh
  369. 12:44gak pernah loh marah-marah sampai
  370. 12:45melotot loh matanya ngomong kayak gitu
  371. 12:47sama aku. Nah, laki-laki yang aku tengok
  372. 12:48tadi ekspresinya kayak orang mau ngamuk
  373. 12:50marah sama aku. Matanya juga merah loh.
  374. 12:52Terus dia bilang, "Jereng tong wei,
  375. 12:53tunggu nanti malam." Aku takut, Mar,
  376. 12:56kalau dia beneran datang ke asrama kita
  377. 12:57malam ini macam mana? Hah? Dia ngomong
  378. 12:59kayak gitu. Kok enggak cerita bagian ini
  379. 13:00tadi sama kita? Orang tadi kita lagi di
  380. 13:02sungai. Takutlah aku makin panik semua
  381. 13:04orang di sana nanti. Ialah kau bilang
  382. 13:06aja, "Ya udah aku laporin ke suster Clin
  383. 13:08ya." Kata si Maria, "Mari ikutan panik
  384. 13:10waak." Setelah dengar yang gereng apa
  385. 13:12itu gereng tongwe tadi itu loh. Iya
  386. 13:13Marya Mar tolong bilangin ke suster
  387. 13:15Corlin ya Maria aku enggak berani gitu.
  388. 13:17Nah pada saat itu juga awak betul Maria
  389. 13:18lah itu yang datang ke kamarnya suster
  390. 13:20Clin Maria cerita eh suster tadi pas mau
  391. 13:22ke sungai pilih papasan e suster sama
  392. 13:25sosok yang mirip sama Romo Johan. Setahu
  393. 13:28aku Romo Johan itu kan lagi ada acara
  394. 13:30sore ini kan tapi pilih lihat orang yang
  395. 13:32sama orang mirip e Romo Johan tuh di
  396. 13:34jam-jam .00 itu. Terus si orang ini
  397. 13:36bilang tunggu nanti malam. Gelagatnya
  398. 13:39udah enggak betul, suaranya berat,
  399. 13:40matanya melotot sampai merah. Mana
  400. 13:42pernah jangan kayak gitu. Kami takut
  401. 13:44suster nanti dia bakal datang ke asrama
  402. 13:46malam ini, kata si Maria. Dengar itu,
  403. 13:48suster Corlin juga kaget. Wajah berubah
  404. 13:50tegang juga. Sama kayak Maria, waak.
  405. 13:52Suster Corlin juga tahu kalau sore tadi
  406. 13:54tuh Romo Johan ini lagi ada acara di
  407. 13:56luar. Pun waktu itu Rojan Johan belum
  408. 13:57balik. Jadi kemungkinan besar yang
  409. 13:59papasan sama pilih itu sosok yang
  410. 14:01nyerupai Romo Johan. Kan suster koren
  411. 14:04laki bilang, "Udah kamu sekarang tenang
  412. 14:06aja nanti suster coba bantu sampaikan ke
  413. 14:09Romo Johan ya biar beliau yang bisa
  414. 14:11ngusir ini gitu." Dan Eva Ewa Romo Johan
  415. 14:13ini memang sering juga bantuin nanganin
  416. 14:15e kalau ada hal-hal mistis di sekitar
  417. 14:17asrama gitu. Nanti suster bilang, "Tapi
  418. 14:20sayangnya sampai malam tiba waktu Romo
  419. 14:23Johan udah balik juga ke asrama, waak,
  420. 14:25suster Corlin yang lagi nge-handle
  421. 14:26banyak pekerjaan lupa nyampein kabar ini
  422. 14:29ke Romo Johan." Dan tanpa disadari
  423. 14:32kelalaian kecil itu justru mengawali
  424. 14:33kejadian besar yang terjadi di asrama
  425. 14:36pilih nih. Wak Gegara lupa ngasih tahu
  426. 14:37Romo Johan lebih awal.
  427. 14:40Jadi nih malamnya ni masih di area yang
  428. 14:42sama ya. Di malam harinya setelah Maria
  429. 14:43ini lapor ke suster Corlin pilih susah
  430. 14:46tidur wa. Tiap kali dia mau merem
  431. 14:47tiba-tiba dia nih kayak macam kepikiran
  432. 14:49lagi sama sosok yang mirip kali sama
  433. 14:51Romo Juan. Selalu kepikiran itu terus.
  434. 14:53Meski udah maksa tidur berkali-kali wa
  435. 14:54pil ini tetap aja enggak bisa menjamin
  436. 14:56mata. Ditambah lagi makin malam katanya
  437. 14:59hawa udara di kamar itu juga terasa
  438. 15:00lebih pengap gitu loh dari biasanya.
  439. 15:02Jadinya sampai tengah malam pilih ni
  440. 15:04masih bangun, masih terjaga. Sementara
  441. 15:05kawan-kawan yang lain yang udah pada
  442. 15:07tidur, udah pada tidur pula semuanya
  443. 15:08kan. Terus sekitar e jam 12.00 malam
  444. 15:11nih, sayup-sayup pilih dengar ada suara
  445. 15:14langkah kaki bersepatu dari lantai bawah
  446. 15:18waak dan suara itu makin lama makin
  447. 15:21dekat. macam lagi naik tangga di dekat
  448. 15:23ke samping kamarnya pilih itu loh. Nah,
  449. 15:24awalnya Pilih pikir itu Romo Johan
  450. 15:26karena suara sepatunya juga mirip macam
  451. 15:29yang dipakai sama Romo Johan. Tapi kalau
  452. 15:31dipikir-pikir lagi enggak mungkin Romo
  453. 15:33Johan datang ke asrama perempuan, asrama
  454. 15:35putri tengah malam pula ya kan enggak
  455. 15:37mungkin. Nah, di situ Pilih mulai takut
  456. 15:39tuh kan waak dia udah mikir yang
  457. 15:39enggak-enggak nih. Itu jangan-jangan
  458. 15:41sosok tadi sore itu dia datang ke sini
  459. 15:43udah malam nih. Dia bilang apa tadi?
  460. 15:44Gereng tong udah malam ini. Uh makin
  461. 15:47enggak karu-karuan lagi pikiran si Pilih
  462. 15:48nih kan. Dia enggak berani tuh ngecek
  463. 15:50keluar kamar, tapi dia juga enggak enak
  464. 15:51hati bangunin kawan-kawannya. Jadi pilih
  465. 15:53di situ cuma bisa ngeringkuk ketakutan
  466. 15:54aja di atas tempat tidur sambil
  467. 15:56baca-baca doa waak biar suara langkah
  468. 15:58sepatu itu cepat hilang ya kan. Tapi
  469. 16:00makin keras berdoa, suara itu malah
  470. 16:03makin dekat lagi. Makin dekat, makin
  471. 16:06suara derit sepatu. Itulah sampai di
  472. 16:08satu titik, suara langkahnya berhenti
  473. 16:11tepat di depan pintu kamarnya si pilih.
  474. 16:15Dan enggak lama kemudian pintu kamar
  475. 16:17pilih ini diketok berkali-kali
  476. 16:20gitu. Suaranya kencang kali sampai bikin
  477. 16:22teman-temannya sipilih pun bangun. Sama
  478. 16:23kayak pilih mereka semua juga takut nih.
  479. 16:25W eh apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Karena
  480. 16:26enggak biasanya ada orang ngetok pintu
  481. 16:28tengah malam kayak gitu. Sekalipun itu
  482. 16:30susterlin atau Romo Johan, enggak
  483. 16:31mungkin mereka kayak gitu. Mereka semua
  484. 16:33rangkulan, baca-baca doa sama-sama di
  485. 16:35atas kasur itu kan. Nah, pas mereka
  486. 16:36semua udah lagi berdoa ini, wa, suara
  487. 16:38ketukan itu tiba-tiba berhenti berhenti.
  488. 16:41Tapi enggak lama kemudian, suara itu
  489. 16:44muncul lagi dengan tempo yang lebih
  490. 16:46lambat dan jumlah ketukannya cuma empat
  491. 16:49kali
  492. 16:53begitu. Dan begitu ketukan terakhir itu
  493. 16:57berhenti, waak pilih tiba-tiba aja
  494. 17:00menjerit kencang. Panas, panas tolong
  495. 17:03badanku panas katanya. Panas tiba-tiba
  496. 17:05diketokan terakhir dia mang berontak
  497. 17:07gitu macam orang kesurupan waak. Nah,
  498. 17:08Maria sama yang lain pun langsung
  499. 17:09ngurumin nih. Pilih kamu kenapa pilih?
  500. 17:11Kenapa? Dipegang badannya enggak panas.
  501. 17:13Panas mar panas mar panas badan aku.
  502. 17:15Badanku macam kebakar katanya. Pilih
  503. 17:16ngomong kayak gitu sambil nangis. Wa.
  504. 17:18Sementara konk juga kenapa nih bingung
  505. 17:21ya kan? Kenapa nih kesurupan enggak?
  506. 17:22Jangan-jangan. Dan badannya si Pil itu
  507. 17:24sampai ngegigil gitu loh. Kegigil keluar
  508. 17:27keringatnya keluar. Maria dan yang lain
  509. 17:28pun berusaha nenangin si Pili kan. Tapi
  510. 17:30P masih berontak di situ. Di situ Maria
  511. 17:32langsung keingat sama ceritanya Pili
  512. 17:33soal sosok yang mirip sama rumah Johan
  513. 17:35itu yang katanya mau datang malam ini
  514. 17:37akan tunggu nanti malam. Maria langsung
  515. 17:39pikir ini jangan-jangan ulah sosok ini
  516. 17:40nih betulan datang dia. Jadi Maria pun
  517. 17:42minta tolong ke kawan-kawannya tolong
  518. 17:43panggil suster Clin panggil suster
  519. 17:45Colin. Tapi enggak ada kawan-kawan yang
  520. 17:46berani keluar kamar. Wa. Mereka takut
  521. 17:47kalau ada orang jat atau ada hantu lah
  522. 17:49itu di depan pintu mereka kalau pintunya
  523. 17:51dibuka ya kan. Orang suaranya toknya
  524. 17:52dari pintu. Nah, karena enggak ada yang
  525. 17:53mau, Maria lah ini yang memberanikan
  526. 17:55diri untuk keluar kamar. Kalau enggak
  527. 17:56kan kasihan kawan ya kan. Pelan-pelan
  528. 17:58dia bukalah pintu kamarnya sambil
  529. 18:00baca-baca doa. Dia buka pelan waktu
  530. 18:03dibuka enggak ada kosong wak. Enggak ada
  531. 18:04siapa-siapa di luar itu. Maria tengok ke
  532. 18:06kanan kiri kat lorong itu juga enggak
  533. 18:07ada siapa-siapa di situ. Maria juga
  534. 18:09sebenarnya udah deg-degan setengah mati
  535. 18:11waak. Tapi karena dengar pilih ini
  536. 18:12teriak-teriak kepanasan, Maria pun
  537. 18:14langsung larilah ke kamarnya suster
  538. 18:15Corlin yang ada di lantai satu. Di sana
  539. 18:18Wak Maria cerita apa yang terjadi.
  540. 18:20Suster, suster tolong. Suster pilih
  541. 18:21kayak orang kesurupan badannya ngerasa
  542. 18:23panas semua. Tapi kami pegang pokok
  543. 18:24diceritain semua. Dengar itu, suser kor
  544. 18:26langsung panik dan di situ dia baru
  545. 18:27ingat. Astaga Maria suster lupa ngabarin
  546. 18:32ke Romo Johan soal apa yang kamu
  547. 18:33ceritakan tadi. Ini semua pasti ulah
  548. 18:35sosok itu tuh. Aduh terus gimana nih
  549. 18:36suster? Saya takut milih kenapa-napa.
  550. 18:38Udah sekarang kita ke Romo Johan ya
  551. 18:40sekarang. Akhirnya Suster Corin sama
  552. 18:41Maria pergi waak itu ke asrama cowok.
  553. 18:43Mereka datang ke salah satu kamar anak
  554. 18:44laki-laki dan kebetulan ada masih
  555. 18:46bangun. Siapa? Niko, Niko ini omnya Wawa
  556. 18:49tu lah. Suster Korin sendiri salah ke
  557. 18:50Niko kalau e pilih tuh dapat gangguan di
  558. 18:52kamarnya apa segala macam. Tolong Niko,
  559. 18:54panggil Romo Johan karena aturannya
  560. 18:55kayak gitu waak. Yang boleh datang ke
  561. 18:57kamarnya Romo Johan itu cuman anak
  562. 18:58laki-laki aja enggak boleh. Suster Colin
  563. 19:00pun enggak boleh masuk sana. Nah,
  564. 19:01akhirnya jadi malam itu e setelah
  565. 19:03dipanggil Niko, Romo Johan, Niko, Suster
  566. 19:05Corlin sama Maria pun datanglah ini
  567. 19:07sama-sama ke kamarnya Pilih ya kan.
  568. 19:09Waktu nyampai di sana, Romo Johan sempat
  569. 19:11memeriksa kondisi Pilih waak. Dia juga
  570. 19:13sempat bacain doa-doa sampai akhirnya
  571. 19:16Pilih mulai agak tenang ya kan. Habis
  572. 19:19itu Romo Johan bilang ke Niko, "Niko,
  573. 19:21tolong kamu jaga kamar ini sampai pagi
  574. 19:24ya. Kamu jangan tidur. Kalau nanti ada
  575. 19:27apa-apa lagi langsung panggil saya sama
  576. 19:29suster Corlin gitu." Jadi malam itu wak
  577. 19:32ni berjaga di dalam kamarnya sepilih
  578. 19:33nih. Kawan-kawan yang lain juga ikutan
  579. 19:35berjaga waak. Enggak ada yang tidur
  580. 19:36malam itu. Sementara Romo Johan sama
  581. 19:38suster Clin balik lagi ke kamar mereka
  582. 19:40masing-masing. Nah, waktu balik belum
  583. 19:42ada 30 menit Romo Johan itu pergi, wa
  584. 19:45semua orang di kamarnya pilih [musik]
  585. 19:47termasuk si Niko ini dengar ada suara
  586. 19:50langkah sepatu datang [musik] lagi
  587. 19:52derit. Itu kan yang pertama cuma si
  588. 19:54Maria aja yang dengar. Eh, Maria pula
  589. 19:55pilih aja. Nah, di saat lagi berjaga itu
  590. 19:57mereka dengar semua suara krek krek naik
  591. 20:00gitu krek. Makin lama suaranya makin
  592. 20:03dekat. Dan di situ pilih Pak dia datang
  593. 20:06lagi, dia datang lagi, dia datang lagi.
  594. 20:09Enggak lama, wak, pintu kamar itu
  595. 20:11diketok berkali-kali dor dari luar kan.
  596. 20:14Dan sama seperti sebelumnya enggak ada
  597. 20:15satu pun yang berani bukain itu pintu
  598. 20:18gitu kan. Tapi makin lama didiamin suara
  599. 20:20ketokannya makin keras. Akhirnya
  600. 20:22terpaksalah Niko yang berani. Niko
  601. 20:24bangun dibukalah pintu itu kan. Dan pada
  602. 20:27saat pintu itu terbuka, Wak,
  603. 20:30semua orang yang ada di sana bertujuh
  604. 20:32berarti sama si Niko. Ya, kaget bukan
  605. 20:34main. Ketika mereka ngelihat ada Romo
  606. 20:37Johan. Romo Johan berdiri di depan pintu
  607. 20:41pakai jubah warna putih itu. Tapi dia
  608. 20:44diam aja, Wak. Dia enggak ngomong
  609. 20:45apa-apa. Romo Johan tegak di situ.
  610. 20:47Awalnya Niko pikir Romo Johan balik lagi
  611. 20:50gegara dengar suara toktok tokokan tadi
  612. 20:51itu kan atau mungkin juga pengin ngecek
  613. 20:53kondisi pilih lagi. Tapi setelah diamati
  614. 20:56lebih detail, Romo Johan datang sendiri
  615. 20:58enggak sama suster Corlin. Harusnya dia
  616. 21:00harus datang sama suster Corlin. Terus
  617. 21:02yang kedua, wajah Romo Johan ini pucat
  618. 21:05kali. Sepat itu pucat kali. Dan enggak
  619. 21:09lama kemudian mata Romo Johan ini
  620. 21:12berubah merah. Merah menyala macam api
  621. 21:15itu loh kata omaku. Di situ Niko, Maria
  622. 21:18dan yang lain langsung bukan Romo Johan
  623. 21:20semuanya lihat. Wah, ini sosok yang
  624. 21:22nyerupain Romo Johan nih. Sosok itu
  625. 21:24natap lurus ke arahnya si Pilih yang
  626. 21:26lagi terbaring di atas kasur itu. Dan
  627. 21:28waktu ditatap sama sosok Romo Johan ini,
  628. 21:30Wak, Pilih tiba-tiba ngejerit kepanasan.
  629. 21:33Panas panas kejang-kejang lagi dia, Wak.
  630. 21:35Hebohlah satu kamar pilih tuh lagi kan
  631. 21:37ada yang berusaha nenangin pilih, ada
  632. 21:39juga yang pengin keluar tuh manggil Romo
  633. 21:40Johan juga sama suster Corlin tapi
  634. 21:42mereka takut. Sosok tuh masih tegak di
  635. 21:44situ, waak. Masih tegak di situ.
  636. 21:45Akhirnya mereka baca doa sama-sama.
  637. 21:47Mereka gedein lagi suara doanya. Dan
  638. 21:49salah satu dari mereka langsung ngarahin
  639. 21:51kalung salib itu loh, ke arah si sosok
  640. 21:53itu. Dan enggak lama hilang sosok tuh
  641. 21:55hilang. Astagfirullahalazim. Waktu sosok
  642. 21:57itu hilang, pilih pingsan. Nah, karena
  643. 21:59takut pilih kenapa-kenapa, Nik langsung
  644. 22:01berlari keluar manggil Romo Johan dan
  645. 22:03juga suster Corlin. Romo, suster, sosok
  646. 22:05yang mirip Romo datang, kami semua
  647. 22:08lihat. Sekarang pilih pingsan Romo.
  648. 22:10Dengar itu Romo Johan langsung ambil air
  649. 22:12suci. ambil Alkitab dan juga tali
  650. 22:14Rosario waak. Mereka langsung bergegas
  651. 22:16larilah lagi balik ke kamarnya Pilih.
  652. 22:18Begitu sampai di sana Romo Johan ngerasa
  653. 22:21hawa yang tidak biasa di kamar itu. Wa
  654. 22:23dia sempat juga berkeliling sebentar di
  655. 22:25dalam kamar sebelum akhirnya mendekati
  656. 22:28Pilih. Tapi pas Romo Johan ini mendekat
  657. 22:30ke kasur, Pilih tiba-tiba kebangun.
  658. 22:33Matanya melotot merah waak. Tubuhnya
  659. 22:36juga kejang-kejang lagi. Dan enggak lama
  660. 22:39setelahnya Piling menjerit histeris.
  661. 22:42Tapi suaranya suara cowok. Suara cowok.
  662. 22:45Aduh merinding. Suara cowok. Romo udah
  663. 22:47tahu kalau ini kerasukan dia nih kan.
  664. 22:49Dia pun ngebentaklah si sosok itu. Siapa
  665. 22:51kamu? Hah? Kenapa kamu ngerasukin anak
  666. 22:53ini? Sosok di dalam tubuh pilih itu
  667. 22:55ngejawab,
  668. 22:55"Aku penunggu pohon bambu di dekat
  669. 22:57sungai. Rumahku [musik] dilewati setiap
  670. 23:00hari. Tapi tidak ada satu pun dari
  671. 23:03kalian yang mengucap termusi
  672. 23:07dia harus mati."
  673. 23:09Cuma gara-gara itu ya. Romo Johan
  674. 23:12bilang, "Kenapa harus pilih?" Hah?
  675. 23:13Kenapa harus pilih? Yang lewat di sana
  676. 23:15kan bukan cuman pilih aja, ada anak-anak
  677. 23:17asrama lain kan, ada saya kan. Kenapa
  678. 23:19harus pilih?
  679. 23:20Karena di antara kalian dia yang paling
  680. 23:22lemah imannya. Jadi aku datang untuk
  681. 23:25menjemputnya.
  682. 23:27Itu dengar itu orang-orang di dalam
  683. 23:29kamarnya panik semua lah. Terutama Maria
  684. 23:30sama kawan-kawan kamarnya si Pilih ya
  685. 23:32kan. Ngejemput katanya. Tapi Romo Johan
  686. 23:33meminta mereka supaya tenang sambil
  687. 23:35terus megangin si pilih ini. Nah, enggak
  688. 23:36lama Romo Johan mulai baca-baca doa
  689. 23:39sambil memercikkan air suci ke tubuhnya
  690. 23:41Pilih Waa. Selama beberapa menit Romo
  691. 23:44Johan ini khusyuk bacain doa tapi sosok
  692. 23:47itu malah ketawa-ketawa. Suaranya berat
  693. 23:49suara cowok juga wa dia bilang enggak
  694. 23:51mumpan. Anak ini akan tetap mati
  695. 23:53katanya. Romo Johan enggak nyerah. Dia
  696. 23:55masih terus bacain doa. Sampai di satu
  697. 23:58titik, Romo Johan pun ngelemparin
  698. 24:00Rosario dan juga salib ke wajahnya
  699. 24:02Pilih. Begitu kena lemparan itu, sosok
  700. 24:05di dalam tubuh Pilih ini teriak dia
  701. 24:07sekencang-kencangan. Panas panas.
  702. 24:10Sampai semua orang di sana tuh nutupin
  703. 24:12telinga saking nyaringnya suara itu,
  704. 24:14saking kerasnya suara itu. Enggak cuman
  705. 24:15teriak aja, sosok ini juga bikin
  706. 24:17tubuhnya pilih ini kejang-kejang lagi.
  707. 24:19Di situ Rojo Johan masih terus bacain
  708. 24:21doa pengusir roh jahat ya kan. Terus,
  709. 24:23terus dibacain, dibacain masih
  710. 24:24dipegangin juga si Pilih. Sampai
  711. 24:26akhirnya sosok itu pun berhasil
  712. 24:28dikeluarkan dari tubuh Pil. waktu udah
  713. 24:32keluar di saat sosok itu sudah hilang,
  714. 24:35pilih pingsan lagi. Dan kali ini waktu
  715. 24:38diperiksa sama suster Corlin,
  716. 24:42denyutnya dipilih lemah, wajahnya pucat,
  717. 24:46tubuhnya dingin, dan hanya selang
  718. 24:49beberapa lama pilih menghembuskan nafas
  719. 24:52terakhirnya.
  720. 24:58Meninggal pilih wa meninggal setelah
  721. 25:01itu.
  722. 25:03Aduh
  723. 25:05astagfirullah meninggal. Maria sama
  724. 25:07kawan-kawannya udah langsung nangis
  725. 25:09kejar histeris mereka di sana kan.
  726. 25:10Mereka enggak nyangka teman sekamarnya
  727. 25:13pergi begitu cepat dengan cara yang
  728. 25:14kayak gini pula ya kan. Padahal tadi
  729. 25:15sore Pilih masih mandi sama mereka
  730. 25:18sebelum tidur masih makan, masih ikut
  731. 25:19baca doa sama-sama tapi ternyata takdir
  732. 25:21berkata lain meninggal pilih mereka
  733. 25:23semua merasa terpukul kali wa karena
  734. 25:25kehilangan satu teman terbaik di asrama
  735. 25:27mereka ya kan. Setelah kejadian malam
  736. 25:29itu, jenazah pilih pun dijemput sama
  737. 25:33keluarganya. Pihak keluarga juga sempat
  738. 25:34nanya-nanya soal kronologi kejadiannya
  739. 25:36ke suster Corlin pastikan ke Romo Johan
  740. 25:39juga ditanya. Dan begitu dengar
  741. 25:41ceritanya, mereka kan juga sampaikan apa
  742. 25:43adanya kan. Wa waktu udah diceritain
  743. 25:45semuanya, ibu pilih langsung menghela
  744. 25:48nafas sambil bilang apa?
  745. 25:57Ternyata
  746. 25:58kejadian yang menimpa kakaknya pilih
  747. 26:02harus merenggut nyawanya pilih juga.
  748. 26:05Itu katanya.
  749. 26:07Tapi di situ, di situ ibunya pilih
  750. 26:11enggak ngejelasin detail maksud
  751. 26:12perkataannya itu. Wah, pilih juga
  752. 26:14ngalamin hal yang sama kayak kakaknya.
  753. 26:18Apa itu? Enggak dijelasin sama mamnya di
  754. 26:20situ. Enggak etis juga suster Corlin
  755. 26:21nanya, ya kan? Emang kenapa, Bu? Ini
  756. 26:23anak baru meninggal. Cuman yang jelas di
  757. 26:25situ ibunya sempat mengatakan hal itu
  758. 26:27saja. Tapi yang lebih banyak disampaikan
  759. 26:29ibunya adalah rasa kecewa sama pihak
  760. 26:31asrama yang enggak bisa ngelindungin
  761. 26:33anak-anaknya tadi tuh selama tinggal di
  762. 26:35asrama. Saking kecewanya orang tua pilih
  763. 26:38dan juga beberapa orang tua lainnya
  764. 26:40menuntut asrama untuk dibubarkan karena
  765. 26:42takut terjadi hal-hal serupa lagi.
  766. 26:44Akhirnya betul Waan
  767. 26:47itu asrama pastoran ini benar-benar
  768. 26:49dirobohkan dan dibangun ulang menjadi
  769. 26:52gedung adorasi katanya atau gedung
  770. 26:54khusus untuk tempat berdoa dan juga
  771. 26:56beribadah. Dan katanya sampai sekarang
  772. 26:58gedung adorasi itu masih ada, Wak, di
  773. 27:00NTT daerah tertentu gitu. Nah, dari sini
  774. 27:03juga ada simpang siur yang bilang
  775. 27:05kayaknya pilih ini dihukum tanda kutip
  776. 27:07itu bukan karena dia enggak cuman
  777. 27:08ngomong permisi itu lah, tapi ada
  778. 27:11sesuatu yang terjadi entah mungkin
  779. 27:13turunmenurun apa kayak gimana yang
  780. 27:15akhirnya berimbas pilih ini harus
  781. 27:16dipilih menjadi korban berikutnya karena
  782. 27:19kan mama ngomong kayak gitu hal ini sama
  783. 27:21kayak yang terjadi sama kakaknya tapi
  784. 27:23itu spekulasi [musik] wallahualam
  785. 27:27oke wa jadi itu tadi pengalaman horor
  786. 27:28sekaligus kisah tragis yang menimpa
  787. 27:31tante pilih dan juga kawan-kawannya nya
  788. 27:32di asrama ini kisah yang tidak hanya
  789. 27:34membuat kita merinding semua ya kan aku
  790. 27:36juga merinding sampai sekarang ya tapi
  791. 27:37juga menyisakan duka yang sangat
  792. 27:39mendalam bagi keluarga dan juga
  793. 27:41teman-teman tante pilih kisah ini sangat
  794. 27:43membekas sekali di ingatannya Om Nik
  795. 27:45pamannya Wawa W karena juga e dia ada di
  796. 27:47situ waktu itu kan sampai tiap kali
  797. 27:49ibadah ke gereja atau ngelihat lagi
  798. 27:51bekas bangunan asrama pastoran itu wa Om
  799. 27:53Niko ini pasti selalu keingat lagi sama
  800. 27:55kejadian kelam di tahun itu. Di saat
  801. 27:57itu, di saat dia ada di situ. Memang wak
  802. 27:59ya kita tuh enggak pernah tahu kapan
  803. 28:01atau dari mana gangguan itu bisa datang.
  804. 28:04Tapi ingat kata Romo Johan, iman dan doa
  805. 28:06bisa menjadi tameng paling kuat untuk
  806. 28:08menghadapi gangguan dari makhluk-makhluk
  807. 28:11tidak kasat mata. Semoga kita semua
  808. 28:13selalu dihindarkan dari segala gangguan
  809. 28:16dan juga musibah wak ya. Dan pastikan
  810. 28:18juga kita selalu doakan bersama-sama
  811. 28:20semoga arwah tante pilih diterima di
  812. 28:23sisi terbaik Tuhan. Amin ya rabbal
  813. 28:25alamin. Oke wak. Jadi sekian dulu nih
  814. 28:28selesai sudah segmen KHW jadul kita.
  815. 28:31Semoga nanti kita bisa sambung di
  816. 28:33bulan-bulan berikutnya. Jadi ada KHW
  817. 28:36jadul part 2 kek apa kek kayak gitu apa
  818. 28:38mungkin kita ulang lagi tuh KHW
  819. 28:40Nusantara. Hah kan KW Nusantara udah
  820. 28:41agak setahun apa 2 tahun yang lalu kali
  821. 28:43ya. Mau ke HW Nusantara part 2 atau
  822. 28:45mungkin mau kita lanjutin ke HW ee
  823. 28:48gunung atau yang lainnya boleh kalian
  824. 28:50tambahin aja di kolom komentar di bawah
  825. 28:51kira-kira segmen terbaru untuk HW ini
  826. 28:53apa lagi yang bagus untuk e aku naikkan
  827. 28:55bersama tim. Oke. Oke wa. Jadi sekian
  828. 28:57dulu videonya. Terima kasih banyak yang
  829. 28:59sudah menonton. Kalau kalian suka video
  830. 29:00ini, klik like-nya. Jangan lupa komen di
  831. 29:02bawah geda dan saran-saran un
  832. 29:03selanjutnya. Dan jangan lupa nyalain
  833. 29:04notifikasinya supaya kalian tahu kalau
  834. 29:06gua upload video baru. And as jangan
  835. 29:07lupa untuk klik tombol subscribe supaya
  836. 29:09kalian sama-sama tahu informasi menarik
  837. 29:10dan menegangkan lainnya dari channel
  838. 29:12aku. See you next video. Bye.
  839. 29:20[musik]
  840. 29:26[musik]
  841. 29:46yang
  842. 29:50[musik]
  843. 29:57[musik]
  844. 29:59Indonesia
  845. 30:03[musik]

About this transcript

This page contains the full transcript of PILIH - KHW JADUL TERAKHIR PART 331 by Nadia Omara, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 5,158 words across 845 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.