YouTube2Text

PESTA BABI: Kolonialisme di Zaman Kita - (Official Full Movie) — Transcript

by Redaksi JubiTV · 6,984 words · 1,221 segments · language id · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:27Kayu Besi Rawa sepanjang 17 meter ini,
  2. 0:30...disiapkan untuk membuat salib.
  3. 0:35Melihat panjangnya,
  4. 0:37...timbul pertanyaan.
  5. 0:38Siapakah yang akan disalib?
  6. 0:43Siapa pun itu,
  7. 0:44pasti sesuatu yang lebih besar dari mereka.
  8. 0:51Tapi, Franky Woro,
  9. 0:52...Kasimilus Awe, dan warga suku Awyu di Papua selatan ini,
  10. 0:57...tak akan melukai siapapun.
  11. 0:59Mereka memakai salib ini, sebagai tanda perlawanan.
  12. 1:11Yang mereka lawan memang lebih besar.
  13. 1:17Yaitu,
  14. 1:18Pemerintah Republik Indonesia.
  15. 1:24Pemerintah sedang mengincar 2,5 juta hektare hutan orang Papua,
  16. 1:28...untuk proyek tanaman industri pangan dan energi.
  17. 1:36Ratusan kilometer dari salib orang-orang Awyu itu,
  18. 1:39orang Muyu sedang menyiapkan gerakannya sendiri.
  19. 1:45Tapi, kali ini dalam bentuk sebuah pesta.
  20. 1:53Pesta yang disiapkan oleh marga Kimko Jinipjo,
  21. 1:57...selama 10 tahun.
  22. 2:05Sosok di marga ini, adalah Wilem Kimko.
  23. 2:09Orang asli Papua,
  24. 2:10...yang tak punya kartu identitas kewarganegaraan mana pun.
  25. 2:19Pesta adat ini sudah cukup langka.
  26. 2:22Tak hanya di Papua,
  27. 2:23...bahkan di kawasan Pasifik dan peradaban Melanesia.
  28. 2:41Ada gagasan dan gerakan sosial di balik pesta orang-orang Muyu ini.
  29. 2:46Sama dengan gerakan salib merah,
  30. 2:48yang dimulai orang-orang Awyu.
  31. 2:54Salib ini akan menjadi yang terbesar,
  32. 2:56dari 1.800 salib merah yang telah ditancapkan berbagai suku di Papua Selatan,
  33. 3:02...dalam 10 tahun terakhir.
  34. 3:06Ribuan salib merah yang dipadukan dengan palang adat,
  35. 3:09...adalah tanda larangan yang menyatukan unsur-unsur adat dan agama.
  36. 3:14Kami percaya bahwa kalau memang kami...
  37. 3:16...sudah tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan ini,
  38. 3:19dalam hal ini perusahaan bisa masuk berarti...
  39. 3:22kami minta bantuan kepada nenek moyang dan Tuhan.
  40. 3:26Atribut perang orang Awyu ini,
  41. 3:29...yang diukir atau dilukis, digambar di batang salib ini,
  42. 3:34...dengan tujuan bahwa kami larang dengan sangat keras.
  43. 3:37Jadi, apabila siapa pun
  44. 3:39baik dari antara kita sendiri yang melanggar batas,
  45. 3:42ataupun pihak lain yang mau mengganggu...
  46. 3:44keselamatan hak tanah adat kami maka kami siap untuk melakukan
  47. 3:48...perang.
  48. 3:52Salib-salib ini,
  49. 3:54tidak ditancapkan di halaman-halaman gereja.
  50. 3:57Melainkan di tanah dan hutan adat,
  51. 4:00di dusun-dusun sagu,
  52. 4:01dan di tempat-tempat yang disakralkan.
  53. 4:04Sebab, 1.800 palang adat dan salib ini,
  54. 4:08...memang bukan semata tentang agama.
  55. 4:11Tapi, untuk mencegah negara dan perusahaan
  56. 4:13memasuki tanah dan hutan adat mereka.
  57. 4:16Papua.
  58. 4:18Bukan tanah kosong.
  59. 4:29Di zaman TikTok ini,
  60. 4:31kami ingin menceritakan semua ini lewat film yang pendek.
  61. 4:42Tapi, kami jelas gagal.
  62. 5:31Di planet ini,
  63. 5:32ada 5 pemilik hutan hujan tropis terluas yang tersisa.
  64. 5:37Kongo di Afrika, Brazil, Peru, Bolivia,
  65. 5:42...dan Indonesia.
  66. 5:48Di Indonesia,
  67. 5:49...satu-satunya pulau yang hutannya masih terjaga
  68. 5:52adalah Papua.
  69. 5:53Pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland.
  70. 6:01Lewat sejarah kolonialisme yang panjang,
  71. 6:03pulau ini kini dikuasai dua negara.
  72. 6:06Bagian barat oleh Indonesia,
  73. 6:07yang juga dikenal sebagai west Papua.
  74. 6:10Dan bagian timur menjadi Papua Nugini.
  75. 6:14Dan tepat di perbatasan ini,
  76. 6:16di bagian Indonesia,
  77. 6:17...sedang terjadi proyek pemusnahan hutan terbesar di dunia.
  78. 6:37Pemerintah Indonesia,
  79. 6:38sedang membuka lebih dari 2,5 juta hektare hutan untuk sawit,
  80. 6:43...tebu, padi, dan peternakan.
  81. 6:46Ini disebut Proyek Strategis Nasional,
  82. 6:49untuk lumbung pangan dan energi yang jadi ambisi 3 presiden.
  83. 6:54Bagian terbesar,
  84. 6:55direncanakan untuk mencetak sawah seluas 1,3 juta hektare.
  85. 7:00Lalu, bagian lain
  86. 7:01...akan ditanami tebu seluas 560 ribu hektare untuk gula dan bioetanol.
  87. 7:07Setiap liter bensin di Indonesia,
  88. 7:09akan dicampur bioetanol 10 persen atau E-10.
  89. 7:17Ada 10 perusahaan di proyek ini,
  90. 7:19...dan semuanya dimiliki oleh satu keluarga saja.
  91. 7:26Berikutnya,
  92. 7:27...ada areal sawit seluas 400 ribu hektare untuk biodiesel.
  93. 7:32Targetnya,
  94. 7:33...mencampur 50 persen solar dengan minyak sawit atau B-50.
  95. 7:39Dan terakhir,
  96. 7:40pemerintah akan membuka peternakan seluas 380 ribu hektare.
  97. 7:49Jadi, apa yang salah dengan proyek pangan dan energi ini?
  98. 7:565 orang Papua dalam film ini akan menjawabnya.
  99. 8:06Yang pertama adalah Yasinta Moiwend dari suku Marind.
  100. 8:19Yasinta dan warga di Distrik Ilwayab di Merauke,
  101. 8:23...sudah menjadi korban.
  102. 8:25Hutan dan rawa sebagai sumber pangan dan ekonominya,
  103. 8:28...telah dihancurkan.
  104. 8:30Jalan sepanjang 135 kilometer sedang dibuat.
  105. 8:35Dan di kiri kanannya,
  106. 8:36akan dicetak 1 juta hektare sawah.
  107. 8:42Mereka sulit menolak atau melawan.
  108. 8:44Salib sudah digeser,
  109. 8:47masih datang lagi dengan senjatanya mereka, nih.
  110. 8:49Karena proyek ini,
  111. 8:51...juga dijaga tentara.
  112. 8:52....macam-macam senjatanya, senjatanya...
  113. 9:06Yang kedua, adalah Natalis Buer,
  114. 9:08di Distrik Tanah Miring, Merauke.
  115. 9:13Petani milenial ini, merasa ditelantarkan.
  116. 9:17Sebab setelah hutannya diubah menjadi sawah,
  117. 9:20sebagian sawah-sawah ini tak tergarap.
  118. 9:25Orang asli Papua seperti Natalis,
  119. 9:28...tak punya modal untuk benih, pupuk, perawatan, hingga ongkos panen.
  120. 9:42Orang ketiga adalah Vincen Kwipalo
  121. 9:44...dari suku Yei-Nan
  122. 9:46di Distrik Jagebob, Merauke.
  123. 9:52Vincent dan suku Yei sedang menjadi korban.
  124. 9:55Hutan adat orang-orang Yei,
  125. 9:57...sedang dihancurkan untuk perkebunan tebu dan bioetanol.
  126. 10:04Tanah mereka juga diincar untuk markas-markas militer,
  127. 10:08...pasukan yang akan menjaga proyek pangan dan energi ini.
  128. 10:19Yang keempat adalah Franky Woro,
  129. 10:21dari suku Awyu di Distrik Fofi, Kabupaten Boven Digoel.
  130. 10:28Hutan dan tanah mereka, terancam perluasan perkebunan sawit
  131. 10:31...untuk campuran biodiesel atau B-50.
  132. 10:38Orang-orang dari suku Awyu ini adalah calon korban.
  133. 10:42Merekalah salah satu pelopor gerakan palang adat dan salib merah.
  134. 10:46Meski kadang,
  135. 10:47berseberangan dengan gereja
  136. 10:49yang mereka anggap lebih mendukung pemerintah dan perusahaan.
  137. 10:57Mereka bahkan sedang merencanakan gerakan yang lebih besar.
  138. 11:00Dengan salib yang lebih besar.
  139. 11:03Tanah milik Sonu Sobu Subang itu,
  140. 11:07...bahwa tanah ini diciptakan oleh Tuhan,
  141. 11:11dan memberikan warisan kepada kami.
  142. 11:13Kami ini hanya hak jaga.
  143. 11:23Sosok kelima adalah Wilem Kimko,
  144. 11:25dari suku Muyu di Boven Digoel.
  145. 11:28Tokoh adat dari Muyu ini, hidup di garis belakang proyek negara.
  146. 11:33Sehingga belum menjadi korban.
  147. 11:37Tapi, mereka sedang bersiap, menghadapi segala kemungkinan.
  148. 11:42Tinggal di belantara dan perbatasan,
  149. 11:44membuat sebagian mereka tak punya status kewarganegaraan.
  150. 11:48Tapi, mereka telah hidup
  151. 11:49...jauh sebelum ada Indonesia,
  152. 11:51...atau Papua Nugini.
  153. 12:01Kelimanya mewakili jutaan orang asli Papua,
  154. 12:04yang sedang terancam eksistensinya.
  155. 12:09Jika kita merasa kepunahan peradaban Neanderthal di Eropa,
  156. 12:13Aztek dan Inca di Amerika,
  157. 12:15...atau Aborigin di Australia adalah sejarah masa lalu.
  158. 12:19Film ini menceritakan bagaimana pemusnahan sebuah bangsa
  159. 12:22dan kepunahan sebuah peradaban,
  160. 12:24...sedang terjadi di masa hidup kita.
  161. 12:30Kepunahan bukan karena kerusakan lingkungan dan ruang hidup semata,
  162. 12:34...juga karena dihantam 60 tahun operasi militer.
  163. 12:40Selalu gembira,
  164. 12:43...bergembira.
  165. 13:11Franky Woro dan orang-orang Awyu sedang berburu.
  166. 13:17Tapi, lokasi perburuan mereka
  167. 13:19...mulai dikuasai perusahaan perkebunan sawit.
  168. 13:31Kita akan menuju arah ke Inabusui,
  169. 13:35di sana kami akan masuk di wilayah...
  170. 13:39...konsensi perusahaan PT Indo Asiana Lestari.
  171. 13:43Dan di situ...
  172. 13:46ada survei-survei yang mereka pernah lakukan,
  173. 13:49tapi juga kami ada lakukan tanda-tanda sasi di sana.
  174. 14:23Dapat dengan yang induknya, tapi karena induknya lari
  175. 14:27dan mereka terlambat kejar.
  176. 14:29Akhirnya yang bisa kita dapat...
  177. 14:31dia punya anak ini saja.
  178. 14:47Pohon ini namanya pohon bintangur,
  179. 14:50dia punya kayu ini kita biasa gunakan untuk membuat perahu,
  180. 14:57dan juga kulit pohon, getahnya kita pakai untuk membuat ini
  181. 15:03...lem untuk panah-panah ini.
  182. 15:04Jadikan lem ini, panah-panah.
  183. 15:10Hutan ini adalah supermarket bagi suku Awyu.
  184. 15:14Juga lumbung pangan atau bank untuk menyimpan
  185. 15:17...deposito kekayaan alam.
  186. 15:19Hutan juga tempat yang penuh dengan sejarah suku,
  187. 15:22...situs budaya, dan tempat-tempat sakral.
  188. 15:28Inilah yang sedang mereka pertahankan dari incaran
  189. 15:30...pemerintah dan perusahaan.
  190. 15:32Untuk semua alasan ini,
  191. 15:34...mereka menancapkan ribuan salib merah.
  192. 15:45Tapi, dari kampung
  193. 15:46warga suku Awyu memberi kabar pada Franky,
  194. 15:49tentang intimidasi oleh aparat negara,
  195. 15:51...agar mereka melepas tanah ke perusahaan sawit,
  196. 15:54...dan berhenti memasang palang adat dan salib merah.
  197. 15:59Ada beberapa titik salib yang saya sudah siapkan.
  198. 16:02Tetapi,
  199. 16:03di sini ada keadaan darurat.
  200. 16:05Keadaan darurat bagi saya terutama di Kampung Sohokango.
  201. 16:09PT Damai Timber,
  202. 16:11dia mengganggu saya.
  203. 16:13Mengganggu saya dengan menggunakan
  204. 16:17...kekerasan, maupun
  205. 16:19...aparat keamanan.
  206. 16:20Dan kemarin saya menyatakan penolakan,
  207. 16:23...pernyataan penolakan secara resmi,
  208. 16:25tapi masih tetap mereka menggunakan...
  209. 16:29aparat kemanan untuk masuk,
  210. 16:30dan menuntut saya agar menerima perusahaan itu.
  211. 16:38Kita di situ ada 15 marga.
  212. 16:41Tetapi, 15 marga juga tidak setuju.
  213. 16:44Franky: Marga-marga siapa yang terima,
  214. 16:46dan marga-marga mana saja yang menolak?
  215. 16:49Nanti kita lihat dari pertimbangan itu,
  216. 16:52...dan di situ kita undang mereka untuk bicara dengan kami.
  217. 16:59Sebagai sosok yang aktif dalam gerakan,
  218. 17:01warga Awyu terus memberi informasi lapangan kepada Franky,
  219. 17:05...yang tak selalu berada di kampungnya.
  220. 17:09Mereka paksa saya untuk tanda tangan itu,
  221. 17:13tapi sementara ini, saya tidak tanda tangan.
  222. 17:15Data semua, ada di tangan saya.
  223. 17:20Iya.
  224. 17:22Baik kalau begitu.
  225. 17:24Itu lebih bagus karena,
  226. 17:26tanda tangan itu yang berbahaya.
  227. 17:28Iya.
  228. 17:31Tanda tangan itu yang lebih berbahaya,
  229. 17:33karena sekarang dunia ini modern dan canggih,
  230. 17:37...dan itu yang mereka biasa pakai untuk tipu muslihat.
  231. 17:41Mereka biasa pakai itu di tanda tangan itu.
  232. 17:44Betul.
  233. 17:46Dari Babinsa Distrik Fofi, dia masuk
  234. 17:48untuk memaksa kami, para marga. Agar menerima perusahaan itu.
  235. 17:53Tapi, kemarin kami sudah menolak.
  236. 18:02Itu strategi militer yang sekarang mereka pakai.
  237. 18:06Jadi, yang penting...
  238. 18:12...masyarakat yang benar-benar mau menolak,
  239. 18:16...siap mendukung, ketua marga siapa yang nanti tampil.
  240. 18:23Ini adalah peta konsesi sawit untuk biodiesel,
  241. 18:26dalam Proyek Strategis Nasional.
  242. 18:29Dan di Distrik Fofi inilah,
  243. 18:31orang-orang Awyu hidup dari sungai dan hutan.
  244. 18:35Tapi, Franky di Boven Digoel, masih lebih beruntung.
  245. 18:38Setidaknya, dibandingkan Yasinta Moiwend di Merauke,
  246. 18:42...yang sudah kehilangan hutan dan rawanya.
  247. 19:02Yasinta dari suku Marind adalah petani sayur
  248. 19:05...di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke.
  249. 19:12Memanfaatkan lahan yang ada,
  250. 19:14ia berkebun dan menjual hasilnya ke pasar kampung.
  251. 19:19Ini ekonomi warga di Wanam untuk menghasilkan uang,
  252. 19:22...lalu membeli barang kebutuhan yang tak bisa mereka produksi sendiri.
  253. 19:26Tapi, kehidupan sebenarnya...
  254. 19:28ditopang oleh ekosistem hutan dan rawa.
  255. 19:31Inilah sumber pangan utama dan peradaban mereka.
  256. 19:41Namun, ketenangan ini diusik
  257. 19:43...ketika tiba-tiba, Juli 2024,
  258. 19:46di Pelabuhan Wanam, datang ratusan alat berat
  259. 19:49...untuk proyek pangan dan energi pemerintah.
  260. 20:04Kami masyarakat setempat, kami tidak tahu.
  261. 20:07Kami kaget, pagi-pagi kapal sudah ada di pelabuhan kami.
  262. 20:19Yasinta Moiwend, atau Enrika Gebze,
  263. 20:22...dan warga lainnya,
  264. 20:23...tak pernah diajak bicara atau dimintai pendapat.
  265. 20:27Seakan-akan,
  266. 20:28Papua adalah tanah kosong.
  267. 20:31Kita sudah kaget, yang dorang bawa turun alat-alat berat.
  268. 20:35Alat berat dorang bawa turun, kami, masyarakat, kaget.
  269. 20:38Dorang sudah bongkar itu kayu-kayu.
  270. 20:50Bersamaan dengan alat-alat berat itu,
  271. 20:52juga berdatangan tentara Indonesia, untuk mengawal proyek pembukaan hutan
  272. 20:56...milik Yasinta.
  273. 20:57Selalu gembira,
  274. 20:59...bergembira.
  275. 21:01Hilangkanlah rasa susah.
  276. 21:092.000 alat berat didatangkan dari Cina ke Papua,
  277. 21:12...oleh perusahaan bernama Jhonlin Group, sebagai kontraktor pemerintah.
  278. 21:17Ini disebut sebagai pesanan ekskavator terbesar di dunia,
  279. 21:21...dengan nilai 4 triliun rupiah.
  280. 21:24Misinya, membuka hutan dan rawa milik orang Marind.
  281. 21:28Salah satunya, untuk membangun jalan sepanjang 135 kilometer.
  282. 21:33Sementara di kiri kanannya,
  283. 21:34akan dicetak sawah yang ditargetkan seluas 1,3 juta hektare.
  284. 21:41Jalan berupa garis lurus ini,
  285. 21:43bukan rute tradisional ekonomi masyarakat.
  286. 21:45Jalan ini akan menghubungkan kawasan perkebunan sawit dan tebu,
  287. 21:49...di sebelah Timur.
  288. 21:51Juga untuk mobilisasi pasukan militer.
  289. 21:55Jhonlin Group adalah perusahaan yang dimiliki Andi Syamsudin Arsyad
  290. 21:58...atau yang dikenal dengan Haji Isam.
  291. 22:01Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha yang hobi balapan mobil.
  292. 22:18Tapi, di Kalimantan,
  293. 22:19...ia berbisnis batu bara, perkebunan sawit, pengolahan karet,
  294. 22:24...penerbangan, perkapalan, dan biodiesel.
  295. 22:28Jhonlin Group kini juga menjadi pemilik perkebunan tebu dan pabrik gula...
  296. 22:32...terbesar di Indonesia.
  297. 22:33Sayapnya,
  298. 22:34melebar dari Kalimantan hingga ke Bombana, Sulawesi Tenggara.
  299. 22:39Perkebunan tebu, pabrik gula, dan industri bioetanol inilah,
  300. 22:42yang juga sedang dikembangkan di Papua.
  301. 22:47Foto ini adalah momen ketika Isam bersama kerabatnya
  302. 22:50Menteri Pertanian, Amran Sulaiman,
  303. 22:52dan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin...
  304. 22:54meluncurkan program biodiesel atau B-50 di Kalimantan Selatan.
  305. 23:00B-50 artinya,
  306. 23:02setiap 1 liter solar, 50 persennya akan dicampur minyak sawit.
  307. 23:07Perusahaannya, PT Jhonlin Agro Raya
  308. 23:10...menjadi salah satu pemainnya.
  309. 23:16Sepanjang tahun 2025,
  310. 23:18...saham PT Jhonlin Agro Raya, pernah naik hingga 700 persen.
  311. 23:30Perusahaan sawitnya yang lain, PT Pradiksi Gunatama,
  312. 23:34sahamnya bahkan pernah naik 4.000 persen.
  313. 23:37Hanya dalam 1 tahun.
  314. 23:39Dari harga saham ini saja, nilai kekayaan keluarga Isam
  315. 23:43...diperkirakan mencapai 100 triliun rupiah lebih.
  316. 23:46Menjadikannya salah satu keluarga terkaya di Indonesia,
  317. 23:49...dan salah satu pemain penting industri bioenergi.
  318. 23:54Dan di Papua selatan inilah,
  319. 23:56sebagian sawit-sawit untuk mendukung program B-50
  320. 23:59...akan ditanam.
  321. 24:01Inilah tanah orang-orang Wambon, Muyu, Marind, Yei...
  322. 24:06...atau Awyu seperti Franky Woro.
  323. 24:14Haji Isam pernah menjadi tim kampanye nasional
  324. 24:16...Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2019,
  325. 24:19...saat melawan Prabowo.
  326. 24:20Bintang Mahaputera Utama,
  327. 24:22diberikan kepada saudara Andi Syamsudin Arsyad.
  328. 24:25Beliau berjasa luar biasa dalam mendorong pertumbuhan
  329. 24:28ekonomi daerah maupun nasional.
  330. 24:30Setelah menjadi Presiden,
  331. 24:31Prabowo memberi gelar kehormatan Bintang Mahaputera Utama pada Isam.
  332. 24:42Sejumlah menteri Prabowo,
  333. 24:43...juga kerabat dan orang-orang yang pernah bekerja di perusahaan Isam.
  334. 25:00Lawan sebesar inilah,
  335. 25:01yang sedang dihadapi Yasinta di Kampung Wanam, Merauke.
  336. 25:07Atau petani perempuan lain seperti Enrika Gebze.
  337. 25:11Jadi, alam kita ini sudah rusak.
  338. 25:13Jadi, kami itu biasa...
  339. 25:15...jalan dari sini, harus pasang jerat di situ.
  340. 25:18Harus cari makan di situ.
  341. 25:21Itu tempat-tempat pasang jerat.
  342. 25:23Tempat babi, rusa,
  343. 25:24sekarang sudah tidak ada lagi.
  344. 25:34Rekaman ini memberi gambaran, bagaimana kasuari kehilangan rumah
  345. 25:38...di bekas hutan dan rawa yang telah dibabat.
  346. 26:02Keterlibatan tentara dalam proyek pangan dan energi di Papua,
  347. 26:06memakai dalih bahwa ancaman terhadap negara,
  348. 26:09...kini tak hanya perang secara militer.
  349. 26:13Tapi, juga melalui pangan dan energi.
  350. 26:19Kementerian Pertahanan pun terlibat,
  351. 26:22...karena proyek ini dianggap operasi militer selain perang.
  352. 26:26Jadi, tugas kamu adalah
  353. 26:28...menjaga sumber cadangan pangan nasional.
  354. 26:32Macam-macam senjatanya,
  355. 26:34...senjatanya.
  356. 26:36Baret hijau...
  357. 26:39Proyek ini menambah panjang alasan mempertahankan kehadiran tentara di Papua,
  358. 26:43...dalam 60 tahun terakhir.
  359. 26:46Saat ini, jumlah tentara Indonesia di Papua,
  360. 26:49...mencapai 56 ribu personel.
  361. 26:52Atau ada 1 tentara untuk setiap 100 orang Papua.
  362. 26:57Bandingkan dengan rata-rata nasional.
  363. 26:59Di mana hanya ada 1 tentara, untuk 696 penduduk Indonesia.
  364. 27:05Itu belum termasuk polisi.
  365. 27:08Artinya,
  366. 27:081 orang Papua dijaga lebih banyak senjata dari rata-rata penduduk Indonesia.
  367. 27:14Tanah dan hutan diambil secara sepihak.
  368. 27:18Untuk kepentingan pembangunan batalyon dan bandar antariksa.
  369. 27:23Ini bentuk perampasan hak masyarakat adat...
  370. 27:26Penolakan kehadiran markas-markas militer,
  371. 27:29...terjadi di sejumlah tempat di Papua.
  372. 27:32Tak hanya karena trauma dan ketakutan,
  373. 27:35juga karena mengambil tanah-tanah adat.
  374. 27:47Salah satu alasan mengapa militer terus ditambah di Papua,
  375. 27:51...karena masih ada perlawanan dari Organisasi Papua Merdeka atau OPM,
  376. 27:56...selama 50 tahun terakhir.
  377. 27:58Tembak, tembak.
  378. 28:00Tembak.
  379. 28:03Tapi, kekuatan militer OPM,
  380. 28:05diperkirakan hanya 1.430 personel,
  381. 28:09...dan 360 pucuk senjata.
  382. 28:12Selebihnya, mereka menggunakan senjata tradisional.
  383. 28:20Dengan demikian,
  384. 28:21kekuatan tentara dan polisi di Papua 58 kali lebih besar,
  385. 28:25dari gerilyawan Organisasi Papua Merdeka.
  386. 28:55Sebagian tentara berada di garis depan pertempuran.
  387. 28:59Tapi, sebagian besar lainnya...
  388. 29:00terlibat operasi non tempur,
  389. 29:02...menjaga proyek pemerintah dan investor swasta.
  390. 29:07Seperti Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
  391. 29:09di Distrik Jagebob, Merauke ini.
  392. 29:12Lokasinya bersebelahan dengan konsesi lahan tebu untuk gula
  393. 29:16...dan bioetanol milik PT Murni Nusantara Mandiri.
  394. 29:20Baik perusahaan maupun markas militer,
  395. 29:22keduanya mengambil hutan milik suku Yei dari marga Kwipalo.
  396. 29:27Tapi, dorang datang...
  397. 29:29tanam ini saja di sini, tanam...
  398. 29:33...papan nama ini.
  399. 29:34Victor Kwipalo menunjukkan apa yang terjadi.
  400. 29:39Jadi, kita juga kaget ini.
  401. 29:42Nah, kalau ini.
  402. 29:43Papan nama ini memang,
  403. 29:46...papan nama ditanam, tapi bukan [tanah] haknya mereka.
  404. 29:49Ini [tanah] hak kami di sini, hak dusun kami,
  405. 29:51marga Kwipalo, yang punya hak dusun ini.
  406. 29:57Setelah memasang patok,
  407. 29:59alat berat mulai bekerja untuk membangun markas militer di tanah orang Yei.
  408. 30:16Kehadiran markas militer,
  409. 30:17mengkhawatirkan warga yang pernah mengalami trauma.
  410. 30:20Takut kenapa?
  411. 30:22Kalau seperti yang awal, hidup di kami punya kampung ini aman.
  412. 30:28Terus kenapa harus didirikan Korem di sini?
  413. 30:32Bukankah dengan adanya Korem semakin aman ada tentara di sini?
  414. 30:38Kalau untuk kami punya kampung kayaknya tidak bisa aman
  415. 30:40kalau ada tentara, paling masyarakat dipukul.
  416. 30:44Kalau kami punya kampung hidup begini saja malah
  417. 30:46saya sejahtera dengan saya punya masyarakat.
  418. 30:49Apa pernah ada pengalaman buruk sebelumnya dengan tentara di daerah sini?
  419. 30:53Ada yang cerita waktu...
  420. 30:54pos-pos tentara di sini.
  421. 31:01Memang kasihan.
  422. 31:03Malah kita punya orang ini yang...
  423. 31:06...dianiaya betul, dipukul.
  424. 31:10Disuruh kerja bakti, kami tidak mau, atau karena kami lama cari sagu,
  425. 31:14namanya kita pangkur sagu itu butuh waktu satu minggu,
  426. 31:17...kalau lama begitu, ya. Paling diseret, dipukul.
  427. 31:24Operasi militer Indonesia di Papua dimulai tahun 1962,
  428. 31:27...lewat Operasi Trikora.
  429. 31:33Tapi, perlawanan bersenjata pertama di Papua,
  430. 31:36...baru dilakukan tahun 1965 di Manokwari.
  431. 31:43Nanti tanggal 1 Mei,
  432. 31:46...jam 12.30.
  433. 31:51Pemerintahan di Irian Barat, mutlak,
  434. 31:55...akan jatuh di tangan Indonesia.
  435. 32:02Sejak itu, selama 60 tahun...
  436. 32:04operasi militer untuk menaklukkan Papua,
  437. 32:06...terus dilakukan.
  438. 32:12Salah satu operasi militer paling berdarah adalah Operasi Wibawa,
  439. 32:16...untuk memenangkan Indonesia dalam jajak pendapat tahun 1969.
  440. 32:21643 orang tewas di Paniai.
  441. 32:24Lalu disusul, 4.146 korban tewas...
  442. 32:29...antara tahun 1977 hingga 1978.
  443. 32:43Operasi militer ini menimbulkan gelombang pengungsian hingga kini.
  444. 32:48Dewan Gereja Papua mencatat,
  445. 32:50...103 ribu orang menjadi pengungsi pada tahun 2025.
  446. 32:53Dan nyaris tak diberitakan media-media Jakarta.
  447. 33:01Jumlah pengungsi terbesar tercatat di Nduga, yang mencapai 20 ribu jiwa.
  448. 33:07Banyak di antaranya yang sedang hamil.
  449. 33:10Seperti Jubiana,
  450. 33:11...salah satu pengungsi Nduga.
  451. 34:11Jubiana lalu menamai anaknya...
  452. 34:13...Pengungsi Kogoya.
  453. 34:19Selain Jubiana,
  454. 34:21juga ada Ema dari Maybrat yang melahirkan di hutan.
  455. 34:25Sampai di kampung begini,
  456. 34:26...katanya bilang "Ada tentara yang sedang bangun jembatan."
  457. 34:30Saya dalam keadaan capek itu, juga pun masih tahan.
  458. 34:32Kembali lagi ke hutan.
  459. 34:34Sampai saya jatuh di tengah jalan,
  460. 34:35...sampai terbanting di antara kayu.
  461. 34:38Sampai rasa sakit, begitu.
  462. 34:45Masyarakat sipil...
  463. 34:47...dari Kampung Aitrem.
  464. 34:52Sementara mengungsi karena,
  465. 34:54kampungnya sementara dikuasai oleh...
  466. 34:58...TNI dan Polri.
  467. 34:59Seratusan ribu pengungsi di Papua saat ini,
  468. 35:02...jauh melampaui jumlah yang mengungsi ke Papua Nugini tahun 1984.
  469. 35:06Yaitu, 10 ribu orang...
  470. 35:08karena menghindari operasi militer.
  471. 35:18Bersamaan dengan operasi militer,
  472. 35:20eksploitasi sumber daya alam Papua, juga dilakukan...
  473. 35:23sejak masuknya tambang emas dan tembaga Freeport,
  474. 35:26...pada tahun 1967.
  475. 35:33Disusul perkebunan sawit awal tahun 1980-an.
  476. 35:36Lalu, ada perburuan buaya untuk diambil kulitnya.
  477. 35:41Sebelumnya, ada eksploitasi gas alam di Teluk Bintuni.
  478. 35:45Pencarian besar-besaran kayu gaharu,
  479. 35:47atau pembukaan hutan tanaman industri.
  480. 35:51Ini belum termasuk perburuan dan perdagangan ikan arwana di selatan Papua.
  481. 35:55Penebangan kayu merbau dari hutan-hutan Jayapura,
  482. 35:58...emas di Blok Wabu, Intan Jaya,
  483. 36:00...bahkan nikel di pulau-pulau kecil Raja Ampat.
  484. 36:05Dan kini,
  485. 36:05dalam skala yang belum pernah terjadi dalam sejarah.
  486. 36:09Papua dipaksa mencetak sawah, tebu untuk bioetanol,
  487. 36:13...dan sawit untuk biodiesel.
  488. 36:57Inilah yang sedang menimpa keluarga
  489. 36:58...Vincen and Victor Kwipalo di Merauke.
  490. 37:04Hutan mereka diambil untuk markas militer dan industri perkebunan
  491. 37:07...PT Murni Nusantara Mandiri.
  492. 37:111 dari 10 perusahaan
  493. 37:12yang diberi konsesi untuk menanam tebu dan memproduksi gula serta bioetanol,
  494. 37:17...seluas 52 ribu hektare.
  495. 37:29Perusahaan ini dianggap mengambil hutan dan tanah orang-orang Yei,
  496. 37:32...terutama marga Kwipalo yang memiliki hak adat terhadap 2.300 hektare hutan.
  497. 37:45Tentara.
  498. 37:47Tentara?
  499. 37:49- Tentara - Oh iya, tentara.
  500. 38:20Keluarga Kwipalo sedang melihat,
  501. 38:22...apakah perusahaan semakin mengancam tanah mereka.
  502. 38:25Dan kekhawatiran itu terbukti.
  503. 38:28Makanya tadi saya bilang ini.
  504. 38:30Ini dari sini saja dekat,
  505. 38:31sudah masuk di dalam ujung lapangan ini.
  506. 38:34Ini hutan.
  507. 38:35Hutan yang ini, yang dorang ada bongkar sekarang ini.
  508. 38:38Ini sudah ada bunyi alat, tuh.
  509. 38:42Dekat sekali ini.
  510. 38:44Ini di sini.
  511. 38:48Ada kelapa-kelapa itu, yang jalan lama, jalan setapak ini.
  512. 38:56Dari udara terlihat alat-alat berat semakin mendekati tanah
  513. 39:00...orang-orang Yei, marga Kwipalo.
  514. 39:36Keesokan harinya,
  515. 39:37Victor dan kerabatnya memberi tanda cat merah,
  516. 39:41...di pohon-pohon yang berada di batas tanah mereka.
  517. 39:50Tapi, tanda peringatan adat ini
  518. 39:52...tak diindahkan perusahaan.
  519. 40:01Dua bulan kemudian,
  520. 40:03...perusahaan tetap memasuki tanah marga Kwipalo.
  521. 40:07Sabar, sabar.
  522. 40:12Kami manusia, kau lihat.
  523. 40:14Kita sudah sakit hati sekali. Saya kasih tahu, Adik.
  524. 40:19Kamu punya tangan, juga punya tangan,
  525. 40:22...hanya beda rambut.
  526. 43:19Marga Kwipalo dari suku Yei, terus mendapat teror dan intimidasi
  527. 43:23...agar melepas tanah mereka,
  528. 43:25...yang hanya dihargai 300 ribu rupiah per hektare.
  529. 43:29Tapi, mereka tidak berjualan tanah.
  530. 43:33Makanya Mama itu,
  531. 43:34...tidak suka untuk lepas tanah. Untuk apa?
  532. 43:36Baru di dalam hutan itu ada obat-obat tradisi.
  533. 43:42Ada bermacam sayur juga.
  534. 43:45Kita ambil sayur yang tumbuh sendiri.
  535. 43:49Kita ini mau ke mana, kalau itu sudah digusur?
  536. 43:53Ya, habis.
  537. 43:55Kita ini jadi penonton.
  538. 43:58Jangan sampai kita ini duduk minta-minta di jalan.
  539. 44:03Jadi, kita tidak mau seperti itu.
  540. 44:06Makanya tanah itu kita tidak mau lepas.
  541. 44:09Tapi, mungkin orang lain itu, dia senang saja.
  542. 44:13"Lebih baik saya pegang uang merah dulu,
  543. 44:16...saya bisa beli-beli itu, ini."
  544. 44:18Nanti saat uang sudah habis.
  545. 44:21Menggembel. Mau cari ke mana lagi?
  546. 44:24Hutang sudah habis.
  547. 44:26Mau makan ikan di mana?
  548. 44:27Kali sudah hancur.
  549. 44:30Mama dorang tolak kah, tidak?
  550. 44:31Tolak.
  551. 44:32Seperti Yasinta di Wanam.
  552. 44:34Suara dan gerakan kaum perempuan Papua sangat nyaring,
  553. 44:38...dan tak bisa diabaikan.
  554. 44:40Mama dorang tolak kah, tidak?
  555. 44:41Tolak.
  556. 44:42Saya sebagai perempuan,
  557. 44:44...tolak untuk perusahaan yang masuk di sini.
  558. 44:48Karena kalau saya terima, anak-anak saya mau dikemanakan?
  559. 44:52Mau tinggal di mana?
  560. 44:53Apapun yang terjadi, saya tetap tolak.
  561. 44:55Demi tanah ini,
  562. 44:57...saya akan berjuang demi saya punya anak-anak.
  563. 45:03Yang katanya mengutamakan anak Papua, nyatanya?
  564. 45:07Yang kerja kebanyakan,
  565. 45:09...ya, orang-orang Jawa.
  566. 45:12Saya sendiri orang Jawa, tapi bukan mau bicara yang tidak-tidak.
  567. 45:17Memang kenyataannya seperti itu. Orang-orang Papua itu diterbelakangkan.
  568. 45:21Kurang diutamakan.
  569. 45:29Proyek food estate seperti mencetak sawah,
  570. 45:31...bukannya tak diikuti warga Papua.
  571. 45:44Salah satunya,
  572. 45:45Natalis Buer di Distrik Tanah Miring, Merauke.
  573. 45:57Setelah menghabisi hutan,
  574. 45:59pemerintah Indonesia mencetak sawah untuk tanaman padi,
  575. 46:02karena beras mulai menjadi makanan pokok menggantikan sagu.
  576. 46:08Sebagian besar penggarapnya adalah warga transmigran
  577. 46:11yang datang sejak era 1980-an.
  578. 46:15Bahkan petani transmigran,
  579. 46:16sudah ada sejak Belanda membuka proyek padi Kumbe di Distrik Kurik.
  580. 46:22Lokasi yang sering jadi langganan pejabat Indonesia,
  581. 46:25...memamerkan sawah di Papua.
  582. 46:31Tapi, Natalis juga ingin belajar menanam padi atau bersawah.
  583. 46:35Namun, ia kesulitan.
  584. 46:36Karena dibutuhkan modal untuk benih, pupuk, hingga pemeliharaan dan panen.
  585. 46:44Lalu sawah-sawah ini pun mulai dikuasai pendatang.
  586. 47:32Saya kemarin habis 9 juta rupiah.
  587. 47:35- 9 juta rupiah, ya? - Iya, 9 juta karena tidak dipakai.
  588. 47:40Perempuan Papua seperti Filomina juga mau bertani.
  589. 47:44Pemerintah memberi bantuan 900 ribu rupiah per hektare,
  590. 47:48...lewat program optimalisasi lahan atau Oplah.
  591. 47:52Tapi dibanding biaya produksi dan harga jual gabah,
  592. 47:55Filomina mengaku berkali-kali rugi.
  593. 47:58Dan kini memutuskan tak lagi menggarap sawahnya.
  594. 48:01Terus kita harus cari uang.
  595. 48:05- Karung kita beli karung beli. - Karung beli sendiri lagi.
  596. 48:07Tenda kita beli.
  597. 48:09Ini dari program Oplah, dorang tidak siapkan?
  598. 48:12Tidak ada.
  599. 48:13Tidak ada, ya.
  600. 48:14Itu yang saya bilang, 900 ribu rupiah.
  601. 48:18Itu modal untuk...
  602. 48:20Untuk kerja sawah ini.
  603. 48:22Mulai dari pertama sampai nanti panen.
  604. 48:25Panen.
  605. 48:26Wih, ngeri sekali.
  606. 48:27Iya lucu, toh. Tidak dapat itu.
  607. 48:30Betul, Mama.
  608. 48:32Kalau disuruh tanam ubi berhektare-hektare, mari.
  609. 48:36Mari datang.
  610. 48:37Kita tahu cara rawatnya bagaimana,
  611. 48:40...tanamnya bagaimana,
  612. 48:42...tanam model bagaimana, supaya hasilnya model begitu, kita tahu.
  613. 48:46Kalau yang ini.
  614. 48:49Ini kan kita baru belajar.
  615. 48:52Sebagian hutan milik warga Senayu di Merauke,
  616. 48:55sudah dibuka untuk sawah dan kebun tebu oleh PT Global Papua Abadi.
  617. 49:00Proyek pertanian ini dikerjakan oleh Kodim Merauke.
  618. 49:05Mereka melepas sebagian tanah karena ingin belajar bertani.
  619. 49:08Saya punya Tete, nenek moyang, tidak ajar saya tanam padi.
  620. 49:12Tapi, saya mau berubah.
  621. 49:15Generasi saya yang berikut ini,
  622. 49:17...besok lusa dorang sudah tidak bisa makan pisang, sagu.
  623. 49:23Namun, program Optimalisasi Lahan yang dijanjikan dengan berbagai bantuan,
  624. 49:27...tak dirasakan Filomina.
  625. 49:29Obat rumput, beli.
  626. 49:32Obat padi, beli.
  627. 49:35Traktor, kita bayar.
  628. 49:39Bahkan ketika bibit masih kurang,
  629. 49:41...cari bibit lagi, beli.
  630. 49:45Jadi, saya, memang kalau program pemerintah
  631. 49:47saya sama sekali tidak suka.
  632. 49:51Baku tipu saja.
  633. 49:57Mereka merasa ditinggalkan sendiri,
  634. 49:59jatuh bangun belajar bertani padi.
  635. 50:02Sementara, sumber pangan dan air yang semula mudah didapat
  636. 50:05kini telah berganti sawah dan kebun tebu.
  637. 50:09Dulu kita masih bisa jalan dan nanti masak di kali.
  638. 50:12Pakai air kali.
  639. 50:14Minum pakai air kali.
  640. 50:16Sekarang kau mau masak bagaimana?
  641. 50:19Tidak ada air, sudah kabur.
  642. 50:20Air sudah susah, mau minum tidak bisa.
  643. 50:24Semua sudah pakai obat.
  644. 50:26Dorang semprot tebu itu saja pakai drone.
  645. 50:30Drone yang semprot.
  646. 50:32Saya lihat itu.
  647. 50:34Kita berdiri lihat drone yang terbang di atas untuk semprot.
  648. 50:39Dorang lempar pupuk ke bawah, ya, dia mengalir ke kali.
  649. 50:44Mengalir ke kali, ke rawa-rawa.
  650. 51:02Seperti pertanian sawah bagi orang Bali atau Toraja,
  651. 51:06bagi orang Awyu dan suku-suku lainnya di Papua Selatan,
  652. 51:09...sagu juga bukan semata tentang pangan.
  653. 51:17Bagi orang Awyu dan Marind,
  654. 51:19sagu adalah kerabat.
  655. 51:21Sosok orang tua,
  656. 51:22sosok nenek moyang, yang harus dijaga dan dilindungi.
  657. 51:29Lagi bikin apa ini, Mama?
  658. 51:32Mau pakai tokok sagu di sana.
  659. 52:45Menurut Natalis,
  660. 52:46pemerintah di Jakarta mendefinisikan lumbung pangan,
  661. 52:49semata urusan beras dan mencetak sawah.
  662. 53:37Bagi Natalis,
  663. 53:39alih-alih memaksimalkan sawah-sawah yang sudah ada untuk petani Papua,
  664. 53:43pemerintah selalu membuka hutan baru.
  665. 53:45Seperti dikerjakan perusahaan Jhonlin Group dan melibatkan tentara.
  666. 53:54Padahal,
  667. 53:55sejarah keterlibatan militer dalam proyek food estate atau cetak sawah...
  668. 53:59adalah sejarah kegagalan yang bertubi-tubi, 4 presiden,
  669. 54:03...selama 30 tahun terakhir.
  670. 54:15Papua bukan yang pertama
  671. 54:16menjadi proyek lumbung pangan yang melibatkan tentara.
  672. 54:23Kalimantan telah menjadi korban 30 tahun sebelumnya.
  673. 54:31Ini adalah bekas hutan yang sudah dibuka di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
  674. 54:37Tahun 1996, di era Presiden Jenderal Soeharto,
  675. 54:40ia menghabisi 1 juta hutan di lahan gambut,
  676. 54:44untuk mencetak sawah, demi memenuhi ambisi swasembada beras,
  677. 54:48...bukan swasembada pangan.
  678. 54:52Hutan tropis Kalimantan,
  679. 54:53...dihabisi dalam skala yang belum pernah terjadi dalam sejarah.
  680. 54:58Di bawah rezim militeristik,
  681. 55:00tak ada yang berani melawan keinginan Soeharto.
  682. 55:03Termasuk orang Dayak seperti Kuneng.
  683. 55:06Enggak bisa dihalangi itu.
  684. 55:08Enggak boleh dihalangi.
  685. 55:10Ya, kalau ada kata-kata menghalangi, sudah kita...
  686. 55:13diseret ke kepolisian dulu.
  687. 55:15Atau bisa langsung di-PKI-kan.
  688. 55:17Iya, di-PKI-kan.
  689. 55:18Begitulah. Jadi, kita tuh enggak berani apa-apa dulu.
  690. 55:21Ikut apa maunya saja.
  691. 55:24Misal, bilangnya 'A', A.
  692. 55:28Setahun setelah pengudulan hutan skala besar itu.
  693. 55:31Tahun 1997,
  694. 55:33...untuk pertama kalinya,
  695. 55:34Kalimantan mengalami kebakaran lahan dan kabut asap terbesar dalam sejarah.
  696. 55:44Sebagai ilustrasi,
  697. 55:45ini kondisi kabut asap tahun 2015.
  698. 56:01Proyek 1 juta hektare sawah Jenderal Soeharto itu, gagal.
  699. 56:06Bendungan dan saluran irigasi, mangkrak hingga kini.
  700. 56:13Mei 1998, rezim Soeharto tumbang.
  701. 56:16Dua tahun setelah ia menumbangkan jutaan hektare pohon di Kalimantan.
  702. 56:22Setiap tahun,
  703. 56:22lokasi ini menyumbang kebakaran dan kabut asap yang merugikan jutaan orang.
  704. 56:29Sawah yang berhasil di Kalimantan
  705. 56:31...justru bukan sawah yang dibangun Jenderal Soeharto.
  706. 56:34Melainkan yang dirintis para tansmigran ejak era 1980-an.
  707. 56:39Sawah-sawah inilah, yang ikut digarap oleh militer
  708. 56:43di era Presiden Joko Widodo.
  709. 56:45Dan hasil dari proyek food estate Presiden Jokowi itu...
  710. 56:49Sama sekali zonk, nih.
  711. 56:50Enggak ada harapan lagi, sudah seperti ini.
  712. 56:53Tapi, Jokowi terus memperluas area food estate hingga 16 ribu hektare.
  713. 57:00Presiden Jokowi juga menyerahkan urusan lumbung pangan ini kepada Prabowo,
  714. 57:05...yang saat itu menjadi Menteri Pertahanan.
  715. 57:10Salah satunya di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah,
  716. 57:14untuk membuka perkebunan singkong seluas 31 ribu hektare.
  717. 57:19Food estate singkong Jenderal Prabowo ini,
  718. 57:21dimulai dengan membuka 600 hektare hutan di Tawai Baru.
  719. 57:26Proyek singkong untuk bioetanol ini pun, dijaga tentara.
  720. 57:30Dan seperti Jenderal Soeharto,
  721. 57:32proyek Jenderal Prabowo ini pun, gagal.
  722. 57:41Dengan reputasi ini, Joko Widodo dan Prabowo
  723. 57:45...justru sedang membuka 2,5 juta hektare di Papua.
  724. 57:57Setelah Jenderal Soeharto,
  725. 57:59Presiden Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono,
  726. 58:01juga mencoba membuka food estate di Papua sejak tahun 2010.
  727. 58:06Namanya,
  728. 58:06Merauke Integrated Food and Energy Estate atau MIFEE.
  729. 58:11Proyek ini juga gagal.
  730. 58:14Lalu, di lokasi yang sama,
  731. 58:16Jokowi berusaha meneruskan dengan proyek mencetak sawah 1,2 juta hektare,
  732. 58:20...yang juga gagal.
  733. 58:22Sekarang yang paling siap adalah 1,2 juta hektare.
  734. 58:34Dan kini,
  735. 58:35Prabowo yang pernah gagal dengan 600 hektare singkong di Kalimantan,
  736. 58:39justru akan mengulangi di Papua.
  737. 58:41Dengan skala 2,5 juta hektare.
  738. 58:46Di daerah Papua pun, harus ditanam kelapa sawit
  739. 58:50supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit.
  740. 58:54Dalam setiap proyek pangan dan energi di Papua,
  741. 58:57yang lebih menonjol bukan tanaman pangannya,
  742. 59:00...melainkan untuk energi atau bahan bakarnya.
  743. 59:04Sawit untuk biodiesel dan tebu untuk industri bioetanol.
  744. 59:12Ada 10 perusahaan yang diberi konsesi hingga setengah juta hektare untuk tebu.
  745. 59:17Dan 10 perusahaan itu,
  746. 59:19...dimiliki oleh 1 keluarga saja.
  747. 59:38Para perempuan Awyu di Boven Digoel, akan berangkat memancing.
  748. 59:45Priska Beni membantu menyiapkan perahu.
  749. 59:54Mereka akan mengumpulkan bahan pangan di hutan,
  750. 59:57untuk persiapan acara penancapan salib merah berikutnya.
  751. 1:00:06Priska sudah mengambil posisi memancing.
  752. 1:00:171.800 salib merah
  753. 1:00:18...telah dipasang di wilayah adat berbagai suku di Papua Selatan,
  754. 1:00:22...untuk menghalau perusahaan sawit dan tebu.
  755. 1:00:29Maria Tebung yang paling muda datang membawa hasil.
  756. 1:00:34Dua ekor ikan gastor alias gabus Toraja.
  757. 1:00:40Sebagai generasi Z,
  758. 1:00:42pendidikannya sampai Sekolah Dasar.
  759. 1:00:45Di perusahaan perkebunan seperti sawit atau tebu,
  760. 1:00:48...ijazah SD hanya bisa menjadi buruh kasar.
  761. 1:00:51Tapi, ia tak tertarik.
  762. 1:00:54Karena kita hidup itu...
  763. 1:00:57...dari alam, kita memancing.
  764. 1:01:00Juga di darat, bawa anjing untuk berburu.
  765. 1:01:03Terus bikin pagar sagu, tangkap babi
  766. 1:01:07Bawa baru kita makan.
  767. 1:01:10Jadi, kita tidak mau perusahaan masuk.
  768. 1:01:16Sementara, Priska Beni masih mencari peruntungan.
  769. 1:01:20Tapi, baginya...
  770. 1:01:21menjadi nelayan di Sungai Fofi masih lebih baik,
  771. 1:01:25daripada bekerja 9 tahun di perkebunan sawit.
  772. 1:01:29Sudah pengalaman, jadi kita tidak mau lagi.
  773. 1:01:32Sudah lama ketika kerja itu?
  774. 1:01:34Saya lama di sana.
  775. 1:01:369 tahun di sana.
  776. 1:01:379 tahun.
  777. 1:01:39Saya baru pulang.
  778. 1:01:41Selama 9 tahun kerja di sawit,
  779. 1:01:44bisa punya rumah, kah?
  780. 1:01:45- Tidak. - Atau tidak motor, kah?
  781. 1:01:47- Tidak. - Johnson, kah?
  782. 1:01:49Tidak.
  783. 1:01:50Cuma makan saja.
  784. 1:01:51Pendapatan juga kan tidak banyak.
  785. 1:01:54Habis untuk makan.
  786. 1:02:01Satu minggu libur berapa hari?
  787. 1:02:04Tidak libur.
  788. 1:02:05Minggu tetap kerja?
  789. 1:02:07Tetap kerja.
  790. 1:02:08Tidak bisa ke gereja?
  791. 1:02:10Hari Minggu kerja.
  792. 1:02:13Dia tidak mengenal agama, perusahaan itu.
  793. 1:02:16Di grup perusahaan sawit Korindo, Priska digaji 2 juta rupiah per bulan,
  794. 1:02:21dan tinggal di mes karyawan.
  795. 1:02:24Tapi, gaji itu dipotong bahan makanan atau Bama,
  796. 1:02:27rata-rata 1 juta rupiah setiap bulan.
  797. 1:02:33Korindo adalah grup perusahaan yang salah satu usahanya
  798. 1:02:36...adalah hutan tanaman industri dan sawit di Boven Digoel dan Merauke.
  799. 1:02:41Di Papua, mereka memakai bendera PT Tunas Sarwa Erma.
  800. 1:02:46Perusahaan ini pernah memberi bantuan pada Keuskupan Agung Merauke.
  801. 1:02:50Keuskupan Merauke belakangan mengeluarkan pernyataan,
  802. 1:02:53mendukung Proyek Strategis Nasional di Papua.
  803. 1:02:57Umat Katolik yang memprotes sikap gereja tersebut,
  804. 1:03:00...ditangkap polisi.
  805. 1:03:05Jadi, selama 9 tahun tidak bisa nabung?
  806. 1:03:08Tidak.
  807. 1:03:09Untuk makan saja.
  808. 1:03:12Tidak bisa.
  809. 1:03:17Habis di anak-anak punya uang sekolah.
  810. 1:03:22Uang 1 juta rupiah itu mana cukup.
  811. 1:03:25Mau nabung juga tidak cukup.
  812. 1:03:28Sudah pengalaman, jadi kalau di sini perusahaan mau masuk,
  813. 1:03:30...tidak.
  814. 1:03:51Dan menu makan siang seperti ini,
  815. 1:03:54agaknya sulit bagi buruh sawit atau tebu yang digaji 2 juta rupiah perbulan.
  816. 1:04:02Generasi Z seperti Maria Tebung, atau generasi milenial seperti Priska Beni,
  817. 1:04:07punya matematika ekonominya sendiri.
  818. 1:04:11Sawit untuk biodiesel, atau tebu untuk bioetanol,
  819. 1:04:15...tak akan ada bedanya bagi mereka.
  820. 1:05:17Perkebunan tebu setengah juta hektare di Merauke,
  821. 1:05:20adalah ide 3 presiden untuk menggenjot penggunaan bioenergi,
  822. 1:05:24...sebagai campuran bahan bakar fosil.
  823. 1:05:27Selain swasembada pangan, swasembada energi.
  824. 1:05:31Di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit,
  825. 1:05:36supaya bisa menghasilkan juga,
  826. 1:05:39BBM dari kelapa sawit.
  827. 1:05:41Juga tebu menghasilkan etanol.
  828. 1:05:46Singkong, cassava, juga untuk menghasilkan etanol.
  829. 1:05:53Bioetanol adalah bahan bakar nabati atau tumbuhan,
  830. 1:05:56yang dapat dicampur dengan bensin.
  831. 1:06:01Sama dengan program biodiesel, yang mencampur solar dengan minyak sawit.
  832. 1:06:07Pertamina saat ini sudah menjual BBM bioetanol,
  833. 1:06:10dengan campuran 5 persen yang dipasarkan dengan merek
  834. 1:06:14...Pertamax Green 95.
  835. 1:06:17Tapi, pemerintah ingin menaikkan kadarnya
  836. 1:06:19...menjadi 10 persen atau E-10.
  837. 1:06:22Maka ke depan,
  838. 1:06:23kita akan mendorong untuk ada E-10.
  839. 1:06:27Kemarin malam, sudah kami rapat dengan Bapak Presiden.
  840. 1:06:30Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori
  841. 1:06:35...10 persen etanol.
  842. 1:06:40Idenya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang diimpor
  843. 1:06:44...dan menimbulkan polusi.
  844. 1:06:51Tapi, bioetanol bukannya tak mengorbankan lingkungan,
  845. 1:06:55...hutan, rawa, dan manusia.
  846. 1:06:59Karena program E-10 membutuhkan 7,3 miliar liter bioetanol,
  847. 1:07:04maka lahan yang dibuka untuk menanam tebu,
  848. 1:07:07bisa mencapai 1,3 juta hektare.
  849. 1:07:11Sementara, saat ini luas perkebunan tebu di Indonesia
  850. 1:07:14...hanya 500 sampai 600 ribu hektare.
  851. 1:07:18Artinya,
  852. 1:07:18butuh lahan baru hingga 800 ribu hektare untuk menanam tebu.
  853. 1:07:24Dan 500 ribu hektare di antaranya sedang dibuka di Papua.
  854. 1:07:29Hutan yang tadinya untuk menumbuhkan pangan,
  855. 1:07:32...berubah jadi tanaman untuk bahan bakar di jalanan.
  856. 1:07:36Kecepatan pulihnya hutan,
  857. 1:07:37beradu dengan jumlah dan kecepatan kendaraan di jalanan.
  858. 1:07:48Dahaga terhadap energi, tak pernah bisa dipuaskan.
  859. 1:07:53Setelah minyak sawit untuk biodiesel,
  860. 1:07:55dunia kini merambah singkong, jagung, dan tebu untuk bioetanol.
  861. 1:08:01Benua Amerika,
  862. 1:08:03...Eropa,
  863. 1:08:04...sebagian Afrika, hingga separuh Asia.
  864. 1:08:06Kini mulai memakai bioetanol sebagai campuran bahan bakar.
  865. 1:08:15Selain perebutan lahan,
  866. 1:08:16masa depan dunia juga dibayangi semakin mahalnya harga pangan.
  867. 1:08:19Karena persaingan antara perut manusia dengan tangki kendaraan.
  868. 1:08:24Ini adalah lokasi perkebunan tebu dan bioetanol
  869. 1:08:27PT Murni Nusantara Mandiri,
  870. 1:08:29...yang mengancam tanah Vincent Kwipalo dan orang-orang Yei di Merauke.
  871. 1:08:34Beberapa kilometer di selatan,
  872. 1:08:36adalah PT Global Papua Abadi,
  873. 1:08:38...yang mengancam tanah orang-orang Muyu dan Marind.
  874. 1:08:422 perusahaan ini adalah bagian dari 10 perusahaan,
  875. 1:08:45yang mendapat konsesi lahan untuk tebu dan bioetanol di Merauke.
  876. 1:08:50Batas konsesi mereka,
  877. 1:08:51bahkan sama dengan batas negara Indonesia dengan Papua Nugini.
  878. 1:08:55Salah satu ciri bahwa peta konsesi ini, dibuat di Jakarta dari atas meja.
  879. 1:09:02Sama seperti kolonial Inggris dan Belanda,
  880. 1:09:05ketika mereka membagi Pulau Papua dengan garis lurus pada abad 19.
  881. 1:09:10Seakan Papua...
  882. 1:09:12...adalah tanah kosong.
  883. 1:09:14Bedanya,
  884. 1:09:15meski peta konsesi ini mengatur batas 10 perusahaan,
  885. 1:09:19...tapi perusahaan-perusahaan ini sebenarnya dimiliki oleh 1 keluarga saja.
  886. 1:09:25Ini nama 9 dari 10 perusahaan tebu dan bioetanol di Merauke, Papua.
  887. 1:09:3199 persen saham mereka dimiliki sebuah perusahaan bernama
  888. 1:09:35PT Merauke Nusantara Manis.
  889. 1:09:38Sementara, 1 persen sisanya, dimiliki PT Merauke Gula Mandiri.
  890. 1:09:43Tapi, saham kedua perusahaan ini, dimiliki PT Merauke Sugar Group.
  891. 1:09:49Dan perusahaan ini, 90 persen sahamnya
  892. 1:09:52...dimiliki pengusaha bernama Angelia Bonaventure Sudirman.
  893. 1:09:56Serta perusahaan bernama Zico Trust dan Resource Harvest.
  894. 1:10:01Lalu 10 persen lainnya, dikuasai PT Papua Energi Abadi,
  895. 1:10:05...yang pemiliknya adalah Dudy Christian dan Angell Madeleine.
  896. 1:10:11Sekarang, mari kita lihat siapa mereka.
  897. 1:10:14Angelia Sudirman adalah keponakan dari salah satu
  898. 1:10:17...konglomerat sawit Indonesia, Martias Fangiono.
  899. 1:10:219 perusahaan di Papua ini,
  900. 1:10:23...berada di bawah bendera Merauke Sugar Group.
  901. 1:10:26Dan Merauke Sugar Group, hanya 1 dari 7 grup perusahaan
  902. 1:10:30...milik keluarga Fangiono.
  903. 1:10:40Ini Martias Fangiono.
  904. 1:10:43Seperti Haji Isam,
  905. 1:10:44Martias selama ini dikenal sebagai pengusaha sawit,
  906. 1:10:47yang kini merambah bisnis tebu dan bioetanol.
  907. 1:10:52Ini momen saat penanaman perdana tebu di Merauke,
  908. 1:10:55...bersama Presiden Joko Widodo, Juli 2024.
  909. 1:10:59Di sini juga ada anak Martias Fangiono, yaitu Wirastuty Fangiono.
  910. 1:11:05Wirastuty adalah salah satu yang menonjol dari keluarga Fangiono.
  911. 1:11:09Tahun 2025,
  912. 1:11:10Forbes mencatatnya sebagai konglomerat termuda,
  913. 1:11:13...dengan kekayaan 23 triliun rupiah, yang mengendalikan 2 grup usaha,
  914. 1:11:18FAP Agri dan Surya Dumai Industri.
  915. 1:11:22Keduanya, adalah perusahaan sawit dan biodiesel.
  916. 1:11:26Anak dan bapak ini,
  917. 1:11:27adalah investor utama bagi Jokowi dan Prabowo,
  918. 1:11:30...untuk proyek tebu dan bioetanol di Papua.
  919. 1:11:34Sementara yang ini adalah Martua Sitorus,
  920. 1:11:37...pemilik raksasa agribisnis dunia, Wilmar International,
  921. 1:11:41...yang juga memegang konsesi sawit di Papua, lewat berbagai perusahaan.
  922. 1:11:46Tapi, Martua kini memakai bendera baru.
  923. 1:11:48Yaitu, KPN Corporation atau Karunia Prima Nastari.
  924. 1:11:53KPN inilah yang memiliki kelindan bisnis dengan keluarga Fangiono
  925. 1:11:57...untuk proyek tebu Merauke.
  926. 1:12:00Apalagi grup Wilmar yang didirikannya, juga pemain gula utama di Australia.
  927. 1:12:06Tahun 2010,
  928. 1:12:08Wilmar membeli 100 persen saham perusahaan gula terbesar Australia,
  929. 1:12:12...Sucrogen.
  930. 1:12:14Akuisisi senilai 1,5 miliar dolar Amerika ini,
  931. 1:12:18langsung menjadikan Wilmar salah satu pemain tebu terbesar dunia.
  932. 1:12:23Sebagian bibit tebu yang ditanam di Merauke,
  933. 1:12:25adalah varietas yang dikembangkan Lembaga Riset Gula Australia,
  934. 1:12:29...atau Sugar Research Australia.
  935. 1:12:33Sugar Research Australia,
  936. 1:12:34lalu menjalin kontrak pengembangan bibit
  937. 1:12:36dengan PT Global Papua Abadi milik Fangiono.
  938. 1:12:40Tapi, masalahnya...
  939. 1:12:42Sugar Research Australia adalah badan publik yang tugasnya memajukan petani tebu
  940. 1:12:47dan sebagian dananya berasal dari pajak warga Australia.
  941. 1:12:51Itu artinya,
  942. 1:12:52warga Australia membiayai pengembangan bibit tebu,
  943. 1:12:56...untuk investor dan pemerintah Indonesia.
  944. 1:12:59Dokumen ini menunjukkan,
  945. 1:13:01bahwa lembaga yang dibiayai warga Australia itu,
  946. 1:13:04pernah memiliki kontrak penyediaan bibit dengan
  947. 1:13:07PT Global Papua Abadi, milik keluarga Fangiono.
  948. 1:13:11Kontrak itu baru berakhir pada November 2024.
  949. 1:13:14Artinya,
  950. 1:13:15saat Presiden Jokowi dan keluarga Fangiono menanam bibit tebu pada Juli 2024 ini,
  951. 1:13:21...kontrak itu masih berlaku.
  952. 1:13:24Nama lain dalam keluarga ini adalah Ciliandra Fangiono.
  953. 1:13:28Yang pada tahun 2024, dijuluki raja sawit termuda,
  954. 1:13:32dengan kekayaan 39 triliun rupiah dalam catatan Forbes.
  955. 1:13:37Ia mengendalikan grup First Resources.
  956. 1:13:43Secara umum,
  957. 1:13:44keluarga Fangiono memiliki 20 perusahaan di Sumatra,
  958. 1:13:4732 perusahaan di Kalimantan,
  959. 1:13:491 di Jakarta, 2 di Singapura,
  960. 1:13:52...dan 25 perusahaan di Papua.
  961. 1:13:55Di Papua, perusahaannya tersebar dari Sorong,
  962. 1:13:59...Mappi, hingga Merauke.
  963. 1:14:02Para politikus dan pejabat Indonesia,
  964. 1:14:04terus membesarkan konglomerasi,
  965. 1:14:06meski Martias Fangiono pernah divonis 1,5 tahun penjara,
  966. 1:14:10karena kasus pembalakan liar dan kebun sawit ilegal, tahun 2007.
  967. 1:14:15Sementara tahun 2022,
  968. 1:14:17Wilmar terlibat kasus korupsi ekspor minyak sawit
  969. 1:14:20dan divonis mengembalikan kerugian negara,
  970. 1:14:2211,8 triliun rupiah.
  971. 1:14:27Tumpukan uang ini disebut sebagai pembayaran dari Grup Wilmar,
  972. 1:14:30yang diterima secara simbolis oleh Presiden Prabowo,
  973. 1:14:33...pada Juni 2025 lalu.
  974. 1:14:36Tapi, peran raksasa biodiesel dan bioetanol dunia ini,
  975. 1:14:39...belum akan surut di Indonesia.
  976. 1:14:42Bahkan, sebaliknya.
  977. 1:14:47Sebuah dokumen presentasi bisnis dari Wilmar International Limited,
  978. 1:14:51pada tahun 2010 ini, bisa menjadi petunjuk.
  979. 1:14:54Presentasi ini,
  980. 1:14:56bagian dari proses pembelian 100 persen saham raksasa tebu Australia,
  981. 1:15:00...Sucrogen.
  982. 1:15:02Dalam presentasi ini,
  983. 1:15:03Wilmar mengaku ditawari konsesi lahan 200 ribu hektare di Papua,
  984. 1:15:08atau dulu disebut Irian Jaya, untuk menanam tebu.
  985. 1:15:13Dengan penerbangan hanya 2,5 jam dari Kantor Sucrogen
  986. 1:15:16...di Kota Townsville ke Merauke,
  987. 1:15:19Wilmar akan mengawinkan bisnis gula dan bioetanolnya,
  988. 1:15:22...menjadi pemain dunia.
  989. 1:15:25Dan lokasi yang diincar oleh Wilmar,
  990. 1:15:27adalah Distrik Ilwayab di Merauke,
  991. 1:15:30...kampung halaman Yasinta Moiwend.
  992. 1:15:33Dan persis di sinilah,
  993. 1:15:3514 tahun kemudian,
  994. 1:15:36...ribuan ekskavator Jhonlin Group milik Haji Isam,
  995. 1:15:40mulai membuka hutan sebagai kontraktor pemerintah.
  996. 1:15:44Presentasi dan gagasan ini dibuat oleh Wilmar pada Juli 2010.
  997. 1:15:49Sebulan kemudian,
  998. 1:15:50Agustus 2010.
  999. 1:15:52Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
  1000. 1:15:54meluncurkan proyek Lumbung Pangan dan Energi Merauke,
  1001. 1:15:57atau Merauke Integrated Food and Energy Estate.
  1002. 1:16:01Targetnya,
  1003. 1:16:02...membuka lahan 1 juta hektare dalam 5 klaster.
  1004. 1:16:06Yang masing-masing...
  1005. 1:16:07200 ribu hektare.
  1006. 1:16:09Angka yang sama dengan presentasi Wilmar.
  1007. 1:16:135 tahun kemudian,
  1008. 1:16:15...2015.
  1009. 1:16:16Giliran Presiden Joko Widodo
  1010. 1:16:18...yang mau melanjutkan proyek pangan dan energi 1,2 juta hektare.
  1011. 1:16:23Menjelang pensiun sebagai presiden,
  1012. 1:16:25Jokowi kembali menggencarkan proyek ini dan melibatkan...
  1013. 1:16:28...Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.
  1014. 1:16:31Jokowi lalu mendukung Prabowo sebagai presiden,
  1015. 1:16:34...berpasangan dengan anaknya,
  1016. 1:16:35Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.
  1017. 1:16:40Kini,
  1018. 1:16:40setelah menjadi presiden,
  1019. 1:16:42giliran Prabowo yang melanjutkan proyek bioetanol dan biodiesel.
  1020. 1:16:47Dengan memobilisasi militer,
  1021. 1:16:49dan melibatkan pejabat-pejabat yang juga para elit partai koalisinya.
  1022. 1:17:59300 tahun lalu,
  1023. 1:18:01hutan-hutan di Pulau Jawa dalam waktu singkat,
  1024. 1:18:04berubah menjadi perkebunan tebu di bawah rezim kolonial Belanda.
  1025. 1:18:09Orang Jawa menjadi buruh, dan petaninya dipaksa menanam tebu.
  1026. 1:18:15Dari kolonialisme dan politik tanam paksa itu,
  1027. 1:18:18Belanda memperkaya negara dan para investornya.
  1028. 1:18:23Tak puas membuka hutan untuk perkebunan di Jawa dan Sumatera,
  1029. 1:18:27kolonial Belanda menanam tebu hingga di Suriname,
  1030. 1:18:30dan mengerahkan ribuan orang Jawa sebagai buruh pada tahun 1890.
  1031. 1:18:37Inggris yang sudah menguasai negara seluas India dan Papua Nugini pun,
  1032. 1:18:41masih menanam tebu, jauh di tengah Samudra Pasifik,
  1033. 1:18:45...di tanah orang-orang Fiji.
  1034. 1:18:47Lalu, memindahkan puluhan ribu orang India
  1035. 1:18:50...menjadi buruh di sana.
  1036. 1:18:52200 tahun sebelumnya,
  1037. 1:18:54ratusan ribu orang Afrika bahkan diperbudak
  1038. 1:18:57...untuk bekerja di perkebunan-perkebunan tebu Spanyol,
  1039. 1:18:59...dari selatan Eropa, hingga Karibia,
  1040. 1:19:02...Kuba atau Jamaika.
  1041. 1:19:05Jika dulu tebu menjadi gula atau emas putih,
  1042. 1:19:09kini cerita kolonialisme tebu berlanjut di Papua,
  1043. 1:19:12...untuk bahan bakar nabati atau bioetanol.
  1044. 1:19:16Dan seperti semua cerita tentang kolonialisme,
  1045. 1:19:19...akan ada yang berpesta, dan ada yang membayar.
  1046. 1:19:23Dalam setiap cerita pesta kolonialisme,
  1047. 1:19:26...baik di Jawa, Karibia, atau di Papua,
  1048. 1:19:30...selalu melibatkan para elit lokal.
  1049. 1:19:32Dari pejabat,
  1050. 1:19:34...perwira, hingga agamawan.
  1051. 1:19:37Tapi, dalam setiap kolonialisme,
  1052. 1:19:39juga selalu ada cerita tentang mereka...
  1053. 1:19:41...yang mempertahankan diri dan melawan.
  1054. 1:20:03Kami tidak punya kekuatan.
  1055. 1:20:05Kami dibantai.
  1056. 1:20:07Kami dibodohi.
  1057. 1:20:19Dalam sejarah Gereja Katolik, banyak pemimpin-pemimpin yang adalah
  1058. 1:20:22...tanda petik itu adalah 'Judas-Judas' juga.
  1059. 1:20:25Jadi itu sudah pasti, karena itu adalah manusia.
  1060. 1:20:29Satu sisi sebagai manusia,
  1061. 1:20:32dalam perjalanan, digoda, apalagi ada dalam posisi-posisi jabatan
  1062. 1:20:36...ya, mungkin,
  1063. 1:20:37banyak tawaran-tawaran lain, lalu di situlah terjadi pergeseran keberpihakannya.
  1064. 1:20:43Seharusnya kepada misi gereja tadi itu, untuk umat untuk mereka yang tertindas.
  1065. 1:21:35Kita buat sasi seperti begini,
  1066. 1:21:37untuk menolak perusahaan apapun yang masuk di tanah kami.
  1067. 1:21:41Kalau kita kasih, kita bikin rusak sekarang,
  1068. 1:21:43kita punya generasi berikutnya mau ke mana?
  1069. 1:21:46Jadi, kita nyatakan sikap di sore hari ini,
  1070. 1:21:49...kami tolak.
  1071. 1:21:51Tolak!
  1072. 1:21:52Apa yang dilakukan pemerintah untuk PSN adalah...
  1073. 1:21:56...adalah kejahatan. Pemerintah bagian dari kejahatan,
  1074. 1:21:58aktor perusak dan pembunuh terhadap negara,
  1075. 1:22:02...terhadap alam, hutan,
  1076. 1:22:04...terhadap manusia.
  1077. 1:22:06Negara jadi aktor pembunuh, jadi Pilatus.
  1078. 1:22:08Pilatusnya siapa? Negara, Pemerintah Jakarta ini.
  1079. 1:22:11Tanah Awyu, bukan tanah kosong.
  1080. 1:22:14Masyarakat adat.
  1081. 1:22:15Kami masih ada.
  1082. 1:22:17Perusahaan.
  1083. 1:22:18Tolak, tolak, tolak.
  1084. 1:22:20Ini tanah kami.
  1085. 1:22:29Jika tanah adat dan hutan adat hilang,
  1086. 1:22:32kami mau hidup di mana?
  1087. 1:22:33Maka di sini, saya mau bilang.
  1088. 1:22:36Negara jangan tipu-tipu kami lagi.
  1089. 1:23:15Allah Yahweh.
  1090. 1:23:18Allah Sambanim.
  1091. 1:23:21Allah Wuliwa.
  1092. 1:23:29Kalau kami dianggap,
  1093. 1:23:31orang Papua itu bagian dari Republik, tolong hargai kami.
  1094. 1:23:37Dengan adanya PSN, PT Jhonlin Group yang sudah
  1095. 1:23:42...menerobos tanah kami dan hutan kami,
  1096. 1:23:45...merusak alam kami.
  1097. 1:23:47Itu kenapa kami datang ke Jakarta jauh-jauh dari Papua.
  1098. 1:23:51Kami mau bersuara kepada Bapak Presiden.
  1099. 1:23:56Prabowo Subianto di mana keadilan untuk masyarakat Papua?
  1100. 1:24:05Tolong lihat masyarakat Papua yang sudah mati.
  1101. 1:24:12Kami bersepakat menyatakan.
  1102. 1:24:15Satu.
  1103. 1:24:16Gereja-gereja di Indonesia mendukung masyarakat adat
  1104. 1:24:19yang menolak Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua.
  1105. 1:24:24Dua.
  1106. 1:24:25Gereja-gereja di Indonesia,
  1107. 1:24:27...menolak militarisme dan otoritarianisme di Indonesia...
  1108. 1:24:51Kita sering merasa,
  1109. 1:24:53...banyak hal buruk sudah jadi cerita sejarah.
  1110. 1:24:57Dan kita sekarang,
  1111. 1:24:58...hidup lebih baik,
  1112. 1:24:59...lebih beradab,
  1113. 1:25:01...atau mustahil melakukan kejahatan seperti di masa lalu.
  1114. 1:25:05Kita tidak lagi menghukum mati orang dengan memenggal kepalanya.
  1115. 1:25:09Kita menembaknya, atau menyuntik racun agar tertidur dan mati.
  1116. 1:25:15Tapi, ada hal-hal yang tak berubah.
  1117. 1:25:19Salah satu pembantaian yang kuat di ingatan kita
  1118. 1:25:22...adalah kejahatan Nazi, atau genosida di Rwanda.
  1119. 1:25:27Padahal pembantaian juga sedang terjadi di masa kita,
  1120. 1:25:30...seperti di Gaza, Palestina.
  1121. 1:25:34Penghancuran sebuah peradaban seperti Indian di Amerika,
  1122. 1:25:38..atau Aborigin di Australia,
  1123. 1:25:40...juga kita anggap masa lalu.
  1124. 1:25:42Sekarang, kita merasa lebih baik dan lebih toleran.
  1125. 1:25:47Padahal,
  1126. 1:25:48proses penghancuran bahkan pemusnahan yang sama,
  1127. 1:25:51...sedang terjadi terhadap bangsa Melanesia di Papua.
  1128. 1:25:56Begitu juga dengan praktik kolonialisme.
  1129. 1:25:59Kita merasa penjajahan seperti dilakukan Portugis,
  1130. 1:26:02...Inggris, atau Belanda,
  1131. 1:26:04...sudah menjadi sejarah.
  1132. 1:26:06Dan Indonesia tidak mungkin menjajah.
  1133. 1:26:10Padahal,
  1134. 1:26:11...itulah yang sedang terjadi dan dirasakan di Papua.
  1135. 1:26:30Jalannya sejarah ini disadari Wilem Kimko
  1136. 1:26:32...di pedalaman Boven Digoel, Papua.
  1137. 1:26:35Hidup terpencil dan tak tersentuh urusan negara,
  1138. 1:26:38...bukan berarti selalu aman.
  1139. 1:26:45Untuk sampai di tempat ini,
  1140. 1:26:46orang-orang Muyu menempuh 2 hari berjalan kaki mengarungi hutan,
  1141. 1:26:51...lembah, dan sungai.
  1142. 1:26:53Termasuk mereka yang datang dari perbatasan Papua Nugini.
  1143. 1:26:57Mereka berkumpul untuk memenuhi undangan pesta adat
  1144. 1:27:00...yang disebut Awon Atatbon atau pesta babi.
  1145. 1:27:05Yang mengundang adalah marga Kimko Jinipjo.
  1146. 1:27:09Yang dituakan di marga ini adalah Wilem Kimko.
  1147. 1:27:13Ia tak punya Kartu Tanda Penduduk
  1148. 1:27:14...dan kewarganegaraan manapun.
  1149. 1:27:17Baik Indonesia atau Papua Nugini.
  1150. 1:27:23Tahun 1984,
  1151. 1:27:2510 ribu orang Papua terutama suku Muyu,
  1152. 1:27:28mengungsi ke Papua Nugini untuk menghindari operasi militer Indonesia.
  1153. 1:27:32Termasuk Willem Kimko.
  1154. 1:27:39Apa yang membuat pesta adat ini istimewa?
  1155. 1:27:42Apa bedanya dengan acara serupa yang dihadiri pejabat,
  1156. 1:27:46tokoh agama, LSM,
  1157. 1:27:47atau yang direkam oleh kru televisi dan konten kreator?
  1158. 1:27:55Pertama, untuk membuat pesta babi,
  1159. 1:27:58...orang Muyu perlu persiapan selama 10 tahun.
  1160. 1:28:02Sebab,
  1161. 1:28:03babi-babi yang akan jadi bagian dari pesta ini,
  1162. 1:28:05...tak boleh dibeli.
  1163. 1:28:07Alias harus dipelihara sendiri.
  1164. 1:28:11Babi-babi ini bukan bantuan pejabat pemerintah,
  1165. 1:28:14gereja atau LSM.
  1166. 1:28:22Yang kedua, babi-babi ini tidak dipelihara di kandang.
  1167. 1:28:26Jadi babi ini punya nama, kah?
  1168. 1:28:28Harimau.
  1169. 1:28:29- Harimau? - Harimau.
  1170. 1:28:32Dia punya kulit dan bulu ini,
  1171. 1:28:37macam harimau begitu, kan.
  1172. 1:28:39Jadi, kasih nama harimau.
  1173. 1:28:41Setelah diberi nama,
  1174. 1:28:42mereka dilepas liarkan di hutan sejak kecil.
  1175. 1:28:4910 tahun kemudian,
  1176. 1:28:50...jika tiba saatnya pesta,
  1177. 1:28:52para pemburu akan mencari mereka di dalam 479 hektare hutan,
  1178. 1:28:57...milik marga Kimko.
  1179. 1:28:59Suku atau marga lain tak akan mencurinya di hutan,
  1180. 1:29:02karena mereka sudah punya babi dan wilayah masing-masing.
  1181. 1:29:06Itu artinya,
  1182. 1:29:07mereka harus tetap menjaga dan mempertahankan hutannya,
  1183. 1:29:10...agar babi-babi bisa hidup.
  1184. 1:29:13Demikian juga dengan lahan pangan mereka,
  1185. 1:29:15...yang menumbuhkan sagu, keladi, atau aneka sayuran.
  1186. 1:29:30Yang ketiga,
  1187. 1:29:30dalam Awon Atatbon atau pesta babi,
  1188. 1:29:33...binatang ini tidak dimakan secara gratis.
  1189. 1:29:37Setiap marga atau klan dalam suku Muyu,
  1190. 1:29:39akan membayar jerih payah tuan rumah, menjaga hutan dan memelihara babi.
  1191. 1:30:00Ini seperti arisan untuk menjaga budaya dan lingkungan.
  1192. 1:30:04Bagian dari budaya dan ekonomi timbal balik
  1193. 1:30:07...yang ditandai dengan siklus memberi dan menerima.
  1194. 1:30:15Ini juga cara orang Muyu membangun dan memperluas aliansi.
  1195. 1:30:59Jika Wilem Kimko dan marganya bisa menjaga hutan dan wilayahnya,
  1196. 1:31:03...marga lain ikut diuntungkan sebagai sebuah ekosistem.
  1197. 1:31:07Demikian juga sebaliknya.
  1198. 1:31:12Alasan keempat,
  1199. 1:31:13mengapa pesta babi ini memiliki tempat khusus
  1200. 1:31:15dalam peradaban orang Muyu,
  1201. 1:31:17...karena Wilem Kimko khawatir peradaban mereka akan punah.
  1202. 1:31:21Menyusul ancaman terhadap ekosistem dan hutan.
  1203. 1:31:24Setiap marga atau klan,
  1204. 1:31:26harus mengkonsolidasi diri dan membangun aliansi.
  1205. 1:31:48Kekhawatiran Wilem dan orang-orang Muyu tak berlebihan.
  1206. 1:31:51Ruang hidup mereka,
  1207. 1:31:52...bersinggungan dengan proyek bioetanol dan biodiesel pemerintah Indonesia.
  1208. 1:31:57Mereka juga tahu,
  1209. 1:31:58apa yang telah dan sedang menimpa suku lain.
  1210. 1:32:01Seperti Awyu di Boven Digoel,
  1211. 1:32:03...atau Yei Nan dan Marind Anim di Merauke.
  1212. 1:32:12Jika suku-suku lain menggunakan palang adat
  1213. 1:32:14...dan salib merah sebagai gerakan perlawanan,
  1214. 1:32:17...orang-orang Muyu memakai pesta babi
  1215. 1:32:20...untuk mempersiapkan diri dan konsolidasi.
  1216. 1:32:23Sebab,
  1217. 1:32:24berbeda dengan saat mengungsi tahun 1984,
  1218. 1:32:28kali ini yang datang ke tanah orang-orang Muyu
  1219. 1:32:31...tak hanya tentara.
  1220. 1:32:32Juga alat-alat berat,
  1221. 1:32:34...bersama para pebisnis pangan dan energi.

About this transcript

This page contains the full transcript of PESTA BABI: Kolonialisme di Zaman Kita - (Official Full Movie) by Redaksi JubiTV, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 6,984 words across 1,221 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.