Perilaku Konsumen — Transcript
Full transcript
- 0:02Bismillahirrahmanirrahim.
- 0:04Assalamualaikum warahmatullahi
- 0:06wabarakatuh.
- 0:08Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala
- 0:10Rasulillah
- 0:11wa ala alihi wa sahbihi wa mawala amma
- 0:14ba'd.
- 0:16Baik teman-teman semua, bagaimana
- 0:17kabarnya? Semoga semuanya pada sehat
- 0:20walafiat. Amin ya rabbal alamin.
- 0:23Oke teman-teman, eh jadi
- 0:26eh kita sekarang
- 0:28sudah sampai pada pertemuan yang ke-6 ya
- 0:31di sini ya.
- 0:33Ini jadi ini kelasnya itu kelas online
- 0:35asinkron untuk pertemuan yang ke-6
- 0:38dengan topik memahami perilaku konsumen
- 0:41individu.
- 0:43Jadi teman-teman nanti silakan disimak
- 0:45videonya sampai selesai, dicatat ya dan
- 0:48nanti dikerjakan
- 0:49kuisnya.
- 0:51Dan jangan lupa buat teman-teman yang
- 0:52belum submit Lord untuk pertemuan yang
- 0:55ke-5
- 0:56ya eh untuk kegiatan komvis kalian
- 0:59silakan di-submit dulu melalui Google
- 1:01Classroom. Kalau tidak submit Lord-nya
- 1:04nanti akan terhitung absen di pertemuan
- 1:06yang ke-5.
- 1:08Oke.
- 1:09Langsung saja kita masuk ke materi ya.
- 1:12Materi kita ini berkaitan dengan
- 1:15perilaku konsumen.
- 1:17Nah teman-teman kalau masih ingat ya
- 1:20Anda sudah belajar basic dari manajemen
- 1:23pemasaran
- 1:25bahwa manajemen pemasaran itu berkaitan
- 1:27dengan value ya.
- 1:29Dan Anda juga sudah tahu semua definisi
- 1:31value seperti apa.
- 1:33Anda juga sudah belajar STP, segmenting,
- 1:36targeting dan juga positioning.
- 1:39Even juga Anda sudah semuanya
- 1:41mempraktekkan ya
- 1:44bagaimana
- 1:45eh seorang manajer marketing itu
- 1:47kemudian men-segmen pasar
- 1:50membagi pasar ya, men-target pasar dan
- 1:52menciptakan
- 1:54positioning.
- 1:55Nah sebetulnya
- 1:57setelah STP itu
- 1:59kita langsung 4P, ya. Langsung 4P.
- 2:03Nah, sebetulnya materi ini tuh
- 2:05materi sebelum STP, ya. Cuma karena ada
- 2:07komvis, ya kan.
- 2:09Komvis di reguler dan IUP, saya
- 2:11mendesain topiknya itu apa namanya saya
- 2:15bolak-balik, ya. Sehingga bisa sama
- 2:17semuanya nanti.
- 2:18Nah,
- 2:20eh materi ini sebenarnya sebelum STP,
- 2:22tapi saya buat jadi setelah STP, ya.
- 2:24Jadi, nanti setelah materi ini kita akan
- 2:26ngomongin 4P, ya.
- 2:29Nah, 4P-nya insyaallah minggu depan kita
- 2:30akan pertemuan di
- 2:32kelas, insyaallah, ya.
- 2:34Oke. [mendengus]
- 2:35Nah, setelah materi ini teman-teman
- 2:37nanti akan bisa mendefinisikan
- 2:39apa yang disebut dengan pasar konsumen
- 2:42atau consumer market.
- 2:44Kalian juga sudah tahu kan bedanya
- 2:46consumer sama customer, ya. Jadi, sudah
- 2:48sudah oke asumsinya.
- 2:50Yang kedua, teman-teman nanti akan bisa
- 2:52menyebutkan
- 2:54faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
- 2:56perilaku konsumen. Dan yang ketiga,
- 2:59teman-teman nanti akan bisa
- 3:00mengidentifikasi tahapan-tahapan proses
- 3:03dalam pembelian.
- 3:05Dan yang keempat, mendiskusikan
- 3:08eh bagaimana konsumen mengadaptasi atau
- 3:10mengadopsi produk yang baru.
- 3:13Ya. Oke. Ini penting nih yang poin 4 nih
- 3:16karena ini akan akan jadi jembatan untuk
- 3:18mempelajari
- 3:19P yang pertama yaitu produk, ya. Minggu
- 3:22depan kita belajar, insyaallah. Oke.
- 3:25Nah, kalau di pertemuan offline seperti
- 3:27biasa, ya, saya akan selalu mulai dengan
- 3:28diskusi kasus. Ya, kan.
- 3:31Nah, cuma karena kita kelasnya online
- 3:32kita enggak mungkin diskusi kasus.
- 3:35Cuma saya tetap akan menyampaikan, ya,
- 3:37kira-kira apa kasus yang relate dengan
- 3:39materi kita
- 3:41untuk topik ini.
- 3:43Nah, ini pasti
- 3:45menarik nih kalau kita bahas di kelas.
- 3:47Ya, kan.
- 3:48Di Indonesia itu ada hal yang aneh.
- 3:51Ya, kan. Lihat gambarnya itu, ya.
- 3:53Gambarnya lihat. Kulkas
- 3:55Kulkas merek Sharp. Ini bukan Sharp
- 3:57doang nih, ada banyak merek lain.
- 4:00Kulkas tapi kemudian diberikan
- 4:02sertifikasi halal.
- 4:05Ya kan?
- 4:06Nah.
- 4:08Pertanyaannya untuk diskusi ya.
- 4:10Kenapa menurut kalian kulkas itu perlu
- 4:13di sertifikasi halal?
- 4:15Coba teman-teman jawab di hati kalian
- 4:16ya.
- 4:17Berikan jawaban kritisnya ya.
- 4:20Kenapa kira-kira
- 4:21sebuah kulkas diberikan label halal?
- 4:25Emang kulkas dimakan? Gitu kan?
- 4:27Biasanya kan yang dikasih label halal
- 4:28kan
- 4:29untuk produk yang dikonsumsi kan, kayak
- 4:31makanan, minuman, ya kan?
- 4:33Ini kulkas kenapa dikasih label halal?
- 4:35Kayak gitu kan? Kenapa?
- 4:37Dan yang kedua,
- 4:39menurut kalian apakah dengan memberikan
- 4:41label halal pada kulkas bisa
- 4:44membuat konsumen itu jadi tertarik gitu?
- 4:47Iya enggak?
- 4:49Coba [mendengus] teman-teman
- 4:50pikir dulu ya jawabannya seperti apa.
- 4:52Kalau ini kita flurkan di dalam kelas.
- 4:57Oke ya. Nah jadi,
- 4:58kenapa kemudian dikasih label halal?
- 5:00Sebenarnya kalau kita ngomongin
- 5:03ngomongin apa namanya fikih ya,
- 5:05dalam fikih Islam itu teman-teman,
- 5:08eee
- 5:09semua hal dalam agama kita ini halal
- 5:11sebetulnya ya.
- 5:13Karena al aslu fil asya'i al ibahah.
- 5:16Ya.
- 5:17Semua hal dalam agama ini dibolehkan,
- 5:19dihalalkan.
- 5:20Kecuali ada yang melarangnya. Kecuali
- 5:23ada
- 5:24larangannya, ada ada hal-hal yang
- 5:26membuatnya jadi terlarang. Kayak gitu
- 5:27kan?
- 5:28Sehingga pada dasarnya semua halal.
- 5:31Yang diperlukan justru bukan yang label
- 5:32halal ya, karena semuanya sudah halal
- 5:34kan?
- 5:35Yang diperlukan justru malah label yang
- 5:37label haramnya gitu kan? Kalau logikanya
- 5:39gitu.
- 5:40Semuanya halal ya tinggal kita
- 5:42cap aja mana yang enggak halal gitu kan?
- 5:44Harusnya label-label haram yang
- 5:45diperlukan.
- 5:47Itupun berlakunya sebenarnya untuk
- 5:49makanan, minuman, ya kan.
- 5:51Kulkas, ya kan.
- 5:53Nah, cuman memang kalau kita ngomongin
- 5:54marketing, teman-teman.
- 5:57Marketing itu
- 5:58kita ngomongin di antaranya adalah
- 6:01perilaku konsumen.
- 6:03Nah, ketika teman-teman ngomongin
- 6:04perilaku konsumen, itu mencakup juga
- 6:07persepsi konsumen.
- 6:10Mencakup juga sikap konsumen.
- 6:13Mencakup juga
- 6:15keinginan konsumen untuk membeli.
- 6:18Nah, karena ini berkaitan dengan
- 6:19persepsi konsumen, label halal itu bisa
- 6:22menciptakan persepsi
- 6:25konsumen.
- 6:26Persepsi yang itu
- 6:28apa ya, masuk ke dalam
- 6:31apa namanya,
- 6:32eee
- 6:34subconscious mind, ya.
- 6:36Eee pikiran terdalamnya konsumen,
- 6:38seakan-akan menganggap semua-semua yang
- 6:40dihalal-halalkan,
- 6:42semua-semua yang ada logo halalnya itu
- 6:44jadi hal yang baik. Jadi hal yang
- 6:46jadi hal yang
- 6:48pantas dibeli oleh konsumen, terutama
- 6:50yang beragama muslim.
- 6:51Gitu kan. [mendengus]
- 6:52Jadi meskipun secara fikih,
- 6:55ya, meskipun secara fikih label halal
- 6:57untuk seperti ini mungkin tidak
- 6:59diperlukan,
- 7:01tapi secara marketing diperlukan, gitu
- 7:03ya. Karena bisa mempengaruhi persepsi
- 7:05konsumen.
- 7:07Meskipun dia enggak sadar, ya. Jadi alam
- 7:09bawah sadarnya konsumen itu ngerasa,
- 7:10"Wih, halal nih." gitu ya kan.
- 7:12Jadinya dia beli, gitu.
- 7:13Gitu ya.
- 7:14Nah, sebetulnya ini juga menjadi
- 7:16perdebatan, ya.
- 7:17Saya pribadi
- 7:19saya pribadi ya, ini ngerasa kayaknya
- 7:21label halal tidak begitu signifikan
- 7:24banget deh, kalau saya pribadi ya.
- 7:26Saya misalkan punya martabak, ya
- 7:27teman-teman. Saya punya martabak punya
- 7:28maca,
- 7:30dan dua-duanya sudah label sudah dapat
- 7:32halal, ya.
- 7:33Sudah saya ajukan sertifikasi halal,
- 7:35sudah ada juga label halalnya, gitu.
- 7:37Tapi ini lagi kan.
- 7:39Tapi yang saya lihat itu kayaknya
- 7:41konsumen tidak begitu peduli ya dengan
- 7:43label halalnya.
- 7:45Kenapa? Mungkin karena mereka tahu
- 7:47makanannya itu secara
- 7:49secara produk itu bukan makanan yang
- 7:51memang harus di kasih label halal ya.
- 7:54Martabak sih ya kan, apalagi yang jual
- 7:57pakai kerudung ya kan, yang punya
- 8:00seorang muslim.
- 8:01[mendengus]
- 8:02Nah, beda halnya kalau misalkan
- 8:04eh secara produk itu produk Cina ya,
- 8:06misalkan mi Cina ya kan.
- 8:08Orang kan konsumen sudah dari awal eh
- 8:11Cina lagi ya kan.
- 8:12Mana nih label halalnya gitu. Kalau
- 8:14produknya sudah kayak gitu mungkin perlu
- 8:16label halal.
- 8:17Tapi kalau somay ya, martabak, nasi uduk
- 8:20ya
- 8:21kayaknya enggak diperlukan label halal.
- 8:23Itu yang saya rasa ya sebagai seorang
- 8:25pengusaha.
- 8:26Gitu.
- 8:27Baik ya. Nah, jadi apa hubungan dengan
- 8:29topik kita kali ini? Hubungannya adalah
- 8:31bahwa ternyata perilaku konsumen itu
- 8:33unik.
- 8:34Ya kan ya.
- 8:35Orang terutama yang beragama muslim ya,
- 8:38kadang kita merasa
- 8:40label halal itu diperlukan untuk produk
- 8:42tertentu.
- 8:43Tapi untuk produk yang lain itu kita
- 8:45ngerasa enggak perlu-perlu amat label
- 8:46halal ya kan.
- 8:48Nah, inilah
- 8:49persepsi konsumen, inilah sikap konsumen
- 8:52dan secara keseluruhan ini adalah
- 8:54perilaku konsumen.
- 8:56Gitu ya. Nanti teman-teman kalau ambil
- 8:58TA ya, kalau ambil [mendengus] TA entah
- 9:01itu jalur manajer atau jalur
- 9:04konsultan atau jalur wirausahawan ini
- 9:06bisa teman-teman jadikan topik
- 9:08penelitian ya, label [mendengus] halal.
- 9:10Saya bisa bimbing kalian kalau pengen
- 9:12ambil topik eh tentang keislaman seperti
- 9:14ini.
- 9:15Nah, baik.
- 9:17Tadi kasusnya sekarang kita masuk ke
- 9:18part teorinya.
- 9:21Kita masuk ke teori tentang consumer
- 9:23behavior.
- 9:25Mesin disebut dengan perilaku konsumen.
- 9:29Nah, kalau kita bicara model perilaku
- 9:32konsumen
- 9:33teman-teman nanti akan
- 9:36membicarakan tiga hal ini gitu ya.
- 9:39Kalau kita ngomongin penelitian tentang
- 9:41perilaku konsumen
- 9:43ya enggak jauh-jauh dari sini.
- 9:46Pertama ya konsumen tuh berperilaku
- 9:49tergantung dari lingkungannya.
- 9:52Nah, kita sudah belajar lingkungan ya.
- 9:54Kita sudah belajar lingkungan pemasaran
- 9:55ada mikro, makro kan kita sudah lewat
- 9:56ya.
- 9:57Nah, mikro, makro, lingkungan mikro,
- 9:59makro itu mempengaruhi banget nanti
- 10:02perilaku konsumen.
- 10:04Ya, kita sudah belajar lingkungan mikro
- 10:05ada banyak ya, ada perusahaan itu
- 10:07sendiri, ada apalagi?
- 10:10Ada
- 10:11supplier ya kan dan segala macam. Makro
- 10:14tuh ada apalagi? Ada lingkungan budaya
- 10:16dan segala macam itu sudah belajar ya.
- 10:18Sekaligus juga stimuli pemasaran juga
- 10:21ini
- 10:22mempengaruhi perilaku konsumen, 4P.
- 10:25Konsumen berperilaku tergantung
- 10:26produknya seperti apa yang tadi sudah
- 10:28saya bilang ya.
- 10:29Kadang konsumen muslim kalau produknya
- 10:30produk martabak dia enggak perlu enggak
- 10:32enggak enggak merasa perlunya label
- 10:34halal.
- 10:35Kalau produknya produk Cina, ya produk
- 10:37Korea gitu ya kan.
- 10:39Itu mereka merasa
- 10:40mencari-cari malah ya, mana mana logo
- 10:42[berdehem] halalnya?
- 10:44Ya, itu tergantung produknya.
- 10:45Harga juga perilaku konsumen juga akan
- 10:48akan berbeda tergantung harga.
- 10:51Kadang
- 10:53ya kopi ya segelas kopi yang namanya
- 10:55kopi dijual 10.000 ya kan
- 10:59itu dianggapnya mahal.
- 11:02Tapi kalau dikasih nama bahasa Inggris
- 11:03ya coffee ya coffee
- 11:06pakai bahasa Inggris dijual harga 20.000
- 11:08itu orang menganggapnya
- 11:10ya biasa aja harganya segitu ya kan.
- 11:12Paling sama-sama coffee sama bahannya.
- 11:15Ya, harga, tempat dan promosi ini semua
- 11:17mempengaruhi perilaku konsumen.
- 11:20Kesemua ini
- 11:21ini akan mempengaruhi persepsi konsumen
- 11:24di kepalanya.
- 11:26Ya, mempengaruhi persepsi di kepalanya.
- 11:28Nah, di dalam model ini kita nyebutnya
- 11:30dengan buyer's black box.
- 11:33Tahu black box enggak teman-teman? Black
- 11:35box itu kotak hitam yang ada di pesawat
- 11:38terbang.
- 11:39Ya, kalau ada kecelakaan pesawat gitu
- 11:41kan.
- 11:42Kan yang dicari pertama kali kan black
- 11:43box-nya. Black box di pesawat itu
- 11:45merekam semua ucapan,
- 11:49semua perbincangan yang terjadi antara
- 11:51pilot dengan kopilot.
- 11:53Gitu ya.
- 11:54Jadi sebenarnya merekam si pesawat ini
- 11:56gimana sih perilakunya sebelum dia jatuh
- 12:00gitu kan.
- 12:01Gimana perilaku pesawatnya apakah
- 12:02jangan-jangan ada
- 12:04apa namanya mesinnya mati,
- 12:06atau ada
- 12:08bird strike, apa serangan burung atau
- 12:10apa. Nah, kita bisa tahu itu semua
- 12:12perilaku pesawat gara-gara black
- 12:14box-nya.
- 12:15Gitu kan, merekam semua di black
- 12:16box-nya.
- 12:17Sama kayak konsumen.
- 12:19Kita bisa tahu konsumennya kayak gimana
- 12:21sih orangnya, gimana sih perilakunya,
- 12:24apa sih yang dia suka, apa sih yang dia
- 12:26enggak suka,
- 12:27bagaimana sikap dia terhadap produk ini,
- 12:29bagaimana sikap dia terhadap harga ini.
- 12:31Nah, kita bisa tahu itu semua dari black
- 12:33box konsumen itu hanya bahasa kiasan ya,
- 12:35black box-nya adalah maksudnya adalah
- 12:37kepala konsumen. Ya, persepsi konsumen.
- 12:40Nah, black box-nya konsumen ini yang
- 12:43akan kita bahas ada dua,
- 12:44yaitu karakteristik pembeli
- 12:47dan bagaimana pembeli itu mem membuat
- 12:50keputusan pembelian.
- 12:53Ya, dua ini kita bahas.
- 12:55Nah, setelah
- 12:56konsumen ini
- 12:58kita pelajari black box-nya, kita
- 13:01pelajari persepsi di kepalanya,
- 13:03barulah mereka berperilaku.
- 13:06Barulah mereka bergerak ya, kan tadi
- 13:09cuma di kepala kan.
- 13:10Cuma di pikiran mereka, baru setelah di
- 13:12pikiran kan baru keluar ya kan.
- 13:14Keluar ke sikapnya, ya kan. Baru keluar
- 13:17ke perilakunya, perilaku itu apakah dia
- 13:19jadi beli apa enggak,
- 13:20ya kan.
- 13:22Kemudian juga tercermin juga dalam
- 13:23hubungannya dengan sebuah brand.
- 13:26Nah, inilah model dasar dari perilaku
- 13:28konsumen.
- 13:29Lingkungan,
- 13:31terus persepsi atau black box-nya dia,
- 13:33di kepalanya dia, kemudian baru
- 13:35responnya berupa sikap dan juga berupa
- 13:37perilaku. Nah, yang akan kita bahas
- 13:40[berdehem]
- 13:40pada topik kita di kelas online hari
- 13:44ini, itu kita akan fokus bahas di sini,
- 13:46teman-teman.
- 13:47Ya.
- 13:48Kita akan fokus bahas di buyer's black
- 13:50box-nya, kita akan fokus mempelajari
- 13:52persepsi konsumennya.
- 13:54Jadi, ini ini enggak kita bahas, ya.
- 13:56Ini juga enggak kita bahas karena sudah
- 13:57lewat.
- 13:58Oke.
- 13:59Sekarang kita ngomongin karakteristik
- 14:01pembeli.
- 14:03Nah, kalau kita ngomongin karakteristik
- 14:05pembeli, by the way, ini karakteristik
- 14:06yang kita bahas yang ini, ya.
- 14:08Nanti kita bahas ini dan nanti bahas
- 14:10yang ini. Ya, dua aja yang kita bahas di
- 14:11video kali ini.
- 14:13Untuk karakteristik pembeli,
- 14:15kita bisa tahu karakter dari seorang
- 14:17konsumen itu
- 14:19dari empat hal.
- 14:21Satu, dua, tiga, empat.
- 14:23Empat hal.
- 14:26Ya, kalau teman-teman entar punya
- 14:27punya usaha atau nanti mungkin kerja
- 14:30jadi manajer pemasaran, gitu ya.
- 14:33Anda pengin tahu nih bagaimana karakter
- 14:35konsumen.
- 14:36Cara mengetahuinya dari empat ini.
- 14:38Dilihat bagaimana culture-nya,
- 14:40budayanya,
- 14:42dilihat sosialnya, dilihat personalnya,
- 14:44dilihat psikologinya.
- 14:46Empat ini, teman-teman. Ki.
- 14:49Nah, kalau kita ngomongin culture, nanti
- 14:50ada namanya
- 14:51culture itu sendiri, budaya, ini
- 14:54umbrella besarnya atau payung besarnya.
- 14:57Entar turun ke bawahnya ada namanya
- 14:58subculture
- 15:00dan ada sosial class. Nanti kita bahas,
- 15:01ya.
- 15:02Nanti juga ada sosial,
- 15:04ada personal, ada juga psychological.
- 15:06Nanti akan saya break down, ya, one by
- 15:08one, insya Allah.
- 15:09Kita mulai dari culture dulu.
- 15:11Nah,
- 15:12ini faktor budaya atau faktor cultural
- 15:15ini yang membentuk
- 15:16karakter seorang konsumen paling dasar,
- 15:20culture. kita lihat.
- 15:22Ya, jadi kalau Anda mempertanyakan,
- 15:24"Kenapa sih orang enggak beli ini?
- 15:25Kenapa orang mau beli itu? Kenapa sih
- 15:27viral? Kenapa sih orang ini?" Ya, kan?
- 15:29Faktor paling pertama itu culture,
- 15:31budaya.
- 15:33Nah, pertanyaannya, budaya itu apa sih?
- 15:35What is a culture? Apa itu budaya?
- 15:38Budaya itu adalah sebuah sistem yang
- 15:41broad, sistem umum,
- 15:44sistem secara umum ya, sistem secara
- 15:45keseluruhan
- 15:47yang mencakup
- 15:50nilai-nilai yang dibagikan.
- 15:53Jadi, nilai-nilai yang dibagikan,
- 15:56kepercayaan-kepercayaan yang dibagikan,
- 15:59adat-istiadat, ya, custom itu
- 16:01adat-istiadat,
- 16:02bahasa dan perilaku, ya. Jadi,
- 16:07eh ketika satu negara
- 16:10itu membagikan atau mempraktekkan
- 16:13nilai-nilai yang sama,
- 16:15kepercayaan-kepercayaan
- 16:17yang sama,
- 16:18adat-istiadat yang sama, bahasa yang
- 16:21sama, perilaku yang sama,
- 16:24ini kita sebut dengan culture,
- 16:26budaya.
- 16:27Jadi, sesuatu itu dianggap sebagai
- 16:30sesuatu yang sudah membudaya
- 16:32ketika apa?
- 16:34Ketika nilai-nilai tadi dipraktekkan
- 16:36bersama.
- 16:38Gitu, ya. Ketika sebuah perilaku
- 16:40dipraktekkan bersama oleh semua orang
- 16:43atau majority orang di sebuah tempat,
- 16:46itu culture.
- 16:47Ketika bahasa yang dipakai itu semua
- 16:49sama,
- 16:50dipraktekkan nya bukan cuma satu, dua
- 16:52hari, bertahun-tahun, berturun-temurun,
- 16:55itu namanya culture,
- 16:57budaya.
- 16:59Makanya kita bisa bilang, "Ah, korupsi
- 17:01sudah membudaya di Indonesia."
- 17:04Maksudnya gimana? Maksudnya korupsi
- 17:06sudah dipraktekkan oleh banyak orang di
- 17:09Indonesia dari mulai sistem paling
- 17:11bawah,
- 17:13SD sampai kuliah, bahkan sampai jadi
- 17:16anggota DPR, ya, kan?
- 17:18Sudah
- 17:19tersistem, ya. Makanya disebut sebagai
- 17:21sistem.
- 17:22Ya, dari mulai ke bawah sampai atas itu
- 17:25membudaya. Makanya disebut dengan
- 17:27culture.
- 17:28Gitu, ya.
- 17:30Paham, ya, teman-teman, itu culture.
- 17:31Nah, ini kadang teman-teman susah
- 17:33dihapusnya.
- 17:35Karena sudah bicara adat istiadat, ya,
- 17:37sudah bertahun-tahun turun-temurun,
- 17:39susah dihapusnya.
- 17:41Di Saudi Arabia
- 17:43perempuannya memakai niqab.
- 17:45Ya, kan? Memakai niqab.
- 17:47Apakah
- 17:48culture tersebut
- 17:50apa terjadi dalam sehari semalam? Tidak,
- 17:52teman-teman, ya.
- 17:53Jadi
- 17:54prosesnya panjang. Kenapa orang-orang
- 17:56Saudi Arabia pakai niqab?
- 17:58Karena mereka meyakini value-nya.
- 18:02Mungkin pakai niqab kalau yang saya
- 18:03dengar, ya, dari Syekh eh siapa Ali
- 18:06Jum'ah, kalau saya enggak salah tadi
- 18:07ingat, ya.
- 18:08Di sana itu pakai niqab itu karena
- 18:09memang culture, budaya.
- 18:11Dan budaya itu terbentuk karena mereka
- 18:12meyakini, ya, ada value
- 18:15nilai-nilainya adalah karena kalau pakai
- 18:17culture itu sesuai dengan nilai agama
- 18:18Islam, pertama, ya, belief, ya.
- 18:21Itu mereka bisa melindungi dari apa
- 18:24namanya dari debu, ya, kan? Culture, ya.
- 18:27Nah, kalau dipakai di Indonesia mungkin
- 18:29enggak cocok, ya, karena mungkin di
- 18:31Indonesia enggak sedebu itu, enggak
- 18:33segersang itu, ya.
- 18:35Makanya ada yang bilang
- 18:37niqab itu culture. Even ulama-ulama
- 18:39Saudi Arabia juga menyampaikan bahwa
- 18:41niqab atau cadar itu adalah sunah, ya,
- 18:43tidak tidak wajib.
- 18:45Jadi culture, teman-teman, ya.
- 18:47Nah, di bawahnya culture itu ada
- 18:49subculture.
- 18:51Subculture ini adalah
- 18:53kelompok kecil, ya, yang turun dari
- 18:55culture itu sendiri.
- 18:57Kelompok kecil, ya.
- 18:59Jadi culture itu payung besarnya,
- 19:01turunnya ada ada namanya subculture.
- 19:05Dia sama-sama something, sama-sama
- 19:08sesuatu yang dipraktikkan secara
- 19:09bersama-sama oleh banyak orang, Tapi,
- 19:13orangnya ini enggak sebanyak
- 19:15yang dipraktikkan oleh culture.
- 19:17Kalau culture kan tadi
- 19:19luas banget ya, satu negara semuanya
- 19:21kayak gitu ya. Kayak bahasa. Kita pakai
- 19:23bahasa Indonesia, ya kan? Sama.
- 19:25Ya kan?
- 19:26Apalagi korupsi tadi kan? Hampir
- 19:28se-Indonesia mungkin teman-teman korupsi
- 19:29ya. Even orang-orang yang teriak anti
- 19:31korupsi pun korupsi mereka itu.
- 19:33Ya kan? Kayak kalian ini ya, mahasiswa
- 19:34kan?
- 19:35Sok-sokan anti korupsi, telat datang
- 19:37kelas, ya kan? Kalian kira itu bukan
- 19:39korupsi? Korupsi itu.
- 19:41Ya kan? Jadi memang sudah mem- mendarah
- 19:43daging.
- 19:44Itu culture tuh.
- 19:46Payung besarnya.
- 19:48Subculture tuh
- 19:50culture juga tapi yang dipraktikkan oleh
- 19:53segelintir orang, tapi dia sudah
- 19:56sudah berjalan
- 19:57apa namanya? Lama.
- 19:59Contohnya apa?
- 20:00Contohnya ketika dipraktikkan dalam
- 20:02sebuah etnik grup, dalam sebuah
- 20:05apa namanya? Etnis ya.
- 20:07Contohnya apa ya? Misalkan di Minang.
- 20:08Ada ya orang Minang di sini? Orang
- 20:10Padang, Sumatera Barat.
- 20:12Di Minang itu culture-nya beda.
- 20:15Culture dia kalau misalkan mau menikah,
- 20:18itu yang melamar itu perempuan. Iya
- 20:20enggak? Perempuan melamar ke laki-laki.
- 20:23Ini bukan rasis ya, ini fakta, iya kan
- 20:25sih? Benar ya yang yang orang Padang ya?
- 20:27Jadi, orang Padang perempuan yang
- 20:30melamar laki-laki. Kalau kita bicara
- 20:32keumuman, culture secara umum di
- 20:35Indonesia kan enggak ya? Laki melamar
- 20:37perempuan.
- 20:38Subculture di Minang
- 20:40perempuan melamar laki-laki. Ya itu
- 20:42subculture tuh, karena dipraktikkan
- 20:44bertahun-tahun, berturun-temurun, tapi
- 20:47oleh segelintir orang saja dalam sebuah
- 20:49etnik grup atau kelompok etnis.
- 20:52Ya. Atau juga ketika dipraktikkan oleh
- 20:54sebuah
- 20:55komunitas anime, gitu ya kan?
- 20:58Ya kan?
- 20:59Eh apa ya? Yang suka anime apa gitu kan?
- 21:02Dia mempraktikkan satu hal, satu
- 21:04perilaku secara turun-temurun dan itu di
- 21:07dianggap sebagai sesuatu yang bernilai
- 21:09oleh anggota komunitasnya.
- 21:11Saya enggak tahu karena saya bukan
- 21:12komunitas anime ya, mungkin ada kali.
- 21:16Apa kalau pakai cosplay-cosplay ya?
- 21:18Ya kan? Pakai cosplay adalah sebuah hal
- 21:21yang bagus karena menunjukkan seberapa
- 21:23cinta kita dengan anime itu mungkin ya.
- 21:26Ini subculture.
- 21:27Nah, di bawah subculture ada social
- 21:29class.
- 21:31Social class ini kelas sosial ya yang
- 21:33menentukan
- 21:34siapa yang paling terhormat dan paling
- 21:37enggak terhormat gitu ya. Mana yang
- 21:39kastanya paling rendah dan paling tinggi
- 21:42dalam sebuah culture, dalam sebuah
- 21:44budaya.
- 21:45Ya mungkin aja kalau kita ngomongin tadi
- 21:47niqab ya, kalau kita ngomongin niqab di
- 21:49Saudi Arabia misalkan.
- 21:52Sosi, kalau kita bicara social class ya,
- 21:54perempuan yang pakai niqab mungkin
- 21:56dianggap dalam sebuah culture di Saudi
- 21:58Arabia itu kelas tertinggi.
- 22:00Kelas paling piety, piety itu paling
- 22:02religious.
- 22:04Ya kan?
- 22:05Yang tidak pakai niqab,
- 22:07cewek-cewek yang enggak pakai niqab itu
- 22:08kelas yang paling lemah iman. Kayak gitu
- 22:10ya.
- 22:11Paham ya itu maksudnya begitu. Sama
- 22:13kayak tadi misalkan anime ya.
- 22:15Yang sukanya cosplay, cosplay-nya paling
- 22:18mirip, paling bagus, kelasnya itu paling
- 22:20tinggi, yang cosplay-nya paling rendah
- 22:22itu
- 22:23kelasnya paling bawah.
- 22:25Gitu ya teman-teman ini social class.
- 22:26Nanti kita akan bahas lagi ya. Nah,
- 22:28biasanya kalau kita ngomongin social
- 22:29class,
- 22:30ini akan mencakup ya
- 22:33pekerjaan, occupation.
- 22:36Mencakup income level, oke mencakup
- 22:39apa na, eh gaji, penghasilan, pendidikan
- 22:43tingginya, kesejahteraan dan
- 22:44macam-macam. Nanti kita akan bahas insya
- 22:46Allah. Baik.
- 22:48Contoh culture teman-teman.
- 22:50Nah, ini viral nih ya siapa yang mau
- 22:52makan kayak gini? Ya kan?
- 22:54Kalau kalian
- 22:56sekarang lihat video ini mungkin
- 22:58sok-sokan jijik ya kan ih jijik jijik ya
- 23:00kan. Kok kok pakai tangan diaduk-aduk
- 23:02gitu, kan?
- 23:04Nah, buat kita, mungkin kita jijik.
- 23:07Ya, kenapa? Karena kita mungkin enggak
- 23:08kebiasa, ya, atau mungkin kita
- 23:10mungkin karena kita rasis saja kali, ya.
- 23:13Iya, enggak, sih?
- 23:14Nah, bagi orang India
- 23:16yang kayak begini tuh enggak jijik,
- 23:18gitu, kan? Kenapa enggak jijik?
- 23:21Karena sudah dipraktikkan turun-temurun.
- 23:23Maka jadi culture tadi.
- 23:26Sudah dari kecil, sudah dari kakek
- 23:27buyutnya, mungkin dari apa cucu Nabi
- 23:30Adam kali, ya, yang turun ke India sudah
- 23:32kayak gitu kali, ya, kita enggak tahu.
- 23:34Sudah membudaya ngantuk-ngantuk gitu,
- 23:35kan.
- 23:36Bahkan pakai kakinya diinjak-injak gitu,
- 23:37ada saya lihat videonya itu, ya.
- 23:40Nah, kenapa? Kenapa mereka meyakini hal
- 23:42seperti ini itu enggak apa-apa?
- 23:45Ingat, kita kalau ngomongin culture tadi
- 23:46ada apa?
- 23:48Ada value, ya, ada nilai-nilai. Ada
- 23:50belief, ada kepercayaan. Nah,
- 23:53mereka menganggap
- 23:54begini-begini itu, ya, ada value-nya,
- 23:58ada kepercayaannya. Apa kepercayaannya?
- 24:01Mereka merasa, katanya, kalau kita
- 24:03langsung
- 24:04menyentuh makanan pakai tangan tanpa
- 24:07hand glove,
- 24:09itu, katanya, bisa
- 24:10meningkatkan koneksi dengan food-nya,
- 24:13dengan makanannya. Jadi, ada hubungan
- 24:14langsung,
- 24:16hubungan yang erat dengan makanannya.
- 24:17Meskipun dalam makanannya cair, ya, dia
- 24:18aduk pakai tangan, ya.
- 24:20Daki ini langsung
- 24:21nyampur itu, ya, ke makanannya itu, ya.
- 24:24Gitu, ya.
- 24:25Buat mereka itu bagus, ya, karena ada
- 24:28menyatu dengan makanan gitu, ya. Jadi,
- 24:29gitulah.
- 24:30Nah, itu bisa memperbaiki digestion,
- 24:32bisa memperbaiki pencernaan,
- 24:34katanya gitu. Ya, iya, langsung diare
- 24:36gitu.
- 24:37Nah, buat orang kita mungkin ini enggak
- 24:39cocok, ya.
- 24:40Tapi, sebenarnya kita juga kayak gitu
- 24:42juga, ya, sih, iya, enggak, sih? Coba
- 24:43kalau ke pasar tradisional, iya, enggak?
- 24:46Kita beli apa, kan, pedagangnya pakai
- 24:47tangan yang ngambilnya, kan, ya.
- 24:49Atau coba kalau yang ngelakuin kayak
- 24:50gini orang putih coba, orang Jepang, ya,
- 24:52orang kayaknya kita enggak bakal jijik,
- 24:54iya, enggak, sih? Iya, enggak, sih?
- 24:56Kita jijik karena kita rasis kayaknya
- 24:57ya.
- 24:58Seperti dia ya.
- 25:00Anyway, it is culture. Inilah budaya.
- 25:03And this is not
- 25:04my portion to judge, bukan porsi saya
- 25:06untuk men-judge ya, tapi ya itulah
- 25:08culture ya. Kita bicara dalam konteks
- 25:09akademik ya.
- 25:10Oke.
- 25:12Ini juga culture di Saudi Arabia,
- 25:14teman-teman. Jadi
- 25:16beberapa orang atau konsumen di Saudi,
- 25:19mereka tidak suka
- 25:21tidak suka untuk nabung atau naruh uang
- 25:24di bank.
- 25:2528%
- 25:26enggak suka nabung di bank.
- 25:29Banyak ya 20% ya. Kalau misalkan
- 25:31populasinya ada
- 25:3320 juta ya, Saudi itu 20 sampai 30 juta
- 25:35lah populasinya.
- 25:3628% berapa juta? Kan banyak ya, lumayan.
- 25:40Ini subculture berarti kan.
- 25:42Subculture karena kalau culture dia
- 25:44dipraktikkan oleh semua atau majority
- 25:46orang. Kalau subculture dia sebagian
- 25:48kecilnya saja.
- 25:50Nah, sebagian kecil orang Saudi, dia
- 25:52enggak suka nabung di bank.
- 25:54Banyak alasannya. Ada yang alasannya
- 25:56karena alasan religius, ya kan, karena
- 25:58riba mungkin.
- 26:00Karena enggak percaya sama bank dan
- 26:02alasan lainnya.
- 26:04Ini juga culture.
- 26:05Ya.
- 26:06Di Indonesia gimana?
- 26:08Enggak ya, di Indonesia kayaknya
- 26:10eh
- 26:11kayaknya even orang miskin sekalipun
- 26:13nabung di bank, bahkan ngutang sama bank
- 26:15tuh. Ya kan. Makanya banyak yang suka
- 26:18apa namanya, ditagih sama itu ya
- 26:21penagih utang gitu ya, orang miskin di
- 26:23kampung-kampung gitu.
- 26:25Makanya ini beda-beda culture antara
- 26:26kita dengan Saudi.
- 26:28Nah, kemudian
- 26:29kita masuk ke sosial, sosial group ya,
- 26:32atau sosial faktor gitu.
- 26:34Nah, kalau kita ngomongin sosial, itu
- 26:36berarti
- 26:38perilaku konsumen itu dipengaruhi oleh
- 26:42[mendengus]
- 26:42siapa orang-orang yang berada di
- 26:45sekitarnya dia.
- 26:47Gitu kan ya, sosial tuh.
- 26:49Nah, kalau kita bicara orang-orang yang
- 26:50ada di sekitar dia
- 26:53atau orang-orang yang mempengaruhi dia
- 26:55kita bicara
- 26:57subbab yang pertama yaitu kelompok
- 26:59referensi
- 27:01reference group kelompok yang menjadi
- 27:03yang menjadi panutan dia
- 27:06ya
- 27:07kelompok yang dia ikuti gitu ya, siapa
- 27:09yang dia ikuti ya siapa influencer yang
- 27:12dia
- 27:13terpengaruh
- 27:14padanya
- 27:16ini masuk ke faktor sosial contoh ini
- 27:19ini ustaz ya yang terkenal di YouTube
- 27:21namanya Ustaz Khalid Basalamah saya
- 27:22yakin Anda tahu ya
- 27:25oke beliau punya jamaah kan
- 27:28iya kan saya yakin beliau mempengaruhi
- 27:29jamaahnya untuk berperilaku
- 27:32ada orang yang hijrah misalkan
- 27:35orang hijrah yang mungkin yang tidak mau
- 27:38nabung di bank konvensional
- 27:40coba tanya ke orang-orang yang seperti
- 27:42itu yang enggak mau nabung di bank
- 27:43konvensional kenapa sih enggak mau
- 27:44nabung di bank konvensional
- 27:47pasti karena takut riba misalkan ya
- 27:50kenapa kok bisa takut riba siapa siapa
- 27:52yang pertama kali bilang itu ke dia
- 27:55pasti kan ada ustaznya ya kan
- 27:56dia terpengaruh dari dari ucapan
- 27:59ustaznya
- 28:00ya inilah reference group
- 28:02atau mungkin terpengaruh dengan
- 28:03jamaahnya jamaahnya satu community itu
- 28:05dia tidak mau semuanya pakai
- 28:08bank konvensional kalau mereka nabung di
- 28:10bank konvensional maka akan diasingkan
- 28:12atau dianggap beriman lemah sama
- 28:15kelompoknya let's say kayak gitu ya
- 28:17inilah reference group teman-teman
- 28:20reference group
- 28:21ada mungkin jamaahnya Ustaz Abdul Somad
- 28:24Ustaz Adi Hidayat ya kan ya
- 28:26masing-masing punya
- 28:28perilaku yang berbeda-beda
- 28:30iya kan jamaahnya Ustaz Abdul Somad
- 28:32mungkin melakukan amalan atau perilaku
- 28:34tertentu yang enggak dilakukan oleh
- 28:36jamaahnya Ustaz Adi Hidayat
- 28:38enggak usah bicara persen dah bicara
- 28:40bicara ini aja deh NU dan Muhammadiyah
- 28:43iya kan ya orang NU
- 28:45kalau lebaran pasti ngikutin pemerintah.
- 28:50Gitu kan.
- 28:51Ada orang NU yang lebarannya sendirian
- 28:53dianggap sesat. Iya enggak?
- 28:55Sehingga perilakunya orang yang NU
- 28:57tergantung dari
- 28:59ya apa apa gimana gimana masyarakat
- 29:01umum. Gimana
- 29:03eee
- 29:04pemerintahnya.
- 29:06Muhammadiyah beda.
- 29:08Muhammadiyah itu lebarannya tergantung
- 29:09dari bukan dari pemerintah tapi
- 29:11tergantung dari penanggalan versi
- 29:12mereka.
- 29:14Sehingga warga Muhammadiyah perilakunya
- 29:17itu berbeda dengan warga NU atau warga
- 29:20yang selain Muhammadiyah dalam konteks
- 29:22berlebaran atau berhari raya.
- 29:24Orang Muhammadiyah perilakunya akan
- 29:25ngikuti grupnya dia.
- 29:28Iya kan ngikuti kelompoknya dia. Lebaran
- 29:30ikut kalendernya Muhammadiyah. Mereka
- 29:31pakai kalender global ya.
- 29:33Muhammadiyah itu.
- 29:35Anyway saya enggak bicara
- 29:36enggak bicara mana yang benar mana yang
- 29:38salah. Ini saya bicara faktanya aja
- 29:39untuk menggambarkan
- 29:41itulah perilaku yang dipengaruhi oleh
- 29:44kelompok
- 29:45ya sosial tadi.
- 29:47Oke ya.
- 29:49Nah ini juga
- 29:50family juga masuk sosial.
- 29:53Selain community yang kita bergabung di
- 29:55dalamnya atau
- 29:57organisasi yang kita bergabung di
- 29:58dalamnya
- 29:59yang mempengaruhi perilaku kita
- 30:01keluarga juga mempengaruhi bagaimana
- 30:03kita berperilaku.
- 30:05Ya saya nih.
- 30:07Saya ya
- 30:08dengan anak istri saya
- 30:10perilaku saya ketika membeli sesuatu
- 30:14sekarang itu udah
- 30:16udah enggak didorong oleh apa yang saya
- 30:18pengen lagi teman-teman.
- 30:20Ya.
- 30:21Perilaku saya ketika beli sesuatu
- 30:23sekarang udah terdorong dari apa yang
- 30:25dipengen oleh keluarga saya.
- 30:28Iya enggak?
- 30:29Kalau saya masih single nih
- 30:30kalau saya masih single saya punya duit
- 30:32saya mungkin akan beli PlayStation. Nah
- 30:34iya enggak?
- 30:35Beli motor iya kan CB. Itu yang di
- 30:38kepala saya ya dulu ketika saya masih
- 30:40rock and roll ya.
- 30:41Saya akan keliling dunia, uangnya saya
- 30:43habisin buat
- 30:44keliling dunia, ya kan? Mungkin cari
- 30:46pacar-pacar di
- 30:48belahan dunia mana pun, ya.
- 30:50Itu perilaku saya ketika single, mungkin
- 30:51di kepala saya.
- 30:54Sekarang karena saya sudah berkeluarga,
- 30:55sudah punya istri, anak,
- 30:57apa yang saya beli itu enggak lagi
- 30:59begitu, enggak lagi yang ada di bayangan
- 31:01saya gitu.
- 31:02Saya akan menghabiskan uang saya
- 31:04mungkin buat pendidikan anak-anak saya.
- 31:06Ya, kan?
- 31:07Mungkin mungkin juga saya akan beli
- 31:09barang-barang tergantung dari
- 31:12apa yang disetujui oleh istri saya.
- 31:15Ya, kan? Nah, ini buat yang yang
- 31:17laki-laki nih, hati-hati, ya.
- 31:18Nanti kalau nikah, hilang sudah hilang
- 31:21sudah kemerdekaan Anda.
- 31:24Direnggut sudah oleh oleh istri Anda
- 31:26nanti, ya.
- 31:27Ini bukti apa? Fakta. Di Amerika,
- 31:30contohnya.
- 31:31Data menunjukkan di Amerika bahwa istri
- 31:34itu menjadi
- 31:37agen pembelian utama
- 31:39dalam sebuah keluarga.
- 31:42Jadi, semua pembelian itu tergantung
- 31:44istri.
- 31:45Dalam keluarga di Amerika loh, Amerika
- 31:47loh, ya.
- 31:48Terutama dalam konteks membeli makanan.
- 31:50Jadi, si suami itu ngikut istri.
- 31:52Istrinya mau apa, oke.
- 31:54Dalam konteks beli rumah atau
- 31:56barang-barang dalam rumah,
- 31:58istri yang menentukan. Mau beli sofa
- 32:01apa, apa, bahkan mau beli rumah kayak
- 32:03mana itu istri yang menentukan. Dan juga
- 32:05pakaian.
- 32:06Even pakaian suami pun juga istri yang
- 32:08nentuin.
- 32:09Di Amerika loh.
- 32:10Dan saya yakin di Indonesia pun juga
- 32:11begitu, sama, ya. Soalnya saya pribadi
- 32:13kan
- 32:14suami, ya. Saya merasa iya juga, ya. Gue
- 32:16gue gitu juga nih.
- 32:18Nah, woman,
- 32:20perempuan ini mempengaruhi 65% ini data
- 32:22menunjukkan.
- 32:23Pembelian mobil baru itu perempuan yang
- 32:25yang yang
- 32:27ngambil apa namanya? Punya power, ya.
- 32:31Beli rumah 91% itu perempuan yang yang
- 32:34menentukan rumah kayak gimananya.
- 32:37Dan 92%
- 32:39untuk travel ya, kalau pengen liburan
- 32:41tuh perempuan juga yang menentukan mau
- 32:42liburan ke mana.
- 32:44Makanya
- 32:45buat laki-laki
- 32:47sebelum kemerdekaan Anda terenggut ya,
- 32:49nikmatilah nikmatilah gitu ya, mumpung
- 32:52masih single nih, nikmatilah. Nanti
- 32:54kalau sudah menikah hilang sudah ya.
- 32:57Tapi teman-teman meskipun nanti
- 32:59Anda
- 33:00apa melakukan atau membeli sesuatu
- 33:02karena istri Anda karena anak-anak Anda
- 33:06meskipun Anda merasa tidak merdeka ya,
- 33:08hilang sudah kemerdekaan Anda
- 33:11tapi
- 33:12kalau saya pribadi ya
- 33:13saya merasa bahagia.
- 33:15Gitu ya. Enggak tahu kenapa, saya merasa
- 33:17bahagia meskipun saya tidak bisa beli
- 33:19something untuk kebutuhan saya pribadi,
- 33:21saya merasa
- 33:23I'm happy.
- 33:24Karena saya bisa berkorban because I can
- 33:26sacrifice myself to my family.
- 33:29Nanti mungkin Anda akan ngerti kenapa
- 33:32kok bisa bahagia.
- 33:33Gitu ya.
- 33:34Baik.
- 33:35Berikutnya ada roles and status. Peran
- 33:38dan status ya, ini juga masalah sosial.
- 33:41Peran roles, apa itu roles? Roles itu
- 33:43adalah peran ya, peran itu maksudnya
- 33:44adalah
- 33:45em kegiatan konsumen
- 33:50sesuai dengan apa namanya orang-orang
- 33:52yang ada di sekitar dia, itulah peran.
- 33:55Misalkan a mother
- 33:57peran sebagai seorang
- 33:59ibu, peran sebagai seorang manajer
- 34:01peran sebagai seorang teenager, sebagai
- 34:04seorang Gen Z, sebagai seorang anak
- 34:06muda.
- 34:07Ya.
- 34:07Setiap peran ini
- 34:10pasti punya
- 34:11apa namanya status.
- 34:14Peran ibu nanti ada statusnya apa?
- 34:16Seorang ibu, iya kan ya.
- 34:18Manajer
- 34:21perannya manajer dia juga nempel dengan
- 34:23status sebagai manajer yang high class.
- 34:26Pemuda
- 34:28sebagai status sebagai anak muda yang
- 34:29yang yang yang friendly yang yang apa
- 34:32namanya, cheerful.
- 34:34Iya kan ya. Nah, setiap peran
- 34:37ini beda-beda perilakunya.
- 34:39Beda-beda apa yang dia beli, benar
- 34:41enggak?
- 34:41Ibu kalau Anda jadi ibu, pasti akan beli
- 34:44something yang selayaknya seorang ibu.
- 34:48Iya kan?
- 34:49Nah, itulah.
- 34:50Ketika Anda berperan sebagai ibu dan dan
- 34:52berperan sebagai manajer, beda.
- 34:55Manajer akan belinya sesuatu yang
- 34:57selayaknya seorang manajer, beli jas.
- 35:00Iya, mungkin beli laptop yang
- 35:01profesional, iya kan?
- 35:03Kalau Anda berperan sebagai seorang
- 35:05teenager, sebagai anak muda, pasti
- 35:07belinya something yang itu sesuai dengan
- 35:08anak muda.
- 35:10Iya enggak sih? Fomo, apa yang lagi
- 35:12viral, [berdehem] iya kan?
- 35:13Kayak gitu ya teman-teman. Jadi, peran
- 35:15berbeda
- 35:16berbeda juga perilakunya.
- 35:18[berdehem]
- 35:19Iya, makanya dalam sebuah penelitian tuh
- 35:21kadang kita menyebutkan
- 35:24eh, apa namanya, misalkan ya
- 35:26perilaku beli eh,
- 35:28mobil listrik di antara Gen Z, iya kan?
- 35:31Atau membandingkan Gen Z dengan
- 35:33milenial.
- 35:35Atau membandingkan
- 35:36mahasiswa dengan pekerja. [berdehem]
- 35:39Nah, itu peran tuh.
- 35:40Karena beda-beda peran, beda juga
- 35:43perilakunya. Iya, nanti kalau Anda ambil
- 35:46penelitian, TA ambilnya marketing
- 35:49nanti Anda akan paham. Iya, ini bisa
- 35:50dijadikan sebuah penelitian.
- 35:52Berikutnya age and life cycle. Usia juga
- 35:55mempengaruhi perilaku ya, teman-teman
- 35:57ya.
- 35:58Ketika Anda masih jadi bocah, baby
- 36:00seperti ini, kan
- 36:02sukanya kan mungkin
- 36:04makanannya makanan lembut, iya kan?
- 36:06Dikasih jengkol kan enggak mungkin ya.
- 36:09Jengkol ketika Anda sudah segini nih,
- 36:11iya kan? Atau mungkin segini nih, iya
- 36:12kan? Mungkin sukanya jengkol.
- 36:14Seusia ini kan belum suka main PS, iya
- 36:16kan? Belum bisa megangnya, iya kan? PS
- 36:18mungkin ketika usia segini atau segini
- 36:20ya, atau mungkin sampai tua juga main
- 36:21PS. Kayak saya, saya
- 36:22meskipun saya sudah jarang main PS, tapi
- 36:24saya masih suka main PS. Kalau saya ada
- 36:25PS tuh pengin main, misalnya gitu ya.
- 36:28Nah, sehingga berbeda
- 36:30life cycle,
- 36:32maka berbeda juga perilakunya.
- 36:35Baik.
- 36:35Berikutnya occupation. Occupation ini
- 36:37pekerjaan.
- 36:39Pekerjaan juga menentukan
- 36:41perilaku konsumen.
- 36:44Nah, ini ada yang menarik ya.
- 36:46Ehm,
- 36:47blue collar workers,
- 36:49pekerja
- 36:50eee
- 36:51pekerja yang itu pekerja kasar,
- 36:55ya, [berdehem] blue collar pekerja
- 36:55kasar,
- 36:57cenderung atau pekerja pekerja menengah
- 36:59ke bawah ya,
- 37:00cenderung pakai pakaian-pakaian yang
- 37:02sok-sokan pakai jas, ya, pakai dasi.
- 37:06Nah, kalau kita ketemu orang yang dia
- 37:08pakai jas, pakai dasi gitu ya,
- 37:11itu tandanya itu dia tuh
- 37:13apa ya?
- 37:14Belum orang kaya gitu.
- 37:16Belum orang kaya.
- 37:18Masih miskin, tapi yang kepengen
- 37:19sok-sokan kayak orang kaya gitu.
- 37:22Nih, coba ya cek-cek aja kalau sales kan
- 37:24biasa pakai jas ya.
- 37:26Itu belum belum belum kaya bener itu.
- 37:28Kalau orang udah kaya bener, yang udah
- 37:30beneran kaya, dia udah enggak lagi
- 37:31peduli
- 37:33validasi orang. Enggak peduli lagi
- 37:34penampilannya yang pakai jas. Pakai aja
- 37:36kaos oblong kayak gini ya.
- 37:38Iya enggak?
- 37:38Nih, si Elon Musk ini ketemu Jokowi,
- 37:41presiden loh, ya, dulu ya,
- 37:44pakai kaos oblong gini ya. Enggak peduli
- 37:45dia. Ya, orang kaya, iya kan?
- 37:48Kalau mungkin mungkin Jokowi yang pengen
- 37:50ketemu dia, iya kan? Iya enggak? Karena
- 37:52udah kaya.
- 37:53Mark Zuckerberg yang punya Meta,
- 37:55Facebook, dia kayak gini, oblogan aja
- 37:57gitu ya.
- 37:59Nah, ini ini juga pekerjaan tuh
- 38:00mempengaruhi perilaku.
- 38:03Berikutnya,
- 38:04ya, ini tadi kita ngomongin ini udah
- 38:06ngomongin ini ya,
- 38:08personal ya, tadi
- 38:10ini sosial tadi udah lewat ya di sini.
- 38:12Ya, ini tadi personal ya, teman-teman
- 38:13ya, masalah faktor personal ya, age and
- 38:15life cycle.
- 38:16Ini juga
- 38:18personal ya, eee pekerjaan.
- 38:20Ini juga lagi-lagi ngomongin personal,
- 38:22yaitu keadaan ekonomi, itu riil.
- 38:24Perilaku konsumen secara
- 38:28umum dipengaruhi oleh faktor personal,
- 38:30ya, faktor diri dia sendiri.
- 38:33Dan faktor personal, faktor individunya,
- 38:36itu juga bergantung dari keadaan
- 38:38ekonominya dia.
- 38:40Ya, keadaan ekonomi dia.
- 38:43Jelas ya ini masuk akal ya, kalau dia
- 38:44enggak punya uang ya, dia enggak beli
- 38:46gitu kan ya, bahasa kasarnya gitu. Kalau
- 38:48punya uang ya beli.
- 38:50Nah, ini terjadi, saya belajar banyak
- 38:51karena saya
- 38:53eee jualan martabak, ya.
- 38:55Jadi, Anda beruntung ya
- 38:58apa dosennya itu punya banyak insight
- 39:00sebagai seorang pedagang, sebagai
- 39:02seorang praktisi pernah
- 39:04eee sebagai dosen juga.
- 39:07Saya belajar kalau teori saya sudah
- 39:08sudah kenyang ya. Sebagai seorang
- 39:11pedagang, saya belajar ini, satu hal.
- 39:14Fenomena bulan apit. Apa itu?
- 39:17Bulan apit, mungkin ada yang pernah tahu
- 39:19ya.
- 39:21Saya pas jualan martabak, teman-teman,
- 39:23saya kadang suka heran.
- 39:25Kenapa di di hari-hari tertentu atau di
- 39:28bulan-bulan tertentu
- 39:30kok sepi banget yang beli?
- 39:32Enggak ada yang beli ya.
- 39:34Padahal saya sudah promo gitu kan, kalau
- 39:36bicara teori ya, sudah promo kok. Sudah
- 39:39ini kok, sudah ini kok, teorinya sudah
- 39:40kenyang nih, sudah dikerjakan, tapi kok
- 39:42enggak ada yang beli atau sepi, ya.
- 39:44Kenapa ya? Nah, inilah yang enggak
- 39:46dipelajari di dalam buku, dalam teori.
- 39:50Kita mempelajari namanya bulan apit. Apa
- 39:52itu bulan apit gitu?
- 39:53Bulan apit itu adalah suatu momen
- 39:57ketika
- 39:59konsumen itu lebih mengutamakan
- 40:02beli-beli barang-barang lebih esensial,
- 40:05yang lebih penting
- 40:06dibandingkan barang-barang yang tidak
- 40:08penting.
- 40:09Contohnya di bulan-bulan
- 40:11eee apa ya, saya lupa di bulan-bulan
- 40:13Juni kalau enggak salah ya, Mei, Juni
- 40:14gitu,
- 40:15itu turun
- 40:16penjualan, teman-teman.
- 40:18Apalagi kalau pasarnya ini ya, pasarnya
- 40:20adalah pasar anak-anak dan pasar orang
- 40:22tua.
- 40:23Turun. Kenapa? Karena orang tua uangnya
- 40:26itu dipakai buat masuk
- 40:29naik kelas ya, anak-anaknya.
- 40:31Iya kan? Masuk sekolah baru, apa?
- 40:33Semester baru anak-anaknya.
- 40:35Loh, emang apa hubungannya, Pak?
- 40:37Teman-teman, ketika semester baru kan
- 40:39biasanya kan beli buku baru, iya kan?
- 40:41Sepatu baru, iya enggak sih? Tas baru,
- 40:44itu kan perlu duit. Iya kan?
- 40:46Nah, uangnya habis buat di situ,
- 40:47teman-teman.
- 40:49Bahkan ada yang mungkin yang liburan,
- 40:50iya kan? Uang habis buat liburan.
- 40:52Sehingga pembelian barang-barang yang
- 40:54tidak begitu esensial kayak beli
- 40:56martabak saya
- 40:57beli macca, iya kan?
- 40:58Mungkin enggak esensial.
- 41:00Yang lebih penting ya beli buat tadi
- 41:02buku baru, baju baru. Kalau pengen makan
- 41:04ya beli nasi, gitu kan ya?
- 41:06Nah, ini bulan apit. Kenapa kemudian di
- 41:08bulan-bulan tertentu sepi? Karena itu,
- 41:11bulan apit tadi.
- 41:12Iya?
- 41:13Baik, paham ya?
- 41:15Nah, berikutnya juga ini masalah
- 41:16personal juga, lifestyle.
- 41:19Iya. Orang itu beli enggak beli konsumen
- 41:22itu beli enggak beli, perilakunya mereka
- 41:23tergantung lifestyle.
- 41:27Hedon enggak? Gitu kan? Dia orang have
- 41:29apa tidak, iya kan?
- 41:31Kalau hedon, hedon biasanya dia beli aja
- 41:34meskipun dia enggak pengen dia beli aja
- 41:36udah, iya kan? FOMO biar dianggap
- 41:38orang have, iya enggak sih?
- 41:40Dan lifestyle juga tergantung dari dia
- 41:42punya uang enggak enggak?
- 41:44Iya kan? Nah, ini ini.
- 41:45Orang Al Azhar, saya kaget juga ya waktu
- 41:47saya lihat ini di TikTok nih. Coba deh
- 41:49kalau enggak percaya, cek di TikTok ya.
- 41:50Jajan uang Al Azhar, jajan siswa Al
- 41:53Azhar, coba cek ya.
- 41:55Sebulan 6 juta, iya kan?
- 41:57Gedean gaji gedean uang mereka dibanding
- 41:59gaji saya, iya gaji saya cuma berapa,
- 42:00iya kan?
- 42:02Berarti bapaknya berapa gajinya kalau
- 42:03dia bisa ngasih uang segitu, iya?
- 42:06Tapi saya yakin Anda juga kayaknya uang
- 42:08jajan segitu ya, iya enggak sih? Saya
- 42:09sempat nanya di kelas soalnya.
- 42:11Di kelas katanya, "Siapa yang saya
- 42:13tanyakan, siapa yang
- 42:15uang jajan nya 6 juta?" Ada yang
- 42:17ngacung, buset. Benar berarti ya.
- 42:19Dan yang ngacung-ngacung itu biasanya
- 42:21orang-orang luar Jawa, iya enggak? Yang
- 42:23orang-orang Kalimantan, Sumatera ya.
- 42:25Segini biasanya nih uang jajan nya nih.
- 42:27Orang have itu, orang have ya.
- 42:29Oke ya.
- 42:31Berikutnya,
- 42:32personality dan self konsep ini masuk
- 42:34juga personal faktor.
- 42:37Personality ya, apa ya arti-arti apa
- 42:39namanya? Karakteristik dari dari
- 42:41konsumennya.
- 42:42Ada konsumen yang mungkin ekstrovert,
- 42:45introvert.
- 42:46Orang ekstrovert belinya apa, orang
- 42:48introvert belinya apa ya, gitu.
- 42:51Apa lagi? Karakteristik yang orang yang
- 42:53pemalu, orang yang suka pamer ya.
- 42:57Orang yang
- 42:59apa namanya? Pemalu ya kan.
- 43:01Nah, semua karakter itu menentukan dia
- 43:03beli apa.
- 43:05Orang yang sukanya itu apa?
- 43:08Hidup hemat. Karakter itu karakter yang
- 43:11pelit misalkan ya.
- 43:13Dia pastikan menahan-nahan beli atau
- 43:14beli itu ya barang-barang murah ya.
- 43:16Kalau istilah Gen Z itu namanya frugal
- 43:19living. Frugal itu ketika hidupnya itu
- 43:22ngirit ya, pelit ya, enggak mau banget
- 43:25keluar.
- 43:25Makan nasi pakai garam ya supaya ngirit,
- 43:27gitu-gitu frugal nih, frugal living.
- 43:30Oke.
- 43:32Berikutnya psikologi psychological
- 43:33factor, faktor psikologi.
- 43:36Nah, kalau kita ngomongin faktor
- 43:37psikologi yang pertama itu kita akan
- 43:39bicara motivasi teman-teman.
- 43:41Perilaku konsumen itu
- 43:44tergantung atau dipengaruhi oleh
- 43:46motivasi masing-masing konsumen.
- 43:49Apa sih motivasi? Motivasi itu adalah
- 43:51sesuatu yang mendorong dari dalam, itu
- 43:53motivasi itu.
- 43:55Something yang drive,
- 43:57yang mendorong ya, yang force,
- 43:59yang push ya, yang mendorong dari dalam.
- 44:02Kadang kita enggak bisa paham kenapa gua
- 44:04pengen beli ini.
- 44:05Kan, kenapa aku termotivasi pengen beli
- 44:07itu? Kenapa aku termotivasi pengen
- 44:09memboikot?
- 44:11Kenapa aku termotivasi pengen nikahin
- 44:13dia, iya kan?
- 44:14Kadang kita kan
- 44:15enggak ngerti, iya enggak tahu pokoknya
- 44:17kepengen aja, iya enggak sih? Iya kan?
- 44:19Itulah motivasi, teman-teman. Something
- 44:20yang mendorong dari dalam.
- 44:23Kadang kita juga mempertanyakan
- 44:25perilaku orang, iya enggak sih?
- 44:27[berdehem]
- 44:27Contoh yang paling simpel ya.
- 44:29Ih, kenapa sih dia kok mau nikah sama
- 44:31dia? Dia kan jelek, contoh ya, contoh.
- 44:34Kenapa sih dia kok mau dia kan jelek,
- 44:35dia kan miskin, iya kan?
- 44:37Kita kadang enggak bisa paham karena
- 44:38motivasi orang beda-beda.
- 44:40Iya kan? Mungkin buat kita orang itu
- 44:43jelek, iya kan? Buat dia mungkin cantik,
- 44:45iya kan? Atau ganteng.
- 44:47Mungkin
- 44:48buat kita dia nikahin orang itu karena
- 44:52enggak make sense, iya kan? Tapi buat
- 44:53dia mungkin make sense karena orang
- 44:54jelek tapi kaya, contoh.
- 44:57Iya kan? Itu motivasi, teman-teman.
- 44:59Iya. Nih, contohnya nih.
- 45:01Ini orang tua, teman-teman.
- 45:03Dia membeli mobil mewah
- 45:06bukan karena dia pengen validasi.
- 45:10Bukan karena apa-apa, tapi motivasi dia
- 45:13adalah karena dia kepengen merasa muda
- 45:15lagi.
- 45:16Iya kan? Beda kan?
- 45:17Enggak kebayang kan? Iya kan?
- 45:19Enggak terprediksi loh.
- 45:21Kirain supaya biar keren, kirain supaya
- 45:24biar dapat validasi, ternyata hanya
- 45:26kepengen
- 45:28merasa muda lagi.
- 45:30Iya, orang kaya, iya orang have ya.
- 45:32Bisa beli duit, bisa beli karena punya
- 45:34duit. Iya kan? Gitu itu namanya
- 45:36motivasi, teman-teman.
- 45:38Nah, kalau kita ngomongin motivasi, ini
- 45:40ada teorinya.
- 45:42Teori yang terkenal, teorinya Maslow.
- 45:45Mungkin sudah pernah belajar ya di kelas
- 45:46yang lain.
- 45:47Nah, kalau kata Maslow, seseorang itu
- 45:49berperilaku
- 45:51tergantung apa yang membuat apa yang
- 45:54memotivasi dia.
- 45:56Dan motivasi itu tergantung dari
- 45:58kebutuhannya, gitu kata Maslow.
- 46:01Dan kebutuhan orang itu berbeda-beda,
- 46:03berjenjang-jenjang dari mulai paling
- 46:06dasar sampai paling tinggi. Ini kata
- 46:08Maslow.
- 46:09Meskipun ada kritiknya, cuma kita enggak
- 46:12bahas kritiknya ya. Nanti akan jadi
- 46:13panjang lebar. Kita ngomongin secara
- 46:15umum aja. Secara umum apa itu Maslow?
- 46:17Maslow bilang,
- 46:19seseorang termotivasi, let's say
- 46:21termotivasi kerja lah ya.
- 46:23Termotivasi kerja atau termotivasi
- 46:25melakukan melakukan sesuatu, pasti
- 46:27motivasi awalnya adalah karena untuk
- 46:29memenuhi
- 46:31fisiologi, bukan psikologi, fisiologi.
- 46:35Fisiologi itu adalah kebutuhan untuk
- 46:37makan,
- 46:38kebutuhan untuk minum,
- 46:40iya kan?
- 46:41Kita kerja,
- 46:42iya kan? Untuk apa?
- 46:44Supaya bisa makan, iya.
- 46:46Tadi ada perempuan yang mau dinikahin
- 46:49sama laki-laki jelek.
- 46:52Kenapa dia mau? Pasti karena
- 46:53laki-lakinya kaya. Kenapa kok dia mau
- 46:55nikah sama laki-laki kaya yang jelek?
- 46:57Karena kan dia butuh makan,
- 46:58iya kan? Dia butuh pengen makan enak,
- 47:00iya kan? Pengen, iya enggak? Kalau nikah
- 47:02sama laki-laki ganteng yang kere, iya
- 47:04kan? Enggak bisa makan, iya. Orang
- 47:06enggak termotivasi dong.
- 47:07Paham ya?
- 47:08Jadi motivasi paling pertama itu ya dia
- 47:10pengen makan dan pengen minum.
- 47:12Gitu ya. Makan minum ini motivasi paling
- 47:13pertama.
- 47:14Mungkin ini juga yang mendorong kenapa
- 47:16Pak Prabowo bikin MBG loh.
- 47:18Ya mungkin jadi dia mungkin pakai teori
- 47:19Maslow.
- 47:21Ya kalau kata Prabowo sih,
- 47:23motivasi orang supaya mau belajar itu ya
- 47:26harus kenyang dulu.
- 47:27Kalau enggak kenyang gimana orang bisa
- 47:29belajar? Gitu ya. Itu kata-kata Pak
- 47:30Prabowo dan saya
- 47:32merasa itu apa namanya?
- 47:35Pikiran yang bagus ya. Mungkin saya
- 47:37enggak beda, saya ngerasa itu pikiran
- 47:38bagus. Ini pendidikan apa sebuah
- 47:40paradigma bagus karena kita selama ini
- 47:42berpikir pendidikan itu cuma sekolah,
- 47:44ngeles kan?
- 47:46Padahal ada hal yang lebih esensial yang
- 47:47itu harus menjadi bagian dari
- 47:49pendidikan. Yaitu apa? Makanan
- 47:51makanannya.
- 47:52Kalau makanannya enggak berkualitas,
- 47:53kalau dia lapar, mungkin enggak akan
- 47:55jalan itu pendidikan.
- 47:56Ya ini teorinya ini nih, teori Maslow
- 47:58teman-teman.
- 47:59Ya Yang kedua, setelah ini terpenuhi,
- 48:02kalau sudah kenyang nih,
- 48:04orang akan termotivasi melakukan hal
- 48:06yang di atasnya,
- 48:07yaitu untuk dapat perlindungan,
- 48:10keamanan.
- 48:12Sudah kenyang, pasti cari keamanan.
- 48:15Anda nih kerja, sudah punya gaji
- 48:16misalkan sebulan 1,5 juta.
- 48:19Sudah bisa memenuhi,
- 48:21iya kan?
- 48:23Apa namanya, kehidupan sehari-hari bisa
- 48:25makan.
- 48:26Setelah itu kan pasti ada pengen cari
- 48:27lebih kan?
- 48:29Pengen cari aman kan? Aman berarti
- 48:30mungkin kalau sekarang kerjanya masih
- 48:32kontrak,
- 48:33next step-nya Anda pengen cari kerjaan
- 48:35tetap, biar aman, biar enggak dipecat,
- 48:37tetap.
- 48:39Next step-nya Anda pengen cari gaji yang
- 48:40lebih gede, biar bisa beli rumah,
- 48:43rumah sendiri, enggak ngontrak, berarti
- 48:44aman, iya kan? Biar enggak di
- 48:46depak-depak sama pemilik kontrakan,
- 48:48contoh, iya.
- 48:50Setelah ini terpenuhi, baru berikutnya,
- 48:52kebutuhan untuk sosial, kebutuhan
- 48:55untuk dapat teman, kebutuhan untuk
- 48:58nikah, iya kan?
- 49:00Punya pasangan, iya kan?
- 49:02Bisa mencintai seseorang, ini kebutuhan
- 49:04ketiga kalau kata Maslow.
- 49:07Jadi makan dulu, kedua,
- 49:09selamat dulu, iya, punya rumah dulu,
- 49:12punya pekerjaan tetap dulu, baru setelah
- 49:13itu, setelah punya rumah, punya
- 49:15pekerjaan, baru dia nikah,
- 49:16iya kan?
- 49:18Baru dia ini nikah, karena enggak
- 49:19mungkin kalau orang, kalau katanya
- 49:20Maslow ya, enggak mungkin orang nikah
- 49:22dulu kalau belum punya pekerjaan. Nah,
- 49:24ini makanya salah satu kritiknya ya.
- 49:26Di beberapa budaya, enggak gitu juga ya,
- 49:28kayak di Indonesia kan enggak, kadang
- 49:29orang nikah dulu baru kemudian dipikir
- 49:31bareng-bareng,
- 49:33dipikir bareng-bareng gimana cara beli
- 49:34rumahnya gitu ya.
- 49:35Kalau kata Maslow enggak, beli rumah
- 49:36dulu baru nikah,
- 49:38iya kan?
- 49:38Terus esteem needs,
- 49:40esteem needs itu kebutuhan
- 49:42untuk kita dipuji,
- 49:44diapresiasi, iya kan? Nah, ini kebutuhan
- 49:46keempat, yang paling top itu kebutuhan
- 49:49aktualisasi namanya.
- 49:51Aktualisasi itu untuk kita
- 49:54mengerjakan sesuatu
- 49:56apa ya? Tanpa kita pamrih gitu ya, tanpa
- 50:00perlu validasi. Kita pengin ngelakuin
- 50:02sesuatu karena kita pengin aja.
- 50:04Karena kita merasa itu bagus.
- 50:06Namanya self actualization.
- 50:08Gitu ya.
- 50:09Contohnya apa? Misalkan Prabowo lah
- 50:11presiden kita, Pak Prabowo Subianto.
- 50:14Dia udah udah kaya kan?
- 50:15Udah kaya teman-teman. Uangnya kan
- 50:17triliun.
- 50:18Ya kan? Harusnya dia udah
- 50:21hidup nyaman aja udah ya kan? Nyaman aja
- 50:23udah hidupnya tuh, enggak usah sampai
- 50:24jadi presiden.
- 50:26Tapi kenapa dia pengin jadi presiden?
- 50:29Kenapa? Karena ini self actualization.
- 50:31Dia kepengin
- 50:33dari mulai dia muda kan ada rekamannya
- 50:36kan? Rekaman pas Prabowo muda sampai
- 50:38sekarang udah tua-tua ini udah udah usia
- 50:4070-an.
- 50:41Mimpinya tetap sama. Satu, pengin bikin
- 50:44Indonesia jadi negara yang sejahtera.
- 50:47Bahkan dia bilang sebelum dia mati dia
- 50:48pengin
- 50:49sejahtera Indonesia.
- 50:50Itu misi pribadi dia, moral moral dia.
- 50:53Dia jadi presiden karena kepengin itu,
- 50:55bukan pengin kaya dia udah udah kaya.
- 50:57Ya, yang namanya self actualization. Dia
- 50:59pengin ngelakuin sesuatu karena dia
- 51:01kepengin aja.
- 51:02Karena dia dia merasa itu hal yang harus
- 51:04dia lakukan meskipun dia enggak untung.
- 51:06Ngerti ya teman-teman ya?
- 51:08Bill Gates.
- 51:09Bill Gates udah kaya kan? Udah kaya.
- 51:12Tapi dia kemudian bikin charity, bikin
- 51:14yayasan di mana-mana.
- 51:16Dia keluar uang loh untuk bantu orang,
- 51:18untuk donate di mana-mana, donasi di
- 51:20mana-mana.
- 51:21Dia mungkin enggak untung ya.
- 51:23Kenapa dia bantu orang? Karena kepengin
- 51:24aja gitu.
- 51:26Karena dia ngerasa itu hal yang perlu
- 51:27dilakukan.
- 51:29Beda kayak kita, kita orang miskin kan?
- 51:31Kita orang miskin kalau pengin ngelakuin
- 51:32sesuatu pasti karena kita pengin dipuji,
- 51:34ya kan?
- 51:35Karena kita pengin ada yang suka sama
- 51:37kita, ya kan? Itu kalau kita masih
- 51:39miskin tapi kalau orang udah kaya
- 51:40enggak, dia udah
- 51:41pada tahapan self actualization.
- 51:44Kalau kata Maslow ya.
- 51:45Gitu ya teman-teman ya.
- 51:47Motivasi.
- 51:48[berdehem]
- 51:48Nah, berikutnya persepsi.
- 51:51Ini juga yang mempengaruhi perilaku
- 51:52konsumen.
- 51:54Sebenarnya marketing itu tentang semua
- 51:56tentang persepsi, teman-teman. Jadi,
- 51:58dalam marketing itu enggak ada benar
- 51:59salah.
- 52:00Ya, benar salah itu relatif. Tergantung
- 52:03persepsinya seperti apa.
- 52:05Nah, kalau kita ngomongin persepsi,
- 52:07ini ada tiga proses perseptual.
- 52:10[berdehem]
- 52:10Tiga proses perseptual, tiga proses
- 52:12bagaimana persepsi itu
- 52:15apa namanya, eh, terbentuk.
- 52:17Yang pertama itu selective attention.
- 52:20Selective attention. Jadi, kita
- 52:22selektif, kita memilih-milih, ya.
- 52:25Itu persepsi.
- 52:27Tendensi untuk
- 52:29menotis, ya.
- 52:31Untuk apa, bisa notis, apa sih bahasa
- 52:33bahasa Indonesianya?
- 52:34Tendensi itu bisa notis, bisa menemukan,
- 52:36yang bisa melihat apa yang sesuai dengan
- 52:38keinginannya.
- 52:40Persepsi itu gitu, ya.
- 52:42Kadang-kadang bias, ya, kadang bias.
- 52:44Karena kita suka sesuatu,
- 52:46kita ketika kita yang melihat sesuatu,
- 52:48kita akan notis apa yang sesuai dengan
- 52:51apa yang kita pengin aja.
- 52:52Kalau enggak pengin, kita biasanya kita
- 52:54akan skip.
- 52:55Ya, kan? Ini namanya selective
- 52:56attention.
- 52:59Misalkan ya, kalau Anda fans Real Madrid
- 53:01atau fans Inter Milan,
- 53:03ya, kan? Kalau Anda lihat berita, ya,
- 53:05kan, di YouTube, ya, kan, lihat di
- 53:06mana-mana, kalau ada logo Inter
- 53:07Milan-nya, langsung ditonton tuh. Iya,
- 53:10enggak? Ya, kan? Langsung ditonton.
- 53:11Tapi, kalau Anda lihat logo AC Milan,
- 53:13skip. Iya, kan?
- 53:15Atau kalau Anda pendukung Persib, ya,
- 53:17kalau ada Persib, ya, kan, nonton
- 53:19langsung. Kalau Persija, skip. Atau
- 53:21mungkin ditonton tapi dihina-hina. Gitu
- 53:23kan, ya? Ini namanya selective
- 53:24attention, perceptual process. Kadang
- 53:26itu memang, bukan kadang, sering.
- 53:28Mungkin always, selalu aja begitu, bias.
- 53:31Ya.
- 53:32Kedua, selective distortion.
- 53:35Tendensi untuk me, menterjemahkan
- 53:37informasi
- 53:39sesuai dengan apa yang dia sudah yakini.
- 53:42gitu kan
- 53:43misalkan nih
- 53:44dari awal Anda meyakini MBG itu
- 53:47hal yang buruk
- 53:49wah MBG ini dasar boros boros boros gitu
- 53:52contohnya ya
- 53:53dari awal sudah yakin itu
- 53:55maka ketika ada
- 53:57berita scrolling tentang MBG buruk Anda
- 53:59langsung dukung ya kan, dukung dukung
- 54:01tanpa dengar lagi
- 54:03argumennya kalau ada konten yang bilang
- 54:06MBG itu baik tanpa dengar argumennya
- 54:08Anda langsung bilang Allah
- 54:11Bazer ya kan sih
- 54:12itu bias teman-teman inilah yang disebut
- 54:14dengan selective distortion kita
- 54:17kita itu
- 54:19bertendensi atau punya tendensi
- 54:20menterjemahkan sesuatu karena kita sudah
- 54:23punya keyakinan sebelumnya
- 54:26itu yang saya enggak suka teman-teman
- 54:27ya, saya pribadi saya enggak mau menjadi
- 54:29orang yang seperti itu ya
- 54:30tetapi setelah saya sudah S3 saya jadi
- 54:33lebih kritis terhadap sesuatu ya
- 54:35saya enggak mau kemudian apa yang saya
- 54:37yakini itu ditentukan oleh orang lain
- 54:39saya harus dengar semua secara objektif,
- 54:42saya dengar segala hal, saya lihat
- 54:43bagaimana argumennya
- 54:45bagaimana motivasinya, value-nya, jangka
- 54:48panjangnya baru saya kemudian memutuskan
- 54:51kalau buat saya pribadi ya kalau terkait
- 54:52MBG tadi buat saya itu hal yang bagus ya
- 54:55memang ada salah-salahnya pasti ya mana
- 54:58ada yang sempurna ya sebuah program tapi
- 55:01jangka panjangnya itu memang hal yang
- 55:02baik
- 55:03ya
- 55:04eh distortion, yang ketiga selective
- 55:06retention
- 55:08yaitu tendensi untuk mengingat hanya
- 55:10hal-hal yang bagus saja
- 55:12tentang sesuatu yang sudah kita suka
- 55:15kalau yang jelek-jeleknya itu enggak
- 55:17enggak kita enggak kita lihat atau
- 55:18contoh misalkan kalau kita ngomongin
- 55:20politik lagi tadi ya biar connect ya
- 55:23fanatikus ya Prabowo atau Gibran
- 55:27karena sudah fanatik sama Prabowo Gibran
- 55:28kan ada hal-hal yang buruk tentang dia
- 55:30enggak peduli oh pokoknya sing paling
- 55:33apik Gibran contoh
- 55:35atau Anies ya kan
- 55:37Anies itu Imam Mahdi
- 55:38gitu ya kan
- 55:40Pokoknya
- 55:41enggak ada salahnya. Kalau ada salahnya,
- 55:43itu buzzer. Gitu ya.
- 55:46Ini nih hanya mengingat hal-hal yang
- 55:47bagus tentang
- 55:49sosok atau tentang brand yang kita suka.
- 55:51Ini perceptual proses, ini bias, ya.
- 55:54Selective retention.
- 55:56Itu juga yang saya enggak mau.
- 55:58Saya enggak mau kayak gitu. Saya
- 55:59meskipun saya dulu milihnya
- 56:01Prabowo-Gibran
- 56:03kalau emang salah, salah gitu ya. Salah
- 56:05ya salah.
- 56:06Gitu ya. Contoh apa? Ketika misalkan Pak
- 56:08Prabowo
- 56:09ketika dia apa namanya pidato ya, kadang
- 56:12ngomongnya enggak bener ya. Itu salah
- 56:14ya.
- 56:15Salah.
- 56:16Ya, kita akuin itu salah, enggak bisa
- 56:18karena itu ngaruh ke mana-mana.
- 56:21Gitu ya. Gibran pun sama ya, ketika dia
- 56:23debat kemarin saya enggak suka. Debat
- 56:25dia itu tidak sopan ke Pak Mahfud.
- 56:27Contoh kan.
- 56:28Ketika debat dengan Cak Imin, dia
- 56:30bawa-bawa ingat enggak SGIE? Ya kan, dia
- 56:33bertanya tapi pakai singkatan. Itu
- 56:35enggak enggak bagus, itu bukan ada yang
- 56:36bagus. Ya. Jadi gitu. Tetap objektif
- 56:39teman-teman. Tidak kemudian bias, enggak
- 56:42boleh kita fanatik dengan sesuatu.
- 56:45Kalau kita konekkan dengan brand pun
- 56:46sama.
- 56:47Kita Anda suka Yamaha misalkan.
- 56:50Meskipun sudah tahu Yamaha itu ada
- 56:52boboroknya, Anda enggak peduli ya.
- 56:53Pokoknya Yamaha sih paling sih paling
- 56:54apik.
- 56:56Ya. Itu namanya selective retention.
- 56:59Paham ya.
- 57:00Nah, sekarang kita masuk ke buying
- 57:02decision proses. Ini part yang terakhir.
- 57:04Proses pembelian konsumen.
- 57:07Nah, konsumen ketika mereka membeli
- 57:09sesuatu, ini ada lima tahapannya.
- 57:13Lima tahapannya.
- 57:15Pertama-tama adalah pasti mereka
- 57:18punya kebutuhan dulu.
- 57:21Enggak mungkin orang beli kalau dia
- 57:22enggak punya kebutuhan.
- 57:24Dia butuh enggak gitu ya. Kalau enggak
- 57:25butuh pasti enggak beli.
- 57:27Paham ya itu ya.
- 57:28Sekarang Jogja lagi panas-panasnya,
- 57:29bener ya.
- 57:30Panasnya luar umum ya.
- 57:32Bahkan sampai hutan kebakaran di
- 57:33mana-mana. Itu bukan karena
- 57:36apa namanya
- 57:37mungkin ada juga karena dibakar orang,
- 57:39ya.
- 57:40Untuk apa membebaskan
- 57:43lahan atau mungkin oligarki yang bakar,
- 57:46ya, untuk menggoyang pemerintah.
- 57:49Ya.
- 57:50Tapi yang memang kebakaran terjadi di
- 57:52antaranya adalah karena
- 57:53panas. Musim kemarau, apalagi El Nino
- 57:56sekarang. Itu gampang sekali kebakar.
- 57:59Ya. Gunung Lawu kemarin, ya, sekarang
- 58:02masih katanya lagi kebakar, ya. Semoga
- 58:04aja enggak enggak kebakaran, ya, di
- 58:06mana-mana.
- 58:08Nah, sekarang lagi panas Jogja, kita
- 58:09butuh apa pas lagi panas? Butuh AC.
- 58:12Iya, kan? Makanya kita beli AC karena
- 58:14ada kebutuhan.
- 58:15Ada kebutuhan.
- 58:17Anda kenapa ke UII? Karena butuh. Butuh
- 58:19apa? Butuh kuliah. Kenapa butuh kuliah?
- 58:21Takut enggak dihina tetangga.
- 58:25Ada kebutuhannya. Ya. Nah, setelah
- 58:27kebutuhan, Anda sudah tahu nih Anda
- 58:29butuh apa, barulah Anda mencari
- 58:31informasi tentang
- 58:33tentang sesuatu yang bisa
- 58:35memenuhi kebutuhan Anda.
- 58:37Tadi misalkan panas, kan?
- 58:39Panas butuhnya butuh AC.
- 58:40Anda langsung mencari tahu, kan,
- 58:42kira-kira merek AC apa saja
- 58:45ya, yang bagus, iya enggak?
- 58:47Iya, kan? Mencari tahu di mana? Di
- 58:48TikTok.
- 58:49[berdehem]
- 58:50Di Google, iya, kan? Cari tahu AC yang
- 58:52dingin apa, gitu, kan?
- 58:53Setelah sudah mencari tahu, baru kan
- 58:55dapat kunsu kumpulan brand-nya, kan?
- 58:58Setelah nyari di TikTok, nyari di
- 58:59Google, ah, dapat nih brand A
- 59:01Daikin, brand B Panasonic, Samsung, ya.
- 59:04Semua list AC Anda punya, iya, kan?
- 59:07Baru Anda evaluasi.
- 59:09Oke, dari list-list tersebut, AC mana
- 59:11yang paling worth it? Excel Anda
- 59:12kemudian pilih Daikin.
- 59:14Iya, kan? Kebutuhannya butuh butuh AC,
- 59:17mencari tahu AC-nya mereknya apa saja,
- 59:19ya,
- 59:20yang paling murah, paling worth it,
- 59:22terus Anda milih,
- 59:24milih mana yang paling bagus, ya,
- 59:26dievaluasi, baru yang berikutnya adalah
- 59:28setelah sudah milih, Anda beli.
- 59:30Sudah milih, ah saya pengin milih
- 59:32Daikin. Baru Anda ke toko atau krib
- 59:34kalau di sini, gitu ya.
- 59:35Ke Atakrib langsung beli tuh Daikin-nya.
- 59:38Setelah beli, sudah pakai, Anda puas
- 59:41atau Anda enggak puas, nanti Anda akan
- 59:42masuk ke tahap yang kelima, yaitu post
- 59:44purchase behavior.
- 59:46Ini berkaitan dengan apakah Anda puas
- 59:48atau enggak puas di sini.
- 59:51Kalau puas, Anda merekomendasikan ke
- 59:52orang lain, WOM, ya.
- 59:54Kalau enggak puas pun juga akan Anda
- 59:56akan
- 59:57eh Anda akan menjelek-jelekin barang itu
- 59:59ke orang lain. Kita nyebutnya berkaitan
- 1:00:00dengan negatif WOM.
- 1:00:03Jadi, ada positif WOM. WOM itu word of
- 1:00:05mouth.
- 1:00:06Ya, positif WOM ada negatif WOM. Inilah
- 1:00:09buying decision
- 1:00:11proses atau proses pembelian konsumen.
- 1:00:14Nah, ketika kita mengadopsi barang baru,
- 1:00:17teman-teman, ini
- 1:00:18ada lima tahapan, ya, ketika barangnya
- 1:00:20barang baru.
- 1:00:22Barang yang baru banget, ya, bukan
- 1:00:23barang yang sudah lama ada, tapi barang
- 1:00:25yang baru kayak misalkan mobil listrik
- 1:00:27atau handphone baru Samsung, ya.
- 1:00:29Ini ada ini, nih.
- 1:00:30Tahapannya ini.
- 1:00:32Pertama, awareness.
- 1:00:34Awareness itu berarti gimana caranya
- 1:00:36pemasar itu membuat konsumen itu aware
- 1:00:38dulu ada produk baru.
- 1:00:40Ya.
- 1:00:41Kedua, setelah awareness, interest.
- 1:00:43Gimana caranya konsumen itu jadi
- 1:00:45interest, tertarik, ya. Jadi, tertarik
- 1:00:48untuk beli. Sudah aware,
- 1:00:50tertarik.
- 1:00:51Setelah tertarik,
- 1:00:53langkah berikutnya adalah gimana caranya
- 1:00:54orang mau mempertimbangkan untuk beli
- 1:00:57itu.
- 1:00:58Sadar ada produk baru, tertarik dengan
- 1:01:00produk baru, yang ketiga adalah gimana
- 1:01:02caranya bikin konsumen jadi
- 1:01:05mempertimbangkan untuk beli.
- 1:01:08Nah, setelah mempertimbangkan, ada
- 1:01:09namanya trial.
- 1:01:11Trial ini gimana caranya setelah
- 1:01:12konsumen sudah sudah mulai
- 1:01:13mempertimbangkan,
- 1:01:15gimana caranya supaya mereka mau
- 1:01:17nyobain.
- 1:01:19Trial itu nyobain.
- 1:01:21Makanya, biasanya kan kalau Samsung ya,
- 1:01:24Huawei, produk-produk HP gitu,
- 1:01:26pasti ada experience store-nya di mall.
- 1:01:30Iya kan, ada supaya orang tuh merasakan
- 1:01:33ya kan, experience store.
- 1:01:34Supaya mencoba, iya kan.
- 1:01:36Kita beli HP lipat kan nyoba dulu kan,
- 1:01:38gimana rasa tabletnya. Kalau yang
- 1:01:41yang apa, flip ya, tutup kan dicoba dulu
- 1:01:44ya kan.
- 1:01:45Itu penting loh teman-teman, kalau orang
- 1:01:46enggak nyoba, dia enggak akan bisa
- 1:01:49teryakinkan untuk beli.
- 1:01:51Iya makanya setelah setelah sudah coba,
- 1:01:53trial, barulah dia akan beli.
- 1:01:55Adopsinya di beli.
- 1:01:57Iya jadi, sadar
- 1:01:59ada produk baru, terus tertarik dengan
- 1:02:01produk baru, mempertimbangkan produk
- 1:02:03baru, mau nyoba produk barunya, trial,
- 1:02:07dan baru yang terakhir adalah dia beli.
- 1:02:09Iya dia beneran beli.
- 1:02:10Iya ini tahapannya ya.
- 1:02:13Ini terakhir teman-teman.
- 1:02:16Kalau kita ngomongin adopsi produk baru,
- 1:02:18ini ada teorinya.
- 1:02:20Iya, teorinya ini yang disebut dengan
- 1:02:22teori difusi inovasi.
- 1:02:25Ingat-ingat ya teorinya, teori difusi
- 1:02:27inovasi.
- 1:02:28Jadi, inovasi itu teman-teman, datang
- 1:02:31itu
- 1:02:33tidak mungkin orang langsung menerima.
- 1:02:36Ketika ada produk yang inovatif, ketika
- 1:02:39ada produk yang baru,
- 1:02:40tidak mungkin diterima langsung oleh
- 1:02:42seluruh masyarakat, enggak mungkin.
- 1:02:44Jadi, jangan pernah berekspektasi produk
- 1:02:46baru langsung ramai gitu.
- 1:02:47Iya.
- 1:02:49Itu enggak mungkin apalagi apalagi mahal
- 1:02:50ya, kalau yang murah-murah mungkin bisa
- 1:02:52kayak gitu, tapi kalau yang mahal-mahal
- 1:02:53ini enggak.
- 1:02:55Nah, teorinya kalau ada produk baru, itu
- 1:02:57nama ada namanya eh difusi inovasi tadi.
- 1:03:00Orang-orang yang beli-beli produk-produk
- 1:03:02yang inovatif, mobil listrik misalkan,
- 1:03:05HP yang dilipat, touchscreen lipat ya
- 1:03:08kan.
- 1:03:09Kan enggak mungkin semua orang Indonesia
- 1:03:10langsung beli kan enggak mungkin, yakin
- 1:03:12saya enggak mungkin. Teorinya hanya 2,5%
- 1:03:16yang beli.
- 1:03:18Ya.
- 1:03:19Pertama-tama ketika produk baru
- 1:03:20di-launching
- 1:03:21itu pasti hanya 2,5%
- 1:03:24pasar yang beli.
- 1:03:25Kita nyebutnya
- 1:03:27sebagai seorang inovator. Jadi
- 1:03:29orang-orang yang beli awal-awal
- 1:03:31adalah
- 1:03:32inovator.
- 1:03:34Konsumen yang mau beli sesuatu dia
- 1:03:38karena apa namanya pengen cobain ide
- 1:03:40baru, pengen cobain
- 1:03:42hal-hal yang inovasi, inovatif. Dia mau
- 1:03:44ambil resiko.
- 1:03:46Inilah inovator.
- 1:03:47Hanya 2,5%.
- 1:03:49Setelah itu setelah lewat beberapa bulan
- 1:03:52ya atau mungkin sekian bulan barulah
- 1:03:54orang-orang pengen beli.
- 1:03:56Ya setelah inovator ada ada lagi orang
- 1:03:57yang beli
- 1:03:58yaitu 13,5%.
- 1:04:02Kita nyebutnya sebagai early adopters.
- 1:04:05Orang-orang yang beli awal-awal ya.
- 1:04:07Kalau yang paling awal tuh inovator.
- 1:04:09Kemudian setelah inovator ada namanya
- 1:04:10early adopter, orang-orang yang pengen
- 1:04:12yang pengen apa yang beli awal-awal.
- 1:04:16Kenapa dia beli awal-awal? Supaya pengen
- 1:04:18respect.
- 1:04:19Supaya dia dianggap sebagai orang yang
- 1:04:21orang yang duluan beli, gitu kan. Kan
- 1:04:23gitu kan ya, kita kan ya. Wih
- 1:04:26keren lu udah-udah beli itu ya kan.
- 1:04:28Gitu pengen respect.
- 1:04:30Inilah early adopters, 13,5%.
- 1:04:33Setelah itu baru ada namanya early
- 1:04:35majority. Setelah inovator pada beli
- 1:04:38early adopters pada beli baru barulah
- 1:04:41early majority ikutan beli.
- 1:04:44Fomo biasanya.
- 1:04:45Ya kan, ini fomo nih di sini nih.
- 1:04:47Orang-orang fomo nih, 34%.
- 1:04:51Kenapa dia kemudian belinya telat
- 1:04:53dibandingkan yang dua kelompok konsumen
- 1:04:55sebelumnya? Karena dia ingin hati-hati.
- 1:04:59Dia pengen lihat dulu nih kira-kira
- 1:05:01ada masalah enggak ya produknya?
- 1:05:03Ya kan, dia pengen lihat dulu karena ini
- 1:05:05kan udah udah pada beli kan. Dia pengen
- 1:05:06lihat review-nya seperti apa ini ya.
- 1:05:0934%.
- 1:05:11Setelah itu turun
- 1:05:12ada namanya late majority 34%.
- 1:05:16Ini orang-orang yang skeptikal.
- 1:05:18Ya, orang-orang yang belinya tuh
- 1:05:20nanti-nanti, ya, nungguin nungguin
- 1:05:22inovator dulu, nungguin early adopter
- 1:05:24dulu, nungguin early majority dulu baru
- 1:05:26dia beli.
- 1:05:28Yang paling terakhir namanya laggar.
- 1:05:30Laggar di sini adalah orang-orang yang
- 1:05:32super-super
- 1:05:34super-super apa, ya?
- 1:05:36Enggak mau nyobain hal yang hal-hal yang
- 1:05:38inovatif, enggak mau ngambil risiko.
- 1:05:41Dia hanya mau beli produk baru kalau
- 1:05:45majority orang-orang sudah pada nyobain,
- 1:05:47gitu. Ini laggar namanya.
- 1:05:49Dia enggak mau beli Samsung yang
- 1:05:51lipat-lipat
- 1:05:53sebelum majority semua orang
- 1:05:55pakai itu semua.
- 1:05:57Nah, dia enggak mau ngambil risiko, ya.
- 1:05:59Dia enggak mau beli mobil listrik
- 1:06:00sebelum semua mobil di Indonesia itu
- 1:06:02kebanyakan mobil listrik. Namanya
- 1:06:04laggar. Laggar ini 16%.
- 1:06:07Ya.
- 1:06:08Jadi, diingat-ingat ini ada the quiz,
- 1:06:09ya. Inovator, early adopter, early
- 1:06:12majority, late majority dan juga laggar.
- 1:06:15Baik, mungkin demikian, teman-teman,
- 1:06:16yang bisa kita bahas, ya, pada topik
- 1:06:18ini. Kesimpulannya adalah
- 1:06:20semua manusia, karena kita ngomongin
- 1:06:23perilaku konsumen, ya.
- 1:06:25Jadi, setiap konsumen, setiap manusia
- 1:06:27itu unik.
- 1:06:28Memahami perilaku mereka itu adalah
- 1:06:31kunci untuk mendapatkan keputusan
- 1:06:33pemasaran yang lebih baik.
- 1:06:36Silakan, teman-teman, di-scan, ya, untuk
- 1:06:37quiz-nya. Jangan lupa dikerjakan, ya.
- 1:06:40Mungkin demikian yang bisa kita
- 1:06:41sampaikan pada pertemuan kali ini. Kita
- 1:06:42akhiri dengan doa kafaratul majelis.
- 1:06:44Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu
- 1:06:46alla ilaha illa anta, astagfiruka wa
- 1:06:47atubu ilaik. Jumpa lagi minggu depan.
- 1:06:49Assalamualaikum warahmatullahi
- 1:06:51wabarakatuh.
About this transcript
This page contains the full transcript of Perilaku Konsumen by Paduka Dosen, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 8,888 words across 2,005 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.