#momscorner 79 dr. Yoga Yandika, Sp.A & Novia Candra | Jangan Lewatkan Stimulasi Sensory untuk Anak! — Transcript
Full transcript
- 0:00Jadi bayangin sensor itu kayak mesinnya,
- 0:03stimulasi itu kayak bahan bakarnya.
- 0:09Nah, tanda bayar perkembangan motorik
- 0:11kasar yang pertama nih. Motorik kasar
- 0:13kan berarti gerakan kasar. Jadi kalau
- 0:15gerakan kasarnya yang kanan sama yang
- 0:17kirinya enggak asimetris, itu tanda
- 0:19bahaya. Segera ke dokter. Jadi cara
- 0:22memantau perkembangan itu ada empat
- 0:24komponen dasar. Ada motorik kasar,
- 0:26motorik halus, berbahasa, sama aspek
- 0:30sosial.
- 0:31Begitu dia lahir seperti itu tuh kayak
- 0:34aku ngelakuin apa nih ke anak aku gitu.
- 0:38Berawal dari masalah pribadi yang
- 0:40dialami anak dari Ibu Novya Candra yang
- 0:43pernah ketergantungan dengan gadget,
- 0:45beliau akhirnya menciptakan Fox and
- 0:47Bunny.
- 0:49Kita akan membahas pentingnya stimulasi
- 0:51sensori anak dengan narasumber kita kali
- 0:53ini, Do. Yoga Yandika, spesialis anak
- 0:57yang berpraktik di Y Clinic Children
- 0:59Growth and Care dan Rumah Sakit Permata
- 1:02Dalima.
- 1:04Hai, welcome to Mom's Corner. Podcast
- 1:06kali ini akan mengajak para orang tua
- 1:08memahami bahwa perkembangan anak itu
- 1:10tidak hanya soal fisik atau kognitif,
- 1:13tetapi berakar dari sensori bahwa
- 1:15stimulasi sebagai mesin utama tumbuh
- 1:17kembang dan menjadi pondasi berbagai
- 1:19aspek perkembangan anak.
- 1:22Nah, kita hari ini akan mendengarkan
- 1:24insight langsung dari dokter spesialis
- 1:26anak dan seorang ibu yang memahami
- 1:28pentingnya stimulasi sensori anak. Oke,
- 1:31dokter yoga. Kita nih para ibu-ibu
- 1:33sering banget loh mendengar kata-kata
- 1:35stimulasi, sensori. Tapi apakah kita
- 1:39benar-benar mengerti tentang stimulasi
- 1:41dan sensori? Mungkin dokter bisa jelasin
- 1:43apa sih yang dimaksud dengan sensori
- 1:45dalam tumbuh kembang anak dan bedanya
- 1:47apa stimulasi dan sensori itu?
- 1:49Ya, ini pertanyaan bagus ya. Jadi kalau
- 1:51kita ngomongin bedanya stimulasi dan
- 1:53sensorik dia itu dua hal yang saling
- 1:58bekerja sama. Jadi kalau ngomongin
- 2:00sensorik, sensorik itu pondasi dasar.
- 2:03Jadi sensorik itu pondasi dasar sebelum
- 2:06akhirnya menjadikan hasil dalam bentuk
- 2:08stimulasi. Contoh misalkan gini, kalau
- 2:11kita ngomongin stimulasi kan stimulasi
- 2:13konsepnya ada empat. Ada stimulasi ee
- 2:17perkembangan kan ada motorik kasar,
- 2:18motorik halus, terus sosial sama bahasa.
- 2:23Ya, cara melatihnya kita sebut namanya
- 2:26stimulasi. Nah, sekarang apa yang kita
- 2:28latih? Yang kita latih adalah
- 2:30sensoriknya.
- 2:31Sehingga sensorik itu kan macam-macam.
- 2:33Ada sensorik dalam bentuk melihat,
- 2:36mendengar, dan lain-lain. Jadi bayangin
- 2:38sensorik itu kayak mesinnya stimulasi
- 2:41itu kayak bahan bakarnya.
- 2:43Oke,
- 2:43gitu. Jadi dia mesin bahan bakar ini
- 2:46enggak bakal bisa ada gunanya kalau
- 2:49enggak ada mesin. Mesin enggak bisa
- 2:51jalan kalau enggak ada bahan bakar.
- 2:52Jadi, anggota tubuh kita enggak bisa
- 2:55running well kalau enggak enggak
- 2:57distimulasi dengan baik.
- 2:58Oke,
- 2:59gitu. Nah, yang masih belum banyak
- 3:02memahami itu pentingnya latihan sensorik
- 3:05itu ya sebagai dasar supaya simulasinya
- 3:08jalan lancar
- 3:10gitu. Nah, nanti sensoriknya apa aja ya?
- 3:12Sensorik kan nanti macam-macam
- 3:13tergantung kita mau melatihnya di usia
- 3:16berapa, latihan sensoriknya apa. He
- 3:19begitu. Niki,
- 3:20aku pernah mendengar soal tujuh sensor
- 3:23system itu.
- 3:24Iya, salah satu tujuh sensor sistem.
- 3:25Tujuh sensor system itu yang pertama
- 3:28sensorik visual. Visual itu dia belajar
- 3:30dari apa yang dia lihat.
- 3:32He.
- 3:32Oke. Yang kedua, auditory. Dari apa yang
- 3:35dia dengar dia belajar. Dia belajar,
- 3:37"Oh, kalau mau ngomong mama saya harus
- 3:39ngomongnya dari pendengaran dulu. Ada
- 3:42suara masuk, bunyi suara ada mama, dia
- 3:45ngomong mama."
- 3:46sehingga kita mensimulasi berbahasa
- 3:48dengan cara melatih sensorik auditory.
- 3:52Kita menstimulasi anak supaya dia bisa
- 3:54meraih benda dengan cara menstimulasi
- 3:57visual. Ada lagi propioseptif itu
- 4:00anggota tubuh. Dia mengenali anggota
- 4:02tubuh sama posisi dia ada di mana gitu.
- 4:06Ada lagi vestibular keseimbangan.
- 4:08Keseimbangan latihannya ya dengan kita
- 4:10stimulasi motorikar anak belajar dari
- 4:13apa? Duduk ke berdiri. atau dari jongkok
- 4:16ke berdiri terus dia nyimbangin.
- 4:19Nah, saat kita melatih motorik asar di
- 4:21situ sensorik vesibolannya kita latih.
- 4:25Ada lagi gustatori. Gustatori itu indra
- 4:27perasa. Jadi pada saat dia merasakan
- 4:30sesuatu dia akan ngerasain kan kalau
- 4:32rasa kan ada manis, asem, asin, pahit.
- 4:35Nah, atau rasa satu lagi umami. Nah,
- 4:38saat kita
- 4:40menstimulasi dengan makanan tertentu,
- 4:43sensoriknya kita latih.
- 4:45Jadi, sensorik mesinnya, stimulasi bahan
- 4:48bakarnya. Ada lagi yang terakhir,
- 4:50intersepsi. Intersepsi itu dia mengenal
- 4:53rasa lapar, mengenal kapan dia harus
- 4:55tidur, mengenal gelap terang, gitu. Nah,
- 4:59semua hal itu ya tujuh sensori sistem
- 5:00tadi tuh ada auditory, visual, terus
- 5:04gustatori, vestibular,
- 5:07terus apalagi tuh propioseptif, sama
- 5:10satu lagi apa tuh intersepsi. Ya, itu.
- 5:13Nah, dari tujuh sensori sistem itu mana
- 5:16yang paling sering terlewat sama orang
- 5:18tua, Dok?
- 5:19Yang paling sering itu yang sekarang
- 5:22lagi banyak mulai berkembang tuh yang
- 5:25taktil gustatori
- 5:27gitu. Dan sebenarnya yang itu yang
- 5:31jarang dilatih, cuman yang paling sering
- 5:33kena impact dari dunia sekarang kan
- 5:35digitalisasi.
- 5:37Digitalisasi itu paling sering kena
- 5:38impact itu dari segi visual, auditory,
- 5:41sama vestibular
- 5:43gitu. Karena dengan dia melihat ada
- 5:46lihat gadget, dia kan ngelihat visual.
- 5:48He.
- 5:49Otomatis dia secara sensorik
- 5:52terjadi overstimulasi visual sehingga
- 5:55saat layar itu kita stop, dia akan
- 5:58berusaha mencari stimulasi visual terus
- 6:00karena dia terbiasa mendapatkan
- 6:02stimulasi visual terlalu banyak. Ada
- 6:05lagi nanti yang dari layar over simulasi
- 6:07auditory. Jadi dia mencari suara terus
- 6:09kayak orang enggak bisa diam. Kalau saya
- 6:12biasanya bilangnya anaknya sering tawaf
- 6:13gitu. Enggak bisa diam. Sama satu lagi
- 6:16vestibular. Dia enggak bisa duduk. dia
- 6:18penginnya berdiri jalan gitu. Nah, itu
- 6:22dari layar yang paling sering kena
- 6:23impact di zaman sekarang. Karena kan
- 6:25zaman sekarang hampir semua lingkungan
- 6:29keluarga dia mendapatkan
- 6:32gadget. Nah, tinggal gadget itu dia bisa
- 6:35pergunakan dengan baik atau tidak dan
- 6:37kapan dia boleh gunainnya.
- 6:39Oke,
- 6:39gitu.
- 6:40Jadi, sebenarnya dari newborn pun kita
- 6:43bisa start menstimulasi anak ya, Mas.
- 6:45Bisa. Kalau newborn cara latihannya kan
- 6:47nanti paling mudah kan dia belajar
- 6:49melihat dulu. He
- 6:50ya dari visual. Visual dia ngelihat oh
- 6:53ada warna hitam putih
- 6:55kontras.
- 6:55Kontras terus nanti dia sudah mulai bisa
- 6:59ngelihat visual dia melihat menggerakkan
- 7:01mata ke kanan kiri
- 7:03gitu kan. Kalau jarak pandang dia lahir
- 7:06dia biasanya ngelihat satu kepel 1 bulan
- 7:08dua kepel 3 bulan tiga kepel. Nanti
- 7:11lama-lama dia mulai tadinya ngelihat
- 7:13orang hitam putih sudah mulai ada
- 7:15warnanya.
- 7:16Makanya nanti di
- 7:191 bulan, 2 bulan mulai muncul senyum
- 7:21sosial. Jadi dari tadinya dia bengong
- 7:24aja, dia ngelihat cuman oh ada gelap
- 7:26teranggelap terang dia sudah mulai pas
- 7:27ada orang dia mulai senyum.
- 7:30Nah, itu bisa dibantu salah satunya
- 7:32dengan visual alat stimulasi yang
- 7:34membantu buat melihat visualnya gitu.
- 7:37Nanti kan alat simulasi visual kan bisa
- 7:39warna hitam putih.
- 7:40Nanti coba aja deh yang punya anak di
- 7:43bawah 0 sampai 3 tahun bedain. Saat dia
- 7:46ngelihat benda yang warna-warni sama
- 7:48benda yang hitam putih, dia akan lebih
- 7:50excited ngelihat yang hitam putih dulu.
- 7:52He
- 7:52gitu. Karena secara sensorik visualnya
- 7:56ya dia masih baru melihatnya itu dulu
- 7:58gitu di atas 3 bulan baru muncul warna.
- 8:01He.
- 8:01Pelan-pelan.
- 8:02Jadi setiap fase usia stimulasinya juga
- 8:04berbeda lagi ya.
- 8:05Berbeda. Betul.
- 8:06Nah, stimulasi sensor ini dapat
- 8:07mempengaruhi karakter anak enggak, Dok?
- 8:09mungkin fokusnya atau gimana cara dia
- 8:12mengatur emosi dan lain-lain.
- 8:14Kalau karakter bisa mempengaruhi dalam
- 8:16artian tadi kan saat dia mendapatkan
- 8:18oversimulasi yang terlalu banyak
- 8:20otomatis dia akan mencari stimulasi itu.
- 8:22Saat simulasi itu tidak dia dapatkan
- 8:24pasti dia akan mengekspresikan emosinya
- 8:27dalam bentuk tantrum
- 8:29gitu. Terus kalau misalkan dia enggak
- 8:31dapat stimulasi itu ya dia akan mencari
- 8:34stimulasi kan sehingga saat dia mencari
- 8:35stimulasi dia jadi hiperaktif.
- 8:38saat dia tidak mendapatkan simulasi itu,
- 8:40dia tidak bisa duduk dalam waktu yang
- 8:41panjang. Jadi, dia enggak bisa diam. Dia
- 8:44baru mau duduk, aduh p berdiri nih harus
- 8:47dapat simulasi ini. Dapat simulasi ini.
- 8:48Nah, sehingga dia jadi enggak bisa fokus
- 8:51gitu. Makanya tadi dasar sensorik jika
- 8:54dilatih dengan baik itu akan menjadi
- 8:57stimulasi yang baik sehingga akan jadi
- 8:59berkembang dengan baik. Jadi, sensorik
- 9:01itu pondasinya, stimulasi itu
- 9:03latihannya. Apa yang mau kita latih saat
- 9:06kita melatih suatu kegiatan? A sensorik
- 9:09pasti akan ada yang ikut tuh. He
- 9:11gitu. Makanya kan kalau misalkan nanti
- 9:13ee ada anak-anak yang kurang fokus atau
- 9:16yang enggak bisa diam, salah satu
- 9:19terapinya kan sensor integrasi.
- 9:20Iya. Sensor integratif itu tujuannya
- 9:22adalah buat latihan sensorik yang
- 9:24terintegrate. Jadi kita latih kegiatan
- 9:27tertentu, kita melatih sensorik yang
- 9:30tadi tujuh sensorik tadi secara
- 9:32integrate. He.
- 9:33Di waktu yang bersamaan kita latih buat
- 9:35mengurangi gejala si enggak bisa
- 9:38fokusnya, gejala hiperaktifnya.
- 9:40Oke,
- 9:40gitu.
- 9:41Jadi, tuh kalau kekurangan stimulasi dan
- 9:43sensori tadi tuh sangat berpengaruh
- 9:46untuk akademik akademiknya nanti ya,
- 9:48Dok.
- 9:48Yes.
- 9:49He
- 9:49ya. Karena dia enggak bisa fokus, enggak
- 9:51bisa diam, otomatis dia enggak bisa
- 9:54belajar.
- 9:55Benar
- 9:55gitu. Jadi latihan sensorik atau latihan
- 9:57simulasi itu kan sebenarnya enggak butuh
- 9:59waktu yang panjang, enggak butuh sesuatu
- 10:01yang mahal. Semuanya bisa kita cari ada
- 10:05di dalam rumah gimana caranya
- 10:07berinovasi.
- 10:08Hm.
- 10:09Gitu ya. Waktunya juga enggak harus
- 10:11lama-lama kok. Sekitar 3 5 menit aja
- 10:13cukup. Atau biasanya kalau saya
- 10:14ngajarinnya sampai bayinya nangis aja,
- 10:15Bu. Kalau bayinya sudah nangis berarti
- 10:17tandanya dia sudah waktunya bosan. Stop.
- 10:19gitu. Ah, jadi enggak usah didetikin,
- 10:21enggak usah dimenitin ya.
- 10:24Dunia anak, ingat, dunia anak adalah
- 10:26dunia bermain. Jadi, belajarlah dari
- 10:29bermain,
- 10:30gitu kan. Konsep mengasuh anak, konsep
- 10:33dasarnya cuma dua. Treat your baby like
- 10:35you, treat yourself. Rawatlah bayi
- 10:38seperti kita ingin perawat diri sendiri
- 10:41sama ciptakan lingkungan yang aman.
- 10:44Jadi, kalau mau latihan sensorik
- 10:45misalkan, "Dok, saya mau latihan
- 10:46sensorik tapi saya latihannya pakai
- 10:48beras. Boleh enggak? Ya, kalau beras itu
- 10:52kan sesuatu yang ada resiko menjadi
- 10:55tidak aman. Karena saat dia ngambil anak
- 10:58kan masukin benda ke mulut. Ada fase
- 11:00oromotornya berarti ada resiko dia
- 11:02ngambil masuk. Nah, kalau dia resiko
- 11:04ketelan berarti kan enggak aman.
- 11:06I
- 11:06ya. Berarti sebaiknya pakailah benda
- 11:09yang aman gitu. Mau dia foot grade
- 11:12silakan. Mau benda yang dalam bentuk
- 11:15nempel kan ada sekarang banyak tuh
- 11:17sensor repip segala macam. Nah, itu kan
- 11:19dia enggak bisa diambil.
- 11:20I
- 11:21dia cuman latihan megang. Karena
- 11:22tujuannya bukan buat dimakan, tujuannya
- 11:25buat di pegang.
- 11:27Pegang
- 11:27gitu. Anak itu saat dia belajar apapun
- 11:30dia pasti akan ada namanya fase
- 11:32adaptasi, adap adaptive state.
- 11:35He.
- 11:35Jadi sekitar 5 3 sampai 5 detik tuh dia
- 11:38ngelihat dulu. Dia kayak bengong dulu.
- 11:40Bengong dulu dia ngelihat. Nanti kalau
- 11:42dia belajar sensorik atau belajar megang
- 11:44atau belajar apapun dia akan megang dulu
- 11:46dia gitu dulu. Nanti dia penasaran tuh
- 11:49saat dia sudah penasaran dia pegang, oh
- 11:52kayaknya enggak apa-apa baru dia main
- 11:54gitu. Nah, jadi dari benda yang lembek
- 11:57adaptasi dulu aja jangan langsung
- 11:59tangannya disuruh gini. Oh, marah dia
- 12:02bisa nangis gitu. Jadi kalau mau latihan
- 12:05apapun, latihan sensor apapun taruh
- 12:07bendanya contohin. Nanti kan dia
- 12:09ngelihat apaan sih tuh? Dia ngelihat.
- 12:12Nah, dia ngelihat ngambil op dia megang.
- 12:15Dia penasaran kabur dulu, dia ngelihat
- 12:16lagi.
- 12:18Nah, bisa dari benda lembek, bisa juga
- 12:20nanti ada panjang-panjang.
- 12:21Panjang-panjang tuh kan bisa kayak mie,
- 12:24spaghetti, bihun.
- 12:26Jadi kita bisa merubah rumah kita
- 12:28menjadi sensori ya.
- 12:29Iya, sensor friendly. Tadi kan syaratnya
- 12:31harus yang aman. Kalau yang aman
- 12:33sifatnya kalau ada resiko tertelan
- 12:36pakailah yang food grade.
- 12:37Iya,
- 12:38gitu. Kalau ada resiko tertelan, kalau
- 12:42bisa yang tertempel.
- 12:44gitu yang tertempel ya salah satunya
- 12:46dengan alat bantu simulasi. Alat bantu
- 12:48simulasi kan nanti macam-macam.
- 12:50Ada sensor pad.
- 12:51Betul.
- 12:52Nanti kan sudah banyaklah tuh di di
- 12:54tempat-tempat yang sensor packnya nanti
- 12:56apa aja ya. Salah satunya nanti ada
- 12:57latihan tadi yang panjang-panjang, ada
- 12:59tekstur yang tajam-tajam. Tajam-tajam
- 13:01tuh rumput misalkan atau benda yang
- 13:05butiran-butiran atau kayak yang
- 13:07manik-manik
- 13:08buatnya megang
- 13:10gitu.
- 13:10Nah, kalau screen time bisa menggantikan
- 13:12stimulasi enggak?
- 13:14Screen time enggak bisa menggantikan
- 13:15simulasi. Kenapa? Karena screen time itu
- 13:17dia menyebabkan oversimulasi pada
- 13:20beberapa jenis sensorik.
- 13:23Ah, oke.
- 13:23Gitu. Contoh misalkan dia melihat screen
- 13:26time berarti kan sensorik yang
- 13:28teraktivasi kan sensorik visual,
- 13:31sensorik auditorik,
- 13:33vestibular karena dia duduk dan
- 13:34propioseptif
- 13:36gitu ya. Otomatis saat dia terlalu
- 13:39overstimulated, bayangin ada layar
- 13:41misalkan anggap yang paling sering
- 13:43ditonton sekarang paling sering kan Coco
- 13:45Melon misalkan gitu ya. Ya, pada saat
- 13:48dia ngelihat, oh
- 13:50kan dia ngelihat, oh iya ada orang bawa
- 13:53supir, bawa bus, ada dia ngelihat, oh
- 13:55ada orang, ada bus, ada pohon. Jadi dia
- 13:58terbiasa melihat satu titik dalam waktu
- 14:01yang pendek
- 14:03sehingga dia teroverstimulate visual.
- 14:06Ditambah lagi suara auditory,
- 14:08overstimulate auditory. Dan dia jadi
- 14:10duduk kan enggak diam. Eh, jadinya diam.
- 14:14Jadi dia secara keseimbangan vesibular
- 14:16pasti juga terganggu. Proioseptif ya dia
- 14:20jadi ngikutin gerakan kan. Nah saat dia
- 14:22terjadi overstimulasi pada sensori
- 14:25tertentu ya pasti akan terimpact
- 14:27terhadap yang lain.
- 14:28Oke.
- 14:29Makanya anak-anak dengan melihat gadget
- 14:32yang paling sering terimpact adalah
- 14:34pertama emosinya dulu.
- 14:37Kenapa? Karena saat dia tidak
- 14:39mendapatkan stimulasi dalam dosis
- 14:41tertentu, itu kan dosis stimulasi yang
- 14:44dia lihat, dia akan mencari dosis yang
- 14:46sama sehingga saat itu enggak dia dapat,
- 14:48dia marah, ah saya mau mau dapat
- 14:51simulasi gitu. Sehingga pasti jadi
- 14:54emosian. Terus saat dia terover simulasi
- 14:57dilihat, otomatis auditorynya jadi
- 15:00enggak enggak terkena dengan baik
- 15:02sehingga dia jadi ada resiko space
- 15:04delay.
- 15:05Oke,
- 15:06gitu. Nah, signal-signal apa yang kita
- 15:09sebagai orang tua harus pahami ketika
- 15:10anak kita kekurangan suatu sensori atau
- 15:12stimulasi?
- 15:13Ya, yang paling gampang kelihatan tuh
- 15:15anak jadi mudah rewel. Yang
- 15:17dari usia berapa itu, Dok?
- 15:18Kalau mudah rewel kan dari 6 bulan ke
- 15:20atas sudah kelihatan
- 15:22gitu. Atau satu lagi anak kelihatan
- 15:25kalau untuk auditori itu anak gampang
- 15:27kaget
- 15:29diituin kaget, terkejut-kejut.
- 15:31Nah, itu tandanya auditorik sensorik
- 15:33auditoringnya enggak dilatih dengan
- 15:35baik. atau anak sering jatuh pada saat
- 15:38kita latihan dia sudah mulai kelihatan
- 15:40pas berdiri atau jalan dia jalan eh
- 15:43jatuh. Nah, kalau sudah ada tanda-tanda
- 15:45begitu terjadi 2 3 bulan berturut-turut
- 15:48enggak mau enggak bisa fokus rewel ya
- 15:50segera bawa ke dokter anak.
- 15:52Oke
- 15:53gitu buat dilihat.
- 15:54Hmm.
- 15:55Kita lihat dulu, kita observe dulu
- 15:57sendiri ya, Dok ya. 2 bulan, 3 bulan ya.
- 15:59Iya. 2 3 bulan paling lama 2 3 bulan. 2
- 16:013 bulan jika memang terlihat dominan
- 16:03sekali, oke kayaknya saya harus bawa deh
- 16:05ke dokter anak gitu. Bahkan kalau secara
- 16:09anjuran 06 bulan tuh kalau ba tiap
- 16:12sebulan cek perkembangan.
- 16:14612 tiap 3 bulan
- 16:16di atas 12 tiap 6 bulan.
- 16:19Oke
- 16:19gitu. Mampir aja ke dokter anak, "Dok,
- 16:21saya pengin ngecek
- 16:22perkembangannya gimana gitu
- 16:25ya."
- 16:26Oke.
- 16:26Dokter anak baik-baik kok.
- 16:29Salah satunya dokter yoga. Iya. Enggak
- 16:31galak ya, Dok.
- 16:32Oke, sekarang aku mau nanya ke ee ke Ibu
- 16:34Novi. Ibu Novi kan sebagai seorang ibu
- 16:37yang lebih berpengalaman dari saya
- 16:40karena anak pertamanya umur 11 tahun,
- 16:42anak keduanya umur 9 tahun. Tapi saya
- 16:45yakin 11 tahun lalu pasti parentingnya
- 16:47juga udah agak berbeda ya, Bu ya.
- 16:48Beda banget sih. Beda banget.
- 16:50Iya. Tapi dulu tuh aware enggak sih soal
- 16:51stimulasi sensori kayak gini?
- 16:53Ee sejujurnya
- 16:56enggak sama sekali ya. Karena 11 tahun
- 16:59yang lalu itu tentang stimulasi sensori
- 17:02itu sangat masih sangat awam. Enggak
- 17:05nge-hype, belum nge-hype seperti
- 17:06sekarang gitu kan. Karena juga di masa
- 17:09itu kan sosial media juga masih sangat
- 17:11terbatas ya. Kita masih early adapter
- 17:13lah untuk sosial media sehingga ee
- 17:16informasi dari para ahli itu juga masih
- 17:20terbataskan kita aksesnya gitu. Jadi ee
- 17:23stimulasi sensori benar-benar enggak
- 17:25enggak kedengaran. Malah mungkin di masa
- 17:28itu saya ee ketika menjadi ibu baru itu
- 17:31lebih memperhatikan soal kesehatan fisik
- 17:34ya secara fisik. Ibu melahirkan
- 17:37atau bayi yang dilahirkan gitu. Tapi
- 17:39soal stimulasi sensori ini sama sekali
- 17:41belum pernah dengar gitu. Nah, saya baru
- 17:45sadar soal stimulasi sensori ini justru
- 17:48ketika saya habis dapat masalah nih
- 17:51dengan e problem di anak pertama saya.
- 17:54Karena dulu ee ketika usia anak saya
- 17:57kurang dari 2 tahun yang pertama itu ee
- 18:00dia udah ketergantungan gadget
- 18:03gitu. Jadi yang jelas karena kesalahan
- 18:06saya ya sebagai orang tua yang masih
- 18:09sangat apa ya clules ya jadi orang tua
- 18:11baru di masa itu. Jadi kalau dibilang
- 18:14berpengalaman gitu ya mungkin Niki jauh
- 18:16lebih baik ketika sekarang menjadi orang
- 18:18tua baru ketimbang saya yang dulu gitu.
- 18:21Karena ketika masih clues tentang e
- 18:25menjadi orang tua tahunya melahirkan
- 18:27gitu kan ngasih makan gitu ya, Dok. Ke
- 18:29dokter oke kalau sakit gitu tapi
- 18:31imunisasi gitu ya, Dok. Tapi untuk yang
- 18:34di ranah-ranah lebih dari itu, itu
- 18:37enggak kepikiran sama sekali. Baru
- 18:39kepikiran setelah ee anak saya itu dapat
- 18:43problem itu gitu, ketergantungan gadget.
- 18:46Nah, dari situ baru kayak, "Wah,
- 18:49kayaknya ada yang salah nih." gitu. Baru
- 18:51deh kita
- 18:53awar. Kapan Ibu Novi itu tahu bahwa ini
- 18:56kayaknya something wrong with my
- 18:58daughter gitu. Kayaknya harus saya bawa
- 19:00ke spesialis atau dokter anak.
- 19:03Jadi waktu itu kita tahunya udah cukup
- 19:06telat sih karena bukan lagi tanda-tanda
- 19:08kecil ya, tapi udah ee jatuhnya udah
- 19:11kayak terlambat ya, karena ee efeknya
- 19:14itu udah cukup lumayan parah gitu.
- 19:16Karena saat itu ketika kita sadar itu
- 19:19pertama dari fisik dulu gitu. Jadi
- 19:22matanya itu saat itu merah kemudian dia
- 19:25kedip-kedip sendiri gitu loh, Dok.
- 19:27Mungkin karena terlalu lelah ya di apa
- 19:29namanya? gadget. Selain itu dia tantrum
- 19:32banget ketika gadgetnya itu diminta.
- 19:35Iya, betul. Jadi saat itu juga kayak,
- 19:38"Hah, kenapa nih anak aku?" Hah, ya
- 19:42Allah, ini anak aku pertama yang sebelum
- 19:45dia lahir itu kita pengin banget kita
- 19:48punya anak, pengin banget kita apa
- 19:50istilahnya ya, mm digadang-gadanglah si
- 19:53anak pertama ini. Begitu dia lahir
- 19:55seperti itu tuh kayak aku ngelakuin apa
- 19:58nih ke anak aku gitu. Jadi dari situ
- 20:01baru kita kayaknya ini kita salah banget
- 20:03deh. Kita harus kita harus ke dokter deh
- 20:06ini. Ini gimana caranya biar anak ini
- 20:08tuh balik lagi gitu. Meskipun saat itu
- 20:10juga agak
- 20:12ngerasa desperate gitu, "Dok, ini anak
- 20:14bisa balik lagi enggak ya?" Kayak gitu.
- 20:16Itu sih.
- 20:17Terus akhirnya dokter bilang bahwa
- 20:18kekurangan stimulasi sensori itu.
- 20:20Betul. Jadi dia udah masuk ke tahap ee
- 20:22terapi ya.
- 20:23He.
- 20:24Jadi udah bukan lagi apa namanya
- 20:26preventif tapi udah terapi gitu. udah
- 20:29kuratif gitu. Karena saat itu dia sudah
- 20:31menunjukkan gejala yang mm bukan lagi
- 20:34gejala gitu udah udah parah lah ya.
- 20:37Sehingga waktu itu dokter bilang ini
- 20:39diterapi gitu terapi ee distimulasi
- 20:43tapi di zaman itu ya masih belum terlalu
- 20:46banyak dokter tumbuh kembang, Dok.
- 20:48Enggak kayak zaman sekarang gitu. Jadi
- 20:51kita dulu ee terapi itu baru kayak 2
- 20:53minggu sekali gitu. Nah, tapi dokter ada
- 20:56bilang waktu itu kalau ee sebaiknya
- 21:00diterapi di rumah. Jadi, maksudnya
- 21:02stimulasi itu dilakukan di rumah. Jadi,
- 21:04makanya tadi saya flashback gitu ketika
- 21:06dokter ngomongin tentang rumah itu bisa
- 21:09menjadi tempat stimulasi gitu karena
- 21:11kita bisa lakukan rutin setiap hari gitu
- 21:14kan.
- 21:15Nah, ee cuma kayak ee gimana ya caranya
- 21:20gitu. Nah, di situ momen itu yang
- 21:22akhirnya memaksa kami ya sebagai orang
- 21:24tua baru baru belajar deh. Oh, stimulasi
- 21:27sensori itu seperti apa sih? Stimulasi
- 21:30untuk anak yang berdampak ee stimulasi
- 21:33berdampak untuk anak itu seperti apa
- 21:36kayak gitu. Dari situ saya baru tahu
- 21:38kalau oh ternyata si anak ini tuh tadi,
- 21:42Dok, overstimulasi.
- 21:43Iya.
- 21:44Iya. Dari visual, dari auditorynya.
- 21:47Betul. Terus ya dan ada understimulasi
- 21:51ya, Dok, kalau enggak salah dari
- 21:52vestibulernya yang karena kan dia ketika
- 21:55duduk aja kan ketika nonton gadget itu
- 21:58kan dia duduk aja artinya dia menjadi
- 22:00tidak seimbang gitu.
- 22:02Itu sehari bisa berapa jam gitu gadget?
- 22:05Itu dari buka mata sampai tutup mata
- 22:08lagi.
- 22:09Hah?
- 22:09Iya. Karena dulu
- 22:10karena dia udah nyari gitu ya.
- 22:11Iya. Kalau enggak dikasih dia bakalan
- 22:13nangis gitu. Nah, sebetulnya masalah
- 22:16masalah apa ya? Masalah ujungnya kan
- 22:18karena dulu saya adalah ee dari dulu
- 22:21saya sudah berbisnis nih. Dulu saya ada
- 22:23bisnis fashion. Nah, ketika bisnis saya
- 22:26itu semakin ee apa namanya? berkembang,
- 22:30si anak ini tuh enggak ada yang jagain,
- 22:33enggak ada yang ngasuh, enggak ada
- 22:34babysitter. He.
- 22:36Jadi yang mengasuh adalah gadget. Nah,
- 22:38itulah letak kesalahannya itu di situ,
- 22:41gitu. Jadi ketika saya bekerja meskipun
- 22:43saya bekerja di rumah tapi kan saya
- 22:46tidak bersama dia gitu
- 22:49dan dia bersama dengan
- 22:51pengasuhnya yaitu gadget gitu.
- 22:53Makanya ketika ee dia dari buka mata
- 22:56sampai tidur lagi dia akan selalu
- 22:59bersama itu gitu. Terus pada saat dokter
- 23:02menyuruh Ibu Novi untuk menstimulasi
- 23:04anaknya di rumah, boleh tahu enggak
- 23:06kegiatan apa yang akhirnya Bu Novi
- 23:08ciptakan untuk anaknya? Sebetulnya
- 23:11enggak yang kegiatan yang rumit dulu ya,
- 23:14tapi kegiatan-kegiatan yang
- 23:17bermain sih sebetulnya kalau kita
- 23:19sebagai orang tua ngelihatnya itu tuh
- 23:21cuma bermain gitu, tapi ternyata di
- 23:24bermain itu tuh banyak sekali ee sensori
- 23:27dia atau mungkin hampir keseluruhan
- 23:28sensori dia itu aktif ya, Dok, dari
- 23:31bermain itu gitu. Jadi ee dulu itu tidak
- 23:34yang ribet-ribet banget gitu. Nah, tapi
- 23:38ee pernah di satu masa saya itu juga
- 23:41mencari apa ya referensi gitu. Mencari
- 23:43referensi dari berbagai macam sumber.
- 23:46Kebetulan ketemulah dengan referensi
- 23:48dari luar itu namanya quiet book.
- 23:51He.
- 23:51Jadi si Quiet book itu berisi tentang
- 23:55activity-activity di dalamnya. Di dalam
- 23:57buku itu ada activity-activity yang
- 24:00membuat anak itu tuh fokus. Oke.
- 24:03Karena di dalam setiap ee satu
- 24:06halamannya itu hanya ada satu activity
- 24:10itu saya cari di Indonesia itu enggak
- 24:12ada gitu. Dan saat itu hanya ada di ee
- 24:16negara-negara Eropa kalau enggak salah
- 24:17di tahun 2015 ya gitu. Jadi, wah gimana
- 24:21nih caranya? Kayaknya pengin nyobain deh
- 24:23buku ini gitu. Karena enggak ada di
- 24:25Indonesia akhirnya saya bikin sendiri
- 24:27tuh.
- 24:28He
- 24:28bikin sendiri, jahit sendiri gitu kan.
- 24:31Karena itu dari kain ya, Bic tuh dari
- 24:33velt, kain veld. Nah, ee pakai referensi
- 24:37dari luar itu kan. Terus ee itu saya
- 24:41bikinnya itu mungkin ada kali 6 bulan
- 24:43karena kan saya sambil bekerja ya untuk
- 24:45satu buku itu gitu. Jadi,
- 24:47satu buku itu
- 24:48sembari me apa namanya? Menstimulasi
- 24:52anak, sembari bekerja, sembari bikin ini
- 24:55activity ini gitu. Karena saya pengin
- 24:56nyobain nih karena dia ee bagus gitu. Di
- 24:59dalam setiap satu halaman hanya ada satu
- 25:02activity gitu. Saya bikin setelah jadi
- 25:07ee saya coba pelan-pelan nih ke anak
- 25:09saya. Saya kasih itu apa ya? Saya
- 25:12ngerasa ada semacam keajaiban gitu, Dok
- 25:15di sana. Iya. Karena anak saya itu kan
- 25:17cewek ya, dia itu waktu proses ee
- 25:20berpisah dengan gadgetnya itu dia enggak
- 25:22mau diganti dengan mainan lain-lain,
- 25:24Dok. kayak misalnya boneka atau
- 25:27mobil-mobilan atau segala mainan-mainan
- 25:30itu tuh enggak mau dia. Tapi kalau
- 25:32diajak main dia mau, Dok.
- 25:33Iya.
- 25:34Nah, itu
- 25:35maksudnya kalau main bersama ibunya dia
- 25:36mau.
- 25:36Iya, dia mau gitu. Tapi kalau dia cuma
- 25:39dikasih gitu doang, dia akan tetap
- 25:42tantrum cari handphone gitu. saat itu
- 25:45seperti itu. Nah, ketika si buku ini
- 25:48jadi, saya cobain tuh saya tungguin.
- 25:51Terus dia penasaran dengan apa yang
- 25:54mainan-mainan yang ada di dalam,
- 25:56aktivitas-aktivitas yang ada di dalamnya
- 25:58gitu. Iya, betul. Terus ee lama-lama
- 26:01lama-lama dia lebih milih buku ini, Dok,
- 26:05daripada gadgetnya gitu.
- 26:07Karena mungkin dia terangsang ya, Dok.
- 26:10Iya, ya. Karena kan pada saat dia lagi
- 26:13main sesuatu kan kalau kita ngomongin
- 26:16perkembangan otak Bu Novi ya, otak itu
- 26:19kan ada namanya sel otak, ada namanya
- 26:21kabelnya. Kabelnya itu namanya aksonnya.
- 26:23Jadi di 03 tahun otak itu tumbuh
- 26:26eh 02 tahun otak itu tumbuh. Di 2 sampai
- 26:295 tahun dia mulai bercabang-cabang. He.
- 26:32Nah, si busy book tadi atau si Quite
- 26:34book tadi saat dia mengerjakan setiap
- 26:37otak yang sudah ada tuh muncul cabang
- 26:39baru.
- 26:40Cabang baru.
- 26:41Sehingga semakin banyak cabang yang
- 26:43terbentuk semakin tertarik dia sama
- 26:45benda itu.
- 26:46Iya. Benar. Benar. Benar.
- 26:47Gitu.
- 26:48saat dia belajar kan tadi ada adaptasi
- 26:51kan tadi saya bilang setiap dia
- 26:53mengerjakan adaptasi dia ngambil dia
- 26:55pegang dulu satu cabang ke bentuk dua
- 26:58cabang kebentuk baru dia megang cabang
- 27:00kedua, ketiga kebentuk baru cabangnya
- 27:01sudah lengkap baru dia main
- 27:03gitu itu namanya sinaptogenesis
- 27:06ya jadi proses pembentukan
- 27:08serabut-serabut saraf yang baru nah saat
- 27:11dia muncul muncul rasa ingin tahu nah
- 27:13rasa ingin tahu itulah yang menyebabkan
- 27:15anaknya Jadi quiet, makanya dibilangnya
- 27:18quiet book.
- 27:18Betul, betul, betul gitu,
- 27:20gitu. Nah, saat dia sudah menjadi quiet,
- 27:22dia harus get bored.
- 27:23Dia harus bosen.
- 27:25Jadi, anak itu jangan terlalu banyak
- 27:27benda.
- 27:28Heeh.
- 27:28Jadi, kalau dia main benda itu maksimal
- 27:31empat, kalau perlu satu, one moment, one
- 27:33time.
- 27:34Karena saat dia getboard, satu halaman
- 27:36dia sudah getboard, dia akan mulai
- 27:38berimajinasi.
- 27:40Saat dia sudah mulai bosan, dia
- 27:41imajinasi, oh nih bendanya mau sayain
- 27:44ya. sehingga dia muncul imajinasi
- 27:46imajinasi baru
- 27:48sehingga menjadi quiet.
- 27:50Iya, betul.
- 27:50Makanya di luar dibilangnya quiet.
- 27:53Nah, kalau di sini dibilangnya busy
- 27:54book.
- 27:55Busy book. Betul
- 27:56ya. Kalau dulu tuh memang belum ada busy
- 27:58book. Adanya busy board.
- 27:59Iya.
- 28:00Dalam satu tempat ada board isinya ada
- 28:03suatu kegiatan-kegiatan di situ. Nah,
- 28:05dia ngerjain.
- 28:06Nah, supaya dia bisa ngerjain, dia harus
- 28:09get bored, harus bosan. Jadi, anak itu
- 28:12harus bosan. Enggak boleh enggak bosan.
- 28:14Hmm.
- 28:14Jadi dia jangan sering-sering dikasih
- 28:17stimulasi mainan terlalu banyak.
- 28:18Jangan selalu entertain terus gitu ya,
- 28:20Dok.
- 28:21Yes. Ya, you must get bored. Saat dia
- 28:22get bored, dia akan menjadi muncul
- 28:25creativity-nya, imajinatifnya akan
- 28:27jalan. Heeh.
- 28:29Gitu. Jadi yang dilakuin Bu Novi benar
- 28:31tuh saat dia duduk kan dibiarin tuh.
- 28:34Heeh.
- 28:35Kan dia bingung kan
- 28:36mau ngapain lagi ya
- 28:37udah dapat layar, layar hilang gitu kan.
- 28:41Akhirnya dia kan makan berusaha nih.
- 28:42Gimana caranya nih buku yang ada nih
- 28:44saya mainin sehingga saya getbard. Saat
- 28:47dia getboard dia akan mikir lagi saya
- 28:49harus ngapain lagi nih buku
- 28:51gitu.
- 28:52Nah itu konsep busy book atau white boot
- 28:54kan harusnya begitu ya tujuannya itu.
- 28:57Iya
- 28:57benar sih Dok.
- 28:59Terima kasih, Dok.
- 29:01Iya benar. Saya juga ngelihat apa ya ee
- 29:03respon di mata anak ya kayak dia tuh
- 29:06excited gitu dengan apa yang di
- 29:08hadapannya gitu. karena kayak dia akan
- 29:10terus penasaran. Benar tadi, Dok.
- 29:12Penasaran memang. Terus ya akhirnya ya
- 29:15itulah sebetulnya cikal bakal
- 29:17terlahirnya Foken Bani. Betul. Jadi
- 29:19bukan karena
- 29:20ee saya melihat ada peluang bisnis, tapi
- 29:23memang ada problem pribadi sebetulnya
- 29:26gitu.
- 29:26Dan Ibu mau menolong ibu-ibu yang
- 29:28memiliki problem yang sama. Kebetulan di
- 29:31tahun 2015-216 itu ternyata di masa itu
- 29:36sudah banyak orang tua yang mengalami
- 29:39kendala yang sama dengan saya gitu di
- 29:41saat itu.
- 29:42Oke.
- 29:42Apalagi di saat ini di masa era digital
- 29:45seperti ini ya, Dok. Gitu. Mungkin
- 29:47bahkan malah banyak yang ee
- 29:51menormalisasi, Dok, kayak ya bayi atau
- 29:54anak itu enggak apa-apalah dengan
- 29:56gadgetnya. Mungkin kalau sekarang malah
- 29:57salahnya di situ ya. Tapi sebetulnya
- 30:00dari tahun itu sudah banyak terjadi ee
- 30:03apa namanya isu seperti ini. Dan ketika
- 30:06itu sebetulnya enggak sengaja sih. Saya
- 30:08cuma berbagi cerita nih. Anak saya
- 30:11kemarin e kayak gini ee saya bikin ini
- 30:14ternyata jadi begini. Ternyata dari
- 30:17teman-teman itu bermunculan eh aku juga
- 30:21mau dong kayaknya ee anak aku juga butuh
- 30:23gitu. Dari situlah sebetulnya awal
- 30:26mulanya
- 30:27gitu. Jadi memang ee niat awalnya itu
- 30:30memang ingin berbagi solusi ya gitu.
- 30:32Keterusan Dok sampai sekarang
- 30:33awalnya door to door berarti ya.
- 30:35Bahkan enggak dong. Jadi benar-benar
- 30:38kayak mm
- 30:40kita itu tuh ee dulu dijual secara
- 30:43online. Heeh. Oke.
- 30:44Gitu. Jadi memang benar-benar dari
- 30:45sosial media yang baru Facebook doang
- 30:47zaman dulu itu gitu.
- 30:49Yang pertama tuh yang ini ya?
- 30:50Yang pertama yang ini.
- 30:52Jadi dulu belum
- 30:53ini yang ibu jahit sendiri. Ah, dulu
- 30:55bentuknya belum seperti ini. Dulu masih
- 30:57sangat manual, masih felt gitu, masih
- 31:00kain. Jadi belum printing. He.
- 31:02Kemudian dulu juga belum yang dipisah.
- 31:04Kalau sekarang kan sudah berdasarkan
- 31:06usia ya, ada yang 1 tahun untuk 1 tahun,
- 31:082 tahun, 3 tahun. Kalau dulu sudah ada
- 31:10psikolog yang masuk ke,
- 31:11betul. Karena kalau dulu kan masih
- 31:13sendiri ya gitu. E kalau sekarang sudah
- 31:15alhamdulillah sudah apa namanya didukung
- 31:18oleh tim R& yang ee di dalamnya ada
- 31:21teman-teman dari psikolog, terus
- 31:23kemudian ada dari early child educator,
- 31:26ada dari dokter tumbuh kembang juga gitu
- 31:29seperti itu. Hai, sorry dipotong dulu
- 31:31podcastnya. Di podcast kali ini kita
- 31:33sedang membahas tentang seven sensory
- 31:35system dan aku jadi keingat sesuatu.
- 31:37Saat liburan bayi-bayi kita pasti akan
- 31:39cepat overstimulated dan itu akan
- 31:41membuat mereka cepat cranky dan lebih
- 31:43sensitif. Untuk itu aku selalu siap dan
- 31:46bawa Baby Book Full Color,
- 31:49Sensory Path dan Busy Book Fox.
- 31:54Aku bawa ini agar ketika traveling
- 31:57sensory time anak tetap terjaga, anak
- 31:59tetap engage, dan mood anak selalu
- 32:02happy.
- 32:04Buku-buku ini sangat travel friendly,
- 32:06mudah untuk dibawa-bawa yang bikin tetap
- 32:09bisa mendukung tujuh sensori sistem
- 32:10mereka. Kalau Papa Mama ingin liburan
- 32:13tenang, anak ggak cranky dan tetap bisa
- 32:16sensory play, yuk bawa Fox and Bunny.
- 32:30Halo,
- 32:35back to podcast.
- 32:38Nah, setelah terapi terus pemberian
- 32:40stimulasi sensori yang Ibu lihat dan Ibu
- 32:42rasakan sama anak Ibu tuh apa?
- 32:44Banyak sih. Yang jelas yang paling
- 32:46kelihatan itu ee enggak tantrum.
- 32:49Tantrumnya tuh jadi hilang atau
- 32:51berkurang banget?
- 32:52Bukan hilang ya, tapi berkurang banget.
- 32:54Nah, sekarang kan dia udah 11 tahun nih.
- 32:56Nah, di saat dia pretin ini tuh dia udah
- 32:59mulai bisa mengendalikan diri gitu. Dulu
- 33:02waktunya juga ee tidak sebegitu cepatnya
- 33:06ya. Maksudnya ketika dikasih stimulasi
- 33:08terus terapi, habis itu
- 33:10langsung sembuh. Enggak juga. Jadi ini
- 33:12tuh perjuangan gitu. Jadi maksudnya
- 33:14kalau misalnya di luar sana para orang
- 33:17tua yang anaknya masih masih green lah
- 33:21istilahnya belum terkena masalah sih
- 33:23jangan sampai gitu kan karena
- 33:24perjuangannya itu panjang gitu.
- 33:27perjuangannya panjang. Tapi
- 33:28alhamdulillah dengan dia udah sembuh ini
- 33:33perkembangannya di yang paling terlihat
- 33:35jelas itu di ee sosial dan emosionalnya.
- 33:38Kemudian fokus gitu karena kan
- 33:42itu terjadi sebelum jauh sebelum dia
- 33:44masa sekolah ya. Itu dulu saya juga
- 33:47sudah khawatir banget karena dokter juga
- 33:48dulu bilang kalau ini nanti bisa ee
- 33:51berpengaruh di fokusnya dalam belajar
- 33:54gitu. He.
- 33:54Nah, sekarang dia sudah sekolah nih.
- 33:57Fokusnya alhamdulillah sudah membaik.
- 34:00Sudah membaik. Kalau dulu masih dalam
- 34:02masa penyembuhan itu, Dok. Dia enggak
- 34:05bisa, Dok. Diam
- 34:07terus dia betah di dalam satu activity
- 34:11itu enggak bisa gitu. Itu yang paling
- 34:14kerasa banget sih di kami gitu.
- 34:17Jadi enggak bisa belajar ya.
- 34:18Enggak bisa belajar, Dok.
- 34:19Iya.
- 34:19Kan enggak bet
- 34:20kan resikonya kan akan jadi gitu. Akan
- 34:21jadi attention deficit.
- 34:23Betul. dan gangguan hiperaktif. He.
- 34:26Tapi kita bisa mendiagnosisnya kan kalau
- 34:28di atas 5 tahun. Kalau masih di bawah 5
- 34:30tahun tuh masih ada ruang untuk
- 34:32improve
- 34:34gitu.
- 34:34Jadi benar ya, Dok. Enggak perlu
- 34:36ribet-ribet ya, Dok. Ini menggunakan
- 34:38busy book dari Foxbani juga udah cukup
- 34:39banget di rumah
- 34:40ya. Konsepnya ya saat kita melakukan
- 34:44stimulasi dalam bentuk ya satu one
- 34:46moment one time ya harusnya sih selesai
- 34:49itu
- 34:50karena dalam proses sensorik kita ajarin
- 34:53dia berbagai macam sensorik yang
- 34:56terintegrasi dalam satu kegiatan ya itu
- 34:58akan bisa bikin anaknya jadi lebih
- 35:00fokus.
- 35:00Oke
- 35:01gitu ya. Salah satunya yang paling
- 35:03sederhana kan bisa dengan buku busy book
- 35:06bisa dengan busy board. Kalau Dok, saya
- 35:08belum ada, saya mau yang paling
- 35:10sederhana lagi apa? Ya, dengan bermain
- 35:12sama orang tuanya. Misalnya nyusun
- 35:14balok.
- 35:15Oke.
- 35:15Nyusun balok. Yuk, kita main yuk. Coba
- 35:17sekarang dari balok warna merah kita
- 35:19susun warna merah dia susun
- 35:21atau yang ada yang itu donat. Donat yang
- 35:24tower kita masukin donat. Ya, saat kita
- 35:27ngomongin belajar jangan tangan bayinya
- 35:30kita
- 35:31masukin. Jangan kita arahin. Kita
- 35:33contohin. Lihat, tutup, taruh. Nanti kan
- 35:37dia ngelihat salah pertama belajar
- 35:39terbentuk cabang, salah kedua belajar,
- 35:42berikutnya dia melihat, "Oh, gitu
- 35:43caranya dia ngerja ngerjain lagi."
- 35:45Oke,
- 35:45gitu. Dari yang paling sederhana sampai
- 35:47yang kalau mau lebih simpel ya, yang
- 35:50dalam satu benda ada berbagai macam
- 35:52kegiatan ya. Salah satunya quiet book,
- 35:55busy book itu bisa sangat membantu
- 35:58karena dia dibilangkan alat media
- 36:00stimulasi. Jadi kalau ngomongin sensorik
- 36:03stimulasinya salah satunya kan butuh
- 36:05media. alat simulasi. Nah, alat
- 36:07simulasinya yang bisa dipakai busy book
- 36:09salah satu caranya.
- 36:11Dan ini very simple jadi bisa dibawa ke
- 36:12mana-mana ya. Kalau traveling apalagi
- 36:15dalam long flight gitu-gitu ya.
- 36:16Nah, itu itu yang paling ee belakangan
- 36:19ini tuh mungkin kayak 5 tahun terakhir
- 36:22itu kerasa banget karena kan orang udah
- 36:24mulai ee apa namanya? traveling
- 36:26gitu-gitu ya, Dok. itu biasanya kalau
- 36:29saya dulu kalau anak itu diajak
- 36:32traveling misal seperti di kereta kereta
- 36:35kan perjalanan panjang ya 8 jam mungkin
- 36:38ya itu anak bakalan
- 36:41tantrum banget kalau misalnya dia tidak
- 36:42ada
- 36:43enggak ada kegiatan
- 36:44tidak ada kegiatan gitu bisa gangguin
- 36:46orang juga kan gitu. Nah, ee kalau kita
- 36:48bawa busy book misalnya, ya udah dia
- 36:51akan anteng dengan kegiatan yang ada
- 36:53tujuannya gitu. Tapi kita juga sebagai
- 36:55orang tua tetap mendampingi sih. Jadi
- 36:57enggak yang anak itu ditinggal mainan,
- 37:00udahlah kamu mainan sendiri aja gitu
- 37:03kan.
- 37:04Memang harus didampingi tetap ya.
- 37:05Betul, memang harus didampingi gitu.
- 37:07Karena konsepnya kan kalau ngomongin
- 37:09tadi latihan, latihan itu kalau sebagai
- 37:12kita bilangnya biasanya ke orang tua,
- 37:14jangan wujudnya aja ada. H
- 37:17ya. Jadi harus bersama dengan anak
- 37:19karena wujudnya bisa aja kalau wujud ada
- 37:22saya ada kok siap anak main ya ada tapi
- 37:24dia enggak bersama anak.
- 37:26Hm. Anak orang tuanya main handphone
- 37:29gitu ya.
- 37:29Iya punya pekerjaannya masing-masing.
- 37:32Nah kalau ngomongin stimulasi ya dia
- 37:34harus bersama dengan anak gitu ya. Kalau
- 37:37kita tidak bisa bersama dengan anak ya
- 37:39berarti kita harus menciptakan suatu
- 37:42lingkungan yang bisa membantu anak itu
- 37:44untuk mensimulasi.
- 37:46Ya, salah satu itu tadi saat kita
- 37:48memberikan suatu permainan atau
- 37:51stimulasi atau alat bantu stimulasi, si
- 37:53anak itu harus bisa duduk dan dia jangan
- 37:56terlalu banyak karena jadi
- 37:57overstimulated.
- 37:58I
- 37:59saat dia overstimulated dia jadi bingung
- 38:01mau main yang mana. Jadi stimulasi one
- 38:03moment, one time. Satu waktu, satu
- 38:06kesempatan. Ya, saat dia bingung mau
- 38:09ngapain, getboard. Saat dia getateboard
- 38:11muncul imajinasi sehingga makin duduknya
- 38:15makin anteng. Coba aja nanti ngelihat
- 38:18misalkan ada anak kecil yang sudah agak
- 38:19gedean 3 tahun 4 tahun dikasih nih ada
- 38:22ee dino misalkan dinosaurus dia main
- 38:25dinonya. Tadinya dia udah makan-makan oh
- 38:28udah bosan udah bingung nih dia mau
- 38:30diapain lagi. Oh di tiba-tiba jadi
- 38:31pesawat. Wah gituitu
- 38:34ya gitu. Jadi dia harus getoard. Saat
- 38:38dia getard dia akan muncul imaginative.
- 38:41Imaginatif muncul menjadi curiosity-nya
- 38:44tinggi. Jadi executive functioning-nya
- 38:46juga jadi bagus, problem solving-nya
- 38:49jadi dapat. Jadi itu sangat penting
- 38:52gitu. Jadi kalau ada satu alat stimulasi
- 38:55yang bisa membantu untuk menstimulasi
- 38:57itu ya why not gitu ya. Tapi hebat loh
- 39:01dengan pengalaman pribadi. Jadi punya
- 39:05apa istilahnya tuh punya keinginan buat
- 39:08membantu orang banyak?
- 39:10Iya karena mungkin jadi si Dok.
- 39:12Terima kasih. Saya salting nih jadinya
- 39:16karena mungkin ini ya, Dok. Ee apa
- 39:18namanya? saya punya anak. Kemudian saya
- 39:21pengin anak saya ini di masa depan nanti
- 39:24dia hidup di kondisi yang nyaman untuk
- 39:28dia, dianya sendiri juga siap gitu. Nah,
- 39:32ketika itu mm harapan itu kayaknya kalau
- 39:37misalnya kita enggak ngelakuin sesuatu
- 39:40di kondisi dan masa yang seperti ini tuh
- 39:44apa ya dunia mereka nanti tuh akan
- 39:46seperti apa gitu, Dok.
- 39:47Gitu ya. Jadi memang ee divisinya Foxen
- 39:51Bani pun memang inginnya itu
- 39:54berkontribusi gitu, Dok, untuk
- 39:55mewujudkan generasi bangsa yang ee kaya
- 39:58hati dan empati kalau kita bilangnya
- 40:00gitu. Karena di dunia yang serba
- 40:03digital, kemudian apa namanya
- 40:06orang-orang hanya berpaku pada layar
- 40:09gitu, yang namanya empati itu kayaknya
- 40:11sulit banget dibangun gitu. Nah, melalui
- 40:14bermain kemudian melalui stimulasi yang
- 40:17tepat itu semua akan tadi seperti dokter
- 40:20bilang akan terkoneksi sehingga ya akan
- 40:23menciptakan dunia yang lebih baik gitu.
- 40:25Ah, jadi terharu.
- 40:28Iya. Iya seperti itu memang
- 40:29ya Bu. Dan kebetulan ketiga buku ini
- 40:31memang sudah aku pakai sejak Isa
- 40:33Newborn. Karena saat newborn itu kan
- 40:36masih membutuhkan buku dengan high
- 40:38contrast. Jadi aku sudah memberikan
- 40:40kontrast baby book ke Isa. Lalu pada
- 40:42saat Isa Tummy Time, aku tuh memberikan
- 40:45Isa baby sense sensory path. Jadi dia
- 40:48bisa juga terstimulasi sensorinya pada
- 40:49saat Tami time. Dan untuk sekarang ini
- 40:52karena kita sering traveling,
- 40:55kita ke mana-mana pasti enggak pernah
- 40:56ketinggalan untuk bawa busy bookox ini
- 40:59karena membuat anak mandiri dan
- 41:01mempunyai aktivitasnya sendiri.
- 41:03Ya, Bu Novi kan sudah memiliki
- 41:06pengalaman mengenai e stimulasi sensori
- 41:08dan Bu Novi juga sekarang sebagai owner
- 41:10dari Fox and Bunny. Mungkin Bu Novi mau
- 41:12menyampaikan kepada para ibu bahwa kita
- 41:14tuh sebagai orang tua penting banget
- 41:16untuk paham dan aware mengenai stimulasi
- 41:18sensori anak sejak dini
- 41:20ya. Ee jadi sebetulnya seperti yang tadi
- 41:24dokter Yoga katakan bahwa sensori ini
- 41:27tuh adalah sebuah fondasi gitu ya, Dok.
- 41:29sebuah fondasi yang ee ketika kita bisa
- 41:33menstimulasi dengan tepat, dia itu akan
- 41:36sangat impactnya sangat ke mana-mana
- 41:38banget nih untuk ee si anak ini, untuk
- 41:40kehidupan si anak ini karena benar-benar
- 41:43ee menyambungkan dari satu hal ke hal
- 41:47lainnya gitu. Dan ketika kita sebagai
- 41:50orang tua itu aware dan paham tentang
- 41:54pentingnya stimulasi sensori, selain
- 41:57dari tumbuh kembang anaknya yang jadi
- 41:59optimal, kitanya sendiri sebagai orang
- 42:01tua itu ketika menghadapi atau apa
- 42:05namanya ya, mendampingi anak itu cara
- 42:08pandangnya tuh jadi berbeda gitu loh,
- 42:09Dok. Jadi kayak kita bisa lebih empati
- 42:13gitu terhadap anak, bisa lebih mindful
- 42:15juga karena enggak enggak yang terlalu
- 42:19gampang ngecap anaknya, waduh anak aku
- 42:22gampang rewel, anak aku nakal kayak
- 42:24gitu-gitu. Karena sebetulnya itu semua
- 42:26ada penyebabnya gitu.
- 42:28Oke,
- 42:28gitu. Jadi penting banget untuk memahami
- 42:31stimulasi sensori yang optimal untuk
- 42:34anak agar kita juga ee apa ya
- 42:38berinvestasi dengan baik di anak-anak
- 42:40kita untuk masa depannya. Seperti itu,
- 42:42Dok. One more nih, Dok. Before we close,
- 42:45ada satu hal lagi. Mungkin para ibu yang
- 42:47sedang mendengarkan podcast ini yang
- 42:50masih belajar sama seperti saya juga dan
- 42:51ingin mencoba menjadi lebih baik lagi.
- 42:54Ada enggak pesan penting yang ingin
- 42:55dokter sampaikan mengenai stimulasi
- 42:57sensori yang bisa mereka praktikkan
- 42:59mulai sekarang di rumah setelah menonton
- 43:02podcast ini?
- 43:02Ya, pesan yang pertama, stimulasi itu
- 43:06sebaiknya dilakukan. stimulasi itu ee
- 43:10sifatnya bukan menyempatkan waktu, tapi
- 43:12dia sebagai struktur perkembangan anak.
- 43:15Jadi, kalau bisa kerjakan 3 sampai 5
- 43:17menit, sempatkan saja.
- 43:19Ya, saat kita melakukan stimulasi secara
- 43:21enggak sara kita akan menstimulasi
- 43:23sensoriknya juga. Nah, sensorik itu
- 43:26sebagai pondasi dasar tadi. Dasar
- 43:29sensoriknya kita latih dengan baik.
- 43:31Otomatis perkembangan anak tuh kan
- 43:33secara domain ada empat. motorik kasar,
- 43:36motorik halus, bahasa, dan sosial. Empat
- 43:39perkembangan ini akan terkena impact
- 43:41dengan sangat baik saat sensoriknya kita
- 43:44latih dengan baik. Dan yang harus
- 43:46benar-benar dipahami, sensorik itu bisa
- 43:49dilakukan dengan media apapun,
- 43:52di manaun,
- 43:53dengan bahan seminimal mungkin, dengan
- 43:57tujuan yang cukup baik. Dan yang paling
- 44:01penting konsep dasarnya selalu ingat,
- 44:04treat your baby like you treat yourself.
- 44:06Rawatlah bayi seperti kita merawat diri
- 44:09sendiri. Ciptakan lingkungan yang aman
- 44:12dan harus hadir bersama dengan anak. Ya,
- 44:15mungkin itu sih secara gambaran. Nanti
- 44:17untuk yang simulasinya apa aja ya nanti
- 44:19kan bisa
- 44:21dilihat 03 bulan sesuai dengan
- 44:22perkembangan. Nah, dia baru melihat dia
- 44:24belajar sensori visual sama sensori
- 44:27auditorik. 69 bulan latihan mulai duduk
- 44:30mulai probioseptif sama vestibular
- 44:339 12 bulan mulai melangkah vestibular
- 44:36sama mulai intersepsinya sudah mulai
- 44:38belajar belajar rasa lapar kenyang
- 44:40he
- 44:40mulai belajar gelap terang gitu sehingga
- 44:44nanti semakin bertambah usia latihan
- 44:47sensoringnya akan makin banyak
- 44:49he
- 44:49ya salah satunya mungkin nanti ayah
- 44:50bunda bisa juga ngelihat di di
- 44:54cara melatih si 0 sampai 12 bulan itu
- 44:56apa aja beserta alat simulasinya apa
- 44:58saja? Mungkin itu sih, Niki.
- 45:00Oke, Dok. Ada lagi, Bu, yang ingin
- 45:02disampaikan mengenai pentingnya bermain
- 45:04dan stimulasi sensori? Pentingnya
- 45:06bermain ya. Kadang kita sebagai orang
- 45:08tua tuh ngelihat bermain itu hanya
- 45:11bermain gitu. Padahal ee bermain itu
- 45:14adalah fitrahnya anak ya yang Allah
- 45:17kasih gitu. Dan ternyata dari yang Allah
- 45:19kasih itu sudah bisa banget
- 45:23memfasilitasi si anak untuk
- 45:25mengoptimalkan semua yang memang harus
- 45:28dia optimalkan gitu ya dari sensorinya
- 45:31gitu. Jadi bermain itu kita tidak boleh
- 45:35meremehkan bermain gitu. Hal yang kita
- 45:37anggap kayak gitu doang tapi ternyata
- 45:40manfaatnya untuk anak sampai dia dewasa
- 45:42nanti itu banyak banget gitu.
- 45:44Thank you Bu. Dan dari obrolan kita hari
- 45:47ini bisa aku simpulkan bahwa pada
- 45:49akhirnya sebagai orang tua kita sering
- 45:51lupa bahwa bagi anak bermain bukan
- 45:53sekedar aktivitas untuk
- 45:54bersenang-senang. Bermain adalah cara
- 45:57alami otak mereka bekerja dan tumbuh.
- 46:01Karena bermain adalah cara terbaik anak
- 46:03belajar memahami dunia. Dr. Yoga dan Ibu
- 46:05Novi, thank you so much for sharing
- 46:07today and see you guys next week. Bye.
About this transcript
This page contains the full transcript of #momscorner 79 dr. Yoga Yandika, Sp.A & Novia Candra | Jangan Lewatkan Stimulasi Sensory untuk Anak! by Nikita Willy Official, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 6,399 words across 1,205 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.