Mengapa Masa Lalu dan Masa Depan adalah Hal yang Sama Bagi Tuhan.. — Transcript
Full transcript
- 0:01[musik]
- 0:07[musik]
- 0:11Setiap detik yang baru Anda lewati kini
- 0:13telah tiada. Ia menjadi masa lalu yang
- 0:16tidak akan pernah bisa disentuh lagi.
- 0:19Dan hari esok adalah misteri gelap yang
- 0:21belum tercipta.
- 0:22Setidaknya begitulah cara otak biologis
- 0:25kita memahami waktu. Bergerak lurus maju
- 0:28ke depan.
- 0:30Namun di awal abad ke-20, Albert
- 0:32Einstein menghancurkan keyakinan purubah
- 0:34ini. Fisika modern menemukan fakta yang
- 0:38mengerikan sekaligus menakjubkan.
- 0:40Waktu ternyata tidak mutlak. Waktu bisa
- 0:43melengkung, bisa melambat, dan secara
- 0:46fundamental konsep masa lalu, masa kini,
- 0:49dan masa depan sebenarnya sedang terjadi
- 0:52secara bersamaan di sebuah struktur yang
- 0:54disebut sebagai block universe.
- 0:58Jika waktu pada dasarnya hanyalah sebuah
- 0:59dimensi fisik, sama seperti panjang,
- 1:02lebar, dan tinggi, lalu di manakah
- 1:05posisi sang pencipta alam semesta ini?
- 1:08Jika alam semesta ini adalah sebuah film
- 1:10yang sedang diputar, apakah Tuhan sedang
- 1:12menontonnya bersama kita bingkai demi
- 1:15bingkai ataukah dia yang memegang role
- 1:17film tersebut secara utuh?
- 1:21Di video ini kita akan membongkar
- 1:23persepsi kita tentang waktu. Kita akan
- 1:25melihat bagaimana relativitas Einstein
- 1:27menjelaskan mukjizat Isra Mikraj dan
- 1:30mengapa bagi Tuhan sejarah, masa lalu,
- 1:33masa depan, dan bahkan takdir Anda
- 1:35sendiri sebenarnya adalah satu titik
- 1:37yang sudah selesai.
- 1:40[musik]
- 1:49Selama berapa dapat lamanya, umat
- 1:51manusia meyakini sebuah aturan sederhana
- 1:53yang dirumuskan oleh Bapak fisika
- 1:55klasik, Sir Isac Newton. Newton percaya
- 1:59bahwa waktu adalah entitas yang mutlak
- 2:01dan absolut. [mendengus] Ia membayangkan
- 2:04alam semesta ini memiliki satu jam
- 2:05raksasa yang tak terlihat. Jam ini
- 2:08berdetak dengan kecepatan yang sama
- 2:10persis di mana pun Anda berada.
- 2:131 detik di kamar Anda sama persis
- 2:15panjangnya dengan 1 detik di bulan atau
- 2:181 detik di Galaxy Andromeda. Waktu
- 2:21dianggap kaku, keras, dan tidak bisa
- 2:23diubah.
- 2:25Namun pada tahun 1905, seorang pegawai
- 2:29kantor paten bernama Albert Einstein
- 2:31mempublikasikan sebuah teori yang
- 2:32membuat seluruh ilmuwan dunia terdiam.
- 2:35Instin membuktikan bahwa Newton salah.
- 2:38Waktu itu tidak kaku. Waktu itu seperti
- 2:40selembar karet yang bisa ditarik.
- 2:43direntangkan dan dilengkungkan.
- 2:45Dalam teori relativitasnya, Instin
- 2:48menemukan hukum dasar ini. Semakin cepat
- 2:50Anda bergerak di dalam ruang atau
- 2:52semakin kuat gravitasi di sekitar Anda,
- 2:55maka waktu akan berjalan semakin lambat
- 2:57bagi Anda. Ilmuwan menyebut fenomena
- 2:59aneh ini sebagai time delation atau
- 3:02dilasi waktu.
- 3:05Bayangkan, Anda memiliki seorang saudara
- 3:07kembar. Anda berdua berusia 20 tahun.
- 3:10Suatu hari, Anda memutuskan untuk masuk
- 3:13ke dalam pesawat luar angkasa canggih
- 3:15yang melesat dengan kecepatan mendekati
- 3:17kecepatan cahaya. Sementara itu, Saudara
- 3:20kembar Anda tetap tinggal di bumi.
- 3:23Bagi Anda yang berada di dalam pesawat,
- 3:25semuanya terasa normal. Jam tangan Anda
- 3:28berdetak seperti biasa. Namun karena
- 3:31Anda bergerak sangat cepat, dimensi
- 3:33waktu di sekitar Anda meregang dan
- 3:35melambat secara drastis dibandingkan
- 3:38dengan waktu di bumi.
- 3:40Setelah Anda merasa bebergian selama 1
- 3:42tahun, Anda memutuskan untuk pulang.
- 3:46Saat pintu pesawat terbuka, Anda
- 3:48melangkah ke luar bumi. Anda masih
- 3:50berusia 21 tahun. Namun saat Anda
- 3:53mencari saudara kembar Anda, Anda tidak
- 3:56menemukan seorang pemuda berumur 21
- 3:58tahun. Anda justru bertemu dengan
- 4:00seorang kakek tua renta berumur 80
- 4:03tahun.
- 4:05Ke mana hilangnya waktu 60 tahun itu?
- 4:08Jawabannya waktu tidak hilang. Waktu
- 4:11sekedar berjalan dengan kecepatan yang
- 4:13berbeda untuk dua pengamat yang berbeda.
- 4:16Waktu sepenuhnya bergantung pada dimensi
- 4:18mana Anda berada dan seberapa kuat
- 4:21gravitasi mengikat Anda.
- 4:24Sekarang mari kita bawa fakta fisika
- 4:25modern ini ke dalam literatur Islam kuno
- 4:28yang turun di padang pasir 14 abad yang
- 4:30lalu. Jauh sebelum Esten meremuskan
- 4:33relativitas, Al-Qur'an telah memberikan
- 4:36petunjuk eksplisit bahwa waktu bukan
- 4:38entitas yang mutlak.
- 4:40Perhatikan surah Al-Haj ayat 47. Allah
- 4:43berfirman,
- 4:46"Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu
- 4:48adalah seperti 1000 tahun menurut
- 4:50perhitunganmu."
- 4:52Bahkan dalam surah Almaarij ayat 4
- 4:55ketika menjelaskan pergerakan malaikat
- 4:57yang terbuat dari cahaya, entitas yang
- 4:59bergerak secepat kecepatan cahaya atau
- 5:01lebih. Al-Quran memberikan rasio yang
- 5:04jauh lebih ekstrem.
- 5:06Malaikat-malaikat dan Jibril naik
- 5:08menghadap kepada Tuhan dalam sehari yang
- 5:10kadarnya 50.000 tahun.
- 5:14Dahulu para cendikiawan menganggap
- 5:15ayat-ayat ini hanyalah kiasan bahasa
- 5:18atau metafora untuk menggambarkan betapa
- 5:21lamanya hari kiamat. Namun dengan fisika
- 5:24modern kita menyadari sesuatu yang
- 5:26sangat mencengangkan.
- 5:28Itu bukan kiasan. Itu adalah pernyataan
- 5:31fisika literal.
- 5:33Al-Qur'an sedang menjelaskan time
- 5:34delation.
- 5:36Karena Tuhan dan alam spiritual berada
- 5:38di pusat realitas dengan bobot dan
- 5:40dimensi yang melampaui alam semesta
- 5:42fisik, maka waktu di sana berjalan
- 5:45jauh-jauh lebih lambat dibandingkan
- 5:47dengan waktu biologis di planet bumi
- 5:49yang kecil ini.
- 5:51Waktu bukanlah penguasa alam semesta.
- 5:54Waktu hanyalah satu makhluk atau ciptaan
- 5:57yang tunduk pada hukum fisika.
- 5:59Dan jika waktu hanyalah sebuah dimensi
- 6:01yang bisa dilengkungkan, bagaimana hal
- 6:03ini menjelaskan salah satu peristiwa
- 6:05paling misterius dalam sejarah Islam,
- 6:08perjalanan satu malam Isra Mikraj.
- 6:17Mari kita putar waktu mundur ke 14 abad
- 6:19yang lalu di sebuah malam yang sunyi di
- 6:22kota Makkah. Seorang pria bernama
- 6:24Muhammad menceritakan sebuah pengalaman
- 6:27yang membuat akal sehat masyarakat saat
- 6:29itu menolaknya mentah-mentah.
- 6:31Beliau mengatakan bahwa dalam sebagian
- 6:33kecil malam sebelum tempat tidurnya
- 6:35bahkan sempat menjadi dingin, beliau
- 6:37telah melakukan perjalanan dari Mekah ke
- 6:40Yerusalem lalu naik melintasi tujuh
- 6:42lapis langit menuju batas alam semesta
- 6:45dan kembali lagi ke bumi.
- 6:48Bagi masyarakat abad keet7, klaim ini
- 6:50adalah sesuatu yang mustahil. Logika
- 6:53mereka mengatakan perjalanan melintasi
- 6:56padang pasir saja butuh berbulan-bulan,
- 6:58apalagi melintasi langit.
- 7:01Namun mari kita bedah ini dengan
- 7:03menggunakan fisika abad ke-21.
- 7:07Dalam literatur Islam, kendaraan yang
- 7:09digunakan oleh Nabi Muhammad sallallahu
- 7:11alaihi wasallam disebut Burok.
- 7:14Secara etimologi bahasa Arab, kata burok
- 7:17berasal dari akar kata bark yang secara
- 7:20harfiah berarti kilat atau cahaya. Dari
- 7:23sudut pandang fisika modern, ini adalah
- 7:25petunjuk yang sangat genius.
- 7:28Mari kita ingat kembali hukum dilatasi
- 7:30waktu instin yang baru kita bahas.
- 7:33Semakin cepat Anda bergerak mendekati
- 7:35kecepatan cahaya, waktu di sekitar Anda
- 7:38akan semakin melambat. Dan pada titik
- 7:41kecepatan cahaya itu sendiri secara
- 7:43teoritis waktu akan berhenti total.
- 7:47Bagi pengamat yang diam di bumi. Seperti
- 7:49penduduk Makkah yang sedang tidur, waktu
- 7:51berjalan normal, detik berganti detik
- 7:54jam berganti jam.
- 7:56Namun bagi para musafir yang sedang
- 7:58melesat di atas kendaraan cahaya dan
- 8:00menembus batas-batas gravitasi kosmik,
- 8:03hukum waktu bumi tidak lagi berlaku.
- 8:06Bagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- 8:08wasallam, perjalanan itu terasa nyata
- 8:10dan berdurasi panjang. Beliau bertemu
- 8:13dengan nabi-nabi terdahulu, melihat
- 8:15wujud surga dan neraka, serta berdialog
- 8:18secara langsung dengan sang pencipta.
- 8:21Semua itu membutuhkan waktu operasional
- 8:23dalam dimensi tersebut.
- 8:25Namun ketika beliau kembali dan
- 8:27melangkah turun di bumi, karena beliau
- 8:29baru saja kembali dari kecepatan dan
- 8:31dimensi yang melampaui cahaya, waktu di
- 8:33bumi baru bergeser beberapa detik saja.
- 8:37Ini persis seperti analogi astronaut
- 8:39yang kita bahas di awal. Hanya saja ini
- 8:42terjadi dalam skala dimensi yang jauh
- 8:45lebih tinggi dan sempurna.
- 8:48Bahkan kata mikraj itu sendiri secara
- 8:50bahasa berarti tangga atau tempat naik.
- 8:54Dalam astrofisika modern, ilmuwan
- 8:56memiliki teori tentang Einstein Rosen
- 8:58Bridge atau yang lebih kita kenal
- 9:00sebagai lubang cacing atau warmhole.
- 9:04Sebuah jalan pintas yang melipat ruang
- 9:06dan waktu memungkinkan sebuah objek
- 9:09berpindah dari satu ujung alam semesta
- 9:11ke ujung lainnya dalam sekejap.
- 9:14Apakah Mikraj adalah sebuah wormhole
- 9:16kosmik yang pintunya dibukakan khusus
- 9:19bagi malam itu?
- 9:20Hanya Allah yang maha mengetahui. Namun
- 9:23yang pasti sains modern membuat mukjizat
- 9:25ini tidak lagi terdengar seperti sekedar
- 9:28dongeng sihir, melainkan sebuah fenomena
- 9:30fisik tingkat tinggi yang dikendalikan
- 9:33langsung oleh pemilik alam semesta.
- 9:38Sampai di titik ini, kita telah
- 9:39menyadari satu hal yang sangat
- 9:40fundamental. Waktu bukanlah sebuah garis
- 9:43lurus yang kaku. Waktu hanyalah sebuah
- 9:46kain atau kanvas fisik yang terbentang
- 9:48di alam semesta.
- 9:50Ia bisa dilipat, direntangkan, dan
- 9:52dilambatkan.
- 9:54Jika waktu hanyalah sebuah kanvas, lalu
- 9:56di mana posisi sang pelukis?
- 9:59Mari kita keluar dari dimensi itu di
- 10:01bagian selanjutnya.
- 10:07Bayangkan sebuah pita film klasik. Pita
- 10:10film ini berisi sebuah cerita utuh dari
- 10:12awal sampai akhir.
- 10:15Bagi karakter yang hidup di dalam film
- 10:16tersebut, waktu berjalan detik demi
- 10:19detik.
- 10:20Saat mereka berada di adegan menit
- 10:22ke-10, mereka tidak tahu apa yang akan
- 10:25terjadi di menit ke-60. Bagi mereka,
- 10:28menit ke-60 adalah masa depan yang belum
- 10:31terjadi dan masih misterius.
- 10:33Namun, bagaimana dengan Anda? Anda
- 10:35adalah penonton yang memegang golongan
- 10:38peta film di tangan Anda. Apakah Anda
- 10:41harus menunggu untuk mengetahui akhir
- 10:42ceritanya?
- 10:44Sama sekali tidak. Anda bisa melihat
- 10:46bingkai pertama yaitu awal film dan
- 10:49bingkai terakhir atau akhir film secara
- 10:51bersamaan di tangan Anda.
- 10:54Bagi Anda yang berada di luar pita film
- 10:56tersebut, masa lalu, masa kini, dan masa
- 11:00depan si karakter ada di waktu yang
- 11:02bersamaan. Semuanya sudah selesai.
- 11:06Inilah cara fisika modern memandang alam
- 11:08semesta kita. Konsep ini disebut sebagai
- 11:11block universe.
- 11:13Dalam fisika quantum dan relativitas,
- 11:16masa lalu tidak menghilang dan masa
- 11:18depan tidak sedang menunggu untuk
- 11:20diciptakan.
- 11:21Seluruh sejarah alam semesta ini dari
- 11:24peristiwa Big Bang hingga hari kiamat
- 11:25nanti sebenarnya sudah tergelar utuh
- 11:28dalam sebuah balok dimensi ruang dan
- 11:30waktu.
- 11:31Kitalah yang bergerak menyusuri
- 11:33balok-balok tersebut detik demi detik.
- 11:36layaknya cahaya proyektor yang menyerti
- 11:39pita film satu persatu. Itulah yang
- 11:41menciptakan ilusi bahwa waktu sedang
- 11:44mengalir.
- 11:46Sekarang mari kita terapkan hukum fisika
- 11:48ini untuk memahami sifat sang pencipta.
- 11:51Banyak orang bertanya, "Di mana Tuhan
- 11:54atau kapan Tuhan mulai ada?"
- 11:57Pertanyaan ini sebenarnya adalah cacat
- 11:59secara logika. Mengapa? Karena kata di
- 12:02mana adalah ukuran ruang dan kata kapan
- 12:05adalah ukuran waktu. Ruang dan waktu
- 12:08adalah makhluk. Mereka adalah ciptaan.
- 12:11Sama seperti bumi, bintang, dan manusia.
- 12:15Sang pencipta yang membuat kotak ruang
- 12:17dan waktu mustahil terjebak di dalam
- 12:19kotak yang dia buat sendiri. Allah
- 12:22berada di luar dimensi. Dia tidak
- 12:24terikat oleh gravitasi, tidak terikat
- 12:27oleh ruang, dan tidak terikat oleh
- 12:28aliran waktu. Itulah mengapa salah satu
- 12:31nama Allah dalam Islam adalah alawal wal
- 12:34akhir. Yang maha awal dan yang maha
- 12:37akhir.
- 12:39Logika manusia sering bingung. Bagaimana
- 12:41bisa seorang menjadi yang pertama
- 12:43sekaligus yang terakhir di saat yang
- 12:45bersamaan?
- 12:47Jawabannya menjadi sangat logis jika
- 12:49kita melihatnya dari luar dimensi.
- 12:51Karena Tuhan tidak berada di garis waktu
- 12:53kita, maka Dia bisa melihat titik awal
- 12:56penciptaan alam semesta dan titik akhir
- 12:59kehancurannya dalam satu tatapan yang
- 13:01utuh. Bagi Tuhan, hari kemarin dan hari
- 13:04esok adalah hal yang sama.
- 13:08Pemahaman fisika dimensi ini akhirnya
- 13:10memecahkan salah satu paradoks terbesar
- 13:12yang sering membuat banyak orang pusing
- 13:15bahkan kehilangan keimanan, yaitu
- 13:17paradoks tentang takdir.
- 13:20Pertanyaannya selalu begini. Jika tuan
- 13:23sudah tahu apakah saya akan masuk surga
- 13:25atau neraka dan masa depan saya sudah
- 13:27dia ketahui, lalu buat apa saya
- 13:29berusaha? Bukankah saya hanya seperti
- 13:32robot yang menjalankan skrip yang sudah
- 13:34ditulis?
- 13:36Mari kita coba selesaikan pertanyaan
- 13:37ini. Sebenarnya saya sudah pernah
- 13:40menyebutnya di video saya sebelumnya,
- 13:42tapi kita ulang.
- 13:44Katakanlah Anda berdiri di atas sebuah
- 13:46geduk pencakar langit yang sangat
- 13:48tinggi. Di bawah ada sebuah jalan raya.
- 13:52Anda melihat sebuah mobil melaju kencang
- 13:53ke arah persimpangan. Sementara dari
- 13:56arah lain ada sebuah truk yang menerobos
- 13:58lampu merah.
- 14:00Dari atas sana, Anda bisa melihat dengan
- 14:02jelas bahwa kedua kendaraan itu akan
- 14:04bertabrakan dalam waktu 3 detik. Anda
- 14:07sudah tahu apa yang akan terjadi di masa
- 14:09depan mereka. Dan benar saja, tabrakan
- 14:12itu terjadi.
- 14:14Pertanyaannya, apakah pengetahuan Anda
- 14:17dari atas gedung tadi yang menyebabkan
- 14:19mereka bertabrakan? Tentu saja tidak.
- 14:23Sopir mobil dan sopir truk bertabrakan
- 14:25murni karena pilihan dan kelalaian
- 14:27mereka sendiri.
- 14:29Anda tahu hasil akhirnya hanya karena
- 14:32Anda memiliki perspektif dari tempat
- 14:33yang lebih tinggi yang bisa melihat
- 14:36seluruh kejadian secara utuh.
- 14:38Begitu juga dengan Tuhan. Pengetahuan
- 14:41Tuhan akan masa depan Anda tidak
- 14:43merampas kehendak bebas Anda sendiri.
- 14:46Anda tetap memilih sendiri pasangan
- 14:48hidup Anda. Anda memilih sendiri
- 14:50pekerjaan Anda dan Anda memilih sendiri
- 14:53dosa-dosa Anda. Tuhan mengetahui
- 14:55akhirnya bukan karena Dia memaksa Anda
- 14:58seperti boneka, melainkan karena Dia
- 15:00mengawasi seluruh garis waktu alam
- 15:02semesta dari luar dimensi. Dia sudah
- 15:05berada di titik akhir cerita Anda.
- 15:08Bahkan saat Anda baru memulai langkah
- 15:10pertama.
- 15:12Mengetahui bukanlah memaksa.
- 15:15Takdir bukanlah skrip penjara. Takdir
- 15:18adalah catatan sempurna dari sang maha
- 15:20mengamati yang waktunya tidak terbatas.
- 15:25Namun jika umur alam semesta ini
- 15:26memiliki batas dan hukum termodinamika
- 15:29mengatakan segalanya pasti akan hancur
- 15:31dan mati, lalu bagaimana dengan
- 15:33kehidupan selanjutnya? Mungkinkah ada
- 15:36sebuah dimensi di mana hukum fisika
- 15:38tentang kehancuran ini dimatikan sama
- 15:40sekali?
- 15:42Mari kita bedah ini di bagian
- 15:43selanjutnya.
- 15:49Jika Anda melihat alam semesta secara
- 15:51teliti, ada satu hukum mutlak yang
- 15:53bertindak sebagai pecabut nyawa bagi
- 15:55segala sesuatu yang bermateri.
- 15:58Hukum ini tidak kenal ampun, tidak
- 16:00peduli pada siapapun, dan tidak bisa
- 16:02dihentikan. Dalam fisika ini disebut
- 16:05sebagai hukum kedua termodinamika
- 16:08atau konsep entropi.
- 16:11Secara sederhana, entropi adalah ukuran
- 16:13kekacauan.
- 16:14Hukum fisika ini menyatakan bahwa di
- 16:16dalam alam semesta kita segala sesuatu
- 16:19secara alami akan bergerak dari
- 16:21keteraturan menuju kehancuran dan
- 16:23keusangan.
- 16:25Kopi panas yang Anda biarkan di atas
- 16:26meja perlahan akan menjadi dingin. Kamar
- 16:30yang rapi jika tidak dibersihkan secara
- 16:32alami akan menjadi kotor.
- 16:35Baterai ponsel Anda perlahan akan bocor.
- 16:38Kulit manusia yang kencang di usia 20
- 16:40tahun pelan-pelan akan mengerut di usia
- 16:4270 tahun.
- 16:44Bahkan di level kosmik, bintang-bintang
- 16:46di luar angkasa sedang membakar bahan
- 16:48bakarnya untuk perlahan mati menjadi
- 16:50debu.
- 16:53Fisikawan menyebut takdir akhir alam
- 16:55semesta ini sebagai hiddes atau kematian
- 16:58kalor. Sebuah titik di mana seluruh
- 17:00energi habis, bintang-bintang padam, dan
- 17:03alam semesta menjadi gelap, dingin,
- 17:06serta membeku selama-lamanya.
- 17:10Dari sudut pandang sains murni, kiamat
- 17:12bukanlah sekedar kemarahan Tuhan. Kiamat
- 17:15adalah deadline biologis. Semesta ini
- 17:18dirancang dengan tanggal kada luarsa
- 17:20yang tertanam di dalam struktur atomnya
- 17:22sendiri.
- 17:24Dunia fisik ini memang diatur untuk
- 17:26tidak bertahan lama.
- 17:28Namun di sinilah letak ironi terbesar
- 17:30yang kembali menunjuk pada eksistensial
- 17:33fitrah yang kita bahas di awal.
- 17:35Jika kita tahu bahwa segala sesuatu
- 17:37pasti mati, hancur, dan membusuk, lalu
- 17:40mengapa kita manusia sangat takut pada
- 17:43kematian?
- 17:45Mengapa kita membenci perpisahan?
- 17:47Mengapa kita selalu menambakkan
- 17:49keabadian?
- 17:52Kita merawat wajah kita dengan berbagai
- 17:54krim anti penuaan. Kita membangun tugu
- 17:56peringatan agar nama kita abadi. Kita
- 18:00ingin terus hidup.
- 18:02Sekali lagi, Rogika Sains membuktikan
- 18:05kita menambakkan keabadian karena kita
- 18:08diciptakan untuk realitas yang abadi.
- 18:12Dalam Islam, realitas keabadian itu
- 18:14disebut sebagai jannah atau surga.
- 18:17Namun, coba kita lepaskan sejenak
- 18:19pemahaman tradisional kita tentang surga
- 18:22yang sekedar berisi sungai susu atau
- 18:24buah-buahan.
- 18:25Mari kita bayangkan surga sebagai sebuah
- 18:28dimensi fisika baru.
- 18:32Untuk membuat sebuah tempat yang abadi,
- 18:34Tuhan tidak sekedar membuat bangunan
- 18:36yang kuat. Tuhan harus mematikan dan
- 18:38menulis ulang hukum fisika dasar alam
- 18:41semesta.
- 18:42Di dimensi jannah, Tuhan menciptakan
- 18:45sebuah sistem dengan nol entropi.
- 18:47Di alam dengan nol entropi tidak ada
- 18:50peluruhan sel. Artinya tidak ada
- 18:52penuaan, tidak ada uban, dan tidak ada
- 18:55penyakit. Makanan tidak pernah membusuk,
- 18:59pakaian tidak pernah lusuh. Semuanya
- 19:02berada dalam kondisi keteraturan yang
- 19:03sempurna dan permanen selama-lamanya.
- 19:07Di dunia ini, psikologi kita juga tunduk
- 19:09pada enterropi. Kita mudah merasa bosan.
- 19:13Anda liburan ke tempat terindah di
- 19:14dunia. Dalam 2 minggu Anda akan ingin
- 19:17pulang.
- 19:18Atau mungkin Anda makan makanan paling
- 19:20enak di dunia. Pada suapan ke-13 rasanya
- 19:24menjadi biasa saja.
- 19:26Namun di alam keabadian entropi
- 19:28psikologis ini juga dihapus. Allah
- 19:31berfirman tentang penduduk surga surah
- 19:33Alkahfi ayat 108. Mereka kekal di
- 19:37dalamnya dan mereka tidak ingin
- 19:39berpindah daripadanya.
- 19:41Ayat ini adalah sebuah konfirmasi dari
- 19:43sang pembuat dimensi bahwa kebosanan
- 19:46adalah penyakit mental milik dunia fisik
- 19:49yang telah dicabut dari perangkat keras
- 19:51otak manusia di kehidupan selanjutnya.
- 19:54Anda akan merasakan puncak kebahagiaan
- 19:56yang terus meningkat tanpa pernah merasa
- 19:59jenuh selama-lamanya.
- 20:02Arsitektur keabadian sudah disiapkan.
- 20:05Tiket menuju ke sana sedang Anda pegang
- 20:07melalui detik demi detik sisa umur Anda.
- 20:15Kita memulai perjalanan ini dengan
- 20:16melihat bagaimana waktu. Bukalah garis
- 20:19yang kaku. Waktu bisa melengkung,
- 20:22melambat, dan pada akhirnya hanyalah
- 20:24sebuah kanvas ciptaan yang tidak
- 20:26mengikat sang penciptanya.
- 20:28Tuhan berada di luar dimensi. Baginya
- 20:31awal penciptaan Anda dan akhir dari alam
- 20:33semesta terjadi dalam satu titik
- 20:35kesadaran yang utuh.
- 20:39Takdir Anda bukanlah sebuah penjara yang
- 20:41memaksa, melainkan sebuah rekaman
- 20:43sempurna dari sang maha mengamati yang
- 20:47sudah tahu hasil akhirnya bahkan sebelum
- 20:49Anda memilih.
- 20:51Lalu kita menyadari bahwa alam semesta
- 20:53fisik ini berdetak dengan satu hukum
- 20:55mutlak entropi. Segala sesuatu di sini
- 20:59sedang menuju kehancuran. Bumi ini,
- 21:03matahari kita, tubuh fisik kita,
- 21:06semuanya sedang menghitung mundur menuju
- 21:08garis finish yang tidak bisa ditawar.
- 21:11Pengetahuan sains ini seharusnya tidak
- 21:13membuat kita depresi. Justru sebaliknya,
- 21:17ini adalah pembebasan yang paling
- 21:18melegakan.
- 21:20Sedarilah satu hal. Mengapa Anda sering
- 21:22merasa cemas memikirkan masa depan?
- 21:25Mengapa Anda sering menyesali masa lalu?
- 21:28Mengapa Anda menangis saat kehilangan
- 21:29benda atau orang yang Anda cintai?
- 21:33Karena Anda hidup dengan ilusi bahwa
- 21:35dunia ini adalah rumah utama. Padahal
- 21:38jika alam semesta ini adalah sebuah
- 21:40block universe, sebuah pita film
- 21:42sementara, maka tidak ada satuun
- 21:45kehilangan di dunia ini yang benar-benar
- 21:47bersifat permanen.
- 21:50Kecemasan Anda hari ini, tagihan yang
- 21:52belum dibayar, kegagalan karir, atau
- 21:55patah hati yang sedang Anda rasakan?
- 21:57Dalam skala waktu kosmik, semua itu
- 21:59hanya berdurasi sekian miletik. Semuanya
- 22:02akan berlalu dan hancur ditelan entropi.
- 22:06Yang tersisa, yang abadi hanyalah
- 22:09kesadaran Anda dan hubungan yang Anda
- 22:11bangun dengan sang pemilik dimensi.
- 22:15Anda bukanlah makhluk biologis yang
- 22:17kebetulan memiliki ruh.
- 22:19Anda adalah roh abadi yang sedang
- 22:21mengenakan baju pelindung biologis untuk
- 22:24singgah sementara di dimensi tiga
- 22:26dimensi ini.
- 22:28Anda adalah penduduk asli dari alam
- 22:30dengan nol entropi. Di sanalah rumah
- 22:33Anda yang sebenarnya. Sebuah tempat di
- 22:35mana waktu berhenti mengejar Anda, di
- 22:38mana kebosanan tidak pernah ada, dan di
- 22:41mana setiap detiknya adalah puncak
- 22:43kebahagiaan.
- 22:46Maka mulai hari ini saat Anda melihat
- 22:48jam berdetak di dinding kamar Anda,
- 22:50jangan lagi melihatnya sebagai waktu
- 22:52yang memakan sisa hidup Anda. Lihatlah
- 22:54itu sebagai hitung mundur yang sedang
- 22:56mengantarkan Anda untuk pulang.
- 23:01Terima kasih telah menemani saya
- 23:02melampaui batas ruang dan waktu hari
- 23:04ini. Mari terus berpikir dan terus
- 23:07mempertanyakan realitas
- 23:10dan yang paling penting mempersiapkan
- 23:12diri untuk pulang.
- 23:15Terima kasih, sampai jumpa di episode
- 23:18berikutnya.
About this transcript
This page contains the full transcript of Mengapa Masa Lalu dan Masa Depan adalah Hal yang Sama Bagi Tuhan.. by Melihat Islam, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 2,824 words across 558 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.