YouTube2Text

Logika Hukum 02 : Prinsip Logika & Kebenaran — Transcript

by Revolusi Hukum · 7,632 words · 1,716 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:00Assalamualaikum warahmatullahi
  2. 0:01wabarakatuh
  3. 0:03kita ketemu lagi di mata kuliah logika
  4. 0:07hukum pada bagian pertama sampai sebelum
  5. 0:11UTS kita masih membahas
  6. 0:16ke logika secara umum ya sebagai suatu
  7. 0:18ilmu pengetahuan yang menjadi dasar
  8. 0:21pijakan bagi mempelajari
  9. 0:26logika hukum
  10. 0:28oke kemarin setelah kita membahas
  11. 0:32tentang
  12. 0:33[Musik]
  13. 0:34pengertian logika kegunaannya
  14. 0:39hari ini kita masuk ke dalam
  15. 0:43pembahasan lebih lanjut itu mengenai
  16. 0:48prinsip-prinsip yang ada di dalam
  17. 0:51logika sebagai ilmu pengetahuan
  18. 0:56Minggu lalu kita sudah
  19. 0:59membahas mengenai tujuan dari logika
  20. 1:03yang secara sederhana
  21. 1:06dapat kita simpulkan bahwa logika itu
  22. 1:09merupakan suatu cara
  23. 1:12untuk mengkonstruksikan dan atau
  24. 1:16menyusun suatu argumen dengan
  25. 1:20cara yang benar
  26. 1:23sehingga untuk sampai kepada cara yang
  27. 1:27benar tersebut
  28. 1:28maka kita perlu memahami
  29. 1:32prinsip-prinsip dari penggunaan logika
  30. 1:36kita harus mengenal lebih dahulu ya
  31. 1:39macam-macam dari logika ya sebelum kita
  32. 1:42masuk ke
  33. 1:45prinsip
  34. 1:47yang pertama adalah logika alamiah
  35. 1:52logika alamiah ini suatu jenis atau
  36. 1:57macam logika yang sudah dimiliki oleh
  37. 2:00manusia
  38. 2:01semenjak lahir diajarkan
  39. 2:05[Musik]
  40. 2:07secara
  41. 2:09sistematis oleh orang tua kita walaupun
  42. 2:14tanpa disadari bahwa itu sistematis
  43. 2:16sehingga kita dari kecil secara bertahap
  44. 2:21itu sudah mulai mengenal
  45. 2:25persoalan-persoalan yang membutuhkan
  46. 2:28kesimpulan dan membutuhkan solusi
  47. 2:31misalnya ya anak bayi itu kalau dia haus
  48. 2:36Dia lapar maka dia menangis
  49. 2:41dia mengetahui ada persoalan dalam
  50. 2:43dirinya yaitu Dia lapar nggak lapar
  51. 2:46kemudian solusinya adalah karena belum
  52. 2:48bisa ngomong maka menggunakan instrumen
  53. 2:51menangis kita yang sudah mulai beranjak
  54. 2:54ya dewasa dari bayi tadi mulai beranjak
  55. 2:58mulai mengenal kata mulai bisa
  56. 3:00berinteraksi
  57. 3:02mulai bisa berkomunikasi
  58. 3:04walaupun misalnya dengan
  59. 3:07bahasa-bahasa sederhana
  60. 3:09tidak bisa mulai mengutarakan bahwa saya
  61. 3:13itu lapar
  62. 3:15dan Butuh makan
  63. 3:18Nah itu adalah logika yang dimiliki
  64. 3:22sejak lahir nah logika alamiah ini
  65. 3:26dikecualikan dengan
  66. 3:29penggunaan
  67. 3:30akal budi
  68. 3:34yang muncul karena
  69. 3:38adanya intervensi dari metode-metode
  70. 3:43sehingga
  71. 3:44logika alamiah itu merupakan satu bentuk
  72. 3:49logika yang
  73. 3:51sifatnya sangat subjektif dan logika
  74. 3:55alamiah ini
  75. 3:57termasuk
  76. 3:58suatu model
  77. 4:01penyusunan argumentasi untuk sampai
  78. 4:04kepada kesimpulan yang sebenarnya tidak
  79. 4:06perlu untuk dipertentangkan ataupun
  80. 4:09tidak perlu untuk dilakukan kajian yang
  81. 4:12secara mendalam
  82. 4:15misalnya
  83. 4:17ya tadi masalah laper ya pagi
  84. 4:20itu mayoritas umumnya kita selalu merasa
  85. 4:25ingin sarapan untuk mengisi perut agar
  86. 4:30bisa berkegiatan
  87. 4:33atau kalau misalnya
  88. 4:34pagi nggak sarapan siang itu sudah
  89. 4:38bahkan mungkin nggak nyampe siang ya jam
  90. 4:409 jam 10 udah mulai kelaparan
  91. 4:43Kelaparan itu tidak perlu
  92. 4:47di apa disusun suatu argumen secara
  93. 4:50ilmiah bahwa kesimpulannya Saya sedang
  94. 4:53lapar itu nggak perlu karena dia menjadi
  95. 4:56apa menjadi pengetahuan yang sudah
  96. 4:58inheren dalam dirinya
  97. 5:02malam misalnya malam
  98. 5:04jam 10 jam 11 Ya mulai ada Rasa mata
  99. 5:10nggak enak badan mulai
  100. 5:13menurun ininya apa namanya kinerjanya
  101. 5:18maka tanpa perlu tanpa perlu adanya ikut
  102. 5:22seminar ya nggak perlu dibikin diskusi
  103. 5:25publik itu artinya Anda ngantuk
  104. 5:30Nah itu
  105. 5:31logika-logika alamiah yang tidak
  106. 5:34membutuhkan
  107. 5:35penyimpanan yang rumit logika alamiah
  108. 5:38juga biasanya muncul dalam
  109. 5:40kondisi-kondisi yang sederhana
  110. 5:44kondisi-kondisi yang commensen yang
  111. 5:46sudah dipahami oleh banyak orang
  112. 5:50tapi oleh karena kehidupan manusia itu
  113. 5:54tidak selalu sederhana
  114. 5:58bahkan meningkat kearah kompleksitas
  115. 6:01maka juga dimunculkan adanya logika
  116. 6:05alamiah
  117. 6:07nah logika alamiah ini dia
  118. 6:10diintervensi oleh
  119. 6:13metode-metode oleh
  120. 6:16konsep-konsep oleh teori-teori untuk
  121. 6:20memecahkan
  122. 6:22persoalan-persoalan yang lebih kompleks
  123. 6:25lebih lebih rumit
  124. 6:29yang membutuhkan ketajaman dalam
  125. 6:31berpikir dan kelurusan dalam bernalar
  126. 6:35sehingga
  127. 6:37memunculkan kesimpulan atau keputusan
  128. 6:40yang
  129. 6:42tepat
  130. 6:46nah di dalam logika alamiah ini
  131. 6:50sangat menghindari penggunaan penggunaan
  132. 6:53konsep yang tidak relevan dengan
  133. 6:55persoalan
  134. 6:57sangat menghindari teori-teori yang
  135. 7:00tidak relevan dengan persoalan
  136. 7:02agar tidak terjadi
  137. 7:06kondisi yang disebut sebagai falasi
  138. 7:09kesesatan berpikir
  139. 7:12nah ini
  140. 7:14mulai rumit Ya mulai rumit untuk
  141. 7:18dijelaskan mulai rumit untuk
  142. 7:20dilaksanakan Ya mulai
  143. 7:24rumit untuk disimpulkan karena
  144. 7:26berhadapan dengan
  145. 7:28persoalan-persoalan yang sudah tidak
  146. 7:30lagi commensen
  147. 7:32jangan diartikan sudah tidak masuk akal
  148. 7:35gitu ya
  149. 7:36jadikan sudah sebagai suatu
  150. 7:41hal yang umum diketahui oleh masyarakat
  151. 7:45sehingga persoalan-persoalan tersebut
  152. 7:47membutuhkan treatment khusus
  153. 7:50membutuhkan ilmu-ilmu khusus membutuhkan
  154. 7:54ketepatan berpikir berbasis kepada
  155. 7:57asas-asas yang diakui atau teori-teori
  156. 8:01yang diakui oleh
  157. 8:02komunitas suatu komunitas keilmuan yang
  158. 8:06ingin membahas persoalan-persoalan
  159. 8:11yang dihadapi oleh komunitas keilmuan
  160. 8:15tersebut
  161. 8:18Saya misalnya bisa memberikan contoh
  162. 8:20bahkan sering saya memberikan contoh
  163. 8:24suatu pengetahuan
  164. 8:27itu berbeda dengan ilmu pengetahuan
  165. 8:32cenderung
  166. 8:35masuk ke dalam kelompok logika alamiah
  167. 8:39yang kita bisa dapatkan tanpa
  168. 8:43membangun suatu argumen yang bersifat
  169. 8:46khusus
  170. 8:48Sedangkan ilmu pengetahuan itu adalah
  171. 8:51pengetahuan pengetahuan yang diolah
  172. 8:54secara sistematis rumus
  173. 8:58dan Methodist
  174. 9:01misalnya saya memberikan contoh
  175. 9:05ketika ada saya dan
  176. 9:09teman saya datang ke suatu rumah makan
  177. 9:13yang kemudian
  178. 9:16hidangannya itu mayoritas
  179. 9:22daging kambing
  180. 9:24mayoritas daging kambing Nah Tentunya
  181. 9:27saya yang berbadan gemuk dengan kawan
  182. 9:31saya yang berbadan kurus itu memiliki
  183. 9:34pengetahuan yang berbeda
  184. 9:37Terhadap isu dari daging kambing
  185. 9:42tapi jika saya berbadan gemuk tidak
  186. 9:45memiliki pengetahuan daging kambing
  187. 9:47tentunya akan memberikan keputusan yang
  188. 9:50sama atau kesimpulan yang sama dengan
  189. 9:52kawan saya yaitu memesan hidangan daging
  190. 9:55kambing
  191. 9:57Namun karena saya memiliki pengetahuan
  192. 10:01tentang
  193. 10:02akibat dari daging kambing terhadap
  194. 10:08kesehatan saya ya Misalnya saya harus
  195. 10:12memperhitungkan
  196. 10:15darah tinggi kolesterol gitu ya harus
  197. 10:18harus memperhitungkan asam urat misalnya
  198. 10:23ya Nah itu tentunya berbeda dengan
  199. 10:26pengetahuan yang dimiliki oleh kawan
  200. 10:29saya sehingga memunculkan kesimpulan
  201. 10:31yang berbeda untuk memesan Akhirnya saya
  202. 10:34memilih hidangan hidangan yang tidak ada
  203. 10:37kandungan daging kambingnya Nah di sini
  204. 10:41tentunya akan bertanya loh bukannya
  205. 10:43pilihannya Pak Roki karena
  206. 10:46memperhitungkan resiko atau dampak dari
  207. 10:50daging kambing tersebut merupakan suatu
  208. 10:53ilmu pengetahuan
  209. 10:55karena sudah
  210. 10:57menggunakan
  211. 10:59logika yang sudah mulai rumit yang saya
  212. 11:05jadikan acuan ya yang saya jadikan acuan
  213. 11:10tentunya karena saya memperoleh
  214. 11:12informasi
  215. 11:14karena di sini harus dipahami bahwa saya
  216. 11:18bukanlah ahli kesehatan
  217. 11:22saya bukanlah seorang dokter tapi saya
  218. 11:25adalah sarjana hukum atau yang saya
  219. 11:27miliki tentang dampak dari suatu daging
  220. 11:32kambing
  221. 11:33itu diperoleh dari
  222. 11:36sumber pengetahuan yang
  223. 11:39tidak bersifat ilmiah misalnya
  224. 11:44saya mengetahui dari pengalaman orang
  225. 11:47lain yang mengalami stroke ketika makan
  226. 11:50daging kambing dengan postur tubuh yang
  227. 11:53sama
  228. 11:54itu sumber pengetahuan yang tidak ilmiah
  229. 11:59tapi pengetahuan tersebut saya rekam ya
  230. 12:02dalam diri saya
  231. 12:04Kemudian saya melihat misalnya
  232. 12:06penyuluhan dokter ya Di media-media
  233. 12:09misalnya di YouTube atau di kan ada
  234. 12:12youtube channel yang khusus untuk media
  235. 12:14kesehatan atau acara kebugaran misalnya
  236. 12:18ya Atau
  237. 12:20bisa jadi juga pengetahuan itu muncul
  238. 12:23karena pengalaman pribadi
  239. 12:25pernah suatu saat makan daging kambing
  240. 12:28kemudian kok sakit kepala belakang
  241. 12:34lagi makan daging kambing
  242. 12:37dokter yang mengatakan itu itu merupakan
  243. 12:40hasil dari ilmu pengetahuan dia
  244. 12:45yang ilmu pengetahuan dia itu yang
  245. 12:48kemudian saya serap bukan sebagai ilmu
  246. 12:51pengetahuan tapi sebagai pengetahuan
  247. 12:53karena saya tidak melakukan penelitian
  248. 12:55yang melakukan penelitian dokternya
  249. 12:59Nah itu pengetahuan yang saya gunakan
  250. 13:04sebagai logika
  251. 13:06alamiah tapi sudah agak sedikit lebih
  252. 13:10kompleks karena adanya
  253. 13:11pengalaman-pengalaman baik pengalaman
  254. 13:14pribadi orang lain yang saya serap
  255. 13:16maupun pengalaman saya sendiri
  256. 13:19dan itu tidak memerlukan metode
  257. 13:22karena ketika
  258. 13:24kita melihat orang naik motor
  259. 13:27kemudian dia jatuh gitu ya kepalanya
  260. 13:31luka karena nggak pakai helm
  261. 13:33tentunya akan memunculkan pengetahuan
  262. 13:36dalam diri kita kalau gitu Saya naik
  263. 13:38motor harus pakai helm supaya nanti
  264. 13:40kalau jatuh kepala saya nggak luka jadi
  265. 13:42pengalaman empirik orang lain kita ambil
  266. 13:44alih
  267. 13:45itu masih bersifat pengetahuan
  268. 13:49karena sumbernya dari pengalaman empirik
  269. 13:55sifatnya masih alamiah belum masuk
  270. 13:57kepada yang bersifat logika ilmiah kalau
  271. 14:02logika ilmiah itu artinya
  272. 14:05ada pengalaman orang lain atau
  273. 14:08pengalaman kita sendiri ya
  274. 14:10yang ingin kita pecahkan secara metodis
  275. 14:16kita cari referensi ya kita cari
  276. 14:21metode yang tepat
  277. 14:23kemudian hasil dari pengolahan logika
  278. 14:27tersebut ditunjukkan untuk menyelesaikan
  279. 14:30persoalan
  280. 14:31yang berlaku secara umum nantinya itu
  281. 14:35masuk pada logika kelompok logika ilmiah
  282. 14:39nah ini dua jenis atau dua macam logika
  283. 14:45ya nanti di buku-buku semuanya banyak
  284. 14:46Ada Logika naturalis itu logika ilmiah
  285. 14:49Ada Logika artificial itu termasuk
  286. 14:52logika
  287. 14:55naturalis adalah logika alamiah nanti
  288. 14:58ada logika artificial itu termasuk
  289. 15:00logika ilmiah karena sudah dibuat ya
  290. 15:02dengan sengaja dibuat dirancang banyak
  291. 15:05macam-macam logika jadi nanti di logika
  292. 15:07ilmiah itu akan
  293. 15:09terbagi menjadi 3 atau 4 model logika
  294. 15:13lagi
  295. 15:14tapi kita tidak masuk secara detail
  296. 15:17karena memang ini hanya sebagai
  297. 15:18pengantar untuk masuk ke logika hukum
  298. 15:23Oke kemudian kita mulai masuk ke
  299. 15:26persoalan prinsip ya ada prinsip-prinsip
  300. 15:29yang harus ditaati ketika hendak
  301. 15:32melakukan kegiatan akal budi
  302. 15:36yang pertama adalah prinsip yang disebut
  303. 15:40sebagai
  304. 15:42prinsip identitas oleh ini adalah
  305. 15:45prinsip yang paling muncul pertama kali
  306. 15:49oleh Aristoteles yang kita tahu beliau
  307. 15:53adalah Bapak retorika
  308. 15:56prinsip ini menjelaskan bahwa jika kita
  309. 16:01mengakui bahwa sesuatu itu adalah Z
  310. 16:06maka
  311. 16:08sesuatu itu adalah z dan bukan a atau b
  312. 16:12atau c
  313. 16:14dengan kata lain jika
  314. 16:17proposisinya itu benar atau premisnya
  315. 16:20itu benar unsurnya itu benar maka
  316. 16:22benarlah ia ya jadi identitas ini
  317. 16:26dipergunakan untuk mengenali suatu
  318. 16:31persoalan atau unsur dari persoalan
  319. 16:35atau konsep yang digunakan
  320. 16:38ya bahwa sesuatu itu tidak mungkin
  321. 16:40bermakna lain
  322. 16:43kalau identitasnya adalah itu
  323. 16:48Sehingga dalam memahami konsep
  324. 16:52atau kata atau kalimat bahkan
  325. 16:56prinsip identitas ini digunakan untuk
  326. 16:59menunjukkan makna asli dari
  327. 17:03hal yang kita teliti
  328. 17:06sehingga makna asli itu tidak mungkin
  329. 17:09tertukar dengan makna yang lain jika itu
  330. 17:13adalah kursi maka
  331. 17:16itu adalah kursi
  332. 17:18sehingga tidak bisa kita memberikan
  333. 17:20makna bahwa kursi itu adalah bantal
  334. 17:26kurus itu adalah
  335. 17:29kasur tempat tidur
  336. 17:32walaupun hari ini kita mengenal adanya
  337. 17:34kursi dengan jenis sofa yang bisa
  338. 17:38digunakan untuk tidur
  339. 17:41tapi makna aslinya adalah kursi itu
  340. 17:43untuk duduk
  341. 17:45kursi itu adalah kursi yang makna
  342. 17:47aslinya untuk duduk sehingga kursi tidak
  343. 17:51mungkin bermakna yang lain
  344. 17:54bahwa nanti orang bisa duduk di meja itu
  345. 17:57lain persoalan karena meja tidak akan
  346. 18:00merubah dirinya menjadi kursi
  347. 18:02itu sebabnya ketika kita duduk di meja
  348. 18:05orang tua kita dulu zaman dulu marah
  349. 18:07jangan duduk di meja duduk tuh di kursi
  350. 18:11karena identitasnya jelas untuk duduk
  351. 18:14itu di kursi walaupun kita bisa duduk di
  352. 18:17meja tapi identitas dari meja tidak
  353. 18:20untuk duduk
  354. 18:22mungkin untuk naruh makan naruh buku ini
  355. 18:25bisa tapi bukan untuk duduk
  356. 18:28kejelasan identitas inilah yang kemudian
  357. 18:30nanti akan menuntun seseorang dalam
  358. 18:34membangun satu argumen sehingga sangat
  359. 18:37ketat nih prinsip identitas ini Jangan
  360. 18:39memberi konsep untuk suatu persoalan
  361. 18:43yang berbeda
  362. 18:45kalau konsepnya adalah kursi tadi saya
  363. 18:48katakan contohnya kursi maka gunakan
  364. 18:52kursi untuk persoalan yang
  365. 18:55sesuai dengan fungsinya yaitu persoalan
  366. 18:57duduk
  367. 19:00jangan kemudian diganti karena kursinya
  368. 19:02nggak enak akhirnya duduknya di meja
  369. 19:05kemudian beralasan Emang duduk hanya
  370. 19:07harus di kursi ya itu kemudian semacam
  371. 19:10kayak apa ya menghindari perdebatan
  372. 19:14bahwa
  373. 19:16satu-satu kursi bukan satu-satunya
  374. 19:19fungsi untuk duduk di meja pun bisa
  375. 19:21untuk duduk
  376. 19:22Tentunya saya bisa balas juga kalau yang
  377. 19:25begitu Oh iya di lantai pun bisa duduk
  378. 19:28tapi lantai tidak punya identitas duduk
  379. 19:33meja tidak punya identitas untuk duduk
  380. 19:37identitas untuk duduk ada di kursi maka
  381. 19:40Kursi adalah kursi
  382. 19:43Jangan jadikan kursi seperti meja
  383. 19:47nah Prinsip kedua
  384. 19:49prinsip ini merupakan lanjutan dari
  385. 19:51prinsip yang pertama sehingga prinsip
  386. 19:54ini mengapa menjadikan
  387. 19:57berpikir secara apa berpikir atau
  388. 19:59berlogika itu harus benar-benar ketat
  389. 20:01nggak bisa sembarangan
  390. 20:05Apa prinsip identitas Jika ia bukan
  391. 20:10maka tidak mungkin Ia adalah J
  392. 20:13ahli logika ingin mengatakan prinsip ini
  393. 20:17dengan suatu statement tidak ada
  394. 20:20proposisi yang sekaligus benar dan salah
  395. 20:23Jadi tadi misalnya meja meja itu hanya
  396. 20:27memiliki satu
  397. 20:29proposisi yaitu misalnya kalau dia meja
  398. 20:32makan
  399. 20:34tempat untuk menaruh hidangan
  400. 20:38tidak mungkin meja makan Sekaligus
  401. 20:40berfungsi sebagai tempat duduk meja ya
  402. 20:44meja tidak mungkin dia berubah jadi
  403. 20:46kursi prinsip ini menghindari celah
  404. 20:50kosong yang ada di dalam prinsip
  405. 20:51identitas tadi kan di prinsip identitas
  406. 20:54itu
  407. 20:55memang kursi aja buat duduk meja kan
  408. 20:57bisa itu cerah kosongnya dalam berdebat
  409. 21:00misalnya dalam berdialog
  410. 21:02nah ditutup celah kosong itu oleh
  411. 21:04prinsip kontradiksi
  412. 21:08kalau duduk tidak hanya tidak hanya di
  413. 21:11kursi dan bisa di meja maka itu salah
  414. 21:14karena tidak mungkin meja memiliki
  415. 21:17fungsi dua fungsi Harus satu dia sebagai
  416. 21:21tempat hidangan atau sebagai tempat
  417. 21:22duduk
  418. 21:24Kapan saya tentu akan mengatakan sebagai
  419. 21:26tempat untuk hidangan kalau di meja
  420. 21:28makan
  421. 21:29nah dalam bahasa yang lebih ilmiah ya
  422. 21:33para ahli logika mengatakan
  423. 21:36suatu pernyataan suatu unsur itu hanya
  424. 21:40punya dua sudut pandang benar atau salah
  425. 21:46tidak boleh ada kontradiksi internal
  426. 21:49dalam dirinya ya bisa benar bisa salah
  427. 21:53nggak boleh
  428. 21:54orang logika itu saya perlu Ingatkan
  429. 21:57Kembali ke pertemuan pertama ya bahwa
  430. 21:59ilmu logika itu memang dikonstruksikan
  431. 22:02oleh para ahli matematika
  432. 22:04filosof yang merupakan ahli matematika
  433. 22:07jadi zaman dulu dari zaman klasik sampai
  434. 22:10abad pertengahan bahkan sampai modern
  435. 22:16logika itu dikonsumsikan oleh para
  436. 22:19filsuf filosof yang memiliki background
  437. 22:22ilmu-ilmu alam matematika geografi
  438. 22:25sehingga pola pikirnya seperti ini
  439. 22:29kalau mau bilang A Ya A nggak ada a
  440. 22:33adalah B
  441. 22:36tidak boleh ada satu objek yang memiliki
  442. 22:39dua makna yang saling bertentangan tidak
  443. 22:42boleh ada kontradiksi internal itu
  444. 22:46sebenarnya ada istilah asing
  445. 22:49internemis kontradiction apa ada ada
  446. 22:53istilah ininya nanti bisa dicarikan
  447. 22:56itu yang jago menghafal-hapal istilah
  448. 22:58itu ya buat gaya-gayaan boleh juga
  449. 23:00dicari istilahnya kemudian dihafal tapi
  450. 23:03artinya adalah tidak boleh ada
  451. 23:06kontradiksi
  452. 23:08internal dalam satu objek
  453. 23:11yang dikaji benar atau salah tidak ada
  454. 23:14objek itu ya bisa benar bisa salah itu
  455. 23:18kontradiksi nah ini untuk menutupi
  456. 23:21prinsip identitas tadi
  457. 23:24nah yang ketiga adalah prinsip penolakan
  458. 23:27kemungkinan ketiga ini yang sebelah
  459. 23:30kanannya bahasa asingnya ya bahasa
  460. 23:32Latinnya nama bahasa Inggris
  461. 23:34prinsip ini ingin menjelaskan bahwa
  462. 23:37suatu proposisi suatu statement itu
  463. 23:41selalu dalam keadaan benar atau salah
  464. 23:45kalau yang kedua tadi kan prinsip
  465. 23:48kontradiksi tidak ada proposisi yang
  466. 23:51benar dan salah Jadi tidak ada satu
  467. 23:55proposisi mengandung dua
  468. 23:58fungsi benar dan salah
  469. 24:02harus dipilih nah kemudian dipertegas
  470. 24:05lagi oleh prinsip ketiga ini suatu
  471. 24:07posisi proposisi atau satu statement itu
  472. 24:11keadaannya milih
  473. 24:13benar atau salah
  474. 24:15jadi 123 Ini saling menguatkan
  475. 24:20saling menguatkan
  476. 24:23agar agar terjaga kelurusan dalam
  477. 24:27berlogika
  478. 24:30tambahan yang terakhir
  479. 24:32ya ini muncul di abad modern prinsip ini
  480. 24:37prinsip kecukupan alasan
  481. 24:41yang ingin menjelaskan bahwa
  482. 24:44ketika proposisi itu berubah dari benar
  483. 24:48misalnya
  484. 24:50kalau yang kedua kan kalau yang pertama
  485. 24:52kalau dia benar benar nggak mungkin
  486. 24:54salah kalau yang kedua
  487. 24:57dia
  488. 24:59tidak boleh ada dua posisi benar dan
  489. 25:02salah tidak boleh itu kontradiktif kalau
  490. 25:05yang ketiga keadaannya pilih mau benar
  491. 25:08atau salah
  492. 25:10Nah kalau yang keempat
  493. 25:12kalau bener ini berubah menjadi salah
  494. 25:14maka harus ada alasan yang cukup
  495. 25:18untuk bisa menjustifikasi bahwa yang
  496. 25:22benar itu bisa berubah menjadi salah
  497. 25:24harus ada harus ada sebab
  498. 25:27yang memunculkan Akibat dari perubahan
  499. 25:30tersebut
  500. 25:32nah dalam ini yang kemudian yang keempat
  501. 25:34ini ya sebenarnya 1234 ini dipakai dalam
  502. 25:37ilmu hukum tapi yang keempat Ini
  503. 25:39contohnya kalau ilmu hukum paling
  504. 25:41gampang itu ya asas pertimbangan hukum
  505. 25:44yang cukup oleh Hakim karena ketika dia
  506. 25:47hendak memutus maka harus diuraikan
  507. 25:49sebab-sebabnya dalil-dalilnya dan
  508. 25:51alasan-alasan dan juga menjadi penyebab
  509. 25:55munculnya ajaran kausalitas
  510. 25:59ada akibat Pasti karena suatu sebab nah
  511. 26:02sebabnya itu harus rasional
  512. 26:05jadi kita tidak bisa mengatakan ada asap
  513. 26:09karena banjir
  514. 26:13walaupun banjir itu nanti menyebabkan
  515. 26:15Robohnya rumah hancurnya rumah dan rumah
  516. 26:18itu meledak dan menjadi menjadi
  517. 26:20kebakaran
  518. 26:25meledak misalnya rumahnya gitu ya karena
  519. 26:27dihajar banjir Bah gitu ya
  520. 26:31maka tetap asap yang muncul itu
  521. 26:36tidak disebutkan ada asap karena banjir
  522. 26:39tapi karena meledaknya tadi karena
  523. 26:43apinya tadi
  524. 26:45itu yang kecukupan alasannya
  525. 26:49sebab akibat dikarenakan sebab yang
  526. 26:53relevan Makanya selalu disebut ada asap
  527. 26:57karena ada api Nah ini prinsip kecukupan
  528. 27:02alasan
  529. 27:05Nah prinsip-prinsip ini banyak sekali
  530. 27:08ahli hukum yang mengatakan bahwa
  531. 27:11prinsip dalam prinsip logika dalam ilmu
  532. 27:15hukum jangan dibawa atau ditarik ke
  533. 27:19prinsip logika di
  534. 27:23filsafat karena bertentangan tapi justru
  535. 27:27Kalau anda perhatikan dari
  536. 27:29prinsip nomor 1 2 3 4 itu semua justru
  537. 27:33digunakan di dalam ilmu hukum khususnya
  538. 27:36pidana ya karena saya orang pidana
  539. 27:39spesialisasi saya pidana maka 1 sampai 3
  540. 27:43prinsip ini sangat digunakan dalam hukum
  541. 27:46pidana
  542. 27:47misalnya dalam memutus memutus itu kan
  543. 27:49prinsipnya cuma ada dua
  544. 27:52benar atau salah
  545. 27:55tapi Kemudian Anda bisa bantah bahkan
  546. 27:58ada putusan lepas
  547. 28:00kadang kan jenis keputusan sudah 3 ya
  548. 28:02pemidanaan benar atau salah bebas
  549. 28:05kemudian ada lepas loh katanya tidak
  550. 28:08tidak boleh ada jalan ketiga kemungkinan
  551. 28:12ketiga tapi coba perhatikan putusan
  552. 28:14lepas dari segala tuntutan itu pada
  553. 28:17dasarnya adalah bebas
  554. 28:20pada dasarnya adalah bebas dia tidak
  555. 28:22mengandung kontradiksi internal di dalam
  556. 28:25keputusan tersebut
  557. 28:27putusan Lepas itu kan mengandung makna
  558. 28:29bahwa perbuatannya
  559. 28:32secara identitas merupakan perbuatan
  560. 28:36perdata dan bukan perbuatan pidana
  561. 28:39secara prinsip kontradiksi suatu
  562. 28:42perbuatan tidak mungkin muncul dua dua
  563. 28:46bidang disitu ini perbuatan pidana dan
  564. 28:49perbuatan perdata nggak mungkin harus
  565. 28:51dipilih
  566. 28:52nah pemilihan itulah kemudian masuk pada
  567. 28:55prinsip ketiga dia bukan
  568. 28:58sebagai penegasan bukan perbuatan pidana
  569. 29:01tapi perbuatan perdata
  570. 29:03tidak ada kemungkinan ketiga di situ
  571. 29:05cuma kemudian kalau mau digabungkan
  572. 29:08kebebasan
  573. 29:10konstruksi logikanya berbeda kalau
  574. 29:13konstruksi logika bebas itu adalah tidak
  575. 29:15terbukti perbuatannya
  576. 29:18kalau konstruksi perbuatan putusan
  577. 29:22bersalah itu terbukti perbuatannya kalau
  578. 29:25konstruksi
  579. 29:26putusan lepas dari segala tuntutan itu
  580. 29:30terbukti perbuatannya tapi karena
  581. 29:32menghindari prinsip identitas dan
  582. 29:34kontradiksi ya tapi bukan perbuatan
  583. 29:37pidana
  584. 29:38dia menjadi perbuatan dalam ranah bidang
  585. 29:41hukum lain
  586. 29:43jadi dipakai sebenarnya dalam ilmu hukum
  587. 29:47dipakai prinsip-prinsip ini hanya
  588. 29:49kemudian tidak pernah ada yang menggali
  589. 29:52tidak pernah ada yang menggali sampai
  590. 29:54kepada akarnya
  591. 29:56yaitu ilmu logika
  592. 29:59kita terbiasa
  593. 30:02belajar untuk memahami atau menghapal ya
  594. 30:06Bahkan saking parahnya itu cukup cukup
  595. 30:08sampai menghafal
  596. 30:11jenis-jenis putusan
  597. 30:13Padahal di balik putusan itu ada
  598. 30:16logikanya ada prinsip logika yang
  599. 30:18digunakan
  600. 30:21Oke jadi untuk logika secara sederhana
  601. 30:26sebagai pijakan awal cukup ya sekarang
  602. 30:30kita masuk pada tema kedua yaitu kita
  603. 30:34bicara tentang kebenaran
  604. 30:38dalam memahami kebenaran kita harus
  605. 30:41mengetahui tingkatan ya
  606. 30:44level-level dari
  607. 30:47kebenaran itu
  608. 30:49dalam filsafat ilmu khususnya dalam ilmu
  609. 30:52logika ini dipelajari
  610. 30:55yang pertama adalah kebenaran empirik
  611. 30:58kebenaran empirik ini kalau kita tarik
  612. 31:01ke logika jenis-jenis logika dia masuk
  613. 31:05ke logika alamiah karena sama ya sama
  614. 31:09ininya maknanya menjadi sama kalau kita
  615. 31:11baca ya penjelasannya kemudian fokus
  616. 31:15pada pembuktian panca indra
  617. 31:17lapar itu kan Bahasa Indra badan kita
  618. 31:20merasakan
  619. 31:21berbasis fakta empiris dan mudah dicerna
  620. 31:25sehingga tidak membutuhkan penelitian
  621. 31:27lebih
  622. 31:29tidak mudah metode di situ serta
  623. 31:31diperoleh melalui pengalaman nyata
  624. 31:34sama kan tadi dengan logika alamiah
  625. 31:38sehingga bersifat konsisten Jadi kalau
  626. 31:40orang merasa kriuk-kriuk di pagi hari
  627. 31:43itu jawabannya selalu sama yaitu lapar
  628. 31:47jadi nggak mungkin Secara identitas
  629. 31:50misalnya prinsip identitas
  630. 31:53di pagi hari kemudian kita menjawab Saya
  631. 31:55haus
  632. 31:58Itu nggak mungkin
  633. 32:00karena dia sifatnya selalu konsisten
  634. 32:03Berdasarkan pengalaman nyata tadi
  635. 32:05misalnya pembunuhan
  636. 32:08kalau kita bawa ke hukum secara empirik
  637. 32:12Ketika seseorang membunuh
  638. 32:16terindrawai oleh panca indra maka
  639. 32:19jawabannya pasti sama
  640. 32:26maka dia adalah tindak pidana pembunuhan
  641. 32:29dan tindak pidana penganiayaan
  642. 32:32itu kebenaran empirik
  643. 32:35masalah nanti membunuh dengan alasan ini
  644. 32:39dengan karena dia membela diri itu
  645. 32:42persoalan yang berbeda
  646. 32:43tapi secara ontologisnya hakekatnya yang
  647. 32:49terinrawi menjadi suatu kebenaran
  648. 32:51empirik adalah peristiwa tindak pidana
  649. 32:54pembunuhan kecuali kalau kita jalan
  650. 32:57terus ketemu mayat gitu kita belum bisa
  651. 33:01simpulkan ini karena pembunuhan
  652. 33:04karena penganiayaan yang menyebabkan
  653. 33:06meninggal
  654. 33:08atau karena dia punya penyakit kalau dia
  655. 33:11punya penyakit misalnya hipotermia
  656. 33:12tingkat apa merasa dingin yang terlalu
  657. 33:15akut gitu ya itu kita belum sesimpulkan
  658. 33:19Kebenaran empiriknya bukan ini
  659. 33:22pembunuhan
  660. 33:24ada mayat Kebenaran empiriknya ada orang
  661. 33:26meninggal
  662. 33:28itu kebenaran empiriknya jadi kemudian
  663. 33:31jangan disimpulkan terjadi pembunuhan
  664. 33:34belum tentu
  665. 33:37karena Pembunuhan itu pola kerja fisik
  666. 33:41Pembunuhan itu antara a dan b
  667. 33:44terlihat oleh panca indra terjadi
  668. 33:47pembunuhan
  669. 33:49Kalau ini kan kita nggak melihat
  670. 33:51terjadinya sehingga untuk mengatakan
  671. 33:53bahwa terjadi pembunuhan Ketika kita
  672. 33:56melihat mayat di jalan misalnya maka itu
  673. 34:01melanggar prinsip logika yang keempat ke
  674. 34:04tidak cukup alasan prinsip kecukupan
  675. 34:07alasan
  676. 34:09kita tidak bisa mengatakan ada
  677. 34:11pembunuhan karena kita nggak tahu apa
  678. 34:13penyebabnya
  679. 34:15sehingga dia tidak bisa masuk ke dalam
  680. 34:17kebenaran
  681. 34:19ke dalam logika ilmiah karena belum
  682. 34:21terjadi Penelitian terhadap
  683. 34:25mayat tersebut
  684. 34:27yang ada masih logika alamiah ada orang
  685. 34:31meninggal ada orang mati nih kalau
  686. 34:34penggunaan kata pun berpengaruh ya
  687. 34:36meninggal mati itu penggunaannya kapan
  688. 34:39meninggal itu biasanya dalam kondisi
  689. 34:41normal tapi kalau mati itu dalam kondisi
  690. 34:45nggak normal
  691. 34:52kita tidak bisa menyimpulkan
  692. 34:56dalam suatu kajian ontologis mencari
  693. 35:00hakikat apa yang terjadi belum ada
  694. 35:03kejadian belum ada peristiwa karena
  695. 35:05peristiwanya tidak terinrawi
  696. 35:08yang ada adalah akibat baru akibat yang
  697. 35:11ada yaitu ada orang mati sebabnya kita
  698. 35:14belum tahu
  699. 35:15nah ini yang harus
  700. 35:18di kalau di masyarakat umum kan ada
  701. 35:21pembunuhan ada pembunuhan
  702. 35:25belum tentu
  703. 35:27harus diteliti dulu
  704. 35:30sehingga kebenaran empiriknya adalah
  705. 35:32baru bisa mengatakan ada mayat
  706. 35:37Nah kemudian ada kebenaran Logic
  707. 35:41saya kalau nulis pakai IG jadi jelek
  708. 35:43gitu ya Tapi bacanya logic gitu ya
  709. 35:45harusnya pakai C ya tapi karena lebih
  710. 35:49enak
  711. 35:50mengatakannya kebenaran logic kebenaran
  712. 35:53yang
  713. 35:55disandarkan kepada proses berpikir
  714. 35:58rasional menggunakan akal sehat
  715. 36:01namun tidak termasuk objektifikasi
  716. 36:05objektivitas itu
  717. 36:09suatu
  718. 36:11pemilihan dalil-dalil yang hanya
  719. 36:14digunakan untuk mendukung pendapatnya
  720. 36:17karena kalau akal sehat itu instrumennya
  721. 36:21ada pertama akal Ya kedua panca indra
  722. 36:26ketiga Nurani
  723. 36:28keempat Naluri
  724. 36:31kelima intuisi
  725. 36:34ke-6 imajinasi 6 itu adalah akal sehat
  726. 36:39Jadi kalau sering dengar ada filosofi
  727. 36:43bilang akal sehat akal sehat Nah
  728. 36:45instrumen dari akal sehat tuh
  729. 36:49karena kalau objektivitas itu berarti
  730. 36:52minus Naluri
  731. 36:55minus Nurani Dia mungkin berlebih di
  732. 36:59imajinasi
  733. 37:01berlebih di intuisi mungkin ya tapi
  734. 37:04naluri dan nuraninya minus
  735. 37:08objektivitas itu minus dua hal tersebut
  736. 37:11karena dia membenarkan pendapat mencoba
  737. 37:15untuk membenarkan pendapat dengan
  738. 37:17melakukan pemilihan-pemilihan dalil
  739. 37:21contoh misalnya contoh
  740. 37:24rokok itu baik atau buruk
  741. 37:28itu ditanya kepada mahasiswa kemudian
  742. 37:30mahasiswa menjawab saya itu
  743. 37:33tidak bisa kalau apa kalau belajar harus
  744. 37:40sambil merokok Kalau
  745. 37:42mengerjakan soal Harus sambil merokok
  746. 37:45kalau saya nggak ngerokok
  747. 37:49mentok pikiran saya pusing saya nggak
  748. 37:52ketemu jawabannya
  749. 37:54karena nggak ketemu jawabannya
  750. 37:57soal-soal atau tugas-tugas kuliah saya
  751. 37:59nanti menjadi jelek nilainya
  752. 38:01kalau jelek nilainya
  753. 38:04saya bisa nggak lulus semester ini
  754. 38:08kalau saya nggak lulus semester ini
  755. 38:10kasihan orang tua saya yang biayai
  756. 38:13Jadi saya harus merokok
  757. 38:16untuk berbakti kepada orang tua sebagai
  758. 38:19mahasiswa Nah itu objektivitas salah
  759. 38:23satu contoh objektivitas mencari
  760. 38:25dalil-dalil untuk membenarkan bahwa dia
  761. 38:27boleh merokok
  762. 38:30itu salah satu jenis contoh ya contoh
  763. 38:33objektivitas
  764. 38:37Oke kemudian ketiga kebenaran etik ini
  765. 38:41adalah kebenaran yang berbasis kepada
  766. 38:45etika
  767. 38:48atau moral
  768. 38:49Anda memang memang ada filosof yang
  769. 38:53membedakan mana etika mana moral tapi
  770. 38:56ada juga filosof yang menyamakan etika
  771. 38:59dan moral itu sama
  772. 39:03standar moral dari suatu
  773. 39:07komunitas
  774. 39:10standar perilaku misalnya
  775. 39:13Minggu lalu saya kasih contoh
  776. 39:17mahasiswa ke kampus pakai sepatu itu
  777. 39:21kalau diuji dengan kebenaran logic nggak
  778. 39:25ketemu
  779. 39:26kenapa kalau saya katakan
  780. 39:29ke kampus dalam konteks kuliah itu yang
  781. 39:32bekerja adalah akal untuk memahami ilmu
  782. 39:36memperoleh pengetahuan di kampus
  783. 39:39menyerap pengajaran dosen itu akal
  784. 39:42Apa hubungannya antara akal dengan
  785. 39:44sendal Saya mau ke kampus pakai sepatu
  786. 39:47pakai sendal nggak ada hubungannya
  787. 39:50Saya mau ke kampus pakai pakai singlet
  788. 39:53ya pakai yang perempuan mau ke kampus
  789. 39:55pakai bikini atau mungkin
  790. 39:57mau pakai tanktop gitu kan kampus nggak
  791. 40:01ada hubungannya dengan akal
  792. 40:06di luar negeri di Amerika itu misalnya
  793. 40:08kalau musim panas itu ke kampusnya pakai
  794. 40:11tanktop semua itu Karena kalau udah
  795. 40:12pakai baju lengkap bisa bahasa kuyup
  796. 40:16keringetan kalau musim dingin mereka
  797. 40:18semua pakai
  798. 40:20mereka semua libur justru kalau musim
  799. 40:23dingin tuh libur semua kalau musim panas
  800. 40:25ya tadi itu kadang pakai celana pendek
  801. 40:28pakai tanktop
  802. 40:31karena mereka belajar menggunakan
  803. 40:35otaknya bukan menggunakan pakaiannya Nah
  804. 40:40tapi di Indonesia
  805. 40:41di Indonesia
  806. 40:44lebih kepada
  807. 40:47penggunaan
  808. 40:49Budi
  809. 40:50ya jadi bukan cuma akal
  810. 40:53tapi akal budi
  811. 40:57sehingga etika di kedepankan
  812. 41:01kepantasan di kedepankan orang kalau
  813. 41:05kampus pantasnya pakai baju ini pakai
  814. 41:08celana ini pantasnya
  815. 41:11ditetapkan oleh institusi dan menjadi
  816. 41:13aturan
  817. 41:15tapi kalau diuji jangan coba-coba kepada
  818. 41:18dekan kita ngomong Kita uji kebenaran
  819. 41:21logic dari penggunaan sendal dan sepatu
  820. 41:24di kampus nggak akan ketemu jawabannya
  821. 41:27nah ini kebenaran etik
  822. 41:30Maka nanti standarnya adalah bagaimana
  823. 41:33nilai-nilai yang hidup di dalam
  824. 41:35komunitas Dia kemudian ada kebenaran
  825. 41:39metafisik
  826. 41:41ya ini diajarkan oleh
  827. 41:45filosofi filosofi Islam terutama ya dari
  828. 41:48filsafat Islam
  829. 41:50kebenaran yang tidak dapat dilacak
  830. 41:52secara ilmiah
  831. 41:54tidak bisa dilacak secara akal secara
  832. 41:57logika bisa
  833. 41:58tidak bisa menjadi kebenaran empirik
  834. 42:03tapi memiliki kebenaran sepanjang
  835. 42:05dipercaya dan dapat dipahami
  836. 42:08nah di Indonesia sering terjadi
  837. 42:11jangan ke gunung jangan misalnya jangan
  838. 42:15ke Pantai Selatan pakai baju hijau nanti
  839. 42:20tenggelam kalau disebut kebenaran
  840. 42:23empirik mesti disurvei itu di data
  841. 42:28Berapa orang yang pakai baju hijau di
  842. 42:31pantai selatan
  843. 42:32Berapa orang yang tidak pakai baju hijau
  844. 42:36Berapa orang yang tidak pakai baju hijau
  845. 42:38ini mati di Pantai Selatan karena
  846. 42:40ditarik oleh
  847. 42:42Nyi Roro Kidul Berapa orang yang pakai
  848. 42:44baju hijau yang mati di Pantai Selatan
  849. 42:46ditarik itu harus ada kebenaran itunya
  850. 42:49dulu
  851. 42:50tapi kan belum pernah disurvei sampai
  852. 42:52hari ini
  853. 42:54hanya kebetulan saja Kemudian yang pakai
  854. 42:56baju hijau meninggal di situ keseret
  855. 42:58lanjut lah ini segala macam gitu ya
  856. 43:00akhirnya di Iyakan oleh komunitas
  857. 43:02menjadi satu kebenaran
  858. 43:04yang secara empirik nggak bisa disurvei
  859. 43:07secara logic karena nggak kelihatan
  860. 43:10secara etik bukan karena bukan karena
  861. 43:13keinginan bersama dia meninggal di situ
  862. 43:16tapi dipercaya sebagai satu kebenaran
  863. 43:19dan dipahami oleh orang-orang situ
  864. 43:23bahkan juga dipahami oleh dan dipercaya
  865. 43:25oleh orang-orang luar jadi bukan cuma
  866. 43:28orang situ aja orang-orang luar juga
  867. 43:29mempercayainya
  868. 43:31jangan ke gunung es dengan
  869. 43:34ngomong-ngomong kotor
  870. 43:36nanti hilang nggak ketemu-ketemu
  871. 43:42tidak bisa dilacak secara ilmiah kalau
  872. 43:46secara ilmiah artinya kalau diulang akan
  873. 43:48akan terjadi hal yang sama
  874. 43:50tidak bisa diukur secara logika
  875. 43:53tidak bisa di indrawi
  876. 43:57itu kebenaran kata fisik kalau secara
  877. 44:00agama mungkin gampang jawabnya kita
  878. 44:02berpikir secara ekologis saja gitu kan
  879. 44:05keimanan kepada Tuhan keimanan kepada
  880. 44:07Allah
  881. 44:09orang yang bersedekah pasti rezekinya
  882. 44:12ditambah orang yang bersyukur pasti
  883. 44:15rezekinya ditambah
  884. 44:17kan juga belum pernah ada yang survei
  885. 44:19kan
  886. 44:20Siapa yang sudah pernah melakukan survei
  887. 44:22terhadap orang yang bersedekah kemudian
  888. 44:24rezekinya ditambah
  889. 44:26ndak ada
  890. 44:27secara logic juga nggak
  891. 44:29bisa diukur secara akal sehat
  892. 44:32secara etik juga nggak ada
  893. 44:35tapi Itu dipercaya oleh kita umat Islam
  894. 44:38misalnya kaya gitu ya itu mempercayai
  895. 44:42itu secara keimanan bahwa kalau kita
  896. 44:44bersedekah rezeki ditambah
  897. 44:46kita Saling bersilaturahmi
  898. 44:50umur ditambah
  899. 44:52memperpanjang umur itu
  900. 44:55kebenaran-kebenaran metafisik itu yang
  901. 44:58harus dipahami sehingga nanti ketika
  902. 45:01kita terjun dalam praktek mulai kita
  903. 45:03teliti nih Orang ini ngomong dalam dalam
  904. 45:06mengandung kebenaran empirik apa
  905. 45:09kebenaran logic atau kebenaran etik atau
  906. 45:12kebenaran fisik
  907. 45:15ya walaupun
  908. 45:17eh pasal santet sampai hari ini belum
  909. 45:19bisa diberlakukan walaupun kita tahu itu
  910. 45:22ada kebenaran metafisik di situ tapi
  911. 45:24karena hukum itu lebih kepada logika
  912. 45:27ilmiah maka kebenaran metal fisik
  913. 45:29menjadi tidak tidak bisa diukur dalam
  914. 45:32konteks pembuktian
  915. 45:34oke nah kemudian jenis-jenis kebenaran
  916. 45:37yang pertama
  917. 45:40ini diambil dari filsafat Islam
  918. 45:43khususnya Al Ghazali jenis kebenaran
  919. 45:46yang tidak perlu diperdebatkan misalnya
  920. 45:52apa ya
  921. 45:54ada seseorang yang melakukan
  922. 45:57penyalahgunaan kekuasaan
  923. 45:59tidak disuap dengan uang tapi dikasih
  924. 46:02cewek misalnya
  925. 46:07Pak Rocky seorang pejabat negara
  926. 46:12menyalahgunakan kekuasaannya atas
  927. 46:15permintaan seseorang tapi tidak dikasih
  928. 46:17uang nah seseorang tersebut masih cewek
  929. 46:19kemudian kita membangun suatu statement
  930. 46:23ternyata
  931. 46:25paruh gitu doyan cewek
  932. 46:29Nah itu
  933. 46:31kebenaran yang nggak usah diperdebatkan
  934. 46:34karena kalau laki-laki pasti demen
  935. 46:36perempuan Taman saintnya begitu ya Ada
  936. 46:39laki-laki demam laki-laki tapi kan dia
  937. 46:41nggak masuk commensen ya di luar di luar
  938. 46:44dari logika umum tapi ada
  939. 46:46misalnya lagi misalnya ada film
  940. 46:51atau statement indahnya Pernikahan Dini
  941. 46:56itu nggak usah diperdebatkan Pernikahan
  942. 46:58Dini itu indah atau enggak karena
  943. 47:00fokusnya bukan di dunia fokusnya di
  944. 47:03nikahnya
  945. 47:05enaknya malam pertama atau nikmatnya
  946. 47:08malam pertama Ya sudah pasti
  947. 47:11nggak usah diperdebatkan lagi nggak usah
  948. 47:14dibikin kajian ilmiahnya itu
  949. 47:17sudah pasti hal-hal seperti itu yang
  950. 47:20menjadi pengetahuan umum logika
  951. 47:24alamiahnya
  952. 47:26hal-hal yang sudah
  953. 47:28sudah pasti itu nggak usah diperdebatkan
  954. 47:32merah putih Bendera Indonesia
  955. 47:37kemudian berdebat kita merah itu
  956. 47:41artinya
  957. 47:44misalnya berhenti ya putih itu artinya
  958. 47:49menyerah
  959. 47:51jadi merah putih itu berhenti dan
  960. 47:53menyerah
  961. 47:55itu sudah logika yang
  962. 47:59tidak lurus karena makna dari merah
  963. 48:02putih sudah ditetapkan konsepnya
  964. 48:05bahwa merah itu artinya berani putih itu
  965. 48:07artinya suci
  966. 48:10nanti ini ada hubungannya dengan
  967. 48:12kebenaran kontekstual ada hubungannya
  968. 48:15nanti
  969. 48:16itu merah putih nggak perlu
  970. 48:18diperdebatkan lagi
  971. 48:20artinya apa karena seluruh Indonesia itu
  972. 48:23tahu artinya itu
  973. 48:25nah ini dalam dalam hukum pidana
  974. 48:27khususnya hukum acara pidana itu dia
  975. 48:30kemudian di pasal 184 ayat 2
  976. 48:36hal-hal yang umum tidak perlu hal-hal
  977. 48:38yang umum diketahui tidak perlu
  978. 48:40dibuktikan
  979. 48:41Masa sih Indonesia merdeka 17 Agustus
  980. 48:44nggak usah dibuktikan nggak usah ada
  981. 48:47penelitian ilmiah di situ
  982. 48:49seluruh Indonesia tahu
  983. 48:53kemudian korespondensi yakni mulai masuk
  984. 48:57jenis kebenaran yang diakomodir di mulai
  985. 49:01dari
  986. 49:03filsafat klasik sampai filsafat modern
  987. 49:08korespondensi pembuktian kebenaran
  988. 49:10empiris ya tadi kan ada kemudian empiris
  989. 49:14ya pembuktian terhadap kebenaran empiris
  990. 49:16terdiri dari dua yaitu verifikasi dan
  991. 49:18klasifikasi
  992. 49:20verifikasi itu mencari kebenaran
  993. 49:22terhadap fakta palsifikasi itu mencari
  994. 49:24kekeliruan fakta
  995. 49:27apa statementnya korespondensi
  996. 49:30kesesuaian antara pernyataan proposisi
  997. 49:33dengan faktanya
  998. 49:36contohnya misalnya aku cinta padamu
  999. 49:39kalau saya lagi ngomong sama cewek itu
  1000. 49:41pernyataannya
  1001. 49:43dia memunculkan kebenaran
  1002. 49:46korespondensinya
  1003. 49:49apa kebenaran empiriknya
  1004. 49:51Oh tiap malam minggu dia ngapel ngajak
  1005. 49:55jalan nonton bioskop
  1006. 49:59suka beliin hadiah baju misalnya
  1007. 50:03pulang sekolah atau pulang kuliah
  1008. 50:05dijemput pulang kerja dijemput diantar
  1009. 50:08pulang
  1010. 50:10itu faktanya
  1011. 50:13ya fakta itu kemudian ditafsirkan
  1012. 50:15menjadi Oh iya ternyata pernyataannya
  1013. 50:19sesuai
  1014. 50:20bahwa memang benar ia
  1015. 50:23si bapak itu mencintai perempuan itu
  1016. 50:28tapi pembuktian terbesarnya Nah itu juga
  1017. 50:31kemudian menjadi satu klasifikasi
  1018. 50:34kekeliruan terhadap fakta kalau kemudian
  1019. 50:37ternyata
  1020. 50:38cuma apa datang jemput ini segala macam
  1021. 50:42tapi nggak pernah ditembak misalnya dia
  1022. 50:46nggak pernah ngomong cinta kok
  1023. 50:48cuma kalau minggu malam minggu datang
  1024. 50:50aja terus
  1025. 50:53faktanya keliru ternyata
  1026. 50:56ternyata dia cuma mengisi kekosongan
  1027. 50:58daripada disebut jomblo
  1028. 51:04atau bahkan mungkin
  1029. 51:09cuma datang doang ngasih baju PHP lah
  1030. 51:11kira-kira begitu ya
  1031. 51:13klasifikasi ini kalau bahasa
  1032. 51:14sederhananya PHP saya cuma berusaha agar
  1033. 51:17menyampaikan
  1034. 51:19mata kuliah logika ini dengan sangat
  1035. 51:21sederhana supaya
  1036. 51:23mudah dipahami
  1037. 51:26Kalau Anda menghafal klasifikasi adalah
  1038. 51:29suatu pengujian terhadap kekeluargaan
  1039. 51:31fakta nanti kalau ujian yang dihafal itu
  1040. 51:33gitu tapi nggak ngerti fungsinya apa
  1041. 51:36Jadi saya coba masuk kepada
  1042. 51:38contoh-contoh yang konkrit misalnya
  1043. 51:40klasifikasinya ternyata PHP contohnya
  1044. 51:44ngapel terus ngajakin nonton terus masih
  1045. 51:48hadiah baju jemput kuliah kerja
  1046. 51:51nganterin segala macem tapi nggak pernah
  1047. 51:53ngomong aku cinta padamu nggak pernah
  1048. 51:55padahal
  1049. 51:57perempuan nungguin itu nungguin kalimat
  1050. 52:00itu
  1051. 52:02tapi nggak pernah terjadi berarti
  1052. 52:06terjadi klasifikasi kekeliruan terhadap
  1053. 52:10fakta sehingga korespondensinya
  1054. 52:13tidak memunculkan kebenaran empirik
  1055. 52:17kemudian ada jenis kebenaran yang
  1056. 52:20disebut kebenaran koherensi koherensi
  1057. 52:24kebenaran berdasarkan konsistensi ya
  1058. 52:28dengan logika antara premis Mayor dengan
  1059. 52:32premis minor
  1060. 52:37alur logika harus konsisten dan runtut
  1061. 52:40tidak boleh ada kontradiksi internal nah
  1062. 52:43ingat ya tadi level-level ini
  1063. 52:45level-level kebenaran
  1064. 52:49prinsip logika prinsip kontradiksi tidak
  1065. 52:54boleh ada prinsip kontradiksi nah ini
  1066. 52:58jadi premis mayornya dan premis minornya
  1067. 53:01Harus satu arah
  1068. 53:04harus konsisten semua manusia mati
  1069. 53:08Rocky manusia
  1070. 53:09itu kan ada ada unsur dari premis minor
  1071. 53:14terdapat unsur dari premis Mayor yaitu
  1072. 53:17matinya tadi
  1073. 53:20antara manusia dengan Rocky nya berarti
  1074. 53:23Rocky itu
  1075. 53:25partikularnya manusia itu generalnya
  1076. 53:31sehingga nanti bisa ditarik kesimpulan
  1077. 53:35misalnya seluruh manusia mati manusia
  1078. 53:39jadi manusianya sama unsurnya kemudian
  1079. 53:43seluruh itu umum Rocky itu partikular
  1080. 53:48yang lebih sempit sehingga nanti bisa
  1081. 53:50ditarik kesimpulan menjadi
  1082. 53:52Rocky bisa mati Nah itu contoh ya
  1083. 53:56kelulusan logika
  1084. 54:00yang jenis kebenarannya disebut sebagai
  1085. 54:03kebenaran
  1086. 54:04koherensi secara logika secara logic dia
  1087. 54:10bisa diukur
  1088. 54:12rasional sifatnya
  1089. 54:15Nah kemudian ada kebenaran pragmatis nah
  1090. 54:18ini biasanya mahasiswa ini
  1091. 54:21terserahlah Bagaimana caranya pokoknya
  1092. 54:26nyontek kek mau apa kek gitu kan
  1093. 54:30sampai datang bawa misalnya bawa batik
  1094. 54:34lah kalau dulu zaman saya kuliah ada tuh
  1095. 54:36ya ngumpulin batik
  1096. 54:39ngumpulin batik nasi keduanya saya dulu
  1097. 54:42waktu masih dari kampung saya bingung
  1098. 54:44ini ngapain sumbangan sumbangan ternyata
  1099. 54:47mau beli batik
  1100. 54:50jadi orang kampung nggak mengenal
  1101. 54:52istilah menyuap seperti itu untuk
  1102. 54:53mencapai nilai mendapatkan nilai a
  1103. 54:56nggak tahu kalau orang kampung zaman
  1104. 54:57sekarang ya kalau zaman dulu saya nggak
  1105. 54:59mengenal begitu gitu
  1106. 55:02Nah itu
  1107. 55:03tidak penting bagaimana caranya
  1108. 55:08yang penting tujuannya tercapai nah
  1109. 55:11ketika tujuannya tercapai maka itu
  1110. 55:13adalah suatu kebenaran
  1111. 55:16itu sebabnya saya dalam memberikan nilai
  1112. 55:23Kalau Anda berharap nilai a saya kasih a
  1113. 55:26Karena Anda berharap nilai A tapi anda
  1114. 55:30harus menjalani proses
  1115. 55:32yaitu ujian belajar dan nilai aslinya
  1116. 55:36itu saya kasih lihat
  1117. 55:40Anda dapat 50 40 60 gitu ya bahkan
  1118. 55:44mungkin ada yang 10
  1119. 55:46bisa jadi saya kasih atau mungkin B ya
  1120. 55:49kalau 10 kebangetan kalau a b
  1121. 55:51tapi saya kasih lihat nilai aslinya
  1122. 55:53supaya Anda tahu anda Pantes nggak dapat
  1123. 55:57nilai segitu
  1124. 55:59Supaya Anda tidak sombong
  1125. 56:02supaya Anda muncul dalam kesadaran diri
  1126. 56:04anda bahwa
  1127. 56:06saya sebenarnya nggak pantes untuk lulus
  1128. 56:09saya harus mengulang
  1129. 56:12Saya berharap walaupun agak aneh metode
  1130. 56:15saya ya Saya berharap Anda belajar
  1131. 56:17memicu anda lebih kuat belajar lagi nah
  1132. 56:21pragmatis ini biasanya di akomodir oleh
  1133. 56:23Amerika Amerika itu menganut filsafat
  1134. 56:26pragmatisme ya Yang penting tujuannya
  1135. 56:29tercapai
  1136. 56:31Oke Nah kemudian ada kebenaran jenis
  1137. 56:35kebenaran yang namanya kebenaran stand
  1138. 56:37Point
  1139. 56:38ini filsafat postmodern
  1140. 56:42yang
  1141. 56:43disandarkan kepada sudut pandang
  1142. 56:47jadi satu kebenaran itu bukan tidak
  1143. 56:50bersifat ilmu pasti
  1144. 56:53kebenaran itu nggak absolut
  1145. 56:56tergantung perspektifnya
  1146. 57:00kebenaran Jaksa Hakim dan pengacara itu
  1147. 57:03pasti tidak sama
  1148. 57:05karena mengambil posisi sudut pandang
  1149. 57:07yang berbeda
  1150. 57:12ya cuma kemudian kalau
  1151. 57:14hakimnya memenangkan Jaksa pasti
  1152. 57:17jaksanya akan mengatakan Akhirnya sudah
  1153. 57:20benar
  1154. 57:21sudah sesuai ya karena dia dimenangkan
  1155. 57:25nanti kalau layer yang dimenangkan
  1156. 57:27layernya ngomong gitu juga hakimnya
  1157. 57:29bagus
  1158. 57:32hakimnya sudah menciptakan keadilan
  1159. 57:35ya karena dia dimenangkan Coba kalau
  1160. 57:38udah dikalahkan pasti ngomongnya beda
  1161. 57:39Hakim tidak melihat penderitaan
  1162. 57:43dari terdakwa begitu juga nanti Jaksa
  1163. 57:45juga gitu kalau Jaksa dikalahin juga
  1164. 57:46ngomong gitu Hakim tidak melihat
  1165. 57:48penderitaan dari korban
  1166. 57:51ya karena semua berbeda dari sisi sudut
  1167. 57:53pandang
  1168. 57:56jadi kebenaran itu dalam
  1169. 57:59pandangannya orang-orang bosmu nggak
  1170. 58:02bisa disamakan dengan satu tambah satu
  1171. 58:04sama dengan dua
  1172. 58:09setiap orang itu unik nah keunikan itu
  1173. 58:12yang memunculkan perspektif yang
  1174. 58:14berbeda-beda
  1175. 58:16kembar aja nggak Sama ya
  1176. 58:22ada anak kembar yang lahirnya lagi
  1177. 58:24perempuan padahal kembar akhirnya
  1178. 58:26barengan
  1179. 58:29ada yang berbeda Walaupun dia kembar
  1180. 58:32sama persis identik tapi tetep ada yang
  1181. 58:35berbeda paling tidak Sidik jarinya
  1182. 58:37berbeda
  1183. 58:39kebenaran stand point ini sebenarnya
  1184. 58:41ingin mengajarkan
  1185. 58:43anda jangan jadi orang yang arogan
  1186. 58:45Ketika menemukan suatu kebenaran
  1187. 58:50bahwa kebenaran anda itu bisa runtuh
  1188. 58:52suatu saat
  1189. 58:54dengan dalil-dalil yang lain
  1190. 58:58anda sendiri bisa berubah keyakinan dari
  1191. 59:00satu kebenaran kebenaran yang lainnya
  1192. 59:05nah itu yang ingin diajarkan
  1193. 59:09Kenapa tidak ada kebenaran atau sulut
  1194. 59:11dalam hukum pun juga tidak ada
  1195. 59:12keberadaan Absolut apa buktinya
  1196. 59:15karena ada upaya hukum
  1197. 59:19berarti yang di PN itu nggak absolut
  1198. 59:22masih bisa dibatalkan oleh banding
  1199. 59:26ketika banding pun putus anda jangan
  1200. 59:28Bahagia itu kalau anda menang
  1201. 59:31karena masih ada kasasi
  1202. 59:34bahkan Walaupun anda ingin teorinya
  1203. 59:37mengatakan bahwa asas
  1204. 59:44yang bisa menggugurkan dari asas
  1205. 59:46tersebut
  1206. 59:50itu ciri-ciri
  1207. 59:53bahwa kebenaran itu tidak
  1208. 59:58yang diajarkan oleh
  1209. 1:00:01para filsuf postmodern
  1210. 1:00:05nah kemudian
  1211. 1:00:07kita perlu melihat juga
  1212. 1:00:09sifat
  1213. 1:00:11sifat kebenaran secara ontologis
  1214. 1:00:16secara hakikat
  1215. 1:00:18pertemuan pertama saya mengatakan
  1216. 1:00:20tentunya Bisa Anda lihat lagi videonya
  1217. 1:00:23yang karena sudah bisa jadi video juga
  1218. 1:00:26Apa yang dimaksud dengan ontologis yang
  1219. 1:00:29pertama adalah realitas empiris yang
  1220. 1:00:33sifatnya objektif
  1221. 1:00:36karena bersifat faktual
  1222. 1:00:40empirik Panca indranya bermain Panca
  1223. 1:00:43inderanya yang menentukan contoh
  1224. 1:00:45misalnya
  1225. 1:00:46dinding yang berwarna hijau pasti
  1226. 1:00:48seluruh dunia akan mengatakan hijau
  1227. 1:00:51mungkin dinding hijau itu kemudian ada
  1228. 1:00:54yang menyebut itu warnanya biru nggak
  1229. 1:00:56mungkin atau mungkin merah gitu ya
  1230. 1:00:59pasti hijau Nah itu realitas empirisnya
  1231. 1:01:05dinding yang berwarna hijau
  1232. 1:01:08warna hijau itu menjadi objektif
  1233. 1:01:12karena seluruh manusia mengakui itu
  1234. 1:01:14terlihat mata memang warnanya hijau
  1235. 1:01:16Nggak bisa diperdebatkan dan
  1236. 1:01:19jangan diperdebatkan kalau dinding itu
  1237. 1:01:22warnanya hijau atau biru kalau memang
  1238. 1:01:24hijau ya hijau orang hukum mungkin bisa
  1239. 1:01:28membantah ya oh kebenaran dalam hukum
  1240. 1:01:31itu
  1241. 1:01:33tidak Absolut relatif
  1242. 1:01:35satu tambah satu menurut matematika bisa
  1243. 1:01:38dua Tapi menurut hukum 1 + 1 itu bisa
  1244. 1:01:41jual 34 bisa 5 Nah sekarang Coba bantah
  1245. 1:01:44dinding itu menurut hukum hijau warnanya
  1246. 1:01:47yang warnanya hijau dinding menurut
  1247. 1:01:49orang hukum itu bisa jadi biru nggak
  1248. 1:01:50orang hukum pun nggak akan bisa
  1249. 1:01:52membantah itu pasti warnanya hijau gitu
  1250. 1:01:55jadi Ada kebenaran yang sifatnya Absolut
  1251. 1:01:58ada
  1252. 1:02:01Bukan berarti semua kebenaran itu
  1253. 1:02:03sifatnya relatif Ada kebenaran yang
  1254. 1:02:05sifatnya apa yang sifatnya Absolut yang
  1255. 1:02:08realitas empiris
  1256. 1:02:13Ketika dilihat si anus
  1257. 1:02:18kebenarannya Absolut tuh bahwa Indra
  1258. 1:02:29masalah nanti itu a membunuh karena ini
  1259. 1:02:33karena ini karena itu beda lagi Itu
  1260. 1:02:36penyebabnya
  1261. 1:02:37tapi kebenaran objektifnya adalah a
  1262. 1:02:41terlihat dalam bahasa Inggris
  1263. 1:02:45mati di tempat kita kemudian
  1264. 1:02:49menyebutnya sebagai Uni penganiayaan
  1265. 1:02:53orang jelas membunuh
  1266. 1:02:59nah berbeda dengan dibacok nggak mati
  1267. 1:03:02tapi sambil masih lari kemudian
  1268. 1:03:04kira-kira 10 meter jatuh baru mati nah
  1269. 1:03:07Berarti penganiayaan yang menyebabkan
  1270. 1:03:09hilangnya nyawa bukan pembunuhan
  1271. 1:03:13konsep pembunuhan harus dipahami dulu
  1272. 1:03:15tusuk mati di tempat
  1273. 1:03:18itu pembunuhan
  1274. 1:03:21tapi kalau udah ditusuk di ini nggak
  1275. 1:03:25mati sempet lari atau sempat dibawa ke
  1276. 1:03:27rumah sakit matinya di rumah sakit
  1277. 1:03:29berarti bukan pembunuhan
  1278. 1:03:30berarti penganiayaan yang menyebabkan
  1279. 1:03:33hilangnya
  1280. 1:03:35seperti itu
  1281. 1:03:38sehingga sifatnya objektif orang
  1282. 1:03:42Indonesia aja suka berdebat ini
  1283. 1:03:43pembunuhan atau bukan pembunuhan lihat
  1284. 1:03:45faktanya dong
  1285. 1:03:49Nah kemudian ada realitas hermenetis
  1286. 1:03:53yang sifatnya
  1287. 1:03:55subjektif ini suatu realitas
  1288. 1:04:00memang dari empiris juga tapi dia
  1289. 1:04:03membutuhkan penghayatan untuk mencari
  1290. 1:04:06makna lain
  1291. 1:04:08misalnya tadi
  1292. 1:04:10fakta empirisnya realitas empirisnya itu
  1293. 1:04:15pembunuhan
  1294. 1:04:17pemaknaannya kemudian dia membunuh
  1295. 1:04:20karena Ya mulai ini mulai dicari
  1296. 1:04:23maknanya dia membunuh karena
  1297. 1:04:27dia memperkosa istrinya
  1298. 1:04:33pembunuhannya
  1299. 1:04:35tapi menjadi bergeser atau misalnya dia
  1300. 1:04:39lagi jalan istrinya mau diperkosa
  1301. 1:04:41dia melakukan perlawanan malah Bu mau
  1302. 1:04:45mati gitu kan Oh ini membunuh tapi bukan
  1303. 1:04:48murni membunuh tapi
  1304. 1:04:50pembelaan diri yang berlebihan
  1305. 1:04:54atau misalnya
  1306. 1:04:57pembelaan pembelaan diri terpaksa
  1307. 1:05:01tapi ternyata berlebihan mati nah beda
  1308. 1:05:03lagi konsepnya
  1309. 1:05:05bahwa Pembunuhan itu fakta empiris
  1310. 1:05:08objektif tapi pemaknaannya tafsirnya
  1311. 1:05:12yang menjadi
  1312. 1:05:17yang harus memenuhi prinsip logika
  1313. 1:05:19kecukupan alasan itu yang bisa
  1314. 1:05:21berbeda-beda
  1315. 1:05:24kalau dalam Islam
  1316. 1:05:27Alquran
  1317. 1:05:29itu fakta empirisnya objektif
  1318. 1:05:34tidak ada satupun umat Islam
  1319. 1:05:39yang mengaku beriman kepada Allah
  1320. 1:05:41berani mengatakan bahwa Quran itu salah
  1321. 1:05:46nggak ada yang berani
  1322. 1:05:47tidak ada satupun yang berani
  1323. 1:05:50kalau dia beriman
  1324. 1:05:52semua pasti akan mengatakan Quran itu
  1325. 1:05:55benar
  1326. 1:05:57tapi tafsir terhadap Alquran itu yang
  1327. 1:06:01belum tentu benar
  1328. 1:06:03Buktinya apa buktinya ada Mazhab Syafi'i
  1329. 1:06:08Mazhab Syafi'i mazhab Hambali mazhab
  1330. 1:06:11Hanafi mazhab Maliki kalau di Indonesia
  1331. 1:06:15ada nu ada Muhammadiyah ada persis ada
  1332. 1:06:19ini banyak itu tafsir terhadap Quran
  1333. 1:06:23Tapi semua macam-macam itu pasti akan
  1334. 1:06:26ngomong Quran itu benar
  1335. 1:06:29nah tafsirnya terhadap Quran yang bisa
  1336. 1:06:32pasti berbeda-beda
  1337. 1:06:37memaknainya berbeda
  1338. 1:06:39dinding berwarna hijau semua akan
  1339. 1:06:42ngomong Pasti berwarna hijau
  1340. 1:06:45tapi kemudian makna yang muncul di
  1341. 1:06:47kepala kita asosiasi yang muncul di
  1342. 1:06:50kepala kita
  1343. 1:06:54rumah Kok pakai warna hijau
  1344. 1:06:58kayak partai
  1345. 1:07:04itu sudah pemaknaan sendiri
  1346. 1:07:07yang ada yang muncul hanya dalam diri
  1347. 1:07:11kita dan itu nggak nggak universal
  1348. 1:07:14karena muncul dari pemaknaan diri kita
  1349. 1:07:16sendiri beli baju kotak-kotak
  1350. 1:07:20kayak kelompoknya apa gitu kan Nah itu
  1351. 1:07:24sudah semua pasti akan makanan baginya
  1352. 1:07:27apa kotak-kotak udah pasti seluruh dunia
  1353. 1:07:29akan mengatakan hal yang sama tapi makna
  1354. 1:07:32yang muncul dalam diri kita sendiri
  1355. 1:07:33dalam diri kita sendiri yang sifatnya
  1356. 1:07:36subjektif
  1357. 1:07:37asosiasinya langsung ke mana-mana
  1358. 1:07:40itu yang disebut sebagai sifat kebenaran
  1359. 1:07:44ontologis nah yang ketiga
  1360. 1:07:47ada realitas sosiologis yang sifatnya
  1361. 1:07:50intersubjektif kebenarannya disepakati
  1362. 1:07:53secara bersama-sama
  1363. 1:07:57yang tadinya subjektif terus
  1364. 1:08:01ketemu temen ketemu temen ketemu temen
  1365. 1:08:03ketemu temen akhirnya jadi kelompok 10
  1366. 1:08:12jadi kelompok dia
  1367. 1:08:14disepakati
  1368. 1:08:16atau misalnya kalau di perdata paling
  1369. 1:08:19gampang gugatan ganti kerugian pmh
  1370. 1:08:24atau orang nuntut
  1371. 1:08:26yang kemudian satunya menawar jangan
  1372. 1:08:29segitu deh bayarnya segini aja deh Nggak
  1373. 1:08:31bisa segini Akhirnya
  1374. 1:08:34segini ada kesepakatan terhadap suatu
  1375. 1:08:37kebenaran yang sifatnya akhirnya
  1376. 1:08:40dialogis Nah itu contoh ketiga dari
  1377. 1:08:44sifat suatu kebenaran
  1378. 1:08:47kemudian yang perlu kita perhatikan juga
  1379. 1:08:50ya dalam konteks kebenaran dalam ilmu
  1380. 1:08:52logika kebenaran yang disandarkan kepada
  1381. 1:08:55sumber munculnya pengetahuan
  1382. 1:08:59di kuliah pertama saya ini merupakan
  1383. 1:09:02pengertian dari epistemologis jadi
  1384. 1:09:05kebenaran berdasarkan
  1385. 1:09:07epistemologis apa aja misalnya
  1386. 1:09:12satu ilmiah karena berasal dari empiris
  1387. 1:09:16rasio dan metodologis
  1388. 1:09:18ada penelitian Ada kajian segala macam
  1389. 1:09:23Jaksa itu waktu mau membuat dakwaan itu
  1390. 1:09:26juga melakukan penelitian terhadap
  1391. 1:09:28berkas perkara yang dari penyidik
  1392. 1:09:32Jaksa mau buat tuntutan itu ada
  1393. 1:09:35penelitian dalam satu proses di
  1394. 1:09:37pengadilan namanya proses pembuktian
  1395. 1:09:38yang mengamati dengan cermat
  1396. 1:09:43karena apa yang ada dalam berkas perkara
  1397. 1:09:45belum tentu sama dengan
  1398. 1:09:48dengan yang ada dalam proses pembuktian
  1399. 1:09:52kadang-kadang saksi itu kan ngomong di
  1400. 1:09:54perkara
  1401. 1:09:55atau pas muncul di sidang yang ngomong
  1402. 1:09:58lebih
  1403. 1:09:59makanya butuh penelitian di situ tuh
  1404. 1:10:01itu penelitian
  1405. 1:10:04itu sebabnya pengadilan itu sebenarnya
  1406. 1:10:06itu sebagai forum ilmiah terbesar yang
  1407. 1:10:10diakui secara internasional
  1408. 1:10:13Cuma orang-orang praktek aja yang
  1409. 1:10:15mengatakan adalah kita kan praktisi itu
  1410. 1:10:17kan akademisi nggak justru
  1411. 1:10:21tempatnya
  1412. 1:10:24teori tempatnya
  1413. 1:10:26konsep-konsep di perdebatan itu ya di
  1414. 1:10:30pengadilan
  1415. 1:10:33dan itu diperdebatkan secara metodologi
  1416. 1:10:36Hakim punya metodenya untuk mengambil
  1417. 1:10:38keputusan Jaksa punya metodenya untuk
  1418. 1:10:41bisa merumuskan dakwaan karena ada
  1419. 1:10:43metodenya itu metode itu bahasa paling
  1420. 1:10:45sederhananya adalah sop
  1421. 1:10:48standar operasional prosedur Jaksa punya
  1422. 1:10:51tuh sop dalam membuat dakwaan makanya
  1423. 1:10:54anda
  1424. 1:10:57pengacara juga punya metodenya Walaupun
  1425. 1:11:00dia nggak pernah mau masalahnya
  1426. 1:11:02orang-orang praktek ini nggak pernah mau
  1427. 1:11:04menyebut itu sebagai metode lebih suka
  1428. 1:11:06menyebutnya sebagai sop
  1429. 1:11:09padahal itu sebenarnya metode dan ada
  1430. 1:11:12juga kebenaran yang
  1431. 1:11:14bersumber dari
  1432. 1:11:17pengetahuan yang non ilmiah
  1433. 1:11:21misalnya apa
  1434. 1:11:24bersumber dari pengetahuan yang berasal
  1435. 1:11:27dari akal
  1436. 1:11:29apriori reka reka apa ya
  1437. 1:11:34mencoba-coba tapi bukan terlalu error ya
  1438. 1:11:36mengira-ngira
  1439. 1:11:41hanya berbasis kepada
  1440. 1:11:43akalnya sendiri
  1441. 1:11:45dia mempertimbangkan sesuatu dalam
  1442. 1:11:48akalnya
  1443. 1:11:51yang
  1444. 1:11:53tidak tidak mendasarkan kepada
  1445. 1:11:55metode-metode
  1446. 1:11:59sehingga bisa jadi kebenaran itu
  1447. 1:12:03hanya untuk dirinya
  1448. 1:12:05dan tidak bisa digunakan untuk untuk
  1449. 1:12:08orang lain hanya untuk dirinya itu sifat
  1450. 1:12:11dari
  1451. 1:12:13kebenaran yang bersumber
  1452. 1:12:15dari akal kemudian kebenaran yang
  1453. 1:12:18bersumber dari prasangka
  1454. 1:12:22dugaan
  1455. 1:12:24dan ini bisa salah
  1456. 1:12:26tapi juga bisa benar
  1457. 1:12:28dia menjadi bisa salah dan bisa benar
  1458. 1:12:30setelah melakukan penelitian
  1459. 1:12:33untuk sementara masih menduga-duga dulu
  1460. 1:12:35makanya dalam proses di kepolisian kan
  1461. 1:12:39si A melakukan peristiwa
  1462. 1:12:42yang diduga sebagai tindak pidana ini
  1463. 1:12:45masih kata diduga masih prasangka
  1464. 1:12:48dan butuh pembuktian makanya dia
  1465. 1:12:50mengumpulkan alat bukti dan segala macam
  1466. 1:12:51kata diduga itu sudah nggak muncul lagi
  1467. 1:12:54dalam dakwaan
  1468. 1:12:56Kenapa nggak muncul karena sudah
  1469. 1:12:58melakukan penelitian
  1470. 1:12:59itu hasil dari
  1471. 1:13:02olah akal budi
  1472. 1:13:04olah logika
  1473. 1:13:06ilmiah dengan menggunakan metode
  1474. 1:13:12prasangka ini baru dugaan-dugaan saja
  1475. 1:13:15misalnya
  1476. 1:13:17contoh paling gampang
  1477. 1:13:19itu
  1478. 1:13:21ada cowok cewek
  1479. 1:13:24masuk ke kos
  1480. 1:13:28berdua malam-malam
  1481. 1:13:32Pulangnya besok pagi
  1482. 1:13:35kita bisa melakukan
  1483. 1:13:37permainan pikiran misalnya dugaan Dengan
  1484. 1:13:40mengatakan coba Perhatikan Kalau dia
  1485. 1:13:43nggak pakai pengaman hamil Apa nggak
  1486. 1:13:46belum tentu
  1487. 1:13:48karena baru dugaan tapi dugaan ini
  1488. 1:13:50merasa sedikit jadi tuduhan nah dalam
  1489. 1:13:52bentuk hukum kalau dalam ilmu hukum
  1490. 1:13:54tujuan sudah berdampak kepada
  1491. 1:13:57ke proses hukum nantinya tapi kalau
  1492. 1:14:00dugaan nggak karena dugaan itu biasanya
  1493. 1:14:03sifatnya individual dia hanya
  1494. 1:14:05menerangkan untuk dirinya sendiri
  1495. 1:14:08dia tidak menggunakan kebenaran dalam
  1496. 1:14:10dirinya hasil dugaan tadi untuk
  1497. 1:14:12menyerang orang lain nggak
  1498. 1:14:14jadi cowok cewek masuk kamar berdua
  1499. 1:14:17doang itu kan nggak mungkin tahajud
  1500. 1:14:22pasti hamil tuh ntar itu nggak akan
  1501. 1:14:24mungkin dia nyerang lu hamil nggak
  1502. 1:14:26mungkin karena akan disimpan untuk
  1503. 1:14:29dirinya sendiri ketika sudah diomongkan
  1504. 1:14:31ke orangnya namanya bukan lagi dugaan
  1505. 1:14:33tapi tuduhan sudah Nah kemudian intuitif
  1506. 1:14:38kebenaran yang disandarkan kepada
  1507. 1:14:41pengetahuan di bawah sadar yang muncul
  1508. 1:14:45jadi pengetahuan yang muncul dengan
  1509. 1:14:49cara
  1510. 1:14:51tidak disengaja
  1511. 1:14:53misalnya
  1512. 1:14:58terus saya kemana
  1513. 1:15:06lagi sholat inget Oh tadi saya dari sini
  1514. 1:15:10dari sini dari sini Oh saya taruh di
  1515. 1:15:12sini saya ketemu saya kembali ke tempat
  1516. 1:15:14itu nah ini kuncinya dia muncul itu dia
  1517. 1:15:17nggak kepingin itu muncul saat dia salat
  1518. 1:15:20karena dia sholat ingin menenangkan hati
  1519. 1:15:22Nah begitu ternyata dia tenang eh muncul
  1520. 1:15:25pengetahuan itu
  1521. 1:15:27pengetahuan yang hanya bisa muncul
  1522. 1:15:30secara tiba-tiba
  1523. 1:15:32jadi banyak ahli yang mengatakan bahwa
  1524. 1:15:34intuitif itu pengetahuan yang
  1525. 1:15:37bersembunyi di bawah alam sadar
  1526. 1:15:39pengetahuan yang sebenarnya tidak pernah
  1527. 1:15:43dilatih
  1528. 1:15:44tidak pernah dilatih tapi kita punya
  1529. 1:15:46cuma nggak dilatih
  1530. 1:15:49sehingga pengetahuan yang tidak dilatih
  1531. 1:15:51itu akan menyusup bersembunyi di bawah
  1532. 1:15:53ke alam sadar dia akan keluar
  1533. 1:15:55ketika dalam keadaan kadang-kadang dalam
  1534. 1:15:59keadaan yang benar-benar dibutuhkan dia
  1535. 1:16:01akan muncul
  1536. 1:16:03Jadi kalau di komputer itu kita suka
  1537. 1:16:05nyari Pakai control F gitu ya buat nyari
  1538. 1:16:07karena kita nyari di folder nggak mau
  1539. 1:16:09ketemu ya sudah dari capek-capek kontrol
  1540. 1:16:11F aja deh
  1541. 1:16:15nah intuitif bekerja sama seperti itu
  1542. 1:16:19Oke kemudian trial error
  1543. 1:16:24mirip
  1544. 1:16:25Cuma bedanya
  1545. 1:16:27error ini lebih sistematis coba dulu ini
  1546. 1:16:31nggak bisa salah ganti coba lagi ini
  1547. 1:16:33nggak bisa salah ganti coba lagi ini ada
  1548. 1:16:37mekanisme
  1549. 1:16:39sistematis dalam melakukan percobaan
  1550. 1:16:41kebenarannya
  1551. 1:16:44didasarkan kepada
  1552. 1:16:46permainan akal yang dilakukan secara
  1553. 1:16:50sistematis yaitu percobaan-percobaan
  1554. 1:16:55nah itu yang disebut sebagai trail
  1555. 1:16:58mirror cuma kalau bikin dakwaan jangan
  1556. 1:17:00terlalu error
  1557. 1:17:02kasihan ini ya terdakwanya dijadikan
  1558. 1:17:05bahan percobaan
  1559. 1:17:06bikin dakwaan sudah harus fix nanti itu
  1560. 1:17:09sudah ilmiah
  1561. 1:17:11kemudian otoritas
  1562. 1:17:15kebenaran yang disandarkan pada
  1563. 1:17:17kekuasaan
  1564. 1:17:19misalnya
  1565. 1:17:21perintah atasan
  1566. 1:17:24makanya di dalam di dalam KUHP itu ada
  1567. 1:17:27pasal 50 pasal 51 tidak dipidana orang
  1568. 1:17:31yang menjalankan undang-undang tidak
  1569. 1:17:32dipidana orang yang menjalankan perintah
  1570. 1:17:35dia menjadi penghapus dan pemaaf dari
  1571. 1:17:38Pertanggungjawaban pidana karena apa dia
  1572. 1:17:40merupakan kebenaran tapi disandarkan
  1573. 1:17:43kepada otoritas
  1574. 1:17:45otoritas apa dalam bentuk undang-undang
  1575. 1:17:47dalam bentuk
  1576. 1:17:49jabatan perintah atasan
  1577. 1:17:52ilmiah nggak
  1578. 1:17:54tapi tetap kebenaran yang
  1579. 1:17:57menjadi satu kebenaran hanya bagi yang
  1580. 1:18:00melakukan itu
  1581. 1:18:03itu harus diakui sebagai kebenaran cuma
  1582. 1:18:06kebenaran yang non ilmiah
  1583. 1:18:10dan hukum
  1584. 1:18:12pidana
  1585. 1:18:15itu kebenaran otoritas
  1586. 1:18:19Nah kemudian ada kebenaran semantik
  1587. 1:18:23kebenaran dalam konteks bahasa
  1588. 1:18:26konteks bahasa
  1589. 1:18:28apa salah satunya tekstual gramatikal
  1590. 1:18:32jadi
  1591. 1:18:34ketika kalimatnya bunyinya itu Ya sudah
  1592. 1:18:36itu jangan ditafsirkan yang lain makanya
  1593. 1:18:39kalau ini dia muncul mode penafsiran
  1594. 1:18:42penafsiran Samsung tip dan penafsiran
  1595. 1:18:45gramatikal
  1596. 1:18:48jangan menafsirkan kalimat lebih dari
  1597. 1:18:50apa yang ditulis
  1598. 1:18:53nah hukum pidana mencoba untuk membuat
  1599. 1:18:56itu tekstual gramatikal mulai melalui
  1600. 1:18:59asas black serta dan
  1601. 1:19:03larangan analogi
  1602. 1:19:06jadi jangan menafsirkan undang-undang
  1603. 1:19:09grambi yang kemana-mana grambyang itu
  1604. 1:19:13yang orang Jawa mungkin paham
  1605. 1:19:15kemana-mana gitu ya pikirannya
  1606. 1:19:17kemana-mana nggak jelas
  1607. 1:19:19itu kebenaran semantik tekstual
  1608. 1:19:21gramatikal tapi ada juga kebenaran
  1609. 1:19:24semantik yang kontekstual simbolik
  1610. 1:19:28walaupun teksnya bunyinya itu tapi lihat
  1611. 1:19:32konteksnya
  1612. 1:19:35ini memunculkan dalam ilmu hukum
  1613. 1:19:37memunculkan penafsiran sejarah
  1614. 1:19:40penafsiran sejarah itu misalnya baik
  1615. 1:19:43penafsiran sejarah pembentukan
  1616. 1:19:45undang-undangnya maupun penafsiran
  1617. 1:19:48sejarah
  1618. 1:19:49peristiwa yang muncul ketika
  1619. 1:19:51undang-undang itu
  1620. 1:19:53dimunculkan
  1621. 1:19:55misalnya
  1622. 1:19:57dalam KUHP itu ada pasal Kalau nggak
  1623. 1:20:00salah saya 2 16 ya 2 16 2 18
  1624. 1:20:06ini kalimatnya saya lupa tapi intinya
  1625. 1:20:09tuh orang yang berkerumun setelah diusir
  1626. 1:20:10oleh dibubarkan oleh penguasa kemudian
  1627. 1:20:12dia nggak bubar maka bisa dibilang
  1628. 1:20:15konsep berkerumun
  1629. 1:20:19berkerumun itu
  1630. 1:20:21kalau ditarik ke arah hari ini itu nggak
  1631. 1:20:25pas dimaknai secara
  1632. 1:20:27terminologis tekstual gramatikal
  1633. 1:20:33karena orang berkerumun Anggaplah
  1634. 1:20:36misalnya demonstrasi
  1635. 1:20:39Apakah demonstrasi itu berkerumul atau
  1636. 1:20:41nggak Oh iya memang dia berkerumun
  1637. 1:20:42karena
  1638. 1:20:45tapi makna berkerumun dalam demonstrasi
  1639. 1:20:49itu suatu peristiwa yang sudah disahkan
  1640. 1:20:53dia adalah suatu
  1641. 1:20:57bentuk peristiwa yang
  1642. 1:21:00diperbolehkan oleh undang-undang
  1643. 1:21:04sehingga kita perlu memberikan makna
  1644. 1:21:06perlu mencari makna asli berkerumun
  1645. 1:21:09dalam KUHP itu apa
  1646. 1:21:15kita perlu melihat doktrin-doktrin
  1647. 1:21:17klasik terhadap kata berkerumus yang
  1648. 1:21:21ternyata itu merupakan satu kata
  1649. 1:21:24satu konsep yang digunakan oleh penjajah
  1650. 1:21:28pada era itu
  1651. 1:21:30untuk mencurigai orang-orang yang
  1652. 1:21:32berkumpul untuk memberontak sehingga
  1653. 1:21:34harus diusir
  1654. 1:21:37itu makna aslinya nah yang bahaya kalau
  1655. 1:21:41logika berkurumun era era Kolonialisme
  1656. 1:21:44dibawa ke arah hari keera hari ini yang
  1657. 1:21:47sudah sudah modern yang dimana
  1658. 1:21:50berkerumun dengan dengan konsep
  1659. 1:21:52demonstrasi itu diperbolehkan bahkan
  1660. 1:21:55izinkan makanya kan butuhnya itu kalau
  1661. 1:21:59berdemonstrasi bukan izin tapi
  1662. 1:22:01pemberitahuan aja nah kemudian yang
  1663. 1:22:04ketiga ada namanya
  1664. 1:22:07kebenaran semantik yang sifatnya
  1665. 1:22:09tautologis
  1666. 1:22:11tautologis itu suatu kebenaran yang
  1667. 1:22:15dijelaskan secara berputar namun tidak
  1668. 1:22:19memuat pengetahuan-pengetahuan baru
  1669. 1:22:21sehingga orang yang berbicara secara
  1670. 1:22:23tautologis itu lebih kepada
  1671. 1:22:25membingungkan
  1672. 1:22:27saya berikan contoh misalnya
  1673. 1:22:32yang paling sering digunakan oleh para
  1674. 1:22:34ahli filsafat dalam menjelaskan kalimat
  1675. 1:22:37ini adalah dengan kata bohong
  1676. 1:22:42satu kelas ini adalah pembohong termasuk
  1677. 1:22:45saya
  1678. 1:22:46saya pembohong
  1679. 1:22:49artinya
  1680. 1:22:51di kelas ini
  1681. 1:22:53mengakui bahwa
  1682. 1:22:56kita ini semua pembohong Nah karena kita
  1683. 1:22:59pembohong Artinya kita mengakui bahwa
  1684. 1:23:01kita bohong
  1685. 1:23:03itu mengandung makna bahwa Sebenarnya
  1686. 1:23:05kita ini orang jujur
  1687. 1:23:07karena kita mengakui bahwa kita
  1688. 1:23:11karena kita mengakui maka kita orang
  1689. 1:23:13jujur artinya apa satu kelas ini jujur
  1690. 1:23:15semua
  1691. 1:23:16itu taktologi bulet di situ nggak Nggak
  1692. 1:23:19karu-karuan gitu ya
  1693. 1:23:21sehingga memunculkan kesimpulan yang
  1694. 1:23:22tidak benar tapi waktu tautologis ini
  1695. 1:23:26kebenaran yang
  1696. 1:23:28dikonstruksikan dengan bahasa sedemikian
  1697. 1:23:31rupa yang memunculkan seolah-olah
  1698. 1:23:33menjadi benar
  1699. 1:23:35hampir mirip-mirip kayak contoh rokok
  1700. 1:23:37tadi itu mirip-mirip juga
  1701. 1:23:42ya itu sesi kebenaran di hari ini nanti
  1702. 1:23:47bisa dipelajari karena kalau di buku
  1703. 1:23:49ajar itu lebih detail ya Dan saya tidak
  1704. 1:23:51ambil detailnya Kenapa saya tidak ambil
  1705. 1:23:53detailnya karena ini hanya pijakan dasar
  1706. 1:23:56untuk sampai kepada logika hukum
  1707. 1:23:59sehingga Anda perlu belajar lagi dalam
  1708. 1:24:02buku-buku tentang Logika dan buku-buku
  1709. 1:24:05tentang epistemologi
  1710. 1:24:07Oke Cukup sampai di sini silahkan nanti
  1711. 1:24:10memperdalam sendiri melalui buku Ya
  1712. 1:24:13silahkan cari sendiri banyak kok di
  1713. 1:24:16internet bisa di download ya
  1714. 1:24:18Semoga apa yang saya sampaikan hari ini
  1715. 1:24:21bermanfaat terima kasih assalamualaikum
  1716. 1:24:23warahmatullahi wabarakatuh

About this transcript

This page contains the full transcript of Logika Hukum 02 : Prinsip Logika & Kebenaran by Revolusi Hukum, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 7,632 words across 1,716 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.