Logika Hukum 02 : Prinsip Logika & Kebenaran — Transcript
Full transcript
- 0:00Assalamualaikum warahmatullahi
- 0:01wabarakatuh
- 0:03kita ketemu lagi di mata kuliah logika
- 0:07hukum pada bagian pertama sampai sebelum
- 0:11UTS kita masih membahas
- 0:16ke logika secara umum ya sebagai suatu
- 0:18ilmu pengetahuan yang menjadi dasar
- 0:21pijakan bagi mempelajari
- 0:26logika hukum
- 0:28oke kemarin setelah kita membahas
- 0:32tentang
- 0:33[Musik]
- 0:34pengertian logika kegunaannya
- 0:39hari ini kita masuk ke dalam
- 0:43pembahasan lebih lanjut itu mengenai
- 0:48prinsip-prinsip yang ada di dalam
- 0:51logika sebagai ilmu pengetahuan
- 0:56Minggu lalu kita sudah
- 0:59membahas mengenai tujuan dari logika
- 1:03yang secara sederhana
- 1:06dapat kita simpulkan bahwa logika itu
- 1:09merupakan suatu cara
- 1:12untuk mengkonstruksikan dan atau
- 1:16menyusun suatu argumen dengan
- 1:20cara yang benar
- 1:23sehingga untuk sampai kepada cara yang
- 1:27benar tersebut
- 1:28maka kita perlu memahami
- 1:32prinsip-prinsip dari penggunaan logika
- 1:36kita harus mengenal lebih dahulu ya
- 1:39macam-macam dari logika ya sebelum kita
- 1:42masuk ke
- 1:45prinsip
- 1:47yang pertama adalah logika alamiah
- 1:52logika alamiah ini suatu jenis atau
- 1:57macam logika yang sudah dimiliki oleh
- 2:00manusia
- 2:01semenjak lahir diajarkan
- 2:05[Musik]
- 2:07secara
- 2:09sistematis oleh orang tua kita walaupun
- 2:14tanpa disadari bahwa itu sistematis
- 2:16sehingga kita dari kecil secara bertahap
- 2:21itu sudah mulai mengenal
- 2:25persoalan-persoalan yang membutuhkan
- 2:28kesimpulan dan membutuhkan solusi
- 2:31misalnya ya anak bayi itu kalau dia haus
- 2:36Dia lapar maka dia menangis
- 2:41dia mengetahui ada persoalan dalam
- 2:43dirinya yaitu Dia lapar nggak lapar
- 2:46kemudian solusinya adalah karena belum
- 2:48bisa ngomong maka menggunakan instrumen
- 2:51menangis kita yang sudah mulai beranjak
- 2:54ya dewasa dari bayi tadi mulai beranjak
- 2:58mulai mengenal kata mulai bisa
- 3:00berinteraksi
- 3:02mulai bisa berkomunikasi
- 3:04walaupun misalnya dengan
- 3:07bahasa-bahasa sederhana
- 3:09tidak bisa mulai mengutarakan bahwa saya
- 3:13itu lapar
- 3:15dan Butuh makan
- 3:18Nah itu adalah logika yang dimiliki
- 3:22sejak lahir nah logika alamiah ini
- 3:26dikecualikan dengan
- 3:29penggunaan
- 3:30akal budi
- 3:34yang muncul karena
- 3:38adanya intervensi dari metode-metode
- 3:43sehingga
- 3:44logika alamiah itu merupakan satu bentuk
- 3:49logika yang
- 3:51sifatnya sangat subjektif dan logika
- 3:55alamiah ini
- 3:57termasuk
- 3:58suatu model
- 4:01penyusunan argumentasi untuk sampai
- 4:04kepada kesimpulan yang sebenarnya tidak
- 4:06perlu untuk dipertentangkan ataupun
- 4:09tidak perlu untuk dilakukan kajian yang
- 4:12secara mendalam
- 4:15misalnya
- 4:17ya tadi masalah laper ya pagi
- 4:20itu mayoritas umumnya kita selalu merasa
- 4:25ingin sarapan untuk mengisi perut agar
- 4:30bisa berkegiatan
- 4:33atau kalau misalnya
- 4:34pagi nggak sarapan siang itu sudah
- 4:38bahkan mungkin nggak nyampe siang ya jam
- 4:409 jam 10 udah mulai kelaparan
- 4:43Kelaparan itu tidak perlu
- 4:47di apa disusun suatu argumen secara
- 4:50ilmiah bahwa kesimpulannya Saya sedang
- 4:53lapar itu nggak perlu karena dia menjadi
- 4:56apa menjadi pengetahuan yang sudah
- 4:58inheren dalam dirinya
- 5:02malam misalnya malam
- 5:04jam 10 jam 11 Ya mulai ada Rasa mata
- 5:10nggak enak badan mulai
- 5:13menurun ininya apa namanya kinerjanya
- 5:18maka tanpa perlu tanpa perlu adanya ikut
- 5:22seminar ya nggak perlu dibikin diskusi
- 5:25publik itu artinya Anda ngantuk
- 5:30Nah itu
- 5:31logika-logika alamiah yang tidak
- 5:34membutuhkan
- 5:35penyimpanan yang rumit logika alamiah
- 5:38juga biasanya muncul dalam
- 5:40kondisi-kondisi yang sederhana
- 5:44kondisi-kondisi yang commensen yang
- 5:46sudah dipahami oleh banyak orang
- 5:50tapi oleh karena kehidupan manusia itu
- 5:54tidak selalu sederhana
- 5:58bahkan meningkat kearah kompleksitas
- 6:01maka juga dimunculkan adanya logika
- 6:05alamiah
- 6:07nah logika alamiah ini dia
- 6:10diintervensi oleh
- 6:13metode-metode oleh
- 6:16konsep-konsep oleh teori-teori untuk
- 6:20memecahkan
- 6:22persoalan-persoalan yang lebih kompleks
- 6:25lebih lebih rumit
- 6:29yang membutuhkan ketajaman dalam
- 6:31berpikir dan kelurusan dalam bernalar
- 6:35sehingga
- 6:37memunculkan kesimpulan atau keputusan
- 6:40yang
- 6:42tepat
- 6:46nah di dalam logika alamiah ini
- 6:50sangat menghindari penggunaan penggunaan
- 6:53konsep yang tidak relevan dengan
- 6:55persoalan
- 6:57sangat menghindari teori-teori yang
- 7:00tidak relevan dengan persoalan
- 7:02agar tidak terjadi
- 7:06kondisi yang disebut sebagai falasi
- 7:09kesesatan berpikir
- 7:12nah ini
- 7:14mulai rumit Ya mulai rumit untuk
- 7:18dijelaskan mulai rumit untuk
- 7:20dilaksanakan Ya mulai
- 7:24rumit untuk disimpulkan karena
- 7:26berhadapan dengan
- 7:28persoalan-persoalan yang sudah tidak
- 7:30lagi commensen
- 7:32jangan diartikan sudah tidak masuk akal
- 7:35gitu ya
- 7:36jadikan sudah sebagai suatu
- 7:41hal yang umum diketahui oleh masyarakat
- 7:45sehingga persoalan-persoalan tersebut
- 7:47membutuhkan treatment khusus
- 7:50membutuhkan ilmu-ilmu khusus membutuhkan
- 7:54ketepatan berpikir berbasis kepada
- 7:57asas-asas yang diakui atau teori-teori
- 8:01yang diakui oleh
- 8:02komunitas suatu komunitas keilmuan yang
- 8:06ingin membahas persoalan-persoalan
- 8:11yang dihadapi oleh komunitas keilmuan
- 8:15tersebut
- 8:18Saya misalnya bisa memberikan contoh
- 8:20bahkan sering saya memberikan contoh
- 8:24suatu pengetahuan
- 8:27itu berbeda dengan ilmu pengetahuan
- 8:32cenderung
- 8:35masuk ke dalam kelompok logika alamiah
- 8:39yang kita bisa dapatkan tanpa
- 8:43membangun suatu argumen yang bersifat
- 8:46khusus
- 8:48Sedangkan ilmu pengetahuan itu adalah
- 8:51pengetahuan pengetahuan yang diolah
- 8:54secara sistematis rumus
- 8:58dan Methodist
- 9:01misalnya saya memberikan contoh
- 9:05ketika ada saya dan
- 9:09teman saya datang ke suatu rumah makan
- 9:13yang kemudian
- 9:16hidangannya itu mayoritas
- 9:22daging kambing
- 9:24mayoritas daging kambing Nah Tentunya
- 9:27saya yang berbadan gemuk dengan kawan
- 9:31saya yang berbadan kurus itu memiliki
- 9:34pengetahuan yang berbeda
- 9:37Terhadap isu dari daging kambing
- 9:42tapi jika saya berbadan gemuk tidak
- 9:45memiliki pengetahuan daging kambing
- 9:47tentunya akan memberikan keputusan yang
- 9:50sama atau kesimpulan yang sama dengan
- 9:52kawan saya yaitu memesan hidangan daging
- 9:55kambing
- 9:57Namun karena saya memiliki pengetahuan
- 10:01tentang
- 10:02akibat dari daging kambing terhadap
- 10:08kesehatan saya ya Misalnya saya harus
- 10:12memperhitungkan
- 10:15darah tinggi kolesterol gitu ya harus
- 10:18harus memperhitungkan asam urat misalnya
- 10:23ya Nah itu tentunya berbeda dengan
- 10:26pengetahuan yang dimiliki oleh kawan
- 10:29saya sehingga memunculkan kesimpulan
- 10:31yang berbeda untuk memesan Akhirnya saya
- 10:34memilih hidangan hidangan yang tidak ada
- 10:37kandungan daging kambingnya Nah di sini
- 10:41tentunya akan bertanya loh bukannya
- 10:43pilihannya Pak Roki karena
- 10:46memperhitungkan resiko atau dampak dari
- 10:50daging kambing tersebut merupakan suatu
- 10:53ilmu pengetahuan
- 10:55karena sudah
- 10:57menggunakan
- 10:59logika yang sudah mulai rumit yang saya
- 11:05jadikan acuan ya yang saya jadikan acuan
- 11:10tentunya karena saya memperoleh
- 11:12informasi
- 11:14karena di sini harus dipahami bahwa saya
- 11:18bukanlah ahli kesehatan
- 11:22saya bukanlah seorang dokter tapi saya
- 11:25adalah sarjana hukum atau yang saya
- 11:27miliki tentang dampak dari suatu daging
- 11:32kambing
- 11:33itu diperoleh dari
- 11:36sumber pengetahuan yang
- 11:39tidak bersifat ilmiah misalnya
- 11:44saya mengetahui dari pengalaman orang
- 11:47lain yang mengalami stroke ketika makan
- 11:50daging kambing dengan postur tubuh yang
- 11:53sama
- 11:54itu sumber pengetahuan yang tidak ilmiah
- 11:59tapi pengetahuan tersebut saya rekam ya
- 12:02dalam diri saya
- 12:04Kemudian saya melihat misalnya
- 12:06penyuluhan dokter ya Di media-media
- 12:09misalnya di YouTube atau di kan ada
- 12:12youtube channel yang khusus untuk media
- 12:14kesehatan atau acara kebugaran misalnya
- 12:18ya Atau
- 12:20bisa jadi juga pengetahuan itu muncul
- 12:23karena pengalaman pribadi
- 12:25pernah suatu saat makan daging kambing
- 12:28kemudian kok sakit kepala belakang
- 12:34lagi makan daging kambing
- 12:37dokter yang mengatakan itu itu merupakan
- 12:40hasil dari ilmu pengetahuan dia
- 12:45yang ilmu pengetahuan dia itu yang
- 12:48kemudian saya serap bukan sebagai ilmu
- 12:51pengetahuan tapi sebagai pengetahuan
- 12:53karena saya tidak melakukan penelitian
- 12:55yang melakukan penelitian dokternya
- 12:59Nah itu pengetahuan yang saya gunakan
- 13:04sebagai logika
- 13:06alamiah tapi sudah agak sedikit lebih
- 13:10kompleks karena adanya
- 13:11pengalaman-pengalaman baik pengalaman
- 13:14pribadi orang lain yang saya serap
- 13:16maupun pengalaman saya sendiri
- 13:19dan itu tidak memerlukan metode
- 13:22karena ketika
- 13:24kita melihat orang naik motor
- 13:27kemudian dia jatuh gitu ya kepalanya
- 13:31luka karena nggak pakai helm
- 13:33tentunya akan memunculkan pengetahuan
- 13:36dalam diri kita kalau gitu Saya naik
- 13:38motor harus pakai helm supaya nanti
- 13:40kalau jatuh kepala saya nggak luka jadi
- 13:42pengalaman empirik orang lain kita ambil
- 13:44alih
- 13:45itu masih bersifat pengetahuan
- 13:49karena sumbernya dari pengalaman empirik
- 13:55sifatnya masih alamiah belum masuk
- 13:57kepada yang bersifat logika ilmiah kalau
- 14:02logika ilmiah itu artinya
- 14:05ada pengalaman orang lain atau
- 14:08pengalaman kita sendiri ya
- 14:10yang ingin kita pecahkan secara metodis
- 14:16kita cari referensi ya kita cari
- 14:21metode yang tepat
- 14:23kemudian hasil dari pengolahan logika
- 14:27tersebut ditunjukkan untuk menyelesaikan
- 14:30persoalan
- 14:31yang berlaku secara umum nantinya itu
- 14:35masuk pada logika kelompok logika ilmiah
- 14:39nah ini dua jenis atau dua macam logika
- 14:45ya nanti di buku-buku semuanya banyak
- 14:46Ada Logika naturalis itu logika ilmiah
- 14:49Ada Logika artificial itu termasuk
- 14:52logika
- 14:55naturalis adalah logika alamiah nanti
- 14:58ada logika artificial itu termasuk
- 15:00logika ilmiah karena sudah dibuat ya
- 15:02dengan sengaja dibuat dirancang banyak
- 15:05macam-macam logika jadi nanti di logika
- 15:07ilmiah itu akan
- 15:09terbagi menjadi 3 atau 4 model logika
- 15:13lagi
- 15:14tapi kita tidak masuk secara detail
- 15:17karena memang ini hanya sebagai
- 15:18pengantar untuk masuk ke logika hukum
- 15:23Oke kemudian kita mulai masuk ke
- 15:26persoalan prinsip ya ada prinsip-prinsip
- 15:29yang harus ditaati ketika hendak
- 15:32melakukan kegiatan akal budi
- 15:36yang pertama adalah prinsip yang disebut
- 15:40sebagai
- 15:42prinsip identitas oleh ini adalah
- 15:45prinsip yang paling muncul pertama kali
- 15:49oleh Aristoteles yang kita tahu beliau
- 15:53adalah Bapak retorika
- 15:56prinsip ini menjelaskan bahwa jika kita
- 16:01mengakui bahwa sesuatu itu adalah Z
- 16:06maka
- 16:08sesuatu itu adalah z dan bukan a atau b
- 16:12atau c
- 16:14dengan kata lain jika
- 16:17proposisinya itu benar atau premisnya
- 16:20itu benar unsurnya itu benar maka
- 16:22benarlah ia ya jadi identitas ini
- 16:26dipergunakan untuk mengenali suatu
- 16:31persoalan atau unsur dari persoalan
- 16:35atau konsep yang digunakan
- 16:38ya bahwa sesuatu itu tidak mungkin
- 16:40bermakna lain
- 16:43kalau identitasnya adalah itu
- 16:48Sehingga dalam memahami konsep
- 16:52atau kata atau kalimat bahkan
- 16:56prinsip identitas ini digunakan untuk
- 16:59menunjukkan makna asli dari
- 17:03hal yang kita teliti
- 17:06sehingga makna asli itu tidak mungkin
- 17:09tertukar dengan makna yang lain jika itu
- 17:13adalah kursi maka
- 17:16itu adalah kursi
- 17:18sehingga tidak bisa kita memberikan
- 17:20makna bahwa kursi itu adalah bantal
- 17:26kurus itu adalah
- 17:29kasur tempat tidur
- 17:32walaupun hari ini kita mengenal adanya
- 17:34kursi dengan jenis sofa yang bisa
- 17:38digunakan untuk tidur
- 17:41tapi makna aslinya adalah kursi itu
- 17:43untuk duduk
- 17:45kursi itu adalah kursi yang makna
- 17:47aslinya untuk duduk sehingga kursi tidak
- 17:51mungkin bermakna yang lain
- 17:54bahwa nanti orang bisa duduk di meja itu
- 17:57lain persoalan karena meja tidak akan
- 18:00merubah dirinya menjadi kursi
- 18:02itu sebabnya ketika kita duduk di meja
- 18:05orang tua kita dulu zaman dulu marah
- 18:07jangan duduk di meja duduk tuh di kursi
- 18:11karena identitasnya jelas untuk duduk
- 18:14itu di kursi walaupun kita bisa duduk di
- 18:17meja tapi identitas dari meja tidak
- 18:20untuk duduk
- 18:22mungkin untuk naruh makan naruh buku ini
- 18:25bisa tapi bukan untuk duduk
- 18:28kejelasan identitas inilah yang kemudian
- 18:30nanti akan menuntun seseorang dalam
- 18:34membangun satu argumen sehingga sangat
- 18:37ketat nih prinsip identitas ini Jangan
- 18:39memberi konsep untuk suatu persoalan
- 18:43yang berbeda
- 18:45kalau konsepnya adalah kursi tadi saya
- 18:48katakan contohnya kursi maka gunakan
- 18:52kursi untuk persoalan yang
- 18:55sesuai dengan fungsinya yaitu persoalan
- 18:57duduk
- 19:00jangan kemudian diganti karena kursinya
- 19:02nggak enak akhirnya duduknya di meja
- 19:05kemudian beralasan Emang duduk hanya
- 19:07harus di kursi ya itu kemudian semacam
- 19:10kayak apa ya menghindari perdebatan
- 19:14bahwa
- 19:16satu-satu kursi bukan satu-satunya
- 19:19fungsi untuk duduk di meja pun bisa
- 19:21untuk duduk
- 19:22Tentunya saya bisa balas juga kalau yang
- 19:25begitu Oh iya di lantai pun bisa duduk
- 19:28tapi lantai tidak punya identitas duduk
- 19:33meja tidak punya identitas untuk duduk
- 19:37identitas untuk duduk ada di kursi maka
- 19:40Kursi adalah kursi
- 19:43Jangan jadikan kursi seperti meja
- 19:47nah Prinsip kedua
- 19:49prinsip ini merupakan lanjutan dari
- 19:51prinsip yang pertama sehingga prinsip
- 19:54ini mengapa menjadikan
- 19:57berpikir secara apa berpikir atau
- 19:59berlogika itu harus benar-benar ketat
- 20:01nggak bisa sembarangan
- 20:05Apa prinsip identitas Jika ia bukan
- 20:10maka tidak mungkin Ia adalah J
- 20:13ahli logika ingin mengatakan prinsip ini
- 20:17dengan suatu statement tidak ada
- 20:20proposisi yang sekaligus benar dan salah
- 20:23Jadi tadi misalnya meja meja itu hanya
- 20:27memiliki satu
- 20:29proposisi yaitu misalnya kalau dia meja
- 20:32makan
- 20:34tempat untuk menaruh hidangan
- 20:38tidak mungkin meja makan Sekaligus
- 20:40berfungsi sebagai tempat duduk meja ya
- 20:44meja tidak mungkin dia berubah jadi
- 20:46kursi prinsip ini menghindari celah
- 20:50kosong yang ada di dalam prinsip
- 20:51identitas tadi kan di prinsip identitas
- 20:54itu
- 20:55memang kursi aja buat duduk meja kan
- 20:57bisa itu cerah kosongnya dalam berdebat
- 21:00misalnya dalam berdialog
- 21:02nah ditutup celah kosong itu oleh
- 21:04prinsip kontradiksi
- 21:08kalau duduk tidak hanya tidak hanya di
- 21:11kursi dan bisa di meja maka itu salah
- 21:14karena tidak mungkin meja memiliki
- 21:17fungsi dua fungsi Harus satu dia sebagai
- 21:21tempat hidangan atau sebagai tempat
- 21:22duduk
- 21:24Kapan saya tentu akan mengatakan sebagai
- 21:26tempat untuk hidangan kalau di meja
- 21:28makan
- 21:29nah dalam bahasa yang lebih ilmiah ya
- 21:33para ahli logika mengatakan
- 21:36suatu pernyataan suatu unsur itu hanya
- 21:40punya dua sudut pandang benar atau salah
- 21:46tidak boleh ada kontradiksi internal
- 21:49dalam dirinya ya bisa benar bisa salah
- 21:53nggak boleh
- 21:54orang logika itu saya perlu Ingatkan
- 21:57Kembali ke pertemuan pertama ya bahwa
- 21:59ilmu logika itu memang dikonstruksikan
- 22:02oleh para ahli matematika
- 22:04filosof yang merupakan ahli matematika
- 22:07jadi zaman dulu dari zaman klasik sampai
- 22:10abad pertengahan bahkan sampai modern
- 22:16logika itu dikonsumsikan oleh para
- 22:19filsuf filosof yang memiliki background
- 22:22ilmu-ilmu alam matematika geografi
- 22:25sehingga pola pikirnya seperti ini
- 22:29kalau mau bilang A Ya A nggak ada a
- 22:33adalah B
- 22:36tidak boleh ada satu objek yang memiliki
- 22:39dua makna yang saling bertentangan tidak
- 22:42boleh ada kontradiksi internal itu
- 22:46sebenarnya ada istilah asing
- 22:49internemis kontradiction apa ada ada
- 22:53istilah ininya nanti bisa dicarikan
- 22:56itu yang jago menghafal-hapal istilah
- 22:58itu ya buat gaya-gayaan boleh juga
- 23:00dicari istilahnya kemudian dihafal tapi
- 23:03artinya adalah tidak boleh ada
- 23:06kontradiksi
- 23:08internal dalam satu objek
- 23:11yang dikaji benar atau salah tidak ada
- 23:14objek itu ya bisa benar bisa salah itu
- 23:18kontradiksi nah ini untuk menutupi
- 23:21prinsip identitas tadi
- 23:24nah yang ketiga adalah prinsip penolakan
- 23:27kemungkinan ketiga ini yang sebelah
- 23:30kanannya bahasa asingnya ya bahasa
- 23:32Latinnya nama bahasa Inggris
- 23:34prinsip ini ingin menjelaskan bahwa
- 23:37suatu proposisi suatu statement itu
- 23:41selalu dalam keadaan benar atau salah
- 23:45kalau yang kedua tadi kan prinsip
- 23:48kontradiksi tidak ada proposisi yang
- 23:51benar dan salah Jadi tidak ada satu
- 23:55proposisi mengandung dua
- 23:58fungsi benar dan salah
- 24:02harus dipilih nah kemudian dipertegas
- 24:05lagi oleh prinsip ketiga ini suatu
- 24:07posisi proposisi atau satu statement itu
- 24:11keadaannya milih
- 24:13benar atau salah
- 24:15jadi 123 Ini saling menguatkan
- 24:20saling menguatkan
- 24:23agar agar terjaga kelurusan dalam
- 24:27berlogika
- 24:30tambahan yang terakhir
- 24:32ya ini muncul di abad modern prinsip ini
- 24:37prinsip kecukupan alasan
- 24:41yang ingin menjelaskan bahwa
- 24:44ketika proposisi itu berubah dari benar
- 24:48misalnya
- 24:50kalau yang kedua kan kalau yang pertama
- 24:52kalau dia benar benar nggak mungkin
- 24:54salah kalau yang kedua
- 24:57dia
- 24:59tidak boleh ada dua posisi benar dan
- 25:02salah tidak boleh itu kontradiktif kalau
- 25:05yang ketiga keadaannya pilih mau benar
- 25:08atau salah
- 25:10Nah kalau yang keempat
- 25:12kalau bener ini berubah menjadi salah
- 25:14maka harus ada alasan yang cukup
- 25:18untuk bisa menjustifikasi bahwa yang
- 25:22benar itu bisa berubah menjadi salah
- 25:24harus ada harus ada sebab
- 25:27yang memunculkan Akibat dari perubahan
- 25:30tersebut
- 25:32nah dalam ini yang kemudian yang keempat
- 25:34ini ya sebenarnya 1234 ini dipakai dalam
- 25:37ilmu hukum tapi yang keempat Ini
- 25:39contohnya kalau ilmu hukum paling
- 25:41gampang itu ya asas pertimbangan hukum
- 25:44yang cukup oleh Hakim karena ketika dia
- 25:47hendak memutus maka harus diuraikan
- 25:49sebab-sebabnya dalil-dalilnya dan
- 25:51alasan-alasan dan juga menjadi penyebab
- 25:55munculnya ajaran kausalitas
- 25:59ada akibat Pasti karena suatu sebab nah
- 26:02sebabnya itu harus rasional
- 26:05jadi kita tidak bisa mengatakan ada asap
- 26:09karena banjir
- 26:13walaupun banjir itu nanti menyebabkan
- 26:15Robohnya rumah hancurnya rumah dan rumah
- 26:18itu meledak dan menjadi menjadi
- 26:20kebakaran
- 26:25meledak misalnya rumahnya gitu ya karena
- 26:27dihajar banjir Bah gitu ya
- 26:31maka tetap asap yang muncul itu
- 26:36tidak disebutkan ada asap karena banjir
- 26:39tapi karena meledaknya tadi karena
- 26:43apinya tadi
- 26:45itu yang kecukupan alasannya
- 26:49sebab akibat dikarenakan sebab yang
- 26:53relevan Makanya selalu disebut ada asap
- 26:57karena ada api Nah ini prinsip kecukupan
- 27:02alasan
- 27:05Nah prinsip-prinsip ini banyak sekali
- 27:08ahli hukum yang mengatakan bahwa
- 27:11prinsip dalam prinsip logika dalam ilmu
- 27:15hukum jangan dibawa atau ditarik ke
- 27:19prinsip logika di
- 27:23filsafat karena bertentangan tapi justru
- 27:27Kalau anda perhatikan dari
- 27:29prinsip nomor 1 2 3 4 itu semua justru
- 27:33digunakan di dalam ilmu hukum khususnya
- 27:36pidana ya karena saya orang pidana
- 27:39spesialisasi saya pidana maka 1 sampai 3
- 27:43prinsip ini sangat digunakan dalam hukum
- 27:46pidana
- 27:47misalnya dalam memutus memutus itu kan
- 27:49prinsipnya cuma ada dua
- 27:52benar atau salah
- 27:55tapi Kemudian Anda bisa bantah bahkan
- 27:58ada putusan lepas
- 28:00kadang kan jenis keputusan sudah 3 ya
- 28:02pemidanaan benar atau salah bebas
- 28:05kemudian ada lepas loh katanya tidak
- 28:08tidak boleh ada jalan ketiga kemungkinan
- 28:12ketiga tapi coba perhatikan putusan
- 28:14lepas dari segala tuntutan itu pada
- 28:17dasarnya adalah bebas
- 28:20pada dasarnya adalah bebas dia tidak
- 28:22mengandung kontradiksi internal di dalam
- 28:25keputusan tersebut
- 28:27putusan Lepas itu kan mengandung makna
- 28:29bahwa perbuatannya
- 28:32secara identitas merupakan perbuatan
- 28:36perdata dan bukan perbuatan pidana
- 28:39secara prinsip kontradiksi suatu
- 28:42perbuatan tidak mungkin muncul dua dua
- 28:46bidang disitu ini perbuatan pidana dan
- 28:49perbuatan perdata nggak mungkin harus
- 28:51dipilih
- 28:52nah pemilihan itulah kemudian masuk pada
- 28:55prinsip ketiga dia bukan
- 28:58sebagai penegasan bukan perbuatan pidana
- 29:01tapi perbuatan perdata
- 29:03tidak ada kemungkinan ketiga di situ
- 29:05cuma kemudian kalau mau digabungkan
- 29:08kebebasan
- 29:10konstruksi logikanya berbeda kalau
- 29:13konstruksi logika bebas itu adalah tidak
- 29:15terbukti perbuatannya
- 29:18kalau konstruksi perbuatan putusan
- 29:22bersalah itu terbukti perbuatannya kalau
- 29:25konstruksi
- 29:26putusan lepas dari segala tuntutan itu
- 29:30terbukti perbuatannya tapi karena
- 29:32menghindari prinsip identitas dan
- 29:34kontradiksi ya tapi bukan perbuatan
- 29:37pidana
- 29:38dia menjadi perbuatan dalam ranah bidang
- 29:41hukum lain
- 29:43jadi dipakai sebenarnya dalam ilmu hukum
- 29:47dipakai prinsip-prinsip ini hanya
- 29:49kemudian tidak pernah ada yang menggali
- 29:52tidak pernah ada yang menggali sampai
- 29:54kepada akarnya
- 29:56yaitu ilmu logika
- 29:59kita terbiasa
- 30:02belajar untuk memahami atau menghapal ya
- 30:06Bahkan saking parahnya itu cukup cukup
- 30:08sampai menghafal
- 30:11jenis-jenis putusan
- 30:13Padahal di balik putusan itu ada
- 30:16logikanya ada prinsip logika yang
- 30:18digunakan
- 30:21Oke jadi untuk logika secara sederhana
- 30:26sebagai pijakan awal cukup ya sekarang
- 30:30kita masuk pada tema kedua yaitu kita
- 30:34bicara tentang kebenaran
- 30:38dalam memahami kebenaran kita harus
- 30:41mengetahui tingkatan ya
- 30:44level-level dari
- 30:47kebenaran itu
- 30:49dalam filsafat ilmu khususnya dalam ilmu
- 30:52logika ini dipelajari
- 30:55yang pertama adalah kebenaran empirik
- 30:58kebenaran empirik ini kalau kita tarik
- 31:01ke logika jenis-jenis logika dia masuk
- 31:05ke logika alamiah karena sama ya sama
- 31:09ininya maknanya menjadi sama kalau kita
- 31:11baca ya penjelasannya kemudian fokus
- 31:15pada pembuktian panca indra
- 31:17lapar itu kan Bahasa Indra badan kita
- 31:20merasakan
- 31:21berbasis fakta empiris dan mudah dicerna
- 31:25sehingga tidak membutuhkan penelitian
- 31:27lebih
- 31:29tidak mudah metode di situ serta
- 31:31diperoleh melalui pengalaman nyata
- 31:34sama kan tadi dengan logika alamiah
- 31:38sehingga bersifat konsisten Jadi kalau
- 31:40orang merasa kriuk-kriuk di pagi hari
- 31:43itu jawabannya selalu sama yaitu lapar
- 31:47jadi nggak mungkin Secara identitas
- 31:50misalnya prinsip identitas
- 31:53di pagi hari kemudian kita menjawab Saya
- 31:55haus
- 31:58Itu nggak mungkin
- 32:00karena dia sifatnya selalu konsisten
- 32:03Berdasarkan pengalaman nyata tadi
- 32:05misalnya pembunuhan
- 32:08kalau kita bawa ke hukum secara empirik
- 32:12Ketika seseorang membunuh
- 32:16terindrawai oleh panca indra maka
- 32:19jawabannya pasti sama
- 32:26maka dia adalah tindak pidana pembunuhan
- 32:29dan tindak pidana penganiayaan
- 32:32itu kebenaran empirik
- 32:35masalah nanti membunuh dengan alasan ini
- 32:39dengan karena dia membela diri itu
- 32:42persoalan yang berbeda
- 32:43tapi secara ontologisnya hakekatnya yang
- 32:49terinrawi menjadi suatu kebenaran
- 32:51empirik adalah peristiwa tindak pidana
- 32:54pembunuhan kecuali kalau kita jalan
- 32:57terus ketemu mayat gitu kita belum bisa
- 33:01simpulkan ini karena pembunuhan
- 33:04karena penganiayaan yang menyebabkan
- 33:06meninggal
- 33:08atau karena dia punya penyakit kalau dia
- 33:11punya penyakit misalnya hipotermia
- 33:12tingkat apa merasa dingin yang terlalu
- 33:15akut gitu ya itu kita belum sesimpulkan
- 33:19Kebenaran empiriknya bukan ini
- 33:22pembunuhan
- 33:24ada mayat Kebenaran empiriknya ada orang
- 33:26meninggal
- 33:28itu kebenaran empiriknya jadi kemudian
- 33:31jangan disimpulkan terjadi pembunuhan
- 33:34belum tentu
- 33:37karena Pembunuhan itu pola kerja fisik
- 33:41Pembunuhan itu antara a dan b
- 33:44terlihat oleh panca indra terjadi
- 33:47pembunuhan
- 33:49Kalau ini kan kita nggak melihat
- 33:51terjadinya sehingga untuk mengatakan
- 33:53bahwa terjadi pembunuhan Ketika kita
- 33:56melihat mayat di jalan misalnya maka itu
- 34:01melanggar prinsip logika yang keempat ke
- 34:04tidak cukup alasan prinsip kecukupan
- 34:07alasan
- 34:09kita tidak bisa mengatakan ada
- 34:11pembunuhan karena kita nggak tahu apa
- 34:13penyebabnya
- 34:15sehingga dia tidak bisa masuk ke dalam
- 34:17kebenaran
- 34:19ke dalam logika ilmiah karena belum
- 34:21terjadi Penelitian terhadap
- 34:25mayat tersebut
- 34:27yang ada masih logika alamiah ada orang
- 34:31meninggal ada orang mati nih kalau
- 34:34penggunaan kata pun berpengaruh ya
- 34:36meninggal mati itu penggunaannya kapan
- 34:39meninggal itu biasanya dalam kondisi
- 34:41normal tapi kalau mati itu dalam kondisi
- 34:45nggak normal
- 34:52kita tidak bisa menyimpulkan
- 34:56dalam suatu kajian ontologis mencari
- 35:00hakikat apa yang terjadi belum ada
- 35:03kejadian belum ada peristiwa karena
- 35:05peristiwanya tidak terinrawi
- 35:08yang ada adalah akibat baru akibat yang
- 35:11ada yaitu ada orang mati sebabnya kita
- 35:14belum tahu
- 35:15nah ini yang harus
- 35:18di kalau di masyarakat umum kan ada
- 35:21pembunuhan ada pembunuhan
- 35:25belum tentu
- 35:27harus diteliti dulu
- 35:30sehingga kebenaran empiriknya adalah
- 35:32baru bisa mengatakan ada mayat
- 35:37Nah kemudian ada kebenaran Logic
- 35:41saya kalau nulis pakai IG jadi jelek
- 35:43gitu ya Tapi bacanya logic gitu ya
- 35:45harusnya pakai C ya tapi karena lebih
- 35:49enak
- 35:50mengatakannya kebenaran logic kebenaran
- 35:53yang
- 35:55disandarkan kepada proses berpikir
- 35:58rasional menggunakan akal sehat
- 36:01namun tidak termasuk objektifikasi
- 36:05objektivitas itu
- 36:09suatu
- 36:11pemilihan dalil-dalil yang hanya
- 36:14digunakan untuk mendukung pendapatnya
- 36:17karena kalau akal sehat itu instrumennya
- 36:21ada pertama akal Ya kedua panca indra
- 36:26ketiga Nurani
- 36:28keempat Naluri
- 36:31kelima intuisi
- 36:34ke-6 imajinasi 6 itu adalah akal sehat
- 36:39Jadi kalau sering dengar ada filosofi
- 36:43bilang akal sehat akal sehat Nah
- 36:45instrumen dari akal sehat tuh
- 36:49karena kalau objektivitas itu berarti
- 36:52minus Naluri
- 36:55minus Nurani Dia mungkin berlebih di
- 36:59imajinasi
- 37:01berlebih di intuisi mungkin ya tapi
- 37:04naluri dan nuraninya minus
- 37:08objektivitas itu minus dua hal tersebut
- 37:11karena dia membenarkan pendapat mencoba
- 37:15untuk membenarkan pendapat dengan
- 37:17melakukan pemilihan-pemilihan dalil
- 37:21contoh misalnya contoh
- 37:24rokok itu baik atau buruk
- 37:28itu ditanya kepada mahasiswa kemudian
- 37:30mahasiswa menjawab saya itu
- 37:33tidak bisa kalau apa kalau belajar harus
- 37:40sambil merokok Kalau
- 37:42mengerjakan soal Harus sambil merokok
- 37:45kalau saya nggak ngerokok
- 37:49mentok pikiran saya pusing saya nggak
- 37:52ketemu jawabannya
- 37:54karena nggak ketemu jawabannya
- 37:57soal-soal atau tugas-tugas kuliah saya
- 37:59nanti menjadi jelek nilainya
- 38:01kalau jelek nilainya
- 38:04saya bisa nggak lulus semester ini
- 38:08kalau saya nggak lulus semester ini
- 38:10kasihan orang tua saya yang biayai
- 38:13Jadi saya harus merokok
- 38:16untuk berbakti kepada orang tua sebagai
- 38:19mahasiswa Nah itu objektivitas salah
- 38:23satu contoh objektivitas mencari
- 38:25dalil-dalil untuk membenarkan bahwa dia
- 38:27boleh merokok
- 38:30itu salah satu jenis contoh ya contoh
- 38:33objektivitas
- 38:37Oke kemudian ketiga kebenaran etik ini
- 38:41adalah kebenaran yang berbasis kepada
- 38:45etika
- 38:48atau moral
- 38:49Anda memang memang ada filosof yang
- 38:53membedakan mana etika mana moral tapi
- 38:56ada juga filosof yang menyamakan etika
- 38:59dan moral itu sama
- 39:03standar moral dari suatu
- 39:07komunitas
- 39:10standar perilaku misalnya
- 39:13Minggu lalu saya kasih contoh
- 39:17mahasiswa ke kampus pakai sepatu itu
- 39:21kalau diuji dengan kebenaran logic nggak
- 39:25ketemu
- 39:26kenapa kalau saya katakan
- 39:29ke kampus dalam konteks kuliah itu yang
- 39:32bekerja adalah akal untuk memahami ilmu
- 39:36memperoleh pengetahuan di kampus
- 39:39menyerap pengajaran dosen itu akal
- 39:42Apa hubungannya antara akal dengan
- 39:44sendal Saya mau ke kampus pakai sepatu
- 39:47pakai sendal nggak ada hubungannya
- 39:50Saya mau ke kampus pakai pakai singlet
- 39:53ya pakai yang perempuan mau ke kampus
- 39:55pakai bikini atau mungkin
- 39:57mau pakai tanktop gitu kan kampus nggak
- 40:01ada hubungannya dengan akal
- 40:06di luar negeri di Amerika itu misalnya
- 40:08kalau musim panas itu ke kampusnya pakai
- 40:11tanktop semua itu Karena kalau udah
- 40:12pakai baju lengkap bisa bahasa kuyup
- 40:16keringetan kalau musim dingin mereka
- 40:18semua pakai
- 40:20mereka semua libur justru kalau musim
- 40:23dingin tuh libur semua kalau musim panas
- 40:25ya tadi itu kadang pakai celana pendek
- 40:28pakai tanktop
- 40:31karena mereka belajar menggunakan
- 40:35otaknya bukan menggunakan pakaiannya Nah
- 40:40tapi di Indonesia
- 40:41di Indonesia
- 40:44lebih kepada
- 40:47penggunaan
- 40:49Budi
- 40:50ya jadi bukan cuma akal
- 40:53tapi akal budi
- 40:57sehingga etika di kedepankan
- 41:01kepantasan di kedepankan orang kalau
- 41:05kampus pantasnya pakai baju ini pakai
- 41:08celana ini pantasnya
- 41:11ditetapkan oleh institusi dan menjadi
- 41:13aturan
- 41:15tapi kalau diuji jangan coba-coba kepada
- 41:18dekan kita ngomong Kita uji kebenaran
- 41:21logic dari penggunaan sendal dan sepatu
- 41:24di kampus nggak akan ketemu jawabannya
- 41:27nah ini kebenaran etik
- 41:30Maka nanti standarnya adalah bagaimana
- 41:33nilai-nilai yang hidup di dalam
- 41:35komunitas Dia kemudian ada kebenaran
- 41:39metafisik
- 41:41ya ini diajarkan oleh
- 41:45filosofi filosofi Islam terutama ya dari
- 41:48filsafat Islam
- 41:50kebenaran yang tidak dapat dilacak
- 41:52secara ilmiah
- 41:54tidak bisa dilacak secara akal secara
- 41:57logika bisa
- 41:58tidak bisa menjadi kebenaran empirik
- 42:03tapi memiliki kebenaran sepanjang
- 42:05dipercaya dan dapat dipahami
- 42:08nah di Indonesia sering terjadi
- 42:11jangan ke gunung jangan misalnya jangan
- 42:15ke Pantai Selatan pakai baju hijau nanti
- 42:20tenggelam kalau disebut kebenaran
- 42:23empirik mesti disurvei itu di data
- 42:28Berapa orang yang pakai baju hijau di
- 42:31pantai selatan
- 42:32Berapa orang yang tidak pakai baju hijau
- 42:36Berapa orang yang tidak pakai baju hijau
- 42:38ini mati di Pantai Selatan karena
- 42:40ditarik oleh
- 42:42Nyi Roro Kidul Berapa orang yang pakai
- 42:44baju hijau yang mati di Pantai Selatan
- 42:46ditarik itu harus ada kebenaran itunya
- 42:49dulu
- 42:50tapi kan belum pernah disurvei sampai
- 42:52hari ini
- 42:54hanya kebetulan saja Kemudian yang pakai
- 42:56baju hijau meninggal di situ keseret
- 42:58lanjut lah ini segala macam gitu ya
- 43:00akhirnya di Iyakan oleh komunitas
- 43:02menjadi satu kebenaran
- 43:04yang secara empirik nggak bisa disurvei
- 43:07secara logic karena nggak kelihatan
- 43:10secara etik bukan karena bukan karena
- 43:13keinginan bersama dia meninggal di situ
- 43:16tapi dipercaya sebagai satu kebenaran
- 43:19dan dipahami oleh orang-orang situ
- 43:23bahkan juga dipahami oleh dan dipercaya
- 43:25oleh orang-orang luar jadi bukan cuma
- 43:28orang situ aja orang-orang luar juga
- 43:29mempercayainya
- 43:31jangan ke gunung es dengan
- 43:34ngomong-ngomong kotor
- 43:36nanti hilang nggak ketemu-ketemu
- 43:42tidak bisa dilacak secara ilmiah kalau
- 43:46secara ilmiah artinya kalau diulang akan
- 43:48akan terjadi hal yang sama
- 43:50tidak bisa diukur secara logika
- 43:53tidak bisa di indrawi
- 43:57itu kebenaran kata fisik kalau secara
- 44:00agama mungkin gampang jawabnya kita
- 44:02berpikir secara ekologis saja gitu kan
- 44:05keimanan kepada Tuhan keimanan kepada
- 44:07Allah
- 44:09orang yang bersedekah pasti rezekinya
- 44:12ditambah orang yang bersyukur pasti
- 44:15rezekinya ditambah
- 44:17kan juga belum pernah ada yang survei
- 44:19kan
- 44:20Siapa yang sudah pernah melakukan survei
- 44:22terhadap orang yang bersedekah kemudian
- 44:24rezekinya ditambah
- 44:26ndak ada
- 44:27secara logic juga nggak
- 44:29bisa diukur secara akal sehat
- 44:32secara etik juga nggak ada
- 44:35tapi Itu dipercaya oleh kita umat Islam
- 44:38misalnya kaya gitu ya itu mempercayai
- 44:42itu secara keimanan bahwa kalau kita
- 44:44bersedekah rezeki ditambah
- 44:46kita Saling bersilaturahmi
- 44:50umur ditambah
- 44:52memperpanjang umur itu
- 44:55kebenaran-kebenaran metafisik itu yang
- 44:58harus dipahami sehingga nanti ketika
- 45:01kita terjun dalam praktek mulai kita
- 45:03teliti nih Orang ini ngomong dalam dalam
- 45:06mengandung kebenaran empirik apa
- 45:09kebenaran logic atau kebenaran etik atau
- 45:12kebenaran fisik
- 45:15ya walaupun
- 45:17eh pasal santet sampai hari ini belum
- 45:19bisa diberlakukan walaupun kita tahu itu
- 45:22ada kebenaran metafisik di situ tapi
- 45:24karena hukum itu lebih kepada logika
- 45:27ilmiah maka kebenaran metal fisik
- 45:29menjadi tidak tidak bisa diukur dalam
- 45:32konteks pembuktian
- 45:34oke nah kemudian jenis-jenis kebenaran
- 45:37yang pertama
- 45:40ini diambil dari filsafat Islam
- 45:43khususnya Al Ghazali jenis kebenaran
- 45:46yang tidak perlu diperdebatkan misalnya
- 45:52apa ya
- 45:54ada seseorang yang melakukan
- 45:57penyalahgunaan kekuasaan
- 45:59tidak disuap dengan uang tapi dikasih
- 46:02cewek misalnya
- 46:07Pak Rocky seorang pejabat negara
- 46:12menyalahgunakan kekuasaannya atas
- 46:15permintaan seseorang tapi tidak dikasih
- 46:17uang nah seseorang tersebut masih cewek
- 46:19kemudian kita membangun suatu statement
- 46:23ternyata
- 46:25paruh gitu doyan cewek
- 46:29Nah itu
- 46:31kebenaran yang nggak usah diperdebatkan
- 46:34karena kalau laki-laki pasti demen
- 46:36perempuan Taman saintnya begitu ya Ada
- 46:39laki-laki demam laki-laki tapi kan dia
- 46:41nggak masuk commensen ya di luar di luar
- 46:44dari logika umum tapi ada
- 46:46misalnya lagi misalnya ada film
- 46:51atau statement indahnya Pernikahan Dini
- 46:56itu nggak usah diperdebatkan Pernikahan
- 46:58Dini itu indah atau enggak karena
- 47:00fokusnya bukan di dunia fokusnya di
- 47:03nikahnya
- 47:05enaknya malam pertama atau nikmatnya
- 47:08malam pertama Ya sudah pasti
- 47:11nggak usah diperdebatkan lagi nggak usah
- 47:14dibikin kajian ilmiahnya itu
- 47:17sudah pasti hal-hal seperti itu yang
- 47:20menjadi pengetahuan umum logika
- 47:24alamiahnya
- 47:26hal-hal yang sudah
- 47:28sudah pasti itu nggak usah diperdebatkan
- 47:32merah putih Bendera Indonesia
- 47:37kemudian berdebat kita merah itu
- 47:41artinya
- 47:44misalnya berhenti ya putih itu artinya
- 47:49menyerah
- 47:51jadi merah putih itu berhenti dan
- 47:53menyerah
- 47:55itu sudah logika yang
- 47:59tidak lurus karena makna dari merah
- 48:02putih sudah ditetapkan konsepnya
- 48:05bahwa merah itu artinya berani putih itu
- 48:07artinya suci
- 48:10nanti ini ada hubungannya dengan
- 48:12kebenaran kontekstual ada hubungannya
- 48:15nanti
- 48:16itu merah putih nggak perlu
- 48:18diperdebatkan lagi
- 48:20artinya apa karena seluruh Indonesia itu
- 48:23tahu artinya itu
- 48:25nah ini dalam dalam hukum pidana
- 48:27khususnya hukum acara pidana itu dia
- 48:30kemudian di pasal 184 ayat 2
- 48:36hal-hal yang umum tidak perlu hal-hal
- 48:38yang umum diketahui tidak perlu
- 48:40dibuktikan
- 48:41Masa sih Indonesia merdeka 17 Agustus
- 48:44nggak usah dibuktikan nggak usah ada
- 48:47penelitian ilmiah di situ
- 48:49seluruh Indonesia tahu
- 48:53kemudian korespondensi yakni mulai masuk
- 48:57jenis kebenaran yang diakomodir di mulai
- 49:01dari
- 49:03filsafat klasik sampai filsafat modern
- 49:08korespondensi pembuktian kebenaran
- 49:10empiris ya tadi kan ada kemudian empiris
- 49:14ya pembuktian terhadap kebenaran empiris
- 49:16terdiri dari dua yaitu verifikasi dan
- 49:18klasifikasi
- 49:20verifikasi itu mencari kebenaran
- 49:22terhadap fakta palsifikasi itu mencari
- 49:24kekeliruan fakta
- 49:27apa statementnya korespondensi
- 49:30kesesuaian antara pernyataan proposisi
- 49:33dengan faktanya
- 49:36contohnya misalnya aku cinta padamu
- 49:39kalau saya lagi ngomong sama cewek itu
- 49:41pernyataannya
- 49:43dia memunculkan kebenaran
- 49:46korespondensinya
- 49:49apa kebenaran empiriknya
- 49:51Oh tiap malam minggu dia ngapel ngajak
- 49:55jalan nonton bioskop
- 49:59suka beliin hadiah baju misalnya
- 50:03pulang sekolah atau pulang kuliah
- 50:05dijemput pulang kerja dijemput diantar
- 50:08pulang
- 50:10itu faktanya
- 50:13ya fakta itu kemudian ditafsirkan
- 50:15menjadi Oh iya ternyata pernyataannya
- 50:19sesuai
- 50:20bahwa memang benar ia
- 50:23si bapak itu mencintai perempuan itu
- 50:28tapi pembuktian terbesarnya Nah itu juga
- 50:31kemudian menjadi satu klasifikasi
- 50:34kekeliruan terhadap fakta kalau kemudian
- 50:37ternyata
- 50:38cuma apa datang jemput ini segala macam
- 50:42tapi nggak pernah ditembak misalnya dia
- 50:46nggak pernah ngomong cinta kok
- 50:48cuma kalau minggu malam minggu datang
- 50:50aja terus
- 50:53faktanya keliru ternyata
- 50:56ternyata dia cuma mengisi kekosongan
- 50:58daripada disebut jomblo
- 51:04atau bahkan mungkin
- 51:09cuma datang doang ngasih baju PHP lah
- 51:11kira-kira begitu ya
- 51:13klasifikasi ini kalau bahasa
- 51:14sederhananya PHP saya cuma berusaha agar
- 51:17menyampaikan
- 51:19mata kuliah logika ini dengan sangat
- 51:21sederhana supaya
- 51:23mudah dipahami
- 51:26Kalau Anda menghafal klasifikasi adalah
- 51:29suatu pengujian terhadap kekeluargaan
- 51:31fakta nanti kalau ujian yang dihafal itu
- 51:33gitu tapi nggak ngerti fungsinya apa
- 51:36Jadi saya coba masuk kepada
- 51:38contoh-contoh yang konkrit misalnya
- 51:40klasifikasinya ternyata PHP contohnya
- 51:44ngapel terus ngajakin nonton terus masih
- 51:48hadiah baju jemput kuliah kerja
- 51:51nganterin segala macem tapi nggak pernah
- 51:53ngomong aku cinta padamu nggak pernah
- 51:55padahal
- 51:57perempuan nungguin itu nungguin kalimat
- 52:00itu
- 52:02tapi nggak pernah terjadi berarti
- 52:06terjadi klasifikasi kekeliruan terhadap
- 52:10fakta sehingga korespondensinya
- 52:13tidak memunculkan kebenaran empirik
- 52:17kemudian ada jenis kebenaran yang
- 52:20disebut kebenaran koherensi koherensi
- 52:24kebenaran berdasarkan konsistensi ya
- 52:28dengan logika antara premis Mayor dengan
- 52:32premis minor
- 52:37alur logika harus konsisten dan runtut
- 52:40tidak boleh ada kontradiksi internal nah
- 52:43ingat ya tadi level-level ini
- 52:45level-level kebenaran
- 52:49prinsip logika prinsip kontradiksi tidak
- 52:54boleh ada prinsip kontradiksi nah ini
- 52:58jadi premis mayornya dan premis minornya
- 53:01Harus satu arah
- 53:04harus konsisten semua manusia mati
- 53:08Rocky manusia
- 53:09itu kan ada ada unsur dari premis minor
- 53:14terdapat unsur dari premis Mayor yaitu
- 53:17matinya tadi
- 53:20antara manusia dengan Rocky nya berarti
- 53:23Rocky itu
- 53:25partikularnya manusia itu generalnya
- 53:31sehingga nanti bisa ditarik kesimpulan
- 53:35misalnya seluruh manusia mati manusia
- 53:39jadi manusianya sama unsurnya kemudian
- 53:43seluruh itu umum Rocky itu partikular
- 53:48yang lebih sempit sehingga nanti bisa
- 53:50ditarik kesimpulan menjadi
- 53:52Rocky bisa mati Nah itu contoh ya
- 53:56kelulusan logika
- 54:00yang jenis kebenarannya disebut sebagai
- 54:03kebenaran
- 54:04koherensi secara logika secara logic dia
- 54:10bisa diukur
- 54:12rasional sifatnya
- 54:15Nah kemudian ada kebenaran pragmatis nah
- 54:18ini biasanya mahasiswa ini
- 54:21terserahlah Bagaimana caranya pokoknya
- 54:26nyontek kek mau apa kek gitu kan
- 54:30sampai datang bawa misalnya bawa batik
- 54:34lah kalau dulu zaman saya kuliah ada tuh
- 54:36ya ngumpulin batik
- 54:39ngumpulin batik nasi keduanya saya dulu
- 54:42waktu masih dari kampung saya bingung
- 54:44ini ngapain sumbangan sumbangan ternyata
- 54:47mau beli batik
- 54:50jadi orang kampung nggak mengenal
- 54:52istilah menyuap seperti itu untuk
- 54:53mencapai nilai mendapatkan nilai a
- 54:56nggak tahu kalau orang kampung zaman
- 54:57sekarang ya kalau zaman dulu saya nggak
- 54:59mengenal begitu gitu
- 55:02Nah itu
- 55:03tidak penting bagaimana caranya
- 55:08yang penting tujuannya tercapai nah
- 55:11ketika tujuannya tercapai maka itu
- 55:13adalah suatu kebenaran
- 55:16itu sebabnya saya dalam memberikan nilai
- 55:23Kalau Anda berharap nilai a saya kasih a
- 55:26Karena Anda berharap nilai A tapi anda
- 55:30harus menjalani proses
- 55:32yaitu ujian belajar dan nilai aslinya
- 55:36itu saya kasih lihat
- 55:40Anda dapat 50 40 60 gitu ya bahkan
- 55:44mungkin ada yang 10
- 55:46bisa jadi saya kasih atau mungkin B ya
- 55:49kalau 10 kebangetan kalau a b
- 55:51tapi saya kasih lihat nilai aslinya
- 55:53supaya Anda tahu anda Pantes nggak dapat
- 55:57nilai segitu
- 55:59Supaya Anda tidak sombong
- 56:02supaya Anda muncul dalam kesadaran diri
- 56:04anda bahwa
- 56:06saya sebenarnya nggak pantes untuk lulus
- 56:09saya harus mengulang
- 56:12Saya berharap walaupun agak aneh metode
- 56:15saya ya Saya berharap Anda belajar
- 56:17memicu anda lebih kuat belajar lagi nah
- 56:21pragmatis ini biasanya di akomodir oleh
- 56:23Amerika Amerika itu menganut filsafat
- 56:26pragmatisme ya Yang penting tujuannya
- 56:29tercapai
- 56:31Oke Nah kemudian ada kebenaran jenis
- 56:35kebenaran yang namanya kebenaran stand
- 56:37Point
- 56:38ini filsafat postmodern
- 56:42yang
- 56:43disandarkan kepada sudut pandang
- 56:47jadi satu kebenaran itu bukan tidak
- 56:50bersifat ilmu pasti
- 56:53kebenaran itu nggak absolut
- 56:56tergantung perspektifnya
- 57:00kebenaran Jaksa Hakim dan pengacara itu
- 57:03pasti tidak sama
- 57:05karena mengambil posisi sudut pandang
- 57:07yang berbeda
- 57:12ya cuma kemudian kalau
- 57:14hakimnya memenangkan Jaksa pasti
- 57:17jaksanya akan mengatakan Akhirnya sudah
- 57:20benar
- 57:21sudah sesuai ya karena dia dimenangkan
- 57:25nanti kalau layer yang dimenangkan
- 57:27layernya ngomong gitu juga hakimnya
- 57:29bagus
- 57:32hakimnya sudah menciptakan keadilan
- 57:35ya karena dia dimenangkan Coba kalau
- 57:38udah dikalahkan pasti ngomongnya beda
- 57:39Hakim tidak melihat penderitaan
- 57:43dari terdakwa begitu juga nanti Jaksa
- 57:45juga gitu kalau Jaksa dikalahin juga
- 57:46ngomong gitu Hakim tidak melihat
- 57:48penderitaan dari korban
- 57:51ya karena semua berbeda dari sisi sudut
- 57:53pandang
- 57:56jadi kebenaran itu dalam
- 57:59pandangannya orang-orang bosmu nggak
- 58:02bisa disamakan dengan satu tambah satu
- 58:04sama dengan dua
- 58:09setiap orang itu unik nah keunikan itu
- 58:12yang memunculkan perspektif yang
- 58:14berbeda-beda
- 58:16kembar aja nggak Sama ya
- 58:22ada anak kembar yang lahirnya lagi
- 58:24perempuan padahal kembar akhirnya
- 58:26barengan
- 58:29ada yang berbeda Walaupun dia kembar
- 58:32sama persis identik tapi tetep ada yang
- 58:35berbeda paling tidak Sidik jarinya
- 58:37berbeda
- 58:39kebenaran stand point ini sebenarnya
- 58:41ingin mengajarkan
- 58:43anda jangan jadi orang yang arogan
- 58:45Ketika menemukan suatu kebenaran
- 58:50bahwa kebenaran anda itu bisa runtuh
- 58:52suatu saat
- 58:54dengan dalil-dalil yang lain
- 58:58anda sendiri bisa berubah keyakinan dari
- 59:00satu kebenaran kebenaran yang lainnya
- 59:05nah itu yang ingin diajarkan
- 59:09Kenapa tidak ada kebenaran atau sulut
- 59:11dalam hukum pun juga tidak ada
- 59:12keberadaan Absolut apa buktinya
- 59:15karena ada upaya hukum
- 59:19berarti yang di PN itu nggak absolut
- 59:22masih bisa dibatalkan oleh banding
- 59:26ketika banding pun putus anda jangan
- 59:28Bahagia itu kalau anda menang
- 59:31karena masih ada kasasi
- 59:34bahkan Walaupun anda ingin teorinya
- 59:37mengatakan bahwa asas
- 59:44yang bisa menggugurkan dari asas
- 59:46tersebut
- 59:50itu ciri-ciri
- 59:53bahwa kebenaran itu tidak
- 59:58yang diajarkan oleh
- 1:00:01para filsuf postmodern
- 1:00:05nah kemudian
- 1:00:07kita perlu melihat juga
- 1:00:09sifat
- 1:00:11sifat kebenaran secara ontologis
- 1:00:16secara hakikat
- 1:00:18pertemuan pertama saya mengatakan
- 1:00:20tentunya Bisa Anda lihat lagi videonya
- 1:00:23yang karena sudah bisa jadi video juga
- 1:00:26Apa yang dimaksud dengan ontologis yang
- 1:00:29pertama adalah realitas empiris yang
- 1:00:33sifatnya objektif
- 1:00:36karena bersifat faktual
- 1:00:40empirik Panca indranya bermain Panca
- 1:00:43inderanya yang menentukan contoh
- 1:00:45misalnya
- 1:00:46dinding yang berwarna hijau pasti
- 1:00:48seluruh dunia akan mengatakan hijau
- 1:00:51mungkin dinding hijau itu kemudian ada
- 1:00:54yang menyebut itu warnanya biru nggak
- 1:00:56mungkin atau mungkin merah gitu ya
- 1:00:59pasti hijau Nah itu realitas empirisnya
- 1:01:05dinding yang berwarna hijau
- 1:01:08warna hijau itu menjadi objektif
- 1:01:12karena seluruh manusia mengakui itu
- 1:01:14terlihat mata memang warnanya hijau
- 1:01:16Nggak bisa diperdebatkan dan
- 1:01:19jangan diperdebatkan kalau dinding itu
- 1:01:22warnanya hijau atau biru kalau memang
- 1:01:24hijau ya hijau orang hukum mungkin bisa
- 1:01:28membantah ya oh kebenaran dalam hukum
- 1:01:31itu
- 1:01:33tidak Absolut relatif
- 1:01:35satu tambah satu menurut matematika bisa
- 1:01:38dua Tapi menurut hukum 1 + 1 itu bisa
- 1:01:41jual 34 bisa 5 Nah sekarang Coba bantah
- 1:01:44dinding itu menurut hukum hijau warnanya
- 1:01:47yang warnanya hijau dinding menurut
- 1:01:49orang hukum itu bisa jadi biru nggak
- 1:01:50orang hukum pun nggak akan bisa
- 1:01:52membantah itu pasti warnanya hijau gitu
- 1:01:55jadi Ada kebenaran yang sifatnya Absolut
- 1:01:58ada
- 1:02:01Bukan berarti semua kebenaran itu
- 1:02:03sifatnya relatif Ada kebenaran yang
- 1:02:05sifatnya apa yang sifatnya Absolut yang
- 1:02:08realitas empiris
- 1:02:13Ketika dilihat si anus
- 1:02:18kebenarannya Absolut tuh bahwa Indra
- 1:02:29masalah nanti itu a membunuh karena ini
- 1:02:33karena ini karena itu beda lagi Itu
- 1:02:36penyebabnya
- 1:02:37tapi kebenaran objektifnya adalah a
- 1:02:41terlihat dalam bahasa Inggris
- 1:02:45mati di tempat kita kemudian
- 1:02:49menyebutnya sebagai Uni penganiayaan
- 1:02:53orang jelas membunuh
- 1:02:59nah berbeda dengan dibacok nggak mati
- 1:03:02tapi sambil masih lari kemudian
- 1:03:04kira-kira 10 meter jatuh baru mati nah
- 1:03:07Berarti penganiayaan yang menyebabkan
- 1:03:09hilangnya nyawa bukan pembunuhan
- 1:03:13konsep pembunuhan harus dipahami dulu
- 1:03:15tusuk mati di tempat
- 1:03:18itu pembunuhan
- 1:03:21tapi kalau udah ditusuk di ini nggak
- 1:03:25mati sempet lari atau sempat dibawa ke
- 1:03:27rumah sakit matinya di rumah sakit
- 1:03:29berarti bukan pembunuhan
- 1:03:30berarti penganiayaan yang menyebabkan
- 1:03:33hilangnya
- 1:03:35seperti itu
- 1:03:38sehingga sifatnya objektif orang
- 1:03:42Indonesia aja suka berdebat ini
- 1:03:43pembunuhan atau bukan pembunuhan lihat
- 1:03:45faktanya dong
- 1:03:49Nah kemudian ada realitas hermenetis
- 1:03:53yang sifatnya
- 1:03:55subjektif ini suatu realitas
- 1:04:00memang dari empiris juga tapi dia
- 1:04:03membutuhkan penghayatan untuk mencari
- 1:04:06makna lain
- 1:04:08misalnya tadi
- 1:04:10fakta empirisnya realitas empirisnya itu
- 1:04:15pembunuhan
- 1:04:17pemaknaannya kemudian dia membunuh
- 1:04:20karena Ya mulai ini mulai dicari
- 1:04:23maknanya dia membunuh karena
- 1:04:27dia memperkosa istrinya
- 1:04:33pembunuhannya
- 1:04:35tapi menjadi bergeser atau misalnya dia
- 1:04:39lagi jalan istrinya mau diperkosa
- 1:04:41dia melakukan perlawanan malah Bu mau
- 1:04:45mati gitu kan Oh ini membunuh tapi bukan
- 1:04:48murni membunuh tapi
- 1:04:50pembelaan diri yang berlebihan
- 1:04:54atau misalnya
- 1:04:57pembelaan pembelaan diri terpaksa
- 1:05:01tapi ternyata berlebihan mati nah beda
- 1:05:03lagi konsepnya
- 1:05:05bahwa Pembunuhan itu fakta empiris
- 1:05:08objektif tapi pemaknaannya tafsirnya
- 1:05:12yang menjadi
- 1:05:17yang harus memenuhi prinsip logika
- 1:05:19kecukupan alasan itu yang bisa
- 1:05:21berbeda-beda
- 1:05:24kalau dalam Islam
- 1:05:27Alquran
- 1:05:29itu fakta empirisnya objektif
- 1:05:34tidak ada satupun umat Islam
- 1:05:39yang mengaku beriman kepada Allah
- 1:05:41berani mengatakan bahwa Quran itu salah
- 1:05:46nggak ada yang berani
- 1:05:47tidak ada satupun yang berani
- 1:05:50kalau dia beriman
- 1:05:52semua pasti akan mengatakan Quran itu
- 1:05:55benar
- 1:05:57tapi tafsir terhadap Alquran itu yang
- 1:06:01belum tentu benar
- 1:06:03Buktinya apa buktinya ada Mazhab Syafi'i
- 1:06:08Mazhab Syafi'i mazhab Hambali mazhab
- 1:06:11Hanafi mazhab Maliki kalau di Indonesia
- 1:06:15ada nu ada Muhammadiyah ada persis ada
- 1:06:19ini banyak itu tafsir terhadap Quran
- 1:06:23Tapi semua macam-macam itu pasti akan
- 1:06:26ngomong Quran itu benar
- 1:06:29nah tafsirnya terhadap Quran yang bisa
- 1:06:32pasti berbeda-beda
- 1:06:37memaknainya berbeda
- 1:06:39dinding berwarna hijau semua akan
- 1:06:42ngomong Pasti berwarna hijau
- 1:06:45tapi kemudian makna yang muncul di
- 1:06:47kepala kita asosiasi yang muncul di
- 1:06:50kepala kita
- 1:06:54rumah Kok pakai warna hijau
- 1:06:58kayak partai
- 1:07:04itu sudah pemaknaan sendiri
- 1:07:07yang ada yang muncul hanya dalam diri
- 1:07:11kita dan itu nggak nggak universal
- 1:07:14karena muncul dari pemaknaan diri kita
- 1:07:16sendiri beli baju kotak-kotak
- 1:07:20kayak kelompoknya apa gitu kan Nah itu
- 1:07:24sudah semua pasti akan makanan baginya
- 1:07:27apa kotak-kotak udah pasti seluruh dunia
- 1:07:29akan mengatakan hal yang sama tapi makna
- 1:07:32yang muncul dalam diri kita sendiri
- 1:07:33dalam diri kita sendiri yang sifatnya
- 1:07:36subjektif
- 1:07:37asosiasinya langsung ke mana-mana
- 1:07:40itu yang disebut sebagai sifat kebenaran
- 1:07:44ontologis nah yang ketiga
- 1:07:47ada realitas sosiologis yang sifatnya
- 1:07:50intersubjektif kebenarannya disepakati
- 1:07:53secara bersama-sama
- 1:07:57yang tadinya subjektif terus
- 1:08:01ketemu temen ketemu temen ketemu temen
- 1:08:03ketemu temen akhirnya jadi kelompok 10
- 1:08:12jadi kelompok dia
- 1:08:14disepakati
- 1:08:16atau misalnya kalau di perdata paling
- 1:08:19gampang gugatan ganti kerugian pmh
- 1:08:24atau orang nuntut
- 1:08:26yang kemudian satunya menawar jangan
- 1:08:29segitu deh bayarnya segini aja deh Nggak
- 1:08:31bisa segini Akhirnya
- 1:08:34segini ada kesepakatan terhadap suatu
- 1:08:37kebenaran yang sifatnya akhirnya
- 1:08:40dialogis Nah itu contoh ketiga dari
- 1:08:44sifat suatu kebenaran
- 1:08:47kemudian yang perlu kita perhatikan juga
- 1:08:50ya dalam konteks kebenaran dalam ilmu
- 1:08:52logika kebenaran yang disandarkan kepada
- 1:08:55sumber munculnya pengetahuan
- 1:08:59di kuliah pertama saya ini merupakan
- 1:09:02pengertian dari epistemologis jadi
- 1:09:05kebenaran berdasarkan
- 1:09:07epistemologis apa aja misalnya
- 1:09:12satu ilmiah karena berasal dari empiris
- 1:09:16rasio dan metodologis
- 1:09:18ada penelitian Ada kajian segala macam
- 1:09:23Jaksa itu waktu mau membuat dakwaan itu
- 1:09:26juga melakukan penelitian terhadap
- 1:09:28berkas perkara yang dari penyidik
- 1:09:32Jaksa mau buat tuntutan itu ada
- 1:09:35penelitian dalam satu proses di
- 1:09:37pengadilan namanya proses pembuktian
- 1:09:38yang mengamati dengan cermat
- 1:09:43karena apa yang ada dalam berkas perkara
- 1:09:45belum tentu sama dengan
- 1:09:48dengan yang ada dalam proses pembuktian
- 1:09:52kadang-kadang saksi itu kan ngomong di
- 1:09:54perkara
- 1:09:55atau pas muncul di sidang yang ngomong
- 1:09:58lebih
- 1:09:59makanya butuh penelitian di situ tuh
- 1:10:01itu penelitian
- 1:10:04itu sebabnya pengadilan itu sebenarnya
- 1:10:06itu sebagai forum ilmiah terbesar yang
- 1:10:10diakui secara internasional
- 1:10:13Cuma orang-orang praktek aja yang
- 1:10:15mengatakan adalah kita kan praktisi itu
- 1:10:17kan akademisi nggak justru
- 1:10:21tempatnya
- 1:10:24teori tempatnya
- 1:10:26konsep-konsep di perdebatan itu ya di
- 1:10:30pengadilan
- 1:10:33dan itu diperdebatkan secara metodologi
- 1:10:36Hakim punya metodenya untuk mengambil
- 1:10:38keputusan Jaksa punya metodenya untuk
- 1:10:41bisa merumuskan dakwaan karena ada
- 1:10:43metodenya itu metode itu bahasa paling
- 1:10:45sederhananya adalah sop
- 1:10:48standar operasional prosedur Jaksa punya
- 1:10:51tuh sop dalam membuat dakwaan makanya
- 1:10:54anda
- 1:10:57pengacara juga punya metodenya Walaupun
- 1:11:00dia nggak pernah mau masalahnya
- 1:11:02orang-orang praktek ini nggak pernah mau
- 1:11:04menyebut itu sebagai metode lebih suka
- 1:11:06menyebutnya sebagai sop
- 1:11:09padahal itu sebenarnya metode dan ada
- 1:11:12juga kebenaran yang
- 1:11:14bersumber dari
- 1:11:17pengetahuan yang non ilmiah
- 1:11:21misalnya apa
- 1:11:24bersumber dari pengetahuan yang berasal
- 1:11:27dari akal
- 1:11:29apriori reka reka apa ya
- 1:11:34mencoba-coba tapi bukan terlalu error ya
- 1:11:36mengira-ngira
- 1:11:41hanya berbasis kepada
- 1:11:43akalnya sendiri
- 1:11:45dia mempertimbangkan sesuatu dalam
- 1:11:48akalnya
- 1:11:51yang
- 1:11:53tidak tidak mendasarkan kepada
- 1:11:55metode-metode
- 1:11:59sehingga bisa jadi kebenaran itu
- 1:12:03hanya untuk dirinya
- 1:12:05dan tidak bisa digunakan untuk untuk
- 1:12:08orang lain hanya untuk dirinya itu sifat
- 1:12:11dari
- 1:12:13kebenaran yang bersumber
- 1:12:15dari akal kemudian kebenaran yang
- 1:12:18bersumber dari prasangka
- 1:12:22dugaan
- 1:12:24dan ini bisa salah
- 1:12:26tapi juga bisa benar
- 1:12:28dia menjadi bisa salah dan bisa benar
- 1:12:30setelah melakukan penelitian
- 1:12:33untuk sementara masih menduga-duga dulu
- 1:12:35makanya dalam proses di kepolisian kan
- 1:12:39si A melakukan peristiwa
- 1:12:42yang diduga sebagai tindak pidana ini
- 1:12:45masih kata diduga masih prasangka
- 1:12:48dan butuh pembuktian makanya dia
- 1:12:50mengumpulkan alat bukti dan segala macam
- 1:12:51kata diduga itu sudah nggak muncul lagi
- 1:12:54dalam dakwaan
- 1:12:56Kenapa nggak muncul karena sudah
- 1:12:58melakukan penelitian
- 1:12:59itu hasil dari
- 1:13:02olah akal budi
- 1:13:04olah logika
- 1:13:06ilmiah dengan menggunakan metode
- 1:13:12prasangka ini baru dugaan-dugaan saja
- 1:13:15misalnya
- 1:13:17contoh paling gampang
- 1:13:19itu
- 1:13:21ada cowok cewek
- 1:13:24masuk ke kos
- 1:13:28berdua malam-malam
- 1:13:32Pulangnya besok pagi
- 1:13:35kita bisa melakukan
- 1:13:37permainan pikiran misalnya dugaan Dengan
- 1:13:40mengatakan coba Perhatikan Kalau dia
- 1:13:43nggak pakai pengaman hamil Apa nggak
- 1:13:46belum tentu
- 1:13:48karena baru dugaan tapi dugaan ini
- 1:13:50merasa sedikit jadi tuduhan nah dalam
- 1:13:52bentuk hukum kalau dalam ilmu hukum
- 1:13:54tujuan sudah berdampak kepada
- 1:13:57ke proses hukum nantinya tapi kalau
- 1:14:00dugaan nggak karena dugaan itu biasanya
- 1:14:03sifatnya individual dia hanya
- 1:14:05menerangkan untuk dirinya sendiri
- 1:14:08dia tidak menggunakan kebenaran dalam
- 1:14:10dirinya hasil dugaan tadi untuk
- 1:14:12menyerang orang lain nggak
- 1:14:14jadi cowok cewek masuk kamar berdua
- 1:14:17doang itu kan nggak mungkin tahajud
- 1:14:22pasti hamil tuh ntar itu nggak akan
- 1:14:24mungkin dia nyerang lu hamil nggak
- 1:14:26mungkin karena akan disimpan untuk
- 1:14:29dirinya sendiri ketika sudah diomongkan
- 1:14:31ke orangnya namanya bukan lagi dugaan
- 1:14:33tapi tuduhan sudah Nah kemudian intuitif
- 1:14:38kebenaran yang disandarkan kepada
- 1:14:41pengetahuan di bawah sadar yang muncul
- 1:14:45jadi pengetahuan yang muncul dengan
- 1:14:49cara
- 1:14:51tidak disengaja
- 1:14:53misalnya
- 1:14:58terus saya kemana
- 1:15:06lagi sholat inget Oh tadi saya dari sini
- 1:15:10dari sini dari sini Oh saya taruh di
- 1:15:12sini saya ketemu saya kembali ke tempat
- 1:15:14itu nah ini kuncinya dia muncul itu dia
- 1:15:17nggak kepingin itu muncul saat dia salat
- 1:15:20karena dia sholat ingin menenangkan hati
- 1:15:22Nah begitu ternyata dia tenang eh muncul
- 1:15:25pengetahuan itu
- 1:15:27pengetahuan yang hanya bisa muncul
- 1:15:30secara tiba-tiba
- 1:15:32jadi banyak ahli yang mengatakan bahwa
- 1:15:34intuitif itu pengetahuan yang
- 1:15:37bersembunyi di bawah alam sadar
- 1:15:39pengetahuan yang sebenarnya tidak pernah
- 1:15:43dilatih
- 1:15:44tidak pernah dilatih tapi kita punya
- 1:15:46cuma nggak dilatih
- 1:15:49sehingga pengetahuan yang tidak dilatih
- 1:15:51itu akan menyusup bersembunyi di bawah
- 1:15:53ke alam sadar dia akan keluar
- 1:15:55ketika dalam keadaan kadang-kadang dalam
- 1:15:59keadaan yang benar-benar dibutuhkan dia
- 1:16:01akan muncul
- 1:16:03Jadi kalau di komputer itu kita suka
- 1:16:05nyari Pakai control F gitu ya buat nyari
- 1:16:07karena kita nyari di folder nggak mau
- 1:16:09ketemu ya sudah dari capek-capek kontrol
- 1:16:11F aja deh
- 1:16:15nah intuitif bekerja sama seperti itu
- 1:16:19Oke kemudian trial error
- 1:16:24mirip
- 1:16:25Cuma bedanya
- 1:16:27error ini lebih sistematis coba dulu ini
- 1:16:31nggak bisa salah ganti coba lagi ini
- 1:16:33nggak bisa salah ganti coba lagi ini ada
- 1:16:37mekanisme
- 1:16:39sistematis dalam melakukan percobaan
- 1:16:41kebenarannya
- 1:16:44didasarkan kepada
- 1:16:46permainan akal yang dilakukan secara
- 1:16:50sistematis yaitu percobaan-percobaan
- 1:16:55nah itu yang disebut sebagai trail
- 1:16:58mirror cuma kalau bikin dakwaan jangan
- 1:17:00terlalu error
- 1:17:02kasihan ini ya terdakwanya dijadikan
- 1:17:05bahan percobaan
- 1:17:06bikin dakwaan sudah harus fix nanti itu
- 1:17:09sudah ilmiah
- 1:17:11kemudian otoritas
- 1:17:15kebenaran yang disandarkan pada
- 1:17:17kekuasaan
- 1:17:19misalnya
- 1:17:21perintah atasan
- 1:17:24makanya di dalam di dalam KUHP itu ada
- 1:17:27pasal 50 pasal 51 tidak dipidana orang
- 1:17:31yang menjalankan undang-undang tidak
- 1:17:32dipidana orang yang menjalankan perintah
- 1:17:35dia menjadi penghapus dan pemaaf dari
- 1:17:38Pertanggungjawaban pidana karena apa dia
- 1:17:40merupakan kebenaran tapi disandarkan
- 1:17:43kepada otoritas
- 1:17:45otoritas apa dalam bentuk undang-undang
- 1:17:47dalam bentuk
- 1:17:49jabatan perintah atasan
- 1:17:52ilmiah nggak
- 1:17:54tapi tetap kebenaran yang
- 1:17:57menjadi satu kebenaran hanya bagi yang
- 1:18:00melakukan itu
- 1:18:03itu harus diakui sebagai kebenaran cuma
- 1:18:06kebenaran yang non ilmiah
- 1:18:10dan hukum
- 1:18:12pidana
- 1:18:15itu kebenaran otoritas
- 1:18:19Nah kemudian ada kebenaran semantik
- 1:18:23kebenaran dalam konteks bahasa
- 1:18:26konteks bahasa
- 1:18:28apa salah satunya tekstual gramatikal
- 1:18:32jadi
- 1:18:34ketika kalimatnya bunyinya itu Ya sudah
- 1:18:36itu jangan ditafsirkan yang lain makanya
- 1:18:39kalau ini dia muncul mode penafsiran
- 1:18:42penafsiran Samsung tip dan penafsiran
- 1:18:45gramatikal
- 1:18:48jangan menafsirkan kalimat lebih dari
- 1:18:50apa yang ditulis
- 1:18:53nah hukum pidana mencoba untuk membuat
- 1:18:56itu tekstual gramatikal mulai melalui
- 1:18:59asas black serta dan
- 1:19:03larangan analogi
- 1:19:06jadi jangan menafsirkan undang-undang
- 1:19:09grambi yang kemana-mana grambyang itu
- 1:19:13yang orang Jawa mungkin paham
- 1:19:15kemana-mana gitu ya pikirannya
- 1:19:17kemana-mana nggak jelas
- 1:19:19itu kebenaran semantik tekstual
- 1:19:21gramatikal tapi ada juga kebenaran
- 1:19:24semantik yang kontekstual simbolik
- 1:19:28walaupun teksnya bunyinya itu tapi lihat
- 1:19:32konteksnya
- 1:19:35ini memunculkan dalam ilmu hukum
- 1:19:37memunculkan penafsiran sejarah
- 1:19:40penafsiran sejarah itu misalnya baik
- 1:19:43penafsiran sejarah pembentukan
- 1:19:45undang-undangnya maupun penafsiran
- 1:19:48sejarah
- 1:19:49peristiwa yang muncul ketika
- 1:19:51undang-undang itu
- 1:19:53dimunculkan
- 1:19:55misalnya
- 1:19:57dalam KUHP itu ada pasal Kalau nggak
- 1:20:00salah saya 2 16 ya 2 16 2 18
- 1:20:06ini kalimatnya saya lupa tapi intinya
- 1:20:09tuh orang yang berkerumun setelah diusir
- 1:20:10oleh dibubarkan oleh penguasa kemudian
- 1:20:12dia nggak bubar maka bisa dibilang
- 1:20:15konsep berkerumun
- 1:20:19berkerumun itu
- 1:20:21kalau ditarik ke arah hari ini itu nggak
- 1:20:25pas dimaknai secara
- 1:20:27terminologis tekstual gramatikal
- 1:20:33karena orang berkerumun Anggaplah
- 1:20:36misalnya demonstrasi
- 1:20:39Apakah demonstrasi itu berkerumul atau
- 1:20:41nggak Oh iya memang dia berkerumun
- 1:20:42karena
- 1:20:45tapi makna berkerumun dalam demonstrasi
- 1:20:49itu suatu peristiwa yang sudah disahkan
- 1:20:53dia adalah suatu
- 1:20:57bentuk peristiwa yang
- 1:21:00diperbolehkan oleh undang-undang
- 1:21:04sehingga kita perlu memberikan makna
- 1:21:06perlu mencari makna asli berkerumun
- 1:21:09dalam KUHP itu apa
- 1:21:15kita perlu melihat doktrin-doktrin
- 1:21:17klasik terhadap kata berkerumus yang
- 1:21:21ternyata itu merupakan satu kata
- 1:21:24satu konsep yang digunakan oleh penjajah
- 1:21:28pada era itu
- 1:21:30untuk mencurigai orang-orang yang
- 1:21:32berkumpul untuk memberontak sehingga
- 1:21:34harus diusir
- 1:21:37itu makna aslinya nah yang bahaya kalau
- 1:21:41logika berkurumun era era Kolonialisme
- 1:21:44dibawa ke arah hari keera hari ini yang
- 1:21:47sudah sudah modern yang dimana
- 1:21:50berkerumun dengan dengan konsep
- 1:21:52demonstrasi itu diperbolehkan bahkan
- 1:21:55izinkan makanya kan butuhnya itu kalau
- 1:21:59berdemonstrasi bukan izin tapi
- 1:22:01pemberitahuan aja nah kemudian yang
- 1:22:04ketiga ada namanya
- 1:22:07kebenaran semantik yang sifatnya
- 1:22:09tautologis
- 1:22:11tautologis itu suatu kebenaran yang
- 1:22:15dijelaskan secara berputar namun tidak
- 1:22:19memuat pengetahuan-pengetahuan baru
- 1:22:21sehingga orang yang berbicara secara
- 1:22:23tautologis itu lebih kepada
- 1:22:25membingungkan
- 1:22:27saya berikan contoh misalnya
- 1:22:32yang paling sering digunakan oleh para
- 1:22:34ahli filsafat dalam menjelaskan kalimat
- 1:22:37ini adalah dengan kata bohong
- 1:22:42satu kelas ini adalah pembohong termasuk
- 1:22:45saya
- 1:22:46saya pembohong
- 1:22:49artinya
- 1:22:51di kelas ini
- 1:22:53mengakui bahwa
- 1:22:56kita ini semua pembohong Nah karena kita
- 1:22:59pembohong Artinya kita mengakui bahwa
- 1:23:01kita bohong
- 1:23:03itu mengandung makna bahwa Sebenarnya
- 1:23:05kita ini orang jujur
- 1:23:07karena kita mengakui bahwa kita
- 1:23:11karena kita mengakui maka kita orang
- 1:23:13jujur artinya apa satu kelas ini jujur
- 1:23:15semua
- 1:23:16itu taktologi bulet di situ nggak Nggak
- 1:23:19karu-karuan gitu ya
- 1:23:21sehingga memunculkan kesimpulan yang
- 1:23:22tidak benar tapi waktu tautologis ini
- 1:23:26kebenaran yang
- 1:23:28dikonstruksikan dengan bahasa sedemikian
- 1:23:31rupa yang memunculkan seolah-olah
- 1:23:33menjadi benar
- 1:23:35hampir mirip-mirip kayak contoh rokok
- 1:23:37tadi itu mirip-mirip juga
- 1:23:42ya itu sesi kebenaran di hari ini nanti
- 1:23:47bisa dipelajari karena kalau di buku
- 1:23:49ajar itu lebih detail ya Dan saya tidak
- 1:23:51ambil detailnya Kenapa saya tidak ambil
- 1:23:53detailnya karena ini hanya pijakan dasar
- 1:23:56untuk sampai kepada logika hukum
- 1:23:59sehingga Anda perlu belajar lagi dalam
- 1:24:02buku-buku tentang Logika dan buku-buku
- 1:24:05tentang epistemologi
- 1:24:07Oke Cukup sampai di sini silahkan nanti
- 1:24:10memperdalam sendiri melalui buku Ya
- 1:24:13silahkan cari sendiri banyak kok di
- 1:24:16internet bisa di download ya
- 1:24:18Semoga apa yang saya sampaikan hari ini
- 1:24:21bermanfaat terima kasih assalamualaikum
- 1:24:23warahmatullahi wabarakatuh
About this transcript
This page contains the full transcript of Logika Hukum 02 : Prinsip Logika & Kebenaran by Revolusi Hukum, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 7,632 words across 1,716 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.