YouTube2Text

Logika Hukum 01: Pengenalan — Transcript

by Revolusi Hukum · 9,972 words · 2,362 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:06hukumnya
  2. 0:08ya lebih fokus kepada hukumnya maka
  3. 0:10digabung
  4. 0:11setengah bicara logika
  5. 0:14sebagai ilmu pengetahuan setengah bicara
  6. 0:17logika hukum gitu ya
  7. 0:21oke slide berikutnya
  8. 0:27ya nih eee
  9. 0:29logika itu
  10. 0:31salah satu cabang
  11. 0:33filsafat ilmu ya cabang pengetahuan
  12. 0:37cabang ilmu pengetahuan dari filsafat
  13. 0:39ilmu
  14. 0:40nah filsafat ilmu itu sendiri itu dibagi
  15. 0:43menjadi tiga tiga bagian ya
  16. 0:47ada ontologi aksiologi epistemologi
  17. 0:51sebenarnya urutannya urutan yang benar
  18. 0:54itu adalah ontologi
  19. 0:57epistemologi
  20. 0:59aksiologi
  21. 1:00ya aksiologi itu di bawah ya itu urutan
  22. 1:02yang benar ini kenapa saya taruh di
  23. 1:04tengah karena saya mau ngejar
  24. 1:06sininya apa slide berikutnya gitu ya
  25. 1:08supaya muat kalau aksiologi di bawah
  26. 1:10nanti enggak muat dia
  27. 1:12jadi saya sengaja saya taruh tengah
  28. 1:14nah kita perlu tahu dulu apa yang
  29. 1:17dimaksud dengan
  30. 1:19ontologi
  31. 1:20ontologi itu adalah
  32. 1:22logi itu artinya ilmu ya ilmu onto itu
  33. 1:25artinya ada
  34. 1:28eee kalau dalam buku-buku filsafat itu
  35. 1:31sering menggunakan istilah being
  36. 1:33ya being itu kalau diartikan ke bahasa
  37. 1:35Indonesia ada tapi
  38. 1:38orang apa orang asing sendiri
  39. 1:40banyak yang enggak setuju kalau itu
  40. 1:42diartikan ada jadi being itu sifatnya
  41. 1:44lebih
  42. 1:45eee lebih abstrak dibanding ada gitu ya
  43. 1:48nah cuma karena Indonesia tidak punya
  44. 1:51kata padanan dengan being maka
  45. 1:53dipakailah kata ada ya
  46. 1:56nah apa yang dimaksud ada
  47. 1:58nah
  48. 1:59eee
  49. 2:02fil- filsuf Indonesia ya orang-orang
  50. 2:04ahli ahli filsafat di Indonesia kemudian
  51. 2:07mencoba untuk melakukan satu
  52. 2:10konkretisasi terhadap kata ada
  53. 2:13padanannya menjadi kata hakikat
  54. 2:17ya
  55. 2:18jadi apa itu ontologi ontologi itu
  56. 2:19adalah
  57. 2:21cabang ilmu pengetahuan dari filsafat
  58. 2:23ilmu yang mempelajari tentang hakikat
  59. 2:27itu versi Indonesia gitu ya yang
  60. 2:29mempelajari tentang hakikat yang
  61. 2:31dimaksud hakikat itu apa nah hakikat itu
  62. 2:35eee
  63. 2:37jadi kalau Anda lihat suatu peristiwa
  64. 2:39ya lihat suatu peristiwa kemudian
  65. 2:42Anda berpikir
  66. 2:44ini peristiwa apa
  67. 2:47pencu-
  68. 2:49pan
  69. 2:50gitu ya
  70. 2:52penggelapan dalam jabatankah atau
  71. 2:54korupsi
  72. 2:55nah itu kan mirip-mirip tuh kalau
  73. 2:56dilakukan misalnya nih yang yang
  74. 2:58melakukan ASN misalnya
  75. 3:00ASN ngambil duit
  76. 3:02di perusahaannya misalnya
  77. 3:04maka hakikatnya harus dicari
  78. 3:06yang ngambil ini dia pencurian
  79. 3:10dia penggelapan dalam jabatan atau dia
  80. 3:12korupsi
  81. 3:14karena tiga-tiganya itu ujungnya sama
  82. 3:17kerugian keuangan negara
  83. 3:18kan kalau ASN ketika dia nyuri uang
  84. 3:20negara pasti diambil
  85. 3:22nah ujungnya sama sama-sama kerugian
  86. 3:24keuangan negara
  87. 3:25tapi hakikat perbuatan itu perlu kita
  88. 3:28tahu
  89. 3:30ini yang kemudian
  90. 3:32eee
  91. 3:33kajian fokus
  92. 3:35dari
  93. 3:36cabang ontologi
  94. 3:39di dalam buku-buku filsafat
  95. 3:42ilmu
  96. 3:43fil-
  97. 3:44yang membahas filsafat ilmu
  98. 3:46cabang dari ontologi ini ada dua
  99. 3:49ya ada dua
  100. 3:50pertama dia membahas tentang hakikat
  101. 3:53manusia
  102. 3:55kemudian
  103. 3:57tentang hakikat alam semesta
  104. 4:01dua ini
  105. 4:03dominan di eee abad pertengahan
  106. 4:07itu berarti dari abad
  107. 4:11empat ya sampai ke abad 16
  108. 4:16dominan
  109. 4:18di era itu
  110. 4:19ya di era abad pertengahan
  111. 4:21filsuf membahas tentang apa itu manusia
  112. 4:25apa itu Tuhan ya bagaimana terciptanya
  113. 4:28alam semesta itu yang dibahas ya jadi
  114. 4:31kalau nanti Anda baca buku misalnya
  115. 4:34Thomas Aquinas Santo Agustinus kalau
  116. 4:37yang Islam Al-Farabi eee Aljabar terus
  117. 4:41eee
  118. 4:43misalnya satu lagi itu yang terkenal
  119. 4:44juga
  120. 4:46kalau dalam Islam itu si
  121. 4:49ah nama baru kemarin baru saya baca
  122. 4:51bukunya lupa
  123. 4:53nah itu orang-orang yang membahas dari
  124. 4:55sisi ontologi
  125. 4:57dia cari hakikat
  126. 4:59nah hari ini kalau Anda berdebat masalah
  127. 5:02ontologi berkaitan
  128. 5:05mencari hakikat manusia mencari hakikat
  129. 5:07alam mencari hakikat Tuhan sudah enggak
  130. 5:09laku
  131. 5:10ya karena orang-orang sekarang sudah
  132. 5:12enggak mau lagi berdebat di situ
  133. 5:14lebih masuk ke arah praktis ya ke arah
  134. 5:16praksisnya
  135. 5:18lebih aplikatif mereka sudah tidak mau
  136. 5:20lagi berdebat eee bagaimana Tuhan
  137. 5:23menciptakan alam apa tuh teori Big
  138. 8:09Bang gitu ya sehingga terjadi alam
  139. 8:11karena ujungnya adalah kerugian keuangan
  140. 8:14negara ya misalnya ya kita
  141. 8:17bisa bisa berdebat itu bisa berdalil loh
  142. 8:23itu kerugian negara tapi perbuatannya
  143. 8:25itu sendiri sebenarnya perbuatan pribadi
  144. 8:28yang harusnya
  145. 8:29klasifikasi itu cuma dua kalau enggak
  146. 8:31pencurian penggelapan dalam jabatan
  147. 8:34antara dua
  148. 8:35ya
  149. 8:36nanti kalau penggelapan dalam jabatan
  150. 8:37dilihat lagi apakah ketika dia ngambil
  151. 8:39uang itu memang uangnya dia kuasai
  152. 8:42biasanya bendahara
  153. 8:43ya kalau bendahara itu kan biasanya
  154. 8:45nyimpen nyimpen
  155. 8:46uang ya
  156. 8:47eee apa sih istilah petty cash itu ya
  157. 8:49uang
  158. 8:51di di kantor itu selalu ada petty cash
  159. 8:53jadi kalau ada apa ya yang standby
  160. 8:57petty cash itu yang punya
  161. 8:59nah
  162. 9:00dia buka kuncinya diambil uangnya itu
  163. 9:02pencurian atau penggelapan
  164. 9:04nah itu kan mirip-mirip gitu kan
  165. 9:07nah hakikatnya hakikat hakikatnya dia
  166. 9:09sedang menjalankan jabatannya oh berarti
  167. 9:12penggelapan dalam
  168. 9:14nah
  169. 9:14bagaimana kalau misalnya ternyata
  170. 9:17eee petty cash-nya itu bukan dia
  171. 9:19misalnya eee satpam
  172. 9:22ya satpamnya anggaplah satpamnya
  173. 9:24kementerian apa gitu ya
  174. 9:26satpam yang ngambil oh berarti bukan
  175. 9:29bukan penggelapan dalam jabatan karena
  176. 9:31dia tidak menguasai
  177. 9:34petty cash itu sehingga masuknya ke
  178. 9:36pencurian
  179. 9:37itu
  180. 9:38itu sebenarnya bahasan-bahasan secara
  181. 9:40ontologi
  182. 9:42ya cuma dipraktiskan di dalam ranah
  183. 9:44praktek
  184. 9:45tapi kajiannya adalah ontologi mencari
  185. 9:48hakikat
  186. 9:49orang ini sebenarnya
  187. 9:51naksir enggak sih sama gua gitu ya
  188. 9:54misalnya pada punya pacar gitu ya
  189. 9:56awal-awal itu kan pasti punya
  190. 9:58punya keraguan. Kalau yang cewek itu
  191. 10:00punya keraguan. Ini cowok demen enggak
  192. 10:02sih sama gua gitu kan. Yang
  193. 10:04juga gitu.
  194. 10:05Gitu kan.
  195. 10:06Ini sebenarnya gua diterima enggak sih
  196. 10:08ini?
  197. 10:09Kemudian dia membaca
  198. 10:10peristiwa-peristiwa, membaca
  199. 10:12tanda-tanda, simbol-simbol. Akhirnya dia
  200. 10:14berkesimpulan
  201. 10:15kalau gua tembak nih.
  202. 10:17Karena gua sudah yakin dia senang sama
  203. 10:18gua gitu.
  204. 10:19Kan gitu.
  205. 10:20Hakikatnya ketemu.
  206. 10:22Hakikatnya ketemu. Si cewek senang sama
  207. 10:24gua. Gitu kan. Nah, kemudian lakukan
  208. 10:26tindakan.
  209. 10:28Nah, itu untuk logi ya. Nah, kemudian
  210. 10:30epistemologi.
  211. 10:32Epistemologi epistem dari kata epistem.
  212. 10:36Ya. Logi ilmu pengetahuan.
  213. 10:38Epistem epistem itu artinya pengetahuan.
  214. 10:41Ya. Jadi epistemologi adalah salah satu
  215. 10:45cabang dari filsafat ilmu yang
  216. 10:47mempelajari bagaimana memperoleh
  217. 10:50pengetahuan.
  218. 10:53Cara memperoleh pengetahuan.
  219. 10:55Maka di kampus-kampus itu ada mata
  220. 10:57kuliah
  221. 10:58yang cabang dari epistemologi yaitu MBH.
  222. 11:02Metode penelitian hukum.
  223. 11:05Semua
  224. 11:06ilmu itu pasti ada metode penelitian.
  225. 11:09Ya. Cuma kalau hukum namanya jelas
  226. 11:12metode penelitian hukum. Itu salah satu
  227. 11:14cabang dari
  228. 11:15epistemologi. Ya.
  229. 11:17Bagaimana memperoleh pengetahuan dengan
  230. 11:20cara baik dan benar.
  231. 11:22Gitu ya.
  232. 11:23Sehingga ada tata caranya, ada
  233. 11:25strukturnya, ada sistematikanya yang
  234. 11:27harus di patuhi. Nah, di dalam
  235. 11:30epistemologi ini perdebatan nya adalah
  236. 11:33apakah suatu informasi itu ya, suatu
  237. 11:35informasi itu merupakan ilmu atau
  238. 11:39merupakan pengetahuan.
  239. 11:41Ya. Ada dua hal. Ya.
  240. 11:43Kalau misalnya
  241. 11:46eee ada TV
  242. 11:48kalau sekarang sudah enggak ada ya TV
  243. 11:51tabung gitu kan. Masih pernah lihat
  244. 11:53enggak TV tabung?
  245. 11:54Hah?
  246. 11:56Ya, TV tabung zaman dulu itu TV saya itu
  247. 11:59gede gini.
  248. 12:01Gede banget. Kalau mau nonton kita buka
  249. 12:02dulu layarnya srek gitu.
  250. 12:04Nah, baru kita nonton. Itu kalau sudah
  251. 12:06mulai gambarnya goyang-goyang itu kita
  252. 12:08tepok-tepok.
  253. 12:09Tepuk-tepuk ah sudah benar lagi
  254. 12:10gambarnya.
  255. 12:12Pengetahuan yang didapat kalau TV-nya
  256. 12:14goyang-goyang ditepok-tepok benar.
  257. 12:17Pertanyaannya ketika terjadi lagi
  258. 12:18diulang lagi tepok-tepoknya apakah pasti
  259. 12:20benar?
  260. 12:22Nah, hal-hal yang belum tentu bisa
  261. 12:24diulang
  262. 12:25dengan hasil yang sama tidak bisa
  263. 12:27disebut ilmu.
  264. 12:30Maka tadi yang saya tepok-tepok itu itu
  265. 12:32disebut pengetahuan.
  266. 12:34Tapi tidak disebut sebagai ilmu
  267. 12:36pengetahuan.
  268. 12:38Hanya pengetahuan saja. Kenapa hanya
  269. 12:39pengetahuan saja? Karena ketika diulang
  270. 12:41belum tentu sama.
  271. 12:43Kalau yang pertama kita tepok-tepok tiga
  272. 12:45kali
  273. 12:46benar.
  274. 12:47Yang kedua jangan-jangan bukan tiga
  275. 12:48kali. Mesti lima kali karena dia sudah
  276. 12:50bergesernya terlalu banyak gitu.
  277. 12:51Tepok-tepok-tepok gitu ya. Baru benar
  278. 12:53lagi.
  279. 12:54Jadi itu enggak. Nah, kalau dia ilmu dia
  280. 12:57sistematis.
  281. 12:59Kalau ditepok tiga kali benar maka nanti
  282. 13:01berikutnya ditepok tiga kali benar lagi.
  283. 13:04Tapi begitu-begitu ditepok sampai lima
  284. 13:05kali berarti sudah enggak ilmu, sudah
  285. 13:06enggak sistematis.
  286. 13:08Sudah bergeser ilmunya. Ya. Maka kita
  287. 13:10harus membedakan mana pengetahuan, mana
  288. 13:12ilmu pengetahuan.
  289. 13:14Apa ciri-ciri yang paling penting di
  290. 13:16dalam dua hal ini? Ya.
  291. 13:20Pengetahuan tidak memerlukan metode.
  292. 13:24Dia bisa didapat kapan saja.
  293. 13:26Ya.
  294. 13:27Ilmu pengetahuan itu membutuhkan metode.
  295. 13:31Dalam metode itu diajarkan bagaimana
  296. 13:33mencari data
  297. 13:35bagaimana mengklasifikasikan data
  298. 13:37bagaimana mengkategorikan data dan
  299. 13:40bagaimana menafsirkannya.
  300. 13:42Itu dalam ilmu pengetahuan. Dalam
  301. 13:44pengetahuan enggak perlu.
  302. 13:46Ya. Misalnya
  303. 13:49kita bangun pagi-pagi kan ada dua
  304. 13:51kemungkinan tuh yang kita rasakan.
  305. 13:54Kalau enggak lapar pengin buang air
  306. 13:56kecil.
  307. 13:57Ya.
  308. 13:58Nah, itu pengetahuan.
  309. 14:01Karena belum tentu tiap pagi kita buang
  310. 14:02air kecil.
  311. 14:04Walaupun dalam suasana pagi tetap pasti
  312. 14:05buang air kecil gitu ya, tapi belum
  313. 14:07tentu gitu.
  314. 14:08Atau misalnya kalau nah
  315. 14:12saya jangan ini misalnya.
  316. 14:14Karena dia sama saya sama
  317. 14:16posturnya gitu ya. Jadi saya enggak bisa
  318. 14:18kasih contoh dia. Ini misalnya.
  319. 14:20Kalau misalnya di hadapan kita ada
  320. 14:23daging kambing.
  321. 14:25Ya, ada daging kambing.
  322. 14:29Pengetahuan yang
  323. 14:31muncul di kepalanya Mas siapa namanya?
  324. 14:34Rizki. Rizki.
  325. 14:35Dengan saya itu pasti berbeda.
  326. 14:38Ya.
  327. 14:39Cara memperolehnya pun berbeda.
  328. 14:41Ya.
  329. 14:42Apakah nanti kemudian keputusannya
  330. 14:44dimakan atau tidak dimakan itu
  331. 14:45tergantung pengetahuan yang kita punya.
  332. 14:48Ya.
  333. 14:49Eee Mas Rizki ketika bertemu dengan
  334. 14:51daging kambing itu mungkin enggak akan
  335. 14:53pakai mikir.
  336. 14:55Pokoknya ini enak dimakan saja.
  337. 14:58Kalau saya mikir Mas Rizki juga harusnya
  338. 15:00mikir harusnya gitu. Kalau saya pasti
  339. 15:02mikir karena
  340. 15:04pengetahuan dari dokter. Ya. Misalnya
  341. 15:07pengetahuan apa yang saya dapat? Berapa
  342. 15:09tingkat kolesterolnya?
  343. 15:10Ya. Berapa tingkat asam uratnya?
  344. 15:13Bagaimana dengan darah tingginya?
  345. 15:16Itu saya mikir berkali-kali tuh.
  346. 15:18Ya. Wah, saya enggak bisa makan ini
  347. 15:19enggak boleh sama dokter.
  348. 15:22Tapi yang meneliti itu boleh atau enggak
  349. 15:24boleh kan bukan saya.
  350. 15:25Tapi dokter yang meneliti. Saya menerima
  351. 15:28hasil saja.
  352. 15:30Pak Rocky enggak boleh makan daging
  353. 15:32kambing. Ya.
  354. 15:34Saya hanya terima pengetahuan saja bahwa
  355. 15:36saya enggak boleh makan daging kambing.
  356. 15:37Tapi si dokter sudah bikin penelitian.
  357. 15:40Dengan postur sekian
  358. 15:42ini sekian, ini sekian dilarang makan.
  359. 15:44Dia yang bikin penelitian.
  360. 15:47Nah, sampai ke saya jadi pengetahuan.
  361. 15:50Ya. Nah, ini yang kemudian
  362. 15:53kita bisa membedakan nanti
  363. 15:55kita turun di masyarakat
  364. 15:58informasi yang kita dapat pengetahuan
  365. 16:00atau ilmu pengetahuan.
  366. 16:02Karena nilai kebenarannya itu akan
  367. 16:05berbeda. Ya. Nilai kebenaran dari
  368. 16:07pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Cuma
  369. 16:09nanti itu akan dibahas secara tuntas
  370. 16:12dalam filsafat ilmu ya. Kita enggak akan
  371. 16:13masuk ke sana nanti eee jadi mata kuliah
  372. 16:16logika itu sebenarnya mata kuliah yang
  373. 16:18menakutkan.
  374. 16:19Karena kalau kita baca buku-buku logika
  375. 16:21saya punya beberapa nanti saya sharing
  376. 16:23ya ke apa ke STIH.
  377. 16:26Saya punya beberapa referensi buku
  378. 16:28logika yang sifatnya ebook ya. Nanti
  379. 16:30bisa saya sharing. Itu kalau dibaca dari
  380. 16:33awal sampai akhir
  381. 16:34itu membingungkan.
  382. 16:36Karena menggunakan kata, konsep dan
  383. 16:38segala macam yang enggak familiar bagi
  384. 16:40orang hukum.
  385. 16:42Jadi mata kuliah logika, mata kuliah
  386. 16:44filsafat ilmu itu mata kuliah yang
  387. 16:46menakutkan bagi orang hukum gitu ya.
  388. 16:49Padahal sebenarnya
  389. 16:51eee ilmu itu baru bisa menyenangkan
  390. 16:54kalau itu dipraktikkan.
  391. 16:57Oke. Nah, kemudian aksiologi.
  392. 17:00Aksiologi ini aksio. Aksio itu artinya
  393. 17:03nilai.
  394. 17:05Ya.
  395. 17:06Logi itu ilmu. Ya. Berarti aksiologi
  396. 17:09adalah ilmu pengetahuan
  397. 17:12salah satu cabang dari filsafat ilmu
  398. 17:14yang mempelajari nilai-nilai.
  399. 17:17Ya. Nilai itu bukan nilai satu, dua,
  400. 17:20tiga bukan ya. Nilai.
  401. 17:23Eee nilai itu sifatnya abstrak.
  402. 17:25Dia tersembunyi. Dan harus dicari nilai
  403. 17:28itu.
  404. 17:29Nah, apa saja nilai yang ada? Ya. Nilai
  405. 17:32itu ada tiga.
  406. 17:34Ada nilai kebenaran
  407. 17:35ada nilai kebaikan, ada nilai keindahan.
  408. 17:39Kok dipakain ini malah
  409. 17:41memang berantakan ya?
  410. 17:43Di situ juga?
  411. 17:46Oh iya ya.
  412. 17:47Padahal itunya enggak.
  413. 17:50Oke.
  414. 17:51Ada nilai kebenaran, kebaikan dan nilai
  415. 17:53keindahan. Nilai keindahan
  416. 17:56nilai keindahan itu
  417. 17:59nilai yang sifatnya sangat subjektif.
  418. 18:05Saya bisa mengatakan misalnya Mas Rizki
  419. 18:08ganteng
  420. 18:09misalnya ya.
  421. 18:11Enggak usah geer.
  422. 18:13Kan saya pakai saya pakai preposisi di
  423. 18:15awal misalnya kan gitu ya.
  424. 18:17Misalnya Mas Rizki ganteng itu
  425. 18:20subjektivitas saya.
  426. 18:23Karena pendapat saya belum tentu menurut
  427. 18:25Mbak siapa?
  428. 18:27Chelsea.
  429. 18:28Belum tentu menurut Mbak Chelsea.
  430. 18:31Ya.
  431. 18:32Kalau cuma kalau kita laki-laki kayaknya
  432. 18:34alergi ya ngomongin orang ganteng gitu
  433. 18:35ya. Ganteng loh. Beda kalau perempuan.
  434. 18:38Perempuan tuh enggak. Dia ngomongin laki
  435. 18:40ganteng oke, ngomongin perempuan cantik
  436. 18:42dia juga oke gitu.
  437. 18:43Kalau laki enggak.
  438. 18:45Dia cuma mau ngomongin perempuan cantik.
  439. 18:47Ngomongin laki itu ganteng dia enggak
  440. 18:48mau tuh biasanya.
  441. 18:49Agak alergi tuh. Enggak enggak tahu anak
  442. 18:50sekarang ya. Tapi di pikiran saya zaman
  443. 18:52dulu itu pantang nyebut laki-laki
  444. 18:54ganteng itu pantang gitu kan.
  445. 18:56Paling ya bagus gitu saja gitu kan.
  446. 18:59Nah, itu sifatnya sangat sangat sangat
  447. 19:01sangat subjektif.
  448. 19:03Saya suka misalnya dangdut koplo.
  449. 19:07Misalnya.
  450. 19:08Eh, kalau itu enggak misalnya memang
  451. 19:09suka gitu kan.
  452. 19:11Tapi kemudian Mas siapa? Rafi. Mas Rafi.
  453. 19:15Dia akan melakukan wah
  454. 19:18dokter, dosen kok senengannya dangdut
  455. 19:21koplo gitu kan.
  456. 19:24Ini jazz dong harusnya gitu kan. Atau
  457. 19:26metal lah gitu ya. Enggak tahu sekarang
  458. 19:28masih ada enggak metal?
  459. 19:30Masih ya? Itu zaman saya dulu metal tuh
  460. 19:32rame.
  461. 19:33Atau misalnya pop lah gitu kan.
  462. 19:36Itu subjektif. Ya. Sehingga pembentukan
  463. 19:39pengetahuan
  464. 19:41berdasarkan nilai estetik itu tidak bisa
  465. 19:44diperdebatkan.
  466. 19:46Ya.
  467. 19:47Wah, salah tuh Pak Rocky senengnya
  468. 19:49koplo. Enggak bisa dikatakan salah.
  469. 19:52Karena sifatnya subjektif, datang dalam
  470. 19:54diri
  471. 19:55masing-masing orang.
  472. 19:58Tapi Pak, kok ada kumpulan
  473. 20:00apa, kumpulan fans Noah misalnya.
  474. 20:03Katanya subjektif, itu
  475. 20:05subjektif-subjektif, subjek-subjek yang
  476. 20:07berkumpul.
  477. 20:09Karena kesamaan dalam nilai estetiknya.
  478. 20:13Bukan berarti kemudian kelompok ini
  479. 20:15dengan sengaja memunculkan, ah saya
  480. 20:18dengan sengaja menyukai Noah, enggak
  481. 20:19begitu.
  482. 20:20Dia muncul dari dalam diri
  483. 20:22masing-masing.
  484. 20:23Cuma memang biasanya nilai subjektif itu
  485. 20:26ada pembentukan karakter di dalam
  486. 20:29keluarga.
  487. 20:31Satu sebabnya.
  488. 20:32Misalnya yang bapaknya di sering nyetel
  489. 20:35gambus gitu ya, anaknya masih
  490. 20:37kecil-kecil, itu kalau sering disetel
  491. 20:39nanti ketika anak itu besar, walaupun
  492. 20:41dia suka lagu metal, tapi ketika dia
  493. 20:43dengar lagu gambus, dia akan teringat
  494. 20:45bapak saya dulu suka ini nih.
  495. 20:49Dan dia enggak melakukan apa gambus itu,
  496. 20:51karena dari kecil sudah
  497. 20:53sudah menikmati musik gambus ya,
  498. 20:56walaupun sifatnya juga subjektif.
  499. 20:58Nah, ilmu yang mempelajari namanya
  500. 21:01estetika.
  501. 21:03Ya.
  502. 21:04Jadi lukisan ya eh musik eh seni rupa
  503. 21:08dan segala macam, jangan dibahas pakai
  504. 21:11logika, enggak nemu.
  505. 21:13Saya kalau melihat lukisannya Picasso,
  506. 21:15pasti saya ngomong apa ini lukisan
  507. 21:17kotak-kotak doang.
  508. 21:19Tapi kalau orang yang punya jiwa seni,
  509. 21:20dia akan tahan berjam-jam berdiri
  510. 21:22menikmati lukisan itu.
  511. 21:25Sama kayak orang mancing.
  512. 21:27Yang sampai sekarang saya bingung, apa
  513. 21:29enaknya mancing itu, dia diam.
  514. 21:32Enggak gerak-gerak.
  515. 21:36Diam itu karena stroke bukan karena dia
  516. 21:38nikmati itu kan, tapi diam saja itu itu
  517. 21:40itu nilai yang enggak bisa saya nilai.
  518. 21:43Logika saya tuh profesor pun enggak bisa
  519. 21:46ngebantah itu.
  520. 21:48Nah itu sifatnya estetik ya.
  521. 21:51Kolektor.
  522. 21:52Ya.
  523. 21:56Perangko, enggak bisa enggak ada kerjaan
  524. 21:59amat, dulu saya ngomong begitu waktu
  525. 22:01belum
  526. 22:02belum kayak enggak ada kerjaan saja
  527. 22:04perangko dikumpulin gitu kan.
  528. 22:06Ternyata perangko dalam tahun tertentu
  529. 22:08nilainya puluhan
  530. 22:09ternyata begitu kan.
  531. 22:11Tapi kan untuk ngumpulin itu butuh
  532. 22:12passion kan.
  533. 22:14Hanya bisa dari dalam diri dia sendiri
  534. 22:16begitu. Nah itu estetik.
  535. 22:19Kemudian kedua etika.
  536. 22:21Ya.
  537. 22:22Jadi kalau nilai keindahan itu eh
  538. 22:24keputusannya
  539. 22:26indah atau tidak indah.
  540. 22:28Bagus atau tidak.
  541. 22:29Suka atau tidak, keputusannya.
  542. 22:32Nilai kebaikan itu keputusan akhirnya
  543. 22:35adalah baik buruk.
  544. 22:37Ya.
  545. 22:39Baik atau buruk itu tidak ditentukan
  546. 22:42oleh seseorang.
  547. 22:44Ya.
  548. 22:44Tapi ditentukan oleh komunitas.
  549. 22:48Ditentukan oleh
  550. 22:50adanya konsensus bersama.
  551. 22:52Biasanya masyarakat ya.
  552. 22:55Di sebelah
  553. 22:56lagi sakit gigi
  554. 22:58tetangganya setel musik nyaring-nyaring.
  555. 23:01Ya.
  556. 23:02Itu rasanya teng-teng kayak dipukulin
  557. 23:04kepala tuh. Saya bulan 2 bulan lalu
  558. 23:06sakit gigi, baru ngerasain tuh.
  559. 23:08Sakit gigi, jadi lagunya siapa tuh?
  560. 23:10Lebih baik sakit gigi daripada patah
  561. 23:12hati, lagu siapa itu?
  562. 23:14Itu salah tuh yang bikin lagu itu.
  563. 23:16Ada tuh lagunya zaman dulu tuh, coba
  564. 23:18nanti dicari tuh, sakit gigi itu.
  565. 23:20Lebih baik sakit hati deh daripada sakit
  566. 23:22gigi, sakit banget itu. Lagu dangdut.
  567. 23:24Lagu dangdut.
  568. 23:27Berarti ada giginya juga dia.
  569. 23:29Ada senang-senangnya juga gitu kan.
  570. 23:31Nah.
  571. 23:32Itu
  572. 23:34penilaiannya adalah komunitas ya,
  573. 23:36komunitas. Apakah perbuatan seseorang
  574. 23:39ini baik atau buruk.
  575. 23:41Nah.
  576. 23:41Orang yang berada dalam komunitas
  577. 23:43tertentu, itu tidak bisa melakukan
  578. 23:45perlawanan.
  579. 23:47Apa namanya, oh ini aturan ini enggak
  580. 23:50benar, ganti enggak bisa.
  581. 23:52Karena dia akan dikucilkan
  582. 23:54dari komunitas.
  583. 23:56Tapi bisa enggak berubah, bisa kalau
  584. 23:58semuanya akhirnya sepakat untuk merubah.
  585. 24:01Sehingga membutuhkan kesepakatan.
  586. 24:03Ya, misalnya kalau di kampus saya sering
  587. 24:05begini, ini pas contoh yang paling baik.
  588. 24:08Mas siapa namanya?
  589. 24:10Siapa?
  590. 24:11Farid.
  591. 24:12Di kampus tuh saya suka ngumpulin
  592. 24:13mahasiswa.
  593. 24:15Di kita di Pancasila ada banner ya.
  594. 24:19Pakai sendal coret, pakai satu centang
  595. 24:22gitu kan, pakai kaos coret, pakai kemeja
  596. 24:25centang. Saya suka berdiri saya lihatin
  597. 24:27saya gitu kan, ada mahasiswa lewat saya
  598. 24:29panggil dia sini-sini.
  599. 24:31Kalau kamu kuliah pakai sendal
  600. 24:34mana yang lebih pintar
  601. 24:35dengan mahasiswa yang kuliah pakai
  602. 24:36sepatu.
  603. 24:39Ada jaminan enggak?
  604. 24:41Enggak ada jaminan.
  605. 24:44Ya.
  606. 24:45Karena
  607. 24:46pintar atau tidak itu bermainnya di
  608. 24:48logika.
  609. 24:50Baik atau buruk bermainnya di etika,
  610. 24:52pantas tidak pantas.
  611. 24:54Dan itu kesepakatan, jadi saya katakan
  612. 24:56begini, jangan-jangan
  613. 24:58mahasiswa yang pakai sendal, tapi saya
  614. 24:59enggak nyuruh pakai sendal loh ya.
  615. 25:01Saya enggak nyuruh,
  616. 25:02saya cuma ngomong ke mahasiswa,
  617. 25:04jangan-jangan mahasiswa yang pakai
  618. 25:05sendal itu justru lebih pintar daripada
  619. 25:07mahasiswa yang pakai sepatu.
  620. 25:11Karena yang satu letaknya di kepala,
  621. 25:12yang satu letaknya di bawah.
  622. 25:15Perbedaannya sudah jauh itu.
  623. 25:17Dan logik enggak bisa kita katakan
  624. 25:20yang pakai sendal lebih benar, enggak
  625. 25:21bisa.
  626. 25:24Ataukannya adalah konsensus.
  627. 25:27Saya di kampus termasuk yang suka ini
  628. 25:30nih, kalau dulu saya berapa kali ditegur
  629. 25:32tuh, karena saya ke kampus pakai kaos.
  630. 25:35Dosen pakai kaos gitu, saya nanya
  631. 25:37aturannya mana?
  632. 25:39Kok nanya aturan, karena saya tahu kan,
  633. 25:41sebenarnya saya iseng saja itu, itu
  634. 25:42enggak perlu aturan, itu konsensus
  635. 25:44bersama gitu kan, aturannya mana?
  636. 25:47Mana pasalnya yang melarang saya pakai
  637. 25:48kaos.
  638. 25:50Diam, kamu dikasih tahu ngelawan mulu,
  639. 25:52ya sudah saya pakai kaos cuma ngajar
  640. 25:53doang saya pakai kemeja gitu.
  641. 25:56Jadi
  642. 25:57itu hal-hal yang harus kita pahami di
  643. 26:00sekeliling kita.
  644. 26:02Ketika kita masuk ke masyarakat sini,
  645. 26:04konsensusnya apa ini?
  646. 26:06Kita masuk ke masyarakat ini konsensus
  647. 26:08apa ini?
  648. 26:10Dan ternyata konsensus itu merupakan
  649. 26:13salah satu sumber hukum formil dalam
  650. 26:16hukum mata kuliah PIH, jangan lupa.
  651. 26:19Ya, sumber hukum formil itu nomor satu
  652. 26:22undang-undang, nomor dua kebiasaan.
  653. 26:25Nomor tiga yurisprudensi, malah lebih
  654. 26:27tinggi kebiasaan dibanding
  655. 26:28yurisprudensi.
  656. 26:29Gitu ya, baru habis itu doktrin baru
  657. 26:31perjanjian. Jadi konsensus itu juga
  658. 26:35merupakan sumber hukum.
  659. 26:39Ketika konsensus itu terjadi,
  660. 26:41kita enggak perlu tanya mana pasalnya.
  661. 26:44Mana pasalnya yang mengatakan pakai
  662. 26:46sendal itu dilarang.
  663. 26:47Enggak perlu tanya.
  664. 26:48Tapi kalau semua
  665. 26:50konsensus apa orang-orang yang ada dalam
  666. 26:52komunitas itu menerima.
  667. 26:55Dan itu
  668. 26:57bukan hal yang buruk.
  669. 26:58Karena semua menerima.
  670. 27:00Ya.
  671. 27:01Nah, ilmu yang mempelajari ini disebut
  672. 27:03sebagai etika.
  673. 27:06Ya.
  674. 27:08Nah, kemudian ada nilai kebenaran.
  675. 27:12Nilai kebenaran itu keputusan akhirnya
  676. 27:15adalah benar atau salah.
  677. 27:18Ya.
  678. 27:19Bagaimana cara mengolahnya. Ya, cara
  679. 27:21mengolahnya adalah melalui
  680. 27:23pola kerja
  681. 27:25akal.
  682. 27:26Nah, ini di kita
  683. 27:29suka ada yang salah menggunakan konsep,
  684. 27:31kan sering kadang gini kalau orang
  685. 27:33mungkin lebih ada lebih tua atau mungkin
  686. 27:35senior atau mungkin bapak
  687. 27:37ya orang tua
  688. 27:38mungkin bos kita gitu ya ngomong, kamu
  689. 27:41kerja enggak benar enggak punya otak ya
  690. 27:42kamu. Nah.
  691. 27:44Saya jelasin sekarang ya.
  692. 27:46Dalam diri manusia di bagian kepala
  693. 27:49itu ada tiga hal yang perlu kita
  694. 27:51cermati.
  695. 27:52Pertama otak ya.
  696. 27:54Kedua akal.
  697. 27:55Ketiga nalar.
  698. 27:58Ya.
  699. 27:58Ini tiga-tiganya dibungkus dengan
  700. 28:00istilah logika.
  701. 28:01Ya. Akal eh otak, akal, nalar ya. Otak
  702. 28:07itu wadahnya.
  703. 28:10Dia bersifat empirik, kenapa bersifat
  704. 28:12empirik, karena bisa disentuh.
  705. 28:14Ya ya walaupun dengan cara membongkar
  706. 28:16kepalanya gitu ya, tapi kan bisa
  707. 28:18disentuh otak itu ya.
  708. 28:20Kemudian kedua
  709. 28:22ya.
  710. 28:22Akal itu eh
  711. 28:26akal itu adalah
  712. 28:30cara bekerjanya
  713. 28:32pertimbangan-pertimbangan.
  714. 28:34Ya.
  715. 28:35Kemudian nalar.
  716. 28:37Nalar itu bungkusnya akal.
  717. 28:40Jadi cara memperoleh kalau tadi
  718. 28:43pertimbangan
  719. 28:45cara memperoleh kesimpulan-kesimpulan.
  720. 28:47Itu nalar ya, jadi kalau kamu dikatakan
  721. 28:50dasar kamu enggak punya otak, oh salah
  722. 28:52Bapak.
  723. 28:53Punya saya otak.
  724. 28:55Semua manusia punya otak, nalar mungkin
  725. 28:57kan, tapi kalau otak saya
  726. 28:59Bapak salah marahnya gitu.
  727. 29:01Bantah saja begitu ya, karena sudah jadi
  728. 29:04dia tidak bisa membedakan mana otak,
  729. 29:06mana akal, mana nalar.
  730. 29:07Ya, nah itu perlu dibedakan.
  731. 29:09Orang hukum itu selalu konsep.
  732. 29:12Ya.
  733. 29:13Eh
  734. 29:15salah satu
  735. 29:18tanda-tanda sesat dalam berpikir.
  736. 29:22Kesalahan berpikir. Kalau dalam filsafat
  737. 29:25ilmu disebut falasi, ini nanti juga kita
  738. 29:27pelajari cuma pertemuan
  739. 29:29kalau enggak ke keempat apa kelima gitu
  740. 29:31ya pertemuannya.
  741. 29:32Kita pelajari soal falasi.
  742. 29:34Salah satu penyebab terjadinya falasi
  743. 29:37sesat pikir gitu ya. Itu karena dia
  744. 29:40tidak memahami konsep.
  745. 29:43Konsep itu
  746. 29:45misalnya gini.
  747. 29:47Kursi adalah
  748. 29:49Nah, itu konsep.
  749. 29:52Eh, meja adalah
  750. 29:55Bantal adalah itu konsep.
  751. 29:57Nah, kita perlu orang kalau mau diskusi
  752. 30:00kayak gini
  753. 30:01ini konsepnya harus sama dulu.
  754. 30:04Kalau saya diskusi sama supir truk
  755. 30:07membahas soal bantal
  756. 30:09itu pasti berdebat.
  757. 30:11Karena buat saya bantal adalah sesuatu
  758. 30:13barang yang sifatnya lembut dan
  759. 30:15digunakan untuk tidur.
  760. 30:17Buat supir truk enggak. Oh, enggak.
  761. 30:20Sesuatu barang yang sifatnya lembut yang
  762. 30:22digunakan di pantat kalau lagi nyetir.
  763. 30:24Beda konsepnya.
  764. 30:26Ya.
  765. 30:27Jadi ketika Anda nanti berdebat dengan
  766. 30:28orang coba lacak
  767. 30:30konsepnya dia soal X itu apa?
  768. 30:34Disamakan dulu
  769. 30:35konsep itu. Makanya kalau Anda lihat
  770. 30:37Rocky Gerung ya di ILC
  771. 30:40itu persoalannya bukan karena Rocky
  772. 30:42Gerung lebih pintar, bukan.
  773. 30:44Rocky Gerung
  774. 30:45konsep lain terhadap satu istilah.
  775. 30:47Itu aja persoalannya.
  776. 30:49Ya.
  777. 30:50Dan si Rocky Gerung bermain di tataran
  778. 30:52konseptual dan filsafat. Yang lain
  779. 30:54enggak.
  780. 30:56Makanya selalu kelihatan berdebat gitu
  781. 30:57loh.
  782. 30:58Padahal coba sekali-kali kalau misalnya
  783. 31:00Anda
  784. 31:02diundang gitu ya atau di acaranya Karni
  785. 31:03Ilyas
  786. 31:05lagi berdebat selentukin aja coba
  787. 31:07konsepnya samain dulu
  788. 31:09berdua ya.
  789. 31:10Jangan berdebat karena ternyata beda
  790. 31:12konsep nih.
  791. 31:14Kalau konsep sudah sama
  792. 31:15berdebatnya enak gitu.
  793. 31:17Nah, ini kan
  794. 31:20bentar.
  795. 31:25Enggak, saya enggak mau ngangkat
  796. 31:25maksudnya.
  797. 31:27Mau saya silent.
  798. 31:34Nah, konsep itu salah satu
  799. 31:37salah satu ya berarti banyak sebenarnya.
  800. 31:39Salah satu
  801. 31:41dasar
  802. 31:42bisa melakukan
  803. 31:45Misalnya gini.
  804. 31:47Mbak siapa tadi? Chelsea ya?
  805. 31:51Saya tiap hari telepon dia.
  806. 31:54Dia mau ke kampus saya jemput.
  807. 31:57Dia mau makan saya traktir.
  808. 32:01Karena dia mau
  809. 32:03konsep di kepala saya muncul
  810. 32:05ah
  811. 32:06mau nih sama saya nih.
  812. 32:08Dijemput mau, saya traktir mau ya kan,
  813. 32:12saya anterin kuliah mau berarti mau nih
  814. 32:13sama saya.
  815. 32:16Saya baca tanda-tanda itu.
  816. 32:18Saya tembak, ternyata enggak mau gitu
  817. 32:20kan.
  818. 32:21Berarti apa? Ada tanda atau simbol yang
  819. 32:24lewat dari saya.
  820. 32:27Yang saya baca itu.
  821. 32:29Ya kan kalau mau
  822. 32:31awal-awal mau pacaran kan begitu kan.
  823. 32:32Apalagi kalau perempuan.
  824. 32:34Perempuan itu kan kalau bilang aku
  825. 32:36sayang kamu eh entar dulu buktinya apa
  826. 32:38gitu kan.
  827. 32:39Enggak bisa cuma ngomong aku sayang kamu
  828. 32:40enggak bisa.
  829. 32:41Walaupun semua sifatnya subjektif gua
  830. 32:43dijemput enggak?
  831. 32:45Berarti kasih makan enggak? Traktir
  832. 32:46enggak gitu kan. Pokoknya ke gua aja
  833. 32:48terus gitu kan.
  834. 32:49Jadi sayangnya laki-laki itu buktinya
  835. 32:51harus di diperlihatkan, diperlihatkan.
  836. 32:55Walaupun kita enggak ngomong karena ada
  837. 32:56orang pacaran tanpa kata kita pacaran
  838. 32:59yuk enggak ada loh.
  839. 33:00Ya. Dia enggak ngomong pakai statement
  840. 33:02itu.
  841. 33:03Tapi jalan aja. Ya. Kenapa? Dia membaca
  842. 33:06tanda-tanda bahwa ini suka sama gua dan
  843. 33:09ini juga membaca-baca ini ini suka sama
  844. 33:10gua gitu. Akhirnya jalan.
  845. 33:13Tanda-tanda, simbol-simbol,
  846. 33:15semua perkataan, semua gerak-gerik dia
  847. 33:18itu dibaca, diproses. Kalau dia ngasih
  848. 33:22misalnya enggak kalau zaman dulu kalau
  849. 33:25ngasih bunga sih masih
  850. 33:27masih oke ya gitu. Kalau sekarang
  851. 33:28kayaknya ngasih bunga udah enggak oke
  852. 33:30itu kayaknya. Enggak tahu masih mau
  853. 33:31enggak dikasih bunga?
  854. 33:34Masih. Berarti masih orang dulu ini gitu
  855. 33:35kan. Kalau sekarang apa? Coklat ya kali
  856. 33:37ya. Coklat misalnya.
  857. 33:39Wah, ini kok ngasih coklat gitu kan.
  858. 33:42Hah?
  859. 33:43Oh, ya.
  860. 33:46A
  861. 33:47andain ya berat ini kayaknya.
  862. 33:50Kasih coklat misalnya kemudian ngasih
  863. 33:53apalah gitu ya yang arahnya ke sana. Itu
  864. 33:56perempuan punya
  865. 33:57sebenarnya bukan cuma perempuan semua
  866. 33:59manusia punya yang namanya intuisi untuk
  867. 34:02membaca tanda-tanda yang sifatnya samar.
  868. 34:06Ya.
  869. 34:07Nah, dia akan membaca itu tuh.
  870. 34:09Akan diolah dalam pikirannya.
  871. 34:12Bukan bukan karena etika, etika enggak
  872. 34:14bisa mengolah itu. Logika yang bisa
  873. 34:16mengolah itu. Ya.
  874. 34:18Sampai ujungnya kesimpulan
  875. 34:20dia tunggu perempuan nunggu laki-laki
  876. 34:22ngomong. Gitu kan.
  877. 34:24Gua suka sama lu gitu kan. Tinggal
  878. 34:26perempuannya nyaut gitu. Tanda-tanda itu
  879. 34:27udah ada gitu kan. Nah, itu pola kerja
  880. 34:31akal manusia seperti itu.
  881. 34:34Enggak.
  882. 34:36Ada yang ingin bertanya?
  883. 34:39Enggak ada. Kalau ada yang ingin
  884. 34:40bertanya langsung potong aja enggak
  885. 34:41apa-apa ya.
  886. 34:44Oke. Nah, itu pola kerja dari logika.
  887. 34:47Ya.
  888. 34:48Yang
  889. 34:50eh, sangat tidak simpel sebenarnya ya.
  890. 34:53Sangat tidak simpel karena manusia itu
  891. 34:55dia akan
  892. 34:57dalam kehidupannya dia bertemu berbagai
  893. 35:00banyak orang, bertemu berbagai banyak
  894. 35:02peristiwa yang masing-masing itu harus
  895. 35:04ditafsirkan.
  896. 35:06Ya.
  897. 35:07Nah, itu sifatnya logika
  898. 35:09yang
  899. 35:10keputusan akhirnya adalah benar salah.
  900. 35:12Ilmunya namanya logika.
  901. 35:16Oke, lanjut.
  902. 35:21Oke.
  903. 35:22Nah
  904. 35:23bagaimana kita bisa belajar belajar
  905. 35:25logika? Tadi saya katakan kuasai dulu
  906. 35:27konsepnya. Nah, ini konsep logika ya.
  907. 35:31Pak, hukum itu kok enggak pernah satu
  908. 35:34suara Pak. Pasti
  909. 35:37ada yang ahli ngomong ini, ahli ngomong
  910. 35:39ini. Itu bukan cuma di hukum.
  911. 35:41Di mata kuliah filsafat pun sama.
  912. 35:44Untuk menterjemahkan kata logika ini ada
  913. 35:46berapa nih? Ini saya kumpulin 1 2 3 4 5
  914. 35:496 7.
  915. 35:51Tujuh pendapat tentang apa itu logika.
  916. 35:54Ya.
  917. 35:56Kalau Anda kuliah logika mungkin akan
  918. 35:58saya suruh hafal nih, hafalin gitu kan.
  919. 36:01Tapi kita enggak perlu.
  920. 36:03Ya, kalau saya sih cara ngajarnya minta
  921. 36:05Anda hafal tapi dari tujuh ini kita bisa
  922. 36:08saring nih sebenarnya.
  923. 36:10Apa sih yang dimaksud dengan logika? Ya.
  924. 36:12Atau kita bisa milih salah satu.
  925. 36:15Misalnya
  926. 36:17kayak saya ya, saya punya kelemahan
  927. 36:19dalam dalam menghafal.
  928. 36:21Saya enggak akan pilih ini.
  929. 36:23Saya akan pilih yang paling gampang.
  930. 36:27Ya.
  931. 36:29Itu tergantung kita juga.
  932. 36:30Cuma dosen-dosen kan kadang-kadang gini
  933. 36:32coba sebutkan logika menurut eh, Kelsen.
  934. 36:36Sebutkan logika menurut ini gitu. Kita
  935. 36:38disuruh menghafal gitu kan.
  936. 36:41Nah, menghafal itu ada kelemahannya.
  937. 36:42Kelemahannya apa? Kalau ujian Anda grogi
  938. 36:45hafalannya hilang, lupa.
  939. 36:48Itu kelemahan dari menghafal.
  940. 36:50Kalau tanya saya, Pak hafal enggak saya?
  941. 36:52Enggak hafal saya.
  942. 36:54Enggak hafal. Terus terang enggak hafal.
  943. 36:56Tapi dari ini semua saya belajar
  944. 36:59mengambil
  945. 37:01nya apa sih sebenarnya?
  946. 37:04Konsep logika itu.
  947. 37:09Akhirnya
  948. 37:10kita bisa membuat
  949. 37:12sendiri.
  950. 37:14Oh, logika itu adalah konsep yang
  951. 37:17mempelajari bagaimana orang itu
  952. 37:19melakukan penalaran, berpikir dengan
  953. 37:22cara-cara yang benar sehingga
  954. 37:24memunculkan kesimpulan yang benar.
  955. 37:27Cari di situ kan enggak ada.
  956. 37:29Yang saya omongin.
  957. 37:31Ya kan.
  958. 37:32Nah, itu menemukan pemahaman sendiri.
  959. 37:36Ya.
  960. 37:37Memang ada beberapa pemahaman yang
  961. 37:39basisnya hafalan ada memang ya. Tapi
  962. 37:42enggak semua berbasis hafalan.
  963. 37:44Enggak semua.
  964. 37:46Oke, nah eh
  965. 37:50tapi kalau Anda mau keren ya
  966. 37:52di depan pasangan gitu ya, depan teman.
  967. 37:54Nah, ini hafalin.
  968. 37:59Orang Indonesia paling senang kalau
  969. 38:02ngelihat orang itu hafal istilah-istilah
  970. 38:03asing
  971. 38:05Wah, keren loh Pak.
  972. 38:07Apalagi kalau udah disebut menurut ini
  973. 38:10kalau orang-orang filsafat ya menurut
  974. 38:12Gadamer
  975. 38:13nah, itu saya nyebutnya
  976. 38:15mahasiswa penurut.
  977. 38:18Ya, kalau menurut A, menurut B, menurut
  978. 38:21C namanya mahasiswa penurut.
  979. 38:23Dia enggak punya konsep sendiri.
  980. 38:26Kalau ada yang kayak gitu di kelas saya
  981. 38:28tanya, sekarang menurut kamu gimana?
  982. 38:30Diam.
  983. 38:31Berarti baru hafalan dia sampainya.
  984. 38:33Belum ke pemahaman.
  985. 38:36Bagus enggak? Bagus kalau dia sampai ke
  986. 38:39pemahaman.
  987. 38:41Tapi kalau berhenti hanya di hafalan itu
  988. 38:43waktu sidang skripsi sudah sidang belum
  989. 38:46ini?
  990. 38:46Sudah.
  991. 38:48Tahu ya teman-teman yang grogi ya.
  992. 38:50Itu hilang semua hafalannya.
  993. 38:52Ada yang motekin kuku gitu kan. Kalau
  994. 38:55perempuan itu biasanya eh, rusak kuku
  995. 38:57mental gitu kan.
  996. 38:59Udah grogi Pak, hilang semua.
  997. 39:03Paham?
  998. 39:04Itu dosen mau bertingkah apapun
  999. 39:06enggak akan grogi. Enggak akan grogi.
  1000. 39:09Saya itu ujian skripsi 2 jam setengah.
  1001. 39:13Waktu S1.
  1002. 39:15Eh, tesis saya ujian
  1003. 39:172 jam ya 2 jam juga.
  1004. 39:20Eh, S3 3 jam lebih hampir 4 jam.
  1005. 39:25Karena semua penguji saya ajakin debat.
  1006. 39:29Walaupun saya harus
  1007. 39:31eh, nahan marah ya.
  1008. 39:33Itu sakit pinggang tuh nahan marah itu.
  1009. 39:35Saya harus tahan marah saya
  1010. 39:37karena saya tahu nih penguji
  1011. 39:39sedang sedang ngetes yang
  1012. 39:42yang macam-macam gitu.
  1013. 39:43Konsepnya salah nih penguji gitu.
  1014. 39:45Jadi saya jelaskan pelan-pelan, jelaskan
  1015. 39:47pelan-pelan. Wah, itu lama itu saya
  1016. 39:49ujian itu.
  1017. 39:51Karena
  1018. 39:52saya mampu menjawab dan mampu
  1019. 39:54menyalahkan mereka, "Oh, enggak begitu
  1020. 39:55Pak konsepnya, konsepnya begini begini
  1021. 39:57begini begini." gitu.
  1022. 39:59Jadi saya enggak pernah kalau ditanya
  1023. 40:02"Eh, Pak Rocky IPK-nya pasti kumlot?"
  1024. 40:04Enggak pernah.
  1025. 40:06Cek IPK saya. S1 saya 2,
  1026. 40:113.
  1027. 40:142,3.
  1028. 40:15S2 2,5.
  1029. 40:19S3 baru 3 karena S3 itu kan nilai mata
  1030. 40:22kuliahnya sedikit, ya. Jadi dia ter
  1031. 40:24kalau dia ditotal akhirnya tinggi. Itu
  1032. 40:26cuma 3,7.
  1033. 40:28Saya enggak pernah tinggi. Teman-teman
  1034. 40:30saya itu nilainya kumlot semua, saya
  1035. 40:31enggak pernah.
  1036. 40:33Tapi semua kalau konsultasi ke saya.
  1037. 40:36"Kalau ini gimana Pak? Ini gimana Pak?
  1038. 40:38Ini gimana Pak?"
  1039. 40:41Karena mereka menguasai hafalan.
  1040. 40:44Mahasiswa yang hafalan itu pasti IPK-nya
  1041. 40:47tinggi.
  1042. 40:49Sudah bisa dipastikan karena dosen itu
  1043. 40:51bertanya itu hafalan waktu UAS.
  1044. 40:55Tapi jangan coba-coba kuliah sama saya
  1045. 40:58pertanyaan UAS atau UTS itu hafalan,
  1046. 41:00saya enggak pernah.
  1047. 41:02"Apa kaitan antara ini dengan ini?"
  1048. 41:05"Apa hubungan ini dengan ini? Kalau ini
  1049. 41:07begini ini bagaimana?" gitu.
  1050. 41:09Nah, itu saya kalau buat soal seperti
  1051. 41:11itu.
  1052. 41:12Jadi saya kemarin
  1053. 41:14oh, bukan kemarin justru.
  1054. 41:15Awal pandemi
  1055. 41:18eh, saya bikin
  1056. 41:20pakai G Form.
  1057. 41:22Multiple Choice
  1058. 41:23saya bikin.
  1059. 41:26Semua berharap itu hafalan.
  1060. 41:28Ternyata Multiple Choice itu bisa dibuat
  1061. 41:30logika.
  1062. 41:32Nah, sebelum saya serahkan ke mahasiswa
  1063. 41:34saya serahkan ke dosen-dosen.
  1064. 41:36Jawab.
  1065. 41:38Enggak ada yang dapat nilai 80.
  1066. 41:41Husen.
  1067. 41:42Mentok di 75.
  1068. 41:45Marah-marah, "Loh, kamu pertanyaannya
  1069. 41:47susah banget ini." Wah, "Ya, ini
  1070. 41:48pertanyaan logika."
  1071. 41:50Bukan hafalan.
  1072. 41:52Saya kasih ke mahasiswa.
  1073. 41:54Enggak ada yang sampai 50.
  1074. 41:5730, 40, 50, dikit turun lagi 30, 40, 20,
  1075. 42:0010 gitu ya.
  1076. 42:02Jadi
  1077. 42:03logikanya enggak main semua.
  1078. 42:06Caranya dia itu cuma logika main tapi
  1079. 42:09stop sampai di tahap hafalan.
  1080. 42:12Bukan di tahap pemahaman.
  1081. 42:15Kalau di kita sudah sampai kepada tahap
  1082. 42:17pemahaman
  1083. 42:19konsep-konsep begini enggak enggak perlu
  1084. 42:20kita pakai.
  1085. 42:22Kita bisa bikin konsep sendiri.
  1086. 42:25Ya. Nah, tapi ini konsep dasar, ya.
  1087. 42:27Artinya memang
  1088. 42:29oh, logika itu memang mengarah kepada
  1089. 42:31bagaimana cara membuat kesimpulan.
  1090. 42:34Kesimpulan itu kalau di pejabat di pem
  1091. 42:38artinya keputusan.
  1092. 42:40Hakim buat putusan pengadilan itu
  1093. 42:42kesimpulan.
  1094. 42:43Dari seluruh proses
  1095. 42:44maka kesimpulannya muncul putusan
  1096. 42:46pengadilan.
  1097. 42:47Jaksa memeriksa dari seluruh proses maka
  1098. 42:50kesim
  1099. 42:51puan.
  1100. 42:52Jadi kesimpulan itu adalah kesimpulan
  1101. 42:54dari keseluruhan cara dia memproses.
  1102. 42:57Penyidik memproses dari penyelidikan
  1103. 43:00sampai sidik sampai tahap P21 kesim ada
  1104. 43:03di berkas perkara.
  1105. 43:05Di resume perkara itu yang diajukan ke
  1106. 43:08jaksa untuk disetujui di apa dinyatakan
  1107. 43:11berkas lengkap.
  1108. 43:12Kesimpulan.
  1109. 43:13Ya.
  1110. 43:14Jadi kesim
  1111. 43:17kesimpulan apa
  1112. 43:19Pak, sekedar kesimpulan itu ada dalam
  1113. 43:21tesis, skripsi, kesimpulan, enggak. Di
  1114. 43:24praktek kesimpulan itu adalah keputusan
  1115. 43:27yang dikeluarkan.
  1116. 43:29Ya.
  1117. 43:30Nah,
  1118. 43:31cara memperoleh kesimpulan yang benar.
  1119. 43:34Nah, kan sudah beda lagi konsep yang
  1120. 43:35saya omongin.
  1121. 43:36Yang tadi saya sebutin
  1122. 43:38iya kan? Sekarang saya ngomongnya beda
  1123. 43:39lagi. Cara membuat kesimpulan
  1124. 43:42nanti mungkin berapa menit lagi saya
  1125. 43:44berubah lagi tuh
  1126. 43:45arti logika.
  1127. 43:47Nah, itu karena kita sudah mengerti
  1128. 43:49sudah paham oh, logika itu. Jadi kita
  1129. 43:51bolak-balik dan segala macamnya
  1130. 43:54track-nya masih sama.
  1131. 43:56Ya.
  1132. 43:57Dan itu yang kemudian
  1133. 43:59eh, menjadi kesulitan bagi mahasiswa
  1134. 44:02ketika menulis.
  1135. 44:04Efeknya ke situ, menulis.
  1136. 44:07Kalau menulis itu kan kalau skripsi
  1137. 44:09kita banyak ngutip ya.
  1138. 44:11Terutama bab 2.
  1139. 44:13Terutama bab 2.
  1140. 44:14Pendapat ini tentang ini, pendapat itu
  1141. 44:18Nah, itu kalau dimasukkan ke mesin
  1142. 44:20plagiat
  1143. 44:21dicek itu bisa 100% bab 2 doang itu bisa
  1144. 44:24100%
  1145. 44:25plagiasinya.
  1146. 44:27Tapi kalau kita punya kemampuan memahami
  1147. 44:30kita bisa bilang "Menurut misalnya,
  1148. 44:33menurut Ruslan Saleh
  1149. 44:35gitu ya
  1150. 44:36mengatakan misalnya
  1151. 44:38eh, hukum pidana merupakan fragmentasi
  1152. 44:40dari eh, apa fragmentasi dari tingkah
  1153. 44:44laku." Dia mengatakan. Kita bisa rubah.
  1154. 44:47Kalimatnya rubah. Yang penting apa?
  1155. 44:49Maknanya sama.
  1156. 44:52Kalimatnya beda.
  1157. 44:53Nah, dalam ilmu bahasa Indonesia itu
  1158. 44:56yang disebut dengan istilah parafrase.
  1159. 45:00Pernah dengar ya istilah parafrase?
  1160. 45:03Dalam metodologi
  1161. 45:05itu yang disebut sebagai kutipan tidak
  1162. 45:08langsung.
  1163. 45:09Kalau kutipan langsung pakai ada quote
  1164. 45:11depan belakang.
  1165. 45:12Tapi kalau kutipan tidak langsung enggak
  1166. 45:14perlu pakai quote.
  1167. 45:15Yang kita kutip
  1168. 45:17kalimat seseorang
  1169. 45:19isinya sama
  1170. 45:21bentuk bahasanya berbeda.
  1171. 45:24Nah, itu hanya bisa kita lakukan kalau
  1172. 45:27sudah sampai ke taraf pemahaman.
  1173. 45:30Ya.
  1174. 45:30Oke, lanjut Mbak.
  1175. 45:34Nah, ini fokusnya juga, ya.
  1176. 45:37Jadi fokus kajiannya sori itu ada typo
  1177. 45:40ya, menyusun
  1178. 45:42fokus kajiannya ke argumen.
  1179. 45:45Ya.
  1180. 45:46Memang
  1181. 45:48ending-nya adalah kesimpulan.
  1182. 45:51Ending-nya adalah kesimpulan.
  1183. 45:53Tapi tidak
  1184. 45:54itu adalah cara bagaimana kita
  1185. 45:56berargumen.
  1186. 45:59Nah, kalau hukum nanti ada tekniknya,
  1187. 46:01ya. Ada tekniknya kalau hukum.
  1188. 46:03Nah, kalau di logika nanti ada satu bab
  1189. 46:06judulnya tentang eh
  1190. 46:08konsep dan definisi sama satu bab lagi
  1191. 46:11tentang
  1192. 46:12eh,
  1193. 46:13falasi.
  1194. 46:15Buat buku ini gitu ya.
  1195. 46:17Tapi belum selesai.
  1196. 46:19Nah, jadi fokusnya logika itu untuk
  1197. 46:22menguji sebenarnya. Ini ini kutipan buku
  1198. 46:25ya, tapi saya jelaskan begini.
  1199. 46:27Fokusnya logika itu dia menguji apakah
  1200. 46:31dua proposisi atau premis atau unsur
  1201. 46:35kalau hukum
  1202. 46:36bilangnya unsur, ya. Ini bahasa-bahasa
  1203. 46:39filsafat ilmu premis, proposisi nanti
  1204. 46:42ada presuposisi,
  1205. 46:44ya. Ada lagi seperti itu.
  1206. 46:46Makanya istilah-istilah itu yang
  1207. 46:48kemudian bikin mahasiswa takut gitu.
  1208. 46:50Kalimat apa gitu karena itu cuma
  1209. 46:52didapatkan di mata kuliah logika.
  1210. 46:54Tidak didapatkan di mata kuliah yang
  1211. 46:55lain padahal sebenarnya sama.
  1212. 46:58Hukum itu membahas unsur kan kalau
  1213. 47:00pidana apalagi.
  1214. 47:01Satu pasal itu ada unsur subjektif, ada
  1215. 47:04unsur objektif.
  1216. 47:07Sudah dapat ya hukum pidananya kan?
  1217. 47:08Sudah pasti kan cuma dibagi dua. Nah,
  1218. 47:11itu bahasa hukum pidana kalau bahasa
  1219. 47:13filsafatnya apa? Bahasa filsafatnya
  1220. 47:14premis.
  1221. 47:16Premis subjektif, premis objektif sama
  1222. 47:19cuma beda istilah.
  1223. 47:22Nah, orang yang banyak baca ya, banyak
  1224. 47:24baca buku Rocky Gerung itu termasuk
  1225. 47:27dia itu tahu istilah-istilah lain yang
  1226. 47:29sebenarnya artinya sama aja gitu.
  1227. 47:33Artinya sama aja gitu
  1228. 47:35Nah, jadi logika itu sebenarnya hanya
  1229. 47:37untuk menguji ini.
  1230. 47:39Apakah antara premis satu dengan premis
  1231. 47:41yang lain itu bertentangan enggak?
  1232. 47:44Ya.
  1233. 47:44Saling
  1234. 47:46saling berkaitan atau enggak gitu ya.
  1235. 47:48Nah, kan
  1236. 47:49nanti kemudian disimpulkan baru.
  1237. 47:53Ya.
  1238. 47:54Nah, yang yang bikin mahasiswa ketakutan
  1239. 47:56juga akhirnya
  1240. 47:58cara merumuskan dua premis ini, cara
  1241. 48:01merumuskannya disebutlah dengan istilah
  1242. 48:04lain.
  1243. 48:05Ini aja kita sudah pusing apa itu
  1244. 48:07proposisi. Nanti kalau saya tambahin
  1245. 48:10presuposisi ada lagi. Presuposisi itu
  1246. 48:13dugaan kuat.
  1247. 48:15Padahal kalau saya pakai istilah
  1248. 48:17peristiwa yang diduga kuat sebagai
  1249. 48:18pidana kan ada kan ya.
  1250. 48:20Dalam filsafat disebut sebagai
  1251. 48:22presuposisi. Presuposisi.
  1252. 48:25Ya.
  1253. 48:25Kalau premis itu baru asumsi.
  1254. 48:29Asumsinya ya. Ah, proposisi sama dengan
  1255. 48:31premis berarti sama dengan asumsi.
  1256. 48:34Nanti ada lagi istilah hipotesis.
  1257. 48:37Ya. Dugaan yang masih perlu diuji. Nah,
  1258. 48:40itu ya.
  1259. 48:41Nah, ini cara mengambil kesimpulan
  1260. 48:44berdasarkan dua premis ini yang bikin
  1261. 48:47kepala kita pusing waktu dulu belajar
  1262. 48:49karena diberi judul.
  1263. 48:52Apa judulnya? Judulnya ini. Akhirnya
  1264. 48:55kita ngapalin inferia in apa inferensia
  1265. 48:58itu adalah pengambilan ke kesimpulan
  1266. 49:01berdasarkan dua pro akhirnya itu yang
  1267. 49:03dihafal ini.
  1268. 49:08Kenapa sih kita berpikir atau orang dulu
  1269. 49:11berpikir kenapa sih dibikin sesulit itu
  1270. 49:13gitu ya nama-namanya dan macam-macamnya.
  1271. 49:16Sebenarnya para filosof kita gitu
  1272. 49:20membuat nama ya nama-nama itu itu
  1273. 49:25tujuan mereka menginginkan supaya kita
  1274. 49:27lebih mudah
  1275. 49:29mempelajari.
  1276. 49:31Karena memang
  1277. 49:32filosof
  1278. 49:33yang disebut filosof zaman
  1279. 49:36ya zaman dulu
  1280. 49:37itu cuma berasal dari dua ilmu
  1281. 49:40rata-rata
  1282. 49:41filosof itu kalau enggak dia ahli
  1283. 49:43matematika
  1284. 49:45pasti dia ahli geografi
  1285. 49:47antara dua
  1286. 49:50sampai abad ke-18
  1287. 49:54akhir
  1288. 49:56dunia filsafat itu dikuasai oleh ahli
  1289. 49:58matematika, ahli geografi plus satu lagi
  1290. 50:01ahli
  1291. 50:04jadi wajar kalau
  1292. 50:06matematik
  1293. 50:09wajar, nah filosof yang berbasis dari
  1294. 50:11ilmu sosial itu baru muncul di abad 19
  1295. 50:16baru bisa mengatakan oh manusia itu
  1296. 50:18bukan mesin, dia punya unsur yang yang
  1297. 50:22tidak bisa terdeteksi
  1298. 50:24hati misalnya
  1299. 50:26itu enggak bisa
  1300. 50:28di matematika kan enggak bisa
  1301. 50:30panca indra bisa di matematikakan tapi
  1302. 50:33hati ini itu enggak bisa, intuisi itu
  1303. 50:36enggak bisa dan itu satu kesatuan dengan
  1304. 50:38manusia itu, nah itu baru muncul 19
  1305. 50:41selebihnya
  1306. 50:44dan hari ini kita juga masih terjebak
  1307. 50:46dengan hal itu
  1308. 50:47semua berpikir
  1309. 50:51hukum
  1310. 50:53hukum itu berpikir secara matematika
  1311. 50:55unsurnya 1 2 3, datanya apa? oh ini 1 2
  1312. 50:593
  1313. 51:00sudah cocok
  1314. 51:01oke
  1315. 51:02terpenuhi unsur
  1316. 51:04masuk tindak pidana
  1317. 51:06nah
  1318. 51:07ada peristiwa di
  1319. 51:08bagus banget peristiwa itu
  1320. 51:10sempat saya tulis jadi artikel
  1321. 51:13ada ibu-ibu
  1322. 51:15ada ibu-ibu
  1323. 51:16posting ke Facebook
  1324. 51:19tentang di Malang, di Malang nih ya, ini
  1325. 51:21tahun itu saya tulis 2018
  1326. 51:25kejadiannya 2017
  1327. 51:27ada ibu-ibu posting di Facebook ya suatu
  1328. 51:30foto
  1329. 51:31eh atau flyer lah
  1330. 51:33hati-hati
  1331. 51:35tentang
  1332. 51:36rawan penculikan anak, kemudian ada foto
  1333. 51:38orangnya di sini
  1334. 51:39gambar orangnya
  1335. 51:41rawan penculikan anak, jaga anak Anda
  1336. 51:43gitu kan
  1337. 51:44ternyata nih orang fotonya ada di sini
  1338. 51:47komplain
  1339. 51:48oh itu foto saya, lapor polisi gitu kan
  1340. 51:51lapor polisi
  1341. 51:53nah ditangkaplah ibu ini
  1342. 51:55secara unsur masuk loh
  1343. 51:58ya, pencemaran nama baik melalui IT
  1344. 52:00masuk
  1345. 52:01tapi ada unsur yang enggak terbahas oleh
  1346. 52:03hukum pidana
  1347. 52:04pertama apa? dia dapat gambar itu dari
  1348. 52:07kakaknya
  1349. 52:09kalau Anda dapat informasi dari
  1350. 52:11keluarga, percaya enggak?
  1351. 52:13percaya kan, itu unsur kepercayaannya
  1352. 52:15tinggi loh
  1353. 52:16ya, misal apalagi gini kalau suku Cina
  1354. 52:19Cina sama Cina itu kalau berbisnis itu
  1355. 52:21sudah kayak keluarga
  1356. 52:24kalau mereka sudah percaya
  1357. 52:26itu berapapun minta dikasih
  1358. 52:28enggak pakai kuitansi
  1359. 52:31Jepang juga gitu
  1360. 52:33makanya Jepang itu enggak mau bikin
  1361. 52:34perjanjian, kalau kita sudah deal kan
  1362. 52:36jabat tangan aja, oke ya
  1363. 52:38karena kepercayaannya di sini
  1364. 52:40nah ibu ini dapat
  1365. 52:42flyer itu dari kakaknya, kakak
  1366. 52:44perempuannya
  1367. 52:46satu
  1368. 52:47terus kedua, ibu ini juga punya anak
  1369. 52:49kecil dua
  1370. 52:52jadi waktu ditanya polisi, kenapa Anda
  1371. 52:55melakukan itu?
  1372. 52:56ya saya dapat dari kakak saya gitu kan
  1373. 52:59terus saya juga punya anak kecil, saya
  1374. 53:00kan takut anak kecil saya juga kena,
  1375. 53:02jadi saya juga enggak kepingin
  1376. 53:04teman-teman saya kena, makanya saya
  1377. 53:06sebarin ke teman-teman saya
  1378. 53:10tapi jadi permasalahan, tiga alasan tadi
  1379. 53:13itu enggak ada unsur
  1380. 53:15enggak ada di pasal
  1381. 53:17ya, nah kalau hukum pidana berpikir
  1382. 53:19secara matematis
  1383. 53:21ibu ini masuk juga
  1384. 53:24ya
  1385. 53:24nah peristiwa-peristiwa seperti ini yang
  1386. 53:26kemudian membutuhkan viral gitu ya
  1387. 53:30yang begini-begini membutuhkan viral
  1388. 53:32gitu ya, bahwa dia sebenarnya enggak
  1389. 53:34salah-salah amat gitu
  1390. 53:36bahwa dia salah iya gitu ya
  1391. 53:39kalau saya tetap mengatakan secara saya
  1392. 53:40sebagai orang pidana saya akan
  1393. 53:41mengatakan
  1394. 53:43memang terpenuhi unsur pasalnya
  1395. 53:46tapi logikanya dia
  1396. 53:48waktu dia menarik kesimpulan
  1397. 53:50untuk memposting itu
  1398. 53:53pasal enggak jadi enggak jadi rujukan
  1399. 53:55tuh
  1400. 53:56iya kan
  1401. 53:58dia enggak mungkin enggak kenal tuh
  1402. 53:59pasal yang dia dia posting itu karena
  1403. 54:01ketakutan dia
  1404. 54:02gua punya anak kecil dan juga rasa care
  1405. 54:05dia dengan teman-temannya, gua enggak
  1406. 54:07mau teman-teman gua juga kena nih
  1407. 54:08anaknya
  1408. 54:10nah ini yang enggak diakomodir oleh
  1409. 54:11hukum sehingga ilmu hukum ya waktu
  1410. 54:14pertama kali muncul itu memang dibuat
  1411. 54:16khusus hukum pidana
  1412. 54:18memang dibuat secara sematematis mungkin
  1413. 54:21jadi sangat matematika
  1414. 54:24sangat matematik, karena tadi filosofnya
  1415. 54:26adalah filosof matematika
  1416. 54:29memang dibuat seperti itu
  1417. 54:32nah itu yang kemudian menyebabkan
  1418. 54:34hari ini banyak
  1419. 54:36pemberontakan-pemberontakan
  1420. 54:38pemberontakan
  1421. 54:39perang gitu ya, tapi
  1422. 54:40berpikir pola
  1423. 54:4219 itu mulai memberontak tuh
  1424. 54:44enggak bisa hukum itu memandang manusia
  1425. 54:47seperti mesin
  1426. 54:49manusia adalah manusia mesin ya
  1427. 54:52nah ini yang kemudian
  1428. 54:54eh
  1429. 54:56pola berpikir
  1430. 54:57silogisme atau inferensia gitu ya, nah
  1431. 55:01ini kurang ajarnya filosof kan begini,
  1432. 55:03sudah disebut namanya inferensia
  1433. 55:05disebut lagi namanya silogisme, jadi
  1434. 55:07kita ngapalin dua kali tuh
  1435. 55:10inferensia adalah gitu ya, silogisme
  1436. 55:12adalah gitu ya
  1437. 55:14kenapa enggak di satu kali aja ini
  1438. 55:15enggak usah disebut, itu kan pakai
  1439. 55:16disebut lagi, ah silogisme gitu kan,
  1440. 55:19yang cara mengambil cara mengambil
  1441. 55:21kesimpulan dari dua premis disebutnya
  1442. 55:24inferensia
  1443. 55:25cara argumen inferensia disebutnya
  1444. 55:27silogisme, mampus enggak lu ngapalin
  1445. 55:29istilah-istilah begitu
  1446. 55:32nah
  1447. 55:33tapi ada tekniknya ya
  1448. 55:35ada tekniknya, tadi saya katakan di awal
  1449. 55:37saya bukan orang yang penghafal
  1450. 55:41saya juga bukan orang yang kumel kumel
  1451. 55:42semua tapi punya teknik
  1452. 55:45satu apa tekniknya? praktik
  1453. 55:48praktikkan
  1454. 55:50ilmu
  1455. 55:51yang tidak dipraktikkan
  1456. 55:53itu tidak memberikan apa namanya,
  1457. 55:56mungkin kalau memberikan manfaat terlalu
  1458. 55:58ini ya tapi ya memang seperti itu ya,
  1459. 56:00kalau dia tidak dipraktikkan paling
  1460. 56:02tidak dia tidak memberikan manfaat buat
  1461. 56:03kita sendiri
  1462. 56:05walaupun tidak memberikan manfaat buat
  1463. 56:06orang lain enggak apa-apa gitu ya
  1464. 56:09saya waktu belajar
  1465. 56:11eh apa hukum seperti ini
  1466. 56:14itu saya enggak dari baca buku
  1467. 56:16enggak, saya baca dari putusan
  1468. 56:19saya ambil putusan pengadilan
  1469. 56:23setiap orang punya nurani, punya naluri,
  1470. 56:25punya intuisi, saya bekerja dari situ
  1471. 56:27dulu
  1472. 56:28bukan dari akal, bukan dari panca indra
  1473. 56:32ya, tapi dari nurani, naluri, intuisi,
  1474. 56:35imajinasi
  1475. 56:37ya, empat hal itu yang perlu dipegang,
  1476. 56:38saya baca putusan itu, karena hukum kan
  1477. 56:40sudah ada di belakang saya konsepnya
  1478. 56:42waktu saya kuliah gitu kan
  1479. 56:43loh ini kok enggak pas
  1480. 56:45menurut saya enggak pas
  1481. 56:47baru saya buka buku sret
  1482. 56:49cocokin
  1483. 56:51ah kan menurut buku enggak begitu
  1484. 56:54nah cuma kalau Anda berpikirnya
  1485. 56:56dikotomis, praktik-praktik, ilmu-ilmu
  1486. 56:59itu enggak Anda enggak akan bisa belajar
  1487. 57:02itu harus ketemu praktik dan ilmu ya
  1488. 57:06karena ilmu itu dibuat untuk praktik
  1489. 57:09gitu ya
  1490. 57:10nanti ilmu berkembang karena praktik
  1491. 57:12jadi dua itu harus saling iya saling ini
  1492. 57:16saling bersinergis, nah kita lihat nih
  1493. 57:19nah kalau misalnya saya waktu itu ya, oh
  1494. 57:21bukunya mengatakan ini, kok saya masih
  1495. 57:23enggak cocok ya, saya cari lagi buku
  1496. 57:25lain
  1497. 57:26yang lebih tinggi derajatnya
  1498. 57:28ah nanti saya ada sesi yang saya akan
  1499. 57:31cerita soal derajat dari hukum, hukum
  1500. 57:34itu ada derajat-derajatnya
  1501. 57:35ada kastanya gitu
  1502. 57:37ah ini
  1503. 57:38wah ini pasti yang ini nih
  1504. 57:40ya, nah saya ketemu, saya pilih yang
  1505. 57:42ini, cocok nih
  1506. 57:43nanti kasus lain gitu lagi
  1507. 57:45oh ini kok enggak pas, jadi akhirnya
  1508. 57:47gara-gara baca putusan
  1509. 57:49saya yang dari orang pemalas, malas baca
  1510. 57:53bapak saya itu sampai heran
  1511. 57:55kok kamu mendadak punya buku sampai
  1512. 57:571.500
  1513. 58:00di ruangan saya
  1514. 58:02terakhir itu buku saya sudah 3.000
  1515. 58:05tapi yang 1.500 saya kasihin ke teman
  1516. 58:09karena itu buku-buku perdata,
  1517. 58:11perdata pokoknya hal-hal perdata saya
  1518. 58:13kasihin ke teman
  1519. 58:14jadi saya konsentrasi di bidang hukum
  1520. 58:17publik aja
  1521. 58:19jadi tinggal 1.000
  1522. 58:23nah itu dari itu caranya tuh
  1523. 58:26terus apa? ditulis
  1524. 58:29itu cara mempraktikkannya
  1525. 58:31cara mempraktikkannya apa lagi? diskusi
  1526. 58:34orang hukum itu cuma tiga kuncinya
  1527. 58:37baca
  1528. 58:38nulis, diskusi
  1529. 58:41cuma tiga
  1530. 58:43nah yang yang jadi persoalan saya waktu
  1531. 58:46itu, makanya saya kalau di kelas itu
  1532. 58:48banyak menceritakan pengalaman pribadi,
  1533. 58:49saya waktu itu enggak punya komunitas
  1534. 58:52orang hukum
  1535. 58:53jadi kalau walaupun yang
  1536. 58:56jadi kalau nongkrong
  1537. 58:58kalau enggak cewek, narkoba, miras gitu
  1538. 59:00kan saya gitu saya akhirnya saya
  1539. 59:03nongkrongnya sama
  1540. 59:04saya nongkrongnya sama dosen
  1541. 59:07karena begitu mahasiswa nongkrong sama
  1542. 59:09dosen, dosen pasti kepingin disebut
  1543. 59:12hebat
  1544. 59:13dia pasti akan keluarin ilmunya semua
  1545. 59:15tuh
  1546. 59:16ah saya sebagai mahasiswa nampung aja
  1547. 59:18dulu gitu kan
  1548. 59:21kalau Anda diskusi dengan teman misalnya
  1549. 59:23diskusi nih, eh Pak Rahmat tadi ngomong
  1550. 59:24apa sih gini, ini enggak diskusi entar
  1551. 59:27debat
  1552. 59:28kenapa? levelnya sama
  1553. 59:31diskusi itu Anda harus cari orang yang
  1554. 59:32levelnya di atas.
  1555. 59:34Fungsinya apa? Anda menerima masukan
  1556. 59:37untuk diolah.
  1557. 59:39Sudah menerima masukan untuk diolah,
  1558. 59:41baru biasanya biasanya nih mahasiswa
  1559. 59:43digunakan untuk ngantem temannya gitu
  1560. 59:44kan.
  1561. 59:45Biasanya begitu, tapi enggak apa-apa.
  1562. 59:47Justru itu adalah cara mengolah
  1563. 59:50logika,
  1564. 59:51ya. Mulai dari baca,
  1565. 59:53nulis, diskusi. Kalau
  1566. 59:56Anda cuma lakukan dua,
  1567. 59:58enggak komplit.
  1568. 1:00:00Anda sebagai orang hukum enggak komplit.
  1569. 1:00:02Anda harus lakukan tiga-tiganya, wajib.
  1570. 1:00:04Jadi saya agak heran kalau ada pengacara
  1571. 1:00:06ngomong, saya enggak bisa nulis
  1572. 1:00:10Saya dulu kalau praktek itu
  1573. 1:00:12saya enggak pernah dapat kasus, tapi
  1574. 1:00:14saya selalu dipanggil oleh kantor
  1575. 1:00:15pengacara teman-teman untuk buatin
  1576. 1:00:18pledoi, eksepsi gitu-gitu kan. Kenapa lu
  1577. 1:00:21enggak bisa buat gua? Gua enggak bisa
  1578. 1:00:23nulis gua.
  1579. 1:00:24Enggak ngerti gua caranya gitu.
  1580. 1:00:27Tapi ngerti enggak maksudnya? Ngerti
  1581. 1:00:28cuma nulis nuanginnya gua enggak bisa
  1582. 1:00:30gitu.
  1583. 1:00:30Ya sudah akhirnya gue yang nuangin.
  1584. 1:00:33Masuk dalam tim gue yang nuangin.
  1585. 1:00:35Tapi pengacara saya sudah 2014 saya
  1586. 1:00:37sudah stop, enggak enggak pengacara
  1587. 1:00:38lagi.
  1588. 1:00:39Ya, nah ini
  1589. 1:00:42eh ya ini saya tampilin
  1590. 1:00:45untuk kepentingan akademi, tapi yang
  1591. 1:00:48saya inginkan tadi yang saya ucapkan.
  1592. 1:00:50Nah, kadang-kadang soal itu keluar bukan
  1593. 1:00:53dari sini, tapi yang dari saya ucapkan.
  1594. 1:00:56Itu kadang-kadang gitu ya. Kalau ini ada
  1595. 1:00:58rekamannya, minta rekamannya gitu kan.
  1596. 1:01:01Kemarin ngomong apa aja nih gitu kan.
  1597. 1:01:04Jangan patokannya ke sini. Ya,
  1598. 1:01:05patokannya ke sini enggak apa-apa, tapi
  1599. 1:01:06kadang-kadang saya kalau nguji
  1600. 1:01:08mahasiswa, mana ngomong kayak gini, ini
  1601. 1:01:10logikanya ke mana?
  1602. 1:01:11Sering begitu gitu ya.
  1603. 1:01:13Oke, izin Pak Dosen. Ada yang mau
  1604. 1:01:15didiskusikan?
  1605. 1:01:17Izin Pak Dosen. Ya, silakan Mas.
  1606. 1:01:20Ya, Gilwani Pak Dosen izin bertanya.
  1607. 1:01:24Mana sih? Yang ini ya?
  1608. 1:01:25Ini.
  1609. 1:01:26Jelas suaranya Pak Dosen, izin. Ya,
  1610. 1:01:28jelas jelas Mas.
  1611. 1:01:30Ya, makin ke sini kok saya makin makin
  1612. 1:01:32bingung nih Pak Dosen.
  1613. 1:01:35Ya. Ini kalau kita lihat silogisme ini
  1614. 1:01:38model yang bersumber dari inferensia.
  1615. 1:01:40He eh. Kemudian inferensia ini sumbernya
  1616. 1:01:43dari
  1617. 1:01:44premis atau proposisi Pak Dosen.
  1618. 1:01:47He eh. Kalau argumen ini sering saya
  1619. 1:01:49dengar dan eh saya paham untuk argumen,
  1620. 1:01:52tetapi untuk
  1621. 1:01:53propors proposisi ini masih belum paham
  1622. 1:01:57nih, apakah gini
  1623. 1:01:58ini kan setidaknya terdiri dari dua
  1624. 1:02:01proposisi. Apakah misalnya nih kalau
  1625. 1:02:03kita eh berargumentasi tentang komunitas
  1626. 1:02:05misalnya tadi, komunitas adalah
  1627. 1:02:08sesuatu kelompok yang terdiri dari
  1628. 1:02:11populasi misalkan begitu.
  1629. 1:02:13Apakah populasi dan komunitas ini eh
  1630. 1:02:16bisa diartikan eh dua argumen gitu Pak
  1631. 1:02:19Dosen?
  1632. 1:02:21Coba diulang kalimatnya.
  1633. 1:02:25Eh untuk yang proposisi ini saya minta
  1634. 1:02:28pencerahan Pak Dosen misalkan gini, ini
  1635. 1:02:30kan
  1636. 1:02:31kalau inferensia ini
  1637. 1:02:35dia terdiri dari
  1638. 1:02:37dua proposisi Pak Dosen. Ya, ya.
  1639. 1:02:41Ya.
  1640. 1:02:42Nah, yang ingin saya saya tanyakan ini
  1641. 1:02:45eh proposisi ini yang seperti apa Pak
  1642. 1:02:48Dosen?
  1643. 1:02:49Oh, proposisi itu bahasa gampangnya itu
  1644. 1:02:53unsur.
  1645. 1:02:57Pernah dengar kata unsur enggak?
  1646. 1:02:59Pernah pernah unsur.
  1647. 1:03:00Ya. Unsur ini sesuatu hal yang yang yang
  1648. 1:03:03apa ya? Yang membentuk gitu ya dan
  1649. 1:03:06misalkan
  1650. 1:03:07terdiri dari saja begitu ya.
  1651. 1:03:09Betul. Jadi kadang gini, satu satu
  1652. 1:03:12kesimpulan itu bisa berasal dari eh
  1653. 1:03:16kalau kita pakai silogisme, maka satu
  1654. 1:03:18kesimpulan
  1655. 1:03:19itu harus berasal dari dua unsur.
  1656. 1:03:22Nah, bahasa ilmu logikanya harus berasal
  1657. 1:03:25dari dua premis.
  1658. 1:03:27Itu artinya sama, unsur, premis,
  1659. 1:03:29proposisi itu artinya sama.
  1660. 1:03:35Baik, makasih Pak Dosen.
  1661. 1:03:37Bisa diberikan contoh contoh lagi Pak
  1662. 1:03:40Dosen?
  1663. 1:03:41Contoh lagi eh
  1664. 1:03:45saya misalnya gini, ya kita bicara soal
  1665. 1:03:47silogisme ya.
  1666. 1:03:49Silogisme itu
  1667. 1:03:52selalu terdiri dari premis mayor dan
  1668. 1:03:54premis minor.
  1669. 1:03:56Ya.
  1670. 1:03:58Premis mayor itu misalnya setiap manusia
  1671. 1:04:02pasti mati.
  1672. 1:04:04Itu premis mayor.
  1673. 1:04:06Premis minornya
  1674. 1:04:08Rocky adalah manusia.
  1675. 1:04:12Konklusinya
  1676. 1:04:13Rocky pasti mati.
  1677. 1:04:17Jadi konklusi itu terdiri dari dua
  1678. 1:04:19premis. Rocky
  1679. 1:04:22mewakili premis satu yaitu manusia
  1680. 1:04:25ya kan.
  1681. 1:04:26Nah, eh sori eh premis minor, Rocky
  1682. 1:04:30mewakili
  1683. 1:04:31mewakili premis minor, mati tadi itu
  1684. 1:04:34mewakili premis mayor.
  1685. 1:04:37Jadi premis mayor itu selalu bersifat
  1686. 1:04:39umum, premis minor selalu bersifat
  1687. 1:04:42khusus.
  1688. 1:04:43Dalam hukum pidana
  1689. 1:04:45itu paling gampang. Premis mayor itu
  1690. 1:04:47pasti pasal.
  1691. 1:04:49Barang siapa dengan sengaja
  1692. 1:04:50menghilangkan nyawa orang lain
  1693. 1:04:52eh diancam pembunuhan dengan pidana
  1694. 1:04:56paling lama misalnya gitu ya. Itu premis
  1695. 1:04:58mayor. Premis minornya Rocky melakukan
  1696. 1:05:01pembunuhan.
  1697. 1:05:03Ya.
  1698. 1:05:03Nah, premis eh apa? Kesimpulannya pasti
  1699. 1:05:07Rocky diancam pidana sekian tahun.
  1700. 1:05:13Sampai sini paham enggak?
  1701. 1:05:15Itu silogisme, model-model silogisme.
  1702. 1:05:18Paham Pak Dosen, terima kasih banyak.
  1703. 1:05:20Ya.
  1704. 1:05:21Jadi
  1705. 1:05:22hukum itu khususnya hukum pidana
  1706. 1:05:24khususnya ya
  1707. 1:05:26memang akan selalu berpikir secara
  1708. 1:05:28silogisme.
  1709. 1:05:29Cuma ini ini ini saya enggak tampilin
  1710. 1:05:31lagi, sebenarnya begini. Ini ada lagi
  1711. 1:05:33nanti.
  1712. 1:05:34Logika
  1713. 1:05:36berdasarkan kepada silogisme disebut
  1714. 1:05:38apa? Disebut deduksi.
  1715. 1:05:41Ada lagi istilahnya, cuma saya lupa
  1716. 1:05:43tampilin.
  1717. 1:05:45Lupa saya muat satu poin lagi di sini.
  1718. 1:05:47Ya, satu poin lagi di sini.
  1719. 1:05:50Logika yang didasarkan kepada silogisme
  1720. 1:05:53disebut deduksi.
  1721. 1:05:57Nah, ya kan. Semakin banyak yang perlu
  1722. 1:05:59dihafalin kan.
  1723. 1:06:01Ada deduksi, ada silogisme, ada
  1724. 1:06:04inferensia gitu kan.
  1725. 1:06:05Nah, tapi pola pikir paling sederhana
  1726. 1:06:07adalah kita lihat
  1727. 1:06:10hukum pidana.
  1728. 1:06:11Hukum pidana itu representasi
  1729. 1:06:13pola berpikir deduksi. Itu diambil plek
  1730. 1:06:16plekkan.
  1731. 1:06:17Sama persis.
  1732. 1:06:19Makanya premis mayor dalam hukum pidana
  1733. 1:06:21itu pasti pasal.
  1734. 1:06:24Premis minornya fakta konkrit.
  1735. 1:06:27Hal yang terjadi.
  1736. 1:06:29Kesimpulannya, nah tinggal dilihat
  1737. 1:06:31kesimpulannya.
  1738. 1:06:32Ya, nanti kalau penyidik kesimpulannya
  1739. 1:06:34gimana? Karena kan dia harus membaca
  1740. 1:06:37data ya, data, fakta, dan segala
  1741. 1:06:39macamnya.
  1742. 1:06:41Bukti-bukti ya, nanti jaksa
  1743. 1:06:43kesimpulannya gimana gitu kan.
  1744. 1:06:45Kesimpulannya aja yang beda-beda.
  1745. 1:06:48Tapi
  1746. 1:06:49cara membungkusnya pasti itu.
  1747. 1:06:52Nah, cara cara berpikir deduksi deduk
  1748. 1:06:57itu yang di abad 19 atau 20 ditentang.
  1749. 1:07:02Ditentang tadi persis
  1750. 1:07:05eh yang tadi itu.
  1751. 1:07:07Manusia itu enggak matematika loh.
  1752. 1:07:10Ada unsur lain
  1753. 1:07:11yang perlu dipertimbangkan.
  1754. 1:07:15Oke,
  1755. 1:07:16ada lagi yang ingin ditanyakan? Mungkin
  1756. 1:07:18yang dari Zoom?
  1757. 1:07:22Kalau dari sini ada yang mau ditanyakan?
  1758. 1:07:24Ya. Pak Dosen Pak Dosen tadi
  1759. 1:07:26itu belum lengkap.
  1760. 1:07:29Bisa diulang enggak Pak? Bisa diulang
  1761. 1:07:30enggak Pak?
  1762. 1:07:31Oh.
  1763. 1:07:32Deduksi itu cara penga apa? Cara
  1764. 1:07:35pengolahan eh logika secara silogisme.
  1765. 1:07:39Deduksi.
  1766. 1:07:41Cara pengolahan logika
  1767. 1:07:43dengan silogisme.
  1768. 1:07:45Itu disebut deduksi.
  1769. 1:07:48Izin Pak Dosen. Eh apa bedanya deduksi
  1770. 1:07:51dengan induksi Pak Dosen? Saya pernah
  1771. 1:07:52dengar istilah induksi Pak Dosen. Ya,
  1772. 1:07:54kalau
  1773. 1:07:56kalau deduksi itu pengambilan kesimpulan
  1774. 1:07:59dari hal yang umum ke yang khusus.
  1775. 1:08:02Yang induksi itu dari hal yang khusus ke
  1776. 1:08:04hal yang umum.
  1777. 1:08:06Dibalik.
  1778. 1:08:07Saya belum ngomong aja itu soal induksi.
  1779. 1:08:10Nah, kita hukum jadi saya hukum itu
  1780. 1:08:12enggak pakai induksi.
  1781. 1:08:14Hukum itu pakainya deduksi.
  1782. 1:08:17Induksi biasa dipakai oleh orang-orang
  1783. 1:08:19ilmu alam.
  1784. 1:08:21Induksi ya, orang IPA, fisika itu
  1785. 1:08:24induksi. Tapi hukum eh sosial
  1786. 1:08:28sosial pun kadang-kadang digabung
  1787. 1:08:30induksi. Nah, hukum itu deduksi.
  1788. 1:08:34Jadi
  1789. 1:08:35teknik saya apa? Teknik pengambilan
  1790. 1:08:38datanya.
  1791. 1:08:40Kalau silogisme itu intinya di
  1792. 1:08:42inferensiasi itu.
  1793. 1:08:44Deduksi.
  1794. 1:08:45Eh
  1795. 1:08:46deduksi.
  1796. 1:08:51Ya.
  1797. 1:08:52Jadi gini, cara yang paling gampang
  1798. 1:08:55ya
  1799. 1:08:56pahami ini.
  1800. 1:09:00Teknik mengambil kesimpulan
  1801. 1:09:02berdasarkan dua premis
  1802. 1:09:05itu disebut
  1803. 1:09:07inferensia ya.
  1804. 1:09:10Teknik berargumen
  1805. 1:09:12berdasarkan inferensia disebut
  1806. 1:09:14silogisme.
  1807. 1:09:15Ya.
  1808. 1:09:17Teknik mengambil kesimpulan
  1809. 1:09:19berdasarkan silogisme disebut deduksi.
  1810. 1:09:28Jadi deduksi itu teknik pengambilan
  1811. 1:09:29kesimpulan.
  1812. 1:09:31Tapi bukan itu sebenarnya ada lagi
  1813. 1:09:34ngomong deduksi itu loh.
  1814. 1:09:37Ada lagi yang ngomong.
  1815. 1:09:39Ya, yang penting Anda yang mana?
  1816. 1:09:42Anda mau pakai deduksi logika berfikir.
  1817. 1:09:45Monggo karena memang ada bukunya yang
  1818. 1:09:47bicara itu. Anda mau
  1819. 1:09:50itu sebagai ee apa itu saya
  1820. 1:09:53teknik
  1821. 1:09:54Silahkan karena ada bukunya yang bicara
  1822. 1:09:56itu. Jadi bebas.
  1823. 1:09:59Nah, saya kalau ngajar begitu.
  1824. 1:10:01Anda mau ngomong apa ini? Oh iya itu ada
  1825. 1:10:02buku yang nulis soal itu. Boleh pakai.
  1826. 1:10:06Ada
  1827. 1:10:07aslinya yang nulis soal itu.
  1828. 1:10:11Jadi enggak
  1829. 1:10:12harus menurut saya gitu ya. Tapi dulu
  1830. 1:10:15saya kuliah itu tadi paling gampang
  1831. 1:10:17untuk dapat A.
  1832. 1:10:18Gitu ya.
  1833. 1:10:20Dulu saya punya waktu S2 ada dosen saya
  1834. 1:10:22namanya Prof. Bambang Purnomo.
  1835. 1:10:26Ya, orang UGM.
  1836. 1:10:28Itu dia paling senang namanya kalau
  1837. 1:10:29disebut. Jadi kita kalau jawab soal
  1838. 1:10:32menurut Prof. Bambang Purnomo
  1839. 1:10:34itu sudah pasti A itu.
  1840. 1:10:36Sudah pasti A itu.
  1841. 1:10:39Ya, ada dosen-dosen seperti itu ada.
  1842. 1:10:40Tapi kalau saya lebih melihat dasar itu
  1843. 1:10:42apa gitu.
  1844. 1:10:43Dalilnya apa? Argumennya apa?
  1845. 1:10:47Bahkan sampai skripsi pun saya bebaskan
  1846. 1:10:49tuh mahasiswa. Anda mau ngomong apa
  1847. 1:10:51sebenarnya?
  1848. 1:10:52Waktu itu ngomong begini.
  1849. 1:10:53Pak, saya enggak setuju
  1850. 1:10:56tindak pidana pencucian uang
  1851. 1:10:58itu kan ada
  1852. 1:11:00katanya ada konsep. Saya maunya konsep
  1853. 1:11:03ini sebenarnya harus digabung semua.
  1854. 1:11:07Saya bilang kamu ngelawan arus. Iya Pak
  1855. 1:11:09memang ngelawan arus. Ada enggak Pak
  1856. 1:11:10teori yang membenarkan? Ada, ini
  1857. 1:11:12teorinya Thomas Kuhn.
  1858. 1:11:14Itu yang cara berfikirmu gitu kan. Saya
  1859. 1:11:17enggak setuju tapi ini ada teorinya
  1860. 1:11:18gitu.
  1861. 1:11:20Saya pakai Pak? Ya pakai. Pakai dia.
  1862. 1:11:23Pakai teori paradigma Thomas Kuhn.
  1863. 1:11:25Silahkan, ada teorinya kok.
  1864. 1:11:28Jadi jangan menyalahkan orang ketika
  1865. 1:11:31berpendapat.
  1866. 1:11:33Orang itu
  1867. 1:11:35dia
  1868. 1:11:36mampu berargumen.
  1869. 1:11:42Yang pokoknya harus begini nah itu perlu
  1870. 1:11:45kita salahkan itu.
  1871. 1:11:47Harus saya itu nah itu perlu disalahkan.
  1872. 1:11:49Tapi kalau Pak saya enggak setuju saya
  1873. 1:11:51itu di kelas mahasiswa begitu.
  1874. 1:11:53Kurang ajar.
  1875. 1:11:54Kurang ajar ya tapi ini bukan kurang
  1876. 1:11:55ajar nakal ya, kurang ajar lucu-lucuan
  1877. 1:11:57aja gitu.
  1878. 1:11:59Dia buka laptop saya lagi jelasin dia
  1879. 1:12:01googling tuh.
  1880. 1:12:03Menurut siapa Prof? Pak, menurut
  1881. 1:12:05bukannya jadi bukannya begini-begini
  1882. 1:12:07begini Pak, Bapak enggak salah
  1883. 1:12:09ngejelasinnya begini.
  1884. 1:12:10Saya langsung ngeh itu.
  1885. 1:12:12Itu menurut Prof. ini ya gitu ya.
  1886. 1:12:14Iya Pak gitu ya. Nah itu oh kamu lagi
  1887. 1:12:16googling ya begitu.
  1888. 1:12:19Enggak apa-apa justru itu menambah
  1889. 1:12:21sana.
  1890. 1:12:22Yang tadinya saya enggak dapat itu
  1891. 1:12:24gara-gara dia ngomong saya jadi ingat.
  1892. 1:12:27Prof. ini yang ngomong gitu.
  1893. 1:12:28Enggak masalah gitu. Yang penting dia
  1894. 1:12:30ada argumennya.
  1895. 1:12:32Gitu ya. Nah, logika itu sebenarnya
  1896. 1:12:34menjaga itu ilmu logika.
  1897. 1:12:36Pendapat apapun sepanjang argumennya
  1898. 1:12:38benar, datanya benar
  1899. 1:12:41itu enggak ada istilah salah di situ.
  1900. 1:12:44Ya.
  1901. 1:12:45Oke, lanjutnya Pak kayaknya habis deh.
  1902. 1:12:47Ya, selesai. Pak, izin bertanya Pak.
  1903. 1:12:50Silahkan Mas.
  1904. 1:12:52Ee dengan Agus Tori Pak.
  1905. 1:12:54Pertanyaan saya Pak, apakah setiap orang
  1906. 1:12:57memiliki pemahaman logika yang sama Pak?
  1907. 1:13:00Apa Pak? Apakah setiap orang memiliki
  1908. 1:13:02Apakah setiap orang memiliki pemahaman
  1909. 1:13:04logika yang sama Pak?
  1910. 1:13:06Oh tidak Mas.
  1911. 1:13:07Kalau pemahaman logika sama berarti buku
  1912. 1:13:10logika cuma satu.
  1913. 1:13:12Oke baik Pak. Ini terkait dengan ee ini
  1914. 1:13:16kan kebetulan yang kita pelajari ini kan
  1915. 1:13:18ee
  1916. 1:13:19hukum logika dan kaitannya nanti pada
  1917. 1:13:21saat praktek kita pemahaman terhadap
  1918. 1:13:23pasal-pasal ya Pak ya. Izin Betul.
  1919. 1:13:25koreksi kalau salah Pak.
  1920. 1:13:27Oke. Terkadang pemahaman terhadap ee
  1921. 1:13:30pasal-pasal ini seperti yang Bapak tadi
  1922. 1:13:32sampaikan bahwa
  1923. 1:13:34setiap orang pasti akan berbeda-beda.
  1924. 1:13:37Nah,
  1925. 1:13:38pertanyaan saya Pak, kalau misalnya
  1926. 1:13:39pemahaman ini berbeda apalagi yang
  1927. 1:13:42terkadang kita menghadapi orang yang
  1928. 1:13:43agak stubborn ya Pak ya, keras kepala
  1929. 1:13:45segala macam dan mereka tetap
  1930. 1:13:47berargumentasi mempertahankan apa yang
  1931. 1:13:50menurut mereka benar sedangkan yang
  1932. 1:13:51menurut kita logika kita ini benar gitu
  1933. 1:13:54loh Pak. Ini salah satu contoh kasus
  1934. 1:13:56saja Pak.
  1935. 1:13:57Kasus misalnya ee
  1936. 1:14:00bela diri Pak.
  1937. 1:14:02Pasal dalam bela diri nah itu kan pasal
  1938. 1:14:04dalam bela diri ini kan menurut saya kan
  1939. 1:14:07agak bias nih Pak. Pada saat terjadi
  1940. 1:14:09pembelaan itu mungkin dari sisi penyidik
  1941. 1:14:13ee itu berpendapat beda.
  1942. 1:14:16Makanya itu mereka dihukum semisal ee
  1943. 1:14:19dalam konteks pembelaan diri ya Pak ya.
  1944. 1:14:21Kalau di undang-undang lama itu kalau
  1945. 1:14:23enggak salah
  1946. 1:14:24KUHP lama 4 ee
  1947. 1:14:2749 ya Pak kalau enggak salah 49.
  1948. 1:14:2949 ya?
  1949. 1:14:30Iya Pak betul Pak. Kalau yang baru kalau
  1950. 1:14:32enggak salah ee 4 42 ya 52 42 atau 43
  1951. 1:14:37gitu Pak pasalnya.
  1952. 1:14:39Nah,
  1953. 1:14:40mungkin dari sisi penyidik berfikirnya
  1954. 1:14:42beda tapi dari sisi penuntut
  1955. 1:14:45ee
  1956. 1:14:46melihatnya juga berbeda gitu loh Pak.
  1957. 1:14:48Nah, apabila terjadi kasus seperti ini
  1958. 1:14:52ee
  1959. 1:14:54ee pidana dalam kondisi terpaksa apalagi
  1960. 1:14:58terkadang
  1961. 1:15:00yang paling ironis itu sampai ee
  1962. 1:15:02dibebankan dengan hukuman
  1963. 1:15:04pembunuhan berencana. Nah, itu gimana
  1964. 1:15:06menyikapinya Pak dalam sisi hukum
  1965. 1:15:08logikanya Pak? Terima kasih Pak. Ya,
  1966. 1:15:11oke.
  1967. 1:15:13Saya minum dulu.
  1968. 1:15:21Ini kalau sudah mulai batuk
  1969. 1:15:23paru-parunya nagih.
  1970. 1:15:25Nagih rokok.
  1971. 1:15:27Oke, ee pertama ada dua kondisi ya.
  1972. 1:15:31Ee waktu Mas menyampaikan kalimat
  1973. 1:15:34pertama pertanyaan tadi ke saya
  1974. 1:15:37saya
  1975. 1:15:39sudah punya satu ee
  1976. 1:15:43kesimpulan sementara
  1977. 1:15:44kalau Mas orang praktek ya.
  1978. 1:15:48Praktisi ya.
  1979. 1:15:49Ee
  1980. 1:15:50sedang belajar Pak. Ya.
  1981. 1:15:52Paling tidak bersinggungan banyak dengan
  1982. 1:15:54praktisi ya.
  1983. 1:15:56Ya.
  1984. 1:15:56Iya Pak izin Pak.
  1985. 1:15:58Oke. Nah, jadi kita harus pisahkan
  1986. 1:16:02mana
  1987. 1:16:04dialektika dalam ranah keilmuan
  1988. 1:16:07dan mana dialektika dalam ranah
  1989. 1:16:10praktek.
  1990. 1:16:12Dialektika dalam ranah keilmuan itu
  1991. 1:16:14tanpa batas.
  1992. 1:16:17Dalam ranah keilmuan tanpa batas.
  1993. 1:16:20Karena kita tidak boleh menyalahkan
  1994. 1:16:21orang yang berpendapat sepanjang punya
  1995. 1:16:24argumen.
  1996. 1:16:26Ya.
  1997. 1:16:27Tapi dialektika dalam ee praktek
  1998. 1:16:31khususnya penegak hukum penegakan hukum
  1999. 1:16:32ya dalam penegakan hukum itu ada
  2000. 1:16:35batasnya.
  2001. 1:16:37Batasnya apa?
  2002. 1:16:39Ee hukum acara kita sudah mengatur.
  2003. 1:16:43Batasnya itu salah satu misalnya
  2004. 1:16:45ciri-cirinya ciri-ciri batas itu
  2005. 1:16:47ditentukan lamanya proses.
  2006. 1:16:51Ya.
  2007. 1:16:52Misalnya kalau hakim di PN
  2008. 1:16:55di Pengadilan Negeri itu dibatasi 5
  2009. 1:16:57bulan.
  2010. 1:16:59Walaupun prakteknya lebih.
  2011. 1:17:01PT 3 bulan.
  2012. 1:17:03Mahkamah Agung 3 bulan walaupun
  2013. 1:17:05prakteknya lebih. Tapi paling enggak itu
  2014. 1:17:07batasnya batas untuk segera mengambil
  2015. 1:17:10kesimpulan.
  2016. 1:17:11Di jaksa di kejaksaan batasnya kalau
  2017. 1:17:14saya enggak salah juga ada ya 12 hari
  2018. 1:17:17atau 14 hari itu ee dakwaan harus masuk
  2019. 1:17:19gitu ya.
  2020. 1:17:20Kalau saya enggak salah nanti mohon
  2021. 1:17:21dikoreksi. Tapi itu batas ee batas dari
  2022. 1:17:24sisi hari.
  2023. 1:17:26Yang yang agak aneh di penyidikan enggak
  2024. 1:17:28ada batasnya gitu ya.
  2025. 1:17:30Ee hanya di kejaksaan dan Mahkamah Agung
  2026. 1:17:32yang dibatasi.
  2027. 1:17:34Nah, itu batas dari sisi teknis
  2028. 1:17:38ee peradilan.
  2029. 1:17:40Kemudian batas yang lain adalah
  2030. 1:17:42pengambilan keputusan
  2031. 1:17:45dari masing-masing institusi.
  2032. 1:17:49Tadi saya katakan
  2033. 1:17:51penyidik
  2034. 1:17:52itu batas pengambilan keputusan ketika
  2035. 1:17:55munculnya resume perkara.
  2036. 1:17:58Jaksa pengambilan batas keputusan itu
  2037. 1:18:01ketika munculnya surat dakwaan.
  2038. 1:18:04Hakim ketika munculnya putusan
  2039. 1:18:06pengadilan.
  2040. 1:18:07Itu batas akhir ketika ee apa namanya
  2041. 1:18:11dalam berpendapat.
  2042. 1:18:13Nah, ee
  2043. 1:18:15bisa enggak kita pertentangkan? Enggak
  2044. 1:18:16bisa.
  2045. 1:18:18Enggak bisa dipertentangkan.
  2046. 1:18:20Karena
  2047. 1:18:21ee dua-duanya apa masing-masingnya itu
  2048. 1:18:25punya aturannya sendiri-sendiri.
  2049. 1:18:29Okelah dengan dengan pengadilan kita
  2050. 1:18:32enggak bisa pertentangkan. Tapi yang
  2051. 1:18:33menarik itu memang hubungan antara
  2052. 1:18:35penyidik dengan kejaksaan.
  2053. 1:18:38Di dalam
  2054. 1:18:40ee beberapa tulisan saya
  2055. 1:18:44saya banyak melakukan statement
  2056. 1:18:47bahwa penyidik yang bukan sarjana hukum
  2057. 1:18:51tidak punya kompetensi melakukan
  2058. 1:18:54penyidikan.
  2059. 1:18:57Sehingga saya lebih berpendapat harusnya
  2060. 1:19:00jaksa itu sudah ada dalam ranah
  2061. 1:19:02penyidikan.
  2062. 1:19:04Untuk apa? Untuk mengontrol dari sisi
  2063. 1:19:06keilmuan. Karena hanya jaksa yang
  2064. 1:19:08basic-nya sarjana hukum.
  2065. 1:19:11Penyidik belum tentu loh.
  2066. 1:19:13Saya pernah ketemu penyidik itu gelarnya
  2067. 1:19:15sarjana teknik.
  2068. 1:19:17Iya.
  2069. 1:19:19Ada sarjana teknik, ada sarjana bahasa,
  2070. 1:19:21ada sarjana ini.
  2071. 1:19:23Bayangkan sekarang
  2072. 1:19:25penegak hukum yang tugasnya melakukan
  2073. 1:19:28penegakan hukum tapi bukan orang hukum.
  2074. 1:19:33Sedangkan ilmu hukum hanya diajarkan di
  2075. 1:19:35S1.
  2076. 1:19:37Makanya dalam posisi ini saya banyak
  2077. 1:19:39membela kejaksaan untuk bisa masuk ke
  2078. 1:19:42ranah penyidikan.
  2079. 1:19:43Cuma kan lagi-lagi ini institusi ya.
  2080. 1:19:46Ada resikonya di situ.
  2081. 1:19:48Tapi persoalannya adalah bisa enggak
  2082. 1:19:49jaksa kemudian
  2083. 1:19:51melakukan revisi
  2084. 1:19:53kesimpulan
  2085. 1:19:55harusnya.
  2086. 1:19:57Bisa, cuma tinggal nunggu keberanian.
  2087. 1:20:00Karena seingat saya kejaksaan tuh punya
  2088. 1:20:02satu proses namanya pemeriksaan
  2089. 1:20:04tambahan.
  2090. 1:20:05Satu itu. Tapi celakanya pemeriksaan
  2091. 1:20:08tambahan tuh hanya dibatasi untuk
  2092. 1:20:09perkara-perkara tertentu.
  2093. 1:20:12Iya kan, Pak?
  2094. 1:20:15Ya, itu celakanya. Andaikan pemeriksaan
  2095. 1:20:18tambahan itu dibebaskan
  2096. 1:20:21itu bisa direvisi semua itu hasil dari
  2097. 1:20:23penyidikan.
  2098. 1:20:26Ya.
  2099. 1:20:27Jadi secara praktek
  2100. 1:20:31menjadi tidak mungkin berdialektika
  2101. 1:20:34tanpa batas.
  2102. 1:20:37Karena akhirnya harus tunduk terhadap
  2103. 1:20:38norma yang mengatur.
  2104. 1:20:43Kalau saya lebih berpendapat
  2105. 1:20:45ke situ, Mas.
  2106. 1:20:51Tapi prinsipnya boleh.
  2107. 1:20:53Apalagi jaksa kan punya ada P19. Itu kan
  2108. 1:20:56P19 itu atau petunjuk, itu salah satu
  2109. 1:20:59instrumen ya, kalau saya ya menafsirkan.
  2110. 1:21:04Salah satu instrumen dari jaksa penuntut
  2111. 1:21:06umum untuk mengkoreksi pola pikir
  2112. 1:21:10yang ada di penyidikan.
  2113. 1:21:12Ya, walaupun isinya coba cari data ini,
  2114. 1:21:15coba periksa ini. Itu kan artinya
  2115. 1:21:17sebenarnya jaksa melihat ada yang kurang
  2116. 1:21:19nih gitu.
  2117. 1:21:21Itu kan nyerang pola pikir tuh.
  2118. 1:21:23Bahasa nya aja halus P19 petunjuk.
  2119. 1:21:25Padahal
  2120. 1:21:27salah lu.
  2121. 1:21:28Yang ini belum
  2122. 1:21:29data ini gitu kan.
  2123. 1:21:31Nah, tapi dihaluskan administrasi eh
  2124. 1:21:34institusi P19
  2125. 1:21:36gitu kan, ada petunjuk.
  2126. 1:21:39Kalau kita mau lebih lebih kritis
  2127. 1:21:41sebenarnya P19 itu adalah kritik
  2128. 1:21:44terhadap
  2129. 1:21:45penyidikan.
  2130. 1:21:47Makanya muncul P19.
  2131. 1:21:50Oke, silakan yang sudah resen.
  2132. 1:21:55Mas, siapa itu?
  2133. 1:21:57Ya. Irawan izin, Pak Dosen.
  2134. 1:21:59Ya, Mas.
  2135. 1:22:00Ya, baik. Terima kasih, Pak Dosen. Eh
  2136. 1:22:03saya mau
  2137. 1:22:04eh apa namanya minta pendapat terkait
  2138. 1:22:06logika hukum
  2139. 1:22:08eh yang yang ada di pada pasal 46
  2140. 1:22:14Undang-Undang tentang Rumah Sakit Nomor
  2141. 1:22:1644.
  2142. 1:22:17Yang bunyinya seperti ini, Pak Dosen.
  2143. 1:22:20Rumah sakit bertanggung jawab secara
  2144. 1:22:22hukum
  2145. 1:22:24terhadap semua kerugian yang ditimbulkan
  2146. 1:22:27atas kelalaian
  2147. 1:22:29yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di
  2148. 1:22:31rumah sakit.
  2149. 1:22:33Nah, ini kan kalau kita lihat bunyinya
  2150. 1:22:36mau enggak mau rumah sakit bertanggung
  2151. 1:22:37jawab atas kelalaian tenaga kesehatan.
  2152. 1:22:40Mau dan tidak mau. Ya, tetapi kalau
  2153. 1:22:42dilihat di sini dalam proses penerimaan
  2154. 1:22:46tenaga kesehatan
  2155. 1:22:47kalau prosesnya semua sudah dilalui
  2156. 1:22:49dengan benar
  2157. 1:22:51kredensial tenaga kesehatan
  2158. 1:22:53nah, di sini yang jadi pertanyaan apakah
  2159. 1:22:56rumah sakit tetap bertanggung jawab atas
  2160. 1:22:58kelalaian begitu, Pak Dosen? Ya.
  2161. 1:23:01Terkecuali misalkan ada unsur saat
  2162. 1:23:04penerimaan itu terlewatkan
  2163. 1:23:07kredensialnya itu terlewatkan oleh rumah
  2164. 1:23:09sakit sehingga kapabilitas, kewenangan
  2165. 1:23:12dari tenaga kesehatan itu tidak
  2166. 1:23:14dikredensial secara benar. Ya. Begitu,
  2167. 1:23:16terima kasih, Pak Dosen. Saya mau
  2168. 1:23:18tanggapan terkait logika hukum ini.
  2169. 1:23:20Oke.
  2170. 1:23:21Eh
  2171. 1:23:23pasal
  2172. 1:23:25yang tadi itu eh Mas sebutkan
  2173. 1:23:29itu sebenarnya
  2174. 1:23:32re apa representasi dari pasal 1367 KUH
  2175. 1:23:37Perdata.
  2176. 1:23:39Apapun kesalahan dari karyawan
  2177. 1:23:42bos tanggung jawab, kira-kira begitu.
  2178. 1:23:44Nah, dalam teori itu yang disebut
  2179. 1:23:46sebagai vicarious liability.
  2180. 1:23:49Ya, pertanggungjawaban yang apa eh
  2181. 1:23:51diwakilkan oleh eh atasannya.
  2182. 1:23:54Sehingga
  2183. 1:23:56eh patokannya
  2184. 1:23:59bukan persoalan kompetensi dari tenaga
  2185. 1:24:01medis.
  2186. 1:24:03Patokannya adalah apakah perbuatan itu
  2187. 1:24:06eh apa namanya memunculkan kerugian atau
  2188. 1:24:09tidak.
  2189. 1:24:12Kalau kita mempermasalahkan kompetensi
  2190. 1:24:14sebenarnya itu sudah selesai dari proses
  2191. 1:24:16penerimaan dia sebagai tenaga medis. Ya.
  2192. 1:24:19Kalau kita mempermasalahkan
  2193. 1:24:21eh berkaitan dengan
  2194. 1:24:25proses apakah dia sudah sesuai SOP atau
  2195. 1:24:27enggak gitu kan.
  2196. 1:24:29Kalau dia sesuai apa tidak sesuai SOP
  2197. 1:24:32tentu gampang bicaranya, tanggung jawab
  2198. 1:24:35lu kan gitu kalau enggak sesuai SOP.
  2199. 1:24:38Tapi yang jadi persoalan kalau dia
  2200. 1:24:39sesuai SOP gimana?
  2201. 1:24:43Nah, yang itulah yang kemudian
  2202. 1:24:46muncul premis
  2203. 1:24:47minor.
  2204. 1:24:49Pasien menderita kerugian.
  2205. 1:24:52Jadi premis mayornya adalah pasal 56
  2206. 1:24:54atau pasal berapa tadi?
  2207. 1:24:57Pasal 46. 46, itu premisnya
  2208. 1:25:00yang sifatnya umum. Kalau mau kita
  2209. 1:25:02sederhanakan semua kerugian yang muncul
  2210. 1:25:05akibat dari tenaga medis rumah sakit
  2211. 1:25:07tanggung jawab.
  2212. 1:25:10Maka premis minornya pasien men pasien
  2213. 1:25:13menderita kerugian.
  2214. 1:25:15Kesimpulannya apa? Pasti sudah bisa
  2215. 1:25:17ditarik kan.
  2216. 1:25:19Rumah sakit tanggung jawab terhadap
  2217. 1:25:20kerugian.
  2218. 1:25:21Gitu ya.
  2219. 1:25:22Nah, memang ada sisi ketidakadilan di
  2220. 1:25:25situ.
  2221. 1:25:26Makanya deduksi itu dikritik gitu ya.
  2222. 1:25:28Kenapa? Karena tadi orangnya sudah
  2223. 1:25:31melakukan hal yang benar kok, tapi ada
  2224. 1:25:33hal yang tidak bisa diprediksi
  2225. 1:25:35ada hal yang enggak bisa diprediksi
  2226. 1:25:37memunculkan kerugian. Sehingga pasal itu
  2227. 1:25:40fokus bukan pada perbuatan
  2228. 1:25:43tapi pada kerugian yang muncul.
  2229. 1:25:46Muncul enggak kerugiannya?
  2230. 1:25:49Jadi walaupun tenaga medis sudah benar
  2231. 1:25:52secara SOP
  2232. 1:25:54sudah benar secara keilmuan
  2233. 1:25:56kalaupun tetap muncul kerugian
  2234. 1:25:58ya rumah sakit tetap dimintakan
  2235. 1:26:00pertanggungjawaban. Karena fokusnya
  2236. 1:26:01bukan di perbuatan tapi fokusnya di
  2237. 1:26:04kerugian.
  2238. 1:26:05Ini yang disebut eh delik materiil.
  2239. 1:26:10Kalau pidana ini delik materiil.
  2240. 1:26:12Pokoknya muncul kerugian aja.
  2241. 1:26:17Kayak gitu kira-kira, Mas.
  2242. 1:26:19Ya, ya baik. Jadi ini poinnya di
  2243. 1:26:22kerugian nih. Kalau misalkan tidak ada
  2244. 1:26:25tidak ada kerugian berarti tidak ada
  2245. 1:26:26yang bisa dituntut. Tanggung jawabkan.
  2246. 1:26:29Tidak ada yang ditanggung jawabkan, Pak
  2247. 1:26:30Dosen. Betul.
  2248. 1:26:35Nah, ini posisi rumah sakit ini misalkan
  2249. 1:26:39ini pasti ada kerugian gitu ya, Pak
  2250. 1:26:41Dosen ya. Posisi rumah sakit ini saya
  2251. 1:26:44masih eh meraba-raba nih, Pak Dosen. Apa
  2252. 1:26:48ini yang dijelaskan, Pak Dosen?
  2253. 1:26:50Posisi rumah sakit ini tadi dikatakan di
  2254. 1:26:53asumsikan atau disamakan dengan yang
  2255. 1:26:55majikan dengan bawahan begitu.
  2256. 1:26:58Eh apapun kesalahan bawahan majikan
  2257. 1:27:01bertanggung jawab, itu apabila ada
  2258. 1:27:03kerugian. Kan begitu, Pak Dosen ya. Ya.
  2259. 1:27:07Eh
  2260. 1:27:08bawahannya misalkan eh dia sudah bekerja
  2261. 1:27:12eh bekerja sesuai eh apa yang diberitahu
  2262. 1:27:15yang dikasih tahu oleh majikannya sudah
  2263. 1:27:19sesuai kemudian muncul kerugian. Nah,
  2264. 1:27:21ini yang saya ingin memastikan nih.
  2265. 1:27:24Apakah majikannya tetap bisa disalahkan
  2266. 1:27:26nih kalau misalkan yang tadi Pak Dosen
  2267. 1:27:28bilang itu?
  2268. 1:27:30Ya, kalau itu ya yang mesti di kalau
  2269. 1:27:33saya ya, kalau saya ya
  2270. 1:27:36harus dapat dulu kepastian bahwa
  2271. 1:27:38kerugian itu memang benar-benar muncul
  2272. 1:27:40dari tindakan medis.
  2273. 1:27:42Bukan dari yang lain.
  2274. 1:27:45Walaupun tindakan medisnya benar.
  2275. 1:27:51Kalau itu muncul benar-benar dari
  2276. 1:27:53tindakan medis akibat dari tindakan
  2277. 1:27:55medis
  2278. 1:27:56memang rumah sakit harus bertanggung
  2279. 1:27:58jawab.
  2280. 1:27:59Saya bicara rumah sakit ya, bukan bicara
  2281. 1:28:02direktur rumah sakit.
  2282. 1:28:04Itu dua hal yang berbeda nanti.
  2283. 1:28:11A asal itu, Mas. Kerugiannya benar-benar
  2284. 1:28:13muncul dari tindakan medis. Bukan Jadi
  2285. 1:28:15kadang-kadang begini, dia dioperasi hari
  2286. 1:28:18ini terus misalnya nih ya, dia dioperasi
  2287. 1:28:21hari ini misalnya jam jam 10.00 Malam
  2288. 1:28:23selesai dioperasi dia pulang ke rumah
  2289. 1:28:26makan duren
  2290. 1:28:27gitu kan. Akhirnya lukanya makin
  2291. 1:28:30bukannya makin kering malah makin basah.
  2292. 1:28:32Nah, itu kerugian yang bukan muncul
  2293. 1:28:34karena medis gitu, enggak bisa diklaim
  2294. 1:28:36karena medis.
  2295. 1:28:38Tapi kalau kita enggak tahu dia makan
  2296. 1:28:40duren kita kan pasti beranggapan wah,
  2297. 1:28:42ini karena medis. Nah, informasi makan
  2298. 1:28:45duren itu harus diungkap.
  2299. 1:28:49Benar enggak ini karena medis?
  2300. 1:28:51Jangan-jangan Anda melakukan yang lain.
  2301. 1:28:54Nah, itu harus diungkap itu. Kalau itu
  2302. 1:28:56sudah terungkap oh, berarti bukan karena
  2303. 1:28:58medis. Tapi kalau sudah semaksimal
  2304. 1:29:00mungkin enggak terungkap ya, sudah usaha
  2305. 1:29:02semaksimal mungkin enggak terungkap dan
  2306. 1:29:04yang terpan terlihat secara indrawi
  2307. 1:29:07adalah kerugian karena medis
  2308. 1:29:10ya kalau secara hukum pidana ya unsurnya
  2309. 1:29:13terpenuhi menjadi bertanggung jawab
  2310. 1:29:15rumah sakitnya.
  2311. 1:29:21Baik, makasih penjelasannya Pak Dosen.
  2312. 1:29:24Ya, makasih Mas. Tadi kayaknya ada satu
  2313. 1:29:26lagi tadi yang yang resen.
  2314. 1:29:28Luar ya?
  2315. 1:29:32Ya, oke. Ada yang ingin di
  2316. 1:29:35tanyakan yang di sini?
  2317. 1:29:40Cukup?
  2318. 1:29:41Kalau mau diskusi, saya di luar kelas
  2319. 1:29:44pun mau. Ini kalau dia dulu
  2320. 1:29:46teman-temannya kalau diskusi di kantin.
  2321. 1:29:48Wuis, kalau sudah di kantin itu pasti
  2322. 1:29:50ngobrol kita, gitu kan. Ngobrolnya
  2323. 1:29:51ngobrol hukum, gitu kan. Bukan ngobrol
  2324. 1:29:52yang lain. Enak Pak.
  2325. 1:29:54Karena saya tahu biasanya kalau di
  2326. 1:29:55kantin
  2327. 1:29:56agak-agak ini.
  2328. 1:29:58Ya, gimana Mas?
  2329. 1:29:59Enak Pak, diskusi hukum, logika sambil
  2330. 1:30:02ngopi gitu di kantin.
  2331. 1:30:03Eh, ya.
  2332. 1:30:06Sayangnya di sini enggak ada kantin Mas,
  2333. 1:30:07jadi enggak bisa ngobrol.
  2334. 1:30:11Oke, kalau sudah
  2335. 1:30:14Pak Dosen ngobrol di warung kopi dari
  2336. 1:30:16pagi sampai sore enggak selesai-selesai.
  2337. 1:30:22Saya itu kalau di kampus malah sampai
  2338. 1:30:23malam itu.
  2339. 1:30:25Khawatir ada mahasiswa mau bertanya.
  2340. 1:30:28Jadi saya standby sampai, serius, setiap
  2341. 1:30:30hari. Setiap hari. Saya itu selalu
  2342. 1:30:32pulang jam 08.00.
  2343. 1:30:34Karena kadang-kadang mahasiswa itu baru
  2344. 1:30:36muncul keberanian untuk tanya itu sore,
  2345. 1:30:38gitu ya. Atau dia malu dilihat
  2346. 1:30:40dosen-dosen lain nanya.
  2347. 1:30:43Jadi dia nungguin sepi, baru dia nongol
  2348. 1:30:44ke ruangan saya. Jadi akhirnya jam
  2349. 1:30:4607.00, malam itu malah sampai jam 10.00
  2350. 1:30:48saya ngobrol.
  2351. 1:30:50Ya, ya paling nyonya di rumah yang
  2352. 1:30:51ngamuk-ngamuk, gitu kan.
  2353. 1:30:56Oke, kalau sudah tidak ada lagi, ya,
  2354. 1:30:58kita cukup sampai di sini. Nanti kita
  2355. 1:31:00ketemu lagi minggu depan di jam yang
  2356. 1:31:02sama. Terima kasih, asalamualaikum
  2357. 1:31:04warahmatullahi wabarakatuh.
  2358. 1:31:05Waalaikumsalam warahmatullahi
  2359. 1:31:07wabarakatuh.
  2360. 1:31:07wabarakatuh.
  2361. 1:31:09Terima kasih Pak Dosen.
  2362. 1:31:10Terima kasih Pak Dosen.

About this transcript

This page contains the full transcript of Logika Hukum 01: Pengenalan by Revolusi Hukum, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 9,972 words across 2,362 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.