Kalau Kamu Mau HIDUPMU Gini-Gini Terus, SKIP Aja Video Ini! | SUARA BERKELAS #172 — Transcript
Full transcript
- 0:00Nervous system kita hanya menyukai
- 0:02hal-hal yang sama dengan identitas lama
- 0:03kita. Mereka hanya bisa menurut, Mas
- 0:05Bilal.
- 0:06Mereka tidak bisa menentang. Jadi,
- 0:08ketika kita ingin merubah diri, Mas
- 0:10Bilal, terkadang ada pikiran, "Ah, aku
- 0:12enggak percaya diri. Oh, aku takut."
- 0:14Hidup yang kita jalani di hari ini
- 0:16adalah cerminan dari apa yang paling
- 0:18kita percayai di dalam diri kita. Kalau
- 0:20kita percaya, kita tidak percaya diri,
- 0:22ya kita akan didatangin hal-hal,
- 0:24situasi, kondisi orang lain yang membuat
- 0:26kita merasa tidak percaya diri. Uang itu
- 0:28berkelimpahan.
- 0:30Serius.
- 0:31Uang itu ditarik sesuai dengan seberapa
- 0:34besar wadah yang kita miliki di dalam
- 0:35diri kita.
- 0:37Semakin besar wadahmu, semakin besar
- 0:40uang. Karena rugi itu variabel yang
- 0:42tidak bisa dihindari, Mas. Enggak bisa.
- 0:44Karena dari rugi inilah kita bisa
- 0:46belajar sesuatu. Kalau kita enggak
- 0:48gagal,
- 0:49gimana kita bisa tahu keberhasilan? Mas,
- 0:51ada klien saya yang dapat miliaran
- 0:53tapi pelit banget sama diri sendiri dan
- 0:55dia bertanya kepada saya, "Kenapa saya
- 0:56[musik] tidak bahagia? Padahal harta
- 0:58saya bergelimang.
- 0:59Tapi dia enggak peluk keluarga sama
- 1:00orang lain kan?
- 1:01Iya.
- 1:05Halo semuanya, kembali lagi di podcast
- 1:07Suara berkelas. Hari ini aku happy
- 1:09sekali karena kita kedatangan tamu
- 1:11berkelas
- 1:12yang bakal bantu kita untuk lebih cerdas
- 1:15memahami bagaimana dunia ini bekerja.
- 1:18Ada Roma, apa kabar?
- 1:19[tertawa][terkesiap]
- 1:20Halo, Mas Bilal.
- 1:21Baik, Guys.
- 1:22Baik. Luar biasa.
- 1:23Masyaallah, tabarakallah. Saya senang
- 1:24sekali hari ini bisa ketemu Mas Bilal.
- 1:27Alhamdulillah.
- 1:28suka sekali ya [tertawa]
- 1:29ketika Kak Roma itu memperkenalkan diri
- 1:32tadi namanya Roma Nenggolan gitu. Aku
- 1:34bilang kayak nama pemain bola.
- 1:35Masyaallah. [tertawa]
- 1:37Kalau orang yang menonton podcast ini
- 1:39mereka klik dari awal mereka penasaran
- 1:42siapa orang di depan Bilal
- 1:43dengan bahasa yang sangat mudah
- 1:45dipahami. Bahkan anak SD aja paham gitu.
- 1:47Siapa seorang Roma Nenggolan?
- 1:50Saya adalah orang
- 1:54yang baru menyukai namanya sendiri.
- 1:582 tahun lalu semenjak saya lahir.
- 2:02Saya adalah seseorang
- 2:04yang berhasil berhenti berpikir bahwa
- 2:07kesuksesan keberhasilan mutlak hanya
- 2:10didapatkan dari kerja keras.
- 2:13Saya adalah seseorang yang berhasil
- 2:15mengubah hidupnya 180 derajat dengan
- 2:19cara merubah energi di dalam diri
- 2:22melalui tiga hal. Yang pertama adalah
- 2:25pikiran,
- 2:26perasaan, dan percayai.
- 2:30Sebab Mas Bilal,
- 2:31He.
- 2:32Kalau kita lihat dari ilmu prinsip law
- 2:36of mirror, hidup yang kita jalani di
- 2:39hari ini adalah cerminan dari
- 2:41kepercayaan paling dominan di dalam diri
- 2:45seseorang.
- 2:46Hm.
- 2:48Sedangkan kalau kita lihat dari prinsip
- 2:51ilmu law of attraction, apa yang kita
- 2:53fokuskan dalam pikiran, perasaan, dan
- 2:57tindakan akan menarik situasi, kondisi
- 3:02orang lain dengan energi frekuensi yang
- 3:04sama untuk masuk ke dalam hidup kita.
- 3:09H.
- 3:10Jadi bisa disimpulkan, Mas Bilal,
- 3:13ketika kita mampu
- 3:16mengendalikan diri dari hal yang paling
- 3:19dasar
- 3:21seperti pikiran, perasaan, dan percayai,
- 3:24maka kita menjadi bisa dan mampu
- 3:27mengundang keberuntungan, kebahagiaan,
- 3:30kesehatan, rezeki, atau hal baik lainnya
- 3:33untuk masuk lebih banyak ke dalam hidup
- 3:36kita. Kalau saya bilang ini adalah ilmu
- 3:38prinsip monopoli diri sesuai dengan nama
- 3:41saya Roma strip monopoli diri. Jadi
- 3:44kalau Mas Bilal nanya bagaimana orang
- 3:48lain mendefinisikan Roma dan apakah
- 3:50mereka bisa mengambil hal positif dari
- 3:51video ini? Itu tergantung dari
- 3:55kepercayaan paling dominan di dalam para
- 3:58peserta. What do you think? Apa yang
- 4:01kamu pikirkan? And what do you believe?
- 4:03Apa yang kamu percayai in you? di dalam
- 4:06diri kamu.
- 4:07Kayak gitu Mas Bilang.
- 4:08Wow. [tertawa] Sesimpel sejak podcast
- 4:11ini dimulai sampai di menit ini.
- 4:13I see
- 4:14the way mereka ngelihat siapa orang di
- 4:15pembilal ini juga menentukan sekali
- 4:18pikiran mereka, perasaan mereka, dan
- 4:20tindakan mereka ke depannya. Apakah
- 4:21mereka langsung ambil catatan untuk mau
- 4:23mencatat atau
- 4:24sekedar langsung kasih asumsi ni orang
- 4:26siapa sih? Aku bisa aja skeptis
- 4:29ngelihatnya orang karena itulah
- 4:31bagaimana orang hidup sekarang tentang
- 4:32bagaimana mereka
- 4:34percaya selama 5 tahun terakhir, 10
- 4:37tahun terakhir
- 4:38ya itu realitanya.
- 4:39Yes.
- 4:42Kalau aku tanya ke fase titik seorang
- 4:45Roma le 5 tahun terakhir ya.
- 4:47Hm.
- 4:48mungkin titik mulanya atau titik rendah
- 4:52ah
- 4:53ke menjadi versi yang sekarang
- 4:56apa yang aku enggak tahu tentang Roma.
- 4:59Kalau saya tilik kembali, Mas Bilal, apa
- 5:01yang saya alami selama ini, apa yang
- 5:03saya lalui dari rasa sakit,
- 5:07dari kebahagiaan,
- 5:09dari pengkhianatan,
- 5:11dari rasa iri dan amarah, semuanya itu
- 5:14bermuara pada satu hal, Mas Bilal,
- 5:16perubahan diri. H
- 5:19semua ujian yang ada di dalam hidup kita
- 5:24harus membuat kita mampu merubah diri
- 5:27kita. Jikalau kita tidak mampu
- 5:30melakukannya, maka ujiannya tidak akan
- 5:33pernah berhenti. Kenapa bisa seperti
- 5:35itu? Allah itu maha baik, Mas Bilal.
- 5:38Serius. Allah itu maha baik. Allah itu
- 5:40telah memberikan setiap manusia
- 5:42kebahagiaan dan kesuksesan dan
- 5:44keberhasilannya masing-masing.
- 5:48Supaya kita bisa mampu mendapatkannya,
- 5:50kita harus selaras frekuensinya dengan
- 5:53hal tersebut agar kita mampu mendapatkan
- 5:56dan menjalani yang sudah disiapkan oleh
- 5:59Allah Subhanahu wa taala kepada kita.
- 6:02Kayak gitu.
- 6:04Jadi kalau misalnya nih, Mas, kemarin
- 6:06saya menyadari ini sedari dulu mungkin
- 6:11saya sudah lama sukses ya. Tapi
- 6:12masalahnya [tertawa]
- 6:15baru 3 tahun terakhir ketika saya
- 6:17menyadari ini, saya mulai fokus menata
- 6:19diri, Mas.
- 6:20Hm.
- 6:20Saya mulai fokus memperbaiki diri dari A
- 6:23sampai Z. Saya menyebabnya self love.
- 6:27Kalau teman-teman juga mengalami hal
- 6:29yang sama seperti saya, memperbaiki diri
- 6:31dulu dari A sampai Z. Kalau kamu butuh
- 6:34yang namanya bantuan tentang itu, kamu
- 6:38bisa lihat ada di link di B aku Hai
- 6:40Roma. Tentang self love seperti itu.
- 6:42He.
- 6:42Dan ketika kita berhasil, Mas Bilal,
- 6:44mencintai diri kita sendiri, di sini
- 6:46gongnya, Mas Bilal.
- 6:48Kita bisa mengenali diri sendiri dan
- 6:51menjawab tiga pertanyaan paling krusial
- 6:53di muka bumi ini, Mas.
- 6:55Pertama,
- 6:57who are you? Siapa kamu? H.
- 6:59Pertanyaan yang kedua, what do you want?
- 7:03Apa yang kamu mau? Dan pertanyaan yang
- 7:06paling lebih kita tidak mengerti, nomor
- 7:09tiga, what you can give? Apa yang bisa
- 7:12kamu berikan?
- 7:14Dan alhamdulillah saya berhasil menjawab
- 7:17pertanyaan itu, Mas Bilal. Dan di
- 7:19sinilah saya duduk bersama Mas Bilal.
- 7:20Masyaallah. [tertawa]
- 7:23Wow. Bagus sekali. Ketika aku mencatat
- 7:26kata-kata fokus menata diri, kayaknya
- 7:29kalimat yang sangat simpel ya, fokus
- 7:31menata diri. Tapi kalau digambarkan
- 7:34dengan lebih luas itu lebih dari sekedar
- 7:37menata diri kita doang tapi bagaimana
- 7:39kita berhadapan dengan orang.
- 7:41Yes.
- 7:41Bagaimana kita menyebarkan energi-energi
- 7:43positif dengan orang lain. Bagaimana
- 7:45kita menafsirkan bahwa dunia ini enggak
- 7:47semuanya tentang keburukan, kejahatan,
- 7:49tapi ada hal positif yang selama ini
- 7:52kita abaikan gitu. Yes.
- 7:53menata diri SLSVE love dan tiga
- 7:57pertanyaan yang senang sekali kalau aku
- 7:59bahas ini ya. Banyak orang yang even
- 8:02enggak tahu mau jawab apa kalau kita
- 8:03tanya who are you gitu.
- 8:05Iya.
- 8:05Apalagi kalau kita tanya kamu mau apa di
- 8:07hidup ini? Mereka kadang aduh aku mau
- 8:09apa di hidup ini? Ya sampai ke kamu bisa
- 8:12kasih apa ke dunia ini. Kadang orang
- 8:13enggak tahu mau kasih apa gitu. Karena
- 8:15mereka pikir dalam bentuk uang, uang,
- 8:18uang dan uang. Nah,
- 8:19no.
- 8:19Bagi orang-orang yang buntu enggak tahu
- 8:21kayak aku gambarkan tadi kali ya,
- 8:23cara mereka pelan-pelan bisa menjawab
- 8:26who are youya dan what do you want
- 8:28mereka sampai ke apa yang mereka bisa
- 8:31kasih ke dunia ini.
- 8:32He.
- 8:33Gimana cara simple Roma bisa menjelaskan
- 8:36itu ke mereka?
- 8:37Baik, sebenarnya teman-teman semuanya
- 8:40apa yang kalian alami di hari ini
- 8:42seperti yang disampaikan oleh Mas Bilal
- 8:43tadi itu adalah hal yang paling wajar
- 8:45Mas. Kita sebagai manusia itu wajar ada
- 8:47fasenya. Jadi tidak usah terlalu takut.
- 8:50Ini bukan tentang siapa yang paling
- 8:52cepat, siapa yang paling lambat, siapa
- 8:54yang paling pintar, siapa yang paling
- 8:55beruntung. No, no, no, no.
- 8:57I
- 8:57no, no. Jadi, apakah kamu mau belajar
- 9:00memperbaiki diri kamu?
- 9:02Ketika kita mampu memperbaiki diri kita
- 9:05kayak yang tadi, Mas, dari A sampai Z,
- 9:07kamu bisa mulai dari situ dulu. Kamu
- 9:09bisa mulai dari mengenal diri kamu
- 9:11sendiri, dari memaafkan diri kamu.
- 9:14Hm.
- 9:16memperbaiki diri dari A sampai Z itu,
- 9:18Mas, kayak kita mulai memahami apa sih
- 9:21yang di dalam diri kita ini. Mulai dari
- 9:23dendam, kesalahan, kesengsaraan,
- 9:26kesakitan,
- 9:29rasa iri, rasa benci. Kita harus
- 9:31mengenali perasaan itu dulu dari masa
- 9:33lalu hingga masa kini. Kita harus tahu
- 9:36dulu dan itu bisa kamu lakukan di dalam
- 9:38jurnal. Kamu bisa tulis
- 9:41apa yang kamu rasakan.
- 9:44Dan terkadang manusia Mas merasa dia
- 9:46sudah memaafkan tapi dia belum selesai.
- 9:48Iya.
- 9:49Itu tersimpan semua, Mas di identitas
- 9:51lamanya di alam bawa sadarnya.
- 9:55Dan sadar atau tidak, mau atau tidak,
- 9:58jikalau kamu belum memperbaiki diri kamu
- 10:01yang dari dasar ini, maka identitas lama
- 10:04kamu yang akan menentukan apa yang kamu
- 10:06miliki, apa yang kamu alami, dan apa
- 10:08yang kamu rasakan di dalam hidup ini.
- 10:10He.
- 10:11Sedalam itu, Mas.
- 10:12Iya. seluar biasa itu. Jadi kalau ada di
- 10:14luaran sana yang ngomong tentang self
- 10:16love, tentang belanja segala macam, yes
- 10:18itu betul. Tapi itu telah melangkapi
- 10:21beberapa tangga. Langkah paling pertama
- 10:23itu masuk ke dalam diri sendiri dulu.
- 10:26Itulah kenapa tadi saya bukan mau jualan
- 10:28ya, Mas ya. I [tertawa] aman aman.
- 10:30Karena
- 10:31saya sudah melakukannya dan saya
- 10:32berhasil.
- 10:34Siapa tahu, siapa tahu dengan saya ber
- 10:37ee duduk di sini memberitahukan kepada
- 10:39teman-teman, tolong lakukan jurnal,
- 10:41tolong lakukan afirmasi, tolong lakukan
- 10:43self love. It works, guys, it works.
- 10:46Kamu bisa lakukan tiga hal ini.
- 10:48He. Aku mau masuk ke fase memaafkannya
- 10:50seorang Roma kali, ya. Nah,
- 10:52di titik apa kamu pernah ngerasa
- 10:56sangat tidak mencintai diri sendiri dan
- 10:58pelan-pelan mungkin jadi jurnal yang
- 10:59dari afirmasi kamu sudah mulai memaafkan
- 11:01gitu sampai kemudian punya mental dan
- 11:05mindset berkelas seperti ini.
- 11:07Masyaallah.
- 11:07Siapa tahu masalah kamu besar sekali
- 11:09sehingga kita nih yang biasa-biasa aja
- 11:10tuh justru bisa belajar banyak gitu.
- 11:12[tertawa]
- 11:13Mas, saya ini sangat sangat sangat
- 11:15pekerja keras.
- 11:16Wow. Tapi kalau dibilang apakah saya
- 11:19sekarang sedang bekerja keras dibanding
- 11:20saya 10 tahun lalu? No. Roma yang di
- 11:23hari ini bisa dibilang saya tuh lebih
- 11:26lebih cantik mainnya daripada [tertawa]
- 11:29daripada saya yang 10 tahun lalu. 10
- 11:31tahun lalu Roma itu enggak bisa diam,
- 11:34selalu bekerja keras, selalu keringatan,
- 11:37selalu melakukan fisik
- 11:39kayak gitu. Karena saya berpikir
- 11:41kesuksesan itu cuma bisa diraih dari
- 11:43kerja keras. Saya akan melakukan apapun
- 11:46semuanya dimulai dari uang.
- 11:49Saya bisa bahagia karena uang kayak
- 11:52gitu. Saya bisa dapat kalau saya
- 11:54mengusahakan.
- 11:55Di pikiran saya selalu seperti itu, Mas.
- 11:59Dan seperti yang saya sebutkan di awal
- 12:00ya, Mas ya. Saya baru menerima nama saya
- 12:02itu 2 tahun lalu.
- 12:04Menerima nama saya, which is rumah itu 2
- 12:07tahun lalu.
- 12:07Iya. Saya bukanlah orang yang femini,
- 12:09Mas. Saya orangnya tomboy.
- 12:11Oke. [tertawa] Oke.
- 12:12Dari nama saja kita bisa lihat Roma
- 12:14Nenggolan.
- 12:14Heh.
- 12:15Itu adalah nama yang sangat maskulin.
- 12:17Hmm.
- 12:18Dan itu adalah hadiah dari ayahku.
- 12:21Ayahku yang tercinta dan tersayang.
- 12:24Dia menginginkan anak laki-laki
- 12:26[tertawa] ya.
- 12:27Oke. Oke.
- 12:29Sehingga saya diberikan nama yang sudah
- 12:30dia siapkan untuk anaknya yang
- 12:31laki-laki.
- 12:33Oke.
- 12:33Dia tidak bisa menerima fakta bahwa saya
- 12:35adalah seorang perempuan yang lahir ke
- 12:37muka bumi ini dengan menjadi seorang
- 12:40perempuan, seorang ibu. Dan dia tidak
- 12:42bisa menerima itu.
- 12:44Dia masih memberikan nama yang sama yang
- 12:46akan dia berikan kepada putranya.
- 12:48Jujur saja, Mas, dari nama itu sangat
- 12:51mempengaruhi. Bahkan cara ayah saya
- 12:53memperlakukan saya itu berpengaruh
- 12:56sangat.
- 12:58Setelah saya mulai meluruskan kembali,
- 13:01ibaratnya seperti saya mulai berpakaian
- 13:03wanita. Saya meni menerima
- 13:06diri dari A sampai Z, Teman-teman
- 13:08semuanya. Dan itu memang tidak mudah,
- 13:10Mas Bilal. Tidak mudah di umur segini
- 13:13belajar tentang make up di saat teman
- 13:15saya itu sudah ahli.
- 13:17Oke. [tertawa] I ya. ya
- 13:19belajar menata berbicara seperti seorang
- 13:21yang perempuan yang pada harusnya tidak
- 13:23selengean kayak gitu.
- 13:24He
- 13:25tidak mudah. Tapi masalahnya Mas Bilal
- 13:28ketika ingin mendapatkan hasil yang
- 13:30berbeda tidak mungkin dilakukan dengan
- 13:32cara yang sama seperti yang saya lakukan
- 13:3410 tahun yang lalu.
- 13:36Jadi buat teman-teman semuanya ketika
- 13:38kamu stuck coba dilihat apakah kamu
- 13:41telah melakukan cara yang sama dan
- 13:43mengharapkan hasil yang berbeda?
- 13:45Hm. Coba dilihat. Itulah gunanya jurnal,
- 13:48Mas. Jurnal itu bisa membuat kita skema
- 13:51pikiran kita tuh. Di situ kita bisa
- 13:54lihat apa sudah apa yang sudah saya
- 13:56lakukan. Kenapa hasil yang saya dapatkan
- 13:58seperti ini. Dari jurnal kita bisa
- 14:00lihat, oh saya sudah melakukan ini ini
- 14:03hasilnya seperti ini. Berarti apa yang
- 14:05harus diubah? Ini namanya jurnal koreksi
- 14:06diri, Mas.
- 14:07Ini penting sekali dan saya
- 14:10alhamdulillahnya sudah melakukan jurnal
- 14:11dari umur 11 tahun.
- 14:13Weh.
- 14:1411 tahun. Cuman kalau afirmasi
- 14:16manifesting, I don't know about it.
- 14:18Jurnal kayak diari gitu ya. [tertawa]
- 14:20Diari mungkin maybe. Tapi sedari dulu
- 14:22memang saya selalu menuliskan what I
- 14:24want.
- 14:25Hm. apa yang saya mau
- 14:28tapi tentang diri saya sendiri bukan
- 14:29tentang orang lain. Nah, ketika saya
- 14:32tumbuh dewasa 3 tahun terakhir ini saya
- 14:35mulai menuliskan tentang apa yang saya
- 14:36bisa berikan kepada orang lain.
- 14:39Aku tertarik mengajak Roma ke sini
- 14:40karena di beberapa podcast tim kita juga
- 14:43bilang kalau mau ngomongin manifestasi
- 14:45kayaknya seru nih ajak Roma gitu.
- 14:46Masyaallah.
- 14:47Aku mau masuk ke manifestasi dulu kali.
- 14:49Oke. Oke.
- 14:50Manifestasi adalah proses mental saat
- 14:53seseorang itu mengubah pikiran dan
- 14:54keyakinannya menjadi aksi.
- 14:57Yes.
- 14:57Dan dari aksi itu kemudian dia bisa jadi
- 15:00magnet energi ee relasi dari orang-orang
- 15:03yang selama ini mungkin dia look up atau
- 15:05dia kagumi.
- 15:06Bisa jadi kayak tadi kita akhirnya
- 15:08semeja gitu ya. Dan itu kan juga bentuk
- 15:10manifestasi.
- 15:11Betul.
- 15:12Pertanyaan sederhana.
- 15:14Kalau orang-orang di luar sana yang
- 15:15masih nol banget enggak tahu manifestasi
- 15:17atau udah tahu manifestasi tapi mereka
- 15:18masih ignorance atau bahkan mengecam
- 15:21apaan sih enggak jelas segala macam.
- 15:23[tertawa]
- 15:24Versi Roma itu dengan bahas yang sangat
- 15:26mudah dipahami apa itu manifestasi dan
- 15:28bagaimana pelan-pelan kita bisa
- 15:30menerapkan di hidup kita.
- 15:32Baik, Mas Bilal. Sekali lagi saya akan
- 15:34ulangi
- 15:36teman-teman semuanya. Allah itu maha
- 15:37baik.
- 15:38Allah itu maha baik.
- 15:41ketika kita menginginkan sesuatu.
- 15:44Oke,
- 15:45ucapkan secara detail. Dan contoh yang
- 15:48paling dekat, Mas, manifestasi saya yang
- 15:50berhasil adalah ketemu Mas Bilal di hari
- 15:52ini. Masyaallah.
- 15:53Masyaallah. Ya,
- 15:55saya tuliskan, Mas. Cuman memang tadi
- 15:57saya lupa bawa. Saya lupa bawa
- 15:59jurnalnya. Kalau enggak saya tunjukin
- 16:00kepada Mas Bilal. Saya menulis di situ.
- 16:03Alhamdulillah. Ingat, Guys. Ingat. Catat
- 16:06catat. Ini ilmu bagus.
- 16:07Kalian tulis juga sekarang, ya.
- 16:08[tertawa]
- 16:09Alhamdulillah
- 16:11saya diundang ke suara berkelas
- 16:15pada tahun 2026 dan bertemu dengan Mas
- 16:20Bilal.
- 16:21Hm.
- 16:22Ada di situ kata alhamdulillah saya
- 16:25diundang. Artinya itu sudah terjadi, Mas
- 16:27Bilal.
- 16:28Ini yang saya maksud. Allah maha baik
- 16:31Mas Bilal.
- 16:32Allah itu maha pemberi, maha penyayang.
- 16:34Selama ini kita selalu bilang, "Allahku
- 16:36maha baik. Allahku maha baik." Tapi kita
- 16:37enggak tahu di mana baiknya, di mana
- 16:40pemberinya tuh di mana. Jadi buat
- 16:43teman-teman semuanya, hack ini adalah
- 16:45hack untuk bisa naik ke atas lebih
- 16:47cepat.
- 16:49[tertawa]
- 16:50Wow, wow, wow, wow.
- 16:52Masyaallah, tabarakallah.
- 16:54Coba diingat kembali, kenapa kita tidak
- 16:56bisa mendapatkan apa yang kita inginkan
- 16:57atau kita impikan Mas Bilal? Itu karena
- 16:59kita menghitung caranya, Mas Bilal.
- 17:01Ketika saya menuliskan, "Alhamdulillah
- 17:03saya diundang ke suara berkelas dan
- 17:06bertemu dengan Mas Bilal di tahun 2026.
- 17:09I don't know how. Aku tidak tahu
- 17:11bagaimana caranya." Jujur, Mas Bilal
- 17:13enggak tahu sama sekali. Saya serahin
- 17:16sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa
- 17:17taala. Lalu
- 17:19selang beberapa bulan kemudian saya
- 17:21bertemu dengan Kak Jej. Hai Kak Jej
- 17:24di pip talk. He.
- 17:26Lalu KJ bilang seperti ini, "Kak Roma,
- 17:30di atas ada suara berkelas loh, De."
- 17:33Saya langsung deg-degan, Mas.
- 17:35Aku merinding nih. [tertawa]
- 17:37Saya langsung deg-degan, Mas Bilal. Dan
- 17:38saya jadi ingat perkataan teman saya,
- 17:40"Kak Roma, ketika nanti Kak Roma
- 17:43diundang di suara berkelas, tolong ajak
- 17:45saya."
- 17:47Oh,
- 17:47itu orangnya. [tertawa]
- 17:49Oh, oke.
- 17:51Wow. Jadi, saya sedang menepati janji
- 17:53saya. He
- 17:55karena kita juga penting, Guys,
- 17:56dikelilingi oleh orang-orang yang
- 17:58percaya sama kita. Dan salah satu teman
- 18:00saya ini, sahabat saya ini, adik saya
- 18:02ini,
- 18:02He.
- 18:03Dia percaya bahwa saya akan datang ke
- 18:05hadapannya Mas Bilal.
- 18:07Itu apa namanya, Mas? Itu mengirimkan
- 18:09energi loh, Mas. Kelilingi diri kamu
- 18:11dengan orang-orang yang mempercayai
- 18:13mimpi kamu. Jauhi orang-orang yang tidak
- 18:15mempercayai dan tidak mengerti mimpi
- 18:17kamu. Serius itu berpengaruh, Guys.
- 18:20Energi itu menular, Mas Bilal.
- 18:22Sangat menular.
- 18:25[tertawa]
- 18:26Jujur aku merinding dua kali tadi.
- 18:27Masyaallah. Amin.
- 18:29Karena aku sangat senang kalau ngobrol
- 18:30tentang mimpi manifestasi dengan orang
- 18:33yang emang punya energi itu gitu.
- 18:35Subhanallah.
- 18:36Tadi aku sebenarnya ketika
- 18:38Kak Roma menggambarkan apa yang ada di
- 18:41isi hati K Roma, aku langsung kepikiran
- 18:43satu ini. Enggak tahu analogi atau apa,
- 18:46tapi aku bisa membayangkan. Coba
- 18:47bayangkan.
- 18:48Iya.
- 18:50ada versi kita yang lebih baik atau
- 18:52versi terbaik kita di tahun 2027.
- 18:55Oke.
- 18:55Oke. Nah, versi kita 2027 itu mau kita
- 18:58action terus untuk akhirnya dia
- 19:00terealisasi kan kayak dia sedang menarik
- 19:03kita nih.
- 19:04Yes.
- 19:04Dan kamu butuh action itu sampai kamu
- 19:06dianggap oleh orang kamu beruntung.
- 19:08Padahal enggak kita butuh action itu
- 19:09sampai dia
- 19:10beneran terjadi di 2027. Makanya tadi
- 19:13ketika Kak Roma bikin alhamdulillah aku
- 19:15enggak pernah bikin itu. [tertawa] Aku
- 19:16kayak wah aku bikin deh alhamdulillah
- 19:19aku bisa ke sini. Alhamdulillah aku bisa
- 19:21dapat ini.
- 19:22I
- 19:22karena kita sudah membayangkan kita
- 19:24sudah punya itu karena Allah maha baik
- 19:26tadi kita butuh effort dan aksi untuk
- 19:28menuju ke sana. Aksi itu yang kemudian
- 19:31mengkonekkan kita dengan energi-energi
- 19:32baru. Kayak tadi JJ akhirnya bilang ada
- 19:34suara berkelas
- 19:36itu terjadi bukan sekedar kerja kerasnya
- 19:38doang.
- 19:39Yes.
- 19:39Wow itu bagus banget. Itu bagus banget.
- 19:41Masyaallah tabarakallah, Mas Bilal.
- 19:43Bahkan saya dari awal juga Allah sudah
- 19:44bilang bukan bahwa dunia ini adalah
- 19:47tempat bermain.
- 19:48Lantas kenapa kamu terlalu serius?
- 19:51Siapa yang terlalu serius maka dia akan
- 19:54[tertawa]
- 19:55terlalu capek sendiri.
- 19:56Iya.
- 19:57Jangan terlalu serius, Guys. Sakit kamu
- 19:59nanti.
- 20:00H. Aku ngerasa sekarang hampir semua hal
- 20:03penting dalam hidup kita itu pindah ke
- 20:06internet.
- 20:07kerja online, meeting online, transaksi
- 20:10online, nyimpan file online, bahkan
- 20:12komunikasi penting juga seringnya lewat
- 20:14internet. Dan karena aku sering kerja
- 20:16dari mana aja, entah itu di cafe, hotel,
- 20:18airport, atau pas lagi traveling, aku
- 20:20jadi makin sadar kalau keamanan digital
- 20:23itu penting banget. Apalagi kalau kita
- 20:26sering pakai Wii publik kan, kadang kita
- 20:28mikir, "Ah, cuma buka email sebentar
- 20:30atau cuma cek dashboard kerjaan bentar."
- 20:32Padahal dari situ data pribadi kita tuh
- 20:35bisa aja rentan. Makanya aku mulai lebih
- 20:40aware soal cara aku pakai internet.
- 20:42Salah satu tools yang aku pakai adalah
- 20:45Nord VPN. Dengan Nord VPN kita tuh bisa
- 20:48bikin internetan jadi lebih aman hanya
- 20:50dengan satu klik doang. Jadi privasi
- 20:52online kita lebih terlindungi terutama
- 20:55saat pakai jaringan publik. NORV VPN
- 20:57juga punya Trade Protection Pro yang
- 20:59bantu kita lebih aman dari fishing.
- 21:02scam, malware, dan website-website
- 21:05mencurigakan. Buat aku ini bukan cuma
- 21:08soal tools ya, ini soal peace of mind.
- 21:12Karena semakin banyak hal penting yang
- 21:13kita lakukan secara online, semakin
- 21:15masuk akal juga untuk mulai melindungi
- 21:17keamanan digital kita. Yang aku suka
- 21:20dari NovPN yaitu mereka punya 24/7
- 21:23customer support dan 30 day money back
- 21:26guarantey. Jadi kalau kamu mau coba
- 21:28dulu, kita tuh bisa lebih tenang. Buat
- 21:31yang sering traveling, NovPN itu juga
- 21:33bisa bantu kita tetap terasa seperti di
- 21:35rumah sendiri gitu secara virtual.
- 21:37Misalnya untuk akses konten favorit,
- 21:39penawaran luar negeri tertentu, gaming
- 21:42atau online shopping yang beda-beda
- 21:43tergantung regen. Jadi kalau kalian
- 21:45sering kerja online, sering pakai Wii
- 21:48publik atau pengin internetan dengan
- 21:50lebih aman, kalian bisa cek NorvPN di
- 21:53norvp.com/suara.
- 21:57Sekali lagi ya, nordvp.com/suara
- 22:01dan jangan lupa cek deskripsi video ini
- 22:03untuk klaim kode spesial dari Nor VPN.
- 22:06Lewat link itu kalian bisa dapetin
- 22:07exclusive over tambahan 4 bulan
- 22:09penggunaan dan tetap ada 30day moneyback
- 22:12guarantey.
- 22:14Hm.
- 22:16Balik lagi dong ke Roma yang tadi
- 22:18mungkin agak serius yang kerja keras
- 22:20banget gitu ya, yang tadi katanya tomboy
- 22:22ya.
- 22:22Iya.
- 22:23Waktu itu dia udah nulis jurnal, tapi
- 22:26dia belum kebayang apa itu manifesting
- 22:28kan.
- 22:28Yes.
- 22:30Tapi gimana caranya dia tetap PD dan
- 22:32keep going akhirnya ketemu dengan
- 22:35manifestasi yang sebenarnya itu.
- 22:37Mas Bilal, hadiah dari Allah paling baik
- 22:39dan paling luar biasa adalah ayahku,
- 22:41ibuku, temanku, sahabat-sahabatku yang
- 22:43ada di sekitarku itu selalu berkata
- 22:45seperti ini, Mas Bilal.
- 22:48Terutama ayahku. Meskipun saya tidak
- 22:51terlalu, bukan tidak terlalu memang saya
- 22:53sama ayah saya tuh kayak pinang di belah
- 22:55dua dan selalu berantem.
- 22:56Iya.
- 22:57Tidak perah cocok. Jadi kalau ada yang
- 22:59bilang, "Kak Roma lahir dari keluarga
- 23:00yang baik, belum tentu."
- 23:02H [mendengus]
- 23:04ayah saya selalu berkata seperti ini,
- 23:05"Roma, kamu itu harus melatih diri kamu
- 23:09dengan baik. Kamu itu orang terkenal.
- 23:12Kamu itu orang besar. Enggak boleh
- 23:14sombong. Enggak boleh kayak gitu
- 23:16sifatnya. Kamu harus kayak gini. Nanti
- 23:18kamu besar, kamu jadi orang besar. Jadi
- 23:21setiap hari saya diomongin seperti itu,
- 23:22Mas.
- 23:23Oke. Wow.
- 23:24Dari saya kecil, ibu saya, ayah saya,
- 23:28teman saya bahkan berkata seperti ini,
- 23:31"Roma, kamu ini calon orang terkenal.
- 23:34Kamu itu hebat,
- 23:37tapi kamu enggak bisa fokus."
- 23:39Perkataan selalu yang seperti itu, Mas
- 23:41Bilal. Enggak tahu ini hadiah dari Allah
- 23:43Subhanahu wa taala. I don't know. Tapi
- 23:44menurut saya itu adalah hadiah karena
- 23:45enggak semua orang bisa dapat seperti
- 23:47apa yang saya dapatkan. Dan
- 23:48keberuntungan saya adalah itu, Mas. Saya
- 23:50tidak pernah bertemu dengan orang yang
- 23:51nyepelein saya. Tapi ketika saya
- 23:53bertemu, Mas, terakhir saya bertemu sama
- 23:55dia waktu di kantor, waktu saya masih ee
- 23:58bekerja di kantor, Mas,
- 23:59ada perkataannya bagus banget, Mas.
- 24:01Menurut saya ya.
- 24:02Saya nyeletuk, Mas. Bilal ini
- 24:03teman-teman pasti pernah relate. Saya
- 24:06nyeletuk kayak gini,
- 24:07enak kali ya ketika saya berbicara, saya
- 24:10dibayar.
- 24:12Saya ngomong seperti itu Mas, langsung
- 24:13dia nyeletuk kayak gini. Lah, emang lu
- 24:16siap?
- 24:18[tertawa]
- 24:20Iya,
- 24:20saya diam.
- 24:21Namanya siapa tadi?
- 24:22Ah, enggak mau jawab. [tertawa]
- 24:24Enggak jawaban aja. Entar si editor si
- 24:27Andi langsung tet gitu
- 24:28namanya.
- 24:29Ya aku bercanda loh tadi itu enggak
- 24:31diedit.
- 24:31Engak enggak apa-apa. [tertawa]
- 24:33Enggak apa-apa. Kalau dia dengar juga
- 24:34enggak apa-apa.
- 24:34Oke.
- 24:35Tapi jangan dong.
- 24:37Oke.
- 24:38Namanya itu.
- 24:38He.
- 24:39Dalam hati saya langsung bilang, "Mas,
- 24:41ini adalah teknik em law of attraction
- 24:44atau manifesting dalam berbisik." Ini
- 24:46bagus banget. Contoh ya, Guys, ya. Saya
- 24:48langsung berbisik, Mas, di dalam hati ee
- 24:49di dalam bibir saya, di dalam hati saya.
- 24:51Suatu hari nanti aku pasti akan
- 24:54dipanggil, aku pasti akan bisa
- 24:56memberikan pembelajaran kepada orang
- 24:58lain dan aku dibayar. Untuk itu, saya
- 25:02cuman senyum, Mas. Saya diam, tapi saya
- 25:03berbisik seperti itu. Sakit hatiah. Yes.
- 25:08Apalagi dia orang yang masih muda
- 25:10daripada saya. Jauh lebih muda daripada
- 25:11saya. Yang namanya ego kesenggol ya, Mas
- 25:14ya. [tertawa]
- 25:14Terlebih saya orang Batak ya, Mas ya. I
- 25:17saya cuman diam, saya senyum.
- 25:19Hm.
- 25:20Saya cuma diam, saya senyum.
- 25:21Alhamdulillah. Look at me now.
- 25:24[tertawa]
- 25:25Kayak di sinetron ya pas diamnya kayak
- 25:27Iya. Masyaallah tabarakallah.
- 25:28Bisa saja aku akan buktikan gitu. Tapi
- 25:29ini versi yang lebih positif gitu ya.
- 25:31Tapi itu betul loh Mas. [tertawa]
- 25:33Saya kira itu cuma drama Mas.
- 25:34Ternyata itu nyata.
- 25:35Iya.
- 25:36Jadi untuk Mas Bilal suatu hari nanti
- 25:39kalau ini kejadian kalau misalnya ya
- 25:42berbisik aja.
- 25:43Iya. Iya. Ya, kalau bisikan di kepala
- 25:45kita itu kan kayak
- 25:48Yes.
- 25:48coding kayak program gitu ya.
- 25:50H
- 25:51yang semakin hari kita latih itu semakin
- 25:55bikin kita confidence kan.
- 25:56Yes.
- 25:56Nah, faktanya aku pernah baca data
- 26:00justru 80% itu biasanya pikiran-pikiran
- 26:02negatif.
- 26:03He.
- 26:04Misalnya kita ketemu orang tuh orang
- 26:06diam atau coekin kita, kita langsung
- 26:07mikir, "Wah, apakah aku salah jahat
- 26:10segala macam." Padahal dia enggak
- 26:11ngngapain itu.
- 26:12Itu kan sering terjadi terutama di anak
- 26:1320-an ya, hal-hal yang bikin kita
- 26:16memprogram bahwa kita tuh not good
- 26:18enough, kita tidak cukup berkelas gitu
- 26:21ya.
- 26:21Iya.
- 26:22Gimana PV Karoma ngelihat itu atau
- 26:26apakah ada cara sederhana untuk 80% kita
- 26:29kurangin deh jadi dominasinya 60% di
- 26:32positifnya atau seperti apa,
- 26:34Mas Bilal? itu adalah hal yang wajar
- 26:36ya,
- 26:36serius dan itu tidak hanya terjadi pada
- 26:39umur 20-an.
- 26:40Itu juga terjadi, Mas,
- 26:42kepada umur 30-an, 40-an, 50-an.
- 26:46Wah, itu terjadi juga berarti di
- 26:47presiden kita, ya.
- 26:48Yes.
- 26:49Oh,
- 26:49tapi dia enggak mungkin nunjukin kan.
- 26:50Iya. [tertawa]
- 26:52Kenapa bisa seperti itu? Karena memang
- 26:55otak kita ini, Mas, ya dipengaruhi oleh
- 26:58alam bawah sadar ABS singkatnya.
- 27:02Di dalamnya ada identitas lama.
- 27:06Dan di dalam identitas lama ini terdapat
- 27:09nervous system dan nervous system kita
- 27:12hanya bisa menurut Mas. Mereka tidak
- 27:14bisa menentang.
- 27:16Hm.
- 27:17Identitas lama ini berasal dari didikan
- 27:20orang tua.
- 27:20Didikan orang tua, ya.
- 27:22Yang kedua adalah sosialisasi dengan
- 27:24lingkungan keluarga, lingkungan
- 27:26pertemanan. Yang ketiga adalah
- 27:28pendidikan yang kita alami. Yang keempat
- 27:30adalah apa yang kita pelajari dari
- 27:32pengalaman dari hidup. yang selama ini
- 27:35kita jalanin
- 27:36ini tertulis di identitas lama kita,
- 27:38Mas. Dan nervous system kita hanya
- 27:40menyukai hal-hal yang sama dengan
- 27:42identitas lama kita. Mereka hanya bisa
- 27:44menurut Mas Bilal.
- 27:45Mereka tidak bisa menentang. Jadi ketika
- 27:47kita ingin merubah diri, Mas Bilal,
- 27:50terkadang ada pikiran, "Ah, aku enggak
- 27:52percaya diri. Oh, aku takut. Oh, aku
- 27:54ini, aku itu." Itu wajar, Mas. Jadi
- 27:56ketika kita mau merubah diri nih
- 27:58teman-teman semuanya, identitas lama
- 28:00kita itu
- 28:02yang menjadi lawan terbesar kita, Mas
- 28:03Bilal. H
- 28:05itu menjadi lawan terbesar kita.
- 28:07Berarti itu relate sekali kalau
- 28:09teman-teman yang let's say mau bikin
- 28:11konten
- 28:12itu kan langsung pikirannya entar apa
- 28:14kata teman SMA aku
- 28:16h
- 28:16apa kata dosenku di kampus
- 28:18apa kata keluargaku gitu aku dianggap
- 28:20cringe aneh. Berarti kita langsung
- 28:22ngjudge pakai POV lintas lama dong,
- 28:24bahwa kita itu adalah orang yang kemarin
- 28:27mereka kenal dan kalau kita tiba-tiba
- 28:29muncul sosial media tiba-tiba Kak Roma
- 28:31kasih advice seperti ini, orang-orang
- 28:33yang lama bisa aja ngejust kita. Tapi
- 28:34itu seperti identitas lama dong.
- 28:36Yes.
- 28:37H.
- 28:37Dan identitas lama ini ya, Mas ya, yang
- 28:41mengundang [berdehem]
- 28:43hal-hal yang serupa itu adalah nervous
- 28:44system. Jadi kayak gini ada ABS di sini,
- 28:46ABS di dalamnya ada identitas lama dan
- 28:48di dalam identitas lama ini ada nervous
- 28:50system.
- 28:51nervous system ini menyukai hal-hal yang
- 28:53serupa yang tadi saya sampaikan kepada
- 28:55Mas Bilal. Itulah kenapa di Law of
- 28:57mirror ini adalah law of mirror ya, Mas
- 28:58ya. Hukum cermin.
- 29:00Hidup yang kita jalani di hari ini
- 29:02adalah cerminan dari apa yang paling
- 29:04kita percayai di dalam diri kita.
- 29:06Kalau kita percaya, kita tidak percaya
- 29:08diri,
- 29:10ya kita akan didatangin hal-hal,
- 29:12situasi, kondisi orang lain yang membuat
- 29:14kita merasa tidak percaya diri. Karena
- 29:16nervous sistem kita menganggap kita
- 29:18menyukai itu, Guys. Otak kita itu adalah
- 29:20sahabat kita.
- 29:23Mereka tidak peduli itu baik atau buruk.
- 29:27Mereka hanya bisa menurut Mas Bilal.
- 29:32Sekarang contoh paling dekat ya, Mas
- 29:33Bilal. Ketika Mas Bilal ingin liburan
- 29:36pasti bangun paginya cepat.
- 29:37Hm. Ketika kita mau sekolah, mau kerja,
- 29:40kita bangunnya lama, sulit untuk
- 29:42dibangunin. Karena otak kita, nervous
- 29:44system kita, mereka tidak, kita tidak
- 29:47menyukai dan dia juga tidak menyukai.
- 29:49hanya bisa menurut ini kita dibuat tidur
- 29:52karena dia menganggap itu adalah danger.
- 29:55Ketika otak kita merasa ee ada hal yang
- 29:57berbeda, maka dia akan membuat kita
- 30:00entah itu malas
- 30:01ya
- 30:02tidak mau bangun, tidak mau berkarya,
- 30:05takut, ragu, bimbang, itu dari nervous
- 30:08sistem, Mas. Seberbahaya itu loh, Mas.
- 30:11Hm. Jadi kalau ada yang bilang em
- 30:14merubah diri itu harus lebih banyak
- 30:17aksinya. Sebenarnya bukan aksi ke arah
- 30:19kerja keras sampai mampus, Mas. Tapi
- 30:21aksi disiplin untuk melawan diri
- 30:23sendiri, Mas. Karena kita kan jatuhnya
- 30:25menulis ulang kembali identitas kita.
- 30:28Ada caranya loh, Mas.
- 30:30Dan ketika saya buka kelas itu, saya
- 30:32dibilang jual kelas. [tertawa]
- 30:35Pada umumnya biasanya yang komentar jual
- 30:37kelas karena mereka enggak pernah ngajar
- 30:39dan enggak pernah punya kelas.
- 30:40Masyaallah tabarakallah. Menarik ya
- 30:42ngomongin tentang nervous system karena
- 30:45menurut aku banyak anak-anak yang
- 30:46menonton ini tuh masih kayak self
- 30:48limiting belief gitu. Mereka terjebak
- 30:50pada label aku kuliah ini sehingga aku
- 30:53enggak boleh bekerja seperti ini gitu.
- 30:56Akhirnya
- 30:57ya stuck dan tidak punya peluang-peluang
- 30:59baru untuk berkembang.
- 31:01Pertanyaan sederhana karena tadi kita
- 31:03ngomongin tentang identitas lama kita.
- 31:05Kadang cara kita mengambil keputusan
- 31:09di hari ini itu sangat bergantung pada
- 31:12luka masa kecil kita, trauma masa kecil
- 31:15kita, dan bagaimana cara kita bisa
- 31:17pelan-pelan memaafkan atau berhenti
- 31:22bertemu dengan luka masa kecil itu
- 31:23setiap hari.
- 31:25Berarti sih orang yang trauma dengan
- 31:26uang misalnya
- 31:28jadi pelit setiap hari atau seperti apa
- 31:30pengalaman.
- 31:30Oh, itu nyambung sih, Mas.
- 31:31Iya, nyambung ya.
- 31:32Iya. Buat teman-teman semuanya, tolong
- 31:33ambil penanya, ambil bukunya, ambil
- 31:35jurnalnya, dicatat.
- 31:38Supaya kamu bisa belajar sedikit demi
- 31:41sedikit mengubah identitas selama kamu.
- 31:43Kamu bisa melakukan jurnal. Ini jurnal
- 31:45penting, Mas. Enggak ada satuun orang
- 31:47sukses di muka bumi ini yang enggak ada
- 31:48jurnalannya. Enggak ada. Bahkan Raditi
- 31:50Tiadika
- 31:51H
- 31:51itu punya jurnal. Roberti Kiosaki
- 31:55itu punya. Terus eh mentor saya yang
- 31:58paling saya cintai. Mudah-mudahan saya
- 31:59bisa bertemu dengan dia. Hm. Anthony
- 32:02Robbins.
- 32:02Anthony Robbins ya.
- 32:03Yes. Dan yang paling saya sukain dari
- 32:06Indonesia, Tungdesem Waringin.
- 32:08Mereka punya jurnal.
- 32:11Hidup ini adalah tentang mencontoh apa
- 32:13yang sudah berhasil, Mas Bilal.
- 32:16Semua orang sukses melakukan jurnal.
- 32:17Jadi jangan sampai kita
- 32:20punya alasan untuk tidak melakukan
- 32:22jurnal. Sayang banget. Sayang banget.
- 32:24Apalagi kalau ada libatan Allah
- 32:26Subhanahu wa taala di dalam itu. Apa
- 32:27makin enggak gacor?
- 32:29[tertawa]
- 32:31Ya, Mas ya. Salah satu jurnal yang
- 32:32paling saya sering tulis adalah jurnal
- 32:34manifesting, jurnal koreksi diri. Saya
- 32:37buat ada delan, Mas Bilal.
- 32:40Ini juga ada di bio saya di Hai Roma.
- 32:42Silakan dilihat di situ ada.
- 32:44Kamu bisa lihat teman-teman semua,
- 32:45tapi kita taruh kok di deskripsi.
- 32:47Hm.
- 32:47Kita bisa taruh di deskripsi.
- 32:48Iya. Terus yang nomor dua adalah
- 32:51afirmasi.
- 32:53Kalau ada yang bilang Mas Bilal afirmasi
- 32:55itu tidak berpengaruh, dia sedang
- 32:57berbohong.
- 33:00Afirmasi itu ngaruh, Mas Bilal. Bahkan
- 33:01ketika kamu menginginkan uang itu
- 33:04berpengaruh. Kalau saya bisa bilang
- 33:06dalam bahasa yang sederhana, Mas Bilal,
- 33:08afirmasi itu adalah doa yang diucapkan
- 33:09setiap hari, setiap saat, setiap waktu.
- 33:13Kenapa bisa dia ee dikategorikan sebagai
- 33:15doa? Karena dia adalah ucapan yang baik.
- 33:17H
- 33:19ketika nervous system kita membuat kita
- 33:21mengikuti identitas lama kita, berkata
- 33:24kita tidak cukup baik, afirmasi bermain.
- 33:26H
- 33:27dia bermain, Mas. kita mengucapkan,
- 33:29"Aku, aku memang orang yang tidak
- 33:31percaya diri." Tapi itu dulu, lihat Mas,
- 33:34itu disangkal. Tapi itu dulu. Aku yang
- 33:37sekarang adalah seseorang yang pantas
- 33:39untuk di sayangi, dihormati, dihargai.
- 33:45Dan aku pantas bertemu dengan
- 33:46orang-orang yang melakukan hal tersebut
- 33:48kepadaku. Dan jika tidak, maka Allah
- 33:51Subhanahu wa taala akan menjauhkannya
- 33:53dariku. Itu adalah afirmasi, Mas. Itu
- 33:56afirmasi. Setiap hari kita harus
- 33:58mengucapkan itu. Baik itu dicermin,
- 34:00ya,
- 34:00baik itu ketika kita bangun tidur, baik
- 34:03itu ketika kita mau tidur, ataupun
- 34:05ketika kita sedang marah atau mengalami
- 34:07kejadian tidak menyenangkan. H
- 34:09dan berhubungan dengan nervous system
- 34:10kita. Dan yang nomor tiga adalah
- 34:14self love.
- 34:16Kenapa harus self love, Mas Bilal?
- 34:18Karena ketika orang yang belum mencintai
- 34:19dirinya sendiri, ketika saya tanya,
- 34:22"Mas, apa yang membuat kau bahagia?"
- 34:24Mereka enggak bisa jawab, Mas. Kemarin
- 34:26terakhir saya bertemu dengan orang yang
- 34:28kalau menurut saya Mas ya bertemu 10
- 34:29orang. Saya punya program cuci emosi,
- 34:32Mas.
- 34:33He.
- 34:33Saya punya terapi cuci emosi namanya
- 34:35Suta.
- 34:36Apa?
- 34:37Suta.
- 34:38Suta.
- 34:39Dan ini masih private, masih offline
- 34:42memang. Tapi 10 orang ini, Mas, ini
- 34:44bukan orang sembarangan yang datang
- 34:46kepada saya.
- 34:46H.
- 34:47Jujur saya kaget
- 34:50ini kelas ee terapi yang baru awal saya
- 34:52buka, tapi mereka sepercaya itu kepada
- 34:54saya. Ketika saya bertemu dengan mereka,
- 34:57Mas, mereka tidak pernah kesulitan
- 34:58ekonomi. Enggak. Ini bukan orang yang
- 35:01kesulitan ekonomi,
- 35:03tapi mereka bermasalah dalam self love.
- 35:06Mereka enggak tahu apa yang mereka yang
- 35:07buat mereka bahagia, permasalahannya itu
- 35:10di mana dan semua bermasalah dengan
- 35:13identitas lamanya, Mas. Mereka punya
- 35:15segalanya, tapi mereka kurang merasa
- 35:18bahagia.
- 35:20Jadi memang kalau ada orang yang bilang
- 35:22emm ketika aku mendapatkan sesuatu aku
- 35:25merasa hampa. Yes. Karena kamu belum
- 35:26selesai dengan kan ada tiga titik Mas
- 35:29yang bikin kita berputar hidupnya. Yang
- 35:30pertama adalah diri.
- 35:32He.
- 35:32Yang kedua adalah keluarga. Yang ketiga
- 35:34adalah sosialisasi.
- 35:37Dan orang kaya ini, orang-orang yang
- 35:39kaya ini yang punya banyak duit tapi
- 35:41belum merasa bahagia dengan diri
- 35:42sendiri, mereka sudah melompat ke angka
- 35:44tiga dan keluarga tapi dirinya kosong
- 35:46sehingga macet di situ.
- 35:48Tidak bisa berputar. Iya.
- 35:49Seperti itu.
- 35:51Itulah kenapa kemarin saya ee terapi ini
- 35:54membuat mereka untuk menggeser agar bisa
- 35:58berputar dari diri ke keluarga, dari
- 36:00keluarga ke sosialisasi, dari
- 36:01sosialisasi ke diri lagi, ke keluarga
- 36:03lagi, ke sosialisasi, gitu terus. Jadi
- 36:05roda hidupnya berputar agar dia apa?
- 36:08Agar dia bahagia
- 36:10dan bisa bermain lagi di muka bumi ini,
- 36:12Mas Bilal. Seperti itu panjang ya, Mas
- 36:15ya. [tertawa]
- 36:15Iya. Aku sering kebayang sih bagi
- 36:18orang-orang yang mungkin bekerja dari
- 36:20kecil ya, terutama eksponensial keuangan
- 36:23ya, kadang mereka lupa meime-nya itu
- 36:25sesimpel waktu untuk diri sendiri itu
- 36:27enggak ada lagi gitu.
- 36:28Yes.
- 36:28Kayak tumbuh dalam tanda kutip dewasa
- 36:31terus menikah kan ada keluarga yang
- 36:33harus diurusin. Tapi mereka tuh enggak
- 36:34ada lagi waktu untuk nyuri sendiri. Itu
- 36:36juga bisa jadi
- 36:38ada Mas
- 36:38perasaan hampanya
- 36:39banyak. Ada klien saya yang dapat
- 36:41miliaran
- 36:42tapi pelit banget sama diri sendiri dan
- 36:44dia bertanya kepada saya, "Kenapa saya
- 36:45tidak bahagia?" Ya, padahal harta saya
- 36:47bergelimang. Tapi dia enggak pelit untuk
- 36:49keluarga sama orang lain kan?
- 36:51Iya. H sering aku ketemu orang
- 36:53dan dia enggak sadar kalau dia sedang
- 36:54pelit kepada dirinya sendiri.
- 36:57Ada lagi, Mas, yang hartanya banyak
- 36:59banget, tapi dia takut untuk meminta
- 37:02lagi sama Allah Subhanahu wa taala
- 37:03karena ngerasa tidak enak sama orang di
- 37:05sekelilingnya.
- 37:07Jadi ada orang yang memang terlahir
- 37:09dengan energi keberlimpahan luar biasa,
- 37:11Mas. Karena rasa ikhlasnya luar biasa.
- 37:13Jadi di dalam seminar yang saya lakukan
- 37:15itu memang ada lima yang membuat kita
- 37:17itu bisa melakukan manifesting lebih
- 37:19cepat, Mas. Yang pertama adalah ikhlas
- 37:21eh bersyukur. Yang kedua adalah ikhlas.
- 37:24Yang ketiga adalah self love. Yang
- 37:27keempat adalah bahagia. Yang kelima
- 37:33baru aksi
- 37:35berusaha. Nomor lianya. Kenapa nomor
- 37:39lima yang berusahanya, Kak Roma? Ya,
- 37:41berusahanya juga enggak sampai mampus,
- 37:43Mas Bilal. Usahanya itu hanya untuk
- 37:46mencocokkan kita. Misal kita, saya mau
- 37:48bertemu dengan Mas Bilal seperti itu.
- 37:50Saya harus punya topik yang bisa saya
- 37:52bawakan dan berguna untuk banyak orang.
- 37:54He,
- 37:56ibaratnya seperti itu, Mas.
- 37:58Saya enggak mesti harus chat Mas Bilal,
- 38:00chat ini, chat itu, chat an, enggak.
- 38:02Biarkan semesta yang bekerja.
- 38:03Hmm. Ya. Ya. Benar. Ben itu di usaha
- 38:07nomor L, Mas. Tapi orang banyakan salah
- 38:09paham.
- 38:10He he. Wow.
- 38:13Aku setuju sekali. Bahkan aku ketika
- 38:15mengundang tamu-tamu suara berkelas,
- 38:18beberapa orang yang emang sudah aku
- 38:19kagumi sejak lama,
- 38:20aku juga ngerasa wah aku bisa ngundang
- 38:22dia. Yaallah.
- 38:23Tapi tanpa aku sadari itu juga berakar
- 38:26dari aku pindah ke kota ini.
- 38:28Yes.
- 38:29Aku create something.
- 38:30Yes.
- 38:31Sehingga mereka juga konsumsi gitu. Yes.
- 38:33Dan lucunya mereka beneran nonton suara
- 38:34berkelas dan mereka akhirnya mau ke
- 38:36suara berkelas tanpa kita undang.
- 38:37Si ada perkataan lucunya, Mas.
- 38:40Lucunya berarti ketika Mas Bilal memulai
- 38:43acara ini, Mas Bilal juga enggak enggak
- 38:44pernah tahu bahwa akan mengundang
- 38:46orang-orang yang luar biasa.
- 38:47Betul. Benar. Namanya doang suara
- 38:48berkelas, tapi aku enggak yakin nih
- 38:50orang berkelas datang gitu. [tertawa]
- 38:52Karena memang
- 38:54message aku gini ya, mungkin ini bisa
- 38:56disalah pahami kalau misalnya aku bilang
- 38:58ini kayak Scar City gitu. Karena aku
- 39:00tahu kan sebenarnya kalau kita
- 39:01mensyukuri hal-hal yang kita punya saat
- 39:03ini itu kan kayak shifting mindset dari
- 39:05yang
- 39:06scar city atau kelangkaan ke abundance
- 39:09gitu keberlimpahan ya.
- 39:10He.
- 39:11Nah, waktu itu aku cuma memikir bahwa
- 39:13oke kita cuma punya e studio kecil kita
- 39:17rental studio. Terus orang-orang yang
- 39:18aku kenal cuma 1 2 3 orang. Ya udah gitu
- 39:21doang itu. Tapi karena aku tujuannya
- 39:24untuk mengedukasi orang lain, memudahkan
- 39:26orang untuk membelajar ya itu tuh datang
- 39:28pelan-pelan gitu dan itu hadiah dari
- 39:30Allah Subhanahu wa taala sih
- 39:31dibarengi dengan kita tadi bersyukur dan
- 39:33beraksi dan berbahagia.
- 39:36Nomor empat Mas.
- 39:37Bahagia harus.
- 39:38Wah karena banyak orang di luar sana kan
- 39:41mereka ngelakuin sesuatu sekarang kerja
- 39:43keras banget. Endingnya tuh agar
- 39:45bahagia.
- 39:46Betul. jarang yang bahagia dulu sekarang
- 39:48nih pelan-pelan belum punya apa-apa.
- 39:50[tertawa]
- 39:51Eh, bahagia itu emang udah part dari
- 39:52kita gitu. Itu gimana,
- 39:54Mas? Ini saya pengin sampaikan kepada
- 39:57teman-teman ya, Mas ya,
- 39:58Guys. Ketika kalian mengusahakan
- 40:00sesuatu, berbahagialah
- 40:02karena perasaan pertama kali mendapatkan
- 40:05apa yang kalian usahakan itu adalah
- 40:07kebahagiaan yang hakiki. Itu yang
- 40:09kebahagiaan sangat-sangat luar biasa
- 40:11yang tidak akan pernah bisa digantikan
- 40:12Mas Bilal.
- 40:14Jadi ketika kita
- 40:16bahagia pertama kali dulu, bisa saja itu
- 40:18pura-pura oke enggak apa-apa enggak
- 40:20masalah yang penting bahagia. Tapi ke
- 40:23bahagianya harus tetap di awal dulu,
- 40:25tapi nanti bahagia yang luar biasa
- 40:27ketika kita sudah sampai di situ itu
- 40:29ingat selalu. Karena yang kedua, yang
- 40:31ketiga, keempat, kelima, ketujuh,
- 40:32kelapan akan rasanya biasa aja, Mas.
- 40:34Hm.
- 40:36Jujur, Mas Bilal, ketika Mas Bilal punya
- 40:39satu orang pembicara yang membuat suara
- 40:42berkelas naik sedemikian rupanya, pasti
- 40:45ada perasaan yang melebihi dari
- 40:46segala-galanya, Mas.
- 40:47Benar sekali.
- 40:48Dan sampai sedetik ini, Mas Bilal pasti
- 40:49masih ingat.
- 40:50Ya, tapi aku enggak tahu kenapa sampai
- 40:53hari ini aku masih happy sama
- 40:54orang-orang yang datang ke suara
- 40:55berkelas.
- 40:56Yes. Maksud saya itu adalah happy-nya
- 40:59tidak berkurang tapi sedikit berbeda.
- 41:01Hmm. Kayak yang tadi kamu maksud itu
- 41:03pick momen ketika aku ketemu satu orang
- 41:05itu ya.
- 41:06Yes. Yes.
- 41:07Yang membuat titik lompatnya sedemikian
- 41:11rupanya. Mas bilang
- 41:11iya aku sudah tahu jawabannya siapa sih.
- 41:13Yang sampai membuat kita tuh enggak akan
- 41:15pernah bisa lupa sampai berlinang air
- 41:17mata
- 41:17kayak gitu.
- 41:19Dan teman-teman memang harus meskipun
- 41:21tidak bahagia harus bahagia karena hanya
- 41:23kebahagiaan yang bisa mengundang
- 41:24kebahagiaan lainnya untuk masuk ke dalam
- 41:26hidup kamu. Hati-hati. Harus Mas.
- 41:30Kalau tadi Kak Roma menyebutkan ada
- 41:32orang yang berkelimpahan hartanya.
- 41:35Yes.
- 41:35Terus dia kayak dari yang harusnya
- 41:39dirinya sendiri dulu, tiba-tiba langsung
- 41:41ke keluarga, ke sosial. Nah, ini
- 41:43sebaliknya nih.
- 41:44Orang-orang yang
- 41:46yang sorry first enggak punya uang
- 41:48ya,
- 41:49yang kalau nontonin itu langsung ah
- 41:50mereka mah ngomong gitu karena udah gini
- 41:52gini gini gitu yang yang emang minus
- 41:54banget. Walaupun mereka enggak tahu nih
- 41:56K Roma pernah di fase minus juga kan.
- 41:57Nah, kalau POV orangnya minus banget,
- 42:02enggak punya uang dan segala macam,
- 42:03mungkin perasaan takutnya itu beda gitu
- 42:05ya.
- 42:07Apa yang harus mereka lakukan agar
- 42:09omongan kita ini enggak sekedar teori
- 42:11doang?
- 42:12Oke, Teman-teman semuanya, saya mulai
- 42:16dari minus. Betul sekali. Saya mulai
- 42:18dari minus. Orang tua saya tidak
- 42:19berkelimpahan. Orang tua saya tidak
- 42:22berkecukupan. Hanya bisa
- 42:25kayak gitu loh, Mas. He
- 42:27kan saya juga sudah sering bilang di
- 42:28seminar-seminar lain, di podcast-podcast
- 42:31lain. Kalau saya tuh hidupnya memang
- 42:34sangat kurang menurut saya.
- 42:3510.000 bisa dibagi dalam 1 hari. Saya
- 42:38enggak ngerti juga gimana saya bisa
- 42:39bertahan kayak gitu.
- 42:40Heeh.
- 42:40Untungnya saya terlahir dari keluarga
- 42:42yang tidak berada.
- 42:45Terbiasa ya.
- 42:45Terbiasa. [tertawa]
- 42:48I. Tapi aku suka sih untungnya gitu ya.
- 42:50Iya. Saya selalu merubah perkataan Mas.
- 42:52Saya enggak mau menyesali karena
- 42:53untungnya saya lahir dari keluarga yang
- 42:55tidak berkecukupan. Karena saya tidak
- 42:57akan mampu membagi ikan yang digoreng
- 43:008.000 harganya tuh, Mas. Saya masih
- 43:02ingat banget di mana saya beli dan
- 43:03lokasinya masih di tempat yang sama di
- 43:05tempat ini.
- 43:07Oh,
- 43:07iya. Ikan goreng Mas tahu tuh. Ikan
- 43:09goreng yang ee ikan apa ya namanya ya?
- 43:12Saya lupa. Ikan gempung. Ah. Iya betul.
- 43:14Itu dibagi dua, Mas.
- 43:14Ikan gembung.
- 43:16Mungkin bagi orang lain lebih minus lagi
- 43:17ada garam. Saya pernah Mas makan pakai
- 43:19garam. makan pakai kerupuk juga pernah.
- 43:21Dan untuk menjawab pertanyaan
- 43:23teman-teman ee Mas Bilal, kalau kamu ada
- 43:26di posisi itu, yang saya lakukan adalah
- 43:28pertama tutup matamu. Tutup matamu.
- 43:32Tutup. Saya menutup mata, Mas.
- 43:34Saya enggak mau ngelihat realita.
- 43:35Realita yang menyedihkan itu. Saya
- 43:36enggak mau lihat. Yang saya tahu itu
- 43:39hanyalah fase. Saya terlahir menjadi
- 43:41orang hebat. Saya terlahir menjadi orang
- 43:44yang terkenal. Saya terlahir menjadi
- 43:47orang yang luar biasa yang mampu
- 43:48memberikan pembelajaran kepada orang
- 43:50banyak.
- 43:52Dan saya memang ditakdirkan untuk
- 43:54menjadi seperti itu. Saya enggak tahu
- 43:56caranya. Saya enggak tahu gimana gimana
- 43:58caranya yang bahkan seorang ojol yang
- 44:00kemarin saya enggak tahu juga, Mas.
- 44:02Bahkan saya pernah berhenti di depan
- 44:03ini, Mas. Hanya untuk nungguin McD biar
- 44:05dapat orderan McD itu saya pernah.
- 44:07H
- 44:07dan saya pernah melihat bangunan ini
- 44:09juga. Dan saya berucap dalam hati, "Ya
- 44:11Allah, ya Rabbiku, bagaimana ya caranya
- 44:14supaya bisa punya bangunan seperti ini?
- 44:16Bagaimana ya caranya bisa punya kantor
- 44:18di tempat seperti ini? Apa yang mereka
- 44:20lakukan supaya bisa seperti itu? Ya
- 44:22Allah, ya Allah, aku pengin menjadi
- 44:24salah satu orang yang datang ke tempat
- 44:26itu, berkunjung ke tempat itu, punya
- 44:28kantor di tempat itu. Jadi, saya
- 44:31menghabiskan waktu itu mengucapkan
- 44:32afirmasi, Mas Bilal. Saya tidak mau
- 44:34membuang-buang waktu, menyedihkan,
- 44:36meratapi diri saya. Saya enggak mau
- 44:39karena saya ngerasa Allah enggak sejahat
- 44:41itu. Masa dia terlahir dengan
- 44:44memiliki harta seberlimpah itu dan aku
- 44:47dilahirkan hanya untuk menikmati
- 44:49nasi basi dan makan ikan di belah dua.
- 44:52No.
- 44:54Allah Subhanahu wa taala tidak sejahat
- 44:55itu, Guys. Kamu punya takdir sendiri.
- 44:59Jadi, kamu harus percaya itu.
- 45:02Kalau ada orang yang bilang afirmasi
- 45:03tidak berlaku, Mas, itu jangan pernah
- 45:05percaya sama orang itu. No, no, no.
- 45:08Afirmasi terus ya, Guys, ya. Tutup
- 45:10matamu. Tutup. Bahagia. Nikmatin.
- 45:14Lihat bangunan mewah, bilang, "Ya Allah,
- 45:16aku suka bangunan ini. Tolong berikan
- 45:18aku satu."
- 45:20[tertawa]
- 45:22Ya, ya Allah, aku suka mobil ini. Ya
- 45:23Allah, ya Rabbiku. Gimana caranya
- 45:26mendapatkan mobil ini? Ya Allah, gimana
- 45:28caranya supaya bisa beli mobil ini? Ya
- 45:30Allah, gimana rasanya naik mobil ini?
- 45:31Kayak gitu, Mas. Jadi, hati-hati sama
- 45:33ucapan kita, hati-hati sama pikiran
- 45:35kita. Tutup,
- 45:37tutup matanya.
- 45:40Deep sekali.
- 45:41Masyaallah.
- 45:42Karena aku suka satu kata. Satu kata tuh
- 45:45maknanya luar biasa loh.
- 45:47Apa tuh, Mas?
- 45:47Fase
- 45:48ya. Semua hanya fase, Mas.
- 45:50Semua fase
- 45:51semua hanya fase, Mas.
- 45:52Munggase
- 45:56karamah. atau fasenya aku ya karena aku
- 45:59senyum ya karena aku relate gitu
- 46:00[tertawa]
- 46:01karena kita ya tadi anak daerah juga kan
- 46:05terus ke sini juga pasti punya harapan
- 46:08untuk memperbaiki ekonomi kita sendiri
- 46:10dan keluarga kita sendiri dan fase itu
- 46:13menurut aku memang butuh effort dan aksi
- 46:16dan ketika tadi K Roma bilang tutup mata
- 46:21karena kita adalah orang yang berkelas.
- 46:24Yes.
- 46:24Dan itu fase gitu.
- 46:25Betul.
- 46:27tutup matanya.
- 46:27Kita butuh aksi
- 46:29dan kita harus butuh behave atau
- 46:31bersikap seolah-olah tuh kita udah punya
- 46:33itu.
- 46:33Betul, Mas.
- 46:34Kita udah di situ.
- 46:35Yes.
- 46:35Kan dari kecil udah dibilang Roma. Kamu
- 46:38orang terkenal tadi pas
- 46:39dari kecil
- 46:39bilang Roma tuh kayak beneran di film
- 46:41Roma gitu.
- 46:42Dari kecil, Mas. [tertawa] Betul, Mas.
- 46:43Kamu orang terkenal, kamu orang besar.
- 46:44Suatu hari akan ada ribuan orang yang
- 46:46mau mendengar kamu gitu.
- 46:47Setiap setiap hari ayah saya berkata
- 46:48seperti itu. Dulu saya sempat membenci
- 46:50ayah saya, Mas. He.
- 46:51Saya baru bernama ee berdamai dengan
- 46:53diri saya itu sekitar 4 tahun yang lalu
- 46:56dan menerima nama saya itu 2 tahun yang
- 46:58lalu. Memang tidak mudah perjalanan ini
- 47:00panjang. Jadi jangan buru-buru, Guys.
- 47:03[tertawa] Enjoy your time.
- 47:05Iya. Ya. Dan kemampuan untuk percaya
- 47:08pada kita akan ketemu dengan versi yang
- 47:11terbaik itu yang
- 47:14membuat kita tuh butuh afirmasi tadi.
- 47:16Butuh jurnal.
- 47:17Butuh jurnaling juga.
- 47:18Butuh bahagia.
- 47:19Butuh bahagia. butuh percaya diri, butuh
- 47:22bersyukur.
- 47:22Betul.
- 47:23Banyak sekali elemen-elemen yang
- 47:24sebenarnya ada di depan mata kita, tapi
- 47:27kita ignorance tutup mata untuk
- 47:31enggak ngeluin apa-apa gitu. Untuk
- 47:32ngeluh terus.
- 47:33I [tertawa]
- 47:36karena kena Mas energinya low frequency
- 47:39itu ditambah satu. Ditambah lagi dengan
- 47:41identitas lamanya, tambah lagi dengan
- 47:43lingkungan toksiknya.
- 47:45Oke.
- 47:46Jadi ditambah lagi dengan keuangannya
- 47:47yang minus ini bercampur jadi satu.
- 47:49Kalau kamu ngadapin ini ya coba hal yang
- 47:53paling dasar adalah apa yang membuat
- 47:54kamu bahagia.
- 47:56Lakukan hobi kamu dulu. Nikmati diri
- 47:58kamu dulu. Nikmati waktu kamu. Itu
- 48:01langkah paling awal, Mas.
- 48:04Iya. Aku sering baca komentar
- 48:06teman-teman suara berkelas
- 48:08dan rata-rata kalau kita ngomongin
- 48:09sesuatu yang nge-push mereka untuk jadi
- 48:12lebih baik, faktor utamanya yang jadi
- 48:15pengambat itu biasanya
- 48:17uangnya enggak ada.
- 48:19Emang harus pakai uangnya? [tertawa]
- 48:20Uangnya enggak ada. Rata-rata
- 48:23uangnya enggak ada.
- 48:25Gimana cara ngelakuin sesuatu yang
- 48:27bahagia?
- 48:29Oke, buat teman-teman yang punya
- 48:30komentar seperti itu, ee saya punya
- 48:32statement, Mas. Semoga ini bisa menjadi
- 48:35pembelajaran buat teman-teman semuanya
- 48:36yang punya pemikiran seperti itu.
- 48:38Mas,
- 48:40uang itu berkelimpahan.
- 48:42Serius.
- 48:45Uang itu ditarik sesuai dengan seberapa
- 48:48besar wadah yang kita miliki di dalam
- 48:49diri kita.
- 48:52Semakin besar wadahmu, semakin besar
- 48:55uangmu. Semakin kecil wadah di dalam
- 48:58dirimu, semakin sedikit
- 49:00uang yang kita dapatkan.
- 49:03Dulu, Mas, saya memang bekerja keras,
- 49:06tapi pola pikir saya sempit, pengetahuan
- 49:08saya sempit.
- 49:09He,
- 49:10energi saya rendah,
- 49:13mindset saya ngeblok, wadahnya kecil,
- 49:17wajar rezekinya kecil. Ketika saya mulai
- 49:20menerima diri sendiri, ketika saya mulai
- 49:23menerima nama saya, ketika saya mulai
- 49:25menerima segala sesuatu yang ada Allah
- 49:27ciptakan kepada saya, baik dari rasa
- 49:30negatif hingga kelebihan yang Allah
- 49:32berikan kepada saya,
- 49:34saya naik melecit, Mas. Wadahnya
- 49:37diperbaiki, Mas. Ini yang namanya wadah.
- 49:40Ketika kita memperbaiki diri kita dari
- 49:42hal yang paling dasar seperti pikiran,
- 49:44perasaan, dan apa yang kamu percayai di
- 49:47dalam diri kamu, maka kamu akan
- 49:49berkesempatan mengundang keberuntungan,
- 49:52kebahagiaan, kesehatan, rezeki, atau hal
- 49:55baik lainnya
- 49:56untuk masuk lebih banyak ke dalam hidup
- 49:58kamu. Ini adalah prinsip ilmu monopoli
- 50:01diri, Mas.
- 50:02Hm. H
- 50:04seperti itu.
- 50:05Kalau orang-orang yang menonton ini,
- 50:07he
- 50:07dan mereka bermanifestasi, mereka
- 50:10mendoakan atau berafirmasi
- 50:13tentang diri mereka sendiri doang nih,
- 50:14aku mau mobil ini, aku mau rumah ini,
- 50:16tapi kan terkesan kayak egois sekali
- 50:18hanya diri mereka sendiri gitu.
- 50:19Oke.
- 50:20Versus orang-orang yang bermanifestasi,
- 50:23berafirmasi, berdoa
- 50:25untuk kebaikan bersama gitu.
- 50:28Apakah ada perbedaan dari sisi entar
- 50:30hasil seperti apa? He.
- 50:32Karena aku pernah baca studi juga yang
- 50:34bilang kalau kita punya tujuan, tapi
- 50:37enggak tentang diri kita sendiri doang,
- 50:38tapi tujuannya untuk orang-orang lain
- 50:40juga dapat manfaatnya, itu lebih worse
- 50:42biasanya.
- 50:43Yes.
- 50:44Gimana, POV ke Roma?
- 50:47Allah juga udah bilang, dunia ini adalah
- 50:48taman bermain, Mas. Tempat kita bermain.
- 50:51Emang enak bermain sendirian?
- 50:54Itu satu.
- 50:55Hm.
- 50:57Ketika mengomong ee ngomongin soal
- 50:59energi,
- 51:01melakukan kebaikan kepada orang lain,
- 51:03energi yang kita dapat dari mereka
- 51:04adalah energi yang positif. Semakin
- 51:07banyak yang masuk energi positif ke
- 51:08kita, semakin kita naik, Mas.
- 51:11Wow.
- 51:12Jadi, singkatnya seperti itu. Ibaratnya
- 51:15ketika saya mulai menerima diri saya
- 51:18sendiri, Mas, saya sudah mulai tahu nih
- 51:19tujuan saya. Itulah kenapa hal yang
- 51:21pertama kita lakukan adalah self love
- 51:23dulu. Menerima diri dari A sampai Z.
- 51:26Ketika kita sudah selesai sama ini, Mas
- 51:27Bilal, kita akan tahu apa tujuan kita.
- 51:32Who are you? Siapa dirimu, siapa kamu?
- 51:37What do you want? Apa yang kamu mau?
- 51:40Lalu pertanyaan terakhir, "What you can
- 51:43give?" Apa yang bisa kamu berikan?
- 51:45I
- 51:45itu secara otomatis, Mas Bilal.
- 51:48Otomatis. tanpa dia capek, tanpa dia
- 51:51bersusah payah, dia akan tahu.
- 51:54Ketika saya memutuskan untuk menjadi
- 51:57seorang
- 51:58guru online yang masih atau motivator,
- 52:03ternyata memang live padar.
- 52:08Saya bisa membuat pembelajaran
- 52:10dimengerti oleh orang lain karena saya
- 52:14mengerti diri saya sendiri, Mas. Saya
- 52:16enggak suka buku yang saya lihat
- 52:18terjemahan pada pada awalnya ya. Contoh
- 52:20contoh paling dekat adalah buku
- 52:21terjemahan.
- 52:23Bahasanya aneh, Mas.
- 52:26Saya sulit mengerti istilah. He.
- 52:28Tapi saya mengerti tapi saya sulit
- 52:31dan saya tidak menyukai hal tersebut.
- 52:35Dan akhirnya saya ketemu dengan
- 52:37seseorang yang tidak suka belajar tapi
- 52:40gampang banget nyarap ilmu.
- 52:42Hm.
- 52:44Jadi teman saya ini bilang kepada saya,
- 52:46Mas Bilal, "Ini ada hubungannya ya,
- 52:47Mas." Dia bilang seperti ini, "Roma,
- 52:50bisakah kamu baca buku itu dan kasih
- 52:52tahu ke aku isinya apa?" Karena saya
- 52:55memang suka baca buku yang Mas Bilal.
- 52:56Saya baca, saya kasih tahu. Lalu ada
- 52:59pertanyaan yang sangat-sangat menohok.
- 53:01Dia bilang seperti ini, "Roma, kenapa
- 53:04ketika ngedengerin kamu jauh lebih mudah
- 53:07daripada aku membaca bukunya?"
- 53:11Sedari awal teman-teman semuanya kalau
- 53:13teman-teman sadari saya tidak pernah
- 53:14memakai istilah. Saya tidak pernah
- 53:17memakai kata-kata yang rumit untuk
- 53:19dimengerti.
- 53:20Iya.
- 53:22Karena saya paham. Saya ingin memberikan
- 53:25pembelajaran dengan mudah, menyenangkan,
- 53:28dan mudah untuk dilakukan oleh orang
- 53:30banyak. Di situ saya mulai sadar, Mas.
- 53:33Oh, tujuanku untuk hidup adalah ini.
- 53:35Kelebihanku adalah ini.
- 53:38Sebenarnya saya sudah terkenal, Mas,
- 53:39dari SMA, tapi saya trauma.
- 53:41Oh, really?
- 53:42Yes. Saya menarik diri.
- 53:45Saya menarik diri, Mas. Enggak mau
- 53:46terkenal lagi.
- 53:48Dalam tanda kutip terkenal karena
- 53:51eh maybe looks, I don't know.
- 53:53Oke. [tertawa] Oke. [terkesiap]
- 53:54Ee kepintaran juga bisa dibilang kayak
- 53:57idolnya. Ee jadi kayak ya
- 54:00begitulah. Lalu ada hal yang membuat
- 54:03saya trauma. Saya menarik diri dari
- 54:04keramaian. Akhirnya saya bekerja dengan
- 54:06cara yang private. Ternyata enggak cocok
- 54:08sama live saya, enggak cocok sama garis
- 54:10tangan saya. Saya memang ditakdirkan
- 54:12untuk muncul ke permukaan.
- 54:13He.
- 54:14Dan ketika saya muncul lagi ke
- 54:15permukaan, saya sangat menjaga privacy.
- 54:17Biar tidak terulang kembali kesalahan
- 54:19yang kemarin. Oke. Go.
- 54:21Ya. You know what I mean? Right.
- 54:23[tertawa]
- 54:23Ya,
- 54:25seperti itu, Mas Bilal dan teman-teman
- 54:27semuanya
- 54:29semangat.
- 54:30Pasti bisa, Mas Bilal. Bahkan dari
- 54:32jurang sekalipun. Justru orang-orang
- 54:34yang jatuh ke jurang, Mas Bilal,
- 54:35jujur aja mereka punya kekuatan lebih,
- 54:37Mas Bilal. Karena mereka enggak ada
- 54:39tujuan lain selain ke atas.
- 54:41We [tertawa]
- 54:42live ya. Wow. Wow.
- 54:45Like I do.
- 54:46I
- 54:46I don't know what to see. I don't know
- 54:48what to do. Enggak tahu ngelakuin
- 54:50apapun. Saya enggak bisa ngelihat
- 54:51apapun. Saya cuma bisa ngelihat ruang
- 54:52gelap sudah nyampai di dasar laut.
- 54:55Enggak. Saya enggak ada pilihan lain
- 54:55saya naik ke atas.
- 54:58Hm. Saya enggak ada.
- 54:59Ada dua pilihan sih.
- 55:00Apa tuh, Mas?
- 55:01Mau mati tenggelam atau naik ke atas?
- 55:03Aduh. [tertawa]
- 55:05No, Mas. Kalau saya mati yang memberikan
- 55:08kebahagiaan, bukan membelikan,
- 55:10memberikan kebahagiaan kepada orang tua
- 55:11saya siapa?
- 55:15Sebelum saya mati, setidaknya orang tua
- 55:17saya bahagia, Mas. Itu aja sih tujuan
- 55:20saya. Ya, [tertawa]
- 55:26Roma. tiga pertanyaan dari teman-teman
- 55:28suara berkelas.
- 55:29Baik,
- 55:32pertanyaan pertama
- 55:36dari Leoina Fatia.
- 55:39Halo. Halo Leo.
- 55:41Gimana caranya agar aku tetap bisa
- 55:43konsisten manifesting ketika keluargaku
- 55:46tidak support aku, ketika lingkunganku
- 55:48toxic, ketidak ketika aku tidak punya
- 55:50kemampuan finansial yang bagus.
- 55:53Oke,
- 55:56Leo. Dari sini aja kita bisa tahu kalau
- 55:59kamu bukan orang yang bahagia.
- 56:01Kita kembali lagi ke awal. Hanya
- 56:03kebahagiaan yang bisa menarik
- 56:05kebahagiaan lainnya untuk masuk ke dalam
- 56:06hidup kita. Langkah pertama yang harus
- 56:08kamu lakukan adalah pergi dari
- 56:11lingkungan itu. Pergi. Kalau enggak ada
- 56:14finansial gimana, Kak Roma?
- 56:17Tuliskanlah pertama jurnal manifesting
- 56:19kamu tentang kamu diterima kerja.
- 56:22Tuliskanlah bahwa kamu diterima kerja ke
- 56:24luar kota yang ditanggung biayanya, yang
- 56:27ditanggung biaya hidupnya, ditanggung
- 56:28ininya, ditanggung itunya. Itu
- 56:30sepertinya kayak to be good, to be true
- 56:32ya, Mas.
- 56:33He
- 56:33Mas Bilal sebenarnya. Tapi kalau kita
- 56:35percaya bahwa kita bisa melakukan itu,
- 56:38kita percaya bahwa Allah akan menolong
- 56:39kita dan memberikan jalan, Allah pasti
- 56:41akan kabulkan.
- 56:43Itu yang pertama. Yang kedua, bertingkah
- 56:44lakulah seperti orang yang sudah
- 56:46bekerja.
- 56:48Jangan bangun siang.
- 56:52Orang yang sudah bekerja itu enggak akan
- 56:53pernah bangun siang. Mereka bangunnya
- 56:55pagi.
- 56:57Diatur jadwalnya supaya jadwal kamu itu
- 57:00bisa menyerupai orang-orang yang
- 57:01bekerja. Ini yang namanya berusaha di
- 57:04poin kelima dalam law of attraction
- 57:06tadi, Mas. Yang pertama adalah
- 57:08bersyukur. Kedua adalah ikhlas. Ketiga
- 57:10adalah self love. Keempat bahagia. Yang
- 57:12kelima berusaha. Berusahanya itu seperti
- 57:14apa? Yang tadi berpura-pura. Ibaratnya
- 57:17ketika dia bangun pagi, dia beresin
- 57:18tempat tidur, dia mandi,
- 57:21dia makan sarapan pagi seperti itu. Lalu
- 57:24dia bisa cari lowongan, dia bisa mencari
- 57:27ee seminar-seminar gratis, workshop
- 57:29gratis di online kayak gitu atau dia
- 57:32nonton podcast lalu dia bisa menuliskan
- 57:34jurnal koreksi diri. Apa yang bisa dia
- 57:36tangkap dari podcast itu kayak gitu.
- 57:38He
- 57:38begitu terus sampai jam 12.00 siang. Jam
- 57:4012.00 siang dapat kamu makan. Makan
- 57:42siang istirahat.
- 57:44He.
- 57:44Jam . Kamu salat habis salat kalau kamu
- 57:47muslim ya. Kalau kamu enggak muslim ya e
- 57:49terserahlah kamu lakuin apapun. Jam .00
- 57:51ke bawah mulai lagi kayak gitu selesai
- 57:54jam 5.00 sore.
- 57:57Misal dia mau olahraga di jam 3.00 sore
- 57:59sampai jam 5.00 sore silakan. Jadi waktu
- 58:02kamu tuh terpakai semua. Enggak ada
- 58:04waktu untuk ngedengerin orang berpikiran
- 58:06negatif. Ini kalau orang tua kamu tidak
- 58:10mendukung kamu,
- 58:14diam.
- 58:16Lakukan afirmasi itu tidak betul, itu
- 58:18tidak betul, itu tidak betul dalam
- 58:20[tertawa] hati. Ya, serius.
- 58:23Aku akan berhasil. Aku pasti berhasil.
- 58:25Kamu jangan kepancing. Karena jujur ya,
- 58:27Mas Bilal, orang tua kita itu juga
- 58:30bergerak dengan hal yang sama.
- 58:32Hm.
- 58:32Apa itu? Identitas lama.
- 58:34Iya.
- 58:34Dari keluarganya dia juga dapat seperti
- 58:35itu, Mas Bilal.
- 58:36Dari orang tuanya ya.
- 58:37Dari orang tuanya itu bukan didapat
- 58:39serta-merta loh, Mas. Langsung jadi
- 58:42kayak gitu. Enggak. itu dari luka masa
- 58:44lalu juga.
- 58:45Dia juga enggak percaya. Kenapa dia
- 58:47tidak menyetujui mimpi kamu,
- 58:50bertentangan dengan mimpi kamu?
- 58:53Ya, karena dia tidak bisa melihat, dia
- 58:56tidak bisa mengetahui, dia tidak tahu.
- 59:00Karena mimpi kita itu, Mas, hanya kita
- 59:01yang bisa melihat. Jadi, wajar orang
- 59:03lain tidak setuju, wajar orang lain
- 59:06menentang, wajar. Karena mimpi kita itu
- 59:08Mas Bilal, kadang aja kita enggak tahu
- 59:10mimpi kita apa,
- 59:11apalagi orang lain.
- 59:12I
- 59:13lantas kita harus mengharapkan dengan
- 59:15sangat banget gitu orang lain menerima
- 59:17mimpi kita. Nonsens.
- 59:21Memang kenapa kalau enggak diterima?
- 59:23Bodo amat.
- 59:23Iya.
- 59:24Tutup matanya. [tertawa]
- 59:26Wah.
- 59:28membayangkan kita udah di titik itu,
- 59:32berpura-puralah seolah-olah kita udah
- 59:34punya itu.
- 59:35Yes.
- 59:35Itu bikin alam bawa sadar kita atau
- 59:37nervous system tadi itu juga akan
- 59:39terbiasa dengan hal-hal yang nanti kita
- 59:41akan dapatkan dan kita enggak kaget
- 59:42lagi.
- 59:42I
- 59:43ya. Itu itu aku rileks sekali dulu pas
- 59:46aku gapier itu kan nganggur kan itu aku
- 59:48tiap pagi lari lari pagi itu
- 59:50membayangkan aja tuh sudah punya kerjaan
- 59:52segala macam
- 59:52relate Mas ya.
- 59:53Iya. Sampai sekarang juga masih lari
- 59:54pagi gitu enggak ada bedanya. Dan itu
- 59:57yang aku bisa bilang sangat ril sih.
- 59:59Tapi kalau bayangkan kita pas nganggur
- 1:00:01aja enggak lari pagi terus kayak rebang
- 1:00:03segala macam, pas sudah dapat kerja
- 1:00:05kaget dan ngeluh terus.
- 1:00:06Yes.
- 1:00:06Karena enggak terbiasa sih nervous
- 1:00:08system tadi dengan keadaan kita yang
- 1:00:09baru ya.
- 1:00:10Akhirnya apa? Clue ada kerjaan terus
- 1:00:12kita nuduh kerjaannya toxic. [tertawa]
- 1:00:13H ya. Padahal kita udah ngelatih mental
- 1:00:16sejak lama dong. Walaupun kita tahu juga
- 1:00:18sih
- 1:00:19kita nganggur nih.
- 1:00:20Hm.
- 1:00:20Terus kita mau masuk kerja 3 bulan lagi.
- 1:00:23I
- 1:00:23enggak ada kerjaan yang memang tidak
- 1:00:26nyaman gitu ya. Eh sori. Tidak ada kerj
- 1:00:28nyaman 100% gitu.
- 1:00:29I
- 1:00:29yang kita latih dia sekarang apa? Mental
- 1:00:31untuk siap dengan ketidaknyamanan itu
- 1:00:33kan.
- 1:00:34Betul.
- 1:00:34H aku suka itu.
- 1:00:36Itu yang nomor lima, Mas. Enggak usah
- 1:00:38berusaha sampai mati kayak kurang. Ah
- 1:00:39[tertawa]
- 1:00:40enggak enggak enggak enggak. Hanya
- 1:00:42menyocokkan aja. He. He.
- 1:00:45Pertanyaan kedua dari Ezria.
- 1:00:49Halo, Ezria.
- 1:00:50Apakah aku bisa manifestasi untuk
- 1:00:53mendapatkan jodoh? Kalau bisa, apakah
- 1:00:56ada bukti nyatanya? [tertawa]
- 1:00:58Em, dari sini aja kamu sudah enggak
- 1:01:00percaya, jadi enggak usah dimulai.
- 1:01:02Jujur, Mas Bilal, sebenarnya kenapa saya
- 1:01:06kelasnya itu berbayar? Iya.
- 1:01:09Karena hanya orang-orang yang percaya,
- 1:01:12hanya orang-orang yang memang punya
- 1:01:13keyakinan yang luar biasa yang mau
- 1:01:15mengeluarkan uang untuk ikut dalam
- 1:01:16seminar saya.
- 1:01:17Setuju?
- 1:01:18Itu tiketnya, bukan masalah uangnya,
- 1:01:20tapi tiketnya.
- 1:01:21Karena saya tidak mau bertemu dengan
- 1:01:22orang yang tidak percaya tentang apa
- 1:01:23yang saya berikan.
- 1:01:25Hm.
- 1:01:26Sedari awal sudah dipertanyakan. Jadi,
- 1:01:28lantas apa yang harus saya jelaskan?
- 1:01:30Kalau saya dari awal tidak percaya, ya
- 1:01:32for what? From the beginning, dari awal
- 1:01:34sudah seperti itu, ya. Jangan buang
- 1:01:36energi kamu.
- 1:01:38If you believe, just do it. Kalau kamu
- 1:01:40percaya, lakukan. Kalau kamu tidak
- 1:01:41percaya, ya jangan lakukan. Simpel.
- 1:01:43Apakah bisa merealisasi jodoh? Bisa.
- 1:01:47Bisa. Apakah kamu percaya bahwa jodoh
- 1:01:49kamu akan datang?
- 1:01:51Saya kasih contoh ya, beberapa yang
- 1:01:53berhasil dilakukan oleh klien saya.
- 1:01:55Pertama, kayak gini. Kalau kamu ingin
- 1:01:57mengundang jodoh, mulailah latih.
- 1:02:00Pertama, pola pikir kamu. Apakah kamu
- 1:02:03sudah siap untuk berbagi?
- 1:02:06tempat sama orang lain. Berbagi tempat
- 1:02:08itu seperti apa, Kak Roma? Pertama,
- 1:02:10ketika kita menikah, Mas Bilal, otak
- 1:02:12bukan cuman satu lagi, ada dua
- 1:02:14otak-otak. Jadi, ya.
- 1:02:15Iya, betul. [tertawa] Enak tuh.
- 1:02:17Iya.
- 1:02:19Ketika kita ee suka sayur bayam
- 1:02:21misalnya,
- 1:02:22I
- 1:02:23dan pasangan kita kebetulan tidak suka
- 1:02:24sayur bayam, dia sukanya sayur kangkung.
- 1:02:26Ah, ini kita bisa, kita sudah mulai
- 1:02:28membiasakan diri.
- 1:02:29Hm.
- 1:02:30Mengatur ruang untuk orang lain. Kita
- 1:02:33membiasakan diri dulu. Ingat yang nomor
- 1:02:34lima, Mas.
- 1:02:35Berusaha
- 1:02:36usahanya itu menyesuaikan dulu. Yang
- 1:02:39kedua, kita mulai melatih diri kita,
- 1:02:43menerima orang lain. Apakah kita sudah
- 1:02:45terbiasa ada orang lain di samping kita?
- 1:02:48Apakah kita punya peralatan-peralatan
- 1:02:49couple
- 1:02:51kayak gitu, Mas? Apakah kita sudah siap
- 1:02:53untuk menerima orang lain lagi seperti
- 1:02:55anak kayak gitu? Jadi, semuanya
- 1:02:57dibiasakan dulu. Ada orang dia mau jodoh
- 1:03:00tapi masih tetap keras kepala sendiri,
- 1:03:02enggak mau diatur, enggak mau menerima
- 1:03:05orang pendapat orang lain kayak gitu.
- 1:03:07Masih tetap di nyamannya sendiri. Karena
- 1:03:09ketika menikah itu bukan tentang ke diri
- 1:03:11kita sendiri lagi, Mas.
- 1:03:13Jadi itu yang harus pertama kali
- 1:03:15dilakukan. Dan jangan lupa, ya, Guys,
- 1:03:17kalau teman-teman ingin membuat jurnal
- 1:03:19manifesting tentang orang lain, kita mau
- 1:03:23si A. Si A ini orangnya bagus, energinya
- 1:03:25bagus, positifnya luar biasa. Dan kita
- 1:03:29tidak memperbaiki diri, enggak akan bisa
- 1:03:30ketemu, Mas. Karena energi dengan energi
- 1:03:33itu sulit.
- 1:03:35Itulah kenapa manifesting benda mati
- 1:03:37jauh lebih gampang daripada benda hidup.
- 1:03:40Karena mereka punya energinya sendiri.
- 1:03:42Energi ini harus bisa cocok.
- 1:03:45Harus cocok dulu baru bisa bertemu. Jadi
- 1:03:47kalau menurut saya akan lebih baik kalau
- 1:03:50lebih didetailin. Jangan ada namanya.
- 1:03:53Tapi kalau mau nama silakan tapi saya
- 1:03:55lebih recommended enggak ada nama.
- 1:03:57Jangan lupa rambut ya, Guys ya. Untuk
- 1:03:58perempuan jangan lupa rambut nanti
- 1:04:00takutnya kayak klien saya dapatnya yang
- 1:04:01botak. [tertawa]
- 1:04:04Oke.
- 1:04:04Tapi semuanya sama. Baiknya sama, Mas.
- 1:04:08Iya. Iya.
- 1:04:08Ya. Kayanya luar biasa. H mapan.
- 1:04:12Heeh.
- 1:04:13Pengertian ganteng.
- 1:04:16Tapi mohon maaf enggak ada rambutnya.
- 1:04:18Lupa dia nulisnya
- 1:04:20spesifik enggak? Spesifik ya.
- 1:04:21Yes. Dan ada lagi, Mas. Dia lupa nulis
- 1:04:24tingginya.
- 1:04:25Hmm. He.
- 1:04:26Ada klien yang lain lagi, dia lupa nulis
- 1:04:28tingginya. Akhirnya yang dapat ganteng,
- 1:04:30mantaplah pokoknya spesifikasinya tuh.
- 1:04:32Tapi tingginya kurang.
- 1:04:33H
- 1:04:34tinggi tingginya sama.
- 1:04:37Tapi alhamdulillahnya tidak ada klien
- 1:04:39saya yang menuliskan namanya di situ.
- 1:04:41Hmm.
- 1:04:42Karena kalau kita spesifikasi nih nulis
- 1:04:44nama, usaha kamu harus lebih luar biasa.
- 1:04:46H.
- 1:04:47Bisa dengan berpuasa, tahajud, kamu
- 1:04:49tambah semua-semuanya. Tapi kalau kita
- 1:04:50enggak ada nama Allah, oh oke.
- 1:04:53Iya.
- 1:04:53Lu mau yang kayak gitu? Oke, dicariin
- 1:04:55tuh kayak gitu, Mas. Kita dibuat jatuh
- 1:04:58bangun supaya bisa ketemu sama ini
- 1:04:59orang. Karena kita maunya gede, Mas.
- 1:05:01Iya,
- 1:05:02benar.
- 1:05:03Kayak gitu. Jadi, buat buat kakak yang
- 1:05:05tadi kalau percaya lakukan. Kalau kamu
- 1:05:07enggak percaya ya whatever terserah kamu
- 1:05:10aja.
- 1:05:10Hm. I.
- 1:05:11Oke, Mas.
- 1:05:12Soalnya aku udah pernah nulis nama
- 1:05:14Selena Gomez, tapi udah diambil gitu.
- 1:05:16[tertawa]
- 1:05:16Berarti gagal ya. Gagal.
- 1:05:19Kita ke pertanyaan ketiga. Pertanyaan
- 1:05:21ketiga dari Arif, MN DR.
- 1:05:25Halo, Arif.
- 1:05:26Kak Roma, mau nanya dong.
- 1:05:28He.
- 1:05:29Aku penasaran
- 1:05:31gimana cara Kakak bisa punya ambisi
- 1:05:33berani, eksekusi dan enggak takut gagal
- 1:05:36sama tahu cara ngerem biar enggak
- 1:05:38overthinking.
- 1:05:43Mas Bilal, saya tuh sering banget gagal.
- 1:05:46[tertawa]
- 1:05:46Iya.
- 1:05:47Dulu sekarang juga sering enggak ke
- 1:05:49rumah? Enggak tahu.
- 1:05:51Kenapa saya selalu bilang enggak tahu?
- 1:05:52Ya karena kalau gagal, ya Allah berarti
- 1:05:55ingin saya belajar.
- 1:05:57Karena Mas di dunia ini cuman ada untung
- 1:05:58dan untung banget. Serius. Kalau saya
- 1:06:01gagal artinya saya beruntung dapat
- 1:06:03pembelajaran.
- 1:06:04Hm.
- 1:06:05Kalau saya berhasil berarti saya
- 1:06:06beruntung banget dikasih rezeki.
- 1:06:08Kayak gitu, Mas Bilal. Jadi, gimana
- 1:06:10caranya Kak Roma supaya ambisi yang
- 1:06:12supaya ambisi itu tidak takut gagal
- 1:06:14seperti itu. Oke.
- 1:06:17Pertama, mindsetnya emang kalau kamu
- 1:06:19gagal kamu dapat apa?
- 1:06:22Rugi. Oke. Dari rugi ini emang kamu
- 1:06:24enggak dapat pembelajaran.
- 1:06:26Ketika kamu ingin menjadi seorang
- 1:06:27pebisnis sejati, kamu harus bisa rugi.
- 1:06:32Harus. Karena rugi itu variabel yang
- 1:06:35tidak bisa dihindari, Mas. Enggak bisa.
- 1:06:38Karena dari rugi inilah kita bisa
- 1:06:39belajar sesuatu.
- 1:06:41Kalau kita enggak gagal,
- 1:06:44gimana kita bisa tahu keberhasilan, Mas?
- 1:06:47Di muka bumi ini hanya ada dua litik
- 1:06:51dan ini harus bisa datang bersamaan.
- 1:06:53Kalau kamu ingin cahaya, kamu harus
- 1:06:56punya kegelapan. Kalau kamu ingin
- 1:06:58berhasil, kamu harus punya kegagalan.
- 1:07:01Enggak bisa hidup itu berhasil terus
- 1:07:04kayak gitu. Enaknya di mana? Kita enggak
- 1:07:07tahu sehat kalau kita enggak sakit. Coba
- 1:07:10mindsetnya dietting kayak gitu. He.
- 1:07:11Biar kamu enggak takut gagal. Oh, gagal.
- 1:07:13Oh, ya udah. Ya Allah, tolong ganti. Oh,
- 1:07:15gagal. Ya Allah, tolong ganti.
- 1:07:17Heeh.
- 1:07:21Sesimpel itu. Kalau mau punya ambisi
- 1:07:23yang enggak takut gagal, itu mindsetnya
- 1:07:26diperbaiki. Dan apa yang tadi, Mas? Yang
- 1:07:29terakhir lagi pertanyaannya
- 1:07:32supaya
- 1:07:32eksekusi. Berani eksekusi
- 1:07:35enggak punya ambisi berani.
- 1:07:36Oke. Gimana caranya supaya berani
- 1:07:38eksekusi?
- 1:07:40Guys waktu itu enggak bisa dibeli. Waktu
- 1:07:43enggak bisa dibeli, Mas Bilal.
- 1:07:44He.
- 1:07:45Waktu yang terbaik adalah sekarang.
- 1:07:48Kalau gagal gimana, Kak Roma? Ya udah.
- 1:07:50[tertawa] Kalau gagal gimana, Kak Roma?
- 1:07:51Ya udah.
- 1:07:53Coba lagi.
- 1:07:54Iya.
- 1:07:55Waktu tidak bisa dibeli dan dengan
- 1:07:58menghargai waktu membuat kamu jauh lebih
- 1:08:01beruntung
- 1:08:04karena kamu berani. Dan keberanian ini
- 1:08:07disukai oleh keberuntungan Mas Bilal.
- 1:08:12Siapa yang berani dia akan memulai.
- 1:08:14Siapa yang memulai maka dia beruntung
- 1:08:16siapa yang beruntung orang-orang yang
- 1:08:17berani. Ini adalah sirsel
- 1:08:19yang tidak akan bisa pernah lepas. Kalau
- 1:08:21mau jadi orang yang beruntung harus
- 1:08:23berani, harus memulai baru dia
- 1:08:26beruntung.
- 1:08:28Kalau enggak ya enggak, enggak akan ada
- 1:08:29yang tersisa sama kita. Kayak gitu loh,
- 1:08:32Mas Bilal.
- 1:08:33Apalagi kalau dia laki-laki, laki-laki
- 1:08:35ya tadi ya, Mas ya. Mulai aja.
- 1:08:37Kalau gagal gimana, Kak Romah? Salat
- 1:08:39tahajud sana minta sama Allah gantinya.
- 1:08:41Iya, [tertawa]
- 1:08:43kayak gitu loh, Mas Bilal. Jadi enggak
- 1:08:44ada yang enggak ada yang
- 1:08:47enggak ada yang rugi di muka bumi ini.
- 1:08:48Hm. Enggak langsung mati di tempat kalau
- 1:08:51gagal.
- 1:08:51Enggak.
- 1:08:53Kalau menurut saya rugi adalah di mana
- 1:08:55kita ditembak mati enggak bisa lagi
- 1:08:57bernapas. Ah, itu rugi.
- 1:08:58Hm.
- 1:08:59Disuruh lompat ke jurang, jurangnya
- 1:09:01dalam banget. Ah, itu mati. Ah, itu
- 1:09:03rugi.
- 1:09:04Kalau disuruh mulai
- 1:09:0750% berhasil, 50% gagal, ya udah mulai
- 1:09:09aja.
- 1:09:10He
- 1:09:10lakukan afirmasi kamu berhasil. Kalau
- 1:09:12gagal gimana, Kak Roma? Ya udah, kamu
- 1:09:14mau berhasil.
- 1:09:15Wow, wow, wow. Alright.
- 1:09:20The worst advice yang pernah Kak Roma
- 1:09:22terima.
- 1:09:24Sebenarnya enggak ada nasihat yang buruk
- 1:09:25ya, Mas ya. Tapi
- 1:09:28saya anggap ini yang terburuk dan ini
- 1:09:30yang membuat saya naik ke atas.
- 1:09:34Saya pernah punya pengalaman buruk sama
- 1:09:36dosen saya. Jujur, Mas. Saya bukan ee
- 1:09:40waktu kuliah saya struggling sama
- 1:09:41identitas saya. Karena di waktu SMA saya
- 1:09:44idola. ketika SM ee ketika kuliah saya
- 1:09:48menutup diri saya, saya menutup pribadi
- 1:09:50saya, saya menjadi orang lain. Akhirnya
- 1:09:53saya jadi dibenci satu kampus, literally
- 1:09:56satu kampus.
- 1:09:57Dan saya cuma punya satu sahabat sampai
- 1:09:59detik ini namanya Silva. Halo Silva.
- 1:10:01Silva. [tertawa]
- 1:10:03Jadi
- 1:10:04David Silva bukan ya? Bukan ya?
- 1:10:06Silva.
- 1:10:06Oke.
- 1:10:07Iya. Jadi salah satu bahkan ada dosen
- 1:10:11bukan cuma satu ya, Mas ya. Benci sama
- 1:10:14saya.
- 1:10:15Saya saya yakin sih kalau itu memang
- 1:10:17sifat saya memang kurang ajar. Kurang
- 1:10:19ajarnya seperti apa? Saya terlalu
- 1:10:20frontal apalagi saya dari Sumatera
- 1:10:23terbang ke Jawa yang engendoro kayak
- 1:10:25gitu ketemu sama orang enggak enggak
- 1:10:27bisa. [tertawa]
- 1:10:28Iya iya iya iya.
- 1:10:30Kultur syok, Mas.
- 1:10:31Iya
- 1:10:31ya. Kultur syok. Terus saya juga bingung
- 1:10:35waktu di Jawa ada yang namanya tradisi
- 1:10:36kakak dan adik kelas.
- 1:10:38He.
- 1:10:38Saya enggak bisa terima, Mas. Karena di
- 1:10:40Sumatera tidak ada sistem, enggak ada
- 1:10:42bullying. Enggak ada.
- 1:10:43Iya. Iya.
- 1:10:44Dan ketemu di di Jawa itu ada. Saya
- 1:10:46kaget luar biasa, Mas. Dan saya dengan
- 1:10:48percaya diri bilang universitas saya
- 1:10:51apalagi terlebih di kampus saya, saya
- 1:10:53yang memulai supaya
- 1:10:57sistem bullying itu enggak ada lagi.
- 1:10:59Hm.
- 1:11:00Karena hal ini kakak kelas saya enggak
- 1:11:02suka.
- 1:11:04Dan suatu hari Mas Bilal jujur saya
- 1:11:06sangat-sangat sakit hati. Bahkan sampai
- 1:11:08detik ini mungkin ya saya bersyukur ini
- 1:11:10words ee nasihat paling buruk yang
- 1:11:13pernah saya dapatkan tapi malah membuat
- 1:11:14saya luar biasa. Dosen saya ini saya
- 1:11:17dekatin karena saya suka yang namanya
- 1:11:19pewarna zat alam. Saya suka banget Mas
- 1:11:22Bilal. Apalagi soal alam kayak gitu saya
- 1:11:23suka. Saya sudah bilang, "Ibu kalau
- 1:11:26nanti ada pelatihan tentang zat alam
- 1:11:29saya ikut ya." Oh iya silakan. Dan Mas
- 1:11:33tahu siapa yang ditawarin?
- 1:11:36Sahabat saya.
- 1:11:37Hm.
- 1:11:38Dan untungnya Allah ngasih saya itu
- 1:11:40orang yang tulus karena memang saya
- 1:11:41tulus sama orang lain. Dan alhamdulillah
- 1:11:43dikasih sahabat yang tulus. Sahabat saya
- 1:11:45ini datang kepada saya nanya, "Roma,
- 1:11:47saya ditawarin loh untuk zat pewarna
- 1:11:49alam. Kok kamu enggak ikut?"
- 1:11:53Saya diam, Mas. Lalu teman saya bilang,
- 1:11:56"Saya nanya sama orang yang nawarin
- 1:11:57saya, kenapa Roma enggak diajak, Mas
- 1:12:01tahu dia bilang apa?" "Sor enggak suka
- 1:12:04sama Roma."
- 1:12:06disebut lagi namanya [tertawa]
- 1:12:08orang Aceh lagi.
- 1:12:14Aduh ya saya enggak suka sama Roma. Jadi
- 1:12:17dia enggak kalau boleh jangan Roma.
- 1:12:21Terus dia ngomong kayak gini, Mas, sama
- 1:12:23sahabat saya,
- 1:12:26"Kalau boleh jangan Roma ya. Soalnya
- 1:12:28Roma itu sifatnya enggak cocok
- 1:12:30h
- 1:12:31sama sirsel kita."
- 1:12:33Terus teman saya bilang lagi gini, "Mas
- 1:12:35Rom, aku enggak bermaksud buruk sama
- 1:12:37kamu.
- 1:12:39Tapi kalau kamu kayak gini terus, kamu
- 1:12:41enggak akan berkembang ke mana-mana.
- 1:12:46Sifat ini harus kamu rubah.
- 1:12:48Suka enggak suka, mau enggak mau kamu
- 1:12:51harus ngerubahnya."
- 1:12:53Dari situ saya mikir, Mas, kayaknya
- 1:12:55memang saya yang salah deh.
- 1:12:58Saya yang salah deh. Sepertinya
- 1:13:01dimulai dari situ, Mas. Saya mulai
- 1:13:03menjadi orang Jawa, bukan lagi orang
- 1:13:05Batak. [tertawa]
- 1:13:08Suara makin pelan. Masyaallah
- 1:13:09tabarakallah. Itu sih buruknya di mana,
- 1:13:12Kak Roma? Bukan perkataannya yang buruk,
- 1:13:13situasinya.
- 1:13:14Hm.
- 1:13:15Untung sahabat saya itu sahabat saya
- 1:13:17gitu loh, Mas. datang ke saya ceritain
- 1:13:20kayak gitu dan langsung ngasih nasehat
- 1:13:23sehingga saya merasa oh saya harus
- 1:13:26berubah.
- 1:13:28Jadi hati-hati guys, pilih baik-baik.
- 1:13:30Siapa teman kamu, siapa sahabat kamu,
- 1:13:33siapa kolega kamu, siapa partner kamu.
- 1:13:35Harus tahu.
- 1:13:36H siapa guru kamu.
- 1:13:38Ah, saya juga punya mentor loh, Mas.
- 1:13:40Saya punya guru. Saya punya mentor.
- 1:13:42Alhamdulillah. Kalau enggak, saya enggak
- 1:13:44akan sampai ke hadapannya Mas Bilal.
- 1:13:46Tentu tentu.
- 1:13:47Masyaallah.
- 1:13:48Makasih loh Mas Bilal.
- 1:13:49Terima kasih banyak Roma sudah ke suara
- 1:13:50berkelas [tertawa] sehat terus. Semoga
- 1:13:53ini bermanfaat bagi teman-teman yang
- 1:13:54menonton ya. [terkesiap] I semuanya.
About this transcript
This page contains the full transcript of Kalau Kamu Mau HIDUPMU Gini-Gini Terus, SKIP Aja Video Ini! | SUARA BERKELAS #172 by SUARA BERKELAS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 10,531 words across 2,175 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.