Kalau kamu bukan siapa-siapa, NGONTENLAH! — Transcript
Full transcript
- 0:00Kamu pernah enggak sih kalau ngerasain
- 0:02kamu ini bukan siapa-siapa? Kamu pernah
- 0:04enggak sih ketika mau ngonten kamu tidak
- 0:07punya modal? Terus kamu ngerasa enggak
- 0:09kalau misalnya kamu selama ini memiliki
- 0:12keterbatasan-keterbatasan?
- 0:13Kan di konten itu nanti ada konten
- 0:15writer, ada konten desain, ada konten
- 0:19video dan segala macam itu merupakan
- 0:22sebuah konten. So, video ini saya akan
- 0:26mengulasnya, membedahnya, memberikan
- 0:29sebuah tips dan triks supaya teman-teman
- 0:31terus semangat untuk bisa
- 0:33[Musik]
- 0:39ngonten. Asalamualaikum warahmatullahi
- 0:41wabarakatuh. Hai, halo, selamat datang
- 0:43di A Vlog Audi Visisual Vlog, vlog yang
- 0:48membahas tentang dunia perkontenan dan
- 0:51vlog. Yups,
- 0:53emm
- 0:55saya cukup lama enggak ngonten. Kayaknya
- 0:59hampir 100 hari ya saya enggak ngonten
- 1:00sama sekali. beberapa kendala di kemarin
- 1:04itu yang saya rasain sebetulnya adalah
- 1:06saya kemarin ngerasa e bahwa pertama
- 1:09kendala kenapa saya tidak ada ngonten.
- 1:11Saya mesti jelasin dulu ya ke
- 1:14kalian. Tapi enggak masalah sih. Saya
- 1:16akan jelasin dulu kenapa selama kemarin
- 1:18saya enggak sempat ngonten dan baru kali
- 1:20ini saya ee ngonten lagi. Yang pertama
- 1:23kemarin saya ada kesibukan. Yang kedua,
- 1:27lensa yang menjadi andalan saya. Lensa
- 1:2985 yang sekarang ini. Nih, lensa ini 85
- 1:32ini kemarin dipakai ya kan? Terus
- 1:36kemarin sempat trouble ee dikiranya
- 1:39lensanya rusak eh lensanya itu mengalami
- 1:42apa namanya kendala. Pas di kirim ke
- 1:45tukang servis ternyata lensanya
- 1:47baik-baik aja gitu, biasa-biasa aja.
- 1:49Saya punya lensa dua sebetulnya. ada
- 1:51lensa yang 85 ini sama lensa yang ee
- 1:54variabel itu 2470. Dua-duanya sama-sama
- 1:58mirrorless, tapi yang membedakan adalah
- 2:01dibukaan. Saran saya kalau misalkan
- 2:03teman-teman mau bikin konten yang
- 2:06sifatnya cinematik, gunakan lensa yang
- 2:09fix. Itu yang pertama. Yang kedua,
- 2:11bukaannya cari yang paling kecil. Kayak
- 2:14lensa yang 85 ini, dia bukaannya 1,8.
- 2:16Kalau misalnya teman-teman mau bikin
- 2:19konten cinematik terus lensanya variabel
- 2:21apalagi bukaannya besar seperti lensa
- 2:23yang saya punya 2470 itu bukanya empat.
- 2:27Jadi kalau misalnya untuk gambar-gambar
- 2:28yang low light atau gambar-gambar yang
- 2:30menghasilkan bokes seperti ini itu
- 2:32kurang
- 2:33maksimal. Hah. Jadi ngomongin lensa tapi
- 2:36itu untuk pengalaman aja untuk
- 2:38pengetahuan. Terus kemudian kemarin juga
- 2:41saya ada kesibukan-kesibukan lain ya
- 2:44yang tidak perlu saya sebutkan. Tapi
- 2:46memang itulah dunia saya. Selain saya
- 2:48sebagai seorang praktisi, saya juga
- 2:51seorang seniman. Ya kan? Saya seorang
- 2:53seniman seni media audiovisual. Selama
- 2:56saya tidak ngonten juga saya melakukan
- 2:59sebuah sublimasi. Ih, keren banget
- 3:02sublimasi. Iya, maksud saya saya
- 3:04melakukan sebuah pengendapan di sana.
- 3:07Saya melakukan sebuah riset. riset yang
- 3:10hari ini sebetulnya. Jadi, saya biasanya
- 3:12kalau enggak ngonten itu saya tetap
- 3:14melakukan sebuah aktivitas yang ada
- 3:16hubungannya dengan dunia seni media
- 3:19audiovisual. Itu enggak bisa saya
- 3:21lepaskan. Mulai dari nulis,
- 3:24ngedesain, kemudian mencari literasi,
- 3:27dan kita melakukan sebuah riset
- 3:29perkembangan hari ini seperti apa
- 3:30teknologinya. Kalau saya tidak melakukan
- 3:33itu, saya bisa tertinggal jauh. Nah,
- 3:37Teman-teman juga misalkan itu. Makanya
- 3:38enaknya adalah teman-teman tinggal
- 3:40dengerin aja apa yang saya sampaiin.
- 3:42Wah, enak banget. Enggak. Intinya
- 3:44seperti itu. Jadi, setelah saya
- 3:45melakukan sublimasi atau pengendapan,
- 3:48saya mau bilang ke teman-teman bahwa
- 3:50kalau lu bukan siapa-siapa, ngonten
- 3:53lah. Hmm.
- 3:56[Musik]
- 4:03di dunia digitalisasi yang sekarang
- 4:07sudah begitu masif, sudah
- 4:10begitu jauh, jauh banget, bahkan sampai
- 4:13sekarang ini sudah melampaui ee
- 4:17batas-batas apa ya ee kemampuan otak
- 4:20manusia gitu. Yang pertama adalah banyak
- 4:23hari ini influencer, content creator
- 4:26yang itu dulunya bukan siapa-siapa. Tapi
- 4:29hari ini menjadi apa? Yang kedua,
- 4:33bahwa setelah dia menjadi apa dan
- 4:36menjadi siapa, dia bisa memberikan
- 4:39kemanfaatan secara positif. Makanya ada
- 4:42sebuah kata-kata filosuf motivasi juga
- 4:46itu dari eh tokoh Islam Hujjatul Islam
- 4:50Imam Alghazali pernah mengatakan begini,
- 4:53"Kalau kamu bukan anak bangsawan, kamu
- 4:56bukan anak raja, maka
- 5:00menulislah." Ya, itu di eranya sangat
- 5:02relevan. Kalau hari ini relevan enggak?
- 5:05Masih relevan tapi tipis.
- 5:08Berarti eh yang paling penting untuk
- 5:10hari ini tuh apa? Ngonten. Ngonten itu
- 5:13tidak hanya terbatas membuat video,
- 5:15tidak. Menulis itu juga
- 5:18ngonten. Membuat sebuah desain itu juga
- 5:21ngonten. Kan di konten itu nanti ada
- 5:24konten writer, ada konten desain, ada
- 5:27konten video dan segala macam. Itu
- 5:30merupakan sebuah konten. Paham ya sampai
- 5:33sini? Jadi, ada beberapa orang-orang di
- 5:36Indonesia ini yang cukup sukses ketika
- 5:38dia menjadi seorang content creator. Ada
- 5:40beberapa orang-orang yang tadinya bukan
- 5:42siapa-siapa, bahkan dia mungkin minder
- 5:47awalnya, ya kan. Dia jelek, enggak
- 5:50ganteng, enggak tampan, enggak cantik,
- 5:53enggak ayu. Terus dia ngonten. Akhirnya
- 5:56sekarang jadi apa? Jadi siapa? Beda
- 5:58halnya di tahun era sebelum digitalisasi
- 6:00ini masuk, orang kalau mau jadi siapa?
- 6:04harus jadi artis dulu, harus masuk TV
- 6:06dulu, baru kamu jadi siapa. Kalau hari
- 6:08ini ngonten. Kenapa sih harus ngonten?
- 6:12Tadi sudah saya jelaskan bahwa ada
- 6:15beberapa orang hari ini yang tadinya
- 6:18dulu nah body, sekarang jadi somebody.
- 6:21Nah, itu kuncinya. Kemudian kenapa sih
- 6:23harus ngonten? Alasan berikutnya adalah
- 6:26bahwa hari ini semua orang itu sudah
- 6:30dimudahkan.
- 6:31Ada beberapa tools yang hari ini
- 6:34sebetulnya sangat memudahkan teman-teman
- 6:36untuk bisa ngonten bahkan
- 6:39hanya menggunakan komputer atau hanya
- 6:41menggunakan laptop atau hanya
- 6:43menggunakan handphone yang teman-teman
- 6:45miliki. Karena hari ini dunia digital
- 6:48itu sudah yang tadi saya bilang bahwa
- 6:50kita sudah lompat jauh. Kita ada yang
- 6:52disebut dengan namanya teknologi I atau
- 6:55AI. Kamu mau baca AI atau AI sama ya.
- 6:59ini hanya istilah eh apa? ejaan aja.
- 7:02Ejaan itu tidak jadi masalah. Kamu mau
- 7:04membaca I atau ya semuanya sama. Nah,
- 7:07itu yang maksud maksud saya adalah
- 7:09mungkin di beberapa part video yang akan
- 7:11datang saya akan kasih tips dan triks
- 7:14bagaimana cara memanfaatkan teknologi I
- 7:18ini untuk kebutuhan pembuatan konten.
- 7:22Tapi walaupun begitu, YouTuber-YouTuber
- 7:24yang lain pun sudah banyak yang
- 7:26menjelaskan tentang bagaimana cara
- 7:28menggunakan ii hanya saja mungkin akan
- 7:31berbeda kalau versinya mereka ya
- 7:33versinya mereka. Kalau versi saya
- 7:35mungkin versi yang memang saya akan
- 7:38menjelaskannya ada kaitannya, ada
- 7:40hubungannya dengan dunia seni dan media
- 7:42audio visual tadi. Di video-video yang
- 7:45lain, di
- 7:46video-video kanala vlog ini saya juga
- 7:49sudah menjelaskan kendala-kendala atau
- 7:52tip dan trik bagaimana cara membuat
- 7:54sebuah konten yang baik. ya tinggal
- 7:56diarching aja tuh ada yang ada yang cara
- 7:59memilih handphone, ada yang cara memilih
- 8:03kamera, ada yang cara memilih mikrofon,
- 8:05kemudian ada yang menjelaskan bagaimana
- 8:08cara menulis script, ada yang bagaimana
- 8:11cara teman-teman supaya PD di depan
- 8:14kamera tuh seperti apa. Itu banyak yang
- 8:18sudah saya berikan. Tinggal teman-teman
- 8:20mau nonton video saya yang
- 8:21sebelum-sebelumnya ya. Lalu pertanyaan
- 8:24berikutnya adalah mentalitas seperti apa
- 8:26sih yang harus dimiliki oleh teman-teman
- 8:29supaya bisa percaya diri dalam ngonten?
- 8:33Jadi kuncinya adalah jangan menjadikan
- 8:37kendala itu kelemahan tetapi justru
- 8:40kendala itu adalah
- 8:42sebuah kekuatan, sebuah kreativitas,
- 8:46sebuah challenge, sebuah tantangan.
- 8:49Kelemahan kita para contreator pemula
- 8:52terutama itu dia sudah kalau saya bilang
- 8:56itu sudah merasa kalah dulu karena
- 8:58merasa bahwa ah gue alatnya terbatas, ah
- 9:01gue udah ada bayangan takut
- 9:03kegagalan-kegagalan seperti itu. Makanya
- 9:05saya bilang kalau misalnya teman-teman
- 9:07mau ngonten ngonten aja jangan takut
- 9:10gagal. Karena mentalitas pokok untuk
- 9:13kamu menjadi seorang content kreator itu
- 9:16kamu jangan takut gagal. Jadikan
- 9:19kelemahan-kelemahan yang kamu miliki itu
- 9:21sebuah kekuatan, sebuah challenge untuk
- 9:24membuktikan bahwa ini gua bisa. Itu yang
- 9:26harus kamu tanamkan, yang harus
- 9:29teman-teman tanamkan supaya nanti ketika
- 9:32kamu ngonten itu ya sudah ini sebuah
- 9:35proses, ini sebuah apa ya? alur sebuah
- 9:39cerita yang harus kamu lewati. Kemudian
- 9:41tips yang berikutnya adalah mulailah
- 9:44dari yang kamu miliki. Jadi ini sudah
- 9:48saya jelaskan di beberapa video-video
- 9:50sebelumnya bahwa kalau kamu mau ngonten
- 9:53itu kamu mulai
- 9:55dari yang kamu bisa kan. kamu punyanya
- 10:00ini nih, kamu punyanya misalnya hanya
- 10:02cuma handphone, kemudian kamu hanya bisa
- 10:04ngontennya di desa, kamu hanya bisa
- 10:07ngontennya
- 10:09di dusun yang sangat jauh gitu kan atau
- 10:12kamu bisa ngontennya hanya dari daerah,
- 10:15itu is enggak masalah karena itu yang
- 10:17kamu punya. Justru itu yang
- 10:21menjadikan potensi konten
- 10:24kamu
- 10:26berbeda. Saya
- 10:28punya kunci, saya punya resep, saya
- 10:30punya trik di sini. Bahkan saya pernah
- 10:33bilang bahwa sebetulnya konten itu
- 10:36kuncinya adalah makin lokal makin
- 10:39mengglobal. Itu
- 10:40kuncinya. Karena kalau konten-konten
- 10:43yang biasa itu biasanya sudah umum,
- 10:45sudah lazim, orang sudah bosan. Tapi
- 10:48kalau kamu berani bikin konten yang
- 10:49lokal dengan peralatan yang kamu miliki,
- 10:52peralatan yang yang saat ini kamu miliki
- 10:55misalnya hanya menggunakan handphone,
- 10:57tapi kamu produksinya di daerah atau di
- 11:00daerah atau di tempat-tempat yang
- 11:02sebelumnya orang tidak pernah melihat,
- 11:05itu potensinya lebih besar untuk kamu
- 11:06ngetop. Selanjutnya adalah strategi apa
- 11:09sih untuk memulai kamu membuat konten?
- 11:13Yang ini sudah saya jelaskan di beberapa
- 11:16video-video yang sebelumnya dan ini
- 11:18detail banget tapi saya coba ulang lagi.
- 11:20Yang pertama adalah kalau kamu mau
- 11:22ngonten, pilihlah NIS yang tepat. NIS
- 11:26itu topik yang
- 11:27spesifik. Topik yang spesifik itu jauh
- 11:31lebih memungkinkan kamu mudah untuk
- 11:34ng-etop.
- 11:36Kemudian yang berikutnya
- 11:38adalah ya kalau kamu ngonten, gunakanlah
- 11:41format yang sederhana.
- 11:43Yang paling gampang misalnya kamu bikin
- 11:45short video, kamu bikin vlog-vlog
- 11:47ringan, kamu bikin tutorial tutorial
- 11:51singkat mengenai misalnya yang kamu
- 11:53mampu aja, jangan yang rumit-rumit. Yang
- 11:56berikutnya adalah kamu juga wajib tahu
- 11:58tentang optimasi algoritma. Cara
- 12:00belajarnya gimana? Itu gampang banget.
- 12:03Gampang banget. Kamu pernah enggak sih
- 12:05ketika kamu misalnya main TikTok atau
- 12:08main YouTube ya, yang paling gampang
- 12:11TikTok. Misalnya kamu bikin hashtag.
- 12:13Hashtag itu kan biasanya kalau misalnya
- 12:15kamu bikin video terus kamu tulis di
- 12:17deskripsinya kamu tulis kan deskripsinya
- 12:20kamu tulis misalkan kamu main hashtag
- 12:21tuh misalnya hashtagnya tentang vlog itu
- 12:25biasanya ada tuh ada angkanya angka yang
- 12:26muncul SL. Nah angka itu menjadi acuan
- 12:30itu yang disebut dengan algoritma tadi
- 12:32banyak yang
- 12:33nonton. Nah itu algoritma paling
- 12:36sederhana. Selanjutnya kamu harus bikin
- 12:38thumbnails yang bagus. itu masih ada
- 12:40hubungannya dengan ee algoritma tadi
- 12:43bikin deskripsinya yang benar. Terus
- 12:46jangan lupa video yang kamu buat harus
- 12:49ada judulnya, tidak boleh tidak ada
- 12:50judulnya. itu bagian terkecil dari
- 12:54memaksimalkan atau optimasi dari
- 12:56algoritma tadi. Strategi yang berikutnya
- 12:59itu adalah kamu posting secara rutin,
- 13:02konsisten posting
- 13:03lah. Ini tamparan buat saya juga sih,
- 13:06terus terang karena saya pribadi sampai
- 13:10detik ini ee masih mencari masih apa ya
- 13:14ee belajarlah, belajar terus karena ee
- 13:18biarpun saya sudah punya jam terbang
- 13:20yang lumayan, tapi kadang-kadang saya
- 13:23juga mengalami kesulitan. Kesulitannya
- 13:25adalah mencari idenya. Sebetulnya gini,
- 13:27hal yang paling mudah untuk bisa kamu
- 13:30konsisten posting karena kamu menemukan
- 13:34dunia kamu sendiri, menemukan nis yang
- 13:36tepat. Itu kuncinya sih sebetulnya.
- 13:38Berikutnya adalah kira-kira
- 13:39kesalahan-kesalahan apa sih yang harus
- 13:41dihindari pada saat kamu ngonten? Ini
- 13:43fatal kalau kamu bukan siapa-siapa,
- 13:46kecuali kalau misalnya kamu sudah
- 13:50punya branding, punya personal branding,
- 13:54punya sesuatu yang kamu jual.
- 13:56Mungkin kamu bisa meniru. Tapi kalau
- 13:58misalnya kamu bukan siapa-siapa, jangan
- 14:01meniru. Maksudnya meniru ketiplekblek ya
- 14:03atau apa ya kalau saya bilang ee kalau
- 14:08bolehlah ada rumusnya kan ATM amati tiru
- 14:11modifikasi tapi tidak boleh amati tiru
- 14:13plug enggak boleh itu enggak boleh. Kamu
- 14:16harus amati tiru
- 14:19modifikasi. Kemudian yang berikutnya
- 14:22adalah hindari OVT. OVT itu apa?
- 14:25overthinking
- 14:28berlebihan. Ini
- 14:30kesalahan-kesalahan buat kamu yang akan
- 14:32memulai menjadi seorang content kreator.
- 14:36Kamu pasti mikirnya macam-macam. Wah,
- 14:38gue nanti gagal, gue nanti gimana, gue
- 14:40nanti seperti apa. Itu overthinking yang
- 14:43sebelumnya sebenarnya belum belum
- 14:45terjadi. Nah, makanya hindari itu. Nah,
- 14:47itu itu cara memecahkannya gimana?
- 14:49Lakukan lakukan aja. Udah, enggak usah
- 14:52mikirin salah benarnya. Karena hari ini,
- 14:54terus terang hari
- 14:56ini
- 14:58itu dunia sedang
- 15:01mengalami
- 15:03perang
- 15:05media. Jadi tidak peduli lu mau kayak
- 15:09apa, lu seperti apa, itu enggak peduli.
- 15:12Yang penting kalau lu memang niat untuk
- 15:15ngonten, ngonten. Karena ini untuk
- 15:18menjawab bahwa kalau lu bukan
- 15:19siapa-siapa, ngontenlah.
- 15:21Burar pada saat kamu ngonten, kamu tidak
- 15:23melakukan interaksi dengan si viewers
- 15:26atau si audiens karena ini akan
- 15:29mempengaruhi si audiens tadi. Audiens
- 15:31itu ngerasa bahwa ah dia ngomong sendiri
- 15:33enggak enak gitu kan. Kalau ngomong
- 15:36ngomong aja nyerocos tapi tidak membawa
- 15:39penonton atau audiens untuk berinteraksi
- 15:42dengan kamu. Nah, itu bahaya ya.
- 15:44Misalnya di akhir kamu melakukan ee
- 15:47apalah misalnya kalau kamu suka dengan
- 15:49video ini, kamu bisa like, kamu bisa
- 15:51share. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa
- 15:54kolom komentar atau misalnya kamu
- 15:56memberikan pertanyaan, kira-kira apaagi
- 15:58ya kesalahan yang harus dihindari? Nah,
- 16:00ini adalah pertanyaan yang memang
- 16:02memancing si viewers atau si penonton
- 16:06untuk berinteraksi. Semua contonent
- 16:08kreator hari ini dulunya bukan
- 16:12siapa-siapa, tapi sekarang hari ini
- 16:14menjadi apa dan siapa dan dia bisa
- 16:17menjadi inspirator bagi
- 16:19contontreator-konten kreator yang lain
- 16:21yang ada di dunia ini. Jadi kalau lu
- 16:24bukan siapa-siapa, ngontenlah.
- 16:27Setidaknya kalau kamu suka dengan video
- 16:29ini, kamu bisa like, kamu bisa share,
- 16:33dan kalau misalnya ada pertanyaan
- 16:35pertanyaan, so kamu
- 16:37bisa isi kolom komentar apa yang mau
- 16:40ditanyain. Terima kasih. Mudah-mudahan
- 16:44prolog vlog ini bisa memberikan
- 16:47pencerahan ke teman-teman semuanya dan
- 16:52salam a vlog.
- 16:56[Musik]
About this transcript
This page contains the full transcript of Kalau kamu bukan siapa-siapa, NGONTENLAH! by AVlog - Audio Visual VLOG, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 2,033 words across 382 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.