Jangan Pernah Takut dan Gelisah dengan Kehidupan - Ustadz Adi Hidayat — Transcript
Full transcript
- 0:00Jika engkau konsisten mengikuti pedoman
- 0:02ini, maka aku jamin hidupmu fala khaufun
- 0:05tidak akan pernah merasa gelisah.
- 0:08Alaihim w hum yahzanun dan tidak akan
- 0:12pernah merasa sedih. Baik. Jadi konsep
- 0:15kehidupan di bumi itu dengan sifat dunia
- 0:17itu seharusnya konsepnya satu, fala
- 0:19khauf. Enggak pernah gelisah, tenang.
- 0:22Jadi konsep dasarnya di mana pun Anda
- 0:23bertugas seharusnya tugas itu melahirkan
- 0:25ketenangan.
- 0:27ya, di manapun beraktivitas seharusnya
- 0:29aktivitas itu membuat diri kita tenang.
- 0:31Jadi, kalau ada kegiatan dan kalau ada
- 0:34ruang tempat kita beraktivitas tidak
- 0:36membuat kita tenang, artinya ada pedoman
- 0:38yang belum kita baca dan belum kita
- 0:41implementasikan sehingga tugas-tugas itu
- 0:44tidak kita rasakan membawa ketenangan
- 0:46dalam kehidupan pekerjaan kita. Bukan
- 0:48pekerjaannya yang salah. Karena tidak
- 0:50mungkin Tuhan mengirimkan kita ke satu
- 0:52tempat kecuali di tempat itu kita
- 0:53dipercaya punya kemampuan untuk
- 0:55memanajen.
- 0:56Ini harus kita yakini dengan baik. Tidak
- 0:58mungkin Allah mengamanahkan, menugaskan
- 1:00seseorang di satu tempat bila tidak
- 1:02dinilai dia memiliki kemampuan yang
- 1:04pantas berada di situ. Ayatnya jelas, la
- 1:07yukallifulahu nafsan illa usaha. Tidak
- 1:10mungkin Allah memberikan tugas pada
- 1:12seorang hamba jika tidak dinilai
- 1:15memiliki kecakapan untuk bisa menunaikan
- 1:17tugas di tempat itu dengan baik.
- 1:21[musik]
- 1:27[musik]
- 1:29Asalamualaikum warahmatullah
- 1:31wabarakatuh.
- 1:33Waalaikumsalam warahmatullahi
- 1:35wabarakatuh.
- 1:37Sifat yang melekat
- 1:39pada fungsi kehidupan kita di setiap
- 1:42tempat yang dipijak dengan tiga makna
- 1:45itu sifatnya disebut dengan dunia.
- 1:49Ya, disebut dengan apa? Dunia itu. Dunia
- 1:52itu dari bahasa Arab dari kata dana
- 1:55yadnu dunuwan wa dunya.
- 1:59Ya, dia membawa dua arti yang sangat
- 2:02padat.
- 2:03Satu, dunia itu artinya sesuatu yang
- 2:07berlangsung dengan cepat dekat. Ya. Jadi
- 2:11kalau orang Arab mengatakan ya ma
- 2:16ini air dekat dengan saya.
- 2:18Ya kan sesuatu yang dekat dan cepat ya
- 2:23tak terasa ya rasanya baru kemarin
- 2:25dilantik sekarang sudah 3 tahun kan. Hah
- 2:28ya tak terasa kayaknya baru kemarin tuh
- 2:31ya teman-teman ini membentuk satu
- 2:34komunitas yayasan ternyata sekarang
- 2:37sudah sekian tahun usianya. Itulah dunia
- 2:40sifatnya demikian. Jadi dengan kecepatan
- 2:43itu kalau kita tidak manfaatkan setiap
- 2:46posisi yang diamanahkan untuk
- 2:48menampilkan tiga makna tadi, maka waktu
- 2:52itu akan terus berlalu, berjalan, dan
- 2:56tidak ada yang hadir pada diri kita
- 2:57kecuali penyesalan. Ya, sesuatu yang
- 3:00cepat bergerak. Dua, dunia itu juga
- 3:04mengandung arti sesuatu yang rusak
- 3:07secara alamiah bila tidak dirawat.
- 3:11Ini gelas
- 3:13bersih walaupun tak ada airnya.
- 3:15Didiamkan saja sifat dunia itu rusak
- 3:18dengan sendirinya. Anda punya handphone
- 3:21ya bagus merek apapun itu Anda diamkan
- 3:24tidak diapa-apakan rusak. Ya, itulah
- 3:27dunia ya. Jabatan juga begitu. Anda
- 3:31dipercaya dengan jabatan tertentu, ketua
- 3:34tertentu, Anda tidak bekerja, Anda
- 3:36diamkan, rusak fungsinya dan cepat itu
- 3:39berlalu. Itulah dunia. Nah, sekarang
- 3:42pertanyaannya dengan dua sifat tadi dan
- 3:45kita sedang membuat satu bentangan jalan
- 3:49yang Anda beri nama jalan dunia dan di
- 3:52titik itu kita berjalan bagaimana kita
- 3:54memanage nilai-nilai kemanfaatan,
- 3:58nilai-nilai kesuksesan, nilai-nilai
- 4:00kebergantian di tengah situasi yang
- 4:02berjalan sedemikian cepat dan ada
- 4:05potensi-potensi kerusakan yang mungkin
- 4:07lahir bila tidak di-manage dengan baik.
- 4:11Baik. Nah, itu bagian tema pertama yang
- 4:14nanti kita akan coba urai. Ini belum
- 4:17mulai kita ya. Ini baru mukadimah ya.
- 4:20Masalah sendiri bikin judulnya
- 4:21panjang-panjang tu.
- 4:24Dua. Apa itu akhirat? Ini loh. Ada akhir
- 4:29ada akhirat. Itu berbeda.
- 4:33Jika Anda katakan akhir, akhir itu ujung
- 4:37sesuatu yang masih membuka ruang
- 4:40setelahnya.
- 4:41Saya katakan gini,
- 4:44itu pintu ya di ujung sana ya kanalikal
- 4:50bab ya kan itu pintu itu akhir dari
- 4:54ruangan ini. Tapi ketika dibuka ada
- 4:56ruang baru yang kemudian kita bisa
- 4:59masuki itu akhir namanya.
- 5:02Tapi kalau akhirat itu ujung sesuatu
- 5:06yang betul-betul ujung dan tidak ada
- 5:09ruang lagi setelah itu.
- 5:11Jadi kalau sudah berada di situ, maka
- 5:14sifatnya abadi akan di situ saja dan
- 5:17tidak akan berpindah ke tempat yang
- 5:18baru. Nah, pertanyaannya ada ruang apa
- 5:22di akhirat itu yang menjadi ujung
- 5:24kehidupan kita dan tidak ada perpindahan
- 5:27setelah itu? itu nanti juga kita akan
- 5:30uraij
- 5:32kita di jalan yang sedang kita titi ini
- 5:35jika berakhir di ujung kehidupan ini, di
- 5:38tempat mana kiranya kita berada yang
- 5:40tidak berpindah lagi setelah itu. Nah,
- 5:43tidak mungkin kita menggunakan
- 5:46pendekatan karya kemanusiaan karena
- 5:49belum ada manusia yang sampai ke sana,
- 5:51berhenti di sana, nyampaikan informasi
- 5:54kepada kita untuk kita kaji ulang.
- 5:57kecuali kita melandaskan kepada Tuhan
- 6:01yang telah menciptakan kita yang
- 6:04mendesain semua kehidupan ini dan
- 6:07menerangkan kepada kita tentang jalan
- 6:09kehidupan dunia menuju ujung kehidupan
- 6:12yang kekal dan abadi. Kepada siapa jalan
- 6:16itu kemudian diinformasikan? Bagaimana
- 6:19beliau kemudian menuturkan? Nah, di
- 6:22bulan kelahiran sosok mulia itu ya yang
- 6:25diutus membawa risalah namanya Rasul dan
- 6:28ini bulan kelahirannya Nabi Muhammad
- 6:31sallallahu alaihi wasallam. Di titik
- 6:33itulah kita coba akan keluarkan panduan
- 6:36untuk sharing di pagi hari ini. Bagi
- 6:39yang merasa ini menjadi penting untuk
- 6:41bisa dibawa sebagai tuntunan kehidupan,
- 6:44maka silakan nanti inti syarinya
- 6:47diterapkan dalam hidup. Bagi yang merasa
- 6:49barangkali bisa melihat sisi-sisi lain
- 6:52paradigma berbeda, itu pilihan hidupnya.
- 6:55Tapi pada akhirnya kita sepakat bahwa
- 6:58kita akan kembali pada sang pencipta.
- 7:01Dan pertaruhan kita ketika membuka
- 7:04gerbang akhir itu adalah titik akhir
- 7:07kehidupan dalam akhirat yang kita
- 7:10buatkan tema. Saya akhiri mukadimahnya,
- 7:13sekarang kita masuk pada inti
- 7:15bahasannya. Bisa dipahami? Insyaallah.
- 7:18Ya, jelas. Ah, karena sudah jelas dan
- 7:21paham, kita akhiri pertemuan kita.
- 7:24Baik, saya mohon izin untuk berdiri ya
- 7:26teman-teman sekalian. Saya menyapa
- 7:27dengan teman-teman saja ya supaya lebih
- 7:29memudahkan.
- 7:31Baik, di sini kita akan coba keluarkan
- 7:36dulu nilai-nilai integritas,
- 7:37keteladanan, dan seterusnya. ee semua
- 7:41fase kehidupan
- 7:43yang dijalani oleh umat manusia. Ya,
- 7:46Tuhan di titik ini bagi kita umat Islam
- 7:49khususnya meyakini Allah Subhanahu wa
- 7:51taala menugaskan para utusan.
- 7:55Utusan itu orang-orang bijak yang
- 7:57menerangkan tentang pola berkehidupan,
- 8:00tentang bagaimana kita bisa membawa
- 8:02risalah kehidupan dengan baik. Ya,
- 8:04risalah itu yang membawanya disebut
- 8:06rasul namanya. Baik, ya. Jadi dari
- 8:09manusia pertama turun sudah membawa
- 8:12pedoman berkehidupan ya. Secara singkat
- 8:15pedoman kompleks berkehidupan yang
- 8:17memandu kita sukses dari ujung kepala
- 8:20sampai ujung kaki itu kalau bahasa
- 8:22Arabnya disebut hudan namanya. Apa
- 8:25namanya?
- 8:26Hudan gu kan. Kalau kita keluarkan kata
- 8:28hudan menjadi satu bagian itu hidayah
- 8:31namanya ya. Semoga kita mendapat
- 8:35hidayah. Itu satu aspek dari sekian
- 8:37bentuk pedoman berkehidupan dalam bidang
- 8:40apa ya kan. Nah, oke. Hudan namanya.
- 8:44Nabi Adam turun ke bumi saya percepat
- 8:46ya. Maka bersamaan dengan turunnya itu
- 8:49beliau pun diberikan pedoman. Kalau
- 8:51ingin sukses, ingin bermanfaat, ingin
- 8:54bisa menghasilkan kadar-kadar yang baik
- 8:57dalam berkehidupan, maka diturunkan.
- 8:59Bagi umat Islam itu ada di Quran surah
- 9:01ke-2 Albaqarah di ayat ke-38.
- 9:04qul nahbitu minha jamiah faimma
- 9:08yatiannakum minni hudan
- 9:12tabia hudaya fala khaufun alaihim wala
- 9:16hum yahzanun adam tiba saatnya kehidupan
- 9:21misi di dunia itu sekarang dimulai
- 9:24engkau turun bersamaan dengan turunmu,
- 9:27aku berikan pedoman berkehidupan
- 9:30oke jika engkau konsisten mengikuti
- 9:33pedoman ini maka aku jamin hidupmu
- 9:37khaufun tidak akan pernah merasa gelisah
- 9:41alaihim wala hum yahzanun dan tidak akan
- 9:45pernah merasa sedih baik jadi konsep
- 9:49kehidupan di bumi itu dengan sifat dunia
- 9:52itu seharusnya konsepnya satu fala khauf
- 9:55enggak pernah gelisah tenang jadi konsep
- 9:58dasarnya di manaun anda bertugas
- 10:00seharusnya tugas itu melahirkan
- 10:02ketenangan
- 10:04ya. Di manapun beraktivitas seharusnya
- 10:07aktivitas itu membuat diri kita tenang.
- 10:09Jadi kalau ada kegiatan dan kalau ada
- 10:12ruang tempat kita beraktivitas tidak
- 10:14membuat kita tenang, artinya ada pedoman
- 10:17yang belum kita baca dan belum kita
- 10:21implementasikan sehingga tugas-tugas itu
- 10:24tidak kita rasakan membawa ketenangan
- 10:26dalam kehidupan pekerjaan kita. Bukan
- 10:29pekerjaannya yang salah. Karena tidak
- 10:31mungkin Tuhan mengirimkan kita ke satu
- 10:34tempat kecuali di tempat itu kita
- 10:35dipercaya punya kemampuan untuk
- 10:37memanage-nya.
- 10:39Ini harus kita yakini dengan baik. Tidak
- 10:41mungkin Allah mengamanahkan, menugaskan
- 10:44seseorang di satu tempat bila tidak
- 10:46dinilai dia memiliki kemampuan yang
- 10:48pantas berada di situ. Ayatnya jelas, la
- 10:51yukallifulahu nafsan illa usaha. Tidak
- 10:55mungkin Allah memberikan tugas pada
- 10:58seorang hamba jika tidak dinilai
- 11:01memiliki kecakapan untuk bisa menunaikan
- 11:04tugas di tempat itu dengan baik. Nah,
- 11:06sekarang pertanyaannya ketika
- 11:08ditempatkan di sana apakah sudah membaca
- 11:11pedoman-pedoman yang baik sehingga dalam
- 11:13penunaian tugas itu kita bisa merasa
- 11:15nyaman dalam menunaikannya. Konsep dasar
- 11:17yang pertama.
- 11:19Demikian di rumah tangga juga ya kalau
- 11:21dibawa dalam konteks kehidupan rumah
- 11:23tangga seharusnya menjadi ibu itu
- 11:26menenangkan.
- 11:28Wala yahzanun. Menyenangkan. Seharusnya
- 11:31menjadi suami itu menenangkan.
- 11:33Menyenangkan. Jadi kalau di rumah tangga
- 11:35ada kegelisahan akut yang tidak pernah
- 11:37bisa diselesaikan, coba dilihat. Mungkin
- 11:40bukan karena kedudukannya kurang tinggi,
- 11:42hartanya kurang banyak, ada pedoman
- 11:45rumah tangga yang belum dibaca
- 11:46seutuhnya.
- 11:48Ya. Dan persoalannya kadang-kadang dulu
- 11:51dulu saya lompat sedikit ya di Melayu
- 11:54saja kalau mau nikah itu biasanya calon
- 11:58menantu datang ke rumah calon mertua
- 12:02nanti melamar pada bapaknya. Setelah itu
- 12:05nanti dia diberikan waktu kurang lebih 6
- 12:07bulan untuk belajar tentang bagaimana
- 12:10jadi suami yang baik. Mengolah
- 12:13nilai-nilai pedoman berkehidupan rumah
- 12:14tangga. Istrinya diajari oleh ibunya
- 12:17lalu diberikan daun pacar
- 12:19di kukunya. Ya. Dan itu disebut masa itu
- 12:22disebut dengan masa pacaran namanya ya.
- 12:25Seorang calon istri ditandai dengan daun
- 12:28pacar. Belajar tentang fikih rumah
- 12:30tangga minimal 40 hari sebelum
- 12:33terjadinya pernikahan. Masa itu disebut
- 12:35dengan pacaran. Ah, jadi bukan naik beca
- 12:38berdua ah belum halal ya sebeca seakan
- 12:41milik bersama tukang beca enggak ada
- 12:43gitu ya. [tertawa]
- 12:44Sehingga ketika menikah ah sebagian rasa
- 12:46kasih sayang sudah dihabiskan dalam
- 12:48masa-masa pergaulan itu. Kembali ya saya
- 12:51agak cepat.
- 12:53Itu konsepnya. Jadi kalau ada lirik di
- 12:56sini senang, di sana di mana-mana.
- 13:01Ah memang konsep kehidupan begitu. Ah
- 13:03tinggal pertanyaannya pedomannya dibaca
- 13:05tidak? Petunjuknya dibaca tidak? Kita
- 13:08punya handphone pedomannya tidak pernah
- 13:10dibaca. Mustahil bisa menggunakan dengan
- 13:12baik. Ah, maka setelah Nabi Adam
- 13:15kemudian ada Nuh, Rasul pertama terus
- 13:17sampai ke Ibrahim. Saya lompat sampai ke
- 13:19Nabi Musa. Nabi Musa kitabnya apa?
- 13:23Rasul kan? Ya, beliau Rasul kan? Diberi
- 13:26kitab kan? Kitabnya namanya Taurat.
- 13:29Taurat ketika diperkenalkan itu bukan
- 13:31hanya namanya tapi fungsinya.
- 13:33Coba yang muslim lihat Quran surah 17
- 13:35Al-Isra di ayat kedua. Waaina
- 13:39Musal kitaba waja'alnahu hudan libani
- 13:43Israil. Dan pada Musa aku berikan kitab
- 13:47namanya Taurat namanya nanti di Ali
- 13:49Imran ayat ke3 Taurat dan fungsi Taurat
- 13:52itu hudan pedoman berkehidupan.
- 13:55Objeknya siapa? Pada saat itu
- 13:57komunitasnya namanya Bani Israil. Satu
- 13:59rejian saja. Oke. Nabi Isa. Saya lompat
- 14:04cepat ya. Ya. Beliau membawa Injil.
- 14:06Injil itu apa fungsinya? Hudan. Pedoman
- 14:10berkehidupan liani Israil bagi kaumnya
- 14:13pada masa itu. Langsung cepat. Nabi
- 14:15Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- 14:18beliau dapat pedoman. Namanya apa
- 14:20kitabnya? Al-Qur'an. Al-Qur'an ketika
- 14:23diturunkan bukan sekedar untuk dibaca.
- 14:26Membaca itu gerbang pembuka untuk
- 14:29mengetahui isi. Sehingga dengan
- 14:31mengetahui isinya kita bisa praktikkan
- 14:33pedoman dalam Al-Qur'an itu pada
- 14:36kehidupan. Turunlah Quran surah ke-2
- 14:38ayat 185 itu. Syahru ramadanalladzi
- 14:43unzila fihil Quran hudinnas.
- 14:47Di bulan Ramadan diturunkan Al-Qur'an
- 14:50itu bukan untuk sekedar dibaca
- 14:53ya. dibaca itu untuk paham isi. Semua
- 14:57orang kalau ingin hukumnya kan begitu
- 14:59ingin tahu apapun bisa baca dulu kan ya.
- 15:02Namanya qiraah. Makanya ayat pertama
- 15:04turun tuh iqra. Iqra itu ya kemampuan
- 15:07untuk membaca pada dasarnya awal
- 15:09maknanya kemampuan untuk membaca
- 15:11walaupun belum memahami isinya. Yang
- 15:14tidak menuntut pemahaman yang penting
- 15:16baca dulu ya. Makanya dulu ada buku Iqra
- 15:19kan ya kan tidak dituntut paham kan. Ya,
- 15:22kita cuma bisa belajar tahu huruf a
- 15:24fatah a fa fatah fa lam domah u lu a lu
- 15:29gitu kanah
- 15:32jawab gitu. Tapi kan enggak dituntut
- 15:34kita untuk memahaminya. Sama bahasa
- 15:36Indonesia dulu waktu SD. Ini Budi, ini
- 15:38ayah Budi, ini Ibu Budi, ini teman Budi.
- 15:41Sampai sekarang saya cari enggak pernah
- 15:43dijelaskan siapa itu Budi, di mana dia
- 15:46tinggal kan siapa ayahnya, siapa ibunya.
- 15:49Karena yang dituntut dari situ hanya
- 15:51bisa membaca. Tapi setelah bisa kita
- 15:54baca, levelnya naik menjadi pemahaman
- 15:58untuk mengkaji apa yang dibaca.
- 16:00Pindahlah dari iqra qiraah kepada
- 16:03tilawah. Utlu ma uhiya ilaika minal
- 16:07kitab. Coba transformasikan dirimu dari
- 16:10sekedar baca sampai sekarang menelaah
- 16:12memahami apa yang dibaca itu. Setelah
- 16:15paham bahwa itu sebagai pedoman
- 16:17berkehidupan. Itulah tilawah. Makanya
- 16:20ketika ada orang baca Quran, baca saja
- 16:23itu disebut qari kan. Tapi ketika ada
- 16:25yang menerjemahkan supaya kita paham
- 16:28maka orang yang menerjemahkan itu
- 16:29namanya siapa? Sari tilawah. Ya,
- 16:32sebetulnya asalnya tilawah saja tidak
- 16:35pakai sari. Cuma mungkin karena pertama
- 16:37kali yang menerjemahkan bumbu sari maka
- 16:40dinamakan sari
- 16:41tilawah. Beda mungkin kalau yang pertama
- 16:44menerjemahkan Pak Wayan mungkin namanya
- 16:46Wayan Tilawah gitu. [tertawa]
- 16:48Nah, sekarang ketika itu diturunkan 636
- 16:53ayat Al-Fatihah sampai Annas. Di situlah
- 16:55ada pedoman yang kita bawa. Dari pedoman
- 16:58ini kita ingin turunkan mana di antara
- 17:026.236
- 17:036 ayat itu yang membawa tentang pedoman
- 17:06yang mengandung nilai-nilai integritas
- 17:10keteladanan yang bisa kita praktikkan
- 17:13hari ini dan kita terapkan dalam lingkup
- 17:15kerja kita dalam posisi-posisi yang
- 17:19diamanahkan pada kita semua. Nah, dari
- 17:22situ kita keluarkan empat poin. Yang
- 17:24empat ini langsung dipraktikkan menjadi
- 17:27seluruh sifat para nabi dan
- 17:29diakumulasikan pada sosok Nabi Muhammad.
- 17:32sallallahu alaihi wasallam. Jadi jika
- 17:34Anda ingin menggali sisi integritas
- 17:38keteladanan di posisi-posisi yang
- 17:41sekarang Anda tempati, termasuk
- 17:43bekal-bekal kepemimpinan, empat ini
- 17:46telah dijamin berdasarkan perjalanan
- 17:49masa di setiap tempat. Dia yang bisa
- 17:51mengubah, menghadirkan pencerahan dan
- 17:54berkemajuan di setiap tempat yang kita
- 17:56hadiri. Satu, dengan cepat.
- 18:00Fatanah
- 18:04saya boleh tuliskan ya.
- 18:06Ya,
- 18:10di belakang kelihatan Bu ini.
- 18:13Alhamdulillah.
- 18:17Jadi,
- 18:20Pak Wayan, Pak Ananda, ini ada sesuatu
- 18:23yang luar biasa, Pak Ketum, Pak Fahi.
- 18:26Ibu-ibu Sekarpura itu di hari milad yang
- 18:29ke-26 itu memiliki keadaan istimewa
- 18:33dengan peningkatan iman yang luar biasa.
- 18:35Di antara tandanya belum saya tulis
- 18:37sudah kelihatan,
- 18:40[tertawa]
- 18:41imannya tinggi sekali. Belum saya tulis
- 18:42sudah kelihatan. Saya tulis dulu ya.
- 18:47Asalamualaikum. Ini F ya. Ini kan
- 18:52fatana.
- 18:54Fatana
- 18:59ya. Fatan.
- 19:06Apa itu? Fatanah
- 19:102 juta.
- 19:13Serius?
- 19:16cerdas e masih belum juta
- 19:21umrah ya
- 19:23waktu habis ya karena waktunya cepat
- 19:25sekali kita
- 19:28ee fatanah itu bukan sekedar cerdas
- 19:31bukan sekedar pintar ya fatanah itu
- 19:36kecerdasan yang menyatukan kekuatan
- 19:40spiritual
- 19:42kekuatan mental
- 19:43dan kekuatan intelektual
- 19:46ya. Kecerdasan yang menyatukan kekuatan
- 19:50spiritual, kekuatan mental, kekuatan
- 19:55intelektual.
- 19:57Jadi kekuatan intelektual yang didukung
- 20:00oleh kekuatan spiritual dan mental.
- 20:04Baik, saya coba ilmiahkan sedikit dulu
- 20:06ya supaya kita pahami betul ini. Nanti
- 20:08kita pelajari kasusnya, kita terapkan
- 20:10dalam konteks kehidupan kita kekinian.
- 20:13Kebanyakan saat ini konsentrasi manusia
- 20:16pada umumnya ketika dikatakan pintar dan
- 20:18cerdas itu dibatasi pada pas pada batas
- 20:22intelektual saja. Bagaimana menstimulus
- 20:25otaknya itu bisa pintar, otak kirinya,
- 20:27otak kanannya dan sebagainya. Menariknya
- 20:3015 abad lalu Nabi pernah memberikan
- 20:32isyarat Anda yang rajin baca Al-Arbain
- 20:35Nawawiyah buka di nomor yang keenam.
- 20:37Dari 42 hadis itu buka yang keenam ya.
- 20:41Isyaratnya begini. Inna fil jasadi
- 20:43mudgatan idza shahat shahal jasadu
- 20:46kulluh waidza fasadat fasadal jasadu
- 20:48kullu ala wahyal qbu. Di dalam bagian
- 20:53tubuh kita terdalam itu ada satu bagian
- 20:57yang sangat menentukan berjalannya
- 21:00perilaku kita dengan baik atau tidak
- 21:02baik, berintegritas atau tidak, membawa
- 21:05keteladanan atau tidak. dan dia nanti
- 21:08akan men-support, memberikan pengaruh
- 21:10kepada kekuatan intelektual ya dia
- 21:13adalah QBU.
- 21:15Nah, menariknya setelah 15 abad yang
- 21:19meneliti tentang kebenaran hadis itu
- 21:22seorang tokoh namanya Andrew Amora tahun
- 21:271991.
- 21:28Dia seorang pakar neurologi ya, ilmu
- 21:31neuron tentang saraf-saraf terdalam pada
- 21:34diri kita. lalu melakukan kajian
- 21:36terdalam. Ternyata beliau menemukan
- 21:38sejenis otak baru dalam tanda petik
- 21:41dalam bagian jantung kita yang terdalam.
- 21:44Ya, itu tahun 1991. Kita urai lagi ya
- 21:47kan pola kehidupan ini e secara cepatnya
- 21:50nanti yang di bidang biologi atau
- 21:52kedokteran bisa lebih mendalami dan
- 21:54menerangkan dengan lebih baik ya kan.
- 21:56Arus kehidupan kita itu secara
- 21:58singkatnya ketika masuk ke jantung,
- 22:01darah diserap, oksigen rendah itu kan
- 22:03masuk ke serambi kanan itu kan lewat
- 22:06vena kuva itu kan ya. Kemudian dari situ
- 22:09oleh ee atrium pulmonalis kalau tidak
- 22:12salah diteruskan dari serambi kepada
- 22:14bilik kanan itu kan ventrikel kanan.
- 22:17Ventrikel kanan dipompa, disalurkan ke
- 22:19paru-paru gitu kan. dari paru-paru
- 22:21kemudian diolah ya diteruskan ee
- 22:25kemudian ke bagian serambi kiri ya di
- 22:29serambi kiri ini diolah lagi diteruskan
- 22:31ke bilik kiri dari bilik kiri kemudian
- 22:33oleh aorta disebarkan ke seluruh tubuh
- 22:35dan berubah menjadi oksigen yang lebih
- 22:37baru lebih bagus lagi ya dari yang
- 22:39rendah yang biasa kepada yang baru baru
- 22:41diteruskan ke otak ke bagian tubuh dan
- 22:43sebagainya. Nah, ternyata di bagian
- 22:46serambi kanan ini ada satu bagian titik
- 22:48kecil yang mengandung 40.000
- 22:51neuron saraf-saraf otak bagian jantung
- 22:56yang dia mampu mengingat, merasakan,
- 22:59memberikan suara, memberikan arah dan
- 23:02itu ditembuskan ke dalam bagian otak
- 23:04kita yang kurang lebih berisi 100 miliar
- 23:07neuron saraf di dalamnya. Dan
- 23:10disimpulkan ternyata otak itu secara
- 23:13intelektual dia tidak memiliki fungsi
- 23:15memerintah.
- 23:17Dia hanya mengkonstruksikan saja
- 23:19bagaimana semua perintah itu bisa
- 23:21dijalankan dengan cepat. Jadi fungsinya
- 23:23netral. Jadi kalau ada kajian akal
- 23:26sehat, akal sehat. Akal sehat itu adalah
- 23:29sebuah konstruksi bagaimana merumuskan
- 23:31perintah-perintah yang datang ke otak,
- 23:33ke akal itu bisa diteruskan dengan cepat
- 23:36ke tubuh sepekan detik dengan cara yang
- 23:38benar, dengan cara yang baik. Jadi, dia
- 23:41enggak punya perintah. Perintahnya semua
- 23:42ternyata dari sini, Pak, Bu.
- 23:45Di sini cuma mengkonstruksikan semakin
- 23:47pintar semakin cepat itu dilakukan
- 23:50seekki detik. Kuncinya di sini. Nah, di
- 23:54dalam sini di 40.000 Ibunyor itu
- 23:57ternyata dia hanya punya dua sifat. Dan
- 23:59sifat itulah yang dijelaskan oleh Tuhan,
- 24:01oleh Allah di surah 91 Asyams itu ayat 7
- 24:05sampai 10. Wafs wama sawwaha faalhamaha
- 24:12fujuroha wa taqwa. Secara presisi tempat
- 24:16bagian terdalam itu yang membawa nilai
- 24:18kecerdasan spiritual diteruskan ke
- 24:21intelektual disupport dengan mental itu
- 24:24disebut oleh Al-Qur'an dengan satu
- 24:25bagian namanya nafs.
- 24:29Nah, kita bicara fatanah ini dimulainya
- 24:32tidak langsung ke akal tapi dimulai dari
- 24:34nafas dulu.
- 24:36Ini ya
- 24:38inti jiwa.
- 24:41Jadi kalau saya, Anda, kita ingin
- 24:44memiliki integritas yang baik sehingga
- 24:46nanti melahirkan karakter moral.
- 24:47Integritas kan dari karakter moral. Naik
- 24:50ke sini jadi karakter intelektual.
- 24:52Pindah ke tubuh jadi karakter kinerja.
- 24:54Ya kan? Ini tubuh punya kinerja, punya
- 24:57karakter nih. Tangan untuk apa, mata
- 25:00untuk apa, telinga untuk apa. Ini
- 25:02kinerjanya bagian tubuh ya. Nanti
- 25:04di-support secara cepat oleh karakter
- 25:06intelektual. Diteruskan mata lakukan ini
- 25:09ya kan kerjakan. Dari mana perintahnya?
- 25:11Dari sini. Jadi kalau enggak punya
- 25:13karakter, moral hazard yang sekarang
- 25:15kita bilang itu, maka tidak mungkin
- 25:16lahir integritas,
- 25:18enggak mungkin jadi teladan. Nah, di
- 25:20mana titik berkumpulnya nilai-nilai
- 25:23karakter itu namanya di nafas namanya.
- 25:25Dan di situlah diserap ke dalam bahasa
- 25:27Indonesia menjadi nafas dengan nafas
- 25:29kehidupan itu yang tidak separuh. Hanya
- 25:32dewa yang punya separuh nafas itu kan.
- 25:34[tertawa]
- 25:34Nah, dan dengan nafas yang sempurna itu
- 25:37mengalirnya bagian darah ke seluruh
- 25:39bagian tubuh, di situlah mengalir pula
- 25:41karakter-karakter kita.
- 25:43Nah, Nabi memberikan petunjuk upayakan
- 25:46semua yang mengalir ke dalam bagian
- 25:48tubuh kita dibawa oleh darah, membawa
- 25:51oksigen punya karakter juga bukan cuman
- 25:53mengalir aja darah mengalir ke seluruh
- 25:55tubuh membawa oksigen. Tidak begitu.
- 25:57Upayakan bawa karakter yang pertama
- 26:00Fatanah.
- 26:03Nah, untuk mendapatkan karakter fatanah
- 26:05ini, maka di dalam inti jiwa ini ada dua
- 26:08nih
- 26:10yang harus kita ketahui. Ini mohon maaf
- 26:12kajiannya agak dalam ya. Ya, karena
- 26:14bicara akhirat itu harus sedikit dalam.
- 26:16Khusyuk dalam bahasa Pak Wayan itu ya.
- 26:19Satu ada takwa namanya.
- 26:22Nah, di sini terkumpulnya nilai-nilai
- 26:24yang kita tuliskan.
- 26:26Dua, ada saya istilahkan katalis
- 26:30namanya. Walaupun menjadi lawan nanti
- 26:31katalisnya namanya fujur.
- 26:35Ada fajar ada eh infajar ada fujur.
- 26:40Wa nafsin wama sawaha faalhamaha
- 26:43fujuraha wa taqwa. Saya tuliskan yang
- 26:46muslim. Anda bisa cari Quran surah 91
- 26:49ayat 7 sampai 10.
- 26:54Nah, di takwa ini ini semua
- 26:56karakter-karakter baik yang
- 26:59mengakumulasikan secara kolektif sifat
- 27:01integritas dan keteladanan ini munculnya
- 27:03di sini.
- 27:05Ada kejujuran, ada ketawaduan, rendah
- 27:08hati, ada kesabaran. Dikolektifkan
- 27:11keseluruhannya, disaring saripatinya,
- 27:13diberi nama dengan satu nama tunggal,
- 27:15namanya takwa.
- 27:17Oke. Nah, lawannya itu fujur
- 27:22asal katanya ya. Ini di sini kalau kita
- 27:26tuliskan positif ini negatif misalnya di
- 27:30sini misalnya ada rendah hati
- 27:33ya. Kemudian di sini ada jujur,
- 27:37di sini ada sabar
- 27:40ya dan seterusnya. Nanti ini membentuk
- 27:42integritas dan keteladanan. Dua kata
- 27:45pokok di tema kita di sini. Ini
- 27:46katalisnya
- 27:48terlihat sebagai lawan. Jadi kalau di
- 27:50sini jujur, rendah hati, di sini ada
- 27:53sombong.
- 27:54Ya, di sini ada jujur. Kemudian di fujur
- 27:57ada apa? Ada bohong. Walaupun Anda
- 28:00mengatakan tidak ada dusta di antara
- 28:02kita, potensi dusta itu selalu ada. Oke.
- 28:05Baik. Kalau di sini ada sabar, di sini
- 28:07ada amarah.
- 28:09Ya.
- 28:11J potensi sombong itu ada
- 28:14ya. belum diangkat sudah bikin kartu
- 28:16nama baru gitu kan tiba-tiba ada koreksi
- 28:19[tertawa]
- 28:21ada ya dulu pakai sepeda belum punya
- 28:24jabatan semua disapa ya sudah punya
- 28:27mobil buka pintu sudah enggak bisa gitu
- 28:29ya itu potensinya ada ya sombong itu
- 28:33ada, angkuh itu ada, dusta itu ada ya
- 28:36potensi dusta, potensi menipu itu selalu
- 28:38ada baik ya walaupun misalnya mohon maaf
- 28:42ya Anda berusaha ibadah, Anda berusaha
- 28:44salat salat ya semakin tinggi semakin
- 28:46muncul takwanya tapi semakin rendah
- 28:49semakin muncul potensi fujurnya
- 28:51ya jadi pimpinan ya kan tiba-tiba datang
- 28:55tawaran ini itu dan sebagainya potensi
- 28:57ini selalu ada ya demikian amarah dan
- 29:00sebagainya nah caranya bagaimana
- 29:02mengolahnya supaya menjadi fatanah nah
- 29:03ini kecerdasan ini yang akan membentuk
- 29:05nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan
- 29:07perhatikan cara kerjanya ya perhatikan
- 29:09baik-baik nafsin wha faalhamaha fujuraha
- 29:14Ayat 9nya q aflaha
- 29:18zakaha qod aflaha. Q itu harf tahqiq
- 29:21taqrib. Tahk itu yang menjamin sesuatu.
- 29:24Takrib itu mendekatkan sesuatu pada
- 29:26tujuan. Oke. Baik. Aflah. Aflah dari
- 29:30kata falah
- 29:32dia punya dua arti. Sukses dan bahagia.
- 29:35Success and happiness. Ya, jika Anda
- 29:39ingin mendeskripsikan kesuksesan saja,
- 29:41maka dalam bahasa Arab itu disebutnya
- 29:43namanya Fauz.
- 29:45Fauz sukses tapi belum tentu bahagia.
- 29:48Ya, kata dasarnya, konsep awalnya
- 29:50turunannya ada Faiz, Faizin, Fauzan, ya
- 29:53kan? Faizah. Kalau ada yang namanya
- 29:55Fauzan, itu orang yang diharapkan sukses
- 29:57dalam hidupnya walaupun belum tentu
- 29:59bahagia. Ya. Ah, itu dari kata Fauz.
- 30:03Kemudian ada bahagia belum tentu sukses.
- 30:06Itu Farah namanya. Dari kata fariha.
- 30:09Sifat laki-lakinya Farhan ya.
- 30:11Perempuannya Farah ya. Ada yang namanya
- 30:13Farah misalnya ya atau Farhan. Orang
- 30:16yang diharapkan bahagia selama hidupnya
- 30:19ya walaupun belum tentu sukses.
- 30:22[tertawa]
- 30:26Oke. Nah, sekarang pertanyaannya saya
- 30:27kasih pilihan nih. Anda pilih mana ya?
- 30:31Sukses belum tentu bahagia atau bahagia
- 30:33belum tentu sukses. Sederhananya begini,
- 30:35Bu ya. Kaya tapi gelisah atau miskin
- 30:37tapi tenang?
- 30:40Enggak ada pilihan ketiga saya.
- 30:44Ah, Tuhan maha tahu nih. Pasti kita cari
- 30:46yang ideal kan ya. Kaya dan tenang,
- 30:49sukses dan bahagia. Kalau kita gabungkan
- 30:51dua nama itu, maka berubah menjadi falah
- 30:54namanya.
- 30:55Falah. Kalau kita genggam itu genggam
- 30:59jangan sampai lepas. Saya pengin dapat
- 31:00itu enggak ingin saya lepaskan. Namanya
- 31:02aflah. Qod aflaha. Aku jamin orang-orang
- 31:07yang mampu mengolah bagian dirinya
- 31:09dengan baik ini dia akan mudah
- 31:12mendapatkan kesuksesan dan dekat kepada
- 31:15kebahagiaan di mana pun dia
- 31:16beraktivitas, di mana pun dia bertugas.
- 31:20Jangan ngangguk dulu. Belum selesai nih
- 31:22ya. Baik. [tertawa] Nah, bagaimana
- 31:24caranya? Man zakaha man itu penawaran
- 31:28personal bersifat general
- 31:31ya. Ismun mausulun yadullu alal fardiyat
- 31:35amiah bahasa Arabnya ya. Paham tidak?
- 31:39Ya huruf yang menawarkan tawaran
- 31:41personal. Jadi kalau Anda melihat kata
- 31:42man itu rasakan tawarannya buat saya
- 31:44gitu bawa ke personal tapi terbuka
- 31:47general. Mau laki-laki, mau perempuan di
- 31:49posisi apapun. Jadi Allah nih nawarkan
- 31:51begini. Hei Fulan, Anda pengin sukses.
- 31:54Siapapun Anda, saya tidak melihat Anda
- 31:56siapapun. Kalau Anda ingin sukses, bawa
- 31:58ini di mana pun Anda beraktivitas, maka
- 32:01pedoman ini mengantarkan Anda pada figur
- 32:04berintegritas, memiliki keteladanan, dan
- 32:06dekat kepada kesuksesan dan kenyamanan.
- 32:09Nah, apa polanya? Bagaimana
- 32:11membangkitkan kecerdasan spiritual itu?
- 32:13Membawa ke intelektual dan melahirkan
- 32:15karakter kinerja yang maksimal. Man
- 32:18zakka
- 32:20siapa yang mampu menyucikannya?
- 32:24Saya tanya semua nih Bapak dan Ibu.
- 32:26Nyuci itu membuang bendanya atau
- 32:28membersihkan kotornya?
- 32:31Enggak mungkin kan ibu nyuci baju, buang
- 32:33bajunya kan? Dibuang kotorannya supaya
- 32:36muncul bersihnya kanah. Jadi filosofinya
- 32:39gini. Artinya kotor itu dimunculkan
- 32:42supaya muncul bersihnya kan.
- 32:44Kan? Sebab kalau enggak ada yang kotor,
- 32:46enggak mungkin muncul bersih.
- 32:49Kan? Enggak mungkin tiba-tiba ibu nyuci
- 32:51pakaian masih bersih. Ya kan? Harus ada
- 32:54kotor dulu baru dicu.
- 32:56Nah, ini juga sama Pak amarah ini
- 32:58diciptakan bukan supaya kita
- 33:00marah-marah, bukan. Bukan ingin membuat
- 33:03diri kita pemarah, bukan. Tapi supaya
- 33:04sabarnya muncul. Sebab kalau tidak ada
- 33:07amarah, enggak mungkin muncul sabar.
- 33:10Jadi kalau ibu pulang ke rumah menemukan
- 33:12suami marah, bukan Allah ingin
- 33:14menjadikan suami ibu pemarah, bukan.
- 33:16Tapi supaya kesabaran pada diri ibu itu
- 33:18muncul ditingkatkan karena ada masalah
- 33:21kehidupan di masa depan nanti akan
- 33:23dilalui yang membutuhkan kesabaran
- 33:25ekstra. Kalau tidak naik nilai kesabaran
- 33:27itu, kuantitasnya dan kualitasnya belum
- 33:30tentu bisa mengatasi persoalan yang
- 33:31kemudian.
- 33:33Paham enggak? Jadi berbahagialah ketika
- 33:35ibu pulang mendapatkan suami marah. Itu
- 33:38artinya
- 33:39sebentar. [tertawa]
- 33:43Allah ingin menaikkan nilai kesabaran,
- 33:45cepat cari lawannya. Itu poinnya.
- 33:49Itulah fatanah namanya. Cari lawannya.
- 33:52Ya. Ya. Sama semua diuji, Bu. Jangan
- 33:55dikira hanya direktur saja, manajer IO
- 33:57saja. Ustaz juga begitu. Sama ustaz juga
- 34:00begitu. Makanya jarang ustaz yang
- 34:02ceramah itu bawa istrinya.
- 34:06Ini live apa direkam?
- 34:08Aman ya. Jadi pola awalnya cari
- 34:11lawannya. Marah diciptakan bukan ingin
- 34:13membuat seseorang jadi pemarah tapi
- 34:16cepat cari lawan dari amarah itu sabar.
- 34:19Apa lawannya cemberut?
- 34:22Senyum. Anda pulang ke rumah lihat isi
- 34:24cemberut Anda senyum.
- 34:28Asalamualaikum.
- 34:30Kayaknya kena gitu ya. Masyaallah. Ini
- 34:33emas 2 kilo. Selesai masalah. [tertawa]
- 34:40Nah, para nabi itu diajarkan langsung
- 34:42oleh Tuhan, diajarkan dikasih langsung
- 34:44panduan untuk bisa fatonah. Jadi,
- 34:46makanya melihat apapun bisa bijak. Nah,
- 34:49kita hanya ditanamkan potensi. Dengan
- 34:52potensi itu diminta menggali. Jadi kalau
- 34:54Anda itu become a leaders ya, become a
- 34:57leader for your own future ya, Anda ke
- 35:00depan akan jadi seorang pemimpin. Maka
- 35:02jika ingin mendapatkan nilai integritas
- 35:04dan keteladanan yang didambakkan itu,
- 35:06kemampuan kita mesti menggali
- 35:07potensi-potensi itu. Caranya apa? Setiap
- 35:10menemukan satu kondisi yang tidak ideal
- 35:12menurut kita, cepat cari lawannya.
- 35:15Oke. Ada orang bawa sesuatu misalnya
- 35:19yang tidak jujur.
- 35:21Pak, ini ada proyek Pak. lumayan Pak
- 35:23V-nya gitu kan Pak GM bisa enggak yang
- 35:26saya bisa masuk tanpa tender ya kurang
- 35:28lebih untuk Bapak bisa diambil R miliar
- 35:30lah gitu. Ah ini dimanculkan pada saya
- 35:34bukan ingin menjadikan saya seorang yang
- 35:36tidak baik. Cari lawannya saya mesti
- 35:38jujur. Maaf ya jari saya ini jari
- 35:41tahiyat tidak akan pernah dipakai
- 35:43maksiat
- 35:45GM.
- 35:48Tapi kan tipikalnya tidak berhenti untuk
- 35:49menaikkan. Apakah GM ini akan naik
- 35:51posisinya lagi kan setannya akan
- 35:53berubah, pangkatnya akan naik lebih
- 35:55tinggi. B kan. Baik datang lagi, Pak.
- 35:59Mohon izin, Pak. Tawarannya naik 10
- 36:00miliar misalnya. Nah,
- 36:03sebentar saya istharah dulu. [tertawa]
- 36:08Hati-hati, Pak.
- 36:14Nah, ini satu. Jadi nanti di mana pun
- 36:16kita bertugas kalau ingin memiliki
- 36:17integritas maka sifat fatanah ini mesti
- 36:20muncul ya menempatkan sesuatu sesuai
- 36:23dengan tempatnya tapi memiliki
- 36:25kecerdasan untuk mencari lawan sehingga
- 36:27lahirlah sifat-sifat bijaksana dalam
- 36:30merespon segala hal. Kekuatan integritas
- 36:33itu kalau cuma teori itu enggak bisa.
- 36:35Al-Qur'an itu menawarkan praktik. Karena
- 36:37hakikatnya semua yang kita hadapi itu
- 36:39menguji kematangan potensi kita. 40.000
- 36:41Ibu itu luar biasa dipakai apa saja itu.
- 36:44Nah, ini yang menjadikan keadaan diri
- 36:45kita selalu bergolak dihadapkan pada
- 36:47pilihan-pilihan. Jumatan, keluar dari
- 36:50masjid lihat sepatu bagus-bagus sudah
- 36:51bergolak hati kan.
- 36:53Iya kan? Yang bertarung kan dua. Apakah
- 36:55sifat ini yang muncul sendiri ke atas ya
- 36:58kan? Atau yang ini dalam dunia pekerjaan
- 37:02kita selalu akan dihadapkan pada dua
- 37:04pilihan ini.
- 37:06Oke. Nah, maka pergolakan itu dalam
- 37:08bahasa Arab disebut dengan olub namanya.
- 37:10sesuatu yang tidak pernah tentram selalu
- 37:12ada gejolak ya karakternya disebut olbu
- 37:15maka nafas punya tempat wadah namanya
- 37:17olbu
- 37:19ada sering bikin kajian manajemen kalbu
- 37:21kan
- 37:25kalbu punya gerbang gapuranya
- 37:28gapura ini namanya shodrun jamaknya
- 37:31sudur ini gapuranya shodr tempatnya di
- 37:33sini nih ini ada ruang
- 37:36cekungan di sini ini nahrun ini batnun
- 37:39perut ini. Ini nahrun bagian atas di
- 37:41sini shodrun. Semua orang punya shodrun
- 37:43di sini.
- 37:45Ini filosofinya. Kenapa dalam salat bagi
- 37:47umat Islam tangannya bersedekap di sini
- 37:49tidak di perutkan, tapi di sini ya untuk
- 37:52menjaga bagian-bagian inti kehidupan
- 37:55kita supaya bisa selalu dikondisikan
- 37:57dengan baik. Dan lahirlah sifat-sifat
- 37:59ketakwaan itu. Itu shrun jamaknya sudur.
- 38:03Jadi gerbangnya gapuranya nih
- 38:08namanya shaodrun jamaknya sudur.
- 38:15Ada makhluk yang memang tugasnya ingin
- 38:17menjauhkan kita dari nilai ketakwaan
- 38:20supaya terlempar pada sisi yang buruk
- 38:21saja. Fujur keluar yang buruk dari
- 38:24nafas. namanya su. Su itu sesuatu yang
- 38:27buruk yang tidak sepantasnya keluar.
- 38:29Mata harusnya memandang baik, memandang
- 38:30yang buruk. Lisan harusnya bicara dengan
- 38:33baik, bicara yang buruk. Tidak punya
- 38:34fatanah, maka keluar sifat su namanya.
- 38:39Pintunya dari sini. Sesuatu yang
- 38:41menjauhkan dari yang baik kepada yang
- 38:43buruk itu bahasa Arabnya satana,
- 38:46sifatnya setan. Ya kan? Nah, setan
- 38:50mencoba untuk menjauhkan dengan menembus
- 38:53kita ini karena agak dalam pembahasan
- 38:54spiritual. Dia tembus dari sini dari
- 38:57gapuranya. Dia masuk dari sini tembus ke
- 39:00kalbu sampai ke nafas sampai ke fujur.
- 39:03Kan? Makanya bagi umat Islam milenial
- 39:05kontemporer, kekinian ada satu surat
- 39:07dari 114 yang paling favorit bagi umat
- 39:09Islam di manapun di muka bumi. Surah
- 39:11Annas itu ya. qul azubirabbin malikin
- 39:15ilahin teruskan. Min syaril waswasil
- 39:20alladzi fi sudurinas. Was-was bisikan
- 39:25halus yang tak terlihat tapi sampai
- 39:27menghujam langsung ke sini.
- 39:30Bisikan untuk nyogok, bisikan untuk
- 39:32korupsi.
- 39:34Ya, gimana orang datang nitip R00.000
- 39:37bisa lewat, proses dimudahkan, nitip
- 39:40sekian bisa lewat, gitu kan. Jalan
- 39:43cepat, fast track, tapi menggunakan
- 39:45cara-cara yang tidak tepat. Misal, misal
- 39:48saya contoh saja gitu kan. Kan ada
- 39:49was-was, ada prosedur yang benar, ada
- 39:52prosedur yang salah. Bisa terjadi
- 39:55dalam berbagai hal. Maka apa yang
- 39:57terjadi? Was-was itu tak terasa
- 39:58tiba-tiba muncul karakternya. Maka
- 40:00keluar dari nafas sifat su. Nafas ketemu
- 40:03dengan su jadi nafsu namanya. Itu
- 40:06asalnya. Ini bukan ilmu otakatik ya. Ini
- 40:10ini nyata ada referensinya.
- 40:12Nafas plus su ketemu apa? Jadi apa?
- 40:16Nafsu ditemukan di mana? Quran surah
- 40:18ke-12 ayat berapa? 53.
- 40:21W ubarniu nafsi innan nafsa laaratum
- 40:25bisu illa ma rahimaabbi. Nafas ketemu su
- 40:28jadi nafsu. Nah nafsu itu yang
- 40:31berlawanan dengan takwa ya. Takwa
- 40:33dibisikkan untuk baik. Nanti ada
- 40:35malaikat yang mau bisikkan 88 kali
- 40:37disebutkan dalam Al-Qur'an. Setan pun
- 40:39disebutkan 88 kali. Jadi ketika Anda
- 40:41dihadapkan pada satu hal akan ada dua
- 40:43bisikan kebaikan atau keburukan. Tinggal
- 40:46mau pilih yang mana. Nah, itulah di
- 40:49titik itu kita penting memiliki fatonah.
- 40:51Fatanah itulah yang menguatkan kita
- 40:53untuk mengambil sifat baik itu supaya
- 40:55meredam yang buruknya. Kalau yang buruk
- 40:57itu bisa kita tekan, integritas lahir.
- 41:00Maka akan Anda akan dikenal sebagai
- 41:02pemimpin yang jujur, kan berdedikasi. di
- 41:05kata-kata indah yang sekarang banyak
- 41:07digaabungkan itu ya tidak harus muncul
- 41:10di TikTok dengan sendirinya Anda akan
- 41:12hadir ya. Ee saya ingin sampaikan dulu
- 41:15saya tidak punya akun TikTok sebetulnya.
- 41:17Nah itu ee mungkin banyak yang bikin itu
- 41:20ditampilkan ya dan saya lebih senang ee
- 41:23basicnya ke kitab baru ditampilkan di
- 41:25media sosial. Ada kitab itu murni kalau
- 41:28kita ngaji ada buku namanya sarf untuk
- 41:30derivasi misalnya jalasa yajlisu syakaro
- 41:33yasykuru sekarang berubah ke dunia maya
- 41:35itu tak tak kayu tak tiku tiktokan ya
- 41:38faceb kayu Facebookan gitu kan
- 41:41Instagramu Instagraman dan puncaknya
- 41:45tabaya tubu YouTubean
- 41:51ah jadi beruntungnya kita bahagia
- 41:53bersyukur tinggal di Indonesia karena
- 41:55semua konstruk ukuksi kehidupan
- 41:57berbangsa bernegara itu undang-undangnya
- 41:59menyatakan dan mendasarkan pada nilai
- 42:01takwa. Ini
- 42:03saya pernah coba riset satu-satunya di
- 42:05dunia saya lihat sampai hari ini saya
- 42:07belum melihat yang lain ya yang
- 42:09undang-undangnya secara spesifik
- 42:10menyebutkan kalimat takwa itu Indonesia
- 42:14ya. Bahkan pembukanya ini a di Prambu
- 42:16sudah atas berkat rahmat Allah yang maha
- 42:18kuasa diturunkan misal ya misal kita
- 42:20bawa nih dalam konteks kehidupan
- 42:21berbangsa bernegara sejak berpendidikan
- 42:24Undang-Undang Sistiknas nomor 20 tahun
- 42:252003 di pasal menimbang itu kan ada lima
- 42:27tuh A B C D E di B saja itu sudah ada
- 42:31kalimat takwa Undang-Undang Dasar 1945
- 42:34mengamanatkan pada pemerintah
- 42:35mengusahakan menyelenggarakan satu
- 42:37sistem pendidikan nasional yang
- 42:38meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada
- 42:41Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia
- 42:43baru nanti nanti mencerdaskan kehidupan
- 42:45bangsa. Jadi orang tua kita saking luar
- 42:47biasanya menginginkan pribadi-pribadi
- 42:49dari kecil tuh baik dulu, punya fatonah
- 42:52dulu, baru cerdas intelektualnya. Sebab
- 42:54kalau jiwanya sudah punya integritas,
- 42:57cerdas akalnya, ditempatkan di mana pun
- 42:59pasti jadi orang baik. Ya, yang terjadi
- 43:01kekinian kita dapatkan banyak orang
- 43:03cerdas tapi enggak punya sifat fatonah.
- 43:05Kecerdasan spiritualnya kosong. Sehingga
- 43:08kecerdasan intelektual itu didorong oleh
- 43:09nafsunya, digunakan untuk apapun yang
- 43:11memuaskan hajat hidup dirinya. Ini yang
- 43:14bahaya.
- 43:15Ahli hukum banyak tapi banyak yang
- 43:17dihukum. Ya kan? Ahli ekonomi banyak
- 43:19tapi belum mengangkat ekonomi ini jadi
- 43:21stabil. Kenapa? Karena kurang dari sisi
- 43:24awal. Ini fatanah. Maka tadi dari 37
- 43:27kurang lebih tempat calon-calon ketua ya
- 43:30DPC calon pimpinan ke depan jika menjadi
- 43:33dan mengharapkan menjadi pribadi yang
- 43:35berintegritas ideal mengukir sejarah
- 43:38baru bahwa di setiap tempat ditempatkan
- 43:40dalam wilayah Angkasapura itu seluruh
- 43:42pimpinannya memiliki sifat yang pertama
- 43:45nilai fatanah itu akan jadi sesuatu yang
- 43:46sangat luar biasa ya saya ingin suatu
- 43:49saat orang akan mengatakan di mana ya
- 43:52kepemimpinan yang paling jujur di
- 43:53Indonesia ini oh itu loh ada di bandara
- 43:55Ngurahrai misalnya, di mana ya yang
- 43:58punya kejujuran dan kesabaran itu loh
- 44:00ada di bandara Soekarno Hatta. Di mana
- 44:02ya yang ada di sini itu loh di bandara
- 44:03A, bandara B, bandara C. Sehingga orang
- 44:05akan menyimpulkan bahwa oh searpura
- 44:08menjadi satu rujukan untuk membangun
- 44:11sifat-sifat integritas dalam konteks
- 44:13berIndonesia. Itu yang kita harapkan.
- 44:16Bawa ke PORI nomor satu dari Tribata.
- 44:19Bawa ke TNI nomor 3 di ada tujuh Sapta
- 44:23Marga namanya.
- 44:25Ya, yang ketiganya itu adalah nilai
- 44:26takwa. Kami tentara Indonesia yang
- 44:28bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
- 44:29membela kebenaran, kejujuran, dan
- 44:31keadilan. Gu ya bawa ke hakim punya
- 44:33pancadarma. Nomor satunya keimanan,
- 44:34ketakwaan. Itu poin pertamanya. Makanya
- 44:37kenapa setiap putusan pimpinan di
- 44:39Indonesia itu atasnya itu bintang dulu
- 44:42baru padi kapas baru dengan rahmat Tuhan
- 44:44yang Maha Esa. Karena untuk mengharapkan
- 44:46terkoneksi dengan Tuhan terbuka
- 44:48gapuranya terkoneksi dengan Tuhan.
- 44:50Dengan terkoneksi dengan Tuhan itu
- 44:51keluarlah keputusan yang berkeadilan
- 44:53sosial. ini nilainya. Jadi kalau kita
- 44:56bicara integritas tanpa menghadirkan
- 44:58sifat fatanah, mustahil jadi teladan.
- 45:00Nah, ini nanti akan membentuk sebuah
- 45:03sinyal-sinyalnya dari sini ke tubuh kita
- 45:06yang membawa nilai-nilai keteladanan
- 45:08ini. Contoh gini,
- 45:11ini cepat ya praktik aja. Apa fungsi
- 45:13mata
- 45:15melihat kan? Ah, itu belum ada fatonah.
- 45:19Kalau sudah ada fatonah mengalir di
- 45:21dalam sini memberikan arah kepada mata,
- 45:24ada vektornya. Dibimbing mata untuk
- 45:26melihat apa yang dilihat yang baik-baik
- 45:28saja menurut karakter takwanya. Disebut
- 45:31iman namanya. Bagi yang muslim tuh surah
- 45:3424, surah Cahaya ayat 30 untuk
- 45:36laki-laki, 31 untuk perempuan. Kullil
- 45:38mukminina. Katakan pada orang-orang yang
- 45:40yakin pada Tuhan dan akan kembali ke
- 45:42akhirat nanti. Akhirat ya yagudu min
- 45:45absorhim. Tolong gunakan matamu dipandu
- 45:49oleh sinyal takwamu melihat yang
- 45:51baik-baik saja. Ketika yang dilihat tak
- 45:54pantas, tak baik untuk dilihat, maka
- 45:56palingkanlah dengan cepat dia berpaling.
- 45:57Panduannya di sini
- 46:00ya. Dari mata turun ke jangan langsung
- 46:03ke hati aja, ke lisan, ke mulut. Ya,
- 46:06kalau sudah masuk mulut berubah fungsi
- 46:09karena punya fatonah. Manana yukminu
- 46:11billahi wal yaumil akhir falyaakl
- 46:13khairon liyasmud. Siapa yang merasa
- 46:14yakin akan pulang ke akhirat dinilai
- 46:17dia, maka dia menata lisannya dengan
- 46:20sifat fatanahnya. Katakan yang baik
- 46:21kalau tak mampu diam maka indah
- 46:24kehidupan. Lisannya berkata yang baik.
- 46:27Ada orang datang sebagai tamu, kita
- 46:28katakan dengan baik. Wajah otomatis
- 46:30senyum, tapi pakaiannya tak pantas
- 46:32dilihat karena terbuka aurat. Menurut
- 46:34takwanya enggak boleh lihat, dia
- 46:35palingkan. Itu kan, tapi tetap
- 46:38menghormati
- 46:39dan semua berfungsi cepat.
- 46:43Tidak ada misalnya Pak Ketua Umum ini
- 46:44matanya masih melihat, lisannya
- 46:45istigfar. Astagfirullah. [tertawa]
- 46:48Ah, ini penumpang dari Finlandia begitu
- 46:50terbuka. Astagfirullah
- 46:52cepat ya. Nah, ini ini fungsinya. Jadi
- 46:55ini punya cahaya ke tubuh kita. Ini
- 46:57perempuan juga sama. Ayat 31-nya kan
- 46:59untuk perempuan. Waqulil mukminat.
- 47:01Katakan bagi perempuan-perempuan yang
- 47:02yakin dia akan pulang. Ini sekarang
- 47:05pertanyaan dasarnya begini. Dari sekian
- 47:07kita bekerja ini sudah muncul belum
- 47:09karakter ini?
- 47:11Nah, untuk memunculkannya sederhana.
- 47:14Pasti Anda dihadapkan pada masalah ini.
- 47:16Sekarang ketika melihat ini, cepat cari
- 47:18lawannya. Di sini
- 47:20ada orang sombong. Ah, sombong itu
- 47:22kenapa sih ditampakkan kepada kita?
- 47:23Kenapa harus saya yang lihat? Oh, supaya
- 47:25pada diri saya muncul sifat yang ini
- 47:27rendah hati.
- 47:29J kalau Anda melihat unsur pimpinan yang
- 47:31sombong ya dengan apapun kalimat yang
- 47:34disampaikan, gaya hidupnya seperti apa,
- 47:36tampil kelihatan oleh kita. Kita
- 47:37menyaksikan itu, itu kita diperlihatkan
- 47:40bukan untuk menikmati dan mencela,
- 47:42bukan. Tapi mengambil ibrah pesan dari
- 47:45situ supaya menata diri mencari lawan
- 47:47yang lebih baik. Dua. A
- 47:52amanah.
- 48:02Maaf saya sampai jam berapa?
- 48:06Sudah habis.
- 48:09Oh, silakan. Ini sampai sore ya. Saya 15
- 48:12menit lagi selesai.
- 48:14Baik. Saya cepat ya. Apa itu amanah?
- 48:18Angkat tangan. Angkat tangan.
- 48:22Angkat tangan.
- 48:24Ya. Enggak. Saya cuma minta angkat
- 48:26tangan. Ya.
- 48:28Ya. R1 juta. Ya. Baik. Sebenarnya
- 48:30sederhana gitu. Diminta kerjakan yang
- 48:32diminta. Jangan memberikan beban pada
- 48:33diri kita gitu ya. Tu ya. Satu kali saya
- 48:36lewat Kuningan jumatan. Satu kali Jumat
- 48:38ya, driver jalan terus ke bahu kan
- 48:41polisi lihat ada getaran yang tampak kan
- 48:44ya. Terus dia merapat tuh. Begitu rapat
- 48:47polisinya datang ditanya, "Mau ke mana,
- 48:50Pak?" B karena yang e bawa mobil agak
- 48:52lebih senior. "Mau ke mana, B?" katanya.
- 48:54Dia keluarkan SIM. "Wah, salah." Saya
- 48:56bilang. Saya langsung koreksi, "Pak,
- 48:59saya mau ke Kuningan jumatan. Saya
- 49:00khatib saat ini." Oh, iya. Silakan
- 49:03langsung aja, Pak. Jalankan. Saya bilang
- 49:05sama driver itu, "Pak, jawab sesuai
- 49:07pertanyaan."
- 49:10Beliau tanya, "Mau ke mana?" Jawab, "Mau
- 49:12ke mana?" Beliau tanya, "Anda keluarkan
- 49:14SIM yang lebih fatal kan baru ditanya
- 49:16selamat pagi 100.000 keluarkan." Nah,
- 49:18itu yang salah.
- 49:20Itu yang fatal gitu ya.
- 49:23Tolong catat ya. Tapi jangan lihat
- 49:26jumlahnya ya. Kasih sayangnya aja 1 juta
- 49:28ya. Tolong tadi yang angkat tangan tuh
- 49:30ya. Apa itu amanah?
- 49:34dapat dipercaya kurangi R juta.
- 49:37[tertawa]
- 49:39Amanah itu begini, amanah itu dari kata
- 49:42seakar-akarnya itu roots-nya dari kata
- 49:44aman.
- 49:46Aman ya. Ee jadi satu masa boleh kalau
- 49:50mau belajar lebih. Saya mengajar di S3
- 49:52di UPI di linguistik ya. Jadi ada
- 49:55sosiolinguistik, ada belajar fonologi,
- 49:57morfologi, sintaks, kemudian ada juga
- 50:01semantik ya, ada leksikon dan
- 50:02sebagainya. Nah, itu kalau kita urai
- 50:04sampai ke titik awalnya itu seakar
- 50:06dengan kata aman. Namanya aminah. Apa
- 50:10itu aman? Aman itu keadaan tenang,
- 50:14nyaman, enak, baik.
- 50:17Kalau dibentuk menjadi karakter dan
- 50:19sifat, maka tambahkan ta di ujungnya.
- 50:23Kalau ingin dibuat sesuatu yang panjang
- 50:26tanpa jeda, tanpa batas, tambahkan alif
- 50:28di tengahnya, maka menjadi amanah.
- 50:30Singkatnya begitu. Amanah adalah upaya
- 50:33sepanjang apapun, dalam keadaan apapun
- 50:36untuk membuat orang-orang yang
- 50:37berinteraksi dengan kita merasa nyaman
- 50:39dan tenang. Itu asalnya. Sehingga
- 50:42disarikan itu dengan kalimat singkat dan
- 50:44padat, dapat dipercaya. Karena dengan
- 50:46dapat dipercaya kita merasa tenang.
- 50:48Asalnya begitu, ya kan? J sifat amanah
- 50:51itu bagaimana menghadirkan rasa aman,
- 50:54rasa tenang, rasa nyaman bagi
- 50:56orang-orang yang berinteraksi dalam
- 50:58kepemimpinan kita. Jadi ketika Anda
- 51:00ditempatkan di manapun menjadi pribadi
- 51:02yang amanah, artinya pribadi yang
- 51:05menenangkan dan melahirkan rasa aman
- 51:08untuk orang banyak.
- 51:11Aman,
- 51:13tenang,
- 51:15nyaman.
- 51:20gitu. Integritas. Iya, jujur.
- 51:23Tapi setiap orang mau bicara enggak enak
- 51:25rasanya gitu. Enggak ada ketenangan,
- 51:28enggak ada kenyamanan.
- 51:31Coba lihat Nabi itu ya kan deskripsinya
- 51:33begitu. Ada kitab buku banyak sekali
- 51:34mendeskripsikan tentang pesona tampilan
- 51:38karakteristik Nabi Muhammad. Itu orang
- 51:39baru lihat wajahnya itu sudah jatuh hati
- 51:42dengan beliau.
- 51:44Ya, ada sosok namanya
- 51:47Abdus Syams. Beliau dari Persia. Lalu
- 51:51mencoba mencari keyakinan, pendalaman.
- 51:54Masuk Kristen.
- 51:56Terus dengar lagi info, ada seorang
- 51:58disebut Nabi di Madinah. Ingin tahu
- 52:01ajarannya. Datang. Begitu datang baru
- 52:04melihat Nabi itu 3 tahun sebelum Nabi
- 52:06wafat. 3 tahun sebelum Nabi Muhammad
- 52:08wafat. tahun keet7 Hijrah baru melihat
- 52:12wajahnya itu sudah langsung terpesona
- 52:15dengan karakter beliau. Senyumnya kepada
- 52:18siapapun senyumnya sama kepada siapapun
- 52:20enggak dibedakan. Ya, Pak. Kadang pada
- 52:23pimpinan dengan bawahan kan senyumnya
- 52:24kadang agak beda ya. Ini semua sama.
- 52:27Senyumnya sama gitu, menyambutnya sama
- 52:30itu langsung jatuh cinta kepada beliau
- 52:32dengan akhlaknya itu. Lu bersyahadat
- 52:34masuk Islam berubah namanya menjadi
- 52:37Abdurrahman hamba Allah yang terkasih.
- 52:40Ya, bertekad saya terlambat nih belajar
- 52:43jadi orang baik. Pengin jadi orang baik.
- 52:45Maka beliau putuskan ingin
- 52:47mendedikasikan sisa hidupnya untuk
- 52:49melihat, belajar langsung dari pesona
- 52:51kehidupan Nabi. 3 tahun dipelajari Nabi
- 52:54keluar rumah jalannya bagaimana, ketemu
- 52:55orang bagaimana. sampai diamanatkan
- 52:58ketemu binatang pun sayangnya luar
- 52:59biasa. Akhirnya dipraktikkan ketemu anak
- 53:02kucing kecil, kucing liar. Kalau kucing
- 53:06rumahan itu kitun namanya kitun. Diserap
- 53:10ke dalam bahasa Inggris tuh kitty gitu
- 53:11kan. Cat kitty. Jadi Hello Kitty kucing
- 53:13rumahan jadi bantal, jadi sarung, jadi
- 53:15apa gitu ya. Nah, tapi kalau kucing liar
- 53:17namanya Hurrun pakai H besar. Anak
- 53:21cucingnya, anak kucingnya Hurairah
- 53:24lewat di depan beliau ya, kehilangan
- 53:26induknya diambil, dirawat. Kalau malam
- 53:29diselimuti, makan disuapi, dimasukkan ke
- 53:32jubah. Tiba-tiba lagi jalan berpapasan
- 53:34dengan Nabi. Keluarlah anak kucing kecil
- 53:37itu. Nabi mengatakan, "Anta Abu
- 53:39Hurairah. Kamu adalah bapaknya anak
- 53:42kucing kecil yang merawat anak kucing
- 53:44seperti merawat anak sendiri." Maka
- 53:47sejak saat itu viral namanya disebut
- 53:48dengan Abu Hurairah. Anda bisa bayangkan
- 53:51orang-orang yang melihat Nabi saking
- 53:53merasa amannya, nyamannya, percaya pada
- 53:55Nabi, kepercayaan itu bisa merubah
- 53:57kepribadiannya menjadi lebih baik
- 54:00dan itu ada polanya, ada fikihnya.
- 54:04Sehingga ketika diwariskan pengajaran
- 54:05itu, ada orang-orang yang ketika Anda
- 54:07lihat Anda terinspirasi jadi baik.
- 54:10Coba cek deh, ada sosok-sosok tertentu,
- 54:12ustaz, kiai, ulama, habib. Ketika Anda
- 54:14lihat, Anda pengin jadi orang baik, Anda
- 54:16merasa nyaman.
- 54:19Itu diwariskan. Nah, kalau dibawa ke
- 54:21nilai keteladanan, kepemimpinan, bisa
- 54:22enggak begitu melihat Anda, karyawan tuh
- 54:25merasa tenang gitu, merasa terlindungi,
- 54:29tanggung jawabnya diayomi,
- 54:31punya pemimpin yang betul-betul
- 54:33memberikan kedamaian. Itu itu sesuatu
- 54:35yang mahal sekarang
- 54:37ya. Dulu kalau di garis komando itu
- 54:39militer ya, kalau prajurit salah itu
- 54:41pimpinannya langsung ambil alih sehingga
- 54:43prajurit merasa nyaman dan kita
- 54:45kehilangan itu saat ini tipis. Nah, sama
- 54:48nih di Singarpura Angkasapura nih bisa
- 54:50enggak ketika lewat itu orang bukan
- 54:51hanya segan, bukan hanya hormat, tapi
- 54:54nyaman.
- 54:56Saya senang dengan pimpinan saya ya
- 54:58amanah. Amanah itu bukan sekedar
- 55:00dipercaya, tapi kepercayaan yang
- 55:02melahirkan ketenangan, kenyamanan,
- 55:03kedamaian dalam jiwa tu. sehingga orang
- 55:06senang menyebutnya. Siapa bosnya
- 55:07sekarang? Masyaallah beliau tuh ya.
- 55:10Siapa bosnya sekarang? Enggak usah sebut
- 55:12namanya lah. [tertawa] Itu kan?
- 55:16Ah sifat kedua tuh ya. Jelas ya sampai
- 55:19sini ya. Oke.
- 55:22Tiga. Saya cepat.
- 55:25Siddiq.
- 55:27Ah
- 55:29siddiq.
- 55:34Siddiq itu selalu tampil jujur pada
- 55:37kebenaran.
- 55:39Ya,
- 55:40apa yang benar itu yang ditampilkan
- 55:43ya. Tapi cara menampilkannya nanti
- 55:45diatur lagi sehingga membuat orang
- 55:46merasa nyaman. Dia punya kemampuan dapat
- 55:50me-manage sebuah kebenaran tampil dengan
- 55:52cara yang elegan sehingga orang salah
- 55:54tidak merasa disalahkan, orang benar
- 55:56tidak merasa digurui. Itu siddiq itu
- 56:00ya. Eh, Abu Khafah namanya. Satu kali
- 56:05ada seorang bergelar Abu Jahal lawannya.
- 56:10Ee nanti kalau Anda yang belum haji,
- 56:13belum umrah, ya saya doakan semoga ada
- 56:16percepat ya. Ya. Dan tidak cukup dengan
- 56:18amin dia ee nabung ya.
- 56:23[tertawa]
- 56:23Nanti di sini ada green zamzam.
- 56:30Pak, Pak, Pak Wayan dari mualaf sampai
- 56:34sekarang sudah pernah umrah belum?
- 56:36Sudah, ya. Baik. Sudah. Oke, nanti aja
- 56:40di akhir ya. Ini ada R zamzam. Ini ada
- 56:45Safa. Ini ada jarak sedikit ke sini. Ini
- 56:48ada Safa. Safwa ini ke belakang jalur ke
- 56:52Aziziah. Ke belakang ini ada istana
- 56:54raja. Ini asalnya bukit. Ini namanya
- 56:57Jabal Qubis. Ini istana raja. Sini
- 56:59Masjidil Haram. Di depan nih. Jalan ke
- 57:02sini sedikit. Ini ada Hotel Hilton yang
- 57:04lama nih. Di sini kalau naik sedikit di
- 57:06sini ada musala. Ini rumahnya Abu Bakar
- 57:08As Siddiq dulu. Di sini ada toilet yang
- 57:11pertama. Di sini ada yang kedua dekat
- 57:13masjid. tempat kipas angin di sini
- 57:15memberikan air ini warna hijau. Ini
- 57:17parlemen Quraisy, tempat kumpulnya
- 57:20orang-orang Quraisy di masa dulu. Yang
- 57:21mau saya katakan gini,
- 57:23kalau Anda ke sini, Teman-teman,
- 57:28nanti belok ke sini di pintu 26 terus
- 57:31ada get Nabi. Gate Nabi itu beliau
- 57:34berkehidupan dengan Sayidah Maimunah. Di
- 57:36sini salat dua rakaat sebelum ke hajar
- 57:38aswad dan menunaikan Isra Mikraj. Ya,
- 57:40ada dua pintu ke atas dan ke bawah. dan
- 57:42Get Ali. Di sini Babussalam tarik garis
- 57:44lurus. Ini rumah Nabi lahir ya. Di sini
- 57:48ee Marwah Sayidah Khadijah. Di sini
- 57:50pintu di sini pintunya ee Sayidah Abbas.
- 57:53Dari sini sampai ke ujung ya kurang
- 57:55lebih ada patokannya saya suka lihat
- 57:57kipas angin ya 35 kipas angin sudah saya
- 57:59hitung ya. Kalau 36 berarti nambah satu.
- 58:03Nah di sini nanti ada jalur ke Get Nabi.
- 58:07Ada satu tiang lampu besar sekali. Di
- 58:09sini ada jembatan ke sini. Ini tiang
- 58:10lampu besar. Ini dulu rumahnya Abu Jahal
- 58:12di sini. Abu Jahal. Abu Jahal ini
- 58:15memprovokasi begini. Memprovokasi.
- 58:19Jadi provokator itu sudah ada 15 abad
- 58:20yang lalu. Beliau memprovokasi seperti
- 58:23ini kurang lebih. Ah ini Muhammad ini
- 58:25orang jahat, penipu, enggak benar ya.
- 58:28Ajaran-ajarannya menyesatkan,
- 58:29karya-karya sendiri dan sebagainya
- 58:30memecah belah itu sudah ada. Lalu semua
- 58:33orang yakin umumnya setelah peristiwa
- 58:37Isra Mikraj itu. Masa sih ada orang pada
- 58:40masa itu berangkat ke Palestina cuma
- 58:42semalam balik lagi gitu kan. Nah tinggal
- 58:44satu orang lagi namanya Abu Quahafah.
- 58:48Nah, maka dari sini kenapa saya
- 58:50gambarkan bukan ini menunjukkan saya
- 58:51hafal bukan. Saya ingin
- 58:52memvisualisasikan bagaimana ee deskripsi
- 58:54ini berjalan dari sini. Dia berjalan ke
- 58:57sini mencari ini Abu Quhafah ini yang
- 59:00kita kenal dengan Abu Bakar. ya kan
- 59:02tinggal satu orang ini. Kalau satu orang
- 59:04ini kemudian membenarkan, selesai.
- 59:08Maka diajaklah beliau naik ke sini ke
- 59:10Jabal Qubais. Ini bukit kehormatan
- 59:12siapapun yang ada di atas ini. Ini tanda
- 59:13kepemimpinan.
- 59:15Karena itu bikin istana sekarang itu
- 59:17yang mimpin wilayah itu sekarang. Ini
- 59:18tandanya. Maka diangkat ke situ ditanya,
- 59:22"Apakah engkau yakin dengan peristiwa
- 59:23Isra Mikraj?" Isra Mikraj itu perjalanan
- 59:25Nabi yang menjadi tanda mukjizat yang
- 59:28besar. Dari mulai ke Makkah sampai ke
- 59:31Masjidil Aqsa di Palestina sampai naik
- 59:33ke langit cuma semalam. Belum selesai
- 59:35subuh sudah pulang. Baik ya. Apa kata
- 59:38Abu Bakar? Perhatikan kalimatnya.
- 59:41Lau kana Muhammadun sallallahu alaihi
- 59:43wasallam kamaqal. Kalaulah seorang
- 59:45Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- 59:48mengatakan sekarang ini di belakang kita
- 59:50ada musuh yang akan menyerang, saya akan
- 59:53percaya kepada beliau sekalipun itu
- 59:56tidak terjadi.
- 59:58Saya akan percaya. Anda bisa gambarkan
- 1:00:00ya betapa amanahnya dan nilai
- 1:00:02kejujurannya yang sangat tinggi.
- 1:00:04Sehingga berkata apapun orang yakin
- 1:00:07berkata apapun dan sudah pasti benar
- 1:00:09kalau menyampaikan sehingga dibawa nilai
- 1:00:12itu dengan kemasan kalimat yang sangat
- 1:00:13indah. Kalaulah beliau berkata di
- 1:00:15belakang ini ada musuh yang menyerang
- 1:00:16dan tidak terbukti, saya tetap akan
- 1:00:18yakin. Keyakinan untuk menampilkan
- 1:00:21kebenaran
- 1:00:22dengan bahasa yang nyaman diterima dan
- 1:00:24baik. Dan tidak ada yang tersinggung
- 1:00:26pada masa itu. Karena memang Nabi
- 1:00:28Muhammad sudah punya sifat yang kedua
- 1:00:30amanah itu dari sejak beliau sebelum
- 1:00:32dilantik jadi nabi orang itu merasa
- 1:00:33yakin tenang. Ya. Jadi ketika beliau
- 1:00:36jadi orang baik namanya Saleh. Semua
- 1:00:39orang tenang. Abu Jahal, Abu Lahab
- 1:00:41macam-macam. Bahkan yang menjadi lawan
- 1:00:43pun menitipkan barangnya pada beliau
- 1:00:45saking merasa tenangnya. Tapi ketika
- 1:00:47jadi orang yang memperbaiki muslih
- 1:00:49barulah ada orang merasa terganggu.
- 1:00:53Bayang ya ingat ya. Ketika Anda menjadi
- 1:00:55leader yang ingin memperbaiki pasti ada
- 1:00:56zona nyaman bagi sementara orang yang
- 1:00:58merasa terganggu. Maka apa yang terjadi?
- 1:01:00Sifat ketiga yang penting siddiq ini
- 1:01:02bagaimana menampilkan kebenaran tugas
- 1:01:04Anda tanpa harus menyinggung privasi
- 1:01:06orang-orang ini sehingga merasakan
- 1:01:07kebenaran dari situ. Maka ketika
- 1:01:10mengatakan kalimat itu, diberikanlah
- 1:01:11gelar kepada beliau assiddiq. Dari sejak
- 1:01:14itu viral namanya disebut Abu Bakar As.
- 1:01:18Orang yang mampu menampilkan sebuah
- 1:01:20nilai kebenaran dengan cara yang elegan
- 1:01:23sehingga memberikan simgah pengaruh
- 1:01:25terbaik bagi orang-orang di sekitarnya
- 1:01:27tanpa harus punya niat menyakiti apalagi
- 1:01:29menghancurkan. Siddiq.
- 1:01:33Sekarang ketika Anda diberikan tugas,
- 1:01:36bukan hanya kita bicara tentang wah
- 1:01:38bagaimana ini kita punya integritas,
- 1:01:40tapi bagaimana menampilkan integritas
- 1:01:41itu tanpa melukai orang lain.
- 1:01:45Coba lihat indahnya Quran ya. Ya, saya
- 1:01:47tanya nih dengan sejelas-jelasnya.
- 1:01:50Eh, kenal Firaun enggak?
- 1:01:53Baik. Anda bilang kenal, saya pulang.
- 1:01:55[tertawa]
- 1:01:59Firaun. Qarun.
- 1:02:02tahu ya. Oke, pertanyaan saya. Firaun
- 1:02:06tuh nama asli bukan?
- 1:02:08Bukan. Siapa nama aslinya?
- 1:02:11Oh, enggak usah ngarang.
- 1:02:14Eh, Ramses 2, Ramses 3, region 1, region
- 1:02:172. [tertawa]
- 1:02:22Ngarang itu bahaya gitu, Pak. Ini
- 1:02:26Firaun catat kalimat ini. Anda mau bikin
- 1:02:29status juga enggak apa-apa. Firaun.
- 1:02:31Sefiraun-firaunnya Firaun tidak pernah
- 1:02:34disebut nama aslinya.
- 1:02:38Sefiraun Firaunnya Firaun ya tidak
- 1:02:41pernah disebut nama aslinya.
- 1:02:45Yang melekat itu nama jabatannya Farao
- 1:02:48Firaun pemimpin leader. Ya kan?
- 1:02:52Apa karakteristik Firaun yang paling
- 1:02:56jahat ditampilkan di Quran itu?
- 1:02:58Albaqarah 49 itu. Yudabbihuna abnaakum
- 1:03:01waastahyuna nisaakum. Ada informasi
- 1:03:05bahwa ini akan ada sosok yang berpotensi
- 1:03:09menggantikan kepemimpinannya.
- 1:03:12Langsung ada bisikan. Nah,
- 1:03:13pemisik-mbisik ini yang kadang-kadang
- 1:03:14masalah itu. Iya. Menyampaikan
- 1:03:16hati-hati, Bos. Katanya ini potensi nih
- 1:03:18menurunkan Anda nih, gitu ya. Hati-hati,
- 1:03:20Pak GM dengan pembisik-pembisik itu ya.
- 1:03:22Harus punya sifat fatonah itu ya.
- 1:03:26Ini berpotensi menghancurkan Anda. Ini
- 1:03:28langsung keluar dekritnya itu. Dekritnya
- 1:03:30jelas. Setiap ibu yang sedang mengandung
- 1:03:33didampingi oleh dua orang intel.
- 1:03:35Yang satu mengamati, yang satu
- 1:03:37mengeksekusi.
- 1:03:39Ya, dia membawa satu senjata yang
- 1:03:41terolah misalnya pisau pada masa itu.
- 1:03:43Jadi, begitu lahir langsung dilihat
- 1:03:44laki-laki atau perempuan. Kalau
- 1:03:46laki-laki itu langsung dieksekusi di
- 1:03:48hadapan ibu yang baru melahirkannya.
- 1:03:51Caranya, mohon maaf ya, nanti bisa
- 1:03:53disensor juga ya caranya itu diambil.
- 1:03:55Dzabaha itu beda dengan nahara.
- 1:03:58Fasollibbika
- 1:04:00wanhar. Kalau nahara itu menyembelih
- 1:04:02seperti unta ya, tidak dijatuhkan.
- 1:04:04Biarkan dalam berdirinya disembelih di
- 1:04:06sini posisinya. Tapi kalau dzabaha
- 1:04:09dijatuhkan dulu ya baru kemudian
- 1:04:11disembelih. Tapi kalau dzabbaha pakai
- 1:04:14tasydid dijatuhkan dengan kasar
- 1:04:16disembelih digorok berkali-kali. Itu
- 1:04:18kalimatnya menggunakan dzabbaha
- 1:04:20dan menggunakan kata progresif terus
- 1:04:23yudzabbihu. Yudabbihuna setiap lihat
- 1:04:25laki-laki jatuhkan digorok berkali-kali
- 1:04:28di hadapan ibu yang baru melahirkannya.
- 1:04:30Ya kan hobinya begitu. Ngaku Tuhan. Ana
- 1:04:34rbukumul ala. Saya Tuhan yang kalian
- 1:04:35yang paling hebat. Katanya itu dalam
- 1:04:37sejarah cuma dua yang mengaku Tuhan. Dan
- 1:04:40oleh Allah tuh diberikan satu hukuman
- 1:04:42yang sangat melecehkan ya supaya memberi
- 1:04:44tanda gitu. Kalau Anda terlalu tinggi
- 1:04:46dijatuhkannya itu terlalu dalam ya
- 1:04:48ditenggelamkan kan supaya orang viral.
- 1:04:50Tuhan tenggelam. Tuhan kok tenggelam
- 1:04:52gitu ya. Satu lagi Namrud tuh. Namrud.
- 1:04:55Namrud itu kan hancurnya hanya dengan
- 1:04:56satu nyamuk yang cacat sayapnya. Ada
- 1:04:59orang mengatakan lalat riwayat ya. Cacat
- 1:05:01ya. Ya, sehingga masuk ke telinganya
- 1:05:03tewas dengan itu. Viral di kalangan
- 1:05:06masyarakat ada Tuhan tewas dengan nyamuk
- 1:05:08cacat itu rendah. Maka setiap orang
- 1:05:11merasa tinggi mengangkat tinya terlalu
- 1:05:12tinggi biasanya Allah langsung rendahkan
- 1:05:13serendah-rendahnya. Itu rumus tuh.
- 1:05:15Hati-hati ya teman-teman sekalian. Maka
- 1:05:17apa yang terjadi? Yaah. Ya itu dia ngaku
- 1:05:20Tuhan loh. Manusia sekarang kan paling
- 1:05:22tinggi levelnya nabi pernah malaikat ya.
- 1:05:25Ya. Nabi pernah bilang la nabiya ba'di.
- 1:05:26Enggak akan ada nabi setelah saya.
- 1:05:28Tuklunya tuh. Ya, kalimat itu makna
- 1:05:31dalamnya begini. Nanti di masa depan ada
- 1:05:33orang mengaku nabi setelah saya,
- 1:05:35langsung tolak aja. Enggak ada setelah
- 1:05:36saya. Enggak akan terpenuhi syaratnya.
- 1:05:39Makanya kalau ada orang ngaku nabi
- 1:05:40sampai kini, enggak usah aneh. Ini
- 1:05:42menunjukkan apa yang dikatakan Nabi
- 1:05:43Muhammad benar. Yang aneh itu setiap ada
- 1:05:45yang ngaku ada pengikutnya.
- 1:05:48Itu masalahnya ya. Dulu IM itu pelatih
- 1:05:51bulu tangkis tuh era 2000-an ngaku nabi.
- 1:05:54Tangkap polisi. Tanya kan kenapa ngaku
- 1:05:56nabi? Saya ke Bogor, Pak. Dapat wahyu
- 1:05:58kata, anak bayang enggak kita ke Bogor
- 1:06:00dapat tales dia wahyu.
- 1:06:03Yang legend itu kan ada le kan aku
- 1:06:06malaikat tuh. Dia minta izin pada
- 1:06:08gubernur yang terdahulu untuk
- 1:06:09mendaratkan Jibril di Monas. Bayang
- 1:06:11ditangkap oleh polisi tuh. Ya kita
- 1:06:13dukung tuh polisi kita jangankan
- 1:06:15teroris, malaikat dia tangkap tuh ya.
- 1:06:17Nah, tapi Firaun dengan berbuat semacam
- 1:06:19itu, itu enggak pernah disebut nama
- 1:06:21aslinya oleh Quran. Selalu jabatannya
- 1:06:24Firaun. Firaun. Qarun. Sekarun-qarunnya
- 1:06:27Qarun enggak pernah disebut namanya.
- 1:06:29Selalu sifatnya.
- 1:06:31Qarah yang punya harta banyak
- 1:06:33digambarkan seperti metafornya seluas
- 1:06:36samudra. Sehingga orang yang punya qarah
- 1:06:38disebut Qarun. Sampai sekarang masih
- 1:06:39dicari. Ya orang Ciampelas ditanya
- 1:06:42mereka, "Mana ailnya harta karun kan?
- 1:06:46Dicari tapi enggak pernah ditampilkan
- 1:06:48namanya." Kenapa? Inilah adab akhlak.
- 1:06:52Seburuk-buruknya orang yang salah itu
- 1:06:54perilakunya bukan namanya.
- 1:06:56Jadi kalau ada orang berbuat salah,
- 1:06:59jangan sakiti namanya, perbaiki
- 1:07:01perilakunya,
- 1:07:03jangan cederai namanya. Karena jadi ada
- 1:07:07orang dengan nama yang serupa tidak
- 1:07:08berbuat yang sama.
- 1:07:11Anda itu mau menjatuhkan orangnya atau
- 1:07:12memperbaiki perilakunya. Anda seorang
- 1:07:15leader, ada bawahan salah. Ya, jangan
- 1:07:18ditajamkan kata-kata itu untuk
- 1:07:20menghancurkan namanya dan kehormatannya.
- 1:07:22Perbaiki kesalahannya. Itulah
- 1:07:24integritas.
- 1:07:26Itulah siddiq. Itu dahsyatnya Quran itu
- 1:07:28sampai sebegitu. Dan kalau sudah jadi
- 1:07:30pemimpin, ada potensi penyimpangan di
- 1:07:32dalamnya. Menyimpang dari kepemimpinan
- 1:07:34disebut thago kalau kaya ada potensi
- 1:07:37penyimpangan dari kekayaan. Penyimpangan
- 1:07:39dari kekayaan disebut bag. Makanya di
- 1:07:41Quran Qarun disifati dengan bagha,
- 1:07:44Firaun disifati dengan tha. Anda 37
- 1:07:47orang DPC-DPC calon pemimpin hati-hati
- 1:07:50ketika mengambil posisi AK selalu ada
- 1:07:52tantangannya. pelajari itu sebelum
- 1:07:54menempati ruangnya.
- 1:07:56Itu siddiq tuh. Itu maksudnya. Nah,
- 1:07:59nanti terakhir untuk men-deliver itu
- 1:08:01semua setelah punya kemampuan yang
- 1:08:03pertama fatanah, amanah, siddiq,
- 1:08:05bagaimana mendeliver itu dalam konteks
- 1:08:07kehidupan dan tugas kita. Maka muncul
- 1:08:09yang keempat namanya tabligh.
- 1:08:14Tablig.
- 1:08:16kemampuan berkomunikasi yang baik
- 1:08:21sehingga sampai kepada relung hati yang
- 1:08:23paling dalam dengan pemahaman yang
- 1:08:25benar. Itulah tablig. Balagah itu sampai
- 1:08:27ke hati dengan pemahaman yang benar.
- 1:08:31Keputusan diterjemahkan membuat orang
- 1:08:33tenang. Ada keputusan apapun walaupun
- 1:08:35itu pahit, tidak baik misalnya, tapi
- 1:08:36bagaimana mengomunikasikan itu dengan
- 1:08:38benar, tenang, nyaman, sehingga merasa
- 1:08:42terlindungi, kebenarannya tampil tanpa
- 1:08:44menyakitiah tablig.
- 1:08:47Jelas sampai sini. Nah, ini yang PR kita
- 1:08:50sekarang dan kita dihadapkan pada
- 1:08:51situasi yang kita bisa pantau sekarang
- 1:08:53karena salah komunikasi menggunakan
- 1:08:55kata-kata yang tidak tepat ya jatuh
- 1:08:59hanya dalam sedemikian waktu yang
- 1:09:00singkat. Karirnya kan lama lama di titik
- 1:09:04jatuh seketika hanya karena satu dua
- 1:09:06kalimat saja ya kan. Hanya karena
- 1:09:08tampilan yang tidak elok karena tidak
- 1:09:10apa? Tidak memahami posisinya sehingga
- 1:09:12orang sudah menilai ini enggak ada
- 1:09:13integritas nih. Enggak jadi teladan.
- 1:09:15Kata-katanya bukan hanya tidak layak
- 1:09:16ditiru ya, tapi layak diberikan
- 1:09:19pelajaran yang mengharu biru. Akhirnya
- 1:09:21banyak orang tergerak terlepas dari
- 1:09:23berbagai motifnya tapi ada bagian-bagian
- 1:09:25yang menjadi pelajaran kita. Jadi kalau
- 1:09:26ayatnya sudah ditampilkan, teorinya
- 1:09:28diperdalam, hakikatnya ditampilkan dalam
- 1:09:30kehidupan kita, terdengar, terlihat,
- 1:09:32terasakan, belum mampu menggugah kita
- 1:09:33untuk berbuat jadi lebih baik, maka
- 1:09:35dengan cara apa lagi? Kita diberikan
- 1:09:38penjelasan yang menerangkan untuk
- 1:09:40menjadi tipikal pemimpin yang
- 1:09:42berintegritas, membawa keteladanan.
- 1:09:44Kalau sudah paham, cepat lakukan. Bawa,
- 1:09:48khususkan pada diri kita. Dalam bahasa
- 1:09:50Inggris kasih artikel the kan ya. There
- 1:09:53are so many cars outside. It mobil di
- 1:09:56luar. I mean the car, the car is mine.
- 1:09:59Yang ini, yang ini khusus spesifik. Kita
- 1:10:01mau bawa karakter fast ke dalam diri
- 1:10:03kita sehingga beda tampil dengan yang
- 1:10:05lain. Tambahkan di depannya sehingga
- 1:10:07jadi the fast. Dulu ada film the fast ya
- 1:10:10kan. Kalau kita satukan jadi fast
- 1:10:13ya.
- 1:10:17Ulang tahun ke-26, Serikat Karyawan dari
- 1:10:19SARP mentransformasi dirinya menjadi The
- 1:10:22Fast
- 1:10:24sehingga tampil menjadi calon-calon
- 1:10:26pemimpin yang punya integritas,
- 1:10:28keteladanan dengan sifat fatanah, sifat
- 1:10:30amanah, sifat siddiq, dan sifat tabligh.
- 1:10:34Disatukanlah empat ini menjadi satu nama
- 1:10:37namanya Muhammad
- 1:10:40dan disebutkan empat kali dalam
- 1:10:41Al-Qur'an. Empat kali.
- 1:10:44Qur'an surah 3 ayat 144, Quran surah 33
- 1:10:47ayat 40, Quran surah 47 dengan namanya
- 1:10:49ayat kedua dan Quran surah 48 ayat 29.
- 1:10:52Empat kali, empat sifat, satu nama
- 1:10:56itu dan ketika Anda menyebut nama
- 1:10:58Muhammad misalnya sallallahu alaihi
- 1:10:59wasallam bukan sekedar menjadi nabi kita
- 1:11:01tapi bagaimana keteladanannya bisa kita
- 1:11:03tampilkan. Nah, spesial di hari miladnya
- 1:11:08ini, Teman-teman, yang ke-26 bersamaan
- 1:11:10dengan bulan hari lahirnya Nabi Muhammad
- 1:11:13sallallahu alaihi wasallam. Bisakah
- 1:11:16peringatan hari kelahiran bagi kita
- 1:11:18semua yang ke-26 ini mentransformasikan
- 1:11:20diri kita menjadi calon-calon pemimpin,
- 1:11:23calon-calon baik yang menghadirkan
- 1:11:25karakteristik fast dalam kehidupannya.
- 1:11:28Sehingga jalan dunia yang kita tempuh
- 1:11:30track dunia itu diisi dengan fest
- 1:11:33menjadi fast track.
- 1:11:35Dunia melahirkan ujung akhirat yang
- 1:11:38menandai tempat berakhir kita di satu
- 1:11:41tempat yang masih tersembunyi tapi
- 1:11:44menjanjikan banyak kenikmatan. Sesuatu
- 1:11:46yang tersembunyi menghadirkan banyak
- 1:11:48kenikmatan dalam bahasa Arab disebut
- 1:11:49jannah namanya. Kita terjemahkanlah
- 1:11:52kemudian dengan surga. Nah, surga itulah
- 1:11:54tempat akhir kehidupan bagi orang-orang
- 1:11:57yang ingin mendapatkan fast track dalam
- 1:11:59kehidupan dunia untuk meniti nilai
- 1:12:01teragung yang bisa dia raih. Ada delapan
- 1:12:04pintu di dalamnya. Seperti Anda memiliki
- 1:12:07grade, maka surga punya delan pintu.
- 1:12:09Dengan empat sifat ini, Anda silakan
- 1:12:11memilih pintu mana yang akan Anda raih.
- 1:12:13Ada pintu tertinggi namanya firdaus, ada
- 1:12:16surga aden, ada jannatun naim, ada Darul
- 1:12:20Muttaqin. Terus sampai ke bawahnya
- 1:12:22namanya jannah saja. Tapi keindahannya
- 1:12:24pun tak bisa dibayangkan. Belum pernah
- 1:12:27terlihat, belum pernah tersentuh, belum
- 1:12:29pernah terdengar seperti itu nyatanya
- 1:12:31dalam lamunan kita. Nabi menggambarkan
- 1:12:33keindahannya tapi kita lamunkan enggak
- 1:12:35sama dengan apa yang dilihat Nabi,
- 1:12:37dengan apa yang kita lamunkan. Indahnya
- 1:12:39luar biasa. Itu level yang bawah.
- 1:12:41Bagaimana dengan yang paling tinggi?
- 1:12:44Ya, seorang Arab Badui ditanya satu kali
- 1:12:45bertanya ke Nabi di hadis Muslim nomor
- 1:12:48hadis yang ke-14. Dia datang ke Nabi
- 1:12:50berkata begini, "Ya Rasulullah, dullani
- 1:12:53ala amalin yudilunil jannata amalin
- 1:12:55basitin." Ya Nabi, ajarkan aku satu
- 1:12:58pekerjaan yang simpel aja. Aku bisa jaga
- 1:13:02sampai meninggal, sampai pulang ke
- 1:13:03akhirat. Di dunia ini aku selamat sampai
- 1:13:05pulang ke akhirat. Simpel aja. Jangan
- 1:13:07sulit-sulit, jangan berat-berat. Yang
- 1:13:09penting akhiratnya ujung akhirnya surga.
- 1:13:12Level biasa pun enggak apa-apa. Apa
- 1:13:14jawab Nabi?
- 1:13:16Baik. Anda konsisten dengan yang pokok
- 1:13:18aja.
- 1:13:19Kalau yang ritual salat pokok aja,
- 1:13:22enggak perlu salat sunah. Salatnya lima
- 1:13:24waktu aja. Kalau punya harta, zakat yang
- 1:13:27pokok. Enggak perlu infak, enggak perlu
- 1:13:28sedekah, yang pokok. Tapi jaga diri.
- 1:13:30Jangan berbuat kriminal. Jangan
- 1:13:32menyimpang ujung kepala sampai ujung
- 1:13:33kaki. Silakan tunaikan itu dan bawa ke
- 1:13:36pekerjaanmu. Apapun itu. Kalau
- 1:13:38penggembala, gembala, jaga salat, jaga
- 1:13:41dengan baik, jangan menyimpang, jangan
- 1:13:42menipu, dan sebagainya. Maka apa yang
- 1:13:44dia katakan? Ya, siap ya Nabi. Saya akan
- 1:13:48jaga yang pokok aja, saya enggak bisa
- 1:13:50tambah dan saya akan jaga diri saya dari
- 1:13:52perbuatan menyimpang. Maka dia pergi
- 1:13:54meninggalkan Nabi. Fantalaqo kata Nabi,
- 1:13:56"Lihat komennya. Komen ini baik. Anda
- 1:13:58boleh langsung like and subscribe. Kata
- 1:14:00Nabi, aflaha in shaq aakalal jannata
- 1:14:04inqah. Kalau dia komitmen dengan apa
- 1:14:06yang dia katakan tadi, dia akan meniti
- 1:14:08fast track kehidupan dunia dan dijamin
- 1:14:10masuk surga di akhirat.
- 1:14:12Dia pergi. Tapi teman-teman mesti lihat
- 1:14:14dia pilih yang paling bawah surga biasa
- 1:14:18itu dia pilih karena dia merasa bahwa
- 1:14:21tempat tinggal saya di padang pasir.
- 1:14:24Oke. Kalau saya mau tahajud susah,
- 1:14:26malam-malam angin datang besar, dingin
- 1:14:28suasana saya jaga yang pokok aja. Mau
- 1:14:31zakat juga cari, tapi mau infak siapa
- 1:14:34yang mau diinfakin? Padang pasir. Oke.
- 1:14:36Tapi dia bisa menjaga diri perbuatan
- 1:14:38maksiat. Oke. Apa yang kita lakukan?
- 1:14:41Kita lihat ya bagaimana memaksiat di
- 1:14:42padang pasir sinyal susah
- 1:14:46ya. Mau lihat misalnya auratnya apa?
- 1:14:49Unta kadal gurun yang dilihat ya memang
- 1:14:51sudah terbuka ya tantangan minimal ya
- 1:14:54minimal sekali maksiatnya kriminalnya
- 1:14:56kecil. Nah, kita saat ini hadir di era
- 1:14:59yang berbeda, era disrupsi,
- 1:15:00perkembangannya tinggi. Kata Nabi di
- 1:15:02hadis Muslim nomor hadis 157, saya tutup
- 1:15:05dengan ini. Yusiku alla taquatu. Nanti
- 1:15:08akan terjadi perubahan era sampai ke
- 1:15:11ujung kiamat nanti. Hatta yuqbadal ilmu.
- 1:15:15Yang satu era itu akan ditandai, masa
- 1:15:17itu ditandai, satu para pakar itu akan
- 1:15:20mulai sedikit-sedikit menyusut sampai
- 1:15:22hilang ya. Dan muncul orang-orang tidak
- 1:15:25jelas menjadi pakar. Matinya kepakaran
- 1:15:27muncul orang-orang seperti pakar.
- 1:15:30Innallaha
- 1:15:32inan ibad. Allah itu kalau mau nyabut
- 1:15:35ilmu tidak langsung dicabut ilmunya.
- 1:15:40Wafat para pakarnya satu-satu. Hatta
- 1:15:43yabqimun riwayat lain yubqi aliman.
- 1:15:45Sampai kalau sudah enggak ada pakarnya
- 1:15:47satu-satu yang muncul yang enggak jelas.
- 1:15:50Fasuilu faaftau fadolu waallu. Anehnya
- 1:15:54ini jadi rujukan. Ada followersnya, ada
- 1:15:56subscribers-nya diikutin ngasih petunjuk
- 1:15:59dan dilakukan.
- 1:16:02Sama nanti dalam level kepemimpinan itu
- 1:16:04juga nanti ada orang-orang enggak jelas.
- 1:16:06amiri ahli. Kalau seseorang sudah tidak
- 1:16:10punya kapabilitas mendapatkan ya satu
- 1:16:12kepercayaan untuk memimpin, tak punya
- 1:16:14kapabilitas di dalamnya, rusak apa yang
- 1:16:16dia pimpin. Maka bagus tadi dibuat
- 1:16:19yayasan bening hati dan sebagainya untuk
- 1:16:21kaderisasi supaya menyambut ini dan
- 1:16:24lebih profesional ke depan. Ya. Dua,
- 1:16:27saya cepat ya. Tantasyirul fitan.
- 1:16:29Fitahnya menyebar yaksiral kadib.
- 1:16:31Manipulasi banyak. Bagaimana itu bisa
- 1:16:34terjadi? Nah, ini yang mau saya katakan.
- 1:16:35Tolong garis bawah ini dengan baik ya.
- 1:16:37Yataqarabuz zaman tataqarabul aswaq.
- 1:16:41Masanya menjadi terasa singkat. Di hadis
- 1:16:43lain, setahun kayak sebulan, sebulan
- 1:16:45terasa seperti sepekan, sepekan seperti
- 1:16:47sehari, sehari seperti sekilatan, dan
- 1:16:50terjadi percepatan digital sehingga
- 1:16:52pasar mudah diakses. Tanda pertamanya
- 1:16:55dulu manual kita berangkat pakai angkot,
- 1:16:57pakai ojek manual. Sekarang klik
- 1:16:58barangnya datang. Sekarang eranya
- 1:17:01berubah, Pak, Bu. Tantangan di
- 1:17:03Angkasapura, Teman-teman. Skarpura
- 1:17:05eranya berubah. Sekarang era digital,
- 1:17:08era disrupsi, macam-macam mulai muncul.
- 1:17:10Saya saja seumur-umur belum pernah
- 1:17:12ceramah tentang garam, tiba-tiba ada
- 1:17:14video jualan garam rukiah. Ya, dengan
- 1:17:17video tampilan seperti saya, ada ei dan
- 1:17:19sebagainya. Maka inilah tantangan yang
- 1:17:21kita hadapi saat ini tinggal kita
- 1:17:24hadirkan. Tapi alhamdulillah sebelum
- 1:17:26kita akhiri, kita punya MC yang punya
- 1:17:29tanda-tanda dari Allah, ayatullah ya.
- 1:17:32punya CEO yang berdarma bakti,
- 1:17:34alhamdulillah punya GM yang bijaksana
- 1:17:37dan punya ketua yang punya pemahaman
- 1:17:39yang juga mengangkat kita dengan baik.
- 1:17:41Ahmi Aziz itu tinggi gitu ya. Dan kita
- 1:17:44punya keluarga yang baik untuk saling
- 1:17:46mendukung. Jadilah keluarga yang baik
- 1:17:48ya, saling mendukung satu dengan yang
- 1:17:50lainnya. Ayo kita berdoa. Mudah-mudahan
- 1:17:53doa kita diterima ya.
- 1:17:59Astagfirullahalazim.
- 1:18:00Astagfirullahalazim. astagfirullahaladzi
- 1:18:02la ilahailla hay qayyum atubuik allahum
- 1:18:05nahmaduka hamdan syakirin hamdan naimin
- 1:18:07hamdan
- 1:18:10yaakal hamdu
- 1:18:13karim
- 1:18:15allahumma shi wasallim wik habikal karim
- 1:18:18mustof amin sayidina muhammadin waa
- 1:18:19alihi was
- 1:18:21allahum inna nasaluka ya allahmatika
- 1:18:28marhum
- 1:18:31Ya Allah, kami mohon agar Engkau
- 1:18:33memberikan rahmat, keberkahan, kasih
- 1:18:35sayang dalam pertemuan kami di pagi
- 1:18:37menjelang siang ini. Jadikan pertemuan
- 1:18:39kami mengikat erat kekeluargaan di
- 1:18:41antara kami. Dan bilaun kami mesti
- 1:18:43berpisah, jadikan perpisahan kami,
- 1:18:45mempertemukan kami dalam keadaan yang
- 1:18:46lebih baik dibandingkan hari ini.
- 1:18:48Rabbana laana fi maqina damban illa
- 1:18:50gfarta.
- 1:18:52Ya Allah, jika ada orang-orang yang
- 1:18:55pernah berbuat salah, berbuat dosa,
- 1:18:56berkumpul di ruangan ini, jangan biarkan
- 1:18:59yang meninggalkan tempat ini, kecuali
- 1:19:00Engkau telah gugurkan dan hilangkan
- 1:19:02kesalahan-kesalahannya.
- 1:19:04W hamman illa farajta. Jika ada yang
- 1:19:06tengah merasakan kegelisahan, mohon
- 1:19:07tenangkan hatinya. W asir illa yartah.
- 1:19:10Jika ada yang telah mengalami kesulitan
- 1:19:12dalam tugasnya, di rumah tangganya,
- 1:19:14kehidupan sosialnya, dengan
- 1:19:15keikhlasannya ia datang untuk belajar
- 1:19:17hari ini. Ringankan dan hilangkan serta
- 1:19:19angkat seluruh kesulitannya. W maridan
- 1:19:22illa syafaitah. Jika ada yang sakit
- 1:19:23mohon sembuhkan penyakitnya. Allahum
- 1:19:25alif baubina wahdinaika taubatan nasuha
- 1:19:30wfif. Ya Allahif hisabana yaumalqiamati
- 1:19:33ilaika ya Allah birahmatik. Ya Allah
- 1:19:35kami mohon berikan kami kemampuan untuk
- 1:19:38memperbaiki diri bertobat meniti
- 1:19:40lembaran baru kehidupan dengan lebih
- 1:19:42baik dan menunaikan tugas dengan lebih
- 1:19:44baik sehingga dapat meringankan hisab
- 1:19:46kami di akhirat kelak. Allahum ya
- 1:19:48arhamarahiminuswa
- 1:19:54maha ya
- 1:20:03Allah.
- 1:20:06Ya Allah kami mohon mohon jaga negeri
- 1:20:08ini, negeri yang kami cintai Indonesia.
- 1:20:11Satukan kami dalam kebaikan. Jauhkan
- 1:20:13kami dari perpecahan. Berikan hidayah
- 1:20:15pada para pemimpin kami untuk bersikap
- 1:20:18adil dalam kepemimpinan yang meringankan
- 1:20:20hisab mereka di akhirat. Wahdi umarana
- 1:20:22wah ulama.
- 1:20:26Dan mohon berikan petunjuk hidayah pada
- 1:20:28para ulama kami, guru-guru kami agar
- 1:20:30ikhlas dalam berdakwah memberikan
- 1:20:32bimbingan yang mencerahkan, menyatukan,
- 1:20:34menjauhkan dari perpecahan. Rabbana
- 1:20:36barik ya Allah fpura tamaman mubarokir
- 1:20:40ya Allahin.
- 1:20:44Ya Allah berikan keberkahan, kebaikan,
- 1:20:46kemuliaan pada teman-teman yang
- 1:20:47berhimpun di Sekarpura ini agar dapat
- 1:20:50menjalani tugas-tugas dengan baik.
- 1:20:52Mudahkan tugas mereka, lancarkan,
- 1:20:54sehatkan, berkahi, muliakan keluarganya
- 1:20:57dan jadikan satu keluarga yang saling
- 1:20:58mendukung dalam kebaikan. Rabbana fid
- 1:21:01dunya hasanah wail akarallahuidina
- 1:21:06Muhammad
- 1:21:07ajak
- 1:21:09subhanakallahbana wabihamdika
- 1:21:12ilahailla antafubhamdulillahamikum
- 1:21:21warahmatullah wabarakatuh
- 1:21:23sahabat sekalian hidup memang tidak
- 1:21:25pernah lepas dari ujian ada hati terasa
- 1:21:28sempit pikiran terasa berat dan langkah
- 1:21:30seolah tidak menemukan arah. Namun
- 1:21:33ingatlah, setiap kegelisahan yang kita
- 1:21:35rasakan bukan untuk melemahkan kita,
- 1:21:38tetapi untuk menguatkan diri agar
- 1:21:40semakin dekat dengan Allah. Tidak ada
- 1:21:42ketenangan yang lebih indah selain saat
- 1:21:45kita menaruh seluruh harapan dan rasa
- 1:21:47takut hanya kepadanya. Ketika hati
- 1:21:49bersandar pada Allah, maka gelisah akan
- 1:21:52berubah menjadi tenan. Takut berubah
- 1:21:54menjadi keyakinan, dan kelemahan berubah
- 1:21:56menjadi kekuatan. Semoga apa yang kita
- 1:21:59dengar hari ini menjadi pengingat bahwa
- 1:22:01Allah tidak pernah meninggalkan
- 1:22:03hambanya. Dia selalu dekat, mengawasi,
- 1:22:06dan menuntun setiap langkah kita menuju
- 1:22:08jalan yang lebih baik. Jangan berhenti
- 1:22:10berdoa, jangan berhenti berharap, dan
- 1:22:13jangan pernah ragu bahwa pertolongan
- 1:22:15Allah selalu datang di waktu yang paling
- 1:22:17tepat. Semoga Allah menenangkan hati
- 1:22:19kita, melapangkan rezeki kita, dan
- 1:22:22memudahkan setiap urusan kita. Amin.
About this transcript
This page contains the full transcript of Jangan Pernah Takut dan Gelisah dengan Kehidupan - Ustadz Adi Hidayat by Jalan Pulang, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 10,244 words across 1,944 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.