YouTube2Text

FULL SIDANG MK TERBARU Tentang Pemotongan Dana Daerah dari Pusat Demi Efisiensi Anggaran — Transcript

by Guru Pandai 21 · 9,479 words · 1,997 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:20Hadirin disilakan duduk kembali.
  2. 0:37Kita buka persidangan.
  3. 0:40Persidangan untuk Permor 171
  4. 0:43tahun 2026 dibuka dan persidangan
  5. 0:46dinyatakan terbuka untuk umum.
  6. 0:51Selamat pagi atau selamat siang.
  7. 0:54Asalamualaikum warahmatullahi
  8. 0:55wabarakatuh. Waalaikumsalam.
  9. 0:58Salam sejahtera untuk kita semua.
  10. 0:59Diperkenalkan pemohon kuasa hukum atau
  11. 1:02prinsipal. Silakan.
  12. 1:04Baik, terima kasih Yang Mulia.
  13. 1:06Bismillahirrahmanirrahim. Yang hadir
  14. 1:08pada pagi hari ini saya Ibnu Samamsul
  15. 1:10Hidayat. Kemudian di sebelah kanan ada
  16. 1:13rekan Angil Oktarial. Dan kemudian di
  17. 1:16sebelah kanan kedua ada Mikail dari
  18. 1:18Fitra. Kemudian ada Mbak Elisa dari
  19. 1:21KPPUD. Kemudian di sebelah kanan saya
  20. 1:24ada e Kavin Muhammad. Kemudian dari
  21. 1:27KPPOD ada datang Mbak Sarah dan e Mas
  22. 1:30Andreas. Dan kemudian di belakang ada
  23. 1:32staf yakni e Laili sama e Nabila. Terima
  24. 1:35kasih Yang Mulia.
  25. 1:36Baik dari DPR silakan.
  26. 1:38Terima kasih Yang Mulia. Selamat pagi.
  27. 1:41Asalamualaikum warahmatullahi
  28. 1:42wabarakatuh.
  29. 1:43Waalaikumsalam.
  30. 1:45Dari Badan Keahlian DPR hadir Rizki Emil
  31. 1:48Birham dan Ira Candra Puspita. Terima
  32. 1:50kasih Yang Mulia.
  33. 1:51Baik. dari kuasa presiden. Silakan.
  34. 2:10Terima kasih Yang Mulia. Asalamualaikum
  35. 2:12warahmatullahi wabarakatuh.
  36. 2:15dari pemerintah diwakili oleh
  37. 2:18Kementerian Keuangan dan Kementerian
  38. 2:20Hukum dari Kementerian Keuangan yang
  39. 2:22hadir,
  40. 2:24Bapak Roy Edi Purnomo, Kepala Biro
  41. 2:27Advokasi, kemudian Bapak Ludiro, SESDEN
  42. 2:31Perimbangan Keuangan dan Bapak Irfan
  43. 2:33Maksum. Kemudian dari Kementerian Hukum
  44. 2:36hadir saya Rahadia Haji, Kasubdit
  45. 2:38Penyiapan Penyelesaian Sengketa Bidang
  46. 2:40Politik, Keamanan dan Perekonomian. Dan
  47. 2:42mohon izin Yang Mulia menginfokan tadi
  48. 2:45jam 10.00 kami menyerahkan ilat bukti
  49. 2:52dan mohon nanti dapat perkenan
  50. 2:55disahkan oleh Yang Mulia. Terima kasih
  51. 2:58Yang Mulia.
  52. 3:01Baik, untuk agenda perjangan pada siang
  53. 3:04ini adalah untuk mendengar keterangan
  54. 3:05ahli dari Presiden
  55. 3:09dari
  56. 3:11daftar yang disampaikan majelis untuk
  57. 3:15Ali Bapak Dr. Mahfud Siddiq, M.Si.
  58. 3:18Kemudian untuk saksi Bapak Putut Hari
  59. 3:22Satiaka, S. MPP.
  60. 3:25Oleh karena itu, untuk
  61. 3:28ahli dan saksi dimohon ke depan terlebih
  62. 3:30dahulu untuk mengucapkan sumpah.
  63. 3:35Dua-duanya agamanya Islam, baik ahli
  64. 3:37maupun saksi. Dimohon Yang Mulia
  65. 3:40Pak Arsul Sani untuk memandu lafal
  66. 3:43sumpahnya.
  67. 3:51Terima kasih yang mulia, Pak Ketua.
  68. 3:53Pak Dr. Mahfud Siddiq, M.Sc. dan Pak
  69. 3:57Putut Hari Setiaka.
  70. 4:00Eh, mohon mendirikan lupa sumpah yang
  71. 4:04akan saya tuntunkan dan untuk ahli
  72. 4:07terlebih dahulu. Pak Putut yang kedua
  73. 4:09nanti ya.
  74. 4:13Untuk ahli
  75. 4:15Bismillahirrahmanirrahim.
  76. 4:17Bismillahirrahmanirrahim.
  77. 4:19Demi Allah saya bersumpah. Demi Allah
  78. 4:22saya bersa
  79. 4:23sebagai ahli
  80. 4:24sebagai ahli
  81. 4:25akan memberikan keterangan yang
  82. 4:27sebenarnya
  83. 4:28akan memberikan keterangan yang
  84. 4:29sebenarnya
  85. 4:30sesuai dengan keahlian saya.
  86. 4:33sesuai dengan keahlian saya.
  87. 4:34Terima kasih, Pak Mahfud. Berikutnya Pak
  88. 4:37Putut Hari Sataka.
  89. 4:41Bismillahirrahmanirrahim.
  90. 4:43Bismillahirrahmanirrahim.
  91. 4:45Demi Allah saya bersumpah
  92. 4:47Demi Allah saya bersumpah
  93. 4:48sebagai saksi.
  94. 4:50sebagai saksi. akan memberikan
  95. 4:52keterangan yang sebenarnya.
  96. 4:54akan memberikan keterangan yang
  97. 4:55sebenarnya.
  98. 4:56Tidak lain dari yang sebenarnya.
  99. 4:58Tidak lain dari yang sebenarnya.
  100. 5:00Terima kasih. Kami kembalikan kepada
  101. 5:02Baik, terima kasih Yang Mulia. Silakan
  102. 5:03lanjut e kembali ke tempat untuk ahli
  103. 5:05dan saksi
  104. 5:08atau ahli bisa langsung ke podium untuk
  105. 5:12memberikan keterangan.
  106. 5:15Waktunya 10 menit. Nanti bisa ditambah
  107. 5:17jika ada pertanyaan-pertanyaan.
  108. 5:38Mohon izin yang mulia, kami mulai
  109. 5:41membacakan keterangan ahli saya.
  110. 5:44Asalamualaikum warahmatullahi
  111. 5:47wabarakatuh.
  112. 5:48Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi
  113. 5:50kita semua. Shalom. Om swastiatu. Namo
  114. 5:55buddhaya. Salam kebajikan.
  115. 5:59Yang mulia ketua dan para hakim
  116. 6:01konstitusi.
  117. 6:03Hadirin sekalian.
  118. 6:06Pertama kami ingin menegaskan bahwa
  119. 6:09penyampaian keterangan ahli yang saya
  120. 6:10bacakan ini merupakan satu kesatuan
  121. 6:14dengan keterangan ahli yang telah kami
  122. 6:16sampaikan secara tertulis.
  123. 6:19Yang mulia Ketua dan para hakim
  124. 6:21konstitusi dan hadirin sekalian.
  125. 6:25Hubungan keuangan antara pemerintah
  126. 6:26pusat dan pemerintahan daerah merupakan
  127. 6:29salah satu pilar terpenting dalam
  128. 6:31penyelenggaraan negara modern termasuk
  129. 6:35Indonesia.
  130. 6:36Desentasi fiskal bukanlah tujuan,
  131. 6:39melainkan instrumen untuk mencapai
  132. 6:42tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan
  133. 6:45dalam pembukaan Undang Dasar Negara
  134. 6:47Republik Indonesia tahun 1945,
  135. 6:50yaitu antara lain meningkatkan
  136. 6:52kesejahteraan umum, mencerdaskan
  137. 6:55kehidupan bangsa, dan mewujudkan
  138. 6:57keadilan sosial bagi seluruh rakyat
  139. 7:00Indonesia.
  140. 7:01Dalam perspektif keuangan publik, tidak
  141. 7:05terdapat satuun model desentrasi fiskal
  142. 7:08yang dapat diterapkan secara universal.
  143. 7:11Setiap negara merancang sistem hubungan
  144. 7:13keuangan pusat daerah sesuai dengan
  145. 7:15karakteristiknya masing-masing, yaitu
  146. 7:19berdasarkan konstitusi,
  147. 7:21sejarah, filosofi bernegara, bentuk
  148. 7:25negara, federal atau kesatuan, sistem
  149. 7:28politik, budaya, struktur sosial, dan
  150. 7:31tingkat perkembangan ekonomi. Karena itu
  151. 7:35praktik desalisasi di berbagai negara
  152. 7:38misalnya OECD
  153. 7:40maupun emerging economis seperti
  154. 7:42Indonesia menunjukkan variasi yang
  155. 7:45sangat luas.
  156. 7:48memiliki tingkat desinasi dan pembagian
  157. 7:51keuangan, desain transfer fiskal, serta
  158. 7:54taxi power yang berbeda-beda.
  159. 7:58Ukuran konstitusional
  160. 8:00suatu norma tidak dapat didasar pada
  161. 8:03asumsi bahwa semakin besar kewenangan
  162. 8:06daerah adalah semakin baik ataupun
  163. 8:11sebaliknya semakin besar kewenangan
  164. 8:13pusat semakin buruk.
  165. 8:15yang harus dinilai adalah apakah desain
  166. 8:18hubungan fiskal
  167. 8:21tersebut secara keseluruhan mampu
  168. 8:24menghasilkan tata kelola pemerintahan
  169. 8:26yang efisien, efektif, adil, dan
  170. 8:29mendorong pertumbuhan ekonomi.
  171. 8:33Seluruh literatur menegaskan
  172. 8:37fiscal decentration is not an ideology.
  173. 8:41Fiscal deation is not an instrument of
  174. 8:45better governance.
  175. 8:47Fiscal desation is not a panasia. Jadi
  176. 8:51bukan obat mujarab.
  177. 8:53Artinya tujuan akhir kebijakan disinasi
  178. 8:56fiskal bukanlah memperbesar pemerintah
  179. 8:59daerah ataupun memperbesar pemerintah
  180. 9:02pusat dalam penyedagaan service serveri,
  181. 9:06melainkan meningkatkan kualitas pelayan
  182. 9:09publik dan kesejahteraan masyarakat.
  183. 9:14Desen fiskal memasuki era
  184. 9:16interdependensi
  185. 9:18yaitu keterdangkungan hubungan yang
  186. 9:21sifatnya interdependen antara pemerintah
  187. 9:24pusat dan pemerintah daerah.
  188. 9:28Cirinya adalah ketika terjadi pelayan
  189. 9:31publik yang melewati lintas wilayah atau
  190. 9:35yang disebut dengan spill over effect,
  191. 9:38maka
  192. 9:39pemerintah yang lebih atas atau
  193. 9:43pemerintah nasional yang memerlukan
  194. 9:45harmonisasi dalam penyelenggaraan
  195. 9:48service delivery tersebut. Memang pada
  196. 9:51awalnya misalnya
  197. 9:53Wellis OS tahun 2 1972
  198. 9:58melalui decentralization theorem
  199. 10:00menyatakan bahwa pelayanan publik pada
  200. 10:03prinsipnya lebih efisien apabila
  201. 10:05diselengkan oleh pemerintah yang paling
  202. 10:07dekat dengan masyarakat.
  203. 10:10Namun OTS juga menegaskan bahwa apabila
  204. 10:13suatu kebijakan menimbulkan spill over
  205. 10:16antar daerah atau menyangkut kepentingan
  206. 10:19lebih luas yaitu kepentingan nasional,
  207. 10:21maka koordinasi pemerintah pusat itu
  208. 10:24memang harus dilakukan.
  209. 10:28Terakhir yang kita kenal dengan Second
  210. 10:30generation Fiscal Federalism yang
  211. 10:33dikembangkan oleh Barry
  212. 10:35R. Wengas tahun 2014 yaitu relatif
  213. 10:40terakhir setelah abad 21 memperluas
  214. 10:43pemikiran tersebut dengan menegaskan
  215. 10:45bahwa desentralisasi hanya akan berhasil
  216. 10:48apabila terdapat koordinasi kelembagaan,
  217. 10:52disiplin fiskal, serta insentif yang
  218. 10:55tepat. Dengan demikian, koordinasi
  219. 10:58nasional bukan merupakan antitesis
  220. 11:01terhadap otonomi daerah, melainkan
  221. 11:04bagian dari desain kelembakan yang
  222. 11:06menjamin keberhasilan
  223. 11:08desentralisasi.
  224. 11:10Pada saat teori desasi generasi pertama
  225. 11:15berkembang pada tahun kurang lebih 1950
  226. 11:18sampai 1970-an,
  227. 11:20sebagian besar pelayan publik masih
  228. 11:21bersifat lokal.
  229. 11:24Sebaliknya pada abad ke-21
  230. 11:27semakin banyak kegiatan publik yang
  231. 11:29manfaat maupun biayanya melampaui batas
  232. 11:32adminis suatu daerah yang dikerjakan
  233. 11:35secara bersama harus antara pusat dan
  234. 11:37daerah bahkan
  235. 11:40kerja sama secara internasional misalnya
  236. 11:43seperti kelaiching dan sebagainya atau
  237. 11:46melalui kerja sama dengan pihak swasta.
  238. 11:50Literatur mengatakan bahwa tujuan fiskal
  239. 11:54nasional yang utama adalah menjaga
  240. 11:58stabilitas makroekonomi sebagai
  241. 12:01jangkarnya. Jadi proses disisasi fiskal
  242. 12:05itu subject to national interest ya.
  243. 12:08Jangkar nasional itu menjadi penting.
  244. 12:11Mengurangi ketimbangan horizontal ini
  245. 12:13perlu adanya intervensi pemerintah
  246. 12:15nasional mengurangi race to the bottom
  247. 12:18dalam perpajakan daerah.
  248. 12:20Ya, kalau itu dibiarkan daerah
  249. 12:23berlomba-lomba untuk menukan tarif, maka
  250. 12:26yang rugi atau daerah-daerah itu sendiri
  251. 12:28mengurangi duplikasi belanja pusat dan
  252. 12:31daerah meningkatkan
  253. 12:34inter
  254. 12:37probalitas pelayanan publik, menjaga
  255. 12:40keberlanjutan fiskal nasional. Karena
  256. 12:43itu hubungan keuangan pusat daerah tidak
  257. 12:46dapat dipandang sebagai hubungan yang
  258. 12:47sifatnya kompetitif. pusat atau daerah,
  259. 12:51tetapi harus dipandang sebagai
  260. 12:54kolaborative fiscal governance.
  261. 12:57Berbagai teori dist fiskal yang saya
  262. 13:00garis bawahi adalah ini banyak ada
  263. 13:02kira-kira lebih dari 10. Tapi yang saya
  264. 13:04sitir adalah pendapat dari Roy Ball yang
  265. 13:08mengatakan dalam eh bukunya implementing
  266. 13:11rule of fiscal digitalization rules.
  267. 13:15Ada 12 rule yang saya sitir adalah
  268. 13:19strong central government. itu menjadi
  269. 13:22prerequisit.
  270. 13:23Kemudian ini mungkin di akan
  271. 13:26dipertanyakan one intergovermental
  272. 13:29system does not fit
  273. 13:32the urban and rural sector. Jadi ya
  274. 13:36perlakuan daerah yang bersifat ke apa
  275. 13:39itu perkotaan dengan pedesaan dengan
  276. 13:43sendirinya sama daerah kepulauan dengan
  277. 13:45daerah yang didomis daratan itu berbeda.
  278. 13:49Jadi desain transfer ke daerah yang
  279. 13:52dikenal dengan TKD harus match dengan
  280. 13:54tujuan reformasi diisasi fiskal.
  281. 13:57Kemudian juga ada pertimbangan bahwa
  282. 14:01khususnya untuk Indonesia kita harus
  283. 14:03memperjangkan tingkat
  284. 14:05pemerintahan pusat, provinsi dan daerah.
  285. 14:09Nah, yang paling penting ingin saya
  286. 14:11sampaikan adalah perlu adanya
  287. 14:13championship kemudian review secara
  288. 14:17periodik.
  289. 14:18Ini pendapat daripada Roy Ball.
  290. 14:23Eh, kemudian saya ulang mengenai Second
  291. 14:25Generation Fiscal Federalism
  292. 14:282014. Ya, itu sedikit menganulir ya
  293. 14:33pendapat yang sebelumnya yang dimotori
  294. 14:36itu katakanlah
  295. 14:39Richard Musrif
  296. 14:41Charles Tibo itu yang tadi saya katakan
  297. 14:44bahwa yang paling baik itu adalah
  298. 14:47pelayan publik itu letaknya di tingkat
  299. 14:49pemerintah yang paling bawah karena
  300. 14:51mereka yang paling tahu. Nah, tapi di
  301. 14:54dalam ee generasi kedua itu mengatakan
  302. 14:58bahwa yang penting adalah kualitas
  303. 15:00institusi, insentif, disiplin fiskal,
  304. 15:04tata kola sebagai faktor utama
  305. 15:06keberhasilan desentralisasi.
  306. 15:09Nah, lebih lanjut ya ee saya mengutip
  307. 15:12dari ee pemikiran Jonathan Grouer yaitu
  308. 15:17terakhir 2018 bahwa tujuan daripada eh
  309. 15:22desalisasi termasuk bagian dari public
  310. 15:24finance itu adalah efisiensi gain,
  311. 15:27effectiveness,
  312. 15:29equity, pemerataan, dan ekonomi. Ekonomi
  313. 15:32artinya bisa menumbuhkan perekonomian.
  314. 15:36Nah, perjalanan desisasi paling tidak
  315. 15:39sejak tahun 2001 sampai 2025
  316. 15:43seperti yang ada di tabel 1 dari
  317. 15:47presentasi saya.
  318. 15:49Saya sitir adalah perkembangan mengenai
  319. 15:52harapan hidup,
  320. 15:54angka melek huruf, tingkat partisipasi
  321. 15:58angkatan kerja.
  322. 16:00Kesemuanya itu dari tahun 2001
  323. 16:03sampai tahun 202 menunjukkan tingkat
  324. 16:08peningkatan servis silvery meskipun ada
  325. 16:11dinamika-dinamikanya.
  326. 16:13Kemudian juga dari tingkat pengangguran
  327. 16:17penduduk yang miskin termasuk
  328. 16:19persentasenya itu mengalami penurunan.
  329. 16:22ini artinya
  330. 16:24ee dampak daripada kebijakan ee hubungan
  331. 16:28kaum puas daerah dari 2001 sampai 25 itu
  332. 16:32menunjukkan significant improvement.
  333. 16:37Yang lain adalah pergeseran spasial. Ini
  334. 16:40penting walaupun saya katakan belum
  335. 16:42berhasil sepenuhnya tapi di sini bisa
  336. 16:45kita lihat bahwa misalnya saja kue
  337. 16:50nasional yang dinikmati oleh Pulau
  338. 16:53Sumatera tahun 2001 22,63
  339. 16:58tahun
  340. 17:002025 sedikit menurun menjadi 22,2%.
  341. 17:06Jawa dan Bali ini menjadi penting
  342. 17:09tahun 2000 2001
  343. 17:13sebesar 60,14%
  344. 17:17tetapi tahun 2025 turun menjadi 58,30.
  345. 17:23Kemudian
  346. 17:25Sulawesi
  347. 17:274,21 tahun 2001 meningkat menjadi 7,23%.
  348. 17:34lainnya yaitu yang penting Eastern Part
  349. 17:36of Indonesia, NTB, NTT, Maluku Utara,
  350. 17:39Maluku dan seluruh provinsi di Papua
  351. 17:42dari 3,46%
  352. 17:45menjadi 4,15%.
  353. 17:47Ada pergeseran spasial di situ juga
  354. 17:50walaupun ada catatan untuk Kalimantan
  355. 17:53itu malah terjadi penurunan. Apakah itu
  356. 17:56pemerintah memang memberikan bahwa
  357. 18:00Kalimantan itu perlakuan seperti Jawa?
  358. 18:02ini perlu ada penjelasan lebih lanjut.
  359. 18:04Demikian pula infrastruktur.
  360. 18:07Infrastruktur saya tidak sebutkan satu
  361. 18:10persatu tapi total dari 361.782
  362. 18:16menjadi 538
  363. 18:202 102
  364. 18:22km. ini artinya terjadi peningkatan
  365. 18:26servis liver di banyak sektor. Walaupun
  366. 18:29yang saya katakan tadi adalah ee
  367. 18:32beberapa contoh di antaranya termasuk
  368. 18:35IPM ya tadi lupa saya. Jadi di sini apa?
  369. 18:39Di sini apa yang dikatakan oleh Jonathan
  370. 18:41Gruber
  371. 18:43effectiveness, efisiensi, equity, dan
  372. 18:46economic growth itu terpenuhi.
  373. 18:48Waktunya sudah cukup ahli.
  374. 18:50Ee
  375. 18:51kesimpulan
  376. 18:51kesimpulan. Oke, langsung kesimpulan
  377. 19:02berdasarkan teori keuangan publik
  378. 19:06dan praktik internasional, pengalaman
  379. 19:08negara-negara OCD dan negara emerging
  380. 19:11countries serta karakteris dari negara
  381. 19:14kesatuan Republik Indonesia, saya
  382. 19:16berpendapat bahwa desentasi fiskal
  383. 19:18merupakan instrumen bukan tujuan tidak
  384. 19:21terdapat satu modelisasi yang berlaku
  385. 19:24universal yang kita dikenal dengan no
  386. 19:27one size fit all. Desain hubungan
  387. 19:30keuangan pusat dan daerah harus
  388. 19:31disesuaikan dengan filosofi negara,
  389. 19:34latar belakang, sejarah, kapasitas
  390. 19:36institusi, kelembagaan sosial dan
  391. 19:39sebagainya.
  392. 19:41Koreksi vertical imbalance itu harus
  393. 19:45dilakukan tetapi secara terukur. Nah,
  394. 19:49yang lebih penting adalah koreksi
  395. 19:51horizontal imbalance yang tadi ee
  396. 19:54pergeseran spasial itu masih oke. Tapi
  397. 19:59ya menurut saya ini akan harus
  398. 20:01dilanjutkan pada periode yang akan
  399. 20:03datang misalnya sampai dengan 2000 ee 45
  400. 20:08para dipengadisasi fiskal tahun 2002
  401. 20:12tahun 2000 abad ke-21 telah bergeser
  402. 20:17dari government otonomi menaji
  403. 20:19kolaborative
  404. 20:21governance itu menjadi sangat penting
  405. 20:23dalam kondisi Indonesia saat ini.
  406. 20:25Koordinasi harmonisasi fiskal nasional
  407. 20:27dan sangat diperlukan untuk meminimalkan
  408. 20:31biaya transaksi, mengurangi rin seing,
  409. 20:35memperkuat akuntabilitas,
  410. 20:37ya menjaga ee pengurangan daripada yang
  411. 20:41kita dengar ee
  412. 20:45clientalismen dan sebagainya.
  413. 20:48Argumen pemohon yang menyatakan bahwa
  414. 20:50pasal 146 ayat 1 sebagai bentuk
  415. 20:54penyeragaman paksa menjadi tidak tepat.
  416. 20:57Ketentuan tersebut harus dibaca bersama
  417. 21:01pasal 4 146 ayat 3 yang justru
  418. 21:05menyediakan ruang
  419. 21:07fleksibilitas pemerintah untuk
  420. 21:09menyeimbangkan kebutuhan fiskal nasional
  421. 21:11dengan mengakomodasi karakteristik
  422. 21:14daerah masing-masing.
  423. 21:16dalam perspektif public finance ya
  424. 21:19hubungan kean pusat dan daerah ukuran
  425. 21:21keberesannya bukanlah semakin luasnya
  426. 21:24kewenangan daerah semakin besar semakin
  427. 21:27bagus demikian pula lebih besar pusat
  428. 21:30itu jelek tetapi katif ee governance itu
  429. 21:34menjadi sangat penting berdasarkan
  430. 21:37uraian keseluruhan yang saya sampaikan,
  431. 21:40kami berpendapat
  432. 21:42bahwa pemohon untuk menjadikan DPOD
  433. 21:46sebagai forum yang wajib untuk membahas
  434. 21:48kebijakan transfer ke daerah sebelum
  435. 21:51menyampaikannya dalam format RAPBN
  436. 21:55kepada daerah maupun memberikan DPOD
  437. 21:57kewenangan substansif dalam penyesuaian
  438. 21:59TKD
  439. 22:01dan pengecualan batas belanja pegawai
  440. 22:04tidak memiliki landasan yang
  441. 22:05konstitusional
  442. 22:07yang memadai tidak sejalan dengan
  443. 22:10prinsip pengeluan fiskal yang modern
  444. 22:12serta berpotensi menurunkan efek
  445. 22:15efektivitas koordinasi fiskal nasional
  446. 22:18di dalam bab-bab sebelumnya itu sudah
  447. 22:21terlalu banyak ya forum koordinasi
  448. 22:23termasuk Musrenbang dan sebagainya. Oleh
  449. 22:27karena itu pasal 107 pasal 109 ayat 1
  450. 22:31dan pasal 146 ayat 1 Undang-Undang HKPD
  451. 22:37tetap konstitusional dan
  452. 22:39permohonan-permohonan terhadap
  453. 22:41keturunan-ketan tersebut sepatutnya
  454. 22:43ditolak sepenuhnya.
  455. 22:46Dalam kaitan perpajakan tentunya di
  456. 22:50dalam penjelasan saya secara tulis itu
  457. 22:52cukup panjang tapi yang penting adalah
  458. 22:55taxing power itu harus terukur. Karena
  459. 22:58kalau terlalu banyak yang diberikan
  460. 22:59kepada daerah maka justru daerah-daerah
  461. 23:03yang makmur seperti Jawa apalagi DKI
  462. 23:06menjadi sangat
  463. 23:08overwhelming. Daerah-daerah yang lain
  464. 23:10menjadi penonton.
  465. 23:12Oleh karena itu, norma-norma
  466. 23:13undang-undang hubungan keuangan pusat
  467. 23:15daerah yang dimohonkan pengujian tidak
  468. 23:17bertentangan dengan Undang-Undang Dasar
  469. 23:1945 dan masih berada dalam koridor ruang
  470. 23:23kebijakan hukum pembentuk undang-undang.
  471. 23:26Dengan demikian, permohonan pengujian
  472. 23:28material terhadap pasal 14
  473. 23:31ee 107 ayat 2 dan ayat 4 pasal 109 ayat
  474. 23:361 serta Pasal 146 ayat 1 Undang-Undang
  475. 23:39HKPD.
  476. 23:41Menurut penulis,
  477. 23:43mohon maaf menurut saksi, menurut ee
  478. 23:47ahli
  479. 23:47ahli
  480. 23:49patut ditolak. Akan tetapi apabila yang
  481. 23:52mulia para hakim Mahkamah Konstitusi
  482. 23:54berpendapat lain, dimohon putusan
  483. 23:57Mahkamah Konstitusi dalam uji material
  484. 24:00undang-undang HKPD terkait fasal-pasal
  485. 24:02tersebut dimohon diputuskan secara
  486. 24:06seadil-adilnya. Demikian. Asalamualaikum
  487. 24:09warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum
  488. 24:11Waalaikumsalam.
  489. 24:14Silakan Pak Bututi.
  490. 24:28Bismillahirrahmanirrahim.
  491. 24:30Asalamualaikum warahmatullahi
  492. 24:33wabarakatuh. Selamat pagi dan salam
  493. 24:36sejahtera untuk kita semua.
  494. 24:38Yang mulia Majelis Hakim Mahkamah
  495. 24:40Konstitusi Republik Indonesia yang saya
  496. 24:42hormati dan muliakan serta para hadirin
  497. 24:45persidangan yang berbahagia. Perkenankan
  498. 24:48saya Putut Haris Satiaka hadir di
  499. 24:51hadapan yang mulia hari ini untuk
  500. 24:53memberikan
  501. 24:55keterangan selaku saksi dari pihak
  502. 24:57pemerintah dalam perkara nomor 171 PU
  503. 25:02XXIV
  504. 25:052026 mengenai pengujian Undang-Undang
  505. 25:07Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan
  506. 25:11keuangan antara pemerintah pusat dan
  507. 25:13pemerintah daerah atau yang bisa biasa
  508. 25:16kita sebut Undang-Undang HKPD terhadap
  509. 25:19Undang-Undang Dasar Negara Republik
  510. 25:20Indonesia tahun 1945.
  511. 25:24Keterangan tertulis dan lisan yang saya
  512. 25:26sampaikan hari ini didasarkan pada apa
  513. 25:29yang saya alami, saya lihat, dan saya
  514. 25:31dengar secara langsung dalam kapasitas
  515. 25:34saya terdahulu sebagai ketua tim
  516. 25:37pelaksana panitia antar Kementerian
  517. 25:40Penyusunan Undang-Undang HKPD, serta
  518. 25:43saat ini selaku Deputi Bidang Pembiayaan
  519. 25:45dan Investasi Pembangunan di Kementerian
  520. 25:48Perencanaan Pembangunan Nasional
  521. 25:50BAPENAS.
  522. 25:52Oleh karena itu, kesaksian hari ini
  523. 25:54lahir dari pemahaman atas proses
  524. 25:57legislasi, landasan akademis, maupun
  525. 26:00realitas empiris pengelolaan fiskal
  526. 26:03nasional yang melatar belakangi lahirnya
  527. 26:06pasal-pasal yang akan diuji.
  528. 26:09Yang mulia majelis hakim
  529. 26:12Pasal 107 ayat 2 Undang-Undang HKPD
  530. 26:15mengatur agar kebijakan transfer ke
  531. 26:17daerah mengacu pada rencana pembangunan
  532. 26:20jangka menengah nasional atau RPJM dan
  533. 26:23rencana kerja pemerintah atau RKP.
  534. 26:26Ketentuan ini bukanlah instrumen untuk
  535. 26:29memasung otonomi daerah atau mereduksi
  536. 26:33daerah menjadi sekedar pelaksana pasif.
  537. 26:37Sebaliknya, ketentuan ini adalah
  538. 26:38perwujudan konkret dari pasal 1 ayat 1
  539. 26:42Undang-Undang Dasar 1945
  540. 26:45yang menegaskan bahwa Indonesia adalah
  541. 26:48negara kesatuan. Di dalam negara
  542. 26:51kesatuan, kebijakan dalam berbagai aspek
  543. 26:54bernegara termasuk kebijakan fiskal dan
  544. 26:57transfer ke daerah harus berada dalam
  545. 26:59satu
  546. 27:01bingkai arah pembangunan bangsa yang
  547. 27:04terintegrasi.
  548. 27:06Frasa adil dalam hubungan keuangan pusat
  549. 27:09dan daerah sebagaimana diamanatkan dalam
  550. 27:12Pasal 18A ayat 2 UUD 1945.
  551. 27:17Tidak boleh tidak boleh disalah artikan
  552. 27:20bahwa setiap daerah harus menerima
  553. 27:23jumlah rupiah yang sama rata.
  554. 27:27Keadilan justru terwujud ketika kita
  555. 27:29memperhitungkan perbedaan kebutuhan dan
  556. 27:33kemampuan fiskal daerah. secara
  557. 27:36asimetris. Kami menganalogikan hal ini
  558. 27:39seperti seorang ayah, orang tua terhadap
  559. 27:43anak-anaknya. tentulah tidak adil dan
  560. 27:45tidak logis memberikan jumlah yang sama
  561. 27:48uang saku untuk anak yang masih balita
  562. 27:51dan yang sedang kuliah.
  563. 27:53Atas dasar itulah reformulasi dana
  564. 27:56alokasi umum atau DAU dalam
  565. 27:58Undang-Undang HKPD dirancang secara
  566. 28:00berkeadilan
  567. 28:02dengan mempertimbangkan unit cost,
  568. 28:04target layanan, dan faktor penyesuaian
  569. 28:07geografis guna mengatasi kesenjangan
  570. 28:10pelayanan antar pemerintahan daerah.
  571. 28:14Sementara itu, frasa selaras
  572. 28:17mengamanatkan adanya keterpaduan arah
  573. 28:19kebijakan dan sinkronisasi perencanaan.
  574. 28:22Ketidakselarasan perencanaan memiliki
  575. 28:24konsekuensi besar inefisiensi nyata yang
  576. 28:27merugikan rakyat. Beberapa kali terjadi
  577. 28:30pembangunan infrastruktur oleh satu
  578. 28:32institusi di daerah yang kurang
  579. 28:35terkoordinasi antara pusat dan daerah.
  580. 28:37Akibatnya pada saat proyek selesai dan
  581. 28:40diserahkan, daerah justru tidak siap
  582. 28:42menerima, merawat atau memanfaatkan
  583. 28:45secara optimal. Ini adalah sumber
  584. 28:47pemborosan negara. Contoh empiris lain
  585. 28:50yang masih segar dalam ingatan kita
  586. 28:53ketika pemerintah pusat menjalankan
  587. 28:55kebijakan fiskal countersiklikal
  588. 28:58yang sangat agresif dengan melebarkan
  589. 29:00defisit APBN hingga 548
  590. 29:04triliun untuk menyelamatkan rakyat pada
  591. 29:07saat pandemi Covid-19.
  592. 29:11Pada saat yang sama, realisasi belanja
  593. 29:13APBD di daerah justru lambat dan
  594. 29:15menumpuk. Hingga akhir November 2021,
  595. 29:19rata-rata belanja APBD baru mencapai
  596. 29:2159%.
  597. 29:24Kondisi ini membuktikan bahwa
  598. 29:25efektivitas kebijakan fiskal nasional
  599. 29:27dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat
  600. 29:30sangat tergantung pada keselarasan gerak
  601. 29:32langkah antara pusat dan daerah.
  602. 29:35Penyelarasan ini merupakan amanat
  603. 29:37praktis yang terus ditekankan oleh
  604. 29:39Presiden dalam pembukaan Musren Bangnas
  605. 29:43tahun 2024 di mana beliau meminta
  606. 29:46integrasi penuh proyek pembangunan
  607. 29:48nasional dan daerah agar anggaran tepat
  608. 29:51sasaran. Pentingnya prinsip keselarasan
  609. 29:54ini bahkan diakui dan disuarakan secara
  610. 29:57kritis oleh kelompok masyarakat sipil
  611. 29:59seperti Sekretariat Nasional Fitra serta
  612. 30:02didukung kajian akademis oleh Proborini
  613. 30:04Hastuti dalam jurnal konstitusi yang
  614. 30:07menegaskan bahwa mekanisme transfer
  615. 30:10haruslah menjadi instrumen pendorong
  616. 30:13desentralisasi yang efektif dalam
  617. 30:16koridor Negara Kesatuan Republik
  618. 30:19Indonesia. Yang mulia majelis hakim,
  619. 30:22terkait pengujian pasal 107 ayat 4
  620. 30:26terkait kewajiban pelibatan DPOD dan
  621. 30:28kelompok kepentingan. Kami menegaskan
  622. 30:31bahwa pemerintah sangat menjunjung
  623. 30:33tinggi prinsip inklusivitas.
  624. 30:36DPOD dibentuk justru sebagai wadah
  625. 30:38konsultatif yang sangat representatif
  626. 30:41mempertemukan unsur pemerintah pusat,
  627. 30:44asosiasi pemerintah daerah, kementerian
  628. 30:46lembaga terkait hingga para ahli
  629. 30:49akademisi guna menghasilkan masukan
  630. 30:52kebijakan transfer yang komprehensif.
  631. 30:55Namun demikian, pembahasan maupun
  632. 30:57pertimbangan yang diberikan DPOD secara
  633. 31:00hukum tata negara bersifat konsultatif
  634. 31:03ataupun advisory, bukan persetujuan yang
  635. 31:06mengikat
  636. 31:08atau binding approval. Tanggung jawab
  637. 31:10konstitusional dan administratif untuk
  638. 31:13menetapkan kebijakan fiskal nasional
  639. 31:15termasuk kebijakan transfer ke daerah
  640. 31:18mutlak berada di tangan pemerintah
  641. 31:20selaku pemegang kekuasaan pengelolaan
  642. 31:22keuangan negara yang selanjutnya
  643. 31:24dimintakan persetujuan dari representasi
  644. 31:27rakyat melalui pembahasan di DPR atas
  645. 31:30RABBN. Kebijakan negara tidak boleh
  646. 31:33tersandra oleh mekanisme persetujuan
  647. 31:35yang mengikat di luar lembaga yang
  648. 31:38berwenang.
  649. 31:40Lebih dari itu, anggapan bahwa
  650. 31:42partisipasi kelompok kepentingan atau
  651. 31:44masyarakat disumbat adalah tidak benar.
  652. 31:47Di luar DPOD, ruang partisipasi publik
  653. 31:49dibuka sangat lebar secara demokratis
  654. 31:52melalui musyawarah perencanaan
  655. 31:54pembangunan
  656. 31:55yang diselenggarakan secara berjenjang
  657. 31:57mulai dari tingkat desa, kelurahan,
  658. 31:59kecamatan, kabupaten, kota, provinsi
  659. 32:02hingga tingkat nasional. Mekanisme ini
  660. 32:04diatur secara sangat kuat dalam
  661. 32:07Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
  662. 32:09tentang sistem perencanaan Pembangunan
  663. 32:12Nasional.
  664. 32:14Aspirasi publik dihimpun secara
  665. 32:15terstruktur dari tingkat paling bawah
  666. 32:18untuk diverifikasi, disinkronkan,
  667. 32:21memastikan proses meaningful
  668. 32:24participation berjalan secara tertib
  669. 32:26tanpa menimbulkan kekacauan prosedural.
  670. 32:30Yang mulia majelis hakim, pasal 109 ayat
  671. 32:331 memberikan fleksibilitas bagi
  672. 32:35pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan
  673. 32:38transfer ke daerah dengan memperhatikan
  674. 32:40kondisi perekonomian nasional.
  675. 32:43Fleksibilitas ini bukanlah bukanlah
  676. 32:46kesewenang-wenangan, melainkan kebutuhan
  677. 32:48yang nyata. Mari kita melihat ke
  678. 32:50belakang. Pada tahun 2020 saat pandemi
  679. 32:53Covid-19 melanda dunia,
  680. 32:57perekonomian Indonesia mengalami
  681. 32:58kontraksi besar. Dalam kondisi guncangan
  682. 33:01ekonomi yang luar biasa tersebut,
  683. 33:03keselamatan rakyat adalah hukum
  684. 33:05tertinggi. Pemerintah bergerak cepat
  685. 33:08menyesuaikan postur APBN melalui
  686. 33:10refocusing dan realokasi anggaran.
  687. 33:13Pagu transfer ke daerah tahun 2020 yang
  688. 33:16semula R856 triliun terpaksa disesuaikan
  689. 33:20menjadi 762 triliun. Namun di saat yang
  690. 33:24sama pemerintah memberikan berbagai
  691. 33:26relaksasi penyaluran dan penggunaan dana
  692. 33:28tersebut agar daerah memiliki
  693. 33:30kelonggaran yang cukup untuk membiayai
  694. 33:33penanganan kesehatan dan jaring pengaman
  695. 33:36sosial. Pengalaman ini membuktikan bahwa
  696. 33:38kebijakan transfer tidak boleh kaku. Ini
  697. 33:41harus berfungsi sebagai instrumen
  698. 33:43stabilisasi dan countersiklikal
  699. 33:45nasional. Mengenai prinsip mining
  700. 33:48participation, kami sangat
  701. 33:50menghormatinya.
  702. 33:53Namun dalam situasi tertentu yang
  703. 33:54menuntut tindakan penyelamatan yang
  704. 33:56cepat,
  705. 33:58partisipasi tidak dapat dimaknai bahwa
  706. 34:00seluruh pihak memiliki hak veto atau
  707. 34:02harus dilibatkan dalam pengambilan
  708. 34:04keputusan akhir. Keterlambatan bertindak
  709. 34:06demi menanti konsensus seluruh pihak
  710. 34:09justru akan melumpuhkan stabilitas
  711. 34:11fiskal dan mengorbankan pelayanan
  712. 34:14publik.
  713. 34:14Waktunya sudah habis, Pak Butut.
  714. 34:16Baik,
  715. 34:18mohon izin ke kesimpulan, Yang Mulia.
  716. 34:20Iya. Tapi saksi itu sebenarnya enggak
  717. 34:22boleh berkesimpulan.
  718. 34:23Oh, baik.
  719. 34:24Apa yang dilihat, disaksikan, dialami
  720. 34:28cukup saja, Pak. Cukup.
  721. 34:29Baik, terima kasih Yang Mulia. Terima
  722. 34:31kasih atas perhatian Yang Mulia.
  723. 34:33Wabillahi taufik walhidayah.
  724. 34:34Wasalamualaikum warahmatullahi
  725. 34:37wabarakatuh.
  726. 34:40Dari presiden, ada pertanyaan untuk ahli
  727. 34:42dan saksi?
  728. 34:48Ada. Ada Yang Mulia. Dua untuk ahli, dua
  729. 34:51untuk saksi. Yang mulia,
  730. 34:52silakan.
  731. 34:54Untuk
  732. 34:57Bapak ahli yang pertama, apabila norma
  733. 35:01yang diuji dalam perkara ini dikabulkan
  734. 35:04ini, apa menurut Saudara ahli dampak
  735. 35:08terhadap efektivitas desentralisasi
  736. 35:11fiskal dan pencapaian tujuan dalam Pasal
  737. 35:1418A Undang-Undang Dasar 1945.
  738. 35:18Lalu kemudian yang kedua
  739. 35:21menurut Saudara ahli bagaimana
  740. 35:23seharusnya memaknai pasal 18A
  741. 35:26Undang-Undang Dasar 1945
  742. 35:29mengenai hubungan keuangan pusat dan
  743. 35:31daerah yang adil dan selaras.
  744. 35:34Apakah konstitusi
  745. 35:36menghendaki hubungan keuangan pusat dan
  746. 35:38daerah yang sepenuhnya independen atau
  747. 35:41justru membuka ruang koordinasi fiskal
  748. 35:43untuk menjaga kepentingan nasional?
  749. 35:47Lalu untuk Saudara saksi,
  750. 35:52dapatkah Saudara menjelaskan bagaimana
  751. 35:54mekanisme perencanaan pembangunan
  752. 35:56nasional?
  753. 35:57Apakah proses tersebut hanya ditentukan
  754. 36:00oleh pemerintah pusat atau top down atau
  755. 36:03juga melibatkan aspirasi masyarakat
  756. 36:06pemerintah daerah dan asosiasi
  757. 36:08pemerintah
  758. 36:10daerah atau bottom up? Lalu kemudian
  759. 36:14yang kedua, berdasarkan pengalaman
  760. 36:18saudara saksi sebagai ketua tim Pak
  761. 36:21Undang-Undang HKPD, apa pertimbangan
  762. 36:23pemerintah dalam menetapkan bahwa
  763. 36:26kebijakan TKD harus mengacu pada RPJMN,
  764. 36:30RKP, dan prioritas pembangunan nasional?
  765. 36:33Apakah ketentuan tersebut dimaksudkan
  766. 36:36untuk
  767. 36:36jangan pendapat? Kalau terakhir apakah
  768. 36:39itu kan pendapat?
  769. 36:40Oh, baik Yang Mulia. Kalau begitu sudah
  770. 36:42cukup yang
  771. 36:43cukup. Baik. Dari DPR ada pertanyaan?
  772. 36:46Dari DPR tidak ada pertanyaan Yang
  773. 36:48Mulia.
  774. 36:49Dari pemohon silakan.
  775. 36:51Terima kasih Yang Mulia. Ada beberapa
  776. 36:53yang ee kami tanyakan kepada ahli dan
  777. 36:58saksi yang rasanya ahli juga. Ee yang
  778. 37:01pertama kepada ahli
  779. 37:04ketika kita melihat pemberitaan beberapa
  780. 37:07hari lalu misalkan ee Menteri Keuangan
  781. 37:09bilang 400 daerah kesulitan membayar
  782. 37:12finansial daerahnya terkait dengan gaji
  783. 37:14ee di gaji P3K dan lain-lain. ee apakah
  784. 37:18permasalahan ini, permasalahan yang
  785. 37:21disampaikan oleh ee Kementerian Keuangan
  786. 37:23itu adalah permasalahan norma dalam
  787. 37:25Undang-Undang HKPD yang tidak seimbang
  788. 37:28antara ee pusat dan daerah atau misalkan
  789. 37:31masalahnya adalah ketidakmampuan daerah
  790. 37:34dalam hal ee mengelola keuangan ee di
  791. 37:37daerahnya. Itu yang pertama. Ee kemudian
  792. 37:39yang kedua terkait dengan ee pasal 146
  793. 37:43ee ahli tadi ee bicara terkait dengan ee
  794. 37:46adil dan ee harus mempertimbangkan
  795. 37:48keadaan daerah dan lain-lain. Ee yang
  796. 37:51menjadi pertanyaan adalah ketika pasal
  797. 37:52146 itu memukul rata e 30% ee apakah
  798. 37:59menurut ahli itu suatu hal yang adil?
  799. 38:02Apakah tidak perlu misalkan ee ada
  800. 38:04pertimbangan-pertimbangan tertentu,
  801. 38:06pengecualian pengecualian tertentu untuk
  802. 38:09daerah-daerah yang misalkan tidak mampu
  803. 38:11ee 30% ee itu menurut ee ahli ee apakah
  804. 38:15diperbolehkan atau tidak. Ee kemudian
  805. 38:17kepada
  806. 38:19saksi yang rasanya menjadi ahli ee saya
  807. 38:23akan
  808. 38:23tidak perlu pakai komentar.
  809. 38:25saksi
  810. 38:26kami akan ee bertanya kepada saksi
  811. 38:28ketika perumusan
  812. 38:31undang-undang HKPD yang lalu ketika
  813. 38:34perumusan 30% itu di pasal 146 perumusan
  814. 38:3930%
  815. 38:41apakah ada pembahasan terkait dengan
  816. 38:44perbedaan atau pengecualian-pengecualian
  817. 38:47daerah yang sekiranya mampu 30% atau
  818. 38:50misalkan daerah yang belum mampu 30% ee
  819. 38:54ketika ketika pembahasan itu yang
  820. 38:56diketahui oleh saksi e bagaimana? Apakah
  821. 38:58langsung dibukul rata? Oke, sepakat 30%
  822. 39:01selama 5 tahun. Lah menurut saksi itu
  823. 39:03bagaimana ketika pembahasan yang lalu.
  824. 39:05Terima kasih Yang Mulia.
  825. 39:07Baik, dari majelis hakim yang mulia Pak
  826. 39:10Arsul. Silakan.
  827. 39:14Terima kasih yang mulia Pak Ketua.
  828. 39:17Terima kasih kepada ahli Pak Dr. Mahfud
  829. 39:20Siddiq atas keterangan keahlian dan Pak
  830. 39:24Putut Hari Satiaka atas keterangan
  831. 39:27sebagai saksi.
  832. 39:30Barangkali pertanyaan saya ini agak
  833. 39:33overlapping dengan yang tadi disampaikan
  834. 39:35oleh kuasa pemohon
  835. 39:38tadi kan. Kalau kita dengarkan
  836. 39:42keterangan Pak Putut Hari Satyaka itu
  837. 39:45kan disebut memang
  838. 39:47dalam konteks ee apa katakanlah otonomi
  839. 39:52daerah kita itu ya kan ada
  840. 39:55keadaan-keadaan yang memang asimetris
  841. 39:58Pak Siddiq ya
  842. 40:02banyak hal lah termasuk asimetris
  843. 40:05geografinya
  844. 40:08ada daerah-daerah daerah yang karena ada
  845. 40:11di pulau yang besar maka wilayahnya
  846. 40:13wilayah daratan semua di Jawa, di
  847. 40:16Sumatera mungkin apa Kalimantan begitu
  848. 40:19Sumatera. Tapi juga ada yang merupakan
  849. 40:22asimetris yang kepulahan yang begitu
  850. 40:25banyak dan dengan jarak yang cukup jauh.
  851. 40:28Kepulauan Riau lah misalnya provinsi
  852. 40:30itu. Demikian juga provinsi-provinsi
  853. 40:33seperti Maluku, Maluku Utara, kemudian
  854. 40:37juga ee Nusa Tenggara Timur itu.
  855. 40:42Nah,
  856. 40:43ketika kemudian ya soal belanja pegawai
  857. 40:49ini itu diset pada angka paling tinggi
  858. 40:5430%
  859. 40:56untuk apa? dispending dari TK-nya ya.
  860. 41:01Dan karena itulah kemudian pemohon minta
  861. 41:04agar faktor-faktor asimetrisnya itu kan
  862. 41:08kemudian harus diakui. Makanya minta
  863. 41:10pemaknaan para pemohon ini gitu kan.
  864. 41:13Nah, apakah ini sebetulnya pembentuk
  865. 41:17undang-undang atau dari sisi katakanlah
  866. 41:21keilmuan
  867. 41:22ee Pak Mahfud, saya baca juga tulisan
  868. 41:25Bapak yang apa ee
  869. 41:28apa ee perimbangan keuangan
  870. 41:31pusat dan daerah itu tulisan atau paper
  871. 41:34tahun 2002 yang fenomenal karena dikutip
  872. 41:38di banyak ee apa ee buku dan juga dalam
  873. 41:41banyak paper itu.
  874. 41:43ini apakah pas kemudian Pak gitu loh.
  875. 41:46Artinya kalau saya melihat bisa saja
  876. 41:49saya salah saya bukan ahli devis lah dan
  877. 41:51juga bukan ahli otonomi daerah bahwa
  878. 41:54ketika tidak dimasukkan itu tadi atau
  879. 41:57tidak dihitung faktor asimetris itu tadi
  880. 42:02asimetris geografi
  881. 42:05ya secara geografi. Nah, itu ee seperti
  882. 42:09apa? Sebab saya melihatnya ketika
  883. 42:13ketentuan pasal 16
  884. 42:16ini ayat 1 itu dirumuskan ini memang
  885. 42:19tujuannya baik ya agar belanja itu
  886. 42:24yang untuk pembangunan ya memang harus
  887. 42:27sebesar mungkin karena ini dalam rangka
  888. 42:31itu tadi mencapai tujuan konstitusi yang
  889. 42:34tadi Bapak kutip juga di awal itu tadi
  890. 42:37ya. Kalau duitnya dihabisin untuk gaji
  891. 42:40apa aparatur daerah ya terus rakyat
  892. 42:43dapat apa kan kira-kira kan seperti itu.
  893. 42:46Nah. Nah, tapi saya mohon pandangan
  894. 42:49Bapak ini ya, karena ada faktor asimetri
  895. 42:52geografi yang kemudian itu saya belum
  896. 42:56melihat itu diperhitungkan meskipun ya
  897. 43:00sekali lagi undang-undang itu juga pakai
  898. 43:03ee frasa paling tinggi ya, paling tinggi
  899. 43:07itu. Nah, jadi saya mohon pandangan
  900. 43:09Bapak yang kedua tadi jadi saya bertanya
  901. 43:14sama Bapak karena tentu kalau saya apa
  902. 43:18bertanya pendapat pada saksi enggak pas
  903. 43:20nanti saya ditegur Pak Ketua gitu kan.
  904. 43:23Nah, ee ini yang kedua
  905. 43:27ini kan kalau kita bicara Undang-Undang
  906. 43:30HKPD ini merupakan terusan dari
  907. 43:34Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 dan
  908. 43:36Undang-Undang 28 Tahun 2009
  909. 43:40ya ee apa hubungan keuangan apa
  910. 43:44perimbangan
  911. 43:46keuangan pusat dan daerah. Nah, tapi
  912. 43:52kesan saya ini kesan ini bisa jadi salah
  913. 43:55ini Mahfud ya,
  914. 43:58bahwa ee resim dalam Undang-Undang HKPD
  915. 44:04itu cenderung lebih sentralistik gitu ya
  916. 44:09dibandingkan dengan yang undang-undang
  917. 44:12sebelumnya, Undang-Undang Nomor 33 tahun
  918. 44:152004 dan tahun 2009.
  919. 44:19Nah, sentralistik itu lebih kentara ya.
  920. 44:25Kalau tadi yang dicontohkan oleh Pak
  921. 44:27Putut itu bisa kita pahami karena ada
  922. 44:31situasi khusus pandemi ya. Tapi ketika
  923. 44:35tidak ada situasi khusus ya tiba-tiba di
  924. 44:39TKD dipotong
  925. 44:42besar-besaran. Nah,
  926. 44:45di situlah masalahnya.
  927. 44:48Nah, saya ingin menanyakan apakah memang
  928. 44:50Undang-Undang HKPD itu dimaksudkan untuk
  929. 44:54memutar jarum ya agar itu tadi otonomi
  930. 45:00daerahnya karena yang namanya devis itu
  931. 45:02pasti berpasangan dengan otonomi daerah
  932. 45:05ya. Otonomi daerahnya itu tidak melalui
  933. 45:09undang-undang pemerintahan daerah itu
  934. 45:12berubah. tetapi melalui undang-undang
  935. 45:15HKPD-nya itu memang ingin dirubah. Nah,
  936. 45:17saya ingin melihat apa dapat pencerahan
  937. 45:19ini dari Pak Mahfud Siddiq dan saya apa
  938. 45:23menyampaikan ini dalam konteks ketika
  939. 45:25negara apa tidak ada situasi khusus,
  940. 45:28enggak ada pandemi dan lain sebagainya
  941. 45:30yang tadi disebut oleh Pak Putut Hari
  942. 45:33Satiaka aja ya. Kalau lagi ada pandemi
  943. 45:37situasi sos ya kita maklumi ajaalah ini
  944. 45:39itu masuk dalam keadaan daruratlah itu
  945. 45:42seperti itu. Itu pertanyaan saya. Terima
  946. 45:45kasih
  947. 45:48yang mulia Prof. Guntur silakan
  948. 45:50ya. Baik terima kasih Yang Mulia Bapak
  949. 45:52Ketua.
  950. 45:53Terima kasih
  951. 45:55Pak Dr. Mahfud Siddiq
  952. 45:58sebagai ahli dan Pak Putut Hari Stiaka
  953. 46:03sebagai saksi.
  954. 46:04Terima kasih atas keterangan dan
  955. 46:06pencerahan yang telah diberikan. Saya
  956. 46:10tertarik ee untuk ee minta penjelasan ya
  957. 46:14lebih jauh dari Pak Mahfud Siddiq.
  958. 46:18Saya tertarik dengan terminologi atau
  959. 46:22narasi yang menyatakan bahwa
  960. 46:24desentralisasi fiskal bukan tujuan
  961. 46:28ya, tapi ee melainkan instrumen.
  962. 46:32Nah, kaitan dengan ini saya membayangkan
  963. 46:35berarti
  964. 46:37ee kalau
  965. 46:39apa undang-undang kita mengenal yang
  966. 46:42namanya desentralisasi fiskal berarti
  967. 46:45itu tidak otomatis.
  968. 46:47desentrasi fiskal itu karena itu hanya
  969. 46:51instrumen sementara tujuannya adalah
  970. 46:53untuk kesejahteraan masyarakat.
  971. 46:56Nah, tetapi dalam konteks karena Pak
  972. 47:00Mahfud juga mengutip pasal 18
  973. 47:04A ya, khususnya pasal 18 ayat 2 yang
  974. 47:09mengatur mengenai hubungan keuangan kan
  975. 47:13gitu ya. ini sangat anu banget, ini
  976. 47:16terkait langsung kan menyangkut hubungan
  977. 47:19keuangan. Jadi kalau kita baca pasal 18A
  978. 47:24ayat 2, hubungan keuangan pelayanan
  979. 47:26umum, pemanfaatan SDA, dan sumber daya
  980. 47:30lainnya antara pemerintah pusat dan
  981. 47:32pemerintah daerah diatur dan
  982. 47:34dilaksanakan secara adil dan selaras
  983. 47:37berdasarkan undang-undang.
  984. 47:39Nah, ketika instrumennya sudah mengatur
  985. 47:43menyangkut
  986. 47:44desentralisasi fiskal itu, apakah
  987. 47:49dengan
  988. 47:51apa tadi pandangan Pak Mahfud yang
  989. 47:53mengatakan bahwa ee apa desinasi fiskal
  990. 47:58bukan tujuan tetapi instrumen, maka itu
  991. 48:02bisa diabaikan begitu saja.
  992. 48:05Dan bagaimana kalau ya akhirnya terjadi
  993. 48:09seperti kondisi yang sekarang ini. Nah,
  994. 48:12itu itu mohon apa penjelasan lebih jauh.
  995. 48:16Karena bagi saya, saya berpikirnya
  996. 48:18antara tujuan dan instrumen itu sama
  997. 48:21pentingnya
  998. 48:23dan tidak bisa saling mengabaikan satu
  999. 48:25sama lain. Kan begitu harusnya kan
  1000. 48:28begitu. sehingga tidak ada pengabaian
  1001. 48:31terhadap instrumen apalagi itu
  1002. 48:33pengabaian terhadap tujuan.
  1003. 48:36Nah, inilah tantangannya kita sekarang
  1004. 48:38ini kan begitu Pak Mahful ya. Jadi kalau
  1005. 48:41diksinya itu mengabaikan seakan-akan itu
  1006. 48:44tidak terlalu penting instrumen itu
  1007. 48:47lebih penting tujuannya iya. Tapi apa
  1008. 48:49iya dalam negara konteks negara hukum
  1009. 48:52kita apalagi sudah secara tegas diatur
  1010. 48:54dalam konstitusi, hubungan keuangan ini
  1011. 48:57harus dilaksanakan secara adil dan
  1012. 49:00selaras kan gitu. Nah, itu satu.
  1013. 49:03Kemudian yang kedua, saya juga tertarik
  1014. 49:06dengan paradigma yang Pak Mahfud juga
  1015. 49:09sampaikan bahwa saat ini paradigma
  1016. 49:12desentralis fiskal di abad 21 telah
  1017. 49:15bergeser dari government autonomi menuju
  1018. 49:19kolaborative governance kan gitu. Nah,
  1019. 49:22dalam konteks government otonomi ini,
  1020. 49:25collaborative governance, Pak Mahfud
  1021. 49:28secara tegas menyatakan permintaan
  1022. 49:31keinginan usulan pemohon untuk
  1023. 49:33menjadikan DPOD sebagai forum yang wajib
  1024. 49:37untuk membahas kebijakan TKD itu harus
  1025. 49:40ditolak.
  1026. 49:42Nah, apakah
  1027. 49:46pola cara dengan adanya namanya DPOD
  1028. 49:49ini, Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah
  1029. 49:52ini? Bukankah ini wujud dari
  1030. 49:55kolaborative governance?
  1031. 49:58Karena apa? DPDOD inilah yang paling
  1032. 50:02dekat hubungannya ke daerah dan juga
  1033. 50:05bisa ke pusat. Kan begitu.
  1034. 50:08ketimbang kalau Pak Mahfud melihatnya
  1035. 50:12bahwa yang harus didorong adalah karena
  1036. 50:14dengan DPOD itu berpotensi menurunkan
  1037. 50:17efektivitas koordinasi fiskal. ini kan
  1038. 50:19semuanya adalah kalau koordinasi
  1039. 50:22apa namanya fiskal nasional ini kan
  1040. 50:24semuanya entity-nya ini kan negara semua
  1041. 50:28state.
  1042. 50:30Nah, sementara DPOD inilah kalau saya
  1043. 50:32bisa nangkap bahwa ini kita bergeser
  1044. 50:36dari government autonomy. Berarti ini
  1045. 50:39kan asumsinya ini adalah pemerintah
  1046. 50:43ya bergeser kepada collaborative
  1047. 50:46governance.
  1048. 50:47tidak saja pemerintah dengan daerah,
  1049. 50:49tetapi juga ada ya institusi entities,
  1050. 50:54entiti yang
  1051. 50:57apa me sebagai katalisator
  1052. 51:02ya katalisator. Sehingga inilah yang
  1053. 51:03dimaksud kalau saya pemahaman saya
  1054. 51:06mendengar bacaan Pak Mahfud ini ini
  1055. 51:09inilah sebetulnya ya wujud dari
  1056. 51:12collaborative governance. Apakah
  1057. 51:14pandangan saya ini keliru, salah?
  1058. 51:16Mungkin tolong di apa diluruskan kalau
  1059. 51:18memang. Nah, kalau begitu berarti
  1060. 51:20mestinya ini di ujung dari penjelasan
  1061. 51:23Pak Mahfud menurut saya ini mestinya
  1062. 51:25mengabulkan nih pemohon nih dengan DPOD
  1063. 51:27ini kan begitu. Karena itu adalah wujud
  1064. 51:30dari government apa namanya
  1065. 51:33collaborative governance.
  1066. 51:35Nah, itu kira-kira gambaran saya. Tapi
  1067. 51:38kalau ini saya keliru menjelaskan tolong
  1068. 51:41di apa namanya? dijelaskan sebagaimana
  1069. 51:44seharusnya.
  1070. 51:46Dan kalau begitu ya, ya ini bagaimana ee
  1071. 51:52apa pandangan dari ahli ya terkait
  1072. 51:55dengan ya kalau ada kondisi di mana
  1073. 52:01daerah seperti saat ini ada mengalami ya
  1074. 52:04mengalami ya tanda petik ee krisis
  1075. 52:08misalnya pendanaan anggaran ya dalam
  1076. 52:11konteks collaborative governance ini apa
  1077. 52:14yang harus harus dilakukan oleh
  1078. 52:16pemerintah pusat, pemerintah daerah
  1079. 52:19supaya itu bisa teratasi
  1080. 52:20persoalan-persoalan yang dihadapi ya
  1081. 52:24termasuk juga mungkin ya ada
  1082. 52:26pembatasan-pembatasan dari daerah untuk
  1083. 52:29tidak mudah untuk merekrut ya
  1084. 52:32pegawai-pegawai. Karena apa
  1085. 52:35ya? Ini kan ujung-ujungnya Pak Mahfud
  1086. 52:37ya, sebagaimana Pak Mahfud sampaikan di
  1087. 52:39ini bahwa ini kan akan ber apa ee
  1088. 52:47jadi Pak Mahfud kalau saya menekankan
  1089. 52:50sini melainkan tercapainya pelayanan
  1090. 52:52publik yang lebih baik. Jadi di sini Pak
  1091. 52:54Mahfud mengatakan bahwa ukuran
  1092. 52:56keberhasilan desentralisasi fiskal
  1093. 52:59bukan semakin luasnya kewenangan daerah
  1094. 53:03atau semakin besarnya intervensi
  1095. 53:06pemerintah pusat kan gitu bisa kita
  1096. 53:08nangkap nih melainkan tercapainya
  1097. 53:10pelayanan publik yang lebih baik dan
  1098. 53:12berkualitas dan seterusnya. Nah,
  1099. 53:14kaitannya dengan pelayanan publik yang
  1100. 53:16lebih baik dan berkualitas ini kan
  1101. 53:18ditentukan oleh sumber daya manusia
  1102. 53:20dan sumber daya manusia ini ditentukan
  1103. 53:23pada energi yang bisa dia keluarkan.
  1104. 53:25Energi ini ditentukan pada dia punya
  1105. 53:28penghasilannya, pendapatannya. Ya,
  1106. 53:31misalnya belum dibayarkan, bagaimana
  1107. 53:33bisa kita apa membayangkan kualitas
  1108. 53:37pelayanan publik yang baik dan
  1109. 53:39berkualitas itu? Sementara sumber daya
  1110. 53:43manusia untuk mengerjakan itu tidak
  1111. 53:47memperoleh ya yang seharusnya gitu. Nah,
  1112. 53:51ini gimana? Nah, ini butuh mohon
  1113. 53:55penjelasan dari Pak Mahfud menyangkut
  1114. 53:58hal-hal seperti ini. Kemudian demikian
  1115. 54:00juga untuk Pak Putut sebagai saksi. Saya
  1116. 54:03ini pangling lihat Pak Putut ini karena
  1117. 54:06rambut sudah putih semua nih
  1118. 54:09Pak Putut ya.
  1119. 54:11Tapi sehat ya, Pak Putut.
  1120. 54:15Nah, berdasarkan pengalaman Pak Putut
  1121. 54:16sebagai direktur anggaran, saya melihat
  1122. 54:19ya pernah jadi direktur anggaran Sumber
  1123. 54:21Daya Manusia di Direktorat Jenderal
  1124. 54:23Anggaran DJA
  1125. 54:26dan juga pernah jadi direktur dana
  1126. 54:27transfer dana ini kan transfer khusus
  1127. 54:31sekarang jadi pernah jadi deputi.
  1128. 54:34Nah, bagaimana ya berdasarkan pengalaman
  1129. 54:37Pak Butut ini? Bagaimana seharusnya
  1130. 54:39pemerintah mengatasi kondisi ya
  1131. 54:42kelangkaan atau krisis kalau mau
  1132. 54:44dikatakan sebagai itu adalah tanda petik
  1133. 54:46anggaran di daerah ya belakangan ini
  1134. 54:49terjadi berdasarkan pengalaman bagaimana
  1135. 54:51nih mesti langkah-langkah yang dilakukan
  1136. 54:53oleh pemerintah ya terhadap pemerintah
  1137. 54:56pusat terhadap daerah. Nah, pengalaman
  1138. 54:58Pak Putut sebagai direktur anggaran
  1139. 55:01sumber daya manusia lagi kan ini ini pas
  1140. 55:04banget ini berti berdasarkan pengalaman
  1141. 55:05Pak Putut dan juga berdasarkan
  1142. 55:08pengalaman Pak sebagai direktur dana
  1143. 55:10transfer khusus. Nah, ini gimana nih
  1144. 55:13mengatasi hal-hal seperti ini di
  1145. 55:14masyarakat kita? Mungkin perlu ada ini
  1146. 55:17ya baraskan pengalaman Pak Tutut.
  1147. 55:20Mungkin itu Yang Mulia yang dapat saya
  1148. 55:21sampaikan. Saya kembalikan ke Yang Mulia
  1149. 55:23Bapak Ketua. Terima kasih.
  1150. 55:27Baik, Prof. Terima kasih, Prof.
  1151. 55:29Dilanjut, Prof. Saldi. Silakan.
  1152. 55:33Makasih, Pak Ketua. Makasih ahli dan
  1153. 55:36saksi. Pak Mahfud Siddiq. ee saya nih
  1154. 55:42apa namanya ee mau sedikit ee mendalami
  1155. 55:47ee masih berkorelasi dengan apa dengan
  1156. 55:49yang disampaikan ee yang mulia Pak Arsul
  1157. 55:52yang dan yang mulia Pak Guntur Hamzah
  1158. 55:54tadi.
  1159. 55:56ee sekarang kan faktanya begini, Pak
  1160. 55:58Mahfud. Daerah-daerah tuh kan pada
  1161. 56:01berteriak semua gara-gara pergeseran
  1162. 56:04atau perubahan skim atau persentase
  1163. 56:08transfer ke daerah. itu yang paling
  1164. 56:11banyak kita dengar itu itu adalah
  1165. 56:14terancamnya
  1166. 56:15sebagian besar daerah yang merekrut
  1167. 56:18pegawai dengan status P3K itu ee karena
  1168. 56:23mereka rata-rata mengalokasikan itu kan
  1169. 56:25dari dana dana transfer ke daerah.
  1170. 56:28Sekarang itu yang terancam.
  1171. 56:30Nah, bagaimana menjelaskan ini dalam
  1172. 56:33konteks ee seperti yang tadi di apa
  1173. 56:36dijelaskan di poin 7 ya di halaman 19
  1174. 56:40kesimpulan Pak Mahfud itu ini bahwa
  1175. 56:45ukuran keberhasilan desentralisasi
  1176. 56:47fiskal itu bukan semakin luasnya
  1177. 56:49kewenangan daerah atau semakin besarnya
  1178. 56:51intervensi pemerintah pusat melainkan
  1179. 56:54tercapainya pelayanan publik yang lebih
  1180. 56:55baik dan berkualitas pemerataan antar
  1181. 56:58daerah disiplin fisik fiskal. Nah, ini
  1182. 57:01bagaimana menjelaskan poin ee tujuh
  1183. 57:04Bapak ini dalam konteks kondisi real
  1184. 57:06yang terjadi di daerah seperti hari ini.
  1185. 57:11Akhirnya ee apa namanya kebijakan fiskal
  1186. 57:14itu seperti mengancam keberlanjutan
  1187. 57:18sebagian kebijakan yang sudah disusun
  1188. 57:20oleh daerah. Padahal mereka ee berasumsi
  1189. 57:25dengan anggaran minimal tahun lalu itu
  1190. 57:28bisa di apa diselesaikan problem-problem
  1191. 57:30seperti itu. Itu satu.
  1192. 57:33Yang kedua ee
  1193. 57:37bagaimana pendapat Bapak kalau
  1194. 57:40apa namanya dorongan atau keinginan
  1195. 57:44melibatkan banyak pihak dalam proses
  1196. 57:47perumusan anggaran desentralisasi
  1197. 57:49kedaerahan sebagai sebuah kewajiban.
  1198. 57:51karena ee apa namanya pandangan yang
  1199. 57:55mengatakan ini mempersulit
  1200. 57:58ee apa namanya perumusan agenda ini kan
  1201. 58:00menjadi tidak bisa diterima dalam
  1202. 58:01konteks bahwa daerah itu adalah miliknya
  1203. 58:04pusat. Pusat itu adalah miliknya daerah.
  1204. 58:08Ketika ada sekelompok organisasi yang
  1205. 58:10memang memberikan fokus kepada daerah
  1206. 58:13supaya dia dapat perlakuan yang relatif
  1207. 58:17lebih adil dalam perumusan
  1208. 58:18kebijakan-kebijakan di daerah. Lalu
  1209. 58:20dianggap kalau itu diberikan akan
  1210. 58:24memperlambat.
  1211. 58:26Padahal Pak Mahfud Siddiq sepanjang yang
  1212. 58:28saya pahami eh public participation
  1213. 58:32apalagi tambah meaningful public
  1214. 58:34participation itu adalah cara menjaga
  1215. 58:38kesetimbangan hubungan antara dua belah
  1216. 58:40pihak yang satu sama lainnya saling
  1217. 58:42membutuhkan.
  1218. 58:44Kalau ruang untuk berpartisipasi itu
  1219. 58:46tidak diberikan, maka akan muncul adalah
  1220. 58:50apa? Ketidak setimbangan hubungan. Dan
  1221. 58:53Pak Mafun mungkin masih ingat pengalaman
  1222. 58:55kita tahun 97, 98, 99.
  1223. 59:01Kenapa dana
  1224. 59:04transfer ke daerah yang dulu istilahnya
  1225. 59:06tidak seperti ini? Itu salah satu cara
  1226. 59:09pemerintah pusat menyahuti protes-protes
  1227. 59:12yang terjadi di daerah. Oke. Ini dana
  1228. 59:15perimbangan keuangan pusat dan daerah
  1229. 59:18akan diberi lebih banyak ke daerah
  1230. 59:19dibanding biasanya agar apa? Daerah itu
  1231. 59:22bisa tumbuh dan berkembang ee sesuai
  1232. 59:25dengan kebutuhannya. Sekarang tiba-tiba
  1233. 59:26itu diubah dan itu bukan tiba-tiba
  1234. 59:29kecenderungan beberapa tahun terakhir
  1235. 59:31yang dibaca ini sebagai bentuk
  1236. 59:33resentralisasi. Padahal kita tahu
  1237. 59:36sentralisasi tanpa diikuti
  1238. 59:38desentralisasi fiskal itu sama dengan
  1239. 59:41bohong kan Pak Mahfud ya. Nah, tolong
  1240. 59:43Bapak bantu menjelaskan ini agar apa?
  1241. 59:46Agar kami bisa dapat perspektif yang
  1242. 59:49seimbang. Karena apa?
  1243. 59:52Ee soal uang ini harus betul-betul
  1244. 59:55dijaga karena ini menjadi ee kunci untuk
  1245. 59:59memicu segala hal. Nah, kalau mereka
  1246. 1:00:01hanya minta apa? tolong dong agar dibuka
  1247. 1:00:05ruang partisipasi yang lebih ee kuat,
  1248. 1:00:09lebih terbuka agar kepentingan daerah
  1249. 1:00:11itu bisa di apa? Dipjuangkan. Nah, itu
  1250. 1:00:15Pak Pak ee Mahfud Siddiq. Saya masih
  1251. 1:00:18ingat dulu ketika saya ikut apa kursus
  1252. 1:00:22di apa di Birmingham di University of
  1253. 1:00:24Birmingham. Saya ketemu dengan Nick
  1254. 1:00:26Devas, salah satu orang yang merancang
  1255. 1:00:28desentralisasi fiskal di Indonesia. Dan
  1256. 1:00:31dia mengatakan ke kepada saya ketika itu
  1257. 1:00:34adalah sepanjang pemerintah pusat selalu
  1258. 1:00:38mempertimbangkan transfer ke daerah
  1259. 1:00:41secara adil dan itu akan menjadi kunci
  1260. 1:00:44untuk menjaga ee keberagaman Indonesia.
  1261. 1:00:47Terima kasih, Pak Ketua.
  1262. 1:00:49Silakan Ali dijawab simultan saja Pak.
  1263. 1:00:58Terima kasih. ee saya coba untuk
  1264. 1:01:01menjawab keseluruhan. Nanti kalau ada
  1265. 1:01:05yang belum terjawab ee mohon
  1266. 1:01:09dikonfirmasikan lagi. Ee pertama-tama
  1267. 1:01:14pertanyaan dari ee pemerintah
  1268. 1:01:20yaitu mengenai
  1269. 1:01:22ee
  1270. 1:01:24kalau
  1271. 1:01:26misalnya
  1272. 1:01:28ee permohonan ini dikabulkan terutama
  1273. 1:01:32mengenai ee pembatasan belanja pegawai
  1274. 1:01:38BNS itu tidak boleh lebih dari 30%.
  1275. 1:01:44Ee ini sekaligus untuk menjawab Yang
  1276. 1:01:46Mulia ya yang ada kaitannya dengan itu.
  1277. 1:01:49Tapi juga nanti akan saya berikan ee
  1278. 1:01:52tambahan-tambahan
  1279. 1:01:54ee secara prinsip
  1280. 1:01:56dientalisis fiskal
  1281. 1:01:59itu ada tulisan yang memberikan warning,
  1282. 1:02:03pemikiran ahli yang lain namanya
  1283. 1:02:06brutrum.
  1284. 1:02:08The danger of decentralis.
  1285. 1:02:11bahayanya desentralisasi.
  1286. 1:02:13Kalau tidak di-manage, dikeluilah secara
  1287. 1:02:16baik sesuai dengan prinsip-prinsip ee
  1288. 1:02:18katakanlah governance ya, negara itu
  1289. 1:02:21akan ambruk.
  1290. 1:02:24Itu ee apa namanya?
  1291. 1:02:28Ee pemikiran dari ahli yang lain. Ini
  1292. 1:02:31saya sitir sedikit tapi tidak sampai ke
  1293. 1:02:34sana.
  1294. 1:02:35Kemudian juga pemikiran-pemikiran yang
  1295. 1:02:38tadi bahwa ee pada
  1296. 1:02:42akhir abad ke-20
  1297. 1:02:45pemikiran-pemikiran desalisasi itu
  1298. 1:02:48memang dimaknai bahwa public goods,
  1299. 1:02:51apakah itu pertahanan keamanan,
  1300. 1:02:54apakah itu pendidikan, kesehatan,
  1301. 1:02:58perbaikan lingkungan, pemukiman, jalan
  1302. 1:03:01dan sebagainya. Musli itu adalah lokal
  1303. 1:03:07sehingga adalah patut bahwa pelayanan
  1304. 1:03:11publik itu sebenarnya bobotnya itu ada
  1305. 1:03:13di tingkat yang paling bawah. Kalau di
  1306. 1:03:15Indonesia adalah kabupaten dan kota.
  1307. 1:03:18Jadi inline bahwa memang desentralisasi
  1308. 1:03:23itu termasuk fiskalnya itu pelayanan
  1309. 1:03:26publik itu harusnya dilakukan oleh
  1310. 1:03:30kabupaten atau kota.
  1311. 1:03:34Asumsinya adalah apa? Asumsinya adalah
  1312. 1:03:36pemerintah daerah kalau diberikan
  1313. 1:03:38kewenangan, diskresi, dan sebagainya,
  1314. 1:03:41dia bertindak rasional.
  1315. 1:03:43Dia menangkap preferensi dari masyarakat
  1316. 1:03:47lokal sendiri.
  1317. 1:03:48ya kebutuhan
  1318. 1:03:50masyarakat Provinsi Sumatera Barat
  1319. 1:03:53dengan sendiri lain dong dengan Jawa
  1320. 1:03:55Timur, lain dengan Maluku Utara dan
  1321. 1:03:58sebagainya. Jadi itu prinsip yang ini
  1322. 1:04:01yang di apa yang ditanamkan pada waktu
  1323. 1:04:04itu. Nah, saya berikan juga gambaran
  1324. 1:04:08pada masa lalu Amerika Serikat
  1325. 1:04:12yang itu istilahnya induknya model-model
  1326. 1:04:14desensinisasi termasuk ee negara
  1327. 1:04:17federal.
  1328. 1:04:19tahun 1900
  1329. 1:04:22ya service delivery in most cases itu
  1330. 1:04:2670% itu dilaksanakan oleh state and
  1331. 1:04:28local government hanya 30% oleh federal
  1332. 1:04:32government tapi kenyataannya sekarang
  1333. 1:04:35bagaimana
  1334. 1:04:37terbalik
  1335. 1:04:3970% oleh federal government 30% oleh set
  1336. 1:04:43and local pertanyaan kenapa karena
  1337. 1:04:46paradigmanya sudah berubah
  1338. 1:04:49ya, Amerika Serikat ingin jadi polisi
  1339. 1:04:51dunia ya. Kemudian terjadi spill over
  1340. 1:04:54yang saya katakan di sini ya
  1341. 1:04:58seperti COVID-19. Apa bisa ditangani
  1342. 1:05:01oleh kabupaten kota? Tidak mungkin.
  1343. 1:05:03Kemudian juga wabah wereng kalau di ee
  1344. 1:05:09di apa itu treatmen di Kabupaten 1
  1345. 1:05:12pindah ke kabupaten yang lain. Itu yang
  1346. 1:05:14namanya spillover. itu harus tingkat
  1347. 1:05:16nasional ya. Dib saya contoh itu MRT dan
  1348. 1:05:20sebagainya ya. Itu contoh dari
  1349. 1:05:22kecenderungan paradigma ini yang tidak
  1350. 1:05:25bisa ya disikapi dengan asumsi-asumsi
  1351. 1:05:29bahwa ya kalau itu daerah yang lebih
  1352. 1:05:31banyak menangani itu adalah baik. Kalau
  1353. 1:05:34pusat yang lebih banyak menangani adalah
  1354. 1:05:36jelek. Jadi ada shifting ya shifting eh
  1355. 1:05:41kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa
  1356. 1:05:43digobalisasi.
  1357. 1:05:45Kemudian ada disruption daripada pangan
  1358. 1:05:50dan sebagainya, minyak dan sebagainya
  1359. 1:05:52itu memerlukan national interest. Nah,
  1360. 1:05:57dari situ kita jangan terjebak kepada
  1361. 1:06:00belum lagi satu lagi ya yang prinsip
  1362. 1:06:03perjalanan desisasi di berbagai negara
  1363. 1:06:05termasuk di Indonesia itu dengan mereka
  1364. 1:06:10bertindak rasional kemudian efisiensi
  1365. 1:06:13gain dan sebagainya. Ternyata ada lima
  1366. 1:06:16hal yang itu masih dihadapi Indonesia.
  1367. 1:06:19Apa? Clientalism. Kalau saya jadi
  1368. 1:06:22bupati, saya akan tunjuk teman-teman
  1369. 1:06:24saya. Clientilism,
  1370. 1:06:27principal agency. Ya, harusnya itu
  1371. 1:06:30rakyat yang menjadi principal agency itu
  1372. 1:06:32pemerintah daerah. Tetapi kenyataannya
  1373. 1:06:35ya ee
  1374. 1:06:37Gubernur, Walikota, Bupati yang terpilih
  1375. 1:06:40itu harus ya menunjuk teman-temannya ya.
  1376. 1:06:45eh agency ya harus tunjuk kepada
  1377. 1:06:48prinsipelnya tapi kadang-kadang
  1378. 1:06:50agensinya itu balok. Nah ini problem
  1379. 1:06:53yang harus diatasi rening
  1380. 1:06:56ya ya menunjuk beberapa orang gelintir
  1381. 1:07:00itu untuk mendapatkan izin dan
  1382. 1:07:02sebagainya pertambangan dan sebagainya
  1383. 1:07:04dia mendapatkan abnormal profit itu jauh
  1384. 1:07:08lebih berbahaya. clientism, r seeking,
  1385. 1:07:12principal agency, belum lagi korupsi dan
  1386. 1:07:14sebagainya. Sehingga perlu ada semacam
  1387. 1:07:17surveilance pengawasan dari pusat ya
  1388. 1:07:22tentunya dengan kaitland dan sebagainya.
  1389. 1:07:24Ah, itulah yang saya katakan bahwa
  1390. 1:07:27kolaborative governance itu ee adalah
  1391. 1:07:32harus dimaknai tidak harus pusat dan
  1392. 1:07:34daerah, tapi mana yang lebih memberikan
  1393. 1:07:37ee efisiensi gain.
  1394. 1:07:39Nah, dari sini tentunya prinsip-prinsip
  1395. 1:07:42yang tadi ya paradigma yang abad ke-20
  1396. 1:07:46ini bergeser dengan ya eh second eh
  1397. 1:07:51generation of deion. itu yang saya
  1398. 1:07:54sampaikan di situ. Nah, itu ee kalau itu
  1399. 1:07:59tadi kembali ke pertanyaan pemerintah,
  1400. 1:08:03kalau ini di dilaksanakan gimana? ini
  1401. 1:08:07inefisensi
  1402. 1:08:09dipertahankan
  1403. 1:08:10tentunya di dalam mensikapi
  1404. 1:08:14pembatasan 30% pegawai negeri itu ya
  1405. 1:08:17belanja itu ada ayat-ayat selanjutnya
  1406. 1:08:21yang itu dilakukan melalui peraturan
  1407. 1:08:23pemerintah atau ee peraturan Menteri
  1408. 1:08:26Keuangan yang memberikan
  1409. 1:08:30ee time frame supaya pemer daerah yang
  1410. 1:08:34tidak mampu untuk melaksanakan akan itu
  1411. 1:08:37diberikan waktu itu undang-undang itu
  1412. 1:08:40demikian. Undang-undang kan hanya
  1413. 1:08:41payungnya. Jadi, tapi lebih berbahaya
  1414. 1:08:45adalah kalau itu dibiarkan
  1415. 1:08:48inefisiensi dibiarkan begitu aja tidak
  1416. 1:08:50ada action. Ya, itu ee poin saya dari
  1417. 1:08:54pasal 146
  1418. 1:08:58ya. Nah, itu sekaligus menjawab
  1419. 1:09:01pertanyaan ya dari yang mulia ee mulai
  1420. 1:09:06dari Yang Mulia Bapak Arsul Sani
  1421. 1:09:11mengenai daerah yang mengalami kesulitan
  1422. 1:09:13sehingga dia tidak mampu untuk melakukan
  1423. 1:09:16ya ee ee membelanjai dari ee belanja
  1424. 1:09:22pegawai. itu yang tadi saya katakan di
  1425. 1:09:26peraturan perasaan dari pasal
  1426. 1:09:27selanjutnya itu 2 dan 3 itu sudah
  1427. 1:09:30memberikan ee ruang untuk treatmen yang
  1428. 1:09:36khusus untuk daerah-daerah yang belum
  1429. 1:09:38perform tentunya dengan guideline dan
  1430. 1:09:42sebagainya oleh pemerintahan nasional.
  1431. 1:09:45Nah, kemudian asimetrik geografik.
  1432. 1:09:48Asimetrik geografik itu tidak hanya ya
  1433. 1:09:53menurut saya tidak hanya asimetrik
  1434. 1:09:54geografik tapi asimetrik ya secara umum
  1435. 1:09:59itu di berbagai negara tidak bisa
  1436. 1:10:01dihindari termasuk di Indonesia ya. Nah,
  1437. 1:10:06kalau tidak bisa dijelaskan secara
  1438. 1:10:08teknokratis
  1439. 1:10:10itu adalah politis yang itu suka tidak
  1440. 1:10:13suka kita terima. Apa itu? Otomus Papua,
  1441. 1:10:19otomui khusus Aceh itu adalah asimetrik.
  1442. 1:10:23Nah, asimetrik geografi itu pada masa
  1443. 1:10:26lalu periode periode saya waktu jadi
  1444. 1:10:28Dirjen itu kami tidak memperhitungkan
  1445. 1:10:32luas lautan karena susah ngitungnya dan
  1446. 1:10:36informasinya itu datanya tidak akurat
  1447. 1:10:39lewat baku suratal dan sebagainya. Ini
  1448. 1:10:40akan menjadikan ruang untuk manipulasi
  1449. 1:10:43dan sebagainya. Tapi saat ini di
  1450. 1:10:45dihitung apa artinya terjadi dinamika di
  1451. 1:10:48dalam rangka mencapai yang namanya
  1452. 1:10:51keadilan tadi. Jadi itu kemudian
  1453. 1:10:56secara historis ya beberapa daerah itu
  1454. 1:11:01mohon maaf ini harus dikoreksi masa lalu
  1455. 1:11:04itu kepala daerah dengan mudahnya untuk
  1456. 1:11:07mengangkat keponakannya,
  1457. 1:11:10mengangkat temannya dan sebagainya
  1458. 1:11:12sehingga jumlah pegawai yang size yang
  1459. 1:11:15sama. Yang di sini 4.000, yang sini
  1460. 1:11:178.000.
  1461. 1:11:18Ya, apakah ini dibiarkan?
  1462. 1:11:21Ya, tidak. Tapi apakah solusinya itu in
  1463. 1:11:25the short term? Tidak. Itu ada di
  1464. 1:11:28Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat
  1465. 1:11:29dan Daerah. Jadi ya ee saya kira itu
  1466. 1:11:34tidak pertentangan Undang-Undang Dasar.
  1467. 1:11:35Malah justru Undang-Undang Dasar itu
  1468. 1:11:37bagaimana rakyat itu wellbe wellbe itu
  1469. 1:11:40bisa dicapai.
  1470. 1:11:43ya, Indonesia jauh dari wellbe ya. Jadi
  1471. 1:11:47di situlah ee time frame itu menjadi
  1472. 1:11:50sangat penting. Kemudian dengan
  1473. 1:11:53sentralistis dengan adanya ini apa yang
  1474. 1:11:57terakhir ini ya pemerintah yang sekarang
  1475. 1:11:59dengan belanja yang dari 800 sekian
  1476. 1:12:03triliun transfer ke daerah tahun 2022
  1477. 1:12:06menjadi 600 sekian.
  1478. 1:12:09Ah, apakah ini ee kemunduran dari
  1479. 1:12:12proses?
  1480. 1:12:14Saya pikir
  1481. 1:12:16ee Yang Mulia bahwa harus dibedakan
  1482. 1:12:20antara eh framework of thinking yang di
  1483. 1:12:24apa yang dirangkop di Undang-Undang HKPD
  1484. 1:12:27itu berbeda dengan Undang-Undang APBN.
  1485. 1:12:30Undang-undang APBN itu adalah at the
  1486. 1:12:32current year problem yang dihadapi. Ada
  1487. 1:12:35aspek teknokratis, ada aspek politik
  1488. 1:12:38yang di sana. Nah, itu bisa saja
  1489. 1:12:41menyimpang dari undang-undang ini. Tapi
  1490. 1:12:43apakah undang-undang ini yang harus
  1491. 1:12:44diubah? Ya, tidak, ya. Dan Undang-Undang
  1492. 1:12:48APBN itu berlakunya 1 tahun ya. Nah, di
  1493. 1:12:52situ budget is not technis view of
  1494. 1:12:57point, tapi adalah political view of
  1495. 1:13:00point. Jadi di sana ee yang mulia
  1496. 1:13:04tanyakan kepada DPR
  1497. 1:13:06ya, yang mulia Arsusani itu dulu mantan
  1498. 1:13:09di sana kan gitu kan. Jadi, jadi ini ini
  1499. 1:13:14payungnya ini gitu ya kan. Nah, ya
  1500. 1:13:17Undang-Undang PBN
  1501. 1:13:17ee mohon maaf ahli.
  1502. 1:13:19Iya. ee kalau kita selalu tunduk kepada
  1503. 1:13:24pemikiran bahwa budget itu adalah apa
  1504. 1:13:26namanya
  1505. 1:13:28political point of view untuk waktu
  1506. 1:13:30tertentu. Nah, itulah gunanya
  1507. 1:13:32undang-undang lain ahli untuk mengerem
  1508. 1:13:35itu.
  1509. 1:13:36Nah, kalau lalu dikatakan tidak tidak
  1510. 1:13:39harus terikat bukannya ini yang diubah,
  1511. 1:13:40artinya kan kita membiarkan apa namanya
  1512. 1:13:44logika-logika politik itu menaklukkan
  1513. 1:13:46sistem-sistem yang sudah dibuat secara
  1514. 1:13:48mapan ini. Nah, itu gunanya. Jadi enggak
  1515. 1:13:51enggak jangan lalu dibenarkan karena ini
  1516. 1:13:54logika politik berlakunya setah tahun ya
  1517. 1:13:56diperbolehkan. Gak boleh begitu juga
  1518. 1:13:57cara berpikirnya.
  1519. 1:13:58Iya.
  1520. 1:14:02Terima kasih Yang Mulia. Nah, saya
  1521. 1:14:04bicara di sini adalah Undang-Undang HKPD
  1522. 1:14:07bukan Undang ada APBN ya.
  1523. 1:14:10Ya, walaupun dari ahli hukum mengatakan
  1524. 1:14:14karena sama-sama undang-undangnya
  1525. 1:14:17jadi ya undang-undang yang terakhir yang
  1526. 1:14:18berlaku. Tapi undang-undang yang
  1527. 1:14:20terakhir berlaku itu adalah ya itu 1
  1528. 1:14:22tahun itu berlakunya itu. Jadi ini
  1529. 1:14:25adalah fenomena
  1530. 1:14:28apa legal ya yang itu di luar di luar
  1531. 1:14:32dari keahlian saya. Tapi saya berpegang
  1532. 1:14:35pada Undang-Undang HKPD yang itu menjadi
  1533. 1:14:38prinsip-prinsip yang harus diikuti,
  1534. 1:14:42harus diikuti baik oleh pemerintah
  1535. 1:14:43maupun DPR.
  1536. 1:14:46Ee mohon izin bisa saya lanjutkan?
  1537. 1:14:49Lanjutkan, Pak. Singkat-singkat, Pak.
  1538. 1:14:51Oh, iya. Ee ini jawatnya panjang tapi
  1539. 1:14:55Iya. Nanti ditambah tertulis bisa.
  1540. 1:14:57Kemudian yang mulia ee
  1541. 1:15:01ee Bapak Guntur Hamsah mengenai
  1542. 1:15:06adalah
  1543. 1:15:08bukan
  1544. 1:15:10ee
  1545. 1:15:12undang-undang ee apa disertasi fiskal
  1546. 1:15:14adalah instrumen ya kan
  1547. 1:15:17ya bukan tujuan ya. Jadi di sini
  1548. 1:15:23ee
  1549. 1:15:26HKPD itu adalah instrumen ya, bukan
  1550. 1:15:29tujuan. Itu adalah prinsip-prinsip untuk
  1551. 1:15:33mengatur hubungan fiskal dan daerah di
  1552. 1:15:37berbagai negara. Ketika suatu negara
  1553. 1:15:41mengadop ya prinsip itu, maka itu
  1554. 1:15:44menjadi mengikat gitu. Nah, ini beda
  1555. 1:15:48saya yang saya katakan ini adalah
  1556. 1:15:49prinsip-prinsip fiscal distation di
  1557. 1:15:52berbagai negara ya. Kalau negara ingin
  1558. 1:15:55maju, wellbe naik ya itu adalah
  1559. 1:15:58instrumennya ya hubungan pusat dan
  1560. 1:15:59daerah itu harus dipenuhi ya itu ee apa
  1561. 1:16:03itu inline dengan teori-teori yang
  1562. 1:16:05kaitannya dengan public finance maupun
  1563. 1:16:07hubungan pusat dan daerah. Kemudian adil
  1564. 1:16:10dan selaras ya itu ee menjadi sangat
  1565. 1:16:14penting di sini. Sebenarnya di dalam
  1566. 1:16:17Undang-Undang Dasar itu perintahnya itu
  1567. 1:16:19harus diikuti melalui apa? Melalui
  1568. 1:16:22berbagai aturan perundangan ter
  1569. 1:16:24undang-undang undang-undang apa di bawah
  1570. 1:16:28Undang-Undar. Nah, saya kira di
  1571. 1:16:30Undang-Undang HKPD
  1572. 1:16:33itu prinsip-prinsip itu secara build
  1573. 1:16:35inpenuhi.
  1574. 1:16:38Apa itu contohnya? Ya, misalnya saja
  1575. 1:16:42adil, adil koreksi horizontal imbalance
  1576. 1:16:47itu menjadi cita-citanya. Itu menjadi
  1577. 1:16:50pemikiran di dalam Undang-Undang HKPD
  1578. 1:16:53yang harus dilakukan. Adapun itu belum
  1579. 1:16:56tercapai, itu adalah masalah lain.
  1580. 1:16:58Misalnya saja koreksi horizontal
  1581. 1:17:01imbalance pada 2001 sampai 2025 ada
  1582. 1:17:05pergeseran tapi belum ideal. Ya, itu
  1583. 1:17:09adil. Yang selaras adalah menjadi batas
  1584. 1:17:12perluasan yang perlu kita jadikan
  1585. 1:17:16misalnya menciptakan keseimbangan antara
  1586. 1:17:17otomi fiskal daerah, pemerataan
  1587. 1:17:19kapasitas fiskal ya, kesatuan kebijakan
  1588. 1:17:22pusat dan daerah, harmonisasi ya belanja
  1589. 1:17:27pusat dan daerah itu semua adalah
  1590. 1:17:29keselarasan yang itu menjadi ya
  1591. 1:17:33implementing rule dari Undang-Undang
  1592. 1:17:37Dasar. Jadi, Ardi berkaitan dengan
  1593. 1:17:39koreksi fisk ee vertikal dan horizontal
  1594. 1:17:42imbalance
  1595. 1:17:44selaras berkaitan dengan harmonisasi
  1596. 1:17:46antara disentasi fiskal dan stabilitas
  1597. 1:17:48fiskal nasional. Ini ee penjelasan saya
  1598. 1:17:52aset sudah kemudian
  1599. 1:17:56ee instrumen ya dengan apa itu policy
  1600. 1:18:01sudah kolaboratif ya. Kalau kolaboratif
  1601. 1:18:05kenapa DPOD ditolak? Saya tidak, saya
  1602. 1:18:08malah ngancur DEPD proses apa itu
  1603. 1:18:12namanya sounding kemudian diskusi dari
  1604. 1:18:15Musren bank di desa sampai ke tingkat
  1605. 1:18:17nasional.
  1606. 1:18:19Forum DPOD itu menjadi sangat penting
  1607. 1:18:22ya. Meaningful participation itu sangat
  1608. 1:18:25penting. Tapi ada subjek to ada
  1609. 1:18:28konselingnya proses budget appropriation
  1610. 1:18:32itu yang punya hak itu adalah DPR. hak
  1611. 1:18:35budget pemerintah mengajukannya ya dan
  1612. 1:18:39pemerintah mengambil alih juga ya
  1613. 1:18:42mendengarkan apa yang diusulkan
  1614. 1:18:45ya ee didiskusikan di DPOD itu salah
  1615. 1:18:48satu daripada forum tapi itu tidak
  1616. 1:18:52approval.
  1617. 1:18:54Ini pendapat saya. Jadi kalau itu
  1618. 1:18:57dilakukan nanti setelah di ee di
  1619. 1:19:00pemerintah di ee di DPR itu ada
  1620. 1:19:02perubahan dana transfer berunding lagi
  1621. 1:19:05ke DPD. Ini yang saya katakan menjadi
  1622. 1:19:08tidak efisien. Lagi pula di dalam budget
  1623. 1:19:12appropriation antara DPR dengan
  1624. 1:19:14pemerintah, pemerintah diwakili di
  1625. 1:19:16berbagai kementerian ya. chairmannya
  1626. 1:19:18adalah Menteri Keuangan tapi anggotanya
  1627. 1:19:21adalah Bank Indonesia, BAPENAS dan juga
  1628. 1:19:25Kementerian Dalam Negeri termasuk
  1629. 1:19:26Kementerian Teknis. Bahkan dibahas di
  1630. 1:19:29komisi-komisi
  1631. 1:19:31untuk Profesor Saldi mengenai pegawai
  1632. 1:19:36yang kira-kira honorer dan sebagainya
  1633. 1:19:39PKK bagaimana nasibnya? Ya, di sini di
  1634. 1:19:43pasal 146 ayat 2, 3 dan seterusnya itu
  1635. 1:19:48Menteri Keuangan punya kemenangan untuk
  1636. 1:19:50mengaturnya time frame periodik eh
  1637. 1:19:53transition period sehingga mereka
  1638. 1:19:55didorong mampu ya tidak serta-merta itu
  1639. 1:19:58dilakukan ee eh enforcement gitu. Akan
  1640. 1:20:03tetapi ada catatan sampai seberapa jauh
  1641. 1:20:06mereka itu bisa melakukan itu adanya
  1642. 1:20:09semacam kalau perusahaan itu bisnis plan
  1643. 1:20:11ada perencanaannya bagaimana dia bisa
  1644. 1:20:14memenuhi itu karena
  1645. 1:20:17ee situasi yang demikian itu kurang
  1646. 1:20:19menguntungkan rakyat sebagai ee
  1647. 1:20:23masyarakat yang membutuhkan pelayanan
  1648. 1:20:25yang lebih baik. kemudian
  1649. 1:20:28melibatkan banyak pihak yaitu meaningful
  1650. 1:20:31participation itu perlu tetapi tidak
  1651. 1:20:34harus itu sebagai approval. Jadi itu
  1652. 1:20:37kira-kira ee jawaban dari saya
  1653. 1:20:40Pak Mahfud. Mohon maaf Pak Ketua. Kalau
  1654. 1:20:43dilibatkan secara dalam pengertian
  1655. 1:20:45meaningful participation, tapi tidak
  1656. 1:20:48tidak mungkin approval eh Pak Mahfud itu
  1657. 1:20:50kan sudah melawat itu.
  1658. 1:20:52Jadi dilibatkan lebih apa lebih bermakna
  1659. 1:20:55dalam proses itu kan tidak masalah kan?
  1660. 1:20:57Tidak masalah.
  1661. 1:20:58Oke. Yang tidak boleh kan approval kan.
  1662. 1:21:00Iya.
  1663. 1:21:01Oke. Terima kasih Pak Ketua.
  1664. 1:21:03Pak Butut silakan
  1665. 1:21:05singkat-singkat Pak Butut.
  1666. 1:21:08Baik terima kasih Yang Mulia. Yang
  1667. 1:21:10pertama kami ingin ee merespon menjawab
  1668. 1:21:13pertanyaan dari ee pemerintah terkait
  1669. 1:21:16dengan bagaimana mekanisme penyusunan
  1670. 1:21:18perencanaan pembangunan nasional ee
  1671. 1:21:21apakah hanya top down atau juga ada
  1672. 1:21:23mekanisme bottom up. Yang mulia, ee
  1673. 1:21:27perlu kami sampaikan berdasar pengalaman
  1674. 1:21:29kami selama ini bahwa
  1675. 1:21:32pada proses di DPOD pertama saya
  1676. 1:21:35berbicara tentang kebijakan transfer ke
  1677. 1:21:37daerah terlebih dahulu.
  1678. 1:21:39Pada proses di DPOD itu melibatkan tidak
  1679. 1:21:42hanya pemerintah pusat, tapi juga
  1680. 1:21:45asosiasi pemerintah daerah dan
  1681. 1:21:46akademisi. Di mana di dalam ee asosiasi
  1682. 1:21:51pemerintah daerah itu diwakili beberapa
  1683. 1:21:53gubernur, diwakili beberapa bupati, dan
  1684. 1:21:55beberapa walikota yang mana mereka telah
  1685. 1:21:58mendapatkan masukan dan suara dari para
  1686. 1:22:02bupati dan kabupaten eh para bupati dan
  1687. 1:22:04walikota. Sementara bupati dan walikota
  1688. 1:22:07itu sendiri sudah terlibat dalam proses
  1689. 1:22:09Musrainbang di daerah masing-masing yang
  1690. 1:22:12mana Musren Bank itu telah melibatkan
  1691. 1:22:15banyak pihak di masyarakat di daerah
  1692. 1:22:18mulai dari desa, kelurahan, kecamatan,
  1693. 1:22:21kabupaten, kota.
  1694. 1:22:23Di situ juga ada unsur-unsur masyarakat,
  1695. 1:22:26ada unsur-unsur akademisi, ada
  1696. 1:22:28unsur-unsur lembaga nonprofit yang bisa
  1697. 1:22:32menyuarakan apa yang ee menjadi konsern
  1698. 1:22:36dari masing-masing pihak. Sehingga
  1699. 1:22:37dengan demikian kami ingin menyampaikan
  1700. 1:22:40bahwa berdasar pengalaman kami mekanisme
  1701. 1:22:44perencanaan pembangunan nasional itu
  1702. 1:22:46meskipun ada rencana yang telah disusun
  1703. 1:22:48oleh pemerintah pusat, tapi tetap dengan
  1704. 1:22:51memperhatikan dan mempertimbangkan apa
  1705. 1:22:53yang menjadi masukan dari ee bottom up
  1706. 1:22:57mulai dari desa, kelurahan, kecamatan,
  1707. 1:23:00dan seterusnya. Kemudian ada pertanyaan
  1708. 1:23:02dari pemerintah juga mengenai ee
  1709. 1:23:05pengalaman kami sebagai ketua tim Pak
  1710. 1:23:07penyusunan Undang-Undang AKPD mengenai
  1711. 1:23:10ee bagaimana
  1712. 1:23:13atau mengapa kebijakan transfer ke
  1713. 1:23:14daerah harus mengacu pada RPJMN dan
  1714. 1:23:17ataupun RKP ataupun prioritas
  1715. 1:23:19pembangunan nasional. Sebagaimana yang
  1716. 1:23:21telah kami sampaikan pada saat itu,
  1717. 1:23:23pembahasannya adalah bahwa kita selalu
  1718. 1:23:26berada dalam bingkai Negara Kesatuan
  1719. 1:23:28Republik Indonesia sehingga tidak
  1720. 1:23:30dimungkinkan bahwa kita beralih kepada
  1721. 1:23:33sistem federalisme atau sistem yang
  1722. 1:23:36lain. Karena kita mengacu pada sistem
  1723. 1:23:38negara kesatuan, maka yang namanya
  1724. 1:23:41perencanaan
  1725. 1:23:43pembangunan, perencanaan penyelenggaraan
  1726. 1:23:45negara harus tetap inline dengan
  1727. 1:23:49perencanaan yang telah disusun oleh
  1728. 1:23:51pemerintah pusat.
  1729. 1:23:53Sementara perencanaan pemerintah pusat
  1730. 1:23:55itu sendiri telah mengambil dan
  1731. 1:23:57mempertimbangkan masukan dari bawah,
  1732. 1:24:00dari daerah maupun dari masyarakat.
  1733. 1:24:02Sehingga dengan demikian supaya jalannya
  1734. 1:24:04pemerintahan itu efisien dan efektif
  1735. 1:24:06untuk mencapai tujuan-tujuan yang ada,
  1736. 1:24:09maka ee kebijakan transfer ke daerah ini
  1737. 1:24:13harus mempertimbangkan ataupun harus
  1738. 1:24:15mengacu pada RPJMN.
  1739. 1:24:18Kemudian pertanyaan dari ee ee pemohon
  1740. 1:24:23mengenai
  1741. 1:24:27kebijakan ee belanja pegawai maksimal
  1742. 1:24:3030%. Apakah ini sudah melalui ee
  1743. 1:24:34penilaian dan penilaian itu sudah
  1744. 1:24:37mempertimbangkan mana daerah yang mampu,
  1745. 1:24:39mana yang tidak.
  1746. 1:24:41Berdasar pengalaman saya pada waktu
  1747. 1:24:43tahun 2021
  1748. 1:24:45menyusun RUU HKPD, menyusun
  1749. 1:24:48Undang-Undang HKPD dan berdiskusi dengan
  1750. 1:24:51parlemen pada saat itu, kami telah
  1751. 1:24:53menyampaikan hasil simulasinya tentunya
  1752. 1:24:56berdasarkan data pada saat undang-undang
  1753. 1:24:59itu disusun, yaitu pada saat tahun 2021.
  1754. 1:25:03Kami telah mensimulasikan bahwa pada
  1755. 1:25:06tahun 2023
  1756. 1:25:09ada daerah yang mampu dan adaah daerah
  1757. 1:25:12yang tidak. Daerah yang tidak mampu
  1758. 1:25:14jumlahnya 174.
  1759. 1:25:16Pada tahun 2024 dengan simulasi dengan
  1760. 1:25:19menggunakan modeling yang ada jumlah
  1761. 1:25:22daerah yang tidak mampu 100 dan
  1762. 1:25:24seterusnya sampai pada tahun 2029
  1763. 1:25:27diperkirakan masih akan ada 13 daerah
  1764. 1:25:31yang belum mampu mencapai
  1765. 1:25:34untuk 30% tadi batasan 30%. Oleh karena
  1766. 1:25:37itulah, maka kemudian di dalam ayat 2
  1767. 1:25:40pada saat itu diputuskan bahwa ini
  1768. 1:25:43memang harus menggunakan transisi tahun,
  1769. 1:25:465 tahun. Kalau 5 tahun asumsinya sampai
  1770. 1:25:492027 masih akan ada 15 daerah yang
  1771. 1:25:52enggak mampu.
  1772. 1:25:54Makanya kemudian muncul lagi ayat 3nya
  1773. 1:25:57bahwa
  1774. 1:25:59Menteri Keuangan
  1775. 1:26:01dapat memberikan relaksasi. Artinya ini
  1776. 1:26:04sudah berjencang. pertama di berikan ee
  1777. 1:26:08transisi 5 tahun. Kalau masih tetap ada
  1778. 1:26:10yang belum mampu bisa dilakukan
  1779. 1:26:12relaksasi telah mempertimbangkan setelah
  1780. 1:26:14berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri
  1781. 1:26:16dan Menteri ee Menpan. Nah, meskipun
  1782. 1:26:20saat ini memang kondisinya berbeda, itu
  1783. 1:26:22adalah kondisi simulasi pada tahun 2022.
  1784. 1:26:25pada saat ini ee datanya menunjukkan
  1785. 1:26:28bahwa mungkin memang bukan mungkin bahwa
  1786. 1:26:30memang jumlah daerah yang tidak mampu
  1787. 1:26:34mencapai angka 30% itu lebih besar dari
  1788. 1:26:36yang kita perkirakan karena ada
  1789. 1:26:39perubahan kondisi-kondisi tertentu. Nah,
  1790. 1:26:41dalam hal ini alat untuk memberikan
  1791. 1:26:43relaksasi itu sudah ada. Sehingga
  1792. 1:26:46sekarang tinggal kita menunggu kebijakan
  1793. 1:26:48pemerintah dalam hal ini Menteri
  1794. 1:26:49Keuangan untuk bagaimana caranya atau
  1795. 1:26:52bagaimana mekanismenya untuk memberikan
  1796. 1:26:54relaksasi tersebut yang sebenarnya sudah
  1797. 1:26:57mulai dirancang.
  1798. 1:26:59Kemudian pertanyaan berikutnya dari ee
  1799. 1:27:02yang mulia hakim ee Profesor Guntur
  1800. 1:27:06mengenai pengalaman kami terkait kalau
  1801. 1:27:09ada krisis pendanaan di daerah, terutama
  1802. 1:27:13krisis pendanaan untuk membayar gaji dan
  1803. 1:27:15lain sebagainya. Apa yang ee akan
  1804. 1:27:18dilakukan atau apa yang telah dilakukan
  1805. 1:27:21oleh pemerintah selama ini?
  1806. 1:27:23Yang mulia, bahwa
  1807. 1:27:26krisis sebelum saya menyampaikan tentang
  1808. 1:27:29krisis di dalam regulasi yang ada di
  1809. 1:27:32dalam alokasi dana alokasi umum di dalam
  1810. 1:27:36Undang-Undang HKPD maupun undang-undang
  1811. 1:27:38sebelumnya sudah memperhitungkan
  1812. 1:27:40sebenarnya bahkan menjadi
  1813. 1:27:43ee alokasi yang sifatnya ee tidak turun
  1814. 1:27:48naik tapi sudah kayak pagu dasar atau
  1815. 1:27:52alokasi dasar. besar namanya adalah gaji
  1816. 1:27:55pegawai. Sehingga kita sudah
  1817. 1:27:56memperhitungkan sebenarnya di dalam DA
  1818. 1:27:58itu berapa gaji pegawai untuk daerah.
  1819. 1:28:01Gaji pegawainya sekian. Berarti itulah
  1820. 1:28:04alokasi dasarnya untuk ee satu daerah
  1821. 1:28:08tertentu. Baru kemudian ada
  1822. 1:28:10formula-formula, variabel-variabel lain
  1823. 1:28:12yang mempengaruhinya. pun demikian
  1824. 1:28:15meskipun itu sudah diperhitungkan di
  1825. 1:28:16dalam DAU kalau terjadi krisis karena
  1826. 1:28:19suatu hal-hal tertentu misalnya
  1827. 1:28:23ada terjadi bencana kemarin di Sumatera
  1828. 1:28:26ee Aceh ee Sumatera Utara dan Sumatera
  1829. 1:28:31Barat. Maka kemudian apakah pemerintah
  1830. 1:28:34tidak menambahkan dana itu dilakukan
  1831. 1:28:37penambahan dananya. Penambahan dananya
  1832. 1:28:40dilakukan karena ada mekanismenya juga
  1833. 1:28:42bagaimana menambahkan dana itu kepada ee
  1834. 1:28:45pemerintah daerah.
  1835. 1:28:47Sekali lagi kalau benar-benar krisisnya
  1836. 1:28:49terkait tidak bisa membayar gaji,
  1837. 1:28:52sebenarnya sudah diperhitungkan pasti
  1838. 1:28:54akan bisa membayar gaji. Namun demikian,
  1839. 1:28:57kalau kemudian krisisnya tidak bisa
  1840. 1:28:59membayar gaji ini karena didorong oleh
  1841. 1:29:02keadaan krisis yang lain, maka yang
  1842. 1:29:04diatasi adalah krisis yang lain seperti
  1843. 1:29:06yang dilakukan di Sumatera tadi. Jadi
  1844. 1:29:08demikian ee Yang Mulia beberapa ee
  1845. 1:29:11tanggapan kami terkait pertanyaan yang
  1846. 1:29:14disampaikan kepada kami selaku saksi.
  1847. 1:29:16Demikian terima kasih.
  1848. 1:29:18Baik, masih ada satu pertanyaan dari Pak
  1849. 1:29:21Danil untuk ahli. Silakan, Pak Danil.
  1850. 1:29:23Baik, terima kasih Yang Mulia Ketua.
  1851. 1:29:26Ini karena sidang terakhir
  1852. 1:29:28tadi
  1853. 1:29:30substansi terkait dengan meaningful
  1854. 1:29:32participation dari ahli ya Pak Mahfud.
  1855. 1:29:36Ini fokusnya untuk Pak Mahfud. Tapi
  1856. 1:29:38kalau saksi bisa memberi masukan juga
  1857. 1:29:42silakan. Itu batas partisipasi minimful
  1858. 1:29:47partisipasi dari masyarakat itu tadi kan
  1859. 1:29:50dikatakan itu kan
  1860. 1:29:53tidak approval ya karena itu kan
  1861. 1:29:55kewenangan konstitusional DPR.
  1862. 1:29:59Nah, itu tingkatnya maksimal sampai pada
  1863. 1:30:02tingkatan apa yang kedua? selama ini kan
  1864. 1:30:06kalau ini walaupun undang-undangnya
  1865. 1:30:08tidak terkait dengan APBN ya,
  1866. 1:30:11tapi kalau dalam kaitan dengan APBNP
  1867. 1:30:15ya saya tidak tahu apakah itu masih ada
  1868. 1:30:18atau menggunakan nomenklatur Bun
  1869. 1:30:20sekarang. Nah, apakah itu juga
  1870. 1:30:23melibatkan partisipasi masyarakat? Tidak
  1871. 1:30:26kan itu dalam bentuk kepres ya kalau
  1872. 1:30:28tidak salah APBNP itu. Nah, di batas
  1873. 1:30:31mana Pak Mahfud terkait dengan minim
  1874. 1:30:34participation? Terima kasih.
  1875. 1:30:37Silakan langsung dijawab Ali.
  1876. 1:30:44Terima kasih atas pertanyaan Yang Mulia
  1877. 1:30:48ee Bapak Daniel Yus
  1878. 1:30:51Yus.
  1879. 1:30:52Yusmik.
  1880. 1:30:53Iya, mohon maaf.
  1881. 1:30:57B F eh minim meaningful participation
  1882. 1:31:02itu adalah suatu keharusan ya itu bagian
  1883. 1:31:05daripada kefenan dan sebagainya.
  1884. 1:31:08Itu adalah kelemahan daripada berbagai
  1885. 1:31:11negara di ee di dunia termasuk
  1886. 1:31:15Indonesia. Saya berikan contoh adalah
  1887. 1:31:17tingkat governance
  1888. 1:31:19ee saya perbandingkan ya 10 negara.
  1889. 1:31:25Indonesia, Singapura, Malaysia,
  1890. 1:31:29Vietnam,
  1891. 1:31:31Thailand, Filipin,
  1892. 1:31:33Cina,
  1893. 1:31:35Korea Selatan, Hongkong dan Jepang
  1894. 1:31:40itu bisa banyak negara lain ya. itu yang
  1895. 1:31:44governance tadi. Salah satu di dalam ada
  1896. 1:31:46participation.
  1897. 1:31:48Nah,
  1898. 1:31:50skalanya 0 sampai 100.
  1899. 1:31:53Nah, Indonesia di mana posisinya?
  1900. 1:31:58Hongkong Singapura itu nilainya skalanya
  1901. 1:32:0295 di atasnya. Nomor satu Singapura,
  1902. 1:32:05nomor du Hongkong. Jepang di bawahnya
  1903. 1:32:07sedikit. singkat cerita Malaysia itu
  1904. 1:32:11lebih tinggi dari Indonesia, tapi
  1905. 1:32:14Indonesia lebih bagus dari Filipin.
  1906. 1:32:17Kemudian juga
  1907. 1:32:19kurang lebih sedikit di bawah China.
  1908. 1:32:22Nah, nilainya kurang lebih 60 sekian.
  1909. 1:32:27Apa artinya?
  1910. 1:32:29Kita bisa mengatakan Indonesia masih
  1911. 1:32:31posisinya itu ya kalau anak sekolah itu
  1912. 1:32:35C.
  1913. 1:32:36Tapi kalau apa kalau
  1914. 1:32:40apa kita perbandingan dengan China dan
  1915. 1:32:42sebagainya, jadi Indonesia itu memang
  1916. 1:32:46perlu ada perbaikan-perbaikan di dalam
  1917. 1:32:48kaban yang salah satunya minimum
  1918. 1:32:51meaningful participation
  1919. 1:32:53apalagi ya ee proses daripada
  1920. 1:32:56penganggaran dan sebagainya. Nah, ini
  1921. 1:32:58memang harus kita akui tapi itu letaknya
  1922. 1:33:01adalah perintah undang-undangnya sudah
  1923. 1:33:03jelas ada ya ee tata kelola harus baik
  1924. 1:33:08malah terakhir itu harus kom
  1925. 1:33:11ISG,
  1926. 1:33:14environment,
  1927. 1:33:16social governance
  1928. 1:33:18itu ee lebih jauh lagi. Nah, selama ini
  1929. 1:33:22ya berbagai isu ya khususnya di bidang
  1930. 1:33:24pertambangan itu masih ada
  1931. 1:33:26kelemahan-kelemahan di sana sini.
  1932. 1:33:28itu saya setuju. Jadi prinsip-prinsip
  1933. 1:33:32min meaningful participation bagian
  1934. 1:33:34daripada demokrasi ini harus kita
  1935. 1:33:37kembangkan tapi tidak berarti
  1936. 1:33:40undang-undangnya diubah dan
  1937. 1:33:41undang-undang bayangnya sudah betul. Ini
  1938. 1:33:44ber implementation. Jadi ada dua policy
  1939. 1:33:47and implementation. Polinya sudah benar
  1940. 1:33:49implementation yang belum. Nah, ini yang
  1941. 1:33:52kita perbaiki. Jadi, kami setuju
  1942. 1:33:55meaningful meaningful participation ini
  1943. 1:33:58harus kita kembangkan terutama pada
  1944. 1:34:00proses penganggaran baik daerah maupun
  1945. 1:34:02pusat. Demikian pendapat saya.
  1946. 1:34:04Baik, terima kasih untuk ahli.
  1947. 1:34:09Hari ini ada sidang terakhir untuk
  1948. 1:34:10permohonan ini. Oleh karena itu untuk
  1949. 1:34:15pemohon kemudian DPR dan Presiden jika
  1950. 1:34:18akan mengajukan kesimpulan.
  1951. 1:34:21diberi kesempatan hingga
  1952. 1:34:25hari Jumat, 14 Agustus 2026,
  1953. 1:34:307 hari kerja sejak sidang terakhir hari
  1954. 1:34:32ini.
  1955. 1:34:35Sebelum ditutup ee dari Presiden
  1956. 1:34:37mengajukan bukti
  1957. 1:34:40PK1 sampai dengan PK9. Betul ya?
  1958. 1:34:44Betul Yang Mulia.
  1959. 1:34:45Sudah diverifikasi dan kami sahkan.
  1960. 1:34:49Baik, terima kasih untuk ahli Pak Mahput
  1961. 1:34:52Siddiq dan Pak Putut.
  1962. 1:34:55Yang Mulia
  1963. 1:34:57ee kami pemohon meminta ee keterangan
  1964. 1:35:00dari Presiden dan DPR apakah di
  1965. 1:35:03sudah mengajukan belum?
  1966. 1:35:04Belum.
  1967. 1:35:06Ini sudah mau kesimpulan baru
  1968. 1:35:07mengajukan.
  1969. 1:35:08Iya. Kami kem
  1970. 1:35:09nanti di Iya. Nanti bisa diberikan.
  1971. 1:35:13Baik untuk keterangan Presiden dan DPR
  1972. 1:35:16ya.
  1973. 1:35:17Kalau keterangan ahli dan saksi tidak
  1974. 1:35:19bisa diberikan karena itu bagian dari
  1975. 1:35:21bukti.
  1976. 1:35:22Baik untuk Bapak Maput
  1977. 1:35:26Sidik dan Bapak Putut Hari Satiaka
  1978. 1:35:29terima kasih untuk
  1979. 1:35:30keterangan-keterangannya. Mudah-mudahan
  1980. 1:35:32bisa menjadi pertimbangan majelis dalam
  1981. 1:35:36memutus permohonan ini.
  1982. 1:35:39Dan terima kasih untuk semuanya atas
  1983. 1:35:40sidang selama ini untuk permohonan
  1984. 1:35:45ini. Sidang selesai dan ditutup.
  1985. 1:35:49Hadirin dimohon berdiri. Yang mulia
  1986. 1:35:51Majelis Hakim Konstitusi meninggalkan
  1987. 1:35:54ruang persidangan.
  1988. 1:36:08Hadirin disilakan duduk kembali. Hadirin
  1989. 1:36:11yang kami hormati, demikianlah
  1990. 1:36:13persidangan hari Kamis tanggal 6 Agustus
  1991. 1:36:162026 untuk perkara nomor 171/
  1992. 1:36:20PUU GAR datar 24 Romawi G/2026
  1993. 1:36:24telah selesai. Sidang berikutnya akan
  1994. 1:36:26dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB untuk
  1995. 1:36:30perkara nomor 262/
  1996. 1:36:33PU/AR 24 Romawi G/2026.
  1997. 1:36:36Terima kasih. Selamat siang.

About this transcript

This page contains the full transcript of FULL SIDANG MK TERBARU Tentang Pemotongan Dana Daerah dari Pusat Demi Efisiensi Anggaran by Guru Pandai 21, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 9,479 words across 1,997 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.