Dua Cara Allah Mengangkat Derajat Hidup Anda | Ust Adi Hidayat — Transcript
Full transcript
- 0:02Jadi kalau ingin diangkat derajatnya
- 0:03oleh Allah ada dua pilihan. Satu
- 0:06meningkatkan iman. Bagaimana caranya?
- 0:09Kerjakan amal saleh. Karena itu kalimat
- 0:11iman dengan amal saleh disandingkan
- 0:13dalam Al-Qur'an. Quran surah ke-103. Wal
- 0:16asr. Innalsana lafi khusr illalladzina
- 0:22amanu wa amilus shihat. iman, amal
- 0:25saleh. Jadi kalau Anda ingin diangkat
- 0:27derajatnya oleh Allah, maka tiap hari
- 0:29coba kuatkan iman kita dengan
- 0:31mengerjakan amal saleh. Bagaimana
- 0:33caranya, Ustaz? Lihat rinciannya di
- 0:35Al-Qur'an. Setiap menemukan kalimat
- 0:36iman, setelahnya pasti amal saleh. Pasti
- 0:39itu kalimat iman pertama Albaqarah ayat
- 0:42ketig. Alladzina yminuna bil ghaib wa
- 0:46yuqimunas. Setelah iman ada salat. J
- 0:49kalau iman kita ingin dikuatkan oleh
- 0:51Allah, maka salatnya jaga.
- 0:54Karena itu kalimat penanda iman itu
- 0:57ketika kita mendengar suara azan saja
- 0:59panggilan salat belum salatnya. Ya awas
- 1:02cek ya. Ketika kita mendengar suara azan
- 1:04saja belum salatnya itu iman kita akan
- 1:07terpancar di jiwa. J kata Al-Qur'an ya
- 1:10kalau bahasa kitanya kalau ingin
- 1:11mengecek iman kita masih ada atau tidak
- 1:13ketika mendengar suara azan
- 1:15dikumandangkan kalimat Allahu Akbar
- 1:17kalau dikumandangkan ada getaran enggak
- 1:18di hati? Kalau masih ada itu tandanya
- 1:21iman kita masih terbersit dalam jiwa.
- 1:23masih ada. Tinggal iman itu kemudian
- 1:26diwujudkan dalam bentuk amalan. Itu
- 1:28dalilnya Quran surah ke-8 ayat ke-2.
- 1:31Innamal mminun
- 1:45lihatnya. Inalminun orang beriman itu
- 1:49ciri utamanya pakai adatul inama.
- 1:53pembatas J yang punya iman itu dibatasi
- 1:56dengan ini nih. Jadi kalau tidak ada
- 1:59sifat ini dalam diri kita, patut
- 2:00dipertanyakan imannya masih ada enggak?
- 2:03Ah, hati-hati. Awas hati-hati. J kalau
- 2:05sifat ini tidak ada, ini yang paling
- 2:07rendah, yang paling minim. J kalau yang
- 2:11ini pun tidak ditemukan, patut ditanya
- 2:13kalau tidak maksiat yang paling dalam
- 2:15sehingga menutup cahaya imannya. Atau
- 2:17yang kedua dia sudah mulai jauh dan
- 2:19sangat jauh dari Allah Subhanahu wa
- 2:20taala. Apa ciri pertamanya?
- 2:25Jika disebutkan nama Allah ada getaran
- 2:27dalam jiwanya.
- 2:29Dan lima kali diuji oleh Allah supaya
- 2:31dari subuh sampai dengan isya kita bisa
- 2:33ngecek imannya masih ada enggak. Baru
- 2:36bangun tidur dipanggil untuk menemukan
- 2:38iman kita masih ada enggak. Allahu
- 2:40Akbar. Allahu Akbar.
- 2:42Nyampai ke kita di hati kita ada getaran
- 2:44sudah azan cepat siap-siap.
- 2:48Ah kalau ada masih ada suara itu iman
- 2:50tuh masih ada.
- 2:52Nah, jaga itu cepat respon cara
- 2:54menjaganya, cepat tunaikan salatnya.
- 2:56Jangan banyak dikomentari lagi. Pah,
- 2:59sudah azan. Iya, Mah. Tapi belum qat.
- 3:03Ah, nanti imannya tidak naik tuh. Kalau
- 3:05kita mau naikkan, cepat respon itu
- 3:08kejar. Karena itu tingkat terendah ini
- 3:11kalau sudah tidak ada apalagi
- 3:12meninggalkan itu, itu yang bermasalah.
- 3:15Di hadis Abu Daud nomor hadis 857
- 3:18itu bahkan disebutkan sifat setan yang
- 3:20paling pertama. itu kalau dengar suara
- 3:22azan dia lari terbirit-birit
- 3:25uzinaaiun.
- 3:29Kalau azan dikumandangkan maka setan
- 3:31akan lari. Lari sambil terbirit-birit.
- 3:34Kalau bahasa letterleknya lari sambil
- 3:36terkentut-kentut.
- 3:38Yaat tu kentut. Maksudnya apa? Saking
- 3:40bencinya dengan suara azan, kalau azan
- 3:42ada baunya pun dia enggak mau cium.
- 3:45Setan lari. Ah, jadi ada kalau ada yang
- 3:49enggak senang dengan suara azan, itu
- 3:51patut ditanya.
- 3:53Saya gak teruskan ya. Tapi kalau
- 3:55diteruskan jadi tersangka saya ini.
- 4:00Paham ya?
- 4:01Ah, jadi coba coba cek lagi, cek lagi,
- 4:03cek lagi. Kuatkan kuatkan kuatkan
- 4:05kuatkan amal saleh ya. Tambah infaq.
- 4:09Wimma razqnahum yunfiqun. Alquran
- 4:13walladina yminuna bima unzilaik. apa
- 4:16yang diturunkan padamu Muhammad
- 4:18sallallahu alaihi wasallam Al-Qur'an. Ah
- 4:20jadi kalau Bapak Ibu ingin meningkatkan
- 4:22iman tiap hari bikin kurikulum amal
- 4:23saleh
- 4:25ya buat kurikulumnya kan ini sederhana
- 4:27sebetulnya. Ayo salat keluarkan semua
- 4:30jenis salat fardunya, sunahnya
- 4:32keluarkan. Bikin bikin sebuah gambaran
- 4:36kurikulum. Deretkan table-nya. Ini loh
- 4:39sunah yang malam hari. Ini sunah yang
- 4:41pagi hari. Sunah yang siang hari.
- 4:42Teruskan. Tambahkan salatnya dari A
- 4:45sampai Z-nya. Nanti kalau tidak percaya,
- 4:47setelah Anda istikamah dengan itu akan
- 4:50terjadi perubahan pada diri kita. Akan
- 4:52terasa hubungan kedekatan dengan Allah.
- 4:53Enak gitu. Terus ketenangan pada jiwanya
- 4:57itu teresap. Makanya di ujung ayatnya
- 4:59itu langsung ditutup dengan kalimat wa
- 5:00ala rabbihim yatawakalun. Orang-orang
- 5:03ini akan semakin dekat hubungannya
- 5:04dengan Allah. Tawakalnya tinggi sekali.
- 5:07Kalau sudah tawakal dunia enggak akan
- 5:08ngaruh. Enggak akan ngaruh.
- 5:11Kemudian persoalan yang besar akan
- 5:13mengecil karena sifat kepercayaannya
- 5:15pada Allah itu tinggi. Ada masalah besar
- 5:19ini kan Allah sudah tetapkan. Enggak
- 5:20mungkin saya diuji kalau saya enggak
- 5:22sanggup. La yukfullahu nafsan illa wusa.
- 5:24Beres. Masalah kecil enggak akan terasa.
- 5:28Inri yusra. Yang sulit aja ada solusinya
- 5:31apalagi yang kecil pasti hilang.
- 5:34Jadi sebetulnya saat Allah minta kita
- 5:36ibadah itu ingin memudahkan hidup kita,
- 5:40membuat kita lebih tenang.
- 5:42Makanya saat kita diminta zikir,
- 5:43zikrullah kepada Allah, zikir itu
- 5:46puncaknya, gambaran paling pentingnya
- 5:48kata Allah supaya hatimu tenang. Quran
- 5:50surah 13 ayat ke-28. Ala bikrillahi
- 5:54tatmainnul.
- 5:56Yakinkan pada jiwamu. Kata Allah ala.
- 5:58Ala itu harful ikhbar wat taukid. Huruf
- 6:02untuk menyampaikan informasi dan
- 6:04meyakinkan.
- 6:05Ya, kata Allah, "Yakinkan pada jiwamu.
- 6:08Zikir itu manfaatnya kalau benar hatimu
- 6:10tenang." Dan ketenangan itu sesuatu hal
- 6:13yang penting.
- 6:14Kaya tapi gelisah atau miskin tapi
- 6:17tenang. Pilih mana? Enggak ada pilihan
- 6:19ketiga. Enggak usah maksa.
- 6:23Penting kan tenang itu. Tenang itu
- 6:26solusi.
- 6:28Tenang itu kedamaian. Tenang itu
- 6:30ketentraman. Kata Allah, "Saya minta
- 6:32kamu zikir supaya tenang." Dan ternyata
- 6:35zikir itu ketika digali lagi di
- 6:36Al-Qur'an ya amal saleh itu salat itu
- 6:40zikir. Buka Quran surah ke-20 ayat
- 6:41ke-14. Innani anallahu la ilaha illa ana
- 6:45fa'budni wa aqimataikri.
- 6:48Saya itu Allah. Enggak ada Tuhan yang
- 6:50layak disembah kecuali saya. Kata Allah.
- 6:52Sembah saya. Bagaimana caranya ya Allah?
- 6:54Tunaikan salat dengan benar. Ikri
- 6:56sebagai zikir kepadaku. Anda baca
- 6:58Al-Qur'an amal saleh zikir. Quran surah
- 7:0115 ayat 9. Inna nahnu nazzalnadzikra
- 7:06wa inna lahufidun.
- 7:08Kami turunkan Al-Qur'an sebagai zikir.
- 7:10Jadi kalau kita sedang baca Al-Qur'an
- 7:11sedang zikir. Fungsi zikir untuk
- 7:14ketenangan. Makanya ketika Anda baca
- 7:16Quran lebih tenang hati Anda. Coba deh
- 7:18ibu kalau sedang punya masalah dengan
- 7:20suami ada masalah dengan anak ada
- 7:22masalah daripada ibu mengeluh dan bikin
- 7:25status enggak selesai masalah.
- 7:29Ternyata dia tidak seperti aku kira.
- 7:31[tertawa]
- 7:33Terus tungguin komen sampai magrib.
- 7:35Capek mendingan puasa.
- 7:39Ambil wudu, buka mushaf ngadap kiblat
- 7:43baca tenang.
- 7:45Walaupun solusi belum datang, tapi
- 7:46ketenangan itu tiba.
- 7:49Menghafal Quran zikir. Ya, Quran surah
- 7:51ke-54 ayat 17, ayat 22, ayat 32, ayat
- 7:55ke-40.
- 7:58Quran
- 8:01kami sudah mudahkan Al-Qur'an untuk
- 8:03diingat, dihafalkan sebagai zikir.
- 8:05Makanya penghafal Quran ketika
- 8:07mengulang-ulang surah hafalan itu, itu
- 8:09sedang zikir. Zikir, zikir, zikir. Dan
- 8:13dilatih kita menghafal dari yang
- 8:15pendek-pendek. Mau tidur kan baca
- 8:16Muawadat falat, al-Ikhlas, alfalaq,
- 8:19annas itu zikir. Berdoa itu zikir.
- 8:22Makanya saat berdoa kan lebih tenang
- 8:24kan. Besok ada proyek tender, kita
- 8:26berdoa dulu. Walaupun tendernya belum
- 8:28ada, hati jadi tenang. Siang nanti mau
- 8:31ujian, sebelum ujian doa dulu. Ujiannya
- 8:33belum ada, tapi ketenangan itu datang.
- 8:35Makanya doa di Al-Qur'an disebut zikir.
- 8:38Quran surah ke-7 ayat 205.
- 8:45Ayo berdoa kata Allah. Zikir sebut minta
- 8:48padaku. Dalam jiwamu mohon dengan penuh
- 8:51kekhusyuan minta. Tuh kalimat thayibah
- 8:55dilatih paska salat. Subhanallah
- 8:57alhamdulillah Allahu Akbar. Hadis Muslim
- 8:59nomor hadis 571. Zikir buka Quran surah
- 9:02ke-4 ayat 103. Faqumullah.
- 9:08Maka jika kamu telah tuntas mengerjakan
- 9:09salat zikir kepada Allah. Benar. Nah.
- 9:12Semua zikir ini bentuknya amal saleh.
- 9:15Amal saleh aktualisasi iman. Iman kalau
- 9:18ingin dikuatkan, kerjakan amal saleh.
- 9:20Kalau itu sudah ada, dampaknya ke hati
- 9:22tenang. Ini saat kita diminta beramal
- 9:24saleh itu bukan Allah ingin memberikan
- 9:26beban ke kita. Kita yang ingin
- 9:28diringankan.
- 9:29J kalau cara pandang kita kepada amal
- 9:31saleh itu begitu ringan ibadahnya.
- 9:33Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- 9:36Alhamdulillah hari ini sekarang tiba.
- 9:38Saatnya Allah akan meringankan babaanku.
- 9:42Tapi kalau dilihat sebagai kewajiban
- 9:43yang ada bebannya, capek. Allahu Akbar.
- 9:46Allahu Akbar. Ya Allah. Baru aja zuhur
- 9:50dasar lagi.
- 9:52Baru zuhur gak asar lagi. Emang dia
- 9:54zuhurnya sudah terlambat? Jam .15 baru
- 9:57zuhur. 3.19 sudah asar. Ya dia yang
- 10:00salah.
- 10:03Padahal kan Allah ingin upgrade iman.
- 10:04Dia ingin tenangkan hatinya. Tapi dia
- 10:06sendiri membuat dirinya susah. Coba
- 10:08tanyakan pada manusia. Manusia itu
- 10:10banyak yang aneh sekarang. Banyak yang
- 10:12aneh. Pengin mudah enggak hidup? Pengin.
- 10:14Pengin gampang enggak? Pengin. Pengin
- 10:16rezeki mudah enggak? Pengin. Tapi ketika
- 10:18dikasih jadi enggak pengin.
- 10:21Salat jadi malas.
- 10:24Kamu zakat ya saya tambah 10 kali lipat
- 10:26enggak dikerjain. Kamu infak ya saya
- 10:29berikan 700 kali lipat. Enggak
- 10:30diberikan.
- 10:32Eh giliran dunia yang enggak nyata
- 10:34diikutin.
- 10:36Riba online diikutin. Minjam minjam
- 10:38minjam minjam. Pinjol tuh pinjaman
- 10:40online. Begitu dipinjam benjol.
- 10:43Hah? Itu yang repot. Ayo balik lagi.
- 10:46Balik lagi. Alimanu yazidu waantaqis.
- 10:48Kitab Sahih Albukhari. Kitabul iman.
- 10:50Iman itu naik dan turun. Awas. Yazidu
- 10:53bita thaah. Akan naik dengan mengerjakan
- 10:54ketaatan amal salehtaqis bil maksih. Nah
- 10:57untuk menentukan amal saleh yang benar
- 10:59kita butuh ilmu. Karena itu orang yang
- 11:01menuntut pengetahuan Allah akan angkat
- 11:03pula derajatnya. Walladina ilma darajat.
- 11:05Tapi tidak semua yang orang belajar itu
- 11:07bisa mengangkat imannya. Ada sebagian
- 11:09orang belajar justru meruntuhkan
- 11:11imannya. Ada orang-orang belajar ketika
- 11:14belajar dengan pelajaran yang salah
- 11:17kemudian dia melakukan tindakan-tindakan
- 11:18yang justru mencederai imannya. Itu
- 11:21kejadian tuh. Bahkan ada orang-orang
- 11:23selepas Nabi wafat sallallahu alaihi
- 11:25wasallam tiba-tiba mohon maaf saking
- 11:27salah belajarnya jadi ngaku Nabi.
- 11:30Musailamah Alkadzab. Banyakan salah
- 11:32belajar jadi konslet.
- 11:34Banyak yang keliru dan celakanya
- 11:36sekarang banyak muncul lagi. Itu dia.
- 11:39Kalau Anda baca misalnya dalam
- 11:41hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi
- 11:43wasallam di Albukhari nomor hadis 4406.
- 11:47Hadisnya riwayat Abu Bakrah ya
- 11:49radhiallahu taala anhu di hadis Muslim
- 11:51nomor hadis 1679
- 11:53ya.
- 11:55Nabi alaihi wasallam
- 11:57Rasulullah alaihi wasallam inqahul
- 12:12muharamun
- 12:14ma jum
- 12:21sungguh waktu itu akan Allah putarkan
- 12:24putarkan terus seperti itu. Jadi
- 12:26maksudnya begini, ini ada dua pemahaman
- 12:28ya. Kalau kita ambil istadar dari kata
- 12:31daratan
- 12:33itu artinya kita akan terus diberikan
- 12:35kesempatan dalam sehari waktunya yang
- 12:37sama 24 jam, 24 jam, 24 jam. Kata Allah,
- 12:41tiap hari akan saya ulang kesempatan
- 12:43segitu aja terus berputar. Cuman bedanya
- 12:46amal saleh Anda, aktivitas kita, apakah
- 12:50waktu yang saya berikan diisi amal saleh
- 12:52atau amal saleh.
- 12:55Coba apa bedanya sekarang dengan
- 12:56kemarin? Dari segi waktu tidak ada. Dia
- 12:59mengulang begitu aja. Makanya coba lihat
- 13:01jam enggak ada yang berubah. Silakan cek
- 13:03atasnya tetap 12, bawahnya 6, kanannya
- 13:07itu tiga, kirinya 9. 1 2 3 terus sampai
- 13:10dengan ke-12 muter gitu aja
- 13:13enggak pernah nambah. Coba lihat
- 13:14bilangan jam itu ya. Pernah enggak ada
- 13:16yang berubah angkanya? Enggak ada kan?
- 13:19Itu jarum jam putar-putar gitu aja tiap
- 13:21hari. Muter lagi, muter lagi, muter
- 13:22lagi. Itu bukti paling nyata dari hadis
- 13:24Nabi sallallahu alaihi wasallam. Apa
- 13:26yang membedakan perjalanan waktu itu?
- 13:28Amaliah kita, aktivitas kita.
- 13:32Makanya Allah berikan konsep kehidupan.
- 13:34Faidza faragta fansob waila
- 13:38farab. Ayo rencanakan kegiatan kita.
- 13:40Kalau yang kemarin ada yang salah, maka
- 13:42tutup sekarang dengan yang saleh. Kan
- 13:44itu rumusnya. Katanya belajar al-arbain
- 13:47tapi hadisnya enggak dipraktikkan. Coba
- 13:49lihat hadis ke-18.
- 13:51Masih ingat enggak? An Muad ibn Jabalin
- 13:53radhiallahu taala anhu wa jundub bin
- 13:55Junad radhiallahu taala anhu q
- 13:58Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- 14:00itqah.
- 14:05Tingkatkan takwamu di mana pun kau
- 14:07berada dan tutupi yang jelek-jelek itu
- 14:08dengan kebaikan.
- 14:10J. Kalau ada yang jelek yang kemarin,
- 14:12tutup dengan yang baik yang sekarang.
- 14:13Bukan dipertahankan kejelekannya.
- 14:16Nah, jeleknya dibagi dua dalam kaidah
- 14:18fikih. Jelek yang pertama jelek yang
- 14:21tidak meningkat kuantitas ibadahnya.
- 14:23Kalau sadar kemarin enggak jemaah, maka
- 14:25sekarang berjamaah. Antum dikasih lima
- 14:28kesempatan salat kemarin, sekarang
- 14:30diberi lagi. Kemarin tiga enggak
- 14:32berjamaah, sekarang lima kali jemah
- 14:34semua. J. Kalau kemarin dikasih
- 14:36kesempatan enggak jemah, sekarang
- 14:38dikasih hidup lagi enggak jemah juga
- 14:39butuh berapa lama lagi untuk hidup?
- 14:42Kemarin enggak baca Quran ya sekarang
- 14:44baca. Masa kemarin enggak baca sekarang
- 14:46enggak baca juga. Yang paling aneh, maaf
- 14:49ya, anak 4 tahun mata buta hafam Quran,
- 14:52khatam dan hafal. Antum dikasih 40 tahun
- 14:55mata sehat, fisik kuat, kelengkapan
- 14:58semua ada. Masih belum bisa baca juga.
- 15:00Butuh berapa tahun lagi?
- 15:03Coba dipikir lagi.
- 15:06Katanya mau wafat, katanya mau
- 15:08meninggal, yakin akan pulang, tapi bekal
- 15:11enggak pernah dikumpulkan. Apa enggak
- 15:12malu pulang menghadap Allah? Coba
- 15:15pikirkan lagi gitu. Mau cari dunia
- 15:17sebanyak apa? Saya kasih tahu ya. Kalau
- 15:19bukan dunia yang tinggalkan antum
- 15:21duluan, antum yang meninggalkan dunia
- 15:22duluan. Pulang antum. Enggak usah
- 15:26jauh-jauh lah. Kemarin Allah kasih
- 15:28sedikit aja gempa 7,4 sekali lter itu.
- 15:30Dan kita berdoa semoga Allah ringankan
- 15:32beban saudara-saudari kita. Insyaallah
- 15:34ya. Insyaallah dimudahkan. Insyaallah
- 15:35kita sinergikan untuk bantu
- 15:36saudara-saudari kita. Cuma ada fenomena
- 15:38yang sangat menarik. Begitu gempanya
- 15:40terjadi semua orang keluar dari rumah
- 15:42dari gedungnya. Baru 7,4 Anda sudah lupa
- 15:46dengan semua yang Anda kumpulkan. Anda
- 15:48kerjakan siang malam tuh berangkat
- 15:49kadang gelap sebelum subuh.
- 15:51Pulang-pulang tengah malam, uang
- 15:52dikumpulkan, bangun rumah tinggi-tinggi,
- 15:54begitu dikasih gempa ditinggalin.
- 15:57Coba lihat
- 15:59keluar enggak takut padahal itu yang dia
- 16:01bangun dan dia kumpulkan setiap
- 16:02rupiahnya.
- 16:04Yang paling dahsyat, begitu diterima
- 16:06kerja, loncat-loncat traktir teman,
- 16:08selfie depan kantor, ceklik.
- 16:10Tempat kerja lantai 40, gempa rusuh,
- 16:13ditinggalin keluar. Dan enggak sempat
- 16:15selfie lagi. Enggak sempat selfie lagi.
- 16:18Ah, lupa dengan handphone, lupa dengan
- 16:19kawan masing-masing menyelamatkan diri.
- 16:21Itu baru 7,4 skal richter. Bagaimana
- 16:23dengan yang 74 skalter?
- 16:27H
- 16:28lupa semua.
- 16:34Kalau bisa ya Allah saya lupa semuanya.
- 16:36Kalau bisa tukar ya Allah dengan
- 16:38semuanya. Kalau per semua manusia di
- 16:39muka bumi tukar untuk selamatkan saya.
- 16:41Sudah enggak peduli dengan Anda. Oke,
- 16:43siap-siap. Akan ada waktunya tiba kita
- 16:45untuk pulang. Ayo belajar. Belajar. Kita
- 16:48kumpul di sini untuk belajar. Kenapa
- 16:50banyak orang juga yang belajar kemudian
- 16:51jadi salah? Karena dia tidak memulai
- 16:53pelajaran dengan benar. Untuk itulah
- 16:55dituliskan oleh para ulama kitab-kitab
- 16:57yang mengantarkan kita belajar dengan
- 16:59benar dari sejak masa lalu sampai
- 17:01kekinian. Imam albukhari menulis kitab
- 17:04Adabul Mufrad. Imam an-Nawawi menulis
- 17:06attibjan fi adab hawatil Quran. Syekh
- 17:08Muhammad Hasyim bin Asy'ari menulis
- 17:10kitab Adabul Alim Wal Muta'allim. Dan
- 17:13kita telah sampai sekarang di halaman
- 17:14yang ke-13-nya. Insyaallah
- 17:17baru kita mulai materi kita tadi
- 17:19mukadimah.
- 17:22Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Supaya
- 17:24kita semangat kita kembalikan kepada
- 17:27awal bahasan kita. Fi fadlil alim wal
- 17:30ulama wafadli taklimihi wa ta'alumih.
- 17:33Ini biasa. Ini bab pertama tentang
- 17:36keutamaan keistimewaan
- 17:38menuntut ilmu. Keutamaan para ulama ya.
- 17:42Keutamaan ilmu, keutamaan para ulama,
- 17:44keutamaan belajar ilmu, dan keutamaan
- 17:46mengajarkannya. Ini bab kita sudah
- 17:49sampai nanti di halaman ke-13-nya. Jadi,
- 17:51gini, saya ingin tekankan sekali lagi,
- 17:54para ulama kita senantiasa mengambil
- 17:58manhaj dari Al-Qur'an.
- 18:00Sebelum mengerjakan sesuatu dikeluarkan
- 18:02dulu keutamaannya.
- 18:05Ah, ini kelihatan sederhana tapi
- 18:06penting. Keutamaan ini kalau bisa kita
- 18:10keluarkan dulu. Kalau mampu dituliskan
- 18:13supaya memotivasi kita kalau mengerjakan
- 18:15ini, ini yang kita raih itu minimal
- 18:17kalau sedang malas-malas ketika melihat
- 18:19itu lagi itu muncul lagi motivasi yang
- 18:21kuat. Makanya seringkiali di ayat
- 18:23Al-Qur'an itu amalan bersanding dengan
- 18:25keutamaan.
- 18:27Misal infak tuh ya ketika menyebutkan
- 18:30infaknya keutamaannya dulu disebutkan
- 18:32Quran surah ke-2 ayat 261ina
- 18:38amwalahumillah
- 18:47wallahuasya
- 18:49wallahu wasiunim
- 18:52perumpamaan orang yang infak di jalan
- 18:54Allah subhanahu wa taala perhatikan baik
- 18:56Baik-baik. Seperti orang yang menanam
- 18:58satu benih dari benih itu satu nih
- 19:00dihitungnya satu dulu. J kalaupun ada
- 19:02Rupiah Anda berikan itu hitungannya
- 19:04bukan satu. Ambatat saba sanabil dari
- 19:07satu ini tumbuh tujuh.
- 19:10Fiulli sumbula habba. Setiap tujuhnya
- 19:12ada 100 benih baru. 1 * 7 * 100 700
- 19:17nilainya. 700 nilainya. Dan itu pun
- 19:21batas minimal bukan batas maksimal.
- 19:23Karena ayatnya belum selesai. Sering
- 19:25dipotong sampai sini. belum selesai.
- 19:26Wallahu yudifu lim yasya. Dan Allah akan
- 19:29melipat gandakan tanpa batasan bagi
- 19:31siapa yang dikehendakinya. Kata sebagian
- 19:34pakar tafsir, maksud yang ayat terakhir
- 19:36ini adalah orang yang tak pernah
- 19:38berhitung maka Allah akan berikan tanpa
- 19:40hitungan. Tapi kalau dia ngitung ya
- 19:43sesuai hitungan itu diberikan.
- 19:45infak misalnya ah R juta masukin sampai
- 19:48kotak infak tuh enggak geser-geser 1 2 3
- 19:51juta tapi dihitung sama dia.
- 19:53Alhamdulillah kali 700 punya catatan
- 19:55sendiri
- 19:57R juta walaupun enggak dia upload punya
- 20:00catatan Allah kasih B dia dioper satu
- 20:03lagi masya ingin seperti yang sejuta
- 20:05itu. Tapi enggak ada cuman dia enggak
- 20:07pernah berhitung tapi keikhlasannya
- 20:09sangat dalam. yang dia punya cuma Rp500.
- 20:12Itu pun logam.
- 20:14Dia masukkan dengan hati-hati supaya
- 20:16bunyinya pun enggak kedengaran orang
- 20:17lain.
- 20:20Sampai masuk tuh lembut sekali. Kayak
- 20:21landingnya itu soft gitu
- 20:25bagus. Dan dia enggak pernah berhitung,
- 20:27enggak pengin orang tahu itu lipat
- 20:29gandanya. Yudifu lima yasya. Dilipat
- 20:31gandakan oleh Allah tanpa batasan. Bisa
- 20:34jadi dia masukkan 500 lipat gananya bisa
- 20:36sejuta, R miliar, 1 triliun dan
- 20:39sebagainya. Allah Taala alam. Nah,
- 20:41kenapa dimasukkan itu? Banyak nanti
- 20:43keutamaan istigfar. Rajin istigfar bisa
- 20:45dapat surga seluas langit dan bumi.
- 20:47Quran surah ke-3 ayat 133. Wasu
- 20:51magfiratbikumann
- 20:54ardu samawati walid muttaqin. Disusu
- 20:57lagi dengan amalan lain. Ayo bergegas
- 20:59kamu istigfar dan berharap dengan
- 21:02amalan-amalan itu bisa mendapatkan surga
- 21:04seluas langit dan bumi. Disediakan bagi
- 21:06orang takwa. Apa ciri amalan orang ahli
- 21:09istigfar? Kalau rajin istigfar kata
- 21:11Allah maka akan muncul amalan-amalan
- 21:12lain. Ayat 134-nya alladina w rajin
- 21:16infal.
- 21:18Orang rajin istigfar itu sanggup menahan
- 21:20amarah. J kalau Anda ingin jadi orang
- 21:22sabar, latihan istigfar, astagfirullah.
- 21:25Orang mencela istigfar dulu,
- 21:27astagfirullah. Nah, ketika Anda rajin
- 21:29istigfar itu kita akan diberi oleh Allah
- 21:31kemampuan menahan amarah. Ya,
- 21:35dasar kamu begini begini begini.
- 21:37Astagfirullah apa? Astagfirullah
- 21:41kamu ngeledek saya. Astagfirullah.
- 21:45Ah, sampai dia capek sendiri. Sudah,
- 21:48Mas. Kalau sudah saya pamit dulu. Pergi
- 21:50aja sana. Astagfirullah.
- 21:54Winas. Dan dia bisa pandai memaafkan
- 21:56orang. Jadi yang indah tuh begini. Hati
- 21:59dia ditutup oleh Allah dari persoalan
- 22:02sudah selesai. Jadi dia tuh enggak
- 22:04mikirin masalah lagi. Tapi orang yang
- 22:06tidak pernah minta maaf kepadanya jadi
- 22:08gelisah terus. Terus enggak pernah
- 22:10selesai.
- 22:11Dan ketika Anda bisa melakukan itu, itu
- 22:14kata Allah hati orang lapang yang sering
- 22:17ingat dengan Allah, dia lapang menerima
- 22:19persoalan maka tempat pulangnya akan
- 22:20dilapangkan oleh Allah lebih daripada
- 22:22seluas lapangan, seluas langit dan bumi.
- 22:25Anda punya rumah sekomplek Jaka Permai,
- 22:27kerasa luas. Nanti saat ke surga seluas
- 22:30langit dan bumi. Silakan maraton boleh
- 22:33koprol. Saya pengin tahu di mana
- 22:36ujungnya.
- 22:38Enak gitu. Nah, pertanyaannya kenapa
- 22:40sering disandingkan tuh antara amalan
- 22:42dengan keutamaan? Supaya kita itu punya
- 22:44motivasi. Pengin dapat ini, pengin dapat
- 22:47ini. Tahajud ada empat kemuliaan. J
- 22:49kalau kita tuliskan, karir akan
- 22:51diangkat, pekerjaan akan dibimbing,
- 22:53masalah diberi solusi. Kalau diganggu
- 22:55langsung Allah tolong. Quran surah ke-17
- 22:57ayat ke-79 sampai 81. Nah, Anda tuliskan
- 23:01itu keluarkan manfaat tahajud berikan
- 23:04empat. Tempelkan langsung di dinding
- 23:06tempat tidur Anda sebelah kanan. Jadi
- 23:08begitu miring ke kanan Anda lihat itu
- 23:10enggak ingat tahajud pun ketika melihat
- 23:12itu pengin bangun malam harinya. Kalau
- 23:15bisa bikin kata-kata yang menarik
- 23:16seperti Kiahj Ahmad Dahlan menuliskan di
- 23:18temboknya ketika akan berdakwah beliau.
- 23:21Ya Dahlan, berdakwah itu seperti
- 23:23menggenggam batu bara. Ingat sabda Nabi.
- 23:25Kalau kamu karena ujian yang kecil aja,
- 23:28karena celaan kamu gagal ah kecil kamu.
- 23:32Seperti memegang batu bara. Tuliskan di
- 23:34dinding kita. Katanya karir pengin
- 23:36diangkat oleh Allah. Tahajud aja enggak
- 23:38mampu ya. Katanya pengin hidupnya mudah
- 23:43tapi bangun dua rakaat aja enggak
- 23:44sanggup.
- 23:45Katanya pengin ditolong oleh Allah tapi
- 23:47begitu Allah ingin berikan, kamu enggak
- 23:49panggil. Sepertinya apa sih maomong?
- 23:52Tuliskan di situ ya. Tuliskan di situ.
- 23:55Aku kadang merasa sedih padamu.
- 23:58Catat tuh.
- 24:01Tulis di tembok kita. Begitu dituliskan
- 24:03seperti itu, malam bangun. Itu manhaj
- 24:06namanya. Langsung antum setting alarm
- 24:08kan bangunnya bismillah jam .00 bangun
- 24:11alarm 214 2.30 245
- 24:15ya supaya tersata rapi. Alarm 215
- 24:17mematikan alarm 230 alarm 230 matikan
- 24:20alarm 245 15 p kan ada persiapan jangan
- 24:23dikira orang bangun tuh langsung sadar
- 24:24kan duduk dulu duduk ngantuk begini dulu
- 24:27kan tahan-tahan ya begitu sadar jam 6.00
- 24:31[tertawa]
- 24:33Awal-awal begitu. Lama-lama makin cinta,
- 24:35nanti bangun lebih awal lagi. Ah, ini
- 24:37keutamaan dimunculkan. Makanya jangan
- 24:39heran para ulama kita itu sebelum
- 24:41menampilkan isinya tampilkan
- 24:43keutamaannya dulu. Apa? Keutamaan
- 24:44menuntut ilmu supaya nanti kalau sedang
- 24:46malas-malas, maaf ya, kalau ada
- 24:48tantangan pekerjaan lain kita bisa
- 24:50prioritaskan, tuliskan. Menuntut ilmu
- 24:53ini keutamaannya. Meringankan beban
- 24:55hidup, memberikan solusi. Jawaban semua
- 24:57didengar, doa-doa dikabulkan. Tuh
- 25:00malaikat mengaminkan dosa-dosa diampuni.
- 25:03Jadi begitu kita mau tinggalkan, kita
- 25:04mikir lagi. Duh, jangan-jangan kalau
- 25:06saya pergi ke mall tinggalkan taklim,
- 25:08saya meninggal di mall. Dosa belum
- 25:09diampuni. Ah, saya sudahlah ke taklim
- 25:11dulu aja. Mall bisa besok lagi. Datang
- 25:13dia. Jelas, ya? Ah, apa di antara
- 25:16keutamaannya? Mari kita teruskan.
- 25:19Bismillahirrahmanirrahim.
- 25:22Kita [berdehem] masuk halaman 13-nya.
- 25:24Saya mulai dari paragraf kemarin yang ee
- 25:27belum berakhir sepenuhnya.
- 25:36Ak kemarin kita sampai situatul
- 25:39dan tujuan dari ilmu itu kalau kita
- 25:42belajar pengetahuan alamalu bihi yaitu
- 25:45mengamalkannya.
- 25:47J mohon izin kemarin saya tegaskan ilmu
- 25:49dengan amal enggak bisa dipisahkan
- 25:51justru ilmu itu akan mulai mendapatkan
- 25:53pahala melimpah ketika diamalkan. Anda
- 25:56belajar fikih salat, kalau enggak pernah
- 25:57dipakai salat, kapan datang pahalanya?
- 26:01Hanya berhenti di saat belajar saja.
- 26:03Makanya ayo teman-teman jangan batasi di
- 26:05majelis ilmu. Anda yang kuliah pun
- 26:08niatkan sebagai ibadah karena Allah.
- 26:11Begitu Anda bekerja itu jadi pahala.
- 26:14Pernah enggak kepikir ke situ? Yang
- 26:17kuliah di ITB, di IPB, di UI, di IAIN,
- 26:20di UIN, di mana pun coba niatkan sebagai
- 26:22ibadah. Nanti ketika diniatkan sebagai
- 26:25ibadah untuk mengamalkannya, Allah akan
- 26:27permudah dan berkah nanti ilmunya.
- 26:29Berkah. Jangan dikira itu mendapatkan
- 26:32ilmu hanya ilmu agama saja. Tidak. Ilmu
- 26:34umum juga kalau diniatkan untuk kemudian
- 26:36berkhidmat kepada Allah untuk ibadah
- 26:37nanti akan ada manfaatnya. Masuk ITB
- 26:40pengin jadi insinyur, masuk jurusan
- 26:42arsitektur, keluar dari situ bisa desain
- 26:44masjid, desain hotel dengan musalanya,
- 26:48sipilnya bikin jalan. Begitu diniatkan
- 26:50sebagai ibadah, berapa banyak orang
- 26:52lewat untuk umrah di situ? Ini jalan ini
- 26:55aja berapa banyak orang lewat untuk
- 26:56salat ke lazar? Subuh ini aja berapa
- 26:59banyak lewat situ? Berapa banyak yang
- 27:01pakai keran di situ untuk wudu? Berapa
- 27:03banyak yang ke toilet? Anda bayangkan
- 27:06kalau cuman ngejar dunia enggak akan
- 27:07dapat tuh pahala akhirat. Tapi kalau
- 27:10ilmu Anda dipakai untuk berniat ibadah
- 27:12kepada Allah, Anda bikin kemudian desain
- 27:14kerannya, Anda bikin jalannya, Anda
- 27:16bikin bagian tempat wudu dengan
- 27:17toiletnya. Begitu dipakai dunianya
- 27:20dapat. Dunia diberikan panjar duluan.
- 27:22Pahala akhiratnya setiap yang wudu Anda
- 27:24dapat pahalanya. Setiap yang lewat Anda
- 27:26dapat pahalanya.
- 27:28Dan saat belajar itu demikian Allah akan
- 27:30berikan kemudahan. Makanya ilmunya
- 27:32berkah. Coba lihat orang-orang dulu itu
- 27:35yang makannya masyaallah kadang-kadang
- 27:36sekedar singkong ya. Kadang-kadang
- 27:39ketemu nasi pun sehari cuman sekali. Itu
- 27:41pun dibagi lagi dengan 6 l orang. Tapi
- 27:44dahsyatnya ilmunya berkah.
- 27:46Saya kalau lihat orang dulu belajar
- 27:48bahasa aja jarang yang ada satu bahasa
- 27:50minimal dua. Bahasa Indonesia, bahasa
- 27:53Belanda. Never misalnya mana si Pitung?
- 27:59Belanda dapat Jepang. Ada yang bisa
- 28:01bahasa Jepang? Orang dulu coba
- 28:04diplomat-diplomat dulu itu K. Haji Agus
- 28:06Salim berapa banyak bahasanya ya? Bung
- 28:08Hatta ya. Masyaallah. Ir. Soekarno
- 28:11misalnya yang lain-lainnya itu ya.
- 28:12Mereka belajar.
- 28:14Dan yang paling dahsyat ulama-ulama
- 28:16kita. Masyaallah. Itu ya ulama-ulama
- 28:19kita itu dulu bukan sekedar belajar,
- 28:21kemampuannya luar biasa. Semua ilmunya
- 28:23bersanad, kemampuan bahasa Arabnya,
- 28:25kemampuan Qurannya. Bahkan tidak sedikit
- 28:27yang jadi mufti langsung di Masjid Al
- 28:29Haram. Tidak sedikit di antara mereka.
- 28:31Dan namanya abadi sampai sekarang.
- 28:33Bahkan murid-muridnya mengajar lagi.
- 28:35Syekh Yasin Alpadani berapa banyak
- 28:37muridnya sekarang mengajar? Syekh Ahmad
- 28:39Khatib al Minangkabawi berapa banyak
- 28:40muridnya punya manfaat sekarang?
- 28:43Ah, jadi saya sarankan kalau kita mau
- 28:44belajar di manaun itu termasuk Anda yang
- 28:47sekolah di kampus-kampus umum, ayo bikin
- 28:49konsep untuk ibadah. Dengan ilmu ini
- 28:51saya akan berkhidmat. Ingat pesan saya,
- 28:54kalau Anda kejar akhirat, dunia akan
- 28:56ikut.
- 28:57Tapi kalau Anda kejar dunia, akhirat
- 28:59akan meninggalkan Anda.
- 29:01Kita ke sini untuk ibadah, salat,
- 29:04taklim, dunia ikut. Begitu selesai ada
- 29:08kopi,
- 29:10ada sarapan, ada pisang. Dunia tuh. Tapi
- 29:14kalau ke sini cuma nyari pisang kan
- 29:17dapat.
- 29:18Udah akhirat enggak dapat, pisang enggak
- 29:20kebagian. Paling enggak enak tuh.
- 29:23Akhirnya bikin status, ternyata di
- 29:25Alazan enggak ada pisang. Ente ke sini
- 29:26mau cari pisang, mau cari ilmu. Heeh.
- 29:30Jadi kalau kita nyari akhirat tuh ikut
- 29:31dunia semua. Saya sering katakan begini,
- 29:33rezeki itu sudah diatur, surga kita yang
- 29:35belum jelas.
- 29:37Dunia tuh enggak usah capek lah ya. Yang
- 29:39capek pada dunia dia belum paham dunia.
- 29:41Makanya pelajari ilmunya supaya enggak
- 29:42susah. Ini di rumah tangga ribut karena
- 29:44enggak pelajari ilmunya. Jadi enggak
- 29:46selesai-selesai. Padahal kadang-kadang
- 29:47cuma beres dengan senyuman aja tapi
- 29:49kadang enggak beres-beres. Kenapa?
- 29:51Karena ilmunya enggak dipelajari. Di
- 29:53bagian pertama gayatul ilmi alalu bihi.
- 29:55Ya. Jadi mohon izin orang yang belajar
- 29:58itu tujuannya untuk diamalkan. Kemudian
- 30:01itulah menjadi buah dari pengetahuannya
- 30:03yang bermanfaat untuk hidupnya di dunia
- 30:05dan bekalnya ke akhirat. Ini yang
- 30:06kemarin kita tegaskan. Sekarang
- 30:07teruskan.
- 30:09Wahika biarofan wafad walan wubula. Kita
- 30:12selesaikan kemarin sampai di sini. Dan
- 30:14cukuplah engkau paham kalau engkau bisa
- 30:17belajar dengan mengamalkan ilmumu, bukan
- 30:20sekedar hidupmu dunia akan bermanfaat,
- 30:23bekal akhiratmu menambah. Tapi kata
- 30:25Syekh Hasyim, "Syarafan, engkau akan
- 30:28dimuliakan oleh Allah.
- 30:30Waad engkau akan diberikan keutamaan
- 30:34lebih oleh Allah. Syaraf diangkat
- 30:37kemuliaannya. Bahkan Allah turunkan
- 30:39langsung ayat sendiri.
- 30:44Quran surah ke-58 ayat ke-11. Waad dapat
- 30:49tambahan keutamaan. Diutamakan
- 30:52diutamakan diutamakan nambah nambah
- 30:54nambah nambah. Apa di antara
- 30:56keutamaannya? diangkat derajatnya
- 30:58seperti mujahid fisabilillah. Kalau
- 31:00wafat syahid.
- 31:02Ah, jadi di antara keutamaan penuntut
- 31:04ilmu itu, Teman-teman, ini ya saya saya
- 31:06beri contoh sedikit. Jadi kalau ada
- 31:08fadlun dalam Al-Qur'an itu artinya
- 31:11tingkat yang paling utama. Jadi kalau
- 31:14surga, surga yang paling utama. Kalau
- 31:16dunia, dunia yang paling utama. Ada
- 31:19posisi dalam salat yang saat kita
- 31:22mengerjakannya kata Allah jangan berdoa
- 31:24biasa. Minta yang paling utama.
- 31:27Misal ya kan di salat kita sering berdoa
- 31:29kan. Makanya salat di fikih disebut doa.
- 31:32Asalatu hiyad dua. Salat itu doa. Karena
- 31:34semua dari takbir sampai salam itu doa.
- 31:37Tapi ada dua posisi saja yang langsung
- 31:39kata Allah kalau Anda berada di dua
- 31:41posisi itu dan Anda berdoa maka minta
- 31:44yang paling utama. Kalau surga minta
- 31:46surga yang paling utama. Bersama Nabi,
- 31:48dengan orang saleh, dengan para syuhada,
- 31:49minta yang paling utama. Kalau dunia
- 31:52minta yang paling utama. Jangan
- 31:53tanggung. kaya sekalian kaya dan berkah
- 31:57ya kedudukan tinggi sekalian tinggi dan
- 31:59berkah minta yang paling tinggi. Ya
- 32:02Allah jadikan saya orang yang kaya yang
- 32:04bisa bersedekah dan hafal Al-Qur'an. Ya
- 32:06Allah jadikan saya presiden yang bisa
- 32:07mengamalkan isi Quran. Ya Allah jadikan
- 32:09minta yang paling tinggi sekalian. Apa
- 32:11dua posisi itu? Itu ada di Quran surah
- 32:13ke-48 ayat ke-29 disebutkan dengan
- 32:16kalimat fadl. Muhammadur Rasulullah
- 32:20walladina maahu asal.
- 32:34Engkau akan lihat umat Nabi Muhammad itu
- 32:36tegas pada segala yang menyimpang.
- 32:38Saling berkasih sayang dengan sesamanya.
- 32:39Ciri utamanya mereka rajin salat. Jadi
- 32:42umat Nabi Muhammad itu kalau ingin
- 32:43dibedakan ini umatnya atau bukan, lihat
- 32:45salatnya.
- 32:47Ya, ini sindiran halus tapi tajam gitu
- 32:49ya. Katanya umat Nabi Muhammad tapi
- 32:52dipanggil azan enggak mau salat. Ah,
- 32:55katanya umat Nabi Muhammad diminta sujud
- 32:57enggak sujud. Kata Allah, sederhana umat
- 32:59Nabi Muhammad tu tarahum rakaat sujada.
- 33:01Engkau akan lihat dia rukuk dan sujud
- 33:03salat. J kalau Anda masih mengaku umat
- 33:06Nabi akan kelihatan salatnya. Datang itu
- 33:09sindiran tajam loh. Halus tapi tajam.
- 33:12Maaf ya. Artinya ketika Anda mengaku
- 33:14umat Nabi Muhammad tapi enggak mau
- 33:15salat, dipertanyakan nilai keumatannya.
- 33:18Dan saat ruku dan sujud itu yabttaguna
- 33:21fadla, dia minta yang paling utama dari
- 33:23Allah. Jadi kalau sedang ruku, sedang
- 33:25sujud, berdoa yang paling utama.
- 33:27Terutama saat sujud jangan nanggung.
- 33:30Kalau ada dicontohkan lafaz dari Nabi,
- 33:32bacakan doanya. Kalau enggak ada contoh
- 33:35lafaz dari Nabi, di hati kita, mintakan,
- 33:37"Ya Allah, saya pengin di Firdaus. Ya
- 33:39Allah, ya Allah, saya pengin berjumpa
- 33:40dengan Rasulullah. Ya Allah, berikan
- 33:42kesempatan untuk menatapmu di hari
- 33:43kiamat ya Allah. Ya Allah, sukseskan
- 33:45bisnis suamiku ya Allah dan berkahi pada
- 33:47bisnisnya. Berkahi di harta kami ya
- 33:49Allah. Ya Allah, jadikan keluargaku
- 33:50semua penghafal Quran. Aku enggak minta
- 33:52apapun ya Allah. Pengin Quran aja.
- 33:53Pengin Quran aja ya Allah. Pengin Quran
- 33:54aja. Minta minta yang paling utama
- 33:57fadlan. Dan keutamaan penuntut ilmu
- 34:00fadlan yang paling utama adalah
- 34:01statusnya dinaikkan oleh Allah sebagai
- 34:03mujahid fisabilillah. J kalau dia sedang
- 34:05belajar wafat syahid statusnya itu
- 34:08langsung turun Quran surah ke-9 ayat 122
- 34:11paling kiri sebelah bawah di mushaf
- 34:14walmin
- 34:16ka
- 34:17ya
- 34:19firqahqahuai
- 34:28catat ya karena di kitab gak ada ini
- 34:30syarahnya awas kata Allah tidaklah semua
- 34:33orang beriman iman dulu tuh Tidaklah
- 34:35semua orang beriman pergi bermedan,
- 34:36peredan perang semuanya, ke medan juang
- 34:38semua, aku akan turunkan satu amalan
- 34:40yang kalau dikerjakan statusnya sama
- 34:42dengan yang berjuang di medan perang.
- 34:44Apa amalan itu? Tafaqu fiddin. Belajar
- 34:46di agamanya. Makanya saya enggak bosan
- 34:48ingatkan. Coba catat jadwal taklim di
- 34:50setiap masjid. Catat yang tafak yang
- 34:52baik-baik. Yang baik-baik yang bisa
- 34:55memahamkan kita. Jadi bukan sekedar
- 34:57datang tapi enggak ada isinya. Datang
- 34:59apalagi menurunkan iman kita. Itu yang
- 35:01bahaya. Yang banyak ketawa tapi enggak
- 35:03jelas.
- 35:04atau yang isinya bahkan semakin enggak
- 35:06jelas. Semua agama sama menuju pada
- 35:08Tuhan yang sama. Cuman caranya
- 35:09beda-beda. Jangankan kita yang dengar,
- 35:11dia aja yang nyampaiin bingung.
- 35:15Ya, itu kan bahasa Nabi. Anda akan
- 35:17mendengar nanti sayati awas zamanun.
- 35:19Akan datang satu masa nanti. Di hadis
- 35:21Muslim sahih hadisnya akan datang di
- 35:23satu masa nanti orang-orang yang
- 35:26tiba-tiba menyampaikan sesuatu membuat
- 35:28Anda bingung, kaget. Ya, jangankan Anda,
- 35:31kata Nabi, orang dulu pun kalau dengar
- 35:33itu akan ikutan kaget.
- 35:35Ni Abu Jahal, Abu Lahab, Abu-Abu yang
- 35:37lain tuh kalau dengar Abu N yang
- 35:39sekarang itu ikut kaget.
- 35:41Ikut kaget
- 35:43karena mereka pun enggak punya kosakata
- 35:45itu. Ya. Oh, canggih juga nih
- 35:48kata-katanya ya. J Abu Jahal tuh enggak
- 35:49punya itu ya. Abu Jahal
- 35:51sejahal-jahalnya.
- 35:53Ya benar. Abu Jahal sejahal-jahalnya
- 35:56dan Abu Lahab selahab-lahab. Ya, itu Abu
- 35:59Jahal tuh datang kepada Nabi dengan
- 36:01rombongannya itu. Ketika datang ke Nabi
- 36:03kalimatnya sederhana. Ya Muhammad
- 36:05sallallahu alaihi wasallam. Kita ini
- 36:07enggak usahlah berpolisi, enggak usah
- 36:08perang. Kita damai aja. Nah, caranya
- 36:11gimana? Malam ini biarkan. Kita memang
- 36:14beda kata mereka. Kita memang beda. Tapi
- 36:16perbedaannya jangan sampai membuat kita
- 36:18berselisih perang. Malam ini sudahlah
- 36:19kita gantian aja. Malam ini kami nyembah
- 36:21Tuhan kamu. Besok-besok kamu nyembah
- 36:23Tuhan kita. Selesai.
- 36:26Tapi kalimatnya sederhana. kita memang
- 36:27beda, tapi jangan berselisih tuh. Jadi
- 36:30orang-orang dulu sejahal-jahalnya,
- 36:32sejahiliah-jahiliahnya itu enggak kenal
- 36:34dengan persamaan agama,
- 36:36enggak kenal dengan plisme agama. Semua
- 36:38agama sama. Dia masih mengakui kita
- 36:40emang beda. Tapi beda ini jangan sampai
- 36:42ramai. Gantiannya aja. Turunlah surah
- 36:44Alkafirun. Qul ya ayyuhal kafirun.
- 36:48Katakan Muhammad pada orang-orang yang
- 36:49masih menutup dirinya belum bisa
- 36:51menerima cahaya Islam dengan baik.
- 36:53Makanya ketika dipanggil kafir dia
- 36:55enggak marah.
- 36:56Abu Jahal kan pintar bahasa Arabnya ya.
- 36:59Lebih pintar daripada yang sekarang.
- 37:01[tertawa]
- 37:02Pintarah
- 37:04bikin sastra kalimatnya fasik. Dipanggil
- 37:06kafir enggak maaf. Qul ya ayyuhal
- 37:08kafirun. Dia nerima. Memang saya masih
- 37:10menutup diri kok. Dan dia enggak marah.
- 37:13Enggak pernah tuh ada riwayat mengatakan
- 37:14tafsir asbabun nuzul ketika disebutkan
- 37:16kuliah al kafirun Abu Jahal langsung
- 37:18naik pitam mengatakan apa? Kafir. Enggak
- 37:20ada. Jadi orang Arab paling fasih aja
- 37:23disebut kafir dia menerima. Karena itu
- 37:25memang bahasa syariat, bahasa fikih dan
- 37:27itu dipahami. Betul.
- 37:30Ini ini ini konteks yang harus kita
- 37:31dapatkan, Teman-teman sekalian ya.
- 37:32Kembalikan lagi, ya supaya enggak
- 37:33lama-lama. Nah, fadla minta yang paling
- 37:36utama. Jelas, ya? Baik. Kemudian
- 37:38wajalatan wubula. Jalalatan wa nubula.
- 37:42Dan dia mendapatkan status tinggi di
- 37:44hadapan Allah. Allah punya sifat jalla
- 37:46waala. Jalla tinggi tak tertandingi.
- 37:49Jalalah orang dinaikkan oleh Allah
- 37:50dengan status tinggi. Bagaimana kemudian
- 37:53mendapat status tinggi itu? Wubula Nabil
- 37:55istimewa. Bagaimana mendapatkan itu
- 37:58semua? Dirinci lagi oleh Syekh Hasyim.
- 38:00Ah ini yang kita bacakan ya. Jadi ini
- 38:02masyaallah ini ya. Al-Qur'an hadisnya
- 38:05ada semua. Bismillah.
- 38:09Yuk kita teruskan
- 38:11ee ke-14nya ya.
- 38:16Eh ayat-ayat yang tadi untuk mendapatkan
- 38:18keisman sudah saya bacakan sebelumnya.
- 38:20Waqala taala inama yaksallah ibad ulama.
- 38:23Pertama diangkat statusnya oleh Allah
- 38:24yang istimewa sebagai orang yang paling
- 38:26khasyah dengan Allah. Jadi paling takut
- 38:28kepada Allah itu orang-orang yang punya
- 38:29ilmu. Status pertama Quran surah Fatir
- 38:31itu Quran surah ke-35 ya dari ayat 27
- 38:34sampai ayat 29. Di 28-nya ada kalimat
- 38:37itu. Kemudian juga teman-teman sekalian
- 38:41kita teruskan ke bagian kita sekarang
- 38:42halaman 14.
- 38:45bihi waman fatahu khir. Maka dari itu
- 38:49orang-orang yang semangat menuntut ilmu
- 38:52maka hidupnya cenderung bahagia.
- 38:55Bahagia dia. Karena semua janji yang
- 38:57diberikan tadi dia dapatkan. Kalau wafat
- 39:00syuhada, uh wafat syuhada tuh enak. Di
- 39:03surga aja ketemu nabi langsung. Bukan
- 39:04cuma nabi, semua nabi ya. Wafat syuhada.
- 39:08Syuhada. Orang wafat dalam keadaan
- 39:09syuhada. Kalau dia sambil belajarnya
- 39:11bisa bertobat, istigfar, minta ampun
- 39:14sama Allah kan. Terus wafat di situ
- 39:17sedang belajar.
- 39:19Tadinya pelaku maksiat banyak, tiba-tiba
- 39:21pengin tobat datang ke majelis ilmu,
- 39:23tobat di situ. Setelah tobat dia belajar
- 39:26baru disebutkan belajar huruf Al-Qur'an.
- 39:29Auzu a diikuti a begitu a keselek dikit
- 39:33a meninggal. Ya. Wah, itu modal dikit,
- 39:37keuntungan banyak.
- 39:39Betul. Teori ekonominya pas banget itu
- 39:41ya. Modal dikit keuntungan banyak. Sudah
- 39:43tobat, dosa diampuni, baca huruf A masuk
- 39:45surga ya.
- 39:47Selesai. Syahid lagi statusnya. Nah, di
- 39:49mana ketemunya? Di surganya. Begitu naik
- 39:51turun Quran surah ke-4 ayat 69.
- 40:06Masyaallah.
- 40:08Orang-orang yang taat kepada Allah dan
- 40:09Rasul-Nya, hati-hati kemudian dia wafat
- 40:12maka dia akan dikumpulkan dengan
- 40:13orang-orang yang Allah berikan nikmat
- 40:14kepada mereka. Siapa di antaranya? Para
- 40:16nabi. Setelah para nabi siapa? Syuhada,
- 40:19siddiqin, syuhada shihin. Tiga golongan.
- 40:22Maka kalau bisa jadi bagian dari itu ya.
- 40:24Jadi bagian dari yang disebutkan. Jadi
- 40:26status naik, kemudian hidup ringan, ilmu
- 40:31berkah. Dan ingat ya, setiap ilmu itu
- 40:33dapat kalau diamalkan rezeki mengikuti.
- 40:35Itu sudah rumus ilmu, amal, rezeki.
- 40:38Bahkan ada orang yang masih cari ilmu,
- 40:40rezekinya datang. Jadi kalau Anda benar
- 40:42cari ilmunya, jangankan diamalkan, baru
- 40:45cari ilmu rezekinya datang. Itu akan
- 40:46dimudahkan oleh Allah. Coba lihat deh
- 40:49para penghafal Quran terus dia niatkan
- 40:51karena Allah, tiba-tiba datang donatur.
- 40:53Bahasa manusia donatur itu yang kirimkan
- 40:55Allah juga. Muhsinin datang kirim dapat
- 40:59beasiswa. Beasiswa itu siapa yang
- 41:00ngasih? Manusia kan enggak punya. Allah
- 41:03yang menggerakkan. Masuk masuk masuk
- 41:05masuk masuk. Masyaallah. Tiba-tiba
- 41:08belajar ke Mesir kurang bikin tempe gitu
- 41:11kan. Tempe dibikin, dibikin, dibikin,
- 41:13dibeli, dibeli, dibeli. Berkah ilmu.
- 41:15Begitu belajar dari dapatkan itu selesai
- 41:17wah tiba-tiba naik status, naik status
- 41:19kasih kasih kasih kasih. Jadi itu
- 41:22masyaallah banyak tuh. Jadi orang yang
- 41:24benar cara belajarnya itu dia dfarah ya
- 41:27suida. Kalau benar dia ikat ketentuan
- 41:29Allah dengan baik, syaratnya ikat
- 41:30ketentuan Allah dengan baik. Niatkan
- 41:32dengan ikhlas, lakukan karena Allah.
- 41:33Nanti akan datang. Belum diamalkan
- 41:36rezeki sudah tiba. Begitu diamalkan
- 41:37rezeki datang melimpah. Sampai dia
- 41:39menyimpulkan, "Saya sudah enggak perlu
- 41:41dengan semua ini kecil nih. Jadi yang
- 41:43dia perlukan Allah saja." Makanya setiap
- 41:45hari dia katakan Allahu Akbar. Enggak
- 41:47ada yang lebih besar daripada Allah.
- 41:48Salatnya enak gitu. Jadi enggak ada
- 41:50nilainya. Lamborghini enggak ada ya.
- 41:52Ferrari ah lewat lewat lewat lewat ya.
- 41:56Enggak ada lewat lewat lewat lewat.
- 41:57Allah yang paling tinggi, Allah yang
- 41:59paling besar. Tidak. Jadi salat subuh
- 42:01pakai Ferrari itu biasa. Oh ya, bukan
- 42:04cuman dipanasin. Ah, punya Ferrari cuma
- 42:06dipanasin doang malam-malam. Balapan mah
- 42:08taksi ya balik lagi cuman dilihatin
- 42:12capek ya. Ya, kontrol lagi, kontrol
- 42:15lagi. Cuman habis begitu aja ya.
- 42:18Walammaukiraahu
- 42:20shallallahu alaihi wasallam. Dan tatkala
- 42:22disebutkan di sisi Nabi sallallahu
- 42:24alaihi wasallam, kita ambil satu hadis
- 42:25ya. Ini materi yang paling barunya.
- 42:29Walammaukiraahu shallallahu alaihi
- 42:31wasallam. Tatkala disebutkan di sisi
- 42:33Nabi sallallahu alaihi wasallam rajulani
- 42:35dua orang laki-laki. Jadi Nabi sedang
- 42:38duduk bersama para sahabat ada satu
- 42:41orang mengisahkan tentang dua orang
- 42:43kepada Nabi ingin meminta pertimbangan
- 42:45dari dua orang ini mana yang paling
- 42:46bagus ya? Mana yang paling paling bagus?
- 42:49Ini hadis ini. Ini hadis.
- 42:52Oke saya baca dulu nanti kita cari di
- 42:53mana hadisnya.
- 42:55ahaduhuma abidun wal akaru alimun. Yang
- 42:58pertama adalah seorang hamba saja rajin
- 43:00ibadah. Ibadah, ibadah, ibadah, ibadah.
- 43:03Yang kedua alimun ya. Orang yang ibadah
- 43:06tapi ahli ilmu. Ingat, jangan dipahami
- 43:08keliru. Alim itu kalau disebut alim itu
- 43:12di Arab itu bukan sekedar punya ilmu,
- 43:13tapi mengamalkan ilmunya.
- 43:15Makanya ulama ketika disebut ulama bukan
- 43:18cuman berfatwa, tapi fatwanya diamalkan
- 43:20dulu.
- 43:22Apa hukumnya tahajud? Syekh dia sudah
- 43:23tahajud dulu. Apa hukumnya infak syik?
- 43:26Dia sudah infak dulu. Diamal dengan ilmu
- 43:30itu. Al ililmu waalun alima wa amila itu
- 43:34dibalik harakatnya, dibalik hurufnya
- 43:36nyambung dua-duanya. Alima ain lam mim.
- 43:39Amila ain mim lam. Begitu disatukan
- 43:42dua-duanya nyambung. Nah, orangnya alim
- 43:45ketika diamalkan amil. Tuh dari
- 43:49bahasanya semuanya nyambung. Qbul
- 43:51makani. Hurufnya ditukar ditukar itu
- 43:53nyambung dua-duanya punya kaitan yang
- 43:55erat ya. Ada yang punya kitab namanya
- 43:58Ibnu Jinni ya. Ibnu Jinni. Ibnu Jinni
- 44:01itu punya kitab Alkhasais namanya. Bagus
- 44:03sekali itu kitab. Di antaranya apa?
- 44:06Beliau membahas keterkaitan huruf-huruf
- 44:08dalam bahasa Arab yang kadang mengalami
- 44:10pertukaran. Alima ain lam. Kalau mimnya
- 44:13maju ke depan amila. Jadi apa? Apa
- 44:15keterkaitan di antara keduanya? Itu
- 44:16dibahas oleh beliau. Nama kitabnya
- 44:18Alkhais tiga jilid karya Ibnu Jinni.
- 44:21Ibnu Jinni ya. Jini Ibnu Jini itu luar
- 44:25biasa. Nah, kembalikan ke sini. Jadi
- 44:27dikisahkan kemudian ada alim kalau
- 44:30disebut alim dalam bahasa Arab berarti
- 44:32mengamalkan bukan cuman berilmu. Karena
- 44:34ilmu kalau enggak ngamalin pun enggak
- 44:35ada nilainya juga. Cuman saat belajar
- 44:38aja dapat pahala. Kalau enggak diamalkan
- 44:39enggak ada. Nah, dikisahkan ada abid,
- 44:41ada alim. Orang yang cuma ibadah saja.
- 44:44Yang kedua dia ibadah dengan ilmu. Jadi
- 44:45dia belajar amalkan, belajar amalkan.
- 44:49Mana yang paling utama?
- 44:51Yuk kita bahas. Qala. Maka Nabi
- 44:54menyampaikan fadlul alim alal abidli
- 44:58ala adnakum
- 45:00fadlulim alal abidakum.
- 45:05Keutamaan seorang penuntut ilmu yang dia
- 45:08berniat mengamalkan amalnya. baru
- 45:10berniat mau ngamalin amalnya kemudian
- 45:12dia menuntut ilmu belum diamalkan tuh
- 45:14kata Nabi apa? Kafadli ala adnakum
- 45:18seperti keutamaan diriku ini kepada yang
- 45:21lebih rendah di antara kalian
- 45:24bukan yang lebih pintar yang lebih
- 45:25rendah jadi tinggi batasnya. Nabi tidak
- 45:29membandingkan Nabi dengan yang paling
- 45:30saleh di antara sahabat tapi yang paling
- 45:32rendah ibadahnya di antara para sahabat
- 45:34di seakan-akan jaraknya jauh banget ya.
- 45:36Ini ada sahabat kayak Abu Bakar levelnya
- 45:38kan tinggi kan. Di atasnya ada Nabi
- 45:40Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- 45:41Kalau membandingkan Nabi Muhammad dengan
- 45:42Abu Bakar tetap masih unggul Nabi. Cuman
- 45:45keutamaan Abu Bakar itu tinggi. Sampai
- 45:47saking tingginya hidup menemani Nabi,
- 45:50hijrah menemani Nabi, wafat di kubur
- 45:52dianding di samping Nabi. Ya, bahkan di
- 45:55surga pun dengan Nabi saking tingginya.
- 45:57Walaupun tetap masih unggul Nabi, tapi
- 45:59Nabi tidak bandingkan beliau dengan Abu
- 46:00Bakar. Dibandingkannya dengan sahabat
- 46:02yang paling rendah kapasitasnya.
- 46:05itu pun tetap surga juga cuman bawahnya
- 46:07rendah. Nabi ingin tunjukkan perbedaan
- 46:09orang yang punya ilmu untuk diamalkan
- 46:11itu derajatnya tinggi sekali di sisi
- 46:12Allah seperti perbandinganku dengan yang
- 46:14paling rendah di antara kalian. Ini
- 46:16hadisnya dari Abu Umamah ya. Dari Abu
- 46:18Umamah radhiallahu taala anhu. Hadis ini
- 46:21statusnya marfu. Ini marfu. Marfu itu
- 46:25termasuk kalangan hadis dif. Tapi daif
- 46:28itu. Nah, ini yang mau saya tunjukkan.
- 46:30Kadang-kadang nih sekarang banyak
- 46:32bahasa-bahasa yang enggak dicerna lagi.
- 46:34Dif tinggalkan.
- 46:36Diif tinggalkan tapi ilmu enggak ada.
- 46:39Jangan begitu. Itu itu berbahaya.
- 46:41Berbahaya. Daif itu itu dibagi dua. Dif
- 46:44matan, diif sanad. Kalau difnya di
- 46:47sanad, sanad itu yang meriwayatkan
- 46:49hadisnya bukan di matan, itu status
- 46:53masih bisa diamalkan sepanjang punya dua
- 46:55syarat. Syarat pertama babnya fadilul
- 46:59amal.
- 47:00keutamaan-keutamaan amalan, bukan
- 47:02amalan-amalan pokok, bukan tauhid, bukan
- 47:05tentang salat ya, bukan tentang haji
- 47:07misalnya, tapi keutamaan-keutamaan saja
- 47:09bisa diamalkan. Syarat yang kedua,
- 47:12apalagi kalau ada penguat namanya syahid
- 47:14atau tawabi' dalam ilmu hadis. Nah,
- 47:16hadis ini menunjukkan beliau ini
- 47:19muhaddis nih. Artinya paham hadis. E
- 47:22fikih juga paham paham fikih. Enggak
- 47:24mungkin kalau ada ada kalimat ini.
- 47:26Enggak mungkin kalau enggak paham hadis.
- 47:27Mustahil bisa diteruskan hadis
- 47:28selanjutnya.
- 47:29Hadis yang tadi saya bacakan itu yang
- 47:31ada di sini riwayat Abu Umamah, ternyata
- 47:33syahidnya banyak.
- 47:35Syahidnya banyak. Syahid itu hadis lain
- 47:37yang menguatkan yang statusnya lebih
- 47:38tinggi. Ya, lebih tinggi lagi. Di mana
- 47:41adanya? Di Abu Daud ada, di at-Tirmidzi
- 47:43ada, di Annasai nomor hadis 233 ada.
- 47:46Riwayatnya sahabat sahabatnya Abu Darda,
- 47:48sahabat Abu Darda radhiallahu taala
- 47:49anhu. Bahkan al Imam an-Nawawi
- 47:51menyantumkan juga di Riyadus
- 47:52Shalihinnya. Riyadus Shahiin itu ada
- 47:541896 hadis. Coba cek nomor hadis 1388
- 48:00yang kitabnya Fadlul Ilmi. Awas walim
- 48:05wa taaluma wa takliman lillah.
- 48:08Itu babnya nomor hadis 1388.
- 48:11Disebutkan riwayat Abu Darda ditutup
- 48:13dengan ujungnya rawahu Abu Daud
- 48:15wirmidzi. Apa hadisnya?
- 48:32Apakah selesai? Belum.
- 48:37Apakah selesai? Belum.
- 48:47Selesai sampai di situ. Itu sering
- 48:49dipisah-pisah hadisnya. sering
- 48:51dipotong-potong padahal satu kesatuan.
- 48:53Nah, setelah menyebutkan hadis tadi
- 48:54beliau menerangkan hadis yang tadi saya
- 48:56ucapkan sampai akhir. Ada syahidnya.
- 48:59Nah, logikanya gini sederhananya. Uang
- 49:01sejuta dengan Rp100.000 banyak mana?
- 49:05Sejuta berarti sejuta sahih. 100.000
- 49:08diif ya kan? Tapi kalau 100.000 yang
- 49:11ngasihnya 10 orang. 100.000 100.000
- 49:14100.000 100.000 100.000 100.000* 10
- 49:16berapa?
- 49:18sejuta maka yang dif naik status jadi
- 49:20sahih. Ah, awas hati-hati nih. Sekarang
- 49:23kita sedang menyebut dihadapkan pada dai
- 49:25dai yang ee tadi dai amplop sampai orang
- 49:29ini punya pandangan ke amplop diterapkan
- 49:31ilmu hadis di tempat yang salah. Saya
- 49:33kalau ceramah amplopnya tebal itu sahih
- 49:35itu.
- 49:36Tapi kalau amplopnya tipis dif ya. Kalau
- 49:40tipis tapi banyak sahihili girihi.
- 49:44Ah ini itu kaidah yang ditempatkan di
- 49:47tempat yang salah. Kalimatul haqqi ral
- 49:49batil. Tapi kalau diilustrasikan benar
- 49:52ini sejuta sahih, 100.000 dif.000
- 49:55dikasih 10 naik juga jadi sejuta. Sahih
- 49:57lihairihi. Sama hadis difinya benar yang
- 50:01diragukan itu orang yang nyampaikannya
- 50:03bukan karena isinya. Karena di hadis itu
- 50:05kualifikasinya ketat. Gini, orang
- 50:07pemabuk saja atau orang pernah punya
- 50:09salah, pernah punya salah meriwayatkan
- 50:11hadis. Saking hati-hatinya ulama,
- 50:13hadisnya tidak diambil sekaligus.
- 50:15Dituliskan catatan ni orangnya
- 50:17bermasalah. Bukan hadisnya, orangnya.
- 50:20Kenapa disebut orangnya? Karena khawatir
- 50:22nanti hadis diriwayatkan oleh orang yang
- 50:24bermasalah. Sehingga ketika ada orang
- 50:26salah, orang akan mengatakan, "Pantas
- 50:28salah." Hadis yang diriwayatkan oleh
- 50:29orang bermaksiat.
- 50:31Saking menjaga kemuliaan hadis, dicatat
- 50:33itu semua. Makanya muncul hadis mungkar.
- 50:35Hadis yang diingkari karena orangnya
- 50:37seringkiali berbuat maksiat. Bukan
- 50:40karena hadisnya. Hadis matruk, hadis
- 50:42yang ditinggalkan. Bukan karena hadisnya
- 50:44buruk, tapi karena orangnya seringkiali
- 50:46berdusta. Sehingga enggak bisa dibedakan
- 50:48ini orang lagi bicara hadis atau dusta.
- 50:51Jelas ya? Hadis maudu, hadis palsu.
- 50:53Bukan hadis yang bermasalah. Orang yang
- 50:55memalsukan itu. Kalimatnya mah benar.
- 50:57Cuman orangnya mengatakan itu hadis.
- 50:59Padahal bukan.
- 51:01Ya, pernah dengar ini? Makan saat lapar,
- 51:03berhenti sebelum kenyang. Pernah dengar?
- 51:05Itu hadis palsu. Saking palsunya, saking
- 51:08palsunya di kitab hadis palsu pun enggak
- 51:10ada saking palsunya.
- 51:15Cuma ada di satu kitab Arrahmah Fit
- 51:17Tibbi Wal Hikmah karangan Al Imam
- 51:19Jalaluddin Assuyuti halaman 29. Dan Imam
- 51:22Suyuti pun tidak menyebut hadis,
- 51:24menyebutnya kisah. Tiga orang dokter
- 51:27yang memberikan advice, nasihat kepada
- 51:29seorang raja. Kalau pengin sehat, kata
- 51:31dokter yang keempat dari Sudan. Yang
- 51:33tiga itu satu dari Irak ya. Yang kedua
- 51:35dari India, yang ketiga dari Romawi.
- 51:37Memberikan nasihat obat untuk makanan
- 51:40yang sehat. Yang keempat dari Sudan.
- 51:42Yang Sudan ini mengatakan kalau pengin
- 51:44sehat saat Paduka lapar silakan makan
- 51:47dan angkat tangan Paduka sebelum
- 51:48kenyang. Muntul kata mutiara mahfudat.
- 51:51Makan saat lapar berhenti sebelum
- 51:52kenyang. Itu kata mutiara isinya bagus.
- 51:56Cuman datang orang belakangan. Hadis
- 51:59di orang itu yang salah, bukan
- 52:01kalimatnya. Paham enggak sampai sini?
- 52:03Allahumma bariklana fi Rajab wa Syak'ban
- 52:05wabalighna Ramadan. Ya Allah mohon
- 52:07berkahi hamba di bulan Rajab dan Syakban
- 52:08dan mohon sampaikan pada bulan Ramadan.
- 52:10Isinya benar, cuman orangnya ada yang
- 52:12bermasalah disebut kemudian hadis
- 52:14mungkar. Orangnya yang mungkar hadisnya
- 52:16enggak apa-apa. Paham enggak maksudnya?
- 52:19Kalau kita belajar ilmu hadis ngerti
- 52:20sampai situ. Sebab kalau kita ingin
- 52:22ngamalkan kalimatnya pun enggak apa-apa,
- 52:23tapi jangan dipahami sebagai hadis. Nih,
- 52:26boleh enggak kalau saya di bulan Rajab
- 52:27berdoa begini, "Ya Allah, anugerahkan
- 52:29hamba keberkahan di bulan Rajab ini, ya
- 52:30Allah, beri kemampuan untuk beramal dan
- 52:33mohon beri kesempatan ya Allah untuk
- 52:34sampai di bulan Syakban dan pertemukan
- 52:36dengan Ramadan ya Allah, hamba ingin
- 52:37bertobat. Hamba ingin bertobat boleh
- 52:39enggak?"
- 52:40Itu bahasa Arabnya Allahumma bariklana
- 52:43fi Rajab wa Syak'ban wabaligna Ramadan.
- 52:45Sama aja
- 52:47orang Arab bacanya pakai bahasa Arab,
- 52:49kita pakai bahasa Indonesia. Cuman
- 52:51salahnya apa? Ketika ada orang
- 52:53mengatakan misalnya ini hadis atau orang
- 52:55itu bermasalah. Paham ya? Nah, ini
- 52:57ketika dicantumkan di sini, di sini
- 53:00jangan langsung divonis. Hadis palsu
- 53:02tuh, hadis dif tuh tinggalkan kitabnya.
- 53:04Ah,
- 53:06jangan karena ketidakmampuan Anda
- 53:07memahami sesuatu, Anda berlaku bodoh dan
- 53:10ngajak orang lain bodoh. Itu ngerepot.
- 53:12Kalau mau bodoh, bodoh aja sendirian.
- 53:14Jangan ngajak orang. Terus belajar gitu.
- 53:17Paham ya? Ini sudah enggak ngerti bikin
- 53:19status. Saya terima dari ibu saya tuh
- 53:21satu video. Hati-hati katanya, "Nak, ini
- 53:24ada ini." Benar enggak? Begitu
- 53:25dikirimkan orang langsung bilang,
- 53:27"Hati-hati, ada Quran palsu menyebar di
- 53:29Indonesia." Tuh, lihat dipertontonkan
- 53:31oleh dia tuh lihat. Bahkan ini huruf
- 53:33H-nya enggak ada titiknya. Ih, huruf KF.
- 53:35Lihat huruf QF titiknya mulai di bawah
- 53:36cuman satu. Itu bukan palsu. Itu Quran
- 53:39riwayat Warsy.
- 53:42Warsy.
- 53:44Dan dia mendapatkan anugerah karena
- 53:45enggak mudah menemukan Quran, riwayat
- 53:47itu di Indonesia. Adanya di Afrika tuh
- 53:48bagian barat.
- 53:51Ya, di Mesir karena waras berasa dari
- 53:52Mesir muridnya Imam Nafi'i itu enggak
- 53:55semua orang punya. Imam Alazar di sini
- 53:56belum tentu punya. Belum tentu punya di
- 53:59Istiqlal belum tentu ada. Anda dapat itu
- 54:02eh dibilang Quran palsu.
- 54:05Itu itu ilmu gitu. Itu yang yang paling
- 54:08penting. Jadi kalau belum bisa memahami
- 54:10sesuatu jangan banyak berfatwa. Itu
- 54:12bahaya. Kata Imam Malik, hafal 100.000
- 54:15hadis tapi enggak paham isinya. Jangan
- 54:16berfatwa. Kalau bukanya yang sesat,
- 54:19orang lain nanti yang terlantar.
- 54:21Paham ya? Ah, jadi ini maksudnya kalau
- 54:24saya bacakan nanti kalau ada yang
- 54:25berkomentar, "Tu hadisnya dif tuh." Ah,
- 54:28memang hadisnya difamalkan
- 54:30difnya bukan difah bertentangan dengan
- 54:33kaidah-kaidah hukum Al-Qur'an dan sunah.
- 54:35Dan dia dikuatkan dengan hadis lain
- 54:36karena itu statusnya naik kemudian
- 54:37menjadi hadis yang sahih lihairihi.
- 54:40Kenapa dicantumkan di sini? Katanya
- 54:42diif. Karena yang nulis itu ahli hadis.
- 54:44Ente yang komentar enggak paham hadis.
- 54:51Ee saya baca terakhir ya sampai kita ada
- 54:532 menit.
- 54:55Saya takutnya nanti ditanya belajar apa
- 54:56tadi? Disif [tertawa]
- 54:59cuma naik statusirihi
- 55:01gimana itu? Lihat aja tayangannya.
- 55:05Qala waqala sallallahu alaihi wasallam
- 55:07dan wasallam pernah bersabda
- 55:12jannah.
- 55:13Ah, ini yang tadi saya sebutkan satu
- 55:15rangkaian ini penguatnya syahidnya.
- 55:17Adanya di Annasai nomor hadis 233
- 55:20juga di Abu Daud juga di at-Tirmidzi
- 55:21juga Imam annawawi dalam Riyadus Shihin
- 55:23nomor hadis 1388
- 55:26rawinya Abu Darda hadisnya sahih. Ada
- 55:28yang menyebutkan hasan ya statusnya
- 55:31tetap hasan itu hadis sahih ya. sahih
- 55:34ya. Cuma daya ingat hadis kan lima
- 55:37syaratnya
- 55:43paham tidak? Ya nanti belajar
- 55:47lima itu. Jadi kalau salah satu kurang
- 55:49ya kurang dobit hafalannya kurang dikit
- 55:53kurang dikit tuh koma jadi koma jadi
- 55:55lupa komanya titik jadi lupa titiknya
- 55:57bukan lupa hadisnya. Jadi ilmu hadis itu
- 55:59kalau lupa koma dikit turun status tuh
- 56:01dobitnya kurang dari sahih jadi hasan.
- 56:04Ya, jadi hasan ini kalau saya bacakan
- 56:07kalimat misalnya nih, aljami asahihul
- 56:09mustad almukhtasar min umuri rasulillahi
- 56:11sallallahu alaihi wasallam wasunanihi wa
- 56:13ayyamihi. Ayo ulangi. Nah itu maudu tuh
- 56:16kalau enggak bisa ngulang. Itu statusnya
- 56:18turun. Tapi kalau bisa diulang lengkap
- 56:20sempurna kalimat titik komanya itu
- 56:22sahih. J kalau macet sedikit ee koma
- 56:25sedikit hasan. Ketat sekali ilmu hadis
- 56:27itu. Enggak semua orang bisa kemudian
- 56:30disebut sebagai muhaddis. Terakhir
- 56:34waqala sallallahu alaihi wasallam rasam
- 56:36pernah bersabda ilmi
- 56:41muslimin. Nah di sini ada wa muslimatin
- 56:44ilmial
- 56:47bah. Baik pertanyaannya ustaz di sini
- 56:51ada kalimat thabul ilmi. Kata Nabi,
- 56:53thabul ilmi faridatun al muslimin wa
- 56:55muslimatin. Menuntut ilmu itu faridah
- 56:58kemestian bagi setiap muslim laki-laki
- 57:00dan muslimah. Muslim perempuan. Kalau
- 57:03kita di hadis cari riwayat,
- 57:07kalimat muslimah ini enggak ditemukan.
- 57:10Sedangkan beliau ahli hadis.
- 57:12Kenapa muncul kalimat muslimah?
- 57:14Thaabul ilmi faridatun ala kulli muslim.
- 57:18Di hadisnya ditemukan demikian. Cari di
- 57:20berbagai riwayat hampir sulit menemukan
- 57:23kalimat muslimah. Pertanyaannya kenapa
- 57:26beliau menuliskan kalimat wa muslimatin?
- 57:30Apakah di sini ada riwayat baru yang
- 57:33ditemukan kemudian ada kalimat
- 57:35muslimahnya atau ada hal yang ingin
- 57:37disampaikan di sini? Nanti kita akan
- 57:40lihat di pertemuan berikutnya insyaallah
- 57:43ya supaya nanti kita bisa bersemangat
- 57:45untuk menggali dan kita paham cara
- 57:47membaca kitab dengan benar. Insyaallah
- 57:49di yang kita ajarkan cara memahami
- 57:51Al-Qur'an, cara memahami hadis dengan
- 57:53ilmunya, dan cara membaca kitabnya. Nah,
- 57:55karena itu saya sarankan begini. Tolong
- 57:57yang belum dapat ini di-copy nanti coba
- 58:00di-copy. Enggak apa-apa kalau
- 58:01selembar-selembar yang kita bahas
- 58:02sekarang halaman 14.14 aja yang di-copy
- 58:04ya. Kalau sulit saya penginnya Anda
- 58:06enggak sekedar dengar bawa ininya. Jadi
- 58:09Anda bisa lihat sambil saya terangkan
- 58:10Anda bisa baca juga di saya terangkan.
- 58:13Jadi Anda tahu nanti Anda ngajarkan lagi
- 58:15pada anak Anda selanjutnya teman Anda
- 58:17dan ngajarkannya langsung dari sumbernya
- 58:19ya. Dilihat, dipahami, terus belajar
- 58:21bahasa Arab dari sini terus lihat
- 58:23ayatnya, kasih catatan. ilmunya lengkap
- 58:25nanti ya. Habis ini pulang ke rumah
- 58:28kasih tahu istri, kasih tahu anak-anak,
- 58:30bikin status ya. Bulan depan jadi ustaz,
- 58:33saya pensiun.
- 58:35[tertawa]
- 58:37Alhamdulillah semoga Allah muliakan
- 58:39kita, memberikan kepada kita insyaallah
- 58:42rahmat, keberkahan, tambahan pengetahuan
- 58:44dan ampunan sisi Allah subhanahu wa
- 58:46taala.
- 58:47Allah inmahimin
- 59:14amanaun
- 59:45anagfiramdillaham
- 59:50wasalamualaikum warahmatullahi
- 59:52wabarakatuhikumsalam
- 59:54warahmatullah
- 59:59Yeah.
About this transcript
This page contains the full transcript of Dua Cara Allah Mengangkat Derajat Hidup Anda | Ust Adi Hidayat by Suara Riang, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 7,823 words across 1,473 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.