dr. JIEMI: Cara Hack Dirimu Untuk Nggak Mudah Menyerah Dengan Hidup Ini! | SUARA BERKELAS #222 — Transcript
Full transcript
- 0:00Pikirkan dan renungkan apa yang dalam
- 0:02jangka panjang sebenarnya kita inginkan.
- 0:04Kebahagiaan
- 0:06bukan lawan dari penderitaan. Lawan dari
- 0:08penderitaan menurut saya adalah hidup
- 0:10yang bermakna. Kebahagiaan enggak bisa
- 0:12menghilangkan penderitaan. Kebermaknaan
- 0:14bisa.
- 0:16Antitesis dari Kartman Triangle adalah
- 0:19saya sebagai individu yang berdaya. Jadi
- 0:21sekalipun orang lain menganggap saya
- 0:23kecil, enggak saya berdaya. Ya terserah
- 0:25Anda bilang apa. Orang lain menganggap
- 0:27saya tidak berharga, oke saya cari
- 0:29lingkungan yang membantu saya atau
- 0:31menganggap saya berharga. Kecuali kalau
- 0:33orang di depan kita masih bisa diajak
- 0:34negosiasi bahwa kita masih bisa
- 0:36membangun persepsi ulang. Ada hal-hal
- 0:38yang sekalipun kita pikir aku gagal
- 0:39sekian kali, ini sebenarnya kegagalan
- 0:41yang berbeda-beda. Dan di setiap poinnya
- 0:43ada pembelajaran. Dan pembelajaran demi
- 0:46pembelajaran itu yang membentuk yang
- 0:48kalau kita lihat sebagai kegagalan saja
- 0:50semuanya jadi gelap. Jika kita melihat
- 0:51sebagai pembelajaran, kita akan melihat
- 0:53progres di dalam hal tadi. Yang saya
- 0:56khawatirkan dari teman tadi adalah kalau
- 0:59kamu tidak bisa menemukan
- 1:00pembelajarannya, maka semuanya akan
- 1:02gelap. Maka semua akan selesai.
- 1:04Rayakanlah kesalahanmu. Berprogreslah
- 1:07dari kesalahanmu. Karena kesalahan tidak
- 1:09mdefine siapa saya, [musik] siapa Anda,
- 1:12siapa bilang. Kesalahan tidak mengubah
- 1:14hakikat dasar kita sebagai manusia. Kita
- 1:16tetap orang yang sama kok.
- 1:21Oke, sebelum kita mulai episode hari
- 1:22ini, aku cuma mau bilang, ternyata
- 1:25mayoritas dari penonton Suara Berkelas
- 1:27itu belum subscribe Suara Berkelas.
- 1:30Jadi, izinkan aku untuk reminder
- 1:31teman-teman di sini yang baru sadar
- 1:33selama ini belum subscribe. Subscribe
- 1:36itu gratis dan dengan kalian subscribe,
- 1:38maka kita bisa membangun akun ini
- 1:40bareng-bareng. So, selamat menonton
- 1:42episode hari ini. Halo semuanya, kembali
- 1:45lagi di podcast suara berkelas. Hari ini
- 1:47aku happy sekali karena kita kedatangan
- 1:49tamu spesial, orang yang bakal membantu
- 1:52kamu untuk lebih kenal dirimu sendiri.
- 1:54Dan percakapan hari ini akan terkesan
- 1:56seperti sesi terapi. Jadi aku mau
- 1:58teman-teman stay selama 60 menit ke
- 2:00depan. E drter Jimmy Ardian,
- 2:02halo. Thank you Bila.
- 2:03Wah, akhirnya suara berkelas ya.
- 2:05Akhirnya setelah sekian purnama ya.
- 2:07Sekian purnama karena aku sudah masukin
- 2:09list drter Jimmy di suar bekel sejak
- 2:11lama.
- 2:12Betul betul. Maaf sekali saya sok sibuk.
- 2:14[tertawa]
- 2:15Dr. Jimmy, aku memulai obrolan hari ini
- 2:17dengan salah satu course yang aku save
- 2:19tadi pagi ketika aku buka sosial media.
- 2:21Heeh.
- 2:22Kalimatnya gini, study yourself, your
- 2:26pattern, habit, compulsion, trauma,
- 2:28anxieties, insecurities, and addiction.
- 2:31Once you see them, the unconscious
- 2:33become conscious. And the moment you
- 2:35know what they are and how they control
- 2:37you, you awaken, you become unstoppable.
- 2:41Y, gimana cara kita bisa mempelajari
- 2:44diri kita sendiri tentang pattern,
- 2:46habit, trauma, anxiety, insecurities,
- 2:50addictions.
- 2:52Saya sangat relate dengan quotes tadi.
- 2:55Kalau kita enggak tahu, kita enggak tahu
- 2:57siapa musuh kita, kita enggak akan
- 2:59pernah menang. Dan yang disebut musuh
- 3:01terbesar seseorang adalah dirinya
- 3:03sendiri. memang enggak salah, tapi
- 3:05enggak cukup detail, enggak cukup
- 3:07spesifik untuk [mendengus] kita sadar,
- 3:09kita tahu bagian mana di dalam diri kita
- 3:11yang sebenarnya dalam tanda kutip adalah
- 3:13musuh kita. Beberapa orang menganggapnya
- 3:16sebatas sebagai kegagalan atau rendah
- 3:19diri atau perasaan malu, tapi enggak
- 3:22cukup spesifik.
- 3:24Yang disebut pola di sini bukan
- 3:27semata-mata tentang anxiety atau failure
- 3:31atau shame, tapi
- 3:34bagaimana hubungan antara pencetus dan
- 3:36reaksi karena polanya ada di situ.
- 3:40Beberapa orang datang katakanlah
- 3:43bercerita dia mudah marah. Titik. Enggak
- 3:46cukup. Kita perlu tahu kenapa dia mudah
- 3:48marah. Katakanlah dia mudah marah ketika
- 3:50merasa direndahkan.
- 3:52kelihatannya cukup belum? Kenapa kamu
- 3:55merasa direndahkan? Misalnya katakanlah
- 3:59karena saat kecil aku tidak pernah
- 4:03diapresiasi. Maka itu kemudian jadi
- 4:05lengkap. Karena aku tidak pernah
- 4:07diapresiasi, aku merasa direndahkan.
- 4:08Sehingga pencetus apapun yang terkait
- 4:10dengan direndahkan membuatku marah.
- 4:12Hm.
- 4:13Itu kalau kita sadar pola-pola tadi,
- 4:16kita tidak lagi akan terganggu dengan
- 4:19riuhnya realita. enggak terganggu lagi.
- 4:23Karena yang bisa mengganggu kita
- 4:24sebenarnya apa yang sudah kita percaya.
- 4:27Kalau saya percaya saya berharga,
- 4:29sekalipun orang di depan saya bilang
- 4:31saya tidak berharga, tidak ada
- 4:32urusannya.
- 4:33Ya,
- 4:33jika sedikit saja saya percaya saya
- 4:35tidak berharga, maka reaksi sekitar akan
- 4:39bisa memicu perasaan tidak berharga
- 4:40saya. Itu yang perlu kita pelajari
- 4:42menurut saya.
- 4:43Hmm. Bagaimana dengan anxiety dan
- 4:46insecurity yang bikin orang sampai hari
- 4:49ini masih ngerasa aku tidak cukup
- 4:51berharga, aku tidak cukup baik dan
- 4:54peningkatannya mulai dari mana?
- 4:58Yang saya agak tertarik dengan anxiety
- 5:00sebenarnya karena banyak orang berpikir
- 5:02anxiety itu bicara soal pikiran.
- 5:08Tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar.
- 5:10Maksud saya kalau saya pikir saya
- 5:12ganteng belum tentu saya percaya diri
- 5:14karena saya ganteng. Pikiran tidak sama
- 5:17dengan perasaan. Kalau saya berpikir
- 5:19tentang masa depan belum tentu itu
- 5:21anxiety. Bisa saja itu proyeksi,
- 5:24harapan. Sesuatu di masa depan menjadi
- 5:27anxiety jika pikiran di masa depan itu
- 5:30disertai dengan perasaan. Perasaan tidak
- 5:32pasti, perasaan tidak punya kontrol,
- 5:35perasaan tidak sanggup menghadapi.
- 5:37Perasaan-perasaan itu yang kemudian kita
- 5:38sebut sebagai anxiety. Means
- 5:42lawan dari anxiety bukan
- 5:46berpikir, tapi bagaimana kita bisa
- 5:48handle perasaan tidak pasti, perasaan
- 5:50tidak mampu, perasaan tidak berdaya.
- 5:52Termasuk di dalamnya adalah insecurity.
- 5:55Sehingga kalaupun pikiran tentang masa
- 5:56depan muncul,
- 5:58dia tidak punya sengat lagi karena
- 6:00perasaannya sudah tidak ada. Kalau tidak
- 6:03ada perasaannya, pikiran tentang masa
- 6:04depan tuh cuma jadi rencana. Which is
- 6:05good. Jadi, mari kita pelajari
- 6:09sebenarnya perasaan apa yang muncul di
- 6:11sana dan kenapa perasaan itu muncul di
- 6:12sana, gitu kira-kira.
- 6:14Hm. Tadi dokter menyebut kata-kata
- 6:17perasaan tidak pasti
- 6:20dan perasaan tidak berdaya gitu. Dan itu
- 6:23yang membuat kita sering bingung.
- 6:26Makanya berseliwuran kata-kata cowok
- 6:28bingung gitu.
- 6:29Karena kita kadang enggak tahu apa yang
- 6:32beneran berharga tentang diri kita
- 6:33sendiri dan apa yang bisa kita kontrol
- 6:35dan bagaimana kita bisa menghadapi
- 6:36ketidakpastian hidup ini ya.
- 6:38Iya. Iya.
- 6:40Apakah dokter pernah me-define dirinya
- 6:42bingung, penuh keraguan, dan gimana cara
- 6:46dokter balik lagi ke fase bisa
- 6:48mengontrol diri sendiri?
- 6:52Ini pertanyaan yang bagus.
- 6:54Mm saya tidak boleh bohong. Hidup saya
- 6:57penuh kebingungan.
- 6:59Saya bingung waktu menentukan jurusan
- 7:03saat saya mau masuk spesialis.
- 7:05Hm.
- 7:06Di zaman saya mau jadi spesialis jiwa
- 7:09atau mau mendaftar jadi spesialis jiwa,
- 7:12di saat itu psikiater belum terkenal.
- 7:16mengambil keputusan ingin menjadi
- 7:18psikiater di zaman itu sebenarnya tidak
- 7:20terlalu masuk akal.
- 7:22Tapi itulah keputusan yang dipilih
- 7:24walaupun bingung. S3 juga saya bingung.
- 7:27Saya beberapa kali pindah kampus itu
- 7:30juga karena bingung. Tadi pagi bahkan
- 7:32saya bingung. ada WhatsApp dari
- 7:37ee ya intinya ada WhatsApp dari rumah
- 7:39sakit menyampaikan ada kondisi urgen ee
- 7:43apakah bisa ditambahkan jadwal
- 7:46khusus untuk seseorang ini?
- 7:48Saya bingung kalau saya berikan jadwal
- 7:51artinya
- 7:53karena saya sedang kuliah artinya jadwal
- 7:55kuliah saya akan bergeser. Which enggak
- 7:57mungkin tapi kalau enggak saya tolong
- 7:58ini orang butuh pertolongan. Saya
- 8:00bingung harus bagaimana
- 8:02bagaimana menghadapi ini.
- 8:05Tidak ada tips praktis menurut saya.
- 8:08Tapi saya percaya teman-teman suara
- 8:10berkelas sebagian besar yang menonton
- 8:12adalah orang dewasa. Saya saya percaya
- 8:14iya
- 8:15mungkin bukan
- 8:18anak-anak yang belum punya KTP
- 8:19ya.
- 8:20So, kita harus mengakui saat kita dewasa
- 8:23keputusan itu tidak bisa sejelas saat
- 8:25kita kecil. Enggak ada jawaban benar
- 8:27salah yang sejelas itu. Enggak ada
- 8:29jawaban yang baik buruk sejelas itu.
- 8:31Semua hal punya bagian benar dan
- 8:33salahnya, baik dan buruknya. Sehingga
- 8:35yang menggerakkan saya pada akhirnya
- 8:37bukan bukan kepastian. Karena kepastian
- 8:40tidak ada. Yang menggerakkan saya adalah
- 8:42apa nilai yang saya anut, apa value yang
- 8:45saya pegang. Katakanlah jika value saya,
- 8:47saya ingin berdampak sehingga saya ingin
- 8:50penelitian saya berdampak, maka saya
- 8:52tidak boleh memaksakan berada di sebuah
- 8:54kampus yang mungkin membantu saya cepat
- 8:56lulus, tapi saya dari awal salah
- 8:58jurusan.
- 9:00Oke, nanti gelarnya ada. Tapi jika itu
- 9:02tidak berdampak, what's the point?
- 9:05Jika kemudian yang
- 9:08dalam jangka panjang saya ingin
- 9:10berdampak melalui penelitian, melalui ee
- 9:13karya sehingga sekalipun saya tidak ada
- 9:16nantinya saya berharap karya saya bisa
- 9:18membantu banyak orang, maka rencana
- 9:20jangka panjang harus
- 9:23outway harus di atas rencana jangka
- 9:24pendek. Menolong orang memang bagus,
- 9:26tapi terlalu banyak orang yang butuh
- 9:28ditolong.
- 9:28Hm.
- 9:29Sehingga jadwal yang tadinya ingin
- 9:32disisipkan saya batalkan. lebih baik
- 9:34saya ikuti kuliah, saya lulus tepat
- 9:36waktu dengan penelitian yang baik supaya
- 9:38saya bisa berdampak lebih luas lagi
- 9:40nantinya. So, yang mendorong pada
- 9:42akhirnya adalah value, bukan lagi baik,
- 9:44buruk, benar, salah, gitu.
- 9:48Kenapa orang dewasa
- 9:50suka sekali ngaret, suka sekali
- 9:53menunda-nunda gitu?
- 9:56Kita janjian jam 8.00,
- 9:58kita masih di rumah jam 07.5 dan kita
- 10:00merasa secara waktu aman kok 5 menit.
- 10:04Apakah itu bagian dari trauma?
- 10:07Apakah itu dari manifestasi terhadap
- 10:10life experience dia bahwa enggak apa-apa
- 10:12telat ngarudah biasa atau memang ada
- 10:15sisi anak kecil di diri dia yang tidak
- 10:18punya kesadaran terhadap waktu itu gitu.
- 10:20He. Saya percaya bilal jawabannya adalah
- 10:22semuanya. [tertawa]
- 10:25Karena ada yang masih sekalipun ada yang
- 10:28sekalipun usianya sudah tua, kita masih
- 10:30merasa enggak kok saya masih muda. Ada
- 10:32pasti
- 10:33sehingga kesadaran terhadap waktunya
- 10:35buruk. Di saat bersamaan ada juga yang
- 10:38akibat trauma seseorang menjadi
- 10:40kehilangan sensasi terhadap waktu karena
- 10:42waktu tuh ada sensasinya.
- 10:43Kita bisa mengukur kira-kira kita bicara
- 10:45sudah cukup lama atau tidak 5 menit, 10
- 10:47menit itu ada sensasinya. trauma sangat
- 10:49mungkin merusak sensasi tadi. Ada juga
- 10:52aspek budaya di mana di let's say ketika
- 10:55saya bertemu di kongres di Jepang atau
- 10:58kongres di Singapura jam 09.00 mulai jam
- 11:0109.00 mulai. Tapi kalau kongres di
- 11:02Indonesia jam 09.00 mulai masih nunggu
- 11:05yang memberi sambutan dari Bapak ee apa
- 11:08gitu kan. [tertawa]
- 11:10Jadi secara budaya kita juga
- 11:12ee
- 11:13terdampak. Tapi saya mau highlight
- 11:14bagian trauma karena di bagian budaya
- 11:17pasti banyak orang tahu di bagian ada
- 11:18bagian anak kecil di dalam diri kita
- 11:20yang memang masih pengin
- 11:21bersenang-senang juga ya sudahlah enggak
- 11:24apa-apa.
- 11:24Sayaat saat podcast saya
- 11:27menulis buku, bagian anak-anak itu yang
- 11:29keluar karena saya membiarkan diri saya
- 11:31bereksplorasi di luar dari yang saya
- 11:34nyaman.
- 11:35Nyamannya saya tuh sendirian duduk di
- 11:36bawah pohon.
- 11:38Di luar yang itu bereksplorasi adalah
- 11:41bagian anak-anak. At the same time yang
- 11:44banyak orang enggak tahu justru trauma
- 11:45ada dampaknya di sini. Ketika seseorang
- 11:48mengalami trauma bukan hanya masa lalu
- 11:52yang bermasalah tapi lebih tepatnya masa
- 11:55lalu itu menyelinap ke masa kini.
- 11:57membuat kita mempersepsi masa kini
- 12:00dengan seakan-akan kejadian di masa lalu
- 12:03itu baru saja terjadi atau bahkan masih
- 12:06terjadi. Even kejadiannya adalah 20
- 12:09tahun lalu, 10 tahun lalu, rasanya
- 12:11mungkin masih sama kayak kemarin atau
- 12:12baru saja kejadian.
- 12:14Ya,
- 12:14sensasi kita terhadap waktu menjadi
- 12:16rusak.
- 12:17H
- 12:18jadi sangat wajar kalau sensasi waktu
- 12:19kita rusak. Kita enggak bisa membedakan
- 12:215 menit dan 10 menit dan setengah jam
- 12:23dan perkiraan waktunya juga jadi
- 12:24bermasalah.
- 12:26So, trauma Yesusnya
- 12:29orang dewasa suka ngaret dia.
- 12:34Gimana obrolan kami tadi? Seru banget
- 12:36kan? Tenang, tenang, jangan skip dulu
- 12:38ya. Ini bukan iklan. Aku butuh ketemu
- 12:41dengan orang-orang yang serius mau
- 12:42belajar proses kreatif suara berkelas
- 12:44dari nol sampai punya 1 juta
- 12:46subscribers.
- 12:48Mulai dari gimana aku menemukan ide,
- 12:50gimana scriptingnya, gimana eksekusi
- 12:53long form podcast-nya, long form
- 12:54contentnya, gimana kemudian eksekusi di
- 12:57short form-nya sampai ke kita belajar
- 12:59detail tentang content waterfall dan
- 13:01yang paling penting gimana caranya kita
- 13:03bisa monetisasi. Enggak cuma teori ya,
- 13:06kita bakal bedah banyak studi kasus
- 13:08gimana caranya kita bisa hasilin ratusan
- 13:10juta views dalam sebulan, gimana kita
- 13:12ngembangin akun dari nol hingga punya
- 13:14jutaan audience. Semua hal kita bedah di
- 13:16Fire One Kreatif. Klik link deskripsi
- 13:18atau kamu bisa langsung ke
- 13:20berkelaskreatif.com.
- 13:22Wow, saya suka sekali dan meng-highlight
- 13:24kata-kata tadi.
- 13:26Masa lalu itu suka menyelinap di masa
- 13:28kini ya.
- 13:28He.
- 13:30Dan saya bersyukur sebagai host podcast
- 13:34saya sering stay in the present moment
- 13:38karena
- 13:39saya harus butuh fokus untuk mendengar
- 13:40percakapan dengan narasumber. Tapi ada
- 13:42momen di mana let's say di event atau
- 13:45saya ketemu dengan orang itu kadang saya
- 13:47tidak bisa 100%
- 13:50beneran menghargai momen itu karena
- 13:52tiba-tiba ada 5% itu menyelinap tentang
- 13:54masa lalu. Oh, saya ngomong dengan orang
- 13:56ini dan orang ini agak ngeselin.
- 13:58Tiba-tiba muncul trauma dari masa lalu
- 13:59terhadap orang yang ngeselin yang setipe
- 14:01seperti ini dan saya tiba-tiba mengingat
- 14:03masa lalu gitu. He.
- 14:04Tapi di momen ini sekarang jam 115 saya
- 14:08ngobrol dengan Dr. Jimmy dan dokter saya
- 14:10appreciate banget kita 30 menit lebih
- 14:11awal podcast ini dan itu bukan lagi on
- 14:14time bahkan lebih cepat.
- 14:16Ini bikin saya menyadari bahwa oh ini
- 14:18waktu dan saya beneran hadir di sini di
- 14:20bawah lampu yang terang ini. Tapi saya
- 14:22takut akan mengulangi fase-fase di mana
- 14:24kebanyakan masa lalu yang tiba-tiba
- 14:26menyelinap di momen saya saat ini gitu.
- 14:29dan kadang menyelinap tentang masa depan
- 14:31yang belum terjadi sama sekali dan
- 14:33sehingga kita beneran tidak bisa di
- 14:35sini.
- 14:36Tolong bawa saya bawa teman-teman yang
- 14:38sedang menonton episode ini untuk
- 14:40beneran hadir pelan-pelan ke masa kita
- 14:42saat ini gitu. He he.
- 14:46Seakan-akan
- 14:48masa lalu dan masa depan yang menyelinap
- 14:50ini di luar kendali kita. Which is true.
- 14:55Kita lagi berinteraksi atau bahkan kita
- 14:58lagi melakukan suatu yang harusnya kita
- 15:00lakukan.
- 15:02Lalu tiba-tiba pikiran kita melayang
- 15:04entah ke mana.
- 15:07Seakan kita tidak punya kendali terhadap
- 15:09hal ini. Benar.
- 15:12Kita tidak punya kendali terhadap
- 15:13kehadirannya,
- 15:15tapi kita tidak sepenuhnya 100% tidak
- 15:17punya kendali terhadap kehadirannya.
- 15:19Kita punya kendali terhadap bagaimana
- 15:20kita bereaksi terhadap kehadiran
- 15:22pikiran-pikiran ini.
- 15:25Ketika kita menganggap diri kita tidak
- 15:27berdaya, ketika pikiran masa lalu dan
- 15:29masa depan datang, kita cenderung untuk
- 15:32sekedar ruminating atau memakan pikiran
- 15:35tadi
- 15:35atau lebih tepatnya termakan oleh
- 15:37pikiran tadi. Kita mengikuti alurnya
- 15:39seakan pikiran ini adalah diri kita,
- 15:43tapi pikiran bukan diri kita.
- 15:46Hanya karena saya berpikir, saya
- 15:48ganteng. wajah saya tidak tidak
- 15:49tiba-tiba berubah.
- 15:52Tapi menariknya sekalipun
- 15:55kita tahu kalau saya berpikir saya
- 15:57ganteng, wajah saya tidak tiba-tiba
- 15:58berubah, hal ini tidak berlaku
- 16:00sebaliknya untuk apa yang sudah
- 16:01terlanjur kita percaya. Saya berpikir
- 16:04saya tidak berdaya menghadapi masa
- 16:06depan. Loh, kok rasanya benar? It
- 16:08doesn't make sense. Karena pikiran
- 16:11sebatas pikiran tidak selalu harus kita
- 16:13percaya.
- 16:15Bagaimana kita menemui pikiran-pikiran
- 16:18yang sedang datang? Langkah pertama
- 16:20menurut saya adalah tidak perlu
- 16:21dipercaya. Dia cuma suara yang sedang
- 16:24datang. Apakah dia benar atau salah akan
- 16:28kontekstual sekali bergantung banyak hal
- 16:31dan kebergunaannya juga sangat banyak
- 16:34sekali konteks yang berbeda-beda. Apakah
- 16:37pikiran ini berguna atau tidak. Jadi
- 16:38ketika pikiran datang, bagaimana kita
- 16:40kembali ke masa kini, pertama-tama entah
- 16:43itu masa lalu atau masa depan,
- 16:44pertama-tama adalah tidak perlu percaya.
- 16:45Saya tidak mengatakan ragukan tapi tidak
- 16:48perlu percaya. Pikiran berkata titik
- 16:51titik titik itu favorit saya
- 16:53ya.
- 16:53Bukan saya berpikir,
- 16:56tidak ada saya di sana pikiran berkata
- 16:59Jimmy ganteng. Sudah saya tidak percaya
- 17:02itu. Saya tidak meragukan itu. Itu cuma
- 17:04pikiran saja.
- 17:05Hm. Tapi saya percaya sih, Do. [tertawa]
- 17:08Terima kasih.
- 17:10Dan orang dewasa juga
- 17:13mereka ignorance bahwa mereka itu merasa
- 17:16bisa mengontrol semuanya. He.
- 17:20Tapi pelan-pelan mereka
- 17:22susah untuk multitasking
- 17:25saya. Tiba-tiba dr. Jimmy WA saya baca
- 17:28sebentar dan notif diskon di toko
- 17:31e-commerce itu lebih seksi sehingga saya
- 17:33masuk ke toko e-commerce dulu dan saya
- 17:35lupa balas chat Dr. Jimmy
- 17:37tiba-tiba saya enggak butuh barang itu.
- 17:39Wah 70% diskonnya hari ini. Cuma hari
- 17:42ini, cuma di jam ini. Saya klik saya
- 17:44beli
- 17:46dan saya baru sadar kenapa saya beli
- 17:48itu. Akhirnya saya lihat perbandingan
- 17:50harga ke aku sosial media 1 jam 2 jam
- 17:54berlalu. Saya lupa membalas dokter Jimmy
- 17:56punya WA. Saya lupa ngerjain hal yang
- 17:58matters lainnya. Dan saya jatuh ke
- 18:01lubang yang sama berhari-hari sehingga
- 18:02saya mdefine diri saya kok aku
- 18:05procrastinate, kok aku edd
- 18:07kenal diri kita sendiri gitu.
- 18:10Itu yang terjadi di orang dewasa pada
- 18:11umumnya di zaman sekarang. Dan mereka
- 18:13ignorance untuk balik ke diri mereka
- 18:15sendiri. Kalau orang yang menontonnya
- 18:18juga related seperti saya jelaskan tadi,
- 18:21tolong bawa kita balik lagi ke diri
- 18:23sendiri.
- 18:24Saya tersenyum karena sesekali saya juga
- 18:26melakukan hal serupa. [tertawa]
- 18:28Itu kenapa saya mematikan semua
- 18:30notifikasi.
- 18:33Saya suka dengan quote yang tadi kita
- 18:36bacakan
- 18:37ya.
- 18:37Eh, Bilal bacakan. Saya bahkan enggak
- 18:39tahu siapa yang
- 18:40menulis tadi
- 18:41ya.
- 18:44Ketika kita menyadari pola
- 18:47kemudian kita membawa yang tidak kita
- 18:49sadari menjadi sadar di situ kita
- 18:51berdaya.
- 18:54Sehingga kesadaran terhadap pola ini
- 18:55tidak boleh berhenti cuma pada label.
- 18:58Jika saya berhenti pada label saya mudah
- 19:01terdistraksi, saya prokrastinasi, saya
- 19:03ADHD, dan what? Orang dewasa perlu
- 19:06bertanggung jawab atas yang sedang
- 19:09terjadi di hidupnya. Kita bukan anak
- 19:11kecil yang kemudian ketika tidak bawa PR
- 19:13menyalahkan orang tuanya karena tidak
- 19:14membawakan buku PR. We are the adult
- 19:17now. Sehingga apapun itu labelnya, tugas
- 19:21kita adalah selanjutnya mencari apa
- 19:23langkah yang perlu kita lakukan
- 19:24menghadapi reaksi-reaksi tadi.
- 19:29Yang saya lakukan adalah mematikan
- 19:30notifikasi. Karena banjir notifikasi
- 19:34tidak bisa tidak akan dengan tidak kita
- 19:36sengaja memotong atensi kita dan atensi
- 19:39kita tuh
- 19:40sangat mahal sebenarnya.
- 19:41Benar. Jadi saya berterima kasih sekali
- 19:43buat teman-teman suara berkelas yang mau
- 19:44nonton 60 menit ini
- 19:47karena
- 19:49ini sesuatu yang tidak bisa kembali ke
- 19:51hidup kita. 60 menit berlalu, maka 60
- 19:53menit berlalu. So, thank you banget.
- 19:56Dan mari manfaatkan 60 menit ini untuk
- 19:57belajar bahwa ketika atensi kita
- 19:59terdistraksi,
- 20:01mari kembali pada apa yang dalam jangka
- 20:03panjang baik untuk kita.
- 20:06Dalam jangka pendek diskon 70% 60%
- 20:10barang menarik.
- 20:12Tapi dalam jangka panjang akan sangat
- 20:14mahal harganya kalau kita mudah sekali
- 20:16terdistraksi oleh diskon-diskon ini.
- 20:18Akan lebih bermanfaat kalau kita mampu
- 20:22fokus, tidak brainroad, rajin membaca,
- 20:25mendengarkan konten-konten yang
- 20:27bermanfaat, belajar, mencatat,
- 20:30pakai tangan.
- 20:32Karena menulis itu sesuatu yang mengubah
- 20:35struktur otak. ini jauh lebih bermanfaat
- 20:38untuk jangka panjang ketimbang
- 20:39mendapatkan gratifikasi instan seperti
- 20:42barang yang kita beli lalu kita tunggu
- 20:45lalu saat datang kita abaikan bahkan
- 20:46unboxing-nya entah kapan lalu numpuk
- 20:49barangnya. So, mari kembali pikirkan dan
- 20:53renungkan apa yang dalam jangka panjang
- 20:55sebenarnya kita inginkan. Kebahagiaan
- 20:59bukan lawan dari penderitaan. Lawan dari
- 21:01penderitaan menurut saya adalah hidup
- 21:03yang bermakna.
- 21:04kebahagiaan enggak bisa menghilangkan
- 21:06penditaan, kebermaknaan bisa.
- 21:10Hm. Wow.
- 21:12Tadi malam saya baru ketemu salah satu
- 21:14postingan juga yang isinya seperti ini.
- 21:17Konsisten
- 21:20membuat hari kita setiap harinya itu
- 21:22terkesan sama.
- 21:23He
- 21:24konsisten.
- 21:26Tapi tidak konsisten membuat setiap
- 21:28tahunnya itu terlihat sama.
- 21:29Hm.
- 21:31Kita selalu melihat sesuatu itu jangka
- 21:33pendek ya. I
- 21:35ah hari ini, hari ini, hari ini kok
- 21:37biasa-biasa aja. Tapi kita enggak sadar
- 21:39bahwa hari ini itu compounding membuat
- 21:41versi kita lebih baik ya.
- 21:42Iya.
- 21:43Tapi kita sering tidak nyaman dengan
- 21:45konsisten dan sehingga kita memilih
- 21:47procrastinate, kita memilih tidak
- 21:48konsisten dan 2023, 2024 sampai 2026 kok
- 21:52aku sama-sama aja, ujung-ujungnya ngeluh
- 21:54juga.
- 21:55Iya. Iya. Itu yang menurut aku
- 21:57pentingnya seperti kalimat Dr. Jimmy
- 21:59tadi bahwa balik lagi ke sesuatu yang
- 22:01sebenarnya game jangka panjang kamu dan
- 22:05conscious lah atau sadarlah terhadap
- 22:06sesuatu yang kamu lihat nih sesuatu yang
- 22:09sangat seksi padahal jangka pendek tapi
- 22:11pelan-pelan membawa kamu ke versi yang
- 22:13tidak semakin baik gitu ya malah stuck
- 22:15di tempat ya.
- 22:16Iya.
- 22:18Pertanyaan simpel Dok. di fase orang
- 22:20dewasa, banyak sekali teman-teman yang
- 22:23masih tidak nyaman dengan pikirannya
- 22:25sendiri dan banyak teman-teman kita yang
- 22:28sering melihat dirinya sendiri dengan
- 22:29kecamata orang lain.
- 22:30He he.
- 22:32Diskusi di kantor aku dicuekin apakah
- 22:35atasan dan teman-teman kantorku yang
- 22:37membenci aku? Ya, mereka seni melihat
- 22:40aku. WA aku enggak dibalas, sering
- 22:42dicuekin. Dan aku ng-define diriku semua
- 22:44orang tidak senang sama aku dan aku
- 22:46ng-define lingkunganku toxic. Akhirnya
- 22:48kita resign dan itu akan terjadi lagi di
- 22:50kantor-kantor kita yang baru dan hidup
- 22:51kita gini-gini aja gitu dengan pola
- 22:53victim.
- 22:54He he he.
- 22:56Bagaimana caranya orang-orang yang
- 22:58mendengar ini yang masih punya mindset
- 23:00bahwa semua orang membenci aku, semua
- 23:01orang jahar ke aku itu untuk tidak
- 23:03memakai kacamata victim itu
- 23:06mendengar kata victim. Hal pertama yang
- 23:09muncul di kepala saya bilang adalah
- 23:11Kpman Drama Triangle.
- 23:14Kpman drama triangle itu gampangnya
- 23:18segitiga drama Kartman. Itu definisi eh
- 23:20itu [tertawa] terjemahan saja.
- 23:22Oke.
- 23:23Segitiga ini mengkategorikan tiga peran
- 23:26yang
- 23:28sering terjadi pada drama kehidupan.
- 23:30Yaitu seseorang menempatkan sebagai
- 23:32viktim. Berarti kalau dia viktim, ada
- 23:35orang lain atau ada struktur lain harus
- 23:37jadi perpetrator atau pelaku. Dan kalau
- 23:41ada korban, ada pelaku harus ada
- 23:43struktur lain yang menjadi hero atau
- 23:45penyelamat.
- 23:47Tanpa kita sadari jika jika pola ini
- 23:50kita pakai, kita sedang menjebak diri
- 23:54kita di dalam ketidakberdayaan.
- 23:57Menjadi korban itu tidak bermasalah
- 23:58sebenarnya,
- 23:59tapi menjadi bermasalah jika korban ini
- 24:01merasa tidak berdaya.
- 24:03dia menempatkan hero itu di luar
- 24:07dirinya.
- 24:09Jika saya merasa sebagai korban dari
- 24:11peristiwa di mana chat tidak dibalas,
- 24:14tapi sayalah heronya yang kemudian
- 24:17pek pek pek balas dong. Dan that's no
- 24:21problem. Kita menempatkan diri kita
- 24:23sebagai individu yang mampu dan berdaya.
- 24:25Tapi kalau kemudian hanya menjadi
- 24:27sebagai korban, lalu berharap orang lain
- 24:29yang merespon, lalu berharap orang lain
- 24:31yang mengubah,
- 24:34bagi orang lain kayaknya sebagian besar
- 24:37orang lain akan menganggap diri kita
- 24:39enggak seping itu. So, kita enggak bisa
- 24:41berharap hero itu datang dari luar.
- 24:45Antitesis dari Kpman Triangle bukan saya
- 24:48adalah pelaku, karena kalau saya victim
- 24:51berarti lawannya saya pelaku. Bukan.
- 24:53Antitesis dari Kartman Triangle adalah
- 24:56saya sebagai individu yang berdaya.
- 24:59Jadi sekalipun orang lain menganggap
- 25:01saya kecil, enggak saya berdaya. Ya
- 25:03terserah Anda bilang apa. Orang lain
- 25:05menganggap saya tidak berharga, oke saya
- 25:07cari lingkungan yang membantu saya atau
- 25:09menganggap saya berharga. Kecuali kalau
- 25:12orang di depan kita masih bisa diajak
- 25:13negosiasi bahwa kita masih bisa
- 25:15membangun persepsi ulang. Artinya kita
- 25:19enggak seber enggak seenggak berdaya
- 25:21itu, Teman-teman. So, make sure jangan
- 25:24cuma mikir sebagai victim, mikir juga
- 25:26sebagai heronya.
- 25:29Apakah sebenarnya ada orang jahat di
- 25:30dunia ini, Dok?
- 25:31Pertanyaan bagus.
- 25:33Orang jahat dan kita selama ini termasuk
- 25:37aku ya, sering ng-define seseorang itu
- 25:39kan berdasarkan manifestasi tentang masa
- 25:42lalunya bahwa dia kan adalah anak kecil
- 25:45yang lahir dari rahim ibunya dan dia
- 25:48tumbuh sebagai anak yang disayang, penuh
- 25:50cinta.
- 25:52banyak dewasa mungkin banyak hal yang
- 25:53dihadapi sehingga dia adalah korbannya
- 25:55juga. Akhirnya dia mau enggak mau jadi
- 25:59victim yang kemudian ingin membela
- 26:01dirinya sendiri dan mungkin pakai jalur
- 26:02jahat dan sehingga aku enggak bisa
- 26:03ng-define dia dari opsi hidupnya kan.
- 26:06Gimana definisi orang jahat di fase kita
- 26:09yang dewasa, orang toksik, orang yang
- 26:11negatif itu
- 26:13saya mungkin tidak disukai ketika saya
- 26:15menjawab ini. Tapi izinkan saya
- 26:16menjawab. Yes, please.
- 26:21Batman dan Joker, Spider-Man dan
- 26:25musuhnya,
- 26:27Avenger dan Thanos. Saya pikir itu
- 26:30adalah ekspresi yang paling manusiawi
- 26:32dan jujur tentang apa yang kita pandang
- 26:34orang jahat. Thanos deh. Thanos.
- 26:37Thanos hanya jahat karena dia
- 26:42punya tujuan baik tapi menggunakan
- 26:44cara-cara yang keras. Tapi menurut
- 26:46Thanos itu adalah tujuan yang baik.
- 26:49Tentu Thanos punya lukanya karena dia
- 26:51punya masalah sama planetnya. tidak
- 26:53spoiler.
- 26:56Oleh karena itu dia berbuat dengan keras
- 26:58untuk menyelamatkan
- 27:00bahkan universe.
- 27:03Sayangnya
- 27:05kebanyakan orang tidak berpikir seperti
- 27:07itu. Sehingga di sini Thanos seakan-akan
- 27:09adalah feeling.
- 27:11Tidak semua yang kita pikir jahat
- 27:13sayangnya
- 27:15betul
- 27:18hanya 100% jahat. Kita perlu mengakui di
- 27:20hidup dewasa
- 27:22jahat tidak jahat itu menjadi terlalu
- 27:24abu-abu sekarang. Mungkin dia punya
- 27:26luka. Kalau di Thanos bahkan mungkin
- 27:29bukan sekedar dia punya loka, dia punya
- 27:30pengetahuan dengan cara berpikir yang
- 27:31berbeda.
- 27:35Sudut pandangnya tidak bisa semata-mata
- 27:37jahat atau baik. Saya lebih suka
- 27:40melihatnya sebagai selaras atau tidak
- 27:42selaras.
- 27:45Jika tujuannya baik, tapi caranya
- 27:47kemudian menyakitkan bagi banyak orang,
- 27:49kita perlu mempertimbangkan apakah cara
- 27:52ini layak dikerjakan. Atau sebaliknya,
- 27:55mungkin tujuan orang di depan kita baik,
- 27:57tapi caranya seringkiali menyakitkan
- 28:00bagi banyak orang di sekitar. Maka perlu
- 28:03dipertimbangkan apakah saya mau jadi
- 28:04bagian dari cara tersebut? Karena
- 28:06kemudian itulah definisi jahat.
- 28:12Dan kenapa tidak semata-mata melabel
- 28:15orang toksik? Kenapa tidak semata-mata
- 28:17bilang cut off?
- 28:20Ini diskusi saya dengan salah satu rekan
- 28:24ee
- 28:27psikolog. Kami menyadari akhir-akhir ini
- 28:30pembicaraan psikologis itu terbatas pada
- 28:34boundaries. Seakan-akan itu adalah hal
- 28:37yang paling optimal kita lakukan. Kalau
- 28:39ada orang toksik pasang boundaries tidak
- 28:41salah. Karena beberapa orang gakak
- 28:43enggak punya kemampuan membuat
- 28:44boundaries. Sehingga kemampuan mempunyai
- 28:46boundaries
- 28:47itu butuh dilatihkan. Problemnya jika
- 28:50satu-satunya kemampuan yang kita miliki
- 28:53untuk menghadapi orang jahat adalah
- 28:55boundaries, maka kita dalam masalah.
- 28:57Karena kita akan kesepian. kita akan
- 28:59terus menghadapi sisi jahat dari orang
- 29:00lain.
- 29:02Dan kalau orang lain berpikir hal
- 29:04serupa, ketika menghadapi sisi jahat
- 29:05dari kita, dia akan pasang boundaries.
- 29:07Semua orang gak akan kesepian. An eye
- 29:10for an eye will make a whole world
- 29:12blind. Kita enggak boleh cuma punya
- 29:14boundaries. Kita perlu punya
- 29:15keterampilan lain, komunikasi asertif.
- 29:17Kita perlu mampu challenge diri kita
- 29:19untuk mengizinkan orang yang kita
- 29:21pandang jahat untuk berkolaborasi, untuk
- 29:24berubah.
- 29:27Musa saja datang kembali kepada Firaun
- 29:29untuk
- 29:31berusaha mengubah. Bukan berusaha
- 29:33mengubah untuk bernegosiasi ulang
- 29:35walaupun Firaun tidak berubah tapi ada
- 29:36kesempatan itu.
- 29:38So kita enggak boleh sebatas menurut
- 29:40saya kita tidak boleh sebatas bergantung
- 29:43pada cutof dan pada toxic. We need to
- 29:46step up the game as an adult.
- 29:48Keterampilan lain dibutuhkan.
- 29:51Dan menjadi orang dewasa berarti memang
- 29:53siap dengan konsekuensi enggak nyaman
- 29:54ya. dari transisi yang tadi kita ngerasa
- 29:57kok kita selama ini jahat dan kita
- 29:59pelan-pelan mengakui itu dan bisa bicara
- 30:02dengan profesional atau bisa bicara
- 30:04dengan orang terdekat tentang
- 30:05vulnerability kita sendiri gitu.
- 30:06Iya. Iya. Kita perlu
- 30:09menjadi orang dewasa. Kita perlu
- 30:11bertanggung jawab dan embrace dan tidak
- 30:14diam di dalam ketidaknyamanan tadi.
- 30:17Bicara ke profesional adalah cara embris
- 30:19dan cara tidak diam.
- 30:22embris tapi diam juga bermasalah kan ya
- 30:24sebagai orang dewasa
- 30:25ya. Dan menariknya, masih banyak
- 30:29anak-anak mudha yang saya noti di sosial
- 30:31media itu complaining tentang orang tua
- 30:33mereka dan kadang melihat dari kacamata
- 30:37bahwa orang tua mereka jahat karena dari
- 30:40kecil sampai mereka dewasa itu tidak
- 30:42mengprove kasih sayang, tidak
- 30:44memfasilitasi dari sisi keamanan
- 30:47finansial
- 30:48dan apakah kita anak yang baik kalau
- 30:51kita langsung ng-dev orang tua kita
- 30:52jahat padahal mereka juga baru pertama
- 30:54kali jadi orang tua ya.
- 30:58Saya suka bicara seperti ini ee di sesi
- 31:03ketika kita bisa complaining
- 31:07tentang apa kekurangan orang tua,
- 31:09sebenarnya kita sudah punya privilege
- 31:11untuk complaining.
- 31:13Hm.
- 31:14Ketika kita bisa complaining, mereka
- 31:15tidak provide, paling tidak kita punya
- 31:18privilege untuk punya pengetahuan bahwa
- 31:20pada saat itu mereka tidak provide.
- 31:23Karena di beberapa generasi privilege
- 31:25untuk komplain bahkan tidak ada.
- 31:27Hm.
- 31:28Ketika kemiskinan di era great
- 31:30depression sedang terjadi, seorang anak
- 31:33enggak bisa komplain ke orang tuanya
- 31:34karena tidak bisa provide. Satu-satunya
- 31:36tugasnya adalah bertahan hidup dan
- 31:39generasi anaknya bisa complaining di
- 31:41atasnya.
- 31:41H.
- 31:42So, di satu sisi memang itu menyebalkan,
- 31:45tapi di sisi lain itu justru tanda
- 31:47progres.
- 31:49Progres dari generasi ke generasi.
- 31:53yang sayangnya kita seringkiali enggak
- 31:54melihat ini sebagai progres. Catatan
- 31:56lain, kita akan kembali ke Kartman Drama
- 31:59Triangle. Menjadi korban itu tidak
- 32:01masalah. Menjadi korban dan tidak
- 32:03berdaya itu masalah. Seringkiali anak
- 32:06muda saya
- 32:09pada pada waktu masih muda
- 32:11ya
- 32:12sebatas hanya komplain saja. Saya tidak
- 32:14tahu ini mau diapakan. Kenyataan bahwa
- 32:17orang tua tidak hadir sepenuhnya.
- 32:21Let's say ayah yang tidak
- 32:23provide secara emosional, tapi provide
- 32:25secara finansial.
- 32:28Ketika kesadaran itu ada, then what?
- 32:31Apa? Kita mau tenggelam, kita mau
- 32:34berpikir
- 32:36atau kita mau apa? Seringkiali justru
- 32:38bagian ini yang kita enggak tahu. Saya
- 32:40paling tidak enggak tahu pada saat itu.
- 32:42Karena sebenarnya opsinya ada banyak.
- 32:44Kita bisa belajar strategi baru untuk
- 32:47tidak melakukan hal yang sama. Kita bisa
- 32:49belajar untuk memulihkan luka yang kita
- 32:51punya atau sebelum memulihkan luka, kita
- 32:54bisa belajar tentang apa luka yang
- 32:56sebenarnya saya punya tidak semata-mata
- 32:58menjadi korban menyalahkan, tidak
- 33:01berdaya.
- 33:03Tapi rasanya tidak adil seperti ini.
- 33:06Benar. Selamat datang di hidup dewasa.
- 33:08[tertawa]
- 33:10Iya.
- 33:10Dunia memang tidak adil. Mari terima
- 33:12saja ketidakadilan ini dan kita kerjakan
- 33:14sebisanya. Apa
- 33:17obstacle yang harus siap kita hadapi
- 33:19ketika menjadi orang dewasa
- 33:22yang mungkin tertuliskan di buku
- 33:28Pulih dari Trauma?
- 33:31Obstacle paling besar menurut saya
- 33:34adalah anak-anak di dalam diri kita.
- 33:38Karena kemudian itu yang akan
- 33:39menghalangi kita mencapai apa yang
- 33:42dewasa ingin capai. H
- 33:46anak-anak dalam diri kita yang
- 33:48katakanlah
- 33:51haus akan
- 33:53kepastian finansial.
- 33:56Lalu mencari pasangan yang punya
- 33:59kepastian finansial. Which is good.
- 34:02Memang kita perlu punya
- 34:04kesejahteraan
- 34:06ekonomi, finansial itu penting
- 34:08ya.
- 34:09Tapi kemudian jika itu luka dari
- 34:11anak-anak biasanya kita akan sangat
- 34:12ekstrem. Oh, saya akan mencari pasangan
- 34:14yang gajinya du digit, yang kerjanya di
- 34:18SCBD, yang mobilnya dua, udah punya
- 34:21rumah,
- 34:23yang kalau malam-malam masih kerja
- 34:24keras, project tidak berhenti, and then
- 34:26kita pasang jadi pasangannya dan menikah
- 34:28dan kemudian Anda tidak pernah diajak
- 34:30bicara.
- 34:32Kita hanya bergerak dari satu luka
- 34:34h
- 34:34ke luka lain.
- 34:36Dalam pulih dari trauma saya menuliskan
- 34:38satu bab tentang hungry ghost.
- 34:40Hungrigos itu
- 34:43intinya hantu lapar sesuai namanya.
- 34:47Hantu ini diberi makan dan tidak pernah
- 34:49kenyang. Perutnya buncit tapi selalu
- 34:53mulutnya terbuka untuk craving makanan.
- 34:57Menurut saya ini ekspresi paling
- 35:00jelas dari trauma.
- 35:02Kenapa hantu? Hantu itu sudah tidak ada.
- 35:05Maksudnya dia sudah tidak hidup. H
- 35:07bukankah masa lalu di hidup kita juga
- 35:09sudah tidak hidup? Kejadian itu sudah 20
- 35:12tahun, 10 tahun atau mungkin 30 tahun
- 35:15berlalu, dia sudah mati.
- 35:17Tapi dia hidup sebagai hantu yang lapar.
- 35:20Lapar terhadap apa yang tidak dia miliki
- 35:23saat itu. Perhatian, uang,
- 35:27kepastian, apapun itu bentuknya. Yang
- 35:30sekalipun itu diberikan rasanya enggak
- 35:32pernah cukup
- 35:34di dalam pulih dari trauma. Salah
- 35:36satunya adalah contoh tentang selingkuh.
- 35:40Banyak orang berpikir selingkuh
- 35:43muncul karena kurang perhatian.
- 35:47Bagaimana jika bukan kurang? Bagaimana
- 35:49jika itu hantu yang lapar? Sekalipun
- 35:51sudah dapat perhatian, dia tetap craving
- 35:53perhatian.
- 35:53Hm.
- 35:54Jadi, seberapa banyak pun yang diberikan
- 35:56rasanya enggak pernah cukup.
- 35:57Ya.
- 35:58Dan buat orang dewasa selingkuh itu
- 35:59harganya mahal loh. Karir.
- 36:02Hm. Benar.
- 36:03kita menukarkan sesuatu yang tidak jelas
- 36:08berasal dari masa lalu
- 36:11untuk suatu yang sangat besar yang
- 36:13sedang kita bangun bertahun-tahun yang
- 36:15kalau orang dewasa berpikir enggak masuk
- 36:17akal ngapain untuk apa saya selingkuh
- 36:20mempertaruhkan pekerjaan saya yang saya
- 36:21bangun bertahun-tahun kalau orang dewasa
- 36:23berpikir enggak akan itu dilakukan
- 36:26tapi kalau anak-anak yang berpikir ah
- 36:28perhatian menyenangkan [tertawa]
- 36:29iya ya
- 36:30so anak-anak dalam diri kita itu
- 36:34bisa jadi masalah besarnya.
- 36:36Wow, itu
- 36:38itu bagus banget ya. Karena sekitar
- 36:41beberapa bulan lalu ada teman saya
- 36:43laki-laki ya itu baru diselingkuhi.
- 36:46He. [berdehem]
- 36:47Dan saya tanya ke teman saya, "What
- 36:49happened?" Dan dia bilang bahwa selama
- 36:51ini mereka baik-baik aja, saling
- 36:53mencintai juga satu sama lain. Tapi ada
- 36:56hungry ghost yang terjadi di pasangannya
- 36:58si cewek ini yang sorry for saying dulu
- 37:01featherless gitu. He he.
- 37:02Yang di mana ternyata temanku itu tidak
- 37:04punya jiwa om-om kebapakan gitu karena
- 37:07temanku juga sebaya sama dia gitu. kan.
- 37:09Heeh.
- 37:11Makanya aku tersenyum bahwa setiap
- 37:13manusia sebenarnya punya hangusnya dan
- 37:14tergantung bagaimana kamu
- 37:17mengontrol kelaparan si hantu atau masa
- 37:19lalu tadi yang tiba-tiba dia pengin
- 37:21makan hal-hal yang enggak penting yang
- 37:22bisa merusak karirmu, kesehatanmu, masa
- 37:24depanmu. Ya.
- 37:25Iya. Iya. Ee saya suka ilustrasi hantu
- 37:30karena
- 37:32untuk hantu tadi ini ilustrasi ya. Saya
- 37:36bukan cerita tentang eksorism, saya
- 37:37tidak tahu.
- 37:39Untuk hantu tadi bisa pulang dengan
- 37:41damai,
- 37:43maka bukan dia terus diberi makan.
- 37:49Satu-satunya cara adalah dia perlu
- 37:53berdamai
- 37:55dengan kekurangannya pada saat dia
- 37:58sedang hidup.
- 38:00Hmm.
- 38:01Jadi bukan dikasih makan terus, tapi dia
- 38:03perlu kembali. Oh, saat itu saya
- 38:04kekurangan. Oh, saat itu saya kalau
- 38:08ceritanya Hungry Gros adalah meninggal
- 38:10karena kelaparan.
- 38:12Di situlah poin di mana dia perlu
- 38:16tidak lagi menganggap itu sebagai
- 38:19kehidupannya dan ini sudah selesai.
- 38:22Ketika itu sudah diputus, dia bisa
- 38:24kembali dengan damai. Apa konteksnya ke
- 38:25kehidupan kita? Konteksnya adalah
- 38:28kita tidak bisa memuaskan Hungry Ghost
- 38:30dengan mendapatkan perhatian kepastian
- 38:33di kehidupan saat ini. Kita perlu
- 38:36menarik mundur itu.
- 38:38Mengembalikan, memunculkan rasa sakit,
- 38:42menghidupkan lagi memori-memori di mana
- 38:44kita terluka. Di situ kita perlu
- 38:47beraksi. Anak di dalam kejadian itu yang
- 38:49perlu makan. Ketika anak tadi tidak
- 38:52kelaparan, hantunya bisa pulang.
- 38:55Hm. Dalam bahasa lain itu juga yang
- 38:57dilakukan pada saat sesi konseling. Kita
- 38:59mengembalikan memorinya memenuhi
- 39:01kebutuhan diri yang saat itu tidak
- 39:04terpenuhi sehingga diri dewasa sekarang
- 39:07tidak lagi dihantui.
- 39:10Let's dive secara praktiknya ya. Anggap
- 39:13aja ni sekarang kita sedang konseling
- 39:1510 menit ke depan literally konseling
- 39:16tidak ada kamera. Kita matiin kamera.
- 39:19Saya harus ngapain? Apakah saya harus
- 39:21menuangkan isi kepala saya, hantu yang
- 39:25kelaparan itu dalam bentuk tulisan atau
- 39:27sekedar ngomong macam saya harus apa,
- 39:29Dok?
- 39:31Saya sacientis. Jadi, saya akan mulai
- 39:35dengan teori lalu, kita bisa bedah
- 39:39sebenarnya semua praktik bisa untuk
- 39:41membuat kita pulih selama kita mengerti
- 39:43alurnya.
- 39:45Mari melihat memori kita itu seperti
- 39:50Wikipedia atau Google Docs. Dan saya
- 39:52mengutip tulisan dari peneliti memori
- 39:56yang sangat terkenal, maaf saya neres
- 40:01Lus. Beliau mengatakan memori kita itu
- 40:03rekonstruktif. Dia seperti Wikipedia.
- 40:07Kita bisa mengubah Wikipedia tapi orang
- 40:10lain juga bisa mengubah page Wikipedia.
- 40:13Hm. Iya. Ya.
- 40:14Jadi ini bukan sesuatu yang akan kita
- 40:17bawa seumur hidup. Tidak. Kita punya
- 40:19kemampuan untuk mengedit itu.
- 40:23Bagaimana mengedit? Mari membayangkan.
- 40:25Berarti ada dua skenario. Skenario
- 40:27pertama, jika saya mengeditnya dengan
- 40:30memperburuk tulisannya, saya mengalami
- 40:33kejadian traumatik, saya ditinggalkan,
- 40:34font-nya saya besarkan,
- 40:37lalu saya bolt merah, lalu saya
- 40:39underline. Kita mengedit memang, tapi
- 40:40menjadi lebih sakit. Bagaimana kita
- 40:42mengedit lebih sakit dengan
- 40:44kita memikirkan diri sebagai korban.
- 40:47Kita bercerita seakan kita enggak
- 40:48berdaya. Kita tulis tapi hanya
- 40:51penderitaannya saja.
- 40:53Sebenarnya kita sedang mengedit tapi
- 40:55memperbesar penderitaan. Orang
- 40:57menganggapnya itu mencurahkan. Tidak.
- 40:59Itu mengedit tapi memperburuk.
- 41:02Berarti enggak cerita. Enggak gitu.
- 41:04Kalau kita enggak cerita berarti page
- 41:06Wikipediaanya enggak dibuka.
- 41:08H
- 41:08berarti kita enggak ngedit.
- 41:10So, berceritalah, menulislah,
- 41:13sampaikanlah ke terapis, tapi jangan
- 41:15berulang. Kalau itu berulang dan sama,
- 41:19kita cuma highlight-highlight aja.
- 41:21I
- 41:23bagaimana kita mengeditnya?
- 41:25Apakah harus positive thinking? Tidak.
- 41:28Tapi tuliskanlah dengan narasi yang
- 41:30berbeda. Kalau itu journaling, kalau itu
- 41:34bercerita, berceritalah
- 41:36dengan sudut pandang yang beragam. tidak
- 41:39boleh satu. Jadi tidak ada sudut pandang
- 41:41yang benar, tapi banyak. Jadi kita bisa
- 41:44melihat dari berbagai macam angle. Dan
- 41:48yang terpenting dari baik bercerita
- 41:50ataupun menulis adalah dengan merasakan.
- 41:53Rasakanlah bahwa sebenarnya situasi
- 41:55sekarang sudah berbeda. Jika kita
- 41:57menulis tentang ketidakberdayaan,
- 41:58rasakanlah juga sekarang aku sudah
- 42:00berdaya. Jika kita menulis tentang
- 42:01kesepian, rasakanlah sebenarnya sekarang
- 42:03kita sudah tidak sendirian. Jika kita
- 42:05menulis tentang ketakutan, rasakanlah
- 42:08sebenarnya sekarang aku sudah berdaya.
- 42:10Kalaupun ada hal yang berbahaya datang,
- 42:11aku mampu menghadapinya. So, dengan
- 42:14merasakan berbagai macam angle, melihat
- 42:17berbagai macam angle,
- 42:20kita sedang mengedit page Wikipedia ini.
- 42:23Membuat font-nya menjadi mengecil,
- 42:25tulisannya menjadi berubah, dan pada
- 42:26akhirnya kisah tadi tidak lagi
- 42:28mengganggu.
- 42:31Ketika saya mengedit P Wikipedia saya
- 42:34sendiri, saya menemukan ada part of
- 42:37Bilal yang mencari validasi, Bilal yang
- 42:40gengsi,
- 42:41Bilal yang egonya kegemukan,
- 42:44Bilal yang takut gagal, takut enggak
- 42:46dihargai. Dan saya mencoba untuk
- 42:49mengedit itu karena di fase awal 20-an
- 42:51ke fase saya yang sekarang itu merasa
- 42:54itu jadi highlight yang yang sering saya
- 42:56lihat gitu.
- 42:58How do you see gagal? gengsi, ego yang
- 43:01mengontrol kita sampai hari ini.
- 43:04Takut enggak dihargai.
- 43:06Bagaimana Dr. Jimmy melihat transisi itu
- 43:08dan siapa tahu udah nge-edit
- 43:10backipediaanya sendiri 100 kali gitu.
- 43:13Anda benar, Bilal. Saya tidak tahu. Saya
- 43:16mengedit page tentang takut gagal dan
- 43:19takut dilihat orang dan takut dinilai
- 43:21ini berapa kali. Saya tidak tahu.
- 43:24Ketika pertanyaan tadi disampaikan,
- 43:26tiba-tiba di kepala saya muncul kejadian
- 43:29di mana saya
- 43:32sedang mendemokan ekstrakurikuler karate
- 43:35di SMA. Saya
- 43:37jauh sebelum demo itu saya sudah
- 43:40beberapa kali bertanding
- 43:43karate. Saya latihan karate kurang lebih
- 43:46dari kelas 3 atau 4 SD saya lupa. So,
- 43:49kalau itu ke SMA berarti kan sudah
- 43:50sekian tahun. I
- 43:52melakukan tendangan, pukulan, mematahkan
- 43:56bata
- 43:58biasa.
- 44:00Menariknya saat demo yang saya tendang
- 44:02bukan ee genteng,
- 44:07tapi tangan teman saya yang memegang
- 44:09genteng.
- 44:10H
- 44:11saat latihan tidak gagal, gagalnya
- 44:14justru ketika dilihat banyak orang. I.
- 44:17Dan kegagalan bukan cuma di situ. Saya
- 44:19gagal saat saya hampir masuk ee dalam
- 44:25seleksi Olimpiade Fisika. Jadi saya
- 44:27nomor sekian di bawah dari yang diambil.
- 44:30Jadi naik satu nomor saya diambil
- 44:32i
- 44:33lulus. Saya gagal dalam
- 44:37yang terakhir disertasi. Saya susun 150
- 44:40halaman dicoret dari depan sampai
- 44:41belakang saya gagal.
- 44:44Tapi kegagalan terakhir rasanya jauh
- 44:46berbeda ketimbang kegagalan
- 44:48dulu. Sekarang saya tidak melihat
- 44:51dicoret 150 haman sebagai gagal. Saya
- 44:53melihatnya sebagai oh ya sudah berarti
- 44:58saya butuh berprogres. Dan ketika saya
- 45:00bicara seperti ini, saya tidak sedang
- 45:02positive thinking. Karena kalimat itu
- 45:04yang pertama kali keluar dalam pikiran
- 45:05saya ketika
- 45:08disertasi tadi dicoret. buat rekan-rekan
- 45:12disertasi itu anggaplah seperti
- 45:14skripsinya eh S3.
- 45:17Saya tidak melihatnya sebagai gagal.
- 45:19Saya tidak melihatnya secara personal.
- 45:20Saya melihatnya karya itu yang perlu
- 45:23dibuat berprogres dengan pengetahuan
- 45:26yang diberikan oleh supervisor, dengan
- 45:28tantangan atau pertanyaan yang diberikan
- 45:30oleh supervisor. Saya tidak melihatnya
- 45:32sebagai aku gagal atau aku bodoh. Karena
- 45:36seringkiali yang menyakiti bukan
- 45:38kegagalannya, tapi kalimat-kalimat yang
- 45:40muncul kita personalisasi akibat
- 45:42kejadian itu.
- 45:43Ya,
- 45:43aku gagal, aku bodoh. Cepat sekali
- 45:45kesimpulannya.
- 45:47Semakin
- 45:49saya dewasa, semakin saya sadar
- 45:51kata-kata aku gagal, aku payah, aku
- 45:53tidak mengerti, itu justru yang
- 45:54menghalangi saya untuk berprogres. Di
- 45:56mana kalau saya tidak berprogres, saya
- 45:58berpotensi untuk gagal dan begitu saja
- 45:59seterusnya berputar. Justru untuk
- 46:03kita berpotensi lebih baik untuk tidak
- 46:05gagal, untuk berhasil, kita perlu tidak
- 46:08takut untuk gagal.
- 46:10Rayakanlah kesalahanmu. Berprogreslah
- 46:12dari kesalahanmu. Karena kesalahan tidak
- 46:15mdefine siapa saya, siapa Anda, siapa
- 46:18Bilal. Kesalahan
- 46:20tidak mengubah hakikat dasar kita
- 46:22sebagai manusia. Kita tetap orang yang
- 46:24sama kok.
- 46:26Itu poov saya sekarang soal kegagalan.
- 46:30Walau mungkin kalau ini dicoret dua kali
- 46:33lagi mungkin kalimatnya berbeda ya.
- 46:35[tertawa]
- 46:37Oke.
- 46:37Bercanda, bercanda.
- 46:39Bayangkan
- 46:41kamu sadar butuh 150 kali gagal untuk
- 46:45menuju kesuksesanmu.
- 46:46He. [berdehem]
- 46:48Maka 150 itu akan terkesan seperti
- 46:50kemenangan-kemenangan kecil kan.
- 46:52Iya.
- 46:53Karena kita sadar bahwa aku memang harus
- 46:55menghadapi 150 kali penolakan itu dulu.
- 46:57Dicoret 150 kali dulu
- 47:00baru nanti baru di baru dihargai gitu.
- 47:02Baru beneran diapresiasi. Baru kemudian
- 47:04kita nge-define I did it. Aku berhasil
- 47:06gitu.
- 47:07Iya. Iya. Dan baik dari kita itu
- 47:08berhenti di coretan ke-19 dan kita
- 47:11ngdefine kita gagal dan ini akhir
- 47:13segalanya. Ya.
- 47:14Iya. Iya. Saya setuju.
- 47:17Kita perlu melihat dalam jangka panjang
- 47:18bukan sekedar di momen kegagalan itu
- 47:20sendiri. Yang menentukan kelihatannya
- 47:23bukan momennya tapi apakah kita mau
- 47:25melangkah selanjutnya atau tidak. Ketika
- 47:26kita berhenti, maka itu berhenti. Ketika
- 47:28kita masih mau berjalan, maka sebenarnya
- 47:31kegagalan tadi bukan bukan akhirnya.
- 47:34Let's say sekarang saya undang satu
- 47:36orang.
- 47:37Anak muda 25 tahun datang duduk di depan
- 47:41kita. He.
- 47:43Anak 25 tahun ini melihat dirinya gagal
- 47:45karena dia sudah ratusan kali gagal.
- 47:47Sudah mencoba ratusan kali dia dengar
- 47:49kata-kata motivasi. Harus coba lagi tapi
- 47:51dia coba lagi. Dan akhirnya dia mentok
- 47:53udah kehilangan harapan.
- 47:55Tapi dia masih ada harapan sedikit saja
- 47:58untuk mau coba lagi di tahun ini. Tapi
- 48:01lingkungannya enggak support. Emm,
- 48:04akhirnya dia ngelihat di depan itu
- 48:06enggak ada cahaya dan dan itu gelap
- 48:07sekali.
- 48:09Dia hilang arah, tapi dia mau ngobrol
- 48:12dengan Bila dan Dr. Jimmy dan Dr. Jimmy
- 48:14yang ingin mewakili kita di sini
- 48:16menyampaikan sesuatu ke dia dengan
- 48:18bahasa yang mudah dipahami. Enggak
- 48:19sekedar motivasi kist tapi beneran
- 48:21praktikal.
- 48:24Saya akan bicara dengan rekan kita ini.
- 48:30Selamat datang.
- 48:34Anda adalah orang-orang terpilih karena
- 48:36Anda sudah berusaha
- 48:38sekian kali
- 48:40karena bahkan orang bisa menyerah dalam
- 48:42percobaan pertama dan mengakhiri usaha
- 48:44itu. So, well done, congrats. Tapi tidak
- 48:48boleh berhenti dengan kegagalan.
- 48:53Kegagalan yang paling besar adalah
- 48:55ketika kegagalan tadi kemudian tidak
- 48:58membuat kita berprogres ke mana-mana,
- 49:00tidak ada pelajarannya.
- 49:01So, saya akan bertanya kepada rekan kita
- 49:04ini, apa yang kamu pelajari dari ratusan
- 49:06hal tadi? Tapi pelajarannya tidak boleh
- 49:08berbunyi personal alias pelajarannya
- 49:11tidak boleh berbunyi aku bodoh, aku
- 49:13tidak mampu, aku tidak sebaik ekspektasi
- 49:15orang. Kalimatnya tidak boleh berbunyi
- 49:16seperti itu.
- 49:19Saya akan bertanya, apa pelajaran teknis
- 49:21yang bisa kamu pelajari dari setiap
- 49:22kegagalanmu? Satu, let's say definisi
- 49:26masalahku kurang jelas. Dua, ternyata
- 49:29aku tidak melihat ada bagian-bagian lain
- 49:32yang mungkin bisa jadi solusi sementara
- 49:34temanku lihat tiga dan seterusnya.
- 49:38Sehingga ketika kita compounding
- 49:39pembelajarannya, kita akan melihat ini
- 49:42sebenarnya bukan hal yang sama. Ada
- 49:44hal-hal yang sekalipun kita pikir aku
- 49:46gagal sekian kali, ini sebenarnya
- 49:48kegagalan yang berbeda-beda dan di
- 49:49setiap poinnya ada pembelajaran.
- 49:53Dan pembelajaran demi pembelajaran itu
- 49:54yang membentukmu.
- 49:56Yang kalau kita lihat sebagai kegagalan
- 49:58saja semuanya jadi gelap. Jika kita
- 49:59melihat sebagai pembelajaran, kita akan
- 50:01melihat progres di dalam hal tadi. Yang
- 50:04saya khawatirkan dari teman tadi adalah
- 50:07kalau kamu tidak bisa menemukan
- 50:08pembelajarannya,
- 50:10maka semuanya akan gelap, maka semua
- 50:12akan selesai. Atau jika dia menganggap
- 50:15semua kesalahannya adalah sama,
- 50:18pelajarannya sama, maka artinya dia
- 50:20tidak belajar. Maka kita perlu menemukan
- 50:23bagaimana caramu belajar di situ. Apa
- 50:25yang harus kamu pelajari supaya
- 50:26pembelajaran itu bahasa jawanya
- 50:28ngelotok, nempel di kepalamu dan tidak
- 50:31akan kamu ulangi. Karena dengan cara
- 50:32itulah kamu enggak ngulangin kesalahan
- 50:34di masa depan dan jadi orang yang
- 50:35berbeda. Itu yang akan saya ajak untuk
- 50:37merenung.
- 50:38H dan pentingnya ngetag progres ya,
- 50:41which is dari awal kita ke fase sekarang
- 50:43mungkin kita enggak ngerasain progres
- 50:45apapun. Kita enggak enggak karena kita
- 50:47terlalu fokus pada hasilnya. I
- 50:49kita terlalu fokus pada reward-nya gitu.
- 50:51Iya. I
- 50:52dan orang-orang yang saya kenal pasti
- 50:54Dr. Jimmy juga punya banyak teman
- 50:55seperti ini yang yang beneran berkelas
- 50:58dan di level mereka itu outstanding itu
- 51:01adalah orang-orang yang sudah melewati
- 51:02ribuan fase enggak nyaman ya. Mungkin
- 51:04kesepian, mungkin penolakan,
- 51:07kegagalan dan mereka itu ketemu dengan R
- 51:10dan kesuksesannya itu mereka enggak
- 51:11sadar juga karena itu bonus di mata
- 51:12mereka.
- 51:13I
- 51:13yang mereka track itu progresnya ya.
- 51:15Iya. Saya percaya juga Bilal punya
- 51:17banyak teman seperti itu. Tapi saya
- 51:19mengagumi beberapa teman yang eh
- 51:24bahkan ini saya akan pinjam namanya Dr.
- 51:27Sanderson Oni.
- 51:28He
- 51:28eh usianya lebih muda dari saya. Dia
- 51:31saat ini beliau orang yang sangat
- 51:33berkelas. Rekan-rekan boleh search
- 51:35Sanderson.
- 51:36Sanderson Oni.
- 51:37Oni.
- 51:37Beliau peneliti di Harvard University
- 51:40orang Indonesia
- 51:41ya. eh
- 51:43peneliti juga yang menjadi advisor dari
- 51:46World Health Organization,
- 51:48Suicide Prevention,
- 51:49really big name di Suicide Prevention.
- 51:52Wow.
- 51:53Dia pun gagal di dalam progres-progres
- 51:57penulisan disertasinya di dalam
- 51:59kehidupan-kehidupan sebelumnya. Menurut
- 52:01dia bahkan nilainya enggak cukup bagus
- 52:03untuk dia masuk ke PhD program S3.
- 52:07Sekarang namanya ada di mana-mana. Tentu
- 52:10di dalam komunitas ilmiah.
- 52:13Saya percaya Sanderson Oni yang let's
- 52:15say usia 17 tahun akan sangat ragu
- 52:18melihat dirinya yang sekarang
- 52:20kalau dikatakan kamu akan jadi peneliti
- 52:22di Harvard. E gitu mungkin.
- 52:24I
- 52:25so do I. Jimmy Ardian akan jadi eh
- 52:29psikiater sharing tentang kesehatan
- 52:31mental. Jimmy 17 tahun akan ngarang nih.
- 52:35[tertawa]
- 52:36Iya.
- 52:39Kadang kita hanya perlu mengerjakan
- 52:41kegagalan demi kegagalan dan tidak
- 52:44terlalu haus, tidak terlalu nyangkut
- 52:45dengan hasil yang aku maunya begini
- 52:48gitu. Perjalanan itu yang kemudian akan
- 52:50menentukan.
- 52:51Wah, itu bagus banget. Kadang kita
- 52:53memang hanya butuh melakukan kegagalan
- 52:55demi kegagalan. kegagalan lagi,
- 52:56kegagalan lagi, ratusan kegagalan dan
- 53:00hasilnya tuh enggak enggak menampik lagi
- 53:02bahwa kita tuh udah berusaha sekeras
- 53:04mungkin dan dia udah mulai melirik kita
- 53:07gitu. Wah, ini Jimy sudah ratusan gagal
- 53:08nih. Kayaknya ini enggak mungkin kalau
- 53:10dia enggak kita kasih reward gitu ya.
- 53:12Iya. Iya. Iya.
- 53:13Saya percaya ada bagian-bagian unik dari
- 53:16semesta Tuhan apapun rekan-rekan
- 53:18berkelas sebut
- 53:19yang pada akhirnya melihat usaha dan
- 53:22kerja keras kita.
- 53:23Hm. Ya, ya. Saya juga happy sekali do
- 53:27karena teman-teman yang ngikutin suara
- 53:29berkelas dari subscribernya masih 1000,
- 53:312000 dan sekarang kita kalau ditotalin
- 53:34all platform itu udah 4 jutaan ya.
- 53:36Iya.
- 53:37Itu beneran part of the game, part of
- 53:39the progress. Dan mereka ngelihat juga,
- 53:41mereka komentar juga kayak the way
- 53:43bilang nge-host itu udah ada
- 53:44perkembangannya. Kadang aku sendiri
- 53:46kayak take for granted, enggak, aku sama
- 53:48aja. Tapi kalau aku nonton lagi episode
- 53:491 sampai episode 20ku, oh iya dulu aku
- 53:51jug juga bingung mau nanya apa gitu.
- 53:54Belum ada sense of curiosity yang ingin
- 53:56kali. Dan alhamdulillah sekarang udah
- 53:57udah beneran aku butuh dengar ini gitu.
- 53:59Aku butuh mencatat ini.
- 54:00I
- 54:01dan itu aku berarti aware sama progresku
- 54:04karena aku juga mencatat dan aku mau
- 54:05nonton lagi ke fase-fase aku cringe
- 54:07dulu. Aku dulu mungkin menganggap jadi
- 54:09ku aneh, takut tapi I did it anyway gitu
- 54:13ya.
- 54:13Iya. Y ee saya ingat betul podcast
- 54:16pertama saya di ee bukan di platform
- 54:19pribadi tapi di eh Wellspring. Itu
- 54:21klinik tempat saya ee bukan bekerja,
- 54:24saya menganggap ini berkarya.
- 54:27Di podcast pertama saya, saya mengajak
- 54:29eh dr. Andreas, mungkin pernah ke sini
- 54:31Dr. Andreas kan ya? I
- 54:33saya mengakui di situ betapa awkwardnya
- 54:37saya. [tertawa]
- 54:38Aneh sekali. Saya biasa membuat konten
- 54:41talking head alias
- 54:42ya saya ngomong sendiri.
- 54:44begitu ngomong berdua
- 54:46apa nih ngomong apa ya [tertawa]
- 54:49tapi as you say kedua, ketiga, keempat
- 54:54mungkin saya enggak sadar tapi progres
- 54:55itu ada yang mana kalau itu berhenti di
- 54:57pertama ah ini awkward mari berhenti,
- 55:01aku tidak sejago ini. Then it stop
- 55:03enggak?
- 55:04So don't stop walaupun ngomongnya aneh
- 55:07di depan kamera ya. Iya,
- 55:11terkesan sangat aneh ng depan kamera dan
- 55:12pastinya ada rasa takut pada waktu itu
- 55:14ya.
- 55:14Takut dinilai komentar jelek begitu
- 55:16begitu ya.
- 55:16Banyak orang masih takut untuk jujur
- 55:18sama
- 55:20perasaan sakit yang akan mereka hadapi
- 55:22gitu. Kayak mereka takut sekali
- 55:24menghadapi. Mereka tahu bahwa harus
- 55:27menikmati sakit itu, harus menikmati
- 55:29pain itu agar nge-gain something yang
- 55:31lebih baik gitu. Mereka tahu, mereka
- 55:34tahu rokok itu berbahaya mungkin, tapi
- 55:35mereka enggak nyaman harus melepas itu.
- 55:37Banyak hal yang sebenarnya ego mereka
- 55:39lebih besar dibandingkan
- 55:42rasa ingin maju mereka. Kayak gengsi
- 55:46kadang lebih sering memakan banyak
- 55:48korban dibandingkan kegagalan itu
- 55:50sendiri.
- 55:50Iya. Iya.
- 55:52Gimana caranya? Kalau enggak apa-apa
- 55:54hadapi sakit itu dulu. Hadapi sakit itu
- 55:56dulu daripada kamu menolak sakit itu
- 55:59sekarang dan entar sakit yang di
- 56:00kemudian hari itu lebih sakit. Ya,
- 56:05saya biasa kalau perjalanan ee jauh,
- 56:10jauh itu maksudnya di atas 30 menit saya
- 56:14mendengarkan platform
- 56:16kayak ada kesimpulan buku gitu. Bilal
- 56:18pasti tahu.
- 56:19Jadi buku yang
- 56:20ee
- 56:21diintisarikan, diceritakan dalam 20 30
- 56:23menit.
- 56:26Kebetulan sekali tadi pagi ini salah
- 56:28satu cerita di buku ini. Dia bercerita
- 56:31bahwa ini metafor yang diambil
- 56:33ada cerita bahwa katakanlah ada seorang
- 56:36yang cedera bahu entah karena kecelakaan
- 56:39atau jatuh apapun itu. Naluri pertama
- 56:43ketika seseorang sedang sakit adalah
- 56:45untuk menghindari rasa sakit.
- 56:48Logis dong ya. Kalau saya cedera bahu,
- 56:50mari tidak usah sentuh bahu, mari tidak
- 56:52usah gerakkan bahu, diam saja bahunya
- 56:54istirahatkan. Masuk akal manusiawi.
- 56:58Siapa yang enggak sakit? Tapi apakah
- 57:01rekan-rekan tahu jika bahu itu kemudian
- 57:04dibiarkan, tidak digerakkan, tidak
- 57:06diizinkan merasakan sakit, yang
- 57:08selanjutnya terjadi adalah otot akan
- 57:10melemah,
- 57:12sendi akan semakin kaku dan mengering
- 57:15yang dalam jangka panjang.
- 57:17Ini bikin masalah baru
- 57:21yang kalau digerakkan nantinya justru
- 57:23semakin sakit.
- 57:25So, we have no option. Apakah harus
- 57:27dipaksa? No, bukan itu poinnya. Poinnya
- 57:31adalah menghindari rasa sakit itu enggak
- 57:34nolong apapun.
- 57:35Hm.
- 57:37Baik itu di kondisi sakit
- 57:40dalam konteks ini sakit misalnya ketika
- 57:42gagal, ketika ditolak, ketika project
- 57:45yang kita kerjakan dengan usaha dan
- 57:46kerja keras tiba-tiba hasilnya tidak
- 57:49sesuai. Bahkan mungkin research yang
- 57:51kita kerjakan di project itu ternyata
- 57:53kalah dengan project yang cuma modal
- 57:56viral atau cuma modal anaknya siapa.
- 58:00Yes, itu sakit. Tapi jika kita diam
- 58:04kemudian kita biarkan itu di masa depan
- 58:06kita bergerak akan makin sakit. Atau
- 58:09konteks lainnya jika kita sehat dan
- 58:11diam. Maksud saya
- 58:14ketika seseorang mau
- 58:17berlari 10K itu kan enggak mungkin dia
- 58:20lagi sakit kaki dong ya.
- 58:21Dia harus sehat.
- 58:22Tapi sekalipun seseorang sehat untuk
- 58:24sampai ke 10K untuk pace-nya dari 11 10
- 58:279 8 untuk pace-nya mempercepat dia harus
- 58:29sakit. H
- 58:30orang sehat pun butuh sakit.
- 58:33Kalau boleh jujur, orang sakit juga
- 58:35butuh sakit.
- 58:37Kita enggak bisa lari dari dunia
- 58:39yang aturannya adalah kita butuh
- 58:42menyentuh sakit untuk kemudian kita
- 58:44berprogres. Saya bukan bicara tentang
- 58:46memaksa diri sakit atau nyari-nyari rasa
- 58:48sakit. Enggak usah dicari.
- 58:50Hm.
- 58:50Akan sakit.
- 58:51I
- 58:52tapi
- 58:52dan
- 58:53jangan dihindari.
- 58:54Jangan hindari. Dan sebagai orang dewasa
- 58:56memang kamu harus memilih sakitmu.
- 58:59Iya. atau kita milih sakit di masa depan
- 59:01yang lebih buruk lagi.
- 59:03Ya. Ya. Sebelum kita lanjut, buat kamu
- 59:07yang suka ngeklip suara berkelas, aku
- 59:09punya kabar baik untuk kamu. Ya,
- 59:11sekarang kamu udah bisa ngeklip langsung
- 59:14dan dibayar oleh suara berkelas. Gimana
- 59:18caranya? Masuk aja langsung ke link kit
- 59:21lalu daftar klik campaign, klik cliper,
- 59:25pilih YouTube suara berkelas dan tinggal
- 59:28join aja. Setelah itu, kamu bisa
- 59:30langsung ngeklip video-videonya suara
- 59:33berkelas dan setiap 1000 views kamu akan
- 59:35mendapatkan 1000. Ini bisa kamu jadikan
- 59:40penghasilan sampingan kamu. Dan sedikit
- 59:43mengingatkan untuk para clippers ya,
- 59:45ambil momen ini untuk lebih memajukan
- 59:47industri clipping di Indonesia. Jangan
- 59:49ambil viralnya aja, tapi kutip value-nya
- 59:51dan jadilah bagian dari industri
- 59:53clipping kreatif di Indonesia. Tapi yang
- 59:55menarik, kamu gak cuma bisa dibayar dari
- 59:57views doang. Kamu juga bisa cek apakah
- 59:59narasumber tersebut tuh punya produk
- 1:00:01Linkit-nya yang bisa kamu affiliatin.
- 1:00:03Misalnya Agus Leo punya produk ruang
- 1:00:05kreatif. Jadi ketika ada orang yang beli
- 1:00:07lewat Linkit affiliate kamu, kamu juga
- 1:00:09bisa mendapatkan komisi tambahan. Misal
- 1:00:12nih ya, R1 juta views menghasilkan Rp1
- 1:00:13juta dari campaign. Lalu ada 10 orang
- 1:00:16yang daftar ruang kreatif lewat link
- 1:00:18affiliate kamu. Nah, kamu bisa dapetin
- 1:00:20tambahan komisi yang gede banget dari
- 1:00:21penjualan tersebut. Jadi, satu konten
- 1:00:23bisa punya dua sumber penghasilan dari
- 1:00:25performa views dan dari penjualan
- 1:00:27affiliate kamu. So, mulai sekarang
- 1:00:29jangan cuma upload konten doang.
- 1:00:30Manfaatkan setiap klip yang kamu buat
- 1:00:32untuk jadi peluang income lewat klip
- 1:00:34campaign suara berkelas. Tunggu apaagi?
- 1:00:37Langsung aja nge-clip suara berkelas dan
- 1:00:39yes, happy clipping, guys.
- 1:00:43Tiga pertanyaan, Dok, dari teman-teman
- 1:00:45suara berkelas.
- 1:00:47Kita lihat ke pertanyaan pertama
- 1:00:50dari Anisa saja. Dok, kenapa ya aku
- 1:00:54sulit sekali mengungkapkan perasaanku?
- 1:00:56Aku selalu memendam dan gimana kalau
- 1:00:58mendam perasaan itu dampak burungnya
- 1:01:00bagi kesehatan?
- 1:01:02Terima kasih pertanyaan Anisa saja.
- 1:01:05Sayangnya ini Q&A ya.
- 1:01:06I
- 1:01:07kalau ini bukan Q&A, kalau Anisa saja
- 1:01:09ada di sini justru saya yang bertanya.
- 1:01:10Kenapa kamu memendam perasaanmu saja?
- 1:01:13Kenapa tidak disampaikan?
- 1:01:16Ada dua motif yang membuat manusia
- 1:01:19bergerak atau tidak bergerak. Oke,
- 1:01:21motif pertama adalah going towards atau
- 1:01:24ada yang ingin dicapai. Dari tadi kita
- 1:01:27banyak bicara soal ini, going towards
- 1:01:30juga yang sebaliknya yaitu
- 1:01:32eh kalau yang satu towards yang satu kan
- 1:01:35berarti mundurnya atau menghindarnya.
- 1:01:38Jadi menuju atau menghindar. Seringki
- 1:01:40pada konteks-konteks tidak mau terbuka,
- 1:01:42tidak mau bicara itu bukan tindakan
- 1:01:44bertujuan. Biasanya justru tindakan
- 1:01:46penghindaran. Pertanyaannya, Anisa saja
- 1:01:48sedang menghindari apa? Apakah
- 1:01:49menghindari penolakan? Apakah
- 1:01:51menghindari penilaian?
- 1:01:53Atau apa yang dihindari? Apakah ini
- 1:01:55spesifik?
- 1:01:57Misalnya hanya tidak mau bercerita ke
- 1:01:59orang tua atau justru global tidak mau
- 1:02:02bercerita ke siapa saja karena
- 1:02:03jawabannya akan sangat berbeda.
- 1:02:06Jika ini going towards jika ini adalah
- 1:02:09tindakan yang bertujuan alias saya tidak
- 1:02:11mau bicara karena orang di depan saya
- 1:02:13memang tidak mendengarkan dan saya
- 1:02:15bicara ke orang lain, maka tidak ada
- 1:02:17dampak kesehatan di sana.
- 1:02:19Tapi jika ini adalah tindakan
- 1:02:21penghindaran dan ini terjadi global,
- 1:02:23maka dampak kesehatannya sangat besar.
- 1:02:28Ada sobat berkelas yang migrain,
- 1:02:31vertigo, nyari otot enggak jelas. Gert,
- 1:02:34selamat datang. Mungkin itu bukan soal
- 1:02:36kopi. Mungkin kita kebanyakan memendam.
- 1:02:40Memendam di sini tidak bermain, tidak
- 1:02:42sekedar bermain dalam konteks
- 1:02:44psikologis.
- 1:02:46It takes a to membuat tubuh meradang,
- 1:02:49menghasilkan gejala-gejala yang tadi
- 1:02:50saya sebutkan yang dalam jangka panjang,
- 1:02:53aspek kesehatannya akan meluas lagi.
- 1:02:56Ini bukan semata-mata bicara tentang
- 1:02:58maka berceritalah, tapi ini bicara
- 1:03:01tentang emosi yang tidak kita kelola
- 1:03:03akan berdampak buruk lebih besar dari
- 1:03:05yang kita duga. So, Anisa aja
- 1:03:08belajarlah. Asumsi saya ini kalau
- 1:03:10buruknya berarti menghindar. Maka
- 1:03:12belajarlah untuk tidak menghindari apa
- 1:03:13yang sedang kita hindari. penolakan
- 1:03:16dipandang buruk. Karena orang yang
- 1:03:18menghargaimu, orang yang juga
- 1:03:21menganggapmu dekat tidak akan melakukan
- 1:03:23itu untukmu.
- 1:03:24H.
- 1:03:24Jadi, carilah orang-orang itu untuk
- 1:03:25bercerita gitu.
- 1:03:27Hmm.
- 1:03:29Kita ke pertanyaan kedua.
- 1:03:32Pertanyaan kedua dari Riandi.
- 1:03:36Kenapa ya, Dok, saya masih sering
- 1:03:38membandingkan diri saya dengan orang
- 1:03:39lain? Padahal saya sudah mempelajari
- 1:03:42bagaimana balik ke diri sendiri. Tapi
- 1:03:45ketika saya buka sosial media, saya
- 1:03:47lihat teman seangkatan malah lebih maju
- 1:03:49dan saya merasa gagal. Bisa bantu?
- 1:03:53Saya tersenyum, Riandi. Pertanyaannya
- 1:03:55berkelas sekali.
- 1:03:58Di dalam sesi banyak sekali ee keluhan
- 1:04:01seperti ini. Aku sudah terlambat. Kalau
- 1:04:04aku mulai sekarang, aku sudah di
- 1:04:06belakang.
- 1:04:08Mungkin. Mungkin. Tapi bukankah suara
- 1:04:10berkelas kalau dibandingkan beberapa
- 1:04:12podcast mulainya juga belakangan? Ya, I
- 1:04:14kan benar sekali ya.
- 1:04:15Betul kan?
- 1:04:16Iya.
- 1:04:17Tapi lihat betap berapa progresnya. Kita
- 1:04:18enggak bisa mengukur progres dengan
- 1:04:21siapa duluan atau siapa yang kelihatan
- 1:04:25lebih maju sekarang. Enggak bisa. We
- 1:04:26never know.
- 1:04:29Alias
- 1:04:32tidak berguna membandingkan diri
- 1:04:35yang baru memulai dengan yang sudah
- 1:04:37memulai. tugas kita membandingkan diri
- 1:04:39antara satu timeline dan timeline. Dan
- 1:04:41saya percaya teman-teman tahu ini
- 1:04:43problem yang kedua adalah biasanya yang
- 1:04:45mengganggu bukan sekedar pembandingannya
- 1:04:47tapi perasaannya.
- 1:04:48Hm.
- 1:04:49Kita merasa sudah terlambat, kita merasa
- 1:04:51percuma, kita merasa kalah.
- 1:04:55Alih-alih sekedar pengetahuan,
- 1:04:59belajar untuk yang kita targetkan adalah
- 1:05:03mengubah perasaan.
- 1:05:04So, perasaan itu yang perlu kita temui,
- 1:05:07kita ajak duduk bersama, kita edit
- 1:05:09Wikipedia page-nya, berikan makan hantu
- 1:05:13lapar tadi. Sehingga ketika kemunculan
- 1:05:16pencetus misalnya ketika kita scroll dan
- 1:05:19melihat kesuksesan teman tidak lagi
- 1:05:20mengganggu dan membandingkan.
- 1:05:23Ingat, kita hanya bisa disakiti sama apa
- 1:05:25yang sudah kita percaya. Pertanyaan
- 1:05:26saya, apa yang kita percaya ketika kita
- 1:05:28terlambat? Bagian itu yang perlu kita
- 1:05:30sentuh dan kita edit.
- 1:05:31Hm.
- 1:05:35Kita pindah ke pertanyaan ketiga.
- 1:05:40Pertanyaan ketiga dari Arzamin.
- 1:05:45Kenapa ya akhir-akhir ini saya semakin
- 1:05:47mudah cemas? Ketika kita buka sosial
- 1:05:50media, kita akan melihat berita tentang
- 1:05:51bencana, tentang geopolitik, dan
- 1:05:54ketidakpastian lainnya.
- 1:05:57Bagaimana bisa kita tidak cemas?
- 1:06:01Sangat-sangat update nih pertanyaannya.
- 1:06:04Sangat update. [tertawa]
- 1:06:07Saya tidak akan membahas geopolitik dan
- 1:06:09lain sebagainya terlalu dalam. Saya
- 1:06:11tidak yakin itu aman.
- 1:06:13Iya.
- 1:06:16Bukan sekedar aman untuk saya, tapi aman
- 1:06:18untuk dibicarakan dalam konteks luas.
- 1:06:22Karena bisa saja itu membuat sebagian
- 1:06:23besar orang semakin cemas. So, bagaimana
- 1:06:26tidak cemas?
- 1:06:29Saya tidak tahu rekan-rekan berkelas
- 1:06:30tahu ini atau enggak, tapi ketika kita
- 1:06:33membaca berita buruk itu bukan
- 1:06:36semata-mata berita. Tubuh kita bersiap
- 1:06:38terhadap ancaman yang ada di depan.
- 1:06:41Semacam jika ada harimau di ruangan ini,
- 1:06:43tubuh kita bersiap untuk lari.
- 1:06:47Kalaupun harimaunya pergi, misal
- 1:06:49harimaunya sudah pergi, tidak mungkin
- 1:06:52tiba-tiba denyut jantung kita lalu jadi
- 1:06:54normal, tegangan otot kita jadi normal,
- 1:06:56nafas kita jadi normal. butuh waktu
- 1:06:58untuk seluruh komponen badaniah tadi
- 1:07:01untuk turun. So, mari membayangkan tubuh
- 1:07:04manusia itu seperti jam
- 1:07:07analog, sementara pikiran kita seperti
- 1:07:09jam digital. Jam digital cepat sekali
- 1:07:10berubahnya. Jam analog butuh banyak
- 1:07:13komponen yang berputar untuk baru dia
- 1:07:15bergerak.
- 1:07:17Walaupun kesannya kemudian jadi sama
- 1:07:19detiknya.
- 1:07:21Maksud saya adalah saya meminta
- 1:07:24rekan-rekan meminta tolong tepatnya
- 1:07:26setelah membaca berita buruk jangan
- 1:07:28langsung baca, jangan langsung jempolnya
- 1:07:31diputar. Diam dulu rasakan denyut
- 1:07:33jantung, laju nafas, tegangan otot.
- 1:07:35Kalau dia turun baru lanjut baca. Kalau
- 1:07:37dia masih tinggi, please berhenti.
- 1:07:40Seringki karena paparan cahaya,
- 1:07:44cerita, hook, dan lain sebagainya. kita
- 1:07:47mengabaikan reaksi badaniah dan
- 1:07:49membiarkan tub tubuh kita mengkonsumsi
- 1:07:51terus yang kemudian itu yang membuat
- 1:07:53kita cemas. Padahal kalau kita baca satu
- 1:07:55taruh terus melakukan lain dulu baca
- 1:07:58lagi taruh enggak akan cemas. So yang
- 1:08:01perlu dilakukan bukan sebatas di
- 1:08:02pikiran, tapi juga amati respon tubuh,
- 1:08:05ambil jeda, ketika sudah siap baru baca
- 1:08:07lagi. Begitu.
- 1:08:09Hmm. Ngomongin soal leadership hari ini,
- 1:08:12ada hal menarik yang baru aku sadari.
- 1:08:15Pemimpin yang berkelas itu bisa dimulai
- 1:08:17dari gimana kita bisa nyiapin tim dan
- 1:08:19sistem yang tetap kuat di tengah dunia
- 1:08:22kerja yang berubah serba cepat.
- 1:08:25Sayangnya ya, banyak pemimpin yang malah
- 1:08:28kehabisan waktu buat hal-hal kecil,
- 1:08:32urusan administratif, kerjaan yang
- 1:08:34berulang sampai akhirnya enggak ada
- 1:08:35ruang buat mikirin strategi apalagi
- 1:08:38ngembangin timnya. Di sinilah Mekari
- 1:08:41hadir. Semua proses bisnis HR, payroll,
- 1:08:45keuangan sampai pajak disatuin dalam
- 1:08:48satu ekosistem yang ditenagai AI.
- 1:08:52Semuanya jangan lebih otomatis. Datanya
- 1:08:54real time. Jadi kita bisa kembali fokus
- 1:08:57ke hal yang sebenarnya penting yang
- 1:08:59matter memimpin orang atau nge-growing
- 1:09:02bisnis kita. So, kalau kamu ingin tahu
- 1:09:04lebih jauh gimana AI benar-benar berguna
- 1:09:07dan bisa berdampak nyata untuk
- 1:09:09perusahaan kita, ada Mcari Conference
- 1:09:122026 di tanggal 29 September 2026 di
- 1:09:16Rafles Hotel Jakarta dengan tema AI
- 1:09:19atwar ada banyak expert dari berbagai
- 1:09:22negara Insisi dan networking bareng
- 1:09:25sesama pemimpin bisnis. Ada juga Mcary
- 1:09:28Experience, ruang interaktif buat
- 1:09:30ngerasain langsung gimana AI dan
- 1:09:32ekosistem di bisnis yang terhubung ini
- 1:09:34bekerja. So, langsung aja amankan tiket
- 1:09:36kamu sekarang di meariference.com
- 1:09:39dan sampai jumpa di sana.
- 1:09:43Dari saya yang terakhir, Dok.
- 1:09:45The worst advice yang pernah dr. Jerima
- 1:09:51atau mungkin saya akan geser dikit the
- 1:09:53worst advice buat saya dan pasien-pasien
- 1:09:56trauma pernah terima.
- 1:09:58Oke.
- 1:09:59The worst advice-nya
- 1:10:02untuk sembuh dari trauma ceritakanlah
- 1:10:05terus traumamu.
- 1:10:08Untuk sembuh dari trauma, ceritakanlah
- 1:10:10terus traumamu.
- 1:10:11Iya. Banyak orang menganggap
- 1:10:14untuk sembuh kita harus terus bercerita.
- 1:10:18tentang kejadian buruk yang kita alami.
- 1:10:23Tanpa sadar terus bercerita. Itu yang
- 1:10:26membuat bukan sekedar trauma berlanjut,
- 1:10:30tapi traumanya memburuk.
- 1:10:33Seringki kita mengasosiasikan
- 1:10:36trauma dengan benda bertekanan seperti
- 1:10:40minuman soda yang kita shake dibuka
- 1:10:44ya.
- 1:10:44Lalu lepas tekanannya dan ketika lepas
- 1:10:47kita lega. Tidak salah. Begitu kita
- 1:10:50bercerita kelegaan jangka pendek akan
- 1:10:54terjadi.
- 1:10:55Tapi mari tidak menukar apa yang terjadi
- 1:10:57di jangka pendek dengan suatu yang
- 1:10:59sebenarnya baik untuk jangka panjang.
- 1:11:03Kata kuncinya di sini bukan bercerita,
- 1:11:05kata kuncinya diterus.
- 1:11:08Jika seseorang bercerita jarang, maka
- 1:11:11enggak ada masalah. Tapi jika cerita itu
- 1:11:13terus diulangi, baik di kepala, di
- 1:11:15tulisan, atau dengan orang lain, maka
- 1:11:18cerita tersebut akan seperti Wikipedia
- 1:11:20page yang semakin lama kita bold,
- 1:11:22highlight, underline
- 1:11:26and it's not helping.
- 1:11:28Dan lawannya bukan tidak bercerita.
- 1:11:30lawannya. Berceritalah sembari mengedit.
- 1:11:34Hm.
- 1:11:35Berceritalah
- 1:11:37sembari mengambil makna baru.
- 1:11:40Yang seringkiali ini yang enggak terjadi
- 1:11:42dalam cerita berulang. Karena cerita
- 1:11:44berulang seringkiali repetitif saja.
- 1:11:46I iya iya. Ya. Ya. Wow. Itu itu bagus.
- 1:11:49Kayak sesimpel dalam konteks
- 1:11:51kebanyakan teori kita gemuk dengan teori
- 1:11:53tanpa aksi gitu. Kita kita enggak
- 1:11:55ngeluarkan keringat aksi apapun gitu ya.
- 1:11:57sehingga
- 1:11:58kita makin bengkak dan karena kebanyakan
- 1:12:01bercerita tapi tidak ada aksi untuk
- 1:12:04mengedit cerita itu sendiri
- 1:12:05dan kalau enggak diedit sama sekali maka
- 1:12:082023 sampai 2026 masih cerita yang sama
- 1:12:10dan tidak ada aksi sama sekali gitu ya.
- 1:12:12Betul. Wikipedia page tidak boleh sama.
- 1:12:14Hm.
- 1:12:15Harus berubah.
- 1:12:16Wow.
- 1:12:18Itu benar itu advice karena masih banyak
- 1:12:20orang-orang yang menganggap bahwa
- 1:12:21bercerita adalah obat terbaik. hanya
- 1:12:23dengan bercerita-berita terutama
- 1:12:24oversharing sosial media gitu tentang
- 1:12:27kasus pribadi, hal-hal yang seharusnya
- 1:12:28enggak di-sharing gitu ya.
- 1:12:29Iya. Iya.
- 1:12:32Saya sengaja tidak mengatakan ini tapi
- 1:12:34Bilal barusan touch the point yang
- 1:12:37dikatakan oleh Profesor Lus yang tadi
- 1:12:39kita kutip. Memori itu seperti memori
- 1:12:43itu rekonstruktif. Dia seperti Wikipedia
- 1:12:45page. Kita bisa mengeditnya. Kalimat dia
- 1:12:46bukan begitu. Kita bisa mengeditnya dan
- 1:12:49orang lain bisa mengeditnya.
- 1:12:51Hm. Jadi ketika kita bercerita
- 1:12:54oversharing,
- 1:12:55wow bisa bahaya loh orang lain mengedit
- 1:12:57kan over
- 1:12:58ya.
- 1:12:59Tapi kalau kita bercerita ke sahabat,
- 1:13:01kita memastikan orang di depan kita itu
- 1:13:02bisa mengedit dengan lebih baik.
- 1:13:04Hmm.
- 1:13:04Karena sahabat yang baik tidak akan
- 1:13:06membiarkan kita cuma divalidasi. Dia
- 1:13:07akan challenge.
- 1:13:08Y
- 1:13:09dia akan tantang sudut pandang kita.
- 1:13:11Yap.
- 1:13:12Saya sering ke psikolog.
- 1:13:14Sesi terbaik yang saya ingat, yang
- 1:13:16mengubah hidup saya itu tidak pernah
- 1:13:19sesi yang memvalidasi.
- 1:13:21semuanya [mendengus] sesi-sesi yang
- 1:13:22kayak menyindir,
- 1:13:25kayak dalam tanda kutip diserang, enggak
- 1:13:28nyaman, tapi hidup saya berubah.
- 1:13:31Again, kita enggak bisa menghindari
- 1:13:33ketidaknyamanan.
- 1:13:34Iya. Wow.
- 1:13:35So, edit lah. Jangan cuma diam saja.
- 1:13:39Dan
- 1:13:41percakapan yang mengubah hidup saya
- 1:13:42sampai hari ini yaitu percakapan yang
- 1:13:44enggak nyaman.
- 1:13:44Iya.
- 1:13:45Bukan percakapan yang nyaman.
- 1:13:48Wow. Terima kasih banyak dr. Jimy sudah
- 1:13:50kes berkelas, sehat terus.
- 1:13:52Semoga studion semakin berdampak banyak
- 1:13:54bagi teman-teman yang menonton.
- 1:13:55Amin. Amin. Ya kenceng.
- 1:13:57Semuanya.
About this transcript
This page contains the full transcript of dr. JIEMI: Cara Hack Dirimu Untuk Nggak Mudah Menyerah Dengan Hidup Ini! | SUARA BERKELAS #222 by SUARA BERKELAS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 9,503 words across 1,941 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.