DOSA-DOSA BESAR #220 - Dosa Sesama Makhluk - Dosa Sesama Makhluk - Iseng /Jail — Transcript
Full transcript
- 0:00Yuk, jadi bagian dari dakwah kami.
- 0:02Dukung operasional dakwah dan sosial
- 0:04kami. Rai pahala amal jariah yang terus
- 0:07mengalir sampai hari kiamat.
- 0:10Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
- 0:13wabarakatuh.
- 0:14Waalaikumsalam.
- 0:16Alhamdulillah tidak hent-hentinya kita
- 0:18selalu bersyukur memuji dan memuja
- 0:20Allah. Sebagai seorang muslim, kita
- 0:24selalu menyadari bahwasanya Allah itu
- 0:26ada, maha melihat, maha mendengar, dan
- 0:29juga memiliki sifat-sifat yang maha
- 0:30sempurna. Di antaranya Allah Subhanahu
- 0:33wa taala selalu benar dengan janjinya
- 0:35dan menepati janji. Innallaha la
- 0:37yukhliful miad. Allah tidak akan
- 0:40pungkiri janjinya. Orang beriman, orang
- 0:43yang bersyukur pasti akan dijaga
- 0:45stabilitas dari nikmat tersebut. dari
- 0:48makanan, minuman, pakaian, bahkan
- 0:50keimanan Dia sendiri. Tidak cukup di
- 0:53dunia sampai ke akhirat pun kita akan
- 0:55dibalas dengan surga yang abadi. Oleh
- 0:57karena itu, kita selalu mensyukuri
- 0:59nikmat Allah. termasuk hari ini Allah
- 1:01masih memberikan kita umur untuk
- 1:02melanjutkan estafet kehidupan kita
- 1:04sehingga kita bisa menambah volume atau
- 1:07kuantitas dan kualitas daripada ibadah
- 1:09dalam hal memberatkan timbangan amal di
- 1:11hari kiamat serta bertobat dari
- 1:14dosa-dosa kalau kita masih memiliki
- 1:16pelanggaran-pelanggaran agar selamat
- 1:17dari hukuman Allah subhanahu wa taala.
- 1:20Dan saya yakin dengan takdir Allah kita
- 1:22berkumpul pada malam ini. Dan tujuan
- 1:24kita semuanya sama untuk datang ke rumah
- 1:26Allah, untuk salat, mengerjakan
- 1:29perintah, kewajiban kita salat berjamaah
- 1:31magrib dan isya dan juga untuk
- 1:33menghadiri majelis ilmu. [berdehem]
- 1:34Semoga Allah ikhlaskan niat dan
- 1:36menjadikan ini sebagai tambahan amal
- 1:37kita pada hari kiamat. Allahum amin.
- 1:40Selanjutnya kita panjatkan salam hormat
- 1:42kita kepada Rasulullah Muhammad
- 1:44sallallahu alaihi wa ala alihi wasahbihi
- 1:46wasallam. Sebagaimana Allah telah
- 1:48perintahkan kita untuk mengucapkan salam
- 1:51hormat tersebut.
- 1:53Baik, seperti biasa teman-teman sekalian
- 1:55di Rabu pertama dan Rabu kedua maksud
- 1:57saya pekan pertama, pekan dua kita akan
- 1:58bahas dosa-dosa besar dan malam ini kita
- 2:01akan bahas dosa dengan judul iseng.
- 2:06Siapa yang biasa iseng nih? Hm. Atau
- 2:09mungkin ada orang yang tidak pernah
- 2:10iseng sama sekali di sini.
- 2:13Isang ini, Teman-teman sekalian, tidak
- 2:15asing bagi kita atau biasa orang bilang
- 2:17juga jahil ya.
- 2:20Sebenarnya dia masuk dalam bagian
- 2:22bercanda. Secara definisi isuk dalam
- 2:26bercanda,
- 2:27main-main, ya menggoda atau melakukan
- 2:30sesuatu tanpa tujuan serius, baik untuk
- 2:33menghibur diri sendiri atau orang lain.
- 2:36Nah, bagaimana Islam memandang ini?
- 2:38Apakah boleh kita seperti ini atau
- 2:40tidak? Kenapa kita pada malam ini
- 2:42masukkan dalam kategori dosa?
- 2:46Bercanda secara umum adalah hukumnya
- 2:49mubah. Secara umum boleh saja, tetapi
- 2:52nanti kita akan sebutkan ada batasannya.
- 2:55Sebagaimana Ibnu Hajar rahimahullah
- 2:58berkata, "Bercanda itu dibolehkan selama
- 3:01di dalamnya tidak ada dusta dan
- 3:04menyakiti orang lain."
- 3:06Begitu juga cukup banyak tentunya
- 3:08perkataan para ulama-ulama kita tentang
- 3:12masalah bercanda ini ya. Seperti
- 3:16misalnya Umar bin Khattab berkata
- 3:17radhiyallahu anhu, "Bercandalah
- 3:20tapi jangan sampai kebanyakan
- 3:23karena banyak bercanda. akan mematikan
- 3:26wibawa.
- 3:28Berarti Umar radallahu anhu memberikan
- 3:30kita gambaran, boleh orang bercanda
- 3:32sebagai seorang muslim, tapi jangan
- 3:34berlebih-lebihan. Kalau Ibnu Hajar
- 3:36rahimahullah mereka mengatakan asal
- 3:39tidak ada kedustaan, tidak ada menyakiti
- 3:42orang lain. Dan Ali radhiallahu anhu
- 3:46berkata tentang masalah orang bercanda
- 3:48ya sesekali dua kali di waktu dalam
- 3:52seharian baik dengan pasangan hidupnya
- 3:55dengan teman-temannya maka boleh-boleh
- 3:57saja. Beliau mengatakan, "Hiburlah hati
- 4:01kalian sesekali dengan bercanda. Karena
- 4:03hati itu bisa jenuh sebagaimana badan
- 4:06juga bisa jenuh."
- 4:08Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
- 4:10berkata,
- 4:13"Aku benci seorang pemuda yang kosong,
- 4:16tidak ada dalam urusan dunia dan tidak
- 4:19pula dalam urusan akhirat. Dia hanya
- 4:22sibuk bercanda." Maksudnya bukan tidak
- 4:26boleh bercanda, tetapi jangan sampai
- 4:28sepanjang waktu kita semuanya candaan,
- 4:30semuanya ketawa, sehingga tidak bisa
- 4:33dinilai kapan orang ini serius. Apalagi
- 4:35kalau sudah diikuti dengan dusta,
- 4:37akhirnya orang sudah tidak bisa bedakan
- 4:39mana dia benar, jujur, dan mana dia
- 4:41dusta. Makanya harus ada batasannya.
- 4:45Begitu pula di antara karan tabiin
- 4:47tentunya seperti Imam Hasan Basri
- 4:49rahimahullah berkata, "Bercanda itu
- 4:52termasuk akhlak.
- 4:54karena pernah dicontohkan oleh Nabi
- 4:55sallallahu alaihi wasallam. Tapi siapa
- 4:57yang terlalu berlebihan dalam bercanda,
- 5:00maka akan sedikit wibawahnya. Orang
- 5:03kalau sedikit-sedikit ketawa, bercanda,
- 5:05berlebih-lebihan, nanti akhirnya orang
- 5:07tidak nilai lagi punya wibawah, tidak
- 5:09ada segannya lagi. Orang sudah tidak
- 5:11hormatin, gitu ya. Dan siapa yang banyak
- 5:13tertawa maka hatinya akan mati.
- 5:17Sufyan ibin Uyainina rahimahullah
- 5:20berkata, "Bercanda itu bagian dari
- 5:22sunah, tapi siapa yang melakukannya
- 5:25terus-menerus nonstop, ada orang selalu
- 5:28di pikirannya bagaimana dia bercanda
- 5:30nonstop gitu ya, sehingga tidak ada
- 5:31keseriusan, maka dia adalah orang yang
- 5:33bodoh."
- 5:35Itu pendapat Sufyan bin Uyainah.
- 5:39Imam Ahmad berkata, "Bercanda itu boleh,
- 5:42tapi sedikit saja. Barang siapa yang
- 5:44banyak bercandanya dan berlebihan, maka
- 5:47gugurlah wibawahnya.
- 5:49Dan barang siapa yang banyak tertawa
- 5:52berlebih-lebihan, maka hilanglah
- 5:54kehormatannya.
- 5:57Imam Nawawi rahimahullah berkata,
- 5:59"Ketahuilah bahwa bercanda itu
- 6:02disunahkan jika dilakukan dengan cara
- 6:04yang benar. Adapun dusta saat bercanda
- 6:08maka haram hukumnya berdasarkan ijma
- 6:12kaum muslimin.
- 6:14Jadi di sini kita bisa lihat rupanya ada
- 6:16yang dibolehkan, ada yang tidak
- 6:18dibolehkan, bahkan sampai pada level
- 6:20haram.
- 6:22Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Nabi
- 6:24sallallahu alaihi wasallam bercanda
- 6:27namun tidak pernah mengatakan kecuali
- 6:29kebenaran maka bercanda yang di dalamnya
- 6:33ada dusta, gibah.
- 6:35gunjing atau merendahkan orang lain,
- 6:38maka haram hukumnya berdasarkan ijma
- 6:41muslimin. Kesepakatan
- 6:45apa yang disampaikan tadi ini adalah
- 6:47hal-hal yang berhubungan dengan masalah
- 6:50boleh atau tidak bolehnya.
- 6:54Ada batasan yang disampaikan oleh para
- 6:56ulama. Kalau yang kita tarik ulama-ulama
- 6:59yang dekat saja di masa kita karena
- 7:01mereka sudah punya banyak karya ilmiah
- 7:03dan akhirnya menyimpulkan dari sekian
- 7:05banyak perkataan salaf seperti yang
- 7:07disusun oleh Syekh Utsimin, Syekh Bin
- 7:09Bas dan Syekh Albani rahimahumullah
- 7:12memberikan kaidah kapan bercanda itu
- 7:16atau isang itu boleh, kapan tidak boleh.
- 7:19Kalau yang boleh tadi sudah umumnya kita
- 7:21jelaskan tidak ada kedustaan nanti akan
- 7:23kita jelaskan juga di sini. Namun kita
- 7:26ingin titik beratkan karena sedang kita
- 7:28bahas dosanya. Berarti kapan dia tidak
- 7:31boleh? Batasan pertama tidak boleh ada
- 7:33kedustaan.
- 7:35Kapan bercanda itu ada dusta? Misal
- 7:38orang mengaku umurnya dia ee 35 tahun.
- 7:43Dia bilang umur saya dia bercanda. Ya,
- 7:46tapi situ dusta sebenarnya. Dia bilang,
- 7:48"Umur saya 50 tahun atau umur saya
- 7:51dikecilkan 20 tahun misalnya ya. supaya
- 7:55orang memujinya. Ada kebohongan.
- 7:58Sementara dalam Islam kita enggak boleh
- 8:00dusta walaupun bercanda. Ya, tidak boleh
- 8:03berdusta walaupun bercanda. Sebagaimana
- 8:06sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- 8:08"Celakalah bagi orang yang berbicara
- 8:10lalu berdusta dan membuat orang lain
- 8:13tertawa. Celakalah baginya, celakalah
- 8:16baginya." Artinya ada ancaman di sini.
- 8:19Berarti iseng atau candaan yang diikuti
- 8:22dengan dusta itu hukumnya tidak boleh.
- 8:25Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 8:26mengikuti dengan ancaman. Masih ingat di
- 8:29awal-awal kita buka kajian kita
- 8:31dosa-dosa besar, alhamdulillah sekarang
- 8:33sudah dosa-dosa besar 220 sekian gitu
- 8:36ya. Ee termasuk malam ini itu di
- 8:40awal-awal sekali kita bedah bukunya Imam
- 8:42Azzahabi rahimahullah Alkabair. Beliau
- 8:44memberikan batasan dari mana kita bisa
- 8:47tahu ini dosa kecil atau dosa besar.
- 8:49Dosa kecil kalau dilarang tapi tidak
- 8:53ikut ancaman. Dosa besar itu bedanya
- 8:57sama dosa kecil. Larangan tapi diikuti
- 8:59ancaman apapun sifatnya. Misalnya laknat
- 9:03ya, dilaknat oleh Allah, Rasulullah,
- 9:06dilaknat oleh malaikat misalnya atau
- 9:08siksa kubur atau siksa neraka misalnya
- 9:11ya, jauh dari rahmat Allah. Atau seperti
- 9:14ini perkataan Nabi sallallahu alaihi
- 9:15wasallam, celakalah dia. Makna celaka
- 9:17artinya dia akan dihukum kapan dia
- 9:20bercanda diikuti dengan dusta. Nah,
- 9:22cukup banyak contoh dalam masalah ini
- 9:24ya. Kalau mereka memang bercanda, dia
- 9:26dusta dengan umurnya, dia dusta misalnya
- 9:29ee dengan memperlihatkan rumah tapi
- 9:31bukan rumahnya. Atau banyak laki-laki
- 9:34kadang-kadang melamar seorang perempuan
- 9:36dia sengaja ya menunjukkan bahwasanya
- 9:39itu punya dia kendaraan padahal dia
- 9:41pinjam atau yang lainnya gitu ya. Jadi
- 9:44semua ini tidak boleh dijadikan sebagai
- 9:46bahan candaan. Intinya kalau bercanda
- 9:48itu ada kebohongan maka dia masuk dalam
- 9:51kriteria atau kategori pertama yang
- 9:53haram.
- 9:55Yang kedua, tidak boleh dalam iseng atau
- 9:58bercanda menakut-nakuti sesama muslim.
- 10:02Misal contoh, sengaja orang pakai topeng
- 10:04yang menakutkan sehingga orang di
- 10:06sebelahnya takut atau dia kagetkan.
- 10:10Tiba-tiba sembunyi di belakang tembok
- 10:11lalu teriak sehingga temannya itu
- 10:13ketakutan. Ada sampai pinsan, ada yang
- 10:16sampai lari akhirnya ditabrak dengan
- 10:18mobil di jalan dan segala macam itu ya.
- 10:20atau dia ee bercanda ini dengan sengaja
- 10:23mendorong temannya misalnya lagi di
- 10:25kapal, di perahu, ke laut, ke sungai,
- 10:28padahal dia tahu temannya enggak bisa
- 10:29berenang. Nah, ini semua memasukkan rasa
- 10:32takut aja enggak boleh. Artinya kalau
- 10:34mau bercanda yang boleh jangan
- 10:36menakut-nakuti orang. Bercanda yang
- 10:37menghibur orang boleh ya. Menghibur,
- 10:40menyenangkan hatinya, menghiburnya itu
- 10:42boleh-boleh saja. Sebagaimana sabda Nabi
- 10:45sallallahu alaihi wasallam di dalam
- 10:47hadis yang diriwayatkan Abu Daud dengan
- 10:49sanad sahih.
- 10:51Sama juga tadi batasan yang pertama itu
- 10:54ya, dia tidak boleh dusta. Itu sama
- 10:56diriwayatkan Abu Daud dengan sanad
- 10:57hasan. Kalau yang kedua ini tidak boleh
- 11:00menakut-nakuti adalah sabda Nabi
- 11:01sallallahu alaihi wasallam dengan kurang
- 11:02lebih terjemahnya tidak halal. Maksudnya
- 11:04haram hukumnya bagi seorang muslim
- 11:07menakut-nakuti muslim lainnya.
- 11:10Ya, di antara contoh yang diberikan juga
- 11:12oleh para ulama adalah mereka sengaja
- 11:16mematikan lampu untuk menakut-nakutin,
- 11:19memunculkan suara yang menakut-nakutin.
- 11:21Intinya semua menakut-nakutin tidak
- 11:23boleh ya. Atau sengaja
- 11:26meneleponnya meneror padahal searnya dia
- 11:29ingin hanya bercanda sehingga teman itu
- 11:31jadi takut ketakutan mengatakan dari
- 11:34kantor polisi atau apalah atau apalah.
- 11:36Nah, seperti itu semuanya ini masuk di
- 11:38dalamnya.
- 11:40Yang ketiga, tidak boleh ada hinaan. Ini
- 11:43batasan kata para ulama,
- 11:46merendahkan atau menyebutkan aib. Di ini
- 11:50masuk dalam poin yang ketiga. Jadi tidak
- 11:53boleh menghina ya, tidak boleh
- 11:56merendahkan dan tidak boleh
- 11:58menyebut-nyebut aib.
- 12:00Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa
- 12:02taala dalam surah Al-Hujurat ya.
- 12:08[berdehem]
- 12:08tidak boleh satu kaum mengolok-olok kaum
- 12:10yang lain.
- 12:12Asun
- 12:14bisa saja orang kelompok yang
- 12:16diolok-olok itu lebih baik daripada yang
- 12:18mengolok-olok gitu kan. Juga masih di
- 12:21surah yang sama Alhujurat ayat 11.
- 12:25Jangan kalian menggunjing satu sama yang
- 12:26lain. Ya, apapun yang bercanda atau tapi
- 12:31dia mengarah ada hinaannya enggak boleh.
- 12:35seperti menyebutkan fisik yang gemuk
- 12:37misalnya atau yang terlalu kurus atau
- 12:40atau yang semisalnya. Ini mirip beberapa
- 12:43sahabat Nabi dulu pernah ini terjadi
- 12:46pada sahabat melihat Abdullah bin Mas'ud
- 12:49radhiallahu anhu naik ke atas pohon
- 12:51kurma dan waktu itu angin sedikit
- 12:54kencang dan akhirnya menyingkap kedua
- 12:56betis Abdullah bin Mas'ud. Kebetulan
- 12:57beliau kurus sekali. Waktu melihat
- 13:00kecilnya betis Abdullah bin Mas'ud,
- 13:02beberapa sahabat tertawa. tertawa.
- 13:04Akhirnya pada saat mereka menertawakan
- 13:06Abdullah bin Masud, Nabi sallallahu
- 13:07alaihi wasallam marah. Lalu Nabi
- 13:09mengatakan, "Apakah kalian menertawakan
- 13:11dua betisnya Ibnu Mas'ud yang kecil itu?
- 13:14Demi zat yang jiwaku dalam genggamannya.
- 13:16Sungguh dua betis itu lebih berat di
- 13:18timbangan amal saleh nanti di hari
- 13:19kiamat daripada gunung Uhud." daripada
- 13:22gunung Uhud. Artinya tidak boleh
- 13:24menghina.
- 13:26Dia kurus ya sudah. Begitu postur
- 13:28tubuhnya dia gemuk ya sudah. Kalau kita
- 13:31mau kita berikan masukan. Misalnya akhi
- 13:33bagaimana atau ukhti bagaimana kalau
- 13:35misalnya konsumsi vitamin ini kalau
- 13:37misalnya dia kurus atau dia gemuk
- 13:39misalnya akhi ini kan obesitas berbahaya
- 13:41kenapa enggak gini dan gitu. Kita
- 13:42berikan masukan positif. Jangan jadikan
- 13:45sebagai bahan hinaan
- 13:47apapun sifatnya ya. Dan ini pernah kita
- 13:49singgung masalah syamat. Syamata itu
- 13:52menghina, merendahkan orang lain. Bahkan
- 13:54musuh pun di medan perang enggak boleh.
- 13:56Ingat kisah kalahnya kaum muslimin di
- 13:59perang Hunain. Ya, waktu itu 10.000
- 14:03pasukan muslim yang dari Madinah setelah
- 14:06melakukan kota Makkah 10.000 ini utuh
- 14:08pasukannya. Ditambah ada 2.000 mualaf
- 14:11yang baru masuk Islam setelah pembesaran
- 14:14kota Makkah bergabung di pasukan Hunain
- 14:16di lembah Hunain 30 km dari Masjid Haram
- 14:19kurang lebih. Sampai sekarang kalau kita
- 14:21di Makkah searching lembah Hunain akan
- 14:23dipandu ya dekat miqat yang namanya
- 14:26Jirana.
- 14:28Yang jelas pada saat itu jumlah pasukan
- 14:30muslim 12.000. Tahu apa yang dikatakan
- 14:33oleh para sahabat dan termasuk yang
- 14:35ngomong ini Abu Bakar radhiallahu anhu.
- 14:38Kata para sahabat, "Kita tidak akan
- 14:40pernah dikalahkan
- 14:42dengan jumlah sebanyak ini sambil
- 14:44melihat ke arah musuh. Dan ternyata suku
- 14:46Hawazim itu jumlahnya tidak sebanyak
- 14:49sahabat. Maka Allah membuat di awal
- 14:52peperangan muslimin kalah karena mereka
- 14:55mengatakan itu saja.
- 14:57Ini hati-hati sekali ya. Hati-hati
- 14:59sekali. Kenapa iblis dihinakan oleh
- 15:02Allah Subhanahu wa taala? Apa yang dia
- 15:04bilang? Ana khairum minhu. Saya lebih
- 15:06baik dari dia. Dia jatuhkan Adam alaihi
- 15:09salam. Nah, tidak boleh ya. Kalau kita
- 15:12mau teman-teman sekalian membuka usaha
- 15:15teman-teman yang masuk untuk bersaing di
- 15:19Pilpres, Pilkada segala macam ini ya
- 15:21tunjukkan kualitas kita. Tidak perlu
- 15:24kita menjatuhkan orang lain atau
- 15:26menghinanya gitu ya. Seperti itu kurang
- 15:28lebih. Begitu juga sama dengan
- 15:30merendahkan ini kembali saya ingatkan
- 15:32teman-teman sekalian sabda Nabi
- 15:33sallallahu alaihi wasallam ini hati-hati
- 15:35sekali ya masalah merendahkan terutama
- 15:36sama muslim. Karena Nabi sallallahu
- 15:38alaihi wasallam mengatakan riba itu 73
- 15:40bab. Yang paling rendah seperti orang
- 15:42berzina dengan ibunya sendiri. Berarti
- 15:44yang paling ringannya riba itu sama
- 15:47dengan yang paling beratnya bab zina.
- 15:50Karena zina yang paling berat kan zina
- 15:51dengan mahram. Ibu sama anak, ayah sama
- 15:54anak, saudara sama saudari. Ini zina
- 15:56yang paling berat. Tapi itu di riba
- 15:59adalah level yang paling rendah. Lalu
- 16:01kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- 16:02"Dan riba yang paling tinggi level
- 16:0473-nya setara dengan merendahkan seorang
- 16:08muslim."
- 16:10Jadi, antum bisa bayangkan tuh kalau
- 16:11ngolok-olok merendahkan seorang muslim,
- 16:14betapa banyak dosa yang kita terbebani
- 16:16hanya karena masalah ini. Ya, termasuk
- 16:19masalah bercanda di sini ya atau
- 16:22menyebut-nyebut aib ini semua tidak
- 16:24dibolehkan. Yang keempat, tidak boleh
- 16:27kebanyakan atau berlebihan.
- 16:30sehingga akhirnya terbumbuhilah candaan
- 16:34tersebut. Sadar atau tidak sadar dengan
- 16:36cerita-cerita bohong. Kurang lebih ada
- 16:39korelasinya dengan poin pertama ya. Tapi
- 16:41intinya bercanda teman-teman ada
- 16:43waktunya kita serius, ada waktunya kita
- 16:46bercanda gitu ya. Tidak semuanya waktu
- 16:48kita serius sehingga orang jadi tidak
- 16:50nyaman di dekat kita. Tidak, tidak juga
- 16:53selalu semuanya candaan sehingga orang
- 16:55tidak tahu kapan kita bisa dinilai
- 16:58wibawahnya, harga dirinya gitu ya. Ada
- 17:01orang kadang-kadang karena dia selalu
- 17:02cuma buat tertawa orang jadi bahan
- 17:04lelucon sudah enggak ada harga dirinya.
- 17:07Mau postur tubuhnya kekar kah, mau dia
- 17:09punya harta kah, orang sudah anggap
- 17:11remeh karena terlalu gampang candaan.
- 17:13Nah, ini kaidah yang keempat. Jadi tidak
- 17:15boleh banyak bercanda gitu kan.
- 17:18Sebagaimana dinukil perkataan Imam Ahmad
- 17:20rahimahullah, bercanda itu sedikit saja.
- 17:22Barang siapa yang banyak bercanda,
- 17:23gugurlah wibawahnya.
- 17:27Kemudian yang kelima, tidak boleh di
- 17:29waktu yang tidak pantas. [berdehem]
- 17:32Tidak boleh di waktu yang tidak pantas.
- 17:34Mohon maaf ini ada enam ya, bukan lima.
- 17:37Kaidah dasarnya tidak boleh di waktu
- 17:39yang tidak pantas seperti orang lagi
- 17:41salat ngantar jenazah atau bercanda di
- 17:45jenazah itu sendiri. Pura-pura jadi
- 17:48jenazah kata tapi untuk bercanda.
- 17:49Takut-takutin teman yang di Indonesia
- 17:51biasa pura-pura jadi poconglah apalah
- 17:53gitu ya. Nah, itu seharusnya tidak boleh
- 17:56karena jenazah itu dia waktunya kembali
- 17:59ke Allah untuk minta pertanggungjawaban.
- 18:01Bukan untuk dicandai. Bukan untuk
- 18:04dicandai. Bukan saja dicandai. Ini
- 18:05berbahaya sekali kalau orang tidak
- 18:06paham. Begitu juga dengan masalah
- 18:08menuntut ilmu, bercanda berlebihan ya di
- 18:12tempat menuntut ilmu atau saat orang
- 18:15dalam keadaan susah ya kemudian dia
- 18:17malah bercanda-bercanda padahal orang
- 18:19sedang butuh pada saat itu dihibur
- 18:21misalnya. Nah, semua ini teman-teman
- 18:23sekalian harus kita pahami baik-baik
- 18:25supaya tidak terjadi pelanggaran.
- 18:29Kalau bercanda yang sifatnya ya
- 18:35diikuti dengan dusta, misal juga orang
- 18:37mengatakan
- 18:39dan ini umumnya diharamkan ulama ya.
- 18:42Misalnya dia bilang, "Itu HP-mu jatuh
- 18:45loh tadi saya lihat." Padahal sebenarnya
- 18:47tidak. Dia hanya mau kerjain temannya
- 18:49gitu kan. Tadi saya lihat istrimu datang
- 18:52tuh dia sedang mencari kamu. Padahal
- 18:54sebenarnya tidak. Contoh misalnya saya
- 18:56lihat ee tadi anak kamu itu dicuri orang
- 18:59padahal sebenarnya tidak. Contohnya
- 19:02dalam menakut-nakuti sudah kita bilang
- 19:04tadi misalnya belakang tembok, belakang
- 19:07pintu, kemudian sengaja ngagetin orang
- 19:10dalam hal merendahkan misalnya
- 19:13menyebutkan badannya yang gendut,
- 19:14badannya yang kurus ya atau orang yang
- 19:18cadel dalam berbicara gitu. Kemudian
- 19:20dalam ee waktu yang tidak pantas tadi
- 19:25yang baru kita bahas ini seperti orang
- 19:27ketawa terlalu berlebihan di masjid
- 19:30sehingga mengganggu orang yang lagi
- 19:31zikir, orang yang lagi salat gitu ya. Ee
- 19:35handphone yang suaranya mungkin nadahnya
- 19:39itu membuat orang tertawa tapi di dalam
- 19:41masjid ya kurang tepat gitu ya bukan
- 19:44pada tempatnya. Itu di antara
- 19:46contoh-contohnya. Seperti juga bercanda
- 19:49pada saat orang sedang ee khatib sedang
- 19:51khotbah Jumat ya atau bercanda dengan
- 19:55kata-kata yang berbawa maksiat misalnya
- 19:57atau merendahkan dan di dalam masjid ini
- 19:59berarti sudah doble nih. Sudah
- 20:02bercandanya yang tidak boleh juga di
- 20:03dalam masjid gitu ya. Jadi ini termasuk
- 20:06hal-hal yang tidak boleh dan ulama
- 20:08mengatakan ini bisa mengeraskan hati.
- 20:11Begitu juga pada saat orang sedang
- 20:13mengalami kesedihan, lagi ada kematian,
- 20:16orang lagi ditimpa kerugian, gitu kan.
- 20:19Itu enggak boleh dijadikan sebagai bahan
- 20:21bercandaan. Walaupun dia niatnya baik.
- 20:24Ya, pernah ada satu anak muda di Saudi
- 20:27kisah nyata. [berdehem] Dia sedang
- 20:29melihat ada satu kakek tua umurnya 70
- 20:32tahun. Oh, itu lagi sedih karena anaknya
- 20:34meninggal sebelum dia. Anaknya masih
- 20:37umur 50, 40-an sudah meninggal. Maka
- 20:40anak muda ini umur 20 tahun. Dia bilang
- 20:42sama si kakek itu, "Sudah, kakek jangan
- 20:44sedih." Ee dia mungkin maksudnya supaya
- 20:47kakek itu tenang ya. Ee supaya nanti gak
- 20:51Anda masih lama kok meninggal. Dia
- 20:52bilang, "Nanti kita juga mati satu hari
- 20:55bersamaan kok." Subhanallah. 2 hari
- 20:57kemudian si kakek meninggal, anak yang
- 20:5820 tahun juga meninggal dunia. Ya,
- 21:01karena dia usiapin kata-kata itu. Nanti
- 21:02kita akan mati sehari berdua.
- 21:05Mungkin dia maksudnya mau candain si
- 21:07kakek ini supaya kakek ini terhibur.
- 21:10Artinya saya ini masih muda 20 tahun.
- 21:12Mungkin kalau saya masih mati 30 40
- 21:14tahun ke depan Anda juga seperti itu.
- 21:15Tapi ini pemahamannya salah. Contohnya
- 21:18gitu ya. Intinya semua yang berhubungan
- 21:21dengan masalah
- 21:22orang lagi sedih itu jangan kita gunakan
- 21:25momentum untuk bercanda ya. Jadi Nabi
- 21:28sallallahu alaihi wasallam juga
- 21:28bercanda, Teman-teman sekalian. Tetapi
- 21:31bercandanya itu pada tempat yang pas.
- 21:35Makanya Syekh Utsimin rahimahullah
- 21:36berkata, "Jika bercandamu membuat orang
- 21:39benci padamu, maka itu bukan bercanda,
- 21:41tapi itu justru kezaliman."
- 21:44Ya, ada orang kadang-kadang, "Ya sudah
- 21:45terserah kamu enggak suka, enggak
- 21:46apa-apa. Yang penting saya saya cuma
- 21:48bercanda kok." Seakan-akan dia benarkan
- 21:50sikapnya, enggak bisa. Kalau sampai
- 21:52orang itu tidak suka, maka berarti kita
- 21:54sudah zalim sama dia. Dan itu dosa besar
- 21:56sendiri. Itu dosa besar tersendiri. Maka
- 21:59ini betul-betul harus kita garis bawahi
- 22:01walaupun memang bercanda itu dibolehkan.
- 22:05Sampai Syekh Utsmimin mengatakan
- 22:07bercanda itu ibarat garam di makanan.
- 22:11Kalau pas ukurannya makanannya enak,
- 22:14tapi kalau berlebihan dia akan membuat
- 22:16makanan itu rusak, gak bisa dimakan.
- 22:19Nah, seperti itulah ya. Kemudian yang
- 22:21keenam ya tidak boleh ini kaidah yang
- 22:25keenamnya tidak boleh iseng atau
- 22:28bercanda dengan barang orang lain.
- 22:31Itu kaidahnya. Jadi barang apa saja?
- 22:33Sengaja misalnya dia tahu nih kunci
- 22:35mobil atau kunci motor temannya lagi
- 22:37ditaruh dia ambil. Sengaja dia pindahin
- 22:39parkirannya ke tempat lain supaya
- 22:41temannya ini kebingungan mencari. Enggak
- 22:43boleh.
- 22:44Karena dia walaupun dia niatnya
- 22:46bercanda, tapi temannya ini sudah merasa
- 22:49ketakutan. Enggak boleh sama sekali. Itu
- 22:52dianggap dia seperti sedang mengambil
- 22:53barang temannya.
- 22:55Syekh Utsimin tadi, Syekh Bimbas dan
- 22:57Syekh Albani rahimahullah semua
- 22:59mengatakan ini masuk dalam tidak boleh
- 23:01iseng seperti ini. Beranjak daripada
- 23:03sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 23:04riwayat Abu Daud dengan sanad sahih,
- 23:06"Janganlah salah seorang dari kalian
- 23:08mengambil barang saudaranya baik
- 23:10bercanda maupun serius. Jadi tidak
- 23:13boleh." Nah, sama dengan menyembunyikan
- 23:15sendalnya misalnya itu ya, itu juga
- 23:17tidak boleh karena mungkin dia butuh,
- 23:20dia membutuhkan masalah itu. Jadi,
- 23:22jangan sampai kita keliru dalam hal-hal
- 23:24yang seperti ini ya. Apa saja ya,
- 23:26pulpen, handphone. Ada orang
- 23:28kadang-kadang menyembunyikan
- 23:30handphone-nya temannya supaya temannya
- 23:32bingung mencarinya baru kemudian nanti
- 23:34dikembalikan setelah berapa jam gitu ya.
- 23:36Itu jangan. Gak boleh. Saya dapat
- 23:38informasi di beberapa wilayah kita itu
- 23:41kadang-kadang bercandanya terlalu
- 23:42berlebihan. Seperti misalnya temannya
- 23:43menikah nih, itu saya pernah dapat
- 23:45informasi di Jawa Timur pernah anak-anak
- 23:47muda lakukan itu. Bahkan sudah dilakukan
- 23:49ya. Jadi dia sudah atur sama
- 23:51teman-temannya ini yang temannya menikah
- 23:53nih. Nanti yang bawa mobil siapa? Yang
- 23:56temanin juga ee orang pengantin ini
- 23:58siapa. Kemudian mereka sudah atur nih,
- 24:01mereka tampakkan kalau mereka mau baik,
- 24:03mau membantu temannya ini. Ternyata
- 24:06temannya sudah percaya karena
- 24:07teman-temannya semua. Tapi begitu
- 24:08sebelum akad nikah mereka sengaja bawa
- 24:11ke luar kota
- 24:13mobil itu. J misalnya dari kota A ke
- 24:15kota B sehingga jauh ee penghulunya
- 24:18menunggu, wali-wanita menunggu, mereka
- 24:21bercanda gitu kan. Mereka bercanda dalam
- 24:23masalah ini. Ada yang sengaja
- 24:25bercandanya pada saat orang temannya mau
- 24:27akad nikah dilemparin telur. Sengaja
- 24:30akhirnya kotor bajunya. Ini enggak
- 24:33boleh, Teman-teman sekalian. Karena dia
- 24:34sekarang mau akad nikah, mau jalankan
- 24:36sunah ya kan mau lagi ibadah. Kenapa
- 24:39kita kotorin bajunya? Contohnya ya. Ini
- 24:42semua hal-hal yang tidak boleh sama
- 24:44sekali kita langgar.
- 24:47Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 24:48bercanda, Teman-teman sekalian. Ya,
- 24:50seperti misalnya Nabi sallallahu alaihi
- 24:52wasallam pernah menemukan ada sahabat.
- 24:54Nah, ini ee sedikit ee ada ee bolehnya
- 25:00kita bercanda sama teman tapi dia tahu
- 25:02dia tahu ini candaan. Kalau tadi kan
- 25:05sembunyikan handphone, kagetin kan dia
- 25:07tidak tahu kalau kita sedang bercanda
- 25:09sama dia. Tapi kalau dia tahu kita
- 25:12sedang bercanda, sebagai contoh misalnya
- 25:14ada sebuah riwayat yang sahih
- 25:15diriwayatkan Abu Daud. Ada dua orang
- 25:17sahabat, yang satu namanya Nuaiman, yang
- 25:19satu namanya Suwaib. Suwaib ini berseman
- 25:23sama Nuaiman. Nuaiman ini bercanda. Dia
- 25:25bilang ee di tengah jalan, pinggir jalan
- 25:28dia bilang, "Siapa yang mau beli Suaibib
- 25:30dariku? Ini budakku." Tapi Suaibib tahu
- 25:34dia bukan budaknya Nuaiman. Dan
- 25:36orang-orang di sekitar yang sedang
- 25:37dipakai bercanda ini tahu. Yang terjadi
- 25:40dalam riwayat ini. Nabi sallallahu
- 25:41alaihi wasallam lewat lalu Nabi bilang,
- 25:43"Siapa yang mau beli Suaibib?" Nah, Nabi
- 25:45candain juga gitu kan. Tapi si Suaibib
- 25:49tahu, Nuaiman tahu, dan orang semua
- 25:51tahu. Sebenarnya Suaibib ini bukan
- 25:52Budha.
- 25:54Akhirnya mereka tertawa. Nah, itu
- 25:56dibolehkan ya. Tapi dalam kondisi mereka
- 25:58tahu dan tidak menyakiti bagi mereka.
- 26:00Tidak menyakiti bagi mereka.
- 26:03Begitu juga boleh melemparkan kata-kata
- 26:05kiasan kalau niat menghibur,
- 26:08tetapi memang setelahnya langsung
- 26:11dijelaskan. Mungkin antum pernah dengar
- 26:13riwayat yang sahih, riwayat Tirmidzi di
- 26:16mana ada seorang nenek-nenek datang
- 26:18kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 26:20lalu dia mengatakan, "Ya Rasulullah, ada
- 26:22enggak orang kayak saya di surga?"
- 26:25Nenek-nenek? Kata Nabi sallallahu alaihi
- 26:28wasallam, "Tidak ada.
- 26:30Perempuan ini keluar dari masjid sedih.
- 26:34Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 26:35bilang, "Panggil dia kembali." Begitu
- 26:37dipanggil kembali, kata Nabi sallallahu
- 26:39alaihi wasallam, "Sesungguhnya tidak ada
- 26:42orang yang seumur Anda di surga, tapi
- 26:44Anda termasuk ahli surga." Perhatikan
- 26:47Nabi sallallahu alaihi wasallam langsung
- 26:48luruskan di saat itu. Beliau bercanda
- 26:51gitu kan. ingin menyampaikan sebuah
- 26:53hukum tapi dengan kiasan di situ. Jadi
- 26:57perempuan ini sekali lagi mengatakan,
- 26:58"Apakah ada orang kayak saya di surga?"
- 27:00Maksudnya nenek-nenek dia tidak mau
- 27:02bilang, "Nenek ini sungkan mau bilang
- 27:04sama Nabi, "Ya Rasulullah, saya di
- 27:06surga." Enggak. Dia cuma bilang, "Ada
- 27:07enggak orang kayak saya di surga seumur
- 27:10gini?" Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 27:11mengatakan, "Tidak ada." Akhirnya Nabi
- 27:13luruskan. Sesudah itu dalam riwayat ini
- 27:15mengatakan, "Sesungguhnya di surga
- 27:16mereka semua akan dikembalikan muda."
- 27:19Ya, seperti itulah. Kemudian juga
- 27:21termasuk yang boleh adalah bercandanya
- 27:24suami istri ya. Bercanda-bercanda yang
- 27:27menghibur. Karena memang suami istri itu
- 27:30seperti perkataan Umar radhiallahu anhu.
- 27:33Kami para suami kalau di luar rumah itu
- 27:36seperti singa yang sedang menunggu
- 27:38mangsanya. Bagaimana singa serius
- 27:41mencari mangsanya, memantau dengan
- 27:42matanya, dengan sigap dan segala macam.
- 27:45Tapi kalau kami kembali ke rumah, kami
- 27:47kembali seperti anak kecil.
- 27:50Memang begitu kepribadiannya. Bukan
- 27:53maksudnya punya e kepribadian yang
- 27:55ganda. Bukan ya yang negatif. Tapi ini
- 27:58maksudnya adalah dia memang saatnya
- 27:59bercanda dengan istrinya, dengan
- 28:01anaknya. Dia bercanda menghibur mereka
- 28:03gitu ya. Jadilah figur suami yang selalu
- 28:07kalau di luar rumah dirindukan oleh
- 28:09istrinya. Jadi figur ayah yang kalau di
- 28:11luar rumah dirindukan oleh anak-anaknya
- 28:13karena penuh dengan candaan ceria.
- 28:17Ya, mengajar pun mengajar dengan cara
- 28:19yang baik, dengan santun, dengan ee
- 28:21candaan gitu ya. Begitu juga dengan
- 28:23istri. Jadilah istri yang kalau suami
- 28:25lagi keluar selalu merindukan karena
- 28:27memang senyumannya, candaannya,
- 28:30cengkamanya gitu ya. Itu semua
- 28:31dibolehkan. Nah, ini termasuk poin-poin
- 28:34yang dibolehkan gitu ya. Nabi sallallahu
- 28:37alaihi wasallam pernah bercanda dengan
- 28:39Aisyah dalam hadis Abu Daud.
- 28:41Waktu itu Aisyah masih sangat ramping
- 28:44badannya.
- 28:45Umurnya mungkin sekitar 10 tahunan atau
- 28:49antara 10 sampai 12 tahun. Nabi
- 28:51sallallahu alaihi wasallam sudah 50
- 28:52tahunan. Lalu Nabi sallallahu alaihi
- 28:55wasallam suruh pasukan jalan. Lalu Nabi
- 28:57bilang, "Hai Aisyah, kita lomba lari."
- 29:00Lalu Aisyah melewati Nabi sallallahu
- 29:03alaihi wasallam, gitu kan. Nah, setelah
- 29:05itu [berdehem]
- 29:06kata Syekh Muhammad Shinkiti
- 29:08hafidahullah, beliau menambahi riwayat
- 29:11ini mengatakan, "Selah itu Nabi
- 29:12sallallahu alaihi wasallam ingin
- 29:15menunjukkan pada Aisyah dan niat untuk
- 29:17menghiburnya dengan cara memanggil
- 29:20seorang ibu yang memang tukang masak di
- 29:23Madinah itu menyuruh memberikan makanan
- 29:26yang banyak buat Aisyah." Aisyah pun
- 29:28akhirnya makan dan badannya mulai
- 29:29menggemuk. Setelah itu Nabi sallallahu
- 29:32alaihi wasallam mengatakan, "Hai Aisyah,
- 29:33sekarang saatnya kita tanding." Lalu
- 29:35Aisyah mengatakan, "Bagaimana saya
- 29:37sekarang sudah gemuk?" Kata Nabi
- 29:39sallallahu alaihi wasallam, "Kita
- 29:39tanding." Lalu lari ternyata Nabi
- 29:41mengalahkan. Lalu Nabi sambil ketawa
- 29:42mengatakan tersenyum mengatakan,
- 29:44"Sesungguhnya ini ganti kekalahan yang
- 29:46lalu." gitu kan. Tapi ini bercandanya
- 29:49gitu ya. Jadi jangan sampai kita menjadi
- 29:51suami atau istri yang selalu mukanya itu
- 29:53tegang ya. Yang ada cuma emosional,
- 29:56marah. Enggak.
- 29:58Saya sarankan semua laki-laki, apapun
- 30:00beban antum di luar itu yang biasa saya
- 30:02lakukan. Misalnya kita ada banyak beban
- 30:04pekerjaan, beban dakwah, lagi hutang,
- 30:07panas, matahari, macet di jalan. Itu
- 30:09semua begitu mau masuk rumah taruh di
- 30:11pintu rumah di depan pintu rumah. Antum
- 30:13masuk sebagai figur yang berbeda.
- 30:16Senyum, ramah, udah dengarin keluhan
- 30:18istri, bercanda sama mereka. Antum jadi
- 30:21figur yang berbeda. Anak-anak kecil ajak
- 30:23main. Memang alamnya bermain. Jangan
- 30:26dianggap remeh ya. Bercandanya suami
- 30:28istri, Teman-teman, cengkerama di antara
- 30:30mereka tidak akan dianggap lahu. Lahu
- 30:33itu hal sia-sia yang berdosa. Tapi malah
- 30:35jadi ibadah. Ingat sabda Nabi sallallahu
- 30:37alaihi wasallam, "Ada tiga hal tidak
- 30:39dianggap sia-sia.
- 30:41Di antaranya selain orang melatih
- 30:43kudahnya, orang berjihad, mencari
- 30:45nafkah, itu juga masuk dalamnya adalah
- 30:46bercandanya suami istri. Jadi walaupun
- 30:49semalam suntuk orang bercanda sama
- 30:51seorang istri ketawa-ketawa, tersenyum,
- 30:53menghibur, memuji, ya bercingkrama ini
- 30:57adalah hal bukan sia-sia. Sama juga
- 30:59dengan kita menghabiskan waktu sama
- 31:00anak-anak. Gak bisa, Teman-teman, kita
- 31:02mau paksakan anak kita yang 3 tahun, 4
- 31:04tahun, 5 tahun, kita anggap seperti
- 31:05teman kita yang sudah 25 tahun, 20 tahun
- 31:08tegang, serius enggak bisa ya. Anak-anak
- 31:11memang saatnya bercanda. Nah, seperti
- 31:13itulah.
- 31:14Ee begitu juga kalau hal-hal yang
- 31:18ee sifatnya umum. Misal contoh kita
- 31:24memuji makanan atau pemberian teman gitu
- 31:28ya. Sebenarnya pemberian teman itu dia
- 31:32mungkin level antum biasa belanja barang
- 31:36ini kalau angka 1 sampai 10 antum biasa
- 31:38belanja angka 5 ke atas. Tapi datanglah
- 31:42teman antum, lalu dia mungkin sesuai
- 31:43dengan kemampuannya memberikan antum
- 31:45hadiah di angka tiga levelnya. Antum
- 31:48biasa beli baju kaos R0.000 ke atas,
- 31:50teman ini bawain antum harga kaos
- 31:51Rp25.000.
- 31:53Di sini di saat teman itu mengatakan,
- 31:55"Kamu suka enggak?" Kita enggak mungkin
- 31:58mengatakan, "Enggak, saya enggak suka."
- 32:00Tapi kita bisa masuk dalam bab yang
- 32:02mubah candaan. Kita mengatakan suka,
- 32:05tapi ada yang lebih bagus baju saya. Itu
- 32:07enggak apa-apa contohnya. Tapi kita di
- 32:09sini kita memang tidak berbohong karena
- 32:12memang kita gak terlalu suka baju itu.
- 32:14Tapi kita juga tidak menyedihkan dia.
- 32:16Karena sejalan dengan makna hadis yang
- 32:18sahih riwayat Imam Muslim, salah satu
- 32:21ibadah yang disukai oleh Allah adalah
- 32:23memasukkan kegembiraan dalam hati
- 32:25seorang muslim. Tapi enggak ada
- 32:27kebohongan. Ya, ingat tadi
- 32:28standarisasinya enggak boleh ada
- 32:30kebohongan. Enggak boleh menyakiti dia,
- 32:32enggak boleh menghinanya. Semua
- 32:34kaidah-kaidah itu harus benar-benar kita
- 32:38pahami baik-baik sehingga tidak ada
- 32:41pelanggaran agama dalam hal-hal yang
- 32:43seperti ini. Kesimpulannya, Teman-teman
- 32:45sekalian, para ulama mengatakan
- 32:47bahwasanya bercanda dalam Islam boleh
- 32:50dan kita boleh menghipur diri kita pada
- 32:52hal-hal yang mubah, tapi jangan
- 32:54berlebih-lebihan. Makanya waktu sahabat
- 32:57ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 32:58hijrah di Madinah dan para sahabat
- 33:00Anshar mengatakan, "Ya Rasulullah, kami
- 33:02ini punya hari-hari raya di Madinah."
- 33:04Bagaimana menurut Anda? Kata Nabi
- 33:07sallallahu alaihi wasallam, "Allah telah
- 33:08menggantikan hari raya-hari raya kalian
- 33:10itu dengan dua hari raya Idul dan Idul
- 33:12Fitri." Dan di saat itu oleh boleh orang
- 33:15menggunakan pakaian yang baru, orang
- 33:17boleh melakukan hal-hal yang mubah lah.
- 33:19Sekarang kita mungkin berolahraga, kita
- 33:21jalan-jalan sama teman, ada saatnya kita
- 33:23refreshing boleh saja. Tapi ingat jangan
- 33:26masuk ke bab maksiat kepada Allah
- 33:28subhanahu wa taala. Nah, ini kurang
- 33:30lebih batasan teman-teman sekalian dari
- 33:33bahasan kita ya. Baik. Kalau ada benar
- 33:35dari Allah silakan diambil dan
- 33:36diamalkan. Kalau salah dari saya mohon
- 33:37dimaafkan dan saya istigfar kepada Allah
- 33:39subhanahu wa taala. Semoga semua yang
- 33:40hadir dikabulkan hajat-hajat dunia
- 33:42akhiratnya. diampuni dosa-dosanya,
- 33:44diterima amal-amal salehnya. Dan semoga
- 33:46sebagaimana Allah satukan kita di
- 33:48majelis ilmu ini, Allah satukan kita
- 33:49kelak di surga firdausnya tanpa hissa.
- 33:51Allahumma amin. Subhanakallahumma w
- 33:53bihamdika asadu alla ilaha illa anta
- 33:54astagfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu
- 33:56ala nabina wa habibina Muhammadin wa
- 33:58alihi wasam. Alhamdulillahiabbil alamin.
- 34:01Wasalamualaikum warahmatullahi
- 34:03wabarakatuh.
- 34:08S
About this transcript
This page contains the full transcript of DOSA-DOSA BESAR #220 - Dosa Sesama Makhluk - Dosa Sesama Makhluk - Iseng /Jail by Khalid Basalamah Official, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 4,589 words across 862 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.