Devil's Advocate: Leo Giovanni FYP Specialist — Transcript
Full transcript
- 0:00Oke,
- 0:01jadi kemarin sekitar hari Kamis atau
- 0:05Rabu gitu, gua dapat cerita dari teman
- 0:07ART gua yang dulunya juga ART gitu kan.
- 0:11Terus dia berhenti terus sekarang lagi
- 0:13fokus jualan live di TikTok atau dia
- 0:15live atau apa pokoknya baranglah gitu.
- 0:18Nah, terus nanya kok bisa ya? katanya
- 0:21karena beli buku apa namanya spesialis
- 0:24FYP atau apa gitu terus gua miss wah
- 0:28ngaruh ya kayak gini gini
- 0:32dan beneran dia bisa berhenti jadi art
- 0:34itu dan which is good sebenarnya untuk
- 0:37masyarakat kayak gitu kan yang mana itu
- 0:39ternyata menghasilkan motor baru katanya
- 0:42segala macam makanya si ini ngomong ke
- 0:44gua ini kok bisa enggak nge-tiktok juga
- 0:49kok bisa enggak dibeliin buku Gu itu
- 0:51juga terus gua kaget kenapa sih? Terus
- 0:53gue ngelihat nama Leo Gani. Jadi ya
- 0:56langsung saja kita hadirkan si pembuat
- 0:57bukunya Leo Gani. Selamat datang Leo di
- 1:00podcast ini.
- 1:01Thank you undang-undang.
- 1:04Karena gua penasaran banget kok ya bisa
- 1:06ternyata karena gua salah satu orang
- 1:08yang skeptis dengan hal-hal seperti itu
- 1:10ya. Misal kayak yang pernah gua bahas
- 1:11itu
- 1:12tutorial menggunakan atau ng-prom chat
- 1:15GPT gitu. Terus gua bilang lah itu kan
- 1:18lu bisa tanya di chat GPT gitu.
- 1:20Kok lu bisa bikin buku kayak gitu dan
- 1:24kenapa itu bisa laku? Itu kan juga jadi
- 1:27pertanyaan juga buat gue ya.
- 1:29How can be dan
- 1:30banyak hal lain lah yang pengin gua
- 1:32tanyain sebelumnya.
- 1:34Tapi karena gua enggak terpapar nih FYV,
- 1:37timeline segala macam gitu kan, gua
- 1:38sempat sekilas ngelihat lu podcast
- 1:40dengan siapa-siapa. Sebenarnya dari mana
- 1:41awal karir lu di media sosial sampai
- 1:44bisa bikin buku spesialisyp itu kan wow
- 1:47banget ya. Jadi kayak
- 1:50sekilas orang bilah sespesialis apa sih
- 1:52gitu kan. Sesering apa sih? Itu kan
- 1:55sering jadi pertanyaan gimana sih lu
- 1:56mulai karir lu di sosial media
- 1:57sebenarnya?
- 1:58Oke. Eh anyway thank you banget Bang.
- 2:00itu lucu juga ya diundang karena cerita
- 2:04ART itu kayak anyway ee mungkin kalau
- 2:07ditanya gimana gua mulai karir itu
- 2:10standar lah ya contreator
- 2:13gua tamat kuliah kebetulan gua kuliah
- 2:15luar negeri.
- 2:15Heeh. Di mana berarti
- 2:16di KL M.
- 2:18Oh Mh.
- 2:19Di Monesh. Rencananya mau tamat di Osi
- 2:22tapi COVID
- 2:23enggak jadi.
- 2:24Akhirnya di KL.
- 2:25Tamatnya di KL.
- 2:26Sekarang udah dari Indonesia juga. Di
- 2:27Indonesia juga emang
- 2:28udah tapi S2. Oh,
- 2:30mungkin kalau gua lanjut S2 gua bakal di
- 2:33yang di
- 2:34BSD lagi. Oh, iya.
- 2:36Jadi, I jadi ee pada saat itu gua
- 2:38lumayan PD, Bang.
- 2:40Balik dari KL dengan gelar sarjana dari
- 2:45menurut gua salah satu universitas yang
- 2:47lumayan bergengsi ya.
- 2:49Heeh.
- 2:49Gua balik, gua kira gua bakal dapat
- 2:50kerja.
- 2:51Heeh.
- 2:51Ternyata enggak
- 2:53gitu. lamaran gua kagak keterima dan
- 2:56pada saat itu juga karena lagi COVID
- 2:58juga kan jadi gua lumayan ngerti lah.
- 3:00Jadi mungkin enggak cuman karena lamaran
- 3:02gua atau kriteria gua yang enggak enggak
- 3:04memadai, tapi emang kondisinya pada saat
- 3:06itu juga lag bisnis itu lagi enggak
- 3:08nyari ee talent.
- 3:09Hm.
- 3:10Nah, jadi akhirnya
- 3:12karena gabut di rumah juga gua putusin
- 3:15untuk mulai ngonten.
- 3:16Oke.
- 3:172021
- 3:19akhir.
- 3:20Oh, berarti barengan gua lah. Gua juga
- 3:22202. Jadi ngonten, ngonten ngonten. Nah,
- 3:25cuman pada saat itu gua langsung fokus
- 3:26di TikTok, Bang.
- 3:27Dan gua enggak pernah keluar ke platform
- 3:29lain selain TikTok sejak saat itu.
- 3:31Makanya kalau sekarang dibandingin
- 3:33traffic gua di TikTok dengan platform
- 3:35lain, platform lain itu benar-benar gua
- 3:37yang nol banget.
- 3:38Jauh ya,
- 3:39jauh banget.
- 3:40Jadi kalau ditanyain tentang Instagram,
- 3:43YouTube, gua benar-benar yang kagak tahu
- 3:44apa-apa. Jangan nanya ke gua karena gua
- 3:46enggak expert di sana, gua enggak ngerti
- 3:49apapun. Dan bisa dilihat trafficnya
- 3:51sendiri juga enggak sebagus di TikTok.
- 3:55Oke.
- 3:55Nah, jadi dari sana gua mulai ngonten.
- 3:58Pada saat itu gua kan dari Medan
- 3:59aslinya, Bang.
- 3:59Iya.
- 4:00Jadi, awalnya ngonten itu masih di Medan
- 4:02selama 2 tahun pertama. Ngonten ngonten,
- 4:04ngonten, nyari kerja sama, nyari endorse
- 4:07gitu-gitu gua lewatin semua sampai di
- 4:10titik yaitu gua setelah gua berhasil
- 4:12ngembangin dua akun di TikTok ratusan
- 4:14ribu dua-duanya,
- 4:16terus juga jalan. barulah gua
- 4:18memberanikan diri untuk e bikin akun
- 4:20ketiga di TikTok yang si FYP spesialis
- 4:23itu.
- 4:24Oh, berarti sebelumnya udah ada dua akun
- 4:26dulu. Berarti lu ngelola berapa akun
- 4:27sekarang?
- 4:28Sekarang kalau secara akun itu tiga,
- 4:30tapi yang aktif itu cuman dua. Satunya
- 4:32itu gua shutdown karena
- 4:34eh personal branding dari si Leo ini
- 4:36udah enggak bisa gua pecah kebanyakan
- 4:38lagi kan.
- 4:38Oke, jadi sekarang ada dua akun yang lu
- 4:42sedang kelola dan awal-awal konten lu
- 4:44apa? Kenapa lu ngelihat TikTok sebagai
- 4:46potensi waktu itu? Jadi padahal kan
- 4:48TikTok eh secara endorse dia juga lebih
- 4:51rendah daripada Instagram sama YouTube.
- 4:54Terus dia juga enggak punya passive
- 4:55income. Sekarang mungkin punya tapi kan
- 4:57sistemnya belum settle ya kayak di
- 4:59YouTube yang enggak ada adsense segala
- 5:00macam.
- 5:01Dan kompetitor juga banyak banget karena
- 5:03lu tahu sendiri FYP di TikTok itu enggak
- 5:05sesulit di YouTube ataupun di Instagram
- 5:07kan. Why you pick TikToknya? Nah,
- 5:10mungkin ee jawabannya itu
- 5:14karena gini, enggak sesulit itu. Jadi
- 5:16tadi itu jawabannya karena enggak
- 5:17sesulit
- 5:17karena lu ngelihat nih feel paling
- 5:18gampang nih buat di
- 5:19ini feel paling gampang untuk gua yang
- 5:21anak daerah pada saat itu tanpa punya
- 5:24koneksi ke siapapun yang dalam tanda
- 5:25kutip
- 5:26bisa gua jadiin circle
- 5:29selepnya gua gitu kan ya. Gua cuman
- 5:32punya TikTok pada saat itu dan yang gua
- 5:35lihat di tahun 2021 itu yang gua notice
- 5:37adalah banyak orang-orang yang sama
- 5:40seperti gua
- 5:43cuman random ngonten doang.
- 5:44Heeh.
- 5:45Tapi ada kesempatan.
- 5:47Jadi gua coba hit di sana.
- 5:48Bentuk konten yang awal lu bikin apa?
- 5:51Review skinc.
- 5:52Oh sekali menarik se
- 5:54review skincare. Jadi pada saat itu di
- 5:562021 eh industry beauty juga lagi rising
- 6:00banget di
- 6:01TikTok. Jadi satu hal unik, jadi ken
- 6:04kalau ditanya ya kenapa gua milih
- 6:05skincare, Bang? Karena sebelum gua masuk
- 6:07gua udah riset dulu.
- 6:09He.
- 6:09Pada saat itu industri yang paling
- 6:12banyak potensi kerja samanya adalah
- 6:14skinc
- 6:15sampai sekarang itu ya
- 6:17sampai sekarang. Cuman sekarang mungkin
- 6:19sudah ada opsi lain kayak parfum lagi
- 6:21rising. Terus kalau
- 6:23kita bahas finance itu walaupun brandnya
- 6:27enggak banyak tapi kita bisa charge
- 6:28dengan harga paling tinggi itu gua
- 6:30benar-benar analisa dulu di awal
- 6:32baru gua milih e skincare deh
- 6:35gitu. Dan emang pada saat itu gua juga
- 6:37lagi hobi
- 6:38di beauty, ngulik beauty gitu. Nah, jadi
- 6:41awalnya B skinc
- 6:42itu FYP pertama yang hit the cloud
- 6:44pertama tuh waktu B skincare.
- 6:45Benar.
- 6:46Terus lu sifiting enggak setelah itu?
- 6:48Enggak, gua tetap di gua tetap bahas
- 6:50skincare sampai satu atau du tahun
- 6:53kemudian baru gua bikin akun kedua, baru
- 6:54gua bikin akun ketiga. Jadi, page-nya
- 6:56itu ee 1 tahun satu akun.
- 6:58Hmm.
- 6:59Gitu. Di 3 tahun pertama gua 1 tahun
- 7:01satu akun. Satu akun, satu akun, satu
- 7:03akun
- 7:04gitu.
- 7:05Terus ini sori pertanyaan ini tidak
- 7:08bermaksud apa-apa
- 7:09karena kan menggunakan title FYP
- 7:13spesialis itu kan gila ya maksud gua
- 7:16benar-benar karena gua enggak ngerti
- 7:17apa-apa soal TikTok gua baru main TikTok
- 7:19itu baru berapa bulan 2 bul
- 7:22tapi gua lihat lu lagi rajin banget
- 7:24nge-live juga Bang
- 7:25lagi nge-live gua lagi lagi ya iya gua
- 7:29ada ada metaformula yang gua coba
- 7:30berkali-kali sih terus
- 7:32ya baru 3 bulan lah gua main TikTok ini
- 7:34deh Dardor, dard, dardor deh.
- 7:38Karena ada beta testing yang mau gua
- 7:40coba. Nah, tapi kan kalau lu bisa punya
- 7:42title itu atau lu bikin pakai title itu
- 7:45kan berarti tanggung jawabnya besar
- 7:46banget. Sebenarnya apa yang bikin lu
- 7:48percaya diri banget menggunakan title
- 7:50itu sebagai branding lu untuk selling
- 7:53something atau untuk kerja sama dengan
- 7:55orang lain atau misalnya memasarkan buku
- 7:56lu gitu? Apa sih pikiran lu ketika eh
- 7:58gua pakai FYP spesialis deh?
- 8:00Oke.
- 8:00Orang pasti nanya legitimasinya apa
- 8:02gitu.
- 8:03Jadi pada saat itu ee legitimasinya itu
- 8:07mungkin adalah karena gua merasa gua
- 8:10udah berhasil membangun dua akun TikTok
- 8:11dengan nich yang berbeda.
- 8:14Heeh.
- 8:14Dan personal branding yang berbeda. Dan
- 8:16dua-duanya itu eh audiens-nya itu hampir
- 8:20tidak beririsan.
- 8:22Oke, berarti beda kluster. Dua-duanya
- 8:23beda kluster. Jadi orang yang tahu gua
- 8:25di akun A enggak tahu gua punya akun B.
- 8:27Yang tahu gua punya akun B enggak tahu
- 8:28gua punya akun A. Hm.
- 8:29Nah, jadi pada saat itu setelah banyak
- 8:31trial dan error, gua kan mikir nih, oke,
- 8:34gua mau bikin akun ketiga, balik ke
- 8:36dasar ee minat utama gua yaitu bisnis
- 8:39dan marketing, gua mau bikin nih e akun
- 8:42untuk bahas tentang perkontenan di
- 8:44TikTok.
- 8:45Terus gua mikir dong, apa nih personal
- 8:47branding supaya gua bisa berbeda
- 8:49i
- 8:49dari yang lain.
- 8:50Ya udah, gua bikinlah namanya FYP
- 8:53spesialis gitu.
- 8:54Gitu. Kalau enggak salah Arif Brata tuh
- 8:56apa namanya? FYP. FVP juga ya. Tapi kan
- 9:00gitu kan.
- 9:01Nah, ketika lu bikin FYP spesialis itu
- 9:04tentu jalannya enggak enggak enggak
- 9:06enggak selancar itu kan enggak semulus
- 9:08itu kan karena kan pasti ada orang
- 9:09nanya, "Ih,
- 9:11siapa lu gitu?" Siapa kagak pernah FYP
- 9:13di depan gua gitu?
- 9:14Nah, itu strateginya apa tuh? Jadi
- 9:16strateginya itu mungkin gua balikin ya.
- 9:19Jadi konsep FYP itu kan adalah gimana
- 9:21kita bisa memaksimalin orang itu
- 9:24sebanyak-banyaknya tahu kita nih
- 9:26h
- 9:26video kita masuk ke FYP-nya orang-orang.
- 9:29Jadi kalau misalnya menurut gua
- 9:31kelisinya itu adalah ketika ada orang
- 9:32yang merasa
- 9:34ee lu siapa sih sok ngeklaim FYP
- 9:37spesialis dan akhirnya dia nge-visit
- 9:40akun gua. Ya itu kan poin dari nama FYP
- 9:43spesialis itu sendiri secara enggak
- 9:45langsung ya. Jadi mau lu suka, mau lu
- 9:46enggak suka, at the end of the day lu
- 9:48tetap visit. Itu dulu sih. Makanya di
- 9:52dalam akun FYP spesialis sendiri itu
- 9:54selalu gua isi pakai edukasi. Jadi at
- 9:56least kalau misalnya lu awalnya datang
- 9:58ke akun gua karena lu tidak suka dengan
- 10:01title FYP spesialis, silakan nilai
- 10:03sendiri edukasinya.
- 10:04Oke ya, berarti yang pertama kali lu
- 10:08berusaha Grab itu atensinya ya, atensi
- 10:10orangorang-orang. Terus karena lu cukup
- 10:13percaya diri dengan konten lu, lu yakin
- 10:15mereka bakal stay dan melihat itu.
- 10:17Tapi kan itu gambling banget ya. Itu
- 10:19sangat-sangat
- 10:21apa ya? Punya ris lah kalau gua bilang
- 10:23eh
- 10:25high ris high return memang. Tapi kalau
- 10:26misalnya mereka enggak stay kan bisa
- 10:28jadi hate atau kebencian kepada diri lu
- 10:31sendiri gitu. Jadi
- 10:32apa yang bisa dibenci
- 10:34ya lunya digoreng lunya dibilang alah
- 10:37ternyata enggak enggak bagus nih. Ah
- 10:39ternyata klaim nih gitu-gitu. Lu enggak
- 10:41enggak memitigasi resiko itu dari apa?
- 10:44Mitigasi resikonya itu adalah mastiin
- 10:46konten yang gua sampaikan itu
- 10:48selalu akan bermanfaat untuk yang nonton
- 10:50at least. Jadi bermanfaatnya sampai
- 10:53sejauh apa ya itu masing-masing ya. Tapi
- 10:55at least yang gua kasih itu ada
- 10:57manfaatnya.
- 10:58He.
- 10:58Nah jadi
- 11:00jadi gini. Awalnya ketika gua bikin akun
- 11:02FYP spesialis Bang itu ekspektasi gua ya
- 11:05dengan konten full edukasi gua udah
- 11:07proyeksiin maksimal followers gua itu R
- 11:10juta mentok. H
- 11:11benar-benar itu udah mentok
- 11:13sekarang sudah sampai itu
- 11:14sekarang Rp3 juta.
- 11:15Oh
- 11:16dengan konten yang pure edukasi.
- 11:18Jadi kalau ditanya
- 11:21ya
- 11:22plan di awalnya itu works aja gitu.
- 11:273 juta follower ya di
- 11:283 juta followers dan kita ee dan gua itu
- 11:31yang gua banggakan ya adalah untuk
- 11:33mencapai Rp3 juta ini tidak pernah
- 11:35sekalipun gua berusaha riding drama, gua
- 11:38nyenggol orang lain.
- 11:40Heeh. atau gua
- 11:43dengan cara-cara negatif lah untuknya
- 11:45untuk menjaring followers ini loh.
- 11:47Jadi emang pure edukasi. Jadi kalau
- 11:48ditanya ke gua, kaget enggak punya 3
- 11:50juta followers dari konten edukasi?
- 11:51Kaget
- 11:52lu. Lu ada ngasih-ngasih giveaway gitu?
- 11:54Enggak, enggak pernah.
- 11:55Enggak juga. Full full konten edukasi.
- 11:57Full edukasi.
- 11:58Full edukasi. Gua enggak pernah ya.
- 11:59Dan itu dilakuin berapa lama tuh?
- 12:012 tahunan.
- 12:02Terus resepnya apa? Formula yang lu
- 12:05pakai apa? Terus kenapa lu bisa yakin
- 12:06banget ini bakal growth gitu loh? Apa
- 12:09hook yang lu bikin atau sistem yang lu
- 12:12develop gitu?
- 12:13Balik ke value dari konten yang kita
- 12:15sampaikan sih, Bang.
- 12:16Oke.
- 12:16Jadi ee balik lagi gua bukan orang yang
- 12:19ngeproyeksiin semuanya itu dan hasilnya
- 12:21itu sempurna ya.
- 12:23Bahkan salah satu hal yang gua salah
- 12:25proyeksiin itu adalah seberapa besar
- 12:27potensi dari akun ini sendiri. Kan
- 12:28gua proyeksiin maksimal gua bisa di R
- 12:30juta doang. He.
- 12:31Eh, ternyata bisa tembus Rp3 juta. Nah,
- 12:33jadi kalau ditanya rahasianya itu adalah
- 12:36gua tahu gua bikin konten ini untuk
- 12:39siapa dan gua berusaha provide value
- 12:41sebesar mungkin untuk orang ini
- 12:45atau audiens ini.
- 12:46Resep
- 12:47resepnya itu
- 12:48audience-nya siapa? audiens-nya itu
- 12:50adalah orang-orang yang mau berusaha
- 12:51untuk
- 12:52ya kayak ART-nya tadi.
- 12:55Oh, lu emang ngincar eh sorry to say low
- 12:59market itu ya yang majority masyarakat
- 13:01Indonesia yang emang benar-benar enggak
- 13:02tahu mau ngapain gitu.
- 13:04Yes. Karena menurut gua itu yang paling
- 13:07perlu dibantu dan sayangnya itu yang
- 13:12paling enggak dapat akses ya.
- 13:13Paling enggak dapat akses. Nah, itu itu
- 13:15mungkin bahasa yang tepat ya. Paling
- 13:16enggak dapat akses.
- 13:18Kenapa? Karena banyak orang itu menurut
- 13:20gua ya ini pribadi ya
- 13:22menurut menurut gua banyak kreator itu
- 13:25mengedukasi tapi dia enggak mau
- 13:27diribetin.
- 13:28Oke gitu. Tapi kan itu balik lagi ya
- 13:31kayak gua bilang pedang mata dua juga
- 13:33ya. Karena kan untuk lu nge-reach market
- 13:35slow itu berarti kan bahannya tuh harus
- 13:39quad and quad sesimpel itu kan
- 13:40maksudnya. Benar.
- 13:42Artinya kan lu ngasih celah banyak orang
- 13:44untuk ngelihat kayak gimana konten lu
- 13:47atau kayak gimana apapun yang lu
- 13:48pasarkan, ah enggak kayak gini nih dan
- 13:50lain sebagainya. Itu lu ngadapinnya
- 13:51kayak gimana? Maksud gua
- 13:53kayak gua sendiri nih, gua misalnya
- 13:55bikin konten emang untuk menyederhanakan
- 13:57bahasa tuh kan sesuatu yang wajib banget
- 13:59gua lakuin nih.
- 13:59I
- 14:00tapi gua juga ngukur jangan sampai
- 14:01terlalu sederhana yang akhirnya miss
- 14:04oke
- 14:04yang buat orang yang ngerti jadi
- 14:05ngelihat eh ini jelek nih kayak gitu
- 14:07gitu. He.
- 14:07Nah, itu lu kayak gimana kali ini?
- 14:10Mungkin itu sesuatu yang akan tetap akan
- 14:13terjadi ya,
- 14:14tetap akan ada kejadiannya di mana orang
- 14:18merasa lu FP spesialis tapi kok yang lu
- 14:20bahas itu cuman sekedar hook doang sih?
- 14:24Kok cuman sekedar cara supaya dapat FYP
- 14:27doang sih?
- 14:28Heeh.
- 14:29Sebenarnya kalau misalnya gua mau bahas
- 14:31yang ribet-ribet nih, misalnya nih kita
- 14:33kita ngomongin soal oh lu bangun
- 14:35personal branding mungkin yang lebih
- 14:36ribet lagi misalnya gimana lu ngunci
- 14:38pencarian TikTok SEO
- 14:40gimana supaya produk itu masuk ke
- 14:44pencarian maksudnya yang seribet-ribet
- 14:45itu kita juga bisa bahas.
- 14:47Tapi balik lagi market yang mau gua
- 14:48cecer
- 14:50market audience gua yang udah gua set di
- 14:53awal itu bukan yang begini nih. Jadi
- 14:57kalau kalian mau apa ya edukasi yang
- 15:00ribet-ribet ya mungkin ada orang lain
- 15:01gitu yang cocok menyampaikan itu.
- 15:03Oke.
- 15:04Bukan bukan berarti gua enggak bisa
- 15:06menyampaikan juga tapi market gua bukan
- 15:09itu.
- 15:10Tapi berarti emang lu udah tahu tujuan
- 15:12lu, goals lu, dan crowd yang emang lu
- 15:14incer ya. Karena jadi kalau dari awal
- 15:18ya, kalau misalnya ada di teman-teman di
- 15:20sini ada perhatiin ya, bio gua itu dari
- 15:23awal gua bikin akun itu sama mau bantu
- 15:26awalnya 1000, mau bantu 1000 orang FYP
- 15:29di TikTok, tapi karena 1000-nya udah
- 15:31lewat, kita sekarang sudah ganti R.000
- 15:33entar mungkin kita mau ganti Rp100.000
- 15:34kali ya.
- 15:35Kenapa enggak R juta aja se juta orang
- 15:37VIP gitu ya?
- 15:38Mungkin karena di awal enggak kebayang
- 15:39bisa bantu 10.000 ya.
- 15:42Jadi emang bertahap banget sih. Emang
- 15:44bertahap banget sih, Bang. Dan
- 15:47mengedukasinya ini
- 15:50challenging tapi rewarding juga buat
- 15:53gua. Oke, menarik sih karena kan ini
- 15:56Devil Advokat ya tentu gua nge-challenge
- 15:58gitu loh.
- 15:59Lu kan ngomong soal lu bikin konten lu
- 16:00tuh untuk mengedukasi dan and the end of
- 16:02the day yang gua dengar dari temannya
- 16:05Pok gue ini, temannya RT gua itu
- 16:07dia beli buku lu nih.
- 16:09Oke.
- 16:10Apa lu emang dari awal niat niat jualan
- 16:13buku atau itu terjadi seiring berjalan
- 16:16waktu? Oh, konten lu naik, mending gua
- 16:17jadiin bisnis yang sehat deh. Gua jualan
- 16:20buku segala macam. Karena itu menurut
- 16:21gua bisnisnya sehat. Gua enggak pernah
- 16:22mempermasalahkan orang jualan kelas atau
- 16:24jualan buku ya karena itu konsensual
- 16:26kan.
- 16:26Oke.
- 16:27Yang gua permasalahkan ya kalau lu hirur
- 16:29pegawai terus pegawainya enggak lu bayar
- 16:30gitu. Nah itu baru bermasalah gitu.
- 16:32Orang mau jualan ap pun terserah kok.
- 16:34Kan market ada demand ada supply gitu ya
- 16:37sudahlah. Makanya walaupun gua sampai
- 16:40sekarang belum pernah jualan kelas gua
- 16:41jualan kampus gua bukan kampus.
- 16:45Tapi it's oke. Makanya gua bilang itu
- 16:48emang dari awal lu niatin lu bikin
- 16:49channel ini untuk lu jualan buku. atau
- 16:52jualan buku tuh muncul ketika lu jalanin
- 16:54channel ini?
- 16:55Ketika gua jalan. Jadi, awalnya itu
- 16:57konsep
- 16:58dan tujuan gua bikin akun FYP spesialis
- 17:01itu sama seperti dua akun pertama.
- 17:03Goals-nya itu dapat duitnya dari mana?
- 17:05Kita jujur jujur-jujuran aja. Gua bikin
- 17:07akun pasti tujuannya itu untuk
- 17:08dimonetize.
- 17:09Oke.
- 17:09Tapi di awal
- 17:12goals-nya itu bukan untuk produk, tapi
- 17:15dari endorsement sama seperti akun
- 17:17pertama dan akun kedua gua. Oh, bukan
- 17:19bukan lu selling something ya, tapi ya
- 17:21udah
- 17:22layer satu bisnis ya lu endorse gitu
- 17:24kayak oke fine
- 17:26dan pada saat itu gua melihat ketika gua
- 17:29membahas perkontenan ini ya memang
- 17:31proyeksi brand-brand yang bisa masuk itu
- 17:33juga lumayan dan per sekarang itu juga
- 17:37masuk ya oke gitu untuk keep ee akun ini
- 17:41sustainable.
- 17:42Heeh.
- 17:42Gitu. Nah, tapi seiring berjalannya
- 17:44waktu kan gua nyediain edukasi gratis
- 17:46terus nih, Bang, di konten-konten kan.
- 17:48Gimana cara bikin akun lah, gimana cara
- 17:50FYP lah, bla bla bla gitu kan.
- 17:53Karena audiens gua itu mohon maaf nih
- 17:56mungkin ya seperti ya empok-mempoknya
- 18:00banyak masyarakat rural lah yang enggak
- 18:02mendapatkan kesempatan dan privilege
- 18:03untuk dapat pendidikan atau akses gitu
- 18:05ya.
- 18:06Benar. Mereka enggak bisa yang sekedar
- 18:08hanya baca dari bukunya ternyata.
- 18:10Oh. Oh,
- 18:10mereka enggak bisa bahkan sekedar dari
- 18:12nonton kontenku ternyata.
- 18:16Terus yang lu lakuin?
- 18:17Yang gua lakuin itu adalah akhirnya gua
- 18:19ciptain ini bukunya itu include dengan
- 18:22konsultasi setahun. Bayangin.
- 18:23Oke.
- 18:24Jadi, jadi mungkin supaya dapat gambaran
- 18:27ya, produk gua itu kan produk gua itu
- 18:29ketika beli buku
- 18:30si orang ini juga dapat konsultasi
- 18:32setahun sama admin mentor yang udah gua
- 18:35latih. Intinya begitu. Jadi ketika dia
- 18:38beli buku ini secara enggak langsung dia
- 18:40juga dapat beli
- 18:41apa ya mungkin bahasanya itu kayak
- 18:43pendampingan mungkin ya.
- 18:44Oh iya guidance ya.
- 18:47Tapi tapi itu berapa jumlah total
- 18:49penjualan buku lu? Berapa sekarang
- 18:50sampai harinya?
- 18:51First sekarang mungkin R0.000 mungkin
- 18:55R0.000
- 18:55Rp70.000
- 18:56dan itu di guidance 1 tahun
- 18:58di guidance 1 tahun makan
- 18:59mentor lu berapa orang
- 19:00per sekarang itu 50-an.
- 19:03Oke. Terus kalau mereka gagal,
- 19:05kita ada garansi.
- 19:07Garansi maksudnya garansi.
- 19:09Jadi, jadi kalau dalam 3 bulan selama
- 19:12orang ini ya si murid ini dia sudah
- 19:13konsultasi sama admin mentornya 3 bulan
- 19:15nih.
- 19:16Yang penting lu jangan kagak konsultasi
- 19:17sama sekali nih ya.
- 19:18Iya.
- 19:18Konsultasi dan dalam 3 bulan itu ini
- 19:21konsisten posting konten.
- 19:24Oke,
- 19:25berarti sehari satu ya
- 19:26kita kita sehari satu 90 konten lu ada
- 19:28upload. Kalau kagak ada yang FYP nih dan
- 19:30lu udah ikutin guidance gua, gua balikin
- 19:32duitnya. Lu sendiri dengan 3 juta
- 19:35follower, dengan 70.000 sampel buku,
- 19:37potong kuping gua kalau enggak pernah
- 19:38ada yang berusaha jatuhin.
- 19:40Pasti ada.
- 19:41Ada. Terus apa ya? Terus selama ini
- 19:44gimana respon lu ke orang itu atau
- 19:46orang-orang itu gitu yang berusaha
- 19:47mendeskreditkan, "Wah, Leo ini kayak
- 19:49gini gitu." Oke.
- 19:52Menurut gua ada beberapa hal yang contoh
- 19:55nih misal yang disampaikannya itu benar.
- 19:59He.
- 20:00Dan kesalahannya itu ada di gua, maka
- 20:02gua akan ambil itu sebagai bahan
- 20:04refleksi untuk gua jadi lebih baik.
- 20:05Karena balik lagi, gua enggak berusaha
- 20:07jadi orang paling sempurna di TikTok.
- 20:09Heeh.
- 20:10Dan gua juga masih muda kan. Banyak
- 20:11banget kesalahan-kesalahan yang mungkin
- 20:12gua lakukan. Tapi kalau misalnya yang
- 20:15disampaikan enggak benar, yaitu usaha
- 20:17gua untuk bagaimana membenarkan itu.
- 20:20Contoh yang enggak benar
- 20:22nih, pas banget nih kemarin nih. Pas
- 20:24banget. Jadi kemarin itu ada
- 20:27ada dua kreator nih, Bang. Ee jadi
- 20:30menggunakan data yang ditampilkan dari
- 20:32salah satu platform yang bisa ngecek GMV
- 20:35dari kreator TikTok.
- 20:36E social blade. Social Blade bisa
- 20:39enggak? Eh local data kira-kira yang
- 20:41gitulah. Iya. Oke.
- 20:43Dan yang namanya platform itu kan bisa
- 20:46terjadi bisa error juga kan bisa error.
- 20:49Dan data yang ditunjukkan di video data
- 20:52gua itu kebetulan error nih.
- 20:54He
- 20:55ada kesalahan.
- 20:56Jadi ditampilkan itu datanya itu ada
- 20:58spike di satu hari di mana itu salah
- 21:01gitu loh. Dan dinarasikan
- 21:05ke guanya memanipulasi data.
- 21:08Oh gitu. Padahal, padahal ya lu tahu
- 21:12sendirilah, Bang. Maksudnya platform
- 21:14begitu kan enggak 100% benar kan.
- 21:16Oke, oke, oke. Ini menarik nih. Karena
- 21:18pernah gua punya pengalaman yang sama
- 21:20sekitar 1 tahun atau 2 tahun yang lalu
- 21:22gitu. He.
- 21:24Ee ba politik lah waktu itu coba pakai
- 21:27cara itu juga. Tapi waktu itu yang
- 21:28ditarik itu social blade. Gua enggak
- 21:30tahu itu dimanipulasi atau apa kayak
- 21:32gimana ya. Dibikin spike seakan-akan
- 21:33beli follower katanya. Terus gua pikir,
- 21:35gua ngapain beli follower maksudnya? Ya
- 21:38untungnya orang kan enggak bait ya
- 21:39karena kan antara follower sama scmen
- 21:42kan bisa dilihat gimana ceritanya gua
- 21:44beli follower dan for
- 21:47forgot check lah ya ngapain gua dan 2024
- 21:51kan udah lumayan maksudnya ya udah 1
- 21:54juta juga itu itu hal yang luar biasa
- 21:57gua ketawain terus
- 21:58akhirnya gua bilangin waktu itu social
- 22:00blade kalau enggak salah kalau kalian
- 22:02jadiin social blade atau third party
- 22:06kayak gini misalnya kayak lokal data
- 22:07jadi satu kebenaran dan wah ini datanya
- 22:11kayak gini terus lu asumsikan sesuatu
- 22:13gitu loh makanya lu sedang menggali
- 22:15kuburan lu sendiri aja gitu karena
- 22:17banyak sekali banyak sekali hal-hal yang
- 22:19enggak mix yang enggak match sama data
- 22:22aslinya
- 22:23jadi karena data asli itu cuma bisa
- 22:24dilihat dari yang punya platform that's
- 22:26it
- 22:27th party itu kebanyakan bentuknya
- 22:29asumtif
- 22:30jadi
- 22:31metodologi mereka tuh ya probabilitasnya
- 22:33sekian makanya dibikinnya range kan
- 22:35kayak gua kemarin Itu kalau lu lihat
- 22:37Social Blade gua, pendapatan AdSense gua
- 22:40tuh ditariknya dari 1.000 ke 300.000.
- 22:43Ini kan gila cunya. Benar. Nah, misalnya
- 22:46orang pajak mau ngambil 300.000 dolarnya
- 22:48dan itu pernah berdebat gua.
- 22:49He,
- 22:50beneran literally lah lu bilang adsense
- 22:55gua sekian itu datanya dari mana? Ya
- 22:56kita narik data dari mana? Gua bilang
- 22:59sosial black
- 23:01kan ngacau kalian kan.
- 23:04I dan itu yang baru terjadi di gua
- 23:05sebenarnya.
- 23:07Dan itu urusan pajak loh maksud gua
- 23:09urusan
- 23:10ya enak aja lu nyimpulin penghasilan gua
- 23:12sekian ini ini ya waktu itu dia baru
- 23:15juga enggak boleh baru gua ajarin third
- 23:17party terparty data tuh tuh lu ambil
- 23:20general data aja gitu loh untuk ngasih
- 23:23ngasih masukan buat lu bikin sesuatu
- 23:25gitu bukan buat di-publish terus lu
- 23:27tuduh A B C D E apalagi urusan hukum
- 23:29kayak gini. Nah lu sendiri waktu kena
- 23:31yang kayak gitu lu balas enggak? Enggak
- 23:33karena
- 23:34karena menurut gua buat apa gitu loh.
- 23:36Oke.
- 23:37Gua tahu data yang benarnya seperti apa
- 23:39dan menurut gua ya, Bang, sekarang itu
- 23:43yang namanya kalau memang orang itu
- 23:46sudah niatannya itu adalah untuk
- 23:50mendiskreditkan ya
- 23:53kalau dilanjutin juga bakal jadi
- 23:55drama-drama berikutnya kan. Jadi dari
- 23:57enggak mau
- 23:57gua enggak mau gua dari balik lagi ya
- 23:59dari awal gua bangun akun ini. Goals gua
- 24:02cuman satu gua mau edukasi. Gua enggak
- 24:05pernah mau ada urusan nimbrung-nimbrung
- 24:09drama-dramaan.
- 24:10Kecuali drama yang gua bikin sendiri
- 24:13untuk nyari traffic dan itu kerja
- 24:15samanya jelas.
- 24:17Tapi kalau misalnya yang kayak oh gua
- 24:19senggol A, gua senggol B. Menurut gua
- 24:22enggak perlu lah.
- 24:23Ya, gua dong gua senggol semua
- 24:25ya kan. itu P.
- 24:27Eh, bukannya lu yang disenggol, Bang?
- 24:29Enggak,
- 24:31enggak tahu kalau kalau itu ya. Ya, gua
- 24:33emang lagi ada campaign namanya
- 24:36dialektika gitu kan. Jadi kayak orang
- 24:38orang tuh dibiasain untuk dialog gitu,
- 24:40ngebiasain ada segala macam.
- 24:42Dan makin ke sini kan makin makin quote
- 24:45and quot bukan kasar ya, tapi makin
- 24:46keras kan caranya emang kayak gitu.
- 24:48Karena dulu di masa-masa tahun 30-an,
- 24:5040-an sampai 70-an mau di US, mau di
- 24:53manapun belahan dunia itu terbiasa tuh
- 24:54diskursus seperti itu.
- 24:56Jadi mulai hal-hal ya bisa salah, bisa
- 24:58benar segala macam. Tapi kan akhirnya
- 24:59FYP itu keisi keisi sama sesuatu yang
- 25:02emang ngasih edit value kan buat orang
- 25:04mau dia dengar dari mana pun, oh kayak
- 25:05gini, kayak gini, akhirnya tertarik
- 25:07dengan sesuatu. Karena
- 25:08kayak gua bilang tadi 3 bulan yang lalu
- 25:10gua masuk TikTok, gua mikirin malah
- 25:12orang-orang tuh pada quad and quot
- 25:14merendahkan, wah penonton TikTok bla bla
- 25:16bla. Tapi no one no one do this gitu loh
- 25:19jadinya. Ya lu terpapar dengan
- 25:21dengan kelompok-kelompok ya memang kalau
- 25:23anak muda nonton ya kayak orang bisa
- 25:26meromantasi me kayak gini orang bisa
- 25:28meromantisir tawuran dulu jadi hal yang
- 25:31keren karena enggak ada pbanding dan
- 25:33supply lagi anak-anak kecil ini,
- 25:34masyarakat rural ini untuk tahu gede gua
- 25:36mau jadi apa gitu.
- 25:37Iya. orang bisa ke bait konten-konten
- 25:40yang quote and quote flexing ya kadang
- 25:42enggak tahu. Wah, ada kok yang lebih
- 25:44keren dari flexing. Misalnya lu sekolah
- 25:45yang benar itu juga keren gitu loh.
- 25:47Ada juga orang-orang yang misalnya kayak
- 25:49kemarin
- 25:51di Q&A gua, gua ini dikit ya cerita di
- 25:55Q&A gua tuh orang nanya, orang ngomong
- 25:57kayak gini, "Bang, makasih ya gara-gara
- 25:58lu aktif di TikTok. Gua enggak cuman
- 26:01dapat breed ee gua enggak cuman nonton
- 26:04FP 2 DJ ribut sama urusan orang hamil.
- 26:09Terus gua bilang ke dia,
- 26:11"Enggak, dua DJ ribut urusan orang hamil
- 26:13itu tuh udah kita enggak bisa nyalahin
- 26:16juga dan lu bisa skip sebenarnya gitu
- 26:18loh. Itu itu kan urusan mereka urusan
- 26:21dan lu
- 26:22menolak itu ya enggak usah lu konsumsi,
- 26:24that's it gitu loh. Jadi enggak usah
- 26:25direndahin juga orang-orang kayak gitu.
- 26:27Tapi intinya
- 26:28suplnya ada enggak di TikTok gitu kan
- 26:30gua mikirnya kayak gitu. Nah, makanya
- 26:32itu gua lakuin beberapa bulan terakhir
- 26:34mung mungkin alasannya itu juga sama ya,
- 26:36Bang Masnya kenapa akhirnya gua memilih
- 26:38untuk tidak merespon
- 26:39karena gua enggak mau nambahin
- 26:40suplainya.
- 26:41Hmm.
- 26:42Suplai perdramaan yang enggak penting
- 26:44menurut lu gitu.
- 26:45penting atau enggak penting itu menurut
- 26:48gua ya yang penting gua enggak mau
- 26:50nambah perbumbuan drama
- 26:52di TikTok lagi gitu loh. Karena menurut
- 26:55gua nih sekarang ini
- 26:58terlalu banyak gorengan-gorengan,
- 27:01narasi-narasi yang kita juga udah enggak
- 27:04tahu lagi si A yang benar apa si B yang
- 27:06benar gitu kan. Iya. I
- 27:07entar si A, si A ngatain si B, si B
- 27:10bales A
- 27:11ada balas si A.
- 27:12Entar pembelanya dikata yang belain
- 27:14dikatain bazer,
- 27:16yang enggak ngebelain diarahin ke mana.
- 27:19Jadi
- 27:21kalau gua nih pada saat itu yang gua
- 27:24lakukan itu adalah gua punya dua
- 27:25pilihan. Apakah gua mau ikutin permainan
- 27:28ini atau gua mau jadi orang yang
- 27:31stay aja?
- 27:32Stay. Gua enggak mau ikutin pola
- 27:34permainan ini. Gua mau stick. ke pola
- 27:37permainan gua dari awal yaitu pure
- 27:40edukasi. Udah.
- 27:41Oke.
- 27:43Nah, mungkin
- 27:46yang sedikit gua penasaran adalah lu
- 27:48berarti kan ngulik TikTok banget nih
- 27:50ya. Karena kan gua sebagai pemula di
- 27:54TikTok tuh mau belajar banyak gitu loh.
- 27:56Gimana sih kunci supaya lu bisa dapetin
- 28:00growth yang bagus, lu bisa ditonton
- 28:02orang, lu bisa FYP dan bukan cuman FYP
- 28:05nih,
- 28:06orang tuh enjage sama konten lagi.
- 28:09Yang paling penting itu adalah FYP-nya
- 28:12itu mau ke mana. Nah, itu yang banyak
- 28:13orang itu
- 28:15tidak bahas. Banyak orang itu sekedar
- 28:17nyari FYP, FYP, FYP. FYP-nya ke arah
- 28:20yang salah, ke audience yang salah,
- 28:22nangkapnya salah. Nah, yang gua lakukan
- 28:25dari awal itu adalah gua analisa dulu
- 28:27gua mau market seperti apa, gua harus
- 28:29siapin bahasa seperti apa untuk
- 28:32mendapatkan market itu. Jadi, ketika gua
- 28:34FYP pun gua bisa pastiin video gua ini
- 28:38nyampai ke market yang pas yang memang
- 28:40butuh message yang gua sampaikan.
- 28:43Makanya kalau lu perhatiin, Bang. He
- 28:46ini teman-teman boleh bandingin aja deh
- 28:48bahasa yang gua pakai kalau gua lagi
- 28:50ngobrol di podcast-podcast dengan konten
- 28:52gua itu jauh banget. Jauh banget.
- 28:55Lu bedain ya.
- 28:56Gua selalu berusaha membedakan karena
- 28:58gini, perhatiin deh kalau di video gua,
- 29:00gua enggak pernah yang pakai kata-kata
- 29:04yang terlalu
- 29:06keren supaya kelihatan pintar. Tapi
- 29:09ujung-ujungnya audience gua enggak
- 29:10enggak nangkap apa-apa.
- 29:11Hm.
- 29:12Karena gua tahu audience gua siapa. Gua
- 29:14selalu berusaha bahasnya itu apa? Gimana
- 29:16cara supaya video lu kagak dapat cuman
- 29:20200 view gitu ya? Gimana cara lu bisa
- 29:23mulai jualan di TikTok?
- 29:24He.
- 29:25Padahal kalau ditanya pengin enggak
- 29:26bahas hal yang lebih luas? Pengin.
- 29:29Tapi audience gua siapa gitu? Oke.
- 29:33Shifting next. Next-nya setelah ini
- 29:35semua setelah tiktok kan pasti ada
- 29:37namanya kurva tuh kan naik naik naik
- 29:39pasti ada decliningnya. Lu udah udah
- 29:42shifting, udah nyiapin blueprint
- 29:43selanjutnya ke mana enggak? Atau lu
- 29:45misalnya,
- 29:46"Eh, gua shifting ke YouTube atau lu
- 29:47bikin platform lain atau lu bikin
- 29:49sesuatu yang offline sifatnya dan lain
- 29:51sebagainya."
- 29:52Kalau dari gua sekarang ini menurut gua
- 29:55ya dari segi followers dan juga jumlah
- 29:57murid yang udah kita punya, Bang,
- 29:59itu udah menjadi sebuah tanggung jawab
- 30:03untuk gua sendiri. Jadi kalau ditanya ya
- 30:06gua enggak ke mana-mana sih, tetap akan
- 30:08di sini juga.
- 30:09Oh, tetap di TikTok juga.
- 30:11terus menyempurnakan produk edukasi gua.
- 30:15Walaupun gua yakin sampai kapan pun
- 30:16tidak akan sempurna
- 30:17dan memang pasti tidak akan sempurna,
- 30:20tapi at least kita akan buat jadi lebih
- 30:22baik lagi, buat jadi lebih baik lagi,
- 30:23buat jadi lebih baik lagi gitu. Oke,
- 30:27sekarang gua ngebahas ee gua nanya
- 30:30sesuatu yang teknis lah sih.
- 30:31Misalnya gua brand,
- 30:32oke
- 30:33gua brand, gua nanya ke lu nih,
- 30:35H
- 30:36gua mau tap in barang gua nih dan gua
- 30:39minta data secara general lah.
- 30:41Oke. Karena kan sekarang yang namanya
- 30:43follower, yang namanya itu itu kan
- 30:45enggak bisa dicounctingct lagi as
- 30:47seberapa besar pengaruh orang ini dan
- 30:48segala macam. setuju.
- 30:50Nah, katakan gua ber brand apapun lah,
- 30:52gua pengin produk go ini dilihat dan
- 30:54jaminan probabilitasnya tinggi.
- 30:56He.
- 30:57Lima influencer yang bakal lu taruh di
- 31:00meja harusnya lu taipin sama orang ini,
- 31:02orang ini, orang ini, siapa aja
- 31:04brand lu? Apa?
- 31:06Makanan misalnya atau baju gitu.
- 31:08Oke, kita bilang aja makanan nih.
- 31:11Iya.
- 31:11Oke.
- 31:12Pertama yang bakal gua analisa dulu itu
- 31:15adalah banyak banget. satu pricing dari
- 31:19produk lu apa?
- 31:19He
- 31:20produk lu itu sensitif terhadap lokasi
- 31:23atau enggak? Produk lu itu sebelumnya
- 31:27itu sudah punya nama besar yang
- 31:29nge-backupin si produk ini atau enggak?
- 31:32Karena itu akan berpengaruh ke
- 31:34influencer yang gua pilih.
- 31:35Heeh.
- 31:35Setelah gua tahu itu semua, maka gua
- 31:37akan milih nih siapa influencer.
- 31:40Katakanlah produk lu itu ee sensitif
- 31:42tempat karena lu restoran.
- 31:43Heeh. maka enggak akan ada gunanya gua
- 31:45ngambil Qol makanan sekalipun
- 31:49eh engagement-nya tinggi, bagus, tapi
- 31:52lokasinya ada di Medan. Sedangkan
- 31:54restoran ini di Gading Serpong
- 31:55misalnya. Itu yang pertama.
- 31:57Makanya lu isolate ke influencer yang
- 31:59emang ada di daerah situ.
- 32:00Benar.
- 32:01Oke.
- 32:01Dan yang kedua itu adalah banyak sekali
- 32:05brand itu melihat engagement tapi enggak
- 32:08melihat influence power-nya.
- 32:09He.
- 32:10Karena mungkin mereka nyari QL itu ya
- 32:13standar.
- 32:14standar SOP, FYP eh eh apa QL specialist
- 32:18pada umumnya gitu loh. Lu cari yang
- 32:21followers-nya segini, engagement
- 32:23rate-nya segini, Dar. Itu siapa tuh
- 32:26orangnya?
- 32:26Tapi influence power kan susah diukur
- 32:28kan kalau orang enggak punya sense sama
- 32:30intuisi atau
- 32:31kalau rajin sebenarnya gampang banget.
- 32:33Buka aja kolom komennya.
- 32:35Oke.
- 32:36Analisa aja kolom komennya. Kalau
- 32:38misalnya si influencernya lagi bahas
- 32:39donat, komentarnya bahas donat enggak
- 32:43gitu loh. Kalau si influencernya lagi
- 32:45bahas ee nasi padang misalnya,
- 32:48orang-orang pada berantem enggak nasi
- 32:49Padang A dan B mana yang lebih enak? He.
- 32:52Kalau iya berarti nih orang ini
- 32:53audiens-nya tepat nih dan punya
- 32:55influence power ke audiens-nya dia. Tapi
- 33:00kalau misalnya wah engagementnya jutaan
- 33:02view, tapi pas dibuka kolom komennya
- 33:06hate atau personal
- 33:07hate minta duit
- 33:11forward gitu loh. Buat apa?
- 33:13Minta giveaway gitu ya.
- 33:15Iya. Jadi kayak ya udah kalau ditanya ya
- 33:18lima nama spesifik ya enggak akan ada
- 33:20karena brand yang berbeda pasti namanya
- 33:22udah beda.
- 33:23Oh
- 33:23nama-namanya udah pasti beda.
- 33:25Restoran di Jakarta lima orang aja lu
- 33:28coba name it lah
- 33:29QL-nya.
- 33:30Iya gua punya masakan Padang di Cikini.
- 33:33Masakan Padang di Cikini.
- 33:34Iya. Kalau lu disuruh langsung dalam
- 33:35waktu yang cepat 5 kolus gua pakai.
- 33:38Beberapa yang lagi rising aja ya. Heeh.
- 33:40Kayak contoh Mbak Nanakut
- 33:42itu lagi rising,
- 33:45ee si Bungbung juga lagi rising, terus
- 33:48ada satu yang
- 33:52Shirle namanya.
- 33:53He
- 33:54itu juga lagi rising gitu. Dan beberapa
- 33:57yang lain ya mungkin gua bakal lebih
- 33:59banyak main nano sih.
- 34:00Oh nano.
- 34:01Iya. Kalau Mega sekalian kayak misalnya
- 34:03Fuji gitu,
- 34:05itu bakal ngaruh atau enggak ke restoran
- 34:07itu.
- 34:09Gua enggak bisa yang langsung bilang iya
- 34:12atau enggak
- 34:13karena itu gua harus analisa lagi.
- 34:15Oh,
- 34:16karena ini bukan sekedar sekedar ini
- 34:18kan, Bang. Bukan sekedar kita melempar
- 34:19nama aja kan.
- 34:20Hm.
- 34:21Gitu loh. Karena balik lagi produk yang
- 34:24berbeda massanya berbeda.
- 34:27Lu ngejalanin bisnis itu juga B2B kayak
- 34:29gini B2B apa? bisnis to bisnis. Karena
- 34:32kan FYP itu kan seharusnya dua arah ya.
- 34:34Oh,
- 34:34maksudnya kayak bantu brand-brand gitu
- 34:36ya.
- 34:37Iya.
- 34:38Ada kita jadi banyak teman-teman itu
- 34:40yang minta gua bantuin dari segi
- 34:42pelatihan untuk timnya, pelatihan untuk
- 34:46ee apa namanya?
- 34:48afiliatornya mereka, komunitas
- 34:50afiliatornya mereka itu juga gua
- 34:51sediain.
- 34:52Tapi per sekarang itu gua sendiri
- 34:54melihat lebih ke ya kan gua punya
- 34:56tanggung jawab juga di bisnis edukasi
- 34:58gua ini.
- 34:58Oh, berarti waktu berarti urusan lu
- 35:01dengan masyarakat rural ini lebih
- 35:02luamakan daripada B2B kayak gitu.
- 35:05Karena balik lagi bisnis ini itu enggak
- 35:07gua udah enggak lagi lihat ini sebagai
- 35:09sekedar duitnya doang loh.
- 35:11Oh,
- 35:13seperti yang lu hitung tadi lah.
- 35:14Maksudnya gua tahu ya kan keuangan kan.
- 35:17Jadi kayak pasti di kepala lu itu udah
- 35:19udah terproyeksi nih
- 35:21nih orang sebenarnya bisnisnya buat apa
- 35:23nih? Rp300.000 R000 lu kasih konsultasi
- 35:26setahun ada garansinya juga.
- 35:30Dan si adminnya lu bayar kan?
- 35:32Pasti dong 50 orang.
- 35:3450 orang ya?
- 35:3450 orang. 50 orang. Jadi menurut gua
- 35:39bisnis ini itu udah enggak lagi cuman
- 35:41sekedar ngasih gua fulfillment dari segi
- 35:43duitnya.
- 35:43Hm.
- 35:44Gitu loh. Kalau gua cuman mau sekedar
- 35:46nyari duit yang enggak ribet,
- 35:49gua bisa dapat dari endorsement.
- 35:51Heeh.
- 35:52itu kayak udah enaklah untuk standar gua
- 35:55yang
- 35:57apa gaya hidup gua juga enggak yang
- 35:58tinggi-tinggi banget.
- 35:59He gitu kan. Tapi ketika gua dengar nih
- 36:02cerita misalnya ART tadi nih
- 36:06itu banyak banget cerita yang masuk ke
- 36:08gua
- 36:09gitu loh. Itu yang fulfillment buat gua
- 36:12karena balik lagi ya kan banyak hal yang
- 36:15kita kejar selain duit dong. Oke gitu
- 36:18loh. Jadi memang lu benar-benar terfokus
- 36:21sama hal ini ya dan akan nerusin ini
- 36:23sampai lu emang udah waktunya
- 36:25selesai-selesai gitu loh. Enggak mau
- 36:27shifting-sifting atau pindah-pindah kan
- 36:29orang beda-beda. Ada yang loncat-loncat
- 36:30ada yang
- 36:32yang penting lu tahu apa yang mau lu
- 36:33kerjain aja gitu.
- 36:34Benar. Dan enggak sem balik lagi ya,
- 36:38balik ke fulfilment aja sih.
- 36:40Enggak semua
- 36:42banyak bisnis itu yang udah pernah gua
- 36:43jalanin. Gua coba bikin agency, gua coba
- 36:46bikin gua jualan kopi, gua jualan
- 36:49pot bunga, bikin apa kayak ols akun
- 36:54sosial akun publik.
- 36:56Heeh. Enggak ada yang ngasih gua
- 36:58fulfillment lebih dari seorang misalnya
- 37:02nih ibu rumah tangga yang ada di
- 37:04pelosok.
- 37:07Sekalipun dia enggak menghasilkan
- 37:09ratusan juta, hanya mungkin di standar
- 37:12orang-orang kecil bahkan di bawah UMR,
- 37:13tapi itu bisa jadi untuk dia beli susu
- 37:16buat anaknya.
- 37:17Oh, itu udah cukup buat lu
- 37:19itu cukupnya gua.
- 37:20Oke.
- 37:21Dan karena kita nerima cerita seperti
- 37:24itu lumayan regularly ya.
- 37:26Heeh.
- 37:27Ya, mungkin itu juga yang bikin gua
- 37:28tetap
- 37:30berjalan sampai sekarang gitu. Oke,
- 37:34menarik banget
- 37:37ya. Semoga semakin memberikan dampaklah.
- 37:39Leuk, makasih sudah mampir ke sini dan
- 37:42ya kalau misalnya jumlahnya makin banyak
- 37:44kan berarti harganya bisa lebih
- 37:45diturunin ya. Kalau gua ngasih masukan
- 37:48ya misalnya kayak
- 37:50misalnya gua baca gitu, gua baca kemarin
- 37:52gua beli, gua baca terus ya ya udah gua
- 37:55cuma bisa ngomong ya wis karena gua
- 37:57emang orang di media sosial dari dulu
- 37:59jadi ya udah tapi gua ngerti nih
- 38:01beberapa orang tuh emang butuh kayak
- 38:03gini cuma gua masih enggak bisa
- 38:04benar-benar enggak bisa mentolerir buku
- 38:08cara nge-prom di GPT gitu gua enggak
- 38:10bisa gua gua tapi kalau yang ini okelah
- 38:13gitu maksudnya emang orang butuh gitu
- 38:15orang benar-benar butuh itu. Dan mungkin
- 38:18kalau secara harga kan sebenarnya kalau
- 38:20kita bicara bisnis semakin banyak
- 38:22produksi itu kan harga semakin bisa
- 38:24fleksibel untuk ditekan kan. Dan kalau
- 38:26semakin banyak yang tahu ini berarti kan
- 38:28harga lu bisa harga dan fasilitas yang
- 38:31bisa lu kasih itu kan juga. Itu aja sih
- 38:33harapan.
- 38:34Oke. Jadi yang sekarang kita lakukan itu
- 38:35instead of berusaha nurunin harganya
- 38:37nih, Bang. Kita berusaha nambahin
- 38:40ee services-nya.
- 38:42Hm.
- 38:43Contoh ee beberapa bulan lalu itu kita
- 38:46baru tambahin karena ada kebutuhan
- 38:49dari murid-murid kita, mereka ng-request
- 38:52itu. Bahkan sistem konsultasi sekarang
- 38:55itu banyak dari mereka itu yang merasa
- 38:59udah oke tapi belum maksimal.
- 39:01Oke,
- 39:03kita tambahin lagi tuh. Sekarang kita
- 39:05per minggunya itu juga ada sesi Zoom.
- 39:07Heeh.
- 39:09Jadi mungkin kalau ditanya fokus ke
- 39:10fokusnya gua itu instead of gua berusaha
- 39:12nurunin harga ini yang nantinya akan
- 39:16ngegoyang semua ekosistemnya,
- 39:18mending ketika gua dapat skill-nya gua
- 39:21naikin servisnya.
- 39:21Naikin servisnya.
- 39:22Lu bawa bukunya enggak sih?
- 39:25Enggak, kebetulan.
- 39:26Oke. Ya, tapi entar cari aja deh.
- 39:31Lu enggak bawa padahal bisa gua casin
- 39:38beneran lu enggak bawa ya?
- 39:39Enggak bawa.
- 39:40Teman-teman cari sendiri aja lah.
- 39:42Maksudnya kan ini kan kita ngobrol jadi
- 39:44jadi kan kita bukan
- 39:45gua bukan lagi ngobrol perabayin deh.
- 39:47Bu lagi benar benar benar benar. Jadi ya
- 39:51kebetulan kalau lu lu emang berminat ya
- 39:53silakan carilah di marketplace ada ya
- 39:55atau lu lihat di Leo Geovan juga karena
- 39:59harusnya kan ada di sini so beling gitu
- 40:06balik podcast segini ya Mas
- 40:11karena ya tetap aja namanya pengetahuan
- 40:13itu kan sesuatu yang emang bermanfaat ya
- 40:16kalau bisa gitu kalau ada pengetahuan
- 40:18dan bermanfaat buat orang ya berarti itu
- 40:21good. Apalagi kalau itu bisa membuka
- 40:22lapangan pekerjaan yang baru kan.
- 40:24Yes.
- 40:24Karena sesimpel gua mikirnya UMKM gitu,
- 40:27UMKM ngerti SEO, orang UMKM ngerti
- 40:30algoritm mereka bisa bisnis scale up
- 40:32mereka hire pegawai mereka ini bertambah
- 40:36besar ya sudah dari informal jadi formal
- 40:38kan kayak gitu jalurnya.
- 40:39Dan
- 40:41kalau kita ngomongin UMKM ini bahkan
- 40:43skalanya itu lebih kecil daripada
- 40:46UMKM.
- 40:47Oh. Mikro-mikro banget ya.
- 40:50Personal.
- 40:51Oh.
- 40:51Orang gitu loh. Orang dia ibu rumah
- 40:55tangga, dia artang-abang
- 41:00Gojek.
- 41:02Mau nyari penghasilan tambahan
- 41:04jualan di TikTok.
- 41:06Dan buku kan ya habit mereka membaca
- 41:08buku pun jadi build up kan maksud gua.
- 41:11Iya.
- 41:11Itu yang gua salut sih dan mereka mau ya
- 41:13beli itu karena kan Eord buku itu kan
- 41:15enggak dislide-slide kan dibaca kan.
- 41:17Nah, makanya balik lagi dari kita itu
- 41:19kita kan berusaha mentackle gini
- 41:23seidealis idealisnya gua pengin orang
- 41:26membiasakan diri baca buku karena gua
- 41:28juga senang baca buku. He.
- 41:29Kita harus mengerti juga kalau enggak
- 41:30semua orang itu senang baca buku.
- 41:32Akhirnya lu kasih alternatif.
- 41:33Akhirnya gua kasih alternatif. Ketika lu
- 41:35dapat buku, lu juga bisa konsultasi.
- 41:37Kita kasih lagi versi ee videonya. Oh,
- 41:40gitu loh. Jadi produk kita memang belum
- 41:43sempurna, tapi kita selalu berusaha
- 41:46supaya ini bisa fit lah dengan kebutuhan
- 41:50murid kita.
- 41:51Oke, gitu. Pertanyaan terakhir nih,
- 41:53benar-benar terakhir. Ini zero su game
- 41:55enggak jadinya? Semakin banyak yang
- 41:57terkenal positif. Oke,
- 42:00ya. Terima kasih. Selamat berjumpa diil
- 42:03advokat selanjutnya. Yeah.
About this transcript
This page contains the full transcript of Devil's Advocate: Leo Giovanni FYP Specialist by Ferry Irwandi, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 6,320 words across 1,222 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.