DERITA ANAK DURHAKA, ORANG TUA DZOLIM ?! - Escape Eps 3 (ft Eky Priyagung, Felix Siauw, Koi, Verren) — Transcript
Full transcript
- 0:00Ibu lu termasuk korban dari human
- 0:01trafficking kan, jadi banyak
- 0:02perempuan-perempuan yang
- 0:03Oh.
- 0:04yang agak naif di situ.
- 0:05He eh.
- 0:05Itu mungkin karena aku ngelihat banyak
- 0:06orang lalu lalang datang dan lain-lain.
- 0:08Aku mengisi sesuatu di mengisi diriku ya
- 0:11di dalam kamar baca buku aja gitu.
- 0:13Kan aku dari tadi aku pikir lu gini ya,
- 0:15kalau aku di keadaan lu ya, aku yakin
- 0:17kayaknya aku belum tentu survive deh.
- 0:18Nah itu.
- 0:19Jangankan masuk ITB.
- 0:21Aku yakin enggak akan survive deh,
- 0:22kayaknya aku bakal uh jadi preman.
- 0:24Oh iya, benar.
- 0:25Aku disuruh datang setelah ba'da isya,
- 0:27istrinya lagi enggak ada. Tiba-tiba
- 0:29pintu ditutup jebret.
- 0:31Kejadianlah dilecehkan itu.
- 0:34Dan setelah dilecehkan, disumpah Alquran
- 0:36kalau aku ngomong
- 0:37aku akan
- 0:38Goblok.
- 0:39Disumpah di Alquran.
- 0:41Apa yang bikin lu bisa survive gitu?
- 0:44Ya.
- 0:44Terus kedua, kenapa pas tak respon
- 0:46pertama ke masjid?
- 0:47Biasanya kalau yang di di situasi yang
- 0:50kayak gitu ya, orang bisa ke obatlah,
- 0:52bisa ke pergaulan buruklah dan
- 0:53lain-lain. Kenapa lu bisa
- 0:54Nah.
- 0:54main main
- 0:55Itu ada ujungnya ada ceritanya tuh.
- 1:04[musik]
- 1:08Ini kita minta lembur.
- 1:10Hah?
- 1:11Iya, udah malam suruh kerja kita.
- 1:13Iya.
- 1:13Tapi sebelumnya assalamualaikum dulu.
- 1:14Kok lu
- 1:15[tertawa]
- 1:19Sebelum kita mulai, si Farrel
- 1:20assalamualaikum [tertawa] jadi
- 1:21Jangglong gitu.
- 1:22Masa dua episode gitu mulu jokes-nya.
- 1:24Iya.
- 1:24Yang ketiga gantian kita diam aja iya
- 1:25iya iya. Assalamualaikum Farrel.
- 1:27Eh cepetan sekarang atau enggak kita
- 1:28mulai.
- 1:30Kalian lihat di tengah-tengah ada siapa?
- 1:32Siapa?
- 1:33Enggak sebelum di tengah-tengah, ini
- 1:35topik kan yang highly requested banget.
- 1:37Iya iya.
- 1:37Oh iya benar benar benar benar.
- 1:38Iya kan.
- 1:39Selama ini banyak orang yang yang minta
- 1:41kita untuk bahas tentang toxic parents
- 1:43ya.
- 1:44Iya.
- 1:44Kita ada ribuan pertanyaan dan banyak
- 1:47banget yang curhat tentang keluarganya
- 1:49orang
- 1:49Kenapa sih orang tua-tua zaman sekarang
- 1:50ini ya?
- 1:51Iya.
- 1:52Kenapa ada istilah anak durhaka, tapi
- 1:54orang tua durhaka jarang dibicarain?
- 1:57Nah.
- 1:57Iya sih, makanya kita perlu bicarain
- 1:59hari ini.
- 1:59Benar.
- 2:00Eh, tapi ini Fer, Fer.
- 2:01Apa?
- 2:02Pinjam dulu ini kan handphone lu nih.
- 2:03He eh.
- 2:04Oh iya benar.
- 2:05Apa?
- 2:06Sudah datang tamu.
- 2:07Oh iya, sudah datang saya.
- 2:07oh iya.
- 2:08Tolong.
- 2:09He eh.
- 2:09[tertawa]
- 2:09Kagak kelihatan muka gua.
- 2:11Bentar.
- 2:12He eh, coba Fer coba iya. Karena
- 2:14menurutku ya, eh sekarang memang
- 2:16problematika apa ya, orang tua tuh
- 2:18mungkin bertambah karena pertama eh
- 2:21orang tuanya mungkin enggak siap dan
- 2:22anaknya sekarang sudah lebih lebih
- 2:24banyak problemnya juga.
- 2:25Iya.
- 2:26Iya iya.
- 2:27Ini kita sekarang gua
- 2:28ini apa ini?
- 2:29datang.
- 2:30Mas Eki.
- 2:32Assalamualaikum, Mas.
- 2:33Eki ini termasuk yang kita panggil
- 2:34karena anak durhaka atau orang tua
- 2:36durhaka nih?
- 2:38Orang [berdehem] tua durhaka.
- 2:39dia, Fer?
- 2:40He eh.
- 2:40Iya, kenapa
- 2:41ada di depan pintu tadi?
- 2:42Iya.
- 2:44Sudah datang soalnya.
- 2:45Sudah datang, padahal dia baru mau
- 2:47pulang tadi.
- 2:47[tertawa]
- 2:48Iya.
- 2:48Mau pulang.
- 2:49Iya.
- 2:50Jadi eh Mas Eki kita tuh sekarang lagi
- 2:52mau manggil Mas Eki karena ada bahasan
- 2:55yang high high
- 2:56High requested.
- 2:57Ask.
- 2:58Question. Highly requested.
- 3:01He em.
- 3:01Yaitu adalah membahas tentang toxic
- 3:03parents.
- 3:03Iya iya.
- 3:04Orang tua durhaka.
- 3:05Iya, gimana Fer pengalaman Anda menjadi
- 3:07toxic parents?
- 3:08Ah, pengalaman aku jadi toxic parents.
- 3:10Iya, gimana Fer? [tertawa]
- 3:10Eh, dia baru toxic ya parents nya belum.
- 3:13He eh.
- 3:14Iya, gimana gimana?
- 3:16Kok aku?
- 3:16Enggak cerita gimana yang yang banyak
- 3:18dibahas
- 3:19tuh yang mereka surat apa sih?
- 3:20Iya, ini kan specific request ya.
- 3:22Banyak banget memang.
- 3:23Iya, pokoknya banyak banget.
- 3:23Berarti memang keresahan umum ya.
- 3:25Iya, benar benar benar. Mungkin
- 3:27ada yang bilang
- 3:29orang tuanya suka
- 3:32Jujur saking banyaknya aku sampai lupa.
- 3:34[tertawa]
- 3:35Gila banget, gua sudah kayak
- 3:36Dia lagi mau cerita tengah-tengah dia
- 3:38lupa.
- 3:38Lu lu sudah biasa kalau ada orang
- 3:40tiba-tiba zoning.
- 3:41Tahu enggak sih kalian tuh yang kayak
- 3:43kalian tahu informasinya banyak banget
- 3:44sampai kalian tuh lupa.
- 3:45Enggak sih?
- 3:47Enggak enggak. [tertawa]
- 3:48Enggak masih ada yang satu, aku
- 3:50informasi banyak dan semua ingat.
- 3:51Iya.
- 3:52Karena yang selalu dirame-ramein bahkan
- 3:54dari cerita-cerita cerita-cerita dari
- 3:56kita kecil lah, selalu yang di-highlight
- 3:58anak durhaka.
- 3:59Iya.
- 4:00Benar enggak?
- 4:00Iya, benar.
- 4:01Karena kan ada pepatah juga tidak ada
- 4:02murid yang bodoh adanya guru yang gagal.
- 4:04Ibarat kayak gitu. Apa orang tua kita
- 4:05bisa treat the same way kayak gitu?
- 4:06Kalau misalnya anaknya enggak oke, apa
- 4:08sebenarnya salah orang tuanya? Gimana
- 4:09kalau orang tuanya yang membuat anaknya
- 4:12zalim gitu maksudnya? Itu kan jarang
- 4:13dibahas ya, kenapa ya?
- 4:14Benar. Yang paling sering itu biasanya
- 4:16orang tua suka ngungkit-ngungkit jasanya
- 4:18mereka.
- 4:19Iya, betul.
- 4:21Aku sudah sekolahkan kamu. Aku sudah
- 4:23biayai kamu gitu.
- 4:24Masih mending kalau diungkitnya cuma
- 4:26sudah masalah biaya. Biasanya masalah
- 4:28biologi. Mama sudah melahirkan kamu.
- 4:31Mama sudah
- 4:31Mama sudah melahirkan kamu kayak
- 4:33Oh, iya.
- 4:33Iya.
- 4:33[tertawa]
- 4:33Kok kamu kayak gini sih?
- 4:35Kok kamu kayak gini sih kan Ya, memang
- 4:36kalau punya anak harus melahirkan.
- 4:37Memang dieram gitu sih kayak
- 4:39Iya, betul. Membelah diri kan enggak
- 4:41mungkin kan. Iya, karena biasanya yang
- 4:42ngungkit-ngungkit masalah melahirkan
- 4:44bisa enggak nafkahi.
- 4:45[tertawa]
- 4:45Karena cuma itu doang yang bisa
- 4:46diungkit-ungkit.
- 4:48Gila.
- 4:49Lu sekali ngomong itu sudah poin banget
- 4:51loh. Ini aku baru aku baru sadar sih.
- 4:53Eh, selama ini kan teorinya kan gini ya.
- 4:55Teorinya adalah kita kalau masih bisa
- 4:58ber-reasoning
- 4:59kita masih bisa reasoning, kita enggak
- 5:01akan masuk sampai ke level eh apa
- 5:03namanya kayak ngancam.
- 5:05Iya.
- 5:05Berarti ngancam itu sudah sampai pada
- 5:07putus asa kan.
- 5:08Iya.
- 5:08Ketika tidak ada lagi yang bisa
- 5:09dibanggain pada diri kita, akhirnya kita
- 5:11bilang gitu. Kamu kan sudah aku lahirkan
- 5:12gitu maksudnya.
- 5:13Nah, sedangkan orang anak-anak muda yang
- 5:15sekarang pintar akan bilang aku enggak
- 5:16minta dilahirkan.
- 5:17Nah, itu.
- 5:19Dan mereka juga
- 5:20bingung kan kalau kita sudah ngomong
- 5:21gitu kan ya. Artinya kita juga sudah
- 5:22putus asa ketika kita ngomong begitu
- 5:23kan.
- 5:24Itu biasanya eh ditutupnya kalau ada
- 5:26anak yang bilang aku enggak minta
- 5:27dilahirkan. Sudah, itu ditutupnya pakai
- 5:29bantingan pintu dari orang tua. Das,
- 5:30sudah.
- 5:30Iya.
- 5:31Otomatis enggak. Kalau enggak
- 5:32dibilangnya durhaka kamu.
- 5:33Nah, itu kalau
- 5:34Iya. Masih ada amunisi.
- 5:36Sebenarnya kan tapi semua orang bisa
- 5:37membahas ini ya. Tapi kenapa kita undang
- 5:40Mas Eki di sini?
- 5:41Mungkin sebelumnya perkenalan dulu bagi
- 5:43yang belum mengenal. [tertawa]
- 5:45Cari aman.
- 5:45Cari aman.
- 5:46Dia enggak enak.
- 5:47Cari aman enggak enak ya? Oke, saya saya
- 5:49saja yang biar.
- 5:51[tertawa]
- 5:51Biasa suka gini ya, Mas. Orang suka
- 5:53ragu-ragu gitu. Itulah kalau di
- 5:55tengah-tengah keluarga harmonis.
- 5:56Heeh, benar. Heeh.
- 5:57Heeh, benar. [tertawa]
- 5:59Eh, aku besar di lingkungan prostitusi
- 6:01dulunya.
- 6:02Langsung gitu?
- 6:04Nama dulu, nama dulu.
- 6:05Nama dulu. [tertawa]
- 6:07Teman-teman namaku Eki Priagung.
- 6:08Panggilannya apa, Mas?
- 6:09Eki.
- 6:10Eki. Eki.
- 6:11Tapi serius, Mas. Besar di kalangan
- 6:13di ka
- 6:13Sempat sempat besar di lingkungan
- 6:15prostitusi. Aku
- 6:16Antum apanya di situ?
- 6:17Aku dulu anak dari salah satu talent.
- 6:20Oh, gitu.
- 6:20Talent. Ini kalau ini kan aku juga stand
- 6:23up komedi juga kan.
- 6:24Oke, heeh.
- 6:25Berdamai. Biasa ya
- 6:25Tapi tapi enggak apa-apa ya kita bahas
- 6:26ini.
- 6:26Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Karena
- 6:27Mama sudah sangat-sangat baik sekali.
- 6:30Sekarang sudah sudah begini, dulu
- 6:31begini.
- 6:33Oh.
- 6:33Sekarang sudah begini, alhamdulillah.
- 6:34Maksudnya
- 6:35Tauhid. Sekarang
- 6:36iya, kesibukannya nonton Ustaz Felix
- 6:38Siauw.
- 6:39[tertawa]
- 6:39Enggak, tapi maksudnya ini apa?
- 6:41Gini kan oh, sudah begini.
- 6:42Dulu kan metal.
- 6:43Oh, sekarang sudah bertauhid.
- 6:45Sudah bertauhid.
- 6:46Oh, maksudnya menghadap Tuhan gitu.
- 6:47Betul. Apa?
- 6:49Apa? Mengarah ke Tuhan.
- 6:50Mengarah ke iya.
- 6:51Iya lah, iya lah.
- 6:52Karena Tuhan itu
- 6:54Kirain dulu Ganjar, sekarang Prabowo.
- 6:55Eh, Prabowo Anies.
- 6:56[tertawa]
- 6:56Ya, ini kan Anies.
- 6:58Iya, bukan anak Abah dia.
- 7:00Ini lebih ke iya, dia dia lebih baik
- 7:02lah. Sekarang di rumah sudah ada ayat
- 7:03kursi dipajang. Jadi, bisa diceritakan
- 7:06bukan sebagai mengumbar aib tapi sebagai
- 7:09pelajaran bahwa orang-orang yang di sana
- 7:10masih terjebak bisa loh kita keluar
- 7:12gitu.
- 7:12Tapi terus terang sih, begitu lu ngomong
- 7:14gitu gua langsung eh, langsung ekstra
- 7:16respek sama lu, serius.
- 7:17Waduh, ekstra gua serius gua ekstra
- 7:19respek.
- 7:19Terus terus gimana gimana ceritanya?
- 7:20Nah, iya. Jadi, eh, apa namanya?
- 7:23Itu dari ke dari kapan sebentar, sori ya
- 7:25aku potong ya. Dari kapan sih lu tahu?
- 7:27Dari pas eh, dititipin dari nenek habis
- 7:30itu
- 7:31diangkut sama Mama. Diangkut gimana ya?
- 7:32Diambil kan kita sempat kecil dititipin
- 7:34lah kalau keluarga-keluarga yang masih
- 7:36merintis gitu. Nah, Mama di Makassar.
- 7:39Nah, dari Di nenek kita ee ee bersaudara
- 7:42dibawa ke Makassar dari di situ baru
- 7:44lihat pas tinggal sama orang tua. Oh,
- 7:47ini yang dulu dibilang sama
- 7:48keluarga-keluarga jauh. Kami kan
- 7:50dititipin keluarga jauh. "Ya ibumu
- 7:51pelayan."
- 7:53Aku kira tuh waiters gitu.
- 7:54yang ngomong kayak gitu?
- 7:55Iya, aku kira waiters di kafe-kafe gitu.
- 7:56Kamu umur berapa waktu itu?
- 7:58Ee umur SMP.
- 8:00Oh, SMP.
- 8:01SMP kelas 2.
- 8:02Oh, udah ngerti emang usia udah gede.
- 8:04kayak kayak pangku tahu enggak sih film
- 8:05pangku?
- 8:06Iya, tahu tahu.
- 8:07Tahu tahu.
- 8:08Ada ada film begitu loh mirip-mirip yang
- 8:10dibikin sama
- 8:11Reza Rahadian.
- 8:12Jadi aku pas nonton tuh kayak lagi
- 8:13flashback.
- 8:15Cuman ya tempatnya Makassar aja bukan
- 8:17Indomaret gitu.
- 8:18lahir lahir di Makassar?
- 8:19Ee bukan ee lahir di Ciamis.
- 8:22Orang mana?
- 8:22Tinggal 8 tinggal tinggal kota tinggal
- 8:25tuh 8 kali pindah kota, Ustaz.
- 8:27Oke.
- 8:27Ya, jadi emang nomaden gitu tergantung
- 8:29mama nikah sama siapa.
- 8:31Oke.
- 8:31Jadi gonta-ganti ee pernikahan akhirnya
- 8:34kita ngikut.
- 8:35Berarti tergantung mama nikah sama siapa
- 8:36berarti ber berapa kali itu?
- 8:38Karena makin ternyata teorinya ee makin
- 8:42ke sini tuh makin ke timur.
- 8:43Dulu
- 8:44mama sama orang Ciamis habis itu nikah
- 8:47sama orang ee apa sih sama orang Ciamis
- 8:50tinggal di Jakarta. Habis itu nikah ee
- 8:53pindah ke ee nikah lagi cerai pindah ke
- 8:55dari cerai habis itu nikah pindah ke
- 8:57Madiun. Dari Madiun pindah ke Makassar.
- 8:59Dari Makassar
- 9:00sempat ke Papua.
- 9:01Oh, kalau bentar lagi lu ke New Zealand.
- 9:04Bentar lagi udah mau ke Papua Nugini nih
- 9:05bentar lagi. [tertawa]
- 9:06Perbatasan.
- 9:07Heeh.
- 9:08Iya, jadi ee mama sekarang
- 9:10di Papua tinggalnya.
- 9:11Berapa beradik?
- 9:12Oh, sekarang per sekarang sekarang
- 9:13tinggal di Papua.
- 9:14Berapa beradik, Mas?
- 9:154 bersaudara.
- 9:16Itu tinggal bareng terus?
- 9:18Nah, aku tuh baru tahu aku loh aku 4
- 9:19bersaudara bahkan pas aku SM SM SM SMA.
- 9:24Berarti SMP belum tahu.
- 9:25Pas lu pertama kali ke Makassar berapa?
- 9:27Masih bertiga bersaudara.
- 9:28Bertiga.
- 9:28Heeh.
- 9:29Pas SMA ada yang keempat nih.
- 9:30Ada yang keempat oh ternyata masih
- 9:31dititipin di bude lupa dibawa gitu.
- 9:33Emang enggak dibawa?
- 9:34Lupa dibawa lagi.
- 9:35Benar. Keluarga kami itu konsepnya kayak
- 9:36timsar, mencar.
- 9:38[tertawa]
- 9:39Gitu.
- 9:39Iya.
- 9:40Berpencar dan mencari ya?
- 9:41Iya, setelah dapat baru ber
- 9:43Baru benar.
- 9:44Karena satu orang akhirnya bisa
- 9:46berkuliah, mulai merekatkan satu-satu.
- 9:48Aku
- 9:50generation yang sarjana di keluarga.
- 9:51Nah, dari situlah mulai ada titik untuk
- 9:54mencari siapa saja anggota keluarga dan
- 9:56menyatukannya. Gitu.
- 9:57Sebentar, aku aku aku supaya mereka
- 9:59semua ngerti ya, karena ini menurutku
- 10:01menarik banget sih. Karena poin penting
- 10:02dari sini sudah pasti satu.
- 10:05Bahwasanya orang-orang yang setidaknya
- 10:07sama kayak lu atau yang atau yang
- 10:09mungkin tidak separah lu, mereka bisa
- 10:11tahu bahwasanya ternyata
- 10:13semua yang mereka lahir dengan itu tidak
- 10:15menentukan siapa mereka.
- 10:16Betul, betul.
- 10:17Itu aku sudah tahu. Maka aku mau nanya,
- 10:20bapak lu di mana?
- 10:21Nah, bapak bapak sekarang tuh aku enggak
- 10:23tahu yang bapak kandung ya, sekarang
- 10:25enggak tahu.
- 10:26Masih enggak tahu sekarang.
- 10:27Jadi bapak kandung itu masih timsar.
- 10:29Masih timsar, iya. Masih unknown gitu,
- 10:31enggak tahu dia.
- 10:32Oke.
- 10:32Eh, tapi sempat ketemu pas aku kuliah
- 10:35pertama kali daftar ulang ke aku
- 10:37kebetulan kuliah di ITB. Nah, pas
- 10:39ITB, gila pinter banget lu.
- 10:41Iya, betul. Enggak pinter juga sih, cuma
- 10:43kayak kebetulan beruntung.
- 10:45Enggak sih, karena karena aku dulu mau
- 10:47masuk ITB enggak bisa.
- 10:48Tuh, banyak yang bilang anjir cerita lu
- 10:49kayak from zero to hero. Bukan, ini
- 10:51lebih ke from prostitute to institute
- 10:53gitu.
- 10:54Mantap.
- 10:55From prostitute [tertawa]
- 10:56to institute.
- 10:57Gini gini deh, lu lulusan mana?
- 10:59Gua.
- 11:00Heeh.
- 11:00Binus.
- 11:00Binus. Binus memang Cina, wajar kan?
- 11:03Benar, benar.
- 11:03Aku dulu mau masuk ITB serius.
- 11:05Dan aku mau masuk waktu itu adalah
- 11:07arsitektur.
- 11:07Arsitektur, oh gambar-gambar juga.
- 11:09Iya, tapi enggak berhasil. Akhirnya aku
- 11:11masuk IPB.
- 11:12IPB.
- 11:13depannya I dan belakangnya B.
- 11:15Oh, bernegosiasi IP-nya ya.
- 11:16Iya, benar.
- 11:18Jadi enggak ada pohon ya, gambarnya
- 11:20jadi enggak tahu di mana.
- 11:21Karena ibuku kan kerjanya di tempat
- 11:23kayak gitu, sempat dikira kamu masuk ITB
- 11:25karena rektor ITB pelanggan ibumu.
- 11:27enggak dong. Ada yang ngomong gitu?
- 11:29Enggaklah enggaklah.
- 11:30Hah?
- 11:31Bukan, wakil rektor kebetulan. Enggak
- 11:33enggak bercanda, bercanda. Enggak
- 11:34[tertawa] juga, enggak juga.
- 11:35Bocah nih bocah.
- 11:36Bebas tes, alhamdulillah, bebas tes. Eh,
- 11:39karena kan kita kan di prostitution
- 11:41gitu, eh, kita Ibu itu termasuk korban
- 11:44dari human trafficking kan. Jadi banyak
- 11:45perempuan-perempuan yang
- 11:46Oh.
- 11:47yang agak naif di situ. Itu mungkin
- 11:49karena aku ngelihat banyak orang lalu
- 11:51lalang datang dan lain-lain. Aku mengisi
- 11:53sesuatu di, mengungsi diriku ya di dalam
- 11:55kamar baca buku aja gitu.
- 11:57Oh.
- 11:58Ada yang bilang katanya, "Ya pantes
- 11:59wajar lu masuk ITB kan prostitusi isinya
- 12:01daging semua." Maksudnya kayak kayak
- 12:03gitu.
- 12:03[tertawa]
- 12:03Enggak gitu, itu terlalu dark, Bro.
- 12:06Iya, iya.
- 12:07Tapi dagingnya mana gitu.
- 12:09[tertawa]
- 12:09Iya kan
- 12:10Heeh, kan kalau semua yang bergizi
- 12:12dibilang daging tapi bukan itu
- 12:13maksudnya. Nah, habis itu
- 12:15ternyata dari eh
- 12:18punya pendidikan
- 12:19Heeh.
- 12:20jadi sadar betul untuk tahu ini tuh apa
- 12:22sih yang terjadi di keluargaku, kenapa
- 12:23banyak banget dar der dor.
- 12:25Heeh.
- 12:25Nih kita mulai dirunutin dari yang
- 12:27paling-paling awal ini kejadian dari
- 12:29mana.
- 12:30Gimana gimana?
- 12:30Aku tuh baru tahu, dulu tuh pernah
- 12:32se-overshare apa di internet. Aku tuh
- 12:33pernah cerita kalau
- 12:35eh, mamah tuh hasil dari
- 12:38Hah, hasil dari
- 12:39Iya, awalnya.
- 12:40Mamah di keluarga, mamahku.
- 12:41Di keluarga?
- 12:41Di keluarga.
- 12:42Sharing di internet maksudnya?
- 12:43Aku sempat sharing di internet dan itu
- 12:45dari aku kan dititipin di ke
- 12:46nenek-nenek, eh, adiknya nenekku.
- 12:48Berarti keluarga jauh gitulah. Dan bisa
- 12:50kan kalau kita dititipin sebagai seorang
- 12:51anak nih dititipin ke keluarga jauh,
- 12:53mereka tuh sangat-sangat eh,
- 12:55ceplas-ceplos ngomong enggak, ngasih
- 12:57tahu apa yang seharusnya kita enggak
- 12:58perlu dengar.
- 12:58Betul.
- 12:59Nah, aku cerita lah tentang mamahku tuh
- 13:01dari kayak gimana dan lain-lain. Dan
- 13:02mamahku enggak tahu kalau dia tuh
- 13:04ternyata hasil dari
- 13:05Itu.
- 13:06Iya, iya.
- 13:06Jadi mamahku tahu baru tahu di YouTube
- 13:08gitu. Oh, aku tuh hasil, anak hasil, oh,
- 13:09ternyata dari dari aku.
- 13:11Iya.
- 13:11Oh, tahunya malah dari lu.
- 13:13Oh, itu pertama. Nah, jadi pada saat itu
- 13:15kesalahan pertama di keluargaku adalah
- 13:17eh
- 13:19si nenekku dinikahkan sama pelaku.
- 13:22Heeh.
- 13:23Oke.
- 13:23Jadi nenekku menganggap bahwa mamahku
- 13:25ini anaknya dia adalah trauma.
- 13:28Aduh.
- 13:28Ditelantarkan. Mamaku yang
- 13:31notabene termasuk orang yang paling
- 13:32pintar di sekolah,
- 13:33Iya.
- 13:34itu terbengkalai SMP-nya. SMP sudah
- 13:36sampai SMP dia pengen jadi dokter. Dia
- 13:37malah merantau ke Jakarta.
- 13:40Ya, babi bubebo, akhirnya menikah muda
- 13:42umur 19 tahun, eh, sori, umur 18 tahun,
- 13:45ketemu ayahku yang ternyata menikah.
- 13:48He
- 13:48Lu anak pertama?
- 13:49Anak kedua.
- 13:50Oke.
- 13:51Yang menikah cuman buat kedok karena
- 13:53belum benar-benar suka sama perempuan.
- 13:56Oh.
- 13:56Akhirnya mamaku jadi jadi korban. Korban
- 13:58dari orang tua, korban dari suaminya.
- 14:01Oh.
- 14:01Ah, habis itu
- 14:02Double trauma tuh ya.
- 14:03Double trauma.
- 14:04Double trauma kok habis itu ya sudah
- 14:05yang penting anaknya hidup.
- 14:06Mungkin aku dulu malu banget ngelihat
- 14:08mamaku, anjir, eh,
- 14:09punya orang tua tinggal di lingkungan
- 14:11lokalisasi. Tapi setelah besar, ngelihat
- 14:14orang-orang di pinggir jalan yang masih
- 14:16ngamen tengah malam, aku enggak pernah
- 14:19berakhir hidupku di tengah jalan masih
- 14:21ngamen malam-malam gitu.
- 14:22He
- 14:22Artinya mungkin orang tuaku
- 14:23sangat-sangat toxic pada saat itu.
- 14:25Tapi orang tuaku bertanggung jawab.
- 14:27He
- 14:27He
- 14:28Masih nyampelah, maksudnya masih
- 14:29masih bertanggung jawab.
- 14:30Ini enggak orang tua durhaka sih.
- 14:31Iya, benar.
- 14:32Iya, ini enggak ini.
- 14:33Korban dia juga.
- 14:35Aku mau ngasih satu premis,
- 14:36jangan-jangan orang tua yang toxic juga,
- 14:38dia jangan-jangan juga korban
- 14:39sebenarnya. Yang enggak pernah bisa
- 14:41diselesaikan karena belum ada fasilitas
- 14:43psikologi, belum ada term-term untuk
- 14:46mereka
- 14:47ya,
- 14:48psikiatri.
- 14:49Iya, benar.
- 14:49Karena dulu belum semua.
- 14:50Ada risetnya tahu, kan, kalau yang
- 14:52orang-orang yang bertindak benar-benar
- 14:53kasar dia ini itu hasil dari dia enggak
- 14:56bisa melampiaskan internal
- 14:58traumanya dia gitu kan.
- 14:59Ya, ada yang berpendapat semua orang
- 15:02jahat itu berawal dari dia sendiri
- 15:04dulunya korban.
- 15:04Iya.
- 15:05Mayoritas ya, enggak semua gitu.
- 15:06Benar, benar, hampir semua.
- 15:08Tapi tetap tindakannya enggak bisa
- 15:09dijustifikasi kan.
- 15:10Betul.
- 15:10Nanti kita coba bisa bahas sih, tapi aku
- 15:12mau nanya nih, kenapa aku bilang aduh
- 15:13tadi? Ibu lu tuh pernah cerita enggak?
- 15:16He
- 15:16Ibu lu pernah cerita enggak dia diapain
- 15:18sama ibunya?
- 15:19Wah. Eh, kalau sama ibunya cuman
- 15:21ditelantarkan aja, tapi dia dia tuh juga
- 15:24orang yang gimana ya, love-hate
- 15:26relationship sama ibunya gitu.
- 15:28Hmm.
- 15:28Mama, dulu enggak pernah dibiayai sama
- 15:30mama, tapi mama sebisa mungkinlah
- 15:32walaupun pakai hati ini masih sakit buat
- 15:34berbakti, tapi ya gimana?
- 15:35Hmm.
- 15:36Ya itu, makanya kadang-kadang
- 15:37divisikin gitu.
- 15:39Wah, kalau divisikin eh
- 15:42kat ternyata fisik itu lebih lebih lebih
- 15:44beruntung, Ustaz. Karena aku tuh dapat
- 15:46fisik
- 15:46Setuju sih.
- 15:47Set set, ini enggak hadir.
- 15:49Oke.
- 15:49Karena
- 15:50Kalau fisik ya udah jepret, tapi masih
- 15:52ada loh, masih dihidupin gitu kan.
- 15:54dia kan dibuang.
- 15:55Berarti dari nenek ke mama itu udah
- 15:57ditelantarkan
- 15:59sampai mama umur berapa gitu, misalnya?
- 16:00Ditelantarkan umur wah, dari dari
- 16:03bukan masalah ditelantarkan sih, tapi
- 16:05pikirku gini ya, kalau hasil daripada
- 16:07rape itu dia akan benci sama anaknya.
- 16:10Karena dia nganggap itu kayak fisik.
- 16:11Biasanya sih kayak gitu sih, iya iya.
- 16:14Oh.
- 16:14Ya makanya makanya aku dulu tuh
- 16:16Karena aku juga enggak bisa nyalahin
- 16:17neneknya.
- 16:19Orang neneknya ngelihat itu adalah dia
- 16:21di eh jadi korban.
- 16:22Masyarakat sekitar karena ngira nya
- 16:24bahwa korban itu aib dari awal.
- 16:26Oh iya banget.
- 16:27Korban itu aib.
- 16:28Apalagi zaman dulu kan.
- 16:28Iya, makanya eh kemarin juga aku kan
- 16:30juga jadi termasuk orang yang
- 16:32turun-temurun kena pelecehan juga.
- 16:34Hmm.
- 16:35Akhirnya aku sangat-sangat gentar untuk
- 16:37bilang ke eh dunia bahwa
- 16:40korban memang aib, tapi seharusnya yang
- 16:42lebih aib adalah pelaku, makanya
- 16:44enggak aib.
- 16:45Iya.
- 16:46Korban enggak aib. Pelakunya bajingan.
- 16:48Iya, betul betul.
- 16:49Idealnya begitu.
- 16:50Tapi perasaan kita ngerasa aib.
- 16:51Iya sih.
- 16:51Ustaz. Jadi kita akui dulu memang kita
- 16:53aib, tapi
- 16:54dengan kita diam, malah kita
- 16:56melanggengkan ini terus terjadi.
- 16:57Iya.
- 16:58Makanya kita harus ubah mindset-nya.
- 16:59Kemarin makanya aku pernah kemarin pas
- 17:01aku selesai memenjarakan predator, aku
- 17:03sempat speak up dengan kacamata hitam.
- 17:05Habis itu aku pakai lagu-lagu rap gitu.
- 17:07Hmm.
- 17:08Karena aku pengen pengen eh apa namanya
- 17:11menantang
- 17:12eh
- 17:13stigma
- 17:13stigma bahwa orang-orang yang speak up
- 17:15tuh pengen dikasihanin.
- 17:16Iya.
- 17:17Nah, kasihanin ini yang bikin kita jadi
- 17:18malu.
- 17:19Iya. yang bikin kita diam. Diam yang
- 17:21bikin akhirnya pelaku-pelaku itu tetap
- 17:24ya tidak terdeteksi.
- 17:26ITB jurusan apa?
- 17:27Desain.
- 17:28Oh.
- 17:29DKV?
- 17:29DKV.
- 17:30DKV
- 17:30Desain produk sih.
- 17:31Oh, desain produk. Oke.
- 17:32Terus akhirnya lu speak up?
- 17:34Speak up kayak gitu ya berarti?
- 17:35Iya, dan aku bahkan pas speak up di situ
- 17:36juga menggunakan eh visual-visual
- 17:39tertentu gitu. Misal kayak pas di dalam
- 17:41grup eh apa namanya? Sebisa mungkin
- 17:43untuk mengganti kata-kata yang salah
- 17:45sangat menyakitkan jadi kata misal
- 17:47milkshake kalau ya hal-hal seperti itu.
- 17:49Terus bahkan ada yang speak up kita kita
- 17:51kita bikin speak up-nya kayak
- 17:52gamification gitu pakai emoji-emoji biar
- 17:54agak berjarak. Dan ternyata memang
- 17:57ya memang kita harus merubah persepsi
- 17:59itu biar semuanya terkesan fun aja.
- 18:01Iya, oke. Dan aku yakin sebenarnya
- 18:02banyak sih yang ambil manfaat. Cuman aku
- 18:04dari tadi aku pikiranku gini ya, kalau
- 18:05aku di keadaan lu ya, aku yakin kayaknya
- 18:07aku belum tentu survive deh.
- 18:09Nah, itu.
- 18:09Jangankan masuk ITB.
- 18:11Aku yakin enggak akan survive deh.
- 18:13Kayaknya aku bakal uh jadi preman.
- 18:14Baik, benar.
- 18:15Aku bakal
- 18:17bapakku kayaknya.
- 18:18Uh, gila.
- 18:20Tapi kalau
- 18:20Preman-preman sipit agak jarang sih.
- 18:22Hah?
- 18:22Jujur.
- 18:23Dia eh dulu juga ustaz sipit dikit itu
- 18:25jarang.
- 18:26Oh, betul.
- 18:26Nah, iya.
- 18:27Benar.
- 18:28Dulu ya memang takdirnya jadi ustaz
- 18:29sipit.
- 18:29maksudnya aku mikir gini, aku
- 18:30punya semua alasan untuk buat aku jadi
- 18:32jahat gitu maksudnya.
- 18:33Iya, iya.
- 18:33Benar.
- 18:34Banyak banget yang bilang gitu ke aku eh
- 18:36ustaz eh aku sih kalau jadi kamu eh udah
- 18:40ini ya udah siapa udah gitu-gitu. Entah
- 18:43kenapa ya? Jujur, aku tuh dulu pernah
- 18:46benci banget sama orang tuaku. Benci
- 18:47benci sebenci-bencinya. Dulu tinggal di
- 18:49lingkungan yang enggak ideal buat
- 18:51seorang anak.
- 18:51Ehm.
- 18:52Hah. Terus habis itu
- 18:54Berapa tahun sih Mas sorry sebelum
- 18:55dilanjutin?
- 18:56Tahun di lingkungan itu?
- 18:582008
- 19:00sampai mau masuk ITB 2013.
- 19:02Oh, terus terus lanjut Mas.
- 19:042008 ya itu sekitar
- 19:05Lumayan lah itu.
- 19:065 tahun 5 tahun lah ya.
- 19:085 tahun paling luar biasa. Nah, di situ
- 19:10tuh pernah mama tuh sangat-sangat
- 19:12abusive banget.
- 19:13He eh.
- 19:13Aku tuh kayak mikir dulu kenapa ya Mama
- 19:15tuh enggak peng, enggak pernah punya
- 19:17kasih sayang yang cukup buat anaknya
- 19:19gitu.
- 19:19He eh.
- 19:20Pulang dalam keadaan kasar. Sampai ke
- 19:21rumah aku, aku akhirnya mikir, "Oh iya,
- 19:23Mama kan kerjanya memang kasih sayang
- 19:25itu adalah
- 19:26sesuatu yang di
- 19:27He eh.
- 19:28ada harganya gitu.
- 19:29Iya.
- 19:29Jadi kalau Mama pulang tetap menyayangi
- 19:31anaknya, hitungannya lembur.
- 19:32Gila.
- 19:33Kasih sayang, "Mah, minta kasih sayang."
- 19:34Itu kan barang dagangan, Dek, jangan
- 19:36gitu. Jadi aku tuh baru tahu karena,
- 19:38karena nih esensi sebenarnya.
- 19:40Ini nih agak, iya iya.
- 19:41Ini, ini, ini, ini, ini poinnya. Karena
- 19:43Mama setelah
- 19:44eh aku berhasil untuk bikin Mama
- 19:46berhenti dari pekerjaan itu, Mama bisa
- 19:48duduk dengan manis.
- 19:49Lu yang bujuk, lu yang
- 19:51Salah satunya pas aku kuliah, aku eh
- 19:53mulai bisa cari uang, ayo kita cari
- 19:56tempat lain atau dan lain-lainlah.
- 19:57Kebetulan juga dia nikah sama eh
- 19:59seseorang yang jauh lebih baik juga di
- 20:01Papua.
- 20:01Alhamdulillah.
- 20:02Eh sehingga akhirnya ya itu juga jadi
- 20:04batu loncatan jugalah gitu.
- 20:05He eh.
- 20:06Mengenal agama Islam gitu-gitu.
- 20:09Akhirnya dikit-dikit itu selalu
- 20:11kata ustaz ya. Ah, kayak gitu-gitulah.
- 20:13Iya.
- 20:13Semua nasihatnya
- 20:14Iya.
- 20:14sumpah jadi berubah banget pas di apa
- 20:16namanya? Aku di ITB juga. Jadi
- 20:18berbarengan aku mulai punya pendidikan,
- 20:20dia juga mulai mengenal Allah gitu. Nah,
- 20:23di situ aku ngerasa Mama tuh sangat
- 20:25berbeda banget.
- 20:26Oke.
- 20:26Kayak orang [berdehem] yang enggak aku
- 20:27kenal. Ini kan orangnya abusive banget,
- 20:29ngomongnya kasar, tiba-tiba manggil aku
- 20:31Nak.
- 20:32Waduh.
- 20:32Terus tiba-tiba
- 20:34eh
- 20:35kayak ngucapin ulang tahun, hal yang
- 20:37enggak pernah aku lakuin.
- 20:38Iya.
- 20:38Bilang maaf.
- 20:39Bilang maaf.
- 20:40Makasih.
- 20:40Makasih kayak
- 20:41Gua relate sih.
- 20:42He eh.
- 20:42Kayak kok, aku sampai nyari resleting di
- 20:44lehernya, aku kira dia alien deh. Ini
- 20:45bukan Mama aku gitu.
- 20:47Mungkin dia menyamar jadi Mamamu ya.
- 20:49Iya, terus habis itu yang aku tahu juga,
- 20:50di rumahnya itu ada kucing 12.
- 20:52Oh, itu alien juga tuh.
- 20:54[tertawa]
- 20:54Mama enggak pernah suka sama
- 20:55binatang-binatang, melihara kucing.
- 20:57Tiba-tiba ada kucing 12.
- 20:58Iya, apa jangan-jangan benar kata
- 20:59Presiden dia berubah gara-gara kucing
- 21:01maksudnya.
- 21:01Masya Allah.
- 21:02[tertawa]
- 21:02Gua enggak tahu, Men.
- 21:03Kucingnya dipanggil Nak juga enggak?
- 21:05Dia kayak diajak ngobrol, kayak ngomong
- 21:06sama elu
- 21:06dianggap kucing.
- 21:08[tertawa]
- 21:08Mungkin.
- 21:09Heeh.
- 21:09Dia udah sayang sama anaknya gitu,
- 21:10makanya
- 21:11Dia ada anak perempuan enggak?
- 21:12Iya, ada.
- 21:13Adik lu?
- 21:14Kakakku perempuan, kakak pertama,
- 21:15satu-satunya perempuan.
- 21:17Satu bapak sama lu berarti?
- 21:18Satu bapak, kita semuanya satu kandung
- 21:20semua.
- 21:20Oh, berarti satu bapak berarti satu
- 21:21bapak semua.
- 21:22Emm, ya mamah nikah enam kali, tapi
- 21:25semuanya kandung dari yang pertama.
- 21:27Oke.
- 21:28Iya, gitu jadi apa namanya
- 21:31Aku cerita di buku gua baru bikin buku
- 21:33gitu
- 21:33Mana mana bukunya coba
- 21:34[tertawa]
- 21:35Coba bukunya lihat dong, lihat dong
- 21:36bukunya dong.
- 21:37Nah, mantap.
- 21:39[tertawa]
- 21:39Harusnya ini
- 21:41lu tuh enggak bisa akting Rey.
- 21:43Apa ini?
- 21:44Dah, ngomongin sama aja kok.
- 21:46[tertawa]
- 21:48Tapi gua sebenarnya pengen nanya kok
- 21:49juga sih, penasaran. Selama bergaul sama
- 21:52Ustaz Felix Siauw pernah ini enggak sih,
- 21:54mang nyebut minggu tuh Ahad?
- 21:56[berdehem]
- 21:56Iya.
- 21:57[tertawa]
- 21:57Gua gua ajarin dia ngomong Ahad.
- 22:00Berguru dari luka, lukanya emas. Ini
- 22:02konsep visualnya begitu.
- 22:04Iya.
- 22:04Jadi luka itu sebenarnya adalah emas
- 22:06sebenarnya.
- 22:07Jadi kalau misalnya terluka tuh orang
- 22:09ngeluarin emas dan tapi walaupun
- 22:11ngeluarin emas dia tetap harus ditutup.
- 22:12[mendengus]
- 22:13Gitu.
- 22:14Apa konsepnya yang Jepang itu yang di
- 22:17Kintsugi,
- 22:18ya yang retak di
- 22:18Ini namanya Kintsugi namanya, ditutup
- 22:20pakai emas.
- 22:21Lalu kemudian ini bergurau.
- 22:24Bergurau, berguru bisa
- 22:25Bergurau dari luka, karena kalau konsep
- 22:27komedi itu kalau orang sudah bisa
- 22:29menertawakan
- 22:30apa yang menjadi kesulitannya atau
- 22:32kedukaannya berarti dia sudah bisa
- 22:33mengambil pelajaran.
- 22:35Iya.
- 22:35Makanya jadinya setelah bergurau jadi
- 22:37berguru dari luka gitu.
- 22:39Betul.
- 22:39Ini kapan mau dipesan sama orang?
- 22:41Ini tanggal 18 Februari bakal rilis,
- 22:43bakal banyak ngomongin tentang hubungan
- 22:45anak dan
- 22:45Oh, ini berarti udah rilis?
- 22:47Udah rilis ya?
- 22:47Udah rilis ini.
- 22:48Masya Allah, ini
- 22:49Kemarin, kemarin rilis.
- 22:51Kemarin, beberapa hari lalu rilis.
- 22:55Iya.
- 22:56Tapi
- 22:56Oh, ini ah ini ini bagus nih pesannya
- 22:58nih di halaman yang ini.
- 22:59Simpel sekali ya.
- 23:00Heeh, heeh. [tertawa]
- 23:02Tapi overall
- 23:03Kalau mau tahu isinya tulisannya apa,
- 23:04beli.
- 23:05iya
- 23:05tapi ini bagus banget sih ini isinya
- 23:06iya karena
- 23:08iya sangat simpel ya
- 23:08he eh
- 23:09di atas [tertawa] di YouTube shop nih,
- 23:11YouTube shop
- 23:12gimana kayak lu mau ngomong apa?
- 23:13gue speech less
- 23:14isi bukunya dengan apa? overall
- 23:16ini loh
- 23:18jadi
- 23:19oke
- 23:20gua [tertawa] akan cerita lu tahu
- 23:22kintsugi
- 23:23menit terakhir sia-sia
- 23:24lu lu lu tahu jadi kintsugi lu tahu?
- 23:26enggak
- 23:27kintsugi itu adalah seni untuk eh
- 23:29merapihkan kembali satu eh satu barang
- 23:32yang pecah ya dan dia ingin mengasih
- 23:35tahu orang seniman itu ingin ngasih tahu
- 23:36bahwa ketika barang ini pecah, ketika
- 23:38aku benerin orang bilang bahwa saya
- 23:40tidak akan bisa bener dengan sempurna,
- 23:42dia bilang betul karena ketidak
- 23:44sempurnaan itulah yang mau aku tampilkan
- 23:46dengan memberikan emas di situ
- 23:48he eh
- 23:48makanya namanya kin, kin itu artinya
- 23:49emas, kintsugi itu artinya eh mending
- 23:52with gold
- 23:53betul
- 23:54sehingga dia terlihat lebih bagus
- 23:56meskipun tidak menghapus dukanya
- 23:58iya
- 23:58benar gitu
- 23:59apa jangan-jangan luka kita adalah
- 24:01bagian dari identitas kita gitu
- 24:02itu betul
- 24:03oh iya
- 24:03itu betul
- 24:04benar
- 24:04itu betul
- 24:05dulu pernah nyalahin Tuhan enggak sih
- 24:07kenapa kok aku lahir di tempat kayak
- 24:08gini?
- 24:09ya maka dari itu saya akhirnya ketemu
- 24:11Ustaz Felix Siauw ini untuk mempermantap
- 24:13ibadah
- 24:14asik banget
- 24:14karena
- 24:15karena dulu nih eh aku sempat udah
- 24:17enggak bisa cari teladan dari orang tua,
- 24:19aku ke rumah ibadah ke masjid di masjid
- 24:22belajar
- 24:22eh dapat air bajigur
- 24:24angkat
- 24:25he eh
- 24:25diajarin Quran dari anak SMP yang
- 24:27iya
- 24:27udah SMP kan kalau di masjid itu agak
- 24:30malu
- 24:30he eh
- 24:31belum bisa baca Quran, diajarinlah eh
- 24:33ternyata aku cukup fast learner tapi
- 24:35cuman buat belajar, buat ngajar belum,
- 24:37ditaruh di tempat ngajar, jadi aku tetap
- 24:39tertatih-tatih karena ketika ngajar kita
- 24:40harus baca Alquran terbalik
- 24:42iya benar karena kan yang diajarin
- 24:44diajarin
- 24:45aku belum bisa
- 24:46he eh
- 24:47susah, baca lancar udah bisa tapi baca
- 24:49kebalik belum bisa, itu kayak tiba-tiba
- 24:51baru masuk parkour disuruh salto gitu
- 24:54disuruh akrobat, gimana caranya?
- 24:56akhirnya aku punya kebutuhan untuk
- 24:57ngobrol sama ustaz ini lebih sering.
- 24:59he eh Dibawa ke rumahnya dia
- 25:01terus-terusan.
- 25:03Dia datang sebagai seorang ayah angkat
- 25:04yang sangat baik, bukan orang yang
- 25:06tiba-tiba ujuk-ujuk aneh gitu.
- 25:08Tapi yang gua penasaran, ini kan
- 25:09analoginya growing up di situasi yang
- 25:11tidak oke.
- 25:13Satu, apa yang bikin lu bisa survive
- 25:16gitu loh? Terus kedua, kenapa pas stuck
- 25:18respon pertama ke masjid? Biasanya kalau
- 25:20yang di di situasi yang kayak gitu ya,
- 25:23orang bisa ke obatlah, bisa ke hal-hal
- 25:25buruklah dan lain-lain. Kenapa lu bisa
- 25:26Nah, itu ada ujungnya ada ceritanya tuh.
- 25:30Ini guru ngajinya ini belum kelar nih
- 25:31kasusnya ini.
- 25:32Iya iya iya nih. Tapi tapi aku juga
- 25:34paham sih kenapa tiba-tiba langsung ke
- 25:35masjid. Aku ngerti, aku coba mundurin
- 25:37dikit deh kalau gitu. Jadi pas tinggal
- 25:39di prostitusi, karena ee punya profesi
- 25:43yang ya ibuku kan
- 25:45bukan PNS ya berarti ya.
- 25:47[berdehem]
- 25:47Jadi katanya, "Ibumu PSK." Mau ngatain
- 25:49balik, "Ibumu PNS." Waduh, enggak bisa.
- 25:51"Ibumu main Zuma." Wah, enggak enggak
- 25:53terlalu
- 25:54enggak berdamage.
- 25:55Lu enggak bisa main atlis dong.
- 25:56Enggak bisa, enggak bisa main atlis aku
- 25:58kalah. Nah, habis itu
- 26:00ee
- 26:00[terkesiap]
- 26:01si
- 26:03masalah ini yang membuat aku di-bully di
- 26:04sekolah.
- 26:06Di sekolah di-bully.
- 26:07Di-bully-nya benar-benar yang parah
- 26:09gitu. Aku pulang di-bully pernah bajuku
- 26:11basah banget. Terus tiba-tiba ada orang
- 26:13menawarkan tumpangan.
- 26:14Sangat ramah sekali. Jadi aku tuh enggak
- 26:16nyari-nyari ke masjid, ada orang datang
- 26:19nyamperin aku dan orang itu adalah cikal
- 26:21bakal si ustaz ini.
- 26:22Yang nawarin tumpangan dan aku dianterin
- 26:24ke rumah beneran. Kenapa? Habis itu
- 26:26habis itu, "Oh, kamu habis di-bully."
- 26:27Aku ceritalah beberapa hari akhirnya
- 26:29karena dia
- 26:30ngasih aku tumpangan ke rumah, beberapa
- 26:32hari kemudian aku ceritain di bukuku
- 26:33juga. Ee aku jadi percaya sama dia. Dia
- 26:36nanya, "Kamu kalau mau enggak mau
- 26:37di-bully, kamu harus belajar dialek
- 26:39Makassar. Karena karena kalau kamu
- 26:40berbeda, kamu akan kena rasisme di
- 26:41sini." Oke, aku ke dia diajarin bahasa
- 26:43Makassar. Habis itu aku diajarin Quran,
- 26:45bahkan diajakin ikut ikut karate, ikut
- 26:48bela diri.
- 26:49Selayaknya ayah ngasih bekal ke anaknya.
- 26:52Nah, mama ma mama malah enggak terima
- 26:55aku tiba-tiba ikut karate tanpa
- 26:57sepengetahuan dia. Aku dianggap anak
- 26:58yang lancang.
- 26:59Hmm.
- 27:00Gitulah. Jadi jadi aku ngerasa bahwa
- 27:02ruang amanku adalah si ayahku ini, ayah
- 27:04angkatku ini.
- 27:06Si ustaz ini.
- 27:07Makanya pada saat eh ke masjid aku
- 27:10dengan senang hati. Apalagi mama kalau
- 27:12marah itu suka enggak tahu tempat. Di
- 27:14lingkungan prostitusi, aku kalau kalau
- 27:16mama marah bisa ngejar aku keluar rumah
- 27:18gitu-gitu. Jadi di tetangga aku juga
- 27:20enggak berani bergaul karena malu.
- 27:22Nah, ternyata rasa malu terhadap
- 27:24tetangga ini yang ngebantu aku untuk
- 27:25tidak terjerumus karena
- 27:26tetangga-tetanggaku ini banyak banget
- 27:27yang notabene dululah dululah sekarang
- 27:29sudah lebih baik. Itu banyak banget yang
- 27:31OD, banyak yang narkoba.
- 27:33[mendengus]
- 27:33Jadi karena mama bikin aku malu sesama
- 27:35tetangga aku enggak bergaul dan enggak
- 27:36kena narkoba, Coy.
- 27:38Gila enggak sih? Ada
- 27:40[tertawa]
- 27:40ada positifnya.
- 27:44Aku tuh baru tahu pas kabur dari
- 27:45rumahku, habis itu kenapa ya aku enggak
- 27:47mau bergaul ke rumah ma ma dekat
- 27:49tetanggaku lewat sekarang aku lagi
- 27:50dimarahin sama mama. Oh iya, karena
- 27:52ma eh mamaku pernah mempermalukan aku di
- 27:54depan tetangga-tetangga kalau marah.
- 27:56Jadi aku enggak berani natap mata
- 27:57tetanggaku apalagi bergaul.
- 27:58Makanya safe zone-nya di masjid.
- 27:59Itu makanya safe zone-nya jadi di
- 28:01masjid. Ke si bapak itu. Jadi enggak
- 28:03narkoba. Yang ada cuma masjid doang.
- 28:05Cuma masjid. Enggak ada pilihan lain. Di
- 28:07masjid wih
- 28:08Tadi tambahan tambahan supaya bisa baca
- 28:11Quran dari belakang.
- 28:12Iya.
- 28:12Terus?
- 28:13Akhirnya aku dilatihlah eh biar enggak
- 28:15di-bully juga. Aku tetap dikasih eh
- 28:17semacam masalah biar solusinya adalah
- 28:19ketemu beliau lebih sering buat
- 28:21diajarin.
- 28:22Pas
- 28:23datang ke rumahnya berkali-kali, beneran
- 28:26diajarin kok.
- 28:27Beneran diajarin. Tapi ada kalanya
- 28:30pertama kali pas diajarin
- 28:32berubah nuansanya. Aku disuruh datang
- 28:35setelah ba'da Isya, istrinya lagi enggak
- 28:37ada, tiba-tiba pintu ditutup jepret.
- 28:40Kejadianlah dilecehkan itu.
- 28:43Dan setelah dilecehkan, disumpah Alquran
- 28:45kalau aku ngomong
- 28:47aku akan
- 28:47goblok
- 28:49disumpah di Alquran
- 28:50langsung
- 28:51di kepala lu gitu
- 28:52di kepalaku, kayak orang-orang di
- 28:53pejabat itu
- 28:53he eh
- 28:54nah
- 28:56unik lagi pada saat zaman dulu aku juga
- 28:58enggak sengaja suka nonton-nonton
- 29:00berita-berita ya kayak semacam politik
- 29:02gitulah ya, di channel-channel yang
- 29:04muncul gitu itu banyak banget eh
- 29:06pejabat-pejabat yang korupsi
- 29:08he
- 29:08dan
- 29:09disumpah Alquran
- 29:10disumpah Alquran itu, loh mereka juga
- 29:11disumpah Alquran tapi mereka tetap
- 29:12korupsi ya, tetap korupsi ya, berarti
- 29:15aku berarti bisa ngomong dong aku
- 29:16menganggap syukur ada berita-berita
- 29:18korupsi, jadi aku berani ngomong
- 29:20he eh
- 29:21jadi imannya belum terlalu
- 29:22meresap-meresap banget pas dimanipulasi
- 29:23pakai Alquran
- 29:24benar
- 29:25day satu dilecehkan aku langsung ngomong
- 29:27ke mamaku
- 29:29mah, aku diginiin bla bla bla bla
- 29:32hebat lu serius
- 29:33tapi mamaku responnya belum bisa ngasih
- 29:35yang baik
- 29:36ke anaknya karena dia juga punya
- 29:38pergulatan batinnya di prostitusi
- 29:39he
- 29:40ah itu cuma ada di kepalamu aja
- 29:42udah enggak usah dipikirin, marai loro
- 29:44bahasa jawanya
- 29:45cuma bikin sakit aja
- 29:46marai loro he eh
- 29:47enggak usah dipikir-pikirno, ngono itu
- 29:49kata-kata dia, jadi
- 29:50oh ini enggak usah dipikirin ya tapi kok
- 29:52selalu meraung-raung di kepalaku, nah
- 29:54ternyata
- 29:56aku tuh
- 29:57rela untuk berkali-kali untuk
- 29:59mempelajari si ustaz ini
- 30:00dua tiga kali, empat kali untuk nyari
- 30:02ada korban lain enggak, oh ada
- 30:04oh
- 30:04ketemu
- 30:05bahkan bersaudara
- 30:06oh
- 30:07tapi yang saudara ini suka yang saudara
- 30:08ini enggak suka dia keluar
- 30:10he
- 30:10jadi oh ternyata orang-orang yang
- 30:13anak-anak emas itu yang disayang sama
- 30:15orang ini tiba-tiba keluar, ini clue-nya
- 30:17dia korban
- 30:18oh
- 30:18tiba-tiba keluar, aku cari orangnya kamu
- 30:20disumpah Alquran ya
- 30:22terus dia langsung gelagapan iya aku aku
- 30:25juga, kok tahu, aku juga kita enggak,
- 30:27kamu enggak sendirian, yuk kita melawan
- 30:29oh enggak berani aku kakakku masih suka
- 30:31bermalam di tempat ustaz itu
- 30:32wah
- 30:34enggak bisa
- 30:34umur masih umur SMP ya
- 30:35SMP kelas 13 tahun
- 30:37selanjutnya SMP juga
- 30:39SMP seangkatan
- 30:40oh seangkatan
- 30:40kakaknya ya ya, satu tahun tiap angkatan
- 30:42ada. Dan dari tahun 2004, BTW, aku tahun
- 30:442009. Alumni 2009.
- 30:46Oh.
- 30:47Jadi, 21 tahun.
- 30:49Gua harus nanya.
- 30:50Ustaznya sampai sekarang masih ada
- 30:51enggak?
- 30:51Sudah masuk rumah sakit.
- 30:53Eh, rumah sakit
- 30:53Penjara, penjara.
- 30:54Sudah berhasil saya penjarakan.
- 30:55Oh.
- 30:56Sudah berhasil saya penjarakan. Ada
- 30:57videonya.
- 30:57Ada video gua lihat, gua lihat. Yang
- 30:59yang kalau habis sidang lu samperin
- 31:00pakai handphone gitu, kan?
- 31:01Iya, betul.
- 31:02Itu dia, ya?
- 31:02Iya, betul.
- 31:03Itu
- 31:03Oh, dipenjara sampai sekarang?
- 31:04Sudah dipenjara.
- 31:05Dan istrinya ikut?
- 31:06Baru masuk. Istrinya ikut nge-profiling.
- 31:08Heeh.
- 31:09Istrinya
- 31:10ikut?
- 31:10Goblok.
- 31:11Nge-profiling.
- 31:11Iya, karena aku takutnya sama orang yang
- 31:12jago public speaking. Dia jago banget
- 31:14public speaking.
- 31:14Hah.
- 31:15Ini tuh
- 31:16eh, kita enggak tahu ini orangnya emang
- 31:19didoktrin atau emang dari awal emang
- 31:20sama-sama sakit.
- 31:21Heeh.
- 31:22Tapi, apa pada pada intinya, ini adalah
- 31:23bentuk paling ekstrem kalau kita punya
- 31:25pasangan sefrekuensi.
- 31:26Aduh.
- 31:27Berarti, ada baiknya kalau punya
- 31:28pasangan enggak setuju, kan?
- 31:30Iya.
- 31:30Aduh, ini.
- 31:31Aduh.
- 31:32lu senantiasa bisa mencari ibrah gitu,
- 31:34ya?
- 31:34Iya, hebat, loh, dia.
- 31:35Enggak tahu. Makanya
- 31:35Heeh.
- 31:36Mungkin karena baca Sartre kali, ya?
- 31:37Jadi
- 31:38[tertawa]
- 31:39eh, eksistensi selalu datang duluan
- 31:41daripada esensi. Jadi, tugasku ini apa
- 31:44yang sudah kejadian, ini apa yang
- 31:45maknanya. Aku selalu gitu doang, Ustaz.
- 31:47Oh.
- 31:47Aku bahkan suka bertanya. Ini aku mau
- 31:49sekalian bertanya, ya?
- 31:50Iya.
- 31:50Aku tuh mikir, ya, kok aku mau, ya, dulu
- 31:52tanda tangani di Lauhful Mahfuz hidup
- 31:54yang seperti ini gitu.
- 31:55Iya.
- 31:55Terus
- 31:56berarti ada sesuatu yang lu
- 31:57tunggu-tunggu dan itu worth it.
- 31:59Heeh.
- 31:59Nah, aku takutnya, ya, Ustaz, yang worth
- 32:01it itu adalah mi ayam yang pernah aku
- 32:02cicipin. Ya Allah, masa itu doang, sih?
- 32:04Heeh.
- 32:04Sudah lewat gitu.
- 32:05Kayaknya ada yang lain, sih. Nanti gua
- 32:06kasih tahu mi ayam yang lain yang lebih
- 32:07enak.
- 32:08Tapi,
- 32:08[tertawa]
- 32:08mi ayam lagi.
- 32:09Yang baru dong.
- 32:10Yang mantap, ya.
- 32:11Yang mi ayam yang enak, sih, maksudku.
- 32:14Aku juga mikir kayak apa, ya? Aku tuh
- 32:16masih nunggu. Ini apa, ya, alasanku
- 32:17akhirnya mau untuk untuk menandatangani
- 32:19dan menjalankan hidup yang
- 32:21Heeh.
- 32:21dar-der-dor banget gitu. Eh, pas aku
- 32:24marah sama ibuku, ternyata pas aku
- 32:25telisik, ibuku juga korban. Jadi, tugas
- 32:27tugasku cuma untuk memahami sekitarku.
- 32:29Oke.
- 32:30Tadi kita balik lagi ke ustaz yang tadi.
- 32:33Kan, istrinya sama-sama
- 32:34Nge-profiling, ikut ikut ini, ya, ikut
- 32:36dalam kejahatan.
- 32:37Aku belum tahu di situ pas aku umur 13
- 32:39tahun, kejadiannya aku langsung ngomong
- 32:41ke forum masjid.
- 32:42He eh.
- 32:43Aku langsung ngomong, sendirian.
- 32:44Wah, kena lu.
- 32:45Karena satu orang enggak ada enggak ada
- 32:46yang ada yang mau kan.
- 32:46Iya, enggak ada yang mau.
- 32:47Ibuku enggak di bersama aku, temanku
- 32:49juga enggak enggak mau enggak belum ada
- 32:51mentalnya, aku sendirian lah.
- 32:53Pas aku ngomong di forum
- 32:55aku katanya yang memfitnah ustaz dan
- 32:57mengubar aib sesama saudara muslim.
- 32:59Diputar balik sih itu.
- 33:00Diputar balik dan aku dikeluarkan.
- 33:01Ajak berantem aja, Mas.
- 33:03Gila, nah itu sumpah. Dia itu hari itu
- 33:05hari kan dia ngajakin aku untuk
- 33:06berantem, karate kan belajar karate.
- 33:08Iya.
- 33:09Terus semua jurus pengen aku keluarin,
- 33:10Ustaz.
- 33:11He eh.
- 33:11Tapi lebih banyak pasukannya kan, aduh.
- 33:14Kalah tempat sih, ya udah akhirnya
- 33:16eh butuh waktu eh berapa tahun 16 tahun
- 33:20kemudian akhirnya tadi yang dibilang aku
- 33:22fitnah dan lain-lain semua eh kebenaran
- 33:25pelan-pelan terungkap.
- 33:26Tapi
- 33:27tapi itu ya itu banyak loh orang-orang
- 33:29kayak gitu dan masih belum terungkap.
- 33:31Eh nah, setelah aku pikir-pikir lagi aku
- 33:33tarik aku pernah ngobrol sama eh Kang
- 33:35Fuad Naim tentang hal ini, aku pernah
- 33:36kajian bareng dia gitu ngomongin hal
- 33:38ini. Itu adalah satu-satunya acara yang
- 33:41di mana eh di poster tulisannya akhwat
- 33:44only yang pernah aku datangin.
- 33:45[tertawa]
- 33:46Enggak pernah soalnya acara-acara kajian
- 33:47agak jauh dari aku dulu.
- 33:48Iya.
- 33:49Habis itu
- 33:50eh setelah
- 33:53Kang Fuad Naim bilang setelah
- 33:54ditarik-tarik aku kan
- 33:56cuman sekedar nariknya predator ini
- 33:58kenapa sih bisa terjadi? Oh, karena ada
- 33:59orang tua yang abai, karena ada orang
- 34:01tua yang toksik.
- 34:01Iya.
- 34:02Tapi setelah ditelisik lagi karena
- 34:04ternyata negara juga enggak hadir buat
- 34:05keluarga kita.
- 34:06Iya.
- 34:08Itu benar sih.
- 34:08Itu kata dia ya.
- 34:09Itu ternyata yang jadi bikin
- 34:11ibuku struggle sama ekonomi sehingga
- 34:13akhirnya ya semua hal dilakukan buat
- 34:15tanggung jawab, lupa sama anaknya.
- 34:17Betul, aku aku sepakat sih dan aku
- 34:19speechless banget sih dari tadi sih
- 34:20sebenarnya.
- 34:21Lu ada kesialan apa lagi dalam hidup lu?
- 34:23Oh, iya.
- 34:24Tapi mungkin
- 34:25masuk ITB dan lain-lain habis itu
- 34:27hidupku lancar, Ustaz. Aku enggak pernah
- 34:29nyari kerja. Eh apa namanya konten
- 34:32kebantu banget. Jadi, aku juga selalu
- 34:34ngerasa
- 34:35ee, enggak seburuk itu sih nasibnya.
- 34:39Iya.
- 34:40Tapi
- 34:40Kok bisa ya dari background kayak gitu
- 34:41ngomong ke diri sendiri, aku enggak
- 34:43seburuk itu.
- 34:44lu tadi kan.
- 34:45Iya, itu kok masih bingung sih, apa itu
- 34:47Apa resepnya sih?
- 34:48Ada ada sifat yang kebawa lahir.
- 34:51apa ya?
- 34:51Apa ya? Maksudnya kayak, kalau gua di
- 34:53posisi itu mungkin kalau gua tahu gua
- 34:55dari dulu ada bibit rebel.
- 34:57Gua udah tahu kalau gua di sana ya.
- 34:59Aku jelas enggak lupa orang sih.
- 35:00Waduh, gua udah ke dunia yang sangat
- 35:03gelap sih.
- 35:04Apa ya?
- 35:04Nope.
- 35:05Lu Fer, mau dia Fer?
- 35:06[tertawa]
- 35:07Dulu dulu pernah aku di ee, lagi apa
- 35:10dibully habis itu masuk karate buat
- 35:11ngelindungi diri. Mama enggak terima
- 35:13karena aku apa namanya dianggap lancang.
- 35:15Aku lagi turnamen nih buat kenaikan
- 35:17sabuk, ditarik di depan gor, di depan
- 35:19para senpai-senpai seluruh Sulawesi
- 35:21Selatan.
- 35:22Malu banget itu. Sampai di rumah, aku
- 35:24juga dipermalukan di depan tetangga
- 35:25tadi.
- 35:26Aku tuh pernah ngambil pisau
- 35:28udah udah di dapur udah yang ngabisin.
- 35:31Itu mamaku. Aku datang ke kamar mamaku,
- 35:33di situ aku lihat mamaku lagi tidur
- 35:35pulas banget.
- 35:36Pisau udah di tanganku.
- 35:38Habis itu aku lihat AC enggak nyala
- 35:40karena ya masih kelihatan mesinnya masih
- 35:42belum itu kan, belum terpasang dengan
- 35:44baik. Gerah banget, aku lihat wajah dia
- 35:46keringetan gitu.
- 35:47Nah, yang bikin aku tadi pengen banget
- 35:50beliau tapi pisau itu enggak jadi aku
- 35:51pakai buat
- 35:52karena ternyata di samping
- 35:54ee, kasur tuh ada me, ee, ada meja, di
- 35:57atasnya ada mangga sama pisau yang
- 35:58enggak aku kupas. Nah, cara mama untuk
- 36:01selalu minta maaf setelah marah itu
- 36:02selalu bukan dari kata-kata tapi pakai
- 36:04[tertawa] buah.
- 36:06Dia potongin buah
- 36:07dan ternyata saking capeknya sama
- 36:09marahnya, dia enggak sempat potongin
- 36:10buahnya buat anaknya. Jadi, pisau itu
- 36:12yang tadi buat beliau aku pakai buat
- 36:14ngupas mangga dan hari itu
- 36:16dengan ngupas di mangga aku ngemaafin
- 36:18dia. Berarti dia juga sebenarnya juga
- 36:20lagi capek.
- 36:22Dia dia
- 36:23enggak tahu maksudnya kayak
- 36:24aku di situ mikir kayaknya mamaku ada
- 36:26sesuatu deh, jangan sekarang. Kalau
- 36:28enggak kejawab, apa yang bikin dia.
- 36:30Iya.
- 36:30Heeh. Aku tuh dulu mikir, kalau
- 36:32jawabannya ternyata enggak worth it
- 36:33untuk aku akan tetap dia. Tapi ternyata
- 36:35jawabannya worth it banget. Setelah aku
- 36:37tarik garisnya.
- 36:38Kita pikir lagi deh, jangan-jangan
- 36:40toxic parent ini bukan karena dia jadi
- 36:42toxic tapi karena keadaan ngebuat kita
- 36:45jadi toxic parent sehingga akhirnya
- 36:46anak-anak ini yang belum bisa memahami
- 36:49cuman ngecap, "Ah, anjir orang tuaku
- 36:51begini."
- 36:52Heeh, enggak [berdehem] tahu.
- 36:53Paham lu?
- 36:54Di umur berapa lu stop blaming orang
- 36:56tua? Kayak
- 36:57Kan pas lu bilang, "Ah, ini gua
- 36:59gini-gini gitu terus."
- 37:00Sejumlah mangga tadi itu.
- 37:01Jujur, ah aku masih masih
- 37:02Benar-benar sejumlah mangga itu.
- 37:04Aku malah sebenarnya masih blaming orang
- 37:05tuaku.
- 37:05Heeh.
- 37:06Tapi di panggung komedi.
- 37:07Oke.
- 37:08Oke.
- 37:08pelajaran pertama yang harus Anda tahu
- 37:10adalah kalau Anda tidur ya
- 37:12sebaiknya Anda kasih mangga sama pisau.
- 37:15Hati-hati. [tertawa]
- 37:15Iya, jaga-jaga aja.
- 37:16Jaga-jaga.
- 37:17Buat itu ya, buat oh masih mau apa-apa
- 37:19gitu ya, mau apa-apain kan.
- 37:21Kalau enggak ada mangga enggak enggak
- 37:22selamat.
- 37:23Gila.
- 37:24Keren banget lu.
- 37:24Maksudnya Allah secara
- 37:26cara Allah menyelamatkan hidupmu gila,
- 37:28ngeri banget. Itu bisa jadi film loh lu.
- 37:31Itu makanya aku tulis di buku ini juga.
- 37:32Mangga judulnya.
- 37:34[tertawa]
- 37:35Mangga.
- 37:35Heeh.
- 37:36Petik mangga. Mangga penyelamat.
- 37:37Petik mangga pekerjaan.
- 37:38Mangga penyelamat Bunda.
- 37:40[tertawa]
- 37:40Nah, itu makanya
- 37:42aku tuh mikir
- 37:43kenapa itu dulu enggak sempat jadi ya
- 37:45gitu. Kalau ditanya aku apakah masih
- 37:47blaming orang tuaku ya masih sebenarnya.
- 37:48Sebenarnya masih.
- 37:49Aku kalau dapat pertanyaan, "Ki, kalau
- 37:50kamu bisa terlahir kembali, kamu pengin
- 37:53tetap dilahirkan ke orang tuamu?" Ya
- 37:54enggaklah pengin coba ke orang tua yang
- 37:55lain penasaran juga anjir.
- 37:56Gimana pengin lu pengin ada sih yang
- 37:58bagus dicarikan kerja mau lu.
- 38:00Nah, itu yang itu, yang itu.
- 38:02Yang ngantuk.
- 38:03Heeh.
- 38:05[berteriak]
- 38:07[tertawa]
- 38:07Angkat-angkat penasaran penasaran.
- 38:10Iya.
- 38:11Ya ya tuh.
- 38:12Dia sudah terpana dia.
- 38:13Iya, maksudnya ibuku kan enggak berhasil
- 38:15bikin keluarga berencana. Tapi kan ada
- 38:17keluarga yang ternyata berencana sejauh
- 38:18itu.
- 38:18Iya.
- 38:19[tertawa]
- 38:20Jauh banget.
- 38:21Jauh banget.
- 38:21Iya.
- 38:22Iya, makanya kita jauh banget.
- 38:24Tio Fair.
- 38:24Kok bisa gitu?
- 38:26sampai tahun 2029.
- 38:28Iya betul.
- 38:29Saya masih sanggup.
- 38:31Udah udah udah udah.
- 38:32Iya kan.
- 38:32Terus.
- 38:33Emang ngerti lu siapa yang kita omongin?
- 38:34Emang lu ngerti?
- 38:35Terus Us.
- 38:36Gimana cara kita bisa memaklumi sifat
- 38:39durhaka, eh bukan sifat.
- 38:41Sifat toksik.
- 38:42sebenarnya aku aku kasih tahu lu ya.
- 38:43Dari tadi gua tuh mau ngomong begini.
- 38:44Sebenarnya itu aku yakin orang tua lu
- 38:46bukan orang tua durhaka. Aku yakin. Itu
- 38:48yang pertama. Kenapa? Karena gini ya,
- 38:51aku pernah ngobrol sama orang,
- 38:52sebenarnya kita itu
- 38:55cuma hasil daripada segala sesuatu yang
- 38:58kita pilih atau dipilihkan ke kita.
- 39:01Sampai pada satu titik di mana kita tuh
- 39:03enggak punya pilihan kecuali itu. Paham
- 39:05enggak sih maksudnya? Contoh kayak gini
- 39:06ya,
- 39:07ibunya tiba-tiba pulang marah-marah. Dia
- 39:09enggak punya pilihan masalahnya.
- 39:11Andaikan dia punya pilihan yang lebih
- 39:12baik. Jadi ada orang-orang yang dia tuh
- 39:14enggak bisa milih hidup dia gitu
- 39:15maksudnya.
- 39:16Nah, ini mungkin ya berkelindan antara
- 39:18takdir dan pilihan ya. Tapi dalam kasus
- 39:21itu, bahkan dia tuh enggak punya opsi
- 39:23seperti yang kita punya gitu maksudnya.
- 39:24Dan dia enggak punya akses kepada
- 39:26orang-orang yang punya opsi. Contoh
- 39:27kayak gini misalnya ya.
- 39:28Eh.
- 39:29Lu bisa bayangin enggak sih? Ini ini
- 39:31problemnya dari awal. Ada penelitian
- 39:33yang mengatakan kalau ada orang kena
- 39:34kena kekerasan seksual, itu satu bisa
- 39:37jadi tiga.
- 39:38Iya iya.
- 39:39Benar.
- 39:40Kayak zombie.
- 39:40Kayak zombie. Satu bisa jadi tiga.
- 39:42Makanya kalau hari ini ada kasus
- 39:44[berdehem] 500.000 misalnya, itu
- 39:47beberapa tahun lagi itu bisa jadi 1,5
- 39:48juta.
- 39:49Dan terus-menerus begitu.
- 39:50Itu satu jadi tiga. Nah, lu bisa
- 39:51bayangin kasus ibunya, ibunya bahkan
- 39:54enggak ngerti bagaimana cara jadi
- 39:55manusia yang benar.
- 39:56Iya.
- 39:58Karena dia hasil daripada rape.
- 40:00Iya.
- 40:01Otomatis orang tuanya ketika ngelihat
- 40:02anak ini, yang muncul apa? Rasa
- 40:03bersalah.
- 40:05Rasa enggak suka. Rasa hidupnya fail.
- 40:08Rasa hidupnya yang yang penuh masa depan
- 40:11tuh terus saja diambil sama orang yang
- 40:13dia enggak pernah suka dan segala macam
- 40:15kayak gitu-gitu. Jadi ngelihat anak ini,
- 40:16ini anak sudah otomatis jadi kayak apa
- 40:18ya?
- 40:19Kayak fail juga gitu maksudnya. Tapi,
- 40:20Ustaz, setelah aku pikir-pikir eh garis
- 40:22nasabnya, ternyata ada yang toxic
- 40:24parent-nya.
- 40:25Ada.
- 40:25Penyebabnya. Penyebabnya adalah seorang
- 40:27eh pasangan yang tidak setia di rumah
- 40:29tangga. Karena di keluarga yang di rap
- 40:32itu, di atasnya lagi tuh ada seorang eh
- 40:35bernama Sastro Sikun, anggap saja. Eh
- 40:38ini adalah eh kakek-kakek moyangku yang
- 40:41sebenarnya
- 40:42eh dia adalah bangsawan.
- 40:44Di
- 40:44tahun itu. Jadi, butuh cuman dua
- 40:46generasi untuk mengubah bangsawan jadi
- 40:48anak pelacur.
- 40:50Sesingkat itu. Kenapa? Karena eh eh
- 40:53mbahku ini adalah orang yang punya
- 40:56banyak anak dan punya banyak tanah.
- 40:58Tapi, pada saat itu eh kan catatan sipil
- 41:01tuh enggak enggak dengan baik mencatat
- 41:02siapa istri-istri kita dan lain-lain.
- 41:04Dan ya itu, eh karena rumah tangga
- 41:07enggak setia dan lain-lain, tiba-tiba
- 41:08pas eh
- 41:10sudah meninggal
- 41:11eh si anak-anak ini pembagian warisan
- 41:13dan lain-lain, baru ketahuan oh ada
- 41:14istri ini.
- 41:15Dan lain-lain, harta habis ternyata buat
- 41:16rumah tangga yang lain.
- 41:17Iya.
- 41:18Nah, ini karena dari semua anak-anak
- 41:20ini, itu kan banyak banget. Anak dulu
- 41:22kan belum eh enggak ada KB dan
- 41:24lain-lain, 13 bersaudara.
- 41:25Satu-satunya yang enggak disekolahin
- 41:26cuman cuman nenekku.
- 41:28tadi, heeh.
- 41:29Yang enggak ngerti jadi enggak enggak
- 41:30ngerti sex education, enggak ngerti
- 41:31logika, eh
- 41:33eh ada marah bahaya, dan sibuk sama
- 41:35rumah tangga yang kedua dan ketiganya.
- 41:37Karena
- 41:38ya itu. Karena karena sudah sudah
- 41:40perceraian pertama di situ. Cerai terus
- 41:41tuh akhirnya keluarga.
- 41:42Iya.
- 41:43Nah, karena
- 41:44[berdehem]
- 41:44si Sastro Sikun ini punya saudara
- 41:47Sar eh punya saudara jauh namanya Sastro
- 41:49Wardoyo, cial cikal bakalnya Dian
- 41:51Sastro. Jadi, bedanya Dian Sastro sama
- 41:53Sastro Sikun di sini adalah menjaga
- 41:55keluarga, nasabnya jelas. Pendidikannya
- 41:58jelas. Yang ini ketika pendidikannya
- 41:59diputus, tidak setia sama keluarganya
- 42:02itu ternyata dampaknya ke yang
- 42:04lain-lain. Sampai akhirnya aku menuduh
- 42:06mamaku eh ternyata mamaku bukan, dia
- 42:08korban. Aku menuduh nenekku eh nenekku
- 42:09juga bukan korban. fun. Oh, di sini
- 42:11ternyata.
- 42:12Jadi menjadi loyal dan penting apa
- 42:14menganggap bahwa pendidikan itu penting
- 42:16itu buat aku ya itu itu sudah jadi
- 42:18semacam oh ini kunciannya ini ternyata.
- 42:20Oke.
- 42:21Itu yang bikin akhirnya oh ini kayak ini
- 42:23bagian toksiknya ada di sini nih.
- 42:24Heeh.
- 42:24Set baru muncul semua.
- 42:25Nah, itu maksud takdir itu. Jadi dia
- 42:27bahkan enggak punya pilihan itu gitu
- 42:29maksudnya.
- 42:29Oh, ini masuk takdirnya atau gimana?
- 42:31Ah.
- 42:32Lahir daripada anak contohnya kayak gini
- 42:34ya.
- 42:35Eh, lahir daripada orang tua yang
- 42:37misalnya toksik itu takdir.
- 42:39Mmm.
- 42:39Tapi ini lihat loh, lihat Eki.
- 42:42Oh, hasil.
- 42:42Aduh.
- 42:43Pokoknya kalau kalau kalau misalnya aku
- 42:46ngelihat ada orang ngeluh suatu hari
- 42:47jadi contoh.
- 42:48Ya Allah itu.
- 42:49Antara jadi contoh kalau enggak jadi
- 42:50tempat alat bersyukur.
- 42:51Coba lihat Eki.
- 42:52Wah, iya betul. [tertawa]
- 42:53Tapi benar loh, Bro. Serius loh. Jadi
- 42:55coba lu bayangin ya. Coba lu bayangin
- 42:57kalau misalnya orang ngelihat lu ya.
- 42:59Iya.
- 42:59Lu lu sekarang enggak normal loh, Bro.
- 43:02Iya iya iya.
- 43:03Karena norm jadi gini ya, kalau misalnya
- 43:05contoh contoh misalnya lu jadi pengedar
- 43:08Iya.
- 43:08Itu normal.
- 43:10Orang bilang wajarlah.
- 43:11Wajarlah. Iya iya iya. Warisan.
- 43:13Paham kan maksudnya kan ya. Tapi lu
- 43:15sekarang enggak normal loh. Nah,
- 43:16sehingga dalam kondisi sekarang gitu
- 43:18maksudnya itu sudah pasti jadi pelajaran
- 43:20orang.
- 43:20Iya iya.
- 43:21Bahwasanya orang tidak selalu terbentuk
- 43:23daripada luka masa lalu atau privilege
- 43:25dia.
- 43:26Eh, tapi tapi Ustaz menurutku aku adalah
- 43:29senormal-normalnya orang yang mencari
- 43:30rasa penasarannya. Ketika dicari
- 43:32jawabannya ternyata ada sejarah oh
- 43:34keluargaku masih sempat benar kok.
- 43:35Benar.
- 43:36Jadi aku cuman jadi orang yang memenuhi
- 43:38fitrahnya bahwa eh ketika kita punya
- 43:40pertanyaan ya jawab. Ya iya aku
- 43:42menelusuri eh tempatku di mana ibuku
- 43:44lahir dan lain-lain dan ternyata ngobrol
- 43:46sama orang tua-orang tua ini ngebantu
- 43:47aku untuk jadi kenapa penting banget
- 43:49jangan sampai sejarah itu dihapus.
- 43:51Oke.
- 43:51Karena ketika sejarahnya sudah diubah
- 43:53kita enggak tahu pelajaran apa yang bisa
- 43:55kita petik dari situ.
- 43:56Betul.
- 43:56Pas ditarik ke jauh sekali ya ke kakek
- 43:58nenek moyangnya itu.
- 44:00Ternyata keluargaku itu keluarga
- 44:01terhormat ya, priyayi namaku.
- 44:03Heeh.
- 44:04Iya.
- 44:04Priyayi yang agung. Aku tuh di itu nama
- 44:07dari pemberian kakekku untuk bisa
- 44:08mengembalikan keadaan kembali di
- 44:10keluargaku. Kalau ada satu orang yang
- 44:12bakal bisa jadi priyayi, orang besar
- 44:15yang agung, orang besar yang besar.
- 44:16Redundant banget
- 44:18orang bangsawan yang besar.
- 44:19Priyayi yang agung.
- 44:20Berat sekali doanya gitu.
- 44:22Ini tuh kita bahas di episode sebelumnya
- 44:23ya, tapi
- 44:25gimana cara
- 44:26pertanyaan gua masih belum kejawab
- 44:28sebenarnya. Gua masih belum ngerti.
- 44:30Orang yang bisa tertimbun masalah
- 44:31sebanyak itu yang gampangnya default-nya
- 44:33ini takdir, ya sudah.
- 44:35Ya, enggak apa-apa lah gua ke jalur ini
- 44:36gitu. Tapi apa yang bikin lu
- 44:38soalnya apalagi pas muda lagi, pas SMP.
- 44:40Itu kita belum ke-develop benar-benar
- 44:41secara matang, apalagi kita ngomong
- 44:43kebijaksanaan.
- 44:44Oh iya iya iya.
- 44:45Iya kan, rasa penasaran itu buat cari
- 44:46orang
- 44:47kalau gua sih sudah pasti
- 44:49ke jalur yang
- 44:50berdosa.
- 44:51Dulu tuh aku tuh selalu ngerasa bahwa
- 44:53kayaknya pembunuhan itu sangat dekat
- 44:55langkahnya dengan tanganku. Cuman
- 44:56ternyata
- 44:59katanya kan gini, kita enggak tahu.
- 45:00Katanya tadi kalau bisa mengutip
- 45:01kata-kata yang tadi sebelumnya,
- 45:03kita tuh
- 45:04ini tuh sifat kita yang asli atau sifat
- 45:06kita dari leburan berbagai trauma. Nah,
- 45:08salah satu traumaku yang ternyata
- 45:10nyelamatin aku sampai aku enggak nge
- 45:11orang, enggak ngapain, enggak apa. Aku
- 45:13tuh sempat ada fase di mana aku tinggal
- 45:15di tempat
- 45:16di Madiun, itu pinggir jalan. Jadi aku
- 45:19tiap hari ngelihat ada orang tabrakan.
- 45:21Berdarah-darah. Jadi buat aku ngelihat
- 45:23darah itu traumatis banget. Jadi buat
- 45:25aku bisa ngebunuh itu jaraknya jauh
- 45:26banget walaupun selangkah doang, tapi
- 45:28buat traumaku itu jauh banget. Jadi
- 45:30enggak mungkin pilihan pilihan
- 45:33seseorang itu kayaknya bukan solusi yang
- 45:34bakal aku ambil. Akhirnya
- 45:37ku cari cari cari, aku suka seni.
- 45:39Suka seni, mamaku suka tertawa. Oh,
- 45:42ternyata biar bisa ngomong sama mamaku
- 45:44gimana caranya ngomong dengan cara yang
- 45:45lucu.
- 45:46Oke.
- 45:47Itu ngebantuku untuk bisa ngungkapin
- 45:48unek-unekku.
- 45:49Gambar ngebantu aku untuk ketika aku
- 45:52enggak punya dunia, enggak punya
- 45:53tetangga, enggak punya teman, aku cuman
- 45:54sama kanvasku, imajinasi luas walaupun
- 45:56aku di dalam kamar. Jadi seni ngebantu
- 45:58aku untuk keluar pelan-pelan dari
- 46:01prostitusi sampai bisa kuliah di ITB.
- 46:03He eh.
- 46:03Tanpa sadar si seni ini juga yang nolong
- 46:05aku bisa ngomong sama keluargaku.
- 46:07Oke.
- 46:07Karena mamaku tuh baru tahu sifat
- 46:08asliku, baru tahu unek-unekku setelah
- 46:10dia nonton videoku di YouTube, nonton
- 46:12stand up komediku.
- 46:13He eh.
- 46:13Dia tahu.
- 46:14Seneng dia.
- 46:14Akhirnya baru ada obrolan.
- 46:15He eh.
- 46:15Itu pertama. Yang bikin oh ternyata
- 46:18syukur ya aku punya trauma sama darah
- 46:20ya, jadi akhirnya ngebuat jaraknya jauh
- 46:22banget.
- 46:22Iya.
- 46:22Seni ngebantu aku untuk bisa ngebuat itu
- 46:25dan makanya aku bilang bergurau dari
- 46:26luka. Gimana caranya
- 46:28si luka ini eh layak untuk didengarkan.
- 46:31He eh.
- 46:32Makanya aku bisa kalau ngomong
- 46:32memperkenalkan ibuku biasa kayak gini.
- 46:34Eh di stand up aku bilang kayak biar
- 46:36enggak terlalu ngilu aku bilang
- 46:38eh kalau di Amerika ada bule yang
- 46:41nanyain aku, "You son of a bitch." "Yes,
- 46:43I am."
- 46:44Ya emang bener.
- 46:45Buat aku tuh bukan umpatan tapi
- 46:46kenyataan. Itu kan ngebantu untuk orang
- 46:48bisa jadi nerima kan.
- 46:49He eh.
- 46:50Eh kayak oh mamaku sekarang sibuk nonton
- 46:51Zakir Naik.
- 46:52He eh.
- 46:52Walaupun dulu bikin zakar naik tapi
- 46:54masih
- 46:54[tertawa]
- 46:57Itu ngebantu maksudnya itu ngebantu kita
- 46:58akhirnya bisa
- 46:59[tertawa]
- 47:00menelan getiran itu.
- 47:03Dia kayak pusing
- 47:04Zakir Naik tahu enggak siapa?
- 47:07Udah udah udah udah gugur dia gugur
- 47:09joknya udah. [tertawa]
- 47:10Oke.
- 47:10Itu lucu.
- 47:11Itu lucu banget
- 47:12Tapi gitu
- 47:13maksudnya ya yang dicari sama sama sama
- 47:16ini eh sama eh Rey itu adalah apa yang
- 47:19bisa direplicable dari
- 47:21eh untuk orang-orang yang mungkin
- 47:22bernasib seperti lu.
- 47:23Akhirnya pas pas masih kecil kan enggak
- 47:25tahu ya mengais-ngais saja eh eh
- 47:27mendistraksi lukanya dengan sesuatu yang
- 47:29ternyata ternyata bikin kita bertumbuh.
- 47:31Punya hobi, eh apa namanya aku
- 47:34terselamatkan karena aku takut darah itu
- 47:35juga.
- 47:36Sama hobi tadi ya.
- 47:37Habis itu aku juga sempat mencari,
- 47:39mencari orang tua yang bisa memenuhi
- 47:41tangki cintaku. Enggak pernah ketemu
- 47:44sampai hari ini.
- 47:45Iya.
- 47:45Paling aku cuma ngambil-ngambil akhirnya
- 47:47eh dari oh tokoh ini aku jadiin bapakku,
- 47:50Ustaz Felix oh ini kalau mau cari yang
- 47:52pinter-pinter bapak-bapak yang pinter
- 47:53udahlah aku ambil ini. Kalau mau jadi
- 47:55mau nyari bapak-bapak yang bikin aku
- 47:57lembut hatinya kayak lagi ngopi aku
- 47:59nonton Gus Baha gitu-gitu. Jadi akhirnya
- 48:01cuman imajiner doang, enggak bisa. Oh ya
- 48:03udah, daripada
- 48:05aku udah sadar nih, oh ini udah udah
- 48:07aneh banget tapi aku udah tahu kata
- 48:08kuncinya.
- 48:09Bahwa keluargaku hancur gara-gara
- 48:11pendidikan dan ya itu apa namanya tidak
- 48:14adanya loyalitas dalam rumah tangga.
- 48:16Berarti
- 48:18aku daripada sibuk mencari orang tua,
- 48:20mencari
- 48:22orang yang ngisi tangki cintaku kenapa
- 48:24enggak aku menjadi aja gitu. Daripada
- 48:26mencari kenapa aku enggak menjadi itu
- 48:27aja. Nah sekarang aku masalahnya udah
- 48:30udah dewasa.
- 48:31Menurut gua sih sampai bisa keluar
- 48:33statement itu itu dewasa
- 48:34udah hasil prosesnya.
- 48:35Udah hasil dari prosesnya tapi untuk
- 48:37menuju ke sana itu
- 48:38Oh iya iya Dulu enggak mungkin kepikiran
- 48:40kayak gitu kan?
- 48:41Bener itu mungkin mungkin aku juga
- 48:42enggak tahu ya di bagian apa si absolute
- 48:45power ini Allah subhanahu wa taala hadir
- 48:49pelan-pelan ngebimbing buat aku enggak
- 48:51tahu ya karena pada saat itu aku juga
- 48:52sempat ateis lama banget karena
- 48:54sama-sama masjid ya kan?
- 48:57Yang aku cuma yang aku lakuin adalah aku
- 48:59adalah anak yang anak yang culun enggak
- 49:01berani darah
- 49:03enggak bisa tawuran karena lariku enggak
- 49:05cepet, mau ke bertetangga sama
- 49:07teman-teman yang OD, narkoba enggak
- 49:09punya wajah karena mamaku
- 49:10mempermalukanku. Jadi enggak tahu enggak
- 49:12ada pilihan. Pilihannya cuman
- 49:14belajar belajar dan belajar, cuman
- 49:16berpendidikan. Enggak sengaja itupun
- 49:18juga loh loh loh loh kok ITB, loh
- 49:20tiba-tiba lulus, loh kok IPK ku bagus
- 49:23daripada wapres maksudnya kayak
- 49:25[tertawa]
- 49:25Enggak pernah diniatkan, enggak pernah
- 49:26diniatkan ke sana.
- 49:27enggak niat kok.
- 49:28Enggak niat kayak
- 49:30kebetulan aku suka bertanya, makanya
- 49:32biasanya ustaz aku tuh kadang suka takut
- 49:34lagi untuk berislam ketika eh masuk ke
- 49:37dalamnya tiba-tiba ada ustaz yang bilang
- 49:39karena aku suka banyak bertanya, terus
- 49:41habis itu
- 49:42ya ada salah satu ayat yang kalau kita
- 49:44terlalu banyak bertanya
- 49:46ya
- 49:47buat ngamuk-ngamuk itu enggak ya?
- 49:48Lu kayak Yahudi aja lu nanya mulu.
- 49:50Betul nah itu aku jadi
- 49:52kayaknya selama ini yang bikin aku
- 49:53selamat karena aku masih mau bertanya
- 49:54dan mencari jawaban
- 49:56dan mencari jawabannya pakai ilmu
- 49:57pengetahuan, kayaknya itu deh, aku
- 49:59enggak tahu.
- 50:00Tapi kenapa kamu bisa ada rasa pengen
- 50:02bertanya itu ya? I mean kamu kan tinggal
- 50:04di di lingkungan yang
- 50:06tidak tidak tidak mensupport itu
- 50:09harusnya.
- 50:09Iya, mama kamu kan pasti enggak enggak
- 50:10pernah mensupport kamu untuk mencari
- 50:12terus kah? Apakah ada sosok role model
- 50:14yang kamu lihat?
- 50:15Ada,
- 50:15[berdehem]
- 50:15walaupun bapakku, bapak kandungku cuman
- 50:17bentar, aku cuman sampai umur 7 tahun,
- 50:20tapi bapakku tuh tipe orang yang
- 50:22selalu memantikku dengan dengan
- 50:24pertanyaan. Kamu lihat enggak dari tadi
- 50:26kita kan jalan nih di luar nih, bulannya
- 50:28kok ngikutin kita ya?
- 50:29Kayak gitu.
- 50:31Ah kita sebelum tidur tiba-tiba bapak,
- 50:33bapaknya adalah orang yang punya sosok
- 50:35sebagai seorang ayah tapi sekaligus juga
- 50:37jadi ibu yang sangat baik. Ibuku masih
- 50:39memproses dirinya untuk bisa mengontrol
- 50:41emosi, jadi aku ingatanku di masa kecil
- 50:43walaupun bapakku enggak menafkahiku, aku
- 50:45sangat bisa memaafkan karena core
- 50:46memoryku sangat indah sama bapak dan
- 50:49bapak tuh
- 50:50segala gudang pemantik pertanyaan gitu,
- 50:52misal ketika lagi apa namanya kita dia
- 50:56masak gosong,
- 50:57harusnya kan dia minta maaf kan tapi
- 50:59habis itu
- 51:00yang dia pilih bukan minta maaf tapi
- 51:01coba kenapa ya kalau apinya kegedean
- 51:03bisa gosong ya?
- 51:05Oh iya itu.
- 51:06Ya ini jawabannya.
- 51:07Ternyata bapakku kalau aku juga baru
- 51:09tahu jawabannya.
- 51:10Sumpah. [tertawa]
- 51:10Jadi kejawab ya soalnya
- 51:11Berpikir kritis ya.
- 51:12Iya kayaknya
- 51:13Iya.
- 51:14Tipe-tipe yang seperti kamu bisa mikir
- 51:16di lingkungan yang benar-benar enggak
- 51:17buat kamu berpikir itu pasti ada sesuatu
- 51:19yang
- 51:20Terus aku bulan sih pertama kali.
- 51:21Ada role model.
- 51:23Gara-gara bulan sih.
- 51:23Ada role model yang mungkin kamu bisa
- 51:25look up to gitu loh, ternyata papa kamu
- 51:28ya berarti.
- 51:28Aku masih ngingat kejadian di mana
- 51:29pertanyaan tuh pertama kali ku aku
- 51:31pertanyakan gara-gara
- 51:33aku jalan di luar terus tiba-tiba
- 51:35bulannya ngikutin terus deh, oh iya
- 51:36kenapa ngikutin ya gitu, terus aku
- 51:37takut.
- 51:38Terus itu pertanyaannya oh ternyata jadi
- 51:40belajar tentang sistem gerhana.
- 51:41Saudara kamu juga sama
- 51:43Kakakku ranking satu, lebih pintar dari
- 51:44aku. Sebenarnya aku enggak lebih pintar,
- 51:46aku sangat-sangat orang yang tahu cara
- 51:48lebih cepat saja.
- 51:50Bisa nge-cheat, "Oh, ini bisa nih ke
- 51:52sini." Jadi, syukur enggak masuk politik
- 51:53gitu.
- 51:55Nah, kalau kakakku, itu adalah orang
- 51:56yang rajin dan benar-benar pintar.
- 51:58Berarti setipe ya, pengin
- 52:00belajar dan lain. Berarti dari papa
- 52:03semua.
- 52:03Dari malah menurutku juga mama sangat
- 52:06kalau papa itu adalah orang yang ya
- 52:08bertanya-tanya saja, tapi enggak pernah
- 52:11mencari jawabannya. Itu pun
- 52:12pertanyaannya enggak pernah dijawab. Itu
- 52:14cuma dipantik doang.
- 52:18Kenapa ya? Sudah selesai.
- 52:20Dia enggak enggak pernah nyari
- 52:21jawabannya. Kalau mamaku menurutku
- 52:22adalah orang enggak pernah menyerah.
- 52:24Kayak
- 52:25mamaku tuh
- 52:26sekarang nih, kalau aku ngomong sama dia
- 52:28dengan kata dengan diksi dialektika, dia
- 52:30enggak akan nanya. Dia akan dia akan
- 52:32ngomong dengan lancar. Dia cuma lulusan
- 52:34SMP.
- 52:35Karena ternyata mama tuh masih pengin
- 52:36nonton TikTok, masih pengin baca buku,
- 52:39masih pengin belajar Quran dan
- 52:41lain-lain. Nah,
- 52:42Sangat gaul ya, Ma.
- 52:42Karena ketemu sama orang-orang banyak
- 52:44kan dia sering kan. Iya kan. Pelayan
- 52:46masyarakat maksudnya jadi sudah biasa
- 52:47menampung aspirasi dan itu membantu dia
- 52:49untuk lebih cepat belajar kali ya.
- 52:52[berdehem]
- 52:52[tertawa]
- 52:53Sudah ketawa saja, Ustaz, enggak
- 52:53apa-apa, dia juga senang.
- 52:57Karena aku ternyata juga sama mama kan
- 52:58sama kan, sama-sama
- 53:00ya di industri hiburan gitu.
- 53:02Iya, kalau sudah bisa menertawakannya
- 53:03kayak gitu [tertawa] berarti
- 53:05Kalau gitu, definisi orang tua durhaka
- 53:07tuh apa dong, Ustaz, kalau misalnya
- 53:10Enggak, soalnya kalau dari cerita ini,
- 53:11konklusi yang tersampaikan adalah toxic
- 53:14parents itu berasal dari
- 53:17toxic environment yang membuat mereka
- 53:18toxic.
- 53:19Iya, tapi Ustaz kan bilang berarti
- 53:21mamanya Iki termasuk berarti orang tua
- 53:23yang baik gitu. Cuma memang he eh.
- 53:26Terus contoh orang tua durhaka tuh
- 53:28gimana? Kayak nyambung ke topik kita di
- 53:29awal kan.
- 53:31Pertama-tama sih gini ya, sebenarnya aku
- 53:33juga meyakini bahwasanya tidak ada
- 53:34satupun orang di dunia ini yang berbuat
- 53:36salah atau berbuat jahat, tapi enggak
- 53:38yakin bahwa dia benar.
- 53:41Hatta Netanyahu aja itu dia yakin dia
- 53:44benar loh.
- 53:45Iya, iya, iya.
- 53:46Iya kan?
- 53:46Pasti.
- 53:47Nah, artinya semua orang tuh yakin dia
- 53:48benar. Nah, tinggal pertanyaannya adalah
- 53:51kebenaran itu
- 53:53adalah sesuatu yang mutlak atau tidak
- 53:55gitu maksudnya. Nah, di titik itu
- 53:56sebenarnya. Karena aku contoh deh,
- 53:58setiap orang kan pasti punya pembenaran
- 53:59kan ya. Kalau misalnya kayak ada
- 54:01orang-orang misalnya ketika dia misalnya
- 54:02jadi pelayan tadi misalnya. Terus
- 54:04kemudian kita tanya, kenapa kamu jadi
- 54:05pelawat pelayan? Kenapa kamu enggak yang
- 54:06lain aja? Terus dia bilang, emang aku
- 54:08pengen yang kayak gini. Ini cuma yang
- 54:09aku tahu misalnya.
- 54:10Iya.
- 54:10Eh, walaupun mungkin ada orang bilang,
- 54:12ya mungkin itu kamu suka aja sih. Ingat
- 54:14enggak ketika kita pernah ngelihat ada
- 54:16yang level internasional misalnya. Kayak
- 54:18aku pernah ngobrol sama Nur Ayu
- 54:20misalnya.
- 54:21Dia banyak orang yang nanya gitu kan
- 54:22yang yang sangat nyenggol dia. Itu
- 54:24mungkin dulu kenapa kamu milih ini?
- 54:26Karena seneng ya enak ya di situ segala
- 54:28macam. Pokoknya tinggal syuting terus
- 54:29kemudian tinggal terima duit banyak.
- 54:31Tapi ternyata kan bukan itu kan yang
- 54:32kita kita lihat kan. Artinya di titik
- 54:35itu memang betul ada kondisi yang memang
- 54:37orang tuh akhirnya enggak punya pilihan.
- 54:38Mmm.
- 54:39Walaupun tadi ya, tetap itu salah tadi.
- 54:42Siapa yang ngomong tadi? Tidak
- 54:43menjadikan itu jadi benar gitu
- 54:44maksudnya.
- 54:44Ya, tindakannya tetap salah.
- 54:45Nah, tindakannya tetap salah. Nah,
- 54:46menurutku sebenarnya toxic parents atau
- 54:50atau seorang-orang tua yang durhaka
- 54:51sebenarnya adalah orang tua yang tidak
- 54:53membekalkan kepada anaknya sesuatu yang
- 54:55dibekalkan. Ya, itu yang sebenarnya
- 54:56durhaka.
- 54:58Oke, tapi kalau misalnya mereka juga
- 54:59enggak ngerti cara membekalkan itu.
- 55:01Enggak ngerti bekal apa yang harus
- 55:02di-sharing-kan ke anak.
- 55:03Itulah maksud yang kita bilang pas di
- 55:05pas kita bahas tentang masalah takdir
- 55:07tadi. Itulah gunanya yang reach out
- 55:08kepada orang lain kan.
- 55:09Oh.
- 55:10Reach out pada orang lain, dia punya
- 55:11teman, dia jadi punya banyak opsinya.
- 55:13Temannya bilang, eh lu coba ketemu deh
- 55:15dengan ustaz. Siapa tahu misalnya
- 55:16ustaznya bisa diajak ngobrol misalnya.
- 55:18Oh, ternyata dia ketemu ustaz, ustaznya
- 55:20parah juga salah.
- 55:21Nah, tapi kan bisa dikatakan misalnya
- 55:23dia masih ada opsi-opsinya kan gitu kan
- 55:24ya. Setidaknya gini deh, ada orang yang
- 55:26nonton ini misalnya. Dia merasa sudah
- 55:28hidupnya penuh dengan masalah lah.
- 55:29Ibunya pelayan, terus kemudian dia pergi
- 55:31ke ustaz, ustaznya terus kemudian
- 55:32problematis dan segala macam. Malah
- 55:34terus kemudian ngegarap dia juga. Nah,
- 55:36terus kemudian dia enggak punya opsi
- 55:37kan. Tapi ketika misalnya dia nonton ini
- 55:38nih, dia jadi punya opsi kan. Oh, ada
- 55:40nih Mas Eki nih.
- 55:42Orang-orang kayak dia jadi bisa oh, jadi
- 55:43ada satu opsi yang lain. Ya, nah jadi
- 55:45kan
- 55:46ketika kita buat kayak gini, kita
- 55:48sebenarnya lagi ngasih opsi ke orang
- 55:49untuk reach out kepada orang-orang yang
- 55:51punya permasalahan yang sama. Gitu
- 55:52maksudnya bahwa saya ada opsi yang lain.
- 55:54Nah, jadi toxic parents itu atau
- 55:56maksudnya menurutku orang tua durhaka
- 55:57itu adalah yang memang enggak membekali
- 55:59kepada anaknya apa yang harus dia punya
- 56:01gitu maksudnya. Karena tugas seorang ibu
- 56:03itu adalah menyiapkan anaknya untuk ke
- 56:05depan. Makanya aku bilang kenapa orang
- 56:06tua enggak toxic, ibunya sebenarnya
- 56:08nyiapin anaknya.
- 56:10Mmm.
- 56:10Mmm.
- 56:11Dengan cara yang dia tahu.
- 56:13Gimana dengan orang tua banyak juga tuh
- 56:15yang saking ingin menyiapkannya malah
- 56:17feedback ke anaknya bukan diambil justru
- 56:21menolak terus anaknya jadi malah menjauh
- 56:23dari yang sebenarnya diniatkan untuk
- 56:24dekat.
- 56:25Iya.
- 56:26Nah, itu menurutku juga bukan toxic
- 56:28parents sih. Eh, sorry bukan durhaka
- 56:29tapi toxic iya. Karena kan ada namanya
- 56:31toxic positivity kan.
- 56:32Benar.
- 56:33Saking pengennya kita anak kita bagus
- 56:35sebenarnya kita lupa membedakan itu
- 56:36keinginan kita atau keinginan keinginan
- 56:38Allah gitu maksudnya. Kalau keinginan
- 56:40Allah mah enggak apa-apa cuma
- 56:41eksekusinya juga enggak kayak gitu gitu
- 56:43maksudnya. Contoh ya, yang paling sering
- 56:44nih orang tua-orang tua biasanya
- 56:45perempuan tuh bandingin antara dia
- 56:47dengan anaknya. Zaman ibu dulu.
- 56:50Gitu kan ya kayak gini-gini gini udah.
- 56:52Anaknya anaknya langsung bilanglah ya
- 56:54zaman sekarang udah beda. Maksudnya kan
- 56:56itu mudah banget dibantah kan harusnya
- 56:58kan bisa dengan cara yang lain tapi kan
- 56:59niatnya baik nih cuma cara eksekusinya
- 57:01tidak dengan cara seperti itu. Misalnya
- 57:03contoh lagi misalnya kamu tuh harus
- 57:04kayak gini kamu tuh harus kayak gini dia
- 57:06enggak pernah nanya sebenarnya anaknya
- 57:08sebenarnya maunya seperti apa. Memang
- 57:10betul anak SD, SMP, SMA jangan terlalu
- 57:13banyak dimintain apa saran tapi exercise
- 57:16untuk mereka punya keinginan itu penting
- 57:17juga.
- 57:18Ya, ya, ya.
- 57:18Gitu. Jadi contohnya aku sering bilang
- 57:20kalau ada anak orang tua nanya sama
- 57:22anaknya mau sekolah di mana di SD itu
- 57:24orang tuanya salah jelas. Karena ngapain
- 57:26kita nanya ke anak anak kita enggak
- 57:27tahu. Cuma ketika dia udah SMP coba di
- 57:29exercise pemikirannya. Tapi balik lagi
- 57:32sih memang orang tua jadi gini di dalam
- 57:34Islam tuh laki-laki adalah yang melatih
- 57:36akil, akal seorang anak perempuan tuh
- 57:39sebenarnya cuma balik doang supaya
- 57:41badannya bagus, badannya sehat, ngejaga
- 57:43semuanya baik. Tapi yang melatih
- 57:44pemikiran semua adalah bapaknya. Coba
- 57:46bayangin ya Mas Eki aja cuma sedikit aja
- 57:48peran bapaknya itu aja udah bisa
- 57:50sebenarnya berpengaruh seperti ini. Tapi
- 57:52Mas, tahu enggak Mas? Aku dari tadi
- 57:54kepikiran apa Mas?
- 57:55Allah tuh Maha Adil.
- 57:56Aku pernah didatangin dua jenis orang.
- 57:58Satu yang punya parents toxic banget
- 58:00kejadiannya sama sampai akhirnya dia
- 58:02nginjak-nginjak kepala anaknya sampai
- 58:03berdarah, ditendang kepalanya dan segala
- 58:05macamnya. Satu lagi di saat yang sama
- 58:07ada ada orang tua yang datang sama aku
- 58:09karena anaknya dalam tanda kutip enggak
- 58:11ngakuin dia lagi karena seolah-olah
- 58:13ibunya sudah hijrah.
- 58:14He em.
- 58:14He em.
- 58:15Aku bilang coba adil banget kan Allah
- 58:16kan? Kalian gantiin orang tua enggak sih
- 58:18aku bilang.
- 58:19Kenapa enggak tukeran aja gitu ya Ustad?
- 58:21Karena dalam satu kasus tertentu ketika
- 58:22memang benar-benar ya, benar-benar Allah
- 58:25tidak Allah ngelihat Mas misalnya dapat
- 58:27kondisi benar-benar tidak ideal itu
- 58:28akhirnya Allah campur tangan kan?
- 58:30He em.
- 58:30Tapi dalam hidup Mas kayaknya campur
- 58:31tangan Allah banyak banget itu loh Mas
- 58:32kebetulan gitu maksudnya.
- 58:34Artinya ya itu keadilan Allah di titik
- 58:35itu.
- 58:36Kalau gitu sama nih Ustad sebagai
- 58:38seorang ayah yang sudah berpengalaman
- 58:40Ya.
- 58:41apa
- 58:43apa yang Ustad lakukan untuk memastikan
- 58:44bahwa Ustad tidak menjadi orang tua yang
- 58:45toxic?
- 58:46Ya.
- 58:47Aku enggak tahu sih kayaknya aku sudah
- 58:48jadi orang tua yang toxic.
- 58:49[tertawa]
- 58:51Tapi mending sadar diri seperti itu sih
- 58:52Ustad.
- 58:53Harusnya ya.
- 58:54Karena karena gini ya pertama pertama
- 58:56aku aku tahu aku keras banget sama
- 58:57anak-anakku.
- 58:58Ya.
- 58:59Tapi aku tahu karena mereka juga punya
- 59:01sifat-sifat yang berbeda. Jadi aku tidak
- 59:04pernah memperlakukan anakku secara sama
- 59:05karena sifat mereka beda-beda semua. Ada
- 59:07anakku yang pintar banget menghindari
- 59:09masalah. Dia udah tahu tuh kalau ada
- 59:10masalah dia pasti langsung berbuat
- 59:12segala sesuatu yang buat aku enggak
- 59:13marah. Tapi ada anakku yang pintar
- 59:15banget mancing emosiku tuh.
- 59:17Ada banget tuh anak yang
- 59:18pintar mancing emosi itu ada tuh.
- 59:20Artinya ya akhirnya satu kena marah satu
- 59:22enggak kan? Akhirnya dia nanya terus
- 59:23kemudian kenapa aku dimarahin terus yang
- 59:25ini aku bilang ya salahmu. Kenapa kamu
- 59:27udah
- 59:27Gua tahu nih
- 59:28mana nih yang mancing gua, [tertawa] gua
- 59:29tahu orang yang mana nih.
- 59:30Iya.
- 59:31Heeh.
- 59:31Tapi aku aku aku tahu sih semakin tua
- 59:33aku akan semakin toksik.
- 59:34Iya.
- 59:34Tapi untuk memastikan ya setidaknya
- 59:36berusaha loh bukan memastikan ya,
- 59:37berusaha agar aku tidak jadi toksik
- 59:39parent, aku mengingat bahwasanya Ali bin
- 59:41Abi Thalib itu pernah berkata begini,
- 59:43"Besarkan anakmu untuk masa depan, bukan
- 59:46untuk masa kamu."
- 59:48Wah, bagus.
- 59:48Jadi jangan
- 59:49Bagus lagi itu.
- 59:50Wow.
- 59:50Jangan dididik anak kamu dengan cara
- 59:52kamu dididik, karena kamu tidak
- 59:53menyiapkan mereka untuk masanya mereka.
- 59:56Iya.
- 59:56Nah, aku tuh nyiapin untuk masanya
- 59:58mereka.
- 59:59Makanya tadi aku aku tanyakan kira-kira
- 1:00:01jadi gini setiap manusia kan punya punya
- 1:00:03sistem ya. Jadi output apapun yang masuk
- 1:00:05ke lu, sorry input apapun yang masuk ke
- 1:00:07lu, output lu sama. Lu punya pola loh.
- 1:00:10Setiap output lu itu punya pola khas
- 1:00:12loh.
- 1:00:13Lu nyari ibroh sebenarnya. Jadi artinya
- 1:00:15sudah kayak ya sudah apa pilihan gua
- 1:00:17lagi selain ini.
- 1:00:18Oh.
- 1:00:18Apa pilihan lagi selain ini. Nah, gimana
- 1:00:20cara meng-copy itu kepada anak-anak kita
- 1:00:21kan sebenarnya kan ya.
- 1:00:22Iya iya iya.
- 1:00:22Yang dia gini, "Oke input bisa gini,
- 1:00:24tapi aku enggak ditentukan sama input.
- 1:00:26Aku ditentukan oleh reaksiku terhadap
- 1:00:28input itu." Kan gitu.
- 1:00:29Oh iya iya.
- 1:00:30Selama ini kan lu gitu kan. Aku mau
- 1:00:31bikin sendiri, aku mau urusanku sendiri.
- 1:00:33Ini urusan [berdehem] mereka. Enggak aku
- 1:00:35aku menentukan ceritaku sendiri. Nah,
- 1:00:37menulis cerita sendiri itu itu yang aku
- 1:00:39masih belum ketemu replikasinya itu
- 1:00:41seperti apa.
- 1:00:42Mmm.
- 1:00:43situasi yang toksik
- 1:00:44hierarkinya siapa yang lebih bertanggung
- 1:00:46jawab? Orang tua yang
- 1:00:48[mendengus]
- 1:00:48yang yang menjahati anaknya atau anaknya
- 1:00:50yang memberontak kepada orang tuanya?
- 1:00:53Kalau ada ada anak eh terus kemudian
- 1:00:55memberontak pada orang tuanya, itu lebih
- 1:00:59itu lebih bisa dimengerti daripada orang
- 1:01:02tua yang durhaka pada anaknya.
- 1:01:04Mmm.
- 1:01:04Karena kan ada ada banyak hal yang kata
- 1:01:06Rasulullah itu berkaitan dengan dengan
- 1:01:07dengan umur. Misalnya contoh gini ya,
- 1:01:09Allah benci pada orang bermaksiat tapi
- 1:01:11lebih benci kepada orang tua yang
- 1:01:12bermaksiat.
- 1:01:13Oh iya.
- 1:01:14Iya. Itu itu itu ada ada ada semacam
- 1:01:16kayak formula ulamanya seperti itu. Dan
- 1:01:18Allah katakan sorry ulama mengatakan
- 1:01:20Allah juga senang pada orang yang
- 1:01:22berbuat taat tapi lebih senang pada
- 1:01:23pemuda yang berbuat taat. Kenapa? Karena
- 1:01:26ketika dia masih muda dia punya banyak
- 1:01:27sekali pilihan untuk berbuat maksiat.
- 1:01:29Ketika jadi dia jadi tua, dia semakin
- 1:01:31kecil loh kemungkinan untuk berbuat
- 1:01:32maksiat. Mau ngapain coba ya?
- 1:01:33Iya karena harapannya makin pinter
- 1:01:35ngelaksanainnya gitu.
- 1:01:36Mau minum khamar misalnya langsung
- 1:01:38pingsan.
- 1:01:39Atau enggak punya duit, jalan aja susah.
- 1:01:41Mau berzina udah enggak bisa naik. Gitu
- 1:01:44kan ya.
- 1:01:45Tapi kalau misalnya dosa
- 1:01:47Gimana gimana?
- 1:01:48Kalau misalnya dosa orang tua toxic itu
- 1:01:50ditanggung sama anaknya atau gimana?
- 1:01:52Enggak. Seorang seseorang tidak
- 1:01:54menanggung dosa orang lain. Di dalam
- 1:01:55Islam sudah jelas sangat jelas sekali.
- 1:01:57Jadi enggak ada satupun yang bisa
- 1:01:58diwariskan.
- 1:01:59Atau ibarat kayak
- 1:02:01dulu gua pernah denger istilahnya kayak
- 1:02:02kutukan generasi gitu loh kayak
- 1:02:04Betul. Jadi gini.
- 1:02:06Dosa itu ditanggung sendiri-sendiri.
- 1:02:09Tapi kita harus tahu bahwasanya ketika
- 1:02:11kita meninggalkan generasi yang lemah
- 1:02:13itu termasuk dosa juga. Makanya aku
- 1:02:15sering bilang gini kan ya, contoh ya
- 1:02:16misalnya. Ketika seorang istri
- 1:02:17bermaksiat maka suami kena dosanya.
- 1:02:20Kenapa? Bukan dosanya itu sebenarnya
- 1:02:22tapi dosa karena dia enggak didik
- 1:02:24istrinya.
- 1:02:25Sebenarnya tetep dosa masing-masing.
- 1:02:27Heeh, tapi dia dapet dosa karena dia
- 1:02:29harusnya kewajibannya mendidik.
- 1:02:30Tidak menasehati.
- 1:02:31Betul. Berarti kalau misalnya Mas Eki
- 1:02:32enggak sholat misalnya, orang tuanya
- 1:02:34kena kalau orang tuanya enggak ngajarin
- 1:02:36sholat. Tapi kalau orang tuanya sudah
- 1:02:38ngajarin sholat, Mas Eki tetep enggak
- 1:02:39mau sholat itu dosa sendiri. Orang
- 1:02:41tuanya sudah ngajarin kok. Gitu kan ya.
- 1:02:43Nah tapi kalau misalnya Mas Eki enggak
- 1:02:44sholat karena orang tuanya enggak pernah
- 1:02:46ngajarin, Mas Eki dosa, orang tuanya
- 1:02:48dosa. Tapi orang tuanya dosa bukan dosa
- 1:02:50enggak sholat. Dosa karena enggak
- 1:02:52ngajarin. Ya. Itu sebenarnya.
- 1:02:55Mantap.
- 1:02:56Berarti dosa
- 1:02:58Eh, tapi Us Ustad tuh pernah bilang ibu
- 1:03:00itu punya pintu surga.
- 1:03:04Yang kayak dia dari Allah terus langsung
- 1:03:05ibu kan. Nah terus kalau misalnya ibunya
- 1:03:08durhaka gitu?
- 1:03:09Kalau ibunya durhaka ya berarti ya
- 1:03:11tetep jadi pintu surga.
- 1:03:13Misal kalau konteksnya ibuku masih belum
- 1:03:14bertobat gitu Ustad.
- 1:03:15Tetep pintu surga bagi bagi lu.
- 1:03:17Apa
- 1:03:17masih ada surga di situ atau rest area?
- 1:03:19Masih.
- 1:03:21[tertawa]
- 1:03:21Kok bisa masih ada surga? Padahal dia
- 1:03:23kan sudah enggak mengikuti aturannya
- 1:03:25Allah.
- 1:03:25Karena surganya bukan karena dianya,
- 1:03:27tapi perlakuan kita ke dia.
- 1:03:28Oh.
- 1:03:29Oh, jadi kita sebagai anak harus tetap
- 1:03:31menghargai dan menghormati dia.
- 1:03:32Itu konsep yang agak sulit aku terima
- 1:03:34sih.
- 1:03:34Oh.
- 1:03:35Karena aku dibesarkan di keluarga yang
- 1:03:36enggak pernah punya terima kasih, enggak
- 1:03:38pernah diajarin maaf. Itu aku enggak
- 1:03:40bisa pernah ngerti konsep itu sih. Tapi
- 1:03:42ketika aku masuk Islam, aku jadi ngerti
- 1:03:43bahwasanya nilaiku bukan ditentukan dari
- 1:03:47perilaku orang tuaku, tapi perilaku aku
- 1:03:49kepada orang tuaku. Artinya, perilaku
- 1:03:51aku kepada orang tuaku itu enggak
- 1:03:53terpengaruh dengan perilaku dia kepada
- 1:03:54aku.
- 1:03:54Hmm.
- 1:03:55Gitu maksudnya. Tapi kalau kita masih
- 1:03:56menentukan perilaku kita kepada orang
- 1:03:59tersebab perilaku orang kepada kita, itu
- 1:04:01sebenarnya yang belum ikhlas.
- 1:04:03Hmm.
- 1:04:04Karena ikhlas kan.
- 1:04:05sih berarti ya.
- 1:04:06Semua berusaha sih. Aku makanya aku
- 1:04:08terus terang, aku enggak bisa nasehatin
- 1:04:09elu karena elu sudah beyond beyond yang
- 1:04:12kita punya.
- 1:04:13Aku pernah curhat sama psikolog.
- 1:04:15Wah, kalau kayak gitu angkat tangan sih.
- 1:04:16[tertawa]
- 1:04:17Psikolognya yang yang curhat ke elu?
- 1:04:19Heeh.
- 1:04:20Berarti kalau misalnya ibu kita durhaka,
- 1:04:23Heeh.
- 1:04:24terus kita harus tetap bisa jaga sikap
- 1:04:25kita ke ibu kita.
- 1:04:26Iya.
- 1:04:27Nanti pahala.
- 1:04:28Coba bayangin, lihat Eki.
- 1:04:30Dia kan berbuat tetap yang terbaik ke
- 1:04:31ibunya kan.
- 1:04:32Iya.
- 1:04:32Siapa yang nyadarin ibunya?
- 1:04:33Lewat wasilah dia.
- 1:04:34Lewat perantara dia. Tetap harus baik
- 1:04:36kepada ibunya.
- 1:04:37Keren.
- 1:04:37Gila, seandainya seluruh cerita ini
- 1:04:39tertulis dalam sebuah buku.
- 1:04:40Wus.
- 1:04:41Ada enggak?
- 1:04:42Eh, wah.
- 1:04:43[tertawa]
- 1:04:43Enggak ada. Apa ini?
- 1:04:45Apa ini?
- 1:04:45Lu kok saya akting sih?
- 1:04:46Ada buku.
- 1:04:47Judulnya?
- 1:04:48Bergurau dari luka.
- 1:04:49Heeh.
- 1:04:50Yang nulis?
- 1:04:51Eki Priagung.
- 1:04:52Seperti isi cerita tadi deh.
- 1:04:54[tertawa]
- 1:04:56Tapi terus terang deh, kalau gua boleh
- 1:04:58saran ke elu, harusnya elu buka tempat
- 1:05:00curhat sih.
- 1:05:01Iya.
- 1:05:01Iya.
- 1:05:02Karena
- 1:05:03percayalah banyak banget orang yang
- 1:05:05punya masalah keluarga.
- 1:05:06Elu sempat sempat ada yang nawarin, elu
- 1:05:08jadi life coach saja. Waduh, gua ngerasa
- 1:05:10hidup gua jadi bukan enggak usah jadi
- 1:05:11life coach gitu, tapi sekedar cuma untuk
- 1:05:12membersamai orang-orang ini aja.
- 1:05:14Emm.
- 1:05:15Bikin FGD atau apa. Banyak loh yang bisa
- 1:05:17lu tolong.
- 1:05:17Nemenin ngobrol, sebatas itu juga udah.
- 1:05:20Iya, dan kalau memang itu bisa jadi
- 1:05:22sebuah cara lu untuk dapat rezeki yang
- 1:05:24halal, kenapa tidak?
- 1:05:25Iya.
- 1:05:26Kadang-kadang Ustad malah ngedengerin
- 1:05:27aku juga ngebantu dia. Ada temenku,
- 1:05:29kantorku, temen kantorku bilang kayak
- 1:05:30gini, "Ki, cerita lagi dong eh
- 1:05:32kisah-kisah lu yang belum gua tahu biar
- 1:05:33gua gampang bersyukur."
- 1:05:35[tertawa]
- 1:05:36Iya.
- 1:05:36Minimal itu, bikin orang yang bersyukur
- 1:05:38ya.
- 1:05:38Iya, iya, bener, bener, bener, bener.
- 1:05:39Kita mau cerita orang.
- 1:05:40Lu suka tim Liverpool ya?
- 1:05:42[tertawa]
- 1:05:42Iya.
- 1:05:43Lagi nyari
- 1:05:44Lagi nyari karena biasanya tim-tim yang
- 1:05:46kalah tuh suka begitu tuh.
- 1:05:48Cari yang sama nasibnya gitu ya. Tapi
- 1:05:50serius itu membantu.
- 1:05:52Us, ini beda konteks sih. Aku penasaran,
- 1:05:54bukannya anak itu benernya ngambil sifat
- 1:05:57gen dari orang tua ya?
- 1:05:59Enggak, gen.
- 1:06:00Gen itu, gen ibu itu gen somatik untuk
- 1:06:03gen badan. Tapi tapi cara berpikir tuh
- 1:06:06enggak pernah, sorry, tapi cara berpikir
- 1:06:08itu bukan dari gen.
- 1:06:09Emm, tapi
- 1:06:09Cara berpikir dari pengajaran, habit,
- 1:06:12dari apa yang dia lihat, dari apa yang
- 1:06:14dia dengar dan segala macam. Cuman gini,
- 1:06:15ada memang beberapa orang-orang yang
- 1:06:17dikasih Allah bantuan. Jadi gini ya,
- 1:06:18contohnya, di dalam Alquran itu ada
- 1:06:21kisah dua orang anak yatim yang ditolong
- 1:06:22sama dua nabi.
- 1:06:23Emm.
- 1:06:24Coba coba bayangin ya, urusan apa nih
- 1:06:26anak yatim sehingga mereka ditolong oleh
- 1:06:28dua nabi, gitu kan ya. Ternyata
- 1:06:30dikatakan karena bapaknya orang saleh,
- 1:06:32orang tuanya orang saleh.
- 1:06:32Iya, iya, iya.
- 1:06:33Maka ditolong sama nabi. Artinya Allah
- 1:06:35punya cara untuk intercept, inter,
- 1:06:38intercept dalam kejadian-kejadian
- 1:06:39tertentu. Dalam kasusnya Eki, tadi dia
- 1:06:41bilang, "Aku enggak punya apa-apa lagi
- 1:06:43selain aku bisa belajar." Jadi dia
- 1:06:45dilindungi dari main sama tetangga
- 1:06:47karena dia malu,
- 1:06:48gitu kan ya. Dia dilindungi dari main
- 1:06:49Mobile Legends mungkin karena enggak
- 1:06:50punya duit gitu kan ya.
- 1:06:52Satu-satunya dia cuma bisa belajar dan
- 1:06:54kaget ketika dia bisa belajar terus
- 1:06:55dapat ITB dan segala macam. Tapi itu
- 1:06:57cara Allah untuk bantu orang kan.
- 1:06:58Iya.
- 1:06:58Jadi dalam dalam setiap kesulitan
- 1:07:00sebenarnya ada kebaikan di situ yang
- 1:07:01bisa diambil, gitu maksudnya.
- 1:07:02Bener-bener semua dari pikiran ya kalau
- 1:07:04dari cerita tadi ya, bibitnya itu pas
- 1:07:06ayah sih ya.
- 1:07:07Emm.
- 1:07:07Bener-bener ngajak lagi gitu kan.
- 1:07:10Padahal ayah juga cuma lulusan SD loh,
- 1:07:12cuma karena dia suka bertanya itu aja.
- 1:07:13Tapi enggak kasih jawaban ya?
- 1:07:14Bulan itu, menurutku aku tiba-tiba jadi
- 1:07:16[tertawa] ingat bulan gara-gara
- 1:07:17pertanyaan dirimu berdua.
- 1:07:20Oh iya, apa ya? Ternyata oh iya aku baru
- 1:07:21sadar, bulan itu pemantik kenapa aku
- 1:07:23bertanya berbagai hal. Sumpah kalau bisa
- 1:07:25semua, kalau aku bisa dapat duit dari
- 1:07:27ngeluh kayaknya aku udah banyak duit.
- 1:07:29Karena semua aku pertanyakan, ini kenapa
- 1:07:30ini kenapa gitu-gitu lah. Dan ternyata
- 1:07:32beberapa hal
- 1:07:34oh ini lebih bagus kalau seumpama jadi
- 1:07:36komedi aja deh, ini jadi buku deh, jadi
- 1:07:37apa. Akhirnya produksi di kepalaku ini
- 1:07:40enggak berhenti-henti. Mungkin karena
- 1:07:41aku juga ada adik, aku juga aku juga
- 1:07:42enggak tahu ya.
- 1:07:43Lu tahu kenapa kenapa
- 1:07:45eh setiap nabi disuruh untuk ke
- 1:07:47menyendiri dulu sebelum dia jadi nabi?
- 1:07:50Nah itu, itu itu penasaran sih
- 1:07:52sebenarnya.
- 1:07:52Untuk nanya kenapa itu tadi?
- 1:07:53Iya.
- 1:07:54Kenapa semua begitu?
- 1:07:55ini gimana cara izin ke istrinya sih.
- 1:07:56Nah.
- 1:07:57Ke gua Hira berapa hari ya?
- 1:07:58Iya oke, tapi lu belum punya kan?
- 1:08:00Lu belum punya kan?
- 1:08:01Belum punya.
- 1:08:02Nah cari dulu. Biar nanti bisa izin.
- 1:08:04Kalau lu belum punya istri gimana bisa
- 1:08:05izin?
- 1:08:06Maksudnya ayah mancing 3 hari diceraikan
- 1:08:08ada gitu sih, ini ke gua Hira berapa
- 1:08:09hari?
- 1:08:10He
- 1:08:10Berapa gitu itu pertanyaannya gimana?
- 1:08:12Mungkin ngajak istrinya.
- 1:08:12Nah betul.
- 1:08:13Oh dia ngajak istrinya?
- 1:08:14Iya enggak, Nabi Muhammad enggak ngajak
- 1:08:15istrinya.
- 1:08:16[tertawa]
- 1:08:17Tapi Nabi Muhammad dianterin makanan
- 1:08:18sama istrinya.
- 1:08:19Karena sejahtera Ustaz mungkin ya.
- 1:08:21Eh lebih kepada gini sih.
- 1:08:23Bunda Khadijah [berdehem] itu di katakan
- 1:08:26eh ada yang tahu enggak eh nickname-nya
- 1:08:28Bunda Khadijah apa?
- 1:08:29Enggak tahu.
- 1:08:30Tahirah.
- 1:08:31Artinya dia yang benar-benar suci,
- 1:08:33terbebas daripada kotoran-kotoran. Dan
- 1:08:35Bunda Khadijah ini adalah Tahirah.
- 1:08:37Tahara.
- 1:08:38Tahara betul. Nah jadi Bunda Khadijah
- 1:08:39ini adalah Bunda yang melebihi zamannya,
- 1:08:41dia mikir lebih daripada orang. Makanya
- 1:08:43memperbolehkan suaminya karena dia
- 1:08:44percaya sama suaminya.
- 1:08:45Wah.
- 1:08:46Berarti kalau lu belum diperbolehkan, lu
- 1:08:47enggak dipercaya.
- 1:08:48Eh boleh sedikit konspirasi mungkin
- 1:08:51gitu.
- 1:08:51Oke, boleh Ustaz.
- 1:08:52Mungkin kenapa Nabi Muhammad memilih
- 1:08:54Khadijah yang umurnya terpaut lebih
- 1:08:55jauh? Karena kalau seumuran atau di
- 1:08:57bawahnya mungkin agak lebih
- 1:08:59uring-uringan kali ya.
- 1:08:59Benar.
- 1:09:00Iya.
- 1:09:00Benar.
- 1:09:00Karena tadi kita perlu istri yang
- 1:09:02visioner.
- 1:09:03Ah, oh.
- 1:09:04Kalau istri enggak, istri enggak
- 1:09:05visioner dia enggak akan bolehin kita
- 1:09:06untuk melakukan sesuatu yang benar-benar
- 1:09:08untuk untuk apa ya, untuk pengabdian
- 1:09:10lah.
- 1:09:10Ini kalau aku bertanya di ustazku ini
- 1:09:11aku biasanya sudah disekak tuh biasanya.
- 1:09:13[tertawa]
- 1:09:13Iya.
- 1:09:14Iya, dulu aku bertanya di satu forum pas
- 1:09:16umur pas SMP aku bertanya gini, gimana
- 1:09:17caranya memisahkan pikiran kalau aku
- 1:09:20percaya di dalam sains kita manusia
- 1:09:21pertama adalah manusia purba sama di
- 1:09:23Islam yang kita manusia pertamanya
- 1:09:25adalah Adam soalnya bentrok nih kalau di
- 1:09:26Wah, cocok di sini kita obrolin.
- 1:09:29Kalau bertanya seperti ini kamu sesat
- 1:09:31nanti. Aku jadi takut.
- 1:09:32Kalau di sini kita bilang mungkin.
- 1:09:34Iya.
- 1:09:35Ada ada channel YouTube namanya Sekolah
- 1:09:37Sekolah.
- 1:09:37Hmm.
- 1:09:38Itu pernah bahas itu.
- 1:09:39Iya.
- 1:09:39Channel Anda ya.
- 1:09:40Iya.
- 1:09:41Itu jelek sih aktingnya.
- 1:09:42[tertawa]
- 1:09:44Sama aja kayak dia.
- 1:09:44Sama aja kayak dia.
- 1:09:45Ceritanya kayak seolah-olah orang ketiga
- 1:09:47gitu ya, kaget gitu.
- 1:09:49Bagus bagus.
- 1:09:49Aku aku kayaknya sempat lihat deh.
- 1:09:51Yang tentang bahas evolusi ya.
- 1:09:53Iya iya.
- 1:09:53Di di kita semua pertanyaan
- 1:09:55diperbolehkan.
- 1:09:56Heeh.
- 1:09:56Bahkan kita boleh nanya Allah tuh Tuhan
- 1:09:58atau bukan.
- 1:09:58Berarti sebenarnya Islam tuh
- 1:09:59memperbolehkan kita bertanya.
- 1:10:00Sangat boleh, bahkan disuruh.
- 1:10:02Iya.
- 1:10:02Enak kan ya.
- 1:10:03Berarti kamu sudah menjalankan Islam di
- 1:10:05saat kamu ateis.
- 1:10:07Wah, iya aku tapi ateisnya jalur ngambek
- 1:10:08pada saat itu bukan jalur filsafat.
- 1:10:09[tertawa]
- 1:10:10Eh, tapi lu tahu enggak lu tahu enggak
- 1:10:11kalau lu ateis dari jalur ngambek lu
- 1:10:13bukan ateis sebenarnya.
- 1:10:14Terus?
- 1:10:15Karena orang enggak mungkin bisa ngambek
- 1:10:16sama sesuatu kalau dia enggak ngakuin
- 1:10:18sesuatu itu.
- 1:10:19Iya benar.
- 1:10:19Sebenarnya lu ngakuin Tuhan sih lu cuma
- 1:10:21sok ateis aja.
- 1:10:23Karena enggak mungkin kita marah sama
- 1:10:24sesuatu kalau sesuatu itu enggak ada.
- 1:10:26Iya.
- 1:10:26Cuman aku di situ juga terbentrok
- 1:10:28logikanya karena aku bilang aku pemeluk
- 1:10:30agama Islam tapi aku jauh sama Islam.
- 1:10:32Bagaimana cara pelukan tapi jauh ustaz.
- 1:10:35[mendengus]
- 1:10:35Itu menjadi pertanyaan bagaimana bisa
- 1:10:37berpelukan dari jauh gitu kan ya.
- 1:10:39Pakai emoji.
- 1:10:40Makanya
- 1:10:41[tertawa]
- 1:10:43Iya juga ya.
- 1:10:43Emang ada emoji peluk?
- 1:10:45Ada.
- 1:10:45Ada ustaz begini.
- 1:10:46Kalau makin akrab kirimnya tiga kali ya.
- 1:10:48Iya.
- 1:10:49Tiga kali ya, kirim monyet tiga.
- 1:10:51Nah, ini kan doi yang suka kirim monyet
- 1:10:52tiga.
- 1:10:52Tapi ustaz, kalau misalnya kita lihat
- 1:10:54selama aku ngobrol sama orang ya ketika
- 1:10:56aku ngelihat orang itu kayak keren gitu,
- 1:10:58kayak bisa
- 1:11:00bisa apa ya, dia kayak soalnya Mas Eki
- 1:11:01nih, bisa berpikir dan lain-lain, itu
- 1:11:03pasti ada salah satu role model seperti
- 1:11:07orang tua di belakangnya gitu loh.
- 1:11:09Iya, bapaknya kan?
- 1:11:09Iya, maksudnya aku makanya penasaran
- 1:11:11kayak kalau misalnya
- 1:11:13iya, itu kan kasihan banget dong.
- 1:11:15Iya, kayaknya kayaknya tokoh fiksi juga
- 1:11:17ngaruh banget sih dulu.
- 1:11:18Tokoh fiksi juga?
- 1:11:19Siapa yang lu suka? Dulu aku suka banget
- 1:11:21sama wah ini Naruto sumpah.
- 1:11:23Oh.
- 1:11:23Naruto enggak bapak ibunya
- 1:11:25Sama-sama mantap.
- 1:11:26Iya, mantap habis itu
- 1:11:28Iya.
- 1:11:29Mukanya cembung-cembung.
- 1:11:31Mukanya kayak
- 1:11:31Bapak lu ditinggal bapaknya.
- 1:11:33Iya.
- 1:11:35Cuman anak aku bakalan nyebelin di
- 1:11:36Boruto nih, aduh.
- 1:11:37Iya.
- 1:11:38Ceritanya.
- 1:11:38Udah kisah hidupnya jelek ya.
- 1:11:40Janganlah jangan.
- 1:11:41Oke, berarti benernya ya bisa dari mana
- 1:11:43aja ya, selama kita mau mencari.
- 1:11:45Iya sih, aku dulu role modelku MacGyver.
- 1:11:49Hmm.
- 1:11:52[bernyanyi]
- 1:11:53Siapa itu?
- 1:11:53[tertawa]
- 1:11:55MacGyver lu enggak tahu?
- 1:11:56Enggak tahu.
- 1:11:57Wah, tua gitu.
- 1:11:58MacGyver itu adalah salah satu orang
- 1:12:00yang pintar banget yang dia bisa buat
- 1:12:01apa aja dengan pisau Swiss Army
- 1:12:03Knife-nya dan dia tidak pernah nembak
- 1:12:05orang, tapi buat orang pingsan.
- 1:12:08Hmm.
- 1:12:08Dengan cara dipukul, tapi enggak pernah
- 1:12:10pakai senjata.
- 1:12:11Oke.
- 1:12:11Orang pintar banget MacGyver.
- 1:12:13Oh, Ust, tapi balik lagi ke mau nanyain
- 1:12:15tentang orang tua durhaka, kan pasti ada
- 1:12:16yang mama-mama yang kayak dia Islami
- 1:12:18banget nih.
- 1:12:19Iya.
- 1:12:20Terus dia udah membekali anaknya, tapi
- 1:12:22membekali mungkin dengan cara yang
- 1:12:25kayaknya Ko Iri relate deh.
- 1:12:26Enggak, itu tadi pertanyaan gua.
- 1:12:27[tertawa]
- 1:12:28Iya, gua juga aku juga pengen nanya.
- 1:12:31Jadi, pernah ada kalanya mamaku ngajarin
- 1:12:33sesuatu, ngebekalin aku sesuatu yang
- 1:12:35kayaknya ini kalau aku lakuin malah
- 1:12:36menentang
- 1:12:37Hukum Allah.
- 1:12:38atau agama atau apa lah, ini kita
- 1:12:40posisinya kalau kita enggak ngikutin
- 1:12:42dibilang kamu ini durhaka, enggak
- 1:12:44berbakti sama orang
- 1:12:45gimana?
- 1:12:46Nah, aku di situ bingung Ustaz.
- 1:12:47Hmm.
- 1:12:47Kabur aku, nah itu
- 1:12:49aku sempat di labelin sebagai anak
- 1:12:50durhaka, ini gimana kita sebagai anak?
- 1:12:52paling bagus tuh langkahnya kabur.
- 1:12:54Gua gua dibilangin sama Ibu, sama Ibuku.
- 1:12:57Eee apa namanya?
- 1:12:58Kalau mau nikah harus
- 1:13:00enggak kerudungan
- 1:13:01ceweknya, yang kedua Cina, yang ketiga
- 1:13:04eee
- 1:13:06yang ketiga Katolik, Kristen.
- 1:13:07Enggak ada yang diturutin tuh.
- 1:13:08Itu itu enggak ada [tertawa] yang
- 1:13:09diturutin sih.
- 1:13:09Enggak ada yang diturutin tuh.
- 1:13:10Terus pas aku enggak mau, aku masih
- 1:13:12ingat dia pernah bilang gini, "Kalau
- 1:13:13gitu Mami enggak rida."
- 1:13:15Wow, nah itu gimana Ustaz?
- 1:13:16Mami enggak rida. Aku bilang gini,
- 1:13:18"Mi,
- 1:13:20Felix sayang sama Mami.
- 1:13:23Tapi ini hidupnya Felix, yang nikahkan
- 1:13:25Felix juga."
- 1:13:26Oh, hmm.
- 1:13:27"Lah kalau misalnya Mami enggak mau
- 1:13:28terus kemudian doain, enggak mau rida,
- 1:13:30terus siapa lagi yang mau rida?" gitu
- 1:13:31maksudnya.
- 1:13:32Wah.
- 1:13:32Nantinya aku coba untuk ngasih tahu dia
- 1:13:34bahwasanya pemikiranku saat ini juga
- 1:13:35dari dia juga, gitu maksudnya. Ketika
- 1:13:37dia milih, dia udah milih sesuai dengan
- 1:13:38keinginan dia. Nah sekarang ini
- 1:13:39pilihanku, artinya gitu aku bilang.
- 1:13:41Bagaimanapun juga ini hidupku, gitu
- 1:13:43maksudnya. Dan hidupku ya aku yang
- 1:13:45tanggung jawab dan itu kan ajaranmu
- 1:13:46untuk tanggung jawab atas hidupmu
- 1:13:47sendiri, gitu maksudnya.
- 1:13:48Tapi kalau katanya salah satu komedian,
- 1:13:50ada beberapa orang tua yang lebih bagus
- 1:13:52ditunggu udah enggak adanya daripada
- 1:13:54ditunggu dinasehatin ya, soalnya susah
- 1:13:56untuk ngomong. Ada beberapa yang udah
- 1:13:57share free udah enggak ketemu Ustaz. Nah
- 1:13:59syukur syukur mungkin Ibuku masih
- 1:14:01mirip-mirip sama Ustaz, tapi banyak
- 1:14:02banget anak-anak di luar sana yang udah
- 1:14:03enggak ketemu nih. Gimana cara masuk VPN
- 1:14:06ke orang tuanya karena udah enggak
- 1:14:07tembus? Nah
- 1:14:08Nasehatku reach out tetap, tetap reach
- 1:14:10out. Karena bagaimanapun juga ya, kita
- 1:14:12pasti akan nyesal kalau mereka udah
- 1:14:13enggak ada.
- 1:14:13Iya lah.
- 1:14:14Rasanya beda-beda ya. Kalau Ustaz
- 1:14:15bilangnya enggak rida, kalau Ibuku
- 1:14:17"Jangan sentuh mayat Mama.
- 1:14:19Nanti aku kalau mati pakai sarung tangan
- 1:14:20kiper." gitu.
- 1:14:21[tertawa]
- 1:14:22Enggak bisa.
- 1:14:22Tapi
- 1:14:23oke, terus batas
- 1:14:24Dorong anjir.
- 1:14:25Terus batas mana anak bisa dibilang
- 1:14:27durhaka ke orang tua? Batas apa?
- 1:14:30Eee anak bisa dibilang durhaka ke orang
- 1:14:32tua karena banyak. Bahkan [mendengus]
- 1:14:34sekedar berkata ah sama orang tuanya itu
- 1:14:35sudah durhaka.
- 1:14:36Udah.
- 1:14:37Hmm.
- 1:14:37Dan itu sulit bagiku sih. Ketika aku
- 1:14:39masuk Islam, aku belajar bahwasanya
- 1:14:41kalau kamu suaramu lebih keras daripada
- 1:14:43orang tuamu, itu sudah durhaka.
- 1:14:44Hmm.
- 1:14:45Itu sulit banget sih sampai sekarang.
- 1:14:46Iya.
- 1:14:46Tapi apakah kita cuma harus nurut doang
- 1:14:48apapun yang diomongin atau gimana?
- 1:14:51Tapi memperlakukan mereka dengan baik.
- 1:14:53Jadi gini, orang tua tuh mungkin enggak
- 1:14:56benar, tapi dia enggak mungkin enggak
- 1:14:58baik. Paham
- 1:15:01enggak sih maksudnya? Dia mungkin enggak
- 1:15:02benar. Ibuku bilang sesuatu misalnya
- 1:15:04contoh kamu tuh jangan Islam lah, itu
- 1:15:06enggak benar. Tapi jelas dia baik karena
- 1:15:10dia pikiran dia kan Islam tuh kan tukang
- 1:15:12kawin gitu
- 1:15:14terus kemudian teroris dan segala
- 1:15:15[tertawa] macam gitu kan ya wajar dong
- 1:15:17gitu kan ya. Ya udah kalau gitu aku
- 1:15:18diam. Gitu maksudnya aku tinggal diam
- 1:15:20aja. Kamu diam ngomong dong gitu kan ya.
- 1:15:23Terus kita ngomong kurang ajar gitu kan
- 1:15:24ya udah kita diam lagi. Ya udah gitu aja
- 1:15:26enggak apa-apa karena balik lagi
- 1:15:27sebenarnya gini ya kalau sama orang tua
- 1:15:30yang dalam tanda kutip dia memang sudah
- 1:15:33kita tahu dia pasti enggak benar ya
- 1:15:34jangan dilawan. Karena bagaimanapun juga
- 1:15:37ya kalau aku ngomong yang benar dan dia
- 1:15:38sakit hati aku tetap dosa. Mau gimana?
- 1:15:41Jadi lebih baik diam aja bukan berarti
- 1:15:43nurut juga. Jangan pokoknya jangan
- 1:15:45sakitin hati. Jangan bereaksi. Bereaksi
- 1:15:47enggak apa-apa tapi jangan yang buat dia
- 1:15:49sakit hati. Tapi
- 1:15:51kalau misalnya
- 1:15:53orang tua nyuruh ini nyuruh itu enggak
- 1:15:55benar nih kalau misalnya kita enggak
- 1:15:56nurutin mereka sakit hati terus gitu
- 1:15:58gimana Mas? Nah itu beda. Kalau mereka
- 1:16:00suruh sesuatu yang salah jangan kata
- 1:16:02Allah di dalam Alquran jangan taati
- 1:16:04mereka. Kalau
- 1:16:06mereka nyuruh kamu untuk [mendengus]
- 1:16:08menserikatkan Allah untuk bilang Allah
- 1:16:10tuh ada ada banyak ya bukan cuma satu
- 1:16:12jangan ikuti mereka wala tuti huma
- 1:16:14jangan ikuti mereka jangan taat pada
- 1:16:16mereka itu jelas kata Allah. Karena
- 1:16:17kenapa
- 1:16:18kasta pertama tetap Allah baru setelah
- 1:16:20Allah Rasul lalu baru kastanya ada pada
- 1:16:23ibu. Itu pintu surga tengah yang paling
- 1:16:25besar tuh. Tetap Allah nomor satu. Jadi
- 1:16:29pokoknya
- 1:16:31selama nurut tapi nurut yang baik. Nurut
- 1:16:34dalam hal yang enggak maksiat yang
- 1:16:36enggak maksiat ya benar. Ya kalau
- 1:16:38misalnya yang enggak baik ya kita boleh
- 1:16:40juga enggak nurut. Misalnya contoh ibumu
- 1:16:41bilang Veran jangan nikah sama yang
- 1:16:43muslim ya." Ya kan enggak apa-apa.
- 1:16:46Itu kan bukan bukan perkara maksiat kan?
- 1:16:48Iya.
- 1:16:48Iya iya.
- 1:16:49Paham enggak maksudnya? Nah, contoh
- 1:16:50misalnya, "Veron, jangan nikah ya."
- 1:16:52Enggak apa-apa. Kalau dia mau bilang
- 1:16:53gitu.
- 1:16:54Iya.
- 1:16:54Paham enggak sih? Itu kan bukan perkara
- 1:16:55maksiat kan? Kecuali kalau dia bilang,
- 1:16:57"Veron,
- 1:16:58jadi pelayan." Misalnya, nah itu baru.
- 1:17:00Jangan diturutin.
- 1:17:01Berarti kalau misalnya jangan nikah,
- 1:17:02padahal aku pengin nikah, itu aku lebih
- 1:17:05baik nurut orang tua.
- 1:17:06Enggak usah nurut. Tapi kan itu kan
- 1:17:08enggak dosa kan maksudnya. Tapi jangan
- 1:17:10jangan dilawan.
- 1:17:11Yang yang yang di dalam Alquran jangan
- 1:17:12diturutin tuh yang spesifiknya adalah
- 1:17:14pada sesuatu yang maksiat.
- 1:17:16Tapi biasanya lebih gampang.
- 1:17:17Tapi biasanya kita lebih gampang untuk
- 1:17:19enggak nurut ketika kita sudah hidup
- 1:17:20sendiri, Ustaz. Kalau masih sama dalam
- 1:17:22rumah itu yang susah.
- 1:17:23Benar, itu solusi. Iya, benar. Itu
- 1:17:25solusi.
- 1:17:26Terus yang bikin mereka [berdehem] sakit
- 1:17:27hati itu kan karena kita enggak nurut
- 1:17:29juga kan, Ustaz. Kayak misalnya orang
- 1:17:31tua bilang jangan nikah, tapi ending-nya
- 1:17:32aku nikah. Itu kan bikin sakit hati.
- 1:17:34Dosa juga dong kita.
- 1:17:35Eh, sebenarnya gini. Sebenarnya dosanya
- 1:17:37itu lebih kepada eh lebih kepada karena
- 1:17:41kita tuh tidak bisa berkomunikasi dengan
- 1:17:43baik sih sebenarnya.
- 1:17:44Sebenarnya itu bisa dikomunikasiin.
- 1:17:46"Mah, Mama kan sudah punya waktunya.
- 1:17:48Sekarang kan Veron juga mau dong itu
- 1:17:50punya waktunya. Tapi Mama tuh enggak
- 1:17:51suka. Wajahnya tuh kayak gimana ya?
- 1:17:53Enggak hoki gitu." Gitu misalnya. "Ya,
- 1:17:56kalau gitu gini deh, Mah. Menurut Mama,
- 1:17:58apa yang bisa dia lakukan supaya Mama
- 1:18:00suka sama dia?"
- 1:18:02"Pokoknya enggak ada yang mau pokoknya
- 1:18:03dia enggak ada yang mau." "Ya sudah,
- 1:18:05kita coba dulu saja deh. Lu mundur dulu.
- 1:18:07Nanti dia tidur berubah tuh dia tuh."
- 1:18:10Heeh. Nanti besoknya dia akan beliin lu
- 1:18:12potongan mangga tadi.
- 1:18:14Ya, baru ngomong gua itu.
- 1:18:15Jadi intinya komunikasi juga.
- 1:18:18Iya, komunikasi. [berdehem]
- 1:18:18Aku sama ibuku tiga tiga bulan
- 1:18:20meyakinkan nikahin istriku yang
- 1:18:22sekarang.
- 1:18:22Tiga bulan?
- 1:18:23Tiga bulan.
- 1:18:24Kirain bertahun-tahun, Ustaz.
- 1:18:25Enggak, tiga bulan saja. Betul. Cukup
- 1:18:27banget dan itu didukung didukung dengan
- 1:18:29sogokan-sogokan juga.
- 1:18:31Makanya benar itu. Kalau lu mau ibu lu
- 1:18:33baik sama lu, dari sekarang lu harus
- 1:18:34sogok ibu lu.
- 1:18:36Kasih barang,
- 1:18:38eh handphone terbaru keluar lu kasih
- 1:18:40gitu, lu ajak perawatan.
- 1:18:42lu ngasih sesuatu ke
- 1:18:44nyokap lu?
- 1:18:45Heeh.
- 1:18:45Udah lama sih.
- 1:18:47[tertawa]
- 1:18:48Oke, sekarang kita lanjut ngambil kartu
- 1:18:50dari netizen.
- 1:18:51Nah, jadi jadi Mas Aqi, Escape Town ini
- 1:18:54tuh agak berbeda dengan tahun lalu.
- 1:18:55Tahun lalu tuh konsepnya kita berhijrah
- 1:18:57mencari wahyu. Tapi sekarang kita
- 1:18:59involve penonton dan
- 1:19:00pertanyaan-pertanyaannya biar kita bisa
- 1:19:02sama-sama diskusi masalahnya, kita
- 1:19:03solving problem bareng.
- 1:19:04Tapi aku enggak puas sih ngomong sama
- 1:19:05dia, harusnya lebih panjang lagi.
- 1:19:07Iya, benar. Gila.
- 1:19:08Heeh.
- 1:19:08Heeh.
- 1:19:09Seandainya ada bukunya.
- 1:19:10Banyak banget yang
- 1:19:11Banyak [tertawa] banget.
- 1:19:12Ternyata memang sudah ada.
- 1:19:13Ternyata ada.
- 1:19:15Wah.
- 1:19:16Berarti akan terangkum dengan lengkap
- 1:19:17dong di buku ini.
- 1:19:18[tertawa]
- 1:19:18Eh, tidak di tidak harus dibaca sama
- 1:19:20orang yang toxic parent doang sih.
- 1:19:22Iya nih, kita bisa belajar. Jadi tidak
- 1:19:24perlu bertemu Mas Aqi untuk belajar dari
- 1:19:26kisah hidupnya loh.
- 1:19:27Benar.
- 1:19:27Bukunya bisa ada bukunya ternyata.
- 1:19:30Itu bisa dibeli di eh akun Instagram
- 1:19:33saya atau di Bukune tanggal 18
- 1:19:35Februari 2026.
- 1:19:36Instagram-nya ada infonya juga.
- 1:19:37[tertawa]
- 1:19:37Baru kemarin lalu deh.
- 1:19:39Iya, baru kemarin lalu.
- 1:19:39Sama saya juga punya satu trik katanya,
- 1:19:41katanya kalau kita pengen di-follow
- 1:19:43orang yang kita udah follow tapi enggak
- 1:19:44di-follow-follow, kita unfollow dulu
- 1:19:46habis itu kita follow lagi. Tadi aku
- 1:19:47nge-unfollow Kak Raymond sama Bang Felix
- 1:19:50juga terus habis itu ke follow lagi
- 1:19:51gitu.
- 1:19:52Emang gua belum follow?
- 1:19:53Wah, parah nih orang nih.
- 1:19:54Emang gua belum follow?
- 1:19:55Perasaan gua gua
- 1:19:56Parah enggak bisa di-follow back aku.
- 1:19:58Parah, parah.
- 1:19:58Perasaan gua lihat lu terus.
- 1:19:59Wah, parah, parah, parah.
- 1:20:00Emang masuk di FYP aja mungkin. Kan aku
- 1:20:02lihat pas lu kebakaran.
- 1:20:04Heeh.
- 1:20:04Aku lihat pas lu kasusnya.
- 1:20:07Kasusnya ini, kasusnya susah tadi. Eh,
- 1:20:10terus pas eh sama Mas Viru juga gua udah
- 1:20:12sering lihat lu sih.
- 1:20:13Iya, itu memang kadang kalau keseringan
- 1:20:15lihat kita nyangkanya udah follow.
- 1:20:16Iya sih, heeh. Salah kalau gua.
- 1:20:18Aman, aman, aman.
- 1:20:19Oke, pertanyaan pertama.
- 1:20:20Oke, gua dulu deh ya. Kita clockwise.
- 1:20:23Bagaimana cara kita tahu bahwa kita
- 1:20:25memilih Islam memang dari kesadaran
- 1:20:27pribadi atau warisan dari orang tua?
- 1:20:29Jika saya beragama Islam karena warisan,
- 1:20:32apa yang harus saya lakukan agar memilih
- 1:20:33Islam atas kesadaran pribadi?
- 1:20:36Tadi dari tadi kan kita ngomong tentang
- 1:20:37dosa dan turunannya. Gimana kalau agama
- 1:20:40diwariskan tapi enggak diimani?
- 1:20:42Oke, ciri-cirinya apa ya?
- 1:20:44Gitu.
- 1:20:44Oke. Eh, orang boleh masuk ke dalam
- 1:20:46Islam dengan alasan apa aja, termasuk
- 1:20:48punya orang tua muslim, itu boleh. Atau
- 1:20:51ketika dia dengar azan bagus, dia mau
- 1:20:52masuk Islam, boleh. Atau mau nikah,
- 1:20:54masuk Islam, boleh. Orang boleh masuk
- 1:20:56Islam dengan alasan apa saja dan itu
- 1:20:57sah. Tapi dia harus bertahan dalam Islam
- 1:21:00dengan satu cara aja, yaitu punya logic,
- 1:21:01akal. Makanya sebenarnya cara melihat
- 1:21:04bahwasanya apa kita sudah berislam benar
- 1:21:05atau tidak, gampang. Bahwasanya iman itu
- 1:21:08harus bisa direplikasi kapanpun,
- 1:21:10dimanapun, oleh siapapun. Kalau tidak
- 1:21:13bisa, maka itu bukan cara berislam yang
- 1:21:15benar.
- 1:21:16Mmm.
- 1:21:17Nah, aku ulangin ya, bingung pasti dia.
- 1:21:18Iya, benar.
- 1:21:19Jadi gini ya.
- 1:21:20Contoh ya.
- 1:21:21Ada orang bilang gini, "Aku masuk Islam
- 1:21:23karena aku mimpi ketemu Nabi Muhammad."
- 1:21:25Misalnya. Itu bisa direplikasi sama
- 1:21:26orang lain enggak?
- 1:21:27Enggak bisa.
- 1:21:27Enggak bisa. Berarti itu bukan cara
- 1:21:29beriman yang benar. Itu cara beriman
- 1:21:30ikut-ikutan namanya. Atau cara beriman
- 1:21:32yang sangat aneh yang tidak
- 1:21:32diperbolehkan Islam.
- 1:21:34Minta nomor gitu.
- 1:21:34Iya, kayak gitu misalnya. Atau dia
- 1:21:36bilang begini misalnya, "Aku menjadi
- 1:21:38seorang muslim karena tahun 2026 2026
- 1:21:4220 ditambah 26 berapa? 46."
- 1:21:45Iya.
- 1:21:45"4 tambah 6 berapa? 10. 1 tambah 0, 1,
- 1:21:48tauhid." Itu tidak bisa direplikasi.
- 1:21:51Mmm.
- 1:21:52Tapi kalau misalnya yang warisan itu kan
- 1:21:53rada paksaan dong, Us.
- 1:21:55Eh, iya, itu itu boleh masuk alasan
- 1:21:57masuk tapi tidak boleh untuk menjadi
- 1:21:58alasan stay di dalam Islam.
- 1:22:00Iya.
- 1:22:00Jadi stay itu subscribe bisa
- 1:22:01direplikasi, diulangin dimanapun,
- 1:22:04kapanpun, dan siapapun.
- 1:22:06Contoh replikasi itu maksudnya?
- 1:22:08Nah, contoh gini misalnya. Kalau
- 1:22:09misalnya agama ini misalnya, mohon maaf
- 1:22:10ya, ternyata kemarin gua lihat ada ada
- 1:22:13orang Mongol nyembah Genghis Khan.
- 1:22:15Mmm.
- 1:22:16Banyak.
- 1:22:16Nah, itu kan berarti enggak bisa
- 1:22:17direplikasi ke orang Cina kan? Karena
- 1:22:19orang Cina enggak suka Genghis Khan.
- 1:22:20Iya.
- 1:22:21Berarti ini bukan cara beriman yang
- 1:22:22benar.
- 1:22:23Mmm.
- 1:22:23Enggak bisa direplikasi soalnya.
- 1:22:25[tertawa]
- 1:22:25Ada tingkat lainnya.
- 1:22:26Betul. Berarti harus bisa direplikasi
- 1:22:28kapanpun oleh siapapun dan dalam keadaan
- 1:22:31apapun.
- 1:22:31Maksudnya direplikasi ini apa sih?
- 1:22:33Di
- 1:22:33Dia eh ada contoh yang konkret enggak?
- 1:22:37Oke, konkret ya.
- 1:22:38Eh
- 1:22:38Iya, contohnya apa?
- 1:22:39Salah satu contoh yang aku jadi seorang
- 1:22:40muslim karena aku berpikir aku membuat
- 1:22:43perbandingan lalu terus kemudian aku
- 1:22:44ngelihat agama mana yang cocok bagi aku.
- 1:22:47Setelah itu aku dapat dengan penelusuran
- 1:22:48akalku, aku dapat Islam adalah
- 1:22:50satu-satunya. Itu bisa direplikasi atau
- 1:22:52diulangi ke siapapun.
- 1:22:53Oke.
- 1:22:54Kayak rumus saya.
- 1:22:55Dijabar gitu pas di pindahin ke orang
- 1:22:56hasilnya tetap sama.
- 1:22:57Siapapun yang ngitung kalau misalnya itu
- 1:22:59rumusnya sama hasilnya pasti sama.
- 1:23:00Oh, iya iya.
- 1:23:01Nah, itu replikasi.
- 1:23:02kali aku melihat agama seperti
- 1:23:03matematika ya, keren banget sih.
- 1:23:05Lah, lu belum pernah baca?
- 1:23:06Satu buku judulnya God Must Be A
- 1:23:08Mathematician.
- 1:23:09Ah.
- 1:23:10Karena orang belajar matematik itu
- 1:23:12belajar bahwasanya matematik itu adalah
- 1:23:13soalan angka, salah. Matematika itu
- 1:23:15soalan logika.
- 1:23:16Mmm.
- 1:23:17Oh.
- 1:23:18Matematika bukan soalan angka ya.
- 1:23:19Wow.
- 1:23:19Matematika itu soalan logika. Angka itu
- 1:23:21cuma perwakilan daripada logika.
- 1:23:23Oh, itu bahasanya aja ya.
- 1:23:24Good point. Nah, itu dia.
- 1:23:26Bahasanya harus berlogik lah ya.
- 1:23:27Logik, betul.
- 1:23:28Oh, iya iya iya.
- 1:23:28Berarti aku eh apa namanya? Umur 7 tahun
- 1:23:30masih Islam diwariskan.
- 1:23:32He eh.
- 1:23:33Ketika aku sadar ketika
- 1:23:35eh lagi batuk bilang dibilangin sama
- 1:23:36Bapak bilang, "Alhamdulillah."
- 1:23:38Oh, berarti disuruh ikut aja ya.
- 1:23:39Betul. Oh, ada yang menarik kalau aku
- 1:23:40boleh nambahin. Jadi gini, kemarin ada
- 1:23:42orang yang nanya sama aku, "Ustaz, emang
- 1:23:43kita boleh nanya?" "Apapun boleh tanya."
- 1:23:45Aku bilang, "Boleh, enggak ada masalah."
- 1:23:47"Tapi di dalam agama kayaknya enggak
- 1:23:48boleh." "Enggak boleh, tanya aja
- 1:23:49semuanya." Karena di dalam Islam itu
- 1:23:51justru kita disuruh nanya supaya dapat
- 1:23:53sesuatu. Justru yang enggak bertanya,
- 1:23:55Allah ancam dengan neraka.
- 1:23:57Kalau enggak bertanya diancam?
- 1:23:58Allah bilang banyak masuk neraka, satu
- 1:24:00golongan orang-orang punya akal tapi
- 1:24:02tidak pakai.
- 1:24:04Jadi Allah bilang gini, "Kamu kan punya
- 1:24:05akal, kenapa enggak kamu enggak pakai?
- 1:24:06Kenapa enggak pakai untuk nanya?" Dan
- 1:24:07ulama-ulama berkata, "Kunci daripada
- 1:24:10sori, sesungguhnya ilmu itu tersimpan
- 1:24:11dalam lemari-lemari yang memiliki kunci
- 1:24:14dan kuncinya adalah [berdehem]
- 1:24:14pertanyaan yang tepat."
- 1:24:16Oh.
- 1:24:17Kunci eh pertanyaan yang tepat akan
- 1:24:18unlock ilmu yang tepat. Kita beda antara
- 1:24:21nanya kenapa kita salat dengan bagaimana
- 1:24:23cara salat? Itu unlock-nya beda. Kalau
- 1:24:25kita nanya, gimana cara salat?
- 1:24:26Unlock-nya fikih. Kalau kita nanya,
- 1:24:28kenapa kita salat? Unlock-nya akidah.
- 1:24:31Jadi tergantung pertanyaan.
- 1:24:34Wow.
- 1:24:35Oke.
- 1:24:36Lanjut ke next question.
- 1:24:38Heeh.
- 1:24:39Kenapa banyak penceramah di Indonesia
- 1:24:41yang selalu koar-koar tentang anak
- 1:24:43durhaka, tapi enggak ada yang ceramah
- 1:24:45tentang orang tua durhaka terhadap anak?
- 1:24:48Iya, itu dia sih. Itu menurutku memang
- 1:24:50enggak fair sih.
- 1:24:50Iya, di Indonesia tuh ada ratusan cerita
- 1:24:53rakyat dan semuanya ceritanya tentang
- 1:24:55kisah anak yang durhaka. Tapi enggak ada
- 1:24:57satu pun cerita rakyat yang tentang
- 1:24:59orang tua yang durhaka.
- 1:25:00Malin Kundang.
- 1:25:00Malin Kundang dan lain-lain. Sehingga
- 1:25:02seolah-olah ketika dia sudah jadi orang
- 1:25:04tua dia bebas daripada itu semua.
- 1:25:05Iya, kayaknya itu salah satu cara sosial
- 1:25:07apa ya? Cara sosial construct gitu untuk
- 1:25:10sudahlah biar anak nurut gitu.
- 1:25:11Iya, iya. Aku sepakat sih.
- 1:25:13Dan itu itu sebenarnya berbahaya. Karena
- 1:25:14kenapa? Karena sekarang yang banyak kita
- 1:25:16lihat adalah orang tua yang tidak siap
- 1:25:17punya anak.
- 1:25:18Ehm.
- 1:25:19Bukan orang Bukan anak yang tidak siap
- 1:25:21punya orang tua. Karena anak mau enggak
- 1:25:23mau dia harus siap. Tapi orang tua dia
- 1:25:24bisa milih untuk punya anak atau tidak
- 1:25:26dan dia bisa milih untuk nyiapin atau
- 1:25:28tidak. Nah, jadi sekarang menurutku sih
- 1:25:29ya itu memang karena kebiasaan sih. Tapi
- 1:25:31pada faktanya di dalam Islam, Rasulullah
- 1:25:34sallallahu alaihi wasallam misalnya
- 1:25:34ketika ngajarin kepada orang-orang, dia
- 1:25:36ngasih tahu beda. Bahwasanya ketika dia
- 1:25:38ngasih tahu ke ke anak, itu adalah porsi
- 1:25:40anaknya. Taatlah [mendengus] sama orang
- 1:25:42tua. Kamu enggak kasihan sama mereka
- 1:25:43misalnya. Coba lihat mereka adalah di
- 1:25:45bawah Allah dan Rasul langsung mereka.
- 1:25:47Mereka adalah surga kalian dan segala
- 1:25:49macam. Tapi ketika dia dididik sama
- 1:25:50orang tua, dia enggak ngomong gitu. Dia
- 1:25:52enggak bilang orang tua tuh adalah
- 1:25:53surga. Orang tua tuh adalah masya Allah
- 1:25:55birrul walidain tuh sangat bagus.
- 1:25:57Enggak. Dia bilang hati-hati loh. Lu lu
- 1:25:59juga bisa dapat masalah nih kalau lu
- 1:26:01enggak dididik anak lu dengan benar.
- 1:26:02Karena anak ini adalah amanah.
- 1:26:04Ehm.
- 1:26:05Jadi dalilnya beda. Sama kayak ngutang
- 1:26:06sama yang diutangin. Ingat enggak?
- 1:26:07Ehm.
- 1:26:08Kalau orang yang ngutang, dalilnya
- 1:26:09adalah cepat bayar. Tapi kalau orang
- 1:26:11yang diutangin, dalilnya adalah sori,
- 1:26:13yang diutangin dalilnya adalah kasih
- 1:26:15tangguhnya terus-menerus. Kasih waktu
- 1:26:17perpanjang. Jadi, jangan pakai dalil
- 1:26:18orang. Nah, sekarang yang ngutang
- 1:26:21ngomong sama yang ngutangin, "Bukannya
- 1:26:23lu harusnya memperpanjang kata
- 1:26:24Rasulullah?"
- 1:26:26Yang ngutangin bilang, "Lu kalau enggak
- 1:26:27bayar, enggak masuk surga lu. Masih
- 1:26:29terkait lu di dunia."
- 1:26:31Lu salah pakai dalil.
- 1:26:32Nah, maka orang tua pakai dalil orang
- 1:26:33tua, anak pakai dalil anak, jangan
- 1:26:35dibalik.
- 1:26:35Iya, kadang-kadang ini tuh sebenarnya
- 1:26:37yang bikin orang tua sama anak enggak
- 1:26:38ketemu, soalnya kalimatnya yang harus
- 1:26:40dipakai karakter tertentu ditukar-tukar.
- 1:26:42Seharusnya yang ngomong eh apa namanya?
- 1:26:44Aku
- 1:26:45enggak minta dilahirin, itu bukan anak
- 1:26:46tapi orang tua.
- 1:26:47Anak tuh enggak minta dilahirin.
- 1:26:48Harusnya yang ngomong tuh orang tua.
- 1:26:49Yang ngomong durhaka tuh bukan orang tua
- 1:26:51tapi anak. Aku enggak mau jadi anak
- 1:26:52durhaka.
- 1:26:53Coba kalau semua orang tuh sesuai
- 1:26:54kalimatnya masing-masing, sesuai
- 1:26:56karakternya, dunia harmonis, Bro.
- 1:26:58Kesimpulan yang sangat culture.
- 1:27:00Dalil itu dalam Alquran. Dalil itu
- 1:27:03Alquran.
- 1:27:03Dalil itu Alquran.
- 1:27:05Dalil itu Alquran, As-Sunnah itu dalil.
- 1:27:07Berarti setiap di Alquran itu ada
- 1:27:09karakternya masing-masing ya, kayak
- 1:27:11misalnya jadi istri gimana, suami ini
- 1:27:14Lu tahu enggak?
- 1:27:15Tapi kok tipis ya Alquran?
- 1:27:17Tipis?
- 1:27:18Tipis.
- 1:27:18Alquran segini kan?
- 1:27:19Itu 500 halaman.
- 1:27:21Oh.
- 1:27:22Tapi enggak semua di dalam Alquran, ada
- 1:27:23hadis. Contoh misalnya ada hadis yang
- 1:27:257.000 hadis.
- 1:27:277.000 halaman?
- 1:27:287.000 hadis.
- 1:27:29Oh, 7.000 hadis.
- 1:27:30Ada yang hadisnya 20.000 hadis.
- 1:27:3320.000 ini maksudnya?
- 1:27:34Tebal kan? 20.000 hadis. Jadi, contoh
- 1:27:36kayak gini misalnya ya. Sekarang banyak
- 1:27:38masalah di rumah tangga gara-gara suami
- 1:27:39pakai dalil istri, istri pakai dalil
- 1:27:41suami.
- 1:27:42Iya iya iya.
- 1:27:42Memang enggak ada tulisannya untuk istri
- 1:27:44untuk
- 1:27:45Iya karena tapi ada kayak gitu ya, Ustaz
- 1:27:46ya?
- 1:27:46Dikasih kayak peruntukannya biar
- 1:27:48Karena orang konteks-konteksnya enggak
- 1:27:49hilang. Soalnya
- 1:27:50Karena orang beragama bukan untuk
- 1:27:52dirinya, tapi untuk nunjuk orang lain.
- 1:27:56Sama kadang untuk menguatkan posisi dia.
- 1:27:58Benar benar benar benar benar benar.
- 1:27:59Otoritas dia.
- 1:27:59Tapi intinya ada tulisannya.
- 1:28:01Curang dia ngomong.
- 1:28:02Dengar, istri itu harusnya ke suami itu
- 1:28:02kayak gini.
- 1:28:04Dia ngomong suami kayak gitu kan.
- 1:28:05Harusnya bukan lu yang pakai dalil itu.
- 1:28:07Ini tuh kayak perang temanku yang sudah
- 1:28:09berumah tangga, eh istrinya ngirimin
- 1:28:11reels buat suaminya.
- 1:28:13[tertawa]
- 1:28:13Itu suami yang ngirimin reels. Kayak
- 1:28:15gitu. Lihat nih, kata Ustaz Felix nih.
- 1:28:17Terus suaminya bilang, "Ini juga kata
- 1:28:18Ustaz Felix nih."
- 1:28:20[tertawa]
- 1:28:21Cari picking yang sesuai sama
- 1:28:23senjatanya. Nah, itu sebenarnya gua
- 1:28:24kalau
- 1:28:25ke si siapa? Ke si Dehan.
- 1:28:28Heeh.
- 1:28:28Saya juga ngomong ke Ruri dari awal.
- 1:28:31Ini bocah, dia lahir cuma gara-gara kita
- 1:28:34sange di suatu malam.
- 1:28:36Lahirlah dia.
- 1:28:37Heeh.
- 1:28:37Jangan kasih dia
- 1:28:38tanggung jawab.
- 1:28:39Eh, beban tanggung jawab kayak misalnya,
- 1:28:41"Nanti kalau sudah tua harus nafkahi
- 1:28:42orang tuanya."
- 1:28:43Itu biar dia belajar sendiri, dia yang
- 1:28:45mutusin sendiri, bukan kita sebagai
- 1:28:46orang tua yang
- 1:28:47Iya.
- 1:28:48"Kamu harus ini, harus ini." Iya.
- 1:28:49Pokoknya
- 1:28:50jangan minta apa-apa ke dia, tapi kalau
- 1:28:51dia mau ngasih, ya sudah kita terima.
- 1:28:52Tapi jangan sampai belajar dari kita,
- 1:28:54karena kalau kita belajar dari dia
- 1:28:55belajar dari kita, kita sudah salah
- 1:28:57menggunakan dalil tadi, kita jadi pakai
- 1:28:59dalil buat dia.
- 1:29:00Buat memanfaatkan posisi kita.
- 1:29:02Betul.
- 1:29:02Iya.
- 1:29:04Kadang kalau seumpama dalil yang
- 1:29:05dibilang, "Eh, ingat ibumu, ibumu,
- 1:29:07ibumu." Itu keren kalau yang ngomong
- 1:29:08bukan ibu, tapi kalau yang ngomong ibu
- 1:29:10Itu benar.
- 1:29:11Kayak [tertawa] NPD banget sih, mama.
- 1:29:14Itu sudah diajarin sama Rasul di masa
- 1:29:16dia hidup.
- 1:29:19Itu sudah diajarin Rasul di masa dia
- 1:29:20hidup.
- 1:29:21Jadi kayak manipulatif.
- 1:29:22Iya, benar.
- 1:29:23Iya, benar, benar, benar.
- 1:29:24Benar, itu benar banget. Dan itu sudah
- 1:29:25kita ajarkan sama anak-anak sebenarnya.
- 1:29:26Iya, kok bisa ya ayat Qur'an jadi guilty
- 1:29:28trip ke aku?
- 1:29:30Itu jadi guilty trip dan flashlighting,
- 1:29:32gaslighting.
- 1:29:34Pertanyaan ketiga.
- 1:29:35Ya, pertanyaan ketiga kita, eh, bacakan.
- 1:29:38Apakah hukuman membenci
- 1:29:40ibu sendiri? Bagaimana menghadapi
- 1:29:41seorang ibu yang NPD?
- 1:29:42Oh, berarti ada dua nih.
- 1:29:44Yang selalu membahas hutang balas budi,
- 1:29:46biaya dari bayi sampai sekolah,
- 1:29:48selingkuh, selingkuh dan percaya pada
- 1:29:50hal-hal yang musyrik. Oh, ini juga ada
- 1:29:52pertanyaan lanjutan, dia juga selingkuh
- 1:29:53dan percaya sama hal musyrik.
- 1:29:56Kurang lebih, eh, nas, suka sumpah
- 1:29:57serapah dan menyebut anaknya durhaka.
- 1:29:59Apa boleh menjauhkan diri dengan orang
- 1:30:01tua seperti itu? Apa masih ada surga di
- 1:30:03telapak kaki ibu yang seperti itu?
- 1:30:05Oh, sudah dijawab.
- 1:30:06Iya, sudah dijawab.
- 1:30:06Pernah, pernah, pernah ditanya ketika
- 1:30:08kita escape offline juga.
- 1:30:09Iya. Dan aku sarani pada dia lebih baik
- 1:30:12eh menjauh dulu dari ibunya.
- 1:30:14Hmm.
- 1:30:15Karena kita enggak akan bisa nyelesaiin
- 1:30:16masalah kalau kita belum bisa santai
- 1:30:18dengan masalah itu.
- 1:30:19Iya, iya, iya.
- 1:30:20Eh dan kekuatan lu salah satunya adalah
- 1:30:22santai terhadap masalah.
- 1:30:23Dan aku 7 tahun tidak ketemu ibu. He eh.
- 1:30:25Aku perlu 7 tahun untuk membuat ibuku
- 1:30:27suka sama kucing dulu.
- 1:30:28[tertawa]
- 1:30:28Iya, sama lu ya.
- 1:30:29Sama seperti Pak Prabowo yang memegang
- 1:30:31Bobby, itu berubah total.
- 1:30:33He eh.
- 1:30:34Sumpah, karena kalau seumpama langsung
- 1:30:36dihadapin, tak, tak.
- 1:30:37He eh.
- 1:30:38Berarti kesamaan lu sama kucing karena
- 1:30:39sama-sama berbulu kali ya.
- 1:30:41Hmm,
- 1:30:41[tertawa]
- 1:30:42benar.
- 1:30:42He eh.
- 1:30:43Kucingnya 11, Ustaz.
- 1:30:4411 ya.
- 1:30:44Tapi dia bilang kucing timnas. Bedanya
- 1:30:46yang naturalisasi cuma satu doang kalau
- 1:30:48di sana. Cuma Persia cuma satu.
- 1:30:49Cuma oh cuma Persia cuma satu. Ustaz,
- 1:30:51bentar lagi banyak punya anak tuh.
- 1:30:53Ah, iya.
- 1:30:53oren enggak?
- 1:30:54Ada yang oren. Nah, mamaku lebih suka
- 1:30:55yang lokal karena katanya dia bukan
- 1:30:58eh kepala BUMN katanya udah.
- 1:31:01Oke, jadi intinya gimana, Ustaz?
- 1:31:03Maksudnya apakah boleh kita membenci ibu
- 1:31:05kita yang sudah melahirkan
- 1:31:06Atas alasan apapun. Enggak boleh.
- 1:31:08Jadi tidak boleh membenci
- 1:31:10kesal
- 1:31:10Enggak boleh.
- 1:31:11Waduh.
- 1:31:12Jadi memang hukum ada hukumnya kalau
- 1:31:13misalnya kita sebagai anak
- 1:31:14bencilah perbuatannya.
- 1:31:16Benci
- 1:31:16Jangan orangnya.
- 1:31:17Oh, gimana? Biasanya kan kita memisahkan
- 1:31:19antara perbuatan sama orangnya kan yang
- 1:31:21membuat orangnya.
- 1:31:22Iya, gimana caranya?
- 1:31:23Kasih tahu pada diri kita, orang bisa
- 1:31:25berubah.
- 1:31:26Oke, berarti kita harus sabar ya
- 1:31:27kuncinya.
- 1:31:28Tapi perbuatannya enggak bisa berubah.
- 1:31:29Jadi jawabannya adalah sabar dan
- 1:31:31menerima atau
- 1:31:32menerima dulu bahwasanya ini adalah
- 1:31:34sesuatu yang harus di selesaikan. Yang
- 1:31:35kedua menjauh dulu dari masalah itu.
- 1:31:37Coba cari dulu belajar cari kekuatan
- 1:31:39sehingga kita bisa datang comeback
- 1:31:41stronger dan nyelesaiin masalahnya.
- 1:31:42Iya.
- 1:31:42Ajak komunikasi.
- 1:31:43Walaupun masalah berikutnya ketika dia
- 1:31:45sudah berubah nih kayak mamaku
- 1:31:46Betul.
- 1:31:47Bingung tahu umur 29 menerima kasih
- 1:31:49sayang baru menerima. Kayak mau dipeluk
- 1:31:51tuh
- 1:31:51Iya, agak-agak awkward.
- 1:31:53Iya, sekarang aku lagi mencari
- 1:31:55keluarga-keluarga harmonis yang buka
- 1:31:56magang. Pengin jadi anak yang pengin
- 1:31:57belajar pelukan karena enggak tahu. Cuma
- 1:31:59kalau dipeluk ibu, ini dipeluk
- 1:32:02Mau, mau gua mau gua kasih tahu cara
- 1:32:04cara instan.
- 1:32:05Gimana caranya?
- 1:32:06Nikah dulu.
- 1:32:07Oke, Ustaz.
- 1:32:08Serius.
- 1:32:08Semoga segera.
- 1:32:09Heeh, nikah dulu.
- 1:32:10Iya.
- 1:32:10Heeh, nanti lu bisa belajar itu.
- 1:32:12Ini setelah kasus kemarin aku baru
- 1:32:13percaya lagi untuk kembali belajar
- 1:32:15salat, baru apa-apa lagi. Makanya
- 1:32:17kayaknya memperdalam dulu agamanya.
- 1:32:19Iya, benar.
- 1:32:20Terus comeback stronger.
- 1:32:21Baru bisa dihadapi. Ayo, kita ngobrol.
- 1:32:23Kamu mau ngobrol apa?
- 1:32:24Kamu durhaka.
- 1:32:24Oke, mungkin aku durhaka, tapi kamu
- 1:32:26pernah berpikir enggak kalau kamu
- 1:32:27durhaka juga?
- 1:32:28Ehm, ya iya.
- 1:32:29Enggak mungkin ngomong kayak gitu.
- 1:32:30kita ngomong kayak gitu kan ke orang.
- 1:32:31Nah, bisa kalau kita sudah benar-benar
- 1:32:33bisa comeback stronger.
- 1:32:34Oke, aku aku ngerti. Iya, aku bisa
- 1:32:35memahami kalau kamu enggak suka sama
- 1:32:37aku. Aku bisa memahami kalau kamu
- 1:32:39teriak-teriak, tapi kita bisa enggak sih
- 1:32:40ngobrol? Karena kalau kamu ngobrol yang
- 1:32:42makin kuat suaramu, itu juga enggak buat
- 1:32:43aku enggak buat aku lebih dengar kamu.
- 1:32:45Jadi balik lagi ke komunikasi.
- 1:32:47Iya, Ustaz. Sebelum
- 1:32:49sebelum merubah pikirannya, rubah dulu
- 1:32:50mood-nya.
- 1:32:51Iya.
- 1:32:52Jadi sebelum kita bisa mengontrol emosi
- 1:32:54kita, lebih baik jangan datang dulu ya.
- 1:32:56Iya.
- 1:32:57Gitu, menjauh dulu enggak apa-apa
- 1:32:58selama.
- 1:32:59wow.
- 1:32:59Tapi satu yang mau gua bilang.
- 1:33:00Perempuan itu ngomong bukan untuk
- 1:33:01didengerin.
- 1:33:02Perempuan oh, ngomong bukan untuk
- 1:33:04didengerin?
- 1:33:04Bukan.
- 1:33:05Terus untuk?
- 1:33:06Untuk dimengerti.
- 1:33:07Oh.
- 1:33:08Cobalah contohnya, mereka lagi
- 1:33:10ngomel-ngomel nih. Terus misalnya ya,
- 1:33:11kalau lu sudah punya istri, terus lu
- 1:33:13perlu diam mereka.
- 1:33:14Ehm.
- 1:33:15Kadang-kadang mereka cuma mau cari
- 1:33:16perhatian saja sih. Eh, cuma karena
- 1:33:18mereka enggak tahu, maka mereka ngomong.
- 1:33:19Karena itu kan cewek yang stres, itu
- 1:33:21banyak ke psikolog.
- 1:33:23Karena ngomongnya sembarangan. Tapi
- 1:33:24kalau cowok stres, banyak masuk penjara.
- 1:33:27Karena mukul sembarangan.
- 1:33:28Tapi bukan ngomong. [tertawa]
- 1:33:30Setelah setelah nikah jadi bisa meluk
- 1:33:32ibu jauh lebih erat, Ustaz?
- 1:33:33Harusnya iya.
- 1:33:35Wow.
- 1:33:35Aku tahu
- 1:33:36awkward-nya lu, aku tahu persis.
- 1:33:38Aku kalau sama mama bilang I love you
- 1:33:39saja, aku enggak belum bisa balas sampai
- 1:33:41hari ini.
- 1:33:42Tiap every single day, dia setelah kasus
- 1:33:43ini terungkap.
- 1:33:45Sampai hari ini masih minta maaf. Maaf.
- 1:33:47Oh.
- 1:33:48Nak, mama belum bisa jadi orang tua yang
- 1:33:49baik zaman dulu, mama minta maaf tiap
- 1:33:51hari sampai hari ini. Dan aku cuma kasih
- 1:33:53like saja.
- 1:33:54Dan ya sudah aku bilang.
- 1:33:55Kasih monyet tiga saja, siap. Kayak aku.
- 1:33:58Eh, yang gini nih.
- 1:33:59Iya.
- 1:33:59[tertawa]
- 1:34:03Enggak tapi tapi kalau menurutku ya,
- 1:34:05nanti eh ya lu usia berapa?
- 1:34:0729.
- 1:34:08Wah, buh masih muda.
- 1:34:09Tapi masih ya, kok bisa jiwa keibuan
- 1:34:11setelat itu diantar sama kurir gitu di
- 1:34:13umur mama yang menjelang 40-an.
- 1:34:16Catat kata-kataku, lu 35 lu akan berubah
- 1:34:18jauh sama ibu lu.
- 1:34:20Bakal apa?
- 1:34:20Berubah jauh.
- 1:34:21Berubah hubungannya akan lebih.
- 1:34:23Heeh.
- 1:34:23Lagi proses ya, Ko.
- 1:34:25Iya proses.
- 1:34:25Tapi kalau seumpama berkomedi aku cara
- 1:34:27izinnya adalah dengan melibatkan beliau
- 1:34:28mah untuk diskusi. Jadi sekali lagi
- 1:34:30minta izin.
- 1:34:31Ada ada satu hal yang yang menjadi satu
- 1:34:32variabel yang enggak bisa diganti, time
- 1:34:34will heal.
- 1:34:36Time will heal.
- 1:34:37Iya kasih waktu.
- 1:34:38Iya.
- 1:34:39Pertanyaan terakhir pertanyaan terakhir.
- 1:34:41Oke.
- 1:34:41Siap terakhir terakhir terakhir.
- 1:34:42Selama ini belum gagal nih.
- 1:34:43Iya.
- 1:34:44Wow wow wow.
- 1:34:45Woi, masih terjawab ya.
- 1:34:48Apakah dosa orang tua bisa ditanggung
- 1:34:50anaknya? Eh tadi kita udah jawab ya, eh
- 1:34:53dosa orang tua orang tua, dosa anak dosa
- 1:34:55anak.
- 1:34:55Eh apakah di akhirat nanti anak bisa
- 1:34:58menggantikan orang tuanya saat dimintai
- 1:35:00pertanggungjawaban
- 1:35:01atas semasa hidup mereka.
- 1:35:03Mereka sudah terlalu banyak stand man
- 1:35:04menanggung beban bisa saya menggantikan
- 1:35:06mereka diadili nanti. Jawabannya adalah
- 1:35:08nanti di hari akhirat kita udah sibuk
- 1:35:09dengan urusan kita masing-masing.
- 1:35:11Benar.
- 1:35:11Bahkan dikatakan sama Allah di dalam
- 1:35:13Alquran, ketika kita ngelihat ibu kita
- 1:35:14kita yang lari.
- 1:35:16Ketika apa?
- 1:35:17Kita ngelihat ibu kita kita yang lari.
- 1:35:18Karena kita enggak mau dimintai
- 1:35:20pertanggungjawaban ibu kita atas mungkin
- 1:35:22kebandelan kita dan segala macam. Dan
- 1:35:24ibu kita ketika ngelihat kita dia juga
- 1:35:25lari. Karena dia enggak [berdehem] mau
- 1:35:27diminta untuk kenapa anaknya itu buat
- 1:35:29salah gini-gini, mungkin ada salah kamu.
- 1:35:31Jadi itu di dalam Alquran dikatakan
- 1:35:32bahwasanya mereka saling berpencar.
- 1:35:34Mereka saling berpencar dan ngurus
- 1:35:35urusan masing-masing. Saking sibuknya
- 1:35:37dia enggak bakal bisa mikirin gini lagi.
- 1:35:39Tapi ini enggak salah, kenapa? Karena
- 1:35:40pikirinlah di dunia ketika kamu masih
- 1:35:42belum masuk di akhirat. Karena di
- 1:35:44akhirat enggak sempat lagi.
- 1:35:45Tapi secara konsep Islam berarti dosa
- 1:35:47atau pahala lintas
- 1:35:48Heeh.
- 1:35:49relationship itu doesn't exist. Jadi
- 1:35:51setiap orang for its own.
- 1:35:52Doesn't exist, tapi
- 1:35:54pahala lintas generasi bisa eksis.
- 1:35:57Oh, oke.
- 1:35:57Walaupun dosa juga bisa eksis, tapi
- 1:35:59dalam bukan dalam bentuk transfer
- 1:36:00ataupun apa ya. Jadi, gini, di dalam
- 1:36:02Islam ada namanya dosa jariyah, ada
- 1:36:03namanya pahala jariyah.
- 1:36:04Iya.
- 1:36:05Nah, kalau dosa jariyah adalah kalau
- 1:36:06misalnya ibu kita nyontohin sesuatu yang
- 1:36:08jahat, kita ulangin terus-menerus,
- 1:36:09misalnya itu jadi dosa dia juga.
- 1:36:11Mmm.
- 1:36:11Bukan karena dosanya ini, bukan dosa
- 1:36:13perbuatan dosanya, tapi karena nyontohin
- 1:36:14yang jahat.
- 1:36:15Iya.
- 1:36:15Mmm.
- 1:36:16Sama kayak kebaikan. Kalau ibu kita,
- 1:36:17contoh misalnya, ibunya bilang, "Nak,
- 1:36:19aku minta maaf."
- 1:36:20Iya.
- 1:36:20Terus kemudian
- 1:36:22lu nanti gitu sama anak-anak lu, karena
- 1:36:23tahu ibu lu begitu. Itu ibunya dapat
- 1:36:25pahala terus.
- 1:36:27Itu namanya pahala jariyah. Jadi, kita
- 1:36:29enggak bisa bantu dia di hari kiamat,
- 1:36:30bantu dia sekarang.
- 1:36:32Mmm.
- 1:36:33Jadi, jangan pas hari kiamat, sekarang
- 1:36:34nih bantu dia nih, karena lihat lu di
- 1:36:35hari kiamat lu udah enggak bisa apa-apa
- 1:36:37lagi.
- 1:36:37Soalnya ada Dajjal itu ya.
- 1:36:38Bukan.
- 1:36:39Bukan, [tertawa] bukan.
- 1:36:40Bukan.
- 1:36:41Udah, di di hari kiamat kan kita dihisap
- 1:36:43tuh, yang dihitung amal ibadahnya.
- 1:36:45Iya.
- 1:36:45Itu
- 1:36:47itu orang-orang itu udah enggak ada yang
- 1:36:49mikirin, "Eh, ibuku gimana ya, bapakku
- 1:36:51gimana?" Semua mikirin diri sendiri
- 1:36:53semua.
- 1:36:54Nah, kalau mau mikirin sekarang.
- 1:36:55Iya.
- 1:36:55Nah, jadi ini
- 1:36:56sih.
- 1:36:56Eh, jadi ketika misalnya nanggung beban
- 1:36:59mereka gimana? Ya, lu sekarang, sekarang
- 1:37:01lu masih hidup, lu berbuat sesuatu bagi
- 1:37:02mereka. Doain mereka, sedekah atas nama
- 1:37:04mereka, jadi anak baik, salat, doain
- 1:37:07mereka. Lu semua, mereka akan dapat
- 1:37:09seluruh bagian daripada perbuatan baik
- 1:37:11itu.
- 1:37:11Sedekah atas nama mereka, berarti bisa
- 1:37:13diwakili pahala.
- 1:37:14Bisa.
- 1:37:15Oh, pahala bisa diwakili.
- 1:37:16Dapat dosa jahirnya dan pahala pahala
- 1:37:17tadi ya. Kayak sembelih kambing, sapi.
- 1:37:20Iya.
- 1:37:20Tapi ini atas nama bapak saya.
- 1:37:21Iya.
- 1:37:22Lu salat aja, dapat kok pahala ke bapak
- 1:37:25ibu lu.
- 1:37:26Kalau mencuri atas nama anak saya.
- 1:37:27Apa?
- 1:37:28Kalau gue nyolong tapi atas nama orang
- 1:37:29tua.
- 1:37:31[tertawa]
- 1:37:31Enggak mungkin.
- 1:37:32Rese lu, salah.
- 1:37:34Bisa.
- 1:37:35Aku enggak kepikiran pertanyaan ini.
- 1:37:38[tertawa]
- 1:37:40Enggak, soalnya kalau dia bilang kepala
- 1:37:41gua, konsepnya ini lebih ke pahala dan
- 1:37:43dosa yang
- 1:37:44mempengaruhi lintas
- 1:37:46Iya.
- 1:37:46gitu.
- 1:37:47Betul. Jadi, intinya pada contoh sih.
- 1:37:49Artinya contoh ya, kalau ada orang yang
- 1:37:51mencontohkan sesuatu kecurangan, siapa
- 1:37:52pun yang ngikutin dia, itu dia dapat eh
- 1:37:55dosa daripada kecurangan tersebut.
- 1:37:56Ehm.
- 1:37:58Andaikan misalnya dia berbuat sesuatu
- 1:37:59yang merugikan orang banyak, termasuk
- 1:38:00tadi, ya dia akan mencontohkan dosa
- 1:38:02jarinya itu ngalir terus tuh ke dia tuh.
- 1:38:04Ehm.
- 1:38:04Makanya kan eh orang bilang kan enggak
- 1:38:06beruntung banget tuh Firaun tuh
- 1:38:07nyontohin sesuatu yang buruk tuh
- 1:38:09diikutin sama orang-orang tuh dapat
- 1:38:10semua tuh dia tuh.
- 1:38:12Nah, jadi itu orang tua jadi sekarang
- 1:38:13hampir berbuat ya, mumpung masih ada.
- 1:38:15Nih.
- 1:38:16Lah, lah, kok enggak bisa enggak bisa
- 1:38:18terbang dia.
- 1:38:19Oh, sekarang.
- 1:38:20Karena kalau kata Veran, kiamat sudah
- 1:38:22dekat, sudah tahu tanggal pastinya lah
- 1:38:23kan.
- 1:38:24Berarti dosa itu tidak bisa ditanggung,
- 1:38:26tapi pahala itu bisa kita kasihkan.
- 1:38:28dosa itu bukan dosanya yang ditanggung,
- 1:38:30tapi lebih kepada apa kontribusi kita
- 1:38:32sehingga ada orang berbuat dosa.
- 1:38:34Oh, kontribusi kita. Selama kalau
- 1:38:36misalnya kita enggak ngapa-ngapain ya
- 1:38:37kita dosa juga.
- 1:38:38Eh contoh gini, kalau ibu kita misalnya
- 1:38:40ya, ibu kita melakukan dosa ya, eh tanpa
- 1:38:42ada kontribusi kita di situ, ya sudah
- 1:38:44dosa sih. Dia dosa dia, dosa kita dosa
- 1:38:46kita.
- 1:38:46Contohnya kayak tadi, ibunya pelayan
- 1:38:47misalnya, itu dia enggak dapat dosanya.
- 1:38:49Oke.
- 1:38:49Iya.
- 1:38:50Yang dosa bersama apa?
- 1:38:51Nah, dosa bersama kalau ibunya jadi
- 1:38:53pelayan, anaknya jadi pelayan juga.
- 1:38:55Gara-gara ngelihat ibunya, oh ternyata
- 1:38:57bisa, kenapa aku enggak bisa.
- 1:38:58Walaupun ibunya enggak nyuruh, cuma
- 1:38:59nyontohin doang.
- 1:39:01Tapi, kalau sekarang nih kasusnya nih,
- 1:39:03ibunya misalnya sudah tobat, anaknya
- 1:39:05terus kemudian salat, ibunya ikut salat,
- 1:39:07dia dapat pahalanya.
- 1:39:09Ehm. Di sini konteksnya anaknya tuh
- 1:39:11pengin bertanggung jawab atas dosa
- 1:39:12ibunya kayaknya.
- 1:39:13Nah, kalau ibunya sudah enggak ada, dia
- 1:39:15tidak bisa bertanggung jawab atas dosa
- 1:39:16ibunya, tapi dia bisa ngirim pahala buat
- 1:39:19ibunya.
- 1:39:20Oh, iya yang aku kemarin bahas, pahala
- 1:39:22itu kan bisa nyelamatin orang dari
- 1:39:23neraka.
- 1:39:24"Ya Allah, dosa ibu kasih aja ke aku."
- 1:39:26Dia yaumil kiamat nanti, lu akan sibuk
- 1:39:28dengan dosa lu sendiri gitu.
- 1:39:29Oh, jadi nanti pahalanya bakal tetap
- 1:39:30dihitung lebih banyakan mana sama
- 1:39:32dosanya atau dikurangin?
- 1:39:34Kemarin gua lumayan kaget juga, ternyata
- 1:39:35dari neraka bisa pindah ke surga kalau
- 1:39:37Benar. Ini.
- 1:39:38Pahalanya transfer, ditransfer.
- 1:39:40Contohnya misalnya ya, mbanking, lu
- 1:39:42punya dosa misalnya, ibu lu punya dosa
- 1:39:44ya, sudah melakukan banyak dosa seumur
- 1:39:46hidup dia, tapi ketika dia sudah
- 1:39:47bertobat, ini insya Allah dia sudah
- 1:39:48dihilangin sama Allah.
- 1:39:49Oh, aku mulai dapat konspirasinya kenapa
- 1:39:51di tempat prostitusi itu banyak sekali
- 1:39:54ibu-ibu yang pengen anaknya masuk
- 1:39:55pesantren.
- 1:39:56Kenapa?
- 1:39:56Soalnya
- 1:39:57Supaya bisa mendoakan.
- 1:39:59Teman tetanggaku pada masuk pesantren
- 1:40:00semua.
- 1:40:01Iya, iya.
- 1:40:02Berarti mereka tahu konsep itu cuma
- 1:40:04penerapannya tapi oportunis saja.
- 1:40:07Semua di sini jadi terjawab Ustaz,
- 1:40:08sumpah terima kasih.
- 1:40:10Itu tanggung jawab lu.
- 1:40:11Wow.
- 1:40:12Mungkin ada saatnya nanti di mana lu
- 1:40:13harus berdakwah di situ.
- 1:40:14Oh.
- 1:40:15Karena lu sudah tahu ini.
- 1:40:16Karena lu tahu celahnya jadi ya.
- 1:40:17Lu lu tahu innernya mereka.
- 1:40:19Iya, iya, iya.
- 1:40:19Lu harus kasih tahu mereka aku tahu di
- 1:40:21dalam hati kalian ada ada kebaikan.
- 1:40:23Aku punya gini gini gini sebagai pro
- 1:40:26gitu kan, lu bisa bilang gitu.
- 1:40:28Aku di sana dipanggilnya King Ustaz,
- 1:40:29sumpah.
- 1:40:29Tuh kan, kayak datang ke sana kayak
- 1:40:31Black Panther demi Allah, cuman pas
- 1:40:33datang ke sana orang-orangnya juga
- 1:40:35sebelum aku mau berceramah
- 1:40:37aku kan belum banyak tahu agama, baru
- 1:40:38belajar lagi.
- 1:40:40Jidat-jidat di sana jauh lebih hitam
- 1:40:41daripada aku Ustaz, jauh lebih banyak
- 1:40:43yang berubah.
- 1:40:44Karena ketika ekonomi sulit untuk mereka
- 1:40:47gapai akhirnya
- 1:40:49yang paling penting akhirat gitu
- 1:40:50akhirnya.
- 1:40:51Jadi banyak yang seperti itu. Memang aku
- 1:40:52setuju dengan Fuad sih, pemerintah nih
- 1:40:54sebenarnya problemnya di sini.
- 1:40:56Soalnya sih apa ya, aduh.
- 1:40:58Itu banyak banget orang yang bisa
- 1:40:59ditolong kalau komunitas kita itu benar.
- 1:41:01Iya.
- 1:41:02Benar.
- 1:41:02Heeh.
- 1:41:03Ya sudahlah, sebelum bendera ini kita
- 1:41:05angkat, saya tahu pembicaraan arah
- 1:41:07pembicaraan [tertawa] ini.
- 1:41:10Kita mulai pertama.
- 1:41:12Thank you dulu dong, gila ceritanya,
- 1:41:14thank you banget.
- 1:41:15Aku serius pengen banget untuk ngobrol
- 1:41:17lagi sama lu sebenarnya.
- 1:41:18Serius deh.
- 1:41:19Semoga bisa ngobrol lagi.
- 1:41:20Sangat menginspirasi loh.
- 1:41:21Ya kalau eh kalau lu mau main-main ke
- 1:41:22sini main-main saja.
- 1:41:24Ngobrol-ngobrol segala macam, kayaknya
- 1:41:25lu perlu banyak bekal untuk bisa dakwah
- 1:41:27ke sana gitu.
- 1:41:29Foto.
- 1:41:30Suka banget ya ngobrol sama Ustaz,
- 1:41:31banyak banget yang kejawab di kepalaku
- 1:41:32yang kayak bahkan tadi [berdehem] juga
- 1:41:34pertanyaanmu ngebantu aku, oh iya ayahku
- 1:41:35ya.
- 1:41:36Iya.
- 1:41:37[tertawa]
- 1:41:37Asik.
- 1:41:37Asik banget dalam buku.
- 1:41:38Banget banget mukanya.
- 1:41:40Soalnya kalau enggak di
- 1:41:42Kalau enggak dicecer kayak gitu enggak
- 1:41:43mungkin ketemu memori
- 1:41:45bulan tadi.
- 1:41:46Heeh.
- 1:41:47Oh, wow.
- 1:41:48Gila loh Verrel ngebuka core memory loh.
- 1:41:50Ini salah satu percakapan yang aku
- 1:41:52sangat senangi dan syukuri karena aku
- 1:41:54yakin pasti banyak bantu orang lain.
- 1:41:56Iya.
- 1:41:56Masya Allah.
- 1:41:57Oke, terima kasih Mas Eki atas
- 1:41:59dakwahnya.
- 1:42:01Jangan lupa untuk beli bukunya bergurau.
- 1:42:04Kenapa A nya dikurung?
- 1:42:06Karena bisa dibaca bisa enggak.
- 1:42:07Iya, bisa bergurau bisa berguru jadinya.
- 1:42:10Oh, keren keren.
- 1:42:11Bergurau.
- 1:42:11Bergurau.
- 1:42:12Boleh jelasin dari tadi.
- 1:42:14Dari di ruang sana loh sudah diomongin.
- 1:42:16[tertawa]
- 1:42:17Iya ya.
- 1:42:17Berguru atau bergurau dari luka.
- 1:42:20Gua emosi gua.
- 1:42:22Kenapa?
- 1:42:23[tertawa]
- 1:42:24Dia enggak percuma kita emosi ke dia dia
- 1:42:26juga enggak ngerti reasonnya kenapa.
- 1:42:28Di buk ini ceritanya tentang kisah
- 1:42:30hidupnya Mas Eki yang mungkin kita bisa
- 1:42:32belajar ya. Ada tips and trik
- 1:42:34nya enggak di sini?
- 1:42:35Banyak eh bukan secara wah itu kan emang
- 1:42:39kalau orang dibentak suka belibet
- 1:42:40teman-teman.
- 1:42:41Sekarang sudah
- 1:42:42Nah, jadi gini.
- 1:42:44Ini di sini banyak banget cerita-cerita
- 1:42:46tentang eh keluarga disfungsi yang
- 1:42:48berusaha untuk menjadi tetap keluarga.
- 1:42:51Oh.
- 1:42:51Jadi akan ada mungkin tips and trik
- 1:42:53secara implisit yang teman-teman bisa
- 1:42:55baca. Ada lebih banyaknya sih lebih plot
- 1:42:57sih lebih cerita tentang bagaimana
- 1:43:00harapan itu masih ada buat
- 1:43:01Heeh.
- 1:43:02menjadi mangkuk yang pecah di satu kali
- 1:43:05terus dikasih emas itu.
- 1:43:07Jadi belajarnya dari ceritanya bukan
- 1:43:09tips and trik.
- 1:43:09Iya, satu dua
- 1:43:10Enggak betul betul
- 1:43:11[tertawa]
- 1:43:12enggak ada itu enggak ada.
- 1:43:13Iya.
- 1:43:14Iya. Dan tidak menafikan juga di buku
- 1:43:17ini sebenarnya lebih banyak ngomongin
- 1:43:18tentang tektokan aku sama psikolog aku,
- 1:43:20psikolog.
- 1:43:20Oh.
- 1:43:21Psikolog aku terus-terusan jadinya
- 1:43:22Yang tadi nyerah itu.
- 1:43:23Iya.
- 1:43:24[tertawa]
- 1:43:24Gua dong, kalau nyerah enggak mungkin
- 1:43:25jadi buku.
- 1:43:27Udah bercanda.
- 1:43:28Eh, sama Bu Fanny. Ini Ini tentang aku
- 1:43:30sama Bu Fanny yang tiap hari nge-unlock
- 1:43:32eh satu-satu traumaku sehingga akhirnya
- 1:43:34diceritakan dengan dengan ya aku sebagai
- 1:43:37seorang stand up comedian yang bagaimana
- 1:43:39komedi itu bisa membantuku untuk membuka
- 1:43:41traumanya tanpa mengkerdilkan si
- 1:43:44traumanya.
- 1:43:45Eh tapi penasaran, kamu waktu ke
- 1:43:46psikolog itu siapa yang
- 1:43:53[tertawa]
- 1:43:54Oke, pertama Mas Eki mau dong kita kan
- 1:43:56Escape Offline bakal ada di Makassar.
- 1:43:59Wow.
- 1:43:59Mau ngajak
- 1:44:00Lu mau balik lagi ke sana?
- 1:44:01Dia ada bahasa Makassar.
- 1:44:03Bisa enggak bahasa Makassar?
- 1:44:04Ajak anak-anak Makassar
- 1:44:06Mangkanya bahasa Makassar [tertawa] iya
- 1:44:07untuk ikut live podcast di tanggal 3 Mei
- 1:44:09di Balai Manunggal.
- 1:44:11Wih, kosong juga itu saya. Wih.
- 1:44:14[tertawa]
- 1:44:14Eh [berdehem] jangan lupa teman-teman
- 1:44:15buat
- 1:44:16semua
- 1:44:17saudara-saudara dari Makassar ini jangan
- 1:44:19lupa datang di acara Escape Live Podcast
- 1:44:23tanggal 3 Mei di Balai Manunggal
- 1:44:25tentunya karena ada mereka semua di sini
- 1:44:27yang pasti bakal
- 1:44:28Daftar kok dong.
- 1:44:29Daftar Micky.
- 1:44:30Daftar Micky.
- 1:44:31[tertawa]
- 1:44:32Oke, jangan lupa follow IG-nya @
- 1:44:36@.escape dan kalian bisa kasih
- 1:44:37pertanyaan di link bio-nya.
- 1:44:39Oke.
- 1:44:40Oke.
- 1:44:41guys. [bernyanyi]
- 1:44:42Aduh, luar biasa banget.
- 1:44:44Gila.
- 1:44:44Gila.
- 1:44:48[musik]
About this transcript
This page contains the full transcript of DERITA ANAK DURHAKA, ORANG TUA DZOLIM ?! - Escape Eps 3 (ft Eky Priyagung, Felix Siauw, Koi, Verren) by Raymond Chin, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 18,357 words across 4,180 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.