DENGKI: Kisah Benar Sihir Daripada Keluarga Sendiri — Transcript
Full transcript
- 0:20Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- 0:22Bismillahirrahmanirrahim.
- 0:23Assalamualaikum warahmatullahi
- 0:24wabarakatuh. Apa khabar sahabat semua?
- 0:26Kembali lagi bersama saya Shahrul.
- 0:28Terima kasih sebab dah klik video ni.
- 0:29Semoga yang menonton video ni
- 0:31ditambahkan rezeki dan dipermudahkan
- 0:33urusan dunia dan akhirat. Sebelum kita
- 0:35mulakan cerita malam ni, seperti biasa
- 0:37saya nak maklumkan kepada sahabat semua
- 0:39kalau kau orang minat kisah seram yang
- 0:41panjang, penuh misteri dan suspens,
- 0:44jangan lupa dapatkan lima buah novel
- 0:46seram yang saya sendiri pilih. Linknya
- 0:48saya letakkan dekat bawah video atau
- 0:51tekan aje link yang tertera di skrin.
- 0:54Untuk video kali ini, saya nak bawakan
- 0:56satu kisah benar yang bagi saya agak
- 0:58berat. Kisah tentang sebuah keluarga
- 1:01yang hidup aman pada mulanya. Seorang
- 1:03ayah yang sanggup berkorban demi menjaga
- 1:06ibu mertuanya yang dah uzur. Tapi tanpa
- 1:09dia sedar ada mata yang memandang dengan
- 1:13penuh dengki dan iri hati. Apa yang
- 1:16bermula dengan pergaduhan kecil dekat
- 1:18dalam keluarga akhirnya bertukar jadi
- 1:21satu penderitaan yang berlarutan
- 1:23bertahun-tahun. Gangguan misteri
- 1:25penyakit yang doktor sendiri tak dapat
- 1:28kesan puncanya. barang pelik yang
- 1:30ditemui dalam rumah dan satu rahsia yang
- 1:33akhirnya terbongkar. Persoalannya,
- 1:35sejauh mana seseorang tu sanggup buat
- 1:38disebabkan dengki dan iri hati? Dan
- 1:40macam mana kalau orang yang ada perasaan
- 1:43itu sebenarnya datang daripada saudara
- 1:46sendiri? Macam biasa sebelum kita
- 1:48mulakan cerita jom kita baca selawat
- 1:50dulu. Sallallahu
- 1:52rabbuna
- 1:54alan nuril mubin ahmadal
- 1:59mustafa
- 2:01sayyidil
- 2:03mursalin
- 2:04sallallahu
- 2:06rabbuna
- 2:08alan nuril mubin ahmadal
- 2:13mustafa
- 2:14sayyidil
- 2:16mursalin
- 2:18sallallahu
- 2:20rabbuna
- 2:23il mubin Ahmadal
- 2:26Mustafa
- 2:28sayidil
- 2:30mursalin.
- 2:33>> Tanpa buang masa lagi, jom let's jump
- 2:35raakab serap.
- 2:42Cerita yang saya nak bawakan hari ini
- 2:44adalah kisah benar yang penuh dengan
- 2:46hasad dengki dan amalan sihir untuk jaga
- 2:48privasi pencerita dan semua yang
- 2:50terlibat. Semua nama dalam kisah ni saya
- 2:53dah tukar. Tahun 2013, atuk Syam sebelah
- 2:57mak aje meninggal dunia dekat kampung.
- 2:59Lepas selesai urusan pengebumian,
- 3:01adik-beradik mak pun duduk berbincang
- 3:03siapa yang nak jaga opah. Masa tu opah
- 3:06dah uzur dan dah tak larat nak tinggal
- 3:08seorang dekat rumah tu. Jadi dia orang
- 3:10pun tanya ayah Syam. Lepas berbincang,
- 3:13ayah pun setuju untuk pindah ke sana
- 3:15buat sementara waktu. Bukan nak tinggal
- 3:18terus. Cuma nak hantar mak balik ke
- 3:21kampung dan tolong jaga opah sekejap.
- 3:24Masa tu Syam pula baru nak sambung
- 3:26belajar diploma sains dekat Maluri. Jadi
- 3:29Syam tinggal dekat Selangor manakala
- 3:31ayah dengan mak tinggal dekat kampung
- 3:33untuk jaga opah. Rumah opah tu bukan
- 3:35opah seorang a yang tinggal. Adik opah
- 3:38pun tinggal sekali dekat situ. Dia orang
- 3:40semua panggil dia opah su. Bukan orang
- 3:43luar. Memang darah daging sendiri. Sejak
- 3:45ayah pindah ke sana dia memang jaga opah
- 3:48betul-betul. Kalau opah sakit sikit
- 3:51terus dibawa pergi klinik. Kalau opah
- 3:53teringin nak makan apa-apa, terus
- 3:55dibelikan. Baju raya, duit raya, semua
- 3:58ayah uruskan. Memang dia layan upah
- 4:00macam mak dia sendiri. Tapi ayah bukan
- 4:03layan opah seorang je. Opah su pun dia
- 4:06layan sama rata. Kalau opah dapat baju
- 4:08raya, opah su pun dapat baju raya. Kalau
- 4:11opah dapat duit raya, opah su pun dapat
- 4:13juga. Kalau ayah ajak keluar makan, opah
- 4:15su selalunya menolak. Dia kata dia lebih
- 4:17suka duduk dekat rumah. Tapi walaupun
- 4:20macam tu, ayah tetap bungkuskan makanan
- 4:23dan bawa balik untuk dia. Masa tu Sham
- 4:26sendiri tak tahu kenapa tapi macam ada
- 4:28sesuatu dalam hati opah yang tak senang
- 4:31tengok ayah. baik sangat dengan opah.
- 4:33Anak-anak opah su sendiri pun tak pernah
- 4:35layan dia macam mana ayah layan opah.
- 4:38Ayah jaga opah dengan penuh perhatian.
- 4:40Ambil berat pasal makan minum, kesihatan
- 4:44dan segala keperluan dia. Mungkin dekat
- 4:47situlah permulaannya perasaan dengki
- 4:50yang dipendam dalam hati opah tu. Lepas
- 4:54tu keadaan dalam rumah tu mula jadi
- 4:56lain. Mula-mula mak dengan ayah asyik
- 4:59bergaduh. Sebelum ni dia orang memang
- 5:01jarang bergaduh tapi sejak duduk dekat
- 5:03sana ada a benda yang jadi punca. Sampai
- 5:07ada masa ayah terpaksa balik ke Selangor
- 5:10sekejap. Lepas tu balik semula ke
- 5:12kampung untuk selesaikan hal yang
- 5:14berlaku. Yang lebih pelik hubungan ayah
- 5:17dengan opah pun dah tak macam dulu. Opah
- 5:19macam dah berubah. Dia selalu
- 5:21marah-marah ayah dan kadang-kadang macam
- 5:24tak suka langsung dekat ayah. Padahal
- 5:26ayah yang selama ni bersusah payah jaga
- 5:29dia. Rumah yang dulu tenang pun dah jadi
- 5:32tak tenang. Hari-hari ada a benda yang
- 5:35tak kena. Semua orang jadi cepat naik
- 5:38angin, cepat terasa hati dan selalu
- 5:40bergaduh. Memang rasa macam ada sesuatu
- 5:43yang tak kena dalam rumah tu. Mula-mula
- 5:46dia orang balik Selangor nampak macam
- 5:48semuanya kembali okey. Tapi sebenarnya
- 5:50tak. Masuk tahun 2014, ayah mula jatuh
- 5:54sakit. Badan dia makin lama makin lemah.
- 5:57Ayah selalu mengadu kepala dia rasa
- 5:59berat sangat. Macam ada batu besar
- 6:01tengah tekan atas kepala. Dekat bahagian
- 6:04belakang bahu pula dia kata rasa macam
- 6:06ada orang pijak. Bila tengok dengan mata
- 6:09kasar memanglah tak nampak apa-apa.
- 6:11Dekat rumah dia orang pula gangguan mula
- 6:13datang satu persatu. Ada masa tu tengah
- 6:17malam buta pukul 2:00 atau 3:00 pagi
- 6:20tiba-tiba ada orang bagi salam dekat
- 6:22luar rumah. Kadang-kadang ada bunyi
- 6:24orang ketuk pintu. Lepas tu dia orang
- 6:26juga selalu nampak ada satu kelibat
- 6:28hitam tinggi dan panjang melintas dalam
- 6:31rumah. Sham pula selalu lepak dekat
- 6:33bawah rumah. Tapi dari tingkat atas tu
- 6:36dia terdengarlah macam ada orang tengah
- 6:37kemas bilik. Bunyi tarik katil, tarik
- 6:40kerusi. Macam ada orang tengah buat
- 6:42kerja dekat atas tu. Masa tu dia orang
- 6:44cuba fikir positif lagi. Dia orang
- 6:46anggap mungkin sebab rumah tu dah lama
- 6:50tak bermenghuni. Jadi pada awalnya dia
- 6:52orang tak rasa apa-apa yang pelik
- 6:54sangat. Sham pula teruskan belajar macam
- 6:56biasa. Tapi lama-kelamaan
- 6:58keadaan ayah makin teruk. Masa tu Sham
- 7:01tengah semester dua. Syam dengan adik
- 7:03dia Nanah pernah duduk berbincang. Dia
- 7:05orang sampai terfikir nak berhenti
- 7:08belajar supaya boleh jaga ayah sepenuh
- 7:10masa. Bila dia orang sampaikan benda tu
- 7:12dekat mak dan ayah, mak dengan ayah tak
- 7:15setuju. Ayah merayu supaya Syam dengan
- 7:18Ana teruskan belajar macam biasa.
- 7:20Walaupun masa tu dia sendiri tengah
- 7:22sakit dan semakin lemah, dia tetap
- 7:24berkeras suruh anak-anak habiskan
- 7:27pelajaran. Akhirnya Syam dengan anak
- 7:29akur dengan keputusan tu dan teruskan
- 7:31belajar. Masa tu walaupun kesihatan ayah
- 7:34tak berapa baik, dia masih lagi pergi
- 7:36bekerja di sebuah syarikat
- 7:37telekomunikasi.
- 7:39Satu pagi tu Syam ikut ayah naik bas
- 7:42dari Bukit Sentosa. Bas tu pukul 5 pagi.
- 7:46Bila sampai dekat stesen masjid Masjid
- 7:48Jamik, dia orang berdua berpisahlah
- 7:50dekat situ. Sham naik LRT ke arah Pandan
- 7:53Indah untuk ke Maluri. Manakala ayah
- 7:56pula bergerak ke arah Damansara. Sebelum
- 7:58berpisah, Syam sempat salam ayah dan
- 8:01cakaplah dia nak pergi dulu. Ayah cuma
- 8:04jawab, "Okey, pergilah." Ah baru lepas
- 8:07dua stesen telefon Syam berbunyi. Mak
- 8:10telefon Syam kamu dekat mana? Dalam LRT
- 8:13mak kenapa? Boleh patah balik tak? Ayah
- 8:15kamu pengsan dekat Masjid Jamik. Masa tu
- 8:18LRT dah berjalan memang tak sempatlah
- 8:20nak patah balik. Syam turun dekat stesen
- 8:22depan. Tak lama lepas tu mak telefon
- 8:25balik. Mak kata ada orang tolong ayah.
- 8:27Ada seorang guard neple yang tolong
- 8:30ayah. Syam. Dialah yang dudukkan ayah
- 8:32kipaskan dan bagi minum air. Orang orang
- 8:35lain ramai aje lalu-lalang buat tak
- 8:37nampak aje. Orang Nepal tu juga yang
- 8:39tolong ayah. Syam terus telefon ayah.
- 8:41Ayah kata tak apa aa kamu pergi kelas
- 8:44ayah nak balik kata ayah. Lepas tu ayah
- 8:46naik KTM sambung balik naik bas.
- 8:48Sampailah ke stesen bas dekat rumah. Mak
- 8:51pula naik motor pergi ambil ayah.
- 8:53Padahal masa tu mak tak ada lesen. Tapi
- 8:55disebabkan terpaksa dia redah juga.
- 8:58Benda macam ni bukan jadi sekali dua je.
- 9:00Sepanjang Syam belajar lebih kurang
- 9:02tujuh atau lapan kali ayah pengsan macam
- 9:04tu. Masuk tahun 2017, Syam dah habis
- 9:07belajar dan mula bekerja. Mula-mula Sham
- 9:10jadi cikgu ganti. Lepas tu dia kerja
- 9:12sekejap dengan Ube. Tapi masa tu fikiran
- 9:15Sham memang tak tenang sebab keadaan
- 9:18ayah dah makin teruk. Walaupun sakit,
- 9:20ayah masih pergi kerja macam biasa. Tapi
- 9:23bila sampai pejabat dia selalu pengsan.
- 9:26Nak tengok kertas kerja pun susah. Bukan
- 9:28sebab dia tak nampak tulisan atau tak
- 9:31faham nombor. Tapi dia kata macam ada
- 9:33sesuatu yang halang dia daripada buat
- 9:35kerja. Bos dia pun nampak keadaan tu.
- 9:38Jadi bos suruh dia duduk dekat pejabat
- 9:40aje dan tak payah keluar buat kerja
- 9:42luar. Tapi duduk dalam pejabat pun ayah
- 9:45dah tak mampu. Akhirnya syarikat
- 9:48nasihatkan ayah supaya berhenti kerja
- 9:50dan ayah pun terpaksa akur. Lepas tu
- 9:52kehidupan dia orang memang jadi susah.
- 9:55Bukan setakat masalah duit tapi
- 9:57benda-benda lain pun mula datang sekali.
- 9:59Ayah dah banyak kali pergi hospital tapi
- 10:01doktor kata tak ada apa-apa. Semua
- 10:04keputusan nampak normal. Dalam masa yang
- 10:06sama hampir setiap malam ayah kena
- 10:10gangguan. Mula-mula dia susah nak tidur.
- 10:13Lama-lama satu rumah tak boleh tidur.
- 10:15Hampir setiap jam ayah akan kejut mak
- 10:18atau Syam suruh picit kaki dan tangan
- 10:20dia. Dia kata badan dia sakit. Memang
- 10:24macam tu sepanjang malam. Sejam sekali
- 10:26ayah akan bangun dan kejut orang. Sampai
- 10:29mak kena darah tinggi sebab tak cukup
- 10:31rehat. Akhirnya Syam ambil keputusan
- 10:33berhenti kerja. Syam anak sulung.
- 10:35Adik-beradik dia cuma dua orang aje.
- 10:37Adik dia yang perempuan bernama Nana.
- 10:39Masa tu Nana dah bertunang. Nama tunang
- 10:41dia dani. Jadi ayah memang perlukan Syam
- 10:44lah dekat rumah. Satu hari tu ayah suruh
- 10:46Syam belikan air cooler. Bukan satu tapi
- 10:49dua biji dia beli. Syam pasang dua-dua
- 10:51dan halakan ke arah ayah. Tangki air pun
- 10:54diisi penuh dengan ais. Memang sejuk
- 10:56satu bilik masa tu. Tapi ayah ayah tetap
- 10:59kata dia rasa panas. Sampai dekat pukul
- 11:0112 malam ayah bersuara. Syam. Ayah nak
- 11:04keluar bawa ayah naik kereta. Ayah nak
- 11:06kena aircond. Kata ayah. Masuk a kereta,
- 11:09Syam terus buka airond kereta kuat-kuat
- 11:11sampai tahap paling maksimum. Sejuk
- 11:13memang sejuk sampai kena pakai jaket
- 11:15dalam kereta. Malam tu pula baru lepas
- 11:18hujan lebat, dia orang pusing-pusinglah
- 11:20sekitar kawasan rumah lebih kurang 20
- 11:22minit. Lepas tu ayah suruh berhenti
- 11:24dekat Pretron. Ayah nak tidur kejap.
- 11:27Jangan balik rumah lagi. Tunggu ayah
- 11:29rasa sejuk sikit baru balik ke atas
- 11:30ayah. Syam pun berhenti. Bila tengok
- 11:32belakang ayah dah tertidur. Sham cakap
- 11:35dekat mak, "Sementara ayah tidur,
- 11:36rehatlah kejap. Dia pun rendahkan kerusi
- 11:39pemandu baru a nak terlelap. Tiba-tiba
- 11:41ayah menangis dari tempat duduk
- 11:43belakang. Tolonglah aku nak tidur.
- 11:46Jangan kacau aku. Kata ayah. Syam
- 11:48terkejut. Dia tanyalah siapa yang kacau
- 11:50ayah. Ada ramai orang dekat luar tu dia
- 11:53kacau ayah. Kata ayah Sham pandang
- 11:54cermin dan tingkap sebelah mak. Biasalah
- 11:57bila aircond kuat dan cuaca dekat luar
- 11:59sejuk tingkap memang akan berkabus. Tapi
- 12:01malam tu ada satu benda yang membuatkan
- 12:03Syam rasa pelik. Dekat tengah-tengah
- 12:05kabus tu ada satu bulatan yang bersih.
- 12:08Bulat elok a macam ada orang lapok dekat
- 12:11bahagian tu dari luar. Mak terus suruh
- 12:14Syam balik rumah. Bila sampai rumah,
- 12:17Syam, papa ayah masuk dalam rumah. Masa
- 12:19tu badan ayah memang dah kurus sangat.
- 12:21Nampak terlalu lemah. Kadang-kadang ayah
- 12:23minta makanan tertentu tapi bila makanan
- 12:25tu dah ada depan mata, dia makan satu
- 12:28dua suap. A lepas tu terus tolak. Ayah
- 12:30kata setiap kali dia cuba makan, dia
- 12:33rasa macam ada sesuatu cek leher dia.
- 12:36Sebab tu dia susah nak telan makanan.
- 12:38Masa tu mak teringat dekat seorang
- 12:40perawat yang dia orang selalu jumpa
- 12:43dulu. Tapi dah lama sangat tak
- 12:44berhubung. Kebetulan satu hari tu mak
- 12:47terserempak dengan perawat tu dekat
- 12:49Lotus. Dari situ mak dapat semula nombor
- 12:51telefon dia. Orang tu bernama Pak Kamal.
- 12:54Mak cakap dekat Syam. Syam cuba telefon
- 12:56Pak Kamal. Kita bawa ayah. Dah teruk
- 12:58sangat ni. Kata mak. Lebih kurang masa
- 13:00tu juga ada satu bisul tumbuh dekat
- 13:02belakang badan ayah. Pada mulanya nampak
- 13:05kecil aje, merah macam jerawat biasa.
- 13:07Tapi yang peliknya ayah tak perlu picit
- 13:09pun bila dia lepaskan tangan dekat
- 13:12kawasan tu, rehatkan
- 13:14nanah tu terus keluar sendiri dan
- 13:16mengalir dengan banyaknya. Masa tu ayah
- 13:18memang ada kencing manis. Jadi pada
- 13:20mulanya dia orang ingat itu cuma kesan
- 13:22daripada penyakit kencing manis tu. A
- 13:25Syam pun telefon Pak Kamal. Pak Kamal
- 13:27suruh bawa ayah datang jumpa dialah.
- 13:29Masa dalam perjalanan lebih kurang 10
- 13:32minit lagi nak sampai, tiba-tiba ayah
- 13:35yang duduk dekat belakang tu mula ketawa
- 13:37perlahan-lahan. Mula-mula bunyi dia
- 13:39kecil a tapi bunyi ketawa tu lain macam,
- 13:42sinis dan menyeramkan.
- 13:49Lepas tu ayah mula bercakap. Tapi suara
- 13:51yang keluar tu bukan suara ayah. Tak
- 13:54guna kamu ubatkan dia. Aku memang nak
- 13:56bunuh dia. Aku nak bagi dia mati. Masa
- 13:59tu juga lidah ayah terjelir keluar
- 14:01panjangnya sampai ke dada. Memang bukan
- 14:04macam lidah manusia biasa. Mak terus
- 14:07ambil surah Yasin yang ada dekat dalam
- 14:09kereta dan letakkan dekat atas dada
- 14:11ayah. Barulah keadaan dia perlalahan
- 14:13reda. Tak tak lama lepas tu ayah terus
- 14:16pengsan. Bila sampai dekat rumah Pak
- 14:18Kamal, Sham bagi salam dari luar tapi
- 14:20tak ada orang menjawab. Syam yakin Pak
- 14:22Kamal ada dekat dalam rumah. Dia panggil
- 14:24banyak kali, telefon banyak kali tapi
- 14:26langsung tak berjawab. Lepas tu Syam
- 14:29duduk kejap dekat luar rumah baca
- 14:31selawat dan berdoa dalam hati, "Ya Allah
- 14:34tolonglah aku." Lepas tu Sham cuba
- 14:37telefon sekali lagi. Kali ni Pak Kamar
- 14:40terus angkat. Syam kamu dekat mana? Pak
- 14:42Kamar dah lama tunggu. Saya dekat depan
- 14:44rumah Pak Kamar ni dah setengah jam saya
- 14:46tunggu. Saya bagi salam banyak kali tapi
- 14:48Pak Kamar tak keluar. Ya ke? Kejap kejap
- 14:50kejap. Tak lama lepas tu, Pak Kamar
- 14:52keluar buka pintu. Lepas tu datang pula
- 14:55dua tiga orang anak murid dia. Masa tu
- 14:57ayah tak nak turun dari kereta. Sang
- 14:59pujuk dia perlahan-lahan. Nasib baik
- 15:01ayah memang kenal Pak Kamal ni. Lepas
- 15:04dipujuk beberapa kali barulah ayah
- 15:07setuju nak turun. Bila masuk dalam rumah
- 15:09dan Pak Kamal mula baca huruf Kiah, ayah
- 15:12terus buka baju sebab dia kata panas.
- 15:14Lepas tu dia baring dan terus macam
- 15:17pengsan. Tak lama kemudian dia bangun
- 15:19semula. Ayah terus pandang sekeliling
- 15:21dan tanya, "Eh, kat mana ni?" Masa tu
- 15:24dia langsung tak ingat yang dia orang
- 15:25dah sampai dekat rumah Pak Kamal.
- 15:27Kemudian dia terus berboraklah dengan
- 15:29Pak Kamal macam biasa. Macam tak ada
- 15:31apa-apa yang berlaku sebelum tu. Lepas
- 15:33tu Pak Kamal bagi ayah makan lada hitam
- 15:35dan lada putih. Kemudian Pak Kamal masuk
- 15:38bilik rawatan untuk buat persediaan.
- 15:40Bila dia orang dipanggil masuk, Pak
- 15:42Kamal pun mula baca rukiah. Lepas
- 15:45beberapa ketika, Pak Kamal sahkan ayah
- 15:48memang kena buatan orang dan orang yang
- 15:50buat benda tu bukan orang luar. Saudara
- 15:53sendiri. Pak Kamal cakap dekat rumah
- 15:55Syam tu ada barang. Barang tu yang
- 15:57membuatkan satu rumah jadi tak tenang.
- 15:59Yang buat dia orang semua selalu
- 16:01bergaduh sesama sendiri. Yang buat ayah
- 16:03sakit macam ni dia memang nak bagi ayah
- 16:06mati. Lepas tu nak tengok keluarga dia
- 16:08orang ni porak peranda. Pak Kamal memang
- 16:10seorang perawat Islam tapi dia ada
- 16:12sahabat daripada kalangan jin yang dia
- 16:15gunakan untuk ambil barang dari jauh.
- 16:17Masa tu Pak Kamal minta alamat rumah
- 16:19Syam. Lepas tu disuruh Syam buka tingkap
- 16:22bilik rawatan tu. Kemudian Pak Kamal
- 16:24hulurkan tangan ke arah tingkap tu.
- 16:26Beberapa saat kemudian nampak macam dia
- 16:28tengah pegang atau tarik sesuatu.
- 16:30Tiba-tiba dia campakkan benda tu atas
- 16:32sejadah. Depan dia orang ada dua barang.
- 16:35Satu kalung yang penuh dengan tulisan
- 16:37Siam dan ada minyak dekat dalamnya. Satu
- 16:40lagi pula botol minyak. Minyak dalam
- 16:42kedua-dua barang tu dah tinggal lebih
- 16:44kurang separuh. Pak Kamal cakap kalau
- 16:47minyak ni habis ayah pun akan habis.
- 16:49Lepas tu Pak Kamal suruh dia orang bawa
- 16:51ayah mandi sebagai ikhtiar untuk
- 16:54putuskan gangguan tu. Minggu yang sama
- 16:56dia orang bawa ayah pergi mandi dekat
- 16:58air terjun Freemung. Malam-malam dia
- 17:00orang pergi sana. Pak Kamal ada bagilah
- 17:03beberapa bentuk cincin kepada Syam dan
- 17:05Mak. Kata Pak Kamal, "Bukan ayah seorang
- 17:07yang terkena. Syam dengan mak pun dah
- 17:09terkena tempias benda tu." Masa tu Syam
- 17:12ingat semuanya dah selesai. Lepas malam
- 17:14tu keadaan ah akan kembali okeylah. Tapi
- 17:17sebenarnya tak. Minggu tu juga keadaan
- 17:19ayah jadi makin teruk. Dia makin susah
- 17:22nak bangun. Makin kerap marah-marah.
- 17:23Kadang-kadang meracau tak tentu pasal.
- 17:26Ayah selalu kata dia nampak orang-orang
- 17:28kat dalam rumah tu. Satu hari tu ayah
- 17:30tiba-tiba teringin nak makan nasi goreng
- 17:32Hailam dekat Pau Y Moon, Tanjung Malim.
- 17:35Tempat tu tak jauh pun dari rumah. Jadi
- 17:37dia orang pun bersiaplah nak pergi. Mak
- 17:39dah siap mandi. Semua dah bersedia nak
- 17:41keluar. Tiba-tiba ayah mengamuk. Mak
- 17:43terus lari naik atas sambil menangis.
- 17:45Syam cuba pujuk mak dan suruh dia
- 17:47bersabarlah. Akhirnya rancangan nak
- 17:49keluar makan tengah hari tu, makan hari
- 17:51tu dibatalkan. Ayah terus marah-marah
- 17:53dan meracau macam bukan diri dia
- 17:55sendiri. Ayah memang seorang yang tegas
- 17:57dan cepat marah orangnya. Tapi bukan
- 17:59sampai tahap macam tu. Lepas kejadian
- 18:02tu, Sham tanya, "Mak, kenapa dah berubat
- 18:04tapi ayah masih macam ni lagi?" Mak pun
- 18:06tak tahu nak jawab macam mana. Mak cuma
- 18:09suruh Syam telefon Pak Kamal semula.
- 18:11Hari Rabu, Syam pun telefon Pak Kamal.
- 18:13Tapi rupanya Pak Kamal sendiri memang
- 18:16tengah nak cari Syam. Baguslah kamu
- 18:18telefon Pak Kamal memang ada benda nak
- 18:20bincang. Esok petang kamu datang rumah
- 18:22Pak Kamal. Dia kata Pak Kamal hari
- 18:24Khamis lepas Zohor, Syam pergi jumpa Pak
- 18:26Kamal. Masa tu Pak Kamal terus cakap,
- 18:29"Rumah kamu ni masih ada yang tak kena.
- 18:31Masih ada barang dekat dalam rumah tu.
- 18:32Cuma sekarang cuma sekarang Pak Kamal
- 18:35tak nampak dekat mana barang tu dia
- 18:37suruh" katanya. Lepas tu Pak Kamal cakap
- 18:39kalau nak ambil barang tu dia kena
- 18:41datang sendiri ke rumah Syam. Tapi
- 18:43sebelum tu adalah beberapa barang yang
- 18:45Syam kena cari sendiri dulu. Kalau tak
- 18:47jumpa, Pak Kamal suruh bagi tahu sehari
- 18:50awal supaya dia boleh minta bantuan
- 18:52daripada kawan-kawan dia. Daripada semua
- 18:55barang yang Pak Kamal sebut, lima barang
- 18:57daripadanya memang senanglah nak cari.
- 18:59Kulit bawang merah,
- 19:01kabat, a arang, tangkai ciling kering,
- 19:05cili kering yang susah nak dapat. Ada
- 19:08lagi dua. Pak Kamal minta kulit ular
- 19:10yang dah bersalin. Kulit maksudnya kulit
- 19:13ular yang dah tertanggal tulah. Satu
- 19:15lagi Pak Kamal nak payung kertas orang
- 19:17mati. Payung kubur tuulah. Payung yang
- 19:19selalu dipacak dekat kubur-kubur kampung
- 19:21tu. Lima barang yang senang tu Syam
- 19:23dapat cari dengan cepat. Tapi bila
- 19:25sampai bab kulit ular memang susah.
- 19:28Padahal kawasan rumah Syam tu memang
- 19:30banyak ular. Tapi bila betul-betul pergi
- 19:32cari satu pun tak jumpa. Syam pergi cari
- 19:35dekat longkang tempat buang sampah,
- 19:38celah-celah rumah yang retak dekat
- 19:40kawasan kedai kosong pun dia cari.
- 19:43Sampai satu tahap, Syam terpaksa tanya
- 19:45orang, "Bang, ada nampak kulit ular
- 19:47tak?" Orang orang tu terus pandang Syam
- 19:50pelik. "Kau nak buat apa dengan kulit
- 19:52ular tadi? Nak santu orangkah?" "Taklah
- 19:54bang, saya nak buat ubat." "Oh kalau
- 19:56macam tu susahlah sikit. Sekarang musim
- 19:58hujan, ular pun tak banyak keluar.
- 20:00Biasanya musim panas senang sikit nak
- 20:01jumpa" kata abang tu. Petang Jumaat tu,
- 20:04Syam telefon Pak Kamal dan bagi tahu
- 20:06yang dia tak jumpa kulit ular dengan
- 20:08payung kertas tu. Dah cari merata-rata.
- 20:10Dari kubur tempat dia tu sampailah kubur
- 20:13Sungai Cho. Siap masuk jauh ke dalam
- 20:15kawasan kubur pun tetap tak jumpa. Kawan
- 20:18Syam dekat Kuala Kubu pun dah ditanya
- 20:20tapi jawapannya sama. Tak ada juga. Tak
- 20:22apa, tunggu esok pagi Pak Kamal telefon
- 20:24kamu. Lepas semua barang dah cukup,
- 20:26malam esok kamu datang ambil Pak Kamal.
- 20:28Kata Pak Kamal, kebetulan hari Sabtu tu
- 20:30Nana dengan Dani balik rumah lebih
- 20:32kurang pukul 10:00 pagi. Pak Kamal
- 20:34telefon Syam. Pak Kamar cakap dua barang
- 20:36tu dia dah dapat. Payung kertas tu ada
- 20:39dekat bawah almari rumah Pak Kamal. Ada
- 20:41sikit a tapi bolehlah guna. Kulit ular
- 20:44tu pula kawan Pak Kamal hantar pagi
- 20:46tadi. Jadi lepas isyak, lepas isyak
- 20:48nanti Pak Kamal suruh Syam datang ambil
- 20:50dia. Pak Kamal nak datang rumah Syam nak
- 20:52tengok keadaan dekat sana dulu.
- 20:54Sepanjang hari tu rumah Syam memang
- 20:56terasa lain macam. Bukan panas sebab
- 20:58cuaca tapi suasana dalam rumah tu memang
- 21:01rasa tak sedap. Macam ada sesuatu yang
- 21:04berat dan tak kena. Lepas isyak, Nana
- 21:06dengan Dani pun sampai. Syam ajak Dani
- 21:08pergi ambil Pak Kamal dekat rumah dia.
- 21:10Tapi malam tu dia orang terlewat sikit.
- 21:13Bila sampai rumah Pak Kamal dah pukul 10
- 21:16malam, orang tua tu terus membebellah.
- 21:18Kenapa lewat sangat? Dah pukul 10 ni.
- 21:21Maaf Pak Kamal, ada hal sikit. Tak apa,
- 21:23jom cepat. Dah lewat sangat. Bila sampai
- 21:25rumah Syam baru a pak Kamal nak
- 21:27melangkah masuk ikut pintu pagar, dia
- 21:30terus berhenti. Pak Kamal pandang
- 21:32sekeliling rumah sekejap.
- 21:35Lepas tu dia cakap, "Ada lagi barang
- 21:37dekat rumah kamu ni, Syam. Yang ni lagi
- 21:39berat. Kat mana Pak Kamal?"
- 21:42Wallahuaklam. Pak Kamal tak boleh nak
- 21:44cakap kat mana. Tak apa, sekarang kamu
- 21:46pergi ambil arang tu, bakar sampai jadi
- 21:48bara. Lepas tu letak dalam periuk yang
- 21:50dah tak guna. Sham pergilah tanya mak,
- 21:52ada tak periuk lama yang dah tak guna
- 21:54lagi? Mak suruh ambil satu periuk yang
- 21:56ada dekat belakang rumah. Sham pun pergi
- 21:59bakar arang dekat dapur sampai jadi bara
- 22:01merah. Lepas tu dia masukkan bara tu
- 22:04dalam periuk. Sementara Syam tengah buat
- 22:06semua tu, Pak Kamal duduklah berbual
- 22:09dengan ayah dan mak dekat ruang ruang
- 22:11depan tu. Dari dapur Sham boleh dengar
- 22:13perbualan dia orang. Kamu okey ke? Tak
- 22:16okey ke Mal tak larat. Rasa makin teruk.
- 22:19Tak apa. Malam ni kita tengok apa lagi
- 22:22yang keluar. Kalau ada benda yang tak
- 22:23elok kita buang dekat air yang mengalir.
- 22:26Kita matikan dan kita buang. Dah siap
- 22:28semua, Sham bawa periuk yang berisi bara
- 22:31tu ke depan. Kemudian Pak Kamal ambil
- 22:33semua barang yang dia suruh cari sebelum
- 22:35ni. Kabai, kulit bawang merah, tangkai
- 22:39cili kering, cili kering, kulit ular,
- 22:42secebis payung kertas tu. Semua sekali
- 22:45tu dia masukkan ke dalam periuk yang
- 22:47berisi bara merah. Lepas Pak Kamal baca
- 22:51beberapa ayat al-Quran, dia panggil Syam
- 22:54dan suruh Syam pergi perasap satu rumah.
- 22:56Mula dari sebelah kanan lepas tu bawa ke
- 22:59sebelah kiri. Start dari atas dulu. Ah
- 23:01lepas tu turun ke bawah. Sham bawa
- 23:04periuk tu sambil ditemani Dani. Dia
- 23:06mulalah dia mulakan dekat bilik dia
- 23:09sendiri lepas tu ke bilik tetamu, bilik
- 23:11Nana dan kemudian turun ke bawah. Dari
- 23:13ruang depan sampai ke ruang belakang
- 23:16semua dia perasap. Bilik air pun tak
- 23:18terkecuali. Lebih kurang 25 minit
- 23:21jugalah baru selesai satu rumah. Masa tu
- 23:24bau dalam rumah memang kuat sangat. Bau
- 23:27kulit bawang, bau cili kering dengan bau
- 23:29tangkai cili kering tu bercampur sekali.
- 23:32Rasa sampai sesak nafas dibuatnya. Pakai
- 23:35emas pun boleh masih boleh bau lagi.
- 23:38Bila semuanya dah selesai, Pak Kamal
- 23:41suruh Syam padamkan bara tu dengan air
- 23:43dan letakkan periuk tu dekat luar rumah.
- 23:45Tapi ada satu benda yang Sham perasan.
- 23:48Lepas satu rumah selesai diperasap,
- 23:52suasana terus berubah. Tiba-tiba jadi
- 23:54sunyi sepi. Sunyi yang lain macam. Tak
- 23:57ada dengar bunyi cengkerik, tak ada
- 23:58dengar bunyi unggas. Yang ada cuma bunyi
- 24:01angin yang bertiup perlahan. Memang
- 24:03sunyi betul. Sunyi yang Syam tak pernah
- 24:05rasa sebelum tu. Lebih kurang 15 minit
- 24:08lepas tu, Pak Kamar panggil Syam. Syam,
- 24:11sekarang kamu pergi dekat luar rumah.
- 24:13Barang tu dah keluar. Cari betul-betul.
- 24:15Kalau ada benda yang pelik atau yang
- 24:17kamu tak pernah nampak sebelum ni, bagi
- 24:19tahu. Syam pun mula mencari. Dia cari
- 24:21dekat bahagian depan rumah, tepi rumah.
- 24:24Kawasan porch kereta sampai ke belakang
- 24:26rumah. Sangkar kucing pun dia masuk dan
- 24:28periksa. Masa tu Sham memang bela banyak
- 24:31kucing. Adalah beberapa ekor pun dah
- 24:33mati sebelum tu. Tapi lepas puas mencari
- 24:36memang tak jumpa apa-apa. Sham masuk
- 24:38semula dalam rumah. Pak Kamal tak ada.
- 24:41Kamu dah tengok dalam longkang dah. Tak
- 24:43ada juga. Pergi cari lagi. Ada tu.
- 24:46Mustahil tak ada. Benda tu dah keluar.
- 24:48Syam keluar sekali lagi. Kali ini mak
- 24:51ikut dari belakang. Syam terus ke
- 24:52bahagian depan rumah sebab dekat situ
- 24:54banyak pokok bunga. Ada dua batang pokok
- 24:57payung Indonesia yang besar dan
- 24:59merimbun. Sham pusing keliling pokok tu
- 25:02berkali-kali. Dia suluh depan belakang
- 25:05dan tepi pokok. Pasu-pasu bunga dekat
- 25:07bawah pun dia angkat dan periksa satu
- 25:09persatu. Sementara tu mak pergi ke pokok
- 25:12payung yang satu lagi. Tiba-tiba mak
- 25:14panggil Syam. Apa benda putih ni?
- 25:16Batuah? Sham tersuluh ke arah yang mak
- 25:19tunjukkan tu. Memang ada satu bungkusan
- 25:21putih yang agak besar dibungkus kemas.
- 25:24Yang pasti Syam memang tak pernah nampak
- 25:26benda tu dekat situ sebelum ni. Mak,
- 25:29inilah kut barang yang Pak Kamal cakap
- 25:31dengan tu. Mak pun suruh Syam panggil
- 25:33Pak Kamal. Sham pula suruh Dani, "Dani
- 25:36panggil Pak Kamal." Dani terus masuk
- 25:38dalam dan panggil Pak Kamal keluar.
- 25:39Sebaik sampai dekat situ, Pak Kamal
- 25:42terus bersuara. "Jangan sentuh Syam.
- 25:44Jangan busik apa-apa. Pergi masuk dalam
- 25:46rumah ambil bekas. Bekas plastik pun tak
- 25:48apa. Lepas tu isi air dalam bekas tu.
- 25:50Kata Pak Kamal. Sham pun masuk rumah dan
- 25:52bawa keluar bekas plastik yang berisi
- 25:54air. Kemudian Pak Kamal keluarkan
- 25:56sebilah pisau dari dalam beg dia. Pisau
- 25:59tu orang panggil kunjang. Dari
- 26:01Indonesia. Panjangnya lebih kurang
- 26:03sejengkal dan pada mata pisau tu ada
- 26:05tulisan ayat-ayat suci Al-Quran. Pak
- 26:08Kamal letakkan kunjang tu atas bungkusan
- 26:10putih tadi. Lepas tu dia berselawat tiga
- 26:13kali. Beberapa saat kemudian, Pak Kamar
- 26:15cakap, "Okey, boleh pegang." Syam terus
- 26:18ambil bungkusan tu dan campakkan dalam
- 26:20bekas air. Lepas tu dia bawa masuk dalam
- 26:22rumah. Pak Kamal pandang Syam, "Kamu nak
- 26:25buka atau Pak Kamal yang buka?" "Abdal,
- 26:27Pak Kamal bukalah. Saya takut nak pegang
- 26:29pun saya tak berani", kata Syam. Pak
- 26:31Kamal pun mula buka bungkusan tu
- 26:33perlahan. Selapis demi selapis kain dia
- 26:37buka. Bila nampak isi dekat dalamnya,
- 26:40semua yang ada dalam rumah tu terkejut.
- 26:43Dekat dalam bungkusan tu ada dua loket.
- 26:45Kedua-duanya ada minyak dekat dalam.
- 26:47Satu loket masih ada tulisan mantra Siam
- 26:50dan minyaknya dah tinggal sikit sangat.
- 26:53Satu lagi pula lebih kurang tinggal suku
- 26:56a minyaknya. Maknanya barang tu memang
- 26:59dah lama. Tapi loket yang kedua tu yang
- 27:01betul-betul membuatkan Syam terkejut.
- 27:03Dekat dalamnya ada satu patung kecil.
- 27:06Patung separuh badan lelaki berdiri
- 27:09tegak dengan tangan dalam keadaan qiam.
- 27:11Tapi tangan yang dikiam tu berbentuk
- 27:15kemaluan lelaki. Dari pinggang ke bawah
- 27:17pula bukan kaki terus kemaluan lelaki.
- 27:22Bau yang keluar dari bungkusan tu pula
- 27:24memang kuat. Bau busuk yang susah nak
- 27:26digambarkan. Macam bau darah hanyir
- 27:28bercampur dengan bau bangkai. Sampai
- 27:31sekarang Shah masih ingat lagi bau tu.
- 27:33Pak Kamar tengok barang-barang tu dan
- 27:35terus cakap, "Inilah permainan manusia.
- 27:37Dia berjaya kaburkan mata kita masa
- 27:39berubat hari tu. Mungkin barang ni
- 27:41asalnya ada dalam rumah. Bila satu lagi
- 27:44dah diambil, yang ni dia pindahkan
- 27:46keluar. Pak Kamal dah matikan benda ni.
- 27:48Kamu ambil plastik lepas ni kita buang
- 27:50dekat air yang mengalir." Kemudian Sham
- 27:52tanyalah kain apa yang bungkus semua
- 27:54benda tu? Ini kain kafan orang mati
- 27:56dibunuh. Jawab Pak Kamal. Malam tu Shah
- 27:59memang banyak termenung tapi benda dah
- 28:01jadi dekat dia dan keluarga dia. Nak
- 28:03undur masa pun dah tak boleh. Lebih
- 28:05kurang pukul 1:00 pagi barulah semua
- 28:07urusan membersih rumah tu selesai. Lepas
- 28:11minum dan berbual kejap dengan ayah, Pak
- 28:13Kamal pun minta diri nak balik. Syam
- 28:15yang hantar Pak Kamal balik malam tu.
- 28:18Barang yang dia orang jumpa tadi pun dia
- 28:19bawa sekali. Dalam perjalanan Pak Kamal
- 28:22suruh Syam singgah dekat sungai atau air
- 28:24yang mengalir sebab nak buang benda er
- 28:26barang tu. Jadi Syam pun singgah dekat
- 28:28satu sungai yang tak jauh dari rumah.
- 28:31Dekat situlah dia buang barang tu. Pak
- 28:33Kamar pesan barang macam tu tak boleh
- 28:35ditenggelamkan. Kena dibiarkan air bawa
- 28:38pergi. Kena lepaskan ikut arus sampai
- 28:40hilang dari pandangan. Esoknya memang
- 28:43nampak perubahan dekat ayah. Keadaan dia
- 28:45nampak sedikit lebih baik dari sebelum
- 28:47ni. Tapi bisul dekat belakang badan dia
- 28:49pula makin teruk. Syam ada tanya Pak
- 28:51Kamal pasal benda tu. Pak Kamal kata
- 28:54bisul tu cuma asbab. Katanya benda yang
- 28:56kena dekat ayah tu memang ada kaitan
- 28:58dengan gangguan yang dia alami dan bisul
- 29:01tu jadi tanda yang nampak pada badan.
- 29:03Nampak macam sakit biasa tapi Pak Kamar
- 29:05kata puncanya dari sihir tu. Beberapa
- 29:08minggu lepas tu ayah terpaksa dibawa ke
- 29:10Hospital Sungai Buloh untuk pembedahan.
- 29:12Bisul tu dah jadi terlalu teruk. Doktor
- 29:15terpaksa buang banyak bahagian daging
- 29:17dekat belakang badan ayah berhampiran
- 29:19kawasan tulang belikat tu. Sepanjang
- 29:22tahun 2018, Shamiskan masa untuk jaga
- 29:25ayah. Dari awal tahun sampailah hujung
- 29:27tahun, barulah keadaan ayah betul-betul
- 29:29pulih. Barulah dia boleh berjalan macam
- 29:32biasa semula. Dulu Shah memang susah nak
- 29:34percaya benda-benda macam ni. Tapi bila
- 29:36benda tu jadi dekat keluarga sendiri dan
- 29:38dia nampak dengan mata kepala sendiri,
- 29:40pandangan dia mula berubah. Pada Syam
- 29:43dunia makin baju tapi ada juga manusia
- 29:45yang masih sanggup buat macam-macam
- 29:47sebab dengki dan iri hati. Ayah akhirnya
- 29:50pulih pada tahun 2018. Tapi beberapa
- 29:52tahun kemudian sakit yang sama datang
- 29:55semula. Dan pada tahun 2023 ayah Syam
- 29:58akhirnya meninggal dunia. Yang lebih
- 30:00mengejutkan, sebelum raya tahun tu,
- 30:03lepas ayah pergi, Syam pula yang
- 30:05terkena. Menurut perawat yang dia jumpa,
- 30:07gangguan tu datang daripada orang yang
- 30:09sama. Kulit tangan dan kaki Syam mula
- 30:11naik biji-biji. Lepas tu kulit pecah,
- 30:14keluar air dan berdarah. Keadaan jadi
- 30:16makin teruk sampai hampir seluruh
- 30:18bahagian tangan dengan kaki dia kena.
- 30:20Beberapa hari sebelum hari raya, Sham
- 30:22bergaduh dengan mak. Lepas tu dia keluar
- 30:24dari rumah sampai satu tahap. Sham
- 30:27sendiri tak tahu dia pergi mana. Sampai
- 30:29ke hari ini, Shamat semua yang berlaku.
- 30:31Sebab bila dengki dah menguasai hati
- 30:34seseorang, kesannya boleh berpanjangan.
- 30:36Dan bagi Syam, cerita ni masih belum
- 30:38betul-betul berakhir.
- 30:44Itulah kisah yang dikongsi oleh Syam.
- 30:47Satu kisah yang menunjukkan macam mana
- 30:49perasaan dengki boleh rosakkan kehidupan
- 30:51orang lain. Kadang-kadang musuh yang
- 30:52paling dekat bukan orang luar tapi orang
- 30:54yang kita kenal dan percaya selama
- 30:56bertahun-tahun. Apa pun hanya Allah aje
- 30:58yang lebih mengetahui perkara yang
- 31:00sebenar berlaku. Kita ambil kisah ni
- 31:02sebagai pengajaran dan peringatan untuk
- 31:04diri kita sendiri. Kalau kau orang suka
- 31:06dengan perkongsian macam ni, jangan lupa
- 31:08tinggalkan like, komen dan share video
- 31:10ni supaya lebih ramai dapat tonton video
- 31:12ni. Dan kalau ada kisah seram atau
- 31:14pengalaman misteri yang kau orang alami
- 31:16sendiri, boleh hantar kepada saya
- 31:18melalui e-mel yang tertera di ruang
- 31:20description. Sebelum kita berpisah,
- 31:22anggaplah kisah ni sebagai hiburan
- 31:24semata-mata. Janganlah terlalu mudah
- 31:26percaya. Hanya yang mengalaminya tahu
- 31:28akan kebenaran sesuatu satu. Kita
- 31:30berjumpa di video akan datang. Saya
- 31:31Shahrul. Assalamualaikum. Selamat malam.
- 31:33Adios.
About this transcript
This page contains the full transcript of DENGKI: Kisah Benar Sihir Daripada Keluarga Sendiri by SHAHRUL CHAPTERS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 4,909 words across 790 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.