Cara Hidup TENANG Tanpa Cemas dan Gelisah | Ustadz Adi Hidayat — Transcript
Full transcript
- 0:00Allah turunkan kemudian petunjuk pedoman
- 0:03berkehidupan supaya misi itu sukses
- 0:05dituntaskan.
- 0:07Ini bukti kasih Allah kepada kita. Tidak
- 0:09pernah memberikan kepada kita sebuah
- 0:11tugas berkehidupan kecuali diberikan
- 0:13perangkatnya.
- 0:15Demi Allah saya katakan saking sayangnya
- 0:17Allah kepada kita tidak pernah
- 0:19menugaskan apapun kepada hamba itu yang
- 0:22sering kita sebut dengan ujian itu. Jadi
- 0:24enggak mungkin setiap hamba itu diuji
- 0:26kalau tidak diberikan perangkat untuk
- 0:27menyelesaikan ujian itu. Jadi Allah tuh
- 0:30saking sayangnya satu menginginkan kita
- 0:32selalu tenang, senang, menginginkan kita
- 0:35terhormat. Jadi kurang sayang apaagi?
- 0:38Kurang sayang apaagi?
- 0:47Baik, Islam datang membawa risalah
- 0:50ketenangan. Dan memang Nabi Adam pun
- 0:52ketika pertama kali bertugas di bumi,
- 0:55Allah memerintahkan untuk memulai
- 0:57tugasnya di bumi itu, itu langsung oleh
- 1:00Allah difirmankan semua misi yang
- 1:03dikerjakan oleh Adam Alaih Salam itu,
- 1:05itu yang paling menariknya adalah
- 1:07disertakan dengan konsepsi ketenangan
- 1:09dan kesenangan. Jadi sebetulnya
- 1:12aktivitas dunia itu kalau kita mengikuti
- 1:14tuntunannya itu prinsipnya itu tenang
- 1:17dan senang. Ingat itu ya. Tenang dan
- 1:20senang. Baik. Itu ada di Quran surah
- 1:23ke-2 Albaqarah di ayat 38.
- 1:28minha jam faimannakum
- 1:32minni huda
- 1:36khaufun alaihim w hum yahzanun sekarang
- 1:41misi dimulai kata Allah Adam Hawa turun
- 1:43semua ke bumisi dimulai karena Nabi Adam
- 1:46kakek moyang kita dan istri beliau,
- 1:49Sayidah Hawa alaihalam ingat ya Allah
- 1:51menciptakan manusia pertama itu Adam dan
- 1:55Hawa bukan Adam dan Hendra. Ingat ya,
- 1:58Adam dan Hawa. Jelas. Betul ya? Betul.
- 2:02Jadi begitu kemudian disampaikan misinya
- 2:05diviralkan. Apa tujuan mencipta Adam dan
- 2:07nanti keturunannya yang disebut dengan
- 2:09bani Adam disebutkan tujuh kali dalam
- 2:11Al-Qur'an itu fungsinya adalah di bumi
- 2:14terkait dengan ibadah. Quran surah ke-51
- 2:17ayat 56. W khalaqtul jinna wal insa illa
- 2:20liya'budun. Nanti pekerjaan ibadahnya
- 2:22bukan di langit. Yang di langit ada
- 2:24malaikat yang bertasbih. bertahmid,
- 2:26bertakdis nanti di ayat 30 terusannya
- 2:28ditemukan ya kan wahnu nusabbih
- 2:30bihamdika wqad bisulah kan ada yang di
- 2:33langit cuma tugas kita bukan di langit
- 2:35tugasnya di mana di bumi itu yang
- 2:37dimaksudkan Albaqarah ayat 30qbuka
- 2:40lil malaikati inni jailu fil ardhi
- 2:44khalifah tugas kita memakmurkan bumi,
- 2:47tugas kita beribadah di bumi ini karena
- 2:49tugasnya di bumi maka Adam diturunkan
- 2:52ketika sudah siap diturunkan ke bumi.
- 2:54Yang paling menarik perhatikan
- 2:56kalimatnya. Faimma ya'tannakum
- 3:00minni hudan. Maka tatkala misi dimulai
- 3:04itu bersamaan dengan misi dimulai, Allah
- 3:07turunkan kemudian petunjuk pedoman
- 3:09berkehidupan supaya misi itu sukses
- 3:12dituntaskan.
- 3:14Ini bukti kasih Allah kepada kita. Tidak
- 3:16pernah memberikan kepada kita sebuah
- 3:18tugas berkehidupan kecuali diberikan
- 3:20perangkatnya.
- 3:22Demi Allah saya katakan saking sayangnya
- 3:24Allah kepada kita tidak pernah
- 3:26menugaskan apapun kepada hamba itu yang
- 3:28sering kita sebut dengan ujian itu. Jadi
- 3:30enggak mungkin setiap hamba itu diuji
- 3:32kalau tidak diberikan perangkat untuk
- 3:34menyelesaikan ujian itu. Bahkan yang
- 3:37paling Rahman karena itu sifat Rahman
- 3:39hanya dilekatkan kepada Allah tidak yang
- 3:40lain. Quran surah ke-17 ayat 110.
- 3:43Qulidullaha aidur rahman. Ya. Ibu masih
- 3:48punya rahim.
- 3:49Manusia masih bisa belajar dari
- 3:51keteladanan itu, tapi rahman hanya milik
- 3:52Allah karena kasihnya begitu luas.
- 3:55Jangankan diberikan perangkat dengan
- 3:57sifat rahmat Allah itu kaidah langsung
- 4:00diturunkan, Allah langsung memberikan
- 4:01penjelasan. Tidak mungkin bahkan seorang
- 4:04hamba diuji melampaui batas
- 4:07kemampuannya. La yukallifulahu nafsan
- 4:10illa
- 4:12itu sayangnya Allah kepada kita. Jadi
- 4:14enggak mungkin setiap kita itu diuji
- 4:16dengan persoalan apapun itu dalam
- 4:18kehidupan kecuali kita memang punya
- 4:20kesanggupan menyelesaikan itu. Itu mesti
- 4:23yakin karena Allah yang sampaikan.
- 4:27Dan jangan diduga bahwa setiap orang
- 4:28yang duduk di sini tidak punya masalah.
- 4:30Belum tentu. Ini wajah penuh persoalan
- 4:32semua gitu
- 4:34ya. Setiap kita punya persoalan yang
- 4:36berbeda-beda dan mesti yakin ini kalimat
- 4:39pertama dan secara psikologis ini susah
- 4:41ditemukan di manaun. Itu akan memberikan
- 4:43ketenangan pada jiwa kita. Jadi kalau
- 4:45bahasa psikologinya begini, ketika ada
- 4:47persoalan, katakan pada diri kita, kita
- 4:50pasti bisa menyelesaikan ini. Itu lebih
- 4:52menenangkan kepada jiwa dibandingkan
- 4:54membuat status.
- 4:56Kenapa harus aku, ya Allah?
- 5:00Enggak akan selesai. Ingat ya, ujian
- 5:03tidak tuntas dengan menuliskan sebuah
- 5:05status, tapi ujian bisa tuntas dengan
- 5:08membangun keyakinan kepada diri bahwa
- 5:11itu bisa kita sempurnakan. Lalu turunlah
- 5:14surah Al-Insyirah untuk memberikan
- 5:16kelapangan kepada jiwa. Inna maal usri
- 5:20itu konsepsinya jelas. Jadi kalau sedang
- 5:22punya persoalan, katakan dulu pada diri
- 5:24kita. Insyaallah saya mampu mengatasi
- 5:27ini. Satu. Yang kedua, setiap masalah
- 5:29pasti ada solusinya. Kalau dipersingkat
- 5:31tuh begini bahasa singkatnya pasti
- 5:33selesai. Pasti selesai insyaallah itu
- 5:36kalimat ini, dua kalimat yang mahal ini,
- 5:39itu memberikan pengaruh kepada jiwa. Itu
- 5:41luar biasa dan itu sangat mahal. Sangat
- 5:44mahal. Anda kalau konsultasi ke psikolog
- 5:46untuk dapat dua kalimat ini saja, berapa
- 5:48biaya yang dikeluarkan?
- 5:50Ya kan saya sering katakan kan
- 5:53ketenangan itu kadang lebih mahal kan
- 5:54dibandingkan harta yang dimiliki. Orang
- 5:56untuk mendapatkan ketenangan itu mesti
- 5:58kadang merogoh kocek yang sangat luar
- 5:59biasa.
- 6:01Karena itu seringkiali ketenangan itu
- 6:03tidak bisa dibandingkan dengan materi
- 6:04yang didapatkan. Masih ingat kan
- 6:06pertanyaan yang sering saya ajukan?
- 6:08Pilih mana? Kaya tapi gelisah atau
- 6:11miskin tapi tenang?
- 6:14Masih ingat 2 tahun lalu?
- 6:18Kaya tapi gelisah atau miskin tapi
- 6:19tenang? Coba. Enggak ada pilihan ketiga?
- 6:23Enggak mudah kan? Baik. Nah, karena itu
- 6:26konsepsi dasar dalam kita berkehidupan
- 6:28itu mesti tenang. Saya kalau mengajar
- 6:31Andanya enggak tenang, enggak mungkin
- 6:32pelajaran bisa disampaikan.
- 6:34Saya pun kalau sedang tidak tenang,
- 6:36enggak mungkin bisa menyampaikan materi
- 6:37dengan baik. Ketenangan itu penting.
- 6:39Karena itulah ketika Adam mulai
- 6:41diturunkan ke bumi kalimatnya,
- 6:44tabi hudaya fala khaufun.
- 6:47Fala khauf itu tidak ada kegelisahan.
- 6:49Apa lawannya gelisah?
- 6:52Tenang. Jadi konsepsi dasar keberhidupan
- 6:54di bumi itu sesungguhnya penuh dengan
- 6:56ketenangan.
- 6:58Dasarnya itu kapan ketenangan itu tibaan
- 7:02huda. Ketika petunjuknya diikuti. Jadi
- 7:05kalau ada keberhidupan kita dalam
- 7:07konteks apapun apakah di rumah tangga,
- 7:10di pekerjaan, di kantor, kehidupan
- 7:12sosial yang membuat kita tidak lebih
- 7:14tenang, boleh jadi, maaf bukan karena
- 7:18jabatan yang kurang tinggi. Mungkin
- 7:20bukan hartanya kurang banyak, bukan
- 7:23karena gelar belum banyak terkumpul.
- 7:25Boleh jadi interaksi kita dengan pedoman
- 7:27yang telah Allah tetapkan itu belum
- 7:29tinggi.
- 7:31Coba keluarkan pedomannya. Kemudian wala
- 7:34hum yahzanun dan tidak larut dalam
- 7:36kesedihan. Apa lawannya sedih? Senang.
- 7:39Harusnya keberhidupan di bumi itu
- 7:41konsepsinya tenang dan senang. Mau di
- 7:44sini senang, mau di sana senang. Di sini
- 7:48di sana
- 7:49di mana-mana.
- 7:51Iya.
- 7:52Itu memang konsep dasar berkehidupan.
- 7:54Kapan itu terjadi? Kapan? Bukan untuk
- 7:58disyairkan, dilirikan, tapi untuk
- 8:00dikaji. Ketika tabi hudai, ketika
- 8:03pedoman itu diikuti. Karena itu saking
- 8:06rahmannya Allah kepada kita dari sejak
- 8:08generasi Adam Alaih Salam kemudian
- 8:11berganti berketurunan. Adam, Hawa
- 8:14menyatu melahirkan keturunan. Annisa
- 8:16ayat yang pertama. Ya ayyuhanqulaumadzi
- 8:21khalaqokum min nafs wah wq minha w
- 8:25minhum
- 8:27waqulahazial
- 8:30bihialam inallaha alikum raqibah Adam
- 8:34Hawa Quran surah 4 ayat 1 menyatu
- 8:36melahirkan keturunan lelaki dan
- 8:38perempuan lalu menyebar semuanya ini
- 8:41berbeda-beda tempat ya boleh jadi beda
- 8:44RT beda RW beda kecamatan sampai beda
- 8:46benua bahkan suku sukunya bisa tidak
- 8:48sama. Dalam bahasa Arab, perbedaan
- 8:50komunitas disebut dengan sya'bun,
- 8:52jamaknya disebut syubun.
- 8:55Suku disebut dengan qabilah. Kabilah.
- 8:58Jamaknya qabail. Maka turun Quran surah
- 9:00ke-49 ayat ke-13. Ya ayyuhannasu.
- 9:05Hai semua manusia yang berinteraksi
- 9:08dalam kehidupan. Jadi kalau disebutkan
- 9:10nas itu sifat manusia yang punya sifat
- 9:13sosial akan butuh orang lain. Pasti
- 9:16berinteraksi. Kata Allah, "Hei semua
- 9:18manusia tanpa kecuali yang dekat,
- 9:20menengah ataupun jauh." Jadi yang merasa
- 9:23dekat dengan orang lain, dekat dengan
- 9:24Allah atau menengah ataupun tinggalnya
- 9:26di tempat yang jauh. Karena ya itu
- 9:28panggilan disebutkan 361 kali dalam
- 9:30Al-Qur'an memanggil dengan semua jarak.
- 9:34Ayyuhayunya ayyunya munada h-nya tanbih.
- 9:38Ayyuha disebutkan 150 kali dalam
- 9:40Al-Qur'an berfungsi untuk menguatkan dan
- 9:42mengingatkan. Kata Allah, saya tegaskan,
- 9:45saya ingatkan.
- 9:47Kalian semua itu inna khalaqnakum
- 9:50minakarin wa dengan keagunganku. Jadi
- 9:54saking kita itu dinilai tinggi oleh
- 9:57Allah maka ayatnya dibuka dengan kata
- 10:00inna menggunakan bentuk takimun nafsi
- 10:03limni.
- 10:06Rumus cepatnya begini. Rumah cepatnya
- 10:08jika ada dalam Al-Qur'an dibuka dengan
- 10:11kata inna nanya panjang tidak pendek
- 10:15karena ada inna ada inna
- 10:19jelas wal asr. Quran surah 103 wal asr.
- 10:23Innal insana lafi itu yang pendek innal
- 10:28insan ya itu inna di situ huruf taukid.
- 10:31inna harfu nasbin wa taukidin tansibul
- 10:34ismaful khabar mabniun al fathi la
- 10:36mahall lahu minalabi itu gramatikal
- 10:38nahwunya tapi kalau ada panjang inna
- 10:43maka itu gabungan dari inna pendek plus
- 10:46na panjang singkatan dari nahnu rumus
- 10:50cepatnya kalau dibawa ke Quran terkait
- 10:53dengan Allah jangan diartikan jamak awas
- 10:57kita ini ngaji ilmu balagah jangan
- 10:58diartikan jamak enggak tepat kalau jamak
- 11:01Ya, karena itu kita harus bahas dengan
- 11:03ilmunya. Maka di ilmu balaghah nanti itu
- 11:05ada kaidah begini. Ada kaidah nanti
- 11:07disebut dengan huruf-huruf menunjukkan
- 11:10takzimun nafsi, menghadirkan keagungan
- 11:13zat.
- 11:14Keagungan zat. Nah, menariknya di Quran
- 11:16itu Allah kalau sudah menampilkan
- 11:19keagungan zatnya itu selalu menggunakan
- 11:21kata inna panjang untuk memberikan kesan
- 11:25bahwa informasi yang disampaikan begitu
- 11:28agung. Jadi ada yang istimewa di
- 11:30informasi itu enggak sama dengan yang
- 11:32lain-lainnya. Ada yang mahal nilainya
- 11:35istimewa sekali. Saking istimewanya
- 11:37Allah menghadirkan keagungan zatnya
- 11:39untuk menunjukkan keagungan informasi
- 11:41yang disampaikan. Contoh,
- 11:44tiap hari ada siang ada malam ya sebelum
- 11:47kehidupan berakhir. Malam itu kan normal
- 11:51setiap berganti sekarang malam. Kemarin
- 11:53ada malam ada ya. Baik. Malam itu bahasa
- 11:56Arabnya lail. Tapi ketika yang ada
- 11:59istimewa di malam itu, maka pakai ta di
- 12:02ujungnya dari lail jadi lailah. Saya
- 12:05tanya begini, kemarin saat Ramadan ada
- 12:08malam yang istimewa enggak?
- 12:10Namanya malam apa?
- 12:12Lailatul Qadar. Baik ya. Kalau ada ta
- 12:15berarti istimewa ya. Coba lihat
- 12:17surahnya. Surah ke-97. Bukankah ketika
- 12:19menyebutkan malam Al-Qadar itu di
- 12:21depannya pakai inna panjang? inna
- 12:25anzalnahu
- 12:27fi
- 12:29untuk memberikan kesan bahwa informasi
- 12:31yang disampaikan begitu istimewa. Nah,
- 12:33kita ini manusia itu bukan makhluk
- 12:36biasa.
- 12:38Ini makhluk istimewa, Pak, Ibu.
- 12:40Jadi jangan melihat diri kita itu
- 12:42sebagai sesuatu yang rendah. Tidak.
- 12:44Allah murka itu. Ya, kita itu makhluk
- 12:47yang istimewa.
- 12:48Saking istimewanya itu Allah sudah
- 12:51menyampaikan dengan kalimat yang sangat
- 12:54indah dan menghiasi kita dengan segala
- 12:56kemuliaan dari ujung kepala sampai ujung
- 12:58kaki itu mulia. Buka Quran surah ke-17
- 13:00Al-Isra ayat ke-70.
- 13:04Walaqad karamna bani Adam.
- 13:08Tuh ada lam ada qad. Lamnya taukid
- 13:12qadnya tahqik. Ya. Jadi qad itu bisa
- 13:14tahqik, bisa takqrib, bisa taukid.
- 13:18Walaqad karamna. Dan aku tegaskan, kata
- 13:21Allah, "Aku jamin dengan keagunganku,"
- 13:24kata Allah,
- 13:25"Aku berikan semua sifat-sifat kemuliaan
- 13:29pada semua anak cucu Adam." Jadi, dari
- 13:31ujung kepala sampai ujung kaki itu kita
- 13:33itu mulia.
- 13:35Ingat, harus paham ini ya.
- 13:38Saking mulianya kita ini dijaga oleh
- 13:41Allah supaya semua bagian tubuh kita itu
- 13:45tidak berinteraksi dengan segala yang
- 13:47bersifat hina.
- 13:50Karena itu semua fungsi tubuh kita harus
- 13:52digunakan pada yang baik-baik, pada yang
- 13:55mulia-mulia. Untuk itulah kenapa ada
- 13:57ayat turun membimbing tentang bagaimana
- 13:59cara menatap.
- 14:01Jadi melihat saja diatur.
- 14:04Kalau binatang kan tidak diatur. Coba
- 14:06lihat monyet kan segara dilihat kan.
- 14:09Halo,
- 14:11kenapa jadi tegang begini? Coba
- 14:14keragunan lihat monyet.
- 14:17Monyet segala dilihat kan. Apa saja
- 14:20dilihat pisang dilihat, kacang dilihat,
- 14:25antum dilihat, ibu-ibu mau pakai jilbab,
- 14:28mau enggak pakai jilbab dilihat juga.
- 14:30Mau yang ada aurat yang terbuka, aurat
- 14:32yang tertutup dilihat juga. Itu siapa?
- 14:35Monyet.
- 14:39Saya ulang itu siapa?
- 14:40Monyet.
- 14:42Jangan disalahkan.
- 14:44Ada ibu-ibu lewat misalnya aura terbuka
- 14:46dilihat, "Wih, haram." Enggak bisa
- 14:49monyet kok.
- 14:51Karena kita bukan monyet, kita bukan
- 14:53binatang, maka diatur penglihatannya.
- 14:56Diatur. Jangan melihat yang tidak mulia,
- 14:58kata Allah. Karena matamu itu mulia.
- 15:00Maka turunlah Quran surah Cahaya surah
- 15:0324 ayat 30 untuk laki-laki, ayat 31
- 15:06untuk perempuan.LIL
- 15:08mminina
- 15:09min ablil
- 15:11mminati min abin. Kata Allah, kamu itu
- 15:15makhluk mulia. Karena itu pandanganmu
- 15:17pun harus mengarah pada yang baik saja.
- 15:20Ketika yang dipandang itu enggak bagus,
- 15:21palingkan. Gaddul bashar itu bukan
- 15:23enggak boleh lihat. Ketika yang dilihat
- 15:25tidak layak, jangan dilihat.
- 15:28Gambar-gambar yang tidak elok jangan
- 15:30dilihat.
- 15:31Tontonan yang tidak bagus jangan
- 15:33dilihat. Proyek yang bukan punya Anda,
- 15:35jangan dilihat. Alas kaki keluar dari
- 15:38sini bukan punya Anda. Jangan dipaksakan
- 15:40dilihat-lihat.
- 15:43Paham? Kenapa? Karena kita itu mulia.
- 15:45Maka muncul hukum haram. Haram itu
- 15:48akarnya seakar dengan kata hormah.
- 15:51Diserap ke dalam bahasa Indonesia
- 15:53menjadi hormat. Hormat itu dari bahasa
- 15:54Arab.
- 15:56Asalnya hukum haram itu, ini dasarnya,
- 15:58filosofinya, maknanya. Kenapa hukum
- 16:00haram ini muncul? Dasarnya bukan ingin
- 16:03membatasi manusia beraktivitas, bukan.
- 16:05Tapi Allah menginginkan kehormatan kita
- 16:08terjaga. Jangan dilakukan. Kalau kamu
- 16:10mengerjakan ini, kehormatan kamu runtuh
- 16:12di hadapan Allah dan manusia. Coba
- 16:15silakan cek. Kalau ada orang mencuri dan
- 16:17diketahui mencuri dipublikasikan,
- 16:19kehormatannya runtuh tidak runtuh.
- 16:22Pezina diketahui runtuh.
- 16:25pembegal, pencuri, perampok, koruptor,
- 16:27terbuka, runtuh. Allah tidak ingin.
- 16:29Allah tuh sayang dengan kita. Jangan
- 16:30sampai terjadi. Jadi tidak harus semua
- 16:33dilihat. Yang melihat semuanya tanpa
- 16:36batasan siapa?
- 16:39Jadi kalau ada manusia ingin selalu
- 16:40melihat tanpa ada batasan,
- 16:45ya patut dipertanyakan di mana nilai
- 16:47kemanusiaannya. Jelas sampai di sini?
- 16:49Ini gambaran ujung kepala sampai dengan
- 16:51ujung kaki. Jadi Allah tuh saking
- 16:53sayangnya satu menginginkan kita selalu
- 16:55tenang, senang, menginginkan kita
- 16:58terhormat. Jadi kurang sayang apaagi?
- 17:01Kurang sayang apaagi? Nah dan yang
- 17:04paling menarik adalah ketika kita
- 17:06terlahir ke muka bumi ini, diberikanlah
- 17:08kemudian bekal-bekal untuk mendapatkan
- 17:10itu semua. Ini karena edisi spesial.
- 17:12Saya akan menggali ini saja karena ini
- 17:15sekaligus yang memberikan sebuah
- 17:16petunjuk langsung dari Al-Qur'an dan
- 17:19hadis-hadis Nabi Muhammad sallallahu
- 17:21alaihi wasallam. Untuk mendapatkan
- 17:23ketenangan tadi, kenyamanan tadi,
- 17:27keterjagaan tadi. Maka sejak manusia
- 17:29terlahir diberikanlah fitrah
- 17:32berkehidupan ditanamkan dalam jiwanya
- 17:35yang akan menjaga dia tetap dalam status
- 17:37yang terhormat di hadapan Allah. Itulah
- 17:40potensi fitrah yang disebut dengan
- 17:42takwa. Maka turunlah Quran surah ke-91
- 17:46di ayat 7 sampai dengan ayat 10. Wafsin
- 17:50w sawaha. Dan demi jiwa setiap manusia
- 17:55yang disempurnakan penciptaannya.
- 17:58Faalhamaha fujuraha wa taqwa. Maka demi
- 18:02menyempurnakan itu ditanamkanlah pada
- 18:05dirinya fitrah, potensi-potensi kebaikan
- 18:09yaitu satu katalisnya namanya fujur dan
- 18:12inti hidup berkebahagiaan itu yang
- 18:15disebut dengan takwa.
- 18:17Tugas kita adalah mengoptimalkan fitrah
- 18:20potensi takwa ini. Jadi kalau kita bisa
- 18:22keluarkan itu naik cahayanya naik ke
- 18:25mata itu mata tidak akan pernah menatap
- 18:28kecuali yang baik-baik saja. Turun ke
- 18:30lisan. Lisan orang yang sudah punya
- 18:33takwa itu lisannya akan terjaga. Tidak
- 18:35pernah dia bertutur kecuali yang mulia
- 18:37saja sampai ke ujung kaki. Kalau sudah
- 18:40jadi mendapati bagian dari takwa itu,
- 18:43maka berubah nanti namanya.
- 18:46Kalau sendiri disebut taqi, kalau jamak
- 18:49disebut muttaqin.
- 18:51Kalau jamak disebut apa? Muttaqin. Orang
- 18:54kalau sudah mendapatkan muttaqin
- 18:56statusnya dan dia berlatih dengan
- 18:58amalan-amalan khusus, maka Allah jamin
- 19:01semua gerakka langkah hidupnya akan
- 19:03langsung dibimbing oleh Allah dan
- 19:05dipastikan semua aktivitasnya
- 19:07berdampingan dengan kesuksesan dan
- 19:08kebahagiaan. Itu konsepsi dasar di ayat
- 19:112 sampai dengan 5 di surah Albaqarah.
- 19:15Ikal kitabu la fi hudil muttaqin. Siapa
- 19:19muttaqin itu? Ayat 3nya. Alladina yuna
- 19:22bil. Baik latihannya
- 19:26wimmaqnahum
- 19:29walladina yminuna bima unzillahi w
- 19:32unzila wabil akti.
- 19:36Lihat ulika
- 19:39waika humul.
- 19:43Langsung ke ayat 5. Mereka itulah
- 19:45orang-orang yang akan selalu diberikan
- 19:47bimbingan oleh Allah dalam setiap
- 19:49langkah hidupnya. Tidak ada yang paling
- 19:51indah kecuali mendapatkan bimbingan
- 19:53Allah. Hidayah itu coba citrakan sebagai
- 19:57bimbingan.
- 19:59Ya, betul. Petunjuk dalam bahasa Arab
- 20:02petunjuk betul. Tapi petunjuk itu kalau
- 20:03kita tarik lebih dekat jadi terbimbing
- 20:06gitu kan. Bimbingan dalam berkehidupan.
- 20:08Ada orang-orang yang selalu dibimbing
- 20:10Allah. lisannya bertutur dibimbing,
- 20:13bekerjanya dibimbing dan itu mahal. Ada
- 20:16orang yang ingin mendapatkan itu sampai
- 20:17rajin tahajud.
- 20:19Kan di antara manfaat tahajud itu kan
- 20:21mendapatkan bimbingan Allah ya. Quran
- 20:24surah ke-17 masih ingat ayat 79 itu
- 20:26sampai dengan ayat 81.jad
- 20:30bihi nafilatalaka
- 20:35mahuda. Kemudian apa yang terjadi?
- 20:45Masyaallah.
- 20:49Jadi, Teman-teman sekalian itu mahal itu
- 20:53untuk dapat hudan itu bimbingan Allah
- 20:55yang menyertai aktivitas kita ada
- 20:57amalan-amalan dasarnya setiap hari.
- 20:59Tahajud,
- 21:01Quran
- 21:03itu jangan salah tuh. Makanya saya tuh
- 21:05sering cerewet dekati Quran sampai bikin
- 21:08komunitas
- 21:09ya sampai kita mencoba untuk menjadi
- 21:11bagian ahli Quran karena mahal yang
- 21:13dicapai itu bukan sekedar interaksinya,
- 21:17bimbingan Allahnya, kebahagiaannya gitu
- 21:21ya. Kesuksesannya.
- 21:23Pertanyaan terbesarnya, apakah sampai
- 21:25detik ini kita sudah menjadi bagian dari
- 21:27insan bertakwa atau belum? Kalau sudah
- 21:30mendapati itu, kita bagaimana cara
- 21:32mempertahankannya? Kalau belum mendapati
- 21:34itu, bagaimana mengoptimalkannya? Itu
- 21:37yang coba kita gali di pertemuan malam
- 21:39hari ini. Kita akan mengaji malam ini
- 21:43dengan nuansa ilmiah yang tinggi. Karena
- 21:46itu butuh fokus yang luar biasa. Karena
- 21:49boleh jadi detail pembahasan ini belum
- 21:52didapati di kitab-kitab khusus. Jadi
- 21:56kita mesti menyatukan dulu beberapa
- 21:58referensi baru kita bisa mendapatkan
- 22:00tautan-tautan ini. Karena itu ini
- 22:03kajiannya cukup mendalam di malam hari
- 22:04ini. Sekali lagi butuh fokus untuk kita
- 22:07semua. Kemudian nanti ada beberapa yang
- 22:10ingin saya tuliskan juga dan ini akan
- 22:12menentukan pengenalan jati diri kita
- 22:14kepada diri kita masing-masing. Baik,
- 22:17kita mulai pembahasan kita malam hari
- 22:18ini dan kiranya saya akan memulai untuk
- 22:20memberikan gambaran dalam bentuk
- 22:23tulisan.
- 22:25Bismillah.
- 22:29Mohon untuk dicek terlebih dahulu.
- 22:31Terdengar suara saya? Insyaallah.
- 22:34Baik, ya. Di luar mudah-mudahan jelas ya
- 22:36suara saya.
- 22:40Kalau saya menulis di sini kelihatan di
- 22:42sana ya. Sudah pasti tidak? Sudah pasti.
- 22:46Jadi kalau kelihatan Anda luar biasa.
- 22:49Saya ingin memastikan aja gitu kan.
- 22:51Baik. Nanti kalau ada sebagian sisi
- 22:54tidak terlihat bisa nanti di-review ya
- 22:57pada kajian yang telah terekam di
- 22:59YouTube nanti dicek kembali. Dan memang
- 23:02dalam kehidupan tuh seperti itu. Kita
- 23:04tidak bisa memuaskan semua kalangan ya.
- 23:07Yang bisa kita lakukan memberikan yang
- 23:08terbaik sekalipun tidak mengharapkan
- 23:11kepuasan bagi seluruh kalangan. Jelas
- 23:13sampai di sini?
- 23:14Baik ya. Ibu kelihatan Bu
- 23:18belum ya? Belum saya tulis ya.
- 23:20Luar biasa. Baik. Bismillah. Ini saya
- 23:23akan membuat seperti ini dulu. Nah,
- 23:29oke.
- 23:33Ya, kurang lebih kotak seperti ini.
- 23:36Sudah. Baik. Lalu saya buat lagi lebih
- 23:40kecil skalanya seperti ini
- 23:46ya.
- 23:48Kadang-kadang orang sekarang ada yang
- 23:50membuatnya seperti ini.
- 23:53Ya,
- 23:57kita hapus saja ya.
- 24:00Jangan menggoda. Saya sudah berkeluarga.
- 24:05Dah. Oh, susah dihapus rupanya.
- 24:08Memang kalau hati sudah tersakiti agak
- 24:10sulit untuk dikembalikan.
- 24:13Sudah. Ya sudahlah. Ini bagian yang
- 24:15terakhir. Ini rakin begini.
- 24:19Ya. Baik.
- 24:21Gambar apa ini? Sudah, ya. Baik. Lihat
- 24:24baik-baik sekarang. Sekarang baru akan
- 24:26saya berikan namanya. Kotak besar
- 24:30bagian terluar
- 24:32kita tuliskan dengan nama shadrun.
- 24:37Sadrun shad dal ra.
- 24:40Jamaknya
- 24:43sudur.
- 24:46Sudah tenang pelan-pelan dulu
- 24:49saya tes ya. Kotak besar bagian terluar
- 24:53diberi nama dengan apa?
- 24:56Shadrun.
- 24:58Jamaknya apa?
- 24:59Sudurun.
- 25:03Di dalam kotak ini ada yang skalanya
- 25:06lebih kecil.
- 25:08Yang kedua ini setelah kotak yang besar
- 25:10di dalamnya ada lagi. Ini ilustrasi saja
- 25:13ya. Saya buat kotak lagi. Diberi nama
- 25:16qolbun.
- 25:18Qolbun.
- 25:22Jamaknya qulubun.
- 25:26Ya.
- 25:28Namanya qalbun. Jamaknya apa?
- 25:31Qlubun. Baik. Pelan-pelan.
- 25:35Ya, di dalam kotak ini
- 25:39ada yang paling kecil.
- 25:42Ingat, ada tiga ya. Ada tiga. Satu
- 25:45shadrun, jamaknya sudurun.
- 25:49Kedua qalbun jamaknya qulubun. Yang
- 25:53paling dalam ini namanya nafsun.
- 25:58Nafsun.
- 26:04Nafsun. Apa? Jamaknya
- 26:06nafsun.
- 26:06Nafsun. Pelan-pelan jamaknya. Namanya
- 26:10nafsun jamaknya bisa dua. Bisa anfus,
- 26:15bisa nufus.
- 26:18Ya, bisa anfus,
- 26:23bisa nufus.
- 26:27Ya,
- 26:28anfus dan nufus. Infus tidak ada
- 26:32kaitannya ya. Jadi nafsun jamaknya anfus
- 26:35dan nufus.
- 26:38Sudah
- 26:40di dalam nafsun
- 26:43ini ada dua fitrah yang Allah tanamkan
- 26:47dalam jiwa kita. Dan ini kehidupan kita
- 26:50ada di sini. Inti kehidupan kita. Jadi
- 26:53seseorang mengalami kehidupan kalau
- 26:56tinjauan dari fisikanya, biologinya ya
- 27:00kan ketika jiwanya, rohnya sudah ada,
- 27:03maka dia mulai bergerak maka dipandang
- 27:04hidup. Tapi bagaimana dia bergerak itu
- 27:07ada inti kehidupannya. Maka di dalam
- 27:09nafsun ini ada inti hidup kita.
- 27:13Ada dua ditanamkan di dalamnya. Satu ada
- 27:17kutub positif disebut dengan takwa.
- 27:25Ada lawan dari sini terlihat sekilas
- 27:28lawan.
- 27:29Padahal nanti intinya sebetulnya sebagai
- 27:33katalis ya untuk men-support supaya
- 27:35nilai takwa ini muncul. Yang kedua
- 27:37disebut fujur namanya
- 27:40ya.
- 27:42Dan ini nanti sifat kehidupan ini akan
- 27:44seperti ini. Selalu ada positif negatif
- 27:47kutub positif kutub negatif. apapun itu
- 27:50kalau mau ditarik ke dunia elektrik juga
- 27:52seperti itu. Di baterai itu kan ada
- 27:53kutub positif, ada kutub negatif. Di
- 27:56kimia itu di atom ada proton, ada
- 27:58elektron, gitu kan ya. Baik, kita
- 28:01lepaskan dulu semua itu. Kita kenali
- 28:02diri kita saja supaya tidak terlampau
- 28:04melebar. Nah, ini inti jiwa kita itu di
- 28:07dalam diri kita yang terdalam itu ada
- 28:09ini ada takwa dan fujur. Dalilnya apa?
- 28:13Ke Quran surah 91 Asyams ayat 7 sampai
- 28:1610 tadi yang Anda tuliskan yang pertama
- 28:18kali. wa nafsin wa ma sawaha. Dan demi
- 28:22nafas ini,
- 28:25demi jiwa, demi nafas yang telah
- 28:27sempurna penciptaannya.
- 28:30Ya, sawwa itu sempurna. Kapan itu
- 28:33sempurna? Menjadi nafas ketika roh mulai
- 28:35masuk ke dalam diri, ke dalam jasad di
- 28:38usia 4 bulan. Jadi usia 4 bulan itu roh
- 28:41ditiupkan menyatu ke dalam jasad.
- 28:44Pelan-pelan. Dari mana tahunya? Nanti
- 28:47dibuka hadis Nabi Muhammad sallallahu
- 28:48alaihi wasallam. Kalau paling mudah
- 28:51mungkin lihat saja al-Arbain kan lebih
- 28:53mudah diakses ya. Hadis nomor keempat
- 28:56dari sahabat Abdullah bin Mas'ud
- 28:57radhiallahu taala anhu. An Abi
- 29:00Abdurrahman Abdullah ibn Mas'udin
- 29:02radhiallahu taala anhu qasulullah
- 29:05sallallahu alaihi wasallam wahuq
- 29:08inna ahadakumikaai.
- 29:21Jadi setiap kita anak cucu Adam dicipta
- 29:24oleh Allah berproses dalam rahim
- 29:26ibundanya itu 40 hari pertama proses
- 29:30percampuran antara spermatozoa dengan
- 29:31ovum. 40 hari kedua membentuk zigot
- 29:36mulai menempel di dinding rahim mulai
- 29:37berproses. 40 hari ketiga menjadi
- 29:40mudighah sebentuk daging keratan. Mulai
- 29:43ada bentuknya. Di 40 hari ketiga ini
- 29:46baru kemudian diutus malaikat untuk
- 29:48meniupkan roh dengan izin Allah
- 29:49Subhanahu wa taala. 40 hari ketiga. 40
- 29:52hari dikali 3 berapa jumlahnya? 120
- 29:56hari. Kalau 1 bulan itu kita genapkan
- 29:59misal 30 hari, 120 / 30 berapa?
- 30:044. Maka bertemu 4 bulan. Jadi ketika ada
- 30:07seseorang mengandung, seorang ibu
- 30:09misalnya mengandung, maka usia 4 bulan
- 30:12kandungan itu roh ditiupkan. sudah ada
- 30:14roh tertanam dan nanti amalannya sudah
- 30:17beda. Ingat antara roh belum masuk
- 30:20dengan roh sudah masuk itu berbeda
- 30:21amalannya. Nanti supaya tidak melebar
- 30:23lain waktu kita bisa buat kurikulum
- 30:26tersendiri tentang itu. Ayatnya ada
- 30:27semua. Ada semua. Jadi apa amalan suami
- 30:30istri? Amalan suami amalan istri amalan
- 30:33suami terkait nafkah ada. Jangan sampai
- 30:35membawa sesuatu yang haram. Dibawa ke
- 30:37rumah diolah oleh istri dimakan masuk ke
- 30:40kandungan. Janin itu kasihan. belum
- 30:42terlahir sudah mengonsumsi yang haram
- 30:44itu bahaya. Itu bahaya dan nanti
- 30:46mengembalikannya enggak mudah ya. Yuk,
- 30:48pelan-pelan kembali ke sini. Nah, usia 4
- 30:51bulan kandungan ditiupkan roh di situ
- 30:53kemudian terjadi dialog kita untuk
- 30:55berkomitmen menuhankan Allah. Nanti ada
- 30:58diabadikan di Quran surah ke-7 Ala'raf
- 31:00ayat 172. Tadi saya berjanji detailnya
- 31:03tidak saya tuliskan dulu. Ini untuk
- 31:04melengkapi apa yang tadi disampaikan. Wa
- 31:07akuka
- 31:08bani adama minuhimatahum
- 31:12waahum
- 31:14anfusumid.
- 31:18Jelas sampai sini. Nah, ini usia 4 bulan
- 31:20kandungan. Ketika roh ditiupkan menyatu
- 31:23kemudian dengan jasad maka berubah nanti
- 31:25namanya menjadi nafas.
- 31:27Jelas berubah menjadi apa? Nafas. Dari
- 31:30sini kemudian muncullah tanda-tanda
- 31:33keberhidupan. Makanya diserap ke dalam
- 31:35bahasa Indonesianya dengan nafas.
- 31:37Seseorang dikatakan hidup bila masih ada
- 31:39tanda-tanda nafas. Itu dalam bahasa
- 31:41Indonesianya. Paham sampai sini? Nah,
- 31:43ketika sempurna itu dari mana tahunya?
- 31:46Roh masuk ke dalam fisik kemudian
- 31:48sempurna penciptaan jadi nafas ini nanti
- 31:50lihat di Quran surah ke-15 ayat 28.
- 31:54Quran surah 15 Al-Hijr ayat ke-28.
- 31:59Waqbuka lilikati
- 32:03inni khqu bar
- 32:07minimun.
- 32:08Teruskan ayatnya.
- 32:12Ini ada kalimatnyaitu
- 32:16sawituhu
- 32:19fiuhi.
- 32:21Maka bila aku telah sempurnakanitu
- 32:24penciptaannya itu dengan cara meniupkan
- 32:26roh sudah masuk ke dalam bagian tubuhnya
- 32:29itu ya, maka mulai sempurna penciptaan
- 32:32berproses di situ. Kata sawwaituhu itu
- 32:36asalnya dari kata sawwa yusawi
- 32:38taswiyatan.
- 32:41Ya, ini asalnya ya nih. Jadi makanya
- 32:43kalau bersambung dengan damir kembali ke
- 32:45ya. Sawaitu tunya ke Allah damir anak ya
- 32:49hunya kembali ke kalimat semula ke
- 32:52basyar. Faid sawituhu. Maka bila makhluk
- 32:55manusia ini mulai akan masuk fase
- 32:59sempurna penciptaannya. Jadi kalau
- 33:01tampilan fisiknya disebut basyar. Nanti
- 33:03ada lima nama ya. Agak lompat sedikit.
- 33:05Manusia setidaknya disebut dengan lima
- 33:07nama. Basyar 35 kali disebutkan dalam
- 33:10Al-Qur'an. Dan ini nama pertama saat
- 33:12diciptakan untuk memberikan info pada
- 33:15malaikat dan jin bahwa materi dan
- 33:18tampilan fisiknya enggak sama dengan
- 33:19malaikat dan jin. Di malaikat diciptakan
- 33:21duluan baru kemudian jin. Kalau malaikat
- 33:24dari cahaya, kalau jin dari api. Bukan
- 33:27sekedar api ya api yang
- 33:29menyambar-nyambar.
- 33:31Makanya ayat 27-nya disebutkan jin dulu.
- 33:33Quran surah ke-15 ayat 27 itu jin dulu.
- 33:36Wal janna khalaqnahu minblu minar samum.
- 33:40Dan kalangan jin itu diciptakan sebelum
- 33:43manusia bahan dasarnya api yang
- 33:45menyambar-nyambar menyala. Manusia beda
- 33:48disebut dengan basyar. Menunjuk pada
- 33:50tampilan kulit yang halus. Secara
- 33:51fisikal beda dengan malaikat dan jin.
- 33:54Ini kata dasarnya sawwa nih ya.
- 33:57Sempurna. Jadi ketika disebut sempurna
- 34:00itu kalau rohnya sudah masuk ke dalam
- 34:02jasad. Ketika masuk itu menjadi nafas.
- 34:05Dari mana tahunya? Tafsir ke Quran surah
- 34:0891
- 34:10ayat 7 itu sampai dengan 8. Wa nafsin w
- 34:15sawaaha. Dapat sawanya nih ya. Dan demi
- 34:19nafas yang telah sempurna tertanam,
- 34:22sempurna tercipta dalam jiwa itu,
- 34:24menyatu ke dalam tubuh kita itu. Maka
- 34:27ketika sempurna itu terjadi
- 34:29diilhamkanlah faalhamaha fujuraha wa
- 34:32taqraha. Ah. Jadi dalam jiwa setiap kita
- 34:35yang hidup itu ada inti kehidupan.
- 34:37Intinya di sini fokus ini ya. Ini yang
- 34:39paling penting. Intinya ini takwa ini.
- 34:44Jadi generator hidup kita itu ada di
- 34:46jiwa takwa. kutub positifnya.
- 34:50Sederhananya, sederhananya bahasa
- 34:52singkatnya J kalau kita gali terlalu
- 34:54panjang nanti. Kecuali kalau mau ngaji
- 34:55sampai subuh.
- 34:57Mau sampai subuh di sini
- 34:58mau.
- 34:59Silakan. Saya jam 09.00 selesai.
- 35:03Ini yang panjang nih. Karena harus
- 35:05membahas 115 kata dalam Al-Qur'an. Nanti
- 35:08takwa disebutkan 115 kali dan
- 35:10derivasinya. Lawannya nafsu 115. Jadi
- 35:13kalau mau bahas itu mungkin bisa sampai
- 35:15subuh yang 2 hari ke depannya.
- 35:19Takwa secara singkatnya, singkatnya saja
- 35:22adalah akumulasi setiap sifat-sifat
- 35:25kebaikan.
- 35:27Dalam istilah Al-Qur'an,
- 35:30sifat baik itu seringki ditampilkan
- 35:34dengan diksi atau dengan kata khair
- 35:36namanya. Khair.
- 35:40Wah, ini kalau ngajinya agak dalam agak
- 35:41panjang kita. khair.
- 35:45Ada baik secara fisik
- 35:48jasmaninya bagus, sehat baik itu
- 35:51biasanya orang Arab menyebut dengan kata
- 35:53thayib.
- 35:55Thayib. Kata thayib pertama ada di
- 35:57Albaqarah ayat 168. Ya ayyuhanasu kulu
- 36:01mimma fil ardhi halalaniban.
- 36:05Jadi kalau kita mau makan kata
- 36:06Al-Qur'an, coba cari bahan makan itu
- 36:09bahan dasarnya dengan cara yang legal.
- 36:12Jangan melanggar hukum, jangan mencuri,
- 36:14jangan korupsi, jangan merampok,
- 36:16membegal, mengambil hak orang lain.
- 36:17Jangan dilakukan. Kalaupun sudah dapat
- 36:20dengan cara yang halal, maka cari yang
- 36:22dikonsumsi itu yang menyehatkan untuk
- 36:24tubuh. Jadi, tidak semua yang diinginkan
- 36:27itu mesti dimakan.
- 36:29Ini satu kalimat ini kalau benar
- 36:31dipraktikkan, insyaallah tubuh kita itu
- 36:33sehat. Jadi, kata Al-Qur'an, kalau mau
- 36:36makan cari yang menyehatkan
- 36:38boleh silakan. Mungkin variasi menunya
- 36:40ada, tapi sekiranya tidak menyehatkan
- 36:42tidak harus dikonsumsi. Jelas ya? Itu
- 36:46indah sekali. Sehingga membuat tampilan
- 36:47fisik kita itu sehat. Sambal bagus tapi
- 36:52sambal satu baskom tidak bagus.
- 36:56Membuat fisiknya sehat, kuat itu namanya
- 36:58apa? Tiayib. Tapi kan tidak semua yang
- 37:01fisiknya sehat itu sifatnya juga sehat.
- 37:05Kan ada orang-orang yang tampilannya
- 37:06bagus, rapi, bersih, fisiknya kuat, tapi
- 37:10sifatnya kan enggak baik juga.
- 37:13Kan Ibu tahu ya, Bang Thayib itu dia kan
- 37:15sehat sebetulnya kan, fisiknya kuat,
- 37:17tapi dua kali puasa, dua kali lebaran
- 37:20pulang-pulang.
- 37:22Ada apa itu? Ah, sekarang banyak yang
- 37:25fisiknya bagus, berdasi, berjas, tapi
- 37:28pencuri juga ya, penipu juga ya. dan
- 37:33turunan-turunan yang lainnya. Kita tidak
- 37:34menginginkan itu. Ketika kebaikan fisik
- 37:37diiringi dengan kebaikan sifat, maka
- 37:40sifat itu disebut khair. Namanya khair.
- 37:43Nanti ada enam. Enam ya. Ini untuk
- 37:45informasi saja cepat karena kita enggak
- 37:47mau bahasin terlalu jauh. Ada thayib,
- 37:49ada khair, ada mak'ruf, ada ihsan, ada
- 37:52saleh. Yang keenam ada birrun. Ya, nanti
- 37:56lain waktu kita bisa turunkan kalau
- 37:58sedang membahas itu. Ya, sekarang kita
- 38:01beralih ke sini saja dulu. Ke khair.
- 38:03Jadi, khair itu semua jenis-jenis sifat
- 38:07yang kita nilai baik. Jujur baik tidak
- 38:11itulah khair.
- 38:13Sabar baik
- 38:15baik sabar. Rendah hati tawadu. Jadi
- 38:18semua sifat-sifat baik itu ada di sini.
- 38:22Karena itu yang paling menarik
- 38:23masyarakat di zaman jahiliah yang
- 38:26kehilangan sifat-sifat baik itu sehingga
- 38:29seakan tidak mengenal sifat baik. Yang
- 38:31kaya ada, tapi karena tidak kenal sifat
- 38:33baik, kekayaannya digunakan pada yang
- 38:35tidak baik.
- 38:36Yang pintar ada, tapi karena tidak
- 38:39mengenal sifat baik, kepintarannya
- 38:40digunakan untuk berbuat yang tidak baik.
- 38:44Karena itu di zaman jahiliah komplit
- 38:45semua. Pezina banyak, pemabuk ada.
- 38:50Pembegal komplit. Bahkan sekampung begal
- 38:53semua ada di kota Giifar itu ya ada
- 38:56semuanya. Tapi ketika Allah Subhanahu wa
- 38:59taala menghendaki memilih Rasulullah
- 39:01sallallahu alaihi wasallam memberikan
- 39:03pencerahan membawa risalah rabbaniah
- 39:05dengan Al-Qur'an itu, maka alhamdulillah
- 39:08berhasil merubah mentransformasikan dari
- 39:11masyarakat jahiliah dikenalkan
- 39:13sifat-sifat baik lewat Quran itu
- 39:15ditunjukkan, dibimbing sehingga berubah.
- 39:18Kebayang enggak teman-teman sekalian?
- 39:19Enggak kan? Kan belum saya sebutkan
- 39:24dari yang tadinya itu keras preman. Jadi
- 39:27kekerasannya dialihkan pada ketegasan
- 39:29sehingga dibawa ke manaun jadi
- 39:30berkeadilan.
- 39:32Yang tadinya itu seorang yang royal ya
- 39:36dibawa kepada sifat-sifat sedekah jadi
- 39:37senang berbagi. Yang tadinya angkuh jadi
- 39:40tawadu. Sehingga ketika mereka pun
- 39:42kemudian ikut Nabi ke Yathrib. Yathfrib
- 39:44itu satu tempat yang sangat tertinggal
- 39:47jauh. ekonominya resesi di bawah resesi.
- 39:49Kencanglah konflik sosialnya tinggi. Aus
- 39:52Hazrat itu 6 abad belum pernah selesai
- 39:53pertikaiannya. Dibawa risalah ke sana
- 39:57sifat-sifat ini muncul jadi berubah
- 39:59menjadi suasana kota yang tercerahkan.
- 40:01Semua sifat baik ada di situ. Dan
- 40:03kisahnya viral sampai viral keantara
- 40:06wilayah Jazirah Arab. Sehingga kalau
- 40:07orang mengatakan ada orang jujur di
- 40:09mana? Di sana tuh Yasrib itu kalau mau
- 40:12cari orang paling tawadu ada di sana
- 40:14tuh. Sehingga ketika dikenal suasana
- 40:16kota dalam bahasa Arab disebut Madinah
- 40:18yang tercerahkan penuh dengan cahaya
- 40:20munawarah. Maka dikenallah sampai dengan
- 40:21sekarang almadinah almunawarah. Maka
- 40:24dipersaksikan langsung oleh Allah
- 40:26subhanahu wa taala perubahan itu dari
- 40:28kalangan-kalangan komunitas pada masa
- 40:30itu berubah dari jahiliah menjadi punya
- 40:33sifat-sifat baik. Umat yang punya
- 40:36sifat-sifat baik disebut khair umah.
- 40:39Maka turunlah Quran surah ke-3 Ali Imran
- 40:41ayat 110 untuk memberikan keterangan
- 40:43itu. Kuntum
- 40:46umatin ukat linasi
- 40:50biluf wathail mungkiruna
- 40:54billah. Yang ingin saya katakan kumpulan
- 40:57semua sifat-sifat baik ini kalau kita
- 40:59kumpulkan akumulasinya itu ada di takwa
- 41:02di sini.
- 41:05Karena itu setiap manusia yang terlahir
- 41:09itu punya kecenderungan berbuat baik
- 41:10siapapun dia. Itu di antara fitrah. Nah,
- 41:14ini yang disebut fitrah tuh ini. Jadi,
- 41:17kembali ke fitrah tuh kembali ke sini
- 41:19ya. Kembali ke fitrah kembali ke sini
- 41:22menjadi lebih meningkat tereksplore jiwa
- 41:24takwanya. Apa di antara fitrah itu? Yang
- 41:26pokok dua. Satu adalah kecenderungan
- 41:29pada kebaikan. Karena itu manusia
- 41:32sejelek apapun itu tetap sebetulnya
- 41:34punya fitrah baik dalam jiwanya. Punya
- 41:37fitrah baik.
- 41:39Karena itu pencuri pun itu pada
- 41:41hakikatnya enggak mau dicuri.
- 41:45Silakan cek ya. Pencuri pun enggak mau
- 41:48dicuri ya. Siapapun penipu pun enggak
- 41:51mau ditipu. Kan saya pernah cerita 2
- 41:53tahun lalu. Masih ingat 2 tahun lalu
- 41:56kan?
- 41:58Ya kan? tiga orang pencuri, satu
- 42:00ketuanya, satu asisten, yang satu
- 42:02anggota kan. Begitu mereka mencuri itu
- 42:06tiba-tiba setoran. Biasa setorannya
- 42:08sekian, yang satu kurang yang asisten.
- 42:11Begitu dicek ternyata dia nyimpan di
- 42:13belakang sakunya. Ketahuan kata bosnya,
- 42:16"Kamu mencuri ya?" Padahal mereka baru
- 42:18mencuri.
- 42:20Jadi sejatinya setiap manusia itu tidak
- 42:22ingin berbuat curang. Hatinya pasti
- 42:24menolak. Nah, itu fitrah yang harus
- 42:27disentuh untuk kembali. Karena itu saya
- 42:29tidak terbiasa, tidak terbiasa untuk
- 42:32mencela misalnya ya. Yang sudah tercela
- 42:35itu enggak harus dicela lagi.
- 42:37Buang-buang energi mencela yang sudah
- 42:38tercela. Kita doakan sepanjang masih
- 42:40hidup dia punya hak untuk saleh. Orang
- 42:43salah itu, ingat ini ya, orang salah itu
- 42:46sepanjang masih berkehidupan tetap punya
- 42:48hak untuk saleh. Karena itu kita
- 42:51kewajibannya membantu dia untuk
- 42:53menemukan haknya itu. Jadikan jembatan
- 42:56diri kita. Kadang-kadang fikih dakwah
- 42:58itu bisa lebih bermakna dibandingkan
- 42:59dengan fikih-fikih terapan syariat. Jadi
- 43:02kadang-kadang yang didahulukan tuh fikih
- 43:03dakwah dulu, bukan hukum dulu secara
- 43:05fikih syariat. Contoh misalnya di
- 43:08samping masjid ada orang Islam misal di
- 43:14masjid manaun misalnya ada orang Islam
- 43:16tetangga masjid dekat masjid.
- 43:19Ilustrasinya ini masjid misalnya
- 43:23di sini rumah ya jarak 5 m. Ini speaker
- 43:26masjid ke sini misalnya ya.
- 43:30Sepeda ada, motor ada, mobil ada tapi
- 43:33masih belum mau ke masjid. Tetangga
- 43:36masjid mengaku beriman enggak mau ke
- 43:38masjid. Apa hukumnya?
- 43:42Oh, bakar rumahnya. Enggak, Pak,
- 43:45ya. Ah, sebelum kita berbicara hukum
- 43:47haram, hukum halal, hukum ini itu kita
- 43:50baca dulu dengan fikih dakwah. Hukumnya
- 43:52ajak dia ke masjid.
- 43:55Paham? Minimal kita doakan dalam sujud.
- 43:59Masih ingat? 2 tahun lalu
- 44:02selalu begitu kan kisahnya? Kan? 2 tahun
- 44:05lalu saya pernah cerita kan ya? Satu
- 44:07kali di satu tempat komplek bagus tapi
- 44:10bukan di sini.
- 44:12Jangan khawatir orang di sini. Bukan di
- 44:13sini. Sebelum saya ke sini ada cerita,
- 44:17"Ustaz, komplek ini mewah, bagus, tapi
- 44:21warganya muslim, belum senang ke masjid
- 44:23sehingga safnya itu sedikit gitu." Oh,
- 44:26begitu, Pak. Masyaallah. Saya bilang,
- 44:28"Sudah didoakan? Sudah ditengok belum?"
- 44:31"Kalau begitu begini, Pak. Besok Bapak
- 44:35beli buah
- 44:37habis subuh libur ya, Sabtu. dari masjid
- 44:40bawa buah mampir ke rumahnya dia yang
- 44:43muslim itu yang belum ke masjid. Nanti
- 44:46Bapak ke situ kalau dia tanya,
- 44:47"Asamualaikum aja, apa kabar?" Bapak
- 44:48bilang, "Waalaikumsalam warahmatullah
- 44:50gitu ya, Bapak sehat-sehat?" Saya kira
- 44:51Bapak sakit enggak kelihatan di
- 44:53masjidnya ada buah gitu.
- 44:57Coba aja dulu itu. Alhamdulillah tuh
- 45:00pekan depannya uh nambah jemaah itu
- 45:03sudah ke masjid ya. Kadang-kadang itu
- 45:05masih didahulukan ya. Itulah khair.
- 45:08Itulah khair. Jadi, akumulasi dari
- 45:10setiap ini khair itu membentuk
- 45:12karakteristik apa? Takwa. Nah, ini ini
- 45:15mesti dioptimalkan karena kalau ini
- 45:18keluar setiap kita insyaallah otomatis
- 45:20jadi orang baik. Ya, pasti jadi orang
- 45:23baik tuh insyaallah karena Allah yang
- 45:24jamin. Ini mesti dioptimalkan. Nah,
- 45:27untuk menjadikan percepatan ini keluar
- 45:30maka ada katalisnya.
- 45:32Belajar kimia ya. ya kan ada
- 45:35ikatan-ikatan itu ya termasuk yang
- 45:36mempercepat untuk mempercepat ini keluar
- 45:38muncul ya kalau mangga pengin cepat
- 45:41matang dia apa dikarbit ya bahasa
- 45:43sederhana dikarbit ya ini ada katalis
- 45:45supaya cepat keluar ini muncul maka
- 45:47diciptakanlah lawannya
- 45:50lawan ini sejatinya bukan lawan bukan
- 45:52lawan kontra tapi untuk memberikan
- 45:55stimulus supaya yang ini cepat keluar
- 45:56disebutlah fujur namanya maka setiap
- 45:59ditemukan sifat baik di sini jujur maka
- 46:01ada akan ada lawannya di sini di fujur
- 46:03Misal di sini ada jujur, di sini pasti
- 46:06ada dusta.
- 46:09Anda sekuat apapun membuat kalimat,
- 46:11tidak ada dusta di antara kita, tetap
- 46:13dustanya ada. Karena ini bawaan untuk
- 46:17mempercepat ini keluar. Sabar di sini,
- 46:19di sini ada amarah.
- 46:22Tawadu rendah hati di sini, di sini ada
- 46:24sombong.
- 46:26Ya, karena selalu berlawanan. Wamin
- 46:29kulliyain khalaqna zaujaini laallakum
- 46:31tadakkarun. Segala hal itu aku ciptakan
- 46:33berlawanan supaya kalian sadar. Kata
- 46:35Allah, "Hanya aku yang tunggal yang
- 46:37tidak punya pasangan." Itu ada di Quran
- 46:39surah 51 ayat 49.
- 46:42Nah, konsepnya begini. Teruskan. Wa
- 46:45nafsin w sawwaha faalhamaha fujuraha wa
- 46:49taqwaha. Nah, konsep dasarnya ayat 9-nya
- 46:52kalau kita bisa mempraktikkan ini
- 46:54insyaallah lebih damai, lebih tenang,
- 46:57lebih bahagia. Walaupun mempraktikkan
- 46:59tidak semudah mengucapkan.
- 47:02Qod aflaha
- 47:04zaka dijamin kata Allah. Jadi qad itu
- 47:08ada tahqik, ada takrib.
- 47:11Takrib itu untuk mendekatkan sesuatu.
- 47:13Jadi kalau informasi ada pakai qad
- 47:15berfungsi takrib artinya momennya sudah
- 47:17dekat. Misal kan kalau mau salat ada
- 47:20iqamah ya. QQ
- 47:24perah dengar itu dengar ya. QQ maksudnya
- 47:28apa? Salat sudah dekat, siap ditunaikan.
- 47:31Qadnya takrib. Di situ ada yang bermakna
- 47:34tahqik, taukid, penguat, penjamin. Ya,
- 47:37yang di sini itu penjamin, penguat ya.
- 47:40Qod aflaha man zakaha. Kata Allah, aku
- 47:42jamin
- 47:44orang akan mendapatkan atau cenderung
- 47:46lebih bahagia, lebih sukses, lebih
- 47:48nyaman hidupnya. Zakaha bila mampu
- 47:51menyucikannya. Ini mahal sekali
- 47:53kalimatnya,
- 47:55Teman-teman, Ikhwan, Ibu dan Bapak
- 47:59mencuci tahu mencuci sudah pernah nyuci
- 48:02kan?
- 48:03Ya,
- 48:05mencuci misal mencuci pakaian, baju.
- 48:09Kalau ada orang mencuci baju, maaf, yang
- 48:13dibuang itu kotorannya atau bajunya?
- 48:16Kotorann.
- 48:17Kotorannya. Yakin ya? Bukan bajunya kan?
- 48:20Oh, ya. Jadi kotorannya
- 48:23supaya apa dicuci?
- 48:25Bersih.
- 48:25Bersih. Apa lawannya bersih?
- 48:28Kotor. Masyaallah. Jadi kotor itu
- 48:31diciptakan oleh Allah bukan untuk
- 48:33menjadikan tampilan kita kotor, bukan.
- 48:35Tapi untuk menampakkan kebersihan. Sebab
- 48:37enggak mungkin ada bersih kalau enggak
- 48:39ada kotoran.
- 48:41Jadi, filosofi kotor itu bukan untuk
- 48:43menjadikan kita menjadi kotor, bukan.
- 48:46Tapi supaya bersihnya tampak. Sebab
- 48:47kalau enggak ada kotornya, ngapain
- 48:49dicuci?
- 48:50Jelas ya? Nah, jadi ini poinnya. Jadi
- 48:52cara membacanya itu ini kalimatnya
- 48:54tinggi. Makanya dibacanya nanti pakai
- 48:55istiarah di balagah. Membacanya tinggi
- 48:57sekali. Jadi mencuci itu bukan bermaksud
- 49:00menghilangkan jiwanya bukan. Bukan
- 49:02menghilangkan pakaiannya tapi
- 49:04ditampakkan lawannya ini supaya yang
- 49:06bersih muncul. Gelas bisa dielap. Kapan
- 49:09dielap? Kalau kelihatan ada debunya.
- 49:12Wajah dielap-elap. Kenapa? Karena ada
- 49:14kotoran yang tampak di wajah. Kalau
- 49:16enggak ada yang kotor, ngapain dielap?
- 49:18Jelas, ya?
- 49:19Baik. Nah, ini cara membacanya terapkan
- 49:22ke sini.
- 49:24Amarah itu diciptakan bukan ingin
- 49:26menjadikan seseorang itu pemarah, bukan.
- 49:28Tapi supaya sabarnya muncul.
- 49:31Sebab kalau marah enggak diciptakan,
- 49:33bagaimana sabar bisa muncul? Tuh kan
- 49:38di luar enggak tahu tuh. Ya, coba deh
- 49:41begini. Maaf ya, Ibu. Nanti Bu, suami
- 49:45pulang dari kantor ke rumah nih.
- 49:47Pokoknya enggak ada apa-apa. Enggak ada
- 49:49hujan, enggak ada angin, enggak ada
- 49:50macam-macam, enggak ada permasalahan.
- 49:52Begitu buka pintu, "Asalamualaikum,"
- 49:54jawab, "Waalaikumsalam." Ibu langsung
- 49:55bilang, "Sabar ya, Pak sabar." gitu.
- 49:59Kira-kira respon pertama apa yang akan
- 50:00ditampilkan oleh suami?
- 50:03Mama sehat.
- 50:07Enggak mungkin kan itu muncul. Kecuali
- 50:09ada amarah dulu baru sabar muncul. Jadi,
- 50:12ternyata sabar itu bisa muncul kalau
- 50:14amarahnya sudah keluar.
- 50:17Maka cara memandang setiap persoalan itu
- 50:19paling gampangnya ingat ya, tadi saya
- 50:21katakan mudah diucapkan tapi juga tidak
- 50:24mudah untuk dipraktikkan. Perlu
- 50:25berlatih. Ketika ada sesuatu yang tidak
- 50:28disukai, cepat cari lawannya yang
- 50:30disukai. Karena fujur itu ditampilkan
- 50:33supaya takwanya muncul. Jadi kalau
- 50:35sekiranya Anda melihat berita mendengar
- 50:38misalnya ya, ada yang berdusta tandanya
- 50:41kita harus jujur, ada yang sombong
- 50:44tandanya kita harus rendah hati.
- 50:47Ada yang cemberut lawan cemberut apa?
- 50:50Senyum.
- 50:51Ada yang menangis lawan menangis apa?
- 50:56Ibu pulang ke rumah datang suami, suami
- 50:59lihat istri sedang cemberut. Ya kan?
- 51:02Asalamualaikum.
- 51:05Ini ada gelang baru 1 kilo.
- 51:10Biasa.
- 51:12Tapi kan ini enggak mudah. Apalagi kalau
- 51:14ada persoalan-persoalan hikmah.
- 51:16Kadang-kadang enggak seperti itu pula.
- 51:17Tapi ini standarnya. Jadi yang saya
- 51:19ingin katakan adalah itu di takwa semua
- 51:22sifat baik. Yang fujur itu itu katalis
- 51:26stimulusnya supaya cepat naik.
- 51:27Persoalannya apa? Persoalannya kalau
- 51:31fungsinya itu tidak sesuai seperti yang
- 51:33Allah tetapkan,
- 51:36jadi keluar dari fungsi. Nah, ini yang
- 51:38diinginkan oleh setan.
- 51:41Setan itu sejak mula dia mengajukan
- 51:44proposal untuk menggoda anak cucu Adam
- 51:46dan ikut turun ke bumi, dia sudah
- 51:48mengajukan permohonan kepada Allah untuk
- 51:50menggoda, memanfaatkan sifat fujur
- 51:53supaya dia berdiri sendiri, bocor keluar
- 51:56punya jalur sendiri. Yang seharusnya
- 51:58men-support takwa muncul dibikin bocoran
- 52:01di sifat fujur itu supaya keluar sendiri
- 52:03punya jalur. Itu ada di Quran surah ke-4
- 52:06An-Nisa ayat 118.
- 52:09Ya laahullah.
- 52:13Kemudian dia berkata,
- 52:17mafud.
- 52:19Coba lihat-lihat nanti kalau ngaji lagi
- 52:21bawa mushaf ya. Ya. Quran surah ke-4
- 52:23ayat 118 paling kanan tuh agak ke bawah.
- 52:26Setan dilaknat oleh Allah lantas dia
- 52:28mengajukan permohonan.
- 52:30Ya Allah perkenankan aku. Ya. Berikan
- 52:33aku kesempatan untuk membuktikan aku
- 52:34lebih hebat dibandingkan dengan Adam.
- 52:36selalu begitu caranya bagaimana?
- 52:40Aku ingin menggoda
- 52:42memberikan sebuah jalan baru secara
- 52:45halus supaya satu bagian dari dua bagian
- 52:48fitrah manusia itu ya aku berikan jalur
- 52:50sendiri supaya keluar dan situ muncul
- 52:52kemudian maksiat keluar bergeser.
- 52:55Bergeser dari jalur yang benar itu
- 52:56disebut dengan fusuk ya. Pelanggarannya
- 52:59disebut dengan asa. Sifatnya disebut
- 53:01dengan maksiat. Maka dibuatlah oleh
- 53:03setan itu sebuah jalur baru ya dengan
- 53:06cara yang halus seakan-akan tak terasa
- 53:09kayak air meresap tiba-tiba basah gitu
- 53:10kan. Dalam bahasa Arab disebut dengan
- 53:12waswas maka dia masuk dari jalur ini
- 53:15dari atas sadrun sudur. Alladzi
- 53:19yuwaswisu fi
- 53:22masuk lewat sini
- 53:24menghembuskan penyakit ke kalbu juga ya.
- 53:29Kemudian tembus ke sini ke nafas,
- 53:31jalurnya ke sini ke fujur. Perhatikan.
- 53:33Fokus baik-baik. Yang seharusnya
- 53:36bersifat begini menjadi katalis
- 53:39dibikin jalur sendiri keluar ke sini.
- 53:44Sehingga apa? Ini amarah yang seharusnya
- 53:46men-support sabar. Dia keluar sendiri ke
- 53:48sini.
- 53:50Ya kalau bahasa apa? Rusianya tuh
- 53:53ujug-ujug ya. I ujug-ujug marah aja gitu
- 53:56ya. ini ke sini nih. Jadi ini keluar
- 53:59nih. Jadi kalau dia keluar sendiri
- 54:03akhirnya menjadi sifat mandiri yang
- 54:05jelek, yang buruk ya yang buruk. Sesuatu
- 54:09yang buruk itu dalam bahasa Arab disebut
- 54:10dengan su namanya apa? Su. Su. Su. Jadi
- 54:17ini mandiri ni keluar nih. Dusta keluar
- 54:18sendiri amarah keluar sendiri. Maka dia
- 54:20keluar dari fujur ini kepada nafas.
- 54:24Keluarlah dari sini ini suu. Jadi setan
- 54:26memberikan was-was memerintahkan.
- 54:28Memerintahkan tuh amar ya. Kalau
- 54:31memerintahkan kepada sifat amarah
- 54:33berkali-kali terus begitu maka muncullah
- 54:35Quran surah ke-12 Yusuf ayat 53 tadi
- 54:38Anda tuliskan ya untuk menggambarkan
- 54:41itu.
- 54:43[Tertawa]
- 54:50Aku gak bisa menilai diriku itu orang
- 54:51suci.
- 54:53Jangan menilai diri kita suci. Tidak.
- 54:55Sepanjang masih hidup akan selalu ada
- 54:57peluang setan menggoda dan membocorkan
- 54:59sifat fujur ini. Sehingga keluarlah
- 55:01perbuatan su dari nafas.
- 55:04Kita menyingkatnya karena nafas asalnya
- 55:06netral. Nafas itu netral. Tapi ketika
- 55:08yang keluar su, kita sering satukan
- 55:10nafas dengan su jadi nafsu.
- 55:14Oh,
- 55:17ini kan bahasa kita saja. Ini asalnya
- 55:20begitu. Padahal nafas itu netral
- 55:21tadinya.
- 55:22Ya, nafsu itu netral. Cuma kenapa
- 55:25menjadi negatif? Karena ini yang
- 55:26dimaksudkan.
- 55:27Su keluar dari sini. La amaratum bisu
- 55:29keluarnya dari sini. Ini yang menjadikan
- 55:32kadang-kadang manusia alih-alih dia
- 55:34jujur kemudian dia berdusta. Alih-alih
- 55:38dia tawadu kemudian dia sombong.
- 55:40Penyebabnya itu ya. Penyebabnya itu. Ini
- 55:43yang menjadikan dalam jiwa kita selalu
- 55:45ada pergolakan
- 55:46ya. Selalu ada pergolakan. Enggak pernah
- 55:48berhenti, enggak pernah selesai. Ini pun
- 55:50Anda keluar dari sini itu enggak
- 55:51selamanya langsung pada satu tujuan.
- 55:54Pasti akan bergolak dulu nih ya. Ini
- 55:56masih macet tar aja dulu sini dulu gitu
- 55:57kan. Ah cepat pulang gini macam-macam
- 55:59tuh ya. Akan ada selalu seperti itu. Nah
- 56:02sesuatu yang bergolak tidak pernah
- 56:04tenang pada satu keadaan itu bahasa
- 56:06Arabnya disebut dengan qolbun dari kata
- 56:08qoluba yaqlabu. Sesuatu yang senantiasa
- 56:11bergolak. Karena itu tempat bernaungnya
- 56:13nafas disebut dengan qbu untuk
- 56:14memberikan kesan bahwa di dalamnya
- 56:16selalu ada pertarungan antara
- 56:18nilai-nilai kebaikan diakumulasi oleh
- 56:20takwa dengan bisikan-bisikan setan yang
- 56:21membuat fujur itu mandiri untuk keluar.
- 56:26Apakah Allah membiarkan begitu saja?
- 56:29Tidak. Allah punya sifat rahman, punya
- 56:32sifat rahim, dan rahmat Allah kepada
- 56:34hamb-Nya itu tidak bisa dinilai saking
- 56:37luasnya. Saking luasnya. Maka saking
- 56:40sayangnya Allah kepada kita,
- 56:42ditetapkanlah dua hal dan ini yang
- 56:45betul-betul kita jaga. Betul-betul kita
- 56:47jaga untuk bisa mengoptimalkan takwa ini
- 56:50sekaligus menekan supaya fujurnya tetap
- 56:52ada fungsinya. Kalau bisa kita kerjakan
- 56:55dan optimalkan dua hal ini, maka tidak
- 56:57ada tempat bagi setan untuk membangun
- 56:58celah pada jiwa kita.
- 57:01Satu, secara fitrah Allah tugaskan
- 57:04malaikat untuk mensopot jiwa takwa itu.
- 57:07Jadi ada malaikat yang bertugas juga
- 57:09mendampingi kehidupan kita yang di
- 57:11antaranya memberikan dorongan-dorongan
- 57:13pada kebaikan.
- 57:15Karena itu menariknya malaikat
- 57:17disebutkan 88 kali dalam Al-Qur'an.
- 57:20Setan disebutkan 88 kali
- 57:25dan itu akan selalu bertarung
- 57:27bisikan-bisikan itu. Nah,
- 57:33iya.
- 57:35Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- 57:38Pernah ada suasana hati? Cepat sudah
- 57:40azan siap-siap. Pernah ada begitu? Tapi
- 57:44ketika lailahaillallah
- 57:48baru azan belum qat.
- 57:51pernah begitu. Iya kan ya? Wujuhun
- 57:55yaumaidin nadirah. Wajah-wajahnya
- 57:57kelihatan.
- 57:59Ya, itulah pertarungannya. Selalu
- 58:00begitu. Selalu begitu. Maka apa kata
- 58:04Nabi sallallahu alaihi wasallam? Istafti
- 58:05qolbak.
- 58:07Tanyakan pada jiwa hatimu yang paling
- 58:09dalam ketika kita berada dalam
- 58:11suasana-suasana untuk memberikan sebuah
- 58:14putusan. Jadi kalau sedang ada
- 58:17kegelisahan harus memilih misalnya kan
- 58:20yang paling sulit itu dilema di antara
- 58:22dua cinta ya kan antara harus mengikuti
- 58:26taklim misalnya atau menyempurnakan
- 58:27tugas yang lain misal ya kan. Maka dia
- 58:31timbang
- 58:33di situ ada timbangan-timbangan mana
- 58:34yang paling banyak pahalanya, mana yang
- 58:36paling Allah senangi, mana yang paling
- 58:37bermaslahat, mana yang paling banyak
- 58:39kebaikannya. Kan bisa jadi Anda melamar
- 58:41pekerjaan kan diterima di dua perusahaan
- 58:44ya kan?
- 58:45Maka apa yang harus kita lakukan? Salah
- 58:47satu jalannya adalah itu tanyakan pada
- 58:49jiwa hati yang paling dalam yang
- 58:51kira-kira ada unsur kebaikannya banyak
- 58:53didapatkan. Makanya supaya cahaya
- 58:55malaikat itu bisikannya kuat, maka
- 58:58lakukan amalan-amalan dan setinggal itu
- 59:02ya, tempat kita beraktivitas yang
- 59:03sekiranya malaikat senang. Makanya di
- 59:05Islam itu fikihnya komplit. Di rumah
- 59:08misalnya ada suasana yang kira-kira
- 59:10malaikat enggak senang, jauhi ya kan.
- 59:13Hal-hal yang kira-kira menyenangi
- 59:14malaikat datangi sehingga melatih kita
- 59:16untuk selalu dekat.
- 59:19Apa misalnya majelis ilmu itu banyak
- 59:20malaikatnya baca Quran ditemani
- 59:22malaikat. Bahkan kalau sudah lancar ada
- 59:24malaikat khusus menjaga maasyafratil
- 59:26kiramil barah. Orang yang lancar bacaan
- 59:29Qurannya dan rajin dia mengaji ditemani
- 59:31malaikat khusus ya safaratil kiramil
- 59:34bararah. Dan kalimat kiramil bararah itu
- 59:36punya makna yang merubah ahli Quran ini
- 59:40menjadi lebih baik. Makanya saya sering
- 59:42katakan ahli Quran yang benar itu bukan
- 59:45dilihat dari berapa banyak khatamnya,
- 59:47berapa lancar bacaannya. Dilihatnya
- 59:50berapa bagus perubahan pada perilakunya.
- 59:53Itu yang diakui oleh Quran sendiri di
- 59:56Quran surah 35 Fatir di ayat 32. ya
- 1:00:08yang berhasil
- 1:00:12kalimatnya
- 1:00:14ya bukanah
- 1:00:17bukan yang paling banyak khatamnya
- 1:00:19walaupun khatam itu bagus ingat yang
- 1:00:21saya maksudkan bukan tidak menginginkan
- 1:00:23khatam bukan khatam itu bagus hafal itu
- 1:00:26bagus sampai hafal nomor posisi ini itu.
- 1:00:29Tapi itu menjadi tidak bernilai tatkala
- 1:00:31tidak merubah perilaku.
- 1:00:33Itu ukurannya itu. Saya sering katakan
- 1:00:36kalau ada orang menghafal Quran atau
- 1:00:38sekolah di maahad Quran tidak merubah
- 1:00:41perilakunya lebih baik. Ada yang salah
- 1:00:42dengan cara dia menghafal. Itu gambaran
- 1:00:45pertamanya. Karena itu ketika
- 1:00:47orang-orang ini istiqamah dalam
- 1:00:48kebaikan, maka apa yang terjadi? di
- 1:00:51surah Fusil itu kan ayat 30
- 1:00:56[Musik]
- 1:01:08sudah hidupnya enak karena Allah yang
- 1:01:10akan menyelesaikan semua
- 1:01:11urusan-urusannya dikirimkan malaikat
- 1:01:13menjaga itu ayatnya kalau sudah
- 1:01:15konsisten dengan amalan itu, malaikat
- 1:01:18turun dan perkara konsisten Mahal kan
- 1:01:21saya sering katakan itu untuk konsisten
- 1:01:24kita butuh sembilan tahapan kan consist
- 1:01:28consist consist three consist four
- 1:01:30sampai konsisten
- 1:01:32ya tahapannya apa? Nah, ini amalan yang
- 1:01:35kedua. Amalan kedua. Maka untuk
- 1:01:39meningkatkan potensi takwa itu, selain
- 1:01:41mendengar istaftiqbak, bisikan bisikan
- 1:01:43malaikat pada kebaikan, bisikan itu bisa
- 1:01:45menjadi kuat. Support itu menjadi kuat
- 1:01:48jika kita mengerjakan amalan yang kedua.
- 1:01:51Apa itu? Itulah yang disebut dengan
- 1:01:53ibadah.
- 1:01:55Dengan ibadah itu nanti amal keluar
- 1:01:58menjadi saleh. Maka muncullah istilah
- 1:02:00amal saleh. Maka desain ibadah sejatinya
- 1:02:04itu untuk kita sendiri
- 1:02:06ya. Orang enggak rukuk, enggak sujud
- 1:02:08terhadap Allah, enggak salat, enggak
- 1:02:09menurunkan status Allah sebagai Tuhan.
- 1:02:12Tetap Tuhan yang Maha Esa, maha kuasa.
- 1:02:14Cuman yang rugi orangnya. Karena ketika
- 1:02:17diperintahkan ibadah itu feedback-nya
- 1:02:19hasilnya itu kembali ke kita lagi.
- 1:02:21Contoh gini, ini yang sederhana ya.
- 1:02:23Ibadah yang pokok itu kan salat kan ya.
- 1:02:25Kita diperintahkan salat kan masih
- 1:02:27ingat? Coba salat kan ciri pertama orang
- 1:02:29takwa. Kitabu mudalil apa ciri
- 1:02:34pertamanya? Alladina yuna bilib wqimun
- 1:02:38salat amalan pertamanya.
- 1:02:40Nah, apa fungsi salat itu?
- 1:02:44Buka Quran surah 29 ayat 45.
- 1:02:55Nah, Teman-teman, fahsya dan mungkar itu
- 1:02:58sumbernya di sini, di fujur,
- 1:03:01di sini semua. J kalau salatnya benar,
- 1:03:04salatnya benar ini tertekan nih,
- 1:03:07akhirnya fungsinya tetap ke sini yang
- 1:03:08ini yang naik.
- 1:03:10Karena itu segala
- 1:03:11kemungkinan-kemungkinan perbuatan
- 1:03:13menyimpang ya fahsya ini fujur itu
- 1:03:16asalnya rambatan keburukan. Yang baiknya
- 1:03:18disebut fajar. Kalau fisikal disebut
- 1:03:20infajar. Kalau kelihatan bendanya
- 1:03:23memancar itu infajar namanya. Contoh
- 1:03:25nih, Anda misalnya ingin menggali air
- 1:03:27kan ya, menggali menggali keluar airnya
- 1:03:30memancar. Itu infajar namanya.
- 1:03:33Nabi Musa punya tongkat ya, tongkat kayu
- 1:03:35beliau dipukulkan ke batu kan. Tongkat
- 1:03:38kayu dipukul ke batu. Kira-kira yang
- 1:03:40hancur apa?
- 1:03:43Hah? Harusnya kan kayunya kan. Tapi
- 1:03:46karena ini mukjizat, mukjizat itu
- 1:03:47berbeda untuk ditampakkan kekuatannya
- 1:03:50supaya manusia ingat kepada Allah dan
- 1:03:52mengikuti bimbingan rasulnya. Melemahkan
- 1:03:54semua persepsi manusia. Dipukulkan ke
- 1:03:56batu, keluarlah 12 mata a. Ketika keluar
- 1:03:59memancar, itu bahasa Qurannya infajar.
- 1:04:02Albaqarah ayat 60. Quran surah 2 ayat
- 1:04:0360. Waidq
- 1:04:06Musa
- 1:04:09biasalat
- 1:04:12infajar
- 1:04:14as tongkat kayu Nabi Musa dipukulkan ke
- 1:04:18batu keluar 12 mata air. Anda punya
- 1:04:21tongkat emas pukulkan ke batu keluar 12
- 1:04:24air mata.
- 1:04:28Ya.
- 1:04:30Ah itu keluar tuh. Itu infajar ya. Nanti
- 1:04:33ada makna majasi kiasan disebut fajar
- 1:04:36namanya ya. Cahaya matahari pertama yang
- 1:04:38membelah kegelapan malam itu disebut
- 1:04:40apa? Fajar. Ah itu hakikinya. Majasinya
- 1:04:43adalah respon kita, sinyal kita yang
- 1:04:46menangkap seruan. Ketika fajar itu tiba,
- 1:04:49ditangkap oleh hati kita. Suara azan itu
- 1:04:51untuk mendekat kepada Allah. Waktunya
- 1:04:53subuh. Pancarannya disebut dengan fajar.
- 1:04:56Lawan dari fajar itu secara bahasa itu
- 1:04:58disebut fujur, rambatan-rambatan
- 1:05:01keburukan. Itu yang merambat nih. Ada
- 1:05:03yang merambat ke syahwat faraj ya.
- 1:05:06Keluarnya apa? Pornoaksi, pornografi,
- 1:05:09kata-kata jorok, LGBT, ya longsor,
- 1:05:13gempa, banjir, tsunami, macam-macam tuh.
- 1:05:16Hati-hati, hati-hati bencana-bencana
- 1:05:18kalau semakin banyak ada yang harus
- 1:05:20banyak direnungkan dan dievaluasi. Nah,
- 1:05:22hal-hal yang terkait dengan fahsya,
- 1:05:24zina, pornografi, pornoaksi, dan
- 1:05:27turunan-turunannya itu yang terkait
- 1:05:29dengan rambatan-rambatan fujur yang
- 1:05:31disebabkan pada nafsu syahwat.
- 1:05:34Ada yang kedua, sumbernya merambatnya ke
- 1:05:36nafsu perut dan akal.
- 1:05:39Ingin selalu tampil lebih terhormat,
- 1:05:41ingin tampil sombong, ingin ambil ini,
- 1:05:43ambil itu lagi, itu mungkar namanya.
- 1:05:46Mencuri, merampok, membunuh, menipu,
- 1:05:48hoax, dan sebagainya itu mungkar. Karena
- 1:05:50itu diingkari langsung oleh jiwa kita.
- 1:05:52Fahsya dan mungkar itu bisa dicegah
- 1:05:54kalau kita bisa tekan ini
- 1:05:57apa dan bagaimana caranya. Maka
- 1:05:58diturunkanlah perintah untuk ibadah
- 1:06:00berupa salat. Ketika salat dikerjakan
- 1:06:02tujuan utamanya innata tanha anil
- 1:06:05fahsyah. Makanya ketika kita mulai
- 1:06:07bertakbir kita diberikan oleh Allah
- 1:06:10melalui petunjuk Rasulullah sebuah
- 1:06:11isyarat bahwa penting menjaga bagian
- 1:06:14dalam tubuh kita ini. Terutama dijaga di
- 1:06:16bagian terluar. Makanya ketika orang
- 1:06:18bertakbir Allahu Akbar kan sedekah
- 1:06:21begini. Awas ini ilmunya mahal bukan
- 1:06:23ilmu utak-atik. Ini bukan cocok logi.
- 1:06:26Ingat saya sudah mengkaji dari ayatnya
- 1:06:28sampai ke hadisnya sampai ke
- 1:06:29kitab-kitabnya. Ini ada maknanya. Semua
- 1:06:32tentang salat itu bukan gerakan biasa.
- 1:06:35Jadi gerakannya ada maknanya, bacaannya
- 1:06:37ada maknanya. Termasuk kenapa diberi
- 1:06:39nama subuh, zuhur, asar, magrib, Isya.
- 1:06:42Itu ada ada maknanya. Kalau mau
- 1:06:45konsisten dengan waktu, sore itu bukan
- 1:06:47salat asar, salat masya. Tapi kenapa
- 1:06:49asar? Ya kan? Kalau mau konsisten zuhur
- 1:06:53itu salat nahar. Kenapa zuhur? Ada
- 1:06:54maknanya. Jadi mengangkat kita begini
- 1:06:57saja ada maknanya.
- 1:06:59Terlalu dalam dan luas kalau kita kaji
- 1:07:01dari awal. Tapi saya ingin tunjukkan
- 1:07:02terkait dengan ini saja kan. Ketika
- 1:07:04mengangkat ini kan di sini kan kita
- 1:07:06simpan, kita jaga itu ya kan. Ini tuh
- 1:07:09menutup shrun.
- 1:07:12Makanya itu alas di fikih itu aladri
- 1:07:14dari tiga pendapat itu di perut ini. Di
- 1:07:18perut yang satu begini. Kemudian sod ini
- 1:07:21sodar tuh di sini ada rongga antara
- 1:07:23perut dengan dada. Ini sod namanya di
- 1:07:25sini nahr. Nahr. Nahr itu yang lebih
- 1:07:28dekat ke leher. Ke sini ya. Nahr di sini
- 1:07:30ke tenggorokan di sini. Dia ada di sini
- 1:07:33ada di sini. Ada di sini. Yang lebih
- 1:07:35terlihat lebih kuat itu di sini. Karena
- 1:07:37sesuai dengan pemaknaan ini. Sodrun di
- 1:07:39sini ya. Jadi kita itu ketika salat ya,
- 1:07:42manfaat dari salat mencegah perbuatan
- 1:07:44keji dan mungkar itu digambarkan juga
- 1:07:46dalam gerakannya. Begitu bertakbir,
- 1:07:48buang semua urusan dunia ke belakang,
- 1:07:50pasrahkan diri kita sepenuhnya kepada
- 1:07:51Allah. Makanya imam berbalik mengatakan,
- 1:07:53"Sollu shatan muwadda." Salat rasakan
- 1:07:56seolah-olah ini salat perpisahan. Kita
- 1:07:58akan menghadap Allah. Wa annahum ilaihi
- 1:08:00rojiun. Kan Albaqarah ayat 46 itu kalau
- 1:08:02pengin khusyuk. Alladina yagun
- 1:08:03annahumbihim waahum ilaihi.
- 1:08:07Rasakan kita akan menghadap Allah. Dan
- 1:08:09mungkin itu salat terakhir yang kita
- 1:08:10tunaikan itu membawa kekhusyuan. Makanya
- 1:08:14kita pasrah dan buang semua urusan dunia
- 1:08:16ke belakang. Jangan dibawa dalam salat.
- 1:08:18Kadang yang menyebabkan kita itu eh kita
- 1:08:20kadang yang menyebabkan ada orang tidak
- 1:08:22khusyuk itu ketika dia bertakbir dunia
- 1:08:25masih dibawa. Itu problemnya.
- 1:08:27Jadi lisannya Allahu Akbar tapi status
- 1:08:30IG-nya itu masih akbar.
- 1:08:34Handphone-nya itu masih akbar.
- 1:08:36sehingga kadang-kadang menghentikan
- 1:08:38salat hanya untuk menjawab handphone.
- 1:08:41Ya, itu yang terjadi. Jadi, ketika sudah
- 1:08:45diangkat, dibuang, disimpan di sini kan
- 1:08:47ya kan. Saya merajihkan yang ini. Saya
- 1:08:49secara pribadi ya kalau ingin bersedekap
- 1:08:52saya merajihkan yang di sini dan kita
- 1:08:54menghormati yang di sini. Enggak boleh
- 1:08:55langsung cepat menyalahkan, tidak boleh.
- 1:08:57Saya tidak mengajarkan Anda untuk
- 1:08:59membawa peluru mempersalahkan orang
- 1:09:01lain. Biasakan berdiskusi dan banyak
- 1:09:04mendengar. Karena Allah menciptakan
- 1:09:05telinga kita dua, lisan itu satu supaya
- 1:09:07banyak mendengar. Jelas ya? Kalau tidak
- 1:09:10sepakat sampaikan alasan. Setelah itu
- 1:09:12tetap berteman baik. Perbedaan pendapat
- 1:09:14tidak mengharuskan kita tidak minum teh
- 1:09:16bersama. Jelas ya? Baik. Dan disimpan di
- 1:09:20sini kan ini lebih semakna menjaga ini
- 1:09:24shodrun karena sadrun tempatnya di sini.
- 1:09:28Dan tahukah Anda asal mula sebabnya ini
- 1:09:31kenapa kemudian meletakkan tangan di
- 1:09:32sini? Asalnya kan begini, irsal. Hadis
- 1:09:35hadis awal tentang salat itu gerakannya
- 1:09:37begini. Allahu Akbar.
- 1:09:40Dan jangan selalu dipahami yang begini
- 1:09:42Syiah. Tidak. Nanti kelihatan Syiah itu
- 1:09:45saat sujud dengan duduk di antara dua
- 1:09:46sujud. J kalau masih bertakbir begini
- 1:09:49itu di mazhab Maliki masih begini.
- 1:09:51Mazhab Maliki itu mazhab yang pertama
- 1:09:52kali berlaku di Madinah. Karena Imam
- 1:09:54Malik lahir di Madinah, tinggal di
- 1:09:56Madinah, menetap, tumbuh, berkembang
- 1:09:58sampai wafat di Madinah. Dan mazhabnya
- 1:10:00sekarang rata-rata di Afrika Utara,
- 1:10:02Libya, Tunisia, ya itu Maliki termasuk
- 1:10:05Spanyol. Jadi kalau misalnya Anda ke
- 1:10:07Makkah umrah atau haji, semoga yang
- 1:10:10belum berangkat bisa dimudahkan
- 1:10:12insyaallah.
- 1:10:12Amin.
- 1:10:13Tidak cukup dengan amin. Nabung, nabung,
- 1:10:15nabung.
- 1:10:18Ah, jadi kalau takbir ada yang begini
- 1:10:20ya, Allahu Akbar ya. Ah, itu jangan
- 1:10:23ditanya, jangan diajak ngobrol. Itu
- 1:10:25posisi pertama begini ya. Jelas ya? Ah,
- 1:10:28dan kalaupun ada yang memilih begini
- 1:10:30enggak apa-apa. Itu mazhab yang pertama.
- 1:10:33Pertama kali Nabi mengajarkan salat
- 1:10:34seperti ini. Seperti ini. Jangan diajak
- 1:10:37ngobrol. Kalau ditanya enggak usah
- 1:10:39jawab.
- 1:10:41Allahu Akbar. Ibu Syiah ya.
- 1:10:45Bukan saya usah dijawab. Sudah. Ini lagi
- 1:10:48salat. Jelas. Ada kejadian
- 1:10:51seseorang berbuat salah, kesalahannya
- 1:10:54cukup besar. Bahkan ada riwayat
- 1:10:56menyebutkan termasuk dosa-dosa yang
- 1:10:58seharusnya dihindari, dosa besar.
- 1:11:01Lalu apa yang terjadi? Dia datang kepada
- 1:11:04Nabi untuk dihukum. Ini masyaallah
- 1:11:06sahabat dulu itu. Jadi kalau berbuat
- 1:11:09salah
- 1:11:11ini yang mahal ini, mengakui diri ke
- 1:11:13hadapan hakim tertinggi minta untuk
- 1:11:16diluruskan bahkan tidak sungkan dihukum.
- 1:11:19bukan bersembunyi dan sulit dicari gitu
- 1:11:21ya. Itu datang sendiri datang, "Ya
- 1:11:24Rasulullah, ya Rasulullah saya berbuat
- 1:11:26salah, tolong hukum saya." Itu kadar
- 1:11:30menjelang salat.
- 1:11:32J Nabi bilang, "Sudah salat aja dulu."
- 1:11:36Begitu salat turunlah kemudian Quran
- 1:11:38surah ke-11 Hud ayat ke-114.
- 1:11:46Quran surah ke-11. Hud ayat 114
- 1:11:51buka surahnya. Aqimata thin
- 1:11:55waulfam minal innal hasanati yudhibn
- 1:12:00sayiat.
- 1:12:02Itu asalnya Quran surah 11 ayat 114.
- 1:12:06Tunaikanlah salat di kedua sisi siang
- 1:12:08itu kemudian juga ke malamnya. Maksudnya
- 1:12:11lima waktu nanti ini disinggung ini
- 1:12:13bahasanya tinggi tinggi. Nanti yang
- 1:12:16seperti ini banyak seperti di Al-Isra.
- 1:12:18ayat 78.
- 1:12:23Lalu yang menarik ini innalati
- 1:12:29semua salat yang dikerjakan itu disifati
- 1:12:31langsung oleh Allah dalam Alquran dengan
- 1:12:33nama hasanat.
- 1:12:35Innal hasanati yudib. Orang-orang yang
- 1:12:38mampu salat dengan benar itu akan
- 1:12:41melahirkan hasanah dan langsung
- 1:12:43menggugurkan kesalahan-kesalahannya.
- 1:12:45Jadi ayat ini sekaligus membebaskan si
- 1:12:48pelaku maksiat tadi ya kan dalam ancaman
- 1:12:51hukuman itu langsung pembebasannya turun
- 1:12:53wahyu dari Allah sudah diampuni sama
- 1:12:55Allah. Makanya ketika selesai salat Nabi
- 1:12:58tidak menghukum karena selesai
- 1:13:00masalahnya dengan tobatnya itu ya
- 1:13:02selesai masalahnya. Makanya kalau ada
- 1:13:04persoalan, jangan semua masalah itu
- 1:13:07dibroadcast,
- 1:13:09dibikin status,
- 1:13:11diselesaikan.
- 1:13:13curhat sama Allah atau minta solusi pada
- 1:13:16yang sekiranya memberikan solusi. Saya
- 1:13:18tarik lagi apa hubungannya dengan ini?
- 1:13:21Jadi begitu selesai tuntas ini salatnya
- 1:13:23ditunaikan turunlah ampunan Allah
- 1:13:24Subhanahu wa taala dan disebut dengan
- 1:13:26hasanah. Innal hasanati yudhib sayiat.
- 1:13:31Apa hubungan dengan pembahasan kita?
- 1:13:33Sangat nyambung.
- 1:13:35Karena ketika turun ayat itu sekaligus
- 1:13:37memberikan sebuah penguat dan penegas
- 1:13:39bahwa salat itu bila dikerjakan dengan
- 1:13:42benar termasuk rangkaian ibadah dia
- 1:13:44mampu menekan perbuatan-perbuatan
- 1:13:46maksiat dan merubah keburukan itu
- 1:13:48menjadi hasanah. Sedangkan hasanah itu
- 1:13:50bagian dari konsepsi takwa.
- 1:13:53Coba Al-Arbain ini ngaji hadisnya sampai
- 1:13:55mana ya? Coba Alarbain dibuka yang nomor
- 1:13:5718 itu ya. Kalau saya enggak keliru.
- 1:14:00Nomor 18 tuh.
- 1:14:02an jund bin junadah wa muin jabal
- 1:14:04radhiallahu taala anhuma q rasulullah
- 1:14:07sallallahu alaihi wasallam itqah
- 1:14:15kan kalimat hasanah dibuka dengan takwa
- 1:14:16di situ kan hei mana hafalannya nih
- 1:14:20hafal satu-satu bagian hidup kita
- 1:14:21itqillah haituma tingkatkan takwamu
- 1:14:25kepada Allah di mana pun kamu berada
- 1:14:26kalau mampu meningkatkan takwa akan
- 1:14:28melahirkan hasanah hasanah itu yang akan
- 1:14:31menutup segala keburukan-keburukan.
- 1:14:33Makanya kalau orang salatnya benar,
- 1:14:36muncullah kemudian rambatan-rambatan
- 1:14:38kebaikan. Tertutup peluang-peluang setan
- 1:14:40untuk menggoda, yang keluar yang
- 1:14:41baik-baiknya saja. Itu yang menjadikan
- 1:14:44digambarkan dalam salat ketika kita
- 1:14:46kemudian angkat tangan, simpan di sini
- 1:14:50menutup ini, tutup, jaga dan lihat
- 1:14:53baik-baik. Cara menutupnya kan begini.
- 1:14:55Ini sekali lagi ini bukan ilmu takakatik
- 1:14:56ya. Ini hasil riset. Coba lihat
- 1:14:58baik-baik.
- 1:15:00Yang ditutup yang kiri kan? Yang nutup
- 1:15:02yang kanan kan begini kan bukan begini
- 1:15:05ya. Awas kanan di depan begini yang
- 1:15:09menutup kiri di dalam baru begini kan.
- 1:15:13Dan ada tiga cara tiga cara.
- 1:15:16Yang telapak ini
- 1:15:18ketemu punggung di sini satu.
- 1:15:23Kemudian ini bisa menggenggam. Bisa
- 1:15:24begini. Bisa begini. Bisa menggenggam.
- 1:15:27Sama antara laki-laki dengan perempuan.
- 1:15:29Ini satu. Yang kedua ini pergelangan.
- 1:15:32Ketemu pergelangan di sini. Ini
- 1:15:36di sini begini. Yang pertama begini.
- 1:15:39Ini telapak ketemu punggung gini bisa
- 1:15:41digenggam. Yang kedua ini pergelangan
- 1:15:44ketemu pergelangan di sini dan itu
- 1:15:46langsung ya enggak usah diukur dulu.
- 1:15:48Allah
- 1:15:52langsung ya.
- 1:15:53Ya.
- 1:15:56Ya. Yang ketiga, lewat dikit di sini
- 1:15:58tapi enggak sampai sini. Lewat dikit di
- 1:16:00sini. Jadi di sini, di sini lewat dikit
- 1:16:03ke sini tapi enggak sampai ke sini. Ya,
- 1:16:05awas enggak sampai di dan ini enggak
- 1:16:06disukai. Enggak disukai. Bahkan ada
- 1:16:09beberapa yang menyebutkan riwayat yang
- 1:16:11sampai ee tidak disukai seperti orang
- 1:16:13sombong ya. Orang sombong kadang-kadang
- 1:16:15kalau ngawasin proyek bangunan kan
- 1:16:17begini gitu. Jadi bukan di sini.
- 1:16:19Hati-hati ya. Hati-hati yang subuh-subuh
- 1:16:21ke puncak tuh kadang-kadang begini.
- 1:16:23di sini. Nah, ini lihat-lihat ini kanan,
- 1:16:26ini mahal sekali. Ini mahal sekali. Saya
- 1:16:28ingin gambarkan begini.
- 1:16:30Kalau Anda berbuat sesuatu yang baik itu
- 1:16:34sering diilustrasikan dengan kanan atau
- 1:16:36kiri kanan.
- 1:16:38Kalau Anda berbuat sesuatu yang buruk,
- 1:16:41jangan anda lah ada yang berbuat yang
- 1:16:42buruk diilustrasikan dengan apa? Kanan
- 1:16:45atau kiri? Kiri.
- 1:16:46Aliran kiri. Umumnya dianggap baik atau
- 1:16:48buruk?
- 1:16:48Buruk.
- 1:16:49Pemikiran kiri. Nyeleneh kan? Umumnya
- 1:16:52buruk kan?
- 1:16:53Maka ketika seseorang pernah berbuat
- 1:16:55kesalahan dalam hidupnya dan tidak ada
- 1:16:57manusia yang sempurna, jika Anda pernah
- 1:16:59berbuat salah jangan diekspos. Segera
- 1:17:02tutup dengan yang kanan, tutup dengan
- 1:17:03kebaikan, maka yang baik itu akan
- 1:17:05menutup yang buruk dan tidak pernah
- 1:17:06muncul lagi ke permukaan. Itu yang
- 1:17:08dimaksud innal hasanati yudhibnah.
- 1:17:11Jadi bukan dibikin status, bukan dibuka,
- 1:17:14bukan diobral.
- 1:17:16Enggak nyangka ya itu sudah nyangka.
- 1:17:21sudah nyangka ya saya tidak ustaz bagus
- 1:17:25tidak seperti ibu itu tuh ustaz dia mah
- 1:17:26kalau
- 1:17:28tutup segera tutup itu yang dimaksud
- 1:17:30innalati
- 1:17:32makanya ketika kita sudah tutup begini
- 1:17:33kita mengakui sama Allah saja ini yang
- 1:17:35dimaksud perkataan Nabi Yaakub inama
- 1:17:37asqui wni
- 1:17:40[Musik]
- 1:17:42curhatnya sama Allah makanya ketika
- 1:17:43ditutup kita bilang kita ngaku yang di
- 1:17:46Albukhari riwayat sahabat Abu Hurairah
- 1:17:48Allahumma
- 1:17:52ah khataya ya ada ya kecilnya harus
- 1:17:55muncul ya kecilnya di kalimat pertama
- 1:17:58Allahumma baid baini waina kya ya karena
- 1:18:02ya terakhir itu pengakuan
- 1:18:04cara menerjemahkannya begini
- 1:18:06kadang cara menerjemahkan itu kalau mau
- 1:18:08dalam kadang-kadang ada yang harus
- 1:18:09diawalkan walaupun urutan katanya di
- 1:18:11terakhir.
- 1:18:13Khatayya itu jamak dari kata khatiah
- 1:18:16kesalahan yang dilakukan sekali.
- 1:18:19Kalau berkali-kali khatya
- 1:18:23ya panjang khatya
- 1:18:26kalau ada ya pendek di akhirnya ya gitu
- 1:18:29khataya iya ya terakhirnya itu mengakui
- 1:18:32pengakuan salah jadi kita berkata begini
- 1:18:35dalam salat begitu kita tutup begini
- 1:18:37kita katakan ya Allah saya mengakui
- 1:18:39hamba ini banyak dosanya
- 1:18:43dan kita sedang menghadap Allah
- 1:18:46dan suasananya kita merasakan mungkin
- 1:18:47itu salat terakhir. akhir yang kita
- 1:18:48tunaikan kan bahasa Qurannya begitu.
- 1:18:51Waahum ilaihijiun. Rasakan mungkin kamu
- 1:18:53berpulang dalam salat itu. Kan ingin
- 1:18:56husnul khatimah kan. Makanya kita
- 1:18:58katakan, "Ya Allah, aku ini hamba merasa
- 1:19:01banyak dosa. Sebelum salat mata salah
- 1:19:04lihat, lisan salah bicara, akal salah
- 1:19:07berpikir, sampai kaki salah melangkah.
- 1:19:10Tapi masih berani kita untuk bersujud
- 1:19:11kepada Allah. Makanya kita minta
- 1:19:13ampunan.
- 1:19:14Datang kita mengatakan, "Hamba mengakui
- 1:19:16banyak salah, ya Allah.
- 1:19:18Tapi engkau itu maha pemaaf, maha
- 1:19:20pengampun. Maka hamba mohon makanya
- 1:19:22pakai Allahumma. Allahumma itu ada
- 1:19:24ketawaduan di situ dan penuh harap. Ya,
- 1:19:26itu yang dimaksud Quran surah 7 ayat 205
- 1:19:28itu.
- 1:19:33Kita mengharap ya Allah, hamba mengakui
- 1:19:36banyak salah, banyak dosanya, namun
- 1:19:37Engkau yang maha pengampun, pemaaf yang
- 1:19:39tanpa batas pemaafanmu. Mohon jauhkan
- 1:19:41antara hamba dan kesalahan-kesalahan
- 1:19:43hamba di akhirat nanti sejauh timur dan
- 1:19:46barat yang tidak pernah tampak. Hamba
- 1:19:48enggak pengin lihat lagi. Karena di
- 1:19:50akhirat sekecil apapun ditampakkan.
- 1:19:55kebaikan ditampakkan, keburukan pun
- 1:19:57tampak. Nah, kita tuh enggak ingin lihat
- 1:19:59lagi itu.
- 1:20:01Sekarang ditutupi pun segelintir orang
- 1:20:03enggak lihat, tapi di akhirat diviralkan
- 1:20:06ke semua penghuni langit dan bumi.
- 1:20:09Makanya kalau enggak diperbaiki sekarang
- 1:20:10mesti hati-hati.
- 1:20:12Cepat tobat dari sekarang untuk kita
- 1:20:14semua. Sebab kalau sudah alamnya
- 1:20:17berpindah, viralnya itu semua tahu. Oh,
- 1:20:21tuh.
- 1:20:23Hidayat tuh begitu rupanya kelihatannya
- 1:20:26begini begini ternyata begitu begini
- 1:20:28begitu begini begitu kelihatan beda.
- 1:20:33Nah, kita enggak pengin itu tampak.
- 1:20:34Makanya pakai alif baid ada pakai tasdid
- 1:20:36baid baid jam itu tolong jauhkan dariku.
- 1:20:41Pakai tasydid artinya jauhkan tapi masih
- 1:20:43kelihatan. Tapi kalau baid jauhkan
- 1:20:45sejauh-jauhnya. Allahum
- 1:20:49ya Allah kalau dosa itu seperti kotoran
- 1:20:51yang melekat, noda yang melekat di
- 1:20:53pakaian, maka sekalipun ya Allah mesti
- 1:20:56dibaiklin bahasa kita ya atau dicuci
- 1:20:58sebersih bersihkan aja.
- 1:21:00Allah bar. Ya Allah kalau perlu gunakan
- 1:21:04air yang dingin untuk membersihkan. Ini
- 1:21:06bahasa majas tinggi sekali. Ini bahasa
- 1:21:08tobat yang dalam. Makanya kalau kita
- 1:21:10merasakan itu paham bacaannya itu bisa
- 1:21:13kita menghadirkan kekhusyukan itu luar
- 1:21:16biasa. Luar biasa. Ada lagi doa yang
- 1:21:19lain. Allahu akbar kabar. Alhamdulillah
- 1:21:23kirubhanallahi
- 1:21:25wasilah. Satu doa tambah lagi misalnya
- 1:21:28wajah wajl
- 1:21:33inukiahillahir
- 1:21:39[Musik]
- 1:21:40muslimin minal muslimin itu malaikat
- 1:21:42turun datang menjaga. Makanya Ali bin
- 1:21:45Abi Thalib sangat konsisten membaca doa
- 1:21:47itu dalam iftitahnya. Itu tinggi
- 1:21:49nilainya. Ya Allah, saya pasrah dalam
- 1:21:51salat ini kepada pencipta, penguasa
- 1:21:53langit dan bumi. Ya Allah, saya salat
- 1:21:55selama ini, saya ibadah selama ini, saya
- 1:21:58hidup pun Ya Allah, atau Engkau wafatkan
- 1:22:00aku saat salat ini. Kupasrah. Lillahi
- 1:22:04rabbil alamin.
- 1:22:06La syarikalah aku berikrar enggak akan
- 1:22:08pernah musyrik kepadamu ya Allah.
- 1:22:10Dan mohon saksikan waana minal muslimin
- 1:22:12wa aal muslimin. Sejak saat ini saya
- 1:22:14salat, saya akan lebih tunduk patuh pada
- 1:22:16semua ketentuanmu. Makanya kalau baca
- 1:22:18doa iftitah yang wajah tuh habis salat
- 1:22:19berbuat maksiat, wah itu saya enggak
- 1:22:22bikin lukiskan.
- 1:22:24Gak ada hal yang yang tidak tepat yang
- 1:22:26dilakukan. Nah, ini yang dimaksudkan
- 1:22:28itu. Ini yang tadi saya katakan untuk
- 1:22:31menjaga takwa supaya muncul, supaya
- 1:22:33kuat, maka ibadah itu perbanyak.
- 1:22:36Di antaranya salat. Makanya salatnya
- 1:22:37tingkatkan yang lima itu standar yang
- 1:22:39pokok itu tambah semua menu salat
- 1:22:42keluarkan dan rasakan perbedaannya.
- 1:22:44Rasakan perbedaannya. Rasakan bedanya.
- 1:22:46Bedakan rasanya dan pasti akan terasa
- 1:22:48bedanya. Menunya keluarkan menunya apa
- 1:22:51saja salat sunahnya ya. Dari mulai pagi,
- 1:22:54siang, sore sampai ke malam. Lalu kita,
- 1:22:56saya sih ee menyarankan pada diri saya
- 1:22:58dan mengajak pada teman-teman sepanjang
- 1:23:00hidup
- 1:23:02berusahalah semua menu salat pernah
- 1:23:04ditunaikan.
- 1:23:05Ya, berusahalah rinci dulu minimal
- 1:23:08walaupun cuman sekali misalnya yang
- 1:23:09sunah di ketika dihisab di hari kiamat
- 1:23:12alhamdulillah rapot kita bagus semua
- 1:23:13jenis salat pernah kita kerjakan ya.
- 1:23:16Salat jenazah pernah.
- 1:23:18Halo, kenapa begini jenazah pernah itu
- 1:23:21langka itu ya. Makanya kalau ada
- 1:23:23sempatkan kalau memungkinkan. Makanya
- 1:23:25pahalanya tinggi satu kirat sebesar
- 1:23:27gunung dan salat-salat yang lainnya
- 1:23:29maksimalkan.
- 1:23:30Nah, apalagi yang lainnya semua jenis
- 1:23:32ibadah.
- 1:23:34Baca Quran ibadah tidak ibadah. Makanya
- 1:23:36Quran itu itu tembusnya langsung ke
- 1:23:38jiwa. Wasifaun lima fis sudur.
- 1:23:43Hei, mana Qurannya? Syifaun lima fisur.
- 1:23:46Sedangkan setan tugasnya memberikan
- 1:23:48waswas. Alladzi yaswisu fi suduas. Lawan
- 1:23:51dari itu apa? Quran. Makanya kalau orang
- 1:23:54rajin baca Quran, baca Quran, baca Quran
- 1:23:55bacanya benar, setan menjauh. Menjauh
- 1:23:58setan.
- 1:24:00Apalagi misalnya infak.
- 1:24:02Infak itu untuk melapangkan jiwa.
- 1:24:05Berbagi itu itu bisa melapangkan hati.
- 1:24:08Sama dengan memaafkan orang lain.
- 1:24:10Memaafkan, menahan amarah. Sama dengan
- 1:24:12infak itu kalau enggak lapang hatinya
- 1:24:14enggak mungkin bisa berbagi. Makanya
- 1:24:16infak itu itu disandingkan dengan
- 1:24:18menahan amarah dan memaafkan orang. Itu
- 1:24:20satu sandingan di Ali Imran ayat 134.
- 1:24:28[Musik]
- 1:24:31Dan itu ciri orang takwa. Karena ayat
- 1:24:32133nya berbicara tentang ciri orang
- 1:24:34takwa. Kan Anda tulis tadi Quran surah 3
- 1:24:36ayat 133 sampai 34.
- 1:24:46Siapa orang takwa yang punya surga
- 1:24:47seluas langit dan bumi?
- 1:24:49dikasih surga seluas langit dan bumi.
- 1:24:52Lapang sekali. Bagi siapa? Bagi orang
- 1:24:54yang lapang hatinya. Apa cirinya? Gemar
- 1:24:57berbagi, bisa memaafkan, menahan amarah,
- 1:25:01itu latihan. Latihan.
- 1:25:04Dan pada akhirnya kita berpikir tentang
- 1:25:06akhirat. Jadi, merenungkan tentang
- 1:25:09akhirat, tentang kematian, kita akan
- 1:25:10pulang dan sebagainya itu bisa
- 1:25:12memperkuat jiwa takwa kita. Sehingga itu
- 1:25:14yang membuat kita gemar ibadah.
- 1:25:16Kan bekal akhirat itu ibadah ya kan.
- 1:25:19Harta yang kita bawa itu sekarang
- 1:25:22itu sifatnya duniawi. Baru jadi bekal
- 1:25:25akhirat kalau dipakai ibadah. Antum
- 1:25:27pakai sepeda berapa banyak tuh? Hah?
- 1:25:29Sudah dipakai ibadah belum? Sudah berapa
- 1:25:31kali mengantarkan ke masjid dibandingkan
- 1:25:32dengan dipakai bak subuh?
- 1:25:35Jalan-jalan sepedaan bikin grup. Kenapa
- 1:25:39grup yang enggak dibawa untuk ke masjid
- 1:25:40ikut taklim? Pakai sepedanya. Hah? Pakai
- 1:25:43motornya. Apa jawab hisab di hadapan
- 1:25:44Allah di hari kiamat?
- 1:25:46Aku berikan nikmat kepadamu berupa
- 1:25:47nikmat A yang tidak aku berikan pada
- 1:25:49hamba yang lain. Dia enggak punya
- 1:25:51sepeda, jalan dengan kaki dan sendal
- 1:25:52jepitnya itu ke masjidku. Kamu aku kasih
- 1:25:55mobil A, mobil B, motor C, sampai sepeda
- 1:25:58yang paling mahal yang di bumi cuma ada
- 1:26:00satu.
- 1:26:03Enggak sanggup mengantarkan kau ke
- 1:26:04masjid. Belum bisa dipakai ibadah.
- 1:26:08Buka lemari.
- 1:26:10Lihat semua jenis pakaian yang ada di
- 1:26:11lemari itu sudah dipakai ibadah belum?
- 1:26:14Kelihatannya sederhana.
- 1:26:15Tapi itu bisa meringankan hisabah.
- 1:26:18Minimal pakai dulu ibadah.
- 1:26:20Ya, saya mencoba membiasakan begitu. J
- 1:26:22kalau ada apapun itu baju sepanj
- 1:26:25walaupun cuman kaos pakai tutup lagi
- 1:26:28pakai salat dulu. Jadi ketika ditanya ya
- 1:26:31Ali Hidayat ada nikmatku di hari ya
- 1:26:33Allah engkau maha mengetahui ya Allah.
- 1:26:34Mulut kan dikunci bajunya bicara dan dia
- 1:26:37bersaksi aku pertama kali dipakai ya
- 1:26:39Allah salat menyembahMu. Sujud kepadamu.
- 1:26:41Wah itu indah tuh. Tenang hati kita tuh.
- 1:26:44Tenang. Nah, sekarang malam ini tinggal
- 1:26:47kita evaluasi diri. Apakah
- 1:26:49pancaran-pancaran itu sudah keluar dari
- 1:26:51ekspresi tubuh kita dari ujung kepala
- 1:26:53sampai ujung kaki? Itu yang dijaga,
- 1:26:55dimaksimalkan sampai kita berpulang.
- 1:26:58Bila kita mampu berlatih itu yang
- 1:26:59pertama Allah berikan ke dalam jiwa.
- 1:27:01Tanda-tanda mendapatkan perubahan itu.
- 1:27:03Tanda-tandanya pertama diberikan
- 1:27:04ketenangan dulu. Ketenangan. Makanya
- 1:27:07kata shrun
- 1:27:09itu dilekatkan dengan insyirah, syarah.
- 1:27:12Syarah. Syarah itu lapang, tenang,
- 1:27:14nyaman. Nabi ketika mendapatkan
- 1:27:16ketenangan turun Quran surah
- 1:27:18Al-Insyirah, surah 905 itu kan ayat 94
- 1:27:2295 atin ya. Alam nasrah laka shod itu
- 1:27:25kan sadrun ya. Alam nasrah laka.
- 1:27:29Bukankah sudah kami lapangkan keadaan
- 1:27:30jiwamu ya Muhammad sallallahu alaihi
- 1:27:31wasallam. Makanya bedanya Nabi Muhammad
- 1:27:33dengan Nabi Musa digambarkan di Quran
- 1:27:35lapang Nabi Muhammad. Nabi Muhammad
- 1:27:37lebih lapang. Nabi Musa itu sebelum
- 1:27:39berdakwah ke Firaun doa dulu.
- 1:27:42Rbisrahli
- 1:27:43qbrahli. Quran surah apa? Thayat berapa?
- 1:27:4725.
- 1:27:54Ya Allah lapangkan hatiku supaya kalau
- 1:27:56dicaci maki Firaun karena hatinya lapang
- 1:27:59enggak banyak berefek. Sebab kalau
- 1:28:01berefek sedikit saja Nabi Musa
- 1:28:02tersinggung keluar kata-kata jadi karena
- 1:28:04beliau nabi.
- 1:28:06Firaun. Ya Allah keterlaluan nih.
- 1:28:08Wafatkan aja sekarang. Wafat.
- 1:28:10Hikmah enggak tampak ya. Jadi beliau
- 1:28:13berdoa, "Rabbisrohli sodri." Berdoa
- 1:28:16dikabulkan. Nabi Muhammad enggak minta
- 1:28:18turun ayat alam nasrah lak. Nabi Musa
- 1:28:21berdoa wayassirli amri dikabulkan. Nabi
- 1:28:23Muhammad enggak minta turun ayat
- 1:28:25wuyassiruka lil yusra. Wayassirli amri
- 1:28:29wuyassiruka lilusra. Itulah
- 1:28:32keindahannya. Nah, itu diwariskan kepada
- 1:28:33kita ajaran-ajaran itu karena itu
- 1:28:35beruntung umat Nabi Muhammad itu. Dan
- 1:28:37alhamdulillah saya kalau melihat
- 1:28:39karakteristik di Indonesia itu
- 1:28:40masyaallah bakat-bakat
- 1:28:44kemuliaannya itu tinggi.
- 1:28:46Bakat baiknya ada, tinggal
- 1:28:48peningkatannya dan penempatannya dengan
- 1:28:49cara yang benar. Ya, di luar itu hujan
- 1:28:53besar, banjir bisa banyak gelisah. Di
- 1:28:56Jepang itu banjir bisa bunuh diri, di
- 1:28:58kita banjir pakai berenang.
- 1:29:02Jan hujanan. Ah, jadi sekarang tugasnya
- 1:29:05kita keluarkan lagi sampai pertama hati
- 1:29:06lapang dulu. Nah, jiwa kalau sudah
- 1:29:09lapang kelapangan ini bagian terakhir,
- 1:29:12maaf ya, ini di bagian terakhir.
- 1:29:13Kelapangan yang diperoleh dari hasil
- 1:29:16ibadah itu disebut tumakninah namanya.
- 1:29:19Apa namanya? Tum. Ingat, ada sakinah,
- 1:29:22ada tumakninah. Beda. Sakinah itu
- 1:29:25kelapangan yang diperoleh setelah
- 1:29:27masalah itu hilang.
- 1:29:30sedang ada masalah nih, tuntas
- 1:29:32masalahnya. Biasanya kalau masalah
- 1:29:33selesai hati lapang kan. Nah, kelapangan
- 1:29:35hati setelah masalah itu hilang itu
- 1:29:37disebut sakinah namanya ya. Iya. Ibu
- 1:29:42berharap sakinah di rumah tangga,
- 1:29:44Bapak, teman-teman berharap sakinah di
- 1:29:46rumah tangga. Samarah itu kan sakinah,
- 1:29:48mawadah, dan rahmah. Ingin dapat
- 1:29:50sakinah?
- 1:29:51Ah, berarti ingin punya masalah.
- 1:29:53Nanti setelah hilang itu ada ketenangan.
- 1:29:55Itulah sakinah. Tumakninah beda
- 1:29:57ketenangan yang diraih lewat proses
- 1:29:59ibadah. Karena itu dalam salat kita
- 1:30:01kenal ada tumanninah bukan sakinah. Coba
- 1:30:03lihat ada tumninah dalam ruku, ada
- 1:30:05tumaninah dalam sujud ada. Maksudnya
- 1:30:07apa? Ruku sampai tenang.
- 1:30:10Ingat ini kadang mohon maaf ya saya
- 1:30:13tidak bermaksud menyalahkan hanya
- 1:30:15mungkin kurang lengkap dalam memahami
- 1:30:17ya. Hatta tatmainna raqian sampai kamu
- 1:30:19tenang dalam rukuk. Itu maksudnya
- 1:30:21begini. Rukuk sampai merasakan
- 1:30:23ketenangan. Darah mengalir dulu.
- 1:30:26Enak.
- 1:30:27Sudah posisi yang enak, baca doa. Doanya
- 1:30:30teresap dalam jiwa. Sudah dapat
- 1:30:31ketenangan itu baru bangkit iktidal.
- 1:30:33Makanya Nabi itu kadang-kadang rukunnya
- 1:30:34lama tapi proporsional. Kalau sedang
- 1:30:37salat berjamaah sangat proporsional.
- 1:30:41Itu yang dimaksudkan. Latihan-latihan
- 1:30:43tumakninah itu yang dilakukan dalam
- 1:30:46ibadah itu nanti yang akan melahirkan
- 1:30:48ketenangan kepada kalbu. Sifatnya nanti
- 1:30:51terbawa kalbunya itu menjadi tenang. Itu
- 1:30:54yang dimaksud Quran surah 13 ayat 28.
- 1:30:56Ala bikrillahiul
- 1:30:59yakinkan pada dirimu semakin banyak
- 1:31:01zikirnya hati menjadi tenang. Dan semua
- 1:31:03ibadah itu di Quran disebut zikir. Salat
- 1:31:06disebut zikir. Quran surah ke-20 ayat
- 1:31:0814. Waimikri
- 1:31:11baca Quran disebut zikir karena Qurannya
- 1:31:13pun zikir. Quran surah 15 Alhijr ayat 9.
- 1:31:16Inna nahnu nazalnadzikra wa inna lahu
- 1:31:18lafidun. Menghafal Quran disebut zikir.
- 1:31:21Empat kali disebutkan Quran surah 54
- 1:31:23ayat 17 22 40
- 1:31:26qurikir.
- 1:31:29Berdoa disebut zikir. Makanya kalau kita
- 1:31:31sedang berdoa hati cenderung lebih
- 1:31:32tenang. Punya masalah terus kita berdoa.
- 1:31:35Bukankah setidaknya ada ketenangan dalam
- 1:31:37jiwa? Karena itu doa disebut zikir.
- 1:31:40Quran surah 7 ayat 205. Wkurbaka fi
- 1:31:43nafsika ya.
- 1:31:46Bakda salat kita zikir kan subhanallah,
- 1:31:48alhamdulillah, Allahu Akbar. sampai
- 1:31:49tenang itu ya kan itu ada di Quran surah
- 1:31:514 ayat 103ah
- 1:31:56junubikum itu zikir apa manfaat zikir
- 1:31:59ala bidikrillahulubbunya
- 1:32:03menjadi tenang ketika kalbu tenang nafas
- 1:32:06ikut tenang karena nafas itu ada dalam
- 1:32:08kalbu maka sifat nafasnya akan berubah
- 1:32:10latihannya tumakninah ketika sering
- 1:32:12tumakninah maka sifat tumakninah akan
- 1:32:14melekat kepada nafas maka berubahlah
- 1:32:16sifat nafas menjadi mutmainah
- 1:32:21Kalau ini dijaga sampai meninggal,
- 1:32:23sampai pulang, itu panggilannya tinggi
- 1:32:25di sisi Allah. Dihargai betul kita dan
- 1:32:28dipanggil ketenangan jiwa itu. Maka
- 1:32:30turunlah Quran surah ke-89 ayat 27
- 1:32:33sampai 30 itu. Ya ayyatuhan nafsul
- 1:32:37mutmain irjiatan
- 1:32:43ibadi waduli
- 1:32:44jann. Jannah di situ mau yang mana? Kata
- 1:32:47Allah. Jadi bagian hambaku masuk
- 1:32:48surgaku. Nah, surga yang kita harapkan
- 1:32:51itu yang dipanggil oleh Allah
- 1:32:52ditampakkan. Kan di hari kiamat tuh
- 1:32:54bukan sekedar hari kiamat saat sakaratul
- 1:32:56maut itu ada yang ditampakkan oleh
- 1:32:57Allah. Makanya Sayidah Asiah radhiallahu
- 1:33:00taala anha ya kan rahimahullah istrinya
- 1:33:03Firaun itu kan di akhir
- 1:33:07sakaratul mautnya saat beliau diancam
- 1:33:10siksa oleh Firaun itu. Apakah apa yang
- 1:33:13terjadi? Dan diabadikan di Quran kan.
- 1:33:15Ribnili
- 1:33:17he mana Quran? Baitanaka
- 1:33:20jannah wajini firuna.
- 1:33:24Ya Allah bangunkan aku satu rumah di
- 1:33:26surga.
- 1:33:28Kan ya Allah aku rida aku berislam di
- 1:33:30tengah-tengah banyak ancaman dan hukuman
- 1:33:32bahkan siksaan sekarang. Aku rida ya
- 1:33:33Allah aku rida. Kau menerima semua itu
- 1:33:35sepanjang itu adalah bagian dari
- 1:33:37ketentuanMu. Mohon dengan segala
- 1:33:39ketulusan dan keridaan perjuangan ini
- 1:33:41berikan aku satu rumah di surga.
- 1:33:42Ditampakkan langsung. Makanya ketika
- 1:33:44ditampakkan senyum. Riwayatnya kan
- 1:33:45begitu ya. Riwayatnya kan begitu. Coba
- 1:33:47lihat di di kitab albidayah wan nihayah
- 1:33:49itu jilid yang kedua ada 21 jilid. Jilid
- 1:33:51yang kedua itu kisahnya Nabi Musa dan
- 1:33:54turunannya itu senyum. Makanya ketika
- 1:33:56senyum itu diperlihatkan itu. Ketika
- 1:33:59senyum komen Firaun kita langsung
- 1:34:01dislike.
- 1:34:03Apa komennya? Ini perempuan mau disiksa
- 1:34:05kok senyum. Firaun enggak tahu apa yang
- 1:34:07dia lihat pada saat itu. Maka
- 1:34:08ditampakkanlah kenikmatannya tenang
- 1:34:10senyum. Ketenangan itu yang menjadikan
- 1:34:12pulangnya tak terasa seperti rambut yang
- 1:34:14ditarik dari adonan yang sangat lembut
- 1:34:16itu halus ya kan ada yang lagi tiduran
- 1:34:21tiba-tiba tidur untuk selamanya
- 1:34:23hati-hati yang lagi tidur
- 1:34:27yang lagi baca Quran, ada yang lagi
- 1:34:29sujud meninggal ya kan ya luar biasa
- 1:34:33tuh. Nah itu yang dimaksudkan. Jadi
- 1:34:35semua nyambung. Nah, fadkuli jannati
- 1:34:37masuk ke surgaku. Surga yang mana yang
- 1:34:39dimasuki? Itu bergantung pada latihan
- 1:34:41ibadah kita untuk membentuk karakter
- 1:34:43nafsu lutmainah tadi. Makanya
- 1:34:44orang-orang yang masuk surga firdaus pun
- 1:34:46latihannya enggak jauh dari salat, dari
- 1:34:48zakat, menahan nafsu. Coba lihat Quran
- 1:34:51surah ke-23 tadi ayat 1 sampai 11. Q
- 1:34:53aflahal mukminun. Siapa itu? Allina
- 1:34:55humatihiminazakati
- 1:35:01berbagi latihan salat itu sampai humul
- 1:35:04waritun allina firdausum fiha khidun.
- 1:35:07Anda menulis di taman surga Quran surah
- 1:35:0951 tadi ayat 15 sampai 23 apa amalannya?
- 1:35:13Innal jannunum
- 1:35:17inahumikain.
- 1:35:20Apa amalannya?
- 1:35:23salat wagfirunikir
- 1:35:26amwali
- 1:35:28berbagi itu enggak jauh. Makanya hidupku
- 1:35:31itu aja yang dikeluarkan. Keluarkan
- 1:35:33kurikulum surganya konsisten ikuti
- 1:35:35sampai meninggal enggak susah
- 1:35:39itu aja. Kok meninggal juga?
- 1:35:43Oh meninggal tuh.
- 1:35:44meninggal
- 1:35:47sama kita semua CM calon meninggal
- 1:35:51ya pasti meninggal kan sudah tahu akan
- 1:35:53meninggal kenapa enggak disiapin Anda
- 1:35:56kalau sudah tahu mendung di luar kan
- 1:35:58hujan dan terlihat sudah mulai ada
- 1:36:01airnya sudah mulai jatuh-jatuh bukankah
- 1:36:02Anda siap-siap
- 1:36:04manusia ini kadang-kadang aneh gitu
- 1:36:06logika berpikirnya sudah tahu mau
- 1:36:07meninggal tapi enggak siap-siap buat
- 1:36:08meninggalnya dan kita ini beruntung jadi
- 1:36:11muslim karena sebelum meninggal sudah
- 1:36:13dikabari bekal bekal untuk persiapan
- 1:36:15meninggal dan diinfokan alam setelah
- 1:36:17meninggal. Temukan di mana pun Anda
- 1:36:19enggak akan temukan keterangan bab-bab
- 1:36:21tentang pasca kematian. Ada apa-stepnya
- 1:36:24ke mana, bagaimana hasilnya dan
- 1:36:25seterusnya.
- 1:36:27Alhamdulillah, segala puji hanya milik
- 1:36:29Allah yang telah memberikan kita
- 1:36:31kesempatan untuk mendengarkan dan
- 1:36:33merenungkan ceramah yang penuh dengan
- 1:36:35hikmah ini. Pada kesempatan kali ini
- 1:36:38kita telah menyimak bersama penjelasan
- 1:36:40Ustaz Adi Hidayat mengenai kehidupan
- 1:36:42yang penuh dengan ketenangan, takwa, dan
- 1:36:46tujuan yang jelas dalam menghadapi
- 1:36:48setiap ujian hidup.
- 1:36:50Betapa pentingnya bagi kita semua untuk
- 1:36:52menjalani hidup dengan penuh kesadaran
- 1:36:54bahwa setiap masalah yang datang adalah
- 1:36:56ujian dari Allah. Dan sejatinya tiap
- 1:36:59ujian dalam hidup memiliki tujuan yang
- 1:37:00baik. Ujian hidup ini bukan untuk
- 1:37:03membuat kita terjatuh, tetapi untuk
- 1:37:06membentuk kita menjadi pribadi yang
- 1:37:08lebih kuat, lebih sabar, dan lebih dekat
- 1:37:11dengan Allah.
- 1:37:12Dari ceramah Ustaz Adi Hidayat, kita
- 1:37:15diajarkan untuk membangun keyakinan diri
- 1:37:17dalam menghadapi setiap ujian.
- 1:37:20Allah tidak akan memberikan ujian yang
- 1:37:23melebihi kemampuan hamb dan setiap ujian
- 1:37:26yang datang pasti memiliki solusi yang
- 1:37:28sudah Allah siapkan. Ini adalah bagian
- 1:37:31dari kasih sayang Allah kepada kita.
- 1:37:33Allah tidak akan membiarkan hambanya
- 1:37:35tanpa pertolongan karena Allah maha
- 1:37:38pengasih dan maha penyayang. Ustaz Adi
- 1:37:41Hidayat juga menjelaskan dengan sangat
- 1:37:43jelas tentang konsep takwa.
- 1:37:45Takwa bukan hanya sekedar menjalankan
- 1:37:47ibadah ritual seperti salat, tetapi
- 1:37:51takwa adalah sebuah kualitas hidup yang
- 1:37:54mencakup sikap kita dalam berinteraksi
- 1:37:56dengan sesama, menjaga kehormatan diri,
- 1:37:59dan selalu berusaha untuk memperbaiki
- 1:38:01diri.
- 1:38:03Takwa adalah akumulasi dari sifat-sifat
- 1:38:05baik yang dimiliki oleh setiap manusia
- 1:38:08yang berusaha untuk mendekatkan diri
- 1:38:10kepada Allah. Takwa menjadikan kita
- 1:38:13lebih sabar dalam menghadapi tantangan,
- 1:38:16lebih rendah hati dalam kehidupan
- 1:38:18sosial, dan lebih ikhlas dalam menerima
- 1:38:21segala ketentuan Allah.
- 1:38:23Bahkan dalam menghadapi masalah besar
- 1:38:26sekalipun, kita tidak perlu takut atau
- 1:38:29khawatir.
- 1:38:31Ketenangan yang sejati hanya datang
- 1:38:33ketika kita benar-benar yakin bahwa kita
- 1:38:36dapat menyelesaikan masalah tersebut
- 1:38:38dengan bantuan Allah.
- 1:38:40Ketika kita mengikuti petunjuk Allah,
- 1:38:42kita akan menemukan kedamaian dalam
- 1:38:44setiap langkah kita.
- 1:38:47Begitu pula ketika kita mendekatkan diri
- 1:38:49kepadanya melalui salat dan doa, kita
- 1:38:52akan merasakan ketenangan yang luar
- 1:38:54biasa yang tidak bisa didapatkan dari
- 1:38:56hal-hal duniawi lainnya.
- 1:38:59Salah satu hal yang sangat penting untuk
- 1:39:01kita renungkan adalah bagaimana Ustaz
- 1:39:03Adi Hidayat menjelaskan tentang
- 1:39:05ketenangan jiwa. Kehidupan yang tenang
- 1:39:08dan damai itu bukan datang begitu saja
- 1:39:10tanpa usaha.
- 1:39:12Ketenangan datang ketika kita menerima
- 1:39:14kenyataan hidup dan selalu berusaha
- 1:39:17untuk kembali kepada Allah, berdoa, dan
- 1:39:20memohon petunjuknya.
- 1:39:22Setiap ujian yang datang bukan untuk
- 1:39:24membuat kita terpuruk, tetapi untuk
- 1:39:26mengingatkan kita agar semakin
- 1:39:28mendekatkan diri kepada Allah. Ketika
- 1:39:31kita menghadapi ujian, seringkiali kita
- 1:39:33merasa cemas dan khawatir tentang masa
- 1:39:35depan kita.
- 1:39:38Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan
- 1:39:40kita bahwa kita harus selalu yakin bahwa
- 1:39:43setiap masalah pasti ada solusinya.
- 1:39:46Allah tidak pernah memberikan ujian
- 1:39:48lebih dari yang bisa kita tanggung.
- 1:39:51Dengan keyakinan ini, kita dapat lebih
- 1:39:53mudah menjalani hidup dengan tenang dan
- 1:39:55tidak terjebak dalam kegelisahan.
- 1:39:58Melalui ceramah ini, kita juga belajar
- 1:40:01bahwa hidup ini bukan hanya tentang
- 1:40:02mengejar materi dan kesenangan duniawi,
- 1:40:05tetapi tentang bagaimana kita bisa
- 1:40:07memperbaiki diri dan menjalankan misi
- 1:40:10hidup kita di bumi ini sesuai dengan
- 1:40:12petunjuk Allah.
- 1:40:14Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kita
- 1:40:17diutus ke dunia ini untuk memakmurkan
- 1:40:19bumi dan melaksanakan ibadah dengan
- 1:40:21penuh keikhlasan.
- 1:40:24Setiap tugas yang kita emban di dunia
- 1:40:26ini adalah bagian dari ibadah kita
- 1:40:28kepada Allah.
- 1:40:30Bahkan pekerjaan sehari-hari yang kita
- 1:40:32lakukan jika niat kita benar dan sesuai
- 1:40:35dengan petunjuk Allah bisa menjadi
- 1:40:38ladang pahala.
- 1:40:39Penting untuk diingat bahwa konsep hidup
- 1:40:42yang tenang ini datang dari pemahaman
- 1:40:43yang mendalam tentang takwa.
- 1:40:46Takwa yang sejati adalah takwa yang
- 1:40:48mendalam dalam jiwa kita yang tercermin
- 1:40:51dalam setiap tindakan dan keputusan yang
- 1:40:53kita buat.
- 1:40:55Ketika kita memiliki takwa yang kuat,
- 1:40:58kita akan menjalani hidup ini dengan
- 1:40:59penuh rasa syukur, sabar, dan optimis.
- 1:41:04Bahkan ketika dunia terasa penuh dengan
- 1:41:06masalah, kita tetap harus yakin bahwa
- 1:41:08Allah selalu ada bersama kita.
- 1:41:12Dengan keyakinan ini, kita akan lebih
- 1:41:14mudah menjalani kehidupan dengan
- 1:41:15senyuman dan penuh harapan.
- 1:41:19Setiap kesulitan yang datang akan terasa
- 1:41:20ringan jika kita menghadapi dengan hati
- 1:41:22yang penuh dengan ketenangan dan
- 1:41:24keyakinan pada Allah. Jika kamu merasa
- 1:41:27bahwa ceramah ini memberikan manfaat dan
- 1:41:29membuka hati kita untuk lebih memahami
- 1:41:31makna kehidupan yang penuh dengan
- 1:41:32ketenangan dan takwa, mari kita sebarkan
- 1:41:35kebaikan ini kepada orang lain. Like,
- 1:41:39share, dan subscribe channel ini agar
- 1:41:41lebih banyak orang yang bisa mendapatkan
- 1:41:43manfaat yang sama. Jangan lupa juga
- 1:41:45untuk mendoakan Ustaz Adi Hidayat semoga
- 1:41:48beliau selalu diberi kesehatan,
- 1:41:50kekuatan, dan keberkahan dalam setiap
- 1:41:52langkah dakwahnya. Tulis doa terbaik
- 1:41:55Anda untuk Ustaz Adi Hidayat di kolom
- 1:41:57komentar. Karena setiap doa yang kita
- 1:41:59panjatkan untuk orang lain akan kembali
- 1:42:01kepada kita dengan kebaikan dan pahala.
- 1:42:04Semoga Allah memberikan rahmatnya kepada
- 1:42:06kita semua dan menjadikan hidup kita
- 1:42:09penuh dengan ketenangan, kebahagiaan,
- 1:42:11dan keberkahan.
- 1:42:14Terima kasih telah menyaksikan video ini
- 1:42:16hingga akhir. Semoga kita semua bisa
- 1:42:19terus meningkatkan kualitas ibadah dan
- 1:42:21takwa kita kepada Allah serta menjadikan
- 1:42:24hidup ini sebagai sarana untuk
- 1:42:25mendekatkan diri kepadanya.
- 1:42:28Wasalamualaikum warahmatullahi
- 1:42:30wabarakatuh.
About this transcript
This page contains the full transcript of Cara Hidup TENANG Tanpa Cemas dan Gelisah | Ustadz Adi Hidayat by Amalanku, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 12,408 words across 2,431 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.