Cara Bangun Pertemanan Sehat & Melepas yang Toxic | Fardi Yandi. E38 — Transcript
Full transcript
- 0:00Orang-orang yang dulu kita dekat banget
- 0:02emm 5 tahun yang lalu, 10 tahun yang
- 0:04lalu, sekarang tuh udah beda gitu. Bukan
- 0:06berarti bahwa ada yang salah gitu, emang
- 0:08beda prioritas aja and it's ok gitu.
- 0:10Terus akhirnya aku sadar bahwa hal-hal
- 0:12yang aku take it personal, orang lain
- 0:14tuh enggak take it personal.
- 0:16Yang justru yang bahaya itu
- 0:18diri kita sendiri,
- 0:19pikiran kita sendiri,
- 0:20pikiran kita sendiri gitu. Padahal orang
- 0:23lain tuh enggak mikir sampai sejauh itu.
- 0:25Menurut lo, tanda-tanda seorang teman
- 0:28yang udah enggak sefrequen itu kayak
- 0:29gimana?
- 0:30Aku selalu fokus ke kenyamanan aku pada
- 0:32saat ketemu aja sih, Kak.
- 0:33Jadi, kad jadi pada saat aku bertemu em
- 0:36ada teman yang bikin aku bertumbuh,
- 0:39bikin aku semangat ambis lagi, enggak
- 0:41bikin aku overthink, enggak enggak
- 0:43enggak toxic lah gitu. Aku akan tetap
- 0:45lanjut gitu.
- 0:46Kenapa privacy itu penting banget bahkan
- 0:49sama teman V, teman dekat? Karena
- 0:51menurut aku secara pribadi ketika
- 0:53seseorang tahu banyak tentang
- 0:55kehidupannya kita, suatu saat nanti itu
- 0:57bisa menjadi boomerang [musik] buat diri
- 0:59kita sendiri.
- 1:01Karena manusia kan berubah-ubah ya dan
- 1:03kita enggak bisa expect our own family.
- 1:06Kapan sebuah pertemanan itu dianggap
- 1:09toxic? ketika ketemu, ngobrol, balik,
- 1:13overthinking,
- 1:22ada satu cara gratis dan gampang banget
- 1:24buat support channel ini terus
- 1:26berkembang dan sharing hal-hal
- 1:27bermanfaat buat kita semua yakni dengan
- 1:30subscribe. So, please hit that subscribe
- 1:32button dan yuk kita tumbuh dan belajar
- 1:34bareng dengan room for improvement.
- 1:36Thank you
- 1:38Fardi. Finally you're here. Fardi Yandi,
- 1:40penulis dan juga content creator.
- 1:42Kita akan belajar e dan juga sharing
- 1:44soal pertemanan. Karena enggak gampang
- 1:47loh untuk membangun pertemanan yang
- 1:48berkualitas dan juga enggak gampang
- 1:51untuk mempertaankan pertemanan yang
- 1:52sudah lama tapi ternyata di belakangnya
- 1:55toxic. Jadi em F ini gue dan dia udah
- 1:59kita saling follow pada sebelum pandemi
- 2:00ya Far.
- 2:01Betul.
- 2:01Dan [tertawa] finally akhirnya miring in
- 2:03person dan kita pengin ngobrol soal
- 2:04pertemanan. Gimana kabarnya?
- 2:06Great, alhamdulillah.
- 2:07Alhamdulillah. Oke, aku langsung aja ke
- 2:10em pertanyaan soal pertemanan. Emm, lu
- 2:15tuh kemarin pernah memposting konten
- 2:16tentang berbagai jenis teman eh di ccle
- 2:20pertemanan dan lo akhirnya come up with
- 2:23a conclusion bahwa enggak semua orang
- 2:26itu adalah teman. Not everyone is a
- 2:29friend. Ya,
- 2:30kenapa sih lu berpikiran bahwa tidak
- 2:33semua orang itu atau teman itu adalah
- 2:35the real teman?
- 2:37Karena aku selalu percaya kayak hal-hal
- 2:39yang mungkin kita anggap dulu tuh
- 2:42sesuatu yang tidak nyaman. Tapi karena
- 2:44kita sering bergaul sama orang-orang
- 2:46yang menganggap hal itu nyaman, jadi
- 2:48kayak kita bakal terbiasa menganggap hal
- 2:50itu nyaman gitu.
- 2:52Jadi kayak in positif atau misalkan in
- 2:54negatif orang-orang di sekitar kita
- 2:56ngasih kita pengaruh terhadap pola pikir
- 2:59kita. gimana cara kita memandang sesuatu
- 3:01dan itu yang aku jaga banget gitu.
- 3:03Instagram aku followingnya ada 1000
- 3:05berapa?
- 3:06Aku 7.000
- 3:077000
- 3:071500.
- 3:08Wow.
- 3:09Apalagi setelah Gaza Valentine ini aku
- 3:11juga follow banyak banget
- 3:13membangun relasi di zaman sekarang tuh
- 3:14Kak wajib banget enggak sih? Jadi kayak
- 3:16em kita harus terbuka, kita harus
- 3:18berteman dengan siapa aja gitu membangun
- 3:20relasi. Tapi untuk orang-orang yang
- 3:22selalu ada dengan kita, ngobrol level
- 3:25yang lebih deep, em topik-topik yang
- 3:28mungkin kita jaga itu sebaiknya tuh
- 3:29dibawa 10 aja sih. Jadi kayak
- 3:31teman-teman aku yang sering WhatsApp
- 3:33sampai sekarang tuh paling 7uh del orang
- 3:35sih, Kak.
- 3:36Karena itu yang aku sangat jaga banget
- 3:38gitu. Karena dulu zaman-zaman kuliah,
- 3:40zaman-zaman awal membangun karir sebagai
- 3:44penulis, content creator, aku tuh fit in
- 3:47ke semua orang, Kak. Jadi kayak berusaha
- 3:49untuk disukai, berusaha untuk menjadi
- 3:51orang lain agar aku tuh
- 3:54bisa apa ya bisa dianggap gitu,
- 3:56bisa diterima juga sih ya
- 3:58bisa diterima di komunitas strat dan itu
- 4:00rasanya enggak nyaman banget gak sih Kak
- 4:01jadi kayak
- 4:02pada saat lagi ketemu kayak gini kita
- 4:04haha hihi ketawa tapi pas pulang tuh
- 4:06kayak
- 4:07overthinking terus kayak aku ngapain sih
- 4:09tadi kenapa sih em kayak gitu-gitu masa
- 4:12sih pertemanan membuat kita enggak bisa
- 4:14tidur gitu
- 4:15betul
- 4:15it aku sangat jaga banget sih sekarang
- 4:18dan enggak bisa jadi diri sendiri.
- 4:19I bisa jadi diri sendiri.
- 4:20Nah, emm tapi aku pengin tanya dulu ya
- 4:22sebelum em akhirnya kamu pada titik di
- 4:25mana kamu menseleksi pertemanan dan juga
- 4:27menseleksi teman dan juga menjaga
- 4:29pertemanan itu biar kuat, biar solid,
- 4:32emm kenapa sih
- 4:33kita
- 4:35gampang banget melabeli seseorang yang
- 4:37baru kita kenal itu sebagai teman?
- 4:41Mungkin menurut aku pribadi em kita kan
- 4:45ketemu dengan berbagai jenis manusia dan
- 4:47kita tuh pengin orang-orang baru yang
- 4:49kita temui itu tuh sefrekuensi dengan
- 4:51kita.
- 4:52Nah, kadang sinyal-sinyal sefrekuensi
- 4:54itu kita bisa nangkap kayak, "Ah, aku
- 4:57sefrekuensi nih." gitu. Kita kasih dia
- 4:59kesempatan untuk selalu hang out, e
- 5:02ngobrol bla bla bla. Tapi along the way,
- 5:04along the process, eh ternyata dia toxic
- 5:06ya gitu. kok di awal-awal dia baik gitu,
- 5:08tapi along the way kok ternyata dia
- 5:10berteman untuk pinjam uang ternyata
- 5:12kayak gitu-gitulah, Kak. Jadi kayak aku
- 5:14selalu percaya bahwa em srekuensi atau
- 5:17enggak enggak apa-apa kita ngasih
- 5:18kesempatan dulu di awal untuk ngobrol
- 5:21sekali, dua kali, tiga kali, tapi pada
- 5:23saat kita sudah merasa bahwa aduh
- 5:26kayaknya enggak cocok sih,
- 5:27ya udah mundur pelan-pelan terus
- 5:29menghilang.
- 5:30Tapi Fardi menseleksi temannya, teman
- 5:32itu harus kayak gimana, Fard?
- 5:34Em sebenarnya enggak seleksi banget ya
- 5:37sebenarnya bukan bukan merasa eksklusif
- 5:38gitu. Jadi orang-orang yang membangun
- 5:40boundaries bukan berarti bahwa kita
- 5:43merasa eksklusif banget kayak
- 5:45tidak semua orang bisa berteman dengan
- 5:47kita gitu. Itu kan enggak gitu. Kita
- 5:49membangun kita menyeleksi orang-orang
- 5:51yang bertemu dengan kita karena kita
- 5:53pengin menjaga batasan di dalam diri
- 5:55kita sendiri. Itu satu gitu. Dan untuk
- 5:58bisa menyeleksi hal itu ya harus ketemu
- 6:01gitu. ketemu. Kalau cocok lanjut, kalau
- 6:03misalkan ada tanda-tanda ternyata enggak
- 6:06cocok ya enggak apa-apa gitu. FL gitu.
- 6:08Jadi enggak ada pertemanan yang em dia
- 6:12baik, dia tidak baik. Yang ada ya emang
- 6:15enggak cocok aja gitu. Karena kan setiap
- 6:16orang ada plus minusnya enggak sih, Kak?
- 6:18Dan setiap orang tuh punya
- 6:21value yang dia hidup dan hanya karena
- 6:24value mereka itu enggak sesuai dengan
- 6:25aku, bukan berarti value dia jelek,
- 6:28value aku lebih baik gitu. Yes.
- 6:30Basicnya enggak cocok aja.
- 6:31Aku membagi pertemanan itu menjadi ke
- 6:33beberapa kategori. Yang satu adalah
- 6:35sahabat yang
- 6:36jeleknya, nangis-nangisnya,
- 6:38buruk-buruknya aku, dia tahu gitu atau
- 6:41mereka tahu. Dan ini
- 6:43kecil banget, sedikit banget orangnya.
- 6:45Terus yang kedua adalah teman baik.
- 6:47Teman yang mungkin ketika kita ketemu
- 6:49baik dan kita enggak ngomongin di
- 6:50belakang, kita belain dia. Dan tapi
- 6:53frekuen e intensitasnya untuk komunikasi
- 6:56apalagi ketemu jarang. Oke.
- 6:58Terus yang ketiga adalah teman.
- 7:00Teman yang mungkin bisa jadi teman
- 7:02kerja, bisa jadi teman
- 7:04ee bermain,
- 7:06tapi enggak ada kedekatan mendalam yang
- 7:09kita enggak bisa spill our secrets. Yang
- 7:11terakhir adalah
- 7:13calon teman atau teman minus yang ya
- 7:16sudah kenalan aja sebenarnya.
- 7:17Relasi gitu, saling ngelasi kenal,
- 7:19ngobrol, tapi untuk kerja sama juga
- 7:21harus ngobrol lagi, harus kenal lagi,
- 7:23dalam lagi gitu. Yang ini bisa come and
- 7:26go gitu loh.
- 7:26Betul. Dan ya itu sih empat itu dan
- 7:30mungkin yang namanya sahabat yang
- 7:31benar-benar kita benar-benar terbuka
- 7:33percaya tuh mungkin hanya ada dua orang
- 7:35kali.
- 7:35Iya
- 7:36gue terlalu introvert dan gua terlalu
- 7:38tak sih
- 7:39aku sebenarnya introvert.
- 7:41Oke.
- 7:41Aku ISTJ.
- 7:43Oh I
- 7:43nah
- 7:43ISTJ.
- 7:44ISTJ. Nah em dulu aku pernah ikut di
- 7:46Proset Mul ada kayak ee sesi
- 7:49pengembangan diri gitu 3 hari.
- 7:50Di situ dijelaskan bahwa ketika kamu
- 7:53introvert itu tuh bukan berarti kamu
- 7:56pendiam. atau bukan berarti kamu tidak
- 7:59mau bergaul dengan orang. No. Intro itu
- 8:01adalah the way
- 8:04kita ngcharge diri kita kan.
- 8:05Kalau misalnya introvert berarti
- 8:07lo nge-charge diri lo. Baterai el adalah
- 8:09ketika kita sendiri.
- 8:11Betul.
- 8:11Ketika kita ketemu dengan orang, hah
- 8:13caketnya minta ampun gitu kan. Energi
- 8:16kita kayak drain gitu.
- 8:18Nah, orang yang introvert bisa menjadi
- 8:22ekstrovert ketika dia harus dalam
- 8:25situasi terpaksa. terpaksavert karena
- 8:26kerja.
- 8:27Betul.
- 8:27Terpaksa ekstrovert karena
- 8:30ketemu banyak orang, lagi meeting dan
- 8:31lain sebagainya. Tapi setelah itu capek
- 8:33dan buti sendiri gitu. Aku ngerasa kayak
- 8:35gitu sih.
- 8:36Betul. Ee walaupun setiap orang pasti
- 8:38punya sisi introversion-nya,
- 8:40extroversion-nya, tapi aku saya pribadi
- 8:42emang majority ya introversion-nya itu
- 8:45jadi kayak recharging energi dengan
- 8:48menyendiri, ngopi sendiri, olahraga
- 8:51sendiri, lari gitu. Hah, ternyata
- 8:53ngcharge banget gitu. Dan apakah dengan
- 8:57sebagai seorang introvert aku enggak
- 8:58pengin ketemu orang gitu? Justru dalam
- 8:59seminggu kalau aku enggak ketemu orang
- 9:01juga rasanya aneh gitu. Aku butuh ketemu
- 9:03orang untuk dapat energi juga gitu. Jadi
- 9:05kayak
- 9:06em sebagian orang merasa bahwa introvert
- 9:09itu temannya dikit karena em dia suka
- 9:12mitos saya bukan bukan bukan itu gitu
- 9:15poinnya. Em kita bisa aja punya banyak
- 9:17teman kalau kita mau gitu. Cuma apakah
- 9:20konsekuensi kita siap terima atau enggak
- 9:22gitu. Karena kan tiap kali nongkrong
- 9:24pulang kan
- 9:26capek.
- 9:27Heeh.
- 9:28Habis podcast ini juga enggak sih?
- 9:30Enggak. [tertawa]
- 9:31Saya dimaklumi kok. Aku juga soalnya
- 9:33kayak gitu.
- 9:34Iya. Iya. Itu sih, Kak. Tapi sekarang
- 9:36menarik banget karena sekarang banyak
- 9:37banget di sosial media yang kasih
- 9:39edukasi bahwa
- 9:40orang yang bisa nonton sendiri, makan di
- 9:44restoran sendiri
- 9:45i
- 9:46dan nyaman dengan kesendirian itu adalah
- 9:48orang yang bisa menghadapi tantangan
- 9:49apapun di dunia ini gitu.
- 9:52Dan banyak orang yang ee berpikir bahwa
- 9:55masa bisa sih nonton sendiri? Emang lu
- 9:57enggak punya teman? No. Itu
- 9:59kadang-kadang army me time. Dan mereka
- 10:02tuh bukan hanya questioning, Kak. Mereka
- 10:03tuh kayak kasihan gitu loh, kayak
- 10:06em di GBK hari ini lari sama siapa gitu.
- 10:09Sendiri. Hah? Serius? Sendiri gitu
- 10:12enggak kok kayak kasihan gitu. Padahal
- 10:14kita sangat menikmati gitu. Bisa aja sih
- 10:16kalau ajak kawan gitu untuk nonton untuk
- 10:19ke kafe gitu. There's nothing wrong with
- 10:21being alone gitu. Like solitude,
- 10:23right?
- 10:23Iya, solitude.
- 10:25Benar banget sih. Olahraga. olahraga itu
- 10:27juga em dan maksudnya kalau misalnya
- 10:30sama orang asik tapi ketika misalnya
- 10:32dengan orang lain terus kita harus
- 10:33menyesuaikan
- 10:34ee waktunya kemudian mungkin teman kita
- 10:37ngaret sementara kita disiplin. Itu agak
- 10:39challenging juga sih.
- 10:40Tapi Far dalam menyeleksi teman em
- 10:43seorang introvert dan content creator
- 10:45kayak el penulis kayak lo
- 10:47i
- 10:48lo milihnya teman-teman yang kayak
- 10:49gimana? Sefrekuensi itu menurut Fardi
- 10:51itu kayak gimana tuh? sefrequency tuh
- 10:54kayak pada saat aku ketemu mereka, aku
- 10:58tuh energinya enggak terlalu drain gitu
- 11:00karena aku enggak tahu gimana cara
- 11:01jelasinnya ya. Jadi kayak ada
- 11:03orang-orang yang pada saat kita ketemu
- 11:05mereka tuh kayak sangat open dan
- 11:08obrolannya tuh enggak enggak yang
- 11:10terpaksa gitu. Jadi kayak it naturally
- 11:14dan aku dapat em value yang sama, kita
- 11:18ngobrolnya juga enak gitu, aku bakalan
- 11:20selalu sama mereka gitu. Dan yang paling
- 11:22penting kawan-kawan yang menurut aku
- 11:24sefrekuensi adalah mereka yang pada saat
- 11:25kita enggak ajak dia datang misalkan aku
- 11:28pengin me sendiri nih gitu e atau ketemu
- 11:31sama teman aku yang lain gitu dia enggak
- 11:33merasa bahwa itu adalah sesuatu
- 11:34penolakan gitu.
- 11:35Iya
- 11:35kan. Sebagian teman tuh pada saat dia
- 11:38enggak diajak mereka tuh merasa bahwa
- 11:40apakah aku ditolak? Apakah aku tidak
- 11:43dianggap di pertemanan itu gitu. Padahal
- 11:45enggak. Kita cuma pengin sendiri aja
- 11:46gitu. H. Itu sih aku ngerasa banget ini
- 11:49sambil kita kita cerita ya Far bahwa em
- 11:52aku punya
- 11:54grup pertemanan yang dulu ketika kuliah
- 11:57itu kita selalu bareng-bareng ke
- 11:58mana-mana gitu.
- 12:00Karaoke bareng, main bareng. Tapi along
- 12:02the way saat ini
- 12:04em yang aku ngerasa sangat dekat hanya
- 12:07satu.
- 12:08Dan ketika misalnya mereka sedang
- 12:10traveling atau mereka sedang berkumpul
- 12:12aku enggak diajak. He
- 12:14dulu awal-awal
- 12:16honestly speaking aku ngerasa kok aku
- 12:18enggak diajak ya gitu.
- 12:20Tapi terus beberapa tahun belakangan ini
- 12:22aku menyadari bahwa oh memang frekuensi
- 12:25itu enggak bisa dipaksain dan yang dulu
- 12:28sefrekuensi belum tentu sekarang
- 12:30sefrekuensi.
- 12:31Betul.
- 12:32Dan pada akhirnya ketika kita enggak
- 12:33sefrekuensi we are not there here and
- 12:36now kita enggak di sana gitu sih.
- 12:38Jadi aku sekarang udah pada level oh
- 12:40enggak diajak ya enggak apa-apa aku juga
- 12:41belum tentu mau.
- 12:42Betul. Ya udah gitu,
- 12:43ya udah gitu enggak apa-apa
- 12:45masing-masing aja gitu.
- 12:46Lu juga ngerasa kayak gitu enggak sih?
- 12:48Iya maksudnya kayak orang-orang yang
- 12:49dulu kita dekat banget emm 5 tahun yang
- 12:52lalu, 10 tahun yang lalu sekarang tuh
- 12:54udah beda gitu. Bukan berarti bahwa ada
- 12:55yang salah gitu, emang beda prioritas
- 12:57aja and it's ok gitu.
- 12:59Jadi
- 13:00em aku dari dulu secara pribadi pada
- 13:03saat enggak diajak kayak Kak Roy bilang,
- 13:05aku merasa bahwa ada yang salah enggak
- 13:07sih sama diriku gitu? Is there something
- 13:09wrong with me? Apakah aku melakukan hal
- 13:11yang membuat mereka tersinggung? Jadi
- 13:13kayak dipikirin lagi. Tapi ternyata em
- 13:16pada saat aku pernah klarifikasi, Kak.
- 13:18Jadi kayak
- 13:18Oh, kamu klarifikasi.
- 13:19Klarifikasi soalnya aku anggap dia
- 13:21adalah sahabat sejati gitu.
- 13:23Tapi dia tuh jawabannya kayak enggak kok
- 13:25aku enggak mikir sampai sejauh itu?
- 13:27Kayak [tertawa]
- 13:28chill, kayaknya lu perlu ke psikolog
- 13:30deh. Kayak gitu-gitu. Terus akhirnya aku
- 13:32sadar bahwa hal-hal yang aku take it
- 13:34personal, orang lain tuh enggak take it
- 13:36personal. H
- 13:37yang justru yang bahaya itu
- 13:39diri kita sendiri,
- 13:41pikiran kita sendiri,
- 13:42pikiran kita sendiri gitu. Padahal orang
- 13:44lain tuh enggak mikir sampai sejauh itu.
- 13:47Iya. I
- 13:47kayak ada suatu hal yang salah dengan
- 13:50diri kita, kita terlalu awkward, kita
- 13:52terlalu kaku misalnya. Padahal
- 13:54there's nothing wrong. Kalaupun memang
- 13:56iya,
- 13:57ya udah sih. Kayak bukunya Mel Robbins
- 14:00Let Dom udah baca enggak, Kak?
- 14:01Aku belum baca, tapi
- 14:03itu wajib.
- 14:04Bagus banget ya. Wajib banget. Itu top
- 14:06one book yang aku baca tahun ini.
- 14:08Wow. Ya,
- 14:09wajib baca, Guys.
- 14:10Aku juga dengerin podcastnya Mel Robbins
- 14:12dan sangat membuka mata ya. Dan bahkan
- 14:14ada satu episode di mana dia ngomongin
- 14:16soal trauma dan dia benar-benar nangis
- 14:17di situ.
- 14:18I
- 14:19keren banget. By the way, kalau Fardi
- 14:21ngebedain antara teman yang pertemanan
- 14:23yang transaksional dan pertemanan yang
- 14:25tulus, kamu ngebedainnya gimana?
- 14:26Ciri-cirinya apa, F?
- 14:28Jujur sampai sekarang kalau ditanya tuh
- 14:30kayak aku masih bingung jawabnya sih,
- 14:32Kak. He.
- 14:33Karena kita sebagai manusia, kita bukan
- 14:35peramal yang bisa tahu pada saat ketemu
- 14:37Kak Rori di awal kayak aduh kayaknya dia
- 14:39transaksional deh. Kayaknya dia tulis
- 14:41deh. Iya. Enggak sih, Kak? Jadi kayak
- 14:42aku akhirnya punya pola piker bahwa
- 14:45siapapun yang aku temui em pada saat
- 14:48mereka datang atau aku datang di sebuah
- 14:50event, aku akan terbuka.
- 14:52H
- 14:52kayak oke, let's e kita berteman gitu,
- 14:56kita ngobrol, kita ngopi. Tapi kan em
- 14:58apa ya? Energi itu enggak bisa bohong,
- 15:00Kak.
- 15:01Betul. Jadi kayak orang-orang yang
- 15:03transaksional, ada niatan jahat, suatu
- 15:06saat nanti pasti bakalan kelihatan
- 15:07sendiri energinya gitu. Dan dan itu yang
- 15:09aku apa ya, aku hidupi sampai sekarang.
- 15:12Jadi kayak
- 15:13aku enggak bisa e membaca hati dan
- 15:16pikirannya Kak Rori.
- 15:17Heeh.
- 15:17Tapi aku bisa stay true dengan intention
- 15:20aku dalam berteman.
- 15:21Jadi kayak niatnya gitu.
- 15:23Iya. Niatnya ya. Tapi sebenarnya
- 15:24transaksional juga belum pasti jahat
- 15:27juga ya F. Betul. Berarti kan
- 15:28transaksional itu berarti ada
- 15:33us,
- 15:34ada yang pengin mereka benefit from us
- 15:36gitu kan. Dan kadang-kadang
- 15:38tidak ee hanya ini aja, bukan bukan
- 15:40selalu ini aja, tapi bisa juga misalnya
- 15:42materi,
- 15:43bisa juga popularitas ya kan. Ee
- 15:45ibaratnya kayak apa? Em
- 15:47betul
- 15:48tangga sosial pansos.
- 15:50Oh pansos. Iya betul.
- 15:51Bisa juga mungkin karena akses atau
- 15:54link. And there's nothing wrong with
- 15:56that.
- 15:57Cuma, cuma ya kalau cocok ya lanjut
- 15:59gitu. Kalau enggak ya enggak apa-apa.
- 16:00Dan energi enggak bisa dipaksa energi
- 16:02enggak bisa. Enggak bisa bohong kah?
- 16:03Maksudnya kayak kata-kata bisa
- 16:04dimanipulasi but the energy
- 16:06doesn't like right.
- 16:08Iya.
- 16:09Tapi gini, kita semakin bertambah umur
- 16:11jumlah pertemanan, jumlah teman kita tuh
- 16:13semakin sedikit kan karena
- 16:15we see quality over quantity.
- 16:17Betul.
- 16:18Emm, menurut lo tanda-tanda seorang
- 16:22teman yang udah enggak sefrequence itu
- 16:23kayak gimana?
- 16:25sensing-nya ya kayak ini frekuensi ini
- 16:28udah enggak gitu. Jadi kayak aku pribadi
- 16:32enggak pernah ada standar nilai tertentu
- 16:35kayak aduh kayaknya dia udah enggak
- 16:36sefrekuensi deh kayaknya ini ini gitu.
- 16:38Aku selalu fokus ke kenyamanan aku pada
- 16:40saat ketemu aja sih Kak.
- 16:42Jadi kad jadi pada saat aku bertemu em
- 16:45ada teman yang bikin aku bertumbuh,
- 16:47bikin aku semangat ambis lagi enggak
- 16:50bikin aku overthink, enggak enggak
- 16:52enggak toxic lah gitu. aku akan tetap
- 16:54lanjut gitu. Tapi kalau misalkan enggak
- 16:57karena kan biasanya ada orang-orang yang
- 16:58yang seperti aku bilang tadi di awal,
- 17:00Kak, awalnya tuh kayak baik banget,
- 17:02being humble, bla bla bla, tapi kok
- 17:04lama-lama agak beda ya gitu.
- 17:07Dan em pada saat ada tanda-tanda itu dan
- 17:10aku udah enggak bisa toleransi ya aku
- 17:12mundur gitu. Karena kan setiap
- 17:13pertemanan kan
- 17:15emm apa ya setiap manusia itu punya
- 17:18keburukan, kebaikan masing-masing gitu.
- 17:20tinggal kitanya kita siap menoleransi
- 17:22hal itu atau enggak. Nah, biasanya ada
- 17:24hal-hal yang mungkin kita enggak bisa
- 17:26toleransi di pertemuan kedua, ketiga,
- 17:28keempat. Setelah itu ya udah kayaknya
- 17:30kayak enggak cocok deh.
- 17:32Iya. Iya.
- 17:33Itu sih.
- 17:34Dan ketika enggak cocok enggak ada
- 17:36gunanya juga untuk dipaksakan. Anyway,
- 17:38iya kayak sayang banget enggak sih, Kak
- 17:40[tertawa]
- 17:41memaksakan diri hanya untuk
- 17:43Heeh. Fit ourself into other people's
- 17:46shoes, kan?
- 17:46Betul. mungkin 20-an awal. Iya sih. Jadi
- 17:49kayak
- 17:49ngejar untuk
- 17:51masuk ke semua ccle gitu. Tapi banyak
- 17:53bilang yang lingkungan itu kan
- 17:55mempengaruhi masa depan kita ya. The way
- 17:57we think, the way we behave, the way we
- 17:59act.
- 17:59Betul.
- 18:00Dan menentukan masa depan. Em
- 18:02pertanyaannya adalah seberapa besar sih
- 18:03sebenarnya pengaruh teman itu buat loar?
- 18:07Ini ada fakta menarik sih, Kak. Jadi
- 18:08kayak em aku kan baru move ke BSD itu
- 18:11sekitar setahun setengah yang lalu 2024.
- 18:15Jogja berarti.
- 18:16Dari Bandung.
- 18:17Oh, dari Bandung.
- 18:17Bandung. Jadi Bandung ke BSD gitu. Jadi
- 18:19pertemanan aku di Bandung itu adalah
- 18:21kat-reator yang
- 18:23udah gitu aja bersyukur udah ada
- 18:26endorsement gitu, enggak perlu yang
- 18:28lebih gitu-gitulah.
- 18:29Ini ini mana? Bandung.
- 18:30Ini yang di Bandung.
- 18:30Ini yang Bandung. Oke.
- 18:31No fons ya, Teman-teman aku di Bandung
- 18:33ya. Cuma
- 18:33berarti enggak en-enggak yang membuat lu
- 18:35merasa bertumbuh dan ambil. Sebenarnya
- 18:37bukan tidak bertumbuh dan ambis itu
- 18:39sendiri, cuma kayak ngasih aku sebuah
- 18:42perspektif di mana kayaknya ini adalah
- 18:44kehidupan yang aku inginkan
- 18:46karena kita sering bareng gitu. There
- 18:48something wrong juga ya buat orang-orang
- 18:50yang mungkin merasa bahwa
- 18:52enough
- 18:52iya iya
- 18:53cukup gitu.
- 18:55Pada saat aku pindah ke BSD, teman-teman
- 18:57aku itu adalah orang-orang yang ambis
- 18:58gitu. Pertemuan pertama ngobrolin omset
- 19:01gitu kayak omset lu berapa gitu. Sekian
- 19:04M gitu. Wow.
- 19:06[tertawa]
- 19:06Pokoknya dari situ em ada motivasi
- 19:10tersendiri yang membuat aku saya pribadi
- 19:12bikin bisnisku tuh lebih bertumbuh, Kak.
- 19:15Walaupun enggak enggak nyampai miliaran
- 19:17misalkan gitu, tapi setidaknya ada spark
- 19:20lagi
- 19:21untuk ngejar ambisi itu. Jadi kayak
- 19:24saking
- 19:25besarnya pengaruh lingkungan tuh kayak
- 19:27gitu, Kak. Jadi pas di Bandung tuh ya
- 19:29udahlah gini aja bersyukur dapat sekian
- 19:31juta dari endorsement ya udah lanjut aja
- 19:33gitu. Tapi pada saat teman-teman kita
- 19:35semuanya ngobrolin penjualan, ngobrolin
- 19:38bisnis, mau enggak mau kita bakalan
- 19:40cemplung gitu.
- 19:41Aku kan baru aktif olahraga juga sekitar
- 19:432 3 tahun ya, Kak ya. Jadi awal-awal tuh
- 19:46enggak suka olahraga. Aku cuma datang
- 19:48aja, datang aja ke tempat gym, lihat
- 19:50orang olahraga hadir dulu aja gitu. Jadi
- 19:53terbiasa. Sama dengan teman-teman. Kalau
- 19:55teman-teman kita adalah orang yang suka
- 19:56bangun bisnis, lama-kelamaan
- 19:59aduh aku juga pengin bangun bisnis gitu.
- 20:01Iya. Kamu nemuin Spark lagi di situ.
- 20:03Spark lagi terus kayak ambis lagi gitu.
- 20:05Aku enggak tahu di Kemeng ya sekarang
- 20:08bakalan gimana nih.
- 20:09Dan kamu mau pindah keemang sekarang
- 20:10dari
- 20:11Iya. Bulan ini y
- 20:12bulan ini. Wow. Em cara kamu untuk
- 20:14membangun em teman-teman yang akhirnya
- 20:17kamu kenal dan kamu ee apa? be friend
- 20:21with yang di BSD itu caranya gimana?
- 20:24Ada dua cara, Kak. Cara Fardian di
- 20:26berteman gitu. Pertama lewat jalur
- 20:28Instagram. Jadi dari Instagram kan
- 20:30banyak tuh orang-orang yang muncul di
- 20:32reals, di explore dan postingan itu
- 20:35suka enggak suka apa yang kita posting
- 20:37itu adalah e nilai diri kita di sosial
- 20:39media. Jadi kayak ketika ada
- 20:40postingan-postingan yang aku suka, aku
- 20:42follow, aku engage, terus aku ajak
- 20:44ketemu.
- 20:45He
- 20:46cocok lanjut gitu. Tipe kedua, friends
- 20:49of friends, Kak. Jadi kayak temannya
- 20:51teman itu juga menurut aku bisa apa ya,
- 20:54bisa membuat pertemanan semakin luas,
- 20:56tapi enggak yang random gitu. Iya,
- 20:58karena temannya teman gitu.
- 21:00Oke,
- 21:01seleksi dari situ sih, Kak.
- 21:02Lebih ke situ ya.
- 21:03Iya.
- 21:04Alright. Em, kamu pernah bilang dalam
- 21:07satu konten gitu bahwa privacy is power.
- 21:10Yes.
- 21:10Kenapa privacy itu penting banget bahkan
- 21:13sama teman teman dekat?
- 21:16Karena menurut aku saya pribadi ketika
- 21:18seseorang tahu banyak tentang
- 21:21kehidupannya kita, suatu saat nanti itu
- 21:24bisa menjadi bumerang buat diri kita
- 21:26sendiri.
- 21:27Hm. He.
- 21:27Karena manusia kan berubah-ubah ya dan
- 21:30kita enggak bisa expect even our own
- 21:32family
- 21:33kita enggak bisa nebak gitu cara mereka
- 21:35memandang kehidupan. Cara mereka mungkin
- 21:39suatu saat nanti akan berbeda. Kita
- 21:41enggak bakal pernah tahu gitu.
- 21:42Ketika orang lain terlalu tahu segalanya
- 21:46jadinya kayak ada sesuatu yang dipegang
- 21:48gitu loh, Kak. Dan aku enggak pengin
- 21:50sesuatu hal yang aku bagikan itu terlalu
- 21:53terbuka.
- 21:53Dan ini termasuk ke teman yang paling
- 21:55dekat. first circle, close circle kamu,
- 21:58kamu tetap juga jaga privasi kamu.
- 22:00Yes, because I only believe in myself
- 22:03and my God, gitu. Jadi kayak ketika ada
- 22:05hal-hal yang menurut aku pengin sharing
- 22:08banget gitu ya, I trust myself gitu. Itu
- 22:11sih. Kalau emang butuh seseorang untuk
- 22:13berbagi perspektif, ya ke psikolog aja
- 22:16enggak [tertawa] sih?
- 22:17Daripada apa
- 22:18curhat sama kawan dan kawan-kawan kita
- 22:21juga belum tentu tahu solusinya, Kak. He
- 22:23he.
- 22:23Kehidupan yang kita jalani. Karena
- 22:25seseorang enggak bakalan bisa relate
- 22:27terhadap sebuah masalah kecuali mereka
- 22:30yang mengalami. Heeh.
- 22:32Itu sih.
- 22:32Tapi menarik ya. Ini jadi bikin gua
- 22:34berpikir bahwa oh bisa jadi kita sharing
- 22:38ke teman dan karena saking nyamannya
- 22:40oversharing dan kita enggak tahu teman
- 22:43itu eventually akan jadi musuh dalam
- 22:46selimut
- 22:47menusuk dari belakang atau tetap menjadi
- 22:48teman yang kita lihat hari ini.
- 22:50Betul. Iya kan? Tapi ada juga kemudian
- 22:53berpikir gue tuh pengin jujur sama teman
- 22:57gue, tapi teman yang mana yang akhirnya
- 22:59gua mau atau gue bisa untuk gua jujur.
- 23:02Nah, gimana cara ngimbangin F antara
- 23:05jujur sama oversharing ini ke teman lo?
- 23:09Being honest dengan teman tuh ini
- 23:11agak-agak ini sih
- 23:12tricky
- 23:13tricky sebenarnya karena apa ya? Manusia
- 23:16itu terlalu kompleks untuk kita analisa,
- 23:19Kak.
- 23:20Hm. Jadi kayak terlalu banyak jenis
- 23:23manusia, terlalu banyak intention,
- 23:26jadinya bingung gitu loh. Kayak apakah
- 23:29ini aku being honest dengan teman aku
- 23:31atau aku oversharing gitu.
- 23:33H.
- 23:33Jadi em untuk bisa tahu menurut aku
- 23:35sayaap pribadi ya em tanyakan ke diri
- 23:38kita dulu gitu. Karena biasanya emm kita
- 23:42tuh sadar otak kita tuh kayak kayaknya
- 23:44dioversin gitu. Tapi pada saat kita
- 23:46ketemu dengan orang yang nyaman, kita
- 23:48kayak bablas aja gitu ngobrolnya. Bahkan
- 23:50aku pernah bikin konten. Kontennya itu
- 23:53kayak gini di kamar sebelum ketemu
- 23:56orang, Far, please jangan oversharing,
- 23:58please jangan oversharing. Tapi pas
- 24:00ketemu teman tuh kayak
- 24:01Heeh. Kita mengalir kayak air.
- 24:04Betul. Karena manusia suka banget
- 24:06didengar ke ceritanya gitu.
- 24:07Hm.
- 24:08Itu sih jadi kayak
- 24:10belum menjawab ya. Aku bingung sih, Kak.
- 24:13Like
- 24:13em untuk bisa tahu apakah kita bingalas
- 24:17atau oversharing tuh ya diri kita
- 24:18sendiri aja sih tahu limitnya kayak
- 24:20ketika aku ceritakan hal ini
- 24:22betul
- 24:22plus minusnya apa ya gitu.
- 24:23Tapi aku setuju banget sih konsep bahwa
- 24:25yang bisa kita percaya adalah diri kita
- 24:26dan Tuhan Allah gitu. Tuhan kita gitu.
- 24:29Dan
- 24:30betul
- 24:30em kita enggak pernah tahu bahkan
- 24:33keluarga aja bisa mengkhianati.
- 24:35Yes.
- 24:35Apalagi sahabat apalagi teman
- 24:39gitu. Kita sering banget melihat di mana
- 24:42em keluarga rebutan warisan bahkan
- 24:44sampai melakukan hal-hal yang
- 24:45unimaginable.
- 24:47Yes.
- 24:47Ngejeblosin orang tuanya sendiri atau
- 24:49sudah sendiri ke penjara. Even bahkan
- 24:51mungkin menghilangkan nyawa hanya karena
- 24:53warisan itu keluarga sendiri.
- 24:55Sahabat kita juga enggak tahu bahwa
- 24:57sahabat yang akhirnya menusuk belakang
- 24:58karena uang, karena power karena
- 25:01kekuasaan.
- 25:01I
- 25:02so
- 25:03dan kita enggak bisa nebak itu, Kak.
- 25:04Dan bisa nebak itu. Dan hari ini bisa
- 25:06jadi dia menjadi orang paling baik di
- 25:08mata kita. Tapi 5 tahun, 10 tahun
- 25:10kemudian kita enggak pernah tahu dia
- 25:11akan seperti apa dan
- 25:13betul
- 25:13dia pun juga enggak tahu kita akan
- 25:15seperti apa.
- 25:16Betul.
- 25:16I dan dan trust issue itu yang
- 25:19sebenarnya menjadi shield em
- 25:23dalam dalam percaya dengan orang sih,
- 25:25Kak.
- 25:26Tapi momen apa, Far, yang bikin lu sadar
- 25:28bahwa oh enggak semuanya harus
- 25:29di-sharing dan enggak semua orang adalah
- 25:31teman.
- 25:32That very moment.
- 25:34I think waktu aku di Jogja kali, jadi
- 25:36kayak aku ada orang-orang yang aku
- 25:38percaya banget untuk bangun bisnis
- 25:41bareng. Pandemi kan lagi
- 25:43down ya, Kak. Jadi kayak banyakbanyak em
- 25:45klien yang minta refund, banyak pokoknya
- 25:47em itulah gitu. Jadi kayak bisnisnya tuh
- 25:50jadi minus dan aku enggak sanggup untuk
- 25:53ngegaji karyawannya aku gitu. He.
- 25:55Dan pada saat momen itu ternyata emm
- 25:58satu kesalahan itu belum sanggup bayar
- 26:02gaji karyawan dan ternyata tim aku
- 26:04langsung ninggalin aku gitu.
- 26:06Wow.
- 26:06Iya. Maksudnya kayak aku sadar bahwa
- 26:08pada saat itu yes emm gaji itu adalah
- 26:12sebuah kewajiban dari sebuah perusahaan.
- 26:14He.
- 26:15Tapi pada saat itu enggak profit dan aku
- 26:17coba untuk ngejelasin, aku coba untuk
- 26:19menyampaikan tapi ternyata orang juga
- 26:21tetap pergi ya gitu. Can you give me
- 26:23like one month? Gitu. Karena ini pertama
- 26:25kali loh gitu. Bukan yang tiap bulan
- 26:27selalu gajinya gagal gitu.
- 26:29Terus kayak no
- 26:31kita makan bareng loh, kita ini bareng
- 26:33loh. Kayak gitu-gitu
- 26:33kita bikin acara yang mendekatkan kita
- 26:36satu sama lain. Ternyata itu enggak
- 26:37membuat mereka stay.
- 26:38Iya itu enggak membuat mereka stay gitu.
- 26:40Dan apakah itu salah? Sebenarnya enggak
- 26:41salah. Tiap orang kalau aku jadi dia
- 26:43mungkin aku akan melakukan hal yang sama
- 26:45gitu. Cuma akhirnya aku belajar bahwa
- 26:48sedekat-dekatnya kita sama seseorang,
- 26:50kita enggak bisa apa ya, enggak bisa
- 26:54menganggap bahwa mereka akan selalu
- 26:55kayak gitu.
- 26:56H.
- 26:57Jadi, emm boleh percaya sama orang lain,
- 27:01tapi tahu batasnya. Karena kan pada saat
- 27:03kita terlalu percaya sama orang,
- 27:04ujungnya apa, Kak? Kecewa. Pasti
- 27:06kecewa. Iya sih.
- 27:07Sama kok konsep ke kafe gitu. Kafe yang
- 27:09kita suka senang banget,
- 27:11kita suka banget nih, gitu. Dan kita
- 27:13sharing ke teman-teman kita, ini
- 27:14kafen-nya bagus banget loh bla bla. Tapi
- 27:16pas kita datang kedua kali, ketiga kali
- 27:18kayak
- 27:19kok enggak merasa sama?
- 27:20Kok enggak merasa sama? Jadinya apa?
- 27:22Kita kecewa gitu karena kita ada
- 27:23ekspektasi sendiri. Makanya sampai
- 27:25sekarang aku sadar bahwa enggak ada
- 27:27manusia yang sempurna. Aku juga tidak
- 27:29sempurna.
- 27:30Yes.
- 27:30Teman aku juga pasti tidak sempurna. The
- 27:33only way untuk aku bisa berteman terus
- 27:34adalah aku sadar bahwa teman aku enggak
- 27:36sempurna. Aku enggak sempurna. Ya udah
- 27:38gitu.
- 27:39Hmm.
- 27:40Kamu pernah enggak sih ketemu teman yang
- 27:42ee dulu baik tapi terus kemudian berubah
- 27:44180 derajat hingga menunjukkan sifat
- 27:48aslinya dan ya udah sekarang jahat
- 27:50banget.
- 27:51Kalau jahat banget sih enggak sih, Kak.
- 27:53Cuma mungkin lebih ke apa ya,
- 27:56teman-teman yang mungkin dulu aku sering
- 27:58bareng gitu, sering belajar bareng bla
- 28:01bla, tapi karena mereka punya tujuan
- 28:03yang berbeda, jadi udah enggak ngobrol
- 28:05lagi.
- 28:05Ngobrol. Sebenarnya untuk kasus
- 28:07pertemanan e kejahat banget kayaknya
- 28:09belum.
- 28:10Semoga jangan belum ya, semoga enggak
- 28:13karena ada satu video e nanti aku pengin
- 28:15share juga buat teman-teman room for
- 28:17improvement. Em, ada satu video ee
- 28:19ibu-ibu dari kayaknya dari Afrika gitu
- 28:22yang bilang bahwa ketika ada teman kamu
- 28:24yang menusuk kamu dari belakang itu
- 28:26adalah ular
- 28:28dan ular hanya akan shut their skin dan
- 28:32eventually skin itu akan tumbuh sebagai
- 28:34skin yang baru.
- 28:36Never refriend someone who has tried to
- 28:41destroy [musik] your character,
- 28:43money, or relationship. [musik]
- 28:49skin
- 28:53jadi ketika mereka misalnya berbuat
- 28:56pura-pura baik, berbuat pura-pura hangat
- 28:59dengan kita, mereka tuh hanya ganti
- 29:01kulit aja. Eventually they are still a
- 29:03snake.
- 29:04Iya,
- 29:04gitu. Jadi, em hati-hati buat
- 29:07teman-teman yang mungkin sudah pernah
- 29:09ditusuk dari belakang atau dihiati oleh
- 29:11seseorang yang kita anggap sebagai teman
- 29:13atau sahabat sendiri because they are
- 29:14only shading their skin.
- 29:16They are still a snake.
- 29:17I
- 29:18through colorsnya udah kelihatan dari
- 29:20dulu.
- 29:20Colors sudah kelihatan. Dan walaupun
- 29:21mereka minta maaf, mereka berusaha
- 29:22berubah, no, they are still a snake.
- 29:25Exactly. Gini loh, Kak. Kayak apa? Yes,
- 29:28manusia bisa berubah, tapi karakter yang
- 29:31udah kebangun bertahun-tahun itu tuh
- 29:32enggak mudah diubah.
- 29:33Betul. Makanya ketika ada ketidakcocokan
- 29:36sama teman ya mending mundur aja gitu.
- 29:38Far, menurut lo apa yang harus tetap
- 29:41kita keep sebagai rahasia pribadi?
- 29:44Apa yang boleh kita share? Tapi
- 29:47hang on, yang boleh kita share mungkin
- 29:48banyak ya.
- 29:48Tapi menurut kamu yang kita keep sebagai
- 29:50rasa pribadi apa?
- 29:52Em
- 29:52gaji.
- 29:53Iya. Penghasilannya kita gitu, kondisi
- 29:57finansialnya gimana, gaji karyawan
- 29:59berapa. [tertawa] Banyak sih, Kak.
- 30:00intinya gini, emm apa yang bisa kita
- 30:03share dan apa yang kita enggak bisa
- 30:05share versi Fardiandi, ya aku selalu
- 30:07bilang entah di sosial media entah di IG
- 30:10story karena kan biasanya ada
- 30:11orang-orang yang pada saat lagi sedih
- 30:13dia senang gitu sharing di IG story ya
- 30:15kalau hal itu menjadi sebuah coping buat
- 30:17mereka ya enggak apa-apa gitu.
- 30:19Cuma buat aku sebelum aku sharing
- 30:21sesuatu aku selalu tanyakan ke diriku
- 30:22gitu.
- 30:23Ketika orang lain tahu tentang hal ini
- 30:25plus minusnya apa?
- 30:26Hm. Kalau minusnya apa gitu dan aku bisa
- 30:30toleransi hal itu, aku akan sharing.
- 30:32Tapi ketika aku udah tahu kayaknya ini
- 30:35enggak perlu di-share deh. Kayaknya
- 30:37misalkan Broken Home Family, aku butuh
- 30:39waktu bertahun-tahun tahu kan untuk
- 30:41sharing hal itu. Karena aku apa ya belum
- 30:43siap ketika ditanyain ini ditanyain itu
- 30:46bla bla bla gitu. Tapi
- 30:47itu kan spark trauma juga.
- 30:49Yes. Dan pada saat aku udah tahu
- 30:51minusnya kayak gitu dan aku udah siap ya
- 30:54aku sharing soal aku anak broken home
- 30:56gitu. H
- 30:57itu sih jadi kayak sebelum kawan-kawan
- 30:59share sesuatu entah itu di sosial media
- 31:01ambil jeda dulu gitu.
- 31:02Karena biasanya ketika kita ada di
- 31:04emotional state kita lagi enggak stabil
- 31:06gitu cara kita berpikir dan itu yang
- 31:08kadang membuat kita terlalu sharing
- 31:11sesuatu yang emotional. Udah diposting
- 31:15orang udah tahu gitu.
- 31:16Iya ya.
- 31:17Udah di-sharing kita enggak bisa narik
- 31:19lagi gitu. Kayak Kak Rori boleh enggak
- 31:20ini di-adjust dikit gitu. Enggak bisa.
- 31:22kita udah omongin and it happened
- 31:25dan jejak digital kadang-kadang kejam
- 31:28ya.
- 31:28Yes. [tertawa]
- 31:30Apalagi podcast nih.
- 31:31Apalagi podcast. Oke. Anyway, Far,
- 31:34menurut lo kapan sebuah pertemanan itu
- 31:36dianggap toxic
- 31:39ketika ketemu, ngobrol balik,
- 31:43overthinking? Oh,
- 31:45jadi kita tuh deep down kita sebenarnya
- 31:47udah tahu gitu kayak ada pertemanan yang
- 31:49memang em ketika dipertahankan yang jadi
- 31:52korban tuh diri kita. Jadi kayak ketika
- 31:54obrolannya sudah enggak nyambung dan
- 31:56kita selalu berusaha untuk
- 31:58selalu dianggap, kita berusaha untuk
- 32:00topiknya selalu fitin, padahal kita
- 32:01enggak nyaman dengan topik tersebut
- 32:04misalkan.
- 32:05Jadinya sayang buat diri kita gitu. Jadi
- 32:08yang aku lakukan ketika ada pertemanan
- 32:10yang emang menurut aku kayaknya ini udah
- 32:11enggak enggak sesuai vibrasi aku lagi,
- 32:14udah enggak sesuai dengan tujuan aku
- 32:16lagi. Ya udah aku mundur pelan-pelan
- 32:18terus menghilang. Aku tipikal orang
- 32:19enggak yang eh
- 32:20kita udah enggak sefrekuensi lagi ya
- 32:22[tertawa]
- 32:23kan enggak ada orang kayak gitu.
- 32:26Iya. Jadi kayak emm ya diajak eh lagi
- 32:29ada meeting lagi ada
- 32:30ya udah akhirnya kita ee resisten dengan
- 32:33sendirinya kan. kita enggak pernah lagi
- 32:34mau ketemu
- 32:36mau ngobrol gitu. Tapi gini, ketika kan
- 32:39sangat jarang bagi kita untuk eh
- 32:41aku mau keluar dari pertemanan ini nih
- 32:43karena pertemanan ini toxic. Kan enggak
- 32:45mungkin kita ngomong kayak gitu. Dan
- 32:46kayak tadi yang kamu bilang bahwa sangat
- 32:48jarang kita mengatakan kita kayaknya
- 32:50sudah enggak sefrekuensi deh.
- 32:51Kecuali kalau misalnya kita berhubungan
- 32:53lebih dari teman, pacar misalnya atau
- 32:55bahkan ee pernikahan gitu, partnership.
- 32:59Tapi menurut kamu keluar dari circle
- 33:01yang toxic tanpa harus drama caranya
- 33:04gimana, Far? Em, aku secaraap pribadi
- 33:08yang seperti tadi Kak R bilang ya, kayak
- 33:11enggak pernah menyampaikan bahwa kita
- 33:12enggak sefrekuensi, tapi aku mencoba
- 33:14untuk enggak melihat aktivitas mereka
- 33:17lagi. Makanya di fitur Instagram aku
- 33:18jarang unfollow orang sih, tapi aku mute
- 33:20orang gitu. Jadi
- 33:22mute itu first step. Mute orang lain
- 33:23bukan berarti bahwa merasa aku hebat,
- 33:25aku kontennya hebat gitu enggak gitu. I
- 33:28apa yang mikanuda
- 33:30dengan kehidupan lagi dan aku masih dan
- 33:32aku masih memperteman gitu. He kenapa
- 33:34enggak unfollow?
- 33:35Karena menurut aku kalau aku ya kalau
- 33:38aku secara pribadi kayak suatu saat
- 33:39nanti kita mungkin bisa menjalin relasi
- 33:41lagi. Karena menurut aku following
- 33:43unfollow tuh sesuatu hal yang simpel
- 33:45gitu enggak ada personal gitu. Jadi
- 33:48better aku mute aja sih. Karena aku
- 33:49masih pengin suatu saat nanti we never
- 33:52know. Kita pengin membangun relasi
- 33:53dengan mereka lagi kita masih bisa gitu.
- 33:56Makanya aku jarang banget emm cut off
- 33:58orang dengan tidak apa ya dengan drama
- 34:01gitu. Karena kita enggak pernah tahu loh
- 34:03orang-orang yang kita anggap toxic
- 34:05sekarang mungkin suatu saat nanti kita
- 34:06butuh mereka juga gitu.
- 34:08Betul. Betul banget sih.
- 34:09Tapi itu it's a good mindset. It's a
- 34:11good way of thinking juga sih untuk mute
- 34:14karena kalau aku misalnya diunfollow ya
- 34:16aku enggak apa-apa ya lu unfollow gue ya
- 34:19go ahead gitu kan. Dan menurut aku ya
- 34:22ketika aku mengunfollow orang ya, hei no
- 34:24hard feeling ya, aku unfollow karena
- 34:25kita follow kan karena
- 34:28kita expect kita mendapatkan energi,
- 34:30betul,
- 34:31kita mendapatkan chemistry, kita
- 34:32mendapatkan something untuk
- 34:34ee ngasih makan jiwa kita, hati kita,
- 34:38mata kita, pikiran kita, gitu kan.
- 34:40Tapi ada orang yang menganggap unfollow
- 34:42itu sebagai sesuatu yang sangat serius,
- 34:44Far.
- 34:45Exactly.
- 34:45Kayak wah gua diunfollow berarti kita
- 34:47udah enggak berteman, udah cut off
- 34:49semuanya. WhatsApp di blog ada yang
- 34:50kayak menganggap sampai kayak begitu
- 34:52gitu loh.
- 34:53Fase ya, Kak ya. [tertawa]
- 34:56There's nothing apa ya kayak it's not
- 34:58really personal at all.
- 35:00Iya.
- 35:00It's not about you, it's about me.
- 35:02Betul.
- 35:03Aku enggak relevan lagi dengan kontenmu
- 35:05ya. Aku unfollow gitu. Itu sih, Kak.
- 35:09Jadi mungkin kalau aku pribadi
- 35:10teman-teman aku kali karena aku masih
- 35:11mau membangun apa em relasi suatu saat
- 35:15nanti. Jadi aku mute aja. Tapi orang kok
- 35:17bisa tahu ya kalau mereka dimute ya
- 35:19kayak Farol enggak pernah lihat storyku
- 35:22lagi.
- 35:22Oh gitu
- 35:23gitu. Itu sih kayak oh iya ya. Oh
- 35:26mungkin lagi sibuk sih J lihat story ya
- 35:28posesif gitu.
- 35:30Itu sih Kak jadi kayak
- 35:31tapi kan sekarang orang yang ngelihat
- 35:33story itu semakin sedikit.
- 35:36Iya
- 35:36iya kan orang lebih banyak lihat real
- 35:38karena itu yang di push sama
- 35:40algoritmanya Instagram. Ada yang sampai
- 35:43kayak begitu ya?
- 35:43Betul. Ya, kayak Far biasanya lu ada top
- 35:47tiga di atas kok sekarang udah enggak
- 35:49pernah lagi lu meet gua ya.
- 35:51Wow. Di
- 35:52dalam hati kayak kok tahu sih [tertawa]
- 35:54itu sih. So, nothing personal ya, Guys.
- 35:56Kayak lu di-mute diunfollow atau apa,
- 35:59there's nothing personal at all.
- 36:01Oke. Tapi kalau misalnya toxic ini
- 36:02justru sahabat kita sendiri
- 36:04h
- 36:05yang makin lama kok kita makin enggak
- 36:07nyaman ya.
- 36:08Apakah kita harus meninggalkan atau
- 36:10lebih baik kita omongin dulu? Kalau
- 36:11menurut kamu Far,
- 36:12aku ada kawan dekat yang menurut aku tuh
- 36:14kayak sebenarnya bukan toxic banget ya,
- 36:17cuma ada beberapa sikap dia yang menurut
- 36:19aku kayaknya ini berlebihan deh gitu.
- 36:20Contohnya
- 36:21jangan dikasih contoh soalnya ketahuan
- 36:24ya. Jadi kayak ada satu hal-hal ee
- 36:27tentang uang lah intinya gitu.
- 36:29Kayaknya ini adalah sesuatu hal yang
- 36:31ketika orang lain lu pasti bakalan
- 36:34diomongin gitu. Tapi karena aku
- 36:36sahabatmu,
- 36:37aku anggap itu tuh biasa aja gitu.
- 36:39Ini enggak bayar utang gitu. ya kayak
- 36:41gitu-gitu lah. Jadi kayak pas kita lagi
- 36:42nongkrong gitu jadi kayak
- 36:45kalau mau bar tuh enggak pernah kayak
- 36:47inis inisiatif kayak gitu-gituah gitu.
- 36:49Sebenarnya itu hal kecil ya, Guys. E dan
- 36:51apa ya menurut aku it's not about the
- 36:53money, tapi kayak hey I'm not your
- 36:55wallet by the way. Kita cuma teman yang
- 36:57kayak gitu-gitu. Not your sugar daddy.
- 36:59Iya. Jadi kayak aku coba sampaikan hal
- 37:02itu dan ternyata ada loh orang Kak ee
- 37:04mereka tuh bukan karena bukan enggak mau
- 37:07emang mereka tuh enggak peka Kak.
- 37:09Hm. H
- 37:10emang ada orang-orang tuh ditakdirkan
- 37:12level kepekaannya tuh zero
- 37:15or minus gitu [tertawa]
- 37:17kan kayak oh hal itu tuh ini ya
- 37:22[tertawa]
- 37:22apalagi aku anaknya feeling banget ya
- 37:24feeling tuh bisa sensing banyak hal tapi
- 37:26ada orang tuh feelingnya tuh kayak udah
- 37:28enggak ada dia enggak bisa ke
- 37:30tingkat kepekannya emang enggak ada gitu
- 37:32dan itu harus disampaikan
- 37:33exactly itu harus disampaikan ya karena
- 37:35ketika orang enggak peka ya dia akan
- 37:38beruntungnya dia ketemu sama kamu. Kalau
- 37:40dia ketemu dengan orang yang lain atau
- 37:42misalnya calon pacarnya dan dia enggak
- 37:43kepeka, bisa aja mereka kabur malahan.
- 37:45Iya. Jadi pada saat aku omongin itu, ah
- 37:49iya ya. Itu itu mengganggu ya soalnya
- 37:51selama ini enggak pernah nawarin sih.
- 37:53Jadi ya udah aku anggap biasa aja. Terus
- 37:56kayak oh wow [tertawa] oke.
- 37:59Wow.
- 38:00Itu sih jadi
- 38:01tapi kalau terlalu terlalu peka juga
- 38:03jadi perasa dan over sensitif juga
- 38:04enggak bagus juga.
- 38:07harus belajar untuk dikendalikan biar
- 38:09enggak
- 38:10dimanfaatkan orang lain.
- 38:11Oke. Padahal kalau misalnya kita lagi di
- 38:13restoran em inisiatif itu eh as if
- 38:18sesimpel bertanya eh ini gimana nih mau
- 38:20god dutch bayar sendiri-sendiri atau gua
- 38:23bayar dulu lo ganti ke gue itu kan
- 38:25sebenarnya biasa aja ya dan dalam
- 38:26perteman itu kita harus normalize itu
- 38:28loh.
- 38:28Iya. Iya wajib sih sebenarnya.
- 38:30Iya kan? Cuma ada orang tuh enggak
- 38:31sadar.
- 38:32Enggak sadar.
- 38:33Emang harus dibikin sadar itu sih.
- 38:35Oke. So, apa yang terjadi dengan
- 38:36sahabatmu itu? Kamu kasih tahu dia terus
- 38:38sekarang dia gimana?
- 38:38I ya. We still friend. [tertawa]
- 38:40Cuma sekarang kayak lebih ini aja sih,
- 38:42Kak. Lebih inisiatif gitu.
- 38:43Lebih inisiatif
- 38:44atau apa ya? Obrolan itu dianggap joks.
- 38:47Jadi kayak Far, lu enggak akan sampaiin
- 38:49lagi kan. [tertawa]
- 38:52Cuma jadinya gini, Kak. Aku belajar
- 38:54bahwa apapun yang aku pendam
- 38:56belajar untuk sampaikan ketika teman itu
- 38:58tuh kita pengin masih menjalin hubungan
- 39:01sama mereka. He
- 39:02bisa jadi hal yang kita sampaikan tuh
- 39:03mereka enggak tahu.
- 39:04Oke oke oke. Sekarang pertanyaannya
- 39:07adalah itu dari sisi sahabat kita, tapi
- 39:09dari sisi kita sekarang, Pak, sebagai
- 39:11individu.
- 39:12Gimana cara membedain antara kita peduli
- 39:15dengan kita kepo pengin ikut campur
- 39:17urusan orang biar kita enggak disalah
- 39:19artikan inisiatif baik kita?
- 39:22Emm.
- 39:23Kadang ada niat baik, tapi orang lain
- 39:25tuh enggak anggap itu baik, Kak. Jadi
- 39:27kayak ada beberapa kebaikan yang orang
- 39:29lain tuh kayak kan aku enggak nyuruh
- 39:31kamu melakukan hal itu. He.
- 39:33Padahal kita udah udah niat gitu. Jadi
- 39:35aku kembali lagi sih, Kak kayak
- 39:37intention aku dalam membantu tuh apa? Ya
- 39:39udah sampai situ. Jadi misalnya kayak
- 39:40gini emm niat aku untuk membantu tuh
- 39:43nilai. Ternyata orang itu enggak enggak
- 39:46nangkap nilai 9 itu. Mereka cuma anggap
- 39:49ah ini bukan sembilan ini cuma angkah
- 39:51lima gitu. Tapi aku tetap menganggap
- 39:52bahwa niat aku sembilan karena dari awal
- 39:55aku emang pengin bantu.
- 39:57Ditolak atau enggak itu tidak menurunkan
- 39:59nilai kebaikan yang aku lakukan. Jadi
- 40:01mindset aku tuh kayak gitu, Kak. Jadi
- 40:02kayak
- 40:03ketika orang lain ternyata
- 40:05menyia-nyiakan kebaikannya aku, it's not
- 40:07my fault
- 40:08ya, it's their loss gitu. Jadi kayak
- 40:11itu sih aku juga punya pengalaman
- 40:14menarik sih. Jadi ada temanku yang dia
- 40:17berteman dengan orang lain
- 40:18ya. Nah, e temanku ini dekat sama aku
- 40:22dan si temannya dia bilang bahwa
- 40:25hati-hati ya ketika kamu dekat sama Rori
- 40:29konsekuensinya adalah bla bla bla bla
- 40:31bla dan ketika kamu dekat sama dia
- 40:33berarti aku enggak mau lagi temenan sama
- 40:36kamu. Ini contoh ya hipotetical quest,
- 40:38hypotetical situation gitu. Dan em
- 40:42menurut aku itu udah enggak sehat banget
- 40:44karena berarti dia udah seolah-olah own
- 40:47teman aku ini. Seolah-olah sudah
- 40:50mengontrol dan obses teman aku.
- 40:52Kalau lu teman sama Fardi, lu enggak
- 40:54usah teman sama gue karena gue udah
- 40:56memperingatkan loardi itu orangnya kayak
- 40:57begini-begini. That's so toxic.
- 40:59That's so toxic itu. Aduh, enggak bisa
- 41:01lagi. Saya enggak mau ketemu lagi.
- 41:02Benar. Nah, kalau menjawab pertanyaan
- 41:04yang tadi gua tanyakan ke Lar, gua akan
- 41:06bilang begini bahwa emm
- 41:09gue akan menawarkan saran
- 41:12entah lo mau terima atau enggak, monggo.
- 41:16Tapi gua akan selalu ada di sini
- 41:17whenever you need it. Gua akan selalu
- 41:19support keputusan elo. Lo mau iya atau
- 41:22enggak terkait situasi ini.
- 41:24Tapi kalau misalnya lo nanti akhirnya
- 41:26kejeglong, ya udah bersakit-sakit. He
- 41:29mungkin kamu butuh beberapa waktu untuk
- 41:31sembuh dari sakit itu, tapi gua akan
- 41:34selalu ada di sini.
- 41:35Oh, that's true friendship.
- 41:36That's a true friendship. That's
- 41:37Lu setuju ya.
- 41:38Iya.
- 41:39Walaupun enggak semua orang akan apa ya
- 41:41menganggap hal itu tuh istimewa gitu.
- 41:43Oke.
- 41:44Padahal em intention kita still there.
- 41:47I ya. Oke, sekarang adalah sesi rapid
- 41:50fire question. Jadi gua akan tanya
- 41:52pertanyaan cepat, jawabnya juga cepat
- 41:54ya, Far.
- 41:54Gitu ya. Nanti kalau ada yang menarik,
- 41:57kok kamu kayak grogi gitu sih. [tertawa]
- 41:59Soal kayaknya aku belum baca, aku belum
- 42:01baca script yang itu. Enggak apa-apa,
- 42:03enggak apa-apa. Enggak apa-apa.
- 42:04Let's go.
- 42:05Em kalau nanti ada sesuatu yang menarik,
- 42:06gua akan minta lu elaborate.
- 42:09Lebih penting mana teman yang jujur tapi
- 42:11nyakitin atau teman yang baik tapi
- 42:13enggak jujur?
- 42:14Jujur tapi nyakitin.
- 42:15Kenapa?
- 42:16Karena menurut aku secara pribadi emm
- 42:19apa ya? Better lu jujur aja deh gitu. He
- 42:21dan aku sakit pada saat itu.
- 42:23Oke.
- 42:23Tapi setelah itu kita berteman lagi.
- 42:25Siap.
- 42:26Waktu pindah dari satu kota ke kota
- 42:28lain, hal paling lu pelajari soal cara
- 42:31orang berteman itu apa, Far?
- 42:34Emm, people values money so much,
- 42:38apalagi di kota besar. [tertawa]
- 42:41Iya, sometimes ya. Itu sih, Kak. Jadi
- 42:44kayak em apa ya?
- 42:47Money is currency and dan and dan and
- 42:49dan uang bukan segalanya. Tapi sebagian
- 42:51besar hal itu bisa selesai dengan uang.
- 42:53Makanya banyak orang ambis bukan karena
- 42:56mereka pengin kaya raya, tapi mereka
- 42:58pengin enggak jatuh miskin lagi gitu.
- 43:00Karena pada saat mereka enggak punya
- 43:01apa-apa, mereka enggak punya burging
- 43:03position. H
- 43:04dan itu yang bikin kita enggak punya
- 43:06suara gitu. Enggak enak banget tahu,
- 43:07Kak. Dianggap dianggap enggak bisa
- 43:09signifikan
- 43:10karena kita ekonominya itu enggak
- 43:13maksimal. Jadi makanya aku selalu apa ya
- 43:15apalagi kawan-kawan perintis nih pasti
- 43:17relate gitu. He.
- 43:18Kita selama ini berjuang bukan untuk
- 43:21jadi kaya raya, tajir mampus. Karena
- 43:24kita tahu hal itu mungkin e apa ya?
- 43:26Posibel tapi jauh banget gitu.
- 43:28Tapi yang posibel adalah gimana kita
- 43:30bisa ningkatin keuangan kita tuh yang
- 43:32mungkin dari minus ke yang jauh lebih
- 43:34baik lagi. Biar punya burganding
- 43:36position aja sih, Kak.
- 43:37Oke, next-nya adalah
- 43:40budaya pertemanan orang Indonesia
- 43:42menurut lo hangat tapi suka baperan atau
- 43:45komunal tapi susah jujur?
- 43:47Kok menelusah jujur sih, Kak? Karena
- 43:50orangnya sebagian besar enggak enakan,
- 43:53enggak pengin menyampaikan hal-hal yang
- 43:55harusnya disampaikan, nyakitin. Padahal
- 43:57enggak apa-apa loh gitu aku ngomong
- 43:59kayak gini padahal aku juga sebenarnya
- 44:00enggak enak [tertawa]
- 44:01sama do sebenarnya
- 44:02gitu. Cuma
- 44:04kita harus aware dulu, kita harus sadar
- 44:06dulu ya kan.
- 44:07Iya. Kita kita harus belajar untuk
- 44:08menyampaikan sih, Kak. Iya. Enggak sih?
- 44:10Kayak ketika enggak disampaikan ya orang
- 44:13itu enggak bakalan tahu selamanya. Ya,
- 44:15ya, ya, ya, ya.
- 44:16Itu sih.
- 44:17Kalau circle lo mulai berat, Far, lo
- 44:19akan menjauh pelan-pelan atau ngomong
- 44:21langsung?
- 44:22Menjauh pelan-pelan terus menghilang.
- 44:25[tertawa]
- 44:26Sama, sama sih.
- 44:27Iya, enggak sih, Kak? Kayak it's so hard
- 44:29to.
- 44:29It doesn't have to be expressed anyway.
- 44:31Ya udah, kita pelan-pelan aja
- 44:33menghilang.
- 44:33And we are not that special. Ngerti
- 44:35enggak sih, Kak? Kayak orang juga kalau
- 44:37kita pergi juga itu enggak mengubah
- 44:39hidup orang.
- 44:40Heh, kadang-kadang juga enggak kerasa
- 44:41juga kan. Impact allah.
- 44:43Oke. Satu lagi terakhir, kalau Fardiandi
- 44:45jadi teman, apa yang bakal orang dapat
- 44:47dari lo?
- 44:49Enggak dapat apa? Enggak, enggak.
- 44:51[tertawa]
- 44:52Emm, mungkin kamu akan kalau aku
- 44:54berteman tuh aku sangat-sangat intention
- 44:57banget sih, Kak. Jadi kayak aku yang the
- 44:59first one untuk ajak ngopi, kita akan
- 45:02ngobrol seru gitu. Terus kayak apalagi
- 45:04ya? Apa apalagi yang bisa aku berikan?
- 45:06Ya, kayak just not special at all. Cuma
- 45:08kayak
- 45:08saran atau mungkin
- 45:11just simply time
- 45:12ya kan.
- 45:12People thought kalau berteman sama
- 45:14Fardian di tiap hari dikasih motivasi
- 45:17padahal.
- 45:18No, I'm the one that need motivation.
- 45:21[tertawa]
- 45:22Enggak sih, Kak. Jadi kayak apa ya? Em,
- 45:26I'm being me.
- 45:27I
- 45:27ketika aku enggak senang dengan sesuatu
- 45:30dan aku masih pengin mempertahankan
- 45:32hubungan itu, aku akan sampaikan.
- 45:34Oke.
- 45:34Tapi ketika aku sudah enggak bisa
- 45:35mempertahankan, aku akan mundur
- 45:37pelan-pelan terus. menghilang.
- 45:38menghilang [tertawa]
- 45:40oke ini se terakhir kita
- 45:42ya
- 45:43teman seperti apa yang layak
- 45:44dipertahankan selamanya Far
- 45:47orang yang selalu ada pada saat kita
- 45:50lagi di posisi apapun
- 45:52karena kan pasti kawan-kawan semua di
- 45:53dalam hidup pasti ada satu dua orang
- 45:56yang udah melihat fase hidup kita gitu
- 45:59dari yang di atas banget sampai kita
- 46:01yang ngutang
- 46:02terus sem enggak ngutang deh itu pada
- 46:04saat kita lagi minus banget gitu
- 46:06pasti ada gitu orang-orang kayak gitu ya
- 46:08mereka dipertahankan tapi mempertahankan
- 46:12mereka pun harus tanpa ekspektasi.
- 46:15Betul.
- 46:16Karena ya once dia baik belum tentu dia
- 46:20selalu baik. Ini itu aja sih, Kak. Jadi
- 46:21kayak untuk bisa punya teman yang yang
- 46:24sefrekuensi jangan berekspektasi apa-apa
- 46:27and just be yourself.
- 46:28Karena your energy, your value bakal
- 46:32attract orang-orang yang sama dengan
- 46:33kamu gitu. True, true.
- 46:35Dan mungkin no judgement juga ya. Yes.
- 46:37Jadi em kadang-kadang em orang menerima
- 46:40kita ketika kita di atas, semua orang
- 46:43ngerubutin kita, begitu kita jatuh
- 46:45mereka menjauhi. Dan yang paling parah
- 46:46adalah mereka nge-judge karena kita
- 46:48begini begitu begini begitu. Padahal
- 46:50siklus hidup itu atas bawah tuh biasa
- 46:52banget.
- 46:52Betul. Iya. Apalagi pas Mines ada yang
- 46:55bilang kayak lu kurang ibadah sih. Kayak
- 46:58what? [tertawa]
- 47:00Wow.
- 47:00Ya itu sih.
- 47:01Berarti itu bukan teman yang
- 47:02dipertahankan seumur hidup.
- 47:04Oh, sangat. Pada saat itu udah enggak
- 47:05pernah ngobrol lagi.
- 47:06Iya. Baik. Bahaya [tertawa]
- 47:08terakhir banget buat yang ngasa
- 47:10sendirian atau enggak punya teman
- 47:13sefrekuensi
- 47:14apa yang pengin lu sampaikan atau
- 47:16mungkin mereka harus mulai dari mana?
- 47:19Aku selalu percaya bahwa selalu ya
- 47:21mulainya aku selalu percaya.
- 47:23It's oke dong karena ini pendapat
- 47:24pribadi. [tertawa] Iya iya betul betul.
- 47:26Iya biar ini ya
- 47:27aku juga motivator ya kan.
- 47:28Oh jangan ya guys [tertawa] penulis.
- 47:31Anyway
- 47:32I
- 47:33emm jangan aku soal percaya.
- 47:36Pertemanan itu selalu dimulai dari lead
- 47:38by example. Ketika aku pengin teman aku
- 47:41nilainya, aku harus minimal punya nilai
- 47:449 juga. Karena orang-orang nilai, dia
- 47:46pasti selalu nyari orang-orang di
- 47:48atasnya mereka gitu atau minimal setara
- 47:50gitu.
- 47:51Dan kalau pengin punya teman-teman
- 47:52berkualitas ya kita dulu yang harus
- 47:53berkualitas. Pengin punya teman yang
- 47:55suka baca buku, kita dulu yang harus
- 47:57suka baca buku. Pengin punya teman-teman
- 47:59yang enggak suka gosip, kita dulu yang
- 48:00jangan gosip-gosip gitu. Oh,
- 48:02itu sih. So, lead by example, improve
- 48:05diri kita. Suatu saat nanti kita akan
- 48:07dipertemukan dengan orang-orang yang
- 48:09yang punya value yang sama.
- 48:11H
- 48:11di saat yang tepat itu sih. So, focus on
- 48:15yourself, enjoy your solitude. There's
- 48:17nothing wrong with being alone gitu.
- 48:19I
- 48:19justru teman-teman yang bisa menikmati
- 48:22kesendiriannya adalah orang-orang yang
- 48:24paling loyal menurut aku pribadi ya.
- 48:25Karena karena dia udah menikmati
- 48:27kesendiriannya pada saat mereka
- 48:29berteman, dia treat orang lain tuh lebih
- 48:30lebih baik gitu buat aku ya. Far Andi,
- 48:34thank you banget buat waktunya for
- 48:36sharing about friendship.
- 48:37Oke, sukses terus ya buat kamu ya. Kita
- 48:39ketemu lagi di episode berikutnya. Thank
- 48:42you guys.
- 48:46[musik]
About this transcript
This page contains the full transcript of Cara Bangun Pertemanan Sehat & Melepas yang Toxic | Fardi Yandi. E38 by Rory Asyari, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 7,606 words across 1,483 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.