YouTube2Text

Bisakah Bersaing dengan Anak Muda? ft. ViewSonic VX2479-HD-PRO — Transcript

by greytogrey · 1,298 words · 221 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:00brand senior yang zaman dulu jadi
  2. 0:02rujukan banyak orang kalau lagi cari
  3. 0:04monitor. Kira-kira apakah dia bisa
  4. 0:07bersaing dengan anak-anak muda zaman
  5. 0:08sekarang?
  6. 0:14[Musik]
  7. 0:18Yah, pernah ada waktunya dunia rakit PC
  8. 0:20itu sangat simpel gitu ya. Brand yang
  9. 0:23ada di pasaran itu enggak banyak, Bre.
  10. 0:25bahkan monitor waktu itu ya cuma sedikit
  11. 0:28pemainnya dan salah satunya adalah view
  12. 0:30ini. Dan satu hal yang bikin view Sonic
  13. 0:31ini sampai hari ini masih dipercaya
  14. 0:34banyak orang dan tidak dipandang sebelah
  15. 0:35mata adalah konsistensinya untuk membuat
  16. 0:38ya cuma display doang produksinya ya
  17. 0:40udah display dan aksesorisnya aja enggak
  18. 0:42bikin yang macam-macam. Kalau yang lain
  19. 0:44kan beda tuh tadinya bikin apa, sekarang
  20. 0:46jadi SSD, jadi power supply, jadi casing
  21. 0:48dan banyak yang lainnya lah ya. Yang ini
  22. 0:50enggak, Bre, dia monitormonitor aja.
  23. 0:52Nah, zaman dulu itu orang-orangnya juga
  24. 0:55lebih simpel. Saya kalau beli monitor
  25. 0:56tolok ukur bagus atau enggaknya adalah
  26. 0:58dibawa ke rumah, dinyalain, dipakai,
  27. 1:00oke, ya sudah bagus gitu ya. Jadi kalau
  28. 1:02ditanya orang bagus atau enggak, bagus.
  29. 1:04Kenapa? Karena gua pakai baik-baik aja.
  30. 1:06Tapi kalau sekarang saya cari penyakit
  31. 1:07bre, beli monitor diukur semuanya respon
  32. 1:10time dan entah ada banyak banget. Jadi
  33. 1:12akhirnya ya tadi bagus jeleknya monitor
  34. 1:15jadi bergantung pada angka yang
  35. 1:16kecil-kecil termasuk monitor yang satu
  36. 1:19ini. Fusonic VX2479 HD Pro monitor 24
  37. 1:23inci full HD 180 Hz. Jenis monitor yang
  38. 1:26masih banyak dicari orang saat ini.
  39. 1:28Harga online-nya kita bisa dapat di
  40. 1:29kisaran R,5 jutaan kalau pas lagi promo
  41. 1:31bisa lebih murah lagi. Kira-kira apakah
  42. 1:33brand senior ini bisa bersaing dengan
  43. 1:34brand monitor muda zaman sekarang? Fus
  44. 1:36Sononic VX2479 HD Pro. Speknya sih
  45. 1:39kurang lebih aja kayak monitor lain di
  46. 1:41kelasnya. Ukuran layar 23,8 inci, panel
  47. 1:43IPS resolusi full HD, refresh rate 180
  48. 1:46Hz dengan claim response time 1 m. Kalau
  49. 1:49gambut main slow aja di 104% sRGB.
  50. 1:52Maximum brightness tertulis 250 nits
  51. 1:54dengan kontras rasio standar 1000 bing
  52. 1:561. Nanti kita akan buktikan bener atau
  53. 1:58enggak. Dia udah support AMD Free dan
  54. 2:00Gsyncatible serta support HDR10. Secara
  55. 2:02desain gak ada yang spesial dengan
  56. 2:04monitor ini. Layaknya monitor zaman
  57. 2:05sekarang mezelnya tipis di tiga sisi
  58. 2:07dengan tulisan view Sonic yang dulu
  59. 2:08selalu ada udah gak ada lagi diganti
  60. 2:11dengan gambar burung breh. Kok bisa
  61. 2:12burung ya? Sonic kan landak. Kesan
  62. 2:14klasik monitor ini saya rasakan dari
  63. 2:16akses OSD yang masih menggunakan tombol.
  64. 2:18Ada lima tombol di bagian kanan layar di
  65. 2:20mana kalau monitor baru dari brand baru
  66. 2:22sekarang udah pada pakai joystick, bre.
  67. 2:23Tapi yang senior macam viewonic dan AOC
  68. 2:25yang terakhir saya tes masih pakai
  69. 2:27tombol model begini. Kakinya terlihat
  70. 2:29simpel dengan base stand berbentuk
  71. 2:30segitiga tapi menggunakan bahan metal
  72. 2:32yang tebal. Dan ini membuat standnya
  73. 2:34terasa lebih kokoh dibandingin Xiaomi
  74. 2:36G24i yang walaupun sama-sama metal tapi
  75. 2:38tipis dan goyang-goyang. Untuk
  76. 2:40ergonomiknya, monitor ini cuma bisa tilt
  77. 2:42aja. Di mana mekanisme tilt-nya juga
  78. 2:44lebih meyakinkan dibandingkan Xiaomi
  79. 2:45G24i. Connectivity-nya ada dua port HDMI
  80. 2:48dan satu display port serta satu audio
  81. 2:51jack. Support Vesa Wallmount 100* 100
  82. 2:53dan Kensington lock. Sekarang kita lihat
  83. 2:55performance-nya. Kita mulai dari hal
  84. 2:56terbaik yang ada di monitor ini.
  85. 2:58Backlight LED-nya. Semua LED pasti
  86. 3:01flicker, tapi LED yang bagus, flickernya
  87. 3:03kecil, bre. Fonic VX 2479 HD Pro ini di
  88. 3:06brightness 100 nits, deviasi flickernya
  89. 3:08cuma 4%. Beberapa monitor lain yang udah
  90. 3:10dites, bahkan yang lebih mahal sekalipun
  91. 3:12pada 100 Nits ini biasanya ada di
  92. 3:14kisaran 10%. Masih aman sih, tapi view
  93. 3:16Sonic ini jauh lebih aman. benar-benar
  94. 3:19sah kalau disebut flicker free yang
  95. 3:20artinya user yang sensitif yang gampang
  96. 3:23pusing atau mual pakai monitor ini bakal
  97. 3:25aman-aman aja. Sekarang gaming
  98. 3:27performance Response time. Monitor ini
  99. 3:28punya tiga setting overdrive off,
  100. 3:30advance, dan ultra fast. Tebakan saya
  101. 3:32sih yang paling tengah, yang paling
  102. 3:34bagus kali ya. Kita coba lihat aja. Pada
  103. 3:36overdrive off, response tercepat
  104. 3:38tercatat 2,6 ms dengan average 6,08 dan
  105. 3:41tanpa overshoot. Secara visual
  106. 3:43ghosting-nya pasti muncul tapi tidak
  107. 3:45terlalu mengganggu. menggunakan setting
  108. 3:46overdrive advance bisa memperbaiki
  109. 3:48keadaan respon jadi lebih cepat di 2,2
  110. 3:50ms untuk terbaiknya dan average-nya
  111. 3:52turun jadi 4,7 ms dan masih tanpa
  112. 3:55overshoot. Dan sesuai harapan,
  113. 3:56ghostingnya menjadi semakin tipis tanpa
  114. 3:58ada gangguan inverse ghosting. Dan
  115. 4:00seperti biasa, setting overdrive
  116. 4:01tertinggi merusak semuanya. Ghosting dan
  117. 4:04inverse ghosting-nya muncul bersamaan
  118. 4:06setiap saat. Jadi, gunakanlah setting
  119. 4:08overdrive advance. Mau dipakai buat
  120. 4:10apapun enggak usah diganti-ganti.
  121. 4:12Sekarang untuk warna color gamut.
  122. 4:13Monitor ini low profile aja di 100% sRGB
  123. 4:16atau setara 73% di CP3. Kita bisa
  124. 4:19aktifkan mode sRGB di monitor ini. Tapi
  125. 4:21ternyata mode ini tidak mengunci
  126. 4:22parameter apapun. Jadi akhirnya
  127. 4:24keakuratan mode sRGB-nya kurang bisa
  128. 4:26dipegang. Wajar aja sih namanya monitor
  129. 4:28budget gitu kan. Pada mode bawaan ini,
  130. 4:30brightness bawaannya diset di 124 nits
  131. 4:32dengan black level 0,16 nits yang
  132. 4:34menghasilkan kontras rasio hanya 754 b
  133. 4:371. Lebih rendah dari spek yang nulisnya
  134. 4:391000 bing 1. Putihnya juga belum
  135. 4:41konsisten hingga mencapai 6.900 Kelvin.
  136. 4:43Gamma malah lebih kacau lagi. RGB
  137. 4:45balance juga menunjukkan warna biru yang
  138. 4:47lebih rendah dibandingin merah dan
  139. 4:49hijau. Akurasi warna bawaan juga enggak
  140. 4:51bagus. Average-nya 3,33 delta E dengan
  141. 4:53maksimum menyentuh 7,15 delta E. Tapi
  142. 4:56hal ini enggak jadi masalah karena
  143. 4:57memang semua monitor wajib dikalibrasi
  144. 5:00kalau memang cari akurasi. Mau
  145. 5:01melesetnya dikit ataupun banyak semuanya
  146. 5:03harus dikalibrasi. Seperti biasa, saya
  147. 5:05lakukan kalibrasi dengan setting
  148. 5:06brightness 100 nits D65. Terukur 100
  149. 5:09nitz bisa dicapai pada level brightness
  150. 5:1117% dan kontras 70%. Black level
  151. 5:13sayangnya enggak ikutan turun cuma dikit
  152. 5:15doang ke 0,12 nits dan kontras pun cuma
  153. 5:17jadi mepet 800 bing 1. Tapi putihnya
  154. 5:20udah pas di 65.500 500 Kelvin. Gamma
  155. 5:22juga udah cukup konsisten di 2,2 dengan
  156. 5:24gray balance juga jadi jauh lebih bagus.
  157. 5:26Akurasi warna juga udah oke banget
  158. 5:28dengan average udah 0,22 delta E dan
  159. 5:30maksimum hanya 1,3 delta E. Terakhir
  160. 5:32uniformity untuk warna area di ujung
  161. 5:35kiri atas dan kanan bawah terlihat punya
  162. 5:36deviasi paling besar lebih dari 4 delta
  163. 5:38E dan udah melebihi toleransi. Jadi
  164. 5:41kalau dipakai buat ngedit, lakukan
  165. 5:42pengaturan warna di area tengah layar
  166. 5:44aja. Tapi untuk luminance monitor ini
  167. 5:46termasuk bagus banget. Hampir semua area
  168. 5:48punya tingkat kecerahan yang seragam
  169. 5:50kecuali bagian paling ujung kanan bawah.
  170. 5:52Yap, itu dia tadi Fusonic VX2479 HD Pro.
  171. 5:56Secara harga dan performance sih ya
  172. 5:59enggak ada yang terlalu wow dari monitor
  173. 6:01ini ya. Jadi kalau dibandingin monitor
  174. 6:03lain sekelasnya ya dia ada beberapa poin
  175. 6:06dia lebih bagus tapi ada juga yang lebih
  176. 6:07jelek. Kalau kita lihat angkanya
  177. 6:09response time, View Sonic VX2479 HD Pro
  178. 6:12ini terhitung bagus dibandingin monitor
  179. 6:14180 Hz lain yang udah saya tes. Response
  180. 6:17tercepatnya hanya kalah dikit dari
  181. 6:18Philips Fnia, tapi average-nya paling
  182. 6:20cepat di antara yang lainnya. Color
  183. 6:21gamut dia dibuat 100% sRGB aja yang
  184. 6:24berarti sekelas dengan Lenovo R24E dan
  185. 6:26AOC24G4E.
  186. 6:27Kontras rasio ini yang menarik. Banyak
  187. 6:30monitor nulis 1000 bing 1 dan waktu
  188. 6:32diukur beneran bisa, tapi hanya saat
  189. 6:34brightness-nya tinggi. Begitu
  190. 6:35brightness-nya diturunin jadi 100 nits,
  191. 6:37kontrasnya banyak yang ikutan bubar.
  192. 6:40Nah, view Sonic VX2479 HD Pro ini
  193. 6:42terhitung not bad ya. Walaupun gak bisa
  194. 6:451000 banding 1, tapi pada brightness 100
  195. 6:47nits dia masih lebih bagus dibandingin
  196. 6:49AOC dan Lenovo. Tapi sekali lagi
  197. 6:52perbedaan angka ini kalau
  198. 6:53divisualisasikan kalau kita lihat
  199. 6:55aktualnya ya mungkin 111 aja hampir
  200. 6:58enggak bisa dibedain gitu ya karena
  201. 7:00selisih angkanya enggak terlalu jauh.
  202. 7:02Jadi silakan pertimbangkan lagi kalau
  203. 7:05pengin cari monitor harganya kok
  204. 7:06mirip-mirip. Mendingan beli yang mana.
  205. 7:08Silakan lihat angka-angka yang sudah
  206. 7:10saya tampilkan tadi dan pertimbangkan
  207. 7:12dengan harganya. terus ongkos kirimnya,
  208. 7:15garansi dan segala macam yang perlu
  209. 7:17dipertimbangkan. Oh ya, sama satu lagi
  210. 7:19saya enggak nge-share ICC profile untuk
  211. 7:21monitor ini. Dan udah beberapa lama saya
  212. 7:23juga enggak nge-share ICC profile
  213. 7:25sebelumnya. Dan untuk sementara waktu ke
  214. 7:26depannya saya juga belum akan nge-share
  215. 7:28ICC profile lagi. Bukan karena jahat
  216. 7:30atau pelit, karena di sini ada satu
  217. 7:32kesalahpahaman tentang ICC profile yang
  218. 7:34semakin hari malah semakin parah. Lebih
  219. 7:37detailnya akan saya jelaskan di video
  220. 7:39selanjutnya. Jadi video setelah yang
  221. 7:41satu ini doain bisa cepat ya.

About this transcript

This page contains the full transcript of Bisakah Bersaing dengan Anak Muda? ft. ViewSonic VX2479-HD-PRO by greytogrey, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 1,298 words across 221 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.