Bisakah Bersaing dengan Anak Muda? ft. ViewSonic VX2479-HD-PRO — Transcript
Full transcript
- 0:00brand senior yang zaman dulu jadi
- 0:02rujukan banyak orang kalau lagi cari
- 0:04monitor. Kira-kira apakah dia bisa
- 0:07bersaing dengan anak-anak muda zaman
- 0:08sekarang?
- 0:14[Musik]
- 0:18Yah, pernah ada waktunya dunia rakit PC
- 0:20itu sangat simpel gitu ya. Brand yang
- 0:23ada di pasaran itu enggak banyak, Bre.
- 0:25bahkan monitor waktu itu ya cuma sedikit
- 0:28pemainnya dan salah satunya adalah view
- 0:30ini. Dan satu hal yang bikin view Sonic
- 0:31ini sampai hari ini masih dipercaya
- 0:34banyak orang dan tidak dipandang sebelah
- 0:35mata adalah konsistensinya untuk membuat
- 0:38ya cuma display doang produksinya ya
- 0:40udah display dan aksesorisnya aja enggak
- 0:42bikin yang macam-macam. Kalau yang lain
- 0:44kan beda tuh tadinya bikin apa, sekarang
- 0:46jadi SSD, jadi power supply, jadi casing
- 0:48dan banyak yang lainnya lah ya. Yang ini
- 0:50enggak, Bre, dia monitormonitor aja.
- 0:52Nah, zaman dulu itu orang-orangnya juga
- 0:55lebih simpel. Saya kalau beli monitor
- 0:56tolok ukur bagus atau enggaknya adalah
- 0:58dibawa ke rumah, dinyalain, dipakai,
- 1:00oke, ya sudah bagus gitu ya. Jadi kalau
- 1:02ditanya orang bagus atau enggak, bagus.
- 1:04Kenapa? Karena gua pakai baik-baik aja.
- 1:06Tapi kalau sekarang saya cari penyakit
- 1:07bre, beli monitor diukur semuanya respon
- 1:10time dan entah ada banyak banget. Jadi
- 1:12akhirnya ya tadi bagus jeleknya monitor
- 1:15jadi bergantung pada angka yang
- 1:16kecil-kecil termasuk monitor yang satu
- 1:19ini. Fusonic VX2479 HD Pro monitor 24
- 1:23inci full HD 180 Hz. Jenis monitor yang
- 1:26masih banyak dicari orang saat ini.
- 1:28Harga online-nya kita bisa dapat di
- 1:29kisaran R,5 jutaan kalau pas lagi promo
- 1:31bisa lebih murah lagi. Kira-kira apakah
- 1:33brand senior ini bisa bersaing dengan
- 1:34brand monitor muda zaman sekarang? Fus
- 1:36Sononic VX2479 HD Pro. Speknya sih
- 1:39kurang lebih aja kayak monitor lain di
- 1:41kelasnya. Ukuran layar 23,8 inci, panel
- 1:43IPS resolusi full HD, refresh rate 180
- 1:46Hz dengan claim response time 1 m. Kalau
- 1:49gambut main slow aja di 104% sRGB.
- 1:52Maximum brightness tertulis 250 nits
- 1:54dengan kontras rasio standar 1000 bing
- 1:561. Nanti kita akan buktikan bener atau
- 1:58enggak. Dia udah support AMD Free dan
- 2:00Gsyncatible serta support HDR10. Secara
- 2:02desain gak ada yang spesial dengan
- 2:04monitor ini. Layaknya monitor zaman
- 2:05sekarang mezelnya tipis di tiga sisi
- 2:07dengan tulisan view Sonic yang dulu
- 2:08selalu ada udah gak ada lagi diganti
- 2:11dengan gambar burung breh. Kok bisa
- 2:12burung ya? Sonic kan landak. Kesan
- 2:14klasik monitor ini saya rasakan dari
- 2:16akses OSD yang masih menggunakan tombol.
- 2:18Ada lima tombol di bagian kanan layar di
- 2:20mana kalau monitor baru dari brand baru
- 2:22sekarang udah pada pakai joystick, bre.
- 2:23Tapi yang senior macam viewonic dan AOC
- 2:25yang terakhir saya tes masih pakai
- 2:27tombol model begini. Kakinya terlihat
- 2:29simpel dengan base stand berbentuk
- 2:30segitiga tapi menggunakan bahan metal
- 2:32yang tebal. Dan ini membuat standnya
- 2:34terasa lebih kokoh dibandingin Xiaomi
- 2:36G24i yang walaupun sama-sama metal tapi
- 2:38tipis dan goyang-goyang. Untuk
- 2:40ergonomiknya, monitor ini cuma bisa tilt
- 2:42aja. Di mana mekanisme tilt-nya juga
- 2:44lebih meyakinkan dibandingkan Xiaomi
- 2:45G24i. Connectivity-nya ada dua port HDMI
- 2:48dan satu display port serta satu audio
- 2:51jack. Support Vesa Wallmount 100* 100
- 2:53dan Kensington lock. Sekarang kita lihat
- 2:55performance-nya. Kita mulai dari hal
- 2:56terbaik yang ada di monitor ini.
- 2:58Backlight LED-nya. Semua LED pasti
- 3:01flicker, tapi LED yang bagus, flickernya
- 3:03kecil, bre. Fonic VX 2479 HD Pro ini di
- 3:06brightness 100 nits, deviasi flickernya
- 3:08cuma 4%. Beberapa monitor lain yang udah
- 3:10dites, bahkan yang lebih mahal sekalipun
- 3:12pada 100 Nits ini biasanya ada di
- 3:14kisaran 10%. Masih aman sih, tapi view
- 3:16Sonic ini jauh lebih aman. benar-benar
- 3:19sah kalau disebut flicker free yang
- 3:20artinya user yang sensitif yang gampang
- 3:23pusing atau mual pakai monitor ini bakal
- 3:25aman-aman aja. Sekarang gaming
- 3:27performance Response time. Monitor ini
- 3:28punya tiga setting overdrive off,
- 3:30advance, dan ultra fast. Tebakan saya
- 3:32sih yang paling tengah, yang paling
- 3:34bagus kali ya. Kita coba lihat aja. Pada
- 3:36overdrive off, response tercepat
- 3:38tercatat 2,6 ms dengan average 6,08 dan
- 3:41tanpa overshoot. Secara visual
- 3:43ghosting-nya pasti muncul tapi tidak
- 3:45terlalu mengganggu. menggunakan setting
- 3:46overdrive advance bisa memperbaiki
- 3:48keadaan respon jadi lebih cepat di 2,2
- 3:50ms untuk terbaiknya dan average-nya
- 3:52turun jadi 4,7 ms dan masih tanpa
- 3:55overshoot. Dan sesuai harapan,
- 3:56ghostingnya menjadi semakin tipis tanpa
- 3:58ada gangguan inverse ghosting. Dan
- 4:00seperti biasa, setting overdrive
- 4:01tertinggi merusak semuanya. Ghosting dan
- 4:04inverse ghosting-nya muncul bersamaan
- 4:06setiap saat. Jadi, gunakanlah setting
- 4:08overdrive advance. Mau dipakai buat
- 4:10apapun enggak usah diganti-ganti.
- 4:12Sekarang untuk warna color gamut.
- 4:13Monitor ini low profile aja di 100% sRGB
- 4:16atau setara 73% di CP3. Kita bisa
- 4:19aktifkan mode sRGB di monitor ini. Tapi
- 4:21ternyata mode ini tidak mengunci
- 4:22parameter apapun. Jadi akhirnya
- 4:24keakuratan mode sRGB-nya kurang bisa
- 4:26dipegang. Wajar aja sih namanya monitor
- 4:28budget gitu kan. Pada mode bawaan ini,
- 4:30brightness bawaannya diset di 124 nits
- 4:32dengan black level 0,16 nits yang
- 4:34menghasilkan kontras rasio hanya 754 b
- 4:371. Lebih rendah dari spek yang nulisnya
- 4:391000 bing 1. Putihnya juga belum
- 4:41konsisten hingga mencapai 6.900 Kelvin.
- 4:43Gamma malah lebih kacau lagi. RGB
- 4:45balance juga menunjukkan warna biru yang
- 4:47lebih rendah dibandingin merah dan
- 4:49hijau. Akurasi warna bawaan juga enggak
- 4:51bagus. Average-nya 3,33 delta E dengan
- 4:53maksimum menyentuh 7,15 delta E. Tapi
- 4:56hal ini enggak jadi masalah karena
- 4:57memang semua monitor wajib dikalibrasi
- 5:00kalau memang cari akurasi. Mau
- 5:01melesetnya dikit ataupun banyak semuanya
- 5:03harus dikalibrasi. Seperti biasa, saya
- 5:05lakukan kalibrasi dengan setting
- 5:06brightness 100 nits D65. Terukur 100
- 5:09nitz bisa dicapai pada level brightness
- 5:1117% dan kontras 70%. Black level
- 5:13sayangnya enggak ikutan turun cuma dikit
- 5:15doang ke 0,12 nits dan kontras pun cuma
- 5:17jadi mepet 800 bing 1. Tapi putihnya
- 5:20udah pas di 65.500 500 Kelvin. Gamma
- 5:22juga udah cukup konsisten di 2,2 dengan
- 5:24gray balance juga jadi jauh lebih bagus.
- 5:26Akurasi warna juga udah oke banget
- 5:28dengan average udah 0,22 delta E dan
- 5:30maksimum hanya 1,3 delta E. Terakhir
- 5:32uniformity untuk warna area di ujung
- 5:35kiri atas dan kanan bawah terlihat punya
- 5:36deviasi paling besar lebih dari 4 delta
- 5:38E dan udah melebihi toleransi. Jadi
- 5:41kalau dipakai buat ngedit, lakukan
- 5:42pengaturan warna di area tengah layar
- 5:44aja. Tapi untuk luminance monitor ini
- 5:46termasuk bagus banget. Hampir semua area
- 5:48punya tingkat kecerahan yang seragam
- 5:50kecuali bagian paling ujung kanan bawah.
- 5:52Yap, itu dia tadi Fusonic VX2479 HD Pro.
- 5:56Secara harga dan performance sih ya
- 5:59enggak ada yang terlalu wow dari monitor
- 6:01ini ya. Jadi kalau dibandingin monitor
- 6:03lain sekelasnya ya dia ada beberapa poin
- 6:06dia lebih bagus tapi ada juga yang lebih
- 6:07jelek. Kalau kita lihat angkanya
- 6:09response time, View Sonic VX2479 HD Pro
- 6:12ini terhitung bagus dibandingin monitor
- 6:14180 Hz lain yang udah saya tes. Response
- 6:17tercepatnya hanya kalah dikit dari
- 6:18Philips Fnia, tapi average-nya paling
- 6:20cepat di antara yang lainnya. Color
- 6:21gamut dia dibuat 100% sRGB aja yang
- 6:24berarti sekelas dengan Lenovo R24E dan
- 6:26AOC24G4E.
- 6:27Kontras rasio ini yang menarik. Banyak
- 6:30monitor nulis 1000 bing 1 dan waktu
- 6:32diukur beneran bisa, tapi hanya saat
- 6:34brightness-nya tinggi. Begitu
- 6:35brightness-nya diturunin jadi 100 nits,
- 6:37kontrasnya banyak yang ikutan bubar.
- 6:40Nah, view Sonic VX2479 HD Pro ini
- 6:42terhitung not bad ya. Walaupun gak bisa
- 6:451000 banding 1, tapi pada brightness 100
- 6:47nits dia masih lebih bagus dibandingin
- 6:49AOC dan Lenovo. Tapi sekali lagi
- 6:52perbedaan angka ini kalau
- 6:53divisualisasikan kalau kita lihat
- 6:55aktualnya ya mungkin 111 aja hampir
- 6:58enggak bisa dibedain gitu ya karena
- 7:00selisih angkanya enggak terlalu jauh.
- 7:02Jadi silakan pertimbangkan lagi kalau
- 7:05pengin cari monitor harganya kok
- 7:06mirip-mirip. Mendingan beli yang mana.
- 7:08Silakan lihat angka-angka yang sudah
- 7:10saya tampilkan tadi dan pertimbangkan
- 7:12dengan harganya. terus ongkos kirimnya,
- 7:15garansi dan segala macam yang perlu
- 7:17dipertimbangkan. Oh ya, sama satu lagi
- 7:19saya enggak nge-share ICC profile untuk
- 7:21monitor ini. Dan udah beberapa lama saya
- 7:23juga enggak nge-share ICC profile
- 7:25sebelumnya. Dan untuk sementara waktu ke
- 7:26depannya saya juga belum akan nge-share
- 7:28ICC profile lagi. Bukan karena jahat
- 7:30atau pelit, karena di sini ada satu
- 7:32kesalahpahaman tentang ICC profile yang
- 7:34semakin hari malah semakin parah. Lebih
- 7:37detailnya akan saya jelaskan di video
- 7:39selanjutnya. Jadi video setelah yang
- 7:41satu ini doain bisa cepat ya.
About this transcript
This page contains the full transcript of Bisakah Bersaing dengan Anak Muda? ft. ViewSonic VX2479-HD-PRO by greytogrey, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 1,298 words across 221 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.