Begini Cara Alloh Menyelesaikan Masalah Hidup Seorang Hamba | Ustadz Adi Hidayat — Transcript
Full transcript
- 0:00Tuh kalau sudah rasanya saya punya
- 0:01Allah, semua masalah seberat apapun
- 0:04pasti kecil.
- 0:06Itu yang kurang, Bu.
- 0:08Karena semua diukurnya dengan materi.
- 0:12Oh, ini anak-anak mau sekolah kurang ini
- 0:15malam kurang makan ini kurang kendaraan
- 0:18yang dirasakan kurang. Ukurannya apa?
- 0:20materi. Tapi ketika orang mengatakan,
- 0:23"Saya punya Allah dan Allah segalanya,"
- 0:25maka setidaknya beban hidupnya akan
- 0:27berkurang dan semua apa yang akan dicari
- 0:29sesuai dengan kebutuhan.
- 0:31Maka saya kembalikan kenapa yang pertama
- 0:34yang dilatih adalah salat dan itu mutlak
- 0:36bagi seorang perempuan? Karena nanti
- 0:38curhatan terbesar ibu ketika menghadapi
- 0:42tantangan dalam rumah tangga itu akan
- 0:44banyak persoalan-persoalan yang
- 0:45diringankan oleh Allah ketika Ibu
- 0:47optimal dalam salatnya. Ibu bersyukurlah
- 0:50catat ini kalimat saya. Kalau Ibu jaga
- 0:53salat dengan baik, nanti saya tunjukkan
- 0:55yang pernah saya katakan minimal 40
- 0:57rakaat saja. 40 rakaat. Kalau yang salat
- 1:00fardu berapa?
- 1:0217 ya. Subuh berapa?
- 1:05Dua. Zuhur 4, Asar 4, Magrib,
- 1:09Isya.
- 1:10Ingat rumusnya ya. Itu nomor telepon
- 1:12Allah koneksinya 24434.
- 1:15Jumlah 17 sisanya 23 di mana? 12-nya
- 1:19rawatib.
- 1:21Oke.
- 1:2311nya tahajud.
- 1:25Ibu jaga aja dulu ini yang 40 dan lihat
- 1:28apa yang terjadi setelah konsisten
- 1:30menunaikan itu. Sebulan aja dulu.
- 1:32Sebulan dulu.
- 1:34Lihat apa yang terjadi setelah itu.
- 1:36Ketika ibu menitipkan curhatnya kepada
- 1:38Allah, membangun konektivitas dengan
- 1:40anak dan suami serta keluarga yang
- 1:43linknya tersambung ke Allah, maka Allah
- 1:45akan berkenan menjaga di setiap keadaan
- 1:47tanpa cela sedikit pun.
- 1:49Demi Allah saya katakan, apresiasi
- 1:52tertinggi dari Allah kepada seorang
- 1:54perempuan yang telah berumah tangga
- 1:57ternyata bukan profesi dunianya, tapi
- 1:59ketika ibu bisa optimal menjadi seorang
- 2:02ibu dengan semua tugasnya.
- 2:05Kalau belum menikah, jadi seorang anak
- 2:06dengan tugasnya. Kalau menikah belum
- 2:08punya anak, jadi seorang istri dengan
- 2:10tugasnya. Nanti saya turunkan
- 2:11hadis-hadisnya.
- 2:13Jadi ibu itu ke surga, maaf ya, kalau
- 2:16nanti masuk dengan izin Allah misalnya,
- 2:18tingkat tertingginya itu bukan karena
- 2:20misalnya aktif mendampingi kegiatan di
- 2:23luar,
- 2:25bukan karena aktif punya kegiatan banyak
- 2:27dengan teman-teman, bukan. yang paling
- 2:29utama
- 2:41qod aflahal
- 2:44mukminun.
- 2:45Sudah
- 2:47saya pernah sampaikan, perhatikan
- 2:48terjemahannya
- 2:50akan menggenggam kesuksesan dan
- 2:53kebahagiaan
- 2:55setiap insan beriman itu.
- 2:58Jadi kalau kita sudah beriman dan
- 3:00imannya digunakan untuk bersikap bukan
- 3:02hanya dengan akal, Allah jamin cepat
- 3:06atau lambat akan diantarkan pada
- 3:07kesuksesan dan kebahagiaan. Bukan hanya
- 3:09sukses ya, tapi kesuksesan yang
- 3:12membahagiakan. Suami Anda sukses di
- 3:14pekerjaan, tapi kesuksesan itu tidak
- 3:17membawa kebahagiaan ke rumah. Nyaman
- 3:19enggak? Enggak membawa ketenangan.
- 3:21Nyaman enggak? Pilih mana? Kaya tapi
- 3:24gelisah atau miskin tapi tenang?
- 3:28Kaya tapi tenang. Tetap ya pilih ketiga.
- 3:33Lihat baik-baik. Maka lakukan semua
- 3:36dengan pendekatan iman. Kalau sudah
- 3:38pakai iman, bahasa singkatnya niatkan
- 3:42ibadah.
- 3:45Jadi ibu tugas apapun ya Anda sebagai
- 3:48anak, sebagai istri, sebagai ibu dan ke
- 3:51atasnya kalau berperan dalam kehidupan,
- 3:53kalau ada kalimat iman maksudnya niatkan
- 3:56ibadah karena Allah.
- 4:02Maaf dengan kalimat ini.
- 4:05Ibu merawat anak,
- 4:08memandikan, menyekolahkan, menyayangi,
- 4:10memeluk sebelum tidur. Saya tanya, itu
- 4:13karena sayang, karena cinta, atau karena
- 4:15ibadah?
- 4:17Masa?
- 4:22Kalau ibadah tu pasti karena Allah.
- 4:24Kalau iman pasti karena Allah. Alladzina
- 4:26yukminuna bil ghaib. Nih ada saya lihat
- 4:28anak-anak nih ya. Ibu tuh merawat,
- 4:30menggendong, mendidik dan sebagainya
- 4:32kepada anak karena sayang atau karena
- 4:34Allah?
- 4:39Apa standarnyan?
- 4:42Standarnya ketika kita mengerjakan semua
- 4:45karena Allah, maka ukurannya semua yang
- 4:48dikerjakan akan dipastikan sesuai dengan
- 4:50ketentuan Allah.
- 4:53Di mana disekolahkan anak ibu?
- 4:55Jangan-jangan Anda mengatakan, "Saya
- 4:56mendidik karena Allah, tapi Anda
- 4:58sekolahkan di tempat yang tidak pernah
- 4:59mengenal Allah."
- 5:02Di sekolahnya enggak ada pelajaran
- 5:03salat, enggak ada baca Quran. Apa yang
- 5:07Anda berikan untuk anak Anda? Lihat
- 5:09pakaiannya.
- 5:10Katanya karena Allah, tapi dia
- 5:12menggunakan pakaian yang auratnya
- 5:13terbuka yang Allah enggak suka.
- 5:16Lihat mainannya.
- 5:18Apa yang ia kelola dengan mainan itu?
- 5:20Apakah mendekatkan pada Allah atau
- 5:21menjauhkan dari Allah?
- 5:23Lihat tayangannya, apa yang dia tonton
- 5:26yang menjadi tuntunan dia dalam
- 5:28berkehidupan. Kalau ada anak
- 5:29kata-katanya kotor, ada anak perilakunya
- 5:32menyimpang, yang pertama dilakukan
- 5:35jangan dulu pojokkan dan marahi anaknya.
- 5:38Kembalikan kepada sikap orang tuanya.
- 5:41Istigfar dulu. Maka mulai hari ini kalau
- 5:44Anda ingin mengikuti jejak Sayidah
- 5:46Khadijah, mulai sekarang gerbangnya
- 5:48dibuka. Niatkan semua kegiatan karena
- 5:52Allah.
- 5:53Nah, apa yang harus dilakukan pertama
- 5:55kali untuk itu? Lanjut ayat keduanya.
- 5:58Alladzina hum fi shatihim
- 6:02kyiun.
- 6:03Pelan-pelan.
- 6:06Kurikulum yang pertama dimulai dari
- 6:08salat.
- 6:10Saya ulangi. Dimulai dari apa?
- 6:13Kata Allah, "Penghuni surga firdaus itu
- 6:16terlihat yang pertama dari ciri
- 6:19salatnya, bukan sekedar menunaikan
- 6:21salat.
- 6:23Tapi dia mencoba untuk mendapatkan
- 6:24kekhusyukan dalam salatnya.
- 6:27Pelan-pelan.
- 6:29Ini saya belum bicara dengan suami ya.
- 6:31Bicara status ibu dulu. Sebagai istri,
- 6:34sebagai ibu, sebagai anak. Maka kalau
- 6:36ingin levelnya naik mengikuti jejak
- 6:39Sayidah Khadijah, maka yang pertama
- 6:41dibangun hubungan dengan Allah dulu.
- 6:44Dalam bahasa Arab, hubungan kuat itu
- 6:46yang sulit dipisahkan disebut dengan
- 6:48silah.
- 6:50Ibu pernah dengar silaturahmi?
- 6:52silaturahim. Kenapa disebut silaturahim?
- 6:55Maksudnya hubungan perhatian yang kuat
- 6:58yang saat berpisah pun masih ingat,
- 7:00masih mendoakan, masih mengenal. J
- 7:02silaturahim yang sukses tuh bukan Anda
- 7:04ketemu, Anda nyapa, bukan. Kalau Anda
- 7:06nyapa, orangnya ada, wajar. Tapi kalau
- 7:09Anda berpisah masih ingat teman, masih
- 7:11didoakan, masih di-support, itulah
- 7:13silaturahim.
- 7:15Nah, ibadah yang melatih kita terhubung
- 7:17kuat dengan Allah sehingga di mana pun
- 7:20tersambung dan dijaga oleh Allah itu
- 7:22disebut dengan salat namanya. Maka
- 7:25ketika diminta untuk salat sebetulnya
- 7:28itu ibadah personal yang Allah inginkan
- 7:31untuk merubah perilaku kita dan pribadi
- 7:33kita supaya lebih dekat dengan Allah.
- 7:35Makanya panggilannya itu bukan panggilan
- 7:37beban, Bu. Bukan panggilan rukuk. Bukan
- 7:40panggilan sujud.
- 7:42Coba dengarkan kalau orang yang sedang
- 7:43azan muazzin tuh salat ya azan. Maaf
- 7:46saat sedang mengumandangkan azan. Hayya
- 7:48alas shah. Ayo salat. Setelah itu apa?
- 7:54Hayya alal falah. Ayo sukses. Ayo
- 7:57bahagia. Falah itu kalau sudah digenggam
- 8:00jadi aflah. Orang yang menggenggam
- 8:02kesuksesan kebahagiaan. Qod aflahal
- 8:05mukminun. Orang beriman pasti
- 8:08menggenggam kesuksesan, kebahagiaan
- 8:10karena dia dekat dengan Allah.
- 8:14Punya Allah itu luar biasa.
- 8:16Saya kurang lebih sepekan lalu saya
- 8:20ceramah
- 8:21di antara para dai-dai se-Indonesia dari
- 8:2328 provinsi.
- 8:26Saya bilang, "Teman-teman,
- 8:29yang kurang dari dai sekarang itu
- 8:33adalah rasa punya Allah.
- 8:36Sehingga dakwah yang disampaikan
- 8:39kadang-kadang terkontaminasi dengan
- 8:42materi dan duniawi.
- 8:44Pilih-pilih dalam berdakwah, tidak
- 8:46optimal dalam menyampaikan ilmu.
- 8:48Timbangannya kadang-kadang materi.
- 8:50Karena apa? Yang kurang adalah rasa
- 8:53keyakinan bahwa saya punya Allah.
- 8:56Tuh. Kalau sudah rasanya saya punya
- 8:58Allah, semua masalah seberat apapun
- 9:01pasti kecil.
- 9:03Itu yang kurang, Bu.
- 9:05Karena semua diukurnya dengan materi.
- 9:08Oh, ini anak-anak mau sekolah kurang ini
- 9:11malam kurang makan ini kurang kendaraan
- 9:14yang dirasakan kurang. Ukurannya apa?
- 9:16Materi. Tapi ketika orang mengatakan
- 9:19saya punya Allah dan Allah segalanya
- 9:22maka setidaknya beban hidupnya akan
- 9:23berkurang dan semua apa yang akan dicari
- 9:26sesuai dengan kebutuhan.
- 9:28Maka saya kembalikan kenapa yang pertama
- 9:30yang dilatih adalah salat dan itu mutlak
- 9:32bagi seorang perempuan? Karena nanti
- 9:35curhatan terbesar ibu ketika menghadapi
- 9:38tantangan dalam rumah tangga itu akan
- 9:40banyak persoalan-persoalan yang
- 9:42diringankan oleh Allah ketika Ibu
- 9:44optimal dalam salatnya.
- 9:47Contoh, tuliskan Quran surah ke-12 ayat
- 9:5085.
- 9:52Ibu kenal Nabi Yakub?
- 9:54Saya bilang kenal. Saya pulang.
- 9:57Nabi Yakub bapaknya siapa?
- 10:00Nabi Yu
- 10:02Yusuf Alaih Salam. Ibu masih ingat Nabi
- 10:05Yusuf punya berapa saudara?
- 10:0712 ya. Baik. Beliau anak yang ke berapa?
- 10:12Anak yang ke-11 dari ibu yang ketiga.
- 10:14Adiknya Bunyamin. Secara singkat, Nabi
- 10:17Yusuf kemudian oleh saudara-saudaranya
- 10:20punya persoalan,
- 10:22lalu berpisah dengan keluarga.
- 10:25Tapi yang paling menarik adalah
- 10:27bagaimana ayahnya bisa memendam
- 10:31perasaan berpuluh tahun yang beliau
- 10:33memang tahu ini perilaku anaknya.
- 10:37Tapi itu bisa dipendam
- 10:40dan dicurhatkan sepenuh hatinya,
- 10:43dituangkan sepenuh jiwanya. Itu bukan
- 10:46kepada manusia.
- 10:49Bahasa Qurannya innama asku bi wa
- 10:51huzniallah.
- 10:53Saya kalau punya masalah, kata Nabi
- 10:55Yakub, curhatnya tuh ke Allah dan itu
- 10:57menjadi sanad curhat. Nanti kalau ada
- 10:59lagi belajar dengan saya, kita bikin
- 11:01judul fikih curhat
- 11:04itu ada di Quran.
- 11:06Jadi ketika Anda mencurhatkan kata Nabi
- 11:08Yaakub Alaih Salam, "Saya itu kalau
- 11:10curhat langsung sama pemberi solusi.
- 11:13Setiap kali saya curhat bukan hanya
- 11:15diberi solusi, tapi Allah beri jalan
- 11:17sampai mengangkat derajat."
- 11:19Apa yang dilakukan Nabi Yaakub itu?
- 11:21Kapan beliau curhatnya? saat salat.
- 11:24Makanya semua nabi, semua rasul, bahkan
- 11:27Sayidah Maryam itu punya mihrab untuk
- 11:30salat.
- 11:31Nabi Musa salat, Quran surah ke-20 ayat
- 11:33ke-14. Nabi Isa salat Quran surah ke-19
- 11:36ayat 31 sampai 33. Nabi Ismail salat
- 11:40bahkan minta keluarganya salat. Quran
- 11:41surah ke-19 ayat 55. Nabi Zakaria saat
- 11:44minta keturunan sama Allah, padahal kata
- 11:47medis, "nggak mungkin punya keturunan.
- 11:48Itu curhatnya saat salat." Qur'an surah
- 11:51ke-3 ayat 38. sampai 39.
- 11:54Nah, Ibu jangan kira pekerjaan tugas di
- 11:58rumah tangga itu akan lebih ringan
- 12:01dibandingkan dengan laki-laki yang
- 12:02bekerja di luar rumah. Belum tentu.
- 12:05Belum tentu. Itu makanya amalan pertama
- 12:07yang dikuatkan, dibimbing oleh Nabi,
- 12:09kenapa salat? Karena setiap nanti ibu
- 12:11punya persoalan maka Allah memberikan
- 12:13dua jalan. Imma, memudahkan persoalannya
- 12:17sebelum diterima. Bukan enggak punya
- 12:18masalah,
- 12:20Bu.
- 12:22Bu,
- 12:24kalau dibanding Ibu masalah saya paling
- 12:26banyak. Karena masalah ibu pun
- 12:29dimintakan saya juga yang
- 12:30menyelesaikannya kan.
- 12:32Pertanyaan-pertanyaan pertanyaan itu
- 12:34kalau kita jawab pakai maaf sekali
- 12:37pendekatan diri kita sendiri, kemampuan
- 12:40emosi intelektual capek.
- 12:43Apa yang menjadikan itu ringan? Bukan
- 12:45berarti enggak punya masalah.
- 12:47Kadang-kadang Allah ringankan masalahnya
- 12:50sebelum dialaminya.
- 12:52Sehingga masalah yang serupa bagi orang
- 12:53berat bagi dia ringan karena diringankan
- 12:55di awal. Ibu bersyukurlah catat ini
- 12:58kalimat saya. Kalau Ibu jaga salat
- 13:00dengan baik, nanti saya tunjukkan yang
- 13:03pernah saya katakan minimal 40 rakaat
- 13:05saja. 40 rakaat. Kalau yang salat fardu
- 13:08berapa?
- 13:1017 ya. Subuh berapa?
- 13:12Dua. Zuhur 4. Asar 4. Magrib
- 13:16isya.
- 13:17Ingat rumusnya ya. Itu nomor telepon
- 13:19Allah koneksinya 24434
- 13:22jumlah 17
- 13:24sisanya 23 di mana? 12-nya rawatib
- 13:29oke
- 13:3011nya tahajud.
- 13:33Ibu jaga aja dulu ini yang 40 dan lihat
- 13:35apa yang terjadi setelah konsisten
- 13:37menunaikan itu. Sebulan aja dulu.
- 13:39Sebulan dulu.
- 13:41Lihat apa yang terjadi setelah itu.
- 13:45Maka nanti kalau sudah terkoneksi ke
- 13:47dalam jiwa, sudah enak salatnya, itu
- 13:49yang disebut dengan khusyuk. Suasananya
- 13:51beda, Bu. Bukan ngejar selesai salat,
- 13:54tapi menikmati setiap bacaan dan gerakan
- 13:56dalam salat. Pernah enggak ada masa-masa
- 13:59ketika salat enak itu rukuknya? Pernah
- 14:02enggak? Sujudnya nikmat? Pernah begitu?
- 14:05Itulah khusyuk itu. Kalau ibu sedang
- 14:08mencapai titik itu kemudian salat dan
- 14:11minta sesuatu itu tidak ada sekat yang
- 14:13terhijab yang dikabulkan oleh Allah
- 14:15Subhanahu wa taala. Saya beri bocoran.
- 14:19Ada rahasia tapi ini di antara kita saja
- 14:20ya siang hari ini.
- 14:23Imam albukhari itu matanya buta Bu dari
- 14:27usia 4 tahun. Usia 2 tahun ayah
- 14:30meninggal. usia 4 tahun matanya buta
- 14:32permanen. Secara medis enggak mungkin
- 14:34sembuh.
- 14:36Apa yang dilakukan? Singkat saja,
- 14:39Albukhari kecil menghafal Quran lalu
- 14:42datang ke ibunya, "Saya ingin belajar
- 14:44hadis." Kata ibunya, "Cukupkan dengan
- 14:46Quran dulu, nanti baru kemudian belajar
- 14:48hadis." Pulang berangkat datang ke
- 14:51kamarnya murajaah, ibunya melihat itu
- 14:54langsung minta kepada Allah masuk ke
- 14:57mihrabnya. Ini rahasia yang ingin saya
- 14:59sampaikan. Mihrab itu tempat khusus yang
- 15:02hanya digunakan untuk ibadah, khususnya
- 15:04salat dan itu bisa mempercepat
- 15:07terkabulnya doa. Dalilnya Quran surah
- 15:10ke-3 Ali Imran ayat 37 paling kiri
- 15:13sebelah bawah di pojok.
- 15:15Mihrab hanya di masjid, Bu. Makanya
- 15:18kenapa imam di masjid punya mihrab kan
- 15:20imam kalau ngimamin di mihrab kan.
- 15:22Karena imam yang mimpin doa. Kalau
- 15:24imamnya benar, bagus di mihrab cepat
- 15:26terjawab.
- 15:28Nah, ibu tidak harus ke masjid. Di rumah
- 15:31bikin satu tempat. Kalau ada kamar
- 15:33bagus, kalau enggak ada pun bentangan
- 15:35sejadah aja. Saya dulu saat pulang
- 15:38pertama awal menikah, kita ngontrak
- 15:40dipetakan itu nikmat sekali ya. Salah
- 15:43satu ibu jangan saya tuh menikmati di
- 15:45mana pun kita tinggal. Saya awal menikah
- 15:47Bu dengan istri itu.
- 15:49Itu menikmati satu ada kasur yang ukuran
- 15:53yang paling kecil apa ya? Yang kalau
- 15:55tidur cuman buat seorang gitu.
- 15:57Ada ya. Ya, saya enggak hafal lah
- 15:59pokoknya itu ya. Jadi kalau saya pulang
- 16:03kemudian
- 16:05istri saya bangun, "Buy, ya, tidur
- 16:07katanya." Ah, enggak ah. Saya di lantai
- 16:10aja. Oh, enggak. Katanya saya gerah.
- 16:12Saya yang di lantai. Tapi kami
- 16:15menyempatkan membuat satu hamparan
- 16:17sejadah untuk mihrab
- 16:19itu untuk berdoa aja, untuk salat aja,
- 16:21dikhususkan untuk ibadah. Tidak ada satu
- 16:24pun yang diminta kecuali terjawab.
- 16:29Dan sampai sekarang kita enggak pernah
- 16:30membedakan di mana kita tinggal
- 16:32beraktivitas tapi dari ujung kepala
- 16:33sampai ujung kaki nyaris tidak pernah
- 16:35beli.
- 16:37Ini saya enggak beli, Bu
- 16:39ya. Tapi kalau ada yang baru biasanya
- 16:41yang sudah ada saya lepas. Kemarin saya
- 16:43lepas satu datang dua peci.
- 16:46Ini enggak beli ini
- 16:49sampai ke bawah sampai ke sendal tuh
- 16:50enggak beli. Ini kacamata kalau ada
- 16:52model baru tiba-tiba datang. Saya enggak
- 16:54tahu dari mana. Ujung kepala sampai
- 16:57ujung kaki itu mihrab. Yang mau saya
- 16:59katakan ibu jangan lihat saya. Allah
- 17:02berikan kesempatan yang sama untuk semua
- 17:04hamba. Curhatkan di situ. Ibunda Imam
- 17:07albukhari masuk ke mihrabnya salat dua
- 17:09rakaat memohon kepada Allah supaya
- 17:12disembuhkan mata anaknya. berdoa sampai
- 17:14tertidur. Secara singkat, begitu selesai
- 17:17salatnya tertidur dalam doanya. Teriba
- 17:20kemudian anaknya mengalami sesuatu yang
- 17:22luar biasa. Sedang murajaah surah QF,
- 17:24tiba-tiba terbuka matanya bisa melihat
- 17:26kembali.
- 17:28Jadi ketika ibu salat dan punya mihrab
- 17:30jangan dikira itu biasa. Itu yang bisa
- 17:33meringankan suami dalam kesulitan. Ibu,
- 17:35siapa yang tahu suami ada yang ganggu di
- 17:36kantornya,
- 17:38ada yang iseng, ada yang ingin jatuhkan
- 17:40dalam persaingan. Kadang-kadang suami
- 17:43laki-laki, sekretarisnya laki-laki
- 17:45perempuan?
- 17:46Perempuan. Ruangan sampingan, ketemu ibu
- 17:49cuma 4 jam. Sekretaris dampingi 8 jam.
- 17:52Itu kalau enggak punya filter dalam
- 17:54jiwanya, enggak ada burhan yang ibu
- 17:56titipkan lewat doa, itu enggak mudah.
- 18:00Dari mana Ibu bisa pastikan proyek suami
- 18:01itu halal?
- 18:04Dari mana ibu bisa pastikan uang yang
- 18:05dibawa itu benar?
- 18:07Ibu bisa titipkan kepada Allah.
- 18:10Mintakan kebaikan kepada Allah supaya
- 18:12menjaga dalam kebaikan suami ketika
- 18:14bertugas. Itu bisa dilakukan dalam
- 18:15salat.
- 18:18Ibu sekolahkan anak di SD misalnya, Ibu
- 18:21tungguin atau ibu tinggal?
- 18:23Ditinggal. Ibu yang mengandung 9 bulan,
- 18:26ibu yang memberikan ASI hampir 2 tahun
- 18:28atau 2 tahun. Dididik di baik-baik,
- 18:30sehat, hafal juz amma sebelum sekolah.
- 18:33Tiba-tiba ibu titipkan di sekolah dengan
- 18:35lingkungan yang ibu belum bisa jamin.
- 18:37Jadi baik enggak anaknya?
- 18:39Siapa yang bisa menjaga anak ibu?
- 18:43Kalau ibu jawab Allah, hubungan ibu
- 18:45dengan Allah baik enggak? Demi Allah
- 18:47saya katakan, betapa banyak seorang ibu
- 18:50yang sudah menyiapkan anaknya baik,
- 18:52titiba dia ke sekolah kok anaknya
- 18:53berubah,
- 18:55kata-katanya jadi enggak betul,
- 18:57perilakunya jadi menyimpang, susah
- 18:59diingatkan.
- 19:02Siapa yang bisa menjaga itu?
- 19:05Saya tunjukkan satu kisah yang luar
- 19:06biasa, Bu. Kalau ada 10 rapat, memilih
- 19:10A, yang satu memilih B. Yang diikuti
- 19:13yang mana?
- 19:14Ini rapat ya. Ada rapat menentukan dua
- 19:17pilihan. Memutuskan A, satu memutuskan
- 19:20B. Pilih mana? A
- 19:22A kan yang sembilan dia. Tapi yang
- 19:24terjadi yang satu yang diikuti yang seil
- 19:27ditinggalkan. 10 saudara Yusuf rapat
- 19:31yang se mengatakan uktulu Yusuf. Bunuh
- 19:33aja Yusuf. Penyebab kita itu kurang
- 19:36dapat perhatian dari ayah kan Yusuf.
- 19:38Kalau Yusufnya enggak ada, perhatian ke
- 19:39kita semua. Sembilan memutuskan bunuh
- 19:42Yusuf.
- 19:43Satu mengatakan jangan dibunuh.
- 19:46Lemparkan aja ke tempat gelap. Yang
- 19:48penting kan nyusunya enggak ada. Ilan
- 19:51memilih A, satu memilih B. Dan biasanya
- 19:54setan kalau menggoda itu enggak akan
- 19:56tanggung. Langsung ke tingkat tertinggi.
- 19:58Tapi apa yang terjadi? Yang dipilih
- 20:00ternyata yang satu. Oke, kita sepakat
- 20:03enggak usah dibunuh. Lemparkan.
- 20:08Lemparin aja ke tempat gelap. Apa yang
- 20:10menjadikan mereka terjaga sehingga tidak
- 20:13jadi membunuh Yusuf dan alih-alih
- 20:15membunuh menempatkan di tempat gelap?
- 20:17Ternyata itu adalah doa orang tuanya
- 20:21yang sering menitipkan anaknya kepada
- 20:23Allah.
- 20:26Ibu ngantarin anak ke sekolah dititipkan
- 20:28enggak sama Allah
- 20:30atau cuman babai salaman, lepas tinggal
- 20:32pulang?
- 20:33Titipkan, Bu. Doakan.
- 20:37Di sekolah kami dari mulai PAUD,
- 20:41pendidikan anak usia dini di KB itu hari
- 20:44pertama bukan cuma ibunya, ayahnya mesti
- 20:47ngantar.
- 20:48Datang. Hal pertama yang dilakukan
- 20:51anaknya untuk membisikkan di telinga
- 20:53ayahnya akan bekerja. Ayah doakan ya
- 20:57nanda belajar. Ayah Nanda doakan sukses
- 21:00bekerja tapi tolong jangan cari rezeki
- 21:03yang haram ayah ya yang dibawa ke rumah
- 21:06itu dibisikan oleh anak yang usia 4
- 21:08tahun
- 21:11dan tidak ada adegan yang terjadi
- 21:13kecuali air mata yang berlinang memeluk
- 21:14mencium kemudian pamit dan itu menjaga
- 21:18itu menjaga. Perbaiki salat dulu, Bu.
- 21:22Nah, nanti dari salat itu ibu enggak
- 21:24bilang pun nanti Allah tanamkan kepada
- 21:26anak, kepada suami segala kebaikan. Itu
- 21:28kurikulum pertama. Saya sering ceritakan
- 21:31di berbagai tempat. Seorang anak yang
- 21:33enggak pernah mau salat. Saya ngasuh
- 21:35pesantren dulu di Jakarta. Seorang ibu
- 21:38datang, wajahnya sendu mengatakan,
- 21:40"Ustak saya enggak mau salat. Sekolahnya
- 21:43apa, Bu?" SMP. Ibu sudah ingatkan
- 21:45berkali-kali. Sudah, enggak usah
- 21:47diingatkan lagi. Malam ini ibu salat aja
- 21:49di kamar anak ibu. Masuk ke kamar anak
- 21:51ibu, salat di sampingnya, enggak usah
- 21:53diminta bangun. Salat di sampingnya,
- 21:56lalu mohon kepada Allah, "Ya Allah,
- 21:57Engkau titipkan dia dalam rahimku. Aku
- 22:00yang mengandung, aku yang melahirkan,
- 22:01aku yang merawat. Ringankan hisabku di
- 22:04akhirat kalau memang jauhnya dia dari
- 22:05Allah karena sebabku."
- 22:07Ibu minta sama Allah, enggak usah
- 22:09bangunkan, enggak usah ingatkan. Nanti 3
- 22:11hari lagi ibu ke sini lagi. Kita lihat
- 22:13apa yang terjadi.
- 22:15Hari ketiga
- 22:17dari kejauhan
- 22:19ibu itu teriak gembira, "Ustaz,
- 22:22saya masih ingat." Dan membawa seplastik
- 22:24nasi uduk.
- 22:27"Wah, ibu kok senang sekali. Anak saya
- 22:30sudah salat."
- 22:32Kok bisa? Saya bilang. Ternyata malam
- 22:34tadi di malam ketiga dia bangun, dia
- 22:37peluk ibunya. Dia minta maaf. Maafkan
- 22:40Anda, Mak. Maafkan Anda, Mak. Saya
- 22:42dengar Mama berdoa, maafkan saya. Saya
- 22:44tuh bukan enggak mau salat, tapi kan
- 22:45Papa juga enggak pernah salat. Tuh,
- 22:49Papah kan enggak salat juga.
- 22:51Akhirnya dari situ kemudian bermaafan,
- 22:53anaknya mulai mau belajar. Demi Allah
- 22:55saya katakan, setelah peristiwa itu
- 22:58bukan hanya anaknya dibimbing salat oleh
- 23:00salah seorang santri dari kami, tapi
- 23:02minta dibimbing untuk menghafal Quran.
- 23:04Sejak saya meninggalkan pesantren untuk
- 23:06diteruskan oleh santri berikutnya, anak
- 23:08itu sudah hafal kurang lebih 2 juz. Dari
- 23:11yang tidak pernah salat jadi pelaku
- 23:14salat dan hafal Quran 2 juz. Mungkin
- 23:16sekarang sudah khatam 30 juz.
- 23:18Salat
- 23:21dua. Saya cepat.
- 23:24Jangan cukupkan saleh sendiri, Bu.
- 23:27Karena sama-sama ingin ke surga firdaus
- 23:29kan ada suami, ada anak-anak.
- 23:32Maka pesan yang pertama penghuni surga
- 23:35firdaus itu yang dipesankan bukan
- 23:37dunianya, tapi akhiratnya.
- 23:39Contoh, suami mau berangkat biasanya ibu
- 23:42pesan apa?
- 23:45Hah? Hati-hati ya, Pak. Gitu kan ya?
- 23:49Sukses ya. Pernah enggak Ibu bilang
- 23:51pertama kali yang disampaikan ayah
- 23:53jangan lupa salat ya.
- 23:56Pernah enggak?
- 23:58Tuh.
- 24:00Sekarang hari apa?
- 24:02Yang ke masjid siapa?
- 24:04Laki-laki perempuan
- 24:06yang ke masjid suami. Ibu yang ke masjid
- 24:08laki-laki. Pernah enggak ibu siapkan
- 24:10pakaiannya?
- 24:11Pernah. Bagus. Pernah enggak siapkan
- 24:13parfumnya? Bagus. Tapi pernah enggak ibu
- 24:16bisikkan di telinganya, "Pak, nanti pas
- 24:19khatib duduk di antara dua khotbah
- 24:21doakan rumah tangga kita samara sampai
- 24:24surga." Ya,
- 24:26pernah enggak?
- 24:27Belum.
- 24:31Padahal di situ ada pesan kuatnya, di
- 24:33situ ada hikmah indahnya. Jadi ternyata
- 24:37salat itu ketika dimunculkan ciri
- 24:39pertama kita kemudian tebarkan ke semua
- 24:42anggota keluarga.
- 24:44Anak-anak yang di pesantren boleh angkat
- 24:46tangan. Siapa ibu yang anaknya di
- 24:47pesantren boleh angkat tangan. Oke turun
- 24:50lagi. Suka nelepon kan ya? Nanya ya.
- 24:54Baik. Yang pertama ditanya apanya? Apa
- 24:58kabar? Bekal cukup. Belajar bagaimana?
- 25:02Ya, baru jangan lupa salat. Ya,
- 25:05balik telepon. Sudah salat belum?
- 25:10Akhiratnya dulu kan? Penghuni surga
- 25:12firdaus.
- 25:14Sudah salat belum?
- 25:17Sudah belajar baru makan tutup di akhir.
- 25:20Jangan lupa ranking satu ya.
- 25:24Dan ini akan menjadi pembeda, Bu. Saya
- 25:2797 masuk pesantren, ayah saya meninggal,
- 25:30ibu apa adanya. Kalau saya cerita, kita
- 25:32berhenti taklim. Jadi saya agak
- 25:34percepat.
- 25:36Saya jaga komitmen salat ini sampai satu
- 25:38ketika
- 25:40bekal habis. Mungkin ibu saya lihat ini
- 25:44karena ibu saya biasanya tak pernah
- 25:46meninggalkan saya live. Pasti lihat
- 25:49bekal habis saya lari ke wartel. Saya
- 25:51telepon,
- 25:53"Ma,
- 25:55bekalnya habis."
- 25:57Apa jawab ibu kami? Dan saya tahu itu
- 25:59enggak ada, enggak ada bekal.
- 26:02Kata ibu kami, "Sabar ya, Nak. Mungkin
- 26:06setelah ini Allah akan bantu. Mungkin
- 26:08ada yang datang membantu dan seterusnya.
- 26:10Sabar dulu." Iya, Mah. Tutup. Bismillah.
- 26:14Sabar. Itu enggak nunggu lama. Keluar
- 26:16dari wartel, datang paman ngasih uang
- 26:19saku untuk sebulan.
- 26:22Dan itu bukan satu dua kali terjadi.
- 26:25Ketika ibu menitipkan curhatnya kepada
- 26:27Allah, membangun konektivitas dengan
- 26:29anak dan suami serta keluarga yang
- 26:31linknya tersambung ke Allah, maka Allah
- 26:33akan berkenan menjaga di setiap keadaan
- 26:35tanpa cela sedikit pun.
- 26:39Dua agak cepat
- 26:42masih poin salat dulu.
- 26:45Subuh jam berapa tadi?
- 26:51Subuh jam berapa?
- 26:54Ya, paling gampang kan 0.30 gitu kan.
- 26:5730-nya 4.30, 433 atau 435?
- 27:01435. Baik. Zuhur jam berapa?
- 27:07125
- 27:0912 lew 2. Terjadi perbedaan pendapat.
- 27:12Enggak apa-apa. Tipis-tipis. Asar jam
- 27:14berapa?
- 27:161520
- 27:171520 Magrib jam berapa?
- 27:23Isya jam berapa?
- 27:28Baik. Baik. Anak-anak sekolah jam
- 27:31berapa? Jam 10.
- 27:3410. Tidur jam berapa?
- 27:37Suami kasih untuk belanja tanggal
- 27:39berapa?
- 27:43Hafal ya untuk dunia ya.
- 27:46Bu, kalau cuman hafal waktu salat itu
- 27:49iman standar,
- 27:51surganya standar.
- 27:54Penghuni surga firdaus dia menyiapkan
- 27:57sebelum waktunya.
- 28:00Oleh karena itu, pulang dari sini jangan
- 28:03sampai di rumah enggak ada jadwal salat,
- 28:04Bu.
- 28:06Print out bikin.
- 28:09Saya suka tempelkan di dinding rumah, di
- 28:12kamar, kadang-kadang di meja makan.
- 28:14Sehingga begitu yang terlihat sebelum
- 28:15nunggu menu makan waktu salat.
- 28:19Jelas. Oke. Dua. Walladina humilagwi
- 28:24m'idun. Agak cepat
- 28:28kita nanti akan bahas tiga saja.
- 28:31Walladina hum. Orang-orang yang
- 28:33menginginkan surga firdaus ituilagwi
- 28:37dari hal yang tidak penting
- 28:40yang tidak ada manfaatnya.
- 28:43dia hindari.
- 28:46Saya ulang ya, dari segala hal yang
- 28:48tidak bermanfaat dia menghindar.
- 28:50Menghindarkan diri dari segala yang
- 28:52tidak penting. Jadi penghuni surga
- 28:55firdaus itu orientasinya yang bermanfaat
- 28:57saja. Yang penting apa? Kalau ada
- 28:59pertemuan manfaat enggak? Penting
- 29:01enggak? Ada kumpul-kumpul? Penting
- 29:03enggak?
- 29:05Ada pengajian? Pengajiannya bermanfaat
- 29:07atau cuman kumpul-kumpul datang saja?
- 29:10Penghuni surga Firdaus. Dia petakkan
- 29:12semua kegiatannya dalam frame segala
- 29:16yang bermanfaat, segala yang penting
- 29:17saja. Sekarang mulai ibu evaluasi bawa
- 29:20ke rumah dari ujung kepala sampai dengan
- 29:23ujung kaki. Mohon maaf sekali,
- 29:25pelan-pelan. Mohon maaf sekali.
- 29:28Cek ya. Cek
- 29:32coba agenda selama ini yang sudah
- 29:33dilakukan. Berapa kali lisan berkata
- 29:35yang tidak baik?
- 29:38Mata melihat yang tidak baik. Ibu punya
- 29:40agenda perkumpulan di mana saja.
- 29:43Anak-anak ditempatkan di tempat ngumpul
- 29:45di mana saja. Cek evaluasi semua
- 29:47termasuk aktivitas suami. Kira-kira
- 29:49bermanfaat enggak untuk kehidupan?
- 29:52Dudukkan semua itu kemudian telaahi
- 29:56dengan baik, bikin kurikulum. Maka mulai
- 29:59belajar misalnya ambil target per bulan,
- 30:02latihan dari lisan dulu. Sepakat semua
- 30:04keluarga, "Pak, anak-anak, kita sebulan
- 30:07latihan berkata yang baik-baik, ya.
- 30:10Kalau ada enggak sepakat, katakan dengan
- 30:12cara yang baik. Kalau melihat ingin
- 30:14bertutur, katakan dengan cara yang
- 30:15benar. Yang tak bermanfaat, jauhi.
- 30:19Ketemu teman dengan siapa?
- 30:22Ee suka belajar Al-Arbain enggak?
- 30:24Annaabwiyah.
- 30:25Lihat hadis nomor kedua. Ini info dari
- 30:28Umar. Kata beliau, "Bainama nahnu
- 30:31julusun rasulillah." Kami itu kalau
- 30:33duduk-duduk santai yang dicari itu yang
- 30:35terbaik. Kalau masih ada nabi, nabi yang
- 30:37kami cari. Bayangkan dalam duduk santai,
- 30:41yang ngobrol santai, yang kadang cerita,
- 30:43itu yang dicari orang baik. Kenapa?
- 30:46Karena orang baik itu kalau canda pun
- 30:48pasti ada manfaatnya.
- 30:50Kalau dia ngobrol ringan pun pasti ada
- 30:52maslahatnya.
- 30:54Sekarang coba ketika ibu bertemu dengan
- 30:56teman, bikin pengajian, bikin tempat
- 30:58kumpul, kalau ingin masuk ke dalam
- 31:00golongan surga firdaus, pastikan bukan
- 31:02hanya profesinya, semua apa yang
- 31:04dikerjakan nilainya berada pada nilai
- 31:06kebaikan.
- 31:09Tiga. Agak cepat
- 31:12nanti setelah ini baru kita masuk ke
- 31:14Sayidah Khadijah.
- 31:16Walladzina hum lizzakati fa'ilun.
- 31:20Ternyata penghuni surga firdaus juga
- 31:22gemar berzakat.
- 31:26Gemar apa?
- 31:27Baik. Zakat itu berapa persen dari
- 31:29harta?
- 31:312,5 minimalnya. Bisa enggak berzakat
- 31:33kalau enggak ada uangnya?
- 31:36Hah? Berarti perintah berzakat sekaligus
- 31:40perintah untuk mencari materi kan supaya
- 31:42bisa zakat kan. Makanya dalam Islam
- 31:45enggak dilarang. Silakan. Suami mencari
- 31:47nafkah, bekerja. Ibu punya bakat bisa
- 31:49jualan. Sayidah Khadijah jualan enggak?
- 31:52Pedagang enggak?
- 31:54Sukses enggak?
- 31:55Bukan cuma sukses, sangat sukses.
- 31:58Hasilnya luar biasa. Nanti kita cerita.
- 32:02Tapi yang ingin saya katakan, Ibu kalau
- 32:04sekarang bikin hijab fes misalnya, ada
- 32:05yang bikin kerudung, bikin kue, bikin
- 32:07macam-macam itu enggak dilarang.
- 32:09Silakan. sepanjang tidak mengabaikan
- 32:12tugas pokok yang ada di rumah yang
- 32:15melekat kepada ibu. Silakan. Tapi
- 32:17niatkan tujuannya untuk apa? Niatkan
- 32:20tujuannya untuk mengabdi kepada Allah
- 32:22supaya bisa zakat.
- 32:24Ni saya tanya nih. Ini yang di luar nih
- 32:26banyak yang jual hijab dan sebagainya.
- 32:27Termasuk teman-teman yang mungkin punya
- 32:29kreativitas. Ada yang di makanan, ada
- 32:31yang di macam-macam. Saya mau tanya, itu
- 32:33berdagang itu supaya untung atau supaya
- 32:36ibadah?
- 32:39Hah?
- 32:41Untung enggak dilarang. Tapi kalau
- 32:42supaya untung masih dunia. Kalau ibu ini
- 32:46saya kasih rumus ya. Ibu meniatkan
- 32:49aktivitas dagangnya, niaganya itu
- 32:52diniatkan sebagai ibadah untuk memenuhi
- 32:54zakat saja, maka yang paling dahsyat
- 32:56Allah akan percepat kemampuan untuk
- 32:58mendapatkan itu.
- 33:01Karena hadisnya jelas, innamal a'alu
- 33:03biat
- 33:04niat. Begitu niatnya untuk zakat, dapat
- 33:06tuh. Ya Allah, saya sudah salat
- 33:09maksimal, saya sudah berdoa. Mohon
- 33:11selama hidup Ya Allah, berikan
- 33:13kesempatan untuk zakat. Enggak usah
- 33:15banyak-banyak ya Allah, 25 juta aja
- 33:17supaya bisa zakat.
- 33:19Zakat berapa persen?
- 33:22Begitu ibu minta R25 juta, Allah kasih R
- 33:24miliar.
- 33:26Kan? 2,5% dari R miliar berapa?
- 33:30Juta kan. Jadi, betapa orang penghuni
- 33:34surga Firdaus itu semua yang dilihat tuh
- 33:35pakai iman. Jadi semua yang dikerjakan,
- 33:38maaf ya, bekerjanya karena iman untuk
- 33:40ibadah, berdagangnya supaya bisa zakat,
- 33:43sekolahnya supaya pintar dengan pintar
- 33:45bisa mendekat kepada Allah. Nih,
- 33:47adik-adik yang kuliah di sini, Anda
- 33:49kuliah supaya dapat ijazah, dapat nilai
- 33:51atau karena Allah?
- 33:54Itu ada babnya sendiri.
- 33:56Terakhir kita gabungkan ketiganya.
- 34:00Saya ulang. Kita gabungkan ketiganya.
- 34:03Uang sudah dapat.
- 34:05Awas ya. Ini untuk pribadi dulu
- 34:08dibawa ke rumah
- 34:10ibu olah. Biasanya harta suami pun kan
- 34:13diberikan juga ke ibu ya. Sehingga ada
- 34:16adigium mengatakan harta saya harta
- 34:18saya, harta suami harta. Ha.
- 34:23Oke. Oke. Sekarang bawa Bu pelan-pelan
- 34:26ya. Mohon maaf nanti dengan kata-kata
- 34:28saya ini karena kita akan mencoba menata
- 34:30lebih baik dan jangan mengecilkan orang
- 34:32lain.
- 34:33Ibu bawa pulang ke rumah.
- 34:36Maka kebutuhan pokok pertama kan untuk
- 34:39pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan
- 34:40rumah tangga. Tarik ke pribadi. Satu
- 34:43untuk pakaian misalnya.
- 34:46Karena kita sekarang dinaikkan level
- 34:48seperti Sayidah Khadijah berpakaian yang
- 34:50bukan hanya pantas tapi Allah sukai dan
- 34:54menjadi support untuk suami.
- 34:57Maka perhatikan pakaiannya.
- 35:00Apakah cara berpakaiannya dan koleksi
- 35:03pakaian yang sudah dikumpulkan itu
- 35:05betul-betul menunjukkan pakaian yang
- 35:07disenangi oleh Allah.
- 35:10Contoh,
- 35:12perempuan berjilbab atau tidak?
- 35:15Saya ulang, berjilbab atau tidak
- 35:16syariatnya?
- 35:17Berjilbab.
- 35:18Yang sudah berjilbab pertahankan. Yang
- 35:20belum kita bantu doakan terangkan
- 35:23tentang keutamaan keistimewaan jilbab.
- 35:26Saya berikan rahasia besar di sini
- 35:27karena ini tentang hijab fes.
- 35:30Ternyata
- 35:32saking pentingnya jilbab itu
- 35:36bukan hanya di dunia, di alam kubur pun
- 35:39ketika meninggal kain kafan perempuan
- 35:42ditambah satu. Yang laki-laki enggak
- 35:44punya. Apa itu
- 35:47kerudungnya?
- 35:50Saking pentingnya.
- 35:52Jadi ketika dalam kehidupan dunianya pun
- 35:54misalnya belum mengenakan sepenuhnya itu
- 35:57saat pulangnya mesti dipakaikan
- 35:59kerudungnya dalam kafannya.
- 36:01Sebetulnya apa fungsi jilbab itu?
- 36:05Yuk kita tarik dulu pelan-pelan. Buka
- 36:07Quran surah ke-33 Al-Ahzab ayat 59.
- 36:15Nanti setelah itu saya tarik kepada
- 36:16suami untuk men-support. Surah ke-33
- 36:19Al-Ahzab ayat 59. Ada ayatnya, "Ya
- 36:23ayyuhan nabiyu qul azwajika waatika
- 36:27waisail mukminin." Ada yudnina min
- 36:30jalabi bihinna
- 36:33dalika adna fala yin. Ada
- 36:37asalnya, Bu,
- 36:39sebelum ayat ini turun
- 36:42itu masih ada yang berkerudung, masih
- 36:43ada yang tidak berjilbab. biasa saja.
- 36:46Tapi tiba-tiba ada kejadian
- 36:50perempuan muslimah malam-malam ingin ke
- 36:52toilet diganggu oleh preman-preman
- 36:54Madinah dari Yahudi.
- 36:56Maka dilaporkan kepada Nabi, turunlah
- 36:58ayat ini.
- 37:00Maka Allah sampaikan, "Ya ayyuhan nabi,
- 37:03wahai nabi, kulli azwajika." Mulai hari
- 37:06ini sampaikan pada semua istrimu
- 37:09waanatika anak perempuanmu dan nisail
- 37:13mukminin. Bukan cuman perempuan nisail
- 37:15mukminin. Perempuan-perempuan yang
- 37:18memang merasa punya iman yang yakin
- 37:20dengan anugerah Allah.
- 37:22Yudnina min jalabi bihinna. Mulai detik
- 37:26ini kenakan jilbab oleh mereka.
- 37:32Maka ketika jilbab dikenakan, aku akan
- 37:34perhatikan sebagai identitas untuknya.
- 37:38J identitas ibu sebagai perempuan di
- 37:40hadapan Allah itu salah satunya ketika
- 37:43ibu mengenakan jilbab yang dikenakan itu
- 37:45dengan model apapun. Tapi belum berhentu
- 37:48ayatnya, belum berhenti. Perhatikan
- 37:49kalimatnya.
- 37:51Asa ayyufna.
- 37:54Maka ketika dia kenakan jilbab itu semua
- 37:57mesti kenali.
- 37:59Dialah perempuan yang beriman. Fala
- 38:01yzain. Dan setiap laki-laki yang beriman
- 38:05mesti punya komitmen melindungi dan
- 38:07menjaganya. J ketika Ibu kenakan jilbab
- 38:10itu, itu kami yang laki-laki, yang
- 38:12pria-pria mukmin ini itu terikat dengan
- 38:14komitmen kepada Allah. Kalau ibu ada
- 38:16yang ganggu, ada kesulitan, kami mesti
- 38:18bantu.
- 38:20Itu asalnya.
- 38:22J Allah turunkan ayat hijab jilbab itu
- 38:25bukan sekedar ingin menutup, tapi
- 38:26memberikan kemuliaan pada perempuan.
- 38:29Dan ini fikih jarang diketahui laki-laki
- 38:31juga. Jadi ketika ibu ke pasar nih ya
- 38:34kesulitan misalnya beli beras sulit
- 38:36terlihat ibu pakai jilbab tuh itu
- 38:38laki-laki itu yang melihat itu langsung
- 38:40respon bantu.
- 38:42Dan Allah jadikan itu mengikat dalam
- 38:44fitrah hati setiap insan beriman.
- 38:47Itu poinnya. Sekarang ingin saya katakan
- 38:49ketika Allah memberikan hadiah yang
- 38:51sangat luar biasa dan mengistimewakan
- 38:54diambil enggak? Diambil enggak?
- 38:57Maka perhatikan kalau di era Sayidah
- 38:59Khadijah hasil niaganya diserahkan untuk
- 39:03dakwah Nabi, maka di era kita dibalik
- 39:05apa yang dihasilkan oleh suami diolah
- 39:08oleh istri perempuan. Ada pendapatan
- 39:10dari istri dikumpulkan. Coba dari situ
- 39:12kreasikan untuk membeli atau mendapatkan
- 39:15sesuatu yang Allah sukai. Punya anak
- 39:17perempuan, apa yang Allah sukai dari
- 39:18perempuan ini? Ibu kalau enggak percaya
- 39:20silakan ya. Kasih makanan yang halal,
- 39:22kasih pakaian yang paling benar, nanti
- 39:24cek, masukkan dia ke sekolah Quran. Demi
- 39:26Allah saya katakan tidak tunggu lama dia
- 39:29akan cepat mendapatkan hafalan Qurannya
- 39:32karena ibu menyiapkan dia untuk
- 39:34mendapatkan kalam Allah dengan
- 39:35penampilan yang Allah sukai.
- 39:38Jelas? Oke. Empat. Sekarang kita masuk
- 39:42kurikulumnya.
- 39:48Apa kebiasaan Sayidah Khadijah?
- 39:53Sudah.
- 39:56Yang pertama
- 39:59beliau menyempurnakan tugas di rumah
- 40:01tangga yang tidak membebani Nabi ketika
- 40:03pulang.
- 40:06Saya ulang, beliau menyempurnakan tugas
- 40:09di rumah tangga yang tidak membebani
- 40:10Nabi ketika pulang.
- 40:15Bu,
- 40:17kita menghargai semua perkembangan
- 40:19pengetahuan, teknologi, peradaban, dan
- 40:21sebagainya. Tapi Ibu jangan sampai lemah
- 40:24dalam satu hal ini. Demi Allah saya
- 40:26katakan, apresiasi tertinggi dari Allah
- 40:30kepada seorang perempuan yang telah
- 40:31berumah tangga ternyata bukan profesi
- 40:34dunianya, tapi ketika ibu bisa optimal
- 40:37menjadi seorang ibu dengan semua
- 40:38tugasnya.
- 40:41Kalau belum menikah jadi seorang anak
- 40:42dengan tugasnya. Kalau menikah belum
- 40:44punya anak jadi seorang istri dengan
- 40:46tugasnya. Nanti saya turunkan
- 40:47hadis-hadisnya.
- 40:49Jadi ibu itu ke surga, maaf ya, kalau
- 40:52nanti masuk dengan izin Allah misalnya,
- 40:54tingkat tertingginya itu bukan karena
- 40:56misalnya aktif mendampingi kegiatan di
- 40:59luar,
- 41:01bukan karena aktif punya kegiatan banyak
- 41:03dengan teman-teman, bukan. Yang paling
- 41:05utama itu di rumah anak bagaimana.
- 41:08Sehingga ketika suami pulang, dia
- 41:11membawa satu hasil dari kegiatannya.
- 41:13Dalam lelahnya dia menikmati candanya
- 41:16yang telah menyelesaikannya istrinya.
- 41:18Itu, Bu. Setiap apa yang dikerjakan
- 41:20kalau benar demikian perhatikan hadisnya
- 41:23di at-Tirmidzi
- 41:25maratu shatha wasat shaha wa wid farjaha
- 41:29yaumalqiamati udulil jann min. Kalau ada
- 41:33seorang perempuan enggak pernah salat
- 41:35sunah, cuman salat fardu saja, enggak
- 41:37pernah puasa sunah, puasanya Ramadan
- 41:39saja, dia menaati pada suaminya, menjaga
- 41:43kehormatan keluarganya. Dia menempatkan
- 41:45tugas di rumah sebagai tugas utamanya.
- 41:48Maka apa yang terjadi?
- 41:51Dikatakan kepada perempuan ini saat
- 41:53kembali kepada Allah di yaumil hisab,
- 41:55"Udkulil jann min haitu, cepat langsung
- 41:58masuk surga dari pintu mana saja yang
- 42:00kamu kehendaki. Enggak ada hisab.
- 42:04Sekarang ibu enggak dilarang, silakan
- 42:06pengajian banyakin, optimalkan. Tapi
- 42:09dengan pengajian itu balik, bawa ilmunya
- 42:11kepada anak. Kalau perlu aja.
- 42:14Kegiatan di luar silakan, tapi jangan
- 42:16sampai, maaf, ibu aktif di luar tapi
- 42:20anak ibu dititipkan pada orang lain
- 42:22sehingga dia mendapatkan karakter dari
- 42:24perawatnya, bukan dari ibunya.
- 42:26Jadi wajar kalau dia enggak kenal
- 42:27ibunya,
- 42:29wajar kalau enggak akrab, wajar kalau
- 42:31dia mencari jati diri di luar karena dia
- 42:33enggak kenal ibunya.
- 42:36Nanti kalau saya dengan ayah, saya
- 42:37bicara fikih ayah.
- 42:40Sehebat-hebatnya ayah, sesibuk-sibuknya
- 42:42di luar itu di Quran selalu dialognya
- 42:44anak dengan ayah, enggak pernah dengan
- 42:46ibu.
- 42:47Ibu pernah dengar misalnya ada dialog
- 42:49ibu dengan anak di Quran enggak? Ada.
- 42:52Selalu ayah, anak, ayah, anak. Kenapa?
- 42:55Karena fungsi ibu itu sudah di rumah
- 42:57yang paling utamanya. Maksud fungsi di
- 42:59rumah itu adalah capaian dengan anaknya
- 43:02optimal. Kasih sayangnya, curhatnya
- 43:04diterima, perawatannya, candanya. Kenapa
- 43:07banyak dialog dengan ayah di Quran?
- 43:10Karena ayah kesibukan banyak di luar.
- 43:12Jangan sampai karena sibuknya itu lupa
- 43:13dengan keluarga di rumah.
- 43:16Karena ternyata yang ditunggu anak itu
- 43:17adalah sosok orang tuanya. Nah, sekarang
- 43:20sudah ayahnya sibuk, ibu ikutan sibuk.
- 43:22Apakah salah? Tidak. Salah itu ketika
- 43:25ibunya sibuk, anaknya tidak mendapatkan
- 43:27orang tuanya. Itu problemnya dan itu
- 43:31banyak ditemukan sekarang. Ibu silakan
- 43:33mau sebanyak apa sih mau dikumpulkan?
- 43:36Hah? Bangga kalau statusnya bisa
- 43:38di-update.
- 43:41Bangga kalau sudah banyak penampilan
- 43:42bisa dirubah.
- 43:44Ibu enggak khawatir kalau anaknya
- 43:45mencari perhatian di luar. Ibu enggak
- 43:47pernah bahkan sempat menyapanya. cuman
- 43:49ketemu, berangkat, tidur, ketemu lagi.
- 43:52Lalu apa yang mau dicari dari apa yang
- 43:54dikumpulkan itu? Saya ini kalau pulang
- 43:57sejak saya punya anak pertama, sekarang
- 43:59punya anak yang kelima. Tidak pernah
- 44:01saya pulang nyampai rumah dipanggil
- 44:04dengan panggilan yang biasa teman-teman
- 44:06panggil. Ustaz, kiai, syekh, enggak
- 44:09pernah saya pulang datang rumah, kiai.
- 44:12Enggak ada, Ustaz.
- 44:14Dari dulu anak saya ketika saya pulang
- 44:17datang, dia tunggu. Bahkan ada yang
- 44:18nunggu sampai jam 11.00 malam.
- 44:21Ana usia 3, 4 tahun, nunggu sampai jam
- 44:2310.00, jam 11.00. Buya kapan pulang?
- 44:27Saya kalau ke mana pun ada tas, Bu yang
- 44:29saya bawa di dalamnya ada hasil karya
- 44:31anak kami yang paling kecil.
- 44:34Dia gambar-gambar lama, kasih love.
- 44:38Kemudian kasih kayak orang-orangan dia
- 44:39gambar, dia tuliskan, minta tolong
- 44:41kepada kakaknya nomor dua yang
- 44:43perempuan. Tuliskan I love you buya.
- 44:47Dan dia cuman tunggu ayahnya yang dia
- 44:50pengin bapaknya. Jadi begitu pulang ke
- 44:52rumah dia tunggu dibuka pintunya buya
- 44:56enggak pernah dia panggil ustaz gitu.
- 44:59Enggak ada
- 45:01ya main kuda-kudaan yuk. Ya sudah jadi
- 45:03kuda kita jam 11.00 malam tidur. Tapi
- 45:06itu yang indah
- 45:09dan itu sesuatu yang sangat luar biasa.
- 45:11Nah, Sayidah Khadijah itu sebelum Nabi
- 45:13pulang itu sudah khatam. Makanya kita
- 45:15belum pernah dengar kan kisah cerita
- 45:17Fatimah merewelkan Nabi. Pernah enggak?
- 45:21Hah? Ummi Kultsum merepotkan Nabi.
- 45:22Enggak ada. Dan selalu silent kisahnya.
- 45:25Pulang ke rumah itu selalu kisah di
- 45:27rumah itu tenang. Enggak ada satuun bab
- 45:29problem rumah tangga Nabi dengan anak
- 45:31enggak ada. Siapa perannya? Sayidah
- 45:34Khadijah. Karena beliau mengerti
- 45:36optimalnya harus dari beliau sehingga
- 45:38ketika suami pulang enggak ada diskusi
- 45:40beban lagi yang bertambah untuknya.
- 45:42Silakan punya aktivitas di luar rumah,
- 45:44tapi ibu akan dimuliakan sebagai seorang
- 45:46ibu, anak dan istri ketika pulang
- 45:49kembali ke akhirat kelak. Itu satu.
- 45:53Dua, saya agak cepat cepat sekali. Yang
- 45:56pertama, prioritas keluarga Bu, anak
- 45:58untuk Ibu ya.
- 46:01Selanjutnya,
- 46:02harta.
- 46:05Mohon maaf sebesar-besarnya.
- 46:08Sayidah Khadijah walaupun mendapatkan
- 46:11penghasilan
- 46:13dari aktivitas dagangnya,
- 46:15tidak pernah menjadikan bagian harta
- 46:18beliau hanya untuk dikuasai bagi
- 46:21pribadinya.
- 46:23Dan enggak pernah ada perjanjian
- 46:24pranikah misalnya,
- 46:27"Ya Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- 46:28saya nikah punya harta segini ya. Kalau
- 46:31nanti ada kejadian ini jangan diambil
- 46:32ya." Enggak pernah.
- 46:34apapun yang diusahakan
- 46:36maka dikumpulkan menjadi satu untuk
- 46:39men-support cita-cita mendapatkan yang
- 46:41tertinggi di hadapan Allah.
- 46:43Ibu apapun yang didapatkan kalau punya
- 46:45penghasilan, pendapatan, dan sebagainya
- 46:47dudukan jadi satu sebagai harta keluarga
- 46:49bersama.
- 46:51Rumuskan untuk anak-anak. Anak pertama
- 46:54mau ke mana? Bikin tabungan, bikin
- 46:56persiapan, anak kedua seperti apa? Anak
- 46:59ketiga bagaimana bicara dengan suami?
- 47:02Maka ini di antara ciri yang pernah
- 47:04diajarkan oleh Sayidah Khadijah.
- 47:06Sekalipun dagangannya cukup banyak, tapi
- 47:08semua yang dihasilkan untuk men-support
- 47:11kegiatan yang diarahkan pada tujuan yang
- 47:13sama, surga.
- 47:15Jelas?
- 47:17Oke, yang terakhir
- 47:20ini saya pun mengakui saya agak kurang
- 47:22di sini
- 47:24sehingga kalau istri saya lihat juga
- 47:26insyaallah enggak akan protes.
- 47:30Meluangkan waktu untuk diskusi,
- 47:33bicara, ngobrol.
- 47:37Saya ulang ya. meluangkan waktu untuk
- 47:40diskusi,
- 47:41bicara, ngobrol yang saling menguatkan,
- 47:45bukan mengungkit kekurangan.
- 47:47Tuh,
- 47:50Nabi Muhammad sibuk enggak?
- 47:53Hah?
- 47:54Sibuk enggak?
- 47:55Banyak tantangan enggak?
- 47:57Tapi ketika pulang ke rumah, ngobrolnya
- 47:59itu dengan Sayidah Khadijah selalu yang
- 48:01baik-baik, yang romantis, yang saling
- 48:02menguatkan. Enggak pernah ada satupun
- 48:05kalimat tercatat di dalam lisan Sayidah
- 48:08Khadijah. Kenapa sih begitu sibuk datang
- 48:11ke rumah cuman bawa masalah?
- 48:14Kenapa sih enggak punya waktu? Kenapa
- 48:16sih banyak kegiatan di luar?
- 48:19Tapi ketika pulang ke rumah, aku selalu
- 48:21mendukungmu. Nabi mengatakan,
- 48:23"Kegiatanku ini, ini, dan ini. Aku akan
- 48:26berangkat ke sini menemui si fulan."
- 48:28Baiklah, siapkan optimalkan. Allah pasti
- 48:31melindungi. Sehingga semua kegiatan,
- 48:33beban yang dirasakan itu ketika
- 48:35berangkat enggak sendirian. Jadi, beliau
- 48:37pun dalam sendirian pun merasakan
- 48:39aura-aura Sayidah Khadijah.
- 48:41Mau berangkat kerja merasakan pesan dari
- 48:43istri. Pulang dari situ ditinggal pun
- 48:46istri merasakan pesan dari suami. Ini
- 48:48yang harus dioptimalkan.
- 48:50Dan Ibu, apa yang terjadi? Ketika di
- 48:53manaun suami beraktivitas dengan pola
- 48:55seperti ini, maka Allah menjaga ikatan
- 48:58pertalian rumah tangganya sehingga
- 49:01dijaga dari sifat-sifat rentan yang
- 49:03kemungkinan bergeser atau menodai
- 49:05kehidupan rumah tangganya.
- 49:07Maaf ini bahasanya agak halus ya. J
- 49:09kalau ada godaan dari pihak lain itu,
- 49:12itu tidak mudah untuk mendapatinya
- 49:14karena kalimat istri sudah sampai pada
- 49:15jiwanya.
- 49:17Sepeninggal beliau pun ketika Sayidah
- 49:18Khadijah meninggal itu ke mimpinya
- 49:20terbawa. Karena kenapa? Dialognya
- 49:22nyambung. Khadijah, Khadijah, Khadijah
- 49:26tuh ke bawah. Bisa enggak menciptakan
- 49:30suasana itu? J kalau kita simpulkan,
- 49:32satu tingkatkan hubungan dengan Allah
- 49:35lewat skema salat dengan baik. Yang
- 49:37kedua, jadi ibu yang paripurna yang
- 49:39memperhatikan keadaan anak, keluarga
- 49:41dengan sempurna. Sekalipun ada aktivitas
- 49:44di luar, pastikan yang di dalam baik
- 49:45dulu. Yang ketiga, pintu dialog yang
- 49:48dibuka untuk saling menguatkan dengan
- 49:50pasangan itu terjaga, itu optimal.
- 49:54Istikamah aja Bu tiga itu sampai dengan
- 49:55meninggal.
- 49:57Maka silakan tunggu panggilan pulang. Ya
- 50:01ayyatuhan nafsul mutmainnah. Irji'i ila
- 50:06rbiki ratan mardiyah fadkhuli fi ibadi
- 50:10wadkuli jannati. Baik, saya akhiri ke
- 50:14ujungnya. Saya berikan waktu nanti 10
- 50:16menit kalau ada yang ingin bertanya apa
- 50:17saja karena ini saya terakhir kali untuk
- 50:20membimbing di sini ya. Saya harus
- 50:23berikan
- 50:25pernyataan bahwa mohon izin mungkin ee
- 50:28ini bagian terakhir dari taklim saya
- 50:31pada Ibu semuanya dan besok saya akan
- 50:34berangkat ke Jepang ee membuka sekolah
- 50:37di sana ya. Dan di sini mungkin ini
- 50:41bagian terakhir kita akan berjumpa
- 50:43sebelum Ramadan.
- 50:45Nanti setelah Ramadan kita tatak lagi
- 50:47ya.
- 50:53Sebelum Ramadan. Betul kan?
- 50:55Ya. Ramadan tanggal berapa nanti?
- 50:58Satu. Tanggal 1. Kalau 23 batal 22 hari.
- 51:03Tanggal 1 Rama.
- 51:05Nah, pelan-pelan ya. Ramadan gunakan
- 51:08dengan baik kurikulumnya untuk
- 51:09menerapkan apa yang tadi disampaikan.
- 51:11Jadi saya tidak ingin pulang dari sini
- 51:14lupa dengan salat ya. Yang kedua, maaf
- 51:18sekali maaf pulang cek lagi ya. Pakaian,
- 51:21harta dan sebagainya itu saling
- 51:22menguatkan. Kalau bisa begini, "Bu, izin
- 51:25ya. Maaf ini bagian terakhirnya."
- 51:27Sayidah Khadijah itu enggak sendirian.
- 51:29Beliau punya partner, teman dialog.
- 51:33Kalau bisa cari teman-teman yang baik,
- 51:35saling mengingatkan. ya, bikin saf yang
- 51:37baik, saling menguatkan, saling
- 51:39mengingatkan pada yang yang dicintai
- 51:40oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi saya
- 51:43simpulkan tiga, salat jaga. Yang kedua,
- 51:46kondisi di rumah dijaga dengan baik.
- 51:49Pastikan semua apa yang dicintai oleh
- 51:51Allah itu yang kita gunakan. Perangkat,
- 51:53pakaian, makanan yang masuk, tugas yang
- 51:55paling optimal. Dan yang ketiga, selalu
- 51:58punya visi ke depan yang baik yang
- 52:00didialogkan untuk dengan suaminya
- 52:02masing-masing. Maaf, Ibu sekarang yang
- 52:04punya anak-anak segera siapkan anak itu
- 52:06ke depan mau jadi apa? Ibu yang
- 52:09rencanakan itu Sayidah Khadijah begitu
- 52:11ya. Ni si anak nomor satu ahli apa?
- 52:14Kedua apa? Ketiga apa? Dialog dengan
- 52:16suami, terangkan kepada anak, ajak jalan
- 52:18ke tempat-tempat itu untuk motivasi. Itu
- 52:21poinnya. Kalau ini dilakukan sampai
- 52:24akhir kehidupan, mudah-mudahan dalam
- 52:26nuansa yang singkat ini Allah berikan
- 52:27keberkahan pada kita semua. Insyaallah.
- 52:30Baik, paham, jelas? Ada pertanyaan?
- 52:34Silakan cepat saja satu
- 52:37ya. Boleh satu dulu. Silakan cepat saja
- 52:40boleh pinjam mic-nya
- 52:43ya. Satu.
- 52:46Ee boleh terkait dengan tema atau di
- 52:47luar topik boleh dengan cepat. Silakan.
- 52:49Ee bismillahirrahmanirrahim.
- 52:51Izin bertanya, Ustaz.
- 52:53Ee terkait seorang muslimah yang memang
- 52:56dia belum menikah. Nah, ingin menjaga
- 52:59ifah dan izahnya, Ustaz. Ee terus
- 53:02melihat juga zaman sekarang yang semakin
- 53:04canggih, maju, melesat dengan cepat ee
- 53:08sehingga emang kadang susah gitu
- 53:10mengimbangi apalagi seorang muslimah
- 53:12yang sering dia teh ke bawah-bawah ee
- 53:14dengan lingkungannya yang enggak baik
- 53:17gitu, Ustaz. bagaimana cara mengimbangi
- 53:20kita agar ee di samping kita bisa ee
- 53:22menjaga ifah dan izah, kita juga dapat
- 53:24melatih kreativitas kita untuk mengikuti
- 53:27ee perkembangan zaman, Ustaz. Terima
- 53:29kasih.
- 53:39Ya,
- 53:41saya jawab dulu.
- 53:44Yang pertama begini saya bacakan dulu
- 53:47hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- 53:50La taquumus saatu. Dalam perjalanan
- 53:53waktu nanti akan ditemukan suasana.
- 53:57Pertama taqarubuz zaman. Waktu semakin
- 54:00cepat berlalu. Jadi setahun kayak
- 54:03sebulan, sebulan kayak sepekan, sepekan
- 54:05kayak sehari, dan sehari cepat sekali
- 54:07sekilatan waktu. Terasa enggak sekarang?
- 54:10Kayaknya baru kemarin, sekarang ketemu
- 54:11lagi kan. Oke, teruskan.
- 54:15Taqarabul aswaq. Pasar mudah diakses.
- 54:17Terjadi percepatan digitalisasi.
- 54:20Dulu berangkat ke pasar pakai angkot
- 54:22gitu kan. Kemudian turun beli sesuatu
- 54:25sekarang klik datang. Ya, di masa-masa
- 54:29itu akan terjadi seperti apa yang Anda
- 54:30sampaikan. Kata Nabi, "Tantasyirul
- 54:32fitan." Godaannya makin banyak. Fitan
- 54:35itu jamak dari fitnah, dari pergaulan,
- 54:38dari perpecahan, dari hoa, dari
- 54:41polarisasi.
- 54:43banyak manipulasi.
- 54:45Maka dalam suasana itu, apa yang Nabi
- 54:47bimbing kepada kita untuk menjaga dalam
- 54:50kebaikan? Satu, pilih teman-teman
- 54:53terbaik.
- 54:55Shbatus shihin. Kalau di perempuan
- 54:58suhbatus shihat.
- 55:00Pertama, bagaimana? Misal lihat apa yang
- 55:03sekarang porsinya kita kerjakan. Anda
- 55:05sebagai mahasiswi misalnya ketika
- 55:07berangkat cari teman-teman yang baik
- 55:09yang kira-kira mendekatkan kepada Allah.
- 55:11pintar, saleh, baik, bisa punya visi
- 55:14yang sama-sama yang baik. Sehingga apa
- 55:17dengan teman-teman yang baik ini? Maka
- 55:19jika kumpulannya ada, minimal dia akan
- 55:21saling menjaga. Maka Imam Nawawi menulis
- 55:25satu kitab isinya 1896
- 55:28hadis tentang petunjuk menemukan
- 55:31orang-orang yang baik. Dikenal dengan
- 55:32nama Riyadus Shihin. Oke, di Riyadus
- 55:36Shihin ini yang pertama beliau
- 55:38mengajarkan satu. Maka setiap kita mesti
- 55:41punya visi dulu program yang kita jaga.
- 55:44Contoh misalnya Anda ingin jadi apa nih
- 55:47untuk yang Anda jaga? Anda banggakan di
- 55:48hadapan Allah sampai pulang. Misal saya
- 55:51mau pulang kepada Allah dengan
- 55:52kebanggaan rutin tahajud. Saya mau
- 55:55pulang kepada Allah dengan kebanggaan
- 55:56sebagai ahli Quran. Saya pengin pulang
- 55:59kepada Allah dengan kebanggaan misalnya
- 56:00ahli sedekah. Maka dari sini bikin
- 56:03program. Siapkan saya sambil kuliah
- 56:07menghafal Quran.
- 56:10Saat akan dieksekusi, cari teman yang
- 56:11baik.
- 56:13Identifikasi siapa teman-teman yang
- 56:15kira-kira bisa diajak sepatter dengan
- 56:16program yang Anda siapkan. Maka ketika
- 56:19Anda temukan itu, ngobrol jadikan satu,
- 56:23ikuti bareng-bareng, bikin schedule
- 56:25dalam keseharian, saling mengingatkan.
- 56:27Bikin grup misalnya bisa tahajud
- 56:29sama-sama saling mengingatkan, bisa
- 56:31telepon saling setoran ketemu misalnya
- 56:34di tempat yang sama yang dibicarakan
- 56:35dalam kebaikan. Konsisten dengan itu
- 56:37semua.
- 56:39Tiga. Ketika terpikir akan berbuat yang
- 56:42menyimpang, maka kata para ulama,
- 56:44bayangkan seketika akan diwafatkan.
- 56:47Contoh, ada pergaulan yang tidak bagus
- 56:50diajak ke tempat yang kurang baik.
- 56:51Ketika akan Anda hadir ke tempat itu,
- 56:54bayangkan seketika Anda diwafatkan oleh
- 56:55Allah Subhanahu wa taala. Maka kalau
- 56:57kita bisa keluarkan punya kurikulum,
- 57:00programnya disiapkan, punya teman yang
- 57:02baik, niatnya diperbaiki, dan terjaga
- 57:04dari maksiat, insyaallah dengan
- 57:06konsistensi seperti ini itu akan terjaga
- 57:08dan tidak akan terpengaruh dalam setiap
- 57:10perkembangan zaman. Tahu ikan di laut ya
- 57:13warnanya banyak kan, tapi tidak pernah
- 57:15asin kan. Kenapa? Karena dia punya
- 57:17prinsip dalam beraktivitas. Maka di mana
- 57:20pun Anda beraktivitas, kalau Anda punya
- 57:21prinsip sebagai seorang muslimah, punya
- 57:23capaian target yang harus diraih, dijaga
- 57:25dengan teman-teman yang baik, maka
- 57:27insyaallah saya kira semua akan saling
- 57:29mengingatkan dan tidak menjaga Anda
- 57:31sendirian terombang-ambing dalam
- 57:32keburukan. Jelas, ya? Wallahu taala alam
- 57:35bawab. Silakan agak cepat saya dengar
- 57:39ya.
- 57:41Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- 57:43warahmatullahi wabarakatuh.
- 57:45Waalaikumsalam warahmatull.
- 57:45Pertama-tama izinkan saya mengucapkan
- 57:47alhamdulillah. Baik,
- 57:49karena pada akhirnya saya bisa
- 57:51menanyakan ini langsung dengan Pak Ustaz
- 57:53Gurundat.
- 57:54Baik, terima kasih.
- 57:56Saya di November, maaf ini urusan
- 57:59pribadi ya, di November 2002 saya di
- 58:02izin Bu,
- 58:03pribadinya untuk Ibu atau boleh orang
- 58:05dengar?
- 58:06Saya pribadi.
- 58:07Ee kalau pribadi yang kira-kira kalau
- 58:09orang dengar menjadi kurang bagus, nanti
- 58:11Ibu boleh sampaikan terpisah
- 58:12enggak apa-apa.
- 58:13Baik ya, saya beri sesi nanti supaya Ibu
- 58:15bisa sampaikan terpisah setelah ini.
- 58:17Baik ya.
- 58:18Boleh ya.
- 58:19Silakan ke belakang. Salam.
- 58:25Asalamualaikum ustaz.
- 58:44Ust akhial
- 58:55yakni ini ee lim ee jika jika ee jika
- 59:00salat bisa merubah kehidupan seseorang,
- 59:03lantas mengapa? Mohon maaf ibu-ibu ee
- 59:05ini pertama pertanyaan teman-teman saya.
- 59:07Lantas kenapa e seorang mungkin
- 59:10marbotirul masjid
- 59:13ya ustazillah
- 59:38English insyaallah
- 59:41even in Arabic insyaallah will answer
- 59:43even in Japanesewa indonesian
- 59:48even in France bonus
- 59:53even in Tagaloastaka mabuti even in
- 59:57Bangladeshi kamu naso Baloasi
- 1:00:02ini beliau tanya singkatnya begini
- 1:00:05ya saya senang belajar belajar bahasa.
- 1:00:06Senang belajar bahasa. Jadi saya kalau
- 1:00:08mau dakwah ke negara itu tertentu saya
- 1:00:10pelajari bahasanya. Jadi saya mau ke
- 1:00:12Jepang, saya belajar bahasa Jepang ya.
- 1:00:14Saya mau ke Eropa, saya pelajari. Ini ee
- 1:00:17teman kita, adik kita bertanya, "Kenapa
- 1:00:21marbot masjid itu enggak kaya
- 1:00:23kalau memang Islam itu datang untuk
- 1:00:25merubah kehidupan seseorang?"
- 1:00:27Pertanyaannya yang mau dirubah itu
- 1:00:28apanya?
- 1:00:30Karena mindset seseorang berpikir kalau
- 1:00:32berubah itu selalu penampilan materi.
- 1:00:35Sedangkan Islam itu datang bukan untuk
- 1:00:37merubah materi,
- 1:00:39tapi mempercepat dan memberikan
- 1:00:41keberkahan pada tujuan berkehidupan.
- 1:00:44Perhatikan baik-baik. Ada empat pilihan
- 1:00:46dalam berkehidupan. Silakan gunakan.
- 1:00:49Satu, dengan kedudukan, kedua dengan
- 1:00:51harta. Ketiga, dengan ilmu. Keempat,
- 1:00:54dengan tenaga.
- 1:00:56Dan itu ada babnya. Kalau Anda ingin
- 1:00:58dengan kedudukan, jangan tanggung yang
- 1:00:59paling tinggi. Cita-cita diplomat jadi
- 1:01:02mainlu sekalian. Cita-cita di birokrasi
- 1:01:05jadi presiden sekalian. Ya, jangan
- 1:01:08tanggung. Jadi yang paling tinggi.
- 1:01:10Nanti ada babnya, ada fikihnya ya.
- 1:01:13Namanya Kitabul Imarah namanya. Kitab
- 1:01:15ke-33 di Sahih Muslim ada 54 topik.
- 1:01:19Topik ke-33-nya adalah tentang tata
- 1:01:20kelola negara. Kalau ingin kaya jangan
- 1:01:24tanggung.
- 1:01:26raih tingkat ketiga sekalian. Tingkat
- 1:01:28pertama tuh kaya, kedua kaya banget,
- 1:01:30ketiga kebangetan kayanya.
- 1:01:33Dan semua sahabat dapat level itu. Nanti
- 1:01:35ada kurikulumnya di Albukhari kitabul
- 1:01:37buy, kitab tentang tata kelola niaga.
- 1:01:41Tidak pernah ada sahabat Nabi kemudian
- 1:01:44tabiin dan generasi setelah itu yang
- 1:01:46mengamalkan bisnis dengan metode itu.
- 1:01:49Tidak pernah mereka berdagang dan
- 1:01:51kembali modal. Enggak ada.
- 1:01:54Mereka selalu kembali untung.
- 1:01:57Enggak ada dagang kembali modal. Kembali
- 1:01:58untung. Abdurrahman bin Auf, Utsman bin
- 1:02:00Affan. Yang pertama tadi Amr bin Ash,
- 1:02:03Umar bin Khattab dan sebagainya. Tiga,
- 1:02:05ilmu. Ilmu jangan tanggung. Jadi pakar
- 1:02:07di bidangnya. Utsman lihat, oke yang di
- 1:02:11birokrasi Amr, saya di harta.
- 1:02:13Tapi Ali melihat Utsman sudah ngambil
- 1:02:15harta,
- 1:02:18Amr sudah ngambil kedudukan. Saya pilih
- 1:02:20ilmu, passion saya di ilmu. Maka yang
- 1:02:22diperdalam ngaji. Abu Hurairah ikut,
- 1:02:25Salman ikut. Jadi kebanggaannya itu
- 1:02:27bukan ketika kaya, tapi ketika dia punya
- 1:02:29ilmu yang bertambah dan itu yang dia
- 1:02:32bawa bekalnya menghadap Allah.
- 1:02:34Kemudian yang paling menarik, ilmu sudah
- 1:02:36diambil oleh Ali bin Abi Thalib, Abu
- 1:02:38Hurairah. Harta diambil pasennya oleh
- 1:02:40Utsman. Kedudukan diambil oleh siapa?
- 1:02:43Umar bin Khattab. Ya. Kemudian Amr bin
- 1:02:45Ash. Maka Bilal melihat dari empat ini
- 1:02:48tinggal satu tenaga.
- 1:02:51Maka beliau dedikasikan hidupnya untuk
- 1:02:53mencari rida Allah yang merubah hidupnya
- 1:02:55dengan tenaganya.
- 1:02:58Dengan tenaganya. Maka yang dipakai
- 1:02:59azan. Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- 1:03:03Selesai azan, Nabi langsung komen. Bilal
- 1:03:07langsung like, sahabat langsung share.
- 1:03:10Dan kita subscribe sekarang. Apa
- 1:03:14komen Nabi? Aku dengar suara terumpah
- 1:03:18kaki Bilal di surga. Bilal ketika
- 1:03:20mendengar itu azan aja udah komen saya
- 1:03:23ke surga. Ngapain lagi saya kerja harta
- 1:03:25seperti Utsman? Secukupnya yang ada yang
- 1:03:27penting saya jaga. Meninggal masuk
- 1:03:29surga. Itu fikihnya. Maka dari sini
- 1:03:32muncul fikih marbot.
- 1:03:35Jadi kalau Anda mengin jadi marbot untuk
- 1:03:37mencari dunia, Anda salah tempat. Anda
- 1:03:40harusnya datang ke hijab fest, lihat
- 1:03:42orang jualan, pelajari itu, besoknya
- 1:03:44jualan jilbab.
- 1:03:47Kalau Anda ingin menjadi seorang ilmuan,
- 1:03:50salah kalau jadi marbot. Belajar datangi
- 1:03:53pengajian, pelajari dengan baik. Saya
- 1:03:56Bu, gini-gini juga saya senang riset,
- 1:03:57senang belajar. Kalau saya sedang
- 1:03:59kosong, artinya tidak mengajar, saya
- 1:04:01ajak keluarga ke toko buku. Saya sampai
- 1:04:03sekarang masih belajar fisika, Bu. Kimia
- 1:04:06saya belajar. Saya masih ngitung proton
- 1:04:09elektron ini ke mana. Ini senyawa, ini
- 1:04:11unsur, ini apa ya? Besi misalnya
- 1:04:13rumusnya verum, F besar, E kecil.
- 1:04:16Atomnya itu nomornya 26 ada isotop 55,
- 1:04:1856, 57, 59. Yang paling stabil tuh
- 1:04:21isotop nomor 57. Surah 57 ayat 25 sampai
- 1:04:2426 surah besi. Kan gitu. Saya sampai
- 1:04:27riset energi potensial EP = M * G
- 1:04:31dikalan dengan H. Kalau potensi kita
- 1:04:33bagus jadi kinetik. 1/2 m * V^ gabungkan
- 1:04:36EP. Kemudian dengan Eka menjadi energi
- 1:04:38mekanik dipakai ke mana aja karena
- 1:04:40passion saya di pengetahuan. Jadi kalau
- 1:04:43ditanya saya nyambung. Saya cuma enggak
- 1:04:45bisa main lato-lato aja.
- 1:04:50Orang tanya saya hukum musik saya enggak
- 1:04:52semudah lisan mengatakan halal haram.
- 1:04:54Tidak. Saya riset Bu sampai ke
- 1:04:56notasinya. Apa jenis musik, apa
- 1:04:58karakternya dari syiir sampai ke
- 1:05:00sekarang sampai ke notasi itu saya
- 1:05:02pelajari. CDF GBC GF DFSG DFIS G A B Cis
- 1:05:06D A B CIS DIS GIS AIS GIS A Bis dis E
- 1:05:08BIS dis E Fis ice B FIS ice B Cis ice
- 1:05:11Fish Cis ice F ice Be cheese.
- 1:05:14Apakah saya bisa main musik? Tidak. Saya
- 1:05:17enggak terlalu suka main piano. Enggak
- 1:05:19bisa. Gitar enggak bisa karena gelombang
- 1:05:21kami di Quran beda. Tapi untuk
- 1:05:23memberikan hukum saya riset.
- 1:05:25Saya tahu ini lagunya fulan, fulan,
- 1:05:27fulan, fulanah, fulan fulanah. Kita bisa
- 1:05:29berikan hukum ya.
- 1:05:32Kalau kita tahu passion kita bisa
- 1:05:35memilih pertahankan untuk pulang,
- 1:05:37jadikan itu sebagai istikamah jalan
- 1:05:39pulang kita. Jadi kalau Anda pengin
- 1:05:42sukses, ukurannya duniawi, jangan jadi
- 1:05:44marbot. Nanti kotak infak hilang semua.
- 1:05:49Marbot itu pilihan fikih sanadnya ke
- 1:05:51Bilal. Saya punya murid-murid yang
- 1:05:53belajar khusus tingkatan S1 sampai S3.
- 1:05:56Kami berikan beasiswa. Nanti sebentar
- 1:05:57lagi dibuka untuk yang perempuan itu.
- 1:05:59Yang ngajarnya semua pakai sanad. Jadi
- 1:06:02azan aja ada sanadnya sampai ke Nabi.
- 1:06:05Semua hadis pakai sanadnya. Jadi itu
- 1:06:07jawabannya. Untuk menjadi marbot,
- 1:06:09perubahan yang dihadirkan dalam Islam
- 1:06:11tinjauannya tidak selalu materi. Maka
- 1:06:13apa yang dipilih itu? Kalau sudah
- 1:06:15dipilih maka jaga konsisten sampai
- 1:06:17pulang. Nanti menjaga konsisten itu
- 1:06:19babnya se lagi tingkatannya untuk
- 1:06:21konsisten. Konsist one, consist consist
- 1:06:24consist
- 1:06:26sampai consist
- 1:06:38asr.
- 1:06:40Oh, maaf. Jam berapa asar
- 1:06:43sudah masuk? Ah, karena sudah kita harus
- 1:06:46praktik. Jangan sampai kita ngobrol,
- 1:06:48kita diskusi, kita belajar tapi
- 1:06:50praktiknya kosong. Kita berdoa dulu.
- 1:06:53Saya yakin banyak pertanyaan yang akan
- 1:06:54disampaikan. Lain waktu kita bisa
- 1:06:56sajikan. Kita berdoa mudah-mudahan doa
- 1:06:58kita dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa
- 1:07:00taala.
- 1:07:04Tadi yang bertanya dua orang ya.
- 1:07:06Masing-masing saya kasih hadiah Rp1 juta
- 1:07:07ya. Baik
- 1:07:10ya. Yang lain tawakal aja ya.
- 1:07:14Ayo kita berdoa. Mudah-mudahan doa kita
- 1:07:16dikabulkan.
- 1:07:17Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- 1:07:18Bismillahirrahmanirrahim.
- 1:07:19Allahummauslolliusallim habikal karim
- 1:07:22rasul mustof amin sayidina Muhammadin
- 1:07:23waa alihi wasbihi ajmain. Allahumana fi
- 1:07:27maqina maqam illa. Ya Allah jika ada
- 1:07:30pendesa pendosa di ruangan ini atau
- 1:07:32sekitarannya jangan biarkan ia
- 1:07:33meninggalkan tempat ini kecuali engkau
- 1:07:35ampuni segala dosa-dosanya. Allahumta.
- 1:07:39Jika ada yang tengah merasakan
- 1:07:40kegelisahan di ruangan ini, jangan
- 1:07:41biarkan ia pulang kecuali engkau telah
- 1:07:43tenangkan keadaan hatinya. Allahum w
- 1:07:45asir illa yarta. Jika ada yang tengah
- 1:07:47mengalami kesulitan dalam hidupnya,
- 1:07:49mohon dengan segala keikhlasannya ia
- 1:07:50belajar. Mohon ya Allah ringankan dan
- 1:07:52hilangkan segala kesulitannya. Allahumal
- 1:07:55jam jamaan marhumah
- 1:07:57ba'di tafar maksum. Ya Allah, mohon
- 1:08:00jadikan pertemuan kami saat ini
- 1:08:01pertemuan yang mengeratkan kebaikan dan
- 1:08:03mendekatkan kami dengan-Mu. Dan bila
- 1:08:05kami mesti berpisah, jadikan perpisahan
- 1:08:07kami yang meratkan silaturahim dalam
- 1:08:08kebaikan yang Engkau sukai. Allahumma
- 1:08:10jaalna min ibadikal muttaqin shihin. Ya
- 1:08:12Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba
- 1:08:14yang Engkau nilai saleh dan takwa dalam
- 1:08:16pandangan-Mu. Wajal min ibadikalladzina
- 1:08:18nuhibbu ya Allah Rasulullah sallallahu
- 1:08:20alaihi wasallam umatih shihin. Dan
- 1:08:22jadikan kami termasuk pecinta Rasulullah
- 1:08:24umatnya yang saleh yang ditunggu oleh
- 1:08:26beliau di telaga firdausnya.
- 1:08:30akarallahuidina
- 1:08:33Muhammadhallah
- 1:08:37wabihamdika
- 1:08:38ilahailla antafirhamdulillahilamin
- 1:08:43masalah hidup tidak pernah datang tanpa
- 1:08:45izin Allah dan tidak pernah hadir tanpa
- 1:08:48tujuan kadang Allah tidak langsung
- 1:08:50menghilangkan masalah tap dia menguatkan
- 1:08:52hati meluruskan arah dan menyiapkan
- 1:08:55jalan keluar yang tak Kita sangkan
- 1:08:57jangan lelah berharap, jangan berhenti
- 1:09:00berdoa, dan jangan putus asa dari
- 1:09:02rahmatnya. Semoga setiap ujian yang kita
- 1:09:04hadapi menjadi jalan untuk lebih dekat
- 1:09:07kepada Allah, lebih kuat dalam iman, dan
- 1:09:10lebih tenang dalam menjalani hidup.
- 1:09:12Semoga Allah menuntun kita menuju jalan
- 1:09:14pulang yang diri olehnya. Yeah.
About this transcript
This page contains the full transcript of Begini Cara Alloh Menyelesaikan Masalah Hidup Seorang Hamba | Ustadz Adi Hidayat by Jalan Pulang, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 8,243 words across 1,666 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.