Bedah Mindset PEREMPUAN BERKELAS Yang Bikin Kamu Bisa BERKEMBANG | SUARA BERKELAS #176 — Transcript
Full transcript
- 0:00Sejak aku punya mindset methodical
- 0:02experiments yaitu treat life as a set of
- 0:04experiments ya, approach hidup tuh
- 0:06seakan-akan kita lagi science lab gitu
- 0:09itu jauh lebih baik. Intelligence ini
- 0:11bukan cuma ijazah doang juga ya, tapi
- 0:13kayak sesimpel kamu bisa berkomunikasi
- 0:16dengan baik ke orang lain atau orang
- 0:18yang humoris gitu ya. Jadi there's this
- 0:21different touch itu juga sebuah
- 0:22privilege loh yang bisa membawa kita
- 0:25lebih cepat menuju goal kita. Definisi
- 0:28kesuksesanku adalah aku bisa menjalani
- 0:31berkarya sambil menemani tumbuh kembang
- 0:34anakku. Dulu kan kayak bisa hasle sampai
- 0:37pulang kantor baru jam 09.00 dan
- 0:39lain-lain gitu ya. So menurutku tiap
- 0:41chapter hidup orang tuh beda-beda tapi
- 0:43mungkin esensinya sama ya. Di sini kan
- 0:45aku ngerasa kadang kamu jurusannya apa
- 0:47tapi pas kerja hal yang berbeda itu kan
- 0:49kayak kok enggak sama sih sama
- 0:51jurusannya gitu ya. Padahal itu bisa
- 0:53jadi kita punya hal-hal yang berbeda,
- 0:55kita satukan. Itu bisa jadi hal
- 0:57kombinasi yang unik karena mungkin itu
- 0:59bisa solve a problem. Mungkin kita jadi
- 1:01punya pandangan ke isunya yang lebih
- 1:02dalam atau kita punya e kelebihan. Jadi
- 1:05berhenti mengotak-otakkan diri. Itu yang
- 1:07aku pelajarin banget di sana. Orang di
- 1:09sana tuh enggak langsung the smartest in
- 1:11the room, tapi they just do it.
- 1:16Halo semuanya, kembali lagi di podcast
- 1:17Suara Berkelas. Hari ini aku happy
- 1:19sekali karena kita kedatangan tamu
- 1:21berkelas ada Sabrina Anggraini.
- 1:26Thank you for having me. Baikbaik kamu
- 1:28apa kabar?
- 1:28Alhamdulillah baik. Kita baru ketemu
- 1:30beberapa waktu yang lalu.
- 1:31He.
- 1:31Terus aku lihat, oke Sabrina harus ke
- 1:33suara berkelas langsung aku ajakin ke
- 1:36suara berkelas. Terima kasih sudah ke
- 1:37suara berkelas.
- 1:38Tegang ya tetap jadi kayak lagi
- 1:40konseling one on ya. [tertawa] Benar
- 1:42benar benar. Sabrina, bagi teman-teman
- 1:45yang udah klik video ini tapi mereka
- 1:47masih penasaran siapa Sabrina, mungkin
- 1:49mereka cuma tahu Sabrina lulusan MIT
- 1:52gitu. Tapi kalau aku dive lagi siapa
- 1:54Sabrina dengan bahasa yang sangat mudah
- 1:56dipahami.
- 1:57Wah, kalau ditanya identitas diri tuh
- 1:59langsung diam ya. Cuma menurutku aku
- 2:02siapa? Setiap chapter hidup tuh
- 2:04beda-beda ya. Kalau saat ini aku adalah
- 2:07seorang ibu, aku juga seorang learner
- 2:11yang mungkin learner itu aku
- 2:15salurkan dalam bentuk ya whether it be
- 2:18an entrepreneur, being a content creator
- 2:21yang juga mengekplore cara kita
- 2:23intentional living ya. Karena mungkin
- 2:25terlebih lagi peran sebagai ibu itu
- 2:27ngasih aku makna bahwa emm arti dari
- 2:32hidup tuh lebih dari hassle ya gitu dan
- 2:34[berdehem]
- 2:35emm ya di tengah-tengah kehectikan kita
- 2:40itu gimana kita bisa unrad our brain
- 2:42gitu. Jadi kayak mungkin lagi di situ,
- 2:45tapi ada banyak side dari aku yang aku
- 2:48juga kadang enggak tahu.
- 2:50Iya.
- 2:51Tapi konteksnya learner juga masih
- 2:53nyambung sama menjadi ibu kan. Karena
- 2:55setiap ibu menurut aku adalah pembelajar
- 2:57ya.
- 2:57Iya banget sih.
- 2:58Kayak setiap hari itu dia ada aja yang
- 3:00dia pelajari.
- 3:01Tujuannya mungkin enggak cuma untuk
- 3:02dirinya sendiri tapi untuk suaminya,
- 3:03untuk anaknya.
- 3:04Iya. Dan cara belajarnya tuh beda dari
- 3:06tadi mungkin kamu mention apa? MIT
- 3:08Academic Career. Terus aku juga berkarir
- 3:11ya udah 10 tahunan ya gitu dan
- 3:14eh it gives a different kind of learner
- 3:17karena ini tuh kayak leadership class
- 3:18yang paling ngena banget sih menurut aku
- 3:21jadi ibu.
- 3:22Hmm.
- 3:23Leadership class yang wow.
- 3:26Wow. Kita bisa bahas itu lebih detail
- 3:27nantinya ketika menggali tentang
- 3:29leadership seorang ibu ya. Tapi aku mau
- 3:31pelan-pelan masuk ke akademi kamu dulu
- 3:35gitu. Kayak semua orang tahu kamu MIT.
- 3:38Tapi transisi kehidupannya seperti apa?
- 3:40Dari budaya belajar di MIT kemudian eh
- 3:43pindah ke Indonesia
- 3:45kemudian menikah jadi seorang ibu.
- 3:47Bagaimana transisi hidupnya yang aku
- 3:49harus tahu gitu.
- 3:50Iya. Gimana ya? Kebetulan itu juga daror
- 3:52ya kayak aku nikah di tengah-tengah
- 3:54studi. Mungkin kalau bisa dibilang ee ya
- 3:58kalau dari beda juga ya kalau saat aku
- 4:01ke MIT kan tuh masters ya. Kalau S1 kan
- 4:04kita kayak aku pikir kita udah e mencari
- 4:07jati diri kita, kita kembangin dalam
- 4:09karir. E tapi ternyata waktu ke MIT tuh
- 4:13ternyata mencari jati diri all over
- 4:15again ya. Jadi aku ngerasa kayaknya kita
- 4:17tuh refresh diri kita enggak ada
- 4:19berhenti-berhentinya karena mungkin saat
- 4:20itu em itu kan pengalaman aku studi
- 4:24study abroad pertama kali dan tinggal di
- 4:26luar yang benar-benar kayak dalam jangka
- 4:27waktu yang lama kan.
- 4:29Heeh. di situ tuh kayak aku terdevelop
- 4:32dari segi mungkin open minded karena
- 4:36banyak teman-temanku dari negara yang
- 4:38berbeda. Jadi POV-nya tuh sangat lebih
- 4:42diverse dan di situ kayak mau misalnya
- 4:44kita profesinya sama nih di satu negara
- 4:46negara lain.
- 4:47How we approach things tuh beda banget.
- 4:49Jadi kayaknya kebuka di situ. Terus juga
- 4:52banyak yang aku pelajarin dari segi di
- 4:55luar kelas malah menurutku yang lebih
- 4:56valuable tuh dari orang-orangnya ya.
- 4:58Yaitu aku ngerasa dulu tuh kan kita
- 5:01sering ngengotak-ngotakkan diri ya dalam
- 5:03arti oh aku jurusan computer sains
- 5:05misalnya kan
- 5:07aku IT aku mungkin jurusan aku pas harus
- 5:10kerja tuh harus fokus di ilmu komputer
- 5:12kalau enggak tuh kayak it's a crime gitu
- 5:14ya. Ternyata waktu aku di MIT tuh aku
- 5:17bertemu dengan mungkin bisa aku lihat
- 5:20istilahnya orang-orang multipotensial
- 5:23dalam arti orang-orang tuh tidak
- 5:24mengotak-ngotakkan diri mereka dalam
- 5:26satu kotak aja. Jadi, let's say ya yang
- 5:28aku temuin mungkin seseorang yang
- 5:31background-nya guru tapi juga into
- 5:34technology tapi juga entertainment. Lalu
- 5:36dia membuat karya dari situ. Jadi
- 5:39multiple combination. Terus aku ketemu
- 5:40juga seorang arsitek ya,
- 5:42seorang arsitek tapi dia suka traveling,
- 5:45suka nature juga. Akhirnya dia bikin
- 5:48biodegradable materials untuk
- 5:50konstruksi. Jadi itu hanya sedikit ya.
- 5:53Dan ya kemarin kayak misalnya aku ke MIT
- 5:55Media Lab itu ada kayak lab yang dia
- 5:57banyak fokusnya ya, ada bikin robot
- 6:00untuk education, ada bikin ee
- 6:03macam-macam banget ya lab-nya. Dan di
- 6:05situ aku ngerasa eh iya ya aku kira pas
- 6:08masters tuh aku pengin lebih
- 6:09mengerucutkan fokusku lagi. Tapi
- 6:12ternyata
- 6:14yang aku sadar aku harus melihat lagi
- 6:16cabang-cabang yang aku punya tuh apa.
- 6:18Dan ketika itu dikombinasi, it's what
- 6:20makes me unique.
- 6:21Hm. Karena sejuj aku juga sempat krisis
- 6:24identitas sih, karena aku tipe yang
- 6:27kayak lumayan explore dari segi karir.
- 6:30Oke. Garis besar karir utamaku di bidang
- 6:32produk desain ya di era digital. Tapi
- 6:34aku pernah tuh
- 6:36di tahun 2019 ee aku resign tuh dari my
- 6:39corporate job di tech company ya. Karena
- 6:42waktu itu pengin udah mulai
- 6:43mempersiapkan ke entrepreneur ya. Tapi
- 6:45aku waktu itu malah dapat kesempatan
- 6:47ikut Putri Indonesia terus jadi host di
- 6:50acara petualang keliling Indonesia.
- 6:54Pokoknya kayak multiple career ya. Tapi
- 6:57dari situ aku juga kayak aku tuh
- 6:59fokusnya apa sih? Jadi mempertanyakan
- 7:01diri aku sendiri gitu.
- 7:03Hm.
- 7:03Emm.
- 7:05Ya udah dari situ. Tapi setelah dari
- 7:07pengalaman itu aku decide bahwa enggak
- 7:09justru dengan kita mengeksplore beberapa
- 7:12hal dan kita menemukan minat-minat kita,
- 7:15kita jadi that spiky generalist ya.
- 7:18Punya satu atau dua
- 7:20bidang yang kita dalam tapi kalau kita
- 7:22combine sama minat-minat kita yang lain
- 7:23tuh bisa jadi sesuatu. Dan semoga
- 7:26walaupun yang enggak pernah fix ya kayak
- 7:28kita cocoknya di bidang apa, itu yang
- 7:30aku lagi coba nge-develop sih minat aku
- 7:32sekarang menjadi hal yang ya it's a
- 7:35combination of my e interest.
- 7:38Wow.
- 7:39Dan itu berlaku juga ke family sih.
- 7:41Nah, itu dia. This why aku mau
- 7:43menyarankan teman-teman yang ngerasa
- 7:45bahwa aduh aku kalau coba hal kedua, hal
- 7:48ketiga, hal keempat bagus enggak ya? Ya
- 7:49menurut aku coba banyak hal sampai ada
- 7:51kesimpulan bahwa kamu tuh kuatnya di
- 7:52mana kan. which is itu generalis yang
- 7:55dibutuhin oleh banyak orang sekarang
- 7:57gitu.
- 7:57Kalau kata Nava Rafikan specific
- 7:59knowledge gitu kayak
- 8:01Sabrina yaitu seorang yang pandai banget
- 8:04produk desain, dia seorang ibu, dia juga
- 8:06seorang leader segala macam. Jadi itulah
- 8:08menciptakan siapa Sabrina Granny gitu.
- 8:09Heeh. Tadi kan aku kesannya pas ngomong
- 8:11tuh kayak bidang-bidang skill aja ya
- 8:13gitu. Tapi tadi tuh istilah yang
- 8:15belakangan yang aku dengar istilahnya
- 8:17the spiky generalist. Jadi kita kalau
- 8:19dulu kan T person ya, kita punya satu
- 8:21spesialisasi terus ee generalis juga
- 8:24gitu. Tapi sekarang
- 8:25mungkin apalagi di era EA ya kita
- 8:29kedalaman itu perlu gitu karena di era
- 8:31di mana setiap orang tuh bisa jadi
- 8:33general dengan cepat. Karena AI kan
- 8:35punya kemampuan buat gathering konteks
- 8:37yang cepat. Terus setiap orang tuh
- 8:40misalnya setiap orang sekarang udah bisa
- 8:42gampang bikin em digital product gitu ya
- 8:45kayak misalnya gitu. Tapi mungkin punya
- 8:48bidang dua yang kamu dalamin banget.
- 8:50Maybe in my case tuh di product design
- 8:52and somehow ternyata di content creation
- 8:55walaupun aku enggak taking formal
- 8:57education. Nah, tapi di T-nya tuh
- 9:00ternyata motherhood juga menjadi salah
- 9:02satu contributor loh. Makanya itu aku
- 9:05enggak cuma ngomongin tentang skill
- 9:08setskill set formal tapi kayak ternyata
- 9:10motherhood tuh
- 9:11ternyata nge-shape banget cara aku
- 9:13ngebangun bisnis gimana. aku misalnya
- 9:16lebih intensional gitu ya. Kalau dulu
- 9:19misalnya bisa lima meeting back to back
- 9:22gitu ya. Tapi kalau sekarang ya kita
- 9:24lihat ini benar-benar berimpact enggak
- 9:26sih gitu ya. Eh, atau kayak ya pokoknya
- 9:29dengan challenge dari motherhood tuh
- 9:31jadi bikin kita ngerasa apa yang lebih
- 9:34matters dan ternyata itu membuat aku
- 9:35nge-filter my career. Jadi, makanya aku
- 9:37bilang motherhood itu sangat membentuk
- 9:40aku dari segi leadership dan itu
- 9:43ternyata masuk ke dalam the spiky
- 9:45generalist framework buat aku saat ini.
- 9:48Hmm. Wow. Itu poin menarik ya, SPY
- 9:51generalis which is ketika kamu tadi tahu
- 9:54waktu kamu dipakai untuk apa. Jadi
- 9:55sesuatu yang matters itu di hari ini
- 9:57terutama menjadi ibu, menjadi leader,
- 10:00even menjadi kreator itu udah tahu nih
- 10:02waktu yang enggak agak tiba-tiba
- 10:03langsung 5 jam kepakaian tuh banyak hal
- 10:05random gitu sampai tujuannya.
- 10:07Itu poin menarik.
- 10:09Kita masuk ke menjadi ibu kali ya,
- 10:12karena tadi kamu sudah sempat bahas di
- 10:13awal. Nah, banyak yang bilang kalau
- 10:16setelah menikah mimpi kita tuh terhambat
- 10:19gitu. I
- 10:20kamu bisa counter enggak itu argumen itu
- 10:22yang di mana banyak teman-teman yang
- 10:24takut menikah karena dia ngerasa bahwa
- 10:26ketika dia menikah menjadi ibu, menjadi
- 10:29istri, maka waktunya harus full mengurus
- 10:32suami. Maka waktunya itu tidak lagi
- 10:34untuk dirinya sendiri dan mereka bisa
- 10:35hilang diri sendiri gitu. Ya, jujur tapi
- 10:38aku dulu juga sempat ada di posisi takut
- 10:41karena hal yang serupa.
- 10:43Kenapa? Karena waktu itu
- 10:44em bukan aku benar-benar mau ya
- 10:46berkeluarga tuh I wanted, tapi lebih
- 10:49karena waktu itu aku ngerasa aku tuh
- 10:50kayaknya belum nyampai ke titik sukses
- 10:52yang aku harapkan di mana itu sesuatu
- 10:55yang kita work dari lama. Tapi di saat
- 10:58yang bersamaan aku soalnya ngelihat
- 10:59narasi sekitar tuh kayak ee kayaknya
- 11:02kalau jadi ibu nih kayaknya tadi ya ee
- 11:04kita secara diri kita tuh harus udah
- 11:07selesai dalam tanda kutip
- 11:08i
- 11:09gitu. Itu kan yang bikin aku eh tapi aku
- 11:11belum sukses deh dari definisiku kayak
- 11:14karena aku merasa aku pengin kebanggain
- 11:15orang tua, aku pengin achieve apa-apa
- 11:17untuk banyak hal lah. Jadi jujur
- 11:19takutnya karena di situ gitu. Tapi
- 11:22ternyata along the way e aku kan juga
- 11:24sebenarnya enggak menunda ya untuk punya
- 11:25anak emang. Tapi kayak sebenarnya
- 11:27ternyata deep inside tu takut dari sisi
- 11:30akunya walaupun confident tapi ternyata
- 11:32aku ngerasa bahwa emang kunci ee makanya
- 11:35sekarang aku ngebangun podcast bos mama
- 11:38ya di mana tagline kita life doesn't
- 11:40life doesn't end after motherhood
- 11:42but it expense.
- 11:44Hm. He.
- 11:44Karena sekarang yang aku rasakan fast
- 11:46forward anakku udah 2 tahun, aku ngerasa
- 11:49iya ternyata aku masih sangat bisa kok
- 11:51berkarir. Aku sangat bisa ee
- 11:54mengeksplore ee mengeksplore diriku.
- 11:57Tapi juga di saat yang bersamaan
- 11:59kayaknya rasa cintaku tuh malah keekpand
- 12:02yaitu untuk anakku, untuk keluargaku.
- 12:05Dan ternyata kuncinya itu adalah di
- 12:08pasangan yang supportif sih.
- 12:09Oh, good point. pasangan yang support
- 12:12support sistem dalam arti dan setiap
- 12:14orang tuh aku yakin makanya enggak bisa
- 12:15disamain juga journey aku sama ibu lain
- 12:17karena mungkin mereka punya
- 12:19e support system yang berbeda, ee
- 12:22individu berbeda tuh juga beda
- 12:23upbringing yang berbeda ee atau mungkin
- 12:26em kondisi ekonomi kadang kan yang atau
- 12:30jenis perbedaan pekerjaan juga ya gitu
- 12:32ya karena kan mungkin ada pekerjaan yang
- 12:34harus 9 to5 ke kantor ada yang memang
- 12:37bisa ee fleksibel
- 12:39di rumah e juga, tapi juga kantor. Jadi
- 12:42beda-beda. Nah, komponen-komponen itu
- 12:44sih yang akhirnya
- 12:47ya tiap orang makanya enggak bisa
- 12:48disamain. Cuma kalau menurutku garis
- 12:50besarnya masih bisa ketika kita punya
- 12:53pasangan yang supportif dan juga punya
- 12:55support system yang menurutku itu juga
- 12:58secara rezeki aja sih dari dari aku gitu
- 13:01ya.
- 13:02Tadi kamu mention bahwa kamu kerja keras
- 13:04untuk kemudian mencapai suksesmu ingin
- 13:06membangkan keluarga termasuk orang tua
- 13:08ya kali ya.
- 13:09Apakah itu achievable pada waktu itu
- 13:13atau setelah menikah justru di-support
- 13:15oleh pasangan yang tadi supportif?
- 13:18Justru tadi kan aku takut-takut takut
- 13:20nih kalau kalau nikahnya sebenarnya
- 13:22enggak terlalu takut ya. Aku em pasya
- 13:25anak takut nih nanti aku lebih kurang
- 13:27waktunya karena tanggung jawab kan dan
- 13:29lain tapi ternyata
- 13:32Allah Subhanahu wa taala tuh memberikan
- 13:33jalan yang benar-benar kita enggak akan
- 13:35sangka sebelumnya. Makanya kan yang
- 13:37bikin aku surprise ternyata ketika
- 13:39setelah menjadi ibu kok karirku malah
- 13:41makin berkembang ya dalam arti aku
- 13:43menemukan clarity
- 13:45apa yang aku memang ee mau lakukan dan
- 13:49worth it lakukan untuk invest time. Jadi
- 13:52kita berhenti menjadi yes man untuk
- 13:54segalanya tapi menurutku itu jadi
- 13:56memberikan clarity sih dalam aku memilih
- 13:59dalam dan menentukan dengan resource
- 14:01yang ada apa yang bisa aku lakukan. Jadi
- 14:03kayaknya kalau bisa aku bilang em
- 14:07banyak hal yang enggak disangka malah
- 14:08setelah jadi anak yang kayak mendukung
- 14:10aku untuk aku masih bisa berkarya.
- 14:13Karena menurutku kadang berkarya tuh
- 14:14juga lebih dari selain tentu untuk
- 14:17finansial ya. Tapi
- 14:18karena kita sebagai individu perempuan
- 14:20kan tentu role aku sebagai ibu. Tapi kan
- 14:23kita manusia biasa di mana manusia itu
- 14:26butuh mengembangkan
- 14:28sisi-sisi emosionalnya. terus ee dalam
- 14:31arti hobi-hobi yang lain ingin berdaya
- 14:34ya. Jadi itu komponen-komponen yang
- 14:38menurutku kita enggak bisa bilang
- 14:41makanya working mom tuh egois enggak
- 14:43sama sekali gitu ya. Karena again kita
- 14:45manusia kalau kita hanya berkutat di
- 14:48satu pilar hidup kita aja tuh juga
- 14:50sulit.
- 14:51Hm.
- 14:52Mungkin kita akan merasa kurang
- 14:55terstimulus gitu ya bisa dibilang.
- 14:57Ya, bagaimana dengan peran keluarga
- 15:00sendiri? Karena aku sering ngelihat
- 15:01individu-individu itu tuh mereka
- 15:03berkembang bukan karena merekanya doang
- 15:04yang
- 15:05pinta berani, tapi juga dipengaruhi sama
- 15:07lingkungan mereka gitu. Termasuk
- 15:10orang tua, termasuk saudara kandung,
- 15:12bahkan pasanganmu sendiri yang tadi
- 15:13sportif gitu ya.
- 15:14Gimana peran mereka di hidup kamu di
- 15:16arah hidup Sabrina yang sekarang itu?
- 15:19peran mereka tuh sangat benar-benar
- 15:22besar banget dalam arti aku enggak bisa
- 15:23ada titik ini tanpa em hal-hal yang
- 15:25dicontohkan seperti misalnya ya em orang
- 15:28tuaku ya
- 15:29dari dulu tuh kenapa sekarang misalnya
- 15:32aku selalu berusaha untuk antar anak ke
- 15:34sekolah bagi waktu meskipun kadang stres
- 15:37kayak malam-malam misalnya ketika
- 15:39paginya enggak bisa banget aku jadi
- 15:42gantiin waktu kerja aku jadi malam-malam
- 15:43loh kayak begadang dan lain-lain itu kan
- 15:45capek tapi kenapa aku pengin karena
- 15:47aku dulu sendiri ngelihat lihat gimana
- 15:49misalnya aku misalnya les nih sesimple
- 15:52les tapi orang tuaku tuh benar-benar
- 15:54membersamaiku diantterin ee ditungguin
- 15:57apalagi dulu enggak ada smartphone ya
- 15:59bosan dong
- 15:59iya ditungguin ya
- 16:00iya tapi justru sebagai anak tuh core
- 16:02memory aku di situ karena mungkin kita
- 16:05sesimpel oh
- 16:06clarless nih nunggu adikku ya udah kita
- 16:08tunggu aja di mana duduk doang sambil
- 16:11beli donat kampung [mendengus] itu yang
- 16:13justru jadi core memoriku dan justru itu
- 16:15juga yang jadi drive aku karena wah
- 16:17orang tuaku tuh udah benar-benar
- 16:19all out loh
- 16:21untuk aku. Jadi ya aku pengin memberikan
- 16:25yang terbaik juga untuk mereka secara
- 16:28ikhlas dan secara genuin juga gitu. Jadi
- 16:30dari gestur-gestur kecil itu aku sadar
- 16:32ternyata sebagai anak yang kita ingat
- 16:34itu gestur-gestur kecil orang tua ya.
- 16:37Bukan barang besar yang dibeliin
- 16:40gitu-gitu mungkin nilainya lebih kecil
- 16:42gitu ya. Dan misalnya suamiku ya ee
- 16:45dengan kesibukannya sebagai CEO gitu,
- 16:47tapi selalu meluangkan waktu untuk
- 16:51keluarga untuk ee ya sesimpel sama
- 16:55anakku, kita hangout ee terus juga
- 16:59sesimpel ee dulu tuh pas bayi terutama
- 17:01ya sebelum ke kantor ada rutinitas ya
- 17:05setiap pagi kan ketemu dulu nih gitu ya
- 17:07sebelum ke kantor misalnya. Terus selalu
- 17:09dia tuh setiap ada anakku mungkin yang
- 17:12tadinya dia lagi serius lihat HP terus
- 17:14nengok ada anakku langsung senyum bright
- 17:18gitu kayak eh
- 17:19dan bahkan aku malah jadi belajar loh
- 17:21dari suamiku. Oh ya dia ee karena kan
- 17:23emang pengin memberikan good vibes ke
- 17:26anak gitu ya. Pokoknya dari mode apapun
- 17:28lagi sibuk lagi pusing ngelihat anak
- 17:30langsung hei good impression kayak
- 17:32gitu-gitu. Jadi malah dari situ aku
- 17:34belajar juga. Jadi dan tentunya ya ee
- 17:37untuk berbagi peran juga support
- 17:39sistemku tuh sangat berperan penting.
- 17:41Itu itu udah pasti ya. Lagi-lagi aku
- 17:42kayak enggak mungkin di titik ini tanpa
- 17:44ada support system meskipun ee dan balik
- 17:47lagi aku rasa itu beneran bantuan tangan
- 17:50Allah Subhanahu wa taala sih. Karena kan
- 17:53sebenarnya ibuku tuh berpulang
- 17:55benar-benar sebelum aku
- 17:58e tahu aku hamil dan benar-benar 2 bulan
- 18:02sebelum aku wisuda kan di mana itu
- 18:04benar-benar hilang sebenarnya purpose
- 18:06aku dalam hidup kayak buat apaagi sih
- 18:08aku sukses kan kalau aku dapat uang
- 18:10misalnya ya kan buat ngebahagiain orang
- 18:11tua juga gitu ya jadi udah hilang gitu
- 18:14misalnya tujuannya atau kalau aku bangga
- 18:16tuh kalau aku mau achieve something tuh
- 18:18enggak ada lagi nih yang selalu ee reply
- 18:21Aku selalu notice hal-hal kecil dalam
- 18:23hidupku sampai sekarang ya. Karena kan
- 18:25ya ibuku tuh my biggest cheer leader
- 18:28gitu ya. Jujur hilang purpose aku. Jadi
- 18:30kayak aku sempat bertanya-tanya buat apa
- 18:32aku achieve ini semua sampai might
- 18:33sampai apa? Tapi ternyata ya itu rencana
- 18:36Allah ternyata aku malah hamil dan
- 18:39sekarang ya anakku menjadi one of my
- 18:42biggest motivation for me to thrive gitu
- 18:44ya. Karena aku lihat juga misalnya
- 18:46sekarang aku sambil kerja gitu ya. Ya
- 18:48mungkin dia masih kecil ya, mungkin
- 18:50belum mah ya. Tapi mungkin nanti
- 18:51[mendengus] pas dia udah gede ya dia
- 18:53akan melihat aku sebagai ee aku tuh
- 18:55bukan hanya ibunya aja tapi aku juga
- 18:57perempuan yang berdaya. Aku melanjutkan
- 18:59mimpi-mimpi yang juga ditanamkan oleh
- 19:01orang tuaku. Aku sebisa mungkin dengan
- 19:03yang aku punya tuh bisa ngasih manfaat.
- 19:05Jadi again God works in very mysterious
- 19:08ways ya. Karena juga dulu aku tuh udah
- 19:09mikir, gimana ini aku punya
- 19:12anak tapi enggak ada mamaku. Kan
- 19:14biasanya kan support sistem terbesar
- 19:16juga mama kita ya. Cuma ya itu ternyata
- 19:18mysteriously rezeki dari Allah punya
- 19:21suami yang supportif benar-benar
- 19:23oke kamu berkarir silakan bahkan suka I
- 19:26ask for advice giving me advice apa gitu
- 19:28ya. Suami yang supportif, suami yang
- 19:31enggak patriarki menurut aku. Ee
- 19:34sisterku juga ee baik, keluarga besarku
- 19:37juga baik. Eh, ayahku juga kadang
- 19:40walaupun kalau bapak-bapak tuh suka lucu
- 19:42ya, kalau enggak kayak emak-emak gitu
- 19:44kan ya, suka polos-polos. Tapi overall
- 19:46ya aku juga punya support sistem di
- 19:47rumah yang ternyata cocok gitu ya. Jadi
- 19:50eh ternyata itu cara
- 19:53Allah ngasih pertolongan dan aku jadinya
- 19:55sekarang bisa dibilang aku tenang aku
- 19:56pengin bilang ke mamaku, "Mah, tenang
- 19:58aja ya, I can I can do this." Ternyata
- 20:01banyak pertolongan Allah. Meskipun
- 20:03enggak ada mamah, tapi ternyata it all
- 20:06works well loh. Aku malah bisa karirnya
- 20:07makin berkembang aku walau dengan
- 20:10bersama anakku membersamai tumbuh
- 20:11kembangnya. Jadi again that's my story.
- 20:14Mungkin bagi tiap orang beda-beda juga
- 20:16ya ujiannya, rezekinya. But
- 20:19again ya I think life doesn't end after
- 20:21motherhood. Ternyata it expense. Jadi
- 20:23balik lagi itu kayaknya pertolongan
- 20:24Tuhan juga.
- 20:25Wow. W ada privileg sebenarnya karena
- 20:28kamu mensyukuri.
- 20:30Wah terharu ya. Iya. Walaupun juga e
- 20:32sangat bisa juga aku
- 20:34grif itu kan bukan kayak
- 20:36cuma setahun pertama, tapi itu kayak
- 20:38bisa di momen sesimpel nih aku cerita
- 20:40kemarin rile.
- 20:41Aku naik pesawat ke mana ya kemarin
- 20:44pokoknya lagi trip lah sama keluargaku
- 20:46bertiga ya, sama suamiku sama anakku.
- 20:48Terus ada pasangan yang orang tua di
- 20:52pesawat
- 20:53itu kan kita lagi happy ya. We're going
- 20:55to Japan sama anak-anakku. Tapi ngelihat
- 20:57pasangan udah tua
- 20:59aku malah nangis.
- 21:00Hm. Karena apa? Karena aku pikir, buat
- 21:02apa ya aku punya uang ini kan harusnya
- 21:04aku bisa ngeberangkatin nih mama papaku,
- 21:06mereka traveling ke mana aja gitu. Iya.
- 21:09So, grief really appears in a very
- 21:11mysterious way. Cuma,
- 21:12he
- 21:13aku belajar enggak apa-apa sih kayak
- 21:15kayaknya bahkan yang ngebikin aku
- 21:16terhibur apa coba? TikTok videos yang
- 21:19tentang grief Journey
- 21:20yang kayak misalnya sesimpel orang yang
- 21:22aku enggak kenal terus dia bilang the
- 21:24reason dia kenapa suka nge-share konten
- 21:26yang bermanfaat di Sosm karena dia
- 21:28ngerasa karena ibunya pergi eh berapa
- 21:31lebih lama mungkin sebelum aku, dia
- 21:34ngerasa you have to live your life to
- 21:35the fullest. Jadi dia ngasih manfaat.
- 21:37Jadi ternyata it's my way juga dalam aku
- 21:40berkarir sekarang. Dulu mungkin kan aku
- 21:42e berkarir pengin achieve sukses yang
- 21:44tinggi dalam arti monetary sukses terus
- 21:46aku bisa beliin segala hal untuk
- 21:48keluargaku gitu ya. Tapi tiba-tiba ibuku
- 21:51pergi terus lah buat apa dong punya uang
- 21:53ini? Tapi ternyata kayaknya itu cara
- 21:54Allah tuh ngajarin aku bahwa semua ini
- 21:57rezeki pun bukan cuma yang buat kita
- 21:59enjoy loh. Tapi dekat sekarang kamu tuh
- 22:01dikasih privilege knowledge, privilege
- 22:03support system, kamu bisa berkarya. Oke.
- 22:05And then what can you do untuk bisa
- 22:07ngasih manfaat ke orang lain? Karena itu
- 22:10yang pada akhirnya
- 22:12akan matter kalau kita udah enggak ada
- 22:13di dunia ini. Ya enggak sih? Kayak
- 22:15istilahnya amal jariah kita gitu. Jadi
- 22:17iya I'm doing this for my mom gitu. Dari
- 22:19setiap ilmu yang aku kasih di sosmet
- 22:21dari apapun manfaat yang bisa aku kasih.
- 22:24Semoga aku berharap bisa jadi amal
- 22:26jariah untuk
- 22:27orang tuaku. Ternyata
- 22:29this grief lama-lama gives me a sense of
- 22:31purpose yang mungkin enggak tahu ya
- 22:33mungkin mungkin kalau enggak aku lewatin
- 22:36mungkin aku enggak nyadar ya. Mungkin
- 22:37aku akan focus on the success. Tapi iya
- 22:40kasih manfaat sih, tapi ini kan lebih
- 22:42dalam lagi gitu ya maknanya bagi aku.
- 22:44Jadi
- 22:44iya
- 22:45yah gitulah. Grif itu memang
- 22:48naik turun gitu.
- 22:49He he. Aku selalu percaya bahwa rencana
- 22:51Tuhan itu lebih indah sih dibandingkan
- 22:53rencana kita gitu ya. Dan aku tadi
- 22:56mencatat poin yang bagus banget ketika
- 22:57kamu bilang tentang core memory. Ya,
- 23:00mungkin
- 23:02kita enggak pernah sadar dari poov orang
- 23:04tua tindakan kecil kita tuh sangat
- 23:07diingat oleh anak kita gitu. 10 20 tahun
- 23:09lagi. Even aku sekarang masih ingat
- 23:11ketika ibuku jemput aku ke sekolah
- 23:14padahal itu dia enggak dia waktu itu
- 23:16belum paham dunia parenting dan
- 23:17lain-lain mungkin ya. Cuma
- 23:18iya zaman dulu ya. Apa yang kamu paling
- 23:20ingat cor memorinya? Selain
- 23:21waktu itu aku lagi naik pohon gitu kan
- 23:23di sekolah terus aku jatuh kepalaku
- 23:26pecah gitu. Lapan jahitan. Iya. Lapan
- 23:28jahitan. Terus ibuku
- 23:30buset
- 23:30ibuku lari gitu. Lari nangis kayak
- 23:32anaknya kena itu. Jadi gue kayak ingat
- 23:34cor memori sederhana. Which is pada
- 23:36waktu itu kita nganggap biasa aja gitu.
- 23:38Kadang kita nganggap, "Oh, ibuku
- 23:39ngeselin banget ya. Tiap hari ngikin aku
- 23:41ke sekolah aku takut dianggap anak ibu
- 23:43gitu, anak mami." Tapi dari poov
- 23:46sekarang justru itu yang diingat oleh
- 23:47anak-anaknya gitu. Dan anak-anak enggak
- 23:49ingat tentang barang apa yang dipakai
- 23:51oleh orang tuanya atau barang mewah apa
- 23:53yang dibeli oleh orang tuanya kepada
- 23:54anaknya. Tapi momen ketika dari POV
- 23:58misalnya Mas Belva kan kayak CEO tuh
- 24:00seperti untuk ngelihat anaknya, seperti
- 24:02untuk ketawa sama anaknya, itu yang akan
- 24:03diingat oleh anak gitu.
- 24:05Bukan seberapa kerennya karir kita gitu
- 24:07ya.
- 24:07Benar, benar. Tapi ada studinya aku
- 24:10masih ingat studi, tapi lupa spesifik
- 24:11intinya dibilang kalau kasih sayang itu
- 24:14diwarisi sebenarnya.
- 24:16Karena dulu kita di ditunjukkan
- 24:19affection oleh orang tua kita. Jadi kita
- 24:21pas jadi orang tua nantinya itu akan
- 24:22mewarisi juga pada anaknya. Makanya
- 24:24sebaliknya kalau trauma itu juga
- 24:27diwarisi. Makanya trauma e penipuan,
- 24:30perselingkuhan segala macam itu bisa
- 24:31diwarisi dari studi itu. Dan menurut aku
- 24:34kalau emang kamu di POV itu kamu harus
- 24:36menjadi
- 24:38pemutusnya. Tapi kalau untuk kasih
- 24:40sayang, kamu harus melanjutkannya gitu
- 24:41ya.
- 24:41Betul. Betul. Ya, jujur sekarang ya itu
- 24:45juga sih. Makanya itu kayaknya connect
- 24:46juga kan dengan tadi, kenapa sih aku
- 24:48pengin hadir buat Launa meskipun dia
- 24:50kecil kan maksudnya bisa aja dititipin
- 24:52gitu kan terus sekolah aja tinggal.
- 24:54Karena kayaknya itu juga karena diwarisi
- 24:56oleh memoriku dulu dan suamiku juga kan
- 24:59sebenarnya upbringing kita lumayan
- 25:00serupa dalam arti kita we came from a
- 25:03family yang sangat sederhana tapi
- 25:05percaya akan pendidikan lalu di support
- 25:08bangetlah sama orang tua kita dan itu
- 25:10kayaknya yang bikin kita juga pengin all
- 25:12up ke anak kita ya jadi ya itu
- 25:14challenge-nya ya kalau untuk hal-hal
- 25:16yang baik kita harus teruskan kalau
- 25:18hal-hal trauma
- 25:20kita harus putuskan meskipun proses buat
- 25:22tahu itu trauma apa. apa dan kita coping
- 25:25itu
- 25:25juga sesuatu challenge of its own ya.
- 25:28Wow. Wow. Aku juga relate loh karena aku
- 25:31datang dari k sederhana juga dari
- 25:33kampung juga kan. Tapi menurut aku
- 25:36hal yang ditanami oleh orang tuaku tuh
- 25:38sekedar cuma pendidikan doang, cuma
- 25:39belajar doang. Dan per hari ini juga
- 25:41kepakai gitu ya.
- 25:42Kepakai banget sampai di sini bisa bikin
- 25:44suar berkelas.
- 25:45B. [tertawa]
- 25:46Wow. Pertanyaan sederhana karena kamu
- 25:49pernah ngebahas tentang lazy ambitious
- 25:51dan aku ingat ini.
- 25:52Oh ya.
- 25:54Apakah kamu sendiri seorang yang
- 25:56ambisius karena kamu tadi ngbilang aku
- 25:58cari segala macam ini untuk sukses dan
- 26:00mengekal orang tuaku gitu. Which isus
- 26:01kamu juga putri Indonesia masuk mati
- 26:05juga. Aku menggambarkan dari luar nih
- 26:07dari luar nih. Oh oke. Sabrina wanita
- 26:09yang sangat ambisius gitu.
- 26:11Apakah kamu ambisius dan apa hubungannya
- 26:12dengan lazy ambitious itu sendiri?
- 26:14He. Jadi yang lazy ambious itu
- 26:15sebenarnya ngangkat fenomena di mana ya
- 26:18aku baca-bacaan yang menarik ya. kita
- 26:19tuh seringki em kita punya mimpi yang
- 26:23besar, punya kayak vision board gitu ya,
- 26:25kita mau jadi kayak apa, tapi kita tuh
- 26:27terlalu takut untuk ambil step yang
- 26:29pertama.
- 26:31Jadi ya ee jadi itu kayak posisi yang
- 26:33enggak enak banget dong karena kita udah
- 26:35tahu kita tuh punya potensi jadi apa,
- 26:38tapi at the same time kita enggak ada
- 26:40data kayak karena kita enggak punya
- 26:42enggak action gitu. Data dalam arti
- 26:44emang kita beneran potensi menuju yang
- 26:46sana ya. Dan jadi makanya itu lebih
- 26:48enggak enak dibandingkan kita enggak
- 26:49punya mimpi karena kita punya ekspektasi
- 26:52tapi karena kita enggak gerak ngelakuin
- 26:54because of that lazy lazy itu juga
- 26:56banyak cabangnya ya jadi kita stuck
- 26:58gitu. Jadi itu perasanya enggak enak
- 27:00banget sih. Dan lazy ini tuh kan banyak
- 27:01arti ya dalam arti mungkin kita ngerasa
- 27:04gede banget goal kita, belum kita
- 27:06breakdown jadinya kita takut buat taking
- 27:09action. Dan karena kemarin tuh aku juga
- 27:11baca bacaan ya, ternyata otak kita tuh
- 27:13ada studi yang mengatakan kalau otak
- 27:14kita itu memang e default mode-nya tuh
- 27:16pengin melindungi diri kita, survival
- 27:20mode dan kalau planning, organizing
- 27:22kayak reset doang itu kayak nyaman bagi
- 27:25otak masih safe. Tapi begitu kita take
- 27:27action itu baru kayak ada threat ya, ada
- 27:31ancaman dan ancamannya tuh bahkan
- 27:33diklasifikasi otak sebagai ancaman yang
- 27:35benar-benar kayak bisa mengancam hidup.
- 27:37Makanya itu kenapa mungkin kita takut
- 27:39buat ambil langkah pertama ya. Sesimpel,
- 27:42sesimpel misalnya mau ngedit video aja
- 27:43kadang mau ngambil langkah pertama buat
- 27:46ngedit atau mau langkah pertama posting
- 27:48kan berat. Padahal technically 2 menit
- 27:50juga bisa buat mulai kan. So, ya itu aku
- 27:53ngebahas fenomena yang em menarik itu
- 27:56sih kar dan ternyata banyak yang relate
- 27:59ya mungkin e banyak yang relate dan aku
- 28:00pun juga relate aku yang dulu ya kayak
- 28:04eh mungkin sekarang kadang ada juga
- 28:06masih suka ya tapi at least sekarang
- 28:08karena aku punya approach yang berbeda
- 28:10di mindsetku treat life as a side of
- 28:13experiments itu jauh lebih mengobatilah
- 28:15istilahnya aku enggak 100% free dari
- 28:17lazy ambitious tapi dengan mindset
- 28:19baruku itu kayak
- 28:20lebih baik dibandingkan dulu-dulu Aku
- 28:22ovete parah mau ambil action apapun.
- 28:25Kadang-kadang it's the curse of ini juga
- 28:27ya orang yang suka mikir gitu kayak
- 28:29justru kita malah terlalu offet jadi
- 28:32enggak taking action.
- 28:33Hmm.
- 28:35Overthinking gitu ya.
- 28:36Aku pernah dengar dari temanku kita, dia
- 28:38bilang orang-orang yang overchiver itu
- 28:40biasanya bakal overthinker gitu. Apakah
- 28:43karena kamu tadi ambisius banget makanya
- 28:45kamu overthinking juga gitu. Heeh.
- 28:47[berdehem]
- 28:47Dan ini mungkin mewakili teman-teman
- 28:49yang menonton ini karena aku yakin
- 28:50banyak sekali orang overthinking kayak
- 28:52overthinking itu kayak monyet naik ke
- 28:54pohon satu, pohon dua, pohon 3, pohon 4,
- 28:56loncat-loncat makin jauh sampai dia lupa
- 28:58rumahnya sendiri gitu.
- 28:59Heeh.
- 28:59Bagaimana kamu menghadapi fase
- 29:00overthinking itu?
- 29:02Iya. Jadi em aku setuju kalau kita
- 29:06kenapa kita overthinking? Karena tadi
- 29:08kan otak kita pengin protect kita.
- 29:10Ternyata itu emang by nature
- 29:12neuroscience mengatakan seperti itu.
- 29:15Emm. Nah, dari situ tuh kita biasanya
- 29:17nge-branch out resiko-resiko apa aja
- 29:19yang kayak bisa kita dapetin. Padahal ee
- 29:22kalau kita ambil langkah pertama juga
- 29:24belum tentu juga sih jatuhnya sedalam
- 29:26itu ya kan. Nah, makanya aku ngerasa
- 29:28yang akhirnya membuat aku seenggaknya
- 29:30berkurang overthinking-nya. Masih aku
- 29:32overthinker.
- 29:33Tapi sejak aku punya e mindset
- 29:36methodical experiments yaitu treat life
- 29:38as a set of experiments ya. Approach
- 29:40hidup tuh seakan-akan kita lagi sence
- 29:43lab gitu itu jauh lebih baik. itu aku
- 29:46jadi jauh lebih baik. Contohnya apa? Aku
- 29:48ngambil contoh ini deh konten ya mungkin
- 29:50yang karena ini semua orang pada banyak
- 29:51yang relate gitu ya. ee kita bisa
- 29:53contohin. Jadi, emm dibandingkan kita
- 29:57kayak biasanya kan mungkin kalau kita
- 29:59pengin misalnya kita Goleab pengin jadi
- 30:01content creator terus oke kita udah
- 30:03ngikutin advice nih kita bikin konten
- 30:05kita nentuin nich katanya terus kita
- 30:08post konten terus kita post 10 20 eh
- 30:12tapi enggak working ya udah kayaknya aku
- 30:13emang bukan bakat deh kan langsung
- 30:15berasumsi seperti itu kan tapi eh kalau
- 30:18methodical experience tuh kita lebih
- 30:20sistematis dalam melihat sesuatu harus
- 30:21ada quality dan quantity
- 30:23Jadi yang pertama e kita punya hipotesis
- 30:26dulu nih. Misalnya dalam konteks contoh
- 30:28konten tadi. Ee oke aku enggak tahu nich
- 30:31aku apa. Ya udah kita set hipotesis aja
- 30:33dulu pengin bikin tiga tipe konten gitu
- 30:36tentang hidup ee pilar hidup kita atau
- 30:38minat kita. Terus ee targetin kuantitas
- 30:41yang cukup dulu dan harus banyak.
- 30:43Misalnya pos ini 20 gitu ya. Tapi salah
- 30:47juga kalau kita cuma post 20, kuantitas
- 30:50gue udah banyak nih, tapi ternyata
- 30:52enggak working, ya udah gue salah.
- 30:54Kenapa? Karena di methodical experiment
- 30:55ini kita selain ngelihat quantity, kita
- 30:58harus ngelihat datanya dan kita
- 30:59pelajarin. Jadi misalnya apa nih yang
- 31:02perlu aku twak gitu ya, kayak kok enggak
- 31:04performing? Emang kenapa ya? Kita
- 31:06investigasi terlebih dahulu. Kita cari
- 31:08tahu, oh ternyata apa? Kalau di hal
- 31:10content, hook-nya harus diganti,
- 31:12formatnya harus diekplore, durasinya
- 31:15harus dikecilin, kayak apapun lah itu
- 31:17ya. Terus oke kita eksperimen lagi 20
- 31:20lagi dari twik yang tadi sampai akhirnya
- 31:23quantity twik-twik terus sampai akhirnya
- 31:26ketemu yang boom. Nah, sama sebenarnya
- 31:27kayak hidup.
- 31:28Kadang kan kita kayak aku ngerasa relate
- 31:30pas e job seeking ya kayak aku bagus di
- 31:34mana ya? Mungkin aku punya target 20
- 31:36company, tapi kalau semuanya template
- 31:37aja aku kirim resume yang sama kan ee
- 31:41enggak kebayang juga ya. Dan mungkin pas
- 31:43awal-awal aku karir, asumsiku aku suka
- 31:45di karir ini, ternyata ketika aku
- 31:48jalanin emik
- 31:50twus aku misalnya dari produk desainer,
- 31:54oh dengan perkembangan AI aku harus twak
- 31:56nih skill aku di sini supaya aku lebih
- 31:57upscale. Jadi itu sih kayak treat life
- 32:00as a set of experiment. Jadi kita enggak
- 32:03terlalu ambil semuanya secara personal.
- 32:06Jadi kalau kita gagal tuh bukan karena
- 32:08kita gagal, kita enggak takdir jadi
- 32:10profesi ini, kita enggak takdir buat
- 32:12goal kita, tapi emang eksperimennya aja
- 32:14yang gagal. Jadi kamu harus. Nah,
- 32:16akhirnya mindset itu aku approach in a
- 32:18lot of aspects dalam hidupku sih. Baik
- 32:20itu
- 32:21eh gitu ya. Kalau dulu kan wah
- 32:24overthinking banget. Bisa-bisa udah
- 32:26bikin enggak launching itu bisa. I
- 32:28atau udah bikin konten udah bikin 10
- 32:30tapi gak launching itu bisa banget ya.
- 32:32Tapi sekarang aku pikir
- 32:34oke kita bikin minimum viable product
- 32:37gitu ya, kita keluarin dulu kita lihat
- 32:40respon terus kalau kurang kita studi.
- 32:44Kalau tinggi oh oke. Kita studi juga
- 32:46kenapa itu tinggi. Jadi emm jadi lebih
- 32:49enggak terintimidasi dan aku lebih
- 32:51rasanya bias to action sih.
- 32:52Hm. Mm. Ya. Ya, itu bagus banget sih
- 32:55insek tentang bagaimana kita
- 32:57memperlakukan hidup ini sebagai set of
- 32:59experim karena orang-orang cuma ngelihat
- 33:02oke aku coba A B C gagal di C selesai.
- 33:05Heeh. dia dia mereka menganggap bahwa
- 33:07oke berarti ini aku enggak sukses dan
- 33:09aku tinggal hidup ini. Padahal masih
- 33:11banyak eksperimen yang kamu harus coba
- 33:13dulu sampai kamu ketemu nih sama siapa
- 33:16kamu, kenapa kamu diapresiasi dan
- 33:18lain-lain. Tapi perlu diwick kuncinya
- 33:20ya, harus diudy kenapa ini
- 33:23enggak working dan jadi quantity dan
- 33:26quality itu sih dan ya aku ngerasa
- 33:29sejak approach hidup dengan kayak gitu
- 33:31lebih banyak yang enggak wacana aja
- 33:33karena akhirnya ya udah kita roll out
- 33:35dulu tuh oke
- 33:36kalau di konteks konten kemarin aku
- 33:39bikin tulisan enggak ada orang yang
- 33:41bagus ketika posting konten pertamanya
- 33:45dan enggak ada orang yang jelek setelah
- 33:47posting ke
- 33:49Hm.
- 33:49Jadi kuantitas itu emang menciptakan
- 33:52kualitas.
- 33:54Tapi kamu sempat menjelaskan tadi ada
- 33:57clarity kan kamu punya kejelasan nih
- 34:00apalagi setelah menikah gitu. Bagi
- 34:01orang-orang yang sekarang menghadapi
- 34:03fase 20-an terutama wanita yang bingung
- 34:05nih arahnya mau ke mana. Kadang kan ada
- 34:07tuh konten yang bilang bingung nih mau
- 34:09melanjutkan karir A atau nikah dulu atau
- 34:12S2 dulu atau seperti apa gitu ya. Dan
- 34:14ketika Sabrina bisa menggambarkan
- 34:17clarity itu bagaimana cara simpel untuk
- 34:21kita tahu nih arah hidupnya ke mana atau
- 34:23ada exercise sederhana enggak supaya
- 34:25teman-teman tahu nih mereka harus ambil
- 34:27step apa gitu.
- 34:28Hmm, interesting. Karena kemarin juga
- 34:30baru kadang ada pertanyaan yang masuk,
- 34:33aku lebih baik nikah dulu tapi aku masih
- 34:35pengin explore karir, Kak atau ee tapi
- 34:38aku pengin punya anak tapi takutnya
- 34:40belum karir, which is valid. Ya, aku
- 34:41juga di umur segitu ngerasain hal kayak
- 34:43gitu. Menurutku tuh
- 34:45ada dua hal sih,
- 34:46our mental exercise sama yang kedua dari
- 34:49segi kita ngejalaninnya.
- 34:51Jadi kemarin aku nemu exercise yang
- 34:52menarik banget dari Stanford Odyssey
- 34:55Plan ya. Jadi dia sebenarnya 20 menit
- 34:57aja kita tapi buat nge-challenge pikiran
- 35:00kita. Karena biasanya kita kalau goal
- 35:01setting kan kita ngebayangin aku mau
- 35:03achieve gol A, aku mau achieve gol B.
- 35:05Jadi
- 35:05mungkin pas kita enggak achieve tuh
- 35:07kaget gitu ya. Atau kadang kita memang
- 35:10saat itu kepikirannya cuma gol-gol itu
- 35:12ya. Padahal mungkin banyak lagi peluang
- 35:14yang bisa kita dapetin. Jadi
- 35:15pertanyaannya tiga. Yang pertama adalah
- 35:17kalau kamu melanjutkan kehidupan kamu
- 35:19selama 5 tahun ke depan dengan cara yang
- 35:22sama, rutinitas yang sama, arah yang
- 35:25sama, ee bidang yang sama ya misalnya
- 35:28kira-kira hidup kamu akan seperti apa
- 35:31gitu ya. Itu kan kita bayangin. Terus
- 35:32yang kedua, kalau kamu ternyata pivot
- 35:35aka ambil perubahan karir atau jalan
- 35:38yang sangat-sangat berbeda dari apa yang
- 35:40kamu ambil sekarang itu kira-kira bakal
- 35:42gimana ya? Jadi kayak perbedaan dari
- 35:46goal yang pertama kalau kita leave
- 35:48everything dan ganti arah untuk apa gitu
- 35:50ya. Dan yang ketiga, kalau misalnya
- 35:53uang, status ee faktor-faktor ekstra
- 35:56lain tuh enggak menjadi hambatan kamu,
- 35:59kira-kira apa sih yang kamu emang akan
- 36:01pursue. Nah, jadi menurutku itu mental
- 36:03exercise yang eh iya benar juga ya gitu.
- 36:05Kayak kita jadi ngebayangin kalau
- 36:08misalnya kita enggak nge-achieve nih
- 36:09goal kita apa kira-kira emang plan B
- 36:11kita ngapain sih? Dan mungkin the plan B
- 36:15itu malah dagingnya gitu ya yang kita
- 36:17actually want atau
- 36:18ee
- 36:19mungkin sebenarnya ada opportunity-nya
- 36:21karena yang ketiga kan baru ketika kita
- 36:23pikir uang bukan faktor gitu. Apakah
- 36:26kamu masih mau melakukan konten?
- 36:27Misalnya sekarang aku pikir-pikir kalau
- 36:29aku bikin konten enggak dapat uang, oh
- 36:32ternyata sebenarnya masih mau sih.
- 36:34Karena senang banget bisa kayak lewat
- 36:37apa yang kita tahu tuh bisa bermanfaat
- 36:39sama orang lain. Kalau dapat DM yang
- 36:42kayak sharing dia bermanfaat tuh itu
- 36:44ngasih kayak ke bahagiaan tersendiri.
- 36:46Dan tadi kan purpose hidupku ya tadi
- 36:48sejak ee mamaku baru pulang makin
- 36:51mengempasis lagi. Aku mau menjadi orang
- 36:53yang bermanfaat dengan mungkin privilege
- 36:55aku dibesarkan orang tua yang peduli
- 36:57pendidikan. Aku jadi lumayan suka
- 37:00membaca, merenung. Ya, maybe use that
- 37:02privilege for good. Jadi, oh oke. Dari
- 37:05situ
- 37:06if money wasn't an option, I think
- 37:08content tetap something. Jadi itu kayak
- 37:10exercise yang menarik gitu ya. atau if
- 37:13money was an option, apakah aku harus
- 37:14tetap akan menjalani bisnis ini? Oh iya
- 37:17juga ya. Ada aspek-aspek yang aku suka
- 37:19dan mungkin bahkan juga bantu kita
- 37:21nge-filter juga kali ya
- 37:22mana yang sebenarnya enggak gitu. Jadi
- 37:24menurutku itu kayak multipretation sih.
- 37:27J exercise on the mind ya. Cuma kalau
- 37:30pas bagian eksekusinya menurut aku balik
- 37:33lagi tuh kayak kita just do our best dan
- 37:36let do the rest. Karena ya tadi aku
- 37:38inget banget waktu
- 37:40itu kayaknya juga aku di 20-an tuh yang
- 37:42kayak aduh skeptis aku mau nikahnya
- 37:44nanti aja deh mungkin pas aku udah 30 ke
- 37:47atas karena aku mau fokus ke diri aku
- 37:49dulu aku self improve me in way mau itu
- 37:51karir mau itu volunteering eh traveling
- 37:54backpacker gitu ya 20-an kan tapi
- 37:57ternyata eh ketemu sama suamiku di
- 37:59timeline yang aku benar-benar lagi
- 38:01enggak nyari siapa-siapa
- 38:02h
- 38:03tapi kayak udah di titik di mana ya
- 38:05karena aku sudah develop diriku
- 38:06sedemikian Ternyata kita menemukan orang
- 38:08yang sefrekuensi sama kita.
- 38:10Setuju banget, setuju banget
- 38:11ya kan. Jadi kayak itu ya ada faktor ya
- 38:15karena relate-nya sekarang misalnya
- 38:16adik-adikku kan kayak ini mereka aku di
- 38:18tahap sekarang nanti ee kayak cari
- 38:20jodohnya gimana ya aku wondering gitu
- 38:22walaupun not really stressing it out
- 38:24cuma kayak ya we just gonna focus on
- 38:26ourselves dulu aja memaksimalkan diri
- 38:28potensi diri ya nanti mungkin orang yang
- 38:30tepat akan datang karena apalagi jodoh
- 38:32ya itu tuh kayak
- 38:34enggak tahu gitu kayak enggak ada
- 38:36teorinya ya enggak sih
- 38:37ya i
- 38:38cuma kita fokus ke hal yang kita kontrol
- 38:40dan doa sih sih gitu. Karena aku dulu
- 38:42bahkan ingat banget mamaku tuh doa
- 38:44berdoa aku supaya misalnya jodoh yang
- 38:46baik ya gitu. itu kayak tiap salat
- 38:49benar-benar [tertawa] ternyata doa
- 38:50ekstrem ya itu walaupun enggak menjemput
- 38:52siapa ya kayak enggak tahu juga siapa
- 38:53cuma kayak hal-hal baik ternyata mungkin
- 38:55yang terakhir itu juga ya doa
- 38:57mungkamp mungkin ibu doain CEO kali ya
- 39:00jadi [tertawa]
- 39:01ya yang penting sifat-sifat baik deh CEO
- 39:03kalau enggak kalau enggak oke kayak
- 39:06dalam arti misalnya patriarki atau
- 39:08enggak sayang tuh kan sama aja bohong ya
- 39:11kan jadi kayak
- 39:12ya itulah Allah tahu memang yang terbaik
- 39:14karena dulu aku juga confuse jadi it's
- 39:16ok take your time karena lagi-lagi
- 39:18circumstance setiap orang beda-beda juga
- 39:20enggak sih?
- 39:20Iya. Dan aku sering baca DM-DM
- 39:23teman-teman suara berkelas which is para
- 39:24para wanita yang kayak ee aduh bingung
- 39:27nih cara nyari jodoh gimana segala
- 39:29macam. Dan aku ketemu sama beberapa
- 39:31narasumber yang bilang emang fokus sama
- 39:33diri kamu aja dulu create something
- 39:35kemudian ada value-nya dan entar bakal
- 39:37jadi bakal attract orang-orang yang
- 39:39mungkin sevious sama-sama berkelas kali
- 39:41ya. Dan itu menurut aku jodoh yang
- 39:42berkelas.
- 39:43Heeh. Tadi aku sempat ngebahas juga
- 39:45tentang what the prelix punya keluarga
- 39:47yang luar biasa ya, yang sportif sampai
- 39:50kemudian kamu jadi orang tua, jadi ibu
- 39:51yang juga sportif pada anaknya gitu.
- 39:55Ada orang-orang yang sampai hari ini itu
- 39:57ngeluh terus karena mereka tidak
- 39:58ngelihat po privilege diri mereka
- 40:01sendiri. Mereka terlalu sibuk ngelihat
- 40:03privilegnya orang lain. Ah, si A punya
- 40:05ini, si B punya ini, ruput tetangga
- 40:07lebih hijau segala macam gitu.
- 40:09untuk kita bisa bersyukur harusnya kita
- 40:11harus knowing our privilege sendiri.
- 40:14Secara simpel Sabrina mengenap privileg
- 40:18mungkin pakai FM apa aja yang pernah
- 40:20kamu terapkan gitu.
- 40:23He aku eh pernah sharing ini juga ya
- 40:26bacaan aku sih e buku review dari buku
- 40:29The Unfir Advantage. Jadi Miles
- 40:30Framework karena itu juga menyadarkan
- 40:33aku. Jadi Miles tuh singkatannya jadi
- 40:35dari buku ini tuh dikatakan bahwa
- 40:38privilege orang tuh enggak hanya money
- 40:40loh. Di mana aku juga kalau kita kadang
- 40:42kalau ngebahas privilege kan cuma dari
- 40:43sisi ekonomi ya. Ah dia mah ee punya
- 40:46duit. Jadi gampang. which is true. Itu
- 40:49salah satu bagian dari miles. Tapi
- 40:50ternyata lebih dari itu ada lagi loh
- 40:53IES-nya. Jadi miles framework M tuh
- 40:55money of course ya. Money tuh bisa
- 40:57ngasih akses, bisa ngasih starting point
- 41:00ya. Kita tetap mengakui itulah ya. Cuma
- 41:02masalahnya itu kan yang kita selalu cuma
- 41:04anggap sebagai privilege ya. Tapi ada I,
- 41:07intelligence.
- 41:09intelligence ini bukan cuma ijazah doang
- 41:12juga ya, tapi kayak sesimpel kamu bisa
- 41:14berkomunikasi dengan baik ke orang lain
- 41:16atau orang yang humoris gitu ya. Jadi
- 41:19there's this different gitu. Itu juga
- 41:21sebuah privilege loh yang bisa membawa
- 41:24kita lebih cepat menuju goal kita. And
- 41:28then L ini yang benar juga ya gitu
- 41:30location. Jadi location itu ya tempat
- 41:33kita tinggal, lingkungan kita seperti
- 41:35apa. Misalnya mungkin kalau di misalnya
- 41:39kalau teknologi ya, kalau di Silicon
- 41:41Valley pada masanya juga itu pusat dekat
- 41:44sama talent-talent baik, orang-orang
- 41:46yang vertech gimana atau kalau kita
- 41:49kerja di kota itu mungkin banyak
- 41:51opportunity kerja yang seperti apa dan
- 41:53ini juga berlaku kayak misalnya kuliah
- 41:56atau ee dapat kesempatan pendidikan ya
- 42:00misalnya kita bisa mendapatkan akses
- 42:03network yang lebih atau mendapatkan
- 42:06pokoknya more access ya. Jadi em it's
- 42:08location and luck. Oh ya, ada faktor
- 42:10luck juga gitu ya. Jadi L location and
- 42:12LK. Terus ada I itu expertise.
- 42:15Jadi tuh lagi-lagi di luar dari ijazah
- 42:18doang. Tapi kayak
- 42:19skill kita yang lain kayak e misalnya
- 42:22kita cakap banget dalam
- 42:25selling atau kita itu ee punya skill
- 42:28yang kayak berharga banget yang untuk
- 42:30orang lain bisa mastering itu tuh butuh
- 42:33butuh waktu dan kita pokoknya punya
- 42:35skill yang kita punya tapi orang lain
- 42:37enggak punya. Dan terakhir ya status
- 42:39gitu ya.
- 42:41kamu lahir keluar tertentu atau kamu
- 42:44dari tertentu ya. Jadi, nah itu tuh e
- 42:48kenapa kita perlu tahu privilege kita
- 42:50tuh masuk ke mana di Miles? Karena
- 42:52supaya kita bisa menggunakan privilege
- 42:54kita untuk to move forward
- 42:56gitu. Dan itu yang waktu itu juga bikin
- 42:58aku sadar sih karena kan mungkin kalau
- 43:00aku growing up ya kayak money bukan
- 43:03privilege yang utama banget gitu. Karena
- 43:05waktu itu ya ketika ada tabungan baru
- 43:08kita pasti mengalokasikannya. Orang
- 43:10tuaku mengalokasikannya untuk pendidikan
- 43:11gitu. Tapi bukan yang kayak we have so
- 43:13much money, we can spend gitu kan.
- 43:16Enggak. Tapi dan aku malah merasa enggak
- 43:19ada privilege nih aku kan enggak ada
- 43:20uang yang banyak gitu. Tapi tertap
- 43:23setelah ngelihat itu tadi ya kayak oh
- 43:25location gitu ya. Oh,
- 43:27ternyata aku ya berada di misalnya waktu
- 43:30kuliah S1 di UGM, I was surrounded
- 43:33dengan orang-orang yang high achieving
- 43:35juga. I.
- 43:36Oh, itu udah privil loh location aku.
- 43:39Bahkan, bahkan misalnya kamu tinggal di
- 43:42saya kadang enggak cuma perkotaan doang,
- 43:44kadang orang bilang kotaan aja yang
- 43:45banyak akses. Kadang misalnya kita di ee
- 43:48daerah yang mana yang agak jauh juga
- 43:49misalnya kamu punya akses untuk slow
- 43:51living. Kayak misalnya ada kan kreator
- 43:53yang dia sharing slow living-nya di ee
- 43:56gunung yang gardening. Terus ternyata
- 43:59dia itu jadikan dia jadikan privilege
- 44:01untuk ngonten misalnya ya banyak banget
- 44:03implementasinya. Jadi kayak emm bikin
- 44:06sadar. Terus tadi yang aku sadarin
- 44:07banget, oh ternyata support keluarga tuh
- 44:11sangat-sangat sebuah privilege ya kan
- 44:12bukan money tapi kayak support mereka
- 44:15mengutamakan pendidikan karena bisa aja
- 44:18we have all the money in the world tapi
- 44:20enggak mengutamakan pendidikan kayak
- 44:22udahlah terserah atau pas aku sekolah
- 44:24atau les mungkin enggak ditemenin enggak
- 44:26dibangun emotional connection-nya
- 44:28mungkin bisa jadi aku menjadi Sabrina
- 44:30yang berbeda dari yang hari ini. Jadi,
- 44:33ternyata dari framework itu bikin aku
- 44:34menyadari hal-hal kecil yang dulu enggak
- 44:37aku sangka itu adalah privilege lah. Dan
- 44:40dari situ sebenarnya kalau kita udah
- 44:42tahu what's next, kita jadi bisa
- 44:44mengembangkan itu to our maximum
- 44:46potential. Karena lagi-lagi dari buku
- 44:48The Unfir advantage tu dikatakan
- 44:50fungsinya kita tahu itu adalah supaya
- 44:52kita bisa menggunakan privilege kita
- 44:55untuk mencapai kesuksesan lebih dekat.
- 44:57So, ya I think ya itu ya kadang kalau
- 44:59buka sosm privilege cuma money tapi
- 45:02banyak aspek kok. Dan kalau kita bingung
- 45:04ya eh dari lima itu gua enggak ada
- 45:06pribah tanya coba ke orang sekitar orang
- 45:09terdekat kita. Karena kadang kita suka
- 45:11ng-edowngrade diri kita sendiri kan.
- 45:13Benar. Benar. Kayak bl spotnya di mata
- 45:14kita doang gitu kan.
- 45:15He. Tapi kalau naik orang eh ternyata
- 45:17iya ya gua keren di situ ya. Oh gitu ya.
- 45:19kayak tersadarkan ya enggak sih? So, I
- 45:22think itu adalah tools supaya kita bisa
- 45:25move to our potential karena lagi-lagi
- 45:27ya enggak usah sugar coat, toxic
- 45:28positivity. Iya, tiap orang beda kok
- 45:30starting point dan
- 45:32eh kesempatannya. Tapi kan sekarang
- 45:35gimana kita menggunakan yang ada kita
- 45:37sekarang?
- 45:37Iya, setuju. Setuju sekali dan aku
- 45:40sangat suka ketika ngomongin Miles tadi
- 45:42itu salah satunya location gitu. Jadi,
- 45:43ada cerita menarik terjadi 4 bulan lalu
- 45:46kali ya. Jadi ketika aku umrah itu aku
- 45:48ketemu salah satu mahasiswa Madinah.
- 45:50Dia datang ke hotel aku untuk ngobrol
- 45:51kan. Terus dia nanya kayak, "Aku enggak
- 45:54punya privilege untuk ngonten." Terus
- 45:56aku bilang, "Madinah is a privilege."
- 45:58Mohon maaf tinggal di [tertawa] Madinah
- 46:00tuh seperti kayak pensiun. Pengin banget
- 46:02enggak si?
- 46:02Iya. Madina is a privileg. Akhirnya dia
- 46:04bikin konten. Akhirnya dia bikin konten
- 46:06konsisten tentang ilmu-ilmu atau apapun
- 46:08itu. Cerita cerita Madina dan growing
- 46:11akunnya. itu banyak teman-teman enggak
- 46:13sadar kalau kadang kamu tinggal di kota
- 46:15A di negara B itu privileg untuk kamu
- 46:17bisa sharing karena banyak orang mungkin
- 46:19pengin tinggal di tempat kamu tinggal
- 46:20sekarang gitu.
- 46:21Benar benar itu menarik banget dan itu
- 46:23kamu menggunakan privilegement sebagai
- 46:25expertise. Kayak kamu bisa ngelihat
- 46:28itu dan ngasih saran ke dia. Hence dia
- 46:30kebuka ya.
- 46:31Dan bisa jadi dia bisa jadi dia dengar
- 46:33orang dengar dari orang lain itu dia
- 46:35enggak masuk karena aku ngonten ya dia
- 46:37gampang masuk gitu. Oh oke oke. Because
- 46:38of your background juga. Iya, itu kan
- 46:40kita kayak saling ini privil. Oh ya,
- 46:42kadang juga yang sering misalnya kalau
- 46:44ngonten tadi kan kara kamion ngonten aku
- 46:46enggak mau ngonten karena kamarku masih
- 46:47jelek. Dulu aku mikir gitu juga
- 46:49padahal sekarang kayak
- 46:52enggak kamu kayak ke kebun keluar aja
- 46:55kayak bisa orang ada yang ada kan dengan
- 46:58kayak terserah jadi kayak atau green
- 47:00screen atau di pojokan pun kamu sharing
- 47:03something juga bisa jadi sesuatu tinggal
- 47:05beli ring light ya kan. Jadi kayak itu
- 47:07sih yang jangan banyak bikin aku sadar
- 47:09ya jangan banyak alasan ternyata dulu
- 47:10kayaknya aku banyak alasan deh jadi tapi
- 47:12bayangkan berapa banyak potensi yang aku
- 47:16lewati karena aku enggak menyadari
- 47:19privilege
- 47:20itu. Jadi jadi mungkin misalnya waktu
- 47:21itu kamarku bukan privilege dalam segi
- 47:23cakep di background tapi kan aku punya
- 47:25knowledge misalnya as my privilege dan
- 47:28mungkin kemampuan
- 47:29komunikasi. Nah kalau andaikan ya dari
- 47:32lama aku fokus ke situ mulai lebih awal
- 47:34kan lebih banyak peluang yang kebuka.
- 47:36Nah, itu sih sebenarnya itu buat membuka
- 47:39itu kan.
- 47:40Wow, itu poin menarik. Poin menarik.
- 47:42Kayak dulu aku belum punya iPhone. Let's
- 47:44say alasanku oh masih pakai HP ini jadi
- 47:46enggak bisa ngonten gitu. Padahal aku
- 47:48aku tahu bahwa potensiku itu ketika
- 47:51storyting.
- 47:52Kenapa enggak kamu mulai aja
- 47:53storytelling dengan HP yang seadanya
- 47:55sampai kemudian kamu bisa afford beli
- 47:57itu sambil jalan? Dan itu menurut aku
- 47:59privilegnya orang tuh missing gitu.
- 48:01Heeh. Heeh. Tapi sebelum kita masuk K
- 48:03ini ya, aku penasaran dari POV kamu
- 48:04ngelihat ini tadi kamu mungkin
- 48:06overthinking-nya banyak banget kemudian
- 48:09kamu pernah kayak ragu sama ambil
- 48:10langkah segala macam tapi what makes you
- 48:13confidence jadi Sabrina yang sekarang
- 48:15gitu. Apakah kamu bisa menilai
- 48:17confidence itu karena kamu punya banyak
- 48:19output atau confidence itu tuh kayak
- 48:20nurturing berjalan waktu?
- 48:22Iya. Jadi tadi ternyata confidence itu
- 48:24muncul setelah kita mencoba sedikit demi
- 48:28sedikit. Nah, itu kayaknya nyambung ke
- 48:30methodical experiment kan. Kita mulai
- 48:32aja dengan eksperimen skala kecil
- 48:35dibanyakin dulu kuantitasnya, ee
- 48:38percobaannya and then di-improve. Nah,
- 48:40ternyata sambil kita eksperimen tuh juga
- 48:43level kepercayaan diriku tuh tumbuh kok
- 48:45gitu ya. Jadi kayak ya misalnya ya untuk
- 48:48membangun bisnis aku tuh ya dulu ya itu
- 48:51tipe yang udah bikin produk ya kayak
- 48:53benar-benar dulu misalnya pas apa udah
- 48:55bikin baju misalnya dulu ya kayak bikin
- 48:57baju ini udah jadi tapi karena aku
- 48:59overthinking kagak dijual-jual atau apa
- 49:01ya tapi kalau sekarang enggak enggak
- 49:03enggak coba apa dulu yang bisa aku
- 49:05minimum viable product aku jual terus
- 49:08ternyata melihat respon customer
- 49:09misalnya itu kan kayak menaikkan
- 49:11kepercayaan diri kita meskipun kita
- 49:13belum mencapai level kesuksesan yang
- 49:15kita tu utamakan banget gitu. Jadi
- 49:19ternyata memang seiring berjalannya
- 49:20waktu atau ketika aku menjadi ibu
- 49:22Heeh.
- 49:23awalnya ya takut banget jadi ibu kayak
- 49:25aku enggak tahu apa-apa nih, aku new
- 49:27mom. Tapi ternyata seiring berjalan
- 49:28waktu eh I found my rhythm. Terus kayak
- 49:33yang tadinya aku aduh enggak bisa
- 49:35kayaknya stimulasi anakku kurang oke
- 49:38nih. Tapi setelah aku coba-coba,
- 49:39lama-lama muncul kepercayaan diri untuk
- 49:41cari lagi atau simpel ya bikin podcast
- 49:44ya kan aku bikin podcast bos mama karena
- 49:46terinspirasi dari my motherhood journey
- 49:48ya pengin perempuan untuk
- 49:51berdaya di berbagai aspek juga
- 49:54awalnya ya siapa aku siapa yang menonton
- 49:56podcastku ya tapi kayak ya fokus aja
- 49:59berapa episode kita tahu kekuatan kita
- 50:02di mana, kita improve lagi cara menanya
- 50:05misalnya atau dan lain-lain ternyata
- 50:06lama-lama
- 50:08Selain kita melihat hasil, kita juga
- 50:11makin percaya diri. Jadi emang it's like
- 50:13in the gym
- 50:15gitu ya. Ya, dan ini kalau gym aku
- 50:17enggak relate karena kayak itu kayaknya
- 50:18juga advice buat diri aku sendiri. Kayak
- 50:21eh ya aku akhirnya lebih pdahnya I'm not
- 50:24a I'm not a gym person gitu. Aku enggak
- 50:26olahraga. Tapi setelah aku oh ya ini
- 50:29menarik deh karena ini relate aku kasih
- 50:30analogi olahraga deh gitu.
- 50:32Oke.
- 50:32Ya tadi kan ee kepercayaan diri itu
- 50:34menurut gue sesuatu yang harus kita
- 50:35latih terus. Nah, sama kayak olahraga
- 50:37ya. Aku tuh dulu percaya banget aku. Aku
- 50:40kayak lenje, kayak aku enggak olahraga.
- 50:43Ternyobain nih gym membership berapa
- 50:46bulan. Udah berapa bulan pakai PT pula
- 50:49biar biar e disiplin tapi gagal juga
- 50:53dalam arti berhenti gitu ya.
- 50:54Iya. Ternyata ya tadi kalau e aku harus
- 50:57twik nih misalnya aku coba tipe olahraga
- 51:00lain, aku coba renang beneran pakai guru
- 51:02bentar waktu itu berapa pertemuan aku
- 51:04coba apaagi ya sampai kemarin pilates eh
- 51:07ternyata nemu nih kayak vibe-nya karena
- 51:09rada-rada rebahan tapi aku kestretch
- 51:11nih.
- 51:12And then ternyata itu yang nagih. Jadi
- 51:13kan itu dit kan dalam arti
- 51:15olahraganya apa ditwick terus mungkin
- 51:17apa jam kita olahraganya kapan mungkin
- 51:19kalau pagi-pagi doesn't work for me
- 51:21karena mentally aku lebih cocok kerja
- 51:23dulu atau ngapain dulu sama anak nanti
- 51:26aja pulang kantor eh ternyata lebih
- 51:27works dan jadi olahraga jadi sesuatu
- 51:29yang kayak enggak se menyeramkan itu dan
- 51:31itu kayaknya berlaku untuk aspek mana
- 51:33lain orang lain gitu ya dan confident
- 51:35levelku naik enggak di pertama kali
- 51:37nyoba tapi setelah tadi nemu yang pas
- 51:39jadi that's also contoh dari methodical
- 51:42experiment
- 51:43Hmm.
- 51:43Heeh.
- 51:44Di zaman kreators ekonomi kayak
- 51:46sekarang, semua orang berlomba-lomba
- 51:48untuk hasilin cuan dari dunia digital.
- 51:50Tapi faktanya enggak semua orang tahu
- 51:52bahwa kita bisa menghasilkan uang dari
- 51:54satu website builder doang. Kita bisa
- 51:56jualan kelas, bikin digital produk, book
- 51:58konsultasi, sampai bikin ebook, bikin
- 52:02tulisan-tulisan atau karya-karya kita
- 52:04dijual langsung dan orang semua bisa ke
- 52:06sana untuk langsung check out di sana.
- 52:08Jadi kita bisa sambil tiduran 24 jam
- 52:11kita tidak harus mengontrol website
- 52:12builder tersebut, tapi uang bisa tetap
- 52:14masuk dari karya kita. Aku bakal kasih
- 52:16solusinya. Solusinya ada di Link ID atau
- 52:18Link kit. Dan aku udah pakai Linkit
- 52:20sejak tahun 2022. Dan itu memudahkan
- 52:23sekali kalau kita sebagai kreator
- 52:25menghasilkan uang dan semua orang bisa
- 52:27akses karya kamu di sana. Misalnya kamu
- 52:29penulis kayak aku, kamu bisa bikin
- 52:31ebook, even orang-orang bisa konsultasi
- 52:33sama kamu dengan bikin appointment di
- 52:35sana dan mereka bisa menentukan
- 52:36jadwalnya. menyesuaikan dengan Jawal
- 52:38kita sebagai penulis. Bahkan yang
- 52:40menariknya meskipun kamu belum punya
- 52:41produk digitalmu sendiri, kamu bisa
- 52:43affiliate produk orang di Linkit dan itu
- 52:45luar biasa banget. Banyak
- 52:47kreator-kreator di luar sana enggak
- 52:48punya produk sendiri tapi bisa hasilin 2
- 52:50digit, 3 digit per bulan di Linkin. So,
- 52:53bagi teman-teman yang belum bikin
- 52:54Linkit-nya, tunggu apaagi? Langsung
- 52:57bikin. Sekarang
- 53:01tiga pertanyaan dari teman-teman suara
- 53:03berkelas. Pertanyaan pertama
- 53:06dari RC A Y N. Aku gak bisa enggak tahu
- 53:10bacanya apa nih. Rajin.
- 53:13Menurut kakak sukses itu lebih tentang
- 53:15pencapaian atau ketenangan? Ya, ini
- 53:18pertanyaan Jzy banget ya.
- 53:20Hmm, betul betul. itu kayak tentang what
- 53:22the success mean to you. Tapi menurutku
- 53:25tiap hidup orang tuh ada chapter berbeda
- 53:28yang itu definisi sukses nomor satu kita
- 53:31tuh beda-beda.
- 53:32Setuju
- 53:32mungkin di aku early 20s ya tentunya
- 53:35definisi kesuksesanku ya mencapai karir
- 53:38yang baik banget, menghasilkan uang yang
- 53:40semaksimal mungkin agar aku bisa
- 53:42memberikan hidup yang lebih baik untuk
- 53:44orang tuaku gitu ya. pokoknya sukses
- 53:46yang karir related atau juga pencapaian
- 53:50studi dan lain-lain. Tapi kalau sekarang
- 53:52di chapter motherhood ya, while that is
- 53:54still important for me ya gitu ya. Tapi
- 53:57ya definisi kesuksesanku adalah aku bisa
- 54:00menjalani
- 54:01berkarya sambil menemani tumbuh kembang
- 54:05anakku dan bahkan kesuksesanku adalah ya
- 54:08keluargaku gitu. Kayak bagaimana anakku
- 54:11tumbuh kembangnya baik enggak? anakku ee
- 54:14happy enggak e atau berapa banyak
- 54:16quality time kita sebagai keluarga yang
- 54:18kita habiskan bersama. Jadi kayak
- 54:20agak-agak kerem juga dari segi dulu kan
- 54:24kayak bisa hasle sampai pulang kantor
- 54:26baru jam 09.00 dan lain-lain gitu ya.
- 54:29So, menurutku tiap chapter hidup orang
- 54:31tuh beda-beda, tapi mungkin esensinya
- 54:33sama ya gitu kayak ya dari dulu sampai
- 54:36sekarang ya pengin membuat bangga orang
- 54:40tua dan penyalurannya beda-beda ya.
- 54:42Kalau dulu di dua umur 20-an ya dengan
- 54:45hal yang kelihatan
- 54:47gitu ya, materi bikin bangga dengan
- 54:49pencapaian. Tapi kalau sekarang kan
- 54:50maknanya juga gimana aku tuh menjadi
- 54:54anak yang baik secara spiritual karena
- 54:58ya balik lagi emm untuk memberikan amal
- 55:01jariah untuk orang tua, untuk memberi
- 55:03kebermanfaatan sebanyak-banyaknya karena
- 55:05kan balik lagi aku bisa ke titik ini
- 55:07karena didikan mereka juga ya. Jadi
- 55:09semoga itu bisa jadi domino juga dan ya
- 55:12tadi buat anak. Jadi menurutku it's fine
- 55:15gitu. Mungkin saat itu definisi
- 55:18kesuksesan kamu di awal karir lagi
- 55:20tentang your achievements gitu. Tapi
- 55:22mungkin ada yang emang dari awal ya aku
- 55:24emang mau tenang aja ya enggak apa-apa
- 55:25karena menurutku tiap orang circumstansi
- 55:28hidupnya sih yang bikin kita tahu mana
- 55:30yang prioritas buat kita.
- 55:32Karena mungkin kan ada yang kita di
- 55:33posisi kepepet banget. Apa yang mungkin
- 55:35it's ok for you untuk
- 55:38mau karir sebagai nomor satu ya enggak
- 55:40apa-apa kan niat kamu juga mulia gitu
- 55:42ya. Tapi ada yang e misalnya kita udah
- 55:4430s gitu ya, e ya definisi suksesku aku
- 55:47bermanfaat deh aja buat orang lain dan
- 55:50em aku ada buat keluargaku itu udah
- 55:53lebih dari cukup and that's fine dan
- 55:54kayaknya nanti banyak fase-fase hidup
- 55:56yang beda-beda.
- 55:57Jadi kayak tergantung fase umur dan
- 56:00ya fase circumstance hidup kita juga
- 56:02gitu.
- 56:03Wah itu bagus banget sih.
- 56:03Karena kan ada juga yang mungkin for
- 56:05this hassle lagi kayak restarting your
- 56:08life from scratch that's also fine gitu
- 56:10ya. K. He
- 56:11ya maksudnya kemarin gitu ya e kayak The
- 56:13Devil Prada kayak Mary Steve masih wow
- 56:17masih kayak gitu. Jadi kayak ya tiap
- 56:18orang beda-beda aja.
- 56:19That's fine.
- 56:20Berubah-berubah.
- 56:21Setuju sekali. Dan ketika kita bisa tahu
- 56:23nih chapter kita di mana itu tentu kita
- 56:26tahu nih waktu kita metersnya di mana
- 56:27juga kan seperti kita bahas tadi. Y kita
- 56:31ke pertanyaan kedua. Pertanyaan kedua
- 56:34dari Rizka Amalia.
- 56:37Kak bagaimana rasanya ya belajar di MIT
- 56:40itu? Apakah ada budaya belajar yang kita
- 56:43belum tahu bisa sharing kah?
- 56:45Ah, ini benar-benar the one of the best
- 56:47chapters in my life.
- 56:49Wah,
- 56:50karena kayaknya enggak ada lagi nih
- 56:51momen dalam hidupku di mana aku tuh di
- 56:53lokasi yang orang-orang pintarnya tuh
- 56:55numpuk berkumpul jadi satu titik.
- 56:57Iya dong. [tertawa] Kayak dan e dua
- 57:00stasiun udah nyampai Harvard dan di
- 57:02Cambridge, Massachusetts tuh kayak
- 57:04banyak perusahaan yang 10 tahun lah gitu
- 57:07ya di depan. Jadi em kalau menurutku
- 57:09pengalaman belajar di MIT tuh eh very
- 57:12humbling di luar kelas aja. Bahkan kalau
- 57:14di kelas aja dari pengalaman aku S1 agak
- 57:16beda ya. Kalau dulu kan saat aku S1 di
- 57:19sini mungkin em waktu itu mungkin karena
- 57:21S1 juga ya lebih banyak input menerima
- 57:23presentasi ee dan penjelasan dari dosen.
- 57:27Tapi ketika di sana tuh kita udah harus
- 57:30reading. Jadi ee sebelum kita kelas udah
- 57:33harus prepare baca dulu ya. Kenapa?
- 57:36Karena nanti di kelas bisa aja kamu
- 57:37ditunjuk untuk ngomong. Jadi kayak kalau
- 57:39kita duduk muridnya ee stud-nya banyak,
- 57:41tapi kita taruh nama kita kan karena
- 57:43mungkin enggak mungkin dihafal ya
- 57:44profesornya.
- 57:45Terus kita bisa ditunjuk untuk lebih ke
- 57:47ngasih pendapat kita. Jadi kan otomatis
- 57:49kita harus sudah prepare dong gitu. Jadi
- 57:52diasah lebih critical thinking. Dari
- 57:54situ juga aku ngerasa banyak ee
- 57:56orang-orang yang sharing pengalaman ilmu
- 57:59itu di industri mereka. Jadi kayak
- 58:01terbuka aja kalau dunia tuh bukan cuma
- 58:03duniaku doang loh. Kayak aku kan belajar
- 58:05systems thinking di MIT. Jadi kalau aku
- 58:07kan tahunya systems thinking for
- 58:09creating product digital gitu. Tapi ada
- 58:12orang yang dari kelas aku dari industri
- 58:15yang beda. Dia share gimana. Oh iya bisa
- 58:17gitu ya. and then bisa kita koneksiin.
- 58:19Tapi terlebih dari itu adalah
- 58:21orang-orang yang aku temuin sih. Jadi
- 58:23itu yang menariknya di sana suka ada
- 58:24culture em apa ya yang mingle aku lupa
- 58:28ada istilahnya ya bukan coffee chats
- 58:31tapi kayak mixer mixer. Jadi kayak kita
- 58:34bertemu aja dengan orang-orang and
- 58:36kadang dan kadang dari situ sih
- 58:38conversation itu yang bikin aku kayak
- 58:41lebih menarik bertemu orang-orang lain
- 58:43dengan apa aja yang mereka lakuin. And
- 58:45then yang aku pelajari adalah di situ
- 58:47mungkin orang-orang pintar ya, tapi they
- 58:48don't have it all figured out. Banyak
- 58:51juga kok yang masih kayak
- 58:52mempertimbangkan eh mau restarting
- 58:54career ke arah mana atau kayak masih
- 58:57cari tahu ya masih lost juga masih ada.
- 59:00Tapi yang membedakan adalah they just
- 59:03keep doing it. Jadi kayak entah itu
- 59:06mencoba banyak opportunity, mencoba
- 59:08project apapun. Dan eh
- 59:10next part adalah that multi
- 59:15character-nya ya, multipotential is
- 59:17normal di sana. Jadi kamu tuh enggak
- 59:19cuma diukur aku nih misalnya oh dia dari
- 59:22sistem design gitu ya. Enggak, tapi
- 59:25kayak benar-benar
- 59:27bisa sistem desain terus aku kayak ke
- 59:29lab mana yang beda banget, apa nih yang
- 59:31bisa aku sambungin. It's fine. Jadi
- 59:34kayak di situ aku jadi terbuka lagi.
- 59:36Setiap orang enggak harus kayak misalnya
- 59:38kalau di sini kan aku ngerasa kadang
- 59:40kamu jurusannya apa? Ee tapi pas kerja
- 59:43hal yang berbeda itu kan kayak kok
- 59:45enggak sama sih sama jurusannya gitu ya.
- 59:47Padahal itu bisa jadi kita punya hal-hal
- 59:50yang berbeda-beda, kita satukan. Itu
- 59:52bisa jadi hal kombinasi yang unik karena
- 59:53mungkin itu bisa solve a problem.
- 59:55Mungkin kita jadi punya pandangan ke
- 59:57isunya yang lebih dalam atau kita punya
- 59:59ee kelebihan. Jadi eh berhenti
- 1:00:01mengotak-kotakkan diri. Itu yang aku
- 1:00:03pelajarin banget di sana. And last but
- 1:00:05not least, orang di sana tuh enggak
- 1:00:08langsung the smartest in the room, tapi
- 1:00:09they just do it.
- 1:00:11Hmm.
- 1:00:12Gitu. Kayak sesimpel kayak perah ambil
- 1:00:13kelas susah banget lagi. Sistem dynamics
- 1:00:15kan. Terus aku grup class kan, terus
- 1:00:18kayak
- 1:00:19kita lost semua kayak enggak ada yang
- 1:00:21pernah belajar tapi just do it aja waktu
- 1:00:23itu kayak just figure it out enggak
- 1:00:26overthinking akhirnya bisa gitu. Itu sih
- 1:00:29yang
- 1:00:30menarik menurutku. Jadi banyak
- 1:00:33mental-mental yang akhirnya aku bawa
- 1:00:35sekarang ya tadi aku enggak
- 1:00:36mengkotak-kotakkan diriku malah cari
- 1:00:38strength. Terus juga em karena the momen
- 1:00:40kita desai kita mau yang mana juga
- 1:00:42sejujurnya masih panjang juga kan
- 1:00:43perjalanannya
- 1:00:44gitu. dan kadang tergantung open eh
- 1:00:46pintu apa yang terbuka gitu ya. Dan
- 1:00:49kadang it's okay to have hobbies yang
- 1:00:50sama sekali enggak ada hubungannya.
- 1:00:53Kayak contoh aku ketemu di sana an
- 1:00:55engineer ya coder akut super jago tapi
- 1:00:58dia main orkestra.
- 1:00:59He.
- 1:01:00Terus somehow dia ada di lab yang dia
- 1:01:02bikin kayak innovating technologies
- 1:01:03untuk eh music sensory gitu lah. Jadi
- 1:01:06kayak eh interesting banget ya.
- 1:01:08Itu yang ngebuka mata aku banget sih.
- 1:01:10Heeh. bahwa kita juga teknologi itu
- 1:01:13untuk solve a problem eh di sekitar kita
- 1:01:19gitu.
- 1:01:20Wow. Jadi pengin kuliah lagi rasanya ya.
- 1:01:22Iya. Jadi pengin kuliah lagi ya. Tapi
- 1:01:24kayak pengin balik ke sana, tapi
- 1:01:26kayaknya kalau kuliahnya entar capek
- 1:01:27deh. Penginnya di dunia nyata. Tapi
- 1:01:29kayak pengin banget sih karena
- 1:01:31karena inspired banget jujur kayak tiap
- 1:01:33hari enggak ada hari yang boring deh.
- 1:01:35Ee aku tahu pertama kali dengar remati
- 1:01:39itu pas nonton foto kecil Goodwill
- 1:01:40Hunting itu ya. Jadi kayak
- 1:01:42Oh
- 1:01:42kayak itu M Diamond. Wah ini wah siapa
- 1:01:45tahu kuliah di sana tapi ternyata tidak.
- 1:01:47Dan luar biasa
- 1:01:48dan banyak orang-orang seperti itu kayak
- 1:01:49[terkesiap] oh my god. Tapi, tapi
- 1:01:51interestingly kita malah enggak yang
- 1:01:53minder gitu karena kayak benar-benar
- 1:01:55setiap orang tuh punya kelebihan yang
- 1:01:57masing-masing aja gitu. He he.
- 1:01:59Jadi itu kan awalnya aku kira bakal
- 1:02:00minder kan. Iyalah masih minder juga sih
- 1:02:02sampai kelas kayak nih orang kok
- 1:02:03cepat-cepat banget sih mikirnya kayak
- 1:02:06gitu kan. Tapi
- 1:02:07ya lama tapi itu mereka oh ya satu hal
- 1:02:09yang aku pelajarin mereka tuh enggak
- 1:02:10hesitant untuk bantu kamu. Jadi
- 1:02:13kita mungkin kayak gua apa sih
- 1:02:15remah-remah gini gitu ya. Kayak misalnya
- 1:02:17awal-awal ngomong opini aja tuh
- 1:02:19deg-degan banget di saat semua orang tuh
- 1:02:21lancar habis ngomongnya. Tapi kayak
- 1:02:22sebenarnya people are willing to help.
- 1:02:24Jadi itu juga yang aku rasa
- 1:02:25collaborative approach-nya tuh dapat
- 1:02:27banget.
- 1:02:28Makanya ya tadi kan innovation tuh lahir
- 1:02:30karena tadi orang-orang multidisipliner
- 1:02:32pada menyatu ya. Enggak harus kita semua
- 1:02:34kok yang bisa semuanya. Di situ juga
- 1:02:37orang multidisipliner nyatu bisa jadi
- 1:02:39something. Setuju. Setuju. Wah, enggak
- 1:02:42kebayang lagi indahnya dunia ini kalau
- 1:02:44semua orang ingin saling membantu.
- 1:02:46Kayak mimpi sih itu ya. Kayak ini
- 1:02:47beneran itu mimpi ya. [tertawa]
- 1:02:51Kita ke pertanyaan ketiga. Pertanyaan
- 1:02:53ketiga dari Zainab Mrd Yh. Kak, aku lagi
- 1:02:58enggak percaya diri. Ada tips simpel
- 1:02:59enggak untuk aku bisa percaya diri dan
- 1:03:01beraksi? Simpel banget. Tapi dia mungkin
- 1:03:04butuh langsung dari Sabrina.
- 1:03:06Ah, lagi enggak percaya diri dalam hal
- 1:03:08apa dulu nih ya? Tapi ini yang mungkin
- 1:03:11tadi kayaknya nyambung ke Odyssey plan
- 1:03:15sekali ya gitu kan. Kan pertama aku
- 1:03:16enggak tahu dulu nih kamu tidak percaya
- 1:03:19dirinya karena apa. Tapi coba this
- 1:03:21mental exercise tadi ya tiga.
- 1:03:23Kalau kamu terus menjalankan apa yang
- 1:03:25kamu lakukan sekarang selama 5 tahun
- 1:03:27bakal jadi apa? Apakah itu akan membuat
- 1:03:30kamu puas dengan diri kamu? Karena kalau
- 1:03:32enggak puas at least kamu jadi ada I
- 1:03:35have to do something gitu ya kan. Terus
- 1:03:37yang kedua, kalau kamu ambil jalan yang
- 1:03:38berbeda itu akan spark sesuatu enggak
- 1:03:42diri kamu? Ya mungkin itu pertanda, ya.
- 1:03:44Dan yang ketiga ya kalau money, e social
- 1:03:47status bukan faktor ya, kamu bakal jadi
- 1:03:50apa? Dan kayaknya di situ poinnya
- 1:03:52exercise-nya lebih balik lagi tahu mana
- 1:03:54yang matters buat kita sih. Dan
- 1:03:58tadi itu emm kalau kita lagi enggak
- 1:04:02percaya diri itu kan kayak hal yang gede
- 1:04:04banget ya.
- 1:04:06Sejak jadi ibu tuh aku jadi sadar betapa
- 1:04:09berharganya
- 1:04:11kita sebagai individu sih. Dalam arti
- 1:04:13aku tuh jadi ngelihat misalnya aku
- 1:04:15ngelihat anakku ya, aku enggak pengin
- 1:04:17dia tumbuh menjadi orang yang tidak
- 1:04:19percaya diri atau menganggap diri dia
- 1:04:21tuh enggak ada artinya. Karena bagi aku
- 1:04:25sebagai orang tuanya, dia dengan dia
- 1:04:28menjadi diri dia, dia udah sangat
- 1:04:29berarti kok. Ternyata itu aku jadi kayak
- 1:04:32reparenting diri aku sendiri.
- 1:04:33Hmm. Hm. Ya.
- 1:04:34Iya. Kan kayak kita ke anak kita enggak
- 1:04:36mau mereka
- 1:04:38ngerasa gitu lah. Kenapa di saat yang
- 1:04:40bersamaan kita mengecilkan diri kita
- 1:04:42sendiri? Jadi kayak oh ya ini mungkin
- 1:04:45poov
- 1:04:46orang tuaku kali kalau ngelihat aku
- 1:04:47malah
- 1:04:49aku kayak self blame, aku self doubt
- 1:04:51padahal mungkin subjektif juga ya.
- 1:04:53Enggak objektif kayak enggak kok. I'm
- 1:04:56actually special dan itu kan cara
- 1:04:58pandang kita ke anak. So, ya eh mungkin
- 1:05:00kalau kita ke diri kita, we're the
- 1:05:02hardest judge. Tapi sebenarnya
- 1:05:04kita tuh individu yang sangat berharga
- 1:05:06loh bagi
- 1:05:07orang tua kita mungkin yang membesarkan
- 1:05:08kita, bagi orang-orang terdekat, teman
- 1:05:10kamu mungkin kayak you help them or
- 1:05:12something. Jadi kadang baiknya ngelihat
- 1:05:14dari poov orang lain tentang kita sih.
- 1:05:16Karena kadang we are our biggest critic.
- 1:05:19Setuju.
- 1:05:19Kalau diri kita sendiri ya kayak aku
- 1:05:21sekarang ya aku masih banyak banget
- 1:05:22kurangnya tapi mungkin kalau bagi orang
- 1:05:24terdekatku
- 1:05:26enough gitu ya. Jadi kayak gen mungkin
- 1:05:28itu buat menghibur.
- 1:05:30Hm.
- 1:05:31Repairenting banget soalnya jadi orang
- 1:05:33tua tuh asli.
- 1:05:34Wow.
- 1:05:36Enggak nyangka aku ngobrol Sambina lebih
- 1:05:38ke poov, belajar jadi ibu, jadi leader,
- 1:05:42dan lain-lain. Tapi overall tuh daging
- 1:05:44banget.
- 1:05:46The worst advice yang pernah kamu
- 1:05:48terima.
- 1:05:50Wow.
- 1:05:52Eh, kayaknya pasti banyak deh yang jawab
- 1:05:54ini. Banyak worst advice, tapi eh
- 1:05:57ngapain kejar-kejar pendidikan?
- 1:06:01Kenapa sih yang harus sesusah payah itu?
- 1:06:05Ya, itu dulu kayak ee di saat momen em
- 1:06:08kayaknya kita waktu itu aku sama
- 1:06:09adik-adikku kayaknya adik-adikku lagi
- 1:06:10effort mau beasiswa kuliah keluar gitu
- 1:06:12ya. Terus kan kondisinya anak-anak cewek
- 1:06:15mau kuliah keluar itu ada aku ingat ee
- 1:06:17komentar dan kayaknya aku juga pernah ya
- 1:06:20ee komentar ke orang tuaku, ngapain
- 1:06:23anak-anak perempuan ee harus repot-repot
- 1:06:25pendidikan yang kayak gitu-gitu. Ya,
- 1:06:28it's the worst advice karena ternyata
- 1:06:29itu yang mengubah hidup kita sih
- 1:06:31pendidikan itu.
- 1:06:33Karena ternyata kenapa misalnya dulu
- 1:06:35juga pernah dibilang, kenapa sih anaknya
- 1:06:36di ee bikin stres gitu ke orang tuaku ya
- 1:06:40seakan-akan kayak ee hard banget.
- 1:06:42Ternyata justru
- 1:06:45resilience kita sekarang dengan dunia
- 1:06:47yang terus berubah dengan AI dengan
- 1:06:50induston resilience kita datang karena
- 1:06:53orang tua kita dulu sesimpel kita di
- 1:06:55les-les pengen di les enggak mau enggak
- 1:06:57mau les pur-puro sakit apa. Tapi mereka
- 1:06:59enggak harus masuk tapi ternyata itu
- 1:07:03bekal untuk kita sekarang kuat.
- 1:07:05E terus kenapa dulu terima kasih juga
- 1:07:09kita udah dipaksa apply beasiswa,
- 1:07:11ditemenin apply apa ternyata itu bekal
- 1:07:13kita. Karena emang kalau bagi aku dan
- 1:07:15adik-adikku sih Nugget Sisters
- 1:07:17pendidikan tuh benar-benar mengubah
- 1:07:18hidup kita. Like kalau enggak karena
- 1:07:21pendidikan ya enggak ada di titik ini
- 1:07:23titik gitu. Mau itu jodoh, mau itu ee
- 1:07:27kondisi hidup, mau itu karir, pokoknya
- 1:07:30enggak. Jadi, I'm glad orang tuaku tidak
- 1:07:34mendengar remehan-remehan itu dan tetap
- 1:07:36berpegang sama prinsipnya. It's ok.
- 1:07:38Walaupun dijudge, tapi ternyata itu pay
- 1:07:41kok.
- 1:07:41Wow.
- 1:07:42Dan itu enggak langsung butuh
- 1:07:43bertahun-tahun.
- 1:07:44Benar. Benar. Dan itu
- 1:07:46akumulasi-akumulasi dari dunia kreatif
- 1:07:48juga, dari pendidikan juga dan banyak
- 1:07:50hal.
- 1:07:51Dari banyak hal banget.
- 1:07:53Wow. Terima kasih banyak Sabrina
- 1:07:55berkelas. Sehat terus, sehat terus.
- 1:07:56Semoga jadi ibu yang menginspirasi
- 1:07:58terus. Makasih semuanya.
- 1:07:59Terima kasih semuanya. Yeah.
About this transcript
This page contains the full transcript of Bedah Mindset PEREMPUAN BERKELAS Yang Bikin Kamu Bisa BERKEMBANG | SUARA BERKELAS #176 by SUARA BERKELAS, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 10,814 words across 1,875 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.