Ar Rasul Al Muallim Sesi 3 (Part 2) - Kyai Budi Ashari Lc — Transcript
Full transcript
- 0:00Oke,
- 0:04Teman-teman.
- 0:05itu antum sisanya baca ee bagaimana
- 0:08contoh-contoh dan ternyata ee belajar
- 0:13dalam Islam itu memang semua bermula
- 0:15dari contoh
- 0:17dalam apapun itu. Contohnya halaman apa?
- 0:2073nya
- 0:22itu hadis nomor 21 itu warawat albukhari
- 0:25an Muad bin Abdurrahman anna aban
- 0:28akhbarah qala ataitu Utsman ibn Affan
- 0:33Thahur
- 0:35ya eh ini
- 0:38wahua jalis alqid
- 0:46dan seterusnya
- 0:48ee ini ternyata juga metode pengajaran
- 0:51ya. Sekali lagi ini beliau pembahasannya
- 0:53sebenarnya tentang
- 0:56masalah keteladanan. Tapi di satu hadis
- 0:58itu karena beliau cantumkan utuh itu
- 1:00antum mestinya kalau mau ngaji detail
- 1:02satu persatu itu ee ambili semua hikmah,
- 1:07ambil semua ibrahnya.
- 1:09Ya, cuma karena beliau cuma menunjukkan
- 1:12satu poin. Kemudian setelah itu beliau
- 1:13mencantumkan hadis dan setelah itu ee
- 1:18ya cuma satu kemudian sudah selesai.
- 1:19Padahal itu dalam satu hadis ada banyak
- 1:21dibahas.
- 1:23Ee Utsman radhiallahu anhu itu ee itu
- 1:28berkali-kali di antaranya hadis ini
- 1:31mengajarkan orang wudu yang benar
- 1:33seperti wudunya Rasul.
- 1:37Utsman itu cara ngajarnya menarik,
- 1:40Teman-teman. Enggak pakai teori kayak
- 1:42kita sekarang ini. Makanya kita sekarang
- 1:43itu teorinya jago, praktik nol.
- 1:47Kasih teori. Wudu, syarat wudu, rukun
- 1:50wudu, syarat sah apa? Sunah wudu,
- 1:54selesai suruh praktik. Ayo anak-anak
- 1:56wudu ya. Elah, salah semua. Harus salah.
- 2:00Kenapa? Cara kita ngajar salah.
- 2:04Antum lihat Utsman. Utsman radhiallahu
- 2:06anhu sepeninggal Nabi mau ngajari
- 2:08masyarakat tentang wudu enggak pakai
- 2:11teori itu lah sah syarat sah lah syarat
- 2:13rukun atau apalah ya kata Utsman ambil
- 2:18ke saya datangkan air
- 2:21maka dihadirkan air
- 2:24kalian lihat saya Utsman wudu satu satu
- 2:27sampai selesai terakhir Utsman
- 2:29mengatakan beginilah saya pernah lihat
- 2:30Rasul sallallahu alaihi wasallam berwud
- 2:35itu bukan hanya Utsman ngajar sahabat
- 2:38dulu. Nabi Muhammad pun belajar wudu
- 2:41dari Jibril dengan cara itu.
- 2:45Pertama kali Jibril datang kan tummal
- 2:47wudua wasata alama Jibril wahya rakaat
- 2:50muhkamah. Itu wudu salat itu caranya
- 2:53gitu.
- 2:54Jibril ee menghentakkan kakinya di batu
- 2:58di Makkah. Kemudian keluar mata air.
- 3:01Kemudian Jibril berwudu dilihat oleh
- 3:03Nabi. Setelah itu Nabi disuruh wudu
- 3:05dilihati oleh Jibril. Benar apa enggak
- 3:06benar?
- 3:09Memang dari awal begitu sama baca Quran
- 3:12mana ada ilmu tajwid kan belakangan.
- 3:14Ilmu tajwid itu. Betul kan? Tajwid
- 3:16belakangan. Yang ada adalah
- 3:18musyafahatan. Talaqi.
- 3:21Lihat bagaimana gurunya membaca. Ikuti
- 3:23gurunya membaca. Kamu baca dengan
- 3:25seperti gurunya membaca. Makhrijul huruf
- 3:27orang enggak tahu apalahir lah, apa.
- 3:31Itu teori belakangan yang dibuat oleh
- 3:33ulama untuk memudahkan kita dan itu ilmu
- 3:36luar biasa. Tapi aslinya ilmu awalnya
- 3:39enggak begitu. Tentu ini semua ilmu-ilmu
- 3:41yang luar biasa. Para ulama kita
- 3:42menghadirkan ilmu-ilmu itu adalah ee
- 3:46merupakan ijtihad besar, ilmu besar
- 3:48mereka. Dan itu barokahnya luar biasa
- 3:50dan memudahkan sekali kita belajar. Tapi
- 3:53teman-teman tetap saja metode pengajaran
- 3:55yang yang Nabi lakukan itu itu mesti
- 3:59juga dijalankan.
- 4:01Bukan cuma teorinya. Ngajar tajwid antum
- 4:04kasih teori tapi antum enggak pernah
- 4:05kasih contoh bacanya tetap aja santri
- 4:07enggak bisa bacanya. Betul kan? Sisa apa
- 4:10sih?
- 4:12Jadi memang bahkan sampai cara ngajar ya
- 4:16kecuali mungkin ada hal yang tidak bisa
- 4:17di diajarkan tidak bisa dicontohkan.
- 4:20Maksud saya contoh karena itu tidak
- 4:21mungkin kan contohnya adalah mandi di
- 4:23kamar mandi
- 4:25kan tidak mungkin dicontohkan Nabi
- 4:27sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi
- 4:27memberikan panduan berikan kalimat
- 4:29karena Nabi enggak mungkin memberikan
- 4:30contoh tentang mandi itu gimana mandi
- 4:34nabi memberikan panduan
- 4:39ya.
- 4:41Baik. Em
- 4:48halaman 75 nomor 23 untuk melihat
- 4:50hadisnya
- 4:52Abu Daud fi babil wudu min masil lahm
- 4:54nabi eh maaf min alahmi wabnu
- 5:00majah fi kitab babus salak wb maja
- 5:05abidriahu
- 5:07an rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- 5:09marulam
- 5:14was
- 5:28ini juga gitu dalam riwayat ini. Jadi
- 5:30Nabi ketika Nabi pernah melewati kata
- 5:32Abu Said Khudri radhallahu anhu, Nabi
- 5:34pernah melewati anak-anak muda,
- 5:36anak-anak pemuda-pemuda nih kayak antum
- 5:38nih lagi nguliti kambing. Nguliti
- 5:41kambing. Kemudian ee Nabi sallallahu
- 5:45alaihi wasallam tanaah hatta uri. Kata
- 5:46Nabi, "Mingir, minggir mingir. Saya
- 5:48kasih contoh gini cara yang benar
- 5:50nguliti kulitnya, nguliti kambing." Maka
- 5:53Nabi masukkan tangannya itu ya di antara
- 5:56seperti antum lihat ee yang uliti
- 5:58kambing itu dimasukkan tangannya,
- 6:00dimasukkan tangannya di antara kulit dan
- 6:02daging ya. Dimasukkan tangannya terus
- 6:06itu sampai keluar di ee di ketiaknya
- 6:09kambing itu.
- 6:11Kemudian Nabi setelah itu selesai, Nabi
- 6:13bilang, "Ya ghulam hak fasluk." Begini,
- 6:16Nak, caranya ngulit itu begini.
- 6:18Ya, itu, Teman-teman. Begitu memang ee
- 6:22masyaallah Nabi sallallahu alaihi
- 6:23wasallam mengajarkan sesuatu sampai
- 6:24nyontohin.
- 6:26Ada hal yang memang harus antum langsung
- 6:27antum contohkan di depan mereka. Tidak
- 6:30cukup dengan nguliti kambing itu caranya
- 6:32satu kalian ambil pisau dua ya nguliti
- 6:36berantakan juga.
- 6:40Hari ini kita bermain di wilayah teori
- 6:42karena itu menjadi kebiasaan akhirnya
- 6:44praktiknya pada enggak bisa. itu kenapa
- 6:46lulus sarjana mau S1, mau S2 itu kerja
- 6:50susah. Saya sudah ngobrol dengan banyak
- 6:52sekali orang orang-orang ekspert di
- 6:54bidangnya itu sudah sampai di bidang
- 6:59apapun saya sudah bicara. Saya nanya ke
- 7:01orang-orang yang ahli yang punya
- 7:03pengalaman kerja luar biasa. Kita tanya,
- 7:05"Gimana, Pak, kalau nyari karyawan, staf
- 7:07bawahan yang ilmunya kayak ilmu Anda,
- 7:09kemudian dicari di lulusan-lulusan
- 7:11kampus." Jawabannya semua sama. Mereka
- 7:15pada enggak bisa kerja.
- 7:17Terus ngapain kuliah kalau gitu?
- 7:21Ngapain kuliah? Yang terbaru kemarin
- 7:23saya tanya tapi dibilang saya nyari
- 7:24karyawan yang ahli di bidang tertentu.
- 7:28Enggak ada yang bisa saya cari ada
- 7:30karyawan ada ngelamar lulusan luar
- 7:32negeri S2 luar negeri. Saya kasih contoh
- 7:35kerjaan kerjakan. Saya lihat hasilnya
- 7:37ini orang kagak bisa buat ini.
- 7:41Terus gimana? itu karena kita terbiasa
- 7:43dengan teori dan kita jarang praktik.
- 7:50Dan ternyata Rasul lihat yang begini ini
- 7:53ilmu-ilmu kelihatan begini Nabi kasih
- 7:55contoh. Guru itu ngasih contoh
- 7:58ya. Jadi bukan cuma ngomong
- 7:59teriak-teriak kemudian Nabi kasih
- 8:01contoh. Itu yang pertama. Yang kedua
- 8:06halaman 77
- 8:08taklimuhu sallallahu alaihi wasallam
- 8:09asyar bitadrij.
- 8:12Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 8:13mengajarkan syariat-syariat ini dengan
- 8:15bertahap. Nah, hal yang sangat sering
- 8:18saya sampaikan tentang tahapan.
- 8:21Setelah tema keteladanan, bayangkan
- 8:23seorang ee Syekh ee Abdul Fattah Abu
- 8:26Huddah rahimahullahu taala meletakkan
- 8:28tahapan nomor dua.
- 8:31Itu kenapa, Teman-teman, dari dulu saya
- 8:32teriak-teriak itu tahapan, tahapan,
- 8:34tahapan. Dan kenapa di lapangan saya
- 8:36sudah menjumpai orang yang semangat
- 8:38naruh kurikulum besar, hasilnya enggak
- 8:40bagus.
- 8:42Asli enggak terus. Itu sudah banyak
- 8:44teman-teman saya buat begitu. Semangat
- 8:46semangat tinggi buat. Wah, luar biasa
- 8:48semangat kurikulumnya mentereng. Saya
- 8:50bilang, "Ini enggak bisa dijalankan ini
- 8:51kurikulum kayak gini nih. Kalau cuma
- 8:53buat kurikulum bagus-bagusan, saya
- 8:54bilang, "Saya punya yang lebih ideal
- 8:56daripada ini."
- 8:59Tapi ini enggak akan jalan.
- 9:01Makanya kalau membuat mengajarkan,
- 9:03membuat perencanaan, membuat kurikulum,
- 9:05rencana pengajaran itu mesti bertahap
- 9:07kan. Itu sebenarnya kita paham. Tapi
- 9:10dalam praktik itu nol juga gitu. Kita
- 9:13semua tahu kalau segala sesuatu itu kan
- 9:15harus bertahap
- 9:17ya. Pasti bertahap lah dari abattaha
- 9:19sampai bisa hafal 30 juz. Kan itu
- 9:21tahapan ya kan.
- 9:24Ee santri-santri sekarang ban coklat kan
- 9:27masih mulai ban putih dulu
- 9:30kan. Itu semua kita paham. Cuma dalam
- 9:33praktik-praktik tertentu ilmu tuh enggak
- 9:34jalan
- 9:37ya. maunya itu pokoknya w langsung
- 9:38tinggi. Saya bilang ini enggak bisa.
- 9:40Makanya teman-teman saya kalau membuat
- 9:43sebuah perencanaan kurikulum itu
- 9:46ee itu semua lini sudah saya timbang. Di
- 9:50antara lini penting yang saya timbang,
- 9:52antum tahu apa?
- 9:54Ini Indonesia.
- 9:59Banyak kurikulum gagal itu dibawa
- 10:00langsung dari luar negeri, Timur Tengah,
- 10:02dari Cambridge, dari mana dibawa ke sini
- 10:05plekplek apa adanya diterapkan di sini.
- 10:07Dan hasilnya ternyata enggak seindah
- 10:08aslinya di sana. Kenapa? Ini Indonesia
- 10:14bukan lebih rendah Indonesia. Enggak.
- 10:15Enggak. Ini bangsa punya karakter
- 10:17sendiri. Ini masyarakat ini punya level
- 10:20sendiri. Ini punya cara sendiri. Kan
- 10:22gitu kan. E bedalah orang di padang
- 10:25pasir adanya pasir di sini nyari nyaris
- 10:27enggak ada pasir di sini. Ada pasir
- 10:29sini. Karakternya jauh berbeda.
- 10:33Ini daerah hijau di sana daerah kersang.
- 10:36Di sini hanya ada hujan atau tidak
- 10:37hujan. Di sana musim dingin ada, musim
- 10:40panas ada, bahkan musim salju ada dan
- 10:42seterusnya. Ya berbeda karakternya. Jadi
- 10:45setiap saya membuat perencanaan
- 10:46pendidikan mesti yang saya timbang besar
- 10:48sekali adalah ini Indonesia.
- 10:52Itu yang membuat kemudian kurikulum itu,
- 10:55perencanaan itu bisa dijalankan secara
- 10:57sistemik.
- 10:59Secara sistem.
- 11:01Jadi tidak semua yang saya dapat di
- 11:04Timur Tengah itu cocok buat negeri ini
- 11:07karena berbagai pertimbangan tadi dan
- 11:10itu nanti memastikan untuk attadrij
- 11:14untuk bertahap kalau ternyata oh saya
- 11:17ingin sampai di level iya tapi ini kalau
- 11:19ke situ loncat perlu berapa tangga kalau
- 11:21antum pahami keadaan maka perlu sekian
- 11:23tangga nanti. Teman-teman antum di
- 11:26berbagai kota di Indonesia itu lain
- 11:28lagi. Karena setiap kota punya karakter
- 11:31beda-beda.
- 11:33Ada satu kota itu yang Islamnya memang
- 11:35sudah sangat siap. Masyarakat itu tinggi
- 11:37level Islamnya.
- 11:39Tapi ada kota atau wilayah yang ee
- 11:44daerahnya ya Allah ada orang salat ini
- 11:46bagus. Muslim. Muslim. Bukan daerah
- 11:49tidak muslim. Daerah muslim tapi ada
- 11:52masjid salat bagus ya. Salat satu saf
- 11:55penuh musalanya itu masyaallah bagus.
- 11:59Jadi jauh sekali itu berbeda cara bicara
- 12:02kita pada tema yang sama
- 12:06mestinya kearifan lokal itu
- 12:08ya mesti kearifan lokal itu menimbang
- 12:10itu.
- 12:12Oke. Bertahap ya bertahap. Hadis yang
- 12:15nomor 24 saya sering sampaikan tentang
- 12:17iman sebelum Quran. Ee kemudian hadis
- 12:21yang ke-25 hadis riwayat Bukhari Muslim.
- 12:24Ini ee tentang Nabi sallallahu alaihi
- 12:26wasallam yang mengutus Muad ke Yaman.
- 12:28Antum juga sering dengar ya ee mengutus
- 12:30Muad ke Yaman intian
- 12:33min ahli kitab eh dan oleh Nabi kamu
- 12:36akan mendatangi masyarakat ahli kitab
- 12:38maka eh bertahap ngajari mereka bertahap
- 12:43yang pertama
- 12:47rasulullah syahadatin dulu ajarkan ke
- 12:49mereka
- 12:52kalau mereka sudah taat itu baru masuk
- 12:53level berikutnya Ya faimhum
- 12:55annallahodqatan
- 12:58kabari kalau Allah mau wajibkan ee
- 13:00sodqah. Jadi bertahap terus gitu.
- 13:02Bertahap
- 13:03ya ada tahapannya. Kemudian
- 13:07ee ada banyak contoh-contoh berikutnya
- 13:10itu. Ada ada dua lagi contoh berikutnya
- 13:15itu ee yang nomor 27. Nomor 27 itu
- 13:20waakraj thabari
- 13:23eh
- 13:28atau sama 26 27 sama di 26 sama war Imam
- 13:32Ahmad Musnadi an Muhammad bin Fudhail a
- 13:36ibnib an abi abdurrahman
- 13:39sulami alm hadana manana yuna min
- 13:42ashabin nabi shallallahu alaihi wasallam
- 13:45eh
- 13:47annahum kanu
- 14:02Eh,
- 14:04ini adalah apa yang disampaikan oleh
- 14:07para sahabat Nabi sallallahu alaihi
- 14:09wasallam yang mengajarkan kepada
- 14:11generasi setelahnya
- 14:13bahwa ee para guru, para sahabat itu
- 14:16sebagai guru suka cerita kita. Makanya
- 14:18kalimatnya
- 14:20eh hadasana yuquna minha Nabi sallallahu
- 14:23alaihi wasallam annahum
- 14:26rasul sallahu alaihi wasallam asra ayat.
- 14:30Jadi ee
- 14:32cerita guru tentang cara belajarnya dulu
- 14:36dari gurunya itu juga pelajaran sendiri
- 14:40sendiri. Makanya saya suka cerita ke
- 14:42antum tentang bagaimana saya belajar
- 14:43cara itu bukan apa-apa untuk kayak ini
- 14:45contohnya sahabat Nabi
- 14:48suka menceritakan tentang ee bukan cuma
- 14:50apa yang dipelajari tapi bagaimana cara
- 14:52saya belajar dulu dari guru saya karena
- 14:55sahabat gurunya langsung Rasul
- 14:57sallallahu alaihi wasallam maka ee
- 14:58mereka menyampaikan ee bahwa mereka dulu
- 15:01para sahabat itu kalau membaca Quran di
- 15:04hadapan Nabi itu ee hanya 10 ayat
- 15:06maksimal
- 15:08ya asta yalam
- 15:12Mereka tidak mengambil 10 yang
- 15:14berikutnya kecuali setelah mereka tahu
- 15:18di dalam ayat-ayat yang 10 itu ilmu dan
- 15:21amalnya.
- 15:23Ilmu dan amalnya. Kalau di dalam di
- 15:25hadis yang bawah itu yang riwayat at
- 15:27Thaabari dalam tafsirnya e lam
- 15:30yujawizhun
- 15:32hatta y'rifa maaniahun walala bihin.
- 15:37Tidak mereka tidak mengambil pelajaran
- 15:39berikutnya sampai ee mereka mengetahui
- 15:42makna-maknanya,
- 15:45mengetahui tafsirnya dan mengamalkan
- 15:47ayat-ayat itu.
- 15:50Ini memang metode ini saya belum tahu
- 15:54cara menjalankannya.
- 15:56Hadis ini sudah lama saya tanya ini
- 15:58kalau dijalankan gimana ya metode ini?
- 15:59Saya belum pernah nyoba. Bukan belum
- 16:00tahu. Saya belum pernah nyoba. Saya
- 16:02belum tahu. Mungkin satu hari kita coba.
- 16:06Ee metode sahabat Nabi sallallahu alaihi
- 16:08wasallam ketika mereka belajar hanya
- 16:10dengan 10 10 ayat maksimal.
- 16:13Baik. Yang ketiga, riayatuhu sallallahu
- 16:16alaihi wasallam fit taklim aliktidal.
- 16:24Nabi sallallahu alaihi wasallam sangat
- 16:25memperhatikan di dalam pengajarannya
- 16:28altidal walillah
- 16:32aliktidal itu ee
- 16:34apa? Iktidal itu artinya sedang sedang
- 16:39tengah gitu ya. Jadi posisin posisi yang
- 16:43sedang tengah dan jauh dari membosankan.
- 16:48Nah, kenapa kata bosan muncul? Karena
- 16:52itu penyakitnya penuntut ilmu bosan.
- 16:58Kalau sampai muncul bosan, Teman-teman,
- 17:01itu membuat mereka berhenti.
- 17:04Makanya kalau ada antum menghadapi murid
- 17:06kok muridnya mulai bosan.
- 17:09Yang saya bilang kemarin antum lanjutkan
- 17:11enggak ada gunanya itu. Hilangkan dulu
- 17:14kebosanannya. gunakan metode-metode yang
- 17:16bisa menghilangkan kebosaan
- 17:18karena itu memang penyakitnya.
- 17:21Nah, eh
- 17:23Bukhariah
- 17:27kitab Nabi was
- 17:43ini Imam Bukhari Muslimwayatkan ya. Ini
- 17:44ada bab babnya
- 17:47ee kalau di Bukhari babnya adalah bab
- 17:50Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 17:51yatakwaluhum bil maid wal ilm. Nabi itu
- 17:54menyelingi ilmu, diselingi.
- 17:57Dia membuat selingan ilmu untuk
- 17:59menasihati dan ilmu itu ada selingannya
- 18:00supaya enggak bosan. Efiru
- 18:04agar mereka enggak lari. Itu kan orang
- 18:05kalau bosan mesti lari.
- 18:08Walaupun dia duduk di majelis antum itu
- 18:10sebenarnya dia enggak di tempat lari
- 18:13lagi bosan.
- 18:16Ya. Ee Imam Muslim dalam sahihnya
- 18:19membuat bab-bab al-iqtisad
- 18:21fil mauidah. Iktisad itu arti sedang
- 18:25ya yang sedang-sedang urusan muidah.
- 18:30Eh Syakib bin Abi Wail.
- 18:33Abi berkata
- 18:51kata Sqi, "Kami lagi duduk-duduk di
- 18:53depan rumahnya Abdullah, di depan
- 18:56pintunya Abdullah bin Mas'ud nunggu
- 18:57beliau keluar."
- 18:59Kemudian lewatlah Yazid bin Muawiyah
- 19:01Annakhai. Kami yang lagi nunggu bilang
- 19:03ke Yazid bin Muawiyah eh sampaikan ke
- 19:06Abdullah bin Masud, "Kami nunggu di
- 19:07sini."
- 19:09Ya. Kemudian gak lama Abdullahu keluar
- 19:22was.
- 19:29Eh,
- 19:32kata Abdullah bin Mas'ud ketika keluar
- 19:34radhiallahu anhu, beliau mengatakan,
- 19:36"Saya diberitahu tentang kalian menunggu
- 19:39saya di sini, tapi tidak ada yang
- 19:41menghalangi saya keluar untuk ee menemui
- 19:44kalian, kecuali karena saya khawatir
- 19:46kalian bosan." Mereka nunggu mau
- 19:49belajar,
- 19:50mau belajar. Ee kata beliau, "Saya
- 19:53khawatir kalian bosan."
- 19:55Ee sesungguhnya Rasulullah
- 19:57Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- 19:59yatakhawaluna
- 20:01yatakhawalun itu sebenarnya maknanya ee
- 20:04memperhatikan betul keadaan kami
- 20:07ya. Memperhatikan betul keadaan. Jadi
- 20:09kalau lagi bosan apalagi semangat itu
- 20:10dilihatin betul oleh Nabi. Kalau lagi
- 20:12bosan itu sama Nabi dihentikan
- 20:15atau diseling dengan yang lain, diganti
- 20:16dengan yang lain.
- 20:19Dan kemudian juga ee caranya ternyata
- 20:23tadi diseling-selingan oleh Nabi
- 20:25sallallahu alaihi wasallam. Makanya
- 20:26Abdullah bin Mas'ud menjalankan itu di
- 20:29ketika nanti beliau
- 20:32memiliki murid dan beliau ini yang
- 20:34mengawal Persia
- 20:36dan hasilnya orang-orang besar. Ilmu
- 20:38fikih muncul besar pertama di Persia.
- 20:42Imam Abu Hanifah kota Kufa itu hanya
- 20:45cicit cicit murid posisinya murid jauh
- 20:50dari ilmu yang diturunkan oleh Abdullah
- 20:53bin Mas'ud.
- 20:55ee dan beliau tidak setiap hari ngajar.
- 20:59Beliau enggak mau ngajar setiap hari ya
- 21:01karena beliau ee supaya kalian tidak
- 21:04bosan. Maka ketika ditungguin karena
- 21:06dalam mungkin ada di sini riwayatnya
- 21:11ada kalimat hadis setelah
- 21:14Bukhari.
- 21:19Ini jadwal ya, jadwal untuk ahli ilmu e
- 21:23muslimah
- 21:33kitab itu ngajar cuma hari kamis
- 21:38Abdurahman
- 21:40ini ya Abdurahman.
- 21:49Karena ngajarnya Abdul itu enak,
- 21:50menarik. Mereka bilang e kita pengin
- 21:54dengerin tiap hari Anda ngajarkan pada
- 21:57kami ilmu itu. Kalimat Abdullah Masud
- 22:03saya khawatir kalian.
- 22:06Semangat-semangat. Makanya teman-teman
- 22:08antum punya murid semangat luar biasa
- 22:12itu antum syukuri. Tapi jangan terbawa
- 22:14suasana
- 22:16gitu loh. Itu guru. Karena guru itu
- 22:18mengerti betul ini semangat ini kayaknya
- 22:20kalau diikuti nih jebol juga nih
- 22:22lama-lama.
- 22:25Guru besar Abdullah Masud.
- 22:3115 tahun Abdullah Masud di Persia.
- 22:35Kemudian Nabi balik ke Madinah ketemu
- 22:38khalifah Rasulullah.
- 22:40Ee kemudian mengata, "Kok kamu
- 22:42tinggalkan negerimu?
- 22:45Balik sana. Enggak ada baiknya negeri
- 22:47tanpa keberadaan orang seperti jawaban
- 22:49maksud apa?" Jawabannya adalah tidak
- 22:50saya tinggalkan negeri saya itu kecuali
- 22:54telah saya tinggalkan orang-orang
- 22:55seperti saya.
- 22:5715 tahun
- 22:59Jafar sudah berapa tahun?
- 23:02Hah?
- 23:0415 tahun ngomongnya harus begitu.
- 23:07Tidak saya tinggalkan.
- 23:09Iya. Makanya
- 23:10sama kocaknya.
- 23:16Yang keempat riayatuhu sallallahu alaihi
- 23:18wasallam. Eh sebelum yang keempat di
- 23:20atasnya persis ada hadis w Muslim Abi
- 23:23Musaari
- 23:26Rasulullah wasir
- 23:31wiru
- 23:33wassiru. Itu konsep pengajaran saya
- 23:36sampaikan kemarin ya. ee Nabi Rasul
- 23:40sallallahu alaihi wasallam itu kalau
- 23:41mengutus orang mengutus sahabatnya
- 23:43diutus untuk sebuah keperluan Nabi mesti
- 23:45pesan itu. Basyiru wala tunaffiru.
- 23:48Makanya ee
- 23:51apa ya ngajar orang tentang Islam sampai
- 23:55orang itu lari
- 23:58dari Islam ini. Itu yang salah bukan
- 24:00masyarakatnya, gurunya salah. Kata Nabi,
- 24:03"Beri kabar gembira jangan buat mereka
- 24:06lari.
- 24:07tuiru. Mudahkan, jangan bersulit.
- 24:12Dipermudah jangan dipersulit.
- 24:14Oleh konsep teman itu ya. Enggak cukup
- 24:17cuma ngomong gini, ini kan ilmu, ini kan
- 24:20benar. Iya, benar. Benar. Makanya perlu
- 24:24attadris tadi itu ada tahapannya. Benar
- 24:27itu tidak mesti harus diajarkan hari
- 24:29ini. Akan kita ajarkan. Iya, insyaallah
- 24:32kita ajarkan. Tapi tidak hari ini, gitu
- 24:35ya.
- 24:37Baik. Yang keempat, ri wasallam alfuruq
- 24:39alfardiyah fil mutaalimin. Nah, ini
- 24:41masyaallah ini ilmu hari ini banget ini
- 24:44ya kan. Nabi itu sangat memperhatikan
- 24:47ya karakter perbedaan karakter perbedaan
- 24:51karakter murid-murid ya.
- 24:54Hari ini tuh sampai teman-teman ee ini
- 24:57tadi saya bilang bisa aja antum mau buat
- 25:00ijtihad itu boleh aja. Cuma e bagaimana
- 25:05cara membedakannya, terus dibagi menjadi
- 25:07berapa itu kemudian di diilmukan hari
- 25:10ini. Begitu diilmukan hari ini ya kan,
- 25:13oh ini tipenya audio, ini tipenya
- 25:16visual, ini tipenya, oh ini kinestetik
- 25:18ya lebih cenderung fisik. Oh ini itu
- 25:21dibagi bagi bagi. Begitu dibagi gurunya
- 25:23bingung. Terus diapain
- 25:26bingung dia. Akhirnya bingung ngadapin
- 25:29banyak orang.
- 25:31Jadi, Subhanallah ee antum kalau baca
- 25:32tuh Rasul tahu persis.
- 25:35Kalau di klasikal, di kelas,
- 25:37Teman-teman, ilmu diajarkan
- 25:38bersama-sama. Tapi begitu nanti
- 25:40berinteraksi, bersikap dengan
- 25:41masing-masing itu Nabi ingin mengajar,
- 25:44mengajar para sahabat. Walaupun di forum
- 25:46pun Nabi bisa memperhatikan itu. Kalau
- 25:48sudah sudah pribadi individu-individu,
- 25:50Nabi sangat menguasai para sahabatnya
- 25:52bahwa ini karakternya apa, ini apa,
- 25:55cocoknya saya kasih kalimat apa, jawab.
- 25:57Makanya ada pembahasan namanya muraatul
- 26:00mukhatabin.
- 26:03Jadi dia ee itu Nabi sallallahu alaihi
- 26:06wasallam luar biasa. Muraatul mukhatabi
- 26:07itu artinya memperhatikan
- 26:10audiens-nya siapa. Orang yang kita ajak
- 26:13bicara ini siapa. Makanya pertanyaan
- 26:17yang sama jawaban nanti beda karena yang
- 26:21bertanya orang yang bertanya.
- 26:25Ya, di pertanyaan yang sama dijawab Nabi
- 26:28dengan jawaban yang berbeda
- 26:30itu karena padahal kan pertanyaan sama
- 26:32harusnya jawabannya sama dong. Jadi kan
- 26:34pertanyaan sama tapi ternyata dijawab
- 26:37berbeda karena
- 26:39karena yang ber karena berbeda yang
- 26:43bertanya.
- 26:45Dan itu di sini sampaikan ada banyak
- 26:48ee di awal ini. Masyaallah nih ya,
- 26:51Teman-teman.
- 26:54Eh,
- 26:59di awal beliau ingin menyampaikan
- 27:00hadis-hadis dari mulai hadis 32 itu
- 27:02hadis-hadis tentang
- 27:04ee bahwa yang saya sampaikan tadi
- 27:08perhatikan betul ee menyampaikan sesuatu
- 27:10itu. Kadang-kadang kita bukan pribadi.
- 27:13Kadang-kadang masyarakat, tadi saya
- 27:14bilang masyarakat, ada masyarakat itu
- 27:16yang memang pemahamannya rendah sekali.
- 27:19Ada masyarakat itu pintar ilmu umumnya,
- 27:23agamanya TK.
- 27:25Ada orang yang memang luar biasa segala
- 27:28hal luar biasa. Itu beda cara
- 27:29ngomongnya.
- 27:31Tema yang mau disampaikan juga beda.
- 27:34Jika bersama saya itu kalau ngisi kajian
- 27:36teman-teman suka dikasih saya bilang
- 27:39orang suka saya bilang apa judulnya?
- 27:40Judulnya ini coba ceritain masyarakat
- 27:42antum gini-gini enggak cocok saya bilang
- 27:45wahi saya kalau ngisi kajian gitu saya
- 27:47ditelepon dihubungi ustaz bisa ngisi
- 27:49kaji bisa oke ee temanya apa temanya
- 27:52ini. Terus memang jemaah masjid antum
- 27:54gimana orangnya gini gini gini gini
- 27:56enggak cocok terus kalau gitu apa ustaz
- 27:58lah antum yang tahu kok
- 28:01itu saking enggak tahu saya saya juga
- 28:02bilang itu terserah antum kan antum yang
- 28:03tahu masakan saya enggak tinggal di
- 28:04situ. Padahal saya tahu tahu harusnya
- 28:07materinya apa yang berhubungan dengan
- 28:10tema ini. Umpamanya tema apa nih? Tema
- 28:11ekonomi gitu ekonomi Islam. Tapi kalau
- 28:14antum bahas judul ini enggak cocok buat
- 28:16masyarakat antum
- 28:19gitu.
- 28:20Itu karena melihat padahal saya belum ke
- 28:23situ. Saya suruh cerita saja kan
- 28:25ketahuan dari cerita ketahuan
- 28:28ya.
- 28:30Makanya kemudian ee
- 28:33guru itu begitu. Dia harus perhatikan
- 28:34juga tentang berbagai macam perbedaan
- 28:38karakter. Apalagi di sini tentu hadir
- 28:41dari berbagai kota ya, berbagai bangsa
- 28:43ya.
- 28:45datang datang dengan karakter bangsa
- 28:46yang berbeda-beda.
- 28:49Nah, ee
- 28:52makanya kemudian tadi yang saya
- 28:53sampaikan tadi ya emm itu hadis yang
- 28:56saya sampaikan tadi itu s hadis Muad
- 28:58radhiallahu anhu. Muad mendengarkan
- 29:00hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 29:01itu bahkan ketika mengatakan ee ya
- 29:04Rasulullah afala ukhbiru bihinas
- 29:06fastabsyiru.
- 29:08Boleh enggak saya sampaikan ilmu ini
- 29:09supaya orang senang? Ini ilmunya
- 29:11masyaallah ilmunya mudah kan itu ilmunya
- 29:13itu ma min abdin ma min abdin yashhadu
- 29:16alla ilahaillallah wa anna muhammad
- 29:18muhammad abduhu wa rasuluh sidqan minqbi
- 29:20illa haramahullahu alanar. Siapa yang ee
- 29:25bersaksi dari ilah kecil Allah Muhammad
- 29:27Rasulullah Muhammad adalah hambanya dan
- 29:29rasulnya dengan jujur benar dari hatinya
- 29:31maka Allah haramkan dia dari neraka.
- 29:34Kata kata kata Muad ah ini menarik.
- 29:38supaya orang senang saya sampaikan ya
- 29:39Rasulullah. Kata Nabi, "La idan
- 29:43yattaqilu." Kata Nabi, "Jangan, jangan
- 29:45disampaikan. Kalau kau sampaikan nanti
- 29:47orang malas beramal kan. Yang penting
- 29:49saya yakin, Pak." Ya, nanti malas
- 29:51beramal. Jadi ini luar biasa. Ternyata
- 29:54ada ilmu itu yang memang enggak boleh
- 29:56disampaikan sekarang.
- 29:59Gitu ya. Enggak enggak boleh sampai
- 30:00sekarang ya. Ee bahkan di hadis ini Nabi
- 30:06tidak menyampaikan tapi nanti kalau
- 30:08suatu hari mereka sudah siap kamu boleh
- 30:10sampaikan. Enggak ada kalimatnya.
- 30:12Makanya Muad itu menyembunyikan ilmu ini
- 30:14sampai menjelang meninggal baru beliau
- 30:16sampaikan itu halaman 84. Waar biha muad
- 30:20mautihi taaduman.
- 30:22Muad baru menyampaikan hadis ini ketika
- 30:25beliau wafat. Itu pun karena takut dosa.
- 30:28Karena enggak boleh ngumpetin ilmu kan.
- 30:29tidak boleh menyembunyikan ilmu. Nah,
- 30:32ini kalau saya menyembunyikan ilmu nanti
- 30:32dosa. Makanya kemudian Muad ee
- 30:34menyembunyikan e Muad menyampaikan
- 30:36ketika beliau mau wafat itu karena itu
- 30:40teman-teman k Nabi tidak ada setahu saya
- 30:42tidak ada lanjutan kalimatnya berhenti
- 30:44di situ. Sehingga kalau gitu enggak
- 30:46boleh selamanya saya sampaikan berarti
- 30:47khusus buat Muad. Tapi Muad berijtihad
- 30:50ee bahwa ini enggak ada masalah ini bisa
- 30:53disampaikan dan disampaikan oleh Muad.
- 30:55Dan antum tahu bahwa Muad bin Jabal
- 30:57radhiallahu anhu sahabat Nabi yang
- 30:59meninggalnya sudah di masa Umar. Jadi
- 31:01sudah masyarakat Islam sudah tinggi.
- 31:05Tib. Ee
- 31:09kemudian di di
- 31:13dalam hadis tadi ini ada banyak
- 31:15contohnya yang saya sebut dengan
- 31:17muraatul mukhatabin tadi teman-teman
- 31:19sampai halaman 92 itu. ini cukup panjang
- 31:22untuk membedakan bahwa pertanyaan yang
- 31:24sama contohnya adalah ee tentang amal
- 31:27terbaik, amal paling utama itu yang
- 31:31nanya berbeda, jawaban Nabi berbeda.
- 31:35Apalagi kalau gini, "Ya Rasulullah beri
- 31:37nasihat pada saya." Itu pasti beda-beda
- 31:38ajak nasihat Nabi,
- 31:40ya kan? Pasti beda-beda. Kena Nabi tahu
- 31:43persis orang ini sedang perlu
- 31:45dinasihati. Ini orang gampang marah.
- 31:47Kata Nabi, "La tahd itu nasihat saya
- 31:50pada kamu. Jangan marah." Beda-beda
- 31:53ya. Ee halaman 85 itu nomor 33.
- 31:58Imam Ahmad Abdah
- 32:04wasah
- 32:15was
- 32:22ini kata Abdullah bin Amr bin As ketika
- 32:25kami bersama Nabi itu datang anak muda
- 32:28kemudian nanya, "Ya Rasulullah, boleh
- 32:29enggak saya mencium istri tapi saya lagi
- 32:30puasa?" Kata Nabi, "Jangan."
- 32:34Enggak lama kok datang orang tua, sudah
- 32:35tua. Dia nanya pertanyaan yang sama, "Ya
- 32:37Rasulullah, bolehkah saya cium istri
- 32:39saat saya puasa?" Kata lagi, "Boleh."
- 32:42Sahabat yang lihat bilang barusan
- 32:44bilang, "Jangan sekarang bilang boleh."
- 32:48Jadi ini enggak ini pelajaran
- 32:49murid-murid itu. Itu kenapa teman-teman
- 32:52namanya murid itu jangan banyak membuka
- 32:55mulut, buka kuping lebar-lebar, buka
- 32:58mata lebar-lebar.
- 33:00Kalau mau membuka mulut itu bukalah
- 33:02untuk bertanya tentang kebenaran.
- 33:06Wasal ahlikri
- 33:08bukan komentar. Kalau ini sahabat kayak
- 33:11modelnya kayak kita sekarang, ahlul
- 33:13komentar itu. Ahlul komentar wal like
- 33:16and subscribe itu. Itu kalau modelnya
- 33:20model kita wah ini sudah geger ini.
- 33:22Ternyata ada kontradiksi pemikiran eh
- 33:24kau bodoh sekali.
- 33:27Itu karena kita kebanyakan komentar hari
- 33:29ini.
- 33:30Coba di depan mata loh barusan
- 33:33pertanyaan sama persis. Hanya beda orang
- 33:36kok ini bilang boleh ini bilang enggak
- 33:37boleh. Kan kontradiktif.
- 33:39Itu kenapa teman-teman orang kalau
- 33:41belajar ilmu syariatnya benar itu tidak
- 33:44gampang mengadu dalil?
- 33:47Enggak itu kalimat para ulama. Imam Ibnu
- 33:50Khuzaimah ulama besar di bidang hadis
- 33:53sampai beliau mengatakan, "Kalian kalau
- 33:55menemukan hadis sahih, ada dua hadis
- 33:57sahih yang berbenturan, sampaikan pada
- 33:59saya, nanti saya ajari bagaimana cara
- 34:02menggabungkannya."
- 34:04Ada yang gitu
- 34:06ya. Kau pikir nabimu berbenturan antara
- 34:10perbuatan, ucapan,ucapan, ucapan,
- 34:12perbuatan-perbuatan enggak ada. Maka itu
- 34:16kita terbiasa untuk diajari para ulama
- 34:18untuk berhati-hati dan juga
- 34:21kehati-hatian yang lain adalah tidak
- 34:22mudah menyimpulkan apalagi mengeluarkan
- 34:25hukum atau fatwa kecuali setelah
- 34:28menguasai seluruh jalur riwayat.
- 34:31Menguasai seluruh dalil di bab itu baru
- 34:33bisa dikeluarkan.
- 34:36itu ulama ngajari bukan nemu satu ayat
- 34:38satu hadis kemudian disampaikan secara
- 34:40hukum loh ya kalau antum mau
- 34:42menyampaikan sifatnya nasihat
- 34:44bertakwalah pada Allah ada ayat begini
- 34:46boleh-boleh saja tapi kalau antum mau
- 34:47keluarkan sebuah hukum apa sampai halal
- 34:50haram
- 34:53ya maka nabi kasih alasan qimtuum
- 34:58kata nabi saya juga tahu kenapa kalian
- 35:00saling pandang sahabat saling
- 35:02tengok-tengok lihat masing-masing lihat
- 35:04ya guru guru ya begitu murid-murid itu
- 35:07kadang-kadang yang bicara bukan mulutnya
- 35:09tapi matanya
- 35:10guru harus tahulah makanya kata Nabi,
- 35:12"Saya tahu kenapa kalian saling lihat,
- 35:14saling pandang ini dan simpel innasyekh
- 35:17yamliku nafsa orang yang lebih tua itu
- 35:20lebih bisa mengendalikan dirinya."
- 35:23Ngerti antum
- 35:26enggak? Ngerti banget
- 35:31ya.
- 35:38Terakhir sebelum kita rehat ee yang
- 35:41kelima tadi memperhatikan ini ya
- 35:44perbedaan
- 35:47yang kelima adalah
- 35:50taklimuhu bil hiwar wal musaalah.
- 35:54Pengajaran Nabi sallallahu alaihi
- 35:55wasallam dengan menggunakan hiwar. Hiwar
- 35:59itu dialog. Wal musaalah itu
- 36:02pertanyaan
- 36:05ya menggunakan pertanyaan. Jadi dialog
- 36:07dan pertanyaan. Nabi ngajar dengan
- 36:09menggunakan dialog dan pertanyaan. Itu
- 36:11juga salah satu metode Nabi. Jadi ngajar
- 36:13itu bukan cuma ceramah kayak saya begini
- 36:14nih. Ceramah ngomong
- 36:17ada dialog, ada pertanyaan. Nabi kadang
- 36:19bertanya itu. Tapi semua tujuannya untuk
- 36:22mengajar.
- 36:25Em [berdehem]
- 36:30hadis 47 Bukhari wa Muslim Wafzulah
- 36:34ee hadis riwayat Bukhari Muslim dan
- 36:37lafaz lafaznya lafaz beliau. Beliau
- 36:39siapa?
- 36:43Hah? Rawal Bukhari wa Muslim Wafzu lahu.
- 36:49Ada Bukhari, ada Muslim berarti dua
- 36:50orang.
- 36:52Walf lahu tapi lafaznya untuk satu
- 36:53orang. Satu orang ini siapa nih?
- 36:56Hah? Hah? Muslim. Serius?
- 37:02Bukhari Muslim.
- 37:05Hah? Antum cari sendiri PR
- 37:08Abi Hurairah kenapa muslim?
- 37:11Kaidah nahwiyah
- 37:13ya. Kaidah nahwiah itu pentingnya
- 37:16belajar ilmu nahwu juga itu memahami
- 37:18teks akan salah kan. Ini dua orang,
- 37:20Bukhari Muslim. Lafaz milik salah
- 37:22satunya. Loh, mana
- 37:25salah satunya? Siapa? Enggak jelas.
- 37:26Bukhari Muslim. Jelas. Bukan enggak
- 37:28jelas. Karena antum belajar ilmu nahwu
- 37:30bahwa damir itu akan kembali kepada yang
- 37:35paling dekat.
- 37:37Yang paling dekat dengan lahu ya Muslim,
- 37:39bukan Bukhari sebelumnya lagi.
- 37:42Itu penting belajarah untuk memahami
- 37:43teks. Antum bisa salah itu. Wf lahu
- 37:45siapa? Lahu an Abi Hurairah radhiallahu
- 37:47anhu dari Abu Huraira radhiallahu anhu
- 37:48qala Rasulullah sallallahu alaihi
- 37:49wasallam.
- 37:55Eh, tidakkah bagaimana menurut kalian
- 37:57kalau ada sungai di depan rumah kalian?
- 38:05Eh, mandi ya orang itu e mandi setiap
- 38:11hari itu lima kali. Apakah tersisa
- 38:13kotoran?
- 38:17Mereka mengatak mungkin ya Rasulullah.
- 38:19Ini ini kalau antum bayangin teks ini.
- 38:22Kalau orang Indonesia itu enggak aneh
- 38:23mandi lima kali sehari orang Indonesia
- 38:24enggak aneh.
- 38:26Orang Arab tuh heran ada orang mandi
- 38:28lima kali sehari. Lah lah orang Arab kok
- 38:30mandi lima kali sehari. Antum tidak
- 38:32disarankan untuk mandi tiap hari?
- 38:35Enggak disarankan.
- 38:37Iya. Saya sekarang sudah agak beda
- 38:39cuacanya. Tapi zaman saya dulu kuliah
- 38:41saya 98 berangkat ke Madinah itu hari
- 38:43pertama kami ditemui oleh pembimbing
- 38:45kami ee Allah yahfadhu Prof. Dr. Naif Al
- 38:49Amri. Beliau ee orang Saudi yang menjadi
- 38:53pembimbingan anak Indonesia.
- 38:55Ee waktu beliau ngasih waktu beliau
- 38:57ngasih sambutan di kita waktu itu kita
- 39:00dikumpulkan mahasiswa baru. Beliau
- 39:02bilang, "Teman-teman semua, ini ini
- 39:04bukan Indonesia, jadi kalian tidak perlu
- 39:07mandi setiap hari." Itu pesan beliau
- 39:09begitu ya. Kalau mandi sekali aja sehari
- 39:13tapi betul itu kalau mandi saya setiap
- 39:16hari apalagi mandi lebih dari sekali.
- 39:18itu kulit anum masalah. Betul, Ustaz Mir
- 39:21ya? Kulit anum masalah.
- 39:24Betulan itu. Dan memang apalagi saat
- 39:26itu, sekarang sudah lebih lembab, saat
- 39:27itu kering sekali. Antum mandi itu malah
- 39:30bikin kulit kering.
- 39:33Kalau di sini karena berkeringat orang
- 39:35karena lembab sekali maka orang mandi.
- 39:37Makanya apalagi zaman Rasul
- 39:41zaman Rasul gitu belum tentu setiap hari
- 39:43orang mandi
- 39:45ya. Kecuali dia ee selesai haid, selesai
- 39:49nifas, selesai junub, kemudian Jumat.
- 39:51Itulah mengapa
- 39:53syariat itu membuat betul-betul muslimin
- 39:56jadi bersih. Kalau di Indonesia enggak
- 39:58usah pakai syariat mandi. Orang
- 40:00Indonesia mandi tiap hari. Sehari
- 40:02berkali-kali ngabisin air. Ya kan? Kalau
- 40:05orang Arab enggak. Orang Eropa juga
- 40:08sama. Makanya lihat mereka yang punya
- 40:11karakter cuaca yang sama itu kalau tanpa
- 40:14tanpa syariat Islam mereka bukan muslim.
- 40:17Wallahi mereka enggak pernah mandi.
- 40:18Sampai hari ini. Orang Eropa itu enggak
- 40:20senang mandi sampai hari ini. Yang
- 40:23paling penting alhamdulillah mereka
- 40:25kenal parfum.
- 40:27Alhamdulillah itu yang ngenalkan juga
- 40:29muslimin bahwa parfum itu. Jadi mereka
- 40:32parfum diambil dari muslimin mandi
- 40:34enggak diambil mereka gitu ya. Kan saya
- 40:37sering sampaikan Ratu Isabella bangga
- 40:40sekali dia mengatakan sampai hari ini
- 40:42saya hidup mandi cuma tiga kali jadi
- 40:45ratu.
- 40:47Jadi enggak mandi jadi ratu
- 40:49ya. Waktu saya dilahirkan,
- 40:53waktu saya dibaptis dan waktu saya
- 40:56menikah. Tiga kali mandi.
- 40:59Itu Isabel itu yang menutup Andalusia
- 41:02dengan suaminya.
- 41:04Mandi mandi. Makanya saya bilang,
- 41:06makanya para ilmuwan Islam sejarawan
- 41:07mengatakan dulu muslimin itu kalau jihad
- 41:10itu muslimin bukan cuma menghadapi
- 41:12pedang-pedang mereka, tapi menghadapi
- 41:14aroma busuk badan mereka.
- 41:18Karenanya muslimin itu dulu suka bawa
- 41:20bunga. Bunga parfum itu dibawa untuk
- 41:23meringankan beban aroma itu.
- 41:27Teman-teman,
- 41:29bau berarti senjata.
- 41:31Hah?
- 41:31Bau itu berarti termasuk senjata.
- 41:33Senjata. Aroma termasuk senjata kan?
- 41:37Jadi masyaallah. Jadi kalau antum baca
- 41:40hadis gini kalau versi orang Indonesia
- 41:41biasa aja ya. Ya, saya mandi lima kali
- 41:43seharian.
- 41:45Antum membaca hadis tuh, membaca sejarah
- 41:47itu antum di kepala antum nih filmnya
- 41:50jalan.
- 41:51Ini di mana latar kisah ini? [berdehem]
- 41:54Ini latar kisahnya Arab. Air susah ya
- 41:57kan, cuaca kayak begitu.
- 42:00Mandi belum duduk tiap hari. Ada
- 42:02pertanyaan Nabi sangat mengejutkan loh
- 42:04buat mereka. Sangat mengejutkan. Buat
- 42:05kita biasa aja. Sangat mengejutkan. Mana
- 42:08ada orang mandi lima kali sehari
- 42:10gitu teman ya. memahami teks itu akan
- 42:12bertenaga kalau dengan cara itu. Itu
- 42:14namanya konteks
- 42:16ya. Itu latar konteks. Teksnya ini tapi
- 42:20konteksnya itu akan memudahkan akan
- 42:22membuat kedalaman makna.
- 42:26Em kemudian Nabi mengatakan fadalika
- 42:28matalusawati
- 42:32itu perumpamaan saja kata Nabi. Seperti
- 42:35ee perumpamaan salat l waktu.
- 42:38salat lima waktu karena salat itu
- 42:39menghapus dosa. Kalian salat lima waktu
- 42:42lima kali sehari kayak tadi kayak mandi
- 42:45enggak ada dosa yang tersisa.
- 42:48J kayak kotor yang tidak tersisa. Ini
- 42:51dialog ada. Betul ya? Ada dialognya.
- 42:53Begim menurut kalian mereka jawab
- 42:55muridnya jawab begini. Oh begini kata
- 42:57Nabi itu seperti ini. Jadi ada dialog
- 43:00ada bertanya ada dialog.
- 43:03Itu banyak sekali contohnya
- 43:06ya. Banyak nabi sering kali gitu
- 43:08atadruna
- 43:09mal muflis
- 43:12warah muslim itu ayat yang nomor 49
- 43:15muslim abi huru anhu qasulullah
- 43:17sallallahu alaihi wasallamadruna
- 43:19muflis tahukah kalian apa itu muflis
- 43:22muflis itu orang yang eh rugi ya ini
- 43:27orang pil
- 43:29almflis dirham lahu w dan seterusnya
- 43:33hadis tentang ada dialog nabi tentang
- 43:35hal
- 43:37Ee sahabat kadang menjawab kayak ini
- 43:39contohnya almflisu fina manham w mata
- 43:44eh orang yang bangkrut itu orang yang
- 43:47valid itu orang yang tidak punya dirham
- 43:50enggak punya uang juga enggak punya
- 43:52barang kata Nabia inal muflis mintiqam
- 43:57wasamak
- 44:16Jadi kata Nabi, orang yang bangkrut itu
- 44:19sebenarnya adalah yang dari umatku ini
- 44:21orang yang bangkrut adalah yang nanti di
- 44:23hari kiamat membawa pahala besar. pahala
- 44:25salat, puasa, zakat. Tapi itu orang di
- 44:28dunia itu ya mencaci maki sini ya
- 44:31menuduh sini, makan hartanya orang sini,
- 44:33menumpahkan darah orang ini, itu
- 44:35kerjaannya. Maka nanti ee
- 44:37kebaikan-kebaikannya yang pahala-pahala
- 44:40yang dia bawa itu diberikan untuk
- 44:43menebus kesalahan di dunia tadi. Yang
- 44:44dipukul, yang dicaci maki, yang dituduh,
- 44:46yang diambil hartanya, yang ditumpahkan
- 44:49darahnya dan seterusnya. Kemudian begitu
- 44:51kebaikannya habis, maka ee keburukan
- 44:55orang-orang itu ditimpakan pada dirinya
- 44:57sampai nanti dia dilemparkan ke neraka.
- 44:59Padahal dia datang membawa pahala
- 45:03ya. Ee dialog Nabi. Kadang-kadang
- 45:05sahabat menjawab, kadang-kadang sahabat
- 45:07enggak jawab.
- 45:08Jawaban mereka hanya Allahu wa rasuluhu
- 45:10a'am. Contohnya ketika Nabi sallallahu
- 45:12alaihi wasallam mengatakan ee
- 45:14di sini ada enggak ya?
- 45:19itu yang tema panjang tahu enggak ada si
- 45:21kadang-kadang sahabat tidak menjawab itu
- 45:23yang panjang setelahnya itu ee tentang
- 45:25dialog Jibril ini tadi saya sudah
- 45:26sampaikan
- 45:28em
- 45:30di ee itu teman-teman mohon maaf ya ee
- 45:33tentang tema Jibril dan Rasul itu
- 45:36dialognya itu
- 45:38sebenarnya kalau dibahas detail sekali
- 45:41ee ada sangat banyak hikmah tentang ilmu
- 45:44pelajar pengajaran murid itu ee
- 45:49pelajaran sangat banyak.
- 45:52Ee
- 45:54kadang sahabat tidak menjawab jawabannya
- 45:56kadang hanya Allahu wa rasuluhu alam.
- 45:58Hanya Allah dan rasulnya yang tahu.
- 46:00Kadang-kadang jawab ya ee terkadang Nabi
- 46:05terima jawaban Allahu wa rasuluhu a'lam.
- 46:08Kadang Nabi enggak terima.
- 46:12Kadang Nabi katakan, "Saya pengin
- 46:14jawabanmu."
- 46:18Kadang itu ya.
- 46:20Contohnya Nabi sallallahu alaihi
- 46:21wasallam
- 46:23ee ketika Nabi
- 46:26ingin menjelaskan tentang gibah,
- 46:29kata Nabi, "Adadruna gibah." Tahukah
- 46:31kalian gibah itu apa? Jawaban sahabat
- 46:34Allahu wa rasuluhu
- 46:37ya kadang-kadang pertanyaan sangat
- 46:38gampang jawaban sahabat juga Allah rasul
- 46:41kadang-kadang Nabi sallallahu alaihi
- 46:43wasallam ketika haji berdiri mau mau
- 46:46ceramah Nabi mengatakan ayyu yaumin had
- 46:50ini hari apa ini sahabat gak jawab
- 46:52Allahu wa rasuluhu alam hari apa ini
- 46:56tapi memang sahabat tahu tahu ini
- 46:59kualitas ini guru nanya begini ni siapa
- 47:02juga tahu kali Hari apa ini kan? Oh, itu
- 47:04lagi haji kan semua orang tahu lagi
- 47:06haji. Ayu syahrin had bulan apa ini lah
- 47:08emang haji itu bulan apa sih? Haji kan
- 47:11bulan Zulhijah. Bulan apa kalau haji?
- 47:13Ayyu baladin had negeri apa ini? Wah itu
- 47:16negeri lahirnya Nabi.
- 47:19Jadi sahabat juga paham betul bahwa
- 47:21pertanyaan guru itu ee ini muridnya
- 47:24karena ini karena gurunya hebat muridnya
- 47:26hebat jadi kayak gini ya kan. Yang repot
- 47:29gurunya enggak ngerti muridnya enggak
- 47:30jelas.
- 47:35Kasihan itu zaman ini. Kasihan banget
- 47:36ya.
- 47:38Itu yang kadang jawabannya Allah
- 47:39Rasulullah alam.
- 47:41Kadang Nabi, Nabi ingin jadi kadang
- 47:44diserahkan itu kadang Nabi enggak mau.
- 47:46Kata Nabi, "Saya pengin jawaban kalian
- 47:48ya."
- 47:49Kir saya kira itu teman-teman kita lihat
- 47:52dulu sudah 10 20 insyaallah nanti
- 47:55berikutnya bisa kita ambil nanti.
- 48:03Setelah ini kita akan ee di jadwal kita
- 48:07ada dialog nanti ee
- 48:09diskusi dialog tidak mesti bertanya dan
- 48:12saya juga tidak selalu bisa menjawab
- 48:13pertanyaan makanya
- 48:15ee
- 48:17sharing pengalaman antum juga menarik
- 48:19atau sharing ilmu antum juga menarik
- 48:22atau
- 48:24mengoreksi apa yang saya sampaikan
- 48:25ketika ada yang salah juga luar biasa.
- 48:27Jazakullah khair kita istirahat dulu.
- 48:30Asalamualaikah wabarakatuh. Yeah.
About this transcript
This page contains the full transcript of Ar Rasul Al Muallim Sesi 3 (Part 2) - Kyai Budi Ashari Lc by HR Al Fatih YAPI, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 5,384 words across 1,080 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.