Ar Rasul Al Muallim Sesi 3 (Part 1) - Kyai Budi Ashari Lc — Transcript
Full transcript
- 0:12Bismillahirrahmanirrahim.
- 0:15Asalamualaikum warahmatullahi
- 0:16wabarakatuh.
- 0:22Hamdalillahi nahmaduhuagfiruillahuri
- 0:28anfusinahajah
- 0:37asadu alla ilahaillallah wahdahu la
- 0:40syarikalah
- 0:42wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- 0:44rasulullah shi wasallim wabarik ala
- 0:48nabina muhammad
- 0:58Allah
- 1:12[berdehem]
- 1:15dan ustaz haflaha
- 1:18Alhamdulillah semua alhamdulillah kita
- 1:22masih diizinkan
- 1:24Allah subhanahu wa taala
- 1:27untuk menambahi ilmu dan ilmu-ilmu yang
- 1:31mulia semoga memuliakan kita dan semoga
- 1:36menjadi ilmu yang bermanfaat karena Nabi
- 1:41mengajari kita terlindung di antaranya
- 1:44dari ilmu yang tidak bermanfaat
- 1:48dan semoga menjadi
- 1:51ilmu yang bisa mengantarkan kita pada
- 1:54alkhasyiah
- 1:56rasa takut pada Allah subhanahu wa
- 1:58taala.
- 2:00Ee teman-teman dirahmati Allah Subhanahu
- 2:02wa taala, kita sudah
- 2:05ee ambil satu bab besar pertama di kitab
- 2:10ini.
- 2:12Dan hari ini kita memasuki
- 2:16sisi teknis ya. Kalau kemarin kita
- 2:19bicara tentang
- 2:22ee pendidikan dan bagaimana
- 2:27Islam
- 2:29dengan ilmu dan pendidikan, kemudian
- 2:31bagaimana guru
- 2:33pendidik dengan sifatnya
- 2:35yang contoh tertingginya adalah Rasul
- 2:37sallallahu alaihi wasallam. Hari ini
- 2:39kita akan bicara di tataran yang teknis
- 2:45ee tentang cara atau metode pengajaran
- 2:50e asalib taklim metode pengajaran
- 2:55Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- 2:57[berdehem]
- 2:59Hari ini kita ee kalau di jadwal saya,
- 3:01saya di sesi satunya ada materi, tapi
- 3:04sesi duanya ee bukan materi, tapi
- 3:08diskusi. Jadi, seluruh pertanyaan nanti
- 3:10di diskusi dalam tidak sesi pertanyaan.
- 3:14Ee kita berharap juga sharing pengalaman
- 3:17ilmu dan segala macam.
- 3:20Baik, Teman-teman dirahmati Allah
- 3:21Subhanahu wa taala.
- 3:25Ee sebelum masuk ke poin-poinnya
- 3:28langsung dan totalnya di buku ini ada 40
- 3:34cara, 40 metode. Saya ingin sampaikan ke
- 3:38antum satu mukadimah sebelum bicara
- 3:40metode.
- 3:42Setidaknya ada dua mukadimah penting.
- 3:46yang pertama
- 3:49bahwa
- 3:50semestinya seperti inilah
- 3:53ee ketika kita bicara tentang tataran
- 3:58teknis yaitu
- 4:01langsung mengambilnya dari Rasul
- 4:03sallallahu alaihi wasallam atau memulai
- 4:07memulai pembahasan sampai kepada tataran
- 4:10teknis
- 4:11itu langsung diambil dari Rasul
- 4:13sallallahu alaihi wasallam.
- 4:16Ee mengapa saya sampaikan begini? Karena
- 4:19kita suka lupa kita ini seringki
- 4:24di tataran teori, landasan teori, kita
- 4:28ambil ayat, kita ambil hadis.
- 4:31Tapi begitu pada tataran teknis kita
- 4:34lupa ayat, lupa hadis, kita lupa rasul
- 4:38dan sahabat serta salafus saleh. Kita
- 4:41seakan ingin katakan mereka itu cuma
- 4:43ngerti teori tapi enggak ngerti praktik.
- 4:47Ya, karenanya kemudian kita sering
- 4:49mengambil teknis itu dari pengalaman
- 4:52hanya pribadi-pribadi kita
- 4:53masing-masing. Umpamanya ngajar, oke
- 4:56kita sharing [berdehem] yuk. Ngajar
- 4:57pengalaman sharing kita apa?
- 4:59Masing-masing punya pengalaman. Kemudian
- 5:00sharing menyampaikan ilmu para pembicara
- 5:03di mana-mana begitu.
- 5:05Kalau itu yang membuat itu orang kafir,
- 5:07saya setuju aja. Kenapa orang kafir
- 5:10enggak punya landasan mereka mau niru
- 5:12siapa?
- 5:13Walaupun di Injil Nabi Isa Yesus itu
- 5:16dipanggilnya guru,
- 5:19tapi ee saya belum menjumpai atau belum
- 5:22menjumpai saya ee sangat jarang hari ini
- 5:25yang bahkan merujuk ke mereka pun
- 5:27mengambil teori pengajarannya dari sang
- 5:29guru itu.
- 5:31Dan itu beda dengan Islam. Jadi sekarang
- 5:34itu enggak teori-teori yang dibuat
- 5:35tentang pengajaran teknik mengajar
- 5:37murid, mengajar anak, mendidik mereka
- 5:41itu teorinya teori pribadi masing-masing
- 5:43kita.
- 5:46Saya pernah masuk ke toko buku yang
- 5:48besar. Kemudian ada saya kalau masuk
- 5:52toko buku karena saya mau lihat
- 5:53buku-buku yang sedang ada di dalam
- 5:55bahasa Indonesia. Mau keliling-keliling
- 5:57lihat ee sambil melihat tren ilmu di
- 6:00Indonesia.
- 6:02Ee kemudian
- 6:04ada buku yang menarik perhatian saya
- 6:06yang menulis dua orang yang satu
- 6:08profesor, satu doktor, dua-duanya pakar
- 6:10bidang pendidikan anak ee Amerika tentu
- 6:16nonmuslim.
- 6:18Ee
- 6:19dari judulnya saya tentu belum baca
- 6:22bukunya dari judulnya dan dari ulasan di
- 6:25sampul depan belakang itu
- 6:28sederhana saya menyimpulkannya. Ini ilmu
- 6:31kenapa menjadi receh begini?
- 6:36Yang begini nih dianggap dianggap bahwa
- 6:40profesor itu harus makin detail kecil.
- 6:43Padahal detail kecil itu kadang enggak
- 6:45menarik.
- 6:47Gini saya kasih contoh Al-Qur'anul Karim
- 6:51kan antum lihat ya di dalam tanya para
- 6:53ustaz-ustazah nih ahli ilmu usul fikih,
- 6:57ahli ulumul Quran itu kan ada pembahasan
- 7:00namanya almujmal. Betul?
- 7:03Kenapa harus ada mujmal? Mujmal itu
- 7:05artinya global, enggak detail.
- 7:08Enggak ada detailnya, tidak ada
- 7:09pembahasan detailnya. Dia mujmal. Justru
- 7:12mujmal itu menarik kadang-kadang
- 7:15antum lihatnya berapa banyak justru
- 7:17berapa banyak ayat Quran yang mujmal
- 7:19dibandingkan yang yang detail dibanding
- 7:23yang mufassal itu banyaknya mujmal
- 7:26mujmal itu banyak sekali. Kenapa? Justru
- 7:28itulah cara
- 7:30yang membuat Al-Qur'an itu selalu sesuai
- 7:33dengan zaman manapun.
- 7:37Kalau detail sekali diungkap detail
- 7:39sekali hal-hal yang terjadi yang ada di
- 7:42zaman bayangkan sudah 15 abad yang lalu
- 7:45kok 15 abad lalu wong barang-barang ini
- 7:48muncul belakangan. Begitu muncul
- 7:51barang-barang gadget ini, sudah berapa
- 7:53banyak peralatan yang mati gara-gara
- 7:54gadget? Sudah berapa banyak perusahaan
- 7:57yang mati gara-gara pertumbuhan gadget
- 7:58umpamanya itu padahal baru baru saja
- 8:02belum 100 tahun. Bagaimana sudah
- 8:0615 abad? Maka mujmal itu menarik.
- 8:10Menarik dan itu justru yang mengabadikan
- 8:13sebuah konsep bisa hidup berabad-abad
- 8:15lamanya. Kalau Quran akan sesuai dengan
- 8:18setiap zaman
- 8:21makanya saya, Teman-teman ee ini ini
- 8:24kebiasaan nih karena masyarakat ini hari
- 8:26ini kiblat ilmunya bukan Islam. Mereka
- 8:29itu kalau mujmal itu penyampai materi
- 8:32kalau temanya global
- 8:35itu masyarakat menganggap bahwa ini
- 8:36orang kurang ahli.
- 8:39Ahli profesor itu kalau detail
- 8:42itu enggak mesti harus profesor. Tapi
- 8:44memang itu ilmu mereka hari ini. Makanya
- 8:47buku tadi itu yang saya cerita tadi itu
- 8:49judulnya itu sederhana sekali dan itu
- 8:52enggak perlu ilmu rumit. Bahkan yang
- 8:54punya ilmu rumit, yang baca buku itu,
- 8:57bahkan penyampai materi-materi tentang
- 8:59parenting di Indonesia itu yang
- 9:02ahli-ahli menyampaikan ternyata praktik
- 9:04di keluarganya masalah berantakan.
- 9:07Buku itu tentang apa? Anda tahu isinya
- 9:09cuma tentang bagaimana supaya anak tuh,
- 9:12kakak adik, kakak adik itu akur.
- 9:17Kakak adik itu akur, tidak marah-marah,
- 9:20tidak berantem, enggak iri. Kemudian ee
- 9:23kan suka ada ee kakak itu kalau
- 9:26[berdehem] baru punya adik, adik bayinya
- 9:28baru lahir itu kemudian ee apa namanya?
- 9:32Cemburu, jealous dengan adiknya segala
- 9:34macam. Kemudian ngamuk-ngamak maulah apa
- 9:37segala macam. Buku itu bahas saja
- 9:41ya. Subhanallah. Ee ilmu itu,
- 9:43Teman-teman, yang begitu itu ilmu itu tu
- 9:45wallah itu antum antum belajar syariat
- 9:47saja enggak perlu enggak perlu teori
- 9:51itu kehebatan ilmu yang mujmal itu. Ilmu
- 9:55yang global itu. Dari global itulah
- 9:57kemudian antum bisa justru Islam itu
- 10:00menyiapkan barang global.
- 10:03Tujuannya apa? Kayak kemarin saya sudah
- 10:05bilang ya, kalau saya punya cincin itu
- 10:08cincinnya memang indah sekali
- 10:10dibandingkan emas batangan apalagi emas
- 10:12masih bongkahan itu
- 10:14enggak ada bentuknya. Kalau emas
- 10:16batangan masih lumayan masih dibentuk
- 10:18tapi tetap enggak menarik cuma kotak
- 10:20begitu.
- 10:21Tapi kalau cincin kan indah sekali ya.
- 10:24Indah sekali luar biasa indahnya segala
- 10:26macam hiasannya itu. Tapi sudah itu
- 10:29enggak bisa antum apa-apain. Itu patah
- 10:31sedikit harus ditukar.
- 10:34atau enggak bisa ngapa-ngapain itu. Tapi
- 10:36dikasih yang mujmal, diberikan yang
- 10:39bongkahan itu.
- 10:42Anda cuma perlu tahu, perlu cari ilmu
- 10:45tentang bagaimana caranya membuat
- 10:47cincin.
- 10:48Kalau sudah tahu cara membuat cincin,
- 10:50setelah itu antum bisa membuat cincin
- 10:53tidak satu dan tidak dengan satu model.
- 10:57Terserah antum.
- 10:59Cuma perlu tadi tahu caranya, bagaimana
- 11:02caranya membongkar si bongkahan ini
- 11:06kemudian diubah menjadi cincin. Cuma itu
- 11:10putus di ilmu itulah di ilmu alat itulah
- 11:12yang putus hari ini. Dan orang karena
- 11:14sudah terbiasa disuapi dengan yang
- 11:16detail
- 11:18ya saya sudah hafal dan sudah sampai
- 11:21bosan gitu ya. Kalau di kajian itu
- 11:23ditanya tentang bagaimana triknya,
- 11:26gimana tipsnya, gimana tekniknya.
- 11:31Bukan tidak penting,
- 11:34tapi saya ingin bongkar itu dulu
- 11:36sehingga saya ke manaun saya paksa orang
- 11:38untuk berpikir itu sampai ee sampai
- 11:41bingung, sampai kadang-kadang setengah
- 11:42tidak paham gitu ya.
- 11:45sengaja
- 11:46supaya naik satu level lebih tinggi.
- 11:51Jadi antum bayangkan hari ini PR
- 11:53memindahkan dari mufassal ke mujmal itu
- 11:56PR besar. Tapi kalau untuk pengin
- 11:58ngerasakan masyarakatnya dan itu
- 12:01menjangkiti kita semua. Kita maunya
- 12:03simpel, praktis ee dan kemudian sudah
- 12:07siap ready jalan.
- 12:10itu teman-teman yang begitu itu yang
- 12:12begitu itu membuat antum tidak tidak
- 12:15menjalankan ftabiru ya ulil absar tidak
- 12:19menjalankan ee waladzakaru tidak
- 12:22menjalankan ee ayat-ayat tafakur
- 12:25itu perlu memang tadi saya tahu karena
- 12:28tidak kita latih
- 12:30dan kita juga tidak tahu harus melatih
- 12:32apa. Akhirnya kita tidak bisa membuat
- 12:34cincin itu.
- 12:36Jadi kita perlu teman-teman dirahmati
- 12:40Allah, kita perlu belajar itu sehingga
- 12:44nanti
- 12:46ada hal-hal yang memang global itu
- 12:48sengaja diglobalkan kok. Sedangkan
- 12:50global
- 12:52kita tahu di syariat ini ada dalam hadis
- 12:53Nabi yang kita tahu ee ini kemarin juga
- 12:55di saat bain kita juga bahas
- 12:58ketika Nabi menyampaikan tentang
- 13:01almaskut anhu
- 13:03yang didiamkan oleh Allah dalam syariat
- 13:05ini.
- 13:07Wama sakatahu minhairi nisyan.
- 13:11Allah tidak lupa ketika mendiamkan itu
- 13:13bukan Allah lupa. Losaja
- 13:15itu fala tabu enggak usah dicari-cari
- 13:19usah dicari-cari itu.
- 13:22Dan artinya bahwa yang mujmal biarkan
- 13:25dia mujmal. Kalau nanti ada kita tahu
- 13:29dalam ilmu ushul fikihkah, dalam ilmu
- 13:31ulumul Quran kah sama ee kecuali nanti
- 13:34ada ayat yang membuatnya menjadi dari
- 13:38dari am ayat-ayat umum menjadi khusus ya
- 13:43kan. Dan ee teman-teman di Ulumul Quran
- 13:45di Matan Zamzami sudah belajar tentang
- 13:48ee am.
- 13:50Betul kan? Gimana matanya Zaki?
- 13:55tentang makna amaki
- 13:59al umum
- 14:02alamul maksus
- 14:07khusus
- 14:11nam
- 14:13nah jadi
- 14:16jadi bicara umum itu teman-teman
- 14:17masyaallah barang umum itu itu mas di
- 14:20kita masyaallah umum itu bukan Bu kan
- 14:23bukan ee sesuatu yang wah ini masih
- 14:26umum, Pak. Lihat bahasa kita. Bahasa
- 14:29kita kalau ada sesuatu ini masih umum
- 14:31itu kesannya lihat. Wah ini masih umum
- 14:33nih Pak. Antum lihat kesannya. Kesannya
- 14:36apa?
- 14:38Ini masih terlalu umum nih Pak. Apa
- 14:39kesannya?
- 14:41Rendah.
- 14:44Umum itu disengaja oleh Quran.
- 14:47Umum itu disengaja oleh oleh hadis oleh
- 14:49Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- 14:50sengaja
- 14:52dan tidak semua umum terselesaikan
- 14:55dengan hal yang khusus.
- 14:57Bahkan tadi ada yang umum itu ada yang
- 15:00bahkan ada ayat atau dalil yang khusus
- 15:03itu tidak membongkar semua yang umum.
- 15:05Karena kadang-kadang yang khusus cuma
- 15:06ngambil bagian umum. Ini kalau saya
- 15:08punya jari lima nih, saya punya jari ini
- 15:11global diambil ada datang teks dalil
- 15:13cuma ngambil jempol saya doang. Ini yang
- 15:15lainnya tetap umum.
- 15:18Itu itu subhanallah.
- 15:20Saya cuma gini, Teman-teman. Kita ini
- 15:22belajar ushul fikih, belajar mustalah
- 15:24hadis, belajar ulumul Quran, belajar
- 15:27tajwid, belajar kita tidak memahami
- 15:31tentang rohnya sebuah ilmu. Itu masalah
- 15:33kita. Sehingga kita enggak sampai
- 15:36akhirnya kita mikir, mustalah hadis
- 15:37belajar buat apa untuk hari ini? Enggak
- 15:39ada gunanya kan? Enggak ada gunanya.
- 15:42Wong kita kalau mau tashih hadis juga
- 15:43kita satu enggak ngerti bagaimana
- 15:45caranya sampai pada kesimpulan yang
- 15:47hadis sahih apa tidak sahih. Kan kita
- 15:48ngerti. Akhirnya kita cari yang matang
- 15:50ajalah sudah ada kok. Eh hadis qala
- 15:53Tirmidzi haditun hasanun sahih selesai.
- 15:56Kemudian eh shahahul albani selesai ya.
- 16:01Kita enggak perlu kalau gitu buang aja
- 16:02ilmu salah hadis. Oh kita mempelajari
- 16:04ilmu enggak ada manfaatnya. Betul
- 16:06enggak? Nabi sudah minta berlindung pada
- 16:09Allah supaya berlindung dari ilmah yanfa
- 16:13ilmu yang tidak manfaat.
- 16:15Ya itu ilmu enggak ada gunanya dong.
- 16:17Kalau tajwid masih lumayan.
- 16:19Betul kan? Walaupun tajwid juga enggak
- 16:20perlu juga kita. Kenapa enggak perlu?
- 16:24Antum talaqi santri baca dengan benar
- 16:27enggak usah pakai teori tajwid.
- 16:30Betul enggak? Ya. Ini namanya ikhfa, ini
- 16:33namanya izhar, ini namanya iqlab, ini
- 16:35namanya ngerepotin otak.
- 16:39Tapi antum tahu ilmu itu semua manfaat.
- 16:42Asal antum paham rohnya sebuah ilmu.
- 16:44Kita enggak tahu. Kita cuma formalitas
- 16:46belajar ilmu itu. Formalitas. Akhirnya
- 16:48begitu ada kehidupan ini perlu solusi,
- 16:50kita enggak bisa ngasih solusi.
- 16:53Kemudian begitu ada tantangan dari ilmu
- 16:55lain, dari orang-orang kafir, bahkan
- 16:56masuk tantangan, kita enggak bisa ngasih
- 16:58jawaban. Kayak tadi contohnya pembahasan
- 17:00detail. Karena nanti 40 itu sudah
- 17:02detail.
- 17:0440 sudah detail. Jadi, jadi mukadimah
- 17:08yang pertama saya sampaikan bahwa ee
- 17:10kita ini
- 17:12kalau kita ingin mengambil teknis
- 17:17itu mulailah dari Rasul.
- 17:20Dari Rasul mulai ya jangan tiba-tiba.
- 17:22Kemudian nih pengalaman saya nih, Pak,
- 17:26orang-orang yang bicara pendidikan
- 17:29muslim tidak muslim. Hari ini buku-buku
- 17:31yang saya baca dari mereka ketika bicara
- 17:33pendidikan itu hampir semua kalau saya
- 17:36tidak katakan semua itu pengalaman
- 17:38pribadi masing-masing.
- 17:41Saya bilang, "Anda aja percaya diri loh
- 17:43menyampaikan pengalaman pribadi yang
- 17:45belum tentu benar. Kalau benar, belum
- 17:48tentu cocok untuk keluarga lain. Kan
- 17:50kita punya latar beda-beda. Kita lahir
- 17:52dari bangsa yang beda-beda. Kita lahir
- 17:53dari dari tqafah wawasan yang beda-beda.
- 17:57Jadi akhirnya kemudian kenapa akhirnya
- 18:00banyak keluarga bingung juga ngikutinya?
- 18:02Karena enggak cocok.
- 18:05Kalau Anda ada percaya diri dengan
- 18:09teknis yang belum tentu tepat untuk
- 18:11orang lain, kenapa tidak diambil dari
- 18:14dari orang-orang mulia?
- 18:16dari para nabi, para rasul, dari salafus
- 18:18saleh dan puncaknya adalah Nabiullah
- 18:20Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- 18:22Memang ada yang menjadi itu. Itu yang
- 18:23ingin beliau sampaikan
- 18:26atau ngomongin teknis apa? Pembelajaran
- 18:28tentang cara ngajar.
- 18:31Nabimu orang kreatif,
- 18:34nabimu orang mulia itu yang tidak pernah
- 18:36salah ketika berucap. Itu orang sangat
- 18:39kreatif di metode pengajaran.
- 18:44Karena hari ini tuh, Teman-teman, ee
- 18:47pokoknya di Indonesia dulu
- 18:50dulu ada konsep namanya CBSA, cara
- 18:53belajar siswa aktif itu namanya. Itu di
- 18:55zaman saya kalau zaman saya SD atau SMP
- 18:58itu istilah CBSA dikenalkan di
- 19:00Indonesia.
- 19:01Itu sebenarnya supaya siswa lebih aktif,
- 19:04supaya tidak cuma dengerin guru ceramah,
- 19:06monolog di kelas. Itu ceritanya.
- 19:08makin ke sini ceritanya itu mau mau
- 19:10diterus dibuat menjadi semakin aktif
- 19:12semakin aktif. Antum tahu yang terjadi
- 19:14dua poin. Satu kebablasan. Yang kedua
- 19:16ternyata pun tidak menarik dan tidak
- 19:18lengkap.
- 19:20Jauh lebih hebat Rasul sallallahu alaihi
- 19:21wasallam. lebih lengkap, lebih kreatif,
- 19:24variatif, yang pasti barokah
- 19:29itu. Jadi kalau mau mulai, jadi
- 19:32teman-teman itu harus menjadi kebiasaan
- 19:34kita kalau ada sesuatu itu mesti harus
- 19:37yang hadir di kepala kita itu adalah itu
- 19:40Rasul bagaimana ya itu Quran bicara
- 19:43kayak gini apa temanya
- 19:46itu kita sudah ngaji aja kayak begini
- 19:48sudah ngaji. mau ngaji berkitab-kitab
- 19:50pun bahkan kita mau berteriak tentang
- 19:53jargon salafus saleh, kita berteriak
- 19:54bahwa kita kembali pada Quran sunah kita
- 19:57mau jargon apapun kita ittibaur rasul
- 20:00kita mahabbatur rasul begitu ada ada
- 20:02masalah kehidupan enggak balik ke rasul
- 20:04kok
- 20:06enggak balik ke rasul kok
- 20:10itu artinya cintanya palsu
- 20:13artinya bahwa dia mengagumi Nabi itu
- 20:16bohong
- 20:19Kan kan tadi bahwa para ulama ketika
- 20:21sampai di bab atadhiyah
- 20:24sifatnya adalah pengorbanan. Attadhiya
- 20:26pengorbanan itu ternyata kan itu yang
- 20:29merupakan
- 20:30bukti cinta.
- 20:34Kita enggak ngapa-ngapain juga dengan
- 20:35teks dalil yang ada yang kita hafal kita
- 20:38ini kok tidak dia tidak bermakna
- 20:40apa-apa. Tidak bisa dicerna dalam
- 20:41kehidupan kita gitu ya. Jadi memulai
- 20:46memulai mengambil dari Rasul sallallahu
- 20:48alaihi wasallam. Jadi kalau mau teknik
- 20:51ee tips, mau trik, mau ee ambil itu dari
- 20:56orang mulia. Kenapa? Ini sudah kita
- 20:58bilang kemarin, ambil dari orang mulia
- 21:00karena lulusannya adalah kemukjizatan.
- 21:06Baru nanti kalau kita mau nambahi
- 21:08pengalaman pribadi ya kita masing-masing
- 21:10punya pengalaman baik ya silakan
- 21:12ditularkan pada saudaranya
- 21:15gitu ya. Itu ee
- 21:20itu yang pertama. Mukadimah yang
- 21:21pertama. mukadimah yang kedua adalah
- 21:24ee teman-teman dirahmati Allah ini juga
- 21:28saya sampaikan karena ini kelemahan di
- 21:30hampir rata-rata kita
- 21:32bahwa kalau membaca hadis terutama kalau
- 21:36baca ayat sudah menarik tapi kalau baca
- 21:40hadis itu
- 21:42seperti yang saya sampaikan kemarin itu
- 21:44kita ini
- 21:46langsung penginnya itu masuk ke matannya
- 21:50sehingga kita tidak pernah membaca Baca
- 21:51latar. Saya kasih contoh dan ini saya
- 21:53sudah jelaskan di hadis arba nomor 2 di
- 21:56santri. Dan di sini pun beliau juga
- 21:58menjelaskan tapi tidak tidak detail.
- 22:02Pokoknya hadis arba nomor dua tentang
- 22:04malaikat Jibril yang datang menyerupai
- 22:06manusia datang ke Nabi bertanya tentang
- 22:10ee iman, Islam, ihsan dan hari kiamat.
- 22:12Itu hadisnya
- 22:14itu kita tahu semua.
- 22:18Tapi karena kita tidak suka membaca
- 22:20membaca ma qoblal qoblal matan,
- 22:26sebelum matan itu kadang ada latar. Jadi
- 22:29sebelum kalimat rasul itu suka ada
- 22:31latarnya dulu, latar ceritanya dulu.
- 22:34Sebelum latar cerita itu ada riwayat.
- 22:37Nah, itu lebih enggak suka lagi kita
- 22:39lebih enggak ngerti karena enggak ngerti
- 22:40itu tadi masalahnya lebih tidak suka
- 22:42lagi. Padahal kalau antum baca antum
- 22:44ngerti saja walaupun tidak detail
- 22:46ngertinya itu wahi teman-teman ada
- 22:49sangat amat banyak yang bisa kita dapat.
- 22:53Ee saya ingin suatu hari kita belajar
- 22:55ilmu mustalah hadis tidak dengan cara
- 22:57antum belajar mustalah hadis tapi
- 22:59namanya mustalah hadis untuk kehidupan.
- 23:04kita enggak pernah bisa menghubungkan
- 23:05ilmu-ilmu itu tadi. Makanya itu jadi
- 23:06ilmu mati yang tadi. Kalau ilmu mati
- 23:08ngapain antum pelajari? Kalau ilmu
- 23:09enggak manfaat ngapain antum pelajari?
- 23:11Buang-buang waktu mendingan antum
- 23:12belajar ilmu yang lain.
- 23:15Itu disayangkan. Akhirnya jadi tadi
- 23:17ustaz sampaikan itu hanya menjadi
- 23:18koleksi khanah berpikir koleksi wawasan
- 23:24tidak manfaat ya.
- 23:27Jadi biasakan tadi dari kemarin
- 23:30teman-teman ilmu bermanfaat itu biasakan
- 23:32dia menjadi satu ee pemikiran yang besar
- 23:36tentang ilmu yang sedang kita pelajari.
- 23:38Saya belajar ini apa gunanya? Apa saya
- 23:40gunanya?
- 23:43Baik. Ee jadi belajar hadis teman-teman
- 23:46begitu harus di dibaca yang telaten
- 23:49karena ada pelajaran di setiap
- 23:51rangkaiannya sebelum sampai di matan
- 23:54intinya ya. Ya, kalimat rasul intinya
- 23:58ya. Kita tadi hadis-hadis tentang Rasul
- 24:01dan Jibril yang dialog itu
- 24:04subhanallah ada sangat amat banyak
- 24:05pelajaran. Imam Nawawi rahimahu taala
- 24:08dalam Alminhaj menjelaskan itu.
- 24:10Ee begitu juga para ulama lain, Imam
- 24:12Ibnu Hajar juga Fathul Bari juga
- 24:14menjelaskan itu.
- 24:16Ada banyak pelajaran termasuk tema
- 24:18pendidikan. Saya sudah saya sampaikan
- 24:20itu ee kisah
- 24:23kisah bahwa
- 24:27datang Jibril Alaih Salam itu sebelum
- 24:29datang kan sebenarnya majelis dibuka
- 24:30sama Nabi.
- 24:33Waktu dhha seperti ini dibuka sama Nabi
- 24:35sallallahu alaihi wasallam. Diduga waktu
- 24:36duha karena tidak ada teks detailnya
- 24:38tapi diduga waktu duha.
- 24:40ee sahabat kumpul jam ngaji seperti ini
- 24:43dan hari itu Nabi sallallahu alaihi
- 24:45wasallam tidak memberikan materi dan itu
- 24:47nanti sebenarnya salah satu teknik
- 24:48mengajar.
- 24:51Ee
- 24:53Nabi tidak menyampaikan materi tapi Nabi
- 24:55mengatakan salu ma badalakum silakan
- 24:58bertanya apa saja yang mau ditanyakan.
- 25:02Majelisnya majelis Nabi enggak mau
- 25:03ngajar hari itu Nabi. Nabiang bukan
- 25:06tidak mau ngajar itu mau ngajar tapi
- 25:07menggunakan metode lain.
- 25:11Dan sahabat enggak ada yang bertanya.
- 25:15Kalau sahabat Nabi tidak bertanya itu
- 25:18jangan disamakan dengan anak-anak hari
- 25:19ini yang malu nanya. Itu jauh panggang
- 25:22dari abdi namanya.
- 25:24Sahabat dulu tidak bertanya itu karena
- 25:26ee karena ada pembahasan fahabu.
- 25:31Fahabu artinya para sahabat itu karena
- 25:35wibawa nabi itu mereka jadi enggak ber
- 25:37nanya. Kadang-kadang memang guru itu
- 25:39kalau dengan wibawa tinggi suka enggak
- 25:40ber nanya. Satu. Yang kedua, di kalangan
- 25:42para sahabat itu ada kaidah, nanti juga
- 25:44ada pembahasan detail tentang pertanyaan
- 25:47eh
- 25:49bahwa ketika turun ayat yaina amanu
- 25:53asyaum
- 25:55jangan kalian bertanya tentang sesuatu
- 25:57yang kalau dijawab jawabannya buruk bagi
- 25:59kalian.
- 26:00Sahabat jadi enggak berani nanya.
- 26:03Jangan-jangan kalau kami nanya itu
- 26:05menjadi buruk buat kami. Jawabannya
- 26:07jawaban wahyu masih nanti buruk. Kenapa?
- 26:10Karena wahyu masih terus turun.
- 26:14Sehingga sahabat hati-hati betul kalau
- 26:15nanya.
- 26:17Dan terbukti beberapa kali sahabat nanya
- 26:19salah. Jadi yang salah pertanyaannya.
- 26:22Sehingga Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 26:23itu kadang enggak mau jawab. Kadang Nabi
- 26:26cuma berpaling muka, Nabi e enggak mau
- 26:28melihat, enggak mau menjawab.
- 26:31Sehingga para sahabat yang di Madinah
- 26:33itu itu
- 26:36mereka kalau lagi ngaji dan Nabi membuka
- 26:40pertanyaan itu sangat berharap tiba-tiba
- 26:43datang orang Arab Badu.
- 26:45Kenapa Arab Badui itu datang enggak
- 26:47pakai bab-ibu, enggak pakai adab-adabs,
- 26:49enggak pakai adabs, enggak main.
- 26:51Muhammad kiamat kapan kiamat?
- 26:53Wallahi kan itu antum pakai hadisnya kan
- 26:56datang bad enggak pakai mat saah kata
- 26:59Nabi siapa yang nanya barusan tadi tuh
- 27:01matsaah
- 27:03kapan kiamat Muhammad enggak pakai ya
- 27:05Rasulullah ya Nabi Allah enggak ada
- 27:07Muhammad kiamat kapan
- 27:10jadi itu sahabat senang kalau datang
- 27:13Arab Badui karena orang Arab Badui nanya
- 27:15enggak pakai aturan
- 27:17ya bebas enggak pakai aturan sahabat
- 27:19enggak ada yang berani nanya ini kalau
- 27:20kita enggak nanya enggak dapat ilmu nih
- 27:24Antum tahu teman-teman ada sahabat yang
- 27:26sengaja tidak mau pindah hijrah ke
- 27:28Madinah ke Madinah hanya gara-gara poin
- 27:30ini
- 27:32namanya sahabat mulia Nawwas ibn Sam'an
- 27:36radallahu anhu. Nawwas bin Sam'an. Nah,
- 27:40itu sahabat yang ee enggak mau hijrah,
- 27:43enggak mau pindah ke Madinah padahal
- 27:45begitu mulianya nilai hijrah. Itu hanya
- 27:48karena poin ini. Poin apa? Poin bahwa
- 27:51saya kalau nanti tinggal di Madinah saya
- 27:53enggak bebas nanya.
- 27:55Enggak. Kalau orang kalau tinggal di
- 27:57Madinah sudah enggak sudah enggak berani
- 27:58nanya sama Nabi itu di majelis ilmu
- 28:00susah.
- 28:02Biar saya bebas nanya saya enggak mau
- 28:04tinggal di Madinah.
- 28:06Ada kayak gitu tu ada.
- 28:09Jadi ee itu itu kisah masalah
- 28:13pertanyaan. Nanti di buku iniin aja ada
- 28:14berapa poin tentang metode pengajaran
- 28:17dengan cara pertanyaan. Dengan cara
- 28:18bertanya.
- 28:20Kemudian ee karena tidak ada yang
- 28:23bertanya kan Arab Badui juga enggak ada
- 28:25yang datang hari itu.
- 28:27Maka kemudian ee
- 28:30tadi datanglah Jibril itu.
- 28:34Datang Jibril segala macam. Selesai
- 28:36dialog ada dua kalimat Nabi, ada dua
- 28:38riwayat. Ini pentingnya lihat riwayat
- 28:41kita ini tahunya satu aja sudah kan
- 28:44kelebihan Imam Muslim dalam sahihnya
- 28:47yang tidak ada di dalam Sahih Bukhari
- 28:49jarang sahih Bukhari kelebihan Imam
- 28:51Muslim dalam sahihnya di antaranya
- 28:52adalah Imam Muslim mencantumkan di dalam
- 28:55satu bab itu berbagai macam jalur
- 28:57riwayat sehingga ketika kalau kita buka
- 29:00hadis kalau antum pengin tahu ini hadis
- 29:02ini teks-teks riwayatnya apa saja ya
- 29:06antum cek ceknya jangan di Sahih Bukhari
- 29:07enggak ketemu ceknya di Sahih Muslim
- 29:10Di Sahih Muslim kayak tadi contohnya ada
- 29:11hadis tentang ee hadis tentang Jibril
- 29:14dan Rasul itu antum akan cek banyak
- 29:17sekali riwayat di situ di dalam Sahih
- 29:19Muslim. Sahih Bukhari enggak ada. Sahih
- 29:21Muslim akan ada banyak riwayat sehingga
- 29:23kita banyaknya riwayat itu pasti ada
- 29:27pelajaran baru yang ingin disampaikan
- 29:29para ulama hadis. Baik pelajaran itu
- 29:32pada sanadnya, pada para rangkaian
- 29:35perawi itu ataupun pada matannya, pada
- 29:39isinya.
- 29:41Itu ingin disampaikan ya. Dan di antara
- 29:45riwayat karena ada dua riwayat yang
- 29:47sering kita dengar bunyinya adalah
- 29:50atakum Jibril yuallimukum dinakum.
- 29:52Jibril datang pada kalian mengajarkan
- 29:55ilmu ilmu agama kalian.
- 29:58Itu yang sering kita dengar. Di Sahih
- 30:00Muslim ada riwayat lain. Itu jarang kita
- 30:02dengar sayangnya. Padahal itu yang
- 30:04berhubungan erat dengan kisah awal.
- 30:08Ya, kalau yang kalimat tadi itu
- 30:10berhubungan erat dengan isi kontennya
- 30:13Jibril duduk bersama Rasul. Al wasam.
- 30:15Tapi kalau yang kedua ini itu cocoknya
- 30:18dengan background awalnya ketika Nabi
- 30:19dan sahabat baru buka majelis.
- 30:22yaitu Nabi mengatakan, "Ara Jibril an
- 30:26ta'allamu idam tas'alu."
- 30:30Jibril ingin kalian tetap belajar ilmu
- 30:33walaupun kalian tidak ada yang bertanya.
- 30:38Itu saja teks itu saja itu luar biasa
- 30:41pelajaran banyaknya. Antum harus
- 30:43terbiasa. Oke. Teks kayak tadi itu, itu
- 30:45kalau ulama diurai ini pelajarannya apa?
- 30:481 2 3 4 10 15 segala itu kita teks satu
- 30:52ya satu aja sudah dan itu kadang-kadang
- 30:54enggak ada maknanya juga karena kita
- 30:57tidak terbiasa tadabur tafakur kita kita
- 31:00ini tidak memakai ee otak kita yang
- 31:03Allah kasih sebagai ulbab ulil absar
- 31:05ulin nuha enggak pakai itu.
- 31:09Itu ee mari kita pakai. terbiasa orang
- 31:13itu duduk dengan kitab-kitab ulama, kita
- 31:15akan dapat semua itu.
- 31:18Ya. Jadi biasakan membaca teks lengkap
- 31:21karena di semua ada pelajaran
- 31:24dan ee para ahli ilmu tidak mencampaikan
- 31:27menyampaikan teks atau lagi menyampaikan
- 31:29riwayat yang baru kecuali karena memang
- 31:31ada manfaat-manfaatnya.
- 31:34Baik ee dirahmati Allah,
- 31:38kita
- 31:39masuki ini kita mulai halaman yang
- 31:42ke-63.
- 31:44Hal 63
- 31:51saya tentu akan ringkaskan poin-poinnya.
- 31:53Baik. Qal mualif rahimahullahu taala
- 31:56wfaralah asalibuhu sallallahu alaihi
- 31:59wasallam fit taklim.
- 32:01Jadi ee metode Nabi sallallahu alaihi
- 32:03wasallam di dalam taklim, dalam mengajar
- 32:06cara metode ya ee bagaimana caranya Nabi
- 32:09ngajar sahabat. Sekali lagi kalau supaya
- 32:12antum tahu kebesarannya ini, antum harus
- 32:14selalu mengingat bahwa hasil lulusannya
- 32:16adalah generasi terbaik yang pernah ada
- 32:18di muka bumi.
- 32:20Bahwa berarti ini pernah berhasil
- 32:23mengantarkan melahirkan orang-orang luar
- 32:24biasa. Baik.
- 32:27ee halaman 64
- 32:30langsung yang pertama. Yang pertama
- 32:31adalah taklimuhu
- 32:34sallallahu alaihi wasallam biratil
- 32:37hasanah wal khuluqil adzim.
- 32:41Pengajaran Nabi sallallahu alaihi
- 32:42wasallam dengan asiratul hasanah, dengan
- 32:45perilaku yang baik dan dengan akhlak
- 32:47yang agung.
- 32:50Ini keteladanan.
- 32:52Itu yang saya sampaikan kemarin,
- 32:53Teman-teman. pendidikan ini tanpa
- 32:55keteladanan gagal.
- 32:57Aku bayangkan dari 40 poin nomor satu
- 33:00adalah keteladanan.
- 33:02Yang lain itu teknis-teknis nanti itu
- 33:04teknis-teknis. Tapi keteladanan itu
- 33:07ternyata merupakan ee salah satu uslub,
- 33:11metode pengajaran yang terbaik. Temanya
- 33:13keteladanan. Itulah kenapa beliau di
- 33:16halaman 65 menyampaikan ayat laqadana
- 33:18lakum fi rasulillahi uswatun hasanah.
- 33:23Eh, halaman 66 ada kalimat yang bagus
- 33:26yang disampaikan
- 33:30oleh raja raja uman itu halaman 66
- 33:35Julanda Malik Umman. Ini yang didakwahi
- 33:38oleh Nabi melalui surat kemudian masuk
- 33:39Islam.
- 33:41Eh, yang membuat dia kagum dengan dan
- 33:45dia masuk Islam sang raja itu adalah
- 33:49lihat kalimatnya laqani
- 33:53ala nabiil amin
- 33:56annahuir
- 33:59illa
- 34:00air
- 34:03wikah
- 34:14yuhjiruqia
- 34:19ujungnya dia masuk Islam dan saya
- 34:21bersaksi dia adalah nabi.
- 34:24Bahwa eh Julanda sang raja ini masuk
- 34:27Islam sampai bersaksi bahwa beliau nabi.
- 34:29Itu ada poin-poin yang disampaikan.
- 34:31Mengapa saya masuk Islam? Ternyata nomor
- 34:33paling atas yaq
- 34:38eh menunjukkan pada nabi yang umiir
- 34:46ini nabi ini tidak memerintah sesuatu
- 34:49kecuali beliau orang pertama yang
- 34:51menjalankannya.
- 34:54Wala yanharin illa awalikillah.
- 34:58Dan tidaklah beliau melarang sesuatu
- 35:01kecuali beliau orang pertama yang
- 35:03meninggalkannya.
- 35:05Nah, itu keteladan.
- 35:08Saya sudah pernah nulis tulisan
- 35:09[berdehem] singkat tentang Alhan Albasri
- 35:11ketika beliau ditanya tentang budak.
- 35:14Imam ya Syekh, gimana hukum bagaimana
- 35:17jelaskan pada kami tentang membebaskan
- 35:19budak?
- 35:20Beliau tidak jawab.
- 35:22Beliau tidak jawab. Setahun berikut baru
- 35:24beliau tanya. Siapa yang setahun lalu
- 35:26nanya sama saya? Kemudian baru beliau
- 35:29jawab, "Kenapa?" Karena Imam Al-Han
- 35:32Albasri ingin membebaskan budak dulu
- 35:35baru beliau jawab
- 35:38gitu. Beliau bebaskan budak dulu baru
- 35:41beliau jawab tentang keutamaan bebaskan
- 35:43budak, keutamaan dalam Islam seperti apa
- 35:45dan seterusnya.
- 35:48Jadi ini ilmu bukan sekali lagi bukan
- 35:51kanser wawasan,
- 35:53tapi ini dimulai dari keteladan.
- 35:57Makanya antum pasti susah ngatur santri
- 36:00tidak main game. Wong gurunya main game
- 36:04pasti susahlah. Sudah itu semuanya jadi
- 36:05omong kosong enggak akan berhasil.
- 36:09Antum mau kasih teori setinggi langit ma
- 36:12enggak bisa berhasil. Kalian jangan
- 36:14habiskan habiskan waktu di depan HP.
- 36:16Alah gurunya main HP terus. Enggak.
- 36:19Enggak bisa. Enggak bisa. Wallahi enggak
- 36:21bisa.
- 36:23Kalau mau jadi guru berhasil di
- 36:24mulainya. Seperti Julanda mengatakan
- 36:26tadi bahwa kalau Nabi perintah sesuatu,
- 36:29Nabi sudah menjalankan lebih dulu.
- 36:32Nabi orang pertama yang menjalankannya.
- 36:33Kalau Nabi ngelarang, Nabi orang pertama
- 36:35yang menjawabnya.
- 36:37Oke.
- 36:41Ee
- 36:49dan kemudian ada contoh-contoh
- 36:52contoh-contoh ee saya langsung sampaikan
- 36:54contoh-contoh hadis Nabi sallallahu
- 36:55alaihi wasallam. Itu penjelasan nanti
- 36:56untuk membaca ya.
- 36:58Ada contoh-contoh yang disampaikan oleh
- 37:02ee penulis rahimahullahu taala
- 37:05ini
- 37:08halaman 68.
- 37:1168 itu langsung contoh di hadis Nabi
- 37:13sallallahu alaihi wasallam raw Muslim wa
- 37:15Abu Dawud w Muslim Jabir Abdillahuana
- 37:21Rasulullahu alaihi wasallam masjid
- 37:27ibnibil
- 37:29masjid
- 37:36akbuk
- 37:57wa
- 38:08Badirahquliahu
- 38:15riwayah Abi Dawudaka.
- 38:21Eh [berdehem]
- 38:23hadis riwayat Muslim, Abu Daud lafaz
- 38:25Muslim dari Jabir Abdillah radhiallahu
- 38:26anhu. Beliau ee berkata, Jabir berkata,
- 38:31"Rasul datang menemui kami di masjid
- 38:34ini, masjid kami ini.
- 38:37Dan beliau saat itu datang ke kami bawa
- 38:39ee Urjun Ibn Thab." Urjun itu apa tuh
- 38:43namanya? Ranting. Rantingnya Ibnu Thab.
- 38:45Ini ini nama orang karena ada kurma
- 38:48dikenal dengan nama ini dan itu ranting
- 38:50kurma dari kebun itu. Faroa fiqiblatil
- 38:54masjid mukhama. Dilihat di kiblat masjid
- 38:56itu ada ludah. Ludah di kiblat di arah
- 38:59arah kiblat.
- 39:01Fahak biljun. Kemudian Nabi eh
- 39:05korek-korek itu pakai ranting yang
- 39:07beliau pegang itu.
- 39:10Kemudian Nabi menghadap ke kita.
- 39:13Kemudian Nabi berkata,
- 39:16"Siapa yang ingin Allah berpaling
- 39:18darinya?"
- 39:21Kemudian sahabat semua diam nunduk yang
- 39:24ada di situ.
- 39:29Siapa yang suka Allah berpaling darinya?
- 39:32Kemudian kita juga diam ajak nunduk
- 39:35diam.
- 39:38Ini aja metode pengajaran sendiri.
- 39:41Siapa di antara kalian yang ingin Allah
- 39:42berpaling dar
- 39:44gitu ya? Ee tiga kali pengulangan kata
- 39:47yang sama dan itu tidak perlu
- 39:50sebenarnya. Orang Arab tidak suka
- 39:52membuang-buang kalimat kecuali sangat
- 39:54diperlukan.
- 39:56Itu arti yang sangat diperlukan di sini.
- 39:58Dan Nabi begini enggak enggak sekali
- 39:59dalam hadis. Cuma ee penulis tidak
- 40:02sedang membahas itu. Sedang membahas
- 40:04yang ee poin tentang keteladanan.
- 40:08Sahabat mengatakan, "La ayyuna ya
- 40:10Rasulullah." Enggak ada ya Rasulullah di
- 40:12antara kita yang mau ee yang mau Allah
- 40:15berpaling dari kita.
- 40:18Maka Nabi sampaikan kalimat itu ee itu
- 40:22yang membuat para sahabat pintar-pintar.
- 40:24Teman-teman,
- 40:26coba antum bayangkan Nabi megang kayu,
- 40:30ranting. Terus kata Jabir, "Nabi
- 40:33ngorek-ngorek." Itu kan orang juga
- 40:35enggak tahu Nabi Nabi korek-korek.
- 40:37Ternyata diamati Jabir wada ludah. Yang
- 40:39dikorek-kork Nabi itu ludah.
- 40:42Orang yang dari kejauhan atau tidak tahu
- 40:44Nabi ngapain kan mungkin juga enggak
- 40:46tahu Nabi ngapa itu ngorek-ngorek itu.
- 40:49Begitu selesai ngorek-ngorek ngorek
- 40:51ngorek itu kemudian Nabi ngomong ke
- 40:53semua yang hadir siapa yang ingin Allah
- 40:55berpaling darinya?
- 40:57C
- 41:00bagaimana sahabat enggak pintar
- 41:02hubungannya apa? Tiba-tiba Nabi ngasih
- 41:05kejutan itu, padahal habisnya
- 41:06ngorek-ngorek itu. Dan ternyata ada
- 41:08hubungan Nabi ngorek-ngorek ludah itu
- 41:10dengan Nabi mengatakan, "Siapa yang
- 41:12ingin Allah berpaling darinya."
- 41:15Ya.
- 41:17Dan yang begitu di dalam itu merupakan
- 41:21roh besar di dialog Nabi dengan para
- 41:25sahabat. Itu yang membuat para sahabat
- 41:28pintar-pintar.
- 41:30menggunakan kata tidak langsung,
- 41:32menggunakan kata kiasan, menggunakan
- 41:34kalimat majaz.
- 41:36Ee jadi sampai kemudian orang harus
- 41:39pikir hubungannya apa.
- 41:41Saya sering kasih contoh umpamanya dan
- 41:43itu akhirnya terbiasa di kalimat itu
- 41:45lisan sahabat ngajar anaknya juga
- 41:47begitu.
- 41:49Makanya orang-orang Islam itu kalau
- 41:51belajar Quran, hadis dengan benar, maka
- 41:55anak-anak kita ini seperti antum-antum
- 41:56ini masyaallah terbiasa dengan
- 41:58kalimat-kalimat tidak langsung seperti
- 41:59itu dan sangat dipahami.
- 42:02Itu teman-teman punya banyak kelebihan.
- 42:03Kelebihan pertama adalah dia tidak ee
- 42:07dia pertama jadi orang pintar karena
- 42:09terbiasa menghubungkan sesuatu di
- 42:10kepalanya. Itu satu. Yang kedua
- 42:13adalah suatu hari antum punya komunikasi
- 42:16yang tidak dipahami oleh banyak orang.
- 42:19Cara berkomunikasi musuh Islam enggak
- 42:22paham karena itu enggak biasa. Mereka
- 42:24ini anak ngomongin apa sih mereka ini?
- 42:27Itu luar biasa. Muslimin. Hari ini semua
- 42:29komunikasi kita dipahami dan disadap.
- 42:31Bahkan cara kita komunikasi mereka yang
- 42:34ngajari
- 42:36dan kita nurut lagi. Ya.
- 42:40Dan
- 42:42dan kelebihan-kelebihan yang lain,
- 42:43keutamaan-keutamaan dalam bab ini juga
- 42:44banyak ya. ee di antaranya tadi kalau
- 42:47dia adalah merupakan gaya bahasa kita,
- 42:49musuh dan tidak tahu mau dicarap
- 42:52bahasanya dan ee sampai kemudian
- 42:57itu menjadi kebiasaan kebiasaan di kita.
- 43:00Dan
- 43:02ee umpamanya saya sering kasih contoh
- 43:05tentang dialog Nabi sallallahu alaihi
- 43:07wasallam dengan Aisyah radhiallahu anha
- 43:08yang baru berapa umurnya?
- 43:11Tapi itu lihat dialognya ya kan. Saya
- 43:13sudah pernah uji dialog ini di level
- 43:16orang-orang pintar, bukan anak kecil,
- 43:19bukan anak SMP, SMA saya uji dan mereka
- 43:22enggak ngerti maksudnya apa.
- 43:25Cuma bayangkan
- 43:27ketika
- 43:29ee Aisyah mengusulkan, "Ya Rasulullah,
- 43:32tidakkah kau bangun Ka'bah di atas
- 43:33pondasi Ibrahim?" Jawaban Nabi apa?
- 43:37Inna kaumaki haditu ah bikuf.
- 43:42Kaummu baru saja meninggalkan kekafiran.
- 43:45Sudah selesai.
- 43:47Aisyah ngomongin Ka'bah.
- 43:50Tidakkah kau bangun Ka'bah di atas
- 43:51pondasi Ibrahim? Karena sekarang tidak
- 43:54di atas pondasi Ibrahim tuh kurang
- 43:55panjang. Itu yang masa itu. J seperti
- 43:58hari ini jawaban Nabi bukan iya bukan
- 44:02tidak bukan iya bersyarat bukan.
- 44:04Jawabannya kaummu baru saja meninggalkan
- 44:06kekafiran. Saya sudah uji Pak Teman.
- 44:11Ternyata memang cerdas generasi Islam
- 44:13itu enggak ngerti banyak saya lihat apa
- 44:16maksudnya apa hubungan.
- 44:19Jan-jan antum juga
- 44:22repot juga.
- 44:25Innaaki hadituin
- 44:29harus itu. Tapi kalau antum biasa dengan
- 44:32Quran itu biasa banget. Quran begitu
- 44:34gaya bahasa qurani begitu itu uslub
- 44:37qurani mukjizat dan itu sahabat yang
- 44:39generasi qurani itu yang disebut dengan
- 44:41generasi qurani. Bukan cuma Quran
- 44:43kemudian jadi generasi qurani. Yaah
- 44:46mereka mulai dari menghafal, membaca
- 44:49mewiridkannya mereka memahami sampai itu
- 44:52jadi kehidupan mereka
- 44:55itu generasi qurani namanya.
- 44:58Sampai cara hidup mereka terpengaruh
- 45:00Quran. Sikap mereka adalah
- 45:02pertimbangannya Quran segala macam hal.
- 45:06Baik. Jadi
- 45:07ini contoh juga nih. Ayukum yuhibbullah
- 45:10yuhibbu yidallahu. Siapa di antara
- 45:12kalian yang ingin Allah berpaling
- 45:14darinya? Baru Nabi ngajari. Ternyata
- 45:16kalau ini masih dijelaskan. Kalau yang
- 45:18tadi enggak dijelaskan. Antum yang
- 45:20jelaskan sendiri. Kalau kalau ini
- 45:22dijelaskan. Kata Nabi, "Fainna
- 45:24ahadakum."
- 45:26Sesungguhnya seorang kalau sudah berdiri
- 45:28mau salat itu tabaraka wa taala waj
- 45:32orang kalau sudah mau salat itu Allah
- 45:33ada di hadapannya
- 45:35di hadapan wajahnya
- 45:38waj maka jangan meludah ke arah depan
- 45:41kalau tadi ludahnya ada di arah kiblat
- 45:43itu itu orang berarti ngeludah ke depan
- 45:46ya wamini juga jangan ngeludah ke
- 45:49sebelah kanan
- 45:51walabs
- 45:54yusro kalau mau meludah ludah ke sebelah
- 45:57kiri
- 45:58ada di di ee di kakinya yang sebelah
- 46:02kiri
- 46:04ini salat ini loh berarti salat ngeludah
- 46:08ini salat ini [menangis]
- 46:09ya ee makanya nanti antum belajar fikih
- 46:13yang baik oke tentu kalau kalau
- 46:17masjidnya karpet jangan ludah ya
- 46:20karpet di sini ada penjelasan baca di
- 46:22penjelasan bawahnya
- 46:23ya baca sendiri aja
- 46:26bihiqul
- 46:29ya. Tapi kalau memang ee apa namanya?
- 46:34Kalau memang antum mau tidak mau harus
- 46:36meludah itu itu juga maka kata Nabi ee
- 46:39menggunakan ee menggunakan bajunya.
- 46:43Boleh Nabi contohkan jadi ee
- 46:47ngeludahnya itu ke ke arah nak ke arah
- 46:49baju.
- 46:52Eh,
- 46:54ba Nabi ngasih contoh
- 46:56bajunya itu di dilipat-lipat gitu
- 46:59kemudian meludah di situ
- 47:02ya atau ee kain itu kayak gini
- 47:06lipat-lipat dimasukkan ke mulutnya untuk
- 47:10menutupi dan menutupi mulutnya kemudian
- 47:11dia merudah. Oke. Ee ini hadis nanti ada
- 47:17kalau yang setelahnya
- 47:20ini teman-teman
- 47:24melengkapi riwayatnya dan masyaallah
- 47:26riwayat-riwayatnya luar biasa dilengkapi
- 47:29untukikan pelajaran
- 47:51Kata Nabi eh ambilkan saya parfum
- 47:55minyak wangi. Ambilkan saya parfum.
- 47:58anak muda dia lari ee pulang ke rumah
- 48:02ngambil parfum taruh di tangannya.
- 48:04Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- 48:06wasallam mengambil parfum itu diambil
- 48:10kemudian diambil dengan ee apa? diambil
- 48:13kemudian dioles di ee ujung kayu yang
- 48:16Nabi pegang itu.
- 48:18Kemudian Nabi Nabi oleskan di tempat ee
- 48:23ludah itu yang sudah dihilangkan oleh
- 48:25Nabi. Diganti
- 48:27dengan ee marfum. Kemudian Jabir
- 48:29mengatakan eh minhuna jaum masajidikum.
- 48:34Maka dari sinilah kalian harus
- 48:39menghadirkan parfum di masjid kalian.
- 48:42J parfum di masjid teman-teman. Jadi
- 48:44masjid aroma wangi itu sudah contohnya
- 48:47sudah perintahnya itu ya masjid aromanya
- 48:51aroma jempol itu repot itu sayaang masuk
- 48:54masjid kadang-kadang Allahu Akbar ini
- 48:56kadang mall besar ya kadang ini
- 48:59saya itu memang orang memang namanya
- 49:02orang enggak ngerti syariat orang
- 49:03terpaksa
- 49:06mas jadi masjid itu teman enggak boleh
- 49:09masjid itu wangi
- 49:11masjid harus wangi kasih parfum masjid
- 49:16Ya, kalau di alam gini gampang di
- 49:17Indonesia. Di Indonesia gampang. Antum
- 49:19tanami bunga aja aromanya parfum gitu
- 49:21ya.
- 49:23Makanya saya kita buatkan masjid satu
- 49:25daun itu kita bolongi tengahnya. Kalau
- 49:27antum mau nanam bunga supaya aroma
- 49:29masjid wangi, kita tanam bunga situ
- 49:32ya. Antum mau bunga apa terserah.
- 49:38Oke. Ee
- 49:40ini hadisnya. hadisnya. Tapi
- 49:43ini kan babnya bab keteladanan.
- 49:46Hubungannya apa dengan bab keteladanan
- 49:48hadis ini?
- 49:52Hah? Hubungannya apa hadis cerita tadi
- 49:55itu dengan tema keteladanan? Karena ini
- 49:58cara Nabi ngajar ilmu
- 50:01tapi dengan cara memberikan perilaku
- 50:03yang baik dan akhlak yang mulia. Masalah
- 50:06keteladanan perilaku dan akhlak
- 50:09apanya?
- 50:18di sisi mana ya?
- 50:23Mencontohkan.
- 50:25Hah?
- 50:28Mencontohkan ketika meludah.
- 50:31Ada tadi kan mencontohkan ketika meludah
- 50:33baju triperli sudah.
- 50:41Apanya? Siapa
- 50:48Rasulullah? Bersihkan sudah.
- 50:51Hah?
- 50:53Itu teman-teman kenapa Imam Ibnu Hajar
- 50:56itu
- 50:57itu kadang beliau sangat kerepotan
- 51:01ketika menghubungkan antara judul babnya
- 51:03Imam Bukhari dalam sahihnya dengan hadis
- 51:05yang dicantumkan.
- 51:10Kalau ini masih gampang mengatar
- 51:13itu sampai ini apa hubungannya hadis
- 51:15ini? Bukhari naruh hadis ini babnya ini
- 51:17itu saking pintarnya Imam Bukhari
- 51:22itu teman-teman. Makanya kenapa saya
- 51:23bilang tadi ilmuwan Islam itu pintar
- 51:26banget dan cara mengajarkan ke murid
- 51:27menjadi sangat pintar karena tidak semua
- 51:29hal detail.
- 51:32Detail penting sekali-kali
- 51:35itu membuat
- 51:37rupanya sudah berjalan berapa abad?
- 51:39Bukhari meninggal abad 3 kan? Abad 3
- 51:42Imam Bukhari. Ibnu Hajar ee Ibnu Hajar
- 51:46meninggal abad 9.
- 51:48Coba ya sudah 6 abad berjalan
- 51:51bukan bukan 10 tahun 20 tahun. 6 abad
- 51:54berjalan
- 51:56kan. Imam Hazirpotan gimana mengungkap?
- 52:00Itu kan sudah banyak kitab sebelumnya
- 52:04ya. Makanya selalu ulama kalau bilang
- 52:06ini apa hubungannya dengan bab?
- 52:09Ada yang gampang kayak gini kan gampang.
- 52:11K bicara tentang masalah perilaku
- 52:14ee yang baik, yang mulia ini adalah ee
- 52:17ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
- 52:19melihat sesuatu yang tidak benar, tidak
- 52:21baik itu Nabi langsung yang
- 52:23menghilangkan. Maka jadi guru tuh,
- 52:25Teman-teman. itu harus ringan tangan
- 52:28dalam makna bukan mukul ya. Ringan
- 52:30tangan itu maknanya ada apa yang enggak
- 52:32beres dia yang dia yang bersihkan, dia
- 52:34yang ambil, dia yang rapikan, dia yang
- 52:36pungut, diletakkan di tempat. Karena itu
- 52:39begitu antum lakukan tuh, itu kan itu
- 52:41enggak mesti cuma datang ngomel-ngomel,
- 52:43"Woi, siapa nih naruh sembarangan di
- 52:44sini? Santri semua kumpul
- 52:48rasulmu, dek rasulmu."
- 52:50Enggak, enggak begitu caranya.
- 52:53Siapa yang luda kumpulin masyarakat sini
- 52:56cuma nyari masalah doang ngajari enggak
- 52:58ya kan
- 53:01itu teman-teman contoh nabi kita
- 53:03sallallahu alaihi wasallam nabi
- 53:06bersihkan aja korek-korek korek-korek
- 53:07selesai ya kan semua orang lihat itu.
- 53:10Makanya Jabir bisa menceritakan
- 53:11radhiallahu anhu korek-korek korek
- 53:13bersih selesai.
- 53:15Setelah itu Nabi kasih kalimat setelah
- 53:16itu Nabi bilang ee saya perlu parfum.
- 53:19Itu kaidah baru lagi.
- 53:22Jadi satu momentum, satu peristiwa itu
- 53:25Nabi memberikan contoh, Nabi memberikan
- 53:28ilmu, Nabi memberikan panduan, bahkan
- 53:32Nabi menambahi ilmu baru yang sebelumnya
- 53:34belum ada. Maka Jabir mengatakan, "Sejak
- 53:36inilah masjid itu harus ada parfumnya."
- 53:40Kaninhuna jaaltumul khuq fi masajidikum.
- 53:45Ye.
About this transcript
This page contains the full transcript of Ar Rasul Al Muallim Sesi 3 (Part 1) - Kyai Budi Ashari Lc by HR Al Fatih YAPI, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 5,812 words across 1,177 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to choose a caption track available on the video.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, caption language selection, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.