19 Pelajaran Bisnis Yang Gua Pelajarin di Umur 19 — Transcript
Full transcript
- 0:00Sepanjang gua berkarir ya di dunia media
- 0:02dan di dunia finance ini ada banyak
- 0:04banget pelajaran-pelajaran hidup,
- 0:06pelajaran bisnis, pelajaran uang yang
- 0:09gua pelajarin yang gua harap gua tahu
- 0:10dari dulu. Di video ini gua udah rangkum
- 0:12total 19 pelajaran hidup yang gua
- 0:15pelajarin sepanjang gua berkarir dari
- 0:17nol sampai bisa ada di titik gua
- 0:19sekarang. 19 pelajaran hidup yang gua
- 0:22pelajarin di umur ke-19. Yang pertama
- 0:25yaitu umur muda. Itu adalah senjata
- 0:27sosial yang baik banget orang itu enggak
- 0:29punya. Tapi justru kalian yang muda itu
- 0:32kalian harus manfaatin. Ketika umur kita
- 0:34itu masih muda, ya anggap lu itu masih
- 0:36di bawah umur 25. Orang-orang di luar
- 0:38sana yang umur 30 atau 40 yang punya
- 0:41bisnis ya, yang punya pekerjaan, yang
- 0:43sudah berkarir itu cenderung memandang
- 0:46rendah orang-orang yang masih umurnya
- 0:47itu muda. Jadi ini merupakan sebuah
- 0:50advantage. Ini merupakan sebuah
- 0:52keunggulan yang Kain itu sebenarnya bisa
- 0:53manfaatkan. Ini merupakan kita ngomong
- 0:56bahasa kasarnya asimetriks yang lu itu
- 0:58harus eksploitasikan. Karena ketika umur
- 1:00lu itu masih muda, orang itu punya
- 1:02ekspektasi yang rendah sama lu.
- 1:04Sedangkan ya ketika umur lu ini udah 30,
- 1:07umur lu udah 40, orang itu udah mulai
- 1:09punya ekspektasi sama lu. Tapi ketika
- 1:11orang itu lu itu masih kecil, ya umur lu
- 1:13itu masih di bawah 25, kita ngomong
- 1:16orang itu meremehkan, orang itu enggak
- 1:18punya ekspektasi apa-apa. Dan window ini
- 1:20akan segera tertutup ketika lu udah di
- 1:22atas umur 25. Jadi menurut gua selagi lu
- 1:25umur 25 ke bawah ya lu harus belajar
- 1:28buat manfaatin situasi lu. Manfaatin
- 1:30bahwa lu itu masih muda ya dan orang
- 1:32lain ini bisa toleransikan ketika lu ini
- 1:34melakukan kesalahan. Ketika lu salah di
- 1:36umur yang cenderung tanda kutip tua gitu
- 1:38ya di atas 25 tahun maka orang ini udah
- 1:41enggak bisa toleransiin kesalahan lu.
- 1:43Tapi ketika orang ini masih umur 25
- 1:45orang ini masih bisa cincai masih bisa
- 1:46cuek gitu. Jadi jangan appear too
- 1:49strong, jangan pengin terlihat kuat,
- 1:51jangan pengin show off, jangan pengin
- 1:52pamerin diri kalian, tapi justru
- 1:54manfaatin umur kalian yang masih muda ya
- 1:56ke orang-orang yang ada di luar sana.
- 1:58Ekspektasi rendah itu bakalan masukin lu
- 2:00ke ruangan-ruangan yang lu susah masuk.
- 2:03Tapi sedangkan ya kita ngomong anak umur
- 2:0519 anggap punya skill trading 10 contoh
- 2:08ya 10% skill-nya gitu. Sedangkan ya ada
- 2:11orang umur 30 punya skill trading 20 20%
- 2:14dua kali lipat di atas umur anak 19.
- 2:17Tapi anak umur 19 ini bakalan jauh
- 2:20mendapatkan lebih baik akses
- 2:21dibandingkan orang yang umur 30 ini.
- 2:23Kenapa? Karena faktor umur orang itu
- 2:26suka ekspektasinya itu rendah ya ketika
- 2:28orang itu umurnya itu masih muda.
- 2:30Sedangkan kalau umurnya itu udah tua,
- 2:32ekspektasi orang itu meningkat
- 2:33gradually. Jadi ini window yang again
- 2:35gua bilang bisa tertutup. Jadi,
- 2:36manfaatin buat kalian yang masih umurnya
- 2:38itu masih muda, manfaatin. Pelajaran
- 2:40yang kedua, ya. Di umur ke-19 gue itu
- 2:42bisa kalah total, tapi tetap notting to
- 2:44lose. Ketika kalian itu umur 19, lu itu
- 2:47belum ada lifestyle, belum ada
- 2:49tanggungan, bahkan belum ada keluarga
- 2:51yang lu harus tanggung. Lu belum ada
- 2:53pengeluaran fix ya, lu sudah punya
- 2:55karyawan di umur ke-19. Tapi gua
- 2:57berbicara ke 99% misal teman-teman Genzi
- 3:00gitu ya, kalian itu masih belum punya
- 3:01tanggungan. tanggungan kalian itu masih
- 3:03di bawah orang tua. Ketika kalian itu
- 3:05enggak punya tanggungan apa-apa, ini
- 3:07merupakan sebuah advantage. Ini
- 3:09merupakan sebuah keunggulan yang kalian
- 3:10itu sebenarnya bisa manfaatin. Gagal di
- 3:13umur 19 ya itu enggak sama kayak orang
- 3:16yang gagal di umur 40. Orang yang gagal
- 3:19di umur 40 ini bakalan jauh lebih
- 3:21hurting daripada orang yang gagal di
- 3:23umur ke-19. Karena orang yang umur 40
- 3:26ini bahkan punya tanggungan misal KPR
- 3:28rumah ya tanggungan keluarga harus BN
- 3:30orang tua. Sedangkan yang umur 19 ini
- 3:33yang masih kuliah, yang masih SMA ya
- 3:35bahkan baru lulus kuliah ini masih biaya
- 3:37tanggungannya itu bisa ditanggung sama
- 3:38orang tua. Atau seandainya lu cari duit
- 3:41sendiri ya lu itu belum punya tanggung
- 3:43tanggungan fix ya. Kayak lu belum sewa
- 3:45motor ya, lu belum punya tanggungan
- 3:47cicilan motor, cicilan rumah, cicilan
- 3:49mobil. Jadi ketika lu itu bisa gagal di
- 3:51umur kayak misal gua di umur ke-19 atau
- 3:54di umur yang relatif muda. Menurut gua
- 3:56umur yang relatif muda itu di bawah 25
- 3:58maka lu itu start di titik yang sama.
- 4:00Bahkan lu itu enggak start di titik sama
- 4:01sebenarnya ya. Lu itu start di titik
- 4:03yang lebih maju dikit karena lu bisa
- 4:04nabung pengalaman. Jadi gunakan jatah
- 4:07gagal lu sebaik-baiknya sebelum lu umur
- 4:0925. Karena setelah lu umur 25 ya lu itu
- 4:12udah punya tanggungan. Contohnya kayak
- 4:14gua ya. Gua itu sekarang di umur ke-19
- 4:16gue sudah punya tanggungan. karyawan gua
- 4:18itu udah hampir 30. Jadi, gua harus
- 4:20kasih makan ke 30 karyawan. Jadi, gua
- 4:22gak boleh gagal sekarang. Ya, ketika
- 4:24bisnis gua ya, gua harus mempertahankan
- 4:25reputasi gua ya. Gua sekarang gagal,
- 4:27setiap kali gua gagal itu disaksikan
- 4:29sama ribuan orang ya, ratusan ribu orang
- 4:31bahkan jutaan orang di publik, di media.
- 4:34Jadi, ketika gua melakukan move di
- 4:35bisnis apapun itu ya dan ini movie ini
- 4:37misal salah atau movie ini misal benar
- 4:40gitu ya, manusia kan belajar gitu kan.
- 4:42Ini sekarang gue itu disaksikan. Jadi,
- 4:43gue itu udah punya something tools.
- 4:45Sedangkan kalian yang baru mulai ya atau
- 4:47orang-orang yang uangnya itu relatif
- 4:50masih muda umurnya gitu ya atau belum
- 4:52mulai karirnya sama sekali ini punya
- 4:54jatah gagal yang baik banget dan justru
- 4:56kalian itu harus pakai jatah gagal
- 4:57kalian sebaik-baiknya. Karena jatah
- 4:59gagal itu merupakan sebuah pelajaran.
- 5:01Pelajaran yang ketiga ya, belajar buat
- 5:03negosiasi atau menjual diri kalian. Gua
- 5:06sering banget lihat orang di luar sana
- 5:08ya mencoba buat negosiasi. Tapi
- 5:10kenyataannya negosiasi dan melamar itu
- 5:13dua hal yang berbeda. Kalau lu enggak
- 5:15punya sesuatu buat lu over atau kalau lu
- 5:18posisi itu jauh di bawah orang yang lu
- 5:20pengin negosiasiin itu, maka lu itu
- 5:22bukan sedang bernegosiasi. Lu itu sedang
- 5:24melamar. Lu itu sedang meminta. Aturan
- 5:26gua ya kalau lu enggak bisa walk away,
- 5:29lu itu enggak lagi negosiasi. Lu itu
- 5:30lagi melamar. Maksudnya kayak gimana?
- 5:32Misal lu itu lagi pengen lamar kerja
- 5:34sama gua yang sekarang lagi nonton gitu,
- 5:36tapi ya lu itu enggak bisa walk away
- 5:38dari gua ya. Lu itu terpaksa pilihan lu
- 5:40satu-satunya itu cuma ke gua ya
- 5:42pekerjaannya. Kalau lu enggak sama gua,
- 5:44lu enggak bisa kerja lagi sama tempat
- 5:45lain. Itu itu lu bukan sedang
- 5:47bernegosiasi ya. Lu itu enggak ada
- 5:49negotiation power kita ngomong ya. Lu
- 5:51itu enggak ada higher ground. Lu itu
- 5:53sedang melamar ke suatu pekerjaan. Misal
- 5:56gua punya bisnis ya, gua pengen deal
- 5:57sama bisnis A gitu tapi gua itu enggak
- 6:00bisa walk away dari bisnis A ini ya. gua
- 6:02terpaksa harus bisnis sama A ini gua
- 6:04bukan gua enggak bisa negosiasi lagi
- 6:06sama dia gitu ya. Gua itu sedang melamar
- 6:08sama bisnis A itu gitu ya. Jadi ini
- 6:11berlaku ke semuanya gitu ya. Lu harus
- 6:14tahu ya lu itu bisa walk away dari suatu
- 6:16deal ini atau enggak. Karena ketika lu
- 6:17itu udah enggak bisa walk away itu harus
- 6:19tahu kalau lu bukan sedang bernegosiasi.
- 6:21Lu sedang melamar dan ketika lu enggak
- 6:23bisa walk away posisi lu itu jauh di
- 6:25bawah orang yang lu sedang ngomong. Jadi
- 6:29need ya itu menciptakan yang namanya itu
- 6:30desperation dan desperation atau orang
- 6:33yang terpaksa ya orang yang kepepet itu
- 6:35selalu bisa dicium, selalu bisa
- 6:37kelihatan. Solusinya itu gimana ya?
- 6:39Kalian itu sebelum masuk sebuah ruangan,
- 6:41lu itu tanya apakah gua itu bisa walk
- 6:43away dari deal ini atau enggak? Ini
- 6:45berlaku ke semua ya kehidupan kalian,
- 6:47bisnis kalian, karir kalian, semuanya
- 6:49gitu ya. Ketika lu nyadar orang yang lu
- 6:51lagi ngomong ini satu-satunya opsi lu.
- 6:53Lu gak bisa walk away dari dia. Karena
- 6:55ketika lu walk away dari dia, lu gak
- 6:57punya opsi apa-apa lagi. Maka itu lu
- 6:59bukan negosiasi ya. Lu langsung di bawah
- 7:01dia levelnya. Punya banyak alternatif ya
- 7:04itu bukan arogan. Punya banyak
- 7:06alternatif itu perlindungan buat diri
- 7:08kalian sendiri. Pelajaran yang keempat
- 7:10ya, never ask first ya. Ini ada satu
- 7:13code yang lumayan menarik ya. Ini
- 7:15mungkin terdengarnya itu arogan, tapi
- 7:17menurut gua ini lumayan nyata kehidupan
- 7:18gua ya. yaitu I don't chase, I attract.
- 7:22Ini menurut gua sesuatu yang kalian itu
- 7:24harus lakukan juga ya di hidup gua
- 7:26sekarang ya, gua itu hampir tidak pernah
- 7:28samperin orang ya, kecuali gua
- 7:30benar-benar butuh sama orang itu. Contoh
- 7:32kita ngomong ya, beberapa orang ya yang
- 7:34punya duitnya di sebelahnya T ya gua
- 7:37bukan bilang mereka itu di bawah gua dan
- 7:38sebagainya, tapi banyakan ya 99% of the
- 7:41time ya itu mereka yang ngreach ke gua
- 7:42dulu ya buat either ngajakin podcast
- 7:44atau ngajakin makan gitu ya. Sangat
- 7:46jarang untuk gua itu datangin ke mereka
- 7:48ya. eh gua bisa enggak networking sama
- 7:50lu gitu ya atau enggak pekerjaan ya
- 7:52simpel ya itu dari sisi networking tadi
- 7:55dari sisi pekerjaan. Pekerjaan itu gua
- 7:57enggak pernah tanya ke orang ada
- 7:58pekerjaan atau enggak ya yang gua
- 8:00lakukan itu pekerjaan itu yang datang ke
- 8:02gua dan ini kondisi yang kalian itu
- 8:04harus bikin dalam hidup kalian. Jadi
- 8:07fungsinya kondisi ini itu apa? Karena
- 8:09ketika orang yang datang ke lu dulu ya
- 8:12itu need, itu kebutuhan dan kebutuhan
- 8:14itu menciptakan yang namanya itu
- 8:16desperation. Ketika orang ini udah
- 8:17datang ke lu, lu itu punya higher
- 8:19ground. Lu itu punya posisi tawar yang
- 8:21lebih tinggi dibandingkan dengan orang
- 8:23itu. Lu enggak jamin buat menang ya.
- 8:25Tapi dengan orang itu datang ke lu
- 8:26duluan, lu udah dapat satu poin ekstra,
- 8:29orang itu masih nol. Gua hampir jarang
- 8:31sekali reach out ke orang buat minta
- 8:33sesuatu ya. Gua selalu menawarkan atau
- 8:35enggak orang lain yang biasanya datang
- 8:36ke gua. Dan menurut gua itu sesuatu yang
- 8:38kalian harus terapin dalam hidup kalian
- 8:39ya. Jadi belajar buat sabar ya. Karena
- 8:42orang yang punya value emas itu juga
- 8:44pasti dicari ya. Emas itu enggak minta
- 8:46dicari, tapi akan dicari. Brilan itu
- 8:48enggak minta dicari, tapi orang itu mau
- 8:50cari berlian gitu. Sama kayak hidup
- 8:51kalian, sama kayak kalian. Jangan sampai
- 8:53kalian itu berlian yang nyari-nyari
- 8:55orang buat ditambang gua. Masa enggak
- 8:56pernah kan di luar sana berlian atau
- 8:58emas gitu kan. Ayo tambang gua gitu. Itu
- 9:01enggak pernah terjadi gitu. Yang terjadi
- 9:03itu apa ya? Emas itu cuma diam tapi
- 9:05orangnya itu yang nyamperin. Nah, dalam
- 9:06hidup kalian kalian itu harus seperti
- 9:08itu. Kalian harus belajar punya value
- 9:10gitu ya, di mana orang itu bakal
- 9:11samperin ke kalian bukan hanya yang
- 9:13samperin ke orang terus. Yang kelima ya
- 9:16dunia itu sempit ya. Jadi belajar buat
- 9:18jaga reputasi lu kayak ini cuma
- 9:20satu-satunya yang lu punya. Ini mungkin
- 9:22kalian udah sering banget dengar ya dari
- 9:24semua orang kalau jaga reputasi kalian
- 9:26dan sebagainya. Tapi faktanya ya semua
- 9:28orang itu enggak terapin ini ya. Maksud
- 9:30gua dari jaga reputasi ini apa ya?
- 9:32Jangan buat musuh ya. 1000 teman itu
- 9:35terlalu sedikit, satu musuh itu terlalu
- 9:36banyak. Belajar buat netralin. Belajar
- 9:38buat bikin musuh yang dari musuh itu
- 9:40jadi enggak benci sama lu gitu ya. Ini
- 9:43gua terapin juga ke keseluruhan
- 9:45relationship gua. Gua selalu berusaha
- 9:47untuk enggak create polarization. Ya,
- 9:49gua enggak pengin ada orang yang
- 9:50benar-benar suka banget sama gua, tapi
- 9:52ada orang yang benci banget sama gua.
- 9:54Karena ketika kondisi ini terjadi,
- 9:56ketika gua jatuh ya, ketika gua lagi
- 9:58turun gitu ya, orang itu mendoakan
- 10:00downfall gua, orang itu mendoakan ya
- 10:02kejatuhan gua dan itu enggak bagus.
- 10:05Ketika gua lagi di atas ya, orang-orang
- 10:06yang benci-benci sama gua ini pasti
- 10:08pikirin cara buat jatuhin gua. Jadi
- 10:10jangan pernah create enemy karena dunia
- 10:12ini sangat-sangat sempit ya. Reputasi
- 10:14ini sesuatu yang lu itu harus jaga.
- 10:16Kalau perlu lu jaga pakai seluruh uang
- 10:17lu. Tukar seluruh uang lu untuk menjaga
- 10:20reputasi yang lu punya sekarang. Ketika
- 10:22reputasi lu itu bagus ya orangnya itu
- 10:24pengin bisnis sama lu, pengin kerja sama
- 10:26lu gitu kan. Mereka itu enggak peduli ya
- 10:28mau kerjanya bikin bisnis apa dan
- 10:30sebagainya. Yang penting itu sama lu,
- 10:32ya. Dan itu kondisi yang kalian itu
- 10:33harus ciptakan. Sekarang kalau gua over
- 10:35ke teman-teman gua misal gitu ya, lu
- 10:37pengin enggak bisnis sama gua tentang A
- 10:39gitu ya. Mereka itu enggak lihat
- 10:40bisnisnya, mereka lihat guanya langsung.
- 10:43Jadi, apapun bisnis yang gua over ke
- 10:44mereka ya mereka itu siap. Mereka itu
- 10:46terima karena mereka itu percaya. Jadi,
- 10:48ada elemen percaya terhadap diri gua.
- 10:51Karena gua itu sangat-sangat menjaga
- 10:52reputasi gua. Apakah gua pernah salah?
- 10:55Jawabannya itu pernah. Tapi kesalahan
- 10:56ini tidak sampai mencoreng reputasi gua.
- 10:59Sekali itu udah mau kecoreng dikit, gua
- 11:01langsung anduh, ya. Gua langsung tarik.
- 11:03Pelajaran yang keenam ya. Aset yang
- 11:05paling berharga itu bukan uang, bukan
- 11:07properti, bukan sesuatu yang didapatkan,
- 11:10tapi aset paling berharga itu diri
- 11:12kalian sendiri. Aset yang paling
- 11:13berharga itu sering enggak punya angka
- 11:16di laporan keuangan. Contoh kayak gua
- 11:18pribadi sekarang ya, mungkin kalian bisa
- 11:20lihat di luar sana. Gua punya uang
- 11:21puluhan miliar ya, cenderung bisa
- 11:24network gua ada ratusan gitu ya. Gua
- 11:26punya mobil, gua punya jam tangan, gua
- 11:29punya aset, gua punya banyak banget gitu
- 11:31ya Bitcoin dan sebagainya. itu kan
- 11:33bentuk dari aset. Tapi menurut gua aset
- 11:35ini itu adalah aset yang paling murah
- 11:37yang lu bisa punya ketika kita ngomong
- 11:39gua punya audience gitu ya, gua punya
- 11:41network yang kuat, gua punya skill, gua
- 11:43punya kepala gitu ya, gua punya tim
- 11:45bahkan ya ini aset yang lebih mahal.
- 11:48Jadi urutannya itu aset ya, jadi kayak
- 11:50uang gitu ya, saham kripto, terusnya
- 11:52mobil, jam tangan, semuanya bentuk itu
- 11:55gitu ya, itu aset yang paling rendah
- 11:57gitu ya. Yang kedua itu kepercayaan,
- 11:59loyalty, audience gitu ya. Itu juga bisa
- 12:01jadi anet gitu ya. human labor ini yang
- 12:03paling atas ya, level paling tinggi
- 12:05gitu. Karena ketika lu punya resource
- 12:07allocation, human labor ya, lu punya
- 12:09orang-orang terdekat lu yang bisa
- 12:11ngelakuin apapun itu, orang-orang lu
- 12:13yang A+ kita ngomong, orang-orang yang
- 12:15hebat, maka ini aset terbaik lu. Jadi
- 12:17aset itu enggak melulu tentang uang. Itu
- 12:19yang gua pelajarin di umur ke-19. Aset
- 12:21itu bisa bentuk itu lain. Bisa bentuk
- 12:23dalam orang, bisa bentuk dalam ilmu.
- 12:25Ilmu kepala lu itu aset gitu ya. Karena
- 12:27gini, kalau uang lu itu aset lu, kalau
- 12:29gua sekarang riset semua uang lu, apakah
- 12:31lu bisa dapetin balik uangnya? Gitu ya.
- 12:33Kalau lu tanya gua, jawabannya gua bisa
- 12:35gitu ya. Karena gua punya apa yang gua
- 12:36butuhkan dalam kepala gua. Gua punya
- 12:38ilmunya, gua punya network-nya, gua
- 12:39punya skill-nya. Jadi, gua pribadi ya
- 12:42enggak pernah ngelihat diri gue itu
- 12:43seberapa kaya dari seberapa banyak uang
- 12:45yang gua punya ya. Karena menurut gua
- 12:47uang itu merupakan laging indicator.
- 12:49Berapapun uang yang gua hasilkan detik
- 12:51ini sekarang gitu ya, hari ini atau
- 12:53bulan ini gitu ya, itu tidak gara-gara
- 12:55gua bekerja hari ini. Itu gara-gara 3
- 12:58tahun yang lalu ada Suli yang lagi kerja
- 13:00di kamarnya. Terusnya dia bekerja untuk
- 13:02me-build atau belajar skill baru yang
- 13:04gua sekarang itu bisa pakai. Gua
- 13:06sekarang bisa public speaking, gua
- 13:08sekarang bisa trading gitu ya. Itu bukan
- 13:11gara-gara hari ini gua bekerja, tapi
- 13:13gara-gara 1 2 tahun 3 tahun lalu gitu
- 13:15ya. itu gua pelajarin sesuatu. Jadi,
- 13:18uang itu adalah laging indicator. Aset
- 13:20yang kalian punya itu skill ya. Itu diri
- 13:22kalian, bukan uang. Pelajaran yang
- 13:24ketujuh, wait and se atau diam itu juga
- 13:27sebuah move ya. Orang zaman sekarang itu
- 13:29pengin itu gerak terus ya. Jadi mereka
- 13:31punya bisnis, mereka punya karir.
- 13:33Biasanya yang bekerja itu mereka itu
- 13:35penginnya, "Oh, gua pengin gerak hari
- 13:36ini harus ngapain, harus ngapain, harus
- 13:37ngapain gitu." Misal gua sekarang gua
- 13:39diserang gitu ya. misal ada audience,
- 13:41ada gua ada hater gitu ya yang talk,
- 13:44yang ngomong negatif tentang gua gitu,
- 13:46gua enggak ngapa-ngapain, gua tinggal
- 13:47diam aja karena diam itu posisi yang
- 13:49leverage ya. Ketika mereka itu
- 13:51menghabiskan energi mereka ya ngoceh
- 13:53gitu terus ke gua. Gua itu enggak
- 13:55habisin energi apa-apa buat nyerang
- 13:57mereka balik atau buat mikirin mereka.
- 13:59Bahkan itu enggak pernah terlintas dalam
- 14:00pikiran mereka. Haters gua itu atau
- 14:02orang-orang yang mencomooh gua ya
- 14:04meskipun sedikit sekarang gitu ya itu
- 14:06enggak pernah terlintas dalam pikiran
- 14:08gua ya. orang suka nyerang. Oh, suli
- 14:10orangnya kayak gini, suli salah analisis
- 14:12dan sebagainya. Ya, mau itu benar atau
- 14:14salah, diam itu merupakan sebuah posisi.
- 14:16Diam itu merupakan leverage. Gua enggak
- 14:18perlu balas mereka. Mereka itu akan
- 14:20menghilang dengan sendirinya. Karena gua
- 14:22lihat ini patternnya ada di mana-mana
- 14:24ya. Orang yang lebih sukses dari kita,
- 14:26orang yang lebih kaya dari kita itu
- 14:28tidak pernah talkb tentang kita. Karena
- 14:31kalau mereka itu talkbit tentang kita,
- 14:33mereka itu artinya bukan di atas kita.
- 14:34belajar buat bedain kapan waktunya buat
- 14:36kalian bicara, kapan buat waktunya
- 14:38kalian diam. Ya, jadi ketika waktunya
- 14:41itu lu lagi diserang dan sebagainya,
- 14:42misal gua gitu ya, itu majority gua
- 14:44diam, gua enggak pernah ngapa-ngapain ya
- 14:47berbicara ini ketika apa? Ketika lu ada
- 14:49waktunya, ketika lu mendapatkan data dan
- 14:50faktanya ya, jangan pernah sembarangan
- 14:53bicara ya ke depan media atau ke depan
- 14:55teman-teman lu ya. Again, balik lagi ke
- 14:56yang enam tadi ya. Dunia ini sempit gitu
- 14:59ya. Jadi lu harus menjaga reputasi lu.
- 15:01Lu harus menjaga mulut lu ini harus
- 15:02dijaga ya. lu enggak boleh sembarangan
- 15:03ngomong. Yang kelapan, ya. Tahu apa yang
- 15:06lu enggak tahu itu jauh lebih penting
- 15:09daripada tahu apa yang lu tahu. Jadi,
- 15:11ketika ada sebuah fakta ya, orang-orang
- 15:13yang pintar-pintar ya, yang sok pintar
- 15:15di luar sana ya, itu bakalan ngomong,
- 15:17"Oh, gua tahu A, gua tahu B, gua tahu C,
- 15:19gua tahu B." gitu kan. Tapi ketika gua
- 15:21ngomongin, "Lu tahu E enggak?" Oh, itu
- 15:23gua enggak tahu sih. Gua gua jadi mereka
- 15:25itu enggak tahu tentang apa yang mereka
- 15:27enggak tahu. Justru yang harusnya kalian
- 15:29tahu ya itu apa yang kalian enggak tahu.
- 15:31Jadi, self awareness kalian itu harus
- 15:33tinggi ya. Coba kalian tulis di dalam
- 15:35kertas gitu ya. Apa sih
- 15:37kekurangan-kekurangan kalian? Tahu
- 15:39kelemahan kalian itu jauh lebih penting
- 15:41daripada tahu kekuatan kalian. Ya,
- 15:43artinya apa? Kalau lu tahu kelemahan lu
- 15:45itu apa, ya berarti lu harus avoid, lu
- 15:47harus singkirkan, ya. Ini jangan ada di
- 15:49hidup lu, gitu. Tapi tahu semua kekuatan
- 15:51lu itu semua orang bisa. Karena semua
- 15:53orang itu punya bis terhadap dirinya
- 15:55sendiri. Jadi belajar buat tahu apa yang
- 15:57lu enggak tahu atau punya self awareness
- 15:59yang tinggi. Ya, jadi hari ini itu gua
- 16:01kurangi apa itu lebih penting daripada
- 16:03lu tahu apa yang lu kerjain hari ini.
- 16:05Pelajaran yang kesembilan ya. Orang yang
- 16:07paling berbahaya di suatu ruangan itu
- 16:09bukan orang yang paling pintar tapi
- 16:11orang yang paling enggak butuh atau
- 16:12orang yang tidak terlihat seperti ada
- 16:14kepentingan, orang yang paling misteri.
- 16:16Yang namanya itu power ya. Power itu
- 16:19bukan soal kapasitas kalian atau lu
- 16:21punya berapa banyak duit. Yang namanya
- 16:22power itu soal ketergantungan ya.
- 16:25Ketergantungan lu itu terhadap suatu
- 16:26pihak dia butuh atau enggak gitu. Ketika
- 16:28misal lu buat sebuah deal ya misal gua
- 16:31bisnis sama lu gitu ya kan gua pengin
- 16:33jual sebuah minuman sama lu gitu tapi lu
- 16:36itu enggak butuh minuman gitu ya. Lu
- 16:38bebas lu pengin ambil atau enggak gitu
- 16:39otomatis level gua itu jauh di bawah lu.
- 16:42Lu itu dibuat di atas gua pasti itu
- 16:44tinggi langsung gitu. Jadi ketika lu
- 16:46bisa masuk ke suatu ruangan, lu bisa
- 16:48deal, misal lu interview ruangan
- 16:50pekerjaan, tapi lu itu enggak butuh
- 16:52gitu, lu itu enggak ada kepentingan. Lu
- 16:53itu enggak apa-apa kalau enggak dapat
- 16:55pekerjaan ini, lu otomatis bakalan dapat
- 16:57higher ground-nya. Yang paling butuh
- 16:59deal-nya itu bakalan jadi posisi di
- 17:01paling lemah. Jadi ketika lu menghadapi
- 17:04situasi seperti itu ya berusahakan untuk
- 17:06either naikin dulu value lu gitu kan.
- 17:08Ini tentang equation ya. Baik lagi ya.
- 17:10Ketika lu nyadar posisi lu di bawah
- 17:12mereka ya berarti jangan negosiasi.
- 17:14Ketika lu nyadar ya lu itu sedang
- 17:16bernegosiasi sama orang yang gabut lu ya
- 17:18lu jangan negosiasi sama dia. Itu losing
- 17:20game. Lu udah pasti kalah negosiasi sama
- 17:22dia gitu. Itu pasti bad deal sama dia.
- 17:24Jadi yang lu bisa lakuin apa? Lu harus
- 17:25naikin dulu value lu gitu kan. Sampai di
- 17:28tahap di mana orang itu yang butuh lu
- 17:31dan orang itu yang re ke lu. Lu harus
- 17:33belajar buat bangun posisi di mana lu
- 17:35itu bisa bilang enggak gua enggak mau.
- 17:37Gitu kan tanpa konsekuensi besar. Ya,
- 17:39ini orang-orang di luar sana ya merasa
- 17:41mereka itu bebas, merasa mereka itu
- 17:43punya power. Tapi mereka itu ada
- 17:44beberapa over ya orang-orang di luar
- 17:46sana yang kalau ayo ke tempat ini mereka
- 17:49itu enggak bisa bilang enggak. Mereka
- 17:50harus siap bos gitu. Nah, itu bukan
- 17:51sebuah kebebasan, itu bukan sebuah
- 17:53power. Kalian harus belajar buat become
- 17:55independent ya. Kalau orang tawarin dulu
- 17:57siapapun di luar sana gitu ya, tawarin
- 17:59lu mau enggak ke tempat ini, gitu kan.
- 18:01Mau enggak deal gua sama bisnis gua ini,
- 18:03gitu. Lu harus belajar buat bilang
- 18:04enggak tanpa ada konsekuensi besar. yang
- 18:06namanya itu neediness ya atau kebutuhan
- 18:09ya atau desperation again yang gua tadi
- 18:11bilang itu gak bisa disembunyikan. Ini
- 18:13akan eventually kelihatan ya seiring
- 18:15waktu berjalan. Jadi ketika lu punya
- 18:17neediness ya jangan berusaha buat
- 18:19sembunyikan tapi instead tutup aja
- 18:21neediness itu dengan punya naikin value
- 18:23diri lu. Pelajaran yang ke-10 ya lu
- 18:25belajar 100 kali lipat lebih banyak dari
- 18:28pengalaman daripada di buku, di podcast
- 18:31atau ngobrol sama orang. Maksudnya kayak
- 18:33gimana? Jadi ketika gua dulu ya gua
- 18:36nganggap gua itu bisa belajar melalui
- 18:37buku dan sebagainya memang itu membantu.
- 18:39Tapi yang sebenarnya krusial itu
- 18:41pengalaman, yang sebenarnya penting itu
- 18:44action loh. Jadi misal ya gua ngelakuin
- 18:46sebuah deal bisnis ya itu gua belajar
- 18:48lebih banyak daripada gua baca 10 buku
- 18:51bisnis ya. Gua udah baca banyak banget
- 18:52buku-buku di luar sana tapi gua belajar
- 18:54oh gua itu orangnya kayak gini loh. Oh
- 18:56kalau kita deal ya salaman itu harus
- 18:58kayak gini loh ya. datangnya itu mungkin
- 19:00harus beberapa menit telat buat naikin
- 19:01negotiation. Itu ada beberapa hal yang
- 19:03lu pelajarin ketika lu terjun langsung,
- 19:05ketika lu melakukan action. Jadi, aksi
- 19:08itu 100 kali lipat lebih berharga
- 19:09daripada informasi, ya. Jadi, ketika lu
- 19:12ngomongin, lu baca buku dan sebagainya
- 19:14ya itu membantu. Tapi 1%. Tapi aksi ya,
- 19:17tapi action, pengalaman itu 100%. Satu
- 19:19penting 100. Jadi pengalaman itu jauh
- 19:21lebih berbicara daripada informasi,
- 19:24daripada lu baca buku daripada teorinya
- 19:25doang. Dan kita breakdown ya, pengalaman
- 19:27itu ada yang gagal sama ada yang
- 19:28berhasil. Pengalaman yang gagal itu
- 19:30ngajarin lu 10 kali lipat lebih banyak
- 19:32daripada pengalaman yang berhasil.
- 19:34Karena ketika lu berhasil, yang lu
- 19:36lakukan itu lu sibuk selebrasi. Tapi
- 19:38ketika lu gagal, lu itu bakal lebih
- 19:39reflektif. Ketika lu berhasil, lu itu
- 19:42bakalan punya bias ya. Oh, gua udah
- 19:44benar kok. Ngapain gua improvisasi diri
- 19:46gitu kan. Ngapain gua improve diri gua.
- 19:48Tapi ketika lu lagi gagal ya lu bakal
- 19:50belajar lebih banyak. Jadi pengalaman
- 19:52itu 100 kali lipat lebih baik daripada
- 19:54informasi ya. 1 banding 100. Tapi
- 19:56pengalaman yang gagal itu 10 kiper lebih
- 19:58bagus daripada pengalaman yang benar.
- 20:00Yang ke-11. Ya, ini merupakan salah satu
- 20:03pelajaran yang gua pribadi pelajarin ya.
- 20:05Ini salah satu yang penting mungkin dari
- 20:061 sampai 19 ini ya. One of the most
- 20:08crucial ya. Yaitu dunia ini itu enggak
- 20:11kasih lu reward berdasarkan lu itu benar
- 20:13atau salah. Terkadang ya kita lihat di
- 20:16luar sana ya orang itu kan suka nilai oh
- 20:19benar itu sama dengan mendapatkan uang
- 20:21atau mendapatkan reward. salah ini lu
- 20:23mendapatkan konsekuensi atau hukuman.
- 20:25Ya, itu teorinya kayak gitu. Tapi
- 20:27faktanya itu enggak. Terkadang ya lu itu
- 20:29bisa banget benar 100% tapi lu enggak
- 20:32dapat uang atau lu juga bisa rugi, lu
- 20:33bisa keluar uang. Ada juga posisi di
- 20:35mana lu itu salah banget ya move lu di
- 20:37bisnis atau di pekerjaan lu udah salah
- 20:39gitu ya. Lu udah aneh, ngacau, move-nya
- 20:41enggak jelas gitu ya. Tapi justru lu
- 20:43bisa mendapatkan uang. Jadi benar itu
- 20:45bukan berarti reward ya. Salah itu bukan
- 20:48berarti hukuman. yang gua pengin kalian
- 20:50di sini pelajarin ya, ini ketika lu itu
- 20:52melakukan kebenaran ya. Benar lu itu
- 20:55belum tentu di-reward sesuai dengan apa
- 20:56yang lu lakukan. Reward itu
- 20:58didistribusikan bukan berdasarkan moral
- 21:00ya, tapi berdasarkan lu itu ngelakuin
- 21:02apa. Jadi menurut gua ya berhenti buat
- 21:05nunggu validasi dari dunia ini ya. Dunia
- 21:07ini bilang benar, salah, dan sebagainya
- 21:09itu enggak ada korelasinya sama lu
- 21:10mendapatkan uang lu jadi sukses, lu
- 21:12berhasil atau enggak. Pelajaran yang
- 21:14ke-12 ya, never appear too strong ya.
- 21:17Karena emosi terkuat ya itu bentuknya
- 21:20itu envy keirian. Iri itu bentuk yang
- 21:23bisa menggerakkan semua orang. Kekuatan
- 21:25yang terlalu kuat itu mengundang yang
- 21:27namanya itu ancaman bukan respect. Orang
- 21:29itu jadi iri melihat lu. Ini gua belajar
- 21:31ya dulu bokup gua ya itu minta gua
- 21:34nonton sebuah series namanya Samcock
- 21:36Chinese drama lah gitu. Ini dulu real
- 21:38gitu. Jadi dulu ya ada sebuah kerajaan
- 21:41yang rajinn itu meninggal. Terus saya
- 21:43ada sebuah kerajaan lain yang nyerang
- 21:46kerajaannya. Dia udah siap-siap udah
- 21:48kudanya semua perasukannya udah maju
- 21:49gitu. Penasehat hukum ya, penasihat
- 21:52perang ya itu bilang ya kita buka aja
- 21:55semuanya gitu kan. Kita never appear too
- 21:58strong ya. Kita buka aja pintunya gitu
- 22:00ya, buka lebar-lebar gitu ya. Biarin
- 22:02mereka serang. Kita buat seakan-akan
- 22:03kita itu bebas gitu ya. Lu mau serang
- 22:06kita, kita enggak siapin defens gitu
- 22:08kan. Kita don't appear too strong, kita
- 22:10appear weak gitu. Tapi justru ya ini
- 22:12merupakan reverse psychology di mana
- 22:14orang-orang ya di luar sana ya raja-raja
- 22:17kerajaan ini yang pengin nyerang itu
- 22:18justru batal nyerang enggak jadi
- 22:20nyerang. Kenapa? Karena kerajaannya ini
- 22:22justru takut ya ini apa ini jebakan ini
- 22:24pintunya dibuka gitu kan. Ini enggak ada
- 22:26archery dan sebagainya. Padahal
- 22:28kenyataannya ini enggak ada jebakan sama
- 22:29sekali. Ini cuma mereka buka aja. Tapi
- 22:31mereka itu menggunakan strategi ini
- 22:32appear weak ya. Never appear too strong.
- 22:34Yang paling powerful itu adalah ketika
- 22:36lu bisa terlihat biasa-biasa saja tapi
- 22:38di belakang lu itu powerful semua. Itu
- 22:40yang lu sebenarnya harus lu achieve.
- 22:42Bukan lu terlihatnya kuat banget dari
- 22:44depan gitu ya. Karena kalau lu
- 22:46terihatnya terlalu kuat dari depan,
- 22:47orang itu bakal cari cara buat serang lu
- 22:49gitu kan. Karena orang itu iri gitu kan.
- 22:51Sama kayak misal gaji. Gaji itu kenapa
- 22:53lu jangan umbar-umbar? Ini gua udah
- 22:55sering banget dibilang beberapa di
- 22:56YouTube-YouTube channel gua. Karena
- 22:57ketika misal gaji lu Rp100 juta, orang
- 22:59yang dengar lu gajinya di bawah R juta,
- 23:02orang itu bakal iri sama lu dan bakal
- 23:03cari cara buat tarik lu ke bawah. Itu
- 23:05crap mentality namanya. Tapi ketika gaji
- 23:08orang itu di atas lu, orang itu bakalan
- 23:09ngeremehin lu. Jadi sharing gaji lu,
- 23:12sharing power lu itu gak perlu ya. Never
- 23:14appear to strong. Yang ketiga, ya ini
- 23:16tentang saham di perusahaan, yaitu punya
- 23:18valuasi versus punya cash. Itu dua hal
- 23:21yang berbeda. Orang di luar sana sering
- 23:23valuasiin perusahaan mereka. Oh,
- 23:24perusahaan gua itu punya beberapa
- 23:25perusahaan di dalamnya gitu kan. Ini
- 23:27kalau lu hitung ya valuasi gua ya 100 M.
- 23:29Berarti kekayaan gua 100 M. Tapi
- 23:30kekayaan 100 M versus lu punya liquid
- 23:33cash 100 M ini jauh beda banget
- 23:35levelnya. Orang yang punya 50 miliar
- 23:37cash hari ini juga versus orang yang
- 23:39punya 100 miliar valuasi menurut gua itu
- 23:42lebih kayak orang yang punya 50 miliar
- 23:44cash. Karena belum tentu lu bisa jual
- 23:46perusahaan lu yang punya valuasi sekian
- 23:48puluh miliar atau ratusan miliar atau
- 23:49triliunan. Karena valuasi itu sangat
- 23:52bergantung sama yang namanya itu
- 23:53foundernya. Valuasi itu basically
- 23:54foundernya ya mungkin itu bisa bilang
- 23:56valuasi diri lu bukan valuasi perusahaan
- 23:58lu. Jadi valuasi on paper enggak boleh
- 24:01lu lihat sebagai kekayaan lu ya. on
- 24:02paper ini ya on paper bahkan lu harus
- 24:04diskon 50% jauh gitu. Sedangkan cash ini
- 24:07lebih kuat ya. Cash itu the strongest
- 24:09form of well pelajaran yang ke-14 ya.
- 24:13Berani itu lebih penting daripada lu
- 24:15jadi siap atau lu pintar. Gua lihat baik
- 24:17banget orang-orang yang pintar,
- 24:19orang-orang yang udah siap di luar sana,
- 24:21orang-orang yang kompeten, tapi mereka
- 24:23itu enggak berani di luar sana. Jadi
- 24:25mereka itu enggak bakal gerak dari
- 24:26tempat mereka. Padahal otak mereka itu
- 24:28lebih pintar dari gua. Gua punya baik
- 24:29banget teman-teman gua yang di luar sana
- 24:31yang isi kepala mereka itu lebih pintar
- 24:33dari gua. Tapi mereka itu gak berani
- 24:34kayak gua. Siap atau pintar itu adalah
- 24:37ilusi yang dibuat sama orang malas yang
- 24:39enggak mau mulai. Orang yang bisa menang
- 24:41dalam dunia ini itu adalah orang yang
- 24:43bisa hidup dalam ketidakpastian. Semakin
- 24:46banyak uncertainty, semakin banyak
- 24:47ketidakpastian yang lu bisa toleransi,
- 24:50semakin berani lu, ya, maka semakin
- 24:52sukses diri lu. Kita ngomong kayak lihat
- 24:55sekarang ya, kejadiannya Elon Musk. Elon
- 24:57Musk itu uncertainty-nya itu tinggi
- 24:58banget. Elon Musk dibilang sepunya kekan
- 25:011 triliun dolar ya, the world's first
- 25:03trillionire katanya kayak gitu. Tapi
- 25:05kalau kalian fact check ya 1 T ya 1
- 25:07trillion dolar US dollars gitu ya itu
- 25:10enggak bisa dicairin dan uncertainty
- 25:12Elon Mas ini besar sekali. Ilon Mas ini
- 25:14enggak bisa dan enggak akan dibayar
- 25:15unless dia itu taruh 1 juta orang di
- 25:18Mars gitu. Jadi uncertainty yang dia
- 25:20makan itu besar sekali maka reward yang
- 25:22dia akan dapat itu semakin besar.
- 25:23pelajaran hidup yang ke-15 yang gua
- 25:25alamin dalam hidup gua. Ya, semua orang
- 25:28di dunia ini itu digerakin sama yang
- 25:30namanya itu kepentingan. Bahkan orang
- 25:32yang lu paling percaya pun, orang yang
- 25:34paling pure dalam hidup lu itu cuma
- 25:37keluarga lu. Setiap orang itu punya
- 25:39agendanya masing-masing ya. Percaya atau
- 25:41enggak, kelihatan atau enggak gitu ya.
- 25:43Setiap orangnya itu punya kepentingan
- 25:44yang masing-masing. Begitu lu mulai
- 25:46tanya ya setiap lu ngobrol sama orang,
- 25:48orang ini kepentingannya apa buat hidup
- 25:50gua atau dia itu pengin apa sih dari
- 25:52gua? dia itu kepentingan itu apa sih
- 25:54buat bisnis dia, buat karier dia? Ketika
- 25:56lu udah dapat itu, maka lu bisa lihat
- 25:59situasi itu lebih clear. Misal lu lagi
- 26:01lowongan kerja gitu ya, lu interview
- 26:03gitu kan. Interview kita lihat based on
- 26:06kepentingan ya yang interview ya
- 26:08HRD-nya. H-nya ini kepentingannya itu
- 26:10apa ya? Enggak dipecat sama bosnya.
- 26:12Gimana cara biar HD ini enggak dipecat
- 26:14sama bosnya? Hire karyawan yang
- 26:16kompeten, hire karyawan yang bagus, yang
- 26:18enggak ngasal. Jadi kepentingannya HRD
- 26:21ya itu punya atau rekrut karyawan
- 26:23terbaik. Sedangkan karyawan ya yang lagi
- 26:26interviewnya, yang ngasih CV-nya dan
- 26:27sebagainya, kepentingan dia itu apa ya?
- 26:30Itu mendapatkan misal gaji atau
- 26:32pekerjaan gitu ya, itu misal mendapatkan
- 26:35perusahaannya gitu kan. Dia itu pengin
- 26:37bekerja di suatu perusahaannya. Jadi
- 26:39once lu bisa mapping ya lu bisa map
- 26:41dalam hidup lu orang setiap kali orang
- 26:43ngobrol sama lu ini orang kepentingannya
- 26:45apa gitu kan. Ini orang kepentingannya
- 26:46jelek atau enggak gitu kan. Lu bisa
- 26:48nyadar ya siapa yang jahat, siapa yang
- 26:50baik dan lu bisa mulai filter ya di
- 26:52hidup lu itu orang ini harus gua
- 26:53singkirkan si dia itu harus gua dekatin.
- 26:55Yang ke-16 jangan punya yang namanya itu
- 26:57single point of failure dalam hidup
- 27:00kalian ya. Jangan sampai ada satu
- 27:01battlenck, satu kejadian atau satu hal
- 27:04yang bisa bikin kalian itu bangkrut
- 27:05langsung atau reset langsung dari nol.
- 27:07Misal ya gua enggak pernah sangat-sangat
- 27:10tidak pernah sekarang merekomendasikan
- 27:12diri gua buat all in ke suatu aset.
- 27:13Jadi, gua enggak pernah taruh duit gua
- 27:15di 100% keuangan, misal ke Bitcoin atau
- 27:17sebagainya gitu ya. Gua enggak pernah
- 27:19all in. Kenapa? Karena ketika gua all in
- 27:22merupakan single point of failure. Mau
- 27:24gua seyakin apapun ya, mau conviction
- 27:26gua itu 99,9%
- 27:28gitu kan, tapi kalau ini gagal gua riset
- 27:31itu gua enggak pernah mau. Jadi
- 27:32terkadang ya semua emosi ya mau takut,
- 27:35senang, sedih, dan sebagainya itu bukan
- 27:37emosi yang jelek gitu ya kan. Ini kalau
- 27:40lu nonton film namanya itu inside Out
- 27:42gitu kan. Inside out satu sama dua ini
- 27:44pelajaran yang bagus banget. Sedih itu
- 27:46bukan emosi yang jelek. Dan sama yang
- 27:48gua pengin point out sini ya, takut itu
- 27:50bukan emosi yang jelek ya. Takut itu
- 27:52bagus, tapi takut itu harus ada
- 27:53wajarnya. Ketika takut lu ini terlalu
- 27:55berlebihan, lu overworry ini juga bisa
- 27:57jelek buat hidup lu. Tapi ketika lu
- 27:59enggak punya ketakutan sama sekali ini
- 28:00juga jelek juga buat hidup lu. Jadi lu
- 28:02harus punya tingkat ketakutan. Tingkat
- 28:04ketakutan gua itu gua takut banget riset
- 28:06dari nol ya. Dan gua punya fear gua
- 28:08sendiri. Kalian itu juga harus punya
- 28:10fear kalian sendiri. Bukan berarti orang
- 28:12yang sukses, orang yang apapun itu gitu
- 28:13kan itu enggak boleh punya fear. Kalian
- 28:15itu harus punya fear kalian
- 28:16masing-masing. Kalian itu harus punya
- 28:18emotion yang balance gitu. Karena ketika
- 28:20lu enggak punak enggak punya ketakutan
- 28:22sama sekali ya gua allin terus aja. Ini
- 28:24beresiko buat gua pribadi. Jadi emosi,
- 28:26semua emosi itu sifatnya itu baik.
- 28:28Enggak ada sih emosi yang sifatnya itu
- 28:29benar-benar jelek. Pelajaran yang ke-17
- 28:32ya bedakan yang namanya itu sibuk dan
- 28:34produktif ya. Orang itu sering bilang,
- 28:36"Oh, itu gua sibuk ya. Gua sibuk 8 jam
- 28:38sehari ya." Tapi sibuk mereka 8 jam ini
- 28:40menghasilkan berapa banyak ya. Sedangkan
- 28:43orang yang produktif ya mereka itu bisa
- 28:45aja cuma kerja 1 sampai 2 jam gitu kan.
- 28:47Tapi mereka gitu kan ini bisa
- 28:49menghasilkan lebih baik daripada orang
- 28:51yang bekerja 10 jam. Itu ibarat kayak
- 28:53ada satu
- 28:55pak gitu kan ini harus diangkat semuanya
- 28:57gitu kan. Orang yang sibuk itu yang
- 28:59bahkan ngangkat sesuatu gitu kan. Mereka
- 29:00angkat gitu capek itu sibuk orang sibuk.
- 29:03Tapi orang yang produktif itu mereka
- 29:05bakal cari trakter atau mereka bakal
- 29:06cari mobil buat diangkut semua terusnya
- 29:08di jalan gitu kan. Jadi orang yang sibuk
- 29:12dan produktif itu kan harus belajar buat
- 29:14bedakan. Jangan jadi sibuk. Don't be
- 29:16busy ya. Be productive. Yang ke-18 ya
- 29:19jangan pernah takut sama yang namanya
- 29:20itu kompetitor. Takut sama diri kalian
- 29:22sendiri. Gua sering banget berpendapat
- 29:24ya misal gua punya kompetitor di luar
- 29:26sana gitu kan. Gimana kalau kompetitor
- 29:28gua ngelakuin A gimana kalau kompetitor
- 29:30gua itu disuntik dan sebagainya diapain
- 29:32dan sebagainya. komporter gua grow dan
- 29:33sebagainya. Kenyataannya ya itu cuma ada
- 29:36dalam pikiran gua sendiri. Kalau hanya
- 29:38dengan kompetitor itu dapat uang terus
- 29:40kompetitor itu bisa ngalahin lu, berarti
- 29:42yang salah itu bukan kompetitornya, yang
- 29:44salah itu diri lu. Itu terjadi juga
- 29:47dalam bisnis. Misal gua punya bisnis
- 29:48toko kopi gitu kan. Gua punya kopi,
- 29:51sebelah juga punya kopi. Kalau sebelah
- 29:53dengan sebelah ini diinject R miliar,
- 29:55tiba-tiba dia bisa grow di atas gua ya.
- 29:57Terusnya gua enggak bisa outgrow dia.
- 29:59Masalnya itu cuma di capital. berarti
- 30:00itu kesalahan itu ada di gua, bukan ada
- 30:02di kompetitor gua. Jadi kalian itu harus
- 30:04belajar buat evaluasikan diri kalian
- 30:06sendiri bukan evaluasikan kompetitor.
- 30:08Belajar buat lebih tahu diri kalian
- 30:10sendiri, lebih tahu apa yang kalian
- 30:12enggak tahu dibandingkan kompetitor
- 30:14kalian. Ya, analisis kompetitor
- 30:16kompetitor itu perlu, tapi enggak
- 30:18penting. Enggak sepenting kalian
- 30:19analisis diri kalian sendiri. yang
- 30:21membunuh suatu bisnis atau suatu karir
- 30:23itu bukan kompetitor ya, tapi diri
- 30:26kalian sendiri yang enggak di-upgrade,
- 30:27foundernya yang enggak di-upgrade,
- 30:29benchmark yang paling jujur yaitu bukan
- 30:31berdasarkan market, tapi berdasarkan
- 30:33diri kalian yang tahun lalu sekarang.
- 30:35Jadi, kalian bisa tanya ke diri kalian
- 30:36sendiri ya, apakah gua lebih baik dari
- 30:38tahun sekarang sampai tahun lalu ya?
- 30:40Kalau sekarang gua itu hasilin 100,
- 30:42tahun lalu gua hasilin berapa? Kalau
- 30:43tahun lalu gua hasilin 100 sama, berarti
- 30:45ini gua stuck nih. Ya, jangan lihat dari
- 30:47market. Misal market lalu itu ngasilin
- 30:49100 market sekarang, tahun sekarang gitu
- 30:52ya, ini ngasilin 90 contohnya. Berarti
- 30:54kalau gua tahun lalu ngasihin 100, tahun
- 30:56ini ngasih 100, secara hitungan market
- 30:58gua itu menang. Tapi kenyataannya itu
- 31:00enggak ya. Lu itu enggak boleh compare
- 31:02diri lu itu berdasarkan market lu. Lu
- 31:04itu harus compare diri lu berdasarkan
- 31:05diri lu sendiri. Yang ke-19, compounding
- 31:08itu enggak melulu tentang uang, tapi
- 31:10melulu tentang skill dan network.
- 31:12Network kalian yang kalian punya
- 31:13sekarang itu adalah sesuatu yang kalian
- 31:15harus maintain. Ini bagaikan
- 31:16subscription. Lu harus sering ketemu
- 31:18mereka. Semakin lu sering, semakin lu
- 31:20sering subscribe sama mereka, semakin lu
- 31:21sering ketemu sama mereka, lu semakin
- 31:23dekat dan lu semakin terjaga networknya.
- 31:25Lu enggak bisa network itu cuma saling
- 31:27full IG, cuma ketemu salon sekali. Itu
- 31:29sesuatu yang lu harus maintain. Network
- 31:31itu sesuatu yang lu harus maintain dan
- 31:32ini kompaun. Orang yang ketemu 1 tahun
- 31:34versus orang yang ketemu 10 tahun ini
- 31:36bakalan lebih dekat. Orang yang ketemu
- 31:3710 tahun rewardnya itu bakal jauh lebih
- 31:39besar. Lu bakal punya akses lebih baik
- 31:41ke sebuah orang gitu ya. Kalau lu udah
- 31:43kenal dia selama 10 tahun dan lu udah
- 31:45sering dekat sama dia. Jadi compounding
- 31:47itu enggak melu tentang uang dan belajar
- 31:49buat compound skill kalian, belajar buat
- 31:51compound network kalian, belajar buat
- 31:52kompaun uang kalian sejak dini, sejak
- 31:54kalian masih muda. Karena time advantage
- 31:57kay yang gua bilang dari advice yang
- 31:58pertama ya, ketika lu masih muda, yang
- 32:00lu bisa unggulkan itu bukan uang lu. Ya,
- 32:02anak muda itu enggak punya uang. Tapi
- 32:04anak muda itu punya waktu yang di mana
- 32:05orang-orang yang di atas yang umur 40 50
- 32:08itu enggak punya yaitu
About this transcript
This page contains the full transcript of 19 Pelajaran Bisnis Yang Gua Pelajarin di Umur 19 by Sulianto Indria Putra, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 6,070 words across 946 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.
What you can do with it
Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.
Free YouTube transcript tool
YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.