YouTube2Text

1. Al-Ushul Min Ilmil Ushul - Dasar-Dasar Ilmu Ushul Fiqih | Ustadz Dr. Musyaffa' Ad-Dariny, M.A. — Transcript

by Musyaffa Ad Dariny Channel · 5,005 words · 1,296 segments · language en · Watch on YouTube

Full transcript

  1. 0:18Bismillahirrahmanirrahim.
  2. 0:20Asalamualaikum warahmatullahi
  3. 0:23wabarakatuh.
  4. 0:24Waalaikumsalam warahmatullahi
  5. 0:27wabarakatuh.
  6. 0:29Innalhamdalillah
  7. 0:32nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh
  8. 0:37wa naud nauzubillahi min syururi
  9. 0:38anfusina wamin sayiati a'malina
  10. 0:42may yahdihillahu fala mudhillalah
  11. 0:46wam yudlil fala hadiyaalah
  12. 0:49wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
  13. 0:52syarikalah
  14. 0:54wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
  15. 0:57rasuluh
  16. 1:00Ya ayyuhalladina amanu
  17. 1:03ittaqulaha haqq tuqatih
  18. 1:06w tamutunna illa wa antum muslimun
  19. 1:10amma ba
  20. 1:12faqal hadisi kitabullah
  21. 1:15wiral huda huda Muhammadin sallallahu
  22. 1:18alaihi wasallam
  23. 1:21umuri muhdatuha
  24. 1:23fainna muhda bidah
  25. 1:27Waulla bidatin dolalah waulla dolalatin
  26. 1:30finar.
  27. 1:32Jemaah sekalian,
  28. 1:36hadirin dan hadirat [berdehem]
  29. 1:39ikhwati wa akhwati fillah.
  30. 1:42Aazanallahu
  31. 1:43wa iyyakum.
  32. 1:46Alhamdulillah,
  33. 1:48segala puji hanya bagi Allah Subhanahu
  34. 1:49wa taala
  35. 1:52yang telah memberikan kemudahan kepada
  36. 1:53kita semuanya
  37. 1:55untuk berkumpul
  38. 1:59di salah satu tempat yang paling
  39. 2:02dicintai oleh Allah subhanahu wa taala
  40. 2:06di rumah Allah subhanahu wa taala.
  41. 2:11Mudah-mudahan majelis kita ini
  42. 2:16benar-benar
  43. 2:17memberikan keberkahan kepada kita
  44. 2:19semuanya.
  45. 2:22Mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu yang
  46. 2:24bermanfaat, ilmu yang berkah
  47. 2:28dari majelis ini.
  48. 2:31Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
  49. 2:32taala
  50. 2:34menjadikan kita semuanya orang-orang
  51. 2:38yang dikatakan oleh Allah Subhanahu wa
  52. 2:40taala mimman yastamiunal
  53. 2:44fayattabiuna ahsanah.
  54. 2:48orang yang mendengarkan perkataan
  55. 2:52dan mengikuti yang paling baik.
  56. 2:57Tidak lupa selawat dan salam, begitu
  57. 2:59pula keberkahan dan kenikmatan semoga
  58. 3:01selalu terlimpahkan dan tercurahkan
  59. 3:05kepada Nabi Agung Muhammad sallallahu
  60. 3:06alaihi wasallam.
  61. 3:08Begitu pula kepada seluruh keluarga
  62. 3:10beliau, seluruh sahabat beliau, dan
  63. 3:13seluruh kaum muslimin yang mengikuti
  64. 3:15beliau dan para sahabatnya dengan baik
  65. 3:17hingga hari akhir nanti.
  66. 3:20[berdehem]
  67. 3:27Ikhwati wa akhwati fillah [berdehem]
  68. 3:30rahimani warahimakumullah.
  69. 3:35Majelis ini adalah majelis yang pertama
  70. 3:42yang akan membahas tentang
  71. 3:45salah satu disiplin ilmu
  72. 3:51yang sangat penting
  73. 3:53untuk kita pelajari [berdehem]
  74. 3:57yaitu ilmu ushul fikih.
  75. 4:02Dan kita akan menggunakan rujukan
  76. 4:08kitab yang
  77. 4:10termasuk kitab yang sangat mendasar ya
  78. 4:15tingkatan yang dasar
  79. 4:18dari ilmu ushul fikih yang ditulis oleh
  80. 4:22Syekh Muhammad
  81. 4:24Ibn Shoh Al-Utsaimin
  82. 4:27rahimahullahu taala.
  83. 4:31[berdehem]
  84. 4:34Kitab ini
  85. 4:36insyaallah akan kita bahas dari awal
  86. 4:39sampai akhir. Mudah-mudahan Allah
  87. 4:41mudahkan.
  88. 4:44Dan kita akan
  89. 4:46merujuk kepada terjemahan [berdehem]
  90. 4:52dari kitab ini yang
  91. 4:56saya susun
  92. 4:59karena terjemahan-terjemahan yang saya
  93. 5:01lihat di
  94. 5:03toko-tokoh buku ya kurang begitu
  95. 5:10bagus
  96. 5:12sehingga Ya,
  97. 5:14akhirnya saya berinisiatif untuk
  98. 5:16menerjemahkan sendiri. [berdehem]
  99. 5:20Mudah-mudahan di pertemuan yang
  100. 5:22berikutnya kita
  101. 5:24sudah bisa
  102. 5:26membaca terjemahan tersebut.
  103. 5:29[berdehem]
  104. 5:31Untuk majelis yang pertama ini
  105. 5:35saya ingin menyinggung tentang
  106. 5:41masalah-masalah
  107. 5:45yang berkaitan dengan ilmu ushul fikih
  108. 5:50secara umum.
  109. 5:54Misalnya tentang definisinya, tentang
  110. 5:58keutamaannya.
  111. 6:01dan seterusnya.
  112. 6:03[berdehem]
  113. 6:05Karena sebelum mempelajari
  114. 6:08ilmu ushul fikih,
  115. 6:11kita harus tahu mukadimah
  116. 6:15ilmu ushul fikih ini.
  117. 6:19Dan di dalam mukadimah ilmu ushul fikih
  118. 6:21biasanya dibahas beberapa masalah.
  119. 6:26Masalah yang pertama yang biasanya
  120. 6:27dibahas adalah definisi
  121. 6:30ilmu ushul fikih.
  122. 6:41Apa itu ushul fikih?
  123. 6:45Kita harus mengenal
  124. 6:48ilmu ini sebelum kita masuk ke dalamnya.
  125. 6:53agar kita tahu
  126. 6:55apa yang akan kita pelajari dalam ilmu
  127. 6:59ini.
  128. 7:02Ushul fikih
  129. 7:06adalah ilmu yang membahas
  130. 7:09tentang dalil-dalil syariat
  131. 7:12secara global
  132. 7:19dan bagaimana menyimpulkan
  133. 7:21hukum dari dalil-dalil tersebut
  134. 7:26dan siapa yang berhak melakukannya.
  135. 7:30Inilah ilmu ushul fikih.
  136. 7:34Ushul fikih adalah ilmu yang membahas
  137. 7:38tentang dalil-dalil syariat secara
  138. 7:40global.
  139. 7:43Apa yang dimaksud dengan dalil-dalil
  140. 7:44syariat secara global?
  141. 7:48Yang dimaksud dengan dalil-dalil syariat
  142. 7:50secara global adalah pembahasan tentang
  143. 7:53apakah ini bisa dijadikan dalil ataukah
  144. 7:56tidak.
  145. 7:58Misalnya
  146. 8:00Al-Qur'an apakah bisa dijadikan dalil
  147. 8:03ataukah tidak?
  148. 8:05Ini pembahasan ilmu ushul fikih.
  149. 8:08Sunah apakah bisa dijadikan dalil
  150. 8:11ataukah tidak?
  151. 8:14Ini pembahasan ilmu ushul fikih secara
  152. 8:17global ya. Pembahasan dalil secara
  153. 8:19global seperti ini. Ijma
  154. 8:23apakah bisa dijadikan dalil ataukah
  155. 8:25tidak?
  156. 8:26Qias apakah bisa dijadikan dalil ataukah
  157. 8:30tidak.
  158. 8:33Istihsan
  159. 8:35apakah bisa dijadikan dalil ataukah
  160. 8:37tidak?
  161. 8:40Istisab.
  162. 8:41Istislah.
  163. 8:45Ulus sahabi
  164. 8:47saddudara'.
  165. 8:50Apakah ini bisa bisa dijadikan dalil
  166. 8:53ataukah tidak?
  167. 8:56Ini yang dimaksud dengan pembahasan
  168. 8:59dalil-dalil syariat secara global.
  169. 9:03Kita tidak membahas tentang dalil-dalil
  170. 9:05itu secara terperinci.
  171. 9:08Secara terperinci maksudnya secara
  172. 9:12[berdehem]
  173. 9:13dalil-dalil tertentu. Seperti misalnya
  174. 9:15apa dalil wajibnya salat? Kita katakan
  175. 9:19wa aqimus shah.
  176. 9:22Dirikanlah salat.
  177. 9:26Kata-kata wa aqimus shah atau firman
  178. 9:28Allah wa aqimus shah bagian dari
  179. 9:32Al-Qur'an.
  180. 9:34Ini terperinci.
  181. 9:37Ini bukan pembahasan ilmu ushul fikih,
  182. 9:39itu pembahasan ilmu fikih.
  183. 9:42Pembahasan ilmu ushul fikih adalah
  184. 9:44dalil-dalil secara globalnya Al-Qur'an
  185. 9:46secara global bisa dijadikan dalil
  186. 9:48ataukah tidak?
  187. 9:50Baru kalau kita katakan bisa dijadikan
  188. 9:52sebagai dalil. Nanti penerapannya pada
  189. 9:54ilmu fikih.
  190. 9:56Saya berdalil dengan ayat ini.
  191. 10:01Sunah secara global bisa dijadikan dalil
  192. 10:04ataukah tidak? Hadis Nabi
  193. 10:07kalau kita katakan bisa, maka kita bisa
  194. 10:11berdalil dengan misalnya
  195. 10:14shu kama roitumuni usoli.
  196. 10:17Ini secara terperincinya itu secara
  197. 10:19terperincinya di fikih secara globalnya
  198. 10:24di ushul fikih.
  199. 10:26Jadi ushul fikih itu [berdehem]
  200. 10:29menjelaskan tentang dasar-dasar
  201. 10:31berdalil.
  202. 10:34[berdehem]
  203. 10:34Kalau kita sudah tahu dasar-dasar
  204. 10:36berdalil, nanti kita bisa terapkan dalam
  205. 10:40ilmu fikihnya.
  206. 10:42Untuk berdalil dalam ilmu fikih
  207. 10:46ini. Bagian yang pertama
  208. 10:49yang sangat penting dalam ilmu ushul
  209. 10:51fikih, yaitu pembahasan dalil-dalil
  210. 10:55syariat secara global. Dari sini kita
  211. 10:58tahu mana dalil syariat yang muktabar,
  212. 11:02mana yang tidak. [berdehem]
  213. 11:05Kalau misalnya ada orang berdalil dengan
  214. 11:08perkataan tabiin,
  215. 11:12maka kita bisa jelaskan bahwa perkataan
  216. 11:14tabiin itu bukan dalil.
  217. 11:18Kalau ada orang berdalil dengan
  218. 11:19perkataan imam,
  219. 11:22[berdehem] kita katakan perkataan imam
  220. 11:24bukan dalil. Kalau ada orang yang
  221. 11:27berdalil dengan mimpi, saya bermimpi
  222. 11:31demikian, demikian demikian,
  223. 11:34berarti hukumnya ini demiki-demikian.
  224. 11:36Kita katakan mimpi bukanlah dalil. Kalau
  225. 11:40ada orang yang berdalil dengan perasaan,
  226. 11:43"Saya kalau berzikir dengan cara seperti
  227. 11:45ini, hati saya tenang.
  228. 11:50hati saya menjadi
  229. 11:55menikmati zikir tersebut. Berarti zikir
  230. 11:59dengan cara seperti ini dianjurkan.
  231. 12:03Kita bisa mengatakan perasaan itu bukan
  232. 12:07dalil.
  233. 12:09Yang dalil adalah Al-Qur'an, sunah,
  234. 12:12ijma, qul sahabi, qias dan seterusnya.
  235. 12:18Tib.
  236. 12:19Pembahasan inti yang kedua dalam ilmu
  237. 12:21ushul fikih
  238. 12:24adalah
  239. 12:27bagaimana kita menyimpulkan hukum
  240. 12:30syariat dari dalil-dalil yang muktabar.
  241. 12:35Bagaimana kita menyimpulkan hukum
  242. 12:39syariat dari dalil-dalil yang tadi kita
  243. 12:42sudah jelaskan. Ini dalil yang muktabar,
  244. 12:44dalil yang kuat. Ini dalil yang tidak
  245. 12:47kuat. Bagaimana kita mengambil hukum
  246. 12:50dari dalil-dalil tersebut?
  247. 12:52Di sini akan dibahas tentang perintah.
  248. 12:57Apa petunjuk
  249. 12:59apa hukum yang ditunjukkan oleh perintah
  250. 13:03dalam syariat.
  251. 13:06Makanya kita sering mendengar pada
  252. 13:08asalnya perintah itu menunjukkan hukum
  253. 13:11wajib.
  254. 13:15Kalau ada perintah kemudian ada dalil
  255. 13:18lain yang menunjukkan bahwa ini hanya
  256. 13:21anjuran, kita katakan perintah di sini
  257. 13:23menunjukkan anjuran.
  258. 13:27Pembahasan tentang perintah nanti akan
  259. 13:28kita bahas.
  260. 13:31Larangan juga akan dibahas dalam ilmu
  261. 13:34ushul fikih.
  262. 13:36Nanti ada kata umum, kata yang bermakna
  263. 13:40semua dalam
  264. 13:43bahasa Arab itu apa saja? Kata yang
  265. 13:46bermakna semua
  266. 13:49dalam bahasa Arab itu banyak. Bukan
  267. 13:52hanya kullu atau jami'u atau ajma atau
  268. 13:56ajma'un.
  269. 13:57Tidak hanya itu, ada banyak kata-kata
  270. 14:00yang menunjukkan makna. Semua itu
  271. 14:03dibahas
  272. 14:05dalam ilmu ushul fikih. Dari situ kita
  273. 14:07menyimpulkan hukum.
  274. 14:09Ada kata yang khusus, ada kata yang
  275. 14:12mutlak, ada kata yang muqayyad,
  276. 14:14[berdehem] ada yang mantuk, ada yang
  277. 14:16mafhum,
  278. 14:18dan seterusnya.
  279. 14:21Ini pembahasan ilmu ushul fikih.
  280. 14:23Pembahasan yang kedua ini, jemaah
  281. 14:25sekalian rahimani warahimakumullah, ini
  282. 14:27yang sulit dipahami oleh orang-orang
  283. 14:31yang belum paham bahasa Arab.
  284. 14:35Karena pembahasan tentang ini berkaitan
  285. 14:38dengan bahasa Arab.
  286. 14:41Makanya ilmu ushul fikih ini [berdehem]
  287. 14:43termasuk ilmu yang agak berat bagi orang
  288. 14:47awam.
  289. 14:49Di awal-awal pembahasan masih tentang
  290. 14:50hukum. Apa arti haram, apa arti wajib,
  291. 14:53apa arti mubah masih mudah dicerna.
  292. 14:58Pembahasan tentang Al-Qur'an itu hujjah,
  293. 15:01sunah itu hujah, ijma itu hujjah. Ini
  294. 15:03masih mudah.
  295. 15:06Yang hadir masih banyak.
  296. 15:08Tapi kalau sudah pembahasan tentang
  297. 15:11kata perintah, kata larangan dalam
  298. 15:14bahasa Arab, kata umum, kata khusus, ini
  299. 15:17sudah mulai sulit. Biasanya yang hadir
  300. 15:21tinggal seperempat
  301. 15:23[berdehem]
  302. 15:27karena memang susah
  303. 15:30kalau belum memahami bahasa Arab.
  304. 15:34Kalau sudah memahami bahasa Arab
  305. 15:37[berdehem] maka akan mudah dan kita
  306. 15:40menikmati.
  307. 15:44Berbeda dengan
  308. 15:46kajian kaidah fikih.
  309. 15:49kajian kaidah fikih itu lebih ringan
  310. 15:51daripada kajian ushul fikih. Nanti kita
  311. 15:54akan tahu perbedaan antara keduanya.
  312. 15:57[berdehem]
  313. 15:59Tib. Ini bagian yang kedua ya, bagaimana
  314. 16:03menyimpulkan hukum dari dalil-dalil
  315. 16:06syariat yang ada.
  316. 16:09Dari sinilah kita bisa menyimpulkan
  317. 16:12hukum masalah-masalah yang baru yang
  318. 16:15dulu belum ada. Padahal dalilnya lama.
  319. 16:19Dalilnya ya itu saja. Al-Qur'an, sunah,
  320. 16:22ijma, qias, Sahabi dan seterusnya. Dari
  321. 16:26dulu dalilnya itu.
  322. 16:29Tapi kita bisa menjawab masalah-masalah
  323. 16:32yang baru yang ada sekarang. ada
  324. 16:34karena kita mempelajari bagaimana ketika
  325. 16:38bagaimana kita menyimpulkan hukum dari
  326. 16:40dalil-dalil syariat yang ada itu.
  327. 16:44Kemudian bagian yang ketiga dalam ilmu
  328. 16:46ushul fikih adalah siapa yang berhak
  329. 16:50melakukan ini?
  330. 16:52Siapakah yang berhak menyimpulkan
  331. 16:56hukum dari syari dari dalil-dalil
  332. 16:59syariat yang ada?
  333. 17:02Pembahasannya tentang apa? Syarat-syarat
  334. 17:05mujtahid.
  335. 17:08Siapakah mujtahid itu? Apa
  336. 17:10syarat-syaratnya?
  337. 17:13Siapakah yang boleh berijtihad?
  338. 17:16Tidak semua orang boleh berijtihad.
  339. 17:18Belum paham bahasa Arab
  340. 17:21sudah berijtihad.
  341. 17:24Baca Al-Qur'an tidak paham, berani
  342. 17:26berijtihad.
  343. 17:29Baca hadis Nabi Muhammad sallallahu
  344. 17:30alaihi wasallam salah-salah
  345. 17:34sudah berani berijtihad. Tidak boleh
  346. 17:35seperti ini. Orang yang berijtihad harus
  347. 17:38tahu bahasa Arab, harus paham bahasa
  348. 17:41Arab.
  349. 17:45Karena bagaimana dia mau berijtihad
  350. 17:47kalau bahasa Arab saja tidak paham.
  351. 17:51Padahal sumber hukum dalam Islam itu
  352. 17:55berbahasa Arab.
  353. 17:59Al-Qur'annya bahasa Arab,
  354. 18:02tafsirnya bahasa Arab, hadisnya bahasa
  355. 18:06Arab, syarah hadisnya bahasa Arab,
  356. 18:10buku-buku ushul fikih yang inti
  357. 18:12berbahasa Arab.
  358. 18:15[berdehem]
  359. 18:16Buku-buku Islam yang inti semuanya
  360. 18:19memakai bahasa Arab.
  361. 18:24Makanya
  362. 18:26Islam itu tidak bisa dipisahkan dari
  363. 18:29bahasa Arab.
  364. 18:32Bahkan saya katakan Islam tidak bisa
  365. 18:34dipisahkan dari Arab.
  366. 18:42Ketika kita beragama Islam,
  367. 18:46maka kita dituntut untuk mencintai
  368. 18:49bahasa Arab. Kita dituntut untuk
  369. 18:52mencintai Arab.
  370. 18:56Karena Allah memilih bahasa Arab
  371. 19:00untuk Al-Qur'an.
  372. 19:03Allah memilih Nabi kita Muhammad
  373. 19:05sallallahu alaihi wasallam dari bangsa
  374. 19:08Arab.
  375. 19:10Allah memilih para sahabat Nabi Muhammad
  376. 19:12sallallahu alaihi wasallam dari bangsa
  377. 19:15Arab. Memang ada sahabat-sahabat yang
  378. 19:18dari selain bangsa Arab.
  379. 19:21Tapi jumlah mereka
  380. 19:24jauh lebih sedikit daripada
  381. 19:25sahabat-sahabat Nabi Muhammad sallallahu
  382. 19:27alaihi wasallam yang dari bangsa Arab.
  383. 19:32Dan ini
  384. 19:34atas kebijaksanaan
  385. 19:37Allah Subhanahu wa taala.
  386. 19:41Kita tidak boleh iri
  387. 19:44kepada bangsa Arab yang dipilih oleh
  388. 19:46Allah Subhanahu wa taala
  389. 19:49sebagai bangsa yang darinya diutus nabi
  390. 19:52yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad
  391. 19:56sallallahu alaihi wasallam.
  392. 19:58Sebagaimana kita tidak boleh iri kepada
  393. 20:01kota Makkah.
  394. 20:03Kenapa di sana ada Ka'bah?
  395. 20:07Kita tidak boleh iri kepada Madinah.
  396. 20:09Kenapa di sana ada Masjid Nabawi?
  397. 20:13Kita tidak boleh iri dengan Palestina.
  398. 20:15Kenapa di sana ada Masjidil Aqsa?
  399. 20:19Allah yang menentukan seperti itu.
  400. 20:23Begitu pula dengan masalah ini. Kenapa
  401. 20:27bangsa Arab harus kita cintai?
  402. 20:34Kenapa bahasa Arab harus kita pelajari?
  403. 20:38Karena Allah menjadikan
  404. 20:42syariat Islam
  405. 20:44itu dengan bahasa Arab menyatu, dengan
  406. 20:47bahasa bangsa Arab pun menyatu.
  407. 20:52Dan kita [berdehem] sebagai hamba Allah
  408. 20:54Subhanahu wa taala harus rela atas
  409. 20:58kehendak Allah Subhanahu wa taala. kita
  410. 21:01ikuti saja,
  411. 21:03kita pelajari.
  412. 21:07Dan di dalam Islam, [berdehem]
  413. 21:09Allah Subhanahu wa taala
  414. 21:13memperlakukan
  415. 21:16semua hambanya sama.
  416. 21:20Inna akramakumallahi
  417. 21:22atqakum.
  418. 21:24Sesungguhnya yang paling mulia dari
  419. 21:26kalian adalah yang paling
  420. 21:30bertakwa.
  421. 21:33Kalau ada orang Arab dengan orang
  422. 21:37Indonesia, orang Indonesia lebih
  423. 21:39bertakwa dari orang Arabnya, orang
  424. 21:41Indonesianya lebih lebih mulia.
  425. 21:48Islam seperti itu.
  426. 21:51Bahkan Islam tidak memandang
  427. 21:54keturunan.
  428. 21:56Ada orang keturunan dari darah biru,
  429. 22:00ada orang keturunan dari Buddha.
  430. 22:03Yang keturunan dari Buddha bisa lebih
  431. 22:05mulia daripada yang keturunan raja.
  432. 22:12Imam Abu Hanifah rahimahullahu taala
  433. 22:15keturunan Buddha
  434. 22:18tapi jadi imam.
  435. 22:20Di sana ada keturunan raja
  436. 22:24tapi lebih rendah kedudukannya dari Imam
  437. 22:27Abu Hanifah rahimahullahu taala. Dan
  438. 22:30betapa banyak imam-imam dalam Islam yang
  439. 22:33keturunan Buddha. Itulah Islam.
  440. 22:38Tayib.
  441. 22:43Tadi pembahasan kita tentang
  442. 22:46bagian yang ketiga dari ilmu ushul
  443. 22:48fikih, yaitu siapa yang berhak
  444. 22:52menyimpulkan hukum-hukum syariat dari
  445. 22:56dalil-dalil yang ada? Jawabannya
  446. 22:59mujtahid.
  447. 23:01Nanti di situ disebutkan apa sifat-sifat
  448. 23:03mujtahid.
  449. 23:06Sehingga kita tahu apakah di zaman ini
  450. 23:09masih ada orang-orang yang berhak untuk
  451. 23:12berijtihad
  452. 23:14dari pembahasan itu.
  453. 23:17Nanti di sana juga ada pembahasan
  454. 23:18tentang taqlid.
  455. 23:22Siapa yang boleh bertaqlid?
  456. 23:24Siapa yang tidak boleh bertaklid.
  457. 23:28Bukan seperti orang-orang di zaman ini
  458. 23:30semuanya disuruh taklid.
  459. 23:34Semuanya disuruh taklid.
  460. 23:39Dia melihat semua orang sama dengan dia.
  461. 23:42Ketika dia ingin bertaklid, maka
  462. 23:44semuanya
  463. 23:46harus bertaklid.
  464. 23:48Ada orang-orang di zaman ini yang
  465. 23:50seperti itu. Padahal tingkatan orang itu
  466. 23:54berbeda-beda.
  467. 23:56Ada yang boleh bertaklid, ada yang tidak
  468. 23:59boleh bertaklid.
  469. 24:02Ada yang boleh berijtihad,
  470. 24:05ada yang tidak boleh berijtihad.
  471. 24:08Makanya jemaah sekalian rahimani
  472. 24:10warahimakumullah, ijtihad itu
  473. 24:14tidak selalu baik
  474. 24:17sebagaimana taqlid tidak selalu buruk.
  475. 24:23Ijtihad baik
  476. 24:25untuk orang yang pantas untuk
  477. 24:27berijtihad.
  478. 24:29Ijtihad menjadi buruk ketika orangnya
  479. 24:33tidak pantas untuk berijtihad.
  480. 24:37Taklid juga demikian.
  481. 24:39Taklid baik untuk orang yang pantas
  482. 24:43bertaklid. Dibolehkan bertqlid.
  483. 24:47Takqlid menjadi buruk
  484. 24:50ketika dia tidak boleh bertaklid
  485. 24:52sebenarnya. Harusnya dia berijtihad.
  486. 24:56Ya, ini dibahas di bagian yang ketiga
  487. 24:58dalam ilmu ushul fikih.
  488. 25:02Dan biasanya kitab-kitab ushul fikih itu
  489. 25:05urutannya seperti itu.
  490. 25:08Bagian yang pertama dibahas di bagian
  491. 25:11awal, bagian yang kedua dibahas di
  492. 25:14pertengahan kitab. Bagian yang ketiga
  493. 25:16dibahas di akhir di akhir kitab
  494. 25:21TB. Inilah ilmu ushul fikih. Ya. Jadi
  495. 25:25ilmu ushul fikih adalah ilmu yang
  496. 25:28membahas tentang dalil-dalil syariat
  497. 25:32secara global dan bagaimana menyimpulkan
  498. 25:35hukum syariat dalil-dalil-dalil tersebut
  499. 25:38dan siapa yang berhak melakukannya.
  500. 25:42Maksudnya melakukan penyimpulan hukum
  501. 25:45dari dalil-dalil syariat yang ada.
  502. 25:52Ini definisi ilmu ushul fikih dilihat
  503. 25:55dari bahasan-bahasannya.
  504. 26:00Ilmu ushul fikih juga bisa didefinisikan
  505. 26:02dengan definisi lain. [batuk][berdehem]
  506. 26:07Sebagian ulama mendefinisikan ilmu ushul
  507. 26:09fikih
  508. 26:12dengan redaksi
  509. 26:14alilmu
  510. 26:16bilawaidillati
  511. 26:19yutawasolu biha iltimbatil ahkam
  512. 26:22syariyatil fariyah
  513. 26:24min adillatiha tafsiliyah yang artinya
  514. 26:28ilmu ushul fikih adalah ilmu yang
  515. 26:31membahas tentang kaidah-kaidah
  516. 26:33yang dengannya seseorang orang bisa
  517. 26:37sampai
  518. 26:40atau seseorang bisa
  519. 26:43menyimpulkan hukum-hukum fikih dari
  520. 26:47dalil-dalil syariat.
  521. 26:50Ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah
  522. 26:56yang dengannya seseorang mampu
  523. 26:58menyimpulkan hukum-hukum fikih dari
  524. 27:01dalil-dalil syariat yang terperinci.
  525. 27:07Ini definisi kedua dari ilmu ushul
  526. 27:09fikih. Dari sini kita tahu bahwa dengan
  527. 27:13mempelajari ilmu ushul fikih, kita bisa
  528. 27:16lebih mudah menyimpulkan hukum-hukum
  529. 27:19syariat dari dalil-dalil yang yang ada.
  530. 27:29Tayib. [berdehem]
  531. 27:31Poin yang kedua, jemaah sekalian
  532. 27:32rahimani warahimakumullah
  533. 27:34yang biasa dibahas dalam mukadimah ushul
  534. 27:37mukadimah ushul fikih
  535. 27:40adalah siapa pencetus ilmu ini?
  536. 27:45Siapakah yang pertama kali membukukan
  537. 27:48ilmu ushul fikih?
  538. 27:53Yang pertama kali membuka ilmu ushul
  539. 27:55fikih.
  540. 27:57Menurut pendapat yang paling masyhur
  541. 28:00adalah Imam Syafi'i
  542. 28:02rahimahullahu taala.
  543. 28:06Imam Syafi'i rahimahullahu taala,
  544. 28:09beliaulah orang yang
  545. 28:12pertama kali membukukan ilmu ushul fikih
  546. 28:17dan bukunya sampai ke kita.
  547. 28:21Ada pendapat lain dari para ulama Hanafi
  548. 28:26yang mengatakan mereka lebih dahulu.
  549. 28:29Tapi tidak terbukti. Mana bukti bahwa
  550. 28:35mereka yang lebih dahulu membukukan ilmu
  551. 28:37ushul fikih? Tidak terbukti ya secara
  552. 28:40bukunya tidak sampai kepada kita.
  553. 28:44yang terbukti
  554. 28:47secara real adalah Imam Syafi'i
  555. 28:51rahimahullahu taala.
  556. 28:54Dan subhanallah ya,
  557. 28:57beliau membukukan ilmu ushul fikih ini
  558. 29:02karena
  559. 29:04ditanya tentang
  560. 29:09bagaimana menafsirkan Al-Qur'an.
  561. 29:14Bagaimana menafsirkan
  562. 29:17Al-Qur'an dan Al-Quran dan
  563. 29:21hadis-hadis yang seperti apa yang bisa
  564. 29:25diterima sebagai hujah
  565. 29:29dan ijmak yang bagaimana yang bisa
  566. 29:31dijadikan sebagai hujjah.
  567. 29:35Karena ada pertanyaan seperti itu,
  568. 29:38akhirnya beliau menulis
  569. 29:41kitab ushul fikih
  570. 29:46yang terkenal dengan nama arrisalah.
  571. 29:50Ar-Risalah itu sebenarnya surat ya.
  572. 29:55Ar-Risalah
  573. 29:57itu dalam bahasa Indonesia terjemahannya
  574. 29:59surat. Kenapa?
  575. 30:02Kitab ushul fikihnya Imam Syafi'i
  576. 30:04dinamai surat.
  577. 30:07Karena sebenarnya itu memang surat.
  578. 30:11Ada orang bertanya kemudian beliau
  579. 30:14mengirimkan surat kepadanya.
  580. 30:17Tapi suratnya panjang ya, bukan surat
  581. 30:19cinta.
  582. 30:21Suratnya panjang disebutkan. [berdehem]
  583. 30:25Kalau yang
  584. 30:27tahkiknya
  585. 30:31yang paling bagus ya sampai 600-an
  586. 30:35halaman
  587. 30:40sampai 600-an halaman. [berdehem]
  588. 30:45Itulah Ar-Risalah
  589. 30:47kitab yang pertama kali
  590. 30:50ditulis dalam ilmu ushul fikih. Makanya
  591. 30:54ya kitab Ar-Risalah ini pembahasannya
  592. 30:59kurang lengkap
  593. 31:01karena memang dia yang pertama kali.
  594. 31:06Dia yang pertama kali.
  595. 31:08Jadi wajar kalau kitab
  596. 31:12pertama kali ditulis dalam ilmu ushul
  597. 31:14fikih sehingga ada pembahasan-pembahasan
  598. 31:16dalam ilmu ushul fikih yang tidak
  599. 31:17dibahas oleh Imam Syafi'i rahimahullahu
  600. 31:20taala. Ya,
  601. 31:23misalnya ada kitab pertama kali ditulis
  602. 31:26dalam ilmu mustalah hadis, biasanya
  603. 31:29pembahasannya belum belum lengkap.
  604. 31:32[berdehem] Kitab tentang Ulumul Quran
  605. 31:34pertama kali ditulis biasanya kurang
  606. 31:37lengkap. Kitab nahwu pertama kali
  607. 31:39ditulis biasanya kurang lengkap.
  608. 31:41[mendengus] Begitu pula kitab Ar-Risalah
  609. 31:45[berdehem] yang ditulis oleh
  610. 31:47Imam Syafi'i rahimahullahu taala. Tapi
  611. 31:50ya meskipun
  612. 31:53ada pembahasan-pembahasan yang tidak
  613. 31:56disinggung oleh Imam Syafi'i
  614. 31:57rahimahullahu taala dalam kitabnya
  615. 32:00tersebut, namun ar-Risalah sudah sangat
  616. 32:03mencukupi untuk ee membangun
  617. 32:08ee maklumat yang berkaitan dengan ilmu
  618. 32:12ushul fikih. Sebagian besar pembahasan
  619. 32:15ilmu ushul fikih sudah disinggung oleh
  620. 32:19Imam Syafi'i rahimahullahu taala dalam
  621. 32:22kitab beliau Ar-Risalah Tib.
  622. 32:34Poin yang ketiga
  623. 32:36yang biasa disinggung oleh para ulama
  624. 32:40dalam mukadimah ushul fikih.
  625. 32:43adalah tentang pentingnya ilmu ushul
  626. 32:47fikih.
  627. 32:52Penjelasan tentang pentingnya ilmu ushul
  628. 32:55fikih ini sangat penting
  629. 32:58agar kita punya semangat yang besar
  630. 33:01dalam mempelajari ilmu ini.
  631. 33:07Tib. Insyaallah kita akan jabarkan
  632. 33:11poin tentang pentingnya ilmu ushul fikih
  633. 33:13ini setelah dikumandangkan azan.
  634. 33:17Barakallahu fikum.
  635. 33:34Bismillahirrahmanirrahim.
  636. 33:37[berdehem]
  637. 33:38Asalamualaikum warahmatullahi
  638. 33:41wabarakatuh.
  639. 33:42Waalaikumsalam [berdehem]
  640. 33:43warahmatullahi wabarakatuh.
  641. 33:48Alhamdulillah
  642. 33:51wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala
  643. 33:53alihi wasahbihi waman tabiahudah.
  644. 34:00Tadi kita sudah [berdehem] sampai pada
  645. 34:02pembahasan
  646. 34:08pentingnya ilmu ushul fikih.
  647. 34:18Ilmu ushul fikih
  648. 34:21sangat penting sekali
  649. 34:25bagi
  650. 34:27kaum muslimin
  651. 34:30di zaman ini.
  652. 34:36Makanya [berdehem] para ulama
  653. 34:42banyak sekali
  654. 34:47menulis buku-buku tentang
  655. 34:50ilmu ushul fikih ini.
  656. 34:56Di antara yang menunjukkan pentingnya
  657. 34:58ilmu ushul fikih.
  658. 35:02Yang pertama, dengan ilmu ini
  659. 35:07kita bisa memahami
  660. 35:09nas-nas syariat dengan baik. [berdehem]
  661. 35:16Dengan ilmu ini kita bisa memahami
  662. 35:20firman Allah,
  663. 35:24memahami hadis Nabi Muhammad sallallahu
  664. 35:26alaihi wasallam
  665. 35:29dengan baik. [mendengus]
  666. 35:34Dan [berdehem] ana ingatkan kepada
  667. 35:37jemaah sekalian
  668. 35:42agar meniatkan hal ini
  669. 35:47saat mempelajari ilmu ushul fikih.
  670. 35:52Niatkan
  671. 35:54untuk
  672. 35:55bisa memahami firman Allah.
  673. 36:00dan hadis Nabi Muhammad sallallahu
  674. 36:02alaihi wasallam dengan baik.
  675. 36:08Karena untuk itulah ilmu ushul fikih
  676. 36:11ditulis
  677. 36:15agar kita bisa
  678. 36:17memahami
  679. 36:20Al-Qur'an,
  680. 36:23memahami
  681. 36:26hadis
  682. 36:29dengan cara yang baik sebagaimana
  683. 36:31diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
  684. 36:36[berdehem]
  685. 36:41Yang kedua,
  686. 36:42[berdehem]
  687. 36:46dengan mempelajari ilmu ushul fikih
  688. 36:52kita bisa memahami dengan baik
  689. 36:56kenapa para ulama berbeda pendapat.
  690. 37:00[berdehem]
  691. 37:04Di antara sebabnya
  692. 37:09karena
  693. 37:12mereka harus mengikuti dalil
  694. 37:18sesuai dengan apa yang mereka pahami
  695. 37:29dan pemahaman mereka berbeda. Ya,
  696. 37:34tingkat pemahaman
  697. 37:36mereka berbeda-beda.
  698. 37:38[berdehem]
  699. 37:43Akhirnya mereka berbeda pendapat.
  700. 37:48Ketika kita tahu hal ini, kita akan
  701. 37:50memahami,
  702. 37:52kita akan memaklumi
  703. 37:55adanya perbedaan pendapat di kalangan
  704. 37:56para ulama.
  705. 38:05Dua-duanya sama-sama ahli ushul fikih
  706. 38:12tapi berbeda.
  707. 38:14Kenapa bisa berbeda?
  708. 38:17[berdehem]
  709. 38:18Karena setiap orang ini harus mengikuti
  710. 38:22dalil yang dia pahami.
  711. 38:28Dan seseorang yang sudah bisa memahami
  712. 38:30dalil dengan baik tidak boleh bertaklid
  713. 38:34kepada yang lain.
  714. 38:38[berdehem]
  715. 38:40Kalau kenyataannya seperti itu, makanya
  716. 38:45akan terjadi perbedaan pendapat.
  717. 38:50Imam Syafi'i berbeda pendapat dengan
  718. 38:53gurunya.
  719. 38:58Imam Ahmad
  720. 39:00berbeda pendapat juga dengan gurunya.
  721. 39:05Gurunya Imam Syafi'i, Imam Malik.
  722. 39:09Kenapa harus berbeda?
  723. 39:13Karena
  724. 39:14dua orang ini tidak boleh saling
  725. 39:17bertaklid.
  726. 39:20Imam Syafi'i tidak boleh bertaklid
  727. 39:22dengan Imam dengan Imam Malik.
  728. 39:25Imam Malik juga tidak boleh bertaklid
  729. 39:27kepada Imam Syafi'i.
  730. 39:32Dan keduanya punya pemahaman yang
  731. 39:34berbeda terhadap dalil-dalil yang ada.
  732. 39:38Makanya terjadi perbedaan pendapat.
  733. 39:43Walaupun berbeda sebenarnya mereka
  734. 39:45sepakat,
  735. 39:48yaitu sepakat mengikuti dalil.
  736. 39:54Bahkan
  737. 39:56Imam Syafi'i rahimahullahu taala menulis
  738. 40:04menulis kitab dengan judul Ikhtilafu
  739. 40:07Malik Wasyafi'i.
  740. 40:11Ikhtilafu Malikyafi
  741. 40:13Syafi'i. Beliau kumpulkan
  742. 40:15masalah-masalah
  743. 40:17yang di situ ada perbedaan antara beliau
  744. 40:20dengan gurunya, Imam Malik rahimahullahu
  745. 40:23taala.
  746. 40:28Begitu pula dengan Imam Ahmad.
  747. 40:33Imam Ahmad muridnya Imam Syafi'i.
  748. 40:37Tapi banyak perbedaan antara keduanya.
  749. 40:42Kenapa? Karena dua orang ini tidak boleh
  750. 40:45saling bertaqlid.
  751. 40:49Imam Ahmad tidak boleh bertaklid kepada
  752. 40:51Imam Syafi'i. Begitu pula sebaliknya,
  753. 40:54Imam Syafi'i tidak boleh bertaklid
  754. 40:55kepada Imam Ahmad.
  755. 40:59Keduanya harus mengikuti dalil dan
  756. 41:02keduanya sepakat di titik ini. Titik
  757. 41:06wajibnya mengikuti dalil. Keduanya,
  758. 41:08sepakat.
  759. 41:11Dan kesepakatan itu menghasilkan
  760. 41:12perbedaan pendapat.
  761. 41:15Karena setiap
  762. 41:17individu wajib mengikuti dalilnya.
  763. 41:21Dan saya katakan ya ini bagi orang yang
  764. 41:24sudah bisa memahami dalil dengan baik.
  765. 41:30Yang belum bisa memahami dalil dengan
  766. 41:32baik kewajibannya adalah
  767. 41:35taqlid.
  768. 41:38Fas'alu ahlikri in kuntum laun.
  769. 41:44Bertanyalah kepada ahli ilmu apabila
  770. 41:48kalian tidak tahu
  771. 41:51mafhum mukhalafahnya
  772. 41:54atau logika terbaliknya. Kalau kalian
  773. 41:57tahu kalian tidak boleh bertaklid.
  774. 42:03Bertaklid itu bagi orang yang tidak
  775. 42:05tahu. Bagi yang tahu berarti tidak boleh
  776. 42:09bertaklid.
  777. 42:13Sehingga kalau kita tahu masalah ini,
  778. 42:15kita akan memahami kenapa para ulama
  779. 42:18berbeda pendapat. Kita bisa memaklumi
  780. 42:21kenapa mereka berbeda pendapat.
  781. 42:24[berdehem]
  782. 42:27Kemudian yang ketiga,
  783. 42:36[berdehem] dengan mempelajari ilmu ushul
  784. 42:38fikih,
  785. 42:41kita akan tahu
  786. 42:44mana dalil yang kuat,
  787. 42:47mana dalil yang lemah.
  788. 42:52Kita juga akan tahu mana khilaf yang
  789. 42:55muktabar,
  790. 42:59mana khilaf yang tidak muktabar.
  791. 43:05Sehingga
  792. 43:07kita bisa
  793. 43:10memposisikan diri kapan kita
  794. 43:13keras, tegas,
  795. 43:16kapan kita
  796. 43:18harus
  797. 43:19lunak.
  798. 43:23Kalau khilafnya muktabar
  799. 43:26jangan ngegas.
  800. 43:30Kalau khilafnya tidak muktabar, baru
  801. 43:33ketika itu kita boleh keras.
  802. 43:40yang
  803. 43:43ramai akhir-akhir ini. Masalah qunut
  804. 43:45lagi.
  805. 43:48Masalah qunut khilafnya muktabar dari
  806. 43:51zaman dahulu.
  807. 43:54Maka jangan terlalu dipermasalahkan.
  808. 43:58Tidak usah kencang-kencengan di sana.
  809. 44:01Pahami dengan baik. Maklumi.
  810. 44:05Bersikaplah toleran.
  811. 44:11Sampaikan mana yang kuat menurut kita,
  812. 44:16tapi jangan rendahkan pendapat lain.
  813. 44:23Sampaikan ini yang
  814. 44:26pendapat yang ini yang lebih kuat.
  815. 44:28Dalilnya seperti ini, seperti ini,
  816. 44:30seperti ini.
  817. 44:32Pendapat yang lain menurut saya kurang
  818. 44:34kuat karena alasan demikian dan
  819. 44:37demikian.
  820. 44:39Itulah yang disampaikan oleh para ulama
  821. 44:41dalam kitab-kitab fikih.
  822. 44:47Jangan sampai malah kita katakan
  823. 44:50[berdehem]
  824. 44:51yang qunut subuh berarti tidak bermanhaj
  825. 44:53salaf.
  826. 44:56Padahal dia qunut subuh. bukan karena
  827. 44:58taklid,
  828. 45:00tapi karena memandang dalilnya lebih
  829. 45:03kuat.
  830. 45:05Dan bisa jadi terjadi hal itu.
  831. 45:09Bisa jadi seorang yang bermanhaj salaf
  832. 45:12memandang berqunut subuh dalilnya lebih
  833. 45:14kuat.
  834. 45:19[berdehem]
  835. 45:19Kalau tidak bisa seper kalau tidak
  836. 45:21mungkin seperti itu, kita akan katakan
  837. 45:24Imam Syafi'i berarti bukan bermanhaj
  838. 45:27salaf.
  839. 45:31[berdehem]
  840. 45:34Maka ya khilaf dalam masalah seperti ini
  841. 45:37tidak perlu kita kencang-kencangan ya,
  842. 45:41tidak perlu kita saling merendahkan.
  843. 45:45Ana pribadi melihat
  844. 45:48qunut subuh itu
  845. 45:51kurang kuat dalilnya.
  846. 45:55Bahkan masuk dalam kategori bidah.
  847. 45:58Karena sendiri demikian sampai detik
  848. 46:00ini.
  849. 46:03Tapi bukan berarti
  850. 46:05saya harus
  851. 46:07mengatakan bahwa yang berqunut subuh itu
  852. 46:10ahli bidah.
  853. 46:13Karena yang berqunut subuh memandang
  854. 46:15bahwa itu yang lebih kuat dalilnya
  855. 46:17menurut dia. Atau yang berqunut subuh
  856. 46:21dia memandang dirinya muqallid.
  857. 46:24Dia harus bertaklid kepada orang yang
  858. 46:26alim. Dan yang dia taklidi memandang
  859. 46:29qunut subuh lebih kuat dalilnya.
  860. 46:33Sehingga kita harus toleran di sini
  861. 46:35tidak perlu ramai.
  862. 46:43dari dulu khilafnya sudah ada.
  863. 46:46[berdehem]
  864. 46:47Dan ada sebagian sahabat Nabi Muhammad
  865. 46:49sallallahu alaihi wasallam
  866. 46:52yang mengatakan bahwa qunut subuh juga
  867. 46:54bidah. Tidak ada masalah.
  868. 46:57Ketika kita katakan itu bidah, bukan
  869. 46:59berarti kita tidak toleran
  870. 47:02kepada yang berqunut subuh. Tidak.
  871. 47:06ini masih dalam masalah
  872. 47:08khilaf atau perbedaan pendapat yang
  873. 47:11muktabar.
  874. 47:15Tayib. [berdehem]
  875. 47:20Kalau perbedaan pendapatnya tidak
  876. 47:21muktabar, maka kita harus tegas di sana.
  877. 47:26Kita harus ngegas.
  878. 47:30Contohnya
  879. 47:32ada orang yang mengatakan bahwa
  880. 47:37selain kaum muslimin juga bisa masuk
  881. 47:40surga.
  882. 47:42Ini khilafnya
  883. 47:44tidak muktabar sama sekali.
  884. 47:49Ada yang berpendapat
  885. 47:52bolehnya LGBT,
  886. 47:55ada yang berpendapat bolehnya
  887. 47:57transgender.
  888. 47:59Ini khilaf yang tidak muktabar ya.
  889. 48:03Ini khilaf yang kita katakan
  890. 48:08pendapat mereka itu benar-benar batil.
  891. 48:16Ada yang berpendapat bahwa semua agama
  892. 48:18itu sama
  893. 48:21bisa men [berdehem] bisa menyampaikan ke
  894. 48:23surga Allah Subhanahu wa taala. Ini
  895. 48:24pendapat yang batil.
  896. 48:31Dengan mempelajari ilmu ushul fikih,
  897. 48:33kita akan tahu
  898. 48:35kapan khilaf muktabar,
  899. 48:38kapan khilaf tidak muktabar.
  900. 48:41Kalau belum belajar ilmu ushul fikih
  901. 48:44yang membahas masalah ini, maka kita
  902. 48:46akan bingung ya kapan? Apakah khilaf ini
  903. 48:50muktabar ataukah tidak, kita tidak bisa
  904. 48:52menilai.
  905. 48:55Padahal dari situ
  906. 48:58kita tahu bagaimana menyikapi
  907. 49:00ikhtilafnya
  908. 49:02para ulama.
  909. 49:05Tib.
  910. 49:08Yang berikutnya termasuk di antara yang
  911. 49:11menunjukkan pentingnya ilmu ushul fikih
  912. 49:15bahwa ilmu ini bisa masuk
  913. 49:20ke banyak disiplin ilmu.
  914. 49:25Ilmu ini bisa digunakan dalam banyak
  915. 49:28disiplin ilmu. [berdehem]
  916. 49:34Seperti misalnya ilmu akidah,
  917. 49:38tauhid.
  918. 49:40Tauhid membutuhkan dalil. Tidak
  919. 49:43membutuhkan dalil. Bagaimana berdalil
  920. 49:46dalam masalah tauhid
  921. 49:49dengan dalil yang kuat?
  922. 49:53Caranya dengan ilmu ushul fikih.
  923. 49:56Dengan ilmu ushul fikih kita bisa
  924. 49:58menguatkan
  925. 50:01tauhid.
  926. 50:03bisa menguatkan dalil-dalil
  927. 50:07dalam masalah akidah.
  928. 50:10Jadi, ilmu ushul fikih sangat dibutuhkan
  929. 50:12dalam ilmu akidah.
  930. 50:16Ilmu ushul fikih juga sangat dibutuhkan
  931. 50:18dalam ilmu tafsir.
  932. 50:24Ilmu tafsir, ilmu memahami Al-Qur'an.
  933. 50:29Dan tanpa ushul fikih tafsir tidak bisa
  934. 50:33baik.
  935. 50:37Ilmu ushul fikih sangat dibutuhkan dalam
  936. 50:40ilmu hadis juga. Memahami hadis-hadis
  937. 50:43Nabi Muhammad sallallahu alaihi
  938. 50:46wasallam.
  939. 50:48Tanpa ilmu ushul fikih, banyak
  940. 50:51hadis-hadis Nabi Muhammad sallallahu
  941. 50:53alaihi wasallam yang terlihat
  942. 50:54bertentangan
  943. 50:57dengan ilmu ushul fikih. Hadis-hadis
  944. 50:59yang terlihat bertentangan tadi bisa
  945. 51:02kita kompromikan.
  946. 51:06Ilmu ushul fikih
  947. 51:10sangat penting dalam
  948. 51:14ilmu faraid. [berdehem]
  949. 51:18Karena dalam ilmu faraid juga ada
  950. 51:20dalil-dalil yang dibahas ketika para
  951. 51:22ulama berbeda pendapat.
  952. 51:25Di situ ilmu ushul fikih juga sangat
  953. 51:28berperan.
  954. 51:30Ini menunjukkan bahwa ilmu ushul fikih
  955. 51:32ini sangat penting sekali
  956. 51:37karena bisa masuk dalam banyak disiplin
  957. 51:42ilmu Islam.
  958. 51:46Ilmu ushul fikih juga jemaah sekalian
  959. 51:47rahimani warahimakumullah bisa
  960. 51:49mempengaruhi
  961. 51:51kepribadian seseorang.
  962. 51:56Dan ini
  963. 51:57sangat tampak ya, orang yang punya ushul
  964. 52:00fikih yang kuat,
  965. 52:03dia akan
  966. 52:12sulit ee dia akan jauh dari sikap
  967. 52:15plin-pelan.
  968. 52:17[berdehem]
  969. 52:21dia bisa
  970. 52:27apa bahasanya ya?
  971. 52:31Dia bisa konsisten
  972. 52:34dengan pendapatnya
  973. 52:39karena dia berpendapat
  974. 52:41dengan dasar-dasar yang kuat.
  975. 52:45Ketika seseorang berpendapat dengan
  976. 52:47dasar-dasar yang kuat,
  977. 52:51maka dia akan jauh dari sikap
  978. 52:53pelin-pelan.
  979. 52:55Kadang seperti ini, kadang seperti itu.
  980. 52:59Kita akan dapati orang-orang seperti itu
  981. 53:01biasanya ilmu ushul fikihnya kurang
  982. 53:04kurang kuat.
  983. 53:07[berdehem]
  984. 53:09Tayib.
  985. 53:13Poin yang berikutnya, jemaah sekalian
  986. 53:14rahimani warahimakumullah
  987. 53:17adalah poin
  988. 53:20perbedaan
  989. 53:22ushul fikih dengan kaidah fikih.
  990. 53:28Seringki
  991. 53:30seseorang
  992. 53:33tidak bisa membedakan antara ilmu ushul
  993. 53:36fikih
  994. 53:38dengan ilmu kaidah fikih.
  995. 53:47Karena memang samar
  996. 53:55ushul fikih biasanya
  997. 53:57berupa [berdehem] kaidah.
  998. 54:00Kaidah fikih juga berupa kaidah.
  999. 54:05Dua-duanya sama-sama kaidah.
  1000. 54:08[berdehem]
  1001. 54:10Dan kalau dikatakan kaidah berarti
  1002. 54:14turunannya banyak. Masalah yang dicakup
  1003. 54:18banyak. [berdehem]
  1004. 54:20Jadi kaidah ushul fikih dengan kaidah
  1005. 54:23fikih punya persamaan di sini.
  1006. 54:27Dua-duanya sama-sama kaidah.
  1007. 54:32Dua-duanya sama-sama mencakup masalah
  1008. 54:35yang banyak.
  1009. 54:38Sehingga seringki seseorang tidak bisa
  1010. 54:41membedakan antara keduanya. Apa bedanya?
  1011. 54:48Beda yang paling mencolok adalah bahwa
  1012. 54:52kaidah ushul fikih itu ranahnya dalil.
  1013. 54:58Sedangkan kaidah fikih
  1014. 55:01ranahnya perbuatan manusia.
  1015. 55:09Apa bedanya?
  1016. 55:12Kaidah ushul fikih itu ranahnya apa?
  1017. 55:14Dalil.
  1018. 55:14Dalil. Jadi yang dibahas
  1019. 55:17di kaidah ushul fikih itu dalil.
  1020. 55:21Sedangkan yang dibahas di kaidah fikih
  1021. 55:23apa?
  1022. 55:24Perbuatan manusia.
  1023. 55:25Perbuatan manusia.
  1024. 55:29Saya contohkan misalnya ya,
  1025. 55:34kalau dikatakan al aslu fil amri yadullu
  1026. 55:37alal wujub.
  1027. 55:40Pada asalnya perintah itu menunjukkan
  1028. 55:42hukum wajib.
  1029. 55:45Ini kaidah ushul fikih atau kaidah
  1030. 55:47fikih? Usul fikih.
  1031. 55:49Ini kaidah ushul fikih karena berkaitan
  1032. 55:51dengan dalil.
  1033. 55:55Arti dari kaidah ini adalah pada asalnya
  1034. 55:58perintah dalam dalil syariat
  1035. 56:01itu menunjukkan hukum
  1036. 56:04wajib.
  1037. 56:08Karena ranahnya dalil maka ini kaidah
  1038. 56:11ushul fikih. [berdehem]
  1039. 56:14Beda dengan kaidah fikih. Ranahnya
  1040. 56:17perbuatan manusia.
  1041. 56:20Contohnya
  1042. 56:23al umuru
  1043. 56:25bimaqasidiha.
  1044. 56:29[berdehem]
  1045. 56:30Segala sesuatu itu
  1046. 56:33tergantung tujuannya,
  1047. 56:36tergantung niatnya.
  1048. 56:40Segala sesuatu itu tergantung niatnya.
  1049. 56:43Niatnya siapa?
  1050. 56:46Niatnya manusia.
  1051. 56:48Bukan niatnya dalil.
  1052. 56:52Bisa dibedakan ya.
  1053. 56:55Kalau misalnya ada kaidah
  1054. 57:01hadis Nabi itu hujjah,
  1055. 57:05ada kaidah hadis Nabi itu hujjah.
  1056. 57:10Ini kaidah ushul fikih atau kaidah
  1057. 57:12fikih? Kaidah usul.
  1058. 57:13Ushul. Karena
  1059. 57:15ranahnya dalil yang dibahas dalil
  1060. 57:21beda dengan alyaakin. La yazulu bisyaak.
  1061. 57:25Keyakinan tidak boleh hilang karena
  1062. 57:29keraguan. Keyakinan siapa?
  1063. 57:32Manusia. Bukan keyakinan dalil.
  1064. 57:36Keyakinan manusia tidak boleh hilang
  1065. 57:39karena keraguan.
  1066. 57:44Ini
  1067. 57:46perbedaan antara kaidah ushul fikih
  1068. 57:48dengan kaidah
  1069. 57:50fikih.
  1070. 57:56Biasanya kaidah
  1071. 57:58fikih
  1072. 58:01itu berkaitan dengan masalah secara
  1073. 58:04langsung.
  1074. 58:07Makanya kaidah fikih bisa dijadikan
  1075. 58:11dalil secara langsung,
  1076. 58:13bisa untuk menjawab
  1077. 58:17kasus secara langsung.
  1078. 58:20Berbeda dengan kaidah ushul fikih.
  1079. 58:23Ini perbedaan yang kedua. Tapi
  1080. 58:25sebenarnya ini turunan dari perbedaan
  1081. 58:28yang pertama. [berdehem]
  1082. 58:32Dengan kaidah fikih kita bisa menjawab
  1083. 58:35pertanyaan langsung
  1084. 58:38tanpa menggunakan yang lain.
  1085. 58:42Kaidah ushul fikih tidak bisa.
  1086. 58:46Kenapa? Karena kaidah ushul fikih itu
  1087. 58:48ranahnya dalil.
  1088. 58:50Sedangkan kaidah fikih ranahnya
  1089. 58:52perbuatan.
  1090. 58:55I ran
  1091. 58:57ranahnya langsung kepada masalah itu.
  1092. 59:01Makanya
  1093. 59:03[berdehem]
  1094. 59:06ketika ada pertanyaan,
  1095. 59:10[berdehem]
  1096. 59:12"Ustadz,
  1097. 59:15ana tadi salat dua rakaat.
  1098. 59:20Niat saya salat sunah fajar.
  1099. 59:24Niat saya salat sunah fajar.
  1100. 59:32Setelah salat ternyata saya keluar
  1101. 59:37dari rumah.
  1102. 59:41Ternyata
  1103. 59:42waktu subuhnya sudah selesai, Ustaz.
  1104. 59:46Tapi salat dua rakaat tadi itu masih
  1105. 59:51saya yakin masih
  1106. 59:53di waktu subuh.
  1107. 59:59Apakah dua rakaat tadi bisa menjadi
  1108. 1:00:01salat subuh, Ustaz?
  1109. 1:00:05Kita bisa menjawab dengan mengatakan
  1110. 1:00:08innamal a'alu
  1111. 1:00:10bin niyat langsung
  1112. 1:00:12atau al umuru bimaqasidiyah. Segala
  1113. 1:00:16sesuatu tergantung maksud tujuannya.
  1114. 1:00:21Langsung tidak perlu kita menggunakan
  1115. 1:00:23dalil lain. Kaidah ini langsung bisa
  1116. 1:00:27menjadi jawaban.
  1117. 1:00:30Niatmu salat sunah fajar jadinya salat
  1118. 1:00:32sunah fajar. Al umur bimaqasidah.
  1119. 1:00:38Innamal a'malu bin niyat.
  1120. 1:00:44Kalau kaidah ushul fikih tidak bisa
  1121. 1:00:45seperti itu.
  1122. 1:00:48Contohnya, [berdehem]
  1123. 1:00:52Ustaz,
  1124. 1:00:54apa hukumnya
  1125. 1:00:56salat magrib?
  1126. 1:01:02Kemudian
  1127. 1:01:04kita jawab dengan mengatakan
  1128. 1:01:07apa? Atau dengan menggunakan kaidah
  1129. 1:01:08ushul fikih. Al aslu amri yadlu alal
  1130. 1:01:11wujub.
  1131. 1:01:14Pada asalnya perintah itu menunjukkan
  1132. 1:01:16hukum wajib. Nyambung tidak?
  1133. 1:01:20Kalau ada orang bertanya, "Ustaz, salat
  1134. 1:01:22magrib itu hukumnya apa?"
  1135. 1:01:25Kita jawab, "Al aslu fil amri yadullu
  1136. 1:01:28alal wujub."
  1137. 1:01:30Pada asalnya perintah itu menunjukkan
  1138. 1:01:31hukum wajib.
  1139. 1:01:34Nyambung jawaban ini gak nyambung.
  1140. 1:01:38Kita harus katakan hukumnya wajib karena
  1141. 1:01:41firman Allah Subhanahu wa taala,
  1142. 1:01:44hafidu alas shawati washatil wto.
  1143. 1:01:49Jagalah salat-salat, maksudnya
  1144. 1:01:51salat-salat wajib dan salat asarnya.
  1145. 1:01:56Di antara salat wajib ada salat
  1146. 1:01:58magrib. Dan perintah pada asalnya
  1147. 1:02:01menunjukkan hukum
  1148. 1:02:02wajib.
  1149. 1:02:03Wajib baru nyambung.
  1150. 1:02:07Jadi kaidah ushul fikih itu tidak bisa
  1151. 1:02:09digunakan untuk menjawab pertanyaan
  1152. 1:02:12kasus secara langsung.
  1153. 1:02:16Karena memang ranahnya bukan perbuatan
  1154. 1:02:19manusia, ranahnya dalil.
  1155. 1:02:24Jadi untuk menjawab pertanyaan
  1156. 1:02:27atau menjawab kasus,
  1157. 1:02:29kita harus menyebutkan dalilnya
  1158. 1:02:32kemudian kita sebutkan kaidah usulnya.
  1159. 1:02:37Ya,
  1160. 1:02:39kita menyebutkan dalilnya baru kita
  1161. 1:02:41sebutkan kaidah ushul fikihnya. Kalau
  1162. 1:02:44kita hanya menyebutkan kaidah ushul
  1163. 1:02:46fikihnya saja maka jadi tidak nyambung.
  1164. 1:02:51Berbeda dengan kaidah fikih.
  1165. 1:02:56Kalau ada pertanyaan, Ustaz, ana tadi
  1166. 1:02:59lupa, Ustaz, [batuk]
  1167. 1:03:03apakah sudah batal ataukah belum wudu
  1168. 1:03:06saya. Tapi yang jelas saya tadi wudu,
  1169. 1:03:10sekarang saya ragu
  1170. 1:03:12apakah sudah kentut ataukah belum.
  1171. 1:03:16Kita bisa menjawab alyaakin la yazulu
  1172. 1:03:19bisyak langsung.
  1173. 1:03:21Kita jawab langsung dengan kaidah fikih.
  1174. 1:03:24Alyakin la yazulu bis. Kamu kan tadi
  1175. 1:03:28sudah yakin kamu masih wudu.
  1176. 1:03:31Kamu kan tadi yakin kamu sudah wudu.
  1177. 1:03:34Sekarang kamu ragu apakah
  1178. 1:03:38wudunya sudah batal ataukah belum. Maka
  1179. 1:03:40keraguan ini hilangkan. Berpegang teguh
  1180. 1:03:43dengan keyakinan yang sebelumnya.
  1181. 1:03:46Alyain la yazulu bisyak. Langsung kita
  1182. 1:03:48bisa jawab dengan kaidah fikih.
  1183. 1:03:52Kaidah ushul fikih tidak.
  1184. 1:03:54Demikian
  1185. 1:03:56misalnya ada orang yang bertanya,
  1186. 1:03:58"Ustaz, [berdehem]
  1187. 1:04:00motong jenggot
  1188. 1:04:03yang sudah melebihi
  1189. 1:04:05satu genggaman, boleh tidak, Ustaz?"
  1190. 1:04:10Kita jawab, "qulus sahabi hujjah."
  1191. 1:04:15Pendapat sahabat itu bisa dijadikan
  1192. 1:04:17sebagai hujjah.
  1193. 1:04:20Jawaban kita seperti itu. Nyambung gak?
  1194. 1:04:23Nyambung.
  1195. 1:04:26Tapi kita harus katakan
  1196. 1:04:29boleh. [berdehem]
  1197. 1:04:31Karena sahabat Ibnu Umar dahulu pernah
  1198. 1:04:34melakukannya.
  1199. 1:04:36Begitu pula sahabat Abu Hurairah
  1200. 1:04:39pernah melakukannya.
  1201. 1:04:41Dan ulus sahabi itu hujjah.
  1202. 1:04:46bahwa pendapat sahabat apabila tidak
  1203. 1:04:49diselisihi sahabat yang lainnya
  1204. 1:04:51itu bisa dijadikan sebagai hujah. Ya,
  1205. 1:04:55ini perbedaan antara
  1206. 1:04:57kaidah fikih dengan
  1207. 1:05:00ushul fikih.
  1208. 1:05:07Ada yang menyebutkan perbedaan lain.
  1209. 1:05:11Usul fikih
  1210. 1:05:16itu ada lebih dahulu [mendengus]
  1211. 1:05:19sebelum menyimpulkan hukum.
  1212. 1:05:23Beda dengan kaidah fikih.
  1213. 1:05:27Dia biasanya ada setelah hukum-hukum
  1214. 1:05:32yang disimpulkan.
  1215. 1:05:33Ya, tapi ini perbedaan ini tidak
  1216. 1:05:35semuanya ya. Tapi
  1217. 1:05:41sebagian atau banyak ulama yang
  1218. 1:05:43menyebutkannya.
  1219. 1:05:45Jadi sebelum orang menyimpulkan hukum
  1220. 1:05:48dia harus tahu kaidah ushul fikih.
  1221. 1:05:52[berdehem] Tanpa tahu kaidah ushul
  1222. 1:05:54fikih, dia tidak bisa menyimpulkan
  1223. 1:05:56hukum.
  1224. 1:06:01Di sisi lain di sana banyak sekali
  1225. 1:06:04kaidah-kaidah fikih yang disimpulkan
  1226. 1:06:06oleh para ulama
  1227. 1:06:09dari jawaban atau fatwa-fatwa
  1228. 1:06:14para ulama.
  1229. 1:06:17Jadi ketika ada masalah banyak ulama ini
  1230. 1:06:21berfatwa dengan satu hukum.
  1231. 1:06:24Akhirnya disimpulkan oleh ulama
  1232. 1:06:26setelahnya menjadi kaidah fikih.
  1233. 1:06:32Disimpulkan menjadi kaidah fikih. Ya,
  1234. 1:06:34seperti
  1235. 1:06:36kaidah alyaakin la yazulu bisyak.
  1236. 1:06:41ini ya disimpulkan oleh para ulama di
  1237. 1:06:45samping dari dalil juga dari
  1238. 1:06:46masalah-masalah
  1239. 1:06:49kemudian diringkas menjadi kesimpulan
  1240. 1:06:52alyaqin la yazulu bisyaq
  1241. 1:06:55ya namun ini tidak semuanya ya tidak
  1242. 1:06:59semua kaidah fikih itu seperti itu.
  1243. 1:07:02Tapi kalau masalah yang kaidah ushul
  1244. 1:07:04fikih harus ada sebelum penyimpulan
  1245. 1:07:06hukum, maka itu terjadi pada semua
  1246. 1:07:11masalah. Tib jemaah sekalian rahimani
  1247. 1:07:13rahimakumullah. Ini yang bisa ana
  1248. 1:07:17sampaikan dalam kesempatan kali ini.
  1249. 1:07:20Masih ada satu poin lagi dalam mukadimah
  1250. 1:07:24ushul fikih, yaitu tentang pentingnya
  1251. 1:07:28kita
  1252. 1:07:30mencari guru yang baik ketika
  1253. 1:07:32mempelajari ilmu ushul fikih.
  1254. 1:07:36Dan itu insyaallah akan kita
  1255. 1:07:39bahas bersama di pertemuan yang
  1256. 1:07:42berikutnya ya.
  1257. 1:07:44itu akan kita bahas bersama di pertemuan
  1258. 1:07:47yang berikutnya tentang urgensi mencari
  1259. 1:07:51guru yang baik dalam ilmu ushul fikih.
  1260. 1:07:56Kenapa demikian? Alasan-alasannya akan
  1261. 1:07:58kita sampaikan di kajian yang
  1262. 1:08:01berikutnya. Demikian yang bisa ana
  1263. 1:08:04sampaikan.
  1264. 1:08:06Wallahu taala alam.
  1265. 1:08:08was waka
  1266. 1:08:10Muhammadin waa alihibihi
  1267. 1:08:13bisumiddin walhamdulillahiabbil alamin.
  1268. 1:08:24Asalamualaikum ya ustaz. Ahsanallahu
  1269. 1:08:26ilaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi
  1270. 1:08:28wabarakatuh.
  1271. 1:08:31Pertanyaannya tentang sunahnya
  1272. 1:08:34membiarkan
  1273. 1:08:36jenggot.
  1274. 1:08:39Apakah sunahnya menjadi fasid atau batil
  1275. 1:08:43kalau seseorang menggunakan obat
  1276. 1:08:45tertentu
  1277. 1:08:47untuk menumbuhkan jenggot?
  1278. 1:08:49Karena sunahnya adalah membiarkan, bukan
  1279. 1:08:51menumbuhkan.
  1280. 1:08:55Tayib.
  1281. 1:09:08sunahnya menjadi fasid.
  1282. 1:09:11Ya, [berdehem] tidak demikian ya. Kita
  1283. 1:09:12tidak katakan demikian.
  1284. 1:09:16Kita katakan tindakan seperti itu adalah
  1285. 1:09:19tindakan takaluf.
  1286. 1:09:24Tahu ya takuf ya?
  1287. 1:09:26Hah?
  1288. 1:09:30Tindakan takaluf itu tindakan
  1289. 1:09:34ee
  1290. 1:09:36[berdehem]
  1291. 1:09:43iya tindakan yang
  1292. 1:09:45berlebihan memberatkan diri.
  1293. 1:09:49tindakan yang [berdehem] sebenarnya dia
  1294. 1:09:54tidak diperintahkan seperti itu, tapi
  1295. 1:09:56dia ingin melakukan yang seperti
  1296. 1:10:08ee bahasa yang mewakili takaluf apa?

About this transcript

This page contains the full transcript of 1. Al-Ushul Min Ilmil Ushul - Dasar-Dasar Ilmu Ushul Fiqih | Ustadz Dr. Musyaffa' Ad-Dariny, M.A. by Musyaffa Ad Dariny Channel, generated from the public captions YouTube serves with the video. The transcript has 5,005 words across 1,296 segments, with the original timestamps preserved so you can click any line to jump to that moment in the embedded player.

What you can do with it

Use the transcript to take notes, quote the speaker, build a study guide, generate a summary with ChatGPT or Claude via the YouTube Summary tool, or export it as a timed subtitle file with YouTube to SRT. You can also re-open it in the transcriber to translate the transcript into 100+ languages.

Free YouTube transcript tool

YouTube2Text is a free YouTube transcript generator — no signup, no daily limit. Paste any YouTube link and get the full transcript instantly, with timestamps, click-to-jump, translation to 100+ languages, AI prompts for ChatGPT, Claude, and Gemini, and exports to TXT, SRT, VTT, or Markdown.